BAB 6 KONFLIK SOSIAL

A.

PENGERTIAN

KONFLIK

SOSIAL

Manusia sebagai makhluk sosial selalu berinteraksi dengan sesama manusia. Ketika berinteraksi dengan sesama manusia, selalu diwarnai dua hal, yaitu konflik dan kerjasama. Dengan demikian konflik merupakan bagian dari kehidupan manusia.

Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Konflik, dalam kamus besar Bahasa Indonesia (2002) diartikan sebagai percekcokan, perselisihan, dan pertentangan. Menurut Kartono & Gulo (1987), konflik berarti ketidaksepakatan dalam satu pendapat emosi dan tindakan dengan orang lain. Keadaan mental merupakan hasil impuls-impuls, hasrat-hasrat, keinginan-keinginan dan sebagainya yang saling bertentangan, namun bekerja dalam saat yang bersamaan. Konflik biasanya diberi pengertian sebagai satu bentuk perbedaan atau pertentangan ide, pendapat, faham dan kepentingan di antara dua pihak atau lebih. Pertentangan ini bisa berbentuk pertentangan fisik dan non-fisik, yang pada umumnya berkembang dari pertentangan non-fisik menjadi benturan fisik, yang bisa berkadar tinggi dalam bentuk kekerasan (violent), bisa juga berkadar rendah yang tidak menggunakan kekerasan (non-violent). Gambar 6.1 menjelaskan tentang perilaku manusia yang muncul akibat dari perbedaan pendapat. Demonstrasi yang dilakukan untuk menentang

kebijakan negara adalah salah satu bentuk perbedaan pendapat dan kepentingan antara kelompok masyarakat dengan negara atau dengan kelompok lainnya. Fenomena ini termasuk dalam kategori konflik, walaupun tidak mengarah kepada pertentangan fisik. Konflik juga dimaknai sebagai suatu proses yang mulai bila satu pihak merasakan bahwa pihak lain telah mempengaruhi secara negatif, atau akan segera mempengaruhi secara negatif, sesuatu yang diperhatikan oleh pihak pertama. Suatu ketidakcocokan belum bisa dikatakan sebagai suatu konflik bilamana salah satu pihak tidak memahami adanya ketidakcocokan tersebut (Robbins, 1996). Tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri. Konflik bisa terjadi karena hubungan antara dua pihak atau lebih (individu atau kelompok) yang memiliki atau merasa memiliki tujuan-tujuan yang tidak sejalan (Fisher, dalam Saputro, 2003). Sedangkan White & Bednar (1991) mendefinisikan konflik sebagai suatu interaksi antara orang-orang atau kelompok yang saling bergantung merasakan adanya tujuan yang saling bertentangan dan saling mengganggu satu sama lain dalam mencapai tujuan itu. Jika tindakan seseorang individu untuk memenuhi dan memaksimal kan kebutuhannya menghalangi atau membuat tindakan orang lain jadi tidak efektif untuk memenuhi dan memaksimalkan kebutuhan orang tersebut, maka terjadilah konflik kepentingan (conflict of interest) (Deustch dalam Johnson & Johnson, 1991). Cassel Concise dalam Lacey (2003) mengemukakan bahwa konflik sebagai “a fight, a collision; a struggle, a contest; opposition of interest, opinion or purposes; mental strife, agony”. Pengertian tersebut memberikan penjelasan bahwa konflik adalah suatu pertarungan, suatu benturan; suatu pergulatan; pertentangan kepentingan, opiniopini atau tujuan-tujuan; pergulatan mental, penderitaan batin. Konflik adalah suatu pertentangan yang terjadi antara apa yang diharapkan oleh seorang terhadap dirinya, orang lain, orang dengan kenyataan apa yang diharapkan (Mangkunegara, 2001). Konflik juga merupakan perselisihan atau perjuangan di antara dua pihak (two parties)yang ditandai dengan menunjukkan permusuhan secara terbuka dan atau mengganggu dengan sengaja pencapaian tujuan pihak yang menjadi lawannya (Wexley &Yukl, 1988). Gambar 6.2 di bawah ini adalah salah satu contoh konflik yang sesuai dengan pendapat di atas, yaitu ketika apa yang diharapkan oleh suporter persebaya agar kesebelasan kesayangannya menang tidak terwujud, akibatnya dia melakukan berbagai tindakan penyerangan kepada siapa saja, termasuk kepada aparat keamanan.

Pertentangan dikatakan sebagai konflik manakala pertentangan itu bersifat langsung, yakni ditandai interaksi timbal balik di antara pihakpihak yang bertentangan. Selain itu, pertentangan itu juga dilakukan atas dasar kesadaran pada masing-masing pihak bahwa mereka saling berbeda atau berlawanan (Syaifuddin, dalam Soetopo dan Supriyanto, 2003). Dalam hubungannya dengan pertentangan sebagai konflik, Marck, Synder dan Gurr membuat kriteria yang menandai suatu pertentangan sebagai konflik. Pertama, sebuah konflik harus melibatkan dua atau lebih pihak di dalamnya; Kedua, pihak-pihak tersebut saling tarik-menarik dalam aksi-aksi saling memusuhi (mutualy opposing actions); Ketiga, mereka biasanya cenderung menjalankan perilaku koersif untuk menghadapi dan menghancurkan “sang musuh”. Keempat, interaksi pertentangan di antara pihak-pihak itu berada dalam keadaan yang tegas, karena itu keberadaan peristiwa pertentangan itu dapat dideteksi dan dimufakati dengan mudah oleh para pengamat yang tidak terlibat dalam pertentangan (Gurr, dalam Soetopo, 2001). Konflik dalam pengertian yang luas dapat dikatakan sebagai segala bentuk hubungan antar manusia yang bersifat berlawanan (antagonistik) (Indrawijaya, 1986). Konflik adalah relasi-relasi psikologis yang antagonis, berkaitan dengan tujuan-tujuan yang tak bisa dipertemukan, sikap-sikap emosional yang bermusuhan, dan struktur-struktur nilai yang berbeda. Konflik juga merupakan suatu interaksi yang antagonis mencakup tingkah laku lahiriah yang tampak jelas mulai dari bentuk perlawanan halus, terkontrol, tersembunyi, tak langsung, sampai pada bentuk perlawanan terbuka (Clinton dalam Soetopo dan Supriyanto, 2003). Konflik dapat dikatakan sebagai suatu oposisi atau pertentangan pendapat antara orang-orang, kelompok-kelompok, organisasi-organisasi yang disebabkan oleh adanya berbagai macam perkembangan dan perubahan dalam bidang manajemen, serta menimbulkan perbedaan pendapat, keyakinan dan ide (Mulyasa, 2003).

Pihak-pihak yang berkonflik saling tergantung satu sama lain. .Hocker & Wilmot (1991) memberikan definisi yang cukup luas terhadap konflik sebagai “an expressed struggle betwen at least two interdependent parties who perceive incompatibel goal. dan masing-masing menyadari adanya ketidaksepakatan itu. maka perpecahan tidak dapat dihindari. sehingga meskipun konflik yang ada sebenarnya merupakan konflik yang kecil. Konflik tidak selalu menghasilkan kerugian. Seseorang dikatakan terlibat konflik dengan pihak lain jika sejumlah ketidaksepakatan muncul antara keduanya. sampai pada bentuk perlawanan terbuka antara dua pihak atau lebih yang saling tergantung satu sama lain yang sama-sama merasakan tujuan yang saling tidak cocok. Jika kedua pihak merasa tidak perlu untuk menyelesaikan masalah. tetapi juga membawa dampak yang konstruktif bagi pihak-pihak yang terlibat. sedangkan agresi hanya membawa dampak-dampak yang merugikan bagi individu. pihak lain akan terganggu maka terjadilah konflik diakibatkan sumberdaya. maka bangku itu menjadi sumberdaya. 2007) menyatakan bahwa konflik dan agresi merupakan dua hal yang berbeda. kelangkaan sumber daya dan hambatan yang didapat dari pihak lain dalam mencapai tujuannya. Misalnya. sedang yang lain tidak. Banyak konflik yang tidak terselesaikan karena masing-masing pihak tidak memahami sifat saling ketergantungan. seolah-olah tampak sebagai konflik yang besar. tak langsung. Dengan kata lain. jika dua orang duduk sebangku dalam kelas. Selama ini konflik sering dihubungkan dengan agresi. and interference from the other parties in achieving their goals”. Apabila salah satu pihak bertingkah laku seakanakan mau menguasai kamar. Tawuran antar pelajar (Gambar 6. terkontrol. maka belum bisa dikatakan konflik antara dua pihak. Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa konflik adalah suatu pertentangan dalam bentuk-bentuk perlawanan halus. tersembunyi. karena kepuasan seseorang tergantung perilaku pihak lain. dua pihak harus menyadari adanya masalah sebelum mereka berada di dalam konflik. Semua konflik seringkali dipandang sebagai pencapaian tujuan satu pihak dan merupakan kegagalan pencapaian tujuan pihak lain. Hal ini karena seringkali orang memandang tujuannya sendiri secara lebih penting. Broadman & Horowitz (dalam Kusnarwatiningsih. Jika hanya satu pihak yang merasakan ketidaksetujuan. scarce rewards.3) adalah salah satu contoh konflik yang sering terjadi di kalangan pelajar. Konflik muncul diakibatkan salah satunya perebutan sumberdaya.

Cobb dan Elder (1972) mengungkapkan adanya tiga dimensi penting dalam konflik politik: (1) luas konflik. integrasi dan perpecahan adalah proses fundamental yang walau dalam porsi dan campuran yang berbeda merupakan bagian dari setiap sistem sosial yang dapat dimengerti (Poloma. Karena konflik merupakan bagian kehidupan sosial. (2) intensitas . (3) setiap unsur dalam masyarakat memeberikan kontribusi terhadap desintegrasi dan perubahan. Coser (1956) menyatakan: konflik dan konsensus. konflik terdapat di mana-mana. karena itu tidak ada masyarakat yang steril dari realitas konflik. (2) setiap masyarakat memperlihatkan konflik dan pertentangan. yaitu: (1) setiap masyarakat tunduk pada proses perubahan. Coser (1956) mengutip hasil pengamatan Simmel. Dahrendorf (1986).Konflik pada dasarnya merupakan bagian dari kehidupan sosial. 1994). 1994). Coser menyatakan bahwa masyarakat yang terbuka dan berstruktur longgar membangun benteng untuk membendung tipe konflik yang akan membahayakan konsensus dasar kelompok itu dari serangan terhadap nilai intinya dengan membiarkan konflik itu berkembang di sekitar masalah-masalah yang tidak mendasar (Poloma. (4) setiap masyarakat dicirikan oleh adanya penguasaan sejumlah kecil orang terhadap sejumlah besar lainnya. konflik yang menyentuh nilai-nilai inti akan dapat mengubah struktur sosial sedangkan konflik yang mempertentangkan nilai-nilai yang berada di daerah pinggiran tidak akan sampai menimbulkan perpecahan yang dapat membahayakan struktur sosial. perubahan sosial terdapat di manamana. membuat 4 postulat yang menunjukkan keniscayaan itu. maka dapat dikatakan konflik sosial merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat ditawar. Dengan demikian berarti. menunjukkan bahwa konflik mungkin positif sebab dapat meredakan ketegangan yang terjadi dalam suatu kelompok dengan memantapkan keutuhan dan keseimbangan.

dan (3) ketampakan konflik. dan disinonimkan dengan istilah kekerasan (violence). sehingga sulit itu untuk dideskripsikan secara jelas dan terperinci sumber dari konflik. Pandangan tradisional tentang konflik mengandaikan konflik itu buruk. menunjuk pada jumlah perorangan atau kelompok yang terlibat dalam konflik. kritis-diri dan kreatif. tetap memandang konflik adalah suatu hal yang tidak baik.konflik. Konflik yang intensitasnya tinggi adalah konflik yang bisa membangun komitmen sosial yang luas. Dalam interaksi antara manusia. konflik tidak dapat disingkirkan. konflik etnis. Oleh karena itu. Luas konflik. sehingga luas konflikpun mengembang. Hal ini dikarenakan sesuatu yang seharusnya bisa menjadi sumber konflik. dan serasi cenderung menjadi statis. dipandang secara negatif. bahwa pendekatan interaksionis tersebut tidak berarti memandangan semua konflik adalah suatu hal yang baik. Begitu beragamnya sumber konflik yang terjadi antar manusia. biasa disebut dengan konflik fungsional. kaum interaksionis mendorong pemimpin suatu kelompok apapun untuk mempertahankan suatu tingkat minimum berkelanjutan dari konflik. Konflik adalah merugikan. Kaum interaksional memandang ada konflik yang mendukung tujuan kelompok dan memperbaiki kinerja kelompok. Sebaliknya. sehingga cukup untuk membuat kelompok itu hidup. Sebuah konflik dikatakan memiliki ketampakan yang tinggi manakala peristiwa konflik itu disadari dan diketahui detail keberadaannya oleh masyarakat secara luas. tetapi pada kelompok manusia tertentu ternyata tidak menjadi sumber konflik. konflik agama dan sebagainya). destruksi. Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam . SUMBER KONFLIK SOSIAL Konflik yang terjadi pada manusia bersumber pada berbagai macam sebab. sebuah konflik memiliki ketampakan rendah manakala konflik itu terselimuti oleh berbagai hal sehingga tingkat kesadaran dan pengetahuan masyarakat luas terhadap konflik itu sangat terbatas. Adapun ketampakan konflik adalah tingkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat di luar pihak-pihak yang berkonflik tentang peristiwa konflik yang terjadi. dan tidak tanggap terhadap kebutuhan akan perubahan dan inovasi. dan ketidakrasionalan demi memperkuat konotasi negatifnya. damai. Kadang sesuatu yang sifatnya sepele bisa menjadi sumber konflik antara manusia. sedangkan ada konflik yang menghalangi kinerja kelompok atau yang disebut dengan konflik disfungsional atau destruktif. dan menunjuk pula pada skala konflik yang terjadi (misalnya: konflik lokal. B. demikian halnya sebaliknya. tidak terelakkan. bahkan ada kalanya konflik dapat bermanfaat pada kinerja kelompok. Perlu ditegaskan. apatis. Pandangan pada masa kini melihat konflik merupakan peristiwa yang wajar dalam kehidupan kelompok dan organisasi. konflik nasional. konflik internasional. Berdasarkan pendekatan interaksionis memandang konflik atas dasar bahwa kelompok yang kooperatif. tenang. Intensitas konflik adalah luas-sempitnya komitmen sosial yang bisa terbangun akibat sebuah konflik. oleh karena itu harus dihindari (Robbins. 1996).

dan lain sebagainya. adat istiadat. Ada pihak yang dirugikan Tindakan salah satu pihak mungkin dianggap merugikan yang lain atau masing-masing pihak merasa dirugikan pihak lain sehingga seseorang yang dirugikan merasa kurang enak. dan apabila perbedaan pendapat tersebut amat tajam maka dapat menimbulkan rasa kurang enak. pembalasan dendam. Sedangkan Soetopo (2001) juga mengemukakan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya konflik. atribusi dan kesalahan dalam berkomunikasi. Kesimpulannya sumber konflik itu sangat beragam dan kadang sifatnya tidak rasional. Misalnya tindakan dari seseorang yang tujuan sebenarnya baik tetapi diterima sebaliknya oleh individu yang lain. dan (3) persaingan. kurang senang 4. Salah paham Salah paham merupakan salah satu hal yang dapat menimbulkan konflik. Contoh.suatu interaksi. Ketika kebutuhan. konflik kepentingan akan muncul (Johnson & Johnson. Seseorang yang terlalu perasa sehingga sering menyalah artikan tindakan orang lain. uang. Pada umumnya penyebab munculnya konflik kepentingan sebagai berikut: (1) perbedaan kebutuhan. ketegangan dan sebagainya. 3. dan perasaan sensitif. Baron & Byrne (dalam Kusnarwatiningsih. dirinya benar. pengetahuan. 2003) suatu konflik dapat terjadi karena perbendaan pendapat. antara lain: (1) ciri umum dari pihak-pihak yang terlibat dalam konflik. keyakinan. 2. sensitif merugikan. dan tujuan. mungkin tindakan seseorang atau Perasaan wajar. pengaruh. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik. 2007) mengemukakan konflik disebabkan antara lain oleh perebutan sumber daya. kepandaian. 1991). ada pihak yang dirugikan. ketika sejumlah sumber daya menjadi terbatas. nilai dan tujuan saling bertentangan. konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya. Oleh karena kita tidak bisa menetapkan secara tegas bahwa yang menjadi sumber konflik adalah sesuatu hal tertentu. nilai. tetapi oleh pihak lain dianggap bahkan membenci. (2) . ruang. Dengan dibawa sertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial. (2) langkanya sumber daya seperti kekuatan. Menurut Anoraga (dalam Saputro. dan ketika persaingan untuk suatu penghargaan serta hak-hak istimewa muncul. salah paham. waktu. Perbedaan tidak ada yang pendapat mau Suatu konflik yang terjadi karena pebedaan pendapat dimana masing-masing pihak merasa mengakui kesalahan. apalagi hanya didasarkan pada hal-hal yang sifatnya rasional. popularitas dan posisi. 1. konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

Komunikasi: salah pengertian yang berkenaan dengan kalimat. (3) tugas yang tidak jelas (tidak ada diskripsi jabatan). yaitu: (1) persaingan terhadap sumber-sumber (competition for resources). (4) perbedaan dalam orientasi kerja. (5) rintangan komunikasi (communication barriers). 2.hubungan pihak-pihak yang mengalami konflik sebelum terjadi konflik. yaitu (1) adanya perbedaan fungsi dalam organisasi. bahasa yang sulit dimengerti. nilai. atau tidak lengkap. dapat ditegaskan bahwa sumber konflik dapat berasal dari dalam dan luar diri individu. Dari luar diri individu misalnya adanya tekanan dari lingkungan. informasi serta gaya yang individu manajer mendua yang tidak dan konsisten. (6) perbedaan persepsi. (6) strategi yang biasa digunakan pihak-pihak yang mengalami konflik. Berdasarkan beberapa pendapat tentang sumber konflik sebagaimana dikemukakan oleh beberapa ahli. 1999) mengemukakan bahwa kategori sumbersumber konflik ada empat. 3. dan (8) tingkat kematangan pihak-pihak yang berkonflik. (3) adanya perbedaan peranan. mereka. (2) ketergantungan dalam pelaksanaan tugas. kebutuhan serta perasaan yang terlalu sensitif. serta langkanya sumber daya yang ada. persaingan. (7) sistem kompetensi intensif (reward). Dari dalam diri individu misalnya adanya perbedaan tujuan. Walton & Dutton dalam Wexley & Yukl. Schmuck (dalam Soetopo dan Supriyanto. (2) ketergantungan pekerjaan (task interdependence). (5) kepentingan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik. (5) perbedaan dalam memahami tujuan organisasi. dan (8) strategi permotivasian yang tidak tepat. Struktur: pertarungan kekuasaan antar departemen dengan kepentingan-kepentingan atau sistem penilaian yang bertentangan. 1988). (2) adanya pertentangan kekuatan antar orang dan subsistem. 1. dan (6) sifat-sifat individu (individual traits) (Robbins. dan (4) adanya tekanan yang dipaksakan dari luar kepada organisasi. (4) problem status (status problem). Pribadi: ketidaksesuaian tujuan atau nilai-nilai sosial pribadi karyawan dengan perilaku yang Berbeda pula dengan pendapat Mangkunegara (2001) bahwa penyebab konflik dalam organisasi adalah: (1) koordinasi kerja yang tidak dilakukan. Ada enam kategori penting dari kondisikondisi pemula (antecedent conditions) yang menjadi penyebab konflik. (3) sifat masalah yang menimbulkan konflik. . persepsi. atau saling ketergantungan dua atau lebih kelompok-kelompok kegiatan kerja untuk diperankan dan perbedaan mencapai pada dalam tujuan jabatan nilai-nilai atau mereka. Sedangkan Handoko (1998) menyatakan bahwa sumber-sumber konflik adalah sebagai berikut. persaingan untuk memperebutkan sumber-sumber daya yang terbatas. (7) konsekuensi konflik terhadap pihak yang mengalami konflik dan terhadap pihak lain. (4) lingkungan sosial tempat konflik terjadi. (3) kekaburan bidang tugas (jurisdictional ambiguity).

Ada yang merasa terganggu karena berisik. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan maupun individu latar yang dapat belakang memicu konflik. hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan. b. kebudayaan c. . Misalnya. sebab dalam menjalani hubungan sosial. misalnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya. ketika berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman. Faktor Perbedaan Penyebab Konflik individu Perbedaan kepribadian antar individu bisa menjadi faktor penyebab terjadinya konflik. tetapi ada pula yang merasa terhibur. Setiap manusia adalah individu yang unik. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial. dalam waktu yang bersamaan. Oleh sebab itu.1. pendirian yang berbeda. Para buruh menginginkan upah yang memadai. tentu perasaan setiap warganya akan berbedabeda. biasanya perbedaan individu yang menjadi sumber konflik adalah perbedaan pendirian dan perasaan. Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok Manusia memiliki perasaan. Sedangkan bagi pecinta lingkungan. misalnya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. dan budaya. Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. artinya setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Para petani menbang pohon-pohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun atau ladang. seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama. Para tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. ekonomi. Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik. masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda. tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda. Bagi para pengusaha kayu. sosial.beda. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu. pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. a. sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume usaha mereka. Sebagai contoh. Perbedaan latar belakang kebudayaan Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.

jika terjadi seara cepat atau mendadak. akan membuat kegoncangan prosesproses sosial di masyarakat. yaitu: 1. yaitu cara orang bersikap ketika menghadapi pertentangan. Nilai-nilai yang berubah itu seperti nilai kegotong royongan berganti menjadi nilai kontrak kerja dengan upah yang disesuaikan menurut jenis pekerjaannya. perubahan tersebut dapat memicu terjadinya konflik sosial. Conflict style ini memiliki kaitan dengan kepribadian. antar individu. dipandang dari segi materinya menjadi empat. Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi. organisasi maupun antar negara. tetapi jika perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak. 1996) menyatakan bahwa konflik timbul dalam berbagai situasi sosial. bahkan akan terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan kehiodupan masyarakat yang telah ada. 3. bentuknya. pada masyarakat pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak akan memunculkan konflik sosial sebab nilai-nilai lama pada masyarakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyarakat industri. 2. baik terjadi dalam diri seseorang individu. Sedangkan Rubin (dalam Farida.d. Perubahan-perubahan ini. kelompok. Maka orang yang berbeda akan menggunakan conflict style yang berbeda pada saat mengalami konflik dengan orang lain. BENTUK KONFLIK SOSIAL Sasse (1981) mengajukan istilah yang bersinonim maknanya dengan nama conflict style. Misalnya. Ada banyak kemungkinan menghadapi konflik yang dikenal dengan istilah manajemen konflik. Hubungan kekerabatan bergeser menjadi hubungan struktural yang disusun dalam organisasi formal perusahaan. Nilai-nilai kebersamaan berubah menjadi individualis dan nilai-nilai tentang pemanfaatan waktu yang cenderung tidak ketat berubah menjadi pembagian waktu yang tegas seperti jadwal kerja dan istirahat dalam dunia industri. Konflik yang terjadi pada manusia ada berbagai macam ragamnya. organisasi tidak Konflik sama. C. sehingga nilai konflik Konflik nilai dapat muncul karena pada dasarnya nilai yang dimiliki setiap individu dalam memiliki Konflik Konflik kepentingan tujuan peranan yang Konflik tujuan terjadi jika ada dua tujuan atau yang kompetitif bahkan yang kontradiktif. dan jenisnya. Konflik peranan timbul karena manusia memiliki lebih dari satu peranan dan tiap peranan tidak . selalu sama. Soetopo (1999) mengklasifikasikan jenis konflik.

Furman & McQuaid (dalam Farida. Sebaliknya. Dalam konflik yang konstruktif isu akan tetap terfokus dan dirundingkan melalui proses pemecahan masalah yang saling menguntungkan. 4. . kelangsungan hubungan antara pihak-pihak yang terlibat akan tetap terjaga. 2.kan oleh satu pihak dan kebijakan lainnya.4 adalah contoh yang menunjukkan ragam dan bentuk konflik yang terjadi di masyarakat. Dalam konflik yang konstruktif. 3. konflik yang konstruktif terjadi dalam frekuensi yang wajar dan masih memungkinkan individuindividunya berinteraksi secara harmonis. Konflik diekspresikan dalam bentuk agresi seperti ancaman atau paksaan dan terjadi pembesaran konflik baik pembesaran masalah yang menjadi isu konflik maupun peningkatan jumlah individu yang terlibat. individu dengan kelompok. yaitu konflik destruktif dan konstruktif. Ini menandakan bahwa problem tidak diselesaikan secara kuat. Konflik kebijakan Konflik kebijakan dapat terjadi karena ada ketidaksetujuan individu atau kelompok terhadap perbedaan kebijakan yang dikemuka.dapat terjadi antar individu. kelompok dengan organisasi. 1996) membedakan konflik dalam dua tipe yang berbeda. Konflik berakhir dengan terputusnya interaksi antara pihak-pihak yang terlibat. Gambar 6. Dipandang dari akibat maupun cara penyelesaiannya. Konflik terjadi dalam frekuensi yang tinggi dan menyita sebagian besar kesempatan individu untuk berinteraksi. Konflik dipandang destruktif dan disfungsional bagi individu yang terlibat apabila: 1.

(4) perilaku. (2) keretakan hubungan antar kelompok yang bertikai. saling curiga dan sebagainya. (3) konflik antar individu dalam kelompok. (3) perubahan kepribadian pada individu. Para pakar teori konflik mengklaim bahwa pihak-pihak yang berkonflik dapat memghasilkan respon terhadap konflik menurut sebuah skema dua-dimensi. (2) konflik antar individu dalam organisasi yang sama. tersebut. (4) kerusakan harta benda dan hilangnya jiwa manusia. Hasil dari sebuah konflik adalah sebagai berikut: (1) meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (in-group) yang mengalami konflik dengan kelompok lain. Oposisi atau ketidakcocokan potensial adalah adanya kondisi yang mencipta-kan kesempatan untuk munculnya koinflik.Sedangkan Handoko (1984) membagi konflik menjadi 5 jenis yaitu: (1) konflik dari dalam individu. dan variabel pribadi. PROSES KONFLIK "kemenangan" konflik bagi pihak jalan hipotesa keluar sebagai yang berikut. Pengertian yang tinggi untuk hasil kita sendiri hanya akan menghasilkan percobaan untuk 3. Pengertian yang tinggi untuk hasil pihak lain hanya akan menghasilkan percobaan yang 4. Kondisi tersebut dikelompokkan dalam kategori: komunikasi. (2) konflik interpersonal. (3) maksud. Skema ini akan menghasilkan mencari "memenangkan" memberikan konflik. Menurut Dahrendorf (1986). pengertian terhadap hasil tujuan kita dan pengertian terhadap hasil tujuan pihak lainnya. Tiada pengertian untuk kedua belah pihak akan menghasilkan percobaan untuk menghindari Menurut Robbins (1996) proses konflik terdiri dari lima tahap. terbaik. 1. (5) konflik intraorganisasi. (5) konflik antar organisasi. tetapi salah satu kondisi itu perlu jika konflik itu harus muncul. yaitu: (1) oposisi atau ketidakcocokan potensial. dan (5) dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam konflik. (2) konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga. misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role). konflik dibedakan menjadi 4 macam: (1) konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi). D. konflik. misalnya timbul nya rasa dendam. (4) konflik intergroup. Pengertian yang tinggi untuk hasil kedua belah pihak akan menghasilkan percobaan untuk 2. antar gank). Komunikasi yang buruk merupakan alasan utama dari . (2) kognisi dan personalisasi. dan (4) konflik antar satuan nasional (perang saudara). Berbeda dengan pendapat diatas Mulyasa (2003) membagi konflik berdasarkan tingkatannya menjadi enam yaitu: (1) konflik intrapersonal. (3) konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa). benci. dan (5) hasil. (4) konflik antara kelompok dalam organisasi. (3) konflik intragroup. Kondisi ini tidak perlu langsung mengarah ke konflik. dan (6) konflik interorganisasi. struktur.

serangan verbal yang tegas. yaitu: (1) bersaing. Variabel pribadi juga bisa menjadi titik awal dari konflik. mengabaikan dari atau menekan suatu konflik. Kesadaran oleh satu pihak atau lebih akan eksistensi kondisi-kondisi yang menciptakan kesempatan untuk timbulnya konflik. kecocokan anggotatujuan. serta perbedaan individual bisa menjadi titik awal dari konflik. derajat spesialisasi dalam tugas yang diberikan kepada anggota kelompok. yaitu pelibatan emosional dalam suatu konflik yang akan menciptakan kecemasan. suaranya. (2) berkolaborasi. Struktur dalam hal ini meliputi: ukuran. serangan verbal yang tegas. Karakter pribadi yang mencakup sistem nilai individual tiap orang dan karakteristik kepribadian. kejelasan jurisdiksi. ancaman dan ultimatun. tindakan. frustasi dan pemusuhan. atau kesediaan dari salah satu pihak dalam suatu konflik untuk menaruh kepentingan lawannya diatas kepentingannya. selain itu masalah-masalah dalam proses komunikasi berperan dalam menghalangi kolaborasi dan merangsang kesalahpahaman. Perilaku mencakup pernyataan. atau disfungsional dalam arti merintangi kinerja kelompok. kooperatif dan pencaharian hasil yang bermanfaat bagi semua pihak. Perilaku meliputi: upaya terang-terang an untuk menghancurkan pihak lain. adalah suatu situasi di mana masing-masing pihak dalam suatu konflik bersedia untuk melepaskan atau mengurangi tuntutannya masing-masing. Pernahkah kita mengalami situasi ketika bertemu dengan orang langsung tidak menyukainya? Apakah itu kumisnya. pertanyaan atau tantangan terang-terangan terhadap pihak lain. ketegangan. Maksud adalah keputusan untuk bertindak dalam suatu cara tertentu dari pihak-pihak yang berkonflik. Kognisi dan personalisasi adalah persepsi dari salah satu pihak atau masing-masing pihak terhadap konflik yang sedang dihadapi.oleh pihak-pihak yang berkonflik. serangan fisik yang agresif. tegas dan tidak kooperatif. dan derajat ketergantungan antara kelompok-kelompok. sistem imbalan. gaya kepemimpinan. (3) mengindar. tidak peduli dampaknya terhadap pihak lain dalam suatu episode konflik. pertanyaan atau tantangan terang-terangan terhadap pihak lain. Maksud dari pihak yang berkonflik ini akan tercermin atau terwujud dalam perilaku. dan ketidaksepakatan atau salahpaham kecil. bila pihak-pihak yang berkonflik masing-masing berhasrat untuk memenuhi sepenuhnya kepentingan dari semua pihak. Maksud dalam penanganan suatu konflik ada lima. bila satu pihak berusaha untuk memuaskan seorang lawan. bilamana salah satu dari pihak-pihak yang berkonflik mempunyai hasrat untuk menarik diri. Bilamana hal ini terjadi dan berlanjut pada tingkan terasakan. Hasil adalah jalinan aksi-reaksi antara pihak-pihak . dan reaksi yang dibuat an untuk menghancurkan pihak lain. (4) mengakomodasi. pakaiannya dan sebagainya. walaupun tidak selalu konsisten. Hasil bisa fungsional dalam arti konflik menghasilkan suatu perbaikan kinerja kelompok. dan ketidaksepakatan atau salahpaham kecil. serangan fisik yang agresif. Hasil adalah jalinan aksi-reaksi antara pihak-pihak yang berkonflik dan menghasilkan konsekuensi. dan (5) berkomromi. ancaman dan ultimatun.konflik. yaitu suatu hasrat untuk memuaskan kepentingan seseorang atau diri sendiri. Struktur juga bisa menjadi titik awal dari konflik.

dan menyelesaikan konflik. jika konflik berada pada level yang terlalu rendah. bagaimana konflik itu bisa dimanajemen sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan disintegrasi sosial. Hodge dan Anthony (1991). Persoalannya. POLA PENYELESAIAN KONFLIK Konflik dapat berpengaruh positif atau negatif. maka konflik harus diselesaikan. dengan metode penggunaan paksaan. dengan metode penghalusan (smoothing). Orang sering menggunakan kekuasaan dan kewenangan agar konflik dapat diredam atau dipadamkan. Di sisi lain. Berdasarkan beberapa pendapat tentang pengelolaan konflik. Berbeda lagi dengan yang dinyatakan oleh Soetopo (1999) bahwa strategi pengelolaan konflik menunjuk pada suatu aktivitas yang dimaksudkan untuk mengelola konflik mulai dari perencanaan. sebagai berikut: Pertama. Pihak-pihak yang berkonflik hendaknya saling . Pengelolaan konflik berarti mengusahakan agar konflik berada pada level yang optimal. dan selalu ada dalam kehidupan. 1990). dan pemecahan/penyelesaian suatu konflik sehingga menjadi sesuatu yang positif bagi perubahan dan pencapaian tujuan. mengarahkan. Kedua. Oleh karena itu konflik hendaknya tidak serta merta harus ditiadakan. atau disfungsional dalam arti merintangi kinerja kelompok. Hasil bisa fungsional dalam arti konflik menghasilkan suatu perbaikan kinerja kelompok. Jika konflik menjadi terlalu besar dan mengarah pada akibat yang buruk. evaluasi. maka konflik harus dibangkitkan (Riggio.yang berkonflik dan menghasilkan konsekuensi. memberikan gambaran melalui berbagai metode resolusi (penyelesaian) konflik. dalam hal ini adalah konflik interpersonal. dapat ditegaskan bahwa pengelolaan konflik merupakan cara yang digunakan individu dalam mengontrol. E.

(2) tawar-menawar integratif. Konflik bertentangan dengan integrasi. yang pada gilirannya bisa menambah kadar konflik konflik sebuah ‘perang’. (5) dengan tawar-menawar distribusi. misalnya kepentingan individu. memberikan peluang kepada masing-masing pihak untuk mengemukakan pendapat dan memberikan keyakinan akan kebenaran pendapatnya sehingga dapat diterima oleh kedua belah pihak. Jika penyelesaian konflik menemui jalan buntu. dengan menetapkan peraturan yang mengacu pada perdamaian serta diterapkan secara ketat dan konsekuen. Strategi ini sering tidak menyelesaikan masalah karena masing-masing pihak saling melepaskan beberapa hal penting yang mejadi haknya. dan tidak hanya berkisar pada kepentingan sempit. terwujud melalui lembaga-lembaga tertentu yang memungkinkan tumbuhnya pola diskusi dan pengambilan keputusan di antara pihak-pihak yang berkonflik. yaitu dengan menggiring pihak-pihak yang berkonflik. untuk lebih berkonsentrasi pada kepentingan yang luas. Sebaliknya. Strategi ini umumnya tidak disukai oleh kebanyakan orang. (4) dengan koalisi. yaitu suatu bentuk persekutuan untuk mengendalikan konflik. Misalnya denga cara membangun sebuah kesadaran nasional yang lebih mantap. Strategi yang dipandang lebih efektif dalam pengelolaan konflik meliputi: (1) koesistensi damai. (2) dengan penundaan. Menurutnya. yang efektif dan yang paling efektif. dan perwasitan (arbitration). orang akan kebal dengan bujukan sehingga perselisihan akan semakin tajam. misalnya ditempuh cara: (1) dengan paksaan. Bisa berakibat psikologis. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. yaitu dengan konsiliasi (conciliation). . yaitu dengan melibatkan pihak-pihak yang berkonflik ke arah tujuan yang lebih besar dan kompleks. mengidentifikasi pengendalian konflik melalui tiga cara. Konflik dan integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. mungkin konflik bisa diselesaikan dengan cepat. dan jika terjadi konflik mereka merasa menjadi korban konflik. Nasikun (1993). yaitu mengendalikan konflik dengan cara tidak saling mengganggu dan saling merugikan. Artinya. Pengendalian konflik dengan cara konsiliasi. (3) dengan bujukan. penyelesaian dengan cara demokratis. Sedangkan strategi yang dipandang paling efektif. golongan atau suku bangsa tertentu.memahami konflik dengan bahasa kasihsayang. (2) dengan mediasi (perantaraan). integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik. antara lain: (1) tujuan sekutu besar. namun bisa menimbulkan reaksi kemarahan atau reaksi negatif lainnya. Cribbin (1985) mengelaborasi terhadap tiga hal. Dengan paksaan. mediasi (mediation). masing-masing pihak bisa menunjuk pihak ketiga untuk menjadi perantara yang berperan secara jujur dan adil serta tidak memihak. strategi yang dipandang paling tidak efektif. untuk memecahkan dan memulihkan hubungan yang mengarah pada perdamaian. Cara ini bisa berakibat penyelesaian konflik sampai berlarut-larut. Ketiga. Akan tetapi strategi ini bisa memaksa orang untuk memihak. kelompok. yaitu mulai yang cara yang paling tidak efektif.

nilai maupun adat kebiasaan. konflik yang terjadi di antara beberapa kekuatan sosial. moving toward others (mendapatkan dukungan). Deffering to status power Individu dengan status yang lebih tinggi memiliki kekuasaan untuk membuat dan memaksakan . tanpa campur tangan dari badanbadan lain. dalam rangka menyelesaikan yang ada. (2) gunakan kolaborasi untuk menemukan pemecahan masalah integratif bila kedua perangkat kepentingan terlalu penting untuk dikompromikan. yang pada saatnya akan meledak kembali dalam bentuk kekerasan.Lembaga yang dimaksud diharapkan berfungsi secara efektif. dan Goldberg (dalam Tinsley. yang lebih tegas Pola disertai kemungkinan Pengelolaan gangguan. dimana tindakan tidak populer perlu dilaksanakan. berkaitan dengan penyelesaian terbaik terhadap konflik yang mereka alami. 1996) penelitian-penelitian mengenai caracara penyelesaian konflik menggunakan klasifikasi yang berbeda. yang akan berperan untuk memberikan keputusan-keputusan. Berpijak dari perbedaan budaya. (2) lembaga harus bersifat monopolistis. dalam arti hanya lembaga itulah yang berfungsi demikian. moving againts other (menyerang dan mendominasi). Pengendalian dengan cara mediasi. 1. Brett. Belum ada kesepakatan dari para ahli mengenai klasifikasi yang dianggap paling valid. akan muncul ke bawah permukaan. (4) gunakan akomodasi bila diketahui kita keliru dan untuk memungkinkan pendirian yang lebih baik didengar. yang sedikitnya memenuhi empat hal: (1) harus mampu mengambil keputusan secara otonom. 1998) mengajukan tiga model pengelolaan konflik. mengenai isu penting. sebagai berikut. dengan maksud bahwa pihak-pihak yang berkonflik bersepakat untuk menunjuk pihak ketiga yang akan memberikan nasihat-nasihat. Berbeda dengan mediasi. dan moving away from other (menarik diri dari orang lain dan masalah yang menimbulkan konflik) (Horney dalam Hall. dan (4) lembaga tersebut harus bersifat demokratis. atau ada isu lebih penting yang mendesak. dan (5) gunakan kompromis bila tujuan penting. bila kita melihat tidak adanya peluang bagi terpuaskannya kepentingan anda. tetapi tidak layak mendapatkan upaya pendekatanpendekatan 1. (3) lembaga harus mampu mengikat kepentingan bagi pihak-pihak yang berkonflik. cara perwasitan mengharuskan pihak-pihak yang berkonflik untuk menerima keputusan yang diambil oleh pihak wasit. Konflik Macam-macam Menurut penelitian Vliert dan Euwema (dalam Farida. dimaksudkan bahwa pihak-pihak yang berkonflik bersepakat untuk menerima pihak ketiga. 1985). untuk belajar. Pola penyelesaian konflik juga bisa dilakukan dengan menggunakan strategi seperti berikut: (1) gunakan persaingan dalam penyelesaian konflik. Tanpa keempat hal tersebut. (3) gunakan penghindaran bila ada isyu sepele. Individu berhubungan dengan yang lain dalam tiga cara. dan untuk menunjukkan kewajaran. Pengendalian konflik dengan cara perwasitan. bila tindakan cepat dan tegas itu vital. Ury.

solusi konflik yang ditawarkan. Bentuk menang-kalah (persaingan) Bentuk kedua ini memastikan bahwa satu pihak memenangkan konflik dan pihak lain kalah. Gaya penyelesaian konflik seperti ini sangat tidak mengenakkan bagi pihak yang merasa terpaksa harus berada dalam posisi kalah. untuk membuat hasilnya lebih bermanfaat bagi mereka daripada tidak mendapatkan kesepakatan satupun. Bentuk perdamaian yang menang-menang diinginkan. orang Integrating yang terlibat. Biasanya kekuasaan atau pengaruh digunakan untuk memastikan bahwa dalam konflik tersebut individu tersebut yang keluar sebagai pemenangnya. Tujuannya adalah mengatasi konflik dengan menciptakan penyelesaian melalui konsensus atau kesepakatan bersama yang mengikat semua pihak yang bertikai. Atau bisa berarti bahwa kedua belah pihak tidak sepakat untuk menyelesaikan konflik atau menemukan kesepakatan untuk mengatasi konflik tersebut. 2. Bentuk kalah-menang (mengakomodasi) Agak berbeda dengan bentuk kedua. interest Model ini menekankan pada perhatian pihak yang terlibat. bukan berdasarkan 3. 2002). untuk menemukan penyelesaian yang dapat mempertemukan minat mereka masing-masing. yaitu: 1. Secara sederhana proses ini dapat dijelaskan bahwa masing masing pihak memahami dengan sepenuhnya keinginan atau tuntutan pihak lainnya dan berusaha dengan penuh komitmen untuk mencari titik temu kedua kepentingan tersebut (Prijosaksono dan Sembel. Peraturan diterapkan secara merata pada seluruh anggota. . akan Applying dilakukan. maka ada empat bentuk pengelolaan konflik. 3. bentuk ketiga yaitu individu kalah-pihak lain menang ini berarti individu berada dalam posisi mengalah atau mengakomodasi kepentingan pihak lain. Gaya ini digunakan untuk menghindari kesulitan atau masalah yang lebih besar. (kolaborasi) Bentuk keempat ini disebut dengan gaya pengelolaan konflik kolaborasi atau bekerja sama. regulations Model ini ditekankan oleh asumsi bahwa interaksi sosial diatur oleh hukum universal. Berbeda dengan pendapat diatas. Peraturan dibakukan untuk menggambarkan hukuman dan penghargaan yang diberikan berdasarkan perilaku yang dilakukan. Pola penyelesaian konflik bila dipandang dari sudut menang-kalah pada masing-masing pihak. Bentuk kalah-kalah (menghindari konflik) Bentuk pertama ini menjelaskan cara mengatasi konflik dengan menghindari konflik dan mengabaikan masalah yang timbul. Status sosial memegang peranan dalam menentukan aktivitasaktivitasyang 2. Disini masingmasing pihak saling berbagi minat. prioritas. Gaya ini juga merupakan upaya untuk mengurangi tingkat ketegangan akibat dari konflik tersebut atau menciptakan 4.

kadang mengorbankan sesuatu yang penting untuk dirinya sendiri. Kewajiban bisa saja diabaikan demi kepentingan pribadi. penyelesaiannya cenderung Avoiding dengan menggunakan kekuasaan.Hendricks (2001) mengemukaan lima gaya pengelolaan konflik yang diorientasikan dalam organisasi 1. Dominating (menguasai) Tekanan gaya ini adalah pada diri sendiri. 2. maka seseorangpun dapat mengubah strateginya dengan mempelajari cara baru dan lebih efektif dalam menangani konflik. Tapi karena dipelajari. Mereka menganggap konflik dapat . 3. Forcing (Memaksa). biasanya sejak masa kanak-kanak sehingga berfungsi secara otomatis dalam level bawah sadar (preconscious). berpikir kreatif Obliging serta mengembangkan alternatif pemecahan masalah. yaitu: 1. Cara ini mendorong 2. Tujuan pribadinya dianggap sangat penting. menggabungkan) Individu yang memilih gaya ini melakukan tukar-menukar informasi. termasuk di dalamnya menghindar dari tanggung 5. (menghindar) Individu yang menggunakan gaya ini tidak menempatkan suatu nilai pada diri sendiri atau orang lain. (kompromi) sedang. Individu yang menggunakan strategi ini percaya bahwa lebih mudah menarik diri (secara fisik dan psikologis) dari konflik daripada menghadapinya. membantu) (saling Disebut juga dengan kerelaan membantu. serta apakah orang lain itu menerima solusi mereka atau tidak. maupun perusahaan. Withdrawing (Menarik Diri). Individu berusaha memaksa lawannya menerima solusi konflik yang ditawarkannya. Perhatian tinggi pada orang lain menyebabkan seorang individu merasa puas dan merasa keinginannya terpenuhi oleh pihak lain. Disini ada keinginan untuk mengamati perbedaan dan mencari solusi yang dapat diterima semua kelompok. Lima gaya yang dimaksud adalah: Integrating (menyatukan. Compromising Berbeda dengan yang dikemukakan Johnson & Johnson (1991) bahwa strategi pengelolaan konflik ada karena dipelajari. Lebih lanjut Johnson & Johnson (1991) mengajukan beberapa gaya atau strategi dasar pengelolaan konflik. Perhatian pada diri sendiri jawab atau maupun mengelak orang lain dari berada dalam suatu tingkat isu. Mereka cenderung menarik diri untuk menghindari konflik. Mereka menjauh dari isu yang dapat menimbulkan konflik serta dari orangorang yang terlibat konflik dengannya. Baik tujuan pribadi maupun hubungan dengan orang lain dikorbankan. Kekuasaan diberikan pada orang lain. Cara ini menempatkan nilai yang tinggi untuk orang lain sementara dirinya sendiri dinilai rendah. Biasanya berorientasi pada kekuasaan dan 4. Ini adalah gaya menghindar dari persoalan. Mereka menggunakan segala cara untuk mencapai tujuannya. Gaya ini meremehkan kepentingan orang lain. Mereka tidak peduli akan kebutuhan dan minat orang lain.

Oleh karena itu diperlukan interaksi yang efektif selama beberapa waktu. 5. maka orang lain akan kecewa dan ini menyebabkan rusaknya hubungan. Faktor-faktor lain yang berpengaruh 1. 3. Individu dengan tipe ini menaruh perhatian sangat tinggi terhadap tujuan pribadi maupun kelangsungan hubungan dengan orang lain. Klasifikasi-klasifikasi yang diajukan beberapa ahli di atas. Konflik bisa terjadi karena tujuan dan kepentingan individu menghalangi tujuan dan kepentingan individu lain. dan akibatnya menentukan bagaimana seseorang menyelesaikan konflik. Mereka berusaha berkompromi. Mereka mencari solusi konflik agar kedua belah pihak sama-sama mendapatkan keuntungan. Mereka takut jika konflik berlanjut. Konflik Terlibat Stenberg dan Soriano (dalam Farida. (2) seberapa penting hubungan atau interaksi itu untuk dipertahankan. Mereka merasa bahwa konflik harus dihindari demi keharmonisan dan bahwa orang tidak akan dapat membicarakan konflik tanpa mengakibatkan rusaknya hubungan. seperti Yang dirangkum sebagai berikut. Individu yang menggunakan strategi ini berpendapat bahwa mempertahankan hubungan dengan orang lain jauh lebih penting dibandingkan dengan pencapaian tujuan pribadi. individu harus hidup bersama dengan orang lain dalam periode tertentu. Tiap orang memiliki tujuan pribadi yang ingin dicapai. Konflik dipandang dapat meningkatkan hubungan dengan menurunkan ketegangan antara dua pihak yang terlibat. dan mengintimidasi orang lain. Strategi ini digunakan individu yang menaruh perhatian baik terhadap pribadinya sendiri maupun hubungan dengan orang lain. terhadap Kepribadian pengelolaan Individu konflik.diselesaikan dengan satu pihak yang menang dan pihak yang lain kalah. menghancurkan. mengorbankan tujuannya sendiri dan mempengaruhi pihak lain untuk mengorbankan sebagian tujuannya juga. solusi pertengahan antara dua posisi yang ekstrim. . 1996) berpendapat bahwa gaya pengelolaan konflik seorang individu dapat diprediksi dari karakteristik-karakteristik intelektual dan kepribadiannya. jika diperhatikan tidak benar-benar berbeda. 2. Mereka ingin diterima dan dicintai. Perbedaan yang ada hanya pada istilah yang dipakai namun memiliki pengertian yang hampir sama. Mereka mencapai kemenangan dengan jalan menyerang. yang di dalamnya terdapat keterikatan interaksi. Dalam situasi sosial. Confronting (Konfrontasi). mereka mencoba mempertahankan kelangsungan hubungan dapat memuaskan baik mereka sendiri maupun orang lain. Smoothing (Melunak). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pola Penyelesaian Konflik Johnson & Johnson (1991) menyatakan beberapa hal yang harus diperhatikan bilamana seseorang terlibat dalam suatu konflik. sebagai berikut: (1) tercapainya persetujuan yang dapat memuaskan kebutuhan serta tujuannya. Mereka memandang konflik sebagai masalah yang harus dipecahkan dan solusi terhadap konflik haruslah mencapai tujuan pribadinya sendiri maupun tujuan orang lain. Compromising (Kompromi). 4. Mereka mengorbankan tujuan pribadinya demi mempertahankan kelangsungan hubungan. Dengan solusi yang memuaskan kedua belah pihak.

Pendekatan yang lebih dominan dalam menerangkan perilaku sosial adalah interaksi dan saling mempengaruhinya determinan situasional 4. 1996) karakteristik kepribadian yang terutama berpengaruh terhadap gaya pengelolaan konflik adalah kecenderungan agresifitas. Interaksi Digunakannya pendekatan disposisional saja dalam mencari pemahaman akan perilaku sosial dianggap mempunyai manfaat yang terbatas. Tipe isu tertentu kurang mendukung resolusi konflik yang konstruktif dibandingkan dengan isu . hubungan baik pihak ketiga dengan pihak-pihak yang berselisih dapat melunakkan konflik karena pihak ketiga dapat berperan sebagai 3. need for abasement (kebutuhan untuk menyerah atau tunduk) dan need for order (kebutuhan untuk membuat teratur) cenderung untuk memilih gayagaya pengelolaan konflik yang membuat konflik melunak. Riwayat hubungan menunjuk pada pengalaman sebelumnya dengan pihak lain. dan kemampuan untuk menemukan pola penyelesaian konflik. kecenderungan untuk mengontrol dan menguasai. sikap dan keyakinan terhadap pihak lain tersebut. maka besar kemungkinan konflik akan diselesaikan dengan cara dominasi oleh pihak yang lebih kuat posisinya. orientasi kooperatif dan kompetitif. Situasional Aspek situasi yang penting antara lain adalah perbedaan struktur kekuasaan.Mereka menemukan bahwa subyek dengan skor intelektual yang rendah cenderung menggunakan aksi fisik dalam mengatasi konflik. Sedangkan campur tangan pihak ketiga yang memiliki hubungan buruk dengan salah satu pihak yang berselisih dapat menyebabkan membesarnya konflik. Dari karakteristik kepribadian dapat diprediksi bahwa subyek dengan skor tinggi pada need for deference (kebutuhan untuk mengikuti dan mendukung seseorang). kemampuan untuk berempati. Sebaliknya subyek dengan skor intelektual yang tinggi lebih cenderung untuk menggunakan gaya-gaya pengelolaan konflik yang membuat konflik melunak. Termasuk dalam aspek lingkungan sosial adalah norma-norma sosial dalam menghadapi konflik dan iklim sosial yang mendukung melunaknya konflik atau justru mempertajam konflik. Sebaliknya subyek dengan skor tinggi pada need for autonomy (kebutuhan untuk bebas dan lepas dari tekanan) dan need for change (kebutuhan untuk membuat perubahan) memiliki kecenderungan untuk memilih paling tidak satu gaya pengelolaan konflik yang membuat konflik semakin intensif. lingkungan sosial dan pihak ketiga. Konflik mediator. Apabila satu pihak memiliki kekuasaan lebih besar terhadap situasi konflik. dan Isu disposisional. riwayat hubungan. Sebaliknya. 2. Menurut Broadman dan Horowitz (dalam Farida.

Akan tetapi pada konflik yang destruktif. Pada umumnya. Robbins (1996) mengungkapkan ada beberapa teknik yang bisa dijadikan acuan dalam pemecahan konflik dan perangsangan konflik. Tipe isu seperti ini mengarahkan partisipan konflik untuk memandang konflik sebagai permainan kalah-menang. Selain itu bisa juga jika konflik tentang masalah biasa dipandang sebagai konflik yang bersifat substantif atau dipandang menyangkut harga diri dan kekuasaan. konflik kecil lebih mudah diselesaikan secara konstruktif daripada konflik besar. konflik yang sebenarnya kecil cenderung untuk membesar dan meluas. adalah termasuk tipetipe isu yang cenderung diselesaikan dengan hasil menang-kalah. . Tipe yang lain yang tidak berhubungan dengan hal-hal di atas dapat dipandang sebagai suatu permainan yang memungkinkan setiap pihak yang terlibat untuk menang. seperti berikut.yang lain. Isu yang berhubungan dengan kekuasaan. pemilikan akan sesuatu yang tidak tersedia substitusinya. status. Perluasan ini dapat terjadi bila konflik antara dua individu yang berbeda dianggap sebagai konflik rasial. dan kekalahan. kemenangan.

.

.

konflik terdapat di mana-mana. bisa juga berkadar rendah yang tidak menggunakan kekerasan (non-violent). Bilamana terjadi konflik diantara temanmu atau dengan gurumu. Karena konflik merupakan bagian kehidupan sosial. bagaimana cara penyelesaiannya?Apakah cara penyelesaian tersebut sesuai dengan teori yang dikemukakan di atas?Konflik yang terjadi pada manusia bersumber pada berbagaimacam sebab. Pertentangan dikatakan sebagai konflik manakala pertentangan itu bersifat langsung. sumber konflik sebagaimana dikemukakan oleh beberapa ahli. Pertentangan ini bisa berbentuk pertentangan fisik dan non-fisik. Dengan demikian konflik merupakan bagian dari kehidupan manusia. Begitu sumber konflik yang terjadi antar manusia. Kadang sesuatu yang sifatnya sederhana bisa menjadi sumber konflik bagi kelompok manusia. perubahan sosial terdapat di manamana. selalu diwarnai dua hal. maka dapat dikatakan konflik sosial merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat ditawar. yang bisa berkadar tinggi dalam bentuk kekerasan (violent). (2) setiap masyarakat memperlihatkan konflik dan pertentangan. pendapat. Selain itu. (4) setiap masyarakat dicirikan oleh adanya penguasaan sejumlah kecil orang terhadap sejumlah besar lainnya. faham dan kepentingan di antara dua pihak atau lebih. Konflik dan konsensus. dapat . sehingga sulit itu untuk dideskripsikan secara jelas dan terperinci sumber dari konflik. Empat postulat yang menunjukkan keniscayaan itu. tetapi pada kelompok manusia tertentu ternyata tidak menjadi sumber konflik. Konflik pada dasarnya merupakan bagian dari kehidupan sosial. demikian halnya sebaliknya. (3) setiap unsur dalam masyarakat memeberikan kontribusi terhadap desintegrasi dan perubahan. yang pada umumnya berkembang dari pertentangan non-fisik menjadi benturan fisik. karena itu tidak ada masyarakat yang steril dari realitas konflik. integrasi dan perpecahan adalah proses fundamental yang walau dalam porsi dan campuran yang berbeda. RINGKASAN Manusia sebagai makhluk sosial selalu berinteraksi dengan sesama manusia. yaitu konflik dan kerjasama. adalah: (1) setiap masyarakat tunduk pada proses perubahan. merupakan bagian dari setiap sistem sosial yang dapat dimengerti.F. Hal ini dikarenakan sesuatu yang seharusnya bisa menjadi sumber konflik. Konflik biasanya diberi pengertian sebagai satu bentuk perbedaan atau pertentangan ide. yakni ditandai interaksi timbal balik di antara pihakpihak yang bertentangan. Ketika berinteraksi dengan sesama manusia. pertentangan itu juga dilakukan di atas dasar kesadaran pada masing-masing pihak bahwa mereka saling berbeda atau berlawanan.

ditegaskan bahwa sumber konflik dapat berasal dari dalam dan luar diri individu. konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya. Hasil dari sebuah konflik adalah sebagai berikut: (1) meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (in-group) yang mengalami konflik dengan kelompok lain. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik. (3) perubahan kepribadian pada individu. pengetahuan. (4) kerusakan harta benda dan hilangnya jiwa manusia. yaitu mengendalikan konflik dengan cara tidak saling mengganggu dan saling merugikan. Sedangkan strategi yang dipandang paling efektif. Jika penyelesaian konflik menemui jalan buntu. (2) dengan mediasi (perantaraan). benci. antar individu. golongan atau suku bangsa tertentu. Pengelolaan konflik merupakan cara yang digunakan individu dalam mengontrol. kelompok. misalnya kepentingan individu. masing-masing pihak bisa menunjuk pihak ketiga untuk menjadi perantara yang berperan secara jujur dan adil serta tidak memihak. . dan lain sebagainya. baik terjadi dalam diri seseorang individu. Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. dan (5) dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam konflik. kebutuhan serta perasaan yang terlalu sensitif. dan tidak hanya berkisar pada kepentingan sempit. nilai. Konflik timbul dalam berbagai situasi sosial. Dari luar diri individu misalnya adanya tekanan dari lingkungan. untuk lebih berkonsentrasi pada kepentingan yang luas. antara lain: (1) tujuan sekutu besar. Dari dalam diri individu misalnya adanya perbedaan tujuan. yaitu dengan menggiring pihak-pihak yang berkonflik. dengan menetapkan peraturan yang mengacu pada perdamaian serta diterapkan secara ketat dan konsekuen. yaitu dengan melibatkan pihak-pihak yang berkonflik ke arah tujuan yang lebih besar dan kompleks. persaingan. Misalnya dengan cara membangun sebuah kesadaran nasional yang lebih mantap. keyakinan. konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri. misalnya timbulnya rasa dendam. mengarahkan. dalam hal ini adalah konflik interpersonal. (2) keretakan hubungan antar kelompokyang bertikai. (2) tawarmenawar integratif. organisasi maupun antar negara. Strategi yang dipandang lebih efektif dalam pengelolaan konflik meliputi: (1) koesistensi damai. dan menyelesaikan konflik. serta langkanya sumber daya yang ada. adat istiadat. kelompok. kepandaian. saling curiga dan lain-lain. Dengan dibawa sertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial.

baik Muslim maupun Kristen. melontarkan pendapat yang sama. kini direnggut sudah. Pohon Puleh . meminta dua korban jiwa dan belasan lainnya luka-luka. Mertua saya Nasrani. .Ambon. Cari makan. "Kami berjualan di sini tidak mencari musuh.Beri Penilaian Currently 4. pedagang sepatu dan pakaian.45/5 • 1 • 2 • 3 • 4 • 5 Rating : 4. Bom ketiga yang meledak di sebuah kios. Hanya segelintir pedagang saja yang masih nekad menggelar dagangannya. John Edward. 60 tahun.000 sehari. Larangan itulah yang mencegah Jamal dan kawan-kawannya terus berjualan di lokasi tersebut. Kita tidak berbuat. setelah hampir tiga tahun tidak bisa bertemu. Cari hidup. dan kawan-kawannya untuk tetap berjualan di kawasan itu. 38 tahun. Kalau soal bom. tak lama kemudian Wali Kota Ambon MJ Papilaja mengeluarkan larangan bagi pedagang berjualan di situ. Di antara bangku-bangku kosong yang masih berjajar di atas trotoar mereka hanya duduk-duduk menunggu nasib. di sini. Penghidupan yang baru saja dimulai. tetap berjualan. tidak menggoyahkan niat Jamal. "Soal bom bagi kita biasa saja. Omzet dagangannya bisa mencapai Rp 300. Namun." tutur Jamal.5/5 (276 votes cast) Kategori: SMK Kelas 11. penjual cermin dan alat-alat rumah tangga lainnya. Kita datang hanya untuk cari hidup. lapor saja pada aparat. Tempat ini juga bukan hanya transaksi tapi di sini kita bisa bertemu saudara dan teman-teman. Sekarang nol besar. Saya baru-baru ini saja bisa bertemu mertua saya.2 Sosial Konflik Sosial di Maluku Rekonsiliasi dari Pasar Transaksi PERISTIWA peledakan bom untuk ketigakalinya di lokasi transaksi di Jalan Dr Tamela. Teror demi teror itu tidak menyurutkan nyali Jamal." ujarnya.

Tempat-tempat transaksi itu hanya menempati sepotong ruas jalan. Tarif sekali jalan sekitar Rp 50. digerakkan oleh kebutuhan hidup sehari-hari dan tanpa dikomando. tanpa proyek. Sopir yang diganti boleh saja tetap ikut dalam truk asal pengemudi diganti. angkutan kota. Di lokasi itu para pedagang sayur dari wilayah Kristen mengambil barang dagangannya untuk dijual kembali di wilayah Kristen. pengemudi truk asal Saparua. ruas jalan di Nania. Lokasi transaksi antara pengemudi angkutan dan minyak itu terletak di ujung desa Nania yang porak-poranda dan ditinggalkan sebagian besar penduduknya. Di lokasi pekuburan negeri di Nania. "Di sini harganya jauh lebih murah. Mereka tiap hari menanti truk dan angkutan barang di daerah perbatasan antara wilayah permukiman Muslim dan Kristen.000.Papilaja mengemukakan. Tanpa pemrakarsa. "Sendirian sing bisa.000. mahasiswa. Menurut Papilaja. kompleks PGSD di Pohon Puleh. Di situ anak-anak sekolah. . Sebutlah di ruas jalan Pantai Mardika di depan Hotel Amans. dan penjual berbaur sehingga aparat susah mendeteksi kemungkinan terjadinya gangguan. 23 tahun. Tumbuhnya tempat-tempat transaksi membuka harapan baru bagi masyarakat Ambon yang sampai saat ini masih menjadi titik panas dalam konflik di kepulauan Maluku. masyarakat Muslim dan Kristen Maluku mulai berinteraksi. "Beta sudah empat kali bolak-balik. para pedagang sudah sepakat untuk pindah di ruas Jalan Latuhmahina yang diapit dua pos keamanan. Lokasi-lokasi netral yang bisa diakses oleh Muslim dan Kristen di Ambon amat terbatas.000." kata Agus Patti. Mungkin kalau nekad tidak apa-apa tapi ada risiko. dan Wayame. perpustakaan wilayah. Di tempat-tempat itulah kepercayaan antara kedua komunitas mulai tumbuh dan rekonsiliasi berjalan secara alamiah. Di tengah ketidakpastian dan tarik-menarik kepentingan para pemuka agama dan tokoh-tokoh politik dalam konflik Maluku. Pasar-pasar kaget tempat transaksi antar-pedagang ataupun antara pedangang dan penjual dari komunitas Muslim dan Kristen muncul di sejumlah tempat. atau di kompleks TNI AL di Halong. mengganti posisi pengemudi ketika memasuki wilayah komunitas lain. Satu kilo chili di sini Rp 23. dengan radius sekitar 300 sampai 500 meter. *** KONFLIK sosial di wilayah kepulauan Maluku hampir berlangsung selama tiga tahun tanpa ada tanda-tanda kapan akan berakhir. "Mereka sudah membuat komitmen untuk pindah. wali kota Ambon. Sebagian besar sayur-mayur dipasok dari wilayah Muslim. larangan berjualan di lokasi transaksi itu terpaksa dikeluarkan karena situasi keamanan tidak memungkinkan. Di tempat kami satu kilo bisa mencapai Rp 45. Lokasi transaksi Nania juga dipergunakan untuk jual-beli minyak. Selebihnya adalah wilayah yang tertutup untuk komunitas lain. Seikat sayur di sini Rp 4. di tempat kami Rp 5.000." kata Ny Oliva saat menemui seorang rekannya dari komunitas Muslim." kata Iskandar. Sebutlah kompleks kantor gubernur. kompleks TNI AL di Halong. tiap hari sekitar 30 pengemudi truk dari komunitas Muslim dan Kristen membaur tanpa ada masalah. Di depan Hotel Amans tiap pagi puluhan pedagang sayuran menggelar barang dagangannya sampai tengah hari." ujarnya. Bahkan kadang-kadang mereka beroperasi sampai sore hari. bujang asal Wayami.000. tetapi sangat berarti untuk menghubungkan komunitas Ambon yang terbelah.

dan barang-barang kelontong lainnya. ada orang yang tidak mau konflik ini berakhir dan mereka memperoleh keuntungan dari situ. Pasar kaget muncul di belakang Ambon Plaza. Pasar-pasar kaget bermunculan. Sekarang sudah cukup aman. Kegairahan yang sama terjadi di wilayah masyarakat Muslim. memulai usahanya berjualan sejumlah buku teka-teki silang. telur. alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Darrussalam bahkan memberanikan diri membuka kafe karaokenya di Jalan AY Patti sampai tengah malam."Kami tidak akan melarang. 31 tahun. Sabtu. Akan tetapi. Provokasi demi provokasi itu tidak direspons oleh masyarakat. berjajar para penjual di sepanjang lorong jalan. Tetapi." kata Uztad Ali Fauzi. Pedagang kaki lima bermunculan di sepanjang Jalan Babullah.00 sampai jam 03. Di depan pasar swalayan Citra berubah menjadi pasar kaget yang menyediakan bahan sayur-mayur dan bahan kebutuhan pokok. 13 Agustus lalu terjadi tembakan dan ledakan bom beruntun di Gonzalo. Insiden demi insiden masih saja berlangsung dan tidak jarang membawa korban jiwa.00. sebentar rusuh. *** PASAR transaksi muncul bersamaan dengan peredaan ketegangan yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir." tuturnya. Sepanjang Jalan Pattimura bermunculan warung-warang makan dan kios-kios yang menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari." kata Aliando. pengusaha dan aktivis perempuan di Ambon. Batu Merah. Sejak saat itulah ekonomi Ambon mulai berdenyut kembali. beberapa lembar koran dan tiga eksemplar tabloid Bola. dari sandal jepit. di atas sebuah bangku di Jalan Pattimura. Bermunculan pula kafe-kafe karaoke dan rumah kopi di kaki lima yang beroperasi dari sore hingga lewat tengah malam. Sedangkan sisa-sisa gedung yang rusak di sana-sini dipergunakan untuk tinggal para pengungsi. Dengan modal sekitar Rp 25 juta ia menyulap ruko yang rusak akibat kerusuhan menjadi tempat hiburan. Di lantai dua Ambon Plaza berderet kafe-kafe karaoke yang beroperasi siang hingga sore hari. Sebaliknya kami juga tidak akan menyuruh. Sebentar aman." kata Ny Leila. "Kalau ramai bisa dapat Rp 200. Ketua Umum Badan Immarat Muslim Maluku (BIMM). Semula ia bekerja di sebuah toko sepeda yang habis terbakar pada saat kerusuhan. susu kaleng. masyarakat Ambon mulai jenuh dengan kekerasan yang terjadi terus-menerus sehingga pancingan-pancingan itu tidak mampu menggerakkan masyarakat untuk turun di arena pertempuran. Kini kiosnya penuh dengan berbagai barang. Sepanjang tahun ini pertikaian dalam skala besar tidak terjadi lagi dan makin membaik dalam dua bulan terakhir. Kami serahkan sepenuhnya kepada kemauan masing-masing supaya terjadi hubungan antara kedua komunitas menyangkut kepentingan hidup mereka. "Dulu aman hanya suam-suam kuku. Mereka sudah tahu dan sadar. Aliando Warsito. Mudahmudahan aman terus. Di sela-sela bangunan Pasar Mardika dan Batumerah. 25 tahun. sejumlah pedagang mulai menjajakan barangnya dengan menempati ruko-ruko yang masih berdiri di antara bangunan yang rusak dan hangus terbakar di sepanjang Jalan AY Patti dan Sam Ratulangi.000. Beberapa hari sebelumnya ada orang melempar bom di halaman Gereja Maranatha. obat nyamuk. Ia kemudian menyewa kios yang dibangun oleh Yayasan Rinamakana dan mulai menjual berbagai kebutuhan sehari-hari. Sun Tuanaya. "Masyarakat tidak tertarik lagi untuk perang. Tidak ada minuman berakohol dan tidak ada pekerja . dan sejumlah tempat di Kota Ambon sejak jam 10.

sebagian lagi atap dan kayu-kayunya dijarah. Tidak ada lagi onggokan sampah bergunung-gunung. . itu bukan berarti Ambon sudah aman. Ruas-ruas jalan yang memisahkan antara wilayah Muslim dan Kristen dihalangi dengan barikade-barikade jalan dan dijaga oleh aparat militer dan Brimob yang bersiaga penuh siang-malam. keadaan jauh lebih baik dibanding setahun lalu. dan jalan-jalan relatif bersih. Demikian pula Desa Nania dan Negeri Lama. dan Liang nyaris mati dan sepi pengunjung. Seorang Muslim mesti menempuh jalur dengan menggunakan mobil menuju pangkalan perahu cepat (speed boat) di Laha. Sekarang mau ke mana? Ini satu-satunya jalan. Tempat-tempat wisata pantai yang tersebar di Ambon. nasional. banyak orang mati di sepanjang jalan ini. seperti Pantai Latuhalat. tak satu pun bisa menjamin kekerasan tidak muncul kembali. Depan hotel ini merupakan sepotong jalan aspal sepanjang tidak lebih dari 500 meter yang bisa dilewati oleh kedua komunitas. Selama kerusuhan. kecuali sebagian kecil bangunan di tepi pangkalan perahu cepat. Namun." kata Narto. Satu-satunya hotel di Ambon yang bisa diakses oleh Muslim atau Kristen hanyalah Hotel Amans. Dulu di Ambon banyak tempat-tempat hiburan. Jalan darat hanya mungkin ditempuh dengan pengawalan aparat militer atau polisi.000 sampai Rp 150. setiap orang harus segera mengidentifikasi apakah ia seorang Muslim atau Kristen. Namun. dan kembali menggunakan jalan darat ke pusat Kota Ambon. Sebagian ruko-ruko di sepanjang jalan ini masih kosong. Seorang Kristen harus menempuh perjalanan darat dari Laha ke pangkalan perahu cepat di Tawiri. baru menyambung dengan angkutan darat di pangkalan perahu cepat di Pasar Mardika. melanjutkan perjalanan dengan menggunakan perahu cepat dengan tarif sewa Rp 130. STh mengakui bahwa frekuensi kekerasan di Ambon makin hari makin menurun. Desa Rumah Tiga dan Poka hancur berantakan dan ditinggalkan penghuninya. *** BEGITU mendarat di Bandara Pattimura." kata Tuanaya. Jalur untuk mencapai Kota Ambon berbeda antara jalur Muslim dan Kristen. bau busuk menyengat telah menghilang. "Orang butuh tempat refreshing. karyawan hotel asal Solo. Menjelang petang hari hampir-hampir tidak ada kehidupan ataupun mobil lalu lalang "Hotel ini beberapa kali terkepung dan hampir dibakar. Di kiri kanan jalan-jalan Kota Ambon masih terlihat gedung-gedung yang runtuh dan hangus terbakar. Sebagian rusak.000. Sekat-sekat itu membuat masyarakat Ambon hanya dapat leluasa bergerak dalam radius tidak lebih dari empat kilometer persegi. Wakil Ketua Badan Pekerja Harian Gereja Protestan Maluku (GPM) Pdt L Lohy." kata Lohy. Di kompleks Universitas Pattimura tidak ada gedung yang utuh. Sebagian hangus terbakar. maupun internasional.perempuan di kafe itu. sebagian hangus terbakar. Manuala. Ia mengatakan bahwa status darurat sipil masih dibutuhkan di Ambon namun yang penting bagaimana darurat sipil fungsional untuk menyelesaikan konflik di wilayah itu. Status darurat sipil memungkinkan pemerintah menghadirkan ribuan aparat militer di Maluku tetapi bila status darurat sipil dicabut dan pasukan ditarik. "Masih sangat tergantung situasi politik lokal. sambung dengan perjalanan laut menuju pangkalan perahu cepat di Tapal Kuda. *** AKSI-AKSI kekerasan dan pertikaian antara dua komunitas di Ambon kini jauh mereda namun jalan menuju rekonsiliasi dan pemulihan keadaan masih sangat kabur.

belum mendapatkan legitimasi dari tokoh-tokoh penentu dari dua komunitas. pengaturan kembali kepemilikan dan permukiman. Isu itu. hanya dipergunakan sebagai komoditas politik untuk mendiskreditkan komunitas Kristen. Tokoh-tokoh Muslim menghendaki agar pihak Kristen minta maaf atas peristiwa 19 Januari 1999 dan menuduh keterkaitan antara gerakan separatis Republik Maluku Selatan (RMS) dengan masyarakat Kristen Maluku. Gereja Protestan Maluku (GPM) juga menyatakan tidak ada keterkaitan dengan RMS ataupun Front Kedaulatan Maluku (FKM).Pernyataan senada dikemukakan Uztad Ali Fauzi. gerakan itu masih sangat kecil. tokoh masyarakat Muslim di Ambon. "Tidak ada darurat sipil berarti semua aparat ditarik. Ada keterbatasan baik dari segi jumlah maupun keberanian para hakim. "Dari berbagai pertemuan. Saling tuduh dan saling tuntut di kalangan tokoh-tokoh dari kedua komunitas masih kuat. Beberapa kali pemerintah lokal dan pusat memprakarsai dialog antar-tokoh untuk mencari jalan penyelesaian namun gagal. Muncul pula gerakan rekonsiliasi konflik yang diprakarsai oleh masyarakat. gerakan Baku Bae. investigasi dan penegakan hukum. Kapan konflik di Ambon akan selesai tidak ada orang yang bisa menjawab. Baku Bae bergerak dengan merajut berbagai kelompok masyarakat dari tokoh-tokoh organinsasi non-pemerintah. kata Lohi. Senjata masih cukup banyak ada di tangan masyarakat. agama. bom." ujarnya. konflik dengan sendirinya akan berakhir. baik tokoh-tokoh Muslim maupun Kristen memandang perlu pembentukan tim investigasi dan yang bersalah dihukum. dari masalah pengungsi. apalagi yang beragama lain. Enam ratus senjata standar masih berada di tangan masyarakat. belum termasuk senjata selundupan. dan sejumlah organisasi kecil lainnya." kata Marthen." kata Mahfud. Forum Komunikasi Nusanive-Sirimau (Forkonusi). dan masih perlu bekerja ekstra keras untuk mencapai tujuan mereka. mengemukakan soal penegakan hukum merupakan perkara yang sulit di Maluku. Banyak langkah yang masih harus dilakukan untuk menyelesaikan konflik Maluku. seperti Keluarga Besar Masyarakat Maluku Tenggara (KBMMT). penanganan trauma psikis pada anak-anak dan remaja. juga menyatakan hal yang sama. kita akan mulai membangun dialog untuk melakukan musyawarah. para kapitan perang. masyarakat Muslim selalu mengajukan tuntutan agar pihak Kristen minta maaf atas terjadinya peristiwa 19 Januari 1999. Apalagi di kalangan tokoh-tokoh agama dan elite politik lokal masih belum ada ganjalan untuk mengakhiri konflik itu. Seandainya darurat sipil dicabut. bagaimana bila konflik terjadi. sampai rekonstruksi sosial ekonomi masyarakat dalam jangka panjang. Raja Seith Mahfud Nukulele. Di Ambon. adat. pemuda. dan intelektual. "Penegakan hukum belum dikedepankan di sini karena kalau itu dilakukan. Kalau itu dilakukan. semua orang Maluku mesti masuk penjara. KBMMT telah berhasil mempersatukan kembali masyarakat di Maluku Tenggara dengan pendekatan adat dan kini mencoba berkiprah di Ambon. dan senapan rakitan. . Mereka berencana mengadakan musyawarah rakyat Maluku tahun depan. Marthen L Djali. Baik untuk mereka yang seagama. staf ahli Penguasa Darurat Sipil Daerah Maluku. hanya ada dua hakim yang sulit membuat keputusan. Tuntutan permintaan maaf itu dikesampingkan oleh tokoh-tokoh Kristen. Setelah fase pertama penghentian kekerasan tercapai. Namun. meski suara mereka makin terdengar sumbang di tengah penderitaan masyarakat. Terlepas dari sikap yang bertolak-belakang isu tersebut. Upaya-upaya dialog dan gerakan untuk penyelesaian konflik Maluku bukannya belum dimulai sama sekali.

6 hektar dengan penduduk 9. Penduduk Kampung Randu. Sebagai akibatnya. mencari faktor pendorong. Hanya saja. Desa Harjosari yang menikahkan anak perempuannya dengan menanggap pertunjukan wayang golek. Desa-desa dan kampung-kampung di Jawa Tengah yang sudah sejak puluhan dan bahkan ratusan tahun hidup dalam keharmonisan antar tetangga dan antar desa tersebut dapat berubah total menjadi saling serang dan saling menghancurkan rumah warga desa lain yang dianggap musuhnya. Jawa Tengah. sedikit pemicu saja sudah cukup menyebabkan berbagai konflik sosial. Namun. buruh tani. desa Harjosari." kata Marthen Djali. Serangan pertama dilakukan oleh warga desa Karangmalang terhadap desa Kampung Randu pukul 04:00 WIB dan kedua pukul 07:00 WIB. Dalam kaitan inilah. warga desa Kampung Randu. melainkan juga seluruh desa. ternak dan pakaian ala kadarnya. Tujuan Tujuan utama dari kajian singkat ini adalah untuk mengidentifikasi konflik. Meskipun demikian. Kecamatan Kedungbanteng dan warga Desa Harjosari. Sasaran utama pembalasan ini adalah Sa (34). Meskipun demikian. serta sebagai basis pembuatan peta daerah rawan konflik . KONFLIK ANTAR KELOMPOK DALAM MASYARAKAT KASUS TEGAL Letak Geografi Desa Karangmalang Kecamatan Kedungbanteng dan Desa Harjosari Kecamatan Suradadi terletak di Kabupaten Tegal. Dalam perkelaian tersebut. Kronologi Peristiwa Sebagaimana diberitakan oleh berbagai media massa. (P Bambang Wisudo) Rabu 30 Agustus 2000 Konflik Sosial Kasus Tegal Dan Cilacap PENDAHULUAN Latar Belakang Konflik merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat. harta benda lain dan mungkin juga penghuni sistem sosial tersebut secara keseluruhan. Konflik antar desa di Tegal (Senin. peristiwa amuk massa di Tegal terjadi secara bergelombang. pentungan. sepeda. seorang warga Desa Karangmalang tewas satu jam kemudian dalam perjalanan ke rumah sakit. yaitu warga Desa Karangmalang. yaitu dengan semakin diketahuinya faktor-faktor lokal (indigenious factors). Namun ada pula faktor-faktor di dalam masyarakat yang mudah menyulut konflik menjadi berkobar sedemikian besar. Pemerintah sebagai penanggungjawab keamanan dan ketertiban dalam masyarakat sangat berperan penting dalam menciptakan suasana harmonis antar berbagai kelompok dalam masyarakat. kajian singkat ini ingin diletakkan. mungkin saja mengalami perubahan dengan berlangsungnya waktu. Tewasnya Bugel menimbulkan tindakan pembalasan warga Karangmalang terhadap warga Kampung Harjosari yang mayoritas tidak tahu menahu dan tidak mempunyai kaitan langsung dengan insiden Minggu malam. 6 Juli 2000) hanyalah merupakan contoh betapa hal-hal yang bersifat sangat sederhana ternyata dapat menjadi penyulut timbulnya amuk dan kerusuhan massa yang melibatkan bukan hanya pihak-pihak yang bertikai. dapat pula bersifat terbuka (manifest). sehingga tidak berkembang meluas. pemicu dan penyebab terjadinya konflik yang dampaknya sangat merugikan."Kita harus belajar sabar. sejak terjadinya konflik antar kelompok di Kampung Randu Minggu malam sebenarnya sudah menduga akan terjadi aksi massa yang lebih besar.960 jiwa (824 KK). terdapat katup-katup sosial yang dapat menangkal konflik secara dini. Peristiwanya bermula dari perkelaian antar kelompok kedua desa. Jarak terhadap kota kecamatan kurang lebih 20 kilometer. Ini hanyalah casus belli yang memunculkan konflik terpendam yang berakumulasi secara bertahap. bila pengendalian sosial oleh pemerintah melalui perangkat-perangkat hukumnya tidak berjalan. Ini terjadi pada hari Minggu malam jam 23:00 WIB di dekat rumah Sipon. sebagian besar rumah warga Harjosari yang menggantungkan nafkahnya sebagai petani dan pedagang berubah menjadi lautan api. Dalam suasana sistem sosial masyarakat Indonesia yang sangat rentan terhadap berbagai gejolak ini. Sebagian warga masih sempat menyelamatkan harta benda mereka seperti pesawat televisi. Warga Desa Harjosari yang melihat gelagat berbahaya ini telah mengosongkan rumahnya dan meninggalkan desanya untuk menyelamatkan diri. keduanya di Kabupaten Tegal. Pihak keamanan. Penyelesaian konflik Maluku masih panjang. pemicu-pemicu tersebut bukanlah penyebab utama. Konflik berlangsung sejalan dengan dinamika masyarakat. Metode Pendekatan Data yang digunakan sebagai dasar analisis adalah menggunakan data sekunder dan berbagai berita dari berbagai sumber media massa. Kabupaten Tegal merupakan salah satu kabupaten dari 29 kabupaten dan 6 (enam) kotamadya di Jawa Tengah. Tangan Bugel dibabat hingga putus dengan senjata tajam. Konflik dapat bersifat tertutup (latent). umumnya petani. laporan ini tetap di dasarkan atas data sekunder terbatas dengan pendekatan yang kritis. diupayakan dengan mencermati faktor-faktor setempat yang lebih dominan sebagai penyebab utama (prima causa). Namun aparat keamanan mengaku kebobolan karena aksi tersebut dilakukan oleh ribuan warga Karangmalang. Penyebab utamanya mungkin baru dapat diketahui setelah suatu kajian yang seksama dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Bugel alias Karyono bin Wahid(25). 10 Juli 2000) dan konflik antar kampung di Cilacap (Kamis. Ratusan warga Karangmalang yang sudah melengkapi dirinya dengan berbagai senjata tajam. Kajian yang ditulis dalam laporan ini. pedagang bakulan dan sebagian lagi sebagai tenaga kasar di beberapa kota besar terdekat. Desa Harjosari mempunyai luas 5. maka pengendalian sosial dalam bentuk lain akan muncul dalam masyarakat. Kecamatan Suradadi. bom molotov dan jerigen berisi bensin membakar dan memporakporandakan Desa Harjosari. Jawa Tengah. sehingga memporakporandakan rumah. Pihak keamanan sudah melakukan upaya menutup jalur pintu masuk dari Desa . Sebagaimana berbagai kerusuhan massal yang pernah terjadi sebelumnya.

Hari Kamis (13 Juli 2000) sore. Kawasan hutan jati yang berbatasan dengan Desa Harjosari yang digunakan sebagai jalur penyerbuan ke desa tersebut tetap dijaga ketat. Warga Plikon bergegas menyelamatkan diri. . yaitu Wasrin bin Kramat (27). yaitu Genjo dan Djoko. Pertikaian massal sebelumnya terjadi pada akhir Desember 1999. yaitu Kepolisian Wilayah Tegal. Namun. Sebanyak 8 (delapan) warga Plikon telah ditahan. tempat mengadu permainan. warga Karangmalang juga meninggal pada peristiwa di kampung yang sama. Petugas baru berhasil menguasai keadaan menjelang tengah malam. Tewasnya warga Kebonmanis ini berbuntut panjang. Kampung Kebonmanis di satu pihak dan Kampung Plikon di lain pihak merupakan kampung-kampung di Kabupaten Cilacap. Aksi ini berlangsung sekitar pukul 16:00 WIB hari Kamis (6 Juli 2000). Sebanyak 32 bangunan rumah habis terbakar. Nana Witana (65). Kecamatan Adipala. Kabupaten Tegal. beberapa warga Karangmalang yang sempat menginap di Polres Tegal sebagai saksi menyatakan bahwa tidak pernah terpikir sebelumnya akan membakari rumah warga Harjosari.300 jiwa. termasuk dua adiknya. 8 (delapan) di antaranya diduga sebagai provokator. Sugihartono (24). sebanyak 129 rumah diantaranya dibakar dan 116 rumah lainnya dirusak secara membabi buta dengan tingkat kerusakan berat dan ringan Warga Harjosari yang menyelamatkan diri tetap bertahan di pengungsian hingga Senin (10 Juli 2000). ketiga desa yang bertikai tersebut adalah desa-desa yang berdekatan dan banyak yang mempunyai hubungan keluarga. tersangka yang diduga kuat menusuk dan membabat tangan Bugel telah kabur sekeluarga. Dalam pemeriksaan polisi. bensin dan senjata tajam lainnya. terutama yang berada di tepi jalan. Supardi (23). Ini berkisar 1. Namun pihak keamanan tidak dapat berbuat banyak ketika penyerbuan tersebut dilakukan melalui hutan jati yang langsung menembus Desa Harjosari. Seorang tersangka provokator merupakan perangkat desa setempat dan seorang lagi merupakan pegawai negeri sipil. Untuk mencegah aksi balas dendam perbatasan kedua wilayah ditutup sementara. Memang sulit membayangkan kedua desa bertetangga. seorang perangkat desa yang diduga bertindak sebagai penyandang dana telah ditahan di Polres Tegal. Konflik antar warga ini dipicu oleh Suworyono yang memalak beberapa warga Kampung Plikon yang sedang main lotre. Bupati Tegal bersama Ketua DPRD dan Kapolres setempat berusaha menangkan warga kedua kampung yang bertikai dan mencegah tindakan pembalasan yang sangat merugikan kedua belah pihak. provokasi dari orang-orang tertentu yang dianggap tokoh. Sulyono (25). Namun karena pengaruh hasutan. Dari jumlah tersebut. Warga yang sudah jengkel. KASUS CILACAP Letak Geografi Kampung Sumpin. Warga yang tertangkap tersebut ditahan di Markas Kepolisian Resor Slawi. Kabupaten Cilacap juga merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Tengah yang berlokasi di kawasan pantai selatan Pulau Jawa. Sarono (23). Polisi telah menangkap 11 warga Plikon yang diduga kuat terlibat dalam aksi pembakaran terhadap Suwaryono. Desa Adipala. Mereka adalah Sabar (42).Harjosari dan Karangmalang dan sebaliknya. dari sebanyak 368 rumah di Harjosari. akhirnya mengeroyok Suwaryono. Mereka mendatangi rumah Nana Witana. terjadi bentrokan aparat dengan warga Karangmalang saat polisi menangkap pelaku pembakar rumah dari pintu ke pintu. Sukirno (20) dan Nurhadi (30). Karsidi (25). ANALISIS KEJADIAN Menurut sumber setempat. Mereka membentuk pagar betis untuk memisahkan penduduk dua kampung yang bertikai. 72 orang lainnya dibebaskan. Penolakan warga ini berakhir dengan insiden pemukulan warga Plikon kepada Suwaryono bin Madislam (26). dia bersama warga lainnya akhirnya bergabung dalam aksi amuk massa tersebut. menurut Kepala Desa Harjosari. Mereka tetap bertahan hingga Selasa besok paginya. Hal yang mengherankan. yang segera hadir di tempat. menunggu situasi kampung aman kembali. Bagio (23). parang. Langkah Tindak Lanjut Peristiwa tersebut telah membuat kalang kabut aparat keamanan setempat. sekitar pukul 20:00 WIB menyerang Kampung Plikon. Akibat aksi massa tersebut. Warga yang menjalani pemeriksaan sangat kooperatif dalam menjawab berbagai pertanyaan terutama tentang sejumlah nama yang merupakan penyandang dana untuk membeli bensin atau provokator. Dari sebanyak 89 orang yang ditangkap. Langkah Tindak Lanjut Sebanyak 7 (tujuh) peleton aparat keamanan yang terdiri dari polisi termasuk Brimob dan aparat Kodim Cilacap dikerahkan untuk mengamankan situasi. Sukarjo (27) dan Hadi (22). Hingga Rabu (12 Juli 2000) sedikitnya 75 warga Desa Karangmalang yang diduga sebagai pelaku aksi amuk massa ditangkap aparat kepolisian gabungan dari Kepolisian Resor Slawi dan Kepolisian Wilayah Pekalongan. setelah pemeriksaan yang intensif hanya 17 orang yang resmi berstatus tersangka. Pemalang dan Pekalongan. Korban yang sudah tidak berdaya disiram bensin dan dibakar hingga tewas. Tim Penyidik Polres Tegal mulai memeriksa 300 warga Kampung Randu sebagai saksi. Bersama 16 warga lainnya. Saksi-saksi tersebut diakui sangat kooperatif yang diduga merupakan karakter asli warga setempat. Polisi telah menangkap 5 (lima) warga Desa Harjosari yang diduga melakukan pemukulan terhadap Bugel dan kawankawan. Brimob dari Tegal. Pasukan keamanan sebanyak 300 orang tetap disiagakan di kedua desa yang bertikai. Beberapa warga yang terlibat amuk massa. Kabupaten Cilacap. Saat itu. Mereka tertangkap setelah petugas seharian menyisir kawasan hutan jati sekitar desa. Bantuan juga datang dari Kodim dan Batalyon 407 Slawi. beberapa di antaranya juga menghilang dari desanya. satuan Unit Perintis Sabhara. Semula. Suwaryono yang tidak menerima perlakuan ini memanggil teman-temannya sebanyak sekitar 20 orang. pertikaian antar warga dari kedua desa di Tegal bukan yang pertama kali terjadi. Mereka membakar rumah warga setempat. Ratusan warga Sumpilan dan Kebonmanis yang membawa pentungan. Kepala Desa Karangmalang tidak keberatan warganya ditangkap asal pelaku pembunuhan warga Karangmalang juga diadili. Kronologi Peristiwa Konflik ini melibatkan warga Kampung Sumpian yang didukung warga Kebonmanis melawan warga Kampung Plikon.

sampai batas-batas tertentu. Kerusuhan di Kumai. namun tidak ditindak secara hukum. bahwa pemalakan dalam kaitan ini bukanlah sebab utama terjadinya pembakaran. Kabupaten Tasikmalaya. mengapa orang di kedua kampung itu mudah melampiaskan kemarahan dengan merusak. Sepeda motor Suwaryono juga ikut dibakar. sangat toleran. Perseteruan terselubung antar desa tersebut membuat salah satu kelompok seolah-olah sengaja menciptakan situasi ini untuk menjarah kayu jati. Akibatnya. Perilaku warga Harjosari umumnya baik-baik. Ini tampaknya menimbulkan perasaan jengkel berkepanjangan pada warga lain yang kurang memperoleh akses terhadap sumberdaya hutan jati. pada waktu terjadi serbuan massa Senin dini hari dan berlanjut Senin pagi. Konon. Penegakan hukum seolah-olah tidak berjalan. Selain bertani. Hal-hal yang kurang lebih serupa. Sedangkan dalam kasus kerusuhan di Cilacap. dapat bertikai sedemikian ganas. Kecamatan Kedungbanteng di Kabupaten Tegal adalah kematian Bugel bin Wahid (25). Beberapa contoh di antaranya: Konflik antar warga Kampung Hanja. Nafkah warga tampaknya terbantu oleh lokasi desa yang berbatasan dengan hutan jati Kesatuan Pemangkuan Hutan Wilayah Pekalongan. ekonomi. Kelurahan Kumai Hulu. Kedua desa berjarak kurang lebih 6 (enam) kilometer.000 hingga Rp 200. yaitu sepanjang bulan Juni-Juli 2000. politik dan keamanan. Kusen pintu dan jendela bisa mencapai Rp 100. Kejadian-kejadian tersebut tampaknya berlangsung sejalan dengan adanya sinyalemen persaingan bisnis kayu jati.meskipun secara administratif berbeda kecamatan. sebanyak 116 rumah lainnya mengalami rusak berat dan ringan. Dalam suasana maraknya usaha bahan bangunan . Sebanyak 30 rumah warga Hanja dibakar oleh sekitar 100 orang bertopeng secara bergelombang dalam 4 hari. dengan sedikit banyak perbedaan. hukum. warga Desa Karangmalang. Kabupaten Kotawaringin Barat. Kecamatan Kumai Hulu. Akibatnya. Kalimantan Tengah (Rabu. Cibuntiris dan Sindang Jaya. Tewasnya Suwaryono menyulut aksi balas dendam warga Sumpilan (kampung asal korban) dan kampung Kebonmanis dengan menyerbu rumah warga Kampung Plikon. Penyerangan terhadap warga Kampung Hanja dan Buntiris. Desa Harjosari. dapat dijumpai di daerah-daerah lain. Namun akhir-akhir menjelang terjadinya amuk massa. sebanyak 129 rumah dibakar. konon diawali oleh isu penduduk Kampung Hanja menganut aliran sesat. kecuali bahwa aksi pembakaran korban hingga tewas Suwaryono merupakan korban tewas yang ke 15 dengan modus dibakar dalam peristiwa amuk massa di wilayah Cilacap dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir. penebangan kayu di hutan secara illegal tidak mendapatkan sanksi apapun. tidak banyak yang dapat diungkap dari kejadian ini. sebanyak 32 rumah hangus dimakan api. KESIMPULAN Dari uraian di atas. 5 Juli 2000). dari 368 rumah Kampung Randu yang ada. Kecamatan Suradadi melawan Desa Karangmalang. Daun pintu. Ini hanyalah merupakan pemicu timbulnya kerusuhan yang lebih besar yang berakhir dengan pembakaran rumah warga yang notabene merupakan orang-orang yang masih mempunyai hubungan keluarga antar satu dan lain desa. sebagian warga memperoleh pendapatannya dari berjualan kayu jati yang sudah dibuat bahan bangunan. Senin (10 Juli 2000) dinihari secara bergelombang. Kecamatan Adipala.000 sampai Rp 150. misalnya. keduanya di Kabupaten Cilacap. membakar dan menghancurkan benda-benda yang dianggap milik "musuh". Kecamatan Bojonggambir. Kesan ini muncul ketika terjadi serbuan ke Kampung Randu. dapat laku dijual Rp 175. dapatlah disimpulkan sebagai berikut: Pemicu utama dalam kasus kerusuhan massa di Tegal antara warga Kampung Randu. Mereka gampang diatur. Desa Harjosari. Ini menimbulkan kecemburuan sosial bagi desa-desa di sekitarnya yang lebih jauh dan kurang mempunyai akses terhadap sumberdaya alam tersebut. Akar permasalahan utama dari peristiwa ini belum dapat dikemukakan dalam analisis ini karena belum ada data yang diperoleh. Satu hal sudah jelas. Apakah mungkin ada provokasi dari luar. ulah sekelompok pemuda yang kurang simpatik menyebabkan Kampung Randu seperti dikucilkan oleh warga kampung lain. Tidak ada warga kampung lain satupun yang berniat untuk membantu melerai atau mencegah penyerbu. suka membantu sama lain dan tidak suka kekerasan. Ini misalnya dapat disimak dari berbagai peristiwa konflik sosial yang terjadi kurang lebih hampir bersamaan. meninggalnya salah seorang warga Karangmalang merupakan pemicu bagi pembalasan terhadap warga Harjosari yang dianggap sebagai sumber kerusuhan. Pemicu utama kasus konflik antar kampung di Cilacap yang melibatkan warga Kampung Sumpilan yang didukung oleh warga Kampung Kebonmanis di satu pihak melawan warga Kampung Plikon. Jawa Barat (21-24 Juni 2000).000/buah. Oleh karena itu. suatu jarak yang sangat dekat untuk suatu kawasan desa. dan apakah masyarakat di kedua desa itu mengalami tekanan mental dan beban hidup sehari-hari menjadi mudah meledakkan emosinya. Kedua desa bertetangga sebenarnya merupakan desa yang yang relatif terpencil dan bukan daerah subur. sosial. Dalam kejadian itu dapat ditelusuri secara lebih luas.000/buah. Warga Karangmalang kemudian membalas kematian warganya ini dengan menyerbu Kampung Randu. pada saat yang sama terjadi penjarahan pohon jati di kawasan hutan yang letaknya berbatasan dengan Desa Harjosari. yang bertandang di Desa Harjosari. adalah pemalakan Suwaryono bin Masdilam (26) terhadap warga Kampung Plikon yang berakhir dengan dibakarnya Suwaryono Kamis (6 Juli 2000) malam. membunuh. Desa Harjosari dan Karangmalang merupakan wilayah perbatasan antara Kecamatan Suradadi dan Kecamatan Kedungbanteng di Kabupaten Tegal. Sebanyak 4 (empat) orang tewas dan 2 (dua) . Kedua kasus konflik sosial tampaknya merupakan indikasi semakin rentannya kondisi psikologi. Untuk hal ini kiranya perlu dilakukan kajian yang lebih mendalam melalui kunjungan ke daerah kejadian. Akar permasalahan utama peristiwa ini tampaknya lebih dilandasi oleh persaingan laten antar sebagian warga ke dua desa karena mempunyai akses terhadap sumberdaya alam hutan kayu jati secara illegal.

Muspida setempat perlu melakukan forum komunikasi dengan para warganya dan penyuluhan-penyuluhan sosial tentang berbagai kerugian akibat perselisihan antar desa. Untuk kasus Cilacap. 8 Juli 2000). Namun buruh yang nekad bersama kelompoknya melakukan penyerangan yang berubah menjadi aksi pembakaran rumah di sekitar cukong. Tawuran pemuda di Matraman antara Palmeriam/kayumanis/Tegalan dan Berlan/Kebonmanggis/Manggarai pinggir kali (berkali-kali. karena dihakimi massa yang marah. Kecamatan Babelan. Keributan antar warga Kampung Gabus. 1 (satu) pedagang lainnya meskipun babak belur dapat diselamatkan. kampung Pangkalan tewas tenggelam di kali (Jum’at. juga perlu disosialisasikannya berbagai cara untuk menghindari berbagai kemungkinan provokasi. Kabupaten Manggarai. Desa Kedungpengawas. *end (Kebijakan Publik – Kedeputian Dinamika Masyarakat) . Di samping itu. Sedapat mungkin perlu pula diusahakan kegiatan bersama antar desa yang memungkinkan warga antar desa membina hubungan komunikasi yang positif. Bekasi. Sebanyak 2 (dua) orang korban yang tewas adalah para pedagang tersebut. Nusa Tenggara Timur (Sabtu. Peristiwa ini dipicu oleh aksi tiga pedagang kasur keliling yang disukan menyebarkan roti mengandung virus rabies untuk membuat anjing yang memakannya terjangkit penyakit rabies. Kerusuhan di Ruteng. Desa Srimukti. Dua (2) orang warga Kampung Gabus yang akan melakukan penyerangan ke desa tetangganya. Kecamatan Tambun.rumah warga dibakar massa. Sabtu. Ini dipicu oleh pertengkaran antara buruh dan cukongnya. SOLUSI Tindakan hukum yang jelas dan tegas (law enforcement) terhadap pencurian kayu jati yang "diduga" telah dilakukan oleh sementara penduduk yang bermukim berdekatan dengan hutan jati. alternatif solusi belum dapat kami sampaikan. 14 Juli 2000 dan Sabtu 15 Juli 2000). 15 Juli 2000 dan terakhir 24 Juli 2000). Bekasi dan Kampung Pangkalan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful