P. 1
Anion

Anion

|Views: 366|Likes:
Published by Hanifah Istiqamah

More info:

Published by: Hanifah Istiqamah on Dec 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2013

pdf

text

original

it's all about me!

• • • • • •

Home About FANFICTION Kuliah Lyrics SUPER JUNIOR

Search...

Laporan Analisis Anion
Disusun Oleh : CHO MEITA BAB I PENDAHULUAN

1.1 Tujuan Percobaan Menentukan jenis Anion yang terdapat pada sampel dengan Analisis Kimia Kualitatif Anorganik.

1.2 Prinsip Percobaan Anion merupakan unsur non logam yang bermuatan negatif. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi Anion ini adalah Analisis Kimia Kualitatif anorganik. Ion-ion diidentifikasi menurut sifat fisika dan kimianya.

1.3 Teori Percobaan Kimia analisis secara garis besar dibagi dalam dua bidang yang disebut analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif membahas identifikasi zat-zat. Urusannya adalah unsur atau senyawaan apa yang terdapat dalam suatu sampel atau contoh. Pada pokoknya tujuan analisis kualitatif adalah memisahkan dan mengidentifikasi sejumlah unsur Analisis kuantitatif berurusan dengan penetapan banyak suatu zat tertentu yang ada dalam sampel atau contoh. (Underwood, 1986) Banyak pendekatan yang dapat digunakan untuk melakukan analisis kualitatif. Ion-ion dapat

Gilreath dan Vogel. spektrum absorpsi. Sedangkan Vogel menggolongkan anion berdasarkan pada proses yang digunakan dalam identifikasi anion yang menguap bila diolah dengan asam dan identifikasi anion berdasarkan reaksinya dalam larutan. barium dan seng. Berikut adalah reaksi-reaksi sampel dengan asam sulfat dingin. Identifikasi anion yang menguap bila diolah dengan asam dibagi dua lagi yaitu anion membentuk gas bila diolah dengan HCl encer atau H2SO4 encer. atau medan magnet untuk mengidentifikasi ion pada tingkat konsentrasi yang rendah. Dari hasil analisis sebelumnya (data kelarutan) dan pengetahuan tentang kation yang ada. spektrum emisi. Gilreath menggolongkan anion berdasarkan pada kelarutan garam-garam Ca. Namun demikian kita juga dapat menggunakan sifat fisika dan kimia untuk mengembangkan suatu metode analisis kualitatif menggunakan alat-alat yang sederhana yang dipunyai hampir semua laboratorium. (Svehla. Salah satu cara penggolongan anion adalah pemisahan anion berdasarkan kelarutan garam-garam perak. Filtrat yang diperoleh disebut ekstrak soda (ES). warna. 1990) Cara identifikasi anion tidak begitu sistematik seperti pada identifikasi kation. Biasanya sebelum digunakan ditambahkan dulu asam. Beberapa metode analisis kualitatif modern menggunakan sifat fisika seperti warna. kalarutan garam alkali dan kemudahan menguapnya. . Selain itu ada cara penggolongan anion menurut Bunsen. garamgaram kalsium. Identifikasi anion meliputi analisis pendahuluan. Cd dan garam peraknya.diidentifikasi berdasarkan sifat fisika dan kimianya. analisis anion dari zat asal dan analisis anion dengan menggunakan larutan ekstra soda. lalu disaring. Ba. dapat memberikan petunjuk tentang anion yang mungkin ada atau tak ada dalam larutan sampel. Karena ES suasana basa maka larutan ES ini tidak dipergunakan tanpa pengaturan suasana yang tepat. Sifat fisika yang dapat diamati langsung seperti warna. yaitu reaksi kering dan reaksi basah. anion yang mungkin ada adalah klorida karena PbCl2 larut dalam air panas. Larutan ekstrak soda dibuat dengan memasak cuplikan dalam larutan jenuh natrium karbonat selama 10 menit. Tidak mungkin nitrat karena timbal nitrat mudah larut dalam air dingin. dan anion yang membentuk gas atau uap bila diolah dengan H2SO4 pekat. Sebagai contoh. tetapi nitrat bereaksi menghasilkan uap coklat dari NO2 yang dihasilkan. Analisis kualitatif menggunakan dua macam uji. Reaksi kering dapat digunakan pada zat padat dan reaksi basah untuk zat dalam larutan. Bunsen menggolongkan anion dari sifat kelarutan garam perak dan garam bariumnya. zat asal larut dalam air panas. terbentuknya gelembung gas atau pun endapan merupakan informasi awal yang berguna untuk analisis selanjutnya. dan asetat memberikan bau khas cuka jika direaksikan dengan asam sulfat pekat. bau. Anion lainnya tidak memberikan reaksi dengan asam sulfat pekat dalam keadaan dingin. Untuk Reaksi Kering pemeriksaan Anion dalam sampel yang masih berbentuk zat biasanya dilakukan dengan menggunakan larutan Ekstrak Soda (ES). Demikian pula identifikasi anion berdasarkan reaksi dalam larutan dibagi dua yaitu anion yang diidentifikasi dengan reaksi pengendapan dan dengan reaksi redoks. kation yang ditemukan Pb2+.

Pada pemanasan dengan penambahan Na2CO3 ion-ion logam diendapkan dalam bentuk oksida. karbonat dan karbonat basa. hidroksida. H) Aquades Larutan HCl . BAB II ALAT DAN BAHAN 2.. G. F. Bila Na2CO3 yang ditambahkan banyak maka CrO42.Fungsi larutan ekstrak soda adalah untuk mengendapkan kation logam berat dan untuk mempertinggi kelarutan anion.2 BAHAN © © © Sampel Anion (E.yang dapat larut makin banyak.1 ALAT © © © © © © © © Tabung reaksi Pipet tetes Erlenmeyer 100 mL Rak tabung Hot Plate Penangas Air Penjepit Tabung Kertas Isap 2.

1 Identifikasi Sianida (CN-) .© © © © © © © © © © © © © Larutan H2SO4 Larutan FeCl3 Larutan Amilum Larutan I2 Larutan Fe(SO4)2 Larutan NaSCN Larutan HNO3 Larutan H2O2 Larutan KMnO4 Larutan PbOAc Larutan NaOH Larutan AgNO3 Larutan K2CrO4 BAB III PROSEDUR 3.

2 Uji Tiosulfat 1. Uji nyala dilakukan terhadap karbon monoksida yang dihasilkan 3. Ditambahkan beberapa mL Larutan Fe(SO4)2 4. Uji dengan Larutan Iod 1. Sampel dibasakan dengan larutan NaOH 3. B. B.1. Ditambahkan larutan iod 3. Perubahan yang terjadi diamati dan ditentukan reaksinya . A. Perubahan yang terjadi diamati dan ditentukan reaksinya 4. Uji dengan Asam Sulfat Pekat 1. Ditambahkan larutan AgNO3 ke dalam tabung tersebut tetes demi tetes 3. Uji dilakukan dengan kertas saring yang telah dibasahi dengan larutan K2CrO4 4. Uji dengan Perak Nitrat 1. Perubahan yang terjadi diamati dan ditentukan reaksinya 3. Uji dengan HCl encer 1. Perubahan yang terjadi diamati dan ditentukan reaksinya 5. Campuran yang telah dingin diasamkan dan ditambahkan larutan FeCl3 6. Perubahan yang terjadi diamati dan ditentukan reaksinya 4. Sedikit garam sianida dipanaskan dengan asam sulfat pekat 2. Uji Biru Prusia 1. Campuran dididihkan 5. Ditambahkan HCl encer. A. lalu dipanaskan 3. Larutan sampel dituangkan kedalam tabung reaksi 2. Larutan sampel dituangkan kedalam tabung reaksi 2. Larutan sampel dituangkan kedalam tabung reaksi 2. Larutan sampel dituangkan kedalam tabung reaksi 2. C.

Perubahan yang terjadi diamati dan ditentukan reaksinya 4.4. C. Perubahan yang terjadi diamati dan ditentukan reaksinya 3. Ditambahkan HCl encer sehingga diperoleh warna dan uap 3. Ditambahkan larutan Timbal secara berlebih 3. Kemudian ditambahkan Larutan sampel 3. Uji dengan Kalium Permanganat 1. Campuran dipanaskan hingga terbentuk endapan 4. Kemudian ditambahkan larutan AgNO3 sehingga terbentuk endapan . Perubahan yang terjadi diamati dan ditentukan reaksinya 6. C. Ditambahkan beberapa tetes amilum 5.3 Uji Nitrit 1.4 Uji Kromat dan Dikromat 1. Larutan sampel dituangkan kedalam tabung reaksi 2. Larutan sampel dituangkan kedalam tabung reaksi 2. Larutan Kalium Permanganat yang sebelum telah diasamkan dituangkan kedalam tabung reaksi 2. Larutan sampel dituangkan kedalam 3 tabung reaksi 2. Uji dengan Kalium Iodida 1. Uji dengan HCl encer 1. Perubahan yang terjadi diamati dan ditentukan reaksinya 3. Uji dengan Larutan PbOAc 1. Uji dengan larutan Perak Nitrat 1. Larutan sampel dituangkan kedalam tabung reaksi 2. A. B. Campuran tersebut diasamkan dengan asam asetat/asam sulfat encer 4. A. Ditambahkan larutan Kalium Iodida 3.

4. Perubahan yang terjadi diamati dan ditentukan reaksinya 6. Larutan sampel dituangkan kedalam tabung reaksi 2.3. Ditambahkan larutan NaOH 3. Kedalam 3 tabung tersebut ditambahkan masing-masing asam nitrat encer. Perubahan yang terjadi diamati dan ditentukan reaksinya 3. B. Kedalam 3 tabung tersebut ditambahkan masing-masing asam nitrat encer. Larutan sampel dituangkan kedalam 3 tabung reaksi 2. Perubahan yang terjadi diamati dan ditentukan reaksinya 6. B. Perubahan yang terjadi diamati dan ditentukan reaksinya 5.5 Uji Permanganat 1. Uji dengan NaOH 1. Sampel diasamkan dengan larutan HCl 3. ammonia dan NaOH 4. Sampel diasamkan dengan larutan HCl 3. C. Ditambahkan larutan Timbal 3. Ditambahkan larutan H2O2 tetes pertetes 5. Ditambahkan amil alcohol 4. Larutan sampel dituangkan kedalam tabung reaksi 2. Ditambahkan amil alcohol 4. ammonia dan asam asetat. Uji dengan H2O2 1. Larutan sampel dituangkan kedalam tabung reaksi 2. Kemudian ditambahkan HCl dan dipanaskan 5. A. Ditambahkan larutan H2O2 tetes pertetes 5. Perubahan yang terjadi diamati dan ditentukan reaksinya . Uji dengan H2O2 1. Uji dengan Timbal Asetat 1.

Uji dengan H2SO4 encer 1. Larutan sampel dituangkan kedalam tabung reaksi 2. Uji dengan H2SO4 pekat 1. Perubahan yang terjadi diamati dan ditentukan reaksinya 3. Ditambahkan larutan H2SO4 encer 3. Larutan sampel dituangkan kedalam tabung reaksi 2. Perubahan yang terjadi diamati dan ditentukan reaksinya 4. C. Ditambahkan larutan asam sulfat . Ditambahkan larutan H2SO4 encer. Ditambahkan larutan FeCl3 3. A. kemudian campuran tersebut dipanaskan. Perubahan yang terjadi diamati dan ditentukan reaksinya 3.4. Campuran tersebut dipanaskan hingga terbentuk endapan 4. Uji dengan FeCl3 1.6 Uji Asetat 1. A. Larutan sampel dituangkan kedalam tabung reaksi 2. Ditambahkan larutan AgNO3 ke dalam tabung tersebut tetes demi tetes 3. C. Larutan sampel dituangkan kedalam tabung reaksi 2. Perubahan yang terjadi diamati dan ditentukan reaksinya 4.7 Uji Klorida 1. 3. Uji dengan AgNO3 1. B. Larutan dituangkan kedalam 2 tabung reaksi 2. Uji dengan H2SO4 encer 1.

Hasil diuji dengan kertas saring yang telah dibasahi dengan PbOAc 4. Larutan sampel dituangkan kedalam tabung reaksi 2. Larutan dituangkan kedalam 2 tabung reaksi 2. Perubahan yang terjadi diamati dan ditentukan reaksinya 3. Ditambahkan larutan AgNO3 ke dalam tabung tersebut hingga terbentuk endapan 3. Perubahan yang terjadi diamati dan ditentukan reaksinya 5. Perubahan yang terjadi diamati dan ditentukan reaksinya 5. A. Larutan sampel dituangkan kedalam tabung reaksi 2. Uji dengan AgNO3 1. Ditambahkan larutan PbOAc ke dalam tabung tersebut . Perubahan yang terjadi diamati dan ditentukan reaksinya 4. Kalium sianida atau tiosulfat 4. Perubahan yang terjadi diamati dan ditentukan reaksinya 5. Ditambahkan larutan asam klorida atau asam sulfat 3. Uji dengan HCl atau H2SO4 encer 1. Kemudian ditambahkan larutan Ammonia encer. B. Uji dengan Perak Nitrat 1.3. B. Uji dengan PbOAc 1. C. Larutan sampel dituangkan kedalam tabung reaksi 2.7 Uji Sulfida 1. Ditambahkan larutan asam nitrat panas dan dingin kedalam masingmasing tabung 3. Larutan dituangkan kedalam tabung reaksi 2. Uji dengan Timbal Asetat 1. Ditambahkan larutan PbOAc ke dalam tabung tersebut 3. C. Salah satu tabung dimasukkan kedalam penangas 4.

3.1 Data Pengamatan No. Kode Sampel Warna 1 2 3 4 E F G H Bening Ungu Bening Bening Uji Fisik Bau Tidak berbau Tidak berbau Tidak berbau Berbau cuka Kejernihan Jernih Berwarna Jernih Jernih ClMnO4 S2O32CH3COOHasil . Perubahan yang terjadi diamati dan ditentukan reaksinya BAB IV HASIL PENGAMATAN 4.

Sampel G Anion Sulfit.+ S4O62- 1.+ 5 H2O2 + 6H+ à 5O2 coklat kehitaman + 2 Mn2+ + 8H2O 1. C. S2O32S2O3. Pada setiap sampel dilakukan uji-uji yang menghasilkan reaksi-reaksi spesifik.2 Reaksi 1. B.+ 3Fe3+ + 2H2O à [Fe3(OH)2(CH3COO)6]+ + 2H+ [Fe3(OH)2(CH3COO)6]+ + 4H2O à 3Fe(OH)2CH3COO ↓ + CH3COOH + H+ endapan coklat BAB V PEMBAHASAN Tujuan dari praktikum ini adalah menentukan jenis Anion yang terdapat pada sampel dengan Analisis Kimia Kualitatif Anorganik. Sampel F Anion Permanganat. Sampel E .4.+ AgNO3 à CH3COOAg ↓ endapan putih - 6 CH3COO. CH3COOCH3COO. MnO4 2 MnO42.+ AgNO3 à AgCl ↓ + NO3end. Sampel H Anion Asetat. D. A.putih 1. ClCl.+ I2 à 2I. Sampel E Anion Klorida. A. 1.

+ AgNO3 à AgCl ↓ + NO3end. Dari keterangan tersebut larutan tidak mungkin mengandung Anion MnO42-. Larutan yang asalnya berwarna coklat ketika . C. 1. 4. CH3COO-. Larutan tidak berbau dan berwarna ungu kehitaman. Kesimpulannya anion tersebut adalah MnO42.akan berwarna ungu kehitaman.2. 4. 4. Larutan tidak berbau dan tidak berwana 3. Dilakukan uji dengan larutan I2. Karena anion-anion tersebut merupakan anion yang spesifik dalam hal warna dan bau. Sampel F 2. 1. Dengan reaksi : Cl. CrO42-. kemungkinan Anion adalah Cl-. Dilakukan uji dengan Larutan Perak Nitrat menghasilkan endapan berwarna putih. MnO42-. Karena anion-anion tersebut merupakan anion yang spesifik dalam hal warna dan bau. B. 3.+ 5 H2O2 + 6H+ à 5O2 + 2 Mn2+ + 8H2O coklat kehitaman Maka anionnya adalah Permanganat. Sampel G 2. Cr2O72-. CrO42-.karena larutan yang mengandung MnO42. Larutan tidak berwarna dan tidak berbau 3. Dari keterangan diatas kemungkinan Larutan mengandung Anion MnO42. CH3COO-.putih Maka anionnya adalah Cl-. Untuk memastikan dilakukan dengan uji dengan larutan H2O2 menghasilkan larutan coklat kehitaman. Dari keterangan tersebut larutan tidak mungkin mengandung Anion MnO42-. Cr2O72-.karena MnO42direaksikan dengan H2O2 menghasilkan larutan Mangan yang berwarna coklat kehitaman dengan reaksi: 2 MnO42.

BAB VI KESIMPULAN Dari percobaan diatas didapat kesimpulan sebagai berikut : . 1. 3. Ion CH3COO. D. Tetapi bau khas cuka dari ion CH3COO. Karena anion-anion tersebut merupakan anion yang spesifik dalam hal warna. Untuk memastikan dilakukan uji terhadap larutan AgNO3 menghasilkan endapan putih. Kemungkinan ion CH3COO.+ I2 à 2I. CrO42-. Cr2O72-.ditambahkan larutan sampel maka larutan menjadi jernih. Dengan reaksi : S2O3.+ AgNO3 à CH3COOAg ↓ endapan putih Kemudian dilakukan uji dengan larutan FeCl menghasilkan endapan berwarna jingga. Larutan tidak berwarna tetapi berbau cuka 2.+ S4O62lar.karena ion tersebut menghasilkan endapan putih CH3COOAg ketika direaksikan dengan AgNO3 dengan reaksi : CH3COO.akan menghasilkan endapan berwarna coklat ketika bereaksi dengan FeCl3. S2O3-. Dari keterangan tersebut larutan tidak mungkin mengandung Anion MnO42-.kemungkinan larutan ini mengandung anion CH3COO-.+ 3Fe3+ + 2H2O à [Fe3(OH)2(CH3COO)6]+ + 2H+ [Fe3(OH)2(CH3COO)6]+ + 4H2O à 3Fe(OH)2CH3COO↓ + CH3COOH + H+ endapan coklat Maka anion tersebut adalah CH3COO-. Maka Anion adalah Sulfit karena tiosulfit tereduksi menjadi tiosulfat. Sampel H 1. Dengan reaksi : 6 CH3COO. tidak berwarna Maka anion tersebut adalah positif Tiosulfit.

Jika larutan dikocok dengan karbon disulfide. Jakarta © © Sukardjo. yang larut dalam larutan amoniak.ac. Kalman Media Pustaka. Analisis Kimia Kuantitatif.ClIon Cl. Br2 yang terjadi akan larut dalam karbon disulfide dan warna larutan akan berubah menjadi cokelat. Analisis Anorganik Kualitatif. G. 1993. 1990.wordpress. Erlangga. Yogyakarta Vogel. JR dan Underwood. Jakarta. © Svehla.BrIon Br. 1985.unila.Bina Aksara.dengan larutan perak nitrat terjadi endapan putih.id/sonnywidiarto/files/2011/09/bab-5-analisis-kation-anion.pdf Identifikasi ion bromine . http://chomeita. Jakarta Harjadi.dengan gas Cl2 menjadikan larutan bewarna kuning. W. Kimia Anorganik . PT. 1990. PT Kalman Media Pustaka.- Sampel E mengandung anion ClSampel F mengandung anion MnO4 Sampel G mengandung anion S2O3Sampel H mengandung anion CH3COO- DAFTAR PUSTAKA © © Day.com/tuu-gaasss/kimia-analitik/laporan-analisis-anion/ http://staff. Reaksi identifikasinya adalah sebagai berikut: . Reaksinya identifikasinya adalah sebagai berikut: Cl2(g) + 2Br-(aq) --> 2Cl-(aq) [kuning] + Br2(g) Br2 larut dalam CS2 à warna cokelat Identifikasi ion chlorine . Ilmu Kimia Analitik Dasar. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. Jakarta. Edisi ke-5.

NO3Ion NO3. Jika gas ini dialirkan ke dalam air kapur Ca(OH)2.IIon I. Reaksi identifikasinya adalah sebagai berikut: Cl2(g) + 2I-(aq) --> 2Cl-(aq) [kuning] + I2(s) I2 larut dalam CS2 --> warna ungu Identifikasi ion nitrat .CO32Ion CO32.dengan gas Cl2 menjadikan larutan bewarna kuning. Reaksi identifikasinya adalah sebagai berikut: 2H+(aq) + CO32-(g) --> H2O(l) + CO2(g) CO2(g) + Ca2+(aq) + 2OH-(aq) --> CaCO3(s) [putih] + H2O(l) Identifikasi ion yodida . Jika dikocok dengan karbon disulfide. dapat mengeruhkan air kapur.dengan larutan asam klorida menghasilkan gas karbon dioksida.dengan asam sulfat pekat dan larutan besi(II) sulfat pekat akan menghasilkan suatu cincin cokelat.Ag+(aq) + Cl-(aq) --> AgCl(s) [putih] AgCl(s) + 2NH3(aq) --> Ag(NH3)2 + Cl-(aq) Identifikasi ion karbonat . Reaksi identifikasinya adalah sebagai berikut: NO3-(aq) + 4H+(aq) + 3e. I2 yang terjadi larut dalam karbon disulfide dan warna larutan akan berubah menjadi ungu.--> NO(g) + 2H2O(l) 3Fe2+(aq) --> 3Fe3+(aq) + e---------------------------------------------------------------------------NO3-(aq) + 4H+(aq) + 3Fe2+(aq) --> NO(g) + 2H2O(l) + 3Fe3+(aq) NO(g) + Fe2+(aq) --> FeNO2+(aq) [cokelat] .

dengan larutan HCl terbentuk gas H2S yang berbau telur busuk.S2Ion S2. Reaksi identifikasinya adalah sebagai berikut: 2H+(aq) + SO32-(aq) --> H2O(l) + SO2(g) SO2(g) + 2H2O(l) --> SO42-(aq) + 4H+(aq) + 2e. NH4OH.dengan larutan campuran MgCl2.PO43Ion PO43. Reaksi identifikasinya adalah sebagai berikut: 2H+(aq) + S2-(aq) --> H2S(g) H2S(g) + Pb2+(aq) --> PbS(s) [hitam] + 2H+(aq) Identifikasi ion sulfite . dan NH4Cl (magnesia mixture) menghasilkan endapan putih. Gas SO2 akan mengubah warna kertas saring ini dari jingga menjadi hijau.Identifikasi ion pospat .| x 3 Cr2O72-(aq) + 14H+(aq) + 6e. Reaksi identifikasinya adalah sebagai berikut: Mg2+(aq) + NH4OH(aq) + PO43-(aq) --> MgNH4(s) [putih] + OH-(aq) Identifikasi ion sulfide . Gas ini dikenakan pada kertas saring yang telah dicelupkan ke dalam larutan kalium bikromat K2Cr2O7 dan asam sulfat. Gas ini jika dikenakan pada kertas saring yang dicelupkan dalam timbale acetate Pb(CH3COO)2 menyebabkan kertas saring berubah menjadi hitam. Reaksi identifikasinya adalah sebagai berikut: Ba2+(aq) + SO42-(aq) --> BaSO4(s) [putih] .SO32Ion SO32.dengan larutan asam klorida menghasilkan gas SO2.SO42Ion SO42.dengan larutan barium klorida dan asam klorida menghasilkan endapan putih.--> 2Cr3+(aq) + 7H2O(l) ------------------------------------------------------------------------Cr2O72-(aq) [jingga] + 3SO2(g) + 2H+(aq) --> 2Cr3+(aq) + 3SO42-(aq) + H2O(l) Identifikasi ion sulfate .

student.com/2011/04/reaksi-khas-untuk-beberapa-anion.co.fkip.id%2Ffiles%2F2009%2F12%2FANALISISANION-I-Bab-IIV.ac.google.id/url?sa=t&rct=j&q=identifikasi %20manganat&source=web&cd=3&ved=0CCEQFjAC&url=http%3A%2F %2Faneetha_soeka. untuk mendowload materi reaksi khas untuk beberapa anion (identifikasi anion dengan uji endapan).doc&ei=avbtTo6gFMTTrQfGzbSZCQ&usg=AFQjCNH98tgpzyf0ObF7Rwxbg9BqCG9 G0A&cad=rja analisis . http://jejaringkimia.uns.Tertarik untuk mempelajari lebih dalam? Klik di sini.html http://www.blogspot.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->