P. 1
6 Alasan Pesawat Bisa Terbang

6 Alasan Pesawat Bisa Terbang

|Views: 34|Likes:

More info:

Published by: Ndaru Harviant Adiprima on Dec 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/05/2012

pdf

text

original

6 Alasan Pesawat Bisa Terbang (http://www.forumkami.

com/forum) - Forkamer, ini dia penjelasan singkat 6 Alasan Pesawat Bisa Terbang. Mudah-Mudahan Dapat memberi agan forkamer semua pengetahuan. Langsung saja simak penjelasan singkatnya di TKP : http://img607.imageshack.us/img607/3708/pesawat.jpg 1.Tekanan Atmosfir Meskipun banyak sekali macamnya tekanan, diskusi ini terutama berisi tentang tekanan atmosfir. Tekanan atmosfir ini adalah faktor penting dari perubahan cuaca, membantu mengangkat pesawat, dan menggerakkan beberapa instrumen penerbangan penting dalam pesawat udara. Instrumen-instrumen ini adalah altimeter (penunjuk ketinggian), indikator airspeed (kecepatan udara), indikator rate-of-climb (kecepatan menanjak), dan penunjuk tekanan manifold. Meskipun udara sangat ringan, tapi memiliki massa dan dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Maka, udara juga seperti halnya benda lain, memiliki berat dan memiliki gaya. Karena udara merupakan zat cair, maka gaya yang dimilikinya bekerja secara sama-rata ke semua arah, dan efek gayanya pada udara disebut tekanan (pressure). Pada kondisi baku di permukaan laut, rata-rata tekanan yang diterima pada tubuh manusia oleh atmosfir adalah sekitar 14,7 pon/inci. Kepadatan udara mempunyai efek yang berarti pada kemampuan pesawat terbang. Jika udara berkurang kepadatannya maka akan berakibat berkurangnya: 1. tenaga, karena mesin mendapatkan udara yang lebih sedikit, 2. thrust (gaya dorong) karena efisiensi baling-baling menjadi berkurang pada udara tipis, 3. lift (gaya angkat) karena udara tipis memberikan gaya yang lebih sedikit pada airfoil. 2.THRUST Sebelum pesawat mulai bergerak, thrust harus digunakan. Pesawat akan tetap bergerak dan bertambah kecepatannya sampai thrust dan drag menjadi sama besar. Untuk menjaga kecepatan yang tetap maka thrust dan drag harus tetap sama, seperti halnya lift dan weight harus sama untuk mempertahankan ketinggian yang tetap dari pesawat. Jika dalam penerbangan yang datar (level), gaya thrust dikurangi, maka pesawat akan melambat. Selama thrust lebih kecil dari drag, maka pesawat akan terus melambat sampai kecepatan pesawat (airspeed) tidak sanggup lagi menahan pesawat di udara. Sebaliknya jika tenaga mesin ditambah, thrust akan menjadi lebih besar dari drag, pesawat terus menambah kecepatannya. Ketika drag sama dengan thrust, pesawat akan terbang dengan kecepatan yang tetap. Terbang straight dan level (lurus dan datar) dapat dipertahankan mulai dari terbang dengan kecepatan rendah sampai dengan kecepatan tinggi. Penerbang harus mengatur angle of attack dan thrust dalam semua jangkauan kecepatan (speed regim) jika pesawat harus ditahan di ketinggian tertentu (level flight). Secara kasar jangkauan kecepatan ini dapat dikelompokkan dalam 3 daerah (regim), kecepatan rendah (low-speed), menjelajah (cruising flight), dan kecepatan tinggi (high-speed). 3.DRAG Drag atau hambatan dalam penerbangan terdiri dari dua jenis: parasite drag dan induced drag. Yang pertama disebut parasite drag karena tidak ada fungsinya sama sekali untuk membantu pesawat untuk dapat terbang, sedangkan yang kedua disebut induced karena dihasilkan atau terbuat dari hasil kerja sayap yang membuat gaya angkat (lift). 4.WEIGHT Gravitasi adalah gaya tarik yang menarik semua benda ke pusat bumi. Center of gravity(CG) bisa dikatakan sebagai titik di mana semua berat pesawat terpusat. Pesawat akan seimbang di keadaan/attitude apapun jika pesawat terbang ditahan tepat di titik center of gravity. Center of gravity juga adalah sesuatu yang sangat penting karena posisinya sangat berpengaruh pada kestabilan sebuah pesawat terbang.

Di titik di mana ketiga poros bersilangan. maka lift akan hilang dengan cepat. Bahkan sebenarnya nama-nama yang aslinya digunakan dalam istilah yang berhubungan dengan transportasi kelautan. Ini yang disebut dengan stalling angle of attack atau burble point.5. Kunjungi Hal-Hal Menarik Lainya Hanya Di Bawah Ini: . adalah sumbu vertikal.LIFT Penerbang dapat mengendalikan lift. adalah sumbu longitudinal. Sumbu yang memanjang sepanjang badan pesawat dari hidung pesawat sampai ekor. Sumbu-sumbu dari pesawat bisa dianggap sebagai poros khayal tempat pesawat berputar. yaitu. Dalam adopsi dari istilah kelautan. seperti halnya poros/gandar tempat roda berputar. gerakan pesawat pada sumbu longitudinalnya disebut “roll”/guling. Istilahistilah ini telah diserap dalam istilah-istilah aeronautika karena persamaan gerakan antara sebuah pesawat terbang dengan sebuah kapal laut. Sumbu yang memotong dari ujung sayap ke ujung sayap yang lainnya disebut sumbu lateral. maka angle of attack akan berubah. pesawat tersebut berputar pada salah satu sumbu atau lebih. gerakan pada sumbu lateral disebut “pitch”/angguk. Pergerakan pesawat pada sumbu longitudinal menyerupai gerakan mengguling kapal dari satu sisi ke sisi yang lain. 6. dari 3 sumbu yang merupakan garis khayal yang melewati Center of Gravity dari pesawat. Ketika pesawat mencapai angle of attack yang maksimum. Jika angle of attack bertambah maka lift akan bertambah (jika faktor lain tetap konstan). sebuah pesawat bergerak pada sumbu vertikal yang disebut “yaw”/belok. Jika penerbang menggerakkan roda kemudi ke depan atau belakang. gerakan horisontal (kiri dan kanan) dari hidung pesawat. Akhirnya.Sumbu gerakan pesawat Pada saat pesawat yang sedang terbang mengubah sikap (attitude) atau posisi. masing-masing pada 90° terhadap kedua poros lainnya. Sumbu yang tegak melewati center of gravity.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->