P. 1
ASKEP Jiwa Dengan Gangguan Kognitif

ASKEP Jiwa Dengan Gangguan Kognitif

|Views: 4,644|Likes:
Published by Frenshilgo

More info:

Published by: Frenshilgo on Dec 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/25/2015

pdf

text

original

Akibat

Masalah utama

Penyebab

C. Analisa Data

DATA

PENYEBAB

MASALAH

Tanggal 9 Agustus 2011 jam 08.30 wib

Data Subyektif :

- Keluarga mengatakan bahwa klien

kadang mendengar suara yang

membisikan dirinya disetiap ada

Gangguan

persepsi sensoris

(halusinasi dengan

dan penglihatan)

Kekerasan/penyiksaan

(mulakai diri sendiri,

orang lain dan

sekitarnya)

Kekerasan resiko tinggi

Interasaksi sosial dan

keruskan, menarik diri

Harga diri rendah

Defisit perawatan diri,

mandii,kbersihan,

berpakaian

Intoleransi aktiovitas

Asuhan Keperawatan GangguanKognitif | 27

rangsangan (berupa suara atau

bunyian yang keras) .

- Keluarga kadang-kadang memegangi

klien dikala sedang gelisah dan tidak

enak duduk dan tidur serta

berkeinginan untuk melepaskan

jarum infus yang terpasang ditangan

kirinya.

- Klien minta agar tali pengikatnya

dilepas .

Data Obyektif :

- Klien ketika didekati perawat

mengatakan bahwa di tempat

terpasangnya infus ada 4 pasang sapi

yang

sedang

berkejar-kejaran

(berbunyi tak-tuk-tak-tuk)

- Terdapat luka lecet pada daerah dahi

(daerah tengah antara dua lais) dan

pelipis bekas garukan.

- Klien nampak gelisah , berontak,

ngomel-ngomel, tidak enak duduk

dan tidak enak tidur, mata merah.

- Kontak klien saat bertatap muka

kontakmata kurang, bermusuhan, dan

salah mengucapkan namanya bila

diajak kenalan (berjabatan dengan

tangan yang kuat) tetapi klien bisa

menjawabnya dengan dituntun dan

lambat

Data Subyektif :

- Keluarga mengatakan sudah dua hari

ini klien tidak mau makan dan kalau

Intake yang

kurang, status

Nutrisi

Asuhan Keperawatan GangguanKognitif | 28

mau hanya bisa menghabiskan

makan dua/tiga suaop nasi yang

disajikan.

Data Obyektif :

- Berat badan tak terkaji, konjunctiva

tidak pucat dan membran mukosa

kering, turgor kulit cukup, dan

kelemahan)

- Terpasang infus Dex 4 % pada

tangan kiri dengan tetesan

maintenace (20 tetes/mnt), cairan

yang masuh flesh ke 4.

- Penampilan tubuh kurus

- Suhu tubuh sub febris 37 o

C, tensi

120/ 70 mmHg

Data Subyektif :

- Keluarga mengatakan klien kadang-

kdang berbicara sendiri dengan nada

yang agak keras.

- Klien gelisah

Data Obyektif :

- Kurang rasa percaya pada orang lain,

sukar berinteraksi dengan orang lain,

komnuikasi yang tidak realistik,

kontak mata kurang, berpikir tentang

sesuatu menurut pikirannya sendiri,

afek emosi yang dangkal.

- Klien bila diajak kenalan dengan

klien liannya seperti (sdr. JS dan Sdr.

S) masih belum bersahabat dan

masih salah dalam mengulang nama

yang baru saja dikenalkan

emoosional yang

meningkat.

Sistem pendukung

yang tidak

adequat,

halusinasi

Interaksi sosial

(isolasi sosial)

Asuhan Keperawatan GangguanKognitif | 29

- Kesadran berkabut, Psikomotor

meningkat, bentuk pikir non realistik,

arus (asosiasi longgar) dan isi

(pemikiran tak memadai), Afek

emosi yang dangkal

Data Subyektif :

- Kleluarga mengatakan sudah dua

belum mandi hanya saja diseka pada

bagian yang terbuka (yang tak

tertutup baju.

- Klien kadang-kadang masih ngompol

dan kadang bilang kalau ingin

kencing dengan menggunakan

penampung (urinal)

Data Obyektif :

- Kemauan yang menurun, penampilan

kurang rapi dan muka agak lusut.

- Celana nampak sedkit basah

- Klien dalam keadaan terfiksasi

sehingga kebutuhan klien dibantu

(makan, minum dan kencing serta

mandi dengan diseka).

Data Subyektif :

- Keluarga belum mengetahui tentang

obat yang diminumkan klien serta

efek samping nya.

- Pendidikan keluarga lulusan SD

- Keluarga mengatakan bahwa klien

ingin tidur saja.

Kemauan yang

menurun

Kurangnya

informasi

Perawatan diri-sendiri

Pengetahuan klien

dan keluarga

Asuhan Keperawatan GangguanKognitif | 30

- Dalam makan klien merasa kurang

enak untuk menelan dengan

memegang lehernya.

Data Obyektif :

- Adanya pertanyaan kurangnya

pengetahuan, permintaaan untuk

mendapatkan informasi dan.

- Nampak mata klien merah dan

sepertinya masih mengantuk

- Didapatkan adanya rigiditas (kuduk,

punggung)

- distonia akut (spame lidah, wajah,

leher dan punggung), akatisia

(gelisah, tidak dapat duduk dengan

tenang, mengetuk-negetukan kaki,

tremor otot, rifgiditas dan diskinesia

tardif (mengecapkan bibir, torticolis

dan OCC krisis)

- Malam jam 22.30 Wib diinjeksi

Delladryl 2 cc dan THD 2x2 mg

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->