pendahuluan Bahasa merupakan sistem komunikasi yang amat penting bagi manusia.

Bahasa merupakan alat komunikasi manusia yang tidak terlepas dari arti atau makna pada setiap perkataan yang diucapkan. Sebagai suatu unsur yang dinamik, bahasa sentiasa dianalisis dan dikaji dengan menggunakan perbagai pendekatan untuk mengkajinya. Antara lain pendekatan yang dapat digunakan untuk mengkaji bahasa ialah pendekatan makna. Semantik merupakan salah satu bidang semantik yang mempelajari tentang makna.

Lalu apakah pengertian dari makna, jenis-jenis dari makna, dan relasi makna? Menurut Mansoer Pateda (2001:79) bahwa istilah makna merupakan kata-kata dan istilah yang membingungkan. Makna tersebut selalu menyatu pada tuturan kata maupun kalimat. Ada beberapa jenis makna, antara lain makna leksikal, makna gramatikal, makna denotasi, dan makna konotasi. Selain itu, ada juga yang disebut relasi makna yaitu Relasi makna adalah hubungan semantik yang terdapat antara satuan bahasa yang satu dengan satuan bahasa yang lain. Pada bagian selanjutnya dari makalah ini akan dibahas lebih lanjut mengenai pengertian makna, jenis-jenis dari makna, dan relasi makna. PEMBAHASAN Pengertian Semantik Kata semantik sebenarnya merupakan istilah teknis yang mengacu pada studi tentang makna.

Istilah ini merupakan istilah baru dalam bahasa Inggris. Para ahli bahasa memberikan pengertian semantik sebagai cabang ilmu bahasa yang mempelajari hubungan antara tanda-tanda linguistik atau tanda-tanda lingual dengan hal-hal yang ditandainya (makna). Istilah lain yang pernah digunakan hal yang sama adalah semiotika, semiologi, semasiologi, dan semetik. Pembicaraan tentang makna kata pun menjadi objek semantik. Itu sebabnya Lehrer (1974:1) mengatakan bahwa semantik adalah studi tentang makna (lihat juga Lyons 1, 1977:1), bagi Lehrer semantik merupakan bidang kajian yang sangat luas karena turut menyinggung aspek-aspek struktur dan fungsi bahasa sehingga dapat dihubungkan dengan psikologi, filsafat, dan antropologi. Pandangan yang bermacam-macam dari para ahli mejadikan para ahli memiliki perbedaan dalam mengartikan semantik. Pengertian semantik yang berbeda-beda tersebut justru diharapkan dapat mngembangkan disiplin ilmu linguistik yang amat luas cakupannya. 1. Charles Morrist Mengemukakan bahwa semantik menelaah “hubungan-hubungan tanda-tanda dengan objekobjek yang merupakan wadah penerapan tanda-tanda tersebut”. 2. J.W.M Verhaar; 1981:9

Kambartel (dalam Bauerk. 5. karena turut menyinggung aspek-aspek struktur dan fungsi bahasa sehingga dapat dihubungkan dengan psikologi. filsafat dan antropologi.Mengemukakan bahwa semantik (inggris: semantics) berarti teori makna atau teori arti. Kata kerjanya adalah semaino yang berarti “menandai” atau “melambangkan”. dan semik yang merupakan bidang studi yang memelajari makna dari suatu lambang atau tanda pada objek cakupan yang lebih luas yakni mencakup . dalam bahasa Inggris disebut meaning.20. sebenarnya semantic belum secara tegas membahas makna karena lebih banyak membahas tentang sejarahnya. 3. semantik merupakan bidang kajian yang sangat luas. 6. Kemudian semantic disepakati sebagai istilah yang digunakan dalam bidang linguistic untuk memelajari hubungan antara tanda-tanda linguistic dengan sesuatu yang ditandainya. gramatikal dan semantik). 1974: 1 Semantik adalah studi tentang makna. Ensiklopedia britanika (Encyclopedia Britanica. 1979: 195) Semantik mengasumsikan bahwa bahasa terdiri dari struktur yang menampakan makna apabila dihubungkan dengan objek dalam pengalaman dunia manusia. Di dalam kedua istilah semantics dan semantique. maka semantic merupakan bagian dari linguistik. Mansoer pateda Semantik adalah subdisiplin linguistik yang membicarakan makna. Breal. Lehrer. Yaitu sema (kata benda) yang berarti “menandai” atau “lambang”. Semantic sebenarnya merupakan ilmu tentang makna. Selain itu istilah semantic dalam sejarah linguistic digunakan pula istilah seperti semiotika. 7. Bagi Lehrer. Semantik mengandung pengertian studi tentang makna dengan anggapan bahwa makna menjadi bagian dari bahasa. vol. Yaitu salah satu dari 3 (tiga) tataran analisis bahasa (fonologi. yakni cabang sistematik bahasa yang menyelidiki makna atau arti. Abdul Chaer Semantik adalah ilmu tentang makna atau tentang arti. 1996: 313) Semantik adalah studi tentang hubungan antara suatu pembeda linguistik dengan hubungan proses mental atau simbol dalam aktifitas bicara. Kata semantic sendiri berasal dari bahasa Yunani. 4. Dr. semiologi. Namun istilah semantic sama halnya dengan kata semantique dalam bahasa Perancis yang diserap dari bahasa Yunani yang diperkenalkan oleh M. sememik. semasiologi.

lambang atau tanda pada umumnya. di dalam bahasa Prancis istilah sebagai ilmu murni historis (historical semantics). baru pada tahun 1990-an dengan munculnya Essai de semantikue dari Breal. 2. yang kemudian pada periode berikutnya disusul oleh karya Stern. Istilah tersebut digunakan oleh para pakar bahasa untuk menyebut bagian ilmu bahasa yang mempelajari makna. Reisig (1825) sebagai salah seorang ahli klasik mengungkapkan konsep baru tentang grammar (tata bahasa) yang meliputi tiga unsur utama. Sejarah semantik dapat dibaca di dalam artikel “An Account of the Word Semantics (Word. Masa Kedua. yakni: 1. yakni Ferdinand de Saussure. adanya pandangan historical semantics. Semasiologi sebagai ilmu baru pada 1820-1925 itu belum disadari sebagai semantik. Masa pertama. Berbeda dengan istilah sematik yang digunakan dalam bidang studi linguistic. Historical semantics ini cenderung mempelajari semantik yang berhubungan dengan unsur-unsur luar bahasa. psikologi. misalnya perubahan makna dengan logika. ilmu tanda (makna). Istilah semantik baru muncul pada tahun 1984 yang dikenal melalui American Philological Association „organisasi filologi amerika‟ dalam sebuah artikel yang berjudul Reflected Meanings: A point in Semantics. yakni etimologi.4 th 1948: 78-9). (akhir abad ke-19). meliputi setengah abad termasuk di dalamnya kegiatan reisig. tata bahasa (morfologisintaksis) dan semantik. kumpulan kuliah dari seorang pengajar bahasa yang sangat menentukan perkembangan linguistik berikutnya. Istilah Semasiologi sendiri adalah istilah yang dikemukakan Reisig. yang berjudul Cours de Linguistikue General. sebelum kelahiran karya stern. „berarti‟. Menurut pandangan . Pandangan Saussure itu menjadi pandangan aliran strukturalisme. Semantik merupakan bagian dari tiga tataran bahasa yang meliputi fonologi. Masa perkembangan ketiga. di Jenewa telah diterbitkan bahan. No. tata kalimat dalam semasiologi. Sejarah Semantik Semantik di dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Inggris semantics. studi makna ditandai dengan munculnya karya filolog Swedia Gustaf Stern (1931) yang berjudul “Meaning and Change of Meaning With Special Reference to the English Language Stern melakukan kajian makna secara empiris Semantik dinyatakan dengan tegas sebagai ilmu makna. studi asal-usul kata sehubungan dengan perubahan bentuk maupun makna. Tetapi. Breal melalui artikelnya yang berjudul “Le Lois Intellectuelles du Language” mengungkapkan istilah semantik sebagai bidang baru dalm keilmuan. Karya Breal ini berjudul Essai de Semanticskue. maka ini disebut Ullman sebagai „Undergound‟ period. dengan munculnya karya klasik Breal(1883) 3. dari bahasa Yunani Sema (Nomina) „tanda‟: atau dari verba samaino „menandai‟. yakni semantik sebagai ilmu murni historis. sintaksis. Berdasarkan pemikiran Resigh tersebut maka perkembangan semantik dapat dibagi dalam tiga masa pertumbuhan. Istilah semantik sendiri sudah ada sejak abad ke-17 bila dipertimbangkan melalui frase semantics philosophy. dst.

Semantik mulai dipengaruhi stilistika 4. Semantik dan Disiplin Ilmu Lain Persoalan makna bukan saja dipelajari dalam semantic tetapi juga filsafat. Pikiran memiliki hubungan langsung dengan symbol (lambang). 3. Hubungan antara bahasa dan pikira mulai dipelajari. sedangkan kalimat . bahasa merupakan satu sistem yang terdiri atas unsur-unsur yang saling berhubungan dan merupakan satu kesatuan (the whole unified). Pada tahun 1923 muncul buku The Meaning of Meaning karya Ogden & Richards yang menekankan hubungan tiga unsur dasar.strukturalisme de Saussure. Dengan kata lain bahwa adanya hubungan antara linguistic yang memelajari makna dengan disiplin ilmu-ilmu lain diatas. Lambang tidak memiliki hubungan langsung dengan symbol (lambang). Studi semantik terarah pada bahasa tertentu (tidak bersifat umum lagi) 5. yang sangat kuat mempengaruhi berbagai bidang penelitian. di dalamnya banyak mengandung „meaning‟ yang berbeda-beda. Leech (1974) menyatakan bahwa ahli-ahli semantik sering tidak wajar memikirkan‟the meaning of meaning‟ yang diperlukan untuk pengantar studi semantik. setelah karya de Saussure ini muncul. 1956-Bahasa cermin bangsa). Semantik telah melepaskan diri dari filsafat. Perhatian mulai ditinggalkan pada struktur di dalam kosa kata. Kalimat merupakan kajian sintaksis. Pandangan ini kemudian dijadikan titik tolak penelitian. para pakar semantik biasa menetukan fakta bahwa asal kata meaning(nomina) dari to mean (verba). karena bahasa merupakan kekuatan yang menetukan dan mengarahkan pikiran (perhatian perkembangan dari ide ini terhadap SapirWhorf. Lambang tidak memiliki hubungan yang arbitrer. 6. logika dan psikologi. para ahli sendiri masih memperdebatkan bahwa makna bahasa tidak dapat dimengerti atau tidak dapat dikembangkan kecuali dalam makna nonlinguistik. tetapi tidak berarti filsafat tidak membantu perkembangan semantik (perhatikan pula akan adanya semantik filosofis yang merupakan cabang logika simbolis. Pandangan semantik kemudian berbeda dengan pandangan sebelumnya. yakni „thought of reference‟ (pikiran) sebagai unsur yang menghadirkan makna tertentu yang memiliki hubungan signifikan dengan referent(acuan). Perbedaan pandangan tersebut antara lain: 1. terutama di Eropa. Hubungan tersebut dikemukakan oleh George (i64:24) sebagai berikut : Telah diketahui bahwa manusia dalam berkomunikasi menggunakan kalimat(namun ada pula yang berkomunikasi secara non verbal). Pandangan historis mulai ditinggalkan 2. Sehubungan dengan meaning. Mereka sebenarnya cenderung menerangkan semantik dalam hubungannya dengan ilmu lain.

tampak pula kedudukan pragmatic semantic behavioral. language dan behavior. analisis makna. Jadi. Dengan demikian dapat dilihat adanya hubungan antara tataran linguistic berupa sintaksis dan semantic. psikologi. logika dan filsafat. erubahan makna. Lebih lanjut George (1964) berpendapat bahwa selain hubungan antara linguistic. Semantic sebagai ilmu. Kesimpulan Bahasa merupakan alat komunikasi manusia yang tidak terlepas dari arti atau makna pada setiap perkataan yang diucapkan. hubungan pembicaraan dan penyampaian yang jelas. Semantik adalah subdisiplin linguistik yang membicarakan makna yaitu makna kata dan makna kalimat. Kemudian ada pula hubungan antara linguistic. Selain itu semantic membicarakan apa yang ditandai.diucapkan oleh manusia mengandung makna. misalnya dua oarng sedang berkomunikasi menggunakan kata yang sama untuk pengertian yang berbeda. tampak pula adanya filsafat linguistic. Hal tersebut dikemukakan oleh Morris (1946) dalam bukunya berjudul signa. relasi makna. psikologi. memelajari pemaknaan dalam bahasa dan terbatas pada pengalaman manusia. secara ontologism semantic membatasi masalah pada pengalaman yang dikajinya hanya pada persoalan yang terdapat didalam ruang lingkup jangkauan pengalaman manusia. psikolog. atau sebaliknya. Namun Kempson (1997:6) prinsip kooperatif berhubungan dengan kuantitas kata. . Jadi jika seekor anjing bereaksi berharap adanya makanan apabila mendengar bel. Namun kekacauan semantic dapat dihindari dengan prinsip kooperatif. filsuf. Batas-batas pendekatan seorang linguis. dan orang yang bergerak dalam bidang logika dalam semantic susah untuk dijelaskan. logika dan filsafat. Dalam semantik kita mengenal yang disebut klasifikasi makna. Sifat kemajemukan bahasa sering menimbulkan kekacauan semantic. Semantik merupakan salah satu cabang ilmu yang dipelajari dalam studi linguistik. dan makna pemakaian bahasa. maka bel tersebut sebagai penanda adanya makanan. kuantitas pembicaraan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful