P. 1
Kelangsungan Hidup Makhluk Hidup

Kelangsungan Hidup Makhluk Hidup

|Views: 328|Likes:

More info:

Published by: Ruri Nurina Ghiansechda on Dec 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/02/2015

pdf

text

original

Makalah IPA

KELANGSUNGAN HIDUP MAKHLUK HIDUP

Nama Kelas

: Litani Evitasari : IX ± E

No. Absen : 18

Kamu dengan mudah dapat mengamati adaptasi morfologi karena perubahan yang terjadi merupakan perubahan bentuk luar. y Adaptasi Morfologi pada Hewan Mengapa bentuk paruh burung bermacam-macam?. batang dilapisi lapisan lilin yang tebal. Adaptasi morfologi pada burung juga dapat dilihat pada macam-macam bentuk kakinya. bentuk paruh burung bermacam-macarn disesuaikan dengan jenis makanannya. serta mempunyai banyak stomata. paruhnya sesuai untuk menangkap ikan.Adaptasi pada Hewan dan Tumbuhan Adaptasi Morfologi Adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk tubuh. contohnya tumbuhan paku dan lumut. Burung kolibri. 1. 3. Contoh adaptasi morfologi adalah sebagai berikut. paruhnya sesuai untuk memahat batang pohon dan menangkap serangga di dalamnya. . paruhya sesuai untuk mengisap madu dari bunga. atau alat-alat tubuh organisme terhaclap lingkungannya. 2. Burung pelikan. paruhnya sesuai untuk mengoyak daging mangsanya. tumbuhan dibedakan menjadi sebagai berikut. antara lain mempunyai daun berukuran kecil atau bahkan tidak berdaun (mengalami modifikasi menjadi duri). Xeroflt. dan berakar panjang sehingga berjangkauan sangat luas. Burung paruhnya sesuai untuk makan biji-bijian. Cara adaptasi hidrofit. contohnya teratai. Hidrofit. contohnya kaktus. yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan berair. Cara adaptasi xerofit. yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan yang kering. antara lain berdaun lebar dan tipis. y Adaptasi Morfologi pada Tumbuhan Berdasarkan tempat hidupnya. yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan lembap. Burung elang. Struktur tubuh. Burung pelatuk. Higrofit.

Kamu mudah mengamati adaptasi fisiologi karena adaptasi fisiologi menyangkut fungsi alat-alat tubuh yang umumnya terletak di bagian dalam tubuh. Tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh serangga mempunyai bunga yang berbau khas. herbivor memakan tumbuhan). Ekor cecak yang terputus tetap dapat bergerak sehingga perhatian pemangsanya beralih pada ekor tersebut dan cecak dapat menyelamatkan diri. Cumi-cumi juga mampu mengubah-ubah warna kulitnya sesuai dengan warna lingkungannya. bunglon terlindung dari pemangsanya sekaligus tersamar dari hewan yang akan dimangsanya. yaitu memutuskan ekornya. Tumbuhan tertentu menghasilkan zat khusus yang dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan lain atau melindungi diri terhadap herbivor. yaitu mengubah-ubah warna kulitnya sesuai dengan warna lingkungan/tempat hinggapnya. Jumlah sel darah merah orang yang tinggal di pegunungan lebih banyak jika dibandingkan dengan orang yang tinggal di pantai/dataran rendah. Dengan demikian. Dalam keadaan bahaya. cecak melakukan autotomi. 4. Dengan mengubah warna kulitnya sesuai dengan lingkungannya. Contoh adaptasi fisiologi adalah sebagai berikut y Adaptasi Fisiologi pada Manusia 1. Contoh adaptasi tingkah laku adalah sebagai berikut.Adaptasi Fisiologi Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian fungsi alat-alat tubuh organism terhadap lingkungannya. bunglon dapat terhindar dari bahaya dan sekaligus lebih mudah menangkap mangsanya. orang cenderung lebih banyak mengeluarkan urine (air seni). antara lain terdapat pada ukuran (panjang) usus dan enzim pencernaan yang berbeda. serta omnivor (pemakan daging dan turnbuhan). paus muncul di permukaan air untuk menghirup udara dan menyemprotkan air. Kamu dapat dengan mudah mengamati adaptasi ini. y Adaptasi Tingkah Laku pada Hewan 1. hewan dapat dibedakan menjadi karnivor (pemakan daging). Pada saat udara dingin. Paus melakukan tindakan demikian karena alat pernapasannya berupa paru-paru tidak dapat memanfaatkan oksigen yang terlarut di dalam air. Ukuran jantung para atlet rata-rata lebih besar dari pada ukuran jantung orang kebanyakan. Untuk mencerna tumbuhan yang umumnya mempunyai sel-sel berdinding sel keras. rata-rata usus herbrvor lebih panjang daripada usus karnivor: y Adaptasi Fisiologi pada Tumbuhan 1. 2. Penyesuaian hewan-hewan tersebut terhadap jenis makanannya. 3. . semak azalea di Jepang menghasilkan bahan kimia beracun sehingga rusa tidak memakan daunnya. Misalnya. Bunglon melakukan mimikri. Cumi-cumi mengeluarkan tinta/cairan hitam ketika ada bahaya yang mengancamnya. y Adaptasi Fisiologi pada Hewan Berdasarkan jenis makanannya. 3. Adaptasi Tingkah Laku Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian organisme terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku. 2. Secara berkala. 2.

Seleksi Alam Seleksi alam adalah proses di alam. antara lain dengan membentuk zoospora. misalnya pohon jati dan randu. Di Kepulauan Galapagos juga terdapat contoh adanya seleksi alam yang lain. dan proses makan dimakan. Pada musim kemarau. Reproduksi merupakan ciri makhluk hidup yang penting karena bertujuan melestarikan jenisnya agar tidak punah. Contoh organisme yang punah karena seleksi alam adalah dinosaurus. Terdapat dua macam reproduksi. dan membelah diri. organisme yang tidak berhasiI lolos dari seleksi alam akan punah. Akibatnya. Persaingan antarorganisme. Pada saat lingkungan dalam keadaan kering. . fragmentasi. Beberapa teori berusaha menjelaskan punahnya dinosaurus. tumbuhan yang termasuk suku jahejahean akan mematikan sebagian tubuhnya yang tumbuh di permukaan tanah. Tabrakan itu menimbulkan ledakan hebat yang mengakibatkan terlepasnya sejumlah besar debu ke atmoster. Adapun kaktus yang hidup di pulau yang dihuni kura-kura tumbuh seperti pohon dengan batang tebal dan tinggi serta dilindungi oleh duri yang keras dan kaku. yaitu reproduksi vegetatif (aseksual/tidak kawin) dan reproduksi generatif ( seksual/kawin ). menggugurkan daunnya.y Adaptasi Tingkah Laku pada Tumbuhan 1. Dinosaurus yang herbivor tidak mendapatkan makanan dan mati. Debu tersebut menghalangi sinar matahari sehingga tumbuhan hijau tidak dapat melakukan fotosintesis. Misalnya perubahan lingkungan. tumbuhan tropofit. Kaktus yang hidup di pulau yang tidak dihuni kura-kura tumbuh rendah dengan duri-duri lunak. yang dapat memilih organisme yang dapat bertahan hidup atau tidak dapat bertahan hidup di alam. 2. Reproduksi pada Tumbuhan Tumbuhan Tidak Berpembuluh Reproduksi Ganggang (Alga) y Reproduksi vegetatif. Salah satunya menyebutkan bahwa dinosaurus punah karena jutaan tahun yang lalu sebuah meteor menabrak bumi. Organisme yang berhasil lolos dari seleksi alam akan mampu bertahan hidup. Dinosaurus pemakan daging yang tidak mendapat mangsa akhirnya punah. Reproduksi (Perkembangbiakan) Organisme yang mempunyai tingkat reproduksi tinggi memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya apabila dibandingkan dengan organisme yang mempunyai tingkat reproduksi rendah. banyak tumbuhan mati. Sebaliknya.

Tumbuhan Berpembuluh y Reproduksi Tumbuhan Paku Pada tumbuhan paku terjadi metagenesis. Rhizoma antara lain ditemukan pada tanaman lengkuas. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan geragih adalah pegagan dan arbei (geragih tumbuh menjalar di atas tanah). Untuk membedakan jenis kelamin ditandai dengan (+) dan (-). 1. y Reproduksi Tumbuhan Berbiji Reproduksi Vegetatif Reproduksi vegetatif pada tumbuhan berbiji dapat dibedakan menjadi dua macam. Konjugasi. Tumbuhan paku merupakan generasi sporofit yang menghasilkan spora. Reproduksi vegetatif alami adalah reproduksi vegetatjf yang terjadi secara alami (tanpa campur tangan manusia). 2. tidak dapat menghasilkan spora. 3. Secara Fragmentasi. yaitu reproduksi generatif pada organisme yang tidak diketahui jenis kelaminnya. Dengan pembentukan gamet (sel kelamin).berupa sel reproduksi aseksual yang memiliki flagel (bulu cambuk). pada geragih terdapat buku-buku dengan tunas-tunas yang dapat tumbuh menjadi organisme baru. ujung geragih akan membelok ke atas dan tumbuh menjadi tanaman baru yang jauh dari induknya. Sporofil adalah daun yang bersifat fertil (subur). misalnya pada Ulva dan Oedogonium. Daun paku dibedakan menjadi dua macam. Reproduksi secara konjugasi terjadi pada Spirogyra. y Geragih (Stolon) Geragih (stolon) adalah batang yang tumbuh menjalar di atas atau di bawah permukaan tanah. Setelah jauh dari induknya. sedangkan reproduksi vegetatif buatan adalah reproduksi vegetatif dengan bantuan manusia. Konjugasi diawali dengan plasmogonu (persatuan plasma) dilanjutkan dengan kariogomi (persatuan inti sel). Pada setiap buku terdapat daun yang berubah bentuk menjadi sisik dan di setiap ketiak sisik terdapat tunas. setiap potongan tubuh dapat berkembang menjadi organisme baru. dapat menghasilkan spora: sedangkan tropofil adalah daun yang bersifat infertil (mandul). misalnya pada Spirogyra. y Rhizoma Rhizoma (akar rimpang) sebenarnya adalah akar yang tumbuh mendatar dan terletak di bawah permukaan tanah. Dengan membentuk . tanaman tersebut tetap bergabung dengan tanaman induknya sehingga membentuk rumpun. dan temu lawak. Jika tunas di ujung rhizoma dan ketiak tumbuh menjadi tanaman baru. yaitu sel telur (ovum) oleh oogonium dan sperma oleh anteridium. y Tunas Adventif . Dengan membelah diri. antara lain dengan konjusasi dan membentuk sel kelamin. yaitu sporofil dan tropofil.oospora ( spora keebara). serta rumput teki (geragih tunbuh di barvah permukaan tanah). misalnya pada Navicula y Reproduksi generatif. Kuncup bagian ujung umumnya menyentuh ranah. kunyit. yaitu reproduksi vegetatif alami dan reproduksi vegetatif buatan. misalnya pada Chlorococcum. yaitu pemotongan bagian tubuh menjadi beberapa bagian. 2. sansiviera. Rhizoma berbentuk mirip akar.1. tetapi berbuku-buku (beruas-ruas) seperti batang dan pada ujungnya terdapat kuncup. Di bagian bawah tunas dapat tumbuh akar-akar serabut baru.

dan lebah). Misalnya. Umbi batang juga merupakan alat perkembangbiakan secara vegetatif. dan jagung. eceng gondok. Zoidiogami dibedakan berdasarkan jenis hewan yang membantu penyerbukan. dan menyerupai sisik. y y y Anemogami adalah penyerbukan dengan bantuan angin. bunga terletak jauh di atas daun. kepala putik menyembul keluar dari bunga sehingga mudah menangkap serbuk sari. memiliki kelenjar madu. Zoidiogami terjadi pada tumbuhan yang memiliki bunga dengan ciri-ciri: bunga berukuran besar. bawang putih. dan kiropterogani (penyerbukan dengan bantuan kelelawar). Berdasarkan faktor penyebab sampainya serbuk sari di kepala putik. antara lain lalat. sangat banyak. terjadi proses penyerbukan/persarian (polinasi ). dan terung-terungan. dibungkus oleh daun-daun yang berdaging. dan sukun. . Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi batang adalah kentang dan gembili. tangkai bunga panjang. yang dapat tumbuh menjadi tanaman baru. y Umbi Lapis Umbi lapis adalah tunas yang mengalami modifikasi' terdiri atas batang yang sangat pendek. Zoidiogami dapat terjadi pada jambu. kumbang. dan teratai. Anemogami terjadi pada tumbuhan yang memiliki bunga dengan ciri-ciri: bunga berukuran kecil. dan bakung. berbulu. mahkota bunga berwarna mencolok dengan aroma khas. Pada tumbuhan biji tertutup (Angiospermae). Anemogami clapat terjadi pada rumputrumputan. Pada umbi batang dapat tumbuh mata tunas. Tumbuhan berumah dua adalah tumbuhan yang memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam tumbuhan yang berbeda. Tumbuhan berumah satu adalah tumbuhan yang memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam satu tumbuhan. Bagian ini merupakan tempat menyimpan cadangan makanan. penyerbukan dapat dibedakan sebagai berikut. dan pepaya. Contoh tumbuhan berumah satu adalah kacang-kacangan. Pada tumbuhan biji tertutup (Gymnospermae) penyerbukan adalah melekatnya serbuk sari langsung pada bakal biji. kepala putik besar. tidak mempunyai mahkota bunga atau mahkota bunganya berukuran kecil. Penyerbukan dengan bantuan air akan terjadi jika tubuh tanarnan terendam dalam air. serbuk sari bersifat lengket (mudah melekat). serbuk sari kecil. y Umbi Batang Umbi batang adalah batang yang tumbuh di dalam tanah. kedudukan benang sari bergantungan. Contoh tumbuhan yang me|akukan perkembangbiakan dengan tunas adventif adalah cocor bebek. ujungnya menggembung membentuk umbi. padi. tidak mempunyai kelenjar madu. malakogami (penyerbukan dengan bantuan siput/bekicot). kesemek. Hidrogami adalah penyerbukan dengan bantuan air. mangga. baik pada satu bunga ataupun pada bunga yang berbeda. terutama zat tepung. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya melekatnya serbuk sari di kepala putik. Entomogami (penyerbukan dengan bantuan serangga. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi lapis adalah bawang merah. jambu-jambuan. sebelum terjadi proses pembuahan (fertilisasi). serbuk sarinya berhamburan jika digoyang. Contoh tumbuhan berumah dua adalah salak dan pakis haji. jeruk. tangkai putik terjulur ke luar. mahkota bunga tidak berrvarna menarik atau berwarna seperti daun. dan ringan sehingga mudah diterbangkan angin.Tunas adventif adalah tunas yang tumbuh bukan pada ujung batang ataupun ketiak daun. Hidrogami dapat terjadi pada Hydrilla sp. Zoidiogami adalah penyerbukan dengan bantuan hewan. Reproduksi Generatif'' Penyerbukan Pada tumbuhan.

4. Berdasarkan asal serbuk sari yang jatuh ke kepala putik. Penyerbukan tetangga (geitonogami). tetapi berbeda varietas. Pada hewan karang. misalnya bunga mangga manalagi diserbuki bunga mangga golek. Begitu juga ketika dipotong menjadi tiga bagian. yaitu alat reproduksi jantan dan betina dan dapat melakukan reproduksi secara generatif. Amoeba akan melindungi diri dengan membentuk kista yang berdinding sangat kuat. Individu baru Hydra terbentuk dari bagian tubuh Hydra dewasa. 2. terjadi apabila serbuk sari yang jatuh ke kepala putik berasal dari benang sari bunga tanaman lain yang termasuk satu jenis (spesies). Ketika kondisi lingkungan membaik. artinya dalam satu individu terdapat dua macam alat reproduksi. sampainya serbuk sari ke kepala putik dengan bantuan manusia. penyerbukan dapat dibedakan sebagai berikut. Contoh hewan yang melakukan reproduksi secara fragmentasi adalah cacing Planctria. disebut kleistogami. 3. individu baru terbentuk dari potongan tubuh induknya. Cacing Planaria bersifat hermafrodit.Penyerbukan dengan bantuan manusia (antropogami). Penyerbukan sendiri (autogami). dinding kista akan pecah dan individu-individu baru tersebut keluar. terjadi apabila serbuk sari yang jatuh ke kepala putik berasal dari benang sari bunga lain dalam satu tanaman. Puramaecium. dan Euglena. diikuti pemisahan yang membentuk dua individu. kemudian diikuti pembelahan sitoplasma menjadi dua bagian yang masing-masing menyelubungi dua nukleus tersebut. bagian tengah sitoplasma menggenting (menyempit). Pembentukan Tunas Contoh hervan yang melakukan reproduksi dengan membentuk tunas ialah Hydra. hewan karang. Jika terjadinya penyerbukan pada saat bunga masih kuncup. Cacing Planaria mempunyai daya regenerasi yang sangat tinggi. Fragmentasi Pada fragmentasi. Selanjutnya. Penyerbukan silang (allogami). Penyerbukan ini dapat terjadi pada vanili dan beberapa jenis anggrek. Amoeba membelah diri berulang-ulang menghasilkan banyak individu baru dengan ukuran yang lebih kecil. Proses pembelahan diawali dengan proses pembelahan inti sel (nukleus) rnenjadi dua. Reproduksi pada Hewan Reproduksi Avertebrata y Reproduksi Vegetatif Membelah Diri Reproduksi dengan cara membelah diri hanya terjadi pada Protozoa (hewan bersel satu). Hal ini terjadi karena tidak ada perantara yang membantu penyerbukan. Pada saat keadaan lingkungan kurang menguntungkan. Penyerbukan ini dilakukan untuk mendapatkan jenis bibit baru yang unggul. Penyerbukan bastar. 1. Masing-masing potongan tubuh akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru. Hewan lain yang melakukan reproduksi dengan tunas misalnya ubur-ubur. tunas akan melepaskan diri dari tubuh induknya. masing-masing potongan akan tumbuh dan berkembang menjadi dua ekor cacing Planaria. terjadi apabila serbuk sari yang jatuh ke kepala putik berasal dari benang sari bunga itu sendiri. terjadi apabila serbuk sari yang jatuh ke kepala putik berasal dari benang sari bunga tanaman lain yang sejenis. kemudian tumbuh dan berkembang menjadi Amoeba dewasa. dan anemon laut. tunas tumbuh di . masing-masing tumbuh dan berkembang menjadi tiga ekor cacing Planaria. misalnya Amoeba. Seekor cacing Planaria yang dipotong menjadi dua bagian. Setelah cukup besar. Di dalam kista tersebut.

dan bersifat hermafroidit. Plasmodium mengalami dua fase. yaitu fase generatif dan fase vegetatif. untuk melakukan reproduksi tetap diperlukan dua individu. Meskipun demikian. Porivera tidak dapat melakukan reproduksi sendiri. Ovum Porifera yang sudah masak dibuahi sperma individu lain yang sejenis. Larva berflagela tersebut keluar dari tubuh induknya melalui suatu lubang yang disebut oskulum dan berenang menjauh. Larva yang sangat kecil itu akan menempel pada suatu dasar perairan untuk tumbuh dan berkembang menjadi Poriferadewasa. Dari hasil pembuahan ini. terbentuklah larva berflagela (berbulu cambuk). Jadi. sedangkan fase vegetatif berlangsung di dalam tubuh penderita penyakit malaria. Anggota Protozoa yang melakukan konjugasi. Sporulasi Sporulasi adalah proses pembelahan berganda (pembelahan multipel) yang menghasilkan spora. Contoh hewan yang melakukan reproduksi dengan sporulasi adalah Plasmodium. Testis (alat kelamin jantan. ovum Hyidra dapat dibuahi oleh sperma yang dihasilkan oleh individu yang sama. Hydra bersifat hermafrodit. penghasil ovum) berupa bulatan menggelembung. Dalam siklus hidupnya.dalam tubuh. Porifera Porifera (hewan berpori) merupakan hewan bersel banyak hidup melekat di dasar perairan. Proses reproduksi generatif Porifera adalah sebagai berikut. . Fase generatif berlangsung di dalam tubuh nyamuk Anopheles betina. y Reproduksi Generatif Protozoa Pada Protozoa (hewan bersel satu). disebut tunas dalam (gemulae). Meskipun mempunyai dua macam alat reproduksi. Penghasil sperma) hydra berbentuk kerucut dan terletak pada kulit luar. reproduksi generatil terjadi dengan cara konjugasi. Dengan kata iain. Berbeda dengan Porifera. misalnya Paramecium caudatum. pada Hydra dapat terjadi pembuahan sendiri. hewan bersel satu yang dikenal sebagai penyebab penyakit malaria. sedangkan ovarium (alat kelamin betina. gemulae akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru. Coelenterata Contoh anggota Coelenterata (hewan berongga) yang dapat melakukan reproduksi secara generatif adalah Hyadra. Jika induk hewan karang mati. yaitu perkarwinan antara dua individu sejenis yang tidak diketahui jenis kelaminnya. pembuahan sendiri jarang terjadi karena waktu masak ovum dan sperma tidak bersamaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->