P. 1
Cara Penyuntikan Insulin

Cara Penyuntikan Insulin

|Views: 1,651|Likes:
Published by Fitri Aja

More info:

Published by: Fitri Aja on Dec 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/17/2013

pdf

text

original

http://majalahkesehatan.

com/9-gangguan-jantung-yang-wajib-anda-ketahui/ Cara penyuntikan insulin Diabetes Melitus Diabetes Melitus (DM) atau sering dikenal sebagai kencing manis, ditandai dengan kelompok gejala hiperglikemia; perubahan metabolisme lemak, karbohidrat, dan protein; serta meningkatnya resiko komplikasi penyakit vaskuler baik makrovaskuler (penyakit kardiovaskuler) dan mikrovaskuler (nefropati, retinopati dan neuropati). Semua ini timbul akibat defisiensi sintesis dan sekresi insulin. DM diklasifikasikan menjadi dua yaitu DM tipe 1 yang bergantung pada insulin (IDDM), dan DM tipe 2 yang tidak bergantung pada insulin (NIDDM). DM tipe 1 merupakan penyakit autoimun yang biasa dialami oleh anak-anak atau remaja, dimana sel beta pankreas dihancurkan sehingga tidak mampu memproduksi insulin endogen yang bertanggung jawab terhadap peningkatan glukosa darah. DM tipe 2, terjadi defisiensi insulin yang didahului oleh adanya resistensi insulin di otot, lemak dan hati (terutama pada obesitas viseral), dan bersamaan itu disertai gangguan sekresi insulin sel beta pankreas yang lambat laun menjadi defisiensi insulin yang permanen. Prevalensi terjadinya DM tipe 1 hanya sekitar 5-10% dari semua kasus diabetes jika dibandingkan dengan DM tipe 2 yang mencapai 90-95%. Selain itu, terdapat jenis diabetes mellitus gestasional (DMG) yang juga disebabkan oleh resistansi insulin yang terjadi pada wanita hamil. DMG biasanya terjadi pada trimester kedua atau ketiga. Saat ini insulin dipergunakan untuk DM tipe 1 dan DM tipe 2 dengan berbagai macam indikasi. Umumnya, terapi insulin diberikan pada pasien DM tipe 2 apabila pengobatan dengan antidiabetik oral gagal. Pasien DMG juga diberi terapi dengan insulin, namun biasanya glukosa darah akan kembali normal setelah melahirkan. Insulin Insulin termasuk hormon polipeptida yang awalnya diekstraksi dari pankreas babi maupun sapi, tetapi kini telah dapat disintesis dengan teknologi rekombinan DNA menggunakan E.coli. Susunan asam amino insulin manusia berbeda dengan susunan insulin hewani; insulin rekombinan dibuat sesuai dengan susunan insulin manusia sehingga disebut sebagai human insulin. Saat ini insulin biosintetik tersedia di Indonesia.

glukosa tersebut selanjutnya diabsorbsi di saluran pencernaan menuju ke aliran darah untuk dioksidasi di otot skelet sehingga menghasilkan energi. 2. meng urangi pemecahan glikogen (glikogenolisis) di hati. Monotard. Insulin sampai saat ini dikelompokkan menjadi beberapa jenis antara lain: 1. apabila tidak ada insulin maka sel tidak dapat menggunakan glukosa sehingga proses metabolisme menjadi terganggu.Insulin merupakan hormon yang diproduksi oleh sel beta di dalam pankreas dan digunakan untuk mengontrol kadar glukosa dalam darah. Komponen pertama yaitu: sekresi insulin basal kira-kira 1 unit/jam dan terjadi diantara waktu makan. Insulin akan meningkatkan pengikatan glukosa oleh jaringan. Kemampuan sekresi insulin prandial berkaitan erat dengan kemampuan ambilan glukosa oleh jaringan perifer. meningkatkan level glikogen dalam hati. Sekresi insulin terdiri dari 2 komponen. durasi kerja sampai 6 jam.Reguler Insulin (Crystal Zinc Insulin) Bentuknya larutan jernih. NPH. Glukosa juga disimpan dalam hati dalam bentuk glikogen kemudian diubah dalam jaringan adiposa menjadi lemak dan trigliserida. Merupakan satu-satunya insulin yang dapat dipergunakan secara intra vena. Humulin N. dan membantu penggabungan asam amino menjadi protein. Insulin berperan dalam penggunaan glukosa oleh sel tubuh untuk pembentukan energi. Proses yang terjadi yaitu karbohidrat dimetabolisme oleh tubuh untuk menghasilkan glukosa. Kerja menengah (intermediate acting) Contoh: Insulatard. Kerja panjang ( long acting) . waktu malam hari dan keadaan puasa. Komponen kedua yaitu: sekresi insulin prandial yang menghasilkan kadar insulin 5-10 kali lebih besar dari kadar insulin basal dan diproduksi secara pulsatif dalam waktu 0. Bentuk NPH tidak imunogenik karena protamin bukanlah protein. kemudian menurun dengan cepat mengikuti penurunan kadar glukosa basal. 3. menurunkan pemecahan asam lemak menjadi badan keton. meningkatkan sintesis asam lemak. maka bentuknya menjadi suspensi yang akan memperlambat absorpsi sehingga efek menjadi lebih panjang. efek puncak 2-4 jam setelah penyuntikan.5-1 jam sesudah makan dan mencapai puncak dalam 30-45 menit. Bisa dicampur dengan insulin kerja menengah atau insulin kerja panjang. Insulin Lente Dengan menambah protamin (NPH / Neutral Protamin Hagedom) atau zinc (pada insulin lente). Humulin R. Insulin memfasilitasi proses tersebut. Kerja cepat (rapid acting) Contoh: Actrapid.

Lokasi abdomen lebih cepat dari paha maupun lengan. LANTUS® dikontraindikasikan bagi pasien yang hipersensitif terhadap insulin glargine. Semua jenis insulin yang beredar saat ini sudah sangat murni. tetapi paling baik dibawah kulit perut. tetapi kadar lembah (through) dalam sehari harus diusahakan tidak lebih rendah dari 70 mg% (4 mmol/liter). Jenis insulin human lebih cepat dari insulin animal. Salah satu insulin yang dapat menjadi pilihan untuk terapi DM yaitu LANTUS®(nama dagang) dengan nama generik insulin glargine. resistensi. sebab apabila tidak murni akan memicu imunogenitas. dosis insulin dinyatakan dalam unit (U). Insulin sebaiknya disuntikkan di tempat yang berbeda. maka sesekali kadar ini mungkin lebih dari 180 mg% (10 mmol/liter). (2) Vials: 10 ml vials (1000 IU insulin glargine). b) intramuskuler: penyerapannya lebih cepat 2 kali lipat daripada subkutan. c) subkutan: penyerapanya tergantung lokasi penyuntikan. Insulin diberikan subkutan dengan tujuan mempertahankan kadar gula darah dalam batas normal sepanjang hari yaitu 80-120 mg% saat puasa dan 80-160 mg% setelah makan. efek samping yang mungkin terjadi yaitu nyeri pada sisi injeksi dan hipoglikemia. Untuk tujuan pengobatan. PZI Insulin bentuk ini diperlukan untuk tujuan mempertahankan insulin basal yang konstan. konsentrasi. Insulin Ultralente. LANTUS® (PT Sanofi-Aventis) bisa menjadi pilihan karena insulin glargine telah diuji dan dinyatakan efektif dan aman untuk diberikan kepada kasus-kasus DM tipe 1 dan tipe 2 oleh FDA dan oleh ’the European Agency for the Evaluation of Medical Products’. Cara pemberian insulin ada beberapa macam: a) intra vena: bekerja sangat cepat yakni dalam 2-5 menit akan terjadi penurunan glukosa darah. (3) . Sediaan homogen human insulin mengandung 25-30 IU/mg. Bentuk sediaan LANTUS® yaitu (1) Cartridges: 3 ml untuk digunakan OptiPen Pro (300 IU insulin glargine). box cartridges 5 x 3 ml. indikasi dari LANTUS® yaitu untuk DM tipe 1 dan tipe 2. insulin analog lebih cepat dari insulin human. lipoatrofi atau lipohipertrofi. Setiap unit merupakan jumlah yang diperlukan untuk menurunkan kadar gula darah kelinci sebanyak 45 mg% dalam bioassay.Contoh: Insulin Glargine. LANTUS® juga memiliki keuntungan karena memberikan kenyamanan untuk pasien dengan satu kali suntikan per hari dan pasien dapat dengan mudah dan aman mentitrasi LANTUS®. Karena kadar gula darah memang naik turun sepanjang hari. kedalaman. pemijatan. Untuk pasien usia diatas 60 tahun batas ini lebih tinggi yaitu puasa kurang dari 150 mg% dan kurang dari 200 mg% setelah makan. Dosis dan frekuensi penyuntikan ditentukan berdasarkan kebutuhan setiap pasien akan insulin.

optiset 5×3 ml.7-0. disuntikkan subkutan malam hari menjelang tidur.dengan dosis total harian berkisar dari 2-100 IU. ditingkatkan 3-5 unit bertahap untuk mencapai target pengendalian glukosa darah. Preparat ini dinyatakan efektif dan aman untuk diberikan kepada kasus-kasus diabetes melitus tipe-1 maupun tipe-2. Tapi jika pemberian sebelumnya dua kali sehari.Pre-filled pens: 3 ml Optiset pre-filled. dan mampu memenuhi kebutuhan insulin basal.wordpress. max dose/inj = 40 IU. incremental dose = 2 IU. (d) waktu dilahirkan tidak ada bayi dengan berat badan lebih dari normal. (e) dosis perhari dalam trimester pertama adalah 0. http://yosefw. disposable pen (pen sekali pakai) dengan nama OptiSet®.6 unit/kg. Dosis selanjutnya diatur menurut kebutuhan pasien. dan trimester ketiga 0. maka dosis awal insulin glargine dikurangi sekitar 20% untuk menghindari kemungkinan hipoglikemia. dengan beberapa catatan sebagai berikut: (a) glukosa 2 jam pp sebelum perlakuan tidak lebih dari 150 mg/dl. namun lebih aman oleh karena ’peakless effect’ tersebut dapat mengurangi kejadian hipoglikemi malam hari. Insulin glargine tidak diberikan secara intra vena karena dapat menyebabkan hipoglikemia.40. tanpa terjadi hipoglikemi. Preparat ini dibuat dari modifikasi struktur biokimiawi ’native human insulin’ yang menghasilkan khasiat klinik yang baru yaitu ’delayed onset of action and a constant. tak perlu melakukan perubahan dosis awal. Untuk selanjutnya dosis diatur sesuai kebutuhan pasien. (b) dosis awal bervariasi 10-50 unit. peakless effect’. Memiliki potensi yang setara dengan insulin NPH dalam menurunkan HbA1c dan kadar glukosa darah.com/2007/12/31/penggunaan-insulin-pada-pasien-diabetes-melitus-3/ . (c) dosis waktu partus bervariasi 18-78 unit. Insulin glargine adalah ’long-acting basal insulin analouge’ yang pertama kali dipergunakan dalam pengobatan DM baik tipe-1 maupun tipe-2. Dosis LANTUS® yaitu pasien tipe 2 yang telah diobati dengan obat hiperglikemia oral. dan tidak ada yang mengalami hipoglikemi. disuntikkan pagi hari sebelum makan pagi.Pasien yang mau menukar insulin kerja sedang atau panjang sekali sehari menjadi insulin glargine sekali sehari. yaitu glukosa puasa ≤ 95 mg/dl. Target pengendalian glukosa darah pada penggunaan monoterapi insulin glargine pada kasuskasus DMG mengacu pada ’American Collage of Obstetricians and Gynecologist for Women with GDM’.5 unit/kg. yang mencapai hampir 24 jam efektif. Hasil penelitian pada dasarnya menjelaskan bahwa insulin glargine berhasil mengendalikan glukosa darah pada kasuskasus DMG sesuai target seperti tersebut di atas. trimester kedua 0.5-0. memulai dengan insulin glargine dengan dosis 10 IU sekali sehari.8 unit/ kg. 2 jam pp ≤ 120 mg/dl.

seperti pada infeksi berat.  DM gestasional dan penyandang DM yang hamil membutuhkan insulin bila diet saja tidak dapat mengendalikan kadar glukosa darah. Penyandang DM yang mendapat nutrisi parenteral atau yang memerlukan suplemen tinggi kalori. secara bertahap akan memerlukan insulin eksogen untuk mempertahankan kadar glukosa darah mendekati normal selama periode resistensi insulin atau ketika terjadi peningkatan kebutuhan insulin.   Gangguan fungsi ginjal atau hati yang berat. untuk memenuhi kebutuhan energi yang meningkat. tindakan pembedahan. Kontra indikasi atau alergi terhadap obat hipoglikemi oral. yaitu: . Insulin meningkatkan penyimpanan lemak dan mencegah penggunaan lemak sebagai bahan energi. Indikasi terapi dengan insulin :  Semua penyandang DM tipe I memerlukan insulin eksogen karena produksi insulin oleh sel beta tidak ada atau hampir tidak ada.  Penyandang DM tipe II tertentu mungkin membutuhkan insulin bila terapi jenis lain tidak dapat mengendalikan kadar glukosa darah. Insulin menstimulasi pemasukan asam amino kedalam sel dan kemudian meningkatkan sintesa protein.    Ketoasidosis diabetik. insulin dibagi menjadi 4 macam. Insulin menstimulasi pemasukan glukosa ke dalam sel untuk digunakan sebagai sumber energi dan membantu penyimpanan glikogen di dalam sel otot dan hati. sedang insulin eksogen adalah insulin yang disuntikan dan merupakan suatu produk farmasi. Insulin endogen adalah insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Hiperglikemik hiperosmolar non ketotik.  Keadaan stress berat.Insulin adalah suatu hormon yang diproduksi oleh sel beta pulau Langerhans kelenjar pankreas. Berdasarkan lama kerjanya. infark miokard akut atau stroke.

yaitu sekitar 24 – 36 jam. Dosis pemberian insulin tergantung pada kadar gula darah.300 mg% = 15 – 16 unit Gula darah 300 – 350 mg% = 20 unit Gula darah > 350 mg% = 20 – 24 unit . 3. mencapai puncak setelah 1– 3 macam dan efeknya dapat bertahan samapai 8 jam.MonotardÒ. Gula darah diperiksa setiap 6 jam sekali. Semilente. InsulatardÒ. yaitu dalam bentuk asam dan netral.1.5 – 2. Ultratard 4. Insulin kerja panjang Merupakan campuran dari insulin dan protamine. Puncaknya tercapai dalam 4 – 15 jam dan efeknya dapat bertahan sampai dengan 24 jam. Preparatnya: Mixtard 30 / 40 Pemberian insulin secara sliding scale dimaksudkan agar pemberiannya lebih efisien dan tepat karena didasarkan pada kadar gula darah pasien pada waktu itu.5 jam. Insulin infasik (campuran) Merupakan kombinasi insulin jenis singkat dan menengah. Insulin jenis ini diberikan 30 menit sebelum makan. Saat ini dikenal 2 macam insulin CZI. Insulin kerja menengah Yang dipakai saat ini adalah Netral Protamine Hegedorn ( NPH ). Insulin kerja singkat Yang termasuk di sini adalah insulin regular (Crystal Zinc Insulin / CZI ). yaitu :       Gula darah < 60 mg % = 0 unit Gula darah < 200 mg % = 5 – 8 unit Gula darah 200 – 250 mg% = 10 – 12 unit Gula darah 250 . diabsorsi dengan lambat dari tempat penyuntikan sehingga efek yang dirasakan cukup lam. Preparat yang ada antara lain : Actrapid. Preparat: Protamine Zinc Insulin ( PZI ). Jenis ini awal kerjanya adalah 1. 2. Velosulin.

Mengurangi Glicosilated end product. Supresi produksi glukosa oleh hati. yang dinilai dari hasil pemeriksaan kadar glukosa darah harian. Oksidasi glukosa / penyimpanan di otot. Perbaiki kemampuan sekresi endogen. Cara pemberian insulin : Insulin kerja singkat :    IV. Stimulasi utilisasi glukosa perifer. kerja menengah atau kerja panjang) tetapi juga dapat diberikan kombinasi insulin kerja cepat dan kerja menengah. SC Infus ( AA / Glukosa / elektrolit ) Jangan bersama darah ( mengandung enzim merusak insulin ) Insulin kerja menengah / panjang :  Jangan IV karena bahaya emboli. sesuai dengan respons individu terhadap insulin. Cara penyuntikan insulin : Insulin umumnya diberikan dengan suntikan dibawah kulit (subkutan). Mengurangi glucose toxicity. Pada keadaan khusus diberikan intramuskular atau intravena secara bolus atau drip. Perbaiki komposisi lipoprotein abnormal. . IM.Efek metabolik terapi insulin:         Menurunkan kadar gula darah puasa dan post puasa. Insulin dapat diberikan tunggal (satu macam insulin kerja cepat. Saat ini juga tersedia insulin campuran (premixed) kerja cepat dan kerja menengah.

adanya infeksi ( stress ) dll. Apabila diperlukan. Harus diperhatikan kesesuaian kosentrasi insulin (U40. Dalam keadaan seperti ini tentulah sangat diperlukan bantuan dari keluarganya. semprit insulin dan jarumnya dapat dipakai lebih dari satu kali oleh pasien yang sama. Bila disuntikan secara intramuskular dalam maka penyerapan akan terjadi lebih cepat dan masa kerja akan lebih singkat. Dianjurkan memakai insulin kerja menengah yang dicampur dengan kerja insulin kerja cepat. Indikasi pemberiaan insulin pada pasien DM lanjut usia seperti pada non lanjut usia. paha bagian atas bokong. Dianjurkan dipakai konsentrasi yang tetap. demikian pula mengenai rotasi tempat suntik.Lokasi penyuntikan juga harus diperhatikan benar. Penyerapan paling cepat terjadi di daerah abdomen yang kemudian diikuti oleh daerah lengan. dapat diberikan satu atau dua kali sehari. sejauh sterilitas penyimpanan terjamin. Kesulitan pemberiaan insulin pada pasien lanjut usia ialah karena pasien tidak mau menyuntik sendiri karena persoalnnya pada matanya. atau keadaan fisik yang terganggu serta adanya demensia. Kegiatan jasmaniyang dilakukan segera setelah penyuntikan akan mempercepat onset kerja dan juga mempersingkat masa kerja. Efek samping penggunaan insulin :        Hipoglikemia Lipoatrofi Lipohipertrofi Alergi sistemik atau lokal Resistensi insulin Edema insulin Sepsis . U100) dengan semprit yang dipakai. tremor. ketoasidosis. koma hiperosmolar. uyaitu adanya kegagalan terapi ADO.

Lipohipertrofi yaitu pengumpulan jaringan lemak subkutan di tempat suntikan akibat lipogenik insulin. progestin. reaksi ini akan hilang secara spontan. dan glukagon. Lebih banyak ditemukan di negara yang memakai insulin murni. glukokortikoid. Selama beberapa hari. Pada 25-75% pasien yang diberikan insulin konvensional dapat terjadi Lipoatrofi yaitu terjadi lekukan di bawah kulit tempat suntikan akibat atrofi jaringan lemak. tiroid. Hal ini diduga disebabkan oleh reaksi imun dan lebih sering terjadi pada wanita muda terutama terjadi di negara yang memakai insulin tidak begitu murni. kortikosteroid. Reaksi umum dapat berupa urtikaria. estrogen. Inflamasi lokal atau infeksi mudah terjadi bila pembersihan kulit kurang baik. gangguan pernapasan dan yang sangat jarang ialah hipotensi dan shock yang diakhiri kematian. Interaksi Beberapa hormon melawan efek hipoglikemia insulin misalnya hormon pertumbuhan. tetrasiklin). Guanetidin menurunkan gula darah dan dosis insulin perlu disesuaikan bila obat ini ditambahkan / dihilangkan dalam pengobatan.Hipoglikemia merupakan komplikasi yang paling berbahaya dan dapat terjadi bila terdapat ketidaksesuaian antara diet. Reaksi lokal berupa eritem dan indurasi di tempat suntikan yang terjadi dalam beberpa menit atau jam dan berlagsung. Reaksi ini biasanya terjadi beberapa minggu sesudah pengobatan insulin dimulai. Peningkatan hormon-hormon ini perlu diperhitungkan dalam pengobatan insulin. Regresi terjadi bila insulin tidak lagi disuntikkan di tempat tersebut. angioudem. penggunaan antiseptiK yang menimbulkan sensitisasi atau terjadinya suntikan intrakutan. Reaksi alergi lokal terjadi 10x lebih sering daripada reaksi sistemik terutama pada penggunaan sediaan yang kurang murni. Adrenalin menghambat sekresi insulin dan merangsang glikogenolisis. Beberapa antibiotik (misalnya kloramfenikol. kegiatan jasmani dan jumlah insulin. erupsi kulit. salisilat dan fenilbutason meningkatkan kadar insulin dalam plasma dan mungkin . gangguan gastrointestinal.

memperlihatkan efek hipoglikemik. (S.Sumosardjuno. (www.1986) Senam kaki dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan memperkuat otot-otot kecil kaki dan mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki. Hipoglikemia cenderung terjadi pada penderita yang mendapat penghambat adrenoseptor ß.html 1. otot paha. Pengertian Senam kaki adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh pasien diabetes melitus untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian kaki. Tujuan . Selain itu dapat meningkatkan kekuatan otot betis.smallcrab.diabetesmelitus. Potensiasi efek hipoglikemik insulin terjadi dengan penghambat MAO. http://www.com/diabetes/452-sekilas-mengenal-insulin Gizi orang diabetes Senam kaki SENAM KAKI file:///C:/Users/personal/Documents/folder%20fitri/senam-kaki-diabetes-melitus. obat ini juga mengaburkan takikardi akibat hipoglikemia. steroid anabolik dan fenfluramin. dan juga mengatasi keterbatasan pergerakan sendi.com) 2.

a. Perhatikan indikasi dan kontraindiikasi dalam pemberian tindakan senam kaki tersebut e. Indikasi dan Kontraindikasi a. Kaji status emosi pasien (suasanan hati/mood. Memperbaiki sirkulasi darah b. Lihat Keadaan umum dan keadaran pasien b. Cek tanda-tanda Vital sebelum melakukan tindakan c. 4. Meningkatkan kekuatan otot betis dan paha e. Namun sebaiknya diberikan sejak pasien didiagnosa menderita Diabetes Mellitus sebagai tindakan pencegahan dini. Mengatasi keterbatasan gerak sendi 3. Indikasi Senam kaki ini dapat diberikan kepada seluruh penderita Diabetes mellitus dengan tipe 1 maupun 2. Kontraindikasi 1) Klien mengalami perubahan fungsi fisiologis seperti dipsnu atau nyeri dada. b. motivasi) . Mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki d. Cek Status Respiratori (adakan Dispnea atau nyeri dada) d. Memperkuat otot-otot kecil c. khawatir atau cemas. Hal yang Harus Dikaji Sebelum Tindakan a. 2) Orang yang depresi.

Jaga privacy pasien d.d tirah baring. Diagnosa Keperawatan yang Berkaitan dengan Tindakan a. hambatan mobilitas fisik 6. tempat dan tujuan dilaksanakan senam kaki c. Prosedur Pelaksanaan : 1) Perawat cuci tangan 2) Jika dilakukan dalam posisi duduk maka posisikan pasien duduk tegak diatas bangku dengan kaki menyentuh lantai . Resiko kerusakan integritas kulit b. hanskun. b. Kursi (jika tindakan dilakukan dalam posisi duduk). Persiapan Klien : Kontrak Topik. Persiapan lingkungan : Ciptakan lingkungan yang nyaman bagi pasien.d perubahan sirkulasi darah. waktu. Resiko intoleran aktivitas b. Implementasi a.5. Persiapan Alat : Kertas Koran 2 lembar. kelemahan b.

.3) Dengan Meletakkan tumit dilantai. jari-jari kedua belah kaki diluruskan keatas lalu dibengkokkan kembali kebawah seperti cakar ayam sebanyak 10 kali 4) Dengan meletakkan tumit salah satu kaki dilantai. angkat telapak kaki ke atas. Cara ini dilakukan bersamaan pada kaki kiri dan kanan secara bergantian dan diulangi sebanyak 10 kali. Pada kaki lainnya. jari-jari kaki diletakkan di lantai dengan tumit kaki diangkatkan ke atas.

5) Tumit kaki diletakkan di lantai. Tumit diangkat dan buat gerakan memutar dengan pergerakkan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali. . 7) Angkat salah satu lutut kaki. dan luruskan. Bagian ujung kaki diangkat ke atas dan buat gerakan memutar dengan pergerakkan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali. Gerakan jari-jari kedepan turunkan kembali secara bergantian kekiri dan ke kanan. Ulangi sebanyak 10 kali. 6) Jari-jari kaki diletakkan dilantai.

10) Angkat kedua kaki dan luruskan. Ulangi sebanyak 10 kali. 9) Angkat kedua kaki lalu luruskan. 11) Luruskan salah satu kaki dan angkat. namun gunakan kedua kaki secara bersamaan. 12) Letakkan sehelai koran dilantai. putar kaki pada pergelangan kaki . Bentuk kertas itu menjadi seperti bola dengan kedua belah kaki.pertahankan posisi tersebut. Ulangi langkah ke 8. Gerakan pergelangan kaki kedepan dan kebelakang. tuliskan pada udara dengan kaki dari angka 0 hingga 10 lakukan secara bergantian. Cara ini dilakukan hanya sekali saja -sobek menjadi kecil-kecil dengan kedua kaki . Kemudian. buka bola itu menjadi lembaran seperti semula menggunakan kedua belah kaki.8) Luruskan salah satu kaki diatas lantai kemudian angkat kaki tersebut dan gerakkan ujung jari kaki kearah wajah lalu turunkan kembali kelantai.

Kemampuan klien melakukan senam kaki BAB III PENUTUP . Hal yang Harus di Evaluasi Setelah Tindakan a. Pasien dapat memperagakkan sendiri teknik-teknik senam kaki secara mandiri 8. Respon klien b. Dokumentasi Tindakan a.-sobekan tersebut dengan kedua kaki lalu letakkan sobekkan kertas pada bagian kertas yang utuh. Pasien dapat menyebutkan kembali 2 dari 4 tujuan senam kaki c. 7. Tindakan yang dilakukan klien sesuai atau tidak dengan prosedur c. Pasien dapat menyebutkan kembali pengertian senam kaki b.

Untuk itu penderita diabetes mellitus di anjurkan untuk melakukan senam kaki. Semoga makalah yang kami buat dapat bermanfaat bagi pembaca.A. Peran kita sebagai perawat adalah membimbing klien untuk melakukan senam kaki agar klien dapat melakukan senam kaki secara mandiri . meningkatkan kekuatan otot betis dan paha. SARAN Dalam pembuatan makalah ini kelompok masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kelompok meminta kritik dan saran yang membangun dari pembaca. B. mengatasi keterbatasan gerak sendi. KESIMPULAN Senam kaki adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh pasien diabetes melitus untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian kaki yang memiliki tujuan memperbaiki sirkulasi darah. memperkuat otot-otot kecil. mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->