P. 1
Globalisasi Pendidikan

Globalisasi Pendidikan

|Views: 26|Likes:
Published by Hasanah Rini

More info:

Published by: Hasanah Rini on Dec 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/28/2013

pdf

text

original

Globalisasi Pendidikan

OPINI | 08 June 2011 | 18:40 Dalam proses globalisasi tidak terlepas dari suatu perubahan, yaitu perubahan yang terjadi dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Apabila kebudayaan secara umum merupakan suatu rangkaian kepercayaan, nilai-nilai, dan gaya hidup dari suatu masyarakat tertentu didalam eksistensi kehidupan sehari-hari, maka dewasa ini didalam era globalisasi mulai muncul apa yang disebut kebudayaan global. Kebudayaan global bisa diartikan sebagai moderrnitas. Dalam hal ini modernitas mempunyai pengertian masyarakat modern, gaya hidup modern, ekonomi modern, budaya modern, dan pendidikan modern. Proses globalisasi merupakan suatu rangkaian proses yang mengintegrasikan kehidupan global didalam suatu ruang dan waktu melalui internasionalisasi perdagangan, internasionalisasi pasar dari produksi dan keuangan, internasionalisasi dari komoditas budaya yang ditopang oleh jaringan system telekomunikasi global yang semakin canggih dan cepat. Intinya dari proses globalisasi yaitu terciptanya suatu jaringan kehidupan yang semakin terintegrasi. Kaitan antara globalisasi dan pendidikan menurut Giddens terletak didalam lahirnya suatu masyarakat baru yaitu “knowledge-based-society” yang merupakan anak kandung dari proses globalisasi. Karena globalisasi, ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat yang merupakan dasar dari globalisasi ekonomi dan politik di dunia ini. Namun demikian suatu “knowledgebased society” yang didasarkan kepada ilmu pengetahuan akan terus-menerus berubah dan merupakan subyek untuk revisi. hal ini memerlukan apa yang disebutnya sikap refleksif dari manusia yaitu kemampuan untuk merenungkan mengenai kehidupannya berdasarkan rasio. Untuk itu pendidikan sangat penting didalam mewujudkan masyarakat masa depan yang berdasarkan ilmu pengetahuan, melalui pendidikan proses transmisi serta pengembangan ilmu pengetahuan akan terjadi. Lahirnya globalisasi , yang kemudian disusul dengan penetrasi teknologi yang sangat canggih, menjembatani bangsa-bangsa didunia ini menjadi global village[2]. Globalisasi berkembang melintasi batas-batas keelokan. Dalam kondisi seperti ini dunia mengarah pada

Kedua. Dengan kata lain. kekhawatiran. Meskipun demikian. baik berupa ide. maupun . Artinya pendidikan nasional kita perlu mempunyai sikap didalam menghadapi perubahanperubahan global dalam era globalisasi dewasa ini. ekonomi. Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. justru globalisasi telah merangsang kesadaran individu. Seringkali kita menemukan adanya indikasi dari menurunnya nilai dan moral anak bangsa diantaranya karena adanya pengaruh globalisasi. keuangan. tampaknya didasarkan pada dua asumsi. dan sebagainya begitu disampaikan saat itu pula diketahui oleh semua orang diseluruh dunia. globalisasi sampai taraf tertentu merupakan kepanjangan tangan (extension) kepentingan Negara industri maju. atau bahkan ketakutan akan pengaruh atau dampak terutama yang bersifat negative dari globalisasi umumnya dirasakan terutama oleh bangsa-bangsa dalam Negara berkembang. yaitu dengan cepat menyebar keseluruh plosok dunia. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan. kesadaran etnis dari suatu komunitas yang pluralistik. Lahirnya budaya global bukan berarti hilangnya identitas suatu masyarakat. Globalisasi selain menghadirkan ruang positif namun juga terdapat sisi negativenya. namun disisi lain adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi juga pengaruh dari arus globalisasi. pelaku atau subjek globalisasi adalah Negara-negara industri maju. informasi. Pengaruh globalisasi mempunyai implikasi atau bahkan dampak atas berbagai Negara atau bangsa. kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia (Edison A. data. sehingga menjadikan dunia ini serasa tidak lagi bulat melainkan rata. sekurang-kurangnya sampai taraf tertentu. gagasan. yang lebih merupakan objek daripada subjek globalisasi.proses integrasi dan homogenisasi budaya. Globalisasi sering diterjemahkan “mendunia” atau “mensejagat”. baik karena ketergantungan Negara berkembang pada Negara-negara maju dalam berbagai bidang. Pertama. kecemasan. bagaimana seharusnya kita menghadapi arus globalisasi yang mempumyai dua wajah ini? Terlebih ketika dibenturkan dalam dunia pendidikan. Akan tetapi proses integrasi dan homogenisasi ini menimbulkan reaksi yang beragam. Globalisasi adalah merupakan sebuah tantangan yang harus dihadapi dan dikontekskan pada keadaan yang ada pada masa kini. 2005). Kemudian yang menjadi pertanyaan. Jamli.

dan memperbaiki menejemen pendidikan agar lebih produktif dan efisien serta memberikan akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan. politik budaya dan kemanusiaan. mau atau tidak. Ketidaksiapan bangsa Indonesia dalam mencetak SDM yang berkualitas dan bermoral yang dipersiapkan untuk terlibat dan berkiprah dalam kancah globalisasi. Negara-negara berkembang juga merupakan subjek atau pelaku globalisasi walaupun lebih pasif sifatnya. dimana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat. karena terbuka peluang lembaga pendidikan dan tenaga pendidik dari mancanegara masuk ke Indonesia. nilai-nilai moral. dunia pendidikan akan menjadi objek komoditas dan komersil seiring dengan kuatnya hembusan paham neoliberalisme yang melanda dunia. Dalam pengertian ini. baik akademik maupun non-akademik. Globalisasi mampu memaksa liberalisasi berbagai sektor yang dulunya nonkomersial menjadi komoditas dalam pasar yang baru. Hal itu juga berimbas pada perkembangan dunia pendidikan di Indonesia yang tidak dapat dilepaskan dari pengaruh perkembangan arus globalisasi. Dari globalisasi tersebut maka akan berpengaruh. Untuk menghadapi pasar global maka kebijakan pendidikan nasional harus dapat meningkatkan mutu pendidikan.teknologi. terutama dalam ranah pendidikan. Ini semua merupakan tantangan khususnya bagi generasi muda sebagai penerus bangsa. baik yang bersifat positif maupun negative akan sangat besar efek yang ditimbulkan. implikasi ataupun dampaknya. bagaimana mengemas globalisasi ini sebaik mungkin mengambil nilai positifnya dan menghindari sisi negatifnya. khususnya terhadap Negara-negara berkembang seperti Indonesia. . sosial. yaitu: Pertama. ataupun keinginan untuk mengejar kemajuan. menimbulkan dampak negative yang tidak sedikit jumlahnya bagi masyarakat. Paradigma dalam dunia komersil adalah usaha mencari pasar baru dan memperluas bentuk-bentuk usaha secara terus menerus. Era pasar bebas juga merupakan tantangan bagi dunia pendidikan Indonesia. Tidak heran apabila sekolah masih membebani orang tua murid dengan sejumlah anggaran berlabel uang komite atau uang sumbangan pembangunan institusi meskipun pemerintah sudah menyediakan dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Negara-negara berkembang sebenarnya juga mendukung proses globalisasi itu. paling tidak ada tiga dampak negative yang akan terjadi dalam dunia pendidikan Indonesia. sadar atau tidak.

telah membawa perubahan yang sangat revolusioner dalam dunia pendidikan yang tradisional. Dampak Positif globalisasi Pendidikan a. yaitu: 1. Globalisasi akan menciptakan tenaga kerja yang berkualitas dan mampu bersaing e. Globalisasi dalam pendidikan akan menciptakan manusia yang professional dan berstandar internasional dalam bidang pendidikan. pengaruh globalisasi juga membawa dampak yang positif. mulai melemahnya kekuatan kontrol pendidikan oleh Negara. c. Ketiga. dan PP no 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) setidaknya telah membawa perubahan paradigma pendidikan dari corak sentralistis menjadi disentralistis. dampaknya antara lain: . Globalisasi telah menimbulkan gaya hidup baru yang tampak dengan jelas dalam mempengaruhi kehidupan. Lahirnya UUD 1945 yang telah diamandemenkan.Kedua. Ada berbagai dampak yang ditimbulkan oleh globalisasi terhadap dunia pendidikan. Dampak negative globalisasi dalam pendidikan Globalisasi pendidikan tidak selamanya membawa dampak positive bagi dunia pendidikan. melainkan globalisasi memiliki dampak negative yang perlu di antisipasi. membuat dunia politik dan pembuat kebijakan harus berkompromi untuk melakukan perubahan. mau atau tidak. Pemanfaatan teknologi baru. seperti komputer dan internet. Akan semakin mudahnya akses informasi. Disinilah bahwa pendidikan menjadi agenda prioritas kebangsaan yang tidak bisa ditunda-tunda lagi untuk dilakukan seoptimal mungkin. UU Sisdiknas. Tuntutan untuk berkompetisi dan tekanan institusi global. b. d. Adanya perubahan struktur dan system pendidikan yang meningkatkan tujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan 2. Pemanfaatan multimedia yang portable dan menarik sudah menjadi pemandangan yang biasa dalam praktik pembelajaran didunia sekolah Indonesia. Globalisasi akan membawa dunia pendidikan Indonesiabisa bersaing dengan Negara-negarara lain. Sebagian pakar telah melihat betapa besar impact/ imbas yang disebabkan oleh pengaruh global ini sebagai suatu global revolution. seperti International Monetary Fund (IMF) dan World Bank. Selain dampak negative. globalisasi akan mendorong delokasi dan perubahan teknologi dan orientasi pendidikan.

yang berdampak munculnya “tradisi serba instant”. Responsifitas dalam Menghadapi Globalisasi Pendidikan Setelah mengkaji globalisasi pendidikan terutama problematika dan pengaruh atau dampak yang ditimbulkannya. kita tidak akan mungkin terlepas dari elemen-elemen yang sangat berpengaruh didalamnya dan saling berkaitan satu sama lainnya. c. Globalisasi akan melahirkan suatu golongan-golongan di dalam dunia pendidikan. orang tua ( keluarga). mengakibatkan melonggarnya kekuatan kontrol pendidikan oleh Negara karena mengacu ke Standar Internasional. b. Dan efek yang ditimbulkan adalah akan masuknya secara bebas nilai-nilai moral. dan sebagainya yang akan berdampak pada ranah pendidikan yang cenderung akan banyaknya nilai-nilai negative yang masuk tanpa adanya penyaringan. Akan semakin terkikisnya kebudayaan bangsa akibat masuknya budaya dari luar. Karena saling ketergantungan dan saling keterbukaan ini. Dunia pendidikan akan sangat tergantung pada teknologi. peserta didik (siswa). pendidik (guru). Globalisasi dunia pendidikan mampu memaksa liberalisasi berbagai sektor. artinya . Yaitu. namun disisi lain mempunyai dampak negatif yang dapat menjadi boomerang bagi dunia pendidikan khususnya di Indonesia.a. sosial budaya. yang mana bahasa Inggris menjadi sangat penting sebagai bahasa komunikasi. artinya satu Negara lebih tergantung pada Negara lain daripada sebaliknya. Negara atau bangsa dunia kini bukan saja saling terbuka terhadap satu sama lain. semua Negara pada prinsipnya akan terbuka terhadap pengaruh globalisasi. d. Telah kita ketahui bersama bahwa globalisasi bisa berdampak positif dalam melakukan perubahan yang lebih baik. 1. dalam hal ini berkaitan tentang ranah pendidikan. dan lingkungan. agar dapat bersaing di era globalisasi saat ini. Globalisasi telah menciptakan dunia yang semakin terbuka dan saling ketergantungan antarnegara dan antarbangsa. Dunia pendidikan Indonesia bisa dikuasai oleh para pemilik modal. tetapi juga saling ketergantungan satu sama lain dan itu bersifat asimetris. Hal itu semua akan tergantung bagaimana elemen-elemen yang sangat berpengaruh dalam pendidikan mampu bersikap responsive dalam menghadapi arus globalisasi yang tidak bisa kita hindari.

Guru sebagai pengajar dan pendidik. melatih. mengarahkan. Guru juga harus siap menghadapi kata . pendidikan dasar. Disamping itu. dan mengevaluasi peserta didik dijalur pendidikan formal. membimbing. Tantangan persoalan ini memang sangat sulit bagi seorang guru karena keterbatasan kontrolling pada murid kerap membuatnya kecolongan. karena permasalahan guru sendiri dan dunia pendiidkan yang menyangkutnya selalu diperbincangkan. mengajar. yang mampu meningkatkan martabat serta mampu melaksanakan system pendidikan nasional dan mewujudkan pendidikn nasional. Pada dasarnya persoalan etika dan moral anak bangsa. memang tidak hanya harus membina para murid segi kognitif dan psikomotoriknya demi peningkatan nilai angka. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh semua elemen diatas tadi dalam menghadapi arus globlisasi dalam dunia pendidikan. bukan hanya permasalahan guru namun jika yang dituju adalah moral peserta didik (siswa). seorang guru sangat dituntut agar apa yang ia kerjakan dipraktekan oleh para muridnya dalam kehidupan. Untuk itu tugas guru tidak terbatas pada pengajaran mata pelajaran. Akan tetapi. 1.dalam menghadapi arus globalisasi ini kita tidak akan pernah menemukan suatu penyelesaian dengan cara menghindari dan berpura-pura tidak tahu apa-apa. tapi yang paling penting adalah pencetakan karakter murid. dan pendidikan menengah. Disamping itu. Guru adalah orang yang bertanggung jawab atas peningkatan moral pelajar dan juga kemerosotannya. maka tidak ada alasan untuk guru dilibatkan. Maka dari itu. dalam menghadapi era globalisasi guru dituntut meningkatkan profesionalitasnya sebagai pengajar dan pendidik. masalah guru merupakan topik yang tidak pernah habis dibahas dan selalu aktual seiring dengan perubahan zaman dan pengaruh globalisasi dalam pendidikan. yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa. Pendidik (Guru) Menurut undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen telah ditegaskan bahwa yang dimaksud Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. di era global saat ini dituntut adanya fungsi dari keberadaan guru sebagai tenaga professional. menilai.

guru harus bisa mengembangun tiga intelegensi dasar siswa. Hal itu dikarenakan mereka masih dalam masa-masa labil. Yaitu: intelektual. lingkungannya. 2. Dengan perkembangan bidang teknologi informasi semakin mendorong dalam kemajuan bidang ilmu pengetahuan. sehingga dunia pendidikan harus memiliki kemampuan untuk memanfaatkan semaksimal mungkin. Peserta didik (Siswa) Selain tugas utama seorang siswa yaitu belajar. dan memunculkan keinginan bagi siswa untuk maju yang diikuti ketertarikan untuk menemukan hal-hal baru pada bidang yang diminati melalui belajr mandiri (self study) yang kuat. Akses internet yang terbuka seluas-luasnya akan berdampak buruk bagi siswa jika digunakan untuk mengakses video porno. seperti: kompetisi. baik itu pengaruh dari teman sebayanya. maupun media masa. dan masa-masa dimana selalu ingin mencoba sesuatu hal yang dianggap baru. transparansi. . Namun akan sangat baik jika akses interet digunakan oleh mereka untuk mencari informasi dan pengetahuan sebanyak-banyaknya karena dunia ini akan terasa sempit melaui dunia maya. sehingga dapat megembangkan seluruh potensi diri siswa. emosional. seorang siswa juga harus mampu memilah dan memilih segala pengaruh yang masuk dalam dirinya. Hal ini yang perlu diperhatikan bagi orang-rang dewasa yang ada disekitarnya. Dampak dari pengaruh globalisasi terhadap siswa akan sangat mungkin berdampak negativ dan menghancurkan dirinya jika tidak segera ditanggulangi. Baik pengaruh positif maupun negatif dari globalisasi akan sangat terlihat jelas bagi siswa dalam perilaku dan tingkah lakunya sehari-hari. Tiga unsur itu harus ditanamkan pada diri murid sekuat-kuatnya agar terpatri dalam dirinya.kunci dunia pendidikan. Dengan demikian kualitas mutu pendidikan harus sangat diperhatikan oleh para guru untuk menyelamatkan profesinya. maupun gambar-gambar lainnya yang tidak sepantasnya mereka akses.[3] Untuk itu dalam peningkatan kualitas pengajaran. efisiensi. dan moral. dan kualitas tinggi. Kemudian system pembelajaran yang kreatif dan inovatif juga menjadi penting bagi guru.

dan lain sebagainya. Selain itu. Mencari tahu segala kegiatan anak tidak harus dengan mengikutinya setiap detik dan setiap waktu. Peran orang tua untuk mencari tau segala kegiatan yang dilakukan oleh anak-anaknya sangat penting. padahal tidak sampai disitu saja karena kontrol dari sekolah terbatas hanya dalam jam pelajaran sekolah. Hal seperti ini sangat mudah dilakukan. Intelektual murid harus luas. karena disamping mempunyai kedekatan secara emosional. . 3. agar bisa melahirkan perilaku yang baik dan bisa bertahan diantara pengaruh demoralisasi di era globalisasi dengan prinsip spiritualnya.Dua hal yang saling kontradiktif namun sangat dekat sekali. Orang tua (Keluarga) Orang tua atau keluarga dianggap sebagai pendidikan pertama bagi anak sebelum mereka dikenalkan dengan dunia luar. Pengaruh keluarga juga sangat besar dalam pertumbuhan seorang anak. mereka juga mempunyai tingkat kebersamaan yang lebih karena tinggal dalam satu atap atau satu rumah. seperti dengan memberikan perhatian. agar ia bisa menghadapi arus globalisasi dan tidak ketinggalan zaman. yaitu intelektual. dan moral sangat penting untuk mereka miliki. dimensi emosional dan spiritual siswa juga harus terdidik dengn baik. menanyakan dengan siapa teman bermain. Orang tua terkadang memberikan sepenuhnya kepada sekolah dalam mendidik dan mengembangkan potensi anak. namun terkadang orang tua sibuk dengan kegiatannya masing-masing bahan tidak mau tahu sehingga anak seringkali terabaikan. sehingga tidak jarang yang menyalahgunkan dalam pemanfaatan kemajuan teknologi bagi siswa. Namun bisa dilakukan dengan banyak hal dan cara. Maka dari itu tiga unsur dasar bagi siswa. menanyakan keadaan anak kepada guru-guru nya di sekolah. emosional. apalagi sampai terbawa arus. dimana jika keluarga sedikit mengbaikan itu maka akan berdampak pada kepribadian dan perilaku anak-anaknya yang tidak terkontrol.

Clossing Statement……. Untuk itu pemilihan lingkungan sangat penting dalam menghadapi arus globalisasi yang akan berdampak pada dunia pendidikan. Karena itu kita harus menyikapinya lewat berbagai bentuk artikulasi yang kritis namun proporsional. Pangkal dari arus globalisasi yaitu berada pada kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang mampu membawa kepada perubahan-perubahan dalam bidang pendidikan baik perubahan positif maupun perubahan negative. budaya dan kepribadian yang dapat berdampak positif dan negatif. Toh. mendukung dan menerimanya tanpa reserve atau menolaknya mentah-mentah. Maka. Dalam menuju era globalisasi. realitas (globalisasi) ini tidak semuanya buruk. hendaknya kita bisa bersikap lebih kritis dan kreatif dengan melakukan penelaahan terhadap setiap sisi dari globalisasi. Pendidikan tidak mungkin menisbikan proses globalisasi yang akan mewujudkan masyarakat global ini. yang berimbas pada nlai-nilai moral. Akan tetapi. Karena kewajiban kita adalah bagaimana berinteraksi dengan nya secara positif. yaitu yang berkaitan dengan moral seperti tingkah laku dan menghormati orang yang lebih tua seringkali diabaikan karena pengaruh kebiasaan orang-orang yang ada disekitar kita. Gaya hidup lingkungan sekitar juga mampu merusak tatanan yang sudah diajarkan disekolah. dan tidak pula semuanya baik. Dan dalam merespon globalisasi. dengan tekanan menciptakan sistem pendidikan yang lebih komperehensif dan fleksibel. Lingkungan Lingkungan tempat tinggal akan berdampak besar pada perilaku dan kepribadian seseorang. Indonesia harus melakukan reformasi dalam proses pendidikan. kita hendaknya tidak terjebak ke dalam sikapsikap ekstrem. karena seringkali pengaruh teman sebayanya dapat mengalahkan pengaruh guru maupun orang tua.4. Globalisasi sangat erat kaitannya dengan pendidikan yang didalamnya terdapat proses mempengaruhi dalam segala bidang terutama dalam ranah pendidikan.. . sosial.

Karena itu melalui pendidikan lah yang mampu menumbuhkan sensitifitas atau kesadaran global ini. Tidak semata-mata larut dalam berbagai perubahan dan perkembangan yang terjadi. UU nomor 17 tahun 2007 merumuskan misi agar Indonesia ikut berperan penting dalam pergaulan dunia Internasional. Guru sangat dituntut untuk tetap eksis dan meningkatkan profesionalitasnya sebagai pengajar dan pendidik yang menjadi penentu arah generasi penerus bangsa. Bukan malah menjadikan arus globalisasi yang menggrogoti pendidikan di Indonesia. Sebaliknya yang diharapkan adalah generasi yang mampu memberikan solusi bagi masa depan dunia yang lebih adil dan damai. Pembentukan karakter bangsa yang memiliki kepedulian terhadap dunia global menjadi cukup penting.Dalam konteks Global. Melalui karakter ini generasi muda diharapkan mampu mengikuti perkembangan dunia global secara kritis. Apalagi sampai ikut sebagai pelaku berbagai kejahatan Internasional. Misi ini tidak mungkin bisa dicapai tanpa adanya sensitifitas global yang dimiliki oleh Warga Negara Indonesia. Seorang pendidik/ guru memiliki tanggung jawab dan peran penting dalam menghadapi tantangan masyarakat global di era globalisasi ini. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->