Gunung berapi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Gunung berapi Mahameru atau Semeru di belakang. Latar depan adalah Kaldera Tengger termasuk Bromo, Jawa Timur, Indonesia. Letusan gunung berapi dapat berakibat buruk terhadap margasatwa lokal, dan juga manusia. Gunung berapi atau gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus. Lebih lanjut, istilah gunung api ini juga dipakai untuk menamai fenomena pembentukan ice volcanoes atau gunung api es dan mud volcanoes atau gunung api lumpur. Gunung api es biasa terjadi di daerah yang mempunyai musim dingin bersalju, sedangkan gunung api lumpur dapat kita lihat di daerah Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah yang populer sebagai Bledug Kuwu. Gunung berapi terdapat di seluruh dunia, tetapi lokasi gunung berapi yang paling dikenali adalah gunung berapi yang berada di sepanjang busur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Busur Cincin Api Pasifik merupakan garis bergeseknya antara dua lempengan tektonik. Gunung berapi terdapat dalam beberapa bentuk sepanjang masa hidupnya. Gunung berapi yang aktif mungkin berubah menjadi separuh aktif, istirahat, sebelum akhirnya menjadi tidak aktif atau mati. Bagaimanapun gunung berapi mampu istirahat dalam waktu 610 tahun sebelum berubah menjadi aktif kembali. Oleh itu, sulit untuk menentukan keadaan sebenarnya dari suatu gunung berapi itu, apakah gunung berapi itu berada dalam keadaan istirahat atau telah mati. Apabila gunung berapi meletus, magma yang terkandung di dalam kamar magmar di bawah gunung berapi meletus keluar sebagai lahar atau lava. Selain daripada aliran lava, kehancuran oleh gunung berapi disebabkan melalui berbagai cara seperti berikut:

Aliran lava.

tektonik dan hidrotermal Tidak ada gejala aktivitas tekanan magma   Wilayah yang terancam bahaya direkomendasikan untuk dikosongkan Koordinasi dilakukan secara harian Piket penuh        Sosialisasi di wilayah terancam Penyiapan sarana darurat Koordinasi harian Piket penuh SIAGA         Penyuluhan/sosialisasi Penilaian bahaya Pengecekan sarana Pelaksanaan piket terbatas WASPADA  NORMAL   Pengamatan rutin . letusan dapat terjadi dalam waktu 2 minggu Ada aktivitas apa pun bentuknya Terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal Peningkatan aktivitas seismik dan kejadian vulkanis lainnya Sedikit perubahan aktivitas yang diakibatkan oleh aktivitas magma. Gempa bumi. Gelombang tsunami. Tingkat isyarat gunung berapi di Indonesia Status Makna  Tindakan  AWAS   Menandakan gunung berapi yang segera atau sedang meletus atau ada keadaan kritis yang menimbulkan bencana Letusan pembukaan dimulai dengan abu dan asap Letusan berpeluang terjadi dalam waktu 24 jam Menandakan gunung berapi yang sedang bergerak ke arah letusan atau menimbulkan bencana Peningkatan intensif kegiatan seismik Semua data menunjukkan bahwa aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana Jika tren peningkatan berlanjut.       Letusan gunung berapi. Aliran lumpur. Kebakaran hutan. Abu. Gas beracun.

Cinder Cone Merupakan gunung berapi yang abu dan pecahan kecil batuan vulkanik menyebar di sekeliling gunung. bentuknya akan berlereng landai. Gunung api Tipe B : sesudah tahun 1600 belum tercatat lagi mengadakan erupsi magmatik namun masih memperlihatkan gejala kegiatan vulkanik seperti kegiatan solfatara. [sunting] Klasifikasi gunung berapi di Indonesia Kalangan vulkanologi Indonesia mengelompokkan gunung berapi ke dalam tiga tipe berdasarkan catatan sejarah letusan/erupsinya. dengan kejadian Gunung Merapi yang meletus beberapa waktu lalu dan disusul dengan aktifnya beberapa gunung berapi lain di Indonesia? Ya.  Teman-teman masih ingat kan. Sebagian besar gunung jenis ini membentuk mangkuk di puncaknya. Gunung Bromo merupakan jenis ini. Gunung api Tipe C : sejarah erupsinya tidak diketahui dalam catatan manusia.    Gunung api Tipe A : tercatat pernah mengalami erupsi magmatik sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1600. Perisai Tersusun dari batuan aliran lava yang pada saat diendapkan masih cair. dan susunannya terdiri dari batuan yang bersifat basaltik. Kaldera Gunung berapi jenis ini terbentuk dari ledakan yang sangat kuat yang melempar ujung atas gunung sehingga membentuk cekungan. Jarang yang tingginya di atas 500 meter dari tanah di sekitarnya. Indonesia memang dikelilingi banyak gunung berapi karena Indonesia terletak di kawasan Lautan Pasifik yang terkenal dengan deretan gunung berapinya . Gunung Merapi merupakan jenis ini. Level aktivitas dasar  Survei dan penyelidikan [sunting] Jenis gunung berapi berdasarkan bentuknya Stratovolcano Tersusun dari batuan hasil letusan dengan tipe letusan berubah-ubah sehingga dapat menghasilkan susunan yang berlapis-lapis dari beberapa jenis batuan. Contoh bentuk gunung berapi ini terdapat di kepulauan Hawai. namun masih terdapat tanda-tanda kegiatan masa lampau berupa lapangan solfatara/fumarola pada tingkah lemah. karena letusan terjadi sudah beberapa ratus kali. sehingga tidak sempat membentuk suatu kerucut yang tinggi (curam). sehingga membentuk suatu kerucut besar (raksasa). kadang-kadang bentuknya tidak beraturan.

Beberapa gunung yang berasal dari gunung berapi memiliki lubang berbentuk mangkuk yang disebut kawah. Beberapa kaldera ada juga yang lubangnya dipenuhi air. . Magma mengalir seperti sungai api. perisai. kaldera. bagaimana ya cara terbentuknya sebuah gunung berapi? Awal Mulanya Gunung berapi terbentuk dari batuan cair panas yang disebut magma yang berasal dari perut bumi. diameternya pun dapat lebih besar daripada diameter gunung berapi perisai. Gunung Fuji di Jepang merupakan salah satu contoh gunung berapi berbentuk kerucut. Gunung berapi ada yang berada di daratan. Bentuk Gunung Berapi Bentuk dan ukuran gunung berapi bermacam-macam. Namun. bahkan sampai ribuan kilometer persegi. sambil menyeret bebatuan. Gunung berapi perisai berbentuk seperti gundukan tanah yang tumpah di salah satu sisinya. magma naik ke permukaan melewati retakan-retakan yang ada di batuan padat dan kemudian meletus. namun lebih banyak lagi yang berada di dasar laut. Gunung berapi dengan bentuk perisai ini ada yang berukuran kecil dan besar. Magma yang meletus dari gunung berapi disebut lava. lava dan berbagai macam bebatuan terkadang mengalir keluar seperti sungai dan menutupi area yang sangat luas. dan berbentuk dataran tinggi. Sebagian atau semua reruntuhan itu kemudian mengisi ruang magma. di antaranya ada yang berbentuk kerucut. Dari lava yang menumpuk tersebut dapat terbentuk sebuah gunung baru. Gunung berapi tidak selamanya berbentuk seperti gunung. sehingga bentuknya seperti lingkaran perisai. Lama kelamaan lava mendingin dan mengeras menjadi bebatuan. abu. Akibatnya terbentuklah lubang di tanah yang disebut kaldera. stratovolcano (kumpulan gunung berapi berbentuk kerucut). uap panas. sebenarnya. Apakah Semua Gunung Berapi Bisa Meletus? Beberapa gunung berapi yang selalu meletus disebut dengan gunung berapi aktif. Contoh gunung berapi perisai dapat ditemui di Gunung Mauna Loa dan Kilauea di Hawaii. Ketika gunung berapi meletus. Apabila terjadi letusan baru. Hmm. Bagian tengah gunung berapi terkadang runtuh karena letusan yang terjadi. ada juga gunung berapi yang sudah tidak dapat meletus lagi sejak zaman prasejarah yang disebut dengan gunung berapi mati. debu. Ukuran yang paling besar sering kali lebih besar dari ukuran stratovolcano. Bentuk kerucut adalah bentuk gunung berapi yang paling terkenal sehingga orang sering menganggap gunung yang berbentuk kerucut adalah gunung berapi. maka terbentuklah kerucut kecil di dalam kaldera. Kaldera bisa berbentuk lingkaran atau oval. Terkadang magma menghasilkan letusan yang sangat dahsyat. Beberapa letusan gunung berapi ternyata juga dapat mengakibatkan terbentuknya gunung berapi baru seperti Anak Krakatau.           atau sering disebut dengan Ring of Fire. Pada saat gunung meletus. Lava dan berbagai macam bebatuan tersebut kemudian membentuk dataran tinggi yang besar yang disebut gunung berapi dataran tinggi atau volcanic plateau. loh. dan gas panas lain yang dilaluinya.

namun mereka dapat meletus lagi.Onggokan batuapung akan membentuk kerucut batuapung.yaitu tipe Hawaii dan tipe Iceland yang dibedakan berdasarkan skala dan jalur retakan yang ada: a) Tipe Hawaii : Tipe ini akan membentuk gunungapi tameng yang dibangun oleh leleran lava yang keluar dari beberapa retakan dan memencar membentuk suatu jalur celah yang cukup besar contoh : mauna Loa di Hawaii.Kubah lava merupakan bentukan dari leleran lava kental yang keluar melalui celah dan dibatasi oleh sisi curam di sekelilingnya.Contoh : disepanjang sesar lampung Bentuk maar yaitu pada gunungapi gas.  2.Gunungapi tameng dibentuk oleh lava yang sangat cair dari lava basalan atau andesitan. b) Tipe Iceland : Dicirikan dengan lavanya yang keluar dari kawah utama dan mempunyai skala yang lebih kecil dari tipe Hawaii. Para ahli mengebor dan membuat peta bagian dalam gunung berapi.blogspot.contoh : Izu peninsula (Iceland). Tipe-Tipe gunungapi Berdasarkan bahan lepas yang dihasilkan  Gunungapi lava/gunungapi tameng (shield volcano) yang menghasilkan lava basalan. umumnya dijumpai pada gunungapi berlapis.Gunung Tambora (Sumbawa) Gunungapi gas yaitu gunungapi yang terjadi karena kegiatan magmatik umumnya membentuk mar yaitu suatu lekukan yang disebabkan oleh letusan tunggal yang bersifat meledak. dan fase pertama gunung Tambora (Sumbawa)  Gunungapi piroklastik. Bentuk kubah.Bentuk kerucut ini dapat dibangun oleh bahan lepas gunungapi.Ada dua tipe jenis gunungapi tameng.biasanya dijumpai pada gunungapi lava.contoh : kaki uatar pegunungan tengger (jawa timur).   .Hakone (jepang).Bentuk-bentuk kubah sangat dipengaruhi oleh viskositas lava.  Gunung berapi ternyata juga bisa “tidur panjang” loh. Gunung ini dinamakan gunung berapi tidur atau tidak aktif.Contoh gunung Lamongan. Bentuk-bentuk Gunungapi  Bentuk kerucut.html . Mereka juga menggunakan satelit untuk mempelajari gunung berapi dari luar angkasa. Iwo Jima (Jepang). Para ahli selalu mencoba menghitung atau memperkirakan kapan gunung berapi akan meletus. http://udhnr.merupakan gunungapi yang dibentuk oleh bahan lepasgunungapi piroklastik.dikelilingi oleh kawah berbentuk cincin dan umumnya terisi air. Mereka tidak meletus dalam waktu yang lama.com/2009/02/bentuk-dan-tipe-letusan-gunung-berapi.

cinder.debu serta yang lainnya.Tapi ada juga yang dikenal dengan datar tinggi bahan lepas gunungapi.Contoh : daerah disekitar danau Toba (Sumatera Utara). dimana magma dari reservoir di bawah kerak bumi meningkat ke permukaan volcano dibangunoleh ekumulasi material yang tererupsi melalui conduit dengan meningkatnya ukuran lava. erosi atau pengikisan terjadi pada cone.Contoh composite volcano adalah gunung fuji di Jepang. yang menambah kemiringan volcano. Bentuk barangko (barronco).   Cinder cones  Composite Volcanoes. merupakan tipe gunungapi yang sederhana yang terbentuk oleh partikel dan lava yang dikeluarkan oleh vent tunggal. Apabila composite volcano sedang tidak aktif. yaitu alur-alur pada tubuh gunungapi yang kasar dan tak teratur yang disebabkan oleh erosi dan sesar Cinder Cones.Karena tekanan gas.dan rekahan (dikes) membuka dimana prosesnya akan berkurang perlahan-lahan oleh adanya erosi.Gunung Agung. cinder core ini kebanyakan terdapat di Amerika Utara bagian barat sebagai bagian dari terrain vulkanik dunia. lava tersembur keras ke udara dan pecah menjadi fragmen kecil yang padat sehingga jatuh sebagai cinder di sekitar vent yang kemudian membentuk melingkar atau cone yang oval. Bentuk datar tinggi dijumpai pada gungapi lava.cinder.Bagian terpenting dari composite volcano adalah sebuah sistem conduit (saluran).biasanya saaling bersisisan.block dan bomb yang dimungkinkan muncul di sekitar 8000 kaki di atas pusatnya.lava yang mengalir memecah dinding kawah atau melalui sisi cone.debu vulkanik. Pada puncak composite volcano kebanyakan terdapat kawah yang berisikan vent utama atau kumpulannya.Gunung Rinjani.Gunung Merapi.yang tersusun oleh endapan batuapung dan abu yang diletuskan dari celah dan mempunyai struktur kaldera atau lekuk ambrukan.berupa datartinggi yang relatif menonjol pada daerah sekitarnya yang tersusun oleh lava tebal dan umumnya bersifat basalan sehingga disebut juga dengan basal tinggi.berbentuk kerucut simetris yang besar sengan lapisan berasal daria aliran lava. .Gn st Helens.Sebagian cinder cone mempunyai kawah berbentuk mangkok dan jarang muncul lebih dari seratus kaki atau di bawah lingkungannya.Magma yang telah keras/beku mengisi saluran (sumbat vulkanik) mengikuti jalur pada cone. kadang-kadang dinamakan stratovolcanoes.Sampai akhirnya.

timbunan lava yang berasal dari sekitar vent.aliran lava bersisisan (steep side). tinggal volcano dengan kenampakan bagian yang hilang.Sebuah dome (kubah) tumbuh besar dengan ekspansi dari dalam. Shield volcano  Lava Domes. konsekuensinya. berbentuk seperti umbi lava. dengan profil dengan tameng prajurit. tipe ini terbentuk relative kecil.Aliran tsb terbentuk secara perlahan dengan akresi ribuan lava cair yang disebut lava basalt.kemudian hancur. . menumpahkan fragmen di sis-sisinya. yang melebar seiring bertambahnya jarak. permukaan luarnya dingin dan keras.dari proses lengkapnya hanya tersisa plug dan dike di bawah permukaan tanah. Composite volcano  Shield Volcano. merupakan tipe gunungapi yang terbentuk kebanyakan dari aliran lava cair. Beberapa dome berbentuk tonjolan karang atau spine yang bentuk lainnya pendek.menumpahkan vent dari daratan.Volcanic dome biasanya berada dalam kawah atau pada sisi composite volcano. aliran setelah tertuang ke segala arah dari vent pusat atau kumpulan vent.lava juga biasanya bererupsi dari vent selama retakan yang berkembang di pinggir cone.ketika tumbuh.domical shape. yang meluas.

hitam atau warna yang lain berdasarkan pengaruh proses yang dialaminya.Ketika letusan berhenti. gas. Struktur gunungapi  Strata lava dan Abu Strata lava dan abu merupakan lapisan yang terbentuk pada gunungapi ketika lava dan abu dari gunungapi aktif terlempar keluar. mengandung silicon. sodium dan potassium yang berupa cairan dan mengalir seperti madu yang kental.sedangkan yang agak dingin.  Lava Flow Aliran lava merupakan letusan yang berupa molten rock di bawah permukaan bumi yang keluar dari vulkanik vent (magma).Ketika gunungapi meletus. jika mereka mencapai permukaan dari bentukan secondary cone atau fumarole.Lava berwarna merah panas saat keluar dari vent. beberapa sama baiknya . Abu-abu. lava.Lava yang sangat panas mengandung gas yang terdiri dari besi dan magnesium berupa cairan.Ini seperti pipa dimana lava dapat mengalir. Struktur Gunungapi  Main Vent Merupakan tempat yang diterobos oleh batuan cair dari magma chamber ke permukaan.Terkadang main vent memiliki cabang.lava dapat turun kembali ke pipa atau membentuk danau lava di dalam crater.Abu berisikan fragmen kecil batuan.Lava dome 3. yang mengalir seperti tar panas. dan fragmen batuan menuju ke main vent dan bergerak keluar melalui crater.tetapi secara cepat berubah menjadi warna merah gelap.

Abu gunungapi biasanya keluar dari gung berapi sebelum lava.juga adanya milonit.dengan partikel debu kecil. Fumarole Fumarole merupakan retak pada terusan permukaan dimana uap panas dan gas dapat keluar. abu dan lava menyebar ke udara seperti air mancur  Magma chamber Magma chamber atau dapur magma merupakan daerah sebagai tempat induk magma berada.  Secondary Cone Merupakan kerucut yang brau terbentuk pada gunungapi.mengendapkan mineral yang terlarut di sekitar saluran. Ketika gas mencapai permukaan maka gas tersebut panas dan bertekanan rendah. gas.jika retakan ini membentuk garis/jalur dari main vent ke permukaan.  Crater Crater gunungapi merupakan struktur amblesan yang terjadi di permukaan gunungapi karena kegiatan gunungapi biasanya membuat lubang di bagian atas saluran.Titik potong dua rekahan akan mempermudah jalannya magma.Gas ini mendingin dan mngembang.materila jatuh kembali ke bumi di sekitar saluran dan secara perlahan menumpuk membentuk rim di sekitarnya. ketika saluran utama membentuk cabang.terkumpul di cekungan gunung.Di dalam kawah selalu tetap bersih disebabkan adanya gaya gerakan ke atas material yang secara konstan memindahan runtuhan yang jatuh. bongkahan lainnya dapat lebih besar dari kepalan tangan.Magma di bawah permukaan memanaskan air sampai titik dimana air berubah menjadi uap panas dan mampu melarutkan mineral dari batuan di sekitarnya. 4.disamping macam batuan dan ketebalan kerak bumi. pola dan kecepatan gerak rekahan. .magma mampu bergerak ke saluran baru dan mencapai permukaan. lava cair tsb kemudian meluncur ke bawah membentuk suatu aliran yang berapi.Pembentukan magma chamber primer pada kerak sangat dipengaruhi oleh ukuran.sedangkan jalur gerus akan memperlambat pergerakannya karena selain sifat bidang rekahan yang rapat. Kawah dibentuk dari lava. Abu yang mengendap ke bawah dan membentuk kumpulan di pinggir yang curam. Letusan Gunungapi Tipe-tipe letusan Gunungapi  Tipe strombolian Contoh pada gunungapi Irazu di Costa Rica tahun 1965. dan debu yang meledak kea rah aras dari main vent.Lapisan batuan and abu yang membentuk gunung berapi sering retak dan terlemahkan oleh ledakan yang terjadi selama letusan gunung berapi. Material halus dari lava cair menyembur dari kawah membentuk suatu gugusan cahaya di langit.Ukuran magma chamber baik yang berhubungan langsung dengan gunungapi ataupun yang terpisah hanya berupa tubuh magma dapat mencapai ratusan ribu kilometer kubik.Karena letusan.

membentuk seperti lidah. abu seta gas pada kuantitas yang sangat besar keluar pada saat letusan kemudian terdapat awan yang berbentuk kembang kol melambung tinggi diatas gunungapi tersebut. material yang sangat besar dan banyak gas seperti debu. dimana awan tebal yang terdiri dari abu dan letusan gas dari kawah kemudian timbul hingga di atas puncak.Abu yang terdiri dari gas tersebut membentuk awan keputih-putihan pada dekat puncak.  Tipe VesuvianTipe letusan vesuvian disesuaikan dengan letusan gunung Vesuvius di Italia pada tahun 79 Bc. Massa yang sangat besar dan bercahaya yang meluncur menuruni kemiringan dengan kecepatan yang sebanding dengan 100 mil per jam. jatuh ke bawah. gas dan fragmen-fragmen lava keluar dari tengah kawah.Sebaliknya. letusan gunung Vesuvius  Tipe Peelean Di erupsi Pelean atau awan terang seperti yang terjadi di letusan Gunung Mayon Philipina 1968.aktivitas letusan gunungapi Paricutin pada tahun 1947 menunjukkan tipe vulcanian. Erupsi semacam itu akan menyebabkan kerusakan yang sangat besar dan akan menyebabkan kematian pada populasi area tersebut seperti di St Pierre tahun 1902 saat terjadi letusan Gunung Peele . abu.

Aktivitas phreatik secara umum lemah tetapi juga beruabh . Mauna Loa  Tipe erupsi Phreatik Erupsi tipe phreatik (semburan Uap) dikendalikan oleh ledakan uap hasil dari tanah yang dingin atau permukaan air yang bersinggungan dengan hot rock atau magma. Sedangkan erupsi di veent sentral membentuk suatu semburan lava yang membumbung sampai beberapa ratus kaki. Yang membedakan tipe ini dengan tipe lain adalah tipe ini hanya mengeluarkan fragmen batuan dari saluran vulkanik.Atau letusan dapat terjadi di tengah vent. lava cair menyembur dari celah di zona rift gunungapi dan membentuk aliran lava yang menuruni lereng.Letusan Gunung Peele  Tipe Erupsi hawaii Erupsi tipe Hawaii dapat terjadi sepanjang celah dan retakan yang merupakan vent yang linier.Di erupsi tipe celah. seperti pada letusan gunung Mauna di Hawaii 1950. tidak ada magma yang dikeluarkan.

Helens atau tahun 1991 di Pinatubo PHilipina. aliran piroklastik yang sangat cepat dan mematikan juga merupakan ciri letusan dari erupsi Plinian.Tipe stromboli. tekanan gas rendah.menjadi dahsyat seperti pada tahun 1965 saat letusan gunungapi Taal di Philipina. Gunungapi Taal  Tipe Erupsi Plinian Erupsi yang paling kuat adalah tipe plinian.letusan tersebut membawa abu dan gas sejauh 10 mil ke udara. berdasarkan tekanan gas.Tipe Hawaii. Gunung St Helens Tipe – tipe letusan Gunungapi menurut Escher. . Contoh : gunungapi perisai di Hawaii. ciri-cirinya : lava cair.Contoh erupsi Plinian yang paling besar seperti pada 18 mei 1980 di Gunung St. ciri-cirinya : lava cair. dapur magma yang dangkal. derajat kecairan magma dan kedalaman dapur magma : 1. yaitu Kilaueaa dan Maunaloa 2. dapur magma dangkal tapi lebih dalam dari tipe Hawaii.Tipe ini ditandai dengan ledakan lava kental.

tekanan gas rendah. terbentuk awan debu berbentuk bunga kol. peletusan mendatar. Gunung Merapi 5.Tipe Merapi. Contoh : Gunung Raung dan Vesuvius.crayonpedia. Tenaga Endogen sering menekan di sekitar lapisan-lapisan batuan pembentuk kulit bumi (litosfer) . tekanan gasnya cukup besar.Tipe Vincent. ciri-cirinya : tekanan gas sangat kuat. ciri-cirinya : lava agak cair.1 Pembentukan Muka Bumi [ Oleh Karismanto Rahmadika.Tipe Volcano. penyebab kaldera. 7. ciri-cirinya : lava agak kental. Tenaga Endogen Tengaga Endogaen juga bisa disebut juga tenaga tektonik. Contoh : Gunung Peele 6. kawahnya terdapat danau.org/mw/Tenaga_Endogen_dan_Tenaga_Eksogen_7. murid SMP Negeri 14 Bandung ] Bentuk-bentuk permukaan bumi terbentuk lewat proses pembentukan dan perombakan permukaan bumi yang berlangsung cukup lama. terdapat sumbat lava dan kubah lava.tekanan gas sedang. 4. ciri-cirinya : viskositas lava hampir sama dengan tipe merapi. Contoh : gunung krakatau.Tipe Perret. 3. http://www. tekanan gas sedang. dapur magma agak dangkal. tekanan gas sedang. ciri-cirinya : lava agak kental. Contoh : gunung kelud. lava encer. Perubahan permukaan bumi terjadi oleh tenaga geologi yang terdiri dari tenaga endogen dan tenaga eksogen. Tenaga Endogen adalah tenaga yangberasala dari dalam bumi. Tenaga Endogen terdiri dari proses diatropisme dan proses vulkanisme.Tipe Peele.

Proses lipatan Kalau tenaga endogen yang menekan litosfer arahnya mendatar dan bertumpukan yang mengakibatkan permukaan bum melipat menybabkan terbentuknya puncak dan lembah. Suhu normal magma bersikar 900 C-1200 C.Para ilmuan menduga aliaran magma mendesak keluar membakar kerak bumi dan melutus di permukaan. Eflata / bahan piroklastik : bahan-bahan yang lepas dari gunungapi ketika terjadi letusan eksplosif.Proses Diastropisme Proses Diastropisme adalah proses strutual yang mengakibatkan terjadinya lipatan dan patahan tanpa dipengaruhi magma tapi tenaga dari dalam bumi. tetapi tidak sampai ke permukaan bumi. Proses vulkanisme terjadi karena adanya magma yang keluar dari zona tumbukan antarlampang. Istilah-Istilah vulkanisme : 1. Gejala vulkanisme berhubungan dengan aktivtas keluarnya magma di gunungapi. Lava : magama yang keluar sampai ke permukaan bumi. Erupsi sebuah gunungapi dapdt berupa lelehan (efusif) melalui retakan pada lapisan-lapisan batu. 5. 4.Bentuk permukaan bumi dari hasil proses ini ada dua. 6. Proses keluarnya magma ke permukaan bumi disebut erupsi gunungapi. Apabila intrusi magma membeku maka akan terbentuk batuan intrusiva. Vulkanisme Tenaga tektonik dapat mengakibatkan gejala vulaknisme. 3. Beberapa gunugapi ditemukan berada di tengah lempeng yang disebsbkan oleh tersumbatnya panas di kerak bumi gejala ini disebut titik panas (hotspot).dan gas yang terdapat di lapisan litosfer bumi. Magma : bahan silikat cair pijar yang terdiri atas bahan padat.cair. Lahar : lava yang telah bercampur dengan bahan-bahan di permukaan bumu. Lembah patahan disebut slenk atau graben sedangkan puncak patahan dinamakan horst. Vulkanologi : ilmu kebumian yang memplajari gunungapi 2. 7. Lapiasan batuan yang mengalami proses patahan ada yang mengalami pemerosotan yang membentuk lemdh patahan dan ada yang terangkat membentuk puck patahan. Erupsi : proses keluarnya magma dari lapisan litosfer sampai ke permukan bumi. . Dan ledakan sumburan (ekaplosif) melalui kepundan atau corong gunung api. Intrusi magma : proses penerobosan magma melalui retakan-retakan lapisan batuan. yaitu : puncak lipatan (antiklin) lembah lipatan (sinklin) Proses Patahan Proses datropisme juga dapat menyababkan truktur lapisan-lapian batuan retak-retak dan patah.

Tanda-tanda akan terjadinya letusan gunungapi adalah : 1. gunung api dapat dibedakan menjadi tiga bentuk yang berbeda yaitu : 1. Kawah yang cukup besar disebut kaldera. 2.8. Gunung maar biasanya punya dapur magma yang dangkal dan magma yang terdiri dari bahan-bahan padat dan gas yang padat. Gunung Kerinci. Sebagian besar gunung di Indonesia adalah gunung starto seperti :Gunung Semeru. Gunungapi Prisai : Gunungapi perisai berbentuk seperti perisai (shields) terbentuk oleh letusan yang sangat cair (efusief). Contoh gunung maar adalah : Gunung Lamongan (Jawa Timur). yang bisa dijadikan obat kulit. Kawah Gunung Tengger (Jawa Tengah). 4. Gunung Agung. Bentuk-Bentuk Gunungapi Berdasarkan bentuk letusanya. seperti mata air di Banten (Jawa Tangah) dan di Ciatar (Jawa Barat) Ditmuaknya gas gunungapi berupa : Uap air (fumarola) Gas belerang (sulfatar) Gas karbondioksida (mofet) adanya semburan air panas (geyser) yang keluar darirekahan batuan seperti di Cisolok Sukabumi (Jawa Barat) . antara lain Kawah Takubanperahu (Jawa Barat). Gunung Mauna Loa dan Gunung Mauna Kea di Hawai. 3. Ciri gunungapi perisai adalah lerengnya sangat landai bahkan hampir datar. 9. 5. Kawah : lubang pada tubuh gunungapi sebagai tempat keluarnya magma. dan Kaldera Gunung Batur (Bali). Bila kaldera terisi air yang cukup banyak mak akan terbentuk danau kawah atau danau vulkanik. Gunung Monte Muovo (Italia). 11. Kenaikan suhu udara di sekitar gunungapi drastis (dari suhu rendah tiba-tiba naik jadi panas) Banyak tumbuhan kering dan hewan turun dari gunung. Meningkatnya bau belerang yang menyengat Pascavulkanik (postvulcanic) Pascavulkanik adalah gejala dimana gunungapi menampakan aktifitas atau sedang dalam fase istirahat. 6. Gunungapi Maar :Gunungapi maar terbentuk dari letusan berupa ledakan (eksplosif) yang dahsyat yang terjadi sekali. Kawah dan kaldera yang di Indonesia. Contohnya. 7. 10. Gunung Merapi. Gejala Vulkanisme Gejala Vulakanik ada dua yaitu :  Pravulkanik Pravulkanik adalah tanda-tanda atau gejala di suatu daerah akan terjadi letusan gunungapi. Gunung Pinakate (Meksiko). dengan mengeluarkan bahan-bahan berupa eflata. yaitu berupa lelehan lava yang sangat luas dan landai. 8. Gunungapi Starto (Kerucut) 3. 2. Gejalanya antara lain : Ditemukannya mata air panas. Gunung api Starto : Gunung api starto terbentuk akibat letusan yang berulang-ulang dan berseling-seling antara bahan padat dan lelahan lava.

perubahan suhu tiba-tiba. 4. berupa: 1. Erosi gelombang laut (abarasi / erosi marin ). yaitu : Pelapukan Mekanik Pelapukan mekanik (fisik) adalah proses pengkikisan dan penghancuran bongkahan batu jadi bongkahan yang lebih kecil. 2. yaitu proses oksidasi dan proses hidrolisis. Pengkikisan lembar ditandai oleh : 1. 3. Tapi yang membedakan erosi dengan pelapukan adalah erosi adalah pengkikisan oleh media yang bergerak. seperti air sungai. Pelapukan Organik Pelapukan organik dihasilkan oleh aktifitas makhluk hidup. dan pembekuan air pada celha batu Pelapukan Kimiawi Pelapukan adalah penghcuran dan pengkikisan batuan dengan mengubah susunan kimiaai batu yang terlapukkan. angin. seperti pelapukan oleh akar tanaman (lumut dan paku-pakuan) dan aktivitas haewn (cacing tanah dan serangga). 1. Erosi gletser (glasial)'  Tahapan dalam Erosi Air Proses pengkikisan oleh air yang mengalir terjadi dalam empat tingkatan yang berbeda sesuai dengan kerusakan tanah atau batuan yang terkena erosi. Jenis pelapukan kimiawi terdiridari dua macam.Tenaga Eksogen Proses eksogenmerupakan tenaga dari luar. Sinar matahari Air Gletser reaksi kimiawi kegiatan makhluk hidup (organisme) Peroses pelapukan terbagi jadi tiga. Erosi dibedakan oleh jenis tenaga perombaknya yaitu :Erosi air. sebbagai berikut. Erosi lembar. 5. Pelapukan Pelpukan merupakan tenaga perombak (pengkikisan) oleh media penghancur. 2. Erosi percik. gelombang laut. warna air yang mengalir berwarna coklat . atau gletser. yaitu proses pengkikisan lapisan tanah paling atas sehingga kesuburannya berkurang.tetapi tidak mengubah unsur kimianya. Proses pelapukan dapat dikatakan sebagai proses penghancuran massa batuan melalui media penghancuran. Proses ini disebabkan oleh sinar matahari. Erosi angin (deflasi). yaitu proses pengkikisan oleh percikan air hujan yang jatuh ke bumi. Erosi Erosi seperti pelapukan adalah tenaga perombak (pengkikisan).

3. Bentuk permukaan bumi yang terbentuk antara lain : 1. maka luas lahan kritis dapat meluas. 2. tebing sungai semakin dalam lembah semakin curam pembentukan gua memperbesar badan sungai Erosi angin biasanya terjadi di gurun. membentuk : 1. adalah terbentuknya parit-parit atau lembah akibat pengkikisan aliran air. Ciri khas erosi alur adalah adanya alur-alur pada tanah sebsgai tempat mengalirnya air 4. 4. adalah lanjutan dari erosi lembar.2. Dinding pantai yang curam relung ( lekukan pada dinding tebing) gua pantai batu layar . Batu jamur 2. 3.  Bentuk Permukaan Bumi Akibat Erosi Pengkikisan oleh air dapat mengakibatkan : 1. warna air yang terkikis menjadi lebih pucat 3. Erosi alur. kesuburan tanah berkurang 3. Ngarai Abrasi biasanya terjadi di pantai. 'Erosi 'parit. 4. dan pada tingkat ini tanah sudah rusak. Bila erosi parit terus berlanjut. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful