P. 1
Prinsip Dasar an Kurikulum

Prinsip Dasar an Kurikulum

|Views: 643|Likes:
Published by iraonefn3480

More info:

Published by: iraonefn3480 on Dec 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/05/2012

pdf

text

original

Sections

Sasaran belajar kuliah ini diharapkan agar

:
1.Mengidentifikasikan dan mengklasifikasikan beberapa

konsep kurikulum. 2.Menjelaskan komponen kurikulum serta kaitan antara semua komponen. 3.Menuliskan perbedaan antara kurikulum dan pengajaran. 4.Menjelaskan kaitan antara kurikulum dengan buku teks
1

5.Mengidentifikasikan fungsi kurikulum bagi guru, murid, dan administrator, serta cara-cara penggunan kurikulum. 6.Mengidentifikasi fungsi kurikulum 7.Menyebutkan dasar pengembangan kurikulum 8. Mendeskripsikan prinsip-prinsip utama pengembangan kurikulum.

2

LATAR BELAKANG
Apa tugas utama seorang guru ? Membimbing, mengajar, melatih peserta didik secara profesional sehingga dapat mengantar kan peserta didik ke pencapaian tujuan pendidikan. Pedoman apa yang harus digunakan & dimengerti guru dalam melaksanakan tugas mengajar ?
Apa yang dimaksud dengan kurikulum ? Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi, dan bahan pelajaran, serta cara-cara yang digunakan dalam menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar.

3

KONSEP KURIKULUM
 ISTILAH KURIKULUM MEMPUNYAI BEBERAPA ARTI

ANTARA LAIN:  Sebagai rencana pelajaran  Sebagai pengalaman belajar  Sebagai rencana belajar siswa

 Kegiatan yang merupakan penunjang dalam mempelajari

suatu mata pelajaran disebut co-curricular activities

 Sedangkan kegiatan yang tidak termasuk pelajaran dan

juga bukan penyerta, maka dimasukan pada kegiatan di luar kurikulum yang disebut dengan extracurricular activities
4

PENGEMBANGAN KURIKULUM SAMA DENGAN MERENCANAKAN PENGAJARAN
 Apabila akan mengembangkan kurikulum perlu

mengajukan pertanyaan sebagai berikut: 1.Apakah tujuan yang ingin dicapai ? 2.Pengalaman belajar apa yang perlu disiapkan untuk mencapai tujuan ? 3.Bagaimana pengalaman belajar itu diorganisasikan secara efektif ? 4.Bagaimana menentukan keberhasilan pencapaian tujuan ?
5

KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM
   

KOMPONEN TUJUAN KOMPONEN ISI KOMPONEN METODE/PROSES KBM KOMPONEN EVALUASI/PENILAIAN

   

Komponen tujuan: sasaran yang hendak dituju Isi kurikulum:pengalaman belajar yang didapat siswa Metode:bagaimana cara siswa memperoleh nya Evaluasi: bukti apakah mencapai tujuan/tidak
6

KRITERIA DALAM MERUMUSKAN ORGANISASI KURIKULUM YANG EFEKTIF ADALAH:
Berkesinambungan (continuity) 2. Berurutan (sequence) 3. Keterpaduan (integration)
1.

FUNGSI KURIKULUM BAGI GURU Sebagai pedoman bagi guru dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari di sekolah

7

KURIKULUM DAN BUKU TEKS
 Buku teks merupakan sumber yang memuat materi

yang harus diajarkan guru dan sebagai sarana belajar untuk menunjang suatu program pengajaran.  Kurikulum dengan buku teks keberadaannya selalu berkaitan, bisa di ibaratkan kurikulum adalah resep masakan dan buku teks adalah bahan-bahan yang diperlukan untuk mengolah masakan, dan pengolahnya adalah guru.

8

FUNGSI DAN KEGUNAAN KURIKULUM
 Sebagai pedoman: melaksanakan kerja
 Berfungsi preventif: agar guru terhindar melakakukan

hal-hal yang tidak sesuai dengan yang di tetapkan kurikulum.  Berfungsi korektif: sebagai rambu-rambu apabila bertindak menyimpang dari kurikulum  Berfungsi konstruktif: memberikan arah yang benar bagi pelaksanaan nya.

9

SEBAGAI PEDOMAN DALAM MEMBERIKAN SUPERVISI KEPADA GURU, SERTA DALAM PERENCANAAN, PELAKSANAAN, DAN EVALUASI PROSES BELAJAR MENGAJAR.
APA YANG HARUS DI LAKUKAN GURU SEBELUM MERENCANAKAN MENGAJAR ? Membuat satuan pelajaran (satpel) dalam bentuk semester, mingguan, dan harian Apa saja komponen–komponen dalam satpel ?  Tujuan instruksional umum (TIU)  Tujuan instruksional khusus (TIK)  Rencana kegiatan belajar-mengajar  Sumber belajar, media dan alat  Penilaian

10

CARA PENGGUNAAN KURIKULUM
1.

2.

3.
4. 5.

Pelajari seluruh perangkat kurikulum agar guru mendapatkan wawasan tentang landasan penyusunan kurikulum. Telaah GBPP kelas yang akan di ajar. Susun program semester berdasarkan GBPP Susun rencana mingguan Susun satuan pelajaran

11

LANDASAN DAN TINGKATAN DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM
 Kurikulum melandaskan pada aspek-aspek:

1.filosofis:filsafat dan tujuan pendidikan. 2.Psikologi belajar, psikologi anak 3.Sosiologis: masyarakat 4.Historis:pengaruh & kebutuhan zaman Keempat landasan tersebut memuat ide-ide, tingkah laku, prinsip dan kepercayaan serta kekuatan yang menentukan pengalaman belajar.
12

 Landasan filosofis

memberikan arah pada semua keputusan dan tindakan manusia, karena filsafat merupakan pandangan hidup orang, bangsa.
 Landasan psikologis

Berkaitan dengan perilaku manusia dengan melihat proses belajar anak serta proses perkembangannya.

13

 Landasan sosiologis

Berkenaan dengan penyampaian kebudayaan, Proses sosialisasi individu, dan rekonstruksi masyarakat yang sesuai dengan norma, adat dan kebiasaan lingkungan sekitar.
 Landasan Historis

Berkaitan dengan formulasi program sekolah pada waktu lampau dan masih ada sampai sekarang, serta disesuaikan dengan perkembangan zaman

14

PENGORGANISASIAN KURIKULUM
 Kurikulum yang berisi sejumlah bentuk penyajian

bahan pelajaran yang terpisah-pisah(separated subject curriculum)  Kurikulum yang berisi sejumlah mata pelajaran yang di hubung-hubungkan (correlated curriculum)  Kurikulum yang terdiri dari peleburan sejumlah mata pelajaran sejenis (broad field)

15

APA PERBEDAAN MASING-MASING PENGORGANISASIAN KURIKULUM ITU ?
 Pada seperated subject curriculum, satu mata

pelajaran di kelompokan menjadi mata pelajaran yang lebih di persempit, sehingga bertambah banyak jenis mata pelajaran nya.
 Contoh nya: Berhitung, Aljabar, Membaca, Mengarang

Menulis, Seni lukis, Seni suara, Seni drama, dll
 Masing–masing bidang mata pelajaran tersebut

berdiri sendiri sehingga bidang kajiannya dapat lebih mendalam.
16

 Sedangkan pada correlated curriculum sejumlah mata pelajaran di hubungkan antara yang satu dengan yang lainnya, sehingga ruang lingkupnya menjadi luas.

 Contohnya: Pelajaran Geografi juga di singgung soal sejarah, ilmu hewan, ilmu tumbuhan dan pokok–pokok permasalahan nya yang ada kaitnnya dengan geografi.

17

Pada Broad Field sejumlah mata pelajaran di lebur menjadi satu mata pelajaran sehingga memperkecil jumlah mata pelajaran tetapi memperluas ruang lingkup tiap mata pelajaran nya
Contohnya:  Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kumpulan dari pelajaran ilmu bumi, sejarah, civic, hukum, ekonomi.  Bahasa merupakan kumpulan dari mata pelajaran membaca, menulis, mengarang, menyimak dan pengetahuan bahasa.  Ilmu pengetahuan Alam merupakan kumpulan dari ilmu alam, ilmu hayat, ilmu kimia, ilmu kesehatan.  Matematika merupakan kumpulan dari berhitunag, aljabar, ilmu ukur, sudut, ruang, dan statistik.  Kesenian merupakan kumpulan dari seni suara, lukis, pahat, tari, seni drama,
18

Prinsip untuk menentukan isi kurikulum tergantung pada pengembangan kurikulum yang dilakukan karena tidak semua bahan pelajaran yang ditentukan sebagai isi kurikulum itu relevan dengan tuntutan kehidupan zaman saat ini.
 Tuntutan kehidupan di zaman modern ini lebih tinggi

dan kompleks.ini menyebabkan munculnya prasyarat tertentu dari setiap orang yang ingin memasuki suatu lapangan pekerjaan.

19

Agar sekolah dapat menyesuaikan pendidikannya dengan berbagai tuntutan  kehidupan saat ini, maka isi kurikulum harus memperhitungkan berbagai kenyataan yang terjadi di lingkungan sosial saat ini.

20

KESIMPULAN-KESIMPULAN
Pada umumnya dalam membuat kurikulum kita berpegang pada aspek-aspek:
Filosofis: filsafat dan tujuan pendidikan.
Psikologis: psikologis belajar, psikologis anak Sosiologis: masyarakat

Organisasi: bentuk dan organisasi kurikulum

21

Prinsip-prinsip kurikulum
 Valid dan terpercaya (signifikan)  Berpegang pada kenyataan sosial

 Seimbang
 Menjangkau tujuan meliputi: pengetahuan,

ketrampilan, dan sikap.  Memenuhi kebutuhan siswa  Dapat dipelajari sesuai dengan keadaan siswa
22

5 hal yang harus dilakukan guru
 Menganalisis tujuan  Mengembangkan alat evaluasi  Merumuskan bahan  Merumuskan bentuk kegiatan belajar mengajar  Melaksanakan program

langkah 2 yang di gunakan untuk memilih topik yaitu:  Mengidentifikasi topik untuk bahan pelajaran  Memilih topik yang relevan, fungsional, efektif.
23

PRINSIP–PRINSIPPENGEMBANGAN KURIKULUM
 Prinsip relevansi dan prinsip pemecahan masalah

yaitu: kurikulum dan pengajaran harus disusun dengan tuntutan kebutuhan dan kehidupan peserta didik. Artinya hasil yang diperoleh dari pengajaran harus berguna bagi kehidupan nyata peserta didik di masyarakat.
 Apa saja jenis relevansi nya ?

relevansi dengan lingkungan hidup peserta didik relevansi dengan perkembangan zaman. relevansi dengan tuntutan dunia pekerjaan
24

APA TUJUAN UMUM PENDIDIKAN
 Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani serta memiliki kepribadian yang mantap, dan mandiri serta rasa tanggung jawab dalam kemasyarakatan dan bela negara.
25

 Prinsip efektifitas dan prinsip motif.

yaitu: prinsip ini berkaitan dengan tingkat pencapaian hasil pelaksanaan kurikulum, artinya sejauh mana hasil pengajaran yang di rencanakan itu tercapai.
 Bagaimana efektivitas itu dapat tercapai ?

apabila dalam proses belajar mengajar, guru memperhatikan motif-motif yang dapat mendorong peserta didik untuk belajar sebaik mungkin. Guru harus berperan sebagai motivator.

26

Prinsip efisiensi dan prinsip latar.

yaitu: hal yang berkaitan dengan perbandingan antara tenaga, waktu, dana, sarana yang dipakai dengan hasil yang diperoleh.
Apa yang di maksud dengan prinsip latar ?

yaitu pengetahuan, sikap, pengalaman yang telah diperoleh dan dimiliki oleh peserta didik.

27

 Prinsip Kontinuitas

yaitu: adanya kaitan materi pelajaran yang ada pada jejang dan jenis program pendidikan selanjutnya. Dalam penyusunan materi pelajaran harus di jaga agar materi pelajaran yang diperlukan pada jenjang yang lebih tinggi sudah harus di kuasai dulu oleh peserta didik pada jenjang yang lebih rendah.
 Berikan contoh materi yang dimaksud dengan prinsip

kontinutas tersebut.

28

 Prinsip fleksibilitas dan prinsip perbedaan individu.

yaitu: terbukanya beberapa kemungkinan bagi peserta didik untuk memilih beberapa alternatif pilihan, sesuai dengan kemampuan, bakat, minat nya
 Apa yang di maksud alternatif pilihan ?  Prinsip ini juga sesuai dengan prinsip perbedaan individu,

bagaimana strategi yang tepat untuk mengatasi perbedaan tersebut ?

29

Prinsip belajar sambil bekerja

yaitu: Dalam proses belajar mengajar, peserta didik perlu di usahakan untuk melakukan kegiatan belajar sambil bekerja sehingga peserta didik memperoleh rasa percaya diri, gembira dan kepuasan melalui kemajuan hasil karya nya.
Berikan contoh pengajaran yang memakai prinsip

belajar sambil bekerja !

30

 Prinsip menemukan yaitu:

setiap peserta didik pasti mempunyai potensi yang terpendam, mereka belum menemukan dan mengembangkannya secara maksimal.
 Apa yang perlu di lakukan oleh guru untuk membantu

peserta didik menemukan potensi nya ?
 Guru seharus nya memberikan kesempatan dan

memberikan perhatian nya agar peserta didik menyadari nya sehingga dapatmengembangkannya.

31

APA YANG PERLU DI LAKUKAN GURU SEBELUM MENGAJAR ?
 Guru hendaknya mempunyai tujuan yang jelas

sebelum melaksanakan proses belajar mengajar, karena hal itu sangat bermanfaat dalam upaya pengembangan kurikulum.
 Pada tingkatan kurikulum yang paling rendah yaitu

tingkat pengajaran, menjadi tugas guru untuk merumuskan tujuan pengajaran, yaitu tujuan yang berbentuk tingkah laku yang di harapkan dapat dimiliki siswa setelah proses belajar mengajar berlangsung.
32

Beberapa hal yang perlu dilakukan guru untuk pengembangan kurikulum pada tingkat pengajaran
1.Menganalisis tujuan berdasarkan apa yang tertuang dalam kurikulum. 2.Mengembangkan alat evaluasi berdasarkan tujuan. 3.Merumuskan bahan yang sesuai dengan isi kurikulum 4.Merumuskan bentuk kegiatan belajar mengajar yang dapat memberi pengalaman belajar kepada siswa 5.Melakukan apa yang telah di programkan.
33

 Setelah guru memahami tujuan pengajaran dalam

rangka persiapan proses belajar mengajar, tugas guru selanjutnya adalah menentukan bahan pelajaran sebagai uapaya memilih topik yang akan di kembangkan.
 Ada beberapa langkah yang dapat ditempuh dalam

upaya memilih topik antara lain:
1.

Mengidentifikasi topik-topik yang diperkirakan dapat dijadikan bahan untuk di pelajari siswa.

34

2. Menganalisa setiap tujuan untuk mengetahui

hakikat maksud yang ingin dicapai dari tujuan yang lebih umum.
3. Mengidentifikasi topik yang diperkirakan dapat

dijadikan bahan dalam proses pencapaian tujuan.
4. Memilih topik-topik yang relevan, fungsional,

efektif, komprehensif bagi pencapaian tujuan.

35

APA YANG DI MAKSUD DENGAN RELEVAN, FUNGSIONAL, EFEKTIF, KOMPREHENSIF
 Maksud topik yang relevan adalah yang benar-benar berisi

hal-hal yang dimaksud oleh sesuatu atau beberapa tujuan pengajaran umum, dengan kata lain penjabaran topik tersebut menggambarkan tujuan bidang studi.  Sedangkan maksud dari fungsional dan effektif adalah materi yang diberikan mempunyai manfaat bagi kehidupan siswa secara tepat.(pemilihan materi bacaan atau ketrampilan hidup)  Istilah komprehensif adalah bahwa kita harus mengingat kedudukan sesuatu tujuan dalam hubungan fungsional dan tujuan kurikulum
36

 Uraian tentang pengembangan tingkat operasional ini

lebih ditekankan pada usaha guru dalam mengembangkan garis-garis besar program pengajaran (GBPP) atau silabus.
 Istilah GBPP atau basic course out line mengandung

arti garis besar program belajar mengajar suatu bidang studi, yang diorganisasi menurut hirarki fungsional dalam urutan waktu menuju tercapainya semua tujuan kurikulum bidang studi tertentu, untuk tingkat pendidikan tertentu.

37

APA MAKSUD DARI PENGEMBANGAN KURIKULUM ?
 Penggunaan istilah pengembangan dimaksudkan bahwa

pekerjaan yang harus dilakukan guru adalah mengembangkan topik-topik yang akan menjadi bahan pelajaranyang jelas isi dan luasnya.
 Hal ini berarti, bahan suatu topik pertama-tama harus

dijabarkan ke dalam sub-sub topik, dengan demikian dapat diperkirakan waktu yang diperlukan.
 Apabila suatu topik sudah tidak dapat di urai lagi menjadi

sub topik yang lebih kecil, ini berarti topik tersebut tidak mengandung isi yang komprehensif.
38

Berikan contoh pengembangan topik menjadi sub- topik
 Contoh topik: penyusunan undang-undang di dalam

negara demokrasi. Topik ini mengarah kepada diperolehnya pengertian siswa tentang proses pengembalian keputusan di dalam lembaga perwakilan rakyat.
 untuk sampai pada pengertian itu siswa harus memahami

pengertian demokrasi, hak dan kewajiban lembagalembaga kenegaraan dalam proses penyususnan undangundang, struktur hubungan kekuasaan dalam lembaga perwakilan rakyat di negara demokrasi.
39

 Bila topik di kembangkan menjadi sub-sub topik,

langkah selanjutnya adalah mengorganisasi sub-sub topik itu ke dalam unit bahan pelajaran dalam satu semester (promes)
 Pengembangan isi kurikulum pada pengajaran yang

lebih spesifik merupakan kegiatan guru yang bersifat rutin.
 Guru harus mengembangkan tujuan–tujuan itu dan

merumuskan ke dalam tujuan pengajaran khusus.

40

TINGKAT PENGEMBANGAN
 Pengembangan kurikulum merupakan bagian penting

dalam program pendidikan.
 Hal itu dimaksudkan, meskipun sudah tersedia

kurikulum dan GBPP belum akan ada manfaatnya untuk peserta didik, karena kurikulum dan GBPP tersebut perlu dijabarkan lebih lanjut agar dapat dioperasionalkan di sekolah dan di kelas.

41

 Kurikulum yang telah di kembangkan pada tingkat

nasional itu menunggu pelaksanaan operasionalisasinya oleh sekolah terutama guru sebagai pelaksana kurikulum dan pengajaran.
 Untuk mewujudkan pengajaran, perlu di lakukan

pengembangan selanjutnya dari kurikulum tingkat nasional tersebut.
 Pengembangan kurikulum dilakukan pada beberapa

tingkat pengembangan.

42

TINGKATAN PENGEMBANGAN KURIKULUM
 PENGEMBANGAN PADA TINGKAT NASIONAL  PENGEMBANGAN PADA TINGKAT DAERAH  PENGEMBANGAN PADA INGKAT SEKOLAH  PENGEMBANGAN PADA TINGKAT KELAS

43

PENGEMBANGAN PADA TINGKAT NASIONAL
 Di Indonesia kurikulum semua jenjang sekolah di

kembangkan di tingkat nasional.  Perangkat yang di perlukan untuk menunjang pelaksanaan kurikulum yang berlaku secara nasional, seperti GBPP dan panduan lainnya di rancang di tingkat nasional juga.  Oleh karena GBPP di kembangkan pada tingkat nasional, maka tujuan kurikuler, tujuan instruksional umum, pokok bahasan, metode pengajaran, sarana/sumber belajar dan sistem penilaian untuk setiap mata pelajaran ditetapkan di tingkat nasional.
44

Format GBPP
 Tujuan kurikulum  Tujuan instruksional umum  Bahan pengajaran

pokok bahasan uraian  Program: kelas, semester, jam pelajaran  Metode  Sarana/sumber  Penilaian  keterangan
45

PENGEMBANGAN PADA TINGKAT DAERAH, SEKOLAH
 Pada tingkat daerah, dikembangkan kurikulum

muatan lokal untuk daerah/provinsi yang bersangkutan yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing.
 Pada tingkat sekolah, mencakup pengembangan

program semester, mingguan, ko-kurikuler, dan ekstra kurikuler,  Hal ini berarti bahwa sekolah perlu menjabarkan tujuan instruksional khusus (TIK) dari setiap TIU
46

FORMAT SATUAN PELAJARAN
MATA PELAJARAN: …………………………. POKOK BAHASAN: …………………………. SUB POKOK BAHASAN: …………………... TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS KEGIATAN BELAJAR-MENGAJAR

PENILAIAN
.

47

PENGEMBANGAN PADA TINGKAT KELAS
 Pada tahap ini, kegiatan pengembangan kurikulum

adalah berupa penyusunan satuan pelajaran dengan berpedoman pada GBPP.  Kegiatan pada tingkat ini menjadi tugas guru untuk menyusun langkah-langkah nya antara lain:  1. menentukan identitas pokok bahasab/sub pokok bahasan, kelas, semester, waktu, ruang lingkup materi, jenis kegiatan belajar-mengajar, metode, penilaian.

48

 2. menetapkan tujuan instruksional khusus dengan

berpedoman pada tujuan instruksionak umum dan tujuan kurikuler, serta menetapkan ketrampilan proses dan perubahan tingkah laku yang di harapkan dalam TIK tersebut
 3. merancang kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan

memilih suasana belajar yang mengaktifkan peserta didik.
 4. Merencanakan cara penilaian untuk memperoleh

informasi tentang pencapaian tujuan yang ingin dicapai setiap pengajaran.

49

 Komponen evaluasi menyangkut pencarian informasi

dan bukti untuk mengetahui apakah semua materi yang direncanakan dan yang telah di ajarkan mencapai tujuan atau tidak.
 Hal ini dikarenakan karena komponen ini

memberikan indikasi tentang keberhasilan atau kegagalan proses pengajaran dalam mencapai tujuan yang di rencanakan, maka evaluasi memegang peranan penting dalam mengembangkan kurikulum.

50

FUNGSI EVALUASI
 1. mengetahui keberhasilan belajar pesrta didik
 2.memperbaiki program belajar/proses belajar.  3.mengukur tingkat pencapaian tujuan pendidikan.  4.Mengidentifikasi kekuatan & kelemahan kurikulum

ADA DUA PENDEKATAN EVALUASI YAITU: Evaluasi intrinksik dan evaluasi hasil Evaluasi formatif dan sumatif

51

 Evaluasi intrinksik menjawab pertanyaan “ apakah

kurikulum itu baik ? “ apakah tujuan kurikuler dan tujuan instruksional menunjang tujuan institusional ? Apakah materi dan kegiatan belajar menunjang pencapaian tujuan pendidikan ? Apakah organisasi materi, kegiatan belajar, dan pengalaman belajar disusun dengan benar ?
 Setelah hasil evaluasi intrinksik itu diperoleh maka

pelaksanaan kurikulum itu perlu di evaluasi yaitu dengan evaluasi hasil(evaluasi produk)yaitu evaluasi terhadap hasil yang di capai oleh peserta didik.

52

 EVALUASI FORMATIF

adalah kegiatan untuk memperbaiki program yang sedang di susun atau untuk memperbaiki pengajaran yang sedang berlangsung.
 Evaluasi formatif dapat dilakukan pada beberapa

tahapan misalnya: setiap unit topik yang telah diajarkan

53

 EVALUASI SUMATIF

ADALAH EVALUASI YANG BERKENAAN DENGAN KAJIAN TENTANG BERHASIL TIDAKNYA SUATU PENGAJARAN SETELAH PENGAJARAN ITU DI IMPLEMENTASIKAN
 Tujuan utama tes sumatif adalah untuk mengetahui

apakah peserta didik telah menguasai materi pelajaran yang telah diikutinya pada suatu waktu tertentu

54

 OLEH KARENA TES SUMATIF MENGUKUR HASIL

BELAJAR PESERTA DIDIK PADA SUATU WKTU TERTENTU, MAKA TES INI DISEBUT JUGA TES HASIL BELAJAR.
 SEPERTI: TES SEMESTER, TES KENAIKAN KELAS,

DAN EBTANAS

55

HAKIKAT & PENERAPAN INOVASI
 INOVASI DALAM PENDEKATAN BELAJAR

MENGAJAR MELIPUTI: 1. BELAJAR TUNTAS yaitu suatu cara dalam proses belajar yang menuntut siswa untuk menguasai materi pelajaran secara tuntas dengan hasil yang memuaskan, sesuai dengan kemampuan siswa. Ini memungkinkan siswa dapat menamatkan sekolah lebih cepat dari waktu yang telah di tetapkan, misalnya untuk SD 6 tahun dapat diselesaikan dalam waktu 5 tahun saja.
56

2. CARA BELAJAR SISWA AKTIF

yaitu suatu cara atau usaha mengoptimalisasikan kegiatan siswa dalam proses belajar. Dengan demikian menuntut keaktifan belajar siswa yang optimal, sehingga mencapai hasil belajar yang optimal pula. Cara belajar siswa aktif bertujuan agar siswa aktif dalam proses belajar, sehingga mampu untuk mengubah perilaku/tingkah lakunya secara lebih efektif dan efisien.
57

3. KETRAMPILAN PROSES

yaitu suatu pendekatan yang mengacu kepada bagaimana siswa belajar, dan apa yang ia pelajari dengan penekanan pada proses berpikir itu sendiri sesuai ketrampilan masing-masing siswa. Hal yang terpenting bagaimana proses untuk mencapai tujuan itu oleh siswa terlepas dari hasil yang di perolehnya. Ketrampilan proses bertujuan untuk memberikan ketrampilan praktis yang akan di hadapi setiap orang di dalam kehidupannya, sekaligus untuk mengembangkan pemahamannya tentang konsep yang dipelajari.
58

KARAKTERISTIK BELAJAR TUNTAS
1.
2. 3. 4. 5.

Siswa belajar secara individual Siswa belajar dengan kecepatan masing-masing. Setiap pokok bahasan di akhiri dengan tes. Hasil tes langsung diketahui oleh siswa. Tidak mengenal adanya tinggal kelas/berkelanjutan

59

KARAKTERISTIK CBSA
Situasi kelas menantang siswa melakukan kegiatan belajar secara bebas tetapi terkendali. 2. Guru tidak mendominasi pembicaraan tetapi lebih banyak memberikan rangangan berpikir kepada siswa untuk memecahkan masalah. 3. Guru menyediakan dan mengusahakan sumber belajar bagi siswa yaitu sumber belajar tertulis, sumber manusia, misalnya siswa lain bisa menjelaskan permasalahan nya, berbagai media, alat bantu pengajaran dan guru sendiri sebagai sumber belajar. 4. kegiatan belajar siswa bervariasi ada kegiatan yang dilakukan secara kelompok dalam bentuk diskusi dan ada pula kegiatan yang di lakukan secara mandiri. Pendekatan kegiatan belajar tersebut di atur oleh guru secara sistematik dan terencana.
1.
60

Hubungan guru dengan siswa mencerminkan hubungan manusiawi sebagai hubungan bapak-anak bukan hubungan seperti pimpinan-bawahan. Guru menempatkan diri sebagai pembimbing semua siswa yang memerlukan bantuan saat mereka membutuhkan. 6. Situasi dan kondisi kelas tidak kaku terikat dengan susunan yang menetap saja tetapi sewaktu-waktu dapat diubah sesuai dengan kebutuhan siswa. 7. Adanya keberanian siswa mengajukan pendapatnya melalui pertanyaan yang diajukan kepada guru maupun kepada siswa lainnya dalam pemecahan masalah belajar. 8. Guru diharapkan senantiasa menghargai pendapat siswa terlepas dari benar atau salah, memberikan kesempatan untuk menyampaikan ide dan mendorong untuk mengemukakan pendapat secara bebas.
5.
61

KARAKTERISTIK KETRAMPILAN PROSES
1. Mengajak para guru serta pembina pendidikan untuk turut aktif dalam mengembangkan cara belajar yang menekankan suatu poses belajar siswa.
2. Mendorong siswa melihat dan mencoba memecahkan masalah yang dihadapi bersama. 3. Menyiapkan situasi yang menggiring siswa untuk bertanya, mengamati, bereksperimen, serta menemukan fakta dan konsep sendiri.
62

BENTUK PENERAPAN BELAJAR TUNTAS
1. Siswa mempelajari kegiatan belajar.

2. Siswa mengerjakan lembaran kerja dan

mencocokannya dengan kunci jawaban yang telah tersedia. 3. Siswa mengerjakan tes.Kemudian hasil tes tersebut menentukan apakah siswa dapat melanjutkan ke materi berikutnya atau tidak.
63

BENTUK PENERAPAN CBSA
Guru merumuskan tujuan pengajaran, seperti merumuskan TIU dan TIK. Dalam penyampaian pelajaran hendaknya guru memberikan permasalahan-permasalahan yang harus di selesaikan siswa. 2. Keaktifan siswa dalam proses belajar hendaknya mendapat nilai yang memadai, sehingga memberi respon bagi siswa untuk aktif dalam proses belajar. 3. Siswa melakukan tanya jawab, diskusi, dramatisasi, sebagai kegiatan belajarnya.
1.

64

BENTUK PENERAPAN KETERAMPILAN PROSES
1. Siswa aktif melakukan observasi untuk meneliti

suatu permasalahan. 2. Siswa merencanakan penelitian guna memperoleh fakta yang valid. 3. Siswa berusaha mencari hubungan sebab akibat pada hasil penelitiannya. 4. Dengan mengembangkan ketrampilan tersebut, diharapkan siswa akan mampu menemukan sendiri fakta dan konsep serta dapat menumbuhkan pengembangan sikap dan nilai–nilai hidup.
65

PERAN GURU & SISWA
 BELAJAR TUNTAS
Peranan guru sebagai berikut: 1. Memberikan pengarahan mengenai teknik belajar dengan sistem modul 2. Memberikan penjelasan apabila siswa menemui kesulitan. Peranan siswa sebagai berikut:
1.
2.

Mengerjakan tugasnya masing-masing Melaksanakan tes setiap akhir kegiatan.
66

 CARA BELAJAR SISWA AKTIF  Peranan guru sebagai berikut:
1. 2.

3.
4.

Mendorong, membina semangat belajar dan partisipasi siswa secara aktif. Tidak mendominasi kegiatan proses belajar siswa. Memberikan kesempatan keada siswa untuk belajar menurut cara dan kemempuan masing-masig. Menggunakan berbagai jenis metode dan teknik mengajar dengan berbagai multimedia.

 Peranan siswa sebagai berikut: 1. Mempunyai keberanian dan keinginan serta kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan belajar. 2. Menampilkan berbagai usaha/ke kreatif-an belajar dalam menjalani dan menyelesaikan kegiatan belajar mengajar sampai mencapai keberhasilan. 3. Keleluasaan melakukan sesuatu hal, tanpa adanya tekanan dari pihak lain (kemandirian belajar)
67

 KETRAMPILAN PROSES  Peranan guru sebagai berikut:
1. 2.

3.

Menyusun tujuan pengajaran, khususnya merencanakan dan merumuskan tujuan instrusional khusus. Memberi pengaturan waktu yang dibutuhkan, sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar sesuai dengan tujuan. Pengaturan ruang kelas, jumlah siswa dalam setiap kelompok, komposisi kemampuan intelektual siswa

 Peranan siswa sebagai berikut: 1. Membantu sesama teman/kelompok dalam memecahkan suatu permasalahan. 2. Saling memberikan informasi yang berkenaan dengan masalah yang sedang dibahas. 3. Berperan aktif dalam berbagai diskusi dan kegiatan. 4. Berpikir kritis, serta tanggap dalam berbagai permasalahan
68

INOVASI DALAM SISTEM PENYAMPAIAN PENGAJARAN
SISTEM MODUL Dengan tujuan memupuk siswa agar terbiasa belajar sendiri (mandiri), dan guru hanya berfungsi sebagai pembimbing. Di samping itu juga memberikan kesempatan kepada siswa yang tinggal di tempat terpencil yang sulit memperoleh sarana dan fasilitas yang memadai untuk mendapat kesempatan belajar. 2. PAKET BELAJAR UNTUK PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH Dengan tujuan untuk memberikan bekal ketrampilan kepada siswa, seperti ketrampilan menjahit, kerajinan tangan, bengkel, dll. Dengan demikian mereka mempunyai bekal untuk berdikari apabila tidak melanjutkan sekolah.
1.
69

INOVASI DALAM ORGANISASI
Inovasi dalam organisasi di golongkan sbb: 1. SD KECIL yaitu kelompok pendidikan yang dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan pendidikan SD di daerah terpencil yang jumlah siswanya relatif sedikit. Biasanya dalam satu kelas terdiri atas beberapa tingkatan, misalnya di ruang kelas A terdiri atas kelas 1, 2, 3. dengan kata lain, adanya penggabungan kelas yang dalam proses pengajarannya di lakukan oleh seorang guru. Dengan bantuan bahan-bahan tertulis/modul.
70

2. PENDIDIKAN TERPADU yaitu kelompok pendidikan

yang bertujuan untuk memberi kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak tuna netra agar dapat belajar bersama-sama dengan anak-anak biasa di SD umum. 3. SDLB dengan tujuan untuk memberi kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak yang memiliki berbagai ke tuna an dijadikan satu di kelas dan diberi pelajaran. Berbagai uraian di atas merupakan upaya–upaya dari pengembangan dan inovasi kurikulum sekolah.

71

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->