P. 1
Konsep Dasar Konversi Energi

Konsep Dasar Konversi Energi

|Views: 1,329|Likes:
Published by Unaya Engiineering

More info:

Published by: Unaya Engiineering on Dec 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/07/2013

pdf

text

original

Sections

Turbin air adalah sebuah mesin berputar yang mengambil energi kinetik dari

arus air. Turbin air dikembangkan pada awal abad ke-19 dan digunakan secara luas

untuk tenaga industri sebelum adanya jaringan listrik. Sekarang mereka digunakan

untuk pembangkit tenaga listrik. Mereka mengambil sumber energi yang bersih dan

terbaharui.

a. Cara kerja turbin Air

Pemilihan Turbin

Turbin air berperan untuk mengubah energi air (energi potensial, tekanan

dan energi kinetik) menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran poros. Putaran

poros turbin ini akan diubah oleh generator menjadi tenaga listrik. Berdasarkan

prinsip kerjanya , turbin air dibagi menjadi dua kelompok:

1. Turbin impuls (cross-flow, pelton & turgo)

Untuk jenis ini, tekanan pada setiap sisi sudu geraknya lrunnernya -

bagian turbin yang berputar - sama.

2. Turbin reaksi ( francis, kaplanlpropeller)

30

Daerah aplikasi berbagai jenis turbin air relatif spesifik. Pada beberapa

daerah operasi memungkinkan digunakan beberapa jenis turbin. Pemilihan

jenis turbin pada daerah operasi yang overlaping ini memerlukan perhitungan

yang lebih mendalam. Pada dasarnya daerah kerja operasi turbin menurut

Keller2 dikelompokkan menjadi:

Low head powerplant: dengan tinggi jatuhan air (head) :S 10 M3

Medium head power plant:: dengan tinggi jatuhan antara low head dan high-head

High head power plant: dengan tinggi jatuhan air yang memenuhi persamaan

H ≥ 100 (Q)0-113

dimana, H =head, m Q = desain debit, m 31s

Secara umum hasil survey lapangan mendapatkan potensi pengembangan PLTMH

dengan tinggi jatuhan (head) 6 - 60 m, yang dapat dikattegoirikan pada head rendah

dan medium.

Tabel Daerah Operasi Turbin

Jenis Turbin

Variasi Head, m

Kaplan dan Propeller 2 < H < 20
Francis

10 < H < 350

Peiton

50 < H < 1000

Crossfiow

6 < H < 100

Turgo

50 < H < 250

2. Kriteria Pemilihan Jenis Turbin

Pemilihan jenis turbin dapat ditentukan berdasarkan kelebihan dan

kekurangan dari jenis-jenis turbin, khususnya untuk suatu desain yang sangat

spesifik. Pada tahap awal, pemilihan jenis turbin dapat diperhitungkan dengan

mempertimbangkan parameter-parameter khusus yang mempengaruhi sistem operasi

turbin, yaitu :

Faktor tinggi jatuhan air efektif (Net Head) dan debit yang akan dimanfaatkan
untuk operasi turbin merupakan faktor utama yang mempengaruhi pemilihan

31

jenis turbin, sebagai contoh : turbin pelton efektif untuk operasi pada head tinggi,

sementara turbin propeller sangat efektif beroperasi pada head rendah.

Faktor daya (power) yang diinginkan berkaitan dengan head dan debit yang

tersedia.

Kecepatan (putaran) turbin ang akan ditransmisikan ke generator. Sebagai contoh
untuk sistem transmisi direct couple antara generator dengan turbin pada head

rendah, sebuah turbin reaksi (propeller) dapat mencapai putaran yang diinginkan,

sementara turbin pelton dan crossflow berputar sangat lambat (low speed) yang

akan menyebabkan sistem tidak beroperasi.

Ketiga faktor di atas seringkali diekspresikan sebagai "kecepatan spesifik,

Ns", yang didefinisikan dengan formula:

Ns = N x P0.51W .21

dimana :

N = kecepatan putaran turbin, rpm

P = maksimum turbin output, kW

H = head efektif , m

Output turbin dihitung dengan formula:

P=9.81 xQxHx qt (2)

dimana

Q = debit air, m 3 ldetik

H = efektif head, m

ilt = efisiensi turbin

= 0.8 - 0.85 untuk turbin pelton

= 0.8 - 0.9 untuk turbin francis

= 0.7 - 0.8 untuk turbin crossfiow

32

= 0.8 - 0.9 untuk turbin propellerlkaplan

Kecepatan spesifik setiap turbin memiliki kisaran (range) tertentu

berdasarkan data eksperimen. Kisaran kecepatan spesifik beberapa turbin air adalah

sebagai berikut:

Turbin pelton

12≤Ns≤25

TurbinFrancis

60≤;Ns≤300

Turbin Crossflow 40≤Ns≤200

Turbin Propeller

250≤Ns≤ 1000

Dengan mengetahui kecepatan spesifik turbin maka perencanaan dan

pemilihan jenis turbin akan menjadi lebih mudah. Beberapa formula yang

dikembangkan dari data eksperimental berbagai jenis turbin dapat digunakan untuk

melakukan estimasi perhitungan kecepatan spesifik turbin, yaitu :

Turbin pelton (1 jet)

Ns = 85.49/H0.243

(Siervo & Lugaresi, 1978)

Turbin Francis

Ns = 3763/H0.854

(Schweiger & Gregory, 1989)

Turbin Kaplan

Ns = 2283/H0.486

(Schweiger & Gregory, 1989)

Turbin Crossfiow

Ns = 513.25/H0.505

(Kpordze & Wamick, 1983)

Turbin Propeller

Ns = 2702/H0.5

(USBR, 1976)

Dengan mengetahui besaran kecepatan spesifik maka dimensi dasar turbin

dapat diestimasi (diperkirakan).

33

Pada perencanaan PLTMH ini, pilihan turbin yang cocok untuk lokasi yang tersedia

adalah :

1. Turbin propeller tipe open flume untuk head rendah s.d 6 m

2. Turbin crossflow 1 banki-mithell untuk head 6 m < H < 60 m.

Pemilihan jenis turbin tersebut berdasarkan ketersediaian teknologi secara

lokal dan biaya pembuatan/pabrikasi yang lebih murah dibandingkan tipe lainnya

seperti pelton dan francis. Jenis turbin crosstlow yang dipergunakan pada

perencanaart ini adalah crossfiow T-14 dengan diameter runner 0.3 m. Turbin tipe ini

memiliki efisiensi maksimum yang baik sebesar 0.74 dengan efisiensi pada debit 40%

masih cukup tinggi di atas 0.6. Sementara untuk penggunaan turbin propeller open

flume pabrikasi lokal ditetapkan efisiensi turbin sebesar 0.75.

Penggunaan kedua jenis turbin tersebut untuk pembangkit tenaga air skala

mikro (PLTMH), khususnya crossfIlow T-14 telah terbukti handai di lapangan

dibandingkan jenis crossfiow lainnya yang dikembangkan oleh berbagai pihak

(lembaga penelitian, pabrikan, import).

Putaran turbin baik propeller open flume head rendah dan turbin

crossflow memiliki kecepatan yang rendah. Pada sistem mekanik turbin digunakan

transmisi sabuk flatbelt dan pulley untuk menaikkan putaran sehingga sama dengan

putaran generator 1500 rpm. Efisiensi sistem transmisi mekanik flat belt

diperhitungkan 0.98. Sementara pada sistem transmisi mekanik turbin propeller open

flume menggunakan sabuk V, dengan efisiensi 0.95.

34

Diagram Aplikasi berbagai jenis Turbin
(Head Vs Debit)

Tabel Putaran Generator Sinkron (rpm)

Jumlah Pole (kutub) Frekuensi , 50 Hz
2

3000

4

1500

6

1000

8

750

10

600

12

500

14

429

Tabel Run-away speed Turbin, N maks/N

Jenis Turbin

Putaran Nominal, N (rpm) Runaway speed

Semi Kaplan, single regulated

75-100

2-2.4

Kaplan, double regulated

75-150

2.8-3.2

Small-medium Kaplan

250-700

2.8-3.2

Francis (medium & high head)

500-1500

1.8-2.2

Francis (low head)

250-500

1.8-2.2

Pelton

500-1500

1.8-2

Crossflow

100-1000

1.8-2

Turgo

600-1000

2

2. Pemilihan Generator dan Sistem Kontrol

Generator adalah suatu peralatan yang berfungsi mengubah energi mekanik

menjadi energi listrik. Jenis generator yang digunakan pada perencanaan PLTMH ini

adalah :

Generator sinkron, sistem eksitasi tanpa sikat (brushless exitation) dengan
penggunaan dua tumpuan bantalan (two bearing).

Induction Motor sebagai Generator (IMAG) sumbu vertikal, pada perencanaan
turbin propeller open flume

35

Spesifikasi generator adalah putaran 1500 rpm, 50 Hz, 3 phasa dengan

keluaran tegangan 220 V/380 V. Efisiensi generator secara umum adalah

Aplikasi < 10 KVA efisiensi 0.7 - 0.8
Aplikasi 10 - 20 KVA efisiensi 0.8 - 0.85
Aplikasi 20 - 50 KVA efisiensi 0.85
Aplikasi 50 - 100 KVA efisiensi 0.85 - 0.9
Aplikasi >. - 100 KVA efisiensi 0.9 - 0.95

Sistem kontrol yang digunakan pada perencanaan PLTMH ini menggunakan

pengaturan beban sehingga jumlah output daya generator selalu sama dengan beban.

Apabila terjadi penurunan beban di konsumen, maka beban tersebut akan dialihkan

ke sistem pemanas udara (air heater) yang dikenal sebagai ballast load/dumy load.

Sistem pengaturan beban yang digunakan pada perencanaan ini adalah

Electronic Load Controller (ELC) untuk penggunaan generator sinkron
Induction Generator Controller (IGC) untuk penggunaan IMA
Sistem kontrol tersebut telah dapat dipabrikasi secara lokal, dan terbukti

handal pada penggunaan di banyak PLTMH. Sistem kontrol ini terintegrasi pada

panel kontrol (switch gear).

Fasillitas operasi panel kontrol minimum terdiri dari

Kontrol start/stop, baik otomatis, semi otomatis, maupun manual
Stop/berhenti secara otomatis
Trip stop (berhenti pada keadaan gangguan: over-under voltage, over-under
frekuensi.

Emergency shut down, bila terjadi gangguan listrik (misal arus lebih)

36

Gambar. Turbin Air

I. PEMBANGKIT UAP

a. Boiler

Boiler adalah sebuah bejana tertutup yang berfungsi untuk mengubah wujud

suatu fluida dari cair menjadi gas. Perubahan wujud tersebut terjadi karena

penambahan kalor. Kalor yang ditambahkan dapat diperoleh dengan cara

pembakaran bahan bakar fosil maupun non fosil, reaksi inti atom, ataupun

merupakan gas buang dari sisa ekspansi turbin gas.

Sampai dengan saat ini secara umum dikenal dua macam jenis boiler yaitu

Fire Tube Boiler (Boiler Tabung Api) dan Water Tube Boiler (Boiler Tabung Air).

Water tube boiler mempunyai efisiensi yang lebih tinggi daripada fire tube boiler,

khususnya yang membutuhkan panas tinggi atau tekanan tinggi, oleh karena itu boiler

jenis ini banyak digunakan oleh industri yang dalam prosesnya membutuhkan

tekanan tinggi.

37

b. Jenis-jenis Boiler

Ada berbagai macam jenis boiler: Berdasarkan tempat fluida mengalir : Fire

tube boiler, Water tube boiler, Berdasarkan proses pembakarannya: Fluidized bed

combustion boiler, Atmospheric fluidized bed combustion boiler, Pressurized

fluidized bed combustion boiler, Circulating fluidized bed combustion boiler, Stoker

fired boiler, Pulverized fuel boiler, Boiler pemanas limbah (Waste heat

boiler), Berdasarkan tekanan kerja: a. Low pressure (2-16 Kg/cm2), Medium pressure

(17-30 Kg/cm2), High pressure (31-140 Kg/cm2), Super high pressure (141-225

Kg/cm2), Super critical pressure (Up to 226 Kg/cm2).

c. Fire Tube Boiler

Pada fire tube boiler, gas panas melewati pipa-pipa dan air umpan boiler ada

didalam shell untuk dirubah menjadi steam. Fire tube boilers biasanya digunakan

untuk kapasitas steam yang relative kecil dengan tekanan steamrendah sampai

sedang. Sebagai pedoman, fire tube boilers kompetitif untuk kecepatan steam sampai

12.000 kg/jam dengan tekanan sampai 18 kg/cm2. Fire tube boilers dapat

menggunakan bahan bakar minyak bakar, gas atau bahan bakar padat dalam

operasinya. Untuk alasan ekonomis, sebagian besar fire tube boilers dikonstruksi

sebagai “paket” boiler (dirakit oleh pabrik) untuk semua bahan bakar.

d. Water Tube Boiler

Pada water tube boiler, air umpan boiler mengalir melalui pipa-pipa masuk

kedalam drum. Air yang tersirkulasi dipanaskan oleh gas pembakar

membentuksteam pada daerah uap dalam drum. Boiler ini dipilih jika

kebutuhan steam dan tekanan steam sangat tinggi seperti pada kasus boiler untuk

pembangkit tenaga.Water tube boiler yang sangat modern dirancang dengan

kapasitas steam antara 4.500 – 12.000 kg/jam, dengan tekanan sangat tinggi.

Banyak water tube boilers yang dikonstruksi secara paket jika digunakan bahan bakar

38

minyak bakar dan gas. Untuk water tube yang menggunakan bahan bakar padat, tidak

umum dirancang secara paket.

Karakteristik water tube boilers sebagai berikut:

1. Forced, induced dan balanced draft membantu untuk meningkatkan efisiensi

pembakaran

2. Kurang toleran terhadap kualitas air yang dihasilkan dari plant pengolahan air.

3. Memungkinkan untuk tingkat efisiensi panas yang lebih tinggi.

e. Boiler Pembakaran dengan Fluidized Bed (FBC)

Pembakaran dengan fluidized bed (FBC) muncul sebagai alternatif yang

memungkinkan dan memiliki kelebihan yang cukup berarti dibanding sistim

pembakaran yang konvensional dan memberikan banyak keuntungan rancangan

boiler yang kompak, fleksibel terhadap bahan bakar, efisiensi pembakaran yang

tinggi dan berkurangnya emisi polutan yang merugikan seperti SOx dan NOx. Bahan

bakar yang dapat dibakar dalam boiler ini adalah batubara, barang tolakan dari tempat

pencucian pakaian, sekam padi, bagas & limbah pertanian lainnya. Boiler fluidized

bed memiliki kisaran kapasitas yang luas yaitu antara 0.5 T/jam sampai lebih dari 100

T/jam.

Bila udara atau gas yang terdistribusi secara merata dilewatkan keatas

melaluibed partikel padat seperti pasir yang disangga oleh saringan halus, partikel

tidak akan terganggu pada kecepatan yang rendah. Begitu kecepatan udaranya

berangsur-angsur naik, terbentuklah suatu keadaan dimana partikel tersuspensi dalam

aliran udara – bed tersebut disebut “terfluidisasikan”. Dengan kenaikan kecepatan

udara selanjutnya, terjadi pembentuka gelembung, turbulensi yang kuat, pencampuran

cepat dan pembentukan permukaan bed yang rapat. Bed partikel padat menampilkan

sifat cairan mendidih dan terlihat seperti fluida “bed gelembung fluida/ bubbling

fluidized bed”.

Jika partikel pasir dalam keadaan terfluidisasikan dipanaskan hingga ke suhu

nyala batubara, dan batubara diinjeksikan secara terus menerus ke bed, batubara akan

39

terbakar dengan cepat dan bed mencapai suhu yang seragam. Pembakaran

dengan fluidized bed (FBC) berlangsung pada suhu sekitar 840O

C hingga 950O

C.

Karena suhu ini jauh berada dibawah suhu fusi abu, maka pelelehan abu dan

permasalahan yang terkait didalamnya dapat dihindari. Suhu pembakaran yang lebih

rendah tercapai disebabkan tingginya koefisien perpindahan panas sebagai akibat

pencampuran cepat dalam fluidized bed dan ekstraksi panas yang efektif

dari bed melalui perpindahan panas pada pipa dan dinding bed. Kecepatan gas dicapai

diantara kecepatan fluidisasi minimum dan kecepatan masuk partikel. Hal ini

menjamin operasi bed yang stabil dan menghindari terbawanya partikel dalam jalur

gas.

DASAR TEORI BOILER

a. Boiling

Proses pemanasan air untuk mendapatkan steam merupakan proses yang

sangat umum dilakukan oleh manusia. Secara termodinamika, cukup dengan

menaikkan suhu air tersebut hingga mencapai titik yang diinginkan, hal ini

dibutuhkan energy untuk menaikkan suhu atau merubah fase dari fase liquid menjadi

fase gas. Contoh yang sederhana mengenai ini adalah alat kettle boiler.

Faktor teknis dan ekonomi yang sangat diperhatikan untuk

menghasilkan steamdengan tekanan yang diinginkan adalah seberapa kecil energi

yang dibutuhkan untuk mendapatkan steam yang sesuai.

Ada beberapa hala yang perlu diketahui mengenai boiler

b. Pressure (Tekanan)

Tekanan merupakan faktor penting dalam proses boiler. Tekanan proses

yang diinginkan harus dijaga untuk menjamin kebutuhan steam sesuai tekanan yang

dibutuhkan.

40

c. Temperature (Suhu)

Temperatur adalah panas kerja dalam boiler. Temperatur ini berbanding

lurus dengan tekanan yang dihasilkan. Temperatur dan tekanan ini juga yang

mencerminkan steam yang dihasilkan. Secara umum ada dua jenis steam yang

dihasilkan:

-

Saturated steam

Temperature yang dihasilkan segaris dengan tekanan

-

Superheated steam

Temperatur yang dihasilkan sesuai dengan design yang direncanakan pada boiler.

d. Kapasitas

Kapasitas adalah kemampuan boiler untuk menghasilkan uap dalam satuan

berat per waktu. Untuk mendapatkan kapasitas boiler, harus mengetahui effisiensi

dari boiler dan jumlah bahan bakar yang digunakan.

Kalor yang diberikan bahan bakar x effisiensi = Kalor yang diterima fluida untuk

menjadi uap

M DH = h (W) HV

Keterangan:

M = Kapasitas, Kg/Jam

DH = Perbedaan entalphy keluar dan masuk, Kcal/Kg

h = Effisiensi, %

W = Berat Bahan Bakar, Kg/Jam

HV = Heating Value, Kcal/Kg

untuk fiber : 2340 Kcal/kg

untuk shell : 3480 Kcal/kg

41

e. Efisiensi

Effisiensi merupakan suatu ukuran efektifitas panas, suatu ukuran persentase

berapa banyak steam yang dihasilkan dalam setiap jumlah bahan bakar yang terbakar.

f. Neraca Panas

Proses dalam boiler tidak lepas dari penyusunan neraca panas. Proses

pembakaran dalam boiler dapat digambarkan dalam gambar neraca energi. Energi

masuk dari proses pembakaran bahan bakar diubah menjadi energi yang bisa

digunakan untuk untuk berbagai kebutuhan. Dalam proses ini pasti ada kehilangan

energi.

Neraca panas merupakan keseimbangan energi masuk dan yang keluar.

Berikut ilustrasi proses termodinamika.

Sebagai contoh, berikut gambaran kehilangan energi yang mungkin dalam proses

boiler dengan menggunakan bahan bakar batu bara.

Kehilangan energi dalam proses bisa dikategorikan kehilangan yang bisa

dihindari dan yang tidak dapat dihindari. Pengkajian energi harus mengurangi

kehilangan yang dapat dihindari, dengan meningkatkan efisiensi energi. Kehilangan

dapat diminimalisasi:

- Kehilangan panas di gas cerobong.

Udara berlebih diturunkan hingga batas udara minimum dibutuhkan.Suhu gas

cerobong dioptimalkan dengan pemeliharaan yang baik, teknologi boiler yang

baik, dan lain-lain.

- Kehilangan karena bahan bakar yang tidak terbakar dalam ruang pembakaran,

mengoptimalkan operasi dan pemeliharaan.

- Kehilangan waktu blowdown, pengolahan air umpan yang baik dan daur ulang

kondensat.

- Kehilangan kondensat.

- Kehilangan konveksi dan radiasi ke lingkungan, dikurangi dengan mengisolasi

boiler dengan baik.

42

Q in = Q use + Q loss

g. Blowdown Boiler

Jika air dididihkan dan dihasilkan steam, padatan terlarut yang terdapat

dalam air akan tinggal di boiler. Jika banyak padatan terdapat dalam air umpan,

padatan tersebut akan terpekatkan dan akhirnya akan mencapai suatu tingkat dimana

kelarutannya dalam air akan terlampaui dan akan mengendap dari larutan. Diatas

tingkat konsenrasi tertentu, padatan tersebut mendorong terbentuknya busa dan

menyebabkan terbawanya air ke steam. Endapan juga mengakibatkan terbentunya

kerak di bagian dalam boiler, mengakibatan pemanasan setempat menjadi berlebih

dan akhirnya menyebabkan kegagalan pada pipa boiler. Oleh karena itu penting untuk

mengendalikan tingkat konsentrasi padatan dalam suspensi dan yang terlarut dalam

air yang dididihkan. Hal ini dicapai oleh proses yang disebut „blowing down‟, dimana

sejumlah tertentu volume air dikeluarkan dan secara otomatis diganti dengan air

umpan – dengan demikian akan tercapai tingkat optimum total padatan terlarut

(TDS) dalam air boiler dan membuang padatan yang sudah rata keluar dari larutan

dan yang cenderung tinggal pada permukaan boiler. Blowdown penting untuk

melindungi permukaan penukar panas pada boiler. Walau demikian,Blowdown dapat

menjadi sumber kehilangan panas yang cukup berarti, jika dilakukan secara tidak

benar.

h. Blowdown yang sewaktu-waktu/intermittent

Blowdown yang sewaktu-waktu dioperasikan secara manual menggunakan

sebuah kran yang dipasang pada pipa pembuangan pada titik terendah shellboiler

untuk mengurangi parameter (TDS atau konduktivitas, pH, konsentasi Silica dan

Fosfat) dalam batasan yang sudah ditentukan sehingga tidak berpengaruh buruk

terhadap kualitas steam. Jenis blowdown ini juga merupakan metode efektif untuk

membuang padatan yang telah lepas dari larutan dan menempati pipa api dan

permukaan dalam shell boiler. Padablowdown yang sewaktu-waktu, jalur yang

43

berdiameter besar dibuka untuk waktu sesaat, yang didasarkan pada aturan umum

misalnya “sekali dalam satushift untuk waktu 2 menit”. Blowdown yang sewaktu-

waktu menyebabkan harus ditambahkannya air umpan ke dalam boiler dalam jumlah

besar dan dalam waktu singkat, sehingga membutuhkan pompa air umpan yang lebih

besar daripada jika digunakan blowdown kontinyu. Juga, tingkat TDS akan

bervariasi, sehingga menyebabkan fluktuasi ketinggian air dalam boiler karena

perubahan dalam ukuran gelembung steam dan distribusinya yang setara dengan

perubahan dalam konsentrasi padatan. Juga, sejumlah besar energi panas hilang

karena blowdown yang sewaktu-waktu.

i. Blowdown yang kontinyu

Terdapat pemasukan yang tetap dan konstan sejumlah kecil aliran air boiler kotor,

dengan penggantian aliran masuk air umpan yang tetap dan konstan. Hal ini

menjamin TDS yang konstan dan kemurnian steam pada beban steamtertentu.

Kran blowdown hanya diatur satu kali untuk kondisi tertentu, dan tidak perlu lagi

diatur setiap saat oleh operator. Walaupun sejumlah besar panas diambil dari boiler,

tetapi ada peluang pemanfaatan kembali panas ini dengan mengembuskannya ke flash

tank dan mengasilkan flash steam. Flash steam ini dapat digunakan untuk pemanasan

awal air umpan boiler. Jenis blowdown ini umum digunakan pada boiler bertekanan

tinggi. Residu blowdown yang meninggalkan flash vessel masih mengandung energi

panas yang cukup dan dapat dimanfaatkan kembali dengan me masang sebuah

penukar panas untuk memanaskan air make-up dingin. Sistim pemanfaatan kembali

panas blowdownyang lengkap seperti yang digambarkan dibawah dapat

memanfaatkan hingga 80% energi yang terkandung dalam blowdown, yang dapat

diterapkan pada berbagai ukuran boiler steam dengan waktu

pengembalian modalnya bisa kembali hanya dalam beberapa bulan.

44

j. Keuntungan pengendalian blowdown

Pengendalian blowdown boiler yang baik dapat secara signifikan

menurunkan biaya perlakuan dan operasional yang meliputi:

- Biaya perlakuan awal lebih rendah

- Konsumsi air make-up lebih sedikit

- Waktu penghentian untuk perawatan menjadi berkurang

- Umur pakai boiler meningkat

- Pemakaian bahan kimia untuk pengolahan air umpan menjadi lebih rendah

k. Pengolahan Air Umpan Boiler

Memproduksi steam yang berkualitas tergantung pada pengolahan air yang

benar untuk mengendalikan kemurnian steam, endapan dan korosi. Sebuah boiler

merupakan bagian dari sistim boiler, yang menerima semua bahan pencemar dari

sistim didepannya. Kinerja boiler, efisiensi, dan umur layanan merupakan hasil

langsung dari pemilihan dan pengendalian air umpan yang digunakan dalam boiler.

Jika air umpan masuk ke boiler, kenaikan suhu dan tekanan menyebabkan komponen

air memiliki sifat yang berbeda. Hampir semua komponen dalam air umpan dalam

keadaan terlarut. Walau demik ian, dibawah kondisi panas dan tekanan hampir

seluruh komponen terlarut keluar dari larutan sebagai padatan partikuat, kadang-

kadang dalam bentuk Kristal dan pada waktu yang lain sebagai bentuk amorph. Jika

kelarutan komponen spesifik dalam air terlewati, maka akan terjadi pembentukan

kerak dan endapan. Air boiler harus cukup bebas dari pembentukan endapan padat

supaya terjadi perpindahan panas yang cepat dan efisien dan harus tidak korosif

terhadap logam boiler.

l. Pengendalian endapan

Endapan dalam boiler dapat diakibatkan dari kesadahan air umpan dan hasil

korosi dari sistim kondensat dan air umpan. Kesadahan air umpan dapat terjadi

karena kurangnya sistim pelunakan. Endapan dan korosi menyebabkan kehilangan

45

efisiensi yang dapat menyebabkan kegagalan dalam pipa boiler dan ketidakmampuan

memproduksi steam. Endapan bertindak sebagai isolator dan memperlambat

perpindahan panas. Sejumlah besar endapan diseluruh boiler dapat mengurangi

perpindahan panas yang secara signifikan dapat menurunkan efisiensi boiler.

Berbagai jenis endapan akan mempengaruhi efisiensi boiler secara berbeda-beda,

sehingga sangat penting untuk menganalisis karakteristik endapan. Efek

pengisolasian terhadap endapan menyebabkan naiknya suhu logam boiler dan

mungkin dapat menyebabkan kegagalan pipa karena pemanasan berlebih.

m. Kotoran yang mengakibatkan pengendapan

Bahan kimia yang paling penting dalam air yang mempengaruhi

pembentukan endapan dalam boiler adalah garam kalsium dan magnesium yang

dikenal dengan garam sadah. Kalsium dan magnesium bikarbonat larut dalam air

membentuk larutan basa/alkali dan garam-garam tersebut dikenal dengan kesadahan

alkali. Garam-garam tersebut terurai dengan pemanasan, melepaskan karbon dioksida

dan membentuk lumpur lunak, yang kemudian mengendap. Hal ini disebut dengan

kesadahan sementara – kesadahan yang dapat dibuang dengan pendidihan.

Kalsium dan magnesium sulfat, klorida dan nitrat, dll, jika dilarutkan dalam

air secara kimiawi akan menjadi netral dan dikenal dengan kesadahan non-alkali.

Bahan tersebut disebut bahan kimia sadah permanen dan membentuk kerak yang

keras pada permukaan boiler yang sulit dihilangkan. Bahan kimia sadah non-alkali

terlepas dari larutannya karena penurunan daya larut dengan meningkatnya suhu,

dengan pemekatan karena penguapan yang berlangsung dalam boiler, atau dengan

perubahan bahan kimia menjadi senyawa yang kurang larut.

n. Silika

Keberadaan silika dalam air boiler dapat meningkatkan pembentukan kerak

silika yang keras. Silika dapat juga berinteraksi dengan garam kalsium dan

magnesium, membentuk silikat kalsium dan magnesium dengan daya konduktivitas

46

panas yang rendah. Silika dapat meningkatkan endapan pada sirip turbin, setelah

terbawa dalam bentuk tetesan air dalam steam, atau dalam bentuk yang mudah

menguap dalam steam pada tekanan tinggi. Dua jenis utama pengolahan air

boiler adalah pengolahan air internal dan eksternal.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->