BAB 1 PEMBAHASAN

PENGERTIAN

yang dimaksud dengan akhlak terhadap diri sendiri adalah sikap seseorang terhadap diri pribadinya baik itu jasmani sifatnya atau ruhani. Kita harus adil dalam memperlakukan diri kita, dan jangan pernah memaksa diri kita untuk melakukan sesuatu yang tidak baik atau bahkan membahayakan jiwa.

Sesuatu yang membahayakan jiwa bisa bersifat fisik atau psikis. Misalnya kita melakukan hal-hal yang bisa membuat tubuh kita menderita. Seperti; terlalu banyak bergadang, sehingga daya tahan tubuh berkurang, merokok, yang dapat menyebabkan paru-paru kita rusak, mengkonsumsi obat terlarang dan minuman keras yang dapat membahyakan jantung dan otak kita. Untuk itu kita harus bisa bersikap atau beraklak baik terhadap tubuh kita. Selain itu sesuatu yang dapat membahayakan diri kita itu bisa bersifat psikis. Misalkan iri, dengki , munafik dan lain sebagainya. Hal itu semua dapat membahayakan jiwa kita (red- bukan nyawa) semua itu merupaan penyakit hati yang harus kita hindari. Hati yang berpenyakit seperti iri dengki munafiq dan lain sebagainya akan sulit sekali menerima kebenaran, karena hati tidak hanya menjadi tempat kebenaran, dan iman, tetapi hati juga bisa berubah menjadi tempat kejahatan dan kekufuran.

Untuk menghindari hal tersebut di atas maka kita dituntut untuk mengenali berbagai macam penyakit hati yang dapat merubah hati kita, yang tadinya merupakan

tempat kebaikan dan keimanan menjadi tempat keburukan dan kekufuran. Seperti yang telah dikatakan bahwa diantara penyakit hati adalah iri dengki dan munafik. Maka kita harus mengenali penyakit hati tersebut.

Dengki. Orang pendeki adalah orang yang paling rugi. Ia tidak mendapatkan apapun dari sifat buruknya itu. Bahkan pahala kebaikan yang dimilikinya akan terhapus. Islam tidak membenarkan

kedengkian. Rasulullah bersabda: "Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. Bersabda, "hati-hatilah pada kedengkian kaerena kedengkian menghapuskan kebajikan, seperti api yang melahap minyak." (H.R. Abu Dawud)  Munafiq. Orang munafiq adalah orang yang berpura-pura atau ingkar. Apa yang mereka ucapkan tidak sama dengan apa yang ada di hati dan tindakannya. Adapun tanda-tanda orang munafiq ada tiga. Hal ini dijelaskan dalam hadits, yaitu:

" .‫ص ل عم‬ ‫خان‬

‫ع نه ق ال: ق ال ز سول اهللا‬

‫عه أب ى هسي سة ز ضي هللا‬

‫ك رب وإذا وعد أخ لف, وإذا اؤت مه أي ات ال م ناف ق يه ث الث, إذا حدث‬

Dari Abu hurairoh r.a. Rasulullah berkata: " tanda-tanda orang munafiq ada tiga, jika ia berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, dan jika diberi amanat ia berkhianat." (H.R. Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan an-Nisa'i.

Dan adapun cara untuk memelihara akhlak terhadap diri sendiri antara lain :

Sikap tawaduk melahirkan ketenangan jiwa. yaitu prilaku seseorang terhadap dirinya sendiri sebagai hasil dari pengendalian nafsu dan penerimaan terhadap apa yang menimpanya. Rasulullah memerintahkan sahabat-sahabatnya supaya memakai pakaian yang bersih. yaitu rendah hati. Islam menjadikan kebersihan sebagian dari Iman. Berakhlak terhadap jasmani.  Tawaduk. baik dan rapi terutamanya pada hari Jum'at. orang tua. Ia menekankan kebersihan secara menyeluruh meliputi pakaian dan juga tubuh badan. Syukur dengan ucapan adalah memuji Allah dengan bacaan alhamdulillah. menjauhkan dari sifat iri dan dengki yang menyiksa diri sendiri dan tidak menyenangkan orang lain MACAM-MACAM AKHLAK TERHADAP DIRI SENDIRI a. selalu menghargai siapa saja yang dihadapinya. .Sabar diungkapkan ketika melaksanakan perintah.  Syukur. kaya atau miskin. Sabar. muda. memakai wewangian dan selalu bersugi. Syukur diungkapkan dalam bentuk ucapan dan perbuatan. Menjaga kebersihan dirinya. yaitu sikap berterima kasih atas pemberian nikmat Allah yang tidak bisa terhitung banyaknya. menjauhi larangan dan ketika ditimpa musibah. sedangkan syukur dengan perbuatan dilakukan dengan menggunakan dan memanfaatkan nikmat Allah sesuai dengan aturan-Nya.

masyarakat dan sebagainya. Bersederhanalah dalam makan minum. Islam tidak pernah mengizinkan budaya tidak senonoh. Islam adalah agama yang mempunyai rupa diri dan tidak mengharamkan yang baik. adat bermasyarakat dan seumpamanya. Islam menyuruh supaya membangun potensi akal hingga ke tahap maksimum. dan satu pertiga untuk bernafas. Akhlak Muslim ialah menjaganya agar tidak rusak dengan mengambi sesuatu yang memabukkan dan menghayalkan. kusut.Riyadhah atau latihan jasmani amat penting dalam penjagaan kesehatan. Sebaiknya sepertiga dari perut dikhaskan untuk makanan. sesuai kemampuan diri.Seorang muslim mestilah mempunyai rupa diri yang baik. Ini tidak dapat diterima karena Rasulullah yang bersifat zuhud dan tawadhuk tidak melakukan begitu. salah satu cara memanfaatkan akal ialah mengisinya dengan . dalam artikata ia tidak mengabaikan kewajiban sembahyang. walau bagaimnapun ia dilakukan menurut etika yang ditetapkan oleh Islam tanpa mengabaikan hak-hak Allah. Islam tidak melarang umatnya menggunakan nikmat Allah kepadanya asalkan tidak melampau dan takabbur. compang-camping. berlebihan atau melampau di tegah dalam Islam. satu pertiga untuk minuman. b. Tidak mengabaikan latihan jasmaninya . menjaga muruah. Rupa diri. Berakhlak terhadap akalnya Memenuhi akalnya dengan ilmu. keluarga. diri.Menjaga makan minumnya. dan seumpamanya. Sesetengah orang yang menghiraukan rupa diri memberikan alasan tindakannya sebagai zuhud dan tawadhuk.

antaranya: . beliau mempunyai seratus orang khadam yang masing-masing bertutur kata berlainan. Abdullah bin Zubair adalah antara sahabat yang memahami kepentingan menguasai bahasa asing. dan tafsirnya. hukum hakam ibadat serta muamalah. Pengabaian ilmu ini seolah-olah tidak berakhlak terhadap akalnya. dia menggunakan bahasa yang dituturkan oleh mereka. sirah. termasuk juga bahasa asing supaya pemindahan ilmu berlaku dengan cepat.Sepatutnya umat Islamlah yang selayaknya menjadi pemandu ilmu supaya manusia dapat bertemu dengan kebenaran. Sementara itu umat islam hendaklah membuka tingkap pikirannya kepada segala bentuk ilmu. . Kekufuran (kufur akan nikmat) dan kealfaan ummat terhadap pengabaian penguasaan ilmu ini. Rasulullah pernah menyuruh Zaid bin Tsabit supaya belajar bahasa Yahudi dan Syiria. tajwidnya. Kemudian hadits-hadits Rasul. Pembersihan jiwa beda dengan pembersihan jasad. asalkan dia berakal dan cukup umur. Ada beberapa cara membersihkan jiwa dari kotorannya. sejarah sahabat. Penguasaan ilmu.ilmu. c. dan juga sejarah Islam. dan apabila berhubungan dengan mereka. ulama. Berakhlak Terhadap Jiwa Manusia pada umumnya tahu sadar bahwa jasad perlu disucikan selalu. Perkara utama yang patut diketahui ialah pengetahuan terhadap kitab Allah. bacaannya. begitu juga dengan jiwa. Ilmu fardh 'ain yang menjadi asas bagi diri seseorang muslim hendaklah diutamakan karena ilmu ini mampu dipelajari oleh siapa saja.

AKHLAK TERPUJI TERHADAP DIRI SENDIRI 1. pengarahan. Bermuqarabah. dan saran • Dapat membantu orang lain dalam menyelesaikan persoalannya . -Nilai • • • • • Dapat Dapat Dapat positif mencapai melaksanakan menambah pahala berilmu taraf bagi kepuasan hidup ajaran keimanan di yang agama kepada sisi lebih secara Allah Allah diri Memperoleh Berilmu sendiri: batin baik benar SWT SWT Memperoleh • Terangkat derajatnya -Nilai • Tempat Positif orang Berilmu bertanya Bagi dalam Orang mengatasi Lain: masalah • Memberi jalan terang dalam memberi petunjuk. Disamping itu kita perlu berdoa kepada Allah. Lantaran dari pada itu kita perlu sahabat yang boleh memperingatkan diri kita.      Bertaubat. Bermujahadah. Menghadiri majlis Iman. Untuk meningkatkan tahap kejiwaan kita tidak boleh keseorangan. Memperbanyak ibadah. Bermuhasabah.

Kerja Keras -Nilai • • Terpuji Terpuji Positif dalam dalam pandangan Kerja pandangan Allah sesama Keras: SWT manusia • Dapat diharapkan mencapai hasil yang maksimal sehingga lebih semangat • Tercukupinya kebutuhan hidup karena Allah memberikan rahmat untuk hambanya yang • Memperoleh mau kepercayaan Bersikap dari sesama Kerja berusaha manusia Keras: Membiasakan • Selalu menyadari bahwa hasil dari jerih payahnya sendiri lebih terpuji dan mulia daripada • • Islam Memiliki menerima memuji sikap kerja tidak semboyan pemberian keras suka dan orang mencela mempersulit lain meminta-minta orang lain • Menyadari sepenuhnya bahwa memberi lebih mulia daripada meminta 3.-Membiasakan Bersikap Berilmu: • Memiliki semangat untuk menguasai ilmu tentang hal-hal yang belum diketahui • Rajin mendatangi majelis-majelis ilmu untuk memperoleh tambahan ilmu • • Rajin Cukup mendatangi ringan pengajian untuk biaya memperoleh demi ilmu keagamaan suatu ilmu mengeluarkan tercapainya • Gemar bergaul dengan orang yang berilmu untuk mendapatkan tambahan ilmu 2. Nilai • • • Dapat Memperoleh Kreatif. Produktif. perkembangan cukup banyak dari Inovatif Inovatif: zaman karyanya hidupnya Tercukupinya kebutuhan . Positif hasil Kreatif. mengikuti yang Produktif.

Musyrik (Alk-Syirk). termasuk mengingkari nikmat Allah SWT.• • • • • • Memperoleh Bertambah Berusaha Berusaha Memperhatikan Selalu untuk banyaknya Bersikap mengembangkan perkembangan mengadakan Kreatif. yang ada padanya. untuk menjadi kafir. yaitu sikap yang mempersekutukan Allah SWT. yaitu sikap yang meninggalkan atau keluar dari agama Islam. e. Jadi perbuatan ini kebalikan dari sikap ikhlas. Takabbur (Al-Kibru). d. Maka ia berbuat bukan karena Allah SWT. sehingga tidak mau mengakui kekuasaan Allah SWT. melarang bersikap boros. dengan cara menganggapnya bahwa ada suatu makhluk yang menyamai kekuasaan-Nya. b. Akhlak buruk terhadap Allah SWT. melainkan hanya ingin dipuji oleh sesama manusia. Riya‟ (Ar-Riyaa‟). c. : : a. Murtad (Ar-Riddah). lapangan kerja yang dan batin persaudaraan Inovatif: baru dimiliki teknologi usahanya Membiasakan kemampuan ilmu pengetahuan • Mengutamakan kualitas produk dengan harga yg terjangkau di pasaran evaluasi hasil • Memiliki tekad bahwa besok harus lebih baik dari hari ini BERIKUT AKAN DIURAIKAN SECARA SINGKAT MENGENAI AKHLAK BURUK (1). yaitu sikap yang menyombongkan diri. f. Allah SWT. yaitu sikap yang selalu menunjuk-nunjukkan perbuatan baik yang dilakukannya. yaitu sikap yang menampilkan dirinya bertentangan dengan kemauan hatinya dalam kehidupan beragama. Boros atau Berfoya-foya (Al-Israaf). dengan makhluk-Nya. yaitu perbuatan yang selalu melampaui batasbatas ketentuan agama. di alam ini. karena hal itu dapat . menciptakan kepuasan hubungan Produktif. Munafiq (An-Nifaaq).

yaitu kondisi emosi seseorang yang tidak dapat ditahan oleh kesadarannya. yaitu suatu perbuatan yang merugikan orang lain. g. sehingga selalu ingin menambah apa yang seharusnya ia miliki. dengan maksud agar hubungan sosial keduanya rusak. karena melanggar ketentuan larangan-Nya. (2). yaitu sikap yang tidak pernah merasa cukup. Sikap kikir (Al-Bukhlu). yaitu perilaku yang suka memindahkan perkataan seseorang kepada orang lain. g. Bersikap congkak (Al-Ash‟aru). d. sehingga menonjolkan sikap dan perilaku yang tidak menyenangkan orang lain. b. Hal ini termasuk kebalikan dari rasa cukup (Al-Qanaa‟ah) dan merupakan akhlak buruk terhadap Allah SWT. Dan ada juga yang mengatakan bahwa seseorang yang mengambil hak-hak orang lain termasuk perbuatan dzalim (mengan AKHLAK TERHADAP DIRI SENDIRI . Mengumpat (Al-Ghiibah). Mengadu-adu (An-Namiimah). baik kerugian materiil maupun non materiil.melakukan dosa terhadap-Nya. Akhlak buruk terhadap Manusia : a. Iri hati atau dengki (Al-Hasadu atau Al-Hiqdu). yaitu perilaku yang suka membicarakan keburukan seseorang kepada orang lain. Rakus atau Tamak (Al-Hirshu atau Ath-Thama‟u). yaitu sikap yang tidak mau memberikan nilai materi dan jasa kepada orang lain. e. yaitu sikap dan perilaku yang menampilkan kesombongan. tanpa memperhatikan orang lain. Berbuat aniaya (Azh-Zhulmu). f. c. baik dilihat dari tingkah lakunya maupun dari perkataannya. yaitu sikap kejiwaan seseorang yang selalu mengingingkan agar kenikmatan dan kebahagiaan hidup orang lain bisa hilang sama sekali. merusak perekonomian manusia. merusak hubungan sosial dan merusak diri sendiri. Mudah marah (Al-Ghadhab).

Memelihara kesucian diri.Akhlak terhadap Diri Sendiri. Menjauhi dengki dan menjauhi dendam. Malu melakukan perbuatan jahat. Menutup aurat (bagian tubuh yang tidak boleh kelihatan. . c. dan kebrengsekannya. menurut hukum dan akhlak Islam). ( Etika Terhadap Diri Sendiri Maret 2. Itu semua karena dalil-dalil berikut. dan penyucian dirinya. Menjauhi segala perkataan dan perbuatan sia-sia. perbaikan. 2011 Abu Muhammad bin Saleh Orang Muslim meyakini bahwa kebahagiaannya di dunia dan akhirat sangat ditentukan oleh sejauh mana pembinaan terhadap dirinya. “Sesungguhnya beruntunglah orang yang menjiwa itu. f. d. Jujur dalam perkataan dan berbuat ikhlas serta rendah diri. diantaranya : a. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. ia meyakini bahwa kecelakaan dirinya sangat ditentukan oleh sejauh mana kerusakan dirinya. pengotorannya.” (Asy-Syams: 9-10). Selain itu. g. Berlaku adil terhadap diri sendiri dan orang lain. b. e. Firman Allah Ta„ala.

Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shallih dan nasihatmenasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran. demikianlah Kami memberi balasan kepada orang orang yang zhalim. kecuali orang-orang yang tidak mau. bahwa sesuatu yang mengotori dirinya. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shalih. Ia juga meyakini. Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. “Demi masa. Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya.“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya. hingga unta masuk ke lubang jarum.” Para sahabat bertanya. “Barangsiapa taat kepadaku. dan amal shalih.” (Al-„Ashr: 1-3). Orang Muslim meyakini bahwa sesuatu yang bisa membersihkan dirinya. Dan barangsiapa bermaksiat kepadaku.. ia tidak mau (masuk surga). “Semua manusia beramal. dan menyucikannya ialah iman yang baik. sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga. mereka kekal di dalamnya. atau membinasakannya. dan merusaknya ialah keburukan kekafiran dan kemaksiatan.” (HR Muslim).” (Al-A‟raaf: 40-42).” (HR Bukhari). “Semua dan kalian masuk surga. Sabda Rasulullah saw. ia masuk surga. “Siapa yang tidak mau masuk surga. mereka itulah penghuni-penghuni surga. wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. bersada. dan menjual dirinya memperbaiki dirinya. berdasarkan dalil-dalil berikut: .

“Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada sebagian permulaan daripada malam. dan merusaknya seperti keyakinan-keyakinan yang rusak. maka hatinya bersih. berhenti (dari dosa tersebut).. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (Huud: 114). ia orang yang paling layak membinanya. “Sekali-kali tidak (demikian). dan Al-Hakim). Sabda Rasulullah saw. Jika ia bertaubat. ucapan-ucapan yang rusak. kemudian ia memperbaikinya dengan etika-etika yang membersihkannya. bertambah pula noda hitamnya. dan amal perbuatan yang rusak. dan membersihkannya. Sesungguhnya perbuatanperbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Oleh karena itulah. menjauhkannya dari segala . dan beristighfar. menyucikannya. serta bergaulah dengan manusia dengan akhlak yang baik. “Sesungguhnya jika seorang Mukmin mengerjakan dosa. Ia melawan dirinya siang malam.Firman Allah Ta„ala. Sebab.” (Al-Muthaffifin: 14). Jika dosanya bertambah.” (HR Ahmad. maka ada noda hitam di hatinya. “Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada dan tindaklanjutilah kesalahan dengan kebaikan niscaya kebaikan tersebut menghapus kesalahan tersebut. mendorongnya kepada ketaatan. At-Tirmidzi. membawanya kepada perbuatanperbuatan yang baik. mengevaluasinya setiap saat. orang Muslim tidak henti-hentinya membina dirinya. Ia menjauhkan diri dan apa saja yang mengotorinya. dan membersihkan kotoran-kotorannya.” (HR An-Nasai dan At-Tirmidzi. sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka. hingga menutupi hatinya. Noda hitam tersebut tidak lain adalah tutupan hati yang disebutkan Allah Ta„ala dalam surat Al-Muthaffifin di atas. At-Tirmidzi berkata bahwa hadits ini hasan shahih).

Itu semua karena dalil-dalil berikut: “Hai orang-orang yang beriman. “Barangsiapa bertaubat sebelum matahari terbit dan barat. hingga matahari terbit dari barat. orang Muslim menempuh jalan-jalan berikut: Taubat Yang dimaksud dengan taubat di sini ialah melepaskan diri dan semua dosa dan kemaksiatan. hai orang-orang yang beriman supaya kalian beruntung. dan memasukkan kalian ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (HR Muslim). dan membersihkannya.” (At Tahrim: 8).” (HR Muslim). bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya. “Hai manusia. Ketika ia bangun. menyesali semua dosa-dosa masa lalunya. “Dan bertaubatlah kalian kepada Allah.” (An-Nuur: 31). dan bertekat tidak kembali kepada dosa di sisa-sisa umurnya.keburukan dan kerusakan.” (HR Muslim). dan bagi orang yang berbuat salah di siang hari hingga malam hari. bertaubatlah kalian kepada Allah. karena aku bertaubat dalam sehari sebanyak seratus kali. mudah-mudahan Tuhan kalian akan menghapus kesalahankesalahan kalian. “Allah lebih berbahagia dengan taubat (kembalinya) hamba-Nya daripada seseorang di tempat sepi dan rawan bahaya dengan hewan kendaraan yang memuat makanan dan minumannya. maka Allah menerima taubatnya. membinanya. “Sesungguhnya Allah membuka Tangan-Nya dengan taubat bagi orang yang berbuat salah di malam hari hingga siang hari. hewan . kemudian ia tidur. Dalam memperbaiki dirinya.

„Aku akan kembali ke tempatku semula. karena Allah menerima taubatnya. hingga aku mati. . “Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah. Dengan cara seperti itu.kendaraannya hilang. merasakan ketentraman ketika taat kepada-Nya. bahwa para malaikat rnengucapkan ucapan selamat kepada Nabi Adam atas taubatnya. sedang diapun mengerjakan kebaikan. datang menghadap kepada-Nya. Inilah yang dimaksudkan dengan Islamisasi wajah dalam firman Allah Ta‟ala. Diriwayatkan. sedang dan orang yang berbuat kebaikan. dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus?” (An-Nisa‟: 125). dan berpaling dan selain-Nya. (Al-Ghazali dalam Ihya‟-nya). dan mengamati apa saja yang dikerjakan oleh semua jiwa.‟ Kemudian ia letakkan kepalanya di atas lengannya untuk mati. temyata hewan kendaraannya ada di sisinya lengkap dengan makanan dan minumannya. ingin bertetanggaan dengan-Nya. mengamatinya.” (Luqman: 22). mengetahui rahasia-rahasianya. memperhatikan semua amal perbuatannya. orang Muslim mengkondisikan dirinya merasa diawasi Allah Ta „ala di setiap waktu kehidupan hingga akhir kehidupannya. Muraqabah Maksudnya.” (Muttafaq Alaih). Jadi. tentram ketika ingat nama-Nya. Ketika ia bangun. “Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah. Ia pun mencarinya hingga ia kehausan. diri orang Mukmin selalu merasakan keagungan Allah Ta „ala dan kesempumaan-Nya. bahwa Allah Ta„ala melihatnya. Allah lebih berbahagia dengan taubat (kembalinya) hamba yang Mukmin dan (kebahagiaan) orang tersebut dengan (kembalinya) hewan kendaraan dan bekalnya. maka sesungguhnya Ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Ia berkata.

dan mereka berhasil mencapai derajat muqarra bin (hamba-hamba yang dekat dengan Allah).” 3. “Bagaimana kiat menahan pandangan?” Al-Junaid. Bukti-bukti berikut bersaksi untuk mereka: 1. Dan hendaklah engkau takut kepada Dzat yang memiliki hukuman. “Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al-Qur „an dan kalian tidak mengerjakan suatu pekerjaan. Atau dalam firman-Nya. maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (Muttafaq Alaih). Hendaklah eng kau berharap kepada Dzat yang memenuhi (harapanmu).. Mereka membawa diri mereka kepadanya hingga akhir hayat mereka. melainkan Kami menjadi saksi atasmu pada waktu kalian melakukannya. Ditanyakan kepada Al-Junaid.Itulah intisari seruan Allah Ta‟ala dalam firman-Nya. “Hendaklah engkau merasa diawasi oleh Dzat yang mengetahui apa saja yang ada padamu.” (Yunus: 22).” (AlBaqarah: 235). “Hai si Fulan.” 2. hendaklah engkau merasa diawasi Allah. Jika engkau tidak bisa melihat-Nya. Jalan itulah yang dilalui para pendahulu kita dan para Salafush shalih.” Orang tersebut bertanya kepada Ibnu Al-Mubarak tentang apa . “Sembahlah Allah seperti engkau melihat-Nya. Atau dalam sabda Rasulullah saw. “Yaitu pengetahuanmu. bahwa pandangan Dzat yang melihatmu itu lebih dahulu dan lebih cepat daripada penglihatanmu kepada sesuatu yang engkau lihat. Ibnu Al-Mubarak berkata kepada seseorang. “Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu maka takutlah kepada-Nya. Sufyan Ats-Tsauri berkata.

dan tidak malu kepada pengawasan Raja Teragung (Allah) kepadamu?” .” 5. Nabi Yusuf AS bertanya. dan memerdekakannya. bahwa kambingnya dimakan serigala.” Orang shalih bertanya kepada orang tersebut.‟ Umar bin Khaththab berkata.yang dimaksud dengan pengawasan Allah. „Kambing-kambing ini bukan milikku. “Dzikir kepada Allah itu jauh lebih nikmat.” 4. „Katakan saja kepada majikanmu. juallah seekor kambingmu kepada kami. Abdullah bin Dinar berkata. Orang shalih tersebut pergi kepada orang tersebut. “Aku bersama Tuhanku dan dua malaikat. Di salah satu jalan. di mana Allah?‟ Umar bin Khaththab menangis. „Kalau begitu. “Di manakah jalan itu?” Orang tersebut membeni isyarat ke langit. dan ingin mengajaknya bicara. tiba-tiba salah seorang penggembala turun kepada kami dari gunung.” Orang shalih bertanya kepada orang tersebut. Dikisahkan bahwa salah seorang shalih berjalan melewati orang-orang yang sedang melempar. Umar bin Khaththab bertanya kepada penggem bala tersebut. kemudian ia berdiri dan pergi. 6.” Orang shalih bertanya kepada orang tersebut. kemudian menutupnya dengan kain. “Jadilah engkau seperti orang yang bisa melihat Allah selama-lamanya. aku pergi ke Makkah bersama Umar bin Khaththab.‟ Penggembala yang budak tersebut berkata. kami berhenti untuk istirahat. “Engkau sendirian di sini?” Orang tersebut menjawab. „Hai penggembala.‟ Penggembala tersebut berkata. kemudian Ibnu Al-Mubarak menjawab. lalu membeli budak tersebut. “Yaitu orang-orang yang diampuni Allah. ia pergi ke patung. “Siapa yang mendahului orang-orang tersebut?” Orang tersebut menjawab. “Pada suatu hari. sedang salab seorang dan mereka duduk menyendiri dari mereka. namun milik majikanku. kemudian ia pergi ke majikan penggembala tersebut. “Engkau ada apa? Engkau malu kepada pengawasan benda padat kepadamu. namun orang tersebut lebih dahulu berkata kepadanya. Dikisahkan bahwa ketika Zulaikha berduaan dengan Yusuf AS.

Jika ia melihat . dan memarahinya. Jika Anda Namun Sedetik Dan pun bahwa Anda menyendiri katakan. keridhaan-Nya. menyendiri. kemudian memaksanya melaksanakan ibadah-ibadah wajib tersebut saat itu juga jika ibadah-ibadah wajib tersebut termasuk yang harus ditunaikan saat itu juga. dan jika ibadah ibadah wajib tersebut tidak termasuk yang harus ditunaikan saat itu juga maka ia harus memperbanyak mengerjakan ibadahibadah sunnah. Kemudian ia berduaan dengan dirinya sesaat di akhir harinya guna mengadakan muhasabah (evaluasi) terhadap dirinya atas amal perbuatannya sepanjang siang harinya. berlalu Tidakkah Dan bahwa hari esok sudah dekat bagi orang-orang yang menunggunya? Muhasabah (Evaluasi) Karena orang Muslim siang-malam bekerja untuk kebahagiaannya di akhirat. dan karena dunia adalah tempat beramal. ia mencela dirinya. maka ia mengganti kekurangannya dan memaksa dirinya melakukannya. ia melihat ibadah-ibadah sunnah seperti penglihatan pedagang terhadap keuntungan bisnisnya.‟ mengawasiku. Anda Allah Anda jangan tidak lihat. maka ia harus melihat ibadah-ibadah wajib seperti penglihatan pedagang kepada modal bisnisnya. jangan katakan. Jika ia melihat dirinya kurang mengerjakan ibadah-ibadah wajib. kemuliaan dari Allah Ta„ala.Salah seorang shalih menyenandungkan syair.‟ Allah Anda cepat lengah mengetahui bahwa rahasiakan. dengan zaman „Aku „Zaman beranggapan apa hari bahwa yang ini pada telah suatu hari. Jika ia melihat dirinya kurang dalam mengerjakan ibadah-ibadah sunnah. dan melihat kemaksiatan dan dosa sebagai kerugian dalam dunia bisnis.

” Yang semakna dengannya ialah hadits yang diriwayatkan At-Tirmidzi dengan sanad yang baik dari Rasulullah saw. 3. “Hai orang-orang yang beriman. bahwa beliau bersabda. dan pembersihannya.” (Diriwayatkan Muslim). “Evaluasilah (hisablah) diri kalian.. sebelum kalian dievaluasi. pembinaannya. Inilah yang dimaksud dengan muhasabah terhadap diri sendiri. Sabda Rasulullah saw. Umar bin Khattab ra berkata. dan beristightighfar kepada-Nya sebanyak seratus kali dalam satu hari. “Sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah. dan mengerjakan amal shalih yang bisa memperbaiki apa yang telah dirusaknya. 2. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan. berdasarkan dalil-dalil berikut: 1. hai orang-orang yang beriman supaya kalian beruntung. Inilah salah satu cara perbaikan diri (jiwa). 4.kerugian karena ia mengerjakan dosa. penyuciannya. bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah di diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Firman Allah Ta„ala.” (Al-Hasyr: 18). menyesalinya. maka ia beristighfar. “Dan bertaubatlah kalian kepada Allah. . dan bertakwalah kepada Allah.” (An-Nuur: 31). bertaubat. Firman Allah Ta„ala. “Hendaklah setiap diri memperhatikan” adalah perintah untuk mengadakan muhasabah (evaluasi) terhadap diri atas apa yang diperbuatnya untuk menyongsong hari esok.

jika waktu malam telah tiba.” Ia pun berpuasa selama setahun. jika disibukkan oleh perkebunannya hingga ia tidak bisa menghadiri shalat jama‟ah. sedang orang lemah ialah orang yang mengikutkan dirinya kepada hawa nafsunya dan berkhayal kosong kepada Allah. Salah seorang dari orang shalih berjalan melewati rumah. Dikisahkan bahwa salah seorang dari orang-orang shalih berjihad.“Orang cerdas ialah yang menyiapkan dirinya dan beramal untuk hari setelah kematian. Aku pasti menghukummu dengan berpuasa setahun. sambil berkata. “Apakah yang telah engkau kerjakan siang tadi?” 6. ia sadar. dan ia pun melihatnya.” 9. dan mencukilnya. 7. Adalah Thalhah r. kemudian mengangkat tangannya. “Engkau menanyakan sesuatu yang tidak ada kaitan denganmu. Dikisahkan bahwa Al-Ahnaf bin Qais mendekat ke lampu. “Hai Al-Ahnaf. menampar matanya. . apa yang mendorongmu mengerjakan ini dan itu pada hari ini? Apa yang mendorongmu mengerjakan ini dan itu pada hari ini?” 8. “Kapan rumah ini dibangun?” Usai berkata seperti itu. kemudian ia meletakkan jari-jarinya di dalamnya hingga merasakan panasnya. tiba-tiba terlihat olehnya seorang wanita. maka ia mengeluarkan sedekah untuk Allah Ta‟ala dari perkebunannya. Ini tidak lain adalah muhasabah darinya terhadap dirinya. “Sesungguhnya melihat kepada sesuatu yang merugikanmu. ia memukul kedua kakinya dengan berkata kepada dirinya. kemudian ia berkata.” 5. dan kemarahannya terhadap dirinya. dan buru-buru berkata kepada dirinya. sambil berkata.a. Adalah Umar bin Khaththab ra.

rasakan ini dan Neraka Jahannam itu lebih panas dari panas padang pasir ini. mewajibkannya bertakwa. lari dari kebaikan. Selain itu. “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan). Engkau busuk di malam hari dan pengangguran di siang hari. karena mengikuti firman Allah Ta‟ala.10. “Diriku. “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dan keinginan hawa nafsunya. kendati di dalamnya terdapat kecelakaan dan kebinasaannya. maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya). Salah seorang dari orang shalih menghadapkan penglihatannya ke atap rumah. memarahinya atas kelalaiannya. bahwa watak hawa nafsu adalah condong kepada keburukan. dan memerintahkan kepada keburukan seperti dikatakan Zulaikha dalam Al-Qur‟an. kemudian ia berguling-guling di atasnya. Begitulah. tiba-tiba ia melihat seorang wanita. watak hawa nafsu ialah senang malas-malasan.” (An-Nazi‟ at: 40-41). Kemudian ia menghukum dirinya dengan tidak melihat ke langit selagi ia hidup. Mujahadah (Perjuangan) Orang Muslim mengetahui bahwa musuh besarnya ialah hawa nafsu yang ada dalam dirinya.” (Yusuf: 53). Dikisahkan bahwa salah seorang dari orang shalih pergi ke padang pasir yang panas. dan menganggur. karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan. santai. para salafush shalih mengevaluasi diri mereka atas ketidakseriusannya. dan ia pun melihat kepadanya. sambil berkata. .” 11. serta larut dalam syahwat. dan melarangnya mengikuti hawa nafsu.

maka ia memobilisasi diri untuk berjuang melawan hawa nafsunya. dan menantang syahwatnya. benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. bersih. tidak ada. Jika hawa nafsunya menyukai kehidupan santai. Ia bawa dirinya ke dalam pembinaan seperti itu hingga dirinya menjadi tentram. kemudian beliau menjawab. Ali bin Abu Thalib ra tentang sahabat-sahabat Rasulullah saw. Tentang hal tersebut. dan keridhaan-Nya. “Demi Allah. Rasulullah saw. maka ia melarangnya.. mengumumkan perang.” (Al-Ankabut: 69). Jika dirinya tidak serius dalam ketaatan dan kebaikan. suci. saja melakukan qiyamul lail hingga kedua kakinya bengkak. dan menjadi baik. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. aku . “Apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur?” (Diriwayatkan Muslim). bersih. Adakah mujahadah yang lebih tinggi dari mujahadah Rasulullah saw. Rasulullah saw. pernah ditanya. di atas? Demi Allah. maka ia membuatnya lelah. kemudian ia mewajibkannya mengerjakan apa yang tidak ia kerjakan dengan serius. maka ia mengetahui bahwa ini adalah jalan orang-orang shalih dan orang-orang yang jujur. dan mengganti apa yang ia sia-siakan dan ia tinggalkan. kemudian ia berjalan di atas jalan tersebut karena ingin meniru mereka dan menapaktilasi jejak-jejak mereka.Jika orang Muslim mengetahui itu semua. Allah Ta„ala berfirman. dan bertekat mengatasi seluruh perjuangannya melawan hawa nafsu. maka ia menghukumnya dan memarahinya. “Dan orang-orang yang berjihacl untuk (mencari keria‟haan) Kami. berhak mendapatkan kemuliaan Allah Ta„ala. Ketika orang Muslim berjuang melawan dirinya agar menjadi baik. mengangkat senjata untuk melawannya. Jika hawa nafsunya menginginkan syahwat. tentram. Itulah tujuan utama mujahadah (perjuangan) terhadap hawa nafsu (diri).

” (Diriwayatkan At-Tirmidzi dan ia meng-hasan-kannya). “Manusia terbaik ialah orang yang panjang umurnya. rambut mereka kusut. Uwais Al-Qarni Rahimahullah berkata. ia menunda shalat Maghrib hingga dua bintang terbit. sebagaimana buah-buahan yang bagus dipilih. sujud untuk-Nya di pertengahan malam. yaitu haus untuk Allah di siang hari yang panas. Rasulullah saw. Jika Abdullah bin Umar ra ketinggalan shalat jama‟ah. berdebu.” Abu Ad-Darda‟ ra “Tanpa tiga hal. mereka bergoyang sebagaimana pohon bergoyang ketika tertiup angin. meskipun sehari saja. Pada malam berikutnya. dan berdiri shalat. dan baik amal perbuatannya. Pada pagi hari. membaca Kitabullah.” Itu tidak lain adalah pengaruh mujahadah mereka terhadap dirinya. “Semoga Allah merahmati orang-orang yang dikira manusia sakit. bersabda.” Umar bin Khaththab ra memarahi dirinya karena‟ ia ketinggalan shalat Ashar berjama‟ah. aku tidak tertarik hidup. .melihat Rasulullah saw. kemudian ia memerdekakan dua budaknya. “Malam ini adalah malam sujud. karena tidak tidur semalam suntuk untuk sujud. dan pucat. “Malam mi adalah malam ruku‟. ia berkata. Pada suatu hari. dan duduk dengan orang-orang yang memilih ucapan-ucapan yang bagus. dan aku tidak melihat sesuatu yang mencurigakan mereka.” Ia pun menghidupkan seluruh malam tersebut dengan sujud. Jika mereka dzikir kepada Allah. ia menghidupkan (tidak tidur untuk ibadah) malam harinya. Ali bin Abu Thalib ra berkata. Mata mereka bercucuran dengan airmata hingga pakaian mereka basah kuyup.” Kemudian ia hidupkan seluruh malam tersebut dengan ruku‟. dan istirahat di antara kaki mereka dengan kening mereka. kemudian bersedekah dengan area tanahnya yang harganya kira-kira dua ratus dirham. padahal mereka tidak sakit.

” Usai berdoa seperti itu. kecuali kedua betisnya bengkak karena saking lamanya qiyamul lail.” Jika salah seorang dan salafush shalih telah berumur empat puluh tahun. Ya Allah. maka mereka tidak akan menambah ibadahnya. wahai Dzat yang paling mulia. “Masruq tidak ditemui. dan menyusulkan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.Tsabit Al-Bunani Rahimahullah berkata. Jika musim dingin tiba. kepada-Mu orang-orang ahli ibadah mengarungi kegelapan malam untuk berlomba kepada rahmat-Mu. mengangkat-Ku di sisi-Mu di „illiyyin di derajat makhluk-makhluk yang didekatkan kepada-Mu. kemudian ia tidak bisa pergi ke tempat tidurnya kecuali dengan merangkak. “Aku perah bertemu dengan orang-orang di mana salah seorang dari mereka shalat. maka ia berdiri di bawah atap rumah. Salah seorang dan mereka qiyamul lail hingga kedua kakinya bengkak karena terlalu lama berdiri. Dikisahkan bahwa salah seorang istri dan para salafsuh shalih yang bernama Ajrah yang telah buta berdoa dengan suara yang memilukan jika waktu sahur telah tiba. Salah seorang dan mereka meninggal dunia dalam keadaan sujud. kemudian aku menangis karena iba terhadapnya. dan tidak kepada selain-Mu. agar panas matahari membuatnya tidak bisa tidur. Demi Allah. maka ia melipat kasurnya. saya berdiri di belakangnya ketika ia berdiri qiyam ullail. dengan-Mu. hendaknya Engkau menjadikanku orang terdepan di rombongan orang-orang as-sabiqun (orang-orang yang cepat kepada kebaikan). Dzat yang paling agung dan Dzat yang paling mulia. Keseriusan mereka dalam ibadah sampai pada tarap jika dikatakan kepada mereka bahwa kiamat akan terjadi besok. Engkau Dzat yang paling penyayang. dan karunia ampunan-Mu. aku meminta kepada-Mu. ia berdiri di atap rumah agar ia diterpa hawa dingin sehingga tidak bisa tidur.” Istri Masruq Rahimahullah berkata. “Ya Allah. . Jika musim panas tiba. dan menangis hingga waktu shalat Shubuh tiba. pada suatu kesempatan. ia sujud. Ia tidak henti-hentinya berdoa. dan tidak pernah lagi tidur di atasnya.

hlm. 121-131. terj. . Fadhli Bahri (Darul Falah. 2002). Minhaajul Muslim. atau Ensiklopedi Muslim: Minhajul Muslim.Sumber: Diadaptasi dari Abu Bakr Jabir al-Jazairi.

Ag. MA OLEH KELOMPOK VI DASMILAWATI NUR DIANA NUR EME HERMIANTI HARDIANTI HAS A.MAKALAH AKHLAK TERHADAP DIRI SENDIRI MATA KULIAH KELAS DOSEN : : : PENDIDIKAN AGAMA II V. S.NURUL RESKIANA PGSD S. T AINUN JARIAH . 1 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNEVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR TAHUN AKADEMIK 2011 / 2012 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful