P. 1
MODUL SINYAL

MODUL SINYAL

|Views: 2,609|Likes:
Published by Cacha Natasha

More info:

Published by: Cacha Natasha on Dec 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2014

pdf

text

original

Modul Pemrosesan Sinyal

MODUL PEMPROSESAN SINYAL

Di Susun Oleh: Natasha Kusuma Wardhani 091910201010

KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL JURUSAN TEKNIK ELEKTRO STRATA 1 FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JEMBER 2011

Modul Pemrosesan Sinyal

DAFTAR ISI

1. Pemprosesan Sinyal
2. Teori Dasar Sinyal Kontinu dan Sinyal Diskrit 2.1 Teori Dasar

1. 2.

Sinyal Kontinu Sinyal Diskrit

3. Menampilkan Sinyal Kontinu dan Sinyal Diskrit pada MATLAB 4. Proses perubahan sinyal kontinu (analog) menjadi digital (diskrit) 5. Teori Dasar Operasi Dasar Sinyal
4.1 Teori Dasar

1. Atenuasi 2. Amplifikasi 3. Delay 4. Penjumlahan 5. Perkalian 6. Menampilkan Operasi Dasar Sinyal pada MATLAB 7. Daftar Pustaka

ECG. dan EEG.Modul Pemrosesan Sinyal BAB I PEMROSESAN SINYAL Sinyal adalah besaran fisis yang berubah menurut waktu. antara lain : . Agar sinyal dapat bermanfaat sesuai kebutuhan manusia dengan efisien dan optimal. Proses adalah urutan pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau didesain. Sinyal terdiri dari sinyal kontinu (analog) dan sinyal diskrit (digital). sinyal adalah fungsi dari satu atau lebih variabel independen. ruang. pengertian sinyal sangat bermacam. Diambil dari berbagai sumber. yaitu besaran yang di kontrol dari plan yang di gerakkan oleh sinyal input. Proses ini dilakukan melalui pemodelan sinyal. Sinyal output adalah sinyal respon sistem yang sebenarnya atau variable dinamis yang di inginkan . lampu-lampu. Contoh sinyal: sinyal ucapan. Secara matematis. suara-suara. mungkin menggunakan waktu. maka diperlukan pengolahan sinyal dengan menggunakan suatu sistem elektronika analog maupun yang digital. ruang. dll. atau variabelvariabel bebas lainnya. Biasanya sinyal ini berbentuk tanda-tanda. keahlian dan sumber daya lainnya yang menghasilkan suatu hasil. Dalam istilah teknik sinyal itu ialah besaran yang berubah dalam waktu dan atau dalam ruang. dan membawa suatu informasi.

Selain itu sinyal juga merupakan fungsi yang memiliki nilai real pada setiap waktunya.Modul Pemrosesan Sinyal • Fungsi satu variabel atau lebih yang menunjukkan informasi dalam fisik fenomena alam. variable independent (yang berdiri sendiri) terjadi terus-menerus dan kemudian sinyal dinyatakan sebagai sebuah kesatuan nilai dari variable independent. Dengan menggunakan sinyal analog. BAB II TEORI DASAR SINYAL Sinyal merupakan sebuah fungsi yang berisi informasi mengenai keadaan tingkah laku dari sebuah sistem secara fisik. 2. tekanan. Sinyal kontinyu merupakan suatu sinyal yang berbentuk gelombang sinusoidal dan merupakan variable yang berdiri sendiri. Contoh dari sinyal kontinyu adalah sinyal analog. tetapi sinyal ini mudah terpengaruh oleh noise. • media penghubung informasi yang memiliki variabel-variabel yang berdiri sendiri. Pada sinyal kontinyu meliputi media-media yang dapat dialiri oleh sinyal itu sendiri seperti intensitas bunyi. kuat medan listrik. Gelombang pada sinyal analog yang . yang mengkodekan informasi. Pada sinyal kontinyu. • Suatu impuls elektronik atau gelombang radio yang dikirim atau diterima • Suatu kuantitas/besaran yang berubah-ubah. Sinyal merupakan media penghubung informasi yang memiliki variabel-variabel yang berdiri sendiri. • fungsi yang memiliki nilai real pada setiap waktunya. cahaya. arus. • Sistem berupa arus data yang mengalir melalui jalur transmisi • Suatu indikator yang digunakan sebagai alat komunikasi • Suatu impuls atau fluktuasi besaran listrik seperti tegangan.1 Sinyal Kontinu Sinyal kontinyu adalah sinyal yang memiliki nilai real pada setiap waktu. maka jangkauan transmisi data dapat mencapai jarak yang jauh. dll.

 Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan detik. yaitu: 1. Fungsi Step Fungsi step adalah suatu fungsi sinyal kontinyu yang memiliki nilai amplitudo u(t) bernilai 1 untuk t > 0. Dan untuk t < 0 maka akan bernilai 0. Fungsi Ramp Fungsi ramp merupakan suatu fungsi dari sinyal kontinyu yang memiliki bentuk menanjak secara stabil. Sinyal kontinu itu sendiri memiliki 4 fungsi.  Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog. frekuensi dan phase. jika nilai t ≥ 0 (kemiringan) semua akan bernilai 1. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut: r(t)= pada unit ramp. Pada kondisi inilah tepat disebut sebagai fungsi ramp. .  Phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu. jika t < 0 maka akan bernilai 0. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut: U(t)= 2. yaitu amplitudo.Modul Pemrosesan Sinyal umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable dasar. Sehingga akan bernilai t apabila t > 0.

Modul Pemrosesan Sinyal 3. Secara matematis fungsi impuls dapat ditulis sebagai berikut: . Fungsi impuls berguna untuk menguji respon yang berubah dalam waktu yang sangat singkat. Fungsi Impuls Fungsi impuls adalah suatu fungsi sinyal yang akan bernilai 1 saat t = 0.

2. sehingga nilai inilah yang membentuk sinyal diskrit sebagai bentuk satuan data. Pada sinyal diskrit ada 5 fungsi yaitu: . sinyal diskrit hanya menyatakan waktu diskrit dan mengakibatkan variabel independent hanya merupakan himpunan nilai diskrit. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut: x(t) = A cos(ωt + θ) Dimana: A = amplitudo ω = frekuensi dalam radian per detik (rad/detik) θ= fase dalam radian. Sinyal waktu diskrit (discrete time) adalah sinyal dengan variable independen bernilai integer. Merubah sinyal analog menjadi diskrit menggunakan alat yang disebut analog-digital converter. Dan fungsi periodik ini ditetapkan sebagai suatu nilai real positif.Modul Pemrosesan Sinyal 4. Sinyal diskrit hanya memiliki dua nilai yaitu 0 dan 1.2 Sinyal Diskrit Sinyal diskrit ada suatu sinyal analog yang dirubah menjadi sinyal digital berupa data. Fungsi Periodik Fungsi Periodik adalah suatu fungsi sinyal kontinyu yang memiliki inputan berbentuk sinusoidal.

Sekuen impuls Sekuen impuls diskrit adalah suatu fingsi sinyal diskrit yang akan muncul sinyal diskrit pada titik n=0.Modul Pemrosesan Sinyal 1. Sekuen konstan Fungsi sekuen konstan adalah suatu fungsi yang bernilai 1 pada semua kondisi waktu. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut: . Dan merupakan hasil proses sampling dari impuls kontinu dimana terdapat pengambilan sampel dari beberapa titik. Secara matematis dapat ditulis dabagai berikut: f(nT) = 1 untuk semua nilai n 2.

Sekuen rectangular memiliki nilai L (lebar) dan P (panjang) sebesar n. Sekuen Retangular Sekuen rectangular adalah suatu fungsi sinyal waktu diskrit yang berbentuk deretan persegi dari titik-titik tiap periodik. Sehingga pada sekuen step terdapat titik-titik pilihan dari proses sampling. Sekuen step Sekuen step sama dengan unit step pada sinyal waktu kontinu.Modul Pemrosesan Sinyal 3. Sekuen step itu sendiri adalah fungsi sinyal waktu diskrit yang memiliki nilai amplitudo u(t) bernilai 1 untuk n > 0. Sehingga secara matematis dapat ditulis sebagai berikut: . Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut: U(n)= 4. namun yang membedakan keduanya adalah pada sekuen step merupakan proses sampling dari unit step pada sinyal kontinyu.

Untuk sinyal seperti ini. Sehingga tidak pada semua titik itu di jadikan sampel. 5.Modul Pemrosesan Sinyal Pada ssekuen rectanguler sinyal muncul mulai pada titik 0 dengan bernilai 0 dilanjutkan bernilai 1 pada periode berikutnya dan diakhiri pada nilai 0 (tidak ada sinyal). Secara matematis memiliki persamaan yang sama seperti sinusoidal pada waktu kontinu yaitu: x( n) = Acos(ωn +θ ) . Sinyal sinus diskrit ini memiliki bentuk yang sama dari sinyal sinusoidal waktu kontinyu namun yang membedakan adalah pada waktu diskrit sinyal terbentuk dari pengambilan titik-titik sampel dari tiap-tiap periode. parameter di ruas kanan dikenal dengan nama: • • • A : Amplitudo ω : Frekuensi θ : Phasa . Hanya pada saat titik-titik tertentu saja. −∞ < n< ∞ dimana n adalah indeks sample. Sinyal sinus diskrit Sinus diskrit adalah bentuk sinyal periodik atau sinusoidal yang terbentuk dari proses sampling sinyal sinus pada sinyal waktu kontinyu.

Pemakaian MATLAB meliputi : . visualisasi. MATLAB menggabungkan komputasi. MATLAB adalah sebuah bahasa dengan kemampuan tinggi untuk komputasi teknis.Modul Pemrosesan Sinyal BAB III MENAMPILKAN SINYAL KONTINU DAN DISKRIT PADA MATLAB Setelah kita mengetahui jenis-jenis sinyal selanjutnya kita akan merepresentasikan bentuk sinyal-sinyal tersebut pada MATLAB. dan pemrograman dalam satu kesatuan yang mudah digunakan di mana masalah dan penyelesaiannya diekspresikan dalam notasi matematik yang sudah dikenal.

plot(n. proses dimana kita memasukkan suource (input) lalu fungsi dari sinyal tersebut dan di tampilkan menggunakan scoope.ones(1.Modul Pemrosesan Sinyal · Matematika dan komputasi · Pengembangan algoritma · Akuisisi data · Pemodelan.1).u) b.zeros(1. stem(n. n=-2:2. seperti graphical user interface (GUI). Namun kita membentuknya dari nilai frekuensi dan periode yang ada.1.1. Berikut contoh fungsi dan gambaran dari sinyal kontinu dan diskrit yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya: 1.2). u=[zeros(1. Ini digunakan apabila kita tidak mengetahui persamaan fungsi dari sinyal tersebut. Pertama menggunakan simulink.2)] subplot(2. Ada dua cara untuk memunculkan gambaran sinyal menggunakan MATLAB.zeros(1.u) n=[-2 -0.000001 0 0.2)] subplot(2.1). sesuai soal yang diminta. Maka hasilnya adalah Ketiklah fungsi ini . simulasi dan prototype · Grafik saintifik dan engineering · Perluasan pemakaian. menggunakan command window pada MATLAB.ones(1.000001 2] u=[zeros(1.2).1). Dan cara yang kedua.2). Sinyal Impuls a.

n=-3:6. y=cos(pi*n/10). plot(n.1.y) subplot(2. stem(n. Unit Step Ketik fungsi ini .2). Sinyal Sinusoidal a.y) Ketiklah fungsi ini 3. a. subplot(2.1.1). n=-8:8.Modul Pemrosesan Sinyal 2.

Konstan Diskrit a.1.ones(1.u) n=[-3 -2 -1 -0.7)] subplot(2.4).Modul Pemrosesan Sinyal u=[zeros(1. plot(n.1).3). plot(n.1.1).2). u=[ones(1.7)] subplot(2.u) n=[1 2 3 4 5] u=[ones(1.00001 0 1 2 3 4 5 6] u=[zeros(1.2).u) 4. stem(n.1.5)] subplot(2. n=1:5.u) Ketiklah fungsi dibawah ini . stem(n.1.ones(1.5)] subplot(2.

1)] subplot(2. u=[zeros(1. Komponen utama system ini berupa sebuah processor digital yang mampu bekerja apabila inputnya berupa sinyal digital.1).1. Untuk sebuah input berupa sinyal analog perlu proses awal yang bernama digitalisasi melalui perangkat yang bernama .ones(1.2).5).2)] subplot(2.5). stem(n. n=-3:3.1).u) Ketiklah fungsi dibawah ini BAB IV PROSES PERUBAHAN SINYAL KONTINU (ANALOG) MENJADI DIGITAL (DISKRIT) Proses pengolahan sinyal secara digital memiliki bentuk sedikit berbeda.ones(1.00001 3] u=[zeros(1. Rectangular Diskrit a.zeros(1.2).1. plot(n.u) n=[-3 -2.zeros(1.00001 -2 -1 0 1 2 2.Modul Pemrosesan Sinyal 5.

quantizing dan coding. Dalam proses sampling ini diasumsikan kita menggunakan waktu cuplik yang sama dan konstan. yaitu Ts. Demikian juga output dari processor digital harus melalui perangkat digital-to-analog conversion (DAC) agar outputnya kembali menjadi bentuk analog. x(T) akan dicuplik dan diquantise sehingga berubah menjadi sinyal diskrete x(kT). Frekuensi sampling minimal adalah 2 kali dari frekuensi harmonis dari sinyal. Berikut contoh gambar prosas sampling: . dimana sinyal analog harus melalui proses sampling. contohnya ada proses coding. Dapat juga diibaratkan sebagai sebuah saklar on/off yang membuka dan menutup setiap periode tertentu (T). Sacara umum tahapan yang pertama adalah sampling. Parameter cuplik ini menentukan dari frekuensi harmonis tertinggi dari sinyal yang masih dapat ditangkap oleh proses cuplik ini. Disini akan dijelaskan mengenai teori sampling-kuantisasi-pengkodean (proses perubahan sinyal waktu kontinu menjadi waktu diskrit). Secara ckematis dapat du gambarkan sebagai berikut: Sinyal Analog Sinyal Digital ADC DAC Sinyal Digital Sinyal Analog Proses pengolahan sinyal waktu kontinu menjadi diskrit sendiri terdiri dari berbagai tahadapan. Dalam representasi yang baru inilah sinyal diolah. dan tahapan yang selanjutnya itu tergantung pada proses dari pengolahan sinyal itu sendiri. selain itu ada juga proses kuantisasi. Keuntungan dari metoda ini adalah pengolahan menjadi mudah dan dapat memanfaatkan program sebagai pengolahnya. Sinyal input asli yang tadinya berupa sinyal kontinyu. Sampling itu sendiri adalah Proses mengubah representasi sinyal yang tadinya berupa sinyal kontinyu menjadi sinyal diskrit.Modul Pemrosesan Sinyal analog-to-digital conversion (ADC).

Kuantisasi merupakan proses yang tidak dapatdibalik sehingga menyebabkan distorsi sinyal yang tidak dapat diperbaiki. artinya keempat sinyal tersebut dikelompokkan menjadi level yang sama walaupun tingginya berbeda. . Demikian pula pada level 1. Dapat dilihat pada level 4 terdapat empat buah sinyal yang menempati level yang sama. Maka: eq(n) = xq(n) – x(n) Jarak antara level kuantisasi disebut resolusi. Sehingga apabila kita memiliki level kuantisasi sebanyak L maka kita membutuhkan bilangan biner minimal sejumlah L juga. Pengkodean adalah suatu proses menetapkan bilangan biner tertentu pada tiap level kuantisasi. Sehingga salah satu solusi untuk memperbaiki kesalahan yang ada dengan cara memperbanyak level kuantisasi sehingga kesalahan yang terdapat pada level 1 pun di minimalisir. Setelah proses sampling dan kuantisasi proses yang selanjutnya adalah pengkodean.Modul Pemrosesan Sinyal Fs > 2 Finmax Setelah disampling. sinyal tersebut akan dikonversi menjadi sinyal diskrit atau sinyal digital yang diwakili oleh sejumlah nilai di setiap titik periode dengan jumlah tertentu. Gambar diatas adalah contoh proses kuantisasi yang menggunakan empat level. Proses seperti ini disebut dengan proses kuantisasi. Selisih antara nilai kuantisasi dengan sinyal sebenarnya disebut kesalahan kuantisasi (error quantization).

10. Sehingga sinyal tersebut memiliki kode biner 10. 00. terdapat lima konsep dasar operasi sinyal. 11. yaitu: • Penguatan (Amplifikasi) . 11. Pada dasar operasi sinyal. 01. BAB V DASAR OPERASI SINYAL Pada sinyal kontinu dan sinyal diskrit sering kita lihat bentuk sinyal input dan output itu berbeda. 01. 01. 01. 00. 11.Modul Pemrosesan Sinyal Dari gambar diatas diketahui bahwa level kuantisasi yang awalnya hanya berupa bilangan real kini telah berubah menjadi bilangan biner. 00. 11. 11. Perbedaan bentuk sinyal tersebut pada mata kuliah pemrosesan sinyal ini di pelajari pada sub bab dasar operasi sinyal.

Selain itu melemahnya sinyal juga bisa di akibatkan oleh jarak. Dan energi yang besar ini akan menimbulkan panas yang akan diserap . Jika jarak semakin jauh. dan penguatan sinyal seringkali dinyataklan dalam besaran deci Bell. maka makin jauh pula jarak yang akan di tempuh oleh sinyal tersebut sehingga mengakibatkan energi yang dikeluarkan makin besar. tape. Media transmisi ini biasanya berupa kabel atau kawat. yang didefinisikan sebagai: amp_dB = 10 log(output/input) alat yang digunakan untuk menguatkan sinyal ini disebut amplifier atau opamp. Penguatan (Amplifikasi) Penguatan sinyal sering kita jumpai pada peralatan elektronik seperti. Pelemahan (Attenuasi) Atenuasi adalah proses melemahnya sinyal yang diakibatkan terdapat gangguan pada media transmisi.Modul Pemrosesan Sinyal • • • • Pelemahan (Attenuasi) Pergeseran (Delay) Penjumlahan Perkalian 1. 2. Secara matematis penguatan dapat ditulis sebagai berikut: y(t)= amp x(t) y(t) = sinyal output amp = konstanta penguatan sinyal x(t) = sinyal input Besarnya nilai konstanta sinyal amp >1. Proses penguatannya yaitu sinyal input lalu di proses pada rangkaian op-amp. dll. radio. apabila nilai Rf > Ri maka sinyal tersebut akan menguat.

sehingga muncul satu buah sinyal output. Pergeseran (Delay) Pergeseran sinyal adalah sinyal input u(t) yang digeser sejauh n. Berikut diagram dari pelemahan sinyal: Dalam bentuk operasi matematik sebagai pendekatannya. 3. Proses penjumlahan siyal biasa terjadi pada proses transimi melalui suatu media. Sinyal yang dikirimkan oleh pemancar setelah melewati medium tertentu misalnya udara akan mendapat pengaruh kanal. Penjumlahan Pada penjumlahan sinyal terdapat dua bentuk sinyal input yang lalu dijumlahkan menjadi satu. Selain itu penyebab dari melemahnya sinyal adalah frekuensi yang semakin tinggi dan amplitudo yang semakin kecil sehingga menyebabkan sinyal yang keluarpun semakin melemah. yang merupakan konstanta pelemahan yang terjadi. Sehingga secara matematis dapat ditulis : 4. sehingga mengakibatkan sinyal yang masuk menjadi melemah saat keluar.Modul Pemrosesan Sinyal oleh media transmisi. dapat menaikkan level tegangan atau menurunkan level tegangannya tergantung komponen yang dijumlahkan. Sehingga pada bagian penerima akan mendapatkan sinyal . peristiwa ini dapat diberikan sebagai berikut: y(t)= att x(t) Dalam hal ini nilai att < 1.

Munculnya noise ini pun bisa diperbaiki menggunakan prinsip dasar operasi penjumlahan sinyal. Gambar dan RF amp suara. Aplikasi dari penjumlahan sinyal bisa kita jumpai pada kompensator. yaitu dua buah sinyal input yang lalu dikalikan (mixer) supaya menghasilkan satu bentuk sinyal output. Aplikasi dari perkalian bisa kita jumpai pada televisi.Modul Pemrosesan Sinyal sebagai hasil jumlahan sinyal asli dari pemancar dengan sinyal yang terdapat pada kanal tersebut. Namun yang membedakan adalah bentuk sinyal yang keluar. 5. Perkalian Proses perkalian sinyal hampir sama dengan penjumlahan. Secara umum caranya sama dengan cara menampilkan sinyal menggunakan MATLAB yang telah dijelaskan pada bab III. Lalu kedua buah sinyal ini di mixing dengan osilator sehingga menghasilkan RF amp. Caranya yaitu dengan menjumlahkan sinyal asli yang terdistorsi dengan sinyal kebalikan dari sinyal distorsi sehingga sinyal tersebut kembali normal. BAB VI MENAMPILKAN OPERASI DASAR SINYAL PADA MATLAB Pada bab ini akan dijelaskan cara menampilkan sinyal dari proses dasar sinyal yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Pada televisi ini terdapat dua buah inout sinyal yang berasal dari proses video dan proses audio. . Secara matematis dapat diberikan sebagai berikut: y(t) = x1(t) + x2(t) Pada sebuah alat elektronik biasanya muncul noise (gangguan pada komponen alat elektronika) sehingga menyebabkan sinyal itu terganggu.lalu dijumlahkan sehingga muncullah gambar yang bergabung dengan suara menjadi satu pada satu tempat.

plot(t1.t1. kita di ajarkan untuk mengolah sinyal kontinu atau diskrit tersebut sesuai dengan proses dasar sinyal yang telah dijelaskan sebelumnya. Pelemahan M – File MATLAB: f=10. t=0:100. Penguatan M – File MATLAB f=10.y2) Dari gambar diatas diketahui sinyal asli yang berwarna biru melemah sebesar 0.y1. y1=sin(2*pi*f*t1). t1=t/T. Berikut contoh hasil olahan sinyal sesuai dengan proses yang telah ditentukan: 1. a=1/5. Namun pada BAB VI ini. y1=sin(2*pi*f*t1). a=5. T=200. t1=t/T. T=200. .2 sehingga sinyal output yang muncul yaitu yang berwarna hijau. 2. t=0:100.Modul Pemrosesan Sinyal Jika pada BAB III. kita di ajarkan cara untuk membuat sinyal dalam bentuk kontinu dan diskrit. y2=a*sin(2*pi*f*t1).

plot(t1. kini mengalami penguatan sampai 5x sehingga memiliki tinggi gelombang sebesar 5. subplot(3. t=0:100.1) .t1. 3. f2=5.1. Penjumlahan M – File MATLAB: f1=10. T=200. y1=sin(2*pi*f1*t1).Modul Pemrosesan Sinyal y2=a*sin(2*pi*f*t1).y2) dari gambar diatas diketahui sinyal asli yang berwarna biru yang pada awalnya memiliki tinggi gelombang sebesar 1. t1=t/T.y1.

subplot(3.1.3) plot(t1. f2=2.Modul Pemrosesan Sinyal plot(t1.y2) y3=y1+y2. pha=1. t=0:100. subplot(3. Lalu kedua buah sinyal input tersebut dijumlahkan sehingga muncul satu buah bentuk gelombang sinyal output. Perkalian M – File MATLAB f1=5.2) plot(t1.y3) Dari gambar diatas terlihat bahwa terdapat dua buah sinyal input yang memiliki nilai frekuensi berbeda sehingga panjang gelombang dari kedua sinyal input itu pun tampak berbeda. 4.y1) y2=sin(2*pi*f2*t1).5*pi.1. y1=sin(2*pi*f1*t1).1. subplot(3.2) . T=100.1) plot(t1.y1) y2=sin(2*pi*f2*t1+pha).1. subplot(3. t1=t/T.

3) plot(t1.Modul Pemrosesan Sinyal plot(t1.y3) Dari gambar diatas terlihat bahwa terdapat dua buah sinyal input yang memiliki nilai frekuensi berbeda sehingga panjang gelombang dari kedua sinyal input itu pun tampak berbeda.y2) y3=y1. . Lalu kedua buah sinyal input tersebut dikalikan sehingga muncul satu buah bentuk gelombang sinyal output.*y2.1. subplot(3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->