P. 1
Medan & Induksi Magnet_7,8,9,10

Medan & Induksi Magnet_7,8,9,10

|Views: 672|Likes:

More info:

Published by: Trias Mining Luthfiana on Dec 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2013

pdf

text

original

MODUL 7

MEDAN MAGNET Tujuan Modul: • Induksi magnetik disekitar kawat berarus listrik (hukum Biot Savart) dibuktikan dan dirumuskan • Hukum Ampere dibuktikan dan dirumuskan • Hukum Biot Savart dan hukum Ampere diaplikasikan untuk menentukan kuat medan magnet pada berbagai bentuk kawat berarus listrik • Gaya magnetik (Lorentz) pada kawat berarus yang berada dalam medan magnet atau partikel bermuatan yang bergerak dalam medan magnet dirumuskan 1. Medan Magnetik di Sekitar Arus Listrik

Adalah :Daerah disekitar magnet yang masih terpengaruh gaya magnet. Di sekitar arus listrik selalu timbul medan magnet. \medan magnet yang timbul karena adanya arus listrik juga sering disebut medan elektromagnet. Hal ini bisa dibuktikan dengan sebuah perubahan dengan menggunakan magnet jarum yang diletakkan di dekat kawat berarsu listrik. Adanya medan magnet disekitar arus listrik mengakibatkan kedudukan magnet jarum tersebut menyimpang. Jenis magnet yang kita kenal di alam ini ada dua jenis yaitu magnet alam (tetap) dan magnet buatan(sementara). Macam dari magnet alam ada tiga jenis dilihat dari bentuknya dan kegunaannya yaitu magnet batang, magnet jarum dan magnet ladam. Bentuk batang biasanya digunakan pada speaker, bentuk magnet jarum untuk jarum kompas dan bentuk ketiga yaitu magnet ladam digunakan pada magnet sepeda (sumber listrik). Sedangkan elektromagnetik atau yang dimaksud dengan magnet sementara adalah magnet yang ditimbulkan pada besi, baja, nikel dan lain – lainnya yang dapat dibuat sebagai magnet. Keuntungan elektromagnetik antara lain : a. Sifat kemagnetannya bisa diatur (bersifat fleksibel) b. Besar kecilnya (kekuatan)medan magnet dapat diatur. Disekitar magnet terdapat garis-garis medan yang ditunjukkan sbg garis-garis yang keluar dari kutub utara magnet menuju kutub selatanya. Medan magnetik dapat dilukiskan dengan garis – garis gaya magnetik yang pola garisnya dapat dilihat pada gambar berikut.

u

s

(a)

Arah medan magnetik di sekitar magnet batang.

(b)

Arah medan magnetik di sekitar lingkaran kawat berarus listrik

(c)

Arah medan magnetik di dalam dan di sekitar kumparan berarus listrik.

2. Arah Medan Magnet Arah garis – garis magnet atau arah induksi magnet yang ditimbulkan oleh aliran arus listrik tersebut dapat ditentukan dengan menggunakan kaidah tangan kanan atau sekrup putar kanan.

Ibu jari

Ingat ! - Ibu jari adalah Arus - Empat jari lain adalah garis – garis gaya magnet

Jari lain

3. Rumus Biot savart

57 x 10-7 Wb/Am i = kuat arus ( A ) a = jarak titik kekawat B= µi 2πa 0 b.57 x 10-7 Wb/Am 4π 0 = 10-7 Weber/Amper meter Dari rumus diatas dpt diturunkan beberapa persamaan untuk: a. Induksi magnet dekat kawat lurus panjang berarus B = Induksi magnet(Wb/m2 atau tesla) μ0 = permibilitas magnet dlm Vacum = 4π.k = 12. Besar induksi pada P yang berada pada sumbu kawat melingkar z p r θ B= µ 0 ia sinθ 2r 2 a o x i y .i B r P Berdasarkan percobaan didapat:besarnya induksi magnet(B) disebuah titik P yang berjarak ( r ) dari sebuah elemen arus (i) yang panjangnya (l) adalah: Berbanding lurus dengan kuat arus i Berbanding lurus dengan elemen arus l Berbanding lurus dengan sinus sudut antara garis singgung dan titik P Berbanding terbalik dgn kuadrat jaraknya Shg dapat dirumuskan: ΔB = k ∆i sin θ r 2 k= µ μ0 = permibilitas magnet dlm Vacum = 4π. Induksi magnet disekitar arus melingkar 1.k = 12.

Induksi magnet pada Selenoida dan Toroida 1. pada titik P yang berada di pusat Selenoide besarnya B= P N =n lℓ µ 0 in karena maka: B= µ 0 in .2. pada titik P yang berada di ujung Selenoide besarnya: B= P µ iN 0 2l ℓ 2. Jika kawat dililit dan terdiri dari N lilit maka besarnya: B= µ iN 0 2a c. Sedangkan induksi dipusat lingkaran(pada titik o) besarnya: B= µi 0 2a 3.

maka besar induksi di titik P yang berada di pusat/sumbunya : besarnya: P Lat soal: 1. Tentukan besarnya induksi magnet disuatu titik yang berjarak 2 cm dari kawat lurus panjang yang berarus listrik 30 Ampere ! Jawab : α i µ0 B = 2cm = 2 x 10-2 m = 30 A = 4π x 1010-7 Wb/Am = (µ0 x i) / (2 π α) = (4π x 10-7 x 30) / (2π x 2 x 10-2) = 2 x 10-5 (30/2) = 3 x 10-4 Wb/m2 3. tentukanlah : a) induksi magnet di tengah solenoide . Suatu solenoideterdiri atas 300 lilitan berarus 2 A. panjang solenoide 30 cm.4. Tentukan besar induksi magnet pada suatu titik yang berjarak 2 cm dari kawat lurus berarus 30 A: Jawab: Diket: a = 2 cm i = 30 A μ0 = 4π x 10-7 Wb/Am Penyelesaian: B= µi 2πa 30 2. Selenoide yang dilengkungkan sehingga membentuk suatu lingkaran disebut Toroide.10 −2 0 B = 2x10 -7 B = 3 x 10-4 Wb/m2 2.

Hitung kuat arus listrik dari penghantar. induksi magnet di tengah solenoide 8. Kemana arah medan magnet diatas kawat tersebut ? 4.b) induksi magnet pada ujung solenoide Jawab : N ℓ i µ0 n = 300 lilitan = 30 cm =0. Sebuah kawat yang panjangnya 10 cm tegak lurus di dalam induksi magnet yang besarnya 0. Panjang solenoide 20 cm. hitung besar gaya yang dialami kawat tersebut ! 5.3 = 1000 lilitan / meter a.3 m =2A = 4_r x 10-7 Wb/Am = N / ℓ = 300 / 0. Sebuah kawat lurus yang diletakkan secara horizontal dialiri arus listrik dari arah barat daya timur laut. Sebuah solenoide yang terdiri dari 100 lilitan dan dialiri arus 3 A.jika suatu titik yang berjarak 5 cm memiliki induksi magnet kawat sebesar 10-5 Wb/m2 2. induksi magnet di ujung solenoide . Hitung induksi dipusat lingkaran jika jarinya 10 cm 3. induksi magnet pada ujung solenoide B = (µ0 x i x n) / 2 = (8π x 10-4) / 2 = 4π 10-4 Wb/m2 Soal 1. Suatu penghantar berarus 20 A dibentuk melingkar sebanyak 10 lilit. induksi magnet di tengah solenoide B = µ0 x I x n = (4π x 10-7)(2)(1000) = 8π x 10-4 Wb/m2 b.1 T dan arus yang mengalir di dalam kawat tersebut 20 A. Apa yang dimaksud dengan induksi magnet ? 6. Hitunglah : 7.

Besar gaya Lorentz Gaya lorentz adalah gaya yang ditimbulkan oleh medan magnetik pada arus listrik. maka untuk medan magnetik dinyatakan dengan induksi magnetik yang besarnya didasarkan atas gaya lorentz. Jika kuat arus (i) dan induksi megnetik (B) membentuk sudut 90° denagn arah arus serta panjang kawat lurus yang panjangnya (l) maka besar gaya lorentz adalah Dengan F = gaya lorentz (N) i = kuat arus melalui penghantar (A) ℓ = panjang kawat penghantar (m) B = Medan magnet (Wbm-2) F=Bxixl Jika kawat penghantar berarus membentuk sudut α antara arus dan arah medan magnetik rumusnya menjadi : B α t F = B i ℓ sin α Dengan F = gaya lorentz (N) i = kuat arus melalui penghantar (A) ℓ = panjang kawat penghantar (m) B = medan magnet (Wbm-2 ) α = sudut terkecil antara I dan B F . dengan rumus : E = F / q Yaitu gaya persatuan muatan listrik.Modul 8 Tujuan : Gaya magnetik (Lorentz) pada kawat berarus yang berada dalam medan magnet atau partikel bermuatan yang bergerak dalam medan magnet dirumuskan • • Gaya Lorentz diaplikasikan pada persoalan FISIKA sehari-hari Menyebutkan macam-macam bahan magnetik GAYA LORENTZ 1. Seperti pada medan listrik. Arah gaya lorentz adalah tegak lurus dengan arah arus dan arah medan magnetik. kuat atau lemahnya medan listrik dinyatakan dengan kuat medan listrik.

i .L 2πa Dimana: F = gaya interaksi (N/m) i1 dan i2 = kuat arus pada masing-masing kawat a.10-7 Wb/Am) L = panjang kawat Bila muatan listrik q bergerak dalam medan magnet yang homogen dengan kecepatan v2 maka besar gaya magnet yang mempengaruhi muatan tersebut adalah : F = B i ℓ sin α karena i=q/t i x ℓ = (q / t) x ℓ = q x (ℓ x t ) = q x v Maka: F = B q v sin α Dengan F = gaya lorentz (N) i = kuat arus melalui penghantar (A) ℓ = panjang kawat penghantar (m) B = medan magnet (Wbm-2) α = sudut terkecil antara I dan B v = kecepatan muatan di dalam medan magnet (m/s) q = muatan listrik (C) .i 0 1 2 .a F= µ .i .Gaya yang bekerja pada dua kawat penghantar yang berarus Dua kawat yang sejajar dan berarus listrik akan saling berinteraksi (mempengaruhi) Jika arah arus dua penghantar sama maka akan terjadi gaya tolak dan jika arah arusnya berlawanan maka gayanya akan saling tarik Besar gaya interaksi dapat ditulis: F =F L L atau 1 1 2 2 µ . = jarak antara kedua kawat μ0 = permibilitas ruan hampa ( 4π.i = 0 1 2 2π .

ARAH GAYA LORENTZ Arah gaya lorentz yang dialami sebuah partikel bermuatanyang bergerak dalam sebuah medan magnet adalah tegak lurus dengan arah medan magnet dan arah dari kecepatan partikel bermuatan tersebut. dari arah medan lewat sudut terkecil. arah mendekati kita Medan magnet (B) dengan arah ke dalam buku tulis / digambar dengan tanda x dan jika arahnya ke luar kertas digambar dengan tanda o. Kaidah Tangan Kiri Ibu jari (garis tebal) menunjukkan arah gaya (F). i x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x V x x x + x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x V x x . arah kepalan menunjukkan arah arus (i). arah menjauhi kita i O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O V O O O O + O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O V O O O . Kaidah Tangan Kanan i F B Jika keempat jari tangan kanan dikepalkan. hal ini dianalogikan dengan gambar anak panah. jari telunjuk menunjukkan arah medan magnet (B).O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O F O O O O O O F O O O O F b. dan jari tengah menunjukkan arah arus (i) i F B .2. Arah Gaya Lorentz : 1. maka arah ibu jari (garis tebal) menunjukkan arah gaya (F) 2.x x x x x x x x x x x x x x x x x F x x x x x F x x x x x x x x x F a.

diantaranya adalah karena adanya suatu pengantar yang dialiri oleh arus listrik.generator. Penerapan gaya magnet ( gaya Lorentz) Gaya magnetik di manfaatkan dalam pengubahan energi listrik menjadi energi mekanik.misalnya pada motor. Medan magnet ini akan menginduksi daerah sekitarnya sehingga timbul medan magnet disekitar penghantar berarus tersebut.dll. Sifat Kemagnetan Bahan Pada dasarnya medan magnet dapat terjadi karena beberapa hal. Medan magnet juga dapat ditimbulkan oleh bahan . Pada kawat PQ berlaku Pada kawat RS berlaku F = Bi(PQ) F = Bi(RS) S F i O S B U Kawat PQRS akan berputar oleh momen kopel (σ) maka σ = BiA dan jika PQRS membentuk sudut α maka momen kopel menjadi: σ = BiA sin α dan jika PQRS banyaknya N lilit maka momen kopel menjadi: σ = NBiA sin α N = Banyaknya lilitan kawat B = Besar induksi magnet ( tesla atau Wb/m2) I = Arus yang mengaliri kawat (A) α = Sudut kawat terhadap garis medan 3.3. Q F i R B i P O Prisip kerja motor: Kawat PQRS berbentuk empat persegi dengan poros o_o kawat tersebut dialiri arus idan diletakkan diantara medan magnet U dan S sehingga kawat PQ mendapat gaya keatas sedangkan kawat RS kebawah sehingga kawat berputar.

emas. Dalam medan magnet bahan ini garis – garis gaya magnet dari luar sebab permeabilitas bahan (µ) lebih kesil dari µ0. Bahan feromagnetik Bahan paramagnetik Bahan diamagnetik . Sifat kemagnetan bahan paramagnetik lemah sehingga hanya mampu menarik sedikit garis – garis gaya magnet luar. µ0. skema pemberian medan magnet ke bahan feromagnetik induksi magnetik yang dihasilkan oleh solenoide bertambah besar (bisa ribuan kali) jika solenoide tersebut diisi dengan bahan feromagnetik. B Sebelum Sewaktu diberi Sesudah = resultan medan magnet atomis Gb. Bahan ini mempunyai sifat kemagnetannya. dan sodium klorida. ferit. bahan dapat dibedakan menjadi tiga yaitu : 1. sifat kemagnetan bahan feromagnetik ini akan hilang pada Bahan Paramagnetik temperatur yang kita sebut temperatur curie (untuk besi T curie = 1043 K). 3. karena permeabilitas bahan (µ) jauh lebih besar dari µө. bahan ini akan tetap bersifat megnetik (memiliki medan magnet). contoh bahan paramagnetik adalah alumunium. Contoh bahan – bahan feromagnetik adalah baja. tembaga. Bahan Feromagnetik Sifat kemagnetan bahan feromagnetik sangat besar. Dalam medan magnet bahan ini menimbulkan induksi yang besar.magnet tetap (permanen). Dalam medan magnet ini menimbulkan induksi yang sedikit lebih besar dari ruang hampa karena permeabilitas bahan (µ) sedikit lebih besar dari µ0. platina. Jika bahan ini diberi medan magnet luar maka elektron – elektron mengusahakan dirinya sedemikian rupa hingga resultan medan atomis tiap atom / molmagnet rbeda dengan bahan paragmagnetik. Permeabilitas bahan ini adalah µ > 2. mampu menarik dengan kuat garis – garis gaya magnet luar. dan oksigen padat. bismuth. nikel. Bahan Diamagnetik Sifat kemagnetan bahan diamagnetik sedikit menolak pengaruh gaya magnet dari luar. Karena itu bahan ini sangat baik sebagai sumber magnet permanen. dan kobalt. besi. contoh bahan diamagnetik adalah seng.

Hitung kuat arus di dalam kawat tersebut jika gaya yang timbul 2 N dan panjang kawat 10 cm ! Jawab : ℓ B F F 2 2 i = 10 cm = 0. Hitung besarnya gaya yang bekerja pada kawat ! .1 m = 1 Wb / m2 =2N = B i ℓ sin α = (1)(i)(0. Sudut yang dibentuk arah arus dan arah medan magnetnya 30°.1)(sin 90°) = (0.Sebuah kawat penghantar bearus listrik 5 A arahnya keluar bidang gambar. bila kawat yang terpengaruh B panjangnya 4 cm. Sepotong kawat beraliran listrik berada di dalam medan magnet homogen dari 1 Wb / m2 tegak lurus dengan gaya lorentz. tentukan besar gaya magnetik yang timbul pada kawat ! Jawab : i B ℓ F =5A = 2 x 10-4 Tesla = 4 cm = 4 x 10-2 m = B i sin α = (2 x 10-4)(5)(4 x 10-2)(sin 90°) = (4 x 10-5)(1) = 4 x 10-5 N 2.2 x 10-2 Wb/m2 diletakkan sebuah kawat panjangnya 2 m yang dialiri arus sebesar 10 A. Dalam sebuah medan magnet homogen 2.► Contoh Soal 1 .1)(i)(1) = 20 A Soal 1. memotong tegak lurus garis – garis gaya magnet dengan besar induksi magnet B = 2 x 10-4.

2. Hitung momen kopel yang dihasilkan . Kumparan ABCD panjang 10 cm lebar 5 cm berada pada medan magnet 4x10-2 tesla dengan arus 10 A dan 20 lilit.

Arah Arus Induksi Q P .Modul 9 Tujuan: • • • • Dapat memahami ggl Induksi Dapat menentukan arah arus induksi Dapat menentukan besar ggl induksi pada kawat Dapat menentukan besar ggl induksi pada lilitan INDUKSI ELEKTROMAGNETIK Induksi elektromagnetikadalah gejala terjadinya arus listrik dalam suatu pengahantar. akibatnya timbul medan listrik E yang arahnya ke bawah. Bila penghantar PQ difgerakkan dalam medan magnetik B. Arus listrik yang terjadi disebut arus induksi atau arus imbas. Terjadinya GGL induksi juga dapat terjadi pada kumparan kawat dengan magnetnya yang bergerak. elektron – elektron akan mengalami gaya lorentz sebesar F = q µ x B. Medan listrik menghambat gerak elektron yang akan turun ke bawah (Q). Gaya gerak listrik yang timbul pada ujung – ujung penghantar karena adanya perubahan medan magnetik disebut gaya gerak listrik induksi (GGL) atau arus induksi. Gaya Gerak Listrik Jika suatu kawat penghantar digerakkan arah suatu medan magnet maka akan timbul suatu gaya gerak listrik pada kawat penghantar tersebut. Dalam keadaan seimbang gaya listrik dan gaya magnetik besarnya sama. 4. Peristiwa ini mengakibatkan antara P dan Q timbul beda potensial karena Q lebih negatif dibanding P. gerak elektron yang turun ke bawah menyebabkan timbulnya gaya magnet sebesar F = q v B. x x x R x dx = v dt x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x B ke dalam x x Timbulnya GGl induksi dapat dijelaskan dengan gambar diatas.

B.s ……1 Maka usaha yang menimbulkan energi listrik besarnya: W = I2 . Menentukan besarnya GGL Induksi Jika sebuah penghantar dengan panjang ( l ) digerakan dengan kecepatan tetap ( v ) melintas jarak ( s ) didalam medan magnet yang besarnya ( B ) maka besarnya usaha yang dilakukan adalah: W = .B.r. sehingga menghasilkan medan magnet baru yang melawan perubahan garis-garis I B v gaya magnetsemula yang menimbulkanya”.l.B.l.t …….v ε = .v maka hasilnya: ε= φ −φ 2 1 t .t I.i.Arah arus induksi dapat di tentukan dengan menggunakan kaidah tangan kanan ( Hk Lentz ) yang bunyinya : “arah arus induksi dlm sustu penghantar itu sedemikian.A Sehingga: B= φ −φ 2 1 λs Pers diatas dfimasukan pada pers ε = .i.l.r.r Sehingga: = = = pers 2 .B.l.l.B.s .2 Pers 1 I2 .v Tanda – merupakan arah ars GGL induksi yang di timbulkan Besar GGL induksi dari perubahan flux (Φ) magnet Φ = B.

ε = −N dφ dt Dengan ε = GGl induksi N = jumlah lilitan dФ/dt = laju perubahan fluks magnetik Besar GGL induksi dari perubahan kuat Arus (i) pada kumparan ε = −L di ∆t atau ε = −L di dt Dengan ε = GGl induksi L = Induktansi ( Henry ) di/dt = laju perubahan Arus pada kumparan Δt = perubahan arus listrik .Pers diatas adalah Hk Farady yang berbunyi: “ GGL induksi yang terjadi dalam suatu rangkaian besarnya berbanding lurus dengan cepat perubahan flux magnet yang dilingkupinya.” Dapat ditulis: ε =− dφ ∆t atau ε =− dφ dt GGl induksi dapat diperbesar dengan cara : menambah jumlah lilitan memperbesar kekuatan magnet mempercepat gerakan magnet memasukkan besi lunak ke depan kumparan sebagai inti Besar GGL induksi sebanding dengan perubahan jumlah garis gaya di dalam kumparan tiap satuan waktu.

N 0 2 .5 volt (dinyatakan positif) .A l Energi yang tersimpan pada induktor Jika induktor dialiri arus listrik maka akan menyimpan energi yang besarnya: W = ½ . dan terdiri dari N lilit serta mengingat bahwa: Φ = B.L. GGl induksi yang terjadi = 1. Berapa GGl induksi yang terjadi pada kumparan ? Jawab : N = 600 lilitan dФ = 5 x 10-5 Wb dt = 2 x 10-2 ε = -N dФ / dt = (-600)(5 x 10-5)(2 x 10-2) = -1.i N atau L= Nφ i Jika luas selenoid atau toroide = A. Sebuah kumparan mempunyai 600 lilitan.5 volt Jadi.i2 Dimana: W = Energi yang tersimpan(J) L = Induktansi(H) I = Kuat arus(A) ► Contoh Soal 1.Flux magnet pada kumparan Kumparan jika dialiri arus listrik akan menghasilkan flux yang dapat dihitung: Φ= L.A maka: L= µ . Fluks magnet yang dikurungnya mengalami perubahan 5 x 10-3 Wb selama 2 x 10-2 detik.

. Hitung GGL induksi yang timbul jika induksi kawat sebesar 0.4 x 10-2 Wb / m2 = 30° = B i ℓ sin α = (2. Hitung besarnya gaya yang bekerja pada kawat ! Jawab : i ℓ B α F F F F = 40 A = 1.72 N’ Soal: 1. Sebuah kumparan dialiri arus yang berubah-ubah dari 2A menjadi 8A dalam waktu 5 detik. Dalam sebuah medan magnet homogen 2.44)(0.5) = 0.05 H.5 m = 2. 2.4 x 10-2)(40)(1.5)(sin 30°) = (1. sudut yang dibentuk oleh arah arus dan arah medan magnetnya 30°. Kumparan terdiri 2000 lilit diletakkan dlm medan magnet yang berubah-ubah dengan persamaan dΦ = 2t2 + 5.5 m yang dialiri arus sebesar 40 A.4 x 10-2 Wb / m2 diletakkan sebuahy kawat yang panjangnya 1.2. Hitung GGL induksi yang dibangkitkan.

sedang bagian skunder trafo terdiri dari lilitan yang di hubungkan dengan beban Macam-macam trafo Dilihat dari penggunaanya trafo dibagi atas: Trafo impedansi Yaitu trafo yang di gunakan sebagai penyesuai impedansi antar bagian dalam suatu rangkaian Trafo Daya Adalah trafo yang digunakan untuk memberikan daya pada suatu rangkaian Besaran besaran pada trafo Besar tegangan input dφ V1 = -N1 dt Besar tegangan output dφ V2 = -N2 dt .MODUL 10 TRANSFOR MATOR Tujuan: • Siswa dapat memahami fungsi trafo • Siswa dapat menyebutkan jenis-jenis trafo • Siswa dapat menghitung besaran-besaran trafo • Menghitung efisiensi trafo Transformator adalah alat yang menggunakan prinsip GGL Induksi Transformator berfungsi untuk mentranfer daya dari bagian primer ke bagian sekunder pada trafo Bagian primertrafo merupakan lilitan yang mendapat arus sumber.

Perbandingan tegangan terhadap lilitan dan arus trafo V :N :I V N I 1 1 2 2 2 1 .

Sebuah trafo memiliki lilitan primer 1000 lilit dan lilitan skunder 25 lilit dan efisiensi 85% hitung tegangan skundernya jika bagian primer dihubungkan pada tegangan 220 PLN .I1 = V2.I2 Efisiensi Trafo Karena trafo sebagai taransfer daya idealya daya primer sama dengan daya skunder.Daya pada trafo P1 = P2 V1.I1 η = efisiensi trafo (0< η<1) V1 = Tegangan primer (V) V2 = Tegangan sekunder (V) I1 = Arus primer (A) I2 = Arus sekunder (A) N1 = banyaknya lilitan primer N2 = banyaknya lilitan sekunder Soal latihan: 1.I2 = η V1. akan tetapi hal ini mustahil terjadi dikarenakan adaya faktor kerugian daya dari trafo yang disebabkan adanya histerisis Sehingga trafo memiliki efisiensi yang besarnya: η= atau P x1 0 0% P 2 1 η= V I VI 2 1 2 1 x1 00% Atau dapat ditulis: V2.

5 A .2. Sebuah trafo memiliki lilitan primer 1000 lilit dan lilitan skunder 25 lilit dan efisiensi 85% hitung daya skundernya jika bagian primer dihubungkan pada tegangan 220 PLN dengan arus 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->