1

A. KONSEP DASAR KONVERSI ENERGI
a. Energi
Energi adalah sesuatu yang diperlukan untuk melakukan suatu kegiatan,
dalam pengertiannya energi ini bisa berarti sangat luas. jika kita membicarakan energi
berarti banyak sekali sumber energi yang timbul dalam pikiran kita. Menurut
sumbernya energi terbagi 2 yaitu:
1. Renewable energi
2. Non-renewable energi
1. Renewable energi
Renewable energi adalah sumber energi yang dapat diperbarui/dapat
dihasilkan kembali dalam jangka waktu yang relatif tidak lama,contoh:air,angin,sinar
matahari,dll.
air merupakan sumber energi yang tidak terbatas ketersediaannya,ini dikarenakan air
mengalami siklus jadi jumlah air yang ada di bumi ini tetap.

2.Non renewable energi
Non renewable energi adalah sumber energi yang tidak dapat
diperbaharui/membutuhkan waktu relatif yang sangat lama untuk dihasilkan
kembali,contoh:minyak bumi,batu bara,gas bumi,dll. Minyak bumi merupakan
timbunan dari fosil yang telah terpendam jutaan tahun yang lalu dan melalui proses
alam sehinnga menghasilkan minyak bumi sehingga ketersediannya terbatas.

b. Konversi Energi
Konversi energi adalah proses perubahan energi dari energi yang satu ke
energi yang lain biasanya melalui media perantara. contoh: pembangkit listrik tenaga
lombang laut,penggunaan gelombang laut pembangkit listrik memiliki banyak
keuntungan daripada penggunaan sumber energi angin atau matahari karena wilayah
2

laut indonesia sangat potensial,ketersediaan dan kerapatan energinya,serta
penggunaan gelombang laut tidak menyebabkan polusi yang berlebihan. menurut
penelitian negara-negara maju energi gelombang laut ini menggunakan pasang surut
air laut untuk menggerakan turbin kemudian dari turbin ke gearbox diteruskan ke
generatordan terakhir ke pembangkit listrik dan juga penggunaan gelombang laut pun
relatif murah.tetapi masih terdapat kelemahan akibat goyangan ombak dan masih
dalam tahap penelitian.

c. Sistem Konversi Energi dalam Suatu Sistem
Energi dalam suatu sistem tertentu dapat dirubah menjadi usaha, artinya
kalau energi itu dimasukkan ke dalam sistem dan dapat mengembang untuk
menghasilkan usaha. Sebagai contoh sistem konversi energi, apabila bahan bakar
bensin (premium) yang dimasukkan ke dalam silinder mesin konversi energi jenis
motor pembakaran dalam, misalnya sepeda motor. Energi (C8H18/iso-oktan atau
nilai kalor) yang tersimpan sebagai ikatan atom dalam molekul bensin/premium
dilepas pada waktu terjadi pembakaran dalam silinder, hasil pembakaran ini ditransfer
menjadi energi panas/kalor.
Energi panas yang dihasilkan ini akan mendorong torak/piston yang ada
dalam silinder, akibatnya torak/piston akan bergerak. Bergeraknya torak/piston terjadi
transformasi energi, yaitu dari energi panas menjadi energi kinetik. Selanjutnya
energi kinetik ditransfer menjadi energi mekanik yang menghasilkan usaha (kerja).
Kerja yang merupakan hasil kemampuan dari sistem yang berguna bagi kepentingan
manusia, yaitu dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain yang jauh jaraknya.

- Macam-macam Energi
a. Energi Mekanik
Energi yang tersimpan dalam energi kinetik atau energi potensial dan dapat
ditransisi atau transfer untuk menghasilkan usaha/kerja.
3

b. Energi Listrik
Energi yang berkaitan dengan akumulasi arus elektron dan bentuk transisi
atau transfernya adalah aliran elektron melalui konduktor jenis tertentu. Energi listrik
dapat disimpan sebagai energi medan elektrostatis dan merupakan energi yang
berkaitan dengan medan listrik akibat terakumulasinya muatan elektron pada pelat-
pelat kapasitor. Energi medan listrik ekivalen dengan energi medan elektromagnetis
yang sama dengan energi yang berkaitan dengan medan magnet yang timbul akibat
aliran elektron melalui kumparan induksi.

c. Energi Kimia
Energi yang keluar sebagai hasil interaksi elektron di mana dua atau lebih
atom/molekul berkombinasi sehingga menghasilkan senyawa kimia yang stabil.
Energi kimia hanya dapat terjadi dalam bentuk energi tersimpan. Bila energi dilepas
dalam suatu reaksi maka reaksinya disebut reaksi eksotermis yang dinyatakan dalam
kJ, BTU, atau kkal. Bila dalam reaksi kimia energinya terserap maka disebut dengan
reaksi endotermis. Sumber energi bahan bakar yang sangat penting bagi manusia
adalah reaksi kimia eksotermis yang pada umumnya disebut reaksi pembakaran.
Reaksi pembakaran melibatkan oksidasi dari bahan bakar fosil.

d. Energi Nuklir
Energi nuklir adalah energi dalam bentuk energi tersimpan yang dapat
dilepas akibat interaksi partikel dengan atau di dalam inti atom. Energi ini dilepas
sebagai hasil usaha partikel-partikel untuk memperoleh kondisi yang lebih stabil.
Satuan yang digunakan adalah juta-an elektron reaksi. Reaksi nuklir dapat terjadi
pada peluluhan radioaktif, fisi, dan fusi.

e. Energi Termal (Panas)
Merupakan bentuk energi dasar di mana dalam kata lain adalah semua energi
yang dapat dikonversikan secara penuh menjadi energi panas. Sebaliknya,
4

pengonversian dari energi termal ke energi lain dibatasi oleh hukum Thermodinamika
II. Bentuk energi transisi dan energi termal adalah energi panas (kalor), dapat pula
dalam bentuk energi tersimpan sebagai kalor laten atau kalor sensibel yang berupa
entalpi.

B. SUMBER DAYA ENERGI
Sumber energi merupakan tempat muncul atau timbulnya energi yang dapat
dimanfaatkan untuk kehidupan manusia dipermukaan bumi. Sumber energi dapat
dibedakan sebagai berikut:

1. Berasal dari bumi (terresterial),
2. Berasal dari luar bumi (extra terresterial),
3. Berdasarkan sifatnya.

Sumber energi dari bumi dapat dikategorikan jenis renewable atau non-
depleted dan non-renewable atau depleted energy. Sumber energi yang renewable
atau dapat didaur ulang, misalnya kayu, biomassa, biogas. Sumber energi dari luar
bumi bersifat tidak habis atau non-depleted energy resource, misalnya energi surya
dan energi sinar kosmis. Sedangkan energi yang sifatnya tidak bisa diperbaharui atau
dapat habis (non-renewable atau depleted energy) adalah minyak bumi (mineral),
baru bara, dan gas alam.







5











Sumber-sumber Energi yang Dapat Habis (Non-Renewable/Depleted Energy
Resources). Sumber-sumber energi yang dapat habis dan langka daur ulang yang
berasal dari bumi (terresterial) adalah sumber-sumber energi konvesional yang pada
umumnya merupakan energi tambang atau energi fosil yang berasal dari perut bumi,
seperti minyak bumi, gas, batu bara, dan energi nuklir.
1) Sumber energi fosil
Energi fosil tersimpan dalam bentuk bahan bakar minyak, batu bara, dan
gas. Bahan bakar ini berasal dari fosil-fosil yang telah terbenam dalam perut bumi
miliyaran tahun yang silam, ada yang mengatakan minyak dan gas berasal dari fosil-
fosil binatang laut dan binatang darat, sedangkan batu bara dari fosil-fosil kayu-kayu.
Bahan bakar fosil ini diperoleh dengan jalan menambang dari dalam perut bumi,
minyak dan gas melalui pengeboran, sedangkan batu bara diperoleh melalui
pengalian permukaan atau dalam tanah.
6

Bahan bakar minyak diperkirakan akan habis pada akhir abad ke XXI. Gas
alam diprediksi oleh para ahli akan habis kurang lebih 100 tahun lagi, sedangkan
cadangan batu bara akan habis lebih kurang 200 sampai 300 tahun yang akan datang.
Ketiga jenis bahan bakar fosil tersebut dikategorikan sebagai energi yang kurang
akrab lingkungan karena kadar polusinya cukup tinggi. Kadar CO2 semakin
meningkat akhir-akhir ini, menyebabkan suhu udara menjadi meningkat,
mengakibatkan sebagian es di kutub mencair dan tinggi permukaan laut terus
meningkat yang lambat laun akan mengakibatkan banjir besar di kota-kota yang
berada di tepi pantai di seluruh dunia.
2) Sumber energi nuklir
Sumber energi ini merupakan sumber energi hasil tambang lainnya yang
termasuk jenis logam non-ferro. Energi nuklir dapat dibudidayakan melalui proses
fisi dan fusi. Energi nuklir walaupun bersih, tetapi mengandung resiko bahaya radiasi
yang dapat mematikan sehingga pengelolaannya harus ekstra hati-hati dan juga
memelukan modal yang besar untuk investasi awal.
- Sumber-sumber Energi yang Dapat Didaur Ulang (Renewable/Non-Depleted
Energy Resources)
- Di sini ada dua jenis energi, yaitu energi yang dapat didaur ulang (renewable
energy) dan energi yang tidak habis sepanjang masa (non-depleted energy). Energi
yang dapat didaur ulang berasal dari bumi, antara lain biomassa, biogas, kayu bakar,
dll. Energi tidak habis sepanjang masa dari bumi (terreterial), panas bumi, air laut,
dan angin, sedangkan dari luar bumi, adalah energi matahari/surya.

1) Biomassa
Biomassa adalah proses daur ulang melalui fotosintesis di mana energi surya
memegang peranan. Daun menyerap energi surya untuk proses pertumbuhannya dan
mengeluarkan gas CO2. Energi surya yang diserap tumbuh-tumbuhan diproses
menjadi energi kimia sebagai energi dalam bentuk tersimpan.
7

Tumbuh-tumbuhan tersebut akan mengeluarkan energi tersimpan-nya pada
proses pengeringan maupun saat dibakar langsung. Dapat pula melalui proses untuk
menghasilkan bahan bakar yang cukup potensial, seperti etanol, metana, atau gas
lainnya, dan bahan bakar dalam bentuk cair (minyak nabati). Nilai kalor/bakar dari
tumbuh-tumbuhan kering dapat mencapai 4800 kkal/kg. Beberapa proses konversi
dari biomassa menjadi bahan bakar, adalah melalui:
1. Proses Pirolisa
2. Proses Hidrogasifikasi
3. Proses Hidrogenisasi
4. Proses Distalasi Distrutif
5. Proses Hidrolisa Asam

Bahan bakar hasil dari proses biomassa, dikenal dengan istilah bahan bakar
alternatif. Contoh bahan bakar alternatif ini, adalah:
a) Buah Bitanggul yang bernama latin Umpilum, sebagai salah satu bahan baku
membuat energi alternatif. Biji buah bitanggul bisa menghasilkan biodiesel.
Mulanya biji buah Bitanggul dijemur seharian hingga kering. Setelah itu
dibungkus dengan kertas saring. Setelah didiamkan dalam sejam, lalu
dimasukkan ke dalam tabung. Setelah itu, biji buah bitanggul yang telah
dibungkus dalam kertas diberi cairan Petrolium eter. Air yang menetes dari
kertas saring tersebut sudah menjadi biodiesel. Air yang berwarna merah
tersebut, lalu diuapkan agar berubah menjadi warna kuning bening agar
terlihat seperti solar. "Lima buah Bitanggul dapat menjadi 25 mililiter solar
dalam waktu dua jam,"
b) Buah jarak merupakan tanaman yang sudah tidak asing bagi masyarakat
Indonesia. Tanaman ini digunakan sebagai bahan bakar pesawat Jepang saat
menjajah Indonesia pada 1942 sampai 1945. Hampir semua bagian tanaman
ini bisa dimanfaatkan. Kandungan minyak jarak mempunyai rendemen
8

minyak (trigliserida) dalam inti biji sekitar 55 persen atau 33 persen dari berat
total biji.
c) Jagung menjadi alternatif yang penting sebagai bahan baku pembuatan
ethanol (bahan pencampur BBM). Karenanya, kebutuhan terhadap komoditas
ini pada masa mendatang diperkirakan mengalami peningkatan yang
signifikan.Bioetanol (C2H5OH) adalah cairan biokimia dari proses fermentasi
gula dari sumber karbohidrat menggunakan bantuan mikroorganisme.
Produksi bioethanol ini mencakup 3 (tiga) rangkaian proses, yaitu: Persiapan
Bahan baku, Fermentasi, dan Pemurnian.

2) Gas bio (Biogas)
Gas Bio (Biogas), adalah sumber energi yang bersih dan murah. Diproduksi
dari kotoran hewan dan sampah busuk melalui proses anaerobik melalui kegiatan
mikrobial aorganisme. Gas yang diperoleh mengandung 70 persen gas metan. Suatu
sistem gas bio terdiri dari:
1. Tanki pencampur
2. Pencerna (digester)
3. Tanki penyimpan gas
4. Pembakar gas
5. Kotoran hewan/sampah busuk sebagai bahan baku
Adapun proses terjadinya (diproduksinya) gas bio tersebut, adalah sebagai
berikut: Kotoran hewan (lembu)/sampah busuk dicampur dengan air, dimasukkan ke
dalam tanki pencampur, diaduk sampai rata sehingga membentuk lumpur kotoran
yang biasa disebut dengan slurry yang kemudian dimasukkan ke dalam digester untuk
menghasilkan gas bio. Gas yang terbentuk dikumpulkan dan disimpan dalam tanki
penyimpan gas. Suatu estimasi kasar memberikan gambaran bahwa kebutuhan
masak-memasak dengan gas bio untuk konsumsi 30 orang, memerlukan 30 m³ gas
per hari dengan kebutuhan kotoran binatang ternak seberat 200 kg yang dapat
dihasilkan oleh lebih kurang 40 ekor lembu.
9

3) Air
Air adalah sumber energi yang dapat didaur ulang yang dapat dibedakan
menurut tenaga air (hydropower). Suatu energi air penggerak turbin bergantung
kepada energi potensial air pada suatu ketinggian tertentu. Energi potensial air
dikonversikan menjadi energi mekanis melalui sebuah turbin yang kemudian
dikonversikan kembali ke dalam bentuk energi listrik melalui sebuah generator listrik.
Daya keluaran dari pusat listrik tenaga air bergantung dari aliran massa air yang
mengalir dan ketinggi jatuhnya air. Indonesia memiliki potensi tenaga air yang cukup
besar. Penggunaan potensi tenaga air skala kecil dan menengah mulai dikembangkan
dan digalakkan akhir-akhir ini untuk menghasilkan pusat tenaga mini dan mikrohidro
di daerah-daerah yang potensi sumber energi airnya tidak terlampau besar. Sumber
energi air dapat digolongkan sebagai bagian dari sumber energi surya. Hal ini
mengingat keberadaan air berasal dari proses penguapan air laut melalui radiasi sinar
matahari. Hasilnya berakumulasi menjadi gumpalan awan tebal yang mengandung
uap air untuk kemudian berubah menjadi air hujan. Air hujan ditampung dalam
bendungan-bendungan sebagai sumber energi air yang berpotensial tinggi.

4) Energi gelombang laut
Merupakan sumber energi yang berasal dari gelombang laut yang
dikonversikan melalui sistem mekanisme torak yang bekerja maju mundur mengikuti
irama gerak gelombang laut. Beberapa sistem energi gelombang laut sedang
dikembangkan dan akan menjadi alternatif untuk menghasilkan energi listrik.
5) Energi pasang surut
Sumber energi yang diperoleh dari adanya perbedaan air laut pada saat
pasang dan surut. Di dunia ini terdapat daerah-daerah yang mempunyai perbedaan
pasang-surut yang cukup signifikan, yaitu lebih dari 10 meter. Selisih ketinggian
tersebut cukup potensial untuk menggerakkan turbin air berskala besar dengan
10

ketinggian jatuh yang rendah, tetapi dapat menghasilkan tenaga listrik dengan daya
besar sampai ratusan megawatt.
6) Energi gradien suhu
Sumber energi yang berasal dari perbedaan suhu air laut di permukaan dan
pada ke dalaman laut tertentu. Perbedaan suhu ini dimanfaatkan untuk menghasilkan
sistem konversi energi. Gradien suhu air laut yang dikenal dengan istilah OTEC
(Ocean Thermal Energy Conversion). Teknik energi gradien suhu memanfaatkan
suhu permukaan air laut yang diperoleh dari panas akibat pancaran matahari, jadi
boleh dikatakan bahwa energi gradien suhu sebagai bagian dari energi surya.
7) Energi angin
Merupakan sumber energi yang didapat dari perbedaan tekanan di permukaan
bumi sehingga terjadi aliran udara (angin). Perbedaan itu disebabkan adanya radiasi
matahari yang memanaskan permukaan bumi, akibatnya terjadi perbedaan temperatur
dan rapat massa udara yang berdampak pada perbedaan tekanan udara. Aliran udara
(angin) tersebut dapat dipercepat dengan adanya perputaran bumi pada porosnya
dengan kecepatan putaran konstan.
8) Energi panas bumi
Merupakan energi terresterial yang berlimpah adanya dan dapat
dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik – tenaga panas bumi. Secara alami
temperatur bumi meningkat 30°C pada kedalaman setiap kilometer kecuali yang
dekat dengan gunung berapi yang aktif, di mana aliran magma yang panas dapat
muncul ke permukaan bumi dengan panas yang mencapai 250°C. Temperatur panas
bumi pada kedalaman 25 km dari permukaan bumi dapat mencapai 750°C. Secara
ekonomis kedalaman yang ideal untuk eksploitasi sumber panas bumi adalah kurang
dari 10 km dengan temperatur kerja 150° - 300°C. Energi panas bumi yang berada
lebih kurang 10 km dari permukaan bumi berdasarkan estimasi mampu memberi
sistem energi panas dengan kapasitas produksi 200 MW selama 10.000 tahun. Energi
panas bumi di daerah Kamojang Jawa Barat berkapasitas 150 MW.
11

9) Energi surya
Merupakan sumber energi yang berlimpah ruah, bersih, bebas polusi, dan
tidak akan habis sepanjang masa. Energi surya adalah energi di luar bumi (extra
terresterial energy) yang dapat dimanfaatkan melalui konversi langsung, seperti pada
fotovoltaik dan secara tidak langsung melalui pusat listrik tenaga surya.

- Mesin Konversi Energi
Mesin konversi energi adalah mesin-mesin yang dapat mentranfer suatu
energi ke dalam bentuk energi lain. Mesin konversi energi dapat dibagi menjadi dua
kelompok, yaitu:
- Mesin Konversi Energi Konvensional
- Mesin Konversi Energi Non-konvensional

a. Mesin Konversi Energi Konvensional
Mesin konversi energi konvensional umumnya menggunakan sumber energi
konvensional yang tidak terbarui, kecuali untuk turbin hidropower. Mesin konversi
energi konvensional dapat diklasifikasi menjadi motor pembakaran, mesin-mesin
fluida, dan mesin pendingin.









12

b. Mesin Konversi Energi Non-konvensional
Mesin-mesin yang memanfaatkan sumber energi Terrestrial dan Extra
Terrterial yang berasal dari alam. Ada beberapa jenis Mesin konversi energi non-
konvensional; sistem pembangkit tenaga panas bumi, sistem pembangkit energi
surya, pesawat pengkonversi tenaga angin (wind power), pesawat pengkonversi
energi termal samudra (OTEC), pesawat pengkonversi energi pasang-surut, sistem
pembangkit energi gelombang laut, pembangkit uap energi nuklir, dan pesawat
magneto hydro dynamics (MHD)
C. KLASIFIKASI MESIN KONVERSI ENERGI
Mesin-mesin konversi energi secara sederhana dapat diklasifikasikan menjadi
dua, yaitu mesin konversi energi konvensional dan mesin energi konversi non-
konvensional. Mesin konversi energi konvensional umumnya menggunakan sumber
energi konvensional yang tidak terbarui, kecuali turbin hidropower, dan umumnya
dapat diklasifikasikan menjadi motor pembakaran dalam, motor pembakaran luar,
mesin-mesin fluida, dan mesin pendingin dan pengkondisian udara. Mesin konversi
energi non-konvensial umumya menggunakan energi yang dapat diperbarui, kecuali
mesin energi konvensi berbahan dasar nuklir.
Berdasarkan fungsinya :
a. Sebagai Penggerak : motor (motor listrik dan motor bakar, turbin (turbin air,
turbin uap, turbin gas) dan mesin propulsi (turbo jet, turbo fan turbo prop, ram
jet, roket)
b. Sebagai yang digerakkan: pompa ( torak dan pompa kinetik) kompresor (aksial
dan radial), mesin pendingin( kompresi uap, refrigerasi udara dan refrigerasi
absorbsi) dll.


13

D. BAHAN BAKAR MIYAK, GAS DAN BATU BARA
Bahan bakar adalah suatu materi apapun yang bisa diubah menjadi energi.
Biasanya bahan bakar mengandung energi panas yang dapat dilepaskan dan
dimanipulasi. Kebanyakan bahan bakar digunakan manusia melalui proses
pembakaran (reaksi redoks) dimana bahan bakar tersebut akan melepaskan panas
setelah direaksikan dengan oksigen di udara. Proses lain untuk melepaskan energi
dari bahan bakar adalah melalui reaksi eksotermal dan reaksi nuklir (seperti Fisi
nuklir atau Fusi nuklir). Hidrokarbon (termasuk di dalamnya bensin dan solar) sejauh
ini merupakan jenis bahan bakar yang paling sering digunakan manusia. Bahan bakar
lainnya yang bisa dipakai adalah logam radioaktif.

a. Bahan Bakar Miyak
Minyak bumi merupakan campuran dari berbagai macam hidrokarbon, jenis
molekul yang paling sering ditemukan adalah alkana (baik yang rantai lurus maupun
bercabang), sikloalkana, hidrokarbon aromatik, atau senyawa kompleks seperti
aspaltena. Setiap minyak bumi mempunyai keunikan molekulnya masing-masing,
yang diketahui dari bentuk fisik dan ciri-ciri kimia, warna, dan viskositas.
Alkana, juga disebut dengan parafin, adalah hidrokarbon tersaturasi dengan
rantai lurus atau bercabang yang molekulnya hanya mengandung unsur karbon dan
hidrogen dengan rumus umum C
n
H
2n+2
. Pada umumnya minyak bumi mengandung 5
sampai 40 atom karbon per molekulnya, meskipun molekul dengan jumlah karbon
lebih sedikit/lebih banyak juga mungkin ada di dalam campuran tersebut.
Alkana dari pentana (C
5
H
12
) sampai oktana (C
8
H
18
) akan disuling menjadi
bensin, sedangkan alkana jenis nonana (C
9
H
20
) sampai heksadekana (C
16
H
34
) akan
disuling menjadi diesel, kerosene dan bahan bakar jet). Alkana dengan atom karbon
16 atau lebih akan disuling menjadi oli/pelumas. Alkana dengan jumlah atom karbon
lebih besar lagi, misalnya parafin wax mempunyai 25 atom karbon, dan aspal
mempunyai atom karbon lebih dari 35. Alkana dengan jumlah atom karbon 1 sampai
14

4 akan berbentuk gas dalam suhu ruangan, dan dijual sebagai elpiji (LPG). Di musim
dingin, butana (C
4
H
10
), digunakan sebagai bahan campuran pada bensin, karena
tekanan uap butana yang tinggi akan membantu mesin menyala pada musim dingin.
Penggunaan alkana yang lain adalah sebagai pemantik rokok. Di beberapa negara,
propana (C
3
H
8
) dapat dicairkan dibawah tekanan sedang, dan digunakan masyarakat
sebagai bahan bakar transportasi maupun memasak.
Sikloalkana, juga dikenal dengan nama naptena, adalah hidrokarbon
tersaturasi yang mempunyai satu atau lebih ikatan rangkap pada karbonnya, dengan
rumus umum C
n
H
2n
. Sikloalkana memiliki ciri-ciri yang mirip dengan alkana tapi
memiliki titik didih yang lebih tinggi.
Hidrokarbon aromatik adalah hidrokarbon tidak tersaturasi yang memiliki
satu atau lebih cincin planar karbon-6 yang disebut cincin benzena, dimana atom
hidrogen akan berikatan dengan atom karbon dengan rumus umum C
n
H
n
.
Hidrokarbon seperti ini jika dibakar maka akan menimbulkan asap hitam pekat.
Beberapa bersifat karsinogenik.
Semua jenis molekul yang berbeda-beda di atas dipisahkan dengan distilasi
fraksional di tempat pengilangan minyak untuk menghasilkan bensin, bahan bakar jet,
kerosin, dan hidrokarbon lainnya. Contohnya adalah 2,2,4-Trimetilpentana
(isooktana), dipakai sebagai campuran utama dalam bensin, mempunyai rumus kimia
C
8
H
18
dan bereaksi dengan oksigen secara eksotermik:
C
8
H
18(l)
+ 25 O
2(g)
→ 16 CO
2(g)
+ 18 H
2
O
(g)
+ 10.86 MJ/mol (oktana)
Jumlah dari masing-masing molekul pada minyak bumi dapat diteliti di
laboratorium. Molekul-molekul ini biasanya akan diekstrak di sebuah pelarut,
kemudian akan dipisahkan di kromatografi gas, dan kemudian bisa dideteksi dengan
detektor yang cocok.

Pembakaran yang tidak sempurna dari minyak bumi atau produk hasil
olahannya akan menyebabkan produk sampingan yang beracun. Misalnya, terlalu
sedikit oksigen yang bercampur maka akan menghasilkan karbon monoksida. Karena
15

suhu dan tekanan yang tinggi di dalam mesin kendaraan, maka gas buang yang
dihasilkan oleh mesin biasanya juga mengandung molekul nitrogen oksida yang dapat
menimbulkan asbut.
- Panas Pembakaran
Pada volume yang konstan maka panas pembakaran dari produk minyak bumi
dapat diperkirakan dengan rumus:
Q
v
= 12,400 − 2,100d
2
.
dengan Q
v
dalam kal/gram dan d adalah gravitasi khusus pada suhu 60 °F (16 °C).
- Konduktivitas termal
Konduktivitas termal dari cairan-cairan yang berasal dari minyak
bumi dapat dirumuskan sebagai berikut:
0.547
Satuan K adalah BTU hr
−1
ft
−2
, t diukur dalam °F dan d adalah gravitasi khusus pada
suhu 60 °F (16 °C).
Struktur kimia dari minya bumi sangatlah heterogen, terdiri dari banyak
rantai hidrokarbon dengan panjang yang berbeda-beda. Maka dari itu, minyak bumi
dibawa ke tempat pengilangan minyak sehingga senyawa-senyawa hidrokarbon ini
bisa dipisahkan dengan teknik distilasi dan proses kimia lainnya. Hasil penyulingan
minyak inilah yang digunakan manusia untuk berbagai macam kebutuhan.
Jenis produk paling umum dari penyulingan minyak bumi adalah bahan
bakar. Jenis-jenis bahan bakar itu antara lain (dilihat dari titik didihnya.
16

Hasil Penyulingan Miyak Bumi
Nama Bahan Baka Titik Didih
0
C
Elpiji (LPG) - 40
Butana -12 sampai -1
Bensin -1 sampai 180
Bahan bakar jet 150 sampai 205
Minyak tanah 205 sampai 260
Minyak bakar 205 sampai 290
Diesel 260 sampai 315
- Produk turunan lainnya
Beberapa produk hasil olahan hidrokarbon dapat dicampur dengan senyawa
non-hidrokarbon untuk membentuk senyawa lainnya:
- Alkena (olefin), dapat diproduksi menjadi plastik atau senyawa lain.
- Pelumas (oli mesin dan gemuk).
- Wax, digunakan dalam pengepakan makanan beku.
- Sulfur atau Asam sulfat. Merupakan senyawa penting dalam industri.
- Tar.
- Aspal.
- Kokas minyak bumi, digunakan sebagai bahan bakar padat.
- Parafin wax.
- Petrokimia aromatik, digunakan sebagai campuran pada produksi bahan-
bahan kimia lainnya.
b. Bahan Bakar Gas
Bahan Bakar Gas (BBG) adalah gas bumi yang telah dimurnikan dan aman,
bersih andal, murah, dipakai sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Komposisi
17

BBG sebagian besar terdiri dari gas metana ( CH4) dan etana (C2H6) lebih kurang
90% dan selebihnya adalah gas propana (C3H8), butana (C4H10), pentana (C5H10),
nitrogen dan karbon dioksida. BBG lebih ringan daripada udara dengan berat jenis
sekitar 0,6036 dan mempunyai nilai oktan 120. Agar setiap kendaraan BBG dapat
membawa gas sebanyak mungkin, BBG dimasukkan ke dalam tangki dengan
dimampatkan sekitar 200 bar dan masih berbentuk gas.

- Gas Bumi
Gas bumi atau gas alam bukan saja merupakan gas bakar yang paling
penting, tetapi juga merupakan bahan baku utama untuk berbagai sintesis kimia.
Produk dari gas bumi yang terutama misalnya berbagai hidrokarbon dan LPG.
Dengan semakin naiknya nilai minyak bumi, maka proses pemulihan hasil gas makin
ditingkatkan.

- Gas alam terkompresi
Gas alam terkompresi (Compressed natural gas, CNG) adalah alternatif
bahan bakar selain bensin atau solar. Di Indonesia, kita mengenal CNG sebagai bahan
bakar gas (BBG). Bahan bakar ini dianggap lebih 'bersih' bila dibandingkan dengan
dua bahan bakar minyak karena emisi gas buangnya yang ramah lingkungan. CNG
dibuat dengan melakukan kompresi metana (CH
4
) yang diekstrak dari gas alam. CNG
disimpan dan didistribusikan dalam bejana tekan, biasanya berbentuk silinder.
Argentina dan Brazil di Amerika Latin adalah dua negara dengan jumlah
kendaraan pengguna CNG terbesar. Konversi ke CNG difasilitasi dengan pemberian
harga yang lebih murah bila dibandingkan dengan bahan bakar cair (bensin dan
solar), peralatan konversi yang dibuat lokal dan infrastruktur distribusi CNG yang
terus berkembang. Sejalan dengan semakin meningkatnya harga minyak dan
kesadaran lingkungan, CNG saat ini mulai digunakan juga untuk kendaraan
penumpang dan truk barang berdaya ringan hingga menengah.
18

- Gas tanur kokas
Gas tanur kokas dihasilkan dari hasil sampingan proses distilasi batubara.
Biasanya gas jenis ini banyak digunakan dalan industri baja.
- Gas produser
Gas produser dihasilkan dengan cara melewatkan udara ke bahan karbon,
misalnya batubara, dan dihasilkan karbon monoksida. Reaksinya eksotermis, dan
dapat dituliskan sebagai berikut:
2C + O
2
→ 2CO
Nitrogen dalan udara tidak bereaksi dan larut dalam gas hasil, sehingga
mengakibatkan nilai kalori gas menjadi rendah. Gas jenis ini biasa digunakan untuk
tenaga turbin gas yang memang tidak memerlukan bahan bakar dengan nilai kalori
tinggi, namun sebelumnya tar dari gas harus diambil terlebih dahulu. Gas jenis ini
cukup berguna, namun harus diperhatikan bahwa kandungan karbon monoksidanya
dapat menimbulkan keracunan.
- Gas air (Gas biru)
Gas air kadang-kadang disebut juga dengan gas biru karena jika gas ini
dibakar ia akan memberikan nyala yang berwarna biru. Gas ini dihasilkan dari reaksi
antara uap air dengan batubara atau kokas pijar pada suhu di atas 1000 °C. Reaksi
yang terjadi adalah:
C + H
2
O → CO + H
2

C + 2H
2
O → CO
2
+ 2H
2

Nilai kalori dari gas ini masih rendah, dan biasanya untuk meningkatkannya
ditambahkan minyak yang diatomisasikan ke dalam gas air panas. Hasilnya adalah
berupa gas air berkarburasi dan mempunyai nilai kalor yang lebih tinggi.
19

c. Bahan Bakar Batu Bara
Batu bara atau batubara adalah salah satu bahan bakar fosil. Pengertian
umumnya adalah batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan
organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses
pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen.
Batu bara juga adalah batuan organik yang memiliki sifat-sifat fisika dan
kimia yang kompleks yang dapat ditemui dalam berbagai bentuk.
Analisa unsur memberikan rumus formula empiris seperti C
137
H
97
O
9
NS untuk
bituminus dan C
240
H
90
O
4
NS untuk antrasit.
- Materi Pembentuk Batu Bara
Hampir seluruh pembentuk batu bara berasal dari tumbuhan. Jenis-jenis
tumbuhan pembentuk batu bara dan umurnya menurut Diessel (1981) adalah sebagai
berikut:
- Alga, dari Zaman Pre-kambrium hingga Ordovisium dan bersel tunggal.
Sangat sedikit endapan batu bara dari perioda ini.
- Silofita, dari Zaman Silur hingga Devon Tengah, merupakan turunan dari
alga. Sedikit endapan batu bara dari perioda ini.
- Pteridofita, umur Devon Atas hingga Karbon Atas. Materi utama pembentuk
batu bara berumur Karbon di Eropa dan Amerika Utara. Tetumbuhan tanpa
bunga dan biji, berkembang biak dengan spora dan tumbuh di iklim hangat.
- Gimnospermae, kurun waktu mulai dari Zaman Permian hingga Kapur
Tengah. Tumbuhan heteroseksual, biji terbungkus dalam buah, semisal pinus,
mengandung kadar getah (resin) tinggi. Jenis Pteridospermae seperti
gangamopteris dan glossopteris adalah penyusun utama batu bara Permian
seperti di Australia, India dan Afrika.
20

- Angiospermae, dari Zaman Kapur Atas hingga kini. Jenis tumbuhan modern,
buah yang menutupi biji, jantan dan betina dalam satu bunga, kurang bergetah
dibanding gimnospermae sehingga, secara umum, kurang dapat terawetkan.
- Penambangan
Penambangan batu bara adalah penambangan batu bara dari bumi. Batu
bara digunakan sebagai bahan bakar. Batu bara juga dapat digunakan untuk membuat
coke untuk pembuatan baja.
Tambang batu bara tertua terletak di Tower Colliery di Inggris

- Kelas dan jenis batu bara
Berdasarkan tingkat proses pembentukannya yang dikontrol oleh tekanan,
panas dan waktu, batu bara umumnya dibagi dalam lima kelas: antrasit, bituminus,
sub-bituminus, lignit dan gambut.
- Antrasit adalah kelas batu bara tertinggi, dengan warna hitam berkilauan
(luster) metalik, mengandung antara 86% - 98% unsur karbon (C) dengan
kadar air kurang dari 8%.
- Bituminus mengandung 68 - 86% unsur karbon (C) dan berkadar air 8-10%
dari beratnya. Kelas batu bara yang paling banyak ditambang di Australia.
- Sub-bituminus mengandung sedikit karbon dan banyak air, dan oleh
karenanya menjadi sumber panas yang kurang efisien dibandingkan dengan
bituminus.
- Lignit atau batu bara coklat adalah batu bara yang sangat lunak yang
mengandung air 35-75% dari beratnya.
- Gambut, berpori dan memiliki kadar air di atas 75% serta nilai kalori yang
paling rendah.
- Sumber daya batu bara
Potensi sumberdaya batu bara di Indonesia sangat melimpah, terutama di
Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera, sedangkan di daerah lainnya dapat dijumpai
21

batu bara walaupun dalam jumlah kecil dan belum dapat ditentukan
keekonomisannya, seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua, dan Sulawesi.
Di Indonesia, batu bara merupakan bahan bakar utama selain solar (diesel
fuel) yang telah umum digunakan pada banyak industri, dari segi ekonomis batu bara
jauh lebih hemat dibandingkan solar, dengan perbandingan sebagai berikut: Solar Rp
0,74/kilokalori sedangkan batu bara hanya Rp 0,09/kilokalori, (berdasarkan harga
solar industri Rp. 6.200/liter).
Dari segi kuantitas batu bara termasuk cadangan energi fosil terpenting bagi
Indonesia. Jumlahnya sangat berlimpah, mencapai puluhan milyar ton. Jumlah ini
sebenarnya cukup untuk memasok kebutuhan energi listrik hingga ratusan tahun ke
depan. Sayangnya, Indonesia tidak mungkin membakar habis batu bara dan
mengubahnya menjadi energis listrik melalui PLTU. Selain mengotori lingkungan
melalui polutan CO
2
, SO
2
, NO
x
dan C
x
H
y
cara ini dinilai kurang efisien dan kurang
memberi nilai tambah tinggi.
Batu bara sebaiknya tidak langsung dibakar, akan lebih bermakna dan efisien
jika dikonversi menjadi migas sintetis, atau bahan petrokimia lain yang bernilai
ekonomi tinggi. Dua cara yang dipertimbangkan dalam hal ini adalah likuifikasi
(pencairan) dan gasifikasi (penyubliman) batu bara.
Membakar batu bara secara langsung (direct burning) telah dikembangkan
teknologinya secara continue, yang bertujuan untuk mencapai efisiensi pembakaran
yang maksimum, cara-cara pembakaran langsung seperti: fixed grate, chain grate,
fluidized bed, pulverized, dan lain-lain, masing-masing mempunyai kelebihan dan
kelemahannya.

E. TURBIN
Turbin adalah sebuah mesin berputar yang mengambil energi dari aliran
fluida. Turbin sederhana memiliki satu bagian yang bergerak, "asembli rotor-blade".
22

Fluida yang bergerak menjadikan baling-baling berputar dan menghasilkan energi
untuk menggerakkan rotor. Contoh turbin awal adalah kincir angin dan roda air.

Sebuah turbin yang bekerja terbalik disebut kompresor atau pompa turbo.
Turbin gas, uap dan air biasanya memiliki "casing" sekitar baling-baling yang
memfokus dan mengontrol fluid. "Casing" dan baling-baling mungkin memiliki
geometri variabel yang dapat membuat operasi efisien untuk beberapa kondisi aliran
fluid.

F. Turbin Gas
Turbin gas adalah sebuah mesin berputar yang mengambil energi dari arus gas
pembakaran. Dia memiliki kompresor naik ke-atas dipasangkan dengan turbin turun
ke-bawah, dan sebuah bilik pembakaran di-tengahnya.
Energi ditambahkan di arus gas di pembakar, di mana udara dicampur
dengan bahan bakar dan dinyalakan. Pembakaran meningkatkan suhu, kecepatan dan
volume dari aliran gas. Kemudian diarahkan melalui sebuah penyebar (nozzle)
melalui baling-baling turbin, memutar turbin dan mentenagai kompresor.
Energi diambil dari bentuk tenaga shaft, udara terkompresi dan dorongan,
dalam segala kombinasi, dan digunakan untuk mentenagai pesawat terbang, kereta,
kapal, generator, dan bahkan tank.







Gambar.Turbin Gas
23

- Teori Operasi
Turbin gas dijelaskan secara termodinamika oleh Siklus Brayton, di mana
udara dikompresi isentropic sekutu, pembakaran terjadi pada tekanan konstan, dan
ekspansi terjadi di turbin isentropically kembali untuk tekanan awal.

Dalam prakteknya, gesekan dan turbulensi menyebabkan:
1. Isentropic non-kompresi: untuk suatu tekanan secara keseluruhan rasio, suhu
pengiriman kompresor lebih tinggi dari ideal.
2. Non-isentropic ekspansi: walaupun penurunan suhu turbin yang diperlukan
untuk menggerakkan kompresor tidak terpengaruh, tekanan terkait rasio lebih
besar, yang mengurangi ekspansi yang tersedia untuk menyediakan kerja yang
bermanfaat.
3. Tekanan kerugian dalam asupan udara, combustor dan knalpot: mengurangi
ekspansi yang tersedia untuk menyediakan kerja yang bermanfaat.
Seperti semua siklus mesin panas s, suhu pembakaran yang lebih tinggi berarti
lebih besar efisiensi. Faktor pembatas adalah kemampuan baja, nikel, keramik, atau
materi lain yang membentuk mesin untuk menahan panas dan tekanan. Teknik cukup
masuk ke bagian turbin menjaga dingin. Kebanyakan turbin juga mencoba untuk
memulihkan knalpot panas, yang sebaliknya adalah energi terbuang. Recuperator s
adalah heat exchanger s yang lulus knalpot panas ke udara terkompresi, sebelum
pembakaran. Gabungan siklus desain lulus limbah panas ke uap turbin sistem. Dan
gabungan panas dan kekuasaan (co-generation) menggunakan limbah panas untuk
produksi air panas.
Mekanis, turbin gas dapat kurang kompleks daripada pembakaran piston
mesin. Sederhana turbin mungkin memiliki satu bergerak bagian: poros / kompresor /
24

turbin / alternatif rotor perakitan (lihat gambar di atas), belum termasuk sistem bahan
bakar. Namun, manufaktur presisi yang diperlukan untuk komponen dan paduan
tahan temperatur yang diperlukan untuk efisiensi yang tinggi sering membuat
pembangunan turbin sederhana lebih rumit daripada mesin piston.
Lebih canggih turbin (seperti yang ditemukan di zaman modern mesin jet)
dapat memiliki beberapa shaft (kelos), ratusan turbin baling, bergerak stator blades,
dan sistem yang luas kompleks pipa, combustors dan penukar panas.
Sebagai aturan umum, semakin kecil mesin semakin tinggi tingkat perputaran
poros (s) yang diperlukan untuk mempertahankan kecepatan tertinggi. Kecepatan
sudu turbin menentukan tekanan maksimum yang dapat diperoleh, hal ini
menghasilkan daya maksimum yang mungkin tergantung pada ukuran mesin. Mesin
jet s beroperasi sekitar 10.000 rpm dan mikro turbin s sekitar 100.000 rpm.
Thrust bantalan s dan jurnal bantalan adalah bagian penting dari desain.
Secara tradisional, mereka telah hidrodinamik minyak bantalan, atau minyak-cooled
bola bantalan s. Bantalan ini sedang dikalahkan oleh foil bantalan s, yang telah
berhasil digunakan dalam turbin mikro dan unit daya tambahan s.

G. Turbin Uap
Turbin uap merupakan suatu penggerak mula yang mengubah energi potensial
uap menjadi energi kinetik dan energi kinetik ini selanjutnya diubah menjadi energi
mekanis dalam bentuk putaran poros turbin. Poros turbin, lansung atau dengan
bantuan roda gigi reduksi, dihubungkan dengan mekanisme yang akan digerakkan.
Tergantung pada jenis mekanisme yang digunakan, turbin uap dapat digunakan pada
berbagai bidang seperti pada bidang industri, untuk pembangkit tenaga listrik dan
untuk transportasi. Pada proses perubahan energi potensial menjadi energi
mekanisnya yaitu dalam bentuk putaran poros dilakukan dengna berbagai cara.
Turbin uap modern pertama kali dikembangkan oleh Sir Charles Parsons pada
tahun 1884. Pada perkembangannya, turbin uap ini mampu menggantikan peranan
dari kerja mesin uap piston torak. Hal ini disebabkan karena turbin uap memiliki
25

kelebihan berupa efisiensi termal yang besar dan perbandingan berat dengan daya
yang dihasilkan yang cukup tinggi. Pada prosesnya turbin uap menghasilkan gerakan
rotasi, sehingga hal ini sangat cocok digunakan untuk menggerakkan generator listrik.
Pada saat ini, sudah hampir 80% pembangkit listrik diseluruh dunia telah
menggunakan turbin uap.
Secara umum turbin uap dapat digolongkan menjadi tiga macam yaitu turbin
impuls, reaksi dan gabungan. Penggolongan ini berdasarkan cara mendapatkan
perubahan energi potensial menjadi energi kinetik dari semburan uapnya.







Turbin Impuls VS Turbin Reaksi (untuk lebih jelas, klik pada gambar)
Adapun turbin impuls mengubah energi potensial uapnya menjadi energi
kinetik didalam nosel (yang dibentuk oleh sudu-sudu diam yang berdekatan). Nosel
diarahkan kepada sudu gerak. Didalam sudu-sudu gerak, energi kinetik diubah
menjadi energi mekanis. Energi potensial uap berupa ekspansi uap, yang diperoleh
dari perubahan tekanan awal hingga tekanan akhirnya di dalam sebuah nosel atau
dalam satu grup nosel yang ditempatkan didepan sudu-sudu cakram yang berputar.
Penurunan tekanan uap didalam nosel diikuti dengan penurunan kandungan kalornya
26

yang terjadi didalam nosel. Hal ini menyebabkan naiknya kecepatan uap yang keluar
dari nosel (energi kinetik). Kemudian energi kecepatan semburan uap yang keluar
dari nosel yang diarahkan kepada sudu gerak (sudu-sudu cakram yang berputar)
memberikan gaya impuls pada-pada sudu gerak sehingga menyebabkan sudu-sudu
gerak berputar (melakukan kerja mekanis).
Atau bisa dafahami secara sederhana pronsip kerja dari turbin impuls yaitu
turbin yang proses ekspansi lengkap uapnya hanya terjadi pada kanal diam (nosel)
saja, dan energi kecepatan diubah menjadi kerja mekanis pada sudu-sudu turbin.
Kecepatan uap yang keluar dari turbin jenis ini bisa mencapai 1200/detik. Turbin
jenis ini pertama kali dibuat oleh de Laval, yang mana turbin ini mampu beroperasi
pada putaran 30.000rpm. Pada aplikasinya turbin impuls ini dilengkapi dengan roda
gigi reduksi untuk memindahkan momen putar ke mekanisme yang akan digerakkan
seperti generator listrik.
Turbin reaksi yaitu turbin yang ekspansi uapnya tidak hanya terjadi pada
laluan-laluan sudu pengarah (nosel) yang tetap saja tetapi juga terjadi pada laluan
sudu gerak (sudu-sudu cakram yang berputar), sehingga terjadi penurunan
keseluruhan kandungan kalor pada semua tingkat sehingga terdistribusi secara
seragam. Turbin yang jenis ini umumnyan digunakan untuk kepentingan industri.
Kecepatan uap yang mengalir pada turbin (yang biasanyan nekatingkat) lebih rendah
yaitu sekitar 100 – 200 m/detik.








Gambar. Turbin Uap
27

- Prinsip Kerja Turbin Uap
Pada dasarnya prinsip kerja turbin uap sama dengan mesin uap tipe bolak
balik. Bedanya mesin uap tipe bolak balik menggunakan piston, sedangkan turbin uap
menggunakan turbin. Pada mesin uap tipe bolak balik, kalor diubah terlebih dahulu
menjadi energi kinetik translasi piston. Setelah itu energi kinetik translasi piston
diubah menjadi energi kinetik rotasi roda pemutar. Nah, pada turbin uap, kalor
langsung diubah menjadi energi kinetik rotasi turbin. Turbin bisa berputar akibat
adanya perbedaan tekanan. Suhu uap sebelah atas bilah jauh lebih besar daripada
suhu uap sebelah bawah bilah (bilah tuh lempeng tipis yang ada di tengah turbin).
Ingat ya, suhu berbading lurus dengan tekanan. Karena suhu uap pada sebelah atas
bilah lebih besar dari suhu uap pada sebelah bawah bilah maka tekanan uap pada
sebelah atas bilah lebih besar daripada tekanan uap pada sebelah bawah bilah.
Adanya perbedaan tekanan menyebabkan si uap mendorong bilah ke bawah sehingga
turbin berputar. Arah putaran turbin tampak seperti gambar di bawah:








Perlu diketahui bahwa prinsip kerja mesin uap didasarkan pada diagram
perpindahan energi yang telah dijelaskan di atas. Dalam hal ini, energi mekanik bisa
dihasilkan apabila kita membiarkan kalor mengalir dari benda atau tempat bersuhu
28

tinggi menuju benda atau tempat bersuhu rendah. Dengan demikian, perbedaan suhu
sangat diperlukan pada mesin uap.
Apa bila kiata perhatikan cara kerja mesin uap tipe bolak balik, tampak
bahwa piston tetap bisa bergerak ke kanan dan ke kiri walaupun tidak ada perbedaan
suhu (tidak ada kondensor dan pompa). Piston bisa bergerak ke kanan akibat adanya
pemuaian uap bersuhu tinggi atau uap bertekanan tinggi. Dalam hal ini, sebagian
kalor pada uap berubah menjadi energi kinetik translasi piston. Energi kinetik
translasi piston kemudian berubah menjadi energi kinetik rotasi roda pemutar. Setelah
melakukan setengah putaran, roda akan menekan piston kembali ke kiri. Ketika roda
menekan piston kembali ke kiri, energi kinetik rotasi roda berubah lagi menjadi
energi kinetik translasi piston. Ketika piston bergerak ke kiri, piston mendorong uap
yang ada dalam silinder.
Pada saat yang sama, katup pembuangan terbuka. Dengan demikian, uap
yang didorong piston tadi akan mendorong temannya ada di sebelah bawah katup
pembuangan. Nah, apabila suhu uap yang berada di sebelah bawah katup
pembuangan = suhu uap yang didorong piston, maka semua energi kinetik translasi
piston akan berubah lagi menjadi energi dalam uap. Energi dalam berbanding lurus
dengan suhu. Kalau energi dalam uap bertambah maka suhu uap meningkat. Suhu
berbanding lurus dengan tekanan. Kalau suhu uap meningkat maka tekanan uap juga
meningkat. Dengan demikian, tekanan uap yang dibuang melalui katup pembuangan
= tekanan uap yang masuk melalui katup masukan. Piston akan tetap bergerak ke
kanan dan ke kiri seterusnya tetapi tidak akan ada energi kinetik total yang bisa
dimanfaatkan (tidak ada kerja total yang dihasilkan). Jadi energi kinetik yang
diterima oleh piston selama proses pemuaian (piston bergerak ke kanan) akan
dikembalikan lagi kepada uap selama proses penekanan (piston bergerak ke kiri).
Dari penjelasan panjang lebar dan bertele-tele sebelumnya, kita bisa
menyimpulkan bahwa perbedaan suhu dalam mesin uap tetap diperlukan. Perbedaan
suhu dalam mesin uap bisa diperoleh dengan memanfaatkan kondensor. Ketika suhu
dan tekanan uap yang berada di sebelah bawah katup pembuangan jauh lebih kecil
29

dari pada suhu dan tekanan uap yang berada di dalam silinder, maka ketika si piston
bergerak kembali ke kiri, besarnya tekanan (P = F/A) yang dilakukan piston terhadap
uap jauh lebih kecil daripada besarnya tekanan yang diberikan uap kepada piston
ketika si piston bergerak ke kanan.
Dengan kata lain, besarnya usaha alias kerja yang dilakukan piston terhadap
uap jauh lebih kecil daripada besarnya kerja yang dilakukan uap terhadap piston (W =
Fs). Jadi hanya sebagian kecil energi kinetik piston yang dikembalikan lagi pada uap.
Dengan demikian akan ada energi kinetik total atau kerja total yang dihasilkan.
Energi kinetik total ini yang dipakai untuk menggerakan sesuatu (membangkitkan
listrik ). Pembangkitan energi listrik akan dibahas secara mendalam pada pokok
bahasan listrik dan magnet.
H. Turbin Air
Turbin air adalah sebuah mesin berputar yang mengambil energi kinetik dari
arus air. Turbin air dikembangkan pada awal abad ke-19 dan digunakan secara luas
untuk tenaga industri sebelum adanya jaringan listrik. Sekarang mereka digunakan
untuk pembangkit tenaga listrik. Mereka mengambil sumber energi yang bersih dan
terbaharui.
a. Cara kerja turbin Air
- Pemilihan Turbin

Turbin air berperan untuk mengubah energi air (energi potensial, tekanan
dan energi kinetik) menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran poros. Putaran
poros turbin ini akan diubah oleh generator menjadi tenaga listrik. Berdasarkan
prinsip kerjanya , turbin air dibagi menjadi dua kelompok:
1. Turbin impuls (cross-flow, pelton & turgo)
Untuk jenis ini, tekanan pada setiap sisi sudu geraknya lrunnernya -
bagian turbin yang berputar - sama.
2. Turbin reaksi ( francis, kaplanlpropeller)
30

Daerah aplikasi berbagai jenis turbin air relatif spesifik. Pada beberapa
daerah operasi memungkinkan digunakan beberapa jenis turbin. Pemilihan
jenis turbin pada daerah operasi yang overlaping ini memerlukan perhitungan
yang lebih mendalam. Pada dasarnya daerah kerja operasi turbin menurut
Keller2 dikelompokkan menjadi:
Low head powerplant: dengan tinggi jatuhan air (head) :S 10 M3
Medium head power plant:: dengan tinggi jatuhan antara low head dan high-head
High head power plant: dengan tinggi jatuhan air yang memenuhi persamaan
H ≥ 100 (Q)0-113
dimana, H =head, m Q = desain debit, m 31s
Secara umum hasil survey lapangan mendapatkan potensi pengembangan PLTMH
dengan tinggi jatuhan (head) 6 - 60 m, yang dapat dikattegoirikan pada head rendah
dan medium.
Tabel Daerah Operasi Turbin
Jenis Turbin Variasi Head, m
Kaplan dan Propeller 2 < H < 20
Francis 10 < H < 350
Peiton 50 < H < 1000
Crossfiow 6 < H < 100
Turgo 50 < H < 250

2. Kriteria Pemilihan Jenis Turbin
Pemilihan jenis turbin dapat ditentukan berdasarkan kelebihan dan
kekurangan dari jenis-jenis turbin, khususnya untuk suatu desain yang sangat
spesifik. Pada tahap awal, pemilihan jenis turbin dapat diperhitungkan dengan
mempertimbangkan parameter-parameter khusus yang mempengaruhi sistem operasi
turbin, yaitu :
- Faktor tinggi jatuhan air efektif (Net Head) dan debit yang akan dimanfaatkan
untuk operasi turbin merupakan faktor utama yang mempengaruhi pemilihan
31

jenis turbin, sebagai contoh : turbin pelton efektif untuk operasi pada head tinggi,
sementara turbin propeller sangat efektif beroperasi pada head rendah.
- Faktor daya (power) yang diinginkan berkaitan dengan head dan debit yang
tersedia.
- Kecepatan (putaran) turbin ang akan ditransmisikan ke generator. Sebagai contoh
untuk sistem transmisi direct couple antara generator dengan turbin pada head
rendah, sebuah turbin reaksi (propeller) dapat mencapai putaran yang diinginkan,
sementara turbin pelton dan crossflow berputar sangat lambat (low speed) yang
akan menyebabkan sistem tidak beroperasi.
Ketiga faktor di atas seringkali diekspresikan sebagai "kecepatan spesifik,
Ns", yang didefinisikan dengan formula:
Ns = N x P0.51W .21
dimana :
N = kecepatan putaran turbin, rpm
P = maksimum turbin output, kW
H = head efektif , m
Output turbin dihitung dengan formula:
P=9.81 xQxHx qt (2)
dimana
Q = debit air, m 3 ldetik
H = efektif head, m
ilt = efisiensi turbin
= 0.8 - 0.85 untuk turbin pelton
= 0.8 - 0.9 untuk turbin francis
= 0.7 - 0.8 untuk turbin crossfiow
32

= 0.8 - 0.9 untuk turbin propellerlkaplan
Kecepatan spesifik setiap turbin memiliki kisaran (range) tertentu
berdasarkan data eksperimen. Kisaran kecepatan spesifik beberapa turbin air adalah
sebagai berikut:
Turbin pelton 12≤Ns≤25
TurbinFrancis 60≤;Ns≤300
Turbin Crossflow 40≤Ns≤200
Turbin Propeller 250≤Ns≤ 1000

Dengan mengetahui kecepatan spesifik turbin maka perencanaan dan
pemilihan jenis turbin akan menjadi lebih mudah. Beberapa formula yang
dikembangkan dari data eksperimental berbagai jenis turbin dapat digunakan untuk
melakukan estimasi perhitungan kecepatan spesifik turbin, yaitu :
Turbin pelton (1 jet) Ns = 85.49/H
0.243
(Siervo & Lugaresi, 1978)
Turbin Francis Ns = 3763/H
0.854
(Schweiger & Gregory, 1989)
Turbin Kaplan Ns = 2283/H
0.486
(Schweiger & Gregory, 1989)
Turbin Crossfiow Ns = 513.25/H
0.505
(Kpordze & Wamick, 1983)
Turbin Propeller Ns = 2702/H
0.5
(USBR, 1976)

Dengan mengetahui besaran kecepatan spesifik maka dimensi dasar turbin
dapat diestimasi (diperkirakan).
33

Pada perencanaan PLTMH ini, pilihan turbin yang cocok untuk lokasi yang tersedia
adalah :
1. Turbin propeller tipe open flume untuk head rendah s.d 6 m
2. Turbin crossflow 1 banki-mithell untuk head 6 m < H < 60 m.
Pemilihan jenis turbin tersebut berdasarkan ketersediaian teknologi secara
lokal dan biaya pembuatan/pabrikasi yang lebih murah dibandingkan tipe lainnya
seperti pelton dan francis. Jenis turbin crosstlow yang dipergunakan pada
perencanaart ini adalah crossfiow T-14 dengan diameter runner 0.3 m. Turbin tipe ini
memiliki efisiensi maksimum yang baik sebesar 0.74 dengan efisiensi pada debit 40%
masih cukup tinggi di atas 0.6. Sementara untuk penggunaan turbin propeller open
flume pabrikasi lokal ditetapkan efisiensi turbin sebesar 0.75.
Penggunaan kedua jenis turbin tersebut untuk pembangkit tenaga air skala
mikro (PLTMH), khususnya crossfIlow T-14 telah terbukti handai di lapangan
dibandingkan jenis crossfiow lainnya yang dikembangkan oleh berbagai pihak
(lembaga penelitian, pabrikan, import).
Putaran turbin baik propeller open flume head rendah dan turbin
crossflow memiliki kecepatan yang rendah. Pada sistem mekanik turbin digunakan
transmisi sabuk flatbelt dan pulley untuk menaikkan putaran sehingga sama dengan
putaran generator 1500 rpm. Efisiensi sistem transmisi mekanik flat belt
diperhitungkan 0.98. Sementara pada sistem transmisi mekanik turbin propeller open
flume menggunakan sabuk V, dengan efisiensi 0.95.




34

Diagram Aplikasi berbagai jenis Turbin
(Head Vs Debit)

Tabel Putaran Generator Sinkron (rpm)

Jumlah Pole (kutub) Frekuensi , 50 Hz
2 3000
4 1500
6 1000
8 750
10 600
12 500
14 429

Tabel Run-away speed Turbin, N maks/N

Jenis Turbin Putaran Nominal, N (rpm) Runaway speed
Semi Kaplan, single regulated 75-100 2-2.4
Kaplan, double regulated 75-150 2.8-3.2
Small-medium Kaplan 250-700 2.8-3.2
Francis (medium & high head) 500-1500 1.8-2.2
Francis (low head) 250-500 1.8-2.2
Pelton 500-1500 1.8-2
Crossflow 100-1000 1.8-2
Turgo 600-1000 2

2. Pemilihan Generator dan Sistem Kontrol
Generator adalah suatu peralatan yang berfungsi mengubah energi mekanik
menjadi energi listrik. Jenis generator yang digunakan pada perencanaan PLTMH ini
adalah :
- Generator sinkron, sistem eksitasi tanpa sikat (brushless exitation) dengan
penggunaan dua tumpuan bantalan (two bearing).
- Induction Motor sebagai Generator (IMAG) sumbu vertikal, pada perencanaan
turbin propeller open flume

35

Spesifikasi generator adalah putaran 1500 rpm, 50 Hz, 3 phasa dengan
keluaran tegangan 220 V/380 V. Efisiensi generator secara umum adalah
- Aplikasi < 10 KVA efisiensi 0.7 - 0.8
- Aplikasi 10 - 20 KVA efisiensi 0.8 - 0.85
- Aplikasi 20 - 50 KVA efisiensi 0.85
- Aplikasi 50 - 100 KVA efisiensi 0.85 - 0.9
- Aplikasi >. - 100 KVA efisiensi 0.9 - 0.95

Sistem kontrol yang digunakan pada perencanaan PLTMH ini menggunakan
pengaturan beban sehingga jumlah output daya generator selalu sama dengan beban.
Apabila terjadi penurunan beban di konsumen, maka beban tersebut akan dialihkan
ke sistem pemanas udara (air heater) yang dikenal sebagai ballast load/dumy load.

Sistem pengaturan beban yang digunakan pada perencanaan ini adalah

- Electronic Load Controller (ELC) untuk penggunaan generator sinkron
- Induction Generator Controller (IGC) untuk penggunaan IMA
Sistem kontrol tersebut telah dapat dipabrikasi secara lokal, dan terbukti
handal pada penggunaan di banyak PLTMH. Sistem kontrol ini terintegrasi pada
panel kontrol (switch gear).
Fasillitas operasi panel kontrol minimum terdiri dari
- Kontrol start/stop, baik otomatis, semi otomatis, maupun manual
- Stop/berhenti secara otomatis
- Trip stop (berhenti pada keadaan gangguan: over-under voltage, over-under
frekuensi.
- Emergency shut down, bila terjadi gangguan listrik (misal arus lebih)



36











Gambar. Turbin Air
I. PEMBANGKIT UAP
a. Boiler
Boiler adalah sebuah bejana tertutup yang berfungsi untuk mengubah wujud
suatu fluida dari cair menjadi gas. Perubahan wujud tersebut terjadi karena
penambahan kalor. Kalor yang ditambahkan dapat diperoleh dengan cara
pembakaran bahan bakar fosil maupun non fosil, reaksi inti atom, ataupun
merupakan gas buang dari sisa ekspansi turbin gas.
Sampai dengan saat ini secara umum dikenal dua macam jenis boiler yaitu
Fire Tube Boiler (Boiler Tabung Api) dan Water Tube Boiler (Boiler Tabung Air).
Water tube boiler mempunyai efisiensi yang lebih tinggi daripada fire tube boiler,
khususnya yang membutuhkan panas tinggi atau tekanan tinggi, oleh karena itu boiler
jenis ini banyak digunakan oleh industri yang dalam prosesnya membutuhkan
tekanan tinggi.



37

b. Jenis-jenis Boiler
Ada berbagai macam jenis boiler: Berdasarkan tempat fluida mengalir : Fire
tube boiler, Water tube boiler, Berdasarkan proses pembakarannya: Fluidized bed
combustion boiler, Atmospheric fluidized bed combustion boiler, Pressurized
fluidized bed combustion boiler, Circulating fluidized bed combustion boiler, Stoker
fired boiler, Pulverized fuel boiler, Boiler pemanas limbah (Waste heat
boiler), Berdasarkan tekanan kerja: a. Low pressure (2-16 Kg/cm2), Medium pressure
(17-30 Kg/cm2), High pressure (31-140 Kg/cm2), Super high pressure (141-225
Kg/cm2), Super critical pressure (Up to 226 Kg/cm2).

c. Fire Tube Boiler
Pada fire tube boiler, gas panas melewati pipa-pipa dan air umpan boiler ada
didalam shell untuk dirubah menjadi steam. Fire tube boilers biasanya digunakan
untuk kapasitas steam yang relative kecil dengan tekanan steamrendah sampai
sedang. Sebagai pedoman, fire tube boilers kompetitif untuk kecepatan steam sampai
12.000 kg/jam dengan tekanan sampai 18 kg/cm2. Fire tube boilers dapat
menggunakan bahan bakar minyak bakar, gas atau bahan bakar padat dalam
operasinya. Untuk alasan ekonomis, sebagian besar fire tube boilers dikonstruksi
sebagai “paket” boiler (dirakit oleh pabrik) untuk semua bahan bakar.

d. Water Tube Boiler
Pada water tube boiler, air umpan boiler mengalir melalui pipa-pipa masuk
kedalam drum. Air yang tersirkulasi dipanaskan oleh gas pembakar
membentuksteam pada daerah uap dalam drum. Boiler ini dipilih jika
kebutuhan steam dan tekanan steam sangat tinggi seperti pada kasus boiler untuk
pembangkit tenaga.Water tube boiler yang sangat modern dirancang dengan
kapasitas steam antara 4.500 – 12.000 kg/jam, dengan tekanan sangat tinggi.
Banyak water tube boilers yang dikonstruksi secara paket jika digunakan bahan bakar
38

minyak bakar dan gas. Untuk water tube yang menggunakan bahan bakar padat, tidak
umum dirancang secara paket.
Karakteristik water tube boilers sebagai berikut:
1. Forced, induced dan balanced draft membantu untuk meningkatkan efisiensi
pembakaran
2. Kurang toleran terhadap kualitas air yang dihasilkan dari plant pengolahan air.
3. Memungkinkan untuk tingkat efisiensi panas yang lebih tinggi.

e. Boiler Pembakaran dengan Fluidized Bed (FBC)
Pembakaran dengan fluidized bed (FBC) muncul sebagai alternatif yang
memungkinkan dan memiliki kelebihan yang cukup berarti dibanding sistim
pembakaran yang konvensional dan memberikan banyak keuntungan rancangan
boiler yang kompak, fleksibel terhadap bahan bakar, efisiensi pembakaran yang
tinggi dan berkurangnya emisi polutan yang merugikan seperti SOx dan NOx. Bahan
bakar yang dapat dibakar dalam boiler ini adalah batubara, barang tolakan dari tempat
pencucian pakaian, sekam padi, bagas & limbah pertanian lainnya. Boiler fluidized
bed memiliki kisaran kapasitas yang luas yaitu antara 0.5 T/jam sampai lebih dari 100
T/jam.
Bila udara atau gas yang terdistribusi secara merata dilewatkan keatas
melaluibed partikel padat seperti pasir yang disangga oleh saringan halus, partikel
tidak akan terganggu pada kecepatan yang rendah. Begitu kecepatan udaranya
berangsur-angsur naik, terbentuklah suatu keadaan dimana partikel tersuspensi dalam
aliran udara – bed tersebut disebut “terfluidisasikan”. Dengan kenaikan kecepatan
udara selanjutnya, terjadi pembentuka gelembung, turbulensi yang kuat, pencampuran
cepat dan pembentukan permukaan bed yang rapat. Bed partikel padat menampilkan
sifat cairan mendidih dan terlihat seperti fluida “bed gelembung fluida/ bubbling
fluidized bed”.
Jika partikel pasir dalam keadaan terfluidisasikan dipanaskan hingga ke suhu
nyala batubara, dan batubara diinjeksikan secara terus menerus ke bed, batubara akan
39

terbakar dengan cepat dan bed mencapai suhu yang seragam. Pembakaran
dengan fluidized bed (FBC) berlangsung pada suhu sekitar 840
O
C hingga 950
O
C.
Karena suhu ini jauh berada dibawah suhu fusi abu, maka pelelehan abu dan
permasalahan yang terkait didalamnya dapat dihindari. Suhu pembakaran yang lebih
rendah tercapai disebabkan tingginya koefisien perpindahan panas sebagai akibat
pencampuran cepat dalam fluidized bed dan ekstraksi panas yang efektif
dari bed melalui perpindahan panas pada pipa dan dinding bed. Kecepatan gas dicapai
diantara kecepatan fluidisasi minimum dan kecepatan masuk partikel. Hal ini
menjamin operasi bed yang stabil dan menghindari terbawanya partikel dalam jalur
gas.

DASAR TEORI BOILER
a. Boiling
Proses pemanasan air untuk mendapatkan steam merupakan proses yang
sangat umum dilakukan oleh manusia. Secara termodinamika, cukup dengan
menaikkan suhu air tersebut hingga mencapai titik yang diinginkan, hal ini
dibutuhkan energy untuk menaikkan suhu atau merubah fase dari fase liquid menjadi
fase gas. Contoh yang sederhana mengenai ini adalah alat kettle boiler.
Faktor teknis dan ekonomi yang sangat diperhatikan untuk
menghasilkan steamdengan tekanan yang diinginkan adalah seberapa kecil energi
yang dibutuhkan untuk mendapatkan steam yang sesuai.
Ada beberapa hala yang perlu diketahui mengenai boiler
b. Pressure (Tekanan)
Tekanan merupakan faktor penting dalam proses boiler. Tekanan proses
yang diinginkan harus dijaga untuk menjamin kebutuhan steam sesuai tekanan yang
dibutuhkan.


40

c. Temperature (Suhu)
Temperatur adalah panas kerja dalam boiler. Temperatur ini berbanding
lurus dengan tekanan yang dihasilkan. Temperatur dan tekanan ini juga yang
mencerminkan steam yang dihasilkan. Secara umum ada dua jenis steam yang
dihasilkan:
- Saturated steam
Temperature yang dihasilkan segaris dengan tekanan
- Superheated steam
Temperatur yang dihasilkan sesuai dengan design yang direncanakan pada boiler.
d. Kapasitas
Kapasitas adalah kemampuan boiler untuk menghasilkan uap dalam satuan
berat per waktu. Untuk mendapatkan kapasitas boiler, harus mengetahui effisiensi
dari boiler dan jumlah bahan bakar yang digunakan.
Kalor yang diberikan bahan bakar x effisiensi = Kalor yang diterima fluida untuk
menjadi uap
M DH = h (W) HV
Keterangan:
M = Kapasitas, Kg/Jam
DH = Perbedaan entalphy keluar dan masuk, Kcal/Kg
h = Effisiensi, %
W = Berat Bahan Bakar, Kg/Jam
HV = Heating Value, Kcal/Kg
untuk fiber : 2340 Kcal/kg
untuk shell : 3480 Kcal/kg

41

e. Efisiensi
Effisiensi merupakan suatu ukuran efektifitas panas, suatu ukuran persentase
berapa banyak steam yang dihasilkan dalam setiap jumlah bahan bakar yang terbakar.
f. Neraca Panas
Proses dalam boiler tidak lepas dari penyusunan neraca panas. Proses
pembakaran dalam boiler dapat digambarkan dalam gambar neraca energi. Energi
masuk dari proses pembakaran bahan bakar diubah menjadi energi yang bisa
digunakan untuk untuk berbagai kebutuhan. Dalam proses ini pasti ada kehilangan
energi.
Neraca panas merupakan keseimbangan energi masuk dan yang keluar.
Berikut ilustrasi proses termodinamika.
Sebagai contoh, berikut gambaran kehilangan energi yang mungkin dalam proses
boiler dengan menggunakan bahan bakar batu bara.
Kehilangan energi dalam proses bisa dikategorikan kehilangan yang bisa
dihindari dan yang tidak dapat dihindari. Pengkajian energi harus mengurangi
kehilangan yang dapat dihindari, dengan meningkatkan efisiensi energi. Kehilangan
dapat diminimalisasi:
- Kehilangan panas di gas cerobong.
Udara berlebih diturunkan hingga batas udara minimum dibutuhkan.Suhu gas
cerobong dioptimalkan dengan pemeliharaan yang baik, teknologi boiler yang
baik, dan lain-lain.
- Kehilangan karena bahan bakar yang tidak terbakar dalam ruang pembakaran,
mengoptimalkan operasi dan pemeliharaan.
- Kehilangan waktu blowdown, pengolahan air umpan yang baik dan daur ulang
kondensat.
- Kehilangan kondensat.
- Kehilangan konveksi dan radiasi ke lingkungan, dikurangi dengan mengisolasi
boiler dengan baik.
42

Q in = Q use + Q loss
g. Blowdown Boiler
Jika air dididihkan dan dihasilkan steam, padatan terlarut yang terdapat
dalam air akan tinggal di boiler. Jika banyak padatan terdapat dalam air umpan,
padatan tersebut akan terpekatkan dan akhirnya akan mencapai suatu tingkat dimana
kelarutannya dalam air akan terlampaui dan akan mengendap dari larutan. Diatas
tingkat konsenrasi tertentu, padatan tersebut mendorong terbentuknya busa dan
menyebabkan terbawanya air ke steam. Endapan juga mengakibatkan terbentunya
kerak di bagian dalam boiler, mengakibatan pemanasan setempat menjadi berlebih
dan akhirnya menyebabkan kegagalan pada pipa boiler. Oleh karena itu penting untuk
mengendalikan tingkat konsentrasi padatan dalam suspensi dan yang terlarut dalam
air yang dididihkan. Hal ini dicapai oleh proses yang disebut „blowing down‟, dimana
sejumlah tertentu volume air dikeluarkan dan secara otomatis diganti dengan air
umpan – dengan demikian akan tercapai tingkat optimum total padatan terlarut
(TDS) dalam air boiler dan membuang padatan yang sudah rata keluar dari larutan
dan yang cenderung tinggal pada permukaan boiler. Blowdown penting untuk
melindungi permukaan penukar panas pada boiler. Walau demikian,Blowdown dapat
menjadi sumber kehilangan panas yang cukup berarti, jika dilakukan secara tidak
benar.

h. Blowdown yang sewaktu-waktu/intermittent
Blowdown yang sewaktu-waktu dioperasikan secara manual menggunakan
sebuah kran yang dipasang pada pipa pembuangan pada titik terendah shellboiler
untuk mengurangi parameter (TDS atau konduktivitas, pH, konsentasi Silica dan
Fosfat) dalam batasan yang sudah ditentukan sehingga tidak berpengaruh buruk
terhadap kualitas steam. Jenis blowdown ini juga merupakan metode efektif untuk
membuang padatan yang telah lepas dari larutan dan menempati pipa api dan
permukaan dalam shell boiler. Padablowdown yang sewaktu-waktu, jalur yang

43

berdiameter besar dibuka untuk waktu sesaat, yang didasarkan pada aturan umum
misalnya “sekali dalam satushift untuk waktu 2 menit”. Blowdown yang sewaktu-
waktu menyebabkan harus ditambahkannya air umpan ke dalam boiler dalam jumlah
besar dan dalam waktu singkat, sehingga membutuhkan pompa air umpan yang lebih
besar daripada jika digunakan blowdown kontinyu. Juga, tingkat TDS akan
bervariasi, sehingga menyebabkan fluktuasi ketinggian air dalam boiler karena
perubahan dalam ukuran gelembung steam dan distribusinya yang setara dengan
perubahan dalam konsentrasi padatan. Juga, sejumlah besar energi panas hilang
karena blowdown yang sewaktu-waktu.

i. Blowdown yang kontinyu
Terdapat pemasukan yang tetap dan konstan sejumlah kecil aliran air boiler kotor,
dengan penggantian aliran masuk air umpan yang tetap dan konstan. Hal ini
menjamin TDS yang konstan dan kemurnian steam pada beban steamtertentu.
Kran blowdown hanya diatur satu kali untuk kondisi tertentu, dan tidak perlu lagi
diatur setiap saat oleh operator. Walaupun sejumlah besar panas diambil dari boiler,
tetapi ada peluang pemanfaatan kembali panas ini dengan mengembuskannya ke flash
tank dan mengasilkan flash steam. Flash steam ini dapat digunakan untuk pemanasan
awal air umpan boiler. Jenis blowdown ini umum digunakan pada boiler bertekanan
tinggi. Residu blowdown yang meninggalkan flash vessel masih mengandung energi
panas yang cukup dan dapat dimanfaatkan kembali dengan me masang sebuah
penukar panas untuk memanaskan air make-up dingin. Sistim pemanfaatan kembali
panas blowdownyang lengkap seperti yang digambarkan dibawah dapat
memanfaatkan hingga 80% energi yang terkandung dalam blowdown, yang dapat
diterapkan pada berbagai ukuran boiler steam dengan waktu
pengembalian modalnya bisa kembali hanya dalam beberapa bulan.


44

j. Keuntungan pengendalian blowdown
Pengendalian blowdown boiler yang baik dapat secara signifikan
menurunkan biaya perlakuan dan operasional yang meliputi:
- Biaya perlakuan awal lebih rendah
- Konsumsi air make-up lebih sedikit
- Waktu penghentian untuk perawatan menjadi berkurang
- Umur pakai boiler meningkat
- Pemakaian bahan kimia untuk pengolahan air umpan menjadi lebih rendah

k. Pengolahan Air Umpan Boiler
Memproduksi steam yang berkualitas tergantung pada pengolahan air yang
benar untuk mengendalikan kemurnian steam, endapan dan korosi. Sebuah boiler
merupakan bagian dari sistim boiler, yang menerima semua bahan pencemar dari
sistim didepannya. Kinerja boiler, efisiensi, dan umur layanan merupakan hasil
langsung dari pemilihan dan pengendalian air umpan yang digunakan dalam boiler.
Jika air umpan masuk ke boiler, kenaikan suhu dan tekanan menyebabkan komponen
air memiliki sifat yang berbeda. Hampir semua komponen dalam air umpan dalam
keadaan terlarut. Walau demik ian, dibawah kondisi panas dan tekanan hampir
seluruh komponen terlarut keluar dari larutan sebagai padatan partikuat, kadang-
kadang dalam bentuk Kristal dan pada waktu yang lain sebagai bentuk amorph. Jika
kelarutan komponen spesifik dalam air terlewati, maka akan terjadi pembentukan
kerak dan endapan. Air boiler harus cukup bebas dari pembentukan endapan padat
supaya terjadi perpindahan panas yang cepat dan efisien dan harus tidak korosif
terhadap logam boiler.

l. Pengendalian endapan
Endapan dalam boiler dapat diakibatkan dari kesadahan air umpan dan hasil
korosi dari sistim kondensat dan air umpan. Kesadahan air umpan dapat terjadi
karena kurangnya sistim pelunakan. Endapan dan korosi menyebabkan kehilangan
45

efisiensi yang dapat menyebabkan kegagalan dalam pipa boiler dan ketidakmampuan
memproduksi steam. Endapan bertindak sebagai isolator dan memperlambat
perpindahan panas. Sejumlah besar endapan diseluruh boiler dapat mengurangi
perpindahan panas yang secara signifikan dapat menurunkan efisiensi boiler.
Berbagai jenis endapan akan mempengaruhi efisiensi boiler secara berbeda-beda,
sehingga sangat penting untuk menganalisis karakteristik endapan. Efek
pengisolasian terhadap endapan menyebabkan naiknya suhu logam boiler dan
mungkin dapat menyebabkan kegagalan pipa karena pemanasan berlebih.

m. Kotoran yang mengakibatkan pengendapan
Bahan kimia yang paling penting dalam air yang mempengaruhi
pembentukan endapan dalam boiler adalah garam kalsium dan magnesium yang
dikenal dengan garam sadah. Kalsium dan magnesium bikarbonat larut dalam air
membentuk larutan basa/alkali dan garam-garam tersebut dikenal dengan kesadahan
alkali. Garam-garam tersebut terurai dengan pemanasan, melepaskan karbon dioksida
dan membentuk lumpur lunak, yang kemudian mengendap. Hal ini disebut dengan
kesadahan sementara – kesadahan yang dapat dibuang dengan pendidihan.
Kalsium dan magnesium sulfat, klorida dan nitrat, dll, jika dilarutkan dalam
air secara kimiawi akan menjadi netral dan dikenal dengan kesadahan non-alkali.
Bahan tersebut disebut bahan kimia sadah permanen dan membentuk kerak yang
keras pada permukaan boiler yang sulit dihilangkan. Bahan kimia sadah non-alkali
terlepas dari larutannya karena penurunan daya larut dengan meningkatnya suhu,
dengan pemekatan karena penguapan yang berlangsung dalam boiler, atau dengan
perubahan bahan kimia menjadi senyawa yang kurang larut.
n. Silika
Keberadaan silika dalam air boiler dapat meningkatkan pembentukan kerak
silika yang keras. Silika dapat juga berinteraksi dengan garam kalsium dan
magnesium, membentuk silikat kalsium dan magnesium dengan daya konduktivitas
46

panas yang rendah. Silika dapat meningkatkan endapan pada sirip turbin, setelah
terbawa dalam bentuk tetesan air dalam steam, atau dalam bentuk yang mudah
menguap dalam steam pada tekanan tinggi. Dua jenis utama pengolahan air
boiler adalah pengolahan air internal dan eksternal.

J. POMPA
Pompa adalah alat untuk menggerakan cairan atau adonan. Pompa
menggerakan cairan dari tempat bertekanan rendah ke tempat dengan tekanan yang
lebih tinggi, untuk mengatasi perbedaan tekanan ini maka diperlukan tenaga (energi).
Pompa untuk udara biasa disebut Kompresor, kecuali untuk beberapa aplikasi
bertekanan rendah, seperti di Ventilasi, Pemanas, dan Pendingin ruangan maka
sebutanya menjadi fan atau Penghembus (Blower) .
f. Dasar-Dasar Pompa Sentrifugal
Pada industri minyak bumi, sebagian besar pompa yang digunakan dalam
fasilitas gathering station, suatu unit pengumpul fluida dari sumur produksi sebelum
diolah dan dipasarkan, ialah pompa bertipe sentrifugal. Gaya sentrifugal ialah sebuah
gaya yang timbul akibat adanya gerakan sebuah benda atau partikel melalui lintasan
lengkung (melingkar).






Gambar. Pompa Sentrifugal
47


Prinsip-prinsip dasar pompa sentrifugal ialah sebagai berikut:
- gaya sentrifugal bekerja pada impeller untuk mendorong fluida ke sisi luar
sehingga kecepatan fluida meningkat
- kecepatan fluida yang tinggi diubah oleh casing pompa (volute ataudiffuser)
menjadi tekanan atau head
Selain pompa sentrifugal, industri juga menggunakan pompa tipe positive
displacement. Perbedaan dasar antara pompa sentrifugal dan pompapositive
displacement terletak pada laju alir discharge yang dihasilkan oleh pompa. Laju
alir discharge sebuah pompa sentrifugal bervariasi bergantung pada
besarnya head atau tekanan sedangkan laju alirdischarge pompa positive
displacement adalah tetap dan tidak bergantung pada head-nya.

g. Klasifikasi Pompa Sentrifugal

Pompa sentrifugal diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria, antara
lain:
1. Bentuk arah aliran yang terjadi di impeller. Aliran fluida dalamimpeller dapat
berupa axial flow, mixed flow, atau radial flow.
2. Bentuk konstruksi dari impeller. Impeller yang digunakan dalam pompa
sentrifugal dapat berupa open impeller, semi-open impeller, atauclose impeller.
3. Banyaknya jumlah suction inlet. Beberapa pompa setrifugal memiliki suction
inlet lebih dari dua buah. Pompa yang memiliki satusuction inlet disebut single-
suction pump sedangkan untuk pompa yang memiliki dua suction
inlet disebut double-suction pump.
4. Banyaknya impeller. Pompa sentrifugal khusus memiliki
beberapaimpeller bersusun. Pompa yang memiliki satu impeller disebut single-
stage pump sedangkan pompa yang memiliki lebih dari
satu impellerdisebut multi-stage pump.
48










h. Kurva Perfomansi Pompa
Kurva performansi bermanfaat untuk menggambarkan beberapa parameter
unjuk kerja dari pompa yang antara lain:
1. Besarnya head terhadap flow rate
2. Besarnya efisiensi terhadap flow rate
3. Besarnya daya yang dibutuhkan terhadap flow rate
4. Besarnya NPSHr terhadap flow rate
5. Besarnya minimum stable continuous flow
i. Sistem Proteksi Pompa
Agar pompa dapat beroperasi dengan baik, terdapat prosedur proteksi
standar yang diterapkan pada pompa sentrifugal. Beberapa standar minimum paling
tidak terdiri dari:
1. Proteksi terhadap aliran balik. Aliran keluaran pompa dilengkapi
dengan check valve yang membuat aliran hanya bisa berjalan satu arah, searah
dengan arah aliran keluaran pompa.
2. Proteksi terhadap overload. Beberapa alat seperti pressure switch low, flow
switch high, dan overload relay pada motor pompa dipasang pada sistem pompa
untuk menghindari overload.
49

3. Proteksi terhadap vibrasi. Vibrasi yang berlebihan akan menggangu kinerja
dan berkemungkinan merusak pompa. Beberapa alat yang ditambahkan untuk
menghindari vibrasi berlebihan ialahvibration switch dan vibration monitor.
4. Proteksi terhadap minimum flow. Peralatan seperti pressure switch high (PSH),
flow switch low (FSL), dan return line yang dilengkapi dengan control valve
dipasang pada sistem pompa untuk melindungi pompa dari kerusakan akibat
tidak terpenuhinya minimum flow.
5. Proteksi terhadap low NPSH available. Apabila pompa tidak memiliki NPSHa
yang cukup, aliran keluaran pompa tidak akan mengalir dan fluida terakumulasi
dalam pompa. Beberapa peralatan safety yang ditambahkan pada sistem pompa
ialah level switch low (LSL) dan pressure switch low (PSL).

K. MOTOR BAKAR
Motor Bakar adalah alat yang merubah energi kimia yang dipunyai bahan
bakar menjadi energimekanis (energi yang dipakai untuk menggerakkan
sesuatu) melalui prosespembakaran.
Motor bakar merupakan salah satu jenis mesin penggerak yang banyak
dipakai Dengan memanfaatkan energi kalor dari proses pembakaran menjadi energi
mekanik. Motor bakar merupakan salah satu jenis mesin kalor yang proses
pembakarannya terjadi dalam motor bakar itu sendiri sehingga gas pembakaran yang
terjadi sekaligus sebagai fluida kerjanya. Mesin yang bekerja dengan cara seperti
tersebut disebut mesin pembakaran dalam. Adapun mesin kalor yang cara
memperoleh energi dengan proses pembakaran di luar disebut mesin pembakaran
luar. Sebagai contoh mesin uap, dimana energi kalor diperoleh dari pembakaran luar,
kemudian dipindahkan ke fluida kerja melalui dinding pemisah.

- Motor Pembakaran Luar
Pada motor pembakaran luar ini, proses pembakaran bahan bakar terjadi di
luar mesin itu, sehingga untuk melaksanakan pembakaran digunakan mesin tersendiri.
50

Panas dari hasil pembakaran bahan bakar tidak langsung diubah menjadi tenaga
gerak, tetapi terlebih dulu melalui media penghantar, baru kemudian diubah menjadi
tenaga mekanik. Misalnya pada ketel uap dan turbin uap.

- Motor Pembakaran Dalam
Pada motor pembakaran dalam, proses pembakaran bahan bakar terjadi di
dalam mesin itu sendiri, sehingga panas dari hasil pembakaran langsung bisa diubah
menjadi tenaga mekanik. Misalnya : pada turbin gas, motor bakar torak dan mesin
propulasi pancar gas.

a. Motor Besnsin
Motor bensin termasuk ke dalam jenis motor bakar torak. Proses pembakaran
bahan bakar dan udara di dalam silinder (internal combustion engine). Motor bakar
bensin dilengkapi dengan busi dan karburator yang membedakanya dengan motor
diesel .
Busi berfungsi untuk membakar campuran udara-bensin yang telah
dimampatkan dengan jalan memberi loncatan api listrik diantara kedua elektrodanya.
Karena itu motor bensin dinamai dengan spark ignitions. Sedangkan karburator
adalah tempat bercampurnya udara dan bensin. Campuran tersebut kemudian masuk
ke dalam silinder yang dinyalakan oleh loncatan bunga api listrik dari busi menjelang
akhir langkah kompresi.
Motor diesel tipe penyalaannya yaitu dengan kompresi, dimana pada langkah
hisap hanya udara yang dimasukkan kedalam ruang bakar dan pada sesaat menjelang
langkah kompresi berakhir bahan bakar disemprotkan dan dengan tekanan dan
temperatur yang tinggi terjadilah pembakaran. Dalam perkembangannya kedua motor
bakar ini sangat banyak digunakan baikitu dikendaraan maupun di aparatus yang lain.


51

Siklus Otto(ideal) pembakaran tersebut dimisalkan dengan pemasukan panas pada
volume konstan.
P T
3 4
4
2 2 3

0 1 1 0

V S
Keterangan grafik
- 0 – 1 Proses pengisapan udara dan pemasukan bahan bakar dari luar.
- 1 – 2 Kompresi (Proses Isentropik)
- 2 – 3 Pemasukan Kalor (Terjadi Pada Tekanan Konstan)
- 3 – 4 Kerja (Diangap proses Isentropik)
- 4 – 1 Pengeluaran Kalor pada Volume Konstan).
Daya Poros
Daya poros didefinisikan sebagai momen putar dikalikan dengan kecepatan
putar poros engkol. Daya poros diketahui dari pengukuran, dinamometer-brake
digunakan untuk mengukur momen putar dan tachometer untuk mengukur putaran
poros engkol.
52

Tekanan Efektif Rata – rata
Tekanan efektif rata – rata didefinisikan sebagai tekanan efektif dari fluida
kerja terhadap torak sepanjang langkahnya untuk menghasilkan kerja persiklus.
Efisiensi Termal
Efisiensi termal menyatakan perbandingan antara daya yang dihasilkan
terhadap jumlah bahan bakar yang diperlukan untuk jangka waktu tertentu.
Efisiensi volumetrik
Efisiensi volumetrik didefinisikan sebagai perbandingan antara laju aliran
udara sebenarnya terhadap laju aliran ideal. Pemakaian bahan bakar dinyatakan dalam
kg/jam, misalkan pemakaian 50cc bahan bakar setiap detik maka jumlah bahan bakar
yang dipakai dalam kg/jam adalah :
m
f
=
t
50
. Spgr bahan bakar .
1000
3600
kg/jam
Pemakaian bahan bakar spesifik
Pemakaian bahan bakar spesifik didefinisikan sebagai banyaknya bahan bakar
yang terpakai perjam untuk menghasilkan setiap kW daya motor.
Perbandingan Bahan Bakar-Udara
Untuk menentukan perbandingan – perbandingan bahan bakar-udara
digunakan persamaan :
a
f
m
m

A
F
=
Laju Air Pendingin
Alat ukur ini digunakan untuk mengukur volume aliran air yang masuk
radiator, maka debit aliran air dapat ditentukan :
53

Q
a
=
t
V
a

Maka laju massa aliran air :
m
a
=
a a
Q . µ (kg/s)
dimana :
m
a
= laju massa air pendingin

a
µ = massa jenis air, kg/m
3

Q
a
= debit aliran air, m
3
/s
Prinsip keseimbangan energi digunakan untuk mengetahui energi dalam
bentuk panas yang digunakan secara efektif pada suatu sistem. Skema keseimbangan
energi seperti gambar dibawah ini :







b. Motor Bakar Diseal
Motor bakar diesel yang berbeda dengan motor bakar bensin proses
penyalaannya bukan dengan loncatan bunga api listrik. Pada langkah isap hanyalah
Q
loss

H
f

H
u

H
Ne

H
sp

H
gb

54

udara segar yang masuk kedalam silinder. Pada waktu torak hampir mencapai TMA
bahan bakar disemprotkan kedalam silinder.
Terjadilah penyalaanan untuk pembakaran, pada saat udara masuk kedalam silinder
sudah bertemperatur tinggi.
- sistim bahan bakar
Ada tiga sistem yang banyak dipakai dalam penyaluran bahan bakar dari
tangki bahan bakar sampai masuk kedalam silinder pada motor diesel
1. sistem pompa pribadi
2. sistem distribusi dan
3. sistem akumulator

- Prinsip Dasar Motor Diesel Empat Langkah
Mesin empat langkah adalah mesin yang melengkapi satu siklusnya yang
terdiri dari proses kompresi, ekspansi, buang dan hisap selama dua putaran poros
engkol. Prinsip kerja motor diesel empat langkah di gambarkan pada gambar dibawah
ini.

Gambar. Prinsip Kerja Motor Diesel Empat Langkah



55

- Tinjauan Energi Motor Diesel
Motor diesel dapat dipandang sebagai sistem yang menerima energi,
mengubah sebagian energi menjadi kerja dan membuang sebagian energi lain. Aliran
energi masuk berasal dari udara dan bahan bakar. Energi yang hilang berupa energi
thermal yang terbawa oleh gas buang, energi hilang dari radiator dan rugi gesekan,
sehingga volume atur dapat digambarkan seperti gambar dibawah ini





Gambar. Volume Atur Untuk Menganalisa Kerja Maksimum

- Parameter-parameter mesin
Parameter-parameter mesin yang diukur untuk menentukan karakteristik
pengoperasian pada motor bakar diesel
r
u
a
s
B
Vd
Vc
TDC
BDC
s

Gambar. Sistem Motor Bakar
Siklus Dari Mesin
Gas Buang
P
o
, T
o
Udara
Po , To
Bahan Bakar
P
o
, T
o
Permukaan
Kontrol
W
cv
Q
cv
56

Untuk sebuah mesin dengan diameter silinder B , crank offset a , panjang langkah S
dan perputar dengan kecepatan N seperti pada gambar 2.1 maka kecepatan rata-rata
piston adalah ;

p
U = 2SN
dimana N biasanya diberi satuan RPM (revolution per minute),
p U dalam m/detik (ft/sec), dan B,a dan S dalam m atau cm (ft atau in).
Jarak s antara crank axis dan wrist pin axis diberikan oleh persamaan
s = a cos u + u
2 2 2
sin a r ÷
dimana :
a = crankshaft
r = connecting rod length
u = crank shaft offset
- Metoda Perhitungan
Daya poros efektif, N
e

Daya poros diperoleh dari pengukuran, dihitung dalam watt (Nm/s) atau
dalam kW dan didefinisikan sebagai momen torsi dikalikan dengan kecepatan putar
poros engkol.

T = m . g . l (N.m)
dimana :
T = Momen torsi, Nm
M = Gaya berat, kgf
G = gaya gravitasi bumi, m/s
2

57

L = panjang lengan momnen torsi, m
maka :
N
e
=
60
T . n . 2t
(kW)
N
e
= Daya poros efektif, kW
N = putaran poros engkol, rpm

- Tekanan efektif rata – rata, P
e

Tekanan efektif rata –rata didefinisikan sebagai tekanan efektif dari fluida
kerja terhadap torak sepanjang langkahnya untuk menghasilkan kerja persiklus.

P
e
=
6
L
e
10 x 60 x
a n x x z x V
N
(kPa)
dimana:
P
e
= tekanan efektif rata – rata, kPa
Z = Jumlah silinder
a = Jumlah siklus per putaran
= 1 untuk motor 2-langkah
= 2 untuk motor 4-langkah

- Pemakaian bahan bakar, m
f

Pemkaian bahan bakar dinyatakan dalam kg/h, maka jumlah bahan bakar
yang terpakai sebanyak 10cc dalam detik adalah :
m
f
=
1000
3600
x x
t
10
bb
µ (kg/h)
dimana :
58

t = waktu pemakaian bahan bakar sebanyak 10 cm
3

µ
bb
= massa jenis bahan bakar
= 0,7329 gram/cm
3
untuk bensin

- Pemakaian bahan-bakar spesifik, B
e

Pemakaian bahan bakar spesifik merupakan parameter penting untuk sebuah
motor yang berhubungan erat dengan efisiensi termal motor. Pemakaian bahan bakar
spesifik didefinisikan sebagai banyaknya bahan bakar yang terpakai per jam untuk
menghasilkan
Setiap kW daya motor. B
e
=
e
f
N
m
(kg/kWh)
- Laju aliran massa udara, m
a

Daya yang dapat dihasilkan motor dibatasi opleh jumlah udara yang diisap
ke dalam silinder. Pemakaian udara diukur dengan manometer tabung-U, dimana
yang diukur adalah beda tekanan pada tabung pitot. Laju aliran udara karena
pengaruh perbedaan tekanan pada tabung pitot.
Kecepatan aliran udara melewati pitot :
v
u
= C h . g 2 A (m/s)
Laju aliran udara volumetrik yang melewati orifis :
m
v
=
6 -
a
2
10 v
4
d
× ×
t
(m
3
/s)
maka laju aliran udara adalah:
m
a
= 3600 m
v u
× × µ (kg/h)
59

- Perbandingan bahan bakar-udara, F/A
Perbandingan bahan bakar-udara yang masuk ke karburator dapat dihitung
dengan persamaan sebagai berikut :
F/A =
a
f
m
m

Laju air pendingin
Maka laju massa aliran air :
m
a
= µ
a
. Q
a
(kg/s)
dimana :
m
a
= laju massa air
µ
a
= massa jenis air, kg/m
3

Q
a
= debit aliran air, m
3
/s

-
Efisiensi volumetrik, q
v
Efisiensi volumetrik didefinisikan sebagai perbandingan antara laju aliran
udara sebenarnya terhadap laju aliran aliran udara ideal diperoleh dari persamaan :
Persamaan laju aliran udara ideal :
m
ia
= V
L
× z × n × a
-6
u
10 60 × × × µ kg/h
Efisiensi volumetrik adalah:


- Efisiensi termal,
t
q
ia
a
m
m
=
v
q
60

Efisiensi termal menyatakan perbandingan antara daya yang dihasilkan
terhadap jumlah energi bahan bakar yang diperlukan untuk jangka waktu tertentu.
LHV m
N

f
e
×
=
T
q
Neraca kalor
Panas yang dihasilkan dapat digunakan secara efektif. Sebagian panas yang hilang
dapat dinyatakan dengan prinsip balance energi sebagai berikut :
a). Energi Masuk
- Energi bahan bakar masuk (H
f
)
H
f
= m
f
. LHV (kW)
- Energi udara masuk (Hu)
H
u
= m
u
. c
pu
. T
1
(kW)
b). Energi Keluar
- Energi gas buang (H
gb
)
H
gb
= (m
u
+ m
f
) . c
pgb
. T
gb
(kW)
asumsi : c
pgb
= 950 + (0.25T
gb
) (J/kg. K ° )
- Energi poros efektif dalam bentuk panas
H
Ne
= N
e
(kW)
- Energi keluar air pendingin (H
ap
)
H
ap
= m
ap
. c
pap
. (T
k
– T
m
) (kW)
c). Energi Yang Hilang (Q
loss
)
Q
loss
= (H
u
+ H
f
) – (H
Ne
+ H
ap
+ H
gb
) (kW)
61

Persentase keseimbangan energi menjadi :
1 =
f u
loss
u
gb
u
ap
u
Ne
H H
H
H
H
H
H
H
H
+
+
+
+
+
+
+
f f f
H H H


















62

DAFTAR PUSTAKA

http://file.upi.edu/Direktori/E%20
%20FPTK/JUR.%20PEND.%20TEKNIK%20MESIN/195103171985031%20
%20MAMAN%20RAKHMAN/bahan%20ajar%20konversi%20energi%20bag%20I.
pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_bumi
http://smk3ae.wordpress.com/2009/03/15/bahan-bakar-gas-bbg/
http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_alam_terkompresi
http://id.wikipedia.org/wiki/Batu_bara
http://id.wikipedia.org/wiki/Turbin_gas
http://id.wikipedia.org/wiki/Turbin_air
http://gunawananeva.wordpress.com/2010/05/04/turbin-uap-pendahuluan/
http://penjagahati-zone.blogspot.com/2011/05/prinsip-kerja-turbin-uap.html
http://7ask.blogspot.com/2009/11/cara-kerja-turbin-air.html
http://kampongpergam.wordpress.com/tag/pembangkit-uap/
http://id.wikipedia.org/wiki/Pompa
http://majarimagazine.com/2008/05/dasar-dasar-pompa-sentrifugal-bagian-1/
http://ilmuteknik-kurniatullah.blogspot.com/2009/10/dasar-motor-bakar.html
http://yefrichan.wordpress.com/2011/07/05/motor-bakar-2/





Sign up to vote on this title
UsefulNot useful