P. 1
Bakteri koliform

Bakteri koliform

|Views: 2,790|Likes:
Published by Mariyana Yusrifah

More info:

Published by: Mariyana Yusrifah on Dec 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2013

pdf

text

original

Bakteri koliform

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa

E.coli, salah satu bakteri koliform Bakteri koliform merupakan golongan mikroorganisme yang lazim digunakan sebagai indikator, di mana bakteri ini dapat menjadi sinyal untuk menentukan suatu sumber air telah terkontaminasi oleh patogen atau tidak.[1] Berdasarkan penelitian, bakteri koliform ini menghasilkan zat etionin yang dapat menyebabkan kanker.[1] Selain itu, bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun seperti indol dan skatol yang dapat menimbulkan penyakit bila jumlahnya berlebih di dalam tubuh.[1] Bakteri koliform dapat digunakan sebagai indikator karena densitasnya berbanding lurus dengan tingkat pencemaran air.[2] Bakteri ini dapat mendeteksi patogen pada air seperti virus, protozoa, dan parasit.[2] Selain itu, bakteri ini juga memiliki daya tahan yang lebih tinggi daripada patogen serta lebih mudah diisolasi dan ditumbuhkan.[2]

[sunting] Karakteristik
Ciri-ciri bakteri koliform antara lain bersifat ppaerob [[atau ppanaerob fakultatif[[, termasuk ke dalam ppbakteri gram negatif[[, tidak membentuk spora, dan dapat memfermentasi laktosa untuk menghasilkan asam dan gas pada suhu 35 °C-37 °C.[3] Contoh bakteri koliform antara lain Escherichia coli, Salmonella spp., Citrobacter, Enterobacter, Klebsiella, dll.[3]

Mikroorganisme indikator
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa

Sungai di California yang tercemar, tampak adanya buih. Mikroorganisme indikator adalah sekelompok mikroorganisme yang digunakan sebagai petunjuk kualitas air. [1] Mikroorganisme indikator telah digunakan untuk mendeteksi dan menghitung kontaminasi tinja di air, makanan, dan sampel lainnya. [1]

Daftar isi
[sembunyikan]
• •

• • •

1 Syarat 2 Jenis o 2.1 Indikator Bakteri  2.1.1 Koliform  2.1.2 Koliform tinja  2.1.3 Streptococcus Tinja - Enterococcus  2.1.4 Clostridium  2.1.5 Pseudomonas  2.1.6 Bacteroides spp. dan Bifidobacteria spp. o 2.2 Indikator Virus o 2.3 Indikator Protozoa 3 Kelemahan 4 Indikator Makanan 5 Referensi

[sunting] Syarat

Untuk digunakan sebagai mikroorganisme indikator, terdapat persyaratan yang harus dipenuhi oleh mikroorganisme tersebut, kendati demikian, persyaratan ini tidak mutlak untuk dipenuhi seluruhnya, tergantung kondisi yang ada. Syaratnya antara lain[1]:
• • • • • • • • • •

Dapat digunakan untuk berbagai jenis air Mikroorganisme harus muncul bila patogen enterik dan sumber polusi muncul Tidak ada di air yang terpolusi Mudah diisolasi, murah, mudah diidentifikasi, dan mudah dihitung Lebih banyak jumlahnya dan lebih tahan dibanding patogen Bukan merupakan patogen Tidak berkembang biak di air Merespon perlakuan dan kondisi lingkungan Kepadatan indikator harus berkaitan langsung dengan derajat polusi Menjadi bagian dari mikroflora dalam saluran pencernaan hewan berdarah panas

[sunting] Jenis
Mikroorganisme indikator dapat dibedakan menjadi indikator bakteri, indikator virus, dan indikator protozoa[1].

[sunting] Indikator Bakteri
Terdapat lima bakteri yang umum digunakan sebagai indikator[1]: [sunting] Koliform Koliform tidak termasuk dalam taksonomi bakteri namun hanya istilah untuk menyebutkan kelompok mikroorganisme yang berada di air. Ciri-ciri bakteri koliform adalah gram negatif, berbentuk batang, merupakan anaerob fakultatif yang dapat memfermentasikan laktosa dengan pembentukkan asam dan gas pada suhu 35 °C selama 24-48 jam. Memiliki enzim tambahan yaitu sitokrom oksidase dan beta-galaktosidase. Koliform dapat ditemukan di saluran pencemaran hewan, tanah, atau secara alami pada sampel lingkungan. Pada keadaan normal, koliform terdapat di air dalam jumlah standar dan dapat diukur, namun bila terjadi pencemaran air, jumlah koliform akan menjadi banyak dan dapat melebihi jumlah bakteri patogen lain.[2] Oleh karena itu, koliform dapat digunakan sebagai indikator pencemaran air.[2]. Jika terdapat bakteri koliform dalam air, belum tentu bakteri patogen juga ada di air tersebut, namun jika bakteri koliform terdapat dalam jumlah besar maka perlu diperiksa kembali keberadaan bakteri patogen lain.[2] [sunting] Koliform tinja Digunakan untuk mendeteksi pencemaran tinja. Merupakan bakteri termotoleran yang dapat beradaptasi dengan cara stabilisasi protein pada suhu di saluran pencernaan. Koliform tinja dapat melakukan fermentasi dengan menghasilkan asam dan gas pada suhu 44.5 °C. Koliform tinja memiliki korelasi yang kuat dengan pencemaran tinja hewan berdarah panas. Untuk mendeteksi E.coli pada koliform tinja secara lebih spesifik dapat digunakan enzim MUG yang aka[n berpendar dengan sinar UV[1].

Contoh yang telah diidentifikasi adalah indikasi menggunakan spora Clostridium dan bakteri aerob termostabil[1]. yaitu baktriofage yang menginfeksi E. Contohnya adalah leviviridae Fage Bacteroides fragilis. faecalis dan S. Beberapa jenis Bacteroides spesifik pada manusia[1]. terdapat pada feses manusia dan hewan. [sunting] Indikator Virus Terdapat empat kandidat mikroorganisme yang digunakan sebagai indikator virus[1]. yaitu colifage yang menginfeksi E.Enterococcus Merupakan mikrobiota pada manusia dan hewan. Berpigmen pyocyanin dan dapat berpendar[1].[sunting] Streptococcus Tinja . [sunting] Pseudomonas Digunakan sebagai indikator kolam renang selain Staphylococcus aureus. Contoh Streptococcus pada manusia adalah S.coli dan bakteri koliform lainnya. namun konsentrasinya juga terlalu rendah[1]. Kolifage jantan. Sifatnya tidak spesifik pada feses dan deteksi bergantung pada inangnya. [sunting] Kelemahan . dan Bifidobacteria spp.coli jantan (yang memilliki strain F+) sehingga dapat menghasilkan fili dan penempelan terjadi melalui reseptor fili. Digunakan untuk mengindikasi banyaknya bakteri Salmonella. sehingga untuk mendeteksi perlu kondisi yang sangat anaerob pula. Banyak ditemukan di feses 100 kali dibanding yang lain. Bersifat spesifik pada feses. Contohnya adalah myoviridae. • • • • Kolifage. podoviridae. [sunting] Bacteroides spp. dan siphoviridae. bersifat spesifik feses manusia. Namun konsentrasinya sangat rendah sehingga belum dapat ditunjukkan spesifitasnya Fage Salmonella. Memiliki sifat tahan terhadap desinfeksi kimiawi. Sifatnya lebih stabil dibanding patogen dan memiliki spora sehingga dapat digunakan untuk mendeteksi polusi yang terjadi di waktu lampau[1]. Bakteri yang diinfeksi tidak memiliki fili sehingga virus menempel langsung pada dinding selnya. Kedua bakteri ini sulit dideteksi karena bersifat sangat anaerob dan dapat musnah bila terkena oksigen. [sunting] Indikator Protozoa Sesungguhnya tidak ada indikator yang berlaku secara universal bagi parasit protozoa[1]. faecium [sunting] Clostridium Merupakan mikrobiota pada hewan berdarah panas dan limbah. Indikator bergantung pada sumber air yang dugunakan pada suatu daerah tertentu.

Inc. [sunting] Referensi 1. . Karena itu dibuat suatu kriteria untuk mentoleransi ketidaksempurnaan tersebut. Bakteri Pada klasifikasi. Disini hanya dijelaskan tentang bakteri. 2. Microorganisms. dan kelas IV. termasuk keberadaan patogen tertentu. Termasuk ke dalam kelompok monera adalah bakteri dan ganggang biru atau Chyanophyta. [sunting] Indikator Makanan Mikroorganisme yang menjadi indikator makanan merupakan kelompok bakteri yang keberadaannya di makanan di atas batasan jumlah tertentu.Page. Setiap negara. Untuk air minum kadar koliform tinja maksimal 2000 dan kadar total koliform maksimal 10000[1]. Hal ini disebabkan karena tidak semua bakteri dapat dijadikan indikator bagi patogen. Brock Biology of Microorganism 12th ed. kelas II.Contohnya di Indonesia dilakukan pengelolaa kualitas air dan pengendalian pencemaran air. BAKTERI KOLIFORM YANG BERSIFAT ANAEROB Posted on December 16. San Francisco: Pearson Education.Diakses pada 13 Mei 2010 . coli tipe I. yang bersifat prakariotik. Dalam klasifikasi terbaru. Ciri-ciri dan Sifat Bakteri Untuk dapat mempelajari bakteri dengan benar kita perlu mengenali ciri-ciri dan sifatnya. 1025-1033.al. A. 1997. Bacteria and Viruses. karena berkembang biak dengan membelah diri. setiap daerah memiliki kriteria yang berbedabeda[1]. Virus dan protozoa memiliki perbedaan ukuran. ^ a b c (Inggris)Johnson BT. mahkluk ini dikelompokkan ke dalam dunia tumbuhan. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s (Inggris) Madigan et. bakteri termasuk ke dalam kerajaan monera. Air digolongkan berdasarkan kriteria mutu mejadi kelas I. dan perlakuan[1]. koliform dan fekal streptococci digunakan sebagai indikator penanganan pangan secara tidak higienis. Media dan kondisi yang berbeda-beda juga membuat tidak ada indikator yang benar-benar cocok untuk kundisi tertentu[1]. Mikroorganisme indikator ini sering digunakan sebagai indaktor kualitas mikrobiologi pada pangan dan air. 2010 Monera meliputi organisme yang mempunyai struktur tubuh amat sederhana yakni terdiri atas sel-sel primitif. respon terhadapat tekanan lingkungan.Tidak ada indikator yang ideal untuk semua lingkungan dan memenuhi semua persyaratan[1]. yang dapat menjadi indikator suatu kondisi yang terekspos yang dapat mengintroduksi organisme berbahaya dan menyebabkan proliferasi spesies patogen ataupun toksigen. 2009. kelas III. Sel prakariotik adalah sel yang bahan intinya belum terlidungi oleh selaput inti atau karioteka. Misalnya E. tidak ada suatu indikator yang dapat mencangkup semua jenis indikator[1]. sub divisi Schyzomycetes atau jamur belah.

Ukuran tubuhnya dengan satuan mikron. • • • . Untuk mengamati-nya diperlukan alat bantu berupa mikroskop. 2. · Diplokokus. Bakteri berkembang biak secara tak kawin/ aseksual. sehingga dapat melakukan fotosintesis. Ada pula bakteri yang tidak memiliki pigmen. 1. kokus dapat dibedakan menjadi 6 macam: • · Monokokus. dan ada pula yang saprofit. Namun demikian. mulai daerah tropis hingga daerah kutub. Hidup secara sendiri-sendiri (soliter) dan ada pula yang hidup berkelompok (koloni). Sel tubuh bakteri tidak mempunyai kloroplas. Contoh = Diplococcus pneumonia · Tetrakokus. tiap pasang terdiri atas dua bakteri. Bakteri hidup di mana-mana. yakni bakteri berbentuk bulat yang hidup berkelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat bakteri. Oleh karena itu. mulai dari dataran rendah hingga puncak gunung. Ciri-ciri bakteri Bakteri merupakan makhluk renik yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. lebih besar daripada virus. tetapi dapat menyintesis zat makanan sendiri dengan menggunakan energi kimia pada medianya. Bentuk Bakteri Berdasarkan bentuknya. sehingga tampak transparan atau tembus cahaya. 2. 4. Berdasarkan koloninya. Kokus Kokus adalah bakteri berbentuk bulat seperti bola. yaitu dengan membelah diri.1. yakni bakteri berbentuk bola yang hidup mandiri atau soliter. batang atau silindris (basilus). Tubuh bakteri tersusun atas satu sel (unisel). yakni bakteri berbentuk bola yang hidup selalu berpasang-pasangan. bakteri dibedakan menjadi tiga. 3. bakteri tersebut bersifat fotoautotrop. bakteri tidak dapat menyusun zat makanannya sendiri dengan bantuan energi cahaya matahari. yaitu bakteri berbentuk bulat seperti bola (kokus). disebut bakteri kemoautotrop. parasit. Karena tidak memiliki kloroplas. Ada yang hidup bebas. · Sarkina. dan seperti spiral (sprillium). yakni bakteri berbentuk bola yang hidup berkelompok dan setiap kelompok terdiri atas delapan bakteri yang membentuk susunan seperti kubus. ada beberapa jenis bakteri yang memiliki pigmen/zat warna seperti kloroplas.

Bagian-bagian sel suatu bakteri terdiri atas dinding sel. 1. 1. yakni bakteri yang berbentuk seperti tanda baca koma. 4. merupakan selaput lipoprotein yang berfungsi sebagai pintu gerbang zat yang masuk atau keluar ke dan dari dalam sel bakteri. bakteri dapat dibedakan menjadi lima. sekaligus pemberi bentuk tubuh. 1. yakni bakteri berbentuk bola yang bergandenggandengan seperti rantai. · Streptobasilus. Selaput plasma berada di sebelah dalam dinding sel. Basil (bacillus) / batang Basil adalah bakteri berbentuk seperti silinder atau batang kecil. yakni bakteri berbentuk batang yang hidup berpasangan dua-dua. yakni bakteri berbentuk batang yang hidup mandiri atau soliter. pada bagian inilah terdapat berbagai organel yang berfungsi sebagai pelaksana kegiatan hidup. Ex = Salmonella typhosa · Diplobasilus. 2. Fungsi dinding sel adalah sebagai pelindung bagian tubuh bakteri. sintesis sel. berkelok. yakni bakteri berbentuk seperti bola dan bergerombol seperti anggur. Dinding sel merupakan bagian yang cukup kuat dan tersusun atas zat hemiselulosa. Alat Gerak bakteri Ada beberapa jenis bakteri yang dapat bergerak dengan alat berupa bulu cambuk atau flagelum. yakni bakteri berbentuk batang yang membentuk rantai. 3. Yang termasuk bentuk bakteri ini adalah vibrio. 3. 3. dan lain-lain. Pada bahan inti ini terdapat kromosom. Sel tubuh bakteri menyerupai sel tumbuhan. 1. · Stafilokokus. 1. • 2. yaitu: . Ex = Bacillus antracts • • 1. Berdasarkan jumlah dan letak flagelumnya. yaitu: • · Monobasilus. seperti respirasi sel. selaput plasma. Pada bagian tengah sitoplasma terdapat bahan inti yang tidak terlindungi oleh selaput inti. Sitoplasma terdapat di sebelah dalam selaput plasma. Spiril (spirillum) Spiril adalah bakteri yang mempunyai bentuk seperti spiral.• · Streptokokus. dan sitoplasma. atau melengkung. Bakteri berbentuk ini dapat dibedakan menjadi tiga. Struktur tubuh bakteri Tubuh bakteri terdiri atas satu sel.

2. • • • 1. yakni bakteri yang memiliki sekelompok flagelum pada salah satu ujung tubuhnya. yaitu bakteri heterotrop dan bakteri autrotrop. · amfitrik. Untuk menyusun zat makanan tersebut. yakni bakteri yang memiliki dua kelompok falgelum yang masing-masing terdapat di ujung tubuhnya. Ada bakteri yang makanannya diperoleh dari sisa organisme lain yang telah mati. 1.• • · atrik. Bakteri ini membantu membusukkan sisa makanan dan juga membantu pembentukan vitamin K yang penting untuk pembekuan darah. Bakteri yang menumpang pada manusia tidak selalu membahayakan kesehatan manusia. Contoh kelompok bakteri ungu (bakteriopurpurin) dan bakteri hijau (bakterioklorofil). yakni bakteri yang memiliki flagelum di seluruh permukaan tubuhnya. Ada juga bakteri yang makanannya diperoleh langsung dari organisme lain. bakteri Escherichia coli yang hidup pada usus tebal. · lopotrik. makanannya bergantung kepada organisme lain. Nitobacter). 5. Colli · monotrik. bakteri belerang. Jadi. • Bakteri autotrof Bakteri autotrof adalah bakteri yang dapat menyusun zat makanannya sendiri. Bakteri yang tidak menimbulkan penyakit pada manusia disebut bakteri apatogen. Ex = E. • Bakteri heterotrop Bakteri heterotrop adalah bakteri yang tidak dapat menyintesis zat makanannya sendiri. yaitu fotoautotrof dan kemoautotrof. Misalnya. bakteri memerlukan energi. Bakteri jenis ini disebut bakteri parasit. Bakteri fotoautotrof adalah bakteri yang dapat menyintesis zat makanannya sendiri dengan meng-gunakan energi cahaya matahari. Contoh bakteri kemoautotrof antara lain bakteri besi. . dan bakteri zat lemas (Nitrosomonas. tumbuhan. yakni bakteri yang tidak memiliki flagelum. bakteri dapat dibedakan menjadi dua. · peritrik. Nitrosococcus. maupun manusia. yaitu bakteri yang mempunyai satu flagelum pada ujung tubuhnya. Sebaliknya banyak bakteri yang menumpang hidup pada manusia dan menimbulkan penyakit disebut bakteri patogen. Bakteri kemoautotrof adalah bakteri yang dapat menyintesis zat makanannya sendiri dengan meng-gunakan energi kimia. bakteri autotrof dapat dibedakan menjadi dua. Ada bakteri yang parasit pada hewan. Bakteri jenis ini disebut bakteri saprofit. Berdasarkan sumber energi yang digunakannya. Makanan bakteri Berdasarkan caranya memperoleh makanan.

Dalam kondisi yang kurang menguntungkan. Anaerob obligat = tidak boLeh ada oksigen sedikitpun 3. Sementara itu. 2. Aerob fakultatif = masih bisa hidup waLaupun kadar oksigenya lemah 2. yaitu dengan jalan membuat dinding kuat yang disebut kista. Transduksi adalah pemindahan materi genetika dengan perantaraan virus. Pernapasan bakteri Bakteri dapat dibedakan menjadi dua kelompok. Paraseksual berlangsung dengan tiga cara. Dengan demikian. konjugasi. Tetapi. 7. Dalam kondisi tersebut Micrococcus denitrificans menguraikan zat HNO3 menjadi NH3 dan O2. bakteri akan membelah setiap 20 menit. Untuk memecah zat makanan pada mediumnya. yang secara sederhana. Bakteri jenis ini sering disebut bakteriobligat aerob. 1. Reproduksi bakteri Umumnya. yaitu dengan membelah diri atau membelah biner (pembelahan satu sel menjadi dua sel anakan). • Transformasi adalah perpindahan sedikit materi genetik yang berupa AND atau gen dari sel bakteri yang satu ke bakteri yang sejenis lainnya dengan proses fisiologis yang kompleks. 3. Karena spora ini tersimpan di dalam dinding . yaitu transformasi. Contoh bakteri anaerob antara lain Micrococcus denitrificans biasa hidup pada lahan yang kaya zat nitrat tetapi miskin oksigen. dan transduksi. intinya menjadi spora. yaitu bakteri aerob dan bakteri anaerob. dapat dihitung berapa kali dalam sehari sebuah sel bakteri dapat membelah. Clostridium tetani adalah bakteri penyebab penyakit tetanus. · Bakteri anaerob adalah bakteri yang dalam hidupnya atau dalam memecah zat yang tidak memerlukan oksigen bebas. • • Dalam kondisi yang ideal.6. Cara reproduksi generatif bakteri sering disebut paraseksual. Bakteri yang bersifat aerob senang hidup pada lingkungan lembab dan cukup udara. ada beberapa jenis bakteri yang mampu bertahan hidup. • 1. Bakteri yang dalam bentuk kista. Nitrosococcus. Aerob = 100% mesti ada oksigen. bakteri berkembang biak secara aseksual. beberapa jenis bakteri akan mati.dan Nitrobacter. Pembelahan sel bakteri termasuk pembelahan amitosis. Konjugasi adalah bergandengnya dua bakteri (+ dan -) dengan membentuk jembatan untuk pemindahan materi genetik. Bakteri ini sering disebut bakteri obligat anaerob. bakteri mengeluarkan zat jenis fermen tertentu. Contoh bakteri aerob antara lain bakteri penyebab penyakit TBC (Mycobacterium tuberculosis) Nitrosomonas. • · Bakteri aerob adalah bakteri yang dalam hidupnya memerlukan oksigen bebas untuk memecah zat pada mediumnya.

bahwa Tuhan telah menciptakan bakteri yang menjadi sahabat kita dalam mengatasi masalah sampah dan bangkai tersebut. sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Namun demikian. ada yang dapat mematikan atau merusak dinding sel bakteri. ada pula bakteri yang tumbuh baik pada suhu lebih rendah atau lebih tinggi daripada suhu optimum rata-rata tersebut. Kemungkinan besar permukaan bumi ini akan penuh sampah dan bangkai sisa organisme. sampah-sampah dan bangkai tersebut diuraikan oleh bakteri menjadi unsur-unsur hara. dan paku-pakuan. dan paku-pakuan adalah untuk perkembangbiakan. • · Kelembaban Bakteri dapat tumbuh baik pada lingkungan yang lembab atau kadar airnya cukup tinggi. Tidak hanya itu. Di samping itu. Bakteri pembusuk Kita tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi jika tidak ada bakteri dan organisme pengurai lainnya. khususnya sinar ultraviolet dapat mematikan bakteri. • · Zat kimia Beberapa jenis zat kimia. Bakteri yang menguntungkan 1. sedangkan spora jamur. Dalam keadaan sebagai endospora. 8. Di samping itu. lumut. sinar ultraviolet juga mampu merusak struktur kromosom bakteri. Pertumbuhan bakteri Pertumbuhan bakteri dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut: • · Temperatur Suhu optimal untuk pertumbuhan bakteri adalah antara 270 – 3000C. Escherichia coli membantu pembentukan vitamin K yang penting untuk proses pembekuan darah. Bakteri penghasil antibiotika . Berbeda dengan spora jamur. 1. PERANAN BAKTERI BAGI KEHIDUPAN MANUSIA 1. misalnya antibiotik dan zat-zat kimia yang lain. Namun bersyukurlah. bakteri tidak aktif dan dapat bertahan selama 50 tahun. Bakteri ini membantu membusukkan sisa pencernaan makanan. lumut. • · Sinar matahari Sinar matahari. Dengan demikian. 2. bakteri pembusuk tersebut sangat membantu dalam mengembalikan kesuburan tanah. yaitu Escherichia coli. spora bakteri berguna untuk mempertahankan diri dari kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. B. Di dalam usus besar kita juga terdapat bakteri pembusuk. 1.kista yang kuat maka spora ini sering disebut endospora.

yaitu sejenis minuman dari bahan susu. Di samping untuk kepentingan produksi asam dan minuman. 1. Bakteri penghasil asam Beberapa bakteri yang memproduksi asam antara lain: • • • · Clostridium butiricum. Perubahan krim asam pada bahan keju hingga menjadi padat serta aroma yang harum dari keju adalah berkat zat kimia yang dihasilkan oleh bakteri. mampu menghasilkan kloromisin dan kloramphenicol. Peranan bakteri dalam pengolahan limbah Di zaman teknologi yang serba canggih ini ternyata banyak masalah yang timbul. Di dalam susu. Bakteri yang mengikat zat nitrogen Beberapa jenis bakteri ada yang mampu mengikat zat lemas/nitrogen (N2) dari udara bebas. salah satu di antaranya ialah dengan menggunakan jasa bakteri aerob. 1. penghasil asam butirat · Propioni bacterium. penghasil asam propionat · Acetobacter. mampu menghasilkan streptomisin. bakteri Loctobacillus memperbanyak diri dan tumbuh dengan cepat. · Streptomyces aureofacien. 1. bakteri memberikan andil besar dalam bidang rekayasa genetika. Salah satu di antaranya adalah dihasilkannya limbah industri yang makin meningkat. beberapa jenis bakteri juga banyak digunakan untuk memproduksi makanan. penghasil asam cuka atau asam asetat 1. Bakteri Lactobacillus bulgaricus dapat digunakan untuk membuat yoghurt. misalnya mentega dan keju. Dengan cara ini dapat . Bakteri ini menyekresikan zat yang memberikan aroma sedap pada susu.Beberapa jenis bakteri yang mampu menghasilkan antara lain: • • • · Streptomyces griceus. mampu menghasilkan aureomisin · Streptomyces venezuele. Zat nitrogen merupakan unsur yang sangat diperlukan oleh tumbuhan untuk sintetis protein. Dengan cara tersebut bakteri aerob akan bebas mengoksidasi zat limbah tersebut. 3. bakteri dapat digunakan sebagai sarana untuk pencangkokan gen dari berbagai mahkluk hidup. 5. 7. 6. 4. 1. Untuk mengatasi masalah limbah tersebut. Bakteri dalam pemrosesan susu Dalam industri pemrosesan susu banyak digunakan jasa bakteri. Bakteri aerob yang banyak di udara bebas dibiarkan mengoksidasi limbah-limbah di bak penampungan yang terbuka. Dalam bidang ini. Bakteri dan rekayasa genetika Pada dasawarsa terakhir ini.

sampah dan kotoran ternak diolah untuk menghasilkan biogas. Beberapa jenis bakteri patogen yang banyak menyerang masyarakat di daerah tropis termasuk Indonesia. . 8. Bakteri yang merugikan 1. Hewan yang diserang adalah sapi. Biogas ini dapat dipergunakan untuk bahan bakar pengganti BBM ataupun bahan bakar lain yang keberadaannya semakin terbatas 2. 2.dihasilkan suatu varietas makhluk hidup yang memiliki sifat gabungan sesuai dengan yang diinginkan manusia. 1. Dengan menggunakan bakteri tersebut. Penyakit yang ditimbulkannya dapat mengganggu berbagai alat tubuh seperti saluran pencernaan. dan darah. sekarang telah dikembangkan produksi asam amino berkualitas tinggi menggunakan jasa bakteri. dan domba. Di samping itu. Bakteri patogen Bakteri patogen adalah bakteri parasit yang dapat menimbulkan penyakit bagi manusia. Pembuatan biogas Kemampuan bakteri untuk menguraikan zat-zat organik dapat dipergunakan untuk menguraikan sampah-sampah dan kotoran ternak yang banyak kita miliki. saluran pernapasan. Macam-macam Bakteri dan Penyakit yang ditimbulkannya : • • · Bakteri Clostridium tetani menyebabkan penyakit Tetanus/kejang otot · Bakteri Diplococcus pneumonia menyebabkan penyakit Pneumonia/radang paru-paru · Bakteri Mycobacterium tuberculosis menyebabkan penyakit TBC · Bakteri Mycobacterium leprae menyebabkan penyakitLepra/kusta · Bakteri Neisseria gonorrhoeae menyebabkan penyakit Raja singa/ kencing nanah · Bakteri Pasteurella pestis menyebabkan penyakit Pes/sampar · Bakteri Salmonella typosa menyebabkan penyakit Tifus · Bakteri Shigella dysenteriae menyebabkan penyakit Disentri · Bakteri Treponema pallidum menyebabkan penyakit Sifilis · Bakteri Vibrio cholerae menyebabkan penyakit Kolera • • • • • • • • 1. alat kelamin. 1. Bakteri parasit pada hewan dan tumbuhan Penyakit yang disebabkan oleh bakteri antara lain sebagai berikut: • · Antraks. sistem syaraf. kerbau. disebabkan oleh Bacillus antraxis.

Cholera. Pertusis. 2. sehingga jika terinfeksi oleh kuman yang vaksinnya telah ada dalam tubuh. dan paratifus. Tindakan Preventif Terhadap Ancaman Bakteri Untuk mengatasi berbagai aktivitas bakteri yang sangat merugikan tersebut. tifus. 3. Vaksin TDC (Typhus. dan penyakit busuk daun labu disebabkan oleh Erwina tracheiphilla. untuk mencegah timbulnya wabah penyakit perlu tindakan pencegahan. menghasilkan racun asam bongkrek. Bakteri perusak bahan makanan Berikut ini adalah beberapa contoh bakteri perusak bahan makanan: • · Pseudodomonas cocovenenans. Bakteri ini biasa hidup pada tempe bongkrek yang berasal dari ampas tahu dan ampas kelapa yang pembuatannya kurang higienis. Tetanus. yaitu dengan vaksinasi serta penjagaan kesehatan dan kebersihan lingkungan. menghasilkan racun botulinin.• · Bruselosis. bahan pangan tersebut perlu diawetkan. penyababnya adalah Actynomyces bovis. untuk mencegah kerusakan bahan pangan. Vaksin untuk Mencegah Penyakit Karena Bakteri Beberapa penyakit yang disebabkan oleh bakteri telah ditemukan vaksinnya. dan tetanus. Vaksin kotipa untuk mencegah penyakit kolera. kolera dan disentri. Penyakit ini biasa menyerang sapi. Sedangkan. • • C. Vaksin BCG (Bacillus Calmete Guerin) berfungsi untuk mencegah penyakit TBC. 3. Profilaksi) berfungsi untuk mencegah penyakit difteri. • 1. · Leuconostoc mesentroides menghasilkan lendir pada makanan yang telah lama atau akan basi. Bengkak rahang. · Penyakit tumbuhan yang disebabkan oleh bakteri antara lain: kanker batang jeruk disebabkan oleh Xanthomonas citri. batuk rejan. Misalnya. Vaksin-vaksin tersebut diberikan kepada orang yang sehat. Vaksin DPTP (Diphteri. Bakteri ini sering ditemukan pada makanan kaleng yang sudah rusak. 4. . 1. kanker batang kopi disebabkan oleh Agrobacterium tumefaciens. Dysentria) untuk mencegah penyakit tifus. Racun asam bongkrek maupun botulinin dapat mematikan manusia yang mengkonsumsinya. disebabkan Brucella abortus. Beberapa vaksin yang telah ditemukan antara lain: 1. Penyakit ini biasa menyerang sapi. · Clostridium botulinum. perlu dilakukan tindakan yang tepat. orang itu akan kebal terhadap penyakit tersebut.

Setelah dingin suhu dipanaskan lagi hingga mencapai suhu 600C. baik yang patogen maupun yang apatogen. Bahan yang akan diawetkan dipanaskan sampai 1000 C atau lebih selama beberapa menit.2. Pengawetan dengan pasteurisasi bertujuan untuk membunuh bakteri yang patogen saja. biasa digunakan pemanas dengan oven. jika makanan yang diawetkan dengan pendinginan dikeluarkan dari tempat pengawetannya. Dengan alat ini. sedangkan bakteri apatogen tetap hidup. Untuk membebaskumankan alat-alat tersebut juga dapat dilakukan dengan meredamnya di dalam alkohol pekat. Sedangkan. Pada suhu ini seluruh bakteri telah mati. pendinginan. kemudian didinginkan. dan pemanisan. Pengawetan makanan dengan pengeringan. Pengawetan Makanan Untuk mengatasi aktivitas bakteri saprofit yang merusak bahan makanan serta menimbulkan racun maka makanan perlu diawetkan. Dengan perlakuan semacam ini. Dengan perlakuan itu. pengasinan. Bahan makanan yang biasa disterilkan misalnya susu dan ikan dalam kaleng. dan pengasapan pada prinsipnya memberikan lingkungan yang tidak ideal untuk kehidupan bakteri. Sterilisasi biasa dilakukan pada bahan makanan yang akan disimpan lama atau akan diawetkan secara pengalengan. Untuk membebaskan kuman alat-alat laboratorium dan alat-alat kedokteran. bakteri yang apatogen dan tidak merugikan dibiarkan tetap hidup. pengawetan secara konvesional antara lain dengan sterilisasi. Sedangkan. Nama Bakteri dan Peranannya : • Escherichia Membantu membusukkan sisa makanan pada usus besar manusia dan pembentukan Vitamin K Streptomyces qriseus Menghasilkan antibiotik streptomisin Bacillus polymyxa Menghasilkan antibiotik polimiksin Streptomyces rimosus Menghasilkan antibiotik tetrasiklin Clostridium acetobutylicum Menghasilkan cairan kimia aseton dan botanol • • • • . pasteurisasi. pembekuan. pemanisan. Pengawetan secara pasteurisasi biasa dilakukan pada susu. Pengawetan bahan makanan secara sterilisasi dimaksudkan untuk membebaskan bahan makanan dari semua bakteri. Oleh karena itu. alat-alat disterilkan dengan dipanaskan sampai suhu 1000C atau lebih selama beberapa menit. Pengawetan makanan secara tradisional antara lain dengan pengeringan. penggunaan bahan kimia. Hal ini menyebabkan air di dalam sitoplasma bakteri akan berosmosis ke luar. pengasaman. sehingga bakteri akan mati karena kekurangan air. pengasapan. serta dengan radiasi. pengasaman. Lingkungan yang dingin akan menyebabkan bakteri tidak aktif. diperkirakan semua bakteri patogen telah mati. Pengawetan dapat dilakukan secara tradisional maupun secara konvensional. akan segera menunjukkan adanya aktivitas bakteri. Susu yang diawetkan dengan cara ini dipanaskan sampai dengan suhu 600C. kegiatan ini dilakukan sampai 3 atau 4 kali. kondisi larutan lingkungan luar bakteri menjadi lebih pekat.

Bakteri ini dapat mendeteksi patogen pada air seperti virus. Selain itu. coli terindikasi kuat diakibatkan oleh pencemaran tinja. coli. hepatitis A (penyakit terkait hati). cryptosporidium (cryptosporidiosis).• • • • • • • • • • • Metano bacterium Menghasilkan biogas berupa Metana Acetobacterium Pembuatan asam cuka Lactobacillus bulgaricus Pembuatan yoghurt Acetobater xylinum Pembuatan sari kelapa Clostridium botulinum Pembusukan makanan Mycobacterium tuberculosis Penyebab penyakit TBC Vibrio Cholerae Penyebab penyakit kolera atau muntaber Clostridium tetani Penyebab penyakit tetanus Mycobacterium leprae Penyebab penyakit lepra Baccilus antracis Penyebab penyakit antraks Koliform sebagai indikator kebersihan air. dan helminths (cacing parasit). Mereka biasa ditemukan di saluran sistem pengolahan air. Bakteri coliform dalam air minum dikategorikan menjadi tiga golongan. Selain itu. dan E. bakteri ini juga memiliki daya tahan yang lebih tinggi daripada patogen serta lebih mudah diisolasi dan ditumbuhkan. protozoa. yaitu coliform total. Bakteri ini merupakan organisme yang biasanya tidak berbahaya. Coliform total kemungkinan bersumber dari lingkungan dan tidak mungkin berasal dari pencemaran tinja. Bakteri Koliform Bakteri koliform merupakan golongan mikroorganisme yang lazim digunakan sebagai indikator. keduanya memiliki risiko lebih besar menjadi patogen di dalam air. coli yang mencemari air memiliki risiko yang langsung dapat dirasakan oleh manusia yang . Penyakit yang ditularkan melalui air biasanya diakibatkan oleh bakteri coliform.Bakteri koliform dapat digunakan sebagai indikator karena densitasnya berbanding lurus dengan tingkat pencemaran air. Sementara itu. di mana bakteri ini dapat menjadi sinyal untuk menentukan suatu sumber air telah terkontaminasi oleh patogen atau tidak. fecal coliform dan E. Masing-masing memiliki tingkat risiko yang berbeda. Bakteri fecal coliform atau E. dan parasit. Beberapa patogen yang telah dikenal sejak beberapa dekade lalu adalah giardia lamblia (giardiasis). coliform hidup di lingkungan sekitar kita dan dalam kotoran hewan berdarah panas dan manusia. Berdasarkan penelitian. fecal coliform. bakteri koliform ini menghasilkan zat etionin yang dapat menyebabkan kanker. bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun seperti indol dan skatol yang dapat menimbulkan penyakit bila jumlahnya berlebih di dalam tubuh. Patogen dalam air kebanyakan berasal dari kotoran manusia atau hewan.

dan memberikan solusi untuk mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air. tidak membentuk spora. Clostridium perfringens adalah bakteri Gram positif pembentuk spora yang sering ditemukan dalam usus manusia. Jadi adanya bakteri tersebut pada air atau makanan menunjukkan bahwa dalam satu atau lebih tahap pengolahan air atau makanan tersebut pernah mengalami kontak dengan kotoran yang berasal dari usus manusia dan oleh karenanya mungkin mengandung bakteri patogen lainnya yang berbahaya. dikenal istilah bakteri indikator sanitasi. Escherichia coli dan Coliform Dalam bidang mikrobiologi pangan. nyeri perut . Gangguan yang ditimbulkan pada manusia sehat adalah mual. Enterobacter. Salmonella spp. Klebsiella. 7 tahun 1996 yang mencakup makanan dan minuman (termasuk air minum). kelompok Streptococcus ( Enterococcus ) fekal dan Clostridium perfringens . debu. Coliform dan bahkan Salmonella dalam air minum isi ulang yang diambil dari beberapa depo. lingkungan dan sebagainya) dan karena bakteri ini termasuk patogen asal pangan ( foodborne pathogens ) penyebab keracunan maka pengujiannya membahayakan. kadang-kadang ditemukan di luar usus manusia (tanah. khususnya tentang signifikansi dan konsekuensi keberadaan bakteri-bakteri tersebut dalam air. Bakteri indikator sanitasi adalah bakteri yang keberadaannya dalam pangan menunjukkan bahwa air atau makanan tersebut pernah tercemar oleh kotoran manusia. investigasi. Ciri-ciri bakteri koliform antara lain bersifat anaerob. dll. Terakhir diberitakan pada Kompas 23 Mei 2003. ditemukannya bakteri Escherichia coli . termasuk ke dalam bakteri gram negatif. Dalam hal ini pengertian pangan adalah pangan seperti yang tercantum pada Undang-Undang Pangan No. demam tinggi bahkan pada beberapa kasus bisakejang dan kekurangan cairan atau dehidrasi. Bakteri Indikator Sanitasi dan Keamanan Air Minum Ratih Dewanti-Hariyadi Beberapa waktu terakhir berita mengenai keamanan air minum isi ulang mewarnai media masa. muntah. diare. Meskipun demikian. Nama-nama bakteri tersebut tentunya cukup membingungkan masyarakat awam. dan dapat memfermentasi laktosa untuk menghasilkan asam dan gas pada suhu 35°C-37°C. Kondisi seperti ini mengharuskan pemerintah bertindak melalui penyuluhan kesehatan. Citrobacter. Mengapa demikian? Karena bakteri-bakteri indikator sanitasi tersebut pada umumnya adalah bakteri yang lazim terdapat dan hidup pada usus manusia. . Apa sajakah bakteri indikator sanitasi? Sampai saat ini ada 3 jenis bakteri yang dapat digunakan untuk menunjukkan adanya masalah sanitasi yaitu Escherichia coli . berak darah. Contoh bakteri koliform antara lain Escherichia coli. bakteri ini jarang digunakan sebagai indikator sanitasi karena metode pengujiannya kurang spesifik.. Tulisan ini akan membahas tentang mengapa bakteri-bakteri tersebut diuji sebagai indikator air minum dan apa arti keberadaan bakteri-bakteri tersebut di dalam air minum maupun makanan Bakteri Indikator Sanitasi.mengonsumsinya.

mensyaratkan tidak adanya coliform dalam 100 ml air minum. Apakah yang dimaksud dengan Coliform ? Coliform adalah kelompok bakteri Gram negatif berbentuk batang yang pada umumnya menghasilkan gas jika ditumbuhkan dalam medium laktosa. E. Salah satu anggota kelompok coliform adalah E.coli Enterohemoragik . karena bakteri ini adalah bakteri komensal pada usus manusia. Meskipun demikian bakteri ini baik digunakan sebagai indikator sanitasi apabila jarak pengambilan sampel dan laboratorium pengujian cukup jauh karena relatif lebih tahan berada di dalam air ketimbang Escherichia coli . equinus pada usus kuda. Oleh karenanya standar air minum mensyaratkan E. coli adalah bakteri Gram negatif berbentuk batang yang tidak membentuk spora yang merupakan flora normal di usus. Uji penguat pada medium selektif.coli tersebut patogen atau bukan maka dapat dilakukan uji serologi. Jadi untuk dapat menyimpulkan E. Pada air bukan untuk minum umumnya terdapat . coli Enterotoksigenik dan E. coli sering disebut sebagai coliform fekal. Meskipun demikian. coli yang kompleks. Uji lengkap dengan medium lactose broth. Apabila dikehendaki untuk mengetahui serotipe dari E. coli yang diperoleh untuk memastikan apakah E. coli . coli dan karena E. Jika ingin diketahui apakah coliform tersebut merupakan coliform fekal atau E. Akan tetapi Streptococci fekal relatif tidak banyak diujikan sebagai indikator sanitasi karena beberapa spesiesnya ditemukan di luar usus manusia (S. Akan tetapi jika uji penduga tidak menunjukkan adanya coliform.Kelompok Streptococci fekal merupakan bakteri Gram positif bukan pembentuk spora yang ditemukan dalam usus manusia. umumnya bukan patogen penyebab penyakit sehingga pengujiannya tidak membahayakan dan relatif tahan hidup di air sehingga dapat dianalisis keberadaannya di dalam air yang notabene bukan merupakan medium yang ideal untuk pertumbuhan bakteri. maka tidak perlu dilakukan uji 4 tahap di atas. coli dapat bersifat patogen. tetapi analisis konvensional yang masih banyak dipraktekkan adalah dengan 4 tahap analisis yang memerlukan waktu 5-7 hari. serta Uji Identifikasi dengan melakukan reaksi IMViC (indol. coli maka uji tersebut dapat dilanjutkan dengan uji 4 tahap di atas. Keberadaan E. E. coli dalam air atau makanan juga dianggap memiliki korelasi tinggi dengan ditemukannya patogen pada pangan. bovis pada sapi) dank korelasinya dengan terdapatnya patogen tidak dianggap bagus. Pengujian koliform jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan uji E.coli Enteroinvasif. coli karena bakteri-bakteri bukan patogen dan bukan asal usus dari genus Enterobacter dan beberapa Klebsiella juga menghasilkan uji koliform positif. Karena uji E. Bakteri yang paling banyak digunakan sebagai indikator sanitasi adalah E. Vogues-Praskauer. maka beberapa standar. coli dalam air minum menunjukkan bahwa air minum tersebut pernah terkontaminasi kotoran manusia dan mungkin dapat mengandung patogen usus. coli . coli Enteropatogenik. beberapa jenis E. misalnya Standar Nasional Indonesia (SNI). beberapa serotipe patogen tertentu seperti O157:H7 yang ganas tidak dapat diuji langsung dengan pengujian 4 tahap ini dan memerlukan pendekatan analisis khusus sejak awal. Jadi adanya E. Meskipun demikian. karena hanya memerlukan Uji penduga yang merupakan tahap pertama uji E coli 4 tahap di atas. Empat tahap analisis tersebut adalah Uji Pendugaan dengan metode MPN ( most probable number ). coli adalah bakteri coliform yang ada pada kotoran manusia maka E. coli berada pada air atau makanan diperlukan seluruh tahapan pengujian di atas. methyl red. S. E. coli harus absen dalam 100 ml. Apa artinya jika terdapat coliform dalam air minum atau makanan? Artinya ada kemungkinan air atau makanan itu mengandung E. tetapi mungkin juga tidak mengandung E. Berbagai cara pengujian E. dan citrate). coli . yaitu serotipe-serotipe yang masuk dalam golongan E. coli telah dikembangkan.

Salah satu indikator mutu dan keamanan yang lazim digunakan adalah bahaya mikrobiologi yang jenis dan jumlahnya dalam makanan atau minuman dapat menentukan mutu dan keamanannya. Ratih Dewanti-Hariyadi. Institut Pertanian Bogor Standar Kualitas Air di Perairan Umum ( Peraturan Pemerintah No. Pengujian Salmonella juga memerlukan tahapan yang cukup panjang dan hanya dengan pengujian lengkap maka seseorang bisa menyimpulkan keberadaan Salmonella . coli .20 Tahun 1990 ) Kadar Maksimum No Parameter Satuan Golonga Golonga Golonga Golong nA nB nC an D FISIKA 1 2 Bau Jumlah zat padat Mg/L 1000 1000 1000 1000 . coli tentunya lebih ketat yaitu < 1 x 10 3 dalam 100 ml. Fakultas Teknologi Pertanian. PhD adalah staf pengajar dan kepala laboratorium Mikrobiologi Pangan. melainkan bakteri indikator keamanan pangan . Penutup Dengan meningkatnya tingkat pendidikan dan kesejahteraan masyarakat serta sitem informasi maka meningkat pula awareness masyarakat tentang mutu dan keamanan pangan termasuk air minum. Oleh karena itu berbagai standar air minum maupun makanan siap santap mensyaratkan tidak ada Salmonella dalam 100 ml air minum atau 25 gram sampel makanan. tahap isolasi pada beberapa media selektif dan tahap identifikasi berdasarkan reaksi-reaksi biokimia pada media identifikasi dan konfirmasi serologi atau biokimiawi yang menetapkan apakah bakteri tersebut benar-benar Salmonella atau bukan.perbedaan persyaratan coliform dani E. Oleh karena itu perlu diperhatikan pengujian jenis bakteri yang relevan dan metode pengujian yang terjamin mutunya sehingga hasil pengujian dapat dipertanggungjawabkan kepada khalayak. Salmonella dalam air minum atau makanan Salmonella adalah bakteri Gram negatif berbentuk batang bukan pembentuk spora yang terdiri dari sekitar 2500 serotipe yang kesemuanya diketahui bersifat patogen baik pada manusia atau hewan. Bakteri ini bukan indikator sanitasi . Air untuk kolam renang misalnya mensyaratkan kandungan coliform <2. Artinya.4 x 10 3 . selective-enrichment (pengkayaan selektif) pada media selektif untuk menghalau bakteri-bakteri non Salmonella . Uji Salmonella umumnya didahului dengan tahap pre-enrichment pada medium kaya untuk meyembuhkan sel Salmonella yang luka ( injured ) . tetapi syarat E. karena semua serotipe Salmonella yang diketahui di dunia ini bersifat patogen maka adanya bakteri ini dalam air atau makanan dianggap membahayakan kesehatan. Jurusan Teknologi pangan dan Gizi.

01 5 0.pH 17 Selenium 18 Seng 19 Sianida .1 6–9 0.05 0.terlarut 3 4 5 6 7 Kekeruhan Rasa Warna Suhu Daya Hantar Listrik Skala NTU 5 Skala TCU 15 o C Suhu udara 2250 Umhos/cm KIMIA anorganik 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Air raksa Aluminium Arsen Barium Besi Florida Kadmium Kesadahan CaCO3 Klorida Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.05 0.001 0.5 0.05 1 2 60 0.001 0.05 1 5 1.003 0.005 10 Kromium valensi 6 11 Mangan 12 Natriun 13 Nitrat sebagai N 14 Nitrit sebagai N 15 Perak 16 .005 500 250 0.2 0.05 2 10 1 0.06 600 0.01 1.8.01 5 0.3 0.02 5–9 0.1 200 10 1.05 6.01 1 1 0.5 0.9 Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.5 5 .5 .01 0.0 0.005 1 0.5 0.1 0.005 0.002 0.5 0.02 0.

03 >3 0.00001 0.2 Dichloroethane Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.20 Sulfat 21 Sulfida sebagao H2S 22 Tembaga 23 Timbal 24 Oksigen terlarut (DO) 25 Nikel 26 SAR (Sodium Absortion Ratio) Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 400 0.00001 0.0003 0.01 0.03 0.056 0.002 0.042 0.5 0.003 0.0 0.004 0.018 0.003 0.1 1 Kimia Organik 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Aldrin dan dieldrin Benzona Benzo (a) Pyrene Chlordane (total isomer) Chlordane 2.1 1 0.5 0.4 D DDT Detergent 1.0003 0.01 0.035 0.05 1.5 – 2.002 0.03 0.10 0.01 >=6 0.02 0.1 0.01 0.03 0.05 - 400 0.5 1.017 10 1.1 Dichloroethane 11 Heptachlor heptachlor epoxide 12 Hexachlorobenzene 13 Lindane 14 Metoxychlor 15 Pentachlorophenol 16 Pestisida total .0007 0.

002 0.0 Golongan A : air untuk air minum tanpa pengolahan terlebih dahulu Golongan B : air yang dipakai sebagai bahan baku air minum melalui suatu pengolahan Golongan C : air untuk perikanan dan peternakan Golongan D : air untuk pertanian dan usaha perkotaan.005 0.1 1.1 1.004 0.0 0.001 0.5 0.1 0.6 Trichlorophenol 18 Zat Organik (KMnO4) 19 Endrin 20 Fenol Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.4. industri dan PLTA.05 Nihil 0.21 0.0 0.1 1.0 0.001 21 Karbon kloroform ekstrak Mg/lt 22 Minyak dan lemak 23 Organofosfat dan carbanat 24 PCD 25 Senyawa aktif biru metilen 26 Toxaphene 27 BHC Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mikrobiologik 1 2 Koliform tinja Total koliform Jml/100 0 ml Jml/100 3 ml 2000 10000 Radioaktivitas 1 2 Gross Alpha activity Gross Beta activity Bq/L Bq/L 0.1 1.01 10 0.17 2. .1 Nihil 0.2 1 0.

kandungan amonia dll). Ikan-air boleh dikatakan sebagai suatu sistem terbuka dimana terjadi pertukaran materi (dan energi). Kehadiran bahan-bahan tertentu dalam jumlah tertentu akan mengganggu mekanisme kerja dari membran tersebut. Dalam lingkup akuarium. dalam lingkungan alamiahnya mereka tidak perlu beradaptasi dengan berbagai perubahan drastis yang terjadi. sehingga akan menyebabkan ikan stres dan tidak jarang menyebabkan kematian. Bahkan kondisi lingkungan mereka memiliki mekanisme tertentu untuk menjaga terjadinya perubahan mendadak. Oleh karena itu. kualitas air akan berbeda dari suatu kegiatan ke kegiatan lain. Pertukaran materi ini terjadi pada antarmuka (Interface) ikan-air pada bahan berupa membran semipermeabel yang terdapat pada ikan. Ikan hidup dalam lingkungan air dan melakukan interaksi aktif antara keduanya. Ikan telah berevolusi selama jutaan tahun pada kondisi lingkungan yang stabil. sebagai sebuah sistem tertutup. karbon dioksida (CO2). karena jernih bukan satu-satunya sarat air berkualitas bagi ikan. sebagai contoh: kualitas air untuk keperluan irigasi berbeda dengan kualitas air untuk keperluan air minum. dan bahan buangan. Lima syarat utama kualitas air bagi kehidupan ikan adalah: PARAMETER AIR Kesadahan (GH/KH) Kemasaman (pH) Karbon Dioksida (CO2) Temperatur Salinitas Kualitas Air . Sedangkan pada lingkungan akuarium. sehingga ikan pada akhirnya akan terganggu dan bisa tewas. perubahan mandadak dan drastis terhadap parameter air kerap terjadi (seperti suhu. garam-garaman. kualitas air secara umum mengacu pada kandungan polutan atau cemaran yang terkandung dalam air dalam kaitannya untuk menunjang kehidupan ikan dan kondisi ekosistem yang memadai.MEDIA INFORMASI IKAN HIAS DAN TANAMAN AIR Pastikan Aquarium Anda Indah dan Sehat forum diskusi direktori koleksi hobiis profil hobiis online store UTAMA Tentang O-Fish Kualitas Air Hama/Penyakit Filter Akuarium/Tank Direktori Ikan dan Tanaman Umum dan Spesies Pakan Ikan Aquascaping Berrbagai Masalah dan Pemecahannya O-Fish Home SPECIAL VIEW Akuarium Laut Arwana Cupang Hias DIscus Dunia Cichlid Lobster Air Tawar Louhan Maskoki Info Karantina Info Perundangan ARTIKEL TERBARU Jamur pada Telur (updated) Perbanyakan Tanaman Bak Overflow (updated) Lepidocepalus thermalis Aplocheilus Panchax Protein Skimmer Busuk Sirip Kutu Jarum KUALITAS AIR Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu Dengan demikian. Air yang jernih bukan berarti air yang baik bagi ikan. Sering dijumpai ikan hidup dan berkembang dengan "subur" justru pada air yang bagi manusia menimbulkan kesan jorok. pH. seperti oksigen (O2).

cat. Klorin: pada air minum bahan ini biasa ditambahkan sebagai pembunuh bakteri Kloramin : biasa ditambahkan pada proses pemurnian air minum Pestisida : biasanya merupakan residu kegiatan pertanian intensif yang sering menggunakan pestisida untuk membasmi hama dan penyakit tanaman. maka ikan yang dipelihara akan mampu mememilhara dirinya sendiri.10 ppm 3 ppm 6. dan dapat berkembang biak dengan baik.9.• • • • • Rendah kadar amonia dan nitrit Bersih secara kimiawi Memiliki pH. yaitu. Kisaran Normal Kualitas Air Amonia untuk Akuarium Air Tawar Nitrit Karbon dioksida Oksigen pH< KH (CaCO3) GH (CaCO3) <0.2 ppm 0 .5 . Beberapa bahan cemaran yang biasa dijumpai pada sumber air adalah: • • Tembaga (copper): bahan ini biasa berasal dari pelapukan pipa air minum atau bisa juga berasal dari kontaminan alamiah. sering dijumpai bahan-bahan terlarut yang berasal dari hasil pelapukan batuan yang dilewati oleh air dalam perjalanannya.0 ppm >20 ppm >20 ppm Beberapa Bahan Cemaran Cemaran pada air akuarium bisa berasal dari berbagai sumber. terbebas dari berbagai penyakit. berasal dari sumber air yang digunakan. dan temperatur yang sesuai Rendah kadar cemaran organik. Bahan yang .012 ppm <0. dari lapukan dekorasi asesori akuarium. dan Stabil Apabila persyaratan tersebut diatas dapat dijaga dan dipelihara dengan baik. dan juga berasal dari binatang dan tanaman akuarium itu sendiri. kesadahan. Nitrat atau fosfat: kedua bahan ini pada umumnya berasal dari "bocoran" kegiatan pemupukan pada pertanian intensif yang kemudian mencemari sumber-sumber air setempat. • • • Selain cemaran diatas. lem dll.

natrium (Na). makan dan kawin. Meskipun demikian kebanyakan kasus akibat logam berat justru terjadi pada ingkat kontaminasi logam berat rendah. magnesium (Mg). dan timah hitam (Pb). Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi situs ini dalam bentuk maupun media apapun tanpa ijin tertulis dari O-Fish. tembaga (Cu). gambar. Lactose Broth Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air. Urutan tingkat racun bebagai logam berat terhdap ikan adalah: Hg>Cu>Pb>Cd>Al>Zn>Ni>Cr>Co>Mn. Kadar logam berat dapat mempengaruhi berbagai perilaku ikan.1 Kecuali disebutkan dengan jelas. mangan (Mn) . dan 0. 0. sebagai kaldu pemerkaya (preenrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya. dan produk susu. Kadar logam berat tinggi diketahui dapat merusak jaringan ikan sehingga menyebabkan kematian.o-fish. aluminium(Al). memperbanyak jumlah. dimana dalam proses pembuatannya harus disterilisasi dan menerapkan metode aseptis untuk menghindari kontaminasi pada media. seperti besi (Fe). Berapa unsur yang mungkin dijumpai adalah kalsium (Ca). EMBA (Eosin Methylene Blue Agar) Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. dan logam-logam berat. seluruh tulisan. sedangkan Na tercermin pada salinitas.3% ekstrak beef. makanan. seng (Zn). isolasi. sedangkan kadar standar baku mutu logam berat bagi ikan adalah (dalam ppm): Cadmium (Cd) Chromium (Cr) Tembaga (Cu) Timah hitam (Pb) Air raksa (Hg) Seng (Zn) : 0.1 : 0. . Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform. Lactose broth dibuat dengan komposisi 0. menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba. All Rights Reserved http://www.com Copyright 2002-2011© O-FISH.com/Air/kualitas_air.01 : 0.5% laktosa. Ca dan Mg dalam lingkup akuarium tercermin pada kondisi kesadahan.terkandung akan sangat tergantung pada kondisi geologi daerah yang bersangkutan. Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform.5% pepton. seperti perilaku berenang. Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri.php Media berfungsi untuk menumbuhkan mikroba. ilustrasi dan foto pada situs web ini dibuat oleh Wahyu Purwakusuma.01 : 0. Berikut ini beberapa media yang sering digunakan secara umum dalam mikrobiologi.02 : 0.05 : 0.

dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni.Larutkan 3 g ekstrak daging dalam larutan yang dibuat pada langkah pertama. dan agar. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif. dan mengisolasi jenis Lactobacillus . 1.Atur pH sampai 7.Larutkan 5 g pepton dalam 850 ml air distilasi/akuades. tabel tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri coli dalam 100 ml dan 0. Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam. MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar) MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh De Mann. Intinya sama dengan nutrient agar. pepton 10 g.0. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit. pepton. dan Salmonella. Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna. Bagaiamanapun media ini sangat baik untuk mengkonfirmasi bahwa kontaminan tersebut adalah E. dalam artian mikroorganisme heterotrof. Agar EMB (levine) merupakan media padat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis bakteri coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan. Aerugenosa dan Salmonella sp dapat menimbulkan keraguan. Nutrient Broth Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair.Beri air distilasi sebanyak 1. Medium tersebut mengandung sukrosa karena kemempuan bakteri koli yang lebih cepat meragikan sukrosa daripada laktosa. untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri. 3. Nutrient Agar Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. sewage. aerugenosa. 2. untuk membawa stok kultur. jika media ini digunakan pada tahap awal karena kuman lain juga tumbuh terutama P.coli. air desitilat 1. dan Shape (1960) untuk memperkaya. EMB yang menggunakan eosin dan metilin bklue sebagai indikator memberikan perbedaan yang nyata antara koloni yang meragikan laktosa dan yang tidak. Untuk komposisi nutrien adar adalah eksrak beef 10 g. Rogosa.1 ml contoh air. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef.000 ml dan 15 g agar/L. Nutrient broth dibuat dengan cara sebagai berikut. menumbuhkan. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air. 4. P.000 ml. Namun demikian. produk pangan. Untuk mengetahui jumlah bakteri coli umumnya digunakan tabel Hopkins yang lebih dikenal dengan nama MPN (most probable number) atau tabel JPT (jumlah perkiraan terdekat).aureus. 5. NaCl 5 g.Sterilisasi dengan autoklaf. Adanya eosin dan metilen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut.

Agar-agar 14 g/L 7. asetat.Tween 80 1.5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C).Ekstrak ragi 4. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen. dan penumbuhan bermacam mikroorganisme.dipotassium hidrogen phosphate 2 g/L 8.Mangan sulfat 0.Diamonium hidrogen sitrat 2 g/L 10. sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh.0 g/L 4. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme.dari seluruh jenis bahan. sebaik nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat selektif.0 g/L 3. Adanya asam tartarat dan pH rendah maka pertumbuhan bakteri terhambat.Magnesium sulfat 0. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate. agar dilelehkan dalam 500 ml air.Ekstrak daging 8. MRS agar mengandung: 1.Natrium asetat 5 g/L 11. dextrose. Plate Count Agar (PCA) PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan.D (+) glukosa 20 g/L 5.04 g/L MRSB merupakan media yang serupa dengan MRSA yang berbentuk cair/broth.com Trypticase Soy Broth (TSB) TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum. APDA Media APDA berfungsi untuk menumbuhkan dan menghitung jumlah khamir dan yeast yang terdapat dalam suatu sampel. dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus. magnesium. Khamir dan yeast akan tumbuh dengan optimal pada media yang sesuai. Campurkan ekstrak . untuk isolasi. Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik.0 g/L 9.2 g/L 6. yeast extract. agar) hingga membentuk suspensi 22. Media PCA ini baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks. Dikalium fosfat ditambahkan sebagai buffer untuk mempertahankan pH. APDA dibuat dengan merebus kentang selama 1 jam/45 menit. MRS agar mengandung polysorbat. Dari enidchemicals.Protein dari kasein 10 g/L 2.

enumerasi. makanan. Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan petri dengan pH akhir 5. Bila kondisi terlalu basa maka sel akan mati. isolasi. PGYA Media ini berfungsi untuk isolasi. glukosa. Agar VRBA mengandung violet kristal yang bersifat basa. Dengan adanya dekstrosa yang terkandung dalam media ini. Berikut ini beberapa media yang sering digunakan secara umum dalam mikrobiologi. Kemudian dimasukkan dalam erlenmeyer dan disumbat dengan kapas lalu disterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. Campuran garam bile dan kristal violet menghambat bakteri gram positif. neutral red. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak. Lactose Broth Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air. semua bahan dicampur dengan ditambah CaCO3 terlebih dahulu sebanyak 0. empedu. kristal violet. pH akhir adalah 7.2. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan 1 liter air yang telah didestilasi.coli.5 g lalu dilarutkan dengan akuades. memperbanyak jumlah. Dinginkan hingga 50-60°C. Yeast ekstrak menyediakan vitamin B-kompleks yang mendukung pertumbuhan bakteri. Potato Dextrose Agar (PDA) PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang.4. Panaskan hingga mendidih sampai larut sempurna. menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba. VRBA (Violet Red Bile Agar) VRBA dapat digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri Enterobactericeae. Media berfungsi untuk menumbuhkan mikroba.kentang dalam agar lalu ditambahkan glukosa dan diaduk rata. NaCl. sedangkan sel mikroba bersifat asam. Neutral red sebagai indikator pH. Pada APDA jadi ini juga ditambah asam tartarat. dan produk susu. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri. pepton. Agar merupakan agen pemadat. Untuk membuatnya. dimana dalam proses pembuatannya harus disterilisasi dan menerapkan metode aseptis untuk menghindari kontaminasi pada media. agar). Pindahkan dalam tabung sesuai kebutuhan. PGYA dapat digunakan untuk mengidentifikasi mikroba terutama sel khamir.6+0. dan menumbuhkan sel khamir. sebagai kaldu pemerkaya (pre- . Sterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. Laktosa merupakan sumber karbohidrat. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media dalam 1 liter air yang telah didestilasi. campur dan panaskan serta aduk. Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna.

dan 0. EMB yang menggunakan eosin dan metilin bklue sebagai indikator memberikan perbedaan yang nyata antara koloni yang meragikan laktosa dan yang tidak. Adanya eosin dan metilen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut. sewage. P.000 ml dan 15 g agar/L. produk pangan. Intinya sama dengan nutrient agar. Nutrient broth dibuat dengan cara sebagai . aureus. pepton 10 g. Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna. jika media ini digunakan pada tahap awal karena kuman lain juga tumbuh terutama P.coli. Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform. NaCl 5 g.5% laktosa. dan agar.enrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya.3% ekstrak beef. Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam.5% pepton. Agar EMB (levine) merupakan media padat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis bakteri coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung. Nutrient Agar Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. untuk membawa stok kultur. dalam artian mikroorganisme heterotrof. dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif. Nutrient Broth Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair. Aerugenosa dan Salmonella sp dapat menimbulkan keraguan. Medium tersebut mengandung sukrosa karena kemempuan bakteri koli yang lebih cepat meragikan sukrosa daripada laktosa. Untuk komposisi nutrien adar adalah eksrak beef 10 g. pepton. tabel tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri coli dalam 100 ml dan 0. EMBA (Eosin Methylene Blue Agar) Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. danSalmonella. Lactose broth dibuat dengan komposisi 0. Untuk mengetahui jumlah bakteri coli umumnya digunakan tabel Hopkins yang lebih dikenal dengan nama MPN (most probable number) atau tabel JPT (jumlah perkiraan terdekat). Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air.1 ml contoh air. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan. Namun demikian. air desitilat 1. untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri. Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. 0. Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform. aerugenosa. Bagaiamanapun media ini sangat baik untuk mengkonfirmasi bahwa kontaminan tersebut adalah E.

dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus. Media PCA ini .Diamonium hidrogen sitrat 2 g/L 10.2 g/L 6. asetat.Ekstrak ragi 4.Agar-agar 14 g/L 7. Dikalium fosfat ditambahkan sebagai buffer untuk mempertahankan pH. 2.Beri air distilasi sebanyak 1. agar) hingga membentuk suspensi 22. sebaik nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat selektif. yeast extract.Atur pH sampai 7.Ekstrak daging 8.Mangan sulfat 0. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen.0. dan penumbuhan bermacam mikroorganisme. untuk isolasi.0 g/L 9. Plate Count Agar (PCA) PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan.Tween 80 1.com Trypticase Soy Broth (TSB) TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum. Dari enidchemicals. dextrose.Protein dari kasein 10 g/L 2.0 g/L 4.5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C). menumbuhkan. 5. dan mengisolasi jenis Lactobacillus dari seluruh jenis bahan. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme.000 ml.dipotassium hidrogen phosphate 2 g/L 8. 3.Larutkan 3 g ekstrak daging dalam larutan yang dibuat pada langkah pertama. Rogosa.0 g/L 3. MRS agar mengandung polysorbat.berikut. Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik.Larutkan 5 g pepton dalam 850 ml air distilasi/akuades. sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh. dan Shape (1960) untuk memperkaya. MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar) MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh De Mann.04 g/L MRSB merupakan media yang serupa dengan MRSA yang berbentuk cair/broth.Natrium asetat 5 g/L 11. magnesium.Magnesium sulfat 0. 4.D (+) glukosa 20 g/L 5. 1. MRS agar mengandung: 1.Sterilisasi dengan autoklaf.

2. pepton. Campuran garam bile dan kristal violet menghambat bakteri gram positif. Neutral red sebagai indikator pH. Pada APDA jadi ini juga ditambah asam tartarat. Dengan adanya dekstrosa yang terkandung dalam media ini. Laktosa merupakan sumber karbohidrat. PGYA dapat digunakan untuk mengidentifikasi mikroba terutama sel khamir. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri. agar). campur dan panaskan serta aduk. glukosa. NaCl. Dinginkan hingga 50-60°C. Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna. Khamir dan yeast akan tumbuh dengan optimal pada media yang sesuai. Sterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. PGYA Media ini berfungsi untuk isolasi. APDA Media APDA berfungsi untuk menumbuhkan dan menghitung jumlah khamir dan yeast yang terdapat dalam suatu sampel. enumerasi. Potato Dextrose Agar (PDA) PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. kristal violet. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. semua bahan dicampur dengan ditambah CaCO3 terlebih dahulu sebanyak 0.baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak. neutral red. Yeast ekstrak menyediakan vitamin B-kompleks yang mendukung pertumbuhan bakteri. Agar merupakan agen pemadat. Panaskan hingga mendidih sampai larut sempurna. empedu.5 g lalu dilarutkan dengan akuades. sedangkan sel mikroba bersifat asam. dan menumbuhkan sel khamir. agar dilelehkan dalam 500 ml air. Untuk membuatnya.6+0. APDA dibuat dengan merebus kentang selama 1 jam/45 menit. VRBA (Violet Red Bile Agar) VRBA dapat digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri Enterobactericeae.coli. pH akhir adalah 7. Adanya asam tartarat dan pH rendah maka pertumbuhan bakteri terhambat. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media dalam 1 liter air yang telah didestilasi. Kemudian dimasukkan dalam . Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan petri dengan pH akhir 5. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan 1 liter air yang telah didestilasi. Campurkan ekstrak kentang dalam agar lalu ditambahkan glukosa dan diaduk rata. Pindahkan dalam tabung sesuai kebutuhan.4. Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E. Bila kondisi terlalu basa maka sel akan mati. Agar VRBA mengandung violet kristal yang bersifat basa.

Metode Breed Hitungan mikroskopik dengan metode Breed sering digunakan untuk menganalisis susu yang mengandung bakteri dalam jumlah tinggi. tetapi sering digunakan untuk mengukur pertumbuhan sel selama proses fermentasi.erlenmeyer dan disumbat dengan kapas lalu disterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. Dalam perhitungan massa sel secara langsung. jumlah sel jasad renik dapat dihitung jika medium pertumbuhannya tidak mengganggu pengukuran. sel jasad renik tidak dapat diukur menggunakan metode volumetrik. gravimetrik. Hitungan Mikroskopik a. maupun turbidimetri. misalnya bahan pangan. Sebelumnya: Yogurt Selanjutnya : Susu Kambing BAB VIII ANALISIS KUANTITATIF MIKROBIOLOGI PADA BAHAN PANGAN Analisis kuantitatif mikrobiologi pada bahan pangan penting dilakukan untuk mengetahui mutu bahan pangan dan menghitung proses pengawetan yang akan diterapkan pada bahan pangan tersebut. jika substrat tempat tumbuhnya banyak mengandung padatan. dalam metode volumetrik dan gravimetrik. dimana komposisi substrat atau bahan yang difermentasi dapat diamati dan diukur dengan teliti. Oleh karena itu. pengukuran volume dan berat sel dilakukan dengan terlebih dahulu menyaring sel-sel jasad renik. A. Perhitungan massa sel secara tidak langsung sering digunakan dalam mengamati pertumbuhan sel selama proses fermentasi. Sebagai contoh. Perhitungan massa sel secara langsung maupun tidak langsung jarang digunakan dalam uji mikrobiologi bahan pangan. misalnya susu yang diperoleh dari sapi yang terkena mastitis yaitu suatu penyakit infeksi yang .

luas areal pandang (field) mikroskop yang akan digunakan harus dihitung terlebih dahulu. Cara ini merupakan suatu cara cepat. Hasil perhitungan berdasarkan jumlah kelompok bakteri biasanya lebih mendekati hasil perhitungan jumlah bakteri menggunakan agar cawan. Luas areal pandang mikroskop = Di mana r = jari-jari (mm) areal pandang mikroskop. difiksasi. Sel-sel yang mengumpul dalam kelompok. Mikrometer yang digunakan adalah mikrometer gelas objek yang mempunyai skala terkecil 0. Untuk menghitung jumlah bakteri di dalam susu. kemudian didiamkan sampai kering. yaitu menghitung bakteri secara langsung menggunakan mikroskop. susunya biasanya mengandung sel-sel darah putih dalam jumlah tinggi. Rata-rata jumlah bakteri per areal pandang mikroskop ditentukan setelah mengamati 10 sampai 60 kali areal pandang. Dalam metode ini. dan diwarnai dengan biru metilen. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengukur diameter areal pandang menggunakan mikrometer yang dilihat melalui lensa minyak imersi. sel-sel darah putih akan terlihat sebagai sel yang bulat atau berbentuk tidak teratur.01 ml. Cara ini mempunyai kelemahan yaitu tidak dapat diakukan terhadap susu yang telah dipasteurisasi karena secara mikroskopik tidak dapat dibedakan antara sel-sel bakteri yang masih hidup atau yang telah mati karena perlakuan pasteurisasi.01 ml susu dipipet dengan pipet Breed dan disebarkan di atas gelas objek sehingga mencapai luas 1 cm2. Setelah pewarnaan dengan biru metilen.18 mm.01 mm. Karena contoh susu yang disebarkan pada gelas objek seluas 1 cm2 adalah 0.16 mm. dihitung jumlah sel yang terdapat di dalam kelompok tersebut. berwarna biru dengan ukuran lebih besar daripada bakteri.menyerang kelenjar susu sapi. Beberapa mikroskop mungkin mempunyai ukuran diameter areal pandang lebih dari 0.01 ml . sebanyak 0.14-0. tergantung dari jumlah bakteri per areal pandang. maka: Jumlah susu per arealpandang mikroskop = x 0. Areal pandang mikroskop biasanya mempunyai ukuran 14-16 skala atau 0. Pada sapi yang terserang mastitis. tetapi jika tidak mungkin dapat dihitung sebagai satu kelompok.

5 – 1 1 . Hitungan mikroskopik merupakan metode yang cepat dan murah. Sel-sel yang berukuran sangat kecil sukar dilihat di bawah mikroskop. Jumlah sel dalam beberapa kotak besar dihitung. hitungan mikroskopik dilakukan dengan pertolongan kotak-kotak skala. . Metode Petroff-Hausser Dalam metode Petroff-Hausser. tetapi mempunyai beberapa kelemahan sebagai berikut: 1. Oleh karena itu. keduanya akan terhitung. untuk mendapatkan 1 ml contoh susu dapat diperoleh dari 10. 2. dan ditentukan sebagai berikut: Jumlah rata-rata bakteri per areal pandang < 0. Tinggi contoh yang terletak di antara gelas objek dengan gelas penutup adalah 0.04 mm2. di mana dalam setiap ukuran skala seluas 1 mm2 terdapat 25 buah kotak besar dengan luas 0.000/πr2 juga faktor mikroskopik (FM). kemudian dihitung jumlah sel rata-rata dalam satu kotak besar. dan setiap kotak besar terdiri dari 16 kotak kecil. dan digunakan untuk mengubah jumlah bakteri per areal pandang mikroskop menjadi jumlah bakteri per ml. Jumlah bakteri per ml = x jumlah bakteri per areal pandang Jumlah bakteri per areal pandang dihitung dari rata-rata pengamatan areal pandang.5 0. Angka 10. Jumlah areal pandang yang harus diamati tergantung dari jumlah rata-rata bakteri per areal pandang.000/πr2 kali areal pandang mikroskop.Dengan kata lain.10 10 – 30 >30 Jumlah areal pandang yang harus diamati 50 25 10 5 TBUD b. sehingga kadang-kadang tidak terhitung.02 mm. Sel-sel yang telah mati tidak dapat dibedakan dari sel-sel hidup.

c. c. karena beberapa sel yang berdekatan mungkin membentuk satu koloni. tidak menyebar. Metode hitungan cawan merupakan cara yang paling sensitif untuk menentukan jumlah jasad renik karena beberapa hal yaitu: a. Tidak dapat digunakan untuk menghitung sel jasad renik di dalam bahan pangan yang banyak mengandung debris atau ekstrak makanan. 4. Dapat digunakan untuk isolasi dan identifikasi jasad renik karena koloni yang terbentuk mungkin berasal dari suatu jasad renik yang mempunyai penampakan pertumbuhan spesifik. Hitungan Cawan Prinsip dari metode hitungan cawan adalah jika sel jasad renik yang masih hidup ditumbuhkan pada medium agar. b. metode hitungan cawan juga mempunyai kelemahan-kelemahan sebagai berikut: a. misalnya untuk bakteri minimal 106 sel/ml. Untuk mempertinggi ketelitian. Hal ini disebabkan dalam setiap bidang pandang yang diamati harus terdapat sejumlah sel yang dapat dihitung. karena hal ini akan mengganggu dalam perhitungan sel.3. Selain keuntungan-keuntungan tersebut. 2. Hanya sel yang masih hidup yang dihitung. jumlah sel di dalam suspensi harus cukup tinggi. Dalam metode hitungan cawan. d. Beberapa jenis jasad renik dapat dihitung sekaligus. Hasil perhitungan tidak menunjukkan jumlah sel yang sebenarnya. Jasad renik yang ditumbuhkan harus dapat tumbuh pada medium padat dan membentuk koloni yang kompak dan jelas. maka sel jasad renik tersebut akan berkembang biak dan membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dan dihitung dengan mata tanpa menggunakan mikroskop. b. Medium dan kondisi inkubasi yang berbeda mungkin menghasilkan nilai yang berbeda. Memerlukan persiapan dan waktu inkubasi relatif lama sehingga pertumbuhan koloni dapat dihitung. bahan pangan yang diperkirakan mengandung lebih dari 300 sel jasad renik per ml atau per gram atau per cm jika .

Setelah inkubasi akan terbentuk koloni pada cawan tersebut dalam jumlah yang dapat dihitung. Pengenceran biasanya dilakukan secara desimal yaitu 1:10. c.1 ml contoh yang telah diencerkan dipipet pada permukaan agar tersebut. memerlukan perlakuan pengenceran sebelum ditumbuhkan pada medium agar di dalam cawan petri. sejumlah contoh (1 ml atau 0. Cawan yang dipilih dan dihitung adalah yang mengandung jumlah koloni antara 30 dan 300. Beberapa koloni yang bergabung menjadi satu merupakan satu kumpulan koloni yang besar di mana jumlah koloninya diragukan dapat dihitung sebagai satu koloni. Jumlah koloni dalam contoh dapat dihitung sebagai berikut: Koloni per ml atau per gram = jumlah koloni per cawan x 1/FP Dimana FP = faktor pengenceran Faktor Pengenceran Untuk melaporkan hasil analisis mikrobiologi dengan cara hitungan cawan digunakan suatu standar yang disebut Standard Plate Counts (SPC) sebagai berikut: a. larutan Ringer. Pada pemupukan dengan metode permukaan. terlebih dahulu dibuat agar cawan kemudian sebanyak 0. 1:10 000. dimana jumlah yang terbaik adalah diantara 30 sampai 300 koloni. Dalam SPC ditentukan cara pelaporan dan perhitungan koloni sebagai berikut: Larutan yang digunakan untuk pengenceran dapat berupa larutan bufer fosfat. Dalam metode tuang. 1:1000 000 dan seterusnya. 0. dan diratakan dengan batang gelas melengkung yang steril. 1:1000 dan seterusnya. kemudian ditambah agar cair steril yang telah didinginkan (47-50°C) sebanyak 15-20 ml dan digoyangkan supaya contoh menyebar rata. b. atau 1:100.1 ml) dari pengenceran yang dikehendaki dimasukkan ke dalam cawan petri.85% NaCl. 1:100. Satu deretan rantai koloni yang terlihat sebagai suatu garis tebal dihitung sebagai satu koloni.pengambilan contoh dilakukan pada permukaan. Cara pemupukan dalam metode hitungan cawan dapat dibedakan atas dua cara yaitu metode tuang dan metode permukaan (surface/spreadplate). atau .

c. dimana perhitungan dilakukan berdasarkan jumlah tabung yang positif.7 x 103 unit koloni/ml atau 2. 1. Metode MPN (Most Probable Number) Berbeda dengan metode hitungan cawan dimana digunakan medium padat. Oleh karena itu. Pengamatan tabung yang positif dapat dilihat dengan mengamati timbulnya kekeruhan. dalam metode MPN digunakan medium cair di dalam tabung reaksi. yaitu yang ditumbuhi oleh jasad renik setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu. b. harus dipilih tingkat pengenceran yang menghasilkan kedua cawan duplo dengan koloni di antara 30 dan 300. Oleh karena itu. Jika perbandingan antara hasil tertinggi dan terendah lebih besar dari 2. e. Oleh karena itu. tidak boleh diambil salah satu.0 x 106 unit koloni/gr. Jika pada semua pengenceran dihasilkan lebih dari 300 koloni pada cawan petri. d. tetapi jumlah yang Hasilnya dilaporkan sebagai kurang dari 30 dikalikan dengan besamya pengenceran. Hasilnya dilaporkan sebagai lebih dari 300 dikalikan dengan faktor pengenceran. Jika pada cawan dari dua tingkat pengenceran dihasilkan koloni dengan jumlah antara 30 dan 300. berarti pengenceran yang dilakukan terlalu rendah. dilaporkan ratarata dari kedua nilai tersebut dengan memperhitungkan faktor pengencerannya. data yang diambil harus dari kedua cawan tersebut. sebenarnya harus dicantumkan di dalam tanda kurung. jumlah koloni pada pengenceran yang terendah yang dihitung. yang sebenarnya harus dicantumkan di dalam tanda kurung. Jika angka yang ketiga sama dengan atau lebih besar dari 5. Jika pada semua pengenceran dihasilkan kurang dari 30 koloni pada cawan petri. Hasil yang diaporkan hanya terdiri dari dua angka yaitu angka pertama (satuan) dan angka kedua (desimal). yang dilaporkan hanya hasil yang terkecil. tetapi jumlah 3. berarti pengenceran yang dilakukan terlalu tinggi. dan perbandingan antara hasil tertinggi dan terendah dari kedua pengenceran tersebut lebih kecil atau sarna dengan dua. Sebagai contoh.a. harus dibulatkan satu angka lebih tinggi pada angka kedua. jumlah koloni pada pengenceran yang tertinggi yang dihitung. Jika digunakan dua cawan petri (duplo) per pengenceran. atau terbentuknya gas di dalam tabung kecil (tabung Durham) yang diletakkan pada .

Grup jasad renik yang dapat dihitung dengan metode MPN juga bervariasi tergantung dari medium yang digunakan untuk pertumbuhan. dari setiap pengenceran dimasukkan 1 ml masing-masing ke dalam tabung yang berisi medium. meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat dengan terlebih dahulu membuat suspensi 1:10 dari contoh tersebut. pengenceran harus dilakukan lebih tinggi daripada pengenceran dalam hitungan cawan. Metode MPN biasanya digunakan untuk menghitung jumlah jasad renik di dalam contoh yang berbentuk cair. dan jika diambil tiga pengenceran yang pertama kombinasinya akan menjadi 3. dan pada pengenceran terakhir tidak ada tabung yang positif. Dengan demikian. yaitu untuk jasad renik pembentuk gas. 1. Misalnya pada pengenceran pertama ketiga tabung menghasilkan pertumbuhan positif. Dalam metode MPN. Kombinasinya menjadi 3. yang dinyatakan sebagai tabung positif.posisi terbalik. 2. Dalam metode MPN. setelah inkubasi diharapkan terjadi pertumbuhan pada beberapa tabung. pada pengenceran ketiga satu tabung positif. tetapi alat gelas yang digunakan juga lebih banyak. dimana untuk setiap pengenceran digunakan tiga seri tabung atau lima seri tabung. sedangkan tabung lainnya tidak mengandung sel. sedangkan tabung lainnya negatif. sehingga beberapa tabung yang berisi medium cair yang diinokulasikan dengan larutan hasil pengenceran tersebut mengandung satu sel jasad renik. Setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu. dihitung jumlah tabung yang positif yaitu tabung yang ditumbuhi jasad renik yang dapat ditandai dengan timbulnya kekeruhan. pada pengenceran kedua dua tabung positif. beberapa tabung mungkin mengandung lebih dari satu sel. 1. Kombinasi yang dipilih dimulai dari . Lebih banyak tabung yang digunakan menunjukkan ketelitian yang lebih tinggi. 0. Angka kombinasi ini kemudian dicocokkan dengan Tabel MPN dan nilai MPN contoh dapat dihitung sebagai berikut : MPN contoh = Nilai MPN dari tabel x 1/pengenceran tabung tengah Pengenceran Tabung Tengah Tabel yang digunakan untuk menentukan niIai MPN dari tiga seri tabung berbeda dengan tabel untuk lima seri tabung. 2. Untuk setiap pengenceran pada umumnya digunakan tiga atau lima seri tabung.

Semakin tinggi jumlah bakteri di dalam susu. Kombinasi yang diambil terdin dari tiga pengenceran. Kelemahan metode BM adalah karena cara ini tidak praktis dilakukan terhadap susu yang mengandung bakteri hidup dalam jumlah sedikit. kemudian diamati kemampuan bakteri di dalam susu untuk tumbuh dan menggunakan oksigen yang terlarut. Metode Hitungan Tidak Langsung Salah satu cara untuk menghitung jumlah sel di dalam suatu bahan secara tidak langsung adalah dengan uji biru metilen yang biasanya dilakukan terhadap susu. misalnya susu . Metode biru metilen merupakan cara yang lebih cepat dibandingkan dengan metode hitungan cawan. jika digunakan Lactose Broth maka adanya bakteri yang dapat menfermentasi laktosa ditunjukkan dengan terbentuknya gas di dalam tabung Durham. Sebagai contoh. biru metilen yang ditambahkan akan tereduksi menjadi putih metilen. dalam metode BM hal ini tidak berpengaruh terhadap perhitungan jumlah bakteri.pengenceran tertinggi yang masih menghasilkan semua tabung positif. sedangkan pada pengenceran yang berikutnya ada tabung yang negatif. maka jumlah tabung yang positif tersebut harus ditambahkan pada angka kombinasi yang ketiga sampai mencapai jumlah maksimum. Dalam uji ini ditambahkan sejumlah biru metilen ke dalam susu. dan dapat memberikan perkiraan jumlah bakteri di dalam susu. Metode MPN dapat digunakan untuk menghitung jumlah jasad renik tertentu yang terdapat diantara campuran jasad renik lainnya. Jika pada pengenceran yang keempat atau seterusnya masih ditemukan tabung yang hasilnya positif. yaitu perubahan warna biru menjadi putih. B. semakin cepat terjadinya perubahan warna dan biru menjadi putih. Cara ini biasa digunakan untuk menentukan MPN koliform terhadap air atau minuman karena bakteri koliform termasuk bakteri yang dapat menfermentasi laktosa. Waktu reduksi. dan lebih teliti karena bakteri yang terdapat dalam keadaan berkelompok di mana dalam metode hitungan cawan dihitung sebagai satu koloni. sehingga menyebabkan penurunan kekuatan oksidasi-reduksi dari campuran tersebut. dianggap selesai jika kira-kira empat per lima dari contoh susu yang terdapat di dalam tabung (sebanyak 10 ml) telah berwarna putih. Akibatnya.

yaitu paling sedikit selama enam jam. Disamping itu dapat . 0. Cara lain yang hampir sama adalah sebagai berikut: a. Suatu volum tertentu dimasukkan ke dalam pinggan petri steril. Dengan metode. Penghitungan koloni dilakukan setelah pengeraman pada suhu yang sesuai. campuran itu dituang ke dalam pinggan petri steril. dan sebagainya. misalnya bakteri gram positif atau negatif. Hasil perhitungan yang dapat diandalkan adalah antara 30-300 koloni pada tiap lempeng pembiakan. dimana dibutuhkan waktu yang lama sekali untuk mereduksi biru metilen.1 sampai 1 ml bahan pemeriksaan dicampur dengan medium pembiakan agar yang telah dicairkan dan didinginkan sampai suhu tidak lebih dari 45°C. Dalam hal ini bahan pemeriksaan harus diencerkan untuk menghindarkan jumlah koloni terlalu banyak sehingga tidak dapat dihitung. ini juga tidak dapat dibedakan jenis bakteri yang terdapat di dalam susu.yang telah mengalami pasteurisasi. Setelah dikocok. kemudian dituang dengan medium pembiakan padat campuran dibiarkan membeku c. kemudian dibekukan. selanjutnya dieramkan. diadakan perhitungan langsung secara mikroskopis. b. 2. Cara menghitung langsung (metode kaca objek) yang telah dicairkan dan Setelah dicampur rata didinginkan sampai suhu tidak lebih dari 45°C. Cara ini disebut juga “metode perhitungan bakteri hidup” atau “metode perhitungan koloni”. Oleh karena satu bakteri dapat tumbuh menjadi satu koloni yang terhitung mewakili jumlah bakteri hidup yang terdapat dalam tiap volum pengenceran yang digunakan. Cara Perhitungan pada lempeng pembiakan a. Penentuan Jumlah Bakteri Beberapa cara dapat dilakukan untuk menentukan jumlah bakteri yang terdapat pada bahan pemeriksaan. Kelemahan lainnya adalah karena dalam uji biru metilen diperlukan waktu pengamatan yang terus-menerus. 1. Bahan pemeriksaan diencerkan seperlunya b. pembentuk spora. C. Cara yang paling sering digunakan adalah cara perhitungan koloni pada lempeng pembiakan (place count). khamir.

1 persen metilen biru (zat warna ini tidak diperlukan bila diperiksa dengan fase kontras atau lapangan gelap).Cara ini pada mulanya dilakukan dengan pemeriksaan bakteri yang terdapat dalam air susu.1 persen yang mengandung 0. diperoleh jumlah rata-rata oraganisme untuk tiap kotak.0025 mm3. Suspensi ini diencerkan sedemikian rupa. Permukaan kaca objek diasah sedemikian rupa. Dengan cara ini yang terhitung adalah baik bakteri hidup maupun yang mati. Volume ruang di atas tiap kotak adalah 0. tetapi pengerjaannya lebih cepat.0025 mm2. yaitu 0. sehingga jumlah hitungan mencapai kira-kira 500. Pada lantai bilik terdapat suatu daerah berkotak seluas 1 mm2 yang dibagi dalam 400 kotak persegi. b) Pemeriksaan dilakukan dengan lensa 4 mm. Kemudian dikalikan dengan faktor pengenceran. terdapat ruangan antara lantai dan kaca penutup yang sama tingginya.02 m di bawah permukaan kaca objek. Metode Ukur Kekeruhan Metode ini mengguanakan tabung-tabung dengan supensi dari berbagai derajat kekeruhan (menurut Brown).02 x0. Tiap derajat tersebut dengan tingkat kekeruhan eqivalen dengan jumlah tertentu per mililiter. Suspensi yang akan dihitung ditambah dengan beberapa tetes formalin.00000005 ml. Metode bilik hitung Untuk keperluan ini dapat digunakan bilik hitung Helber. Setelah dibagi oleh jumlah kotak. sehingga bila di masukkan ke dalam bilik hitung itu hanya akan terdapat lima atau sepuluh organisme dalam tiap kotak. a. Cairan pengencer yang terbaik adalah pepton 0. Daerah ini dilingkari oleh parit.1 persen dan 0. yaitu suatu kaca objek setebal 2-3 mm dengan ditengahnya terdapat suatu daerah yang disebut lantai bilik yang berada 0. jangan sampai ada cairan yang mengalir ke dalam parit. Volum suspensi seharusnya hanya untuk mengisi ruang antara lantai bilik dengan kaca penutup. sehingga bila kaca penutup diletakkan di atas lantai bilik. Suspensi bakteri yang ingin diperiksa . Cara kerjanya adalah sebagai berikut: a) Satu ose suspensi diletakkan pada daerah berkotak dan diataranya diletakkan kaca penutup yang bersih. sehingga dengan cara ini tidak diketahui berapa jumlah bakteri hidup. Larutan yang digunakan harus disaring sebelum dipakai. Untuk perhitungan dipilih 50-100 kotak secara acak. masing-masing seluas 0. tetapi dapat digunakan untk penelitian lain. b.

tetapi tidak mungkin ada sampel yang tidak mengandung bakteri sama sekali. Bila suatu cairan mengandung 100 organisme per 100 ml. Jumlah Perkiraan Terdekat (JPT) Jumlah perkiraan terdekat pada perhitungan bakteri didasarkan atas asumsi bahwa bakteri tersebar normal dalam medium cair. relatif lebih besar. c. d. biarpun antara sampel yang satu sedikit lebih atau kurang daripada yang lain. tiap sampel dapat diharapkan akan memperlihatkan pertumbuhan.jumlahnya dibandingkan kekeruhannya dalam tabung yaitu dengan ukuran yang sama dengan kekeruhan tabung Brown yang telah dibakukan dan jumlah organismenya dapat dilihat pada tabel derajat kekeruhan baku. Bila sampelsampel ini ditanam dalam medium pembiakan. sedang ada sampel yang tidak mengandung bakteri. Oleh karena itu bila Jika jumlah organisme besar. Beberapa di antaranya mungkin mengandung dua atau tiga. maka sampelsampel 10 ml akan mengandung rata-rata masing-masing 10 organisme. Suspensi yang diperiksa bila perlu harus diencerkan. perbadaan jumlah antara sampel akan menjadi kecil. Metode Turbidimetri Pada metode ini penghitungan didasarkan pada kenyataan bahwa suatu populasi atau kelompok sel-sel dalam medium cair menyerap atau menyebarkan cahaya yang sebanding dengan derajat kekeruhan medium itu. Demikian pula sampel-sampel 1 ml akan mengandung rata-rata masingmasing satu organisme. yang berarti bila diambil berulang-ulang sampel dengan takaran yang sama dari suatu sumber dapat diharapkan mengandung jumlah rata-rata yang sama. Pada turbidimetri yang diukur adalah persentase absorpsi cahaya. hasil hitungan masing-masing Bila jumlah organisme kecil perbedaan akan . sampel akan mendekati rata-rata. Beberapa diantara sampel-sampel itu dapat mengandung lebih atau kurang. Jumlah rata-rata ini adalah jumlah perkiraan terdekat (most probable number). dan pada nefelometri diukur adalah refleksi sinar cahaya.

Untuk pemeriksaan air ditambah dengan percobaan 50 ml air dalam 50 ml bulyon dua kali kuat. pembentukan asam dan gas dan lain-lain. dan 10.sampel-sampel ini ditanam dalam medium pembiakan. Sampel-sampel 0. Perlakuan yang sama dilakukan dengan 1 ml dan 0. Untuk keperluan ini dapat digunakan tiga atau lima tabung. Untuk penafsiran JPT dari jumlah hasil positif dari deret tiga atau lima tabung dilahat pada Tabel 10. Tabel 10.2.1 ml dapat diharapkan mengandung hanya satu organisme di antara sepuluh sampel. Sampel dikocok yang kuat agar organisme dalam cairan itu tersebar merata. lima dari 10 ml dan lima dari 1 ml. tetapi dapat digunakan juga untuk hampir setiap jenis organisme dalam sampel cairan bila pertumbuhan mudah dapat diamati. kemudian diambil 10 ml untuk masing-masing tabung yang telah diisi medium pembiakan dua kali lipat. Untuk keperluan ini disediakan tabel-tabel untuk sampel-sampel 10 ml. Teknik ini terutama digunakan untuk menaksir jumlah bakteri coliform. Untuk mengetahui jumlah bakteri hidup dalam sampel dapat dihitung jumlah perkiraan terdekat organisme per 100 ml untuk tiap kombinasi seri sampel semacam itu. Untuk pemeriksaan air digunakan satu tabung 50 ml.1. dan 1 ml . sebagian tidak memperlihatkan ada pertumbuhan. 0. seperti kekeruhan. dan bila ditanam kebanyakan tidak memperlihatkan pertumbuhan.10 ml.48 jam. 1 ml. Pengamatan ditunjukkan terhadap pertumbuhan. pembentukan asam.1 sampel cairan. c.1 Jumlah perkiraan terdekat dalam 100 ml menurut McCrady dengan sistem tiga tabung untuk masing-masing volum 50 ml. b. Pengeraman dilakukan selama 24 .1 ml dengan menggunakan tiga atau lima tabung dari masing-masing sampel. Cara kerja penentuan jumlah perkiraan terdekat (JPT) adalah sebagai berikut: a.

Volume air Banyaknya sampel Jumlah sampel dengan hasil positif (asam+gas) 50 ml 1 0 0 0 0 0 10 ml 5 0 0 0 1 1 1 ml 5 0 1 2 1 2 JPT 0 1 2 1 2 0 0 0 0 1 2 2 2 2 0 1 2 0 3 2 3 4 5 0 2 0 3 0 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 9 2 7 1 5 0 3 3 6 2 4 1 3 0 1 0 5 1 5 .

1 1 2 2 0 1 5 7 1 1 1 1 1 2 2 3 3 3 2 3 0 1 2 10 12 8 11 14 1 1 1 1 1 3 3 4 4 4 3 4 0 1 2 18 20 13 17 20 1 1 1 4 4 5 3 4 5 0 1 39 35 40 25 35 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 5 180+ 4 100 3 90 2 50 .

1 ml 5 0 1 2 3 0 JPT 13 17 20 25 17 4 4 4 4 4 1 1 2 2 2 1 2 0 1 2 20 25 20 25 30 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 0 1 2 0 1 25 35 40 35 40 4 4 5 4 5 4 5 1 50 0 40 2 45 . 1 ml.Tabel 10.2 Jumlah perkiraan terdekat dalam 100 ml menurut McCrady dengan sistem lima tabung untuk masing-masing volum 10 ml. 0.1 ml Volum air Banyaknya sampel Jumlah sampel dengan hasil (asam+ gas) 10 ml 5 4 4 4 4 4 1 ml 5 0 0 0 0 1 0.

4 0 5 5 5 5 5 1 5 5 5 5 5 2 5 5 2 5 5 5 5 3 5 5 5 3 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 0 0 0 0 2 55 0 1 2 3 4 25 30 45 0 75 0 1 2 3 4 35 45 65 85 116 0 1 60 70 2 3 4 5 80 120 140 175 0 1 2 80 110 140 .

5 5 3 3 4 175 200 3 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 5 5 5 5 1900+ 4 1000 3 900 550 1 350 4 5 5 4 5 0 350 425 260 4 4 4 4 5 0 1 2 3 250 130 170 225 275 Soal-soal latihan : 1. Sebutkan beberapa metode analisis kuantitatif mikroba 2. Jelaskan perbedaan prinsip masing-masing metode .

http://lecturer. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menghitung atau mengukur jumlah jasad renik dalam suatu suspensi. Dalam praktikum ini suatu bahan makanan/ minuman dengan sampelnya yaitu sirup dilakukan pengenceran secara desimal (10-1). maka akan dapat dilihat tabung yang positif yaitu tabung yang ditumbuhi mikroba yang dapat ditandai dengan terbentuknya gas di dalam tabung Durham. Suatu percobaan analisis kuantitatif mikroba diperoleh hasil sebagai berikut : Jumlah koloni Per pengenceran 10-2 10-3 104 Standard Plate Count Keterangan 238 28 1 700 125 10 TBUD TBUD 197 Hitunglah SPC berdasarkan metode MPN dan beri keterangan yang jelas.ac.3. jelaskan mengapa demikian ? 4. Pada analisis kuantitatif mikroba dengan metode MPN digunakan kisaran jumlah mikroba yang layak dihitung. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai adanya mikroba dalam suatu makanan dan minuman agar dapat dikonsumsi manusia dengan layak sehingga tidak menimbulkan penyakit akibat kontaminasi mikroba dalam makanan dan minuman dan dapat memenuhi kebutuhan tubuh secara optimal. salah satunya adalah pemeriksaan adanya bakteri Coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN (Most Probable Number). Lalu diamati tabung yang terdapat gas/ gelembung dan berwarna keruh sehingga kombinasi tabung yang positif dari uji duga dan uji penegasan dapat dicocokkan . meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat. kemudian masing-masing tabung dengan seri 3-3-3 dimasukkan 10 ml. Landasan Teori Metode MPN biasanya biasanya dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba di dalam contoh yang bebentuk cair.id/~fajriyati/E-LEARNING%20MIKROBIOLOGI %20PANGAN/WORD%20html/BAB%20VIII. Latar Belakang Berbagai mikroba patogen seringkali ditularkan melalui air yang tercemar sehingga menimbulkan penyakit bawaan manusia maupun hewan. Setelah diinkubasi selama 2 x 24 jam dengan suhu 37°C.1 ml ke dalam tabung yang berisi Lactosa Broth dan tabung Durham. yaitu 30 – 300. Untuk setiap pengenceran digunakan 3 seri tabung.%20%20ANALISIS%20KUANTITATIF %20MIKROBIOLOGI%20PADA%20BAHAN%20PANGAN. b. Analisis kuantitatif mikrobiologi pada bahan pangan penting dilakukan untuk mengetahui mutu bahan pangan dan menghitung proses pengawetan yang akan diterapkan pada bahan pangan tersebut.html Metode MPN BAB I PENDAHULUAN a.poliupg. 1 ml dan 0.

Masukkan pengencer/ Na fisiologis dan Lactosa Broth ke dalam ke-9 tabung reaksi sesuai banyaknya yaitu 10 ml. maka diduga terdapat Coliform pada tabung. alat dan tempat kerja. Mikroskop 7. Pewarna gas 6. Inkubator 6.1 ml Pengencer/ LBDS LBSS LBSS Na Fisiologis 90% Uji Penduga 10 ml 1 ml 0. Tabung Durham 9. Pipet ukur 10 ml dan 1 ml steril dan filternya 4. korek api c. Uji Penegasan i. Media BGLB/BGBL (Briliant Green Bile Lactose Broth) 4. ii. Diinkubasi selama 2 x 24 jam dengan suhu 37°C dan diamati tertangkap tidaknya gas dalam tabung Durham setiap 1 jam sekali.dengan tabel MPN-seri 9 tabung. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPNadalah sebagai berikut: 1. Lalu jarum ose . Sampel ditimbang sebanyak 10 gram memasukkan ke dalam air pengencer (yang mengandung NaCl fisiologis) 90%.1 ml BGLBDS BGLBSS BGLBSS 2. Alkohol 7. Botol contoh steril 2. Tabung reaksi 8. iii. Timbangan Mortal dan pengerus b. 10 ml 1 ml 0.1 ml lalu masukkan tabung Durham. Diaseptiskan tangan. Kapas. Masukkan jarum ose ke dalam tabung reaksi sampai menyentuh larutan dan angkat. Media laktosa cair (sudah steril) 3. Sampel makanan dan minuman 2. Cawan Petri steril 3. iv. kertas payung. BAB II PELAKSANAAN a. v. Media EMB (Eosin Methylene Blue Agar) dan EA (sudah steril) 5. karet. Pembakar Bunsen 5. Alat Alat-alat yang digunakan dalam praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN adalah sebagai berikut : 1. Prosedur Kerja Prosedur kerja dari praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN adalah sebagai berikut : 1. Uji Penduga i. ii. Bungkus masingmasing tabung reaksi dengan pembungkus kayu. Dasarnya yaitu hasil dari uji penduga yaitu banyaknya larutan dalam tabung reaksi yang terdapat gas/ gelembung yang berjumlah 4 buah. Jika terdapat gas atau keruh. 1 ml dan 0. Ambil jarum ose lalu bakar jarum di atas pembakar bunsen sampai membara.

10 ml 1 ml 0. tidak ada gas/ gelembung di dalam tabung Durham berisi 1 ml dan terdapat 1 buah tabung reaksi dengan gas/ gelembung di dalam tabung Durham berisi 0. Dengan demikian setelah inkubasi. Lalu amati adanya gas/ gelembung yang terdapat dalam tabung Durham. 1993). Nilai MPN dari tabel MPN 9 tabung adalah 7. Metode MPN digunakan medium cair di dalam tabung reaksi. Maka dari tabel MPN dengan hasil akhir 1-0-1 yaitu 7. diharapkan terjadi pertumbuhan pada beberapa tabung yang dinyatakan sebagai tabung positif.1 ml BGLBDS BGLBSS BGLBSS d. Esterichia coli sebagai indikator kontaminasi fecal yang menggunakan laktosa untuk memproduksi asam dan gas atau banyak enzim β. 1 ml dan 0.2 MPN/100 ml. Ada 3 indikator air minum yang layak untuk diminum. yaitu: 1. 1 buah tabung reaksi dengan gas/ gelembung di dalam tabung Durham berisi 10 ml. 2. Tujuan Praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN bertujuan untuk melacak adanya bakteri coliform dalam contoh makanan dan atau minuman. beberapa tabung yang lainnya mengandung lebih dari satu sel atau tabung lainnya tidak mengandung sel. maka dapat digunakan kemungkinan masuknya mikroba patogen ke dalam feses manusia dan hewan berdarah panas. sehingga beberapa tabung yang berisi medium cair yang diinokulasikan dengan larutan hasil pengenceran tersebut mengandung satu sel.masukkan ke tabung berisi 10 ml. BAB III HASIL PEMERIKSAAN Dari hasil praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan meode MPN. yaitu untuk jasad renik pembentuk gas. diperoleh hasil bahwa terdapat tabung dalam setiap tabung sehingga terbentuk kombinasi 3-3-3. Usahakan tabung dan jarum selalu dekat dengan api agar tetap steril. Dalam metode MPN. Pada pengenceran pertama kesembilan tabung menghasilkan pertumbuhan positif yaitu dengan seri tabung 3-3-3 pada ukuran 10 ml. Masukkan tabung ke dalam inkubator/ diinkubasi selama 2 x 24 jam dan diamati setiap 1 jam. Fecal Coliform 3. sedangkan tabung lainnya negatif.2 x 103 BAB IV PEMBAHASAN Menurut WHO menyatakan bahwa untuk melakukan monitor terhadap air minum. Kelompok Coliform APHA merekomendasikan Bacillus coli.1 ml. dimana perhitungannya dilakukan berdasarkan jumlah tabung yang positif yaitu yang ditumbuhi oleh jasad renik setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu. MPN mikroba = = = 7. iii. pengenceran harus dilakukan lebih tinggi daripada pengenceran dalam hitungan cawan. 1997).2 sehingga diperoleh perhitungan MPN mikroba sebagai berikut : Hasil akhir dari uji penegasan yaitu terdapat. meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat dengan terlebih dahulu membuat suspensi 1:10 dari contoh tersebut (Fardiaz. 1 ml dan 0. Metode MPN biasanya biasanya dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba di dalam contoh yang berbentuk cair.D galaktosidase.1 ml menghasilkan 2-1-2 tabung . Esterichia coli (Kay and Fricker. Pengamatan tabung yang positif dapat dilihat dengan mengamati timbulnya kekeruhan atau terbentuknya gas di dalam tabung kecil (tabung Durham) yang diletakkan pada posisi terbalik.1 ml sirup dengan tabung Durham didalamnya dengan kombinasi 3-3-3.

2 MPN/100 ml. uji awal ini disebut uji duga (presumtive test). PT Gramedia Pustaka Utama. Metode MPN merupakan uji deretan tabung yang menyuburkan pertumbuhan koliform sehingga diperoleh nilai untuk menduga jumlah koliform dalam sampel yang diuji. Uji ini diawali dengan memasukkan 10 ml cairan dari sampel ke dalam lauryl tryptose broth. UK Bakteri Coliform Posted by: JavAurora on: 3 Juli 2011 • • In: Ilmiah Comment! Terbersit juga untuk memposting makna dari bakteri coliform. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta ______________. Metode MPN dapat digunakan untuk menghitung jumlah jasad renik tertentu yang terdapat diantara campuran jasad renik lainnya. MPN standar Coliform menurut Lampiran Surat Keputusan Dirjen POM no: 03726/B/SK/VII/1989 tentang batas maksimal cemaran mikroba dalam makanan adalah 20 MPN/100 ml. C. dapat dikatakan sampel minuman (sirup) masih memenuhi syarat kesehatan untuk dikonsumsi karena kurang dari standar MPN (<20 MPN/100 ml). Analisis Mikroba di Laboratorium. setiap tabung yang menghasilkan gas dalam masa inkubasi diduga mengandung bakteri koliform. PT Raja Grafindo Persada. DAFTAR PUSTAKA Fardiaz. 1997. 1992. Problem or Solution? The Royal Society of Chemistry. Uji peneguhan menggunakan BGLB (Briliant Green Bile Lactose Broth) yang diinokulasikan dengan satu mata ose media yang memperlihatkan hasil positif pada uji duga (Lay. W. 1993. Coli. semoga dengan adanya tulisan ini akan memberikan rujukan tambahan akan makna maupun hal-hal yang terkait dengan istilah ini. Analisis Mikrobiologi Pangan. jika digunakan Lactosa Broth. (Fardiaz. 1994. Bibiana. Uji dinyatakan positif bila terlihat gas dalam tabung Durham. Srikandi. Dalam metode MPN (Most Probable Number) untuk uji kualitas mikrobiologi air dalam praktikum digunakan kelompok koliform sebagai indikator. maka adanya bakteri yang dapat memfermentasi laktosa ditunjukkan dengan terbentuknya gas di dalam tabung Durham. Dalam uji duga. Jakarta Lay. 1994). . 1992). Mikrobiologi Pangan 1. Untuk uji peneguhan dilakukan untuk meneguhkan bahwa gas yang terbentuk disebabkan oleh kuman koliform dan bukan disebabkan oleh kerja sama beberapa spesies sehingga menghasilkan gas. 2. Sebagai contoh. D and Fricker. BAB V PENUTUP 1.yang positif ditumbuhi jasad renik dan pada pengenceran kedua. Dibandingkan dengan hasil praktikum yaitu sebesar 7. alasan mendasarnya sich karena beberapa kali muncul pertanyaan akan terminology dari dua kata yang menjadi judul di atas dan ternyata belum banyak yang memahami dengan benar akan hal ini. Coliforms and E. kesembilan tabung menghasilkan 1-0-1 tabung yang positif ditumbuhi jasad renik. Tabung yang memperlihatkan gas diuji lebih lanjut dengan uji peneguhan. Jakarta Kay. Cara ini biasa digunakan untuk menentukan MPN koliform terhadap air atau minuman karena bakteri Coliform termasuk bakteri yang dapat menfermentasi laktosa.

Bakteri coliform adalah golongan bakteri intestinal, yaitu hidup dalam saluran pencernaan manusia. Bakteri coliform adalah bakteri indikator keberadaan bakteri patogenik lain. Lebih tepatnya, sebenarnya, bakteri coliform fekal adalah bakteri indikator adanya pencemaran bakteri patogen. Penentuan coliform fekal menjadi indikator pencemaran dikarenakan jumlah koloninya pasti berkorelasi positif dengan keberadaan bakteri patogen. Bakteri coliform merupakan parameter mikrobiologis terpenting bagi kualitas air minum. Kelompok bakteri coliform, antara lain Eschericia coli, Enterrobacter aerogenes, dan Citrobacter fruendii. Keberadaan bakteri di dalam air minum itu menunjukkan tingkat sanitasi rendah. Keberadaan bakteri ini juga menunjukkan adanya bakteri patogen lain, misalnya, Shigella, yang menyebabkan diare hingga muntaber. Bakteri coliform timbul karena buangan kotoran manusia dan laundry dari rumah tangga yang merembes dari sungai-sungai dan juga disebabkan oleh pencemaran mata air atau air baku, lemahnya sistem filterisasi. Oleh karena itu, air minum harus bebas dari semua jenis coliform. Semakin tinggi tingkat kontaminasi bakteri coliform, semakin tinggi pula risiko kehadiran bakteri-bakteri patogen lain yang biasa hidup dalam kotoran manusia dan hewan. E. coli jika masuk ke dalam saluran pencernaan dalam jumlah banyak dapat membahayakan kesehatan. Menurut Pelczar & Chan (2008) walaupun E. coli merupakan bagian dari mikroba normal saluran pencernaan, tapi saat ini telah terbukti bahwa galur-galur tertentu mampu menyebabkan gastroeritris taraf sedang hingga parah pada manusia dan hewan. Salah satu contoh bakteri patogen-yang kemungkinan terdapat dalam air terkontaminasi kotoran manusia atau hewan berdarah panas adalah Shigella, yaitu mikroba penyebab gejala diare, deman, kram perut, dan muntah-muntah. Jenis bakteri coliform tertentu, misalnya E coli O:157:H7, bersifat patogen dan juga dapat menyebabkan diare atau diare berdarah, kram perut, mual, dan rasa tidak enak badan. Bakteri coliform ini menghasilkan zat ethionine yang pada penelitian menyebabkan kanker. Bakteri-bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun seperti Indole, skatole yang dapat menimbulkan penyakit bila berlebih didalam tubuh. E. coli dapat menyebabkan diare dengan metode 1) produksi enterotoksin yang secara tidak langsung dapat menyebabkan kehilangan cairan dan 2) invasi yang sebenarnya lapisan epitelium dinding usus yang menyebabkan peradangan dan kehilangan cairan. JAKARTA, KOMPAS.com — Banyaknya jumlah penderita penyakit menular yang ada di Jakarta ternyata 50 persen disebabkan oleh air bersih. Hasil penelitian dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular Kementerian Kesehatan menunjukkan, 100 persen sampel air bersih di DKI Jakarta sudah terkontaminasi bakteri coliform. Selain itu, 5-57 persen sampel air minum di DKI Jakarta ditemukan mengandung senyawa kimia.

"Dengan tingginya angka kontaminasi ini, pola hidup bersih dan sehat harus benar-benar dipraktikkan dalam aktivitas sehai-hari," kata Budi Haryanto dari Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia di Jakarta, Rabu (26/10/2011).
Jika artikel ini bermanfaat bagi anda, silahkan di , Terima Kasih

Perubahan yang terjadi di dalam lingkungan dapat mengakibatkan perubahan sifat morfologi dan sifat fisiologi mikroba. Beberapa golongan sangat tahan terhadap perubahan lingkungan, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan kondisi baru. Adapula golongan mikroba yang sama sekali peka terhadap perubahan lingkungan sehingga tidak dapat menyesuaikan diri. Advertisement Faktor lingkungan sangat penting artinya di dalam usaha mengendalikan kegiatan mikroba baik untuk kepentingan proses ataupun pengendalian. Mikroba memerlukan kondisi lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhannya. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba dapat berupa faktor abiotik (fisikawi maupun kimiawi) dan faktor biotik (meliputi kehidupan aksenik dan adanya asosiasi kehidupan). Faktor abiotik diantaranya temperatur, pH, kebutuhan air, tekanan osmosis dan oksigen molekuler (Suharni, 2009).

Pola Pertumbuhan Mikroba
Pertumbuhan mikroba pada umumnya sangat tergantung dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan, perubahan faktor lingkungan dapat mengakibatkan perubahan sifat morfologi dan fisiologi.

Hal ini dikarenakan, mikroba selain menyediakan nutrient yang sesuai untuk kultivasinya, juga diperlukan faktor lingkungan yang memungkinkan pertumbuhan optimumnya. Mikroba tidak hanya bervariasi dalam persyaratan nutrisinya, tetapi juga menunjukkan respon yang berbeda – beda. Untuk berhasilnya kultivasi berbagai tipe mikroba, diperlukan suatu kombinasi nutrient serta faktor lingkungan yang sesuai pernyataan (Pelczar dan Chan, 2006). Kemampuan mikroorganisme untuk tumbuh dan tetap hidup merupakan hal yang penting dalam ekosistem pangan. Suatu pengetahuan dan pengertian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan tersebut sangat penting untuk mengendalikan hubungan antara mikroorganisme ==>>makanan ==>>manusia. Beberapa faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme meliputi suplai zat gizi, waktu, suhu, air, pH, dan tersedianya oksigen (Buckle, 1985). Enzim, sistem transport elektron dan sisem transport nutrien pada membran sel bakteri sangat peka terhadap konsentrasi ion hidrogen (pH). Selama pertumbuhan, mikrobia dapat menyebabkan perubahan pH medium sehingga tidak sesuai lagi untuk pertumbuhan. Oleh karena itu perlu diberi bufer di dalam medium untuk mencegah perubahan pH. Berdasarkan pH minimum, optimum dan maksimum untuk pertumbuhan, mikrobia digolongkan ke dalam mikrobia asidofilik, neutrofilik dan mikrobia alkalinofilik. Tiap mikroba mempunyai kisaran pH tertentu untuk pertumbuhannya. Biasanya pH untuk bakteri 6,5-7,5, khamir 4,0-4,5, jamur benang dan aktinomisetes pada pH yang lebih luas 2,0-8,0 (Suharni, 2009).

Penentuan pH optimum Suatu Organisme
Sebagian organisme memiliki rentan pH optimum yang cukup sempit. Penentuan pH optimum untuk setiap species harus ditentukan secara empirik. Sebagian besar organisme (neutrofil) tumbuh baik pada pH 6,0 – 8,0, meskipun ada pula (asidopil) yang memiliki pH 10,5. Mikroorganisme mengatur pH internalnya terhadap rentang nilai pH eksternalnya yang cukup luas. Organisme asidofil mempertahankan pH internal kira-kira 6,5, dengan pH eksternalnya berkisar antara 1,0 – 5,0. Organisme neutrofil mempertahankan pH internal kirakira 7,5, dengan pH eksternal sekitar 5,5 – 8,5 dan organisme alkalofil mempertahankan pH internal kira-kira 9,5 dengan pH eksternal 9,0 – 11,0. pH internal diatur oleh rangkaian sistem pengangkutan proton berpangkat ATP primer dan penukaran Na+ / H+. Sistem pertukaran K+ / H+ diduga juga ikut mengatur pH internal pada organisme neutrofil (Brooks dkk, 1994). Di antara semua ion, ion H+ dan OH- adalah ion-ion yang paling penting, oleh sebab itu perubahan kadar yang kecil saja sudah menimbulkan pengaruh yang besar. Karena alasan ini adalah amat penting untuk menggunakan nilai pH awal yang optimum dan mempertahankannya sepanjang pertumbuhan. Kebanyakan organisme hidup paling baik, kalu kadar ion H+ dan ion OH- sama (pH=7). Banyak bakteri mengutamakan nilai pH yang lenih tinggi, jadi lingkungan yang basa lemah, seperti misalnya penitrifikasi, Rhizobium, Actinomyceten, bakteri pengurai ureum. Hanya sedikit yang tahan asam atau bahkan asidofil. Cendawan-cendawan mengutamakan nilai pH

Sebagai contoh antibiotika jenis penisilin dan tetrasiklin hanya dapat membunuh bakteri tetapi tidak membunuh khamir atau kapang. fisiologi mikroba. Kimia Organik. sinergisme. jumlah dan tipe mikroorganisme yang ada. dapat dalam bentuk simbiose. Tags: agen–agen kimia. Evektivitas dari setiap bahan antimikroba ini tergantung pada jumlah yang digunakan. 1985). Faktor utama yang menentukan bagaimana desinfektan bekerja adalah kadar dan suhu desinfektan. Kimia Analitik. Mekanisme kerja desinfektan mungkin beraneka dari satu desinfektan ke yang lain. mencakup adanya asosiasi atau kehidupan bersama antara mikroorganisme. fenol. industri pengolahan. perubahan ini disebut perubahan secara kimia. golongan mikroba. antibiose dan sintropisme. atmosfer gas.0 yang berkembang terutama cendawan. asam. Desinfeksi adalah proses penting dalam pengendalian penyakit.0 terutama bakteri (Schlegel. Desinfektan adalah bahan kimia yang dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme. bakteriostatik. karena tujuannya adalah perusakan agen–agen patogen.rendah. 1994). Berbagai logam. Sedangkan faktor-faktor abiotik terdiri atas faktor fisika (misal: suhu. Di mana. Kehidupan bakteri tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan. 1985). waktu yang diberikan kepada desinfektan untuk bekerja. Berbagai istilah digunakan sehubungan dengan agen–agen kimia sesuai dengan kerjanya atau organisme khas yang terkena. sedangkan bakterisidal dan fungisidal adalah bahan-bahan kimia yang dapat membunuh bakteri atau kapang. Kerja dari bahan-bahan kimia antimikroba ini dapat bersifat khas yaitu hanya efektif pada jenis-jenis mikroorganisme tertentu. Bakteri dapat mengubah pH dari medium tempat ia hidup. yaitu. halogen. Beberapa bahan yang bersifat spektrum luas seperti hipoklorit dapat mematikan lebih banyak mikroorganisme. Bahan-bahan kimia yang bersifat bakteriostatik atau fungistatik adalah bahan-bahan kimia yang dipergunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri atau kapang. pH. waktu penggunaan dan faktor-faktor lingkungan lainnya seperti pH (Buckle. faktor-faktor biotik terdiri atas makhluk-makhluk hidup. deterjen dan antibiotika mempunyai efek antimikroba yang dipergunakan dalam industri pengolahan bahan pangan atau desinfeksi dan sanitasi alat-alat pengolahan dan ruangan-ruangan pabrik atau kadang-kadang sebagai bahan yang ditambahkan dalam bahan pangan sebagai zat pengawet. tekanan osmotik. pertumbuhan mikroorganisme . 1993). Akibatnya mungkin disebabkan oleh kerusakan pada membran sel atau oleh tindakan pada protein sel atau pada gen yang khas yang berakibat kematian atau mutasi (Volk dan Wheeler. maka pada pH 5. faktor abiotik. akan tetapi juga mempengaruhi keadaan lingkungan. Jadi terlihat sejumlah faktor harus diperhatikan untuk melaksanakan tugas sebaik mungkin dalam perangkat suasana yang ada. kelembaban. sedangkan pada pH 8. alkohol. jika media biak dengan berbagai pH ditanam dengan tanah. contoh antibiotika. Kimia Anorganik. Adapun faktor-faktor lingkungan dapat di bagi atas faktor-faktor biotik dan faktor-faktor abiotik. sinar gelombang dan pengeringan) serta faktor kimia (misal: adanya senyawa toksik atau senyawa kimia lainnya (Hadioetomo. dan keadaan bahan yang didesinfeksi.

. Secara sederhana suatu contoh suspensi sel atau bahan pangan homogenat diinokulasi ke dalam atau ke atas media nutrient agar dan setelah diinkubasi.artikelkimia. dihasilkan oleh alga laut dan digunakan untuk pemadat pada makanan.Untuk mengetahui cara pembuatan media agar pada penangkapan mikroba. maka bakteri dapat diperiksa dalam keadaan hidup atau mati.info/faktor-faktor-yg-mempengaruhi-pertumbuhan-mikroba57451931082011 Media Agar dan Penanaman Mikroba PENDAHULUAN Dasar makanan yang baik bagi pemiaraan bakteri adalah medium yang mengandung zat-zat organic seperti buah. Disamping itu juga perlu pengenalan sifat-sifat fisiologisnya bahkan sifat-sifat fisiologis ini kebanyakan merupakan faktor terentu dalam mengenal nama spesies suatu bakteri. yaitu alat serupa tangki minyak yang dapat diisi dengan uap. Keunggulan agar yaitu mencair pada suhuy yang . Media merupakan bahan nutrisi yang disiapkan unutk pertumbuhan mikroba. Pada kenyataanya sedikit sekali lingkungan yang bersih dari bakteri. et al. juga merupakan sumber makanan bagi perkembangan mikroorganisme.Untuk membuktikan ada tidaknya mikroba pada bahan (Daging Sapi). daging. Agar-agar merupakan kompleks merupakan kompleks polisakarida. Untuk itu diperlukan langkah-langkah untuk membuat makanan tetap awet dan bebas dari kontaminasi mikroba patogen. untuk mengenal nama bakteri.Untuk mengetahui cara perhitungan mikroba. Adanya bakteri dalam bahan pangan dapat mengakibatkan pembusukan yang tidak diinginkan atau dapat menimbulkan penyakit yang ditularkan melalui makanan atau dapat melangsungkan fermentasi. .Untuk mengetahui cara penangkapan mikroba dengan menggunakan media agar. Untuk mensterilkan medium dapat dilakukan dengan autoclave. Untuk mengetahui sifat-sifat morfologi bakteri. . Medium yang paling banyak digunakan dalam pekerjaan rutin laboratorium adalah kaldu cair dan kaldu agar.. Tidak hanya bakteri yang menggunakan bahan makanan untuk hidup dan berkembang tetapi juga jamur dan kapang. Bahan pangan selain merupakan sumber gizi bagi manusia. jumlah koloni yang terbentuk dihitung (Buckle. 1987). Pemeriksaan bakteri hidup harus dikerjakan dengan hati-hati. Medium yang akan disterilkan ditempatkan didalam autoclave selama 15 sampai 20 menit. sayur-sayuran dan sisa-sisa makanan yang dibuat oleh manusia aaupun ramu-ramuan. lebih-lebih jika yang akan diperiksa itu merupakan bakteri patogen. Tujuan percobaan . Tanggal Percobaan Dimulai 07 November 2008 Tanggal Percobaan Selesai 10 November 2008 TINJAUAN PUSTAKA Mungkin yang yang paling sering dan banyak digunakan adalah prosedur perhitungan dengan penumbuhan dalam agar. Pemeriksaan morfologi bakteri ini perlu.http://www.

Agar .Daging Reagensia . namun tetap dalam keadaan cair sampain suhu 40 0C ( Suryanto dan Munir.Botol whaeton . mineral dan faktor tumbuh (Anonimous.Pepton .Pipet tetes . Beberapa mikroorganisme dapat hidup baik pada medium yang sangat sederhana yang hanya mengandung garam anargonik di tambah sumber karbon organik seperti gula. Media kimia diartikan salah satu media yang menggunakan bahan kimia yang telah diketahui (Tortora.Oven .BTB (Brom Timol Blue) .Buffer fosfat Alat . fosfor.Corong . 1999) Mikroorganisme yang merusak daging dapat berasal dari infeksi dan ternak hidup dan kontaminasi daging postmortem. Medium yang digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan mikroorganisme tersebut harus sesuai susunanya dengan kebutuhan jenis-jenis mikroorganisme yang bersangkutan.NaCl .sama dengan air.Blender . Medium harus mengandung nutrien yang merupakan substansi dengan berat molekul rendah dan mudah larut dalam air. Sedangkan mikroorganime lainnya memerlukan suatu medium yang sangat kompleks yaitu berupa medium ditambahkan darah atau bahan-bahan kompleks lainnya (Volk and Wheeler.Petridish . 2008).Inkubator . masing-masing sel sukses untuk dikembangkan papad media padat yang membantu pertumbuhannya.Termometer . Nutrien ini adalah degradasi dari nutrien dengan molekul yang kompleks. Nutrien dalam medium harus memenuhi kebutuhan dasar makhluk hidup. 2002) Pengukuran yang paling akurat untuk menghitung jumlah mikroba yang hidup biasanya menggunakan plate count. 2006). yang meliputi air. Mikroorganisme dapat ditumbuhkan dan dikembangkan pada suatu substrat yang disebut medium. nitrogen. idealnya jumlah koloni pada plate adalah kuadrat dari jumlah sel yang diinokulasi pada media (Black.Aquadest .1993). Secara teori. dan bahan organik lainnya. energi. Untuk mendukung pertumbuhan mikroba. Jadi dengan inkubasi. karbon. Kontaminasi permukaan daging atau karkas dapat terjadi sejak penyembelihan ternak hingga daging dapat dikonsumsi (Soeparno. 1998).Autoclave . BAHAN DAN METODA Bahan . sebuah media harus menyediakan sumber energi seperti karbon. sulfur.

Diamati dan dihitung dengan koloni counter Rumus FP = faktor Pengencer PEMBAHASAN Perhitungan secara penumbuhan dalam cawan petri dapat dilakukan dengan menggunakan tiga metoda yaitu metoda penuangan. Media merupakan bahan nutrisi yang disiaokan untuk pertumbuhan mikroba. nitrogen. penyebaran. Hal ini biasanya dilakukan untuk menhitung jumlah bakteri dalam suatu bahan pangan. dengan cara diblender .Sendok] Prosedur Percobaan Pembuatan ekstrak daging .Koloni counter .Kain saring . Cara lain adalah dengan penyaringan dengan membran. Jenis-jenis media yaitu : 1. daging sapi.Dari 3 pengenceran. Agar adalah komlekss polisakarida.Beaker glass .Dipanaskan dalam autoclave pada suhu 121oC selama 15 menit Pembuatan media agar .Dimasukkan dalam botol wheatone . 6.Diinkubasi selam 24 sampai 38 jam dengan cawan terletak terbalik . atau kultur protein. 4.Dituang dalam cawan petridish yang telah dimasukkan suspensi sebanyak 5 ml Penanaman media . Metode ini larutan yang mengandung mikroba disaring dengan menggunakan membrane steril atau filter yang mempunyai ukuran pori-pori yang kecil. . dapat menggunakan media selektif.Hot plate . diambil suspensi 2 hari yang lau . tumbuhan.Diambil PCA (agar) . Hal diatas adalah dengan menggunakan metode agar. dihasilkan oleh alga laut dan digunakan untuk pemadat pada makanan. Media kompleks yaitu media biasanya terdiri dari ekstrak yeast. Media Anaerobik yaitu media yang mengandung bahan seperti natrium tioglikolat yang dapat berikatan dengan oksigen terlarut dan menghilangkan oksigen pada medium. Sehingga mikroba akan tertinggal pada membran. Cara lain adalah dengan tenik MPN (most proable number) yaiu metode perhitungan dengan pengenceran larutan yang mengandung mikroba sampai steril.Diambil suspensi bakteri yang telah diencerkan 2 kali . Keuntungannya yaitu dibuat sangant peka dengan penggunaan volume inokulum contoih yang besar . Media selektif yaitu media yang dibuat untuk menekan pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan dan meningkatkan pertumbuhan bakteri yang diinginkan.Disterilisasi dalam autoclave pada suhu 121oC selama 15 menit . dan penetesan.Dihilangkan lemak pada daging. Media kimia yaitu media yang harus mempertimbangkan penyediaan energi yaitu sumber karbon.Timbangan . 3. sulfur dan fosfor.. 2. Media diferensial yaitu media yang dibuat untuk memudahkan mengenali koloni organisme yang diinginkan. 5.Ditambahkan aquadest 10 ml .

Ia tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat dikatakan sebagi tumbuhan. Ketersediaan Oksigen Mikroba terbagi atas beberapa kelompok : . Jadi dengan adanya zat gizi yang cukup maka pertumbuhan mikroba akan sangat cepat. apabila suhu naik maka metabolisme naik dan pertumbuhan dipercepat atau apabila suhu naik atau turun sel berhenti melakukan kegiatan metabolisme. Bakteri patogen yang terdapat dalam makanann misalnya E. 2. . khamir dan kapang. Pertumbuhan bakteri membentuk suatu kurva atau fase logritmik. . Mikroba terdiri dari : 1. . cli yang biasanya .Aerobik : membutuhkan udar unutk kegiatan metabolismenya. Suhu Suhu sangat penting bagi pertumbuhan mikroba.Fase menurun : sel-sel yang berada pada fase tetap akhirnya mati bila tiodak dipindahkan ke media lainnya. 7. 4.Fase lambat : fase adaptasi mikroba dengan media. jika tidak tersedia maka akan terus anaerobik. Jamur ada yang uniseluler dan ada yang multiseluler. Hidup bebas dan terdapat di mana-mana. 3.Fase tetap : dimana mikroba tidak lagi tumbuh. 3. Jamur : organisme eukariotik yang merupakan organisme pengurai. Bakteri : mikroorganisme bersel satu. miseliumnya berwarna-warni sehingga mudah dikenali. Aktifitas air Semua organisme membutuhkan air pada proses metabolisme. Nilai pH Nilai pH untuk pertumbuhan bakteri adalah sekitar atau berkisar antara pH 6. . Faktor-faktor kimia 8.0. Waktu Tentu saja seriap makhluk hidup termasuk mikroba membutuhkan waktu untuk berkembang biak. sel-sel akan tumbuh dan membelah diri secara eksponensial. Aktifitas air adalah jumlah air yang terdapat dalam bahan pangan. .Fase log : setelah beradaptasi. 6. Jenis mikroba yang berbeda membutuhkan air yang berbeda. 5.Anaerobik fakultatif : dimana oksigen digunakan akan dipergunakan apabila tersedia. Suplai zat gizi Mikroorganisme membutuhkan makanan sama seperti mahkluk lainnya. Radiasi Fase pertumbuhan bakteri adalah : .Anaerobik : tidak dapat tumbuh dengan adanya oksigen.Mikroerofilik : mikroba yang lebih dapat tumbuh dengan kadar oksigen lebih rendah daripada yang di atmosfer.0-8. bahkan oksigen merupakan racun baginya. Khamir : bagian dari fungi (Jamur) yang tersusun dari satu sel atau uni seluler.Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba yaitu : 1. 2. . prokariotik yang paling sederhana. 4. Kapang : bagian dari fungi yang tersusun atas banyak sel (multiseluler). Hal ini terjadi karena zat gizi yang ada telah habis atau penimbunan zat racun sebagai hasil akhir. Mikroorganisme yang terdapat pada makanan antara lain bakteri. Makanan yang banyak mengandung karbohidrat akan mudah terkontaminasi jamur sedangkan makanan yang banyak mengandung protein akan lebih mudah terkontaminasi oleh bakteri.

Soeparno.. 7. Buckle. 1987. B. Jumlah mikroba pada larutan rendaman daging dengan penceran 10-1 adalah 410 CPU/ml sedangkan pada pengenceran 10-2 adalah 7700 CPU/ml. Volk. fase lag. 5. Ilmu Pangan. Karakteristik akifer mempunyai peranan dalam proses dalam pembentukan air tanah sehingga perlu diperhatikan tipe akifer .H. USU-Press. 2011 by formula1girl_9588 Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk hajat hidup orang banyak. A. 20008. media anaerob. W. Staphylococcus aureus ditemukan pada makanan yang mengandung perotein tinggi misalnya telur. Bahan Ajar : Mikrobiologi. dihasilkan oleh alga laut dan digunakan untuk pemadat pada makanan. DAFTAR PUSTAKA Anonimous. Mikrobiologi Dasar. Fleet. J. kepadatan penduduk. 2. Funke. Munir. 3. aktifitas air. fase tetap dan fase menurun. Black. air harus memenuhi persyaratan baik fisika. Gajah Mada University Press. Microbiology : An Introduction. Yogyakarta. Jakarta Total Coliform dalam Air Tanah Posted on February 2. L. 2002. Purnomo dan Adiono. Permasalahan utama yang dihadapi sumber daya air meliputi permasalahan kuantitas dan kualitas air. Medan. kualitas air alamiah dan juga karakteristik akifer. Jakarta. Suryanto. media kompleks dan media diferensial 6. New York. aktifitas penduduk dan sistem sanitasi/sistem pembuangan limbah rumah tangga. media kimia. Edwards.disebaqkan oleh konsumsi air yang terkontaminasi. anaerob fakultatif dan mikroerofilik. R. Microbiology : Principles and Exploration. Tortora. K.. J. bahkan oleh semua mahluk hidup sehingga harus dikelola dan dilestarikan dengan baik. da sebagainya. http://yahoo. dan E. UI-Press. [22 September 2008]. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dan mengetahui data tentang aktifitas penduduk. oksigen 4. Ilmu dan Teknologi Daging.. anaerobik. waktu. mikrobiologi dan radioaktif. Prentice Hall. A. coli yang ada pada sumur sampel. 1998. Pembiakan dengan Media Agar. Berdasarkan ketersediaan oksigen mikroba terbagi atas bakeri aerobik. Wheeler. Dari segi kualitas. sosis. Fase pertumbuhan bakteri adalah fase lambat. Penerbit Erlangga. kimia. G. R. A. KESIMPULAN 1. D. Case.com.New Jersey. and C. Permasalahan yang dihadapi kualitas air tanah dapat disebabkan faktor-faktor seperti kepadatan penduduk. dan M. Jenis-jenis media adalah media agar. Clostridium botulinum sering terdapat pada makanan yang telah diolah misalnya dikalengkan atau difermentasi. sistem pembuangan limbah rumah tangga yang ada serta dapat mengetahui korelasi atau hubungannya dengan kadar jumlah bakteri E. suhu. 1999. Dalam pemenuhan syarat kualitas air harus diperhatikan karakteristik fisik perairan. Addison Wesley Longman. 2006. and Wooton. Agar adalah kompleks polisakarida. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri adalah zat gizi. media selektif.. Media agar merupakan salah satu media untuk menanam dan mengitung jumlah bakteri. G. G. Penerjemah H. 1989. F.

Kepadatan penduduk juga menyebabkan semakin tingginya aktifitas penduduk yang berakibat pada meningkatnya jumlah limbah rumah tangga penduduk yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan penduduk tersebut. penghitungan elevasi air tanah. Perkarangan rumah yang sempit menyebabkan penduduk banyak yang membuat septictank di rumahnya dengan letak dekat sumur air bersih. pembuangan limbah rumah tangga melalui saluran pembuangan yang sesuai dengan kriteria.dan zona akifernya. Kepadatan penduduk menyebabkan lahan banyak digunakan untuk pemukiman dan pembangunan sehingga jarak antar rumah semakin dekat serta perkarangan rumah juga menjadi semakin sempit. tingkat sosila ekonomi dan pendidikan masyarakat. Semakin tinggi tingkat aktifitas penduduk yang banyak melibatkan penduduk berarti semakin banyak limbah domestik yang dihasilkan penduduk dan menyebabkan semakin besar dampak yang akan ditimbulkan terhadap kualitas air tanah/sumur yang ada di sekitarnya. jawaban kuisioner yang telah dibagikan kepada penduduk. Kondisi ini perlu menjadi perhatian dan penanganan yang khusus baik oleh masyarakat maupun pemerintah agar dapat terciptanya kualitas air tanah yang memenuhi standar kualitas sanitasi. Analisa terhadap kadar jumlah bakteri E. coli dilaksanakan secara deskriptif dengan pertimbangan baku mutu air bersih sesuai Golongan I Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001. coli yaitu jarak septictank jauh.com/2010/09/08/kajian-kualitas-air-tanah-ditinjau-dariparameter-bakteri-escherichia-coli-e-coli/ LAMPIRAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 82 TAHUN 2001 TANGGAL 14 DESEMBER 2001 . baku mutu lingkungan serta mencegah terjadinya pencemaran kualitas air tanah tersebut. serta nilai jumlah bakteri E. Faktor-faktor yang mempengaruhi titik sampel dengan jumlah bakteriE. aktifitas penduduk sekitar yang tidak banyak melibatkan penduduk seperti pertanian. sistem sanitasi serta persepsi atau pengetahuan masyarakat tentang sanitasi. dan konstruksi ring sumur. http://uripsantoso. Kondisi sistem pembuangan limbah yang buruk ini dapat menyebabkan tingginya kontaminasi dan pengaruh terhadap kualitas air sumur serta dapat menyebabkan tingginya jumlah bakteri E.wordpress. Sistem sanitasi/sistem pembuangan limbah rumah tangga penduduk merupakan hal yang penting dalam menjaga kualitas air tanah karena sistem pembungan limbah yang tidak baik akan menyebabkan kontaminasi terhadap kualitas air tanah. Aktifitas penduduk dapat mempengaruhi kualitas air tanah karena semua aktifitas penduduk dapat menghasilkan limbah domestik yang berbeda-beda. Prinsip dasar dalam membuat arah aliran air tanah yaitu pergerakan air dari tempat tinggi ke tempat yang rendah. Dari penelitian dapat dihasilkan data tentang titik lokasi sampel. status rumah dan fasilitas umum. coli yang ada pada sumur sampel di daerah penelitian. Dalam penganalisaan data primer dapat diketahui data kependudukan. Arah aliran air tanah dapat ditentukan dengan metode ”three Point Problem” atau dengan cara membuat garis lurus terhadap garis kontur air tanah. Sedangkan pada aktifitas penduduk yang tidak melibatkan banyak penduduk seperti aktifitas pertanian limbah yang dihasilkan tidak banyak sehingga kurang mempengaruhi kualitas air tanah disekitarnya. coli di daerah penelitian. Arah aliran tanah tersebut disebabkan gerakan air tanah karena potensi kelembaban total dan kemiringan dua titik atau lokasi dalam lapisan tanah.

kandungan amonia bebas untuk ikan yang peka ≤ 0.2 10 0.3 (-) (-) (-) . Fe ≤ 5 mg/L Apabila secara alamiah di luar rentang tersebut.05 0.2 1 1 0.05 0.01 0.2 (-) 1 0. maka ditentukan berdasarkan kondisi alamiah o SATUAN I KELAS II III KETERANGAN IV Deviasi temperatur dari keadaan almiahnya Bagi pengolahan air minum secara konvesional.01 0.05 0.5 0. Cu ≤ 1 mg/L Bagi pengolahan air minum secara konvensional.2 (-) 1 0.01 0.01 0.01 0.05 0.02 mg/L sebagai NH3 Besi mg/L 0.05 0.2 10 (-) 1 0.2 (-) 1 0.01 0.02 5-9 12 100 0 5 20 (-) 1 0.TENTANG PENGELOLAAN KUALITAS AIR DAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR Kriteria Mutu Air Berdasarkan Kelas PARAMETER FISIKA Tempelatur Residu Terlarut Residu Tersuspensi KIMIA ANORGANIK pH BOD COD DO Total Fosfat sbg P NO 3 sebagai N NH3-N Arsen Kobalt Barium Boron Selenium Kadmium Khrom (VI) Tembaga mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 6-9 2 10 6 0.02 6-9 6 50 3 1 20 (-) 1 0.02 6-9 3 25 4 0. residu tersuspensi ≤ 5000 mg/ L C deviasi 3 deviasi 3 deviasi 3 deviasi 5 1000 50 1000 50 1000 400 2000 400 mg/ L mg/L Angka batas minimum Bagi perikanan.05 0.05 0.2 Bagi pengolahan air minum secara konvensional.

002 0.1 1 1000 200 1 210 (-) (-) 2 (-) .5 0.1 1 1000 200 1 210 17 3 2 18 0.Gross-A . Pb ≤ 0.02 0. NO2_N ≤ 1 mg/L Bagi ABAM tidak dipersyaratkan Bagi pengolahan air minum secara konvensional.5 0.1 1 (-) (-) (-) (-) (-) (-) 2 (-) Bq /L Bq /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L 0.1 1 1000 200 1 210 (-) (-) 2 (-) 0.002 0.Gross-B KIMIA ORGANIK Minyak dan Lemak Detergen sebagai MBAS Senyawa Fenol sebagai Fenol BHC Aldrin / Dieldrin Chlordane DDT Heptachlor dan heptachlor epoxide mg/L mg/L mg/L mg/L mg/l mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 0.5 0.03 (-) 0.03 (-) 0.002 0.03 0. S sebagai H2S <0.Timbal Mangan Air Raksa Seng Khlorida Sianida Fluorida Nitrit sebagai N Sulfat Khlorin bebas Belereng sebagai H2S MIKROBIOLOGI Fecal coliform -Total coliform -RADIOAKTIVITAS .03 0.02 1. fecal coliform ≤ 2000 jml / 100 ml 10000 dan total coliform ≤ 10000 jml/100 ml 0.1 mg/L jml/100 ml jml/100 ml 100 1000 1000 5000 2000 10000 2000 Bagi pengolahan air minum secara konvensional.001 0.05 (-) 0.03 0.02 1.03 0.06 400 0.05 600 0.1 mg/L Bagi pengolahan air minum secara konvensional.005 2 (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) Bagi pengolahan air minum secara konvensional.05 (-) 0.1 0.06 (-) 0.002 1 (-) 0. Zn ≤ 5 mg/L Bagi pengolahan air minum secara konvensional.002 0.06 (-) 0.

kecuali untuk pH dan DO. Nilai DO merupakan batas minimum. Bagi pH merupakan nilai rentang yang tidak boleh kurang atau lebih dari nilai yang tercantum. MEGAWATI SOEKARNO PUTRI KUALITAS DAN KUANTITAS AIR BERSIH UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN MANUSIA 18 01 2010 . parameter tersebut tidak dipersyaratkan Tanda ≤ adalah lebih kecil atau sama dengan Tanda < adalah lebih kecil PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd.Lindane Methoxyclor Endrin Toxaphan ug /L ug /L ug /L ug /L 56 35 1 5 (-) (-) 4 (-) (-) (-) 4 (-) (-) (-) (-) (-) Keterangan : mg ug ml L Bq MBAS ABAM = miligram = mikrogram = militer = liter = Bequerel = Methylene Blue Active Substance = Air Baku untuk Air Minum Logam berat merupakan logam terlarut Nilai di atas merupakan batas maksimum. Arti (-) di atas menyatakan bahwa untuk kelas termasuk.

dan lain sebagainya yang sejenis dengan ini. sehingga mengakibatkan jumlah kebutuhan air (Suriawiria. irigasi. dan sebagainya serta kualitas biologi diman air terbebas dari mikroorganisme penyebab penyakit. berat badan terdiri dari air. kulitas kimia yang terdiri atas pH.12 Votes RICA DENIS (E2A009016) ABSTRAK Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu. untuk anak-anak sekitar 65% dan untuk bayi sekitar 80% . Sehingga perlu diketahui bagaimana air dikatakan bersih dari segi kualitas dan bisa digunakan dalam jumlah yang memadai dalam kegiatan sehari-hari manusia. Manfaat lain dari air berupa pembangkit tenaga. Tubuh manusia rata-rata mengandung air sebanyak 90 % dari berat badannya. karena air dipergunakan pula untuk mencuci. Ditinjau dari segi kualitas. tidak ada satupun makhluk hidup di dunia ini yang tidak membutuhkan air. di antaranya kualitas fisik yang terdiri atas bau. Sehingga untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya manusia berupaya mendapatkan air yang cukup bagi dirinya (Suharyono. mandi. Semakin tinggi taraf kehidupan seseorang semakin meningkat pula kebutuhan manusia akan air. alat transportasi. ada bebarapa persyaratan yang harus dipenuhi. membersihkan peralatan. Tubuh orang dewasa. Air adalah materi esensial didalam kehidupan. sekitar 55-60%. Air. . Agar kelangsungan hidup manusia dapat berjalan lancar.1996: 3). setiap tingkatan kehidupan atau setiap bangsa dan negara. 1996). Jumlahpenduduk dunia setiap hari bertambah. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan industri terdapat pengertian mengenai Air Bersih yaitu air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapatdiminum apabila dimasak. Kata Kunci : Kualitas. dan lain sebagainya. Air bersih dibutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan manusia untuk melakukan segala kegiatan mereka. Semakin maju tingkat kebudayaan masyarakat maka penggunaan air makin meningkat. Dalam menjalankan fungsi kehidupan sehari-hari manusia amat tergantung pada air. air bersih juga harus tersedia dalam jumlah yang memadai sesuai dengan aktifitas manusia pada tempat tertentu dan kurun waktu tertentu. Sebagian besar tubuh manusia itu sendiri terdiri dari air. kesadahan. Manusia Air sebagai materi esensial dalam kehidupan tampak dari kebutuhan terhadap air untuk keperluan sehari-hari di lingkungan rumah tangga ternyata berbeda-beda di setiap tempat. Sedangkan kuantitas menyangkut jumlah air yang dibutuhkan manusia dalam kegiatan tertentu. Bagi manusia kebutuhan akan air sangat mutlak karena sebenarnya zat pembentuk tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air yang jumlahnya sekitar 73% dari bagian tubuh. warna dan rasa. Air di dalam tubuh manusia berfungsi sebagai pengangkut dan pelarut bahan-bahan makanan yang penting bagi tubuh.

Kebutuhan air yang paling utama bagi manusia adalah air minum. Menurut ilmu kesehatan setiap orang memerlukan air minum hidup 2-3 minggu tanpa makan tetapi hanya dapat bertahan 2-3 hari tanpa air minum (Suripin, 2002). Air merupakan faktor penting dalam pemenuhan kebutuhan vital bagi mahluk hidup diantaranya sebagai air minum atau keperluan rumah tangga lainnya. Air yang digunakan harus bebas dari kuman penyakit dan tidak mengandung bahan beracun. Sumber air minum yang memenuhi syarat sebagai air baku air minum jumlahnya makin lama makin berkurang sebagai akibat ulah manusia sendiri baik sengaja maupun tidak disengaja. Upaya pemenuhan kebutuhan air oleh manusia dapat mengambil air dari dalam tanah, air permukaan, atau langsung dari air hujan. Dari ke tiga sumber air tersebut, air tanah yang paling banyak digunakan karena air tanah memiliki beberapa kelebihan di banding sumbersumber lainnya antara lain karena kualitas airnya yang lebih baik serta pengaruh akibat pencemaran yang relatif kecil. Akan tetapi air yang dipergunakan tidak selalu sesuai dengan syarat kesehatan, karena sering ditemui air tersebut mengandung bibit ataupun zat-zat tertentu yang dapat menimbulkan penyakit yang justru membahayakan kelangsungan hidup manusia. Berdasarkan masalah di atas, maka perlu diketahui kualitas air yang bisa digunakan untuk kebutuhan manusia tanpa menyebabkan akibat buruk dari penggunaan air tersebut. Kebutuhan air bagi manusia harus terpenuhi baik secara kualitas maupun kuantitasnya agar manusia mampu hidup dan menjalankan segala kegiatan dalam kehidupannya. Ditinjau Dari Segi Kualitas (Mutu) Air Secara langsung atau tidak langsung pencemaran akan berpengaruh terhadap kualitas air. Sesuai dengan dasar pertimbangan penetapan kualitas air minum, usaha pengelolaan terhadap air yang digunakan oleh manusia sebagai air minum berpedoman pada standar kualitas air terutama dalam penilaian terhadap produk air minum yang dihasilkannya, maupun dalam merencanakan sistem dan proses yang akan dilakukan terhadap sumber daya air (Razif, 2001:4).

Persyaratan Kualitas Air
Parameter Kualitas Air yang digunakan untuk kebutuhan manusia haruslah air yang tidak tercemar atau memenuhi persyaratan fisika, kimia, dan biologis. 1. Persyaratan Fisika Air Air yang berkualitas harus memenuhi persyaratan fisika sebagai berikut: 1. Jernih atau tidak keruh Air yang keruh disebabkan oleh adanya butiran-butiran koloid dari tanah liat. Semakin banyak kandungan koloid maka air semakin keruh. 1. Tidak berwarna

Air untuk keperluan rumah tangga harus jernih. Air yang berwarna berarti mengandung bahan-bahan lain yang berbahaya bagi kesehatan. 1. Rasanya tawar Secara fisika, air bisa dirasakan oleh lidah. Air yang terasa asam, manis, pahit atau asin menunjukan air tersebut tidak baik. Rasa asin disebabkan adanya garam-garam tertentu yang larut dalam air, sedangkan rasa asam diakibatkan adanya asam organik maupun asam anorganik. 1. Tidak berbau Air yang baik memiliki ciri tidak berbau bila dicium dari jauh maupun dari dekat. Air yang berbau busuk mengandung bahan organik yang sedang mengalami dekomposisi (penguraian) oleh mikroorganisme air. 1. Temperaturnya normal Suhu air sebaiknya sejuk atau tidak panas terutama agar tidak terjadi pelarutan zat kimia yang ada pada saluran/pipa, yang dapat membahayakan kesehatan dan menghambat pertumbuhan mikro organisme. 1. Tidak mengandung zat padatan Air minum mengandung zat padatan yang terapung di dalam air. 1. Persyaratan Kimia Kandungan zat atau mineral yang bermanfaat dan tidak mengandung zat beracun. 1) pH (derajat keasaman) Penting dalam proses penjernihan air karena keasaman air pada umumnya disebabkan gas Oksida yang larut dalam air terutama karbondioksida. Pengaruh yang menyangkut aspek kesehatan dari pada penyimpangan standar kualitas air minum dalam hal pH yang lebih kecil 6,5 dan lebih besar dari 9,2 akan tetapi dapat menyebabkan beberapa senyawa kimia berubah menjadi racun yang sangat mengganggu kesehatan. 2) Kesadahan Kesadahan ada dua macam yaitu kesadahan sementara dan kesadahanvnonkarbonat (permanen). Kesadahan sementara akibat keberadaan Kalsium dan Magnesium bikarbonat yang dihilangkan dengan memanaskan air hingga mendidih atau menambahkan kapur dalam air. Kesadahan nonkarbonat (permanen) disebabkan oleh sulfat dan karbonat, Chlorida dan Nitrat dari Magnesium dan Kalsium disamping Besi dan Alumunium. Konsentrasi kalsium dalam air minum yang lebih rendah dari 75 mg/l dapat menyebabkan penyakit tulang rapuh, sedangkan konsentrasi yang lebih tinggi dari 200 mg/l dapat menyebabkan korosifitas pada pipa-pipa air. Dalam jumlah yang lebih kecil magnesium dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan tulang, akan tetapi dalam jumlah yang lebih besar 150 mg/l dapat menyebabkan rasa mual.

3) Besi Air yang mengandung banyak besi akan berwarna kuning dan menyebabkan rasa logam besi dalam air, serta menimbulkan korosi pada bahan yang terbuat dari metal. Besi merupakan salah satu unsur yang merupakan hasil pelapukan batuan induk yang banyak ditemukan diperairan umum. Batas maksimal yang terkandung didalam air adalah 1,0 mg/l 4) Aluminium Batas maksimal yang terkandung didalam air menurut Peraturan Menteri Kesehatan No 82 / 2001 yaitu 0,2 mg/l. Air yang mengandung banyak aluminium menyebabkan rasa yang tidak enak apabila dikonsumsi. 5) Zat organik Larutan zat organik yang bersifat kompleks ini dapat berupa unsur hara makanan maupun sumber energi lainnya bagi flora dan fauna yang hidup di perairan 6) Sulfat Kandungan sulfat yang berlebihan dalam air dapat mengakibatkan kerak air yang keras pada alat merebus air (panci / ketel)selain mengakibatkan bau dan korosi pada pipa. Sering dihubungkan dengan penanganan dan pengolahan air bekas. 7) Nitrat dan nitrit Pencemaran air dari nitrat dan nitrit bersumber dari tanah dan tanaman. Nitrat dapat terjadi baik dari NO2 atmosfer maupun dari pupuk-pupuk yang digunakan dan dari oksidasi NO2 oleh bakteri dari kelompok Nitrobacter. Jumlah Nitrat yang lebih besar dalam usus cenderung untuk berubah menjadi Nitrit yang dapat bereaksi langsung dengan hemoglobine dalam daerah membentuk methaemoglobine yang dapat menghalang perjalanan oksigen didalam tubuh. Chlorida Dalam konsentrasi yang layak, tidak berbahaya bagi manusia. Chlorida dalam jumlah kecil dibutuhkan untuk desinfektan namun apabila berlebihan dan berinteraksi dengan ion Na+ dapat menyebabkan rasa asin dan korosi pada pipa air. 9) Zink atau Zn Batas maksimal Zink yang terkandung dalam air adalah 15 mg/l. penyimpangan terhadap standar kualitas ini menimbulkan rasa pahit, sepet, dan rasa mual. Dalam jumlah kecil, Zink merupakan unsur yang penting untuk metabolisme, karena kekurangan Zink dapat menyebabkan hambatan pada pertumbuhan anak. 1. 3. Persyratan mikrobiologis

Kandungan BOD dalam air bersih menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No 82 / 2001 mengenai baku mutu air dan air minum golongan B maksimum yang dianjurkan adalah 6 mg/l Adanya penyebab penyakit didalam air dapat menyebabkan efek langsung dalam kesehatan. BOD (Biochemical Oxygen Demand) Adalah jumlah zat terlarut yang dibutuhkan oleh organisme hidup untuk memecah bahan – bahan buangan didalam air (Nurdijanto. Phytoplankton colifprm. (Sujudi. mikroorganisme tidak tertarik menggunakan bahan organik makin rendah BOD maka kualitas air minum tersebut semakin baik.20 Tahun 1990 ) Kadar Maksimum Golongan Golongan Golongan Golongan A B C D 1000 1000 1000 No Parameter FISIKA 1 Bau 2 Jumlah zat padat terlarut 3 Kekeruhan 4 Rasa Satuan Mg/L 1000 Skala NTU 5 - . COD (Chemical Oxygen Demand) COD yaitu suatu uji yang menentukan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bahan oksidan misalnya kalium dikromat untuk mengoksidasi bahan-bahan organik yang terdapat dalam air (Nurdijanto. Tidak mengandung bakteri patogen. 2000 : 15). Salmonella typhi. Kuman-kuman ini mudah tersebar melalui air. 1. Nilai BOD tidak menunjukkan jumlah bahan organik yang sebenarnya tetepi hanya mengukur secara relatif jumlah oksigen yang dibutuhkan. missalnya: bakteri golongan coli. apabila nilai COD melebihi batas dianjurkan. maka kualitas air tersebut buruk. Vibrio cholera dan lain-lain. Standar Kualitas Air di Perairan Umum ( Peraturan Pemerintah No. Tidak mengandung bakteri non patogen seperti: Actinomycetes. 2000 : 15). Penggunaan oksigen yang rendah menunjukkan kemungkinan air jernih. Cladocera dan lain-lain.1995) 1. Kandungan COD dalam air bersih berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 82 / 2001 mengenai baku mutu air minum golongan B maksimum yang dianjurkan adalah 12 mg/l.Persyaratan mikrobiologis yangn harus dipenuhi oleh air adalah sebagai berikut: 1. 2. Penyakit-penyakit ini hanya dapat menyebar apabila mikro penyebabnya dapat masuk ke dalam air yang dipakai masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

002 1 0.02 0.01 600 0.1 400 0.017 0.05 1.005 0.05 0.pH 17 Selenium 18 Seng 19 Sianida 20 Sulfat 21 Sulfida sebagao H2S 22 Tembaga 23 Timbal 24 Oksigen terlarut (DO) 25 Nikel 26 SAR (Sodium Absortion Ratio) Kimia Organik 1 Aldrin dan dieldrin 2 Benzona 3 Benzo (a) Pyrene 4 Chlordane (total isomer) 5 Chlordane 6 2.003 0.1 400 0.01 >=6 0.02 0.1 1 0.002 0.1 1 0.01 5 0.005 500 250 0.10 0.5 0.005 1 0.01 5 0.06 6–9 0.01 1 2 60 0.005 1 1.05 6.5 0.4 D 7 DDT Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.03 0.3 0.0007 0.03 0.5 Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.2 0.0 0.01 0.5 6 7 Warna Suhu Daya Hantar Listrik Skala TCU 15 o C Suhu udara Umhos/cm 2250 KIMIA anorganik 1 Air raksa 2 Aluminium 3 Arsen 4 Barium 5 Besi 6 Florida 7 Kadmium 8 Kesadahan CaCO3 9 Klorida 10 Kromium valensi 6 11 Mangan 12 Natriun 13 Nitrat sebagai N 14 Nitrit sebagai N 15 Perak 16 .05 1 5 1.02 0.5 – 8.001 0.003 0.05 0.0 0.5 10 1 5–9 0.0003 0.00001 0.1 200 10 1.5 – 2.5 0.03 >3 5–9 0.5 1.042 0.05 - 0.5 0.002 .05 0.05 2 0.01 0.001 0.

01 10 - 0. Pemeriksaan MPN dilakukan untuk pemeriksaan kualitas air minum.00001 0.005 0.001 0.018 0.0 Golongan A : air untuk air minum tanpa pengolahan terlebih dahulu Golongan B : air yang dipakai sebagai bahan baku air minum melalui suatu pengolahan Golongan C : air untuk perikanan dan peternakan Golongan D : air untuk pertanian dan usaha perkotaan.6 Trichlorophenol Zat Organik (KMnO4) Endrin Fenol Karbon kloroform ekstrak Minyak dan lemak Organofosfat dan carbanat PCD Senyawa aktif biru metilen Toxaphene BHC Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.0 0. perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium yang mencakup antara lain pemeriksaan bakteriologi air.1 1.1 1.002 0.004 0.1 0.03 0.4.2 0.5 0.056 0.1 Dichloroethane Heptachlor heptachlor epoxide Hexachlorobenzene Lindane Metoxychlor Pentachlorophenol Pestisida total 2.0 0. Untuk mengetahui kualitas air tersebut.01 0.003 0.0003 0.001 1 0. industri dan PLTA.0 0.035 0.5 0.1 1.1 0.21 Mikrobiologik 1 Koliform tinja 2 Total koliform Radioaktivitas 1 Gross Alpha activity 2 Gross Beta activity Jml/100ml 0 Jml/100ml 3 2000 10000 Bq/L Bq/L 0. Kualitas air yang digunakan masyarakat harus memenuhi syarat kesehatan agar dapat terhindar dari berbagai penyakit maupun gangguang kesehatan yang dapat disebabkan oleh air. meliputi Most Probable Number (MPN) dan angka kuman.1 1. air .01 0.2 Dichloroethane 1.05 Nihil 0.8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Detergent 1.1 Nihil 0.004 0.

coli. 2002) Ditinjau dari jumlah atau kuantitas air yang dibuthkan manusia. Khusus untuk air minum. coli atau Fecal coli 1. seperti Actinomycetes dan Cladocera (Soewarno. air kolam renang dan pemeriksaan angka kuman pada air PDAM. Persyaratan Kualitas air minum secara Bakteriologis Parameter 1 1. misalnya bakteri golongan E. air pemandian umum. air badan. coli atau Fecal col Total Bakteri Coliform 1. coli atau Fecal col Total Bakteri Coliform Satuan 2 Kadar maksimum yang Keterangan diperbolehkan 3 4 Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Bagi manusia air minum adalah salah satu kebutuhan utama. Air yang masuk sistem distribusi E. Vibrio cholera. kebutuhan dasar air bersih adalah jumlah air bersih minimal yang perlu disediakan agar manusia dapat hidup secara layak yaitu dapat memperoleh air yang diperlukan untuk melakukan aktivitas dasar sehari- .bersih. Air Minum E. Sehingga pengawasan terhadap kualitas air minum agar tetap memenuhi syarat-syarat kesehatan berdasarkan Kepmenkes RI No 907/Menkes/SK/VII/2002 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum (Depkes. 2002). Mengingat bahwa berbagai penyakit dapat dibawah oleh air kepada manusia memanfaatkannya. disyaratkan bahwa tidak mengandung bakteri patogen. Penyediaan air bersih selain kuantitas kualitasnya pun harus memenuhi standar yang berlaku. Kuman-kuman ini mudah tersebar melalui air (Transmitted by water) dan tidak mengandung bakteri non-patogen. Salmonella typhi. Air minum yang memenuhi baik kuantitas maupun kualitas sangat membantu menurunkan angka kesakitan penyakit perut terutama penyakit diare. Air pada sistem distribusi E. maka tujuan utama penyediaan air bersih/air minum bagi masyarakat adalah untuk mencegah penyakit yang dibawah oleh air.

kebiasaan hidup dalam rumah tangga misalnya ingin rumah dalam keadaan bersih selalu dengan mengepel lantai dan menyiram halaman. karena tanpa sumber air maka suatu system penyediaan air bersih tidak akan berfungsi (Sutrisno. Juga air ini mempunyai sifat lunak. 2000 : 13). Debit yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan akan air minum pada umumnya dapat mencukupi. kebutuhan air rumah tangga menurut Sunjaya adalah: 1.Kadar garam NaCl dalam air laut 3 % dengan keadaan ini maka air laut tidak memenuhi syarat untuk diminum. kotoran industri dan lainnya.hari (Sunjaya dalam Karsidi. sehingga untuk pengambilan air sebaiknya dilakukan pada kedalaman tertentu di tengah-tengah. sehingga hal ini akan mempercepat terjadinya korosi atau karatan. Macam-macam sumber air yang dapat di manfaatkan sebagai sumber air minum sebagai berikut : 1. misalnya oleh lumpur. mengingat bahwa air sungai ini pada umumnya mempunyai derajat pengotoran yang tinggi. Air laut Mempunyai sifat asin. Kebutuhan air untuk mencuci pakaian dan peralatan 25 – 30 liter / orang perhari. 1999 : 18). 3. batang-batang kayu. b. daun-daun. Air permukaan ada dua macam yaitu air sungai dan air rawa. 2. Selain itu air hujan mempunyai sifat agresif terutama terhadap pipa-pipa penyalur maupun bak-bak reservoir. yang menyebabkan warna kuning coklat. c. d. Air Atmosfer Untuk menjadikan air hujan sebagai air minum hendaknya pada waktu menampung air hujan mulai turun. Ditinjau dari segi kuantitasnya. seharusnya melalui pengolahan yang sempurna. karena masih mengandung banyak kotoran. Kebutuhan air untuk higien yaitu untuk mandi dan membersihkan dirinya 25 – 30 liter / orang perhari. sehingga akan boros terhadap pemakaian sabun. Pada umumnya air permukaan ini akan mendapat pengotoran selama pengalirannya. Sumber air merupakan salah satu komponen utama yang ada pada suatu sistem penyediaan air bersih. Air Permukaan Adalah air hujan yang mengalir di permukaan bumi. Kebutuhan air untuk menunjang pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas sanitasi atau pembuangan kotoran 4 – 6 liter / orang perhari. Banyaknya pemakaian air tiap harinya untuk setiap rumah tangga berlainan. . Kebutuhan air untuk minum dan mengolah makanan 5 liter / orang perhari. Air rawa kebanyakan berwarna disebabkan oleh adanya zat-zat organik yang telah membusuk. karena mengandung garam NaCl. sehingga total pemakaian perorang adalah 60 – 70 liter / hari di kota. selain pemakaian air tiap harinya tidak tetap banyak keperluan air bagi tiap orang atau setiap rumah tangga itu masih tergantung dari beberapa faktor diantaranya adalah pemakaian air di daerah panas akan lebih banyak dari pada di daerah dingin. Air sungai digunakan sebagai air minum. keadaan sosial rumah tangga semakin mampu atau semakin tinggi tingkat sosial kehidupannya semakin banyak menggunakan air serta pemakaian air dimusim panas akan lebih banyak dari pada dimusim hujan.

air permukaan. Sebagia besar tubuh manusia terdiri atas air. Sistem penyediaan air bersih meliputi besarnya komponen pokok antara lain: unit sumber baku. Unit produksi merupakan unit bangunan yang mengolah jenis-jenis sumber air menjadi air bersih. 5. yaitu (1)Unit sumber air baku merupakan awal dari sistem penyediaan air bersih yang mana pada unit ini sebagai penyediaan air baku yang bisa diambil dari air tanah. Air tanah Air tanah adalah air yang berada di bawah permukaan tanah didalam zone jenuh dimana tekanan hidrostatiknya sama atau lebih besar dari tekanan atmosfer (Suyono. unit pengolahan. memasak. yang berfungsi sebagai pelarut dan peyusun segala system tubuh manusia. Kualitas fisik ditinjau bau. Penggunaan air yang bersih untuk kegiatan sehari-hari tentunya membuat manusia terhindar dari penyakit. air hujan yang jumlahnya sesuai dengan yang diperlukan. rasa. Dimana setiap hari kita membutuhkan air bersih untuk minum. mandi. danau NTU (Nephelometric Turbidity Unit) Pengolahan tidak lengkap. Mn. Kualitas air bersih dapat ditinjau dari segi fisik. kimia. Mata air Yaitu air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan tanah dalam hampir tidak terpengaruh oleh musim dan kualitas atau kuantitasnya sama dengan air dalam. (2) Unit pengolahan air memegang peranan penting dalam upaya memenuhi kualitas air bersih atau minum. (4). dan warna. unit produksi. unit transmisi. dan pembubuhan desinfektan. Air digunakan manusia untuk . dan bakteriologi. mencuci dan sebagainya. unit transmisi berfungsi sebagai pengantar air yang diproduksi menuju ke beberapa tandon atau reservoir melalui jaringan pipa.4. dengan pengolahan fisika. maka perlu diketahui persyaratan air bersih. kandungan ion dan sebagainya. unit distribusi dan unit konsumsi. yaitu sumur Dangkal/Dalam Pengolahan tidak lengkap hanya pengolahan Fe. jumlah air juga harus memadai dalam rangka pemenuhan kebutuhan manusia. Adapun beberapa sumber air yang dapat diolah untuk mendapatkan air bersih. Selain dari segi kualitas. (Linsay. Kualitas kimia dapat diteliti melalui pengamatan tentang kesadahan. kualitas air baku yang semula belum memenuhi syarat kesehatan akan berubah menjadi air bersih atau minum yang aman bagi manusia. Unit produksi adalah salah satu dari sistem penyediaan air bersih yang menentukan jumlah produksi air bersih atau minum yang layak didistribusikan ke beberapa tandon atau reservoir dengan sistem pengaliran gravitasi atau pompanisasi. (3). sungai Pengolahan lengkap bila kekeruhannya tinggi > 50. kimia dan biologis. Agar air yang digunakan untuk kegiatan manusia tidak berdampak negative bagi manusia.1993 :1). bila kekeruhan < 50 NTU. pH. Sedangkan ada aatu tidaknya mikroorganisme penyebab penyakit pada air merupakan syarat biologi air bersih. 1995) SIMPULAN Masalah air bersih merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusiaa.

3. Urip Santoso. Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan. Depkes.Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 2007 Chatip. Program Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan. Jakarta. Masingmasing kegiatan tersebut memerlukan jumlah air yang beragam. Ir. 2002. 1995 . EGC. UCAPAN TERIMA KASIH • Dalam penulisan telaah pustaka ini penulis mendapat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Teknik Sumber Daya Air jilid 2. Karsidi. 2. Bapak Prof. pertanan. Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum/Air Bersih.mandi.2007. Yogyakarta. Rekan-rekan mahasiswa PSL yang telah ikut membantu dalam dorongan dalam pembuatan makalah ini. Erlangga... Jawet. 1999. Evaluasi Pengelolaan Kualitas Air Bersih Oleh Petuga Sanitasi Puskesmas Di Kabupaten Bungo. S. 1992. Orang tua dan saudara-saudara yang telah memberikan dorongan moril dan materil. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 Lindsay. 1997.Sc. minum. Jakarta. Hubungan antara Tingkat Pendidikan dan Pendapatan dengan Penggunaan Air Sungai oleh Penduduk di Sekitar Sungai Kali Jajar Demak. DAFTAR PUSTAKA Asmustawa. Pengolahan Air Minum. Mikrobiologi Untuk Profesi Kesehatan Edisi 16. Semarang : Skripsi. sehingga kebutukhan air minum yang memenuhi persyaratan Menteri Kesehatan Republik Indonesia dapat terpenuhi bagiu seluruh lapisan masyarakat.D sebagai dosen mata kuliah Penyajian Ilmiah dan juga sebagai Ketua pusat penelitian lingkungan hidup Universitas Bengkulu yang telah memberikan bimbingan dan pengetahuan tentang materi perkuliahan. mencuci. Ph. perikanan dan lain sebagainya. M.Ikom. Jakarta. Sumber air yang ada di permukaan bumi dapat diolah menjadi air minum dengan berbagai teknik yang telah berkembang. Secara khusus ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada: 1. RK dan kawan-kawan.

JB. Mikrobiologi Kedokteran. Teknologi Penyediaan Air Bersih. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya. . 1993. Kimia Lingkungan. & Franzini. . Fakultas Geografi Universitas Tim Mikrobiologi. 1995. Bayumedia.Linsley. 1989. Pengolahan Air Minum. Suripin. 2003. Malang. Yayasan peduli Lingkungan. 2000. 1984. M. Rineka Cipta. Diari Akut Klinik dan Laboratorik. Nurdijanto. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. 2001. Jakarta : Erlangga. Edisi Revisi Bina Rupa Aksara. Air Dalam Kehidupan Lingkungan Yang Sehat. U. 1996. Jakarta.. Metode Penelitian Air. 1996. Yogyakarta : Andi Offset. Ray. Suyono. Bakteriologi Medik. Usaha Nasional. Surawira. Jakarta :Rineka Cipta. Jakarta. Teknik Sumber Daya Air. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Santika. 2002. Pati. Suharyono. C Totok. Surabaya Indonesia Sujudi. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2005 Tentang Pengembangan sistem penyediaan Air minum Razif. Sutrisno. 2000. Bandung. Pengelolaan Sumber Daya Air. K.

Media Kultur untuk Pertumbuhan Bakteri Jumat. .. Louwenstein – Jensen 1. Nutrien Agar. Dalam postingan ini akan dijelaskan mengenai media Trypticase Soy Agar (TSA). hampir semua jenis bakteri bisa tumbuh pada media ini. Trypticase Soy Agar TSA merupakan media kultur universal.Matur Nuwun…. menyuburkan atau meremajakan bakteri. Agustus 12. 2011 Rachma 1 comment Media kultur berguna untuk memperbanyak.

Foto : TSA Cara Pembuatan : 10.7 gram Trypticase Soy Agar dilarutkan dalam 250 ml aquadest. Tahap akhir botol/tabung dimiringkan tungggu sampai mengeras.5-10. Foto : TSA dalam botol . kemudian dimasukan ke botol/tabung dan disterilkan di autoclave suhu 120 0C selama 15 menit.

2 Tutup : kapas putih 3. agar-agar. Jenis bakteri yang dapat tumbuh pada nutrient agar lebih sedikit dibandingkan dengan TSA. PH 7. ekstrak dagingn.0±0. Nutrien Agar Foto : Nutrien Agar Nutrien agar merupakan media kultur universal untuk pertumbuhan mikroorganisme/bakteri. Louwenstein – Jensen . Nutrien Agar lebih sering digunakan dibandingkan TSA untuk menghindari terjadi Kandungan : Pepton dari dari daging.2. Cara pembuatan : Larutkan 20 g/L nutrien agar (bubuk) autoclave 15 menit pada suhu121 0C.

5 g pada 0.8 ± 0.2.putar untuk dihomogenkan campuran untuk menghindari beantuk gelembung ). tambah 1 L telur yang dihomogenkan (dari telur ayam betina segar dalam kondisi steril.6 L akuades. Media harus di panaskan lebih dari satu kali setelah 24 jam untuk menjamin sterilitasnya. Kandungan :Potasssium hydrogen phospat. malachite green Glycerol. Ph 4. (autoclave) dinginkan sampai suhu sekitar 50 ± C. Cara Pembuatan: Larutkan 37. trimagnesium dicitrat 14-dehidrat. magnesium sulfat heptahydrat. Alat Fungsi . kalau di inginkan tambah 12 ml glycerol . telur yang dihomogenkan.potato meal.Foto: media Louwenstein – Jensen Kegunaan media Louwenstein – Jensen : Kultur dan test resistensi dari Mycobacterium tuberculosis. lasparigin. bagikan ketabung reaksi steril diarkan membeku dengan kondisi miring dengan pemanasan selama 45 menit pada suhu 85 0C pada inspissator yang penuh dengan uap air atau uap air panas yang mengalir bebas.

Gelas Beaker . Erlenmeyer Untuk destilasi larutan. Pada bagian atas terdapat karet penutup dengan sebuah lubang sebagai tempat termometer. Dalam membuat larutan erlenmeyer yang selalu digunakan. Labu destilasi Tempat untuk menyimpan dan membuat larutan.Tempat membuat larutan. Beaker glass memiliki takaran namun jarang bahkan tidak diperbolehkan untuk mengukur volume suatu zat ciar.

Cprpng dibagi menjadi dua jenis yakni corong yang menggunakan karet atau plastik dan corong yang menggunakan gelas. Corong bucher Digunakan untuk titrasi. buret . tapi pada keadaan tertentu dapat pula digunakan untuk mengukut volume suatu larutan. Corong gelas Menyaring larutan dengan dengan bantuan pompa vakum. Corong digunakan untuk memasukan atau memindah larutan ai satu tempat ke tempat lain dan digunakan pula untuk proses penyaringan setelah diberi kertas saing pada bagian atas.

Corong pisah biasa digunakan pada proses ekstraksi.Untuk memisahkan dua larutan yang tidak bercampur karena adanya perbedaan massa jenis. Gelas ukur . Pada saat praktikum dengan ketelitian tinggi gelas ukur tidak diperbolehkan untuk mengukur volume larutan. Labu ukur leher panjang Untuk mengukur volume larutan. Corong pisah Untuk membuat dan atau mengencerkan larutan dengan ketelitian yang tinggi. Pengukuran dengan ketelitian tinggi dilakukan menggunakan pipet volume.

Untuk larutan selain air sebaiknya digunakan karet pengisat yang telah disambungkan pada pipet ukur. . Filler (karet pengisap) Untuk mengukur volume larutan Pipet ukur Digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu sesuai dengan label yang tertera pada bagian pada bagian yang menggembung.Untukl destilasi larutan. Lubang lubang bawah tempat air masuk. lubang ata tempat air keluar. kondensor Untuk menghisap larutan yang akan dari botol larutan.

. misalnya dalam bentuk kristal. Pipet tetes Untuk mengocok atau mengaduk suatu baik akan direaksikan mapun ketika reaksi sementara berlangsung.Pipet volume atau pipet gondok atau volumetrik Untuk meneteskan atau mengambil larutan dengan jumlah kecil. Pengaduk Untuk mereaksikan dua atau lebih zat. Untuk zat-zat yang bereaksi dengan logam digunakan spatula plastik sedangkan zat-zat yang tidak bereaksi dengan dengan logam dapat digunakan spatula logam. Tabung reaksi Untuk mengambil bahan-bahan kimia dalam bentuk padatan.

desikator . Pipa kapiler atau kaca kapiler Untuk menyimpan bahan-bahan yang harus bebas air dan mengeringkan zat-zat dalam laboratorium.Spatula plastik dan logam untuk uji nyala dari beberapa zat. Dikenal dua jenis desikator yaitu desikator biasa dan desikator vakum. Kawat nikrom Untuk mengalirkam gas ke tempat tertentu dan digunakan pula dalam penentuan titik lebur suatu zat.

Untuk mengeringkan suatu bahan dalam desikator. Indikator universal 1. Gelas arloji Untuk memegang peralatan gelas yang masih dalam kondisi panas.Untuk identifikasi keasamaan larutan/zat. Hot hands . Caranya: setelah kertas indikator universal dicelupkan di cocokan warna yang ada pada kotak kertas universal. Sebagai penutup saat melakukan pemanasan terhadap suatu bahan kimia 2. Untuk menimbang bahan-bahan kimia 3.

Biasanya digunakan pada saat melakukan percobaan yang membutuhkan banyak tabung reaksi. penjepit . Numun dalam mereaksikan zat yang menggunakan tabung reaksi sebaiknya menggunakan rak tabung reaksi demi keamanan diri sendiri maupun orang lain. Kaki tiga Sebagai alas atau untuk menahan labu atau beaker pada waktu pemanasan menggunakan pemanas spiritus atau pemanas bunsen Kawat kasa Tempat tabung reaksi. Rak tabung reaksi Untuk menjepit tabung reaksi. Kertas saring Kaki tiga sebagai penyangga pembakar spirtus.Untuk menyaring larutan.

Krusibel .Pengaduk magnetik. Batang-batang magnet diletakan di dalam larutan kemudian disambungkan arus listrik maka secara otomatis batang magnetik dari stirer akan berputar. Untuk mengaduk larutan. mortal dan pastle Terbuat dari persolen dan bersifat inert. Stirer dan batang stirer Menghaluskan zat yang masing bersifat padat/kristal. digunakan untuk memanaskan logamlogam.

serbuk debu. kabut dan zat-zat kimia yang meletup ketika dilakukan pemanasan. Evaporating dish Sebagai penjepit. Dan melindungi dari percikan api. Ring Untuk menahan wadah.Digunakan sebagai wadah. Kacamata pengaman . misalnya krus pada saat pemanasan ataau corong pada waktu penyaringan. uap logam. Clay triangle Untuk melindungi mata dari bahan yang menyebabkan iritasi. misalnya H2SO4. Misalnya penguapan larutan dari suatu bahan yang tidak mudah menguap. misalnya: · Untuk menjepit soklet pada proses ekstraksi · Menjepit buret dalam proses titrasi · Untuk menjepit kondensor pada proses destilasi Klem dan statif Untuk menjepit corong pemisah dalam proses pemisahan dan untuk meletakan corong pada proses penyeringan.

Biasanya untuk larutan yang mudah terbakar. Pemanas spiritus Untuk memanaskan larutan dan dapat pula digunakan untuk sterilisasi dalam proses suatu proses. Oven .Untuk membakar zat atau memmanaskan larutan. Pemanas atau pembakar bunsen Untuk memanaskan larutan. Hot plate Untuk mengeringkan alat-alat sebelum digunakan dan digunakan untuk mengeringkan bahan yang dalam keadaan basah.

inkubator Untuk menghancurkan (tidak ada di LAB) Granat Daftar Pustaka http://qualitycontrol-07. Tanur Digunakan untuk fermentasi dan menumbuhkan media pada pengujian secara mikrobiologi.blogspot.Digunakan sebagai pemanas pada suhu tinggi.com sumber-sumber lain . sekitar 1000 °C.

Kami mengucapkan terima kasih kepada sahabat kami. dan dimohon mencantumkan sumbernya (web ini). hal ini karena kesibukan yang lain dari penulis. Lebih jauh mengenai deskripsi blog ini .pdf) di beberapa postingan. Mohon pengunjung memberikan saran atau komentar yang membangun dan tidak lupa untuk mengisi polling demi menentukan arah perkembangan blog. mohon maaf jika pertanyaan tidak langsung dijawab dan proses perevisian sangat lambat. Bagian 1 Perhitungan Kematian Mikroorganisme pada Proses Sterilisasi Pengambilan dan Preparasi Sampel Bakteri dalam Mikrobiologi Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 1) Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 2) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 1) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 2) Bekerja Tanpa Kontaminasi (Dasar Teknik Aspetis) Penentuan Sifat Gram Dengan KOH 3% dan Perbandingannya Dengan Pewarnaan Gram Pentingnya Penggambaran Morfologi Koloni di Cawan Bakteri Kontrol Harga Murah untuk Pewarnaan Gram Kunci Awal Identifikasi Bakteri Bagaimana Membedakan Flagellar Movement dengan Brownian Movement ? PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI DASAR Teori dan Metodenya (Revisi 2011) .Mikrobiologi dasar Blog ini berisi tulisan populer tentang teori dan metode di bidang mikrobiologi praktek. di sini ARTIKEL MIKROBIOLOGI • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Saran Teknis Metode Plate Count untuk Pemula Bagaimana Menentukan Aman atau Tidaknya Suatu Bahan Pangan dari Mikroorganisme ? Indikator Mikrobiologis Metode MPN ( Most Probable Number) atau APM (Angka Paling Mungkin) Bagian 1 Metode MPN ( Most Probable Number) atau APM (Angka Paling Mungkin) Bagian 2 Tabel MPN 3 seri dan 5 seri tabung Tabel MPN 10 seri tabung Pengambilan Sampel Mikroorganisme Udara (Air Sampling) Bagian 2 Pengambilan Sampel Mikroorganisme Udara (Air Sampling). Copy paste diijinkan sepanjang tidak digunakan untuk keperluan komersial. Mukhlis yang telah memberikan puluhan buku referensi untuk diolah. Terdapat juga link download (.

4 dengan pewarnaan endospora a.3 pada agar tegak a. Alat-alat dalam Laboratorium Mikrobiologi (bagian 2) PETUNJUK PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI (2008).2.4 pada media cair a.2 mengamati morfologi sel yeast (dengan pewarnaan sederhana) c.2 pengamatan tidak langsung b.2 dengan pewarnaan negatif a.2 pada agar miring a.3.3 dengan pewarnaan gram a. Bakteri a. Alat-alat dalam Laboratorium Mikrobiologi (bagian 1) Bab 1.1 pengamatan langsung a.1 mengamati morfologi koloni kapang (pada agar cawan) c.2.2.1.3.1. Mengamati Morfologi Koloni Bakteri .1. sedang dalam proses revisi • • • • • • • • • • BAB 1 pengenalan alat BAB 2 media pertumbuhan BAB 3 sterilisasi BAB 4 isolasi mikroorganisme BAB 5 morfologi mikroba BAB 6 menentukan jumlah dan ukuran mikroba BAB 7 faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroorganisme BAB 8 daya kerja antimikorba dan oligodinamik BAB 9 aktivitas enzimatis mikroorganisme Referensi BAB 5 MORFOLOGI MIKROBA Kompetensi : mahasiswa dapat mengenali bentuk dan morfologi sel dan koloni mikroorganisme a.2 mengamati morfologi sel kapang (dengan metode slide culture) Bakteri A.• • • Pendahuluan dan Daftar Isi Bab 1.3 mengamati motilitas bakteri a.1 dengan pewarnaan sederhana a.1 pada media cawan a.2 mengamati morfologi sel bakteri a. Kapang c.1.2.1 mengamati morfologi koloni bakteri a.1 mengamati morfologi koloni yeast (pada agar cawan) b. Yeast b.

2. beberapa jenis lain memproduksi pigmen ekstraseluler yang dapat terlarut dalam media · Karakteristik optik : diamati berdasarkan jumlah cahaya yang melewati koloni. Setelah mendapatkan kultur murni maka biakan yang diinginkan ditumbuhkan ke berbagai bentuk media untuk dikenali ciri koloninya. Opaque (tidak dapat ditembus cahaya). Translucent (dapat ditembus cahaya sebagian).Elevasi : Flat Raised Convex Umbonate · Permukaan : Halus mengkilap Kasar Berkerut Kering seperti bubuk · Margins : Entire Lobate Undulate Serrate Felamentous Curled A. Pertumbuhan pada Cawan Petri Ciri-ciri yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut : · Ukuran. Cara Kerja : · Tumbuhkan biakan pada media NA cawan dengan streak kuadran · Tumbuhkan biakan pada media NA miring dengan pola inokulasi yang tegak lurus · Tumbuhkan biakan pada media NA tegak dengan stab inoculation · Tumbuhkan biakan pada media NB A.1.Kegiatan ini merupakan tindakan pertama kali jika ingin mempelajari suatu jenis bakteri lebih lanjut. khususnya untuk tujuan identifikasi. Pertumbuhan pada Agar Miring Ciri-ciri koloni diperoleh dengan menggoreskan jarum inokulum tegak dan lurus Ciri koloni berdasarkan bentuk: . pinpoint/punctiform (titik) Small (kecil) Moderate (sedang) Large (besar) · Pigmentasi : mikroorganisme kromogenik sering memproduksi pigmen intraseluler. Transparant (bening) · Bentuk : Circular Irregular Spindle Filamentous Rhizoid .

4 Pertumbuhan pada Media Cair Pola pertumbuhan berdasarkan kebutuhan O2 .A.3 Pertumbuhan pada Agar Tegak Cara penanaman adalah dengan menusukkan jarum inokulum needle ke dalam media agar tegak. Ciri-ciri koloni berdasar bentuk : Ciri koloni berdasar kebutuhan O2 : A.

sel bakteri sulit terlihat.pewarnaan negatif · Pewarnaan diferensial . · Pewarnaan khusus .pewarnaan acid fast dll. Pewarnaan · Pewarnaan sederhana . Methylene Blue.pewarnaan endospora . Zat warna yang digunakan bersifat asam atau basa. B. Base Fuchsin. Contoh zat warna asam antara lain Crystal Violet. bagian yang berperan dalam memberikan warna disebut kromofor dan mempunyai muatan positif. Pewarnaan bertujuan untuk memperjelas sel bakteri dengan menempelkan zat warna ke permukaan sel bakteri. Jangan menggunakan suspensi bakteri yang terlalu padat.pewarnaan gram .pewarnaan positif . Zat warna dapat mengabsorbsi dan membiaskan cahaya. Sedangkan zat warna basa antara lain Eosin. maka akan diperoleh kesulitan saat mencari bakteri dengan mikroskop. Pada zat warna basa.A. tapi jika suspensi bakteri terlalu encer. Mengamati Morfologi Bakteri Sel bakteri dapat teramati dengan jelas jika digunakan mikroskop dengan perbesaran 100x10 yang ditambah minyak imersi. Congo Red dll. Fiksasi bertujuan untuk mematikan bakteri dan melekatkan sel bakteri pada object glass tanpa merusak struktur selnya. sehingga kontras sel bakteri dengan sekelilingnya ditingkatkan.1. Safranin. Jika dibuat preparat ulas tanpa pewarnaan.pewarnaan flagella dll. Malachite Green dll. Cara Kerja : · Bersihkan object glass dengan kapas · Jika perlu tulislah kode atau nama bakteri pada sudut object glass . Sebaliknya pada zat warna asam bagian yang berperan memberikan zat warna memiliki muatan negatif. Zat warna basa lebih banyak digunakan karena muatan negatif banyak banyak ditemukan pada permukaan sel. Pewarnaan Sederhana (Pewarnaan Positif) Sebelum dilakukan pewarnaan dibuat ulasan bakteri di atas object glass yang kemudian difiksasi.

lalu dicampurkan · Tempelkan sisi object glass yang lain kemudian gesekkan ke samping kiri · Biarkan preparat mengering di udara. Tapi mudah dilihat dengan pewarnaan negatif. Jangan lupa biakan dikocok terlebih dahulu. Zat warna tidak akan mewarnai sel melainkan mewarnai lingkungan sekitarnya. · Cuci dengan akuades kemudian keringkan dengan kertas tissue · Periksa dengan mikroskop (perbesaran 100 x 10). maka biakan dipindahkan dengan jarum inokulum. Jika digunakan biakan padat. B. Berikut merupakan berbagai bentuk sel bakteri . · Keringkan ulasan tersebut sambil memfiksasinya dengan api bunsen (lewatkan di atas api 23 kali) · Setelah benar-benar kering dan tersebar selanjutnya ditetesi dengan pewarna (dapat digunakan Methylen blue. jangan difiksasi atau dipanaskan di atas api. Prosedur: · Ambil dua object glass. Crystal Violet) dan tunggu kurang lebih 30 detik.· Bila menggunakan biakan cair maka pindahkan setetes biakan dengan pipet tetes atau dapat juga dipindahkan dengan jarum inokulum. maka akan tampak bentuk sel bakteri. Safranin.2 Pewarnaan Negatif Beberapa bakteri sulit diwarnai dengan zat warna basa. satu ulasan saja kemudian diberi akuades dan disebarkan supaya sel merata. 1 2 3 4 Setelah dilihat di mikroskop. teteskan nigrosin atau tinta cina di ujung kanan salah satu object glass · Biakan diambil lalu diulaskan atau diteteskan dalam tetesan nigrosin tadi. sehingga sel tampak transparan dengan latar belakang hitam.

Jenis bakteri berdasarkan pewarnaan gram dibagi menjadi dua yaitu gram positif dan gram negatif.3. karena merupakan tahapan penting dalam langkah awal identifikasi.Berikut merupakan tabel prosedur pewarnaan Gram: . Pewarnaan ini didasarkan pada tebal atau tipisnya lapisan peptidoglikan di dinding sel dan banyak sedikitnya lapisan lemak pada membran sel bakteri. Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tebal dan membran sel selapis.A. Sedangkan baktri gram negatif mempunyai dinding sel tipis yang berada di antara dua lapis membran sel. Pewarnaan Gram Adalah pewarnaan diferensial yang sangat berguna dan paling banyak digunakan dalam laboratorium mikrobiologi.

.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pewarnaan gram adalah sbb: · Fase yang paling kritis dari prosedur di atas adalah tahap dekolorisasi yang mengakibatkan CV-iodine lepas dari sel. radiasi dan bahan kimia. Desulfomaculatum dan Bacillus adalah bakteri yang memproduksi endospora dalam siklus hidupnya. Pemberian ethanol jangan sampai berlebih yang akan menyebabkan overdecolorization sehingga sel gram positif tampak seperti gram negatif. sehingga metabolismenya bersifat inaktif dan mampu bertahan dalam tekanan fisik dan kimia seperti panas. Pewarnaan Endospora Anggota dari genus Clostridium. Umur kultur akan berpengaruh pada kemampuan sel menyerap warna utama (CV). Tujuan dilakukannya . sebagian berwarna ungu dan sebagian merah karena pengaruh umur. kering. · Preparasi pewarnaan gram terbaik adalah menggunakan kultur muda yang tidak lebih lama dari 24 jam. Namun juga jangan sampai terlalu sedikit dalam penetesan etanol (underdecolorization) yang tidak akan melarutkan CV-iodine secara sempurna sehingga sel gram negatif seperti gram positif. B. Endospora merupakan bentuk dorman dari sel vegetatif. Walaupun ada beberapa species yang memang bersifat gram variabel seperti pada genus Acinetobacter dan Arthrobacter. dingin.4. khususnya pada gram positif. Mungkin akan menampakkan gram variabel yaitu satu jenis sel.

. Namun jika dengan pewarnaan sederhana. sel vegetatif berwarna).pewarnaan endospora adalah membedakan endospora dengan sel vegetatif. Endospora tetap dapat dilihat di bawah mikroskop meskipun tanpa pewarnaan dan tampak sebagai bulatan transparan dan sangat refraktil. Berikut merupakan prosedur pewarnaan endospora dengan metode Schaeffer-Fulton. sehingga diperlukan teknik pewarnaan endospora. sehingga pembedaannya tampak jelas. endospora sulit dibedakan dengan badan inklusi (kedua-duanya transparan.

.

Mengamati motilitas .Berikut merupakan beberapa tipe endospora dan contohnya C.

Beberapa spesies yeast memiliki sifat dimorfisme yaitu bentuk sel tunggal dan bentuk hifa atau pseudohifa. C. · Tutup dengan cover glass · Amati menggunakan mikroskop dengan perbesaran maksimak. grannula lemak dan glikogen. · Ulaskan suspensi biakan pada object glass lalu teteskan Methilene Blue hingga rata (jangan difiksasi). Hati-hati jangan salah membedakan antara sel yang bergerak sendiri karena flagel atau bergerak terkena aliran air.coli ke object glass (sebaiknya dari biakan cair). B. · Amati dengan perbesaran 40x10 atau 100x10. tidak membentuk hifa (beberapa spesies dapat membentuk pseudohifa). · Tutup preparat dengan cover glass.C.2 Pengamatan tidak langsung Cara Kerja : · Tanam biakan pada media NA tegak atau Media Motilitas dengan cara tusuk (Stab inoculation) sedalam + 5 mm. Panasi preparat dengan api bunsen selama + 30 detik (sampai timbul uap). B. · Setelah didapatkan koloni tunggal. Morfologi internal sel mudah dilihat dan terdiri dari inti dan organel seperti mitkondria. Bakteri akan tampak transparan dan pola pergerakannya tidak beraturan. · Inkubasi selama 2x24 jam. hasil negatif menunjukan bakteri hanya tumbuh pada daerah tusukan saja Bakteri motil akan bermigrasi ke seluruh permukaan agar dan bekas tusukan Yeast / Khamir A. · Inkubasi pada suhu 370 C selama 1x 24 jam · Hasil positif (motil) jika bakteri tumbuh pada seluruh permukaan media. ratakan. Mengamati Morfologi Sel Yeast Yeast merupakan fungi mikroskopik uniseluler. bulat memanjang dengan ukuran 1-9x20 μm. · Warnai dengan cara Shager dan Fulgen yaitu: Tetesi preparat dengan Malachite Green dan biarkan 30-60 detik. Bentuk selnya bervariasi dapat berbentuk bulat.1 Pengamatan Langsung Cara Kerja : · Teteskan biakan bakteri motil seperti Bacillus atau E. · Fiksasi dengan api bunsen.1 Melihat bentuk sel Yeast Cara Kerja : · Tumbuhkan Sacharomyces cereviceae pada glukosa cair selama 24 jam. Pseudohifa adalah hifa yeast yang terbentuk dari rangkaian sel hasil pembelahan aseksual secara budding. Perhatikan spora yang berwarna Kapang / Jamur . B. Jika digunakan biakan padat maka ulas dengan jarum inokulum lalu ditambah akuades satu tetes. pengamatan ciri-ciri morfologi koloni hampir sama dengan ciri morfologi bakteri. Keringkan dengan tissue kemudian biarkan pada udara terbuka. bulat telur. Amati di bawah mikroskop. tetapi tidak melepaskan diri dari induk.2 Melihat bentuk spora sel Yeast Cara kerja : · Buat preparat ulas dari biakan yeast pada Goodkowa Agar yang berumur 10 hari. Cuci preparat dengan air mengalir. Mengamati morfologi koloni yeast · Tanam biakan yeast (dapat berupa Sacharomyces cereviceae atau Candida albicans) pada PDA dengan cara streak quadrant.

cover glass. Namun seringkali miselium atau susunan spora menjadi pecah atau terputus sehingga penampakan di mikroskop dapat membingungkan. 2 Metode Riddel. · Setelah selesai sterilisasi berikan lilin (parafin-petrolatum) steril pada sebelah kiri dan kanan tempat yang akan ditutup cover glass (aseptis). Penampakan morfologi koloni pada umumnya seperti benang (filamentous) yang pertumbuhannya membentuk lingkaran. Tekan cover galss secara media merata. Mengamati morfologi koloni kapang Cara kerja : · Tanam/pindahkan biakan kapang dengan jarum inokulum needle yang diletakan di tenganhtengah cawan petri. seperti dari kelompok Actinomycetes atau Bacillus mycoides.Jamur merupakan mikroba dengan struktur talus berupa benangbenang (hifa) yang terjalin seperti jala (myselium). Koloni kapang memiliki keragaman warna yang muncul dari sporanya. B. · Inkubasi pada suhu kamar selama 3x24 jam. B. tissue basah yang dimasukkan dalam cawan dan sterilkan dengan autoclave. Pengamatan struktur spora dan miselium dapat juga dilakukan dengan preparat ulas seperti yang telah diuraikan di depan. · Amati pertumbuhan koloni (miselium) yang menyebar. Hifa dapat berekat (septat) dengan inti tunggal/ lebih dan hifa tidak bersekat (aseptat). · Ambil preparat dan amati di bawah mikroskop. Dengan teknik ini. · Tutup dengan cover glass. A.1 Metode Heinrich’s. · Inkubasi selam beberapa hari. Morfologi koloninya dapat dengan mudah dibedakan dengan bakteri walaupun ada beberapa jenis bakteri yang koloninya mirip jamur. cara kerja : · Persiapan sama seperti di atas . B. spora dan miselium tumbuh langsung pada slide sehingga dapat mengatasi masalah tersebut. cara kerja : · Siapkan object glass. Mengamati sel morfologi kapang dengan metode Slide Culture (Microculture) Teknik ini bertujuan untuk mengamati sel kapang dengan menumbuhkan spora pada object glass yang ditetesi media pertumbuhan. · Teteskan suspensi spora jamur dalam media cair pada media cover glass yang tidak diberi lilin. Berikan sampai setengah luasan cover glass.

cara kerja : · Sterilkan cawan petri yang berisi kapas yang di atasnya terdapat object glass dan cover glass. · Amati pertumbuhan miselium dan spora pada object glass dengan perbesaran sedang Referensi : disini .3 Prosedur yang lebih sederhana.· Setelah semua steril. · Ulaskan spora jamur yang akan diamati pada belahan tersebut. · Teteskan media PDA pada object glass secara aseptis lalu tunggu memadat (teteskan jangan terlalu banyak). · Inokulasikan spora jamur pada bagian atau potongan agar. · Siapkan media PDA dan dijaga supaya tetap cair. · Inkubasi pada suhu kamar selama 3x24 jam. · Belah media yang memadat dengan jarum inokulum yang berujung L. potong media Saboraud Dextrose Agar steril berbentuk kubus dan letakkan di atas object glass. B. · Tutup potongan agar dengan cover glass. · Inkubasi selama 2x24 jam. · Tutup dengan cover glass tepat di atas media dan tekan hingga merata. · Ambil preparat dan diamati di bawah mikroskop.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->