BAB I PEMBAHASAN PEMERIKSAAN PERKARA PERDATA A. 1. PUTUSAN DILUAR HADIRNYA TERGUGAT (VERSTEK).

Pengertian Gugur dan Verstek

Jika pada hari sidang yang telah ditentukan untuk mengdili suatu perkara tertentu, salah satu pihak, baik pihak penggugat kesemuanya atau pihak tergugat kesemuanya tidak hadir atau tidak menyuruh perwakilannya untuk menghadap sidang yang telah ditentukan maka berlakulah acara istimewa yang diatur dalam pasal 124 dan 125 HIR. Perlu dikemukakan, bahwa apabila ada banyak penggugat atau banyak tergugat, maka haruslah kesemuanya penggugat dan kesemuanya tergugat yang tidak hadir. Apabila dari pihak penggugat/tergugat ada yang hadir, acara istimewa ini tidak berlaku, sidang akan diundur dan perkara tersebut pada akhirnya diputus menurut acara biasa. Untuk lebih jelasnya berikut ini dimuat ketentuan pasal 124 HIR yang mengatur perihal gugur, yang berbunyi sebagai berikut : “ jikalau sipenggugat, walaupun dipanggil dengan patut, tidak menghadap pengadilan negeri pada hari yang ditentukan itu, dan tidak juga menyuruh seorang lain menghadap selaku wakilnya, maka gugatannya dipandang gugur dan sipenggugat dihukum membayar biaya perkara ; akan tetapi sipenggugat berhak, sesudah membayar biaya yang tersebut, memasukan gugatannya sekali lagi”. Juga apabila, meskipun pihak penggugat telah dipanggil dengan patut, pihak penggugat telah mengirim orang atau surat yang menyatakan bahwa pihak penggugat berhalangan secara sah (misalnya, oleh karna ia sedang sakit parah) atau pihak penggugat telah mengutus wakilnya akan tetapi ternyata surat kuasa yang telah ia berikan kepada wakilnya itu tidak memenuhi persyaratan (didalamnya terdapat kesalahan) maka hakim harus cukup bijaksana untuk mengundurkan sidang.[1] Pasal 125 Ayat (1) HIR yang mengatur perihal verstek menyatakan, “apabila pada hari yang telah ditentukan, tergugat tidak hadir dan pula ia tidak menyuruh orang lain untuk hadir sebagai wakinya, padahal ia telah dipanggil dengan patut maka gugatan itu diterima dengan putusan taj hadir (verstek), kecuali kalau ternyata bagi pengadilan negeri bahwa gugatan tersebut melawan hak atau tidak beralasan”.

Kalau tangkisan itu di tolak. maka perlawanan (verzet) dapat diterima dalam 14 hari sesudah pemberitahuan. [3] 3. sidang akan diundur dan perkara tersebut pada akhirnya diputus menurut acara biasa. Ketika perlawan telah diajukan kepada ketua pengadilan negeri maka tertundalah perkerjaan menjalankan putusan verstek. Perlawanan (verzet) terhadap verstek diajukan dan diperiksa dengan cara biasa sama halnya dengan gugatan hal perdata. maka pengadilan wajib memberi putusan atas tangkisan itu setelah mendengar pihak penggugat. Putusan verstek harus diberitahukan kepada orang yang dikalahkan dan kepadanya diterangkan.Perlu dikemukakan. surat pemberitahuan putusan verstek dibuat oleh juru sita. atau dalam tidak hadir sesudah dipanggil dengan patut. kecuali kalau telah diperintah kan bahwa putusan itu dapat dijalankan walaupun ada perlawanan. Di bawah surat putusan verstek ditulis siapa yang diperintahkan untuk menjalankan pemberitahuan putusan tersebut secara lisan atau tertulis. maka perlawanan (verzet) masih diterima sampai hari ke – 8 sesudah peneguran. ( pasal 125 (2)HIR/149(2) RBG). Cara Pemberitahuan Putusan Verstek. dalam tenggang waktu dan dengan cara yang ditentukan dalam pasal 129 HIR. baru memutus pokok perkaranya. sampai pada hari ke14 (untuk luar jawa dan madura). bahwa ia berhak untuk mengajukan perlawanan terhadap puusan verstek tesebut terhadap pengadilan negeri yang sama. Upaya hukum terhadap putusan verstak. Adakalanya tergugat maupun kuasanya tidak hadir pada sidang pertama. Tergugat yang dikalahkan dengan putusan verstek dan tidak menerima putusan itu dapat mengajukan perlawanan (verzet) terhadap putusan itu. bahwa apabila ada banyak penggugat atau banyak tergugat. bahwa pengadilan tidak berwenang mengadili perkaranya. acara istimewa ini tidak berlaku. Apabila dari pihak penggugat/tergugat ada yang hadir. Jika putusan itu diberitahukan kepada tergugat sendiri. Akan tetapi mengirimkan jawaban yang memuat tangkisan eksepsi yang menyatakan. Seperti hal nya berita acara pemangilan pihak-pihak untuk menghadap pada sidang pengadilan negeri. Jika telah dijatuhkan .[2] 2. ke – 8 (untuk jawa dan madura) sesudah dijalan kan surat perintah penyitaan (pasal 129 (1) dan (2) HIR/153 (1) dan (2) RBG). maka haruslah kesemuanya penggugat dan kesemuanya tergugat yang tidak hadir. Jika putusan itu tidak diberitahukan kepada tergugat sendiri.

Apabila acara jawab menjawab antara pihak penggugat dan tergugatsudah selesai. (5) RBG) Petusan yang dijatuhkan dengan verstek. Pada hakikatnyalembaga verstek itu untuk merealisir asas audi et alteram partem. (Pasal 129 (3) s. KEWENANGAN MENGADILI SUATU PERKARA . (Pasal 129 HIR). tidak boleh dijalankan sebelum lewat 15 hari sesudah putusan. Replik ini juga dapat diajukan oleh penggugat secara tertulis maupun lisan. Setelah penggugat mengajukan replik. Kalau sangat perlu. baik dalam surat putusan maupun oleh ketua sesudah dijatuhkan putusan atas permintaan penggugat dengan lisan atau tulisan. maka tahapan pemeriksaan diperkara dipengadilan selanjutnya adalah replik. REPLIK DAN DUPLIK Setelah tergugat mengajukan jawaban.d.putusan verstek untuk kedua kalinya maka perlawanan selanjutnya yang diajukan oleh tergugat tidak dapat diterima. C. Sama halnya dengan replik. duplik ini pun dapat diajukan secara tertulis maupun secara lisan. yaitu jawaban penggugat terhadap jawaban tergugat atas gugatannya.[5] B. maka dapat diperintahkan supaya putusan itu dijalankan sebelum lewat tempo itu. jadi kepentingan tergugatpun harus diperhatikan. (5) HIR/153 (3)s. (Pasal 125 (1) dan (2) HIR/152 (1) dan (2) RBG). Tetapi dalam praktek sering gugatan penggugat dikabulkan dalam putusan verstek tanpa mempelajari gugatan lebih dahulu. Duplik diajukan tergugat untuk meneguhkan jawabannya yang lazimnya berisi penolakan terhadap gugatan penggugat. maka tahapan selanjutnya adalah pembuktian. sehingga seharusnya secara ex officio hakim mempelajari gugatan.d. tahapan pemeriksaan selanjutnya adalah duplik yaitu jawaban tergugatterhadap replik yang diajukan penggugat.[4] Dalam putusan verstek tidak selalu dikabulkannya gugatan penggugat. Replik diajukan oleh penggugat untuk meneguhkan gugatannya dengan mematahkan alasan-alasan penolakan yang dikemukakan tergugat dalam jawabannya. Dalam praktek dipengadilan biasanya acara jawab menjawab antara penggugat dan tergugat berjalan secara tertulis oleh karna itu untuk mempersiapkan jawab menjawab tersebut diperlukan waktu yang cukup dengan menunda waktu selama 1 atau 2 minggu untuk tiap-tiap tahap pemeriksaan.

Menurut Yahya Harahap. 2 Tahun 1986 Tentang Peradilan Umum. 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara. Kewenangan Absolut Pengadilan Kewenangan absolut pengadilan merupakan kewenangan lingkungan peradilan tertentu untuk memeriksa dan memutus suatu perkara berdasarkan jenis perkara yang akan diperiksa dan diputus. . kewenangan tersebut memberikan kewenangan absolut pada masing-masing lingkungan peradilan sesuai dengan subject matter of jurisdiction. 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama. a. sehingga pengajuan perkara tersebut dapat diterima dan tidak ditolak dengan alasan pengadilan tidak berwenang mengadilinya. memeriksa dan memutus perkara dalam hukum Pidana (umum dan khusus) dan Perdata (umum dan niaga). pembagian ligkungan peradilan tersebut merupakan landasan sistem peradilan negara (state court system) di Indonesia yang terpisah berdasarkan yurisdiksi (separation court system based on jurisdiction). 2. 4. Kewenangan mengadili merupakan syarat formil sahnya gugatan. Peradilan Militer yang berwenang memeriksa dan memutus perkara perkara pidana yang terdakwanya anggota TNI dengan pangkat tertentu. Peradilan Tata Usaha Negera berdasarkan UU No. memeriksa dan memutusa sengketa Tata Usaha Negara. Peradilan Militer. Lingkungan kewenangan mengadili itu meliputi: 1. Menurut Undangundang No. Peradilan Agama. Berdasarkan penjelasan Undang-undang No. memeriksa dan memutus perkara perkawinan. sehingga masing-masing lingkungan berwenang mengadili sebatas kasus yang dilimpahkan undangundang kepadanya. 14 Tahun 1970.Kewenangan mengadili atau kompetensi yurisdiksi pengadilan adalah untuk menentukan pengadilan mana yang berwenang memeriksa dan memutus suatu perkara. pembagian itu berdasarkan pada lingkungan kewenangan yang dimiliki masing-masing berdasarkan diversity jurisdiction. Peradilan Agama berdasarkan UU No. sehingga pengajuan perkara kepada pengadilan yang tidak berwenang mengadilinya menyebabkan gugatan tersebut dapat dianggap salah alamat dan tidak dapat diterima karena tidak sesuai dengan kewenangan absolut atau kewenangan relatif pengadilan. dan Peradilan Tata Usaha Negara. wakaf dan shadaqah. kewarisan. 3. Peradilan Umum berdasarkan UU No. kekuasaan kehakiman (judicial power) yang berada di bawah Mahkamah Agung (MA) merupakan penyelenggara kekuasaan negara di bidang yudikatif yang dilakukan oleh lingkungan Peradilan Umum. 4 Tahun 2004.

dan setiap tergugat tidak tinggal dalam suatu wilayah hukum. Agar tidak dapat dimanipulasi oleh penggugat. misalnya tanah. surat keterangan dari kepala desa. Mengajukan gugatan pada pengadilan diluar wilayah hukum tempat tinggal tergugat. tidak diketahuinya tempat tinggal tergugat itu perlu mendapat surat keterangan dari pejabat yang bersangkutan yang menyatakan bahwa tempat tinggal tergugat tidak diketahui. maka penggugat dapat mengajukan gugatan ke PN yang wilayah hukumnya meliputi tempat tinggal salah seorang tergugat. Dalam hukum acara perdata. Persoalannya adalah. Jika keberadaan benda tidak bergerak itu . tidak dibenarkan. dimana tergugat yang satu berkedudukan sebagai debitur pokok (debitur principal) sedangkan tergugat lain sebagai penjamin (guarantor). Opsi lainnya adalah gugatan diajukan kepada PN yang wilayah hukumnya meliputi tempat kediaman penggugat. penggugat dapat mengajukan gugatan ke salah satu PN tempat tinggal tergugat tersebut. gugatan dapat diajukan baik pada PN di wilayah hukum Tangerang maupun Bandung.b. Kepada penggugat diberikan hak opsi. Jika obyek gugatan mengenai benda tidak bergerak (benda tetap). asalkan tergugat terdiri dari beberapa orang dan masing-masing tinggal di daerah hukum PN yang berbeda. maka kewenang relatif PN yang mengadili perkara tersebut jatuh pada PN yang daerah hukumnya meliputi tempat tinggal debitur pokok tersebut. sementara faktanya ia juga tinggal di Bandung. Dalam hal demikian. maka gugatan diajukan kepada PN yang daerah hukumnya meliputi benda tidak bergerak itu berada. Dalam hal suatu perkara memiliki beberapa orang tergugat. titik pangkal menentukan PN mana yang berwenang mengadili perkara adalah tempat tinggal tergugat dan bukannya tempat kejadian perkara (locus delicti) seperti dalam hukum acara pidana. seorang tergugat dalam KTP-nya tercatat tinggal di Tangerang dan memiliki ruko di sana. yang berwenang mengadili suatu perkara perdata adalah Pengadilan Negeri (PN) yang wilayah hukumnya meliputi tempat tinggal tergugat (actor sequitur forum rei). Dengan demikian. menurut pasal 118 ayat (1) HIR. Kewenangan Relatif Pengadilan Kewenangan relatif pengadilan merupakan kewenangan lingkungan peradilan tertentu berdasarkan yurisdiksi wilayahnya. Jika tergugat terdiri lebih dari satu orang. yaitu untuk menjawab pertanyaan “Pengadilan Negeri wilayah mana yang berwenang untuk mengadili suatu perkara?”. Dalam hal ini. bagaimana jika seorang tergugat memiliki beberapa tempat tinggal yang jelas dan resmi. Misalnya. yaitu dengan patokan apabila tempat tinggal tergugat tidak diketahui. Misalnya.

Namun jika perkara itu merupakan perkara tuntutan ganti rugi berdasarkan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) pasal 1365 KUHPerdata yang sumbernya berasal dari obyek benda tidak bergerak. bisa saja dimasukan sebagai klausul perjanjian. putusan arbitrase agar dapat dilaksanakan wajib meminta eksekusinya kepada PN. berdasarkan asas kebebasan berkontrak. Dalam perjanjian. domisili pilihan dalam suatu perjanjian tidak secara mutlak menyingkirkan asas actor sequitur forum rei. Misalnya. sengketa tertentu juga dapat diselesaikan oleh pengadilan extra judicial yang memiliki yurisdiksi khusus (specific jurisdiction). Extra judicial tersebut memiliki kewenangan absolut untuk menyelesaikan suatu sengketa namun kedudukan dan organisasinya berada di luar kekuasaan kehakiman. D. b. maka tetap berlaku asas actor sequtur forum rei (benda tidak bergerak itu merupakan “sumber perkara” dan bukan “obyek perkara”).meliputi beberapa wilayah hukum. dan tergugat tidak dapat melakukan eksepsti terhadap tindakan tersebut. maka gugatan diajukan ke salah satu PN atas pilihan penggugat. namun jika terjadi sengketa. c. Dari rumusan . terkadang para pihak menentukan suatu PN tertentu yang berkompetensi memeriksa dan mengadili perkara mereka. extra judicial harus mendapat bantuan (judicial assistance) dari PN. Hal ini. namun pemeriksaan perkara pada extra judicial tidak memiliki kewenangan untuk mengeksekusi putusannya. Arbitrase Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan (P4) Pengadilan Pajak Mahkamah Pelayaran. GUGATAN INTERVENSI Yang dimaksud dengan Intervensi secara umu adalah campur tangan atau ikut serta pihak ke-3 kedalam suatu perkara perdata yang sedang berjalan (berproses) antara pihak penggugat dengan pihak tergugat. Jadi. c. Pemeriksaan Perkara Berdasarkan Extra Judicial Selain lingkungan pengadilan seperti dimaksud UU No. tuntutan ganti rugi atas pembaran lahan perkebunan. Beberapa extra judicial: a. 4 Tahun 2004. penggugat memiliki kebebasan untuk memilih. Untuk mengeksekusi putusan. Misalnya. Meskipun extra judicial memiliki kewenangan absolute layaknya badan peradilan. d. apakah PN berdasarkan klausul yang ditunjuk dalam perjanjian itu atau berdasarkan asas actor sequtur forum rei.

b) Di dalam perkara perdata tersebut pihak ketiga ikut masuk ke dalamnya maka pihak ketiga tersebut disebut dengan penggugat intervensi. antara lain: a) Harus ada perkara perdata yang sedang berjalan(berproses).tersebut dapat disimpulkan unsur-unsur dari intervensi. Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa terdapat 3 bentuk intervensi. karena barang yang dibeli oleh penggugat mengandung cacat tersembunyi. Bentuk-bentuk Intervensi Berkenaan dengan bentuk-bentuk intervensi yang terdiri atas Voeging. maka tergugat menarik pihak ketiga ini. c) Penggugat intervensi jika ingin masuk kedalamnya terlebih dahulu harus mengajukan surat permohonan kepada majelis hakim yang mengadili sengketa yang hendak diikutinya. posita dan petitum e) Dalam hal pengajuan surat permohonan untuk ikut serta dan pengajuan gugatan tidak dikutip biaya. Sehubungan dengan itu mengenai bentuk-bentuk intervensi diatur dalam Pasal 274 Rv. d) Apabila diperkenankan dirinya untuk masuk di dalamnya maka penggugat intervensi membuat/menyusun dan menyerahkan gugatan intervensinya kepada majelis hakim yang secara garis besar terdiri dari Indentitas. Misalnya: tergugat digugat oleh penggugat. yaitu: 1) Voeging artinya masuknya piha ketiga kedalam suatu perkara perdata yang sedang berjalan dimana piak ketiga tersebut membela kepentingan salah satu pihak . akan tetapi berdasarkan Pasal 393 HIR /721 RBG menyatakan bahwa apabila ada letentuan yang tidak diatur dalam HIR/RBG maka peraturan-peraturan luar dapat dipedomani. 2) Vrijwaring adalah penarikan pihak ketiga untuk bertanggung jawab (untuk membebaskan tergugat dari tanggung jawab kepada penggugat). Vrijwaring diajukan dengan sesuatu permohonan dalam proses pemeriksaan perkara oleh tergugat secara lisan atau tertulis. apakah pihak penggugat ataupun pihak tergugat. sedangkan dalam Hukum Acara TUN mengenai intervensi terdapat dalam Pasal 83 UUTUN. Tussenkomst dan Vrijwaring perlu diketahui bahwa ketiga bentuk intervensi in tidak terdapat dalam HIR/RBG. agar pihak ketiga tersebut bertanggung jawab atas cacat itu . padahal tergugat membeli barang tersebut dari pihak ketiga.

Saran. Kesimpulan. Perlu dikemukakan. acara istimewa ini tidak berlaku. sidang akan diundur dan perkara tersebut pada akhirnya diputus menurut acara biasa. Selanjutnya adalah replik. Kami mohon maaf kepada para pembaca jika didalam makalah kami atau terdapat kesalahan. dan kami mohon keritikan yang membangun dari pihak pembaca. Perlu dikemukakan. . Kewenangan mengadili atau kompetensi yurisdiksi pengadilan adalah untuk menentukan pengadilan mana yang berwenang memeriksa dan memutus suatu perkara. Duplik diajukan tergugat untuk meneguhkan jawabannya yang lazimnya berisi penolakan terhadap gugatan penggugat. bahwa apabila ada banyak penggugat atau banyak tergugat. acara istimewa ini tidak berlaku. sehingga pengajuan perkara tersebut dapat diterima dan tidak ditolak dengan alasan pengadilan tidak berwenang mengadilinya. maka haruslah kesemuanya penggugat dan kesemuanya tergugat yang tidak hadir. Apabila dari pihak penggugat/tergugat ada yang hadir. yaitu jawaban penggugat terhadap jawaban tergugat atas gugatannya. baik dalam penyusunananya maupun dalam penulisannya. Yang dimaksud dengan Intervensi secara umu adalah campur tangan atau ikut serta pihak ke-3 kedalam suatu perkara perdata yang sedang berjalan (berproses) antara pihak penggugat dengan pihak tergugat. 2.BAB II KESIMPULAN DAN SARAN 1. duplik ini pun dapat diajukan secara tertulis maupun secara lisan. Apabila dari pihak penggugat/tergugat ada yang hadir. maka haruslah kesemuanya penggugat dan kesemuanya tergugat yang tidak hadir. sidang akan diundur dan perkara tersebut pada akhirnya diputus menurut acara biasa. bahwa apabila ada banyak penggugat atau banyak tergugat.