P. 1
Material Dan Konstruksi-Kayu

Material Dan Konstruksi-Kayu

|Views: 11,534|Likes:
Published by Agi Arianto

More info:

Published by: Agi Arianto on Dec 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/05/2014

pdf

text

original

Sebagaimana di kemukakan pada sifat umum kayu, kayu akan lebih kuat jika
menerima beban sejajar dengan arah serat dari pada menerima beban tegak lurus
serat. Ini karena struktur serat kayu yang berlubang. Semakin rapat serat, kayu
umumnya memiliki kekuatan yang lebih dari kayu dengan serat tidak rapat.
Kerapatan ini umumnya ditandai dengan berat kayu persatuan volume / berat
jenis kayu.

Gambar 4.1 Arah serat dan kekuatan kayu terhadap tekanan dan tarik

Sumber : Forest Products Laboratory USDA, 1999

Gambar 4.2 Arah serat dan kekuatan kayu terhadap lentur dan geser

Sumber : Forest Products Laboratory USDA, 1999

Angka kekuatan kayu dinyatakan dapan besaran tegangan, gaya yang dapat
diterima per satuan luas. Terhadap arah serat, terdapat kekuatan kayu sejajar (//)
serat dan kekuatan kayu tegak lurus (⊥) serat yang masing - masing memilki
besaran yang berbeda. Terdapat pula dua macam besaran tegangan kayu,

^tçâ

Page 39

tegangan absolute / uji lab dan tegangan ijin untuk perancangan konstruksi.
Tegangan ijin tersebut telah memperhitungkan angka keamanan sebesar 5 - 10.
Dalam buku Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PKKI - NI - 5) tahun 1961, kayu
di Indonesia diklasifikasikan ke dalam kelas kuat I (yang paling kuat), II, III, IV
(paling lemah).

Tabel 4.1 Kelas Kuat Kayu

Sumber : PKKI, 1979

Kelas
Kuat

Berat
jenis

Tekan-Tarik // Serat
(Kg/cm2
)

Tarik ┴ Serat
(Kg/cm2
)

Kuat Lentur
(Kg/cm2)

Absolut

Izin

Absolut

Izin

Absolut

Izin

I

≥ 0.90

> 650

130

-

20

> 1100

150

II

0.6--0.90

425-650

85

-

12

725-1100 100

III

0.40-
0.90

300-425

60

-

8

500-725

75

IV

0.30-
0.40

215-300

45

-

5

360-725

50

V

≤ 0.30

< 215

-

-

-

< 360

-

4.4. Kelas Awet

Berdasarkan pemakaian, kondisinya dan perlakuannya, kayu dibedakan atas kelas
awet I (yang paling awet) – V (yang paling tidak awet). Kondisi kayu dimaksud
adalah lingkungan/tempat kayu digunakan sebagai batang struktur. Sedangkan
perlakuan meliputi pelapisan/tindakan lain agar kayu terhindar/terlindungi dari
kadar air dan ancaman serangga.

^tçâ

Page 40

Tabel 4.2 Kelas Awet Kayu

Sumber : PKKI, 1979

Kondisi Tempat Kayu Dipakai

Kelas Awet

I

II

III

IV

V

Selalu berhubungan dengan tanah lembab

8 tahun

5 tahun

3 tahun

Sangat
pendek

Sangat
pendek

Hanya dipengaruhi cuaca, tapi dijaga supaya tidak
terndam air dan kekurangan udara

20 tahun 15 tahun 10 tahun Beberapa

tahun

Sangat
pendek

Di bawah atap, tidak berhubungan dengan tanah
lembab dan tidak kekurangan udara

Tak
terbatas

Tak
terbatas

Sangat
lama

Beberapa
tahun

Pendek

Di bawah atap, tidak berhubungan dengan tanah
lembab dan tidak kekurangan udara dan dipelihara
dengan baik serta dicat dengan teratur

Tak
terbatas

Tak
terbatas

Tak
terbatas 20 tahun 20 tahun

Serangan rayap tanah

Tidak

Jarang

Cepat

Sangat
cepat

Sangat
cepat

Serangan bubuk kayu kering

Tidak

Tidak

Hampir
tidak

Tidak
berarti

Sangat
cepat

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->