BAB 1 PEMBAHASAN

PENGERTIAN

yang dimaksud dengan akhlak terhadap diri sendiri adalah sikap seseorang terhadap diri pribadinya baik itu jasmani sifatnya atau ruhani. Kita harus adil dalam memperlakukan diri kita, dan jangan pernah memaksa diri kita untuk melakukan sesuatu yang tidak baik atau bahkan membahayakan jiwa.

Sesuatu yang membahayakan jiwa bisa bersifat fisik atau psikis. Misalnya kita melakukan hal-hal yang bisa membuat tubuh kita menderita. Seperti; terlalu banyak bergadang, sehingga daya tahan tubuh berkurang, merokok, yang dapat menyebabkan paru-paru kita rusak, mengkonsumsi obat terlarang dan minuman keras yang dapat membahyakan jantung dan otak kita. Untuk itu kita harus bisa bersikap atau beraklak baik terhadap tubuh kita. Selain itu sesuatu yang dapat membahayakan diri kita itu bisa bersifat psikis. Misalkan iri, dengki , munafik dan lain sebagainya. Hal itu semua dapat membahayakan jiwa kita (red- bukan nyawa) semua itu merupaan penyakit hati yang harus kita hindari. Hati yang berpenyakit seperti iri dengki munafiq dan lain sebagainya akan sulit sekali menerima kebenaran, karena hati tidak hanya menjadi tempat kebenaran, dan iman, tetapi hati juga bisa berubah menjadi tempat kejahatan dan kekufuran.

Untuk menghindari hal tersebut di atas maka kita dituntut untuk mengenali berbagai macam penyakit hati yang dapat merubah hati kita, yang tadinya merupakan

tempat kebaikan dan keimanan menjadi tempat keburukan dan kekufuran. Seperti yang telah dikatakan bahwa diantara penyakit hati adalah iri dengki dan munafik. Maka kita harus mengenali penyakit hati tersebut.

Dengki. Orang pendeki adalah orang yang paling rugi. Ia tidak mendapatkan apapun dari sifat buruknya itu. Bahkan pahala kebaikan yang dimilikinya akan terhapus. Islam tidak membenarkan

kedengkian. Rasulullah bersabda: "Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. Bersabda, "hati-hatilah pada kedengkian kaerena kedengkian menghapuskan kebajikan, seperti api yang melahap minyak." (H.R. Abu Dawud)  Munafiq. Orang munafiq adalah orang yang berpura-pura atau ingkar. Apa yang mereka ucapkan tidak sama dengan apa yang ada di hati dan tindakannya. Adapun tanda-tanda orang munafiq ada tiga. Hal ini dijelaskan dalam hadits, yaitu:

" .‫ص ل عم‬ ‫خان‬

‫ع نه ق ال: ق ال ز سول اهللا‬

‫عه أب ى هسي سة ز ضي هللا‬

‫ك رب وإذا وعد أخ لف, وإذا اؤت مه أي ات ال م ناف ق يه ث الث, إذا حدث‬

Dari Abu hurairoh r.a. Rasulullah berkata: " tanda-tanda orang munafiq ada tiga, jika ia berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, dan jika diberi amanat ia berkhianat." (H.R. Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan an-Nisa'i.

Dan adapun cara untuk memelihara akhlak terhadap diri sendiri antara lain :

 Tawaduk. menjauhi larangan dan ketika ditimpa musibah.  Syukur. baik dan rapi terutamanya pada hari Jum'at. Syukur dengan ucapan adalah memuji Allah dengan bacaan alhamdulillah. Sabar. menjauhkan dari sifat iri dan dengki yang menyiksa diri sendiri dan tidak menyenangkan orang lain MACAM-MACAM AKHLAK TERHADAP DIRI SENDIRI a. orang tua. kaya atau miskin. . Syukur diungkapkan dalam bentuk ucapan dan perbuatan. Ia menekankan kebersihan secara menyeluruh meliputi pakaian dan juga tubuh badan. yaitu rendah hati. Islam menjadikan kebersihan sebagian dari Iman. yaitu sikap berterima kasih atas pemberian nikmat Allah yang tidak bisa terhitung banyaknya. Menjaga kebersihan dirinya.Sabar diungkapkan ketika melaksanakan perintah. sedangkan syukur dengan perbuatan dilakukan dengan menggunakan dan memanfaatkan nikmat Allah sesuai dengan aturan-Nya. Sikap tawaduk melahirkan ketenangan jiwa. memakai wewangian dan selalu bersugi. selalu menghargai siapa saja yang dihadapinya. yaitu prilaku seseorang terhadap dirinya sendiri sebagai hasil dari pengendalian nafsu dan penerimaan terhadap apa yang menimpanya. muda. Rasulullah memerintahkan sahabat-sahabatnya supaya memakai pakaian yang bersih. Berakhlak terhadap jasmani.

salah satu cara memanfaatkan akal ialah mengisinya dengan . Tidak mengabaikan latihan jasmaninya . Berakhlak terhadap akalnya Memenuhi akalnya dengan ilmu. dan seumpamanya. Akhlak Muslim ialah menjaganya agar tidak rusak dengan mengambi sesuatu yang memabukkan dan menghayalkan. menjaga muruah. Islam tidak pernah mengizinkan budaya tidak senonoh. sesuai kemampuan diri. masyarakat dan sebagainya. Sebaiknya sepertiga dari perut dikhaskan untuk makanan. satu pertiga untuk minuman. Ini tidak dapat diterima karena Rasulullah yang bersifat zuhud dan tawadhuk tidak melakukan begitu. dan satu pertiga untuk bernafas. Rupa diri. adat bermasyarakat dan seumpamanya. diri. Sesetengah orang yang menghiraukan rupa diri memberikan alasan tindakannya sebagai zuhud dan tawadhuk. Islam tidak melarang umatnya menggunakan nikmat Allah kepadanya asalkan tidak melampau dan takabbur. Islam adalah agama yang mempunyai rupa diri dan tidak mengharamkan yang baik. walau bagaimnapun ia dilakukan menurut etika yang ditetapkan oleh Islam tanpa mengabaikan hak-hak Allah.Menjaga makan minumnya. Bersederhanalah dalam makan minum. dalam artikata ia tidak mengabaikan kewajiban sembahyang. b. kusut.Seorang muslim mestilah mempunyai rupa diri yang baik. berlebihan atau melampau di tegah dalam Islam. compang-camping. Islam menyuruh supaya membangun potensi akal hingga ke tahap maksimum. keluarga.Riyadhah atau latihan jasmani amat penting dalam penjagaan kesehatan.

ilmu. beliau mempunyai seratus orang khadam yang masing-masing bertutur kata berlainan. Berakhlak Terhadap Jiwa Manusia pada umumnya tahu sadar bahwa jasad perlu disucikan selalu. hukum hakam ibadat serta muamalah. Ada beberapa cara membersihkan jiwa dari kotorannya. bacaannya. dia menggunakan bahasa yang dituturkan oleh mereka.Sepatutnya umat Islamlah yang selayaknya menjadi pemandu ilmu supaya manusia dapat bertemu dengan kebenaran. dan apabila berhubungan dengan mereka. Kekufuran (kufur akan nikmat) dan kealfaan ummat terhadap pengabaian penguasaan ilmu ini. Perkara utama yang patut diketahui ialah pengetahuan terhadap kitab Allah. c. Abdullah bin Zubair adalah antara sahabat yang memahami kepentingan menguasai bahasa asing. Sementara itu umat islam hendaklah membuka tingkap pikirannya kepada segala bentuk ilmu. tajwidnya. Ilmu fardh 'ain yang menjadi asas bagi diri seseorang muslim hendaklah diutamakan karena ilmu ini mampu dipelajari oleh siapa saja. Pengabaian ilmu ini seolah-olah tidak berakhlak terhadap akalnya. Pembersihan jiwa beda dengan pembersihan jasad. Penguasaan ilmu. termasuk juga bahasa asing supaya pemindahan ilmu berlaku dengan cepat. sejarah sahabat. ulama. Kemudian hadits-hadits Rasul. antaranya: . asalkan dia berakal dan cukup umur. sirah. dan tafsirnya. Rasulullah pernah menyuruh Zaid bin Tsabit supaya belajar bahasa Yahudi dan Syiria. begitu juga dengan jiwa. dan juga sejarah Islam. .

Memperbanyak ibadah. Lantaran dari pada itu kita perlu sahabat yang boleh memperingatkan diri kita. pengarahan. Bermujahadah.      Bertaubat. dan saran • Dapat membantu orang lain dalam menyelesaikan persoalannya . Disamping itu kita perlu berdoa kepada Allah. -Nilai • • • • • Dapat Dapat Dapat positif mencapai melaksanakan menambah pahala berilmu taraf bagi kepuasan hidup ajaran keimanan di yang agama kepada sisi lebih secara Allah Allah diri Memperoleh Berilmu sendiri: batin baik benar SWT SWT Memperoleh • Terangkat derajatnya -Nilai • Tempat Positif orang Berilmu bertanya Bagi dalam Orang mengatasi Lain: masalah • Memberi jalan terang dalam memberi petunjuk. Menghadiri majlis Iman. Bermuhasabah. AKHLAK TERPUJI TERHADAP DIRI SENDIRI 1. Untuk meningkatkan tahap kejiwaan kita tidak boleh keseorangan. Bermuqarabah.

Nilai • • • Dapat Memperoleh Kreatif. mengikuti yang Produktif. Positif hasil Kreatif. Kerja Keras -Nilai • • Terpuji Terpuji Positif dalam dalam pandangan Kerja pandangan Allah sesama Keras: SWT manusia • Dapat diharapkan mencapai hasil yang maksimal sehingga lebih semangat • Tercukupinya kebutuhan hidup karena Allah memberikan rahmat untuk hambanya yang • Memperoleh mau kepercayaan Bersikap dari sesama Kerja berusaha manusia Keras: Membiasakan • Selalu menyadari bahwa hasil dari jerih payahnya sendiri lebih terpuji dan mulia daripada • • Islam Memiliki menerima memuji sikap kerja tidak semboyan pemberian keras suka dan orang mencela mempersulit lain meminta-minta orang lain • Menyadari sepenuhnya bahwa memberi lebih mulia daripada meminta 3. Produktif.-Membiasakan Bersikap Berilmu: • Memiliki semangat untuk menguasai ilmu tentang hal-hal yang belum diketahui • Rajin mendatangi majelis-majelis ilmu untuk memperoleh tambahan ilmu • • Rajin Cukup mendatangi ringan pengajian untuk biaya memperoleh demi ilmu keagamaan suatu ilmu mengeluarkan tercapainya • Gemar bergaul dengan orang yang berilmu untuk mendapatkan tambahan ilmu 2. perkembangan cukup banyak dari Inovatif Inovatif: zaman karyanya hidupnya Tercukupinya kebutuhan .

yang ada padanya. Maka ia berbuat bukan karena Allah SWT. yaitu sikap yang selalu menunjuk-nunjukkan perbuatan baik yang dilakukannya. yaitu perbuatan yang selalu melampaui batasbatas ketentuan agama. sehingga tidak mau mengakui kekuasaan Allah SWT. menciptakan kepuasan hubungan Produktif. melainkan hanya ingin dipuji oleh sesama manusia. di alam ini. yaitu sikap yang mempersekutukan Allah SWT. e. Jadi perbuatan ini kebalikan dari sikap ikhlas. Munafiq (An-Nifaaq). Takabbur (Al-Kibru). f. dengan makhluk-Nya. untuk menjadi kafir.• • • • • • Memperoleh Bertambah Berusaha Berusaha Memperhatikan Selalu untuk banyaknya Bersikap mengembangkan perkembangan mengadakan Kreatif. yaitu sikap yang menampilkan dirinya bertentangan dengan kemauan hatinya dalam kehidupan beragama. termasuk mengingkari nikmat Allah SWT. Riya‟ (Ar-Riyaa‟). d. dengan cara menganggapnya bahwa ada suatu makhluk yang menyamai kekuasaan-Nya. Murtad (Ar-Riddah). melarang bersikap boros. Boros atau Berfoya-foya (Al-Israaf). : : a. b. Allah SWT. Akhlak buruk terhadap Allah SWT. yaitu sikap yang menyombongkan diri. c. karena hal itu dapat . yaitu sikap yang meninggalkan atau keluar dari agama Islam. Musyrik (Alk-Syirk). lapangan kerja yang dan batin persaudaraan Inovatif: baru dimiliki teknologi usahanya Membiasakan kemampuan ilmu pengetahuan • Mengutamakan kualitas produk dengan harga yg terjangkau di pasaran evaluasi hasil • Memiliki tekad bahwa besok harus lebih baik dari hari ini BERIKUT AKAN DIURAIKAN SECARA SINGKAT MENGENAI AKHLAK BURUK (1).

yaitu sikap yang tidak mau memberikan nilai materi dan jasa kepada orang lain. Dan ada juga yang mengatakan bahwa seseorang yang mengambil hak-hak orang lain termasuk perbuatan dzalim (mengan AKHLAK TERHADAP DIRI SENDIRI . Akhlak buruk terhadap Manusia : a. c. yaitu sikap dan perilaku yang menampilkan kesombongan. baik kerugian materiil maupun non materiil. Mengadu-adu (An-Namiimah). Mengumpat (Al-Ghiibah). d. Hal ini termasuk kebalikan dari rasa cukup (Al-Qanaa‟ah) dan merupakan akhlak buruk terhadap Allah SWT. karena melanggar ketentuan larangan-Nya. merusak perekonomian manusia. e. Berbuat aniaya (Azh-Zhulmu). yaitu sikap yang tidak pernah merasa cukup. baik dilihat dari tingkah lakunya maupun dari perkataannya. g. yaitu sikap kejiwaan seseorang yang selalu mengingingkan agar kenikmatan dan kebahagiaan hidup orang lain bisa hilang sama sekali. (2). g. b. Rakus atau Tamak (Al-Hirshu atau Ath-Thama‟u). sehingga selalu ingin menambah apa yang seharusnya ia miliki. Mudah marah (Al-Ghadhab). yaitu perilaku yang suka membicarakan keburukan seseorang kepada orang lain. Iri hati atau dengki (Al-Hasadu atau Al-Hiqdu). Sikap kikir (Al-Bukhlu). tanpa memperhatikan orang lain. yaitu suatu perbuatan yang merugikan orang lain. dengan maksud agar hubungan sosial keduanya rusak. yaitu kondisi emosi seseorang yang tidak dapat ditahan oleh kesadarannya. merusak hubungan sosial dan merusak diri sendiri. sehingga menonjolkan sikap dan perilaku yang tidak menyenangkan orang lain. Bersikap congkak (Al-Ash‟aru). yaitu perilaku yang suka memindahkan perkataan seseorang kepada orang lain.melakukan dosa terhadap-Nya. f.

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang menjiwa itu. Firman Allah Ta„ala. Memelihara kesucian diri. ia meyakini bahwa kecelakaan dirinya sangat ditentukan oleh sejauh mana kerusakan dirinya. Menutup aurat (bagian tubuh yang tidak boleh kelihatan. menurut hukum dan akhlak Islam). Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. . Jujur dalam perkataan dan berbuat ikhlas serta rendah diri. Selain itu. dan kebrengsekannya. c.Akhlak terhadap Diri Sendiri. Menjauhi segala perkataan dan perbuatan sia-sia. dan penyucian dirinya. diantaranya : a. b.” (Asy-Syams: 9-10). d. Malu melakukan perbuatan jahat. ( Etika Terhadap Diri Sendiri Maret 2. Berlaku adil terhadap diri sendiri dan orang lain. f. e. Itu semua karena dalil-dalil berikut. g. 2011 Abu Muhammad bin Saleh Orang Muslim meyakini bahwa kebahagiaannya di dunia dan akhirat sangat ditentukan oleh sejauh mana pembinaan terhadap dirinya. pengotorannya. Menjauhi dengki dan menjauhi dendam. perbaikan.

” (Al-„Ashr: 1-3). ia tidak mau (masuk surga).” (Al-A‟raaf: 40-42). bersada. Sabda Rasulullah saw..” (HR Bukhari). “Semua dan kalian masuk surga. Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. berdasarkan dalil-dalil berikut: . Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga. Ia juga meyakini. wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. mereka kekal di dalamnya. “Semua manusia beramal. hingga unta masuk ke lubang jarum. mereka itulah penghuni-penghuni surga. dan menjual dirinya memperbaiki dirinya. “Barangsiapa taat kepadaku. atau membinasakannya. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shallih dan nasihatmenasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran. Orang Muslim meyakini bahwa sesuatu yang bisa membersihkan dirinya. “Siapa yang tidak mau masuk surga.” Para sahabat bertanya.“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya. demikianlah Kami memberi balasan kepada orang orang yang zhalim. Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shalih. dan menyucikannya ialah iman yang baik. kecuali orang-orang yang tidak mau. ia masuk surga. Dan barangsiapa bermaksiat kepadaku. demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.” (HR Muslim). “Demi masa. dan amal shalih. dan merusaknya ialah keburukan kekafiran dan kemaksiatan. bahwa sesuatu yang mengotori dirinya.

berhenti (dari dosa tersebut). Ia menjauhkan diri dan apa saja yang mengotorinya. Sebab. bertambah pula noda hitamnya. Noda hitam tersebut tidak lain adalah tutupan hati yang disebutkan Allah Ta„ala dalam surat Al-Muthaffifin di atas.” (HR An-Nasai dan At-Tirmidzi. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. mendorongnya kepada ketaatan. menjauhkannya dari segala . At-Tirmidzi berkata bahwa hadits ini hasan shahih). “Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada dan tindaklanjutilah kesalahan dengan kebaikan niscaya kebaikan tersebut menghapus kesalahan tersebut.” (Al-Muthaffifin: 14). serta bergaulah dengan manusia dengan akhlak yang baik. membawanya kepada perbuatanperbuatan yang baik. dan amal perbuatan yang rusak. dan membersihkannya. Oleh karena itulah. dan Al-Hakim). maka ada noda hitam di hatinya. menyucikannya. hingga menutupi hatinya. “Sekali-kali tidak (demikian). Jika dosanya bertambah. ucapan-ucapan yang rusak. maka hatinya bersih. kemudian ia memperbaikinya dengan etika-etika yang membersihkannya. Sabda Rasulullah saw. Sesungguhnya perbuatanperbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. “Sesungguhnya jika seorang Mukmin mengerjakan dosa. dan membersihkan kotoran-kotorannya. ia orang yang paling layak membinanya. Ia melawan dirinya siang malam. Jika ia bertaubat. orang Muslim tidak henti-hentinya membina dirinya. dan merusaknya seperti keyakinan-keyakinan yang rusak. mengevaluasinya setiap saat. sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka. “Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada sebagian permulaan daripada malam.” (Huud: 114). dan beristighfar.” (HR Ahmad. At-Tirmidzi..Firman Allah Ta„ala.

“Barangsiapa bertaubat sebelum matahari terbit dan barat. kemudian ia tidur. Dalam memperbaiki dirinya.” (HR Muslim). bertaubatlah kalian kepada Allah. maka Allah menerima taubatnya. karena aku bertaubat dalam sehari sebanyak seratus kali. membinanya. dan bertekat tidak kembali kepada dosa di sisa-sisa umurnya. Itu semua karena dalil-dalil berikut: “Hai orang-orang yang beriman. menyesali semua dosa-dosa masa lalunya. bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya. “Allah lebih berbahagia dengan taubat (kembalinya) hamba-Nya daripada seseorang di tempat sepi dan rawan bahaya dengan hewan kendaraan yang memuat makanan dan minumannya. hewan . hingga matahari terbit dari barat.” (HR Muslim). “Sesungguhnya Allah membuka Tangan-Nya dengan taubat bagi orang yang berbuat salah di malam hari hingga siang hari. dan membersihkannya.” (HR Muslim). dan bagi orang yang berbuat salah di siang hari hingga malam hari. orang Muslim menempuh jalan-jalan berikut: Taubat Yang dimaksud dengan taubat di sini ialah melepaskan diri dan semua dosa dan kemaksiatan. Ketika ia bangun.keburukan dan kerusakan. mudah-mudahan Tuhan kalian akan menghapus kesalahankesalahan kalian. “Hai manusia. “Dan bertaubatlah kalian kepada Allah.” (At Tahrim: 8).” (An-Nuur: 31). hai orang-orang yang beriman supaya kalian beruntung. dan memasukkan kalian ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.

Diriwayatkan.” (Luqman: 22). ingin bertetanggaan dengan-Nya. Ia pun mencarinya hingga ia kehausan. dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus?” (An-Nisa‟: 125).” (Muttafaq Alaih). Ketika ia bangun. bahwa para malaikat rnengucapkan ucapan selamat kepada Nabi Adam atas taubatnya. Ia berkata. maka sesungguhnya Ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Allah lebih berbahagia dengan taubat (kembalinya) hamba yang Mukmin dan (kebahagiaan) orang tersebut dengan (kembalinya) hewan kendaraan dan bekalnya. hingga aku mati. temyata hewan kendaraannya ada di sisinya lengkap dengan makanan dan minumannya. merasakan ketentraman ketika taat kepada-Nya. bahwa Allah Ta„ala melihatnya. “Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah. tentram ketika ingat nama-Nya. Muraqabah Maksudnya. Jadi.‟ Kemudian ia letakkan kepalanya di atas lengannya untuk mati. . karena Allah menerima taubatnya. (Al-Ghazali dalam Ihya‟-nya). „Aku akan kembali ke tempatku semula. sedang dan orang yang berbuat kebaikan. memperhatikan semua amal perbuatannya.kendaraannya hilang. dan mengamati apa saja yang dikerjakan oleh semua jiwa. Dengan cara seperti itu. datang menghadap kepada-Nya. “Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah. sedang diapun mengerjakan kebaikan. diri orang Mukmin selalu merasakan keagungan Allah Ta „ala dan kesempumaan-Nya. mengamatinya. dan berpaling dan selain-Nya. orang Muslim mengkondisikan dirinya merasa diawasi Allah Ta „ala di setiap waktu kehidupan hingga akhir kehidupannya. mengetahui rahasia-rahasianya. Inilah yang dimaksudkan dengan Islamisasi wajah dalam firman Allah Ta‟ala.

Bukti-bukti berikut bersaksi untuk mereka: 1. melainkan Kami menjadi saksi atasmu pada waktu kalian melakukannya.” (Yunus: 22).Itulah intisari seruan Allah Ta‟ala dalam firman-Nya. Atau dalam sabda Rasulullah saw. “Hendaklah engkau merasa diawasi oleh Dzat yang mengetahui apa saja yang ada padamu. dan mereka berhasil mencapai derajat muqarra bin (hamba-hamba yang dekat dengan Allah). “Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al-Qur „an dan kalian tidak mengerjakan suatu pekerjaan. Hendaklah eng kau berharap kepada Dzat yang memenuhi (harapanmu). Sufyan Ats-Tsauri berkata.” (AlBaqarah: 235). Ditanyakan kepada Al-Junaid. “Bagaimana kiat menahan pandangan?” Al-Junaid.. Atau dalam firman-Nya.” Orang tersebut bertanya kepada Ibnu Al-Mubarak tentang apa .” 2. “Yaitu pengetahuanmu.” (Muttafaq Alaih). Dan hendaklah engkau takut kepada Dzat yang memiliki hukuman. “Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu maka takutlah kepada-Nya. Jalan itulah yang dilalui para pendahulu kita dan para Salafush shalih. “Hai si Fulan. Mereka membawa diri mereka kepadanya hingga akhir hayat mereka. hendaklah engkau merasa diawasi Allah. “Sembahlah Allah seperti engkau melihat-Nya. Ibnu Al-Mubarak berkata kepada seseorang. maka sesungguhnya Dia melihatmu. bahwa pandangan Dzat yang melihatmu itu lebih dahulu dan lebih cepat daripada penglihatanmu kepada sesuatu yang engkau lihat.” 3. Jika engkau tidak bisa melihat-Nya.

Nabi Yusuf AS bertanya.yang dimaksud dengan pengawasan Allah. kemudian ia pergi ke majikan penggembala tersebut. sedang salab seorang dan mereka duduk menyendiri dari mereka.” 5.” Orang shalih bertanya kepada orang tersebut. 6.‟ Umar bin Khaththab berkata. lalu membeli budak tersebut. „Kambing-kambing ini bukan milikku. Di salah satu jalan. Orang shalih tersebut pergi kepada orang tersebut.‟ Penggembala tersebut berkata. Umar bin Khaththab bertanya kepada penggem bala tersebut. “Siapa yang mendahului orang-orang tersebut?” Orang tersebut menjawab. di mana Allah?‟ Umar bin Khaththab menangis. kemudian Ibnu Al-Mubarak menjawab. „Kalau begitu. “Jadilah engkau seperti orang yang bisa melihat Allah selama-lamanya. “Engkau sendirian di sini?” Orang tersebut menjawab.” Orang shalih bertanya kepada orang tersebut. “Engkau ada apa? Engkau malu kepada pengawasan benda padat kepadamu. namun orang tersebut lebih dahulu berkata kepadanya. kemudian menutupnya dengan kain. “Dzikir kepada Allah itu jauh lebih nikmat. tiba-tiba salah seorang penggembala turun kepada kami dari gunung. Abdullah bin Dinar berkata. Dikisahkan bahwa salah seorang shalih berjalan melewati orang-orang yang sedang melempar. juallah seekor kambingmu kepada kami. namun milik majikanku. Dikisahkan bahwa ketika Zulaikha berduaan dengan Yusuf AS. “Di manakah jalan itu?” Orang tersebut membeni isyarat ke langit. “Yaitu orang-orang yang diampuni Allah. dan tidak malu kepada pengawasan Raja Teragung (Allah) kepadamu?” . „Katakan saja kepada majikanmu. bahwa kambingnya dimakan serigala. ia pergi ke patung.” Orang shalih bertanya kepada orang tersebut. aku pergi ke Makkah bersama Umar bin Khaththab. “Aku bersama Tuhanku dan dua malaikat. dan ingin mengajaknya bicara. “Pada suatu hari.‟ Penggembala yang budak tersebut berkata.” 4. kami berhenti untuk istirahat. dan memerdekakannya. „Hai penggembala. kemudian ia berdiri dan pergi.

maka ia mengganti kekurangannya dan memaksa dirinya melakukannya. jangan katakan. Jika ia melihat dirinya kurang mengerjakan ibadah-ibadah wajib. dan memarahinya. dan jika ibadah ibadah wajib tersebut tidak termasuk yang harus ditunaikan saat itu juga maka ia harus memperbanyak mengerjakan ibadahibadah sunnah. berlalu Tidakkah Dan bahwa hari esok sudah dekat bagi orang-orang yang menunggunya? Muhasabah (Evaluasi) Karena orang Muslim siang-malam bekerja untuk kebahagiaannya di akhirat. maka ia harus melihat ibadah-ibadah wajib seperti penglihatan pedagang kepada modal bisnisnya. Jika ia melihat . keridhaan-Nya. kemuliaan dari Allah Ta„ala. kemudian memaksanya melaksanakan ibadah-ibadah wajib tersebut saat itu juga jika ibadah-ibadah wajib tersebut termasuk yang harus ditunaikan saat itu juga.‟ mengawasiku. dan karena dunia adalah tempat beramal. dengan zaman „Aku „Zaman beranggapan apa hari bahwa yang ini pada telah suatu hari. ia mencela dirinya.‟ Allah Anda cepat lengah mengetahui bahwa rahasiakan.Salah seorang shalih menyenandungkan syair. menyendiri. dan melihat kemaksiatan dan dosa sebagai kerugian dalam dunia bisnis. Jika Anda Namun Sedetik Dan pun bahwa Anda menyendiri katakan. Anda Allah Anda jangan tidak lihat. Jika ia melihat dirinya kurang dalam mengerjakan ibadah-ibadah sunnah. Kemudian ia berduaan dengan dirinya sesaat di akhir harinya guna mengadakan muhasabah (evaluasi) terhadap dirinya atas amal perbuatannya sepanjang siang harinya. ia melihat ibadah-ibadah sunnah seperti penglihatan pedagang terhadap keuntungan bisnisnya.

penyuciannya. dan pembersihannya. bahwa beliau bersabda. bertaubat. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan. hai orang-orang yang beriman supaya kalian beruntung. Umar bin Khattab ra berkata. berdasarkan dalil-dalil berikut: 1.” (Diriwayatkan Muslim). “Hendaklah setiap diri memperhatikan” adalah perintah untuk mengadakan muhasabah (evaluasi) terhadap diri atas apa yang diperbuatnya untuk menyongsong hari esok. Inilah salah satu cara perbaikan diri (jiwa). sebelum kalian dievaluasi. bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah di diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). dan mengerjakan amal shalih yang bisa memperbaiki apa yang telah dirusaknya.kerugian karena ia mengerjakan dosa. dan beristightighfar kepada-Nya sebanyak seratus kali dalam satu hari. Firman Allah Ta„ala. pembinaannya. 4.” (Al-Hasyr: 18).” Yang semakna dengannya ialah hadits yang diriwayatkan At-Tirmidzi dengan sanad yang baik dari Rasulullah saw. “Dan bertaubatlah kalian kepada Allah. maka ia beristighfar. 2. 3. “Evaluasilah (hisablah) diri kalian.. Firman Allah Ta„ala. . “Sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah. Sabda Rasulullah saw. “Hai orang-orang yang beriman. menyesalinya.” (An-Nuur: 31). dan bertakwalah kepada Allah. Inilah yang dimaksud dengan muhasabah terhadap diri sendiri.

ia memukul kedua kakinya dengan berkata kepada dirinya. Ini tidak lain adalah muhasabah darinya terhadap dirinya. Aku pasti menghukummu dengan berpuasa setahun. “Hai Al-Ahnaf. “Engkau menanyakan sesuatu yang tidak ada kaitan denganmu.” 5. kemudian ia berkata. “Kapan rumah ini dibangun?” Usai berkata seperti itu. kemudian mengangkat tangannya. maka ia mengeluarkan sedekah untuk Allah Ta‟ala dari perkebunannya. tiba-tiba terlihat olehnya seorang wanita. dan buru-buru berkata kepada dirinya. sedang orang lemah ialah orang yang mengikutkan dirinya kepada hawa nafsunya dan berkhayal kosong kepada Allah. kemudian ia meletakkan jari-jarinya di dalamnya hingga merasakan panasnya. dan kemarahannya terhadap dirinya. Adalah Thalhah r. dan mencukilnya. menampar matanya. .” Ia pun berpuasa selama setahun. “Sesungguhnya melihat kepada sesuatu yang merugikanmu. 7. jika disibukkan oleh perkebunannya hingga ia tidak bisa menghadiri shalat jama‟ah. apa yang mendorongmu mengerjakan ini dan itu pada hari ini? Apa yang mendorongmu mengerjakan ini dan itu pada hari ini?” 8.” 9. Dikisahkan bahwa salah seorang dari orang-orang shalih berjihad. Dikisahkan bahwa Al-Ahnaf bin Qais mendekat ke lampu. sambil berkata.a.“Orang cerdas ialah yang menyiapkan dirinya dan beramal untuk hari setelah kematian. sambil berkata. ia sadar. jika waktu malam telah tiba. “Apakah yang telah engkau kerjakan siang tadi?” 6. Adalah Umar bin Khaththab ra. dan ia pun melihatnya. Salah seorang dari orang shalih berjalan melewati rumah.

. kendati di dalamnya terdapat kecelakaan dan kebinasaannya. Selain itu. dan memerintahkan kepada keburukan seperti dikatakan Zulaikha dalam Al-Qur‟an. karena mengikuti firman Allah Ta‟ala. Mujahadah (Perjuangan) Orang Muslim mengetahui bahwa musuh besarnya ialah hawa nafsu yang ada dalam dirinya. bahwa watak hawa nafsu adalah condong kepada keburukan. sambil berkata. dan menganggur. para salafush shalih mengevaluasi diri mereka atas ketidakseriusannya. lari dari kebaikan. Begitulah.” 11. karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan. Dikisahkan bahwa salah seorang dari orang shalih pergi ke padang pasir yang panas. tiba-tiba ia melihat seorang wanita. dan ia pun melihat kepadanya. Engkau busuk di malam hari dan pengangguran di siang hari. Kemudian ia menghukum dirinya dengan tidak melihat ke langit selagi ia hidup. watak hawa nafsu ialah senang malas-malasan. santai. “Diriku.10. mewajibkannya bertakwa.” (Yusuf: 53). dan melarangnya mengikuti hawa nafsu. Salah seorang dari orang shalih menghadapkan penglihatannya ke atap rumah. kemudian ia berguling-guling di atasnya. maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya). memarahinya atas kelalaiannya. rasakan ini dan Neraka Jahannam itu lebih panas dari panas padang pasir ini. “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan). “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dan keinginan hawa nafsunya. serta larut dalam syahwat.” (An-Nazi‟ at: 40-41).

Jika dirinya tidak serius dalam ketaatan dan kebaikan. Tentang hal tersebut. kemudian beliau menjawab. dan bertekat mengatasi seluruh perjuangannya melawan hawa nafsu. dan menjadi baik. benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. “Demi Allah. maka ia memobilisasi diri untuk berjuang melawan hawa nafsunya. Jika hawa nafsunya menginginkan syahwat. bersih. maka ia membuatnya lelah. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. bersih. di atas? Demi Allah. saja melakukan qiyamul lail hingga kedua kakinya bengkak. Itulah tujuan utama mujahadah (perjuangan) terhadap hawa nafsu (diri). Ia bawa dirinya ke dalam pembinaan seperti itu hingga dirinya menjadi tentram. Allah Ta„ala berfirman. “Apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur?” (Diriwayatkan Muslim). Jika hawa nafsunya menyukai kehidupan santai. maka ia menghukumnya dan memarahinya. kemudian ia berjalan di atas jalan tersebut karena ingin meniru mereka dan menapaktilasi jejak-jejak mereka.Jika orang Muslim mengetahui itu semua.” (Al-Ankabut: 69). kemudian ia mewajibkannya mengerjakan apa yang tidak ia kerjakan dengan serius. Ali bin Abu Thalib ra tentang sahabat-sahabat Rasulullah saw. mengumumkan perang. tidak ada. aku . maka ia mengetahui bahwa ini adalah jalan orang-orang shalih dan orang-orang yang jujur. berhak mendapatkan kemuliaan Allah Ta„ala. Adakah mujahadah yang lebih tinggi dari mujahadah Rasulullah saw. tentram. maka ia melarangnya. suci.. dan menantang syahwatnya. dan mengganti apa yang ia sia-siakan dan ia tinggalkan. Rasulullah saw. mengangkat senjata untuk melawannya. dan keridhaan-Nya. “Dan orang-orang yang berjihacl untuk (mencari keria‟haan) Kami. Ketika orang Muslim berjuang melawan dirinya agar menjadi baik. Rasulullah saw. pernah ditanya.

kemudian ia memerdekakan dua budaknya. Pada malam berikutnya. dan pucat. karena tidak tidur semalam suntuk untuk sujud. Rasulullah saw. “Malam mi adalah malam ruku‟. dan aku tidak melihat sesuatu yang mencurigakan mereka. Pada suatu hari. dan berdiri shalat. sujud untuk-Nya di pertengahan malam. Jika mereka dzikir kepada Allah. mereka bergoyang sebagaimana pohon bergoyang ketika tertiup angin. Jika Abdullah bin Umar ra ketinggalan shalat jama‟ah. dan istirahat di antara kaki mereka dengan kening mereka. berdebu. Mata mereka bercucuran dengan airmata hingga pakaian mereka basah kuyup. ia menunda shalat Maghrib hingga dua bintang terbit. ia menghidupkan (tidak tidur untuk ibadah) malam harinya. Pada pagi hari. membaca Kitabullah. meskipun sehari saja.” Umar bin Khaththab ra memarahi dirinya karena‟ ia ketinggalan shalat Ashar berjama‟ah. bersabda. kemudian bersedekah dengan area tanahnya yang harganya kira-kira dua ratus dirham. “Semoga Allah merahmati orang-orang yang dikira manusia sakit.” Kemudian ia hidupkan seluruh malam tersebut dengan ruku‟. aku tidak tertarik hidup. padahal mereka tidak sakit. “Malam ini adalah malam sujud. dan duduk dengan orang-orang yang memilih ucapan-ucapan yang bagus.” Itu tidak lain adalah pengaruh mujahadah mereka terhadap dirinya. . Ali bin Abu Thalib ra berkata. sebagaimana buah-buahan yang bagus dipilih. rambut mereka kusut. Uwais Al-Qarni Rahimahullah berkata.melihat Rasulullah saw. yaitu haus untuk Allah di siang hari yang panas. dan baik amal perbuatannya.” Ia pun menghidupkan seluruh malam tersebut dengan sujud. ia berkata. “Manusia terbaik ialah orang yang panjang umurnya.” (Diriwayatkan At-Tirmidzi dan ia meng-hasan-kannya).” Abu Ad-Darda‟ ra “Tanpa tiga hal.

dan menangis hingga waktu shalat Shubuh tiba. maka ia melipat kasurnya. agar panas matahari membuatnya tidak bisa tidur. kemudian aku menangis karena iba terhadapnya.Tsabit Al-Bunani Rahimahullah berkata. Keseriusan mereka dalam ibadah sampai pada tarap jika dikatakan kepada mereka bahwa kiamat akan terjadi besok. Ya Allah. hendaknya Engkau menjadikanku orang terdepan di rombongan orang-orang as-sabiqun (orang-orang yang cepat kepada kebaikan).” Jika salah seorang dan salafush shalih telah berumur empat puluh tahun. Dzat yang paling agung dan Dzat yang paling mulia. saya berdiri di belakangnya ketika ia berdiri qiyam ullail. Salah seorang dan mereka meninggal dunia dalam keadaan sujud. Dikisahkan bahwa salah seorang istri dan para salafsuh shalih yang bernama Ajrah yang telah buta berdoa dengan suara yang memilukan jika waktu sahur telah tiba. maka mereka tidak akan menambah ibadahnya. “Aku perah bertemu dengan orang-orang di mana salah seorang dari mereka shalat. Engkau Dzat yang paling penyayang. ia sujud. dan karunia ampunan-Mu. Ia tidak henti-hentinya berdoa.” Istri Masruq Rahimahullah berkata. ia berdiri di atap rumah agar ia diterpa hawa dingin sehingga tidak bisa tidur. dan tidak kepada selain-Mu. . “Masruq tidak ditemui. Demi Allah. kemudian ia tidak bisa pergi ke tempat tidurnya kecuali dengan merangkak. wahai Dzat yang paling mulia. maka ia berdiri di bawah atap rumah. kecuali kedua betisnya bengkak karena saking lamanya qiyamul lail. dan tidak pernah lagi tidur di atasnya.” Usai berdoa seperti itu. kepada-Mu orang-orang ahli ibadah mengarungi kegelapan malam untuk berlomba kepada rahmat-Mu. Jika musim panas tiba. Salah seorang dan mereka qiyamul lail hingga kedua kakinya bengkak karena terlalu lama berdiri. aku meminta kepada-Mu. pada suatu kesempatan. mengangkat-Ku di sisi-Mu di „illiyyin di derajat makhluk-makhluk yang didekatkan kepada-Mu. Jika musim dingin tiba. “Ya Allah. dengan-Mu. dan menyusulkan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.

atau Ensiklopedi Muslim: Minhajul Muslim. Fadhli Bahri (Darul Falah. terj.Sumber: Diadaptasi dari Abu Bakr Jabir al-Jazairi. hlm. 121-131. . 2002). Minhaajul Muslim.

NURUL RESKIANA PGSD S. MA OLEH KELOMPOK VI DASMILAWATI NUR DIANA NUR EME HERMIANTI HARDIANTI HAS A. T AINUN JARIAH . 1 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNEVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR TAHUN AKADEMIK 2011 / 2012 .MAKALAH AKHLAK TERHADAP DIRI SENDIRI MATA KULIAH KELAS DOSEN : : : PENDIDIKAN AGAMA II V. Ag. S.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful