ALAT UKUR LISTRIK

1.DC Ampere Meter

Berguna untuk mengukur Arus DC. Cara pemasangan, harus menggunakan Trafo Arus atau CT yang sesuai. Misal Ampere Meter seperti gambar disamping adalah rating antara 0 - 100 A, maka CT yang terpasang harusnya 100/60 mA. Tingkat akurasi :1,5 . System pengukuran Moving Coil. Sehingga Memungkinkan untuk penggantian scala pengukuran. Sebagai contoh Alat yang seperti gambar diatas rating 0 -100 A, Bisa diganti dengan 50, 200, 500 dan seterusnya. tetapi tentunya CT pun juga harus diganti sesuai dengan rating yang diganti. Untuk penggantian menjadi 50 A maka CT harus 50/60mA. dan seterusnya. Berat alat 200 gram. 2.DC Volt Meter

Berfungsi sebagai alat untuk mengukur tegangan DC. Rating disesuaikan dengan skala yang tercantum pada alat tersebut. Bila alat tersebut mempunyai rating 0-200 V, maka tegangan yang akan diukur jangan sampai melebihi dari 200 V, karena kalau sampai lebih alat bisa dipastikan menimbulkan asap alias terbakar, ( KOBONG CO.......Y ), Maka diperlukan ketelitian sebelum digunakan. tingkat akurasi dari alat inimencapai angka1,5. Berat alat 200 gram. 3.Ampere Meter.

Amperemeter adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur arus yang mengalir pada suatu penghantar listrik. Untuk arus kecil dibawah 40 Abisa menggunakan Type Direct., alat dengan TypeDirect ini digunakan secara “Direct” atau dipasang langsung., adapun caranya

Dimensi 96 x 96 mm. Hanya saja CT yang digunakan outputnya yang 5A. Frekwensi 50 – 60 Hz. Internal konsumsi arus 0. misalnya : untuk beban antara 0-50 A menggunakan CT 50/5 atau 50/1 dengan menggunakan type ampere meter dengan range scale 0 – 50 A. Cara kerja jarum merah adalah.begitu seterusnya. dan jarum yang merah menunjukkan arus tertinggi yang mengalir pada penghantar yang diukur. yang warna hitam menunjukkan arus yang sedang mengalir. bila beban kemudian turun maka jarum merah akan tetap berhenti pada skala pertama (selama 15 menit). 100/5A dan seterusnya. bila belum ada 15 menit arus naik lagi maka jarum merah akan terdorong kembali dan berhenti pada arus maksimal saat itu. arus yang di ijinkan secara direct 6A. misal 50/5A. Pembacaan arus tertinggi ini akan kembali membaca arus tertinggi kembali setelah 15 menit. begitu seterusnya. Adapun cara wiring adalah dipasang seri.5.5 VA.Max. berat 210 gr. dengn menggunkan type ampere meter dengan range scale antara 0 – 100 A. dan bimetal kembali akan menghitu 15 menit lagi untuk perubahan beban selanjutnya. dan jarum hitam akan tetap turun mengikuti arus yang ada pada saat itu. adapun arus pengeluaran dari trafo arus yang di-ijinkan antara1 – 5 A. . yaitu pada ampere meter terminal no 1 mendapat terminal K / P1pada CT. Tinkat akurasidari alat ini mencapai 1 – 1. Bila beban naik lagi maka jarum merah kembali akan terdorong jarum hitam sampai arus tertinggi.dan kembali akan berhenti lagi. dan 150 gr untuk ukuran 72 x 72 mm. frekwensi 50 – 60 Hz. Demand Ammeter Max.langsung dipasang seri dengan beban yang akan diukur Namun bila beban yang diukur lebih besar dari 50 A. hanya saja bedanya pada panel depan ada dua buah jarum penunjuk arus. Tingkat akurasi 3 %. pemasangan sama seperti pemasangan Amperemeter. bila arus yang akan diukur kisaran antara 0-100 A maka CT yang digunakan adalah CT 100/5 atau 100/1. Misalnya pada alat tersebut ada arus yang terbaca maka jarum hitam akan bergerak naik dan mendorong jarum merah sampai pada skala tertentu ( tergantung beben yang mengalir)secara bersamaan. Demand Ammeter fungsinya sama dengan Amperemeter. 4. Berat dari alat ini 210 gr untuk ukuran 96 x 96 mm. dan terminal no 2 pada amperemeter mendapat terminal L / P2 pada CT. alat ini harus menggunakan Trafo Arus (CT). menggunakan bimetal yang akan merespon setelah 15 menit. Setelah 15 menit maka jarum merah akan kembali turun hingga menyentuh jarum hitam.

Biasanya alat ini dipasang pada panel syncron.Max. Tingkat akurasi alat ini 1. Dimensi 96 x 96 mm.Voltmeter dan Double Voltmeter Adalah alat untuk mengukur beda potensial atau tegangan.Zerro Voltmeter Alat yang befungsi untuk mengetahui beda potensial antara dua sumber tegangan. Pemasangan parallel dengan tegangan yang akan diukur. Untuk pengukuran tegangan antara 0 – 250 V dan 0 –500 V dapat dipasang secara langsung. Demmand Ammeter dan Ammeter.5.double Voltmeter digunakan untuk mengukur dua sumber tegangan yang berbeda pada waktu yang bersamaan. dengan berat 300 gr.5. untuk parallel 380 – 400 V . Besar tegangan antara 0 – 800V. Pemasangannya pun juga sama. hanya saja dikemas menjadi satu panel meter. frekwensi 50 – 60 Hz. fungsinya untuk mensyncronkan dua sumber teganganyang akan di parallel. namun bila teganggan lebih dari 500V harus menggunakan PT (Potansial Transformer). Demmand Ammeter + Ammeter Sama fungsinya seperti Max. 7. 6.

Bila arus balance. 9.Watt Meter Alat yang di gunakan untuk mengetahui daya yang dikonsumsi beban listrik.Freqwency Meter Alat yang digunakan untuk mengukur freqwensi pada suatu sumber tegangan. atau CAP (terjadi beban capacitif). Frekwensi 50 Hz. 10.Varmeter Alat yang digunakan untuk mengetahui balance atau tidak suatu beban listrik 3 phase. maka Varmeter akan mununjuk pada angka 0. Cara pemasangan sama seperti pemasangan kwh meter 3 phase. Tegangan yang di ijinkan 0 – 220 V. . Tegangan yang di ijinkan 380 V.8. namun bila tidak balance jarum penunjuk akan menunjukkan ke IND ( terjadi beban induktif). Sytem wiring 3 phase 4 wire.

12.Syncroscop Alat yang digunakan untuk mengetahui urutan phase pada sumber tegangan. Pemsangan sama seperti pemasangan kwh 3 phase.1p Kwh Meter Alat yang digunakan untuk mencatat pemkaian beban listrik pada suatu waktu. . Max arus yang di ijinkan 20 A. 13. Bila salah satu phase terbalik maka putaran lampu led akan kekiri.11. Tegangan yang dipakai 380 V.Cos Q Meter Alat yang digunakan untuk mengetahui cos q. Bila sumber tegangan sudah benar( R S T ) tidak terbalik maka petaran lampu led akan bergerak ke kanan. teggangan 220 V.

Osiloskop Osiloskop adalah alat ukur elektronika yang berfungsi memproyeksikan bentuk sinyal listrik agar dapat dilihat dan dipelajari. oleh karena itu osiloskop merupakan alat ukur elektronik yang mahal. waktu antara dua peristiwa (seperti lebar pulsa. maka alat ini akan melakukan pembacaan sebanyak 10.[1] Sorotan elektron membekas pada layar.[1] Peranti pemancar elektron memproyeksikan sorotan elektron ke layar tabung sinar katode. maka setiap sampel akan memuat data 1/4 dari sebuah gelombang penuh yang kemudian akan ditampilkan dalam layar dengan grafik skala XY. Jika yang diukur adalah sebuah gelombang dengan frekuensi 2500Hz. periode.[1] Suatu rangkaian khusus dalam osiloskop menyebabkan sorotan bergerak berulang-ulang dari kiri ke kanan.14.[1] Osiloskop dilengkapi dengan tabung sinar katode. Osiloskop.[1] Osiloskop biasanya digunakan untuk mengamati bentuk gelombang yang tepat dari sinyal listrik. semakin tinggi sampel data. Jika sebuah osiloskop mempunyai sampel rate 10 Ks/s (10 kilo sample/second = 10.000 kali dalam sedetik. semakin akurat peralatan elektronik tersebut.[2] Semua alat ukur elektronik bekerja berdasarkan sampel data. osiloskop dapat menunjukkan distorsi. . pada umumnya juga mempunyai sampel data yang sangat tinggi. Selain amplitudo sinyal.000 data per detik).[1] Pengulangan ini menyebabkan bentuk sinyal kontinyu sehingga dapat dipelajari. atau waktu naik) dan waktu relatif dari dua sinyal terkait.

15. maka kumparannya tidak berputar. dan Ohmmeter. . Galvanometer Galvanometer adalah alat pengukur kuat arus yang sangat lemah. Karena muatan dalam magnet dapat berubaha karena arus listrik yang mengalir ke dalamnya. Ketiga alat itu cara kerjanya sama dengan motor listrik. tapi karena dilengkapi pegas. Cara kerjanya sama dengan Amperemeter. Voltmeter.

http://id.com/2009/02/ . http://nationalinks.html 3.DAFTAR PUSTAKA 1.blogspot.blogspot. http://sultan-elektro.wikipedia.com/2009/04/macam-macam-alat-ukur-yng-digunakan.org 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful