agustianto.niriah.

com

BAB 2 SEJARAH SINGKAT USHUL FIQIH

Para ahli sejarah fiqh Islam mengakui bahwa ushul fiqh lahir bersamaan dengan lahirnya ilmu fiqh, Pendapat tersebut cukup logis mengingat secara metodologis, fiqh tidak akan lahir tanpa ada metode istimbath. Metode Istimbath inilah yang menjadi inti Ushul Fiqh Dalam sejarah Islam, fiqh sebagai hasil ijtihad para ulama, lebih dahulu populer dan dibukukan dibanding dengan ushul fiqh. Perumusan fiqh dilakukan pasca wafatnya Nabi SAW, yaitu periode sahabat.. Sementara Ushul Fiqh sebagai sebuah metode Istimbath, baru tersusun sebagai sebuah bidang keilmuan pada abad 2 H yaitu oleh Imam Syafi’i (150-204 H)

1

praktek ushul fiqh sebenarnya telah ada sejak masa Rasulullah Saw. Ijtihad Umar. Jadi. Ali 1. Maslahah. Tidak Batal. yaitu Alquran dan Sunnah. Ijtihad dgn Qiyas Sunnah) Sumber Hukum : Quran. yaitu: 1) Al-Quran dan Sunnah 2) Ijtihad dgn Qiyas Pertumbuhan Ushul Fiqh tidak terlepas dari pertumbuhan fiqh sejak zaman Rasulullah SAW. Maslahah . istihsan. Ijma.Penyempurna an Ushul Fiqh Ushul Fiqh Sebelum Dibukukan A.niriah.agustianto. Qiyas. apakah puasamu batal”? Umar menjawab.fatwa sahabat *Metode qiyas. Sumber hukum Islam di masa Nabi hanya 2. Amal ahli Madinah.Ahli ra’y & Ahli Hadits 2. Namun penyunannya secara sistimatis dan komprehensif dalam bentuk buku. Zaman Nabi SAW Pada zaman Rasulullah. Qiyas.Jika wahyu tidak turun.Perkem bangan 3.dll *Pembukuan Ada 3 Tahap 1. Metode Istimbath.com Zaman Zaman Nabi Saw Zaman Sahabat Zaman Tabiin Zaman Pasca Syafii Imam Mujtahid/ Sumber Hukum ada Hukumdadua 2 : yaitu (Quran dan 2 : yaitu Sunnah) (Quran dan 2. Hasil Ijtihad ini disebut dengan hadits (Sunnah Hasil Ijtihad Nabi juga disebut Wahyu (An_Najm : 4) Nabi menggunakan Qiyas dalam menjawab pertanyaan sahabat (Umar) tentang batal tidaknya puasa seseorang yang mencium istrinya. Rasul Saw bersabda.baru pada abad 2 H. 2 . Rasul menunggu wahyu diturunkan. maka beliau berijtihad.”Apabila kamu berkumur-kumur dalam keadaan puasa.Sun nah.Thp Awal 2. Jika muncul suatu kasus. Sumber Hukum ada 2.

Di masa Nabi. setelahnya tawanan dapat dibebaskan. tapi dihukum untuk mengajar umat Islam membaca. maka butuh waktu yang sangat lama bagi para tawanan untuk bebas.Mereka ashar di Desa tujuan. karena. Nabi menyuruh para sahabat agar shalat ashar di desa Bani Quraizah (BQ).niriah. namun ternyata sebelum mereka sampai di desa tersebut. Pada suatu saat Islam menang dalam sebuah peperangan dan memiliki tawanan perang yang pandai membaca. Malah akhirnya para tawanan itu menjadi umat muslim. karena Nabi memerintahkan tadinya shalat ashar di Desa Bani Quraizhah. Kasus Shalat Ashar di Bani Quraizah. Pada saat itu banyak sekali umat Islam yang tidak pandai membaca. seringkali para sahabat “dilatih” berijtihad dalam berbagai kasus.com Cara-cara Rasul seperti inilah yang menjadi bibit munculnya ilmu ushul fiqh.Jika shalat ashar di tempat tujuan.agustianto.Maka sebagian sahabat melakukan shalat ashar di perjalalan meskipun belum sampai di Desa Bani Quraizhah. karena para tawanan perang tersebut pandai membaca (berpendidikan) sebaiknya mereka dihukum untuk mengajari umat Islam membaca. Akan tetapi ada keraguan yang besar dari kelompok yang menyatakan sebaiknya dibunuh saja bahwa kelak para tawanan tersebut akan menjadi duri dalam daging bagi umat Islam. Kelompok ini mehami nash Secara literal (tekstual) merupakan Bibit Ahli Hadits b. Kemudian Rasulullah mendapatkan ayat yang menyatakan bahwa para tawanan yang pandai membaca tersebut jangan dibunuh. Kasus tawanan perang. Kepada kelompok yang shalat. Nabi mengatakan “Anda telah kreatif memahami Pesanku dengan melaksanakan shalat Di perjalanan” kelompok yang shalat di perjalanan ini memahani nash Secara rasional dan kontekstual merupakan Bibit Ahli Ra’y Kepada kelompok yang tidak shalat di jalan Tapi di desa BQ Nabi mengatakan “Anda telah mengamalkan sabdaku” kelompok yang shalat di Desa Tujuan. Pada saad itu ada beberapa pendapat para sahabat.Sebagian sahabat tidak mau shalat di perjalanan. Karena jumlah umat Islam yang tidak pandai membaca sangat banyak. sampai seluruh umat Islam di daerah itu pandai membaca. yaitu ada kelompok yang menyatakan sebaiknya dibunuh saja karena mereka tawanan perang dan golongan kafir. 3 . waktu ashar hampir habis. waktunya diprediksi sudah magrib. Akan tetapi ada juga kelompok yang menyatakan bahwa sebaiknya jangan dibunuh. seperti: a.

tiba-tiba mereka menemukan air. Ijtihad Umar Umar dikenal sebagai tokoh inovatif dalam berijtihad. Pada suatu hari Umar dan Ibnu Mas’ud mau melaksanakan shalat. sedangkan kepada Umar. “Ajzaatka Shalatuka”.com c.agustianto. tidak begitu dibutuhkan lagi pelunakan hati melalui Materi (dana zakat) 4 . yaitu: Dulu di masa Rasulullah dan Abu Bakar. (shalatmu yang sekali itu telah memadai (cukup).Tetapi di masa Umar.Beberapa saat selesai shalat. bahwa 80 % hasil tersebut harus diserahkan kepada prajurit Islam yang telah berhasil membebaskan daerah tsb. Sementara seorang lagi tidak mengulangi lagi wudhu’ dan shalatnya. dapat diketahui bahwa Ijtihad tersebut ada yang ditaqrir (diakui) Rasulullah (Kasus 1). Kepada Ibnu Mas’ud ia berkata. Kasus Tayamum Ibnu Mas’ud dan Umar bin Khaththab. tak perlu diulang lagi). yaitu: a) Jika penduduk asli dibiarkan mengusainya. Islam telah kuat. Seorang kembali berwudhu’ dan melaksakan shalat. kemudian mereka melaksanakan shalat. Umar khawatir para sahabat akan menjadi tuan-tuan Tanah 2) Kasus tidak memberi zakat pada Muallaf Umar tidak memberikan zakat kepada muallaf. Rasulullah SAW berkata. Berdasarkan contoh-contoh kasus tersebut. maka diperlukan upaya pelunakan hati orang yang baru masuk Islam agar tertarik kepada Islam dan makin banyak yang masuk Islam.niriah. walaupun menurut Al-quran (Al-Anfal 41). ada yang turun ayat tentangnya (Kasus 2) dan ada yang dibenarkan Rasulullah (Kasus 3) B. Hal ini dilakukan karena Umar punya alasan yang rasional. Islam belum kuat dan belum banyak jumlahnya. mereka berhak mendapat.maka mereka akan bayar kharaj yang menjadi income untuk biaya menjaga perbatasan daulah Islam b) Jika ghanimah diberikan. iapa yang dibenarkan Rasulullah SAW? Rasulullah tidak menyalahkan salah satu di antara mereka. Zaman Sahabat Pada masa sahabat.”Laka Ajrani” (Bagimu dua pahala). padahal menurut Al-quran (5:60). Hal ini dilakukan Umar dengan alasannya yang rasional.tapi tidak ada air. Ijtihad Umar antara lain: 1) Kasus tanah Sawad di Iraq Umar tidak memberikan harta ghanimah (hasil perang) kepada prajurit Islam. Maka mereka bertayammum. Sumber Hukum terdiri dari: 1) Al-Quran 2) Sunnah 3) Qiyas 4) Ijma 5) Maslahah 6) Ijtihad Umar & Ali a.

para sahabat mengistimbath hukum. Zaman Tabi’in Pada masa tabi’in. yaitu mengqiyaskan orang yang meminum khamar dengan hukuman orang yang melakukan qazaf (menuduh berzina)Hukuman pelaku qazaf ialah dera 80 kali.fatwa sahabat Di masa tabi’in. yang disebut dengan amul maja’ah.Bila hukumnya tidak ditemukan di dalam keduanya. permasalahan hukum semakin kompleks. Di Madinah. mereka melakukan ijtihad dan mengumpulkan para sahabat untuk bermusyawarah dan hasil kesepakatan mereka dikenal dengan ijma’ sahabat. 5 . Para tabi’in melakukan ijtihad di berbagai wilayah Islam. mula-mula dengan memperhatikan teks-teks Al-Quran kemudian Sunnah. sumber hukum Islam terbagi atas: 1) Ahli ra’y & Ahli Hadits 2) Metode Istimbath. Apabila diperhatikan secara cermat.Qiyas.niriah.com 3) Kasus tidak memotong tangan pencuri Umar menggunakan Maslahah (Istishlah) Umar tidak memotong tangan pencuri. Ijtihad Ali bin Abi Thalib Ali menggunakan qiyas. yaitu tahun kelaparan b. Sahabat telah menggunakan metode qiyas dan istislah dalam berijtihad.agustianto. Alasan rasional Umar atas kasus ini adalah karena pada masa itu suasana ekonomi sangat gawat ( paceklik). ada yang menggunakan maslahat dan ada yang menggunakan qiyas Kelompok ulama inilah yang melahirkan Aliran fiqih ahli ra’yi dan ahli hadist. ada Said bin Musayyab Di Irak An-Nakhai dan Al-Laits metode ulama dalam mengistimbath hukum bisa berbeda. padahal menurut Al-quran (5:38) mereka harus dihukum. Mereka juga telah menggunakan ijma’sebagai sumber hukum Hirarki Penggunaan Dalil Oleh Sahabat • • • • Alquran Sunnah Ijtihad (Qiyas Istislah) Ijma’ C. Ali juga menghukum peminum khamar dengan dera (pukul) 80 kali.

Golongan Hanafiyah mengklaim Abu Hanifah. Mereka juga sering mencari rahasia dan maqashid suatu dalil syara’.dll 2) Pembukuan Ushul Fiqh Pembukuan Ushul fiqih dilakukan pada masa Imam Mujtahid/Imam Mazhab (Para Imam Mujtahid).Untuk itu para ulama sangat membutuhkan kaidah-kaidah yang standar dan sudah terbukukan untuk dijadikan rujukan dalam menggali dan menetapkan hukum Para pengikut mazhab masing-masing mengklaim gurunya (pendiri mazhabnya) sebagai penyusun pertama ushul fiqh. Maslahah. Golongan Malikiyah juga mengklaim Imam Malik sebagai orang pertama berbicara ilmu ushul fiqh. yang berimplikasi bagi munculnya berbagai persoalan baru yang membutuhkan jawaban hukum syara. sehingga dengan Illat ini mereka dapat menyamakan hukuman kasus yang dihadapi dengan kasus yang ada nashnya. yaitu: a. seperti benda zakat yang bisa diganti dengan uang. Abu Yusuf dan Muhammad bin Hasan AsySyaibani sebagai orang pertama menyusun ilmu ushul fiqh Alasannya. yang terdiri dari: 1) 2) 3) 4) Imam Abu Hanifah (80—150H) Malik bin Anas (93-179 H) Imam Syafi’I (150-204 H) Ahmad bin Hanbal (164-241 H) Salah satu pendorong diperlukannya pembukuan ushul fiqh adalah perkembangan wilayah Islam yang makin luas. Abu Hanifah adalah orang pertama yang menjelaskan metode istimbath dalam buku Ar-Ra’y. sedangkan Abu Yusuf menyusun tulisan Ushul Fiqh. Masa Pembukuan Ushul Fiqh D. Istihsan.niriah. Demikian pula Muhammad bin Hasan Menyusun Kitab Ushul Fiqh sebelum Syafi’i b.com Ahli ra’yi lebih banyak menggunakan ra’y (rasio) dibanding ahli hadits dalam mengistimbath hukum.agustianto. Zaman Imam Mujtahid/ Mazhab 1) Metode Qiyas. Amal ahli Madinah. Ahli hadits dalam menyelesaikan berbagai kasus berusaha mencari illat hukum. Tapi mereka tidak mengklaim Imam Malik sebagai orang Pertama menyusun kitab Ushul Fiqh 6 .

niriah. b. “Disepakati bahwa Asy-Syafii adalah peletak batu pertama Ilmu ushul fiqh yang lengkap dan independen. menganalisisnya serta mengaplikasikan kaedah-kaedah itu atas masalah furu’. Imam Syafii dalam Ar-Risalah berhasil merumuskan kaidah-kaidah yang dapat menolong ulama untuk mengistimbath hukum dari sumber-sumber syar’i. sehingga ushul fiqhnya betul-betul independen dan sempurna Jalaluddin Al-Suyuthi berkata.com c. Orang yang menyusun ilmu ushul fiqh secara lengkap dan komprehsnif dan tidak sektarian adalah Imam Syafi’ dengan karya Ar-Risalah Klaim Malikiyah wajar. ada 3 tahap perkembangan ushul fiqih. bahwa Abu Yusuf dan Asy-Syabani menyusun ushul fiqh sangat cenderung untuk mendukung metode istihsan gurunya yang sangat ditentang ahli hadits. bahwa pembahasan ushul fiqh dengan metodologi ushul juga sudah terjadi di masa sahabat dan tabi’in. Golongan Syafi’iyah juga mengklaim Imam Syafi’i sebagai orang pertama menyusun Kitab Ushul Fiqh dengan nama Ar-Risalah Klaim Hanafiyah dibantah Ali Abdul Raziq. tanpa terikat pendapat seorang faqih (ulama) tertentu. Ar-Risalah sebagai rujukan Ar-Risalah yang merupakan karangan Asy-Syafi’I adalah kitab ushul fiqih yang pertama tersusun secara utuh dan terpisah dari kitab-kitab lainnya. 2. d. Jadi bukan Imam Malik yang pertama membicarakan Ushul Fiqh Imam Syafii dianggap sebagai ulama pertama menyusun Ilmu ushul fiqh.1. Dia orang pertama yang menulis ilmunya secara tersendiri.agustianto. Adapun Malik dalam Al-Muwaththa hanya menunjukkan sebagian kaedah-kaedah. namun harus dicatat. Zaman Pasca Syafi’i Pada masa pasca Syafi’i. demikian pula Abu Yusuf dan Muhammad Hasan Syaibani. Syi’ah Imamiyah juga mengklaim Muhammad Baqir Ibnu Ali Ibn Zainal Abidin kemudianm diteruskan putranya Ja’far Shodiq.3 Ushul Fiqh Pasca Syafi’i E. Aktivitas pensyarahan ushul fiqh dimulai 7 . digunakan sebagai rujukan utama para ulama dan diilai tinggi yang juga digunakan untuk mengetahui tingkatan dalil-dalil syar’i. yaitu: 1) Tahap Awal (abad 3 H) a. karena beliau secara komprehensif telah merumuskan kaidah-kaidah fiqhiyyah bagi setiap bab dalam bab-ban fiqh.

yaitu pada abad 4.Kitab Ushul oleh Daud Zahiry (w. aliran-aliran fiqih yang ada semakin mantap eksistensinya. terkecuali hal-hal yang kecil saja. yaitu: Syafi’iyah Mutakal limin dan Aliran Hanafiyah. Khabar Wahid : Isa Ibnu Iban (w. Pintu ijtihad Ditutup Pada masa ini pemikiran liberal Islam berdasarkan ijtihad muthlaq berhenti. al-Mufassar wa Al-Mujmal. Mentarjih 8 .Itsbat al-Qiyas. Ibthal At-Taqlid. Akibatnya.221H/835 M) . dan Alushul c. Al-Khushus wa AlUmum. Kegitan ilmiah di bidang Ushul hanya untuk menyempurnakan pemikiran pendahulunya dalam bentuk pensyarahan.270 H/833 M) Zahiry juga menulis Al-Ijma’.agustianto.com Pasca Ar-Risalah banyak lahir kitab ushul. Hal ini ditandai dengan adanya kewajiban menganut suatu mazhab tertentu dan larangan berpindah mazhab sewaktu-waktu. b. pentarjihan yang cenderung untuk membela dan memperkuat pendapat mazhabnya c. dan sebaliknya Hanafiah tidak menggunakan cara-cara pengambilan hukum berdasarkan hadis-hadis yang dipegang oleh Safi’iyah Maraknya aktivitas pensyarahan kitab ushul menunjukkan kajian ilmiah tetap hidup. Al-Khabar Al-Mujib li Al-‘Illm. Memperjelas Illat hukum.Qiyas.niriah. tetapi hal itu tidak melemahkan kajian pengembangan ushul fiqh 2) Tahap Perkembangan (abad 4 H) a. Mensyarah.. Syafi’iyah tidak menerima cara penggunaan istishsan yang masyur di kalangan Hanafiah. apalagi disertai fanatisme penganutnya. Al-Hujjat. Mereka menganggap para ulama erdahulu suci dari kesalahan sehingga seorang faqih tidak mau lagi mengeluarkan pemikiran yang khas. Jadi meskipun pintu ijtihad muthlak telah mulai ditutup. seperti: . Ibthal A. Muncul 2 aliran Muncul aliran-aliran ushul fiqh.221H/835 M) . bukan pemikiran orisinil. tetapi tetap tergantung pada Ar-Risalah Asy-Syafi’i.An-Nakt oleh Ibrahim An-Nazzam (w. sehingga teori ushul fiqh makin rinci. jelas dan komprehensif. dinamis dan berkembang.

415 H/1024 M) . e.436 H/1044 M) .Al-Burhan fi Ushul Al-Fiqh ditulis Al-Juwaini Imam Harmain (w.505 H/1111 M) Kitab ini juga merupakan kitab standar 9 .Al-Mughniy fi Al-Abwab Al-‘Adl wa At-Tawhid ditulis Al-Qadhi Abd Jabbar (w. Penulisan ushul Fiqh terpesat Penulisan ushul Fiqh terpesat yang ditandai oleh lahirnya buku-buku Standar yang sempurna: .Kitab Fushul fil Ushul oleh Al-Jashshaah . jika kambing melahirkan manusia. Corak filsafat Ushul Fiqh diwarnai filsafat pada abad ke 4 H ini muncul kitab-kitab Ushul sebagai berikut: . bolehkah anak itu disembelih jadi kurban? Bolehkan ia menjadi Imam Shalat? d.niriah. Sikap ini bukan berarti para ulama Iraq meninggalkan Rasulullah.Badaruddin Mahmud Al-Lamisi al-Hanafi Catatan: Kajian kitab ini lebih sempurna.bersifat utuh dan spesifik ushul 3) Tahap Penyempurnaan (abad 5-6 H) a.agustianto. tetapi karena sedikitnya Sunnah Rasulullah yang sampai ke Iraq.Al-Mu’amad fi Ushul Fiqh ditulis Abu Al Husain Al-Bashri (w. sehingga dengan ‘illat ini mereka dapat menyamakan hukum kasus yang dihadapi dengan hokum yang ada nash-nya.Bayan Kasyful Ahfaz oleh M. Contoh. Pengandaian-pengandaian Dimana untuk setiap kasus yang dihadapi mereka berusaha mencari ‘illatnya.Kitab Ushul Al-Kharkhiy ditulis Abu Hasan UbaidillahAl-Karkhiy .478H/1094 M) Menurut Ibnu Khaldun ini kitab standar Ushul Fiqh .Al-Mustashfa min Ilm Al-Ushul ditulis Abu Hamid Al-Ghazali (w.Al-Iddaf fi ushul Al-Fiqh ditulis Al-Farra’ (w. 458 H/1065 M) .com Memperbanyak pengandaian-pengandaian dalam masalah hukum berupa prediksi hukum di masa depan untuk memberi jawaban hukum yang mungkin terjadi in the futdimasa yang akan datang.

Ciri Aliran Syafi’iyah/Mutakallimin Dalam menyusun ushul fiqh aliran ini menetapkan Kaedah dengan didukung oleh alasanalasan yang kuat.com b. misalnya banyak menyusun ushul fiqh menurut /memasukkan metode. Aliran Mutaakhkhirin 10 . Ibnu Taymiyah dan Ibnu Qayyim. sehingga persoalan furu’ bisa dikuatkan dengan kaedah dan Adakalanya melemahkan furu’ mazhab. aliran ini banyak mempertimbangkan masalah furu’ yang terdapat dalam mazhab mereka.Hal ini logis karena mereka telah terlebih dahulu menyesuaikannya dengan hukum furu’ yang ada dalam mazhab mereka C. Ulama Syafii. seperti Al-Qarafi yang berasal dari mazhab Maliki. Kristalisasi aliran ushul Para ulama mutaakhkhirin (generasi belakangan) memperdalam ilmu ushul dengan lintas mazhab. baik Al-quran. terlebih dahulu mereka menganalisis secara mendalam terhadap hukum furu’ yang ada dalam mazhab mereka Ciri Aliran Hanafiyah Ciri lain aliran Hanafiyah ini ialah bahwa kaedah yang disusun dalam ushul fiqh semuanya bisa diterapkan. Demikian pula Imam Asnawi yang berasal dari Asy-Syafii.Bahkan Syiah Imamiyah dan Zaidiyah juga menggunakan metode mazhab Hanafi Aliran-aliran Ushul Fiqh A. Hanafiyah. Ia menggunakan metode mazhab Hanafi dan Maliki. Mereka menyusun ushul fiqh hanya untuk memperkuat pendapat mazhab yang mereka anut. Aliran Syafi’iyah atau Mutakallimin Disebut aliran Syafi’iyah karena Imam Syafii adalah tokoh pertama yang menyusun ushul fiqh dengan menggunakan sistem ini Disebut mutakallimin karena dalam metode pembahasannya menggunakan falsafah dan mantiq dan tidak terikat pada mazhab tertentu Dan mereka yang banyak memakai metode ini berasal dari ulama mutakallimin. Sunnah maupun akal pikiran.niriah. Aliran Hanafiyah Dalam menyusun ushul fiqh. sebelum mereka menyusun kaedah.Lahir buku-buku Standar yang Lebih sempurna Interelasi/Interkoneksi berbagai aliran ushul c. B. Maliki dan Hanbali.agustianto. dari mazhab Hanbali. Penyusunan kaedah tidak terikat kepada penyesuaian dengan furu’ (masalah hukum). Oleh karena itu.

Ia mengatakan bahwa manthiq Aristo sebagai syarat ijtihad dan fardhu kifayah mempelajarinya. tetapi pada perkembangan selanjutnya. Hampir seluruh pakar ekonomi Islam dewasa ini menggunakan teori maqashi Syari’ah AsySyatibi. Ulama yang paling getol menerima mantiq adalah AlGhazali. 3. 2. muncul Abu Ishak Asy-Syatibi (w. Namun anggapan itu kurang kuat.Ia mengatakan: “Siapa yang tidak mengetahui manthiq.dalam muqaddimah kitab Al-Mustashfa ia secara jelas mengemukakan teori-teori manthiq. Setiap permasalahan dan kaedah-kaedah kebahasaan yang ia kemukakan senantiasa dikaitkan dengan Maqashid Syari’ah dalam menetapkan hukum Dengan demikian.N.seperti Umar Chapra. yaitu memperhatikan tujuantujuan syari’ah dalam menetapkan hukum. yaitu menyusun kaedah-kaedah kulliyah (umum) yang dapat diaplikasikan dalam masalah-masalah juz’iy (khusus). Masusudul Alam Chuodhury.790H) dengan bukunya Al-Muwafaqat. 4. Metode qiyas yang paling banyak dikembangkan Syafii. karena Imam Syafii sendiri membenci filsafat Aristo (Assami an-Nasiy 1978 : 70) Meskipun Ushul Fiqh Imam Syafii belum dipengaruhi teori filsafat Aristo. Mereka melakukan tahqiq terhadap kaedah yang dibuat kedua aliran di atas. 6. selain memperhatikan aspek-aspek kebahasaan.Lalu meletakkan dalildalil dan argumentasi untuk Mendukung aliran mereka dan berusaha Menerapkannya pada furu’ fiqhiyyah Kitab Ushul Fiqh yang menggunakan metode Aliran ini ialah : 1.niriah. juga Imam Nawawi Pada abad 8 H.1255) Ushul Fiqh oleh Khudry Beik (1345 H) Ilmu Ushul Fiqh oleh A.Wahhab Khallaf Ushul Fiqh oleh Muhammad Abu zahroh Pengaruh Mantiq Aristo Ar-Risalah Imam Syafii banyak menggunakan metode deduksi filsafat. 5. Jam’ul Jawmi’ oleh Imam As-Subky (w. Para ahli ushul fiqh komtemporer menganggap kitab Al-Muwafaqat tulisan AsySyatibi ini sebagai kitab Ushul Fiqh yang komprehensif dan akomodatif untuk zaman sekarang. Ulama yang paling keras menentangnya adalah Ibnu Taymiyah dan Ibnu Shalah (643H).agustianto. Masuknya pengaruh manthiq Aristo ke dalam ushul fiqh dimulai semenjak Al-Juwaini (Imam Al-Harmain). M. Karena itu ada yang menilai Syafii terpengaruh filsafat Aristo. mirip dgn Sillogisme Filsafat Yunani.com Aliran yang menggabungkan kedua metode yang dipakai Syafi’iyah dan Hanafiyah.771H) At-Tahrir oleh kamal bin Kamal Al-hanafi (w. para pengikutnya mulai mewarnai ushul fiqh dengan corak pemikiran kalam yang bernuansa filsafat.Shiddiqy. Pengaruh ini terjadi sejak abad ke 5 H dan karena itu banyak ulama yang tidak setuju dengan Al-Ghazali. ia memberikan warna baru ang jauh lebih komprehensif di bidang ushul fiqh yang selama ini kurang menjadi perhatian para ulama. dll 11 . maka tak dipercayai Ilmunya”.861 H) Irsyadul Fuhul oleh Asy-Syawkany (w. Pemikirannya yang sangat brlian adalah Maqashid asy-Syari’ah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful