Gunung berapi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Gunung berapi Mahameru atau Semeru di belakang. Latar depan adalah Kaldera Tengger termasuk Bromo, Jawa Timur, Indonesia. Letusan gunung berapi dapat berakibat buruk terhadap margasatwa lokal, dan juga manusia. Gunung berapi atau gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus. Lebih lanjut, istilah gunung api ini juga dipakai untuk menamai fenomena pembentukan ice volcanoes atau gunung api es dan mud volcanoes atau gunung api lumpur. Gunung api es biasa terjadi di daerah yang mempunyai musim dingin bersalju, sedangkan gunung api lumpur dapat kita lihat di daerah Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah yang populer sebagai Bledug Kuwu. Gunung berapi terdapat di seluruh dunia, tetapi lokasi gunung berapi yang paling dikenali adalah gunung berapi yang berada di sepanjang busur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Busur Cincin Api Pasifik merupakan garis bergeseknya antara dua lempengan tektonik. Gunung berapi terdapat dalam beberapa bentuk sepanjang masa hidupnya. Gunung berapi yang aktif mungkin berubah menjadi separuh aktif, istirahat, sebelum akhirnya menjadi tidak aktif atau mati. Bagaimanapun gunung berapi mampu istirahat dalam waktu 610 tahun sebelum berubah menjadi aktif kembali. Oleh itu, sulit untuk menentukan keadaan sebenarnya dari suatu gunung berapi itu, apakah gunung berapi itu berada dalam keadaan istirahat atau telah mati. Apabila gunung berapi meletus, magma yang terkandung di dalam kamar magmar di bawah gunung berapi meletus keluar sebagai lahar atau lava. Selain daripada aliran lava, kehancuran oleh gunung berapi disebabkan melalui berbagai cara seperti berikut:

Aliran lava.

Abu.       Letusan gunung berapi. Kebakaran hutan. Aliran lumpur. tektonik dan hidrotermal Tidak ada gejala aktivitas tekanan magma   Wilayah yang terancam bahaya direkomendasikan untuk dikosongkan Koordinasi dilakukan secara harian Piket penuh        Sosialisasi di wilayah terancam Penyiapan sarana darurat Koordinasi harian Piket penuh SIAGA         Penyuluhan/sosialisasi Penilaian bahaya Pengecekan sarana Pelaksanaan piket terbatas WASPADA  NORMAL   Pengamatan rutin . Tingkat isyarat gunung berapi di Indonesia Status Makna  Tindakan  AWAS   Menandakan gunung berapi yang segera atau sedang meletus atau ada keadaan kritis yang menimbulkan bencana Letusan pembukaan dimulai dengan abu dan asap Letusan berpeluang terjadi dalam waktu 24 jam Menandakan gunung berapi yang sedang bergerak ke arah letusan atau menimbulkan bencana Peningkatan intensif kegiatan seismik Semua data menunjukkan bahwa aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana Jika tren peningkatan berlanjut. Gas beracun. Gempa bumi. letusan dapat terjadi dalam waktu 2 minggu Ada aktivitas apa pun bentuknya Terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal Peningkatan aktivitas seismik dan kejadian vulkanis lainnya Sedikit perubahan aktivitas yang diakibatkan oleh aktivitas magma. Gelombang tsunami.

Kaldera Gunung berapi jenis ini terbentuk dari ledakan yang sangat kuat yang melempar ujung atas gunung sehingga membentuk cekungan. Jarang yang tingginya di atas 500 meter dari tanah di sekitarnya. dan susunannya terdiri dari batuan yang bersifat basaltik. namun masih terdapat tanda-tanda kegiatan masa lampau berupa lapangan solfatara/fumarola pada tingkah lemah. Gunung api Tipe C : sejarah erupsinya tidak diketahui dalam catatan manusia. karena letusan terjadi sudah beberapa ratus kali. Gunung Merapi merupakan jenis ini. Cinder Cone Merupakan gunung berapi yang abu dan pecahan kecil batuan vulkanik menyebar di sekeliling gunung. sehingga tidak sempat membentuk suatu kerucut yang tinggi (curam). [sunting] Klasifikasi gunung berapi di Indonesia Kalangan vulkanologi Indonesia mengelompokkan gunung berapi ke dalam tiga tipe berdasarkan catatan sejarah letusan/erupsinya. bentuknya akan berlereng landai. Indonesia memang dikelilingi banyak gunung berapi karena Indonesia terletak di kawasan Lautan Pasifik yang terkenal dengan deretan gunung berapinya .  Teman-teman masih ingat kan. Level aktivitas dasar  Survei dan penyelidikan [sunting] Jenis gunung berapi berdasarkan bentuknya Stratovolcano Tersusun dari batuan hasil letusan dengan tipe letusan berubah-ubah sehingga dapat menghasilkan susunan yang berlapis-lapis dari beberapa jenis batuan. dengan kejadian Gunung Merapi yang meletus beberapa waktu lalu dan disusul dengan aktifnya beberapa gunung berapi lain di Indonesia? Ya.    Gunung api Tipe A : tercatat pernah mengalami erupsi magmatik sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1600. Contoh bentuk gunung berapi ini terdapat di kepulauan Hawai. Gunung api Tipe B : sesudah tahun 1600 belum tercatat lagi mengadakan erupsi magmatik namun masih memperlihatkan gejala kegiatan vulkanik seperti kegiatan solfatara. kadang-kadang bentuknya tidak beraturan. Sebagian besar gunung jenis ini membentuk mangkuk di puncaknya. Perisai Tersusun dari batuan aliran lava yang pada saat diendapkan masih cair. Gunung Bromo merupakan jenis ini. sehingga membentuk suatu kerucut besar (raksasa).

Gunung berapi ada yang berada di daratan. Sebagian atau semua reruntuhan itu kemudian mengisi ruang magma. Pada saat gunung meletus. maka terbentuklah kerucut kecil di dalam kaldera. Beberapa gunung yang berasal dari gunung berapi memiliki lubang berbentuk mangkuk yang disebut kawah. sebenarnya. Gunung Fuji di Jepang merupakan salah satu contoh gunung berapi berbentuk kerucut. diameternya pun dapat lebih besar daripada diameter gunung berapi perisai. . stratovolcano (kumpulan gunung berapi berbentuk kerucut). dan gas panas lain yang dilaluinya. Bagian tengah gunung berapi terkadang runtuh karena letusan yang terjadi. dan berbentuk dataran tinggi. Contoh gunung berapi perisai dapat ditemui di Gunung Mauna Loa dan Kilauea di Hawaii. Hmm. Terkadang magma menghasilkan letusan yang sangat dahsyat. Beberapa letusan gunung berapi ternyata juga dapat mengakibatkan terbentuknya gunung berapi baru seperti Anak Krakatau. Apabila terjadi letusan baru. perisai. Bentuk kerucut adalah bentuk gunung berapi yang paling terkenal sehingga orang sering menganggap gunung yang berbentuk kerucut adalah gunung berapi. abu. debu. Lama kelamaan lava mendingin dan mengeras menjadi bebatuan. Ketika gunung berapi meletus. Dari lava yang menumpuk tersebut dapat terbentuk sebuah gunung baru. Lava dan berbagai macam bebatuan tersebut kemudian membentuk dataran tinggi yang besar yang disebut gunung berapi dataran tinggi atau volcanic plateau. di antaranya ada yang berbentuk kerucut. Apakah Semua Gunung Berapi Bisa Meletus? Beberapa gunung berapi yang selalu meletus disebut dengan gunung berapi aktif. Gunung berapi dengan bentuk perisai ini ada yang berukuran kecil dan besar. Ukuran yang paling besar sering kali lebih besar dari ukuran stratovolcano. uap panas. kaldera. Gunung berapi perisai berbentuk seperti gundukan tanah yang tumpah di salah satu sisinya. Magma mengalir seperti sungai api. Gunung berapi tidak selamanya berbentuk seperti gunung. namun lebih banyak lagi yang berada di dasar laut. bagaimana ya cara terbentuknya sebuah gunung berapi? Awal Mulanya Gunung berapi terbentuk dari batuan cair panas yang disebut magma yang berasal dari perut bumi. ada juga gunung berapi yang sudah tidak dapat meletus lagi sejak zaman prasejarah yang disebut dengan gunung berapi mati. sehingga bentuknya seperti lingkaran perisai. Beberapa kaldera ada juga yang lubangnya dipenuhi air. Akibatnya terbentuklah lubang di tanah yang disebut kaldera. Magma yang meletus dari gunung berapi disebut lava. magma naik ke permukaan melewati retakan-retakan yang ada di batuan padat dan kemudian meletus. lava dan berbagai macam bebatuan terkadang mengalir keluar seperti sungai dan menutupi area yang sangat luas. loh. sambil menyeret bebatuan. bahkan sampai ribuan kilometer persegi.           atau sering disebut dengan Ring of Fire. Kaldera bisa berbentuk lingkaran atau oval. Namun. Bentuk Gunung Berapi Bentuk dan ukuran gunung berapi bermacam-macam.

dan fase pertama gunung Tambora (Sumbawa)  Gunungapi piroklastik.Contoh gunung Lamongan. umumnya dijumpai pada gunungapi berlapis.contoh : Izu peninsula (Iceland). Gunung ini dinamakan gunung berapi tidur atau tidak aktif.Gunungapi tameng dibentuk oleh lava yang sangat cair dari lava basalan atau andesitan. Para ahli mengebor dan membuat peta bagian dalam gunung berapi.Bentuk-bentuk kubah sangat dipengaruhi oleh viskositas lava.yaitu tipe Hawaii dan tipe Iceland yang dibedakan berdasarkan skala dan jalur retakan yang ada: a) Tipe Hawaii : Tipe ini akan membentuk gunungapi tameng yang dibangun oleh leleran lava yang keluar dari beberapa retakan dan memencar membentuk suatu jalur celah yang cukup besar contoh : mauna Loa di Hawaii. Mereka juga menggunakan satelit untuk mempelajari gunung berapi dari luar angkasa.html .   .Hakone (jepang).Gunung Tambora (Sumbawa) Gunungapi gas yaitu gunungapi yang terjadi karena kegiatan magmatik umumnya membentuk mar yaitu suatu lekukan yang disebabkan oleh letusan tunggal yang bersifat meledak.contoh : kaki uatar pegunungan tengger (jawa timur).blogspot.  Gunung berapi ternyata juga bisa “tidur panjang” loh.biasanya dijumpai pada gunungapi lava.  2. http://udhnr. Bentuk kubah.Bentuk kerucut ini dapat dibangun oleh bahan lepas gunungapi.dikelilingi oleh kawah berbentuk cincin dan umumnya terisi air. Tipe-Tipe gunungapi Berdasarkan bahan lepas yang dihasilkan  Gunungapi lava/gunungapi tameng (shield volcano) yang menghasilkan lava basalan. b) Tipe Iceland : Dicirikan dengan lavanya yang keluar dari kawah utama dan mempunyai skala yang lebih kecil dari tipe Hawaii. namun mereka dapat meletus lagi.merupakan gunungapi yang dibentuk oleh bahan lepasgunungapi piroklastik.Ada dua tipe jenis gunungapi tameng.com/2009/02/bentuk-dan-tipe-letusan-gunung-berapi.Onggokan batuapung akan membentuk kerucut batuapung.Contoh : disepanjang sesar lampung Bentuk maar yaitu pada gunungapi gas. Bentuk-bentuk Gunungapi  Bentuk kerucut. Para ahli selalu mencoba menghitung atau memperkirakan kapan gunung berapi akan meletus. Mereka tidak meletus dalam waktu yang lama.Kubah lava merupakan bentukan dari leleran lava kental yang keluar melalui celah dan dibatasi oleh sisi curam di sekelilingnya. Iwo Jima (Jepang).

Pada puncak composite volcano kebanyakan terdapat kawah yang berisikan vent utama atau kumpulannya.Contoh composite volcano adalah gunung fuji di Jepang.berupa datartinggi yang relatif menonjol pada daerah sekitarnya yang tersusun oleh lava tebal dan umumnya bersifat basalan sehingga disebut juga dengan basal tinggi.debu serta yang lainnya. Apabila composite volcano sedang tidak aktif.cinder.Gn st Helens.berbentuk kerucut simetris yang besar sengan lapisan berasal daria aliran lava.biasanya saaling bersisisan.Gunung Rinjani.Magma yang telah keras/beku mengisi saluran (sumbat vulkanik) mengikuti jalur pada cone. yaitu alur-alur pada tubuh gunungapi yang kasar dan tak teratur yang disebabkan oleh erosi dan sesar Cinder Cones. erosi atau pengikisan terjadi pada cone. Bentuk datar tinggi dijumpai pada gungapi lava.Gunung Agung. merupakan tipe gunungapi yang sederhana yang terbentuk oleh partikel dan lava yang dikeluarkan oleh vent tunggal.Bagian terpenting dari composite volcano adalah sebuah sistem conduit (saluran).lava yang mengalir memecah dinding kawah atau melalui sisi cone. kadang-kadang dinamakan stratovolcanoes.yang tersusun oleh endapan batuapung dan abu yang diletuskan dari celah dan mempunyai struktur kaldera atau lekuk ambrukan.block dan bomb yang dimungkinkan muncul di sekitar 8000 kaki di atas pusatnya.Tapi ada juga yang dikenal dengan datar tinggi bahan lepas gunungapi.dan rekahan (dikes) membuka dimana prosesnya akan berkurang perlahan-lahan oleh adanya erosi. lava tersembur keras ke udara dan pecah menjadi fragmen kecil yang padat sehingga jatuh sebagai cinder di sekitar vent yang kemudian membentuk melingkar atau cone yang oval.Karena tekanan gas.cinder.Gunung Merapi.Sebagian cinder cone mempunyai kawah berbentuk mangkok dan jarang muncul lebih dari seratus kaki atau di bawah lingkungannya.Sampai akhirnya. dimana magma dari reservoir di bawah kerak bumi meningkat ke permukaan volcano dibangunoleh ekumulasi material yang tererupsi melalui conduit dengan meningkatnya ukuran lava.   Cinder cones  Composite Volcanoes. cinder core ini kebanyakan terdapat di Amerika Utara bagian barat sebagai bagian dari terrain vulkanik dunia.debu vulkanik.Contoh : daerah disekitar danau Toba (Sumatera Utara). . Bentuk barangko (barronco). yang menambah kemiringan volcano.

Volcanic dome biasanya berada dalam kawah atau pada sisi composite volcano. permukaan luarnya dingin dan keras.menumpahkan vent dari daratan. tinggal volcano dengan kenampakan bagian yang hilang. berbentuk seperti umbi lava. Shield volcano  Lava Domes. aliran setelah tertuang ke segala arah dari vent pusat atau kumpulan vent. merupakan tipe gunungapi yang terbentuk kebanyakan dari aliran lava cair. dengan profil dengan tameng prajurit. tipe ini terbentuk relative kecil.Sebuah dome (kubah) tumbuh besar dengan ekspansi dari dalam.ketika tumbuh. yang melebar seiring bertambahnya jarak. timbunan lava yang berasal dari sekitar vent. konsekuensinya.dari proses lengkapnya hanya tersisa plug dan dike di bawah permukaan tanah.domical shape.aliran lava bersisisan (steep side).Aliran tsb terbentuk secara perlahan dengan akresi ribuan lava cair yang disebut lava basalt. Composite volcano  Shield Volcano. menumpahkan fragmen di sis-sisinya.kemudian hancur. . yang meluas. Beberapa dome berbentuk tonjolan karang atau spine yang bentuk lainnya pendek.lava juga biasanya bererupsi dari vent selama retakan yang berkembang di pinggir cone.

Struktur Gunungapi  Main Vent Merupakan tempat yang diterobos oleh batuan cair dari magma chamber ke permukaan. hitam atau warna yang lain berdasarkan pengaruh proses yang dialaminya. Struktur gunungapi  Strata lava dan Abu Strata lava dan abu merupakan lapisan yang terbentuk pada gunungapi ketika lava dan abu dari gunungapi aktif terlempar keluar. sodium dan potassium yang berupa cairan dan mengalir seperti madu yang kental.Ketika letusan berhenti.Lava yang sangat panas mengandung gas yang terdiri dari besi dan magnesium berupa cairan. lava.  Lava Flow Aliran lava merupakan letusan yang berupa molten rock di bawah permukaan bumi yang keluar dari vulkanik vent (magma). mengandung silicon.lava dapat turun kembali ke pipa atau membentuk danau lava di dalam crater. dan fragmen batuan menuju ke main vent dan bergerak keluar melalui crater.Terkadang main vent memiliki cabang.tetapi secara cepat berubah menjadi warna merah gelap. gas.Ini seperti pipa dimana lava dapat mengalir.Lava berwarna merah panas saat keluar dari vent. Abu-abu. yang mengalir seperti tar panas.sedangkan yang agak dingin. jika mereka mencapai permukaan dari bentukan secondary cone atau fumarole.Abu berisikan fragmen kecil batuan.Ketika gunungapi meletus. beberapa sama baiknya .Lava dome 3.

magma mampu bergerak ke saluran baru dan mencapai permukaan.Magma di bawah permukaan memanaskan air sampai titik dimana air berubah menjadi uap panas dan mampu melarutkan mineral dari batuan di sekitarnya.Ukuran magma chamber baik yang berhubungan langsung dengan gunungapi ataupun yang terpisah hanya berupa tubuh magma dapat mencapai ratusan ribu kilometer kubik.juga adanya milonit. abu dan lava menyebar ke udara seperti air mancur  Magma chamber Magma chamber atau dapur magma merupakan daerah sebagai tempat induk magma berada.dengan partikel debu kecil.Gas ini mendingin dan mngembang. ketika saluran utama membentuk cabang. 4.Karena letusan.jika retakan ini membentuk garis/jalur dari main vent ke permukaan. .Lapisan batuan and abu yang membentuk gunung berapi sering retak dan terlemahkan oleh ledakan yang terjadi selama letusan gunung berapi.Titik potong dua rekahan akan mempermudah jalannya magma.Abu gunungapi biasanya keluar dari gung berapi sebelum lava. gas. lava cair tsb kemudian meluncur ke bawah membentuk suatu aliran yang berapi.  Secondary Cone Merupakan kerucut yang brau terbentuk pada gunungapi. pola dan kecepatan gerak rekahan.sedangkan jalur gerus akan memperlambat pergerakannya karena selain sifat bidang rekahan yang rapat. Letusan Gunungapi Tipe-tipe letusan Gunungapi  Tipe strombolian Contoh pada gunungapi Irazu di Costa Rica tahun 1965. Ketika gas mencapai permukaan maka gas tersebut panas dan bertekanan rendah.terkumpul di cekungan gunung. bongkahan lainnya dapat lebih besar dari kepalan tangan. Material halus dari lava cair menyembur dari kawah membentuk suatu gugusan cahaya di langit. dan debu yang meledak kea rah aras dari main vent. Kawah dibentuk dari lava.Pembentukan magma chamber primer pada kerak sangat dipengaruhi oleh ukuran.disamping macam batuan dan ketebalan kerak bumi.  Crater Crater gunungapi merupakan struktur amblesan yang terjadi di permukaan gunungapi karena kegiatan gunungapi biasanya membuat lubang di bagian atas saluran. Fumarole Fumarole merupakan retak pada terusan permukaan dimana uap panas dan gas dapat keluar.materila jatuh kembali ke bumi di sekitar saluran dan secara perlahan menumpuk membentuk rim di sekitarnya. Abu yang mengendap ke bawah dan membentuk kumpulan di pinggir yang curam.Di dalam kawah selalu tetap bersih disebabkan adanya gaya gerakan ke atas material yang secara konstan memindahan runtuhan yang jatuh.mengendapkan mineral yang terlarut di sekitar saluran.

abu seta gas pada kuantitas yang sangat besar keluar pada saat letusan kemudian terdapat awan yang berbentuk kembang kol melambung tinggi diatas gunungapi tersebut. jatuh ke bawah.Abu yang terdiri dari gas tersebut membentuk awan keputih-putihan pada dekat puncak. dimana awan tebal yang terdiri dari abu dan letusan gas dari kawah kemudian timbul hingga di atas puncak.Sebaliknya. material yang sangat besar dan banyak gas seperti debu.  Tipe VesuvianTipe letusan vesuvian disesuaikan dengan letusan gunung Vesuvius di Italia pada tahun 79 Bc. Erupsi semacam itu akan menyebabkan kerusakan yang sangat besar dan akan menyebabkan kematian pada populasi area tersebut seperti di St Pierre tahun 1902 saat terjadi letusan Gunung Peele . gas dan fragmen-fragmen lava keluar dari tengah kawah.aktivitas letusan gunungapi Paricutin pada tahun 1947 menunjukkan tipe vulcanian. letusan gunung Vesuvius  Tipe Peelean Di erupsi Pelean atau awan terang seperti yang terjadi di letusan Gunung Mayon Philipina 1968. abu. membentuk seperti lidah. Massa yang sangat besar dan bercahaya yang meluncur menuruni kemiringan dengan kecepatan yang sebanding dengan 100 mil per jam.

Yang membedakan tipe ini dengan tipe lain adalah tipe ini hanya mengeluarkan fragmen batuan dari saluran vulkanik. seperti pada letusan gunung Mauna di Hawaii 1950. lava cair menyembur dari celah di zona rift gunungapi dan membentuk aliran lava yang menuruni lereng. Aktivitas phreatik secara umum lemah tetapi juga beruabh .Atau letusan dapat terjadi di tengah vent. Sedangkan erupsi di veent sentral membentuk suatu semburan lava yang membumbung sampai beberapa ratus kaki.Letusan Gunung Peele  Tipe Erupsi hawaii Erupsi tipe Hawaii dapat terjadi sepanjang celah dan retakan yang merupakan vent yang linier. Mauna Loa  Tipe erupsi Phreatik Erupsi tipe phreatik (semburan Uap) dikendalikan oleh ledakan uap hasil dari tanah yang dingin atau permukaan air yang bersinggungan dengan hot rock atau magma. tidak ada magma yang dikeluarkan.Di erupsi tipe celah.

tekanan gas rendah. Contoh : gunungapi perisai di Hawaii. derajat kecairan magma dan kedalaman dapur magma : 1.menjadi dahsyat seperti pada tahun 1965 saat letusan gunungapi Taal di Philipina. ciri-cirinya : lava cair.Tipe ini ditandai dengan ledakan lava kental. berdasarkan tekanan gas.Tipe stromboli. Helens atau tahun 1991 di Pinatubo PHilipina. aliran piroklastik yang sangat cepat dan mematikan juga merupakan ciri letusan dari erupsi Plinian. dapur magma yang dangkal. yaitu Kilaueaa dan Maunaloa 2. dapur magma dangkal tapi lebih dalam dari tipe Hawaii. .Contoh erupsi Plinian yang paling besar seperti pada 18 mei 1980 di Gunung St.letusan tersebut membawa abu dan gas sejauh 10 mil ke udara. Gunungapi Taal  Tipe Erupsi Plinian Erupsi yang paling kuat adalah tipe plinian. Gunung St Helens Tipe – tipe letusan Gunungapi menurut Escher. ciri-cirinya : lava cair.Tipe Hawaii.

Tipe Perret. Contoh : Gunung Peele 6.Tipe Volcano. Contoh : gunung krakatau.tekanan gas sedang. 4. lava encer. 7. Gunung Merapi 5. peletusan mendatar. dapur magma agak dangkal. terdapat sumbat lava dan kubah lava. tekanan gasnya cukup besar. Contoh : gunung kelud. ciri-cirinya : viskositas lava hampir sama dengan tipe merapi. tekanan gas sedang. kawahnya terdapat danau.Tipe Merapi. Tenaga Endogen terdiri dari proses diatropisme dan proses vulkanisme. Contoh : Gunung Raung dan Vesuvius. 3.Tipe Peele. Tenaga Endogen Tengaga Endogaen juga bisa disebut juga tenaga tektonik. ciri-cirinya : lava agak kental. murid SMP Negeri 14 Bandung ] Bentuk-bentuk permukaan bumi terbentuk lewat proses pembentukan dan perombakan permukaan bumi yang berlangsung cukup lama.org/mw/Tenaga_Endogen_dan_Tenaga_Eksogen_7. Tenaga Endogen sering menekan di sekitar lapisan-lapisan batuan pembentuk kulit bumi (litosfer) . penyebab kaldera. http://www. Perubahan permukaan bumi terjadi oleh tenaga geologi yang terdiri dari tenaga endogen dan tenaga eksogen.Tipe Vincent. ciri-cirinya : tekanan gas sangat kuat. Tenaga Endogen adalah tenaga yangberasala dari dalam bumi. tekanan gas sedang. ciri-cirinya : lava agak cair. terbentuk awan debu berbentuk bunga kol. ciri-cirinya : lava agak kental. tekanan gas rendah.crayonpedia.1 Pembentukan Muka Bumi [ Oleh Karismanto Rahmadika.

yaitu : puncak lipatan (antiklin) lembah lipatan (sinklin) Proses Patahan Proses datropisme juga dapat menyababkan truktur lapisan-lapian batuan retak-retak dan patah.Para ilmuan menduga aliaran magma mendesak keluar membakar kerak bumi dan melutus di permukaan. Lapiasan batuan yang mengalami proses patahan ada yang mengalami pemerosotan yang membentuk lemdh patahan dan ada yang terangkat membentuk puck patahan. Lahar : lava yang telah bercampur dengan bahan-bahan di permukaan bumu. 5. Proses lipatan Kalau tenaga endogen yang menekan litosfer arahnya mendatar dan bertumpukan yang mengakibatkan permukaan bum melipat menybabkan terbentuknya puncak dan lembah. Gejala vulkanisme berhubungan dengan aktivtas keluarnya magma di gunungapi. Intrusi magma : proses penerobosan magma melalui retakan-retakan lapisan batuan. Dan ledakan sumburan (ekaplosif) melalui kepundan atau corong gunung api. Istilah-Istilah vulkanisme : 1. 6. Lembah patahan disebut slenk atau graben sedangkan puncak patahan dinamakan horst. Proses keluarnya magma ke permukaan bumi disebut erupsi gunungapi. Vulkanisme Tenaga tektonik dapat mengakibatkan gejala vulaknisme.Bentuk permukaan bumi dari hasil proses ini ada dua.Proses Diastropisme Proses Diastropisme adalah proses strutual yang mengakibatkan terjadinya lipatan dan patahan tanpa dipengaruhi magma tapi tenaga dari dalam bumi.dan gas yang terdapat di lapisan litosfer bumi. . Vulkanologi : ilmu kebumian yang memplajari gunungapi 2. Proses vulkanisme terjadi karena adanya magma yang keluar dari zona tumbukan antarlampang. Beberapa gunugapi ditemukan berada di tengah lempeng yang disebsbkan oleh tersumbatnya panas di kerak bumi gejala ini disebut titik panas (hotspot). Magma : bahan silikat cair pijar yang terdiri atas bahan padat.cair. 3. 4. tetapi tidak sampai ke permukaan bumi. Lava : magama yang keluar sampai ke permukaan bumi. 7. Erupsi sebuah gunungapi dapdt berupa lelehan (efusif) melalui retakan pada lapisan-lapisan batu. Eflata / bahan piroklastik : bahan-bahan yang lepas dari gunungapi ketika terjadi letusan eksplosif. Erupsi : proses keluarnya magma dari lapisan litosfer sampai ke permukan bumi. Suhu normal magma bersikar 900 C-1200 C. Apabila intrusi magma membeku maka akan terbentuk batuan intrusiva.

Bentuk-Bentuk Gunungapi Berdasarkan bentuk letusanya. 6. Gunung Monte Muovo (Italia). Sebagian besar gunung di Indonesia adalah gunung starto seperti :Gunung Semeru. Contohnya. 5. 8. antara lain Kawah Takubanperahu (Jawa Barat). Gunung Mauna Loa dan Gunung Mauna Kea di Hawai. Gejala Vulkanisme Gejala Vulakanik ada dua yaitu :  Pravulkanik Pravulkanik adalah tanda-tanda atau gejala di suatu daerah akan terjadi letusan gunungapi. Ciri gunungapi perisai adalah lerengnya sangat landai bahkan hampir datar. Kawah Gunung Tengger (Jawa Tengah). Gunungapi Starto (Kerucut) 3. Gunung Kerinci. Gunung Pinakate (Meksiko). Tanda-tanda akan terjadinya letusan gunungapi adalah : 1. Kawah yang cukup besar disebut kaldera. 11. Contoh gunung maar adalah : Gunung Lamongan (Jawa Timur). Gunungapi Prisai : Gunungapi perisai berbentuk seperti perisai (shields) terbentuk oleh letusan yang sangat cair (efusief). 4. Kawah : lubang pada tubuh gunungapi sebagai tempat keluarnya magma. yang bisa dijadikan obat kulit. Gunung Merapi. gunung api dapat dibedakan menjadi tiga bentuk yang berbeda yaitu : 1.8. Kenaikan suhu udara di sekitar gunungapi drastis (dari suhu rendah tiba-tiba naik jadi panas) Banyak tumbuhan kering dan hewan turun dari gunung. Gunung api Starto : Gunung api starto terbentuk akibat letusan yang berulang-ulang dan berseling-seling antara bahan padat dan lelahan lava. seperti mata air di Banten (Jawa Tangah) dan di Ciatar (Jawa Barat) Ditmuaknya gas gunungapi berupa : Uap air (fumarola) Gas belerang (sulfatar) Gas karbondioksida (mofet) adanya semburan air panas (geyser) yang keluar darirekahan batuan seperti di Cisolok Sukabumi (Jawa Barat) . Gunungapi Maar :Gunungapi maar terbentuk dari letusan berupa ledakan (eksplosif) yang dahsyat yang terjadi sekali. 2. 7. Kawah dan kaldera yang di Indonesia. Meningkatnya bau belerang yang menyengat Pascavulkanik (postvulcanic) Pascavulkanik adalah gejala dimana gunungapi menampakan aktifitas atau sedang dalam fase istirahat. 2. Gunung maar biasanya punya dapur magma yang dangkal dan magma yang terdiri dari bahan-bahan padat dan gas yang padat. Bila kaldera terisi air yang cukup banyak mak akan terbentuk danau kawah atau danau vulkanik. Gejalanya antara lain : Ditemukannya mata air panas. dan Kaldera Gunung Batur (Bali). Gunung Agung. 10. yaitu berupa lelehan lava yang sangat luas dan landai. 3. dengan mengeluarkan bahan-bahan berupa eflata. 9.

gelombang laut. 1. yaitu proses pengkikisan lapisan tanah paling atas sehingga kesuburannya berkurang. warna air yang mengalir berwarna coklat . Erosi lembar. Sinar matahari Air Gletser reaksi kimiawi kegiatan makhluk hidup (organisme) Peroses pelapukan terbagi jadi tiga. Erosi dibedakan oleh jenis tenaga perombaknya yaitu :Erosi air. yaitu proses oksidasi dan proses hidrolisis. atau gletser. Erosi gletser (glasial)'  Tahapan dalam Erosi Air Proses pengkikisan oleh air yang mengalir terjadi dalam empat tingkatan yang berbeda sesuai dengan kerusakan tanah atau batuan yang terkena erosi. 2. Proses pelapukan dapat dikatakan sebagai proses penghancuran massa batuan melalui media penghancuran. angin. seperti pelapukan oleh akar tanaman (lumut dan paku-pakuan) dan aktivitas haewn (cacing tanah dan serangga).tetapi tidak mengubah unsur kimianya. 3. sebbagai berikut. Erosi Erosi seperti pelapukan adalah tenaga perombak (pengkikisan).Tenaga Eksogen Proses eksogenmerupakan tenaga dari luar. 2. yaitu proses pengkikisan oleh percikan air hujan yang jatuh ke bumi. Jenis pelapukan kimiawi terdiridari dua macam. berupa: 1. yaitu : Pelapukan Mekanik Pelapukan mekanik (fisik) adalah proses pengkikisan dan penghancuran bongkahan batu jadi bongkahan yang lebih kecil. Pelapukan Pelpukan merupakan tenaga perombak (pengkikisan) oleh media penghancur. Erosi percik. 4. Erosi angin (deflasi). Pelapukan Organik Pelapukan organik dihasilkan oleh aktifitas makhluk hidup. Erosi gelombang laut (abarasi / erosi marin ). dan pembekuan air pada celha batu Pelapukan Kimiawi Pelapukan adalah penghcuran dan pengkikisan batuan dengan mengubah susunan kimiaai batu yang terlapukkan. Proses ini disebabkan oleh sinar matahari. Pengkikisan lembar ditandai oleh : 1. perubahan suhu tiba-tiba. seperti air sungai. 5. Tapi yang membedakan erosi dengan pelapukan adalah erosi adalah pengkikisan oleh media yang bergerak.

4. 4. dan pada tingkat ini tanah sudah rusak. 3. Ciri khas erosi alur adalah adanya alur-alur pada tanah sebsgai tempat mengalirnya air 4.  Bentuk Permukaan Bumi Akibat Erosi Pengkikisan oleh air dapat mengakibatkan : 1. Dinding pantai yang curam relung ( lekukan pada dinding tebing) gua pantai batu layar . Batu jamur 2. 2. 2. kesuburan tanah berkurang 3.2. tebing sungai semakin dalam lembah semakin curam pembentukan gua memperbesar badan sungai Erosi angin biasanya terjadi di gurun. 3. adalah terbentuknya parit-parit atau lembah akibat pengkikisan aliran air. membentuk : 1. Bila erosi parit terus berlanjut. warna air yang terkikis menjadi lebih pucat 3. maka luas lahan kritis dapat meluas. 'Erosi 'parit. adalah lanjutan dari erosi lembar. Erosi alur. Ngarai Abrasi biasanya terjadi di pantai. Bentuk permukaan bumi yang terbentuk antara lain : 1.