P. 1
Contoh Studi Kasus

Contoh Studi Kasus

|Views: 230|Likes:
Published by Adven Pratama

More info:

Published by: Adven Pratama on Dec 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2014

pdf

text

original

Contoh Studi Kasus dalam Bimbingan dan Konseling

Posted on 31 Januari 2008 by AKHMAD SUDRAJAT Bahan ini cocok Nama Saya Dosen Tanggal: 8 Judul Artikel: Memahami dan Topik: Studi Kasus Artikel: DESKRIPSI KASUS untuk : di Menolong Untuk Sekolah UKSW Mei Siswa Yang Bimbingan Menengah. Slameto salatiga 2002 Kurang PD Konseling.

Lia (bukan nama sebenarnya) adalah siswa kelas I SMU Favorit Salatiga yang barusan naik kelas II. Ia berasal dari keluarga petani yang terbilang cukup secara sosial ekonomi di desa pedalaman + 17 km di luar kota Salatiga, sebagai anak pertama semula orang tuanya berkeberatan setamat SLTP anaknya melanjutkan ke SMU di Salatiga; orang tua sebetulnya berharap agar anaknya tidak perlu susah-sudah melanjutkan sekolah ke kota, tapi atas bujukan wali kelas anaknya saat pengambilan STTB dengan berat merelakan anaknya melanjutkan sekolah. Pertimbangan wali kelasnya karena Lia terbilang cerdas diantara temanteman yang lain sehingga wajar jika bisa diterima di SMU favorit. Sejak diterima di SMU favorit di satu fihak Lia bangga sebagai anak desa toh bisa diterima, tetapi di lain fihak mulai minder dengan teman-temannya yang sebagian besar dari keluarga kaya dengan pola pergaulan yang begitu beda dengan latar belakang Lia. Ia menganggap teman-teman dari keluarga kaya tersebut sebagai orang yang egois, kurang bersahabat, pilih-pilih teman yang sama-sama dari keluarga kaya saja, dan sombong. Makin lama perasaan ditolak, terisolik, dan kesepian makin mencekam dan mulai timbul sikap dan anggapan sekolahnya itu bukan untuk dirinya tidak krasan, tetapi mau keluar malu dengan orang tua dan temannya sekampung; terus bertahan, susah tak ada/punya teman yang peduli. Dasar saya anak desa, anak miskin (dibanding teman-temannya di kota) hujatnya pada diri sendiri. Akhirnya benar-benar menjadi anak minder, pemalu dan serta ragu dan takut bergaul sebagaimana mestinya. Makin lama nilainya makin jatuh sehingga beban pikiran dan perasaan makin berat, sampai-sampai ragu apakah bisa naik kelas atau tidak. MEMAHAMI LIA DALAM PERSPEKTIF RASIONAL EMOTIF Menurut pandangan rasional emotif, manusia memiliki kemampuan inheren untuk berbuat rasional ataupun tidak rasional, manusia terlahir dengan kecenderungan yang luar biasa kuatnya berkeinginan dan mendesak agar supaya segala sesuatu terjadi demi yang terbaik bagi

kalau ada yang tidak senang terhadap saya itu berarti malapetaka bagi saya. mengajak berdiskusi dan konfrontasi langsung untuk mendorongnya beranjak dari pola pikir irasional ke rasional / logis dan realistis melalui persuasif. dan jika tidak dapat melakukannya dianggap goblok dan tak berguna. Ia menjadi minder. Lia sebetulnya terlahir dengan potensi unggul. dan lain-lain dan itu semua tidak ada/didapatkan sejak di SMU.kehidupannya dan sama sekali menyalahkan diri sendiri. penakut dan akhirnya ragu-ragu keberhasilan/prestasinya kelak yang sebetulnya tidak perlu terjadi. selain itu manusia juga mempunyai kecenderungan untuk melebih-lebihkan pentingnya penerimaan orang lain yang justru menyebabkan emosinya tidak sewajarnya seringkali menyalahkan dirinya sendiri dengan cara-cara pembawaannya itu dan cara-cara merusak diri yang diperolehnya. pemalu. Ia telah berhasil membangun konsep dirinya secara tidak realistis berdasarkan anggapan yang salah terhadap (dan dari) teman-teman lingkungannya. dan menghalangi seseorang kembai ke kejadian awal dan mengubahnya. tak seperti orang/teman-teman lainnya. orang lain. ia telah menempatkan harga diri pada konsep/kepercayaan yang salah yaitu jika kaya. ia menjadi bermasalah karena perilakunya dikendalikan oleh pikiran/perasaan irasional. Dengan demikian tujuan konseling adalah memerangi pemikiran irasional Lia yang melatar-belakangi ketakutan / kecematannya yaitu konsep dirinya yang salah beserta sikapnya terhadap teman lain. peduli. pemberian nasehat secara tepat. Akibatnya berpikir kekanak-kanakan (sebagai hal yang manunusiawi) seluruh kehidupannya. sugestif. Itu berarti salah saya. menumbuhkan perasaan tidak nyaman (seperti kecemasan) yang sebenarnya tak perlu. Konselor lebih bergaya mengajar : memberi nasehat. semua teman memperhatikan / mendukung. sampai pada akhirnya menyalahkan dirinya sendiri dengan hujatan dan penderitaaan serta mengisolir dirinya sendiri. konfrontasi langsung . terapi dengan menerapkan prinsip-prinsip belajar untuk PR serta bibliografi terapi. TUJUAN DAN TEKNIK KONSELING Jika pemikiran Lia yang tidak logis / realistis (tentang konsep dirinya dan pandangannya terhadap teman-temannya) itu diperangi maka dia akan mengubahnya. karena saya tak berharga. Konseling kognitif : untuk menunjukkan bahwa Lia harus membongkar pola pikir irasional tentang konsep harga diri yang salah. Bahkan akhirnya menimbulkan perasaan tak berdaya pada diri yang bersangkutan. Dalam konseling konselor lebih bernuansa otoritatif : memanggil Lia. Berpikir dan merasa itu sangat dekat dan dengan satu sama lainnya : pikiran dapat menjadi perasaan dan sebaliknya. Ciri-ciri irasional seseorang tak dapat dibuktikan kebenarannya. mengontrol dunia. tak terlalu jelek/memalukan namun dibiarkan terus berlangsung. memainkan peranan Tuhan apa saja yang dimui harus terjadi. Saya pantas menderita karena semuanya itu. akhirnya hanya kesulitan yang luar biasa besar mampu mencapai dan memelihara tingkah laku yang realistis dan dewasa. dan dunia apabila tidak segera memperoleh apa yang diinginkannya. Apa yang dipikirkan dan atau apa yang dirasakan atas sesuatu kejadian diwujudkan dalam tindakan/perilaku rasional atau irasional. Sehubungan dengan kasus. Bagaimana tindakan/perilaku itu sangat mudah dipengaruhi oleh orang lain dan dorongan-doronan yang kuat untuk mempertahankan diri dan memuaskan diri sekalipun irasional. sikap terhadap sesama teman yang salah jika ingin lebih bahagia dan sukses. Bentuk-bentuk pikiran/perasaan irasional tersebut misalnya : semua orang dilingkungan saya harus menyenangi saya.

Ekonomis dari segi waktu baik bagi konselor maupun konseli. Kesimpulannya. (2) menerima pengertian bahwa kita mempunyai kemampuan untuk merubah gangguan-gangguan secara berarti. penstrukturan kembali filosofis untuk merubah kepribadian yang salah berfungsi menyangkut langkah-langkah sebagai berikut : (1) mengakui sepenuhnya bahwa kita sebagian besar bertanggungjawab penciptaan masalah-masalah kita sendiri. Allah mengasihi saya. tetapi pada kasih Allah dan perwujudanNya. tetapi kadangkadang acuh-tak acuh. memaki-maki diri saya sendiri. Teknik yang dipakai bersifat eklektif dengan pertimbangan : 1. Terapis mengajar klien untuk berpikir betul dan bertindak efektif. Adalah tidak mungkin menuntut semua / setiap orang setiap saat baik pada saya. puas dan bangga. PENUTUP Teori ini dalam menolong menggunakan pendekatan direct menggunakan nasehat yang ditandai oleh menyerang masalah dengan intektual dan meyakinkan (koselor). Kesegaran hasil yang dicapai. dan seterusnya. sugesti dan asertive training dengan simulasi diri menerapkan konsep diri yang benar dan sikap/ketergantungan pada orang lain yang benar/rasional dilanjutkan sebagai PR melatih. Konseling emotif-evolatif untuk mengubah sistem nilai Lia dengan menggunakan teknik penyadaran antara yang benar dan salah seperti pemberian contoh. Efektifitas teknis-teknis yang dipakai cocok untuk bermacam ragam konseli. sehingga wajar dan realistis jika sejumlah 40 orang teman satu kelas misalnya ada + 40% yang baik. dan dengan cara demikian ia membawa klien ke kesadaran dan tilikan baru. makin melihat/menyadari pikiran dan kata-kata yang terus menerus ditujukan kepada diri sendiri. memintakan perhatian kepada pikiran-pikiran yang menjadi sebab gangguan itu dan bagaimana pikiran dan kalimat itu beroperasi hingga membawa akibat yang merugikan. kita lebih baik harus menangani cara-cara tingkah laku dan emosi untuk tindak balasan kepada kepercayaan-kepercayaan kita dan . 2. Konselor selanjutnya menolong dia untuk memikir kembali. mendebat.dengan peta pikir rasional-irasoonal. yang membawa kehancuran kepada diri sendiri. sosial modeling dan relaksasi/meditasi. (3) menyadari bahwa problem-problem dan emosi kita berasal dari kepercayaankepercayaan tidak rasional . bahkan adakalanya saya benci. Konseling behavioritas digunakan untuk mengubah perilaku yang negatif dengan merobah akar-akar keyakinan Lia yang irasional/tak logis kontrak reinforcemen. 3. hanya 10% saja yang membeci saya. teliti. mengobservasi dan evaluasi diri. Ide-ide ini diajarkan. menantang. menyebutkan kembali kalimat-kalimat yang merugikan itu. 4. jika kita mengharap untuk berubah. (5) menerima kenyataan bahwa. 50% netral. Kedalaman dan tanah lama serta dapat dipakai konseli untuk mengkonseling dirinya sendiri kalah. Contoh : mulai dari seseorang berharga bukan dari kekayaan atau jumlah dan status teman yang mendukung. dan dilatihkan dengan pendekatan ilmiah. (4) mempersepsi dengan jelas kepercayaan-kepercayaan ini. Ia harus dilatih untuk berpikir dan berkata kepada diri sendiri hal-hal yang lebih positive dan realistik. Terhadap diri saya sendiri suatu saat saya senang. dan pelepasan beban agar Lia melepaskan pikiran dan perasaannya yang tidak rasional dan menggantinya dengan yang rasional sebagai kelanjutan teknik kognitif di atas. bermain peran. Tekniknya jelas. Cara konselor ialah dengan pendekatan yang tegas. karena saya berharga dihadiratNya. Tetapi tilikan dan kesadaran tidak cukup.

perasaan-perasan yang salah fungsi dan tindakan-tindakan yang mengikuti. dan (6) mempraktekkan metode-metode RET untuk menghilangkan atau merubah konsekuensikonsekuensi yang terganggu pada sisa waktu hidup kita ini. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->