PRAKTIKUM KIMIA

PENGARUH SUHU DAN LUAS PERMUKAAN TERHADAP LAJU REAKSI

Disusun oleh: JONI ARISANDI (19/XI IPA3)

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 JETIS BANTUL YOAGTAKERTA 2010/ 2011

Laju juga menyatakn besarnya perubahan yang terjadi dalam satuan waktu. Seiring dengan bertambahnya waktu reaksi. Bagi reaksi yang menghasilkan endapan. Selain itu laju reaksi kimia ternyata dipengaruhi oleh berbagai factor seperti temperatur. sedangkan produk semakin banyak. Kelajuan reaksi dapat dipelajari dengan mengukur salah atau dari perubahan tersebut. Bagi reaksi yang disertai perubahan warna. maka kelajuan reaksinya dapat dipelajari dengan mengukur volume gas yang dihasilkan. Laju menyatakan seberapa cepat atau seberapa lambat suatu proses berlangsung. maka kelajuan reaksinya dapat ditentukan dengan mengukur perubahan intensitas warnanya. maka kelajuan reaksinya dapat ditentukan dengan mengukur waktu yang diperlukan untuk membentuk sejumlah endapan. gas. seperti perkaratan besi atau fosilasi sisa organisme. Satuan waktu tersebut dapat berupa detik. Reaksi kimia adalah proses perubahan zat pereaksi menjadi produk. maka harus memahami tentang kemolaran. Setiap pereaksi disertai suatu perubahan fisis yang diamati. Bagi reaksi yang menghasilkan gas seperti reaksi magnesium dengan asam klorida. . ada juga reaksi yang berlangsung sangat lambat. Ada reaksi yang berlangsung seketika. hari. seperti bom atau petasan yang meledak. katalisator. tekanan. Laju reaksi dinyatakan sebagai laju berkurangnya pereaksi atau terbentuknya produk. jam. terutama tentang penyediaan larutan dengan kemolaran tertentu serta perlu menganalisis baik langsung maupun tidak langsung banyaknya produk yang terbentuk atau banyaknya pereaksi sisa yang tertinggal pada waktu tertentu. atau perubahan warna. seperti pembentukan endapan. Sebelum menhitung dan menganalisis laju reaksi. maka jumlah zat pereaksinya akan semakin sedikit. dan volume. konsentrasi. permukaan. bulan. menit.BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Pada dasarnya reaksi kimia berlangsung dengan laju (kecepatan) yang berbeda-beda. ataupun tahun. luas.

.  Untuk mengetahui persamaan reaksi yang terjadi.  Untuk mengetahui pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi batu pualam dengan asam klorida. Tujuan  Untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap laju reaksi.  Untuk mengetahui laju reaksi yang lebih cepat reaksinya antara serbuk CaCO3 dan kepingan CaCO3. Rumusan masalah  Bagaiman pengaruh suhu terhadap laju reaksi ?  Mana laju reaksi yang lebih cepat reaksinya antara yang dipanaskan dan tidak dipanaskan ?  Bagaiman persamaan reaksi yang terjadi ?  Bagaiman pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi antara batu pualam dengan asam klorida ?  Mana laju reaksi yang lebih cepat reaksinya antara serbuk CaCO3 dan kepingan CaCO3 ? C.A.  Untuk mengetahui laju reaksi yang lebih cepat reaksinya antara yang dipanaskan dan tidak dipanaskan.

Konsep Laju Reaksi Laju reaksi menunjukan besarnya perubahan konsentrasi pereaksi atau hasil reaksi dalam satu satuan waktu. seperti bom atau petasan meledak.BAB II DASAR TEORI Reaksi kimia berlangsung dengan laju yang berbeda-beda. Ada reaksi yang berlangsung seketika. Pada waktu reaksi berlangsung. Laju reaksi dirumuskan sebagai berikut Reaksi : R v = -Δ[R] P Δt Atau : v = +Δ[P] Δt Dengan : R P v = Pereaksi (reaktan) = Produk = Laju Reaksi . konsentrasi. Definisi laju reaksi Reaksi kimia merupakan proses perubahan zat-zat pereaksi menjadi produk. jumlah zat pereaksi akan semakin berkurang sedangkan jumlah produk bertambah. dan factor lainnya. Selain itu. Laju didefinisikan sebagai laju pengurangan konsentrasi molar salah satu pereaksi atau laju pertambahan konsentrasi molar salah satu produk dalam satu-satuan waktu.seperti perkaratan besi atau fosilisasi sisa-sisa organisme. Ada juga reksi yang berlangsung sangat lambat. laju reaksi kimia ternyata dipengaruhi oleh berbagai factor seperti shu.

Dengan selang waktu tertentu selama reaksi berlangsung untuk reaksi yang berlangsung lambat. 2N2O3 (g) 4NO2 (g) + O2 (g) laju reaksi dapat dinyatakan sebagai laju pengurangan konsentrasi molar N2O5 atau laju pertambahan konsentrasi molar NO2 atau laju pertambahan konsentrasi molar O2.det-1 v NO2 = Δ [ NO2 ] v O2 = Δ [ O2 ] M.det-1 M. +Δ[P] = laju pertambahan konsentrasi molar salah satu Δt produk dalam satu satuan waktu Konsentrasi molar menyatakan jumlah mol zat dalam tiap liter ruangan atau larutan. satuan laju reaksi adalah mol L-1 per detik (mol L-1 det-1) atau M det-1. laju pembentukkan O2 adalah setengah dari laju penguraian N2O5 atau seperempat dari laju pembentukan NO2. hal itu . C = n mol L-1 v jadi. v N2O5 = Δ [ N2O5 ] M.det-1 Sesuai dengan perbandingan koefisien reaksinya. oleh karena itu dapat ditulis ½ v N2O5 = ¼ v NO2 = v O2 Menentukan Laju Reaksi Laju reaksi dapat ditentukan melalui percobaan yaitu dengan mengukur konsentrasi salah pereaksi atau salah satu produk.t = Waktu Reaksi Δ[R] = Perubahan Konsentrasi Molar Pereaksi Δ[P] = Perubahan Konsentrasi Molar Produk -Δ[R] = laju pengurangan konsentrasi molar salah satu Δt pereaksi dalam satu satuan waktu. Untuk reaksi.

Semakin banyak N2O5 yang terurai semakin besar tekanan. alat dirancang agar dapat mengukur perubahan tekanan gas. seperti penguraian dinitrogen pentaoksida membentuk nitrogen dioksida dan oksigen. Misalnya reaksi hidrolisis etil asetat berikut in : CH3COOC2H5 + H2O Etil asetat CH3COOH + C2H5OH Asam asetat etanol Reaksi itu berlangsung lambat sehingga konsentrasi asma asetat yang terbentuk dengan mudah dapat ditentukan dengan menggunakan suatu larutan basah. alat dirancang agar dapat mengukur perubahan itensitas warna. juga tekanan gas. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi Laju suatu reaksi dapat dipengaruhi oleh berbagai factor. alat dirancang agar dapat mencatat volume gas yang terbentuk . yaitu konsentrasi. untuk reaksi gas yang disertai perubahan jumlah mol. misalnya untuk reaksi yang membebaskan gas. suhu dan katalisator. 2N2O5 (g) 4NO2 (g) + O2 (g) reaksi itu disertai pertambahan jumlah mol gas. Gambar diatas memperlihatkan bagan suatu alat yang dapat mengukur perubahan tekanan pada suatu reaksi gas.dapat dilakukan dengan mengeluarkan sampel dari campran reaksi lalu menganalisisnya. Cara yang lebih umum ialah menggunakan suatu alat yang dapat menunjukkan secara kontinyu salah satu perubahan fisis yang menyertai reaksi. Bila reaksi dilangsungkan pada volume dan suhu tetap. maka pertambahan tekanan dapat dikaitkan dengan pertambahan jumlah mol. luas permukaan sentuhan. Dengan demikian laju penguraian N2O5 itu dapat ditentukan. . yang menyebabkan pertambahan tekanan. untuk reaksi yang diserati perubahan warna. yang dapat dibaca pada manometer.

hal itu karena untuk masa yang sama. Partikel bagian dalam kepingan harus ‘menunggu’ sebelum bagian luar habis bereaksi. Suatu larutan dengan konsentrsi besar (pekat) mengandung partikel yang lebih rapat jika dibandingkan dengan larutan yang berkonsentrasi kecil (encer). Maka makin luas permukaannya. Reaksi kimia dapat berlangsung jika molekul-molekul. Menentukan tingkat reaksi atau orde reaksi dari suatu reaksi kimia pada prinsipnya menentukan seberapa besar pengaruh perubahan konsetrasi pereaksi terhadap laju reaksinya. serbuk mempunya permukaan yang lebih besar daripada keeping. reaksi hanya berlangsung pada bidang-bidang perbatasan dan pada bidang-bidang yang bersentuhan dari kedua fase. Luas Permukaan sentuh Reaksi dapat berlangsung jika zat-zat pereaksi harus bercampur atau bersentuhan. . karena molekul-molekul itu dapat bersentuhan satu sama lainnya. atom-atom. Reaksi yang berlangsung dalam sistem homogen sangat berbeda denagn reaksi yang berlangsung dalam sistem heterogen. sehingga lebih mudah dan lebih sering bertumbukan. makin besar konsentrasi suatu larutan makin besar pula laju reaksinya.Konsentrasi Jika konsentrasi suatu zat semakin besar maka laju reaksinya semakin besar pula dan sebaliknya jika konsentrasi semakin kecil maka laju reaksi makin kecil pula. Pada reaksi yang homogen campurannya zatnya berlangsung seluruhnya. Itulah sebabnya. Makin halus suatu zat. Untuk beberapa reaksi. Reaksi serbuk pualam dengan HCl 2M berlangsung lebih cepat daripada reaksi keping pualam dengan HCl 2M. hal ini dapat mempercepat berlangsungnya suatu reaksi. laju reaksi dapt dinyatakan dengan persamaan matematika yang dikenal dengan hukum laju reaksi atau persamaa laju reaksi. makin banyak pula kemungkinan bereaksi dan makin cepat reaksi itu berlangsung. Dala sistem heterogen. atau ion-ion dari zat-zat yang bereaksi berlebih dahulu bertumbukan. Contoh reaksi yang heterogen adalah reaksi antara pualam dengan larutan asam klorida. Pangkat-pangkat dalam laju reaksi dinamakan orde reaksi.

Kenaikan laju reaksi ini dapat diterangkan dari gerak molekulnya. Enegi yang diperlukan untuk menghasilkan tabrakan ang efektif atau untuk menghasilkan suatu reaksi disebut energi pengaktifan kinetik. laju reaksi akan menjadi dua kali untuk setiap kenaikan suhu 10oC. molekulmolekul dari zat kimia selalu bergerak. Δt . [A] . Kecepatan reaksi-reaksi dalam suatu sistem homogen pada suatu temperature yang tetap berbanding langsung dengan konsentrasi-konsentrasi zat yang bersenyawa. [A]2 X+Y+Z v = K1 . v = 2 . v = laju reaksi yang baru vo = laju reaksi semula . [B]3 hukum – hukum ini dapat ditetapkan bedasarkan teori kinetic yaitu dalam sistem yang homogen molekul – molekul itu senantiasa bergerak dengan kecepatan tinggi dengan arah acak sehingga terjadi tumbukkan antara molekul yang satu dengan yang lainnya. Berdasarkan data eksperimen. Biasanya kenaikan suhu sebesar 100C akan menyebabkan kenaikan laju reaksi sebesar 2 atau 3 kali. vo 10 dimana. [A] Y+Z v = K2 . Sedangkan tiap-tiap konsentrasi tersebut dipangkatkan dengan pangkat yang sama dengan koefisien zat itu dalam perssamaan reaksi yang bersangkutan misalnya A 2A A + 3B X+Y v = K1 . Suhu Kecepatan reaksi meningkat dengan naiknya suhu.sedangkan partikel serbuk banyak yang bertumbukan pada waktu yang bersamaan. karena itu kemungkinan tabrakan antar molekul selalu ada.

. Katalis mempercepat reaksi dengan cara menurunkan harga energi pengaktifan (Ea). tetapi dianggap tidak ikut bereaksi. Pangkat konsentrasi disebut orde atau tingkat atau pangkat reaksi. tekanan gas jika tekanan gas diperbesar.Δt = kenaikan suhu Katalis Adalah zat yang mempercepat reaksi. Factor K dalam factor suhu adalah tetapan jenis reaksi dan mempunyai nilai tertentu untuk setiap jenis reaksi. sehingga letak partikel makin berdekatan dan makin mudah bertumbukkan. sedangkan jumlah pangkat konsentrasi pereaksi disebut orde total. Contoh : reaksi – reaksi metabolisme dalam tubuh dikatalis oleh berbagai jenis enzim. maka volume gas itu diperkecil. makin besar tekanan gas maka makin cepat reaksinya. Jadi. Persamaan laju reaksi menyatakan hubungan konsentrasi pereaksi dengan laju reaksi.

3 M 5 mL kedalam beker glass yang brisi Na2S2O3 9) Menyalakan stopwatch pada saat memasukkan HCL 10) Menghentikan stopwatch pada saat tanda silang tidak terlihat 11) Mencatat waktu yang diperoleh Percobaan 2 1) Menyiapkan 2 buah beker gelass Beker gelas 50 mL 2 buah Beker gelas 250 mL 1 buah Pemanas (pembakar spritus) Kassa Kaki tiga 6) 7) 8) 9) 10) Korek api Thermometer Stopwatch Kertas HVS Spidol hitam . Alat : 1) 2) 3) 4) 5) b. Cara kerja Percobaan 1 1) Memberi tanda silang pada selembar kertas 2) Menyiapkan 2 buah beker gelass 3) Memasukkan Na2S2O3 0. Alat dan bahan Pengamatan pengaruh suhu terhadap laju reaksi a.1 M 10 mL pada beker gelass 1 4) Mengukur suhu Na2S2O3 0.Bahan : 1) Na2S2O3 0.3 M 8) Memasukkan HCL 0.3 M 10mL 3) Air 2.BAB III METODE PENELITIAN A.1 M dengan menggunakan thermometer 5) Menempatkan beker glass 1 diatas tanda silang 6) Memasukkan HCL 0.1 M 10 mL 2) HCL 0.3 M 20mL kedalam beker glass 2 7) Mengukur suhu HCL 0. Pengamatan pengaruh suhu terhadap laju reaksi 1.

3 gram CaCO3 kepingan ke dalam tabung reaksi 2) Masukkan 0. alat dan bahan: Alat dan bahan Abung reaksi stopwatch thermometer CaCO3 serbuk CaCO3 keping Larutan HCL 2.1 M pada kenaikkan 100 C Menempatkan beker glass 1 diatas tanda silang Memasukkan HCL 0. Cara kerja 1) Masukkan 0.1 M 10 mL pada beker gelass 1 Memasukkan HCL 0.3 M 20mL kedalam beker glass 2 Memanaskan air dalam beker glass 250 mL Memasukkan beker glass 1 dalam beker glass yang sedang dipanaskan Mengukur suhu Na2S2O3 0. Memasukkan Na2S2O3 0.5 M Jumlah 4 1 3 0.2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) B.5 mL ke dalam tabung reaksi secara bersaman 4) Menyalakan stopwatch pada saat memasukkan HCL 5) Menghentikan stopwatch pada saat CaCO3 habis bereaksi dengan HCL Ukuran / satuan 0-1000 C 0.3 gram CaCO3 butiran sebesar pasur ke dalm tabunng reaksi 2 3) Masukkan 5 mL larutan HCL 0.3 M 5 mL kedalam beker glass yang berisi Menyalakan stopwatch pada saat memasukkan HCL Menghentikan stopwatch pada saat tanda silang tidak terlihat Mencatat waktu yang diperoleh Pengamatan pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi 1.1 gram 5 mL Na2S2O3 yang telah dipanaskan .1 gram 0.

jika konsentrasi suatu zat semakin besar maka laju reaksinya semakin besar pula dan sebaliknya jika konsentrasi semakin kecil maka laju reaksinya semakin kecil pula. Konsentrasi. Itulah sebabnya. luas permukaan. Pada reaksi yang homogen campuran zatnya berlangsung seluruhnya. jika dibandingkan dengan larutan yang berkonsentrasi kecil (encer). Suatu larutan dengan konsentrasi besar (pekat) mengandung partikel yang lebih rapat. Hasil pengamatan 1. sehingga lebih mudah dan lebih sering bertembukan. Pualam (0. Luas permukaan reaksi dapat berlangsung jika zat-zat pereaksi harus bercampur atau bersentuhan. Menentukan orde reaksi dari suatu reaksi kimia pada prinsipnya menentukan seberapa besar pengaruh perubahan konsentrasi pereaksi terhadap laju reaksinya. makin besar konsentrasi suatu larutan makin besar pula laju reaksinya. T Na2S2O3 = T HCL = 2. Konsentrasi biasanya dinyatakn dalam mol per liter. Table hasil pengamatan pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi batu pualam dengan asam klorida HCL (M) 0. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah konsentrasi. T Na2S2O3 = T HCL = Waktu(sekon) 56 sekon 26 sekon 2. katalis dan tekanan gas. Reaksi yang berlangsung dalam sistem homogen sangat berbeda dengan reaksi yang berlangsung dalam sistem heterogen.5 B. Orde reaksi adalah bilangan pangkat yang menyatakan naiknya laju reaksi akibat naiknya reaksi. hal ini dapat mempercepat berlangsungnya suatu reaksi. Pembahasan Laju reaksi adalah cepat lambatnya suatu reaksi berlangsung atau dapat juga dinyatakan sebagai perubahan konsentrasi pereaksi atau hasil reaksi per satuan waktu.5 0.1 gr) Serbuk Kepingan Waktu (sekon) 1140sekon 1500 sekon . temperature. tabel hasil pengamatan pengaruh suhu terhadap laju reaksi Percobaan T reaksi 1.BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN A.

1M Na 2S2O3 10ml dengan 0. maka makin luas permukaannya. Temperature laju reaksi meningkat dengan naiknya suhu. Kenaikan laju reaksi ini disebabkan karena kenaikan suhu akan menyebabakan makin cepatnya molekul-molekul pereaksi bergerak sehingga memungkinkan terjadi tabrakan antar molekul. Jadi. makin banyak pula kemungkinan bereaksi dan makin cepat reaksi itu berlangsung. dimana Na2S2O3 bersuhu 300C. dimana Na2S2O3 dipanaskan hingga bersuhu 400C didapatkan waktunya adalah 26 detik. Reaksi kimia dapat berlangsung jika molekul-molekul. Dalam sistem heterogen reaksi hanya berlangsung pada bidang-bidang perbatasan dan pada bidang-bidang yang bersentuhan dari kedua fase. Biasanya kenaikan suhu sebesar 100C akan menyebabkan kenaikan laju sebesar dua atau tiga kali. Kenaikan laju reaksi ini disebabkan dengan kenaikan suhu akan menyebabkan makin cepatnya molekulmolekul pereaksi bergerak sehingga memungkinkan terjadi tabrakan antar molekul. dimana seperti kita ketahui bahwa semakin tinggi temperature maka semakin cepat laju reaksinya. makin besar tekanan gas makin besar reaksinya. Pada percobaan pertama berdasarkan pengaruh temperature pencampuran 0. Makin halus suatu zat. Katalis dapat mempercepat laju reaksi dengan jalan menurunkan energi pengaktifan suatu reaksi.1M Na 2S2O3 10ml dengan 0. atomatom. Katalis adalah zat kimia yang dapat meningkatkan laju reaksi tanpa dirinya mengalami perubahan kimia secara permanent. ternyata waktu untuk hilangnya tanda silang adalah 56 detik.3M HCl 20ml. Tekanan gas.5M dan serbuk pualam yag sama konsentrasinya yaitu 0.Dari percobaan diatas dapat diperoleh bahwa pengaruh suhu yang berbeda mempengaruhi kecepatan reaksi. Dari pecobaan yang telah dilkuakan dapat dibuktikan bahwa konsentrasi dan suhu mempengaruhi suatu laju reaksi.1 gram dimasukkan kedalam larutan HCL 0. jika tekanan gas diperbesar maka volume gas itu mengecil sehingga letak pertikel makin berdekatan dan makin mudah bertumbukan.3M HCl 20ml.1 gram dengan dimasukkan kedalam larutan HCL 0. Pada percobaan yang kedua yaitu mengetahui pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi antara bongkahan pualam 0.5M dan hasilnya campuran bongkahan dengan HCl memakan waktu sebanyak 1500detik sedangkan campuran serbuk pualam dengan larutan HCL memakan .karena molekul-molekul itu dapat bersentuhan satu sama lainnya. atau ion-ion dari zat-zat yang bereaksi terlebih dahulu bertumbukan. selanjutnya pencampuran antara 0.

BAB V PENUTUP A. . Kesimpulan Dari percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa pengaruh suhu dan luas permukaan sangatlah berpengaruh terhadap kecepatan laju reaksi.Dari percobaan tadi sudah membuktikan bahwa permukaan luas mempengaruhi kecepatan reaksi.Pada percobaan pertama semakin tinggi suhu semakin cepat pula kecepatan laju reaksinya dan pada percobaan yang kedua juga sama semakin luas permukaan maka semakin cepat pula laju reaksinya.waktu sebanyak 1140detik.

gudangmateri..wikipedia.org Purba.com www. Jakarta: Erlangga.2004.Daftar pustaka www. Kimia untuk SMA kelas XI. Michael.com .google. www.