Bakteri koliform

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa

E.coli, salah satu bakteri koliform Bakteri koliform merupakan golongan mikroorganisme yang lazim digunakan sebagai indikator, di mana bakteri ini dapat menjadi sinyal untuk menentukan suatu sumber air telah terkontaminasi oleh patogen atau tidak.[1] Berdasarkan penelitian, bakteri koliform ini menghasilkan zat etionin yang dapat menyebabkan kanker.[1] Selain itu, bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun seperti indol dan skatol yang dapat menimbulkan penyakit bila jumlahnya berlebih di dalam tubuh.[1] Bakteri koliform dapat digunakan sebagai indikator karena densitasnya berbanding lurus dengan tingkat pencemaran air.[2] Bakteri ini dapat mendeteksi patogen pada air seperti virus, protozoa, dan parasit.[2] Selain itu, bakteri ini juga memiliki daya tahan yang lebih tinggi daripada patogen serta lebih mudah diisolasi dan ditumbuhkan.[2]

[sunting] Karakteristik
Ciri-ciri bakteri koliform antara lain bersifat ppaerob [[atau ppanaerob fakultatif[[, termasuk ke dalam ppbakteri gram negatif[[, tidak membentuk spora, dan dapat memfermentasi laktosa untuk menghasilkan asam dan gas pada suhu 35 °C-37 °C.[3] Contoh bakteri koliform antara lain Escherichia coli, Salmonella spp., Citrobacter, Enterobacter, Klebsiella, dll.[3]

Mikroorganisme indikator
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa

Sungai di California yang tercemar, tampak adanya buih. Mikroorganisme indikator adalah sekelompok mikroorganisme yang digunakan sebagai petunjuk kualitas air. [1] Mikroorganisme indikator telah digunakan untuk mendeteksi dan menghitung kontaminasi tinja di air, makanan, dan sampel lainnya. [1]

Daftar isi
[sembunyikan]
• •

• • •

1 Syarat 2 Jenis o 2.1 Indikator Bakteri  2.1.1 Koliform  2.1.2 Koliform tinja  2.1.3 Streptococcus Tinja - Enterococcus  2.1.4 Clostridium  2.1.5 Pseudomonas  2.1.6 Bacteroides spp. dan Bifidobacteria spp. o 2.2 Indikator Virus o 2.3 Indikator Protozoa 3 Kelemahan 4 Indikator Makanan 5 Referensi

[sunting] Syarat

Untuk digunakan sebagai mikroorganisme indikator, terdapat persyaratan yang harus dipenuhi oleh mikroorganisme tersebut, kendati demikian, persyaratan ini tidak mutlak untuk dipenuhi seluruhnya, tergantung kondisi yang ada. Syaratnya antara lain[1]:
• • • • • • • • • •

Dapat digunakan untuk berbagai jenis air Mikroorganisme harus muncul bila patogen enterik dan sumber polusi muncul Tidak ada di air yang terpolusi Mudah diisolasi, murah, mudah diidentifikasi, dan mudah dihitung Lebih banyak jumlahnya dan lebih tahan dibanding patogen Bukan merupakan patogen Tidak berkembang biak di air Merespon perlakuan dan kondisi lingkungan Kepadatan indikator harus berkaitan langsung dengan derajat polusi Menjadi bagian dari mikroflora dalam saluran pencernaan hewan berdarah panas

[sunting] Jenis
Mikroorganisme indikator dapat dibedakan menjadi indikator bakteri, indikator virus, dan indikator protozoa[1].

[sunting] Indikator Bakteri
Terdapat lima bakteri yang umum digunakan sebagai indikator[1]: [sunting] Koliform Koliform tidak termasuk dalam taksonomi bakteri namun hanya istilah untuk menyebutkan kelompok mikroorganisme yang berada di air. Ciri-ciri bakteri koliform adalah gram negatif, berbentuk batang, merupakan anaerob fakultatif yang dapat memfermentasikan laktosa dengan pembentukkan asam dan gas pada suhu 35 °C selama 24-48 jam. Memiliki enzim tambahan yaitu sitokrom oksidase dan beta-galaktosidase. Koliform dapat ditemukan di saluran pencemaran hewan, tanah, atau secara alami pada sampel lingkungan. Pada keadaan normal, koliform terdapat di air dalam jumlah standar dan dapat diukur, namun bila terjadi pencemaran air, jumlah koliform akan menjadi banyak dan dapat melebihi jumlah bakteri patogen lain.[2] Oleh karena itu, koliform dapat digunakan sebagai indikator pencemaran air.[2]. Jika terdapat bakteri koliform dalam air, belum tentu bakteri patogen juga ada di air tersebut, namun jika bakteri koliform terdapat dalam jumlah besar maka perlu diperiksa kembali keberadaan bakteri patogen lain.[2] [sunting] Koliform tinja Digunakan untuk mendeteksi pencemaran tinja. Merupakan bakteri termotoleran yang dapat beradaptasi dengan cara stabilisasi protein pada suhu di saluran pencernaan. Koliform tinja dapat melakukan fermentasi dengan menghasilkan asam dan gas pada suhu 44.5 °C. Koliform tinja memiliki korelasi yang kuat dengan pencemaran tinja hewan berdarah panas. Untuk mendeteksi E.coli pada koliform tinja secara lebih spesifik dapat digunakan enzim MUG yang aka[n berpendar dengan sinar UV[1].

faecalis dan S. bersifat spesifik feses manusia.[sunting] Streptococcus Tinja .Enterococcus Merupakan mikrobiota pada manusia dan hewan. Namun konsentrasinya sangat rendah sehingga belum dapat ditunjukkan spesifitasnya Fage Salmonella. Contoh Streptococcus pada manusia adalah S. [sunting] Pseudomonas Digunakan sebagai indikator kolam renang selain Staphylococcus aureus.coli dan bakteri koliform lainnya. [sunting] Indikator Protozoa Sesungguhnya tidak ada indikator yang berlaku secara universal bagi parasit protozoa[1]. Memiliki sifat tahan terhadap desinfeksi kimiawi. Beberapa jenis Bacteroides spesifik pada manusia[1]. [sunting] Kelemahan .coli jantan (yang memilliki strain F+) sehingga dapat menghasilkan fili dan penempelan terjadi melalui reseptor fili. [sunting] Indikator Virus Terdapat empat kandidat mikroorganisme yang digunakan sebagai indikator virus[1]. Indikator bergantung pada sumber air yang dugunakan pada suatu daerah tertentu. yaitu baktriofage yang menginfeksi E. Sifatnya lebih stabil dibanding patogen dan memiliki spora sehingga dapat digunakan untuk mendeteksi polusi yang terjadi di waktu lampau[1]. dan Bifidobacteria spp. dan siphoviridae. Kedua bakteri ini sulit dideteksi karena bersifat sangat anaerob dan dapat musnah bila terkena oksigen. Sifatnya tidak spesifik pada feses dan deteksi bergantung pada inangnya. Banyak ditemukan di feses 100 kali dibanding yang lain. Bersifat spesifik pada feses. Digunakan untuk mengindikasi banyaknya bakteri Salmonella. • • • • Kolifage. sehingga untuk mendeteksi perlu kondisi yang sangat anaerob pula. faecium [sunting] Clostridium Merupakan mikrobiota pada hewan berdarah panas dan limbah. Kolifage jantan. podoviridae. Contohnya adalah myoviridae. Bakteri yang diinfeksi tidak memiliki fili sehingga virus menempel langsung pada dinding selnya. Berpigmen pyocyanin dan dapat berpendar[1]. namun konsentrasinya juga terlalu rendah[1]. [sunting] Bacteroides spp. Contohnya adalah leviviridae Fage Bacteroides fragilis. Contoh yang telah diidentifikasi adalah indikasi menggunakan spora Clostridium dan bakteri aerob termostabil[1]. terdapat pada feses manusia dan hewan. yaitu colifage yang menginfeksi E.

Sel prakariotik adalah sel yang bahan intinya belum terlidungi oleh selaput inti atau karioteka. 1025-1033. yang dapat menjadi indikator suatu kondisi yang terekspos yang dapat mengintroduksi organisme berbahaya dan menyebabkan proliferasi spesies patogen ataupun toksigen.Inc.Page. Bakteri Pada klasifikasi. 2009. Disini hanya dijelaskan tentang bakteri. Media dan kondisi yang berbeda-beda juga membuat tidak ada indikator yang benar-benar cocok untuk kundisi tertentu[1]. Misalnya E.Contohnya di Indonesia dilakukan pengelolaa kualitas air dan pengendalian pencemaran air. yang bersifat prakariotik. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s (Inggris) Madigan et. coli tipe I.Diakses pada 13 Mei 2010 . karena berkembang biak dengan membelah diri. Brock Biology of Microorganism 12th ed. 2. mahkluk ini dikelompokkan ke dalam dunia tumbuhan. Ciri-ciri dan Sifat Bakteri Untuk dapat mempelajari bakteri dengan benar kita perlu mengenali ciri-ciri dan sifatnya. respon terhadapat tekanan lingkungan. Dalam klasifikasi terbaru. Bacteria and Viruses. Setiap negara. tidak ada suatu indikator yang dapat mencangkup semua jenis indikator[1]. Karena itu dibuat suatu kriteria untuk mentoleransi ketidaksempurnaan tersebut. kelas II.Tidak ada indikator yang ideal untuk semua lingkungan dan memenuhi semua persyaratan[1]. Hal ini disebabkan karena tidak semua bakteri dapat dijadikan indikator bagi patogen. Termasuk ke dalam kelompok monera adalah bakteri dan ganggang biru atau Chyanophyta. koliform dan fekal streptococci digunakan sebagai indikator penanganan pangan secara tidak higienis. 2010 Monera meliputi organisme yang mempunyai struktur tubuh amat sederhana yakni terdiri atas sel-sel primitif. sub divisi Schyzomycetes atau jamur belah. Air digolongkan berdasarkan kriteria mutu mejadi kelas I. [sunting] Indikator Makanan Mikroorganisme yang menjadi indikator makanan merupakan kelompok bakteri yang keberadaannya di makanan di atas batasan jumlah tertentu. setiap daerah memiliki kriteria yang berbedabeda[1]. dan perlakuan[1]. bakteri termasuk ke dalam kerajaan monera. [sunting] Referensi 1. termasuk keberadaan patogen tertentu. . Virus dan protozoa memiliki perbedaan ukuran. BAKTERI KOLIFORM YANG BERSIFAT ANAEROB Posted on December 16. Mikroorganisme indikator ini sering digunakan sebagai indaktor kualitas mikrobiologi pada pangan dan air. San Francisco: Pearson Education. dan kelas IV.al. kelas III. Microorganisms. ^ a b c (Inggris)Johnson BT. A. 1997. Untuk air minum kadar koliform tinja maksimal 2000 dan kadar total koliform maksimal 10000[1].

Kokus Kokus adalah bakteri berbentuk bulat seperti bola. mulai dari dataran rendah hingga puncak gunung. 2. Bakteri hidup di mana-mana. sehingga tampak transparan atau tembus cahaya. Bentuk Bakteri Berdasarkan bentuknya. yaitu dengan membelah diri. Untuk mengamati-nya diperlukan alat bantu berupa mikroskop. • • • . Namun demikian. lebih besar daripada virus. yakni bakteri berbentuk bola yang hidup selalu berpasang-pasangan. disebut bakteri kemoautotrop. bakteri dibedakan menjadi tiga. Sel tubuh bakteri tidak mempunyai kloroplas. tetapi dapat menyintesis zat makanan sendiri dengan menggunakan energi kimia pada medianya. Contoh = Diplococcus pneumonia · Tetrakokus. Hidup secara sendiri-sendiri (soliter) dan ada pula yang hidup berkelompok (koloni). bakteri tersebut bersifat fotoautotrop. bakteri tidak dapat menyusun zat makanannya sendiri dengan bantuan energi cahaya matahari. 1. dan seperti spiral (sprillium). mulai daerah tropis hingga daerah kutub. Oleh karena itu. batang atau silindris (basilus). kokus dapat dibedakan menjadi 6 macam: • · Monokokus. yaitu bakteri berbentuk bulat seperti bola (kokus). Berdasarkan koloninya. Karena tidak memiliki kloroplas. 4. parasit. Ada yang hidup bebas. tiap pasang terdiri atas dua bakteri. yakni bakteri berbentuk bola yang hidup mandiri atau soliter. yakni bakteri berbentuk bulat yang hidup berkelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat bakteri. yakni bakteri berbentuk bola yang hidup berkelompok dan setiap kelompok terdiri atas delapan bakteri yang membentuk susunan seperti kubus. Ukuran tubuhnya dengan satuan mikron. ada beberapa jenis bakteri yang memiliki pigmen/zat warna seperti kloroplas. dan ada pula yang saprofit. Tubuh bakteri tersusun atas satu sel (unisel). · Diplokokus. sehingga dapat melakukan fotosintesis.1. Ada pula bakteri yang tidak memiliki pigmen. 2. Bakteri berkembang biak secara tak kawin/ aseksual. Ciri-ciri bakteri Bakteri merupakan makhluk renik yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. · Sarkina. 3.

yakni bakteri yang berbentuk seperti tanda baca koma. 2. 3. Berdasarkan jumlah dan letak flagelumnya. yakni bakteri berbentuk batang yang hidup mandiri atau soliter. · Streptobasilus. Bakteri berbentuk ini dapat dibedakan menjadi tiga. yaitu: • · Monobasilus. Alat Gerak bakteri Ada beberapa jenis bakteri yang dapat bergerak dengan alat berupa bulu cambuk atau flagelum. 3. 1. 1. · Stafilokokus. Dinding sel merupakan bagian yang cukup kuat dan tersusun atas zat hemiselulosa. atau melengkung. Selaput plasma berada di sebelah dalam dinding sel. selaput plasma. Yang termasuk bentuk bakteri ini adalah vibrio. pada bagian inilah terdapat berbagai organel yang berfungsi sebagai pelaksana kegiatan hidup. merupakan selaput lipoprotein yang berfungsi sebagai pintu gerbang zat yang masuk atau keluar ke dan dari dalam sel bakteri. yakni bakteri berbentuk batang yang membentuk rantai. Pada bagian tengah sitoplasma terdapat bahan inti yang tidak terlindungi oleh selaput inti. Ex = Bacillus antracts • • 1. dan lain-lain. 3. 1. Ex = Salmonella typhosa · Diplobasilus. 1. Pada bahan inti ini terdapat kromosom. dan sitoplasma. 1. • 2. yakni bakteri berbentuk seperti bola dan bergerombol seperti anggur. sintesis sel. seperti respirasi sel. sekaligus pemberi bentuk tubuh. Fungsi dinding sel adalah sebagai pelindung bagian tubuh bakteri. yakni bakteri berbentuk batang yang hidup berpasangan dua-dua. yakni bakteri berbentuk bola yang bergandenggandengan seperti rantai. Struktur tubuh bakteri Tubuh bakteri terdiri atas satu sel. yaitu: . Bagian-bagian sel suatu bakteri terdiri atas dinding sel. Sel tubuh bakteri menyerupai sel tumbuhan. Sitoplasma terdapat di sebelah dalam selaput plasma.• · Streptokokus. berkelok. 4. Basil (bacillus) / batang Basil adalah bakteri berbentuk seperti silinder atau batang kecil. Spiril (spirillum) Spiril adalah bakteri yang mempunyai bentuk seperti spiral. bakteri dapat dibedakan menjadi lima.

yakni bakteri yang memiliki flagelum di seluruh permukaan tubuhnya. Makanan bakteri Berdasarkan caranya memperoleh makanan. Ada juga bakteri yang makanannya diperoleh langsung dari organisme lain. makanannya bergantung kepada organisme lain. 1. · lopotrik. Bakteri yang tidak menimbulkan penyakit pada manusia disebut bakteri apatogen. Jadi. Sebaliknya banyak bakteri yang menumpang hidup pada manusia dan menimbulkan penyakit disebut bakteri patogen. dan bakteri zat lemas (Nitrosomonas. tumbuhan. Berdasarkan sumber energi yang digunakannya. Bakteri jenis ini disebut bakteri parasit. · peritrik. 5. Colli · monotrik. • Bakteri heterotrop Bakteri heterotrop adalah bakteri yang tidak dapat menyintesis zat makanannya sendiri. yakni bakteri yang tidak memiliki flagelum. Nitobacter). • Bakteri autotrof Bakteri autotrof adalah bakteri yang dapat menyusun zat makanannya sendiri. Bakteri fotoautotrof adalah bakteri yang dapat menyintesis zat makanannya sendiri dengan meng-gunakan energi cahaya matahari. yakni bakteri yang memiliki sekelompok flagelum pada salah satu ujung tubuhnya. Contoh bakteri kemoautotrof antara lain bakteri besi. bakteri dapat dibedakan menjadi dua. yaitu bakteri yang mempunyai satu flagelum pada ujung tubuhnya. 2. bakteri autotrof dapat dibedakan menjadi dua. Bakteri kemoautotrof adalah bakteri yang dapat menyintesis zat makanannya sendiri dengan meng-gunakan energi kimia. Nitrosococcus. yaitu fotoautotrof dan kemoautotrof. Ada bakteri yang parasit pada hewan. Ex = E. Misalnya. Bakteri yang menumpang pada manusia tidak selalu membahayakan kesehatan manusia. yakni bakteri yang memiliki dua kelompok falgelum yang masing-masing terdapat di ujung tubuhnya. bakteri belerang. Ada bakteri yang makanannya diperoleh dari sisa organisme lain yang telah mati. Bakteri jenis ini disebut bakteri saprofit. · amfitrik. . bakteri Escherichia coli yang hidup pada usus tebal. Untuk menyusun zat makanan tersebut. yaitu bakteri heterotrop dan bakteri autrotrop. Bakteri ini membantu membusukkan sisa makanan dan juga membantu pembentukan vitamin K yang penting untuk pembekuan darah. Contoh kelompok bakteri ungu (bakteriopurpurin) dan bakteri hijau (bakterioklorofil). maupun manusia.• • · atrik. • • • 1. bakteri memerlukan energi.

dan transduksi. 7. • 1. Paraseksual berlangsung dengan tiga cara. yaitu bakteri aerob dan bakteri anaerob. Tetapi. dapat dihitung berapa kali dalam sehari sebuah sel bakteri dapat membelah. • · Bakteri aerob adalah bakteri yang dalam hidupnya memerlukan oksigen bebas untuk memecah zat pada mediumnya. Untuk memecah zat makanan pada mediumnya. intinya menjadi spora. Clostridium tetani adalah bakteri penyebab penyakit tetanus. 3. yaitu dengan jalan membuat dinding kuat yang disebut kista. yaitu transformasi. Reproduksi bakteri Umumnya. bakteri berkembang biak secara aseksual. Anaerob obligat = tidak boLeh ada oksigen sedikitpun 3. Contoh bakteri anaerob antara lain Micrococcus denitrificans biasa hidup pada lahan yang kaya zat nitrat tetapi miskin oksigen. yaitu dengan membelah diri atau membelah biner (pembelahan satu sel menjadi dua sel anakan). · Bakteri anaerob adalah bakteri yang dalam hidupnya atau dalam memecah zat yang tidak memerlukan oksigen bebas. Karena spora ini tersimpan di dalam dinding . bakteri akan membelah setiap 20 menit. Konjugasi adalah bergandengnya dua bakteri (+ dan -) dengan membentuk jembatan untuk pemindahan materi genetik. 2. Contoh bakteri aerob antara lain bakteri penyebab penyakit TBC (Mycobacterium tuberculosis) Nitrosomonas. beberapa jenis bakteri akan mati. Sementara itu. Bakteri yang dalam bentuk kista. ada beberapa jenis bakteri yang mampu bertahan hidup.6. 1. Pernapasan bakteri Bakteri dapat dibedakan menjadi dua kelompok. Bakteri jenis ini sering disebut bakteriobligat aerob.dan Nitrobacter. Nitrosococcus. Aerob = 100% mesti ada oksigen. yang secara sederhana. Dalam kondisi yang kurang menguntungkan. Bakteri yang bersifat aerob senang hidup pada lingkungan lembab dan cukup udara. Aerob fakultatif = masih bisa hidup waLaupun kadar oksigenya lemah 2. Dengan demikian. • Transformasi adalah perpindahan sedikit materi genetik yang berupa AND atau gen dari sel bakteri yang satu ke bakteri yang sejenis lainnya dengan proses fisiologis yang kompleks. Pembelahan sel bakteri termasuk pembelahan amitosis. Bakteri ini sering disebut bakteri obligat anaerob. konjugasi. • • Dalam kondisi yang ideal. bakteri mengeluarkan zat jenis fermen tertentu. Cara reproduksi generatif bakteri sering disebut paraseksual. Dalam kondisi tersebut Micrococcus denitrificans menguraikan zat HNO3 menjadi NH3 dan O2. Transduksi adalah pemindahan materi genetika dengan perantaraan virus.

2. Di samping itu. dan paku-pakuan adalah untuk perkembangbiakan. Bakteri ini membantu membusukkan sisa pencernaan makanan. Di samping itu. khususnya sinar ultraviolet dapat mematikan bakteri. sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Dengan demikian. 1. lumut. Escherichia coli membantu pembentukan vitamin K yang penting untuk proses pembekuan darah.kista yang kuat maka spora ini sering disebut endospora. PERANAN BAKTERI BAGI KEHIDUPAN MANUSIA 1. lumut. misalnya antibiotik dan zat-zat kimia yang lain. • · Zat kimia Beberapa jenis zat kimia. ada yang dapat mematikan atau merusak dinding sel bakteri. 1. sinar ultraviolet juga mampu merusak struktur kromosom bakteri. ada pula bakteri yang tumbuh baik pada suhu lebih rendah atau lebih tinggi daripada suhu optimum rata-rata tersebut. spora bakteri berguna untuk mempertahankan diri dari kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Tidak hanya itu. sedangkan spora jamur. Bakteri pembusuk Kita tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi jika tidak ada bakteri dan organisme pengurai lainnya. Berbeda dengan spora jamur. Namun demikian. bakteri pembusuk tersebut sangat membantu dalam mengembalikan kesuburan tanah. Bakteri yang menguntungkan 1. Bakteri penghasil antibiotika . 8. B. Kemungkinan besar permukaan bumi ini akan penuh sampah dan bangkai sisa organisme. Namun bersyukurlah. dan paku-pakuan. bakteri tidak aktif dan dapat bertahan selama 50 tahun. yaitu Escherichia coli. Di dalam usus besar kita juga terdapat bakteri pembusuk. bahwa Tuhan telah menciptakan bakteri yang menjadi sahabat kita dalam mengatasi masalah sampah dan bangkai tersebut. Dalam keadaan sebagai endospora. Pertumbuhan bakteri Pertumbuhan bakteri dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut: • · Temperatur Suhu optimal untuk pertumbuhan bakteri adalah antara 270 – 3000C. sampah-sampah dan bangkai tersebut diuraikan oleh bakteri menjadi unsur-unsur hara. • · Sinar matahari Sinar matahari. • · Kelembaban Bakteri dapat tumbuh baik pada lingkungan yang lembab atau kadar airnya cukup tinggi.

3. Peranan bakteri dalam pengolahan limbah Di zaman teknologi yang serba canggih ini ternyata banyak masalah yang timbul. Bakteri dan rekayasa genetika Pada dasawarsa terakhir ini. 1.Beberapa jenis bakteri yang mampu menghasilkan antara lain: • • • · Streptomyces griceus. 4. · Streptomyces aureofacien. 7. mampu menghasilkan kloromisin dan kloramphenicol. Bakteri dalam pemrosesan susu Dalam industri pemrosesan susu banyak digunakan jasa bakteri. salah satu di antaranya ialah dengan menggunakan jasa bakteri aerob. 6. Bakteri yang mengikat zat nitrogen Beberapa jenis bakteri ada yang mampu mengikat zat lemas/nitrogen (N2) dari udara bebas. bakteri dapat digunakan sebagai sarana untuk pencangkokan gen dari berbagai mahkluk hidup. 1. yaitu sejenis minuman dari bahan susu. 5. Di samping untuk kepentingan produksi asam dan minuman. Perubahan krim asam pada bahan keju hingga menjadi padat serta aroma yang harum dari keju adalah berkat zat kimia yang dihasilkan oleh bakteri. Salah satu di antaranya adalah dihasilkannya limbah industri yang makin meningkat. Bakteri aerob yang banyak di udara bebas dibiarkan mengoksidasi limbah-limbah di bak penampungan yang terbuka. Untuk mengatasi masalah limbah tersebut. bakteri Loctobacillus memperbanyak diri dan tumbuh dengan cepat. bakteri memberikan andil besar dalam bidang rekayasa genetika. Di dalam susu. 1. penghasil asam butirat · Propioni bacterium. Dengan cara ini dapat . Zat nitrogen merupakan unsur yang sangat diperlukan oleh tumbuhan untuk sintetis protein. beberapa jenis bakteri juga banyak digunakan untuk memproduksi makanan. Dengan cara tersebut bakteri aerob akan bebas mengoksidasi zat limbah tersebut. 1. penghasil asam propionat · Acetobacter. mampu menghasilkan aureomisin · Streptomyces venezuele. penghasil asam cuka atau asam asetat 1. Dalam bidang ini. Bakteri ini menyekresikan zat yang memberikan aroma sedap pada susu. misalnya mentega dan keju. Bakteri penghasil asam Beberapa bakteri yang memproduksi asam antara lain: • • • · Clostridium butiricum. Bakteri Lactobacillus bulgaricus dapat digunakan untuk membuat yoghurt. mampu menghasilkan streptomisin.

Bakteri yang merugikan 1. sekarang telah dikembangkan produksi asam amino berkualitas tinggi menggunakan jasa bakteri. dan domba. 8.dihasilkan suatu varietas makhluk hidup yang memiliki sifat gabungan sesuai dengan yang diinginkan manusia. Biogas ini dapat dipergunakan untuk bahan bakar pengganti BBM ataupun bahan bakar lain yang keberadaannya semakin terbatas 2. Macam-macam Bakteri dan Penyakit yang ditimbulkannya : • • · Bakteri Clostridium tetani menyebabkan penyakit Tetanus/kejang otot · Bakteri Diplococcus pneumonia menyebabkan penyakit Pneumonia/radang paru-paru · Bakteri Mycobacterium tuberculosis menyebabkan penyakit TBC · Bakteri Mycobacterium leprae menyebabkan penyakitLepra/kusta · Bakteri Neisseria gonorrhoeae menyebabkan penyakit Raja singa/ kencing nanah · Bakteri Pasteurella pestis menyebabkan penyakit Pes/sampar · Bakteri Salmonella typosa menyebabkan penyakit Tifus · Bakteri Shigella dysenteriae menyebabkan penyakit Disentri · Bakteri Treponema pallidum menyebabkan penyakit Sifilis · Bakteri Vibrio cholerae menyebabkan penyakit Kolera • • • • • • • • 1. Penyakit yang ditimbulkannya dapat mengganggu berbagai alat tubuh seperti saluran pencernaan. Bakteri patogen Bakteri patogen adalah bakteri parasit yang dapat menimbulkan penyakit bagi manusia. kerbau. 1. disebabkan oleh Bacillus antraxis. saluran pernapasan. sistem syaraf. Di samping itu. alat kelamin. sampah dan kotoran ternak diolah untuk menghasilkan biogas. 2. Hewan yang diserang adalah sapi. dan darah. 1. Dengan menggunakan bakteri tersebut. Pembuatan biogas Kemampuan bakteri untuk menguraikan zat-zat organik dapat dipergunakan untuk menguraikan sampah-sampah dan kotoran ternak yang banyak kita miliki. . Beberapa jenis bakteri patogen yang banyak menyerang masyarakat di daerah tropis termasuk Indonesia. Bakteri parasit pada hewan dan tumbuhan Penyakit yang disebabkan oleh bakteri antara lain sebagai berikut: • · Antraks.

1. · Penyakit tumbuhan yang disebabkan oleh bakteri antara lain: kanker batang jeruk disebabkan oleh Xanthomonas citri. tifus. Sedangkan. Bakteri ini biasa hidup pada tempe bongkrek yang berasal dari ampas tahu dan ampas kelapa yang pembuatannya kurang higienis. Penyakit ini biasa menyerang sapi. · Leuconostoc mesentroides menghasilkan lendir pada makanan yang telah lama atau akan basi.• · Bruselosis. kolera dan disentri. yaitu dengan vaksinasi serta penjagaan kesehatan dan kebersihan lingkungan. Vaksin untuk Mencegah Penyakit Karena Bakteri Beberapa penyakit yang disebabkan oleh bakteri telah ditemukan vaksinnya. penyababnya adalah Actynomyces bovis. 2. 3. Vaksin kotipa untuk mencegah penyakit kolera. dan tetanus. 3. kanker batang kopi disebabkan oleh Agrobacterium tumefaciens. Misalnya. perlu dilakukan tindakan yang tepat. Bakteri perusak bahan makanan Berikut ini adalah beberapa contoh bakteri perusak bahan makanan: • · Pseudodomonas cocovenenans. Vaksin-vaksin tersebut diberikan kepada orang yang sehat. Beberapa vaksin yang telah ditemukan antara lain: 1. 4. orang itu akan kebal terhadap penyakit tersebut. sehingga jika terinfeksi oleh kuman yang vaksinnya telah ada dalam tubuh. untuk mencegah kerusakan bahan pangan. menghasilkan racun asam bongkrek. Bengkak rahang. • 1. • • C. Tetanus. Vaksin DPTP (Diphteri. Pertusis. batuk rejan. menghasilkan racun botulinin. dan paratifus. Tindakan Preventif Terhadap Ancaman Bakteri Untuk mengatasi berbagai aktivitas bakteri yang sangat merugikan tersebut. Racun asam bongkrek maupun botulinin dapat mematikan manusia yang mengkonsumsinya. bahan pangan tersebut perlu diawetkan. dan penyakit busuk daun labu disebabkan oleh Erwina tracheiphilla. Vaksin BCG (Bacillus Calmete Guerin) berfungsi untuk mencegah penyakit TBC. Cholera. . Bakteri ini sering ditemukan pada makanan kaleng yang sudah rusak. Dysentria) untuk mencegah penyakit tifus. untuk mencegah timbulnya wabah penyakit perlu tindakan pencegahan. Profilaksi) berfungsi untuk mencegah penyakit difteri. · Clostridium botulinum. disebabkan Brucella abortus. Penyakit ini biasa menyerang sapi. Vaksin TDC (Typhus.

Dengan perlakuan itu. pengawetan secara konvesional antara lain dengan sterilisasi. Setelah dingin suhu dipanaskan lagi hingga mencapai suhu 600C. Pengawetan secara pasteurisasi biasa dilakukan pada susu. pemanisan. serta dengan radiasi. pengasaman. baik yang patogen maupun yang apatogen.2. Hal ini menyebabkan air di dalam sitoplasma bakteri akan berosmosis ke luar. Dengan alat ini. Pengawetan bahan makanan secara sterilisasi dimaksudkan untuk membebaskan bahan makanan dari semua bakteri. biasa digunakan pemanas dengan oven. diperkirakan semua bakteri patogen telah mati. kegiatan ini dilakukan sampai 3 atau 4 kali. Susu yang diawetkan dengan cara ini dipanaskan sampai dengan suhu 600C. Pengawetan Makanan Untuk mengatasi aktivitas bakteri saprofit yang merusak bahan makanan serta menimbulkan racun maka makanan perlu diawetkan. sehingga bakteri akan mati karena kekurangan air. pembekuan. Lingkungan yang dingin akan menyebabkan bakteri tidak aktif. Untuk membebaskan kuman alat-alat laboratorium dan alat-alat kedokteran. Bahan yang akan diawetkan dipanaskan sampai 1000 C atau lebih selama beberapa menit. Oleh karena itu. Pengawetan dengan pasteurisasi bertujuan untuk membunuh bakteri yang patogen saja. dan pengasapan pada prinsipnya memberikan lingkungan yang tidak ideal untuk kehidupan bakteri. Pengawetan makanan secara tradisional antara lain dengan pengeringan. akan segera menunjukkan adanya aktivitas bakteri. Pengawetan makanan dengan pengeringan. alat-alat disterilkan dengan dipanaskan sampai suhu 1000C atau lebih selama beberapa menit. Pada suhu ini seluruh bakteri telah mati. Sterilisasi biasa dilakukan pada bahan makanan yang akan disimpan lama atau akan diawetkan secara pengalengan. dan pemanisan. pasteurisasi. jika makanan yang diawetkan dengan pendinginan dikeluarkan dari tempat pengawetannya. Sedangkan. Sedangkan. pengasinan. penggunaan bahan kimia. kemudian didinginkan. bakteri yang apatogen dan tidak merugikan dibiarkan tetap hidup. sedangkan bakteri apatogen tetap hidup. Untuk membebaskumankan alat-alat tersebut juga dapat dilakukan dengan meredamnya di dalam alkohol pekat. Bahan makanan yang biasa disterilkan misalnya susu dan ikan dalam kaleng. kondisi larutan lingkungan luar bakteri menjadi lebih pekat. pendinginan. pengasapan. Nama Bakteri dan Peranannya : • Escherichia Membantu membusukkan sisa makanan pada usus besar manusia dan pembentukan Vitamin K Streptomyces qriseus Menghasilkan antibiotik streptomisin Bacillus polymyxa Menghasilkan antibiotik polimiksin Streptomyces rimosus Menghasilkan antibiotik tetrasiklin Clostridium acetobutylicum Menghasilkan cairan kimia aseton dan botanol • • • • . Dengan perlakuan semacam ini. Pengawetan dapat dilakukan secara tradisional maupun secara konvensional. pengasaman.

dan parasit. bakteri ini juga memiliki daya tahan yang lebih tinggi daripada patogen serta lebih mudah diisolasi dan ditumbuhkan. Bakteri ini dapat mendeteksi patogen pada air seperti virus. bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun seperti indol dan skatol yang dapat menimbulkan penyakit bila jumlahnya berlebih di dalam tubuh. yaitu coliform total. protozoa. coli terindikasi kuat diakibatkan oleh pencemaran tinja. Selain itu.Bakteri koliform dapat digunakan sebagai indikator karena densitasnya berbanding lurus dengan tingkat pencemaran air. coli.• • • • • • • • • • • Metano bacterium Menghasilkan biogas berupa Metana Acetobacterium Pembuatan asam cuka Lactobacillus bulgaricus Pembuatan yoghurt Acetobater xylinum Pembuatan sari kelapa Clostridium botulinum Pembusukan makanan Mycobacterium tuberculosis Penyebab penyakit TBC Vibrio Cholerae Penyebab penyakit kolera atau muntaber Clostridium tetani Penyebab penyakit tetanus Mycobacterium leprae Penyebab penyakit lepra Baccilus antracis Penyebab penyakit antraks Koliform sebagai indikator kebersihan air. cryptosporidium (cryptosporidiosis). Patogen dalam air kebanyakan berasal dari kotoran manusia atau hewan. dan helminths (cacing parasit). bakteri koliform ini menghasilkan zat etionin yang dapat menyebabkan kanker. Penyakit yang ditularkan melalui air biasanya diakibatkan oleh bakteri coliform. Bakteri ini merupakan organisme yang biasanya tidak berbahaya. Bakteri coliform dalam air minum dikategorikan menjadi tiga golongan. Selain itu. dan E. Coliform total kemungkinan bersumber dari lingkungan dan tidak mungkin berasal dari pencemaran tinja. Masing-masing memiliki tingkat risiko yang berbeda. Mereka biasa ditemukan di saluran sistem pengolahan air. Sementara itu. coliform hidup di lingkungan sekitar kita dan dalam kotoran hewan berdarah panas dan manusia. fecal coliform. Berdasarkan penelitian. di mana bakteri ini dapat menjadi sinyal untuk menentukan suatu sumber air telah terkontaminasi oleh patogen atau tidak. Beberapa patogen yang telah dikenal sejak beberapa dekade lalu adalah giardia lamblia (giardiasis). hepatitis A (penyakit terkait hati). Bakteri fecal coliform atau E. Bakteri Koliform Bakteri koliform merupakan golongan mikroorganisme yang lazim digunakan sebagai indikator. fecal coliform dan E. keduanya memiliki risiko lebih besar menjadi patogen di dalam air. coli yang mencemari air memiliki risiko yang langsung dapat dirasakan oleh manusia yang .

Nama-nama bakteri tersebut tentunya cukup membingungkan masyarakat awam. khususnya tentang signifikansi dan konsekuensi keberadaan bakteri-bakteri tersebut dalam air. dikenal istilah bakteri indikator sanitasi. berak darah. Dalam hal ini pengertian pangan adalah pangan seperti yang tercantum pada Undang-Undang Pangan No. Contoh bakteri koliform antara lain Escherichia coli. Tulisan ini akan membahas tentang mengapa bakteri-bakteri tersebut diuji sebagai indikator air minum dan apa arti keberadaan bakteri-bakteri tersebut di dalam air minum maupun makanan Bakteri Indikator Sanitasi. muntah. Jadi adanya bakteri tersebut pada air atau makanan menunjukkan bahwa dalam satu atau lebih tahap pengolahan air atau makanan tersebut pernah mengalami kontak dengan kotoran yang berasal dari usus manusia dan oleh karenanya mungkin mengandung bakteri patogen lainnya yang berbahaya. dan memberikan solusi untuk mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air. Bakteri indikator sanitasi adalah bakteri yang keberadaannya dalam pangan menunjukkan bahwa air atau makanan tersebut pernah tercemar oleh kotoran manusia. Coliform dan bahkan Salmonella dalam air minum isi ulang yang diambil dari beberapa depo. Escherichia coli dan Coliform Dalam bidang mikrobiologi pangan. demam tinggi bahkan pada beberapa kasus bisakejang dan kekurangan cairan atau dehidrasi. tidak membentuk spora. . Apa sajakah bakteri indikator sanitasi? Sampai saat ini ada 3 jenis bakteri yang dapat digunakan untuk menunjukkan adanya masalah sanitasi yaitu Escherichia coli . Mengapa demikian? Karena bakteri-bakteri indikator sanitasi tersebut pada umumnya adalah bakteri yang lazim terdapat dan hidup pada usus manusia. ditemukannya bakteri Escherichia coli . Gangguan yang ditimbulkan pada manusia sehat adalah mual. investigasi. kadang-kadang ditemukan di luar usus manusia (tanah. Citrobacter. dan dapat memfermentasi laktosa untuk menghasilkan asam dan gas pada suhu 35°C-37°C. Clostridium perfringens adalah bakteri Gram positif pembentuk spora yang sering ditemukan dalam usus manusia. Enterobacter. bakteri ini jarang digunakan sebagai indikator sanitasi karena metode pengujiannya kurang spesifik. diare. nyeri perut .mengonsumsinya. Klebsiella. Ciri-ciri bakteri koliform antara lain bersifat anaerob. Meskipun demikian. 7 tahun 1996 yang mencakup makanan dan minuman (termasuk air minum). Terakhir diberitakan pada Kompas 23 Mei 2003. dll. debu. Kondisi seperti ini mengharuskan pemerintah bertindak melalui penyuluhan kesehatan.. termasuk ke dalam bakteri gram negatif. Bakteri Indikator Sanitasi dan Keamanan Air Minum Ratih Dewanti-Hariyadi Beberapa waktu terakhir berita mengenai keamanan air minum isi ulang mewarnai media masa. Salmonella spp. kelompok Streptococcus ( Enterococcus ) fekal dan Clostridium perfringens . lingkungan dan sebagainya) dan karena bakteri ini termasuk patogen asal pangan ( foodborne pathogens ) penyebab keracunan maka pengujiannya membahayakan.

Jadi untuk dapat menyimpulkan E. Berbagai cara pengujian E. Bakteri yang paling banyak digunakan sebagai indikator sanitasi adalah E. tetapi mungkin juga tidak mengandung E. Meskipun demikian. maka beberapa standar. E. methyl red. coli adalah bakteri Gram negatif berbentuk batang yang tidak membentuk spora yang merupakan flora normal di usus. Jadi adanya E. Apa artinya jika terdapat coliform dalam air minum atau makanan? Artinya ada kemungkinan air atau makanan itu mengandung E. Pengujian koliform jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan uji E. Salah satu anggota kelompok coliform adalah E. misalnya Standar Nasional Indonesia (SNI). Apabila dikehendaki untuk mengetahui serotipe dari E. coli dan karena E. mensyaratkan tidak adanya coliform dalam 100 ml air minum. coli . yaitu serotipe-serotipe yang masuk dalam golongan E. coli dapat bersifat patogen. bovis pada sapi) dank korelasinya dengan terdapatnya patogen tidak dianggap bagus. S. Uji lengkap dengan medium lactose broth. coli harus absen dalam 100 ml. Pada air bukan untuk minum umumnya terdapat . coli . tetapi analisis konvensional yang masih banyak dipraktekkan adalah dengan 4 tahap analisis yang memerlukan waktu 5-7 hari.coli Enteroinvasif. coli Enterotoksigenik dan E.Kelompok Streptococci fekal merupakan bakteri Gram positif bukan pembentuk spora yang ditemukan dalam usus manusia. coli telah dikembangkan. Keberadaan E. Akan tetapi jika uji penduga tidak menunjukkan adanya coliform. coli maka uji tersebut dapat dilanjutkan dengan uji 4 tahap di atas.coli Enterohemoragik . equinus pada usus kuda. beberapa jenis E. Karena uji E. coli yang diperoleh untuk memastikan apakah E. coli dalam air minum menunjukkan bahwa air minum tersebut pernah terkontaminasi kotoran manusia dan mungkin dapat mengandung patogen usus. coli . Empat tahap analisis tersebut adalah Uji Pendugaan dengan metode MPN ( most probable number ). coli karena bakteri-bakteri bukan patogen dan bukan asal usus dari genus Enterobacter dan beberapa Klebsiella juga menghasilkan uji koliform positif. dan citrate). karena bakteri ini adalah bakteri komensal pada usus manusia. Meskipun demikian. Meskipun demikian bakteri ini baik digunakan sebagai indikator sanitasi apabila jarak pengambilan sampel dan laboratorium pengujian cukup jauh karena relatif lebih tahan berada di dalam air ketimbang Escherichia coli . coli dalam air atau makanan juga dianggap memiliki korelasi tinggi dengan ditemukannya patogen pada pangan. Apakah yang dimaksud dengan Coliform ? Coliform adalah kelompok bakteri Gram negatif berbentuk batang yang pada umumnya menghasilkan gas jika ditumbuhkan dalam medium laktosa. E. coli adalah bakteri coliform yang ada pada kotoran manusia maka E. coli sering disebut sebagai coliform fekal. beberapa serotipe patogen tertentu seperti O157:H7 yang ganas tidak dapat diuji langsung dengan pengujian 4 tahap ini dan memerlukan pendekatan analisis khusus sejak awal. coli Enteropatogenik. coli berada pada air atau makanan diperlukan seluruh tahapan pengujian di atas. umumnya bukan patogen penyebab penyakit sehingga pengujiannya tidak membahayakan dan relatif tahan hidup di air sehingga dapat dianalisis keberadaannya di dalam air yang notabene bukan merupakan medium yang ideal untuk pertumbuhan bakteri. Jika ingin diketahui apakah coliform tersebut merupakan coliform fekal atau E. Uji penguat pada medium selektif. Vogues-Praskauer.coli tersebut patogen atau bukan maka dapat dilakukan uji serologi. Akan tetapi Streptococci fekal relatif tidak banyak diujikan sebagai indikator sanitasi karena beberapa spesiesnya ditemukan di luar usus manusia (S. Oleh karenanya standar air minum mensyaratkan E. karena hanya memerlukan Uji penduga yang merupakan tahap pertama uji E coli 4 tahap di atas. coli yang kompleks. serta Uji Identifikasi dengan melakukan reaksi IMViC (indol. maka tidak perlu dilakukan uji 4 tahap di atas. E.

Pengujian Salmonella juga memerlukan tahapan yang cukup panjang dan hanya dengan pengujian lengkap maka seseorang bisa menyimpulkan keberadaan Salmonella . Artinya.4 x 10 3 . melainkan bakteri indikator keamanan pangan . Ratih Dewanti-Hariyadi. karena semua serotipe Salmonella yang diketahui di dunia ini bersifat patogen maka adanya bakteri ini dalam air atau makanan dianggap membahayakan kesehatan. tetapi syarat E. coli . Penutup Dengan meningkatnya tingkat pendidikan dan kesejahteraan masyarakat serta sitem informasi maka meningkat pula awareness masyarakat tentang mutu dan keamanan pangan termasuk air minum. Air untuk kolam renang misalnya mensyaratkan kandungan coliform <2. Oleh karena itu berbagai standar air minum maupun makanan siap santap mensyaratkan tidak ada Salmonella dalam 100 ml air minum atau 25 gram sampel makanan. Salah satu indikator mutu dan keamanan yang lazim digunakan adalah bahaya mikrobiologi yang jenis dan jumlahnya dalam makanan atau minuman dapat menentukan mutu dan keamanannya. Jurusan Teknologi pangan dan Gizi. tahap isolasi pada beberapa media selektif dan tahap identifikasi berdasarkan reaksi-reaksi biokimia pada media identifikasi dan konfirmasi serologi atau biokimiawi yang menetapkan apakah bakteri tersebut benar-benar Salmonella atau bukan.perbedaan persyaratan coliform dani E. Fakultas Teknologi Pertanian. PhD adalah staf pengajar dan kepala laboratorium Mikrobiologi Pangan. selective-enrichment (pengkayaan selektif) pada media selektif untuk menghalau bakteri-bakteri non Salmonella . Oleh karena itu perlu diperhatikan pengujian jenis bakteri yang relevan dan metode pengujian yang terjamin mutunya sehingga hasil pengujian dapat dipertanggungjawabkan kepada khalayak.20 Tahun 1990 ) Kadar Maksimum No Parameter Satuan Golonga Golonga Golonga Golong nA nB nC an D FISIKA 1 2 Bau Jumlah zat padat Mg/L 1000 1000 1000 1000 . coli tentunya lebih ketat yaitu < 1 x 10 3 dalam 100 ml. Bakteri ini bukan indikator sanitasi . Institut Pertanian Bogor Standar Kualitas Air di Perairan Umum ( Peraturan Pemerintah No. Uji Salmonella umumnya didahului dengan tahap pre-enrichment pada medium kaya untuk meyembuhkan sel Salmonella yang luka ( injured ) . Salmonella dalam air minum atau makanan Salmonella adalah bakteri Gram negatif berbentuk batang bukan pembentuk spora yang terdiri dari sekitar 2500 serotipe yang kesemuanya diketahui bersifat patogen baik pada manusia atau hewan.

05 6.9 Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.01 5 0.01 5 0.02 5–9 0.005 500 250 0.002 0.02 0.05 1 2 60 0.1 6–9 0.5 .001 0.5 0.01 1.5 0.1 200 10 1.05 0.005 0.05 1 5 1.1 0.2 0.5 0.pH 17 Selenium 18 Seng 19 Sianida .05 0.5 0.01 0.06 600 0.terlarut 3 4 5 6 7 Kekeruhan Rasa Warna Suhu Daya Hantar Listrik Skala NTU 5 Skala TCU 15 o C Suhu udara 2250 Umhos/cm KIMIA anorganik 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Air raksa Aluminium Arsen Barium Besi Florida Kadmium Kesadahan CaCO3 Klorida Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.005 10 Kromium valensi 6 11 Mangan 12 Natriun 13 Nitrat sebagai N 14 Nitrit sebagai N 15 Perak 16 .0 0.5 5 .003 0.01 1 1 0.8.05 2 10 1 0.3 0.005 1 0.001 0.

004 0.5 0.10 0.002 0.056 0.05 1.03 0.20 Sulfat 21 Sulfida sebagao H2S 22 Tembaga 23 Timbal 24 Oksigen terlarut (DO) 25 Nikel 26 SAR (Sodium Absortion Ratio) Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 400 0.5 0.0 0.00001 0.03 0.01 0.003 0.017 10 1.035 0.042 0.01 0.0003 0.01 0.0003 0.003 0.02 0.0007 0.1 1 0.00001 0.1 Dichloroethane 11 Heptachlor heptachlor epoxide 12 Hexachlorobenzene 13 Lindane 14 Metoxychlor 15 Pentachlorophenol 16 Pestisida total .03 >3 0.5 – 2.03 0.1 0.5 1.1 1 Kimia Organik 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Aldrin dan dieldrin Benzona Benzo (a) Pyrene Chlordane (total isomer) Chlordane 2.002 0.2 Dichloroethane Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.018 0.4 D DDT Detergent 1.05 - 400 0.01 >=6 0.

2 1 0.05 Nihil 0. .5 0.002 0.1 Nihil 0.0 0.1 0.004 0.0 Golongan A : air untuk air minum tanpa pengolahan terlebih dahulu Golongan B : air yang dipakai sebagai bahan baku air minum melalui suatu pengolahan Golongan C : air untuk perikanan dan peternakan Golongan D : air untuk pertanian dan usaha perkotaan.17 2.001 0.001 21 Karbon kloroform ekstrak Mg/lt 22 Minyak dan lemak 23 Organofosfat dan carbanat 24 PCD 25 Senyawa aktif biru metilen 26 Toxaphene 27 BHC Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mikrobiologik 1 2 Koliform tinja Total koliform Jml/100 0 ml Jml/100 3 ml 2000 10000 Radioaktivitas 1 2 Gross Alpha activity Gross Beta activity Bq/L Bq/L 0.21 0.1 1.01 10 0.1 1. industri dan PLTA.0 0.0 0.6 Trichlorophenol 18 Zat Organik (KMnO4) 19 Endrin 20 Fenol Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.1 1.005 0.4.1 1.

sehingga ikan pada akhirnya akan terganggu dan bisa tewas. Bahkan kondisi lingkungan mereka memiliki mekanisme tertentu untuk menjaga terjadinya perubahan mendadak. seperti oksigen (O2).MEDIA INFORMASI IKAN HIAS DAN TANAMAN AIR Pastikan Aquarium Anda Indah dan Sehat forum diskusi direktori koleksi hobiis profil hobiis online store UTAMA Tentang O-Fish Kualitas Air Hama/Penyakit Filter Akuarium/Tank Direktori Ikan dan Tanaman Umum dan Spesies Pakan Ikan Aquascaping Berrbagai Masalah dan Pemecahannya O-Fish Home SPECIAL VIEW Akuarium Laut Arwana Cupang Hias DIscus Dunia Cichlid Lobster Air Tawar Louhan Maskoki Info Karantina Info Perundangan ARTIKEL TERBARU Jamur pada Telur (updated) Perbanyakan Tanaman Bak Overflow (updated) Lepidocepalus thermalis Aplocheilus Panchax Protein Skimmer Busuk Sirip Kutu Jarum KUALITAS AIR Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu Dengan demikian. pH. karena jernih bukan satu-satunya sarat air berkualitas bagi ikan. Air yang jernih bukan berarti air yang baik bagi ikan. Ikan-air boleh dikatakan sebagai suatu sistem terbuka dimana terjadi pertukaran materi (dan energi). Sedangkan pada lingkungan akuarium. Pertukaran materi ini terjadi pada antarmuka (Interface) ikan-air pada bahan berupa membran semipermeabel yang terdapat pada ikan. Ikan hidup dalam lingkungan air dan melakukan interaksi aktif antara keduanya. dan bahan buangan. sebagai sebuah sistem tertutup. Lima syarat utama kualitas air bagi kehidupan ikan adalah: PARAMETER AIR Kesadahan (GH/KH) Kemasaman (pH) Karbon Dioksida (CO2) Temperatur Salinitas Kualitas Air . perubahan mandadak dan drastis terhadap parameter air kerap terjadi (seperti suhu. dalam lingkungan alamiahnya mereka tidak perlu beradaptasi dengan berbagai perubahan drastis yang terjadi. kualitas air akan berbeda dari suatu kegiatan ke kegiatan lain. Kehadiran bahan-bahan tertentu dalam jumlah tertentu akan mengganggu mekanisme kerja dari membran tersebut. Sering dijumpai ikan hidup dan berkembang dengan "subur" justru pada air yang bagi manusia menimbulkan kesan jorok. karbon dioksida (CO2). kualitas air secara umum mengacu pada kandungan polutan atau cemaran yang terkandung dalam air dalam kaitannya untuk menunjang kehidupan ikan dan kondisi ekosistem yang memadai. sehingga akan menyebabkan ikan stres dan tidak jarang menyebabkan kematian. sebagai contoh: kualitas air untuk keperluan irigasi berbeda dengan kualitas air untuk keperluan air minum. Ikan telah berevolusi selama jutaan tahun pada kondisi lingkungan yang stabil. Oleh karena itu. kandungan amonia dll). Dalam lingkup akuarium. garam-garaman.

• • • Selain cemaran diatas. Bahan yang .9. dan Stabil Apabila persyaratan tersebut diatas dapat dijaga dan dipelihara dengan baik. berasal dari sumber air yang digunakan. dan temperatur yang sesuai Rendah kadar cemaran organik. Nitrat atau fosfat: kedua bahan ini pada umumnya berasal dari "bocoran" kegiatan pemupukan pada pertanian intensif yang kemudian mencemari sumber-sumber air setempat. kesadahan. sering dijumpai bahan-bahan terlarut yang berasal dari hasil pelapukan batuan yang dilewati oleh air dalam perjalanannya.0 ppm >20 ppm >20 ppm Beberapa Bahan Cemaran Cemaran pada air akuarium bisa berasal dari berbagai sumber. dan juga berasal dari binatang dan tanaman akuarium itu sendiri.012 ppm <0. cat. dan dapat berkembang biak dengan baik. Klorin: pada air minum bahan ini biasa ditambahkan sebagai pembunuh bakteri Kloramin : biasa ditambahkan pada proses pemurnian air minum Pestisida : biasanya merupakan residu kegiatan pertanian intensif yang sering menggunakan pestisida untuk membasmi hama dan penyakit tanaman. yaitu. Kisaran Normal Kualitas Air Amonia untuk Akuarium Air Tawar Nitrit Karbon dioksida Oksigen pH< KH (CaCO3) GH (CaCO3) <0.• • • • • Rendah kadar amonia dan nitrit Bersih secara kimiawi Memiliki pH. Beberapa bahan cemaran yang biasa dijumpai pada sumber air adalah: • • Tembaga (copper): bahan ini biasa berasal dari pelapukan pipa air minum atau bisa juga berasal dari kontaminan alamiah. terbebas dari berbagai penyakit.10 ppm 3 ppm 6.5 . maka ikan yang dipelihara akan mampu mememilhara dirinya sendiri. lem dll. dari lapukan dekorasi asesori akuarium.2 ppm 0 .

Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform.o-fish. gambar. dan 0. Urutan tingkat racun bebagai logam berat terhdap ikan adalah: Hg>Cu>Pb>Cd>Al>Zn>Ni>Cr>Co>Mn. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi situs ini dalam bentuk maupun media apapun tanpa ijin tertulis dari O-Fish. Kadar logam berat tinggi diketahui dapat merusak jaringan ikan sehingga menyebabkan kematian. sedangkan kadar standar baku mutu logam berat bagi ikan adalah (dalam ppm): Cadmium (Cd) Chromium (Cr) Tembaga (Cu) Timah hitam (Pb) Air raksa (Hg) Seng (Zn) : 0. 0.05 : 0. Lactose broth dibuat dengan komposisi 0.3% ekstrak beef. seperti besi (Fe). seperti perilaku berenang. seluruh tulisan. memperbanyak jumlah.01 : 0.5% laktosa. makan dan kawin. aluminium(Al). menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba. All Rights Reserved http://www.1 Kecuali disebutkan dengan jelas. ilustrasi dan foto pada situs web ini dibuat oleh Wahyu Purwakusuma. Ca dan Mg dalam lingkup akuarium tercermin pada kondisi kesadahan.php Media berfungsi untuk menumbuhkan mikroba. makanan. Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. Kadar logam berat dapat mempengaruhi berbagai perilaku ikan.1 : 0. isolasi. dan produk susu.01 : 0. sebagai kaldu pemerkaya (preenrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya. Berikut ini beberapa media yang sering digunakan secara umum dalam mikrobiologi.5% pepton. sedangkan Na tercermin pada salinitas. dan logam-logam berat. dimana dalam proses pembuatannya harus disterilisasi dan menerapkan metode aseptis untuk menghindari kontaminasi pada media. Berapa unsur yang mungkin dijumpai adalah kalsium (Ca). mangan (Mn) . Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform. dan timah hitam (Pb). EMBA (Eosin Methylene Blue Agar) Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. magnesium (Mg). tembaga (Cu). seng (Zn). . Meskipun demikian kebanyakan kasus akibat logam berat justru terjadi pada ingkat kontaminasi logam berat rendah.02 : 0.com Copyright 2002-2011© O-FISH.com/Air/kualitas_air. Lactose Broth Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air.terkandung akan sangat tergantung pada kondisi geologi daerah yang bersangkutan. natrium (Na).

Sterilisasi dengan autoklaf. EMB yang menggunakan eosin dan metilin bklue sebagai indikator memberikan perbedaan yang nyata antara koloni yang meragikan laktosa dan yang tidak. aerugenosa. pepton 10 g. Agar EMB (levine) merupakan media padat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis bakteri coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung.000 ml dan 15 g agar/L. Medium tersebut mengandung sukrosa karena kemempuan bakteri koli yang lebih cepat meragikan sukrosa daripada laktosa.Larutkan 5 g pepton dalam 850 ml air distilasi/akuades. Untuk mengetahui jumlah bakteri coli umumnya digunakan tabel Hopkins yang lebih dikenal dengan nama MPN (most probable number) atau tabel JPT (jumlah perkiraan terdekat). Aerugenosa dan Salmonella sp dapat menimbulkan keraguan.0. 4.1 ml contoh air. Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam. menumbuhkan. dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni. tabel tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri coli dalam 100 ml dan 0. sewage. dan agar. Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna.coli. Nutrient Agar Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. untuk membawa stok kultur. Namun demikian. 2. Bagaiamanapun media ini sangat baik untuk mengkonfirmasi bahwa kontaminan tersebut adalah E. MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar) MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh De Mann. air desitilat 1. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air. produk pangan. dan Salmonella. Nutrient broth dibuat dengan cara sebagai berikut.aureus. 3. Intinya sama dengan nutrient agar. P.Beri air distilasi sebanyak 1. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef. Nutrient Broth Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair. 1. jika media ini digunakan pada tahap awal karena kuman lain juga tumbuh terutama P. NaCl 5 g. Adanya eosin dan metilen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut.Larutkan 3 g ekstrak daging dalam larutan yang dibuat pada langkah pertama.000 ml. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit.Atur pH sampai 7. dalam artian mikroorganisme heterotrof. pepton. Rogosa. Untuk komposisi nutrien adar adalah eksrak beef 10 g. dan mengisolasi jenis Lactobacillus . 5. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan. dan Shape (1960) untuk memperkaya. untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif.

Natrium asetat 5 g/L 11.dari seluruh jenis bahan.0 g/L 3.dipotassium hidrogen phosphate 2 g/L 8. untuk isolasi.Magnesium sulfat 0. MRS agar mengandung polysorbat.Ekstrak daging 8. Dari enidchemicals. magnesium.2 g/L 6.D (+) glukosa 20 g/L 5.Ekstrak ragi 4. Plate Count Agar (PCA) PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan. Adanya asam tartarat dan pH rendah maka pertumbuhan bakteri terhambat.Protein dari kasein 10 g/L 2. APDA Media APDA berfungsi untuk menumbuhkan dan menghitung jumlah khamir dan yeast yang terdapat dalam suatu sampel.0 g/L 4. MRS agar mengandung: 1. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen. sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate.5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C).Mangan sulfat 0.com Trypticase Soy Broth (TSB) TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum. asetat. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme. agar dilelehkan dalam 500 ml air. sebaik nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat selektif. Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik.Diamonium hidrogen sitrat 2 g/L 10.0 g/L 9. dextrose.04 g/L MRSB merupakan media yang serupa dengan MRSA yang berbentuk cair/broth.Agar-agar 14 g/L 7. yeast extract. Media PCA ini baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks.Tween 80 1. dan penumbuhan bermacam mikroorganisme. agar) hingga membentuk suspensi 22. Khamir dan yeast akan tumbuh dengan optimal pada media yang sesuai. Dikalium fosfat ditambahkan sebagai buffer untuk mempertahankan pH. Campurkan ekstrak . dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus. APDA dibuat dengan merebus kentang selama 1 jam/45 menit.

VRBA (Violet Red Bile Agar) VRBA dapat digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri Enterobactericeae. NaCl. Berikut ini beberapa media yang sering digunakan secara umum dalam mikrobiologi. Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E. Sterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit.4. memperbanyak jumlah. sebagai kaldu pemerkaya (pre- . Panaskan hingga mendidih sampai larut sempurna. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri. Dengan adanya dekstrosa yang terkandung dalam media ini. Pindahkan dalam tabung sesuai kebutuhan.coli. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media dalam 1 liter air yang telah didestilasi. Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan petri dengan pH akhir 5.kentang dalam agar lalu ditambahkan glukosa dan diaduk rata. dan produk susu. neutral red. Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna. empedu. Laktosa merupakan sumber karbohidrat. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak. Untuk membuatnya. enumerasi. kristal violet. Pada APDA jadi ini juga ditambah asam tartarat. isolasi. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan 1 liter air yang telah didestilasi. dan menumbuhkan sel khamir. pepton. Bila kondisi terlalu basa maka sel akan mati. Agar VRBA mengandung violet kristal yang bersifat basa. sedangkan sel mikroba bersifat asam. Lactose Broth Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air.2. Dinginkan hingga 50-60°C. dimana dalam proses pembuatannya harus disterilisasi dan menerapkan metode aseptis untuk menghindari kontaminasi pada media. pH akhir adalah 7. glukosa. Yeast ekstrak menyediakan vitamin B-kompleks yang mendukung pertumbuhan bakteri.5 g lalu dilarutkan dengan akuades. menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba. PGYA Media ini berfungsi untuk isolasi. agar). PGYA dapat digunakan untuk mengidentifikasi mikroba terutama sel khamir. semua bahan dicampur dengan ditambah CaCO3 terlebih dahulu sebanyak 0. campur dan panaskan serta aduk. Media berfungsi untuk menumbuhkan mikroba.6+0. Campuran garam bile dan kristal violet menghambat bakteri gram positif. Agar merupakan agen pemadat. Potato Dextrose Agar (PDA) PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. makanan. Neutral red sebagai indikator pH. Kemudian dimasukkan dalam erlenmeyer dan disumbat dengan kapas lalu disterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit.

3% ekstrak beef. Untuk komposisi nutrien adar adalah eksrak beef 10 g.5% laktosa. Agar EMB (levine) merupakan media padat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis bakteri coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung. Medium tersebut mengandung sukrosa karena kemempuan bakteri koli yang lebih cepat meragikan sukrosa daripada laktosa. 0. P. Lactose broth dibuat dengan komposisi 0. dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni. Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan. Untuk mengetahui jumlah bakteri coli umumnya digunakan tabel Hopkins yang lebih dikenal dengan nama MPN (most probable number) atau tabel JPT (jumlah perkiraan terdekat). Namun demikian. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef. Nutrient Broth Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair. produk pangan.5% pepton. untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri. Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. jika media ini digunakan pada tahap awal karena kuman lain juga tumbuh terutama P. EMBA (Eosin Methylene Blue Agar) Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform. Nutrient Agar Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. dan agar. air desitilat 1. tabel tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri coli dalam 100 ml dan 0. Bagaiamanapun media ini sangat baik untuk mengkonfirmasi bahwa kontaminan tersebut adalah E. Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform. pepton. dan 0. danSalmonella. sewage. NaCl 5 g.000 ml dan 15 g agar/L. Nutrient broth dibuat dengan cara sebagai . Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit. dalam artian mikroorganisme heterotrof. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif. EMB yang menggunakan eosin dan metilin bklue sebagai indikator memberikan perbedaan yang nyata antara koloni yang meragikan laktosa dan yang tidak. aureus. Aerugenosa dan Salmonella sp dapat menimbulkan keraguan. Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna. Adanya eosin dan metilen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut.enrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya. untuk membawa stok kultur. Intinya sama dengan nutrient agar.1 ml contoh air. pepton 10 g.coli. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air. aerugenosa.

Sterilisasi dengan autoklaf. Media PCA ini . Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen.dipotassium hidrogen phosphate 2 g/L 8. yeast extract. 1.Agar-agar 14 g/L 7.Natrium asetat 5 g/L 11. agar) hingga membentuk suspensi 22. dan penumbuhan bermacam mikroorganisme. dan mengisolasi jenis Lactobacillus dari seluruh jenis bahan.Ekstrak daging 8. MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar) MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh De Mann. magnesium.0 g/L 9. untuk isolasi.berikut.000 ml.Atur pH sampai 7. menumbuhkan.Protein dari kasein 10 g/L 2. Rogosa. dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus. dextrose. Plate Count Agar (PCA) PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan.0 g/L 3. Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme.Tween 80 1. MRS agar mengandung: 1. 2.Beri air distilasi sebanyak 1.2 g/L 6. sebaik nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat selektif.Mangan sulfat 0.5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C). 5.Diamonium hidrogen sitrat 2 g/L 10. 4.D (+) glukosa 20 g/L 5.Larutkan 5 g pepton dalam 850 ml air distilasi/akuades. asetat. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate.04 g/L MRSB merupakan media yang serupa dengan MRSA yang berbentuk cair/broth. Dari enidchemicals. 3.0.Ekstrak ragi 4. dan Shape (1960) untuk memperkaya. Dikalium fosfat ditambahkan sebagai buffer untuk mempertahankan pH. sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh.com Trypticase Soy Broth (TSB) TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum. MRS agar mengandung polysorbat.0 g/L 4.Larutkan 3 g ekstrak daging dalam larutan yang dibuat pada langkah pertama.Magnesium sulfat 0.

neutral red. Sterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan 1 liter air yang telah didestilasi. pH akhir adalah 7. Adanya asam tartarat dan pH rendah maka pertumbuhan bakteri terhambat. Campurkan ekstrak kentang dalam agar lalu ditambahkan glukosa dan diaduk rata. Khamir dan yeast akan tumbuh dengan optimal pada media yang sesuai. Dinginkan hingga 50-60°C. Neutral red sebagai indikator pH. Bila kondisi terlalu basa maka sel akan mati.5 g lalu dilarutkan dengan akuades. sedangkan sel mikroba bersifat asam. Pindahkan dalam tabung sesuai kebutuhan. Untuk membuatnya. dan menumbuhkan sel khamir. APDA dibuat dengan merebus kentang selama 1 jam/45 menit. pepton. Kemudian dimasukkan dalam . enumerasi. Agar VRBA mengandung violet kristal yang bersifat basa. agar). Laktosa merupakan sumber karbohidrat. APDA Media APDA berfungsi untuk menumbuhkan dan menghitung jumlah khamir dan yeast yang terdapat dalam suatu sampel. Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna. PGYA dapat digunakan untuk mengidentifikasi mikroba terutama sel khamir. kristal violet. glukosa. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media dalam 1 liter air yang telah didestilasi. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak. NaCl. Pada APDA jadi ini juga ditambah asam tartarat. VRBA (Violet Red Bile Agar) VRBA dapat digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri Enterobactericeae. empedu. campur dan panaskan serta aduk. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri. agar dilelehkan dalam 500 ml air.2. Dengan adanya dekstrosa yang terkandung dalam media ini.baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks. Yeast ekstrak menyediakan vitamin B-kompleks yang mendukung pertumbuhan bakteri. Campuran garam bile dan kristal violet menghambat bakteri gram positif. semua bahan dicampur dengan ditambah CaCO3 terlebih dahulu sebanyak 0.4. Agar merupakan agen pemadat.6+0. Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan petri dengan pH akhir 5. Panaskan hingga mendidih sampai larut sempurna.coli. Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E. Potato Dextrose Agar (PDA) PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. PGYA Media ini berfungsi untuk isolasi. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan.

sel jasad renik tidak dapat diukur menggunakan metode volumetrik. Metode Breed Hitungan mikroskopik dengan metode Breed sering digunakan untuk menganalisis susu yang mengandung bakteri dalam jumlah tinggi. Dalam perhitungan massa sel secara langsung. Sebelumnya: Yogurt Selanjutnya : Susu Kambing BAB VIII ANALISIS KUANTITATIF MIKROBIOLOGI PADA BAHAN PANGAN Analisis kuantitatif mikrobiologi pada bahan pangan penting dilakukan untuk mengetahui mutu bahan pangan dan menghitung proses pengawetan yang akan diterapkan pada bahan pangan tersebut. Oleh karena itu. Perhitungan massa sel secara langsung maupun tidak langsung jarang digunakan dalam uji mikrobiologi bahan pangan. pengukuran volume dan berat sel dilakukan dengan terlebih dahulu menyaring sel-sel jasad renik. Hitungan Mikroskopik a. Perhitungan massa sel secara tidak langsung sering digunakan dalam mengamati pertumbuhan sel selama proses fermentasi. misalnya bahan pangan. A. dalam metode volumetrik dan gravimetrik. dimana komposisi substrat atau bahan yang difermentasi dapat diamati dan diukur dengan teliti. gravimetrik. Sebagai contoh.erlenmeyer dan disumbat dengan kapas lalu disterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. jumlah sel jasad renik dapat dihitung jika medium pertumbuhannya tidak mengganggu pengukuran. tetapi sering digunakan untuk mengukur pertumbuhan sel selama proses fermentasi. jika substrat tempat tumbuhnya banyak mengandung padatan. misalnya susu yang diperoleh dari sapi yang terkena mastitis yaitu suatu penyakit infeksi yang . maupun turbidimetri.

maka: Jumlah susu per arealpandang mikroskop = x 0. tergantung dari jumlah bakteri per areal pandang. luas areal pandang (field) mikroskop yang akan digunakan harus dihitung terlebih dahulu.01 ml . berwarna biru dengan ukuran lebih besar daripada bakteri. Luas areal pandang mikroskop = Di mana r = jari-jari (mm) areal pandang mikroskop. dihitung jumlah sel yang terdapat di dalam kelompok tersebut. Setelah pewarnaan dengan biru metilen. Karena contoh susu yang disebarkan pada gelas objek seluas 1 cm2 adalah 0.14-0. Cara ini mempunyai kelemahan yaitu tidak dapat diakukan terhadap susu yang telah dipasteurisasi karena secara mikroskopik tidak dapat dibedakan antara sel-sel bakteri yang masih hidup atau yang telah mati karena perlakuan pasteurisasi. dan diwarnai dengan biru metilen.menyerang kelenjar susu sapi.01 mm. sel-sel darah putih akan terlihat sebagai sel yang bulat atau berbentuk tidak teratur.01 ml.16 mm. Rata-rata jumlah bakteri per areal pandang mikroskop ditentukan setelah mengamati 10 sampai 60 kali areal pandang. Hasil perhitungan berdasarkan jumlah kelompok bakteri biasanya lebih mendekati hasil perhitungan jumlah bakteri menggunakan agar cawan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengukur diameter areal pandang menggunakan mikrometer yang dilihat melalui lensa minyak imersi. susunya biasanya mengandung sel-sel darah putih dalam jumlah tinggi. tetapi jika tidak mungkin dapat dihitung sebagai satu kelompok. Cara ini merupakan suatu cara cepat. Mikrometer yang digunakan adalah mikrometer gelas objek yang mempunyai skala terkecil 0. Untuk menghitung jumlah bakteri di dalam susu. Areal pandang mikroskop biasanya mempunyai ukuran 14-16 skala atau 0. Pada sapi yang terserang mastitis. difiksasi.18 mm. Sel-sel yang mengumpul dalam kelompok. sebanyak 0.01 ml susu dipipet dengan pipet Breed dan disebarkan di atas gelas objek sehingga mencapai luas 1 cm2. kemudian didiamkan sampai kering. Dalam metode ini. Beberapa mikroskop mungkin mempunyai ukuran diameter areal pandang lebih dari 0. yaitu menghitung bakteri secara langsung menggunakan mikroskop.

Tinggi contoh yang terletak di antara gelas objek dengan gelas penutup adalah 0. Metode Petroff-Hausser Dalam metode Petroff-Hausser. dan digunakan untuk mengubah jumlah bakteri per areal pandang mikroskop menjadi jumlah bakteri per ml. Sel-sel yang telah mati tidak dapat dibedakan dari sel-sel hidup. . Sel-sel yang berukuran sangat kecil sukar dilihat di bawah mikroskop. hitungan mikroskopik dilakukan dengan pertolongan kotak-kotak skala. dan setiap kotak besar terdiri dari 16 kotak kecil.5 0.Dengan kata lain. di mana dalam setiap ukuran skala seluas 1 mm2 terdapat 25 buah kotak besar dengan luas 0. Oleh karena itu. tetapi mempunyai beberapa kelemahan sebagai berikut: 1. Hitungan mikroskopik merupakan metode yang cepat dan murah. keduanya akan terhitung. Jumlah sel dalam beberapa kotak besar dihitung.10 10 – 30 >30 Jumlah areal pandang yang harus diamati 50 25 10 5 TBUD b. sehingga kadang-kadang tidak terhitung. kemudian dihitung jumlah sel rata-rata dalam satu kotak besar.5 – 1 1 . Jumlah bakteri per ml = x jumlah bakteri per areal pandang Jumlah bakteri per areal pandang dihitung dari rata-rata pengamatan areal pandang.02 mm.000/πr2 juga faktor mikroskopik (FM). Angka 10. 2. untuk mendapatkan 1 ml contoh susu dapat diperoleh dari 10.04 mm2.000/πr2 kali areal pandang mikroskop. dan ditentukan sebagai berikut: Jumlah rata-rata bakteri per areal pandang < 0. Jumlah areal pandang yang harus diamati tergantung dari jumlah rata-rata bakteri per areal pandang.

misalnya untuk bakteri minimal 106 sel/ml. Hitungan Cawan Prinsip dari metode hitungan cawan adalah jika sel jasad renik yang masih hidup ditumbuhkan pada medium agar. b. Hasil perhitungan tidak menunjukkan jumlah sel yang sebenarnya. bahan pangan yang diperkirakan mengandung lebih dari 300 sel jasad renik per ml atau per gram atau per cm jika . jumlah sel di dalam suspensi harus cukup tinggi. Memerlukan persiapan dan waktu inkubasi relatif lama sehingga pertumbuhan koloni dapat dihitung. Hanya sel yang masih hidup yang dihitung. maka sel jasad renik tersebut akan berkembang biak dan membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dan dihitung dengan mata tanpa menggunakan mikroskop. karena hal ini akan mengganggu dalam perhitungan sel. Hal ini disebabkan dalam setiap bidang pandang yang diamati harus terdapat sejumlah sel yang dapat dihitung. c. c. tidak menyebar. Medium dan kondisi inkubasi yang berbeda mungkin menghasilkan nilai yang berbeda. 2. 4. b. Tidak dapat digunakan untuk menghitung sel jasad renik di dalam bahan pangan yang banyak mengandung debris atau ekstrak makanan. Beberapa jenis jasad renik dapat dihitung sekaligus. Jasad renik yang ditumbuhkan harus dapat tumbuh pada medium padat dan membentuk koloni yang kompak dan jelas. Selain keuntungan-keuntungan tersebut. Dalam metode hitungan cawan. metode hitungan cawan juga mempunyai kelemahan-kelemahan sebagai berikut: a. karena beberapa sel yang berdekatan mungkin membentuk satu koloni. Untuk mempertinggi ketelitian. Metode hitungan cawan merupakan cara yang paling sensitif untuk menentukan jumlah jasad renik karena beberapa hal yaitu: a. d. Dapat digunakan untuk isolasi dan identifikasi jasad renik karena koloni yang terbentuk mungkin berasal dari suatu jasad renik yang mempunyai penampakan pertumbuhan spesifik.3.

85% NaCl. Cara pemupukan dalam metode hitungan cawan dapat dibedakan atas dua cara yaitu metode tuang dan metode permukaan (surface/spreadplate). sejumlah contoh (1 ml atau 0. Satu deretan rantai koloni yang terlihat sebagai suatu garis tebal dihitung sebagai satu koloni.pengambilan contoh dilakukan pada permukaan. atau 1:100.1 ml contoh yang telah diencerkan dipipet pada permukaan agar tersebut. dimana jumlah yang terbaik adalah diantara 30 sampai 300 koloni. Pada pemupukan dengan metode permukaan. larutan Ringer. 1:100. dan diratakan dengan batang gelas melengkung yang steril. Beberapa koloni yang bergabung menjadi satu merupakan satu kumpulan koloni yang besar di mana jumlah koloninya diragukan dapat dihitung sebagai satu koloni. 1:1000 000 dan seterusnya. Dalam SPC ditentukan cara pelaporan dan perhitungan koloni sebagai berikut: Larutan yang digunakan untuk pengenceran dapat berupa larutan bufer fosfat. memerlukan perlakuan pengenceran sebelum ditumbuhkan pada medium agar di dalam cawan petri. 1:10 000. atau . Pengenceran biasanya dilakukan secara desimal yaitu 1:10. b. Jumlah koloni dalam contoh dapat dihitung sebagai berikut: Koloni per ml atau per gram = jumlah koloni per cawan x 1/FP Dimana FP = faktor pengenceran Faktor Pengenceran Untuk melaporkan hasil analisis mikrobiologi dengan cara hitungan cawan digunakan suatu standar yang disebut Standard Plate Counts (SPC) sebagai berikut: a. kemudian ditambah agar cair steril yang telah didinginkan (47-50°C) sebanyak 15-20 ml dan digoyangkan supaya contoh menyebar rata. c.1 ml) dari pengenceran yang dikehendaki dimasukkan ke dalam cawan petri. Dalam metode tuang. 1:1000 dan seterusnya. Setelah inkubasi akan terbentuk koloni pada cawan tersebut dalam jumlah yang dapat dihitung. Cawan yang dipilih dan dihitung adalah yang mengandung jumlah koloni antara 30 dan 300. terlebih dahulu dibuat agar cawan kemudian sebanyak 0. 0.

d.7 x 103 unit koloni/ml atau 2. harus dibulatkan satu angka lebih tinggi pada angka kedua. jumlah koloni pada pengenceran yang terendah yang dihitung. 1. Jika digunakan dua cawan petri (duplo) per pengenceran. Jika pada cawan dari dua tingkat pengenceran dihasilkan koloni dengan jumlah antara 30 dan 300. Pengamatan tabung yang positif dapat dilihat dengan mengamati timbulnya kekeruhan. Metode MPN (Most Probable Number) Berbeda dengan metode hitungan cawan dimana digunakan medium padat. tidak boleh diambil salah satu. dan perbandingan antara hasil tertinggi dan terendah dari kedua pengenceran tersebut lebih kecil atau sarna dengan dua. Hasilnya dilaporkan sebagai lebih dari 300 dikalikan dengan faktor pengenceran. dimana perhitungan dilakukan berdasarkan jumlah tabung yang positif. Oleh karena itu. Hasil yang diaporkan hanya terdiri dari dua angka yaitu angka pertama (satuan) dan angka kedua (desimal). dilaporkan ratarata dari kedua nilai tersebut dengan memperhitungkan faktor pengencerannya. yaitu yang ditumbuhi oleh jasad renik setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu. yang dilaporkan hanya hasil yang terkecil. dalam metode MPN digunakan medium cair di dalam tabung reaksi. berarti pengenceran yang dilakukan terlalu tinggi. Oleh karena itu. Jika perbandingan antara hasil tertinggi dan terendah lebih besar dari 2. Jika angka yang ketiga sama dengan atau lebih besar dari 5.0 x 106 unit koloni/gr. jumlah koloni pada pengenceran yang tertinggi yang dihitung. harus dipilih tingkat pengenceran yang menghasilkan kedua cawan duplo dengan koloni di antara 30 dan 300. Jika pada semua pengenceran dihasilkan kurang dari 30 koloni pada cawan petri. tetapi jumlah 3. Sebagai contoh. berarti pengenceran yang dilakukan terlalu rendah. c.a. yang sebenarnya harus dicantumkan di dalam tanda kurung. Jika pada semua pengenceran dihasilkan lebih dari 300 koloni pada cawan petri. b. tetapi jumlah yang Hasilnya dilaporkan sebagai kurang dari 30 dikalikan dengan besamya pengenceran. Oleh karena itu. sebenarnya harus dicantumkan di dalam tanda kurung. e. data yang diambil harus dari kedua cawan tersebut. atau terbentuknya gas di dalam tabung kecil (tabung Durham) yang diletakkan pada .

sedangkan tabung lainnya tidak mengandung sel. dari setiap pengenceran dimasukkan 1 ml masing-masing ke dalam tabung yang berisi medium. sehingga beberapa tabung yang berisi medium cair yang diinokulasikan dengan larutan hasil pengenceran tersebut mengandung satu sel jasad renik. 2. Dalam metode MPN. dimana untuk setiap pengenceran digunakan tiga seri tabung atau lima seri tabung. Lebih banyak tabung yang digunakan menunjukkan ketelitian yang lebih tinggi. 0. Kombinasinya menjadi 3. Untuk setiap pengenceran pada umumnya digunakan tiga atau lima seri tabung. Angka kombinasi ini kemudian dicocokkan dengan Tabel MPN dan nilai MPN contoh dapat dihitung sebagai berikut : MPN contoh = Nilai MPN dari tabel x 1/pengenceran tabung tengah Pengenceran Tabung Tengah Tabel yang digunakan untuk menentukan niIai MPN dari tiga seri tabung berbeda dengan tabel untuk lima seri tabung. beberapa tabung mungkin mengandung lebih dari satu sel. Setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu. Metode MPN biasanya digunakan untuk menghitung jumlah jasad renik di dalam contoh yang berbentuk cair. Grup jasad renik yang dapat dihitung dengan metode MPN juga bervariasi tergantung dari medium yang digunakan untuk pertumbuhan. 1. dan jika diambil tiga pengenceran yang pertama kombinasinya akan menjadi 3. pada pengenceran kedua dua tabung positif. 1. yaitu untuk jasad renik pembentuk gas. 2.posisi terbalik. Kombinasi yang dipilih dimulai dari . Misalnya pada pengenceran pertama ketiga tabung menghasilkan pertumbuhan positif. pada pengenceran ketiga satu tabung positif. tetapi alat gelas yang digunakan juga lebih banyak. setelah inkubasi diharapkan terjadi pertumbuhan pada beberapa tabung. meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat dengan terlebih dahulu membuat suspensi 1:10 dari contoh tersebut. pengenceran harus dilakukan lebih tinggi daripada pengenceran dalam hitungan cawan. Dengan demikian. dihitung jumlah tabung yang positif yaitu tabung yang ditumbuhi jasad renik yang dapat ditandai dengan timbulnya kekeruhan. dan pada pengenceran terakhir tidak ada tabung yang positif. Dalam metode MPN. sedangkan tabung lainnya negatif. yang dinyatakan sebagai tabung positif.

jika digunakan Lactose Broth maka adanya bakteri yang dapat menfermentasi laktosa ditunjukkan dengan terbentuknya gas di dalam tabung Durham. semakin cepat terjadinya perubahan warna dan biru menjadi putih. Dalam uji ini ditambahkan sejumlah biru metilen ke dalam susu. Sebagai contoh. dalam metode BM hal ini tidak berpengaruh terhadap perhitungan jumlah bakteri. misalnya susu . Cara ini biasa digunakan untuk menentukan MPN koliform terhadap air atau minuman karena bakteri koliform termasuk bakteri yang dapat menfermentasi laktosa. Semakin tinggi jumlah bakteri di dalam susu. Metode biru metilen merupakan cara yang lebih cepat dibandingkan dengan metode hitungan cawan. sehingga menyebabkan penurunan kekuatan oksidasi-reduksi dari campuran tersebut. B. Kombinasi yang diambil terdin dari tiga pengenceran. Akibatnya. biru metilen yang ditambahkan akan tereduksi menjadi putih metilen. Waktu reduksi. kemudian diamati kemampuan bakteri di dalam susu untuk tumbuh dan menggunakan oksigen yang terlarut. sedangkan pada pengenceran yang berikutnya ada tabung yang negatif. Jika pada pengenceran yang keempat atau seterusnya masih ditemukan tabung yang hasilnya positif. maka jumlah tabung yang positif tersebut harus ditambahkan pada angka kombinasi yang ketiga sampai mencapai jumlah maksimum. yaitu perubahan warna biru menjadi putih. dianggap selesai jika kira-kira empat per lima dari contoh susu yang terdapat di dalam tabung (sebanyak 10 ml) telah berwarna putih. Metode MPN dapat digunakan untuk menghitung jumlah jasad renik tertentu yang terdapat diantara campuran jasad renik lainnya. dan lebih teliti karena bakteri yang terdapat dalam keadaan berkelompok di mana dalam metode hitungan cawan dihitung sebagai satu koloni.pengenceran tertinggi yang masih menghasilkan semua tabung positif. dan dapat memberikan perkiraan jumlah bakteri di dalam susu. Metode Hitungan Tidak Langsung Salah satu cara untuk menghitung jumlah sel di dalam suatu bahan secara tidak langsung adalah dengan uji biru metilen yang biasanya dilakukan terhadap susu. Kelemahan metode BM adalah karena cara ini tidak praktis dilakukan terhadap susu yang mengandung bakteri hidup dalam jumlah sedikit.

Kelemahan lainnya adalah karena dalam uji biru metilen diperlukan waktu pengamatan yang terus-menerus. Cara ini disebut juga “metode perhitungan bakteri hidup” atau “metode perhitungan koloni”. ini juga tidak dapat dibedakan jenis bakteri yang terdapat di dalam susu. Disamping itu dapat . Suatu volum tertentu dimasukkan ke dalam pinggan petri steril. campuran itu dituang ke dalam pinggan petri steril. Bahan pemeriksaan diencerkan seperlunya b. Cara lain yang hampir sama adalah sebagai berikut: a. Setelah dikocok. 0. Cara menghitung langsung (metode kaca objek) yang telah dicairkan dan Setelah dicampur rata didinginkan sampai suhu tidak lebih dari 45°C. Oleh karena satu bakteri dapat tumbuh menjadi satu koloni yang terhitung mewakili jumlah bakteri hidup yang terdapat dalam tiap volum pengenceran yang digunakan. b. dimana dibutuhkan waktu yang lama sekali untuk mereduksi biru metilen.yang telah mengalami pasteurisasi. yaitu paling sedikit selama enam jam. 1. diadakan perhitungan langsung secara mikroskopis. pembentuk spora. kemudian dibekukan. C. Penentuan Jumlah Bakteri Beberapa cara dapat dilakukan untuk menentukan jumlah bakteri yang terdapat pada bahan pemeriksaan. Cara yang paling sering digunakan adalah cara perhitungan koloni pada lempeng pembiakan (place count). Cara Perhitungan pada lempeng pembiakan a. 2. kemudian dituang dengan medium pembiakan padat campuran dibiarkan membeku c. Hasil perhitungan yang dapat diandalkan adalah antara 30-300 koloni pada tiap lempeng pembiakan. selanjutnya dieramkan. Dalam hal ini bahan pemeriksaan harus diencerkan untuk menghindarkan jumlah koloni terlalu banyak sehingga tidak dapat dihitung. dan sebagainya. Dengan metode. khamir. Penghitungan koloni dilakukan setelah pengeraman pada suhu yang sesuai.1 sampai 1 ml bahan pemeriksaan dicampur dengan medium pembiakan agar yang telah dicairkan dan didinginkan sampai suhu tidak lebih dari 45°C. misalnya bakteri gram positif atau negatif.

0025 mm3. Setelah dibagi oleh jumlah kotak. a. yaitu 0.0025 mm2. diperoleh jumlah rata-rata oraganisme untuk tiap kotak.1 persen metilen biru (zat warna ini tidak diperlukan bila diperiksa dengan fase kontras atau lapangan gelap). jangan sampai ada cairan yang mengalir ke dalam parit. Dengan cara ini yang terhitung adalah baik bakteri hidup maupun yang mati. Kemudian dikalikan dengan faktor pengenceran. Suspensi ini diencerkan sedemikian rupa. Larutan yang digunakan harus disaring sebelum dipakai. Metode Ukur Kekeruhan Metode ini mengguanakan tabung-tabung dengan supensi dari berbagai derajat kekeruhan (menurut Brown). Volum suspensi seharusnya hanya untuk mengisi ruang antara lantai bilik dengan kaca penutup. Cara kerjanya adalah sebagai berikut: a) Satu ose suspensi diletakkan pada daerah berkotak dan diataranya diletakkan kaca penutup yang bersih. Metode bilik hitung Untuk keperluan ini dapat digunakan bilik hitung Helber. terdapat ruangan antara lantai dan kaca penutup yang sama tingginya. Volume ruang di atas tiap kotak adalah 0.00000005 ml. b. b) Pemeriksaan dilakukan dengan lensa 4 mm.1 persen yang mengandung 0. Untuk perhitungan dipilih 50-100 kotak secara acak. Pada lantai bilik terdapat suatu daerah berkotak seluas 1 mm2 yang dibagi dalam 400 kotak persegi. sehingga bila di masukkan ke dalam bilik hitung itu hanya akan terdapat lima atau sepuluh organisme dalam tiap kotak. sehingga bila kaca penutup diletakkan di atas lantai bilik. tetapi pengerjaannya lebih cepat. Cairan pengencer yang terbaik adalah pepton 0.Cara ini pada mulanya dilakukan dengan pemeriksaan bakteri yang terdapat dalam air susu.02 m di bawah permukaan kaca objek. Tiap derajat tersebut dengan tingkat kekeruhan eqivalen dengan jumlah tertentu per mililiter.1 persen dan 0.02 x0. masing-masing seluas 0. Suspensi yang akan dihitung ditambah dengan beberapa tetes formalin. Permukaan kaca objek diasah sedemikian rupa. tetapi dapat digunakan untk penelitian lain. Suspensi bakteri yang ingin diperiksa . yaitu suatu kaca objek setebal 2-3 mm dengan ditengahnya terdapat suatu daerah yang disebut lantai bilik yang berada 0. sehingga dengan cara ini tidak diketahui berapa jumlah bakteri hidup. sehingga jumlah hitungan mencapai kira-kira 500. Daerah ini dilingkari oleh parit.

Jumlah Perkiraan Terdekat (JPT) Jumlah perkiraan terdekat pada perhitungan bakteri didasarkan atas asumsi bahwa bakteri tersebar normal dalam medium cair. relatif lebih besar. maka sampelsampel 10 ml akan mengandung rata-rata masing-masing 10 organisme. sedang ada sampel yang tidak mengandung bakteri. Beberapa di antaranya mungkin mengandung dua atau tiga. Oleh karena itu bila Jika jumlah organisme besar. Bila sampelsampel ini ditanam dalam medium pembiakan. d. sampel akan mendekati rata-rata. tetapi tidak mungkin ada sampel yang tidak mengandung bakteri sama sekali. hasil hitungan masing-masing Bila jumlah organisme kecil perbedaan akan . perbadaan jumlah antara sampel akan menjadi kecil. biarpun antara sampel yang satu sedikit lebih atau kurang daripada yang lain.jumlahnya dibandingkan kekeruhannya dalam tabung yaitu dengan ukuran yang sama dengan kekeruhan tabung Brown yang telah dibakukan dan jumlah organismenya dapat dilihat pada tabel derajat kekeruhan baku. tiap sampel dapat diharapkan akan memperlihatkan pertumbuhan. Metode Turbidimetri Pada metode ini penghitungan didasarkan pada kenyataan bahwa suatu populasi atau kelompok sel-sel dalam medium cair menyerap atau menyebarkan cahaya yang sebanding dengan derajat kekeruhan medium itu. Demikian pula sampel-sampel 1 ml akan mengandung rata-rata masingmasing satu organisme. dan pada nefelometri diukur adalah refleksi sinar cahaya. c. Bila suatu cairan mengandung 100 organisme per 100 ml. Suspensi yang diperiksa bila perlu harus diencerkan. Pada turbidimetri yang diukur adalah persentase absorpsi cahaya. Beberapa diantara sampel-sampel itu dapat mengandung lebih atau kurang. yang berarti bila diambil berulang-ulang sampel dengan takaran yang sama dari suatu sumber dapat diharapkan mengandung jumlah rata-rata yang sama. Jumlah rata-rata ini adalah jumlah perkiraan terdekat (most probable number).

Sampel-sampel 0. Untuk keperluan ini dapat digunakan tiga atau lima tabung.2. dan 10. dan bila ditanam kebanyakan tidak memperlihatkan pertumbuhan. kemudian diambil 10 ml untuk masing-masing tabung yang telah diisi medium pembiakan dua kali lipat. sebagian tidak memperlihatkan ada pertumbuhan.1 ml dapat diharapkan mengandung hanya satu organisme di antara sepuluh sampel.1. Perlakuan yang sama dilakukan dengan 1 ml dan 0.1 sampel cairan. Untuk penafsiran JPT dari jumlah hasil positif dari deret tiga atau lima tabung dilahat pada Tabel 10. seperti kekeruhan. Sampel dikocok yang kuat agar organisme dalam cairan itu tersebar merata. lima dari 10 ml dan lima dari 1 ml.1 ml dengan menggunakan tiga atau lima tabung dari masing-masing sampel.10 ml. Untuk pemeriksaan air digunakan satu tabung 50 ml. Untuk keperluan ini disediakan tabel-tabel untuk sampel-sampel 10 ml. b. 1 ml. 0. Teknik ini terutama digunakan untuk menaksir jumlah bakteri coliform. Cara kerja penentuan jumlah perkiraan terdekat (JPT) adalah sebagai berikut: a. Untuk mengetahui jumlah bakteri hidup dalam sampel dapat dihitung jumlah perkiraan terdekat organisme per 100 ml untuk tiap kombinasi seri sampel semacam itu. dan 1 ml . tetapi dapat digunakan juga untuk hampir setiap jenis organisme dalam sampel cairan bila pertumbuhan mudah dapat diamati. pembentukan asam. pembentukan asam dan gas dan lain-lain. Tabel 10.sampel-sampel ini ditanam dalam medium pembiakan.48 jam.1 Jumlah perkiraan terdekat dalam 100 ml menurut McCrady dengan sistem tiga tabung untuk masing-masing volum 50 ml. Pengamatan ditunjukkan terhadap pertumbuhan. c. Pengeraman dilakukan selama 24 . Untuk pemeriksaan air ditambah dengan percobaan 50 ml air dalam 50 ml bulyon dua kali kuat.

Volume air Banyaknya sampel Jumlah sampel dengan hasil positif (asam+gas) 50 ml 1 0 0 0 0 0 10 ml 5 0 0 0 1 1 1 ml 5 0 1 2 1 2 JPT 0 1 2 1 2 0 0 0 0 1 2 2 2 2 0 1 2 0 3 2 3 4 5 0 2 0 3 0 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 9 2 7 1 5 0 3 3 6 2 4 1 3 0 1 0 5 1 5 .

1 1 2 2 0 1 5 7 1 1 1 1 1 2 2 3 3 3 2 3 0 1 2 10 12 8 11 14 1 1 1 1 1 3 3 4 4 4 3 4 0 1 2 18 20 13 17 20 1 1 1 4 4 5 3 4 5 0 1 39 35 40 25 35 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 5 180+ 4 100 3 90 2 50 .

2 Jumlah perkiraan terdekat dalam 100 ml menurut McCrady dengan sistem lima tabung untuk masing-masing volum 10 ml.1 ml 5 0 1 2 3 0 JPT 13 17 20 25 17 4 4 4 4 4 1 1 2 2 2 1 2 0 1 2 20 25 20 25 30 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 0 1 2 0 1 25 35 40 35 40 4 4 5 4 5 4 5 1 50 0 40 2 45 . 0. 1 ml.1 ml Volum air Banyaknya sampel Jumlah sampel dengan hasil (asam+ gas) 10 ml 5 4 4 4 4 4 1 ml 5 0 0 0 0 1 0.Tabel 10.

4 0 5 5 5 5 5 1 5 5 5 5 5 2 5 5 2 5 5 5 5 3 5 5 5 3 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 0 0 0 0 2 55 0 1 2 3 4 25 30 45 0 75 0 1 2 3 4 35 45 65 85 116 0 1 60 70 2 3 4 5 80 120 140 175 0 1 2 80 110 140 .

Jelaskan perbedaan prinsip masing-masing metode . Sebutkan beberapa metode analisis kuantitatif mikroba 2.5 5 3 3 4 175 200 3 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 5 5 5 5 1900+ 4 1000 3 900 550 1 350 4 5 5 4 5 0 350 425 260 4 4 4 4 5 0 1 2 3 250 130 170 225 275 Soal-soal latihan : 1.

3. yaitu 30 – 300. Analisis kuantitatif mikrobiologi pada bahan pangan penting dilakukan untuk mengetahui mutu bahan pangan dan menghitung proses pengawetan yang akan diterapkan pada bahan pangan tersebut. Lalu diamati tabung yang terdapat gas/ gelembung dan berwarna keruh sehingga kombinasi tabung yang positif dari uji duga dan uji penegasan dapat dicocokkan . Suatu percobaan analisis kuantitatif mikroba diperoleh hasil sebagai berikut : Jumlah koloni Per pengenceran 10-2 10-3 104 Standard Plate Count Keterangan 238 28 1 700 125 10 TBUD TBUD 197 Hitunglah SPC berdasarkan metode MPN dan beri keterangan yang jelas. jelaskan mengapa demikian ? 4.id/~fajriyati/E-LEARNING%20MIKROBIOLOGI %20PANGAN/WORD%20html/BAB%20VIII. http://lecturer. Dalam praktikum ini suatu bahan makanan/ minuman dengan sampelnya yaitu sirup dilakukan pengenceran secara desimal (10-1). Untuk setiap pengenceran digunakan 3 seri tabung.1 ml ke dalam tabung yang berisi Lactosa Broth dan tabung Durham. Pada analisis kuantitatif mikroba dengan metode MPN digunakan kisaran jumlah mikroba yang layak dihitung.poliupg.ac. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai adanya mikroba dalam suatu makanan dan minuman agar dapat dikonsumsi manusia dengan layak sehingga tidak menimbulkan penyakit akibat kontaminasi mikroba dalam makanan dan minuman dan dapat memenuhi kebutuhan tubuh secara optimal.html Metode MPN BAB I PENDAHULUAN a.%20%20ANALISIS%20KUANTITATIF %20MIKROBIOLOGI%20PADA%20BAHAN%20PANGAN. Setelah diinkubasi selama 2 x 24 jam dengan suhu 37°C. b. Latar Belakang Berbagai mikroba patogen seringkali ditularkan melalui air yang tercemar sehingga menimbulkan penyakit bawaan manusia maupun hewan. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menghitung atau mengukur jumlah jasad renik dalam suatu suspensi. salah satunya adalah pemeriksaan adanya bakteri Coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN (Most Probable Number). maka akan dapat dilihat tabung yang positif yaitu tabung yang ditumbuhi mikroba yang dapat ditandai dengan terbentuknya gas di dalam tabung Durham. kemudian masing-masing tabung dengan seri 3-3-3 dimasukkan 10 ml. meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat. 1 ml dan 0. Landasan Teori Metode MPN biasanya biasanya dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba di dalam contoh yang bebentuk cair.

iv. Jika terdapat gas atau keruh.1 ml Pengencer/ LBDS LBSS LBSS Na Fisiologis 90% Uji Penduga 10 ml 1 ml 0. Inkubator 6. alat dan tempat kerja. Lalu jarum ose . Media BGLB/BGBL (Briliant Green Bile Lactose Broth) 4. Tabung reaksi 8. Bungkus masingmasing tabung reaksi dengan pembungkus kayu. Dasarnya yaitu hasil dari uji penduga yaitu banyaknya larutan dalam tabung reaksi yang terdapat gas/ gelembung yang berjumlah 4 buah. Pewarna gas 6. maka diduga terdapat Coliform pada tabung. Pipet ukur 10 ml dan 1 ml steril dan filternya 4. kertas payung. Cawan Petri steril 3. v. Alkohol 7. Tabung Durham 9. korek api c. Alat Alat-alat yang digunakan dalam praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN adalah sebagai berikut : 1. BAB II PELAKSANAAN a. Timbangan Mortal dan pengerus b. Uji Penduga i.1 ml BGLBDS BGLBSS BGLBSS 2. Kapas. Diinkubasi selama 2 x 24 jam dengan suhu 37°C dan diamati tertangkap tidaknya gas dalam tabung Durham setiap 1 jam sekali. Uji Penegasan i. Media laktosa cair (sudah steril) 3. Pembakar Bunsen 5. 10 ml 1 ml 0. ii.1 ml lalu masukkan tabung Durham. Mikroskop 7. Prosedur Kerja Prosedur kerja dari praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN adalah sebagai berikut : 1. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPNadalah sebagai berikut: 1. karet. 1 ml dan 0. Media EMB (Eosin Methylene Blue Agar) dan EA (sudah steril) 5. Sampel ditimbang sebanyak 10 gram memasukkan ke dalam air pengencer (yang mengandung NaCl fisiologis) 90%. Botol contoh steril 2.dengan tabel MPN-seri 9 tabung. Masukkan jarum ose ke dalam tabung reaksi sampai menyentuh larutan dan angkat. Masukkan pengencer/ Na fisiologis dan Lactosa Broth ke dalam ke-9 tabung reaksi sesuai banyaknya yaitu 10 ml. ii. Sampel makanan dan minuman 2. Diaseptiskan tangan. iii. Ambil jarum ose lalu bakar jarum di atas pembakar bunsen sampai membara.

BAB III HASIL PEMERIKSAAN Dari hasil praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan meode MPN. Pada pengenceran pertama kesembilan tabung menghasilkan pertumbuhan positif yaitu dengan seri tabung 3-3-3 pada ukuran 10 ml. Metode MPN biasanya biasanya dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba di dalam contoh yang berbentuk cair. diperoleh hasil bahwa terdapat tabung dalam setiap tabung sehingga terbentuk kombinasi 3-3-3. 1 ml dan 0.1 ml BGLBDS BGLBSS BGLBSS d. Masukkan tabung ke dalam inkubator/ diinkubasi selama 2 x 24 jam dan diamati setiap 1 jam. Maka dari tabel MPN dengan hasil akhir 1-0-1 yaitu 7. 1 buah tabung reaksi dengan gas/ gelembung di dalam tabung Durham berisi 10 ml. 10 ml 1 ml 0. pengenceran harus dilakukan lebih tinggi daripada pengenceran dalam hitungan cawan.1 ml sirup dengan tabung Durham didalamnya dengan kombinasi 3-3-3. Dalam metode MPN. 1 ml dan 0. Nilai MPN dari tabel MPN 9 tabung adalah 7. iii. Usahakan tabung dan jarum selalu dekat dengan api agar tetap steril.2 x 103 BAB IV PEMBAHASAN Menurut WHO menyatakan bahwa untuk melakukan monitor terhadap air minum. Pengamatan tabung yang positif dapat dilihat dengan mengamati timbulnya kekeruhan atau terbentuknya gas di dalam tabung kecil (tabung Durham) yang diletakkan pada posisi terbalik. Fecal Coliform 3. yaitu: 1.D galaktosidase.2 sehingga diperoleh perhitungan MPN mikroba sebagai berikut : Hasil akhir dari uji penegasan yaitu terdapat.1 ml menghasilkan 2-1-2 tabung . tidak ada gas/ gelembung di dalam tabung Durham berisi 1 ml dan terdapat 1 buah tabung reaksi dengan gas/ gelembung di dalam tabung Durham berisi 0. meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat dengan terlebih dahulu membuat suspensi 1:10 dari contoh tersebut (Fardiaz. beberapa tabung yang lainnya mengandung lebih dari satu sel atau tabung lainnya tidak mengandung sel. 1997). sedangkan tabung lainnya negatif. Esterichia coli (Kay and Fricker. 1993). dimana perhitungannya dilakukan berdasarkan jumlah tabung yang positif yaitu yang ditumbuhi oleh jasad renik setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu.masukkan ke tabung berisi 10 ml. sehingga beberapa tabung yang berisi medium cair yang diinokulasikan dengan larutan hasil pengenceran tersebut mengandung satu sel. Dengan demikian setelah inkubasi. 2. yaitu untuk jasad renik pembentuk gas. maka dapat digunakan kemungkinan masuknya mikroba patogen ke dalam feses manusia dan hewan berdarah panas. Esterichia coli sebagai indikator kontaminasi fecal yang menggunakan laktosa untuk memproduksi asam dan gas atau banyak enzim β.2 MPN/100 ml. Lalu amati adanya gas/ gelembung yang terdapat dalam tabung Durham.1 ml. Ada 3 indikator air minum yang layak untuk diminum. Tujuan Praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN bertujuan untuk melacak adanya bakteri coliform dalam contoh makanan dan atau minuman. Metode MPN digunakan medium cair di dalam tabung reaksi. MPN mikroba = = = 7. Kelompok Coliform APHA merekomendasikan Bacillus coli. diharapkan terjadi pertumbuhan pada beberapa tabung yang dinyatakan sebagai tabung positif.

maka adanya bakteri yang dapat memfermentasi laktosa ditunjukkan dengan terbentuknya gas di dalam tabung Durham. Jakarta ______________. Coli. 1994). W. Metode MPN merupakan uji deretan tabung yang menyuburkan pertumbuhan koliform sehingga diperoleh nilai untuk menduga jumlah koliform dalam sampel yang diuji. Dalam uji duga. Mikrobiologi Pangan 1. jika digunakan Lactosa Broth. D and Fricker. . 1997. Dibandingkan dengan hasil praktikum yaitu sebesar 7. Sebagai contoh.yang positif ditumbuhi jasad renik dan pada pengenceran kedua. alasan mendasarnya sich karena beberapa kali muncul pertanyaan akan terminology dari dua kata yang menjadi judul di atas dan ternyata belum banyak yang memahami dengan benar akan hal ini. Metode MPN dapat digunakan untuk menghitung jumlah jasad renik tertentu yang terdapat diantara campuran jasad renik lainnya. semoga dengan adanya tulisan ini akan memberikan rujukan tambahan akan makna maupun hal-hal yang terkait dengan istilah ini. Srikandi. Tabung yang memperlihatkan gas diuji lebih lanjut dengan uji peneguhan. BAB V PENUTUP 1. Analisis Mikroba di Laboratorium. Dalam metode MPN (Most Probable Number) untuk uji kualitas mikrobiologi air dalam praktikum digunakan kelompok koliform sebagai indikator. dapat dikatakan sampel minuman (sirup) masih memenuhi syarat kesehatan untuk dikonsumsi karena kurang dari standar MPN (<20 MPN/100 ml). PT Raja Grafindo Persada. Problem or Solution? The Royal Society of Chemistry. kesembilan tabung menghasilkan 1-0-1 tabung yang positif ditumbuhi jasad renik. Analisis Mikrobiologi Pangan. 1993. uji awal ini disebut uji duga (presumtive test). Coliforms and E. UK Bakteri Coliform Posted by: JavAurora on: 3 Juli 2011 • • In: Ilmiah Comment! Terbersit juga untuk memposting makna dari bakteri coliform. 1994. Untuk uji peneguhan dilakukan untuk meneguhkan bahwa gas yang terbentuk disebabkan oleh kuman koliform dan bukan disebabkan oleh kerja sama beberapa spesies sehingga menghasilkan gas. Uji peneguhan menggunakan BGLB (Briliant Green Bile Lactose Broth) yang diinokulasikan dengan satu mata ose media yang memperlihatkan hasil positif pada uji duga (Lay. C. PT Raja Grafindo Persada. MPN standar Coliform menurut Lampiran Surat Keputusan Dirjen POM no: 03726/B/SK/VII/1989 tentang batas maksimal cemaran mikroba dalam makanan adalah 20 MPN/100 ml. Uji ini diawali dengan memasukkan 10 ml cairan dari sampel ke dalam lauryl tryptose broth. Bibiana. setiap tabung yang menghasilkan gas dalam masa inkubasi diduga mengandung bakteri koliform. 1992. (Fardiaz. Cara ini biasa digunakan untuk menentukan MPN koliform terhadap air atau minuman karena bakteri Coliform termasuk bakteri yang dapat menfermentasi laktosa. Jakarta Lay. Uji dinyatakan positif bila terlihat gas dalam tabung Durham. 2. Jakarta Kay. DAFTAR PUSTAKA Fardiaz. PT Gramedia Pustaka Utama. 1992).2 MPN/100 ml.

Bakteri coliform adalah golongan bakteri intestinal, yaitu hidup dalam saluran pencernaan manusia. Bakteri coliform adalah bakteri indikator keberadaan bakteri patogenik lain. Lebih tepatnya, sebenarnya, bakteri coliform fekal adalah bakteri indikator adanya pencemaran bakteri patogen. Penentuan coliform fekal menjadi indikator pencemaran dikarenakan jumlah koloninya pasti berkorelasi positif dengan keberadaan bakteri patogen. Bakteri coliform merupakan parameter mikrobiologis terpenting bagi kualitas air minum. Kelompok bakteri coliform, antara lain Eschericia coli, Enterrobacter aerogenes, dan Citrobacter fruendii. Keberadaan bakteri di dalam air minum itu menunjukkan tingkat sanitasi rendah. Keberadaan bakteri ini juga menunjukkan adanya bakteri patogen lain, misalnya, Shigella, yang menyebabkan diare hingga muntaber. Bakteri coliform timbul karena buangan kotoran manusia dan laundry dari rumah tangga yang merembes dari sungai-sungai dan juga disebabkan oleh pencemaran mata air atau air baku, lemahnya sistem filterisasi. Oleh karena itu, air minum harus bebas dari semua jenis coliform. Semakin tinggi tingkat kontaminasi bakteri coliform, semakin tinggi pula risiko kehadiran bakteri-bakteri patogen lain yang biasa hidup dalam kotoran manusia dan hewan. E. coli jika masuk ke dalam saluran pencernaan dalam jumlah banyak dapat membahayakan kesehatan. Menurut Pelczar & Chan (2008) walaupun E. coli merupakan bagian dari mikroba normal saluran pencernaan, tapi saat ini telah terbukti bahwa galur-galur tertentu mampu menyebabkan gastroeritris taraf sedang hingga parah pada manusia dan hewan. Salah satu contoh bakteri patogen-yang kemungkinan terdapat dalam air terkontaminasi kotoran manusia atau hewan berdarah panas adalah Shigella, yaitu mikroba penyebab gejala diare, deman, kram perut, dan muntah-muntah. Jenis bakteri coliform tertentu, misalnya E coli O:157:H7, bersifat patogen dan juga dapat menyebabkan diare atau diare berdarah, kram perut, mual, dan rasa tidak enak badan. Bakteri coliform ini menghasilkan zat ethionine yang pada penelitian menyebabkan kanker. Bakteri-bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun seperti Indole, skatole yang dapat menimbulkan penyakit bila berlebih didalam tubuh. E. coli dapat menyebabkan diare dengan metode 1) produksi enterotoksin yang secara tidak langsung dapat menyebabkan kehilangan cairan dan 2) invasi yang sebenarnya lapisan epitelium dinding usus yang menyebabkan peradangan dan kehilangan cairan. JAKARTA, KOMPAS.com — Banyaknya jumlah penderita penyakit menular yang ada di Jakarta ternyata 50 persen disebabkan oleh air bersih. Hasil penelitian dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular Kementerian Kesehatan menunjukkan, 100 persen sampel air bersih di DKI Jakarta sudah terkontaminasi bakteri coliform. Selain itu, 5-57 persen sampel air minum di DKI Jakarta ditemukan mengandung senyawa kimia.

"Dengan tingginya angka kontaminasi ini, pola hidup bersih dan sehat harus benar-benar dipraktikkan dalam aktivitas sehai-hari," kata Budi Haryanto dari Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia di Jakarta, Rabu (26/10/2011).
Jika artikel ini bermanfaat bagi anda, silahkan di , Terima Kasih

Perubahan yang terjadi di dalam lingkungan dapat mengakibatkan perubahan sifat morfologi dan sifat fisiologi mikroba. Beberapa golongan sangat tahan terhadap perubahan lingkungan, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan kondisi baru. Adapula golongan mikroba yang sama sekali peka terhadap perubahan lingkungan sehingga tidak dapat menyesuaikan diri. Advertisement Faktor lingkungan sangat penting artinya di dalam usaha mengendalikan kegiatan mikroba baik untuk kepentingan proses ataupun pengendalian. Mikroba memerlukan kondisi lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhannya. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba dapat berupa faktor abiotik (fisikawi maupun kimiawi) dan faktor biotik (meliputi kehidupan aksenik dan adanya asosiasi kehidupan). Faktor abiotik diantaranya temperatur, pH, kebutuhan air, tekanan osmosis dan oksigen molekuler (Suharni, 2009).

Pola Pertumbuhan Mikroba
Pertumbuhan mikroba pada umumnya sangat tergantung dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan, perubahan faktor lingkungan dapat mengakibatkan perubahan sifat morfologi dan fisiologi.

Hal ini dikarenakan, mikroba selain menyediakan nutrient yang sesuai untuk kultivasinya, juga diperlukan faktor lingkungan yang memungkinkan pertumbuhan optimumnya. Mikroba tidak hanya bervariasi dalam persyaratan nutrisinya, tetapi juga menunjukkan respon yang berbeda – beda. Untuk berhasilnya kultivasi berbagai tipe mikroba, diperlukan suatu kombinasi nutrient serta faktor lingkungan yang sesuai pernyataan (Pelczar dan Chan, 2006). Kemampuan mikroorganisme untuk tumbuh dan tetap hidup merupakan hal yang penting dalam ekosistem pangan. Suatu pengetahuan dan pengertian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan tersebut sangat penting untuk mengendalikan hubungan antara mikroorganisme ==>>makanan ==>>manusia. Beberapa faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme meliputi suplai zat gizi, waktu, suhu, air, pH, dan tersedianya oksigen (Buckle, 1985). Enzim, sistem transport elektron dan sisem transport nutrien pada membran sel bakteri sangat peka terhadap konsentrasi ion hidrogen (pH). Selama pertumbuhan, mikrobia dapat menyebabkan perubahan pH medium sehingga tidak sesuai lagi untuk pertumbuhan. Oleh karena itu perlu diberi bufer di dalam medium untuk mencegah perubahan pH. Berdasarkan pH minimum, optimum dan maksimum untuk pertumbuhan, mikrobia digolongkan ke dalam mikrobia asidofilik, neutrofilik dan mikrobia alkalinofilik. Tiap mikroba mempunyai kisaran pH tertentu untuk pertumbuhannya. Biasanya pH untuk bakteri 6,5-7,5, khamir 4,0-4,5, jamur benang dan aktinomisetes pada pH yang lebih luas 2,0-8,0 (Suharni, 2009).

Penentuan pH optimum Suatu Organisme
Sebagian organisme memiliki rentan pH optimum yang cukup sempit. Penentuan pH optimum untuk setiap species harus ditentukan secara empirik. Sebagian besar organisme (neutrofil) tumbuh baik pada pH 6,0 – 8,0, meskipun ada pula (asidopil) yang memiliki pH 10,5. Mikroorganisme mengatur pH internalnya terhadap rentang nilai pH eksternalnya yang cukup luas. Organisme asidofil mempertahankan pH internal kira-kira 6,5, dengan pH eksternalnya berkisar antara 1,0 – 5,0. Organisme neutrofil mempertahankan pH internal kirakira 7,5, dengan pH eksternal sekitar 5,5 – 8,5 dan organisme alkalofil mempertahankan pH internal kira-kira 9,5 dengan pH eksternal 9,0 – 11,0. pH internal diatur oleh rangkaian sistem pengangkutan proton berpangkat ATP primer dan penukaran Na+ / H+. Sistem pertukaran K+ / H+ diduga juga ikut mengatur pH internal pada organisme neutrofil (Brooks dkk, 1994). Di antara semua ion, ion H+ dan OH- adalah ion-ion yang paling penting, oleh sebab itu perubahan kadar yang kecil saja sudah menimbulkan pengaruh yang besar. Karena alasan ini adalah amat penting untuk menggunakan nilai pH awal yang optimum dan mempertahankannya sepanjang pertumbuhan. Kebanyakan organisme hidup paling baik, kalu kadar ion H+ dan ion OH- sama (pH=7). Banyak bakteri mengutamakan nilai pH yang lenih tinggi, jadi lingkungan yang basa lemah, seperti misalnya penitrifikasi, Rhizobium, Actinomyceten, bakteri pengurai ureum. Hanya sedikit yang tahan asam atau bahkan asidofil. Cendawan-cendawan mengutamakan nilai pH

fisiologi mikroba. Kerja dari bahan-bahan kimia antimikroba ini dapat bersifat khas yaitu hanya efektif pada jenis-jenis mikroorganisme tertentu. Akibatnya mungkin disebabkan oleh kerusakan pada membran sel atau oleh tindakan pada protein sel atau pada gen yang khas yang berakibat kematian atau mutasi (Volk dan Wheeler. Kimia Analitik. Desinfektan adalah bahan kimia yang dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme. perubahan ini disebut perubahan secara kimia. contoh antibiotika. dapat dalam bentuk simbiose. waktu penggunaan dan faktor-faktor lingkungan lainnya seperti pH (Buckle. industri pengolahan. bakteriostatik. jika media biak dengan berbagai pH ditanam dengan tanah. tekanan osmotik. Faktor utama yang menentukan bagaimana desinfektan bekerja adalah kadar dan suhu desinfektan. kelembaban. atmosfer gas. Desinfeksi adalah proses penting dalam pengendalian penyakit. Kimia Organik. 1993). Evektivitas dari setiap bahan antimikroba ini tergantung pada jumlah yang digunakan. Mekanisme kerja desinfektan mungkin beraneka dari satu desinfektan ke yang lain. halogen. 1994). pH. Berbagai logam. 1985). sedangkan bakterisidal dan fungisidal adalah bahan-bahan kimia yang dapat membunuh bakteri atau kapang. Jadi terlihat sejumlah faktor harus diperhatikan untuk melaksanakan tugas sebaik mungkin dalam perangkat suasana yang ada. akan tetapi juga mempengaruhi keadaan lingkungan. sinar gelombang dan pengeringan) serta faktor kimia (misal: adanya senyawa toksik atau senyawa kimia lainnya (Hadioetomo. sinergisme. sedangkan pada pH 8. antibiose dan sintropisme.0 terutama bakteri (Schlegel.0 yang berkembang terutama cendawan. Sedangkan faktor-faktor abiotik terdiri atas faktor fisika (misal: suhu. yaitu. dan keadaan bahan yang didesinfeksi. karena tujuannya adalah perusakan agen–agen patogen. Sebagai contoh antibiotika jenis penisilin dan tetrasiklin hanya dapat membunuh bakteri tetapi tidak membunuh khamir atau kapang. Adapun faktor-faktor lingkungan dapat di bagi atas faktor-faktor biotik dan faktor-faktor abiotik. pertumbuhan mikroorganisme . Tags: agen–agen kimia. fenol. jumlah dan tipe mikroorganisme yang ada. Berbagai istilah digunakan sehubungan dengan agen–agen kimia sesuai dengan kerjanya atau organisme khas yang terkena. Kehidupan bakteri tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan. alkohol. Di mana. Bahan-bahan kimia yang bersifat bakteriostatik atau fungistatik adalah bahan-bahan kimia yang dipergunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri atau kapang. golongan mikroba. faktor-faktor biotik terdiri atas makhluk-makhluk hidup. Bakteri dapat mengubah pH dari medium tempat ia hidup.rendah. 1985). mencakup adanya asosiasi atau kehidupan bersama antara mikroorganisme. maka pada pH 5. faktor abiotik. asam. Kimia Anorganik. Beberapa bahan yang bersifat spektrum luas seperti hipoklorit dapat mematikan lebih banyak mikroorganisme. waktu yang diberikan kepada desinfektan untuk bekerja. deterjen dan antibiotika mempunyai efek antimikroba yang dipergunakan dalam industri pengolahan bahan pangan atau desinfeksi dan sanitasi alat-alat pengolahan dan ruangan-ruangan pabrik atau kadang-kadang sebagai bahan yang ditambahkan dalam bahan pangan sebagai zat pengawet.

daging. 1987). Untuk itu diperlukan langkah-langkah untuk membuat makanan tetap awet dan bebas dari kontaminasi mikroba patogen. juga merupakan sumber makanan bagi perkembangan mikroorganisme. Pemeriksaan morfologi bakteri ini perlu.artikelkimia. lebih-lebih jika yang akan diperiksa itu merupakan bakteri patogen. Pemeriksaan bakteri hidup harus dikerjakan dengan hati-hati. . . maka bakteri dapat diperiksa dalam keadaan hidup atau mati.Untuk mengetahui cara pembuatan media agar pada penangkapan mikroba. Pada kenyataanya sedikit sekali lingkungan yang bersih dari bakteri. Medium yang paling banyak digunakan dalam pekerjaan rutin laboratorium adalah kaldu cair dan kaldu agar. Secara sederhana suatu contoh suspensi sel atau bahan pangan homogenat diinokulasi ke dalam atau ke atas media nutrient agar dan setelah diinkubasi.http://www. Tidak hanya bakteri yang menggunakan bahan makanan untuk hidup dan berkembang tetapi juga jamur dan kapang. Untuk mengetahui sifat-sifat morfologi bakteri. .. dihasilkan oleh alga laut dan digunakan untuk pemadat pada makanan. yaitu alat serupa tangki minyak yang dapat diisi dengan uap. Untuk mensterilkan medium dapat dilakukan dengan autoclave. Bahan pangan selain merupakan sumber gizi bagi manusia. Disamping itu juga perlu pengenalan sifat-sifat fisiologisnya bahkan sifat-sifat fisiologis ini kebanyakan merupakan faktor terentu dalam mengenal nama spesies suatu bakteri. untuk mengenal nama bakteri. Adanya bakteri dalam bahan pangan dapat mengakibatkan pembusukan yang tidak diinginkan atau dapat menimbulkan penyakit yang ditularkan melalui makanan atau dapat melangsungkan fermentasi. Keunggulan agar yaitu mencair pada suhuy yang . Tujuan percobaan . Agar-agar merupakan kompleks merupakan kompleks polisakarida. et al.Untuk mengetahui cara perhitungan mikroba. sayur-sayuran dan sisa-sisa makanan yang dibuat oleh manusia aaupun ramu-ramuan. Medium yang akan disterilkan ditempatkan didalam autoclave selama 15 sampai 20 menit.info/faktor-faktor-yg-mempengaruhi-pertumbuhan-mikroba57451931082011 Media Agar dan Penanaman Mikroba PENDAHULUAN Dasar makanan yang baik bagi pemiaraan bakteri adalah medium yang mengandung zat-zat organic seperti buah.Untuk mengetahui cara penangkapan mikroba dengan menggunakan media agar.Untuk membuktikan ada tidaknya mikroba pada bahan (Daging Sapi). Tanggal Percobaan Dimulai 07 November 2008 Tanggal Percobaan Selesai 10 November 2008 TINJAUAN PUSTAKA Mungkin yang yang paling sering dan banyak digunakan adalah prosedur perhitungan dengan penumbuhan dalam agar. Media merupakan bahan nutrisi yang disiapkan unutk pertumbuhan mikroba. jumlah koloni yang terbentuk dihitung (Buckle.

yang meliputi air.Blender . Nutrien ini adalah degradasi dari nutrien dengan molekul yang kompleks.Aquadest .BTB (Brom Timol Blue) . Medium yang digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan mikroorganisme tersebut harus sesuai susunanya dengan kebutuhan jenis-jenis mikroorganisme yang bersangkutan. dan bahan organik lainnya. Beberapa mikroorganisme dapat hidup baik pada medium yang sangat sederhana yang hanya mengandung garam anargonik di tambah sumber karbon organik seperti gula. mineral dan faktor tumbuh (Anonimous. 1998). idealnya jumlah koloni pada plate adalah kuadrat dari jumlah sel yang diinokulasi pada media (Black. Secara teori.sama dengan air. 1999) Mikroorganisme yang merusak daging dapat berasal dari infeksi dan ternak hidup dan kontaminasi daging postmortem. Untuk mendukung pertumbuhan mikroba. Nutrien dalam medium harus memenuhi kebutuhan dasar makhluk hidup. sebuah media harus menyediakan sumber energi seperti karbon. fosfor.Autoclave .Agar .1993).Botol whaeton .Oven . Mikroorganisme dapat ditumbuhkan dan dikembangkan pada suatu substrat yang disebut medium. Kontaminasi permukaan daging atau karkas dapat terjadi sejak penyembelihan ternak hingga daging dapat dikonsumsi (Soeparno. masing-masing sel sukses untuk dikembangkan papad media padat yang membantu pertumbuhannya. 2006).Petridish . energi.NaCl . Medium harus mengandung nutrien yang merupakan substansi dengan berat molekul rendah dan mudah larut dalam air.Buffer fosfat Alat . Jadi dengan inkubasi. 2002) Pengukuran yang paling akurat untuk menghitung jumlah mikroba yang hidup biasanya menggunakan plate count.Termometer .Pepton . nitrogen.Pipet tetes . Sedangkan mikroorganime lainnya memerlukan suatu medium yang sangat kompleks yaitu berupa medium ditambahkan darah atau bahan-bahan kompleks lainnya (Volk and Wheeler. namun tetap dalam keadaan cair sampain suhu 40 0C ( Suryanto dan Munir. 2008). karbon. sulfur. Media kimia diartikan salah satu media yang menggunakan bahan kimia yang telah diketahui (Tortora. BAHAN DAN METODA Bahan .Inkubator .Daging Reagensia .Corong .

penyebaran. Keuntungannya yaitu dibuat sangant peka dengan penggunaan volume inokulum contoih yang besar . Hal diatas adalah dengan menggunakan metode agar. Agar adalah komlekss polisakarida. Media kimia yaitu media yang harus mempertimbangkan penyediaan energi yaitu sumber karbon. dengan cara diblender .Hot plate .Sendok] Prosedur Percobaan Pembuatan ekstrak daging . Metode ini larutan yang mengandung mikroba disaring dengan menggunakan membrane steril atau filter yang mempunyai ukuran pori-pori yang kecil. Hal ini biasanya dilakukan untuk menhitung jumlah bakteri dalam suatu bahan pangan. 3.Kain saring . diambil suspensi 2 hari yang lau . Jenis-jenis media yaitu : 1. Media Anaerobik yaitu media yang mengandung bahan seperti natrium tioglikolat yang dapat berikatan dengan oksigen terlarut dan menghilangkan oksigen pada medium. .Ditambahkan aquadest 10 ml . tumbuhan.Timbangan . 4. dan penetesan. 2. atau kultur protein.Dimasukkan dalam botol wheatone .Dipanaskan dalam autoclave pada suhu 121oC selama 15 menit Pembuatan media agar .Diamati dan dihitung dengan koloni counter Rumus FP = faktor Pengencer PEMBAHASAN Perhitungan secara penumbuhan dalam cawan petri dapat dilakukan dengan menggunakan tiga metoda yaitu metoda penuangan. daging sapi. 5. 6.Diinkubasi selam 24 sampai 38 jam dengan cawan terletak terbalik . Sehingga mikroba akan tertinggal pada membran.Dituang dalam cawan petridish yang telah dimasukkan suspensi sebanyak 5 ml Penanaman media .Disterilisasi dalam autoclave pada suhu 121oC selama 15 menit .Beaker glass . dapat menggunakan media selektif. dihasilkan oleh alga laut dan digunakan untuk pemadat pada makanan.Diambil suspensi bakteri yang telah diencerkan 2 kali . Cara lain adalah dengan tenik MPN (most proable number) yaiu metode perhitungan dengan pengenceran larutan yang mengandung mikroba sampai steril.Koloni counter . Cara lain adalah dengan penyaringan dengan membran. Media diferensial yaitu media yang dibuat untuk memudahkan mengenali koloni organisme yang diinginkan.Diambil PCA (agar) .Dihilangkan lemak pada daging. Media kompleks yaitu media biasanya terdiri dari ekstrak yeast. Media merupakan bahan nutrisi yang disiaokan untuk pertumbuhan mikroba. sulfur dan fosfor. nitrogen..Dari 3 pengenceran. Media selektif yaitu media yang dibuat untuk menekan pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan dan meningkatkan pertumbuhan bakteri yang diinginkan.

Suhu Suhu sangat penting bagi pertumbuhan mikroba. khamir dan kapang. Pertumbuhan bakteri membentuk suatu kurva atau fase logritmik. Waktu Tentu saja seriap makhluk hidup termasuk mikroba membutuhkan waktu untuk berkembang biak.Fase menurun : sel-sel yang berada pada fase tetap akhirnya mati bila tiodak dipindahkan ke media lainnya.Fase tetap : dimana mikroba tidak lagi tumbuh. Jadi dengan adanya zat gizi yang cukup maka pertumbuhan mikroba akan sangat cepat. Khamir : bagian dari fungi (Jamur) yang tersusun dari satu sel atau uni seluler. 2.Anaerobik fakultatif : dimana oksigen digunakan akan dipergunakan apabila tersedia. . Mikroorganisme yang terdapat pada makanan antara lain bakteri. Jamur ada yang uniseluler dan ada yang multiseluler. Hal ini terjadi karena zat gizi yang ada telah habis atau penimbunan zat racun sebagai hasil akhir. 5. Hidup bebas dan terdapat di mana-mana. Radiasi Fase pertumbuhan bakteri adalah : . 6. Faktor-faktor kimia 8. Ketersediaan Oksigen Mikroba terbagi atas beberapa kelompok : . Suplai zat gizi Mikroorganisme membutuhkan makanan sama seperti mahkluk lainnya.Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba yaitu : 1.Fase log : setelah beradaptasi. cli yang biasanya . Mikroba terdiri dari : 1. 4. sel-sel akan tumbuh dan membelah diri secara eksponensial. Kapang : bagian dari fungi yang tersusun atas banyak sel (multiseluler). Ia tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat dikatakan sebagi tumbuhan. Bakteri : mikroorganisme bersel satu. Jamur : organisme eukariotik yang merupakan organisme pengurai.0. prokariotik yang paling sederhana. apabila suhu naik maka metabolisme naik dan pertumbuhan dipercepat atau apabila suhu naik atau turun sel berhenti melakukan kegiatan metabolisme. . miseliumnya berwarna-warni sehingga mudah dikenali. Aktifitas air Semua organisme membutuhkan air pada proses metabolisme. Makanan yang banyak mengandung karbohidrat akan mudah terkontaminasi jamur sedangkan makanan yang banyak mengandung protein akan lebih mudah terkontaminasi oleh bakteri.Mikroerofilik : mikroba yang lebih dapat tumbuh dengan kadar oksigen lebih rendah daripada yang di atmosfer. . jika tidak tersedia maka akan terus anaerobik.Anaerobik : tidak dapat tumbuh dengan adanya oksigen. . Nilai pH Nilai pH untuk pertumbuhan bakteri adalah sekitar atau berkisar antara pH 6.Fase lambat : fase adaptasi mikroba dengan media. 2. 4. bahkan oksigen merupakan racun baginya. Bakteri patogen yang terdapat dalam makanann misalnya E. Jenis mikroba yang berbeda membutuhkan air yang berbeda. 7. 3.0-8. Aktifitas air adalah jumlah air yang terdapat dalam bahan pangan. . .Aerobik : membutuhkan udar unutk kegiatan metabolismenya. 3.

Suryanto. USU-Press. coli yang ada pada sumur sampel.com. [22 September 2008]. R. J. Staphylococcus aureus ditemukan pada makanan yang mengandung perotein tinggi misalnya telur. Addison Wesley Longman. Wheeler.disebaqkan oleh konsumsi air yang terkontaminasi. Munir. dan M. Penerbit Erlangga. A. L. bahkan oleh semua mahluk hidup sehingga harus dikelola dan dilestarikan dengan baik. Pembiakan dengan Media Agar. da sebagainya. and Wooton. Purnomo dan Adiono. anaerob fakultatif dan mikroerofilik. G.. oksigen 4. DAFTAR PUSTAKA Anonimous. R. air harus memenuhi persyaratan baik fisika. Mikrobiologi Dasar. 5. media kimia. 2002. New York. F. http://yahoo. Fase pertumbuhan bakteri adalah fase lambat. Microbiology : Principles and Exploration. media kompleks dan media diferensial 6. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri adalah zat gizi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dan mengetahui data tentang aktifitas penduduk. sistem pembuangan limbah rumah tangga yang ada serta dapat mengetahui korelasi atau hubungannya dengan kadar jumlah bakteri E. 2011 by formula1girl_9588 Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk hajat hidup orang banyak. Jakarta Total Coliform dalam Air Tanah Posted on February 2. kualitas air alamiah dan juga karakteristik akifer. Ilmu dan Teknologi Daging. K. aktifitas air. UI-Press. Jakarta. A. Bahan Ajar : Mikrobiologi. A. Agar adalah kompleks polisakarida. Penerjemah H. 2006. Prentice Hall. KESIMPULAN 1. dan E. 7. 1987. 2. media anaerob. Dari segi kualitas. fase tetap dan fase menurun.. 3. Fleet. Berdasarkan ketersediaan oksigen mikroba terbagi atas bakeri aerobik. Permasalahan yang dihadapi kualitas air tanah dapat disebabkan faktor-faktor seperti kepadatan penduduk.New Jersey. Black. 20008. D. 1999. Clostridium botulinum sering terdapat pada makanan yang telah diolah misalnya dikalengkan atau difermentasi. aktifitas penduduk dan sistem sanitasi/sistem pembuangan limbah rumah tangga. sosis. Soeparno. Microbiology : An Introduction. 1989. fase lag. Gajah Mada University Press. Jumlah mikroba pada larutan rendaman daging dengan penceran 10-1 adalah 410 CPU/ml sedangkan pada pengenceran 10-2 adalah 7700 CPU/ml. Karakteristik akifer mempunyai peranan dalam proses dalam pembentukan air tanah sehingga perlu diperhatikan tipe akifer . Ilmu Pangan. suhu. Medan. Yogyakarta. G.. Dalam pemenuhan syarat kualitas air harus diperhatikan karakteristik fisik perairan. dihasilkan oleh alga laut dan digunakan untuk pemadat pada makanan. Tortora. Media agar merupakan salah satu media untuk menanam dan mengitung jumlah bakteri. B. 1998. Edwards. waktu. and C. kepadatan penduduk. anaerobik. mikrobiologi dan radioaktif.. Jenis-jenis media adalah media agar. media selektif. Case. Volk. Buckle. Permasalahan utama yang dihadapi sumber daya air meliputi permasalahan kuantitas dan kualitas air. Funke. kimia. J. W.H. G.

Sistem sanitasi/sistem pembuangan limbah rumah tangga penduduk merupakan hal yang penting dalam menjaga kualitas air tanah karena sistem pembungan limbah yang tidak baik akan menyebabkan kontaminasi terhadap kualitas air tanah. Aktifitas penduduk dapat mempengaruhi kualitas air tanah karena semua aktifitas penduduk dapat menghasilkan limbah domestik yang berbeda-beda. Perkarangan rumah yang sempit menyebabkan penduduk banyak yang membuat septictank di rumahnya dengan letak dekat sumur air bersih. Kondisi sistem pembuangan limbah yang buruk ini dapat menyebabkan tingginya kontaminasi dan pengaruh terhadap kualitas air sumur serta dapat menyebabkan tingginya jumlah bakteri E. Arah aliran air tanah dapat ditentukan dengan metode ”three Point Problem” atau dengan cara membuat garis lurus terhadap garis kontur air tanah.wordpress. Dari penelitian dapat dihasilkan data tentang titik lokasi sampel. Dalam penganalisaan data primer dapat diketahui data kependudukan.dan zona akifernya. Kondisi ini perlu menjadi perhatian dan penanganan yang khusus baik oleh masyarakat maupun pemerintah agar dapat terciptanya kualitas air tanah yang memenuhi standar kualitas sanitasi. Kepadatan penduduk juga menyebabkan semakin tingginya aktifitas penduduk yang berakibat pada meningkatnya jumlah limbah rumah tangga penduduk yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan penduduk tersebut.com/2010/09/08/kajian-kualitas-air-tanah-ditinjau-dariparameter-bakteri-escherichia-coli-e-coli/ LAMPIRAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 82 TAHUN 2001 TANGGAL 14 DESEMBER 2001 . coli dilaksanakan secara deskriptif dengan pertimbangan baku mutu air bersih sesuai Golongan I Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001. sistem sanitasi serta persepsi atau pengetahuan masyarakat tentang sanitasi. Kepadatan penduduk menyebabkan lahan banyak digunakan untuk pemukiman dan pembangunan sehingga jarak antar rumah semakin dekat serta perkarangan rumah juga menjadi semakin sempit. Faktor-faktor yang mempengaruhi titik sampel dengan jumlah bakteriE. coli yaitu jarak septictank jauh. baku mutu lingkungan serta mencegah terjadinya pencemaran kualitas air tanah tersebut. status rumah dan fasilitas umum. Sedangkan pada aktifitas penduduk yang tidak melibatkan banyak penduduk seperti aktifitas pertanian limbah yang dihasilkan tidak banyak sehingga kurang mempengaruhi kualitas air tanah disekitarnya. coli di daerah penelitian. penghitungan elevasi air tanah. serta nilai jumlah bakteri E. Arah aliran tanah tersebut disebabkan gerakan air tanah karena potensi kelembaban total dan kemiringan dua titik atau lokasi dalam lapisan tanah. coli yang ada pada sumur sampel di daerah penelitian. Analisa terhadap kadar jumlah bakteri E. Semakin tinggi tingkat aktifitas penduduk yang banyak melibatkan penduduk berarti semakin banyak limbah domestik yang dihasilkan penduduk dan menyebabkan semakin besar dampak yang akan ditimbulkan terhadap kualitas air tanah/sumur yang ada di sekitarnya. dan konstruksi ring sumur. jawaban kuisioner yang telah dibagikan kepada penduduk. Prinsip dasar dalam membuat arah aliran air tanah yaitu pergerakan air dari tempat tinggi ke tempat yang rendah. aktifitas penduduk sekitar yang tidak banyak melibatkan penduduk seperti pertanian. http://uripsantoso. pembuangan limbah rumah tangga melalui saluran pembuangan yang sesuai dengan kriteria. tingkat sosila ekonomi dan pendidikan masyarakat.

Fe ≤ 5 mg/L Apabila secara alamiah di luar rentang tersebut.01 0.02 6-9 3 25 4 0. kandungan amonia bebas untuk ikan yang peka ≤ 0.05 0.05 0. Cu ≤ 1 mg/L Bagi pengolahan air minum secara konvensional. maka ditentukan berdasarkan kondisi alamiah o SATUAN I KELAS II III KETERANGAN IV Deviasi temperatur dari keadaan almiahnya Bagi pengolahan air minum secara konvesional.05 0.5 0.05 0. residu tersuspensi ≤ 5000 mg/ L C deviasi 3 deviasi 3 deviasi 3 deviasi 5 1000 50 1000 50 1000 400 2000 400 mg/ L mg/L Angka batas minimum Bagi perikanan.2 (-) 1 0.2 (-) 1 0.2 10 0.2 10 (-) 1 0.2 1 1 0.01 0.2 Bagi pengolahan air minum secara konvensional.01 0.01 0.02 5-9 12 100 0 5 20 (-) 1 0.02 6-9 6 50 3 1 20 (-) 1 0.TENTANG PENGELOLAAN KUALITAS AIR DAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR Kriteria Mutu Air Berdasarkan Kelas PARAMETER FISIKA Tempelatur Residu Terlarut Residu Tersuspensi KIMIA ANORGANIK pH BOD COD DO Total Fosfat sbg P NO 3 sebagai N NH3-N Arsen Kobalt Barium Boron Selenium Kadmium Khrom (VI) Tembaga mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 6-9 2 10 6 0.02 mg/L sebagai NH3 Besi mg/L 0.01 0.3 (-) (-) (-) .01 0.2 (-) 1 0.05 0.05 0.05 0.

002 1 (-) 0.1 1 1000 200 1 210 (-) (-) 2 (-) .02 1.03 (-) 0.5 0.Gross-B KIMIA ORGANIK Minyak dan Lemak Detergen sebagai MBAS Senyawa Fenol sebagai Fenol BHC Aldrin / Dieldrin Chlordane DDT Heptachlor dan heptachlor epoxide mg/L mg/L mg/L mg/L mg/l mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 0.1 mg/L Bagi pengolahan air minum secara konvensional.02 1.5 0.02 0.05 (-) 0.5 0.06 (-) 0.03 0. fecal coliform ≤ 2000 jml / 100 ml 10000 dan total coliform ≤ 10000 jml/100 ml 0.05 600 0.Timbal Mangan Air Raksa Seng Khlorida Sianida Fluorida Nitrit sebagai N Sulfat Khlorin bebas Belereng sebagai H2S MIKROBIOLOGI Fecal coliform -Total coliform -RADIOAKTIVITAS .03 0.06 (-) 0.001 0.03 (-) 0.03 0.1 1 1000 200 1 210 (-) (-) 2 (-) 0.1 1 (-) (-) (-) (-) (-) (-) 2 (-) Bq /L Bq /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L 0. Pb ≤ 0.002 0. S sebagai H2S <0.005 2 (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) Bagi pengolahan air minum secara konvensional.Gross-A .05 (-) 0.03 0.002 0. Zn ≤ 5 mg/L Bagi pengolahan air minum secara konvensional.06 400 0.1 1 1000 200 1 210 17 3 2 18 0.002 0. NO2_N ≤ 1 mg/L Bagi ABAM tidak dipersyaratkan Bagi pengolahan air minum secara konvensional.1 mg/L jml/100 ml jml/100 ml 100 1000 1000 5000 2000 10000 2000 Bagi pengolahan air minum secara konvensional.002 0.1 0.

MEGAWATI SOEKARNO PUTRI KUALITAS DAN KUANTITAS AIR BERSIH UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN MANUSIA 18 01 2010 . Bagi pH merupakan nilai rentang yang tidak boleh kurang atau lebih dari nilai yang tercantum. parameter tersebut tidak dipersyaratkan Tanda ≤ adalah lebih kecil atau sama dengan Tanda < adalah lebih kecil PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd.Lindane Methoxyclor Endrin Toxaphan ug /L ug /L ug /L ug /L 56 35 1 5 (-) (-) 4 (-) (-) (-) 4 (-) (-) (-) (-) (-) Keterangan : mg ug ml L Bq MBAS ABAM = miligram = mikrogram = militer = liter = Bequerel = Methylene Blue Active Substance = Air Baku untuk Air Minum Logam berat merupakan logam terlarut Nilai di atas merupakan batas maksimum. Arti (-) di atas menyatakan bahwa untuk kelas termasuk. kecuali untuk pH dan DO. Nilai DO merupakan batas minimum.

dan sebagainya serta kualitas biologi diman air terbebas dari mikroorganisme penyebab penyakit. Tubuh orang dewasa. sehingga mengakibatkan jumlah kebutuhan air (Suriawiria. air bersih juga harus tersedia dalam jumlah yang memadai sesuai dengan aktifitas manusia pada tempat tertentu dan kurun waktu tertentu. Sehingga untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya manusia berupaya mendapatkan air yang cukup bagi dirinya (Suharyono. kulitas kimia yang terdiri atas pH. Jumlahpenduduk dunia setiap hari bertambah. Agar kelangsungan hidup manusia dapat berjalan lancar. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan industri terdapat pengertian mengenai Air Bersih yaitu air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapatdiminum apabila dimasak. Sebagian besar tubuh manusia itu sendiri terdiri dari air. Semakin maju tingkat kebudayaan masyarakat maka penggunaan air makin meningkat. Kata Kunci : Kualitas. mandi. karena air dipergunakan pula untuk mencuci. Tubuh manusia rata-rata mengandung air sebanyak 90 % dari berat badannya. tidak ada satupun makhluk hidup di dunia ini yang tidak membutuhkan air. Semakin tinggi taraf kehidupan seseorang semakin meningkat pula kebutuhan manusia akan air. irigasi. ada bebarapa persyaratan yang harus dipenuhi. membersihkan peralatan. Dalam menjalankan fungsi kehidupan sehari-hari manusia amat tergantung pada air. Bagi manusia kebutuhan akan air sangat mutlak karena sebenarnya zat pembentuk tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air yang jumlahnya sekitar 73% dari bagian tubuh. . Air bersih dibutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan manusia untuk melakukan segala kegiatan mereka. kesadahan. Ditinjau dari segi kualitas. Sedangkan kuantitas menyangkut jumlah air yang dibutuhkan manusia dalam kegiatan tertentu. Manfaat lain dari air berupa pembangkit tenaga. untuk anak-anak sekitar 65% dan untuk bayi sekitar 80% . Sehingga perlu diketahui bagaimana air dikatakan bersih dari segi kualitas dan bisa digunakan dalam jumlah yang memadai dalam kegiatan sehari-hari manusia. warna dan rasa. berat badan terdiri dari air. dan lain sebagainya. Air adalah materi esensial didalam kehidupan.12 Votes RICA DENIS (E2A009016) ABSTRAK Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu. Air di dalam tubuh manusia berfungsi sebagai pengangkut dan pelarut bahan-bahan makanan yang penting bagi tubuh. sekitar 55-60%.1996: 3). setiap tingkatan kehidupan atau setiap bangsa dan negara. Air. Manusia Air sebagai materi esensial dalam kehidupan tampak dari kebutuhan terhadap air untuk keperluan sehari-hari di lingkungan rumah tangga ternyata berbeda-beda di setiap tempat. di antaranya kualitas fisik yang terdiri atas bau. 1996). dan lain sebagainya yang sejenis dengan ini. alat transportasi.

Kebutuhan air yang paling utama bagi manusia adalah air minum. Menurut ilmu kesehatan setiap orang memerlukan air minum hidup 2-3 minggu tanpa makan tetapi hanya dapat bertahan 2-3 hari tanpa air minum (Suripin, 2002). Air merupakan faktor penting dalam pemenuhan kebutuhan vital bagi mahluk hidup diantaranya sebagai air minum atau keperluan rumah tangga lainnya. Air yang digunakan harus bebas dari kuman penyakit dan tidak mengandung bahan beracun. Sumber air minum yang memenuhi syarat sebagai air baku air minum jumlahnya makin lama makin berkurang sebagai akibat ulah manusia sendiri baik sengaja maupun tidak disengaja. Upaya pemenuhan kebutuhan air oleh manusia dapat mengambil air dari dalam tanah, air permukaan, atau langsung dari air hujan. Dari ke tiga sumber air tersebut, air tanah yang paling banyak digunakan karena air tanah memiliki beberapa kelebihan di banding sumbersumber lainnya antara lain karena kualitas airnya yang lebih baik serta pengaruh akibat pencemaran yang relatif kecil. Akan tetapi air yang dipergunakan tidak selalu sesuai dengan syarat kesehatan, karena sering ditemui air tersebut mengandung bibit ataupun zat-zat tertentu yang dapat menimbulkan penyakit yang justru membahayakan kelangsungan hidup manusia. Berdasarkan masalah di atas, maka perlu diketahui kualitas air yang bisa digunakan untuk kebutuhan manusia tanpa menyebabkan akibat buruk dari penggunaan air tersebut. Kebutuhan air bagi manusia harus terpenuhi baik secara kualitas maupun kuantitasnya agar manusia mampu hidup dan menjalankan segala kegiatan dalam kehidupannya. Ditinjau Dari Segi Kualitas (Mutu) Air Secara langsung atau tidak langsung pencemaran akan berpengaruh terhadap kualitas air. Sesuai dengan dasar pertimbangan penetapan kualitas air minum, usaha pengelolaan terhadap air yang digunakan oleh manusia sebagai air minum berpedoman pada standar kualitas air terutama dalam penilaian terhadap produk air minum yang dihasilkannya, maupun dalam merencanakan sistem dan proses yang akan dilakukan terhadap sumber daya air (Razif, 2001:4).

Persyaratan Kualitas Air
Parameter Kualitas Air yang digunakan untuk kebutuhan manusia haruslah air yang tidak tercemar atau memenuhi persyaratan fisika, kimia, dan biologis. 1. Persyaratan Fisika Air Air yang berkualitas harus memenuhi persyaratan fisika sebagai berikut: 1. Jernih atau tidak keruh Air yang keruh disebabkan oleh adanya butiran-butiran koloid dari tanah liat. Semakin banyak kandungan koloid maka air semakin keruh. 1. Tidak berwarna

Air untuk keperluan rumah tangga harus jernih. Air yang berwarna berarti mengandung bahan-bahan lain yang berbahaya bagi kesehatan. 1. Rasanya tawar Secara fisika, air bisa dirasakan oleh lidah. Air yang terasa asam, manis, pahit atau asin menunjukan air tersebut tidak baik. Rasa asin disebabkan adanya garam-garam tertentu yang larut dalam air, sedangkan rasa asam diakibatkan adanya asam organik maupun asam anorganik. 1. Tidak berbau Air yang baik memiliki ciri tidak berbau bila dicium dari jauh maupun dari dekat. Air yang berbau busuk mengandung bahan organik yang sedang mengalami dekomposisi (penguraian) oleh mikroorganisme air. 1. Temperaturnya normal Suhu air sebaiknya sejuk atau tidak panas terutama agar tidak terjadi pelarutan zat kimia yang ada pada saluran/pipa, yang dapat membahayakan kesehatan dan menghambat pertumbuhan mikro organisme. 1. Tidak mengandung zat padatan Air minum mengandung zat padatan yang terapung di dalam air. 1. Persyaratan Kimia Kandungan zat atau mineral yang bermanfaat dan tidak mengandung zat beracun. 1) pH (derajat keasaman) Penting dalam proses penjernihan air karena keasaman air pada umumnya disebabkan gas Oksida yang larut dalam air terutama karbondioksida. Pengaruh yang menyangkut aspek kesehatan dari pada penyimpangan standar kualitas air minum dalam hal pH yang lebih kecil 6,5 dan lebih besar dari 9,2 akan tetapi dapat menyebabkan beberapa senyawa kimia berubah menjadi racun yang sangat mengganggu kesehatan. 2) Kesadahan Kesadahan ada dua macam yaitu kesadahan sementara dan kesadahanvnonkarbonat (permanen). Kesadahan sementara akibat keberadaan Kalsium dan Magnesium bikarbonat yang dihilangkan dengan memanaskan air hingga mendidih atau menambahkan kapur dalam air. Kesadahan nonkarbonat (permanen) disebabkan oleh sulfat dan karbonat, Chlorida dan Nitrat dari Magnesium dan Kalsium disamping Besi dan Alumunium. Konsentrasi kalsium dalam air minum yang lebih rendah dari 75 mg/l dapat menyebabkan penyakit tulang rapuh, sedangkan konsentrasi yang lebih tinggi dari 200 mg/l dapat menyebabkan korosifitas pada pipa-pipa air. Dalam jumlah yang lebih kecil magnesium dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan tulang, akan tetapi dalam jumlah yang lebih besar 150 mg/l dapat menyebabkan rasa mual.

3) Besi Air yang mengandung banyak besi akan berwarna kuning dan menyebabkan rasa logam besi dalam air, serta menimbulkan korosi pada bahan yang terbuat dari metal. Besi merupakan salah satu unsur yang merupakan hasil pelapukan batuan induk yang banyak ditemukan diperairan umum. Batas maksimal yang terkandung didalam air adalah 1,0 mg/l 4) Aluminium Batas maksimal yang terkandung didalam air menurut Peraturan Menteri Kesehatan No 82 / 2001 yaitu 0,2 mg/l. Air yang mengandung banyak aluminium menyebabkan rasa yang tidak enak apabila dikonsumsi. 5) Zat organik Larutan zat organik yang bersifat kompleks ini dapat berupa unsur hara makanan maupun sumber energi lainnya bagi flora dan fauna yang hidup di perairan 6) Sulfat Kandungan sulfat yang berlebihan dalam air dapat mengakibatkan kerak air yang keras pada alat merebus air (panci / ketel)selain mengakibatkan bau dan korosi pada pipa. Sering dihubungkan dengan penanganan dan pengolahan air bekas. 7) Nitrat dan nitrit Pencemaran air dari nitrat dan nitrit bersumber dari tanah dan tanaman. Nitrat dapat terjadi baik dari NO2 atmosfer maupun dari pupuk-pupuk yang digunakan dan dari oksidasi NO2 oleh bakteri dari kelompok Nitrobacter. Jumlah Nitrat yang lebih besar dalam usus cenderung untuk berubah menjadi Nitrit yang dapat bereaksi langsung dengan hemoglobine dalam daerah membentuk methaemoglobine yang dapat menghalang perjalanan oksigen didalam tubuh. Chlorida Dalam konsentrasi yang layak, tidak berbahaya bagi manusia. Chlorida dalam jumlah kecil dibutuhkan untuk desinfektan namun apabila berlebihan dan berinteraksi dengan ion Na+ dapat menyebabkan rasa asin dan korosi pada pipa air. 9) Zink atau Zn Batas maksimal Zink yang terkandung dalam air adalah 15 mg/l. penyimpangan terhadap standar kualitas ini menimbulkan rasa pahit, sepet, dan rasa mual. Dalam jumlah kecil, Zink merupakan unsur yang penting untuk metabolisme, karena kekurangan Zink dapat menyebabkan hambatan pada pertumbuhan anak. 1. 3. Persyratan mikrobiologis

Nilai BOD tidak menunjukkan jumlah bahan organik yang sebenarnya tetepi hanya mengukur secara relatif jumlah oksigen yang dibutuhkan. Tidak mengandung bakteri patogen. Phytoplankton colifprm.1995) 1. Kandungan COD dalam air bersih berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 82 / 2001 mengenai baku mutu air minum golongan B maksimum yang dianjurkan adalah 12 mg/l. Penyakit-penyakit ini hanya dapat menyebar apabila mikro penyebabnya dapat masuk ke dalam air yang dipakai masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.20 Tahun 1990 ) Kadar Maksimum Golongan Golongan Golongan Golongan A B C D 1000 1000 1000 No Parameter FISIKA 1 Bau 2 Jumlah zat padat terlarut 3 Kekeruhan 4 Rasa Satuan Mg/L 1000 Skala NTU 5 - . apabila nilai COD melebihi batas dianjurkan. BOD (Biochemical Oxygen Demand) Adalah jumlah zat terlarut yang dibutuhkan oleh organisme hidup untuk memecah bahan – bahan buangan didalam air (Nurdijanto. Standar Kualitas Air di Perairan Umum ( Peraturan Pemerintah No. mikroorganisme tidak tertarik menggunakan bahan organik makin rendah BOD maka kualitas air minum tersebut semakin baik. 1. Vibrio cholera dan lain-lain. 2000 : 15). 2000 : 15).Persyaratan mikrobiologis yangn harus dipenuhi oleh air adalah sebagai berikut: 1. Salmonella typhi. 2. Kuman-kuman ini mudah tersebar melalui air. COD (Chemical Oxygen Demand) COD yaitu suatu uji yang menentukan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bahan oksidan misalnya kalium dikromat untuk mengoksidasi bahan-bahan organik yang terdapat dalam air (Nurdijanto. missalnya: bakteri golongan coli. Cladocera dan lain-lain. Tidak mengandung bakteri non patogen seperti: Actinomycetes. Penggunaan oksigen yang rendah menunjukkan kemungkinan air jernih. (Sujudi. maka kualitas air tersebut buruk. Kandungan BOD dalam air bersih menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No 82 / 2001 mengenai baku mutu air dan air minum golongan B maksimum yang dianjurkan adalah 6 mg/l Adanya penyebab penyakit didalam air dapat menyebabkan efek langsung dalam kesehatan.

1 400 0.2 0.01 0.05 1 5 1.5 0.02 0.1 1 0.05 0.01 1 2 60 0.001 0.01 600 0.01 >=6 0.5 10 1 5–9 0.05 1.03 0.05 6.05 2 0.0003 0.06 6–9 0.0 0.001 0.0 0.02 0.002 1 0.01 5 0.1 400 0.005 1 1.5 0.5 0.003 0.01 5 0.01 0.017 0.05 0.pH 17 Selenium 18 Seng 19 Sianida 20 Sulfat 21 Sulfida sebagao H2S 22 Tembaga 23 Timbal 24 Oksigen terlarut (DO) 25 Nikel 26 SAR (Sodium Absortion Ratio) Kimia Organik 1 Aldrin dan dieldrin 2 Benzona 3 Benzo (a) Pyrene 4 Chlordane (total isomer) 5 Chlordane 6 2.00001 0.05 0.5 1.3 0.5 6 7 Warna Suhu Daya Hantar Listrik Skala TCU 15 o C Suhu udara Umhos/cm 2250 KIMIA anorganik 1 Air raksa 2 Aluminium 3 Arsen 4 Barium 5 Besi 6 Florida 7 Kadmium 8 Kesadahan CaCO3 9 Klorida 10 Kromium valensi 6 11 Mangan 12 Natriun 13 Nitrat sebagai N 14 Nitrit sebagai N 15 Perak 16 .05 - 0.0007 0.042 0.4 D 7 DDT Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.1 1 0.005 0.5 0.1 200 10 1.005 1 0.005 500 250 0.003 0.5 Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.002 .5 – 2.5 – 8.02 0.03 0.03 >3 5–9 0.10 0.002 0.

8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Detergent 1. Kualitas air yang digunakan masyarakat harus memenuhi syarat kesehatan agar dapat terhindar dari berbagai penyakit maupun gangguang kesehatan yang dapat disebabkan oleh air.035 0. meliputi Most Probable Number (MPN) dan angka kuman.1 Dichloroethane Heptachlor heptachlor epoxide Hexachlorobenzene Lindane Metoxychlor Pentachlorophenol Pestisida total 2.002 0.00001 0.01 0.21 Mikrobiologik 1 Koliform tinja 2 Total koliform Radioaktivitas 1 Gross Alpha activity 2 Gross Beta activity Jml/100ml 0 Jml/100ml 3 2000 10000 Bq/L Bq/L 0.1 0.2 Dichloroethane 1.1 1. air .5 0.1 1.0 Golongan A : air untuk air minum tanpa pengolahan terlebih dahulu Golongan B : air yang dipakai sebagai bahan baku air minum melalui suatu pengolahan Golongan C : air untuk perikanan dan peternakan Golongan D : air untuk pertanian dan usaha perkotaan.05 Nihil 0.1 Nihil 0.0 0.0003 0.1 0.001 0.056 0. Untuk mengetahui kualitas air tersebut.03 0.5 0.1 1.018 0.0 0.1 1.0 0.001 1 0.003 0. industri dan PLTA.4.004 0.6 Trichlorophenol Zat Organik (KMnO4) Endrin Fenol Karbon kloroform ekstrak Minyak dan lemak Organofosfat dan carbanat PCD Senyawa aktif biru metilen Toxaphene BHC Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.01 10 - 0.2 0. perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium yang mencakup antara lain pemeriksaan bakteriologi air. Pemeriksaan MPN dilakukan untuk pemeriksaan kualitas air minum.004 0.01 0.005 0.

seperti Actinomycetes dan Cladocera (Soewarno. coli atau Fecal col Total Bakteri Coliform 1. air pemandian umum. Penyediaan air bersih selain kuantitas kualitasnya pun harus memenuhi standar yang berlaku. air badan. Persyaratan Kualitas air minum secara Bakteriologis Parameter 1 1. kebutuhan dasar air bersih adalah jumlah air bersih minimal yang perlu disediakan agar manusia dapat hidup secara layak yaitu dapat memperoleh air yang diperlukan untuk melakukan aktivitas dasar sehari- . Khusus untuk air minum. coli atau Fecal col Total Bakteri Coliform Satuan 2 Kadar maksimum yang Keterangan diperbolehkan 3 4 Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Bagi manusia air minum adalah salah satu kebutuhan utama. Vibrio cholera. disyaratkan bahwa tidak mengandung bakteri patogen. coli. Air yang masuk sistem distribusi E. air kolam renang dan pemeriksaan angka kuman pada air PDAM. Sehingga pengawasan terhadap kualitas air minum agar tetap memenuhi syarat-syarat kesehatan berdasarkan Kepmenkes RI No 907/Menkes/SK/VII/2002 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum (Depkes. Salmonella typhi. coli atau Fecal coli 1. maka tujuan utama penyediaan air bersih/air minum bagi masyarakat adalah untuk mencegah penyakit yang dibawah oleh air. 2002) Ditinjau dari jumlah atau kuantitas air yang dibuthkan manusia. Air minum yang memenuhi baik kuantitas maupun kualitas sangat membantu menurunkan angka kesakitan penyakit perut terutama penyakit diare. Kuman-kuman ini mudah tersebar melalui air (Transmitted by water) dan tidak mengandung bakteri non-patogen. Air pada sistem distribusi E. 2002).bersih. misalnya bakteri golongan E. Mengingat bahwa berbagai penyakit dapat dibawah oleh air kepada manusia memanfaatkannya. Air Minum E.

kotoran industri dan lainnya. selain pemakaian air tiap harinya tidak tetap banyak keperluan air bagi tiap orang atau setiap rumah tangga itu masih tergantung dari beberapa faktor diantaranya adalah pemakaian air di daerah panas akan lebih banyak dari pada di daerah dingin. . Banyaknya pemakaian air tiap harinya untuk setiap rumah tangga berlainan. 1999 : 18). batang-batang kayu. Air permukaan ada dua macam yaitu air sungai dan air rawa. Pada umumnya air permukaan ini akan mendapat pengotoran selama pengalirannya. sehingga hal ini akan mempercepat terjadinya korosi atau karatan. Debit yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan akan air minum pada umumnya dapat mencukupi. Air Permukaan Adalah air hujan yang mengalir di permukaan bumi. Macam-macam sumber air yang dapat di manfaatkan sebagai sumber air minum sebagai berikut : 1. keadaan sosial rumah tangga semakin mampu atau semakin tinggi tingkat sosial kehidupannya semakin banyak menggunakan air serta pemakaian air dimusim panas akan lebih banyak dari pada dimusim hujan. karena tanpa sumber air maka suatu system penyediaan air bersih tidak akan berfungsi (Sutrisno. Air laut Mempunyai sifat asin. c.hari (Sunjaya dalam Karsidi. Sumber air merupakan salah satu komponen utama yang ada pada suatu sistem penyediaan air bersih. 3. kebutuhan air rumah tangga menurut Sunjaya adalah: 1. misalnya oleh lumpur. Juga air ini mempunyai sifat lunak.Kadar garam NaCl dalam air laut 3 % dengan keadaan ini maka air laut tidak memenuhi syarat untuk diminum. daun-daun. Kebutuhan air untuk mencuci pakaian dan peralatan 25 – 30 liter / orang perhari. Selain itu air hujan mempunyai sifat agresif terutama terhadap pipa-pipa penyalur maupun bak-bak reservoir. Kebutuhan air untuk higien yaitu untuk mandi dan membersihkan dirinya 25 – 30 liter / orang perhari. karena mengandung garam NaCl. 2000 : 13). kebiasaan hidup dalam rumah tangga misalnya ingin rumah dalam keadaan bersih selalu dengan mengepel lantai dan menyiram halaman. 2. seharusnya melalui pengolahan yang sempurna. sehingga total pemakaian perorang adalah 60 – 70 liter / hari di kota. Air rawa kebanyakan berwarna disebabkan oleh adanya zat-zat organik yang telah membusuk. Kebutuhan air untuk minum dan mengolah makanan 5 liter / orang perhari. Air sungai digunakan sebagai air minum. Air Atmosfer Untuk menjadikan air hujan sebagai air minum hendaknya pada waktu menampung air hujan mulai turun. karena masih mengandung banyak kotoran. sehingga akan boros terhadap pemakaian sabun. d. Kebutuhan air untuk menunjang pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas sanitasi atau pembuangan kotoran 4 – 6 liter / orang perhari. sehingga untuk pengambilan air sebaiknya dilakukan pada kedalaman tertentu di tengah-tengah. Ditinjau dari segi kuantitasnya. mengingat bahwa air sungai ini pada umumnya mempunyai derajat pengotoran yang tinggi. b. yang menyebabkan warna kuning coklat.

Air digunakan manusia untuk . Kualitas kimia dapat diteliti melalui pengamatan tentang kesadahan. Sedangkan ada aatu tidaknya mikroorganisme penyebab penyakit pada air merupakan syarat biologi air bersih. (4). danau NTU (Nephelometric Turbidity Unit) Pengolahan tidak lengkap. unit distribusi dan unit konsumsi. dengan pengolahan fisika. yang berfungsi sebagai pelarut dan peyusun segala system tubuh manusia. 5. Air tanah Air tanah adalah air yang berada di bawah permukaan tanah didalam zone jenuh dimana tekanan hidrostatiknya sama atau lebih besar dari tekanan atmosfer (Suyono. rasa. maka perlu diketahui persyaratan air bersih. air hujan yang jumlahnya sesuai dengan yang diperlukan. Selain dari segi kualitas. kualitas air baku yang semula belum memenuhi syarat kesehatan akan berubah menjadi air bersih atau minum yang aman bagi manusia. Mata air Yaitu air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan tanah dalam hampir tidak terpengaruh oleh musim dan kualitas atau kuantitasnya sama dengan air dalam. Unit produksi merupakan unit bangunan yang mengolah jenis-jenis sumber air menjadi air bersih. mencuci dan sebagainya. unit transmisi berfungsi sebagai pengantar air yang diproduksi menuju ke beberapa tandon atau reservoir melalui jaringan pipa. dan bakteriologi. yaitu (1)Unit sumber air baku merupakan awal dari sistem penyediaan air bersih yang mana pada unit ini sebagai penyediaan air baku yang bisa diambil dari air tanah. Kualitas fisik ditinjau bau. memasak. dan pembubuhan desinfektan. (3). sungai Pengolahan lengkap bila kekeruhannya tinggi > 50. jumlah air juga harus memadai dalam rangka pemenuhan kebutuhan manusia. mandi. Sistem penyediaan air bersih meliputi besarnya komponen pokok antara lain: unit sumber baku. unit transmisi. Mn. unit pengolahan. Penggunaan air yang bersih untuk kegiatan sehari-hari tentunya membuat manusia terhindar dari penyakit. Agar air yang digunakan untuk kegiatan manusia tidak berdampak negative bagi manusia. kimia dan biologis.1993 :1). Dimana setiap hari kita membutuhkan air bersih untuk minum. Unit produksi adalah salah satu dari sistem penyediaan air bersih yang menentukan jumlah produksi air bersih atau minum yang layak didistribusikan ke beberapa tandon atau reservoir dengan sistem pengaliran gravitasi atau pompanisasi. Adapun beberapa sumber air yang dapat diolah untuk mendapatkan air bersih. dan warna. unit produksi. (Linsay. Sebagia besar tubuh manusia terdiri atas air. bila kekeruhan < 50 NTU. (2) Unit pengolahan air memegang peranan penting dalam upaya memenuhi kualitas air bersih atau minum. 1995) SIMPULAN Masalah air bersih merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusiaa. pH. yaitu sumur Dangkal/Dalam Pengolahan tidak lengkap hanya pengolahan Fe.4. air permukaan. kandungan ion dan sebagainya. kimia. Kualitas air bersih dapat ditinjau dari segi fisik.

Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 2007 Chatip.D sebagai dosen mata kuliah Penyajian Ilmiah dan juga sebagai Ketua pusat penelitian lingkungan hidup Universitas Bengkulu yang telah memberikan bimbingan dan pengetahuan tentang materi perkuliahan. Bapak Prof.mandi. 2002. mencuci. Karsidi.2007. DAFTAR PUSTAKA Asmustawa. Jakarta. Evaluasi Pengelolaan Kualitas Air Bersih Oleh Petuga Sanitasi Puskesmas Di Kabupaten Bungo. Teknik Sumber Daya Air jilid 2. Orang tua dan saudara-saudara yang telah memberikan dorongan moril dan materil. Yogyakarta. RK dan kawan-kawan. Semarang : Skripsi. Urip Santoso.Sc.Ikom. Erlangga. 2. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 Lindsay. 1999. Ph. perikanan dan lain sebagainya. 1992. Secara khusus ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada: 1. 1997. pertanan. Jawet. Depkes. EGC. UCAPAN TERIMA KASIH • Dalam penulisan telaah pustaka ini penulis mendapat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Hubungan antara Tingkat Pendidikan dan Pendapatan dengan Penggunaan Air Sungai oleh Penduduk di Sekitar Sungai Kali Jajar Demak. 1995 . sehingga kebutukhan air minum yang memenuhi persyaratan Menteri Kesehatan Republik Indonesia dapat terpenuhi bagiu seluruh lapisan masyarakat... Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan. Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum/Air Bersih. Jakarta. Ir. Pengolahan Air Minum. Masingmasing kegiatan tersebut memerlukan jumlah air yang beragam. Jakarta. Program Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan. Mikrobiologi Untuk Profesi Kesehatan Edisi 16. minum. Sumber air yang ada di permukaan bumi dapat diolah menjadi air minum dengan berbagai teknik yang telah berkembang. M. Rekan-rekan mahasiswa PSL yang telah ikut membantu dalam dorongan dalam pembuatan makalah ini. 3. S.

K. 1996. . Air Dalam Kehidupan Lingkungan Yang Sehat. Usaha Nasional. Pati. Edisi Revisi Bina Rupa Aksara. 2000. C Totok. Bayumedia. 2002. Jakarta : Erlangga. Fakultas Geografi Universitas Tim Mikrobiologi. Pengelolaan Sumber Daya Air. JB. Surawira. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Jakarta. 1993. M. 1995. Santika. Yogyakarta : Andi Offset. Rineka Cipta. Pengolahan Air Minum. Bandung. Surabaya Indonesia Sujudi.Linsley. Mikrobiologi Kedokteran. Bakteriologi Medik. Malang. Ray. 1984. Teknologi Penyediaan Air Bersih. Surabaya. Jakarta. 1989. Sutrisno. Suripin. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Metode Penelitian Air.. Suyono. Jakarta :Rineka Cipta. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Teknik Sumber Daya Air. Nurdijanto. Suharyono. 1996. 2001. Diari Akut Klinik dan Laboratorik. 2000. Kimia Lingkungan. U. Yayasan peduli Lingkungan. & Franzini. 2003. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2005 Tentang Pengembangan sistem penyediaan Air minum Razif. .

hampir semua jenis bakteri bisa tumbuh pada media ini.Matur Nuwun…. 2011 Rachma 1 comment Media kultur berguna untuk memperbanyak. Media Kultur untuk Pertumbuhan Bakteri Jumat. menyuburkan atau meremajakan bakteri. Nutrien Agar.. Dalam postingan ini akan dijelaskan mengenai media Trypticase Soy Agar (TSA). . Trypticase Soy Agar TSA merupakan media kultur universal. Louwenstein – Jensen 1. Agustus 12.

kemudian dimasukan ke botol/tabung dan disterilkan di autoclave suhu 120 0C selama 15 menit.Foto : TSA Cara Pembuatan : 10.5-10.7 gram Trypticase Soy Agar dilarutkan dalam 250 ml aquadest. Foto : TSA dalam botol . Tahap akhir botol/tabung dimiringkan tungggu sampai mengeras.

ekstrak dagingn.2 Tutup : kapas putih 3. Nutrien Agar Foto : Nutrien Agar Nutrien agar merupakan media kultur universal untuk pertumbuhan mikroorganisme/bakteri.0±0. Nutrien Agar lebih sering digunakan dibandingkan TSA untuk menghindari terjadi Kandungan : Pepton dari dari daging. Louwenstein – Jensen . Cara pembuatan : Larutkan 20 g/L nutrien agar (bubuk) autoclave 15 menit pada suhu121 0C.2. PH 7. Jenis bakteri yang dapat tumbuh pada nutrient agar lebih sedikit dibandingkan dengan TSA. agar-agar.

malachite green Glycerol.potato meal.2. Ph 4.putar untuk dihomogenkan campuran untuk menghindari beantuk gelembung ). Cara Pembuatan: Larutkan 37. tambah 1 L telur yang dihomogenkan (dari telur ayam betina segar dalam kondisi steril.5 g pada 0. trimagnesium dicitrat 14-dehidrat. Alat Fungsi .6 L akuades. telur yang dihomogenkan. Media harus di panaskan lebih dari satu kali setelah 24 jam untuk menjamin sterilitasnya. bagikan ketabung reaksi steril diarkan membeku dengan kondisi miring dengan pemanasan selama 45 menit pada suhu 85 0C pada inspissator yang penuh dengan uap air atau uap air panas yang mengalir bebas. Kandungan :Potasssium hydrogen phospat.Foto: media Louwenstein – Jensen Kegunaan media Louwenstein – Jensen : Kultur dan test resistensi dari Mycobacterium tuberculosis. magnesium sulfat heptahydrat. lasparigin. kalau di inginkan tambah 12 ml glycerol . (autoclave) dinginkan sampai suhu sekitar 50 ± C.8 ± 0.

Erlenmeyer Untuk destilasi larutan. Labu destilasi Tempat untuk menyimpan dan membuat larutan.Tempat membuat larutan. Dalam membuat larutan erlenmeyer yang selalu digunakan. Gelas Beaker . Pada bagian atas terdapat karet penutup dengan sebuah lubang sebagai tempat termometer. Beaker glass memiliki takaran namun jarang bahkan tidak diperbolehkan untuk mengukur volume suatu zat ciar.

Corong bucher Digunakan untuk titrasi.Cprpng dibagi menjadi dua jenis yakni corong yang menggunakan karet atau plastik dan corong yang menggunakan gelas. Corong digunakan untuk memasukan atau memindah larutan ai satu tempat ke tempat lain dan digunakan pula untuk proses penyaringan setelah diberi kertas saing pada bagian atas. Corong gelas Menyaring larutan dengan dengan bantuan pompa vakum. tapi pada keadaan tertentu dapat pula digunakan untuk mengukut volume suatu larutan. buret .

Gelas ukur . Pengukuran dengan ketelitian tinggi dilakukan menggunakan pipet volume.Untuk memisahkan dua larutan yang tidak bercampur karena adanya perbedaan massa jenis. Corong pisah Untuk membuat dan atau mengencerkan larutan dengan ketelitian yang tinggi. Corong pisah biasa digunakan pada proses ekstraksi. Labu ukur leher panjang Untuk mengukur volume larutan. Pada saat praktikum dengan ketelitian tinggi gelas ukur tidak diperbolehkan untuk mengukur volume larutan.

lubang ata tempat air keluar. kondensor Untuk menghisap larutan yang akan dari botol larutan. Filler (karet pengisap) Untuk mengukur volume larutan Pipet ukur Digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu sesuai dengan label yang tertera pada bagian pada bagian yang menggembung. Untuk larutan selain air sebaiknya digunakan karet pengisat yang telah disambungkan pada pipet ukur. Lubang lubang bawah tempat air masuk. .Untukl destilasi larutan.

Untuk zat-zat yang bereaksi dengan logam digunakan spatula plastik sedangkan zat-zat yang tidak bereaksi dengan dengan logam dapat digunakan spatula logam. Pipet tetes Untuk mengocok atau mengaduk suatu baik akan direaksikan mapun ketika reaksi sementara berlangsung. . Tabung reaksi Untuk mengambil bahan-bahan kimia dalam bentuk padatan. Pengaduk Untuk mereaksikan dua atau lebih zat.Pipet volume atau pipet gondok atau volumetrik Untuk meneteskan atau mengambil larutan dengan jumlah kecil. misalnya dalam bentuk kristal.

Spatula plastik dan logam untuk uji nyala dari beberapa zat. Kawat nikrom Untuk mengalirkam gas ke tempat tertentu dan digunakan pula dalam penentuan titik lebur suatu zat. Dikenal dua jenis desikator yaitu desikator biasa dan desikator vakum. Pipa kapiler atau kaca kapiler Untuk menyimpan bahan-bahan yang harus bebas air dan mengeringkan zat-zat dalam laboratorium. desikator .

Gelas arloji Untuk memegang peralatan gelas yang masih dalam kondisi panas. Untuk menimbang bahan-bahan kimia 3. Hot hands . Sebagai penutup saat melakukan pemanasan terhadap suatu bahan kimia 2.Untuk identifikasi keasamaan larutan/zat. Untuk mengeringkan suatu bahan dalam desikator. Caranya: setelah kertas indikator universal dicelupkan di cocokan warna yang ada pada kotak kertas universal. Indikator universal 1.

penjepit . Rak tabung reaksi Untuk menjepit tabung reaksi. Kertas saring Kaki tiga sebagai penyangga pembakar spirtus.Untuk menyaring larutan. Biasanya digunakan pada saat melakukan percobaan yang membutuhkan banyak tabung reaksi. Kaki tiga Sebagai alas atau untuk menahan labu atau beaker pada waktu pemanasan menggunakan pemanas spiritus atau pemanas bunsen Kawat kasa Tempat tabung reaksi. Numun dalam mereaksikan zat yang menggunakan tabung reaksi sebaiknya menggunakan rak tabung reaksi demi keamanan diri sendiri maupun orang lain.

mortal dan pastle Terbuat dari persolen dan bersifat inert.Pengaduk magnetik. Krusibel . Untuk mengaduk larutan. digunakan untuk memanaskan logamlogam. Batang-batang magnet diletakan di dalam larutan kemudian disambungkan arus listrik maka secara otomatis batang magnetik dari stirer akan berputar. Stirer dan batang stirer Menghaluskan zat yang masing bersifat padat/kristal.

misalnya krus pada saat pemanasan ataau corong pada waktu penyaringan. serbuk debu.Digunakan sebagai wadah. Misalnya penguapan larutan dari suatu bahan yang tidak mudah menguap. Evaporating dish Sebagai penjepit. Kacamata pengaman . Clay triangle Untuk melindungi mata dari bahan yang menyebabkan iritasi. misalnya: · Untuk menjepit soklet pada proses ekstraksi · Menjepit buret dalam proses titrasi · Untuk menjepit kondensor pada proses destilasi Klem dan statif Untuk menjepit corong pemisah dalam proses pemisahan dan untuk meletakan corong pada proses penyeringan. misalnya H2SO4. Ring Untuk menahan wadah. Dan melindungi dari percikan api. kabut dan zat-zat kimia yang meletup ketika dilakukan pemanasan. uap logam.

Hot plate Untuk mengeringkan alat-alat sebelum digunakan dan digunakan untuk mengeringkan bahan yang dalam keadaan basah. Biasanya untuk larutan yang mudah terbakar. Oven . Pemanas atau pembakar bunsen Untuk memanaskan larutan.Untuk membakar zat atau memmanaskan larutan. Pemanas spiritus Untuk memanaskan larutan dan dapat pula digunakan untuk sterilisasi dalam proses suatu proses.

sekitar 1000 °C. inkubator Untuk menghancurkan (tidak ada di LAB) Granat Daftar Pustaka http://qualitycontrol-07. Tanur Digunakan untuk fermentasi dan menumbuhkan media pada pengujian secara mikrobiologi.com sumber-sumber lain .Digunakan sebagai pemanas pada suhu tinggi.blogspot.

Mohon pengunjung memberikan saran atau komentar yang membangun dan tidak lupa untuk mengisi polling demi menentukan arah perkembangan blog. Kami mengucapkan terima kasih kepada sahabat kami. dan dimohon mencantumkan sumbernya (web ini). di sini ARTIKEL MIKROBIOLOGI • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Saran Teknis Metode Plate Count untuk Pemula Bagaimana Menentukan Aman atau Tidaknya Suatu Bahan Pangan dari Mikroorganisme ? Indikator Mikrobiologis Metode MPN ( Most Probable Number) atau APM (Angka Paling Mungkin) Bagian 1 Metode MPN ( Most Probable Number) atau APM (Angka Paling Mungkin) Bagian 2 Tabel MPN 3 seri dan 5 seri tabung Tabel MPN 10 seri tabung Pengambilan Sampel Mikroorganisme Udara (Air Sampling) Bagian 2 Pengambilan Sampel Mikroorganisme Udara (Air Sampling). Terdapat juga link download (. Lebih jauh mengenai deskripsi blog ini . mohon maaf jika pertanyaan tidak langsung dijawab dan proses perevisian sangat lambat.pdf) di beberapa postingan. Copy paste diijinkan sepanjang tidak digunakan untuk keperluan komersial. Bagian 1 Perhitungan Kematian Mikroorganisme pada Proses Sterilisasi Pengambilan dan Preparasi Sampel Bakteri dalam Mikrobiologi Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 1) Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 2) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 1) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 2) Bekerja Tanpa Kontaminasi (Dasar Teknik Aspetis) Penentuan Sifat Gram Dengan KOH 3% dan Perbandingannya Dengan Pewarnaan Gram Pentingnya Penggambaran Morfologi Koloni di Cawan Bakteri Kontrol Harga Murah untuk Pewarnaan Gram Kunci Awal Identifikasi Bakteri Bagaimana Membedakan Flagellar Movement dengan Brownian Movement ? PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI DASAR Teori dan Metodenya (Revisi 2011) . hal ini karena kesibukan yang lain dari penulis.Mikrobiologi dasar Blog ini berisi tulisan populer tentang teori dan metode di bidang mikrobiologi praktek. Mukhlis yang telah memberikan puluhan buku referensi untuk diolah.

1 mengamati morfologi koloni kapang (pada agar cawan) c.2. Alat-alat dalam Laboratorium Mikrobiologi (bagian 2) PETUNJUK PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI (2008).1 dengan pewarnaan sederhana a.3.3 mengamati motilitas bakteri a.2 mengamati morfologi sel kapang (dengan metode slide culture) Bakteri A.• • • Pendahuluan dan Daftar Isi Bab 1.1 mengamati morfologi koloni yeast (pada agar cawan) b. Mengamati Morfologi Koloni Bakteri . Kapang c.4 pada media cair a.2.1. Yeast b.4 dengan pewarnaan endospora a.2 mengamati morfologi sel bakteri a.2 mengamati morfologi sel yeast (dengan pewarnaan sederhana) c. Bakteri a.1 pada media cawan a.1.2 pengamatan tidak langsung b.2.1.2.1.2 dengan pewarnaan negatif a.2 pada agar miring a.3 pada agar tegak a.3 dengan pewarnaan gram a.1 mengamati morfologi koloni bakteri a. Alat-alat dalam Laboratorium Mikrobiologi (bagian 1) Bab 1. sedang dalam proses revisi • • • • • • • • • • BAB 1 pengenalan alat BAB 2 media pertumbuhan BAB 3 sterilisasi BAB 4 isolasi mikroorganisme BAB 5 morfologi mikroba BAB 6 menentukan jumlah dan ukuran mikroba BAB 7 faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroorganisme BAB 8 daya kerja antimikorba dan oligodinamik BAB 9 aktivitas enzimatis mikroorganisme Referensi BAB 5 MORFOLOGI MIKROBA Kompetensi : mahasiswa dapat mengenali bentuk dan morfologi sel dan koloni mikroorganisme a.3.1 pengamatan langsung a.

2. Opaque (tidak dapat ditembus cahaya). pinpoint/punctiform (titik) Small (kecil) Moderate (sedang) Large (besar) · Pigmentasi : mikroorganisme kromogenik sering memproduksi pigmen intraseluler. Cara Kerja : · Tumbuhkan biakan pada media NA cawan dengan streak kuadran · Tumbuhkan biakan pada media NA miring dengan pola inokulasi yang tegak lurus · Tumbuhkan biakan pada media NA tegak dengan stab inoculation · Tumbuhkan biakan pada media NB A.Elevasi : Flat Raised Convex Umbonate · Permukaan : Halus mengkilap Kasar Berkerut Kering seperti bubuk · Margins : Entire Lobate Undulate Serrate Felamentous Curled A.1. khususnya untuk tujuan identifikasi.Kegiatan ini merupakan tindakan pertama kali jika ingin mempelajari suatu jenis bakteri lebih lanjut. Setelah mendapatkan kultur murni maka biakan yang diinginkan ditumbuhkan ke berbagai bentuk media untuk dikenali ciri koloninya. beberapa jenis lain memproduksi pigmen ekstraseluler yang dapat terlarut dalam media · Karakteristik optik : diamati berdasarkan jumlah cahaya yang melewati koloni. Pertumbuhan pada Agar Miring Ciri-ciri koloni diperoleh dengan menggoreskan jarum inokulum tegak dan lurus Ciri koloni berdasarkan bentuk: . Pertumbuhan pada Cawan Petri Ciri-ciri yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut : · Ukuran. Transparant (bening) · Bentuk : Circular Irregular Spindle Filamentous Rhizoid . Translucent (dapat ditembus cahaya sebagian).

A. Ciri-ciri koloni berdasar bentuk : Ciri koloni berdasar kebutuhan O2 : A.3 Pertumbuhan pada Agar Tegak Cara penanaman adalah dengan menusukkan jarum inokulum needle ke dalam media agar tegak.4 Pertumbuhan pada Media Cair Pola pertumbuhan berdasarkan kebutuhan O2 .

Contoh zat warna asam antara lain Crystal Violet. Methylene Blue. sel bakteri sulit terlihat. Zat warna yang digunakan bersifat asam atau basa. Zat warna dapat mengabsorbsi dan membiaskan cahaya.A. Pewarnaan · Pewarnaan sederhana .1. Pewarnaan bertujuan untuk memperjelas sel bakteri dengan menempelkan zat warna ke permukaan sel bakteri. Jangan menggunakan suspensi bakteri yang terlalu padat. Pewarnaan Sederhana (Pewarnaan Positif) Sebelum dilakukan pewarnaan dibuat ulasan bakteri di atas object glass yang kemudian difiksasi. Sebaliknya pada zat warna asam bagian yang berperan memberikan zat warna memiliki muatan negatif.pewarnaan positif . Mengamati Morfologi Bakteri Sel bakteri dapat teramati dengan jelas jika digunakan mikroskop dengan perbesaran 100x10 yang ditambah minyak imersi. Jika dibuat preparat ulas tanpa pewarnaan. Malachite Green dll.pewarnaan negatif · Pewarnaan diferensial . Safranin. Base Fuchsin. Fiksasi bertujuan untuk mematikan bakteri dan melekatkan sel bakteri pada object glass tanpa merusak struktur selnya. maka akan diperoleh kesulitan saat mencari bakteri dengan mikroskop. Sedangkan zat warna basa antara lain Eosin.pewarnaan acid fast dll. · Pewarnaan khusus . B. Congo Red dll. Cara Kerja : · Bersihkan object glass dengan kapas · Jika perlu tulislah kode atau nama bakteri pada sudut object glass .pewarnaan endospora . sehingga kontras sel bakteri dengan sekelilingnya ditingkatkan. Zat warna basa lebih banyak digunakan karena muatan negatif banyak banyak ditemukan pada permukaan sel.pewarnaan gram . bagian yang berperan dalam memberikan warna disebut kromofor dan mempunyai muatan positif. tapi jika suspensi bakteri terlalu encer.pewarnaan flagella dll. Pada zat warna basa.

Berikut merupakan berbagai bentuk sel bakteri . Zat warna tidak akan mewarnai sel melainkan mewarnai lingkungan sekitarnya. Jika digunakan biakan padat. jangan difiksasi atau dipanaskan di atas api. Prosedur: · Ambil dua object glass. maka biakan dipindahkan dengan jarum inokulum. Tapi mudah dilihat dengan pewarnaan negatif. 1 2 3 4 Setelah dilihat di mikroskop. · Keringkan ulasan tersebut sambil memfiksasinya dengan api bunsen (lewatkan di atas api 23 kali) · Setelah benar-benar kering dan tersebar selanjutnya ditetesi dengan pewarna (dapat digunakan Methylen blue. Crystal Violet) dan tunggu kurang lebih 30 detik. sehingga sel tampak transparan dengan latar belakang hitam.· Bila menggunakan biakan cair maka pindahkan setetes biakan dengan pipet tetes atau dapat juga dipindahkan dengan jarum inokulum. teteskan nigrosin atau tinta cina di ujung kanan salah satu object glass · Biakan diambil lalu diulaskan atau diteteskan dalam tetesan nigrosin tadi. Safranin. B. maka akan tampak bentuk sel bakteri.2 Pewarnaan Negatif Beberapa bakteri sulit diwarnai dengan zat warna basa. Jangan lupa biakan dikocok terlebih dahulu. · Cuci dengan akuades kemudian keringkan dengan kertas tissue · Periksa dengan mikroskop (perbesaran 100 x 10). satu ulasan saja kemudian diberi akuades dan disebarkan supaya sel merata. lalu dicampurkan · Tempelkan sisi object glass yang lain kemudian gesekkan ke samping kiri · Biarkan preparat mengering di udara.

Pewarnaan Gram Adalah pewarnaan diferensial yang sangat berguna dan paling banyak digunakan dalam laboratorium mikrobiologi. karena merupakan tahapan penting dalam langkah awal identifikasi. Jenis bakteri berdasarkan pewarnaan gram dibagi menjadi dua yaitu gram positif dan gram negatif. Sedangkan baktri gram negatif mempunyai dinding sel tipis yang berada di antara dua lapis membran sel.A.Berikut merupakan tabel prosedur pewarnaan Gram: . Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tebal dan membran sel selapis. Pewarnaan ini didasarkan pada tebal atau tipisnya lapisan peptidoglikan di dinding sel dan banyak sedikitnya lapisan lemak pada membran sel bakteri.3.

.

4. Desulfomaculatum dan Bacillus adalah bakteri yang memproduksi endospora dalam siklus hidupnya. Mungkin akan menampakkan gram variabel yaitu satu jenis sel. Pemberian ethanol jangan sampai berlebih yang akan menyebabkan overdecolorization sehingga sel gram positif tampak seperti gram negatif. Pewarnaan Endospora Anggota dari genus Clostridium. dingin. khususnya pada gram positif. Umur kultur akan berpengaruh pada kemampuan sel menyerap warna utama (CV). · Preparasi pewarnaan gram terbaik adalah menggunakan kultur muda yang tidak lebih lama dari 24 jam. B. kering. sebagian berwarna ungu dan sebagian merah karena pengaruh umur. Namun juga jangan sampai terlalu sedikit dalam penetesan etanol (underdecolorization) yang tidak akan melarutkan CV-iodine secara sempurna sehingga sel gram negatif seperti gram positif. Endospora merupakan bentuk dorman dari sel vegetatif.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pewarnaan gram adalah sbb: · Fase yang paling kritis dari prosedur di atas adalah tahap dekolorisasi yang mengakibatkan CV-iodine lepas dari sel. sehingga metabolismenya bersifat inaktif dan mampu bertahan dalam tekanan fisik dan kimia seperti panas. Walaupun ada beberapa species yang memang bersifat gram variabel seperti pada genus Acinetobacter dan Arthrobacter. radiasi dan bahan kimia. Tujuan dilakukannya .

pewarnaan endospora adalah membedakan endospora dengan sel vegetatif. Endospora tetap dapat dilihat di bawah mikroskop meskipun tanpa pewarnaan dan tampak sebagai bulatan transparan dan sangat refraktil. endospora sulit dibedakan dengan badan inklusi (kedua-duanya transparan. Namun jika dengan pewarnaan sederhana. . Berikut merupakan prosedur pewarnaan endospora dengan metode Schaeffer-Fulton. sehingga pembedaannya tampak jelas. sel vegetatif berwarna). sehingga diperlukan teknik pewarnaan endospora.

.

Berikut merupakan beberapa tipe endospora dan contohnya C. Mengamati motilitas .

grannula lemak dan glikogen. bulat telur. · Warnai dengan cara Shager dan Fulgen yaitu: Tetesi preparat dengan Malachite Green dan biarkan 30-60 detik.1 Melihat bentuk sel Yeast Cara Kerja : · Tumbuhkan Sacharomyces cereviceae pada glukosa cair selama 24 jam.coli ke object glass (sebaiknya dari biakan cair).2 Pengamatan tidak langsung Cara Kerja : · Tanam biakan pada media NA tegak atau Media Motilitas dengan cara tusuk (Stab inoculation) sedalam + 5 mm. B. pengamatan ciri-ciri morfologi koloni hampir sama dengan ciri morfologi bakteri. Mengamati morfologi koloni yeast · Tanam biakan yeast (dapat berupa Sacharomyces cereviceae atau Candida albicans) pada PDA dengan cara streak quadrant. Perhatikan spora yang berwarna Kapang / Jamur . Keringkan dengan tissue kemudian biarkan pada udara terbuka. · Setelah didapatkan koloni tunggal. · Amati dengan perbesaran 40x10 atau 100x10. ratakan. · Fiksasi dengan api bunsen. C. · Inkubasi pada suhu 370 C selama 1x 24 jam · Hasil positif (motil) jika bakteri tumbuh pada seluruh permukaan media. Cuci preparat dengan air mengalir. Amati di bawah mikroskop. B. tetapi tidak melepaskan diri dari induk. · Ulaskan suspensi biakan pada object glass lalu teteskan Methilene Blue hingga rata (jangan difiksasi). Beberapa spesies yeast memiliki sifat dimorfisme yaitu bentuk sel tunggal dan bentuk hifa atau pseudohifa. Hati-hati jangan salah membedakan antara sel yang bergerak sendiri karena flagel atau bergerak terkena aliran air. Pseudohifa adalah hifa yeast yang terbentuk dari rangkaian sel hasil pembelahan aseksual secara budding. · Inkubasi selama 2x24 jam.1 Pengamatan Langsung Cara Kerja : · Teteskan biakan bakteri motil seperti Bacillus atau E.2 Melihat bentuk spora sel Yeast Cara kerja : · Buat preparat ulas dari biakan yeast pada Goodkowa Agar yang berumur 10 hari. hasil negatif menunjukan bakteri hanya tumbuh pada daerah tusukan saja Bakteri motil akan bermigrasi ke seluruh permukaan agar dan bekas tusukan Yeast / Khamir A. Bentuk selnya bervariasi dapat berbentuk bulat. Bakteri akan tampak transparan dan pola pergerakannya tidak beraturan. Jika digunakan biakan padat maka ulas dengan jarum inokulum lalu ditambah akuades satu tetes. bulat memanjang dengan ukuran 1-9x20 μm. Panasi preparat dengan api bunsen selama + 30 detik (sampai timbul uap). · Tutup dengan cover glass · Amati menggunakan mikroskop dengan perbesaran maksimak.C. tidak membentuk hifa (beberapa spesies dapat membentuk pseudohifa). Mengamati Morfologi Sel Yeast Yeast merupakan fungi mikroskopik uniseluler. B. · Tutup preparat dengan cover glass. Morfologi internal sel mudah dilihat dan terdiri dari inti dan organel seperti mitkondria.

· Tutup dengan cover glass. Koloni kapang memiliki keragaman warna yang muncul dari sporanya. Mengamati sel morfologi kapang dengan metode Slide Culture (Microculture) Teknik ini bertujuan untuk mengamati sel kapang dengan menumbuhkan spora pada object glass yang ditetesi media pertumbuhan. B. · Ambil preparat dan amati di bawah mikroskop. 2 Metode Riddel.1 Metode Heinrich’s. Namun seringkali miselium atau susunan spora menjadi pecah atau terputus sehingga penampakan di mikroskop dapat membingungkan. seperti dari kelompok Actinomycetes atau Bacillus mycoides. Berikan sampai setengah luasan cover glass.Jamur merupakan mikroba dengan struktur talus berupa benangbenang (hifa) yang terjalin seperti jala (myselium). · Teteskan suspensi spora jamur dalam media cair pada media cover glass yang tidak diberi lilin. B. cara kerja : · Siapkan object glass. Tekan cover galss secara media merata. Dengan teknik ini. Pengamatan struktur spora dan miselium dapat juga dilakukan dengan preparat ulas seperti yang telah diuraikan di depan. · Inkubasi pada suhu kamar selama 3x24 jam. · Amati pertumbuhan koloni (miselium) yang menyebar. A. Penampakan morfologi koloni pada umumnya seperti benang (filamentous) yang pertumbuhannya membentuk lingkaran. cara kerja : · Persiapan sama seperti di atas . cover glass. spora dan miselium tumbuh langsung pada slide sehingga dapat mengatasi masalah tersebut. tissue basah yang dimasukkan dalam cawan dan sterilkan dengan autoclave. Morfologi koloninya dapat dengan mudah dibedakan dengan bakteri walaupun ada beberapa jenis bakteri yang koloninya mirip jamur. · Setelah selesai sterilisasi berikan lilin (parafin-petrolatum) steril pada sebelah kiri dan kanan tempat yang akan ditutup cover glass (aseptis). · Inkubasi selam beberapa hari. Hifa dapat berekat (septat) dengan inti tunggal/ lebih dan hifa tidak bersekat (aseptat). Mengamati morfologi koloni kapang Cara kerja : · Tanam/pindahkan biakan kapang dengan jarum inokulum needle yang diletakan di tenganhtengah cawan petri. B.

B. · Tutup potongan agar dengan cover glass.· Setelah semua steril. · Inkubasi pada suhu kamar selama 3x24 jam. · Siapkan media PDA dan dijaga supaya tetap cair. potong media Saboraud Dextrose Agar steril berbentuk kubus dan letakkan di atas object glass. · Amati pertumbuhan miselium dan spora pada object glass dengan perbesaran sedang Referensi : disini . · Teteskan media PDA pada object glass secara aseptis lalu tunggu memadat (teteskan jangan terlalu banyak). · Ambil preparat dan diamati di bawah mikroskop. cara kerja : · Sterilkan cawan petri yang berisi kapas yang di atasnya terdapat object glass dan cover glass. · Inkubasi selama 2x24 jam. · Inokulasikan spora jamur pada bagian atau potongan agar. · Ulaskan spora jamur yang akan diamati pada belahan tersebut. · Tutup dengan cover glass tepat di atas media dan tekan hingga merata. · Belah media yang memadat dengan jarum inokulum yang berujung L.3 Prosedur yang lebih sederhana.