Abraham Maslow (1908 - 1970) adalah teoretikus yang banyak memberi inspirasi dalam teori kepribadian.

[1] Ia juga seorang psikolog yang berasal dari Amerika dan menjadi seorang pelopor aliran psikologi humanistik.[1] Ia terkenal dengan teorinya tentang hirarki kebutuhan manusia.[1]

Daftar isi
[sembunyikan]
  

 

1 Riwayat Hidup 2 Teori Humanistik dan Aktualisasi Diri 3 Hirarki Kebutuhan o 3.1 Kebutuhan Fisiologis o 3.2 Kebutuhan Rasa Aman o 3.3 Kebutuhan Dicintai dan Disayangi o 3.4 Kebutuhan Harga Diri o 3.5 Kebutuhan Aktualisasi Diri  3.5.1 Meta Kebutuhan dan Meta Patologi  3.5.2 Meta Patologi 4 Kritik 5 Referensi

[sunting] Riwayat Hidup
Abraham Harold Maslow dilahirkan di Brooklyn, New York, pada tanggal 01 April 1908.[2] Maslow dibesarkan dalam keluarga Yahudi Rusia dengan orangtua yang tidak mengenyam pendidikan tinggi.[3] Pada masa kecilnya, ia dikenal sebagai anak yang kurang berkembang dibanding anak lain sebayanya. Ia mengatakan bahwa dirinya adalah seorang anak Yahudi yang tumbuh dalam lingkungan yang mayoritas dihuni oleh non Yahudi.[2] Ia merasa terisolasi dan tidak bahagia pada masa itu.[4] Ia bertumbuh di perpustakaan di antara buku-buku.[4] Ia awalnya berkuliah hukum, namun pada akhirnya, ia memilih untuk mempelajari psikologi dan lulus dari Universitas Wisconsin.[4] Pada saat ia berkuliah, ia menikah dengan sepupunya yang bernama Bertha pada bulan desember 1928 dan bertemu dengan mentor utamanya yaitu profesor Harry Harlow.[4] Ia memperoleh gelar bachelor pada 1930, master pada 1931, dan Ph.D pada 1934. Maslow kemudian memperdalam riset dan studinya di Universitas Columbia dan masih mendalami subjek yang sama. Di sana ia bertemu dengan mentornya yang lain yaitu Alfred Adler, salah satu kolega awal dari Sigmund Freud.[4] Pada tahun 1937-1951, Maslow memperdalam ilmunya di Brooklyn College.[2] Di New York, ia bertemu dengan dua mentor lainnya yaitu Ruth Benedict seorang antropologis, dan Max Wertheimer seorang Gestalt psikolog, yang ia kagumi secara profesional maupun personal.[4] Kedua orang inilah yang kemudian menjadi perhatian Maslow dalam mendalami perilaku manusia, kesehatan mental, dan potensi manusia.[4] Ia menulis dalam subjek-subjek ini dengan mendalam. Tulisannya banyak meminjam dari gagasan-gagasan psikologi, namun dengan pengembangan yang signifikan.[4] Penambahan tersebut khususnya mencakup hirarki kebutuhan, berbagai macam kebutuhan, aktualisasi diri seseorang, dan puncak dari

[3] [sunting] Teori Humanistik dan Aktualisasi Diri Abraham Maslow dikenal sebagai pelopor aliran psikologi humanistik. dibanding mempelajari seseorang dengan masalah kesehatan mental.[5] Kehidupan keluarganya dan pengalaman hidupnya memberi pengaruh atas gagasan gagasan psikologisnya.[4] Pada masa ini. Asosiasi Humanis Amerika menganugerahkan gelar Humanist of the Year. sampai akhirnya ia meninggal karena serangan jantung pada 8 Juni 1970.[3] Di sini ia juga mulai mengembangkan konsep psikologi humanistik. dapat memiliki banyak puncak dari pengalaman dibanding manusia yang kurang mengaktualisasi dirinya.[5] Maslow percaya bahwa manusia tergerak untuk memahami dan menerima dirinya sebisa mungkin. Maslow mulai mempertanyakan bagaimana psikolog psikolog sebelumnya tentang pikiran manusia.[3] Ia menghabiskan masa pensiunnya di California. dan menjabat ketua departemen psikologi di sana selama 10 tahun.[6] Setelah perang dunia ke II.[6] Psikolog humanis percaya bahwa setiap orang memiliki keinginan yang kuat untuk merealisasikan potensi potensi dalam dirinya.[6] Walau tidak menyangkal sepenuhnya. Pada tahun 1967. Maslow mempelajari seseorang dengan keadaan mental yang sehat. tapi untuk mencapai sesuatu yang lebih. ia dikenal sebagai "kekuatan ke tiga" di samping teori Freud dan behaviorisme. manusia yang mengaktualisasikan dirinya.[6] Hal ini menggambarkan bahwa manusia baru dapat mengalami "puncak pengalamannya" saat manusia tersebut selaras dengan dirinya maupun sekitarnya.pengalaman. namun ia memiliki gagasan sendiri untuk mengerti jalan pikir manusia.[3] Di sinilah ia bertemu dengan Kurt Goldstein (yang memperkenalkan ide aktualisasi diri kepadanya) dan mulai menulis karya-karyanya sendiri.[3] Kemudian.[4] Maslow menjadi pelopor aliran humanistik psikologi yang terbentuk pada sekitar tahun 1950 hingga 1960-an. Teorinya yang sangat terkenal sampai dengan hari ini adalah teori tentang Hierarchy of Needs atau Hirarki Kebutuhan.[6] Untuk membuktikan bahwa manusia tidak hanya bereaksi terhadap situasi yang terjadi di sekelilingnya.[4] Maslow menjadi profesor di Universitas Brandeis dari 1951 hingga 1969. untuk mencapai tingkatan aktualisasi diri.[6] Dalam pandangan Maslow. [6] [sunting] Hirarki Kebutuhan Interpretasi dari Hirarki Kebutuhan Maslow yang direpresentasikan dalam bentuk piramida dengan kebutuhan yang lebih mendasar ada di bagian paling bawah .

cinta dan harga diri yang biasanya tidak kita kaitkan dengan prinsip tersebut. ketika manusia merasa kekurangan bahan-bahan tertentu. muncullah kebutuhan yang lebih tinggi yaitu kebutuhan akan rasa aman (safety needs). 5.[5] Karena adanya kebutuhan inilah maka [[manusia[[ membuat peraturan.[5] Sama halnya dengan basic needs. undang-undang. [7] Adapun hirarki kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut : 1. maka pandangan seseorang tentang dunianya bisa terpengaruh dan pada gilirannya pun perilakunya akan cenderung ke arah yang makin negatif. membuat sistem.[3] Homeostatis adalah prinsip yang mengatur cara kerja termostat (alat pengendali suhu). [7]Kebutuhan ini dinamakan juga kebutuhan dasar (basic needs) yang jika tidak dipenuhi dalam keadaan yang sangat estrim (misalnya kelaparan) bisa manusia yang bersangkutan kehilangan kendali atas perilakunya sendiri karena seluruh kapasitas manusia tersebut dikerahkan dan dipusatkan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasarnya itu. struktur.[3] Cinta dan kasih sayang pun sebenarnya memperjelas kebutuhan ini sudah ada sejak lahir persis sama dengan insting. Kebutuhan fisiologis atau dasar Kebutuhan akan rasa aman Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi Kebutuhan untuk dihargai Kebutuhan untuk aktualisasi diri Maslow menyebut empat kebutuhan mulai dari kebutuhan [[fisiologis[[ sampai kebutuhan harga diri dengan sebutan homeostatis. asuransi.[7] Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hirarki. 4. sebaliknya kalau suhu terlalu panas. bebas dari rasa takut dan cemas dan sebagainya. ia akan menyalakan dingin. minuman dan sebagainya) yang ditandai oleh kekurangan (defisi) sesuatu dalam tubuh orang yang bersangkutan. manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya.[3] Ketika dia sudah cukup mendapatkannya. mulai dari yang paling rendah (bersifat dasar/fisiologis) sampai yang paling tinggi (aktualisasi diri).[3] Begitu pula dengan tubuh manusia. terdapat kebutuhan yang bersifat fisiologik (kebutuhan akan udara. dia akan merasa memerlukannya. mengembangkan kepercayaan. 2. jika kebutuhan dasar ini relatif sudah tercukupi.[3] Maslow menganggap kebutuhan-kebutuhan defisit tadi sebagai kebutuhan untuk bertahan.[7] Menurut Maslow. stabilitas.Maslow menggunakan piramida sebagai peraga untuk memvisualisasi gagasannya mengenai teori hirarki kebutuhan. [3]Kalau suhu terlalu dingin.[7] Sebaliknya. situasi yang bisa diperkirakan.[3] [sunting] Kebutuhan Fisiologis Pada tingkat yang paling bawah. alat itu akan menyalakan penghangat. kalau safety needs ini terlalu lama dan terlalu banyak tidak terpenuhi.[5] [sunting] Kebutuhan Dicintai dan Disayangi .[7] [sunting] Kebutuhan Rasa Aman Jenis kebutuhan yang kedua ini berhubungan dengan jaminan keamanan. perlindungan. keteraturan. rasa butuh itu pun kemudian berhenti dengan sendirinya. 3. pensiun dan sebagainya. seperti rasa aman.[3] Maslow memperluas cakupan prinsip homeostatik ini kepada kebutuhan-kebutuhan tadi. makanan.

kompetensi.[7] [sunting] Kebutuhan Aktualisasi Diri Kebutuhan ini merupakan kebutuhan yang terdapat 17 meta kebutuhan yang tidak tersusun secara hirarki. rekreasi. penguasaan. tidak tegang) Bermain (fun. semua sama penting) Tanpa susah payah (santai.[5] Sedangkan yang kedua adalah kebutuhan akan penghargaan dari orang lain. humor) Mencukupi diri sendiri . sebuah kampung.[5] Setiap orang butuh menjadi bagian dalam sebuah keluarga. [5] Ada dua macam kebutuhan akan harga diri. dominasi. dll.[5] Kondisi seperti ini akan menurunkan harga diri orang yang bersangkutan. meta kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri terdiri dari:                  Kebenaran Kebaikan Keindahan atau kecantikan Keseluruhan (kesatuan) Dikotomi-transedensi Berkehidupan (berproses. sedangkan orang yang tidak sekolah dan tidak bekerja merasa dirinya pengangguran yang tidak berharga. mementingkan diri sendiri. jika kebutuhan tingkat tiga relatif sudah terpenuhi.[5] Setiap orang pun ingin mempunyai kelompoknya sendiri. ketenaran. ingin punya "akar" dalam masyarakat. adalah kebutuhan-kebutuhan akan kekuatan. berubah tetapi tetap pada esensinya) Keunikan Kesempurnaan Keniscayaan Penyelesaian Keadilan Keteraturan Kesederhanaan Kekayaan (banyak variasi.[7] [sunting] Meta Kebutuhan dan Meta Patologi Menurut Maslow. melainkan saling mengisi.[5] Pertama. status.[7] Jika berbagai meta kebutuhan tidak terpenuhi maka akan terjadi meta patologi seperti apatisme. tidak tergantung pada orang lain dan selalu siap untuk berkembang terus untuk selanjutnya meraih kebutuhan yang tertinggi yaitu aktualisasi diri (self actualization).Setelah kebutuhan dasar dan rasa aman relatif dipenuhi. kehilangan selera dan sebagainya. suatu marga.[5] Setiap orang ingin setia kawan dan butuh kesetiakawanan. kebosanan. majemuk. tidak ada yang tersembunyi.[5] [sunting] Kebutuhan Harga Diri Di sisi lain.[5] Orang-orang yang terpenuhi kebutuhannya akan harga diri akan tampil sebagai orang yang percaya diri. tidak punya rasa humor lagi. dianggap penting dan apresiasi dari orang lain. putus asa.[5] Ia ingin mencintai dan dicintai.[5] Setiap orang yang tidak mempunyai keluarga akan merasa sebatang kara. [5]Setiap orang ingin mempunyai hubungan yang hangat dan akrab. maka timbul kebutuhan akan harga diri (esteem needs). percaya diri dan kemandirian. bahkan mesra dengan orang lain. maka timbul kebutuhan untuk dimiliki dan dicintai (belongingness and love needs). kebanggaan. keterasingan.

Toward a Psychology of Being. 168. Personality Theories. [3] Seakan-akan ada missing link antara piramida ke-4 dengan puncak piramida. Hlm. 174. 1988. New York: D. ^ a b c (Inggris)Edward Hoffman. Van Nostrad. 1968. 1986. Maslow.[3] Hal ini dikarenakan adanya sebuah loncatan pada piramida kebutuhan Maslow yang paling tinggi. 299. 2006. 6. Hlm. 3. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q (Indonesia)Sarlito W. 4. Tarcher. Jakarta: Bulan Bintang. ^ a b c d e f g (Inggris)Abraham H. ^ a b c d e f g h i (Inggris)Abraham Maslow. 170-172. 2. Self Esteen and Self Actualization. Religion. Ann Kaplan: Maurice Basset. and Peak-Experiences. 299-342. 277-290. Sarwono. New York: Orbis Book. 25. Maslow. A Biography of Abraham Maslow. George Boeree. Hlm. 8. ^ a b c d e f g h i j k (Inggris)Abraham H. Hlm. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r (Indonesia)C. On Dominace. teori ini juga mendapatkan kritik. Yogyakarta: Primasophie. [3] [sunting] Referensi 1. [3] Kebutuhan itu sama sekali berbeda dengan keempat kebutuhan lainnya. Berkenalan dengan Aliran-aliran dan Tokoh-tokoh Psikologi. 260-280. yang secara logika mudah dimengerti. 153. Hlm. 2d ed. 2002. ^ a b c (Inggris)Abraham H. 7. 174-178. Hlm. Maslow. . Los Angeles: Jeremy P. Hlm. 5. 1964. Farther Reaches of Human Nature. Seolah-olah terjadi lompatan logika. Value.[sunting] Meta Patologi Jika berbagai meta kebutuhan tidak terpenuhi maka akan terjadi meta patologi seperti:        Apatisme Kebosanan Putus asa Tidak punya rasa humor lagi Keterasingan Mementingkan diri sendiri Kehilangan selera dan sebagainya [sunting] Kritik Pada perkembangannya. Columbus: Ohis State University Press. 2006. yaitu kebutuhan mencapai aktualisasi diri.