P. 1
Pancasila Sebagai Identitas Bangsa

Pancasila Sebagai Identitas Bangsa

|Views: 4,127|Likes:
Published by Hermanto Sijabat

More info:

Published by: Hermanto Sijabat on Dec 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2013

pdf

text

original

PANCASILA SEBAGAI IDENTITAS BANGSA Identitas nasional pada hakikatnya merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh

dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan suatu bangsa dengan ciri-ciri khas. Dengan ciri-ciri khas tersebut, suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam hidup dan kehidupannya. Diletakkan dalam konteks Indonesia, maka Identitas Nasional itu merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang sudah tumbuh dan berkembang sebelum masuknya agama-agama besar di bumi nusantara ini dalam berbagai aspek kehidupan dari ratusan suku yang kemudian dihimpun dalam satu kesatuan Indonesia menjadi kebudayaan Nasional dengan acuan Pancasila dan roh Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar dan arah pengembangannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kata “globalisasi” diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekadar definisi kerja (working definition), sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. Globalisasi mempengaruhi hampir semua aspek yang ada di masyarakat, termasuk diantaranya aspek budaya. Kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Baik nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan/psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang merupakan subsistem dari kebudayaan. Munculnya arus globalisme yang dalam hal ini bagi sebuah Negara yang sedang berkembang akan mengancam eksistensinya sebagai sebuah bangsa. Sebagai bangsa yang masih dalam tahap berkembang kita memang tidak suka dengan globalisasi tetapi kita tidak bisa menghindarinya. Globalisasi harus kita jalani ibarat kita menaklukan seekor kuda liar kita yang berhasil menunggangi kuda tersebut atau kuda tersebut yang malah menunggangi kita. Mampu tidaknya kita menjawab tantangan globalisasi adalah bagaimana kita bisa memahami dan malaksanakan Pancasila dalam setiap kita berpikir dan bertindak. Persolan utama Indonesia dalam mengarungi lautan Global ini adalah masih banyaknya kemiskinan, kebodohan dan kesenjangan sosial yang masih lebar. Dari beberapa persoalan diatas apabila kita mampu memaknai kembali Pancasila dan kemudian dimulai dari diri kita masing-masing untuk bisa menjalankan dalam kehidupan sehari-hari, maka globalisasi akan dapat kita arungi dan keutuhan NKRI masih bisa terjaga. Suatu bangsa harus memiliki identitas nasional dalam pergaulan internasional. Tanpa national identity, maka bangsa tersebut akan terombang-ambing mengikuti ke mana angin membawa. Dalam ulang tahunnya yang ke-62, bangsa Indonesia dihadapkan pada pentingnya menghidupkan kembali identitas nasional secara nyata dan operatif.Identitas nasional kita terdiri dari empat elemen yang biasa disebut sebagai konsensus nasional. Konsensus dimaksud adalah Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. revitalisasi Pancasila harus dikembalikan pada eksistensi Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara. Karena ideologi adalah belief system, pedoman hidup dan rumusan cita-cita atau nilai-nilai (Sergent, 1981), Pancasila tidak perlu direduksi menjadi slogan sehingga seolah tampak nyata dan personalistik. Slogan seperti “Membela Pancasila Sampai Mati” atau “Dengan Pancasila Kita Tegakkan Keadilan” menjadikan Pancasila seolah dikepung ancaman dramatis atau lebih buruk lagi, hanya dianggap sebatas instrumen tujuan. Akibatnya, kekecewaan bisa mudah mencuat jika slogan-slogan itu tidak menjadi pantulan realitas kehidupan masyarakat. Karena itu, Pancasila harus dilihat sebagai ideologi, sebagai cita-cita. Maka secara otomatis akan tertanam pengertian di alam bawah sadar rakyat, pencapaian cita- cita, seperti kehidupan rakyat yang adil dan makmur, misalnya, harus dilakukan bertahap. Dengan demikian, kita lebih leluasa untuk merencanakan aneka tindakan guna mencapai cita-cita itu. Selain perlunya penegasan bahwa Pancasila adalah cita-cita, hal penting lain yang dilakukan untuk merevitalisasi Pancasila dalam tataran ide adalah mencari maskot. Meski dalam hal ini ada pandangan berbeda karena dengan

memeras Pancasila berarti menggali kubur Pancasila itu sendiri, namun dari sisi strategi kebudayaan adalah tidak salah jika kita mengikuti alur pikir Soekarno, jika perlu Pancasila diperas menjadi ekasila, Gotong Royong. Mungkin inilah maskot yang harus dijadikan dasar strategi kebudayaan guna penerapan Pancasila. Pendeknya, ketika orang enggan menyebut dan membicarakan Pancasila, Gotong Royong dapat dijadikan maskot dalam rangka revitalisasi Pancasila.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada hakikatnya manusia hidup tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, manusia senantiasa membutuhkan orang lain. Pada akhirnya manusia hidup secara berkelompok-kelompok. Manusia dalam bersekutu atau berkelompok akan membentuk suatu organisasi yang berusaha mengatur dan mengarahkan tercapainya tujuan hidup yang besar. Dimulai dari lingkungan terkecil sampai pada lingkungan terbesar. Pada mulanya manusia hidup dalam kelompok keluarga. Selanjutnya mereka membentuk kelompok lebih besar lagi sperti suku, masyarakat dan bangsa. Kemudian manusia hidup bernegara. Mereka membentuk negara sebagai persekutuan hidupnya. Negara merupakan suatu organisasi yang dibentuk oleh kelompok manusia yang memiliki cita-cita bersatu, hidup dalam daerah tertentu, dan mempunyai pemerintahan yang sama. Negara dan bangsa memiliki pengertian yang berbeda. Apabila negara adalah organisasi kekuasaan dari persekutuan hidup manusia maka bangsa lebih menunjuk pada persekutuan hidup manusia itu sendiri. Di dunia ini masih ada bangsa yang belum bernegara. Demikian pula orang-orang yang telah bernegara yang pada mulanya berasal dari banyak bangsa dapat menyatakan dirinya sebagai suatu bangsa. Baik bangsa maupun negara memiliki ciri khas yang membedakan bangsa atau negara tersebut dengan bangsa atau negara lain di dunia. Ciri khas sebuah bangsa merupakan identitas dari bangsa yang bersangkutan. Ciri khas yang dimiliki negara juga merupakan identitas dari negara yang bersangkutan. Identitas-identitas yang disepakati dan diterima oleh bangsa menjadi identitas nasional bangsa. Dengan perkataan lain, dapat dikatakan bahwa hakikat identitas asional kita sebagai bangsa di dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila yang aktualisasinya tercermin dalam berbagai penataan kehidupan kita dalam arti luas, misalnya dalam Pembukaan beserta UUD kita, sistem pemerintahan yang diterapkan, nilai-nilai etik, moral, tradisi, bahasa, mitos, ideologi, dan lain sebagainya yang secara normatif diterapkan di dalam pergaulan, baik dalam tataran nasional maupun internasional. Perlu dikemukaikan bahwa nilai-nilai budaya yang tercermin sebagai Identitas Nasional tadi bukanlah barang jadi yang sudah selesai dalam kebekuan normatif dan dogmatis, melainkan sesuatu yang terbuka-cenderung terus menerus bersemi sejalan dengan hasrat menuju kemajuan yang dimiliki oleh masyarakat pendukungnya. Konsekuensi dan implikasinyaadalahidentitas nasional juga

2 Rumusan Masalah 1. budaya dan persatuan dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia “. Negara menghormatio dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab. dan dialektis untuk ditafsir dengan diberi makna baru agar tetap relevan dan funsional dalam kondisi aktual yang berkembang dalam masyarakat.2 Rumusan Masalah · Apa pengertian Identitas Nasional? · Apa saja unsur-unsur Identitas Nasional? · Apa saja faktor-faktor pendukung kelahiran Idetitas Nasinal? · Apa pengertian pancasila sebagai kepribadian dan Identitas Nasional? 1. Kemudian dalam UUD 1945 yang diamandemen dalam satu naskah disebutkan dalam Pasal 32: 1. pengembangan kebudayan untuk membina dan mengembangkan identitas nasional kita telah diberi dasar dan arahnya. · Untuk mengetahui pengertian pancasila sebagai kepribadian dan Identitas Nasional. 1. yaitu : Kebudayan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budaya rakyat Indonesia seluruhnya. Negara memajukan kebudayan Nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memeliharra dan mengembangkan nilai-nilai budaya. khususnya dalam Pasal 32 UUD 1945 beserta penjelasannya.4 Pancasila Sebagai Kepribadian dan Identitas Nasional BAB III PENUTUP 3.2 Saran DAFTAR PUSTAKA . 2.4 Sistematika Penulisan KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN I. Krisis multidimensi yang kini sedang melanda masyarakat kita menyadarkan bahwa pelestarian budaya sebagai upaya untuk mengembangkan Identitas Nasional kita telah ditegaskan sebagai komitmen konstitusional sebagaimana dirumuskan oleh para pendiri negara kita dalam Pembukaan.2 Unsur-Unsur Identitas Nasional 2.4 Sistematika Penulisan BAB II PEMBAHASAN 2. · Untuk mengetahui faktor-faktor pendukung kelahiran Identitas Nasional.1 Kesimpulan 3.sesuatu yang terbuka.3 Faktor-Faktor Kelahiran Identitas Nasional 2.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan · Untuk megetahui pengertian Identitas Nasional. terlepas dari apa dan bagaimana kebudayaan itu dipahami yang dalam khasanah ilmiah terdapat tidak kurang dari 166 definisi sebagaimana dinyatakan oleh Kroeber dan Klukhohn di tahun 1952. 1. terhitung sebagai kebudayaan bangsa.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan 1. dinamis. Kebudayaan lama dan asli terdapat ebagi puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah seluruh Indonesia. Dengan demikian secara konstitusional.I Latar Belakang 1. · Untuk mengetahui unsur-unsur Identitas Nasional.1 Pengertian Identitas Nasional 2.

Suku bangsa: adalah golongan sosial yang khusus yang bersifat askriptif (ada sejak lahir). Lagu Kebangsaan yaitu Indonesia Raya 4. kelompok atau . Bendera negara yaitu Sang Merah Putih 3. · Identitas Alamiah. ciri. Dasar Falsafah negara yaitu Pancasila 7.2 Unsur-Unsur Identitas Nasional Unsur-unsur pembentuk identitas yaitu: 1. Menurut sumber lain ( http://goecities. Kata “nasional” merujuk pada konsep kebangsaan. Dari unsur-unsur Identitas Nasional tersebut dapat dirumuskan pembagiannya menjadi 3 bagian sebagai berikut : · Identitas Fundamental.1 Pengertian Identitas Nasional Istilah identitas nasional dapat disamakan dengan identitas kebangsaan. Jadi. Agama: bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis. pegertian Identitas Nsaional adalah pandangan hidup bangsa. Namun sejak pemerintahan presiden Abdurrahman Wahid. yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Bahsa dipahami sebagai system perlambang yang secara arbiter dientuk atas unsure-unsur ucapan manusia dan yang digunakan sebgai sarana berinteraksi antar manusia. yang meliputi Negara kepulauan (Archipelago) dan pluralisme dalam suku. 4. Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”. dalam arti lain juga sebagai Dasar Negara yang merupakan norma peraturan yang harus dijnjung tinggi oleh semua warga Negara tanpa kecuali “rule of law”. demokrasi serta hak asasi manusia yang berkembang semakin dinamis di Indonesia. sesuatu sehingga membedakan dengan yang lain. Agama Kong H Cu pada masa orde baru tidak diakui sebagai agama resmi negara. dan agama. Budha dan Kong Hu Cu. 2. Secara etimologis . bahasa. Bahasa: merupakan unsure pendukung Identitas Nasonal yang lain. Bendera Negara. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak kurang 300 dialeg bangsa. Katolik. Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat 9.com/sttintim/jhontitaley. budaya.html) disebutkan bahwa: Satu jati diri dengan dua identitas: . Kebudayaan: adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk social yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagi rujukan dan pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. Hindu. Kata identitas berasal dari bahasa Inggris identity yang memiliki pengertian harfiah. Dasar Negara. Identitas Nasional Indonesia : 1. sertakepercayaan. Konstitusi (Hukum Dasar) negara yaitu UUD 1945 8. filsafat pancasila dan juga sebagai Ideologi Negara sehingga mempunyai kedudukan paling tinggi dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk disini adalah tatanan hukum yang berlaku di Indonesia. Konsepsi Wawasan Nusantara 10. istilah agama resmi negara dihapuskan. Lambang Negara yaitu Pancasila 5. Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai Kebudayaan Nasional 2. kepribadian bangsa. tanda-tanda atau jati diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain. identitas nasional berasal dari kata “identitas” dan “ nasional”. Semboyan Negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika 6. yaitu pancasila merupakan falsafah bangsa. Kata identitas berasal dari bahasa Inggris identiti yang memiliki pengerian harfiah ciri-ciri. 3. Bahasa Indonesia. tanda atau jati diri yang melekat pada seseorang.BAB II PEMBAHASAN 2. Bahasa Nasional atau Bahasa Persatuan yaitu Bahasa Indonesia 2. dan Ideologi Negara · Identitas Instrumental yang berisi UUD 1945 dan tata perundangannya. Kristen. yang mengatur mengenai hak dan kewajiban warga Negara. Lambang Negara. Agama-agama yan tumbuh dan berkembang di nusantara adalah agama Islam.

Budha. Namun demikian. cirri khas suatu bangsa yang merupakan local genius dalam menghadapi pengaruh budaya asing akan menghadapi Challence dan response. bahasa. yaitu: · Faktor primer. Kristen. yaitu : · Primordial · Sakral · Tokoh · Bhinneka Tunggal Ika · Sejarah · Perkembangan Ekonomi · Kelembagaan Faktor-faktor penting bagi pembentukan bangsa Indonesia sebagai berikut 1. bugis. politik dan kebudayaan. Identitas Nasional · Suatu konsep kebangsaan yang tidak pernah ada padanan sebelumnya. · Faktor pendorong. meliputi pembangunan komunikasi dan teknologi. dan yang sejenisnya. Sebagaimana terjadi di berbagai negara di dunia. Hindu. · Faktor penarik. yaitu wilayah nusantara yang membentang dari Sabang sampai Merauke . 2002). Perubahan global ini menurut Fakuyama membawa perubahan suatu ideologi. justru dalam era globalisasi dengan penuh tantangan yang cenderung menghancurkan nasionalisme. dsb. mencakup modifikasi bahasa dalam gramatika yang resmi. Konsekuensinya. tumbuhnya birokrasi. yaitu penderitaan bersama dibawah penjajahan bangsa asing lebih kurang selama 350 tahun 2. · Perlu diruuskan oleh suku-suku tersebut. Menurut Berger dalam The Capitalist Revolution. yaitu dari ideologi partikular kearah ideology universal dan dalam kondisi seperti ini kapitalismelah yang akan menguasainya. Menurut Toyenbee. dan secara tidak langsung juga nasib. yaitu faktor historis.1. era globalisasi dewasa ini. agama. melepaskan diri dari belenggu penjajahan 3. Jika Challence cukup besar sementara response kecil maka bangsa tersebut akan punah dan hal ini sebagaimana terjadi pada bangsa Aborigin di Australia dan bangfsa Indian di Amerika. territorial. Identitas Primordial · Orang dengan berbagai latar belakang etnik dan budaya: jawab. muncullah kebangkitan kembali kesadaran nasional. Dalam kondisi seperti ini. Namun demikian jika Challance kecil sementara response besar maka bangsa tersebut tidak akan berkembang menjadi bangsa yang kreatif. social. dikutip Manuel Castelles dalam bukunya “The Power of Identity” (Suryo. negara-negara kebangsaan lambat laun akan semakin terdesak. dan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia (Suryo. Kapitalisme telah mengubah masyarakat satu persatu dan menjadi sistem internasional yang menentukan nasib ekonomi sebagian besar bangsa-bangsa di dunia. Khatolik. 2. social. 2002) 2. Adanya persamaan nasib . Eksistensi suatu bangsa pada era globalisasi yang sangat kuat terutama karena pengaruh kekuasaan internasional. dayak. lahirnya angkatan bersenjata modern dan pembanguanan lainnya dalam kehidupan bernegara. 2. timo. dan sebagainya. · Orang dengan berbagai latar belakang agama: Islam.negara membutuhkan identitas-identitas untuk menyataukan masyarakat bangsa yang bersangkutan. pada dasarnya tercakup dalam proses pembentukan identitas nasional bangsa Indonesia yang telah berkembang dari masa sebelum bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan dari penjajahan bangsa lain. Menurut Robert de Ventos. Faktor pembentukan Identitas Bersama. Adanya kesatuan tempat tinggal . negara nasional akan dikuasai oleh negara transnasional yang lazimnya didasari oleh negara-negara dengan prinsip kapitalisme. Proses pembentukan bangsa. Oleh karena itu agar bangsa Indonesia tetap eksis dalam menghadapi globalisasi maka harus tetap meletakkan jati diri dan identitas nasional yang merupakan kepribadian bangsa Indonesia sebagai dasar pengembangan kreatifitas budaya globalisasi. batak.3 Faktor-Faktor Pendukung Kelahiran Identitas Nasional 1. Faktor-faktor yang mendukung kelahiran identitas nasional bangsa Indonesia meliputi: · Faktor Objektif. maluku. Adanya keinginan bersama untuk merdeka . munculnya identitas nasional suatu bangsa sebagai hasil interaksi historis ada 4 faktor penting. ideology kapitalisme yang akan menguasai dunia. yang meliputi faktor geografis-ekologis dan demografis · Faktor Subjektif. mencakup etnisitas. dalam menghadapi proses perubahan tersebut sangat tergantung kepada kemampuan bangsa itu sendiri. Faktor-faktor yang diperkirakan menjadi identitas bersama suatu bangsa. Istilah Identitas Nasional secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain. bali. politik. dan pemantapan sistem pendidikan nasional · Faktor reaktif.

Tujuan Negara Indonesia selanjutnya terjabar dalam alenia IV Pembukaan UUD 1945. Tujuan dan Visi Negara Indonesia. Dapat pula dikatakan pula bahwa pancasila sebagai dasar filsafat bangsa dan Negara Indonesia pada hakikatnya bersumber kepada nilai-nilai budaya dan keagamaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sebagai kepribadian bangsa. kemerdekaan adalah hak semua bangsa dan penjajahan bertentangan dengan hak asasi manusia. berkesadaran hukum dan lingkungan.php/?aid=7329&coid=1&caid=52) Disebutkan bahwa: kegagalan dalam menjalankan dan medistribusikan output berbagia agenda pembangnan nasional secaralebih adil akan berdampak negatif pada persatuan dan kesatuan bangsa. Berbagai tindakan kekerasan (separatisme) yang dipicu sentimen etnonasionalis yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia bahkan menyedot perhatian internasional. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan . diletakanlan prinsip-prinsip dasar filsafat sebagai suatu asas dalam filsafat hidup berbangsa dan bernagara. Prinsip-prinsip dasar itu ditemukan oleh para pendiri bangsa yang diangkat dari filsafat hidup bangsa Indonesia. Menurut sumber lain (http://unisosdem. yang berbunyi sebagai berikut: 1. berdaulat adil dan makmur. Konflik-konflik serupa juga melanda Indonesia. rukun dan damai. kesetaraan. dan bernegara. Fenomena globalisasi dengan berbagai macam aspeknya seakan telah meluluhkan batas-batas tradisional antarnegara. Melindungi seganap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia 2. Terwujudnya kehidupan masyarakat . mandiri. berbangsa. bersatu. Maknanya. Mencerdaskan Kehidupan bangsa 4. dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat. Dengan kata lain. karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. memilki sejarah serta prinsip dalam hidupnya yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Alinea pertama menyatakan: “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan . Pada titik inilah semangat Nasionalisme akan menjadi slah satu elemen utama dalam memperkuat eksistensi Negara/Bangsa. Memajukan kesejahteraan umum 3. filsafat pancasila itu bukan muncul secara tiba-tiba dan dipaksakan suatu rezim atau penguasa melainkan melalui suatu historis yang cukup panjang. Jadi. perdamaian abadi. disebutkan bahwa Visi pembangunan nasional adalah : 1. konflik-konflik ini kian diperuncing karekteristik geografis Indonesia. mengausai ilmu pengetahuandan teknologi. berkeadilan. yang kemudian diabstraksikan menjadi suatu prinsip dasar filsafat Negara yaitu Pancasila. Ketidakmampuan ini dapat memicu intra dan interstatewar secara hamper bersamaan. Alhasil. Jadi. Tatkala bangsa Indonesia berkembang menujufase nasionalisme modern. demokratis. cinta tanah air. Penataan. Study Robert I Rotberg secara eksplisit mengidentifikasikan salah satu karakteristik penting Negara gagal (failed states) adalah ketidakmampuan negara mengelola identitas Negara yang tercermin dalam semangat nasionalisme dalam menyelesaikan berbagai persoalan nasionalnya. filsafat suatu bangsa dan Negara berakar pada pandangan hidup yang bersumber pada kepribadiannya sendiri. adil dan makmur. bersatu.org. pengelolaan. dengan demikian akan menjadi prasyarat utama bagi upaya menciptakan sebuah Negara kuat (strong state).kliping_detail.4 Pancasila sebagai Kepribadian dan Identitas Nasional Bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa dari masyarakat internasional.4. 3. dan hak asasi manusia. Hal ini sesuai dengan amanat dalam Alenia II Pembukaan UUD 1945 yaitu negara Indonesia yang merdeka. tetapi juga bermakna sikap kritis untuk member kontribusi positif terhadap segala aspek pembangunan nasional.Cita. beriman. sikap nasionalisame membutuhkan sebuah wisdom dalam mlihat segala kekurangan yang masih kita miliki dalam kehidupan bermasyarakat. Terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak serta memberikan fondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan. bertakwa dan berahklak mulia. Dengan rumusan singkat. konflik komunal menjadi fenomena umum yang terjadi diberbagai belahan dunia. bahkan pengembangan nasionalisme dalam identitas nasional. berdaulat. berdaya saing. 2. bangsa dan negara yang menjujung tinggi hukum. Terwujudnya masyarakat . . Secara rinci sbagai berikut : 1. dan keadilan sosial Adapun visi bangsa Indonesia adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai . Sejarah budaya bangsa sebagai akar Identitas Nasional. Dalam konteks Indonesia. Nasionalisme bukan saja dapat dipandang sebagai sikap untuk siap mengorbankan jiwa raga guna mempertahankan Negara dan kedaulatan nasional. negara Indonesia bercita-cita mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Setelah tidak adanya GBHN makan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka mengenah (RPJM) Nasional 20042009. Adanya cita-cita bersama untuk mencapai kemakmuran dan keadilan sebagai suatu bangsa Cita. maju dan sejahtera. khususnya negara-negara berkembang. Makna falsafah dalam pembukaan UUD 1945. 2. dan sekaligus kemauan untuk terus mengoreksi diri demi tercapainya cita-cita nasional. menghapus jarak fisik antar negara bahkan nasionalisme sebuah negara. Bangsa Indonesia bercita-cita mewujudkan negara yang bersatu. serta memiliki etos kerja yang tinggi serta berdisiplin. bangsa dan negara yang aman.

moral. pada dasarnya tercakup dalam proses pembentukan identitas nasional bangsa Indonesia yang telah berkembang dari masa sebelum bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan dari penjajahan bangsa lain. Faktor penarik. Faktor reaktif. perdamaian abadi dan keadilan sosial.dlm kehidupan aktual. Agama : sistem keyakinan dan kepercayaan. golongan. Alinea ketiga menyebutkan: “ atas berkat rahmat Allah yang maha kuasa dan dengan didorong oleh keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya. Faktor primer. Maknanya. Bahasa : Bahasa Melayu-penghubung (linguafranca). 4. dan makmur. Kebudayaan: pengetahuan manusia sebagai pedoman nilai. bila Negara ingin mencapai cita-cita maka kehidupan berbangsa dan bernegara harus mendapat ridha Allah SWT yang merupakan dorongan spiritual. dalam hidup keseharian yang mencakup suatu negara berdaulat. Alinea kedua menyebutkan: “ dan perjuangan kemerdekaaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia kepada depan gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka. lahirnya angkatan bersenjata modern dan pembanguanan lainnya dalam kehidupan bernegara. agama. untuk menjawab sebuah pertanyaan yang membahas tentang identitas nasional. territorial. Indonesia sendiri sudah menganggap bahwa dirinya memiliki identitas nasional.2. maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam susunan Negara republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dan berdasarkan kepada: ketuhanan yang maha esa. bahasa. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Maknanya: adanya masa depan yang harus diraih (cita-cita). Beribu-ribu kemungkinan yang terus melintas dibenak pikiran. kemanusiaan yang adil dan beradab. berdaulat. menmcerdaskan kehidupan bangsa.2 Saran . Identitas nasional merupakan pandangan hidup bangsa. Faktor pendorong. Unsur-unsur dari identitas nasional adalah Suku Bangsa: gol sosial (askriptif : asal lhr). tumbuhnya birokrasi. 3.Kendatipun. persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. kepribadian bangsa. filsafat pancasila dan juga sebagai Ideologi Negara sehingga mempunyai kedudukan paling tinggi dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. BAB III PENUTUP 3. adil.umur. dan yang sejenisnya. mencakup etnisitas. meliputi pembangunan komunikasi dan teknologi. Alinea ini mempertegas cita-cita yang harus dicapai oleh bangsa Indonesia melalui wadah Negara kesatuan republik Indonesia. dan pemantapan sistem pendidikan nasional. serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Alinea keempat menyebutkan: “ kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. das sein das sollen. 3.1 Kesimpulan Sekilas kata-kata diatas memang membuat tanda tanya besar dalam memaknainya. Faktor-faktor kelahiran identitas nasional adalah Faktor-faktor yang mendukung kelahiran identitas nasional bangsa Indonesia meliputi faktor subjektif dan factor objektif. mencakup modifikasi bahasa dalam gramatika yang resmi.

Sebagai contoh nilai keadilan yang bermakna sangat luas dan tidak memihak terhadap satu golongan ataupun individu tertentu. Soegito. Dengan demikian penetapan Pancasila sebagai dasar falsafah negara berarti bahwa moral bangsa telah menjadi moral negara (Dipoyudo: 1984). Oleh karena itu. T. Pancasila mempunyai kekuatan mengikat secara yuridis. di mana. dkk. perlu ada upaya pewarisan budaya penting tersebut melalui pendidikan Pancasila yang dilaksanakan dalam pendidikan formal (sekolah).com/2009/05/identitas-nasional. lemah lembut terhadap sesama mampu memberikan sumbangan terhadap pelaksanaan Pancasila. Karena mempunyai kedudukan. upacara keagamaan. Hal ini berarti bahwa moral Pancasila telah menjadi sumber tertib negara dan sumber tertib hukumnya. Hal ini yang mendorong bagaimana statement masyarakat mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tersebut. Seluruh tatanan hidup bernegara yang bertentangan dengan Pancasila sebagai kaidah yuridis-konstitusional pada dasarnya tidak berlaku dan harus dicabut. Pancasila disebut sebagai identitas bangsa dimana Pancasila mampu memberikan satu pertanda atau ciri khas yang melekat dalam tubuh masyarakat. Indonesia menjadi suatu bangsa yang tidak dapat disamakan dengan bangsa lain dan itu semua tidak akan pernah lepas dari tanggung jawab dan perjuangan dari warga Indonesia itu sendiri untuk tetap menjaga nama baik bangsanya. Bangsa Indonesia yang dikenal ramah tamah. untuk dapat mempertahankan keunika-keunikan dari bangsa Indonesia itu sendiri maka kita harus menanamkan akan cinta tanah air yang diwujudkan dalam bentuk ketaatan dan kepatuhan terhadap atura-aturan yang telah ditetapkan serta mengamalkan nilai-nilai yang sudah tertera dengan jelas di dalam pancasila yang dijadikan sebagai falsafah dan dasar hidup bangsa Indonesia. Peran Pancasila dalam hal ini sebenarnya adalah untuk menciptakan masyarakat “kerakyatan”. Sebagai dasar negara. Dalam perkembangan masyarakat yang secara kultur. Pancasila pun harus diwariskan kepada generasi muda bangsa Indonesia berikutnya melalui pendidikan. 2009: 6). Dengan keunikan inilah. http://aktrismonika.blogspot. dan untuk siapa sebenarnya mereka hidup. artinya masyarakat Indonesia sebagai warga negara dan warga masyarakat mempunyai kedudukan dan hak yang sama. Jadi. Sejarah Indonesia membuktikan bahwa nilai luhur bangsa yang tercipta merupakan sebuah kekayaan yang dimiliki dan tidak bisa tertandingi. Dalam menggunakan hak-haknya selalu memperhatikan dan mempertimbangkan kepentingan negara dan masyarakat. sopan santun. Unsur pembentukan Pancasila berasal dari bangsa Indonesia sendiri. Seakan-akan mereka melupakan bangsanya sendiri yang dibangun dengan semangat juang yang gigih dan tanpa memandang perbedaan. pendidikan keagamaan. Pandangan hidup masyarakat yang terdiri dari kesatuan rangkaian nilai-nilai luhur tersebut adalah suatu wawasan yang menyeluruh terhadap kehidupan itu . Dalam pokok-pokok kerakyatan. Hal ini terjadi lebih dikarenakan oleh adanya globalisasi yang melanda Indonesia dewasa ini. hak serta kewajiban harus seimbang dan tidak memihak ataupun memaksakan kehendak kepada orang lain. Di Indonesia tidak pernah putus-putusnya orang percaya kepada Tuhan.html Peran Pancasila sebagai Identitas dan Nilai Luhur Bangsa Pancasila merupakan dasar pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pelaksanaan Pancasila pada masa reformasi cenderung meredup dan tidak adanya istilah penggunaan Pancasila sebagai propoganda praktik penyelenggaraan pemerintahan. masyarakat dituntut untuk saling menghargai dan hidup bersama dalam lingkungan yang saling membaur dan bisa membentuk sebuah kepercayaan (trust) sebagai modal untuk membangun bangsa yang berjiwa besar dan bermoral sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila. serta jiwa seluruh kegiatan negara dalam segala bidang kehidupan (A. hal ini terbukti dengan adanya pondok-pondok atau padepokan yang dibangun mencerminkan kebersamaan dan sifat manusia yang beradab. hal tersebut terbukti dengan adanya tempat peribadatan yang dianggap suci. Masyarakat terbius akan kenikmatan hedonisme yang dibawa oleh paham baru yang masuk sehingga lupa dari mana. Setiap bangsa memiliki kepedulian kepada pewarisan budaya luhur bangsanya. masyarakat lebih cenderung menggunakan Pancasila sebagai dasar pembentukan dan penggunakan setiap kegiatan yang mereka lakukan. dan lain-lain merupakan salah satu wujud nilai luhur dari Pancasila khususnya sila ke-1. kitap suci dari berbagai ajaran agamanya.Identitas nasional merupakan suatu ciri yang dimiliki oleh bangsa kita untuk dapat membedakannya dengan bangsa lain.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). UUD NRI 1945. Pandangan hidup berfungsi sebagai kerangka acuan baik untuk menata kehidupan diri pribadi maupun dalam interaksi antar manusia dalam masyarakat serta alam sekitarnya. Antara lain Pancasila. tetapi dalam kenyataannya masyarakat tahu bahwa kelakuan mereka jauh dari apa yang mereka katakan. dogmatc) dimensi kultur seyogyanya mendahului dua dimensi lainnya. Cara melakukan pendidikan semacam itu. terutama bagi generasi muda. Namun dalam praktik pada masa reformasi yang terjadi adalah tindakan korupsi. Hukum berdiri diatas ideologi Pancasila yang berperan sebagai pengatur dan pondasi norma masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. akhirnya kekuasaan otoritarian Orde Baru pada akhir 1998-an runtuh oleh kekuatan masyarakat. Pancasila sebagai Wujud Modal Sosial Bangsa Modal sosial (social capital) bisa dikatakan sebagai kelompok individu atau grup yang digunakan untuk merealisasi kepentingan manusia. Sangat jelas bahwa kepercayaan menyentuh sendi kehidupan yang paling mendasar dari sisi kemanusiaan baik sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial. Masyarakat Indonesia sekarang ini tidak hanya mendambakan adanya penegakan peraturan hukum. Hal itu memberikan peluang bagi bangsa Indonesia untuk membenahi dirinya. Selanjutnya sistem nilai ini menjadi dasar perumusan kebijakan (policy) dan kemudian disusul dengan pembuatan hukum (law making) sebagai rambu-rambu yuridis dan code of conduct dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. hal ini dikarenakan kepercayaan bersifat fundamental. Perilaku itu justru semakin membuat persepsi yang buruk bagi para pemimpin serta meredupnya Pancasila sebagai landasan hidup bernegara. Empat pilar tersebut ibaratkan sebuah kepercayaan untuk mewujudkan kehidupan berbangsa yang rukun dan tanpa adanya sebuah keganjalan seperti konflik dan sebagainya. Pada masa Orde Baru menginginkan pemerintahan yang ditandai dengan keinginan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Ketika sebuah nilai kepercayaan itu hilang maka yang timbul adalah perpecahan yang sifatnya mendarah daging. dan Bhineka Tunggal Ika. bukan nilai-nilai Pancasila yang meresap ke dalam kehidupan masyakat. 1999). Dalam praktik kehidupan bernegara. setelah dikemas dalam pendidikan yang disebut penataran P4 atau PMP ( Pendidikan Moral Pancasila). Kalau mau didefinisikan sebagai satu kata maka trust (kepercayaan) adalah kata yang bisa mempresentasikan kondisi tersebut (Konioko dan Woller. Bahkan dapat dikatakan kualitas relasi sosial terletak pada sejauh mana nilai fundamental itu mendapat perhatian. tetapi kemunafikan yang tumbuh subur dalam masyarakat. Sedangkan James Coleman sebagaimana yang dikutip oleh Francis Fukuyama dalam bukunya Trust: The Social and Creation of Prosperity (1995) mendefinisikan modal sosial sebagai kemampuan masyarakat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama di dalam berbagai kelompok organisasi. atau nama sejenisnya. Sebab setiap ungkapan para pemimpin mengenai nilainilai kehidupan tidak disertai dengan keteladanan serta tindakan yang nyata sehingga Pancasila yang berisi nilainilai luhur bangsa dan merupakan landasan filosofi untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Berakhirnya kekuasaan Orde Baru menandai adanya Pemerintahan Reformasi yang diharapkan mampu memberikan koreksi dan perubahan terhadap penyimpangan dalam mengamalkan Pancasila dan UUD 1945 dalam praktik bermasyarakat dan bernegara yang dilakukan pada masa Orde Baru. Penanaman nilai-nilai Pancasila pada masa Orde Baru dilakukan secara indoktrinatif dan birokratis. Lebih-lebih pendidikan Pancasila dan UUD 45 yang dilakukan melalui metode indoktrinasi dan unilateral. dan nepotisme (KKN) dan fundamentalism. secara mendasar (grounded. Karena Orde Baru tidak mengambil pelajaran dari pengalaman sejarah pemerintahan sebelumnya. kolusi. Pancasila yang berisi nilai-nilai luhur. Sebagai bahan analisis yang menjadikan kepercayaan itu merupakan sebuah faktor utama dari pelaksanaan Pancasila. bagi rakyat hanyalah omong kosong yang tidak mempunyai makna apapun. . Mereka yang setiap hari berpidato dengan selalu mengucapkan kata-kata keramat: Pancasila dan UUD 45. yang tidak memungkinkan terjadinya perbedaan pendapat. akan tetapi masalah yang muncuk ke permukaan adalah apakah masih ada keadilan dalam penegakan hukum tersebut. Hal itu terutama disebabkan oleh karena pendidikan yang doktriner tidak disertai dengan keteladanan yang benar. Trust (kepercayaan) sangat diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat. semakin mempertumpul pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila. Akibatnya. berbangsa dan bermasyarakat.sendiri. berakibat fatal. Hal inilah yang menandai bahwa pada masa itulah masyarakat Indonesia sedang mengalami krisis identitas bangsa. yang diharapkan akan mencerminkan nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh bangsa yang bersangkutan (Solly Lubis: 2003). ternyata justru mematikan hati nurani generasi muda terhadap makna dari nilai luhur Pancasila tersebut. karena di dalam dimensi budaya itu tersimpan seperangkat nilai (value system). Selain itu Pancasila digunakan sebagai asas tunggal bago organisasi masyarakat maupun organisasi politik (Djohermansyah Djohan: 2007). sebut saja 4 (empat) pilar kehidupan berbangsa. karena masyarakat menilai bahwa aturan dan norma hanya untuk orang lain (rakyat) tetapi bukan atau tidak berlaku bagi para pemimpin. terutama bagaimana belajar lagi dari sejarah agar Pancasila sebagai ideologi dan falsafah negara benar-benar diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari (Djohermansyah Djohan: 2007).

Purwakarta. Tahun 2008. yang mengandung makna saling menghormati. yaitu tatanan dunia baru. terancam. yaitu ketika masa Orde Baru Pancasila dijadikan sebagai supported regime dan pada masa sekarang menjadi favourable dalam kekuasaan. Kerusuhan tersebut menyebabkan berbagai fasilitas umum menjadi rusak dan identitas bangsa sebagai negara yang menjunjung persatuan dan kesatuan sedikit demi sedikit sudah mulai luntur. Pluralisme yang menjadi alasan berdirinya NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Temanggung dan Sibuhuan Kabupaten Padang Lawas (Sumatera Utara). yang berbeda dengan kapitalis dan fundamentalis. Parung. Konflik tersebut menjadi konflik yang struktural. Faktor internal merupakan faktor yang terjadi karena adanya kegiatan-kegiatan didalam sub sistem tersebut. Krisis identitas yang mulai tergerus itulah yang menyebabkan banyaknya perbedaan diantara golongan dan berdampak timbulnya konflik ataupun permusuhan. Paham fundamentalisme yang hadir di tengah-tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang menyebabkan semua itu. menjunjung tinggi kebersamaan. Pada periode 1965-1974. Sekilas kasus ini merupakan bentuk ketidakharmonisan antar umat beragama. yang menurut mereka dalam tahun 2007 ada 100 buah gereja yang diganggu atau dipaksa untuk ditutup. angka gereja yang dirusak atau dibakar sebanyak 410 buah. Faktor yang mendorong krisis identitas dalam mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara terdiri dari dua faktor yang mendasar. sehingga disini rawan terjadinya konflik di dalam masyarakat itu sendiri. pemerintah kurang tegas dalam menangani masalah tersebut sehingga menimbulkan masalah baru yang bersifat struktural dan berkelanjutan. Bangsa Indonesia pun dihadapkan pada problem krisis identitas. Menurut MUI. Jakarta.Namun sebuah fenomena dan kelangsungan dari perjalanan reformasi memberikan ruang bagi para masyarakat yang tidak mengerti akan hal tersebut. Adanya kebutuhan yang mendesak dan ketidakterbatasan masyarakat juga ikut serta dalam mewujudkan sebuah konflik tersebut terjadi. Pada 12 Februari 2010 lalu. Sedangkan faktor eksternal merupakan faktor pendorong krisis identitas dari luar substansi. Pihak HKBP yang terdapat dalam kasus penyegelan rumah milik jemaat HKBP yang disalahgunakan menjadi gereja. Menurut data FKKJ tersebut. hal tersebut merupakan cermin lunturnya nilai-nilai dalam Pancasila. Selain itu lengsernya kekuasaan Soeharto yang menandakan jatuhnya Orde Baru sebagai bentuk kekuasaan yang otoritarian. ada 46 buah gereja yang dirusak atau dibakar. Meskipun demikian bangsa Indonesia pada tataran selanjutnya masih banyak terjadi konflik yang berbau SARA. Krisis Identitas dalam Kehidupan Berbangsa Era globalisasi yang sedang melanda masyarakat dunia. menghargai. Hilangnya kepercayaan (trust) sebagai wujud modal sosial dalam kehidupan masyarakat merupakan awal munculnya beberapa akibat adanya paham fundamentalis dan kapitalis di Indonesia. ada 19 buah gereja yang diganggu atau dibakar di Bekasi. Sebenarnya kasus yang terdapat di Bekasi tersebut bukan merupakan kasus kebebasan beribadat dan beragama ataupun yang berbau SARA. Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ) mengeluarkan data. Depok. ada 40 buah gereja yang mendapat gangguan. yaitu Pancasila. sehingga Amerika Serikat disebut sebagai polisi dunia. Sebagai konflik yang terjadi di Cengkareng. hal tersebut dikarenakan jika Amerika . yaitu faktor internal dan faktor eksternal. namun merupakan kasus tempat beribadat dan persoalan perijinan mendirikan bangunan. Padahal bangsa ini mempunyai identitas yang jelas. Namun pengakuat sebagai polisi dunia pada negara Amerika Serikat tidak bisa dilakukan. Cianjur. Sebagai dasar negara Pancasila mempunyai keunggulan dalam mengatur kehidupan masyarakat Indonesia. Bekasi. antara lain adanya konflik yang berbau SARA dan lain sebagainya. atau upaya pengaburan (eliminasi) identitas. HKBP merasa tidak terima atas keputusan pemerintah yang kurang demokratis yang akhirnya terjadi bentrokan antara jemaat HKBP dengan warga Muslim Bekasi. artinya konflik tersebut berlanjut dan dengan adanya tindakan nyata dari kedua belah pihak untuk saling memenangkan argumen mereka. Jawa Barat yaitu bentrokan antara Front Pembela Islam (FPI) dengan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). selama masa pemerintahan Presiden Soekarno (1945 – 1966) hanya ada 2 buah gereja yang dibakar. Tahun 2009 sampai Januari 2010. seperti konflik yang terjadi antara Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan Ahmadiyah. salah satunya yaitu setelah kehancuran Perang Dingin (1947-1991) antara Uni Soviet dengan Amerika Serikat sehingga memperkuat pertahanan keamanan di Amerika Serikat. Masyarakat Indonesia ditantang untuk makin memperkokoh jatidirinya. dan sebagainya justru kenyataannya adalah sebaliknya. Konflik yang sering terjadi di Indonesia merupakan konflik yang sebagian besar disebabkan karena krisis moral dan tidak bisa mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila. “Bangsa Indonesia krisis identitas. Hal ini didukung dengan fakta sering dijumpai masyarakat Indonesia yang dari segi perilaku sama sekali tidak menampakkan identitas mereka sebagai masyarakat Indonesia. Sedangkan dari tahun 1975 atau masa setelah diberlakukannya SKB 2 Menteri tahun 1969 hingga saat lengsernya Soeharto tahun 1998. Pada era pemerintahan Presiden Soeharto (1966-1998) ada 456 gereja yang dirusak atau dibakar. selanjutnya beliau menjelaskan sejarah Indonesia sejak abad ke-18 telah menunjukkan kultur bangsa dan semangat yang berkobar.” ucap Gus Dur. cenderung melebur semua identitas menjadi satu. Tangerang.

ada 6 keyakinan yang terdapat di Indonesia dan masing-masing keyakinan mempunyai dasar ataupun pedoman sesuai dengan keyakinannya.963. Korupsi sebagai Wujud Krisis Identitas Bangsa Adanya krisis identitas bangsa yang terjadi selama beberapa dekade menyebabkan mentalitas bangsa menjadi tergerus dan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Ketika itu.824 kasus. ketentraman. tentunya Pancasila memberikan nilai tersendiri. Ini menunjukkan adanya nilai ideologi Pancasila sudah tidak dihiraukan lagi dalam menjalankan roda pemerintahan. Perspektif ke depan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara hukum berdasarkan UUD 1945 yang memiliki dasar negara Pancasila. Sebagai contoh adalah kasus korupsi ditengah-tengah masyarakat. kedudukan Pancasila sebagai norma hukum tertinggi yang dalam tata hukum global disebut ground norm atau staat fundamental norm mengingat sesuai kenyataan sejarah (legal history) selama 60 tahun tidak goyah sebagai ideologi dan dasar negara hukum di Indonesia. 10 Tahun 2004 disebutkan bahwa Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum.025. Hal ini dengan tegas dinyatakan pada Pembukaan UUD 1945 alenia IV dan pada Pasal 2 UU No.Serikat menjadi polisi dunia maka Amerika Serikat berhak dan berkewajiban untuk melindungi semua negara di dunia ini. lemahnya penegakan hukum dalam menindaklanjuti tindak pidana korupsi yang semakin merajalela. Perbuatan korupsi telah digolongkan sebagai kejahatan internasional karena telah ditetapkan melalui Konvensi Internasional (Atmasasmita. 2004: 40). Hal ini berarti bahwa Pancasila harus diletakkan sebagai kaidah dasar yang mempunyai arti sebagai sumber dari segala sumber hukum serta menjadi dasar bagi berlakunya UUD 1945. Berdasarkan tesis Hans Kelsen. dan mampu diselesaikan sekitar 39. di samping itu. Ketika kepercayaan (trust) masyarakat mulai meredam terhadap nilai dan makna Pancasila. Fundamentalisme Agama sebagai akibat Lemahnya Pengamalan Nilai Ideologi Pancasila Agama merupakan pondasi hidup setiap manusia. maka disitulah titik awal dari munculnya krisis identitas yang menyebabkan seseorang melakukan segala cara untuk mendapatkan dan mempertahanlan kekuasaan dengan tidak menghiraukan lagi nilainilai ideologi yang terkandung dalam Pancasila itu. tanpa adanya agama manusia tidak bisa berpikir secara naluri dan tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. setiap manusia pasti mempunyai Tuhan dan percaya bahwa Tuhan itu ada.6% dan menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 9. Kondisi seperti ini sangat bertentangan sengan rasa keadilan sebagai salah satu nilai ideologi yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan peran Pancasila sebagai modal sosial. Penyimpangan dan implementasi dari sistem hukum yang berlapis seperti dijelaskan pada gambar di atas adalah ketidakkonsistenan dalam interaksi dan penerapan dari pasal tersebut yang dapat menjadi akar masalah korupsi di Indonesia. Sebagai modal sosial. Kecenderungan tindak korupsi tersebut hanya memihak dan menguntungkan satu pihak saja. kebersamaan. pada masa kini masyarakat hanya menjadikan Pancasila sebagai “buah bibir” saja tanpa bisa menghayati dan mengamalkannya secara utuh. Dalam kurun waktu 5 tahun (2004-2008) Dirtipikor dan WCC. banyak paham yang masuk seperti globalisasi dan fundamentalis. mental. Ketika krisis kepercayaan itu terjadi. Penyebab tindak korupsi tersebut jika di lihat dari aspek sosial politik sangat berkaitan dengan masalah kekuasaan yang diperoleh dengan aktivitas kegiatan dalam kepentingan politik. muncul kasus fundamentalis agama dalam hal tindak pidana korupsi. Adanya faktor-faktor tersebut Indonesia tidak lepas dari dampaknya yaitu adanya krisis identitas bangsa. dan karakter bangsa yang peka dan anti korupsi. sedangkan masyarakat sebagai korban dari korupsi tersebut. artinya Pancasila mempunyai nilai dan peran implementasinya dalam penyelenggaraan negara. dan . kedudukan Pancasila dalam UUD 1945 berada pada tingkat tertinggi (Ilham Bisri: 2005). dimana paham-paham yang muncul ditengah-tengah kehidupan masyarakat Indonesia. Keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat yang berbeda kepercayaan merupakan wujud nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam bentuk keharmonisan. sehingga diperlukan kajian tentang konsepsi sistem hukum di Indonesia.129. Munculnya paham fundamentalis dan kapitalis sebagai kenyataan akan hal tersebut. Selain krisis identitas yang bersifat moralitas dan kekuasaan.66. Adanya tindak pidana korupsi disebabkan karena lemahnya moral individu. Indonesia merupakan negara yang meyakini keberadaan agama sebagai hal tersebut. Bareskrim Polri mampu menangani kasus tindak pidana korupsi sebanyak 1. Faktor pendidikan dikalangan keagamaan menjadi sangat penting dan strategis dalam membangun moral. contoh vonis bebas korupsi atau SP3 (Surat Perintah Pemberhentian Penyidikan) lebih banyak di tingkat penyidikan dibandingkan kasus-kasus pencurian ayam bahkan sering kali korban penganiayaan yang dihakimi oleh masa. Praktik penegakan hukum dan peradilan yang timpang dengan rasa keadilan masyarakat sebagai wujud terkikisnya nilai Pancasila yang berperan sebagai modal sosial bangsa.986. Pancasila khususnya Sila ke-1 menyebutkan “Ketuhanan Yang Maha Esa”. sudah jelas dan tidak diragukan lagi.

begitu pula dalam keagamaan. kejadian tersebut dihubungkan dengan fundamentalisme. Keuntungan dari peperangan itu. Krisis agama yang bersifat kerusuhan tersebut tidak hanya terdapat pada masyarakat yang berbeda keyakinan. dan Antar Golongan). yaitu jiwa yang mengikat kita pada satu rasa dan satu tujuan. tapi bisa juga menjadi kerusuhan berskala besar dan sulit untuk menemukan jalan tengahnya. Pancasila berperan penting dalam segala hal. Akan terdapat berbagai jawaban dari mereka. Sementara di Indonesia terjadi peristiwa bom bunuh diri di berbagai tempat seperti Bom Bali I.sebagainya. Namun ada kenyataan yang berbeda ketika pertanyaan tersebut dihadapkan kepada masyarakat awam. Agama. Motif dari peristiwa itu tidak jauh dari fundamentalisme agama yaitu menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan dengan dilandasi fanatisme agama yang berlebihan. yaitu tetap dikuasai umat Islam. Sehingga dapat dikatakan bahwa selama tidak ada perubahan dari kondisi sosial. ada yang . Kegagalan pemerintah mengatasi kemiskinan dan masalah-masalah ekonomi selalu membuat masyarakat tergoda untuk melakukan kekerasan dalam menyalurkan aspirasinya. Barat menjadi mengenal dan memanfaatkan kebudayaan umat Islam yang sudah lebih tinggi daripada yang mereka miliki saati itu. Di samping itu. Modal sosial terbentuk karena trust (kepercayaan) masyarakat terhadap apa yang mereka dengar dan lihat. hal-hal itu tetap akan terus berlangsung. Ras. Bahkan kedudukan Barat/Kristen di Syira dan Palestina hilang. dan lain sebagainya. politik. Selain itu. dan bahkan bisa membawa nama masing-masing kelompok tersebut dalam ranah konflik yang bersifat SARA (Suku. dan ekonomi masyarakat dan selama aparat tidak tegas dalam menindak kejadian-kejadian seperti itu. merupakan salah satu fenomena yang sangat mengejutkan pada abad ke20. Fundamentalisme seperti yang telah dikemukakan oleh Karen Armstrong. ketidaktegasan aparat juga turut memberi andil bagi kelangsungan hidup organisasi yang identik dengan kekerasan dalam mengemukakan pendapatnya. Perbedaan keyakinan yang terdapat di dalam masyarakat itu merupakan multikulturalisme bangsa Indonesia. tidak jarang hal tersebut justru mendorong berbagai keributan/kerusuhan. bahkan tak jarang dari mereka yang mempunyaikeyakinan dan tujuan yang sama justru malah mengalami konflik internal. Bom Bali II. hubungan dagang Asia-Eropa menjadi lebuh hidup dan berkembang. Amerika Serikat. Bom Kedutaan Besar Australia di Jakarta. peristiwa paling menghebohkan dunia yang terjadi pada Semtember 2001 silam yaitu penghancuran gedung World Trade Center (WTC) di New York. http://mohkusnarto. Namun. dan ekonomi masyarakat kita.com/2011/02/10/pancasila-sebagai-identitas-dan-nilai-luhur-bangsa/ “Gambar pohon beringin dalam Pancasila melambangkan sila ke berapa?” Pertanyaan ini terdengar sangat mudah dan biasanya ditanyakan oleh guru sekolah dasar kepada muridnya. Hal tersebut dikarenakan rendahnya jiwa nasionalisme bangsa. Fenomena yang disebut sebagai fundamentalisme agama tersebut memang tidak dapat dilepaskan dari situasi sosial. Perang Salib berlangsung hinggga tujuh kali (Perang Salib VII tahun 1270-1291) status Yerusalem/Palestina tidak berubah. politik.wordpress. Perang Salib (1069-1291) merupakan perang antar umat Kristen Eropa dengan umat Islam yang memperebutkan Yerussalem/Palestina. Substansi kerusuhan tersebut sangat sempit dan kecil. Begitu mengerikan ekspresi dari fundamentalisme ini.

yang di dalamnya terkandung Pancasila sebagai filsafat negara. pemahaman terhadap negara hukum Indonesia harus dilihat dalam konteks Pancasila yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. dari perspektif filosofis. Sebenarnya tujuan dari negara hukum sendiri adalah sebagai sarana dalam mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. mengenai arti negara hukum. Pasal 1 ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945 menyatakan bahwa negara Indonesia adalah negara hukum. Tipe perkembangan hukum dapat digunakan untuk menganalisis karakteristik dari negara hukum Pancasila. Bagi masyarakat yang lancar dan benar menjawab tentu bukanlah suatu masalah yang perlu dikaji tetapi bagi masyarakat yang tidak bisa menjawab karena lupa bahkan dengan alasan tidak tahu maka akan menjadi suatu ironi di negara yang menyebutkan bahwa Pancasila merupakan identitas bangsa. Pancasila disini sebagai landasan filosofis negara Indonesia. Pertama. Mahasiswa yang selalu didengungkan sebagai agen perubahan memang banyak berkontribusi dalam negara. hukum represif yaitu hukum yang merupakan alat kekuasaan represif. Misalnya ketika terjadi beberapa amandemen UUD 1945 dalam upaya perlindungan hukum terhadap hak asasi manusia di Indonesia. Jawaban yang beragam dari masyarakat menunjukkan pemahaman mengenai Pancasila yang sebenarnya. Kedua. Kedua. Pancasila terdiri dari lima sila yang di dalamnya mencakup semua nilai dalam kehidupan bermasyarakat. hukum responsif yaitu hukum sebagai sarana aspirasi masyarakat sehingga dalam hukum ini keadilan substansif lebih terlihat dibanding kedua tipe hukum lain. terkandung dalam Pembukaan UUD 1945. Tipe ini menjelaskan bahwa hukum taat kepada kekuasaan dan perintah dari penguasa yang kewenangannya tidak terbatas. Contohnya ketika reformasi. Istilah negara hukum akan dikaitkan dengan tipe perkembangan hukum. namun melihat fakta sampai era sekarang belum terealisasikan sempurna di kehidupan sehari. Bahkan yang akan menjadi semakin miris apabila pertanyaan sederhana tadi ditanyakan kepada wakil rakyat dan ada wakil rakyat tersebut tidak mengetahui jawabannya. Menurut pakar Philippe Nonet dan Philip Selznick membedakan menjadi tiga.lancar menjawabnya. Pendidikan merupakan salah satu faktor pendukung untuk lebih memahami Pancasila. Argumentasinya adalah semua isi batang tubuh UUD 1945 dijiwai oleh Pembukaan UUD 1945.hari. terlebih lagi pemahaman mengenai sila-sila Pancasila yang merupakan identitas bangsa. Dengan demikian. Di era reformasi. Ketiga. setidaknya terlihat pencapaian mengenai perwujudan negara hukum Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. (Walter Wanggur.masing era. Dengan membuat periodisasi dari awal kemerdekaan Indonesia hingga era reformasi akan terlihat perbedaan tipe hukum yang diadopsi oleh masing. para manusia muda ini berkontribusi dalam mengubah dari Orde Baru menjadi era . hukum otonom yaitu hukum sebagai alat dan berorientasi kepada penegakkan hukum sehingga keadilan preosedural lebih terlihat. Sebagian ahli hukum Indonesia berpendapat bahwa paham negara hukum yang dianut Indonesia adalah negara hukum Indonesia. 96) Ide mengenai negara hukum Pancasila dicetuskan pada tahun 1945. Nonet dan Selznick mengakui ketiga tipe hukum merupakan hal asbtrak yang dalam faktanya tidak akan ditemui dalam bentuknya murni. Pancasila yang berlambang burung Garuda dengan kepala menghadap kanan. Walaupun dalam UUD 1945 tidak ditemukan istilah “negara hukum Pancasila”. penyebutan istilah tersebut bukan merupakan suatu yang berlebihan. Juga upaya lanjutan yang berupa diundangkannya tentang hak asasi manusia. Di era sekarang ini yang menjunjung tinggi hak asasi manusia dan demokrasi sebenarnya akan lebih menunjang pemahaman masyarakat mengenai negara hukum Pancasila. ada yang menjawab lama sambil mengingat kembali bahkan ada yang diam atau tidak menjawab karena lupa. Mencoba mengetahui apakah arti negara hukum dan apakah arti Pancasila yang merupakan identitas negara? Apakah masyarakat sendiri pun mengerti dan memahami istilah “negara hukum Pancasila”? Pertama akan mencari mengenai arti dari istilah Pancasila. 2009.

dan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia (Suryo. yaitu pancasila merupakan falsafah bangsa. yaitu wilayah nusantara yang membentang dari Sabang sampai Merauke .com/2011/08/17/negara-hukum-pancasila-sebagai-identitas-bangsa-indonesia/ perlambang yang secara arbiter dientuk atas unsure-unsur ucapan manusia dan yang digunakan sebgai sarana berinteraksi antar manusia. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya . dikutip Manuel Castelles dalam bukunya The Power of Identity (Suryo. budaya.reformasi. lahirnya angkatan bersenjata modern dan pembanguanan lainnya dalam kehidupan bernegara. tumbuhnya birokrasi. dan yang sejenisnya. mencakup etnisitas. bahasa. Mahasiswa memasuki usia sebagai manusia dewasa sehingga buah pikiran mereka pun diperhitungkan.masing baik sains maupun sosial. Dari unsur-unsur Identitas Nasional tersebut dapat dirumuskan pembagiannya menjadi 3 bagian sebagai berikut : · Identitas Fundamental. C. politik. Faktor pembentukan Identitas Bersama. bahasa. meliputi pembangunan komunikasi dan teknologi. · Identitas Alamiah. kuliah kerja nyata.Faktor-faktor yang mendukung kelahiran identitas nasional bangsa Indonesia meliputi: · Faktor Objektif. Faktor-faktor yang diperkirakan menjadi identitas bersama suatu bangsa. · Faktor pendorong. yang meliputi Negara kepulauan (Archipelago) dan pluralisme dalam suku. Indonesia http://permataulfah. Dimulai dari kontribusi mahasiswa dalam UKM atau lembaga BEM. dan pemantapan sistem pendidikan nasional · Faktor reaktif. yang meliputi faktor geografis-ekologis dan demografis · Faktor Subjektif.blogdetik. Bahasa Indonesia. Dasar Negara. social. Adanya kesatuan tempat tinggal . munculnya identitas nasional suatu bangsa sebagai hasil interaksi historis ada 4 faktor penting. Walaupun baru terhadap masyarakat lokal suatu daerah namun hal tersebut membantu para masyarakat ini untuk lebih memahami identitas negaranya dimana ia memijakkan kaki. pada dasarnya tercakup dalam proses pembentukan identitas nasional bangsa Indonesia yang telah berkembang dari masa sebelum bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan dari penjajahan bangsa lain. Faktor-Faktor Pendukung Kelahiran Identitas Nasional 1. dan agama. Bendera Negara.negara membutuhkan identitasidentitas untuk menyataukan masyarakat bangsa yang bersangkutan. identitas. agama. · Faktor penarik. yaitu : · Primordial · Sakral · Tokoh · Bhinneka Tunggal Ika · Sejarah · Perkembangan Ekonomi · Kelembagaan Faktor-faktor penting bagi pembentukan bangsa Indonesia sebagai berikut 1. Mensosialisasikan pemahaman dari apa yang telah dipelajari lalu direalisasikan kepada masyarakat misalkan adanya sekolah kerakyatan. yaitu: · Faktor primer. Menurut Robert de Ventos. territorial. Proses pembentukan bangsa. mahasiswa dapat menciptakan inovasi sesuai dengan bidangnya masing. yaitu faktor historis. negara hukum pancasila. Lambang Negara. Dengan tulisan dan aksinya. 2002). 2002) 2. melepaskan diri dari belenggu penjajahan 3. Adanya persamaan nasib . dan Ideologi Negara · Identitas Instrumental yang berisi UUD 1945 dan tata perundangannya. Adanya keinginan bersama untuk merdeka . yaitu penderitaan bersama dibawah penjajahan bangsa asing lebih kurang selama 350 tahun 2. sertakepercayaan. mengadakan desa binaan. mencakup modifikasi bahasa dalam gramatika yang resmi.

serta memiliki etos kerja yang tinggi serta berdisiplin. Naskah Pancasila . Bila menghubungkan kebudayaan sebagai karakteristik bangsa dengan Pancasila sebagai kepribadian bangsa. berkeadilan. pengambilan keputusan dengan musyawarah mufakat lah yang harus dilakukan dan menjadi ciri dari bangsa Indonesia sekarang. Katolik. pada saat ini demokrasi Indonesia yang berasal dari barat itu. Persatuan Indonesia 4. bersatu. Memajukan kesejahteraan umum 3. Sehingga. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab (Perikemanusiaan) Sebagai negara yang berketuhanan. Adanya cita-cita bersama untuk mencapai kemakmuran dan keadilan sebagai suatu bangsa Cita. 4. KeTuhanan Yang Maha Esa Indonesia memiliki 5 agama yang dianut oleh masyarakatnya. Semangat persatuan yang dianut Indonesia direalisasikan dalam bentuk gotong royong sebagai sifat bangsa Indonesia. Sebagai identitas nasional Pancasila sebagai kepribadian bangsa harus mampu mendorong bangsa Indonesia secara keseluruhan agar tetap berjalan dalam koridornya yang bukan berarti menentang arus globalisasi. Persatuan (Kebangsaan) Indonesia Persatuan dapat diwujudkan dengan adanya kerjasama dan kebersamaan. Pancasila 1. berdaulat adil dan makmur. bertindak ramah. Akan tetapi dalam pelaksanaannya. berdaulat. negara Indonesia bercita-cita mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Maka. akan tetapi lebih cermat dan bijak dalam menjalani dan menghadapi tantangan dan peluang yang tercipta. serta harus menjunjung toleransi antarumat beragama. Tujuan Negara Indonesia selanjutnya terjabar dalam alenia IV Pembukaan UUD 1945.4. dan Hindu. beriman. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan 5. berkesadaran hukum dan lingkungan. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan Sila kerakyatan berakar dalam masyarakat Indonesia dan merupakan suatu unsur kepribadian bangsa Indonesia. cinta tanah air. Protestan. 3. tentunya kedua hal ini merupakan suatu kesatuan layaknya keseluruhan sila dalam Pancasila yang mampu menggambarkan karakteristik yang membedakan Indonesia dengan negara lain. Hal ini cukup bertentangan dengan sifat kerakyatan Indonesia yang didasarkan atas kekeluargaan dan keputusannya harus mencapai mufakat. dan keadilan sosial Adapun visi bangsa Indonesia adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai . Pribadi manusia inilah yang kemudian menjadi karakteristik bangsa Indonesia.A. mengausai ilmu pengetahuandan teknologi. Bangsa Indonesia bercita-cita mewujudkan negara yang bersatu. mandiri.Cita. setiap agama tersebut mengajarkan kebaikan kepada umat pengikutnya yang membuat mereka menaati aturanNya serta berbakti kepadaNya. menduduki peringkat ke-3 tertinggi di Dunia. Tentunya. Penjabaran Kelima Sila Pancasila sebagai Gambaran Kepribadian Bangsa 1. Mencerdaskan Kehidupan bangsa 4. . antara lain Islam sebagai agama dominan. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan . bertakwa dan berahklak mulia. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab 3. Indonesia memiliki masyarakat yang bersifat peduli terhadap kesukaran dan mau membantu orang lain. Hal ini sesuai dengan amanat dalam Alenia II Pembukaan UUD 1945 yaitu negara Indonesia yang merdeka. maju dan sejahtera. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia B. Secara rinci sbagai berikut : 1. Melindungi seganap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia 2. Memang. dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat. berdaya saing. adil dan makmur. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. dapat dikatakan bahwa perikemanusiaan adalah dasar hidup bangsa Indonesia untuk turut membantu memajukan umat manusia dan mencapai cita-cita kebahagiaan bagi seluruh dunia. Dengan rumusan singkat. demokratis. Tujuan dan Visi Negara Indonesia. 2. Sebagai manusia harus berbuat baik kepada sesama dengan melakukan tindakan sosial dan beramal. perdamaian abadi. Budha. demokrasi ini hanya dijadikan alat bagi para birokrat pemerintah yang saling bertarung bahkan menggunakan cara kotor untuk memenuhi individual-interest nya.

memerlukan pemahaman kontekstual yang komprehensif. Direktur Reform Institute meluncurkan sebuah buku yang mengupas tuntas tentang Pancasila sebagai identitas bangsa Indonesia. seberapa banyak kita punya sumber daya alam. Berbagai bentuk serangan kolonial baik materi maupun non-materi. Pancasila sebagai indentitas bangsa Indonesia yang berfungsi mengatur beragam tradisi politik. Selain itu.” http://initialdastroboy.com/2011/05/08/mempertahankan-identitas-bangsa/ Baru-baru ini Yudi Latif. dengan memporsikan identitas bersama yakni kebersamaan sebagai bentuk kekuatan bersama bangsa untuk melawan kolonialisme. Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia Kepribadian bangsa Indonesia yaitu keadilan sosial Indonesia yang menuju kepada cita-cita mencapai suatu tata masyarakat yang adil dan makmur. alm. dlsb. Soeharto dalam pidato kenegaraannya tanggal 16 Agustus 1975. Dengan memiliki identitas – terlebih identitas yang asli-. Hemat saya. Tujuan utama adalah agar terjadinya pemahaman yang proporsional dari segenap lapisan bangsa akan pentingnya memahami identitas bangsa. “…saya mengajak masyarakat luas … untuk memikirkan dan mengusahakan rumusan-rumusan penjabaran Pancasila itu yang sederhana dan mudah dimengerti sehinga mudah juga untuk dihayati dan diamalkan oleh segenap rakyat Indonesia. seberapa sering pemilu. Oleh karena itu perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan haruslah dikembangkan. Keadilan harus dirasakan oleh keseluruhan lapisan masyarakat Indonesia agar dapat memajukan kesejahteraan dan kemakmuran Indonesia yang menyeluruh. seberapa banyak anggota parlemen. pemahaman identitas bangsa harus digulirkan kedalam sistem pendidikan nasional dengan merevitalisasi aspek-aspek krusial dalam konsep Pancasila.5. Pancasila sebagai identitas bangsa Indonesia yang dirumuskan oleh panitia PPKI tanggal 18 Agustus 1945 atas dasar kemajemukan (plural) ras dan golongan. Hal ini berdampak pada keberhasilan proses internalisasi pendidikan manusia sebagai makhluk sosial. seperti seberapa banyak lulusan sarjana. Kemajuan suatu bangsa ditentukan juga oleh kemampuan dirinya dalam . Peneliti sekaligus pengamat politik lulusan Australian Nation University (ANU) ini juga mengupas tuntas identitas bangsa Indonesia dalam konteks Pancasila sebagai upaya dalam membangun bangsa yang berkesejahteraan dan berwawasan global. Identitas merupakan tanda pengenal atau ciri khusus seseorang dalam realitas sosial. inilah hal yang harus kita pahami secara mendalam di era globalisasi yang sarat akan penjajahan gaya baru (neo kolonialsme) dengan teknologi sebagai amunisinya. merupakan satu aturan pokok yang secara khusus dan komprehensif mengatur berbagai macam urusan yang menyangkut moral publik (public morality). Sebagaimana telah disampaikan oleh mantan presiden ke-2 RI. Keberagaman masyarakat Indonesia yang merupakan formalistis dari sikap kebhinekaan. secara tidak disadari telah menjadikan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang kuat. seseorang akan lebih mudah dikenal dan dipahami oleh masyarakat sekitar. Menurut penuturan beliau. suatu bangsa bisa dikatakan maju tidak hanya ditentukan oleh faktor teknis semata. menjadi sebuah kekuatan tersendiri masyarakat ketika pihak kolonial Belanda membumi hanguskan wilayah dan masyarakat Indonesia dengan praktek imperialismenya. Sikap kerukunan dan gotong royong dalam konsep Pancasila harus direvitalisasi sebagaimana mestinya.wordpress.

Namun. dan jangan mempancasilakan agama. dan pejabat Negara lainya memprakarsai pemahaman ini terlebih dahulu. Realitas ini kurang berefek positif bagi kelangsungan kehidupan bangsa dan Negara Indonesia di masa depan. birokrat parpol.sifat. . Kata nasional berasal dari bahasa Inggris yang berarti bangsa. Hal ini bertujuan dalam proses regenerasi yang akan cepat tercapai. dansebagainya. Banyak ketimpangan dan kemerosotan moral dan nilai dari semangat Pancasila yang masih banyak dianut oleh petinggi Negara. tentu saja kita juga tidak akan bisa memahami apa maunya kita kan? Oleh karena itu.” tegasnya. tidak bisa memahami siapa diri kita. dan juga ketidakjelasan visi-misi kita ke depan itu menurut beliau disebabkan oleh ketidakmampuan diri kita mendefinisikan siapa bangsa Indonesia itu. Identitas nasional secara terminologis adalah suatu cirri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa yang lain. Selanjutnya. kita jangan mengagamakan Pancasila.Berdasarkan hakikat pengertian identitas nasional sebagai mana di jelaskan di atas maka identitas nasional suatu Bangsa tidak dapat di pisahkan dengan jati diri suatu bangsa ataulebih populer disebut dengan kepribadian suatu bangsa. Sejatinya. agama. berapa kali ke gereja. tanda atau jati diri yang melekat pada seseorang.Bangsa menunjuk pada kelompok2 persekutuan hidup manusia yang lebih besar dari sekedar pengelompokkan berdasar ras. Berdasarkan perngertian yang demikian ini maka setiap bangsa didunia ini akan memiliki identitas sendiri-sendiri sesuai dengan keunikan. yakni Pancasila. Hal ini menjadi sebuah solusi praktis dan logis untuk lebih mengedepankan pemahaman terhadap identitas bangsa. “Saya hanya seorang ilmuwan yang bisanya melahirkan buku-buku meski dengan berdarah-darah. Artinya. Permasalahan yang terus menerus menerjang bangsa kita pasca tumbangnya rezim Orba atau era reformasi. Tegasnya. Logikanya. Kekuasaan murni dalam entitas Negara Indonesia masih kontras terlihat. yakni Pancasila. berapa kali kamu shalat. bahasa. kalau kita tidak kenal diri kita sendiri. tidak mengurusi dan juga mencampuri moral pribadi. Kata nasional sendiri tidak bisa dipisahkan dari kemunculan konsep nasionalisme. Pancasila hanya mengurus permasalahan moral publik. atau sesuatu sehingga membedakan dengan yang lain.mengenal identitas atau jati diri secara komprehensif. kelompok. Dalam hal ini Yudi Latif menegaskan bahwa dirinya bukanlah pengusaha yang bisa memberikan banyak uang. Identitas (harfiah) : ciri. Solusinya adalah dengan membatasi seberapa kali orang bisa duduk di DPR. kita harus segera mengambil peran yang proporsional dan profesional.cirri-ciri serta karakter dari bangsa tersebut. bukan politisi yang bisa mengambil kebijakan. Sebelum mempancasilakan rakyat hal ini harus sudah menjadi agenda penting petinggi Negara. Yudi Latif menyatakan bahwa pemahaman rakyat akan nilai-nilai moral Pancasila bisa diukir apabila para penyelenggara konstitusi yang terdiri dari anggota parlemen. Pancasila hanya mengurusi pergaulan lintas komunitas. dalam memahami identitas bangsa (baca: Pancasila). budaya. Menjernihkan posisi Pancasila sebagai dasar Negara adalah meluruskan pemahaman kita bahwa Pancasila bukanlah sebuah ideologi seperti agama. tidak juga mencampuri keyakinan pribadi. realita saat ini jauh dari harapan mulia para pendiri bangsa. modal awal dalam membangun bangsa dan Negara Indonesia adalah dengan memahami jati diri bangsa terlebih dahulu melalui pendidikan karakter. Hal ini menyangkut indetitas bangsa yang kita gunakan.

Dasar Negara. c. Ke-majemukan itu merupakan gabungan dari unsur-unsur pembentuk identitas. Bahasa: merupakan unsur pendukung identitas nasional yang lain. serta dalam nilainilai etik dan moral yang secara normatif diterapkan di dalam pergaulan. baik dalam tataran nasional maupun internasional. Dengan kata lain. Suku Bangsa: adalah golongan sosial yang khusus yang bersifat askriptif (ada sejak lahir). tetapi sejak pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. budaya. istilah agama resmi negara dihapuskan. 2) Identitas Instrumental. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kclompok etnis dengan tidak kurang 300 dialek bahasa. system pemerintahan yang diharapkan. bahasa. serta agama dan kepercayaan (agama). Dari unsur-unsur identitas Nasional tersebut dapat dirumuskan pembagian Identitas menjadi 3 bagian sebagai berikut 1) Identitas Fundamental. yaitu suku bangsa. Lambang Negara. Agama Kong Hu Cu pada masa Orde Baru tidak diakui sebagai agama resmi negara. Agama: bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis. Kebudayaan: adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai rujukan atau pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. Misalnya. dapat dikatakan bahwa hakikat Identitas Nasional kita sebagai bangsa di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila yang aktualisasinya tercermin dalam penataan kehidupan dalam arti luas. Hindu. b. Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”.IdentitasNasional pada hakikatnya merupakan “manifestasinilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan suatu nation (bangsa)denganciri-ciri yang khas tadi suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalamhldupdankehidupannya”. dalam aturan perundang-undangan atau hukum. dan bahasa: a. agama. Bahasa dipahami sebagai sistem perlambang yang secara arbitrer dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan yang digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia. Unsur – Unsur Identitas Nasional Identitas Nasional Indonesia merujuk pada suatu bangsa yang majemuk. d. dimana saat . kebudayaan. yaitu Pancasila yang merupakan Falsafah Bangsa. Kemunculan Nasionalisme di Indonesia Nasionalisme di Indonesia muncul pada dekade awal abad ke 20. Bendera Negara. yang berisi UUD 1945 dan Tata Perundangannya. yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Katolik. Bahasa Indonesia. dan Kong Hu Cu. dan ldeologi Negara. Kristen.(WibisonoKoento : 2005) Dan bila dilihat dalam konteks Indonesia maka Identitas Nasional itu merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan dari ratusan suku yang “dihimpun” dalam satu kesatuan Indonesia menjadi kebudayaan nasional dengan acuan Pancasila dan roh “Bhinneka Tunggal Ika” sebagai dasar dan arah pengembangannya. 3) Identitas Alamiah yang meliputi Negara Kepulauan (archipelago) dan pluralisme dalam suku. Agama-agama yang tumbuh dan berkembang di Nusantara adalah agama Islam. Buddha.

Negara nasional dapat dipandang sebagai institusi politik dari nasionalisme. Pertama. Nation State berpandangan bahwa negara adalah milik rakyat atau bangsa yang berdiam di wilayah yang bersangkutan. Yang di harapkan adalah keinginan hidup bersatu karena adanya persamaan nasib.B. Bangsa arti sosiologis antropologis Bangsa adalah persekutuan hidup masyarakat yang berdiri sendiri yang masing-masing anggota persekutuan hidup tersebut merasa satu kesatuan ras. negara Indonesia terbentuk dalam format negara-bangsa atau Nation-State yang didasarkan pada semangat kebangsaan dengan tekad suatu masyarakat untuk membangun masa depan bersama di bawah satu negara yang sama. Proses Berbangsa dan Bernegara Indonesia 1. Kedua. Bangsa arti politis Dalam hal ini bangsa adalah suatu masyarakat dalam suatu daerah yang sama dan mereka tunduk kepada kedaulatan negaranya sebagai suatu kekuasaan tertinggi keluar dan kedalam. Natsionalisme menjadi ideologi bagi negara-negara kebangsaan sekaligus perekat anggota masyarakat dalam menciptakan loyalitas serta kesetiaan pada identitas negara. bahasa. bahasa. Jadi mereka menjadi suatu bangsa karena disatukan oleh kesamaan hal-hal tersebut. model mutakhir yang berawal dari adanya negara terlebih dahulu. ras. Rakyat berjuang dan mengabdi pada bangsa dan negara sebagai miliknya 2. Negara Indonesia merdeka yang akan didirikan hendaknya dapat mengayomi seluruh rakyat tanpa memandang suku. budayadaerah dan agama. Hakikat Negara-Bangsa (Nation State) Negara-Bangsa adalah fenomena baru mengenai tipe negara yang muncul pada akhir abad ke-20 pada pasca perang dunia ke-2. Jadi mereka diikat oleh satu kekuasaan politik yaitu negara. walaupun warga masyarakat tersebut berbedabeda. Ada dua proses pembentukan bangsa negara yaitu model ortodoks dan model mutakhir. Unsur-unsur pembentuk bangsa ini adalah unsur-unsur objektif bangsa yang bersangkutan seperti persamaan ras. daerah dan golongan-golongan tertentu. yang terbentuk melalui proses tersendiri. Proses Berbangsa Indonesia 1. . Jadi. model ortodoks bermula dari adanya suatu bangsa terlebih dahulu untuk kemudian bangsa itu membentuk satu negara tersendiri. Hal ini dikarenakan Indonesia sebagai negara bekas jajahan Belanda yang terdiri dari berbagai suku bangsa. Pasca perang dunia ke-2 yanng ditandai dengan hilangnya masa kolonialisme telah menyebabkan negara-negara baru khususnya Asia Afrika muncul sebagai Negara merdeka dengan format Nation State. Indonesia sebagai Nation-State Para pendiri negara atau the founding father’s menyadari bahwa negara Indonesia harus mampu berada di atas semua kelompok dan golongan yang beragam. sedangkan penduduk negara merupakan sekumpulan suku bangsa dan ras. bahasa. agama dan adat istiadat. Negara-negara tersebut meletakkan landasan kemerdekaan mereka di atas puing-puing kolonialisme yang lama menguasai tanah dan identitas mereka dan sekarang pada umumnya negara-negara membentuk dirinya kedalam format Nation State. cita-cita. Negara Bangsa Indonesia 1. Pada negara yang bercorak Nation State itu menganggap bhwa nasionalisme merupakan gagasan individu secara alamiah terikat dengan orang dan tanah kelahiran mereka secara turun temurun dalam sistem ekonomi politik yang di identifikasi sebagai negara bangsa. dan karena berasal dalam ikatan wilayah yang sama. berbagai ras dengan wilayah yang tersebar di nusantara. 1. Negara ini adalah format modern kebangsaan di mana otoritasnegara secara otomatis meliputi dan mengatur secara keseluruhan bangsa-bangsa tersebut yang ada dalam wilayah teritorialnya.

yaitu Cultural Unitiy dan Political Unitiy. sebagai berikut: 1. Setiap anggota cultur unity memiliki kesetiaan atau loyalitas pada identitasnya. suku. Bangsa Indonesia memiliki tekad kuat untuk menghapus segala penindasan dan penjajahan suatu bangsa atas bangsa yang lain. sedangkan dalam model mutakhir. Kesamaan primordial dapat saja menciptakan bangsa tersebut untuk bernegara namun dewasa ini negara yang relatif homogen yang hanya terdiri dari satu bangsa tidak banyak terjadi. Identitas yang dimiliki oleh sebuah cultural unity kurag lebih bersifat ascribtife (sudah ada sejak lahir). 2. Misalnya. ada tidaknya perubahan unsur dalam masyarakat. Pertama. Proses Bernegara Indonesia Negara adalah organisasi kekeasaan dari persekutuan hidup manusia. bersatu. system pemerintahan negara. Negara yang kita cita-citakan adalah menuju pada keadaan yang merdeka. keturunan dan daerah asal. Cultural unitiy disatukan oleh adanya kesamaan ras. Ini membuktikan bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius dan mengakui adanya motivasi spiritual. Identitas ini sering disebut sebagai identitas kelompok atau identitas primordial. lamanya waktu yang diperlukan dalam proses pembentukan bangsa-bangsa. identitas Political Unity atau Idrntitas Kebangsaan Political Unity merujuk pada bangsa dalam pengertian politik. agama. adil dan makmur. (alinea I pembukaan UUD 1945) Adanya perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan dan menghasilkan proklamasi. yaitu bangsa-negara. Terjadinya negara-bangsa Indonesia merupakan proses atau rangkaian tahap-tahap yang berkesinambungan. bentuk negara. UUD negara dan dasar negara. bersifat alamiah / bawaan. Keempat. Ketiga. kerabat.Kedua model ini berbeda dalam empat hal. 1. Jadi dengan proklamasi tidaklah selesai kita bernegara . Terjadinya negara tidak sekedar dimulai dari proklamasi tetapi adanya pengakuan akan hak setiap bangsa untuk memerdekakan dirinya. Inilah sumber motifasi perjuangan. (alinea IV pembukaan UUD 1945) 2. setia pada suku. Proses terbentuknya negara-bangsa Indonesia secara teoritis dilukiskan sebagaimana dalam keempat alinea Pembukaan UUD 1945. maka identitas juga terdiri dari dua. 4. derajat partisipasi politik dan rezim politik. Kesadaran politik masyarakat pada model ortodoks muncul setelah terbentuknya bangsa-negara. (alinea II pembukaan UUD 1945) Terjadinya bangsa Indonesia adalah kehendak bersama seluruh bangsa Indonesia. berdaulat.Identitas Cultural Unity atau Identitas kesukubangsaan Cultural Unity merujuk pada bangsa dalam pengertian kebudayaan atau bangsa dalam arti sosiologis antropoligis. 3. (alinea III pembukaan UUD 1945) Negara Indonesia perlu menyusun alat-alat kelengkapan negara yang meliputi tujuan negara. Identitas kesukubangsaan dapat diketahui dari sisi budaya orang yang bersangkutan. Disamping itu adalah kehendak dan atas rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Kedua. Negara baru perlu menciotakan identitas yang baru pula untuk bangsanya yang di sebut juga sebagai identitas nasional. budaya. agama. . Unsur-unsur ini menjadi identitas kelompok bangsa yang bersangkutan sehingga bisa dibedakan dengan bangsa lain. Dalam hal ini loyalitas pada primodialnya memiliki ikatan emosional yang kuat serta melahirkan solidaritas erat. adat dan budaya. 1. daerah asal dan bahasanya. primer dan etnik. Karakteristik Identitas Nasional Indonesia Bangsa memiliki 2 konsep. kesadaran politik warga muncul mendahului bahkan menjadi kondisi awal terbentuknya bangsa-negara. Dengan demikian semakin sempurna proses terjadinya negara Indonesia. yaitu identitas suku kebangsaan dan identitas kebangsaan. D.

Identitas nasional bersifat buatan karena identitas nasional itu dibuat. Beberapa bentuk identitas nasional indonesia adalah : a. Bersifat sekunder karena kemunculan identitas nasional lahirnya belakangan bila dibandingkan dengan identitas kesukubangsaan yang telah dimiliki warga bangsa itu secara ascribtif.uns. Bendera merah putih sebagai bendera negara d. Semboyan Negara yaitu Bhineka Tunggl Ika g. bendera nasional dan ideologi nasional. yaitu identitas primer atau identitas kesukubangsaan. semboyan nasional. Oleh karna itu identitas ini dapat dikatakan sebagai identitas nasional. lambang nasional. kebidayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan nasional Pembentukan dan kesepakatan bangsa Indonesia atas sejumlah identitas nasional secara relatif tidak menimbulkan pertentangan yang serius. http://fisip. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional atau bahasa persatuan c. 3. Konsepsi wawasan nusantara j. justru Indonesia malah berhasil dalam menentukan beberapa bentuk identitas nasionalnya. Bentuk Negara kesatuan Republik Indonesia yang Berkedaulatan Rakyat i. Lagu kebangsaan yaitu Indonesia Raya e. sekunder.Identitas kebangsaan merupakan kesepakatan dari banyak bangsa didalamnya.Pancasila sebagai dasar falsafah negara b. Konstitusi negara yaitu UUD 19945 h. etis dan nasional. identitas Nasional Indonesia Identias nasional Indonesia yang dimaksudkan adalah identitas sebagai bangsa yang telah bernegara (political unity) bukan lagi bangsa yang masih bertebaran sebagai cultural unity. Identitas kebangsaan bersifat buatan. dan disepakati oleh warga bangsa sebagai identitasnya setelah mereka bernegara.id/blog/khoiriyah/2011/03/12/identitas-nasional/ . Lambang Negara yaitu Garuda Pancasila f. di bentuk.ac. Beberapa bentuk identitas nasional adalah bahasa nasional. meskipun dalam sejarahnya pernah ada pertetangan ketika bangsahendak menyepakati pancasila sebagai identitas ideologi nasional.

Kesatuan politik di bawah Belanda hanya dicapai pada awal abad ini. dan pertahanan keamanan.Definisi Identitas nasional.Jadi. ekonomi. Karena meskipun setengah abad menjadi bagian dari Indonesia yang merdeka telah menimbulkan perasaan yang kuat tentang identitas nasional di lebih dari 13. pertama-tama harus dipahami terlebih dulu arti Identitas Nasional Indonesia. Identitas nasional secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain. menunjukkan kesatuan komunitas sosio-kultural tertentu yang memiliki semangat. . sifat. Berdasarkan hakikat pengertian “identitas nasional” sebagaimana dijelaskan di atas maka identitas nasional suatu bangsa tidak dapat dipisahkan dengan jati diri suatu bangsa atau lebih popular disebut sebagai kepribadian suatu bangsa. politik negara. ideolgi dan agama. Deklarasi kemerdekaan mengikuti proses yang lambat penjajahan Belanda yang dimulai pada abad ke-17 dengan penciptaan VOC Belanda.com/social-sciences/political-science/2116855-pengertian-identitasnasional/#ixzz1bnGE4HvJ IDENTITAS NASIONAL INDONESIA Oleh kibaw90 Identitas berarti ciri-ciri. Demikian pula hal ini juga sangt ditentukan oleh proses bagaimana bangnsa tersebut terbentuk secara historis. ciri-ciri serta karakter dari bangsa tesebut. meninggalkan identitas regional yang kuat utuh. Selama ini masyarakat Indonesia masih bingung dengan identitas bangsanya. banyak kekuatan lain yang masih menarik negara terpisah. dentitas Nasional Indonesia meliputi segenap yang dimiliki bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa lain seperti kondisi geografis. Berdasarkan pengertian yang demikian ini maka setiap bangsa di dunia ini akan memiliki identitas sendiri-sendiri sesuai dengan keunikan.000 pulau-pulau yang membentuk kepulauan. sumber kekayaan alam Indonesia. Agar dapat memahaminya. Saat itu rempah-rempah yang menarik para pedagang Eropa untuk koleksi pulau-pulau kecil di tempat yang sekarang Eastern Indonesia. Nasional berasal dari kata nasion yang memiliki arti bangsa. Hal ini diciptakan oleh para pemimpin Republik yang baru diproklamasikan pada tahun 1945 dan tantangan politik adalah sebagai benar mencerminkan hari ini seperti yang lebih dari 50 tahun yang lalu.shvoong. tujuan serta ideologi bersama. Identitas Nasional Indonesia adalah ciri-ciri atau sifat-sifat khas bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsabangsa lain di dunia. Sumber: http://id. cita-cita. Belanda memonopoli perdagangan dan dari sana memperluas pengaruh mereka – terutama melalui pemerintahan tidak langsung – di koleksi kesultanan dan kerajaan yang independen yang membentuk daerah itu. Moto nasional Indonesia adalah “Bhinneka Tunggal” atau “kesatuan dalam keragaman”. sifat-sifat khas yang melekat pada suatu hal sehingga menunjukkan suatu keunikkannya serta membedakannya dengan hal-hal lain. demografi atau kependudukan Indonesia.

adalah seorang nasionalis tertinggi. yang menjadi presiden pertama dari Republik.wordpress.Menghadapi identitas nasional Bangsa Indonesia sendiri masih kesulitan dalam menghadapi masalah bagaimana untuk menyatukan negara yang mempunyai lebih dari 250 kelompok etnis. http://kibaw90. Dialah yang menciptakan ideologi nasional Indonesia Pancasila dirancang untuk mempromosikan toleransi di antara berbagai agama dan kelompok-kelompok ideologis. yang memiliki pengalaman dari Belanda bervariasi dari satu wilayah ke wilayah lainnya.com/2010/03/29/identitas-nasional-indonesia/ . Sukarno. Penyebaran bahasa nasional – Bahasa Indonesia – juga membantu menyatukan multi-bahasa penduduk.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->