Darah (Sanguis) Terdiri dari dua komponen: 1.

Korpuskuler adalah unsur padat darah yaitu sel-sel darah 4 Eritrosit, Lekosit, Trombosit. 2. Plasma Darah adalah cairan darah.

Fungsi Darah - Transportasi (sari makanan, oksigen, karbondioksida, sampah dan air) - Termoregulasi (pengatur suhu tubuh) - Imunologi (mengandung antibodi tubuh) - Homeostasis (mengatur keseimbangan zat, pH regulator)

Eritrosit (Sel Darah Merah) Merupakan bagian utama dari sel darah. Jumlah pada pria dewasa sekitar 5 juta sel/cc darah dan pada wanita sekitar 4 juta sel/cc darah. Berbentuk Bikonkaf, warna merah disebabkan oleh Hemoglobin (Hb) fungsinya adalah untuk mengikat Oksigen. Kadar 1 Hb inilah yang dijadikan patokan dalain menentukan penyakit Anemia. Eritrosit berusia sekitar 120 hari. Sel yang telah tua dihancurkan di Limpa 4. Hemoglobin dirombak kemudian dijadikan pigmen Bilirubin (pigmen empedu).

Lekosit (Sel Darah Putih) Jumlah sel pada orang dewasa berkisar antara 6000 - 9000 sel/cc darah. Fungsi utama dari sel tersebut adalah untuk Fagosit (pemakan) bibit penyakit/ benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Maka jumlah sel tersebut bergantung dari bibit penyakit/benda asing yang masuk tubuh. Peningkatan jumlah lekosit merupakan petunjuk adanya infeksi misalnya radang paru-paru. Lekopeni Lekositosis  Berkurangnya jumlah lekosit sampai di bawah 6000 sel/cc darah.  Bertambahnya jumlah lekosit melebihi normal (di atas 9000 sel/cc darah).

Fungsi fagosit sel darah tersebut terkadang harus mencapai benda asing/kuman jauh di luar pembuluh darah. Kemampuan lekosit untuk menembus dinding pembuluh darah (kapiler) untuk mencapai daerah tertentu disebut Diapedesis. Gerakan lekosit mirip dengan amoeba  Gerak Amuboid.

Jenis Lekosit Granulosit Agranulosit • Eosinofil • Basofil • Netrofil  Lekosit yang di dalam sitoplasmanya memiliki butir-butir kasar (granula). Jenisnya adalah eosinofil, basofil dan netrofil.  Lekosit yang sitoplasmanya tidak memiliki granola. Jenisnya adalah limfosit dan monosit.  mengandung granola berwama merah (Warna Eosin) disebut juga Asidofil. Berfungsi pada reaksi alergi (terutama infeksi cacing).  mengandung granula berwarna biru (Warna Basa). Berfungsi pada reaksi alergi.  (ada dua jenis sel yaitu Netrofil Batang dan Netrofil Segmen). Disebut juga sebagai sel-sel PMN (Poly Morpho Nuclear). Berfungsi sebagai fagosit.  (ada dua jenis sel yaitu sel T dan sel B). Keduanya berfungsi untuk menyelenggarakan imunitas (kekebalan) tubuh. sel T4  imunitas seluler sel B4  imunitas humoral  merupakan lekosit dengan ukuran paling besar

• Limfosit

• Monosit

Trombosit (KEPING DARAH) Disebut pula sel darah pembeku. Jumlah sel pada orang dewasa sekitar 200.000 - 500.000 sel/cc. Di dalam trombosit terdapat banyak sekali faktor pembeku (Hemostasis) antara lain adalah Faktor VIII (Anti Haemophilic Factor)  Jika seseorang secara genetis trombositnya tidak mengandung faktor tersebut, maka orang tersebut menderita Hemofili.

Proses Pembekuan Darah Trombosit yang menyentuh permukaan yang kasar akan pecah dan mengeluarkan enzim Trombokinase (Tromboplastin). Prosesnya adalah sebagai berikut; TROMBOSIT pecah TROMBOPLASTIN ion Ca PROTROMBIN  TROMBIN Vitamin K FIBRINOGEN  FIBRIN Pada masa embrio (janin) sel-sel darah dibuat di dalam Limpa dan Hati (extra medullary haemopoiesis). Setelah embrio sudah cukup usia, fungsi itu diambil alih oleh Sumsum Tulang.

Plasma Darah Terdiri dari air dan protein darah  Albumin, Globulin dan Fibrinogen. Cairan yang tidak mengandung unsur fibrinogen disebut Serum Darah. Protein dalam serum inilah yang bertindak sebagai Antibodi terhadap adanya benda asing (Antigen). Zat antibodi adalah senyawa Gama  Globulin. Tiap andbodi bersifat spesifik terhadap antigen dan reaksinya bermacam-macam. - Antibodi yang dapat menggumpalkan antigen  Presipitin. - Antibodi yang dapat menguraikan antigen  Lisin. - Antibodi yang dapat menawarkan racun  Antitoksin. Contohnya adalah sifat golongan darah (Blood Groups). Yang umum adalah penentuan cara ABO (ABO System)  oleh Landsteiner. Tabel Aglutinogen = antigen ; aglutinin = antibodi Jika aglutinogen dan aglutinin yang "sesuai" bercampur  Reaksi Aglutinasi. Donor Universal  golongan darah yang dapat memberikan darahnya pada semua jenis golongan darah yang lain  Golongan Darah O. Resipien Universal  golongan darah yang dapat memberikan darah dari semua jcnis golongan darah yang lain  Golongan Darah AB. Sistem golongan darah yang lain adalah Sistem Rhesus yang dikemukakan oleh Landsteiner. Nama Rhesus diambil dari sejenis kera Macacca rhesus (di India). Prinsipnya adalah terdapatnya antibodi terhadap antigen D (anti-D). Sistem rhesus mengenal dua jenis golongan darah yaitu: 1. Rhesus POSITIF 2. Rhesus NEGATIF (diturunkan secara genetis, Rh+ dominan terhadap Rh-) Eritroblastosis Foetalis adalah kelainan pada bayi di mana telah terjadi ketidaksesuaian faktor rhesus (bayi Rh + dan ibu Rh -). Gejala penyakit ini adalah Ikterik  ditemukan oleh Levine. Pertolongan pada bayi tersebut adalah dengan cara Transfusi Eksanguinasi (Exchange Transfussion).

Jantung

Terdiri dari tiga lapisan 1. Perikardium (lapisan luar) 2. Miokardium (lapisan tengah/otot jantung) 3. Endokardium (lapisan dalam) Jantung terdiri dari 4 ruang 1. 2. 3. 4. Atrium Sinister (Serambi Kiri) Atrium Dekster (Serambi Kanan) Ventrikel Sinister (Bilik Kiri) Ventrikel Dekater (Bilik Kanan)

Antara Atrium Sinister (Serambi Kiri) dengan Ventrikel Sinister (Bilik Kiri) terdapat katup dua daun (Valvula Bicuspidalis), sedangkan antara Atrium Dekster (Serambi Kanan) dengan Ventrikel Dekster (Bilik Kanan) dihubungkan katup tiga daun (Valvula Tricuspidalis). Jantung mendapat makanan (oksigenasi) melalui pembuluh Arteri Koronaria. Peredaran darah terbagi dua bagian yang bekerja sekaligus yaitu : 1. Peredaran darah Pulmona/Peredaran darah pendek (jantung - paru-paru - jantung). 2. Peredaran darah Sistemik/Peredaran darah panjang (jantung - seluruh tubuh - jantung) Denyut jatung terbagi dua fase yaitu 1. Fase Sistolik (kontraksi). 2. Fase Diastolik (relaksasi). Pembuluh Darah Terdiri dari : 1. Pembuluh darah yang meninggalkan jantung  Arteri terdiri dari Aorta, Arteri, Arteriol. 2. Pembuluh darah yang menuju jantung  Vena terdiri dari Vena Kava, Vena, Venula. 3. Pembuluh antara arteri dan vena  Kapiler.

Terdapat dua pembuluh limfe besar : 1. Duktus Limfatikus Dekster. 2. Duktus Torasikus. Di sepanjang pembuluh tersebut terdapat kelenjar getah bening yang berfungsi sebagai filter terhadap bibit penyakit. Bila terjadi infeksi dalam tubuh maka tedadi pembesaran kelenjar limfe regional. Gangguan Pada Sistem Peredaran Darah - Anemia - Hemofilia  Kadar Hb tidak mencukupi (di bawah normal).  Kekurangan faktor pembekuan darah, darah sukar

Zat warna empedu adalah sisa hasil perombakan sel darah merah yang dilaksanakan oleh hati dan disimpan pada kantong empedu. Zat inilah yang akan dioksidasi jadi urobilinogen yang berguna memberi warna pada tinja dan urin. Demikian juga H2O dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Zat sisa metabolisme dikeluarkan dari tubuh oleh alat ekskresi. Amonia (NH3). yaitu dalam bentuk urea.  Pelebaran pembuluh vena akibat kerusakan pada katupkatupnya. jika untuk sementara disimpan dalam tubuh zat tersebut akan dirombak menjadi zat yang kurang beracun. Sistem ekskresi membantu memelihara homeostasis dengan tiga cara. yaitu melakukan osmoregulasi.Varises membeku. Bila terjadi di rektum disebut Hemoroid (Wasir). sedangkan Arteriosklerosis disebabkan oleh kapur. atau buluh Malphigi. Ekskresi berarti pengeluaran zat buangan atau zat sisa hasil metabolisme yang berlangsung dalam tubuh organisme. Walaupun CO2 berupa zat sisa namun sebagian masih dapat dipakai sebagai dapar (penjaga kestabilan PH) dalam darah. Kedua senyawa tersebut tidak berbahaya bila kadarnya tidak berlebihan. hasil pembongkaran/pemecahan protein. Sisa metabolisme antara lain..  Penyakit keganasan darah (kanker darah)  Pengerasan dinding pembuluh nadi. dan mengatur konsentrasi sebagian besar penyusun cairan tubuh. Oleh karena itu. dan asam urat. SISTEM EKSKRESI PADA INVERTEBRATA . zat ini harus dikeluarkan dari tubuh. merupakan zat yang beracun bagi sel. kulit. dan hati. CO2.Lekimia . Zat sisa ini sudah tidak berguna lagi bagi tubuh. sel api. lemak dan protein. sedangkan alat pengeluaran pada hewan invertebrata berupa nefridium. Asam urat merupakan sisa metabolisme yang mengandung nitrogen (sama dengan amonia) dan mempunyai daya racun lebih rendah dibandingkan amonia.  Gangguan jantung karena terdapat gumpalan pada nadi tajuk (arteri koronaria). misalnya sebagai pelarut. Zat sisa metabolisme adalah hasil pembongkaran zat makanan yang bermolekul kompleks.Sklerosis -Trombus dan Embolus . NHS. Alat ekskresi pada manusia dan vertebrata lainnya berupa ginjal. Karbon dioksida dan air merupakan sisa oksidasi atau sisa pembakaran zat makanan yang berasal dari karbohidrat. zat warna empedu. mengeluarkan sisa metabolisme. Atherosklerosis disebabkan oleh lemak. Namun demikian. karena daya larutnya di dalam air rendah. Tugas pokok alat ekskresi ialah membuang sisa metabolisme tersebut di atas walaupun alat pengeluarannya berbeda-beda. paru-paru. H20.

Struktur alat ekskresi pada casing pipih Sebagian besar sisa nitrogen tidak masuk dalam saluran ekskresi. Gbr. 2. nefridium. kecuali pada tiga segmen pertama dan terakhir. Sistem Ekskresi pada Anelida dan Molluska Anelida dan molluska mempunyai organ nefridium yang disebut metanefridium.Gbr. Sistem ekskresi pada anelida . Invertebrata belum memiliki ginjal yang berstruktur sempurna seperti pada vertebrata. setiap segmen dalam tubuhnya mengandung sepasang metanefridium. Alat ekskresinya ada yang berupa saluran Malphigi. Lubang yang pertama berupa corong. Gerakan flagela juga berfungsi mengatur arus dan menggerakan air ke sel api pada sepanjang saluran ekskresi. cacing gilig (Annellida). dan sistem ini berbeda antara invertebrata satu dengan invertebrata lainnya. Beberapa zat sisa berdifusi secara langsung dari sel ke air. Corong (nefrostom) akan berlanjut pada saluran yang berliku-liku pada segmen berikutnya. Berikut ini akan dibahas sistem ekskresi pada cacing pipih (Planaria). Air dan beberapa zat sisa ditarik ke dalam sel api. Sistem Ekskresi pada Cacing Pipih Cacing pipih mempunyai organ nefridium yang disebut sebagai protonefridium. Pada tempat tertentu. Rongga tubuh ini berfungsi sebagai sistem pencernaan. dan sel api. Metanefridium memiliki dua lubang. Di dalam protonefridium terdapat sel api yang dilengkapi dengan silia. Nefrostom bersilia dan bermuara di rongga tubuh (pseudoselom). . Nefridium adalah tipe yang umum dari struktur ekskresi khusus pada invertebrata. saluran bercabang menjadi pembuluh ekskresi yang terbuka sebagai lubang di permukaan tubuh (nefridiofora). invertebrata memiliki sistem ekskresi yang sangat sederhana. Tiap sel api mempunyai beberapa flagela yang gerakannya seperti gerakan api lilin. Protonefridium tersusun dari tabung dengan ujung membesar mengandung silia. disebut nefrostom (di bagian anterior) dan terletak pada segmen yang lain. Sisa nitrogen lewat dari sel ke sistem pencernaan dan diekskresikan lewat mulut. dan belalang. Pada umumnya. Air dikeluarkan lewat lubang nefridiofora ini. Pada cacing tanah yang merupakan anggota anelida.Sistem ekskresi invertebrata berbeda dengan sistem ekskresi pada vertebrata. 1.

Oleh karena cacing tanah hidup di dalam tanah dalam lingkungan yang lembab. Darah mengalir lewat pembuluh Malpighi. Saat cairan tubuh mengalir lewat celah panjang nefridium. Pembuluh Malpighi terletak di antara usus tengah dan usus belakang. Cairan dalam rongga tubuh cacing tanah mengandung substansi dan zat sisa. Asam urat dan sisa air masuk ke usus halus. dan sisa air akan diserap lagi. Kemudian gelembung ini akan bermuara ke bagian luar tubuh melalui pori yang merupakan lubang (corong) yang kedua. Belalang tidak dapat mengekskresikan amonia dan harus memelihara konsentrasi air di dalam tubuhnya. bahan yang mengandung nitrogen diendapkan sebagai asam urat. molekul makanan. Sampah nitrogen dan sedikit air tersisa di nefridium dan kadang diekskresikan keluar. anelida mendifusikan sisa amonianya di dalam tanah tetapi ureum diekskresikan lewat sistem ekskresi. 3. disebut nefridiofor. yaitu alat pengeluaran yang berfungsi seperti ginjal pada vertebrata. Namun yang terpenting dari keempat organ tersebut adalah ginjal. Pembuluh Malphigi berupa kumpulan benang halus yang berwarna putih kekuningan dan pangkalnya melekat pada pangkal dinding usus. sedangkan air dan berbagai garam diserap kembali biasanya secara osmosis dan transpor aktif. yaitu amonia dan zat lain yang kurang toksik. Asam urat berbentuk kristal yang tidak larut. Sistem trakea ini berfungsi seperti paru-paru pada vertebrata. Alat Ekskresi pada Belalang Alat ekskresi pada belalang adalah pembuluh Malpighi. bahan-bahan yang berguna seperti air. Metanefridium berlaku seperti penyaring yang menggerakkan sampah dan mengembalikan substansi yang berguna ke sistem sirkulasi. Amonia yang diproduksinya diubah menjadi bahan yang kurang toksik yang disebut asam urat. yaitu ureum. kulit. Gbr. Zat sisa ada dua bentuk. 1. dan ion akan diambil oleh sel-sel tertentu dari tabung. serangga juga memiliki sistem trakea untuk mengeluarkan zat sisa hasil oksidasi yang berupa CO2. dan hati. Di samping pembuluh Malphigi. Bahan-bahan ini lalu menembus sekitar kapiler dan disirkulasikan lagi. Kristal asam urat dapat diekskresikan lewat anus bersama dengan feses. Cairan tubuh ditarik ke corong nefrostom masuk ke nefridium oleh gerakan silia dan otot. Ginjal . Sistem Ekskresi pada belalang Sistem ekskresi pada manusia dan vertebrata lainnya melibatkan organ paru-paru.Bagian akhir dari saluran yang berliku-liku ini akan membesar seperti gelembung. Saat cairan bergerak lewat bagian proksimal pembuluh Malpighi. ginjal.

serta mempertahankan keseimbangan asam dan basa. korteks (bagian luar) b. Setiap menit 20-25% darah dipompa oleh jantung yang mengalir menuju ginjal. Ginjal terdiri dari tiga bagian utama yaitu: a. misalnya vitamin yang larut dalam air. Berat ginjal diperkirakan 0. Gbr. paruparu. Amonia adalah hasil pemecahan protein dan bermacam-macam garam. Setiap . dan kelenjar keringat a. melalui proses deaminasi atau proses pembusukan mikroba dalam usus. mempertahankan cairan ekstraselular dengan jalan mengeluarkan air bila berlebihan. medulla (sumsum ginjal) c. Bagian korteks ginjal mengandung banyak sekali nefron ± 100 juta sehingga permukaan kapiler ginjal menjadi luas. ginjal juga berfungsi mengeksresikan zat yang jumlahnya berlebihan. Alat-alat ekskresi pada manusia yang berupa ginjal. Sekresi dari ginjal berupa urin.5% dari berat badan. kulit. Struktur Ginjal Bentuk ginjal seperti kacang merah. Selain itu. dan panjangnya ± 10 cm. jumlahnya sepasang dan terletak di dorsal kiri dan kanan tulang belakang di daerah pinggang. akibatnya perembesan zat buangan menjadi banyak.Fungsi utama ginjal adalah mengekskresikan zat-zat sisa metabolisme yang mengandung nitrogen misalnya amonia. pelvis renalis (rongga ginjal).

Glomerulus berbentuk jalinan kapiler arterial.nefron terdiri atas badan Malphigi dan tubulus (saluran) yang panjang. Pada badan Malphigi terdapat kapsul Bowman yang bentuknya seperti mangkuk atau piala yang berupa selaput sel pipih. Rongga ginjal dihubungkan oleh ureter (berupa saluran) ke kandung kencing (vesika urinaria) yang berfungsi sebagai tempat penampungan sementara urin sebelum keluar tubuh. Tubulus pada badan Malphigi adalah tubulus proksimal yang bergulung dekat kapsul Bowman yang pada dinding sel terdapat banyak sekali mitokondria. Dari kandung kencing menuju luar tubuh urin melewati saluran yang disebut uretra. Kapsul Bowman membungkus glomerulus. Ginjal terletak di dorsal pinggang berjumlah sepasang Gbr. Gbr. Tubulus yang kedua adalah tubulus distal. . Struktur dalam (anatomi) ginjal Pada rongga ginjal bermuara pembuluh pengumpul.

keping darah. misalnya ureum dari 0. Sebagian besar dari zat-zat ini direabsorbsi beberapa kali.5% urea. dan sebagian besar protein plasma. Proses-proses di dalam Ginjal Di dalam ginjal terjadi rangkaian prows filtrasi. Gula dan asam mino meresap melalui peristiwa difusi. Bahanbahan kecil terlarut dalam plasma. Meresapnya zat pada tubulus ini melalui dua cara. Sisa sampah kelebihan garam.5% garam. Jika hormon ADH rendah maka penyerapan air berkurang . dan urea melewati saringan dan menjadi bagian dari endapan. sedangkan air melalui peristiwa osn osis. Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin seku Zder yang komposisinya sangat berbeda dengan urin primer. dan bahan lain pada filtrat dikeluarkan dalam urin. garam lain. Sebaliknya. 1. 1. kalium. natrium. natrium. Penyerapan kembali (Reabsorbsi) Volume urin manusia hanya 1% dari filtrat glomerulus. dan sisa substansi lain. Substansi yang masih berguna seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. Reabsorbsi air terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus distal. asam amino. Hal-hal yang Mempengaruhi Produksi Urin Hormon anti diuretik (ADH) yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis posterior akan mempengaruhi penyerapan air pada bagian tubulus distal karma meningkatkan permeabilitias sel terhadap air. klorida. glukosa.03`. Pada filtrat glomerulus masih dapat ditemukan asam amino. dan garamgaram lainnya. Selain penyaringan. dalam urin primer dapat mencapai 2% dalam urin sekunder. Beberapa faktor yang mempermudah proses penyaringan adalah tekanan hidrolik dan permeabilitias yang tinggi pada glomerulus. bikarbonat. reabsorbsi. Hasil penyaringan di glomerulus berupa filtrat glomerulus (urin primer) yang komposisinya serupa dengan darah tetapi tidak mengandung protein. Komposisi urin yang dikeluarkan lewat ureter adalah 96% air. 99% filtrat glomerulus akan direabsorbsi secara aktif pada tubulus kontortus proksimal dan terjadi penambahan zat-zat sisa serta urea pada tubulus kontortus distal. dan 150 g glukosa. dan augmentasi. Augmentasi Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal. 2. Penyaringan (filtrasi) Filtrasi terjadi pada kapiler glomerulus pada kapsul Bowman. Pada urin sekunder. Oleh karena itu. 2.b. 1200 g garam. konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun bertambah. seperti glukosa. Tiap hari tabung ginjal mereabsorbsi lebih dari 178 liter air. di glomelurus terjadi pula pengikatan kembali sel-sel darah. kalium. 3. Pada glomerulus terdapat selsel endotelium kapiler yang berpori (podosit) sehingga mempermudah proses penyaringan. misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi warm dan bau pada urin. zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi.

. urin yang diproduksi banyak. Sebaliknya. Hati juga berfungsi merombak hemoglobin menjadi bilirubin dap biliverdin. sedangkan sekitar 25% lagi diikat oleh Hb yang membentuk karboksi hemoglobin (HbC02). Kelebihan kadar gula dalam tubulus distal mengganggu proses penyerapan air. Paru-paru (Pulmo) Fungsi utama paru-paru adalah sebagai alat pernapasan. Selain ADH. Banyak sedikitnya hormon insulin Apabila hormon insulin kurang (penderita diabetes melitus). Demikian juga kreatinin hash pemecahan protein. 3. Kehilangan kemampuan mensekresi ADH menyebabkan penyakti diabetes insipidus. pembuangannya diatur oleh hati kemudian diangkut oleh darah ke ginjal. 2. Saraf Rangsangan pada saraf ginjal akan menyebabkan penyempitan duktus aferen sehingga aliran darah ke glomerulus berkurang. dan dari jantung akan dipompakan ke paru-paru untuk berdifusi di alveolus. karma mengekskresikan zat Sisa metabolisme maka dibahas pula dalam sistem ekskresi. kadar gula dalam darah akan dikeluarkan lewat tubulus distal. Akan tetapi. Jumlah air yang diminum Akibat banyaknya air yang diminum. Karbon dioksida dari jaringan sebagian besar (75%) diangkut oleh plasma darah dalam bentuk senyawa HC03. jika hormon ADH banyak. penyerapan air banyak sehingga urin sedikit dan pekat. Gambar 4: Mekanisme kerja pengaruh hormon ADH terhadap produksi urin. akan menurunkan konsentrasi protein yang dapat menyebabkan tekanan koloid protein menurun sehingga tekanan filtrasi kurang efektif. c. H2O dan CO2 dapat berdifusi atau dapat dieksresikan di alveolus paru-paru karena pada alveolus bermuara banyak kapiler yang mempunyai selaput tipis. filtrasi kurang efektif karena tekanan darah menurun. dap setelah mengalami oksidasi akan berubah jadi urobilin yang memberi warna pada feses menjadi kekuningan. Hasilnya. Karbon dioksida dan air hash metabolisme di jaringan diangkut oleh darah lewat vena untuk dibawa ke jantung. Penderitanya akan menghasilkan urin yang sangat encer. Akibatnya. Hati menjadi bagian dari sistem ekskresi karma menghasilkan empedu. banyak sedikitnya urin dipengaruhi pula oleh faktor-faktor berikut : a. b. Selanjutnya.sehingga urin menjadi banyak dan encer. Hati (Hepar) Hati disebut juga sebagai alat ekskresi di samping berfungsi sebagai kelenjar dalam sistem pencernaan. sehingga orang akan sering mengeluarkan urin.

serangan kuman. Dermis Pada bagian ini terdapat akar rambut. penguapan. 2. Dalam kondisi normal. serta otot penegak rambut. Keringat yang keluar akan menyerap panas tubuh sehingga suhu tubuh akan tetap. a. serta pengatur suhu tubuh. Pengeluaran keringat yang berlebihan bagi pekerja berat menimbulkan hilang melanositnya garam-garam mineral sehingga dapat menyebabkan kejang otot dan pingsan. Kulit (Cutis) Kulit berfungsi sebagai organ ekskresi karma mengandung kelenjar keringat (glandula sudorifera) yang mengeluarkan 5% sampai 10% dari seluruh sisa metabolisme.Jika saluran empedu tersumbat karena adanya endapan kolesterol maka cairan empedu akan masuk dalam sistem peredaran darah sehingga cairan darah menjadi lebih kuning. . Selain berfungsi mengekskresikan keringat. b. Bagian Korteks yang berisi Nefron (terdiri dari Glomerulus dan Kapsula Bowman). 2. pembuluh darah. air dan garam mineral ini akan dikeluarkan di permukaan kulit (pada pori) sebagai keringat. 4. kelenjar minyak. Ginjal Terdiri Dari 1. serabut saraf. Epidermis (lapisan terluar) dibedakan lagi atas: 1. aktivitas tubuh yang meningkat sehingga proses metabolisme berlangsung lebih cepat untuk menghasilkan energi. Kulit terdiri atas dua bagian utama yaitu: epidermis dan dermis. 3. Bagian Medula yang berisi Tubulus Ginjal. Pusat pengatur suhu pada susunan saraf pusat akan mengatur aktifitas kelenjar keringat dalam mengeluarkan keringat. Ginjal merupakan organ yang menyelenggarakan Homeostasis. Keringat mengandung air. Penderitanya disebut mengalami sakit kuning. gangguan dalam penyerapan air pada ginjal (gagal ginjal). keringat yang keluar sekitar 50 cc per jam. stratum stratum stratum stratum korneum berupa zat tanduk (sel mati) dan selalu mengelupas lusidum granulosum yang mengandung pigmen germinativum ialah lapisan yang selalu membentuk sel-sel kulit ke arah luar. sebagai organ penerima rangsang (reseptor). larutan garam. dap urea. Jumlah ini akan berkurang atau bertambah jika ada faktor-faktor berikut suhu lingkungan yang tinggi. 4. Selanjutnya. kulit juga berfungsi sebagai pelindung terhadap kerusakan fisik. Kelenjar keringat akan menyerap air dan garam mineral dari kapiler darah karena letaknya yang berdekatan. gangguan emosional. kelembapan udara. penyinaran. dan menyempitnya pembuluh darah akibat rangsangan pada saraf simpatik.

Reaksi Filtrasi 2. Jumlah Urine Dipengaruhi oleh: . .. kulit. contohnya pada hewan bersel satu. Metabolisme Protein Hingga Menghasilkan Urea 1.Tahapan Pembentukan Urine 1. Reaksi Ekskresi (Augmentasi) Proses Pembentukan Urine Darah difiltrasi menjadi Filtrat Glomerulus (Urine Primer)  reabsorbsi di Tubulus Kontortus Proksimal menjadi Filtrat Tubulus (Urine Sekunder)  augmentasi di Tubulus Kontortus Distal  U R I N E. porifera. ARGININ 4 ORNITIN + UREA Reaksi ke-3 dibantu oleh enzim Arginase.Jumlah garam yang masuk.Insipidus --> jumlah urine yang keluar terlalu banyak. Sitrulin. ada yang berupa paru-paru. Alat respirasi pada hewan bervariasi antara hewan yang satu dengan hewan yang lain.Hormon Antidiuretika (ADH) yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis . trakea. dan coelenterata. Defisisensi hormon akan menyebabkan penyakit Diabetes .Jumlah cairan yang diminum (Balans cairan). SITRULIN + NH3 4 ARGININ 3. dan paruparu buku.. . ORNITIN + NH3 + COz 4 SITRULIN 2. Alat respirasi adalah alat atau bagian tubuh tempat 02 dapat berdifusi masuk dan sebaliknya C02 dapat berdifusi keluar.postenor. Arginin dan Ornitin adalah nama asam amino. . Reaksi Rearsorbsi 3. insang. Pada ketiga hewan ini oksigen berdifusi dari lingkungan melalui rongga tubuh. bahkan ada beberapa organisme yang belum mempunyai alat khusus sehingga oksigen berdifusi langsung dari lingkungan ke dalam tubuh.

Gbr. Pembuluh trakea bermuara pada lubang kecil yang ada di kerangka luar (eksoskeleton) yang disebut spirakel. dan tertutup saat serangga beristirahat. Alat Respirasi pada Serangga Corong hawa (trakea) adalah alat pernapasan yang dimiliki oleh serangga dan arthropoda lainnya. Kemudian udara dari spirakel menuju pembuluhpembuluh trakea dan selanjutnya pembuluh trakea bercabang lagi menjadi cabang halus yang disebut trakeolus sehingga dapat mencapai seluruh jaringan dan alat tubuh bagian . Trakea pada serangga Oksigen dari luar masuk lewat spirakel. Gbr. dan terletak berpasangan pada setiap segmen tubuh. Spirakel men punyai katup yang dikontrol oleh otot sehingga membuka dan menutupnya spirakel terjadi secara teratur. Pada umumnya spirakel terbuka selama serangga terbang. Spirakel berbentuk pembuluh silindris yang berlapis zat kitin. Berbagai macam alat respirasi pada hewan 1.

Irisan melintanK paru-paru buku pada laba-laba . sedangkan jika hidup di air bernapas dengan insang buku. adalah sebagai berikut : Jika otot perut belalang berkontraksi maka trakea mexrupih sehingga udara kaya COZ keluar. kepik Notonecta sp. Mekanisme pernapasan pada serangga. Selama menyelam. Gbr. ada pula serangga yang mempunyai insang trakea yang berfungsi menyerap udara dari air. berisi cairan. mempunyai gelembung udara di organ yang menyerupai rambut pada permukaan ventral. darah pada serangga hanya berfungsi mengangkut sari makanan dan bukan untuk mengangkut gas pernapasan. O2 dalam gelembung dipindahkan melalui sistem trakea ke sel-sel pernapasan. Selanjutnya dari cabang halus ini oksigen diedarkan melalui pembuluh trakea.dalam. Trakeolus ini mempunyai fungsi yang sama dengan kapiler pada sistem pengangkutan (transportasi) pada vertebrata. Serangga air tertentu mempunyai gelembung udara sehingga dapat menyelam di air dalam waktu lama. Masing-masing paru-paru buku ini memiliki lembaran-lembaran tipis (lamela) yang tersusun berjajar. dan dibentuk oleh sel yang disebut trakeoblas. Trakeolus tidak berlapis kitin. 2. Sebaliknya. Alat Pernapasan pada Kalajengking dan Laba-laba Kalajengking dan laba-laba besar (Arachnida) yang hidup di darat memiliki alat pernapasan berupa paru-paru buku. Pertukaran gas terjadi antara trakeolus dengan sel-sel tubuh. misalnya belalang. atau pengambilan udara melalui cabang-cabang halus serupa insang. Pada serangga air seperti jentik nyamuk udara diperoleh dengan menjulurkan tabung pernapasan ke perxnukaan air untuk mengambil udara. dan sebaliknya mengangkut C02 basil respirasi untuk dikeluarkan dari tubuh. Misalnya. Keluar masuknya udara disebabkan oleh gerakan otot yang terjadi secara teratur. Sistem trakea berfungsi mengangkut OZ dan mengedarkannya ke seluruh tubuh. Dengan demikian. jika otot perut belalang berelaksasi maka trakea kembali pada volume semula sehingga tekanan udara menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan di luar sebagai akibatnya udara di luar yang kaya 02 masuk ke trakea. Paruparu buku ini juga memiliki spirakel tempat masuknya oksigen dari luar. Selain itu. Di bagian ujung trakeolus terdapat cairan sehingga udara mudah berdifusi ke jaringan. Paru-paru buku memiliki gulungan yang berasal dari invaginasi perut.

Pada filamen terdapat pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler sehingga memungkinkan OZ berdifusi masuk dan CO2 berdifusi keluar. Bagian terluar dare insang berhubungan dengan air. Insang berbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap. selain dengan labirin. Tiap lembaran insang terdiri dare sepasang filamen. katak bernapas pula dengan kulit. Hewan yang memiliki insang luar sepanjang hidupnya adalah salamander. C02 yang dibawa oleh darah dari jaringan akan bermuara ke insang dan dari insang diekskresikan keluar tubuh. kulit. Selain dimiliki oleh ikan. Dengan demikian pertukaran oksigen dan karbon dioksida dapat terjadi di kulit. Sebaliknya karbon dioksida dari jaringan akan di bawa ke jantung. Kecuali pada fase berudu bernapas dengan insang karena hidupnya di air. Pada fase inspirasi. 02 dari air masuk ke dalam insang kemudian 02 diikat oleh kapiler darah untuk dibawa ke jaringan-jaringan yang membutuhkan. ikan mempunyai gelembung renang yang terletak di dekat punggung. insang juga dimiliki oleh katak pada fase berudu. Oksigen yang masuk lewat kulit akan melewati vena kulit (vena kutanea) kemudian dibawa ke jantung untuk diedarkan ke seluruh tubuh.Baik insang buku maupun paru-paru buku keduanya mempunyai fungsi yang sama seperti fungsi paru-paru pada vertebrata. ini dimungkinkan karma kulitnya selalu dalam keadaan basah dan mengandung banyak kapiler sehingga gas pernapasan mudah berdifusi. 3. yaitu insang luar. Selain bernapas dengan selaput rongga mulut. Beberapa jenis ikan mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. . dari jantung dipompa ke kulit dan paru-paru lewat arteri kulit pare-paru (arteri pulmo kutanea). Contoh ikan yang mempunyai labirin adalah: ikan gabus dan ikan lele. sedangkan insang pada ikan bertulang rawan tidak ditutupi oleh operkulum. yakni inspirasi dan ekspirasi. dan osmoregulator. oksigen berdifusi lewat selaput rongga mulut. Sebaliknya pada fase ekspirasi. Alat Pernapasan pada Katak Pada katak. Iubang hidung terbuka dan glotis tertutup sehingga udara berada di rongga mulut dan berdifusi masuk melalui selaput rongga mulut yang tipis. sedangkan bagian dalam berhubungan erat dengan kapiler-kapiler darah. Insang tidak saja berfungsi sebagai alat pernapasan tetapi dapat pula berfungsi sebagai alat ekskresi garam-garam. alat pertukaran ion. Pada saat terjadi gerakan rongga mulut dan faring. dan tiap filamen mengandung banyak lapisan tipis (lamela). Insang pada ikan bertulang sejati ditutupi oleh tutup insang yang disebut operkulum. Mekanisme pernapasan pada ikan melalui 2 tahap. 4. Labirin ini berfungsi menyimpan cadangan 02 sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekurangan 02. Selaput rongga mulut dapat berfungsi sebagai alat pernapasan karma tipis dan banyak terdapat kapiler yang bermuara di tempat itu. dan paru-paru. Alat Pernapasan pada Ikan Insang dimiliki oleh jenis ikan (pisces). Untuk menyimpan cadangan 02. penyaring makanan.

oksigen diikat oleh darah yang berada dalam kapiler dinding paru-paru dan sebaliknya. hanya dengan beberapa lipatan dinding yang berfungsi memperbesar permukaan pertukaran gas. Pada kadal. Pada reptilia pertukaran gas tidak efektif. Gbr. Otot-otot perut dan sternohioideus berkontraksi sehingga udara dalam paru-paru tertekan keluar dan masuk ke dalam rongga mulut. Alat Pernapasan pada Reptilia Paru-paru reptilia berada dalam rongga dada dan dilindungi oleh tulang rusuk. kura-kura. Mekanisme pernafasan katak Dalam paru-paru terjadi mekanisme inspirasi dan ekspirasi yang keduanya terjadi saat mulut tertutup. Mekanisme ekspirasi adalah sebagai berikut. dan buaya paru-paru lebih kompleks. Paru-paru dengan rongga mulut dihubungkan oleh bronkus yang pendek. Dalam paru-paru terjadi pertukaran gas. Dengan mengecilnya rongga mulut maka udara yang kaya karbon dioksida keluar. Paru-paru reptilia lebih sederhana.bentuk seperti kantung sehingga gas pernapasan dapat berdifusi. Paru-paru pada beberapa jenis kadal misalnya bunglon Afrika mempunyai pundi-pundi hawa cadangan yang memungkinkan hewan tersebut melayang di udara. akibatnya oksigen masuk melalui koane. katak bernapas juga dengan paruparu walaupun paru-parunya belum sebaik paru-paru mamalia. Setelah itu koane menutup dan otot rahang bawah dan otot geniohioideus berkontraksi sehingga rongga mulut mengecil. Permukaan paru-paru diperbesar oleh adanya bentuk. Bersamaan dengan itu. dengan beberapa belahanbelahan yang membuat paru-parunya bertekstur seperti spon. 6. karbon dioksida dilepaskan ke lingkungan. Mekanisme inspirasi adalah sebagai berikut. Mengecilnya rongga mulut mendorong oksigen masuk ke paru-paru lewat celah-celah. otot rahang bawah berkontraksi yang juga diikuti dengan berkontraksinya geniohioideus sehingga rongga mulut mengecil. Otot Sternohioideus berkonstraksi sehingga rongga mulut membesar. Celah tekak menutup dan sebaliknya koane membuka. alat pernafasan katak Gbr. Katak mempunyai sepasang paru-paru yang berbentuk gelembung tempat bermuaranya kapiler darah. Fase inspirasi adalah saat udara (kaya oksigen) yang masuk lewat selaput rongga mulut dan kulit berdifusi pada gelembunggelembung di paru-paru. Alat Pernapasan pada Burung . 5.Selain bernapas dengan selaput rongga mulut dan kulit.

sehingga rongga dada mengecil dan tekanan menjadi lebih besar dari tekanan di udara luar akibatnya udara dari paru-paru yang kaya karbon dioksida keluar. leher. Parabronkus berupa tabung tabung kecil. dan bagian akhir trakea bercabang menjadi dua bagian. . Saat sayap mengepak atau diangkat ke atas maka kantung hawa di tulang korakoid terjepit sehingga oksigen pada tempat itu masuk ke paru-paru. tempat berdifusinya gas pernapasan hanya terjadi di paru-paru.Pada burung. Karena adanya pundi-pundi hawa maka pernapasan pada burung menjadi efisien. udara masuk kemudian diteruskan pada celah tekak yang terdapat pada dasar faring yang menghubungkan trakea. Bronkus bercabang lagi menjadi mesobronkus yang merupakan bronkus sekunder dan dapat dibedakan menjadi ventrobronkus (di bagian ventral) dan dorsobronkus ( di bagian dorsal). Bagan pernapasan pada burung di saat hinggap adalah sebagai berikut. ruang dada bagian belakang (toraks posterior). Jalur pernapasan pada burung berawal di lubang hidung. yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. dan sayap. Masuknya udara yang kaya oksigen ke paru-paru (inspirasi) disebabkan adanya kontraksi otot antartulang rusuk (interkostal) sehingga tulang rusuk bergerak keluar dan tulang dada bergerak ke bawah. udara dari kantung hawa masuk ke paru-paru dan terjadi pelepasan oksigen dalam pembuluh kapiler di paru-paru. Ventrobronkus dihubungkan dengan dorsobronkus. Pundi-pundi hawa berhubungan dengan paru-paru dan berselaput tipis. Paru-paru burung berjumlah sepasang dan terletak dalam rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk. Pada tempat ini. pundi-pundi hawa hanya berfungsi sebagai penyimpan cadangan oksigen dan meringankan tubuh. ekspirasi terjadi apabila otot interkostal relaksasi maka tulang rusuk dan tulang dada kembali ke posisi semula. dan di rongga perut (kantong udara abdominal). Udara pada pundi-pundi hawa dimanfaatkan hanya pada saat udara (OZ) di paruparu berkurang. yakni saat burung sedang mengepakkan sayapnya. Udara luar yang masuk sebagian kecil tinggal di paru-paru dan sebagian besar akan diteruskan ke pundi. Bergetarnya selaput itu menimbulkan suara. Di pundi-pundi hawa tidak terjadi difusi gas pernapasan. Jadi. Atau dengan kata lain. Pundi-pundi hawa terdapat di pangkal leher (servikal). Selain paru-paru.pundi hawa sebagai cadangan udara. Dalam bronkus pada pangkal trakea terdapat sirink yang pada bagian dalamnya terdapat lipatan-lipatan berupa selaput yang dapat bergetar. burung mengisap udara dengan cara memperbesar rongga dadanya sehingga tekanan udara di dalam rongga dada menjadi kecil yang mengakibatkan masuknya udara luar. Burung mengisap udara  udara mengalir lewat bronkus ke pundi-pundi hawa bagian belakang  bersamaan dengan itu udara yang sudah ada di paru-paru mengalir ke pundipundi hawa  udara di pundi-pundi belakang mengalir ke paru-paru  udara menuju pundipundi hawa depan. oleh banyak parabronkus (100 atau lebih). burung memiliki 8 atau 9 perluasan paruparu atau pundi-pundi hawa (sakus pneumatikus) yang menyebar sampai ke perut. Bersamaan dengan mengecilnya rongga dada. antara tulang selangka (korakoid). pelepasan oksigen di paru-paru dapat terjadi pada saat ekspirasi maupun inspirasi. Trakeanya panjang berupa pipa bertulang rawan yang berbentuk cincin. Di parabronkus bermuara banyak kapiler sehingga memungkinkan udara berdifusi. ruang dada bagian depan (toraks anterior). Sebaliknya.

kesehatan. Faring (Tenggorokan) Udara dari rongga hidung masuk ke faring. terdapat juga rambut pendek dan tebal yang berfungsi menyaring partikel kotoran yang masuk bersama udara. Pada bagian belakang faring (posterior) terdapat laring (tekak) tempat terletaknya pita suara (pita vocalis). aktifitas. Walaupun demikian. Rongga hidung berlapis selaput lendir. Skema Sistem Respirasi Pada Manusia a. Urutan saluran pernapasan adalah sebagai berikut: rongga hidung  faring  trakea  bronkus  paru-paru (bronkiol dan alveolus). Selaput lendir berfungsi menangkap benda asing yang masuk lewat saluran pernapasan. antara lain. b. Gbr. Sistem pernapasan pada manusia mencakup dua hal. Rongga Hidung (Cavum Nasalis) Udara dari luar akan masuk lewat rongga hidung (cavum nasalis). Faring merupakan percabangan 2 saluran.Kecepatan respirasi pada berbagai hewan berbeda bergantung dari berbagai hal. di dalamnya terdapat kelenjar minyak (kelenjar sebasea) dan kelenjar keringat (kelenjar sudorifera). yakni saluran pernapasan dan mekanisme pernapasan. dan bobot tubuh. Makan sambil berbicara dapat mengakibatkan makanan masuk ke saluran pernapasan karena saluran pernapasan pada saat tersebut sedang terbuka. Juga terdapat konka yang mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi menghangatkan udara yang masuk. yaitu saluran pernapasan (nasofarings) pada bagian depan dan saluran pencernaan (orofarings) pada bagian belakang. Masuknya udara melalui faring akan menyebabkan pita suara bergetar dan terdengar sebagai suara. Selain itu. saraf .

Struktur lapisan mukosa bronkus sama dengan trakea. hanya tulang rawan bronkus bentuknya tidak teratur dan pada bagian bronkus yang lebih besar cincin tulang rawannya melingkari lumen dengan sempurna. bernapas. Tenggorokan (Trakea) Tenggorokan berupa pipa yang panjangnya ± 10 cm. . Struktur paru-paru Antara selaput luar dan selaput dalam terdapat rongga berisi cairan pleura yang berfungsi sebagai pelumas paru-paru. d. e. Paru-paru (Pulmo) Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk ke saluran pernapasan. Bronkus bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus. Gbr. Paruparu berstruktur seperti spon yang elastis dengan daerah permukaan dalam yang sangat lebar untuk pertukaran gas. alveolus. dan pada bagian dalam rongga bersilia. terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada (torak). Dinding tenggorokan tipis dan kaku. Paru-paru tersusun oleh bronkiolus. yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Paru-paru dibungkus oleh dua selaput yang tipis. di bagian samping dibatasi oleh otot dan rusuk dan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat. c. dan berbicara tidak terjadi bersamaan sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan. disebut pleura. Cairan pleura berasal dari plasma darah yang masuk secara eksudasi.kita akan mengatur agar peristiwa menelan. dan pembuluh darah. jaringan elastik. Selaput bagian dalam yang langsung menyelaputi paru-paru disebut pleura dalam (pleura visceralis) dan selaput yang menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengan tulang rusuk disebut pleura luar (pleura parietalis). dikelilingi oleh cincin tulang rawan. Cabang-cabang Tenggorokan (Bronki) Tenggorokan (trakea) bercabang menjadi dua bagian. Paru-paru ada dua bagian yaitu paru-paru kanan (pulmo dekster) yang terdiri atas 3 lobus dan paru-paru kiri (pulmo sinister) yang terdiri atas 2 lobus. Dinding rongga pleura bersifat permeabel terhadap air dan zat-zat lain.

bronkiolus bercabang-cabang halus dengan diameter ± 1 mm. sedangkan pernapasan dalam adalah pernapasan yang terjadi antara darah dalam kapiler dengan sel-sel tubuh. Pernapasan dada dan perut terjadi secara bersamaan. Alveolus terdapat pada ujung akhir bronkiolus berupa kantong kecil yang salah satu sisinya terbuka sehingga menyerupai busa atau mirip sarang tawon. a.Di dalam paru-paru. Pernapasan Dada Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. 1. Jika tekanan di luar rongga dada lebih besar maka udara akan masuk. tetapi rongganya masih mempunyai silia dan di bagian ujung mempunyai epitelium berbentuk kubus bersilia. Sehubungan dengan organ yang terlibat dalam pemasukkan udara (inspirasi) dan pengeluaran udara (ekspirasi) maka mekanisme pernapasan dibedakan atas dua macam. dindingnya makin menipis jika dibanding dengan bronkus. Sebaliknya. Pernapasan luar adalah pertukaran udara yang terjadi antara udara dalam alveolus dengan darah dalam kapiler. Bronkiolus berakhir pada gugus kantung udara (alveolus). apabila tekanan dalam rongga dada lebih besar maka udara akan keluar. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut. yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut. Alveolus yang diperbesar Pernapasan adalah suatu proses yang terjadi secara otomatis walau dalam keadaan tertidur sekalipun karma sistem pernapasan dipengaruhi oleh susunan saraf otonom. Bronkiolus tidak mempunyi tulang rawan. Fase inspirasi. Pada bagian distal kemungkinan tidak bersilia. yaitu pernapasan luar dan pernapasan dalam. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga . Oleh karena alveolus berselaput tipis dan di situ banyak bermuara kapiler darah maka memungkinkan terjadinya difusi gas pernapasan. Gbr. Masuk keluarnya udara dalam paru-paru dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara dalam rongga dada dengan tekanan udara di luar tubuh. Menurut tempat terjadinya pertukaran gas maka pernapasan dapat dibedakan atas 2 jenis.

akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk. Fase Inspirasi. Sebagai akibatnya. Dalam keadaan luar biasa. mengembang) sehingga rongga dada mengecil dan tekanan menjadi lebih besar. Kapasitas tidal adalah jumlah udara yang keluar masuk pare-paru pada pernapasan normal. yang 1000 cc merupakan sisa udara yang tidak dapat digunakan tetapi senantiasa mengisi bagian paru-paru sebagai residu atau udara sisa. Udara ini dikenal sebagai kapasitas total udara pernapasan manusia. volume udara paru-paru manusia mencapai 4500 cc. 1. Fase ekspirasi merupakan fase berelaksasinya otot diafragma (kembali ke posisi semula. 2. kapasitas vital udara yang digunakan dalam proses bernapas mencapai 3500 cc. Pernapasan Perut Pernapasan perut merupakan pernapasan yang mekanismenya melibatkan aktifitas otot-otot diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga dada. Dalam keadaan normal. inspirasi maupun ekspirasi dalam menggunakan sekitar 1500 cc udara pernapasan (expiratory reserve volume = inspiratory reserve volume = 1500 cc). Pada fase ini otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar. sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.rongga dada membesar. Fase ekspirasi. Walaupun demikian. Dalam keadaaan normal. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Gambar 1 Mekanisme inspirasi dan ekspirasi pada manusia b. Fase Ekspirasi. Lihat skema udara pernapasan berikut ini. 2. Mekanisme pernapasan perut dapat dibedakan menjadi dua tahap yakni sebagai berikut. Skema udara pernapasan Udara cadangan inspirasi1500 . tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar. kegiatan inspirasi dan ekpirasi atau menghirup dan menghembuskan udara dalam bernapas hanya menggunakan sekitar 500 cc volume udara pernapasan (kapasitas tidal = ± 500 cc). akibatnya rongga dada membesar dan tekanan menjadi kecil sehingga udara luar masuk. akibatnya udara keluar dari paru-paru. Kapasitas vital adalah jumlah udara maksimun yang dapat dikeluarkan seseorang setelah mengisi paru-parunya secara maksimum.

antara lain ukuran alat pernapasan. misalnya konsentrasi hemoglobin darah berkurang. kemampuan dan kebiasaan bernapas. Kebutuhan tersebut berbanding lurus dengan volume udara inspirasi dan ekspirasi biasa kecuali dalam keadaan tertentu saat konsentrasi oksigen udara inspirasi berkurang atau karena sebab lain. udara yang digunakan dalam proses pernapasan memiliki volume antara 500 cc hingga sekitar 3500 cc. Volume udara pernapasan dapat diukur dengan suatu alat yang disebut spirometer. manusia membutuhkan sekitar 300 cc oksigen sehari (24 jam) atau sekitar 0. Dari 500 cc udara inspirasi/ekspirasi biasa. ukuran tubuh. seseorang yang memiliki kebiasaan memakan lebih banyak daging akan membutuhkan lebih banyak oksigen daripada seorang vegetarian. Pekerja-pekerja berat termasuk atlit lebih banyak membutuhkan oksigen dibanding pekerja ringan. Selanjutnya. Selanjutnya. Oksigen yang dibutuhkan berdifusi masuk ke darah dalam kapiler darah yang menyelubungi alveolus. sedangkan sisanya mengisi saluran pernapasan.5 cc tiap menit.kapasitas total  Udara pernapasan biasa 500 Udara cadangan ekspirasi 1500 Udara sisa (residu) 1000  kapasitas vital Dengan demikian. Gambar 1 Gambaran skematik spirometer Besarnya volume udara pernapasan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. sebagian besar oksigen diikat oleh zat warna darah atau pigmen darah (hemoglobin) untuk diangkut ke sel-sel jaringan tubuh. serta kondisi kesehatan. Jumlah oksigen yang diambil melalui udara pernapasan tergantung pada kebutuhan dan hal tersebut biasanya dipengaruhi oleh jenis pekerjaan. hanya sekitar 350 cc udara yang mencapai alveolus. Dalam keadaan biasa. Demikian juga seseorang yang memiliki ukuran tubuh lebih besar dengan sendirinya membutuhkan oksigen lebih banyak. . serta jumlah maupun jenis bahan makanan yang dimakan.

Pertukaran O2 dan CO2 antara alveolus dan Pembuluh darah yang menyelubungi Secara sederhana. dan kadar O2 di udara. O2 akan mengalir lewat vena pulmonalis yang tekanan O2 nya 104 mm. Berapa minimal darah yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan oksigen pada jaringan? Setiap 100 mm3 darah dengan tekanan oksigen 100 mm Hg dapat mengangkut 19 cc oksigen. Tekanan seluruh udara lingkungan sekitar 1 atmosfir atau 760 mm Hg. . Dengan demikian kemampuan hemoglobin untuk mengikat oksigen adalah 7 cc per 100 mm3 darah. Proses difusi oksigen ke dalam arteri demikian juga difusi CO2 dari arteri dipengaruhi oleh tekanan O2 dalam udara inspirasi. sedangkan tekanan O2 di lingkungan sekitar 160 mm Hg. Dari jaringan CO2 akan mengalir lewat vena sistemik ke jantung. tekanan O2 (P O2).40 mm hg. menuju ke jantung. lebih tinggi dibandingkan vena sistemik yang hanya 45 mm Hg. perbedaan kadar O2 dalam jaringan. Di jaringan. CO2 mengalir lewat arteri pulmonalis yang tekanan O2 nya sama yaitu 45 mm hg. Pengangkutan sekitar 200 mm3 C02 keluar tubuh umumnya berlangsung menurut reaksi kimia berikut: C02 + H20  (karbonat anhidrase) H2CO3 . Dari jantung. pengikatan oksigen oleh hemoglobin dapat diperlihat-kan menurut persamaan reaksi bolak-balik berikut ini : Hb4 + O2 4 Hb O2 (oksihemoglobin) berwarna merah jernih Reaksi di atas dipengaruhi oleh kadar O2. Bila tekanan oksigen hanya 40 mm Hg maka hanya ada sekitar 12 cc oksigen yang bertahan dalam darah vena. Dari arteri pulmonalis CO2 masuk ke paru-paru lalu dilepaskan ke udara bebas. Tekanan oksigen di lingkungan lebih tinggi dari pada tekanan oksigen dalam alveolus paru-paru dan arteri yang hanya 104 mm Hg. Dari jantung O2 mengalir lewat arteri sistemik yang tekanan O2 nya 104 mm hg menuju ke jaringan tubuh yang tekanan O2 nya 0 . kadar CO2. O2 ini akan dipergunakan. Tekanan CO2 di jaringan di atas 45 mm hg. Dari paru-paru.Hemoglobin yang terdapat dalam butir darah merah atau eritrosit ini tersusun oleh senyawa hemin atau hematin yang mengandung unsur besi dan globin yang berupa protein. Oleh karena itu oksigen dapat masuk ke paru-paru secara difusi. Gbr.

Pengangkutan CO2 oleh darah dapat dilaksanakan melalui 3 Cara yakni sebagai berikut. Mula-mula proses glikolisis oleh enzim glukokinase membentuk piruvat pada siklus Glukosa (Tahap I) kemudian tahap II. Pada orang yang tenggelam. Energi yang digunakan dalam kegiatan respirasi bersumber dari ATP (Adenosin Tri Fosfat) yang ada pada masing-masing sel. ATP berasal dari bahan-bahan karbohidrat yang diubah menjadi fosfat melalui tiga tahapan. Hal tersebut dapat disebabkan karena keadaan Pneumoni. Asfiksi ada bermacam-macam misalnya terisinya alveolus dengan cairan limfa karena infeksi Diplokokus pneumonia atau Pneumokokus yang menyebabkan penyakit pneumonia. Ketiga tahap di atas dapat dilihat pada skema berikut ini. Reaksinya adalah sebagai berikut. Sebaliknya apabila terjadi akumulasi garam basa dalam darah maka muncul gejala alkalosis. dan membentuk asam karbonat dengan enzim anhidrase (7% dari seluruh CO2). Karbon dioksida terikat dalam gugus ion bikarbonat (HCO3) melalui proses berantai pertukaran klorida (70% dari seluruh CO2). disebut asfiksi. Karbon dioksida larut dalam plasma. Orang seperti itu dapat ditolong dengan mengeluarkan air dari saluran pernapasannya dan melakukan pernapasan buatan tanpa alat dengan cara dari mulut ke mulut dengan irama tertentu dan menggunakan metode Silvester dan Hilger Neelsen. Glikolisis terjadi di sitoplasma. 3.3 cc CO2 sehingga mempengaruhi pH darah menjadi 4. CO2 + H2O  H2CO3  H+ + HCO-3 Gangguan terhadap pengangkutan CO2 dapat mengakibatkan munculnya gejala asidosis karena turunnya kadar basa dalam darah. Karbon dioksida terikat pada hemoglobin dalam bentuk karbomino hemoglobin (23% dari seluruh CO2). yakni siklus krebs (TCA = Tri Caboxylic Acid Cycle) kemudian tahap III. .5 karena terbentuknya asam karbonat. alveolusnya terisi air sehingga difusi oksigen sangat sedikit bahkan tidak ada sama sekali sehingga mengakibatkan orang tersebut shock dan pernapasannya dapat terhenti. 1. yakni tahap transfer elektron. Gangguan pada sistem pernapasan adalah terganggunya pengangkutan O2 ke sel-sel atau jaringan tubuh. siklus krebs terjadi di mitokondria.Tiap liter darah hanya dapat melarutkan 4. 2.

Contohnya otot dan kelenjar. serta radang pada pleura disebut pleuritis. Dalam kegiatannya. Gejala alergi terutama asma dapat pula menghinggapi sistem pernapasan begitu juga kanker dapat menyerang paru-paru terutama para perokok berat. debu. dan adenoid. misalnya polip. Pengangkutan O2 dapat pula terhambat karena tingginya kadar karbon monoksida dalam alveolus sedangkan daya ikat (afinitas) hemoglobin jauh lebih besar terhadap CO daripada O2 dan CO2. SEL SARAF Sistem saraf terdiri dari jutaan sel saraf (neuron). Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dari dalam tubuh. Efektor adalah sel atau organ yang menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan. Keracunan asam sianida. karena daya afinitas hemoglobin juga lebih besar terhadap racun dibanding terhadap O2. Sistem saraf tersusun oleh berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk bervariasi. batu bara dan racun lain dapat pula menyebabkan terganggunya pengikatan O2 oleh hemoglobin dalam pembuluh darah. Penyakit pernapasan yang sering terjadi adalah emfisema berupa penyakit yang terjadi karena susunan dan fungsi alveolus yang abnormal.Asfiksi dapat pula disebabkan karena penyumbatan saluran pernapasan oleh kelenjar limfa. saraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai (berurutan) antara reseptor dan efektor. peradangan pada bronkus disebut bronkitis. Sistern ini meliputi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Fungsi sel saraf adalah mengirimkan pesan (impuls) yang berupa rangsang atau tanggapan. Paru-paru juga dapat mengalami kerusakan karena terinfeksi Mycobacterium tuber culosis penyebab penyakit TBC. Struktur Sel Saraf . amandel. Peradangan dapat terjadi pada rongga hidung bagian atas dan disebut sinusitis.

yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). Berdasarkan struktur dan fungsinya. Ujung akson dari saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet). Akson yang diperbesar Setiap neuron hanya mempunyai satu akson dan minimal satu dendrit. Pada bagian luar akson terdapat lapisan lemak disebut mielin yang merupakan kumpulan sel Schwann yang menempel pada akson. sel saraf dapat dibagi menjadi 3 kelompok. Sel ini dapat ditemukan di dalam sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat.Setiap neuron terdiri dari satu badan sel yang di dalamnya terdapat sitoplasma dan inti sel. yaitu dendrit dan akson (neurit). Struktur Sel Saraf Gbr. Bagian dari akson yang tidak terbungkus mielin disebut nodus Ranvier. sel saraf motor. Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensori atau sel saraf asosiasi lainnya. dendrit pendek. Sel Schwann adalah sel glia yang membentuk selubung lemak di seluruh serabut saraf mielin. dan sel saraf intermediet (asosiasi). sedangkan aksonnya dapat sangat panjang. Sel saraf sensori Fungsi sel saraf sensori adalah menghantar impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat. 1. . 2. Fungsi mielin adalah melindungi akson dan memberi nutrisi. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi. Badan sel saraf motor berada di sistem saraf pusat. sedangkan akson berfungsi mengirimkan impuls dari badan sel ke jaringan lain. Kedua serabut saraf ini berisi plasma sel. Akson biasanya sangat panjang. Sebaliknya. Sel saraf intermediet Sel saraf intermediet disebut juga sel saraf asosiasi. Dendrit berfungsi mengirimkan impuls ke badan sel saraf. yaitu sel saraf sensori. yang berfungsi mempercepat penghantaran impuls. Sel saraf motor Fungsi sel saraf motor adalah mengirim impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. 3. Gbr. Dari badan sel keluar dua macam serabut saraf. Membran plasma sel Schwann disebut neurilemma.

Bila impuls telah lewat maka untuk sementara serabut saraf tidak dapat dilalui oleh impuls. Diperkirakan bahwa rangsangan (stimulus) pada indra menyebabkan terjadinya pembalikan perbedaan potensial listrik sesaat. Sedangkan badan sel saraf berkumpul membentuk ganglion atau simpul saraf.Kelompok-kelompok serabut saraf. Penghantaran Impuls Melalui Sel Saraf Penghantaran impuls baik yang berupa rangsangan ataupun tanggapan melalui serabut saraf (akson) dapat terjadi karena adanya perbedaan potensial listrik antara bagian luar dan bagian dalam sel. 1. akson dan dendrit bergabung dalam satu selubung dan membentuk urat saraf. Struktur ganglion gabungan fari badan sel saraf Impuls dapat dihantarkan melalui beberapa cara. Kecepatan perjalanan gelombang perbedaan potensial bervariasi antara 1 sampai dengart 120 m per detik. Perubahan potensial ini (depolarisasi) terjadi berurutan sepanjang serabut saraf. Stimulasi yang kurang kuat atau di bawah ambang (threshold) tidak akan menghasilkan impuls yang dapat merubah potensial listrik. kutub positif terdapat di bagian luar dan kutub negatif terdapat di bagian dalam sel saraf. Untuk dapat berfungsi kembali diperlukan waktu 1/500 sampai 1/1000 detik. di antaranya melalui sel saraf dan sinapsis. Berikut ini akan dibahas secara rinci kedua cara tersebut. Stimulasi yang kuat dapat menimbulkan jumlah impuls yang lebih besar pada periode waktu tertentu daripada impuls yang lemah. Tetapi bila kekuatannya di atas ambang maka impuls akan dihantarkan sampai ke ujung akson. Penghantaran Impuls Melalui Sinapsis . karena terjadi perubahan potensial kembali seperti semula (potensial istirahat). 2. Energi yang digunakan berasal dari hasil pemapasan sel yang dilakukan oleh mitokondria dalam sel saraf. Gbr. tergantung pada diameter akson dan ada atau tidaknya selubung mielin. Pada waktu sel saraf beristirahat.

Kemudian vesikula akan melepaskan neurotransmitter berupa asetilkolin. ke saraf sensori. Bila impuls sampai pada ujung neuron. Prinsip kerjanya sama dengan sinapsis saraf-saraf lainnya. Jadi dapat dikatakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. bersin. namun.Titik temu antara terminal akson salah satu neuron dengan neuron lain dinamakan sinapsis. Gerak pada umumnya terjadi secara sadar. Neuron yang berakhir pada tonjolan sinapsis disebut neuron prasinapsis. Penempelan asetilkolin pada reseptor menimbulkan impuls pada sel saraf berikutnya. dan dopamin serta serotonin yang terdapat di otak. ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. Gbr. Asetilkolin kemudian berdifusi melewati celah sinapsis dan menempel pada reseptor yang terdapat pada membran postsinapsis. anatomi. berupa tanggapan. kemudian hasil olahan oleh otak. noradrenalin terdapat di sistem saraf simpatik. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang. Setiap terminal akson membengkak membentuk tonjolan sinapsis. Neurontransmitter ada bermacam-macam misalnya asetilkolin yang terdapat di seluruh tubuh. maka vesikula bergerak dan melebur dengan membran pra-sinapsis. yang disebut vesikula sinapsis. Bila asetilkolin sudah melaksanakan tugasnya maka akan diuraikan oleh enzim asetilkolinesterase yang dihasilkan oleh membran post-sinapsis. Membran ujung dendrit dari sel berikutnya yang membentuk sinapsis disebut postsinapsis. tanpa memerlukan kontrol dari otak. Bagaimanakah penghantaran impuls dari saraf motor ke otot? Antara saraf motor dan otot terdapat sinapsis berbentuk cawan dengan membran pra-sinapsis dan membran postsinapsis yang terbentuk dari sarkolema yang mengelilingi sel otot. . atau batuk. Di dalam sitoplasma tonjolan sinapsis terdapat struktur kumpulan membran kecil berisi neurotransmitter. Neurontransmitter adalah suatu zat kimia yang dapat menyeberangkan impuls dari neuron pra-sinapsis ke post-sinapsis. Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan. yaitu dari reseptor. Lokasi. dibawa ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak. dan cara kerja sinapsis Gerak merupakan pola koordinasi yang sangat sederhana untuk menjelaskan penghantaran impuls oleh saraf. Contoh gerak refleks misalnya berkedip. dibawa oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor.

Fungsi selaput araknoid adalah sebagai bantalan untuk melindungi otak dari bahaya kerusakan mekanik. misalnya.Pada gerak refleks. Jalan pintas ini disebut lengkung refleks. otak juga dilindungi 3 lapisan selaput meninges. Ketiga lapisan membran meninges dari luar ke dalam adalah sebagai berikut. yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang. disebut demikian karena bentuknya seperti sarang labah-labah. sel-sel neuroglia. Durameter. 3. 2. semacam cairan limfa yang mengisi sela sela membran araknoid. Keduanya merupakan organ yang sangat lunak. merupakan selaput yang kuat dan bersatu dengan tengkorak. Gbr. dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan. diterima oleh set saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke efektor. Gerak refleks dapat dibedakan atas refleks otak bila saraf penghubung (asosiasi) berada di dalam otak. Otak dan sumsum tulang belakang mempunyai 3 materi esensial yaitu: 1. Bila membran ini terkena infeksi maka akan terjadi radang yang disebut meningitis. Lengkung refleks yang menggambarkan mekanisme jalannya impuls pada lutut yang dipukul Sistem saraf pusat meliputi otak (ensefalon) dan sumsum tulang belakang (Medula spinalis). serabut saraf yang membentuk bagian materi putih (substansi alba) 3. kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf. impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas. Agaknya lapisan ini berfungsi untuk memberi oksigen dan nutrisi serta mengangkut bahan sisa metabolisme. yaitu otot atau kelenjar. Selain tengkorak dan ruas-ruas tulang belakang. badan sel yang membentuk bagian materi kelabu (substansi grissea) 2. 1. Di dalamnya terdapat cairan serebrospinalis. yaitu jaringan ikat yang terletak di antara sel-sel saraf di dalam sistem saraf pusat . Araknoid. gerak mengedip atau mempersempit pupil bila ada sinar dan refleks sumsum tulang belakang bila set saraf penghubung berada di dalam sumsum tulang belakang misalnya refleks pada lutut. Piameter. Lapisan ini penuh dengan pembuluh darah dan sangat dekat dengan permukaan otak.

otak kecil (serebelum). ingatan (memori). Pada bagian korteks serebrum yang berwarna kelabu terdapat bagian penerima rangsang (area sensor) yang terletak di sebelah belakang area motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar atau merespon rangsangan. membuat kesimpulan. walaupun ada juga beberapa gerakan refleks otak. Pada sumsum tulang belakang bagian tengah berupa materi kelabu berbentuk kupu-kupu. analisis. Bagian atas (dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus yang mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata. 1. Pusat penglihatan terdapat di bagian belakang. dan belajar berbagai bahasa. a. Selain itu terdapat area asosiasi yang menghubungkan area motor dan sensorik. Otak besar (serebrum) Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktifitas mental. dan juga merupakan pusat pendengaran. berbicara. Gbr. Area ini berperan dalam proses belajar. kreativitas) dan emosi. otak tengah (mesensefalon).Walaupun otak dan sumsum tulang belakang mempunyai materi sama tetapi susunannya berbeda. Di sekitar kedua area tersebut dalah bagian yang mengatur kegiatan psikologi yang lebih tinggi. yaitu: otak besar (serebrum). Di depan otak tengah terdapat talamus dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin. sumsum sambung (medulla oblongata). Otak dengan bagian-bagian penyusunnya 2. sedangkan bagian korteks berupa materi putih. dan pertimbangan. Otak tengah (mesensefalon) Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. materi kelabu terletak di bagian luar atau kulitnya (korteks) dan bagian putih terletak di tengah. Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak. Pada otak. Misalnya bagian depan merupakan pusat proses berfikir (yaitu mengingat. Otak Otak mempunyai lima bagian utama. menyimpan ingatan. yaitu yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi). . dan jembatan varol. kesadaran.

Pada tanduk dorsal terdapat badan sel saraf penghubung (asosiasi konektor) yang akan menerima impuls dari sel saraf sensori dan akan menghantarkannya ke saraf motor. Sumsum tulang belakang (medulla spinalis) Pada penampang melintang sumsum tulang belakang tampak bagian luar berwarna putih. Selain itu. sedangkan bagian dalam berbentuk kupu-kupu dan berwarna kelabu. Jembatan varol (pons varoli) Jembatan varol berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan. Otak kecil (serebelum) Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar. Impuls sensori dari reseptor dihantar masuk ke sumsum tulang belakang melalui tanduk dorsal dan impuls motor keluar dari sumsum tulang belakang melalui tanduk ventral menuju efektor. 5. batuk. dan posisi tubuh. Bila ada rangsangan yang merugikan atau berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan. Otak dan kegiatan-kegiatan yang dikontrolnya 3. dan sekresi kelenjar pencernaan. refleks fisiologi seperti detak jantung. dan berkedip. Sumsum sambung juga mempengaruhi jembatan. sumsum sambung juga mengatur gerak refleks yang lain seperti bersin. Pada penampang melintang sumsum tulang belakang ada bagian seperti sayap yang terbagi atas sayap atas disebut tanduk dorsal dan sayap bawah disebut tanduk ventral. 4. 6. gerak alat pencernaan. Sumsum sambung (medulla oblongata) Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang datang dari medula spinalis menuju ke otak. volume dan kecepatan respirasi. juga menghubungkan otak besar dan sumsum tulang belakang. tekanan darah. . keseimbangan.Gbr.

Sistem saraf sadar mengontrol aktivitas yang kerjanya diatur oleh otak. dan sekresi keringat. Gbr. Urat saraf yang membawa impuls ke otak merupakan saluran asenden dan yang membawa impuls yang berupa perintah dari otak merupakan saluran desenden.Pada bagian putih terdapat serabut saraf asosiasi. gerak saluran pencernaan. Kumpulan serabut saraf membentuk saraf (urat saraf). Penampang melintang sumsum tulang belakang Sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf sadai dan sistem saraf tak sadar (sistem saraf otonom). sedangkan saraf otonom mengontrol aktivitas yang tidak dapat diatur otak antara lain denyut jantung. .

yaitu saraf-saraf yang keluar dari otak. Tiga pasang saraf sensori. Gambar 2 Otak dilihat dari bawah menunjukkan saraf kranial Saraf otak dikhususkan untuk daerah kepala dan leher. dan 10. 9. yaitu saraf nomor 5. Saraf tepi dan aktivitas-aktivitas yang dikendalikannya 1. yaitu saraf nomor 3. 11. 6. empat pasang saraf gabungan sensori dan motor. 7. 2. lima pasang saraf motor.Gbr. yaitu saraf-saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang. Nervus vagus membentuk bagian . yaitu saraf nomor 1. kecuali nervus vagus yang melewati leher ke bawah sampai daerah toraks dan rongga perut. dan 8 2. Sistem Saraf Sadar Sistem saraf sadar disusun oleh saraf otak (saraf kranial). 4. dan saraf sumsum tulang belakang. Saraf otak ada 12 pasang yang terdiri dari: 1. dan 12 3.

Saraf sumsum tulang belakang berjumlah 31 pasang saraf gabungan. Beberapa urat saraf bersatu membentuk jaringan urat saraf yang disebut pleksus. Saraf Otonom Sistem saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak maupun dari sumsum tulang belakang dan menuju organ yang bersangkutan. 2. 5 pasang saraf pinggul. Perbedaan struktur antara saraf simpatik dan parasimpatik terletak pada posisi ganglion. 5 pasang saraf pinggang. Sistem saraf otonom dapat dibagi atas sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik. sedangkan saraf parasimpatik mempunyai urat pra ganglion yang panjang karena ganglion menempel pada organ yang dibantu. a. Fungsi sistem saraf simpatik dan parasimpatik selalu berlawanan (antagonis). Urat saraf yang terdapat pada pangkal ganglion disebut urat saraf pra ganglion dan yang berada pada ujung ganglion disebut urat saraf post ganglion. Ada 3 buah pleksus yaitu sebagai berikut. Dalam sistem ini terdapat beberapa jalur dan masing-masing jalur membentuk sinapsis yang kompleks dan juga membentuk ganglion. Berdasarkan asalnya. bahu. Oleh karena daerah jangkauannya sangat luas maka nervus vagus disebut saraf pengembara dan sekaligus merupakan saraf otak yang paling penting. b.saraf otonom. dan diafragma. saraf sumsum tulang belakang dibedakan atas 8 pasang saraf leher. c. Sistem saraf parasimpatik terdiri dari keseluruhan "nervus vagus" bersama cabang-cabangnya ditambah dengan beberapa saraf otak lain dan saraf sumsum sambung. Pleksus Jumbo sakralis yang mempengaruhi bagian pinggul dan kaki. Pleksus cervicalis merupakan gabungan urat saraf leher yang mempengaruhi bagian leher.Pleksus brachialis mempengaruhi bagian tangan. Tabel Fungsi Saraf Otonom Parasimpatik       mengecilkan pupil menstimulasi aliran ludah memperlambat denyut jantung membesarkan bronkus menstimulasi sekresi kelenjar pencernaan mengerutkan kantung kemih       Simpatik memperbesar pupil menghambat aliran ludah mempercepat denyut jantung mengecilkan bronkus menghambat sekresi kelenjar pencernaan menghambat kontraksi kandung kemih . dan satu pasang saraf ekor. Saraf simpatik mempunyai ganglion yang terletak di sepanjang tulang belakang menempel pada sumsum tulang belakang sehingga mempunyai urat pra ganglion pendek. 12 pasang saraf punggung.

sesungguhnya interoreseptor terdapat di seluruh tubuh manusia. Akan tetapi. Sesungguhnya yang disebut mata bukanlah hanya bola mata. tendon. dan lain sebagainya. Reseptor yang berfungsi untuk mengenali lingkungan dalam. Ketiga lapis dinding ini dari luar ke dalam adalah sebagai berikut. Interoreseptor yang membantu koordinasi dalam sikap tubuh disebut kinestesis. disebut interoreseptor. dinding pembuluh darah. Indra yang kita kenal ada lima. 5. kotak mata (rongga tempat mata berada). oleh karenanya disebut eksoreseptor. 4. kadar glukosa dan sebagainya. INDERA PENGLIHAT (MATA) Mata mempunyai reseptor khusus untuk mengenali perubahan sinar dan warna. ligamentum. 1. Bola Mata Bola mata mempunyai 3 lapis dinding yang mengelilingi rongga bola mata. 2. Indra Indra Indra Indra Indra penglihat (mata) pendengar (telinga) peraba (kulit) pengecap (lidah) pencium (hidung).Indra mempunyai sel-sel reseptor khusus untuk mengenali perubahan lingkungan. kadar oksigen atau karbon dioksida. sendi. tetapi termasuk otot-otot penggerak bola mata. Kelima indra tersebut berfungsi untuk mengenali perubahan lingkungan luar. dan bulu mata. misalnya nyeri. 3. dinding saluran pencernaan. yaitu: 1. kelopak. Sel-sel interoreseptor misalnya terdapat pada sel otot. .

dan antiseptik dalam jumlah kecil. ke kiri. Adanya lensa dan ligamentum pengikatnya menyebabkan rongga bola mata terbagi dua. Selaput transparan yang melapisi kornea dan bagian dalam kelopak mata disebut konjungtiva. Koroid Koroid berwarna coklat kehitaman sampai hitam. Air mata mengandung lendir. konjungtiva dibasahi dengan cairan yang keluar dari kelenjar air mata (kelenjar lakrimal) yang terdapat di bawah alis. Badan siliaris membentuk ligamentum yang berfungsi mengikat lensa mata. Kedua cairan tersebut berfungsi menjaga lensa agar selalu dalam bentuk yang benar. Selaput ini peka terhadap iritasi. Konjungtiva adalah lapisan transparan yang melapisi kornea dan kelopak mata. Warna gelap pada koroid berfungsi untuk mencegah refleksi (pemantulan sinar). Air mata berfungsi sebagai alat pelumas dan pencegah masuknya mikroorganisme ke dalam mata. Untuk mencegah kekeringan. Kotak mata pada tengkorak berfungsi melindungi bola mata dari kerusakan. Di bagian depan. dan ke bawah. garam. Kontraksi dan relaksasi dari otot badan siliaris akan mengatur cembung pipihnya lensa. disebut kornea. yaitu pengontrol ukuran pupil untuk mengatur sinar yang masuk. Iris berfungsi sebagai diafragma. Fungsi Mata . Struktur bola mata dilihat dari samping a. 2. Dua lainnya adalah otot obliq atas (superior) dan otot obliq bawah (inferior). Bagian yang dilewati urat saraf optik tidak peka terhadap sinar dan daerah ini disebut bintik buta. berwarna putih buram (tidak tembus cahaya). b. ke atas. kecuali di bagian depan bersifat transparan. rektus superior. Di bagian depan iris bercelah membentuk pupil (anak mata). Otot Mata Ada enam otot mata yang berfungsi memegang sklera. Otot rektus berfungsi menggerakkan bola mata ke kanan. yaitu bagian depan terletak di depan lensa berisi carian yang disebut aqueous humor dan bagian belakang terletak di belakang lensa berisi vitreous humor. Sklera Sklera merupakan jaringan ikat dengan serat yang kuat. koroid membentuk badan siliaris yang berlanjut ke depan membentuk iris yang berwarna. Retina Lapisan ini peka terhadap sinar. Melalui pupil sinar masuk. Konjungtiva penuh dengan pembuluh darah dan serabut saraf. Radang konjungtiva disebut konjungtivitis. Empat di antaranya disebut otot rektus (rektus inferior. rektus eksternal. Lapisan ini berfungsi melindungi bola mata dari gangguan. merupakan lapisan yang berisi banyak pembuluh darah yang memberi nutrisi dan oksigen terutama untuk retina.Gbr. Pada seluruh bagian retina berhubungan dengan badan selsel saraf yang serabutnya membentuk urat saraf optik yang memanjang sampai ke otak. 3. dan rektus internal). c.

Cahaya dari obyek yang jauh difokuskan oleh lensa tipis panjang. sedangkan jika kita sangat jauh dari obyek.Proses pemfokusan obyek pada jarak yang berbeda-berda disebut daya akomodasi. Cahaya dari obyek yang dekat membutuhkan lebih banyak pembiasan untuk pemfokusan dibandingkan obyek yang jauh. lensa. kornea. Pada waktu adaptasi. mata sulit untuk melihat. Sebagai akibatnya ligamen suspensor mendorong lensa sehingga lensa memanjang dan pipih. Jarak terjauh saat benda tampak jelas tanpa kontraksi disebut titik jauh (punctum remotum). Baik sinar dari obyek yang jauh maupun yang dekat harus direfraksikan (dibiaskan) untuk menghasilkan titik yang tajam pada retina agar obyek terlihat jelas. terutama pigmen ungu yang terdapat pada sel batang. Pembiasan terbesar terjadi di kornea. makin ke tengah maka jumlah sel batang makin berkurang sehingga di daerah bintik kuning hanya ada sel konus saja. otot siliari relaksasi sehingga apertura yang mengelilingi lensa membesar dan tegangan ligamen suspensor bertambah. Lihat Gambar 11. Ada tiga macam sel konus. pigmen pada sel basilus berfungsi untuk situasi kurang terang. Saat melihat jauh. Mata mamalia mampu mengubah derajat pembiasan dengan cara mengubah bentuk lensa. Jarak terdekat yang dapat dilihat dengan jelas disebut titik dekat (punctum proximum). misalnya sinar matahari. sedangkan pigmen dari sel konus berfungsi lebih pada suasana terang yaitu untuk membedakan warna. a. otot siliari berkontraksi sehingga memendekkan apertura yang mengelilingi lensa. sedangkan cahaya dari obyek yang dekat difokuskan dengan lensa yang tebal dan pendek. Kerusakan salah satu sel konus akan menyebabkan buta warna. Kedua macam pigmen akan terurai bila terkena sinar. Saat melihat dekat. maka sudut kerucut cahaya yang masuk sangat kecil sehingga sinar tampak paralel. maka rodopsin akan terurai menjadi protein dan vitamin A. Pigmen ungu yang terdapat pada sel basilus disebut rodopsin. aqueus humor. Ada dua macam sel reseptor pada retina. Sel konus berisi pigmen lembayung dan sel batang berisi pigmen ungu. dan biru. Untuk pembentukan kembali memerlukan waktu yang disebut adaptasi gelap (disebut juga adaptasi rodopsin). yaitu bagian yang paling peka terhadap sinar. Apabila terkena sinar. yaitu sel kerucut (sel konus) dan sel batang (sel basilus). Pembentukan kembali pigmen terjadi dalam keadaan gelap. Oleh karena itu. yaitu sel yang peka terhadap warna merah. Bagi mata normal. Perubahan bentuk lensa ini akibat kerja otot siliari.18. dan vitreous humor. Akomodasi mata saat melihat jauh . Pembiasan cahaya untuk menghasilkan penglihatan yang jelas disebut pemfokusan. Jika kita sangat dekat dengan obyek maka cahaya yang masuk ke mata tampak seperti kerucut. yaitu suatu senyawa protein dan vitamin A.Sinar yang masuk ke mata sebelum sampai di retina mengalami pembiasan lima kali yaitu waktu melalui konjungtiva. Cahaya dibiaskan jika melewati konjungtiva kornea. Sebagai akibatnya lensa menebal dan pendek. bayang-bayang benda akan jatuh pada bintik kuning. Dengan ketiga macam sel konus tersebut mata dapat menangkap spektrum warna. Pigmen lembayung dari sel konus merupakan senyawa iodopsin yang merupakan gabungan antara retinin dan opsin. hijau.

sehingga fokusnya tidak sama. kira-kira 9 cm untuk anak umur 11 tahun. Cacat mata seperti ini disebut presbiopi atau mata tua karena proses penuaan. Hal ini terjadi karena adanya pengapuran pada lensa. mereka hanya dapat melihat benda yang jaraknya dekat. Cacat mata pada anak-anak seperti ini disebut hipermetropi. oleh karena itu memerlukan pertolongan kaca mata untuk membaca berupa kaca mata cembung (positif).50 tahun terjadi perubahan yang menyolok. disebabkan bola mata terlalu pendek sehingga bayang-bayang jatuh di belakang retina. Pada mata dekat ini orang tidak dapat melihat benda yang jauh. Makin tua. (b) Hipermetropi Katarak adalah cacat mata. yaitu titik dekat mata sampai 50 cm. Hal ini disebabkan karena elastisitas lensa berkurang. Gbr. Kelainan pada Mata Pada anak-anak. akibatnya bayang-bayang jatuh tidak pada tempat yang sama. Untuk menolong orang yang cacat seperti ini dibuat lensa silindris. Mata jauh dapat terjadi pada anak-anak. Kelainan-kelainan mata yang lain adalah:   Imeralopi (rabun senja): pada senja hari penderita menjadi rabun Xeroftalxni: kornea menjadi keying dan bersisik .3 Cara kerja kamera dart mata 4. kecuali cara mengubah fokus lensa. Miopi biasa terjadi pada anak-anak. Penderita presbiopi dapat dibantu dengan lensa rangkap. Kelainan mata : (a) Miopi. Untuk cacat seperti ini orang dapat ditolong dengan lensa cekung (negatif). Akomodasi mata saat melihat dekat Cara kerja mata manusia pada dasarnya sama dengan cara kerja kamera. Miopi atau mata dekat adalah cacat mata yang disebabkan oleh bola mata terlalu panjang sehingga bayang-bayang dari benda yang jaraknya jauh akan jatuh di depan retina. Persamaan dan perbedaannya disajikan pada Tabel. Pada orang yang terkena katarak pandangan menjadi kabur dan daya akomodasi berkurang. jarak titik dekat makin panjang. Tabel 11. Sekitar umur 40 tahun . Astigmatisma merupakan kelainan yang disebabkan bola mata atau permukaan lensa mata mempunyai kelengkungan yang tidak sama. titik dekat mata bisa sangat pendek. yaitu buramnya dan berkurang elastisitasnya lensa mata. yaitu yang mempunyai beberapa fokus.b.

Reseptor yang ada pada telinga dalam akan menerima rarigsang bunyi dan mengirimkannya berupa impuls ke otak untuk diolah. yaitu tegak dan membentuk saluran menuju gendang telinga. dan telinga dalam. Saluran luar yang dekat dengan lubang telinga dilengkapi dengan rambut-rambut halus yang menjaga agar benda asing tidak masuk. 1. Struktur telinga pada manusia a. Ada tiga bagian utama dari telinga manusia. dan telinga tengah meneruskan getaran dari telinga luar ke telinga dalam. yaitu bagian telinga luar. dan membran timpani (gendang telinga). Keratomealasi: kornea menjadi putih dan rusak. Rongga telinga tengah berhubungan dengan telinga luar melalui membran . Telinga tengah Bagian ini merupakan rongga yang berisi udara untuk menjaga tekanan udara agar seimbang. dan kelenjar lilin yang menjaga agar permukaan saluran luar dan gendang telinga tidak kering. telinga tengah. tetapi bentuk ini kurang mendukung fungsinya sebagai penangkap dan pengumpul getaran suara. Telinga luar Telinga luar terdiri dari daun telinga. Susunan Telinga Telinga tersusun atas tiga bagian yaitu telinga luar. dan telinga dalam. telinga tengah. b. Di dalamnya terdapat saluran Eustachio yang menghubungkan telinga tengah dengan faring. Bentuk daun telinga yang sangat sesuai dengan fungsinya adalah daun telinga pada anjing dan kucing. Telinga luar berfungsi menangkap getaran bunyi. saluran luar. Gbr. Telinga mempunyai reseptor khusus untuk mengenali getaran bunyi dan untuk keseimbangan. Daun telinga manusia mempunyai bentuk yang khas.

Ketiga tulang tersebut adalah tulang martil (maleus) menempel pada gendang telinga dan tulang landasan (inkus). . Getaran cairan tadi akan menggerakkan membran Reissmer dan menggetarkan cairan limfa dalam saluran tengah. Koklea mengandung organ Korti untuk pendengaran. ampula. c. utrikulus dan sakulus merupakan organ keseimbangan. Getaran Struktur koklea pada jendela oval diteruskan ke cairan limfa yang ada di dalam saluran vestibulum. sedangkan di antara saluran tengah dengan saluran timpani terdapat membran basiler. saluran tengah dan saluran timpani yang berhubungan dengan jendela bundar. Koklea terdiri dari tiga saluran yang sejajar. Kedua tulang ini terikat erat oleh ligamentum sehingga mereka bergerak sebagai satu tulang. Getaran ini akan diteruskan oleh ketiga tulang dengar ke jendela oval. Fungsi rangkaian tulang dengar adalah untuk mengirimkan getaran suara dari gendang telinga (membran timpani) menyeberangi rongga telinga tengah ke jendela oval.timpani. dan saluran (kanal) yang dipisahkan satu dengan lainnya oleh membran. 1. Dasar dari sel pendengar terletak pada membran basiler dan berhubungan dengan serabut saraf yang bergabung membentuk saraf pendengar. 4. terdiri dari labirin tulang dan labirin membran. Ada 5 bagian utama dari labirin membran. Selain itu terdapat pula tiga tulang pendengaran yang tersusun seperti rantai yang menghubungkan gendang telinga dengan jendela oval. Bagian yang peka terhadap rangsang bunyi ini disebut organ Korti. yaitu: saluran vestibulum yang berhubungan dengan jendela oval. Antara tulang landasan dan tulang sanggurdi terdapat sendi yang memungkinkan gerakan bebas. 3. Tiga saluran setengah lingkaran Ampula Utrikulus Sakulus Koklea atau rumah siput Sakulus berhubungan dengan utrikulus melalui saluran sempit. dan keempatnya terdapat di dalam rongga vestibulum dari labirin tulang. yaitu sebagai berikut. 5. Cara kerja indra pendengaran Gelombang bunyi yang masuk ke dalam telinga luar menggetarkan gendang telinga. Sel sensori untuk mendengar tersebar di permukaan membran basiler dan ujungnya berhadapan dengan membran tektorial. 2. Tulang yang ketiga adalah tulang sanggurdi (stapes) yang berhubungan dengan jendela oval. Dalam saluran tengah terdapat suatu tonjolan yang dikenal sebagai membran tektorial yang paralel dengan membran basiler dan ada di sepanjang koklea. Hubungan telinga tengah dengan bagian telinga dalam melalui jendela oval dan jendela bundar yang keduanya dilapisi dengan membran yang transparan. Tiga saluran setengah lingkaran. Perpindahan ini menyebabkan melebarnya membran pada jendela bundar. Perpindahan getaran cairan limfa di dalam saluran tengah menggerakkan membran basher yang dengan sendirinya akan menggetarkan cairan dalam saluran timpani. Telinga dalam Bagian ini mempunyai susunan yang rumit. Di antara saluran vestibulum dengan saluran tengah terdapat membran Reissner.

terjadilah rangsangan (impuls). dingin. sakit. Gbr. yaitu butiran natrium karbonat. Utrikulus maupun sakulus berisi reseptor keseimbangan. yang akan menggerakkan sel-sel rambut ke atas dan ke bawah. Alat ini disebut kupula. Alat-alat keseimbangan pada telinga Kulit merupakan indra peraba yang mempunyai reseptor khusus untuk sentuhan. Alat keseimbangan di dalam utrikulus dan sakulus terdiri dari sekelompok sel saraf yang ujungnya berupa rambut bebas yang melekat pada otolith. Alat keseimbangan yang ada di dalam ampula terdiri dari kelompok sel saraf sensori yang mempunyai rambut dalam tudung gelatin yang berbentuk kubah. Ketika rambutrambut sel menyentuh membran tektorial. Posisi kepala mengakibatkan desakan otolith pada rambut yang menimbulkan impuls yang akan dikirim ke otak. Saluran semisirkular (saluran setengah lingkaran) peka terhadap gerakan kepala.Getaran dengan frekuensi tertentu akan menggetarkan selaput-selaput basiler. dan tekanan. panas. sedangkan pangkalnya berhubungan dengan utrikulus yang menuju ke sakulus. Getaran membran tektorial dan membran basiler akan menekan sel sensori pada organ Korti dan kemudian menghasilkan impuls yang akan dikirim ke pusat pendengar di dalam otak melalui saraf pendengaran. 2. Ujung dari setup saluran setengah lingkaran membesar dan disebut ampula yang berisi reseptor. . Susunan dan Cara Kerja Alat Keseimbangan Bagian dari alat vestibulum atau alat keseimbangan berupa tiga saluran setengah lingkaran yang dilengkapi dengan organ ampula (kristal) dan organ keseimbangan yang ada di dalam utrikulus clan sakulus.

sehingga kulit dapat mengembang. Fungsi Kulit . Akar rambut berhubungan dengan pembuluh darah yang membawakan makanan dan oksigen. 2. yaitu di sebelah luar lapisan germinativum terdapat stratum granulosum yang berisi sedikit keratin yang menyebabkan kulit menjadi keras dan kering. Serat kuning bersifat elastis/lentur. kehitaman. Stratum germinativum mengadakan pertumbuhan ke daerah dermis membentuk kelenjar keringat dan akar rambut. Pada epidermis tidak terdapat pembuluh darah dan sel saraf. Selain itu sel-sel dari lapisan granulosum umumnya menghasilkan pigmen hitam (melanin). Susunan Kulit Kulit terdiri dari lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam atau lapisan dermis. Pada setiap pangkal akar rambut melekat otot penggerak rambut. Gbr. Lapisan ketiga merupakan lapisan yang transparan disebut stratum lusidum dan lapisan keempat (lapisan terluar) adalah lapisan tanduk disebut stratum korneum. Kandungan melanin menentukan derajat warna kulit. Dari bagian dalam ke bagian luar. Pada waktu dingin atau merasa takut. Di sebelah dalam dermis terdapat timbunan lemak yang berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi bagian dalam tubuh dari kerusakan mekanik. pertama adalah stratum germinativum berfungsi membentuk lapisan di sebelah atasnya. Epidermis tersusun atas empat lapis sel. atau kecoklatan. otot rambut mengerut dan rambut menjadi tegak. selain itu juga berhubungan dengan serabut saraf.1. Penampang kulit manusia beserta reseptor-reseptornya Penyusun utama dari bagian dermis adalah jaringan penyokong yang terdiri dari serat yang berwarna putih dan serat yang berwarna kuning. Kedua.

Tunas pengecap terdiri atas sekelompok sel sensori yang mempunyai tonjolan seperti rambut. ujung reseptornya terletak di dekat epidermis. Reseptor untuk rangsang sentuhan dan panas. Permukaan lidah dilapisi dengan lapisan epitelium yang banyak mengandung kelenjar lendir. Tonjolan itu dapat dikelompokkan menjadi tiga macam bentuk.Kulit berfungsi sebagai alat pelindung bagian dalam. yaitu pada lapisan lendir bagian atas. serta pengatur suhu tubuh. dan di permukaan papila berbentuk benang. yaitu bentuk benang. sebagai alat peraba dengan dilengkapi bermacam reseptor yang peka terhadap berbagai rangsangan. misalnya otot dan tulang. kulit dilengkapi dengan reseptorreseptor khusus. dan bentuk jamur. bentuk dataran yang dikelilingi paritparit. Tunas pengecap terdapat pada paritparit papila bentuk dataran. sebagai alat ekskresi. ujungnya berada di dermis yang jauh dari epidermis. Gbr. di bagian samping dari papila berbentuk jamur. dan reseptor pengecap berupa tunas pengecap. Di akhir setiap sel pembau pada permukaan epitelium mengandung beberapa rambut-rambut pembau yang bereaksi terhadap bahan kimia bau-bauan di udara. Reseptor untuk tekanan. Epitelium pembau mengandung 20 juta sel-sel olfaktori yang khusus dengan aksonakson yang tegak sebagai serabut-serabut saraf pembau. Lidah merupakan organ yang tersusun dari otot. Reseptor pencium tidak bergerombol seperti tunas pengecap. Reseptor untuk rasa sakit ujungnya menjorok masuk ke daerah epidermis. Struktur lidah dan pembagian daerah perasanya Indra pembau berupa kemoreseptor yang terdapat di permukaan dalam hidung. Permukaan atas lidah penuh dengan tonjolan (papila). Lidah mempunyai reseptor khusus yang berkaitan dengan rangsangan kimia. Sehubungan dengan fungsinya sebagai alat peraba. .

Hipofisis . Kelenjar Endokrin dan Hormon yang Dihasilkan Dalam tubuh manusia ada tujuh kelenjar endokrin yang penting. paratiroid. maka hormon akan merangsang terjadinya perubahan. Perubahan yang dikontrol oleh hormon biasanya merupakan perubahan yang memerlukan waktu panjang. 1.Gbr. a. pankreas. Contohnya pertumbuhan dan pemasakan seksual. yaitu hipofisis. ovarium. Kelenjar ini merupakan kelenjar yang tidak mempunyai saluran sehingga sekresinya akan masuk aliran darah dan mengikuti peredaran darah ke seluruh tubuh. dan testis. Struktur indera pembau Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu. Apabila sampai pada suatu organ target. kelenjar adrenalin (anak ginjal). tiroid. Pada umumnya pengaruh hormon berbeda dengan saraf.

Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin yang mempengaruhi metabolisme sel tubuh dan pengaturan suhu tubuh. dan merasa demam. yaitu bagian anterior. Tiroid (Kelenjar Gondok) Tiroid merupakan kelenjar yang berbentuk cuping kembar dan di antara keduanya dapat daerah yang menggenting. 2. kecepatan metabolisme meningkat. Gejala lain yang nampak adalah bola mata menonjol keluar (eksoftalmus) dan kelenjar tiroid membesar. Produksi tiroksin yang berlebihan menyebabkan penyakit eksoftalmik tiroid (Morbus Basedowi) dengan gejala sebagai berikut. Kekurangan iodium yang masih ringan dapat diperbaiki dengan menambahkan garam iodium di dalam makanan. Kelenjar ini terdapat di bawah jakun di depan trakea.Kelenjar ini terletak pada dasar otak besar dan menghasilkan bermacam-macam hormon yang mengatur kegiatan kelenjar lainnya. denyut nadi bertambah. Bila ini terjadi pada anak-anak mengakibatkan kretinisme. c. Hipofisis bagian tengah Menghasilkan hormon perangsang melanosit atau Melanosit Stimulating Hormon MSH).5. Hipofisis bagian anterior Hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis bagian anterior dan fungsinya dapat dilihat pada Tabel 11. Kekurangan iodium dalam makanan dalam waktu panjang mengakibatkan pembesaran kelenjar gondok karena kelenjar ini harus bekerja keras untuk membentuk tiroksin.4 Posterior Hormon dan Fungsi Hormon yang Dihasilkan Hipofisis Bagian 3. Tabel 11. Hipofisis bagian posterior Hormon yang dihasilkan dan fungsinya dapat dilihat pada Tabel 11. Kelenjar-kelenjar endokrin dalam tubuh manusia Tabel 11. gugup. gelisah. Apabila hormon ini banyak dihasilkan maka menyebabkan kulit menjadi hitam. yaitu kelainan fisik dan mental yang menyebabkan anak tumbuh kerdil dan idiot. Oleh karena itu kelenjar hipofisis disebut master gland. dan bagian posterior 1. Kelenjar hipofisis dibagi menjadi tiga bagian.4. bagian tengah. Kekurangan tiroksin menurunkan kecepatan metabolisme sehingga pertumbuhan lambat dan kecerdasan menurun.5 b. Paratiroid l Kelenjar Anak Gondok . Tiroksin mengandung banyak iodium. Gbr.

dan diikuti dengan rambut berdiri. Gejala lainnya adalah melebarnya saluran bronkiolus. yaitu bagian luar (korteks) dan bagian tengah (medula). e. . sukar tidur. kejang di tangan dan kaki. melebarnya pupil mata. mual. terasa sakit di dalam tubuh. Kelebihan glukosa akan dibawa ke sel hati dan selanjutnya akan dirombak menjadi glikogen untuk disimpan. Dalam keadaan ketakutan atau dalam keadaan bahaya. Estrogen Hormon ini dihasilkan oleh Folikel Graaf. muntahmuntah. Ada dua macam hormon yang dihasilkan ovarium yaitu sebagai berikut. ovarium juga menghasilkan hormon. menempel pada bagian atas ginjal. gelisah. dan kesemutan.Paratiroid menempel pada kelenjar tiroid. pankreas juga menghasilkan hormon glukagon yang bekerja antagonis dengan hormon insulin. Pada setiap ginjal terdapat satu kelenjar suprarenal dan dibagi atas dua bagian. Hormon ini berfungsi mengatur konsentrasi glukosa dalam darah. Selain menghasilkan insulin. Pembentukan estrogen dirangsang oleh FSH. Pankreas Ada beberapa kelompok sel pada pankreas yang dikenal sebagai pulau Langerhans berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon insulin. Fungsi estrogen ialah menimbulkan dan mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita. Kekurangan hormon ini menyebabkan tetani dengan gejala: kadar kapur dalam darah menurun. 1. Ovarium Ovarium merupakan organ reproduksi wanita. Pada orang yang terserang penyakit ini tulang mudah sekali patah. Kekurangan hormon ini akan menyebabkan penyakit diabetes. Selain menghasilkan sel telur. Contohnya. nafsu makan berkurang. Tanda-tanda kelamin sekunder adalah ciri-ciri yang dapat membedakan wanita dengan Aria tanpa melihat kelaminnya. Tumor paratiroid menyebabkan kadar parathormon terlalu banyak di dalam darah. Kelenjar ini menghasilkan parathormon yang berfungsi mengatur kandungan fosfor dan kalsium dalam darah. Kelenjar Adrenal l Suprarenal l Anak Ginjal Kelenjar ini berbentuk bola. Penyakit ini disebut von Recklinghousen. Hormon dan pengaruh hormon yang dihasilkan kelenjar adrenal dapat dilihat pada Tabel. Hormon dan Fungsi Hormon yang Dihasilkan Kelenjar Adrenal f. Kerusakan pada bagian korteks mengakibatkan penyakit Addison dengan gejala sebagai berikut: timbul kelelahan. kelopak mata terbuka lebar. jari-jari tangan membengkok ke arah pangkal. produksi adrenalin meningkat sehingga denyut jantung meningkat dan memompa darah lebih banyak. sehingga urin banyak mengandung kapur dan fosfor. Hal ini mengakibatkan terambilnya fosfor dan kalsium dalam tulang. d. perkembangan pinggul dan payudara pada wanita dan kulit menjadi bertambah halus.

testis adalah organ reproduksi khusus pada pria. Testosteron berfungsi menimbulkan dan memelihara kelangsungan tanda-tanda kelamin sekunder. Ada dua faktor yang berfungsi mengatur sekresi hormon. Pembentukannya dirangsang oleh LH dan berfungsi menyiapkan dinding uterus agar dapat menerima telur yang sudah dibuahi. Dengan demikian. . yaitu saraf dan faktor bahan kimia. Progesteron Hormon ini dihasilkan oleh korpus luteum. Misalnya suaranya membesar. b. kedua hormon ini dapat mempertahankan kehamilan. sekresi insulin dipengaruhi oleh jumlah glukosa di dalam darah. testis berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon androgen. dan jakun. yaitu testosteron. Contohnya. g. Faktor Kimia Susunan bahan kimia atau hormon lain dalam aliran darah mempengaruhi sekresi hormon tertentu. Testis Seperti halnya ovarium.2. Oleh karma itu sekresinya diatur oleh saraf otonom. Selain menghasilkan sperma. mempunyai kumis. Plasenta membentuk estrogen dan progesteron selama kehamilan guna mencegah pembentukan FSH dan LH. Faktor Saraf Bagian medula kelenjar suprarenal mendapat pelayanan dari saraf otonom. a.