DRAFT AWAL

MODUL KURIKULUM DAN PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN

Oleh: Drs. Suparlan, M.Ed

Mata Kuliah Semester SKS Fakultas

: Kurikulum dan Pengembangan Materi Pembelajaran : II (kedua) : 2 (dua) : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

UNIVERSITAS TAMA JAGAKARSA Jalan Letjen TB Simatupang Nomor 152 Tanjung Barat, Jakarta Selatan 12530 Telepon: (021) 7890965, 7829919, 78831838, 7890634 Fax: (021) 7890966

1

Daftar Isi
1 Pengantar............................................................................................................................3 2 Kompetensi.........................................................................................................................3 3 Tujuan Pembelajaran..........................................................................................................3 4 Kegiatan Pembelajaran.......................................................................................................4 4.1 Rincian Materi Pembelajaran......................................................................................4 4.2 Uraian Singkat Materi Pembelajaran dan Contoh.......................................................4 4.3 Tes Formatif Untuk Masing-masing Pertemuan.......................................................20 4.4 Umpan Balik..............................................................................................................24 5 Referensi...........................................................................................................................24 6 Lampiran...........................................................................................................................24

2

1

Pengantar
Untuk dapat melaksanakan tugas profesionalnya dengan baik, calon guru harus memiliki empat standar kompetensi guru, yaitu (1) kompetensi pedagogis, (2) kompetensi kepribadian, (3) kompetensi sosial, dan (4) kompetensi profesional. Kompetensi pedagogis adalah kompetensi yanga terkait dengan penguasaan guru tentang teori belajar mengajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, termasuk di dalamnya penguasaan terhadap hal-hal yang terkait dengan kurikulum. Mata kuliah Kurikulum dan Pengembangan Materi Pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi bekal para calon guru tentang berbagai aspek yang terkait kurikulum dan pembelajaran. Dalam sistem pendidikan nasional, kita mengenal tiga komponen utama, yakni (1) peserta didik, (2) guru, dan (3) kurikulum. Dalam proses belajar mengajar, ketiga komponen tersebut terdapat hubungan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain. Tanpa peserta didik, guru tidak akan dapat melaksanakan proses pembelajaran. Tanpa guru para siswa juga tidak akan dapat secara optimal belajar. Tapa kurikulum, guru pun tidak akan mempunyai bahan ajar yang akan diajarkan kepada peserta didik. Mata kuliah Kurikulum dan Pengembangan Materi Pembelajaran ini mencakup dua hal penting: (1) hal-hal yang terkait dengan kurikulum, dan (2) pengembangan materi pembelajaran yang terdapat dalam kurikulum.

2

Kompetensi
Setelah mengikuti kegiatan perkuliahan dalam mata kuliah Kurikulum dan Pengembangan Materi Pembelajaran, diharapkan mahasiswa dapat memiliki kompetensi sebagai berikut: 2.1. 2.2. 2.3. 2.4. 2.5. 2.6. Memahami pengertian kurikulum; Memahami komponen utama kurikulum; Memahami proses pengembangan kurikulum; Memahami sejarah perkembangan kurikulum di Indonesia; Memahami Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP); Memahami silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

3

Tujuan Pembelajaran
3.1. 3.2. 3.3. 3.4. 3.5. 3.6. 3.7. 3.8. Menjelaskan pengertian etimologis kurikulum; Menjelaskan beberapa definisi kurikulum; Menjelaskan beberapa macam kurikulum; Menyebutkan komponen utama kurikulum; Menyebutkan dua dokumen KTSP; Menyusun dua dokumen KTSP tersebut; Menyusun silabus; Menyusun RPP.

3

Furthermore. agar secara dini mahasiswa dapat mengetahui apa saja yang akan dipelajari selama satu semester. In The Curriculum. the first textbook published on the subject. Jadi istilah kurikulum berasal dari dunia olah raga pada zaman Romawi kuno di Yunani. the curriculum • 4 . as an idea. Mahasiswa paling tidak memiliki satu buku referensi untuk mata kuliah ini. Pertemuan ini seluruhnya dilakukan dengan cara dialog antara dosen dengan mahasiswa. Pertemuan II: Manusia dan Pendidikan Pengertian kurikulum: • Secara etimologis.2 Uraian Singkat Materi Pembelajaran dan Contoh Pertemuan I: Informasi Mata Kuliah • • • Dalam pertemuan ini mahasiswa akan menerima fotokopi silabus mata kuliah. kurikulum berasal dari kata dalam Bahasa Latim ”curir” yang artinya pelari. Mahasiswa harus melaporkan tentang buku referensi apa yang dimiliki. for success in adult society. John Franklin Bobbitt said that curriculim. in 1918. dan ”curere yang artinya ”tempat berlari”. yang mengandung pengertian suatu jarah yang harus ditempuh oleh pelari dari garis start sampai dengan finish. has its roots in the Latin word for race-course.4 4. explaining the curriculum as the course of deeds and experiences through which children become the adults they should be.1 Kegiatan Pembelajaran Rincian Materi Pembelajaran Mata kuliah ini disampaikan kepada mahasiswa dalam 12 kali pertemuan dengan rindian materi pembelajaran sebagai berikut: Pertemuan I II III IV V VI VII VIII IX X XI XII Materi pembelajaran Informasi Mata Kuliah Pengertian Etimologis Kurikulum Definisi Kurikulum Macam-macam Kurikulum Pengembangan Kurikulum UTS Perkembangan Kurikulum Di Indonesia KTSP: Dokumen I KTSP: Dokumen II Silabus Rencana Pelaksanaan Pembelajaran UAS dan Tugas Mandiri 4.

artinya kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik. he defined the curriculum as an ideal.encompasses the entire scope of formative deed and experience occurring in and out of school. but retain the basis of curriculum as the course of experience(s) • • 5 . artinya kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran dan kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan sekolah yang harus ditempuh oleh peserta didik. H. • K = Σ MP + KK. • Secara terminologis. and (ii) curriculum defined as the deeds-experiences the student ought to have to become the adult he or she ought become. • K = Σ MP + K + SS + TP. and not experiences occurring in school. Contemporary views of curriculum reject these features of Bobbitt's postulates. Per his cultural presumptions and social definitions. Prof.com). Dari sekian banyak definisi tersebut dalam modul ini akan dikemukakan beberapa definisi. guru besar Universitas Pendidikan Indonesia telah merumuskan perkembangan pengertian kurikulum tersebut dengan menggunakan formula sebagai berikut: • K = -------------. experiences that are unplanned and undirected. M. the curriculum is a social engineering arena. Dr.Ed. and which experiences would generate said qualities. Pertemuan III: Definisi Kurikulum Para pakar kurikulum telah mencoba untuk mendefinisikan kurikulum. in 1918. Hence. • Pengertian kurikulum mengalami perkembangan selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri. John Franklin Bobbitt said that. Sebagai tanda atau bukti bahwa seseorang peserta didik telah mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan adalah dengan sebuah ijazah atau sertifikat. istilah kurikulum yang digunakan dalam dunia pendidikan dengan pengertian sebagai sejumlah pengetahuan atau mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa untuk mencapai satu tujuan pendidikan atau kompetensi yang ditetapkan. his curricular formulation has two notable features: (i) that scientific experts would best be qualified to and justified in designing curricula based upon their expert knowledge of what qualities are desirable in adult members of society. • K = Σ MP. and experiences intentionally directed for the purposeful formation of adult members of society (www. the first textbook published on the subject. artinya kurikulum adalah jarak yang harus ditempuh oleh pelari.wikipedia. Engkoswara. artinya kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran dan kegiatan-kegiatan dan segala sesuatu yang yang berpengaruh terhadap pembentukan pribadi peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau sekolah. • In The Curriculum. rather than as the concrete reality of the deeds and experiences that form people to who and what they are.

. Namun demikian.S. e. yaitu kurikulum yang dilaksanakan dalam proses pengajaran dan pembelajaran. sesuatu yang dicita-citakan sebagaimana yang tertuang di dalam dokumen kurikulum 2. authoritative body (i. kita mengenal beberapa istilah kurikulum sebagai berikut: 1. i. and content offered at a school or university. builds its curriculum with great participation of national academic subject groups selected by the United States Department of Education.e. and assessment materials available for a given course of study. yaitu kurikulum yang berisi sesuatu yang ideal. with the formation of its individual participants. curriculum writers and researchers generally share it as common. Pertemuan IV: Macam-macam Kurikulum Kita mengenal berbagai macam kurikulum ditinjau dari berbagai aspek: • Ditinjau dari konsep dan pelaksanaannya. academic discipline via historical experience). In Australia each state's Education Department establishes curricula. a curriculum is the set of courses. Personal formation via curricula is studied at the personal level and at the group level. Kurikulum ideal. professional formation. establishes the curricula taught. Sedang pengajaran merujuk kepada pelaksanaan kurikulum tersebut secara bertahap dalam belajar mengajar. In formal education or schooling (cf.g. Kurikulum dan pengajaran merupakan dua istilah yang tidak dapat dipisahkan. Each state. curriculum as a course of formative experience also pervades John Dewey's work (who disagreed with Bobbitt on important matters). and (ii) a specific learning program. Curriculum means two things: (i) the range of courses from which students choose what subject matters to study. course work.• • • • that forms human beings in to persons. substantive understanding of curriculum. Kurikulum merujuk kepada bahan ajar yang telah direncanakan yang akan dilaksanakan dalam jangka panjang. National Council of Teachers of Mathematics (NCTM) for mathematical instruction. restricted uses of the word. Krug mendefinisikan kurikulum sebagai berikut. the National Curriculum for England in English schools). Kurikulum aktual. Although Bobbitt's and Dewey's idealistic understanding of "curriculum" is different from current. The formation of a group is reciprocal. Edward A. with the individual school districts. UNESCO's International Bureau of Education has the primary mission of studying curricula and their implementation worldwide. A curriculum may be partly or entirely determined by an external. learning. education). cultures and societies (e. each state. In the U.e. Kenyataan pada umumnya memang jauh berbeda dengan harapan. kurikulum aktual seharusnya mendekati dengan kurikulum ideal.g. 6 . however. “A curriculum consists of the means used to achieve or carry out given purposes of schooling”. In the latter case. Although it formally appeared in Bobbitt's definition. the curriculum collectively describes the teaching.

kurikulum yang bahan ajarnya dirancang dan disajikan secara terkorelasi dengan bahan ajar yang lain. misalnya di masingmasing negara bagian di Amerika Serikat. Dalam proses pembelajaran dikenal dengan pembelajaran tematik yang diberikan di kelas rendah Sekolah Dasar. kita dapat membedakan: 1. ekonomi. dan seterusnya. yaitu segala sesuatu yang terjadi pada saat pelaksanaan kurikulum ideal menjadi kurikulum faktual. dan beberapa mata pelajaran lain diberikan dalam satu tema tertentu. Kurikulum sekolah lahir dari keinginan untuk melakukan diferensiasi dalam kurikulum. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum sekolah. Kebiasaan guru datang tepat waktu ketika mengajar di kelas. 3. • Pertemuan V: Pengembangan Kurikulum Yang dimaksud pengembangan kurikulum adalah proses penyusunan kurikulum oleh pengembang kurikulum (curriculum developer) dan kegiatan yang dilakukan agar kurikulum yang dihasilkan dapat menjadi bahan ajar dan acuan yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. geografi. kurikulum yang bahan ajarnya diberikan secara terpadu. • Berdasarkan struktur dan materi mata pelajaran yang diajarkan. Kurikulum negara bagian (state curriculum). yakni kurikulum yang disusun oleh satuan pendidikan sekolah. Pertemuan VI: UTS 7 . tenaga administrasi. kepala sekolah. yakni kurikulum yang disusun oleh masing-masing negara bagian. Kurikulum terkorelasi (corelated curriculum). sebagai contoh. Mata pelajaran matematika.3. Kurikulum nasional (national curriculum). Kurikulum sekolah (school curriculum). kurikulum dapat dibedakan menjadi: 1. Kurikulum tersembunyi (hidden curriculum). Misalnya Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan fusi dari beberapa mata pelajaran sejarah. dan sebagainya. 3. Segala sesuatu itu bisa berupa pengaruh guru. Kurikulum terpisah-pisah (separated curriculum). sosiologi. Misalnya. 2. akan menjadi kurikulum tersembunyi yang akan berpengaruh kepada pembentukan kepribadian peserta didik. atau bahkan dari peserta didik itu sendiri. sains. 2. bahasa Indonesia. Kurikulum terpadu (integrated curriculum). yakni kurikulum yang disusun oleh tim pengembang tingkat nasional dan digunakan secara nasional. Berdasarkan pengembangnya dan penggunaannya. kurikulum yang mata pelajarannya dirancang untuk diberikan secara terpisah-pisah. mata pelajaran sejarah diberikan terpisah dengan mata pelajaran geografi.

seperti Sejarah. Ilmu Bumi. Perubahan kurikulum tersebut dilakukan agar kurikulum tidak ketinggalan dengan perkembangan masyarakat. termasuk ilmu pengetahuan dan teknologinya. seperti Ilmu Hayat. Kurikulum yang pernah diberlakukan secara nasional di Indonesia dapat dijelaskan dalam tabel sebagai berikut: Tabel Kronologis Perkembangan Kurikulum di Indonesia Tahun 1947 Kurikulum Rencana Pelajaran 1947 • • 1954 1968 Rencana Pelajaran 1954 Kurikulum 1968 • • Keterangan Kurikulum ini merupakan kurikulum pertama di Indonesia setelah kemerdekaan. Beberapa masa pelajaran. Perilaku pendidik yang menjadi perhatian peserta didik dapat menjadi kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) (B/S) KTSP merupakan national curriculum (B/S) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran dalam Integrated Curriculum (B/S). kurikulum diartikan sebagai jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari (B/S) Pengertian curriculum sama atau identik dengan curriculum vitae (B/S) Kurikulum berasal dari kata dalam Bahasa Latim ”curir” yang artinya pelari. dan beberapa cabang ilmu sosial mengalami fusi menjadi Ilmu Pengetahuan Sosial (Social Studies). dan ”curere yang artinya ”tempat berlari” (B/S). dan sebagainya mengalami fusi menjadi Ilmu Pengetahun Alam (IPS) atau yang sekarang sering 8 . Sementara istilah yang digunakan adalah Rencana Pelajaran Kurikulum ini masih sama dengan kurikulum sebelumnya.Dalam pertemuan V ini. yaitu Rencana Pelajaran 1947 Kurikulum ini merupakan kurikulum terintegrasi pertama di Indonesia. Istilah kurikulum masih belum digunakan. Beberapa mata pelajaran. Ilmu Alam. Model pembelajaran tematik yang diberikan di kelas awal Sekolah Dasar merupakan pelaksanaan dari Separated Curriculum (B/S) Sejarah merupakan mata pelajaran dalam Separated Curriculum (B/S) Sains merupakan mata pelajaran dalam Corelated Curriculum (B/S) Pertemuan VII: Perkembangan Kurikulum di Indonesia Secara umum. mahasiswa akan menjawab menjawab soal-soal berbentuk Benar – Salah sebagai berikut: • • • • • • • • • Secara etimologis. perubahan dan penyempurnaan kurikulum dilakukan setiap sepuluh tahun sekali.

Bagaimana Konsep Dasar KTSP? Konsep dasar KTSP meliputi 3 (tiga) aspek yang saling terkait. Kurikukulum ini dikembangkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan).1975 1984 1994 2004 Kurikulum 1975 Kurikulum 1984 Kurikulum 1994 Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) • • • • 2008 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) • disebut Sains. Beberapa sekolah telah dijadikan uji coba dalam rangka proses pengembangan kurikulum ini KBK sering disebut sebagai jiwa KTSP. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. karena KTSP sesungguhnya telah mengadopsi KBK. Selain dari itu. dan (c) pengelolaan kurikulum berbasis sekolah. penyusunan KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005 Apa yang dimaksud dengan KTSP ? Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Pertemuan VIII: KTSP: Dokumen I Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 (PP 19/2005) tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada standar isi (SI) dan standar kelulusan (SKL) serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari kurikulum 1975 Kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari kurikulum 1984 Kurikulum ini belum diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia. Kegiatan pembelajaran dalam KTSP mempunyai karakteristik sebagai berikut: 9 . Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan. satuan pendidikan dan peserta didik. yaitu (a) kegiatan pembelajaran. kondisi dan potensi daerah. isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. (b) penilaian. Kurikulum ini disusun dengan kolomkolom yang sangat rinci.

Dilakukan oleh guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan. yaitu (a) portfolios (kumpulan kerja siswa). Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi.l. pembiayaan dan penilaian pendidikan. kompetensi lulusan. 2. proses. (d) performances (unjuk kerja). Mengacu pada Visi dan Misi Sekolah 2. 3. Pengelolaan kurikulum berbasis sekolah Pengelolaan kurikulum berbasis sekolah mempunyai prinsip-prinsip: 1. Berorientasi pada kompetensi. 2. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut. sarana dan prasarana. ketuntasan belajar. yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. dan (e) paper & pen test (tes tulis). Pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar 4. pengelolaan. 4. 10 . (b) products (hasil karya). 5. (c) projects (penugasan). bersifat internal. dilakukan melalui berbagai cara. 2. 4. 6. Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Bagaimana Prinsip Pengembangan KTSP? Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. UU Nomor20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 dan Nomor 6 Tahun 2007 tentang pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 dan 23/2006 6. Pengembangan perangkat kurikulum (a. Pemantauan dan Apa Landasan KTSP ? 1. dan sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar. Berpusat pada peserta didik Mengembangkan kreativitas Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang Kontekstual Menyediakan pengalaman belajar yang beragam Belajar melalui berbuat Penilaian dalam KTSP mempunyai karakteristik 1. tenaga kependidikan. mengacu pada patokan. bagian dari pembelajaran.1. silabus) 3. 3. 5.

berakhlak mulia. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan pengembangan diri secara terpadu.Foto: Para guru sedang mengikuti diklat tentang penyusunan KTSP (Australia Indonesia Basic Education Program . dan jender. perkembangan. serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama. muatan lokal. jenjang dan jenis pendidikan. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. adat istiadat. kondisi daerah. cakap. kebutuhan. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. 2. dan seni. Beragam dan Terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. teknologi. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. sehat.IBEP) Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 1. 3. teknologi dan seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. status sosial ekonomi. budaya. Oleh karena itu. teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. kebutuhan. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. suku. berilmu. 11 . kreatif. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Berpusat pada potensi. perkembangan. semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan.

dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. keterampilan akademik. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. Karakteristik satuan pendidikan Dokumen I KTSP Dokumen I KTSP terdiri atas 4 bab. kecerdasan. meliputi: 12 . Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan 10. nonformal. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Peningkatan potensi. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). dan seni 7. Dinamika perkembangan global 9. Tuntutan dunia kerja 6. dunia usaha dan dunia kerja. Perkembangan ilmu pengetahuan. keterampilan berpikir. 7. Agama 8. pengembangan keterampilan pribadi. 6. Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Acuan Operasional Penyusunan KTSP 1. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik 3. 2. berbangsa. teknologi. dan bernegara. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. 5. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional 5. Seimbang antara kepentingan Nasional dan kepentingan Daerah Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan 4. pembudayaan. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat 11.4. keterampilan sosial. Menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. Oleh karena itu. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. Kesetaraan gender 12.

pengembangan diri. Rancangan beban belajar dalam bentuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dirancang oleh guru mata pelajaran. (D) pengaturan beban belajar. 2. 13 . meliputi (A) mata pelajaran. meliputi subbab (A) Visi. (G) pendidikan kecakapan hidup. dan akademik. Pengaturan beban belajar mengacu pada bab III Standar Isi. bahkan melebihi KKM. Kriteria kenaikan kelas dan kelulusan dikembangkan oleh satuan pendidikan. Bab II Tujuan Pendidikan. maupun terintegrasi dalam mata pelajaran. dan (C) Prinsip Pengembangan KTSP. Ketuntasan belajar adalah target minimal yang akan dicapai oleh satuan pendidikan.1. dan pengelompokan mata pelajaran serta aturan pengelolaan jam pelajaran mengacu pada Bab II Standar Isi. Kriteria Ketuntasan minimal (KKM) merupakan hasil analisis atas kompleksitas. dan intake siswa terhadap kompetensi dasar. Kegiatan pengembangan diri merupakan kegiatan yang mewadahi bakat dan minat peserta didik. Kecakapan hidup yang perlu dikembangkan adalah kecakapan personal. daya dukung. (B) Misi. meliputi subbab (A) Latar Belakang. Mata pelajaran muatan nasional. (C) kegiatan pengembangan diri. Pengembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar yang akan dicapai dilakukan oleh satuan pendididkan dan/atau Dinas Pendidikan yang terkait. Bab III Struktur dan Muatan Kurikulum. sosial. (C) Tujuan Sekolah. standar kompetensi. 3. Bab I Pendahuluan. (F) kenaikan kelas dan kelulusan. (B) muatan lokal. Acuan minimal kriteria kenaikan kelas adalah Peraturan Dirjen tentang Laporan Hasil Belajar dan POS UN tahun sebelumnya. (E) ketuntasan belajar. (B) Tujuan. Tujuan kegiatan pengembangan diri adalah mengembangkan potensi peserta didik. Keunggulan lokal dapat dikembangkan dalam muatan lokal. Beban belajar dalam bentuk tatap muka dirancang bersama oleh satuan pendidikan. Kecakapan vokasional terakomodasi dalam mata pelajaran muatan lokal. terutama pada perubahan perilaku sesuai dengan target yang dicanangkan oleh satuan pendidikan. Agar hasil belajar peserta didik dapat mencapai. alokasi jam pelajaran. dan (H) pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan meningkatkan daya saing global. satuan pendidikan merancang program remedial dan pengayaan. dan mata pelajaran yang dibelajarkan. Muatan Lokal merupakan mata pelajaran yang dikembangkan untuk mengakomodasi kepentingan daerah atau satuan pendidikan. Pendidikan kecakapan hidup adalah pendidikan kecakapan yang diperlukan agar seseorang mampu dan berani menghadapi problema kehidupan dan memecahkannya secara arif dan kreatif.

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). SMP. • Dokumen II (kedua) merupakan penjabaran secara operasional dari dokumen pertama. atau kelompok kerja guru kelas atau guru mata pelajaran dalam kegiatan organisasi profesi seperti Kelompok Kerja Guru (untuk guru sekolah dasar). (2) guru. Sekolah dan komite sekolah. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. Siapa yang menyusun silabus? Silabus disusun oleh guru yang mengajarkan mata pelajaran. dan bagaimana cara mengetahui pencapaiannya. dan 14 . penilaian. (b) program. Proses penyusunan silabus dapat saja disusun bersama oleh satu tim guru mata pelajaran. atau madrasah dan komite madrasah. Pertemuan X: Silabus Apakah itu silabus? Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. dalam satu kegiatan guru. SMA. dan (5) komite sekolah dan orangtua siswa. atau bahkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). kegiatan pembelajaran. Baba IV Kalender pendidikan berisi rancangan kalender sekolah yang mengacu pada kalender dinas pendidikan terkait dan pedoman penyusunan kalender yang terdapat dalam bab IV standar isi. di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD. Apa landasan penyusunan silabus? Berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 17 Ayat (2). • Dokumen I (pertama) disusun oleh tim handal yang dibentuk oleh sekolah dengan melibatkan semua pemangku kepentingan. bagaimana cara mencapainya. kompetensi dasar. (4) pengawas sekolah. Pertemuan IX: KTSP: Dokumen II Dokumen KTSP: • KTSP terdiri atas dua dokumen. indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. dan sumber belajar Silabus menjawab tiga pertanyaan dalam kegiatan belajar mengajar. • Dokumen Dokumen II disusun oleh guru kelas dan guru mata pelajaran. Pemangku kepentingan tersebut adalah (1) kepala sekolah. yaitu apa kompetensi yang harus dikuasai siswa. serta (6) dinas pendidikan. yaitu (1) dokumen I yang berisi tentang (a) landasan. misalnya dalam kegiatan MGMP. dan (c) pengembangan kurikulum. alokasi waktu.4. (3) tenaga administrasi. terdiri atas (a) silabus dan (b) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). materi pokok/pembelajaran. dan SMK.

MA. Contoh silabus 15 . dan MAK. MTs.departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI.

dsb. Siswa dapat menyebutkan anggota keluarga inti dan terdekat. Standar Kompetensi/ Subtema Kompetensi Dasar My Listening-Speaking Family life Family Siswa dapat berinteraksi secara interpersonal sangat sederhana dengan lingkungan terdekat. tayangan atau rekaman elektronik di TV. termasuk yang diucapkan oleh guru secara rutin atau yang diambil dari buku teks atau seumber-sumber lain. 15 .Contoh Silabus Silabus Nama Sekolah : SMP Mata Pelajaran : Bahasa Inggris Kelas/Semester : I/1 Tujuan: Siswa dapat berkomunikasi secara lisan dan tulis dalam bahasa Inggris dalam wacana transaksional dan interpersonal dalam konteks kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan lingkungan terdekat siswa. terutama dalam Perkenalan diri/orang lain Identity sapaan ucapan terima kasih permintaan maaf Tema Pengalaman Belajar Siswa membiasakan diri untuk berinteraksi dalam hal perkenalan. Jika ada. ucapan terima kasih dan permintaan maaf dalam konteks kehidupan nyata. kaset. terutama di lingkungan sekolah. audio/visual. Penilaian Penilaian otentik dengan unjuk kerja (performance) Sumber/Bahan/Alat Contoh-contoh teks yang sesuai (lisan dan tulis). sapaan. Alokasi waktu 10 jam pelajaran (belum termasuk untuk terstruktur dan mandiri) Indikator Siswa terbiasa menyapa orang lain dengan ungkapan yang benar dalam bahasa Inggris sesuai dengan waktu dan orang yang diajak bicara. dengan guru dan teman. Orang. dan alat bantu belajar yang sesuai yang terdapat di lingkungan hidup siswa (termasuk di rumahnya).

lingkungan sekitar.Tema Standar Kompetensi/ Subtema Indikator Kompetensi Dasar Siswa dapat meminta Home Siswa dapat dan memberi environ-ment menyebutkan nama informasi tentang benda-benda yang nama benda-benda di ada di rumahnya. seperti: ‘Rini is my ….’. ‘I Pengalaman Belajar Penilaian Alokasi waktu Sumber/Bahan/Alat - - 16 .Siswa dapat pendek. She’s beautiful. teks fungsional . intonasi. terdekat yang dan tata bahasa disebutkan dalam yang benar. menyebutkan hubungan keluarga orang-orang yang disebutkan dalam teks pendek. seperti: Things in my bedroom Things in my kitchen Reading Identity Siswa dapat Siswa dapat membaca nyaring memahami teks-teks bacaan hubungan anggota pendek dengan keluarga inti dan ucapan. dengan bantuan family tree.

. Writing .Menuliskan ty anggota keluarga inti dan terdekatnya. .My Classroom .Tema Standar Kompetensi/ Kompetensi Dasar Subtema Indikator Pengalaman Belajar Penilaian Alokasi waktu Sumber/Bahan/Alat .Siswa dapat menghasilkan teks fungsional pendek untuk memperkenalkan anggota keluarga inti terdekatnya.Home .My … - - 3 17 . dengan tata bahasa. ejaan. dan tata bahasa yang benar. intonasi.’ . dan tanda baca yang benar.Siswa dapat menyebutkan benda-benda yang disebutkan dalam teks fungsional pendek. Identi . His name is ….Siswa dapat environmembaca nyaring ment teks-teks bacaan pendek dengan ucapan.Siswa dapat memahami benda-benda di lingkungan sekitar yang disebutkan dalam teks fungsional pendek. My School … like my uncle.

Break time Indikator Pengalaman Belajar Penilaian Alokasi waktu Sumber/Bahan/Alat 18 .Tema Standar Kompetensi/ Kompetensi Dasar Subtema teachers .The Canteen .

Format RPP Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator I. Rencana pelaksanaan pembelajaran harus mengimplementasikan PAKEM. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan pertama 1.. tanpa rencana pelaksanaan pembelajaran kegiatan pembelajaran di kelas biasanya tidak terarah. Kegiatan Akhir Pertemuan kedua :… :… : . IV :… :… :… :… :… :… :… Tujuan Pembelajaran :… Materi Ajar :… Metode Pembelajaran : . Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.. RPP memuat seluruh KD. Kegiatan Inti 3. indikator yang akan dicapai. media dan sumber belajar serta penilaian untuk setiap KD.. 19 . III.Pertemuan XI: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. II. Rencana pelaksanaan pembelajaran harus dibuat agar kegiatan pembelajaran berjalan sistematis dan mencapai tujuan pembelajaran. Perencanaan KBM dituangkan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau beberapa istilah lain seperti desain pembelajaran..perencanaan merupakan langkah yang sangat penting sebelum pelaksanaan kegiatan. skenario pembelajaran. waktu.. langkah pembelajaran. Kegiatan belajar mengajar (KBM) membutuhkan perencanaan yang matang agar berjalan secara efektif. materi yang akan dipelajari.. Kegiatan Awal 2. Oleh karena itu peserta harus mampu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan silabus yang disusunnya.

2. Jelaskan pengertian kurikulum secara etimologis!! Jelaskan formula kurikulum berikut: No. Mintalah fotokopi silabus dan RPP buatan mereka. Serahkan kepada dosen Anda. Formula Kurikulum 1 K = ------------Penjelasan 2 K = Σ MP 3 K = Σ MP + KK 4 K = Σ MP + K + SS + TP Tes Formatif Pertemuan III 20 . 4. minimal dalam 3 (tiga) halaman. Buat daftar pertanyaan. dan buatkan laporan hasil tanya jawab tersebut. Catat hasil tanya jawab dengan mereka. Tes esai: 1. 2.3 Tes Formatif Untuk Masing-masing Pertemuan Tes Formatif Pertemuan II (pertemuan pertama hanya penjelasan singkat tentang materi mata kuliah). SMP/MTs. Serahkan kepada dosen Anda.Pertemuan XII: UAS dan Tugas Mandiri Tugas Mandiri: 1. Tanyakan tentang hal-hal yang terkait dengan silabus dan RPP kepada mereka. dan SMA/MA/SMK). Adakan pertemuan dengan minimal 3 (tiga) orang guru (SD/MI.

3. Rencana Pelajaran 1947 merupakan kurikulum pertama di Indonesia (B/S) 21 . Kurikulum 1968 adalah kurikulum terintegrasi (integrated curriculum) (B/S) 2. Definisi yang manakah yang Anda paling lengkap. 3. state curriculum. isi. Jelaskan argumentasi Anda! Tes Formatif Pertemuan IV Tes tertulis dalam bentuk esai. dan siswa adalah siapa yang diberikan pelajaran (B/S). Jelaskan perbedaan antara kurikulum ideal dan kurikulum aktual! Jelaskan apa yang dimaksud kurikulum tersembunyi (hidden curriculum)! Berikan contohnya. Berikan contohnya. Tes Formatif Pertemuan VI Tes tertulis dalam bentuk esai. corelated curriculum. 2. Jelaskan apa yang dimaksud separated curriculum. Kurikulum adalah apa yang diajarkan. Instansi manakah di Departemen Pendidikan Nasional yang bertanggung jawab dalam pengembangan kurikulum? 2. Kurikulum dapat diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang akan dipelajari oleh peserta didik (B/S) 5. dan school curriculum. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (B/S) 9. dan integrated curriculum. 1. Materi tes ini dirangkum dari tes formatif 2 sampai ke lima. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Jelaskan pengertian national curriculum. guru adalah siapa yang mengajarkan. 1. Kurikulum tersembuny (hidden curriculum) adalah kurikulum yang tidak diketahui oleh guru (B/S) 8. Apakah yang dimaksud pengembangan kurikulum (curriculum development)? Tes Formatif Pertemuan VII (UTS) Tes tertulis dalam bentuk esai. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (B/S) 4. Jelaskan minimal dua definisi kurikulum yang Anda ketahui!! 2.Tes formatif dalam bentuk esai: 1. 1. 4. Kurikulum faktual amat ditentukan oleh agen pembelajaran atau guru (B/S) 6. Kurikulum sebelum tahun 1968 masih menganut kurikulum terpisah-pisah (separated curriculum) (B/S) 7.

9.10. 4. 3. Secara etimologis. kurikulum berarti jarak yang harus ditempuh oleh pelari (B/S) 15. 4. 1. 3. 1. 2. Apakah silabus itu? Siapa yang harus menyusun silabus? Apa landasan penyusunan silabus? Sebutkan kolom-kolom yang harus ada dalam silabus! Tes Formatif Pertemuan XI Tes tertulis dalam bentuk esai. 2. Rencana Pelajaran merupakan istilah lama untuk kurikulum (B/S) 13. 3. 2. 7. Apakah yang dimaksud RPP? 22 . Sebutkan dua dokumen KTSP! Sebutkan dua substansi dokumen II KTSP! Siapakah yang menyusun dokumen II KTSP? Tes Formatif Pertemuan X Tes tertulis dalam bentuk esai. Apakah yang dimaksud KTSP itu? Jelaskan karakteristik pembelajaran menurut KTSP! Jelaskan karakteristik penilaian menurut KTSP! Apakah yang dimaksus penilaian portofolio? Sebutkan landasan KTSP! Sebut dan jelaskan karakteristika pengelolaan kurikulum berbasis sekolah! Jelaskan prinsip-prinsip pengembangan KTSP! Sebutkan acuan operasional dalam penyusunan KTSP! Sebutkan 4 Bab dalam dokumen I KTSP! Siapakah yang menyusun dokumen I KTSP? Tes Formatif Pertemuan IX Tes tertulis dalam bentuk esai. 1. 6. 10. 8. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum sekolah (B/S) 11. 5. Sebelum tahun 1968 dunia pendidikan di Indonesia telah mengenal istilah kurikulum (B/S) 14. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum ideal (ideal curriculum) (B/S) 12. Semua kegiatan yang dirancang oleh sekolah juga termasuk dalam pengertian kurikulum (B/S) Tes Formatif Pertemuan VIII Tes tertulis dalam bentuk esai 1.

Secara etimologis. Rencana Pelajaran merupakan istilah lama untuk kurikulum (B/S) 21. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (B/S) 16. Apakah RPP sama dengan lesson plan. Sebelum tahun 1968 dunia pendidikan di Indonesia telah mengenal istilah kurikulum (B/S) 23. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum ideal (ideal curriculum) (B/S) 20. 9. Kurikulum adalah apa yang diajarkan. Kurikulum 1968 adalah kurikulum terintegrasi (integrated curriculum) (B/S) 8. Kurikulum tersembuny (hidden curriculum) adalah kurikulum yang tidak diketahui oleh guru (B/S) 14. 4. dan siswa adalah siapa yang diberikan pelajaran (B/S). Kurikulum faktual amat ditentukan oleh agen pembelajaran atau guru (B/S) 12. atau Satuan Pelajaran? Bagaimana format RPP. kurikulum berarti jarak yang harus ditempuh oleh pelari (B/S) 23 . guru adalah siapa yang mengajarkan. Kurikulum sebelum tahun 1968 masih menganut kurikulum terpisah-pisah (separated curriculum) (B/S) 13. Kurikulum dapat diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang akan dipelajari oleh peserta didik (B/S) 11.2. KTSP dapat disebut sebagai kurikulum nasional (B/S) 5. Rencana Pelajaran 1947 merupakan kurikulum pertama di Indonesia (B/S) 18. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (B/S) 10. dan pengembangan kurikulum (B/S) 3. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. isi. Dokumen II KTSP berisi tentang landasan. RPP sebenarnya sama dengan rencana mengajar (B/S) 22. 3. Guru senior tidak perlu membuat RPP (B/S) 4. Proses penyusunan KTSP melibatkan para pemangku kepentingan pendidikan (B/S) 17. KTSP disusun oleh Pusat Kurikulum (B/S) 6. atau Rencana Pengajaran. Dokumen I KTSP berisi tentang silabus dan Rencana Pelaksanaaan Pembelajaran (B/S) 2. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum sekolah (B/S) 19. program. Pada masa lalu RPP dikenal dengan Rencana Pembelajaran (RP) atau Satuan Pembelajaran (B/S) 15. dan jelaskan secara singkat! Apakah itu PAKEM? Tes UAS (Pertemuan XII) UAS menggunakan tes tertulis dalam bentuk soal Betul/Salah sebagai berikut: 1. KTSP terdiri atas dokumen I dan dokumen II (B/S) 7.

1994. 2005. Rochman Natawidjaja (Ed). Curriculum.1. Yogyakarta: Hikayat Publishing. Setiap guru harus membuat silabus dan RPP (B/S) 4. 1884 – 1962. Jakarta: Bumi Aksara. 1979. Suparlan. Semua kegiatan yang dirancang oleh sekolah juga termasuk dalam pengertian kurikulum (B/S) 25.24. Widiastono. Suparlan. Brown and Company. Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. Bobot A = 1. Boston: Little. dari Konsepsi Ke Implentasi. Alat Peraga. 6 6. C = 3. 3. A Comprehensive Introduction. (B) tes formatif. Tonny D. Tugas mandiri dan tes yang akan dinilai adalah: (A) tugas mandiri. Menjadi Guru Efektif. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. nilai tersebut dapat dipadankan sebagai berikut: Baik Sekali = 80 – 100 Baik = 70 – 79 Sedang = 60 – 69 Kurang = < 60 5 Referensi McNeil. Oemar Hamalik. Mereka yang berfikiran sedang membicarakan peristiwa-peristiwa. Kurikulum Untuk Abad Ke-21. B = 2. mantan first lady AS) Inovasi membedakan antara pemimpin dan pengekor (Steve Jobs. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. dan D = 4 Nilai Akhir Semester adalah (AX1) + (BX2) + (CX3) + (DX4) : 4. Kurikulum dan Pembelajaran. Pendidikan Manusia Indonesia.4 Umpan Balik 1. Dengan skala 4. Jakarta: Depatemen Pendidikan dan Kebudayaan. (C) UTS (ujian tengah semester). pendiri Apple Computer) 24 . 2. 1985. Mereka yang berfikiran sempit membicarakan orang lain (Eleanor Roosevelt. Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia II. Lampiran Lampiran 1: Artikel Pilihan PROGRAM INOVATIF SEKOLAH Oleh Suparlan *) Mereka yang berfikiran hebat membicarakan ide-ide. John. 1995. 2004. dan Komunikasi Pendidikan. Yogyakarta: Hikayat Publishing. 4. dan (D) UAS (ujian akhir semester).

Siapa takut? Kita sedang membicarakan ide-ide atau gagasan-gagasan. Benar sekali. Program peningkatan kompetensi SDM secara terencana dan berkelanjutan memang harus dimulai di lembaga pendidikan sekolah. Innovation is the creation of the new or the re-arranging of the old in a new way (Michael Vance) Tulisan ini akan mencoba membahas tentang program sekolah yang dapat dinilai inovatif. Padalah dahulu. bukan membicarakan fakta-fakta saja. Program Pemberian Susu dan Makanan Tambahan 25 . disempurnakan dengan memperbaiki satu atau beberapa elemennya. Namun. Itu pun sudah dapat disebut sebagai apa yang dikenal dengan inovasi. Dengan demikian. Kondisi ini juga tampak dari Human Development Index (HDI) Indonesia yang berada di bawah Vietnam. Dengan kata lain. Gagasan baru itu bisa jadi dari gagasan yang sudah lama. sehingga menjadi lebih baik dan bermanfaat. Lembaga pendidikan sekolah harus merancang berbagai program yang inovatif. kita harus melakukan hal-hal yang inovatif. maka sumber masalahnya adalah lembaga pendidikan sekolah. Memang. Boleh jadi semua itu terjadi memang karena dampak negatif dari krisis multidimensional yang masih belum sepenuhnya usai. kita harus malu dengan peringkat ke empat di Pesta Olahraga Asia Tenggara. banyak orang yang meneropongnya dari faktor kemunduran dunia pendidikan kita. apalagi membicarakan orang lain. maka lembaga pendidikan sekolah harus menjadi tempat yang strategis untuk dapat meningkatkan kompetensi SDM yang handal. Kita telah jauh ketinggalan dari negara Thailand. Setelah lembaga pendidikan keluarga. kita tidak bisa hanya melakukan yang biasa-biasa saja. Tapi. Dalam hal ini. kinerja lembaga pendidikan sekolah. Pemberdayaan KKG dan MGMP harus dapat digunakan sebagai wahana yang efektif untuk dapat meningkatkan kompetensi guru di sekolah. Kita harus melakukan hal yang luar biasa.Innovation is change that creates a new dimension of performance (Peter Drucker: Hesselbein. Peter Drucker menjelaskan kepada kita bahwa inovasi sesungguhnya adalah perubahan yang menciptakan satu dimensi baru kinerja organisasi. 2003) Innovation is the creation of the new or the re-arranging of the old in a new way (Michael Vance) Kita sekarang akan mencoba menjadi orang yang berfikiran hebat. dalam acara olahraga yang bergengsi ini kita selalu unggul. Untuk dapat membangun SDM yang handal. Juga tidak hanya dengan program-program yang biasa. gagasan-gagasan yang akan ditulis ini mungkin saja memang bukan benar-benar baru bagi sekolah tertentu. Pemberdayaan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sungguh. Namun sekolah yang lain mungkin dapat menjadi sesuatu yang sangat berharga. Boleh dikatakan bahwa negara yang lain berebut pada urutan kedua. Gagasan apa saja itu? Tentang program inovatif sekolah. Bahkan juga ketinggalan dari Vietnam. yang kemudian diperbaiki. gagasan baru juga harus semua komponennya harus baru.

Program 7K perlu digalakkan lagi. Penciptaan Lingkungan Sekolah Yang Sehat Program ini sangat terkait dengan program sebelumnya. kesehatan. Penemuan tentang rendahnya kebugaran jasmani. dan indah. karena selalu keok dalam arena pertandingan olah raga yang bergengsi ini. rindang. dan gizi anak-anak kita perlu mendapatkan perhatian kita semua.Di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. para siswa harus mengikuti upacara bendera di sekolah. dan setiap harinya mereka harus melakukan olahraga sesuai dengan hobinya. negeri adidaya Amerika Serikat telah jauh memikirkan pentingnya makan siang anak-anak sekolah melalui program makan siang anak-anak usia sekolah melalui National School Lunch Program Act yang telah ditandatangani oleh Presiden Truman pada tahun 1946. Termasuk di dalamnya adalah senam dan menari dengan olah tubuh yang penuh dengan rima dan irama itu. citakan lingkungan sekolah yang bersih. seperti ”TARUH SAMPAH PADA TEMPATNYA”. Bukan hanya itu. Para siswa di sekolah yang cukup luas di negeri tirai bambu itu diwajibkan selalu melakukan olahraga dalam cabang olahraga yang mereka suka. masalah ini terjadi karena banyak anak-anak yang tidak sarapan pagi. Tulisan-tulisan lain. maka masalahnya tidak lain dan tidak bukan adalah karena kecerdasan fisikal generasi muda kita yang masih rendah. Kedua. Lomba kebersihan 26 . pemerintah Amerika Serikat juga telah mengeluarkan program susu sekolah (school milk program). Pertama. Malaysia. atau ”KESEHATAN SEBAGIAN DARI IMAN” dapat diharapkan dapat mengisi nurani anak-anak kita yang masih putih itu. sebagai ilustrasi. Selain itu. Hasilnya? Stamina olahragawan dari negeri tirai bambu itu sangat luar biasa. Hal ini sama sekali berbanding terbalik dengan keadaan peserta didik di Negeri Cina. asupan gizi generasi muda kita masih di bawah rata-rata anak-anak di dunia. Rupanya. Nah apa yang harus diprogramkan oleh sekolah untuk mengatasi itu semua? Pemberian bubur kacang hijau. ketika pembina upacara menyampaikan pidatonya. dan makanan bergizi lainnya secara rutin sudah tentu menjadi kegiatan yang sangat berguna bagi anak-anak kita. Selidik punya selidik. Semua fasilitas olahraga telah disediakan. yang dari aspek kesehatan dan gizinya tidak dapat kita pertanggungjawabkan. susu. bukan hanya secara seremonial belaka. Ciptakan kantin sekolah yang hiegenis dengan jenis makanan yang bergizi. Jika negeri ini masih juga mengalami masalah mahalnya susu untuk tumbuh kembang anak-anak kita. Bahkan pada tanggal 14 Oktober 1940. atau ketika bendera merah putih dinaikkan beberapa anak jatuh pingsan. sebagaimana juga di sekolah-sekolah lain di tanah air. Dalam beberapa kali upacara bendera. ada kemungkinan mereka juga mengalami kekurangan gizi dan dehidrasi. tetapi harus menyentuh perubahan kebiasaan para penghuninya. atau ”CUCI TANGAN SEBELUM MAKAN”. program yang harus dibenahi adalah kantin sekolah. Memasang papan bertuliskan ”LINGKUNGAN BEBAS ROKOK” merupakan satu gebrakan yang dapat dilakukan. Mereka yang suka berolahraga memiliki kecerdasan fisikal atau kecerdasan ragawi atau kecerdasan yang dikenal dengan bodily kinestetics yang tinggi. Kalau pun negeri kita pada saaat ini masih mengalami kesulitan untuk mencari sebelas pemain sebak bola. DPR kita masih sibuk dengan urusan politik ketimbang dengan urusan makan siang anak-anak. Jangan biarkan anak-anak kita membiasakan jajan di tepi-tepi pagar sekolah.

jika ada kegiatan pertandingan olahraga. (2) rata-rata tinggi dan berat badan anak-anak kelas 5 SD. Jika ada sedikit lahan di depan sekolah. Pada waktu itu. Sebenarnya para guru telah memiliki pengetahuan dan keterampilan praktis dalam penelitian sederhana. Untuk sekolah yang tidak memiliki lahan yang luas. pencatatan secara rutin rekor olahraga prestasi harus tersedia di sekolah. The First Day Festival Ide ini diusulkan oleh seorang guru di suatu sekolah di Amerika Serikat. nama-nama siswa dengan rekor tertingginya dalam cabang olahraga tertentu. sekolah juga harus melakukannya untuk bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. tetapi sudah bisa dilakukan di SD. agar sekolah tidak terasa gersang. Disiram. maka sekolah tinggal memilih mereka untuk dapat mengikuti ajang pertandingan olahraga yang akan diikuti. program pembinaan olahraga secara teroganisasi di sekolah sudah barang tentu menjadi tanggung jawab semua komponen sekolah. dan masih banyak yang lain. Di samping olahgara rekreasi. sekolah dapat meminjamnya untuk dijadikan kebun sekolah tempat praktik anak-anak menanam berbagai jenis tanaman. Padahal obyek penelitian sederhana bagi anak-anak terbentang luas di sekolah dan lingkungannya. Jika di lingkungan sekolah ada lahan tidur yang tidak dimanfaatkan oleh yang empunya. sekolah juga dapat membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan program penanaman satu juta pohon. Namun banyak di antaranya kurang begitu yakin bahwa anak-anak mampu melakukannya. Talent Scouting Bibit Olahraga dan Seni Pembinaan olahraga memang menjadi tugas utama guru olahraga dan keshatan. maka apa yang dapat dilakukan di tingkat sekolah? Tentu saja pendidikan lingkungan hidup harus menjadi tanggung jawab sekolah. Selain itu. setiap kelas dapat diminta untuk membikin taman di depan kelasnya masing-masing. Kebun Sekolah dan Penanaman Sejuta Pohon Jika secara internasional isu pemanasan global telah melahirkan Bali Roadmap untuk memecahkan isu tersebut. Dengan demikian. Science-Tech Club Sama dengan talent scouting dalam bidang olahraga.dan keindahan kelas dapat diadakan pada saat momen-momen tertentu. Dengan catatan ini. pelibatan peran serta orangtua dalam penyelenggaraan pendidikan masih menjadi sesuatu 27 . Tetapi. Sekolah harus memiliki catatan. adalah pertanyaan penelitian sederhara yang dapat dilakukan bukan di SMP. sebagai contoh. dipupuk. Pencatatan prestasi olahraga ini dapat dilakukan pada awal tahun pelajaran atau pada saat usai ulangan semester pertama menjelang libur sekolah. maka sekolah juga dapat membuat taman sederhana untuk menanam tanaman hias atau tanaman bunga. Topiktopik lainnya misalnya: (1) rata-rata jumlah anak dalam satu keluarga. misalnya peringatan hari besar nasional dan agama. sekolah dapat menjadi tempat pembibitan olahraga dan seni yang pertama dan utama. Atau dapat meminta kepada para siswa untuk masing-masing dapat memiliki tanaman kesayangan yang harus dipelihara setiap hari dengan sepenuh hati. (3) jarak tempuh anak-anak ke sekolah. atau peringatan hari lahir sekolah. Sayur apakah yang menjadi kegemaran siswa. dan disiangi kalau ada rumput yang menggangunya.

baik dalam bidang akademis maupun nonakademis. Sebagai contoh. All beginning is difficult. Pendek kata. Acara tutup tahun sekolah. orangtua dan masyarakat menjadi lebih memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi siswa. Tetapi. dapat menjadi media untuk menyatupadukan sekolah dengan orangtua dan masyarakat. program sekolah ramah anak. Mudah-mudahan. Orangtua dan masyarakat tidak lagi merasa sebagai klien. antusiasme orangtua dan masyarakat tibatiba meningkat secara drastis. orangtua dan masyarakat menjadi lebih antusias dalam ikut serta memberikan dukungan dan bantuan terhadap pelaksanaan program-program inovatif sekolah. Dalam acara tersebut. program sekolah yang aman dan nyaman. Sulitkah semua itu kita lakukan? Semua itu memang sulit untuk pertama kalinya.suparlan. tetapi sebagai pemangku kepentingan yang memiliki tanggung jawab yang sama besar dengan pihak kepala sekolah dan para guru di sekolah. dan sudah barang tentu yang tidak memberatkan keuangan orangtua siswa. orangtua siswa dan masyarakat merasakan adanya peningkatan keakraban dan kekeluargaan antara sekolah dan orangtua siswa secara luar biasa. semua warga sekolah dan pemangku kepentingan ingin mencoba sesuatu yang tidak biasa. Dampaknya. dan menyenangkan (PAKEM) dan contextual teaching and learning (CTL) kini menjadi program inovatif di sekolah yang menjadi primadona. RPS yang disusun hendaknya memuat program-program inovatif. Akhir Kata Masih sangat banyak program inovatif lain yang dapat dilaksanakan oleh sekolah.com. para siswa dapat menunjukkan kebolehannya. Itu semua dapat dimulai dengan program inovatif yang sederhana. Dimana ada kemauan di situ ada jalan. Depok.yang langka. Dengan kata lain. Program seperti ini dapat berupa program lain yang tidak kalah inovatifnya. 22 Desember 2007 28 . kegiatan outbond. Ingin mencoba sesuatu yang baru. di hadapan orangtua dan masyarakat. yang kalau bisa yang luar biasa. Semua permulaan itu memang sulit. yang disusun oleh sekolah bersama dengan pemangku kepentingan. semua itu harus dirancang adalam rencana yang matang. Yang penting. sebagai contoh. semua warga sekolah ingin melakukan sesuatu yang baru. atau sesuatu yang sebelumnya kurang mendapatkan perhatian. Setelah program ini dilaksanakan. program sekolah berwawasan imtaq. Penerapan pembelajaran aktif. yang dikenal dengan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS). *) Website: www. E-mail: bsuparlan@yahoo. kreatif. dengan program inovatif. Tentu saja berdasarkan kondisi sekolahnya masing-masing. yakinlah bahwa semua itu dapat dilakukan jika kita memiliki kemauan. Sejak adanya festival hari pertama sekolah itu. Tentu saja. efektif.com. Dampak pengiringnya. dan masih banyak yang lainnya. baik yang terkait dengan aspek akademis maupun nonakademis di sekolah.

Selain itu. setidaknya dibutuhkan pendidikan atau pelatihan. Murid atau mahasiswa yang akan menjadi tulang punggung bangsa di masa mendatang sejak dini harus diajar dan dididik untuk membenci serta menjauhi praktek korupsi. akan berpengaruh pada banyak hal. Universitas Katolik Soegipranata. malah menambah masalah. Belajar dari penerapan kurikulum berbasis kompetensi. 17 September 2006 12:28:40 Klik: 1981 Institusi pendidikan diyakini sebagai tempat terbaik untuk menyebarkan dan menanamkan nilai-nilai antikorupsi. Tapi masalahnya. ada beberapa faktor yang mesti dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Namun. seperti penentuan buku teks. seperti pendidikan agama atau kewarganegaraan. Sebab. Apabila pilihannya dibuat khusus. Tapi. di antaranya Universitas Islam Negeri. hanya untuk sosialisasi. Untuk itu. Ciputat. Bahkan lebih dari itu. jika pengaturannya tidak jelas. bukan mustahil buku teks mengenai antikorupsi justru menjadi lahan baru untuk korupsi. bila dibebankan kepada orang tua murid. Catatan kedua berkaitan dengan proses penerapan dan evaluasi. Sebab. terlebih dulu mereka yang akan mengajarkan pelajaran antikorupsi mesti mengetahui dan memahami apa yang akan diajarkan. Sudah tentu. institusi pendidikan seperti sekolah sangat sensitif. Pertama. Tapi apa pun pilihannya. perubahan kebijakan walau kecil. apakah akan memunculkan mata pelajaran khusus atau diintegrasikan dengan mata pelajaran yang memiliki korelasi. Untuk itu. siapa yang akan membiayai. waktu dan biaya yang dihabiskan tidak sedikit. Setidaknya ada tiga perguruan tinggi yang sedang mengembangkan kurikulum tersebut. serta IAIN Arraniry. dibutuhkan biaya besar untuk pengadaan buku-buku tersebut. proses pengajaran dan evaluasi tidak terlalu sulit.Memberantas Korupsi Melalui Kurikulum Oleh icwweb Minggu. buku teks mata pelajaran yang dianggap relevan otomatis ditambah atau diubah dengan muatan baru mengenai antikorupsi. kurikulum tidak akan ada artinya tanpa guru. pilihan tersebut menimbulkan beberapa konsekuensi lanjutan. diharapkan dapat turut aktif memeranginya. Semarang. agar bisa diimplementasikan. strategi yang umumnya dipilih dengan mengintervensi secara tidak langsung proses belajar-mengajar melalui penerapan kurikulum antikorupsi. Munculnya terobosan-terobosan baru untuk melawan praktek korupsi. kalaupun kemudian ditanggung pemerintah. mesti disambut positif. Sebab. Banda Aceh. pelajaran antikorupsi akan mengulangi kegagalan pelajaran pendidikan moral Pancasila beberapa waktu lalu. akan muncul buku teks pelajaran baru mengenai antikorupsi. Selama ini mereka sudah direpotkan dengan pembelian berbagai jenis buku teks yang mahal. dari aspek teknis. Harus ada kejelasan apakah pelajaran antikorupsi nantinya akan ditekankan pada sisi pengetahuan (kognitif) atau praktek (psikomotorik). jika memilih diintegrasikan. seperti membuat kurikulum antikorupsi. Berkenaan dengan kejelasan implementasi kurikulum. Masalahnya. apabila akan diimplementasikan dalam lingkup luas. Murid 29 . Jika penekanannya hanya pada sisi pengetahuan. Tapi.

Mulai guru. institusi pendidikan sebagai benteng terakhir tempat menyebarkan nilai-nilai antikorupsi sudah menjadi tempat mempromosikan korupsi. Mulai mereformasi institusi pendidikan. jika institusi pendidikan seperti sekolah yang akan mengimplementasikan masih belum bersih dari praktek korupsi. Selain itu. sehingga tidak lagi terjadi ketimpangan kekuasaan antara kepala sekolah. Tapi tidak ada pilihan lain. Institusi pendidikan malah mengajarkan bagaimana cara melakukan korupsi. Sebab. Setidaknya tergambar dari maraknya pungutan yang dibebankan kepada orang tua murid. banyak sekali pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum kurikulum antikorupsi diterapkan. jika praktek korupsi di sekolah juga memiliki korelasi dengan lembaga di atasnya. Mereka menikmati keuntungan melalui setoran-setoran atau jasa tanda terima kasih. secara kolektif ataupun perseorangan turut menjadi pelaku. Kondisi tersebut sangat ironis. kepala sekolah. tapi tingkah laku jauh dari nilainilai tersebut. Tentu saja. Dengan demikian. karena itu harus direbut. Tes yang dilakukan berbeda dari tes pelajaran pendidikan jasmani atau olahraga. tanpa menggunakan kurikulum antikorupsi pun dengan sendirinya sekolah akan menjadi tempat 30 . dengan beragam faktor penyebab. Upaya untuk membersihkannya jauh lebih berat dibanding menyusun kurikulum antikorupsi. kenyataannya tidak demikian. pegawai tata usaha. Berharap banyak pada peranan birokrasi pendidikan pun tidak mungkin. kurikulum antikorupsi tidak akan berarti apa-apa. Pengelola sekolah mulai guru hingga kepala sekolah mesti menjadi model bagi murid. dan orang tua murid. seperti dinas pendidikan. malah tidak sedikit yang aktif menjadi bagian dari rantai korupsi di sekolah. Celakanya lagi.mampu dengan baik menjawab nilai-nilai luhur pancasila. mereka menyaksikan bagaimana korupsi dipraktekkan. Bukan rahasia lagi. akan menemukan kesulitan dalam proses evaluasi. terus mendorong upaya peningkatan kesejahteraan guru atau dosen. proses pengajaran antikorupsi tidak bisa dilakukan dengan cara konvensional: guru memberi ceramah di dalam ruang kelas dan sesekali memberi tes. setiap hari kepada murid diajarkan nilai-nilai antikorupsi. Kalau itu semua sudah dilakukan. tapi ketika keluar dari ruang kelas atau malah di dalam kelas. tapi yang dipraktekkan dalam keseharian guru atau kepala sekolah. Karena itu. korupsi sudah sangat sistemik. dengan latar belakang penyebab serta modus yang berbeda. Batasan ruang kelas harus dihilangkan. malah pengawas hingga pegawai dinas pendidikan. akan ada perlawanan dari orang-orang yang selama ini menikmati keuntungan dari praktek korupsi di institusi pendidikan. Apabila menginginkan hingga tingkatan praktek (psikomotor). Institusi pendidikan seperti sekolah justru menjadi salah satu tempat tumbuh subur praktek korupsi. Namun sayang. biasanya pelajaran yang paling diingat oleh murid bukan hasil ceramah di ruang kelas. dari minimnya kesejahteraan hingga ketimpangan kekuasaan. Selain itu. guru. Alat atau instrumen yang mampu mengukur tingkat kemampuan murid dalam menerapkan nilai-nilai antikorupsi tidak mudah dibuat.

Ade Irawan. karena memang itu khitahnya. MANAJER DIVISI MONITORING PELAYANAN PUBLIK. 16 September 2006 31 . INDONESIA CORRUPTION WATCH/SEKRETARIS KOALISI PENDIDIKAN Tulisan ini disalin dari Koran tempo.mempromosikan nilai-nilai antikorupsi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful