Bulu Tangkis

Untuk kegunaan lain dari Badminton, lihat Badminton (disambiguasi).

Ardy B. Wiranata, pemain bulu tangkis terkenal dari Indonesia Bulu tangkis (sering disingkat bultang) atau badminton adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan. Mirip dengan tenis, bulu tangkis bertujuan memukul bola permainan ("kok" atau "shuttlecock") melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama.

Daftar isi

[sembunyikan]
• • • • •

• • • • •

1 Partai 2 Lapangan dan jaring 3 Perlengkapan 4 Memainkan bulu tangkis 5 Servis o 5.1 Sistem pindah bola o 5.2 Sistem reli poin 6 Sistem perhitungan poin 7 Sejarah 8 Induk organisasi 9 Lihat pula 10 Pranala luar

Partai

Lapangan bulu tangkis Ada lima partai yang biasa dimainkan dalam bulu tangkis, yaitu:

Kini. Dalam latihan atau pertandingan tidak resmi digunakan juga kok dari plastik. dan memberi perpindahan energi kinetik yang hebat. Serat karbon memiliki kekuatan hebat terhadap perbandingan berat. Jaring setinggi 1. Jaring harus berwarna gelap kecuali bibir jaring yang mempunyai ketebalan 75 mm harus berwarna putih. 2. sejumlah model rendahan masih menggunakan baja atau aluminium untuk sebagian atau keseluruhan raket. Kebanyakan senar berketebalan 21 ukuran dan diuntai dengan ketegangan 18 sampai 30+ lb. Tunggal putra Tunggal putri Ganda putra Ganda putri Ganda campuran Lapangan dan jaring Lapangan bulu tangkis berbentuk persegi panjang dan mempunyai ukuran seperti terlihat pada gambar. Keawetan secara umum bervariasi dengan kinerja. Garis-garis yang ada mempunyai ketebalan 40 mm dan harus berwarna kontras terhadap warna lapangan. • Senar Mungkin salah satu dari bagian yang paling diperhatikan dalam bulu tangkis adalah senar nya. hampir semua raket bulu tangkis profesional berkomposisikan komposit serat karbon (plastik bertulang grafit). Warna yang disarankan untuk garis adalah putih atau kuning. dengan pangkal berbentuk setengah bola yang terbuat dari gabus. Kesukaan pribadi sang pemain memainkan peran yang kuat dalam seleksi senar. Permukaan lapangan yang terbuat dari beton atau bahan sintetik yang keras sangat tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan cedera pada pemain. Perlengkapan • Raket Secara tradisional raket dibuat dari kayu. 3.1. • Kok Kok adalah bola yang digunakan dalam olahraga bulu tangkis. Kemudian aluminium atau logam ringan lainnya menjadi bahan yang dipilih. Namun. 5. 4.55 m berada tepat di tengah lapangan. • Sepatu . terbuat dari rangkaian bulu angsa yang disusun membentuk kerucut terbuka. Jenis senar berbeda memiliki ciri-ciri tanggap berlainan. kaku. Permukaan lapangan disarankan terbuat dari kayu atau bahan sintetis yg lunak.

Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dikatakan "keluar". sampai lawan tidak dapat mengembalikannya kembali. Sepatu bulu tangkis membutuhkan sol karet untuk cengkraman yang baik. Permainan berakhir bila salah satu pemain/pasangan telah meraih sejumlah poin tertentu. Permainan dimulai dengan salah satu pemain melakukan servis. melewati jaring ke wilayah lawan. Memainkan bulu tangkis Area permainan Tiap pemain atau pasangan mengambil posisi berseberangan pada kedua sisi jaring di lapangan bulu tangkis. Pegangan forehand (pegangan dasar) Pegangan ini dapat di peroleh dengan cara mendirkan raket yang . Teknik Dasar Permainan Bulu Tangkis a. Area permainan berbeda untuk partai tunggal dan ganda. dan teknologi penyebaran goncangan untuk melompat. Setiap kali pemain/pasangan tidak dapat mengembalikan kok (karena menyangkut di jaring atau keluar lapangan) maka lawannya akan memperoleh poin. Cara Memegang Raket Pegangan raket ada tiga macam. Tujuan permainan adalah untuk memukul sebuah kok menggunakan raket. bulu tangkis mengakibatkan agak banyak stres (ketegangan) pada lutut dan pergelangan kaki.Karena percepatan sepanjang lapangan sangatlah penting. yaitu: 1. seperti yang diperlihatkan pada gambar. para pemain membutuhkan pegangan dengan lantai yang maksimal pada setiap saat. dinding sisi yang bertulang agar tahan lama selama tarik-menarik.

Teknik Pukulan Teknik pukulan adalah cara-cara melakukan pukulan pada permainan bulitangkis dengan tujuan menerbangkan shuttlecock ke lapanagn lawan. Pukulan servis panjang c. yaitu: a. Pukulan Lob Pukulan lob adalah pukulan dalam permainan bulutangkis yang bertujuan untuk menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin mengarah jauh ke belakang garis lapangan lawan. Pukulan Servis Pukulan servis merupakan pukulan degan raket untuk menerbangkan shuttlecock ke bidang lapangan lawan secara diagonal dan bertujuan sebagai permulaan permainan. Pegangan pukul kasur/Amerika Cara pegangan ini adalah mula-mula raket diletakkan secara mendatar di atas lantai. Pukulan servis pendek b. yaiutu pukulan lob yang dilakukan dari atas kepala dengan cara menerbangkan shuttlecock melambung ke arah belakang. 4. Pukulan servis mendatar d. Pegangan backhand Pegangan ini dapat di peroleh dengan jalan memutar seperempat ke kanan dari pegangan forehead. b. Overhead lob.sisinya tegak dengan lantai Pegangan ini hampir sama dengan posisi tangan sedang bersalaman. Pegangan campuran b. yaitu pukulan lob yang dilakukan dari bawah dengan cara memukul shuttlecock yang berada di bawah badan dan di lambungkan tinggi ke belakang. Kemudian ambil dan peganglah raket pada pegangannya. yaitu: 1. Terdapat macam-macam teknik dasar pukulan dalam permainan bulutangkis. yaitu: a. 3. 2. Servis . Pukulan lob dapat dilakukan dengan dua cara. Pukulan servis cambuk 2. Underhand lob. Macam-macam pukulan servis. sehingga bagian tangan antar ibu jari dan jaritelunjuk menempel pada bagian permukaan yang lebar.

tidak ada servis kedua. Posisi kiri atau kanan tempat servis dilakukan ditentukan dari jumlah poin yang telah dikumpulkan oleh pemain yang akan melakukan servis.Area servis Servis dilakukan dari satu sisi lapangan (kiri atau kanan) menyilang menyeberangi jaring ke area lawan. Posisi kanan untuk jumlah poin genap dan posisi kiri untuk jumlah poin ganjil. Pilihan ini berlaku untuk setiap set yang dimainkan. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dinyatakan "keluar" dan poin untuk penerima servis. Servis dari posisi kanan juga dilakukan saat jumlah poin masih nol. Partai tunggal dan ganda memiliki area servis yang berbeda seperti yang diilustrasikan pada gambar. kecuali servis pertama pada tiap-tiap awal set tidak mendapat kesempatan kedua. Setiap pasangan mempunyai dua kali kesempatan servis (masing-masing untuk tiap pemain) sebelum pindah bola. servis pertama selalu dilakukan oleh pemain yang berada di sebelah kanan. beberapa peraturan berbeda diterapkan untuk perhitungan poin menggunakan sistem pindah bola dan sistem reli poin: Sistem pindah bola • • • • Sebelum pertandingan dimulai. sedangkan untuk set berikutnya dilakukan oleh pemenang dari set sebelumnya. . Pada set pertama pemain/pasangan yang melakukan servis untuk pertama kali ditentukan dengan undian. bukan oleh "orang pertama". Untuk partai ganda. Pemain yang sama akan terus melakukan servis sampai poin berikutnya diraih oleh lawan. Saat pindah bola. harus ditentukan salah seorang pemain dari tiaptiap pasangan sebagai "orang pertama". Jumlah poin genap atau ganjil menentukan posisi "orang pertama" saat melakukan servis. Sistem reli poin • • • Setiap pasangan hanya mendapat satu kali kesempatan servis. Servis dilakukan oleh pemain yang posisinya sesuai dengan poin yang telah diraih oleh pasangan tersebut.

Penduduk Inggris membawa permainan ini ke Jepang.Sistem perhitungan poin Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sistem perhitungan poin bulu tangkis Sejak Mei 2006. kemungkinan berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu tetapi juga disebut-sebut di India dan Republik Rakyat Cina. Ini cukup populer untuk menjadi nuansa harian di jalan-jalan London pada tahun 1854 ketika majalah Punch mempublikasikan kartun untuk ini. Jianzi yang melibatkan penggunaan kok tetapi tanpa raket. objeknya dimanipulasi dengan kaki. Ini kemudian dengan segera menjadi permainan anak-anak di wilayah setempat mereka. Republik Rakyat Cina. Pemenang adalah pemain/pasangan yang telah memenangkan dua set. Nenek moyang terdininya diperkirakan ialah sebuah permainan Tionghoa. Anak-anak pada waktu itu biasanya akan memakai dayung/tongkat (Battledores) dan bersiasat bersama untuk menjaga kok tetap di udara dan mencegahnya dari menyentuh tanah. Objek/misi permainan ini adalah untuk menjaga kok agar tidak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan. . Di Inggris sejak zaman pertengahan permainan anak-anak yang disebut Battledores dan Shuttlecocks sangat populer. Alih-alih. Sejarah Permainan Battledore and Shuttlecock pada tahun 1854 Olah raga yang dimainkan dengan kok dan raket. pada kejuaraan resmi seluruh partai menggunakan sistem perhitungan 3x21 reli poin. dan Siam (sekarang Thailand) selagi mereka mengolonisasi Asia.

Kanada. September 2006. Indonesia dan Korea Selatan sama-sama memperoleh masing-masing dua medali emas tahun itu. India pada abad ke-19 saat mereka menambahkan jaring dan memainkannya secara bersaingan. permainan tersebut juga dikenali sebagai Poona pada masa itu. .sebuah permainan baru").a new game" ("Battledore bulu tangkis . Ini melukiskan permainan tersebut dimainkan di Gedung Badminton (Badminton House). Irlandia. terutama di wilayah Asia Timur dan Tenggara. Olah raga ini mendapatkan namanya yang sekarang pada 1860 dalam sebuah pamflet oleh Isaac Spratt. bulu tangkis menjadi sebuah olah raga populer di dunia. Selandia Baru. usulan untuk mengubah nama International Badminton Federation menjadi Badminton World Federation (BWF) diterima dengan suara bulat oleh seluruh 206 delegasi yang hadir. estat Duke of Beaufort's di Gloucestershire. India bergabung sebagai afiliat pada tahun 1936. Wales. Oleh sebab kota Pune dikenal sebelumnya sebagai Poona. dan Perancis sebagai anggota-anggota pelopornya. yang saat ini mendominasi olah raga ini. Denmark. Belanda. Olah raga ini menjadi olah raga Olimpiade Musim Panas di Olimpiade Barcelona tahun 1992. seorang penyalur mainan Inggris. Inggris.Olah raga kompetitif bulu tangkis diciptakan oleh petugas Tentara Britania di Pune. Induk organisasi International Badminton Federation (IBF) didirikan pada tahun 1934 dan membukukan Inggris. Para tentara membawa permainan itu kembali ke Inggris pada 1850-an. Spanyol. Skotlandia. dan di negara-negara Skandinavia. Pada IBF Extraordinary General Meeting di Madrid. berjudul "Badminton Battledore . Asosiasi bulu tangkis Inggris dibentuk pada 1893 dan kejuaraan internasional pertamanya berunjuk-gigi pertama kali pada 1899 dengan Kejuaraan All England. Rencengan peraturan yang pertama ditulis oleh Klub Badminton Bath pada 1877.

dan melompat. lari jauh (5000 meter atau lebih). dimulai sejak diadakan olympiade modern yang pertama kali diselenggarakan di kota Athena pada tahun 1896 dan sampai terbentuknya badan dunia federasi athletik amatir internasional tahun 1912. insaf. Aplikasi atau penerapan Aplikasi teknik merupakan penerapan penggunaan teknik lari sprint yang dilakukan oleh atlet didalam perlombaan. Penguasaan teknik merupakan kemampuan untuk memahami atau mengetahui suatu rangkaian spesifik gerakan atau bagian pergerakan olahraga dalam memecahkan tugas olahraga dan dapat menggunakan pengetahuan yang dimiliki tersebut. dan pandai.LARI SPRINT TEKNIK LARI SPRINT 100m Atletik adalah aktifitas jasmani yang kompetitif atau dapat diadu berdasarkan gerak dasar manusia. dan finish. Didalam suatu perlombaan atlet akan berusaha untuk mengeluarkan semua kemampuan yang dimiliki untuk mencapai penampilan terbaik dan prestasi maksimal. maka sekalipun sangat kecil terdapat pula beberapa perbedaan dalam pelaksanaannya. Namun dengan demikian dengan adanya perbedaan jarak tempuh. Sampai dengan jarak 400 meter masih digolongkan dalam lari cepat atau print. lari menengah (800 – 1500 meter). b. Suriasumantri (1993: 103) pengetahuan pada hakekatnya adalah merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu objek termasuk kedalamnya ilmu. yaitu seperti berjalan. berlari. sadar. mengerti. Sedangkan yang dimaksud dengan perbedaan atau pembagian jarak dalam nomor lari adalah lari jarak pendek (100 – 400 meter). Beberapa faktor yang mutlak menentukan baik buruknya dalam sprint ada tiga hal yaitu start. Atletik pertama kali diperkenalkan di Indonesia dengan sebutan Netherlands Indische Athletick Unie (NIBU) tanggal 12 Juli 1917 dan dalam perkembangannya terbentuk suatu organisasi yang bergerak dibidang atletik dengan nama Persatuan Sprint atau lari cepat merupakan salah satu nomor lomba dalam cabang olahraga atletik. 85) pengetahuan adalah apa yang kita ketahui atau hasil pekerjaan tahu. Dengan demikian pengetahuan merupakan proses dari usaha manusia untuk tahu. melempar. Pekerjaan tahu tersebut adalah hasil dari kenal. Sedangkan menurut Sidi Gazalba dalam Amsal Bakhtiar (2006. Pengetahuan Menurut Jujun S. Sprint atau lari cepat merupakan semua perlombaan lari dimana peserta berlari dengan kecepatan maksimal sepanjang jarak yang ditempuh. yaitu: a. Pengetahuan itu adalah semua milik atau isi pikiran. Penguasaan teknik sprint diartikan sebagai kemampuan atlet dalam mengetahui atau memahami teknik lari sprint dan dapat menggunakan teknik lari sprint dengan baik. Penguasaan teknik dipengaruhi beberapa dua faktor. Menurut Arma abdoellah (1981. Setiap atlet memiliki kemampuan yang berbeda dan cara yang berbeda . Atletik seperti yang kita ketahui sekarang. gerakan sprint. 50) pada dasarnya gerakan lari itu untuk semua jenis sama. Lari jarak pendek atau sprint adalah semua jenis lari yang sejak start ampai finish dilakukan dengan kecepatan maksimal.

Teknik adalah cara yang paling efesien dan sederhana dalam memecahkan kewajiban fisik atau masalah yang dihadapi dan dibenarkan dalam lingkup peraturan (lomba) olahraga (Thomson Peter J. gerakan kaki dan badan dan suatu koordinasi tingkat tinggi dari gerakan tubuh keseluruhan (IAAF. dan 400 m. perlombaan lari dimana peserta berlari dengan kecepatan penuh yang menempuh jarak 100 m. Menurut Muhajir (2004) sprint atau lari cepat yaitu. Sprint a. Tujuan teknik-sprint selama perlombaan adalah untuk mengerahkan jumlah optimum daya kepada tanah didalam waktu yang pendek. Pengertian sprint Lari cepat atau sprint adalah semua perlombaan lari dimana peserta berlari dengan kecepatan maksimal sepanjang jarak yang harus ditempuh. Teknik lari sprint lari 100m dapat dirinci menjadi tahap-tahap sebagai berikut: . 2. Kecepatan dalam lari sprint adalah hasil dari kontraksi yang kuat dan cepat dari otot-otot yang dirubah menjadi gerakan yang halus. Kecepatan lari ditentukan oleh panjang-langkah dan frekuensi-langkah. c. Teknik merupakan cara paling efesien dan sederhana untuk memecahkan kewajiban fisik atau masalah yang dihadapi dalam pertandingan yang dibenarkan oleh peraturan. namun kebutuhan dari semua lari-sprint yang paling nyata adalah ‘kecepatan’. 1993. sampai dengan dan termasuk jarak 400 meter. 80) teknik adalah suatu proses gerakan dan pembuktian dalam praktek dengan sebaik mungkin untuk menyelesaikan tugas yang perlu dalam cabang olahraga. Tujuan utama lari sprint adalah untuk memaksimalkan kecepatan horizontal.pula dalam menerapkan atau mengaplikasikan teknik sprint dalam perlombaan. (A) Start. 115). yaitu.L. Pengertian teknik Teknik merupakan blok-blok bengunan dasar dari tingginya prestasi. 115) kemampuan untuk melakukan suatu teknik yang sempurna adalah tidak sama sebagai seorang pelaku yang penuh ketangkasan. Kelangsungan gerak lari cepat atau sprint dapat dibagi menjadi tiga. Melalui tahapan lomba tuntutan teknik sprint beragam seperti halnya aktivitas otot-otot. Menurut suharno (1983) yang dikutip Djoko Pekik Irianto (2002. Nomor lomba atau event lari sprint menjangkau jarak dari 50 meter. Teknik yang baik ditandai oleh mengecilnya daya pengereman. untuk bisa berlari cepat seorang atlet harus meningkatkan satu atau kedua-duanya. Seperti yang dikatakan IAAF (1993. pola waktu mereka dan aktivitas metabolik para atlet dari tahap reaksi sampai tahap transisi tujuan utamanya adalah untuk mengembangkan kecepatan dari suatu sikap diam di tempat. Teknik lari sprint Teknik adalah sangat kritis terhadap prestasi selama suatu lomba lari sprint. Kepentingan relatif dari tuntutan yang diletakkan pada seorang sprinter adalah beragam sesuai dengan event-nya. yang dihasilkan dari dorongan badan kedepan. lancar-efisien dibutuhkan bagi berlari dengan kecepatan tinggi. yang bagi atlet senior hanya dilombakan indoor saja. 200 m. lengan lengan efektif. (C) Gerakan finish. 1993. sampai dengan jarak 400 meter masih dapat digolongkan dalam lari cepat.22). (B) gerakan lari cepat. Atlet yang tangkas memiliki teknik yang baik dan konsisten dan juga tahu kapan dan bagaimana menggunakan teknik guna menghasilkan prestasi yang baik. b.

Tahap lari akelerasi 3. yaitu: a. Suatu pengkajian terhadap teknik start-jongkok karenanya dapat dimulai dengan start medium. Dalam lari sprint terdapat beberapa tahapan yaitu: 1.6) suatu start yang baik ditandai dengan sifat-sifat berikut. Untuk bisa berlari lebih cepat seorang atlet harus meningkatkan satu atau keduaduanya. Suatu dorongan explosif oleh kedua kaki terhadap start-blok. Finish Lomba lari sprint yang lain mengikuti pola dasar yang sama. Start-pendek (bunch-start). tetapi tidak menuntut banyak kekuatan seperti pada start-pendek (bunch-start). tetapi panjang dan pentingnya tahapan relatif bervariasi. Posisi “bersediaaa” Pada posisi ini sprinter mengambil sikap awal atau posisi “bersediaaa”. 2004. Tahap kecepatan maksimum 5. Kaki belakang ditempatkan pada permukaan blok belakang. Ada tiga variasi dalam start-jongkok yang ditentukan oleh penempatan start-blok relatif terhadap garis start: a. Tahap transisi/perubahan 4. Tangan diletakkan dibelakang garis start dan menopang badan (lihat gambar ). mata memandang tanah kedepan. Hubungan optimal antara panjang langkah dan frekuensi langkah bervariasi bagi tahap-tahap lomba yang berbeda-beda. ejak ini memberi peluang kepada para atlet untuk menerapkan daya dalam waktu yang lebih lama daripada start-panjang (menghasilkan kecepatan lebih tinggi). Gambar : sikap “bersediaa” (Ria Lumintuarso. c. Start-panjang (elongated-start). Konentrasi penuh dan menghapus semua gangguan dari luar saat dalam posisi aba-aba “bersediaaaaa” b. Dalam aspek biomekanika kecepatan lari ditentukan oleh panjang langkah dan frekuensi langkah (jumlah langkah dalam per satuan waktu). Start medium adalah umumnya yang disarankan. Ada tiga bagian dalam gerakan start.1. setelah kemungkinan reaksi yang tercepat harus disusul dengan suatu gerak (lari) percepatan yang kencang dari titik-pusat gravitasi dan langkah-langkah pertama harus menjurus kemungkinan maksimum. Meng-adopsi sikap yang sesuai pada posisi saat aba-aba “siaaap” c. Start Menurut IAAF (2001. kaki yang paling cepat/tangkas ditempatkan pada permukaan sisi miring blok yang paling depan. Tahap pemeliharaan kecepatan 6. kepala segaris dengan tubuh (lihat gambar). b. Tahap reaksi dan dorongan 2.4) . Start-medium (medium-start). a. dalam sudut start yang maksimal Teknik yang digunakan untuk start harus menjamin bahwa kemungkinan power yang terbesar dapat dibangkitkan oleh atlet sedekat mungkin dengan sudut-start optimum 450. leher rileks.

Posisi (aba-aba) “ya” Daya dorong tungkai dan kaki dalam start dapat dianalisa dengan menggunakan papanpengalas daya dibangu pada start blok. Posisi “siaaap” Menurut IAAF (2001. suatu posisi yang sesuai dari pusat gravitasi ketika kaki diluruskan dan pegangan awal otot-otot diperlukan bagi suatu kontraksi explosif dari otot-otot kaki. Sudut lutut 1200 pada kaki belakang 6. Penerapan daya kekuatan dari kaki depan dimulai sedikit lambat yang memungkinkan . Ciri kunci yang untuk diperhatikan adalah: 1. kaki diluruskan menekan start blok Gambar : Sikap “siaaap” (Ria Lumintuarso. 2004:4) Gambar . impuls dapat disalurkan ke dan ditampilkan pada suatu dinamo-meter.Gambar : Sikap “bersediaaa” (IAAF level II.8) posisi “siaaap” ini adalah kepentingan dasar bahwa seorang atlet menerima suatu posstur dalam posisi start “siaaap” yang menjamin suatu sudut optimum dari tiap kaki untuk mendorongnya. 2. 1. Posisi start “siaaap” (IAAF level II. Tanda-tanda utama suatu posisi “siaaap” yang optimum daya adalah. juga timing dari dorongan dari tiap kaki dapat dicatat. 5. Titik pusat gravitasi kedepan 4. 2001:13) b. Poros pinggul lebih tinggi daripada poros bahu 3. Kekuatan impuls arah dan lamanya. Pola daya kekuatan menunjukkan bahwa daya kekuatan yang puncaknya sangat tinggi dikenakan mengawali gerak akselerasi dari titikpusat gravitasi atlet dengan cepat menurun. kaki belakang bergerak lebih dahulu. Berat badan dibagikan seimbang 2. 2001:8) c. Sudut lutut 900 pada kaki depa. Bila kaki-kaki menekan pada papan itu pada pada saat start.

2001:14) Gambar : Tahap dorongan (Ria Lumintuarso. 2004. Tahap Akselerasi Pada tahap akselerasi diupayakan frekuensi lari yang tinggi secepat mungkin dengan dari sedikit mengadopsi postur lari yang normal. c.11) 2. Tahap dukungan pendek memerlukan dorongan kuat dari telapak kaki. 2001.4) Gambar : Struktur tahapan start jongkok (IAAF level II. Gambar : Tahap akselerasi (Ria Lumintuarso. daya kekuatan daya kekuatan digunakan oleh kaki-depan kira-kira dua kali lipat dari daya kaki-belakang.4) Gambar : Tahap Akselerasi (IAAF level II. b. Tahap-tahap ini dapat diuraikan lebih lanjut kedalam tahap sangga/topang depan (front support) dan tahap sangga/topang belakang (rear support) serta tahap ayunan depan (front swing) dan tahap ayunan belakang (rear swing). Badan diluruskan dari sedikit menuju lari yang normal setelah 10 langkah kira-kira 20 meter.gerak akselerasi titik-pusat gravitasi untuk berlanjut setelah dorongan kaki belakang menghilang. Tahap kecepatan maksimal Setiap langkah sprint terdiri dari tahap-tahap kontak dengan tanah (atau dukungan) dan suatu tahap melayang (atau ayunan). 2001. Kenyataannya. dan berlangsung dalam waktu yang lebih lama. kecepatan langkah setinggi mungkin dengan tahap melayang yang pendek. 2001:9) Gambar : Tahap dorongan (IAAF level II. . 2004. Gambar : Postur tubuh dalam gerakan start (IAAF level II. Ciri-ciri dari tahap ini adalah: a. Kontak awal dengan lintasan oleh ayunan kaki depan selebar kurang lebih 30 cm dibelakang proyeksi vertikal titik pusat gravitasi. d.12) 3.

2. Bandul pendek ini sebagai hasil kecepatan sudut yang tinggi memungkinkan membuat langkah yang cepat. dan harus menampilkan relaksasi total dari semua otot yang terlibat. Angkatan tumit karena dorongan aktif lutut. mengayun aktif menuju pembuatan langkah diatas lutut kaki sangga dan sebagai tahap lanjutan dan persiapan angkatan lutut. Ayunan rilex kaki belakang yang tidak disangga sampai tumit mendekati panta. Lutut dorong yang aktif mennyangga pengungkit pendek dari kaki ayun. Gambar : Tahap ayunan belakang (IAAF level II. Kecepatan sudut optimal pada paha berayun kedepan menolong menjamin frekuensi langkah lari yang tinggi. Adapun ciri-ciri atu tangda-tanda tahap ini adalah: 1.2001:29) Tahap pemulihan (recovery). Lutut yang memimpin dipersiapkan untuk suatu ayunan ke depan yang relax dari tungkai bawah dalam langkah mencakar berikutnya. Tungkai bawah tetap ditekuk ketat terhadap paha mengurai momen inertia. Tujuan dan fungsi dari tahap ini adalah agar kaki dorong putus kontak dengan tanah. Tahap ayunan depan. Kaki rilex. Otot-otot flexor lutut mengangkat tumit kedepan pantat dengan pembengkokan (flexio) kedepan serentak dari otot-otot paha.2001:23) Gambar : Gerakan lari sprint keseluruhan (IAAF level I.Gambar : Deskripsi suatu langkah dalam tahap kecepatan maksimum dari suatu lomba lari (IAAF level II. 3. 2000:09) a. . Perjalanan horizontal pinggul dipertahankan sebagai hasil dari gerakan yang dijelaskan b. Tahap ayunan belakang.

2001:29) Tahap angkat lutut. Tahapan ini memiliki sifa atau tanda sebagai berikut: 1. c. Tahap ini menyumbangkan panjang langkah dan dorongan pinggang. Tahap ini memiliki sifat-sifat atau tanda-tanda. Pemulihan dari tekanan pendaratan adalah ditahan. Gerakan kebelakang dari tungkai bawah sampai sutau gerakan mencakar aktif dari kaki diatas dari dasar persendian jari-jari kaki dalm posisi supinasi dari kaki. Teruskan dan jamin jalur perjalanan pinggang yang horizontal. Dlam lanjutan dengan ayunan kedepan yang rilex dari tungkai bawah karena pelurusan paha secara aktif.Gambar : Tahap ayunan depan (IAAF level II. Persiapan efektif dengan kontak tanah. Kecepatan kaki dicapai dengan bergerak kebawah/kebelakang sebagai suatu indikator penanaman aktif dari hasil dalam suatu kenaikan yang cepat dari komponen daya vertikal. bertanggung jawab terhadap panjang langkah yang efektif . Idenya guna menghindari adanya efek pengereman/hambatan yang terlalu besar dengan membuat lama waktu tahap sangga/topang sependek mungkin.2001:30) Tahap amortisasi. 2. Persiapan untuk mendarat engan suatu gerakan mencakar dan sedikit mungkin hambatan dalam tahap angga depan. Mengontrol tekanan kaki pendarat oleh otot-otot paha depan yang diaktifkan sebelumnya dan otot-otot kaki bertujuan untuk membuat ssuatu gerak explossif memperpanjang langkah sebelumnya. Tujuan dan fungsi tahap ini adalah agar lutut diangkat. dengan niat memulai gerak mencakar dari kaki aktif. yaitu: 1. Ada alat pengaktifan awal otot-otot yang tersedia didalam yang diawali dalam tahap sebelumnya. Angkatan paha/lutut horizontal hampir horizontal. Tahap ini mempunyai tujuan dan fungsi sebagai tahap amortisasi tahap kerja utama. melangkahkan kaki sebaliknya sebagai prasyarat paling penting dari suatu langkah-panjang cepat dan optimal. dalam kaitan dengan ayunan lengan yang intensif. Tahap sangga/topang depan Gambar : Tahap sangga/topang depan (IAAF level II. Siku diangkat keatas dan kebelakang. 4. Sudut lutut yang diangkat kira-kira 150 dibawah horizontal. Gerakan mencakar aktif dari sisi luar telapak kaki dengan jari-jari keatas. . 3. Gerakan angkat lutut dibantu oleh penggunaan lengan berlawanan diametris yang intenssif.

Menurut Thomson Peter J. Waktu kontakl dalam angga depan harus esingkat mungkin. Ada suatu perluasan elastik dari dari sendi kaki. suatu waktu optimum dari impuls percepatan pada tahap topang/sangga belakang 4. Lama penyanggaan itu adalah singkat saja. lutut dan pinggul. yaitu: 1. 3. 3. kecepatan. Otot-otot kepala. dan . bahu dan badan dalam keadaan rilex. dayatahan. Menunjang gerakan ayunan linier lengan oleh suatu angkatan efektif dari siku dalam ayunan kebelakang.2001:30) Besarnya impuls dan dorongan horizontal diberi tanda. dan sebagai persiapan dan pengembangan suatu dorongan horizontal yang cepat. disusl dengan pelurusan sendi-sendi: kaki. kelentukan. Penggunaan yang aktif lengan yang ditekuk kurang lebih 900 ke arah berlawanan dari arah lomba. lutut. Tahap ini memiliki sifat-sifat atau tanda. penyangga untuk waktu singkat. 5. Penguasaan teknik sprint Dalam penguasaan teknik sprint terdapat faktor-faktor yang sangat mendukung demi tecapainya penguasaan teknik yang baik. Menggunakan otot-otot plantar-flexor dan emua otot-otot pelurus kaki korset. Tahap sangga/topang belakang Gambar : Tahap sangga belakang (IAAF level II. Togok badan menghadap kedepan. d. 7. pinggul. hampir tidak ada daya pengereman/hambatan pada tahap sanggahan. leher. Tahap permulaan gerak kaki ayun lutut diangkat. suatu impuls akselerasi yang signifikan pada tahap topang belakang 3. Tujuan dan fungsi dari tahap ini adalah sebagai tahap akselerasi ulang. Hindari suatu daya penghambat yang berlebih-lebihan. Sudut dorongan sedekat mungkin dengan horizontal. 4. 2. Keriteria untuk tahap-tahap penyanggaan ini adalah: 1.L (1993. 4. namun mengizinkan pinggang (pusat gravitassi tubuh) berjalan cepat diatas titik sanggah kaki. dan ayunan kaki mengintensifkan dorongan dan menentukan betapa efektifnya titik pusat massa tubuh dikenai oleh gerakan garis melintang dari perluasan dorongan. Badan lurus segaris dan condong kedepan kurang lebih 850 dengan lintasan. Menempatkan kaki dengan aktif. 68) ada 5 (lima) kemampuan biomotor dasar yang merupakan unsur-unsur kesegaran atau komponen-komponen fitnes yaitu kekuatan. Siku memimpin gerakan lengan 6.2. 3. Jangkauan kedepan aktif harus tidak menambah panjang-langkah secara tak wajar. waktu singkat dari periode sangga/topang keseluruhan 2.

dayatahan aerobik dan dayatahan anaerobik. (1993. Kecepatan berlari sprint yang asli berkenaan dengan kemamapuan alami untuk mencapai percepatan lari yang sangat tinggi dan untuk menempuh jarak pendek dalam waktu yang sangat pendek. Dayatahan. Koordinasi. yaitu: 1. Kekuatan dapat dirinci menjadi tiga tipe atau bentuk. kecepatan. Adalah kemampuan untuk barjalan atau bergerak dengan sangat cepat. tetapi juga dengan tepat dan dapat menyelesaikan suatu tugas latihan. Kelentukan. yaitu. Daya tahan kekuatan adalah kombinasi antara kekuatan dan lamanya gerakan. tetapi juga penting untuk . Dayatahan mengacu pada kemampuan melakukan kerja yang ditentukan intensitasnya dalam waktu tertentu. Ada dua tipe macam daya tahan. lompat. Kekuatan. Adalah kemampuan badan dalam menggunakan daya. Seorang atlet dengan koordinasi yang baik tidak hanya mampu melakukan skill dengan baik. dalam penguasaan teknik sprint terdapat pula faktor lain yang tidak kalah penting pengaruhnya. Kelentukan jelek juga menghalangi kecepatan dan dayatahan karena otot-otot harus bekerja lebih keras untuk mengatasi tahanan menuju kelangkah yang panjang. Kelentukan terbatas atau tertahan adalah suatu sebab umum terjadinya teknik yang kurang baik dan prestasi rendah. Seperti dikatakan Thomson Peter J. 134) psikologi ini adalah sama pentingnya bagi seorang pelatih guna membantu individu-individu (atlet) mengembangkan bagaimana mereka memikirkan kecakapan mental mereka. Dayatahan aerobik harus dikembangkan sebelum dayatahan anaerobik. Faktor utama yang membatasi dan pada waktu yang sama mengakhiri prestasi adalah kelelahan. Daya tahan. Kekuatan ini sangat penting bagi even eksplosip dalam lari. yaitu daya atau tenaga terbesar yang dihasilkan oleh otot yang berkontraksi. dari semua kemampuan biomotor harus dikembangkan lebih dahulu. b. yaitu faktor psikologis. Sedangkan dayatahan anaerobik yaitu kerja otot dan gerakan otot dengan menggunakan energi yang telah tersimpan didalam otot. 3. Kombinasi dari kecepatan kontraksi dan kecepatan gerak kadang-kadang disebut sebagai “power = daya”.L. dan lempar. Kekuatan elastis. Seorang atlet dikatakan memiliki dayatahan apabila tidak mudah lelah atau dapat terus bergerak dalam keadaan kelelahan. Kekuatan maksimum tidak memerlukan betapa cepat suatu gerakan dilakukan atau berapa lama gerakan itu dapat diteruskan 2. Dayatahan anaerobik terbagi menjadi dua yaitu anaerobik laktik dan anaerobik alaktik. Yaitu kemampuan untuk melakukan gerakan dengan tingkat kesukaran dengan tepat dan dengan efesien dan penuh ketepatan.koordinasi. Daya tahan kekuatan. Dayatahan aerobik yaitu kerja otot dan gerakan otot yang dilakukan menggunakan oksigen guna melepaskan energi dari bahan-bahan otot. Selain faktor-faktor fisik yang telah dijelaskan diatas. d. e. yaitu kekuatan yang diperlukan sehingga sebuah otot dapat bergerak cepat terhadap suatu tahanan. yaitu kemampuan otot-otot untuk terus-menerus menggunakan daya dalam menghadapi meningkatnya kelelahan. c. kekuatan maksimum. a. Yaitu kemampuan untuk melakukan gerakan persendian melalui jangkauan gerak yang luas. Tanpa dayatahan adalah sulit untuk mengadakan pengulangan terhadap tipe atau macam latihan yang lain yang cukup untuk mengembangkan komponen biomotor lain.

Ketangkasan mental. Menurut Djoko P. Gejala-gejala kegelisaan dapat terlihat dalam dua bentuk yaitu: Khawatir dan getaran fisiologis. dalam perlombaan teknik memiliki peran antara lain: (1) Sebagai cara efesien dalam mencapai prestasi. memahirkan skill baru. Dengan praktek. Banyak rasa gelisa ini ddigunakan secara tidak benar yang berarti hanya sifat-sifat individu yang menunjukkan tingkat yang sangat tinggi akan kegelisaan. Pelatih membantu atlet mengerti apa yang ingin atlet raih. Dengan skill/ketangkasan fisik. dan perilaku tersebut akan bertahan sampai sasaran perilaku tersebut dapat dicapai. serta masih banyak lagi tujuan/sasaran lain yang selalu berbeda pada setiap individunya. Kebanyakan atlet dan pelatih mengakui bahwa perkembangan fisik ssaja tidak menjamin dapat sukses dalam atletik. Rasa gelisa selalu timbul dalam setiap situasi. mencari kegembiraan. Penguasaan teknik sprint adalah sangat penting untuk mencapai prestasi maksimal. sedangkan getaran fisiologis adalah bagian dari persiapan (alami dalam) badan untuk suatu perlombaan.L. b. meskipun bila tingkatannya rendah kita tidak dapat memperhatikannya. Menurut Thomson Peter J. Ketangkasan mental ini sangat berguna/penting bagi para pelatih dan atlet. (2) Dapat mencegah atu mengurangi .136) kegelisaan berarti berapa banyak seorang individu tergetar atau siap dalam menghadapi suatu situasi tertentu. Adapun faktor-faktor psikologis tersebut diantaranya yaitu. beberapa individu akan mengambil/memperoleh ketangkasan mental lebih gampang dibanding dengan orang lain. berlomba dan menang. Tujuan/sasaran itu misalnya. a. tujuan. Persiapan psikologis sama pentingnya dengan latihan kondisioning fissik. Pada dasarnya motivassi adalah betapa besarnya keinginan seorang individu untuk meraih/mencapai suatu sasaran. Irianto (2002). Contoh dari getaran fisiologis termasuk meningkatnya denyut jantung. c. (1993. Rasa khawatir mengacu kepada pikiran atau kesan tentang apa yang mungkin terjadi dalam suatu event yang akan datang. Setiap individu memiliki tujuan/sasaran yang berbeda-beda dalam keterlibatannya dalam dunia atletik. Menyiapkan keduanya bersama-sama akan menciptakan prestasi terbaik. (1993: 135) tekanan dari luar dari pelatih dan orang tua adalah tidak mungkin meningkatkan motivasi pada atlet dalam jangka jauh dan mungkin kenyataannya berkurang.mengembangkan ketangkasan fisik mereka. Motivasi merupakan suatu kecendrungan untuk berperilaku secara selektif kesuatu arah tertentu. Ini jelas adalah aspek psikologis dalam melatih namun juga benar bahwa tak ada bagian dari pelatihan/coaching yang tanpa aspek psikologis. menambah teman. Kontrol emosi. setiap orang dapat meningkatkan ketangkasan mental mereka. Ketangkasan mental ini bukan hanya suatu sarana untuk menghindari bencana ataupun pemulihan kembali dari cedera tetapi ketangkasan mental juga memainkan peranan penting dalam mengatur/mengorganisir praktek dan latihan secara efektif sehingga segala sesuatu berjalan dengan benar. dan bagaimana cara meraihnya. Motivasi sendiri dan pengisiannya adalah yang membuat suatu sukses yang sebenarnya bagi atlet. Dikatakan Thomson Peter J. keluar peluh/keringat dan rasa ingin buang hajat (besar/kecil) pergi kekamar kecil. Motivasi. dan bukan ambisi yang dipaksakan oleh orang lain. Seorang atlet harus memiliki kerangka pemikiran yang benar. Ketangkasan mental ini memerlukan latihan praktek dengan cara yang sama seperti pada skill fisik/jasmaniah.L. Kontrol emosi adalah suatu kemamapuan seorang atlet dalam mengendalikan perasaan dalam menghadapi uatu ituasi tertentu.

Gerakan-gerakan lebih berguna dan hemat. 80) penguasaan teknik dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain. Bentuk gerakan-gerakan halus dicapai melalui pengulangn-pengulangan lebih lanjut yang mengambangkan kualitas gerakan-gerakan. 5. Teknik-teknik dilakukan hampir tanpa kesalahan. Atlet tersebut mampu menyesuaikan diri terhadap kondisi-kondisi yang sulit dan berubah-ubah dari suatu kompetisi. (3) sebagai modal untuk melakukan taktik. Pengaruh kekuatan yang tidak memadai. Kualitas fisik yang relevan b. a. 3.terjadinya cedera. kram otot (koordinasi otot yang rendah) dengan konsekuensi kelelahan yang cepat. Penguasaan teknik yang sempurna dalam kondisi ini hanya dicapai melalui praktek dalam banyak kompetisi. seperti: 1. c. para atlet dapat memberikan perhatian pada tugas-tugas taktis dalam kompetisi. tidak ada pemborosan energi. padahal semestinya dapat meraih prestasi yang lebih tinggi. Metode latihan yang tepat d. Dengan teknik dasar yang tidak benar akan mempercepat proses stagnasi prestasi. Karena tingkat otomatisasi yang tinggi. 2. Pengaruh dari . (4) meningkatkan kepercayaan diri. Gerakan-gerakan tersebut tepat. Namun demikian dalam tahap belajar ini. kekurangan keharmonisan dan ritme gerakan-gerakan yang diamati. Irianto (2002. karena kurangnya koordinasi. 4. Unsur-unsur gerakan tunggal yang tidak digabungkan dengan lancar. Bentuk-bentuk gerakan kasar dapat dikarakteristikkan sebagai penguasaan teknik-teknik kasar dan terbatas yang berkenaan dengan kualitas gerakan-gerakan yang diperlukan. pemborosan energi. Urutan gerakan-gerakan menjadi lancar dan harmonis. Sukadiyanto (2005) mengatakan. Tahap stabilisasi dan otomatisasi. Menurut Josef Nossek (1982). gerakan-gerakan distabilkan. 3. Pengembangan koordinasi kasar. teknik-teknik tersebut tidak dilakukan secara otomatis. Gerakan-gerakan belum cukup tepat. Bagian-bagian gerakan tungggal untuk teknik-teknik yang lebih kompleks dikembangkan secara terpisah dan dikombinasikan bersama. Menurut Djoko P. Tempo tersebut meningkat sampai pada kecepatan yang kompetitif. b. Pengembangan koordinasi halus. Kualitas psikologis atau kematangan bertanding c. Aspek-aspek dalam tahap ini bercirikan: 1. Beberapa gerakan-gerakan tidak benar yang terjadi dalam tahap pertama tidak tampak lagi. 4. sehingga pada waktu tertentu prestasi akan stagnasi (mentok). 2. Atlet tersebut masih harus mengkonsentrasikan pada bagian-bagian yang berbeda dari gerakan-gerakan dan oleh karena itu penerapan taktis hanya dimungkinkan sebagian. terdapat tiga tahapan dalam proses belajar teknik: a. Kecerdasan atlet memilih teknik yang tepat dalam situasi tertentu. Tahap stabilisasi. 6. teknik yang benar dari awal selain akan menghemat tenaga untuk gerak sehingga mampu bekerja lebih lama dan berhasil baik juga juga merupakan landasan dasar menuju prestasi yang lebih tinggi. pertama-tama hendaknya membawa atlet kedalam posisi dimana ia dapat menerapakan teknik-teknik dalam situasi kompetitif yang sulit.

sebab teknik. . Jadi teknik dapat dikembangkan dan dikuasai jika atlet memiliki kualitas fisik yang baik. teknik.kapasitas kondisioning adalah jelas tanpa rintangan dalam penampilan. Fisik merupakan pondasi bagi olahragawan. sebab satu aspek dengan aspek lain akan menentukan aspek lain. taktik dan mental akan dapat dikembangkan dengan baik jika olahragawan memiliki kualitas fisik yang baik. taktik dan kematangan mental atau psikis. Prestasi merupakan akumulasi dari kualitas fisik. sehingga aspek tersebut perlu dipersiapkan secara menyeluruh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful