P. 1
Askep Ibu Hamil Trimester 1

Askep Ibu Hamil Trimester 1

|Views: 5,266|Likes:
Published by Frenshilgo

More info:

Published by: Frenshilgo on Dec 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/17/2015

pdf

text

original

MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER 1

Disusun Oleh ; Kelompok XI Ikhwanudin Muklas Hari Y Tri Winda S (09.02.01.0571) (09.02.01.0578) (09.02.01.0595)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) MUHAMMADIYAH LAMONGAN 2011-2012

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Awal kehamilan ditandai berdasarkan menstruasi terakhir pada wanita. Banyak perubahan fisik yang akan wanita alami selama trimester pertama (3 bulan pertama kehamilan). Periode ini juga merupakan periode tumbuh kembang yang cepat bagi bayi. Kehamilan biasanya berlangsung selama 40 minggu, mulai dari hari pertama periode terakhir menstruasi wanita yang berarti bahwa itu mencakup dua minggu sebelum ovulasi dan konsepsi terjadi. Hal ini sering disebut dalam tiga bagian yang disebut trimester. Trimester pertama berlangsung selama 12 minggu, yang kedua dari 13 sampai akhir 27 minggu, dan ketiga 28-40 minggu. Wanita mungkin menemukan versi yang sedikit berbeda dari periode waktu selama kehamilannya. Sebagai contoh, tes khusus dilakukan selama trimester pertama. Pembagian trimester membantu anda dan dokter dalam perencanaan dan pengelolaan kehamilan. Trimester pertama merupakan saat perubahan besar dalam tubuh seorang wanita, dan akan mengalami perubahan dengan cara yang unik. Beberapa wanita langsung tahu bahwa mereka telah hamil, sedangkan orang lain mungkin tidak yakin mereka sedang hamil bahkan setelah tes kehamilan positif dan dokter telah mengkonfirmasi. Trimester pertama dapat membawa peningkatan energi dan rasa kesejahteraan. Beberapa wanita mungkin merasa lelah dan emosional. Lain mungkin tidak melihat banyak perubahan sampai kemudian pada kehamilan. Selama tubuh mengalami perubahan, wanita mungkin perlu membuat perubahan ke rutinitas sehari-hari, seperti pergi ke tempat tidur lebih awal atau sering makan, makanan kecil. Untungnya, sebagian besar ketidaknyamanan tersebut akan hilang selama kehamilan berlangsung. Dan sebagian perempuan bahkan mungkin tidak merasakan adanya ketidaknyamanan semua ini. Jika wanita pernah hamil sebelumnya, mungkin merasakan adanya perbedaan kali ini. Sama seperti perbedaan disetiap wanita, demikian juga di setiap kehamilan.

2.1 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas dapat dirumuskan masalahmasalah berikut ini : 1. Apa yang pengertian trimester pertama ? 2. Apa faktor penyebab kehamilan trimester pertama? 3. Bagaimana pathway kehamilan trimester pertama? 4. Apa Gejala pada trimester pertama? 5. Bagaimana perubahan psikologis trimester pertama? 6. Apa kebutuhan nutrisi bagi Kehamilan Trimester Pertama? 7. Bagaiman tahap perkembangan kehamilan trimester pertama? 8. Apa Tanda Bahaya Trimester Pertama? 9. Bagaimana Kunjungan Prenatal Pertama? 10. Bagaimana Penatalaksanaan trimester pertama?

3.1 Tujuan Penyusunan A. Tujuan Umum 1. Untuk mengetahui pengertian trimester pertama. 2. Untuk mengetahui faktor penyebab kehamilan trimester pertama. 3. Untuk mengetahui Gejala pada trimester pertama. 4. Untuk mengetahui pathway kehamilan trimester pertama. 5. Untuk mengetahui perubahan psikologis trimester pertama penyesuaian) 6. Untuk mengetahui kebutuhan nutrisi bagi Kehamilan Trimester Pertama 7. Untuk mengetahui tahap perkembangan kehamilan trimester pertama 8. Untuk mengetahui Tanda Bahaya Trimester Pertama 9. Untuk mengetahui Kunjungan Prenatal Pertama 10. Untuk mengetahui Penatalaksanaan trimester pertama. (periode

B. Tujuan Khusus

1. Agar penyusun lebih mengetahui tentang trimester pertama. 2. Semoga makalah ini bisa dijadikan bahan referensi yang terkait mengenai trimester pertama kehamilan. . 3. Sebagai bahan belajar dan pengetahuan tentang kehamilan trimester pertama.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Trimester Pertama Kehamilan adalah masa dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin (Saifuddin, Abdul Bani, dkk, 2001) Kehamilan adalah periode dimana ovum telah dibuahi dan berkembang didalam uterus mengalami proses diferenseasi dan uterus berkembang sampai bisa menunjang sendiri kehidupan diluar uterus (Mochtar Rustam;1988). Kehamilan trimester I adalah periode pertama diukur mulai dari konsepsi sampai minggu ke-12 kehamilan. Trimester pertama disebut sebagai periode pembentukan karena pada akhir periode ini semua system organ janin sudah terbentuk dan berfungsi Kehamilan trimester pertama adalah waktu yang harus dinikmati, harapan, dan perubahan-perubahan pada seorang ibu terjadi. Meskipun setiap tahap kehamilan mempunyai karakter yang berbeda, kehamilan trimester pertama dapat merupakan saat yang sulit juga.

2.2 Faktor Penyebab Faktor penyebab kehamilan trimester pertama adalah sel sperma yang berhasil membuahi sel telur sehingga menjadi zigot, morula, blastosit, embrio, dan janin.

2.2 Pathway Terlampir

2.4 Gejala Pada Kehamilan Trimester 1  Gejala subjektif a. Amenore b. Nausea c. Mual (morning sickness) d. Payudara terasa penuh dan sensitif e. Sering berkemih

f. Merasa lemah dan letih g. Berat badan naik h. Perubahan mood  Gejala oubyektif a. Peningkatan temperatur basal tubuh b. Perubahan kulit c. Perubahan pada payudara d. Pembesaran pada abdomen e. Perubahan pada rahim dan vagina

2.5 Perubahan Psikologis Trimester 1 (Periode Penyesuaian) a. Ibu merasa tidak sehat dari kadang merasa benci dengan kehamilannya. b. Kadang muncul penolakan, kekecewaan, kecemasan, dan kesedihan. c. Ibu akan selalu mencari tanda-tanda apakah ia benar-benar hamil. d. Setiap perubahan yang terjadi dalam dirinya akan selalu mendapat perhatian dengan saksama. e. Oleh karena perutnya masih kecil, kehamilan merupakan rahasia seorang ibu yang mungkin akan diberitahukannya kepada orang lain atau malah mungkin dirahasiakannya. f. Hasrat untuk melakukan hubungan seks berbeda-beda pada tiap wanita, tetapi kebanyakan akan mengalami penurunan.

2.6 Kebutuhan Nutrisi Bagi Kehamilan Trimester Pertamas a. Asam Lemak Omega-6 (Asam lenoleat) dan Asam Lemak Omega-3 (Asam Alfa-Lenoleat). Manfaat : Asam lemak omega-6 prekusor pembentukan asam lemak arakidonat (AA). Sedangkan asam lemak omega-3 di dalam tubuh diubah jadi EPA (asam eikosapentaenoat) dan DHA (asam dokosaheksaenoat). AA dan DHA terbukti sebagai lemak dominan penyusun sel-sel saraf dan otak janin. Jenis Makanan : Asam lemak omega-6 misalnya minyak kedelai atau minyak zaitun. Asam omega-3 misalnya ikan salmon, sardin, kembung, tuna, tenggiri, ikan tawas. b. Asam Folat. Manfaat : Salah satu jenis vitamin B ini berperan dalam proses pembentukan sistem saraf pusat, termasuk otak. Jenis Makanan : Kacang kedelai

(tempe, tahu), hati sapi, serelia yang sudah difortifikasi asam folat, sayuran berwarna hijau tua, jeruk, apel dan sebagainya. c. Vitamin B2 (Riboflavin). Manfaat : Membantu melepas energi dari proterin serta membantu memenuhi kebutuhan protein yang meningkat selama hamil. Jenis makanan : telur dan keju cheddar. d. Vitamin B 12. Manfaat : 1) Menjaga kerja sel-sel sumsum tulang belakang, sistem saraf dan saluran penceranan. Dengan demikian berbagai sel tubuh janin yang telah terbentuk berfungsi normal. 2) Membantu kelancaran pembentukan sel darah merah. Jenis makanan : produk olahan kacang kedelai tahu dan tempe, susu dan produk lainnya. e. Vitamin C. Manfaat : 1) Membantu penyerapan zat besi kacang-kacangan, buah serta sayuran. 2) Meningkatkan penyerapan asam folat, mengurangi risiko preeklampsia, meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Jenis makanan : jeruk, kiwi, blimbing, paprika. f. Vitamin D. Manfaat : 1) Memperbaiki penyerapan kalsium (Ca) dan membantu keseimbangan mineral dalam darah. 2) Untuk pembentukan tulang dan gigi. Jenis makanan : Ikan salmon, ikan hering dan susu.

2.7 Tahap Perkembangan Kehamilan Trimester 1 1. Tahap Perkemnagan Ibu Minggu ke I Hari Hari pertama Perkembangan Minggu pertama adalah minggu periode menstruasi terakhir, meskipun pembuahan belum terjadi, Ibu sekarang sudah mulai menghitung hari. Janin berkembang di dalam rahim Ibu, perasaan mual, nyeri punggung, lelah, perubahan mood, keram kaki, sering berkemih, dan konstipasi dapat terjadi di awal kehamilan. II hari ke-8 Kesehatan Ibu yang baik merupakan salah satu faktor yang penting dalam kehamilan. Nutrisi adekuat, olahraga, dan istirahat yang cukup akan mempengaruhi kesehatan Ibu. Jika berat badan Ibu berada di dalam batas normal sebelum kehamilan, Ibu memerlukan asupan kalori sebesar 2200 kalori

setiap harinya pada 13 minggu pertama (trimester pertama). III ke-15 sampai ke- Minggu ini Ibu akan sering merasa lelah dan payudara mulai 17, terasa tegang dan sakit. Kedua hal tersebut merupakan pertanda awal kehamilan. Ibu juga dapat mengalami ketidakseimbangan mood atau disebut ‘bad mood’ yang dikarenakan perubahan hormonal pada Ibu hamil. Selain itu, mual atau morning sickness juga dapat terjadi. IV Sama seperti minggu sebelumnya, Ibu akan merasakan beberapa tanda awal kehamilan yaitu payudara yang terasa nyeri dan membesar, letih, kontraksi Braxton-Hicks, sering berkemih, dan mual. Serviks (leher rahim) akan melunak dan berubah warna. V Pada minggu ini Ibu tidak akan mendapatkan menstruasi, salah satu pertanda untuk kehamilan. Apabila Ibu melakukan tes kehamilan, maka akan sangat besar kemungkinannya untuk positif. Tes ini mendeteksi adanya hCG, hormon yang meningkat pada saat kehamilan. Produksi hormon yang masih meningkat dapat menimbulkan keluhan seperti mingguminggu sebelumnya. VI Ibu mungkin akan mulai merasa moody (sedih di satu waktu dan bahagia di waktu berikutnya), hal tersebut wajar terjadi dan disebabkan oleh hormonal yang berfluktuasi. Perdarahan berupa bercak merupakan hal normal yang terjadi di awal kehamilan, namun berhati-hatilah karena bercak atau flek perdarahan tersebut dapat berupa tanda awal dari keguguran atau kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim). Apabila Ibu mulai sering merasa kelelahan. Sering berkemih atau sering bolak-balik ke kamar mandi merupakan tanda umum kehamilan. Hal ini terjadi karena hormon β-hCG akan meningkatkan aliran darah ke daerah panggul-bagus untuk peningkatan kepuasan seksual selama kehamilan. Selama

kehamilan, efisiensi dari ginjal semakin membaik sehingga membantu tubuh Ibu untuk menyingkirkan produk sisa metabolisme lebih cepat.

VII

Apabila Ibu mulai merasa mual atau mengalami morning sickness, disarankan Ibu mengurangi makan makanan berlemak, banyak minum cairan, frekuensi makan ditingkatkan namun dalam porsi yang lebih kecil (6x/hari), istirahat teratur, dan jangan lupa untuk mengkonsumsi vitamin prenatal. Kehamilan akan menyebabkan perubahan pada serviks (leher rahim). Mukus atau lendir yang terbentuk di pintu masuk dari kanalis servikal mulai terbentuk dan berfungsi untuk melindungi rahim. Payudara Ibu akan membesar dan terasa tidak nyaman. Puting akan terasa lebih sensitif dan lebih nyeri dari biasanya. Areola-daerah gelap di sekitar puting- akan menjadi semakin gelap, semakin besar dan akan terus membesar dalam beberapa bulan ke depan. Selain itu Ibu juga dapat melihat adanya bintil-bintil (seperti saat kita merinding) di sekitar areola. Bintil ini dinamakan tuberkel Montgomery, yaitu kelenjar keringat yang berfungsi sebagai pelumas bagi areola.

VIII

Payudara Ibu akan terus membesar sebagai persiapan untuk menyusui. Sedangkan rahim Ibu sekarang berukuran sebesar jeruk.

IX

Ibu akan mulai merasakan peningkatan dari lingkar pinggul minggu ini, meskipun Ibu masih belum terlihat jelas sedang hamil.

X

gejala dari mual dan muntah Ibu atau morning sickness mulai menurun. Meskipun begitu, fluktuasi kadar hormonal di dalam tubuh masih menyebabkan ketidakstabilan emosional atau

mood yang naik turun pada Ibu hamil. Ibu masih belum mebutuhkan baju hamil sekarang, namun ibu mungkin merasakan bahwa pakaian atau baju sehari-hari mulai terasa tidak nyaman atau terasa ketat dan bra Ibu mulai terasa sempit akibat dari pembesaran payudara. Untuk mengatasi hal tersebut, pakailah celana yang memiliki karet elastis pada bagian pinggang, Ibu dapat membeli bra baru yang nyaman (ukuran payudara dapat meningkat 1-2 ukuran), dan pakailan pakaian yang longgar. XI Minggu ini mual dan muntah akan mulai berkurang, Ibu akan merasa lebih nyaman dan dapat makan tanpa diiringi rasa mual. Sayangnya beberapa keluhan selama kehamilan seperti konstipasi (hambatan pengeluaran dari sisa-sisa makanan yang berkaitan dengan kesulitan BAB akibat tinja yang keras disertai dengan nyeri pada perut.), heart burn (sensasi rasa panas atau rasa tidak nyaman yang dirasakan dibalik tulang dada atau tenggorokan atau keduanya), kembung, bersendawa, dan buang gas yang berkaitan dengan perubahan hormon mulai dirasakan. Progesteron akan merelaksasi otot polos di tubuh Ibu. Sakit kepala juga dapat Ibu rasakan akibat dari peningkatan kadar hormon. Ibu dapat mencegah terjadinya sakit kepala dengan makan teratur, tingkatkan asupan cairan, istirahat dan tidur teratur, serta hindari stres. XII Rahim Ibu saat ini teraba tepat di atas simpisis pubis atau di bawah tulang kemaluan. Ibu sudah mulai dapat berbelanja baju kehamilan saat ini dan akan lebih baik dan lebih nyaman bila Ibu mulai menggunakan pakaian yang tidak terlalu ketat. Perasaaan heart burn pada Ibu saat ini. Kulit ibu berubah selama kehamilan. Pada sebagian besar

wanita akan muncul garis vertikal berwarna coklat kehitaman di kulit sepanjang bagian tengah perut yang disebut dengan linea nigra. Garis ini akan ada selama kehamilan dan akan menghilang setelah melahirkan. Jaring-jaring vaskuler dan palmar eritema (kemerahan di telapak tangan) dapt terjadi akibat pelebaran dari pembuluh darah dan tingginya kadar estrogen selama kehamilan. Gejala ini hanya sementara, tidak berbahaya, dan akan menghilang setelah melahirkan.

2. Tahap Perkembangan Janin Minggu ke I Hari Perkembangan

awal sejak ovulasi Sekitar 80 jam sejak ovulasi, hasil konsepsi (pembuahan) sampai implantasi. berada di ampulla tuba fallopii, Sekitar 30 jam setelah terbentuk, zigot kemudian membelah diri. Menjadi 2 sel, selanjutnya membelah diri secara deret ukur tanpa henti dengan selang waktu antara 12 dan 15 jam. Zigot yang terdiri dari 12-16 sel dan berbentuk mirip buah anggur yang disebut morula, bergerak menggelinding dari tuba falopii menuju rahim. Dari hari ke hari, sel-sel morula terus membelah dan berkembang jadi embrio.

II

hari ke-10 atau 11

Embrio diperkirakan berukuran 0,1-0,2 mm.

Mulai minggu ke-2 III ke-15 sampai ke- Embrio diperkirakan berukuran 0,4 mm. 17,

ke-17 sampai ke- Ukurannya meningkat jadi sekitar 1,0-1,5 mm. 19 Cikal-bakal sistem pembuluh darah dan sistem saraf mulai terbentuk. ukuran embrio sudah mencapai 1,5-2,5 mm Pembentukan mata pun mulai terjadi. Secara keseluruhan, pada minggu ini sudah terdapat materi genetik, termasuk warna rambut, bentuk mata, dan intelegensi si calon bayi. IV Ukuran embrio sekitar 2 hingga 3,5 mm, jantung mulai berdenyut dan sistem peredaran darah sudah melaksanakan fungsinya meski masih dalam taraf yang sangat sederhana. Cikal-bakal otak sudah bisa dibedakan menjadi tiga bagian utama (prosensefalon, mesensefalon, dan rombensefalon) yang kelak akan menjalankan fungsi masing-masing. Pada minggu ini pula saraf-saraf spinal yang kelak menjadi cikal-bakal tulang belakang sudah mengalami penebalan. Sementara cikal-bakal telinga sudah terlihat meski masih berupa gelembung. Plasenta atau yang biasa disebut ari-ari juga terbentuk pada minggu ini V embrio diperkirakan berukuran antara 5-7 mm. Pembentukan telinga makin sempurna dengan terbentuknya duktus endolimfatikus, yakni saluran untuk menyalurkan cairan yang terdapat dalam selaput labirin telinga dalam, sistem pencernaan makin sempurna dan Bahkan cikal-bakal ginjal dan hati pun sudah terbentuk. VI embrio diperkirakan berukuran sekitar 7-9 mm, pembuluhpembuluh nadi di bagian kepala kian jelas terbagi-bagi menurut tugas masing-masing, rongga mulut sudah tampak, struktur mata sudah terbentuk meski masih berjauhan

letaknya, Ruas-ruas tulang belakang sudah terbentuk meski masih terlihat samar. Organ tubuh lain yang juga mulai berkembang di usia kehamilan ini adalah pembungkus saraf, penciuman, kandung kemih, jari-jemari, bahkan otot-otot punggung VII terbentuk lekukan-lekukan yang menandai tempat dimana jari tangan dan jari kaki akan tumbuh. VIII sekalipun panjang janin baru sekitar 2.5 cm (1 in), semua organ bagian dalam sudah ada pada tempatnya dan sendisendi utama seperti pundak dan pinggul sudah terlihat dengan jelas.

Mulai minggu ke-5,6,7,8 IX mulut dan hidung sudah kelihatan; kedua lengan pun tumbuh dengan cepat.

X

bentuk jari tangan dan jari kaki sudah kelihatan, walaupun satu sama lainnya masih tersambung oleh selaput kulit.Diakhir

XI

semua organ bagian dalam sudah berbentuk dan berfungsi.

XII

akhir trimester pertama- kelopak mata, kuku jari tangan dan kaki telah kelihatan, persendian bisa bergerak, bayi mampu mengisap dan menelan.

Mulai minggu ke-9,10,11,12 Semua sistem dalam tubuh bayi telah berkembang dengan baik dan banyak organ yang bentuknya hampir sempurna. Meskipun dalam 12 minggu janin tumbuh dengan cepat, janin masih belum mampu hidup di luar rahim. 2.8 Tanda Bahaya Trimester Pertama Tanda-tanda bahaya kehamilan adalah gejala yang menunjukkan bahwa ibu dan bayi dalam keadaan bahaya.( Uswhaya,2009:3) Menurut Kusmiyati dkk, 2008, kehamilan merupakan hal yang fisiologis. Namun kehamilan yang normal dapat berubah menjadi patologi. Salah satu asuhan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk menapis adanya risiko ini yaitu melakukan pendeteksian dini adanya komplikasi/ penyakit yang mungkin terjadi selama hamil muda. 1. Perdarahan pervagina adalah Perdarahan yang terjadi pada masa kehamilan kurang dari 22 minggu. Pada masa kehamilan muda, perdarahan pervaginam yang berhubungan dengan kehamilan dapat berupa: abortus, kehamilan mola, kehamilan ektopik. Penanganan Umum Siapkan fasilitas tindakan gawat darurat, lakukan pemeriksaan secara cepat keadaan umum ibu, termasuk tanda vital (nadi, tekanan darah, respirasi, dan temperatur). Jika dicurigai adanya syok, segera lakukan tindakan meskipun tanda–tanda syok belum terlihat. Ingat bahwa saat melakukan evaluasi lebih lanjut kondisi ibu dapat memburuk dengan cepat. Jika terjadi syok, sangat penting untuk segera memulai penanganan syok, yaitu pasang infus dan berikan cairan intravena. Lakukan restorasi cairan darah sesuai dengan keperluan.

Macam–macam perdarahan pervaginam a) Abortus adalah penghentian atau pengeluaran hasil konsepsi pada kehamilan 16 minggu atau sebelum plasenta selesai. Macam–macam abortus

Abortus spontan adalah abortus yang terjadi secara alamiah tanpa interval luar (buatan) untuk mengakhiri kehamilan tersebut.

Penanganannya: lakukan penilaian awal untuk segera menentukan kondisi pasien (gawat darurat, komplikasi berat, atau masih cukup stabil), segera upayakan stabilisasi pasien sebelum melakukan tindakan lanjutan (evaluasi medik atau merujuk), temukan dan hentikan dengan segera sumber perdarahan, lakukan pemantauan ketat tentang kondisi pasca tindakan dan perkembangan lanjutan.

Abortus provokatus (induced abortion) adalah abortus yang disengaja, baik dengan memakai obat–obatan mau pun alat–alat.

Abortus medisinalis adalah abortus karena tindakan kita sendiri, dengan alasan bila kehamilan dilanjutkan, dapat membahayakan jiwa ibu (berdasarkan indikasi medis) biasanya perlu mendapat persetujuan 2 sampai 3 tim dokter ahli.

Abortus kriminalis adalah abortus yang terjadi oleh karena tindakan– tindakan yang tidak legal atau tidak berdasarkan indikasi medis.

Abortus inkompletus (keguguran bersisa) adalah hanya sebagian dari hasil konsepsi yang dikeluarkan, yang tertinggal adalah desidua atau plasenta. Penanganannya: bila ada tanda–tanda syok maka atasi dulu dengan pemberian cairan dan tranfusi darah. Kemudian keluarkan jaringan secepat mungkin dengan metode digital dan kuretase. Setelah itu beri obat–obat uterotonika dan antibiotika.

Abortus insipiens (keguguran sedang berlangsung) adalah: abortus yang sedang berlangsung, dengan ostium sudah terbuka dan ketuban yang teraba kehamilan tidak dapat dipertahankan lagi. Penanganannya: bila ada tanda–tanda syok maka atasi dulu dengan pemberian cairan dan tranfusi darah. Kemudian keluarkan jaringan secepat mungkin dengan

metode digital dan kuretase. Setelah itu beri obat–obat uterotonika dan antibiotika.

Abortus imminens (keguguran membakat) adalah keguguran membakat dan akan terjadi. Dalam hal ini keluarnya fetus masih dapat dicegah dengan memberikan obat–obat hormonal dan anti spasmodika serta istirahat. Penanganan: tidak perlu pengobatan khusus atau tirah baring total, jangan melakukan aktivitas fisik berlebihan atau hubungan seksual, jika: perdarahan berhenti lakukan asuhan antenatal seperti biasa. Lakukan penilaian jika perdarahan terjadi lagi.Perdarahan terus berlangsung nilai kondisi janin (uji kehamilan atau USG) lakukan konfirmasi kemungkinan adanya penyebab lain.

Missed abortion adalah keadaan dimana janin sudah mati, tetapi tetap berada dalam rahim dan tidak dikeluarkan selama 2 bulan atau lebih. Penanganan: berikan obat dengan maksud agar terjadi his sehingga fetus dan desidua dapat dikeluarkan, kalau tidak berhasil lakukan dilatasi dan kuretase. Hendaknya juga diberikan uterotonika dan antibiotika.

2. Mola Hidatidosa, Pada trimester I gambaran mola hidatidosa tidak spesifik, sehingga sering kali sulit dibedakan dari kehamilan anembrionik, missed abortion, abortus inkompletus, atau mioma uteri. Penanganan umum: jika diagnosis kehamilan mola telah ditegakkan, lakukan evaluasi uterus, segera lakukan evakuasi jaringan mola dan sementara proses evakuasi berlangsung berikan infus 10 unit oksitosin dalam 500 ml cairan IV (NaCl atau Ringer Laktat) dengan kecepatan 40-60 tetes per menit (sebagai tindakan preventif terhadap perdarahan hebat dan efektifitas kontraksi terhadap pengosongan uterus secara cepat). 3. Mual Muntah Berlebihan adalah Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang wajar dan sering kedapatan pada kehamilan trimester I. Mual biasa terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap saat dan malam hari. Gejala–gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu. Mual dan muntah terjadi pada 60-80 % primigravida dan 40-60 % multigravida. Satu diantara seribu kehamilan, gejala–gejala ini menjadi lebih berat. Perasaan mual

ini disebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan HCG dalam serum. Pengaruh fisiologik kenaikan hormon ini belum jelas, mungkin karena sistem saraf pusat atau pengosongan lambung yang berkurang. Pada umumnya wanita dapat menyesuaikan dengan keadaan ini, meskipun demikian gejala mual muntah yang berat dapat berlangsung sampai 4 bulan. Pekerjaan sehari-hari menjadi terganggu dan keadaan umum menjadi buruk. Keadaan inilah disebut hiperemisis gravidarum. Keluhan gejala dan perubahan fisiologis menentukan berat ringanya penyakit. 4. Sakit Kepala Yang Hebat, Sakit kepala yang bisa terjadi selama kehamilan, dan sering kali merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala yang menunjukan suatu masalah serius dalam kehamilan adalah sakit kepala yang hebat, menetap dan tidak hilang dengan beristirahat. Terkadang sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa penglihatanya menjadi kabur atau terbayang. Hal ini merupakan gejala dari pre-eklamsia dan jika tidak diatasi dapat menyebabkan kejang maternal, stroke, koagulopati dan kematian. 5. Penglihatan Kabur, Penglihatan menjadi kabur atau berbayang dapat disebabkan oleh sakit kepala yang hebat, sehingga terjadi oedema pada otak dan meningkatkan resistensi otak yang mempengaruhi sistem saraf pusat, yang dapat menimbulkan kelainan serebral (nyeri kepala, kejang), dan gangguan penglihatan. Perubahan penglihatan atau pandangan kabur, dapat menjadi tanda pre-eklampsia. Masalah visual yang mengidentifikasikan keadaan yang mengancam jiwa adalah perubahan visual yang mendadak, misalnya penglihatan kabur atau berbayang, melihat bintik-bintik (spot), berkunangkunang. Selain itu adanya skotama, diplopia dan ambiliopia merupakan tandatanda yang menujukkan adanya pre-eklampsia berat yang mengarah pada eklampsia. Hal ini disebabkan adanya perubahan peredaran darah dalam pusat penglihatan di korteks cerebri atau didalam retina (oedema retina dan spasme pembuluh darah). 6. Bengkak Pada Wajah, Kaki dan Tangan. Oedema ialah penimbunan cairan yang berlebih dalam jaringan tubuh, dan dapat diketahui dari kenaikan berat badan serta pembengkakan kaki, jari tangan dan muka. Oedema pretibial yang ringan sering ditemukan pada kehamilan biasa, sehingga tidak seberapa berarti untuk

penentuan diagnosis pre-eklampsia. Hampir separuh dari ibu-ibu akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanya hilang setelah beristirahat atau meninggikan kaki. Oedema yang mengkhawatirkan ialah oedema yang muncul mendadak dan cenderung meluas. Oedema biasa menjadi menunjukkan adanya masalah serius dengan tanda-tanda antara lain: jika muncul pada muka dan tangan, bengkak tidak hilang setelah beristirahat, bengkak disertai dengan keluhan fisik lainnya, seperti: sakit kepala yang hebat, pandangan mata kabur dll. Hal ini dapat merupakan pertanda anemia, gagal jantung atau pre-eklampsia. 7. Keluar Air Ketuban Sebelum Waktunya Keluarnya cairan berupa air dari vagina setelah kehamilan 22 minggu, ketuban dinyatakan pecah dini jika terjadi sebelum proses persalinan berlangsung. Pecahnya selaput ketuban dapat terjadi pada kehamilan preterm sebelum kehamilan 37 minggu maupun kehamilan aterm. 8. Kejang Pada umumnya kejang didahului oleh makin memburuknya keadaan dan terjadinya gejala–gejala sakit kepala, mual, nyeri ulu hati sehingga muntah. Bila semakin berat, penglihatan semakin kabur, kesadaran menurun kemudian kejang. Kejang dalam kehamilan dapat merupakan gejala dari eklamsia. 9. Demam Tinggi, Ibu hamil menderita deman dengan suhu tubuh lebih 38° C dalam kehamilan merupakan suatu masalah. Demam tinggi dapat merupakan gejala adanya infeksi dalam kehamilan. 10. Selaput Kelopak Mata Pucat. Anemia adalah masalah medis yang umum terjadi pada banyak wanita hamil. Jumlah sel darah merah dalam keadaan rendah, kuantitas dari sel–sel ini tidak memadai untuk memberikan oksigen yang dibutuhkan oleh bayi. Anemia sering terjadi pada kehamilan karena volume darah meningkat kira–kira 50% selama kehamilan. Darah terbuat dari cairan dan sel. Cairan tersebut biasanya meningkat lebih cepat daripada sel- selnya. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan hematokrit (volume, jumlah atau persen sel darah merah dalam darah). Penurunan ini dapat mengakibatkan anemia.

2.9 Kunjungan Prenatal Pertama Tujuan pemeriksaan ibu pada kunjungan prenatal pertama adalah sebagai berikut : 1. Untuk memastikan kehamilan 2. Untuk pemeriksaan kesehatan fisik ibu hamil 3. Untuk mengkaji pertumbuhan dan perkembangan janin 4. Untuk mengevaluasi kebutuhan psikososial ibu dan keluarganya 5. Untuk mengkaji kebutuhan konseling dan pembelajaran 6. untuk menyusun rencana perawatan guna meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. 2.10 Penatalaksanaan Proses pengkajian terjadi sepanjang periode prenatal.proses dimulai saat wanita bertemu dengan tenaga kesehatan karena ia menduga dirinya hamil. Teknik pengkajian meliputi wawancara, pemeriksaan fisik dan tes laboratorium. Setiap penyimpangan dari temuan normal dapat mengindikasikan suatu komplikasi, sehingga harus dilakukan tes dan pengkajian lebih lanjut

BAB III ASUHAN KEPERAWATAN TRIMESTER I 3.1 Pengkajian umum Pengkajian adalah pendekatan sistematis untuk mengumpulkan data dan menganalisanya sehingga dapat diketahui masalah dan kebutuhan perawatan bagi klien. 1. Adapun hal-hal yang perlu dikaji adalah : a. Biodata: Mengkaji identitas klien dan penanggung yang meliputi ; nama, umur, agama, suku bangsa, pendidikan, pekerjaan, status perkawinan, perkawinan ke- , lamanya perkawinan dan alamat. b. Keluhan utama: Kaji adanya menstruasi tidak lancar dan adanya perdarahan pervaginam berulang c. Riwayat kesehatan: 1) Riwayat kesehatan sekarang yaitu keluhan sampai saat klien pergi ke Rumah Sakit atau pada saat pengkajian seperti perdarahan pervaginam di luar siklus haid, pembesaran uterus lebih besar dari usia kehamilan. 2) Riwayat kesehatan masa lalu. d. Riwayat pembedahan: Kaji adanya pembedahan yang pernah dialami oleh klien, jenis pembedahan , kapan , oleh siapa dan di mana tindakan tersebut berlangsung. e. Riwayat penyakit yang pernah dialami:Kaji adanya penyakit yang pernah dialami oleh klien misalnya DM , jantung , hipertensi , masalah ginekologi/urinary , penyakit endokrin , dan penyakit-penyakit lainnya. f. Riwayat kesehatan keluarga: Yang dapat dikaji melalui genogram dan dari genogram tersebut dapat diidentifikasi mengenai penyakit turunan dan penyakit menular yang terdapat dalam keluarga.

g. Riwayat kesehatan reproduksi: Kaji tentang mennorhoe, siklus menstruasi, lamanya, banyaknya, sifat darah, bau, warna dan adanya dismenorhoe serta kaji kapan menopause terjadi, gejala serta keluahan yang menyertainya. h. Riwayat kehamilan , persalinan dan nifas: Kaji bagaimana keadaan anak klien mulai dari dalam kandungan hingga saat ini, bagaimana keadaan kesehatan anaknya. i. Riwayat seksual: Kaji mengenai aktivitas seksual klien, jenis kontrasepsi yang digunakan serta keluahn yang menyertainya. j. Riwayat pemakaian obat: Kaji riwayat pemakaian obat-obatankontrasepsi oral, obat digitalis dan jenis obat lainnya. k. Pola aktivitas sehari-hari: Kaji mengenai nutrisi, cairan dan elektrolit, eliminasi (BAB dan BAK), istirahat tidur, hygiene, ketergantungan, baik sebelum dan saat sakit. 2. Pemeriksaan Fisik a. Kelenjar tiroid Kelenjar tiroid adalah kelenjar endokrin yang pling besar, satu-satunya kelenjar yang bias langsung diperiksa pada pemeriksaan fisik. Tingkat metabolic dan ritme, termasuk keteraturan menstrtuasi pada usia subur, diatur oleh kelenjar tiroid. Efek aktifitas tiroid sangat luas. Oleh karena itu, observasi tingkah laku, penampilan, kulit, mata, rambut, dan status kardiovaskular merupakan hal yang penting

b. Payudara Pemeriksaan ginekologi dilakukan dengan mula-mula meriksa payudarah untuk menetapkan data dasar tentang keadaan normal. akan tetapi, pemeriksa harus waspada terhadap kemungkinan keganasan.

c. Abdomen Periksaan abdomen dengan hati-hati dan systematis.pengkajian kulit dilakukan untuk memperoleh gambaran keadaanumum, warna, ruam, lesi, jaringan parut, stria, dilatasi vena, turgor, tekstur, dan distribusi rambut. konstur, kesimetrisan, dan adanya hernia juga harus dicatat.bunyi usus diauskultasi.tinggi fundus dicatat jika pemeriksaan pertama dilakukan pada tahap lanjut kehamilan. 3. Pemeriksaan Laboratorium: a. Darah dan urine serta pemeriksaan penunjang : rontgen, USG, biopsi, pap smear. b. Keluarga berencana : Kaji mengenai pengetahuan klien tentang KB, apakah klien setuju, apakah klien menggunakan kontrasepsi, dan menggunakan KB jenis apa.

3.2 Diagnosa Keperawatan Setiap wanita dan keluarganya memiliki suatu rangkaian respon unik terhadap kehamilan. Untuk meresponsnya, perawat menyusun diagnosa keperawatan yang sesuai dari daftar berikut: 1. Perubahan Nutrisi ; Kurang Dari Kebutuhan Tubuh Berhubungan Dengan Morning Sickness 2. Ketidaknyaman Berhubungan Dengan Perubahan Fisik Dan Pengaruh Hormonal 3. Resiko Tinggi Kekurangan Volume Cairan berhubungan dengan mual muntah 4. Deficit Pengetahuan (Kebutuhan Belajar) Berhubungan Dengan Kurang Pemahaman Tentang Perubahan Fisiologis/Psikologis Yang Normal Dan Dampaknya Terhadap Klien/Keluarga. 5. Resiko Tinggi Cedera Terhadap Janin Berhubungan Dengan Pusing Selama Kehamilan 6. Konstipasi Berhubungan Dengan Peningkatan Absorsi Air Di Saluran GI

3.3 Rencana Keperawatan 1. Diagnosa 1: Perubahan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh Berhubungan Dengan morning sickness Tujuan: diharapkan nutrisi terpenuhi sesuai kebutuhan tubuh Intervensi: a. Tentukan keadekuatan kebiasaan asupan nutrisi dengan mengunakan batasan 24 jam. Rasional : kesejahteraan janin/ibu tergantung pada nutrisi ibu selama kehamilan. b. Dapatkan riwayat kesehatan, catat usia khususnya kurang dari 17 tahun dan lebih dari 35 tahun. Rasional : remaja dapat cenderung malnutrisi/anemia, dank lien lansia mungkin cenderung obesitas c. Pastikan tingkat pengetahuan tentang kebutuhan diet. Rasional: menentukan kebutuhan belajar khususnya pada periode prenatal mencegah terjandinya resiko klien dengan nutrisi buruk dan diet yang seimbang dapat meningkatkan kebutuhan kalori yang adekuat. d. Berikan informasi tertulis/verbal yang tepap tentang diet pranatal dan suplemen vitamin/zat besi setiap hari Rasional:materi referensi yang dapat dipelajari dirumah, meningkatkan kemungkinan klien memilih diet seimbang e. Evaluasi/motivasi sikap dengan mendengar keterangan klien dengan umpan balik tentang informasi yang telah diberikan. Rasional: bila klien tidak termotivasi untuk memperbaiki diet, evaluasi lanjut atau intervensi lain mungkin dapat di indikasikan. f. Tanyakan keyakinan berkenaan dengan diet sesuai dan hal yang tebu selama kehamilan. Rasional: dapat menunjukan motivasi untuk mengikuti anjuran pemberi layanan kesehatan. g. Perhatikan adanya pika/mengidam. Kaji pilihan bahan bukan makanan dan tingkat motivasi untuk memakanya

Rasional: memakan bahan bukan makanan pada kehamilan mungkin didasarkan pada kebutuhan psikologis, fenomena budaya, respon terhadap lapar dan respon tubuh terhadap kebuuhan nutrisi. h. Timbang berat badan klien. Pastika berat badan pregravid biasanya. Berikan informasi tentang penambahan prenatal yang optimum. Rasional: ketidakadekuatan berat badan prenatal/ dibawah berat badan normal masa kehamilan meningkatkan resiko retardasi pertumbuhan intra uterin (IUGR) pada janin dengan berat badan lahir rendah. i. Tunjau ulang frekuensi dan beratnya mual/ muntah Rasional: mual muntah trimester pertama dapat berdampak negatif pada status nutrisi prenatal, khusunya pada periode kritis perkembangan janin. 2. Diagnosa 2: Ketidaknyaman Berhubungan Dengan Perubahan Fisik Dan Pengaruh Hormonal Tujuan: px merakaan kenyamanan selama kehamilan. Intervensi: a. Catat adanya derajat rasa tidak nyaman minor Rasional: memberikan informasi untuk memilih intervensi petunjuk terhadap respon klien pada ketidaknyaman dan nyeri. b. Evaluasi derajat ketidaknyamanan selam pemeriksaan Rasional: ketidnyaman selama pemeriksaan dapat terjadi khususnya pada klien asing yang telah mengalami sirkumsisi/infibulasi. c. Anjurkan pengunaan bra penyokong. Tinjau perawtan putting. Rasional: memberikan sokongan yang sesuai untuk jaringan payudara yang membesar, menguatkan jaringan aerolar. d. Tekankan pentingnya menghindari manipulasi putting berlebihan. Rasional: stimulasi putting berlebihan dapat memperbesar kemungkinan persalinan praterm melalui pelepasan oksitoksin. e. Instruksikan penggunaan tehnik Hoffman untuk putting yang

datar/masuk atau anjurkan penggunaan tutup plastic yang keras( confidry) pada bra.

Rasional : tehnik Hoffman dan penggunaan tutup plastic yang keras membantu melepaskan perlekatan dan menyebabkan putting yang masuk/datar menonjol dan menjadi lebih tegak. f. Kaji adanya hemoroid perhatikan keluhan keluhan gatal, bengkak, perdarahan. Rasional: penurunan motilitas GI dan perubahan usus serta tekanan pada system pembuluh darah oleh pembesaran uterus member kecenderungan terjadinya hemoroid. g. Instruksikan untuk posisi dorso fleksi telapak kai dengan kaki diekstensikan serta mengurangi makan keju dan susu. Rasional: meningkatkan suplai darah ke kaki. Kelebihan asupan produk susu mengakibatkan kadar fosfor lebih besar dari pada kalsium sehingga menimbulkan ketidak seimbangan yang mengakibatkan kram otot. h. Tinjau ulang perubahan fisiologis yang mempengaruhi frekuensi berkemih. Anjukan menghindari minuman yang mengandung kafein. Rasional : frekuensi berkemih disebabkan oleh tekanan uterus yang membesar terhadap kandung kemih.kafein mempunyai sifat diuretik yang dapat memperberat masalah frekuensi berkemih. i. Kaji tingkat kelelahan dan sifat dasar komitmen keluarga/pekerjaan. Rasional : mendorong klien untuk menyusun prioritas termasuk waktu untuk istirahat.

3. Diagnosa 3: Resiko Tinggi Kekurangan Volume Cairan berhubungan dengan mual muntah Tujuan: tidak terjadi kekurangan volume cairan Intervensi: a. Auskultasi denyut jantung janin (DJJ) Rasional: Adanya deyut jantung memastikan adanyajanin bukan mola hidatidosa. b. Tentukan frekuensi/beratnya mual/muntah Rasional :Memberikan data berkenaan dengan semua kondisi. Peningkatan kadar hormone gonadotropin korionik (HCG), perubahan

metabolisme korbohidrat, dan penurunan motilitas gastric memperberat mual dan muntah pada trimester pertama. c. Tinjau ulang riwayat kemungkinan masalah medis lain (mis, ulkus peptikum, gastritis, kolesistisis). Rasional : membantu dalam mengeyampingkan penyebab lain. Untuk mengetasi masalah khusus dalam mengidentifikasikan intervensi. d. Anjurkan klien mempertahankan masukan/haluaran, tes urin, dan penurunan berat badan setiap hari. (Rujuk pada MA: Resiko Tinggi Kehamilan, DK: Nutrisis, perubahan, kurang dari kebutuhan tubuh.) Rasional: membantu dalam menentukan adanya muntah yang tidak dapat dikontrol (hiperemesis gravidarum). e. Kaji suhu dan turgor kulit, membran mukosa, tekanan darah(TD), suhu, masukan/haluaran,dan berat jenis urine. Timbang berat badan klien dan bandingkan dengan standar. Rasional: indicator dalam membantu untuk mengevaluasi tingkat/ kebutuhan hidrassi. f. Anjurkan peningkatan masukan minuman berkarbonat,makan enam kali sehari dengan jumlah yang sedikit, dan makanan tinggi karbohidrat (mis, popcorn, roti kering sebelum bangun tidur.) Rasional: membantu dalam meminimalkan mual/muntah dengan menurunkan keasaman lambung. 4. Diagnosa 4: Deficit Pengetahuan (Kebutuhan Belajar) Berhubungan Dengan Kurang Pemahaman Tentang Perubahan Fisiologis/Psikologis Yang Normal Dan Dampaknya Terhadap Klien/Keluarga. Tujuan : terpenuhinya pengetahuan tentang kehamilan Intervensi: a. Buat hubungan perawat- klien yang yang menerus. Rasional: peran penyuluh/konselor dapat memberikan bimbingan antisipasi dan meningkatkan tangung jawab individu terhadap kesehatan. mendukung dan terus

b. Evaluasi pengetahuan dan keyakinan budaya saat ini berkenaan dengan perubahan fisiologis/psikologis yang normal pada kehamilan, serta meyakinkan tentang aktivitas, perawatan diri dan sebagainya. Rasional : memberikan informasi untuk membantu mengidentifikasi kebutuhan dan membuat rencana perawatan. c. Klarifikasi kesalahpahaman Rasional: ketakutan biasanya timbul dari kesalahan informasi dan dapat memnggau pembelajaran selanjutnya. d. Tentukan derajat motivasi untuk belajar Rasional: klien dapat mengalami kesulitan belajar kecuali kebutuhan untuk belajar tersebut jelas. e. Identifikasi siapa yang memberikan dukungan/intruksi dalam

kebudayaan klien. Rasional : membantu menjamin kualitas/ konyinuitas asuhan karena orang pendukung munkin lebih berhasil dari pada dokter/perawat/bidan dalam memberikan informasi. f. Pertahankan sikap terbuka terhadap keyakinan klien/pasangan Rasional : penerimaan penting untuk mengembangakan dan

mempertahankan hubungan. g. Tentukan sikap klien terhadap asuhan yang diberikan oleh pria,bidan, atau praktisi wanita. Rasional : beberapa budaya memandang dokter medis sebagai seseorang yang menangani penyakit dan mengunakan bidan untuk melahirkan sehat.tuntunan kesopanan atau budaya dapat menghambat asuhan yang dilakukan pria dan/ atau dapat meminta suami tetapa diruangan selama asuhan diberikan. 5. Diagnosa 5: Resiko Tinggi Cedera Terhadap Janin Berhubungan Dengan Pusing Selama Kehamilan. Tujuan : tidak terjadi cidera terhadap janin Intervensi : a. Diskusikan pentingnya kesejahteraan ibu. Rasional : Kesejahteraan janin secara langsung berhubungan dengan kesejahteraan idu, khususnya selama trimester pertama, saat

perkembangan sistem organ paling rentan terhadap cedera dari factor lingkungan atau keturunan.

b. Diskusikan tingkat aktivitas normal dan latihan. Anjurkan klien melakukan latihan secukupnya bukan latihan berat (mis.,berenang, bersepeda). Rasional : Aliran darah ke uterus dapat menurun sampai 70% karena latihan keras, bradikardia sementar, kemungkinan hipertermia janin, dan intra uterine growth retardation (IUGR). Juga latihan nonendurace prenatal dalam jumlah besar cenderung memperpendek persalina, meningkatkan kemungkinan kelahiran vaginal spontan, dan menurunkan perlunya penambahan oksitosin. c. Anjurkan klien untuk melakukan seks yang lebih aman, menggunakan kondom. (rujuk pada MK: infeksi prenatal). Rasional : Kegagalan untuk menggunakan kondom selama koitus dapat meningkatkan resiko transmisi penyakit hubungan kelamin (PHS). Khususnya human immunodeficiency virus (HIV), bila klien tidak mengetahui riwayat/ kontak seksual pasangan. d. Tinjau ulang kebiasaan dan budaya diet klien. Timbang berat badan. Diskusikan kurva penambahan berat badan normal untuk setiap trimester. Rasional : Malnutrisi pada ibu dihubungkan dengan IUGR pada janin dan bayi berat badan lahir rendah. Obesitas ibu pragravid telah dihubungkan dengan kelahiran paterm. e. Berikan informasi untuk menghindari kontak dengan orang yang diketahui mengalami infeksi rubella bila klien tidak kebal, dan tentang perlunya diimunisasi setelah kelahiran. (Rujuk pada MK: Infeksi Pranatal). Rasional : Kira-kira 5%-15% wanita usia menyusui masih rentan terhadap rubella, yang disebarkan oleh infeksi droplet. Pemajanan dapat mempunyai efek negative pada perkembangan janin, khususnya pada trimester pertama. Imunisasi setelah kelahiran mengakibatkan imunitas selama kehamilan selanjutnya.

f. Anjurkan penghentian penggunaan tembakau. Rasional : Merokok dapat mempenhgaruhi sirkulasi plasenta. Skor Apagar rendah pada kelahiran (di bawah 7 pada 5 menit) dihubungkan dengan merokok. g. Kaji perkembangan uterus melalui pemeriksaan internal Rasional : Memberikan informasi tentang gestasi janin: menggambarkan IUGR; mengidentifikasi kehamilan multiple. h. Lakukan Tes Serologi Rasional : Diagnosa positif darik kondisi seperti toksoplasmosis dapat dibuat. 6. Diagnosa 6: Konstipasi Berhubungan Dengan Peningkatan Absorsi Air Di Saluran GI Tujuan : konstipasi berkurang/hilang Intervensi : a. Tentukan kebiasaan eleminasisebelum kehamilan, perhatikan perubahan selama hamil. Rasional : pola eleminasi dipertahankan bila mungkin. b. Berikan informasi diet tentang buah-buahan segar, sayuran, padi-padian, serat, makanan kasar, dan masukan cairan adkuat. Rasional : bulk dan konsistensi dalam pilihan diet membantu meningkatkan keefektifan pola defekasi. c. Anjurkan latihan ringan secara teratur, seperti: jalan kaki. Beri tahu klien supaya menghindari latihan yang lama dan keras. Perhatikan keyakinan budaya tentang hal ini. Rasional : meningkatkan peristaltik dan membantu mencegah

konstipasi. Latihan keras dianggap dapat menurunkan sirkulasi uteroplasenta, kemungkinan mengakibatkan bradikardia janin,

hipertermia, atau retardasi pertumbuhan. Pada beberaa budaya, ketidakaktifan d3apat dipandang sebagai perlindungan untuk ibu/anak. d. Diskusikan kewaspadaan penggunaan pelunak feses atau pembentuk bulk bila diet/latihan tidak efektif. Rasional : mungkin perlu untuk membantu mengatasi konstipasi dan menciptakan rutinitas regular.

BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan Kehamilan trimester pertama adalah waktu yang harus dinikmati, harapan, dan perubahan-perubahan pada seorang ibu terjadi. Meskipun setiap tahap kehamilan mempunyai karakter yang berbeda, kehamilan trimester pertama dapat merupakan saat yang sulit juga. Tanda Bahaya Kehamilan Trimester I meliputi : 1. Perdarahan pervaginam. 2. Mual muntah berlebihan. 3. Sakit kepala yang hebat. 4. Penglihatan kabur. 5. Nyeri perut yang hebat. 6. Gerakan janin berkurang. 7. Bengkak pada wajah, kaki dan tangan. 8. Nyeri perut yang hebat. 9. Selaput kelopak mata pucat. 10. Demam tinggi. 11. Kejang. 12. Keluar air ketuban sebelum waktunya 4.2 Saran Bagi para pembaca, dimana makalah yang kami susun banyak kekurangan dan kurang lengkap, kami mohon kritik yang bisa membangun sehingga kedepan bisa lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

- Bobak, Lowdermik, Jensen.2004, Buku Ajar Keperawatan Maternitas Edisi 4, Jakarta :EGC - Kehamilan Kelahiran Dan Bayi - Http://Www.Google.Com/

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->