Jenis Tarif Pajak

1. Tarif Pajak Proporsional/Sebanding Adalah tarif pemungutan pajak yang menggunakan persentase tetap tanpa

memperhatikan jumlah yang dijadikan dasar pengenaan pajak. Dengan demikian semakin besar jumlah yang dijadikan dasar pengenaan pajak, akan semakin besar pula jumlah pajak terutang (yang harus dibayar). Contoh: a. Untuk PPN terhadap barang kena pajak dikenakan tarif 10%. Dasar Pengenaan Pajak Rp 1.000.000,Rp 5.000.000,Rp 7.000.000,Rp 10.000.000,b. Untuk PBB mengunakan tarif 0.5%. c. Untuk BPHTB menggunakan tarif 5%. Tarif 10% 10% 10% 10% PPN Terutang Rp 100.000,Rp 500.000,Rp 700.000,Rp 1.000.000,-

2. Tarif Pajak Progresif Adalah tarif pemungutan pajak yang persentasenya semakin besar bila jumlah yang dijadikan dasar pengenaan pajak juga semakin besar. Contoh: Undang-Undang No. 17 Tahun 2000 Tentang Pajak Penghasilan. Pasal 17 a. Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri adalah sebagai berikut: Lapisan Penghasilan kena Pajak Sampai dengan Rp 25.000.000,00 di atas Rp 25.000.000,00 Di atas Rp 50.000.000,00 s.d. Rp 100.000.000,00 Di atas Rp 100.000.000,00 s.d. Rp 200.000.000,00 Di atas Rp 200.000.000,00 Tarif Pajak 5% 10% 15% 25% 35%

000.00 s.00 Di atas Rp 100.00 s.Tarif progresif dibedakan menjadi tiga. Rp 50.000.00 s.000.000.00 Di atas Rp 50.00 Di atas Rp 100. yaitu: 1) Tarif Progresif-Proporsional Persentasenya semakin besar jika dasar pengenaan pajak meningkat dan besarnya peningkatan dari tarifnya sama besar.000. Rp 100.000.000.17 Tahun 2000 Tentang Pajak Penghasilan Pasal 17 Wajib Pajak badan dalam negeri dan bentuk sebagai berikut: Lapisan Penghasilan kena Pajak Sampai dengan Rp 50.000.d.000.000.00 3) Tarif Progresif-Degresif Persentasenya semakin besar jika dasar pengenaan pajak meningkat dan besarnya peningkatan dari tarifnya semakin kecil. Rp 25.000.000. Rp 100.000. Rp 200.d.000.00 Tarif Pajak 5% 10% Tarif Kenaikan 5% Tarif Pajak 10% 15% 30% 14% 17% 4% 3% .d.000.000.00 Tarif Pajak 5% 10% 15% Tarif Kenaikan 5% 5% 25% 5% 2) Tarif Progresif-Progresif Persentasenya semakin besar jika dasar pengenaan pajak meningkat dan besarnya peningkatan dari tarifnya semakin besar.000.00 s.000.000.000.000.000.d.00 Di atas Rp 50.d.000.000. Lapisan Penghasilan kena Pajak Sampai dengan Rp 25.00 Di atas Rp 50. Undang-Undang No.00 di atas Rp 25.00 Di atas Rp 100.000.000.000.000.000.d.00 Di atas Rp 25.000. Rp 100.00 s.000. Lapisan Penghasilan kena Pajak s.000.

Rp 100. Sekalipun persentasenya semakin kecil.000.000. yaitu: 1) Tarif Degresif-Proporsional Adalah tarif yang prosentasenya semakin menurun (kecil ) jika dasar pengenaan pajaknya meningkat.000.000. Contoh: Besarnya tarif Bea Materai untuk Cek dan Bilyet giro dengan nilai nominal berapapun adalah Rp 3. Tarif Pajak Degresif Adalah tarif pemungutan pajak yang persentasenya semakin kecil bila jumlah yang dijadikan dasar pengenaan pajak semakin besar.000.00 Di atas Rp 100.000.d.00 s.000.d.000.d.3.000. Tarif Pajak Tetap Tarif tetap adalah Tarif pajak yang besarnya jumlah pajak terutang selalu tetap (sama) terhadap berapapun jumlah yang dikenai pajak. dan besarnya penurunan dari tarifnya adalah sama besar. Rp 50.00 Rp 20.00. tetapi bisa menjadi besar karena jumlah yang dijadikan dasar pengenaan pajaknya juga semakin besar.000.00 Tarif Pajak 10% 9% 8% 7% Tarif degresif dibedakan menjadi tiga.500.00 Di atas Rp 50. Tarif ini tidak pernah dipergunakan dalam praktik perundang-undangan perpajakan.00 Di atas Rp 25.00 Rp 40.00 s.000. 4.000.000.000.500.000.000.000. Rp 25. Contoh: Dasar Pengenaan Pajak s. tidak berarti jumlah pajak yang terutang menjadi kecil.000.00 Rp 4.00 Rp 4.000.000.00 Rp 30.000.000.000. Contoh: Dasar Pengenaan Pajak Rp 10.000.000.00 Tarif Pajak 25 % 20% 15% 10 % Penurunan 5% 5% 5% Tarif Pajak yang terhutang Rp 2.00 Rp 4.000.00 .000.

00 Rp 30.00 Rp 40.00 Rp 7.00 Rp 20.000.00 Rp 4.00 Rp 7.000.000.000.000. Tarif Pajak Marginal Adalah tarif yang segera akan berlaku apabila penghasilan kena pajak Wajib Pajak akan melewati bracket tertentu.00 dan besarnya penurunan tarifnya semakin besar.000. .000.00 3) Tarif Degresif-Progresif Adalah tarif pajak yang prosentasenya semakin kecil.000.000.000.00 Rp 20.000.000.000.000.000.000.000.000.00 Tarif Pajak 40 % 25% 15% 10 % Penurunan 15 % 10 % 5% Tarif Pajak yang terhutang Rp 4. Contoh: Dasar Pengenaan Pajak Rp 10.00 Rp 5.000.00 Rp 40.000.000.00 dikenakan tarif marginal senbesar 10%. dan besarnya penurunan tarifnya semakin kecil.000.2) Tarif Degresif-Degresif Adalah tarif pajak yang presentasenya semakin kecil jika dasar pengenaan pajaknya meningkat.000.000.00 Rp 4.00 dikenakan tarif 5% sedangkan untuk jumlah Rp 1.000.00 Rp 4.000.000.500.000. Contoh: Wajib Pajak Orang Pribadi yang mempunyai PKP sebesar Rp 26.000.500. 5.000.00 Tarif Pajak 40 % 35% 25% 10 % Penurunan 5% 10 % 15 % Tarif Pajak yang terhutang Rp 4. Maka untuk jumlah Rp25.000.000.000.00.000.000. jika dasar pengenaan pajaknya meningkat Contoh: Dasar Pengenaan Pajak Rp 10.00 Rp 30.000.

250. 8. Tarif Pajak Advalorem Adalah suatu tarif dengan persentase tertentu yang dikenakan/ditetapkan pada harga atau nilai suatu barang. Contoh: Tarif Bea Masuk atas Impor Barang dengan besaran tarif menggunakan prosentase. tergantung pada kebutuhan atau dari segi mana seseorang ingin melihat beban tarifnya. Tarif Pajak Efektif Adalah tarif yang sesungguhnya berlaku atas penghasilan Wajib Pajak. Jika diterapkan tarif yang diatur dalam Pasal 17 ayat (1) huruf a.000 dibagi dengan 300. Contoh: Wajib Pajak yang bernama Pak Budi pada tahun 2001 mempunyai PKP sebesar Rp 300. atau penghasilan neto atau Penghasilan kena Pajak.000 = 23. maka jumlah pajak yang terutang adalah Rp 71.250. 7.000.000.00. Contoh: Tarif Bea Masuk atas Impor Barang dengan besaran tarif menggunakan suatu jumlah tertentu atas suatu jenis barang tertentu atau suatu satuan jenis barang tertentu.75%. . Tarif Pajak Spesifik Adalah tarif dengan suatu jumlah tertentu atas suatu jenis barang tertentu atau suatu satuan jenis barang tertentu.000. Penghasilan di sini dapat berarti penghasilan kotor.00.000.6. Tarif efektifnya akan menjadi: 71.

Titofianti Husen Abdul Ghoni 098694004 098694016 098694047 098694050 S1 AKUNTANSI 2009 FAKULTAS EKONOMI UNEVERSITAS NEGERI SURABAYA 2011 .JENIS-JENIS TARIF PAJAK Oleh : Alfi Baroro Baried Nike Agustina Nanda A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful