P. 1
Makalah Ins. LAN Tio an XI-TKJ A

Makalah Ins. LAN Tio an XI-TKJ A

|Views: 1,927|Likes:
Published by tio adistiyawan
semester 1 instalasi LAN
semester 1 instalasi LAN

More info:

Published by: tio adistiyawan on Dec 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/27/2014

pdf

text

original

Sections

MAKALAH

INSTALASI LAN

Nama Kelas

: Tio Adistiyawan : XI – TKJ A

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Cimahi Jln. Mahar Martanegara / Leuwigajah No. 48 Telp. 6629683 2011/2012

KATA PENGANTAR
Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT , dengan limpahan rahmat dan hidahyah-Nya, saya telah menyelesaikan Makalah Pembelajaran Instalasi LAN. Makalah ini saya ajukan untuk memenuhi salah satu tugas pada mata.pelajaran Instalasi LAN. Saya menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangannya karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang saya miliki . Oleh karena itu , dengan segala kerendahan hati saya mohon maaf yang sebesar-besarnya . Dengan adanya hal tersebut saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat konstruktif demi kesempurnaan makalah ini sehingga akan jauh lebih baik pada masa yang akan datang . Akhir kata saya berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umunya . Semoga Allah SWT selalu melimpahkan berkah dan rahmat-Nya kepada kita semua . Aamiin . . .

Cimahi , Desember 2011

Penyusun

2

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I JARINGAN KOMPUTER A. Pengertian Jaringan B. Jenis – jenis Jaringan BAB II MODEL REFERENSI OSI A. Sejarah OSI Layer B. 7 OSI Layer BAB III MEDIA TRANSMISI A. Pengertian Media Transmisi B. Jenis Jenis Media Transmisi
BAB IV PERANGKAT DAN KOMPONENT JARINGAN

2 3 4 4 4 12 12 13 15 15 15 21 21 22 30 31 32 32 34 38 38 38 43 43 43 45

A. Ethernet B. Perangkat Pendukung Ethernet C. Komponen Jaringan (DTE, DCE, CPE, dan CO) BAB V ATURAN 5-4-3 BAB VI KONFIGURASI KABEL UTP A. Kabel UTP B. Instalasi Kabel UTP BAB VII WIRING (PENGKABELAN) A. Pengertian Wiring B. Komponent Pendukung Wiring BAB VIII UN-GUIDED MEDIA A. Pengertian Un-Guided Media B. Jenis –jenis Un-Guided Media BAB IX KESIMPULAN

3

BAB I JARINGAN KOMPUTER

A. Pengertian Jaringan
Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Tujuan dari jaringan komputer adalah: 1. Membagi sumber daya: contohnya berbagi pemakaian printer, CPU, memori, harddisk. 2. Komunikasi: contohnya surat elektronik, instant messaging, chatting 3. Akses informasi: contohnya web browsing Agar jaringan dapat berfungsi, dibutuhkan layanan-layanan yang dapat mengatur pembagian sumber daya. Dibutuhkan aturan-aturan (protocols) yang mengatur komunikasi dan layanan - layanan secara umum untuk seluruh sistem jaringan, Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta layanan disebut klien (client) dan yang memberikan layanan disebut pelayan (server). Arsitektur ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.

B. Jenis-Jenis Jaringan
 Berdasarkan Teknologi Transmisi: o Broadcast Links Merupakan jenis koneksi yang mengirimkan informasinya melalui satu saluran komunikasi. o Point-to-point Links Merupakan jenis koneksi yang mengirimkan informasinya melalui berbagai saluran komunikasi yang saling terhubung.

4

Berdasarkan Skala:

1. LAN Local Area Network biasa disingkat LAN adalah jaringan komputer yang hanya mencakup wilayah kecil seperti jaringan kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil. Saat ini, kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa disebut Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi biasa disebut hotspot. Setiap komputer juga dapat mengakses sumber daya yang ada di LAN sesuai dengan hak akses yang telah diatur. Sumber daya tersebut dapat berupa data atau perangkat seperti printer. Pada LAN, seorang pengguna juga dapat berkomunikasi dengan pengguna yang lain dengan menggunakan aplikasi yang sesuai. Berbeda dengan Jaringan Area Luas atau Wide Area Network (WAN), maka LAN mempunyai karakteristik sebagai berikut : 1. Mempunyai pesat data yang lebih tinggi 2. Meliputi wilayah geografi yang lebih sempit 3. Tidak membutuhkan jalur telekomunikasi yang disewa dari operator telekomunikasi Biasanya salah satu komputer di antara jaringan komputer itu akan digunakan menjadi server yang mengatur semua sistem di dalam jaringan tersebut

5

2. MAN Metropolitan area network atau disingkat dengan MAN. Suatu jaringan dalam suatu kota dengan transfer data berkecepatan tinggi, yang menghubungkan berbagai lokasi seperti kampus, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya. Jaringan MAN adalah gabungan dari beberapa LAN. Jangkauan dari MAN ini antar 10 hingga 50 km. MAN ini merupakan jaringan yang tepat untuk membangun jaringan antar kantor-kantor dalam satu kota antara pabrik/instansi dan kantor pusat yang berada dalam jangkauannya

. 3. WAN WAN adalah singkatan dari istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris: Wide Area Network merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang membutuhkan router dan saluran komunikasi publik. WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal yang satu dengan jaringan lokal yang lain,

sehingga pengguna atau komputer di lokasi yang satu dapat berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di lokasi yang lain. Teknologinya adalah: a. Circuit Switching b. Packet Switching c. Frame Relay d. Asynchronous Transfer Mode (ATM) e. Jaringan wireless seluler

6

4. Internet Internet adalah sekumpulan jaringan berbeda (LANs, WANs, atau keduanya) yang saling terkoneksi dan melakukan komunikasi.

7

Berdasarkan topologi: o Bus

Bus Topology merupakan sebuah topologi logik yang menggunakan 1 kabel sebagai perantara, setiap data yang dikirimkan dari satu node ke node yang dituju akan terlihat oleh oleh semua node yang tersambung dengan jaringan tersebut. Tapi hanya node yang dituju saja yang dapat memberikan respond dari informasi yang diterimanya. Yang biasanya jenis topology ini menggunakan kabel jaringan coaxial sebagai media transmisinya. Kekurangan dari topologi ini adalah apabila salah satu dari node nya terputus maka jaringan tersebut tidak dapat membagi informasi. o Star

Star Topology merupakan jenis topology logik yang masingmasing nodenya terkoneksi dengan central device yang biasanya disebut dengan hub atau switch. Kelebihan dari jenis topologi ini

8

adalah apabila ada node yang tidak terkoneksi maka jaringan tersebut masih dapat berfungsi. o Ring

Tipe ke tiga dari jenis topologi logik adalah ring, jenis topologi ini proses dalam pengiriman datanya berputar dari satu node yang MAC Address yang lebih besar ke yang lebih kecil. Informasi yang dikirimkan dapat dilihat oleh setiap node yang terkoneksi di jaringan tersebut, seperti halnya bus topologi. o dll  Berdasarkan protokol: o Ethernet o Token Ring o dll  Berdasarkan arsitektur o Peer-to-peer Jaringan peer to peer adalah sebuah workgroup, dimana setiap komputer dapat berfungsi sebagai client dan server sekaligus. Keuntungan peer-to-peer: a. Tidak ada biaya tambahan untuk pembelian hardware dan software server. b. Tidak diperlukan administrator jaringan. Kerugian peer-to-peer:

9

a. Sharing sumber daya membebani proses di komputer yang bersangkutan. b. Keamanan tidak terjamin. o Client/Server Server (back end) adalah penyedia layanan yang menyediakan akses ke sumber daya jaringan sedangakan client (front end)adalah komputer yang meminta layanan dari server. Client/Server yaitu jaringan komunikasi data yang terdiri dari banyak client dan satu atau lebih server Keuntungan client-server: a. Penyimpanan data yang terpusat memberikan kemudahan untuk pengelolaan dan backup data, b. Penggunaan spesifikasi server yang optimal mempercepat proses komunikasi di jaringan, c. Kemudahan mengatur user dan sharing peralatan mahal, d. Keamanan lebih terjamin. Kerugian client-server: a. Biaya pembelian hardware dan software server, b. Dibutuhkan administrator jaringan. o Hybrid Hybrid adalah menggabungkan keuntungan jaringan client/server dan peer-to-peer dimana user dapat mengakses sumber daya yang dishare oleh jaringan peer-to-peer, dan secara bersamaan dapat

menggunakan sumber daya yang disediakan oleh server. Perangkat untuk membentuk sebuah jaringan adalah: a. Alat pemroses (PC, printer, IP phone, laptop, PDA, mobile phone, dll) = host, b. Network Interface Card,

10

c. Media Transmisi, o Kabel - wired: twisted pair, coaxial dan fibre optic, o Wireless: antena, microwave, broadcast radio, infrared, dan bluetooth, o Repeater, Hub, Bridge, Switch, Router dan Gateways = node.

Arsitektur protocol dari sebuah jaringan adalah: a. Perangkat lunak dari jaringan komunikasi data b. Terdiri dari layer, protokol dan interface o Jaringan diorganisasikan menjadi sejumlah level (layer) untuk mengurangi kerumitannya o Setiap layer dibuat berdasarkan layer dibawahnya o Antar layer terdapat sebuah interface yang menentukan operasi dan layanan yang diberikan layer terbawah untuk layer diatasnya o Layer pada level yang sama di dua host yang berbeda dapat saling berkomunikasi dengan mengikuti sejumlah aturan dan ketetapan yang disebut sebagai protokol

11

BAB II MODEL REFERENSI OSI LAYER

A. Sejarah OSI Layer Awalnya model referensi ini ditujukan untuk pengembangan protokol jaringan, namun hal ini mengalami kegagalan karena Model referensi ini, jika dibandingkan dengan Model Referensi DARPA dapat dikatakan “sangat berdekatan” Sangat kompleks, beberapa fungsi dianggap kurang bagus, sementara fungsi seperti koreksi kesalahan dilakukan berulang-ulang pada beberapa lapis. Pertumbuhan TCP/IP yang sangat pesat di dunia nyata membuat model referensi ini kurang diminat. Pada tahun 1980, pemerintah Amerika Serikat mencoba untuk mendukung protokol OSI Reference Model dalam solusi jaringan pemerintah dengan mengimplementasikan standar “Government Open Systems Interconnection Profile (GOSIP)”. Namun pada tahun 1995 model ini mulai ditinggalkan. Lalu apa fungsi OSI Layer saat ini? Permasalahan utama dalam komunikasi antar komputer dari vendor yang berbeda adalah jenis protokol dan format data yang berbeda.

Kemudian pada tahun 1977 muncullah sebuah ide dari International Organization for Standardization (ISO) untuk membuat sebuah arsitektur komunikasi yang dikenal dengan nama Open System Interconnection (OSI) yang membuat standar untuk manghubungkan komputer dari vendor-vendor yang berbeda.

12

B. 7 Layer OSI

1. Application Fungsi layer ini adalah untuk menjadi penghubung antara aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan membuat pesan apabila terjadi kesalahan. Contoh : saat kita hendak chatting dengan rekan kita. Keyboard merupakan aplikasi untuk menginputkan data yang akan dikirimkan. 2. Presentation Mengkonversi data ke dalam format yang dapat dibaca dan ditransmisikan melalui jaringan. Contoh : saat kita ingin mengirimkan foto yang sudah tercetak. Foto yang sudah tercetak dengan satuan “dimensi” akan di scan sehingga menjadi satuan “bit digital”. 3. Session Mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan, serta melakukan resolusi nama. Saat kita hendak mengirimkan suatu data, layer ini memberi identitas pada data tersebut sehingga pihak penerima dapat mengetahui siapa pengirimnya. 4. Transport Memecah data menjadi paket-paket dengan nomer urut sehingga dapat disusun kembali oleh perangkat penerima, membuat acknowledgement, serta mengirim ulang paket-paket yang hilang di tengah jalan. Dengan kata lain, fungsi layer ini adalah memberi jaminan bahwa data sukses dikirimkan.

13

5. Network Mendefinisikan alamat IP, membuat header untuk tiap paket data, serta melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3. Dalam layer ini dilakukan pengalamatan (addressing dan routing) 6. Data-link Menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokan menjadi format “frame”, mengkoreksi kesalahan, flow control, pengalamatann perangkat keras, dan menentukan bagaimana perangkat jaringan beroperasi. Dalam layer ini terdapat 2 sub-layer, yaitu : Logical Link Control (LLC) Mengkonversi data dari satuan digital yang dapat dibaca oleh komputer ke satuan dari data-link. Media Access Control (MAC) Mengkonversi dari satuan data-link ke satuan yang dapat dibaca oleh media transmisi (volt, hertz, dll) 7. Physical Mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronasi bit, arsitektur jaringan, topologi, dan juga pengkabelan, serta mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.Jadi, layer ini melakukan koneksi kepada media transmisi.

14

BAB III MEDIA TRANSMISI

A. Pengertian Media Transmisi Media transmisi merupakan jalur untuk memindahkan informasi (data) dari satu perangkat ke perangkat yang lain. B. Jenis Jenis Media Transmisi Berdasarkan bentuk fisik, media transmisi terbagi menjadi 3 yaitu : a. Copper media (media tembaga) Copper media merupakan semua media transmisi data yang terbuat dari bahan tembaga. Orang biasanya menyebut dengan nama kabel. Data yang dikirim melalui kabel, bentuknya adalah sinyal-sinyal listrik (tegangan atau arus) digital. Jenis-jenis kabel yang dipakai sebagai transmisi data pada jaringan :  Coaxial Cables Kabel ini banyak digunakan untuk mentransmisikan sinyal frekuensi tinggi mulai 300 kHz keatas. Karena kemampuannya dalam menyalurkan frekuensi tinggi tersebut, maka sistem transmisi dengan menggunakan kabel koaksial memiliki kapasitas kanal yang cukup besar. Susunan kabel ini (dari layer terdalam) antara lain : o Sebuah konduktor sebagai pusat kabel o Lapisan plastik o Metal Shield (anyaman kabel) o Lapisan pelindung luar

15

Ada dua jenis kabel coaxial : 1. Thin Coaxial (RG-58) yang biasa disebut thinnet atau biasa dikodekan 10Base2. Angka 2 menandakan bahwa jarak maksimum hubungan antara perangkat yang satu dengan yang lain menggunkan kabel ini adalah 200 meter. Tetapi kenyataanya jarak maksimum hanya berkisar 185 meter saja. 2. Thick Coaxial (RG-8) yang biasa disebut thicknet atau dikodekan dengan 10Base5 memiliki jarak maksimum 500 meter. Thicknet memiliki pembungkus ekstra tebal yang membantu menjaga kondisi permukaan kabel. Connector pada Coaxial

Kelebihan Coaxial :         Kapasitas kanal yang besar Biaya perawatan rendah (karena dapat ditanam di tanah) Adanya isolasi yang memperkecil interferensi dengan sistem lain. Cukup murah Jangkauan jauh

Kekurangan Coaxial : Instalasi cukup sulit Redaman cukup besar sehingga perlu repeater untuk komunikasi jarak jauh Rawan gangguan fisik jika ditanam

16

Twisted Pair Kabel ini adalah jenis kabel dengan konduktor berpasangan

(twisted) dengan tujuan untuk mengurangi atau meniadakan interferensi elektromagnetik dari luar seperti radiasi

elektromagnetik, dan juga menghindari crosstalk antar kabel yang berdekatan. Berdasarkan susunannya, kabel jenis ini terbagi 2 yaitu :  UTP (Unshielded Twisted Pair) Kabel UTP terdiri atas 8 wire yang ditandai dengan 8 warna berbeda, dibuat menjadi 4 pasang wire yang dibungkus sebuah jaket pengaman. Masing-masing

pasangan kabel tersebut saling melilit (twisted) antara satu wire dengan wire lainnya. Kabel ini tidak dilengkapi dengan pelindung (unshielded). Kabel janis ini memiliki 5 kategori, yaitu :      Category 1 = Voice Only (Telephone Wire) Category 2 = Data to 4 Mbps (LocalTalk) Category 3 = Data to 10 Mbps (Ethernet) Category 4 = Data to 20 Mbps (16 Mbps Token Ring) Category 5 = Data to 100 Mbps (Fast Ethernet)

Connector untuk kabel ini yaitu RJ-11 dan RJ-45.

Kelebihan UTP :    Harganya relatif murah Mudah diinstalasi Ukurannya kecil

17

Kekurangan UTP :    Rentan terhadap interferensi gelombang

elektromagnetik Jarak jangkauannya hanya 100m

STP (Shielded Twisted Pair)

Pada dasarnya kabel ini sama dengan UTP, hanya saja STP memiliki pembungkus yang lebih kuat karena adanya lapisan pelindung (shielded), sehingga kabel ini sangat cocok digunakan untuk konfigurasi kabel outdoor.

Seperti halnya kabel UTP, kabel STP juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan STP :   Tahan terhadap interferensi gelombang Memiliki perlindungan dan antisipasi dari tekukan kabel Kekurangan STP :      Harganya relatif mahal Attenuasi meningkat pada frekuensi tinggi Pada frekuensi tinggi dapat timbul “crosstalk” dan sinyal “noise” Instalasi sulit (terutama masalah grounding) Jarak jangkauannya hanya 100m

18

b. Optical Media Dari namanya, kita sudah dapat mengetahui bahwa media ini menggunakan optic (cahaya) sebagai jalur pentransmisian data. Contoh media jenis ini adalah Fiber Optic Cable.  Fiber Optic

Media transmisi jenis ini memiliki serat sebesar rambut manusia ini terbuat dari serat kaca dan plastik serta memanfaatkan bias cahaya dalam mentransmisikan data. Sumber cahaya yang digunakan adalah laser karena mempunyai spektrum yang sangat sempit. Dengan pengiriman yang menggunakan sinar, maka interferensi dapat di minimalisir. Fiber optik memiliki jarak yang lebih jauh daripada twisted pair dan coaxial. Connector Standard Fiber Optic antara lain : 1. 2. 3. 4. T-SC T-SC Duplex LC LC Duplex

Berikut adalah susunan Fiber Optic :

2. Core : kaca tipis yang merupakan bagian inti dari fiber optik yang dimana pengiriman sinar dilakukan.

19

3. Cladding : materi yang mengelilingi inti yang berfungsi memantulkan sinar kembali ke dalam inti (core). Cladding mempunyai indek bias lebih rendah dari pada core akan memantulkan kembali cahaya yang mengarah keluar dari core kembali kedalam core lagi. 4. Buffer : berfungsi melindungi fiber dari kerusakan. Efisiensi dari serat optik ditentukan oleh kemurnian dari bahan penyusun gelas. Semakin murni bahan gelas, semakin sedikit cahaya yang diserap oleh serat optik. Fiber Optic Berdasarkan Mode yang dirambat : 1. Single Mode Mempunyai inti yang kecil (berdiameter 0.00035 inch atau 9 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 1300-1550 nanometer) 2. Multi Mode Mempunyai inti yang lebih besar (berdiameter 0.0025 inch atau 62.5 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 850-1300 nanometer) Fiber Optic Berdasarkan Indeks Bias Core 1. Step indeks : core memiliki indeks bias yang homogen. 2. Graded indeks : semakin mendekat ke arah cladding semakin kecil. Jadi pada graded indeks, pusat core memiliki nilai indeks bias yang paling besar. Serat graded indeks memungkinkan untuk membawa bandwidth yang lebih besar, karena pelebaran pulsa yang terjadi dapat diminimalkan.

c. Wireless Media Media jenis ini adalah media yang tidak menggunakan kabel. Dengan kata lain, media jenis ini tidak memiliki bentuk fisik yang dapat dilihat oleh mata. Media jenis ini menggunakan sinyal, gelombang elektromagnetik, ataupun media logic lainnya sebagai jalur pangiriman data.

20

BAB IV PERANGKAT DAN KOMPONENT JARINGAN
A. Ethernet Suatu protokol yang telah distandarkan dalam IEEE 802.3 untuk menghubungkan komputer sehingga membentuk sebuah jaringan; ethernet mendefinisikan bagaimana pengkabelan jaringan tersebut. Ethernet bekerja pada 2 layer yaitu : a) Data Link Layer Device : NIC (Network Interfaces Card) b) Physical Layer Device : Network Cable (coaxial, UTP, STP, dan Fiber Optic) Standard kabel dari ethernet :
 10 Mbps (standard ethernet) = 10Base2 (thick), 10Base5, 10BaseT, 10BaseF  100 Mbps (fast ethernet) = 100BaseFX, 100BaseT, 100BaseT4, 100BaseTX  1000 Mbps (gigabit ethernet) = 1000BaseCX, 1000BaseLX, 1000BaseSX,

1000BaseT

Maksud dari unkapan di atas (seperti 10Base5) adalah sebagai berikut : 10 Base 5 = data rate (kecepatan maksimal transfer data) = pensinyalan baseband atau broadband = panjang segment maksimal dari kabel yang digunakan

Metoda akses pada Ethernet, ada 2 yaitu :
 CSMA/CA

CSMA/CA atau Carrier Sense Multiple Access with Collision Avoidance adalah sebuah metoda akses pada Ethernet. Pada Metoda ini pentransferan data terorganisir atau sudah ada pemberitahuan terlebih dahulu bahwa ada PC 1 akan menggirimkan data ke PC

21

2, sehingga tidak terjadi tabrakan (collision detection) karena PC 1 sudah memberitahukan ke PC lain jalur yang akan dilewati untuk pengiriman data.
 CSMA/CD

CSMA/CD

adalah

sebuah

metoda

pada

Ethernet.

Pada metoda ini pentransferan data tidak terorganisir,sehingga memungkinkan terjadinya tabrakan (collision detection) dan harus dilakukan pengiriman ulang. B. Perangkat Pendukung Ethernet Perangkat-perangkat pendukung dalam Ethernet ada 2 yaitu perangkat inti dan perangkat pendukung lain. Perangakat inti : 1. NIC (Network Interfaces Card)

NIC adalah penghubung antara komputer dengan network device. Ada beberapa jenis koneksi yang dapat digunakan untuk menghubungkan NIC dengan network device, yaitu : a) BNC (jika menggunakan media transmisi berupa kabel coaxial) b) RJ-45 (jika menggunakan media transmisi berupa kabel twisted pair) Dalam sebuah jaringan, NIC diidentitaskan oleh alamat unik yang disebut MAC address. 2. Cable (coaxial, UTP, STP, dan fiber optic)

22

Perangkat pendukung lain : 1. Hub

Hub bekerja pada layer 1 (physical) karena tidak memiliki fungsi smart kecuali sebagai concetrator. Hub hampir sama dengan switch; hub juga dapat berupa multiport repeater. Berdasarkan fungsinya, hub terbagi 2, yaitu :  Hub aktif (active hub) Hub ini bertindak sebagai pentransmisi data dan juga meregenerasi dan mengirimkan sinyal yang lebih kuat (multiport repeater).  Hub pasif (passive hub) Hub ini hanya bertindak sebagai pentransmisi data. Hub

menggunakan prinsip broadcast, jadi jika salah satu port mengirimkan data maka setiap port lainnya akan menerima data kecuali port, namun hanya port penerima saja yang akan memproses data tersebut.

Hub memiliki beberapa kelemahan yaitu :   Karena menggunakan prinsip broadcast, maka data yang dikirim akan membanjiri semua port hub kecuali port sumber data. Jika 2 port atau lebih mengirimkan data dalam waktu yang bersamaan maka akan terjadi collision (tabrakan) data, yang akhirnya dapat memperlambat performa suatu jaringan.  Hub membagi bandwidth ke semua port yang ada.

Jumlah port dari hub ada pada kisaran 4-24 (adapula 28) port.

23

2. Switch

Device layer 2 (pengalamatannya memakai MAC) dan layer 3 (pengalamatannya memakai IP Address). Fungsinya adalah menggabungkan beberapa buah jaringan (sama seperti bridge). Adapula kesamaan dengan hub, namun switch lebih smart karena dapat mendefinisikan alamat MAC Address (tidak membroadcastkan data).

Dalam mengolah data switch dapat digolongkan dalam tiga jenis : 1. Store and Forward = switch akan meneruskan frame setelah data di terima secara lengkap 2. Cut-Through Switch = meneruskan Frame tanpa menunggu

penerimaan frame secara lengkap 3. Fragment Free ( Hybrid ) = merupakan kompromi dari kedua jenis switch diatas

24

3. Repeater

Repeater merupakan salah satu contoh active hub. Karena repeater bekerja pada besaran fisis seperti tegangan listrik, arus listrik atau gelombang elektromagnetik maka repeater termasuk dalam kategori device layer 1 (physical). Sinyal selama travel mempunyai batas maks imal panjang sesuai media masing-masing sebelum menjadi lemah dan menjadi sampah. Pelemahan biasa disebut denganattenuation. Attenuation bertambah karena: :
 

Bertambahnya panjang kabel Bertambahnya node/titik/komputer yang terkoneksi ke jaringan

Dari gambar di samping dapat diambil kesimpulan bahwa repeater menguatkan sinyal dengan mengulangi sinyal yang lemah “sama” dengan sinyal awal pada saat sebuah host mengirim data. Itulah sebabnya device ini dinamakan repeater (pengulang). Skema kerja Repeater :

25

Penjelasan : 10Base-T memiliki panjang maksimal yang diijinkan yaitu 100 meter. Satu repeater dapat memperpanjang jarak menjadi dua kali lipat menjadi 200 meter.

Kesimpulan :  Repeater hanya digunakan jaringan Etherenet dengan kabel coaxial.  Aturan dasar Ethernet adalah bahwa sinyal tidak dapat menembus lebih dari 3 atau 4 repeater dalam perjalanan dari satu node ke node yang lain.  Jarak suatu kabel terbatas, jika jarak dari node 1 ke node 2 melebihi kapasitas kabel maka diperlukan repeater untuk menguatkan sinyalnya.  Penggunaan repeater berhubungan dengan aturan 5-4-3 (5-4-3 rule) Sebuah repeater dapat membagi sebuah media transmisi menjadi 2 segmen. Segmen yaitu keseluruhan dari panjang kabel dan tidak terkait dengan banyaknya host yang ada di dalamnya.

26

4. Bridge

Bridge adalah salah satu komponen jaringan yang digunakan untuk memperluas jaringan atau membuat sebuah segmen jaringan. Bridge jaringan beroperasi di dalam lapisan data-link (layer 2) pada model OSI. Bridge menghubungkan 2 LAN yang sejenis sehingga membentuk sebuah LAN yang lebih besar. Media yang dapat dihubungkan :
 

2 buah media jaringan yang berbeda (UTP ke Fiber Optic). Menghubungkan jaringan yang berbedaan layer OSI namun memakai protokol komunikasi yang sama seperti IP ke IP, IPX ke IPX dll. Contoh : LAN dengan Ethernet akan dihubungkan dengan LAN dengan metoda ARCnet ataupun Token Ring.

Menghubungkan 2 buah LAN yang berbeda network (berbeda kelas IP)

Jenis-jenis bridge :   Bridge Lokal: sebuah bridge yang dapat menghubungkan segmen-segmen jaringan lokal. Bridge Remote: dapat digunakan untuk membuat sebuah sambungan (link) antara LAN untuk membuat sebuah Wide Area Network.  Bridge Nirkabel: sebuah bridge yang dapat menggabungkan jaringan LAN berkabel dan jaringan LAN nirkabel.

27

Cara kerja :
 Bridge terdiri dari 2 port, setiap port membagi segmen LAN  Bridge bekerja dengan membaca MAC Address dari paket

yang masuk ke portnya.
 Bridge memasukan MAC Address ke dalam tabel bridging.  Jika data dari MAC yang ada di port 1(segmen1) akan dikirim

ke host yang ada di port 1 maka paket akan di block untuk masuk ke port 2.
 Jika data dari MAC yang ada di port 1 akan dikirim ke host

yang ada di port yang berbeda (port 2 atau segmen 2) maka bridge akan meneruskannnya ke port atau segmen yang ke-2.
 Dengan sistem ini diharapkan data tidak terlalu membanjiri

jaringan. Perbedaan Bridging dengan Routing : Keduanya merupakan teknik control data, namun dengan cara berbeda. Bridging menggunakan MAC Address (layer 2), sedangkan routing menggunakan IP Address (layer 3).

5. Router

Router

bekerja

pada

layer

3

(network).

Router hampir sama dengan bridge namun labih smart dari bridge. Fungsi router adalah mencari jalur terbaik untuk mengirimkan sebuah pesan yang berdasarkan atas alamat tujuan dan alamat sumber dalam header sebuah frame.

28

Bridges dapat mengetahui alamat masing-masing komputer di masing-masing sisi jaringan, namun router mengetahui alamat komputer, bridges dan router lainnya. Router dapat mengetahui keseluruhan jaringan melihat sisi mana yang paling sibuk dan dia bisa menarik data dari sisi yang sibuk tersebut sampai sisi tersebut bersih. Untuk konfigurasi router, membutuhkan komputer sebagai terminal dengan koneksi serial dan membutuhkan port console pada router dan port COM pada komputer. Jika sebuah perusahaan mempunyai LAN dan menginginkan terkoneksi ke Internet, mereka harus membeli router. Ini berarti sebuah router dapat menterjemahkan

informasi diantara LAN anda dan Internet. ini juga berarti mencarikan alternatif jalur yang terbaik untuk mengirimkan data melewati internet.

Kesimpulan :

Router bekerja untuk memilih jalur terbaik untuk pengiriman data dalam jaringan yang besar.

Router menghubungkan sebuah jaringan dengan internet.

29

C. Komponen Jaringan (DTE, DCE, CPE, dan CO) 1. DTE (Data Terminal Equipment) adalah bagian dari perlengkapan terakhir garis komunikasi, mengingat DCE menyediakan garis untuk komunikasi. Contoh : PC. 2. DCE (Data Communication Equipment) adalah perlengkapan

komunikasi data yang berfungsi untuk membuat komunikasi antara PC dan provider (peralatan data circuit terminating yang berkomunikasi dengan DTE). DCE juga merupakan piranti yang mensupply signal clocking ke DTE. Contoh : modem atau CSU/DSU disisi pelanggan. 3. CPE (Customer Premises Equipment) adalah perangkat yang berada di sisi pelanggan yang terhubung ke jaringan telekomunikasi operator. Contoh : pesawat telp di rumah atau ADSL modem di rumah. 4. CO (Costumer Office) adalah pusat yang mengatur dan melayani komunikasi data. Contoh : provider. Contoh dalam jaringan Indovision : DTE =Television DCE =Parabola CPE =Recivier CO = Indovision

30

BAB V ATURAN 5-4-3
Pertimbangan dalam membentuk jaringan bertopologi pohon dengan protokol Ethernet mengikuti aturan 5-4-3. Salah satu aspek dari Ethernet protocol mensyaratkan bahwa sinyal yang dikirim menjangkau setiap bagian jaringan dalam waktu waktu tertentu. Setiap ada sinyal yang melewati concentrator atau repeater membutuhkan alokasi waktu yang lebih lama. Sehingga aturan ini menyatakan bahwa di antara dua simpul jaringan hanya boleh ada maksimum 5 segmen jaringan yang terhubung dengan 4 repeater/concentrator. Kemudian, hanya boleh 3 dari segmen itu boleh disi dengan segmen jaringan yang baru jika dihubungan dengan kabel coaxial. Namun aturan ini tidak berlaku pada protocol lain. Jadi, aturan 5-4-3 dalam sebuah jaringan komputer adalah aturan untuk komunikasi dan pengkabelan. Dalam suatu jaringan komputer hanya boleh ada 5 segmen, dihubungkan oleh 4 repeater, dan adanya 3 populated segmen. Aturan ini tidak ditujukan untuk jumlah perangkat yang harus digunakan, tapi untuk komunikasi data. Sebuah data yang akan dikirim harus melalui ketentuan 5-4-3, yaitu :
 

Data harus melewati 5 segmen (tidak boleh lebih) Jika komunikasi dilakukan pada network dengan jarak segmen diluar jangkauan sebuah kabel, maka hanya boleh melewati 4 repeater.

Data hanya boleh melewati 3 populated segmen.

31

BAB VI KONFIGURASI KABEL UTP
A. Kabel UTP

T 568 A PIN 1 2 3 4 5 6 7 8 WARNA White/Green Green White/Orange Blue White/Blue Orange White/Brown Brown PIN 1 2 3 4 5 6 7 8

T 568 B WARNA White/Orange Orange White/Green Blue White/Blue Green White/Brown Brown

Berdasarkan koneksi yang akan dibuat, konfigurasi kabel dibedakan menjadi Straight, Cross Over, dan Roll Over. 1. Straight Konfigurasi jenis ini digunakan untuk manghubungkan device yang berbeda. Contoh :PC ke Switch, PC ke Hub, Hub ke Switch, dll. Konfigurasinya adalah dengan menyamakan standar kedua ujungnya, misalnya jika ujung pertama menggunakan standar T568A maka ujung yang lainnya menggunakan standar T568A juga. 2. Cross Over Konfigurasi ini digunakan untuk menghubungkan device yang sejenis, seperti PC ke PC (peer to peer), Switch ke Switch, Hub ke Hub, dll. Konfigurasinya adalah membedakan standar kedua

ujungnya. Misal T568A dengan T568B.

32

3. Roll Over Konfigurasi ini digunakan untuk menghubungkan PC ke Console Router. Konfigurasinya adalah dengan membuat ujung pertama dengan menggunakan sebuah standar (T568A maupun T568B), kemudian membuat ujung kedua dengan urutan warna pin yang merupakan kebalikan dari urutan warna pin ujung yang pertama. Contoh :

Jika ujung pertama menggunakan T568B (White/Orange - Orange White/Green - Blue - White/Blue - Green - White/Brown - Brown), maka ujung yang kedua menggunakan urutan warna kebalikan dari ujung pertama (Brown - White/Brown - Green - White/Blue - Blue White/Green - Orange - White/Orange). Namun, sesuai dengan perkembangan, device-device keluaran terbaru sudah mampu mendefinisikan setiap standar kabel yang dipasangkan kepada device tersebut. Penginstalan kabel UTP sesuai standar yang ditentukan sangatlah baik walaupun terkesan

"ketinggalan jaman". Karena jika konfigurasi yang digunakan sesuai standar akan mempengaruhi performa jaringan, terutama jika jaringan tersebut sudah terhubung ke jaringan lain sehingga membentuk jaringan yang lebih besar.

33

B. Instalasi Kabel UTP Alat dan bahan untuk memasang kabel UTP antara lain : 1. Crimping tool

2. 3.

Striping tool LAN Tester

4.

Connector RJ-45

5.

Kabel UTP

34

Langkah kerja dari pemasangan kabel UTP antara lain : 1. Kupas kulit kabel sekitar 2cm dengan menggunakan striping tool (biasanya tedapat dalam crimping tool)

Mengupas Kulit Kabel 2. Pisahkan pilinan kabel sesuai dengan warnanya

Memisahkan Warna Kabel 3. Susun warna pilinannya sesuai standar yang akan digunakan (dalam hal ini saya menggunakan standar T568A). Untuk melihat informasi mengenai standar warna kabel UTP, klik disini

Menyusun Warna

35

4. Potong secara rata ujung dari setiap pin kabel, sisakan sekitar 0.5 - 1.0 cm

Meratakan Ujung Kabel 5. Masukkan kabel UTP yang telah di ratakan ujungnya. Pastikan urutan kabel benar, jaket kabel masuk hingga ± 0.8 cm, ujung kabel masuk sempurna hingga menyentuh pangkal RJ-45

Memasukan Kabel ke Connector

Pastikan Ujung Kabel Masuk dengan Sempurna

36

6. Crimp connector RJ-45 dengan menggunakan crimping tool hingga terdengar suara "klik"

Crimp 7. Jika kedua ujungnya lakukan pengecekan dengan menggunakan LAN Tester. Namun dapat pula menggunakan fluke untuk melihat keterangan konfigurasi secara spesifik.

37

BAB VII WIRING (PENGKABELAN)

A. Pengertian Wiring Wiring yaitu teknik yang digunakan oleh designer jaringan tentang bagaimana pengkabelan dari jaringan tersebut akan dibuat. Seorang perancang jaringan tentu harus menguasai materi ini karena hal ini akan berhubungan dengan efisiensi jaringan dan juga tampilan dari jaringan itu sendiri mulai dari kerapihannya, penataannya, dll. B. Komponent Pendukung Wiring Dalam pembahasan kali ini akan dibahas mengenai komponen-komponen jaringan yang digunakan untuk melakukan penempatan kabel dalam jaringan. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai komponen-komponen pendukung dalam penggunaak media transmisi jaringan. 1. Conduit

Conduit yaitu sistem perpipaan yang digunakan untuk pelindung dan routing kabel. Conduit bisa terbuat dari plastic, besi, tanah liat, dll. Aturan pemakaian conduit antara lain : - 40% diameter conduit harus kosong sebagai space agar kabel didalamnya tidak terlalu berdesakan. - Biasanya conduit jaringan menggunakan pipa berwarna hitam, dan dibedakan dari conduit listrik yang menggunakan pipa warna putih.

38

2. Cable Tray

Cable Tray ini fungsinya sama hampir sama dengan conduit. Perbedaannya adalah terletak pada fungsi dalam melakukan reparasi atau perbaikkan kabel. Jika kita lihat pada conduit, semua bagian kabel tertutp seutuhnya. Ini akan mengakibatkankesulitan saat hendak memperbaiki kabel yang ada di dalamnya. Namun tetap saja ada kekurangannya. Cable Tray sangat rentan terhadap gangguan eksternal. Walaupun tetap dapat melindungi kabel, namun kemungkinan kabel mengalami kerusakan lebih besar. 3. Wiring Closet Atau biasa disebut telecommunication closet, yaitu muara kabel. Wiring closet adalah sebuah kamar kecil umum ditemukan pada bangunan institusional, seperti sekolah dan kantor, di mana sambungan listrik dan jaringan dilakukan. Mereka digunakan untuk berbagai tujuan, fungsi mereka yang paling umum adalah untuk jaringan computer yaitu untuk tempat bermuaranya kabel-kabel. Banyak jenis tempat koneksi jaringan batasan jarak antara peralatan, seperti komputer pribadi, dan perangkat akses jaringan, seperti router. Pembatasan ini mungkin memerlukan beberapa wiring closet pemasangan kawat di setiap lantai gedung besar.

39

4. Wallplate

Yaitu pelat plastic maupun besi yang biasa ditempelkan pada dinding untuk meningkatkan efisiensi, perlindungan, dan kerapihan dari kabel jaringan. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menginstalasi wallplate antara lain : - Tentukan lokasi terbaik. - Wall plate harus dekat workstation (panjang maksimum dari wallplate ke workstation adalah 5 meter). - Hindarkan wallplate dari sumber panas langsung yang dapat merusak konektor dan mengurangi efisiensi. Ada 3 cara memasang wallplate antara lain : - Outlet boxes - Cut-in plates - Surface-mount outlet boxes 5. Walljack

Biasanya berupa interface yang menjadi terminal penghubung antara workstation dengan kabel penghubung yang terpasang pada wallplate.

40

Tipe-tipe jack-nya antara lain : - Single RJ-11 type - Single RJ-45 type - Single coax (TV cable) - Single BNC - Dual RJ-11 type - Dual RJ-45 type - Single RJ-11 type, single RJ-45 type - Single RJ-11 type, single coax (TV cable) - Single RJ-45 type, single BNC 6. Biscuit Jack

Yaitu jack yang mulanya dipakai untuk kabel telepon. Biscuit jack merupakan connector dinding yang nantinya akan terintegerasi dengan wallplate. 7. IDC (INSULATION DISPLACEMENT CONNECTOR)

Yaitu connector yang memiliki pin menancap kabel dan menyentuh tembaga. Proses ini disebut crimping atau punching down.

41

8. PATCH PANEL Patch cable adalah segmen kabel UTP yang dipakai untuk

menghubungkan kartu interface jaringan ke wall jack atau untuk menghubungkan bagian-bagian lain dari instalasi kabel jaringan ini. Patch panel merupakan panel penghubung yang menyediakan multi port yang menyalurkan kabel-kabel ke piranti-piranti atau hardware penghubung lainnya seperti switch. Pada pembahasan di atas telah dijelaskan mengenai perangkat atau komponen-komponen yang berkaitan dengan pengkabelan. Komponenkomponen tersebut diperlukan untuk mendesain jaringan yang baik.Selain komponen-komponen tersebut, seorang network designer juga harus memperhatikan bagaimana perlakuan yang benar pada pengkabelan jaringan. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain : - Grounding, yaitu teknik pengkabelan ke tanah untuk membentuk sebuah saluran electron listrik pada kabel jaringan. - Labeling, yaitu member label petunjuk untuk keterangan dari sebuah kabel sehingga jika terjadi mesalah pada satu host, tidka sulit untuk mengecek kabel mana yang rusak. - Cable patchway, yaitu teknik yang dilakukan untuk menentukan jalur kabel. Designer jaringan harus mampu menentukan jalur kabel, apakah melewati atap ruangan, menyusuri bagian bawah dari meja, menyusuri dinding, dll. Bending, yaitu teknik pembelokan dari kabel. Contoh, pada saat hendak membelokan kabel di pojok ruangan, sangat tidak dianjurkan kabel dibengkokan 90o karena hal ini akan mengurangi kinerja dari jaringan.

42

BAB VIII UN-GUIDED MEDIA

A. Pengertian Un-Guided Media Un-guided media yaitu media transmisi yang tidak terlihat oleh mata, namun dapat dirasakan manfaatnya. Beberapa contoh media ini yaitu sinyal dan gelombangelektromagnetik. Ada beberapa materi yang perlu dipahami mengenai media tanpa bentuk fisik ini. Diantaranya adalah radiowave, microwave, infrared, FHSS, DSSS, standarisasi wireless 802.11, standarisasi wireless 802.16, dan juga topologi wireless. Hal-hal tersebut akan sangat berkaitan dengan perencanaan jaringan tanpa kabel. B. Jenis –jenis Un-Guided Media 1. Radio Wave Radio Wave, yaitu sinyal wireless yang bekerja pada frekuensi 10 KHz – 1 GHz (radio frekuensi). Sinyal ini bekerja dengan metoda multicast (broadcast termasuk didalamnya) atau dengan skema one to many maupun point to multipoint. Keuntungan dari menggunakan radiowave adalah tidak berkabel (tentunya), murah, dan fleksibel. Namun adapula kekurangannya yaitu adanya kemungkinan pencurian data, noise, kemudian range yang terbatas dibanding media wireless lainnya. 2. Micro Wave Micro Wave, yaitu sinyal yang bekerja pada frekuensi 300 MHz – 300 GHz. Sinyal ini menggunakan metoda unicast atau point to point. Sinyal ini terbagi 2 jenis yaitu terrestrial dan satellite microwave. Keuntungan dari menggunakan media ini adalah memungkinkan untuk melakukan komunikasi point to point maupun broadcast. Namun adapula kekurangannya yaitu peralatannya mahal, harus dalam keadaan LoS (Line of Sight atau transmisi data dalam keadaan lurus, tidak terpantul, dan tanpa halangan), memiliki prinsip athmospheric attenuation (performa dipengaruhi oleh cuaca), kemudian adanya propagation delay.

43

3. Infrared Infrared, yaitu sinyal yang dapat digunakan untuk jaringan memakai radiasi infrared. Infrared sendiri merupakan bagian dari spectrum electromagnetic. Transmisi ini menggunakan diode sebagai jalur data. Dapat melakukan komunikasi point to point maupun broadcast. Point to point infrared bekerja pada frekuensi 100 GHz – 1000 THz, sedangkan broadcast infrared dapat bekerja pada frekuensi 100 GHz – 1000 THz. 4. FHSS (Frequency Hop Spread Spectrum) Yaitu metode komunikasi yang memungkinkan adanya lompatan frekuensi (frequency hop) pada saat komunikasi berlangsung.

Selanjutnya adalah DSSS (Direct Sequence Spread Spectrum) yaitu metode komunikasi wireless dimana semua sinyal komunikasi disebar di seluruh spectrum frekuensi. Kedua frekuensi ini bekerja pada frekuensi 1 Mbps, 2 Mbps, dan 10 Mbps serta bekerja pada WLAN. Kelebihan dari kedua metoda ini adalah anti jam dan noise, serta lebih cepat di deteksi. Sedangkan kekurangannya adalah waktu akuisi yang lama,

membutuhkan genetrator kode, dan ada masalah near-far.

Standarisasi wireless 802.11 adalah standarisasi mengenai jaringan wireless dalam ruangan (indoor). Standar ini berhubungan dengan wi-fi. Sedangkan standarisasi wireless 802.16 adalah standarisasi mengenai jaringan wireless luar ruangan (outdoor). Standar outdoor ini berhubungan dengan wimax.

44

BAB IX KESIMPULAN
Keterangan diatas merupakan materi Instalasi LAN yang di pelajari di semester 1. Sehingga apa yang sudah kita dapat, bisa di manfaatkan sebaik mungkin dan dapat di amalkan untuk kehidupan yang lebih baik.

45

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->