Tugas Fisika Sekolah II “ Hukum Kirchoff”

Nama NPM Dosen

: Titis Prasastiwi : A1E008010 : Dra.Connie F,M.Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS BENGKULU 2010

Hukum ini berbunyi “ Jumlah kuat arus yang masuk dalam titik percabangan sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik percabangan”. Selain George Simon Ohm. Secara matematis dinyatakan Bila digambarkan dalam bentuk rangkaian bercabang maka akan diperoleh sebagai berikut:: Secara skematik rangkaian bercabang terlihat seperti di bawah ini: . ilmuwan fisika yang tertarik untuk meneliti rangkaian listrik adalah Gustav Robert Kirchoff.HUKUM KIRCHOFF Di kelas XI anda akan mempelajari tentang gaya konservatif dan gaya nonkonservatif. Sedang gaya non konservatif adalah gaya gesekan. tetapi hanya bergantung pada kedudukan awal dan kedudukan akhirnya. Usaha yang dilakukan oleh gaya konservatif tidak tergantung pada lintasan yang ditempuhnya. Kemudian di pertengahan abad 19 Gustav Robert Kirchoff (1824 – 1887) menemukan cara untuk menentukan arus listrik pada rangkaian bercabang yang kemudian di kenal dengan Hukum Kirchoff. Yang termasuk gaya konservatif antara lain gaya berat dan gaya listrik static (gaya Coulomb). Yang kemudian di kenal sebagai Hukum Kirchoff I.

dan usaha yang kita lakukan sama dengan nol. Dalam rangkaian listrik ini. Usaha pada medan elektrostatik dirumuskan oleh W = q. medan listrik (E = F/q) adalah medan konservatif. Perhatikan gambar berikut! . usaha yangdiperlukan untuk membawa suatu muatan uji positif dari satu titik ke titik lainnya tidak bergantung pada lintasan yang dilaluinya. seperti pada gambar diatas. Fakta inilah yang disimpulkan oleh Gustav Kirchoff dan dikenal sebagai Hukum II Kirchoff.V. sehingga W = q. Jika muatan uji positif kita bawa berkeliling dari titik a melalui bdf dan kembali lagi ke titik a. Hukum II Kirchoff dipakai untuk menentukan kuat arus yang mengalir pada rangkaian bercabang dalam keadaan tertutup (saklar dalam keadaan tertutup). Dalam medan konservatif ini. maka muatan uji tersebut tidak berpindah. Kirchoff juga meneliti besar tegangan (beda potensial) pada rangkaian tertutup dan menemukan suatu aturan yang kemudian dikenal sebagai Hukum II Kirchoff tentang loop.Pada suatu rangkaian listrik yang kuat arusnya tetap.V = 0 V=0 Karena muatan uji q ≠ 0.

Maksud dari jumlah penurunan potensial sama dengan nol adalah tidak ada energi listrik yang hilang dalam rangkaian tersebut. Hukum II Kirchoff ditulis dengan: ∑V + ∑IR = 0 Dari gambar diatas kuat arus yang mengalir dapat ditentukan dengan menggunakan beberapa aturan sebagai berikut :      Tentukan arah putaran arusnya untuk masing-masing loop. Arus yang mengalir dari kutub negatif ke kutup positif di dalam elemen dianggap positif. Hukum ini terdiri dari Hukum Kirchhoff Tegangan (Kirchoff Voltage Law Atau Kvl) dan Hukum Kirchhoff Arus (Kirchhoff Current Law atau KCL).Hukum Kirchoff 2 berbunyi : " Dalam rangkaian tertutup. Dalam bentuk persamaan. maka akan berlaku Hukum-hukum kirchhoff. Pada loop dari satu titik cabang ke titik cabang berikutnya kuat arusnya sama. Hukum Kirchoff Tegangan Hukum ini menyebutkan bahwa di dalam suatu lup tertutup maka jumlah sumber tegangan serta tegangan jatuh adalah nol. Jumlah aljabbar GGL (E) dan jumlah penurunan potensial sama dengan nol". Jika hasil perhitungan kuat arus positif maka arah perumpamaannya benar. bila negatif berarti arah arus berlawanan dengan arah pada perumpamaan. atau dalam arti semua energi listrik bisa digunakan atau diserap. . Arus yang searah dengan arah perumpamaan dianggap positif. Di dalam rangkaian listrik (terdiri dari sumber tegangan dan komponen-komponen).

maka jumlah arus listrik yang menuju simpul percabangan dan yang meninggalkan percabangan adalah nol. terdapat tiga komponen arus yang menuju simpul dan tiga komponen arus yang meninggalkan simpul. rangkaian ini terdiri dari sumber tegangan dan empat buah komponen. Jika sumber tegangan dijumlah dengan tegangan jatuh pada keempat komponen. maka hasilnya adalah nol. seperti diperlihatkan dalam persamaan berikut. seperti ditunjukan oleh persamaan berikut. Jika keenam komponen arus ini dijumlahkan maka hasilnya adalah nol. Gambar 2. Dalam Gambar 2. Hukum Kirchhoff Arus Hukum Kirchhoff arus menyebutkan bahwa dalam suatu simpul percabangan.Gambar 1. Percabangan arus listrik dalam suatu simpul Gambar 2 adalah contoh percabangan arus listrik dalam suatu simpul. Contoh suatu ikal tertutup dari rangkaian listrik Seperti diperlihatkan dalam Gambar 1 di atas. .

R. 2. Ada dua hukum yang berlaku bagi rangkaian yang memiliki arus tetap (tunak) kedua hukum ini yaitu: 1.Jika pada sebuah contoh dari rangkaian. yang memiliki kedua resistor R1 dan R2 pada rangkaian terlihat seperti dihubungkan secara paralel. Pada setiap rangkaian tertutup. Jika pada suatu gambar memperlihatkan suatu rangkaian yang terdiri dari 2 buah baterai dengan hambatan dalam r1 dan r2 beserta 3 buah resistor luar. Juga karena arus yang mengalir pada R1 dan R2 tidaklah sama. maka R1 dan R2 juga tidak dapat dikatakan dirangkai secara seri. dikenal dengan hukum percabangan. maka dapat digunakan hukum-hukum yang dikemukakan oleh G. Hukum ini diperlukan untuk rangkaian multisimpal yang mengandung titik-titik percabangan ketika arus mulai terbagi. yang kita anggap nilainya telah diketahui. karena adanya ggl (gaya gerak listrik) ε2 yang diserikan dengan R2. Hukum pertama Kirchhoff juga bisa disebut hukum simpal. padahal tidak demikian. Kirchhoff (1824–1887). Hukum ini didasarkan pada kekekalan energi. tidak ada akumulasi muatan listrik pada setiap titik dalam rangkaian. Hukum Kirchhoff merupakanaplikasi sederhana dari hukum kekekalan momentum dan energi. Kita tidak dapat memperkirakan arah arusnya kecuali kita telah . Hukum kedua Kirchhoff. jumlah aljabar dari beda potensialnya harus sama dengan nol. Kita mengharapkan dapat menentukan arus yang mengalir dalam rangkaian tersebut sebagi fungsi dari ggl dan hambatan. Pada keadaan tunak. karena hukum ini memenuhi kekekalan muatan. dengan demikian jumlah muatan yang masuk di dalam setiap titik akan meninggalkan titik tersebut dalam jumlah yang sama. Maka tegangan jatuh pada kedua resistor tersebut tidaklah sama. Ketika suatu rangkaian tidak dapat dibentuk menjadi rangkaian sederhana dengan kombinasi seri dan / atau paralel untuk menentukan arus yang mengalir dalam rangkaian. karena pada kenyataannya beda potensial di antara dua titik dalam satu rangkaian pada keadaan tunak selalu konstan. Suatu contoh rangkaian sederhana yang tidak bisa dianalisa dengan mengganti kombinasi resitor seri atau paralel dengan resistansi ekivalen mereka. Pada setiap titik percabangan jumlah arus yang masuk melalui titik tersebut sama dengan jumlah arus yang keluar dari titik tersebut.

arus yang mengalir pada masing-masing loop dihitung dengan menggunakan Hukum Kirchoff . kita peroleh nilai negatif untuk arus I. Dengan cara yang sama. maka dengan menggunakan hukum pertama Kirchhoff saat kita melintas simpal dengan arah yang telah diasumsikan semula berawal dari titik a. Mulai dari titik a dengan menerapkan hukum Kirchoff 1.mengetahui baterai mana yang memiliki nilai ggl terbesar. Energi ini berasal dari energi kimia internal baterai. maka akan terjadi rangkaian tertutup. yang menandakan bahwa arah arus sebenarnya berlawanan arah dengan asumsi semula. Perhatikan bahwa potensial turun saat kita melintasi sumber ggl pada titik c dan d dan potensial naik saat kita melintasi sumber ggl antara f dan g. yang menunjukkan bahwa kita telah mengasumsikan arah I yang salah. arus akan berlawanan dengan arah jarum jam. Jika asumsi kita salah. Persamaan 21 dan mengalikan setiap terminal dengan I: ε1I = ε2I + I2R1 + I2R2 + I2r2 + I2R3 + I2r1 Suku ε1I adalah laju di mana baterai 1 menimbulkan energi ke dalam rangkaian. namun sebenarnya kita tidak perlu mengetahui arah arus dalam rangkaian untuk menganalisisnya. suku-suku untuk resistansi lainnya memberikan laju pemanasan joule di dalamnya. Suku I2R1 adalah laju di mana panas joule dihasilkan dalam resistor R1. Yaitu. Turun naiknya potensial dapat dipelihatkan pada rangkaian tersebut. Jika suatu sumber tegangan dihubungkan dengan beban luar. jika ε2 lebih besar daripada ε1. Dengan menganggap bahwa arus I mengalir searah jarum jam. Arus yang mengalir pada rangkaian tertutup itu tergantung dari beban luar yang dipergunakan. kita akan memperoleh nilai arus yang negatif. Untuk rangkaian tertutup yang mempunyai loop lebih dari satu (multiloop circuit). Tinggi rendahnya potensial pada sisi resistor untuk arah yang dipilih ditandai dengan tanda plus dan minus pada gambar. dan memecahkan persoalan tersebut berdasarkan suatu asumsi. seperti yang terlihat pada gambar. Suku ε2I adalah laju di mana energi listrik diubah menjadi energy kimia dalam baterai 2. Kita dapat menganggap arus mengalir ke arah mana saja. kita peroleh: -IR1 – IR2 – ε2 – Ir2 – IR3 + ε1 – Ir1 = 0 Ingat bahwa jika ε2 lebih besar daripada ε1. Kita dapat menghitung keseimbangan energi dalam rangkaian ini dengan menyusun kembali.

sehingga: 11VIRR = × . 22VIRR = × . Sedangkan pada rangkaian paralel: jumlah arus yang mengalir menuju satu titik sama dengan jumlah arus yang keluar dari titik tersebut. VR3 = tegangan jatuh pada beban R3.Menurut Hukum Kirchoff : I E1 . 33VIRR = × . VR1 = tegangan jatuh pada beban R1.E2 = I1 + I2 = I (R2 + R4 ) + I1 R2 = -I1 R2 + I2 R3 Hukum Kirchhoff pada rangkaian seri: selisih tegangan sumber dengan jumlah tegangan jatuh pada masing-masing beban adalah 0. V − (V + V + V ) = SUMBER R R R SUMBER R1 R2 R3 V = V + V + V dimana: Rn n V = I×R . VRn = tegangan jatuh pada beban Rn. VR2 = tegangan jatuh pada beban R2. VR1 VR2 VR3 .

Persamaan tersebut diartikan bahwa arus yang menuju titik cabang diberi tanda positif dan yang meninggalkan titik diberi tanda negatif. maka ara yang kita berikan tersebut benar dan sebaliknya jika hasilnya negatif. Jika dalam perhitungan diperoleh harga arus positif. Hukum Kirchoff pertama : Jumlah aljabar arus yang masuk ke dalam suatu titik cabang suatu rangkaian adalah nol. Jadi pada setiap titik cabang terlebih dahulu ditentukan arah-arah arusnya. Hukum Kirchoff kedua : Jumlah aljabar gaya gerak listrik (ggl) E dalarn tiap rangkaian loop sarna dengan jumlah aljabar hasil kali iR. Suatu titik cabang dalam suatu rangkaian adalah tempat bertemunya beberapa buah konduktor. Sebuah loop adalah suatu jalan konduksi yang lertutup. Hukum Kirchoff pertama disebut hukum titik cabang dan Hukum Kirchoff kedua disebut hukum loop. ~E = ~iR (6-6) . arah arus yang kita berikan terbalik.Pada rangkaian seri. R1 R2 R3 I = I = I = I Hukum Kirchhoff pada rangkaian paralel: arus yang mengalir menuju suatu titik berbanding lurus dengan jumlah arus yang keluar dari titik tersebut. arus yang mengalir pada masing-masing beban sama besarnya dengan arus pada rangkaian. I − (I +I + I ) = TOTAL R R R TOTAL R1 R2 R3 I = I + I + I Hukum Kirchoff digunakan untuk menganalisa suatu rangkaian yang kompleks.

Untuk satu loop berlaku: ~E = ~iR Pada ruas kiri. Arah ggl ~ dim arah arus i yang searah dengan arus loop.2) untuk loop ketiga E2+ E4=i3(r2+ r4+ R6+ R) -ilR6 -il2 . Pada ruas kanan ~iR. mempunyai tanda positif dan yang berlawanan dengan arah loop. arah loop ditentukan lebih dahulu. Loop yang lain mempunyai arus loop yang berlainan. arus dalam satu loop mempunyai harga sarna. Analisa loop: Hukum Kirchoff penama dan kedua dapat dipersatukan dengan menggunakan' cara analisa loop. ggl E mempunyai tanda positif bila arahnya sarna dengan arah loop.3) . mempunyai tanda negatif. dan negatif jika berlawanan den~an arah loop.Dalam mempergunakan persamaan ini. Untuk loop pertama LiR=il(rl+Rs+R6+~) -i2(~) -i3(RJ) sehingga : -E1=il(rl+Rs+R6+R7) -i2~-i3R6 1) untuk loop kedua LiR =i2(r2+r3+R7+Rs) -i(R7 -il2 sehingga: E3-E2=i2(r2+ r3+ ~ + Rs) -i(R7 -il2 . Dalam analisa loop ini. arus mempunyai tanda positif jika searah dengan loop. dan negatif jika arah berlawanan dengan arah loop.

Jumlah arus dalam satu titik percabangan sama dengan nol. disebut Hk. Amperemeter 3. Tempat Ruang Laboratorium VI. 2. disebut Hk. Kompetensi yang akan dicapai Memformulasikan besaran-besaran listrik kedalam persamaan. Baca buku – buku fisika kelas X semester 2 untuk materi Listrik Dinamis 3. Baca secara cermat petunjuk percobaan sebelum anda melakukan kegiatan. III. I Kirchoff b. Lakukan percobaan sesuai langkah-langkah yang telah disajikan. Indikator Menentukan kuat arus. Informasi a. II. II Kirchoff  + IR = 0 V. Alat dan Bahan 1. Jumlah aljabar GGL dan penurunan tegangan dalam rangkaian tertutup atau loop sama dengan nol. Petunjuk Belajar : X/II : 4x 45 menit : Eksperimen dan Diskusi Informasi 1. Voltmeter 4. Baterai 5. dan daya listrik yang terjadi pada rangkaian majemuk dua loop IV. Saklar . tegangan. Lampu/hambatan yang sudah diketahui nilainya 2.LEMBAR KERJA SISWA Judul : Kuat Arus pada Rangkaian Majemuk untuk loop dua Kls/Smt Waktu Metode I.

No 1 2 3 I1 I2 I3 Arus IR E I = …… IR = ……. Tindak lanjut Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerja dalam diskusi kelompok. Bandingkan harga  dengan IR. dan I3 . VIII. 3. Penilaian Psikomotor : penilaian individu dalam kelompok IX. Susun alat seperti gambar V I1 A V E1 A I3 A V E2 I2 2. Penilaian a.6. I2 . Penilaian Kognitif : tertulis b. . Penilaian Afektif : penilaian individu dalam kelompok c. Berapakah besar I ? 4. Kabel VII. Tentukan titik percabangan yang bakan diukur dan beri nama arus pada tiap titik cabang misalnya I1 . Langkah Kerja 1. E = …….

jika diketahui R1 = 2 Ω dan R2 = 5 Ω. 4.Lembar Kerja Siswa 1. Dari gambar dibawah ini. Rangkaian seperti gambar di bawah ini. Dari gambar dibawah tentukanlah tegangan E1. maka tentukan daya pada R=4Ω! 2. Dari rangkaian berikut ini carilah nilai I1 ! 3. tentukanlah nilai I3! . Bila saklar S ditutup. Dengan arus yang mengalir pada rangkaian tersebut adalah 8 A.

R1 = 5A .5. Tentukan besar dan arah arus yang melewati R1 . dan R3 ! . ε2 = 12 V . R2 = 3A . Rangkaian berikut diketahui bahwa ε1 = 20V . R2 . dan R3 = 4A.

5)2. JAWABAN :  Soal ini bisa diselesaikan dengan Hk.68 I1 = I2 + I3 .5 A  Maka arus yang lewat pada R = 4 Ω adalah i1 = 1.5 A  Hukum Kirchoff 1 untuk arus pada percabangan : I1 + i2 = i3 1.4 + i3. Kirchoff II.4 I2 = 15 / 22 = 0. kemudian perhitungan akan menghasilkan arah arus yang benar (jika negatif berarti arahnya berlawanan.Pembahasan 1. untuk itu perlu dibuat arah loop pada setiap loop tertutup dan arah arus pada setiap cabang yang ada.R = (1. jika positif berarti arahnya benar):  Loop 1 : Σ E + Σ iR = 0 –12 + i1.4 = 9 W 2.2 = 0 4i1 + 2i3 = 12  Loop 2 : Σ E + Σ iR = 0 –6 + i3. Arah arus kita tentukan sendiri di awalnya.5 + i2 = 3  i2 = 1. JAWABAN : +6 – 15 I3 = 0 -22 I2 + 9 + 15 I3 = 0 I3 = 6 / 15 = 0.5 A  Daya pada R = 4 Ω adalah : P = i2.2 = 0 I3 = 3 A  i1 = 1.

979 A.08 A 3.4 = 1.I3 = 0 (c ) Dari Persamaan (a). tegangan pada rangkaian tersebut adalah 56 V 4. dan (c ) dapat dicari i1 . yaitu I1 + I2 .68 + 0. Tanda negatif untuk I2 dan I3 berarti bahwa arah arus sebenarnya melawan arah arus pada gambar tersebut. JAWABAN : Misalkan arah arus dan arah loop seperti ditunjukkan pada gambar.I2 R2 .766 A. besar arus pada I3 adalah 5A 5.213 A.I3 R3 = 0 atau -I2 – 3 I2 .I1 R1 + I2 R2 = 0 atau 20 – 5 I1 + 3 I2 = 0 (a) -ε1 . I2 = 2.08 A Jadi. (b).  Loop I :  Loop II : ε1 .= 0. . I1 = 1. JAWABAN : Imasuk I 10A I3 = Ikeluar = I1 + I2 + I3 = 2A + 3A + I3 = 5A Jadi. JAWABAN : I AB E1 E1 E1 = I BC = I (R1+R2) = 8 A (2 Ω + 5 Ω) = 56 V =I Jadi.4 I3 = 0 (b) dan dari hukum Kirchhoff I. dan I3 = 2. ΣI di titik d adalah nol. I3 yaitu I1 = 2. I2 .