P. 1
Konversi Satuan

Konversi Satuan

|Views: 775|Likes:
Published by Nasri Nasriah

More info:

Published by: Nasri Nasriah on Dec 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/16/2013

pdf

text

original

KONVERSI SATUAN PANJANG

Nasri Nasriah 1209703026

JURUSAN FISIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2011

KONVERSI SATUAN PANJANG Nasri Nasriah, Ahmad Ridwanuloh, Norman Swarskop 1209703026, 1209703003, 1209703029 Laboratoriun Fisika komputasi II Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung Jl. A.H. Nasution No. 105 Cibiru Bandung 40614 nasri.nasriah@gmail.com 30 September 2011

Abstrak Pada percobaan komputasi kali ini

I. Pendahuluan 1.1. Latar belakang Matlab merupakan bahasa

mencoba membuat pemograman untuk menkonversi satuan panjang dengan

pemrograman yang hadir dengan fungsi berbeda dan karakteristik dengan yang bahasa

menggunakan statement ELSE IF dan FOR IF. Satuan itu sendiri dibagi dua yaitu satuan mks dan satuan cgs. Satuan mks adalah satuan standar yang digunakan untuk umum, sedangkan satuan cgs adalah satuan yang digunakan oleh setiap orang begbeda-beda. pengkonversian Dalam ini pemograman lebih mudah

pemrograman lain yang sudah ada lebih dahulu seperti Delphi, Basic maupun C++. Matlab merupakan bahasa pemrograman level tinggi yang dikhususkan untuk kebutuhan komputasi teknis, visualisasi dan pemrograman matematik, seperti analisis komputasi data,

menggunakan FOR IF dari pada ELSE IF karena dengan mengunaka FOR IF lebih sederhana dalam penulisan scriptnya dan dapat digunakan untuk kedua-duanya

pengembangan algoritma, simulasi dan pemodelan dan grafik-grafik perhitungan. Matlab hadir dengan membawa warna yang berbeda. Hal ini karena matlab membawa

misalnya pengkonversian satuan panjang dari km ke mm dan dari mm ke km.

Kata Kunci: FOR IF, ELSE IF, Satuan panjang, Konversi.

keistimewaan dalam fungsi-fungsi matematika, fisika, statistik, dan visualisasi. Matlab dikembangkan oleh MathWorks, yang pada awalnya dibuat untuk memberikan

kemudahan mengakses data matrik pada proyek LINPACK dan

perlengkapannya untuk melindungi kepentingan umum. Digunakan

EISPACK. Saat ini matlab memiliki ratusan fungsi yang dapat digunakan sebagai problem solver mulai dari simple sampai masalah-masalah

dalam berbagai disiplin ilmu untuk mendefinisikan berbagai

pengukuran, rumus dan data. Hukum-hukum fisika menyatakan hubungan antara besaran-basaran

yang kompleks dari berbagai disiplin ilmu. Dengan adanya matlab ini kita dapat memperingan perhitungan yang akan kita lakukan dalam percobaan ini kita mencoba membuat program tentang konversi satuan panjang misalnya dari km ke mm dan sebaliknya dari mm ke km. 1.2. Tujuan  Untuk mempermudah peng-

fisik, seperti panjang, waktu, gaya, energi dan suhu. Jadi, kemampuan untuk mendefinisikan besaran-

besaran tersebut secara tepat dan mengukurnya secara teliti

merupakan suatu syarat dalam fisika. Pengukuran setiap besaran fisik

mencakup pembandingan besaran tersebut dengan beberapa nilai

satuan besaran tersebut, yang telah didefinisikan secara tepat. Besar tiap besaran fisik harus terdiri dari suatu bilangan dan sebuah satuan. Semua besaran fisik dapatdinyatakan dalam beberapa satuan-satuan

konversian satuan panjang  Untuk mengetahui fungsi atau statement IF, ELSE IF dan FOR  Untuk mengetahui perbedaan

fungsi atau statement IF, ELSE IF dan FOR  Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan fungsi atau statement IF, ELSE IF dan FOR 1.3. Tinjauan pustaka Satuan Satuan atau satuan ukur atau unit digunakan untuk memastikan

pokok. Pemilihan satuan standar untuk besaran-besaran pokok ini menghasilkan suatu sistem satuan. Sistem satuan yang digunakan secara universal dalam masyarakat ilmiah adalah Sistem Internasional (SI). Dalam SI, standar satuan untuk panjang adalam meter, standar

kebenaran pengukuran atau sebagai nilai standar bagi pembanding alat ukur, takar, timbang dan

satuan utuk waktu adalah sekon, an standar satuan untk massa adalah kilogram.

Dalam mempelajari termodinamika dan listrik, kita akan memerlukan tiga satuan dasar fisik pokok lagi; satuan temperatur kelvin (K), satuan jumlah zat mole (mol), dan satuan arus ampere (A). Masih ada satuan pokok lainnya, yaitu kadela (cd) untuk menyatakan intensitas

Karena

setiap

besaran

dapat

dikalikan dengan 1 tanpa mengubah nilainya, sekarang kita dapat

mengubah 240 km ke mil dengan mengalikannya dengan faktor (1 mi)/(1.61 km): 240 km = 240 km x 1 mi/1.61 km = 149 mi Faktor (1 mi)/(1.61 km) disebut faktor konversi. Semua faktor

penyinaran. Ketujuh satuan pokok ini membentuk sistem satuan SI. Satuan tiap besaran fisik dapat dinyatakan dengan satuan pokok SI. Beberapa kombinasi satuan yang sering digunakan mendapat nama khusus. Kelipatan yang merupakan pangkat 10 disebut sistem desimal. Sistem desimal yang didasarkan pada meter dinamakan sistem metrik. Sistem desimal yang masih digunakan tetpi secara bertahap digantikan oleh

konversi mempunyai nilai 1, dan digunakan untuk mengubah suatu besaran yang dinyatakan daam satu satuan ukuran dala menjadi satuan nilai ukuran

ekivalennya lainnya.

Berikut ini adalah satuan ukuran secara umum yang dapat dikonversi untuk berbagai keperluan sehari-hari yang disusun berdasarkan urutan dari yang terbesar hingga yang terkecil : km = Kilo Meter hm = Hekto Meter dam = Deka Meter m = Meter dm = Desi Meter cm = Centi Meter mm = Mili Meter Untuk satuan ukuran panjang

satuan SI adalah sistem cgs, yang berdasaran pada sentimeter, gram dan sekon. Konversi Satuan Telah disebutkan sebelumnya bahwa besar atau magnitudo suatu besaran fisik harus terdiri dari suatu bilangan dan suatu satuan. Jika besaranbesaran itu dijumlahkan,

konversi dari suatu tingkat menjadi satu tingkat di bawahnya adalah dikalikan untuk dengan 10 satu sedangkan tingkat di

dikurangkan, dikalikan atau dibagi dalam suatu persamaan aljabar, maka satuannya juga harus diperlakukan sama seperti bilangan lainnya.

konversi

atasnya dibagi dengan angka 10.

Untuk

satuan

ukuran

berat

berubah setiap naik atau turun tingkat/level. Looping FOR Bentuk : for batas awal : batas akhir program end Untuk looping dengan syarat yang dibatasi awal dan akhir, misal : for x=1:3 : dia akan mengulang program dibawahnya mulai x=1 hingga x=3 (dapat dihitung berapa kali dia akan mengulang). Fungsi IF Bentuk : If-end tidak mempunyai program untuk jawaban “tidak” If syarat Program End If-else-end  punya program baik untuk jawaban “ya”atau “tidak” If syarat Program Else Program End

konversinya mirip dengan ukuran panjang namun satuan meter diganti menjadi gram. Untuk satuan berat tidak memiliki turunan gram persegi maupun gram kubik. Satuan ukuran luas sama dengan ukuran panjang namun untuk mejadi satu tingkat di bawah dikalikan dengan 100. Begitu pula dengan kenaikan satu tingkat di atasnya dibagi dengan angka 100. Satuan ukuran luas tidak lagi meter, akan tetapi meter persegi (m2 = m pangkat 2). Satuan ukuran luas sama dengan ukuran panjang namun untuk mejadi satu tingkat di bawah dikalikan dengan 1000. Begitu pula dengan kenaikan satu tingkat di atasnya dibagi dengan angka 1000. Satuan ukuran luas tidak lagi meter, akan tetapi meter kubik (m3 = m pangkat 3). Misalkan kita akan mengkonversi satuan panjang 12 km menjadi ukuran cm. Maka untuk merubah km ke cm turun 5 tingkat atau dikalikan dengan 100.000. Jadi hasilnya adalah 12 km sama dengan 1.200.000 cm. Begitu pula dengan satuan ukuran lainnya. Intinya adalah kita harus melihat tingkatan ukuran serta nilai pengali atau pembaginya yang

II. Metode Eksperimen 2.1. Waktu dan tempat Hari/Tanggal : Jum’at, 30

September 2011 Waktu : 10.00 – 11.30 WIB

Tempat

: Laboratorium Fisika Komputasi 2, Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung

Script fungsi FOR IF
function a=nasri() km=1; hm=2; dam=3; m=4; dm=5; cm=6; mm=7; x = input('masukan nilai x : '); sa sh = = input input ('masukan ('masukan satuan satuan awal :'); akhir :'); if sa<sh for i=1:sh-sa x=x*10; end elseif sa>sh for i=1:sa-sh x=x/10; end end x

Djati Bandung 2.2. Alat dan bahan  Laptop  Program matlab 2.3. Prosedur kerja Script fungsi IF
km=1; hm=2; dam=3; m=4; dm=5; cm=6; mm=7; x = input('masukan nilai x : '); sa sh = = input input ('masukan ('masukan satuan satuan awal :'); akhir :'); if sa == km && sh == hm y = x*10 elseif sa == km && sh == dam y = x*100 elseif sa == km && sh == m y = x*1000 elseif sa == hm && sh == km y = x/10 elseif sa == dam && sh == km y = x/100 else sa == m && sh == km y = x/1000 end

III. Hasil dan Pembahasan 3.1. Hasil Flochart IF

Flochart FOR

adalah pengulangan logika menurut kebenaran sejumlah perintah yang hanya memiliki dua pilihan. Kekurangan dari statement ELSE IF adalah terlalu banyaknya penulisan script pada program yang tidak bisa dikurangi, karena kalau dikurangi tidak terdefinisi hasilnya atau

penulisan scriptnya harus selengkap 3.2. Pembahasan Pada fungsi IF akan untuk lebih susunan panjang mungkin atau satu per satu dari tiap program konversi contoh satuan untuk program harus

programnya

panjang

karena pada fungsi IF hanya fungsi bersyarat dan tidak ada proses pengulangan. Sedangkan pada fungsi FOR IF lebih sedikit susunan

menuliskan satu persatu misal yang pertama konversi dari km ke hm sapai ke mm kemudian konversi dari hm ke dam sampai ke mm dan seterusnya begitu juga dari mm ke km harus satu per satu. Sedangkan untuk kelebihannya dapat langsung menulis scriptnya tanpa harus

programnya dan lebih sederhana karena selain ada fungsi syarat pada fungsi FOR IF juga ada proses pengulangan mempermudah jadi dalam lebih membuat

pusing-pusing menentukan logika yang akan digunakan dan lebih rinci script yang dibuatnya. Untuk funngsi FOR kekurangannya yaitu harus menentukan logika untuk scriptnya seandainya logika yang digunakan salah maka terjai error, sedangkan kelebihannya script dapat pada

scriptnya. Dari percobaan yang telah dilakukan pada praktikum konversi satuan maka dapat mengetahui

perbedaan antara penggunaan ELSE IF dan FOR. Statement FOR adalah memungkinkan pengulangan

perintah sebanyak sejumlah perintah yang diinginkan sehingga

mempersingkat

pengulangan yang terjadi akan sama dengan sampai pengulangan sebanyak pada sebelumnya yang

programnya, jadi tidak perlu menulis script terlalu panjang melainkan hanya sedikit tapi sudah mencakup untu semua.

perintah script

dituliskan Penggunaan

mathlab. ELSE IF

statment

IV. Penutup 4.1. Kesimpulan Fungsi FOR lebih sederhana dari pada fungsi ELSE IF dalam funsi

penulisan scriptnya, tetapi

ELSE IF lebih rinci dalam penulisan scriptnya. Dengan adanya program pengkonversian di matlab ini dapat mempermudah pengkonversian

satuan panjang dengan lebih mudah. Kemudian dapat mengetahui pula statement-statement yang ada pada matlab. Selain itu juga dapat dan

mengetahui

kekurangan

kelebihan dari statement ELSE IF dan FOR. 4.2. Saran Dalam percobaan ini sebaiknya lebih teliti lagi dalam menggunakan

matlab terutama dalam menuliskan rumus-rumus dan lambang yang akan digunakan.

Daftar Pustaka  http://id.wikipedia.org/wiki/Satuan (04 Oktober 2011)  http://darkwin98.wordpress.com/2009/1 0/13/konversi-satuan-ukuran-beratpanjang-luas-dan-isi/ (04 Oktober 2011)  Tipler, Paul A. 1998. Fisika Untuk Sains dan Teknik. Jakarta: Erlangga.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->