Nurul Meirama 0806326260

Tugas Sifat Material -rangkuman

Gambar 1: Besi yang mengalami korosi

Penjelasan Korosi
Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki. Korosi pertama diindentifikasi hampir 100 jenis dan telah dideskripsikan awal tahun 1934. Korosi atau secara awam lebih dikenal dengan istilah pengkaratan merupakan fenomena kimia pada bahan-bahan logam di berbagai macam kondisi lingkungan. Sistim elektrokimia telah banyak membantu menjelaskan mengenai korosi ini, yaitu reaksi kimia antara logam dengan zat-zat yang ada di sekitarnya atau dengan partikel-partikel lain yang ada di dalam matrik logam itu sendiri. Jadi dilihat dari sudut pandang kimia, korosi pada dasarnya merupakan reaksi logam menjadi ion pada permukaan logam yang kontak langsung dengan lingkungan berair dan oksigen.

Faktor Penyebab Korosi
Faktor yang berpengaruh terhadap korosi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu yang berasal dari bahan itu sendiri dan dari lingkungan. Faktor dari bahan meliputi kemurnian bahan, struktur bahan, bentuk kristal, unsur-unsur kelumit yang ada dalam bahan, teknik pencampuran bahan

Jadi dilihat dari sudut pandang kimia. maka proses korosi tidak dapat dihindari lagi. basa serta garam. kelembaban. Bejana-bejana penyimpan ammoniak harus selalu diperiksa untuk mencegah terjadinya kebocoran dan pelepasan bahan ini ke udara. juga sebagai bahan untuk pembuatan pupuk. Jika hal itu terjadi. baik dalam bentuk senyawa an-organik maupun organik. Embun pagi saat ini umumnya mengandung aneka partikel aerosol. yaitu reaksi kimia antara logam dengan zat-zat yang ada di sekitarnya atau dengan partikel-partikel lain yang ada di dalam matrik logam itu sendiri. debu serta gas-gas asam seperti NOx dan SOx. bahan ini berada dalam bentuk gas dan sangat mudah terlepas ke udara. hidrogen fluorida beserta persenyawaanpersenyawaannya dikenal sebagai bahan korosif. keberadaan zat-zat kimia yang bersifat korosif dan sebagainya. kedua gas tersebut dapat berubah menjadi asam nitrat (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4). Pada suhu dan tekanan normal. Udara yang asam ini tentu dapat berinteraksi dengan apa saja. Faktor dari lingkungan meliputi tingkat pencemaran udara. Ammoniak dalam kegiatan industri umumnya digunakan untuk sintesa bahan organik. Ammoniak (NH3) merupakan bahan kimia yang cukup banyak digunakan dalam kegiatan industri. Penguapan dan pelepasan bahan-bahan korosif ke udara dapat mempercepat proses korosi. Dalam industri. udara menjadi terlalu asam dan bersifat korosif dengan terlarutnya gas-gas asam tersebut di dalam udara. bahan ini umumnya dipakai untuk sintesa bahan-bahan organik. .Nurul Meirama 0806326260 Tugas Sifat Material -rangkuman dan sebagainya. Penyelidikan tentang sistim elektrokimia telah banyak membantu menjelaskan mengenai korosi ini. Flour. suhu. Udara dalam ruangan yang terlalu asam atau basa dapat memeprcepat proses korosi peralatan elektronik yang ada dalam ruangan tersebut. Korosi atau secara awam lebih dikenal dengan istilah pengkaratan merupakan fenomena kimia pada bahan-bahan logam di berbagai macam kondisi lingkungan. korosi pada dasarnya merupakan reaksi logam menjadi ion pada permukaan logam yang kontak langsung dengan lingkungan berair dan oksigen. Di dalam udara. Oleh sebab itu. Bahan-bahan korosif (yang dapat menyebabkan korosi) terdiri atas asam. termasuk komponen-komponen renik di dalam peralatan elektronik. sebagai bahan anti beku di dalam alat pendingin.

.Nurul Meirama 0806326260 Tugas Sifat Material -rangkuman MEKANISME KOROSI Mekanisme korosi tidak terlepas dari reaksi elektrokimia. Perpindahan elektron merupakan hasil reaksi redoks (reduksioksidasi). Beberapa jenis reaksi katodik yang terjadi selama proses korosi logam yaitu : Pelepasan gas hydrogen : Reduksi oksigen : + + Reduksi ion logam : Pengendapan logam : Reduksi ion hydrogen : + + + 2e --> + 4e --> O4 --> + e --> + 3 e --> 3 Na + 4 e --> O + 4e --> O O Korosi dapat terjadi oleh air yang mengandung garam. Pada proses elektrokimianya akan terbentuk anoda dan katoda pada sebatang logam. Reaksi anodik yang terjadi pada proses korosi logam yaitu : M --> + ne Proses korosi dari logam M adalah proses oksidasi logam menjadi satu ion (n+) dalam pelepasan n elektron. Mekanisme korosi melalui reaksi elektrokimia melibatkan reaksi anodik di daerah anodik. Reaksi katodik terletak di daerah katoda. Harga dari n bergantung dari sifat logam sebagai contoh besi : Fe--> + 2e Reaksi katodik juga berlangsung di proses korosi. Reaksi elektrokimia melibatkan perpindahan elektron-elektron. karena logam akan bereaksi secara elektrokimia dalam larutan garam (elektrolit). Reaksi anodik (oksidasi) diindikasikan melalui peningkatan valensi atau produk elektronelektron. Reaksi katodik diindikasikan melalui penurunan nilai valensi atau konsumsi elektron-elektron yang dihasilkan dari reaksi anodik.

O2 + 2 H2O + 4e → 4OH. Fe → Fe2+ + 2e E0 = 0.Nurul Meirama 0806326260 Tugas Sifat Material -rangkuman Untuk itu. kita bahas bagaimana proses korosi pada logam besi. Demikian pula untuk dengan logam yang potensial elektrodanya positif sukar mengalami korosi.44 + 1. Seng amat mudah teroksidasi membentuk lapisan ZnO. Pertama-tama besi mengalami oksidasi. Cara lain yang juga sering dipergunakan adalah galvanisasi atau perlindungan katoda.63 Volt. .E0 = 0. Dengan kata lain proses korosi besi akan lebih mudah terjadi dalam suasana asam. proses oksidasinya adalah O2 + 4 H+ + 4e → 2 H2O E0 = 1. Dalam industri logam. dengan cara mengecat permukaan logam dan dapat pula dengan melapisi permukaan logam tersebut dengan logam lain yang lebih mudah mengalami oksidasi. biasanya zat pengisi (campuran) atau impurities diusahakan tersebar merata didalam logam.44 V dilanjutkan dengan reduksi gas Oksigen. Jika proses ini dalam suasana asam maka.84 V) menunjukan bahwa reaksi ini dapat terjadi. Untuk mencegah terjadinya korosi. Faktor yang mempengaruhi proses korosi meliputi potensial reduksi yang negatif. Lapisan inilah yang akan melindungi besi dari oksidator.23) = 1. logam dengan potensial elektrodanya yang negatif lebih mudah mengalami korosi. Proses ini digunakan pada pelapisan besi dengan seng. beberapa teknik atau cara diusahakan. Logam diusahakan agar tidak kontak langsung dengan oksigen atau air.23 V dan potensial reaksinya semakin besar yaitu: E = (0.40 V Kedua reaksi menghasilkan potensial reaksi yang positif (E = 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful