Tema : Lingkungan Judul : Gizi Buruk Di Indonesia

Oleh: Luthfi Mardiansyah Kelas IX-4 / 19

Sekolah Menengah Pertama Negeri 167 Jakarta Timur 2008 Kata Pengantar

Alhamdulillahirobbil’alamin, puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah

memberikan kesempatan dan usia bagi saya untuk belajar dan mengerjakan makalah ini.

Jika bukan atas berkat rahmat dan karunia-Nya, niscaya saya tidak akan dapat

menyelesaikan makalah ini. Harapannya, makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca

dalam menggambarkan, secara singkat, bagaimana keadaan Indonesia ditinjau dari segi

kesehatan, khususnya segi gizi.

Selain itu, penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ibu

bahwa tidak ada gading yang tak retak. Oleh karena itu. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua saya yang masih mempercayakan kepada diri saya tanggung jawab untuk bersekolah. terutama sistematika penulisan makalah ini. 25 Maret 2008 Luthfi Mardhiansyah Bab I – Pendahuluan . Ada pepatah yang mengatakan. Selain itu. Begitu pula makalah ini. penulis terbuka terhadap kritik dan saran atas makalah ini.Sartinah S. Jakarta. Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua. baik dari segi logika penelitian. hingga ke masalah kebahasaan. penulis mengucapkan terima kasih kepada mas Rizki yang telah membantu pengerjaan makalah ini.Pd yang telah mengajarkan kepada penulis berbagai materi tentang Bahasa Indonesia.

Ternyata masalah ini tidak hanya terjadi di Makassar. di berbagai media massa muncul berita tentang gizi buruk. bahkan Tasikmalaya. .I. Menurut Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Departemen Pertanian (Deptan) RI Tjuk Eko Hari Basuki. Kasus gizi buruk juga terjadi di NTT. bukan sekonyong-konyong. Papua.1 Selain itu. Oleh karena itulah saya berusaha mencari tahu berbagai hal tentang gizi buruk di Indonesia sebagaimana apa yang akan dibahas dalam makalah ini. Sebagai generasi muda yang gizinya cukup saya sangat prihatin. Kondisi ini sangat saya sayangkan. Sering kali kelaparan inilah yang menyebabkan gizi buruk. masalah ini sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Hal yang paling mengejutkan adalah ketika di Makassar ada seorang ibu hamil dan bayinya yang meninggal dunia karena kelaparan. 27 persen bayi di bawah lima tahun (balita) di Indonesia mengalami gizi buruk.1 Latar Belakang Masalah Beberapa saat yang lalu.

Mengetahui persebaran kasus gizi buruk di Indonesia 4. Mengetahui apa yang di maksud dengan gizi buruk 2. Bagaimana persebaran gizi buruk di Indonesia? 4. Faktor-faktor apakah yang menyebabkan gizi buruk? 3. Apakah yang disebut dengan gizi buruk? 2.3 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1. Hal apa sajakah yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menanggulangi kasus gizi buruk? I.I. Mengetahui apa saja yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk . Mengetahui faktor–faktor yang menyebabkan gizi buruk 3.2 Rumusan Masalah Makalah ini berusaha mengetahui jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut: 1.

3. I. 2. Masyarakat: agar masyarakat Indonesia pandai-pandai bersyukur dan bersabar. data-data juga didapatkan berita dan laporan penelitian lain yang ada di internet. I. Diri sendiri: untuk mengetahui berbagai hal tentang gizi buruk.6 Sistematika Penulisan Bab satu berisi uraian rancangan penelitian.menanggulangi kasus gizi buruk.5 Kegunaan Penelitian 1. Selain itu. Bab dua berisi uraian yang berusaha .4 Metode Penelitian Untuk menjawab rumusan masalah di atas diperlukan metode penelitian. Negara: agar pemimpin kita mengetahui betapa susahnya rakyat Indonesia mencari nafkah. I. Makalah ini disusun dengan mencari data melalui wawancara dengan ahli kesehatan.

1 Pengertian gizi buruk Berdasarkan wawnacara dengan salah seorang dokter spesialis di Rumah Sakit Pasar Rebo. Status gizi buruk dibagi menjadi tiga bagian. juga kecerdasan anak. Bab II – Gizi Buruk dan Faktor-Faktor Penyebabnya II. Pada tingkat yang . dan kekurangan kedua- Gizi buruk ini biasanya terjadi pada anak balita (bawah lima tahun) dan ditampakkan oleh membusungnya perut (busung lapar).P. Penutup yang berisi simpulan dan saran. gizi buruk merupakan status kondisi seseorang yang kekurangan nutrisi. yakni gizi buruk karena kekurangan protein (disebut kwashiorkor). karena kekurangan karbohidrat atau kalori (disebut marasmus). Gizi buruk dapat berpengaruh kepada pertumbuhan dan perkembangan anak. atau nutrisinya di bawah standar rata-rata. dr. Sp. Subagyo. Bab tiga berisi uraian yang berusaha menjawab rumusan masalah ketiga dan keempat. diuraikan di dalam bab empat..menjawab rumusan masalah pertama dan kedua.

Hal ini bisa jadi disebabkan oleh kurangnya potensi alam atau kesalahan distribusi. Sp. Hal ini mengakibatkan kurangnya asupan gizi dan balita sering terkena infeksi penyakit. Faktor kedua. Selain itu. Siti Fadilah menyebutkan ada tiga hal yang saling kait mengkait dalam hal gizi buruk. adalah dari segi kesehatan sendiri. Dr. sanitasi yang buruk. gizi buruk dapat menyebabkan kematian.2 Faktor-faktor penyebab gizi buruk Menurut dr. Pertama adalah faktor pengadaan makanan yang kurang mencukupi suatu wilayah tertentu. pendidikan rendah dan kesempatan kerja rendah. Menteri Kesehatan Indonesia. dan munculnya penyakit lain.P.lebih parah. yakni adanya penyakit kronis terutama gangguan pada metabolisme atau penyerapan makanan. jika dikombinasikan dengan perawatan yang buruk.. gizi buruk disebabkan oleh beberapa faktor. yaitu kemiskinan.2 . Subagyo. II. Ketiga hal itu mengakibatkan kurangnya ketersediaan pangan di rumah tangga dan pola asuh anak keliru.

Depkes pada tahun 2005 telah mencanangkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Pencegahan dan Penanggulangan Gizi Buruk 2005 – 2009. pemerintah berusaha meningkatkan aktivitas pelayanan kesehatan dan gizi yang bermutu melalui penambahan anggaran penanggulangan gizi kurang dan gizi buruk menjadi Rp. Meningkatkan cakupan deteksi dini gizi buruk melalui penimbangan bulanan balita di posyandu 2. tanggung jawab pemerintah Pusat dalam hal ini Depkes adalah merencanakan dan menyediakan anggaran bagi keluarga miskin melalui Jaminan Kesehatan Masyarakat. Meningkatkan cakupan dan kualitas tatalaksana kasus gizi buruk di .5 Dalam kaitannya dengan gizi buruk. kabupaten dan kota. buku pedoman serta melakukan pembinaan dan supervisi program ke provinsi. 600 milyar pada tahun 2007 dari yang sebelumnya 63 milyar pada tahun 2001.2 Tindakan pemerintah untuk menanggulangi gizi buruk Menurut Menteri Kesehatan RI.7 Anggaran tersebut ditujukan untuk8 : 1.6 Menkes menambahkan.III. membuat standar pelayanan.

3. Deteksi dini gizi buruk melalui bulan penimbangan balita di posyandu § Melengkapi kebutuhan sarana di posyandu (dacin. RR) . Meningkatkan kewaspadaan dini KLB gizi buruk Kegiatan: 1.puskesmas/RS dan rumah tangga 3. Menyediakan sarana pendukung (sarana dan prasarana) 5. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu dalam memberikan asuhan gizi kepada anak (ASI/MP-ASI) 5. untuk memenuhi tujuan-tujuan tersebut antara lain 9: Strategi: 1. Menyediakan Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) kepada balita kurang gizi dari keluarga miskin 4. Meningkatkan cakupan dan kualitas melalui peningkatan keterampilan tatalaksana gizi buruk 4. Revitalisasi posyandu untuk mendukung pemantauan pertumbuhan 2. KMS/Buku KIA. pemuka adat dan kelompok potensial lainnya. Memberikan suplementasi gizi (kapsul Vit. tokoh agama. Menyediakan dan melakukan KIE 6.A) kepada semua balita Adapun strategi dan kegiatan Depkes dan organ-organnya. Melibatkan peran aktif tokoh masyarakat.

Advokasi.§ Orientasi kader § Menyediakan biaya operasional § Menyediakan materi KIE § Menyediakan suplementasi kapsul Vit. DPRD. pemda. MP-ASI) bagi pasien paska perawatan § Meningkatkan ketrampilan petugas puskesmas/RS dalam tatalaksana gizi buruk 3. dunia usaha dan masyarakat) § Kampanye penanggulangan gizi buruk melalui media efektif 6. LSM. Manajemen program: . Pencegahan gizi buruk § Pemberian makanan tambahan pemulihan (MP-ASI) kepada balita gakin yang berat badannya tidak naik atau gizi kurang § Penyelenggaraan PMT penyuluhan setiap bulan di posyandu § Konseling kepada ibu-ibu yang anaknya mempunyai gangguan pertumbuhan 4. Tatalaksana kasus gizi buruk § Menyediakan biaya rujukan khusus untuk gizi buruk gakin baik di puskesmas/RS (biaya perawatan dibebankan pada PKPS BBM) § Kunjungan rumah tindak lanjut setelah perawatan di puskesmas/RS § Menyediakan paket PMT (modisko. A 2. sosialisasi dan kampanye penanggulangan gizi buruk § Advokasi kepada pengambil keputusan (DPR. Surveilen gizi buruk § Pelaksanaan pemantauan wilayah setempat gizi (PWS-Gizi) § Pelaksanaan sistem kewaspadaan dini kejadian luar biasa gizi buruk § Pemantauan status gizi (PSG) 5.

Tatalaksana kasus gizi buruk § Menyediakan biaya rujukan khusus untuk gizi buruk gakin baik di puskesmas/RS (biaya perawatan dibebankan pada PKPS BBM) § Kunjungan rumah tindak lanjut setelah perawatan di puskesmas/RS § Menyediakan paket PMT (modisko. RR) § Orientasi kader § Menyediakan biaya operasional § Menyediakan materi KIE § Menyediakan suplementasi kapsul Vit.§ Pelatihan petugas § Bimbingan teknis 5. Surveilen gizi buruk . Meningkatkan kewaspadaan dini KLB gizi buruk Kegiatan: 1. MP-ASI) bagi pasien paska perawatan § Meningkatkan ketrampilan petugas puskesmas/RS dalam tatalaksana gizi buruk 3. KMS/Buku KIA. Deteksi dini gizi buruk melalui bulan penimbangan balita di posyandu § Melengkapi kebutuhan sarana di posyandu (dacin. A 2. Menyediakan dan melakukan KIE 6. Pencegahan gizi buruk § Pemberian makanan tambahan pemulihan (MP-ASI) kepada balita gakin yang berat badannya tidak naik atau gizi kurang § Penyelenggaraan PMT penyuluhan setiap bulan di posyandu § Konseling kepada ibu-ibu yang anaknya mempunyai gangguan pertumbuhan 4.

com/tema---lingkungan-judul---gizi-buruk-di-indonesia . Advokasi. pemda. sosialisasi dan kampanye penanggulangan gizi buruk § Advokasi kepada pengambil keputusan (DPR.§ Pelaksanaan pemantauan wilayah setempat gizi (PWS-Gizi) § Pelaksanaan sistem kewaspadaan dini kejadian luar biasa gizi buruk § Pemantauan status gizi (PSG) 5. LSM. DPRD. Manajemen program: § Pelatihan petugas § Bimbingan teknis http://pusatpanduan. dunia usaha dan masyarakat) § Kampanye penanggulangan gizi buruk melalui media efektif 6.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful