Teori MOTIVASI

Teori MOTIVASI

Sub Pokok Bahasan : Konsep Motivasi a. Pengertian Motivasi b. Faktor Penggerak Motivasi c. Bentuk-Bentuk Motivasi d. Teori-Teori Motivasi e. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi f. Cara Meningkatkan Motivasi g. Fungsi Motivasi h. Macam-Macam Motivasi i. Tujuan Motivasi j. Metode Motivasi Konsep Motivasi Pengertian Motivasi Menurut Sardiman (2007: 73), menyebutkan motif dapat diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Bahkan motif dapat dikatakan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Berawal dari kata motif itu, maka motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif. Motif menjadi aktif pada saat-saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan atau mendesak.

Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan dan tujuan ini akan menyangkut soal kebutuhan. dan mendukung prilaku manusia. Terry (dalam malayu 2005: 145) mengemukakan bahwa motivasi adalah keinginan yang terdapat pada diri seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan. menyebutkan bahwa motivasi adalah suatu keahlian. Motivasi di tandai dengan munculnya. Sedangkan menurut Edwin B Flippo (dalam malayu 2005: 143). agar secara produktif berhasil mencapai dan mewujudkan tujuan yang ditetapkan sebelumnya. motivasi itu tampak dalam dua segi yang berbeda. Pentingnya motivasi karena motivasi adalah hal yang menyebabkan. . dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan. dan mengarahkan potensi serta daya kerja manusia tersebut ke arah yang diinginkan. Donald (dalam Sardiman2007: 73). mengerahkan. efeksi dan emosi serta dapat menentukan tinggkah-laku manusia. supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal. motivasi tampak sebagai suatu usaha positif dalam menggerakkan. penampakannya akan menyangkut kegiatan fisik manusia.R. motivasi berasal dari kata latin movere yang berarti dorongan atau pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka mau bekerja sama. yaitu dilihat dari segi aktif/dinamis. Sedangkan menurut Azwar (2000: 15). Sedangkan menurut G. motivasi akan tampak sebagai kebutuhan sekaligus sebagai peranggsang untuk dapat menggerakkan. dorongan ataupun pembangkit tenaga yang dimiliki seseorang atau sekolompok masyarakat yang mau berbuat dan bekerjasama secara optimal dalam melaksanakan sesuatu yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. mengerahkan. bekerja efektif. dalam mengarahkan pegawai dan organisasi agar mau bekerja secara berhasil. menyalurkan. dan mengarahkan daya serta potensi tenaga kerja. sehingga para pegawai dan tujuan organisasi sekaligus tercapai. rasa/”feeling” yang relevan dengan persoalanpersoalan kejiwaan. Sedangkan apabila dilihat dari segi pasif/statis. Menurut Malayu (2005: 143).Menurut Mc. Dari pengertian Mc. motivasi adalah rangsangan. menyebutkan bahwa motivasi sebagai perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. menyebutkan bahwa motivasi sebagai kecenderungan (suatu sifat yang merupakan pokok pertentang) dalam diri seseorang yang membangkitkan topangan dan mengarahkan tindaktanduknya. Motivasi (motivasion) dalam manajemen hanya ditujukkan pada sumber daya manusia umumnya dan bawahan khususnya. Menurut American Enyclopedia (dalam malayu 2005: 143). Donald ini mengandung tiga elemen penting yaitu: Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia (walaupun motivasiitu muncul dari dalam diri manusia).

Keinginan untuk hidup. 2005: 142) mengatakan bahwa faktor penggerak motivasi seseorang meliputi: a. Motivasi Instrinsik Adalah motivasi yang menjadi sifat. Keinginan untuk suatu posisi dengan memiliki sesuatu merupakan keinginan manusia yang kedua dan ini salah satu sebab mengapa manusia mau bekrja. Keinginan akan adanya pengakuan. Keinginan akan kekuasaan merupakan keinginan selangkah diatas keinginan untuk memiliki. Motivasi Terdesak Motivasi yang muncul dalam kondisi terdesak atau terjepit dan munculnya serentak. merupakan jenis terakhir dari kebutuhan yang mendorong orang untuk bekerja. karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan (drive) untuk melakukan sesuatu. Keinginan akan pengakuan. pengaruh lingkungan dan sebagainya. paksaan. Faktor Penggerak Motivasi Menurut Peterson dan Plowman (dalam malayu. yang mendorong orang mau bekerja. pertahanan dan keamanan. c. Teori-Teori Motivasi a. setiap pekerja mempunyai motif keinginan (want) dan kebutuhan (needs) tertentu dan mengharapkan kepuasan dari hasil kerjanya. b. Keinginan untuk memiliki sesuatu.Maka dapat dikatakan bahwa motivasi itu sebagai sesuatu yang kompleks. yang . menghentak dan cepat sekali hadir dalam perilaku individu. kebutuhan atau keinginan. d. sosial. Bentuk-Bentuk Motivasi a. penghormatan. ekonomi. Teori Motivasi Kebutuhan Teori ini menitikberatkan pada pengenalan rangsangan dari dalam atau kebutuhan individu. d. datangnya dari dalam individu sendiri atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. budaya. Motivasi Ekstrinsik Motivasi ini timbul bukan berasal dari individu. Dengan demikian. karena manusia adalah makhluk sosial (Widyatun. Rangsangan dari luar dapat berupa anjura. perasaan dan juga emosi untuk kemudian bertindak atau melakukan sesuatu. dan status sosial. b. politik. c. Motivasi akan menyebabkan terjadinya suatu perubahan energi yang ada pada diri manusia. Keinginan akan kekuasaan. Yang sering muncul dari berbagai bentuk motif ini adalah motivasi sosial. Motivasi Ipoleksosbud-Hankam Motivasi ini berhubungan dengan idiologi. melainkan terjadi karena adanya pengaruh dari luar atau datang dari luar. Semua ini didorong karena adanya tujuan. Keinginan untuk hidup merupakan keinginan utama dari setiap orang. sehingga akan bergantung dengan persoalan gejala kejiwaan. manusia bekerja untuk dapat makan dan makan dapat melanjutkan kehidupannya. Teori ini dikembangkan oleh Maslow dengan need hierarchy theory. 1999: 114). imbalan.

Teknik tingkah laku (meniru. b. e. kepercayaan akan sesuatu secara logis namun membawa keberuntungan. Jenjang kebutuhan itu meliputi: kebutuhan biologis. Teori Motivasi Harapan Teori ini berpikir atas dasar harapan hasil prestasi valensi dan harapan prestasi usaha (Widyatun. Situasi dan kondisi. 1999: 115). Teknik intensif dengan cara mengambil kaidah yang ada 4. 2005: 158). bila mereka mengalami kepuasan dan diterima dari upaya proporsi atau usaha yang dilakukan (Widyatun. 1999: 113). e. c. Dorongan (drive) tersebut. 1999: 113). Teori Motivasi Penguatan Teori ini menyangkut ingatan individu mengenai pengalaman dan rangsangan respon konsekuensi. Faktor fisik dan proses mental. menerapkan) 3. kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri (Malayu. Citra (image) yaitu dengan imajinasi atau daya khayal yang tinggi. Media audio-visual (Widyatun. Faktor hereditas. Fasilitas (sarana dan prasarana). lingkungan (environmental). c. sehingga berbeda untuk tiap orang (Malayu. f. Supertisi. Program dan aktivitas. 1999: 113). 2005: 153). makan individu akan termotivasi (Widyatun. Cara Meningkatkan Motivasi 1. 1999: 116). Individu akan termotivasi bila ia memberikan respon pada rangsangan pada pola tingkah laku konsisten sepanjang waktu (Widyatun. b. g. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi a. d. karena adanya kebutuhan. kebutuhan rasa aman.mana kebutuhan manusia diklasifikasikan dalam lima jenjang. mencoba. . Dorongan dapat dipelajari dan berasal dari pengalamanpengalaman masa lalu. dibawa sejak lahir atau bersifat intrinsik. kematangan dan Usia. Teori Motivasi Dorongan Teori ini menyebutkan bahwa tingkah laku individu didorong ke arah suatu tujuan tertentu. 5. Faktor intrinsik individu. Mulai dari yang paling rendah sampai jenjang paling tinggi. kebutuhan akan dcintai dan kasih sayang. Teori Motivasi Keadilan Teori ini berprinsip bahwa individu akan termotivasi. Dengan teknik verbal a) Berbicara untuk membangkitkan semangat b) Pendekatan pribadi c) Diskusi dan sebagainya 2. d.

2007: 85 ). b) Motif-motif darurat. Menentukan arah perbuatan. b) Motif-motif yang dipelajari adalah motif yang timbul karena dipelajari. untuk berusaha. dengan menyisihkan perbutanperbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut (Sardiman. untuk menaruh minat.Fungsi motivasi a. dorongan untuk bekerja. karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.motif yang diisyaratkan secara sosial. 2. Dalam hal ini menyangkut kebutuhan untuk melakukan eksplorasi. makan. Motivasi rohaniah dan jasmaniah Ada beberapa ahli yang menggolongkan jenis motivasi itu menjadi dua jenis yakni motivasi jasmaniah dan motivasi rohaniah. c. Macam-macam motivasi Berbicara tentang macam atau jenis motivasi ini dapat dilihat dari berbagai sudut pandang yaitu: 1. 4. melakukan manipulasi. Tujuan motivasi . misalnya: dorongan untuk makan. dorongan untuk membalas. insting otomatis. untuk memburu. Mendorong manusia untuk berbuat. meliputi: kebutuhan untuk minum. Motif-motif ini muncul karena dorongan untuk dapat menghadapi dunia luar secara efektif. Motif ini sering motif. Motif ini sering disebut motif. misalnya: dorongan untuk belajar suatu cabang ilmu pengetahuan. b. nafsu. jadi motivasi itu ada tanpa dipelajari. yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan. bernafas. Jenis motivasi menurut pembagian dari Woodworth dan Marquis a) Motif atau kebutuhan organis. berbuat dan kebutuhan untuk beristirahat. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya. yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. Motivasi dilihat dari dasar pembuntukannya a) Motif-motif bawaan yaitu motif yang dibawa sejak lahir. untuk beristirahat. dorongan untuk minum. seksual. 3. Menyelesaikan perbuatan. Sedangkan yang termasuk motivasi rohaniah adalah kemauan. jadi motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan. dordngan seksual. Motivasi intrinsik dan esktrinsik a) Motivasi intrinsik Yang dimaksud dengan motivasi intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau fungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Motivasi jenis ini timbul karena adanya rangsangan dari luar. b) Motivasi esktrinsik Yang dimahsud motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi kerena adanya perangsang dari luar (Sardiman. Yang termasuk dalam jenis motif ini antara lain: dorongan untuk menyelamatkan diri. c) Motif-motif objektif. 2007: 86). dorongan untuk mengajar sesuatu di dalam masyarakat.motif yang disyaratkan secara bioligis. Yang termasuk motivasi jasmani seperti: reflek.

seperti pujian. 4) Meningkatkan kedisiplinan seseorang. Motivasi tidak langsung (indirect motivation) Motivasi tidak langsung adalah motivasi yang diberikan merupakan fasilitas-fasilitas yang mendukung serta menunjang gairah seseorang/kelancaran tugas sehingga seseorang betah dan bersemangat melakukan pekerjaannya (malayu. 3) Mempertahankan kestabilan seseorang. penghargaan. . 8) Meningkatkan kesejahteraan seseorang. Motivasi langsung (Direct motivation) Motivasi langsung adalah motivasi (materiil dan nonmateriil) yang diberikan secara langsung kepada setiap individu untuk memenuhi kegutuhan serta kepuasannya. Metode motivasi Ada dua metode motivasi yaitu motivasi langsung dan metivasi tidak langsung’ a. dan partisipasi seseorang. tunjangn. 9) Mempertinggi rasa tanggungjawab seseorang terhadap tugas-tugasnya (malayu. dan bonus.1) Meningkatkan moral dan kepuasa seseorang. 6) Menciptakan suasana dan huungan yang baik. 7) Miningkatkan loyalitas. 2005: 146). 5) Mengefiktifkan pengadaan seseorang. 2005:149). kreativitas. Jadi sifatnya khusus. 2) Meningkatkan produktivitas seseorang. b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful