P. 1
adat batak

adat batak

|Views: 555|Likes:
Published by Rahmat Siregar

More info:

Published by: Rahmat Siregar on Dec 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/31/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah Perkawinan bukanlah sekedar ritus untuk mengabsahkan hubungan seksual antara dua jenis manusia, tetapi hubungan yang masing-masing mempunyai peranan penting untuk menjaga keutuhan lembaga tersebut. Setiap perkawinan mempunyai tujuan untuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal selama-lamanya . Kebahagian lahir dan bathin menjadi dambaan setiap manusia. Sebelum tahun 1974 Hukum Perkawinan di Indonesia bersifat pluralisme. Perkawinan adalah gabungan antara dua manusia yang awalnya mungkin mempunyai tujuan dan mimpi yang sama, atau yang merasa dapat menjalankan walau dengan perbedaan yang ada dan pemahaman yang tak sama; dan untuk keberhasilan perkawinan itu diperlukan keinginan, tekat dan usaha dari keduanya, tidak dapat hanya dilakukan sendiri. Bukanlah suatu aib jika keutuhan itu memang tidak dapat lagi dipertahankan (http://id.wikipedia.org/wiki/Perceraian,tgl 14-09-09,pkl.19.00). Undang - Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 ini mulai berlaku secara efektif pada tanggal 1 Oktober 1975 . Adanya suatu Undang - Undang Perkawinan yang bersifat nasional itu memang mutlak perlu bagi suatu Negara dan Bangsa seperti Indonesia, yang masyarakatnya terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan golongan penduduk. Maka Undang - Undang Perkawinan ini, disamping meletakkan asas-asas hukum perkawinan nasional, juga menampung prinsip - prinsip dan memberikan landasan hukum perkawinan yang selama ini menjadi pegangan dan

Universitas Sumatera Utara

Keluarga sebagai unit terkecil. negara maupun adat. Keluarga terdiri dari bebrapa orang.org/wiki/Perceraian. pkl. Interaksi dalam keluarga juga akan menentukan dan berpengaruh terhadap keharmonisan atau sebaliknya tidak bahagia (disharmonis). Gunarsa (2004) mengatakan keluarga yang bahagia atau keluarga yang ideal adalah keluarga yang seluruh anggotanya merasa bahagia yang ditandai oleh berkurangnya ketegangan.emosi dan sosial. Universitas Sumatera Utara .wikipedia. mental. baik agama.19. Perkawinan pada hakikatnya merupakan bentuk kerjasama kehidupan antara pria dan wanita di dalam masyarakat di bawah satu peraturan khusus dan hal ini sangat diperhatikan baik oleh agama.14-09-09. kekacauan dan merasa puas terhadap seluruh keadaan dan keberadaan dirinya(eksistensi dan aktualisasi diri)yang meliputi aspek fisik. negara maupun adat dengan sederetan hak dan kewajiban untuk dijalankan oleh keduanya. sehingga pria itu bertindak sebagai suami sedangakan wanita bertindak sebagai istri. artinya bahwa dari peraturan tersebut betujuan untuk mengumumkan status baru kepada orang lain sehingga pasangan ini diterima dan diakui statusnya sebagai pasangan yang sah menurut hukum.tgl. Kondisi keluarga yang bahagia merupakan keluarga ideal yang dicita-citakan dan didambakan oleh setiap pasangan suami isteri. memerlukan organisasi tersendiri dan karena itu perlu adanya peran dan fungsi masing-masing anggota keluarga.00). secara otomatis akan terjadi interaksi antar anggotanya.telah berlaku bagi berbagai golongan masyarakat. Undang-Undang Perkawinan ini pada intinya mengandung isi tentang Perkawinan dan Perceraian (http://id. terutama peran dan fungsi suami dan isteri dan juga anggota keluarga lainnya.

kedudukan dan peranan.Sistem keluarga ideal menurut Sanderson (1995:481). fungsi penentuan status. istri beserta anak-ananknya yang belum menikah yang merupakan unit terkecil dalam masyarakat sebagai wadah dan proses pergaulan hidup dan memiliki unsur-unsur sistem sosial yang mencakup kepercayaan. Di dalam sistem patriakhat yang dianut sebagian keluarga Indonesia seorang ayah masa kini tetap menjadi pusat otoritas dalam keluarga. Menjelaskan betapa kuatnya paternalisasi dan pengkulturan figur atau peran laki-laki. penentuan status sosial seseorang. Keluarga merupakan suatu kelompok sosial kecil yang terdiri dari suami. Mekanisme dalam mengambil keputusan. kekuasaan dan fasilitas. serta keluarga dan semua kerabat. fungsi sosialisasi. sosialisi. tujuan. Lembaga ini memegang fungsi sebagai pengaturan seksual. fungsi reproduksi. demikian pula seorang suami atas isterinya. kasih sayang. perasaan. perlindungan dan ekonomi. kaidah-kaidah. dan hubungan ini telah banyak mengalami perubahan saat ini. karena pada awalnya hubungan-hubungan tersebut lebih di warnai oleh kepentingan ekonomis belaka(walau tidak semua). Ayah adalah satu-satunya yang berhak memutuskan atas anak perempuanya. Universitas Sumatera Utara . fungsi perlindungan dan fungsi ekonomi. orang tua dan anak-anaknya. Lembaga keluarga memegang peran amat penting dalam setiap masyarakat. fungsi afeksi. tingkatan sanksi. karena fungsi keluarga tidak dapat dipisahkan dari keluarga ideal. Keluarga ideal juga tidak terlepas dari sejauh mana ia mampu menjalankan fungsi keluarga dengan baik di dalam keluarga. yaitu menyangkut hubungan suami dan isteri. penerus keturunan. Adapun fungsi keluarga itu adalah fungsi pengaturan seksual.

terputusnya atau retaknya struktur peran sosial jika satu atau beberapa anggota gagal menjalankan kewajiban peran mereka. atau mandul. dan di beberapa kejadian meruntuhkan kehidupan keluarga. masalah pekerjaan dll. 4. 3. Hal ini disebabkan karena adanya pemicu konflik yang mempengaruhi keharmonisan keluarga tersebut diantaranya : 1. Universitas Sumatera Utara . impoten. Banyak tekanan pada keluarga yang dapat melemahkan.Kekacauan keluarga ditafsirkan sebagai pecahnya suatu unit keluarga. Biologis adalah keadaan suami atau isteri yang tidak mempunyai kemampuan jasmani untuk membina perkawinan yang bahagia. seperti sakit. Perceraian menunjukkan adanya derajat pertentangan yang tinggi antara suami isteri dan memutuskan ikatan perkawinan. 5. Tidak adanya tanggung jawab suami. Berbeda prinsip dalam mengurangi bahtera rumah tangga seperti masalah anak. Suami ingin menikah lagi dengan orang lain yang lebih dikenal dengan istilah poligami atau dimadu. dalam hal kebutuhan ekonomi 2. Tentu saja sebagai akibat dari perceraian ini akan mempunyai pengaruh terhadap janda bekas istri dan terhadap anak-anak yang mungkin telah dilahirkan dalam perkawinan itu. Adanya perselingkuhan baik yang dilakukan oleh pihak suami maupun pihak isteri. Akan tetapi dalam suatu keluarga terutama suami dan isteri sebagai orang tua tidak selamanya mampu menjalankan peran fungsi-fungsi keluarga.

Pakpak. Simalungun. Suku Batak itu sendiri terbagi dalam enam suku yaitu suku Batak Karo. Batak berarti ‘penunggang kuda Universitas Sumatera Utara . Suku Batak merupakan salah satu dari ratusan suku yang ada di Indonesia. dan suku Batak Mandailing. Faktor permasalahan ini dapat mengganggu azas kekalnya perkawinan sehingga dapat rnengakibatkan terjadinya perceraian. kekalnya suatu rumah tangga yang akan dicapai itu tergantung kepada masing-masing pasangan suami istri bersangkutan. apabila sebuah rumah tangga itu tidak dijalani dengan sikap keterbukaan. Konflik dan masa suram dimaksud dapat disebabkan oleh beberapa faktor permasalahan.Berikut adalah data tingkat perceraian yang terjadi di Kota Medan Tabel 1. Artinya. Warneck. saling perhatian.1 DATA TINGKAT PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA MEDAN Tahun Sisa tahun lalu diterima Jumlah Batal dicabut Ijin poligami Kelalaian atas kewajiban suami Cerai talak Cerai gugat 2005 2006 2007 2008 105 105 163 141 1028 1015 1051 1351 1133 1130 1214 1492 63/39 59/33 66/33 95/49 2 2 1 1 1 2 3 6 241 167 265 335 530 438 490 731 Sumber Data Pengadilan Agama Medan 2009 Namun demikian. Suku Batak berasal dari Pulau Sumatera. Toba. saling menyayangi dan sikap serta saling berfikir positif. Pengertian Batak menurut J. Angkola. hal ini dapat menimbulkan konflik dan masa suram yang dihadapi sebuah rumah tangga.

Tiap tahun semakin bertambah orang Batak Toba yang melakukan cerai di pengadilan. Van der Tuuk. sehingga sampai detik ini pengertian Batak sampai sekarang belum dapat di jelaskan secara pasti dan memuaskan. Dalam suku Batak Toba khususnya Kristen ikatan adat atau budaya itu masih melekat dan agama itu masih dijunjung tinggi. Dalam adat Batak Toba perceraian itu jarang terjadi.yang lincah’ akan tetapi menurut H. Suku yang besar adalah suku yang menghargai adat dan budayanya. tulang . Dalam perkawinan ini semua ikatan keluarga baik dari pihak laki-laki.N. Seperti halnya dengan adat perkawinan. Dalam suku Batak Toba agama yang dianut adalah pada umumnya Kristen. Bahasa.semua keluarga memberikan berupa nasihat agar kelak nantinya keluarga itu keluarga yang rukun dan keluarga yang “gabe” lahir anak laki-laki dan anak perempuan. Banyak ditemukan sekarang ini keluarga Batak Toba yang beragama Kristen sudah melakukan cerai secara hukum dipengadilan. dimana dalam adat Batak Toba ada istilah “apapun akan dilakukan agar perceraian itu tidak terjadi” ikatan budaya itu masih kuat. Batak berarti ‘kafir’. setelah adanya pemberkatan dari gereja ada lagi acara yang meriah berupa pesta adat. Agama dan budaya itu dalam Batak Toba hampir tidak dapat dipisahkan. Suku Batak memiliki Adat istiadat. Berikut data tingkat perceraian di kota Medan dari Pengadilan Negeri Medan Universitas Sumatera Utara . “ Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati pahlawannya. Ada satu kutipan yang bertuliskan. nyanyian dan Filsafat. perempuan.

Tabel 1. (sumber data dari Pengadilan Negeri Medan). Adat dalam Batak Toba itu sangat di junjung tinggi sehingga perceraian itu sangat rendah. Dan pada tahun 2009 perceraian itu semakin meningkat hingga 57 orang Batak Toba Kristen yang melakukan perceraian di pengadilan negeri Medan. baik dalam suka maupun duka . Hal ini sesuai dengan pasal 1 ayat 1 undang-undang perkawinan. bahwa sahnya suatu perkawinan harus diberkati di gereja oleh Pendeta. Dengan adanya agama Kristen protestan yang menolak perceraian itu maka kesempatan masyarakat juga akan semakin sempit dalam melakukan perceraian. Acara pemberkatan nikah tersebut dilakukan untuk memberi kepastian bahwa perkawinan itu sah menjadi suatu hubungan suami isteri antara kedua mempelai. Agama juga yang sangat mendukung untuk menolak terjadinya perceraian. Dalam acara pemberkatan tersebut. apa yang Universitas Sumatera Utara .seperti tertulis ”Karena itu. ekdua mempelai sama-sama berjanji untuk sehidup semati.2 DATA TINGKAT PERCERAIAN DI PENGADILAN NEGERI MEDAN Tahun 2008 2009 Sumber Pengadilan Negeri Medan 2009 Jumlah orang yang bercerai 181 57 Dari jumlah perceraian tahun 2008 bahwa untuk Batak Toba Kristen yang melakukan cerai adalah sebanyak 181 orang. Dalam agama Kristen. Dengan adanya adat yang mengikat akan mempersempit kesempatan orang untuk bercerai.

Dengan dilaksanakan adat tersebut. tidak boleh diceraikan manusia. perceraian itu jelas ditolak seperti yang tertulis pada : ”Karena itu. Pernikahan Kristen dipandang sebagai kontrak publik dihadapan para saksi dengan seorang laki-laki dan seorang perempuan yang dengan saling setuju dan dilakukan secara bebas membuat janji-janji tak bersyarat untuk setia seumur hidup satu kepada yang lain dengan pertolongan Tuhan. Dalam upacara adat sebagaimana kebisaaan pada masyarakat Batak Toba yang tujuannya untuk mensyahkan perkawinan itu secara hukum adat. maka perkawinan tersebut telah sah dan kedua mempelai telah mempunyai kedudukan dalam masyarkat adat. tidak boleh diceraikan manusia.telah dipersatukan Allah."(Markus 10 ."(Markus 10 . Dalam adat Batak Toba. Dalam agama Kristen. Dalam upacara tersebut dilakukan untuk “manggarar utang( membayar utang)” kepada kerabat yang bersangkutan sesuai dengan adat Batak Toba. Universitas Sumatera Utara . apa yang telah dipersatukan Allah. bahwa setelah adanya pemberkatan yang dilakukan di gereja. Setelah adanya pemberkatan nikah di gereja maka perkawinan tersebut harus disahkan lagi dalam administrasi negara yaitu dihadapan Pegawai Catatan Sipil yang biasanya dilaksanakan disalah satu ruangan gereja yang bisaa disebut “ruang biduk perhobasan”.19:6). Dengan penegasan dari ajaran Kristen terkhusus agama Kristen protestan tersebut bahwa perceraian itu jelas dilarang oleh agama Kristen. Kedua mempelai dan orang tuanya sebagai saksi dalam pencatatan perkawinan tersebut. selanjutnya dilaksanakan upacara adat.10:9 & Matius 19 .10:9 & Matius 19 . khusunya pada masyarakat yang beragama Kristen protestan.19:6).

Dalam hal putusnya perkawinan atas perceraian. Masyarakat Batak Toba menganut sistem kekarabatan patrilineal atau garis kebapakan atau mempertahankan garis keturunan laki-laki yang melakukan perkawinan dalam bentuk perkawinan jujur (sinamot). suami dan isteri tidak leluasa penuh untuk menentukan sendiri syarat-syarat untuk memutuskan hubungan perkawinan tersebut. dimana isteri setelah kawin masuk dalam kekerabatan suami dan termasuk anak-anak berada dibawah kekuasaan suami/bapak.Dalam hal ini peran dari Dalihan Na Tolu sangat di butuhkan. dan upacara agama serta catatan sipil. melainkan terikat juga pada peraturan hukum dan adat yang berlaku. selanjutnya dilakukan pencatatan di kantor catatan sipil untuk mendapat kelengkapan Administrasi Negara. tidak jarang dalam kehidupan nyata banyak keluarga yang gagal di tengah jalan. Artinya segala perkawinan yang telah dilaksanakan. perceraian dan atas keputusan pengadilan” pasal 39 mengatakan bahwa “perceraian hanya dapat dilakukan di depan sidang pengadilan setelah pengadilan yang bersangkutan berusaha dan tidak berhasil mendamaikan “ Universitas Sumatera Utara . mengharapkan hubungan perkawinan itu kekal sampai selama-lamanya. Dengan berbagai alasan yang diyakini bisa menjadi syarat untuk melakukan perceraian. Menurut pasal 38 Undang-Undang No 1 Tahun 1974. Perkawinan orang Batak haruslah diresmikan secara adat berdasarkan adat Dalihan Na Tolu. Diperlukan usaha dan kerja sama yang baik antara pihak suami dan pihak isteri. Setiap orang pasti menginginkan keluarganya tetap harmonis sampai beranak cucu. dikatakan bahwa” perkawinan putus karena kematian. Setiap perkawinan yang dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan diatas. Akan tetapi tidak lah mudah untuk menjalaninya.

Begitu juga halnya dengan perceraian yang terjadi pada masyarakat Bataka Toba. Disini Dalihan Na Tolu menanyakan kedua belah pihak yang berperkara dan berusaha untuk mendamaikannya. Dapat dilihat dari data yang diperoleh dari Pengadilan Negeri Medan yang melakukan perceraian secara hukum.untuk melakukan perceraian harus ada cukup alasan bahwa antara suami dan isteri tidak akan hidup rukun sebagai suami isteri . akan tetapi apabila tidak dapat lagi didamaikan dan kedua belah pihak berkeras untuk bercerai. Dimana dalam upacara perkawinan agar kedua mempelai tersebut sah menjadi keluarga dan kekerabatan dalam adat Batak Toba maka disyahkan dengan cara adat yang berlaku dalam Batak Toba. maka akan diselesaikan terlebih dahulu secara adat. Dalam masyarakat Batak Toba terjadinya perceraian sama halnya dengan perkawinan. Perceraian secara hukum adat tetap dianggap sah sepanjang hukum adat tersebut masih berlaku pada masyarakat setempat. Maka terlebih dahulu dikumpulkan pengetua-pengetua adat dan juga kekerabatan dari Dalihan Na Tolu untuk membicarakan hal-hal yang terjadi diantara kedua belah pihak. Baik itu yang melakukan perceraian secara adat maupun perceraian secara hukum di pengadilan telah banyak ditemui. apabila terjadi perceraian. maka para penetua adat tersebut memutuskan untuk bercerai. Fenomena yang terjadi dalam masyarakat Batak Toba Kristen yaitu perceraian pada Batak Toba Kristen itu sekarang ini yang telah banyak di temui. Hal inilah yang membuat peneliti tertarik untuk meneliti “Fenomena Perceraian Dikalangan Batak Toba Kristen” adat yang di junjung tinggi masyarakat mengurangi kesempatan kepada masyarakat untuk tidak melakukan perceraian dan juga agama yang telah melengkapi adat tersebut sehingga kesempatan masyarakat Batak Toba itu Universitas Sumatera Utara .

Untuk mengetahui latar belakang terjadinya perceraian di kalangan Batak Toba Kristen. Apa yang menjadi latar belakang terjadinya perceraian dikalangan Batak Toba Kristen ? 3. Untuk mengetahui kedudukan agama dan budaya dalam rumah tangga etnis Batak Toba Kristen. Bagaimana pandangan masyarakat Batak Toba terhadap adanya perceraian dalam sebuah keluarga? 2.2 Perumusan Masalah Dari uraian diatas yang menjadi perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. 1. 2. Dan sekarang ini perceraian pada masyarakat Batak Toba Kristen sudah ada ditemukan. Untuk mengetahui bagaimana sikap etnis Batak Toba yang beragama Kristen terhadap adanya perceraian dalam sebuah keluarga. Bagaimana pandangan agama Kristen keluarga? 1.3 Tujuan Penelitian Adapun yang menjadi tujuan penelitian saya adalah : 1. 3. terhadap perceraian dalam sebuah Universitas Sumatera Utara .sulit bercerai.

Defenisi Konsep Dalam penelitian ini menggunakan beberapa defenisi konsep untuk mempermudah melakukan suatu penelitian. maka dibuat batasan-batasan konsep yang dipakai sebagai berikut : 1.2. 1. Untuk menjelaskan maksud dan pengertian konsep-konsep yang terdapat dalam penelitian ini. Perceraian dibedakan dengan perpisahan yang berarti suami hidup dan isteri hidup terpisah walaupun masih dalam ikatan perkawinan (Thomas Ford Universitas Sumatera Utara . Sebagai akibatnya setiap pelaku mendapatkan haknya untuk menikah lagi secara sah. Konsep adalah suatu istilah yang terdiri dari satu kata atau lebih yang menggambarkan suatu gejala atau yang menyatakan suatu ide gagasan untuk memperjelas suatu keadaan suatu penelitian (Iqbal Hasan 2002.1.17). Manfaat Praktis Secara praktis penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan literature kajian terhadap perkembangan ilmu sosiologi. Sekaligus menjadi acuan bagi penelitian berikutnya khususnya kajian yang berhubungan dengan perceraian dalam Batak Toba Kristen.4.5.4. 1.1 Manfaat Teoritis Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan keilmuan khususnya yang berkaitan dengan perceraian yang terjadi pada Batak Toba terlebih pada Batak Toba Kristen.4 Manfaat Penelitian 1. Perceraian Perceraian adalah suatu pemutusan yang melembaga terhadap hubungan perkawinan.

Hoult). 4. saudara laki-laki dan perempuan dan merupakan pemeliharaan kebudayaan bersama. Keluarga Keluarga adalah suatu kelompok dari orang-orang yang disatukan oleh ikatanikatan perkawinan. 3. dipercayai oleh masyarakat tertentu Universitas Sumatera Utara . Perceraian yang dimaksud dalam penelitian ini adalah cerai hidup antara pasangan suami isteri yang diakui secara resmi secara formal resmi menurut hukum dan secara adat. ayah dan ibu. darah atau adopsi. putra dan putri. Agama Kristen Agama Kristen adalah salah satu agama yang terdapat di Indonesia yang dianut oleh masyarakat dan diyakini. Batak Toba Batak Toba adalah salah satu suku yang terdapat di Indonesia yang berasal dari Sumatera Utara. 2. merupakan susunan rumah tangga sendiri. berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain yang menimbulkan peranan-peranan sosial bagi suami isteri.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->