P. 1
Makalah Amortisasi Utang Dan Dana Pelunasan

Makalah Amortisasi Utang Dan Dana Pelunasan

|Views: 4,247|Likes:
Published by Julianti Samosir

More info:

Published by: Julianti Samosir on Dec 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/01/2014

pdf

text

original

AMORTISASI UTANG DAN DANA PELUNASAN

O
L
E
H

KELOMPOK VIII

FRISKA SRI RAHAYU 4103230010
MARIKSON LUMBAN GAOL 4101230007
NURLELA 4102230011
SRI MINARTI 4103230035
TRI RAHMADANI 4103230038
VENNY PURBA 4103230039


JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2011
ii
KATA PENGANTAR

Dengan mengucap rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
berkat-Nya dapat diselesaikannya tugas mata kuliah Matematika Keuangan yaitu
sebuah makalah yang berjudul Amortisasi sehingga makalah ini dapat menjadi
suatu bahan untuk menambah wawasan dalam memahami mata kuliah
Matematika Keuangan. Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit
hambatan, namun disadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak
lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan dari Dosen Matematika Keuangan.
Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama
kepada Dosen pembimbing, yang telah memberikan tugas, petunjuk, kepada
penulis sehingga penulis termotivasi dalam menyelesaikan tugas ini.
Penulis mohon maaf jika dalam penyajian dan penyampaian makalah ini,
banyak hal-hal yang kurang berkenan atau berkualitas karena keterbatasan sarana
buku-buku yang bisa mendukung terciptanya makalah ini. Mudah-mudahan
makalah ini dapat bermanfaat dan demi kesempurnaan makalah ini, dengan
tangan terbuka penulis selalu menerima saran-saran yang bersifat membangun dan
membantu perbaikan-perbaikan dalam makalah ini.


Medan, September 2011

Penulis









ii
DAFTAR ISI

Kata Pengantar…………………………………………………………………….i
Daftar Isi…………………………………………………………………………..ii

BAB I : PENDAHULUAN…………………………………………………….... 1
1.1 Latar Belakang………………………………………………………..1
1.2 Tujuan ………………………………………………………………..1

BAB II : PEMBAHASAN MATERI………………………………………….....2
2.1 Amortisasi Utang…………………………………………………….2
2.2 Amortisasi Utang untuk Anuitas di Muka…………………………..5
2.3 Pembiayaan Kembali Pinjaman (Refinancing of a Loan)………......6
2.4 Dana Pelunasan (Sinking Fund)…………………………………….8
2.5 Metode Dana Pelunasan untuk Pelunasan Utang…………………...10
2.6 Perbandingan Metode Amortisasi dan Dana Pelunasan………….…11

BAB III : PENUTUP…………………………………………………………....13
Kesimpulan ……………………………………………………………………..13

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………..14
LAMPIRAN
SOAL .………………………………………………………………………...15
Brosur KPR dan skedul amortisasi ……………………………………………..1








ii


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dalam peminjaman uang, untuk melunasi peminjaman dapat dilakukan
dengan berbagai metode seperti amortisasi utang dan dana pelunasan.
Dengan metode amortisasi kita dapat melunasi utang dengan cara mengangsur
atau mencicil. Kita juga dapat menyusun skedul amortisasi utang. Dalam
pelunasan utang juga dapat digunakan metode dana pelunasan yang dapat
digunakan untuk menghitung nilai buku utang.


1.2 Tujuan
1. Memahami alternatif pelunasan utang, yaitu dengan mengangsur
(amortisasi utang) atau dengan membentuk dana pelunasan
2. Menyusun skedul amortisasi utang seperti table KPR (Kredit Pemilikan
Rumah)
3. Menghitung nilai dana pelunasan pada tanggal tertentu dan nilai buku
pinjaman dengan metode dana pelunasan
4. Menghitung alternatif pelunasan utang yang lebih murah antara metode
amortisasi (mencicil) atau membentuk dana pelunasan









ii

BAB II
PEMBAHASAN MATERI

2.1 Amortisasi Utang
Metode Amortisasi harus mencerminkan pola konsumsi manfaat ekonomis
oleh perusahaan. Jika pola tersebut tidak dapat ditentukan secara andal, maka
harus digunakan metode garis lurus. Biaya amortisasi setiap periode harus diakui
sebagai beban PSAK lainnya mengizinkan atau mengharuskannya untuk
dimasukkan ke dalam nilai tercatat asset lain.
Metode amortisasi, yaitu pembayaran hutang yang dilakukan secara berkala
dengan jumlah tertentu. Dari angsuran yang dilakukan, hanya sebagian yang
merupakan pelunasan pokok (amortisasi utang) dan sisanya adalah untuk
pembayaran bunga. Berapa tepatnya untuk amortisasi utang dan berapa untuk
pembayaran bunga adalah berbeda untuk setiap periode. Tanpa menghitung atau
tanpa bantuan skedul amortisasi, kita hanya tahu total keduanya adalah sama
untuk setiap periode yaitu sebesar angsuran itu. Tabel amortisasi digunakan untuk
mengetahui secara akurat berapa pelunasan pokok yang dilakukan dan
pembayaran bunganya dari setiap angsuran.
Rumus nilai sekarang anuitas biasa yaitu (
()

) ,
dimana (
()

) dinotasikan dengan . Dalam kaitannya dengan
amortisasi utang, kita berkepentingan untuk mengetahui A yang menunjukkan
besarnya angsuran per periode. Jadi, rumus angsuran per periode (A) adalah
(

()

)
) (due
PV

Selanjutnya, angsuran utang tersebut digunakan untuk menyusun tabel amortisasi
utang yang memuat saldo awal utang, bunga, angsuran, pokok utang, dan saldo
akhir utang.


a
n i
a
n i
ii

Misal:
seorang eksekutif muda pada tanggal 1 April 2001 memutuskan untuk membeli
sebuah rumah seharga Rp 400.000.000 dengan membayar uang muka
Rp 100.000.000 dan sisanya dengan Kredit Kepemilikan rumah (KPR) sebuah
bank dengan bunga 18% p.a. dan angsuran sebesar Rp 7.618.028,23 selama 60
bulan. Jika pada 1 April 2004 eksekutif itu ingin melunasi kreditnya, berapa
jumlah yang harus dia bayar?
Jawab: :
Cara 1: dengan skedul amortisasi
ANUITAS BIASA
Periode Angsuran Amortisasi Bunga Saldo Hutang
Rp 300.000.000
1 Rp 7.618.028 Rp 3.118.028 Rp 4.500.000 Rp 296.881.972
2 Rp 7.618.028 Rp 3.164.799 Rp 4.453.230 Rp 293.717.173
3 Rp 7.618.028 Rp 3.212.271 Rp 4.405.758 Rp 290.504.902
4 Rp 7.618.028 Rp 3.260.455 Rp 4.357.574 Rp 287.244.448
….. …... ….. ….. …..
35 Rp 7.618.028 Rp 5.172.798 Rp 2.445.231 Rp 157.842.583
36 Rp 7.618.028 Rp 5.250.389 Rp 2.367.639 Rp 152.592.194
….. …... ….. ….. …..
59 Rp 7.618.028 Rp 7.394.529 Rp 223.500 Rp 7.505.447
60 Rp 7.618.028 Rp 7.505.447 Rp 112.582 Rp 0
A = 7.618.028
PV = 400.000.000 – 100.000.000 = 300.000.000
i = 18%/12= 0,015
Bunga periode pertama = saldo KPR awal x i
= 300.000.000 x 0,015
= 4.500.000
Amortisai utang pertama = angsuran – bunga periode pertama
= 7.618.028 – 4.500.000 = 3.118.028,23
ii
Saldo KPR kedua = saldo KPR awal – amortisasi utang pertama
= 300.000.000 - 3.118.028
= 296.881.972
Demkian seterusnya
Dengan meneruskan skedul amortisasi hingga periode ke-36, kita akan
mendapatkan jumlah yang harus dibayar jika KPR ingin dilunasi pada 1 April
2004, yaitu sebesar Rp 152.592.193,5.
Cara 2 :
Dengan persamaan nilai sekarang dari anuitas biasa, dengan angsuran sebesar
Rp 7.618.028,23 sebanyak 24 periode dengan i = 1,5% per bulan.





Jadi, eksekutif muda tersebut harus membayar Rp 152.592.193,5 untuk pelunasan
kreditnya.
Dalam praktiknya, adalah sangat jarang pelunasan lebih cepat (early
termination) tidak dikenakan denda (penalty fee) oleh pihak kreditur (bank).
Berapa besar denda ini biasanya dimuat dalam salah satu perjanjian kredit.
Argument bank dalam hal pengenaan denda ini biasanya adalah karena mereka
harus melakukan perencanaan ulang mengenai dana dalam portofolionya akibat
adanya pelunasan itu. Kalaupun akan disalurkan sebagai KPR lagi, mereka
memerlukan waktu untuk mencari nasabah baru, survei, wawancara, dan evaluasi.

Contoh :
1. Seorang tukang ojek, Anto, memutuskan untuk membeli sebuah motor dengan
harga tunai Rp 12.000.000 secara kredit. Anto mendatangi perusahaan
pembiayaan yang mengenakan

dan menyatakan ingin mengangsur
selama 36 bulan masing-masing sebesar Rp 400.000 sesuai dengan
penghasilannya menjadi tukang ojek. Untuk itu, Anto siap membayar uang
muka yang membuat angsuran menjadi tepat Rp 400.000. jika kemudian Anto
) 2004 1 ( 5 , 193 . 592 . 152
23 , 028 . 618 . 7
015 , 0
) ) 015 , 0 1 ( 1 (
) ) 1 ( 1 (
24
April per KPR saldo Rp PV
Rp PV
A
i
i
PV
n
=
+ ÷
=
+ ÷
=
÷
÷
ii
mendapatkan penghasilan jauh lebih besar dan ingin melunasi utangnya pada
akhir tahun pertama, setelah angsuran ke-12, berapa yang Anto harus bayar?

Jawab :
Pada akhir tahun pertama, Anto sudah mengangsur 12 bulan dan masih
mempunyai 24 kali angsuran bulanan. Nilai sekarang dari 24 kali angsuran
bulanan Rp 400.000
Diketahui :
n = 24
A = Rp 400.000
i =

Ditanya : ….?

(
( )

)
(
( )

)

Jadi, Anto harus membayar untuk pelunasan pada akhir
tahun pertama ini.

2.2 Amortisasi Utang untuk Anuitas di Muka
Penyusunan skedul amortisasi utang untuk anuitas di muka pada dasarnya
sama dengan anuitas biasa kecuali untuk periode pertama. Jika pada anuitas biasa
angsuran pertama sebagian digunakan untuk membayar bunga dan sisanya untuk
amortisasi utang; pada anuitas di muka seluruh angsuran pertama adalah untuk
amortisasi utang karena belum adanya biaya bunga yang timbul mengingat
pembayaran dilakukan pada hari pertama sehingga t=0.


Contoh :
ii
Sebuah Notebook dijual dengan harga tunai Rp 15.000.000 atau dengan 5 kali
angsuran bulanan mulai hari transaksi dengan menggunakan j
12
= 30%. Buatlah
skedul amortisasi utang secara lengkap!
Jawab :
PV = Rp 15.000.000
n = 5
i = = 2,5% = 0,025



Perhatikan bahwa kecuali untuk periode 0, perhitungan untuk periode lainnya
adalah sama seperti skedul amortisasi utang anuitas biasa yaitu bunga = x
saldo hutang, amortisasi = angsuran – bunga, dan saldo hutang = saldo hutang
sebelumnya – amortisasi.
Tabel Amortisasi
ANUITAS SEGERA
Periode Angsuran Amortisasi Bunga Saldo Hutang
Rp 15.000.000
0 Rp 3.149.954 Rp 3.149. 954 Rp - Rp 11.850.046
1 Rp 3.149.954 Rp 2.853.703 Rp 296.251 Rp 8.996.343
2 Rp 3.149.954 Rp 2.925.045 Rp 224.909 Rp 6.071.298
3 Rp 3.149.954 Rp 2.998.172 Rp 151.782 Rp 3.073.126
4 Rp 3.149.954 Rp 3.073.126 Rp 76.828 Rp (0,00)

2.3 Pembiayaan Kembali Pinjaman
Cukup sering kita jumpai dalam perjanjian pemilikan kendaraan bermotor,
KPR, atau lainnya yang menggunakan angsuran bahwa tingkat bunga tidak
bersifat tetap (fixed,tetapi bersifat mengambang (floating atau variable). Maksud
dari bersifat tetap adalah sekali ditetapkan di awal akan berlaku terus hingga
angsuran terakhir. Sedangkan yang mengambang akan dievaluasi pada periode
tertentu, karena mengambang, skedul amortisasi baru harus dibuat untuk
12
% 30
064 , 954 . 149 . 3
) ( ) (
Rp A
due
PV
due
PV
A
=
= =
a
5 2,5%
a
n i
12
% 30
ii
angsuran-angsuran yang tersisa. Penyesuaian tingkat bunga ini akan menyebabkan
perubahan besar angsuran bulanan dan amortisasi utang per periode. Sehingga
pada saat bunga pasar turun, seorang debitur dapat mempertimbangkan pinjaman
baru dengan bunga lebih rendah untuk melunasi pinjaman lama yang berbunga
lebih tinggi.

Contoh:
King Aragorn meminjam Rp 400.000.000 dari Bank GONDOR untuk
membeli sebuah rumah. Pinjaman itu akan dilunasi selama 15 tahun dicicil
bulanan dengan bunga tetap 21% p.a. Setelah melakukan pembayaran tepat 2
tahun, King Aragorn melihat tingkat bunga pinjaman di pasar telah turun menjadi
15% p.a. sehingga ia berminat untuk melunasi pinjamannya yang berbunga 21%
p.a. dengan pinjaman baru berbunga 15% p.a. Namun Bank GONDOR hanya
menyetujui pelunasan lebih cepat jika King Aragorn bersedia membayar denda
sebanyak 18 angsuran bulanan. Keputusan apa yang sebaiknya diambil King
Aragorn?
Jawab:
PV= 000 . 000 . 400 Rp
i= 0.0175 n= 180
Pertama kita akan menghitung besar pinjaman yaitu saldo pinjaman setelah 24
kali angsuran ditambah 18 kali angsuran bulanan.









Besar pinjaman yang harus diperoleh untuk pelunasan :
Rp 131.804.083,44 + Rp 390.484.200,1 = Rp 522.288.283,54
1 , 200 . 484 . 390
08 , 449 . 322 . 7
0175 , 0
) ) 0175 , 0 1 ( 1 (
: 24
44 , 083 . 0804 . 131 08 , 449 . 322 . 7 18
:
08 , 449 . 322 . 7
0175 , 0
) ) 0175 , 0 1 ( 1 (
000 . 000 . 400
) ) 1 ( 1 (
:
156
180
Rp PV
Rp PV
angsuran kali setelah pinjaman Saldo
Rp Rp
cepat lebih pelunasan Denda
Rp A
Rp
i
i
PV
A
bulan per angsuran Besar
n
=
+ ÷
=
= ×
=
+ ÷
=
+ ÷
=
÷
÷ ÷
ii
Selanjutnya, dengan bunga 15% p.a. Kita menghitung angsuran bulanan selama
13 tahun (15 – 2) jika pinjaman baru ini jadi dilakukan.




Lalu kita bandingkan angsuran bulanan dari pinjaman baru dengan angsuran
bulanan pinjaman lama.
Karena angsuran pinjaman lama lebih rendah, maka sebaiknya King Aragorn
tidak melakukan pinjaman baru.

2.4 Dana Pelunasan (Sinking Fund)
Metode sinking fund atau dana pelunasan hutang, yaitu pembayaran hutang
yang dilakukan dengan 1 kali pembayaran pada akhir periode hutang. Merupakan
pengumpulan dana secara terencana melalui tabungan secara periodik dalam
jumlah yang sama untuk memperoleh sejumlah uang yang cukup besar pada
periode tertentu.
Suatu hutang yang berbunga dikatakan telah dilunasi jika seluruh
pertanggungan (pokok dan bunga) telah dibebaskan dengan suatu deretan
pembayaran yang dibuat dalam suatu interval yang sama.
Metode sinking fund mengasumsikan bahwa peminjam membuat
pembayaran secara berkala ke dalam suatu dana yang di sebut dana pelunasan
(sinking fund). Metode Sinking fund pada dasarnya sama saja dengan metode
amortisasi, bedanya adalah pembayaran oleh debitur kepada kreditur dilakukan
satu kali yang dikenal dengan istilah lump-sum payment, pada ujung periode
berlakunya hutang. Dengan metode ini, kreditur tidak membuatkan angsuran
cicilan kepada debitur melainkan menerima dana pengembalian sesuai dengan
suku bunga yang disepakati di akhir periode hutang, sehingga dalam banyak
kasus, debitur akan membuat suatu alokasi dana pribadi yang dapat dicicilnya
setiap interval waktu tertentu dengan harapan pada ujung periode hutangnya, dana
pelunasan telah tersedia. Beberapa debitur mencoba untuk mengalokasikan dana
33 , 910 . 626 . 7
0125 , 0
) ) 0125 , 0 1 ( 1 (
54 , 283 . 288 . 522
156
Rp A
Rp
A
=
+ ÷
=
÷
ii
ke sebuah rekening atau pihak kreditur lain yang menawarkan suku bunga lebih
tinggi.
Persamaan anuitas nilai akan datang,
(
( )

)
(

( )

)

Contoh :
PT Protaniaga mengelola sebuah gedung apartemen dengan 150 kamar.
Manajemen perusahaan memperkirakan adanya kebutuhan untuk melakukan
pengecatan ulang gedung bagian luar dan lorong serta penggantian semua karpet
yang ada 5 tahun lagi. Biaya semua kegiatan itu sekitar Rp 2 milyar. Jika
manajemen PT Protaniaga memutuskan untuk membentuk dana pelunasan untuk
tujuan ini, berapa besar setoran bulanan selama 5 tahun jika bisa memperoleh
bunga 6% p.a.?
Jawab :
FV = Rp 2.000.000.000
n = 5 x 12 = 60 periode
i =













005 0 5 0
12
6
, % ,
%
= =
06 , 603 . 665 . 28
005 , 0
) 1 ) 005 , 0 1 ((
000 . 000 . 000 . 2
) 1 ) 1 ((
60
Rp A
Rp
A
i
i
FV
A
n
=
÷ +
=
÷ +
=
ii
2.5 Metode Dana Pelunasan untuk Pelunasan Utang
Dana pelunasan dibentuk untuk tujuan pelunasan utang. Jumlah uang yang
diakumulasikan dalam dana ini pada akhir periode harus menjadi sebesar total
pokok utang yang harus dibayar. Sementara itu, sebelum utang itu jatuh tempo,
hanya bunga yang dibayarkan secara periodik pada tanggal-tanggal yang sudah
disepakati dengan bank(kreditur). Selisih antara jumlah dana pelunasan dan
pokok utang pada suatu saat tertentu disebut nilai buku utang. Ini dimungkinkan
karena dana pelunasan itu memang disiapkan khusus untuk penyelesaian utang
itu. Jumlah pembayaran tahunan yang harus dilakukan peminjam (debitur)
karenanya adalah jumlah untuk anuitas dana pelunasan dan bunga periodik.

Contoh:
Sebuah pinjaman sebesar Rp 500.000.000 akan jatuh tempo 4 tahun lagi dan harus
dibayarkan dengan metode dana pelunasan. Jika pinjaman itu berbunga sederhana (simple
interest) 9% p.a. dibayarkan setiap 6 bulan dan pembayaran dana pelunasan dapat
memperoleh bunga 8% p.a. dihitung triwulanan, hitunglah:
a. Jumlah pembayaran tahunan
b. Jumlah dana pelunasan setelah 2 tahun
c. Nilai buku pinjaman setelah 2 tahun
Jawab:
PV = 500.000.000
n = 4 x 4 = 16 t = 4 tahun
i= 0,2 n = 16
a. Anuitas untuk dana pelunasan








1,8 152.300.25 Rp 45.000.000 Rp 1,8 107.300.25 Rp
tahunan pembayaran jumlah ,
000 . 000 . 45 000 . 000 . 500
2
% 9
2
: tahun 1 dalam bunga pembayaran untuk Jumlah
8 , 251 . 300 . 107 94 , 062 . 825 . 26 4
: tahun 1 dalam pelunasan dana untuk Jumlah
94 , 062 . 825 . 26
02 , 0
) 1 ) 02 , 0 1 ((
000 . 000 . 500
16
= + =
= × × =
= × =
=
÷ +
=
Jadi
Rp Rp
Rp Rp
Rp A
Rp
A
ii









2.6 Perbandingan Metode Amortisasi dan Dana Pelunasan
Dengan metode amortisasi, pengeluaran periodik adalah sama besar
dengan besar pembayaran angsuran per periode, sedangkan dengan metode dana
pelunasan, pengeluaran periodik adalah jumlah pembayaran bunga dan setoran
untuk dana pelunasan.

Contoh :
Sebuah perusahaan yang sedang berkembang merencanakan untuk meminjam
sebesar Rp 1.000.000.000 selama 5 tahun dari bank. Bank Gryfendor bersedia
memberikan pinjaman dengan bunga 21% p.a. dengan angsuran setiap 6 bulan.
Bank lain yaitu Bank Slyterin bersedia memberikan pinjaman dengan bunga
sederhana 19% p.a. dibayarkan setiap 6 bulan, tetapi dengan syarat perusahaan itu
melakukan setoran untuk sinking fund dalam bank itu dengan bunga 14% p.a.
diperhitungkan setiap 6 bulan.
a. Tentukan alternatif mana yang sebaiknya dipilih?
b. Berapa penghematan yang bisa dilakukan setiap semester?

Jawab :
PV= 000 . 000 . 000 . 1 Rp
n = 2 x 5 = 10 kali
i = 0,105


000 . 000 . 95 000 . 000 . 000 . 1 % 19
12
6
: adalah bulan 6 setiap bunga pembayaran besar digunakan, yang kedua alternatif Jika
6 , 320 . 257 . 166
105 , 0
) 105 , 0 1 ( 1
000 . 000 . 000 . 1
: adalah bulan 6 per angsuran besar digunakan, yang pertama alternatif Jika a.
10
Rp Rp
Rp
Rp
A
= × ×
=
|
|
.
|

\
| + ÷
=
÷
5 269.761.31 Rp
5 230.238.68 Rp - 0 500.000.00 Rp
pelunasan dana jumlah - utang pokok nilai
pinjaman buku Nilai .
685 . 238 . 230
94 , 062 . 825 . 26
02 , 0
) 1 ) 02 , 0 1 ((
.
8
=
=
=
=
÷ +
=
c
Rp FV
Rp FV b
ii





























2,7 167.377.50 Rp ,7 72.377.502 Rp 95.000.000 Rp
: kedua alternatif untuk semesteran pembayaran Total
7 , 502 . 377 . 72
07 , 0
1 ) 07 , 0 1 (
000 . 000 . 000 . 1
: adalah pelunasan dana untuk anuitas Besar
10
= +
=
|
|
.
|

\
| ÷ +
= Rp
Rp
A
1 1.120.182, Rp 0,6 166.257.32 Rp - 2,7 167.377.50 Rp
: adalah semester per n penghemata Besar b.
murah. lebih karena Gryfendor Bank dari adalah diambil harus yang pinjaman Jadi
=
ii
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
- Amoritisasi merupakan pelunasan pokok yang merupakan pengurangan dari
angsuran utang dan bunga .
- Amortisasi utang selalu memiliki nilai lebih kecil atau sama dengan angsuran
utang.
- Dana pelunasan digunakan untuk membayar utang, untuk menebus utang obligasi
yang jatuh tempo, untuk dana penggantian mesin yang usang, dan untuk dana
pembelian peralatan baru.
- Rumus nilai sekarang anuitas biasa yaitu (
()

) , (
()

)
dinotasikan dengan
- Persamaan nilai anuitas ,
Persamaan anuitas nilai sekarang:
(
()

)
dimana (
()

) dinotasikan dengan
Persamaan anuitas nilai akan datang:
(
( )

)
(

( )

)









a
n i
a
n i
ii





DAFTAR PUSTAKA

C, James dan John M.2007. Fudamentals Of Financial management. Edisi 12. Jakarta :
Salemba Empat
Frensidy, Budi. 2010. Matematika Keuangan. Jakarta: Salemba Empat
Mardiyanto, Handono .2008. Inti Sari Manajemen Keuangan.Jakarta: Grasindo
Sembiring,L, dkk.2005.Matematika Keuangan.Bandung: M2S
http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2011/03/31/amortisasi-dan-sinking-fund/
http://www.scribd.com/doc/55408205/amortisasi




















ii





Skedul amortisasi
PERIODE ANGSURAN AMORTISASI BUNGA SALDO HUTANG
0 - - - Rp 300,000,000.00
1 Rp 7,618,028.23 Rp 3,118,028.23 Rp 4,500,000.00 Rp 296,881,971.77
2 Rp 7,618,028.23 Rp 3,164,798.65 Rp 4,453,229.58 Rp 293,717,173.12
3 Rp 7,618,028.23 Rp 3,212,270.63 Rp 4,405,757.60 Rp 290,504,902.48
4 Rp 7,618,028.23 Rp 3,260,454.69 Rp 4,357,573.54 Rp 287,244,447.79
5 Rp 7,618,028.23 Rp 3,309,361.51 Rp 4,308,666.72 Rp 283,935,086.28
6 Rp 7,618,028.23 Rp 3,359,001.94 Rp 4,259,026.29 Rp 280,576,084.34
7 Rp 7,618,028.23 Rp 3,409,386.96 Rp 4,208,641.27 Rp 277,166,697.38
8 Rp 7,618,028.23 Rp 3,460,527.77 Rp 4,157,500.46 Rp 273,706,169.61
9 Rp 7,618,028.23 Rp 3,512,435.69 Rp 4,105,592.54 Rp 270,193,733.92
10 Rp 7,618,028.23 Rp 3,565,122.22 Rp 4,052,906.01 Rp 266,628,611.70
11 Rp 7,618,028.23 Rp 3,618,599.05 Rp 3,999,429.18 Rp 263,010,012.65
12 Rp 7,618,028.23 Rp 3,672,878.04 Rp 3,945,150.19 Rp 259,337,134.61
13 Rp 7,618,028.23 Rp 3,727,971.21 Rp 3,890,057.02 Rp 255,609,163.39
14 Rp 7,618,028.23 Rp 3,783,890.78 Rp 3,834,137.45 Rp 251,825,272.62
15 Rp 7,618,028.23 Rp 3,840,649.14 Rp 3,777,379.09 Rp 247,984,623.47
16 Rp 7,618,028.23 Rp 3,898,258.88 Rp 3,719,769.35 Rp 244,086,364.60
17 Rp 7,618,028.23 Rp 3,956,732.76 Rp 3,661,295.47 Rp 240,129,631.84
18 Rp 7,618,028.23 Rp 4,016,083.75 Rp 3,601,944.48 Rp 236,113,548.08
19 Rp 7,618,028.23 Rp 4,076,325.01 Rp 3,541,703.22 Rp 232,037,223.07
20 Rp 7,618,028.23 Rp 4,137,469.88 Rp 3,480,558.35 Rp 227,899,753.19
21 Rp 7,618,028.23 Rp 4,199,531.93 Rp 3,418,496.30 Rp 223,700,221.26
22 Rp 7,618,028.23 Rp 4,262,524.91 Rp 3,355,503.32 Rp 219,437,696.35
23 Rp 7,618,028.23 Rp 4,326,462.78 Rp 3,291,565.45 Rp 215,111,233.56
24 Rp 7,618,028.23 Rp 4,391,359.73 Rp 3,226,668.50 Rp 210,719,873.84
25 Rp 7,618,028.23 Rp 4,457,230.12 Rp 3,160,798.11 Rp 206,262,643.71
26 Rp 7,618,028.23 Rp 4,524,088.57 Rp 3,093,939.66 Rp 201,738,555.14
ii
27 Rp 7,618,028.23 Rp 4,591,949.90 Rp 3,026,078.33 Rp 197,146,605.24
28 Rp 7,618,028.23 Rp 4,660,829.15 Rp 2,957,199.08 Rp 192,485,776.08
29 Rp 7,618,028.23 Rp 4,730,741.59 Rp 2,887,286.64 Rp 187,755,034.50
30 Rp 7,618,028.23 Rp 4,801,702.71 Rp 2,816,325.52 Rp 182,953,331.78
31 Rp 7,618,028.23 Rp 4,873,728.25 Rp 2,744,299.98 Rp 178,079,603.53
32 Rp 7,618,028.23 Rp 4,946,834.18 Rp 2,671,194.05 Rp 173,132,769.35
33 Rp 7,618,028.23 Rp 5,021,036.69 Rp 2,596,991.54 Rp 168,111,732.66
34 Rp 7,618,028.23 Rp 5,096,352.24 Rp 2,521,675.99 Rp 163,015,380.42
35 Rp 7,618,028.23 Rp 5,172,797.52 Rp 2,445,230.71 Rp 157,842,582.90
36 Rp 7,618,028.23 Rp 5,250,389.49 Rp 2,367,638.74 Rp 152,592,193.41
37 Rp 7,618,028.23 Rp 5,329,145.33 Rp 2,288,882.90 Rp 147,263,048.08
38 Rp 7,618,028.23 Rp 5,409,082.51 Rp 2,208,945.72 Rp 141,853,965.58
39 Rp 7,618,028.23 Rp 5,490,218.75 Rp 2,127,809.48 Rp 136,363,746.83
40 Rp 7,618,028.23 Rp 5,572,572.03 Rp 2,045,456.20 Rp 130,791,174.80
41 Rp 7,618,028.23 Rp 5,656,160.61 Rp 1,961,867.62 Rp 125,135,014.19
42 Rp 7,618,028.23 Rp 5,741,003.02 Rp 1,877,025.21 Rp 119,394,011.18
43 Rp 7,618,028.23 Rp 5,827,118.06 Rp 1,790,910.17 Rp 113,566,893.11
44 Rp 7,618,028.23 Rp 5,914,524.83 Rp 1,703,503.40 Rp 107,652,368.28
45 Rp 7,618,028.23 Rp 6,003,242.71 Rp 1,614,785.52 Rp 101,649,125.58
46 Rp 7,618,028.23 Rp 6,093,291.35 Rp 1,524,736.88 Rp 95,555,834.23
47 Rp 7,618,028.23 Rp 6,184,690.72 Rp 1,433,337.51 Rp 89,371,143.51
48 Rp 7,618,028.23 Rp 6,277,461.08 Rp 1,340,567.15 Rp 83,093,682.44
49 Rp 7,618,028.23 Rp 6,371,622.99 Rp 1,246,405.24 Rp 76,722,059.44
50 Rp 7,618,028.23 Rp 6,467,197.34 Rp 1,150,830.89 Rp 70,254,862.10
51 Rp 7,618,028.23 Rp 6,564,205.30 Rp 1,053,822.93 Rp 63,690,656.81
52 Rp 7,618,028.23 Rp 6,662,668.38 Rp 955,359.85 Rp 57,027,988.43
53 Rp 7,618,028.23 Rp 6,762,608.40 Rp 855,419.83 Rp 50,265,380.02
54 Rp 7,618,028.23 Rp 6,864,047.53 Rp 753,980.70 Rp 43,401,332.49
55 Rp 7,618,028.23 Rp 6,967,008.24 Rp 651,019.99 Rp 36,434,324.25
56 Rp 7,618,028.23 Rp 7,071,513.37 Rp 546,514.86 Rp 29,362,810.89
57 Rp 7,618,028.23 Rp 7,177,586.07 Rp 440,442.16 Rp 22,185,224.82
58 Rp 7,618,028.23 Rp 7,285,249.86 Rp 332,778.37 Rp 14,899,974.96
59 Rp 7,618,028.23 Rp 7,394,528.61 Rp 223,499.62 Rp 7,505,446.36
60 Rp 7,618,028.23 Rp 7,505,446.53 Rp 112,581.70 Rp (0.18)

Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama kepada Dosen pembimbing. kepada penulis sehingga penulis termotivasi dalam menyelesaikan tugas ini. namun disadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan. dengan tangan terbuka penulis selalu menerima saran-saran yang bersifat membangun dan membantu perbaikan-perbaikan dalam makalah ini. petunjuk. dorongan dan bimbingan dari Dosen Matematika Keuangan. banyak hal-hal yang kurang berkenan atau berkualitas karena keterbatasan sarana buku-buku yang bisa mendukung terciptanya makalah ini. Dalam penyusunan tugas atau materi ini. karena atas berkat-Nya dapat diselesaikannya tugas mata kuliah Matematika Keuangan yaitu sebuah makalah yang berjudul Amortisasi sehingga makalah ini dapat menjadi suatu bahan untuk menambah wawasan dalam memahami mata kuliah Matematika Keuangan. Medan. yang telah memberikan tugas. Mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat dan demi kesempurnaan makalah ini.KATA PENGANTAR Dengan mengucap rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. tidak sedikit hambatan. Penulis mohon maaf jika dalam penyajian dan penyampaian makalah ini. September 2011 Penulis ii .

1 BAB II : PEMBAHASAN MATERI………………………………………….ii BAB I : PENDAHULUAN…………………………………………………….6 Perbandingan Metode Amortisasi dan Dana Pelunasan………….6 2..………………………………………………………………………...13 DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………......10 2.2 Tujuan ……………………………………………………………….…11 BAB III : PENUTUP………………………………………………………….15 Brosur KPR dan skedul amortisasi ……………………………………………...1 Latar Belakang………………………………………………………...2 2..1 1..2 Amortisasi Utang untuk Anuitas di Muka………………………….1 ii ..2 2..i Daftar Isi…………………………………………………………………………..5 2.1 Amortisasi Utang…………………………………………………….8 2. 1 1..3 Pembiayaan Kembali Pinjaman (Refinancing of a Loan)………......13 Kesimpulan …………………………………………………………………….5 Metode Dana Pelunasan untuk Pelunasan Utang…………………..14 LAMPIRAN SOAL ..DAFTAR ISI Kata Pengantar…………………………………………………………………….4 Dana Pelunasan (Sinking Fund)……………………………………..

Memahami alternatif pelunasan utang. Menghitung alternatif pelunasan utang yang lebih murah antara metode amortisasi (mencicil) atau membentuk dana pelunasan ii . Menyusun skedul amortisasi utang seperti table KPR (Kredit Pemilikan Rumah) 3. Dengan metode amortisasi kita dapat melunasi utang dengan cara mengangsur atau mencicil.2 Tujuan 1. 1. Dalam pelunasan utang juga dapat digunakan metode dana pelunasan yang dapat digunakan untuk menghitung nilai buku utang.1 Latar Belakang Dalam peminjaman uang. Kita juga dapat menyusun skedul amortisasi utang. untuk melunasi peminjaman dapat dilakukan dengan berbagai metode seperti amortisasi utang dan dana pelunasan. yaitu dengan mengangsur (amortisasi utang) atau dengan membentuk dana pelunasan 2. Menghitung nilai dana pelunasan pada tanggal tertentu dan nilai buku pinjaman dengan metode dana pelunasan 4.BAB I PENDAHULUAN 1.

yaitu pembayaran hutang yang dilakukan secara berkala dengan jumlah tertentu. kita berkepentingan untuk mengetahui A yang menunjukkan besarnya angsuran per periode. dan saldo akhir utang.1 Amortisasi Utang Metode Amortisasi harus mencerminkan pola konsumsi manfaat ekonomis oleh perusahaan. Jadi. angsuran utang tersebut digunakan untuk menyusun tabel amortisasi utang yang memuat saldo awal utang. angsuran. Metode amortisasi.BAB II PEMBAHASAN MATERI 2. maka harus digunakan metode garis lurus. hanya sebagian yang merupakan pelunasan pokok (amortisasi utang) dan sisanya adalah untuk pembayaran bunga. Jika pola tersebut tidak dapat ditentukan secara andal. rumus angsuran per periode (A) adalah ( ( ) ) a PV n i (due) Selanjutnya. Dalam kaitannya dengan amortisasi utang. ) dinotasikan dengan . pokok utang. Biaya amortisasi setiap periode harus diakui sebagai beban PSAK lainnya mengizinkan atau mengharuskannya untuk dimasukkan ke dalam nilai tercatat asset lain. ii . bunga. kita hanya tahu total keduanya adalah sama untuk setiap periode yaitu sebesar angsuran itu. Dari angsuran yang dilakukan. Berapa tepatnya untuk amortisasi utang dan berapa untuk pembayaran bunga adalah berbeda untuk setiap periode. Rumus nilai sekarang anuitas biasa yaitu dimana ( ( ) ( ) ( a n i ) . Tabel amortisasi digunakan untuk mengetahui secara akurat berapa pelunasan pokok yang dilakukan dan pembayaran bunganya dari setiap angsuran. Tanpa menghitung atau tanpa bantuan skedul amortisasi.

250.000.000.500 Rp 112.028 Rp 3. Rp 2.618.758 Rp 4.618.500..028 Rp 3.028 Rp 7. Rp 223.23 selama 60 bulan.028 Rp 7. Jika pada 1 April 2004 eksekutif itu ingin melunasi kreditnya.799 Rp 3. Rp 7.618. Rp 157.028 PV = 400.500.212.000 = 3. Rp 7.500. 59 60 Rp 7.000 dan sisanya dengan Kredit Kepemilikan rumah (KPR) sebuah bank dengan bunga 18% p.Misal: seorang eksekutif muda pada tanggal 1 April 2001 memutuskan untuk membeli sebuah rumah seharga Rp 400.582 Rp 296..445..798 Rp 5.028 – 4.194 ….618.028 Rp 7.244.618.164.260..574 ….447 Rp 0 : A = 7.717.000.000.639 ….583 Rp 152.000 dengan membayar uang muka Rp 100. Rp 7.618.504..000.. 35 36 ….455 ….529 Rp 7.028 Rp 7.505.902 Rp 287.000 i = 18%/12= 0.015 Bunga periode pertama = saldo KPR awal x i = 300.028 ….015 = 4.271 Rp 3..000.000 Amortisai utang pertama = angsuran – bunga periode pertama = 7.028 ….000.389 ….118.618.453.173 Rp 290.172... dan angsuran sebesar Rp 7.618.447 Rp 4. Rp 5.842.972 Rp 293.618. berapa jumlah yang harus dia bayar? Jawab: Cara 1: dengan skedul amortisasi ANUITAS BIASA Periode Angsuran Amortisasi Bunga Saldo Hutang Rp 300.394.028 Rp 7. Rp 7.000 x 0..230 Rp 4.618..592.448 ….000 – 100.000 1 2 3 4 ….881.23 ii .028.357.618.a.000 = 300.000 Rp 4.028.367..231 Rp 2.118.405.505.

193.000.193. yaitu sebesar Rp 152.5. Anto siap membayar uang muka yang membuat angsuran menjadi tepat Rp 400.000 . Argument bank dalam hal pengenaan denda ini biasanya adalah karena mereka harus melakukan perencanaan ulang mengenai dana dalam portofolionya akibat adanya pelunasan itu. Cara 2 : Dengan persamaan nilai sekarang dari anuitas biasa.028.5 untuk pelunasan kreditnya.618.5% per bulan. Dalam praktiknya.028.028 = 296.000. wawancara.015) 24 ) PV  Rp 7.972 Demkian seterusnya Dengan meneruskan skedul amortisasi hingga periode ke-36. adalah sangat jarang pelunasan lebih cepat (early termination) tidak dikenakan denda (penalty fee) oleh pihak kreditur (bank). memutuskan untuk membeli sebuah motor dengan harga tunai Rp 12.000. Seorang tukang ojek.Saldo KPR kedua = saldo KPR awal – amortisasi utang pertama = 300. Kalaupun akan disalurkan sebagai KPR lagi.193. Contoh : 1. dengan angsuran sebesar Rp 7.000 secara kredit.592. eksekutif muda tersebut harus membayar Rp 152.23 sebanyak 24 periode dengan i = 1.3.5 ( saldo KPR per 1 April 2004) PV  Jadi.881. Anto mendatangi perusahaan pembiayaan yang mengenakan dan menyatakan ingin mengangsur selama 36 bulan masing-masing sebesar Rp 400.015 PV  Rp 152. mereka memerlukan waktu untuk mencari nasabah baru. Berapa besar denda ini biasanya dimuat dalam salah satu perjanjian kredit. (1  (1  i )  n ) A i (1  (1  0.592.592. Untuk itu. Anto. survei. dan evaluasi. kita akan mendapatkan jumlah yang harus dibayar jika KPR ingin dilunasi pada 1 April 2004.000 sesuai dengan penghasilannya menjadi tukang ojek. jika kemudian Anto ii .618.118.23 0.

setelah angsuran ke-12.mendapatkan penghasilan jauh lebih besar dan ingin melunasi utangnya pada akhir tahun pertama. Jika pada anuitas biasa angsuran pertama sebagian digunakan untuk membayar bunga dan sisanya untuk amortisasi utang. pada anuitas di muka seluruh angsuran pertama adalah untuk amortisasi utang karena belum adanya biaya bunga yang timbul mengingat pembayaran dilakukan pada hari pertama sehingga t=0.2 Amortisasi Utang untuk Anuitas di Muka Penyusunan skedul amortisasi utang untuk anuitas di muka pada dasarnya sama dengan anuitas biasa kecuali untuk periode pertama. untuk pelunasan pada akhir 2.000 Diketahui : n A i Ditanya : = 24 = Rp 400. Contoh : ii . berapa yang Anto harus bayar? Jawab : Pada akhir tahun pertama. Nilai sekarang dari 24 kali angsuran bulanan Rp 400. Anto harus membayar tahun pertama ini.? ( ( ) ( ( ) ) ) Jadi.000 = …. Anto sudah mengangsur 12 bulan dan masih mempunyai 24 kali angsuran bulanan.

149.3 Pembiayaan Kembali Pinjaman Cukup sering kita jumpai dalam perjanjian pemilikan kendaraan bermotor.343 Rp 6.149.954.073. dan saldo hutang = saldo hutang sebelumnya – amortisasi.954 Rp 3. Buatlah skedul amortisasi utang secara lengkap! Jawab : PV n = Rp 15.954 Rp 3.782 Rp 76. 954 Rp 2.000.000 0 1 2 3 4 Rp 3.Sebuah Notebook dijual dengan harga tunai Rp 15.954 Rp 3.071.00) Rp 296.126 Rp (0.998.925.5% = 0.073.126 Rp Rp 11.000 = 5 30% i = = 2.954 Rp 3.045 Rp 2.025 12 PV PV A  a n (due) a 5 2.149.149.251 Rp 224.149.000.828 2.850.298 Rp 3. karena mengambang.853.046 Rp 8.703 Rp 2.149. Sedangkan yang mengambang akan dievaluasi pada periode tertentu.909 Rp 151. KPR. amortisasi = angsuran – bunga.tetapi bersifat mengambang (floating atau variable).172 Rp 3. Maksud dari bersifat tetap adalah sekali ditetapkan di awal akan berlaku terus hingga angsuran terakhir.954 Rp 3.000 atau dengan 5 kali angsuran bulanan mulai hari transaksi dengan menggunakan j12 = 30%.149.000. Tabel Amortisasi ANUITAS SEGERA Periode Angsuran Amortisasi Bunga Saldo Hutang Rp 15. skedul amortisasi baru harus dibuat untuk ii . perhitungan untuk periode lainnya 30% adalah sama seperti skedul amortisasi utang anuitas biasa yaitu bunga = x 12 saldo hutang.064 Perhatikan bahwa kecuali untuk periode 0.5% ) (due i A  Rp 3. atau lainnya yang menggunakan angsuran bahwa tingkat bunga tidak bersifat tetap (fixed.996.

0175) 156 ) Rp 7.1 = Rp 522.08  Rp 131.200.083.a. Namun Bank GONDOR hanya menyetujui pelunasan lebih cepat jika King Aragorn bersedia membayar denda sebanyak 18 angsuran bulanan.0175 n= 180 Pertama kita akan menghitung besar pinjaman yaitu saldo pinjaman setelah 24 kali angsuran ditambah 18 kali angsuran bulanan. sehingga ia berminat untuk melunasi pinjamannya yang berbunga 21% p.1 PV  Besar pinjaman yang harus diperoleh untuk pelunasan : Rp 131.0175 A  Rp 7.484.288.322.angsuran-angsuran yang tersisa.484.44 + Rp 390.200. Setelah melakukan pembayaran tepat 2 tahun.44 Saldo pinjaman setelah 24 k ali angsuran : (1  (1  0. Pinjaman itu akan dilunasi selama 15 tahun dicicil bulanan dengan bunga tetap 21% p.083.449.08 Denda pelunasan lebih cepat : 18  Rp 7.a.000.54 ii . King Aragorn melihat tingkat bunga pinjaman di pasar telah turun menjadi 15% p.000.000 PV A  n (1  (1  i ) ) (1  (1  0. Contoh: King Aragorn meminjam Rp 400. seorang debitur dapat mempertimbangkan pinjaman baru dengan bunga lebih rendah untuk melunasi pinjaman lama yang berbunga lebih tinggi.a.449. Penyesuaian tingkat bunga ini akan menyebabkan perubahan besar angsuran bulanan dan amortisasi utang per periode.0804.0175 PV  Rp 390.000 dari Bank GONDOR untuk membeli sebuah rumah.322.a.08 0. Besar angsuran per bulan : Rp 400. Sehingga pada saat bunga pasar turun.0175) 180 ) i 0.322.000 i= 0.804. Keputusan apa yang sebaiknya diambil King Aragorn? Jawab: PV= Rp 400. dengan pinjaman baru berbunga 15% p.449.283.000.

288.910. dengan bunga 15% p.0125) 156 ) 0.0125 A  Rp 7. yaitu pembayaran hutang yang dilakukan dengan 1 kali pembayaran pada akhir periode hutang.54 (1  (1  0.626. Dengan metode ini. maka sebaiknya King Aragorn tidak melakukan pinjaman baru.283. kreditur tidak membuatkan angsuran cicilan kepada debitur melainkan menerima dana pengembalian sesuai dengan suku bunga yang disepakati di akhir periode hutang. Beberapa debitur mencoba untuk mengalokasikan dana ii .a. pada ujung periode berlakunya hutang. Karena angsuran pinjaman lama lebih rendah. Rp 522.Selanjutnya.33 A Lalu kita bandingkan angsuran bulanan dari pinjaman baru dengan angsuran bulanan pinjaman lama. Metode Sinking fund pada dasarnya sama saja dengan metode amortisasi. Merupakan pengumpulan dana secara terencana melalui tabungan secara periodik dalam jumlah yang sama untuk memperoleh sejumlah uang yang cukup besar pada periode tertentu. Suatu hutang yang berbunga dikatakan telah dilunasi jika seluruh pertanggungan (pokok dan bunga) telah dibebaskan dengan suatu deretan pembayaran yang dibuat dalam suatu interval yang sama. Kita menghitung angsuran bulanan selama 13 tahun (15 – 2) jika pinjaman baru ini jadi dilakukan. sehingga dalam banyak kasus. dana pelunasan telah tersedia. bedanya adalah pembayaran oleh debitur kepada kreditur dilakukan satu kali yang dikenal dengan istilah lump-sum payment.4 Dana Pelunasan (Sinking Fund) Metode sinking fund atau dana pelunasan hutang. Metode sinking fund mengasumsikan bahwa peminjam membuat pembayaran secara berkala ke dalam suatu dana yang di sebut dana pelunasan (sinking fund). 2. debitur akan membuat suatu alokasi dana pribadi yang dapat dicicilnya setiap interval waktu tertentu dengan harapan pada ujung periode hutangnya.

Biaya semua kegiatan itu sekitar Rp 2 milyar.06 A ii .000. berapa besar setoran bulanan selama 5 tahun jika bisa memperoleh bunga 6% p. ( ( ) ) ( ( ) ) Contoh : PT Protaniaga mengelola sebuah gedung apartemen dengan 150 kamar.000 A ((1  0.005 12 FV ((1  i ) n  1) i Rp 2.000.000 = 5 x 12 = 60 periode = 6%  0.665.000.603. Jika manajemen PT Protaniaga memutuskan untuk membentuk dana pelunasan untuk tujuan ini. Persamaan anuitas nilai akan datang.005 A  Rp 28.a.5%  0.000.? Jawab : FV n i = Rp 2. Manajemen perusahaan memperkirakan adanya kebutuhan untuk melakukan pengecatan ulang gedung bagian luar dan lorong serta penggantian semua karpet yang ada 5 tahun lagi.005) 60  1) 0.ke sebuah rekening atau pihak kreditur lain yang menawarkan suku bunga lebih tinggi.

000 n = 4 x 4 = 16 i= 0. Ini dimungkinkan karena dana pelunasan itu memang disiapkan khusus untuk penyelesaian utang itu.825.a. Jumlah pembayaran tahunan yang harus dilakukan peminjam (debitur) karenanya adalah jumlah untuk anuitas dana pelunasan dan bunga periodik. Jumlah pembayaran tahunan b.000 Rp 152. Jumlah dana pelunasan setelah 2 tahun c. Nilai buku pinjaman setelah 2 tahun Jawab: PV = 500.8 Jumlah untuk pembayaran bunga dalam 1 tahun : 9%  2  Rp 500.25  Rp 45.000. hanya bunga yang dibayarkan secara periodik pada tanggal-tanggal yang sudah disepakati dengan bank(kreditur). Anuitas untuk dana pelunasan Rp 500. jumlah pembayaran tahunan A  Rp 107.062.8 ii . Jika pinjaman itu berbunga sederhana (simple interest) 9% p.000.02)16  1) 0.251.000 2 Jadi.000.825.000.000 ((1  0.062.300. Sementara itu. dibayarkan setiap 6 bulan dan pembayaran dana pelunasan dapat memperoleh bunga 8% p. Contoh: Sebuah pinjaman sebesar Rp 500. dihitung triwulanan.000. Jumlah uang yang diakumulasikan dalam dana ini pada akhir periode harus menjadi sebesar total pokok utang yang harus dibayar.000.25 1. sebelum utang itu jatuh tempo.000  Rp 45.300.000 akan jatuh tempo 4 tahun lagi dan harus dibayarkan dengan metode dana pelunasan.94  Rp 107. Selisih antara jumlah dana pelunasan dan pokok utang pada suatu saat tertentu disebut nilai buku utang.5 Metode Dana Pelunasan untuk Pelunasan Utang Dana pelunasan dibentuk untuk tujuan pelunasan utang.2 t = 4 tahun n = 16 a. hitunglah: a.2.8 1.02 A  Rp 26.300.94 Jumlah untuk dana pelunasan dalam 1 tahun :  4  Rp 26.a.

Jika alternatif pertama yang digunakan. sedangkan dengan metode dana pelunasan.a.94 0.685  Rp 269.685 c.jumlah dana pelunasan  Rp 500.a.000.000 n = 2 x 5 = 10 kali i = 0.062.315 2.000 A  Rp 166. tetapi dengan syarat perusahaan itu melakukan setoran untuk sinking fund dalam bank itu dengan bunga 14% p.Rp 230. dibayarkan setiap 6 bulan.105) 10      0. FV  ((1  0. Contoh : Sebuah perusahaan yang sedang berkembang merencanakan untuk meminjam sebesar Rp 1. Tentukan alternatif mana yang sebaiknya dipilih? b. Bank Gryfendor bersedia memberikan pinjaman dengan bunga 21% p.257.02)8  1) Rp 26.000. a. besar angsuran per 6 bulan adalah : Rp 1.b. besar pembayaran bunga setiap 6 bulan adalah : .105 a. dengan angsuran setiap 6 bulan.105   ii Jika alternatif kedua yang digunakan. pengeluaran periodik adalah sama besar dengan besar pembayaran angsuran per periode. Bank lain yaitu Bank Slyterin bersedia memberikan pinjaman dengan bunga sederhana 19% p.761.000.000.000. diperhitungkan setiap 6 bulan.6  1  (1  0.825.000. Nilai buku pinjaman  nilai pokok utang . pengeluaran periodik adalah jumlah pembayaran bunga dan setoran untuk dana pelunasan.000.a. Berapa penghematan yang bisa dilakukan setiap semester? Jawab : PV= Rp 1.6 Perbandingan Metode Amortisasi dan Dana Pelunasan Dengan metode amortisasi.02 FV  Rp 230.000 selama 5 tahun dari bank.238.000 .238.320.

Besar penghematan per semester adalah : Rp 167.Rp 166.000.Besar anuitas untuk dana pelunasan adalah : A Rp 1. 2.000.377.502.502.377.377.07   Rp 95.000  Rp 72.6 1 ii .07)10  1      0. b.377.32  Rp 1.120.000 Rp 72.7  (1  0.7 Total pembayaransemesteranuntuk alternatif kedua : Jadi pinjaman yang harus diambil adalah dari Bank Gryfendorkarena lebih murah.7 0.257.50 .000.7  Rp 167.502.182.

( )  Persamaan nilai anuitas . Persamaan anuitas nilai sekarang: ( dimana ( ( ( ) ) ) ) dinotasikan dengan a n i Persamaan anuitas nilai akan datang: ( ( ) ) ( ( ) ) ii . untuk dana penggantian mesin yang usang. untuk menebus utang obligasi yang jatuh tempo.  ( ) ( ) Rumus nilai sekarang anuitas biasa yaitu dinotasikan dengan a n i ( ) . Amortisasi utang selalu memiliki nilai lebih kecil atau sama dengan angsuran utang. dan untuk dana pembelian peralatan baru.BAB III PENUTUP Kesimpulan    Amoritisasi merupakan pelunasan pokok yang merupakan pengurangan dari angsuran utang dan bunga . Dana pelunasan digunakan untuk membayar utang.

2005.scribd.Jakarta: Grasindo Sembiring.com/moneter/2011/03/31/amortisasi-dan-sinking-fund/ http://www.com/doc/55408205/amortisasi ii .Matematika Keuangan. James dan John M. 2010.2008. dkk. Handono . Edisi 12.Bandung: M2S http://ekonomi. Jakarta : Salemba Empat Frensidy.kompasiana.DAFTAR PUSTAKA C. Budi. Jakarta: Salemba Empat Mardiyanto.2007. Inti Sari Manajemen Keuangan.L. Matematika Keuangan. Fudamentals Of Financial management.

028.14 Rp 3.944.881.028.028.69 Rp 3.94 Rp 3.58 Rp 4.00 Rp 4.259.565.23 Rp 7.945.618.840.08 Rp 232.357.47 Rp 244.07 Rp 227.026.12 Rp 4.30 Rp 3.54 Rp 4.359.22 Rp 3.23 Rp 7.26 Rp 219.057.512.618.798.229.028.00 Rp 296.60 Rp 4.618.359.150.028.326.262.016.618.169.643.409.118.23 Rp 7.573.661.878.262.618.391.270.028.935.631.51 Rp 3.93 Rp 4.618.260.609.783.565.618.697.78 Rp 4.611.618.122.193.093.23 Rp 7.62 Rp 247.618.137.309.23 Rp 7.076.379.272.649.012.47 Rp 3.028.Skedul amortisasi PERIODE 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 ANGSURAN Rp 7.733.454.45 Rp 3.623.956.208.618.48 Rp 3.23 Rp 7.02 Rp 3.453.84 Rp 236.717.576.028.27 Rp 4.166.57 BUNGA Rp 4.555.23 Rp 7.23 Rp 7.14 ii .618.028.601.086.524.618.163.668.113.23 Rp 7.777.54 Rp 4.899.469.77 Rp 293.48 Rp 287.45 Rp 3.028.500.984.666.72 Rp 4.618.137.618.753.028.618.01 Rp 4.447.60 Rp 240.05 Rp 3.111.083.798.04 Rp 3.23 Rp 7.70 Rp 263.405.898.76 Rp 4.71 Rp 201.212.23 Rp 7.09 Rp 3.001.355.164.890.618.23 Rp 7.73 Rp 4.226.01 Rp 3.000.75 Rp 4.38 Rp 273.12 Rp 290.65 Rp 3.769.23 Rp 7.028.61 Rp 255.88 Rp 4.703.000.618.92 Rp 266.548.364.23 Rp 7.23 Rp 7.21 Rp 3.23 Rp 3.906.719.78 Rp 3.308.386.496.63 Rp 3.000.61 Rp 270.618.028.56 Rp 210.028.939.028.500.086.223.105.672.028.79 Rp 283.35 Rp 215.157.971.527.028.460.028.233.50 Rp 3.244.65 Rp 259.902.558.028.19 Rp 223.22 Rp 3.23 Rp 7.618.457.028.706.618.618.971.35 Rp 3.23 Rp 7.084.524.028.834.028.173.88 Rp 3.435.618.69 Rp 3.696.23 Rp 7.291.23 Rp 7.77 Rp 3.727.429.757.037.738.028.618.418.18 Rp 3.134.732.599.361.337.618.11 Rp 3.531.999.84 Rp 206.028.46 Rp 4.480.010.028.23 Rp 7.700.23 Rp 7.28 Rp 280.32 Rp 3.028.028.19 Rp 3.628.462.825.160.890.618.221.23 AMORTISASI Rp 3.088.91 Rp 4.295.23 Rp 7.641.66 SALDO HUTANG Rp 300.23 Rp 7.541.39 Rp 251.23 Rp 7.618.325.504.503.129.23 Rp 7.199.258.618.873.719.230.437.052.29 Rp 4.592.35 Rp 3.96 Rp 3.34 Rp 277.

70 Rp 197.834.24 Rp 192.218.015.957.23 Rp 7.690.75 Rp 5.34 Rp 6.591.44 76.23 Rp 7.40 Rp 6.572.405.910.028.810.746.10 63.622.07 Rp 7.914.028.028.15 Rp 4.949.125.174.184.867.028.028.528.741.864.52 Rp 1.23 Rp 7.082.445.254.21 Rp 1.88 Rp 1.23 Rp 7.145.618.618.19 Rp 119.434.23 Rp 4.618.809.71 Rp 2.703.193.82 14.98 Rp 2.371.146.732.70 651.93 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 955.797.51 Rp 5.991.503.23 Rp 7.028.605.02 43.127.028.078.71 Rp 4.23 Rp 7.608.48 Rp 2.23 Rp 7.618.74 Rp 2.23 Rp 7.23 Rp 7.359.755.722.71 Rp 6.23 Rp 7.045.514.27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 Rp 7.877.36 (0.340.618.419.649.581.028.367.446.974.028.61 Rp 7.51 Rp 1.028.150.853.028.53 Rp 6.028.728.23 Rp 7.62 112.582.69 Rp 5.23 Rp 7.965.822.618.83 753.668.380.618.618.49 Rp 5.409.337.286.028.118.25 Rp 4.618.618.394.23 Rp 7.23 Rp 7.555.028.446.172.83 Rp 6.873.028.54 Rp 2.660.618.23 Rp 7.036.06 Rp 5.047.99 Rp 6.16 332.25 29.618.618.618.02 Rp 5.034.790.329.160.86 Rp 7.111.185.652.72 Rp 6.394.662.263.23 Rp 7.028.566.135.980.027.194.893.05 Rp 2.028.618.019.618.23 Rp 7.18) ii .08 Rp 6.23 Rp 7.23 Rp 7.38 Rp 6.99 546.288.028.618.53 Rp 173.37 Rp 7.58 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 95.265.946.24 Rp 7.744.028.048.736.003.485.513.368.702.35 Rp 6.028.81 57.40 Rp 1.028.291.66 Rp 163.11 Rp 107.592.80 Rp 125.842.827.23 Rp 7.23 Rp 7.785.028.299.028.829.325.23 Rp 7.618.23 Rp 7.618.028.371.324.618.816.456.791.08 Rp 187.23 Rp 7.62 Rp 1.882.003.41 Rp 147.90 Rp 2.618.953.380.51 83.618.618.769.246.23 Rp 7.675.208.96 7.618.23 Rp 7.249.521.44 70.332.762.242.30 Rp 6.24 Rp 1.53 Rp 3.776.132.834.618.433.83 Rp 130.028.778.028.17 Rp 1.08 Rp 2.18 Rp 113.28 Rp 101.028.20 Rp 1.093.285.59 Rp 4.682.656.899.08 Rp 141.028.011.33 Rp 5.49 36.618.23 Rp 7.028.028.37 223.053.505.52 Rp 2.524.90 Rp 152.78 Rp 178.401.23 Rp 7.277.093.442.862.18 Rp 5.028.730.096.64 Rp 2.61 Rp 5.467.618.58 Rp 136.23 Rp 7.079.177.50 Rp 182.567.505.42 Rp 157.230.331.596.690.363.618.028.143.499.618.564.33 Rp 2.603.028.656.618.389.638.43 50.250.197.618.059.89 22.618.35 Rp 168.23 89.572.988.23 Rp 7.72 Rp 2.014.071.24 Rp 5.008.199.205.23 Rp 7.461.614.025.85 855.967.52 Rp 5.887.021.352.03 Rp 5.961.026.90 Rp 4.618.741.671.945.99 Rp 2.89 Rp 1.15 Rp 1.362.23 Rp 7.224.830.524.490.028.586.801.618.23 Rp 7.86 440.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->