AMORTISASI UTANG DAN DANA PELUNASAN

O
L
E
H

KELOMPOK VIII

FRISKA SRI RAHAYU 4103230010
MARIKSON LUMBAN GAOL 4101230007
NURLELA 4102230011
SRI MINARTI 4103230035
TRI RAHMADANI 4103230038
VENNY PURBA 4103230039


JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2011
ii
KATA PENGANTAR

Dengan mengucap rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
berkat-Nya dapat diselesaikannya tugas mata kuliah Matematika Keuangan yaitu
sebuah makalah yang berjudul Amortisasi sehingga makalah ini dapat menjadi
suatu bahan untuk menambah wawasan dalam memahami mata kuliah
Matematika Keuangan. Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit
hambatan, namun disadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak
lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan dari Dosen Matematika Keuangan.
Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama
kepada Dosen pembimbing, yang telah memberikan tugas, petunjuk, kepada
penulis sehingga penulis termotivasi dalam menyelesaikan tugas ini.
Penulis mohon maaf jika dalam penyajian dan penyampaian makalah ini,
banyak hal-hal yang kurang berkenan atau berkualitas karena keterbatasan sarana
buku-buku yang bisa mendukung terciptanya makalah ini. Mudah-mudahan
makalah ini dapat bermanfaat dan demi kesempurnaan makalah ini, dengan
tangan terbuka penulis selalu menerima saran-saran yang bersifat membangun dan
membantu perbaikan-perbaikan dalam makalah ini.


Medan, September 2011

Penulis









ii
DAFTAR ISI

Kata Pengantar…………………………………………………………………….i
Daftar Isi…………………………………………………………………………..ii

BAB I : PENDAHULUAN…………………………………………………….... 1
1.1 Latar Belakang………………………………………………………..1
1.2 Tujuan ………………………………………………………………..1

BAB II : PEMBAHASAN MATERI………………………………………….....2
2.1 Amortisasi Utang…………………………………………………….2
2.2 Amortisasi Utang untuk Anuitas di Muka…………………………..5
2.3 Pembiayaan Kembali Pinjaman (Refinancing of a Loan)………......6
2.4 Dana Pelunasan (Sinking Fund)…………………………………….8
2.5 Metode Dana Pelunasan untuk Pelunasan Utang…………………...10
2.6 Perbandingan Metode Amortisasi dan Dana Pelunasan………….…11

BAB III : PENUTUP…………………………………………………………....13
Kesimpulan ……………………………………………………………………..13

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………..14
LAMPIRAN
SOAL .………………………………………………………………………...15
Brosur KPR dan skedul amortisasi ……………………………………………..1








ii


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dalam peminjaman uang, untuk melunasi peminjaman dapat dilakukan
dengan berbagai metode seperti amortisasi utang dan dana pelunasan.
Dengan metode amortisasi kita dapat melunasi utang dengan cara mengangsur
atau mencicil. Kita juga dapat menyusun skedul amortisasi utang. Dalam
pelunasan utang juga dapat digunakan metode dana pelunasan yang dapat
digunakan untuk menghitung nilai buku utang.


1.2 Tujuan
1. Memahami alternatif pelunasan utang, yaitu dengan mengangsur
(amortisasi utang) atau dengan membentuk dana pelunasan
2. Menyusun skedul amortisasi utang seperti table KPR (Kredit Pemilikan
Rumah)
3. Menghitung nilai dana pelunasan pada tanggal tertentu dan nilai buku
pinjaman dengan metode dana pelunasan
4. Menghitung alternatif pelunasan utang yang lebih murah antara metode
amortisasi (mencicil) atau membentuk dana pelunasan









ii

BAB II
PEMBAHASAN MATERI

2.1 Amortisasi Utang
Metode Amortisasi harus mencerminkan pola konsumsi manfaat ekonomis
oleh perusahaan. Jika pola tersebut tidak dapat ditentukan secara andal, maka
harus digunakan metode garis lurus. Biaya amortisasi setiap periode harus diakui
sebagai beban PSAK lainnya mengizinkan atau mengharuskannya untuk
dimasukkan ke dalam nilai tercatat asset lain.
Metode amortisasi, yaitu pembayaran hutang yang dilakukan secara berkala
dengan jumlah tertentu. Dari angsuran yang dilakukan, hanya sebagian yang
merupakan pelunasan pokok (amortisasi utang) dan sisanya adalah untuk
pembayaran bunga. Berapa tepatnya untuk amortisasi utang dan berapa untuk
pembayaran bunga adalah berbeda untuk setiap periode. Tanpa menghitung atau
tanpa bantuan skedul amortisasi, kita hanya tahu total keduanya adalah sama
untuk setiap periode yaitu sebesar angsuran itu. Tabel amortisasi digunakan untuk
mengetahui secara akurat berapa pelunasan pokok yang dilakukan dan
pembayaran bunganya dari setiap angsuran.
Rumus nilai sekarang anuitas biasa yaitu (
()

) ,
dimana (
()

) dinotasikan dengan . Dalam kaitannya dengan
amortisasi utang, kita berkepentingan untuk mengetahui A yang menunjukkan
besarnya angsuran per periode. Jadi, rumus angsuran per periode (A) adalah
(

()

)
) (due
PV

Selanjutnya, angsuran utang tersebut digunakan untuk menyusun tabel amortisasi
utang yang memuat saldo awal utang, bunga, angsuran, pokok utang, dan saldo
akhir utang.


a
n i
a
n i
ii

Misal:
seorang eksekutif muda pada tanggal 1 April 2001 memutuskan untuk membeli
sebuah rumah seharga Rp 400.000.000 dengan membayar uang muka
Rp 100.000.000 dan sisanya dengan Kredit Kepemilikan rumah (KPR) sebuah
bank dengan bunga 18% p.a. dan angsuran sebesar Rp 7.618.028,23 selama 60
bulan. Jika pada 1 April 2004 eksekutif itu ingin melunasi kreditnya, berapa
jumlah yang harus dia bayar?
Jawab: :
Cara 1: dengan skedul amortisasi
ANUITAS BIASA
Periode Angsuran Amortisasi Bunga Saldo Hutang
Rp 300.000.000
1 Rp 7.618.028 Rp 3.118.028 Rp 4.500.000 Rp 296.881.972
2 Rp 7.618.028 Rp 3.164.799 Rp 4.453.230 Rp 293.717.173
3 Rp 7.618.028 Rp 3.212.271 Rp 4.405.758 Rp 290.504.902
4 Rp 7.618.028 Rp 3.260.455 Rp 4.357.574 Rp 287.244.448
….. …... ….. ….. …..
35 Rp 7.618.028 Rp 5.172.798 Rp 2.445.231 Rp 157.842.583
36 Rp 7.618.028 Rp 5.250.389 Rp 2.367.639 Rp 152.592.194
….. …... ….. ….. …..
59 Rp 7.618.028 Rp 7.394.529 Rp 223.500 Rp 7.505.447
60 Rp 7.618.028 Rp 7.505.447 Rp 112.582 Rp 0
A = 7.618.028
PV = 400.000.000 – 100.000.000 = 300.000.000
i = 18%/12= 0,015
Bunga periode pertama = saldo KPR awal x i
= 300.000.000 x 0,015
= 4.500.000
Amortisai utang pertama = angsuran – bunga periode pertama
= 7.618.028 – 4.500.000 = 3.118.028,23
ii
Saldo KPR kedua = saldo KPR awal – amortisasi utang pertama
= 300.000.000 - 3.118.028
= 296.881.972
Demkian seterusnya
Dengan meneruskan skedul amortisasi hingga periode ke-36, kita akan
mendapatkan jumlah yang harus dibayar jika KPR ingin dilunasi pada 1 April
2004, yaitu sebesar Rp 152.592.193,5.
Cara 2 :
Dengan persamaan nilai sekarang dari anuitas biasa, dengan angsuran sebesar
Rp 7.618.028,23 sebanyak 24 periode dengan i = 1,5% per bulan.





Jadi, eksekutif muda tersebut harus membayar Rp 152.592.193,5 untuk pelunasan
kreditnya.
Dalam praktiknya, adalah sangat jarang pelunasan lebih cepat (early
termination) tidak dikenakan denda (penalty fee) oleh pihak kreditur (bank).
Berapa besar denda ini biasanya dimuat dalam salah satu perjanjian kredit.
Argument bank dalam hal pengenaan denda ini biasanya adalah karena mereka
harus melakukan perencanaan ulang mengenai dana dalam portofolionya akibat
adanya pelunasan itu. Kalaupun akan disalurkan sebagai KPR lagi, mereka
memerlukan waktu untuk mencari nasabah baru, survei, wawancara, dan evaluasi.

Contoh :
1. Seorang tukang ojek, Anto, memutuskan untuk membeli sebuah motor dengan
harga tunai Rp 12.000.000 secara kredit. Anto mendatangi perusahaan
pembiayaan yang mengenakan

dan menyatakan ingin mengangsur
selama 36 bulan masing-masing sebesar Rp 400.000 sesuai dengan
penghasilannya menjadi tukang ojek. Untuk itu, Anto siap membayar uang
muka yang membuat angsuran menjadi tepat Rp 400.000. jika kemudian Anto
) 2004 1 ( 5 , 193 . 592 . 152
23 , 028 . 618 . 7
015 , 0
) ) 015 , 0 1 ( 1 (
) ) 1 ( 1 (
24
April per KPR saldo Rp PV
Rp PV
A
i
i
PV
n
=
+ ÷
=
+ ÷
=
÷
÷
ii
mendapatkan penghasilan jauh lebih besar dan ingin melunasi utangnya pada
akhir tahun pertama, setelah angsuran ke-12, berapa yang Anto harus bayar?

Jawab :
Pada akhir tahun pertama, Anto sudah mengangsur 12 bulan dan masih
mempunyai 24 kali angsuran bulanan. Nilai sekarang dari 24 kali angsuran
bulanan Rp 400.000
Diketahui :
n = 24
A = Rp 400.000
i =

Ditanya : ….?

(
( )

)
(
( )

)

Jadi, Anto harus membayar untuk pelunasan pada akhir
tahun pertama ini.

2.2 Amortisasi Utang untuk Anuitas di Muka
Penyusunan skedul amortisasi utang untuk anuitas di muka pada dasarnya
sama dengan anuitas biasa kecuali untuk periode pertama. Jika pada anuitas biasa
angsuran pertama sebagian digunakan untuk membayar bunga dan sisanya untuk
amortisasi utang; pada anuitas di muka seluruh angsuran pertama adalah untuk
amortisasi utang karena belum adanya biaya bunga yang timbul mengingat
pembayaran dilakukan pada hari pertama sehingga t=0.


Contoh :
ii
Sebuah Notebook dijual dengan harga tunai Rp 15.000.000 atau dengan 5 kali
angsuran bulanan mulai hari transaksi dengan menggunakan j
12
= 30%. Buatlah
skedul amortisasi utang secara lengkap!
Jawab :
PV = Rp 15.000.000
n = 5
i = = 2,5% = 0,025



Perhatikan bahwa kecuali untuk periode 0, perhitungan untuk periode lainnya
adalah sama seperti skedul amortisasi utang anuitas biasa yaitu bunga = x
saldo hutang, amortisasi = angsuran – bunga, dan saldo hutang = saldo hutang
sebelumnya – amortisasi.
Tabel Amortisasi
ANUITAS SEGERA
Periode Angsuran Amortisasi Bunga Saldo Hutang
Rp 15.000.000
0 Rp 3.149.954 Rp 3.149. 954 Rp - Rp 11.850.046
1 Rp 3.149.954 Rp 2.853.703 Rp 296.251 Rp 8.996.343
2 Rp 3.149.954 Rp 2.925.045 Rp 224.909 Rp 6.071.298
3 Rp 3.149.954 Rp 2.998.172 Rp 151.782 Rp 3.073.126
4 Rp 3.149.954 Rp 3.073.126 Rp 76.828 Rp (0,00)

2.3 Pembiayaan Kembali Pinjaman
Cukup sering kita jumpai dalam perjanjian pemilikan kendaraan bermotor,
KPR, atau lainnya yang menggunakan angsuran bahwa tingkat bunga tidak
bersifat tetap (fixed,tetapi bersifat mengambang (floating atau variable). Maksud
dari bersifat tetap adalah sekali ditetapkan di awal akan berlaku terus hingga
angsuran terakhir. Sedangkan yang mengambang akan dievaluasi pada periode
tertentu, karena mengambang, skedul amortisasi baru harus dibuat untuk
12
% 30
064 , 954 . 149 . 3
) ( ) (
Rp A
due
PV
due
PV
A
=
= =
a
5 2,5%
a
n i
12
% 30
ii
angsuran-angsuran yang tersisa. Penyesuaian tingkat bunga ini akan menyebabkan
perubahan besar angsuran bulanan dan amortisasi utang per periode. Sehingga
pada saat bunga pasar turun, seorang debitur dapat mempertimbangkan pinjaman
baru dengan bunga lebih rendah untuk melunasi pinjaman lama yang berbunga
lebih tinggi.

Contoh:
King Aragorn meminjam Rp 400.000.000 dari Bank GONDOR untuk
membeli sebuah rumah. Pinjaman itu akan dilunasi selama 15 tahun dicicil
bulanan dengan bunga tetap 21% p.a. Setelah melakukan pembayaran tepat 2
tahun, King Aragorn melihat tingkat bunga pinjaman di pasar telah turun menjadi
15% p.a. sehingga ia berminat untuk melunasi pinjamannya yang berbunga 21%
p.a. dengan pinjaman baru berbunga 15% p.a. Namun Bank GONDOR hanya
menyetujui pelunasan lebih cepat jika King Aragorn bersedia membayar denda
sebanyak 18 angsuran bulanan. Keputusan apa yang sebaiknya diambil King
Aragorn?
Jawab:
PV= 000 . 000 . 400 Rp
i= 0.0175 n= 180
Pertama kita akan menghitung besar pinjaman yaitu saldo pinjaman setelah 24
kali angsuran ditambah 18 kali angsuran bulanan.









Besar pinjaman yang harus diperoleh untuk pelunasan :
Rp 131.804.083,44 + Rp 390.484.200,1 = Rp 522.288.283,54
1 , 200 . 484 . 390
08 , 449 . 322 . 7
0175 , 0
) ) 0175 , 0 1 ( 1 (
: 24
44 , 083 . 0804 . 131 08 , 449 . 322 . 7 18
:
08 , 449 . 322 . 7
0175 , 0
) ) 0175 , 0 1 ( 1 (
000 . 000 . 400
) ) 1 ( 1 (
:
156
180
Rp PV
Rp PV
angsuran kali setelah pinjaman Saldo
Rp Rp
cepat lebih pelunasan Denda
Rp A
Rp
i
i
PV
A
bulan per angsuran Besar
n
=
+ ÷
=
= ×
=
+ ÷
=
+ ÷
=
÷
÷ ÷
ii
Selanjutnya, dengan bunga 15% p.a. Kita menghitung angsuran bulanan selama
13 tahun (15 – 2) jika pinjaman baru ini jadi dilakukan.




Lalu kita bandingkan angsuran bulanan dari pinjaman baru dengan angsuran
bulanan pinjaman lama.
Karena angsuran pinjaman lama lebih rendah, maka sebaiknya King Aragorn
tidak melakukan pinjaman baru.

2.4 Dana Pelunasan (Sinking Fund)
Metode sinking fund atau dana pelunasan hutang, yaitu pembayaran hutang
yang dilakukan dengan 1 kali pembayaran pada akhir periode hutang. Merupakan
pengumpulan dana secara terencana melalui tabungan secara periodik dalam
jumlah yang sama untuk memperoleh sejumlah uang yang cukup besar pada
periode tertentu.
Suatu hutang yang berbunga dikatakan telah dilunasi jika seluruh
pertanggungan (pokok dan bunga) telah dibebaskan dengan suatu deretan
pembayaran yang dibuat dalam suatu interval yang sama.
Metode sinking fund mengasumsikan bahwa peminjam membuat
pembayaran secara berkala ke dalam suatu dana yang di sebut dana pelunasan
(sinking fund). Metode Sinking fund pada dasarnya sama saja dengan metode
amortisasi, bedanya adalah pembayaran oleh debitur kepada kreditur dilakukan
satu kali yang dikenal dengan istilah lump-sum payment, pada ujung periode
berlakunya hutang. Dengan metode ini, kreditur tidak membuatkan angsuran
cicilan kepada debitur melainkan menerima dana pengembalian sesuai dengan
suku bunga yang disepakati di akhir periode hutang, sehingga dalam banyak
kasus, debitur akan membuat suatu alokasi dana pribadi yang dapat dicicilnya
setiap interval waktu tertentu dengan harapan pada ujung periode hutangnya, dana
pelunasan telah tersedia. Beberapa debitur mencoba untuk mengalokasikan dana
33 , 910 . 626 . 7
0125 , 0
) ) 0125 , 0 1 ( 1 (
54 , 283 . 288 . 522
156
Rp A
Rp
A
=
+ ÷
=
÷
ii
ke sebuah rekening atau pihak kreditur lain yang menawarkan suku bunga lebih
tinggi.
Persamaan anuitas nilai akan datang,
(
( )

)
(

( )

)

Contoh :
PT Protaniaga mengelola sebuah gedung apartemen dengan 150 kamar.
Manajemen perusahaan memperkirakan adanya kebutuhan untuk melakukan
pengecatan ulang gedung bagian luar dan lorong serta penggantian semua karpet
yang ada 5 tahun lagi. Biaya semua kegiatan itu sekitar Rp 2 milyar. Jika
manajemen PT Protaniaga memutuskan untuk membentuk dana pelunasan untuk
tujuan ini, berapa besar setoran bulanan selama 5 tahun jika bisa memperoleh
bunga 6% p.a.?
Jawab :
FV = Rp 2.000.000.000
n = 5 x 12 = 60 periode
i =













005 0 5 0
12
6
, % ,
%
= =
06 , 603 . 665 . 28
005 , 0
) 1 ) 005 , 0 1 ((
000 . 000 . 000 . 2
) 1 ) 1 ((
60
Rp A
Rp
A
i
i
FV
A
n
=
÷ +
=
÷ +
=
ii
2.5 Metode Dana Pelunasan untuk Pelunasan Utang
Dana pelunasan dibentuk untuk tujuan pelunasan utang. Jumlah uang yang
diakumulasikan dalam dana ini pada akhir periode harus menjadi sebesar total
pokok utang yang harus dibayar. Sementara itu, sebelum utang itu jatuh tempo,
hanya bunga yang dibayarkan secara periodik pada tanggal-tanggal yang sudah
disepakati dengan bank(kreditur). Selisih antara jumlah dana pelunasan dan
pokok utang pada suatu saat tertentu disebut nilai buku utang. Ini dimungkinkan
karena dana pelunasan itu memang disiapkan khusus untuk penyelesaian utang
itu. Jumlah pembayaran tahunan yang harus dilakukan peminjam (debitur)
karenanya adalah jumlah untuk anuitas dana pelunasan dan bunga periodik.

Contoh:
Sebuah pinjaman sebesar Rp 500.000.000 akan jatuh tempo 4 tahun lagi dan harus
dibayarkan dengan metode dana pelunasan. Jika pinjaman itu berbunga sederhana (simple
interest) 9% p.a. dibayarkan setiap 6 bulan dan pembayaran dana pelunasan dapat
memperoleh bunga 8% p.a. dihitung triwulanan, hitunglah:
a. Jumlah pembayaran tahunan
b. Jumlah dana pelunasan setelah 2 tahun
c. Nilai buku pinjaman setelah 2 tahun
Jawab:
PV = 500.000.000
n = 4 x 4 = 16 t = 4 tahun
i= 0,2 n = 16
a. Anuitas untuk dana pelunasan








1,8 152.300.25 Rp 45.000.000 Rp 1,8 107.300.25 Rp
tahunan pembayaran jumlah ,
000 . 000 . 45 000 . 000 . 500
2
% 9
2
: tahun 1 dalam bunga pembayaran untuk Jumlah
8 , 251 . 300 . 107 94 , 062 . 825 . 26 4
: tahun 1 dalam pelunasan dana untuk Jumlah
94 , 062 . 825 . 26
02 , 0
) 1 ) 02 , 0 1 ((
000 . 000 . 500
16
= + =
= × × =
= × =
=
÷ +
=
Jadi
Rp Rp
Rp Rp
Rp A
Rp
A
ii









2.6 Perbandingan Metode Amortisasi dan Dana Pelunasan
Dengan metode amortisasi, pengeluaran periodik adalah sama besar
dengan besar pembayaran angsuran per periode, sedangkan dengan metode dana
pelunasan, pengeluaran periodik adalah jumlah pembayaran bunga dan setoran
untuk dana pelunasan.

Contoh :
Sebuah perusahaan yang sedang berkembang merencanakan untuk meminjam
sebesar Rp 1.000.000.000 selama 5 tahun dari bank. Bank Gryfendor bersedia
memberikan pinjaman dengan bunga 21% p.a. dengan angsuran setiap 6 bulan.
Bank lain yaitu Bank Slyterin bersedia memberikan pinjaman dengan bunga
sederhana 19% p.a. dibayarkan setiap 6 bulan, tetapi dengan syarat perusahaan itu
melakukan setoran untuk sinking fund dalam bank itu dengan bunga 14% p.a.
diperhitungkan setiap 6 bulan.
a. Tentukan alternatif mana yang sebaiknya dipilih?
b. Berapa penghematan yang bisa dilakukan setiap semester?

Jawab :
PV= 000 . 000 . 000 . 1 Rp
n = 2 x 5 = 10 kali
i = 0,105


000 . 000 . 95 000 . 000 . 000 . 1 % 19
12
6
: adalah bulan 6 setiap bunga pembayaran besar digunakan, yang kedua alternatif Jika
6 , 320 . 257 . 166
105 , 0
) 105 , 0 1 ( 1
000 . 000 . 000 . 1
: adalah bulan 6 per angsuran besar digunakan, yang pertama alternatif Jika a.
10
Rp Rp
Rp
Rp
A
= × ×
=
|
|
.
|

\
| + ÷
=
÷
5 269.761.31 Rp
5 230.238.68 Rp - 0 500.000.00 Rp
pelunasan dana jumlah - utang pokok nilai
pinjaman buku Nilai .
685 . 238 . 230
94 , 062 . 825 . 26
02 , 0
) 1 ) 02 , 0 1 ((
.
8
=
=
=
=
÷ +
=
c
Rp FV
Rp FV b
ii





























2,7 167.377.50 Rp ,7 72.377.502 Rp 95.000.000 Rp
: kedua alternatif untuk semesteran pembayaran Total
7 , 502 . 377 . 72
07 , 0
1 ) 07 , 0 1 (
000 . 000 . 000 . 1
: adalah pelunasan dana untuk anuitas Besar
10
= +
=
|
|
.
|

\
| ÷ +
= Rp
Rp
A
1 1.120.182, Rp 0,6 166.257.32 Rp - 2,7 167.377.50 Rp
: adalah semester per n penghemata Besar b.
murah. lebih karena Gryfendor Bank dari adalah diambil harus yang pinjaman Jadi
=
ii
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
- Amoritisasi merupakan pelunasan pokok yang merupakan pengurangan dari
angsuran utang dan bunga .
- Amortisasi utang selalu memiliki nilai lebih kecil atau sama dengan angsuran
utang.
- Dana pelunasan digunakan untuk membayar utang, untuk menebus utang obligasi
yang jatuh tempo, untuk dana penggantian mesin yang usang, dan untuk dana
pembelian peralatan baru.
- Rumus nilai sekarang anuitas biasa yaitu (
()

) , (
()

)
dinotasikan dengan
- Persamaan nilai anuitas ,
Persamaan anuitas nilai sekarang:
(
()

)
dimana (
()

) dinotasikan dengan
Persamaan anuitas nilai akan datang:
(
( )

)
(

( )

)









a
n i
a
n i
ii





DAFTAR PUSTAKA

C, James dan John M.2007. Fudamentals Of Financial management. Edisi 12. Jakarta :
Salemba Empat
Frensidy, Budi. 2010. Matematika Keuangan. Jakarta: Salemba Empat
Mardiyanto, Handono .2008. Inti Sari Manajemen Keuangan.Jakarta: Grasindo
Sembiring,L, dkk.2005.Matematika Keuangan.Bandung: M2S
http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2011/03/31/amortisasi-dan-sinking-fund/
http://www.scribd.com/doc/55408205/amortisasi




















ii





Skedul amortisasi
PERIODE ANGSURAN AMORTISASI BUNGA SALDO HUTANG
0 - - - Rp 300,000,000.00
1 Rp 7,618,028.23 Rp 3,118,028.23 Rp 4,500,000.00 Rp 296,881,971.77
2 Rp 7,618,028.23 Rp 3,164,798.65 Rp 4,453,229.58 Rp 293,717,173.12
3 Rp 7,618,028.23 Rp 3,212,270.63 Rp 4,405,757.60 Rp 290,504,902.48
4 Rp 7,618,028.23 Rp 3,260,454.69 Rp 4,357,573.54 Rp 287,244,447.79
5 Rp 7,618,028.23 Rp 3,309,361.51 Rp 4,308,666.72 Rp 283,935,086.28
6 Rp 7,618,028.23 Rp 3,359,001.94 Rp 4,259,026.29 Rp 280,576,084.34
7 Rp 7,618,028.23 Rp 3,409,386.96 Rp 4,208,641.27 Rp 277,166,697.38
8 Rp 7,618,028.23 Rp 3,460,527.77 Rp 4,157,500.46 Rp 273,706,169.61
9 Rp 7,618,028.23 Rp 3,512,435.69 Rp 4,105,592.54 Rp 270,193,733.92
10 Rp 7,618,028.23 Rp 3,565,122.22 Rp 4,052,906.01 Rp 266,628,611.70
11 Rp 7,618,028.23 Rp 3,618,599.05 Rp 3,999,429.18 Rp 263,010,012.65
12 Rp 7,618,028.23 Rp 3,672,878.04 Rp 3,945,150.19 Rp 259,337,134.61
13 Rp 7,618,028.23 Rp 3,727,971.21 Rp 3,890,057.02 Rp 255,609,163.39
14 Rp 7,618,028.23 Rp 3,783,890.78 Rp 3,834,137.45 Rp 251,825,272.62
15 Rp 7,618,028.23 Rp 3,840,649.14 Rp 3,777,379.09 Rp 247,984,623.47
16 Rp 7,618,028.23 Rp 3,898,258.88 Rp 3,719,769.35 Rp 244,086,364.60
17 Rp 7,618,028.23 Rp 3,956,732.76 Rp 3,661,295.47 Rp 240,129,631.84
18 Rp 7,618,028.23 Rp 4,016,083.75 Rp 3,601,944.48 Rp 236,113,548.08
19 Rp 7,618,028.23 Rp 4,076,325.01 Rp 3,541,703.22 Rp 232,037,223.07
20 Rp 7,618,028.23 Rp 4,137,469.88 Rp 3,480,558.35 Rp 227,899,753.19
21 Rp 7,618,028.23 Rp 4,199,531.93 Rp 3,418,496.30 Rp 223,700,221.26
22 Rp 7,618,028.23 Rp 4,262,524.91 Rp 3,355,503.32 Rp 219,437,696.35
23 Rp 7,618,028.23 Rp 4,326,462.78 Rp 3,291,565.45 Rp 215,111,233.56
24 Rp 7,618,028.23 Rp 4,391,359.73 Rp 3,226,668.50 Rp 210,719,873.84
25 Rp 7,618,028.23 Rp 4,457,230.12 Rp 3,160,798.11 Rp 206,262,643.71
26 Rp 7,618,028.23 Rp 4,524,088.57 Rp 3,093,939.66 Rp 201,738,555.14
ii
27 Rp 7,618,028.23 Rp 4,591,949.90 Rp 3,026,078.33 Rp 197,146,605.24
28 Rp 7,618,028.23 Rp 4,660,829.15 Rp 2,957,199.08 Rp 192,485,776.08
29 Rp 7,618,028.23 Rp 4,730,741.59 Rp 2,887,286.64 Rp 187,755,034.50
30 Rp 7,618,028.23 Rp 4,801,702.71 Rp 2,816,325.52 Rp 182,953,331.78
31 Rp 7,618,028.23 Rp 4,873,728.25 Rp 2,744,299.98 Rp 178,079,603.53
32 Rp 7,618,028.23 Rp 4,946,834.18 Rp 2,671,194.05 Rp 173,132,769.35
33 Rp 7,618,028.23 Rp 5,021,036.69 Rp 2,596,991.54 Rp 168,111,732.66
34 Rp 7,618,028.23 Rp 5,096,352.24 Rp 2,521,675.99 Rp 163,015,380.42
35 Rp 7,618,028.23 Rp 5,172,797.52 Rp 2,445,230.71 Rp 157,842,582.90
36 Rp 7,618,028.23 Rp 5,250,389.49 Rp 2,367,638.74 Rp 152,592,193.41
37 Rp 7,618,028.23 Rp 5,329,145.33 Rp 2,288,882.90 Rp 147,263,048.08
38 Rp 7,618,028.23 Rp 5,409,082.51 Rp 2,208,945.72 Rp 141,853,965.58
39 Rp 7,618,028.23 Rp 5,490,218.75 Rp 2,127,809.48 Rp 136,363,746.83
40 Rp 7,618,028.23 Rp 5,572,572.03 Rp 2,045,456.20 Rp 130,791,174.80
41 Rp 7,618,028.23 Rp 5,656,160.61 Rp 1,961,867.62 Rp 125,135,014.19
42 Rp 7,618,028.23 Rp 5,741,003.02 Rp 1,877,025.21 Rp 119,394,011.18
43 Rp 7,618,028.23 Rp 5,827,118.06 Rp 1,790,910.17 Rp 113,566,893.11
44 Rp 7,618,028.23 Rp 5,914,524.83 Rp 1,703,503.40 Rp 107,652,368.28
45 Rp 7,618,028.23 Rp 6,003,242.71 Rp 1,614,785.52 Rp 101,649,125.58
46 Rp 7,618,028.23 Rp 6,093,291.35 Rp 1,524,736.88 Rp 95,555,834.23
47 Rp 7,618,028.23 Rp 6,184,690.72 Rp 1,433,337.51 Rp 89,371,143.51
48 Rp 7,618,028.23 Rp 6,277,461.08 Rp 1,340,567.15 Rp 83,093,682.44
49 Rp 7,618,028.23 Rp 6,371,622.99 Rp 1,246,405.24 Rp 76,722,059.44
50 Rp 7,618,028.23 Rp 6,467,197.34 Rp 1,150,830.89 Rp 70,254,862.10
51 Rp 7,618,028.23 Rp 6,564,205.30 Rp 1,053,822.93 Rp 63,690,656.81
52 Rp 7,618,028.23 Rp 6,662,668.38 Rp 955,359.85 Rp 57,027,988.43
53 Rp 7,618,028.23 Rp 6,762,608.40 Rp 855,419.83 Rp 50,265,380.02
54 Rp 7,618,028.23 Rp 6,864,047.53 Rp 753,980.70 Rp 43,401,332.49
55 Rp 7,618,028.23 Rp 6,967,008.24 Rp 651,019.99 Rp 36,434,324.25
56 Rp 7,618,028.23 Rp 7,071,513.37 Rp 546,514.86 Rp 29,362,810.89
57 Rp 7,618,028.23 Rp 7,177,586.07 Rp 440,442.16 Rp 22,185,224.82
58 Rp 7,618,028.23 Rp 7,285,249.86 Rp 332,778.37 Rp 14,899,974.96
59 Rp 7,618,028.23 Rp 7,394,528.61 Rp 223,499.62 Rp 7,505,446.36
60 Rp 7,618,028.23 Rp 7,505,446.53 Rp 112,581.70 Rp (0.18)

banyak hal-hal yang kurang berkenan atau berkualitas karena keterbatasan sarana buku-buku yang bisa mendukung terciptanya makalah ini. September 2011 Penulis ii . Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama kepada Dosen pembimbing. kepada penulis sehingga penulis termotivasi dalam menyelesaikan tugas ini. Dalam penyusunan tugas atau materi ini. Penulis mohon maaf jika dalam penyajian dan penyampaian makalah ini. dengan tangan terbuka penulis selalu menerima saran-saran yang bersifat membangun dan membantu perbaikan-perbaikan dalam makalah ini. tidak sedikit hambatan. Medan. yang telah memberikan tugas.KATA PENGANTAR Dengan mengucap rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. karena atas berkat-Nya dapat diselesaikannya tugas mata kuliah Matematika Keuangan yaitu sebuah makalah yang berjudul Amortisasi sehingga makalah ini dapat menjadi suatu bahan untuk menambah wawasan dalam memahami mata kuliah Matematika Keuangan. namun disadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan. dorongan dan bimbingan dari Dosen Matematika Keuangan. Mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat dan demi kesempurnaan makalah ini. petunjuk.

…11 BAB III : PENUTUP…………………………………………………………...1 1..10 2.1 Amortisasi Utang……………………………………………………... 1 1.1 BAB II : PEMBAHASAN MATERI………………………………………….14 LAMPIRAN SOAL ...2 Amortisasi Utang untuk Anuitas di Muka…………………………..4 Dana Pelunasan (Sinking Fund)……………………………………..1 ii ....13 DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………..2 2.3 Pembiayaan Kembali Pinjaman (Refinancing of a Loan)………..8 2.i Daftar Isi………………………………………………………………………….1 Latar Belakang……………………………………………………….5 Metode Dana Pelunasan untuk Pelunasan Utang………………….2 Tujuan ……………………………………………………………….6 Perbandingan Metode Amortisasi dan Dana Pelunasan………….......5 2..2 2.ii BAB I : PENDAHULUAN…………………………………………………….6 2...……………………………………………………………………….13 Kesimpulan ……………………………………………………………………..DAFTAR ISI Kata Pengantar…………………………………………………………………….15 Brosur KPR dan skedul amortisasi ……………………………………………...

Kita juga dapat menyusun skedul amortisasi utang. Menyusun skedul amortisasi utang seperti table KPR (Kredit Pemilikan Rumah) 3.BAB I PENDAHULUAN 1. untuk melunasi peminjaman dapat dilakukan dengan berbagai metode seperti amortisasi utang dan dana pelunasan. Menghitung nilai dana pelunasan pada tanggal tertentu dan nilai buku pinjaman dengan metode dana pelunasan 4.1 Latar Belakang Dalam peminjaman uang. Menghitung alternatif pelunasan utang yang lebih murah antara metode amortisasi (mencicil) atau membentuk dana pelunasan ii . 1. Memahami alternatif pelunasan utang.2 Tujuan 1. Dengan metode amortisasi kita dapat melunasi utang dengan cara mengangsur atau mencicil. yaitu dengan mengangsur (amortisasi utang) atau dengan membentuk dana pelunasan 2. Dalam pelunasan utang juga dapat digunakan metode dana pelunasan yang dapat digunakan untuk menghitung nilai buku utang.

bunga. Tanpa menghitung atau tanpa bantuan skedul amortisasi. yaitu pembayaran hutang yang dilakukan secara berkala dengan jumlah tertentu. ii . Rumus nilai sekarang anuitas biasa yaitu dimana ( ( ) ( ) ( a n i ) . angsuran. kita berkepentingan untuk mengetahui A yang menunjukkan besarnya angsuran per periode. angsuran utang tersebut digunakan untuk menyusun tabel amortisasi utang yang memuat saldo awal utang. rumus angsuran per periode (A) adalah ( ( ) ) a PV n i (due) Selanjutnya. kita hanya tahu total keduanya adalah sama untuk setiap periode yaitu sebesar angsuran itu. Berapa tepatnya untuk amortisasi utang dan berapa untuk pembayaran bunga adalah berbeda untuk setiap periode. Dalam kaitannya dengan amortisasi utang. Jika pola tersebut tidak dapat ditentukan secara andal. Dari angsuran yang dilakukan. dan saldo akhir utang. ) dinotasikan dengan . maka harus digunakan metode garis lurus. Metode amortisasi. Tabel amortisasi digunakan untuk mengetahui secara akurat berapa pelunasan pokok yang dilakukan dan pembayaran bunganya dari setiap angsuran.BAB II PEMBAHASAN MATERI 2. hanya sebagian yang merupakan pelunasan pokok (amortisasi utang) dan sisanya adalah untuk pembayaran bunga.1 Amortisasi Utang Metode Amortisasi harus mencerminkan pola konsumsi manfaat ekonomis oleh perusahaan. Jadi. Biaya amortisasi setiap periode harus diakui sebagai beban PSAK lainnya mengizinkan atau mengharuskannya untuk dimasukkan ke dalam nilai tercatat asset lain. pokok utang.

23 selama 60 bulan.231 Rp 2.260.000 = 3.500.000. 35 36 …. Rp 7..028.902 Rp 287.618.798 Rp 5.000..500.500.574 ….000. Rp 157.028 Rp 7.028 Rp 3.172.367.618.028 ….504.453.028 Rp 7.448 ….230 Rp 4.000 = 300.618.000..618...23 ii .028.618.445.000 1 2 3 4 …..505.028 – 4..212.028 Rp 7..028 Rp 7. Jika pada 1 April 2004 eksekutif itu ingin melunasi kreditnya.447 Rp 4.618.000.271 Rp 3.250.592.618.244..015 = 4.394.118. Rp 7. berapa jumlah yang harus dia bayar? Jawab: Cara 1: dengan skedul amortisasi ANUITAS BIASA Periode Angsuran Amortisasi Bunga Saldo Hutang Rp 300.529 Rp 7.842. dan angsuran sebesar Rp 7.194 ….173 Rp 290..000. Rp 223.028 ….015 Bunga periode pertama = saldo KPR awal x i = 300.447 Rp 0 : A = 7.028 Rp 7.618.717.505. Rp 2.164.. Rp 7.618.357.028 PV = 400.000 – 100. 59 60 Rp 7.455 ….Misal: seorang eksekutif muda pada tanggal 1 April 2001 memutuskan untuk membeli sebuah rumah seharga Rp 400.000 dengan membayar uang muka Rp 100.758 Rp 4.618.000 i = 18%/12= 0.a.405.799 Rp 3.000 Rp 4.618. Rp 7.389 ….000 Amortisai utang pertama = angsuran – bunga periode pertama = 7.582 Rp 296. Rp 5.028 Rp 3.500 Rp 112.972 Rp 293.881.000 x 0.583 Rp 152.639 ….000..000 dan sisanya dengan Kredit Kepemilikan rumah (KPR) sebuah bank dengan bunga 18% p.118.

yaitu sebesar Rp 152.Saldo KPR kedua = saldo KPR awal – amortisasi utang pertama = 300. adalah sangat jarang pelunasan lebih cepat (early termination) tidak dikenakan denda (penalty fee) oleh pihak kreditur (bank). dan evaluasi.015 PV  Rp 152. Anto.23 sebanyak 24 periode dengan i = 1.118. kita akan mendapatkan jumlah yang harus dibayar jika KPR ingin dilunasi pada 1 April 2004.592. Kalaupun akan disalurkan sebagai KPR lagi.618.5 ( saldo KPR per 1 April 2004) PV  Jadi.000 .592.193. Cara 2 : Dengan persamaan nilai sekarang dari anuitas biasa.028 = 296. Berapa besar denda ini biasanya dimuat dalam salah satu perjanjian kredit.000 secara kredit. (1  (1  i )  n ) A i (1  (1  0.000 sesuai dengan penghasilannya menjadi tukang ojek.000. Seorang tukang ojek. wawancara. Dalam praktiknya. Untuk itu. mereka memerlukan waktu untuk mencari nasabah baru.000.015) 24 ) PV  Rp 7. Anto mendatangi perusahaan pembiayaan yang mengenakan dan menyatakan ingin mengangsur selama 36 bulan masing-masing sebesar Rp 400.3.5.193. Anto siap membayar uang muka yang membuat angsuran menjadi tepat Rp 400.5 untuk pelunasan kreditnya. eksekutif muda tersebut harus membayar Rp 152. jika kemudian Anto ii . Argument bank dalam hal pengenaan denda ini biasanya adalah karena mereka harus melakukan perencanaan ulang mengenai dana dalam portofolionya akibat adanya pelunasan itu.23 0.618.028. dengan angsuran sebesar Rp 7. survei.193.972 Demkian seterusnya Dengan meneruskan skedul amortisasi hingga periode ke-36.000.881. Contoh : 1.028.5% per bulan. memutuskan untuk membeli sebuah motor dengan harga tunai Rp 12.592.

Jika pada anuitas biasa angsuran pertama sebagian digunakan untuk membayar bunga dan sisanya untuk amortisasi utang.mendapatkan penghasilan jauh lebih besar dan ingin melunasi utangnya pada akhir tahun pertama.2 Amortisasi Utang untuk Anuitas di Muka Penyusunan skedul amortisasi utang untuk anuitas di muka pada dasarnya sama dengan anuitas biasa kecuali untuk periode pertama. setelah angsuran ke-12. Anto sudah mengangsur 12 bulan dan masih mempunyai 24 kali angsuran bulanan. Contoh : ii . untuk pelunasan pada akhir 2.? ( ( ) ( ( ) ) ) Jadi.000 = …. berapa yang Anto harus bayar? Jawab : Pada akhir tahun pertama. Anto harus membayar tahun pertama ini. Nilai sekarang dari 24 kali angsuran bulanan Rp 400.000 Diketahui : n A i Ditanya : = 24 = Rp 400. pada anuitas di muka seluruh angsuran pertama adalah untuk amortisasi utang karena belum adanya biaya bunga yang timbul mengingat pembayaran dilakukan pada hari pertama sehingga t=0.

703 Rp 2. dan saldo hutang = saldo hutang sebelumnya – amortisasi.998.954 Rp 3.909 Rp 151.298 Rp 3.046 Rp 8.850.853. skedul amortisasi baru harus dibuat untuk ii . atau lainnya yang menggunakan angsuran bahwa tingkat bunga tidak bersifat tetap (fixed. 954 Rp 2.149.000.172 Rp 3.045 Rp 2.071.tetapi bersifat mengambang (floating atau variable).954 Rp 3.Sebuah Notebook dijual dengan harga tunai Rp 15. perhitungan untuk periode lainnya 30% adalah sama seperti skedul amortisasi utang anuitas biasa yaitu bunga = x 12 saldo hutang.000.5% = 0.000 atau dengan 5 kali angsuran bulanan mulai hari transaksi dengan menggunakan j12 = 30%.00) Rp 296.073.149. karena mengambang.996. amortisasi = angsuran – bunga.954 Rp 3.126 Rp (0.149.149. Maksud dari bersifat tetap adalah sekali ditetapkan di awal akan berlaku terus hingga angsuran terakhir.343 Rp 6.828 2.251 Rp 224.064 Perhatikan bahwa kecuali untuk periode 0. Buatlah skedul amortisasi utang secara lengkap! Jawab : PV n = Rp 15.126 Rp Rp 11. Tabel Amortisasi ANUITAS SEGERA Periode Angsuran Amortisasi Bunga Saldo Hutang Rp 15.954 Rp 3.954. Sedangkan yang mengambang akan dievaluasi pada periode tertentu.149.073.025 12 PV PV A  a n (due) a 5 2. KPR.000 = 5 30% i = = 2.000 0 1 2 3 4 Rp 3.5% ) (due i A  Rp 3.925.149.3 Pembiayaan Kembali Pinjaman Cukup sering kita jumpai dalam perjanjian pemilikan kendaraan bermotor.954 Rp 3.149.000.782 Rp 76.

0175 PV  Rp 390. Sehingga pada saat bunga pasar turun.08 0. dengan pinjaman baru berbunga 15% p. Keputusan apa yang sebaiknya diambil King Aragorn? Jawab: PV= Rp 400.08  Rp 131.083.083.484. seorang debitur dapat mempertimbangkan pinjaman baru dengan bunga lebih rendah untuk melunasi pinjaman lama yang berbunga lebih tinggi.322.000 PV A  n (1  (1  i ) ) (1  (1  0. Pinjaman itu akan dilunasi selama 15 tahun dicicil bulanan dengan bunga tetap 21% p.449.449.200.54 ii .322.000 i= 0.0175 A  Rp 7.000 dari Bank GONDOR untuk membeli sebuah rumah. Contoh: King Aragorn meminjam Rp 400.283.44 + Rp 390.322.44 Saldo pinjaman setelah 24 k ali angsuran : (1  (1  0.a.484.0175 n= 180 Pertama kita akan menghitung besar pinjaman yaitu saldo pinjaman setelah 24 kali angsuran ditambah 18 kali angsuran bulanan.1 PV  Besar pinjaman yang harus diperoleh untuk pelunasan : Rp 131. Penyesuaian tingkat bunga ini akan menyebabkan perubahan besar angsuran bulanan dan amortisasi utang per periode.449.000.288.a. sehingga ia berminat untuk melunasi pinjamannya yang berbunga 21% p.08 Denda pelunasan lebih cepat : 18  Rp 7. King Aragorn melihat tingkat bunga pinjaman di pasar telah turun menjadi 15% p.0175) 180 ) i 0.000.804.0175) 156 ) Rp 7. Besar angsuran per bulan : Rp 400.000.200.1 = Rp 522.angsuran-angsuran yang tersisa. Setelah melakukan pembayaran tepat 2 tahun.a.a.0804. Namun Bank GONDOR hanya menyetujui pelunasan lebih cepat jika King Aragorn bersedia membayar denda sebanyak 18 angsuran bulanan.

dana pelunasan telah tersedia.54 (1  (1  0.288. Metode Sinking fund pada dasarnya sama saja dengan metode amortisasi. Beberapa debitur mencoba untuk mengalokasikan dana ii . Metode sinking fund mengasumsikan bahwa peminjam membuat pembayaran secara berkala ke dalam suatu dana yang di sebut dana pelunasan (sinking fund).626.4 Dana Pelunasan (Sinking Fund) Metode sinking fund atau dana pelunasan hutang. Karena angsuran pinjaman lama lebih rendah.Selanjutnya.0125 A  Rp 7. Merupakan pengumpulan dana secara terencana melalui tabungan secara periodik dalam jumlah yang sama untuk memperoleh sejumlah uang yang cukup besar pada periode tertentu. debitur akan membuat suatu alokasi dana pribadi yang dapat dicicilnya setiap interval waktu tertentu dengan harapan pada ujung periode hutangnya. bedanya adalah pembayaran oleh debitur kepada kreditur dilakukan satu kali yang dikenal dengan istilah lump-sum payment. pada ujung periode berlakunya hutang.283.33 A Lalu kita bandingkan angsuran bulanan dari pinjaman baru dengan angsuran bulanan pinjaman lama. yaitu pembayaran hutang yang dilakukan dengan 1 kali pembayaran pada akhir periode hutang. 2.0125) 156 ) 0. dengan bunga 15% p.910. maka sebaiknya King Aragorn tidak melakukan pinjaman baru. sehingga dalam banyak kasus. Dengan metode ini. Suatu hutang yang berbunga dikatakan telah dilunasi jika seluruh pertanggungan (pokok dan bunga) telah dibebaskan dengan suatu deretan pembayaran yang dibuat dalam suatu interval yang sama.a. Rp 522. Kita menghitung angsuran bulanan selama 13 tahun (15 – 2) jika pinjaman baru ini jadi dilakukan. kreditur tidak membuatkan angsuran cicilan kepada debitur melainkan menerima dana pengembalian sesuai dengan suku bunga yang disepakati di akhir periode hutang.

603. Persamaan anuitas nilai akan datang. berapa besar setoran bulanan selama 5 tahun jika bisa memperoleh bunga 6% p.000 = 5 x 12 = 60 periode = 6%  0.06 A ii .005 12 FV ((1  i ) n  1) i Rp 2. ( ( ) ) ( ( ) ) Contoh : PT Protaniaga mengelola sebuah gedung apartemen dengan 150 kamar.665.000.a.5%  0.005) 60  1) 0.005 A  Rp 28. Jika manajemen PT Protaniaga memutuskan untuk membentuk dana pelunasan untuk tujuan ini.? Jawab : FV n i = Rp 2. Manajemen perusahaan memperkirakan adanya kebutuhan untuk melakukan pengecatan ulang gedung bagian luar dan lorong serta penggantian semua karpet yang ada 5 tahun lagi.000.000.ke sebuah rekening atau pihak kreditur lain yang menawarkan suku bunga lebih tinggi. Biaya semua kegiatan itu sekitar Rp 2 milyar.000 A ((1  0.000.

Jumlah pembayaran tahunan yang harus dilakukan peminjam (debitur) karenanya adalah jumlah untuk anuitas dana pelunasan dan bunga periodik.a.2 t = 4 tahun n = 16 a.825.25 1.300.5 Metode Dana Pelunasan untuk Pelunasan Utang Dana pelunasan dibentuk untuk tujuan pelunasan utang.251. Selisih antara jumlah dana pelunasan dan pokok utang pada suatu saat tertentu disebut nilai buku utang.000  Rp 45.94  Rp 107.000 akan jatuh tempo 4 tahun lagi dan harus dibayarkan dengan metode dana pelunasan. sebelum utang itu jatuh tempo.000 Rp 152.2. Jumlah dana pelunasan setelah 2 tahun c.000. Ini dimungkinkan karena dana pelunasan itu memang disiapkan khusus untuk penyelesaian utang itu. hitunglah: a. jumlah pembayaran tahunan A  Rp 107. Jumlah uang yang diakumulasikan dalam dana ini pada akhir periode harus menjadi sebesar total pokok utang yang harus dibayar.825. Sementara itu. Nilai buku pinjaman setelah 2 tahun Jawab: PV = 500.062.a. Contoh: Sebuah pinjaman sebesar Rp 500. dibayarkan setiap 6 bulan dan pembayaran dana pelunasan dapat memperoleh bunga 8% p.000. Jumlah pembayaran tahunan b.02 A  Rp 26.02)16  1) 0.8 1. Jika pinjaman itu berbunga sederhana (simple interest) 9% p.000 n = 4 x 4 = 16 i= 0.000.300.000. hanya bunga yang dibayarkan secara periodik pada tanggal-tanggal yang sudah disepakati dengan bank(kreditur).000.000 ((1  0. Anuitas untuk dana pelunasan Rp 500.94 Jumlah untuk dana pelunasan dalam 1 tahun :  4  Rp 26.25  Rp 45.062.8 ii .8 Jumlah untuk pembayaran bunga dalam 1 tahun : 9%  2  Rp 500. dihitung triwulanan.300.000.000 2 Jadi.

000.761. besar angsuran per 6 bulan adalah : Rp 1. pengeluaran periodik adalah jumlah pembayaran bunga dan setoran untuk dana pelunasan.02 FV  Rp 230.02)8  1) Rp 26.000. tetapi dengan syarat perusahaan itu melakukan setoran untuk sinking fund dalam bank itu dengan bunga 14% p. Bank lain yaitu Bank Slyterin bersedia memberikan pinjaman dengan bunga sederhana 19% p.238.685 c.257. Jika alternatif pertama yang digunakan.000 selama 5 tahun dari bank.000.000 n = 2 x 5 = 10 kali i = 0.6 Perbandingan Metode Amortisasi dan Dana Pelunasan Dengan metode amortisasi.a.a. pengeluaran periodik adalah sama besar dengan besar pembayaran angsuran per periode.238. besar pembayaran bunga setiap 6 bulan adalah : . Tentukan alternatif mana yang sebaiknya dipilih? b. Bank Gryfendor bersedia memberikan pinjaman dengan bunga 21% p.a. Nilai buku pinjaman  nilai pokok utang . Contoh : Sebuah perusahaan yang sedang berkembang merencanakan untuk meminjam sebesar Rp 1.000.Rp 230. dengan angsuran setiap 6 bulan.jumlah dana pelunasan  Rp 500. diperhitungkan setiap 6 bulan.105 a.315 2. sedangkan dengan metode dana pelunasan.6  1  (1  0.000.320.062.000 .685  Rp 269.825.b. dibayarkan setiap 6 bulan. Berapa penghematan yang bisa dilakukan setiap semester? Jawab : PV= Rp 1.105) 10      0. FV  ((1  0. a.105   ii Jika alternatif kedua yang digunakan.000.000 A  Rp 166.000.94 0.

7 0.000.7 Total pembayaransemesteranuntuk alternatif kedua : Jadi pinjaman yang harus diambil adalah dari Bank Gryfendorkarena lebih murah.7  Rp 167.377.Besar anuitas untuk dana pelunasan adalah : A Rp 1. Besar penghematan per semester adalah : Rp 167.32  Rp 1.07   Rp 95.120.07)10  1      0.502.7  (1  0.502.502. b.50 .000.377.182.6 1 ii .000.377.000 Rp 72.257.000  Rp 72.Rp 166. 2.377.

untuk menebus utang obligasi yang jatuh tempo.( )  Persamaan nilai anuitas . Dana pelunasan digunakan untuk membayar utang. Amortisasi utang selalu memiliki nilai lebih kecil atau sama dengan angsuran utang.  ( ) ( ) Rumus nilai sekarang anuitas biasa yaitu dinotasikan dengan a n i ( ) . dan untuk dana pembelian peralatan baru. untuk dana penggantian mesin yang usang.BAB III PENUTUP Kesimpulan    Amoritisasi merupakan pelunasan pokok yang merupakan pengurangan dari angsuran utang dan bunga . Persamaan anuitas nilai sekarang: ( dimana ( ( ( ) ) ) ) dinotasikan dengan a n i Persamaan anuitas nilai akan datang: ( ( ) ) ( ( ) ) ii .

kompasiana. Budi.com/moneter/2011/03/31/amortisasi-dan-sinking-fund/ http://www. Handono .Bandung: M2S http://ekonomi. Jakarta: Salemba Empat Mardiyanto.2007. Inti Sari Manajemen Keuangan.2005.scribd. Jakarta : Salemba Empat Frensidy. Fudamentals Of Financial management. dkk.com/doc/55408205/amortisasi ii .DAFTAR PUSTAKA C.2008. 2010.L. Edisi 12.Matematika Keuangan.Jakarta: Grasindo Sembiring. James dan John M. Matematika Keuangan.

54 Rp 4.405.668.62 Rp 247.19 Rp 3.23 Rp 7.26 Rp 219.23 Rp 7.73 Rp 4.23 Rp 7.94 Rp 3.906.783.028.69 Rp 3.230.23 Rp 7.010.23 Rp 7.19 Rp 223.618.78 Rp 4.727.45 Rp 3.23 Rp 7.028.134.898.037.364.50 Rp 3.91 Rp 4.157.565.07 Rp 227.308.028.834.899.386.164.122.555.524.38 Rp 273.63 Rp 3.150.56 Rp 210.618.57 BUNGA Rp 4.732.935.260.697.02 Rp 3.23 Rp 7.46 Rp 4.717.75 Rp 4.45 Rp 3.524.706.457.04 Rp 3.618.643.618.23 Rp 7.601.00 Rp 296.435.028.47 Rp 244.618.326.028.12 Rp 290.77 Rp 3.618.58 Rp 4.29 Rp 4.480.361.026.462.719.631.233.945.573.618.212.221.618.78 Rp 3.753.23 Rp 7.984.902.798.23 Rp 7.028.618.944.226.028.23 Rp 7.34 Rp 277.169.23 Rp 7.244.618.166.618.599.028.460.076.956.23 Rp 7.840.23 Rp 7.48 Rp 3.000.259.086.35 Rp 3.825.35 Rp 3.60 Rp 4.028.14 Rp 3.890.618.65 Rp 259.173.199.531.77 Rp 293.23 Rp 7.111.359.223.012.48 Rp 287.738.76 Rp 4.618.72 Rp 4.618.32 Rp 3.028.08 Rp 232.379.028.00 Rp 4.696.618.92 Rp 266.137.939.548.618.262.028.618.088.84 Rp 236.14 ii .23 Rp 7.23 Rp 7.873.503.719.618.23 Rp 7.391.337.083.429.229.661.028.454.028.418.576.028.028.000.137.453.23 Rp 7.028.618.700.666.355.084.23 Rp 7.309.54 Rp 4.93 Rp 4.66 SALDO HUTANG Rp 300.777.028.618.028.11 Rp 3.028.504.65 Rp 3.028.971.22 Rp 3.500.325.113.163.23 Rp 7.12 Rp 4.96 Rp 3.23 Rp 7.001.565.409.30 Rp 3.23 AMORTISASI Rp 3.01 Rp 4.23 Rp 7.105.086.618.47 Rp 3.878.272.270.118.558.437.512.71 Rp 201.798.295.496.028.028.357.129.447.618.093.61 Rp 270.69 Rp 3.18 Rp 3.359.609.618.016.028.84 Rp 206.88 Rp 3.623.641.672.592.88 Rp 4.61 Rp 255.Skedul amortisasi PERIODE 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 ANGSURAN Rp 7.35 Rp 215.193.23 Rp 7.618.052.028.000.649.23 Rp 7.881.500.291.028.01 Rp 3.208.70 Rp 263.618.28 Rp 280.611.541.618.999.27 Rp 4.262.890.757.09 Rp 3.258.628.769.51 Rp 3.028.618.60 Rp 240.05 Rp 3.733.527.057.22 Rp 3.39 Rp 251.469.971.21 Rp 3.160.79 Rp 283.23 Rp 3.703.

15 Rp 1.132.899.434.028.572.581.06 Rp 5.380.945.015.74 Rp 2.51 Rp 1.263.618.019.596.340.59 Rp 4.367.208.614.011.816.394.618.503.23 Rp 7.08 Rp 187.90 Rp 4.741.608.194.690.028.23 Rp 7.053.193.513.58 Rp 136.028.135.02 Rp 5.618.957.371.324.736.368.23 Rp 7.592.23 Rp 7.352.150.23 Rp 7.728.23 Rp 7.034.53 Rp 173.028.23 Rp 7.028.028.53 Rp 6.949.23 Rp 7.362.35 Rp 6.37 Rp 7.24 Rp 1.23 Rp 7.72 Rp 6.008.618.524.325.566.15 Rp 4.30 Rp 6.23 Rp 7.62 Rp 1.744.618.90 Rp 2.722.785.394.145.762.50 Rp 182.582.873.75 Rp 5.23 Rp 7.953.524.89 22.146.499.23 Rp 7.027.18 Rp 5.618.86 Rp 7.028.405.456.23 Rp 7.591.028.741.555.19 Rp 119.834.028.18) ii .446.34 Rp 6.03 Rp 5.028.23 Rp 7.71 Rp 4.23 Rp 7.23 Rp 4.331.71 Rp 6.184.52 Rp 1.021.71 Rp 2.23 89.23 Rp 7.16 332.332.867.409.026.882.02 43.48 Rp 2.618.853.014.86 440.218.445.23 Rp 7.23 Rp 7.250.618.991.028.10 63.810.809.285.791.605.028.618.618.05 Rp 2.755.111.618.045.23 Rp 7.81 57.69 Rp 5.638.389.23 Rp 7.567.914.618.70 651.24 Rp 192.028.822.288.64 Rp 2.23 Rp 7.505.965.656.618.61 Rp 5.096.446.199.18 Rp 113.246.797.242.24 Rp 7.490.363.003.380.675.70 Rp 197.485.61 Rp 7.23 Rp 7.11 Rp 107.177.028.433.732.603.08 Rp 6.96 7.893.078.23 Rp 7.82 14.359.071.185.036.27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 Rp 7.093.52 Rp 5.23 Rp 7.42 Rp 157.028.028.160.746.337.78 Rp 178.36 (0.40 Rp 1.23 Rp 7.41 Rp 147.910.974.877.618.028.99 546.702.291.528.37 223.668.85 855.205.20 Rp 1.703.618.52 Rp 2.028.230.286.656.43 50.23 Rp 7.461.769.618.047.730.079.23 Rp 7.980.08 Rp 141.028.28 Rp 101.08 Rp 2.649.028.028.618.53 Rp 3.265.329.028.44 76.44 70.467.99 Rp 6.864.125.51 Rp 5.618.829.17 Rp 1.38 Rp 6.197.23 Rp 7.505.514.690.254.618.834.618.618.652.419.89 Rp 1.618.88 Rp 1.682.028.618.143.025.028.842.07 Rp 7.83 753.58 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 95.521.72 Rp 2.25 29.961.778.618.790.028.127.862.99 Rp 2.23 Rp 7.618.028.967.028.827.40 Rp 6.33 Rp 5.35 Rp 168.442.618.801.988.586.90 Rp 152.54 Rp 2.83 Rp 130.24 Rp 5.048.80 Rp 125.660.028.249.093.028.662.83 Rp 6.028.66 Rp 163.33 Rp 2.618.21 Rp 1.23 Rp 7.51 83.671.618.830.572.776.299.62 112.93 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 955.618.618.028.172.003.401.618.946.118.564.082.49 Rp 5.059.618.25 Rp 4.887.23 Rp 7.174.622.277.028.371.23 Rp 7.028.618.028.224.49 36.618.98 Rp 2.23 Rp 7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful