JENIS DAN KANDUNGAN KIMIAWI LAMUN DAN POTENSI PEMANFAATANNYA DI INDONESIA Rinta Kusumawati

ABSTRAK Lamun merupakan tanaman laut berbentuk daun tegak memanjang dengan pola sebaran mengelompok pada substrat berpasir. Distribusinya di perairan pantai tropis di Indonesia cukup luas, terutama di bagian timur, diantaranya perairan Maluku, Irian, kepulauan Seribu, dan Sulawesi. Pada umumnya vegetasi lamun di Indonesia terdiri dari 2 (dua) famili, yaitu hydrocharitacheae dan potamogetonaceae. Umumnya perairan tropis, seperti di Indonesia, memiliki 2 famili lamun tersebut, lebih spesifik terdiri atas 7 genera, yaitu enhalus, halophila, thallassia, chymodeceae, halodule, syringodium, dan thalassoden. Sedangkan di Kepulauan Seribu jenis lamun yang teridentifikasi adalah Enhalus acoroides, Thallasia hemprichii, Cymodocea rotundata, Syringodium sp, Halophyla sp dan Halodule sp. Vegetasi lamun dikenal sebagai padang lamun dan memiliki fungsi sebagai produsen primer dan tempat pengasuhan larva-lava biota laut. Namun demikian, pemanfaatannya di bidang industri, pangan, dan medis telah dikembangkan. Beberapa pemanfaatan daun lamun sebagai sumber makanan dan obat-obatan tradisional, selain itu juga untuk bahan baku kompos dan pupuk, kerajinan tangan, penyaring limbah, kertas, dan bahan kimia. Kata kunci : lamun, potensi pemanfaatan, pengolahan.

PENDAHULUAN Lamun dikenali sebagai kelompok tanaman dengan daun memanjang yang tumbuh di dasar perairan pantai. Hamparan ekosistem yang sebagian besar terdiri dari tumbuhan lamun dan dihuni oleh berbagai jenis biota laut, seperti bintang laut, teripang, rumput laut (ganggang laut), dan berbagai jenis ikan disebut sebagai ekosistem padang lamun. Lamun merupakan salah satu sumber potensi sumberdaya wilayah pesisir dan laut Indonesia. Penelusuran pustaka guna memperoleh informasi mengenai lamun, baik jenis, ciri habitat, distribusi, kadar kimiawi dan pemanfaatannya, cukup penting untuk dilakukan guna menjadi dasar pengembangan penelitian tentang pemanfaatan lamun menjadi produk ekonomis penting dan mampu membuka peluang penelitian di bidang lain, seperti teknik budidaya, reklamasi pantai dengan karakter fisik pantai sebagai habitat lamun, dan biologi perairan yang mendukung terbentuknya ekosistem yang baik untuk jenis-jenis biota perairan lainnya. Penelitian tentang pemanfaatan lamun belum banyak dilaporkan, tetapi kegunaannya baik di bidang pangan, farmasi, dan industri rumah tangga telah dilaporkan dapat dilakukan dengan menjadikan lamun sebagai bahan bakunya. JENIS-JENIS LAMUN Tumbuhan lamun merupakan satu-satunya tumbuhan berbunga dan berpembuluh (vascular plant) yang sudah sepenuhnya menyesuaikan diri

hidup terbenam di dalam air laut. Beberapa jenis lamun bahkan ditemukan tumbuh sampai 8–15 meter dan 40 meter. Tumbuhan lamun jelas memiliki akar, batang, daun, buah dan biji. Lamun termasuk dalam kelas monocotyledoneae, anak kelas alismatidae (Rifqi, A., 2008), yang terdiri atas 2 famili, yaitu hydrocharitacheae dan potamogetonaceae, 12 genera, dan 60 spesies. 7 genera diantaranya berada di perairan tropis, dari famili hydrocharitacheae yaitu enhalus sp., halophila sp., dan thallassia sp., sedangkan dari famili potamogetonaceae, yaitu chymodeceae sp., halodule sp., syringodium sp., dan thalassodendron sp. (den Hartog, 1970 dalam laporan CORMAP, 2006). Lamun termasuk dalam divisi thallophys (tumbuhan berthalus) dengan ciri khas memiliki akar, batang dan daun belum bias dibedakan (Rifqi, A., 2008).

III - 134

Gambar 1. dan Ilmu Kelautan . Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa lamun dapat dijadikan sebagai sumber makanan kesehatan dan obat-obatan. Enhalus acoroides (Sumber: Azkab. Halophyla spinulosa f. Jawa Tengah. c. 1999). Tunas berdaun yang tegak dan tangkai-tangkai yang merayap pada lamun efektif sebagai alat berbiak. seperti yang dilakukan di Jepara. sedangkan reproduksi seksual terjadi dengan terbentuknya hydrophilus. yaitu manfaat ekologis dan manfaat ekonomis. Jawa Tengah. karbohidrat. PEMANFAATAN LAMUN Secara umum manfaat lamun terbagi atas dua kelompok. KADAR KIMIAWI LAMUN Penelitian mengenai kandungan nutrisi lamun telah dilaporkan oleh peneliti Fakultas Perikanan Tabel 1. berbuah dan menghasilkan biji. Artikel lain juga menyebutkan bahwa lamun telah digunakan sebagai bahan makanan dan obat tradisional. Halodule pinifolia d. Hasil analisa nutrisi lamun dari pantai Bandengan. Halophyla ovalis . Syringodium isoetifolium b. lemak dan serat. lamun dapat berbunga. Jepara. Disebutkan pula bahwa pemanfaatan nutrisi lamun sebagai makanan masih terbatas pada pakan ternak. Reproduksi lamun dapat dilakukan secara aseksual dan seksual. Jepara. Kandungan nutrisi yang diukur adalah protein. Kandungan nutrisi lamun dari pantai Bandengan.Universitas Diponegoro (2003). 2008).135 . Manfaat ekologi s lamun lebih III . Reproduksi aseksual terjadi dengan terbentuknya stolon. Berbeda dengan tumbuh-tumbuhan laut lainnya. Cymodocea rotundata g. Thallasia hemprichii h. Thalasodendron ciliatum e. ditunjukkan dalam Tabel 1 (Anonim. Ilustrasi lamun a.

sehingga menguntungkan bagi terumbu karang yang sangat rentan terhadap kelimpahan sedimen. namun dengan kisaran yang lebih luas yaitu 5 – 35°C. salinitas juga dapat berpengaruh terhadap biomassa. dan sumber bahan kimia. Kemampuan proses fotosintesis akan menurun dengan tajam apabila tempereatur perairan berada di luar kisaran optimal tersebut. 2008). Salinitas Spesies lamun memiliki kemampuan toleransi yang berbeda terhadap salinitas.136 . Thalassia sp. 1986 dalam Anonim. 1970 dan Fonseca et. Kekeruhan Kekeruhan secara tidak langsung lamun karena dapat menghalangi penetrasi cahaya yang dibutuhkan lamun untuk berfotosintesis. Peningkatan salinitas yang melebihi ambang batas toleransi lamun dapat menyebabkan kerusakan. Lamun.l. namun sebagian besar memiliki kisaran yang lebar yaitu 10–40%o. yaitu terhadap metabolisme. Dalam review tersebut juga disebutkan bahwa Marsh et al. Mangrove juga berperan sebagai penahan sedimen. Kumpulan sedimen yang terkumpul. 1987. stabilizator pantai. Penahan ombak dan memperlambat aliran arus. dan jaring ikan. 1997 dalam Anonim. Intensitas cahaya untuk laju fotosintesis lamun ditunjukkan dengan peningkataan suhu dari 29–35°C untuk Zostera marina. 2. kisaran optimum untuk pertumbuhannya adalah sekitar 24–35‰. memiliki waktu toleransi yang singkat. HABITAT LAMUN Lamun umumnya teridentifikasi tumbuh dengan subur di perairan yang terbuka dan memiliki dasar perairan pantai yang berpasir mengandung lumpur. III . Pada perairan pantai yang keruh. yaitu sebagai penyaring limbah. makanan. dengan kedalaman sekitar 1 – 10 meter. 2008) Review yang dilaporkan oleh Institut Pertanian Bogor (2008) menyebutkan adanya penelitian yang menunjukkan bahwa perubahan suhu berpengaruh nyata terhadap kehidupan lamun. pasir. cerutu. lebar daun dan kecepatan pulih lamun. yaitu sebagai: 1. bahan baku pada pabrik kertas. Al. 2008. atau sebagai pelindung pantai dari abrasi pantai (Scoffin. kerapatan. Demikian juga dengan proses respirasi akan meningkat dengan meningkatnya suhu. ). sehingga mengurangi kemungkinan penutupan lumpur pada terumbu karang dan padang lamun. Kecerahan Lamun membutuhkan intensitas cahaya untuk berfotosintesis. 2. Suhu yang baik untuk mengontrol produktifitas lamun pada air adalah sekitar 20 – 30°C untuk jenis Thalassia testudinum dan sekitar 30°C untuk Syringodium filiforme (Anonim. Nilai salinitas optimum untuk lamun adalah 35‰. 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesuburan lamun adalah sebagai berikut: 1. makanan. suhu yang stabil. 1988 dalam Laporan CORMAP. mainan. Ekosistem lamun dapat berasosiasi dengan baik dengan ekosistem mangrove dan terumbu karang. manfaat ekonomis lamun lebih mengarah pada pemanfaatannya untuk kepentingan hidup manusia. obat-obatan. 1993 dalam Anonim. yaitu bahan baku kompos (pupuk). Kekeruhan dapat disebabkan karena partikel-partikel tersuspensi dari bahan organik atau sedimen.mengarah kepada fungsinya sebagai anggota ekosistem lamun yang dominant. krikil. keranjang anyaman. terutama yang berasal dari daratan. Selain itu. Marsh et al. Temperatur Suhu optimal untuk pertumbuhan lamun yaitu 28 – 30°C (Zimmerman et. Hal ini menyebabkan sulitnya lamun tumbuh di perairan yang lebih dalam. 2008). produktivitas. terutama dengan ukuran yang halus dan dalam jumlah yang berlebih. Pendukung lain adalah kecerahan perairan yang tinggi. tumpukan untuk pematang. 4. Tempat berlindungnya larva ikan dan biota laut. kemudian berperan untuk menahan sedimen dan memperlambat gerakan air. pengisi kasur. 2008). 2006) Selanjutnya. 1970 dan Stevenson. 1986.. diantaranya: 1. Terumbu karang berperan sebagai penghalang arus air laut sehingga memungkinkan komunitas mangrove dan lamun di belakangnya dapat tumbuh dengan baik. 30°C untuk Cymidoceae nodosa dan 25–30°C untuk Posidonia oceanica (Anonim. penyerapan unsur hara dan kelangsungan hidup lamun (Brouns dan Hiejs 1986. Bahan baku produk-produk tradisional (Philips & Menez (1988). maka cahaya merupakan faktor pembatas pertumbuhan dan produksi lamun (Hutomo. 1982 dalam CORMAP. (1986) melaporkan bahwa pada kisaran suhu 25–30°C fotosintesis bersih lamun akan meningkat dengan meningkatnya suhu. namun demikian lamun yang telah tua diketahui mampu meningkatkan toleransi terhadap fluktuasi salinitas yang besar (Zieman. serta sebagai daerah sumber makanan bagi ikan dan udang (den Hartog. 2006). 3. Bahan baku produk-produk modern (Philips & Menez (1988). Phillips & Menez 1988. dan patahan karang mati. Bulthuis 1987). dan Nybakken. pada gilirannya dapat menjadi substrat bagi komunitas mangrove.

dan kedalaman perairan. Bali. 2008).137 . 2008). Kecepatan Arus Perairan Kecepatan arus air laut dipengaruhi oleh kontur perairan. 1996 dalam Anonim. yaitu sebagai pelindung dari arus air laut dan tempat pengolahan nutrient. pasir. sedangkan Thalassodendron ciliatum Perairan Papua mendominasi zona intertidal bawah (Hutomo.mempunyai kemampuan maksimal untuk tumbuh pada kecepatan arus sekitar 0. 1993 dalam Anonim. puing karang dan batu karang (Kiswara. 2008). 2008). kecepatan angin. 1996) III .5 m/detik. Kecepatan arus mempengaruhi produktivitas padang lamun. Nutrien Ketersediaan nutrient menjadi faktor pembatas pertumbuhan. yaitu lumpur. 7. Sulawesi. dan Jawa Timur. Unsur N dan P dalam sedimen perairan dapat berbentuk sedimen terlarut atau terikat dalam suspensi. kerapatan dan pertumbuhan lamun juga dipengaruhi oleh kedalaman perairan. Cymodocea rotundata dan Holodule pinifolia. Zona intertidal dicirikan oleh tumbuhan pionir yang didominasi oleh Halophila ovalis. Kedalaman substrat berperan dalam menjaga stabilitas sedimen. tetapi penyerapan oleh akar lamun lebih dominant (Erftemeijer. DISTRIBUSI LAMUN DI INDONESIA Beberapa laporan penelitian telah menyebutkan lokasi-lokasi yang memiliki padang lamun yang potensial. Lamun tumbuh di zona intertidal bawah dan subtidal atas hingga mencapai kedalaman 30 m. pasir lumpuran. 1997 dalam anonim. jenis Thallassia testudium misalnya. 6. Kedalaman Kedalaman perairan dapat membatasi distribusi lamun secara vertikal. Penyerapan nutrien oleh lamun dilakukan oleh daun dan akar. 8. Substrat Padang lamun hidup pada berbagai macam tipe subtrat. 1997 dalam Anonim. (Anonim. lumpur pasiran. Peta sebaran lamun di perairan Papua (P2O-LIPI. 2008). diantaranya di perairan Papua.5. Hanya nutrien N dan P terlarut yang dapat dimanfaatkan oleh lamun (Udy dan Dennison. Jawa Tengah. 1997 dalam Anonim. jenis perairan (terbuka/tertutup). di Indonesia padang lamun dikelompokkan dalam 6 kelompok berdasarkan tipe substratnya. Gambar 2. 2008). kelimpahan dan morfologi lamun pada perairan yang jernih (Hutomo. Selain itu.

Cymodocea rotundata. hemprichii (E. Penyebaran lamun lebih banyak di tengah lagoon dengan kondisi lebih dalam dan variasi suhu lebih rendah. Cymodocea rotundata. http://www. Produktivitas dan Biomass. (2005) menyebutkan bahwa di Kepulauan Seribu padang lamun teridentifikasi pada lokasi sampling mulai dari sekitar Teluk Jakarta hingga Pulau Semut Kecil. Syringodium foliforme. al. Ekologi Laut Tropis. tetapi sudah mulai dijadikan obyek penelitian yang memiliki potensi pemanfaatan di bidang pangan dan obat-obatan yang cukup tinggi. sementara di Kabupaten Selayar memiliki padang lamun dengan luasan sempit dan tersebar di beberapa kepulauan. (Ascherson) Dandy. Peta sebaran lamun di perairan Kepulauan Seribu (PRPT. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Halophila ovalis.beritabumi. terutama konservasi dan budidaya. acoroides (Linn. dan Pasilambena.ipb. et. Jawa Timur. Thallasia hemprichi. yaitu: Cymodocea serrulata. Diketahui bahwa spesies lamun yang ditemukan ada tujuh yang tergolong ke dalam dua famili dan empat marga yaitu Enhalus acoroides.. Perairan Sulawesi Semenanjung Minahasa Propinsi Sulawesi Utara dilaporkan memiliki potensi wilayah pesisir dengan 10 spesies lamun yang telah teridentifikasi (FORPELA.ac. Jenis lamun umumnya dari jenis Enhalus acoroides dan Thallasia hemprichii sebagai jenis yang dominan.. hal tersebut tidak bisa berjalan sendiri. 2006) Perairan Jawa Timur Wimbaningrum.or. Thalassia sp. Jenis lamun yang diperoleh. maka pengadaan lamun secara kultur jaringan yang aman bagi ekosistem lamun untuk dieksploitasi lebih besar lagi perlu rencanakan beriringan. yaitu Taka Bonerate. Enhalus acoroides. http://web.. melainkan juga diperlukan dukungan dari bidang-bidang lain.. H. Cymodocea sp.. Diharapkan jika telah diperoleh teknik pemanfaatan lamun. Pemanfaatan dan pengembangan lamun sebagai bahan baku produk ekonomis masih jarang sekali ditemukan. dan Halophya minor (Diskan Selayar. Halodule uninervis. Di akses tanggal 9 Oktober 2008. Syringodium isoetifolium. Pasimasunggu. Cymodocea serrulata. Pertumbuhan. Jenis lamun di perairan ini mayoritas adalah Enhalus acoroides. H. f. Anonim. Halodule sp. rotundata E hrenberg & Hemprich ex Ascherson. Gambar 2. T. Di akses tanggal 23 September 2008. Namun demikian. Halophyla sp dan Halodule sp. et.id. Cymodocea rotundata. Pasimasunggu Timur. 2008).138 . Pasimarannu. Halodule pinifolia dan Syringodium isoetifolium. Halodule uninervis.. Di akses tanggal 19 September 2008. ovalis Gaudichaud. Fungsi dan Peranan. yaitu Enhalus sp.Peraian Kepulauan Seribu (Forsskål) Ascherson. (2003) melaporkan bahwa lamun teridentifikasi di sekitar rataan terumbu Pantai Bama. uninervis Potensi perairan wilayah pesisir Indonesia yang dapat dimanfaatkan menjadi produk ekonomis tidak terbatas pada ekosistem terumbu karang dan mangrove. 2001 dalam CORMAP.al. dengan pola sebaran mengelompok. agar ekosistem lamun tetap terjaga dengan baik. Halophila sp. Lamun Berpotensi Sebagai Sumber Makanan Kesehatan. III . ovata Gaudichaud (Halophila minor).) Royle. KESIMPULAN Puspasari. 2005) Anonim. Halodule uninervis dan Thalassodendrom ciliatum (Anonim. H. Thalassia hemprichii. dan S. sp.) Ascherson. 2003).. 2008. 2008. Cymodocea serrulata. Syringodium sp. Syringodium sp. isoetifolium Perairan Pulau Bali Penelitian tentang jenis dan kerapatan padang lamun di Pantai Sanur Bali telah Dilaporkan olah Arthana (2004). 2008. Perairan Jawa Tengah Enam jenis lamun yang tumbuh di perairan Bandengan Jepara.id/~dedi_s. C. E. tetapi juga ekosistem lamun.

Fakultas Pertanian. Jenis dan Kerapatan Padang Lamun di Pantai Sanur Bali.. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jurnal Natur Indonesia 5(2): 139-144 (2003). 1996. Choesin. Taman Nasional Baluran. P. 139 – 144. Jakarta. Wimbaningrum. N. Universitas Udayana. Pengembangan pontensi Wilayah Kabupaten Biak Numfor. Jawa Timur. D. Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi. N. Prosiding. R. III .139 . 2004. Komunitas Lamun di Rataan Terumbu Pantai Bama. P2O-LIPI. Zulkifli dan Efriyeldi.. Kandungan Zat Hara dalam Air Poros dan Air Permukaan Padang Lamun Bintan Timur Riau. 2003. Nganro. W. I. N.Arthana.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful