PANCASILA SEBAGAI IDENTITAS BANGSA Identitas nasional pada hakikatnya merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh

dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan suatu bangsa dengan ciri-ciri khas. Dengan ciri-ciri khas tersebut, suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam hidup dan kehidupannya. Diletakkan dalam konteks Indonesia, maka Identitas Nasional itu merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang sudah tumbuh dan berkembang sebelum masuknya agama-agama besar di bumi nusantara ini dalam berbagai aspek kehidupan dari ratusan suku yang kemudian dihimpun dalam satu kesatuan Indonesia menjadi kebudayaan Nasional dengan acuan Pancasila dan roh Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar dan arah pengembangannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kata “globalisasi” diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekadar definisi kerja (working definition), sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. Globalisasi mempengaruhi hampir semua aspek yang ada di masyarakat, termasuk diantaranya aspek budaya. Kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Baik nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan/psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang merupakan subsistem dari kebudayaan. Munculnya arus globalisme yang dalam hal ini bagi sebuah Negara yang sedang berkembang akan mengancam eksistensinya sebagai sebuah bangsa. Sebagai bangsa yang masih dalam tahap berkembang kita memang tidak suka dengan globalisasi tetapi kita tidak bisa menghindarinya. Globalisasi harus kita jalani ibarat kita menaklukan seekor kuda liar kita yang berhasil menunggangi kuda tersebut atau kuda tersebut yang malah menunggangi kita. Mampu tidaknya kita menjawab tantangan globalisasi adalah bagaimana kita bisa memahami dan malaksanakan Pancasila dalam setiap kita berpikir dan bertindak. Persolan utama Indonesia dalam mengarungi lautan Global ini adalah masih banyaknya kemiskinan, kebodohan dan kesenjangan sosial yang masih lebar. Dari beberapa persoalan diatas apabila kita mampu memaknai kembali Pancasila dan kemudian dimulai dari diri kita masing-masing untuk bisa menjalankan dalam kehidupan sehari-hari, maka globalisasi akan dapat kita arungi dan keutuhan NKRI masih bisa terjaga. Suatu bangsa harus memiliki identitas nasional dalam pergaulan internasional. Tanpa national identity, maka bangsa tersebut akan terombang-ambing mengikuti ke mana angin membawa. Dalam ulang tahunnya yang ke-62, bangsa Indonesia dihadapkan pada pentingnya menghidupkan kembali identitas nasional secara nyata dan operatif.Identitas nasional kita terdiri dari empat elemen yang biasa disebut sebagai konsensus nasional. Konsensus dimaksud adalah Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. revitalisasi Pancasila harus dikembalikan pada eksistensi Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara. Karena ideologi adalah belief system, pedoman hidup dan rumusan cita-cita atau nilai-nilai (Sergent, 1981), Pancasila tidak perlu direduksi menjadi slogan sehingga seolah tampak nyata dan personalistik. Slogan seperti “Membela Pancasila Sampai Mati” atau “Dengan Pancasila Kita Tegakkan Keadilan” menjadikan Pancasila seolah dikepung ancaman dramatis atau lebih buruk lagi, hanya dianggap sebatas instrumen tujuan. Akibatnya, kekecewaan bisa mudah mencuat jika slogan-slogan itu tidak menjadi pantulan realitas kehidupan masyarakat. Karena itu, Pancasila harus dilihat sebagai ideologi, sebagai cita-cita. Maka secara otomatis akan tertanam pengertian di alam bawah sadar rakyat, pencapaian cita- cita, seperti kehidupan rakyat yang adil dan makmur, misalnya, harus dilakukan bertahap. Dengan demikian, kita lebih leluasa untuk merencanakan aneka tindakan guna mencapai cita-cita itu. Selain perlunya penegasan bahwa Pancasila adalah cita-cita, hal penting lain yang dilakukan untuk merevitalisasi Pancasila dalam tataran ide adalah mencari maskot. Meski dalam hal ini ada pandangan berbeda karena dengan

memeras Pancasila berarti menggali kubur Pancasila itu sendiri, namun dari sisi strategi kebudayaan adalah tidak salah jika kita mengikuti alur pikir Soekarno, jika perlu Pancasila diperas menjadi ekasila, Gotong Royong. Mungkin inilah maskot yang harus dijadikan dasar strategi kebudayaan guna penerapan Pancasila. Pendeknya, ketika orang enggan menyebut dan membicarakan Pancasila, Gotong Royong dapat dijadikan maskot dalam rangka revitalisasi Pancasila.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada hakikatnya manusia hidup tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, manusia senantiasa membutuhkan orang lain. Pada akhirnya manusia hidup secara berkelompok-kelompok. Manusia dalam bersekutu atau berkelompok akan membentuk suatu organisasi yang berusaha mengatur dan mengarahkan tercapainya tujuan hidup yang besar. Dimulai dari lingkungan terkecil sampai pada lingkungan terbesar. Pada mulanya manusia hidup dalam kelompok keluarga. Selanjutnya mereka membentuk kelompok lebih besar lagi sperti suku, masyarakat dan bangsa. Kemudian manusia hidup bernegara. Mereka membentuk negara sebagai persekutuan hidupnya. Negara merupakan suatu organisasi yang dibentuk oleh kelompok manusia yang memiliki cita-cita bersatu, hidup dalam daerah tertentu, dan mempunyai pemerintahan yang sama. Negara dan bangsa memiliki pengertian yang berbeda. Apabila negara adalah organisasi kekuasaan dari persekutuan hidup manusia maka bangsa lebih menunjuk pada persekutuan hidup manusia itu sendiri. Di dunia ini masih ada bangsa yang belum bernegara. Demikian pula orang-orang yang telah bernegara yang pada mulanya berasal dari banyak bangsa dapat menyatakan dirinya sebagai suatu bangsa. Baik bangsa maupun negara memiliki ciri khas yang membedakan bangsa atau negara tersebut dengan bangsa atau negara lain di dunia. Ciri khas sebuah bangsa merupakan identitas dari bangsa yang bersangkutan. Ciri khas yang dimiliki negara juga merupakan identitas dari negara yang bersangkutan. Identitas-identitas yang disepakati dan diterima oleh bangsa menjadi identitas nasional bangsa. Dengan perkataan lain, dapat dikatakan bahwa hakikat identitas asional kita sebagai bangsa di dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila yang aktualisasinya tercermin dalam berbagai penataan kehidupan kita dalam arti luas, misalnya dalam Pembukaan beserta UUD kita, sistem pemerintahan yang diterapkan, nilai-nilai etik, moral, tradisi, bahasa, mitos, ideologi, dan lain sebagainya yang secara normatif diterapkan di dalam pergaulan, baik dalam tataran nasional maupun internasional. Perlu dikemukaikan bahwa nilai-nilai budaya yang tercermin sebagai Identitas Nasional tadi bukanlah barang jadi yang sudah selesai dalam kebekuan normatif dan dogmatis, melainkan sesuatu yang terbuka-cenderung terus menerus bersemi sejalan dengan hasrat menuju kemajuan yang dimiliki oleh masyarakat pendukungnya. Konsekuensi dan implikasinyaadalahidentitas nasional juga

2 Rumusan Masalah · Apa pengertian Identitas Nasional? · Apa saja unsur-unsur Identitas Nasional? · Apa saja faktor-faktor pendukung kelahiran Idetitas Nasinal? · Apa pengertian pancasila sebagai kepribadian dan Identitas Nasional? 1. pengembangan kebudayan untuk membina dan mengembangkan identitas nasional kita telah diberi dasar dan arahnya. budaya dan persatuan dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia “. Kebudayaan lama dan asli terdapat ebagi puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah seluruh Indonesia. 2. terlepas dari apa dan bagaimana kebudayaan itu dipahami yang dalam khasanah ilmiah terdapat tidak kurang dari 166 definisi sebagaimana dinyatakan oleh Kroeber dan Klukhohn di tahun 1952. dan dialektis untuk ditafsir dengan diberi makna baru agar tetap relevan dan funsional dalam kondisi aktual yang berkembang dalam masyarakat.4 Sistematika Penulisan BAB II PEMBAHASAN 2. 1.4 Sistematika Penulisan KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN I. Krisis multidimensi yang kini sedang melanda masyarakat kita menyadarkan bahwa pelestarian budaya sebagai upaya untuk mengembangkan Identitas Nasional kita telah ditegaskan sebagai komitmen konstitusional sebagaimana dirumuskan oleh para pendiri negara kita dalam Pembukaan.4 Pancasila Sebagai Kepribadian dan Identitas Nasional BAB III PENUTUP 3. Kemudian dalam UUD 1945 yang diamandemen dalam satu naskah disebutkan dalam Pasal 32: 1. · Untuk mengetahui unsur-unsur Identitas Nasional. Dengan demikian secara konstitusional. Negara memajukan kebudayan Nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memeliharra dan mengembangkan nilai-nilai budaya. dinamis. 1. · Untuk mengetahui pengertian pancasila sebagai kepribadian dan Identitas Nasional.sesuatu yang terbuka.2 Saran DAFTAR PUSTAKA .1 Kesimpulan 3. Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab.1 Pengertian Identitas Nasional 2.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan 1. yaitu : Kebudayan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budaya rakyat Indonesia seluruhnya.2 Unsur-Unsur Identitas Nasional 2. Negara menghormatio dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. · Untuk mengetahui faktor-faktor pendukung kelahiran Identitas Nasional.I Latar Belakang 1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan · Untuk megetahui pengertian Identitas Nasional. khususnya dalam Pasal 32 UUD 1945 beserta penjelasannya. terhitung sebagai kebudayaan bangsa.2 Rumusan Masalah 1.3 Faktor-Faktor Kelahiran Identitas Nasional 2.

2 Unsur-Unsur Identitas Nasional Unsur-unsur pembentuk identitas yaitu: 1. Secara etimologis . Semboyan Negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika 6. Namun sejak pemerintahan presiden Abdurrahman Wahid. Bahasa Nasional atau Bahasa Persatuan yaitu Bahasa Indonesia 2. yang mengatur mengenai hak dan kewajiban warga Negara. · Identitas Alamiah. tanda atau jati diri yang melekat pada seseorang. sesuatu sehingga membedakan dengan yang lain.com/sttintim/jhontitaley. Agama Kong H Cu pada masa orde baru tidak diakui sebagai agama resmi negara. Kata “nasional” merujuk pada konsep kebangsaan. Dasar Negara. Budha dan Kong Hu Cu. dan Ideologi Negara · Identitas Instrumental yang berisi UUD 1945 dan tata perundangannya. Agama-agama yan tumbuh dan berkembang di nusantara adalah agama Islam. dan agama.html) disebutkan bahwa: Satu jati diri dengan dua identitas: . Bahasa: merupakan unsure pendukung Identitas Nasonal yang lain. budaya. Menurut sumber lain ( http://goecities. filsafat pancasila dan juga sebagai Ideologi Negara sehingga mempunyai kedudukan paling tinggi dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk disini adalah tatanan hukum yang berlaku di Indonesia. kepribadian bangsa. sertakepercayaan. demokrasi serta hak asasi manusia yang berkembang semakin dinamis di Indonesia. Konstitusi (Hukum Dasar) negara yaitu UUD 1945 8. Bahsa dipahami sebagai system perlambang yang secara arbiter dientuk atas unsure-unsur ucapan manusia dan yang digunakan sebgai sarana berinteraksi antar manusia. Katolik. Hindu. Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat 9. Suku bangsa: adalah golongan sosial yang khusus yang bersifat askriptif (ada sejak lahir). Bendera Negara. Dari unsur-unsur Identitas Nasional tersebut dapat dirumuskan pembagiannya menjadi 3 bagian sebagai berikut : · Identitas Fundamental. Lambang Negara. Jadi. Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”. pegertian Identitas Nsaional adalah pandangan hidup bangsa. Kebudayaan: adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk social yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagi rujukan dan pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. Bendera negara yaitu Sang Merah Putih 3. Kristen. 3. bahasa. yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Bahasa Indonesia. tanda-tanda atau jati diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain. Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai Kebudayaan Nasional 2. Identitas Nasional Indonesia : 1. Konsepsi Wawasan Nusantara 10. yang meliputi Negara kepulauan (Archipelago) dan pluralisme dalam suku. kelompok atau . yaitu pancasila merupakan falsafah bangsa. dalam arti lain juga sebagai Dasar Negara yang merupakan norma peraturan yang harus dijnjung tinggi oleh semua warga Negara tanpa kecuali “rule of law”. Lambang Negara yaitu Pancasila 5. Lagu Kebangsaan yaitu Indonesia Raya 4. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak kurang 300 dialeg bangsa. Kata identitas berasal dari bahasa Inggris identiti yang memiliki pengerian harfiah ciri-ciri. Kata identitas berasal dari bahasa Inggris identity yang memiliki pengertian harfiah. Dasar Falsafah negara yaitu Pancasila 7.1 Pengertian Identitas Nasional Istilah identitas nasional dapat disamakan dengan identitas kebangsaan. ciri. identitas nasional berasal dari kata “identitas” dan “ nasional”. 2.BAB II PEMBAHASAN 2. 4. istilah agama resmi negara dihapuskan. Agama: bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis.

pada dasarnya tercakup dalam proses pembentukan identitas nasional bangsa Indonesia yang telah berkembang dari masa sebelum bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan dari penjajahan bangsa lain. · Faktor pendorong. Sebagaimana terjadi di berbagai negara di dunia. Konsekuensinya. dan pemantapan sistem pendidikan nasional · Faktor reaktif. yaitu: · Faktor primer. Adanya persamaan nasib . Adanya keinginan bersama untuk merdeka .3 Faktor-Faktor Pendukung Kelahiran Identitas Nasional 1. dayak. mencakup etnisitas. dan yang sejenisnya. · Perlu diruuskan oleh suku-suku tersebut. dan sebagainya. · Faktor penarik. Dalam kondisi seperti ini. politik. Jika Challence cukup besar sementara response kecil maka bangsa tersebut akan punah dan hal ini sebagaimana terjadi pada bangsa Aborigin di Australia dan bangfsa Indian di Amerika. Faktor pembentukan Identitas Bersama. social. cirri khas suatu bangsa yang merupakan local genius dalam menghadapi pengaruh budaya asing akan menghadapi Challence dan response. bahasa. dan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia (Suryo. maluku. yaitu dari ideologi partikular kearah ideology universal dan dalam kondisi seperti ini kapitalismelah yang akan menguasainya. timo. Faktor-faktor yang mendukung kelahiran identitas nasional bangsa Indonesia meliputi: · Faktor Objektif. bugis. yaitu faktor historis. Faktor-faktor yang diperkirakan menjadi identitas bersama suatu bangsa. Menurut Berger dalam The Capitalist Revolution. Khatolik.1. Menurut Robert de Ventos. Perubahan global ini menurut Fakuyama membawa perubahan suatu ideologi. yang meliputi faktor geografis-ekologis dan demografis · Faktor Subjektif. melepaskan diri dari belenggu penjajahan 3. 2. Eksistensi suatu bangsa pada era globalisasi yang sangat kuat terutama karena pengaruh kekuasaan internasional. Budha. dalam menghadapi proses perubahan tersebut sangat tergantung kepada kemampuan bangsa itu sendiri. era globalisasi dewasa ini. yaitu penderitaan bersama dibawah penjajahan bangsa asing lebih kurang selama 350 tahun 2. munculnya identitas nasional suatu bangsa sebagai hasil interaksi historis ada 4 faktor penting. negara nasional akan dikuasai oleh negara transnasional yang lazimnya didasari oleh negara-negara dengan prinsip kapitalisme. mencakup modifikasi bahasa dalam gramatika yang resmi. muncullah kebangkitan kembali kesadaran nasional. meliputi pembangunan komunikasi dan teknologi. Identitas Nasional · Suatu konsep kebangsaan yang tidak pernah ada padanan sebelumnya. · Orang dengan berbagai latar belakang agama: Islam. Namun demikian jika Challance kecil sementara response besar maka bangsa tersebut tidak akan berkembang menjadi bangsa yang kreatif. yaitu wilayah nusantara yang membentang dari Sabang sampai Merauke . negara-negara kebangsaan lambat laun akan semakin terdesak. justru dalam era globalisasi dengan penuh tantangan yang cenderung menghancurkan nasionalisme. Identitas Primordial · Orang dengan berbagai latar belakang etnik dan budaya: jawab. agama. Adanya kesatuan tempat tinggal . ideology kapitalisme yang akan menguasai dunia. Istilah Identitas Nasional secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain. dsb. Kapitalisme telah mengubah masyarakat satu persatu dan menjadi sistem internasional yang menentukan nasib ekonomi sebagian besar bangsa-bangsa di dunia. Proses pembentukan bangsa. social. lahirnya angkatan bersenjata modern dan pembanguanan lainnya dalam kehidupan bernegara. dan secara tidak langsung juga nasib. 2002) 2. Oleh karena itu agar bangsa Indonesia tetap eksis dalam menghadapi globalisasi maka harus tetap meletakkan jati diri dan identitas nasional yang merupakan kepribadian bangsa Indonesia sebagai dasar pengembangan kreatifitas budaya globalisasi. 2002). politik dan kebudayaan. Hindu. batak. tumbuhnya birokrasi. Namun demikian. yaitu : · Primordial · Sakral · Tokoh · Bhinneka Tunggal Ika · Sejarah · Perkembangan Ekonomi · Kelembagaan Faktor-faktor penting bagi pembentukan bangsa Indonesia sebagai berikut 1.negara membutuhkan identitas-identitas untuk menyataukan masyarakat bangsa yang bersangkutan. Menurut Toyenbee. bali. Kristen. dikutip Manuel Castelles dalam bukunya “The Power of Identity” (Suryo. 2. territorial.

Melindungi seganap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia 2. Terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak serta memberikan fondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan. Fenomena globalisasi dengan berbagai macam aspeknya seakan telah meluluhkan batas-batas tradisional antarnegara. filsafat suatu bangsa dan Negara berakar pada pandangan hidup yang bersumber pada kepribadiannya sendiri. kesetaraan. mandiri. Tujuan Negara Indonesia selanjutnya terjabar dalam alenia IV Pembukaan UUD 1945. Dalam konteks Indonesia. Alinea pertama menyatakan: “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan . disebutkan bahwa Visi pembangunan nasional adalah : 1.org. Tatkala bangsa Indonesia berkembang menujufase nasionalisme modern. dan keadilan sosial Adapun visi bangsa Indonesia adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai . perdamaian abadi. Hal ini sesuai dengan amanat dalam Alenia II Pembukaan UUD 1945 yaitu negara Indonesia yang merdeka. bertakwa dan berahklak mulia. dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat. dan hak asasi manusia. Alhasil. cinta tanah air. Pada titik inilah semangat Nasionalisme akan menjadi slah satu elemen utama dalam memperkuat eksistensi Negara/Bangsa.4. konflik komunal menjadi fenomena umum yang terjadi diberbagai belahan dunia.Cita. Berbagai tindakan kekerasan (separatisme) yang dipicu sentimen etnonasionalis yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia bahkan menyedot perhatian internasional. Konflik-konflik serupa juga melanda Indonesia. adil dan makmur. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan . sikap nasionalisame membutuhkan sebuah wisdom dalam mlihat segala kekurangan yang masih kita miliki dalam kehidupan bermasyarakat. bangsa dan negara yang menjujung tinggi hukum.kliping_detail. Mencerdaskan Kehidupan bangsa 4. Penataan. Makna falsafah dalam pembukaan UUD 1945. beriman. maju dan sejahtera. berkesadaran hukum dan lingkungan. khususnya negara-negara berkembang. Tujuan dan Visi Negara Indonesia. Setelah tidak adanya GBHN makan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka mengenah (RPJM) Nasional 20042009. berkeadilan. Memajukan kesejahteraan umum 3. Jadi. bersatu. Dengan rumusan singkat. Sejarah budaya bangsa sebagai akar Identitas Nasional. filsafat pancasila itu bukan muncul secara tiba-tiba dan dipaksakan suatu rezim atau penguasa melainkan melalui suatu historis yang cukup panjang. mengausai ilmu pengetahuandan teknologi. Nasionalisme bukan saja dapat dipandang sebagai sikap untuk siap mengorbankan jiwa raga guna mempertahankan Negara dan kedaulatan nasional. Terwujudnya masyarakat . rukun dan damai. berdaya saing. Maknanya. karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. berdaulat adil dan makmur. menghapus jarak fisik antar negara bahkan nasionalisme sebuah negara. berdaulat. kemerdekaan adalah hak semua bangsa dan penjajahan bertentangan dengan hak asasi manusia. dengan demikian akan menjadi prasyarat utama bagi upaya menciptakan sebuah Negara kuat (strong state). Terwujudnya kehidupan masyarakat . Secara rinci sbagai berikut : 1. Menurut sumber lain (http://unisosdem. yang berbunyi sebagai berikut: 1. 3. dan sekaligus kemauan untuk terus mengoreksi diri demi tercapainya cita-cita nasional. negara Indonesia bercita-cita mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Bangsa Indonesia bercita-cita mewujudkan negara yang bersatu. Adanya cita-cita bersama untuk mencapai kemakmuran dan keadilan sebagai suatu bangsa Cita. Jadi. dan bernegara. berbangsa. yang kemudian diabstraksikan menjadi suatu prinsip dasar filsafat Negara yaitu Pancasila. bersatu. 2. pengelolaan. bangsa dan negara yang aman. memilki sejarah serta prinsip dalam hidupnya yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Study Robert I Rotberg secara eksplisit mengidentifikasikan salah satu karakteristik penting Negara gagal (failed states) adalah ketidakmampuan negara mengelola identitas Negara yang tercermin dalam semangat nasionalisme dalam menyelesaikan berbagai persoalan nasionalnya. konflik-konflik ini kian diperuncing karekteristik geografis Indonesia. diletakanlan prinsip-prinsip dasar filsafat sebagai suatu asas dalam filsafat hidup berbangsa dan bernagara. bahkan pengembangan nasionalisme dalam identitas nasional. Prinsip-prinsip dasar itu ditemukan oleh para pendiri bangsa yang diangkat dari filsafat hidup bangsa Indonesia. . demokratis. tetapi juga bermakna sikap kritis untuk member kontribusi positif terhadap segala aspek pembangunan nasional.4 Pancasila sebagai Kepribadian dan Identitas Nasional Bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa dari masyarakat internasional. 2.php/?aid=7329&coid=1&caid=52) Disebutkan bahwa: kegagalan dalam menjalankan dan medistribusikan output berbagia agenda pembangnan nasional secaralebih adil akan berdampak negatif pada persatuan dan kesatuan bangsa. Dapat pula dikatakan pula bahwa pancasila sebagai dasar filsafat bangsa dan Negara Indonesia pada hakikatnya bersumber kepada nilai-nilai budaya dan keagamaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sebagai kepribadian bangsa. Dengan kata lain. Ketidakmampuan ini dapat memicu intra dan interstatewar secara hamper bersamaan. serta memiliki etos kerja yang tinggi serta berdisiplin.

Alinea ini mempertegas cita-cita yang harus dicapai oleh bangsa Indonesia melalui wadah Negara kesatuan republik Indonesia. Faktor primer. Bahasa : Bahasa Melayu-penghubung (linguafranca). dan makmur. dan yang sejenisnya. filsafat pancasila dan juga sebagai Ideologi Negara sehingga mempunyai kedudukan paling tinggi dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. territorial. bila Negara ingin mencapai cita-cita maka kehidupan berbangsa dan bernegara harus mendapat ridha Allah SWT yang merupakan dorongan spiritual.moral. Alinea kedua menyebutkan: “ dan perjuangan kemerdekaaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia kepada depan gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka. 3. Indonesia sendiri sudah menganggap bahwa dirinya memiliki identitas nasional. Faktor reaktif. Agama : sistem keyakinan dan kepercayaan. lahirnya angkatan bersenjata modern dan pembanguanan lainnya dalam kehidupan bernegara. maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam susunan Negara republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dan berdasarkan kepada: ketuhanan yang maha esa. Identitas nasional merupakan pandangan hidup bangsa. dan pemantapan sistem pendidikan nasional. agama. serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.umur. Maknanya. Maknanya: adanya masa depan yang harus diraih (cita-cita). Unsur-unsur dari identitas nasional adalah Suku Bangsa: gol sosial (askriptif : asal lhr). pada dasarnya tercakup dalam proses pembentukan identitas nasional bangsa Indonesia yang telah berkembang dari masa sebelum bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan dari penjajahan bangsa lain. menmcerdaskan kehidupan bangsa. Kebudayaan: pengetahuan manusia sebagai pedoman nilai. tumbuhnya birokrasi. Beribu-ribu kemungkinan yang terus melintas dibenak pikiran. Alinea keempat menyebutkan: “ kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum.dlm kehidupan aktual.2. kepribadian bangsa. persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. meliputi pembangunan komunikasi dan teknologi. BAB III PENUTUP 3. Faktor penarik. dalam hidup keseharian yang mencakup suatu negara berdaulat. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Faktor-faktor kelahiran identitas nasional adalah Faktor-faktor yang mendukung kelahiran identitas nasional bangsa Indonesia meliputi faktor subjektif dan factor objektif. das sein das sollen.2 Saran . Faktor pendorong.Kendatipun. 4.1 Kesimpulan Sekilas kata-kata diatas memang membuat tanda tanya besar dalam memaknainya. bahasa. golongan. 3. berdaulat. mencakup etnisitas. Alinea ketiga menyebutkan: “ atas berkat rahmat Allah yang maha kuasa dan dengan didorong oleh keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya. untuk menjawab sebuah pertanyaan yang membahas tentang identitas nasional. mencakup modifikasi bahasa dalam gramatika yang resmi. adil. perdamaian abadi dan keadilan sosial. kemanusiaan yang adil dan beradab.

hal tersebut terbukti dengan adanya tempat peribadatan yang dianggap suci. masyarakat lebih cenderung menggunakan Pancasila sebagai dasar pembentukan dan penggunakan setiap kegiatan yang mereka lakukan. Pelaksanaan Pancasila pada masa reformasi cenderung meredup dan tidak adanya istilah penggunaan Pancasila sebagai propoganda praktik penyelenggaraan pemerintahan. 2009: 6). Oleh karena itu. Pancasila disebut sebagai identitas bangsa dimana Pancasila mampu memberikan satu pertanda atau ciri khas yang melekat dalam tubuh masyarakat. sopan santun. Indonesia menjadi suatu bangsa yang tidak dapat disamakan dengan bangsa lain dan itu semua tidak akan pernah lepas dari tanggung jawab dan perjuangan dari warga Indonesia itu sendiri untuk tetap menjaga nama baik bangsanya.blogspot. artinya masyarakat Indonesia sebagai warga negara dan warga masyarakat mempunyai kedudukan dan hak yang sama. Karena mempunyai kedudukan. Sebagai dasar negara. Pandangan hidup masyarakat yang terdiri dari kesatuan rangkaian nilai-nilai luhur tersebut adalah suatu wawasan yang menyeluruh terhadap kehidupan itu . kitap suci dari berbagai ajaran agamanya. dan lain-lain merupakan salah satu wujud nilai luhur dari Pancasila khususnya sila ke-1. Seluruh tatanan hidup bernegara yang bertentangan dengan Pancasila sebagai kaidah yuridis-konstitusional pada dasarnya tidak berlaku dan harus dicabut. lemah lembut terhadap sesama mampu memberikan sumbangan terhadap pelaksanaan Pancasila. Dengan demikian penetapan Pancasila sebagai dasar falsafah negara berarti bahwa moral bangsa telah menjadi moral negara (Dipoyudo: 1984). Dalam menggunakan hak-haknya selalu memperhatikan dan mempertimbangkan kepentingan negara dan masyarakat. Dalam pokok-pokok kerakyatan. Dengan keunikan inilah. Peran Pancasila dalam hal ini sebenarnya adalah untuk menciptakan masyarakat “kerakyatan”. di mana. serta jiwa seluruh kegiatan negara dalam segala bidang kehidupan (A. Hal ini berarti bahwa moral Pancasila telah menjadi sumber tertib negara dan sumber tertib hukumnya. Di Indonesia tidak pernah putus-putusnya orang percaya kepada Tuhan.Identitas nasional merupakan suatu ciri yang dimiliki oleh bangsa kita untuk dapat membedakannya dengan bangsa lain. perlu ada upaya pewarisan budaya penting tersebut melalui pendidikan Pancasila yang dilaksanakan dalam pendidikan formal (sekolah). pendidikan keagamaan. Soegito. http://aktrismonika. Jadi. dkk.com/2009/05/identitas-nasional. Sebagai contoh nilai keadilan yang bermakna sangat luas dan tidak memihak terhadap satu golongan ataupun individu tertentu. Sejarah Indonesia membuktikan bahwa nilai luhur bangsa yang tercipta merupakan sebuah kekayaan yang dimiliki dan tidak bisa tertandingi. untuk dapat mempertahankan keunika-keunikan dari bangsa Indonesia itu sendiri maka kita harus menanamkan akan cinta tanah air yang diwujudkan dalam bentuk ketaatan dan kepatuhan terhadap atura-aturan yang telah ditetapkan serta mengamalkan nilai-nilai yang sudah tertera dengan jelas di dalam pancasila yang dijadikan sebagai falsafah dan dasar hidup bangsa Indonesia. Hal ini terjadi lebih dikarenakan oleh adanya globalisasi yang melanda Indonesia dewasa ini. Dalam perkembangan masyarakat yang secara kultur. Pancasila pun harus diwariskan kepada generasi muda bangsa Indonesia berikutnya melalui pendidikan. hak serta kewajiban harus seimbang dan tidak memihak ataupun memaksakan kehendak kepada orang lain. Pancasila mempunyai kekuatan mengikat secara yuridis.html Peran Pancasila sebagai Identitas dan Nilai Luhur Bangsa Pancasila merupakan dasar pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Masyarakat terbius akan kenikmatan hedonisme yang dibawa oleh paham baru yang masuk sehingga lupa dari mana. upacara keagamaan. Setiap bangsa memiliki kepedulian kepada pewarisan budaya luhur bangsanya. Unsur pembentukan Pancasila berasal dari bangsa Indonesia sendiri. hal ini terbukti dengan adanya pondok-pondok atau padepokan yang dibangun mencerminkan kebersamaan dan sifat manusia yang beradab. dan untuk siapa sebenarnya mereka hidup. Seakan-akan mereka melupakan bangsanya sendiri yang dibangun dengan semangat juang yang gigih dan tanpa memandang perbedaan. Bangsa Indonesia yang dikenal ramah tamah. T. masyarakat dituntut untuk saling menghargai dan hidup bersama dalam lingkungan yang saling membaur dan bisa membentuk sebuah kepercayaan (trust) sebagai modal untuk membangun bangsa yang berjiwa besar dan bermoral sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila. Hal ini yang mendorong bagaimana statement masyarakat mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tersebut.

dogmatc) dimensi kultur seyogyanya mendahului dua dimensi lainnya. terutama bagaimana belajar lagi dari sejarah agar Pancasila sebagai ideologi dan falsafah negara benar-benar diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari (Djohermansyah Djohan: 2007). Empat pilar tersebut ibaratkan sebuah kepercayaan untuk mewujudkan kehidupan berbangsa yang rukun dan tanpa adanya sebuah keganjalan seperti konflik dan sebagainya. Kalau mau didefinisikan sebagai satu kata maka trust (kepercayaan) adalah kata yang bisa mempresentasikan kondisi tersebut (Konioko dan Woller. bukan nilai-nilai Pancasila yang meresap ke dalam kehidupan masyakat.sendiri. Trust (kepercayaan) sangat diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat. hal ini dikarenakan kepercayaan bersifat fundamental. secara mendasar (grounded. Selain itu Pancasila digunakan sebagai asas tunggal bago organisasi masyarakat maupun organisasi politik (Djohermansyah Djohan: 2007). tetapi kemunafikan yang tumbuh subur dalam masyarakat. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pada masa Orde Baru menginginkan pemerintahan yang ditandai dengan keinginan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Sebab setiap ungkapan para pemimpin mengenai nilainilai kehidupan tidak disertai dengan keteladanan serta tindakan yang nyata sehingga Pancasila yang berisi nilainilai luhur bangsa dan merupakan landasan filosofi untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Cara melakukan pendidikan semacam itu. tetapi dalam kenyataannya masyarakat tahu bahwa kelakuan mereka jauh dari apa yang mereka katakan. Bahkan dapat dikatakan kualitas relasi sosial terletak pada sejauh mana nilai fundamental itu mendapat perhatian. 1999). dan Bhineka Tunggal Ika. kolusi. Sedangkan James Coleman sebagaimana yang dikutip oleh Francis Fukuyama dalam bukunya Trust: The Social and Creation of Prosperity (1995) mendefinisikan modal sosial sebagai kemampuan masyarakat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama di dalam berbagai kelompok organisasi. dan nepotisme (KKN) dan fundamentalism. UUD NRI 1945. setelah dikemas dalam pendidikan yang disebut penataran P4 atau PMP ( Pendidikan Moral Pancasila). Karena Orde Baru tidak mengambil pelajaran dari pengalaman sejarah pemerintahan sebelumnya. yang diharapkan akan mencerminkan nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh bangsa yang bersangkutan (Solly Lubis: 2003). ternyata justru mematikan hati nurani generasi muda terhadap makna dari nilai luhur Pancasila tersebut. Sebagai bahan analisis yang menjadikan kepercayaan itu merupakan sebuah faktor utama dari pelaksanaan Pancasila. Pancasila sebagai Wujud Modal Sosial Bangsa Modal sosial (social capital) bisa dikatakan sebagai kelompok individu atau grup yang digunakan untuk merealisasi kepentingan manusia. akhirnya kekuasaan otoritarian Orde Baru pada akhir 1998-an runtuh oleh kekuatan masyarakat. Pancasila yang berisi nilai-nilai luhur. Berakhirnya kekuasaan Orde Baru menandai adanya Pemerintahan Reformasi yang diharapkan mampu memberikan koreksi dan perubahan terhadap penyimpangan dalam mengamalkan Pancasila dan UUD 1945 dalam praktik bermasyarakat dan bernegara yang dilakukan pada masa Orde Baru. Lebih-lebih pendidikan Pancasila dan UUD 45 yang dilakukan melalui metode indoktrinasi dan unilateral. Hal inilah yang menandai bahwa pada masa itulah masyarakat Indonesia sedang mengalami krisis identitas bangsa. Namun dalam praktik pada masa reformasi yang terjadi adalah tindakan korupsi. bagi rakyat hanyalah omong kosong yang tidak mempunyai makna apapun. Penanaman nilai-nilai Pancasila pada masa Orde Baru dilakukan secara indoktrinatif dan birokratis. Dalam praktik kehidupan bernegara. yang tidak memungkinkan terjadinya perbedaan pendapat. karena di dalam dimensi budaya itu tersimpan seperangkat nilai (value system). semakin mempertumpul pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila. Hal itu memberikan peluang bagi bangsa Indonesia untuk membenahi dirinya. sebut saja 4 (empat) pilar kehidupan berbangsa. Hal itu terutama disebabkan oleh karena pendidikan yang doktriner tidak disertai dengan keteladanan yang benar. Pandangan hidup berfungsi sebagai kerangka acuan baik untuk menata kehidupan diri pribadi maupun dalam interaksi antar manusia dalam masyarakat serta alam sekitarnya. karena masyarakat menilai bahwa aturan dan norma hanya untuk orang lain (rakyat) tetapi bukan atau tidak berlaku bagi para pemimpin. Akibatnya. Antara lain Pancasila. Hukum berdiri diatas ideologi Pancasila yang berperan sebagai pengatur dan pondasi norma masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. atau nama sejenisnya. Mereka yang setiap hari berpidato dengan selalu mengucapkan kata-kata keramat: Pancasila dan UUD 45. berbangsa dan bermasyarakat. Selanjutnya sistem nilai ini menjadi dasar perumusan kebijakan (policy) dan kemudian disusul dengan pembuatan hukum (law making) sebagai rambu-rambu yuridis dan code of conduct dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. terutama bagi generasi muda. berakibat fatal. . Perilaku itu justru semakin membuat persepsi yang buruk bagi para pemimpin serta meredupnya Pancasila sebagai landasan hidup bernegara. Sangat jelas bahwa kepercayaan menyentuh sendi kehidupan yang paling mendasar dari sisi kemanusiaan baik sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial. akan tetapi masalah yang muncuk ke permukaan adalah apakah masih ada keadilan dalam penegakan hukum tersebut. Ketika sebuah nilai kepercayaan itu hilang maka yang timbul adalah perpecahan yang sifatnya mendarah daging. Masyarakat Indonesia sekarang ini tidak hanya mendambakan adanya penegakan peraturan hukum.

atau upaya pengaburan (eliminasi) identitas. Namun pengakuat sebagai polisi dunia pada negara Amerika Serikat tidak bisa dilakukan. Hilangnya kepercayaan (trust) sebagai wujud modal sosial dalam kehidupan masyarakat merupakan awal munculnya beberapa akibat adanya paham fundamentalis dan kapitalis di Indonesia. Faktor yang mendorong krisis identitas dalam mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara terdiri dari dua faktor yang mendasar. Tahun 2008. ada 46 buah gereja yang dirusak atau dibakar. ada 19 buah gereja yang diganggu atau dibakar di Bekasi. selanjutnya beliau menjelaskan sejarah Indonesia sejak abad ke-18 telah menunjukkan kultur bangsa dan semangat yang berkobar. Cianjur. Selain itu lengsernya kekuasaan Soeharto yang menandakan jatuhnya Orde Baru sebagai bentuk kekuasaan yang otoritarian. Pluralisme yang menjadi alasan berdirinya NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Konflik tersebut menjadi konflik yang struktural. Padahal bangsa ini mempunyai identitas yang jelas.” ucap Gus Dur. sehingga Amerika Serikat disebut sebagai polisi dunia. hal tersebut merupakan cermin lunturnya nilai-nilai dalam Pancasila. Adanya kebutuhan yang mendesak dan ketidakterbatasan masyarakat juga ikut serta dalam mewujudkan sebuah konflik tersebut terjadi. selama masa pemerintahan Presiden Soekarno (1945 – 1966) hanya ada 2 buah gereja yang dibakar. Krisis identitas yang mulai tergerus itulah yang menyebabkan banyaknya perbedaan diantara golongan dan berdampak timbulnya konflik ataupun permusuhan. yang berbeda dengan kapitalis dan fundamentalis. Pada 12 Februari 2010 lalu. Faktor internal merupakan faktor yang terjadi karena adanya kegiatan-kegiatan didalam sub sistem tersebut. Jakarta. Purwakarta. yaitu Pancasila. angka gereja yang dirusak atau dibakar sebanyak 410 buah. dan sebagainya justru kenyataannya adalah sebaliknya. Depok. terancam. yang mengandung makna saling menghormati. Menurut data FKKJ tersebut. Sekilas kasus ini merupakan bentuk ketidakharmonisan antar umat beragama. Menurut MUI. menghargai. yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Parung. Bangsa Indonesia pun dihadapkan pada problem krisis identitas. Jawa Barat yaitu bentrokan antara Front Pembela Islam (FPI) dengan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Pada era pemerintahan Presiden Soeharto (1966-1998) ada 456 gereja yang dirusak atau dibakar. pemerintah kurang tegas dalam menangani masalah tersebut sehingga menimbulkan masalah baru yang bersifat struktural dan berkelanjutan. Pihak HKBP yang terdapat dalam kasus penyegelan rumah milik jemaat HKBP yang disalahgunakan menjadi gereja. Krisis Identitas dalam Kehidupan Berbangsa Era globalisasi yang sedang melanda masyarakat dunia. salah satunya yaitu setelah kehancuran Perang Dingin (1947-1991) antara Uni Soviet dengan Amerika Serikat sehingga memperkuat pertahanan keamanan di Amerika Serikat. artinya konflik tersebut berlanjut dan dengan adanya tindakan nyata dari kedua belah pihak untuk saling memenangkan argumen mereka. Kerusuhan tersebut menyebabkan berbagai fasilitas umum menjadi rusak dan identitas bangsa sebagai negara yang menjunjung persatuan dan kesatuan sedikit demi sedikit sudah mulai luntur.Namun sebuah fenomena dan kelangsungan dari perjalanan reformasi memberikan ruang bagi para masyarakat yang tidak mengerti akan hal tersebut. sehingga disini rawan terjadinya konflik di dalam masyarakat itu sendiri. Tangerang. Sebenarnya kasus yang terdapat di Bekasi tersebut bukan merupakan kasus kebebasan beribadat dan beragama ataupun yang berbau SARA. Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ) mengeluarkan data. Bekasi. namun merupakan kasus tempat beribadat dan persoalan perijinan mendirikan bangunan. ada 40 buah gereja yang mendapat gangguan. Tahun 2009 sampai Januari 2010. Hal ini didukung dengan fakta sering dijumpai masyarakat Indonesia yang dari segi perilaku sama sekali tidak menampakkan identitas mereka sebagai masyarakat Indonesia. Sedangkan dari tahun 1975 atau masa setelah diberlakukannya SKB 2 Menteri tahun 1969 hingga saat lengsernya Soeharto tahun 1998. Meskipun demikian bangsa Indonesia pada tataran selanjutnya masih banyak terjadi konflik yang berbau SARA. HKBP merasa tidak terima atas keputusan pemerintah yang kurang demokratis yang akhirnya terjadi bentrokan antara jemaat HKBP dengan warga Muslim Bekasi. Sedangkan faktor eksternal merupakan faktor pendorong krisis identitas dari luar substansi. antara lain adanya konflik yang berbau SARA dan lain sebagainya. seperti konflik yang terjadi antara Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan Ahmadiyah. hal tersebut dikarenakan jika Amerika . Sebagai dasar negara Pancasila mempunyai keunggulan dalam mengatur kehidupan masyarakat Indonesia. Pada periode 1965-1974. “Bangsa Indonesia krisis identitas. yang menurut mereka dalam tahun 2007 ada 100 buah gereja yang diganggu atau dipaksa untuk ditutup. Paham fundamentalisme yang hadir di tengah-tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang menyebabkan semua itu. cenderung melebur semua identitas menjadi satu. menjunjung tinggi kebersamaan. Sebagai konflik yang terjadi di Cengkareng. Konflik yang sering terjadi di Indonesia merupakan konflik yang sebagian besar disebabkan karena krisis moral dan tidak bisa mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila. Masyarakat Indonesia ditantang untuk makin memperkokoh jatidirinya. yaitu tatanan dunia baru. Temanggung dan Sibuhuan Kabupaten Padang Lawas (Sumatera Utara). yaitu ketika masa Orde Baru Pancasila dijadikan sebagai supported regime dan pada masa sekarang menjadi favourable dalam kekuasaan.

mental. Kondisi seperti ini sangat bertentangan sengan rasa keadilan sebagai salah satu nilai ideologi yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan peran Pancasila sebagai modal sosial. sedangkan masyarakat sebagai korban dari korupsi tersebut. kebersamaan. Adanya faktor-faktor tersebut Indonesia tidak lepas dari dampaknya yaitu adanya krisis identitas bangsa. Perbuatan korupsi telah digolongkan sebagai kejahatan internasional karena telah ditetapkan melalui Konvensi Internasional (Atmasasmita. Kecenderungan tindak korupsi tersebut hanya memihak dan menguntungkan satu pihak saja.824 kasus. 10 Tahun 2004 disebutkan bahwa Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum. muncul kasus fundamentalis agama dalam hal tindak pidana korupsi. Indonesia merupakan negara yang meyakini keberadaan agama sebagai hal tersebut. Sebagai modal sosial. ada 6 keyakinan yang terdapat di Indonesia dan masing-masing keyakinan mempunyai dasar ataupun pedoman sesuai dengan keyakinannya. sehingga diperlukan kajian tentang konsepsi sistem hukum di Indonesia.Serikat menjadi polisi dunia maka Amerika Serikat berhak dan berkewajiban untuk melindungi semua negara di dunia ini. Adanya tindak pidana korupsi disebabkan karena lemahnya moral individu. tanpa adanya agama manusia tidak bisa berpikir secara naluri dan tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat yang berbeda kepercayaan merupakan wujud nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam bentuk keharmonisan. ketentraman. Penyimpangan dan implementasi dari sistem hukum yang berlapis seperti dijelaskan pada gambar di atas adalah ketidakkonsistenan dalam interaksi dan penerapan dari pasal tersebut yang dapat menjadi akar masalah korupsi di Indonesia. Selain krisis identitas yang bersifat moralitas dan kekuasaan. dan mampu diselesaikan sekitar 39. Ketika kepercayaan (trust) masyarakat mulai meredam terhadap nilai dan makna Pancasila. Ini menunjukkan adanya nilai ideologi Pancasila sudah tidak dihiraukan lagi dalam menjalankan roda pemerintahan. dan . tentunya Pancasila memberikan nilai tersendiri. pada masa kini masyarakat hanya menjadikan Pancasila sebagai “buah bibir” saja tanpa bisa menghayati dan mengamalkannya secara utuh.986. contoh vonis bebas korupsi atau SP3 (Surat Perintah Pemberhentian Penyidikan) lebih banyak di tingkat penyidikan dibandingkan kasus-kasus pencurian ayam bahkan sering kali korban penganiayaan yang dihakimi oleh masa. Faktor pendidikan dikalangan keagamaan menjadi sangat penting dan strategis dalam membangun moral.963. Penyebab tindak korupsi tersebut jika di lihat dari aspek sosial politik sangat berkaitan dengan masalah kekuasaan yang diperoleh dengan aktivitas kegiatan dalam kepentingan politik. setiap manusia pasti mempunyai Tuhan dan percaya bahwa Tuhan itu ada. Berdasarkan tesis Hans Kelsen. Fundamentalisme Agama sebagai akibat Lemahnya Pengamalan Nilai Ideologi Pancasila Agama merupakan pondasi hidup setiap manusia. lemahnya penegakan hukum dalam menindaklanjuti tindak pidana korupsi yang semakin merajalela. Pancasila khususnya Sila ke-1 menyebutkan “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Munculnya paham fundamentalis dan kapitalis sebagai kenyataan akan hal tersebut. 2004: 40). dan karakter bangsa yang peka dan anti korupsi. kedudukan Pancasila sebagai norma hukum tertinggi yang dalam tata hukum global disebut ground norm atau staat fundamental norm mengingat sesuai kenyataan sejarah (legal history) selama 60 tahun tidak goyah sebagai ideologi dan dasar negara hukum di Indonesia. sudah jelas dan tidak diragukan lagi. artinya Pancasila mempunyai nilai dan peran implementasinya dalam penyelenggaraan negara. Sebagai contoh adalah kasus korupsi ditengah-tengah masyarakat. Perspektif ke depan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara hukum berdasarkan UUD 1945 yang memiliki dasar negara Pancasila. Bareskrim Polri mampu menangani kasus tindak pidana korupsi sebanyak 1.025. Praktik penegakan hukum dan peradilan yang timpang dengan rasa keadilan masyarakat sebagai wujud terkikisnya nilai Pancasila yang berperan sebagai modal sosial bangsa.66. banyak paham yang masuk seperti globalisasi dan fundamentalis. kedudukan Pancasila dalam UUD 1945 berada pada tingkat tertinggi (Ilham Bisri: 2005). Dalam kurun waktu 5 tahun (2004-2008) Dirtipikor dan WCC. Hal ini dengan tegas dinyatakan pada Pembukaan UUD 1945 alenia IV dan pada Pasal 2 UU No. Ketika krisis kepercayaan itu terjadi. Hal ini berarti bahwa Pancasila harus diletakkan sebagai kaidah dasar yang mempunyai arti sebagai sumber dari segala sumber hukum serta menjadi dasar bagi berlakunya UUD 1945. Ketika itu.129. di samping itu. dimana paham-paham yang muncul ditengah-tengah kehidupan masyarakat Indonesia. maka disitulah titik awal dari munculnya krisis identitas yang menyebabkan seseorang melakukan segala cara untuk mendapatkan dan mempertahanlan kekuasaan dengan tidak menghiraukan lagi nilainilai ideologi yang terkandung dalam Pancasila itu.6% dan menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 9. Korupsi sebagai Wujud Krisis Identitas Bangsa Adanya krisis identitas bangsa yang terjadi selama beberapa dekade menyebabkan mentalitas bangsa menjadi tergerus dan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Fundamentalisme seperti yang telah dikemukakan oleh Karen Armstrong. tapi bisa juga menjadi kerusuhan berskala besar dan sulit untuk menemukan jalan tengahnya. Akan terdapat berbagai jawaban dari mereka. Substansi kerusuhan tersebut sangat sempit dan kecil. Barat menjadi mengenal dan memanfaatkan kebudayaan umat Islam yang sudah lebih tinggi daripada yang mereka miliki saati itu. Pancasila berperan penting dalam segala hal. merupakan salah satu fenomena yang sangat mengejutkan pada abad ke20. Namun.wordpress. dan Antar Golongan). yaitu jiwa yang mengikat kita pada satu rasa dan satu tujuan. Namun ada kenyataan yang berbeda ketika pertanyaan tersebut dihadapkan kepada masyarakat awam. Fenomena yang disebut sebagai fundamentalisme agama tersebut memang tidak dapat dilepaskan dari situasi sosial. tidak jarang hal tersebut justru mendorong berbagai keributan/kerusuhan. politik. Ras. http://mohkusnarto. Perang Salib berlangsung hinggga tujuh kali (Perang Salib VII tahun 1270-1291) status Yerusalem/Palestina tidak berubah. Modal sosial terbentuk karena trust (kepercayaan) masyarakat terhadap apa yang mereka dengar dan lihat. begitu pula dalam keagamaan. Hal tersebut dikarenakan rendahnya jiwa nasionalisme bangsa. bahkan tak jarang dari mereka yang mempunyaikeyakinan dan tujuan yang sama justru malah mengalami konflik internal.com/2011/02/10/pancasila-sebagai-identitas-dan-nilai-luhur-bangsa/ “Gambar pohon beringin dalam Pancasila melambangkan sila ke berapa?” Pertanyaan ini terdengar sangat mudah dan biasanya ditanyakan oleh guru sekolah dasar kepada muridnya. Perang Salib (1069-1291) merupakan perang antar umat Kristen Eropa dengan umat Islam yang memperebutkan Yerussalem/Palestina. dan ekonomi masyarakat dan selama aparat tidak tegas dalam menindak kejadian-kejadian seperti itu. kejadian tersebut dihubungkan dengan fundamentalisme. Begitu mengerikan ekspresi dari fundamentalisme ini. Selain itu. ada yang . Krisis agama yang bersifat kerusuhan tersebut tidak hanya terdapat pada masyarakat yang berbeda keyakinan. Keuntungan dari peperangan itu. dan bahkan bisa membawa nama masing-masing kelompok tersebut dalam ranah konflik yang bersifat SARA (Suku. dan lain sebagainya. dan ekonomi masyarakat kita. Agama. Amerika Serikat. peristiwa paling menghebohkan dunia yang terjadi pada Semtember 2001 silam yaitu penghancuran gedung World Trade Center (WTC) di New York. Kegagalan pemerintah mengatasi kemiskinan dan masalah-masalah ekonomi selalu membuat masyarakat tergoda untuk melakukan kekerasan dalam menyalurkan aspirasinya. hubungan dagang Asia-Eropa menjadi lebuh hidup dan berkembang. Bahkan kedudukan Barat/Kristen di Syira dan Palestina hilang. Motif dari peristiwa itu tidak jauh dari fundamentalisme agama yaitu menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan dengan dilandasi fanatisme agama yang berlebihan. politik. Bom Kedutaan Besar Australia di Jakarta. hal-hal itu tetap akan terus berlangsung.sebagainya. Perbedaan keyakinan yang terdapat di dalam masyarakat itu merupakan multikulturalisme bangsa Indonesia. Sehingga dapat dikatakan bahwa selama tidak ada perubahan dari kondisi sosial. Bom Bali II. ketidaktegasan aparat juga turut memberi andil bagi kelangsungan hidup organisasi yang identik dengan kekerasan dalam mengemukakan pendapatnya. Sementara di Indonesia terjadi peristiwa bom bunuh diri di berbagai tempat seperti Bom Bali I. Di samping itu. yaitu tetap dikuasai umat Islam.

terkandung dalam Pembukaan UUD 1945. Dengan membuat periodisasi dari awal kemerdekaan Indonesia hingga era reformasi akan terlihat perbedaan tipe hukum yang diadopsi oleh masing. Ketiga. hukum responsif yaitu hukum sebagai sarana aspirasi masyarakat sehingga dalam hukum ini keadilan substansif lebih terlihat dibanding kedua tipe hukum lain. 2009. Juga upaya lanjutan yang berupa diundangkannya tentang hak asasi manusia. Pendidikan merupakan salah satu faktor pendukung untuk lebih memahami Pancasila. para manusia muda ini berkontribusi dalam mengubah dari Orde Baru menjadi era . Kedua. yang di dalamnya terkandung Pancasila sebagai filsafat negara. Misalnya ketika terjadi beberapa amandemen UUD 1945 dalam upaya perlindungan hukum terhadap hak asasi manusia di Indonesia. hukum otonom yaitu hukum sebagai alat dan berorientasi kepada penegakkan hukum sehingga keadilan preosedural lebih terlihat. Di era sekarang ini yang menjunjung tinggi hak asasi manusia dan demokrasi sebenarnya akan lebih menunjang pemahaman masyarakat mengenai negara hukum Pancasila. hukum represif yaitu hukum yang merupakan alat kekuasaan represif. Walaupun dalam UUD 1945 tidak ditemukan istilah “negara hukum Pancasila”. Pancasila yang berlambang burung Garuda dengan kepala menghadap kanan. terlebih lagi pemahaman mengenai sila-sila Pancasila yang merupakan identitas bangsa. Menurut pakar Philippe Nonet dan Philip Selznick membedakan menjadi tiga. Pertama. setidaknya terlihat pencapaian mengenai perwujudan negara hukum Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian. Sebagian ahli hukum Indonesia berpendapat bahwa paham negara hukum yang dianut Indonesia adalah negara hukum Indonesia. 96) Ide mengenai negara hukum Pancasila dicetuskan pada tahun 1945. Jawaban yang beragam dari masyarakat menunjukkan pemahaman mengenai Pancasila yang sebenarnya. Mencoba mengetahui apakah arti negara hukum dan apakah arti Pancasila yang merupakan identitas negara? Apakah masyarakat sendiri pun mengerti dan memahami istilah “negara hukum Pancasila”? Pertama akan mencari mengenai arti dari istilah Pancasila. Sebenarnya tujuan dari negara hukum sendiri adalah sebagai sarana dalam mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila disini sebagai landasan filosofis negara Indonesia. Pancasila terdiri dari lima sila yang di dalamnya mencakup semua nilai dalam kehidupan bermasyarakat. Kedua. pemahaman terhadap negara hukum Indonesia harus dilihat dalam konteks Pancasila yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Istilah negara hukum akan dikaitkan dengan tipe perkembangan hukum.lancar menjawabnya.masing era. Di era reformasi. dari perspektif filosofis. Pasal 1 ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945 menyatakan bahwa negara Indonesia adalah negara hukum. Nonet dan Selznick mengakui ketiga tipe hukum merupakan hal asbtrak yang dalam faktanya tidak akan ditemui dalam bentuknya murni. ada yang menjawab lama sambil mengingat kembali bahkan ada yang diam atau tidak menjawab karena lupa. Bahkan yang akan menjadi semakin miris apabila pertanyaan sederhana tadi ditanyakan kepada wakil rakyat dan ada wakil rakyat tersebut tidak mengetahui jawabannya. Contohnya ketika reformasi. Tipe perkembangan hukum dapat digunakan untuk menganalisis karakteristik dari negara hukum Pancasila. Mahasiswa yang selalu didengungkan sebagai agen perubahan memang banyak berkontribusi dalam negara. penyebutan istilah tersebut bukan merupakan suatu yang berlebihan. Argumentasinya adalah semua isi batang tubuh UUD 1945 dijiwai oleh Pembukaan UUD 1945. mengenai arti negara hukum. (Walter Wanggur. Bagi masyarakat yang lancar dan benar menjawab tentu bukanlah suatu masalah yang perlu dikaji tetapi bagi masyarakat yang tidak bisa menjawab karena lupa bahkan dengan alasan tidak tahu maka akan menjadi suatu ironi di negara yang menyebutkan bahwa Pancasila merupakan identitas bangsa.hari. Tipe ini menjelaskan bahwa hukum taat kepada kekuasaan dan perintah dari penguasa yang kewenangannya tidak terbatas. namun melihat fakta sampai era sekarang belum terealisasikan sempurna di kehidupan sehari.

dan yang sejenisnya. Proses pembentukan bangsa. mencakup modifikasi bahasa dalam gramatika yang resmi. pada dasarnya tercakup dalam proses pembentukan identitas nasional bangsa Indonesia yang telah berkembang dari masa sebelum bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan dari penjajahan bangsa lain. kuliah kerja nyata. dan pemantapan sistem pendidikan nasional · Faktor reaktif. Dasar Negara. Bahasa Indonesia. munculnya identitas nasional suatu bangsa sebagai hasil interaksi historis ada 4 faktor penting. yang meliputi faktor geografis-ekologis dan demografis · Faktor Subjektif. Adanya persamaan nasib . dikutip Manuel Castelles dalam bukunya The Power of Identity (Suryo.reformasi. Faktor pembentukan Identitas Bersama. dan agama. tumbuhnya birokrasi. Mensosialisasikan pemahaman dari apa yang telah dipelajari lalu direalisasikan kepada masyarakat misalkan adanya sekolah kerakyatan. Lambang Negara. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya . sertakepercayaan.masing baik sains maupun sosial. Dengan tulisan dan aksinya. budaya. · Faktor pendorong. yaitu pancasila merupakan falsafah bangsa. politik. mencakup etnisitas. Indonesia http://permataulfah. Faktor-Faktor Pendukung Kelahiran Identitas Nasional 1. bahasa. Dimulai dari kontribusi mahasiswa dalam UKM atau lembaga BEM. mahasiswa dapat menciptakan inovasi sesuai dengan bidangnya masing. Walaupun baru terhadap masyarakat lokal suatu daerah namun hal tersebut membantu para masyarakat ini untuk lebih memahami identitas negaranya dimana ia memijakkan kaki.com/2011/08/17/negara-hukum-pancasila-sebagai-identitas-bangsa-indonesia/ perlambang yang secara arbiter dientuk atas unsure-unsur ucapan manusia dan yang digunakan sebgai sarana berinteraksi antar manusia. Dari unsur-unsur Identitas Nasional tersebut dapat dirumuskan pembagiannya menjadi 3 bagian sebagai berikut : · Identitas Fundamental. bahasa. lahirnya angkatan bersenjata modern dan pembanguanan lainnya dalam kehidupan bernegara. · Faktor penarik. yaitu: · Faktor primer. 2002) 2. Bendera Negara. yaitu penderitaan bersama dibawah penjajahan bangsa asing lebih kurang selama 350 tahun 2. Menurut Robert de Ventos. · Identitas Alamiah. dan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia (Suryo. C.blogdetik. yaitu : · Primordial · Sakral · Tokoh · Bhinneka Tunggal Ika · Sejarah · Perkembangan Ekonomi · Kelembagaan Faktor-faktor penting bagi pembentukan bangsa Indonesia sebagai berikut 1. yaitu faktor historis. melepaskan diri dari belenggu penjajahan 3. 2002). Adanya kesatuan tempat tinggal . social. Faktor-faktor yang diperkirakan menjadi identitas bersama suatu bangsa. territorial.negara membutuhkan identitasidentitas untuk menyataukan masyarakat bangsa yang bersangkutan. Mahasiswa memasuki usia sebagai manusia dewasa sehingga buah pikiran mereka pun diperhitungkan. identitas. agama. dan Ideologi Negara · Identitas Instrumental yang berisi UUD 1945 dan tata perundangannya. Adanya keinginan bersama untuk merdeka . negara hukum pancasila.Faktor-faktor yang mendukung kelahiran identitas nasional bangsa Indonesia meliputi: · Faktor Objektif. yaitu wilayah nusantara yang membentang dari Sabang sampai Merauke . mengadakan desa binaan. yang meliputi Negara kepulauan (Archipelago) dan pluralisme dalam suku. meliputi pembangunan komunikasi dan teknologi.

akan tetapi lebih cermat dan bijak dalam menjalani dan menghadapi tantangan dan peluang yang tercipta. serta harus menjunjung toleransi antarumat beragama. menduduki peringkat ke-3 tertinggi di Dunia.A. Memang. cinta tanah air. 3. antara lain Islam sebagai agama dominan. berkesadaran hukum dan lingkungan. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan Sila kerakyatan berakar dalam masyarakat Indonesia dan merupakan suatu unsur kepribadian bangsa Indonesia. berdaulat. Protestan. dapat dikatakan bahwa perikemanusiaan adalah dasar hidup bangsa Indonesia untuk turut membantu memajukan umat manusia dan mencapai cita-cita kebahagiaan bagi seluruh dunia.4. KeTuhanan Yang Maha Esa Indonesia memiliki 5 agama yang dianut oleh masyarakatnya. berkeadilan. Secara rinci sbagai berikut : 1. Bangsa Indonesia bercita-cita mewujudkan negara yang bersatu. Bila menghubungkan kebudayaan sebagai karakteristik bangsa dengan Pancasila sebagai kepribadian bangsa. setiap agama tersebut mengajarkan kebaikan kepada umat pengikutnya yang membuat mereka menaati aturanNya serta berbakti kepadaNya. pengambilan keputusan dengan musyawarah mufakat lah yang harus dilakukan dan menjadi ciri dari bangsa Indonesia sekarang. beriman. Mencerdaskan Kehidupan bangsa 4. Pancasila 1. berdaya saing. mandiri. perdamaian abadi. Naskah Pancasila . adil dan makmur. Persatuan Indonesia 4. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia B. 2. Hal ini cukup bertentangan dengan sifat kerakyatan Indonesia yang didasarkan atas kekeluargaan dan keputusannya harus mencapai mufakat. dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat. Persatuan (Kebangsaan) Indonesia Persatuan dapat diwujudkan dengan adanya kerjasama dan kebersamaan. demokratis. Indonesia memiliki masyarakat yang bersifat peduli terhadap kesukaran dan mau membantu orang lain. bertindak ramah. . Katolik. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. mengausai ilmu pengetahuandan teknologi. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab (Perikemanusiaan) Sebagai negara yang berketuhanan. Hal ini sesuai dengan amanat dalam Alenia II Pembukaan UUD 1945 yaitu negara Indonesia yang merdeka. maju dan sejahtera. Melindungi seganap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia 2. Budha. dan Hindu.Cita. Memajukan kesejahteraan umum 3. pada saat ini demokrasi Indonesia yang berasal dari barat itu. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan . Sehingga. tentunya kedua hal ini merupakan suatu kesatuan layaknya keseluruhan sila dalam Pancasila yang mampu menggambarkan karakteristik yang membedakan Indonesia dengan negara lain. Semangat persatuan yang dianut Indonesia direalisasikan dalam bentuk gotong royong sebagai sifat bangsa Indonesia. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab 3. Tujuan dan Visi Negara Indonesia. Dengan rumusan singkat. dan keadilan sosial Adapun visi bangsa Indonesia adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai . bersatu. Tujuan Negara Indonesia selanjutnya terjabar dalam alenia IV Pembukaan UUD 1945. serta memiliki etos kerja yang tinggi serta berdisiplin. Akan tetapi dalam pelaksanaannya. demokrasi ini hanya dijadikan alat bagi para birokrat pemerintah yang saling bertarung bahkan menggunakan cara kotor untuk memenuhi individual-interest nya. berdaulat adil dan makmur. negara Indonesia bercita-cita mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Maka. Adanya cita-cita bersama untuk mencapai kemakmuran dan keadilan sebagai suatu bangsa Cita. Penjabaran Kelima Sila Pancasila sebagai Gambaran Kepribadian Bangsa 1. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan 5. 4. bertakwa dan berahklak mulia. Sebagai manusia harus berbuat baik kepada sesama dengan melakukan tindakan sosial dan beramal. Pribadi manusia inilah yang kemudian menjadi karakteristik bangsa Indonesia. Sebagai identitas nasional Pancasila sebagai kepribadian bangsa harus mampu mendorong bangsa Indonesia secara keseluruhan agar tetap berjalan dalam koridornya yang bukan berarti menentang arus globalisasi. Tentunya.

Oleh karena itu perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan haruslah dikembangkan. seseorang akan lebih mudah dikenal dan dipahami oleh masyarakat sekitar. secara tidak disadari telah menjadikan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang kuat. Identitas merupakan tanda pengenal atau ciri khusus seseorang dalam realitas sosial. Pancasila sebagai indentitas bangsa Indonesia yang berfungsi mengatur beragam tradisi politik. Hal ini berdampak pada keberhasilan proses internalisasi pendidikan manusia sebagai makhluk sosial. inilah hal yang harus kita pahami secara mendalam di era globalisasi yang sarat akan penjajahan gaya baru (neo kolonialsme) dengan teknologi sebagai amunisinya. merupakan satu aturan pokok yang secara khusus dan komprehensif mengatur berbagai macam urusan yang menyangkut moral publik (public morality). Direktur Reform Institute meluncurkan sebuah buku yang mengupas tuntas tentang Pancasila sebagai identitas bangsa Indonesia. Menurut penuturan beliau. seberapa sering pemilu. dlsb. Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia Kepribadian bangsa Indonesia yaitu keadilan sosial Indonesia yang menuju kepada cita-cita mencapai suatu tata masyarakat yang adil dan makmur. dengan memporsikan identitas bersama yakni kebersamaan sebagai bentuk kekuatan bersama bangsa untuk melawan kolonialisme.com/2011/05/08/mempertahankan-identitas-bangsa/ Baru-baru ini Yudi Latif. memerlukan pemahaman kontekstual yang komprehensif. Pancasila sebagai identitas bangsa Indonesia yang dirumuskan oleh panitia PPKI tanggal 18 Agustus 1945 atas dasar kemajemukan (plural) ras dan golongan.wordpress. Keberagaman masyarakat Indonesia yang merupakan formalistis dari sikap kebhinekaan. seberapa banyak kita punya sumber daya alam. Sikap kerukunan dan gotong royong dalam konsep Pancasila harus direvitalisasi sebagaimana mestinya. seberapa banyak anggota parlemen. seperti seberapa banyak lulusan sarjana. Sebagaimana telah disampaikan oleh mantan presiden ke-2 RI. alm. Dengan memiliki identitas – terlebih identitas yang asli-. Peneliti sekaligus pengamat politik lulusan Australian Nation University (ANU) ini juga mengupas tuntas identitas bangsa Indonesia dalam konteks Pancasila sebagai upaya dalam membangun bangsa yang berkesejahteraan dan berwawasan global. menjadi sebuah kekuatan tersendiri masyarakat ketika pihak kolonial Belanda membumi hanguskan wilayah dan masyarakat Indonesia dengan praktek imperialismenya. Keadilan harus dirasakan oleh keseluruhan lapisan masyarakat Indonesia agar dapat memajukan kesejahteraan dan kemakmuran Indonesia yang menyeluruh. suatu bangsa bisa dikatakan maju tidak hanya ditentukan oleh faktor teknis semata. Kemajuan suatu bangsa ditentukan juga oleh kemampuan dirinya dalam . Tujuan utama adalah agar terjadinya pemahaman yang proporsional dari segenap lapisan bangsa akan pentingnya memahami identitas bangsa.5. Selain itu.” http://initialdastroboy. Soeharto dalam pidato kenegaraannya tanggal 16 Agustus 1975. “…saya mengajak masyarakat luas … untuk memikirkan dan mengusahakan rumusan-rumusan penjabaran Pancasila itu yang sederhana dan mudah dimengerti sehinga mudah juga untuk dihayati dan diamalkan oleh segenap rakyat Indonesia. pemahaman identitas bangsa harus digulirkan kedalam sistem pendidikan nasional dengan merevitalisasi aspek-aspek krusial dalam konsep Pancasila. Hemat saya. Berbagai bentuk serangan kolonial baik materi maupun non-materi.

“Saya hanya seorang ilmuwan yang bisanya melahirkan buku-buku meski dengan berdarah-darah. dan juga ketidakjelasan visi-misi kita ke depan itu menurut beliau disebabkan oleh ketidakmampuan diri kita mendefinisikan siapa bangsa Indonesia itu. Dalam hal ini Yudi Latif menegaskan bahwa dirinya bukanlah pengusaha yang bisa memberikan banyak uang.Berdasarkan hakikat pengertian identitas nasional sebagai mana di jelaskan di atas maka identitas nasional suatu Bangsa tidak dapat di pisahkan dengan jati diri suatu bangsa ataulebih populer disebut dengan kepribadian suatu bangsa. Banyak ketimpangan dan kemerosotan moral dan nilai dari semangat Pancasila yang masih banyak dianut oleh petinggi Negara. . Solusinya adalah dengan membatasi seberapa kali orang bisa duduk di DPR.” tegasnya. Hal ini menyangkut indetitas bangsa yang kita gunakan. kita jangan mengagamakan Pancasila. Menjernihkan posisi Pancasila sebagai dasar Negara adalah meluruskan pemahaman kita bahwa Pancasila bukanlah sebuah ideologi seperti agama. realita saat ini jauh dari harapan mulia para pendiri bangsa.Bangsa menunjuk pada kelompok2 persekutuan hidup manusia yang lebih besar dari sekedar pengelompokkan berdasar ras. dan jangan mempancasilakan agama. tidak mengurusi dan juga mencampuri moral pribadi. dan pejabat Negara lainya memprakarsai pemahaman ini terlebih dahulu. Yudi Latif menyatakan bahwa pemahaman rakyat akan nilai-nilai moral Pancasila bisa diukir apabila para penyelenggara konstitusi yang terdiri dari anggota parlemen. Tegasnya. dansebagainya. Sebelum mempancasilakan rakyat hal ini harus sudah menjadi agenda penting petinggi Negara. Hal ini bertujuan dalam proses regenerasi yang akan cepat tercapai. dalam memahami identitas bangsa (baca: Pancasila). Logikanya. kalau kita tidak kenal diri kita sendiri. Kekuasaan murni dalam entitas Negara Indonesia masih kontras terlihat. Selanjutnya.mengenal identitas atau jati diri secara komprehensif. Kata nasional berasal dari bahasa Inggris yang berarti bangsa. modal awal dalam membangun bangsa dan Negara Indonesia adalah dengan memahami jati diri bangsa terlebih dahulu melalui pendidikan karakter. yakni Pancasila. Hal ini menjadi sebuah solusi praktis dan logis untuk lebih mengedepankan pemahaman terhadap identitas bangsa. Kata nasional sendiri tidak bisa dipisahkan dari kemunculan konsep nasionalisme. kelompok. Pancasila hanya mengurusi pergaulan lintas komunitas. kita harus segera mengambil peran yang proporsional dan profesional. tentu saja kita juga tidak akan bisa memahami apa maunya kita kan? Oleh karena itu. Permasalahan yang terus menerus menerjang bangsa kita pasca tumbangnya rezim Orba atau era reformasi. tidak juga mencampuri keyakinan pribadi. berapa kali ke gereja.sifat. birokrat parpol. Berdasarkan perngertian yang demikian ini maka setiap bangsa didunia ini akan memiliki identitas sendiri-sendiri sesuai dengan keunikan. bukan politisi yang bisa mengambil kebijakan. atau sesuatu sehingga membedakan dengan yang lain. tidak bisa memahami siapa diri kita. yakni Pancasila. Pancasila hanya mengurus permasalahan moral publik. Namun. tanda atau jati diri yang melekat pada seseorang. Realitas ini kurang berefek positif bagi kelangsungan kehidupan bangsa dan Negara Indonesia di masa depan. berapa kali kamu shalat. Sejatinya.cirri-ciri serta karakter dari bangsa tersebut. budaya. agama. Identitas (harfiah) : ciri. bahasa. Identitas nasional secara terminologis adalah suatu cirri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa yang lain. Artinya.

Agama Kong Hu Cu pada masa Orde Baru tidak diakui sebagai agama resmi negara. Unsur – Unsur Identitas Nasional Identitas Nasional Indonesia merujuk pada suatu bangsa yang majemuk. Bendera Negara. Hindu. yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. yaitu Pancasila yang merupakan Falsafah Bangsa. Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”. yang berisi UUD 1945 dan Tata Perundangannya. 2) Identitas Instrumental. Agama: bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis. dan ldeologi Negara. Bahasa dipahami sebagai sistem perlambang yang secara arbitrer dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan yang digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia. Kristen. Kemunculan Nasionalisme di Indonesia Nasionalisme di Indonesia muncul pada dekade awal abad ke 20. kebudayaan. dimana saat . agama. d. Agama-agama yang tumbuh dan berkembang di Nusantara adalah agama Islam.IdentitasNasional pada hakikatnya merupakan “manifestasinilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan suatu nation (bangsa)denganciri-ciri yang khas tadi suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalamhldupdankehidupannya”. baik dalam tataran nasional maupun internasional. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kclompok etnis dengan tidak kurang 300 dialek bahasa. Bahasa Indonesia. Dengan kata lain. b. budaya. c. dan Kong Hu Cu. Suku Bangsa: adalah golongan sosial yang khusus yang bersifat askriptif (ada sejak lahir). istilah agama resmi negara dihapuskan. Katolik. Buddha. Dasar Negara. dan bahasa: a. serta agama dan kepercayaan (agama). 3) Identitas Alamiah yang meliputi Negara Kepulauan (archipelago) dan pluralisme dalam suku. tetapi sejak pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. bahasa. Lambang Negara. Misalnya. serta dalam nilainilai etik dan moral yang secara normatif diterapkan di dalam pergaulan. Dari unsur-unsur identitas Nasional tersebut dapat dirumuskan pembagian Identitas menjadi 3 bagian sebagai berikut 1) Identitas Fundamental. system pemerintahan yang diharapkan. yaitu suku bangsa. Ke-majemukan itu merupakan gabungan dari unsur-unsur pembentuk identitas. Bahasa: merupakan unsur pendukung identitas nasional yang lain. dalam aturan perundang-undangan atau hukum. dapat dikatakan bahwa hakikat Identitas Nasional kita sebagai bangsa di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila yang aktualisasinya tercermin dalam penataan kehidupan dalam arti luas.(WibisonoKoento : 2005) Dan bila dilihat dalam konteks Indonesia maka Identitas Nasional itu merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan dari ratusan suku yang “dihimpun” dalam satu kesatuan Indonesia menjadi kebudayaan nasional dengan acuan Pancasila dan roh “Bhinneka Tunggal Ika” sebagai dasar dan arah pengembangannya. Kebudayaan: adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai rujukan atau pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi.

negara Indonesia terbentuk dalam format negara-bangsa atau Nation-State yang didasarkan pada semangat kebangsaan dengan tekad suatu masyarakat untuk membangun masa depan bersama di bawah satu negara yang sama. Bangsa arti politis Dalam hal ini bangsa adalah suatu masyarakat dalam suatu daerah yang sama dan mereka tunduk kepada kedaulatan negaranya sebagai suatu kekuasaan tertinggi keluar dan kedalam. yang terbentuk melalui proses tersendiri. Negara-negara tersebut meletakkan landasan kemerdekaan mereka di atas puing-puing kolonialisme yang lama menguasai tanah dan identitas mereka dan sekarang pada umumnya negara-negara membentuk dirinya kedalam format Nation State. Rakyat berjuang dan mengabdi pada bangsa dan negara sebagai miliknya 2. Jadi mereka diikat oleh satu kekuasaan politik yaitu negara. Pada negara yang bercorak Nation State itu menganggap bhwa nasionalisme merupakan gagasan individu secara alamiah terikat dengan orang dan tanah kelahiran mereka secara turun temurun dalam sistem ekonomi politik yang di identifikasi sebagai negara bangsa. daerah dan golongan-golongan tertentu. Jadi mereka menjadi suatu bangsa karena disatukan oleh kesamaan hal-hal tersebut. Hal ini dikarenakan Indonesia sebagai negara bekas jajahan Belanda yang terdiri dari berbagai suku bangsa. bahasa. dan karena berasal dalam ikatan wilayah yang sama. Negara nasional dapat dipandang sebagai institusi politik dari nasionalisme. Negara Bangsa Indonesia 1. Kedua. Jadi. budayadaerah dan agama. Natsionalisme menjadi ideologi bagi negara-negara kebangsaan sekaligus perekat anggota masyarakat dalam menciptakan loyalitas serta kesetiaan pada identitas negara. Unsur-unsur pembentuk bangsa ini adalah unsur-unsur objektif bangsa yang bersangkutan seperti persamaan ras. bahasa. berbagai ras dengan wilayah yang tersebar di nusantara. Yang di harapkan adalah keinginan hidup bersatu karena adanya persamaan nasib. Proses Berbangsa Indonesia 1. Hakikat Negara-Bangsa (Nation State) Negara-Bangsa adalah fenomena baru mengenai tipe negara yang muncul pada akhir abad ke-20 pada pasca perang dunia ke-2. Indonesia sebagai Nation-State Para pendiri negara atau the founding father’s menyadari bahwa negara Indonesia harus mampu berada di atas semua kelompok dan golongan yang beragam. walaupun warga masyarakat tersebut berbedabeda. Bangsa arti sosiologis antropologis Bangsa adalah persekutuan hidup masyarakat yang berdiri sendiri yang masing-masing anggota persekutuan hidup tersebut merasa satu kesatuan ras. Negara ini adalah format modern kebangsaan di mana otoritasnegara secara otomatis meliputi dan mengatur secara keseluruhan bangsa-bangsa tersebut yang ada dalam wilayah teritorialnya. Ada dua proses pembentukan bangsa negara yaitu model ortodoks dan model mutakhir. agama dan adat istiadat. cita-cita. Negara Indonesia merdeka yang akan didirikan hendaknya dapat mengayomi seluruh rakyat tanpa memandang suku. Nation State berpandangan bahwa negara adalah milik rakyat atau bangsa yang berdiam di wilayah yang bersangkutan. 1. sedangkan penduduk negara merupakan sekumpulan suku bangsa dan ras. model mutakhir yang berawal dari adanya negara terlebih dahulu. model ortodoks bermula dari adanya suatu bangsa terlebih dahulu untuk kemudian bangsa itu membentuk satu negara tersendiri. Proses Berbangsa dan Bernegara Indonesia 1.B. ras. Pertama. . Pasca perang dunia ke-2 yanng ditandai dengan hilangnya masa kolonialisme telah menyebabkan negara-negara baru khususnya Asia Afrika muncul sebagai Negara merdeka dengan format Nation State. bahasa.

D. Negara baru perlu menciotakan identitas yang baru pula untuk bangsanya yang di sebut juga sebagai identitas nasional. Terjadinya negara tidak sekedar dimulai dari proklamasi tetapi adanya pengakuan akan hak setiap bangsa untuk memerdekakan dirinya. Setiap anggota cultur unity memiliki kesetiaan atau loyalitas pada identitasnya. budaya. Proses terbentuknya negara-bangsa Indonesia secara teoritis dilukiskan sebagaimana dalam keempat alinea Pembukaan UUD 1945. suku. Kesamaan primordial dapat saja menciptakan bangsa tersebut untuk bernegara namun dewasa ini negara yang relatif homogen yang hanya terdiri dari satu bangsa tidak banyak terjadi. sedangkan dalam model mutakhir. (alinea I pembukaan UUD 1945) Adanya perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan dan menghasilkan proklamasi. Dengan demikian semakin sempurna proses terjadinya negara Indonesia. Ketiga. Kedua. 1. Ini membuktikan bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius dan mengakui adanya motivasi spiritual. daerah asal dan bahasanya. berdaulat. maka identitas juga terdiri dari dua. identitas Political Unity atau Idrntitas Kebangsaan Political Unity merujuk pada bangsa dalam pengertian politik. Karakteristik Identitas Nasional Indonesia Bangsa memiliki 2 konsep. (alinea II pembukaan UUD 1945) Terjadinya bangsa Indonesia adalah kehendak bersama seluruh bangsa Indonesia. keturunan dan daerah asal. derajat partisipasi politik dan rezim politik. Disamping itu adalah kehendak dan atas rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Pertama. (alinea III pembukaan UUD 1945) Negara Indonesia perlu menyusun alat-alat kelengkapan negara yang meliputi tujuan negara. Kesadaran politik masyarakat pada model ortodoks muncul setelah terbentuknya bangsa-negara. Inilah sumber motifasi perjuangan.Kedua model ini berbeda dalam empat hal. Dalam hal ini loyalitas pada primodialnya memiliki ikatan emosional yang kuat serta melahirkan solidaritas erat. sebagai berikut: 1.Identitas Cultural Unity atau Identitas kesukubangsaan Cultural Unity merujuk pada bangsa dalam pengertian kebudayaan atau bangsa dalam arti sosiologis antropoligis. adil dan makmur. Terjadinya negara-bangsa Indonesia merupakan proses atau rangkaian tahap-tahap yang berkesinambungan. Unsur-unsur ini menjadi identitas kelompok bangsa yang bersangkutan sehingga bisa dibedakan dengan bangsa lain. Keempat. yaitu bangsa-negara. 1. Negara yang kita cita-citakan adalah menuju pada keadaan yang merdeka. Misalnya. (alinea IV pembukaan UUD 1945) 2. Bangsa Indonesia memiliki tekad kuat untuk menghapus segala penindasan dan penjajahan suatu bangsa atas bangsa yang lain. bersifat alamiah / bawaan. adat dan budaya. agama. Jadi dengan proklamasi tidaklah selesai kita bernegara . yaitu identitas suku kebangsaan dan identitas kebangsaan. UUD negara dan dasar negara. Identitas ini sering disebut sebagai identitas kelompok atau identitas primordial. ada tidaknya perubahan unsur dalam masyarakat. bersatu. agama. kerabat. setia pada suku. . 2. Proses Bernegara Indonesia Negara adalah organisasi kekeasaan dari persekutuan hidup manusia. lamanya waktu yang diperlukan dalam proses pembentukan bangsa-bangsa. 3. system pemerintahan negara. Identitas kesukubangsaan dapat diketahui dari sisi budaya orang yang bersangkutan. yaitu Cultural Unitiy dan Political Unitiy. kesadaran politik warga muncul mendahului bahkan menjadi kondisi awal terbentuknya bangsa-negara. Cultural unitiy disatukan oleh adanya kesamaan ras. Identitas yang dimiliki oleh sebuah cultural unity kurag lebih bersifat ascribtife (sudah ada sejak lahir). primer dan etnik. 4. bentuk negara.

Lagu kebangsaan yaitu Indonesia Raya e. Identitas kebangsaan bersifat buatan. Beberapa bentuk identitas nasional adalah bahasa nasional. bendera nasional dan ideologi nasional.id/blog/khoiriyah/2011/03/12/identitas-nasional/ . Beberapa bentuk identitas nasional indonesia adalah : a. dan disepakati oleh warga bangsa sebagai identitasnya setelah mereka bernegara. Identitas nasional bersifat buatan karena identitas nasional itu dibuat. meskipun dalam sejarahnya pernah ada pertetangan ketika bangsahendak menyepakati pancasila sebagai identitas ideologi nasional.Pancasila sebagai dasar falsafah negara b. kebidayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan nasional Pembentukan dan kesepakatan bangsa Indonesia atas sejumlah identitas nasional secara relatif tidak menimbulkan pertentangan yang serius. di bentuk. Lambang Negara yaitu Garuda Pancasila f. lambang nasional.ac. Oleh karna itu identitas ini dapat dikatakan sebagai identitas nasional. justru Indonesia malah berhasil dalam menentukan beberapa bentuk identitas nasionalnya.uns. 3. Bentuk Negara kesatuan Republik Indonesia yang Berkedaulatan Rakyat i. etis dan nasional. Bendera merah putih sebagai bendera negara d. Konstitusi negara yaitu UUD 19945 h. identitas Nasional Indonesia Identias nasional Indonesia yang dimaksudkan adalah identitas sebagai bangsa yang telah bernegara (political unity) bukan lagi bangsa yang masih bertebaran sebagai cultural unity. yaitu identitas primer atau identitas kesukubangsaan. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional atau bahasa persatuan c. Semboyan Negara yaitu Bhineka Tunggl Ika g.Identitas kebangsaan merupakan kesepakatan dari banyak bangsa didalamnya. http://fisip. semboyan nasional. Konsepsi wawasan nusantara j. sekunder. Bersifat sekunder karena kemunculan identitas nasional lahirnya belakangan bila dibandingkan dengan identitas kesukubangsaan yang telah dimiliki warga bangsa itu secara ascribtif.

ekonomi. Saat itu rempah-rempah yang menarik para pedagang Eropa untuk koleksi pulau-pulau kecil di tempat yang sekarang Eastern Indonesia.Jadi. Identitas Nasional Indonesia adalah ciri-ciri atau sifat-sifat khas bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsabangsa lain di dunia. Nasional berasal dari kata nasion yang memiliki arti bangsa. Identitas nasional secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain. cita-cita. tujuan serta ideologi bersama. sumber kekayaan alam Indonesia.com/social-sciences/political-science/2116855-pengertian-identitasnasional/#ixzz1bnGE4HvJ IDENTITAS NASIONAL INDONESIA Oleh kibaw90 Identitas berarti ciri-ciri. ciri-ciri serta karakter dari bangsa tesebut. Selama ini masyarakat Indonesia masih bingung dengan identitas bangsanya. sifat-sifat khas yang melekat pada suatu hal sehingga menunjukkan suatu keunikkannya serta membedakannya dengan hal-hal lain.shvoong. Kesatuan politik di bawah Belanda hanya dicapai pada awal abad ini. Karena meskipun setengah abad menjadi bagian dari Indonesia yang merdeka telah menimbulkan perasaan yang kuat tentang identitas nasional di lebih dari 13. pertama-tama harus dipahami terlebih dulu arti Identitas Nasional Indonesia. demografi atau kependudukan Indonesia. politik negara. Agar dapat memahaminya. dentitas Nasional Indonesia meliputi segenap yang dimiliki bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa lain seperti kondisi geografis. Deklarasi kemerdekaan mengikuti proses yang lambat penjajahan Belanda yang dimulai pada abad ke-17 dengan penciptaan VOC Belanda. banyak kekuatan lain yang masih menarik negara terpisah. . Demikian pula hal ini juga sangt ditentukan oleh proses bagaimana bangnsa tersebut terbentuk secara historis.Definisi Identitas nasional. Sumber: http://id. Berdasarkan pengertian yang demikian ini maka setiap bangsa di dunia ini akan memiliki identitas sendiri-sendiri sesuai dengan keunikan. Berdasarkan hakikat pengertian “identitas nasional” sebagaimana dijelaskan di atas maka identitas nasional suatu bangsa tidak dapat dipisahkan dengan jati diri suatu bangsa atau lebih popular disebut sebagai kepribadian suatu bangsa. sifat. dan pertahanan keamanan. menunjukkan kesatuan komunitas sosio-kultural tertentu yang memiliki semangat. Belanda memonopoli perdagangan dan dari sana memperluas pengaruh mereka – terutama melalui pemerintahan tidak langsung – di koleksi kesultanan dan kerajaan yang independen yang membentuk daerah itu. Hal ini diciptakan oleh para pemimpin Republik yang baru diproklamasikan pada tahun 1945 dan tantangan politik adalah sebagai benar mencerminkan hari ini seperti yang lebih dari 50 tahun yang lalu. meninggalkan identitas regional yang kuat utuh. ideolgi dan agama. Moto nasional Indonesia adalah “Bhinneka Tunggal” atau “kesatuan dalam keragaman”.000 pulau-pulau yang membentuk kepulauan.

yang memiliki pengalaman dari Belanda bervariasi dari satu wilayah ke wilayah lainnya. http://kibaw90. adalah seorang nasionalis tertinggi.com/2010/03/29/identitas-nasional-indonesia/ . Dialah yang menciptakan ideologi nasional Indonesia Pancasila dirancang untuk mempromosikan toleransi di antara berbagai agama dan kelompok-kelompok ideologis. Penyebaran bahasa nasional – Bahasa Indonesia – juga membantu menyatukan multi-bahasa penduduk. Sukarno.Menghadapi identitas nasional Bangsa Indonesia sendiri masih kesulitan dalam menghadapi masalah bagaimana untuk menyatukan negara yang mempunyai lebih dari 250 kelompok etnis. yang menjadi presiden pertama dari Republik.wordpress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful