LEMBAGA POLITIK

A.Pengertian Menurut Prof. Dr. J.W. Schoerl adalah badan yang mengatur dan memelihara tata tertib untuk mendamaikan pertentangan dan untuk memeilih pemimpin yang berwibawa. Menurut Kamanto Soeharto mengkhususkan diri pada Dengan demikian, lembaga legislatif, keamanan nasional, lembaga politik merupakan badan yang pelaksanaan kekuasaan dan wewenang. politik akan meliputi eksekutif, yudikatif, dan partai politik

Menurut Kornblum lembaga politik adalah perangkat norma dan status yang mengkhususkan diri pada pelaksanaan kekuasaan dan wewenang. B. Fungsi lembaga politik 1. Pelembagaan norma melalui undang-undang yang disampaikan oleh badan legislatif. 2. Melaksanakan undang-undang yang telah disetujui. 3. Menyelesaikan konflik yang terjadi di antara para warga masyarakat sehubungan dengan kepentingan tertentu dari warga masyarakat yang bersangkutan. 4. Menyelenggarakan pelayanan seperti perawatan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan 5. Melindungi para warga masyarakat atau warga negara dari serangan bangsa lain. 6. Memelihara kesiapsiagaan atau kewaspadaan menghadapi bahaya C. Lembaga politik di indonesia Lembaga-lembaga politik Indonesia diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945. Lembaga-lembaga politik di Indonesia adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Majelis Permusyawaratan Rakyat Presiden dan Wakil Presiden Dewan Pertimbangan Agung (DPA) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Mahkamah Agung (MA), dan Pemerintahan Daerah

Fungsi lembaga eksekutif adalah : Menjalankan hubungan diplomatik dengan negara lain Melaksanakan UU Mempertahankan negara dari ancaman internal maupun eksternal Memberi grasi maupun amnesti Menetapkan peraturan atau ketetapan sebagai pengganti UU tetapi dengan syarat persetujuan MPR/DPR . Figur paling senior secara de facto dalam sebuah eksekutif merujuk sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara. BADAN EKSEKUTIF Eksekutif adalah cabang pemerintahan yang bertanggung jawab mengimplementasikan.D. seberapa baik partisipasi politik rakyat telah diakomodasi oleh lembaga-lembaga tersebut. Kekuasaan eksekutif biasanya dipegang oleh badan eksekutif yangb biasanya terdiri dari kepala negara seperti raja atau presiden. Yaitu adanya otonomi tiap lembaga yang menjamin terbebasnya suatu lembaga dari intervensi lembaga lain. Meski begitu. Dan yang kedua kehadiran dan kinerja semua lembaga politik itu harus mencerminkan perimbangan kekuasaan di antara tiga pihak. beserta menterimenterinya. lembaga pemilihan umum. Serta. dan bekerjanya suatu lembaga pers yang mempunyai kebebasan mencari dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Koordinasi di antara lembagalembaga politik itu diatur menurut dua asas utama. atau menjalankan hukum. Di tengah jalan. Lembaga-lemabaga politik tersebut merupakan lembaga perwakilan yang berupa lembaga-lembaga demokrasi yang sudah dikenal umum yaitu partaipartai politik. mencegah satu orang atau kelompok mendapatkan kuasa yang terlalu banyak. Pertimbangan pembagian kekuasaan seperti inilah yang di sebut trias politica. suatu pemerintahan sipil. Adapun ketiga pihak tersebut adalah : Eksekutif (sebagai pelaksana Undang-Undang/UU) Legislatif (sebagai pembuat UU) Yuikatif (sebagai pengawas pelaksanaan UU). tegaknya sistem peradilan yang otonom. masa transisi sering menemui bahaya laten yang beragam bentuk. Konsep lembaga politik Proses demokratisasi tidak selalu berbuah demokrasi. Ukuran ini menentukan seberapa mampu lembaga-lembaga politik formal itu merepresentasikan isu dan kepentingan masyarakat. demokratisasi dikatakan gagal manakala semua instrumen demokrasi telah diambil alih oleh kekuatan anti-demokrasi. yakni yang merupakan sebuah ide bahwa sebuah pemerintahan berdaulat harus dipisahkan antara dua atau lebih kesatuan kuat yang bebas. Di sinilah ditentukan ukuran demokratis atau tidaknya suatu sistem politik. adanya Dewan Perwakilan Rakyat. Salah satu instrumen terpenting demokrasi adalah lembaga-lembaga politik yang memiliki wewenang untuk melaksanakan suatu kegiatan atau aktivitas politik.

legislatif adalah cabang pemerintahan yang sama. BADAN LEGISLATIF Legislatif adalah badan deliberatif pemerintah dengan kuasa membuat hukum. Dalam sistem Presiden. Kepala negara tidak mencampuri urusan pembentukan pemerintahan. Sebagai tambahan atas menetapkan hukum. Dalam sistem Parlemen. legislatif biasanya juga memiliki kuasa untuk menaikkan pajak dan menerapkan budget dan pengeluaran uang lainnya. Kepala pemerintahan biasanya muncul dan dipilih dari parlemen. Namun tentunya ada pengecualian bagi beberapa negara berbentuk monarki absolut seperti Arab Saudi. Di sini. Di Indonesia sendiri. Kepala negara di negara dengan sistem seperti ini dapat muncul dengan berbagai cara seperti melalui pemilihan umum di negara republik ataupun menjabat seumur hidup di negara monarki. Kepala negara biasanya hanya berupa simbol persatuan walau secara teori mempunyai hak untuk mencampuri urusan pemerintahan. Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat melalui pemilu dan mempunyai masa jabatan 5 tahun dalam sekali periode. di mana raja biasanya merangkap sebagai kepala pemerintahan.Mengangkat pejabat-pejabat negara Membuat instrumen perundangan dan undang-undang kecil Menyusun pembangunan infrastruktur Adapun Struktur lembaga eksekutif dibedakan menjadi dua macam. tergantung pada sistem pemerintahan yang digunakan. sehingga pemilihan umum di negara dengan sistem seperti ini biasanya hanya memilih anggota parlemen. kepala negara dijabat oleh presiden yang dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya dibantu oleh menteri-menteri yang secara langsung bertanggung jawab kepadanya. Struktur anggota legislatif pada setiap negara berbeda-beda. Legislatif dikenal dengan beberapa nama. yaitu : Sistem presidentil Negara dengan sistem presidentil biasanya berbentuk republik dengan presiden sebagai kepala negara sekaligus sebagai kepala pemerintahan. yaitu parlemen. legislatif adalah badan tertinggi dan menujuk eksekutif. Partai dengan kursi terbanyak akan mencari dukungan untuk membentuk pemerintahan dengan perdana menteri dari partai mereka. kongres. Anggota legislatif biasanya tergabung dalam parlemen yang umumnya memegang kendali pemerintahan. Sistem parlementer Negara dengan sistem ini mempunyai presiden (atau gelar lainnya) sebagai kepala negara dan perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. dan asembli nasional. dan bebas. presiden mempunyai hak yang lebih luas sebagai wakil negara ke luar dan kepala pemerintahan ke dalam. Legislatif juga kadangkala menulis perjanjian dan memutuskan perang. Misalnya saja Indonesia yang merupakan Negara penganut sistem pemerintahan presidensil mempunyai lembaga legislatif berupa MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) yang terdiri atas orang-orang yang dipilih atas suara yang diperoleh oleh partai . dari eksekutif.

ditambah dengan utusan daerah setiap provinsi yang bukan anggota partai seperti yang ditetapkan oleh UUD. tidak dipilih langsung seperti halnya badan legislaif maupun eksekutif. dimana setelah terjadinya amndemen. melainkan dari rekomendasi badan legislatif. kedudukannya sebagai lembaga tertinggi diubah menjadi lembaga tinggi negara. Misalnya memberhentikan presiden apabila dianggap tidak dapat menjalankan fungsinya sesuai dengan keinginan rakyat. Secara umum fungsi badan legislatif adalah sebagai berikut : Sebagai pemegang kekuasaan rakyat.politik yang mereka wakili. dan peraturan serta Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). LEMBAGA-LEMBAGA LAIN . Badan ini juga dikenal sebagai sistem perundangan yang dijabat oleh para hakim atau para penegak hukum. Membuat ketetapan atau keputusan diluar yang telah diatur UUD. Kepala negara tidak mencampuri urusan pembentukan pemerintahan. Lembaga inilah yang kemudian menetapkan undang-undang. preiden bertanggung jawab kepadanya sebagai badan yang menjadi wadah kedaulatan rakyat. Di Indonesia. Meski demikian. Sehingga. lembaga legislatif ini tetap membawahi kedudukan presiden. yang menjadi dasar segala pengambilan kebijakan. lembaga ini dikenal sebagai lembaga kehakiman. Anggota yang tergabung dalam badan ini. Fungsi badan yudikatif adalah mengawasi pelaksanaan undang-undang oleh badan eksekutif dan legislatif sehingga kedua badan tersebut dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Membuat UU seperti dalam penetapan UUD dan GBHN serta dapat pula mengubah UUD tersebut. Kekuasaan tertinggi dalam lembaga dipegang oleh Mahakamah Agung (MA). para anggota legislatif dipilih melalui pemilihan umum Partai dengan kursi terbanyak akan mencari dukungan untuk membentuk pemerintahan dengan perdana menteri dari partai mereka. jika terjadi penggelapan uang oleh presiden maupun anggota MPR/DPR. Anggota lembaga yudikatif biasanya diangkat oleh kepala negara masing-masing. Sedangkan di negara-negara parlemen. MA mempunyai wewenang untuk mengadakan peradilan baik kepada lembaga eksekutif maupun lembaga legislatif. Mereka juga biasanya menjalankan tugas di mahkamah kehakiman dan bekerjasama dengan pihak berwenang terutama polisi dan aparat keamanan dalam menegakkan undang-undang. Hal ini dimaksudkan agar mereka bekerja secara independen atau tidak terpengaruh oleh tujuan-tujuan politik yang tidak sesuai dengan kepentingan rakyat. maka yang memiliki kewenangan dalam menyelidiki dan mengadili bahkan menetapkan hukuman atas kasus tersebut adalah lembaga yudikatif. BADAN YUDIKATIF Yudikatif merupakan badan yang bertanggungjawab mengadili dan mengawasi pelaksanaan undang-undang. misalnya.

anggota DPR selama Orde Baru mungkin mempunyai pengalaman dan keterampilan politik yang lebih tinggi dari yang ada kini.Lembaga-lembaga lain dibentuk untuk mendukung dan menyempurnakan pelaksanaan tiga jenis kekuasaan itu. Antara lain partai politik. karena rekruitmen mereka dilakukan melalui saluran yang lebih ketat sekali pun terbatas. Rekrutmen politik adalah proses pengisian jabatan-jabatan politik pada lembagalembaga politik. lembaga sosial masyarakat dan lain sebagainya. Masalah yang Terjadi pada Lembaga Politik Dalam perbandingan dapat Dilihat dari satu contoh kasus dikatakan. Suatu pemerintahan demokratis adalah pemerintahan yang dibentuk melalui kompetisi di antara kelompok-kelompok politik lewat perwakilan mereka dalam partai politik. kehadiran lembaga-lembaga demokrasi itu tidak dengan sendirinya menjamin kehidupan demokrasi. Tetapi keterampilan politik mereka dibekukan karena tidak ada ruang politik untuk menerapkannya. Sebaliknya. Pekerjaan utama mereka adalah memikirkan kepentingan dan kebutuhan rakyat yang mereka wakili. bila para anggota dewan yang terhormat ini lebih sibuk memikirkan diri dan urusan sendiri. Potret buram di atas adalah kamuflase bagi petinggi-petinggi negara saat ini menyangkut sistem politik Indonesia. seandainya tingkah laku para anggota dewan sama sekali tidak menunjuk perhatian dan keprihatinan akan nasib rakyat. Sebutan 5 D adalah kenangan politik yang pahit. Rekrutmen politik pada dasarnya merupakan fungsi penyeleksian untuk jabatan dan seleksi kepemimpinan. maka kehadiran lembaga ini lebih mirip kamuflase yang menutup-nutupi keadaan yang tidak demokratis sama sekali. . tentara. mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi rakyat. karena melalui proses ini orang-orang yang akan menjalankan sistem politik ditentukan. karena diandaikan mereka yang duduk di lembaga itu sebagai anggota dewan adalah wakil-wakil rakyat. DPR benar-benar menjadi pilar penting untuk demokrasi. Rekrutmen politik mempunyai fungsi yang sangat penting bagi suatu sistem politik. Sebagai contoh. Persaingan itu ditetapkan untuk berjalan tanpa kekerasan fisik (non-violent competition). termasuk dalam jabatan dalam birokrasi atau administrasi negara dan partai-partai politik. Sebaliknya. kalau tidak didukung tingkah laku politik yang mengejawantahkan nilai-nilai demokrasi. apalagi wewenang legislatif meningkat dengan munculnya reformasi. Dalam keadaan ekstrem. anggota DPR sekarang yang datang dari demikian banyak partai politik. ternyata kita dihadapkan pada masalah yang sangat riskan. Jelas kiranya. Partai politik dibentuk sebagai wadah bagi masyarkat untuk menyalurkan aspirasi politik mereka sekaligus menjadi kontrol sosial bagi pelaksanaan kebijakan-kebijakan pemerintah. maka kehadiran lembaga DPR tidak menjamin sesuatu pun yang berhubungan dengan kehidupan demokrasi. sehingga aparat keamanan justru ditugaskan mencegah penggunaan kekerasan fisik dalam persaingan itu. Sedangkan polisi dan tentara dibentuk sebagai aparat yang bertugas mengamankan kerja lembaga-lembaga politik dan memaksakan ketundukan para warga kepada hukum yang berlaku. Meskipun demikian. Bila tugas-tugas itu dijalankan dengan sungguh-sungguh. Aparat keamanan (polisi dan militer) diberi hak memiliki dan menggunakan kekerasan. DPR merupakan lembaga yang amat penting untuk demokrasi. kebebasan untuk bersuara dalam dewan kini jauh lebih besar. Tetapi paradoksnya terletak di sana. mungkin masih harus belajar banyak untuk meningkatkan kualifikasi mereka. polisi.

dan ko-opsi. di antaranya adalah penyortiran atau penarikan undian.Ada beberapa bentuk rekrutmen politik. Rekrutmen politik di Indonesia masih didominasi oleh pemerintah. perebutan kekuasaan. rotasi. Bahkan berdasarkan bentuk yang ada rekrutmen politik di Indonesia bisa dikategorikan patronag . patronage.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful