Lingkungan Sosial serta Pengaruhnya Terhadap Dunia Bisnis Dalam dunia bisnis, para pebisnis yang bermain di dalamnya

sering menghadapi permasalahan ketidakpastian yang bisa ditimbulkan dari berbagai hal. Seperti yang terjadi beberapa waktu belakangan ini. Peristiwa-peristiwa seperti bencana alam, meningkatnya kemiskinan masyarakat, menjadi permasalahan-permasalahan sosial yang berdampak pada dunia binis. Lingkungan sosial merupakan salah satu lingkungan yang berpengaruh kuat terhadap aktivitas bisnis, yang akan menentukan apakah bisnis tersebut akan berhasil atau tidak. Bisnis sebagai suatu entitas, letaknya berada di tengah-tengah lingkungan bisnis, dimana setiap perubahan dalam lingkungan tersebut akan mempengaruhi cara-cara dalam bertindak. Perubahan yang terjadi juga mempengaruhi kemampuan adaptasi organisasi, yang pada akhirnya akan menentukan kesuksesan atau kegagalan bisnis. Salah satu aspek dari lingkungan bisnis adalah lingkungan sosial. Lingkungan sosial mempunyai arti yang sangat penting dalam dunia bisnis. Apabila lingkungan sosial bersifat kondusif (mendukung), maka hal tersebut akan mendorong organisasi untuk melakukan keputusan berinvestasi pada lingkungan yang dirasakannya sesuai. Namun sebaliknya, jika lingkungan sosial tidak mendukung, maka organisasi harus berhati-hati dalam mengambil keputusan berinvestasi. Lingkungan sosial merupakan aspek-aspek dari interaksi manusia melalui kelompok, apakah itu dekat ataupun jauh, yang dapat berpengaruh pada kelangsungan dan pertumbuhan perusahaan (Ancok, 2009). Interaksi sosial tidak akan terjadi bila tidak memenuhi dua syarat, yaitu: adanya kontak sosial (social contact) dan adanya komunikasi (communication). Menurut para ahli sosial, bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa kerjasama (cooperation), persaingan (competition), akomodasi (accomodation), dan dapat juga berbentuk pertentangan (conflict). Terdapat empat cara untuk menyikapi dampak perubahan lingkungan sosial terhadap aktivitas bisnis. Pertama, bahwa perubahan lingkungan sosial secara alamiah menimbulkan peluang maupun ancaman terhadap aktivitas bisnis. Kedua, perubahan lingkungan sosial digunakan oleh organisasi sebagai faktor penentu untuk membuat keputusan berinvestasi. Ketiga, perubahan lingkungan sosial mempengaruhi keputusan organisasi untuk menjalankan bisnis di lokasi tertentu. Dan yang terakhir adalah, perubahan yang ada menuntut organisasi untuk menerapkan cara berpikir baru dalam menjalankan bisnis. (Ancok, 2009). Dengan penjelasan pada bahasan lingkungan sosial dalam dunia usaha, patut pula diperhatikan mengenai kelompok sosial dan gaya hidup dalam masyarakat. Kelompok-kelompok

dan gaya hidup yang berkembang dalam masyarakat ini, tentu menentukan keberlangsungan bisnis, sebagai suatu proses yang tidak pernah lepas dari lingkungannya. Dampak dan pengaruh dari lingkungan sosial terhadap dunia bisnis ini seharusnya menjadi perhatian para pebisnis dalam menjalankan usahanya. Sebaliknya, unia usaha pun dipahami memiliki dampak dan pengaruh balik terhadap lingkungan sosial. Dampak dari dunia usaha banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat secara umum baik langsung maupun tidak langsung. Baik masyarakat perkotaan dimana dunia industri berlokasi, maupun masyarakat luas pada umumnya sebagai distribusi dan target pemasaran produk dari dunia usaha tersebut. Globalisasi adalah issue yang besar yang bergaung sekian tahun terakhir. Dengan makin berkembangnya jaringan informasi dan teknologi maka makin terbukalah gerbang globalisasi dan makin kaburlah batas-batas antara negara dan antar masyarakat. Globalisasi membawa pengaruh yang besar dalam kehidupan sosial masyarakat di Indonesia. Informasi dan teknologi yang masuk tanpa batas merupakan faktor-faktor yang mendukung dalam dunia bisnis. Sehingga dengan berkembangnya kedua hal tersebut maka berkembang juga dunia bisnis yang ada di Indonesia.

B.

Peluang Bisnis yang Dapat Diciptakan Lingkungan sosial sangat mempengaruhi seorang pebisnis dalam menciptakan peluang usaha. Seorang pebisnis harus jeli dalam melihat peluang bisnis apa yang dapat diciptakan dengan melihat kepada faktor sosial ini. Apabila pebisnis dapat melihat peluang bisnis dengan tepat, keuntungan usaha dapat dengan mudah diraih, selain tentu saja dapat mengambangkan dunia usaha secara umum. Dari uraian diatas, terdapat beberapa peluang bisnis yang dapat diciptakan dengan memasukkan lingkungan sosial sebagai salah satu faktor keberhasilan.

Bisnis Online Melalui Internet Sebelumnya, telah diuraikan bahwa globalisasi yang masuk ke Indonesia membuat informasi dan teknologi yang masuk semakin berkembang. Perkembangan informasi dan teknologi ini sangat menguntungkan terutama bagi dunia bisnis. Aktivitas-aktivitas bisnis

Pemanfaatan internet ini. Sebuah perusahaan dapat mengirimkan berkas kepada perusahaan lain dengan berupa surat elektronik. menurut data Internet World Stats. yang berjumlah sekitar 237. Internet dapat juga dimanfaatkan sebagai alat untuk mencari penghasilan. Peluang bagi para pebisnis juga semakin besar dalam mendapatkan keuntungan karena adanya pemanfaatan internet dalam bisnis online. keterbatasan dari tipe bisnis internasional tersebut dapat diatasi. fenomena komputerisasi juga melanda masyarakat di berbagai lapisan sosial. Di Indonesia sendiri.355 jiwa. internet mulai masuk pada awal tahun 1990-an. maupun dalam melakukan aktivitas bisnis. dimana kegiatan bisnis yang dilakukan di sini memanfaatkan internet (terutama blog dan website) sebagai medianya. Hingga saat ini. Dalam dunia bisnis. sangat membantu masyarakat baik dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari.menjadi lebih mudah dan cepat. Bisnis online seperti ini menggeser tipe bisnis tradisional. pengguna internet di Indonesia sampai akhir tahun 2008 adalah sebanyak 10.5% dari populasi penduduk Indonesia. Namun sekarang. pemanfaatan internet tidak hanya pada sebatas itu saja. Ini merupakan salah satu metode baru dalam berbisnis. pada masa sekarang khususnya. bisnis online semakin diminati dimasyarakat. dan lain-lain. Tipe-tipe bisnis online yang ada sekarang pun bermacam-macam. Contohnya dengan pemanfaatan surat elektronik (e-mail). . dimana tipe bisnis tradisional mempunyai keterbatasan lingkup interaksi antara pembeli dan penjual. Banyak perusahaan yang melakukan komputerisasi agar kegiatan bisnisnya menjadi lebih efisien. dokumen yang dikirimkan akan cepat diterima oleh perusahaan penerima sehingga dapat memangkas waktu dan mempercepat proses bisnis selanjutnya. Masuknya jaringan internet menambah arti penting komputer bagi perusahaan dan masyarakat. Dalam kegiatan sehari-hari contohnya. Dengan adanya bisnis online seperti ini.512. Ini merupakan satu peluang bisnis yang baru yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Ada yang memanfaatkan fasilitas pemasangan iklan dalam website. Penggunaan komputer menjadi kebutuhan bagi masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari. ada yang melakukan kegiatan marketing melalui sebuah website. internet merupakan salah satu teknologi yang sangat membantu memperlancar kegiatan bisnis. Tidak hanya pada perusahaan. Kelebihannya. Sehingga dengan adanya kemudahan-kemudahan seperti ini. banyak masyarakat yang memanfaatkan surat kabar elektronik yang dapat diakses secara online.

pemegang saham. Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (selanjutnya dalam artikel akan disingkat CSR) adalah suatu konsep bahwa organisasi. Permasalahan keamanan menjadi hambatan karena apabila melakukan kegiatan bisnis online. di mana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan. karyawan. b. Pemanfaatan internet dalam bisnis online membuat informasi yang dimiliki oleh pebisnis dapat diketahui oleh pengguna internet. Beberapa investor dan perusahaam manajemen investasi telah mulai memperhatikan kebijakan CSR dari Surat perusahaan dalam membuat keputusan investasi mereka. CSR berhubungan erat dengan "pembangunan berkelanjutan". dan cacat produksi yang mengakibatkan ketidak nyamanan ataupun bahaya bagi konsumen adalah menjadi berita utama surat kabar. Di Indonesia terjadi ketidakmerataan akses internet sehingga untuk daerah yang belum terjangkau internet akan sangat susah dalam memanfaatkan bisnis online. juga standar dan hukum seringkali dibuat hingga melampaui batas kewenangan negara pembuat peraturan (misalnya peraturan yang dibuat oleh Uni Eropa. misalnya keuntungan atau deviden melainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang. maka sistem pembayaran pun dilakukan secara online sehingga akan sangat berisiko pada datadata pribadi konsumen. namun sesungguhnya sumbangan sosial merupakan bagian kecil saja dari . khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen.Hambatan-hambatan yang ada: a. sebuah praktek yang dikenal sebagai "Investasi bertanggung jawab sosial" (socially responsible investing). c. Hal ini yang menjadi perhatian terbesar dari peran perusahaan dalam masyarakat telah ditingkatkan yaitu dengan peningkatan kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan dan masalah etika. misalnya oleh pesaing bisnis. komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan. Peraturan pemerintah pada beberapa negara mengenai lingkungan hidup dan permasalahan sosial semakin tegas. perlakuan tidak layak terhadap karyawan. Masalah seperti perusakan lingkungan. Banyak pendukung CSR yang memisahkan CSR dari sumbangan sosial dan "perbuatan baik" (atau kedermawanan seperti misalnya yang dilakukan oleh Habitat for Humanity atau Ronald McDonald House).

yang merupakan salah satu pemangku kepentingan internal. bersamaan dengan peningkatan taraf hidup pekerjanya beserta seluruh keluarganya"..CSR. telah menjelma menjadi institusi paling berkuasa diatas planet ini. Mereka juga seringkali menganjurkan dan mendorong para pekerjanya untuk sukarelawan (volunteer) dalam mengambil bagian pada proyek komunitas sehingga menciptakan suatu itikad baik dimata komunitas tersebut yang secara langsung akan meningkatkan reputasi perusahaan serta memperkuat merek perusahaan.. selama setengah abad terakhir. Kepedulian kepada masyarakat sekitar/relasi komunitas dapat diartikan sangat luas. Hal ini mengharuskan perusahaan untuk membuat keseimbangan antara kepentingan beragam pemangku kepentingan eksternal dengan kepentingan pemegang saham. Dengan diterimanya konsep CSR.[2]. namun secara singkat dapat dimengerti sebagai peningkatan partisipasi dan posisi organisasi di dalam sebuah komunitas melalui berbagai upaya kemaslahatan bersama bagi organisasi dan komunitas.setiap keputusan yang dibuat. Verite. Institusi yang dominan di masyarakat manapun harus mengambil tanggung jawab untuk kepentingan bersama. CSR adalah bukan hanya sekedar kegiatan amal. termasuk lingkungan hidup. pemberian bea siswa dan pendirian yayasan sosial. setiap tindakan yang diambil haruslah dilihat dalam kerangka tanggung jawab tersebut [1] Sebuah definisi yang luas oleh World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) yaitu suatu suatu asosiasi global yang terdiri dari sekitar 200 perusahaan yang secara khusus bergerak dibidang "pembangunan berkelanjutan" (sustainable development) yang menyatakan bahwa: " CSR adalah merupakan suatu komitmen berkelanjutan oleh dunia usaha untuk bertindak etis dan memberikan kontribusi kepada pengembangan ekonomi dari komunitas setempat ataupun masyarakat luas. yang mungkin merupakan acuan laporan berkelanjutan yang paling banyak digunakan sebagai standar saat ini. "dunia bisnis. [sunting] Pelaporan dan pemeriksaan Untuk menunjukkan bahwa perusahaan adalah warga dunia bisnis yang baik maka perusahaan dapat membuat pelaporan atas dilaksanakannya beberapa standar CSR termasuk dalam hal:      Akuntabilitas atas standar AA1000 berdasarkan laporan sesuai standar John Elkington yaitu laporan yang menggunakan dasar triple bottom line (3BL) Global Reporting Initiative. Perusahaan di masa lampau seringkali mengeluarkan uang untuk proyek-proyek komunitas. acuan pemantauan Laporan berdasarkan standar akuntabilitas sosial internasional SA8000 Standar manajemen lingkungan berdasarkan ISO 14000 . di mana CSR mengharuskan suatu perusahaan dalam pengambilan keputusannya agar dengan sungguh-sungguh memperhitungkan akibat terhadap seluruh pemangku kepentingan(stakeholder) perusahaan. perusahaan mendapatkan kerangka baru dalam menempatkan berbagai kegiatan sosial di atas.. terutama triple bottom line.

Lebih lanjut. alasan terkait bisnis untuk melaksanakan biasanya berkisar satu ataupun lebih dari argumentasi di bawah ini: . Banyak perusahaan sekarang menggunakan audit eksternal guna memastikan kebenaran laporan tahunan perseroan yang mencakup kontribusi perusahaan dalam pembangunan berkelanjutan. walaupun sesungguhnya cukup banyak literatur yang memuat tentang cara mengukurnya. Smentara aspek lingkungan--apalagi aspek ekonomi--memang jauh lebih mudah diukur. biasanya diberi nama laporan CSR atau laporan keberlanjutan. Sedangkan bagi 40% lainnya. citra perusahaan & brand image-lah yang akan paling memengaruhi kesan mereka. [sunting] Alasan terkait bisnis (business case) untuk CSR Skala dan sifat keuntungan dari CSR untuk suatu organisasi dapat berbeda-beda tergantung dari sifat perusahaan tersebut. kecenderungan yang sekarang terjadi adalah peningkatan kebenaran isi laporan. Conference Board (New York) dan Prince of Wales Business Leader Forum (London) di antara 25. dengan semakin berkembangnya konsep CSR dan metode verifikasi laporannya. Hanya 1/3 yang mendasari opininya atas faktor-faktor bisnis fundamental seperti faktor finansial. 60% mengatakan bahwa etika bisnis. Schmidt. Banyak kritik mengatakan bahwa laporan ini hanyalah sekedar "pemanis bibir" (suatu basa-basi). dampak terhadap lingkungan. walaupun sulit diperoleh kesepakatan atas ukuran yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan dalam aspek sosial. praktik terhadap karyawan. Kebanyakan penelitian yang mengaitkan antara kinerja CSR (corporate social performance) dengan kinerja finansial perusahaan (corporate financial performance) memang menunjukkan kecenderungan positif. gayanya dan metodologi evaluasi yang digunakan (walaupun dalam suatu industri yang sejenis).strategi perusahaan. sikap konsumen terhadap perusahaan yang dinilai tidak melakukan CSR adalah ingin "menghukum" (40%) dan 50% tidak akan membeli produk dari perusahaan yang bersangkutan dan/atau bicara kepada orang lain tentang kekurangan perusahaan tersebut. Akan tetapi laporan tersebut sangat luas formatnya. Mungkin. Literatur tersebut misalnya metode "Empat belas poin balanced scorecard oleh Deming. namun kesepakatan mengenai bagaimana CSR diukur belumlah lagi tercapai. misalnya saja pada kasus laporan tahunan CSR dari perusahaan Enron dan juga perusahaan-perusahaan rokok. Literatur lain misalnya Orlizty. Banyak pihak berpendapat bahwa amat sulit untuk mengukur kinerja CSR. kesepakatan para pemangku kepentingan global yang mendefinisikan berbagai subjek inti (core subject) dalam ISO 26000 Guidance on Social Responsibility-direncanakan terbit pada September 2010--akan lebih memudahkan perusahaan untuk menurunkan isu-isu di setiap subjek inti dalam standar tersebut menjadi alat ukur keberhasilan CSR. Bagaimanapun.000 responden dari 23 negara menunjukkan bahwa dalam membentuk opini tentang perusahaan.[4] Secara umum. Namun. laporan CSR atau laporan keberlanjutan merupakan upaya untuk meningkatkan akuntabilitas perusahaan di mata para pemangku kepentingannya. atau manajemen.Di beberapa negara dibutuhkan laporan pelaksanaan CSR. Hasil Survey "The Millenium Poll on CSR" (1999) yang dilakukan oleh Environics International (Toronto). ukuran perusahaan. yang merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) akan paling berperan. dan Rynes[3] yang menemukan suatu korelasi positif walaupun lemah antara kinerja sosial dan lingkungan hidup dengan kinerja keuangan perusahaan.

setidaknya ada dua jenis kegiatan CSR yang bisa mendatangkan keuntungan terhadap merek.[sunting] Sumberdaya manusia Program CSR dapat berwujud rekruitmen tenaga kerja dan memperjakan masyarakat sekitar. misalnya melalui media campaign. terutama sekali dengan adanya persaingan kerja di antara para lulusan. CSR dapat berperan untuk menciptakan loyalitas konsumen atas dasar nilai khusus dari etika perusahaan yang juga merupakan nilai yang dianut masyarakat.[6]. Akan terjadi peningkatan kemungkinan untuk ditanyakannya kebijakan CSR perusahaan. Pada CSM. sosial. Mereka merasa bisa berbelanja sekaligus menyumbang. baik itu terkait dengan aspek tata kelola perusahaan. pengadilan. Reputasi yang dibentuk dengan susah payah selama bertahun-tahun dapat musnah dalam sekejap melalui insiden seperti skandal korupsi atau tuduhan melakukan perusakan lingkungan hidup. Dengan demikian. "penggalangan dana" ataupun kesukarelawanan (volunteering) dalam bekerja untuk masyarakat. Biasanya berupa pernyataan rupiah per produk terjual atau proporsi tertentu dari penjualan atau keuntungan. Membentuk suatu budaya kerja yang "mengerjakan sesuatu dengan benar". segmen konsumen yang ingin menyumbang bagi pemecahan masalah sosial dan atau lingkungan. perusahaan akan bisa menarik calon-calon pekerja yang memiliki nilai-nilai progresif. maupun lingkungan-yang semuanya merupakan komponen CSR--pada perusahaan dapat mengurangi risiko terjadinya hal-hal negatif tersebut. CRM bersifat lebih langsung. Perusahaan yang bisa mengkampanyekan CSM dan CRM-nya dengan .[7]. Segmen tertentu dari masyarakat kemudian akan melakukan pembelian produk perusahaan itu dengan pertimbangan kesamaan perhatian atas isu tersebut. terutama pada saat perusahaan merekruit tenaga kerja dari lulusan terbaik yang memiliki kesadaran sosial dan lingkungan. perusahaan memilih satu atau beberapa isu--biasanya yang terkait dengan produknya--yang bisa disokong penyebarluasannya di masyarakat. kemudian tergerak membeli produk tersebut. Menurut Philip Kotler dan Nancy Lee. Perusahaan menyatakan akan menyumbangkan sejumlah dana tertentu untuk membantu memecahkan masalah sosial atau lingkungan dengan mengaitkannya dengan hasil penjualan produk tertentu atau keuntungan yang mereka peroleh. pemerintah dan media massa. Dengan terus menerus mendukung isu tersebut. [sunting] Manajemen risiko Manajemen risiko merupakan salah satu hal paling penting dari strategi perusahaan. terutama apabila mereka dapat dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang mereka percayai bisa mendatangkan manfaat bagi masyarakat luas. yaitu corporate social marketing (CSM) dan cause related marketing (CRM). maka lama kelamaan konsumen akan mengenali perusahaan tersebut sebagai perusahaan yang memiliki kepedulian pada isu itu. Dengan memiliki suatu kebijakan komprehensif atas kinerja sosial dan lingkungan. Lebih jauh lagi CSR dapat dipergunakan untuk menarik perhatian para calon pelamar pekerjaan [5] . [sunting] Membedakan merek Di tengah hiruk pikuknya pasar maka perusahaan berupaya keras untuk membuat suatu cara penjualan yang unik sehingga dapat membedakan produknya dari para pesaingnya di benak konsumen. baik itu bentuknya "penyisihan gaji". Kejadiankejadian seperti itu dapat menarik perhatian yang tidak diinginkan dari penguasa. CSR dapat juga digunakan untuk membentuk suatu atmosfer kerja yang nyaman di antara para staf.

ada kepercayaan bahwa program CSR seringkali dilakukan sebagai suatu upaya untuk mengalihkan perhatian masyarakat atas masalah etika dari bisnis utama perseroan. selain juga mendapatkan citra sebagai perusahaan yang peduli pada isu tertentu.Pd. S. [sunting] Ijin usaha Perusahaan selalu berupaya agar menghindari gangguan dalam usahanya melalui perpajakan atau peraturan. Pada perkuliahan minggu kemarin Pak Amril Muhammad.E.Pd menjelaskan bahwa pengertian lingkungan itu sendiri menurut perspektif Manajemen Pemasaran merupakan perilaku dan kekuatan di luar marketing yang mampu mempengaruhi kemampuan pemasaran untuk mengembangkan dan menjaga agar transaksi bisnis dengan pelanggan berjalan dengan baik. Lingkungan yang dimaksud terbagi menjadi dua. yang membahas mengenai analisis lingkungan internal dan eksternal. Itulah yang saya dapat pada mata kuliah Manajemen Pemasaran minggu kemarin (16/3) oleh dosen Amril Muhammad. [sunting] Motif perselisihan bisnis Kritik atas CSR akan menyebabkan suatu alasan dimana akhirnya bisnis perusahaan dipersalahkan. M.baik akan mendapati produknya lebih banyak dibeli orang. Lingkungan (environment) dalam lingkup yang luas memiliki arti sesuatu yang bersifat fisik dan non fisik yang mempengaruhi kehidupan seseorang. sehingga dengan demikian keuntungan yang menyolok dan gaji dewan direksinya yang sangat tinggi tidak dipersoalkan. Contohnya. Lingkungan internal disini berbicara mengenai siapa orang-orang (SDM) di dalam organisasi. Dengan melakukan sesuatu 'kebenaran" secara sukarela maka mereka akan dapat meyakinkan pemerintah dan masyarakat luas bahwa mereka sangat serius dalam memperhatikan masalah kesehatan dan keselamatan. . yaitu lingkungan internal dan eksternal. ketersediaan sarana dan prasarana. Selanjutnya terkait dengan kepemimpinan (leadership). diskriminasi atau lingkungan hidup maka dengan demikian mereka dapat menghindari intervensi. M. Lingkungan ternyata sangat berpengaruh terhadap pengembangan kemampuan pemasaran sebuah perusahaan. S.E. serta budaya dan tradisi (kultur). Perusahaan yang membuka usaha diluar negara asalnya dapat memastikan bahwa mereka diterima dengan baik selaku warga perusahaan yang baik dengan memperhatikan kesejahteraan tenaga kerja dan akibat terhadap lingkungan hidup. misi dan tujuan. kemudian tentang kebijakan yang dibuat organisasi berupa visi.

dimana pengerjaannya (where). Faktor-faktor di dalam kepemimpinan (leadership) ini diantaranya yaitu gaya kepemimpinan. siapa yang mengerjakan (who). serta kegiatan evaluasi yang lebih pada feedback untuk mengetahui hal yang tidak sesuai dan kegiatan supervisi yang tujuannya untuk memperbaiki kesalahan yang ada. dibutuhkan juga kompetensi seorang pemimpin serta kemampuan manajerialnya. Kemudian dalam kepemimpinan. Selain itu. Yang mana pada hal ini membicarakan mengenai kompetensi dan penempatan yang pas (placement). Kemudian adanya komitmen. reward yang diberikan pada karyawan bisa bersifat materi (gaji ataupun tunjangan) dan non materi (apresiasi ataupun pujian). yang berkaitan dengan 5W+1H mengenai apa yang ingin dikerjakan atau direncanakan (what). Lalu berhubungan dengan placement atau penugasan. berbicara mengenai kebijakan. adanya filosofi marketing. Seringkali kepemimpinan mempengaruhi segala hal (meliputi cara kerja organisasi). Selain itu karyawan juga berhak mendapat promosi jabatan (naik level). membahas tentang kepemimpinan. contohnya adalah sekolah Al Azhar didirikan di lingkungan perumahan elit karena jelas mengejar segmen perekonomian menengah keatas. apakah perusahaan tersebut mengedepankan kepuasan pelanggan atau mempromosikan produk sebesar-besarnya agar perusahaan tersebut mendapat untung yang besar. seorang pemimpin harus mampu memotivasi dan membangun motivasi internal karyawan. Lalu berkaitan dengan segmen yang ingin dikejar. Namun komitmen disini harus disesuaikan pula dengan penghargaan (reward) yang didapat. Hal tersebut berkaitan dengan pengembangan diri karyawan dan juga perusahaan. serta bagaimana mengerjakannya (how). Misalnya. ada manusia (SDM). Kemudian faktor lingkungan internal yang lain. . sebagai contoh ketika sebuah perusahaan menginginkan karyawan yang berkompeten maka dibutuhkan kompetensi-kompetensi untuk mengukur kemampuan karyawan tersebut. melakukan kontrol atau pengawasan. Contoh dari gaya kepemimpinan. perusahaan memberi gaji tambahan untuk karyawan yang lembur atau memberikan tunjangan asuransi. Filosofi marketing berkaitan dengan kebijakan yang dibuat oleh perusahaan. Selain gaya kepemimpinan.Yang pertama di dalam faktor lingkungan internal. ada juga kepemimpinan people oriented. seperti pada istilah yang sudah sering kita dengar. seorang pemimpin harus mampu mengatur penempatan karyawannya dengan tepat. Kebijakan disini tergambar dari visi dan misi sebuah perusahaan. mengapa hal tersebut perlu dikerjakan (why). “the right man in the right place”. Karena komitmen sangat penting untuk membangun loyalitas karyawan dan meningkatkan kerja sama dengan baik. dan ada kepemimpinan yang menerima feedback dari bawahan sehingga atasan mau mendengarkan saran-saran dari bawahan. Lalu perusahaan juga harus mampu menempatkan karyawan tersebut pada posisi yang tepat. kapan mengerjakannya (when). namun ada juga pemimpin yang bersifat masa bodoh dengan melimpahkan wewenang sepenuhnya pada bawahan. Selanjutnya. ada kepemimpinan yang bersifat task oriented (orientasi tugas) dimana seorang pemimpin hanya memberikan perintah-perintah dengan sedikit komunikasi. Kemudian tujuan perusahaan yang menentukan sasaran yang ingin dicapai.

usia. berkaitan juga dengan tampilan fisik (yang tercermin dari bangunannya. regional dan nasional tentang CSR. Hal tersebut diatas perlu diperhatikan oleh perusahaan agar dapat beradaptasi dengan lingkungan internal dan eksternalnya. Selain faktor internal.Membahas mengenai sarana dan prasarana yang berkaitan dengan kenyamanan (meliputi fasilitas penerangan. Kemudian faktor lingkungan budaya (culture environment) yang dapat meninjau seberapa jauh pendidikan dapat mempengaruhi budaya. ventilasi udara. Berkaitan dengan value (nilai-nilai yang mengikat orang yang berkaitan dengan komitmen) yang pada akhirnya berkaitan dengan teladan (karena berorientasi pada sistem hukum). contohnya penggunaan listrik dan keamanan dalam hal transportasi). Selain itu. lalu ada faktor lingkungan politik (politic environment) misalnya harusnya Alfamart dibangun pada radius 100 meter dari pasar tradisional namun kenyataannya banyak yang sangat dekat dengan pasar tradisional dikarenakan politik yang lemah. Tanggungjawab Sosial Perusahaan – CSR Penggunaan istilah Tanggungjawab Sosial Perusahaan atau atau Corporate Social Responsibility (CSR) akhir-akhir ini semakin populer dengan semakin meningkatnya praktek tanggung jawab sosial perusaan. CSR adalah tentang nilai dan standar yang berkaitan dengan beroperasinya sebuah perusahaan dalam suatu masyarakat. saat ini menjadi salah satu bentuk inovasi bagi hubungan perusahaan dengan masyarakat dan konsumen. ras. Istilah CSR yang mulai dikenal sejak tahun 1970-an. dan pekerjaan). keseragaman SDM nya dan barang-barangnya) serta akulturasi budaya (terbangunnya budaya lokal). CSR diartikan sebagai komitmen usaha untuk beroperasi secara legal dan etis yang . akses yang mudah serta tingkat kebisingan yang rendah). gender. lingkungan alam (natural environment) contohnya kejadian gempa dan tsunami di Jepang belum lama ini. serta keamanan (berkaitan dengan implikasi kecelakaan. lingkungan ekonomi (economic environment) misalnya sekolah Marsudirini didirikan dalam perumahan elit karena memang untuk orang-orang dengan perekonomian menengah keatas. CSR kini banyak diterapkan baik oleh perusahaan multi-nasional maupun perusahaan nasional atau lokal. dan diskusi-diskusi global. ada juga beberapa faktor lingkungan eksternal diantaranya ialah faktor demografis (berkaitan dengan populasi penduduk. Dan yang terakhir. kepadatan penduduk. kelengkapan (sarana prasarana yang ada sesuai dengan kebutuhan). lokasi. lingkungan teknologi (technology environment) yang bukan lebih menitik beratkan pada kecanggihan teknologinya melainkan pada ketepatan dalam penggunaannya yang dapat mempermudah suatu pekerjaan. faktor budaya yang mempengaruhi lingkungan internal.

politik. konflik dengan masyarakat sekitar dan semakin jauh dari prinsip pengelolaan lingkungan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. sosial dan lingkungan dengan . Etika yang dianut merupakan bagian dari budaya (corporate culture). tetapi juga mempunyai etika dalam bertindak menggunakan sumberdaya manusia dan lingkungan guna turut mewujudkan pembangunan berkelanjutan. pemahaman tentang CSR oleh masyarakat perlu ditingkatkan. Bagaimana masyarakat kampus akan memberikan inovasi dan berkontribusi bagi implementasi CSR untuk mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kualitas SDM bila masyarakat kampus belum memiliki pemahaman yang memadai tentang CSR dan persoalanpersoalan yang dihadapi dalam implementasi CSR. CSR berakar dari etika dan prinsip-prinsip yang berlaku di Perusahaan dan dimasyarakat. Menurut Jones (2001) seseorang atau lembaga dapat dinilai membuat keputusan atau bertindak etis bila: 1) Keputusan atau tindakan dilakukan berdasarkan nilai atau standar yang diterima dan berlaku pada lingkungan organisasi yang bersangkutan. termasuk masyarakat kampus. dan etika yang dianut masyarakat merupakan bagian dari budaya masyarakata.berkonstribusi pada peningkatan kualitas kehidupan karyawan dan keluarganya. faktor ekonomi dan keuntungan (profit). ekonomi dan keuntungan perusahaan tergantung pada masyarakat dan lingkungan. John Elkington (1997) sebagai seorang akademisi. Suatu perusahaan seharusnya tidak hanya mengeruk keuntungan sebanyak mungkin. profit and planet. Ketiga komponen TBL ini bersifat dinamis tergantung kondisi dan tekanan sosial. yaitu faktor manusia dan masyarakat (people). CSR dan TBL Sebagai sebuah inovasi sosial baru dalam kehidupan bersama antara perusahaan dengan masyarakat. komunitas lokal dan masyarakat luas dalam kerangka mmewujudkan pembangunan berkelanjutan. ekonomi dan lingkungan. 2) Bersedia mengkomunikasikan keputusan tersebut kepada seluruh pihak yang terkait. Ketiga faktor ini berkaitan satu sama lain. Pengukuran kinerja yang semata dicermati dari komponen keuangan dan keuntungan (finance) tidak akan mampu membesarkan dan melestarikan . Ketika faktor ini juga terkenal dengan sebutan triple-P (3P) yaitu people. bahkan ekosistem global. dan secara akademik akan berkembang menjadi sebuah trans-disiplin yang menggabungkan antara aspek-aspek ilmiah dengan aspek-aspek praktis di masyarakat. karena seringkali berhadapan dengan konflik pekerja. Prisnsip-prinsip atau azas yang berlaku di masyarakat juga termasuk berbagai peraturan dan regulasi pemerintah sebagai bagian dari sistem ketatanegaraan. 3) Yakin orang lain akan setuju dengan keputusan tersebut atau keputusan tersebut mungkin diterima dengan alasan etis. TBL digunakan sebagai kerangka atau formula untuk mengukur dan menlaporkan kinerja perusahaan mencakup parameter-parameter ekonomi. merumuskan Triple Bottom Line (TBL) atau tiga faktor utama operasi perusahaan dalam kaitannya dengan lingkungan dan manusia. serta kemungkinan konflik kepentingan. serta faktor lingkungan (Planet). Masyarakat tergantung pada ekonomi. Pada hal CSR memiliki potensi besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penerapan konsep TBL ini berkembang pesat oleh – di Amerika. Eropa dan Australia. Prinsip TBL secara legal sudah lama dianut pemerintah Indonesia. Pengertian Budaya Perusahaan . Keberadaan stakeholder ini bisa hadir sebagai penunjang keberhasilan CSR ataupun sebaliknya. mitra bisnis. seperti tercantum dalam pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945: “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan diperuntukkan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”. CSR yang dilakukan oleh – di Indonesia akan berbeda satu sama lain tergantung pada konteks masalah yang dihadapi masyarakat. MS) Budaya perusahaan 1. pekerja. TBL bukan skedar laporan kinerja tetapi juga sebagai suatu pendekatan untuk memperbaiki pengambilan keputusan tentang kebijakan dan program ke arah yang lebih baik dengan mempertimbangkan aspek ekonomi. Hal ini berarti pengelolaan sumberdaya alam Indonesia seharusnya ditujukan untuk peningkatan kualitas manusia dan lingkungannnya (kemakmuran rakyat) Berdasarkan konsep TBL tersebut seharusnya konsep dan implementasi CSR mencakup aspek ekonomi. Berbagai di Indonesia juga mulai menerapkannnya. Dalam perjalanannya. Dr. jika proses sinergi di antara para pelaku tersebut tidak dilakukan. guna meminimalkan gangguan atau kerusakan pada manusia dan lingkungan dari berbagai aktifitas perusahaan. melainkan merupakan kegiatan pemberdayaan yang berkesinambungan ke arah yang lebih baik. Rakyat merupakan komponen people atau masyarakat dari konsel TBL. (Oleh: Prof. termasuk konsumen. Kemakmuran merupakan komponen profit atau ekonomi dari konsep TBL. Bumi. masyarakat lokal dan masyarakata luas) dan shareholders. dan lembaga sosial masyarakat lainnya juga turut memberikan warna terhadap kegiatan CSR. LSM. misalnya tekanan masyarakat ataupun sebagai alat kehumasan untuk membentuk citra baik. Keberadaan CSR di suatu daerah juga tidak pernah terlepas dari sistem kemitraan kelembagaan yang ada di sekitarnya. pemerintah. Pemerintah. Kanada. Hardinsyah. implementasi CSR kadangkala mengalami pembiasan dari nilai-nilai CSR yang “asli”. lingkungan dan masyarakat sekaligus. lingkungan dan sosial dalam peningkatan kualitas hidup pekerja beserta keluarganya serta masyarakat. Perbedaan konteks ini juga akan berimplikasi kepada perbedaan strategi pendekatan yang dilakukan oleh masing-masing.memperhatikan kebutuhan stakeholdes (konsumen. Pembiasan itu tampak manakala perusahaan hanya melakaukan kegiatan bantuan atau charity atau “pemadam konflik sementara“ kepada masyarakat yang kemudian dianggap sebagai program CSR. Pada hal CSR ideal tidak sekedar sebagai program bantuan untuk menghindari tekanan dari pihak lain. air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya merupakan komponen planet atau lingkungan dari konsep TBL. sejak negara Indonesia berdiri. lembaga adat.

jika sesorang berhubungan dengan sebuah kelompok baru dengan budaya yang tidak . (2000:3) “ Suatu falsafah yang didasari oleh pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat. Terdapat beberapa definisi budaya perusahaan atau budaya organisasi yang dikemukakan oleh beberapa ahli seperti berikut ini : Menurut Robbins (dalam Djokosantoso :2003) mendefinisikan bahwa : “Budaya perusahaan adalah suatu sistem nilai-nilai yang dirasakan maknanya oleh seluruh orang dalam organisasi. a. kebiasaan dan kekuatan pendorong. membudaya dalam kehidupan suatu kelompok masyarakat/organisasi. didengar. sikap dan perilaku yang dipegang anggota. dan dapat dijadikan acuan berperilaku dalam organisasi untuk menciptakan tujuan perusahaan yang telah ditetapkan”. kemudian tercermin dari sikap menjadi prilaku. Artifacts Merupakan hal-hal yang dapat dilihat. Selain dipahami. serta dikembangkan secara berkesinambungan. kepercayaan.EC.2. Eugene McKenna dan Nic Beech (2000:15) mengelompokan elemen-elmen budaya perusahaan sebagai berikut : 1.Menurut Drs.Triguno.DIPL. berfungsi sebagai sistem paket.2 Elemen-elemen Budaya Perusahaan Terdapat beberapa elmen dasar budaya perusahaan. dirasakan.” Menurut Djokosantoso (2003 :21) mendefinisikan “Budaya perusahaan adalah sistem nilai-nilai yang diyakini oleh semua anggota organisasi dan yang dipelajari. diterapkan. seluruh jajaran meyakini sistem-sistem nilai tersebut sebagai landasan gerak organisasi”. 2.LLM. Menurut Eugene McKenna dan Nic Beech (2000:18) “Budaya perusahaan merupakan nilai.

Untuk itu budaya perusahaan harus memiliki beberapa karakteristik sebagai wujud nyata keberadaannya. tujuan. jasa. sasaran. Masing- . persepsi.2. seringkali melalui asumsi yang tidak diucapkan namun anggota organisasi meyakini ketepatan tindakan tersebut. pikiran. c.1 Hubungan 3 elemen dasar budaya perusahaan 2. dan keyakinan Gambar 2.3 Karakteristik Budaya Perusahaan Budaya perusahaan merupakan sesuatu hal yang sangat kompleks. dan filosofi Basic Underlying Assumption Perasaan. Artifacts termasuk struktur organisasi dan proses yang tampak. Meliputi strategi.dikenalnya. seperti produk. Basic Underlying Assumption Yaitu keyakinan yang dianggap sudah ada oleh anggota suatu organisasi. Ketiga elmen dasar dari budaya perusahaan ini jika dibuat bagan akan menjadi sebagai berikut : Artifacts Proses dan struktur organisasi yang jelas terlihat Esposed Values Strategi. dan filosofi. Espoused Values Yaitu alasan-alasan tentang mengapa orang berkorban demi apa yang dikerjakan. Budaya menetapkan cara yang tepat untuk melakukan sesuatu di organisasi. dan tingkah laku anggota kelompok b. Budaya sebagian besar organisasi dapat melacak nilai-nilai yang didukung kembali kepenemu budaya.

Penyatuan unit. derajat dimana unit-unit dalam organisasi didorong agar berfungsi dengan cara yang terorganisasi atau bebas. inovatif dan mau mengambil resiko. 9. Kriteria ganjaran. 3. derajat dimana ganjaran seperti peningkatan pembayaran dan promosi lebih dialokasikan menurut kinerja pekerja daripada senioritas. Fokus orang. favoritisme atau faktor non pekerja lainnya. Menurut Surya Dharma dan Haedar Akib (2004:25) mengemukakan 10 (sepuluh) karakteristik budaya perusahaan sebagai berikut : 1. derajat dimana keputusan manajemen memperhatikan dampak luaran yang dihasilkan terhadap pekerjaan dalam organisasi. Toleransi konflik. . derajat dimana pekerja didorong untuk agresif. 4. Orientasi sarana-tujuan. 5. derajat dimana peraturan. regulasi dan pengendalian langsung digunakan untuk mengawasi dan pengendalian perilaku pekerja. 6. 8. Toleransi resiko. kreatif.masing karakteristik tersebut pada penerapannya akan mendukung pencapaian sasaran perusahaan. Penekanan kelompok. Derajat dimana pekerja didorong dan diarahkan untuk menunjukkan konflik dan kritik secara terbuka. derajat dimana manajemen lebih terfokus pada hasil atau luaran dari teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai luaran tersebut. Pengendalian. 2. derajat dimana aktivitas tugas lebih diorganisir untuk seluruh kelompok dari pada individu. derajat dimana pekerjaan lebih mengindentifikasi organisasi secara menyeluruh daripada dengan tipe pekerjaan atau bidang keahlian profesionalnya. Identitas Anggota . 7.

dan sebagainya. 2. Exposed Values Yaitu nilai-nilai dan prinsip-prinsip organisasi yang ingin dicapai. kebiasaan dan tradisi yang ada.4 Faktor-faktor Pembentukan Budaya Perusahaan Menurut Krisdarto (2001:53) faktor-faktor yang membentuk budaya perusahaan yaitu : 1. misalnya kualitas produk.2. Fokus pada sistem terbuka. 3. 5. 7. derajat dimana organisasi memonitor dan merespon perubahan dalam lingkungan eksternal. Formal Philosophy . 1. Inovasi dan keberanian mengambil resiko (inovation and risk taking) Perhatian terhadap detail (Attention to detail) Berorientasi Kepada hasil (Outcome orientation) Berorientasi kepada manusia (People orientation) Berorientasi tim ( Team orientation) Aggresif (Aggressiveness) Stabil (Stability) 2.10. 1. 6. dan ritual para karyawan dalam menghadapi berbagai macam situasi. 4. Sedangkan menurut Robbins (2001: 16) menyatakan ada tujuh karakteristik budaya organisasi atau budaya perusahaan sebagai berikut: 1. 1. Observed behavioral regularities when people interact Yaitu bahasa yang digunakan dalam organisasi. Group Norms Yaitu nilai dan standar baku dalam organisasi.

Rules of the Game Yaitu aturan-aturan dalam perusahaan (the ropes). 1. dan bahasa yang digunakan oleh para karyawan. interaksi atasan dengan bawahan. 1. Climate Yaitu Perasaan yang secara eksplisit dapat terasa dari keadaan fisik organisasi dan interaksi antar karyawan. Shared Meanings Yaitu rasa saling pengertian yang diciptakan sendiri oleh karyawan dari interaksi seharihari. and/or linguistec paradims Yaitu adanya suatu kesamaan “frame” yang mengarahkan pada persepsi (untuk dapat mengurangi adanya perbedaan persepsi). 1. hal-hal apa saja yang harus dipelajari oleh karyawan baru agar dapat diterima di organisasi tersebut. 1.Yaitu kebijakan dan prinsip ideologis yang mengarahkan perilaku organisasi terhadap karyawan. 1. dan kemampuan menyalurkan keahliannya dari satu generasi ke generasi lainnya. Embedded Skills Yaitu kompetensi khusus dari anggota organisasi dalam menyelesaikan tugasnya. mental models. pelanggan. juga interaksi dengan pelanggan atau organisasi lain. dan diajarkan pada karyawan baru pada awal proses sosialisasi. . pikiran. Habits of thinking. dan pemegang saham.

Lingkungan usaha.2.4 Unsur-unsur Pembentukan Budaya Perusahaan Beberapa unsur pembentukan budaya perusahaan menurut Atmosoeprapto (2001:71).1. lay out ruang kerja. yaitu : 1. “Network”. perasaan.2. 2. Nilai-nilai (values). acara-acara ritual yang diselenggarakan oleh perusahaan dalam rangka memberikan penghargaan pada karyawannya. 4. merupakan konsep dasar dan keyakinan dari suatu organisasi. disamping kemampuan kognitif atau kemampuan evaluatif anggota organisasi. orang-orang yang menjadi panutan atau teladan karyawan lainnya karena keberhasilannya. Root Metaphors or Integrating Symbols Yaitu ide-ide. yaitu : . dan materi artifacts lainnya. 2. 3. 2. 5.6 Proses Terbentuknya Budaya Perusahaan Eugene McKenna dan Nic Beech (2000:60) membagi budaya organisasi atau budaya perusahaan atas beberapa komponen pembentuk. Hal ini merefleksikan respon emosional dan estetika anggota organisasi. dan citra organisasi yang dikembangkan sebagai karakteristik organisasi yang secara sadar ataupun tidak sadar tercermin dari bangunan. lingkungan dimana perusahaan itu beroperasi akan menentukan apa yang harus dikerjakan oleh perusahaan tersebut untuk mencapai kebrhasilan. Upacara-upacara (rites dan ritual). jaringan komunikasi informal di dalam perusahaan yang dapat menjadi sarana penyebaran nilai-nilai dari budaya perusahaan. Panutan/keteladanan.

1.2. 4. 3.Perasaan atau suasana yang diciptakan dalam organisasi. 5. Dengan menggali komponen-komponen pembentuk ini. Norma-norma yang diterapkan dalam bekerja. Orang-orang bertingkah laku tertentu sejalan dengan visi yang telah ditetapkan Hasil Kesuksesan yang diraih akan berkesinambungan dari waktu ke waktu. yang menjadi panduan penetapan kebijakan organisasi baik yang berkenaan dengan karyawan ataupun klien. Gambar 2. Tingkah laku khas tertentu dalam berinteraksi yang rutin dilakukan. Filosof.7 Fungsi Budaya Perusahaan . bagaimana masalah deselesaikan didalamnya. dan cara para anggota diharapkan berperilaku. Gambaran ini menjadi dasar organisasi tersebut. 2. Budaya Organisasi Budaya yang tumbuh merefleksikan visi.2 Proses terbentuknya Budaya Perusahaan Menurut Kisdarto (2001:45) 2. Nilai-nilai dominan yang dipegang oleh organisasi. dan pengalaman orang-orang yang mengimplementasikan nilai-nilai tersebut. Aturan main untuk berelasi dengan baik dalam organisasi yang harus dipelajari oleh anggota baru agar dapat diterima oleh organisasi. strategi. Manajer Puncak Inplementasi kerja. diharapkan akan memperoleh gambaran global dari budaya organisasi tertentu.

Budaya mempunyai suatu peran menetapkan tapal batas. budaya mempermudah timbulnya komitmen yang lebih luas dari pada kepentingan individu. sistem inilah yang disebut dengan inti budaya. Budaya sebagai mekanisme pmbuat makna dan kendali yang memandu sera membentuk sikap dan perilaku karyawan. konsumen dan semua yang terkait dengan perusahaan. 1. dan pemasaran global atau lintas budaya. hubungan antar personal dan lingkungan sekitar (3). 3. Budaya itu mengingkatkan kemantapan sitem sosial. etos kerja. staf. 5. fungsi budaya perusahaan adalah : 1. Budaya Perusahaan Antropologi memandang dunia bisnis sebagai sebuah perubahan budaya secara terencana untuk kepentingan bisnis atau perusahaan. Budaya adalah jalan keluar bagi kelompok menghadapi segala persoalan eksternal dan internalnya. tetapi budaya justru cerminan dari perusahaan itu sendiri sebab perusahan dipandang antropologi sebagai suatu komunitas budaya yang memiliki perilaku dalam wujud-wujud kebudayaan. Budaya memberikan indentitas bagi anggota organisasi. Bukan sekadar mendalaminya tetapi dalam rangka mengadakan perubahan berkesinambungan. artinya budaya menciptakan perbedaan yang jels antara suatu organisasi dengan organisasi yang lain. ini menyangkut norma. sistem perilaku. Artefak. nilai sejarah perusahaan. da beberapa hal keterkaitan antropologi dengan dunia bisnis yang lagi trend dalam pembahasan bisnis sekarang ini yakni soal budaya perusahaan. tujuan. 4. strategi. Kesemua wujud atau dimensi ini membentuk secara holistik sebuah perusahaan. . menjadikan keunggulan bersaing dan kemampuan bertahan dalam lingkungan yang senantiasa berubah-ubah. “roh” atau spirit perusahaan. yang menjadi cermin perusahaan. Sistem nilai. 2. Budaya perusahaan menjadi elemen kunci dari perubahan yang akan memberi pengaruh kuat bagi sstem kerja organisasi. Ia bukanlah satu dari aspek perusahaan. Jikalau perusahan tidak ditangani budayanya maka perusahaan tersebut dipastikan dapat mengalami goncangan yang akhirnya bisa mematikan perusahaan tersebut.Menurut Veithzal Rivai (2005:430). merubah budayanya berarti merubah perusahan secara keseluruhan. sesuatu yang kelihatan yang dihasilkan oleh orang-orang perusahaan (2). Makna budaya disini tidak sekadar dipahami sebagai tradisi atau kebiasaan perusahaan tetapi menyangkut keseluruhan kelengkapan dan sistem organisasi sifatnya holistik/komprehensif. Ada 3 wujud atau dimensi budaya dalam organisasi. kepercayaankerpercayaan. (1). karyawan. Budaya sebuah organisasi terbentuk akibat adaptasi dan survival terhadap lingkungan baik internal dan eksternal. kelengakapn perusahaan. misi. Perbincangan soal budaya perusahan telah menjadi perbincangan yang sangat menarik dan paling penting dalam era sekarang ini. menjadi pemimpin usaha global. Faktor penting keberhasilan sebuah bisnis atau perusahaan adalah keberhasilan kita dalam mengelola budaya perusahaan baik budaya pemimpin.

Kultur bisa mempermudah adaptasi seandainya perusahaan memiliki kultur yang tepat hasil proses perubahan budaya. mereka yang mempertahankan pola mekanistik telah berguguran.Dimensi ketiga yakni sistem nilai merupakan hal yang tidak nampak namun mengendalikan periaku manusia. bahkan banyak pula yang mengesampingkan budaya dalam melakukan perubahan. Kita baru sadar bahwa sebenarnya kita hidup . Tekanan globalisasi. Perubahan sikap maupun perilaku dimulai sejak awal transformasi. kita ketahui bahwa budaya yang adalah norma-norma kelompok dan nilai-nilai yang diyakini bersama merupakan hambatan terbesar untuk melakukan perubahan yang seharusnya semua itu tidak perlu menghambat. sebagian besar dari semua usaha itu menjadi tertanam didalam budaya (inti budaya/ system nilai) sampai perusahaan dapat beradaptasi dengan lingkungan yang cepat berubah. Perusahaan-perusahaan banyak yang gulung tikar akibat mengembangkan pola mekanistik karena tidak memiliki kemampuan menghadapi perubahan demi perubahan dari lingkungan internal dan eksternalnya. persaingan pasar yang ketat telah memaksa semua pemimpin perusahaan dimanapun untuk memimpin organisasinya dalam perubahan budaya. perubahan teknologi yang pesat. Menjadi perusahaan dan pemimpin global Saat ini terjadi pergeseran dari dunia mekanistik ke dunia holistik. Karena sulitnya merubah budaya. Padahal. Secara antropologis. 2. karena tidak namapk sehingga sulit sekali untuk dirubah. Budaya perusahaan yang kuat tidak akan mudah mengalami goncangan. baru pada akhir siklus. yang sebelumnya kita harus melewati tahap-tahap transformasi besar dalam proses belajar sebagai perinsip budaya yang digerakan para pemimpin sebagai motor perubahan. perubahan kulutr merupakan bagian yang tersulit tidak semudah yang dibayangkan namun transformasi perusahaan menujua perubahan budaya harus dilakukan untuk berubah menjadi perusahaan yang kuat yang mampu beradaptasi dengan lingkungan yang berubah cepat. deregulasi berbagai bidang. ia mampu beradaptasi dan selalu menang dalam menangkap peluang. lalu menciptakan perubahan-perubahan metode kerja yang membantu perusahaan menghasilkan produk/jasa yang lebih baik dengan biaya lebih rendah. Mereka tidak berpikir bahwa ada banyak fariabel yang menentukan keberhasilan berbisnis dan dalam mengelola negara. Hampir semua perusahaan global yang popular dewasa ini memiliki budaya perusahaan yang sangat kuat. Kotter penulis buku Leading Change yang sagat digemari para perusahaan global mengatakan. perubahan budaya menjadi tujuan akhir. sistem nilai atau sistem budaya adalah nilai-nilai yang diyakini bersama berakar dalam di dalam sistem kebudayaan keseluruhan. Disayangkan. Jhon P. padahal lingkungan global sekarang ini semua hal bisa mempengaruhi kinerja perusahaan. Demikianlah membangun budaya organisasi atau pelakukan perubahan budaya organisasi adalah pilihan wajib bagi perusahaan untuk dapat berhasil menggapai segala tujuannya. banyak perusahaan gagal mentrasfromasikan perusahaannya akibat merubah kultur tidak melewati proses demi proses dengan kata lain menempatkan perubahan kultur pada langkah pertama bukan sebagai tujuan akhir. dan menang dalam kancah pertarungan global. wujud budaya artefak dan wujud sistem perilaku ditangani terlebih dahulu.

perusahaan global. Sebab dengan mengerti kode-kode DNA budaya (inti budaya) kita dapat memahami mengapa dan bagaimana perekonomian. Council on Foreign Relatiopns AS dalam dua artikel edisi September / oktober 1995 menekankan dominasi budaya dalam pembangunan dan terlihat jelas dari wajah budaya unik perekonomian dapat dimengerti paling baik melalui antropologi. Dunia holistik atau dunia realitas akan dimengerti dengan memahami realitas sistem manusia yang bergerak bebas dan berubah-ubah. politik di dunia ini. Ekonom dunia Paul Ormerod dalam bukunya The Death of Economics (1994) yang saat terbit sempat menghebohkan dunia keilmuan. perusahaan internasional. eksportir. Stephen H Rhinesmith dalam bukunya Panduan Bagi Manajer Menuju Globalisasi menjelaskan. tingkat kedalamannya sampai ke inti budaya yakni sistem nilai yang menggerakan segala perubahan. bahwa saat menulisnya kondisi ekonomi dunia berada dalam krisis. Rhinesmith berisi 6 keterampilan sukses di dunia yang sedang berubah. Menurut Paul. Untuk menjadi global diperlukan pola pikir yang luas jauh melampaui jangkauan kebanyakan perusahaan sekarang ini lalu mengembangkan budaya perusahaan global yang tangguh. psikologi social. sebagaimana kata Paul Schafer direktur World Culture Project yang berpusat di Canada. yang banyak mengangkat pentingnya lensa budaya dan pola pikir budaya perusahaan global. manusia sebagai sentral dari holistik-realistik tersebut. menolak realitas dan menolak manusia sebagai subjek mahluk rasional. dalamnya terdapat sistem yang luas. Jelaslah bahwa wajah perekonomian dan proses pembangunan masa kini akan sangat dimengerti melalui kaca mata budaya atau kaca mata realitas.dalam realitas lingkungan yang senantiasa berubah bukannya suatu lingkungan yang terprogram. perusahaan transnasional. Ilmu Ekonomi terjebak dalam ekonomi ortodoks yang telah lama dipertahankan. terjebak dalam pandangan dunia yang teridealisasi dan mekanistik. Lensa budaya yang mampu melihat dunia holistik-realistik sampai kedalamannya. untuk menjadi global. Budaya mengungkapan semua realita hidup manusia yang holistik atau komprehensif. Tahun 1990-an menandai bangkitnya manusia sebagai faktor terpenting dalam daya saing sebagai faktor utama dunia bisnis. Kursus ini dikembangkan Warner Burke dari Clombia University dan Stephen H. Semua perusahaan tidak terkecuali harus menggunakannya baik perusahan domestik. perusahaan multinasional. sebuah perusahaan tidak hanya harus menjalankan bisnis secara internasional tetapi juga harus mempunyai budaya perusahaan dan sistem nilai yang memungkinkannya menggerakan sumber dayanya kemanapun di dunia untuk memperoleh keunggulan bersaing terbesar. Sebenarnya inilah dunia realitas dan holistic. perusahaan lokal/daerah. ARCO Internasional dan AT&T melakukan kursus kepada para manajernya mengnai pola piker global dengan panduan Buku A Manager’s Guide To Globalization ditulis Stephen H. . Pelatihan yang sama dilakukan WR Grace terhadap 500 manajer puncaknyaguna mempermudah usaha globalisasinya. Berbagai pendekatan telah gagal untuk mengatasinya. sejarawan dll. Rhinesmith. Ilmu Ekonomi yang diharapkan tidak mampu berbuat banyak.

Divisi internasional Moran. 3. William Hudson. Perusahaan periklanan McCann-Erickson mempunyai kantor hampir di seluruh negara menggali informasi kepada para profesor amerika latin yang berguna bagi para langganannya seperti informasi kebiasaan makan para petani dan pola konsumsi keluarga kelas menengah kota yang baru. ini sebagai program unggulannya. Arthur Andersen Consulting merupakan salah satu perusahaan konsultan terbesar di dunia telah menerapkan perubahan dalam strategi. “Perusahaan mempunyai rencana memanfaatkan kesempatan internasional dan baginya pelajaran antropologi budaya akan merupakan alat penting bagi pemasaran kompetitif”. Kondisi pasar sekarang telah berlangsung suatu bentuk pemasaran global yang semua pemasar tidak lagi didominasi oleh pihak-pihak tertentu. nilai. Masyarakat manusia kini telah membangun pusat perbelanjaan sejagad/global. Istilah yang sering dipakai adalah bauran pemasaran atau bauran produk. lintas suku. oleh Ernest Dichter dalam jurnal Harvard Bussines Review menamakan para langganan sedunia. dan budaya perusahaan kepada semua orangnya diseluruh dunia dan perusahaan kliennya. Perusahaanperusahaan berlomba-lomba memasarkan produknya lintas komunitas. lintas geografis. Perusahaan global Ford melakukan pelatihan bagi 3000 manajer puncaknya dalam hal manajemen lintas budaya. kata Dichter. Ford menunjukan cara bagi perusahaan lain untuk mulai memahami pentingnya dan tantangan dimensi multibudaya terhadap globalisasi. AMP mengembangkan konsep “orang yang mampu di dunia”. lintas Negara. lintas golongan. Stahl & Boyer’s mengembangkan instrument penilaian SDM manajer yakni Overseas Assignment Inventory dimana kepekaan lintas budaya menjadi instrumen utama penilaian merekrut SDM atau manajer global. Dunia pasar atau konsumen ini menjadi pusat perhatian utama dunia bisnis dan para ilmuannya karena keberhasilan bisnis dalam era pasar yang kompetitif sekarang di dunia global adalah tergantung keberhasilan bauran pemasarannya. mempelajari bahasa lokal dan mempelajari kebudayaan. Produk yang dihasilkan harus sesuai selera pasar ataupun produk yang dihasilkan akan menemukan pasarnya sendiri. taktik. Contoh lain. Perusahaan Indo Mie di Indonesia barangkali telah berhasil melakukan strategi kulturalnya dengan membuat produk-produk yang beragam sesuai selera masrakat sasaran misalnya dibuat Mie Cakalang untuk selera orang Manado yang suka ikan cakalang dan makanan yang pedas. Dunia tanpa batas ini menciptakan akses pasar bagi semua orang tak terkeculi pemasarnya miskin. orang Perancis jarang menggosok gigi hanya satu dari . orang yang mampu didunia adalah seseorang yang mempunyai minimum 5 tahun hidup di negara dan budaya lain dan cukup tenggelam dalam budaya tersebut. president dan CEOnya menjelaskan. Pada perkembangannya dunia pasar menjadi hal yang perlu diselami untuk diketahui keberadaanya guna pengembangan produk yang tepat dan bagaimana produk dapat diminati atau digunakan oleh pasar atau konsumen. mereka menginternasionalkan produkproduknya. Pengembangan Produk dan Pemasaran berwawasan budaya Pengembangan produk dan pemasaran adalah dua hal yang tidak bisa terpisahkan. Memahami kebudayaan setempat agar dapat mengambil keuntungan darinya dan dalam rangka pula membentuk selera dan kebiasaan setempat.

Pengalaman Organisasi dapat berupa keberhasilan maupun dialami organisasi dlm menjalani kegiatannya dari waktu ke waktu. dan budaya. & apa yg dijalani” oleh sebuah organisasi. Suatu pendekatan yang lebih menyenangkan dengan menekankan bahwa menggosok gigi adalah indah dan modern. Budaya Organisasi  Budaya Organisasi Merupakan nilai. Komunitas ini memiliki semua perangkat atau wujud budaya yang bisa di selami untuk dapat mengetahui realitas jelasnya. Dari sini memungkinkan perusahaan dapat memanfaatkan memanfaatkannya untuk memenangi pasar kompetitif sehingga produk yang dihasilkan akan berhasil diserap pasar. Hal lainnya menjadi tantangan bagi perusahaan global oleh para manajer dunianya adalah bagaiman menjual kebutuhan lama kepada langganan baru sekaligus menciptakan kebutuhan baru untuk langganan lama. Seperti dilakukan contoh ini.tiga orang.2 & norma yg dianut & dijalankan oleh sebuah organisasi terkait dg lingkungan di mana organisasi tsb menjalankan kegiatannya  Budaya organisasi Merupakan “apa yg dirasakan. ekonomi. kegagalan yg Budaya Organisasi . apa yg diyakini. Dunia pasar atau konsumen telah membentuk komunitas pasar atau konsumen. Ini berhasil setelah para ahli antropologi perusahaan tersebut berkesimpulan bahwa orang Perancis merasa diri bersalah kalau terlalu sering mandi dan memakai alat-alat kecantikan. mengingatkan bahaya tidak menggosok gigi bukanlah pendekatan yang mengesankan. Faktor penentu Budaya Organisasi  Pengalaman Organisasi (Organizational Experiences) merupakan faktor penentu utama terciptanya sebuah tertentu. maka perusahaan global sekarang telah berperan sebagai agen perubahan social.

Norma. Bagaimana masing-masing kelompok masyarakat akanberperan dalam menggelindingkan . Dalam melakukan analisis politik seperti ini saya lebih menyarankan penggunaan dua pendekatan. Pendekatan yang pertama adalah “teori alineasi” buah pikiran Karl Marx. Norma. Prinsip. juga dapat menjadi faktor penentu terbentuknya sebuah Budaya Organisasi. Sederhananya teori ini mengatakan bahwa dalam melakukan evaluasi dampak suatu isu yang terjadi di masyarakat maka kita perlu melakukan analisis tersebut dengan melihat bagaimana dan sejauh apa isu tersebut akan mempengaruhi kepentingan kelompok-kelompok orang yang ada di masyarakat. yang kemudian dapat digunakan untuk merumuskan strategi non-pasar oleh perusahaan. Dari hasil proses pemilahan masyarakat ini ke dalam kelompok-kelompok yang dimaksud. Prinsip. yang pada saat awal era orde baru sempat diberangus dan haram untuk didiskusikan. kita selanjutnya dapat melakukan pertimbanganpertimbangan berikut ini: 1. Tinjauan politik disini dipersempit dengan melihat manfaat penggunaan analisis kepentingan kelompok masyarakat. diadopsi sehingga Tulisan ini mencoba mengulas secara singkat manfaat tinjauan politik saat kita akan melakukan perkiraan dampak dari terjadinya suatu isu maupun kebijakan pemerintah yang dapat mempengaruhi kinerja manajemen perusahaan. Keyakinan. & keyakinan tertentu nilai-nilai nya menentukan sebuah budaya organisasi.

Terlihat disini bahwa umumnya ekonom atau pebisnis biasanya hanya menggunakan klasifikasi pembagian masyarakat menjadi 4 kategori saja: Pengusaha. atau (b) suatu kebijakan Pemerintah dikeluarkan. Konsumen. Lembaga Sosial Masyarakat. Atau sejauh mana masing-masing kelompok akan berperilaku mengantisipasi dampak satu kebijakan Pemerintah. 3. Pemilik hak paten. Lembaga Perbankan dan Para Eksportir/Importir. Kemudian deretan kelompok inipun sebenarnya dapat diperluas mencakup Pemerintah Indonesia. Pendekatan yang kedua adalah pengembangan dari Teori Alineasi yang dilakukan oleh . dan (c) satu strategi atau kebijakan bisnis yang dilakukan merugikan kelompok yang memiliki supporters yang lebih banyak.timbulnya atau meletusnya suatu isu bisnis. Akibatnya analisa yang mereka lakukan akan memberikan tingkat ketepatan analisis yang dangkal. Konsumen di luar target. para Pemberi kredit. Pemerintah Luar Negeri. Diakhiri dengan tinjauan seberapa besar reaksi masing-masing kelompok atas kebijakan perusahaan dalam mengatasi isu permasalahan lingkungan bisnis atau dampak dari dikeluarkannya kebijakan Pemerintah tersebut. Jadi untuk kepentingan dunia bisnis. Pekerja yang berketrampilan tinggi. Pekerja yang kurang trampil. Pekerja yang setia pada perusahaan dan Pekerja yang lebih setia pada Serikat Pekerja. Para Pemilik tanah dan properti. Pemasok yang setia (loyal) pada perusahaan. 2. Pemerintah. Sedangkan jika kita menggunakan kelompok masyarakat bisnis yang saya sarankan (paling tidak dari kombinasi 15 kategori) hasilnya tentunya akan lebih mendekati kenyataan. Pemasok yang dapat merusak kepentingan perusahaan. Nah…disinilah kelemahan mengapa sering terjadi keributan atau protes dari salah satu kelompok masyarakat jika (a)satu isu lingkungan luar meletus. kelompok masyarakat ini kemungkinannya dapat dipilah-pilah menjadi berbagai kombinasi dari kategori kelompok masyarakat seperti: Konsumen yang menjadi target (nieche market). dan para Eksportir/Importir.

Sebagai seorang analis. yang banyak bermanfaat untuk tujuan mengkampanyekan isu yang timbul dan melakukan tawar menawar (lobbying) atas penyelesaian isu tersebut. peristiwa ekonomi dimana faktor harga (price) biasanya menjadi acuan dalam melakukan kegiatan tawar menawar. kita dituntut untuk dapat mengidentifikasi para pencetus dan kelompok supporter tersebut.Baron dalam bukunya Business Environment (2005). dan Information (informasi). dengan dalih masing-masing pihak telah . dan mereka ini akan menggunakan kekuatan lobby untuk mempengaruhi dukungan dari para supporternya. yang dalam contoh di atas saya menggagas lebih dari 4 kategori kelompok masyarakat. Menurut Baron. Beliau mengajukan 4 komponen analisis politik alineasi. maka pada kegiatan politik kemasyarakatan informasi merupakan asset yang berharga. Sehingga debat tentang keresahan masyarakat atas kebijakan perusahaan biasanya bermunculan apabila pemecahan yang diajukan oleh perusahaan sangat jauh dari tuntutan yang diajukan. masing-masing pelaku tentunya mempunyai kepentingan (interest) atau wacana politik (political platform) tertentu. Apabila permasalahan ini tidak terselesaikan oleh manajemen perusahaan dan kemudian ternyata mendapatkan dukungan positif dari kelompok masyarakat (supporters) maka isu tersebut akan membesar dan menjadi permasalahan. Institution (aktor pelaku). yaitu: Pertama. Interest (kepentingan). yaitu: Issue (permasalahan menonjol). Isu spontan dapat saja timbul jika terdapat kendala untuk mendapatkan informasi yang lengkap. permasalahan bisnis biasanya muncul dengan adanya suatu isu atau permasalahan menonjol yang berkepanjangan. Isu ini timbul begitu saja di kalangan masyarakat sebagai dampak dari suatu ketidaknyamanan atau ketidak sependapatnya publik atas sesuatu yang terjadi dalam kehidupan sehari-harinya. dalam melakukan analisis dampak suatu faktor lingkungan luar perusahaan kita perlu berpedoman pada empat pilar perspektif analisis. setiap isu yang timbul selalu ada pelaku atau aktor pencetusnya. Keempat. Ketiga. Kedua.

menggunakan informasi yang paling benar. Strategi non-pasar ini biasanya sangat diremehkan oleh perusahaan dengan konsekuensi timbulnya gejolak ketidakpuasan dan perlawanan pada kepentingan bisnis. Atas dasar analisis politik seperti demikian. . pimpinan perusahaan kemudian dapat menimbang-nimbang besarnya kadar dampak lingkungan luar pada berbagai kelompok masyarakat dan segera melakukan terobosan atau strategi bisnis untuk mengantisipasi gejolak politik yang mungkin timbul dalam waktu dekat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful