PENDAHULUAN Pengujian sistem elektronika seringkali memerlukan pemakaian suatu sinyal AC dengan frekuensi dari amplitudo yang diketahui

untuk masukan suatu sistem, dan memeriksa hasil yang terjadi di bagian lain dari sistem tersebut. Peralatan elektronika yang memberikan sinyal-sinyal demikian tadi dikenal sebagai generator sinyal frekuensi-audio (AF), generator sinyal frekuensi-radio (RF), dan generator fungsi (beragam bentuk-gelombang). Generator AF yang sederhana dapat menghasilkan gelombang-sinus, gigi-gergaji atau segitiga, dan tegangan ac gelombang-persegi pada frekuensi dapat dipilih dari 20 sampai dengan lebih dari 20.000 Hz. Tegangan keluarannya dapat berubah-ubah dari 10 V rms menurun sampai nol. Rangkaian yang biasa digunakan adalah osilator umpan-balik (feedback) 360 ° jembatan Wien 2komponen, yang menghasilkan tegangan ac gelombang-sinus dengan cacat yang sangat kecil. Sebuah penguat akan meningkatkan keluarannya sampai pada level yang dikehendaki. Untuk menghasilkan tegangan ac gelombang persegi, tegangan ac gelombang sinusnya harus sangat diperkuat tetapi kemudian amplitudonya dipotong dengan diode paralel. generator sinyal AF yang lebih canggih (sophisticated) dapat meliputi lebar-pita yang lebih lebar dan dapat menggunakan rangkaian pembentukan gelombang persegi elektronik, seperti misalnya rangkaian pemicu Schmitt (Schmitt trigger) untuk mendapatkan keluaran gelombang-persegi. Generator sinyal RF menggunakan osilator frekuensi-variabel, seperti misalnya Hartley atau Colpitts, dengan sebuah kapasitor variabel tetapi dengan enam sampai sepuluh kumparan yang berlainan ukurannya untuk menghasilkan osilasi dari 20 kHz sampai dengan 100 MHz. di samping menghasilkan sinyal gelombang kontinu (continuous wave = CW), sebagian besar osilator-osilator ini menerapkan cara modulasi amplitude (AM) atau modulasi frekuensi (FM) (Bab 17 dan 19) pada keluarannya agar sinyalnya dapat terdengar di penerima. Untuk pita VHF dan UHF osilator LC, tangki-linear, atau jenis tangki-rongga yang mencakup dari 50 sampai dengan 200 MHz. generator sinyal gelombang-mikro menggunakan beragam jenis osilator untuk mencakup sekitar 2 sampai dengan 20 GHz, dengan “pengganda” untuk menghasilkan sinyal 20 sampai dengan 40 GHz. Di samping CW, sistem-sistem tersebut dapat menggabungkan rangkaian FM dan modulasi-pulsa di dalamnya. Generator sinyal pemadu ditala dengan sakelar atau tombol-tekan dari 0,01 Hz sampai lebih 1 GHz dengan kestabilan yang berasal dari osilator jam kristal 10 MHz yang dipunyainya , dan dapat mempunyai keluaran CW, AM, dan FM. Generator fungsi menghasilkan beragam bentuk gelombang, seperti misalnya gelombang-sinus, gelombang-persegi, dan gelombang-segitiga, pulsa-pulsa positif dan negatif dengan berbagai lebar dan bentuk, dan tegangan tanjak (ramp) atau penyapuan (naik-lambat turun-cepat). generator fungsi bekerja dalam daerah frekuensi mulai dari kurang satu hertz sampai lebih dari 10 MHz. generator tersebut dapat berupa osilator LC atau sistem sintesaiser.

Kegunaan Generator Frekuensi Audio Adapun kegunaan dari Generator Frekuensi Audio adalah. segitiga. PEMBAHASAN Generator Frekuensi Audio Adalah alat tes elektronik yang berfungsi sebagai pembangkit sinyal atau gelombang listrik. Konstruksi dan Cara Kerja Generator Frekuensi audio mempunyai rangkaian jembatan wein sebagai rangkaiannya. Dengan generator frekuensi audio ini seorang teknisi dapat melakukan pengetesan suatu alat yang akan dites (devices under test). yakni. C1. dan segitiga. Dalam penggunaan normal kesetimbangan jembatan DV’ = Vo – Vo’ = DV’ = 0. akan dapat diketahui ketepatan karakteristik sesuai dengan ketentuan yang dikehendaki. Pada gambar dapat dilihat salah satu jenis generator Frekuensi Audio. Generator Frekuensi Audio juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran. yaitu sinusoida. A. sebagai alat yang pendukung pada kegiatan percobaan siswa dalam hal: · · · · B. persegi. Untuk memahami bentuk dan pola gelombang listrik. Selain kegunaan di atas. Dari analisis terhadap hasil berbagai bentuk gelombang respons alat tersebut. C3) dan sebuah rangkaian resistor murni R2 dan R4. R3. · · Sebagai pembangkit gelombang listrik sinusoidal. memperkenalkan perpaduan gelombang bunyi. Keluarannya dapat diatur dari sekitar 10 V menurun sampai nol. Bentuk gelombang pada umumnya terdiri dari tiga jenis. Jembatan Wien terdiri dari 2 pembagi tegangan. yaitu bila Vo = Vo’ . yaitu: Rangkaian Wien (R1. mempelajari cara mengukur periode dan frekuensi gelombang. sebagai sumber bunyi. dan kotak. mengenali bentuk gelombang sinus dan kotak. · Sebagai acuan untuk menyelidiki rangkaian yang kurang baik dari suatu rangkaian/sirkuit listrik atau elektronika · Dapat digunakan sebagai sumber tegangan/arus AC untuk percobaan rangkaian penguatan transistor.Gebagian besar generator sinyal jenis-rekayasa saat ini dibuat agar bekerja pada beban 50ohm atau 600 ohm.

Bila output mencapai batas minimum yang ditetapkan.se-fase dan se-magnetudo. maka tegangan komparator akan berubah keadaan dan menyambung ke Upper constant current source. sehingga tegangan output turun secara linier terhadap waktu. Untuk mendapatkan kondisi setimbang. Generator audio memberikan keluaran berbentuk gelombang sinus. Frekuensi terkendali tegangan (frequency controlled voltage) mengatur dua sumber arus Upper dan Lower Constant Current Source. Blok diagram generator audio dapat dilihat pada gambar 2. demikian seterusnya . segitiga dan kotak dengan jangkauan frekuensi dari 20 Hertz sampai 20 kilo Hertz. Upper Constant Current Source mensuplai arus tetap ke integrator yang menghasilkan tegangan output naik secara linier terhadap waktu. maka jembatan dapat digunakan sebagai alat pengukur frekuensi yang disetimbangkan oleh suatu pengontrol tunggal. Kondisi sefasa ini dicapai jika w = wo’ (fasa setimbang). Dalam sebuah jembatan praktis. yang akan mengatur besarnya frekuensi. dewasa ini telah dilakukan penyesuaian sehingga generator bisa menghasilkan tak hanya gelombang sinus. dan kotak. tapi juga gelombang segitiga. Dalam instrumen ini frekuensi dikendalikan oleh variasi arus yang mengemudikan integrator. Akan tetapi. Dengan menetapkan R2 = 2R4. Dengan memilih nilai-nilai resistor dan kapasitor tertentu sehingga R1 = R2 = R dan C1 = C2 = C sehingga diperoleh frekuensi sebesar: f = 1/2RC Dari frekuensi inilah dihasilkan gelombang sinusoidal. pertama tegangan keluaran Vo’ dari pembagi potensial bersifat resistif selalu sefasa dengan tegangan masukan Vi’. Sinyal masukan (Vi) dari sumber yang dipilih dengan frekuensi (f) tertentu dilewatkan pada jembatan dan arus akan terbagi pada masing-masing lengan. Pengontrol ini dapat dikalibrasi langsung dalam frekuensi. kapasitor Cl dan C3 adalah kapasitor tetap dan resistor R1 dan R3 adalah resistor variabel yang dikontrol oleh sebuah poros bersama. menurut persamaan berikut : Voutput = -1/C ∫ idt Kenaikan dan penurunan arus akan mengakibatkan naik atau turunnya slope tegangan output. Nilai wo dinyatakan dengan oleh persamaan. Perubahan ini akan memutus sumber arus konstan Upper beralih ke Lower constant current source Sumber arus konstan Lower akan mencatu arus balik ke integrator. Pada umumnya frekuensi yang dibangkitkan dapat divariasi dengan mengatur kapasitor dalam rangkaian LC atau RC. Tegangan komparator akan mengubah keadaan ke level maksimum tegangan output integrator yang telah ditetapkan. Kedua kondisi tersebut harus dipenuhi secara serentak dengan menyetimbangkan jembatan AC.

Dengan demikian terjadilah siklus yang terus menerus.Suatu pertambahan atau penurunan arus yang disuplai dari sumber arus atas akan memperbesar atau memperkecil kemiringan tegangan keluaran. Kebanyakan generator audio generasi terbaru frekuensi kerjanya sampai 20MHz memakai konektor jenis-BNC. Tegangan pengontrol frekuensi mengatur dua sumber arus. Jika tegangan keluaran mencapai suatu level yang telah ditentukan lebih dahulu dengan kemiringan bentuk gelombang keluaran yang negatif. terdapat juga bagian attenuator. segitiga. sehingga keluarannya berkurang secara linier terhadap waktu. . Jenis konektor yang dipakai tergantung frekuensi kerjanya. Keluaran komparator memberikan tegangan gelombang kotak (SQUARE) dengan duty cycle 50%. . .1/C ∫ i dt …………………… ( * ) .Sumber arus atas mensuplai arus yang konstan ke integrator segitiga yang tegangan keluarannya bertambah secara linier terhadap waktu. Multivibrator tegangan berubah keadaan pada suatu level yang telah ditentu-kan sebelumnya pada kemiringan tegangan keluaran integrator yang positif. Rangkaian diode resistance mengatur slope dari gelombang segitiga (TRIANGLE) sehingga amplitudonya berubah menghasilkan gelombang SINUS dengan distorsi kurang dari 1 %. Perubahan keadaan ini akan menghentikan penyaluran arus atas menuju integrator dan menghubungkan suplai arus bawah. beberapa jenis gelombang modulasi output. Beberapa generator audio dilengkapi kemampuan membangkitkan sinyal derau putih (pink noise). dan persegi dengan rangkuman frekuensi dari 0. Spesifikasi Alat Spesifiikasi alat pada generator frekuensi audio lazimnya adalah sebagai berikut. . Tegangan keluaran diberikan oleh hubungan : eout = .Sumber arus bawah mensuplai suatu arus balik menuju integrator. Generator frekuensi audio seperti lazimnya kebanyakan generator sinyal.kembali seperti semula. . dengan terminasi 50 ~ 75 Ω.Tegangan output integrator adalah bentuk gelombang segitiga yang besar frekuensinya tergantung pada besar kecil arus yang dicatu oleh kedua sumber arus konstan Upper dan Lower. dan memiliki fasilitas frekuensi gelombang sapuan yang memberi kemampuan untuk pengetesan respons frekuensi dari rangkaian elektronik yang diberikan. pembanding tegangan sekali lagi C.Instrumen ini menghasilkan gelombang-gelombang : sinus.Jaringan pengontrol frekuensi diatur oleh cakera frekuensi pada panel depan instrumen atau oleh sebuah tegangan pengontrol yang dimasukkan dari luar.5 Hz sampai 11 KHz.

gerigi. Pengatur jangkauan Frekuensi (Freq Range) Untuk mengatur Frekuensi Frekuensi keluaran.bagian Generator Frekuensi Audio Bagian-bagian Generator Frekuensi Audio adalah sebagai berikut. Pemilih bentuk sinyal / gelombang Untuk memilih bentuk sinyal.d.· · · · . Atau berfungsi untuk menyalakan generator. dan 600 Ohm. Jangkauan frekuensi keluaran dapat disetel: 1 Hz s. sinus. Dengan tahanan sebesar 8 ohm. 7. Kabel yang digunakan adalah kabel daya biasa. Bagian. Terminal Keluaran 600 ohm Bagian yang digunakan untuk menghubungkan audio generator dengan alat lain dengan menggunakan kabel BNC-BNC (misalnya). Terminal Keluaran 8 ohm Merupakan bagian yang digunakan untuk menghubungkan Generator Frekuensi Audio pada alat lain untuk mengetahui keluaran generator audio. 6. 1. dan segitiga 4. Daya keluaran : 8 Watt pada beban 8 Ohm. 3. Sebagai contoh ketika kita meninginkan frekuensi output sebesar 150 Hz. Terdiri dari sinyal/gelombang sinus. Tombol On-Off/Power Berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan sambungan listrik ke dalam rangkaian generator. Pengatur Amplitudo (level) Berfungsi untuk mengatur amplitudo output gelombang yang dihasilkan oleh generator. . maka yang harus kita lakukan adalah memindahkan Frreq Range pada 100 dan kontrol frekuensi pada 1. persegi. 2. · D.5 Hz. Pengatur Frekuensi Mengatur frekuensi keluaran Generator Frekuensi Audio 5. Dengan Tahanan sebsear 600 ohm. Hubungannya dengan pengatur frekuensi adalah bahwa keduanya adalah kontrol dari frekuensi keluaran generator. Bentuk gelombang keluaran. Mempunyai impedansi keluaran dua buah: 8 Ohm. 200 mV pick-to-pick Tegangan daya masukan utama : 220 Volt. segitiga. dan kotak.d 11000Hz. Voltage keluaran dapat disetel : 20mV s.

Nyalakan osiloskope dan tunggu sampai keluar bentuk pola gelombang keluarannya. sedemikian rupa supaya tidak menimbulkan . Hal ini dimulai dari bagian input dan bergerak kearah output. Kemudian osiloskop dipakai untuk memeriksa output setiap tingkat dari penguat. Apakah terjadi perubahan. dengan mengijeksikan sinyal dari generator frekuensi audio pada bagian input alat yang akan dites. 3. pengetesan speaker dan rangkaian impedansi. 7. Hubungkan keluaran signal dengan osiloskope pada bagian keluaran beban 600 Ohm. . Atau bisa juga dengan menggunakan kabel daya biasa. setting up peralatan. karakteristik penguat dengan beban lebih (overload). Uraian berikut akan berisi penjelasan cara pengetesan. yakni: troubleshooting dengan teknik signal tracing. Setelah itu siapkan osiloskope. Pasangkan Audio Generator pada stop kontak tersebut. Prosedur Penggunaan Dalam uraian tentang prosedur pengoperasian generator audio akan dijelaskan cara menghubungkan Generator dengan Osiloskop. Troubleshooting dengan teknik signal tracing Salah satu teknik troubleshooting untuk mencari kerusakan pada komponen system audio adalah. Nyalakan signal dengan menghidupkan tombol power. Jika ya berarti signal sudah dapat bekerja dengan baik. penggunaan generator audio sebagai bias dan sumber sinyal. dilengkapi dengan uraian dan gambar kerja tentang pelaksanaan pengetesan masing-masing. Siapkan signal audio generaror di atas meja yang dekat dengan stopkontak jaringan PLN. Aplikasi penggunaan Generator Audio Berikut ini adalah aplikasi penggunanaan Generator audio. 1. 2. Putar pengatur frekuensi signal sambil memperhatikan bentuk gelombang. antara lain : 1. maka dapat diduga pada tingkat tersebut terdapat kerusakan.E. 4. 5. dengan cara menghubungkan kabel daya yang telah terhubung pada terminal keluaran utama generator tersebut dengan penjepit buaya pada osiloskop yang telah terhubung pada input osiloskop. Bila suatu tingkat memberikan sinyal output yang cacat atau tidak ada output sama sekali. F. Sinyal input yang lazim digunakan berbentuk sinusoida dengan amplitudo rendah. Atur bentuk tayangan gelombang dengan mengeset osiloskope pada posisi yang mudah diamati. 6.

3. Dengan output segitiga kondisi puncak pembebanan lebih dari sebuah penguat akan mudah ditentukan. bahkan beberapa model mampu memberikan frekuensi sampai 10 MHz atau lebih tinggi. amplitudo dan bias transistor dapat dioptimalkan pada output tidak cacat. 2. Karakteristik beban lebih pada amplifier Titik beban lebih (overload) dari beberapa penguat sulit ditentukan dengan cara pengetesan menggunakan input gelombang sinusoida. . Dengan melakukan variasi DC-offset. 2. Pengetesan speaker dan rangkaian impedansi Generator fungsi dapat dipakai untuk memperoleh informasi mengenai impedansi input suatu speaker atau sembarang rangkaian impedansi yang lain terhadap frekuensi. maka pengaruh beberapa bias (klas A. Dengan kata lain frekuensi resonansi rangkaian dapat ditentukan. karena setiap titik awal dari linieritas mutlak suatu gelombang dapat dideteksi dengan baik. Adapun prosedur pengetesannya adalah sebagai berikut: 1. Seperti nampak pada gambar 15 kemampuan ini dapat dipakai untuk membias transistor penguat yang dites dengan melengkapi komponen AC dari sinyal input. Bentuk gelombang segitiga merupakan bentuk gelombang ideal untuk keperluan ini. Bila menggunakan metode voltmeter. Teknik yang sama dapat diterapkan pada peralatan nonaudio. Skala dB dari Voltmeter AC sesuai untuk mengkonversi data ke dalam satuan respons standar. Pada teknik sinyal tracing ini tidak diperlukan tegangan DC-offset dari generator frekuensi audio. Hubungkan peralatan seperti tertera pada gambar 17 osiloskop dapat dipakai untuk memastikan apakah output generator fungsi tidak dalam kondisi terpotong. walaupun rangkaian penguat audio menggunakan kopling kapasitor yang mampu memblokir tegangan DC yang berasal dari sumber. Umumnya generator frekuensi audio dapat menghasilkan sinyal sampai 2 MHz. Dengan mengamati output penguat pada osiloskop. Penggunaan generator fungsi sebagai bias dan sumber sinyal Beberapa generator audio modern mampu mencampurkan tegangan DC-offset pada tegangan output ACnya. Pada gambar 14 dapat dilihat troubleshooting pada rangkaian penguat audio menggunakan teknik signal tracing. 4. B dan C) dapat ditentukan. variasikan nilai frekuensi sampai range penuh dan logaritmik tegangan terukurpada terminal speaker terhadap frekuensi.cacat bentuk pada tingkat berikutnya.

5. 6. dengan cara seperti berikut : (a) Hubungkan resistor variabel non-konduktif. Tetapi bila mendekati resonansi level sinyal akan naik. Frekuensi resonansi dihasilkan seperti pada kurva gambar 18. Jangan coba masukkan tegangan DC atau apapun keterminal output Generator. Dalam pengetesan rangkaian impedansi. Jangan biasakan memutar tombol-tombol kontrol diluar ketentuan praktikum 4. 5. (c) Impedasi dari rangkaian = nilai resistor variabel R1 yang diperoleh. Sebaiknya disimpan dalam almari tertutup dan berilah silika-gel untuk menghindari kelembaban dalam almari. 2. Keselamatan Kerja 1. Bila ternyata tegangan ground tersebut tidak sama dengan nol. Impedansi rangkaian dapat diukur pada frekuensi resonansi. AUDIO FREQUENSI GENERATOR . F. Dalam pengetesan speaker tegangan sinyal percakapan akan naik pada frekuensi rendah. untuk mengevaluasi pengaruh berbagai faktor seperti bahan peredam. seperti pada gambar 18. Simpanlah Generator di tempat yang sejuk. (b) Ukur tegangan pada titik E1 dan E2 dan atur resistor variabel R1. 4. laporkan pada teknisi atau instruktur. dan bebas debu. Jangan menggunakan Generator pada tempat yang bersuhu sangat tinggi. Hal ini sangat dipengaruhi oleh konstruksi kotak speaker. jenis bahan kotak speaker. Bila memilih menggunakan CRO. atau pada frekuensi lain bila dikehendaki. sehingga tegangan E2 = ½ dari E1. dan tentu saja jenis speakernya sendiri. tidak perlu terjadi resonansi pada frekuensi rendah.3. Para perancang kotak speaker dapat menggunakan karakteristik yang dihasilkan. kelembaban tinggi dan dalam medan elektromagnetik tinggi. Periksa apakah tegangan pada ground Generator terhadap netral stop kontak tetap 0 Volt. hentikan sementara percobaan 3. maka gunakan sweep untuk pengukuran respons frekuensi.

* ) Instruksi Kerja Penggunaan Audio Frekuensi Generator / AFG : Masukan Kabel Power Pada Socket In Put 220 V Yang Terdapat Pada Bagian Belakang Osiloscope. Gigi Gergaji & Sines ). . Masukan Socket Probe AFG Pada Out Put AFG. Masukan Kabel Power ( Steker ) Pada Stop Kontak. Pilih Tampilan Gelombang Yang Akan Di Hasilkan Oleh AFG Dengan Menekan Tombol Yang Bergambar Simbol Gelombang ( Kotak. Hidupkan AFG & Osiloscope Dengan Menekan Tombol Power & Lampu Indikatorpun Akan Menyala. Hunbungkan Ujung Probe AFG Pada Probe Osiloscope Agar Out Put AFG Dapat Di Lihat Pada Layar Osiloscope. Untuk Hasil Out Put AFG Dapat Di Lihat Pada Layar Osiloscope.

1 MHz ). Untuk Menghitung Perioda Menggunakan Rumus : T = Div Horisontal x Time / Div Untuk Menghitung Frekuensi Menggunakan Rumus : F=1 T Untuk Menghitung Volt Peak to Peak Menggunakan Rumus : Vpp = Div Vertikal x Volt / Div .0 Atur Tinggi Gelombang / Amplitudo Dengan Memutar Tombol Amplitudo Pada AFG. 100 KHz. 10 KHz. 1 KHz.Pilih Frekuensi Yang Akan Di Hasilkan Oleh AFG Dengan Menekan Tombol Pilihan Frekuensi ( 1 Hz. 10 Hz. 100 Hz. Apabila Hasil Tampilan Pada Layar Osiloscope ( Frekuensi ) Belum Sesuai Dengan Penghitungan Manual Maka Knop Pengatur Frekuensi Dapat Di Putar Agar Mendapatkan Hasil Frekuensi Yang Tepat. Pada Knop Pengaturan Frekuensi (Variable Frekuensi ) Harus Pada Tanda 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful