P. 1
Sterilisasi (Vasektomi Tubektomi Dan Aborsi

Sterilisasi (Vasektomi Tubektomi Dan Aborsi

|Views: 597|Likes:
Published by Eda Alfiansyah

More info:

Published by: Eda Alfiansyah on Dec 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2012

pdf

text

original

MAKALAH MASAILUL FIQIH

Sterilisasi (Vasektomi ,Tubektomi) dan Aborsi








DISUSUN OLEH:











,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
TA. 2011
ii
Kata Pengantar

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena telah memberikan
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas kelompok
yang berjudul Sterilisasi (vasektomi,Tubektomi) dan Aborsi untuk memyelesaikan
tugas kelompok mata kuliah Masailul Fiqih pada semester VI.
Solawat dan salam mudah-mudahan tetap tercurahkan kepada junjungan
kita Nabi agung Muhammad SAW, yang kita nantikan syafa’atnya kelak di
Yaumul Qiyamah.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah
membantu dalam penyusunan tugas mandiri ini.
Sebagai manusia biasa tentulah tidak luput dari kesalahan terutama dalam
penyusunan Tugas Mandiri ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu,
penulis mengharap kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan dilain
kesempatan.
Semoga Tugas Mandiri ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan
bagi pembaca pada umumnya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Metro, April 2011



penulis





iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................. i
KATA PENGANTAR .............................................................................. ii
DAFTAR ISI ............................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN...................................................................... 2
A. Pengertian Sterilisasi........................................................... 2
B. Macam - macam Sterilisasi ................................................ 2
1) Vasektomi......................................................................
2) Tubektomi ..................................................................... 3
C. Pandangan islam terhadap sterilisasi
(Vasektomi dan Tubektomi) ................................................ 4
D. Aborsi menurut pandangan hukum islam........................... 5
BAB III KESIMPULAN........................................................................ 9
DAFTAR PUSTAKA
1
BAB I
PENDAHULUAN

Perkawinan merupakan hal yang penting dan merupakan salah satu
kewajiban bagi setiap muslim jika ia sudah mampu atau siap. Seseorang akan
akan bertambah lengkap kebahagiaannya, jika ia sudah hidup berkecukupan dan
memiliki istri serta anak. Namun pada kenyataanya banyak orang tua yang tidak
mau untuk memiliki anak atau keturunan yang mereka menyebutkan dengan
berbagai alasan yang mereka anggap benar. Dizaman yang moderen ini terkadang
tuntutan islam atau syariat islam tidak terlalu digubris dan terkadang dijadikan
sebagai patokan saja bahwa saya adalah orang islam yang mengajarkan syariat
islam. Faktanya banyak orang orang atau bahkan remaja melakukan hubungan
seks dengan tidak menghiraukan perbuatan itu baik atau benar, sesuatu yang
diajarka atau malah yang dilarang. Al – qur ‘an dan As – sunah sudah jelas
menyatakan batasan batasan bagi mereka yang menjalankan syariat islam. Disini
penulis akan membahas permasalahan yang berkaitan dengan sterilisasi yang
mengerucut pada vasektomi dan tubektomi yang merupakan usaha seseorang
untuk mengurangi atau bahkan memandulkan lelaki atau wanita dengan jalan
operasi (operasi) Pada umumnya agar tidak dapat menghasilkan keturunan. dan
juga membahas tentang praktek aborsi atau usaha untuk menggugurkan atau
mematikan keturunan menurut ajaran atau syariat islam khususnya dan umumnya
pada hukum yang ada di indonesia.
Jadi penulis akan membatasi untuk membahas tentang pengetahuan
tentang sterilisasi, bagaimana islam menanggapi tentang hal tersebut dan
bagaimana bangsa indonesia menanggapinya.
2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Sterilisasi
Seperti yang disebutkan diatas sterilisasi adalah suatu usaha memandulkan
wanita atau pria, agar tidak dapat menghasilkan keturunan. Sterilisasi berbeda
dengan cara – cara / alat –alat kontrasepsi lainnya yang pada umumnya hanya
bertujuan menghindari/menjarangkan kehamilan untuk sementara waktu saja, atau
memutuskan pertemuan antara sel jantan (sperma) dengan sel telur (ovum) pada
wanita. Dilaksanakannya sterilisasi dikarnakan beberapa faktor diantaranya:
a. Indikasi medis yang biasanya dilakukan pada wanita yang mengidap
penyakit yang dianggap dapat membahayakan jiwanya. Diantaranya:
1. Penyakit jantung
2. Penyakit ginjal
3. Hipertensi dan sebagainya
b. Sosial Ekonomi yang biasanya dilakukan karena dengan alasan tidak
sanggup memenuhi kewajiban bila mereka melahirkan anak, karena terlalu
miskin.
c. Permintaan Sendiri, dikarnakan mungkin suami atau istri ingin
mengarahkan kegiatan yang lebih banyak di rumah tangganya, maka ia
tidak menginginkan anak walaupun ekonominya mampu.
B. Macam – macam sterilisasi
1. Vasektomi
Vasektomi yaitu sterilisasi atau pemandulan pada laki – laki yang tujuanya
agar tidak memiliki anak atau keturunan. Vasektomi atau vas ligation dilakukan
dengan cara memotong saluran mani (vas deverens) kemudian kedua ujungnya
3
diikat, sehingga sel sperma tidak bisa keluar melalui penis. Vasektomi yang
dilakukan pada pria termasuk operasi ringan, yang tidak membutuhkan perawatan
serius rumah sakit dan tidak mengurangi atau mengganggu kehidupan suami istri.
Pria yang di sterilisasi testisnya masih berfungsi, sehingga lelaki masih
mempunyai semua hormon yang diperlukan. Juga kepuasan sek sebagaimana
biasa. Demikian kelenjar kelenjar yang membuat cairan putih tidak berubah,
sehingga tidak mengganggu hubungan suami istri, karena yang keluar hanyalah
cairan cairan putih yang berbentuk lendir.
2. Tubektomi
Tubektomi (Tubal Ligation) adalah sterilisasi yang dilakukan pada wanita
atau pemandulan pada wanita yang tujuannya tidak memiliki keturunan. caranya
yaitu dengan memotong kedua saluran sel telur (Tuba Palupii) dan menutup
keduanya, sehingga sel telur tidak dapat keluar dan sel sperma tidak dapat masuk
kedalam bertemu dengan sel telur agar tidak terjadi pembuahan atau kehamilan.
ada beberapa cara yang sering dilakukan dalam proses sterilisasi pada wanita:
antara lain :
a. Cara Radiasi; yaitu merusak fungsi ovarium, sehingga tidak dapat
menghasilkan hormon – hormon. Yang mengakibatkan wanita menjadi
manupause.
b. Cara Operatif; yang terdiri dari beberapa teknik yaitu :
1) Ovarektomi yaitu mengangkat atau memiringkan ovarium yang
efeknya sama dengan radiasi.
2) Tubektomi yaitu mengangkat seluruh tuba agar tidak bisa hamil lagi,
karena saluran tersebut sudah bocor.
3) Ligasi tuba yaitu mengikat tuba, sehingga tidak bisa dilewati ovum
c. Cara Penyumbatan Tuba yaitu menggunakan zat – zat kimia untuk
menyumbat lubang tuba, dengan teknik suntikan.
4
C. Pandangan Islam terhadap sterilisasi ( Vasektomi dan Tubektomi)
Sterilisasi baik pria (Vasektomi) maupun wanita (Tubektomi) menurut
islam pada dasarnya itu dilarang/ haram hukumnya karena ada beberapa hal yang
prinsipal diantaranya ;
1. Sterilisasi (Vasektomi/tubektomi) bersifat pemandulan tetap. Hal ini
bertentangan dengan tujuan pokok perkawinan menurut islam, yaitu:
Perkawinan lelaki dan wanita selain bertujuan kebahagiaan suami istri dalam
hidupnya di dunia dan akhirat, juga untuk mendapatkan keturunan yang sah
yang diharapkan untuk menjadi anak yang saleh sebagai penerus cita –
citanya.
2. Mengubah ciptaan Tuhan dengan jalan memotong dan menghilangkan
sebagian tubuh yang sehat dan berfungsi (saluran mani/telur)
3. Melihat aurat orang lain ( aurat besar).
Pada prinsipnya islam melarang orang melihat aurat orang lain, meskipun
sama jenisnya. Sabda Rasulullah SAW:
¸'' _'' .= ¸'' ¸·, `, -'¸-'' ¸=-- `, .=¸'' -¸,= _'' .=¸''¸=-,`
-= ','' -,`'' _· .= , ¸·- `, -=','' -,`'' _· -'¸-'' _'' -'¸-''
Artinya :
“Bersabda Rasulullah SAW; “ Janganlah laki – laki melihat aurat laki –
laki lain dan janganlah bersentuhan seorang laki – laki dengan laki – laki lain
dibawah sehelai selimut, dan tidak pula seorang wanita dengan wanita lain
dibawah kain ( selimut). ( Hadis Riwayat Ahmad, Muslim, Abu Daud, dan
Tirmidzi)”.
tetapi apabila suami istri dalam keadaan yang sangat terpaksa
(darurat/emergency), seperti ingin menghindari penurunan penyakit dari
bapak/ibu terhadap anak keturunannya yang bakal lahir, atau terancamnya jiwa si
5
ibu bila ia mengandung atau melahirkan bayi, maka sterilisasi diperbolehkan
dalam islam. Hal ini berdasarkan kaidah hkum islam yang menyatakan :
-' ¸ ,==-'' _,-- - ¸ , ¸=''
Artinya:
“Keadaan darurat itu membolehkan hal – hal yang dilarang.”
Apabila melihat aurat itu dibutuhkan untuk kepentingan medis misalnya
pemeriksaan kesehatan, pengobatan, operasi dan sebagainya maka islam
membolehkannya, karena keadaan ini sudah sampai ketingkat darurat, asal benar
– benar diperlukan untuk kepentingan medis dan melihat sekedarnya saja atau
seminimal mungkin.
'»¸-·- ¸----¸,¸-'' _,-' '-
Artinya:
“Sesuatu yang diperbolehkan karena terpaksa, adalah menurut kadar
halangannya”





Sabda Nabi ;
¸- ¸,`´ ¸+-'·,` -'+---- ¸,-' '-+-,-, ¸,- »'¸='', ¸,- . `='' ¸'
'´ »'¸='' ¸· _·, ¸-, ª-¸=, ª-, -''¸---' -'+--'' _--'' ¸-· ¸'-''
6
'- .´' ¸',`' ª,· _· ,,-' =-,, _-='' .,= _= '¸'' -' ¸', _-= =
ª-¸ '=- . »'-- -',¸ ¸,-- ¸- ¸'-·-'' ¸=
Artinya;
“ Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang halal itu jelas pula.
Diantara yang halal dan yang haram itu terdapat hal – hal yang masih samar
hukumnya, yang tidak diketahui orang. Maka barang siapa meninggalkan hal –
hal yanmg diragukan itu, niscahya orang itu telah memelihara agamanya dan
kehormatannya. Dan barang siapa yang jatuh kedalam hal – hal yang diragukan
itu jatuhlah ia kedalam hal yang haram; sama dengan pengembala yang
mengembalakan ternaknya di pinggir tanah larangan, hamper – hamper ia
masuk kedalamnya. Ingatlah! Tiap – tiap raja mempunyai padang larangan.
Ingatlah! Padang larangan Allah segala yang diharamkan.” (HR. Muslim dari Al
– Nu’man bin Basyir)
D. Aborsi menurut pandangan hukum islam
Menurut Sardikin Ginaputra ( fakultas Kedokteran UI) Abortus adalah
pengakhiran kehamilan atau hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar
kandungan. Sedangkan menurut Maryono Reksopadi (Fakultas Hukum UI)
abortus ialah pengeluaran hasil konsepsi dari rahim sebelum waktunya (sebelum
dapat lahir secara ilmiah).
Abortus (pengguguran) ada 2 macam :yaitu:
1. Abortus Spontan (spontaneus abortus) yaitu abortus yang tidak disengaja
yang terjadi karena penyakit sypilis, kecelakaan dan sebagainya
2. Abortus yang disengaja (abortus provacatus) yang dibedakan atas 2 macam
yakni:
1) Abortus artificialis therapicus yaitu aborsi yang dilakukan oleh
dokter atas dasar indikasi medis
7
2) Abortus provocatus criminalis yaitu aborsi yang dilakukan atas
dasar indikasi medis.
Apabila aborsi dilakukan sebelum diberi ruh/ nyawa pada janin (embrio)
yaitu sebelum 4 bulan terdapat pendapat ulama diantaranyan ;
- ada ulama yang membolehkan abortus dengan alasan belum ada makhluk
yang bernyawa menurut Muhammad Ramli dalam kitabnya Al – Nihaya
(meninggal 1596).
- Ada ulama yang memendangnya makruh, dikarnakan janin sedang
mengalami pertumbuhan.
- Dan ada yang haram menurut Ibnu Hajar dalam bukunya Al Tuhfah dan
Al ghazali dalam bukunya Ihya’ Ulumuddin.
- Sedangkan janin yang berumur lebih dari 4 bulan para ulama telah ber
ijma’ bahwa aborsi haram dilakukan.
Jadi pada dasarnya ajaran islam itu melarang mengadakan penggugura
kandungan karena abortus merupakan tindakan yang melenyapkan nyawa yang
sudah nyata wujudnya, maka sudah termasuk pembunuhan. Kecuali abortus yang
dilakukan semata –mata bertujuan untuk menyelamatkan nyawa seorang ibu atas
anjuran dokter yang terpercaya.
-' ¸ ,==-'' _,-- - ¸ , ¸=''
Artinya:
“Keadaan darurat itu membolehkan hal – hal yang dilarang.”
Kalau umat islam dihadapkan pada dua alternatif yang susah dipecahkan
karena mengandung larangan, maka ia harus melakukan salah satu masalah yang
lebih sedikit resikonya dari yang lainnya. Seperti Kaidah Fiqiyah yang berbunyi :
'-+-=' -'´- ¸'- '¸¸- '-+-=' ¸=,¸ ¸'- ---- ¸¸ '·- '-'
8
Artinya :
“Manakah berhadapan dua macam mafsadah (kesulitan), maka yang
dipertahankan adalah yang lebih besar resikonya, sedangkan yang lebih ringan
dikorbankan”

















9
BAB III
KESIMPULAN

Sterilisasi merupakan suatu tindakan yang menyebabkan seorang wanita
tidak bisa hamil lagi. baik menggunakan metode vasektomi maupun tubektomi.
yang tujuannya memandulkan wanita atau pria dengan jalan perusakan sel
reproduksi maupun pematongan.
Menurut ajaran islam sterilisasi ini tidak diperbolehkan atau haram
hukumnya jika disengaja. namun jika dalam keadaan yang darurat yang bisa
menyebabkan kematian, maka sterilisasi diperbolehkan.
Aborsi merupakan usaha untuk mengangkat janin dengan jalan mematikan
atau pengakhiran kehamilan / hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar
kandungan.
Menurut islam abortus haram hukumnya atau tidak diperbolehkan, karena
tindakan yang melenyapkan nyawa yang sudah nyata wujudnya, maka sudah
termasuk pembunuhan. Kecuali abortus yang dilakukan semata –mata bertujuan
untuk menyelamatkan nyawa seorang ibu atas anjuran dokter yang terpercaya.















10
DAFTAR PUSTAKA

Mastuk, Zuhdi, Masailul Fiqiyah, Kapita Selekta Hal.15, Jakarta: PT Toko
Gunung Agung,1997

Mahjuddin, Masailul Fiqiyah, Berbagai Kasus yang Dihadapi “Hukum Islam”
Masa Kini cet ke- 8, Jakarta: Kalam Mulia, 2010.

penulis mengharap kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan dilain kesempatan. yang kita nantikan syafa’atnya kelak di Yaumul Qiyamah. Metro. Wb. Oleh karena itu. Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan tugas mandiri ini. Semoga Tugas Mandiri ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya. Sebagai manusia biasa tentulah tidak luput dari kesalahan terutama dalam penyusunan Tugas Mandiri ini masih terdapat kekurangan. Wb. sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas kelompok yang berjudul Sterilisasi (vasektomi. Solawat dan salam mudah-mudahan tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi agung Muhammad SAW.Tubektomi) dan Aborsi untuk memyelesaikan tugas kelompok mata kuliah Masailul Fiqih pada semester VI.Kata Pengantar Assalamu’alaikum Wr. Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya. Wassalamu’alaikum Wr. April 2011 penulis ii .

macam Sterilisasi ............................................................... B................................................................. Macam ......... Aborsi menurut pandangan hukum islam ..................................................................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .............................. Pandangan islam terhadap sterilisasi (Vasektomi dan Tubektomi) ..... BAB III KESIMPULAN....................................... BAB I BAB II PENDAHULUAN............................................................................................................... DAFTAR ISI ..................................................................................... Pengertian Sterilisasi........... PEMBAHASAN .. C............................................ A............................................................................................................................................................... 1) Vasektomi....... KATA PENGANTAR .... 4 5 9 3 i ii iii 1 2 2 2 DAFTAR PUSTAKA iii ........... D...... 2) Tubektomi ........................

Jadi penulis akan membatasi untuk membahas tentang pengetahuan tentang sterilisasi. Dizaman yang moderen ini terkadang tuntutan islam atau syariat islam tidak terlalu digubris dan terkadang dijadikan sebagai patokan saja bahwa saya adalah orang islam yang mengajarkan syariat islam. Seseorang akan akan bertambah lengkap kebahagiaannya. Faktanya banyak orang orang atau bahkan remaja melakukan hubungan seks dengan tidak menghiraukan perbuatan itu baik atau benar. 1 . jika ia sudah hidup berkecukupan dan memiliki istri serta anak. Al – qur ‘an dan As – sunah sudah jelas menyatakan batasan batasan bagi mereka yang menjalankan syariat islam.BAB I PENDAHULUAN Perkawinan merupakan hal yang penting dan merupakan salah satu kewajiban bagi setiap muslim jika ia sudah mampu atau siap. Disini penulis akan membahas permasalahan yang berkaitan dengan sterilisasi yang mengerucut pada vasektomi dan tubektomi yang merupakan usaha seseorang untuk mengurangi atau bahkan memandulkan lelaki atau wanita dengan jalan operasi (operasi) Pada umumnya agar tidak dapat menghasilkan keturunan. sesuatu yang diajarka atau malah yang dilarang. bagaimana islam menanggapi tentang hal tersebut dan bagaimana bangsa indonesia menanggapinya. Namun pada kenyataanya banyak orang tua yang tidak mau untuk memiliki anak atau keturunan yang mereka menyebutkan dengan berbagai alasan yang mereka anggap benar. dan juga membahas tentang praktek aborsi atau usaha untuk menggugurkan atau mematikan keturunan menurut ajaran atau syariat islam khususnya dan umumnya pada hukum yang ada di indonesia.

Sterilisasi berbeda dengan cara – cara / alat –alat kontrasepsi lainnya yang pada umumnya hanya bertujuan menghindari/menjarangkan kehamilan untuk sementara waktu saja.BAB II PEMBAHASAN A. 3. Dilaksanakannya sterilisasi dikarnakan beberapa faktor diantaranya: a. Pengertian Sterilisasi Seperti yang disebutkan diatas sterilisasi adalah suatu usaha memandulkan wanita atau pria. Vasektomi Vasektomi yaitu sterilisasi atau pemandulan pada laki – laki yang tujuanya agar tidak memiliki anak atau keturunan. Vasektomi atau vas ligation dilakukan dengan cara memotong saluran mani (vas deverens) kemudian kedua ujungnya 2 . Diantaranya: 1. Permintaan Sendiri. karena terlalu miskin. atau memutuskan pertemuan antara sel jantan (sperma) dengan sel telur (ovum) pada wanita. Sosial Ekonomi yang biasanya dilakukan karena dengan alasan tidak sanggup memenuhi kewajiban bila mereka melahirkan anak. Macam – macam sterilisasi 1. B. Penyakit jantung Penyakit ginjal Hipertensi dan sebagainya b. dikarnakan mungkin suami atau istri ingin mengarahkan kegiatan yang lebih banyak di rumah tangganya. Indikasi medis yang biasanya dilakukan pada wanita yang mengidap penyakit yang dianggap dapat membahayakan jiwanya. c. agar tidak dapat menghasilkan keturunan. maka ia tidak menginginkan anak walaupun ekonominya mampu. 2.

Cara Radiasi. Cara Operatif. caranya yaitu dengan memotong kedua saluran sel telur (Tuba Palupii) dan menutup keduanya. sehingga sel telur tidak dapat keluar dan sel sperma tidak dapat masuk kedalam bertemu dengan sel telur agar tidak terjadi pembuahan atau kehamilan. karena saluran tersebut sudah bocor. yang tidak membutuhkan perawatan serius rumah sakit dan tidak mengurangi atau mengganggu kehidupan suami istri. Demikian kelenjar kelenjar yang membuat cairan putih tidak berubah.diikat. 2. karena yang keluar hanyalah cairan cairan putih yang berbentuk lendir. Cara Penyumbatan Tuba yaitu menggunakan zat – zat kimia untuk menyumbat lubang tuba. yang terdiri dari beberapa teknik yaitu : 1) Ovarektomi yaitu mengangkat atau memiringkan ovarium yang efeknya sama dengan radiasi. yaitu merusak fungsi ovarium. sehingga sel sperma tidak bisa keluar melalui penis. Yang mengakibatkan wanita menjadi manupause. sehingga tidak bisa dilewati ovum c. dengan teknik suntikan. sehingga lelaki masih mempunyai semua hormon yang diperlukan. 3 . Vasektomi yang dilakukan pada pria termasuk operasi ringan. Tubektomi Tubektomi (Tubal Ligation) adalah sterilisasi yang dilakukan pada wanita atau pemandulan pada wanita yang tujuannya tidak memiliki keturunan. Pria yang di sterilisasi testisnya masih berfungsi. ada beberapa cara yang sering dilakukan dalam proses sterilisasi pada wanita: antara lain : a. 2) Tubektomi yaitu mengangkat seluruh tuba agar tidak bisa hamil lagi. 3) Ligasi tuba yaitu mengikat tuba. Juga kepuasan sek sebagaimana biasa. sehingga tidak dapat menghasilkan hormon – hormon. b. sehingga tidak mengganggu hubungan suami istri.

dan tidak pula seorang wanita dengan wanita lain dibawah kain ( selimut). Muslim. Mengubah ciptaan Tuhan dengan jalan memotong dan menghilangkan sebagian tubuh yang sehat dan berfungsi (saluran mani/telur) 3. Hal ini bertentangan dengan tujuan pokok perkawinan menurut islam. 1. yaitu: Perkawinan lelaki dan wanita selain bertujuan kebahagiaan suami istri dalam hidupnya di dunia dan akhirat. atau terancamnya jiwa si 4 . “ Janganlah laki – laki melihat aurat laki – laki lain dan janganlah bersentuhan seorang laki – laki dengan laki – laki lain dibawah sehelai selimut. seperti ingin menghindari penurunan penyakit dari bapak/ibu terhadap anak keturunannya yang bakal lahir. Pada prinsipnya islam melarang orang melihat aurat orang lain.C. meskipun sama jenisnya. tetapi apabila suami istri dalam keadaan yang sangat terpaksa (darurat/emergency). dan Tirmidzi)”. 2. Melihat aurat orang lain ( aurat besar). Abu Daud. juga untuk mendapatkan keturunan yang sah yang diharapkan untuk menjadi anak yang saleh sebagai penerus cita – citanya. Pandangan Islam terhadap sterilisasi ( Vasektomi dan Tubektomi) Sterilisasi baik pria (Vasektomi) maupun wanita (Tubektomi) menurut islam pada dasarnya itu dilarang/ haram hukumnya karena ada beberapa hal yang prinsipal diantaranya . Sabda Rasulullah SAW:     Artinya : “Bersabda Rasulullah SAW. ( Hadis Riwayat Ahmad. Sterilisasi (Vasektomi/tubektomi) bersifat pemandulan tetap.

 Artinya: “Sesuatu yang diperbolehkan karena terpaksa. adalah menurut kadar halangannya” Sabda Nabi . Hal ini berdasarkan kaidah hkum islam yang menyatakan :  Artinya: “Keadaan darurat itu membolehkan hal – hal yang dilarang.” Apabila melihat aurat itu dibutuhkan untuk kepentingan medis misalnya pemeriksaan kesehatan. operasi dan sebagainya maka islam membolehkannya.     5 . pengobatan.ibu bila ia mengandung atau melahirkan bayi. asal benar – benar diperlukan untuk kepentingan medis dan melihat sekedarnya saja atau seminimal mungkin. karena keadaan ini sudah sampai ketingkat darurat. maka sterilisasi diperbolehkan dalam islam.

Muslim dari Al – Nu’man bin Basyir) D. Sedangkan menurut Maryono Reksopadi (Fakultas Hukum UI) abortus ialah pengeluaran hasil konsepsi dari rahim sebelum waktunya (sebelum dapat lahir secara ilmiah). hamper – hamper ia masuk kedalamnya. Abortus (pengguguran) ada 2 macam :yaitu: 1. Abortus yang disengaja (abortus provacatus) yang dibedakan atas 2 macam yakni: 1) Abortus artificialis therapicus yaitu aborsi yang dilakukan oleh dokter atas dasar indikasi medis 6 .    Artinya. niscahya orang itu telah memelihara agamanya dan kehormatannya. yang tidak diketahui orang. kecelakaan dan sebagainya 2. sama dengan pengembala yang mengembalakan ternaknya di pinggir tanah larangan. Diantara yang halal dan yang haram itu terdapat hal – hal yang masih samar hukumnya.” (HR. Aborsi menurut pandangan hukum islam Menurut Sardikin Ginaputra ( fakultas Kedokteran UI) Abortus adalah pengakhiran kehamilan atau hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan. Abortus Spontan (spontaneus abortus) yaitu abortus yang tidak disengaja yang terjadi karena penyakit sypilis. Ingatlah! Padang larangan Allah segala yang diharamkan. “ Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang halal itu jelas pula. Ingatlah! Tiap – tiap raja mempunyai padang larangan. Dan barang siapa yang jatuh kedalam hal – hal yang diragukan itu jatuhlah ia kedalam hal yang haram. Maka barang siapa meninggalkan hal – hal yanmg diragukan itu.

Dan ada yang haram menurut Ibnu Hajar dalam bukunya Al Tuhfah dan Al ghazali dalam bukunya Ihya’ Ulumuddin. dikarnakan janin sedang mengalami pertumbuhan. ada ulama yang membolehkan abortus dengan alasan belum ada makhluk yang bernyawa menurut Muhammad Ramli dalam kitabnya Al – Nihaya (meninggal 1596). maka ia harus melakukan salah satu masalah yang lebih sedikit resikonya dari yang lainnya.” Kalau umat islam dihadapkan pada dua alternatif yang susah dipecahkan karena mengandung larangan. Apabila aborsi dilakukan sebelum diberi ruh/ nyawa pada janin (embrio) yaitu sebelum 4 bulan terdapat pendapat ulama diantaranyan . Ada ulama yang memendangnya makruh.2) Abortus provocatus criminalis yaitu aborsi yang dilakukan atas dasar indikasi medis. Kecuali abortus yang dilakukan semata –mata bertujuan untuk menyelamatkan nyawa seorang ibu atas anjuran dokter yang terpercaya. Seperti Kaidah Fiqiyah yang berbunyi :  7 . maka sudah termasuk pembunuhan. Jadi pada dasarnya ajaran islam itu melarang mengadakan penggugura kandungan karena abortus merupakan tindakan yang melenyapkan nyawa yang sudah nyata wujudnya.  Artinya: “Keadaan darurat itu membolehkan hal – hal yang dilarang. Sedangkan janin yang berumur lebih dari 4 bulan para ulama telah ber ijma’ bahwa aborsi haram dilakukan.

Artinya : “Manakah berhadapan dua macam mafsadah (kesulitan). maka yang dipertahankan adalah yang lebih besar resikonya. sedangkan yang lebih ringan dikorbankan” 8 .

Menurut ajaran islam sterilisasi ini tidak diperbolehkan atau haram hukumnya jika disengaja. 9 . karena tindakan yang melenyapkan nyawa yang sudah nyata wujudnya. baik menggunakan metode vasektomi maupun tubektomi. yang tujuannya memandulkan wanita atau pria dengan jalan perusakan sel reproduksi maupun pematongan. maka sterilisasi diperbolehkan. Menurut islam abortus haram hukumnya atau tidak diperbolehkan. maka sudah termasuk pembunuhan. namun jika dalam keadaan yang darurat yang bisa menyebabkan kematian. Kecuali abortus yang dilakukan semata –mata bertujuan untuk menyelamatkan nyawa seorang ibu atas anjuran dokter yang terpercaya.BAB III KESIMPULAN Sterilisasi merupakan suatu tindakan yang menyebabkan seorang wanita tidak bisa hamil lagi. Aborsi merupakan usaha untuk mengangkat janin dengan jalan mematikan atau pengakhiran kehamilan / hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan.

DAFTAR PUSTAKA Mastuk.8. Kapita Selekta Hal. 10 . Masailul Fiqiyah. Jakarta: Kalam Mulia. Berbagai Kasus yang Dihadapi “Hukum Islam” Masa Kini cet ke. 2010.15. Jakarta: PT Toko Gunung Agung. Masailul Fiqiyah.1997 Mahjuddin. Zuhdi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->