P. 1
Sejarah Barcelona

Sejarah Barcelona

|Views: 305|Likes:

More info:

Published by: Emez Hermes Kalumata on Dec 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2014

pdf

text

original

BARCELONA FOOTBALL CLUB

FCB TOMOHON emezhermes@yahoo.com

Berdiri: 1899 Alamat: Avenida Aristides Maillol 8020 Spain Telepon: (+34) 93 496 36 00 Faksimile: (+34) 93 496 37 67 Surat Elektronik: atenciosoci@fcbarcelona.com Laman Resmi: http://www.fcbarcelona.com Ketua: Sandro Rosell Direktur: Antoni Rossich Nama lengkap : Barcelona Foot Ball Club Julukan : Barca, Los Azulgranas Berdiri : 29 Nopember 1899 Stadion : Nou Camp, Barcelona-Spanyol Kapasitas : 98.600 penonton Pelatih : Josep Guardiola

Klub yang mempunyai motto ‘El Barca Es Mas Que Un Club’ ini didirikan oleh 12 orang yang dipimpin Joan Gamper pada tanggal 29 Nopember 1899 di Katalonia. Barcelona merupakan cerminan sikap politik sayap kiri Spanyol, sikap kaum tertindas, sebuah bangsa (Katalonia) yang hanya akan menjadi bagian dari sebuah negara. Melalui Barcelona inilah orang Katalonia ingin menunjukkan kelebihan mereka dari penjajah Spanyol. Terutama jika klub ini berhadapan dengan Real Madrid, yang sejak tahun 1930-an jamannya Jendral Franco merupakan klub favorit pemerintah Spanyol, klub ini mempunyai semboyan ‘Boleh kalah dengan klub lain, asal tidak dengan Real Madrid’. Manuel Vazquez Montalban, seorang penulis terkenal dari Spanyol menyebutkan, Barcelona sebagai senjata pamungkas bagi sebuah bangsa tanpa negara. Karena misi yang dianggap suci oleh orang Katalonia itulah, Barcelona selalu menjaga kemurnian tujuan klub. Mereka tidak mau disamakan dengan klub lain, dan tidak mau tunduk dengan nilai-nilai komersial. Karena itulah sampai sekarang Barcelona merupakan satu-satunya klub yang tidak mengijinkan kostumnya dipasangi iklan. Barcelona merupakan satu-satunya klub di Eropa yang presidennya dipilih oleh pemegang tiket musiman (pendukung paling murni), bukan pula oleh dewan direktur dan bukan pemegang modal. Calon Presiden klub berdebat di televisi, berkampanye mengajukan program layaknya pemilihan Presiden sebuah negara. Klub ini dijuluki ‘Barca’ dan ‘Los Azulgranas’ karena berkostum warna biru dan merah tua, yang konon warna biru merah secara sengaja diambil dari bendera Prancis sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintahan Spanyol di Madrid. Klub ini juga pernah dihuni pemain-pemain kelas dunia seperti: Johan Cruyff, Maradona, Ronald

Koeman, Gary Lineker, Rivaldo, Luis Figo. Ronaldo, dan yang sekarang pemain yang sangat fenomenal yakni Lionel Messi.

Sejarah Singkat
Stadion Gimnasio Sole, 29 November 1899. Sebelas pria dari berbagai kebangsaan menghadiri sebuah pertemuan. Mereka bermaksud menjawab iklan Joan Gamper sebulan sebelumnya yang ingin mendirikan sebuah klub sepakbola di Barcelona. Pengaruh beberapa figur asal Inggris membuat klub tersebut memilih nama Foot-Ball Club Barcelona. Warna merah dan biru konon dipilih karena Gamper terinspirasi warna serupa yang digunakan klub Swiss, FC Basel. Klub itupun lantas menjelma sebagai salah satu klub terdepan di Spanyol. Di bawah kendali Gamper sebagai presiden, Barcelona berkembang. Gelar pertama direngkuh pada 1902 di ajang Copa Macaya. Namun, setelah menjuarai Campeonato de Cataluña 1905, Barcelona kesulitan meraih gelar. Hingga 1925, Gamper menjadi presiden klub dalam lima periode berbeda. Salah satu pencapaian yang tak dilupakan selama kepemimpinan Gamper adalah kemampuan Barça memiliki stadion sendiri. Pada 1922, Barcelona menempati Las Cortes, yang berkapasitas 22 ribu penonton. Kelak, stadion tersebut berkembang lagi menjadi berkapasitas 60 ribu penonton. Stadion yang digunakan saat ini, Camp Nou, mulai digunakan pada 1957 dan merupakan yang terbesar di Eropa karena sanggup menampung 98.772 penonton.

Periode kejayaan prestasi Barça setidaknya tercatat jelas pada 1950-an dan awal 1990-an. Periode pertama mencakup rezim pemerintahan diktator Jenderal Francisco Franco yang memaksa klub mengubah nama menjadi CF Barcelona. Bersama pelatih Fernando Daucik dan Ladislao Kubala, Barcelona sukses meraih lima gelar berbeda. Sejak 1955,

Barcelona memegang rekor impresif karena menjadi satu-satunya klub yang selalu tampil di kejuaraan antarklub Eropa. Pada awal 1990-an, dominasi Barça ditandai dengan era kepelatihan Johan Cruyff, eks pemain dan juga peletak dasar pengembangan bakat pemain muda klub Katalan ini. Cruyff sukses membawa Barça menjuarai gelar Liga Champions pertama pada 1992 dengan menaklukkan Sampdoria, 1-0. Berkat kemenangan itu, Barcelona menjadi salah satu tim yang pernah menjuarai tiga ajang kompetisi antarklub Eropa, setelah sebelumnya pernah menyabet Piala Winners dan Piala UEFA. Musim 2008/09, sejarah terus tertulis ketika anak didik Cruyff, Pep Guardiola, membawa Barcelona sukses memborong tiga gelar sekaligus...

FC Barcelona

FC Barcelona, juga dikenal sebagai Barça, atau juga L’equip blaugrana, adalah sebuah klub olahraga di Barcelona, Katalonia, Spanyol yang terdiri dari klub-klub dalam beberapa cabang olahraga, namun yang paling terkenal adalah sepak bola. Didirikan pada 1899 oleh 12 pemain sepak bola berasal dari Swiss, Inggris, dan Spanyol dibawah pimpinan Joan Gamper. FC Barcelona memiliki motto “Barca bukan hanya sekedar klub” (El Barça, és més que un club) serta memiliki himne yang berjudul “El Cant del Barca” yang diciptakan oleh Jaume Picas and Josep Maria Espinàs. FC Barcelona benar-benar dimiliki dan dioperasikan oleh para suporternya. Stadion utamanya berada di Camp Nou, Barcelona. Kemenangan 3-1 atas team Manchester United di final Europa Champions League 2010/2011di stadion Wembley disambut berbagai komentar tentang kehebatan team ini. Disebut sebagai team dengan permainan terbaik di jagat, permainan tikitaka dari pemain pemain Barcelona dari seluruh lini membuat permainan sepak bola enak untuk ditonton.. Kemampuan menguasai bola, kerjasama team dan penempatan posisi yang brilian membuat enak dinikmati. Bermaterikan 7 pemain binaan dari akademi Lamasia dan mengusung permainan atraktif membuat dunia tersihir. Rentetan prestasi spektakuler FC Barcelona dimulai pada tahun 19901994. Pada tahun-tahun itu FC Barcelona yang disebut the dream team memenangi 4 piala liga spanyal, 1 piala liga champion, piala Winnwer Cups, 1 piala Copa del rey, dan 3 piala super spanyol. Pemain-pemain FC Barcelona era ini diantaranya adalah Josep Guardiola, José Mari Bakero, Txiki Begiristain, Goikoetxea, Ronald Koeman, Michael Laudrup, Romário, Gheorghe Hagi, and Hristo Stoichkov.

Kedatangan Frank Rijkaard (Franklin Edmundo Rijkaard) tahun 2003 membuat era baru di Fc Barcelona. Frank Rijkaard yang merupakan bagian dari total football Belanda (juara eropa 1988) dan the dream team AC Milan (1988-1995) datang di tengah-tengah kompetisi yang sudah berjalan separo. Frank Rijkaard menjauhkan Fc Barcelona dari papan bawah, dengan meminjam Edgar Davids (Edgar Steven Davids) dari Fc Juventus Frank Rijkaard mampu menaikkan posisi Barcelona di daftar klasemen pada musim 2004/2005 dan 2005/2006 Frank Rijkaard membawa Barcelona menjadi juara La Liga. Era Frank Rijkaard pemainpemain Fc Barcelona diantaranya adalah (Ronaldo de Assis Moreira) Ronaldinho, (Anderson Luís de Souza) Deco, Ludovic Giuly, Rafael Márquez (Rafael Márquez Álvarez), Samuel Eto’o, Juliano Balleti, Carles Puyol (Carles Puyol i Saforcada), Xavi Hernandes (Xavi Hernandes Creus) Viktor Valdes, Lionel Messi (Lionel Andres Messi). Di musim kompetisi 2006-2007 permainan team Frank Rijkaard sebenarny tidaklah jelek2 amat, tetapi kegagalam meraih gelar di liga domestic menyebabkan kontrak Frank Rijkaard tidak diperpanjang. Selama melatih Barcelona Frank Rijkaard memberikan 2 gelar La Liga, 2 gelar super Spanyol dan 1 gelar Liga Champion Europa. Tahun 2008 Frank Rijkaard digantikan oleh Josep Guardiola. Josep Guardiola yang sebelumnya adalah pelatih team B dari FC Barcelona, masih menggunakan pemain-pemain Frank Rijkaard sebagai tulang punggung team. Josep Guardiola menambah Erik Abidal di bek kiri mengantikan Giovanni Van Bronckhorst (Giovanni Christiaan Van Bronckhorst) dan Dani Alves menggantikan Gianluca Zambrota disektor kanan dan Seydu Keita serta Aliaksandr Hleb (Aliaksandr Paulavic Hleb) di tengah. Josep Guardiola juga menaikkan pemain-pemain dari Barcelona B yaitu Sergio Busquets, Pedro Rodrigues, dan tetap

mempertahankan Bojan Krkic. Tahun pertamanya melatih team senior Josep Guardiola membuat prestasi yang sangat spektakuler, 6 piala dalam satu musim. Sampai tahun 2011 ini pep masih menggunakan hasil didikan akademi Lamasia sebagai tulang punggung teamnya dan sejauh ini hasilnnya spektakuler. Setalah menjuarai Liga Champions di tahun 2011 team Josep Guardiola di nilai sebagai team terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Salah satu indikatornya adalah Barcelona tidak pernah bermain bertahan di stadion manapun, selalu tampil menyerang dan menguasia ball posesion lebih dari 65% sepanjang musim. Lebih jauh pembicaraan tentang Fc Barcelona ini kita fokuskan pada tiga tahun terakhir, semenjak di pegang oleh Josep Guardiola. Tahun 2008/2009 enam piala dalam satu musim, 2009/2010 dua piala dan 2010/2011 telah memenangkan 2 piala utama dari 3 piala yang di perebutkan. Selama tiga tahun pasukan pep berahsil memenangkan 7 pertandingan dari 8 pertandingan final (1 piala Super Eropa, 1 piala Intercontinental, 2 Piala Super Spanyol, 1 piala Copa del rey dan 2 Piala liga Champions Eropa) Konsistensi seperti itu menunjukkan kekuatan mental dari Fc Barcelona yang luar biasa. Tidak pernah ada komentar miring dari Fc Barcelona terhadap lawan yang akan dihadapi baik melawan team yang biasa2 saja ataupun melawan team yang sudah mempunyai nama besar. Komentar yang terlontar selalu berupa respek terhadap lawan. Hal inilah yang membuat team ini selalu mempunyai semangat juang yang tinggi. Kerendahan hati. Visca Barcelona.

La Masia

Cerita tentang La Masia diawali oleh kedatangan Rinus Michels (Marinus Jacobus Hendricus Michels) pada tahun 1971 dan Johan Cruijff (Hendrik Johannes Cruijff) tahun 1973 merupakan era baru dari Barcelona, menjadikan FC Barcelona sebagai salah satu klub sepak bola yang mengusung gaya sepakbola total football. Tahun 1979 Josef Nunes presiden FC Barcelona menyetujui konsep pembinaan peamin muda yang diadopsi dari akademi sepakbola Ajax Amsterdam yang diajukan oleh Johan Cruijff. Hasil akademi ini adalah tahun 1988 pemain tengah Guillermo Amor, melakukan debutnya untuk team senior FC Barcelona. Keberhasilan Barcelona sejauh ini menurut pengamatan tidak lepas dari peran akademi La Masia yaitu akademi pembinaan usia dini di Fc Barcelona. Prestasi lainya dari akademi Lamasia adalah menulangpunggungi team nasional sepakbola Spanyol merebut Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010. Diluar pemain pemain yang masih merumput di Fc Barcelona La Masia masih menghasilkan alumninya yang luar biasa, diantaranya adalah Cesc Fabregas yang menjadi kapten FC Arsenal, Frans Merida di Fc Atletico Madrid, Ivan de Lavena di Fc Espanyol, Mikel Arteta di Fc Everton Pepe Reina di Fc Liverpol. Pada tahun 2010 pemilihan pemain terbaik dunia merupakan panggung khusus buat La Masia, akademi La Masia menempatkan Leo Messi diperingkat 1, Andres Iniesta di peringkat 2 dan Xavi Hernandes di peringkat 3.

La Masia 2011

Tanggal 13 Juni 20011 halaman La Masia begitu ramai malam itu, pemain-pemain muda penghuni La Masia, pemandu bakat, pelatih, dan direktur Barcelona hadir di sana. Mereka melakukan pesta barbeku sebagaimana tradisi tahunan setelah kompetisi berakhir. Namun, kali ini situasinya lebih istimewa. Salah satunya disebabkan kehadiran Presiden Barcelona Sandro Rosell. Ini adalah pesta barbeku terakhir di La Masia. Mulai musim depan, rumah batu yang dibangun pada 1702 tersebut tidak lagi menjadi asrama bagi para pemain junior. Semuanya telah disentralkan di Ciutat Esportiva Joan Gamper, Sant loan Despi. Sant Joan Despi memang memiliki fasilitas yang sangat lengkap dan canggih. Di antaranya, lima lapangan rumput, empat lapangan artifisial, paviliun olahraga,grandstan di lapangan 1, tiga gymnasium, dua ruang pers, empat ruang kesehatan, satu ruang ganti, serta arena latihan yang berbeda antara kiper dan latihan teknis. “Di tempat baru itu, semangat La Masia tetap akan dijaga. Hanya, kami pindah ke lokasi dengan fasilitas yang lebih baik. Perpaduan antara tradisi dan masa depan,” kata Carlos Folger, direktur La Masia, sebagaimana dilansir El Mando Deportivo. Pra musim 2011-2012 Barcelona pada pra musim ini belum bias menampilkan banyak pemain senior diantaranya Mascherano,.Messi atapun juga sanches yang baru di rekrut dari udinese, pada pra musim ini squad Barcelona di dominasi oleh lulusan La Masia, melawan Hajduk Split di stadion Poljud pemain yang diturunkan dari hasil didikan La Masia adalah Valdes, Dalmau, Armando, Fontas, Lobato, Jonathan dos Santos, Thiago, Carmona, Balliu, Rosell, Busquet, Riverola, Iniesta, Cuenca, Soriano dan Jeffrenkembali tiki taka

menunjukkan dominasi pengusaan bola meskipun hasil pertandingan adalah 0-0. Pada piala Audi cups 2011 Barcelona mengalahkan Bayern dengan skor 2-0, di final, pada hari Kamis (28/7) dini hari. Pada kejuaraan ini Barcelona yang menurunkan pemain-pemain muda seperti Andreu Fontas Prat, Jonathan Dos Santos dan Thiago Alcantara Jonathan Soriano mampu merepotkan pertahanan Bayern sejak menit pertama. Dua gol yang di cetak oleh Thiago. Barcelona gagal memperoleh kemenangan pada laga perdana pramusim di Amerika Serikat setelah dalam partai uji coba pagi tadi berhasil dikalahkan oleh Manchester United dengan skor tipis 1-2. Guardiola memberikan kesempatan lebih banyak pada pemain muda Barca untuk bermain, Armando, Cuenca, Riverola, Espinosa, Balliu, Thiago, Jonathan. Kiper Manchester United tidak bereaksi ketika tendangan dari luar kotak pinalti yang dilakukan Thiago menembus gawangnya, meskipun hasil akhir barca kalah 1-2 dari united tapi tiki taka mampu mendominasi penguasaaan bola. Jangan pula di lupakan lulusan La Masia ada yang mencoba peruntungan di klub lain yaitu Oriel Romeru di Chelsea, Bojan di Roma, Jefren di Sporting Lisbon, selain juga Giovani dos santos di Racing Sentander, serta si anak hilang Cecs Fabregas di Arsenal Awal tahun (1899-1908) Iklan di Los DeportesOn 22 Oktober 1899 Joan Gamper sebuah iklan ditempatkan di Los Deportes menyatakan keinginannya untuk membentuk sebuah klub sepakbola. Sebuah respon positif menghasilkan pertemuan di Sole Gimnasio pada tanggal 29 November. Dihadiri sebelas pemain: Gualteri Liar, Lluís d'osso, Bartomeu Terradas, Otto Kunzle, Otto Maier, Enric Ducal, Pere Cabot, Josep Llobet, John

Parsons, dan William Parsons. Akibatnya Foot-Ball Club Barcelona lahir. Beberapa klub sepak bola Spanyol lainnya, terutama Madrid Real Athletic Bilbao, juga memiliki pendiri Inggris, dan sebagai akibatnya mereka pada awalnya mengadopsi nama bergaya Inggris. Joan Gamper digunakan masa lalunya untuk membentuk tim. Sebelum membentuk klub ini, ia bermain untuk klub Swiss, FC Basel dan seperti FC Zurich. Bahkan dengan membentuk warna dan puncak dari FC Barcelona, ??ia melihat kembali masa lalunya klub. Dia mengambil warna Basel dan suku cadang untuk puncak untuk membentuk klub barunya. FC Barcelona dengan cepat muncul sebagai salah satu klub terkemuka baik Catalonia dan Spanyol saat mereka berkompetisi di kedua de yang Catalunya Campionat dan Copa del Rey. Pada tahun 1901 mereka memenangkan piala pertama mereka ketika mereka memenangkan Copa Macaya dan pada tahun 1902 mereka juga bermain di Copa del Rey pertama final, kalah 2-1 ke Club Vizcaya. Dengan Gamper di segel (1908-1923) Pada tahun 1911 Joan Gamper menjadi presiden klub untuk pertama kalinya. Gamper mengambil alih kepresidenan sebagai klub berada di ambang lipat. Klub tidak memenangkan apa-apa sejak Campionat de Catalunya tahun 1905 dan keuangannya menderita sebagai hasilnya. Gamper kemudian presiden klub pada lima kesempatan terpisah antara tahun 1908 dan 1925 dan menghabiskan 25 tahun di helm. Salah satu prestasi utamanya adalah untuk membantu Barca mendapatkan stadion sendiri. Pada tanggal 14 Maret 1909, itu pindah ke Carrer Industria, sebuah stadion dengan kapasitas 6.000. Gamper juga meluncurkan kampanye untuk merekrut anggota klub lebih dan 1922

klub memiliki lebih dari 10.000. Hal ini menyebabkan klub bergerak lagi, kali ini untuk Corts Les, yang diresmikan pada tahun yang sama. Stadion ini memiliki kapasitas awal 20.000, kemudian diperluas ke 60.000 mengesankan. Gamper juga direkrut Paulino Alcantara, klub sepanjang waktu top-skorer dengan 356 gol, dan pada 1917 diangkat sebagai manajer Jack Greenwell. Ini melihat keberuntungan klub mulai meningkatkan di lapangan. Selama era Gamper FC Barcelona memenangkan sebelas Campionat de Catalunya, enam Copa del Rey dan empat Coupe de Pyrénées dan menikmati zaman pertama keemasannya. Serta Alcantara tim Barca di bawah Greenwall juga termasuk Sagibarbá, Ricardo Zamora, Josep Samitier, Félix Sesúmaga dan Franz Platko.

Rivera, Republik dan Perang Sipil (1923-1939) Di tengah dari 20 yang mulia itu, Barca menderita non-olahraga konflik yang untuk menandai dekade berikutnya. Pada 14 Juni 1925, selama kediktatoran Primo de Rivera, kerumunan di sebuah pertandingan untuk menghormati Catalan Orfeo mencemooh Maret Royal dan sebagai pembalasan tanah ditutup selama enam bulan, kemudian dikurangi menjadi tiga, dan dipaksa Gamper menyerah kepresidenan klub. Pendiri klub, setelah masa depresi disebabkan oleh masalah pribadi dan uang melakukan bunuh diri pada tanggal 30 Juli 1930. Meskipun mereka terus memiliki pemain yang berdiri dari Josep Escola, klub sekarang memasuki masa penurunan, di mana konflik politik dibayangi olahraga seluruh masyarakat. Barca menghadapi krisis pada tiga bidang: keuangan, sosial, dengan jumlah anggota yang terusmenerus, dan olahraga, di mana walaupun tim memenangkan

Campionat de Catalunya di 1929-30, 1930-31, 1931-32, 1934-34, 1935 36 dan 1937-38, sukses di tingkat Spanyol menghindari mereka. Sebulan setelah perang sipil dimulai, sayap kiri Barca Josep Sunol presiden i Garriga (alias Josep Sunyol) dibunuh oleh tentara Franco dekat ke Guadalajara. Pada tahun 1937, tim sedang tur di Meksiko dan Amerika Serikat di mana tim itu diterima sebagai seorang duta besar dari Republik Spanyol Kedua pertempuran. Selain itu, terbukti penghematan keuangan klub, juga mengakibatkan setengah tim mencari pengasingan di Meksiko dan Perancis. Pada 16 Maret 1938 kaum fasis menjatuhkan bom di klub sosial klub dan menyebabkan kerusakan serius. Beberapa bulan kemudian, Barcelona berada di bawah pendudukan fasis dan sebagai simbol dari Catalanism 'disiplin', klub, sekarang turun hanya 3.486 anggota, sedang menghadapi sejumlah masalah serius. C. de F. Barcelona (1939-1974) Klub perisai selama kediktatoran Franco. Setelah Perang Saudara Spanyol, bahasa Catalan dan bendera yang dilarang dan klub sepak bola dilarang menggunakan non-Spanyol nama. Tindakan ini menyebabkan klub memiliki nama secara paksa berubah ke Club de Futbol Barcelona dan penghapusan Catalan bendera dari klub perisai. Selama era Franco salah satu dari sedikit tempat yang bisa diucapkan Katalan bebas berada di dalam stadion klub. Pada tahun 1943, di Les Corts, untuk leg pertama semi-final Copa del Rey melawan Real Madrid, hasilnya adalah kemenangan 3-0 untuk Barca. Sebelum leg kedua, pemain Barcelona yang mengancam untuk mengunjungi ruang ganti dari direktur Franco keamanan negara. Dia 'mengingatkan' mereka bahwa mereka hanya bermain karena 'kemurahan hati rezim'. Sisi Madrid menang bahwa permainan 11-1.

Meskipun situasi politik yang sulit, CF Barcelona menikmati kesuksesan besar selama 1940-an dan 1950-an. Pada tahun 1945, dengan Josep Samitier sebagai pelatih dan pemain seperti César, Ramallets dan Velasco, mereka memenangkan La Liga untuk pertama kalinya sejak 1929. Mereka menambahkan dua gelar lagi pada 1948 dan 1949. Pada tahun 1949 mereka juga memenangkan Copa Latina pertama. Pelatih Fernando Daucik dan Ladislao Kubala, dianggap oleh banyak orang sebagai pemain terbaik yang pernah klub, terinspirasi tim untuk lima piala yang berbeda termasuk La Liga, Copa del Generalísimo, yang Copa Latina dan Copa Eva Duarte pada tahun 1952. Pada tahun 1953 mereka membantu klub memenangkan La Liga dan Copa del Generalísimo lagi. Klub juga memenangkan Copa del Generalísimo pada tahun 1957 dan Piala Fairs tahun 1958. Dengan Helenio Herrera sebagai pelatih, Luis Suárez muda, Pemain Terbaik Eropa Tahun pada tahun 1960, dan dua Hongaria berpengaruh direkomendasikan oleh Kubala, Sándor Kocsis dan Zoltán Czibor, tim memenangkan ganda nasional lainnya pada tahun 1959 dan La Liga / Piala Fairs pada tahun 1960. Pada tahun 1961 mereka menjadi klub pertama yang mengalahkan Real Madrid di pertandingan Piala Eropa, dengan demikian mengakhiri monopoli mereka dari kompetisi. 1960-an kurang berhasil untuk klub, dengan Real Madrid dan Atletico Madrid memonopoli La Liga. Penyelesaian Nou Camp, selesai pada tahun 1957, berarti klub itu sedikit uang untuk membeli pemain baru. Namun dekade juga melihat munculnya Josep Fuste dan Carles Rexach dan klub memenangkan Copa del Generalísimo pada tahun 1963 dan Piala Fairs tahun 1966. Barça dipulihkan beberapa kebanggaan dengan mengalahkan Real Madrid 1-0 di Copa del 1968

Generalísimo final di Bernabeu itu. Klub berganti nama resmi kembali ke Futbol Club Barcelona pada tahun 1974.

Cruijff (1974-1978) Musim 1973/74 melihat kedatangan legenda baru Barca - Johan Cruijff. Sudah pemain didirikan dengan Ajax, Cruijff cepat menang atas fans Barca ketika dia kepada pers Eropa ia memilih Barca atas Real Madrid karena dia tidak bisa bermain untuk klub terkait dengan Franco. Dia lebih jauh disenangi dirinya sendiri ketika ia memilih nama Catalan, Jordi, untuk putranya. Dia membantu klub memenangkan La Liga untuk pertama kalinya sejak tahun 1960, sepanjang jalan mengalahkan Real Madrid 5-0 di Bernabeu itu. Dia juga dinobatkan pemain terbaik Eropa Tahun sementara di klub. Tahun-tahun stabilitas (1978-1988) Josep Lluís Núñez terpilih sebagai presiden dari FC Barcelona pada tahun 1978. Tujuan utamanya adalah untuk membangun Barca sebagai klub olahraga kelas dunia dan untuk memberikan stabilitas keuangan klub. Piala Pada tahun 1979 dan 1982 klub memenangkan dua dari empat Piala Eropa Winners 'menang dalam era Núñez. Pada tahun 1982 Diego Maradona ditandatangani dengan biaya rekor dunia dari Boca Juniors. Namun kali dengan Barca berumur pendek dan tidak berhasil dan ia segera berangkat ke Napoli. Pada awal musim 1984/85, Terry Venables dipekerjakan sebagai manajer dan ia memenangkan La Liga dengan menampilkan bintang oleh gelandang Jerman Bernd Schuster. Musim

berikutnya, ia membawa tim untuk kedua final Piala Eropa, hanya kalah adu penalti untuk Steaua Bucuresti. Setelah Piala Dunia 1986, Inggris Gary Lineker pencetak gol terbanyak ditandatangani bersama dengan kiper Andoni Zubizarreta tetapi tim tidak bisa mencapai kesuksesan sementara Schuster dikeluarkan dari tim. Terry Venables kemudian dipecat pada awal musim 1987/88 dan diganti dengan Luis Aragones. Musim itu selesai dengan pemberontakan para pemain terhadap presiden Núñez dikenal sebagai Motin del Hesperia dan kemenangan 1-0 di Copa del Rey final melawan Real Sociedad. The Dream Team (1988-1996) Pada tahun 1988 Johan Cruijff kembali ke klub sebagai manajer, perakitan Tim yang disebut Dream, dinamai setelah tim basket AS yang dimainkan di Olimpiade 1992 diselenggarakan oleh Barcelona. Dia memperkenalkan pemain seperti Josep Guardiola, José Mari Bakero, Txiki Beguiristáin, Jon Andoni Goikoetxea, Gheorghe Hagi, Ronald Koeman, Michael Laudrup, Romario dan Hristo Stoichkov. Tim ini memenangkan La Liga empat kali berturut-turut 1991-1994. Mereka mengalahkan Sampdoria di kedua final Piala UEFA tahun 1989 Piala Winners dan Piala Eropa 1992 final di Wembley. Mereka juga memenangkan Copa del Rey di tahun 1990, Piala Super Eropa pada tahun 1992 dan tiga Supercopa de España. Dengan 11 piala, Cruijff menjadi manajer klub yang paling sukses hingga saat ini. Dia juga menjadi manajer terlama klub. Namun, dalam dua musim terakhir, dia gagal menang piala dan jatuh dengan presiden Núñez, sehingga keberangkatan Cruijff itu.

Menjelang abad ini (1996-2000) Cruijff sempat digantikan oleh Bobby Robson yang mengambil alih klub untuk musim 1996/97 tunggal dalam. Ia dikutip mengatakan, "Catalonia adalah negara dan FC Barcelona tentara mereka". Dia merekrut Ronaldo dari klub sebelumnya, PSV Eindhoven dan menyampaikan treble cangkir memenangkan Copa del Rey, Piala Winners UEFA dan Supercopa de España. Meskipun berhasil, Robson hanya pernah dilihat sebagai solusi jangka pendek, sementara menunggu klub Louis van Gaal untuk menjadi tersedia. Seperti Maradona, Ronaldo hanya tinggal waktu yang singkat dan dia pergi untuk Inter Milan. Namun, pahlawan baru seperti Luis Figo, Giovanni Silva De Oliveira, Patrick Kluivert, Luis Enrique Martínez dan Rivaldo muncul dan tim memenangkan Copa del Rey / La Liga ganda pada tahun 1998. Pada tahun 1999 klub yang merayakan 'centenari' dengan memenangkan gelar La Liga, dan dengan memiliki bintang yang Rivaldo menjadi pemain keempat Barca akan diberikan Eropa Pemain of the Year. Meskipun keberhasilan dalam negeri, kegagalan untuk meniru kesuksesan Real Madrid di Liga Champions mengarah ke van Gaal dan Núñez mengundurkan diri pada tahun 2000. Gaspart itu penurunan periode (2000-2003) Keberangkatan di Nunez dan Van Gaal bukan apa-apa dibandingkan dengan Luís Figo. Serta wakil kapten klub, Figo telah menjadi pahlawan kultus dan dianggap oleh Catalans untuk menjadi salah satu dari mereka sendiri. Jadi para fans Barca yang putus asa oleh keputusan Figo untuk bergabung saingan berat Real Madrid dan selama kunjungan berikutnya ke Nou Camp Figo diberi resepsi sangat bermusuhan, termasuk satu kesempatan ketika kepala babi dilemparkan ke dia dari

kerumunan. Tiga tahun ke depan melihat klub di penurunan dan manajer datang dan pergi, termasuk mantra kedua pendek oleh Louis van Gaal. Gaspart tidak mengilhami keyakinan di luar lapangan baik dan pada 2003 dia dan Van Gaal mengundurkan diri. Era saat ini (2003-sekarang) Setelah kekecewaan era Gaspart, kombinasi muda presiden baru Joan Laporta dan seorang manajer baru muda, Belanda dan mantan bintang AC Milan Frank Rijkaard, melihat klub memantul kembali. Selama waktu ini Barca mendapat tagline baru: Blaugrana Al Vent, yang dalam Katalan, bahasa resmi Catalonia, berarti "Si Biru dan Merah, Mengalir in the Wind". Di lapangan, masuknya pemain internasional berbakat, termasuk Ronaldinho, Deco, Ludovic Giuly, Samuel Eto'o, Rafael Márquez dan Giovanni van Bronckhorst dikombinasikan dengan pemain inti Catalonian rumah tumbuh seperti Carles Puyol, Andres Iniesta, Xavi, dan Víctor Valdés. Hasilnya adalah mengembalikan klub untuk sukses. Pada musim 2004/05, Barca telah menang 3-0 atas saingan sengit Real Madrid di Nou Camp dan lain menang 2-0 vs Valencia di stadion rumah mereka, Mestalla. Dalam Liga Champions 2004-05 Barca tersingkir oleh Chelsea FC 5-4 di agregat. Leg pertama memulai persaingan antara kedua klub setelah manajer Chelsea Jose Mourinho mengatakan bahwa dia telah melihat wasit Anders Frisk mengundang manajer Barca Frank Rijkaard masuk ke kamarnya di setengah waktu. Sebagai hasil dari klaim ini, Frisk mengumumkan pensiun langsungnya, mengutip ancaman dibuat untuk keluarganya. Meskipun kehilangan berjuang keras dari Liga Champions, Barca dimahkotai juara La Liga, dan bintang Ronaldinho dan Eto `o terpilih sebagai pertama dan ketiga dalam

Pemain Dunia FIFA Tahun penghargaan. Barca juga memenangkan Supercopa de España, dengan kemenangan atas Real Betis. Musim 2005-06 telah menjadi puncak pemerintahan Laporta sejauh ini. Pada bulan November 2005 Barca mengalahkan Real Madrid 3-0 di Stadion Santiago Bernabéu dalam pertandingan di mana Ronaldinho sangat mengesankan bahwa setelah kedua, dan gol ketiga Barca adalah penggemar Real Madrid merasa terdorong untuk bertepuk tangan padanya. Pertandingan ini juga memberikan manajer Barca Frank Rijkaard kemenangan kedua di stadion Real Madrid, membuatnya manajer Barca pertama yang memenangkan sana dua kali. Barcelona pergi untuk memenangkan kejuaraan La Liga dengan mudah, serta Supercopa de España dengan kemenangan atas rival Catalan Espanyol. Dalam Liga Champions musim itu, Barca mengalahkan Chelsea FC 2-1 di Stamford Bridge dalam laga yang melihat debut internasional Lionel Messi. Di semi-final kompetisi Barca mengalahkan AC Milan 1-0 agregat, di San Siro, dan melanjutkan untuk mengalahkan Arsenal FC untuk memenangi final pada 17 Mei 2006. Trailing 1-0 untuk tim Inggris, dengan kurang dari 15 menit lagi, mereka kembali untuk menang 2-1, untuk meraih kemenangan pertama klub Liga Champions dalam 14 tahun. Kemenangan ini memicu adegan kegembiraan dari fans Barcelona dengan gembira merayakan culérs dalam adegan yang jelas dari La Rambla dan anggota klub penggemar Barca berpesta di Plaza de Cibeles di Madrid dan di seluruh dunia. Untuk musim 2006/07, FC Barcelona itu diperkuat dengan kedatangan Eidur Gudjohnsen, Gianluca Zambrotta, Lilian Thuram dan kembalinya Javier Saviola.

Mereka mengambil bagian dalam FIFA Club World Cup 2006, membuat ke final melawan Internacional, hanya untuk dipukuli oleh tujuan akhir.. Meskipun menjadi favorit dan mulai kuat, Barcelona selesai 2006-07 di tempat kedua. Sebuah pra-musim tur AS kemudian dipersalahkan karena serangkaian cedera pemain kunci, termasuk Eto'o pencetak gol terbanyak dan meningkatnya bintang Messi. Ada perseteruan terbuka sebagai publik Eto'o mengkritik pelatih Frank Rijkaard dan Ronaldinho. Ronaldinho juga mengakui bahwa kurangnya kebugaran terpengaruh bentuknya. Di La Liga, Barca berada di tempat pertama untuk sebagian besar musim ini, sementara saingan berat Real Madrid enam poin di belakang dan di urutan keempat. Namun Barca mulai bermain tidak konsisten setelah Januari, sementara bentuk Madrid ditingkatkan dalam periode yang sama. Pada tanggal 12 Mei 2007, Real Madrid memimpin liga untuk pertama kalinya sepanjang musim dengan mengalahkan Espanyol 4-3, kembali dari defisit 1-3 babak pertama. Minggu setelah Madrid menang pertempuran epik mereka dengan Espanyol, Barca turun poin dengan hasil imbang 1-1 untuk berjuang Real Betis. Berdasarkan kepala atasan mereka untuk merekam kepala, Madrid duduk di puncak La Liga dengan kedua tim memiliki empat pertandingan liga yang tersisa. Pada hari kedua terakhir musim ini, Barca gagal mengatasi saingan kota Espanyol dalam derby Catalonia, 2-2 menggambar sebagian berkat suspensi satu permainan untuk Ronaldinho. Dalam pertandingan final La Liga, Barca mengalahkan Gimnastic 5-1, namun Madrid kembali dari defisit 0-1 untuk mengalahkan Mallorca 3-1 dan meraih gelar di kepalato-head superioritas.

Barca tidak mampu mempertahankan Liga Champions, karena mereka dipukuli oleh akhirnya runner-up Liverpool di babak sistem gugur 1. Barca maju ke semifinal Copa del Rey, memenangkan leg pertama 5-2, tapi kemudian mengejutkan kehilangan leg kedua 4-0 dari Getafe, dan keluar 6-5 di agregat.

Legendaris

Joan Gamper Pendiri dari FC Barcelona pada 29 November 1899 dan lima kali presiden klub antara 1908 dan 1925. Pria dari Swiss adalah contoh nyata dari apa olahragawan harus; Joan Gamper (Winterthur, Swiss, 1877 - Barcelona, ??1930) telah sukses dalam berenang, rugby, bersepeda, atletik dan di atas semua, sepak bola. Ia tiba di Barcelona pada tahun 1898 dan dipraktekkan olahraga di jalan-jalan Sant Gervasi dan 1899, sepakbola telah lahir di Barcelona. Ia mendirikan klub dan kapten tim, bagaimanapun, ia tidak mengambil peran presiden sampai 9 tahun kemudian. Nya tingkat lebih tinggi dari kebanyakan orang lain pada saat itu dan meninggalkan banyak orang mengagumi keahliannya. Dia adalah seorang pemain maju dan mencetak gol penghitungan terbayangkan di zaman modern. Carles COMAMALA Carles Comamala (Madrid, 1887 - Barcelona, ??1976) adalah teman pribadi Gamper dan penerus pemain nyata untuk Swiss dalam serangan Barca ketika pendiri klub pensiun pada tahun 1903. Comamala adalah pencetak gol yang luar biasa produktif. Dengan ayah dari Canary dan ibu Basque, tapi lahir di Madrid dan dibesarkan di Catalonia, dia bukan hanya striker hebat, tetapi juga karakter yang unik, yang tinggal di olahraga sampai usia lanjut dan kemudian pergi ke menjadi direktur klub 1909-1911, dan mendirikan klub baru di Irlandia, Galeno dan

Universitario, serta menikmati rugby dan berenang dan jurnalisme. Dia juga presiden Federasi Senam Catalan dan seorang dokter olahraga terkenal. Dan jika semua itu belum cukup, ia juga desainer dari klub FC Barcelona puncak ketika ia memenangkan sebuah kompetisi publik yang diadakan pada tahun 1910. Paulino Alcantara Paulino Alcantara (Iloilo, Filipina, 1896 - Barcelona, ??1964) adalah pencetak gol tertinggi dalam sejarah klub dengan 357 gol dalam 357 pertandingan.Karakteristik penampilan menipu-Nya membuatnya populer dengan penggemar untuk titik menjadi bintang pertama dari klub pada zaman keemasan dua puluhan, bersama Samitier, Zamora, Sagi, Piera dan banyak lagi. Kemampuannya untuk memukul yang paling kuat dari tembakan melintasi perbatasan pada 30 April 1922 ketika, dalam pertandingan antara Spanyol dan Prancis, ia memukul tembakan begitu keras sehingga merobek kanan melalui internet. Selama bertahun-tahun setelah itu, anak dari Barcelona akan mengingat saat itu dan akan ingin melakukan hal yang sama sebagai orang dari Filipina. Dia menggantung sepatu pada 5 Juli 1927 dalam rangka untuk menjadi seorang dokter. Namun, ini tidak selamat tinggal untuk sepak bola. Dia berada di dewan direksi antara 1931 dan 1934 dan Alcantara adalah salah satu pemain pertama yang menulis memoar hari-harinya bermain. RAMON TORRALBA Dikenal sebagai 'la Vella' (Satu Lama), karena kariernya yang panjang dengan Barca, Ramon Torralba (Ardisa, Zaragoza, 1887 -? Barcelona,) adalah tokoh legendaris dalam sejarah FC Barcelona karena kesetiaannya kepada Club selama lima belas musim. Seorang pemain

lini tengah memegang, ia berdiri keluar untuk kekuatan dan kapasitas terbatas untuk korban. Dia membentuk sebuah kemitraan yang tangguh dan dirayakan dengan Sancho dan Samitier. Memang, banyak orang percaya bahwa threesome ini merupakan lini tengah terbaik yang pernah Barca. Dia adalah seorang reguler di line-up mulai dari musim 1914/15 sampai musim 1925/26 dan terus dirinya dalam kondisi fisik yang sangat baik di seluruh. Pada musim 1924/25, pada usia tiga puluh, ia masih berhasil untuk memainkan 42 pertandingan. Dia adalah pemain pertama dalam sejarah Barca akan diberikan pertandingan testimonial. Ini terjadi pada tanggal 4 Februari 1917 di stadion di Jalan Industri ketika ia masih pemain acive. Yang kedua, dan perpisahan, testimonial berlangsung pada tanggal 1 Juli 1928 di Les Corts stadion. Josep Samitier Dianggap pemain paling lambang dalam sejarah FC Barcelona dan Eropa terbaik ke depan kali nya, Josep Samitier (Barcelona Barcelona 1902-1972) memimpin Barca hebat di zaman keemasan dua puluhan. Akrobat-Nya dan melompat menakjubkan terpikat para fans Barcelona yang sangat cepat membuat dia menjadi idola mereka memanggilnya "orang lobster" dan "penyihir". The "booming" pertama orang banyak sepakbola, muncul berkat dia. Sebuah tim sepakbola diciptakan di sekelilingnya karena teknik yang luar biasa dan keterampilan sepak bola yang besar. Akhirnya lapangan sepak bola menjadi terlalu kecil untuk melayani orang banyak dan "Las Corts" dibangun pada tahun 1922. Dengan Samitier Barca mencapai dua belas Kejuaraan Katalan, lima Kejuaraan Spanyol dan Liga Spanyol pertama yang dimulai pada 192829. Meskipun memulai sebagai gelandang ia dikenang sebagai pusat yang sangat baik ke depan. Angka-angka yang signifikan: dia mencetak gol 326 mengenakan kemeja biru dan darah yang membuatnya menjadi

pencetak gol terbesar kedua dalam sejarah klub setelah Paulino Alcantara. Samitier juga seorang pelatih antara 1944 dan 1947, memenangkan Liga Spanyol 44-45 dan Eva Duarte Piala pada tahun 1945. Sebagai Klub Manager (posisi yang dia cccupied sampai kematiannya) dia bertanggung jawab untuk penandatanganan dari Kubala pada tahun 1950. Pada 16 September 1993, namanya diberikan kepada salah satu jalan dekat "Nou Camp". VICENÇ Piera Dikenal dengan julukan "The Witch", Piera (Barcelona 1903-1960) lahir di Barcelona kabupaten Santos dan adalah salah satu pemain sayap kanan terbaik dalam sejarah sepakbola Spanyol. Sebuah Player dengan keahlian khusus ia berdiri keluar untuk beberapa aspek nya seperti teknik, gaya elegan, kecepatannya, header dan pusat tepat nya yang seperti yang dikatakan pada saat yang dijamin gol.

Dia adalah salah satu pilars dasar dari Barca besar dari dua puluhan. Dia melakukan debut pada Januari 1921 pertama setelah bermain pertandingan di pagi hari dengan tim muda dan meyakinkan Joan Gamper dari keterampilan permainan. Pada sore yang sama ia bermain dengan tim pertama sebagai pengganti Alcantara cedera terhadap Arenas de Getxo dan mencetak dua gol kemenangan untuk membawa Barcelona 3 -1. Sejak hari itu, Piera bermain di semua pertandingan dengan Barca hingga pensiun.

Ferenc PLATKO Platko (Budapest, Hongaria, 1898 - Santiago, Chili, 1983) ditandatangani pada tahun 1923 sebagai pengganti bagi orang lain stopper legendaris Barca, Ricardo Zamora. Dan dia melakukannya brilian, berkat bakat luar biasa di antara tulisan, dengan berjalan terkenal keluar dari kotak dalam situasi rumit, dan rasa menakjubkan keamanan yang diilhami rekan-rekannya. Dia adalah salah satu pemain yang paling penting dalam Barca Era Emas. Pada tahun 1928 Rafael Alberti Cádiz penyair diabadikan dirinya dalam sebuah puisi emosional tentang heroik di final Kejuaraan Spanyol, di mana ia mengambil ketukan jahat di kepala, tapi tinggal di terlepas. Alberti menulis kata-kata liris seperti "menyala harimau di rumput negeri lain", "heroik biru dan merah" dan "menanggung pirang darah". Dia kemudian pergi ke menjadi direktur sepakbola untuk klub selama dua musim yang berbeda 1934/35 1955/56 dan. Marti VENTOLRÀ Dianggap sebagai salah satu sayap terbaik dalam sejarah Barca Barca, Ventolrà (Barcelona, ??1906 - Mexico City, 1977) adalah salah satu bintang terbesar di tim pada tahun tiga puluhan. Dia adalah pemain unik karismatik, dan menjadi sangat populer di kalangan fans Barca karena dia selalu memakai saputangan di kepalanya. Pemain eksplosif, ia sangat cepat dan pemain yg menggiring bola ahli. Dia juga baik di udara dan mencetak gol secara teratur. Dia memenangkan dua pertandingan internasional untuk Spanyol, dan karirnya berakhir Barca dalam situasi yang tidak biasa ketika dia tur dengan klub di Meksiko pada puncak Perang Saudara Spanyol (Juni-

Agustus 1937) dan memutuskan untuk tinggal di negara dan menandatangani Atlanta. Tapi alasan utamanya adalah untuk tetap sentimental, untuk di Mexico City dia telah bertemu dengan keponakan Presiden Republik, Lázaro Cárdenas, dan mereka bertunangan. Dia punya seorang putra, Jose, yang kemudian menjadi bek yang luar biasa, dan bermain untuk Meksiko di Piala Dunia 1970 diadakan di negaranya. Josep Escola Pria sepak bola, Escola (Barcelona 1914 - Barcelona 1998), adalah maju yang akan menyelesaikan banyak bermain mulai dari belakang. Dia memiliki kemampuan teknis yang sangat indah dan sebuah tembakan luar biasa yang membantu dia menjadi pencetak gol kelima tertinggi dalam sejarah klub dengan 223 gol. Ia dikagumi dan dihormati oleh banyak orang karena permainannya yang bersih dan adil; emosi tidak pernah berkobar ketika ia sekitar. Dia datang ke Barcelona pada tahun 1934 dan membentuk bagian dari atas ke depan set yang juga termasuk Ventolrà, Raich, Escola, Fernandez dan Munlloch. Dia melarikan diri ke Prancis selama perang sipil dan kembali pada tahun 1940 dan mencapai keberhasilan dalam warna blaugrana. Namun, karirnya dipotong pendek karena mempertahankan banyak luka ke pinggul dan lutut. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali ke klub untuk pelatih tim divisi bawah di mana ia menikmati waktu yang sukses Mariano MARTIN Dikenal sebagai 'kemarahan daerah', Mariano Martín (Duenas, Palencia, 1919 - Barcelona, ??1998) adalah salah satu striker terbaik yang pernah rahmat FC Barcelona, ??sangat mencetak lebih dari satu gol pertandingan.

Martín adalah bakat alami di depan gawang, dengan kecepatan, keahlian, keberanian, kepala besar dan kemampuan untuk berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat untuk mengambil keuntungan dari rebound atau kecelakaan defensif. Dia adalah pencetak gol tim tertinggi di musim 1940/41 dan 1943/44, dan merupakan pertama kalinya pemain Barca ke puncak liga mencetak gol grafik di 1941-1942 dengan 32 gol. Kepribadian sabar saat ia berkeliaran di daerah lawan untuk mencari peluang menyebabkan cedera lutut serius di bulan Februari 1944. Meskipun ia tidak sembuh, ia tidak pernah pemain yang sama lagi, dan akhirnya meninggalkan FC Barcelona prematur dan menghabiskan tahun berikutnya mewakili Gimnastic Tarragona. CESAR Rodriguez Salah satu pemain terbaik dalam sejarah Barcelona, ??striker yang luar biasa dengan kepala besar untuk mencetak gol. Cesar (León 1920 - Barcelona 1995) adalah pencetak gol tertinggi ketiga dalam sejarah klub, ia adalah pencetak gol liga tertinggi di 1948-49 (28 gol dalam 24 pertandingan), datang kedua tiga kali, dan pencetak gol tertinggi untuk klub selama tujuh musim berturut-turut (1944-45 dan 1950-51 antara). Dia adalah bagian penting dari lini depan legendaris era Kubala dari awal 1950-an. Dikenal sebagai 'el Pelucas', Cesar berjuang keras dan memiliki kemampuan yang mengesankan untuk mengantisipasi memainkan. Dia terkenal karena kemampuannya untuk mencetak gol dari sudut. Dia kembali ke pelatih Barcelona s pada tahun 1963, bagaimanapun, ini bukan saat terbaik bagi klub dan sehingga ia meninggalkan posisinya pada tahun berikutnya.

GONZALVO III Maria Gonzalvo (Mollet del Valles, 1922 - Barcelona, ??2007), dikenal sebagai Gonzalo III (yang lain dua saudara juga bermain untuk FC Barcelona), adalah salah satu pemain terbaik yang pernah mengenakan warna blaugrana. Dari tengah lapangan ia mampu menunjukkan kualitas unggul dan visi. Dia memiliki kepala yang baik dan juga bisa takik beberapa gol untuk membantu tim bersama. Komitmennya untuk Barcelona selama mantra yang panjang merupakan penghormatan kepada cintanya kota; memiliki menolak tawaran besar dari Torino. Dia meninggalkan klub pada tahun 1957 pada usia 34. Estanislau BASORA Basora (Colonia Valls, Barcelona, ??1926) dianggap salah satu sayap terbaik dalam sejarah sepakbola Spanyol. Dia adalah anggota dari garis depan terkenal yang Joan Manuel Serrat adalah untuk mengabadikan (Basora, Kubala, César, Moreno dan Manchón). Sebuah sayap kanan kemampuan teknis yang besar, kecepatan yang besar dan kemampuan untuk kehilangan penanda nya. Kemampuannya memungkinkan dia untuk beroperasi di terkecil ruang dan penghitungan tujuannya adalah luar biasa tinggi untuk pemain sayap. Dia dikenal sebagai 'Rakasa dari Columbes' karena penampilannya dalam pertandingan persahabatan melawan Prancis di mana ia kantong hat-trick. Dia dianggap sebagai salah satu pemain terbaik piala Dunia 1950 di Brasil. Dia pensiun pada tahun 1958.

Antoni Ramallets Antonio Ramallets (Barcelona, ??1924) adalah salah satu kiper terbaik dalam sejarah Barca dan seluruh sepakbola Spanyol mendaftar dari Europa. Dia awalnya pengganti Velasco sampai 1949 ketika kiper tim menjadi terluka parah dan dia diberi kesempatan untuk bermain. Ketika Ramallet menjadi kiper Barca yang resmi bertepatan dengan era kemuliaan maksimum untuk tim dan ia mencapai banyak penghargaan dalam "Cinco Copas" (Lima Piala) era serta dalam era pelatih Helenio Herrera. Swift, gesit, dan di atas semua sangat cerdas. Singkatnya ini adalah kualitas terbaik dari Antoni Ramallets yang tahu bagaimana menjadi spektakuler dan sederhana pada saat yang sama. Dia mendirikan sendiri definitif sebagai kiper di Piala Dunia 1950 dirayakan di Brasil. Ini adalah saat ini bahwa ia dibaptis dengan julukan "gato de Maracana" (The kucing Maracana). Namun ingatannya terburuk adalah tentu final malang Piala Eropa di Berna pada tahun 1961. Barca bermain melawan Benfica dan hilang 3-2 setelah pertandingan penuh peluang merindukan untuk biru dan Clarets dan di mana Ramallet mencetak gol sendiri. Ini lebih dari kemungkinan dipengaruhi keputusannya untuk pensiun. Pada 6 Maret 1962 Ramallet menerima penghormatan emosional dari para fans Nou Camp dalam pertandingan antara Barca dan Hamburg (51). Dalam pertandingan ini ia dianugerahi "Medalla de Mérito Deportivo" (medali untuk keunggulan olahraga).

Joan Segarra Dikenal sebagai "kapten hebat", Segarra (Barcelona, ??1927 - Taradell, 2008) adalah salah satu pemain karismatik moast dalam sejarah FC Barcelona. Bek legendaris adalah bagian dari Barca Lima Piala pada tahun 1950 dan merupakan pemain yang telah membuat penampilan yang paling kelima dalam warna Barca, di belakang hanya Migueli, Rexach, Amor dan penuh. Segarra adalah pria sejati di lapangan, dan sikap mulia dan sangat tepat memenangkan kekaguman menghormati dunia sepakbola seluruh. Dia adalah pemain serbaguna, meskipun posisi alaminya berada di belakang setengah atau bek kiri. Dia berani dan berdedikasi dan tidak akan pernah berhenti berteriak dorongan untuk rekan setimnya. Dia memiliki bentuk fisik yang sempurna, keterampilan luar biasa, dan merupakan penanda yang solid. Meskipun ia bermain di belakang, dia juga memiliki tembakan yang baik dan mencetak gol yang menentukan beberapa. Ia tidak mampu menunjukkan benua apa yang bisa ia lakukan di Final Piala Eropa mengecewakan di Berne, 1961, karena cedera mata yang malang. Setelah pensiun, yang 'besar kapten' tetap tinggal di Barca sebagai pelatih tim junior dan di musim 1979-80 ia menjadi asisten pelatih tim pertama yang Helenio Herrera.

LADISLAU Kubala Seorang tokoh mitos Barcelonismo (Budapest, Hongaria, 1927 Barcelona 2002), Kubala ditandatangani untuk FC Barcelona pada bulan Juni 1950, ketika ia tiba dengan sebuah tim pemain pengungsi dari negara yang disebut Paskah Hongaria. Dia harus pergi melalui banyak birokrasi sebelum membuat debutnya pada bulan April 1951. Namun, tak lama sebelum ia menjadi idola umat beriman Barcelona. Dengan Kubala datang zaman keemasan di klub. Kubala ditampilkan keahliannya di tengah lapangan, di mana gaya bermain juga menyoroti nya: Fenomenal fisik, kemampuan teknis, visi yang luar biasa bermain dan fakta ia adalah maestro tendangan bebas dan pemimpin di lapangan. Dengan dia, tim menang mutlak segala sesuatu yang untuk menang di musim 1951-52. Pada tahun berikutnya, ia tidak mengulangi wujudnya sepenuhnya, bagaimanapun, hal ini disebabkan karena luka yang ia terima dari pertahanan lawan (dan keringanan dari dia wasit). Dalam hal apapun, pada akhir dekade ia mampu berkembang lagi di bawah pembinaan dari Helenio Herrera. Ia pensiun pada tahun 1961, namun kembali beberapa bulan kemudian dan terus ke 1963. Pada tahun 1980 ia mengambil alih sebagai pelatih tim, bagaimanapun, keberhasilan tidak tercapai. 1993 melihat sebuah penghormatan emosional dibayar untuk Kubala di stadion di Montjuic. Dia meninggal di Barcelona pada 17 Mei 2002. Pada tahun 2003 ia diberi medali emas kebaikan dalam pengakuan atas pekerjaan yang dilakukan.

SÍGFRID GRACIA Gracia (Gava, 1932 - Barcelona, ??2005) berasal dari latar belakang barcelonista, di mana gaya permainan disorot oleh pengorbanan dia dibuat di lapangan. Dalam posisinya sebagai bek kiri ia menunjukkan tanda-tanda khas keamanan dan keteraturan. Semua ciri yang membuatnya harus di mata semua pelatih yang memimpin tim selama waktu di FC Barcelona, ??bermain hampir 50 game musim. Dia adalah bagian berharga dari line up defensif, meskipun ia tidak pernah melakukan spektakuler di lapangan, kehadirannya dalam tim itu penting. Dia adalah pemain sejati klub. Sigfrid Gracia dicintai dan dihormati oleh semua orang. Dia telah menjadi salah satu yang paling berbicara tentang pemain dalam sejarah klub dimana ia diberikan kredit untuk memberikan 100% di setiap pertandingan untuk pergi dengan hati nurani yang jelas. Luis Suarez Dianggap salah seorang guru besar sepak bola Spanyol, Luis Suárez (la Coruña, 1935) adalah salah satu bintang dari sisi Barca dari akhir tahun lima puluhan, tapi sayangnya periode yang terbesar dan paling sukses adalah ketika dia tidak lagi seorang pemain Barca. The 'Emas Galicia' ditandatangani dari Deportivo de la Coruña sebagai dalam kiri. Dia memiliki segalanya yang Anda inginkan dari pesepakbola: keterampilan luar biasa, bakat luar biasa untuk memindahkan bola sekitar dengan kakinya, visi besar dan tembakan yang luar biasa. Tapi ia terutama terkenal karena gaya yang elegan, itu

sering mengatakan dia adalah pemain anggun yang dia bisa bermain di jaket makan malam. Barca dan kemudian manajer Helenio Herrera (1958-1960) punya banyak yang harus dilakukan dengan cara ini Galicia gelandang meledak ke TKP, sementara dia selalu di mata media dan para pendukung Barca dibagi antara mereka yang disukai dia (suaristas) dan orang-orang yang disukai Kubala (kubalistas), meskipun pemain yang sebenarnya adalah teman yang sangat baik. Pada tahun 1961, hanya setelah ia memenangkan Golden Ball, klub jatuh pada kali keuangan sulit dan tidak punya pilihan selain tunai pada pemain bintang mereka dan menjualnya ke Inter Milan 25 juta peseta. Sudah waktunya un disayangkan ini terjadi, lima hari sebelum tragedi Piala Eropa Final di Basel, di mana Barca kalah dari Benfica. Tidak ada bagian lagi dari FC Barcelona, ??Suarez melanjutkan untuk menikmati sukses besar di Italia, di mana ia memenangkan dua Piala Eropa dan sejumlah judul utama lainnya. Eulogio MARTINEZ Eulogio Martínez (Asunción, Paraguay, 1935 - Calella, 1984) adalah salah satu pencetak gol Barcelona tertinggi yang pernah, dengan 168 gol dalam 225 penampilan. Orang yang mereka disebut 'Pembuka Tin' terbukti merupakan pencetak gol yang luar biasa dalam musim keenam di klub, bermain sepak bola yang menyenangkan dan selalu memberikan segala sesuatu yang mungkin bisa. Dalam waktu di klub, dia adalah salah satu anggota paling populer dari skuad, dan pencetak gol terbanyak tim selama tiga tahun berturut-turut (1956-57, 1957-58 dan 1959-60). Ia juga memenangkan kehormatan menjadi pemain pertama yang pernah mencetak gol di Nou Camp, khususnya di laga perdana bermain melawan tim pilih Warsawa pada tanggal 24

September 1957. Dia juga terkenal untuk tampilan yang luar biasa di babak Piala Spanyol enam belas pertandingan di 1956-57 di mana Barca memukul Atletico Madrid 8-1 dan pemain kelahiran Paraguay mencetak tidak kurang dari tujuh gol. Baru dikontrak klub Evaristo, Brasil yang ditetapkan untuk bersaing dengan Eulogio untuk posisi depan pusat, mengatakan setelah pertandingan bahwa: "Dengan striker seperti itu, saya tidak tahu mengapa Anda telah menandatangani saya, mungkin kau membutuhkan seseorang untuk menyapu ruang ganti ". Tapi dua striker berakhir memahami satu sama lain dengan sempurna, dan membentuk salah satu kemitraan menyerang paling mematikan yang pernah bermain untuk klub. Ferran Olivella Olivella (Barcelona 1936) telah menjadi salah satu kapten terbesar dalam sejarah klub dan salah satu pemain yang telah memainkan permainan yang paling banyak untuk klub (500). Dia adalah pembela dalam skala besar, aman, sederhana dan dengan posisi yang sangat baik. Dia tiba sebagai pemain muda di 1956, dan di musim berikutnya ia membentuk bagian dari tim Doménec Balmanya itu yang juga termasuk Vergès, Gensana dan Coll. Tidak butuh waktu lama untuk tegas menetapkan diri sebagai tim pertama biasa (42 pertandingan di musim pertamanya) di belakang penuh. Kemudian, selain dari musim 1963-64, ia mengambil peran bek tengah dan mencapai kesuksesan yang sama. Dia adalah kapten dari tim nasional Spanyol yang memenangkan piala Eropa pada tahun 1964. Bertahun-tahun kemudian, antara tahun 1989 dan 1993, ia menjadi anggota dewan direksi dengan Josep Lluis Nunez.

Evaristo Macedo DE Evaristo de Macedo (Río de Janeiro, Brasil, 1933) adalah salah satu pemain asing terbaik Barca yang pernah dibuat, dan merupakan pencetak gol yang luar biasa. Dia dibawa ke Barcelona saat itu Josep Samitier teknis sekretaris, yang merasa dia telah menemukan seseorang yang luar biasa. Dan dia tidak salah, karena Brasil berhasil mencetak tidak kurang dari 0,8 gol permainan. Seorang atlet alami, dia adalah terampil Brasil biasanya halus dengan insting mematikan di depan gawang dan tembakan hebat dengan kaki baik, kepala kuat dan jenis kecepatan dan keberanian yang membuatnya menjadi selalu hadir di tim Barca pertama untuk lima tahun, bekerja sama untuk kesempurnaan dengan Eulogio Martínez. Saat yang paling bersejarah adalah tujuan ia mencetak dengan telapak kakinya pada tanggal 23 November 1960, untuk mengalahkan Real Madrid dari Piala Eropa untuk pertama kalinya. Paradoks, pada tahun 1962 ia meninggalkan FC Barcelona setelah menolak untuk dinasionalisasi sebagai Spanyol dan bergabung dengan Real Madrid. Sandor Kocsis Dikenal sebagai "Kepala Emas" karena kemampuan yang luar biasa di udara, Kocsis (Budapest, Hongaria, 1929 - Barcelona, ??1979) melarikan diri dari Hongaria pada tahun 1956 setelah intervensi Soviet di negaranya, ketika ia sudah menjadi bintang mapan waktunya . Barca ditandatangani dia dua tahun kemudian, bersama dengan rekan senegaranya Zoltan Czibor, ketika mereka bermain untuk klub Swiss Fellows muda. Striker Hungaria adalah pencetak gol dicoba dan diuji di semua tingkat. Selain dari kepala yang hebat, ia juga memiliki

tembakan dengan kaki rifling baik dan merupakan pemain yg menggiring bola mahir. Dia juga pemain yang cerdas dengan kemampuan yang sangat baik untuk membaca permainan. Dan ia seorang pria dicatat, dan dikagumi kemanapun dia pergi karena sikap yang mulia dengan olahraga. Dia mengarahkan Barca untuk menang banyak, tetapi menderita kekecewaan besar ketika kalah Piala Eropa 1961 Final di Berne, tempat yang sama di mana tujuh tahun sebelumnya sisi Hungaria nya nasional telah kehilangan Piala Dunia 1956 Final Jerman. SALVADOR SADURNÍ Sadurni (L'Arboç, Baix Penedes, 1941), dianggap sebagai penerus Ramallets kiper yang hebat, selalu memiliki banyak pemain yang kompeten dengan dia, pertama Pesudo dan juga Reina. Tapi yang paling penting ia selalu dijunjung tinggi oleh para penggemar untuk kualitas manusia dan keahlian permainan. Dia berdiri keluar untuk tenang sikapnya, percaya diri dan posisi yang baik. Ia cenderung menghindar dari pertunjukan yang tidak perlu mendukung efisiensi. Dia mencapai tiga Ricardo Zamora piala untuk menjadi kiper dengan kebobolan paling sedikit gol di Liga Spanyol dalam, musim 1968/69 1973/74, 1974/75 dan. Dia juga pahlawan "botol akhir" pada tahun 1968, Piala Spanyol yang dimenangkan oleh Barca di Santiago Bernabéu dalam suasana yang sangat bermusuhan. Pada tahun 1976 melihat bahwa Weisweiler pelatih tidak tertarik, dia memutuskan untuk pensiun meski masih dalam kondisi fisik yang sangat baik. Pada 1 September tahun yang sama, klub bermain anak sungai yang, perpisahan cocok untuk dia bersama dengan Torres dan marak. Barca bermain melawan Stade Reims dan menang 2-0.

Joaquim marak "Quimet" marak (Barcelona 1942) telah menjadi salah satu pemain dalam sejarah Barcelona yang memiliki sebagian mengenakan kemeja Barcelona; Sebanyak 535 memainkan pertandingan membuat cv yang mengesankan. Luas mulai bermain sebagai pemain sayap. Namun pada tahun 1969 sebagai hasil dari tersingkir dari "Recopa" melawan Cologne, ia mengubah ke posisi gelandang dan akhirnya membuktikan dirinya sebagai back tanpa melupakan panggilan untuk menyerang. Dia mencetak 47 gol diwakili oleh balap cepat nya panjang lapangan. Salah satu anekdot tentang marak adalah bahwa ia bertanggung jawab atas hukuman palsu terkenal untuk Velazquez yang menyebabkan skandal Guruceta. Pada 1 September 1976 klub memainkan pertandingan sungai baginya Torres dan Sadurni dan mereka yang telah membentuk bagian dari salah satu pertahanan terbaik dalam sejarah Barca. Setelah pensiun sebagai pemain, ia menjadi salah seorang pelatih tim dan pada akhir musim 1978-79 ia mengambil alih tim bersama dengan Torres. Duo ini membantu tim untuk mencapai The Recopa dari Basilea. Sayangnya, hasil buruk dari musim 1979-80 disebabkan pemecatan mereka Di kemudian hari antara 2000 dan 2003 ia adalah direktur teknis dasar sepakbola dari FC Barcelona. Carles Rexach Lahir di Barcelona pada tahun 1947, Charly (juga dikenal sebagai anak Pedralbes ') adalah lembaga di Can Barca di mana dia telah menghabiskan hampir semua kehidupan olahraganya. Anak tempat berkembang biak Barcelona ia bermain sayap kanan dengan teknik indah, dan berdiri keluar untuk menggiring bola besar visinya, permainannya sangat baik, hukuman-Nya mengagumkan dan

tendangan lemparan bebas. Namun, ia telah di kesempatan telah dikritik oleh para penggemarnya untuk froid tampaknya berlebihan bernyanyi. Dengan 656 pertandingan berjuang keras dan 197 tujuan di belakangnya, dia adalah pemain Barcelona kedua di bagian ini dan meskipun ia bukan pusat maju, ia adalah pencetak gol kedelapan terbesar dalam sejarah biru dan Clarets. Pensiun pada 1981, ia telah memiliki tahap kompak pelatihan; tecnniques tim, Pertama di dasar sepak bola dan kemudian sebagai kedua untuk Luis Aragones (19871988) dan Johan Cruyff (1988-1996 tahun yang mulia dari 'Dream Team'. ) dan akhirnya sebagai pelatih pertama dalam, musim 2001-02 yang era sulit bagi FC Barcelona. Antoni TORRES Antoni Torres (Balaguer, 1943-Barcelona 2003) adalah stopper (meskipun kadang-kadang ia memainkan sayap kanan) dia adalah orang yang "menandai garis" yaitu ofensif dan tangguh sementara juga yang disiplin dan teratur. Dia adalah bek paling efisien atteh klub selama sebelas musim. Ia membentuk duo dengan pemain lain dengan karakteristik serupa yang sangat terkenal di paruh kedua tahun enam puluhan dan awal tujuh puluhan. Dia adalah pemain resmi di Liga 197374 tak terlupakan di mana pejabat line-up Barca dikenal sebagai "los hombres justos sekali" (Para sebelas kanan laki-laki) Setelah gantung sepatu, ia menjadi pelatih untuk klub dan di 1979 adalah di samping luas ketika FC Barcelona memenangkan pertama mereka "Recopa" di Basel melawan Fortuna de Düsseldorf.

JUAN MANUEL Asensi Salah satu pemain yang paling lambang Barça telah di tujuh puluhan, Asensi (Alicante, 1949) adalah seorang gelandang pekerja keras, paruparu asli dari sebuah tim yang hebat. Dia juga memiliki tembakan yang luar biasa, baik dengan kaki kirinya dan kepalanya. Dia menandatangani dari Elche, dan tidak bisa melakukan lebih baik di FC Barcelona, ??di mana ia selalu dikenang karena komitmennya mencengangkan. SaatNya terbaik datang dalam kampanye liga 1973-74, ketika ia bermain di setiap pertandingan seperti Barca mengambil kejuaraan, dan tahun ia tampil di final Piala Winners di Basel, mencetak gol dan mengumpulkan trofi dalam kapasitasnya sebagai kapten. Barca karirnya berakhir pada 1980-1981 ketika ia menandatangani untuk Puebla Meksiko sisi. Pada 24 Mei 1981 ia mengenakan kemeja tercinta untuk terakhir kalinya dalam kesaksian antara Barca dan klub barunya. Setelah pensiun sebagai sepakbola aktif, ia masuk ke manajemen, termasuk mantra sebagai pelatih muda di FC Barcelona. Johan Cruyff Cruyff (Amsterdam, Belanda, 1947) adalah salah satu pemain terbaik di dunia sepanjang masa dan dalam waktu, ia dianggap nomor 1. Kualitas besar-Nya melihat dia memenangkan pengakuan di seluruh dunia dan ia memenangkan penghargaan bola Emas tiga kali (1971, 1973 dan 1974). 'The Flack' ditandatangani untuk FC Barcelona pada Agustus 1973 setelah melakukan negosiasi panjang dengan mantan klubnya, Ajax. Dalam musim pertamanya, Cruyff meledak ke TKP; menggunakan kecemerlangan teknis dan intelijen untuk membantu Barca memenangi liga pada 1973-74 - pertama kalinya dalam 14 tahun. Di mata para fans, mereka akan selalu mengingat banyak gambar dari tujuan ia mencetak

melawan Athletico Madrid di Nou Camp dan kemenangan 0-5 atas Madrid di terkenal Bernabeu pada 1974, yang akan turun dalam sejarah. Sayangnya tingkat nya jatuh di musim berikut dan Barca hanya memenangkan piala Raja di 1977-78. Cruyff meninggalkan klub pada tahun 1978. Pada tahun 1988, ia kembali ke klub sebagai pelatih dan dimasukkan ke dalam gerak era terbaik dalam sejarah klub: memenangkan 4 gelar liga antara lain dan memenangkan piala Eropa untuk pertama kalinya di Wembley pada tahun 1992 dengan 'Dream Team'. Cruyff kemudian meninggalkan klub pada tahun 1996. Pada tahun 1999 ia terpilih sebagai pemain terbaik abad ini di Eropa dan pada bulan September 2006 ia dianugerahi salib Saint Jordi dari Pemerintah Catalonia. MIGUEL Bernardo BIANQUETTI "Migueli" 'Tarzan' Migueli (Ceuta 1951) adalah pemain yang telah mengenakan warna blaugrana untuk jumlah sebagian besar kali dalam sejarah klub (664). Dia juga telah salah satu bek tengah terbaik yang pernah klub. Direkomendasikan oleh Domènec Balmanya, Miguel Bernardo Bianquetti, yang dikenal sebagai Migueli, tiba di klub di musim 1973-74 meskipun hanya mampu memainkan satu pertandingan karena dia melaksanakan dinas militer. Pada musim berikutnya, bagaimanapun, ia mulai membangun dirinya dalam tim. The 'Barca '3 menjadi reguler di tim untuk semua pelatih dengan pengecualian Udo Lattek, yang incomprehensively meninggalkannya di bangku di musim 1981-82. Migueli adalah seorang pemain dengan bangga, ia memainkan salah satu akhir dari Recopa pada tahun 1979 dengan tulang leher patah. Sebuah, berani teknis pemain, tak kenal lelah dengan lompatan besar

dan kepala, yang membantunya baik bertahan dan menyerang. Sebuah FC Barcelona benar legenda. Johan Neeskens 'Johan II' (Heemstede, Belanda, 1951) tiba di Barcelona pada 1974 dari Ajax dengan sesama rekan setimnya Johan Cruyff. Meskipun harus menjadi pengganti Peru maju Hugo Cholo 'Sotil, yang sangat populer dengan para fans, Neeskens segera menang atas kerumunan dengan penampilan lini tengah nya. Neekens adalah pemain klasik yang memiliki fisik yang mengesankan dikombinasikan dengan komitmen mutlak. Terkenal untuk header sabar dan tendangan penalti nya; dianggap sebagai kanon otentik. Pengabdiannya dihargai oleh orang banyak, yang membuat pikiran mereka yang jelas pada banyak kesempatan dengan berteriak "Neeskens, Neeskens", yang terdengar bahkan setelah ia telah meninggalkan klub. Setelah pergi selama bertahun-tahun, Neekens kembali ke klub sebagai nomor 2 sampai pelatih Frank Rijkaard. HANS KRANKL Krankl (Wina, Austria, 1953) menuliskan namanya dalam buku sejarah Barca dengan membuktikan menjadi salah satu striker terbaik dan juga salah satu pemain yang paling dipuja oleh para penggemar telah muncul untuk klub. Setelah bergabung dari Rapid Vienna, di mana ia memenangkan Golden Boot di 1977/78, ia menghabiskan dua musim di Camp Nou, tapi itu cukup waktu baginya untuk meninggalkan jejak. Dalam kampanye ia terjaring 78/79 29 gol dalam 30 pertandingan untuk mengklaim kehormatan Pichichi dan melanjutkan untuk mencapai 64 gol dalam 88 pertandingan secara keseluruhan. Krankl merupakan pusat maju pola dasar yang selalu di tempat yang tepat dan

mengambil keuntungan dari hampir setiap kesempatan yang datang jalannya. Kaki kirinya yang terkenal bisa menghasilkan tembakan yang luar biasa. Pada tahun pertama dengan Barca ia menghasilkan beberapa menampilkan kenangan dan mencetak berbagai tujuan. Pada Mei 1979 dia ditawari dukungan dari para penggemar setelah dia terlibat dalam kecelakaan lalu lintas yang melihat istrinya terluka parah, tapi untungnya ia selamat dan sembuh. Beberapa hari kemudian dia membantu klub untuk memenangkan Piala Winners Piala Eropa di Basel. Krankl mengucapkan terima kasih kepada semua orang dan mengakui bahwa ia diidentifikasi dengan Catalunya seolah-olah ia adalah seorang Catalan. ENRIQUE CASTRO, 'QUINI' Quini (Oviedo, 1949) adalah epitomy dari mencetak gol keunggulan. Dikenal sebagai 'el Brujo', 'Quinocho' dan 'Quinigol', dia adalah salah satu striker paling dikenal di sepakbola Euroipean pada saat itu. In mantra pertama dengan Sporting Gijón ia menunjukkan bagaimana cepat dan poweful ia di depan dan finishing imeccable dengan kedua kakinya dan kepalanya terkesan. Bukan conicidence bahwa ia Pichichi pada tiga kesempatan yang berbeda dengan tim Asturian. Barca akhirnya berhasil hadiah dia pergi dari Sporting pada 1980 setelah beberapa tahun mencoba. Pada 31, dia masih sangat efektif dan tidak kehilangan ketajaman di depan gawang. Selama kampanye pertamanya di Nou Camp dia diculik, tetapi kemudian dibebaskan tanpa cedera. Tiga bulan kemudian ia datang melawan tim Sporting, di mana ia akhirnya dimainkan selama 12 tahun, di Copa del Rey final dan menunjukkan profesionalisme benar untuk mencetak dua gol dan membantu untuk kemenangan Blaugrana. Pada 1980-1981 dan 19811982 ia selesai sebagai pencetak gol terbanyak atas penerbangan

Spanyol dengan Barcelona dan mencetak gol liga th 3000 klub pada 24 Januari 1982 melawan Castellón. Pada tahun 1984 ia kembali ke Sporting dan meninggalkan beberapa kenangan yang sangat senang dengan prestasi yang luar biasa mencetak gol dan dipuji karena kualitas manusia sebagai sebanyak kemampuan sepak bolanya. Bernd Schuster Gelandang kualitas luar biasa, Schuster (Augsburgo, Jerman, 1959) adalah kekuatan pendorong Barca sepanjang hampir semua tahun delapan puluhan. Dia memiliki keterampilan sepak bola yang luar biasa, tetapi ia juga berdiri keluar untuk kekuatan fisiknya, dribbling yang luar biasa dan kuasa menembak tujuannya. Namun karakter yang sulit menyebabkan dia banyak masalah. Pada tahun 1981 dia terluka parah karena mengatasi berat oleh Athletic de Bilbao Andoni Goikoetxea pertahanan. Namun kesembuhannya itu selesai dan ia membentuk sebuah kemitraan asing yang luar biasa dengan Armando Maradona meskipun tidak mencapai semua kehormatan yang mereka harapkan. Itu adalah di Liga 1984/1985 memenangkan Namun, setelah Camp Nou Argentina sudah meninggalkan bahwa yang terbaik dari Schuster bisa dilihat. Dia memimpin tim, di denda jawab dan ditembak dan pelanggaran dengan keterampilan hebat. Dia juga mendorong anggota timnya ketika segala sesuatu tidak akan cukup baik.Sayangnya, dalam tahun kemudian, hubungan dengan dewan manajemen mulai memburuk dan dia di sela-sela selama musim 1986-1987. Meskipun semua semua fans Barcelona mengingatnya sebagai pemain kualitas luar biasa.

Francisco Javier GONZALEZ URRUTICOECHEA, 'URRUTI' Tak terlupakan Urruti (San Sebastián, 1952 - Barcelona, ??2001) adalah salah satu kiper terbesar dalam sejarah klub dan merupakan tokoh kunci dalam hasil yang sukses dari liga musim 1984/85.Ia dikontrak dari Espanyol pada tahun 1981. Dia berdiri keluar untuk kelincahan, pertunjukan spektakuler, keamanan, refleks, kualitas kepemimpinan dan keberanian. Pemain sangat karismatik, ia mencapai titik tinggi popularitas ketika ia diselamatkan penalti pergi ke Valladolid dengan skor 1-2 berdiri di. Hasil itu membuat Barca sebagai juara liga dengan empat pertandingan masih pergi. Kata-kata yang terkenal mengatakan pada saat itu oleh radio komentator Joaquim Maria Puyal, melambangkan "Urruti t'estimo!" (Urruti, aku mencintaimu!) Adorasi dirasakan oleh para fans Barca. Setahun kemudian, di final Piala Eropa menyedihkan di Seville, Urruti berhenti dua penalti melawan Steaua, tetapi sia-sia. Kedatangan Andoni Zubizarreta di musim 1986/87 mengutuk Urruti ke bangku selam, dari mana ia terus memimpin dan membantu menjaga semangat tim untuk dua musim berikutnya. Ia memenangkan Trophy Zamora untuk kiper paling sedikit kebobolan gol di musim 1983/84, dengan hanya 26 gol dalam 32 pertandingan. Diego Armando Maradona Dianggap sebagai pemain terbaik di dunia pada 1980-an, dan salah satu yang terbesar sepanjang masa, Maradona lahir pada tahun 1960 di Lanus, Argentina.Dari usia yang sangat dini, dia adalah bakat yang jelas, dengan kaki kirinya emas, perubahan nya kecepatan, kecepatan dan kemampuan dribbling-nya. 'Pelusa', karena ia dikenal, tiba di FC Barcelona pada tahun 1982 dari Boca Juniors. Sayangnya, Catalonia tidak pernah melihat yang terbaik dari pemain, pertama karena

hepatitis dan kemudian karena cedera serius. Keadaan ini berarti bahwa meskipun pemain melanjutkan untuk mencapai hal-hal besar begitu banyak dalam hidupnya, Nou Camp hanya punya sekilas melewati beberapa potensi yang sebenarnya. Tapi ada beberapa momen untuk menghargai, seperti tujuannya pecah melawan Red Star di Piala Winners 82/83 atau yang ia mencetak di Bernabéu Santiago di Piala Liga musim yang sama, yang bahkan memiliki beberapa fans Madrid bertepuk tangan . Hubungannya dengan Dewan memburuk ke titik yang tidak kembali, dan setelah Barca kehilangan Copa de Rey final Athletic Bilbao di 1983/84, ia pindah ke Napoli di Italia Andoni Zubizarreta Zubizarreta (Vitoria, 1961) adalah salah satu kiper terbesar dalam sejarah tidak hanya dari FC Barcelona, ??tapi sepak bola Spanyol pada umumnya.Dia memiliki karir luar biasa, memenangkan 126 pertandingan internasional dan bermain di 4 Piala Dunia dan 2 Kejuaraan Eropa, dan ia memegang rekor untuk permainan yang paling dimainkan di divisi pertama Spanyol di waktu di Athletic Bilbao, Barca dan Valencia (588). Dia memiliki banyak kualitas, termasuk posisi nya tingkat-headedness dan luar biasa antara tongkat. Pada tahun 1986 ia bergabung FC Barcelona sebagai pengganti untuk Urruti legendaris. Dia adalah andalan 'Dream Team' yang terkenal dan, bersama dengan Koeman, pahlawan Wembley final dengan serangkaian ajaib, intervensi menentukan. Dikenal sebagai 'Zubi', dia juga kapten klub selama beberapa musim, dan dicatat baik di dalam dan luar lapangan untuk ketenangan dan keseimbangan psikologis, yang ia selalu mampu mengirimkan ke pemain lain dalam rangka untuk mendapatkan melalui paling sulit situasi pertandingan.

Jose Mari BAKERO Bakero, gelandang tak kenal lelah dari Dream Team, lahir di Goizueta (Navarra) pada tahun 1963. Dia akan selalu diingat untuk tujuan penting di Kaiserslautern di Piala Eropa 1991/92.Dia dikontrak Barca pada tahun 1988 dari Real Sociedad, dan gelandang menyerang yang memberikan segalanya untuk tim saat ia dihubungkan dengan ke depan. Kemampuan luar biasa untuk kehilangan penanda dan hebat heading juga berarti ia memberikan kontribusi sejumlah tujuan penting. Dia segera duduk di skema hal dibawah Johan Cruyff, menunjukkan keterampilan kepemimpinan yang sangat baik dan berkat fleksibilitas, dia segera menjadi salah satu anggota paling penting dari Dream Team, sejauh bahwa banyak orang menggambarkan dia sebagai jantung dan jiwa dari sistem. Tidak ada keraguan bahwa tujuan yang paling menentukan dalam karirnya adalah satu di November 6, 1991 pergi ke Kaiserslautern, di leg kedua putaran Piala Eropa enam belas. Dengan tiga puluh detik untuk pergi, Barca kalah 3-0 dan dalam perjalanan mereka keluar dari kompetisi. Koeman menyeberang dan Bakero mengirim bola terbang ke belakang bersih Jerman. Berkat gol itu, Barcelona terus melakukan perjalanan yang akhirnya akan membawa mereka ke Wembley final dan gelar Piala pertama klub Eropa yang pernah. Dia meninggalkan klub Meksiko Veracruz untuk di awal musim 1996/97. Nya pertandingan perpisahan adalah melawan Real Valladolid dan dalam tindakannya yang terakhir dalam kemeja Barcelona, ??ia mencetak gol. Pada tahun 2000 dan 2001 ia kembali ke klub dalam peran pembinaan, di mana dia adalah seorang asisten manajer Louis van Gaal dan Llorenç Serra Ferrer.

Michael Laudrup "Michelino" Laudrup adalah artis dari Dream Team, striker kreatif elegan seperti itu sering bergurau bahwa ia adalah jenis pemain yang bisa bermain di mantel dan ekor.Striker Denmark (Frederiksberg, 1964) tiba di Barca pada tahun 1989 dari Juventus, di mana ia telah gagal untuk mengesankan. Semuanya berubah ketika ia datang ke Camp Nou. Dia tampak mampu dengan mudah dan mulus menghasilkan terampil bermain setelah bermain terampil. Dia adalah master dari satu-satu dan memiliki visi luar biasa, memberikan assist sensasional tanpa banyak harus mengangkat alis. Di masanya, ia dianggap sebagai pelintas bola terbaik di dunia. Para fans Barca sangat menyadari ini, dan selama bertahun-tahun ada membaca spanduk yang terkenal Nikmati Laudrup tergantung di teras Camp Nou. Dia juga mencetak beberapa gol yang menakjubkan, sebesar 93 di 288 game untuk Barca. Seiring dengan itu, ia meninggalkan klub setelah memenangi sejumlah gelar utama. Setelah musim konfrontasi dengan staf pelatih, ia menandatangani untuk Real Madrid di musim panas 1994. Tetapi meskipun yang bergerak menakjubkan, keajaiban "Nikmati" tidak akan pernah terlupakan di klub. Guillermo AMOR Amor (Benidorm, Alicante, 1967) adalah salah satu pemain paling penting dalam seluruh sejarah dari FC Barcelona, ??telah membuat penampilan klub ketiga yang paling belakang hanya Migueli dan Rexach. Ia dibesarkan di La Masia dari tahun 1980, dan pada tanggal 23 September 1982, masih sebagai pemain muda, ia datang menggantikan Diego Maradona pada hari Miniestadi diresmikan. Dia adalah salah satu

pemain yang paling melambangkan sistem muda Barca, dan promosi kepada tim pertama datang pada saat yang sama bahwa Dream Team sedang disatukan. Ia berkembang menjadi salah satu mesin dari sisi itu, bermain sebagai setengah pusat, dan terus-menerus meletakkan di pertunjukan padat dengan cara yang tenang tapi sangat efektif. Guillermo Amor itu, tidak diragukan lagi, paradigma ideal untuk seorang pemain yang diproduksi secara lokal yang tanpa syarat berkomitmen untuk warna Barca. Dia adalah FC Barcelona kepala sepakbola muda dari tahun 2003 hingga 30 Juni 2007. Pada bulan Juli 2010 ia bergabung dengan Klub sebagai direktur teknis pelatihan sepak bola. Aitor Begiristain Aitor Begiristain (Olaberria, Guipúzcoa, 1964), atau 'Txiki' karena ia dikenal, adalah lain dari anggota kunci 'Dream Team' yang legendaris.Dikontrak dari Real Sociedad, bersama dengan José Mari Bakero dan López Recarte, dia adalah seorang striker serbaguna yang bisa bermain tepat di belakang ke depan atau di sayap baik, meskipun ia selalu lebih suka bermain di kiri. Dia adalah pemain klasik cekatan, mampu menghasilkan baik keterampilan dan fantasi. Dia adalah seorang master sempurna dari satu-satu, dan sering menghabiskan bergerak dengan salib akurat atau tembakan kuat. Solusi bersama manajer Johan Cruyff untuk menemukan cara melalui dalam pertandingan sulit adalah untuk memberitahu para pemainnya untuk "mendapatkan bola untuk Txiki". Dia juga seorang pemain dengan sifat turun ke bumi, dan bahwa memenangkan kasih sayang penuh dari penggemar. Dia adalah FC Barcelona direktur sepakbola dari tahun 2003 sampai 30 Juni 2010 ..

Ronald Koeman Koeman 'Tintin' akan selalu mendapatkan disebutkan dalam sejarah Barcelona FC untuk mencetak gol kemenangan Barca yang menyerahkan di Piala Eropa 1992 di Wembley.Bek Belanda (Zaandam, 1963) adalah salah satu tokoh sentral dalam Dream Team, menjadi pemain ahli di depan pertahanan dan menjadi penyedia menentukan menakjubkan melewati yang dihasilkan begitu banyak peluang berbahaya.Dia juga akan selalu diingat sebagai salah satu pengambil penalti yang paling dapat diandalkan olahraga yang pernah dikenal, karena kemampuan Tendangan bebas, dan untuk kekuatan pemecah rekor dia bisa menempatkan di belakang bola. Dia mencetak 102 gol dalam enam tahun di Barca, penghitungan yang luar biasa untuk pemain defensif. Di luar lapangan, dia populer untuk menyenangkanNya, turun ke alam bumi, dan ia menjadi salah satu klub berhala tak terbantahkan dari era. Dia adalah bagian dari staf pelatih klub dari Juli 1998 sampai Desember 1999. Josep Guardiola 'Pep' Guardiola adalah salah satu pemain terbaik yang pernah muncul dari sistem muda Barca.Ia lahir pada tahun 1971 di Santpedor (Barcelona), dan setelah mewakili klub di setiap tingkatan, dia akhirnya membuat tim pertama debut untuk FC Barcelona pada musim 19901991. Dia adalah seorang gelandang berbakat indah dengan visi yang sangat baik, dan playmaker sentral di samping, selalu mengenakan nomor '4 terkenal 'di punggungnya. Karir cemerlang bertepatan dengan salah satu periode paling cemerlang dalam sejarah klub baru-baru ini, yang disebut Dream Team Johan Cruyff di bawah besar, dengan banyak menggambarkan Guardiola sebagai perpanjangan alami Belanda itu ke

lapangan permainan. Guardiola berbagi ruang ganti dengan beberapa pemain terbesar di dunia pada 1990-an: Romario, Laudrup, Bakero, Zubizarreta, Stoichkov, Koeman, Amor, Figo, Ronaldo, Rivaldo, dan Luis Enrique, antara lain begitu banyak. Kelemahan dari karirnya adalah cedera serius dalam, musim 1997-98 yang membuatnya absen selama setahun. Dia tinggal di Barca sampai musim 2000-01, ketika ia memutuskan untuk mencoba keberuntungan di tempat lain di Brescia klub Italia. Pencapaian terbesar di tingkat internasional medali emas di Olimpiade Barcelona pada tahun 1992.Barca B manajer selama musim 2007-08, dari bulan Juni, manajer tim pertama. Hristo Stoichkov Hristo Stoichkov lahir di Plovdiv (Bulgaria) pada tahun 1966. Dia meninggalkan CSKA Sofia untuk bergabung dengan Barca pada tahun 1990 dan tinggal di sana sampai 1998, meskipun untuk satu musim, 1995-96, dia di Parma di Italia.Hristo adalah salah satu bintang dari Dream Team dan salah satu pemain penggemar 'paling populer tahun 1990-an, baik untuk sepak bola dan semangat juang yang luar biasa. Dia serbaguna, dan bisa bermain baik di kiri atau di tengah, membuatnya pemain depan yang sangat efisien, dengan kecepatan tinggi dan naluri mencetak gol. Dia dianggap salah satu pemain terbaik di dunia untuk waktunya, dan pemain Barca hanya untuk memenangkan Piala Eropa (1992), Golden Boot (1990) dan Balon d'Or (1995) Dia adalah orang karismatik baik di dalam dan luar lapangan, dan dengan tulus merasakan warna Barcelona, ??yang dia selalu siap untuk berani dan sangat membela.

Romario de Souza Lahir di Rio de Janeiro pada tahun 1966, Romario datang ke FC Barcelona dari PSV Eindhoven pada 1993.Striker Brasil segera dibenarkan transfernya di musim 1993-94, ketika ia menghasilkan 30 gol spektakuler dalam 33 pertandingan liga ia muncul masuk KualitasNya tidak kekurangan magis, dan manajer Jorge Valdano pernah dipindahkan untuk menggambarkan dia sebagai "pemain kartun". Dia bisa menggiring bola, dia cepat, dan dia bisa mengubah langkahnya, kehilangan penanda dan menembak ke gawang dalam mode superlatif. Dia adalah potongan terakhir dari teka-teki 'Dream Team', striker tinggimencetak gol. Pada musim panas 1994, setelah memenangkan liga dengan Barca, Romario juga memiliki Piala Dunia FIFA yang indah di Amerika Serikat, memenangkan gelar dengan Brasil dan yang bernama Pemain Terbaik Turnamen. Sayangnya, ada sisi kontroversial pemain juga. Dia secara teratur mengambil liburan lebih hari daripada dia diperbolehkan dan yang menyebabkan keberangkatan prematur dari klub pada tahun 1995, dimana ia menandatangani untuk Flamengo. LUIS ENRIQUE MARTINEZ Populer 'Lucho' (Gijón, 1970) datang ke FC Barcelona pada musim panas tahun 1996 sebagai agen bebas setelah bermain di Real Madrid selama lima musim.Meskipun masa lalu di Madrid, ia beradaptasi dengan cepat ke klub barunya, dan segera menjadi salah satu pemain paling karismatik yang pernah untuk mewakili FC Barcelona. Dia adalah seorang pemimpin lahir, dan sangat berkomitmen, yang alasan Luis Enrique adalah salah satu kapten tim. Kualitasnya terbaik adalah fleksibilitas, karakteristik yang paling menggambarkan cara dia bermain, meskipun ada begitu banyak. Ia biasanya bermain sebagai

striker linkman dengan keluar dan keluar, meskipun ia juga akan bermain di posisi yang lebih luas, atau bahkan sebagai penyerang tengah. Dia adalah seorang pekerja yang terampil dan tak kenal lelah, dan pencetak gol yang hebat juga, terutama ketika datang dari belakang, di mana ia tidak pernah satu untuk menyerah, bahkan dalam situasi paling sulit. Dia terus-menerus akan mendorong rekan-rekannya, dan merupakan anggota skuad penting baik dan luar lapangan. Karakter dan bakat ini Asturian teladan bagi para penggemar untuk mengagumi. Dia tinggal di Barca sampai dia akhirnya menutup sepatu pada tahun 2004. Dari Juni 2008, Luis Enrique adalah manajer tim pertama. Ronaldo Luiz Nazario Lahir di Rio de Janeiro pada tahun 1976, Ronaldo bergabung dengan Barca pada tahun 1996 dari PSV Eindhoven, sebagai striker muda luar biasa menjanjikan.Dia hanya di klub untuk satu musim, tetapi tentu terbukti layak, mencetak 47 gol dalam 51 pertandingan, jenis statistik yang jarang Anda lihat dalam permainan modern. The 'Fenomena' adalah seorang pemain luar biasa kekar, dengan keterampilan luhur, sprint kuat dan finish fantastis. Pada musim 1996-97, di bawah Bobby Robson ia membantu Barca ke Piala Winners, Copa del Rey dan Piala Super Spanyol, dan ia mencetak gol di Compostela dan di Nou Camp melawan Valencia yang tidak kekurangan kecerdasan belaka. Pada hanya 20 tahun, ia tampak ditakdirkan untuk hal-hal besar di Barca, namun disayangkan serangkaian episode yang melibatkan Direksi dan agen sendiri menyebabkan dia meninggalkan untuk Inter Milan.

Vitor Borba Ferreira 'Rivaldo' Rivaldo (Recife, Brasil, 1972) ditandatangani dari Deportivo La Coruna pada awal musim 1997-98 sebagai pengganti langsung untuk rekan senegaranya Ronaldo, yang meninggalkan untuk Inter Milan setelah tahun yang luar biasa di Catalonia.Dan Rivaldo mampu mengisi peran. Seorang pemain, tinggi kokoh, ia memiliki jenis kemampuan yang jarang terlihat sebelumnya, dengan kemampuan dribbling sulit, tembakan yang kuat dan bakat luar biasa untuk mengubah tendangan bebas dan penalti, semua dari kaki kirinya. Dia tidak keluar dan keluar striker, tetapi lebih dari pemain sayap kiri atau gelandang serang, tapi masih berhasil untuk rak atas penghitungan yang luar biasa gol dalam waktu di Barca: 136 di 253 pertandingan. Dia adalah seorang pemain sepak bola serius dan diskrit, yang lebih suka untuk melakukan berbicara pada lapangan dan dihargai dalam gaya atas prestasi dengan Balon d'Or pada tahun 1999. Ronaldo De Assis, 'Ronaldinho' Striker Brasil itu lahir di Porto Alegre (Brasil) pada tahun 1980. Dalam lima musim di klub ia menjadi salah satu pemain terbesar yang pernah dan membuat kontribusi yang menentukan untuk memenangkan dua gelar Liga dan Liga Champions.Ronaldinho datang ke Barcelona pada musim panas tahun 2003 untuk kepala proyek klub baru yang dimulai dengan Frank Rijkaard sebagai manajer. Pria yang memakai nomor 10 shirt untuk Barca selama lima musim segera senang dengan bermain imajinatif penggemar nya yang menyebabkan gerakan yang sangat sedikit pemain yang bisa bercita-cita untuk. Selama waktu di Barca dia mencetak 94 gol dalam pertandingan kompetitif meskipun ia juga berdiri sebagai seorang pejalan kaki bola. Dengan dia memimpin tim di

lapangan, Barca mengalami beberapa waktu terbaik dalam sejarah, memenangkan dua back-to-back gelar Liga dan di atas semua Liga Champions di akhir yang tak terlupakan pada tanggal 17 Mei 2006 di Paris. Juga diingat adalah standing ovation yang diterimanya di Santiago Bernabeu setelah mencetak dua gol yang luar biasa dalam kemenangan 3-0 melawan Real Madrid pada 19 November 2005. Sementara di Barca dia juga memenangkan penghargaan internasional atas seperti FIFA World Player (2004 dan 2005) dan Golden Ball (2005). ANDERSON de Souza, 'DECO' Meskipun ia lahir di Brasil (Sao Bernardo, 27-08-1977) Deco membuat namanya sebagai pemain di Portugal sebelum datang ke Barca. Pelatih di klub Catalan, Frank Rijkaard, mengatakan bahwa Deco adalah barometer tim pertama.Deco adalah salah satu pemain terpenting yang dibuat oleh Barca untuk, musim 2004-05 kedua Rijkaard sebagai manajer. Gelandang datang ke klub setelah menang hanya tentang segala sesuatu dengan Porto termasuk Liga Champions dan menjadi pemain terbaik dari kompetisi tahun 2004. Dia dibawa untuk memperkuat tim inti setelah kepergian pemain seperti Edgar Davids dan Philip Cocu. Kehendak-Nya untuk menang, nous taktis dan semangat timnya segera membuatnya menjadi salah satu pemimpin dari salah satu tim terbaik dalam sejarah Barcelona yang memenangkan dua back-to-back Liga dan Liga Champions. Deco menunjukkan bahwa ia adalah seorang pemain sepak bola yang lengkap yang menggabungkan komitmen dan kerja keras dengan keterampilan teknis yang besar sering ditemukan di antara Brasil. Dia mampu membuat lulus akhir, untuk membuat dan mencetak gol, tetapi juga untuk melakukan pelanggaran taktis bila diperlukan. Pada akhir musim 2007-

08 dan setelah empat musim dan tujuh gelar dengan Barca, Deco ditransfer ke Chelsea. Samuel Eto'o Eto'o turun dalam sejarah Barca sebagai "singa gigih", ke depan yang tidak pernah menyerah. Selama 5 tahun dia adalah seorang target tim, dan tuan rumah menang judul itu, untuk sebagian besar, berkat gol penting ia mencetak.Dia target baik di final Liga Champions 2006 di Paris dan Roma 2009.

Eto'o (Nkon, Kamerun, 1981) ditandatangani untuk Barca pada bulan Agustus 2004 dari Mallorca setelah tarik panjang perang dengan Real Madrid, yang memegang hak pemain. Itu tidak lama sebelum menjadi jelas hanya apa yang dia membeli yang cerdik, karena ia menjadi mimpi buruk bagi kiper lawan. Sebuah pesawat tempur sampai akhir, dan seorang pria untuk siapa mencetak gol adalah sebuah seni yang mengalir dalam darahnya. Berkat assist dari orang-orang seperti Deco, Ronaldinho, Iniesta, Xavi dan Messi, Afrika mencetak 152 gol dalam 232 pertandingan nya jersey Barca. Sebuah angka luar biasa yang membuatnya salah satu striker paling produktif dalam sejarah klub. 108 gol di 144 tandang liga membuatnya tertinggi ketiga pencetak gol liga pada catatan klub, penghitungan hanya atasnya oleh César dan Kubala. Dengan 130 gol dalam 199 pertandingan, ia juga peringkat ketiga gol dalam pertandingan resmi, lagi di belakang hanya César dan Kubala dan diikat dengan Rivaldo. Dia pencetak gol terbanyak di liga 2004/05 (dengan 25 gol, maka diikat dengan Forlan) dan 2005/06 (dengan 26 gol).

Beberapa prestasi yang pernah diraih Liga Champions: 3 1991-92 FC Barcelona 1 – 0 Sampdoria 2005-06 FC Barcelona 2 – 1 Arsenal 2008-09 FC Barcelona 2 – 0 Manchester United Piala UEFA: 4 1958 FC Barcelona 6 – 0 London XI; London XI 2 – 2 FC Barcelona 1960 FC Barcelona 4 – 1 Birmingham City; Birmingham City F.C. 0 – 0 FC Barcelona 1966 Real Zaragoza 2 – 4 FC Barcelona; FC Barcelona 0 – 1 Real Zaragoza 1971 FC Barcelona 2 – 1 Leeds United Piala Super Eropa: 3 1992 Werder Bremen 1 – 1 FC Barcelona; FC Barcelona 2 – 1 Werder Bremen 1997 FC Barcelona 2 – 0 Borussia Dortmund; Borussia Dortmund 1 – 1 FC Barcelona 2009 FC Barcelona 1 – 0 FC Shakhtar Donetsk

Piala Winners: 4 1979 FC Barcelona 4 – 3 Fortuna Düsseldorf 1982 FC Barcelona 2 – 1 Standard de Liège 1989 FC Barcelona 2 – 0 Sampdoria 1997 FC Barcelona 1 – 0 Paris Saint-Germain Liga Spanyol: 20 1928-29, 1944-45, 1947-48, 1948-49, 1951-52, 1952-53, 195859, 1959-60, 1973-74, 1984-85, 1990-91, 1991-92, 1992-93, 1993-94, 1997-98, 1998-99, 2004-05, 2005-06, 2008-09, 200910 Supercopa de España: 5 1984, 1992, 1993, 1995, 1997 Copa de la Liga: 2 1983, 1986 Copa del Rey: 25 1909-10, 1911-12, 1912-13, 1919-20, 1921-22, 1924-25, 192526, 1927-28, 1941-42, 1950-51, 1951-52, 1952-53, 1956-57, 1962-63, 1967-68, 1970-71, 1977-78, 1980-81, 1982-83, 198788, 1989-90, 1996-97, 1997-98, 2008-09

Piala Latin: 2 1949, 1952 Piala Joan Gamper: 31 1966, 1967, 1968, 1969, 1971, 1973, 1974, 1975, 1976, 1977, 1979, 1980, 1983, 1984, 1985, 1986, 1988, 1990, 1991, 1992, 1995, 1996, 1997, 1998, 1999, 2000, 2001, 2002, 2003, 2004, 2007

Presiden Walter Wild (1899–01) Bertomeu Terradas (1901–02) Paul Haas (1902) Arthur Witty (1902–05) Joan Gamper (1908–09, 1910–13, 1917–19, 1921– 23, 1924–25) Otto Gmeling (1909) Josep Sunyol (1935–36) Enrique Piñeyro (1940–43) Agustí Montal (1969–77) Josep Lluís Nuñez (1978–2000) Joan Gaspart (2000–2003) Joan Laporta (2003–2010) Sandro Rosell (2010–kini)

Pelatih Jack Greenwell, 1917–24, 1931–33 Ralph Kirby, 1925–26 Romà Forns, 1927–29 Franz Platko, 1934–35, 1955–56 Patrick O’Connell, 1935–37 Joan Josep Nogués, 1941–44 Josep Samitier, 1944–47 Enrique Fernández, 1947–50 Fernando Daucik, 1950–54 Sandro Puppo, 1954–55 Domènec Balmanya, 1956–58 Helenio Herrera, 1958–60, 1980, 1980–1981 Ladislao Kubala, 1962, 1980 Josep Gonzalvo, 1963 César Rodríguez, 1963–64

Vic Buckingham, 1969–71 Rinus Michels, 1971–1975, 1976–1978 Hennes Weisweiler, 1975–1976 Udo Lattek, 1981–1983 César Luis Menotti, 1983–1984 Terry Venables, 1984–87 Luis Aragonés, 1987–88 Johan Cruyff, 1988–96 Sir Bobby Robson, 1996–97 Louis van Gaal, 1997–2000, 2002–2003 Llorenç Serra Ferrer, 2000–2001 Carles Rexach, 2001–2002 Radomir Antic, 2003 Frank Rijkaard, 2003–2008 Pep Guardiola, 2008–

VISCA

BARCA

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->