P. 1
Konsep Dasar Konversi Energi

Konsep Dasar Konversi Energi

|Views: 1,329|Likes:
Published by Unaya Engiineering

More info:

Published by: Unaya Engiineering on Dec 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/07/2013

pdf

text

original

Turbin uap merupakan suatu penggerak mula yang mengubah energi potensial

uap menjadi energi kinetik dan energi kinetik ini selanjutnya diubah menjadi energi

mekanis dalam bentuk putaran poros turbin. Poros turbin, lansung atau dengan

bantuan roda gigi reduksi, dihubungkan dengan mekanisme yang akan digerakkan.

Tergantung pada jenis mekanisme yang digunakan, turbin uap dapat digunakan pada

berbagai bidang seperti pada bidang industri, untuk pembangkit tenaga listrik dan

untuk transportasi. Pada proses perubahan energi potensial menjadi energi

mekanisnya yaitu dalam bentuk putaran poros dilakukan dengna berbagai cara.

Turbin uap modern pertama kali dikembangkan oleh Sir Charles Parsons pada

tahun 1884. Pada perkembangannya, turbin uap ini mampu menggantikan peranan

dari kerja mesin uap piston torak. Hal ini disebabkan karena turbin uap memiliki

25

kelebihan berupa efisiensi termal yang besar dan perbandingan berat dengan daya

yang dihasilkan yang cukup tinggi. Pada prosesnya turbin uap menghasilkan gerakan

rotasi, sehingga hal ini sangat cocok digunakan untuk menggerakkan generator listrik.

Pada saat ini, sudah hampir 80% pembangkit listrik diseluruh dunia telah

menggunakan turbin uap.

Secara umum turbin uap dapat digolongkan menjadi tiga macam yaitu turbin

impuls, reaksi dan gabungan. Penggolongan ini berdasarkan cara mendapatkan

perubahan energi potensial menjadi energi kinetik dari semburan uapnya.

Turbin Impuls VS Turbin Reaksi (untuk lebih jelas, klik pada gambar)

Adapun turbin impuls mengubah energi potensial uapnya menjadi energi

kinetik didalam nosel (yang dibentuk oleh sudu-sudu diam yang berdekatan). Nosel

diarahkan kepada sudu gerak. Didalam sudu-sudu gerak, energi kinetik diubah

menjadi energi mekanis. Energi potensial uap berupa ekspansi uap, yang diperoleh

dari perubahan tekanan awal hingga tekanan akhirnya di dalam sebuah nosel atau

dalam satu grup nosel yang ditempatkan didepan sudu-sudu cakram yang berputar.

Penurunan tekanan uap didalam nosel diikuti dengan penurunan kandungan kalornya

26

yang terjadi didalam nosel. Hal ini menyebabkan naiknya kecepatan uap yang keluar

dari nosel (energi kinetik). Kemudian energi kecepatan semburan uap yang keluar

dari nosel yang diarahkan kepada sudu gerak (sudu-sudu cakram yang berputar)

memberikan gaya impuls pada-pada sudu gerak sehingga menyebabkan sudu-sudu

gerak berputar (melakukan kerja mekanis).

Atau bisa dafahami secara sederhana pronsip kerja dari turbin impuls yaitu

turbin yang proses ekspansi lengkap uapnya hanya terjadi pada kanal diam (nosel)

saja, dan energi kecepatan diubah menjadi kerja mekanis pada sudu-sudu turbin.

Kecepatan uap yang keluar dari turbin jenis ini bisa mencapai 1200/detik. Turbin

jenis ini pertama kali dibuat oleh de Laval, yang mana turbin ini mampu beroperasi

pada putaran 30.000rpm. Pada aplikasinya turbin impuls ini dilengkapi dengan roda

gigi reduksi untuk memindahkan momen putar ke mekanisme yang akan digerakkan

seperti generator listrik.

Turbin reaksi yaitu turbin yang ekspansi uapnya tidak hanya terjadi pada

laluan-laluan sudu pengarah (nosel) yang tetap saja tetapi juga terjadi pada laluan

sudu gerak (sudu-sudu cakram yang berputar), sehingga terjadi penurunan

keseluruhan kandungan kalor pada semua tingkat sehingga terdistribusi secara

seragam. Turbin yang jenis ini umumnyan digunakan untuk kepentingan industri.

Kecepatan uap yang mengalir pada turbin (yang biasanyan nekatingkat) lebih rendah

yaitu sekitar 100 – 200 m/detik.

Gambar. Turbin Uap

27

Prinsip Kerja Turbin Uap

Pada dasarnya prinsip kerja turbin uap sama dengan mesin uap tipe bolak

balik. Bedanya mesin uap tipe bolak balik menggunakan piston, sedangkan turbin uap

menggunakan turbin. Pada mesin uap tipe bolak balik, kalor diubah terlebih dahulu

menjadi energi kinetik translasi piston. Setelah itu energi kinetik translasi piston

diubah menjadi energi kinetik rotasi roda pemutar. Nah, pada turbin uap, kalor

langsung diubah menjadi energi kinetik rotasi turbin. Turbin bisa berputar akibat

adanya perbedaan tekanan. Suhu uap sebelah atas bilah jauh lebih besar daripada

suhu uap sebelah bawah bilah (bilah tuh lempeng tipis yang ada di tengah turbin).

Ingat ya, suhu berbading lurus dengan tekanan. Karena suhu uap pada sebelah atas

bilah lebih besar dari suhu uap pada sebelah bawah bilah maka tekanan uap pada

sebelah atas bilah lebih besar daripada tekanan uap pada sebelah bawah bilah.

Adanya perbedaan tekanan menyebabkan si uap mendorong bilah ke bawah sehingga

turbin berputar. Arah putaran turbin tampak seperti gambar di bawah:

Perlu diketahui bahwa prinsip kerja mesin uap didasarkan pada diagram

perpindahan energi yang telah dijelaskan di atas. Dalam hal ini, energi mekanik bisa

dihasilkan apabila kita membiarkan kalor mengalir dari benda atau tempat bersuhu

28

tinggi menuju benda atau tempat bersuhu rendah. Dengan demikian, perbedaan suhu

sangat diperlukan pada mesin uap.

Apa bila kiata perhatikan cara kerja mesin uap tipe bolak balik, tampak

bahwa piston tetap bisa bergerak ke kanan dan ke kiri walaupun tidak ada perbedaan

suhu (tidak ada kondensor dan pompa). Piston bisa bergerak ke kanan akibat adanya

pemuaian uap bersuhu tinggi atau uap bertekanan tinggi. Dalam hal ini, sebagian

kalor pada uap berubah menjadi energi kinetik translasi piston. Energi kinetik

translasi piston kemudian berubah menjadi energi kinetik rotasi roda pemutar. Setelah

melakukan setengah putaran, roda akan menekan piston kembali ke kiri. Ketika roda

menekan piston kembali ke kiri, energi kinetik rotasi roda berubah lagi menjadi

energi kinetik translasi piston. Ketika piston bergerak ke kiri, piston mendorong uap

yang ada dalam silinder.

Pada saat yang sama, katup pembuangan terbuka. Dengan demikian, uap

yang didorong piston tadi akan mendorong temannya ada di sebelah bawah katup

pembuangan. Nah, apabila suhu uap yang berada di sebelah bawah katup

pembuangan = suhu uap yang didorong piston, maka semua energi kinetik translasi

piston akan berubah lagi menjadi energi dalam uap. Energi dalam berbanding lurus

dengan suhu. Kalau energi dalam uap bertambah maka suhu uap meningkat. Suhu

berbanding lurus dengan tekanan. Kalau suhu uap meningkat maka tekanan uap juga

meningkat. Dengan demikian, tekanan uap yang dibuang melalui katup pembuangan

= tekanan uap yang masuk melalui katup masukan. Piston akan tetap bergerak ke

kanan dan ke kiri seterusnya tetapi tidak akan ada energi kinetik total yang bisa

dimanfaatkan (tidak ada kerja total yang dihasilkan). Jadi energi kinetik yang

diterima oleh piston selama proses pemuaian (piston bergerak ke kanan) akan

dikembalikan lagi kepada uap selama proses penekanan (piston bergerak ke kiri).

Dari penjelasan panjang lebar dan bertele-tele sebelumnya, kita bisa

menyimpulkan bahwa perbedaan suhu dalam mesin uap tetap diperlukan. Perbedaan

suhu dalam mesin uap bisa diperoleh dengan memanfaatkan kondensor. Ketika suhu

dan tekanan uap yang berada di sebelah bawah katup pembuangan jauh lebih kecil

29

dari pada suhu dan tekanan uap yang berada di dalam silinder, maka ketika si piston

bergerak kembali ke kiri, besarnya tekanan (P = F/A) yang dilakukan piston terhadap

uap jauh lebih kecil daripada besarnya tekanan yang diberikan uap kepada piston

ketika si piston bergerak ke kanan.

Dengan kata lain, besarnya usaha alias kerja yang dilakukan piston terhadap

uap jauh lebih kecil daripada besarnya kerja yang dilakukan uap terhadap piston (W =

Fs). Jadi hanya sebagian kecil energi kinetik piston yang dikembalikan lagi pada uap.

Dengan demikian akan ada energi kinetik total atau kerja total yang dihasilkan.

Energi kinetik total ini yang dipakai untuk menggerakan sesuatu (membangkitkan

listrik ). Pembangkitan energi listrik akan dibahas secara mendalam pada pokok

bahasan listrik dan magnet.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->