BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Hasil pengukuran yang diberikan oleh beberapa alat sejenis tidak selalu menunjukkan hasil yang sama, meskipun alat tersebut mempunyai tipe yang sama. Perbedaan ini diperbesar lagi dengan adanya pengaruh lingkungan, operator, serta metode pengukuran. Padahal dalam menghasilkan hasil pengukuran tersebut sangat diharapkan bahwa setiap alat ukur yang digunakan dimanapun memberikan hasil ukur yang sama dalam kaitannya dengan keperluan keamanan, kesehatan, transaksi, dan keselamatan. Agar setiap alat dapat memberikan hasil ukur dengan keabsahan yang sama, alat ukur tersebut perlu mempunyai ketelusuran kepada standar nasional atau standar internasional. Cara untuk memberikan jaminan bahwa alat yang digunakan mempunyai ketelusuran kepada standar nasional adalah dengan melakukan kalibrasi terhadap alat tersebut. Lebih dari itu untuk memelihara ketelusuran tersebut perlu dilakukan perawatan alat dalam selang kalibrasi tertentu. Dalam penerapan standar ISO/IEC 17025 : 2005, kiranya upaya-upaya untuk menyamakan persepsi bagi semua pihak terkait perlu dilaksanakan. Ketelusuran pengukuran tidak hanya sekedar menjadi persyaratan administratif, melainkan telah menjadi kebutuhan teknis yang mendasar terutama dengan diwajibkannya mencantumkan estimasi ketidakpastian dalam hasil uji. Bagi dunia industri (perusahaan), layanan kesehatan, dan pendidikan yang menerapkan sistem manajemen mutu ISO (misalnya ISO 9000:2008), kalibrasi alat ukur merupakan syarat mutlak dalam usaha menjamin mutu dan daya saing produk sesuai standar nasional maupun internasional. Dalam bidang layanan medis, Undang – Undang No. 44 Pasal 16 tentang Rumah Sakit Tahun 2009 telah mewajibkan bahwa setiap peralatan medis di rumah sakit dan laboratorium harus dilakukan pengujian dan kalibrasi. Pelaksanaan pengujian dan kalibrasi alat kesehatan bukan hanya sekedar 1

2.2.2 Rumusan Masalah 1. 1.6 Apakah sumber – sumber yang mempengaruhi hasil kalibrasi? 1. 2 .2 Manfaat bagi mahasiswa Kepada mahasiswa diharapkan sebagai sumber informasi dalam upaya pelaksanaan kalibrasi alat atau instrumen ukur di laboratorium.4 Manfaat Penulisan 1.3.2.1 Apakah pengertian kalibrasi? 1. 1. 1.3 Apakah tujuan dan manfaat kalibrasi? 1. 1.mengikuti Peraturan Menteri Kesehatan atau mematuhi Undang-Undang.6 Untuk mengetahui sumber – sumber yang mempengaruhi hasil kalibrasi.3. tetapi yang lebih penting lagi adalah dalam rangka menjamin kualitas pelayanan dan keamanan pasien.3.2.4.5 Bagaimanakah prinsip kerja kalibrasi? 1. 1.3 Tujuan Penulisan 1.1 Manfaat bagi institusi Kepada institusi makalah ini diharapkan dapat dijadikan bahan literature atau reverensi pembuatan makalah selanjutnya 1. 1.3.2.4 Apakah elemen – elemen dalam proses kalibrasi? 1.3.2 Untuk mengetahui proses kalibrasi secara umum.4 Untuk mengetahui elemen – elemen dalam proses kalibrasi.3.2. 1.2 Bagaimanakah poses kalibrasi secara umum? 1.5 Untuk mengetahui prinsip kerja kalibrasi.1 Untuk mengetahui pengertian kalibrasi.4.3 Untuk mengetahui tujuan dan manfaat dari kalibrasi.

karena peralatan tersebut selama masa penggunaanya pasti mengalami perubahan spesifikasi akibat pengaruh frekuensi pemakaian. kalibrasi adalah kegiatan yang menghubungkan nilai yang ditunjukkan oleh instrumen ukur atau nilai yang diwakili oleh bahan ukur dengan nilai-nilai yang sudah diketahui tingkat kebenarannya (yang berkaitan dengan 3 .BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Kalibrasi. Secara umum kalibrasi mempunyai pengertian sebagai rangkaian kegiatan membandingkan hasil pengukuran suatu alat dengan alat standar yang sesuai untuk menentukan besarnya koreksi pengukuran alat serta ketidakpastiannya. dan sebagainya. Untuk itulah selama berlakunya masa kalibrasi alat bersangkutan perlu dipelihara ketelusurannya dengan cara perawatan dan cek antara secara periodik. Menurut ISO/IEC Guide 17025:2005 dan Vocabulary of International Metrology (VIM). Dengan kata lain: Kalibrasi adalah suatu kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional nilai penunjukan alat inspeksi. lingkungan penyim-panan. Dengan demikian maka besarnya koreksi pengukuran alat dapat ditelusurkan ke standar nasional atau standar internasional dengan suatu mata rantai kegiatan kalibrasi yang tidak terputus. alat pengukuran dan alat pengujian. cara pemakaian. Setiap instrumen ukur harus dianggap tidak cukup baik sampai terbukti melalui kalibrasi dan atau pengujian bahwa instrumen ukur tersebut memang baik. Dalam pengertian ini alat standar yang digunakan juga harus terkalibrasi dibuktikan dengan sertifikat kalibrasi. Alat ukur yang telah dikalibrasi tidak akan secara terus menerus berlaku masa kalibrasinya. Kalibrasi adalah memastikan kebenaran nilai-nilai yang ditunjukan oleh instrumen ukur atau sistem pengukuran atau nilai-nilai yang diabadikan pada suatu bahan ukur dengan cara membandingkan dengan nilai konvensional yang diwakili oleh standar ukur yang memiliki kemampuan telusur ke standar Nasional atau Internasional.

telah berpengalaman dibidangnya. buletin. 2004). Pengkondisian lingkungan kalibrasi biasanya dilakukan untuk kalibrasi peralatan yang mudah berubah akibat pengaruh suhu.2 Proses Kalibrasi Secara Umum. • Pelaksana kalibrasi Pelaksana kalibrasi harus dipilih orang yang mengerti tentang kalibrasi yang akan dilaksanakan. • Kondisi lingkungan kalibrasi Kondisi lingkungan kalibrasi harus diatur sedemikian sesuai persyaratan metode kalibrasi umpama suhu dan kelembaban. pelaksanaan kalibrasi.besaran yang diukur). Nilai yang sudah diketahui ini biasanya merujuk ke suatu nilai dari kalibrator atau standar. kelembaban. cahaya. yang tentunya harus memiliki akurasi yang lebih tinggi daripada alat ukur yang di-tes (biasa disebut unit under test atau UUT) (Ibnu. dan sebagainya. Tidak selamanya kalibrasi harus dilakukan pada ruang yang terkondisi dengan ketat. Rangkaian kegiatan kalibrasi secara sederhana dapat digambarkan sebagai kegiatan persiapan kalibrasi. getaran. dan 4 . a) Persiapan Kalibrasi • Persiapan alat standar dan alat yang dikalibrasi Alat yang akan dikalibrasi dan alat standar dikondisikan pada kondisi yang sama sesuai metode kalibrasi. 2. Hal ini diperlukan untuk menghindari kesalahan pengambilan data ukur. penentuan ketidakpastian dan penerbitan laporan kalibrasi. jurnal. hal ini diperlukan untuk menghindarkan perbedaan hasil ukur akibat pengaruh lingkungan. misalnya telah pernah mengikuti kursus kalibrasi. dan dalam hal tertentu memerlukan persyaratan latar belakang pendidikan atau persyaratan fisik tertentu (misalnya tidak boleh buta warna). • Metode kalibrasi Metode kalibrasi dapat mengacu kepada metode standar internasional maupun metode standar lainnya semisal text book. perhitungan data kalibrasi.

karena sulitnya mengikuti metode kalibrasi dapat berakibat kesalahan dalam pengambilan data kalibrasi. Jika alat menunjukan hasil ukur yang tidak wajar mungkin perlu penyetelan kembali atau perlu dicari penyebab ketidakwajaran penunjukan alat tersebut. pembersihan alat dari kotoran. b) Pelaksanaan Kalibrasi • Pengamatan awal Jika alat yang dikalibrasi berupa instrumen. Penyetelan dapat berupa menyetel kedataran. • Pengamatan kewajaran hasil ukur Pengamatan ini dimaksudkan untuk memastikan kewajaran penunjukan alat. Selain itu dari beberapa pilihan metode kalibrasi dapat dipilih metode yang mudah dilaksanakan. namun perlu diperhatikan bahwa acuan tersebut harus merupakan publikasi yang diakui masyarakat luas. Pada prinsipnya pelaksanaan kalibrasi tidak bertujuan untuk memperbaiki alat. karenanya alat yang tidak normal seyogyanya tidak boleh dikalibrasi. dalam hal misalnya kalibrasi neraca elektronik penyetelan dapat berupa kalibrasi internal sesuai prosedur dalam manual. • Penyetelan Penyetelan alat yang akan dikalibrasi biasanya diperlukan untuk menghindari kesalahan titik nol. • Pengukuran Pengukuran dilakukan pada titik ukur tertentu seperti dinyatakan dalam dokumen acuan kalibrasi sesuai kapasitas alat atau rentang ukur tertentu yang biasa digunakan oleh pengguna alat. Alat demikian harus diperbaiki dulu oleh petugas yang khusus menangani perbaikan alat hingga alat tersebut diyakini beroperasi normal. menyetel titik nol. biasanya pengukuran dilakukan dalam selang 5 . Jika alat berupa objek ukur pastikan bahwa alat mempunyai bentuk sempurna. Jika dokumen acuan kalibrasi tidak menyatakan titik ukur.manual peralatan. pastikan bahwa alat tersebut dapat beroperasi normal.

lingkungan.10% dari kapasitas ukur alat. alat bersangkutan. Dengan demikian nilai telusur atau kesalahan sistematik yang diperoleh dari kalibrasi tidak berada di satu titik tertentu melainkan dalam suatu rentang nilai sebesar nilai ketidakpastian kalibrasi. Hasil perhitungan akan menjadi dasar dalam penarikan kesimpulan dan penentuan ketidakpastian kalibrasi. kelembaban. metode kalibrasi. tekanan udara dan sebagainya. menghitung nilai maksimum-minimum. Selain data ukur hal yang perlu dicatat adalah identitas alat selengkapnya serta faktor yang mempengaruhi kalibrasi seperti suhu ruangan. Pencatatan dilakukan seobjektif mungkin menggunakan format yang telah dirancang dengan teliti sesuai dengan ketentuan metode kalibrasi. alat kalibrasi. Proses penerbitan laporan kalibrasi secara sederhana meliputi tahap: 6 . Pada waktu pengukuran hanyalah melakukan pengambilan data dan tidak boleh melakukan kegiatan lainnya yang mungkin menyebabkan pembacaan atau pencatatan menjadi salah. Perhitungan biasanya melibatkan pekerjaan mengkonversi satuan. atau menentukan persamaan regresi. standar deviasi. nilai rata-rata. • Pencatatan Pencatatan hasil ukur harus berdasar kepada apa yang dilihat bukan kepada apa yang dirasakan. e) Laporan kalibrasi Format laporan kalibrasi hendaknya mengacu kepada pedoman SNI 1917025. Besarnya pengaruh faktor-faktor tersebut ada yang dominan dan ada pula yang dapat diabaikan tergantung jenis kalibrasi yang dilakukan. c) Perhitungan Data kalibrasi yang diperoleh dihitung sesuai metode kalibrasi. Titik ukur harus dibuat mudah dibaca oleh pengguna alat. d) Penentuan Ketidakpastian Penentuan ketidakpastian kalibrasi diperlukan karena ternyata bahwa hasil kalibrasi yang diperoleh dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain operator.

Dan salah satu tool utama untuk ini 7 . • Pengesahan laporan Pengesahan laporan.3.2 Manfaat Kalibrasi Manfaat dasar kalibrasi adalah : • Mendukung sistem mutu yang diterapkan di industri. 2. • Pengetikan konsep Pengetikan konsep laporan dan pemeriksaan kebenaran pengetikan dengan cara membandingkan antara konsep laporan dengan konsep net laporan.3. Menjamin hasil-hsil pengukuran sesuai dengan standar Nasional maupun Internasional. dan perhitungan ketidakpastian. 2. Biasanya yang mengesahkan laporan kalibrasi adalah kepala laboratorium kalibrasi atau seseorang yang ditunjuk atas dasar pengetahuannya di bidang kalibrasi.1 Tujuan Kalibrasi • • • Menentukan deviasi (penyimpangan) kebenaran nilai konvensional penunjukan suatu instrumen ukur. Mencapai ketertelusuran pengukuran atau menjaga agar traceability link ini tidak putus. • Pemeriksaan konsep Pemeriksaan konsep oleh petugas yang berwenang untuk mengecek kesalahan identitas alat. perhitungan data. kesalahan perhitungan data dan perhitungan ketidakpastian. ISO 9000 mensyaratkan semua alat ukur yang terkait dalam produksi harus dijamin mutu keakuratannya. pengambilan data.3 Tujuan dan Manfaat dari Kalibrasi.• Pengkonsepan Pengkonsepan laporan berdasarkan hasil pengukuran. 2. Ini yang pada awalnya paling populer menjadi pendorong orang atau industri mau mengkalibrasi alatnya.

8 . nasional atau prosedur yg dikembangkan sendiri oleh laboratorium yg sudah teruji dengan terlebih dulu dilakukan verifikasi. • • • Adanya obyek ukur (Unit Under Test) Adanya calibrator (standard) Adanya prosedur kalibrasi. misalnya terjadi saat kalibrasi dilakukan di lapangan terbuka. yang akhirnya memunculkan dampak negatif juga yaitu dengan makin melonggarkan aturan sehingga (misalnya) dengan melakukan kalibrasi 10 alat ukurnya saja. yang mengacu ke standar kalibrasi internasional. Andaipun tidak bisa dikondisikan. baik suhu maupun kelembabannya. dan teknisi saja yang biasanya merasakan riil manfaatnya (Day. • • Adanya teknisi yang telah memenuhi persyaratan mempunyai kemampuan teknis kalibrasi (sebaiknya bersertifikat). • Dapat mengetahui penyimpangan harga benar dengan harga yang ditunjukkan alat ukur.Satu hal lagi bahwa sering terjadi kastamer tidak merasakan manfaat langsung (bahkan manfaat teknis di lapangan) dari kegiatan kalibrasi ini. Dan alibi ini bisa meyakinkan auditor ISO. maka faktor lingkungan harus diakomodasi dalam proses pengukuran dan perhitungan ketidakpastian. Requirement ini pada tahun-tahun terakhir semakin terasa tidak populer seiring dengan semakin longgarnya penerapan ISO 9000.adalah dengan melakukan kalibrasi. Lingkungan terkondisi. makin mudah saja mendapatkan sertifikat ini tanpa capek-capek keluar biaya untuk kalibrasi. sehingga ini bisa dijadikan alibi untuk excuse tidak melakukan kalibrasi. Kalau ini memang menjadi alasan yang teknis sifatnya.4 Elemen – Elemen dalam Proses Kalibrasi. 1991) 2. Apalagi jika orang yang ditunjuk sebagai perwakilan auditee memiliki kemampuan komunikasi yang sangat baik (alias pandai bersilat lidah). Apalagi saat ini banyak perusahaan pemberi sertifikat yang saling bersaing mendapatkan kastamer. selesai sudah masalahnya. dari 100 alat ukur yang harusnya dikalibrasi.

• Prosedur Kalibrasi harus dilakukan sesuai dengan prosedur standar yang telah diakui. bahkan bisa saja melampirkan laporan kinerja calibrator yang digunakan dalam proses ini. Artinya. Catatan : TUR adalah perbandingan antara ketidakpastian karakteristik instrumen yang dikalibrasi terhadap ketidakpastian instrumen kalibratornya (spesifikasi alat bisa dianggap sebagai ketidakpastian terbesar) 2.5 Prinsip Kerja Kalibrasi. Di dalamnya tercatat measured value. agar kesalahan dapat dihindari. hasil analisa khusus. dan akhirnya nilai uncertainty.6 Sumber – Sumber yang Mempengaruhi Hasil Kalibrasi.• Hasil kalibrasi itu sendiri. gambar. bahkan bisa saja ditambahkan foto. Prinsip kalibrasi alat ukur volume dilakukan dengan mengukur bobot suatu volume air destilata yang dikeluarkan oleh alat ukur volume. Bobot ini kemudian dibandingkan dengan bobot jenis air pada suhu pengukuran volume tersebut dilakukan. correction value. Sertifikat ini tidak baku bentuknya. Kalibrasi biasa dilakukan dengan membandingkan suatu standar yang terhubung dengan standar nasional maupun internasional dan bahan-bahan acuan tersertifikasi. Kalibrasi alat ukur volume dilakukan untuk menyesuaikan keluaran atau indikasi dari suatu perangkat pengukuran volume agar sesuai dengan besaran dari standar yang digunakan dalam akurasi tertentu (Keenan. nilau TUR (Test Uncertainty Ratio). sehingga dapat ditentukan nilai ketepatannya. yaitu quality record berupa sertifikat kalibrasi. Pengesetan sistem harus teliti sesuai dengan aturan pemakaian alat. kita bisa menambahkan banyak keterangan yang diperlukan. minimal harus dapat memberikan informasi tentang seberapa sehat alat ukur milik kastamer yang dikalibrasi. • Kalibrator 9 . 2. Kesalahan pemahaman prosedur akan membuahkan hasil yang kurang benar dan tidak dapat dipercaya. 1991).

Misalnya kondisi suhu. Periode kalibrasi tergantung pada beberapa faktor antara lain pada kualitas metrologis alat ukur tersebut. Demikian pulaketelitian. frekuensi pemakaian. umumnya sangat diperlukan.Kalibrator harus mampu telusur kestandar Nasional dan atau Internasional. • Alat yang dikalibrasi Alat yang dikalibrasi harus dalam keadaan maksimal. tingkat penerangan dan sebagainya. getaran mekanik medan listrik. artinya dalam kondisi jalan dengan baik. kelembabab. hasil kalibrasi tidak akan diakui oleh pihak lain. Periode kalibrasi dapat ditetapkan berdasarkan lamanya pemakaian alat. Kemampuan mengoperasikan alat dan kemampuan visualnya. Tanpa memiliki ketelusuran. • Lingkungan Lingkungan dapat menyebabkan pengaruh yang sangat besar terhadap kalibrasi terutama untuk mengkalibrasi kalibrator. stabil dan tidak terdapat kerusakan yang menggangu. terutama untuk menghindari kesalahan yang disebabkan oleh peralak maupun penalaran posisi skala. • Periode kalibrasi Periode kalibrasi adalah selang waktu antara satu kalibrasi suatu alat ukur dengan kalibrasi berikutnya. pemeliharaan atau penyimpanan dan tingkat ketelitianya. medan elektro magnetik. medan magnetik. waktu kalender atau gabungan dari keduanya. karena hasil kalibrasi sangat tergantung kepadanya. 10 . kecermatan dan kestabilan kalibrator harus setingkat lebih baik dari pada alat yang dikalibrasi • Tenaga pengkalibrasi Tenaga pengkalibrasi harus memiliki keahlian dan ketrampilan yang memadai.

BAB III PENUTUP 3. 3. penentuan ketidakpastian dan penerbitan laporan kalibrasi. Oleh karena itu.1 Kesimpulan • Secara umum kalibrasi mempunyai pengertian sebagai rangkaian kegiatan membandingkan hasil pengukuran suatu alat dengan alat standar yang sesuai untuk menentukan besarnya koreksi pengukuran alat serta ketidakpastiannya. • • Kalibrasi mempunyai beberapa tujuan dan manfaat dasar yang sangat penting demi menjamin akurasi dan presisi suatu alat ukur. diharapkan pada saat proses kalibrasi petugan harus benar – benar teliti dan memperhatikan setiap elemen / faktor yang dapat mempengaruhi hasil dari proses kalibrasi tersebut. Proses kalibrasi sangat dipengaruhi oleh prinsip.2 Saran Kalibrasi adalah proses yang sangat penting untuk menentukan akurasi dan presisi suatu alat ukur. elemen dasar kalibrasi serta faktor yang dapat mempengaruhi hasil dari kalibrasi tersebut. pelaksanaan kalibrasi. 11 . perhitungan data kalibrasi. • Rangkaian kegiatan kalibrasi secara sederhana dapat digambarkan sebagai kegiatan persiapan kalibrasi.

com/2010/12/14/kalibrasi-dan-standarisasi/ http://catatankimia.blogspot.wordpress.DAFTARPUSTAKA http://t1by.com/2010/06/18/kalibrasi-alat-ukur-volume/ 12 .com/pengertian-kalibrasi/ http://andika’sworld.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful