P. 1
Kompetensi Guru (2)

Kompetensi Guru (2)

|Views: 58|Likes:
Published by Putu Hendra

More info:

Published by: Putu Hendra on Dec 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/05/2012

pdf

text

original

KOMPETENSI GURU

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru, pasal 2 disebutkan bahwa Guru wajib memiliki Kualifikasi Akademik, Kompetensi, Sertifikat Pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kompetensi yang dimaksud adalah seperangkat pengetahuan, ketrampilan dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai dan diaktualisasikan oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Kompetensi Guru sebagaimana dimaksud meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Kompetensi Guru bersifat holistik. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan Guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang sekurangkurangnya meliputi: a. pemahaman wawasan atau landasan kependidikan; b. pemahaman terhadap peserta didik; c. pengembangan kurikulum atau silabus; d. perancangan pembelajaran; e. pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis; f. pemanfaatan teknologi pembelajaran; g. evaluasi hasil belajar; dan h. pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Kompetensi kepribadian sekurang-kurangnya mencakup kepribadian yang: a. beriman dan bertakwa; b. berakhlak mulia; c. arif dan bijaksana; d. demokratis; e. mantap; f. berwibawa; g. stabil;

h. dewasa; i. jujur; j. sportif; k. menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat; l. secara obyektif mengevaluasi kinerja sendiri; dan m. mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan. Kompetensi sosial merupakan kemampuan Guru sebagai bagian dari Masyarakat yang sekurang-kurangnya meliputi kompetensi untuk: a. berkomunikasi lisan, tulis, dan/atau isyarat secara santun; b. menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional; c. bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, pimpinan satuan pendidikan, orang tua atau wali peserta didik; d. bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma serta sistem nilai yang berlaku; dan e. menerapkan prinsip persaudaraan sejati dan semangat kebersamaan. Kompetensi profesional merupakan kemampuan Guru dalam menguasai pengetahuan bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni dan budaya yang diampunya yang sekurang-kurangnya meliputi penguasaan: a. materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai dengan standar isi program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan/atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu; dan b. konsep dan metode disiplin keilmuan, teknologi, atau seni yang relevan, yang secara konseptual menaungi atau koheren dengan program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan/atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu. Kompetensi Guru dirumuskan ke dalam: a. standar kompetensi Guru pada satuan pendidikan di TK atau RA, dan pendidikan formal bentuk lain yang sederajat; b. standar kompetensi Guru kelas pada SD atau MI, dan pendidikan formal bentuk lain yang sederajat; c. standar kompetensi Guru mata pelajaran atau rumpun mata pelajaran pada SMP atau MTs, SMA atau MA, SMK atau MAK dan pendidikan formal bentuk lain yang sederajat; dan

Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik 3. Kepribadian 8. Kegiatan pembelajaran yang mendidik 5. Penguasaan materi. hukum. Standar kompetensi Guru dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri. Keempat kompetensi di atas selanjutnya dalam Penilaian Kinerja Guru sebagaimana yang harus dilakukan terhadap guru yang tercantum dalam Permendiknas 35/2010 tentang petunjuk teknis Pelaksanaan jabatan fungsional Guru dan angka kreditnya. SMALB dan pendidikan formal bentuk lain yang sederajat. standar kompetensi Guru pada satuan pendidikan TKLB. Etos kerja. sbb: A. Menguasai karakteristik peserta didik 2. tanggung jawab yang tinggi. dijabarkan menjadi 14 sub kompetensi. tenaga kependidikan.d. serta tidak diskriminatif 12. Penilaiannya akan dilakukan dengan sistem paket yang terkait dalam pelaksanaan tugas utama. Penilaian dan evaluasi B. sosial. Pengembangan potensi peserta didik 6. orang tua. Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan 10. rasa bangga menjadi guru C. Komunikasi dengan sesama guru. Bersikap inklusif. dan kebudayaan nasional 9. Bertindak sesuai dengan norma agama. Mengembangkan keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif Diposkan oleh Masruroh di 13:15 . Komunikasi dengan peserta didik 7. bertindak obyektif. struktur. Sosial 11. Pengembangan kurikulum 4. SDLB. Profesional 13. peserta didik dan masyarakat D. konsep dan pola pikir dan keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu 14. Pedagogik 1. SMPLB.

Kompetensi profesi. kemampuan merancang RPP. dn kompetensi profesi. Kompetensi trsebut diaktualisasikan dalam bentuk laku dalamaktivitas sehari-hari baik dalam melaksanakan tugas dalam pembeljaran maupun dalam kegiatan kemasyarakatan. kemampuan merangcang dan melaksakan evaluasi hasil belajar. yang meliputi penguasaan visi dan misi pendidikan nasional. 09/06/2010 . . sesama pendidik. Kompetensi sosialyaitu kemampuan berkomunikasi yang meliputi kemampuan berkomunikasi secara efektif baik kepada pesertadidik. menguasai konsep dasar dan teori-teori materi pembelajarandan memilah-milah dan menetapkan materi yang akan diajarkan. Sekalipun dalam undang-undang No. tentang guru dan dosen sudah dibahas secara inplisit tentang perlindungan guru/dosen dalam melaksanakan tugasnya namun sampai sekarang belum ada petunjuk tekninya bagaimana cara melindungi guru dan dosen yang melaksanakan tusas.23:02 by Andi Rivai Banyak dilansir di mas media baik elektronik maupun cetak bahwa masih ada oknum guru dalam melakukan aktifitas baik dalam kelas maupun diluar kelas melakukan tidakan yan tidak sesua dengan profesi guru yaitu melakukan kekerasan baik secara pisik maupun non pisik terhadap anak didiknya. dan kemampuan mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki oleh peserta didik. 14 Tahun 2005.AKTUALISASIKAN KOMPETENSI GURU DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Posted Rab. Guru yang profesionalisme memiliki 4 kompetensi yaitu kompetensi pedagogik. kompetensi keperibadian. orang tua atau wali siswa dan masyarakat di sekitar. Keempat kompetensi guru sebagai berikut: Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaranperserta didik meliputi pemahaman terhadap peserta didik.Oleh karena belum adanya perlindungan secara kongkrik dari pemerintah maka guru harus menjalankan tugasnya secara professional. Yang menjdi tanda tanyak dalam permasalahan ini adalah belum adanya perlindungan secara konkrik dari pemerintah. kemampuan melaksanakan pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas. kompetensi sosial.

Perpaduan olah hati dan olah pikir akan menghasilkan perilaku dan nilai-nilai religius. jujur dan adil. Pekerjaan ini tidak bisa dilakukan oleh orang yang tidak memiliki keahlian khusus untuk melakukankegiatan atau pekerjaan sebagai guru.Kemampuan bekerja sama yang meliputi menciptakan hubungan. tidak sekedar hubungan antar guru dengan siswa. demokratis. dan rasa kebersamaan. dan menyenangkan. Interaksi dalam peristiwa belajar-mengajar mempunyai arti yang lebih luas. tetapi berupa interaksi edukatif. menciptakan situasi belajar yang paikem yaitu pembelajaran aktif. Antara kedua kegiatan ini terjalin interaksi yang saling menunjang. berwibawah. Orang yang pandai berbicara dalam bidang-bidang tertentu. Dalam hal ini bukan hanya penyampaian pesan berupa materi pelajaran. Guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. apalabi sebagai guru . asuh. Dalam proses belajar-mengajar tersirat adanya satu kesatuan kegiatan yang tak terpisahkan antara siswa yang belajar dan guru yang mengajar. melainkan penanaman sikap dan nilai pada siswa yang sedang belajar.demokratis santun dan dapa diteladani. kreatif. Kompetensi keperibadian. Untuk menjadi guru diperlukan syarat-syarat khusus. yaitu kemampuan mengenal diri sediri sebagai mahkluk terdiri dari makhluk sosialsadar akan potensi diridan sadar dalam pengembangan diri. Kemampuan berpikir yang meliputi menggali informasi.. inovatif. Jika semua kompetensi tersebut melebur dan terpancar dari dan dalam diri seorang guru insya Allah akan menjadi guru profesional dan jauh dari sipat kekerasan baik dalam lingkungan sekoah dan masyarakat. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungna prses belajar-mengajar. kreatif dan arif.berikir secara sistematis dan analisis dan memecahkan masalah secardialogis. mengelola informasi. Dalam bingkai tersbut terjadinya situasi yang asih. belum dapat disebut sebagai guru. baik secra horison maupun scra vertikal. A. Proses belajar-mengajar mempunyai makna dan pengertian yang lebih luas daripada pengertian mengajar. kemudian mengambil keputusan yang cerdas dan bijak. Proses Belajar Mengajar Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu.

Dikatakan sederhana karena mengajar dilaksanakan dalam keadaan praktis dalam kehidupan sehari-hari. B. Seseorang setelah mengalami proses belajar. metode mengajar. Yang termasuk komponen belajar-mengajar antara lain tujuan instruksional yang hendak dicapai. Mengajar merupakan suatu perbuatan yang memerlukan tanggung jawab moral yang cukup berat. mudah dihayati oleh siapa saja. maupun aspek sikapnya. dari ragu-ragu menjadi yakin. Kriteria keberhasilan dala belajar di antaranya ditandai dengan terjadinya perubahan tingkah laku pada diri individu yang belajar. yakni siswa. yang menunjang kegiatan belajar-mengajar. dari tidak sopan menjadi sopan. Belajar diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan lingkungannya. Proses dalam pengertiannya di sini merupakan interaksi semua komponen atau unsur yang terdapat dalam belajar-mengejar yang satu sama lainnya saling berhubungan (interdependent) dalam ikatan untuk mencapai tujuan. dari tidak mengerti menjadi mengerti. Peran Guru dalam PBM . alat peraga pengajaran. baik yang ada di kelas maupun yang ada di luar kelas.profesional yang harus menguasai betul seluk-beluk pendidikan dan pengajaran dengan berbagai ilmu pengetahuan lainnya yang perlu dibina dan dikembangkan melalui masa pendiikan tertentu. Misalnya dari tidak bisa menjadi bisa. dan berkaitan erat dengan manusia di dalam masyarakat yang semuanya menunjukkan keunikan. dan evaluasi sebagai alat ukura tercapai-tidaknya tujuan. dan yang mengajar. akan mengalami perubahan tingkah laku. Mengajar pada prinsipnya membimbing siswa dalam kegiatan belajar-mengajar atau mengandung pengertian bahwa mengajar merupakan suatu usaha mengorganisasi lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik dan bahan pengajaran yang menimbulkan proses belajar. yakni guru. baik aspek pengetahuannya. Mengajar merupakan suatu perbuatan atau pekerjaan yang bersifat unik. tetapi sederhana. keterampilannya. Dikatakan unik karena hal itu berkenaan dengan manusia yang belajar. Pengertian ini mengandung makna bahwa guru dituntut untuk dapat berperan sebagai organisator kegiatan belajar siswa dan juga hendaknya mampu memanfaatkan lingkungan. materi pelajaran. Berhasilnya pendidikan pada siswa sangat tergantung pada pertanggungjawaban guru dalam melaksanakan tugasnya.

Semakin akurat para guru melaksanakan fungsinya. tetapi juga diperlukan oleh masyarakat lingkungannya dalam menyelesaikan aneka ragam permasalahan yang dihadapi masyarakat. Dengan kata lain. semkin terjamin tercipta dan terbinanya kesiapan dan keandalan seseorang sebagai manusia pembangunan. Dengan cara demikian ia akan memperkaya dirinya dengan berbagai ilmu pengetahuan sebagai bekal dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar dan demonstrator sehingga . Salah satu yang harus diperhatikan oleh guru bahwa ia sendiri adalah pelajar. lecturer. Sebagaimanyang tela dikemukakan di atas. dan gerak maju dinamika kehidupan bangsa berbanding lurus dengna citra para guru di tengah-tengah masyarakat. Ini berarti bahwa guru harus belajar terus-menerus. dan mudah-mudahan sampai sekarang. Guru Sebagai Demonstrator Melalui peranannya sebagai demonstrator. perkembangan baru terhadap pandangan belajar-mengajar konsekuensi kepada guru untuk meningkatkan peranan dan kompetensinya karena proses belajarmengajar dan hasil belajar siswa sebagian besar ditentukan oleh peranan dan kompetensi guru.Keberadaan guru bagi suatu bangsa amatlah penting. potret dan wajah diri bangsa di masa depan tercermin dari potret diri para guru masa kin. guru menjadi panutan masyarakat. apalagi bagi suatu bangsa yang sedang membangun. Guru tidak hanya diperlukan oleh para murid di ruang-ruang kelas. terlebih-legih bagi keberlangsungan hidup bangsa di tengah-tengah lintasan perjalanan zaman dengan teknologi yang kian canggih dan segala perubahan serta pergeseran nilai yang cenderung memberi nuansa kepada kehidupan yang menuntut ilmu dan seni dalam kadar dinamik untuk dapat mengadaptasi diri. Guru yang kompeten akan mampu mengelola kelasnya sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat optimal. Peranan dan kompetensi guru dalam proses belajar-mengajar meliputi: 1. atau mengajar. Sejak dulu. guru hendaknya senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkannya serta senantiasa mengembangkannya dalam arti meningkatkan kemampuannya dalam hal ilmu yang dimilikinya karena hal ini akan sangat menentukanhasil belajar yang dicapai oleh siswa.

Lingkungan yang baik ialah yang bersifat menantang dan merangsang siswa untuk belajar. Maksudnya agar apa yang disampaikannya betul-betul dimiliki oleh anak didik. Kualitas dan kuantitas belajar siswa di dalam kelas tergantung pada banyak faktor. . Guru Sebagai Pengelola Kelas Dalam perannya sebagai pengelola kelas (learning manager). memahmi. Akhirnya seorang guru akan dapat memainkan peranannya sebagai pengajar dengan baik bila ia menguasai dan mampu melaksanakan ketrampian-keterampilan mengajar yang dibahas pada bab selanjutnya. Sebagai manajer guru bertanggung jawab memelihara lingkungan fisik kelasnya agar senantiasa menyenangkan untuk belajar dan mengarahkan atau membimbing proses-proses intelektual dan sosial di dalam kelasnya. menyediakan kondisikondisi yang memungkinkan siswa bekerja dan belajar. memberikan rasa aman dan kepuasan dengan mencapai tujuan. Pengawasan terhadap belajar lingkungan itu turut menentukan sejauh mana lingkungan tersebut menjadi lingkungan belajar yang baik. Sedangkan tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar. antara lainialah guru. Lingkungan ini diatur dan diawasi agar kegiatan-kegiatan belajar terarah kepada tujuan-tujuan pendidikan. Tujuan umum pengelolaan kelas ialah menyediakan dan menggunakan fasilitas kelas untuk bermacammacam kegiatan belajar dan mengajar agar mencapai hasil yang baik.mampu memperagakan apa yang diajarkannya secara didaktis. serta membantu siswa untuk meperoleh hasil yang diharapkan. Juga seorang guru hendaknya mampu dan terampil dalam erumuskan TPK. serta menguasai ilmu pengetahuan. dan dia sendiri sebagai sumber belajar terampil dalam memberikan informasi kepada kelas. serta kondisi umum dan suasana di dalam kelas. 2. memahami kurkulum. Untuk itu guru hendaknya mampu memotivasi siswa untuk senantiasa belajar dalam berbagai kesempatan. hubungan pribadi antara siswa di dalam kelas. Sebagai pengajr ia pun harus membantu perkembangan anak didik untuk dapat menerim. guru hendaknya mampu mengelola kelas sebagai lingkungan belajar serta merupakan aspek dari sekolah yang perlu diorganisasi.

Guru Sebagai Mediator dan Fasilitator Sebagai mediator guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan karena media pendidikan merupakan alat komunikasi untuk lebih mengefektifkan proses belajar-mengajar. Tujuannya agar guru dapat menciptakan secara maksimal kualitas lingkungan yang interaktif. mengembangkan gaya interaksi pribadi. artinya pada waktu-waktu tertentu selama satu periode pendidikan. penguasaan siswa terhadap pelajaran. selalu mengadakan penilaian terhadap hasil yang telah dicapai. Tujuan lain dari penilaian di antaranya . serta ketepatan atau keefektifan metode mengajar. Guru tidak cukup hanya memiliki pengetahuan tentang media pendidika Bagaimana orang berinteraksi dan berkomunikasi.3. yaitu mendorong berlangsungnya tingkah laku sosial yang baik. ataupun surat kabar. Sebagai fasilitator guru hendaknya mampu mengusahakan sumber belajar yang berguna serta dapat menunjang pencapaian tujuan dan peoses belajar-mengajar. baik oleh pihak terdidik maupun oleh pendidikan. buku teks. Demikian pula dalam satu kali proses belajar-mengajar guru hendaknya menjadi seorang evaluator yang baik. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah tujuan yangtelah dirumuskan itu tercapai atau belum. Dengan penilaian. baik yang berupa nara sumber. Guru Sebagai Evaluator Kalau kita perhatikan dunia pendidikan. akan kita ketahui bahwa setiap jenis pendidikan tau bentuk pendidikan pada waktu-waktu tertentu selama satu periode pendidikan orang selalu mengadakan evaluasi. 4. Dengan demikian maka pendidikan merupakan dasar yang sangat diperlukan yang bersifat melengkapi dan merupakan bagian integral demi berhasilnya proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. Semua pertanyaan tersebut akan dapat dijawab melalui kegiatan evaluasi atau penilaian. dan apakah materi yang diajarkan sudah cukup tepat. guru dapat mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan. majalah. Dalam hal ini ada tiga macam kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru. dan menumbuhkan hubungan yang positif dengan para siswa.

kurang. maka pengertian guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal. Menguasai landasan-landasan kependidikan. Dengan penilaian guru dapat mengklasifikasikan apakah seorang siswa termasuk kelompok siswa yang pandai. Yang dimaksud dengan terdidik dan terlatih bukan hanya memperoleh pendidikan formal tetapi juga harus menguasai berbagai strategi atau teknik di dalam kegiatan belajar mengajar serta menguasai landasan-landasan kependidikan seperti yang tercantum dalam kompetensi guru yang profesional. . guru profesional adalah oran gyang tidak terdidik dan terlatih dengan baik. C. Pengertian dasar kompetensi (competency) yakni kemampuan atau kecakapan. sedang. Kompetensi guru merupakan kemampuan seseorang guru dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban secara bertanggung jawab dan layak. dapatlah disimpulkan bahwa kompetensi merupakan kemampuan dan kewenangan guru dalam melaksanakan profesi keguruannya. atau cukup baik di kelasnya jika dibandingkan dengan teman-temannya. Terdapat banyak pendapat tentang kompetensi yang seharusnya dikuasai guru sebagai suatu jabatan profesional. Dengan bertitik tolak pada pengertian ini. Atau dengan kata lain. Adapun kompetensi guru adalah the ability of teacher to responsibility perform has or her duties oppropriately.ialah untuk mengetahui kedudukan siswa di dalam kelas atau kelompoknya. yaitu: Menguasai bahan ajar. Ada ahli yang menyatakan ada sebelas kompetensi yang harus dikuasai guru. Kompotensi Profesionalisme Guru Menurut Kamus Bahasa Indonesia (WJS Purwadarminta) kompetensi berarti (kewenangan) kekuasaan untuk menentukan atau memutuskan sesuatu hal. serta memiliki pengalamn yang kaya di bidangnya. Dengan gambaran pengertian tersebut.

Memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil-hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengajaran. yaitu kompetensi pribadi dan kompotensi profesional. Kemampuan yang terkait dengan administrasi sekolah. Mengenal fungsi dan program pelayana bimbingan dan penyuluhan. Mampu menyusun program pengajaran.Mampu mengelola program belajar mengajar. Mampu menggunakan media/sumber belajar lainnya. Kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi. Kompetensi profesional mencakup: Menguasai landasan kependidikan. . Kemampuan bimbingan dan penyuluhan. Kompotensi pribadi mencakup: Kemampuan mengembangkan kepribadian. serta Kemampuan melaksanakan penelitian sederhana. Mampu mengelola interaksi belajar mengajar. dan Memiliki kepribadian yang tinggi. Kompetensi guru dibagi menjadi dua. Mampu mengelola kelas. Menguasai bahan pengajaran. Mengenal penyelenggaraan administrasi sekolah. Uzer Usman (1995) mengajukan jeniskompetensi yang agak berbda bagi guru. mampu melaksanakan program pengajaran. serta mampu menilai hasil dan proses belajar mengajar. Mampu menilai prestasi peserta didik untuk kepentingan pengajaran.

tettapi juga materi “di atasnya” yang menjadi payung materi yang bersangkutan. Penguasaan terhadap proses pembelajaran mencakup kemampuan dalam: Mengalisis karakteristik peserta didik. Hakekat peserta didik. Landasan pendidikan ditinjau dari sudut filosifi. Namun jika dipadukan dan disederhanakan. psikologi. Penguasaan terhadap pengembangan diri sebagai profesional Tentang keempat hal ini bisa dijelaskna sebagai berikut: wawasan pendidikan mencakup pemahaman terhadap: Hakekat manusia. Penguasaan terhadap proses belajar mengajar. Namun demikian perlu dipahami bahwa guru tidak cukup menguasai materi ajar seperti yang tercantum dalam kurikulum sekolah. kompetensi yang seharusnya dimiliki oleh guru dapat dikelompokkan menjadi: Penguasaan tentang wawasan pendidikan.Masih ada ahli yang juga mengajukan pendapat tentang kompetensi yang seharusnya dikuasai oleh guru. Penguasaan terhadap evaluasi belajar. masyarakt dan kaitannya dengan pendidikan. sosiologi. Penguasaan bahan ajar. Lembaga pendidikan. dan Sistem pendidikan nasional. . Penguasaan bahan ajar tentunya terkait dengan isi mata pelajaran yang diasuh oleh guru. Hakekat proses belajar mengajar. dan ekonomi.

Melaksanakan proses belajar mengajar yang kondusif bagi peserta didik utnuk belajar. Penguasaan terhadap pengembangan diri sebagai guru profesional mencakup kemampuan dalam: Memahami guru sebagai suatu profesi beserta ciri-cirinya. Memahami kompetensi dan kepribadian yang seharusnya dimiliki oleh guru. serta Mampu menganalisis hasil evaluasi untuk kepentingan peningkatan mutu proses belajar mengajar. Jakarta:Pt.Solusi dan Reformasi Pendidikan di Indonesia. Cett. serta Memilih dan mengambangkan media dan sumber belajar lainnya.2008Profesi. Memahami tantangan guru sebagai tenaga profesional di bidang pendidikan. Daftar Pustaka Hamzah.Uno.Problema. Memahami konsep pengembangan diri.II.B. Mengembangkan instrumen dan alat evaluais belajr lainnya Melaksanakan evaluasi belajar sesuai rancangannya.Bumi Aksara . Penguasaan terhadap evaluasi belajar mencakup kemampuan dalam Menguasai konsep evaluasi belajar.Merancang proses belajar mengajar yang sesuai dengan materi ajar dan karakteristik peserta didik. Memilih dan mengembangkan metode evaluasi yang sesuai dengan tujuan belajar. serta Memahami cara-cara mengembangkan diri sesuai dengan tuntutan jabatan sebagai guru profesional.

Jakarta: PT. E.Jakarta:P3G Depdikbud Oemar Hamalik. Jkarta: Sinar Grafika UU RI No. Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).2007.Menjadi Guru Profesional. Berdasarkan pendekatan kompetensi. Bumi Aksara PP No. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Guru Profesional. 20 Tahun 2003 tentang.2008. Bandung: Rosadakarya Nurhalda Rudito.Jakarata:PT.1986. Cet V.2007.Pendidikan guru.1989. Jakarata:Balai Pustaka Rostiyah. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Puwardaminta. Jakarta: Bina Aksara UU RI No. 1986. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen .Kunandar. Raja Grafindo Persada Mulyasa.WJS. Menciptakan Pembelajaran yang kreatif dan Menyenangkan. Cet VI.Masalah masalah ilmu Keguruan. Desain Instruksional. Implementasi Kurikulm Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikat Guru.

Dalam rangka turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. seperti hasil belajar. sebab sampai kapanpun posisi/peran guru tersebut tidak akan bisa digantikan sekalipun dengan mesin sehebat apapun. Kita sadari. hal ini sesuai dengan pendapat Munandar bahwa. (e) pengetahuan serta penguasaan metode dan model mengajar. . Menurut Soedijarto. Pada dasarnya terdapat seperangkat tugas yang harus dilaksanakan oleh guru berhubungan dengan profesinya sebagai pengajar. yang berarti suatu jabatan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang pendidikan. Banyak pengorbanan yang telah diberikan oleh seorang guru semata-mata ingin melihat anak didiknya bisa berhasil dan sukses kelak. guru sebagai seorang pendidik juga membina sikap mental yang menyangkut aspek-aspek manusiawi dengan karakteristik yang beragam dalam arti berbeda antara satu siswa dengan lainnya. Pendapat ini. (a) faktor bawaan. seperti bakat. peranan guru sangat penting sekali untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan berakhlak mulia. yakni . menginformasikan dua faktor yang mempengaruhi terbentuknya kompetensi. Hakikat profesi guru merupakan suatu profesi. mengapa ? Karena. dan (b) faktor latihan. (b) bahan ajar yang diajarkan. bahwa peran guru sampai saat ini masih eksis. Ciri seseorang yang memiliki kompetensi apabila dapat melakukan sesuatu. Tetapi perjuangan guru tersebut tidak berhenti sampai disitu. (f) penguasaan terhadap prinsip-prinsip teknologi pembelajaran. kompetensi merupakan daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. (c) pengetahuan tentang karakteristik siswa. Walaupun pada kenyataannya masih terdapat hal-hal tersebut di luar bidang kependidikan. tugas guru ini sangat berkaitan dengan kompetensi profesionalnya. (d) pengetahuan tentang filsafat dan tujuan pendidikan.KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU 22 November 2008 | dibaca 18792 kali | 2 komentar Tulisan ini berjudul “Kompetensi Profesionalisme Guru” dirujuk dari pendapat para ahli tentang apa dan bagaimana kompetensi seorang guru yang profesional. guru juga merasa masih perlu meningkatkan kompetensinya agar benar-benar menjadi guru yang lebih baik dan lebih profesional terutama dalam proses belajar mengajar sehari-hari. Guru yang memiliki kompetensi profesional perlu menguasai antara lain : (a) disiplin ilmu pengetahuan sebagai sumber bahan pelajaran.

ditandai oleh ciri-ciri sebagai berikut : a. dapat diduga berpengaruh pada proses pengelolaan pendidikan sehingga mampu melahirkan keluaran pendidikan yang bermutu. Kompetensi guru berkaitan dengan profesionalisme. Guru yang rendah tingkat komitmennya. yakni dimasyarakat. yaitu pemahaman tentang pembelajaran.(g) pengetahuan terhadap penilaian. Pada umumnya di sekolah-sekolah yang memiliki guru dengan kompetensi profesional akan menerapkan “pembelajaran dengan melakukan” untuk menggantikan cara mengajar dimana guru hanya berbicara dan peserta didik hanya mendengarkan. Semua hal yang disebutkan diatas merupakan hal yang dapat menunjang terbentuknya kompetensi guru. Profesionalisme seorang guru merupakan suatu keharusan dalam mewujudkan sekolah berbasis pengetahuan. Tuntutan atas berbagai kompetensi ini mendorong guru untuk memperoleh informasi yang dapat memperkaya kemampuan agar tidak mengalami ketinggalan dalam kompetensi profesionalnya. dan perkembangan manusia termasuk gaya belajar. guru yang mempunyai tingkatan komitmen tinggi. Banyak bekerja untuk kepentingan orang lain. . Selain itu. Karena itu. c. c. Perhatian utama guru hanyalah jabatannya. memimpin. b. salah satu unsur pembentuk kompetensi profesional guru adalah tingkat komitmennya terhadap profesi guru dan didukung oleh tingkat abstraksi atau kemampuan menggunakan nalar. kompetensi profesionalisme guru dapat diartikan sebagai kemampuan dan kewenangan guru dalam menjalankan profesi keguruannya dengan kemampuan tinggi. Sebaliknya. Perhatiannya terhadap siswa cukup tinggi. yaitu guru yang profesional adalah guru yang kompeten (berkemampuan). Dengan kompetensi profesional tersebut. dan mampu merencanakan. Waktu dan tenaga yang dikeluarkan untuk melaksanakan tugasnya banyak. b. ditandai oleh ciri-ciri sebagai berikut . Keluaran yang bermutu dapat dilihat pada hasil langsung pendidikan yang berupa nilai yang dicapai siswa dan dapat juga dilihat dari dampak pengiring. a. guna kelancaran proses pendidikan. kurikulum. Perhatian yang disisihkan untuk memerhatikan siswanya hanya sedikit. Waktu dan tenaga yang dikeluarkan untuk melaksanakan tugasnya hanya sedikit.

kompetensi sosial. Keberhasilan guru dalam menjalankan profesinya sangat ditentukan oleh ketiganya dengan penekanan pada kemampuan mengajar. peserta didik secara aktif dilibatkan dalam memecahkan masalah. yaitu sebagai berikut : 1. agar peserta didik menjadi mudah dalam memahami pelajarannya yang diterimanya. terdiri dari 3 (tiga) yaitu . 7. baik dalam kelas maupun diluar kelas. serta menyajikan dan mempertahankan pandangan dan hasil kerja mereka kepada teman sejawat dan yang lainnya. bahwa untuk menjadi guru profesional yang memiliki akuntabilitas dalam melaksanakan ketiga kompetensi tersebut. Guru harus dapat membangkitkan minat peserta didik untuk aktif dalam berpikir serta mencari dan menemukan sendiri pengetahuan. 6. kompetensi pribadi.Dalam suasana seperti itu. Dengan demikian. baik individual maupun tim. Sedangkan para guru dapat bekerja secara intensif dengan guru lainnya dalam merencanakan pembelajaran. mengamati/meneliti. Guru perlu menghubungkan pelajaran yang akan diberikan dengan pengetahuan yang telah dimiliki peserta didik (kegiatan apersepsi). 3. dan menyimpulkan pengetahuan yang didapatnya. Guru harus dapat membuat urutan (sequence) dalam pemberian pelajaran dan penyesuaiannya dengan usia dan tahapan tugas perkembangan peserta didik. membuat keputusan tentang desain sekolah. data evaluasi. 8. 4. mencari sumber informasi. Kompetensi profesional seorang guru adalah seperangkat kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru agar ia dapat melaksanakan tugas mengajarnya dengan berhasil. 2. Guru wajib memerhatikan dan memikirkan korelasi atau hubungan antara mata pelajaran dan/atau praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. dan partisipasi dalam proses penilaian. Guru harus tetap menjaga konsentrasi belajar para peserta didik dengan cara memberikan kesempatan berupa pengalaman secara langsung. dan kompetensi profesional mengajar. Sesuai dengan prinsip repitisi dalam proses pembelajaran. diharapkan guru dapat menjelaskan unit pelajaran secara berulang-ulang hingga tanggapan peserta didik menjadi jelas. kolaborasi tentang pengembangan kurikulum. 5. . Adapun kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru. Guru harus dapat membangkitkan perhatian peserta didik pada materi mata pelajaran yang diberikan serta dapat menggunakan berbagai media dan sumber belajar yang bervariasi. dibutuhkan tekad dan keinginan yang kuat dalam diri setiap guru atau calon guru untuk mewujudkannya. Guru harus mengembangkan sikap peserta didik dalam membina hubungan sosial. Sebagai seorang guru perlu mengetahui dan menerapkan beberapa prinsip mengajar agar seorang guru dapat melaksanakan tugasnya secara profesional.

dan pembimbing yang lebih banyak memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mencari dan mengolah sendiri informasi. motivator. 8. 3. KESIMPULAN : UNTUK MENJADI GURU PROFESIONAL. berbudi pekerti luhur dan berkepribadian yang santun dan bertanggungjawab. Dengan demikian keahlian guru harus terus dikembangkan dan tidak hanya terbatas pada penguasaan prinsip mengajar seperti yang telah diuraikan diatas. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi yang berkembang pesat. memiliki multi peran sehingga mampu menciptakan kondisi belajar mengajar yang efektif dan suasana sekolah yang kondusif. mengerti dan menyenangi dunia pendidikan. baik dalam berkata maupun bersikap. 5. mudah-mudahan bisa memberikan sumbangan pemikiran inovasi demi mencerdaskan kehidupan anak bangsa dan pada akhirnya dapat memberi manfaat bagi kita semua terutama bagi penulis sendiri tentunya. . Guru harus menyelidiki dan mendalami perbedaan peserta secara individual agar dapat melayani siswa sesuai dengan perbedaannya tersebut. menerapkan prinsip mengajar yang baik serta mempunyai komitmen yang tinggi terhadap pendidikan. dan didukung dengan kompetensi profesionalisme. Demikian tulisan yang sangat sederhana ini. berjiwa sabar dan bisa dijadikan suri tauladan bagi anak didiknya.9. 6. mempunyai motivasi kerja yang baik sehingga dapat meningkatkan kinerja guru dalam proses belajar mengajar. SESEORANG HARUS : 1. guru tidak lagi hanya bertindak sebagai penyaji informasi. 7. Bertitik tolak dari pendapat para ahli tersebut diatas. tetapi juga harus mampu bertindak sebagai fasilitator. mengikuti perkembangan teknologi komunikasi dan informasi untuk dunia pendidikan. 4. maka yang dimaksud “Kompetensi Profesionalisme Guru” adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidangnya sehingga ia mampu menjalankan tugas dan fungsinya sebagai seorang guru dengan hasil yang baik. mempunyai program pengajaran yang jelas dan terarah sesuai dengan kurikulum. 2. Guru juga dapat melaksanakan evaluasi yang efektif serta menggunakan hasilnya untuk mengetahui prestasi dan kemajuan siswa serta menggunakan hasilnya untuk mengetahui prestasi dan kemajuan siswa serta dapat melakukan perbaikan dan pengembangan. 10.

Kebutuhan yang dimaksud adalah kebutuhan subjek atau bidang studi yang sesuai dengan latar belakang guru. semakin membuat laju perkembangan pendidikan belum maksimal. saya mengikuti training Guru Mata Pelajaran IPA Biologi SMP se kabupaten Luwu Timur. dinyatakan bahwasanya salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh Guru adalah kompetensi professional. Program Pascasarjana (S-2) Manajemen Pendidikan.Universitas Mulawarman Samarinda. guru mengasuh pelajaran yang tidak sesuai bidangnya. Guru kita dianggap belum memiliki profesionalitas yang baik untuk kemajuan pendidikan secara global. Salah satu kambing yang paling hitam yang jadi penyebab semua ini adalah rendahnya kesejahteraan Guru. Kompetensi profesional yang dimaksud dalam hal ini merupakan kemampuan Guru dalam penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam.*) Mhs. Dari pada kosong sama sekali. Kemampuan akademik tersebut antara lain. jenjang dan jenis pendidikan yang sesuai. Setelah berkenalan dengan semua peserta. umumnya mengalami kekurangan guru yang sesuai dengan kebutuhan. memiliki kemampuan dalam menguasai ilmu. pada hal awalnya honor untuk guru Agama Hindu sedangkan latar belakang pendidikan hanya SPG (Sekolah Pendidikan Guru) setara SMA. Tetapi apakah hal tersebut memiliki hubungan korelasional yang signifikan??? Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2007 tentang Guru. ternyata salah seorang peserta adalah guru honor di sebuah SMP di kawasan transmigrasi di Kabupaten Luwu Timur mengajarkan mata pelajaran IPA Terpadu.Tugas Belajar Utusan Pemerintah Kota Tarakan. Kompetensi Profesional Guru Indonesia Posted by Mahmuddin pada Maret 24. 2008 Rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia merupakan cerminan rendahnya kualitas sistem pendidikan nasional. Berbagai kendala yang dihadapi sekolah terutama di daerah luar kota. Rendahnya kualitas dan kompetensi guru secara umum. Beberapa bulan yang lalu. Yang dimaksud dengan penguasaan materi secara luas dan mendalam dalam hal ini termasuk penguasaan kemampuan akademik lainnya yang berperan sebagai pendukung profesionalisme Guru. lebih baik ada guru yang bisa mendampingi dan mengarahkan belajar di kelas. Sebuah kondisi yang sungguh memprihatinkan bagi pendidikan di negara ini!!! . Akhirnya sekolah terpaksa menempuh kebijakan yang tidak popular bagi anak.

seorang Guru biologi hendaknya dapat memiliki kemampuan dalam mengembangkan kurikulum nasional tentang pembelajaran biologi menjadi kurikulum berbasis sekolah yang lebih kontekstual bagi anak. Guru biologi harus dapat memahami batasan materi biologi dan keterampilan ilmiah yang mestinya dimiliki oleh anak di setiap jenjang pendidikan. . Penjabaran kurikulum menjadi silabus pembelajaran yang sesuai dengan resources yang ada. Akibatnya dapat berdampak pada ketidakjelasan grade di setiap jenjang pendidikan yang memunculkan kebingungan yang berujung stress dan frustasi terhadap anak dalam mengikuti pembelajaran di kelas. agar tidak terjadi overlapping antara pembelajaran biologi di SD. SMP dan SMA.Sebuah Illustrasi: Seorang Guru biologi harus memiliki pemahaman yang benar terhadap kurikulum pendidikan biologi. Selain itu. Hal ini penting. akan dapat menciptakan situasi pembelajaran yang bermakna dan dimaknai oleh anak.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->