Oleh: Asy’ari Masduki, MA

PEDOMAN AMALIYAH RAMADHAN
- PUASA - LAILATUL QADR - I’TIKAF - ZAKAT FITRAH - SHALAT ‘IDUL FITHRI

Diterbitkan oleh: Radio AN NUUR Pare Bersama Takmir Masjid Agung An Nur Pare Kediri Forum Bahtsul Masail Pondok Pesantren (FBMPP) se-ekskawedanan Pare

SAMBUTAN KETUA FBMPP PARE

‫الحمد ل اللذى فضلل بنللى أدم بنعملة اليمللان والعملل والصللة والسللم علللى‬ ََ ُ َ ّ َ ُ َ ّ َ ِ َ َ ْ َ ِ َ ْ ِ ْ ِ َ ْ ِ ِ َ َ َ ِ َ َ ّ َ ِ ّ ّ ُ ْ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ َ ْ َِ ْ ِ ِ ّ ِ َ ّ ُ َ َ َ ْ َ َ ِ ْ ِ ّ ِ ْ َ َ ِ ُ َ َ ُ َ ْ َ ْ َ َ ِ ِ ْ ُ َ ‫رسول ال ومن أحيا سننه الى يوم الدين لحول ولق لوة إل بللال العلللى العظي لم‬ : ‫اما بعد‬ ُْ َ ّ َ
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat mulia diantara bulan yang lainya. Selain bulan tersebut digunakan untuk menjalankan kewajiban oleh setiap orang muslim seperti puasa dan zakat juga merupakan mendekatkan diri kepada Allah. Melihat realita yang terjadi di masyarakat akhir akhir ini masih banyak kita temui mereka belum mengetahui tentang tatacara yang benar dan sesuai untuk melaksanakan ibadah tersebut. Kehadiran buku yang ringkas ini semoga menjadi acuan dan panduan bagi setiap muslim terlebih warga Nahdliyin dalam menjalankan syariah Islamiyah khususnya di bulan Ramadhan demi mendapatkan ridho dari Allah. moment berlomba-lomba melaksanakan berbagai macam ibadah ibadah sunnah untuk

Ringinagung 15 Sya’ban 1432 H AHMAD SHODIQ IHSAN KETUA FBMPP-PARE

SAMBUTAN KETUA TA’MIR MASJID AGUNG AN NUR PARE

Muqaddimah
Segala puji bagi Allah, satu-satunya dzat yang berhak untuk disembah yang tidak ada sesuatupun dari makhluk-Nya yang menyerupai-Nya. Shalawat dan salam semoga tetap terlimpahkan pada pemimpin para nabi dan Rasul, makhluk yang paling mulia sayyidina Muhammad, para sahabatnya, para keluarganya dan seluruh umat Islam yang mengikutinya sampai hari kiamat. Bulan Ramadhan adalah bulan paling mulia yang senantiasa ditunggu-tunggu kedatangannya setiapmuslim yang shalih dan bertakwa. Karena pada bulan Allah amal perbuatan baik yang dilakukan oleh setiap muslim akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah ta’ala. Namun limpahan pahala tersebut hanya mungkin kita dapatkan apabila kita mengetahui ilmu-ilmu yang mendasari amal ibadah tersebut, tanpa ilmu amal ibadah manusia akan sia-sia belaka. Al Khalifah ar Rasyid Umar bin Abdul Aziz mengatakan: “Barang siapa yang amal perbuatannya tanpa di dasari oleh ilmu maka yang dirusaknya akan lebih banyak dari pada yang diperbaikinya”. Mengingat urgensi ilmu agama yang demikian menentukan keabsahan ibadah seseorang, maka kami terdorong untuk membuat sebuah buka saku berisi pedoman amaliyah

semoga buku kecil ini dapat memberi manfaat kepada kita semua. apabila hilal dapat dilihat maka hari berikutnya adalah awal Ramadhan dan apabila . dalam hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh al Bukhari.Ramadhan. Amin… Penyusun Metode Penentuan Awal Puasa Puasa Ramadhan adalah ibadah yang sangat agung. agar momentum bulan Ramadhan tahun ini benarbenar dapat kita manfaatkan semaksimal mungkin. Para ulama madzhab empat dan lainnya telah bersepakat bahwa dasar untuk menentukan awal Ramadhan adalah sebagai berikut : Mengamati hilal (bulan tanggal satu) ketika matahari tenggelam tanggal 29 Sya’ban. Allah ta’ala berfirman: ِ ِ ْ ِ ْ َ َ ََ ِ ُ ّ ِ َ ْ ّ ّ ِ ُ َ َ َ ِ ْ ِ َ َ ّ ُ ‫كل عمل ابن آدم له إل الصومُفإنه لي وأنا أجزي به‬ “ Setiap perbuatan anak adam (manusia) adalah untuknya kecuali puasa sesungguhnya puasa itu dilakukan ikhlas karena Aku dan aku akan membalasnya” Puasa adalah ketaatan yang paling utama dan salah satu dari 5 perkara Islam yang paling penting sebagaimana disebutkan dalam hadits Jibril riwayat al Bukhari dan Muslim. Akhirnya.

Al Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: َ ْ ِ َ َ َ َ ْ َ َ ّ ِ ْ ُِ ْ ََ ْ ُ ْ ََ ّ ُ ْ ِ َ ِ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ ِ ْ ََ ِ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ ْ ‫ص‬ ‫ُوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته فإن غم عليكم فأكملوا عدة شعبان ثلثين‬ “Berpuasalah karena melihat hilal dan berhari rayaah karena melihat hilal apabila tertup mendung maka sempurnakanlah bilagan sya’ban 30 hari” .bersabda: ‫إذا رأيتم الهلل فصوموا وإذا رأيتمصوه فصصافطروا فصإن غصم عليكصم فصصوموا‬ ْ ُ ْ ُ َ ْ ُ ْ ََ ّ ُ ْ ِ َ ُ ِ ْ َ ُ ْ ُ ُ ْ ََ َ َِ ْ ُ ْ ُ َ َ َ ِ ُ ُ ْ ََ َ ِ ‫ثلثين يوما‬ ً ْ َ َ ْ َِ َ “Apabila kalian melihat hilal maka berpuasalah dan apabila kalian melihatnya maka berhari rayalah dan apabila tertutup mendung maka berpuasalah 30 hari”. Imam Ahmad dalam musnadnya dan Muslim dalam kitab shahihnya serta an Nasai dan ibnu Majah dalam kitab Sunannya telah meriwayatkan hadits dari Abi Hurairah bahwa Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wasallam. Metode ini telah dilakukan oleh seluruh umat Islam di semua Negara.hilal tidak terlihat maka hari besoknya adalah tanggal 30 Sya’ban dan hari setelahnya adalah awal Ramadhan. Para ulama fikih telah menfatwakan dan menetapkan bahwa metede tersebutlah yang dapat dijadikan sebagai pedoman. dan tidak boleh berpegang pada perkataan ahli hisab dan ahli falak untuk menentukan awal bulan Ramadhan atau selesainya Ramadhan.

Kewajiban puasa bulan Ramadhan adalah telah ma’lum minaddin bid darurah (telah diketahui kewajibannya oleh semua umat Islam baik ulamanya maupun awamnya).bersabda: .Ahkam Shiyam Puasa Ramadhan mulai disyari’atkan pada tahun 2 Hijriyah. Di antara dasar kewajiban puasa Ramdhan adalah firman Allah ta’ala: ْ ُ َّ َ ْ ُ ِْ َ ْ ِ َ ْ ِ ّ ََ َ ِ ُ َ َ َ َ ّ ُ ُ ْ ََ َ ِ ُ ْ ُ َ َ ْ ِ ّ َ ّ َ َ ‫يا أيها الذينَءامنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم‬ َ ْ ُ َّ ‫تتقون‬ “Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan pada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa” Rasulullah -shallallahu ‘laihi wasallam. dan Rasulullah telah menjalankan puasa Ramadhan sebanyak 9 kali sebelum beliau wafat.

ِ ِْ َ ْ ِ َ ّ َ َ َ ُ َ َ ِ ُ ً َ ِْ َ ًَ ْ ِ َ َ َ َ َ َ َ َ ‫من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه‬ “ Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mencari pahala maka diampuni dosanya yang telah lalu” (HR al Bukhari) Sebagaimana ibadah-ibadah yang lainnya. 3. yang berakal. puasa tidak wajib bagi orang yang gila dan tidak wajib mengqadhanya . puasa memiliki aturan-aturan yang menentukan keabsahan puasa yang meliputi fardhu/rukun puasa. setiap orang yang muslim. syarat-syarat puasa dan hal-hal uang membatalkan puasa. puasa orang yang kafir yang baligh. wajib puasa akan tetapi apabila umurnya telah sempurna 7 memerintahkannya berpuasa jika sang anak mampu untuk berpuasa. Orang yang berpuasa wajib untuk mempelajari hukum-hukum yang berkaitan dengan puasa ini agar puasanya benar dan diterima oleh Allah ta’ala. Syarat Wajib Puasa Puasa diwajibkan kepada: 1. anak kecil yang belum baligh tidak tahun Hijriyah maka wajib bagi walinya untuk ashli maupun murtad tidak sah 2.

6. tempatnya adalah hati dan tidak disyaratkan untuk diucapkan dengan lisan. tetapi apabila puasa dapat 7. Apabila orang yang sakit dan musafir berpuasa maka puasanya sah. membahayakan keduanya maka haram bagi keduanya untuk berpuasa. Puasa juga tidak wajib bagi orang yang musafir (dalam perjalanan) yang jauh dan wajib diqadha. bukan orang tua renta yang tidak mampu berpuasa karena ketuaannya. 5. bukan orang sakit yang tidak dapat diharapkan kesembuhannya. Para ulama mengatakan: kesempurnaan niat dalam puasa Ramadhan adalah: .4. Puasa juga tidak wajib bagi orang tua renta. Niat. puasa juga tidak wajib bagi orang yang sakit yang puasa dapat membahayakan dirinya. karena dikhwatirkan terjadikanya kerusakan pada badannya dan kematian. Fardhu Puasa 1. Apabila seorang perempuan perempuan yang haid dan nifas menjalankan puasa. yang mampu untuk menjalankan puasa bukan perempuan yang haid dan nifas. puasanya yang haid dan nifas. maka dia berdosa dan wajib mengqadha puasanya. Puasa tidak sah tanpa dengan niat. Niat wajib untuk tiap-tiap hari dalam bulan Ramadhan pada malam harinya.

ِ ً َ ِ ْ َ ً َ ْ ِ ِ َ ّ ِ ِ َ ِ ََ َ َ ِ ْ َ ِ َ َ ْ َ ٍ َ َ ْ َ ُ ْ َ َ ‫نويت صوم غد عن أداء فرض رمضان هذه السنة إيمانا واحتسابا ل‬ ‫تعالى‬ َََ “Aku berniat puasa besuk untuk menjalankan kewajiban Ramdhan pada tahun ini karena iman dan mencari pahal karena Allah ta’ala”. misalnya mengatakan dalam hatinya: ِ َّ ِ ِ َ ِ َ َ َ ِ ْ َ ْ َ ً ْ َ َ ْ َِ َ َ َِ ُ ْ َ َ ‫نويت صيام ثلثين يوما عن شهر رمضان هذه السنة‬ “Aku berniat puasa 30 hari dari bulan Raadhan pada tahun ini”. hidung. Menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan. 2. Dalam sebagian madzhab cukup berniat pada malam hari pertama bulan Ramadhan untuk seluruh hari dalam bulan Ramadhan. nifas jika telah terputus darahnya pada malam hari wajib untuk berniat puasa untuk hari Makan dan minum dan memasukkan setiap sesuatu yang memiliki bentuk meskipun kecil ke kepala atau perut dan semacamnya melewati lobang badan yang terbuka (manfadz maftuh) seperti mulut. Bagi perempuan yang haid dan besoknya. meskipun dia belum mandi. qubul dan dubur dari Fajar (masuknya waktu subuh) sampai pada tenggelamnya matahari. yaitu: a. Barang siapa yang makan atau minum karena lupa meskipun banyak maka puasanya tidak .

sesungguhnya Allah telah memberiinya makan dan minum kepadanya” (HR Muslim) b. Istiqaah.batal meskipun puasa sunnah. Jima’ dan mengeluarkan mani dengan istimna (mengeluarkan mani dengan tangan) atau mubasyarah (bersentuhan kulit) . Sedangkan orang yang tidak kuasa semacamnya meskipun tidak ada sesuatu yang kembali ke dalam menahan muntah dan dia tidak menelan sedikitpun dari muntahan tersebut maka puasanya tidak batal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ِ َ ْ َ َ َ َ ْ ِ َِ ٌ َ َ ِ ْ ََ َ ْ ََ ٌ ِ َ َ ُ َ ُ ْ َ ْ ُ َ َ َ ْ َ ‫من ذرعه القيء وهو صائم فليس عليه قضاء وان استقاء فليقْض‬ “Barang siapa yang tidak kuasa menahan muntah sedangkan dia dalam keadaan puasa maka tidak wajib baginya untuk mengqadha dan apabila dia berusaha mengeluarkan muntah maka hendaknya dia mengqadha” HR al Hakim c. namun dia harus mensucikan mulutnya sebelum menelan ludahnya. berdasarkan sabda Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam: ُ َ َ َ ُ ُ َ َ ْ َ َ ّ َِ ُ َ ْ َ ّ ِ ُ ْ َ َ ِ َ ْ َ َ َ ََ ٌ ِ َ َ ُ َ َ ِ َ ْ َ ‫من نسي وهو صائم فأكل أو شرب فليتم صومه فإنما أطعمه ال وسقاه‬ “Barang siapa yang lupa sedangkan dia sedang berpuasa kemudian dia makan atau minum maka hendaknya dia menyempurnakan puasanya. mengeluarkan muntahan dengan jari dan rongga.

minum meskipun setetes air (asma)) 2. Seseoarang yang makan setelah fajar dengan menyakini bahwa fajar belum terbit maka puasanya batal dan wajib baginya untuk mengqadha dan dia wajib untuk menahan diri dari hal-hal yang membatalkan sampai datangnya maghrib. .Mengingat waktu puasa dimulai dari fajar sampai dengan maghrib maka wajib bagi setiap mukallaf untuk mengetahui dua penghujung siang tersebut. Allah ta’ala berfirman: ِ ْ ّ َِ َ َ ّ ‫ثم أتموا الصيام إلى الليل‬ ّ َِ ّ ُ “ Kemudian sempurnakanlah puasa sampai dengan malam” Hal-Hal yang Membatalkan Puasa 1. Demikian juga apabila seseorang makan sesat sebelum tenggelamnya seluruh lingkaran matahari dengan meyakini bahwa matahari telah tenggelam. Makan meskipun sebesar buah simsim (nama buah yang sangat kecil) atau bahkan lebih kecil. kemudian dia mengetahui bahwa ternyata belum maghrib maka batal puasanya dan dia wajib mengqadha puasa hari itu. Suntik pada qubul dan dubur. demikian juga tetesan pada atau obat (seperti obat Rabwi hidung dan telinga jika obat tersebut sampai pada rongga. secara sengaja dan tidak dipaksa dan mengetahui keharamannya.

Jima’ pada siang hari dengan sengaja. berbeda apabila keluarnya mani dengan sebab istimna’ (dengan tangan dan semacamnya) atau mubasyarah (bersentuhan kulit) secara sengaja. ingat bahwa dia sedang berpuasa meskipun tidak sampai mengeluarkan mani. dengan pilihannya sendiri (tanpa dipaksa). 3. Gila. Dan apabila datang haid atau nifas pada seorang perempuan meskipun sesaat sebelum maghrib maka batal puasanya. (Muttafaq ‘alaihi) 4. Sedang orang puasa yang tidur jika dia bermimpi keluar mani maka tidak batal puasanya. demikian juga suntik pada kulit dan urat. Sedangkan tetesan pada mata maka itu tidak membatalkan puasa. Dari Aisyah dan ummu Salmah -radhiyallahu ‘anhumabahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Barangsiapa yang bangun dalam keadaan junub sebab jima’ atau lainnya maka dia boleh berpuasa pada siang harinya dan mandi untuk menjalankan shalat. tidak karena lupa. .Menurut sebuah pendapat dalam madzhab Syafi’I tetesan pada telinga tidak membatalkan puasa.suatu ketika menemui fajar dalam keadaan junub dari berhubungan dengan istrinya kemudian beliau mandi dan puasa. apabila orang yang sedang berpuasa terkena penyakit gila meskipun hanya sebentar maka batal puasanya.

Perempuan yang haid dan nifas Orang yang membatalkan puasa karena sakit Orang yang membatalkan puasa dalam bepergian . Jatuh dalam kekufuran dengan sengaja (tidak dalam keadaan sabqullisan) meskipun seseorang dalam keadaan bergurau atau marah dengan pilihannya sendiri (tidak dipaksa) dan ingat sedang berpuasa atau tidak ingat.5. Mewajibkan qadha dan fidyah secara bersamaan 3. Mewajibkan qadha dan kaffarah secara bersamaan Sedangkan orang yang membatalkan puasa yang wajib Qadha saja adalah: a. Mewajibkan fidyah saja sebagai ganti dari puasa 4. b. jauh c. Mewajibkan qadha saja 2. Karena ibadahnya orang yang kafir tidak sah dan wajib bagi dia untuk kembali pada agama Islam dengan mengucapkan dua kalimah syahadat dan menahan diri dari hal-hal yang membatalakan puasa sepanjang hari itu untuk menghormati puasa kemudian mengqadha hari tersebut setelah Ramadan dan hari raya secara langsung. Hal-hal yang Wajib bagi orang tidak berpuasa Ramadhan secara sengaja 1.

kemudian dia membatalkan puasanya. Perempuan yang hamil atau menyusui jika mengkhawatirkan dirinya sendiri Wajib bagi mereka semua untuk mengqadha puasa sesuai dengan jumlah yang ditinggalkannya. keduanya untuk mengqadha puasanya dan membayar fidyah yaitu satu mud makanan pokok suatu daerah untuk tiap harinya. Dalam madzhab Hanafi fidyah adalah memberii makan orang miskin seukuran makanan yang dapat mengenyangkannya dan memberiinya kehidupan atau harganya. Sedangkan orang yang membatalkan puasa yang wajib Qadha dan Fidyah adalah: a. b. Perempuan wajib yang bagi hamil atau menyusui jika mengkhawatirkan anaknya. dia wajib membayar fidyah maisng-masing hari satu Sedangkan orang yang membatalkan puasa yang wajib Fidyah sebagai ganti puasa adalah: . Orang yang meninggalkan puasa tanpa udzur atau membatalkan puasa dengan hal-hal yang membatalakan puasa selain jima’ e. puasa sehingga mud qadha.d. Orang yang memiliki beban untuk mengqadha Ramadhan. datang kemudian dia mengakhirkannya maka selain Ramadhan berikutnya.

Sedangkan orang yang membatalkan puasa yang Wajib Qadha dan Kaffarah adalah orang yang membatalkan puasanya dengan jima’ dengan sengaja. Orang yang tidak menderita wajib penyakit yang namun tidak dia dapat wajib diharapkan kesembuhannya. masing-masing orang miskin satu mud makanan dari bahan makanan pokok. Sedangkan kaffarahnya adalah sebagai berikut secara berurut a. apabila berturut-turut membatalakan puasanya satu hari saja di dalam dua bulan tersebut meskipun karena sakit maka dia harus memulai puasanya dari awal c. Apabila tidak mampu untuk berpuasa maka memberii makan 60 orang miskin. Orang tua renta yang tidak mampu lagi untuk berpuasa. b. dengan pilihan dia (tanpa dipaksa) dalam keadaan ingat bahwa dia sedang puasa meskipun tidak keluar mani. Memerdekan budak mukmin Apabila tidak mampu maka berpuasa dua bulan selain puasa qadhanya. maka wajib bagi dia untuk mengqadha puasa hari itu dan wajib membayar kaffarah. maka dia tidak wajib puasa dan mengqadhanya. maka dia boleh tidak berpuasa dan membayar fidyah setiap hari satu mud b. . membayar fidyah saja.a.

Hal-Hal yang Disunnahkan Dalam Puasa 1. Memperbanyak kedermawanan. silaturrahim. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: َ ْ ‫ل َ َ ُ ّ ُ ِ َ ْ ٍ َ َ ُّ ْف‬ ‫َ يزال الناس بخير ما عجلوا ال ِطر‬ “ Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selaama dia menyegerakan berbuka” (Muttafaq ‘alaihi) Disunnahkan ketika berbuka untuk berdo’a: ُ ْ َ ْ َ َ ِ ْ ِ ََ َ ُ ْ ُ َ َ ّ ‫الل‬ ‫ّهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت‬ “ Ya Allah karena engkau aku berpuasa dan atas rizkimu akau berbuka” 2. memberiikan buka kepada orang-orang yang berpuasa.Menurut imam Abu Hanifah masing-masing orang miskin diberi seukuran makanan yang dapat mengenyangkan Apabila tidak sanggup melakukan ketiganya maka kaffarah ini tetap menjadi tanggungannya dan tidak ada sesuatu yang dapat menggantinya. Menyegerakan berbuka. membaca al Qur’an dan I’tikaf di Masjid terutama pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. apabila ada orang bodoh yang . Mengakhirkan sahur sampai di akhir malam dan sebelum fajar meskipun hanya seteguk air 3. apabila telah yakin bahwa matahari telah tenggelam seluruhnya.

4. Orang yang tidak menjauhi namimah dan mencaci orang lain dengan tanpa hak. 270 mengatakan: "apabila seseorang murtad sedangkan dia dalam keadaan puasa maka batal puasanya dengan tanpa ada khilaf” . namimah dan perkataan-perkatan yang jelek dan lainnya berupa perkara-perkara yang diharamkan. Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ُ ْ ُ ْ ّ ِ ِ ِ َِ ْ ِ ُ َ َ ْ َ ٍ ِ َ ّ ُ ‫رب صائم ليس له من صيامه إل الجوع‬ “ Betapa banyak orang yang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar” HR Ibnu Majah Sebagian dosa besar itu dapat menghilangkan pahala puasa pada hari tersebut. Faidah Penting: Penjelasan Riddah Membatalkan puasa An Nawawi (676 H) dalam kitab al Majmu’ kitab as Shiyam juz 6 hal. bersaksi bohong maka hal itu akan dapat menghilangkan pahala puasanya.47 mengatakan: “Apabila haid ditengah hari atau murtad maka batal puasa keduanya dengan tanpa khilaf dan wajib bagi keduanya untuk mengqadhanya” As Suyuthi (911H) dalam syarah at Tanbih kitab as Shiyan juz 1 hal.mencacinya hendaknya dia mengatakan: “aku sedang puasa”. Memastikan untuk menjaga lisannya dari ghibah.

Baik kufur syirik atau kufur ghairu syirk adalah perbuatan dosa yang paling besar yang apabila seseorang mati dalam keadaan tersebut. maka tidak diampuni oleh Allah. kufur unsur Allah syirik) dengan dan kufur syirik (kufur yang mengandung syirk (kufur yang tidak ghairu mengandung unsur syirik). Riddah adalah memutuskan Islam. Allah ta’ala berfirman: ُ َ َ ْ َ ِ َ َِ َ ْ ُ َ ُ ِ ْ َ َ ِ ِ َ َ ْ ُ ْ َ ُ ِ ْ َ َ َ ّ ِ ‫إن ال ل يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء‬ Maknanya: “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa selainnya bagi orang yang dikehendaki-Nya”. kufur ashli dan kufur riddah. Kufur syirik seperti menyekutukan makhluk-Nya. atau meyakini Allah seperti cahaya atau semacamnya.Riddah Dan Pembagiannya Kufur ada dua macam. seperti orang yang meyakini bahwa Allah berada di arah atas atau arah-arah lainnya. Para ulama dari kalangan empat madzhab membagi kufur menjadi tiga macam: 1. bersemayam atau duduk di atas 'arsy. menyamakan Allah dengan makhluk-Nya dan lain-lain. Kufur ghairu syirk seperti mencaci maki Allah. Dari sisi lain kufur juga terdiri dari dua macam. . melempar mushaf kedalam sampah dan lain-lain. Kufur I'tiqadi.

Fushshilat: [41] 37) 3. seperti sujud kepada berhala. meremehkan janji dan ancaman Allah.S. al Hujurat: [49] 15) 2.Di antara dalil adanya kufur i’tiqadi ini adalah firman Allah: . malaikat atau Islam.. melempar mushhaf atau lembaran-lembaran yang bertuliskan ayat al Qur'an atau nama-nama yang diagungkan ke tempat sampah atau menginjaknya dengan sengaja dan lain-lain. seperti mencaci Allah. Di antara dalil adanya kufur fi’li ini adalah firman Allah: ِ ِْ ُ َ َ ِ ِ َ َ َ ِ ِ َ ْ ُ ُ َ ْ َ َ ‫ََ ِ ْ َ َ ْ َ ُ ْ َ َ ُ ُْ ّ ِ ّ َ ُ ّ َ ُ ْض‬ ‫ولئن سألتهم ليقولن إنما كنا نخو ُ ونلعب ق صل أبصصال وءايصصاته ورس صوله‬ ْ ُ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ْ ُْ َ َ ْ َ ْ ُ ِ َْ َ َ َ ْ ُ ِ ْ َْ َ ْ ُ ْ ُ ‫كنصتم تستهزؤون ل تعتذروا قد كفرتم بعد إيمانكم‬ .S.. mengharamkan perkara-perkara yang jelasjelas halal. mencaci maki nabi. Kufur Fi'li. Di antara dalil adanya kufur fi’li ini adalah firman Allah: ِ َ َ ِْ َ َ ِ ْ ّ ِ ْ ُ ُ ْ َ َ ‫ل تسجدوا للشمس ول للقمر‬ "Janganlah kalian bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan…" (Q.‫إنما المؤمنون الذين ءامنوا بال ورسوله ثم لمَيرتابوا‬ ْ ُ َ ْ ْ َ ّ ُ ِ ِْ ُ َ َ ِ ِ ْ ُ َ َ َ ْ ِ ّ َ ْ ُ ِ ْ ُ ْ َ ّ ِ “Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orangorang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu…" (Q. Kufur Qauli. menentang-Nya. menghalalkan perkara-perkara yang jelas-jelas haram dan lain-lain.

yang mengandung pelecehan terhadap Rasul-Nya. tidak usah kamu minta maaf. kufur dan menjadi kafir sesudah mereka sebelumnya muslim …" (Q. atTubah [9] 65-66) ْ ِ ‫َ ِْ ُ ْ َ ِ ِ َ َ ُ ْ ََ َ ْ َ ُ ْ َل َ َ ْ ُ ْ ِ َ َ َ ُ ْ ْ َ ِ ْ َم‬ ‫يحلفون بال ما قالوا ولقد قالوا كِمة الكفر وكفرواَبعد إسل ِهم‬ "Mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah. Setiap keyakinan. bahwa mereka telah mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan Kaedah: 1. Maka hendaklah seseorang menjauhi semua ini dengan segala upaya serta dalam keadaan apapun. janjijanji dan ancaman-Nya adalah kekufuran. Dan wajib baginya meninggalkan kekufuran tersebut dan segera .S. Barangsiapa yang jatuh pada salah satu macam kekufuran tersebut maka ia dihukumi kafir.S. ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu berolok-olok ?. karena kamu telah kafir sesudah beriman …" (Q. hukum-hukum-Nya. 2. at-Taubah: 74) malaikat-Nya. syi'ar agama-Nya."Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka katakan) tentulah mereka akan menjawab sesungguhnya kami hanyalah bersendagurau dan bermainmain saja. Katakanlah apakah terhadap Allah. perbuatan atau perkataan Allah.

masuk Islam Jika dengan ia mengucapkan membaca dua kalimah sebelum Syahadat. Dan meski dia dalam keadaan marah atau bercanda. istighfar mengucapkan syahadat maka istighfar tersebut tidak bermanfaat baginya. Al Imam Abu Ja'far ath-Thahawi menegaskan kaedah ini : ُ ِّ َ ْ َ َ َ ٍ ْ َ ِ ِ َْ ِ ْ ِ ْ َ ْ ِ ً َ َ ُ ّ َ ُ َ َ ‫ول نكفر أحدا من أهل القبلة بذنب ما لمْيستحله‬ "Kita tidak mengkafirkan seorang muslim karena dosa yang diperbuatnya selama ia tidak menganggapnya halal (boleh dilakukan dan tidak haram)". 4. meski dia tidak mengetahui bahwa kata yang dia ucapkan menyebabkan kekufuran. Seorang muslim tidak boleh dikafirkan hanya karena berbuat dosa selama tidak menganggap bahwa perbuatan dosa tersebut adalah halal untuk dilakukan. Ini adalah ijma' para ulama. tidak sedang sabq allisan (silap lidah) dan tidak dalam keadaan dipaksa dengan ancaman bunuh. Meskipun hatinya tidak meyakini kalimat kufur yang ia ucapkan. Meskipun hatinya tidak ridla terhadap kalimat kufur yang ia ucapkan. . Meskipun dia tidak berniat untuk keluar dari agama Islam. maka ia dihukumi kafir. Para ulama Islam menyepakati (Ijma') bahwa orang yang jatuh dalam kufur yang sharih (tidak mempunyai kemungkinan arti lain selain kufur). 3.

Lailatul Qadr Dalil ketetapan adalanya lailatul qadr adalah firman Allah ta’ala: ِ ْ َ ْ ِ ٌ ْ َ ِ ْ َ ْ ُ َْ َ ِ ْ َ ْ ُ َْ َ َ َ َ ْ َ َ َ ِ ْ َ ْ ِ َْ َ ِ ُ َ ْ َ ْ َ ّ ِ ‫إنا أنزلناه في ليلة القدر ، وما أدراك ما ليلة القدر، ليلة القدر خير مصن ألصف‬ ‫شهر، تنزل الملئكة والروح فيها بإذن ربهم من كل أمر، س صلم ه صي حتصصى‬ ّ َ َ ِ ٌ َ َ ٍ ْ َ ّ ُ ْ ِ ْ ِ ّ َ ِ ْ ِِ َ ْ ِ ُ ْ ّ َ ُ َ ِ َ َ ْ ُ ّ َ َ ٍ ْ َ ِ ْ َ ْ ِ َْ َ ‫مطلع الفجر‬ Maknanya: Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Fadhilah Lailatul qadr 1. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. Malam turunnya al Qur’an Sesungguhnya Allah ta’ala telah menurunkan al Qur’an sekaligus ke langit dunia di suatu tembat bernama bait al ‘izzah. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. sedikit demi sedikit sehingga turunnya menjadi . Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Dari sini kemudian malaikat Jibril menurunkannya kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam berdasarkan perintah Allah ta’ala.

sempurna pada Rasulullah dalam krun waktu 23 tahun. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: َ ْ ُ ّ َ ُ َ َ ْ ّ َ ُ ِ َ ِ َ َ َ ِ ٍ َ ْ َ ِ ُ ْ ِ ْ ِ َ َ َ ِ ْ َ ْ ُ َْ َ ْ َ َ َ ِ ‫إذا كانت ليلة القدر نزل جبريل في كبكصة مصن الملئكصة يصصلون ويسصلمون‬ ‫على كل عبد قائم أو قاعد يذكر ال عز وجل‬ َ ُ ْ َ ٍ ِ َ ْ ٍ ِ َ ٍ ْ َ ّ ُ ََ “ Bila tiba lailatul qadr Jibril turun dalam jama’ah malaikat mereka mendo’akan dan memberi salam kepada setiap orang yang berdiri ataupun duduk dalam keadaan berdzikir kepda Allah (mengingat dan menyebut namanya) (HR as Suyuthi dalam al Jami’ al kabir) . Turunnya al Qur’an ke langit dunia pada malam 24 Ramadhan dan malam itu adalam malam lailatul qadr pada tahun tersebut. Para malaikat turun ke bumi dari tenggelamnya matahari hingga terbitnya fajar. Imam Ahmad meriwayatkan dari Watsilah bin al Asqa’ bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ُ َ ْ ّ َ ِ ْ َُ َ َ َ َ ْ ِ ٍ َْ َ ِ ّ َ ِ ‫أنزل صحف إبراهيم عليه السلم في أول ليلة من رمضصان وأنصزل التصوراة‬ َ ِْ َ ِْ ُ ُ ُ َ ِ ُْ َ ِ ْ َُ َ َ ‫ِ ِ ّ َ ْ َ ِ ْ َ َ َ َ َ ْ ِ ْ ِ ْل ِ َ َ َ َ ْ َ َ ََ ْ ِ ْ َم‬ ‫لست مضين من رمضان والنجي ُ لثلث عشرة خلت من ر َضان وأنصصزل‬ َ َ َ َ ْ ِ ْ ََ َ ْ ِ ْ ِ َ ٍ َ ْ ِ ُ َ ْ ُ ْ ‫الفرقان لربع وعشرين خلت من رمضان‬ “ Shuhuf Ibrahim diturunkan pada awal bulan Ramdhan dan taurat diturunkan pada 6 Ramadhan dan Injil diturunkan pada 13 Ramadhan dan al Furqan diturunkan pada 24 Ramadhan” 2.

sehat. Rasulullah bersabda: ِ ِ ْ َ ْ ِ َ ّ َ َ َ ُ َ َ ِ ُ ً َ ِ ْ ً َ ْ ِ ِ ْ َ ْ َ َْ َ َ َ ْ َ ‫من قام ليلة القدر إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه‬ “Barang siapa melakukan shalat pada malam lailatul qadr atas dasar iman dan mengharap pahala Allah diampuni dari dasa yang telah ia lakukan” Kapan terjadi lailatul qadr? Lailatul Qadr terjadi pada suatu malam dari malam-malam yang ada pada bulan Ramadhan. miskin dan sebagainya yang kesemuanya sudah diitentukan dan di taqdirkan oleh Allah ta’ala. sakit.3.S ad Dukhan:4) 4. baik masalh lahir. tanpa bisa berubah. Pada malam itu Allah memberiitahukan secara detail kepada para malaikat peristiwa-peristiwa yang akan terjadi selama satu tahun ke depan hingga datangnya lailatul qadr pada tahun berikutnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: maka ia . akan tetapi pada umumnya terjadi pada 10 terakhir dari bulan Ramadhan. kaya. Penjelsan ini sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Abbas ketika menjelsakan firman Allah ta’ala: ٍ ِْ َ ٍ ْ َ ّ ُ ُ َ ُْ َ ِْ ‫فيها يفرق كل أمر حكيم‬ “Pada malam itu dijelelaskan segala urusan yang telah ditentukan dengan pasti” (Q. Ampunan bagi mereka yang melakukan shalat pada malam itu.mati.

bulan dan listrik 2. Ibadah pada lailatul qadr lebih utama dari seribu bulan yang tidak ada di dalamnya lailatul qadr yaitu 83 tahun 3 bulan.َ َ ََ ْ ِ ِ ِ ََ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ ُ ِِ ‫الْتمسوها في العشر الواخر من رمضان‬ “Carilah lailatul qadr pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan” (HR al Bukhari) Hikmah dari dirahasiakannya waktu turunnya lailatul qadr adalah untuk memastikan kesungguhan manusia pada seluruh malam di bulan Ramadhan untuk selalu berharap memperoleh malam tersebut. melihat cahaya yang diciptakan oleh Allah bukan cahaya matahari. matahari terbit pada pagi harinya dengan cahaya yang lembut . Sebagaimana Allah merahasiakan waktu mustajab yang ada pada hari jum’at. melihat pohon-pohon yang sedang bersujud 3. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mendorong umatnya untuk menghidupkan lailatul qadr beliau bersabda: ِ ِ ْ َ ْ ِ َ ّ َ َ َ ُ َ َ ِ ‫َ ْ َ َ َ َْ َ ْ َ ْ ِ ِ ْ َ ً َ ْ ِ َ ً غ‬ ‫من قام ليلة القدر إيمانا واحتسابا ُفر له ما تقدم من ذنبه‬ “Barang siapa yang shalat lailatul qadar karena iman dan mencari pahala maka diampuni dosanya yang telah lalu” (Muttafaq ‘alaihi) Di antara tanda melihat lailatul qadr adalah sebagai berikut: 1.

Apabila mereka berganti bentuk maka mereka berubah dalam bentuk laki-laki tanpa alat kelamin tidak dengan bentuk perempuan. mereka tidak makan dan juga tidak minum. tidak tidur tidak menikah bukan laki-laki dan bukan perempuan. 3 dan 4. . Para malaikat adalah jisim yang tercipta dari cahaya . mereka tidak pernah bermaksiat terhadap perintah Allah dan selalu menjalankan semua yang diperintahkan. Barang siapa yang melihat salah satu dari tanda-tanda lailatul qadr dalam keadaaan sadar maka benar-benar dia telah mendapatkan melihat lailatul qadr. Barang siap yang tidak melihat tanda-tanda tersebut dalam keadaan jaga juga tidak dalam keadaan tidur namun dia bersungguh-sungguh pada malam itu dalam menjalankan shalat dan ketaatan dan berketepatan malam itu adalah lailatul qadr maka dia akan mendapatkan keagungan barakah lailatul qadr.4. melihat mereka dalam bentuknya yang asli yang memiliki sayap 2. dan barang siapa yang melihat tanda-tanda tersebut dalam keadaan tidur maka hal itu menunjukkan kebaikan akan tetapi lebih sedikit kebaikannaya dari pada melihatnya dalam keadaan sadar. mendengar suara malaikat dan berjabat tangan dengan mereka.

I’tikaf sunnah yaitu yang dilakukan oleh seseorang sebagai tathawwu’ (amalan sunnah) untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengharapkan pahala dari-Nya 2. Para ulama menyepakati (ijma’) bahwa I’tikaf adalah sesuatu yang masyru’ (disyariatkan). I’tikaf wajib yaitu I’tikaf yang diwajibkan oleh seseorang atas dirinya sendiri dengan bernadzar untuk .Aisyah telah bertanya kepada Nabi tentang doa yang hendaknya menjawab: di baca ketika melihat lailatul qadr. beliau "‫قولي "اللهم إنك عفو كريم تحب العفو فاعف عني‬ ّ َ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ّ ِ ُ ٌ ْ ِ َ ّ ُ َ َ ِّ ّ ّ ِْ ُ “Katakanlah: Ya Allah sesungguhnya engkau dzat yang maha pengampun yang menciptai untuk memberi ampun maka ampunilah aku” (HR at Tirmidzi) I’tikaf I’tikaf adalah beridam diri di Masjid dengan nait bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah. I’tikaf terbagi menjadi dua: 1.

I’tikaf ini terlaksana dengan berdiam diri di Masjid dengan niat beri’tikaf kapanpun dan untuk waktu yang pendek atau lama.S al Baqarah 187) . bersabda: Rasulullah shallalahahu ‘alaihi wasallam ِ ْ ِ ْ َ َ َ ُ َِ ْ َ ْ َ َ َ َ ْ َ َ ُ ْ ِ َُْ َ َ ْ ِ ُ ْ َ َ َ َ ْ َ ‫من نذر أن يطيع ال فليطعه ومن نذر أن يعصيه فل يعصيه‬ “Barang siapa yang bernadzar untuk mentaati Allah maka haruslan ia mentaati-Nya dan barang siap yang bernadzar untuk bermaksiat kepadaNya maka janganlah ia bermaksiat kepda-Nya (HR al Bukhari)” I’tikaf adalah ibadah sunnah yang tidak memiliki waktu tertentu. sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid.melakukannya. (Q. memberi telah kesembuhan kepadaku atau kepada anakku saya akan seseorang bernadzar untuk beri’tikaf sehari atau lebih maka wajib baginya untuk melaksanakannya sesuai dengan yang ia nadzarkan.misalnya muthlaq) beri’tikaf atau (nadzar dengan mengatakan: jika Jika Allah “saya bernadzar untuk beri’tikaf sekian hari karena Allah(nadzar mengatakan: mu’allaq). Di antara dalil di syari’atkannya I’tikaf adalah firman Allah ta’ala: ِ ِ َ َ ْ ِ َ ْ ُ ِ َ ْ ُ ْ ََ ّ ُ ْ ُ ِ َ ُ َ َ ‫ول تباشروهن وأنتم عاكفون في المساجد‬ “janganlah kamu campuri mereka itu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga dalam banyak haditsnya menganjurkan untuk beri’tikaf. Beragama Islam 2. Dilakukan di Masjid. masjid adalah tempat yang diwakafkan untuk shalat. Di setiap bulan Ramadhan Rasulullah beri’tikaf di sepuluh hari terakhir. Syarat-Syarat I’tikaf 1. Tamyiz. Niat beri’tikaf untuk bertaqarrub kepada Allag 2. jadi selama tempat tersebut adalah masjid maka sah melakukan I’tikaf di dalamnya. Rukun-Rukun I’tikaf 1. Beliau sendiri juga sering beri’tikaf. meskipun bukan masjid jami’ (masjid yang di wakafkan untuk shalat dan meksanakan jama’ah shalat lima waktu dan jama’ah shalat jum’at). yaitu ketika anak sudah mampu memahami pertanyaan (yangs ederhana seperti berapa kali kita . I’tikaf sangat disunnahkan untuk dilakukan sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Ibnu Umar menyatakan: َ َ َ َ ْ ِ َ ِ َ َ ْ َ ْ َ ْ ُ ِ َْ َ ِ ُ ْ ُ َ َ ‫ك‬ ‫َان رسول ال يعتكف العشر الواخر من رمضان‬ "Rasulullah memperbanyak I’tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan (HR Bukhari dan Muslim)" Dan pada bulan Ramadhan di tahun wafatnya Rasulullah beri’tikaf dua puluh hari.

haidh dan nifas Hal-hal yang membatalakan I’tikaf 1. Gila 5. berdzikir. Mabuk 4. . melakukan shalat. Suci dari hadats besar. hadits. kufur perkataan dan kufur perbuatan) 3. Disunnahkan seseorang yang beri’tikaf berpuasa dan melakukan I’tikaf di masjid jami’. meyibukkan diri dengan perbuatan-perbuatan taat seperti membaca al Qur’an. Dan sangat disunnahkan untuk beri’tikaf di masjid al haram. tidak berbicara kecuali tentang kebaikan saja. masjid nabawi dan masjid al Aqsha. Keluar masjid tanpa ‘udzur (‘udzur adalah seprti buang air atau rubahnya masjid tersebut) 2. Murtad dengan terjatuh dalam saah satu di antara tiga macam kekufuran (kufur keyakinan. belajar ilmu agama. menjauhi hal yang tidak diperlukan dan tidak bermanfaat. Berakal 4. Bersetubuh Adab I’tikaf Termasuk adab (tata cara) I’tikaf.shalat dalam sehari semalam) dan memberi jawaban dengan tepat 3. Haidh dan nifas 6.

.Diantara hal yang dimaksruhkan ketika beri’tikaf adalah meakukan al hijamah wal fashad (berbekam). Jika tidak ditakutkan akan mengotori masjid. Jika mengotori masjid hokum berbekam menjadi haram.

Zakat Fitrah Zakat adalah salah satu dari lima hal yang merupakan a’dzam umur al islam (lima perkara yang paling agung dalam Islam) yang disebut dalam hadits Jibril ketika beliau mendatangi Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam. Ini tidak berarti bahwa apabila tidak dibayar zakat fitrah maka puasa kita sama sekali tidak diterima melainkan yang dimaksud adalah puasa tersebut mendapat pahala dengan derajat yang tinggo (pahala yang sempurna). Yang pertama dikenal dengan istilah zakat mal (zakat harta) dan yang kedua adalah zakat al fithr. Islam dan ihsan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oelh al Baihaqi dengan sanad yang para perowinya tsiqah (terpercaya) bahwa puasa menggantung antara langit dan bumi selagi belum dibayar zakat fitrah.dengan tujuan memberiikan pelajaran kepada para sahabat mengenai iman. marilah dengan ssama kita simak uraian berikut. Untuk lebih jelasnya pembahasan mengenai zakat fitrah ini. Ia adalah hak dalam harta seseorang untuk mereka yang berhak menerimanya (mustahiqqun) atau ia adalah sesuatu yang diwajibkan atas setiap jiwa muslim dengan tertentu. Karena itu eksistensi zakat tidak dapat dipisahkan dari bangunan ajaran Islam. Allah ta’ala berfirman: َ َ ّ ُ َ َ ََ ّ ‫وَأقيموا الصلة وءاتوالزكاة‬ ُ َِْ .

5 kg). Hal ini sangat penting untuk diperhatikan. Zakat fitrah ini wajib bagi orang yang mendapati bagian dari bulan Ramadhan dan Syawal. makanan pokonya dan makanan pokok orang-orang yang wajib ia nafkahi pada hari raya dan malam hari yraya dan juga ada kelebihan untuk membayar hutangnya. Adapun jika ia ingin mengeluarkan zakat fitrah anaknya yang sudah baligh maka diharuskan untukminta izin terlebih dahulu dari si anak tersebut. maka zakat itu tidak sah karena anak yang sudah baligh secara hukum fikih nafkah (biaya hidupnya) buka lagi menjadi kewajiban orang tuanya. ketika ia memisahkan kadar zakat untuk dirinya dalam hati ia beriat: ini zakatku”. Oleh . Zakat fitrah ini wajib dikeluarkan jika ia mempunyai harta lebih dari kebutuhan sandang.“Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat “ (QS al Baqarah: 43) Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim. dalam mengeluarkan zakat ini diwajibkan untuk niat ketika memisahkan kadar zakat yang akan ia keluarkan.2. mengingat kebanyakan orang cenderung mengabaikannya. jika tidak demikian. istri dan anaknya yang belum baligh. papan. seperti orang tuanya yang fakir. Sebagi contoh. baik untuk dirinya sendiri atau untuk orang yang wajib ia beri nafkah (ia tanggung biaya hidunya). Ukuran makanan pokok yang wajib dikeluarkan zakat fitrah nya adalah satu Sha’ atau 4 Mud (sekitar +.

Orang-orang yang berhak menerima zakat fitrah Orang-orang yang berhak menerima zakat fitrah adalah orang-orang yang juga berhak menerima zakat-zakat yang lain. orang yang tidak bekerja atau bekerja tetapi hasilnya tidak mencapai separuh dari kebutuhannya . mereka telah disebut oleh Allah dalam firmannya: ‫إنما الصدقات للفقصراء والمسصصاكين والعصصاملين عليهصصا والمؤلفصة قلصوبهم وفصصي‬ ِ َ ِ ُ ُ ْ ُُ ِ َ َّ ُْ َ َ ْ ََ َ ْ ِِ َ ْ َ َ ْ ِ َ َْ َ ِ َ َ ُ ْ ِ ُ َ َ ّ َ ِّ ِ ْ ِّ ِ ْ َ ِ ِ ْ َِ ِ َ َ ْ ِ ِ َ َْ ِ َ ّ ‫الرقاب والغارمين وفي سبيل ال وابن السبيل‬ Maknanya: “sesungguhnya zakat-zakat itu hanya untuk orangorang: 1.karena itu bayi yang lahir setelah matahari terbenam pada akhir bulan Ramadhan (tidak dapat mendapati bagian dari bula Ramadhan) atau lahir pada bulan Ramadhan dan mati sbelum terbenamnya matahari pada hari terakhir pada bulan Ramadhan tidaklah dikeluarkan zakatnya. Adapun yang paling utama adalah dikelukan pada pagi hari raya sebelum shalat ‘Id (hukumnya sunnah). Fakir. Dan apabila dikeluarkan etelah shalat maka hukumnya adalah makruh. Jika dikelurkan setelah matahari terbenam pada hari raya tanpa ada udzur maka hukumnya haram. Waktu mengelurkan zakat ini dimulai dari awal Ramadhan hingga terbenamnya matahari pada hari raya.

Al muallafatu qulubuhum. 4. seperti orang yang baru masuk ke tangan mereka yang berhak islam dan niatnya masih lemah. Seperti orang membutuhkan 10. Amil. 7.000 atau Rp.000 tetapi dia hanya bisa memenuhi Rp. 8.seperti orang yang sehari membutuhkan Rp. mereka boleh menerima bagian zakat atas nama golongan-golongan tersebut.000 3. Namun jika mereka tergolong fakir atau miskin atau termasuk orang-orang yang berhak menerima zakat (selain amil).000. Miskin. Jadi status mereka hanyalah wakil dari orang-orang yang mengeluarkan zakat (untuk menyalurkannya menerimanya) 4. Atau mereka adalah orang-orang yang terpandang di antara . 2. Dikarenakan tidak adanya khalifah di masa ini maka amilpun menjadi tidak ada. orang yang hanya bisa memenuhi yang dalam separuh sehari kebutuhannya. orang yang ditunjuk khalifah atau sulthan dengan tanpa diberi gaji dari baitul mal (kas Negara) untuk mengambil (menerima) dan membagikan zakat. mereka diberi bagian zakat supaya niat masuk islamnya menjadi kuat. 10. Adapun panitia yang bisaanya dibentuk di setiap kampung mereka bukanlah amil yang menurut syara’ yang berhak mendapatkan zakat.000 akan tetapi ia hanya dapat menghasilkan Rp.

sabilillah dapat diartikan dengan segala amal kebajikan yang bertujuan untuk menghidupkan ruh Islam. Fi sabilillah. 7. Akan tetapi dalam hal zakat. Riqab. para ulama mendefinisikannya hanya dalam satu pengertian. musafir yang kehabisan bekal untuk bisa sampai ke tujuannya Fi sabilillah. yaitu orang yang berperang di medan pertempuran melawan orang-orang kafir tanpa . dengan diberikannya zakat kepada mereka diharapkan orang-orang semacam mereka yang masih kafir tertarik untuk masuk Islam. sipakan mereka? Secara umum. Gharim. 5. akan diuraikan dengan detail insya Allah 8. budak mukatab yakni hamba sahanya yang perjanjian uang dengan tuannya jika dia bisa ia dengan jumlah tertentu maka memiliki membayar merdeka.kaumnya. orang yang berhutang bukan untuk digunakan dalam kemaksiatan dan tidak mampu melunasinya pada waktunya (sudah jatuh tempo). Ibnu Sabil. Keberadaan budak saat ini sangat jarang dijumpai kecuali dibeberapa tempat seperti di Mauritania (kebanyakan para budak di sana sudah tidak lagi diperjual belikan layaknya budak-budak zaman dahulu) 6.

imam mujtahid atau yang setingkat dengan mereka mengatakan bahawa sabilillah dalam hal zakat adalah mencangkup semua amal kebaikan 2. maka hal ini tidak dapat dibenarkan dengan berbagai alasan sebagai berikut: 1. Hal ini dapat ditelaah dalam kitab-kitab tafsir mu’tabar seperti al Bahr al Muhith atau an Nahr al Mad karya Abu Hayyan. Pendapat tersebut menyalahi perkataan imam malik: “jalan menuju Allah sangatlah banyak. tetapi aku tidak menjumpai ikhtilaf (perbedaan pendapat diantara para ulama) bahwa yang diaksud sabilillah di sini (dalam hal zakat) adalah berkaitan dengan peperangan (Ibnu al Arabiy al Maliki. Pendapat tersebut muncul dari orang-orang yang belum memenuhi syarat-syarat ijtihad 3. Ahkam al Qur’an) 4. Adanya ijma’ (konsensus para pakar tafsir) bahwa yang dimaksud sabilillah dalam ayat tersebut para pejuang sukarelawan. at Tafsir al Kabir karya ar Raziy. Adapun penafsiran sebagian orang bahwa pembangunan rumah sakit. .mendapatkan gaji sepeserpun dari khalifah atau penguasa (pejuang suka relawan). Tidak satupun di antara ulama salaf. masjid atau madrasah dan aktivitas lain yang baik seperti mengajar adalah masuk ke kategori sabilillah yang berhak menerima (mengambil) bagian dari zakat.

Ibnu al Mundzir dalam al Irsyaf dan lain-lain. 108. Juga sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau berbicara tentang zakat: . 62.az Zad al masiir karya al Hafidz Ibnu al Jauzi. tafsir al Qurthubi. hal. Muhammad Ibnu al Hasan dalam al Mudawwanah juz II. Dan seandainya zakat itu diperuntukkan bagi semua aml kebaikan maka tidak ada artinya al hashr (pembatasan) dengan lafdz tersebut. Hanya saja imam Ahmad ibnu Hanbal menambahkan bahwa termasuk juga fisabilillah dalam hal ini adalah haji. Pendefinisian fisabilillah dengan para pejuang sukarelawan merupakan ijma’ para ulama yang telah dinyatakan para fuqaha (ulama fikih) mereka antara lain: imam Syafi’I dalam al Um juz VI hal. imam Malik dalam al Muwatha hal 179. Cukup sebagia dalil bahwa zakat tidak boleh diberikan kepada selain ashnaf (golongan) yang delapan sesuai penjelasan para ulama bahwa ayat 60 dari surat at Taubah tersebut menggunakan lafdz innama (termasuk lafadz yang berfungsi hashr. Ibnu Hubairah al Hanbali dalam al Ifshah hal. 59. zakat hanya sah jika diberikan kepada 8 golongan tersebut. Ibnu Qudamah dalam al Mughniy. 5. tafsir al Baidhawi. yaitu terbatas pada sesuatu yang disebutkan setelahnya) yang berarti. tafsir Ibnu ‘Athiyyah dan masih banyak lagi.

Kutipan al Fakhr ar Razi dari al Qaffal as Syasyi bahwa sebagian fuqaha mengatakan. perlu diketahui bahwa Ia telah menyalahi nash-nash fuqaha Hanabilah (ahli fikih dari madzhab fikih dari madzhab Hanbali) seperti yang telah dikemukakan oleh Ibnu Hubairah al Hanbali dalam al Ifshah. maka hal ini jelas bertentangan dengan hadits tersebut. karenanya pendapat ini tidak bisa diterima sebab menyalahi ijma’ (Muhammad Zahid al Kautsari. zakat boleh diberika untuk semua amal kebaikan.ّ ِ َ ٍ ّ ِ ْ ِ ِ َ َ ّ ِ َ ِ ّ ِ َ َ َ ِّ ‫إنها ل تحل لغني ول لذي مرة سوي‬ “ Sesungguhnya zakat tidak halal bagi orang kaya dan orang yang mempunyai pekerjaan yang mencukupinya” HR Abu dDawud dan al Baihaqi) Jika zakat dibayarkan untuk membangun rumah sakit. Maqalat al Kautsari. hal. masjid atau madrasah kemudian tempat-tempat itu dimanfaatkan oleh semua orang baik kaya maupun miskin. adalah kutipan dari orang yang majhul (tidak dikenal) dan merupakan pendapat rusak (menyimpang dari kebenaran) dari al Majahil (orang-orang yang tidak dikenal) dan ini menyalahi ijma’ yang telah dinyatakan oleh para ulama seperti imam Malik. Jika ada sebagian orang yang menukil dari imam Ahmad bahwa ia mengatakan. sabilullah mencakup semua jalan kebaikan. Ibnu Qudamah al Hanbali dalmal .222).

Mughni dan juga ulama-ulama Mujtahid atau yang dibawah derajat mereka dari luar kalangan fuqaha’ hanabilah. dan menjauhi semua larangannya. beliau tidak mengatakan kepada penguasa waktu itu. Rasulullah bersabda: . hal ini juga ditegaskan oleh mantan mufthi mesir yang terkenal. Karena semua inilah maka para ulama seperti sulthan al ulama al ‘Iz Ibn Abdissalam berfatwa: Meskipun penguasa waktu itu sangat memerlukan biaya untuk berperang melawan pasukan Tartar. Syekh Muhammad al Bahith al Muthi’iy dan syekh Muhammad az Zahid al Kautsasri yang merupakan wakil Sayaikh al Islam dalam khilafah al Usmaniyah. Bahwa yang dimaksud fisabilillah hanyalah para pejuang sukarelawan. Faidah Bagi hidupnya seorang dalah muslim mencari hendaknya ridha Allah menjadikan semata tujuan dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya. bahwa ia tidak boleh mengambil bagian zakat untuk diberikan kepada tentara muslim yang telah mendapat gaji dari uang kas Negara. gunakanlah harata zakat untuk setiap yang dinamakan jihad sebagaimana yang diceritakan oleh at Tajuddin as Subdki dalam Thabaqat as Syafi’iyyah dan Ibnu Katsir dalam al Bidah wa an Nihayah. Dan hendaknya ia senantiasa mengingat bahwa akan menghisab segenap perbuaatannya.

dari mana ia mendapatkannya dan untuk apa ia menafkahkannya (HR at Tirmidzi). dan jangan beri mereka apapun jika mereka tidak menempatkannya sesuai dengan tempat yang semestinya” (as Syarh al Kabir fi al Fiqhi al Hanbali juz 2.673) Bagi mereka yang tidak menempatkan zakat sesuai dengan tempatnya atau mengambil bagian zakat yang bukan merupakan haknya. hal. Karenanya hendanya seorang muslim berusaha sebaikbaiknya sehingga ia yakin bahwa zakatnya telah sampai ke tangan orang yang berhak menerimanya (mustahiq). Bahkan at Tsauri menyatakan: “ sumpahlah mereka (penguasa) dan jangan percayai mereka. diantaranya tentang hartanya. Oleh karena itu para ulama di antaranya Imam Ahmad mengatakan: “ disunnahkan bagi seseorang untuk menyalurkan zakatnya kepada mustahiq dengan tangannya sendiri”.ِِ َ ْ َ َ ‫ل تزول قدم عبد يوم القيامة حتى يسأل عن أربع _وذكر فيصصه_-وعصن مصصاله‬ ٍ َ ْ َ ْ َ َ َْ ُ َّ ِ َ َ ِ ْ َ ْ َ ٍ ْ َ َ َ َ ُ ْ ُ َ َ ُ َََْ َ َِْ َُ َ َ َ َْ ْ ِ ‫من أين أخذه وفيما أنفقه‬ “ Tidaklah seorang hamba berpindah dari satu mauqif ke mauqif yang lain pada hari kiamat sehingga ia ditanya tentang 4 perkara. hendaklah ingat sabda Rasulullah: ِ َ َ ِ ْ َ ْ َ ُ ّ ُ ُ ََ ّ َ ِ ْ ‫ِ ّ ِ َ ً َ َ َ ّ ُ ْ َ ِ َ ِ ِ ِغ‬ ‫إن رجال يتخوضون في مال ال ب َير حق فلهم النار يوم القيامة‬ .

“sesungguhnya orang-orang yang membelanjakan harta Allah (harta al bayt al mal) tanpa ada hak. HR al Bukhari . maka mereka berhak mendapatkan siksa di hari kiamat”.

memenuhi syarat-syarat sah dan syarat diterimanya shalat. Shalat ‘idul fithri sah dilakukan dengan berjama’ah dan juga dengan sendirian. Shalat ‘id berjumlah dua rekaat dengan niat shalat ‘idul fithri bersamaan dengan takbiratul ihram. waktu pelaksanaannya adalah di antara terbitnya matahari sampai matahari tergelincir dari tengah langit kea rah barat. Pada rekaat kedua membaca takbir 5 kali sebelum membaca surat al Fatihah dan mengangkat tangan dalam seluruh takbir . Orang tidak dapat melaksanakannya pada waktu itu maka dia boleh untuk mengqadhanya. di antara setiap dua takbir membaca: ُ َْ َ ُ َ ُ ّ ِ َ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َْ ِ َ َ ْ ‫س‬ ‫ُبحان ال والحمد ل ول إله إل ال و ال أكبر‬ Selanjutnya membaca ta’awudz dan membaca surat al Fatihah. menjalankan rukun-rukun shalat.Shalat ‘Idul Fithri Shalat ‘Idul fithri hukumnya sunnah muakkadah berjumlah 2 rekaat. Orang yang shalat hendaknya menjauhi semua yang membatalkan shalat. yang paling utama shalat ‘Id diakhirkan sampai matahari menjadi tinggi seukuran tombak berdasarkan penglihatan mata yaitu sekitar 3 jam setelah terbit matahari. Dan sunnah shalat ‘id itu dikerjakan dengan berjama’ah. panggilan jama’ahnya adalah “ as shalatu jaami’ah” tanpa adzan dan iqamah. Setelah takbiratul ihram kemudian membaca do’a iftitah kemudian membaca 7 kali takbir.

Setelah membaca surat al Fatihah pada rekaat pertama disunnahkan membaca surat Qaf dan pada rekaat kedua membaca iqtarabatisssa’ah dengan sempurana dengan suara keras. yaitu membaca hamdalah. Disunnahkan untuk memakai wewangian dan berhias diri dengan pakaian yang terbaik. yang paling baik dilakukan setelah subuh. shalawat nabi. Khutbah pertama dibuka dengan 9 takbir. Namun apabila khathib tidak membaca takbir khutbahnya tetap sah. membaca ayat al Qur’an yang memahamkan pada salah satu dari dua khuthbah. rukunnya sama dengan rukun khuthbah jum’at. berwasiat taqwa pada keduanya. Hendaknya dalam khuthbah tersebut diajarkan hukum-hukum yang terkait dengan zakat fitrah. Dan sunnah pula pada rekaat kedua membaca sabbihismarabiiikal a’la dan pada rekaat kedua membaca hal ataaka haditsul ghasyiyah. . berdo’a untuk orang-orang mukmin pada khuthbah kedua. dan khuthbah kedua dibuka dengan 7 kali takbir secara berturut-turut. Apabila seseorang meninggalkan membaca takbir-takbir tersebut maka tidak mengapa dan shalatnya tetap sah. Apabila seseorang lupa membaca takbir dan sudah memulai bacaaan surat al fatihah maka dia telah kehilangan kesunnahan tersebut dan tidak perlu dia kembali pada takbir. Setelah shalat ‘id disunnahkan membaca dua khutbah. Disunnahkan mandi sejak tengah malam.tersebut seperti takbir dalam shalat yang lain.

setelah shalat sampai dengan imam membaca takbiratul ihram pada shalat ‘id. Pada hari raya dianjurkan juga untuk umat Islam untuk saling mengucapkan selamat hari raya dengan membaca: َ ْ ِ َ ِّ ُ َ َّ َ ‫تقبل ال منا ومنك‬ “ semoga Allah menerima amal kabaikan kita dan amal kebaikan kamu” Redaksi Takbir Hari Raya . dipersilahkan untuk memilih antara berangkat dengan jalan kaki atau naik kendaraan. namun juga boleh mengendarai kendaraan. di jalan-jalan. Disunnahkan berangkat ke tempat shalat ‘id dengan berjalan kaki dengan tenang.menghilangkan kuku dan bau yang busuk sebagaimana dalam shalat jum’ah. di pasar-pasar. Disunnahkan takbir bagi semua orang baik yang berada di rumah maupun dalam bepergian. Disunnahkan berangkat pagi-pagi ke tempat shalat kecuali imam dan khathib hadir ketika hendak melaksanakan sahlat ‘idul fithri shalat ‘idul fithri disunnahkan untuk makan yang Sebelum kurma dengan hitungan ganjil atau sesuatu yang lain. Disunnahkan untuk pergi dan pulang dari tempat shalat ‘id pada jalan yang berbeda. Pendapat yang unggul. laki-laki dan perempuan di rumah. di masjid-masjid.

‫ال أكبر ال أكبر ال أكبر، ل إله إل ال ال أكبر، ال أكبر ول الحمصد، الص أكصبر‬ ‫ْ َْ‬ ‫َ‬ ‫َْ‬ ‫َُ َ َ ّ ُ‬ ‫ُ َ ُ ُ َْ ُ‬ ‫كبيرا، والحمدل كثيرا، وسبحان ال وبحمده بكرة وأصيل، ل إله إل ال ص وح صده،‬ ‫ُ ََْ‬ ‫ْ َ ُ ِ َ ْ ِ ِ ُ ْ َ ً ََ ِ ْ ً‬ ‫ُْ ِ ِ ً‬ ‫َِ ْ ً‬ ‫َ‬ ‫صدق وعده، ونصر عبده، وأعز جنده، وهزم الحزاب وحده، ل إله إل الص ول‬ ‫َ ََ ْ ْ َ َ َ َْ‬ ‫َ َ َ َ ْ َ َ َ َ َ ْ َ ََ َ ّ ُ ْ َ‬ ‫ّْ َ ْ َ َِ ْ َِ ُ ْ َ‬ ‫نعبد إل إياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون‬ ‫َ ْ ُ َ ّ ِ ّ ُ ُ ِْ ِ ْ َ‬ .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful