Bakteri koliform

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa

E.coli, salah satu bakteri koliform Bakteri koliform merupakan golongan mikroorganisme yang lazim digunakan sebagai indikator, di mana bakteri ini dapat menjadi sinyal untuk menentukan suatu sumber air telah terkontaminasi oleh patogen atau tidak.[1] Berdasarkan penelitian, bakteri koliform ini menghasilkan zat etionin yang dapat menyebabkan kanker.[1] Selain itu, bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun seperti indol dan skatol yang dapat menimbulkan penyakit bila jumlahnya berlebih di dalam tubuh.[1] Bakteri koliform dapat digunakan sebagai indikator karena densitasnya berbanding lurus dengan tingkat pencemaran air.[2] Bakteri ini dapat mendeteksi patogen pada air seperti virus, protozoa, dan parasit.[2] Selain itu, bakteri ini juga memiliki daya tahan yang lebih tinggi daripada patogen serta lebih mudah diisolasi dan ditumbuhkan.[2]

[sunting] Karakteristik
Ciri-ciri bakteri koliform antara lain bersifat ppaerob [[atau ppanaerob fakultatif[[, termasuk ke dalam ppbakteri gram negatif[[, tidak membentuk spora, dan dapat memfermentasi laktosa untuk menghasilkan asam dan gas pada suhu 35 °C-37 °C.[3] Contoh bakteri koliform antara lain Escherichia coli, Salmonella spp., Citrobacter, Enterobacter, Klebsiella, dll.[3]

Mikroorganisme indikator
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa

Sungai di California yang tercemar, tampak adanya buih. Mikroorganisme indikator adalah sekelompok mikroorganisme yang digunakan sebagai petunjuk kualitas air. [1] Mikroorganisme indikator telah digunakan untuk mendeteksi dan menghitung kontaminasi tinja di air, makanan, dan sampel lainnya. [1]

Daftar isi
[sembunyikan]
• •

• • •

1 Syarat 2 Jenis o 2.1 Indikator Bakteri  2.1.1 Koliform  2.1.2 Koliform tinja  2.1.3 Streptococcus Tinja - Enterococcus  2.1.4 Clostridium  2.1.5 Pseudomonas  2.1.6 Bacteroides spp. dan Bifidobacteria spp. o 2.2 Indikator Virus o 2.3 Indikator Protozoa 3 Kelemahan 4 Indikator Makanan 5 Referensi

[sunting] Syarat

Untuk digunakan sebagai mikroorganisme indikator, terdapat persyaratan yang harus dipenuhi oleh mikroorganisme tersebut, kendati demikian, persyaratan ini tidak mutlak untuk dipenuhi seluruhnya, tergantung kondisi yang ada. Syaratnya antara lain[1]:
• • • • • • • • • •

Dapat digunakan untuk berbagai jenis air Mikroorganisme harus muncul bila patogen enterik dan sumber polusi muncul Tidak ada di air yang terpolusi Mudah diisolasi, murah, mudah diidentifikasi, dan mudah dihitung Lebih banyak jumlahnya dan lebih tahan dibanding patogen Bukan merupakan patogen Tidak berkembang biak di air Merespon perlakuan dan kondisi lingkungan Kepadatan indikator harus berkaitan langsung dengan derajat polusi Menjadi bagian dari mikroflora dalam saluran pencernaan hewan berdarah panas

[sunting] Jenis
Mikroorganisme indikator dapat dibedakan menjadi indikator bakteri, indikator virus, dan indikator protozoa[1].

[sunting] Indikator Bakteri
Terdapat lima bakteri yang umum digunakan sebagai indikator[1]: [sunting] Koliform Koliform tidak termasuk dalam taksonomi bakteri namun hanya istilah untuk menyebutkan kelompok mikroorganisme yang berada di air. Ciri-ciri bakteri koliform adalah gram negatif, berbentuk batang, merupakan anaerob fakultatif yang dapat memfermentasikan laktosa dengan pembentukkan asam dan gas pada suhu 35 °C selama 24-48 jam. Memiliki enzim tambahan yaitu sitokrom oksidase dan beta-galaktosidase. Koliform dapat ditemukan di saluran pencemaran hewan, tanah, atau secara alami pada sampel lingkungan. Pada keadaan normal, koliform terdapat di air dalam jumlah standar dan dapat diukur, namun bila terjadi pencemaran air, jumlah koliform akan menjadi banyak dan dapat melebihi jumlah bakteri patogen lain.[2] Oleh karena itu, koliform dapat digunakan sebagai indikator pencemaran air.[2]. Jika terdapat bakteri koliform dalam air, belum tentu bakteri patogen juga ada di air tersebut, namun jika bakteri koliform terdapat dalam jumlah besar maka perlu diperiksa kembali keberadaan bakteri patogen lain.[2] [sunting] Koliform tinja Digunakan untuk mendeteksi pencemaran tinja. Merupakan bakteri termotoleran yang dapat beradaptasi dengan cara stabilisasi protein pada suhu di saluran pencernaan. Koliform tinja dapat melakukan fermentasi dengan menghasilkan asam dan gas pada suhu 44.5 °C. Koliform tinja memiliki korelasi yang kuat dengan pencemaran tinja hewan berdarah panas. Untuk mendeteksi E.coli pada koliform tinja secara lebih spesifik dapat digunakan enzim MUG yang aka[n berpendar dengan sinar UV[1].

dan Bifidobacteria spp. Bakteri yang diinfeksi tidak memiliki fili sehingga virus menempel langsung pada dinding selnya.Enterococcus Merupakan mikrobiota pada manusia dan hewan.coli dan bakteri koliform lainnya. Contoh Streptococcus pada manusia adalah S. yaitu colifage yang menginfeksi E. [sunting] Indikator Protozoa Sesungguhnya tidak ada indikator yang berlaku secara universal bagi parasit protozoa[1]. Memiliki sifat tahan terhadap desinfeksi kimiawi.[sunting] Streptococcus Tinja . terdapat pada feses manusia dan hewan. [sunting] Pseudomonas Digunakan sebagai indikator kolam renang selain Staphylococcus aureus. Bersifat spesifik pada feses. Indikator bergantung pada sumber air yang dugunakan pada suatu daerah tertentu. Kolifage jantan. Contohnya adalah myoviridae. [sunting] Indikator Virus Terdapat empat kandidat mikroorganisme yang digunakan sebagai indikator virus[1]. [sunting] Bacteroides spp. [sunting] Kelemahan . Kedua bakteri ini sulit dideteksi karena bersifat sangat anaerob dan dapat musnah bila terkena oksigen. bersifat spesifik feses manusia. yaitu baktriofage yang menginfeksi E. Namun konsentrasinya sangat rendah sehingga belum dapat ditunjukkan spesifitasnya Fage Salmonella. Contoh yang telah diidentifikasi adalah indikasi menggunakan spora Clostridium dan bakteri aerob termostabil[1]. namun konsentrasinya juga terlalu rendah[1]. Sifatnya lebih stabil dibanding patogen dan memiliki spora sehingga dapat digunakan untuk mendeteksi polusi yang terjadi di waktu lampau[1]. faecalis dan S. dan siphoviridae. Contohnya adalah leviviridae Fage Bacteroides fragilis. Banyak ditemukan di feses 100 kali dibanding yang lain. faecium [sunting] Clostridium Merupakan mikrobiota pada hewan berdarah panas dan limbah. podoviridae. sehingga untuk mendeteksi perlu kondisi yang sangat anaerob pula. Beberapa jenis Bacteroides spesifik pada manusia[1].coli jantan (yang memilliki strain F+) sehingga dapat menghasilkan fili dan penempelan terjadi melalui reseptor fili. Berpigmen pyocyanin dan dapat berpendar[1]. Digunakan untuk mengindikasi banyaknya bakteri Salmonella. Sifatnya tidak spesifik pada feses dan deteksi bergantung pada inangnya. • • • • Kolifage.

yang dapat menjadi indikator suatu kondisi yang terekspos yang dapat mengintroduksi organisme berbahaya dan menyebabkan proliferasi spesies patogen ataupun toksigen.Contohnya di Indonesia dilakukan pengelolaa kualitas air dan pengendalian pencemaran air. 2. dan perlakuan[1]. 2010 Monera meliputi organisme yang mempunyai struktur tubuh amat sederhana yakni terdiri atas sel-sel primitif. Setiap negara. A. Bacteria and Viruses. Media dan kondisi yang berbeda-beda juga membuat tidak ada indikator yang benar-benar cocok untuk kundisi tertentu[1]. coli tipe I. karena berkembang biak dengan membelah diri.Inc. BAKTERI KOLIFORM YANG BERSIFAT ANAEROB Posted on December 16. bakteri termasuk ke dalam kerajaan monera. Termasuk ke dalam kelompok monera adalah bakteri dan ganggang biru atau Chyanophyta. Bakteri Pada klasifikasi. setiap daerah memiliki kriteria yang berbedabeda[1]. Microorganisms. sub divisi Schyzomycetes atau jamur belah. 2009. Misalnya E. 1025-1033. mahkluk ini dikelompokkan ke dalam dunia tumbuhan. Karena itu dibuat suatu kriteria untuk mentoleransi ketidaksempurnaan tersebut. Hal ini disebabkan karena tidak semua bakteri dapat dijadikan indikator bagi patogen. respon terhadapat tekanan lingkungan. kelas III. dan kelas IV.Page. Sel prakariotik adalah sel yang bahan intinya belum terlidungi oleh selaput inti atau karioteka. Dalam klasifikasi terbaru.Diakses pada 13 Mei 2010 . Disini hanya dijelaskan tentang bakteri. 1997. yang bersifat prakariotik. Mikroorganisme indikator ini sering digunakan sebagai indaktor kualitas mikrobiologi pada pangan dan air. ^ a b c (Inggris)Johnson BT.al. koliform dan fekal streptococci digunakan sebagai indikator penanganan pangan secara tidak higienis. San Francisco: Pearson Education. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s (Inggris) Madigan et. Ciri-ciri dan Sifat Bakteri Untuk dapat mempelajari bakteri dengan benar kita perlu mengenali ciri-ciri dan sifatnya. [sunting] Indikator Makanan Mikroorganisme yang menjadi indikator makanan merupakan kelompok bakteri yang keberadaannya di makanan di atas batasan jumlah tertentu. Untuk air minum kadar koliform tinja maksimal 2000 dan kadar total koliform maksimal 10000[1]. kelas II.Tidak ada indikator yang ideal untuk semua lingkungan dan memenuhi semua persyaratan[1]. Air digolongkan berdasarkan kriteria mutu mejadi kelas I. Brock Biology of Microorganism 12th ed. tidak ada suatu indikator yang dapat mencangkup semua jenis indikator[1]. Virus dan protozoa memiliki perbedaan ukuran. [sunting] Referensi 1. . termasuk keberadaan patogen tertentu.

Ciri-ciri bakteri Bakteri merupakan makhluk renik yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. Untuk mengamati-nya diperlukan alat bantu berupa mikroskop. Hidup secara sendiri-sendiri (soliter) dan ada pula yang hidup berkelompok (koloni). Kokus Kokus adalah bakteri berbentuk bulat seperti bola. bakteri tidak dapat menyusun zat makanannya sendiri dengan bantuan energi cahaya matahari. Contoh = Diplococcus pneumonia · Tetrakokus. Bakteri berkembang biak secara tak kawin/ aseksual. Ukuran tubuhnya dengan satuan mikron. Berdasarkan koloninya. bakteri tersebut bersifat fotoautotrop. yakni bakteri berbentuk bola yang hidup berkelompok dan setiap kelompok terdiri atas delapan bakteri yang membentuk susunan seperti kubus. yaitu bakteri berbentuk bulat seperti bola (kokus). 3. batang atau silindris (basilus). lebih besar daripada virus. dan seperti spiral (sprillium). tiap pasang terdiri atas dua bakteri. Bentuk Bakteri Berdasarkan bentuknya. 2. parasit. mulai daerah tropis hingga daerah kutub. 4. bakteri dibedakan menjadi tiga. · Diplokokus. yakni bakteri berbentuk bola yang hidup mandiri atau soliter. kokus dapat dibedakan menjadi 6 macam: • · Monokokus. mulai dari dataran rendah hingga puncak gunung. Namun demikian. Ada pula bakteri yang tidak memiliki pigmen. · Sarkina. Sel tubuh bakteri tidak mempunyai kloroplas. yakni bakteri berbentuk bola yang hidup selalu berpasang-pasangan. 1. Ada yang hidup bebas. Bakteri hidup di mana-mana. Oleh karena itu. yaitu dengan membelah diri. Tubuh bakteri tersusun atas satu sel (unisel).1. sehingga dapat melakukan fotosintesis. Karena tidak memiliki kloroplas. yakni bakteri berbentuk bulat yang hidup berkelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat bakteri. dan ada pula yang saprofit. ada beberapa jenis bakteri yang memiliki pigmen/zat warna seperti kloroplas. • • • . sehingga tampak transparan atau tembus cahaya. 2. tetapi dapat menyintesis zat makanan sendiri dengan menggunakan energi kimia pada medianya. disebut bakteri kemoautotrop.

yaitu: . Sel tubuh bakteri menyerupai sel tumbuhan. Berdasarkan jumlah dan letak flagelumnya. Selaput plasma berada di sebelah dalam dinding sel. seperti respirasi sel. Yang termasuk bentuk bakteri ini adalah vibrio. Pada bahan inti ini terdapat kromosom. dan sitoplasma. sintesis sel. 3. yakni bakteri berbentuk batang yang hidup berpasangan dua-dua. selaput plasma. 2. 1. pada bagian inilah terdapat berbagai organel yang berfungsi sebagai pelaksana kegiatan hidup. Sitoplasma terdapat di sebelah dalam selaput plasma. yakni bakteri berbentuk batang yang hidup mandiri atau soliter. yakni bakteri berbentuk seperti bola dan bergerombol seperti anggur. Pada bagian tengah sitoplasma terdapat bahan inti yang tidak terlindungi oleh selaput inti. Basil (bacillus) / batang Basil adalah bakteri berbentuk seperti silinder atau batang kecil. Ex = Salmonella typhosa · Diplobasilus. atau melengkung. yakni bakteri yang berbentuk seperti tanda baca koma. yaitu: • · Monobasilus. 1. Fungsi dinding sel adalah sebagai pelindung bagian tubuh bakteri. yakni bakteri berbentuk batang yang membentuk rantai. dan lain-lain. sekaligus pemberi bentuk tubuh. • 2. Dinding sel merupakan bagian yang cukup kuat dan tersusun atas zat hemiselulosa. · Stafilokokus. Spiril (spirillum) Spiril adalah bakteri yang mempunyai bentuk seperti spiral. 1. · Streptobasilus. Bagian-bagian sel suatu bakteri terdiri atas dinding sel. 1. 4. 3.• · Streptokokus. Ex = Bacillus antracts • • 1. bakteri dapat dibedakan menjadi lima. Alat Gerak bakteri Ada beberapa jenis bakteri yang dapat bergerak dengan alat berupa bulu cambuk atau flagelum. Bakteri berbentuk ini dapat dibedakan menjadi tiga. merupakan selaput lipoprotein yang berfungsi sebagai pintu gerbang zat yang masuk atau keluar ke dan dari dalam sel bakteri. 3. Struktur tubuh bakteri Tubuh bakteri terdiri atas satu sel. yakni bakteri berbentuk bola yang bergandenggandengan seperti rantai. 1. berkelok.

Nitrosococcus. Contoh bakteri kemoautotrof antara lain bakteri besi. • • • 1. Makanan bakteri Berdasarkan caranya memperoleh makanan. yakni bakteri yang memiliki flagelum di seluruh permukaan tubuhnya. · amfitrik. Ada bakteri yang makanannya diperoleh dari sisa organisme lain yang telah mati. yaitu fotoautotrof dan kemoautotrof. Bakteri ini membantu membusukkan sisa makanan dan juga membantu pembentukan vitamin K yang penting untuk pembekuan darah. Bakteri yang tidak menimbulkan penyakit pada manusia disebut bakteri apatogen. yaitu bakteri yang mempunyai satu flagelum pada ujung tubuhnya. 1. yakni bakteri yang tidak memiliki flagelum. · lopotrik. yaitu bakteri heterotrop dan bakteri autrotrop. bakteri Escherichia coli yang hidup pada usus tebal. Ada bakteri yang parasit pada hewan. Ex = E. Bakteri jenis ini disebut bakteri saprofit. maupun manusia. Untuk menyusun zat makanan tersebut. makanannya bergantung kepada organisme lain. tumbuhan. • Bakteri heterotrop Bakteri heterotrop adalah bakteri yang tidak dapat menyintesis zat makanannya sendiri. Sebaliknya banyak bakteri yang menumpang hidup pada manusia dan menimbulkan penyakit disebut bakteri patogen. Berdasarkan sumber energi yang digunakannya. · peritrik. Bakteri jenis ini disebut bakteri parasit.• • · atrik. Jadi. Bakteri fotoautotrof adalah bakteri yang dapat menyintesis zat makanannya sendiri dengan meng-gunakan energi cahaya matahari. yakni bakteri yang memiliki sekelompok flagelum pada salah satu ujung tubuhnya. 2. bakteri belerang. Nitobacter). 5. bakteri memerlukan energi. Bakteri kemoautotrof adalah bakteri yang dapat menyintesis zat makanannya sendiri dengan meng-gunakan energi kimia. • Bakteri autotrof Bakteri autotrof adalah bakteri yang dapat menyusun zat makanannya sendiri. dan bakteri zat lemas (Nitrosomonas. . Misalnya. Ada juga bakteri yang makanannya diperoleh langsung dari organisme lain. bakteri autotrof dapat dibedakan menjadi dua. Colli · monotrik. Bakteri yang menumpang pada manusia tidak selalu membahayakan kesehatan manusia. yakni bakteri yang memiliki dua kelompok falgelum yang masing-masing terdapat di ujung tubuhnya. Contoh kelompok bakteri ungu (bakteriopurpurin) dan bakteri hijau (bakterioklorofil). bakteri dapat dibedakan menjadi dua.

Dengan demikian. Bakteri yang bersifat aerob senang hidup pada lingkungan lembab dan cukup udara. Dalam kondisi tersebut Micrococcus denitrificans menguraikan zat HNO3 menjadi NH3 dan O2. Nitrosococcus. Sementara itu. bakteri berkembang biak secara aseksual. Anaerob obligat = tidak boLeh ada oksigen sedikitpun 3. Clostridium tetani adalah bakteri penyebab penyakit tetanus. 2. • 1. yaitu transformasi. Pernapasan bakteri Bakteri dapat dibedakan menjadi dua kelompok. Tetapi. yaitu dengan jalan membuat dinding kuat yang disebut kista. 7. Bakteri yang dalam bentuk kista. Untuk memecah zat makanan pada mediumnya.dan Nitrobacter. yaitu bakteri aerob dan bakteri anaerob. Bakteri ini sering disebut bakteri obligat anaerob. beberapa jenis bakteri akan mati. 1. bakteri mengeluarkan zat jenis fermen tertentu. Karena spora ini tersimpan di dalam dinding . yang secara sederhana. • · Bakteri aerob adalah bakteri yang dalam hidupnya memerlukan oksigen bebas untuk memecah zat pada mediumnya. dan transduksi.6. Transduksi adalah pemindahan materi genetika dengan perantaraan virus. Contoh bakteri anaerob antara lain Micrococcus denitrificans biasa hidup pada lahan yang kaya zat nitrat tetapi miskin oksigen. Cara reproduksi generatif bakteri sering disebut paraseksual. Konjugasi adalah bergandengnya dua bakteri (+ dan -) dengan membentuk jembatan untuk pemindahan materi genetik. Aerob fakultatif = masih bisa hidup waLaupun kadar oksigenya lemah 2. konjugasi. • • Dalam kondisi yang ideal. • Transformasi adalah perpindahan sedikit materi genetik yang berupa AND atau gen dari sel bakteri yang satu ke bakteri yang sejenis lainnya dengan proses fisiologis yang kompleks. intinya menjadi spora. yaitu dengan membelah diri atau membelah biner (pembelahan satu sel menjadi dua sel anakan). Pembelahan sel bakteri termasuk pembelahan amitosis. Paraseksual berlangsung dengan tiga cara. Reproduksi bakteri Umumnya. · Bakteri anaerob adalah bakteri yang dalam hidupnya atau dalam memecah zat yang tidak memerlukan oksigen bebas. Contoh bakteri aerob antara lain bakteri penyebab penyakit TBC (Mycobacterium tuberculosis) Nitrosomonas. Dalam kondisi yang kurang menguntungkan. 3. dapat dihitung berapa kali dalam sehari sebuah sel bakteri dapat membelah. bakteri akan membelah setiap 20 menit. Bakteri jenis ini sering disebut bakteriobligat aerob. Aerob = 100% mesti ada oksigen. ada beberapa jenis bakteri yang mampu bertahan hidup.

Di samping itu. ada pula bakteri yang tumbuh baik pada suhu lebih rendah atau lebih tinggi daripada suhu optimum rata-rata tersebut. 1. Bakteri ini membantu membusukkan sisa pencernaan makanan. • · Kelembaban Bakteri dapat tumbuh baik pada lingkungan yang lembab atau kadar airnya cukup tinggi. lumut. ada yang dapat mematikan atau merusak dinding sel bakteri. sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri. dan paku-pakuan adalah untuk perkembangbiakan. lumut.kista yang kuat maka spora ini sering disebut endospora. bahwa Tuhan telah menciptakan bakteri yang menjadi sahabat kita dalam mengatasi masalah sampah dan bangkai tersebut. misalnya antibiotik dan zat-zat kimia yang lain. Tidak hanya itu. Bakteri penghasil antibiotika . sedangkan spora jamur. bakteri pembusuk tersebut sangat membantu dalam mengembalikan kesuburan tanah. Kemungkinan besar permukaan bumi ini akan penuh sampah dan bangkai sisa organisme. sampah-sampah dan bangkai tersebut diuraikan oleh bakteri menjadi unsur-unsur hara. Di dalam usus besar kita juga terdapat bakteri pembusuk. Di samping itu. 1. 8. PERANAN BAKTERI BAGI KEHIDUPAN MANUSIA 1. sinar ultraviolet juga mampu merusak struktur kromosom bakteri. • · Sinar matahari Sinar matahari. Dengan demikian. Pertumbuhan bakteri Pertumbuhan bakteri dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut: • · Temperatur Suhu optimal untuk pertumbuhan bakteri adalah antara 270 – 3000C. B. Namun demikian. khususnya sinar ultraviolet dapat mematikan bakteri. Bakteri pembusuk Kita tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi jika tidak ada bakteri dan organisme pengurai lainnya. • · Zat kimia Beberapa jenis zat kimia. Bakteri yang menguntungkan 1. 2. Berbeda dengan spora jamur. bakteri tidak aktif dan dapat bertahan selama 50 tahun. Dalam keadaan sebagai endospora. yaitu Escherichia coli. Namun bersyukurlah. dan paku-pakuan. Escherichia coli membantu pembentukan vitamin K yang penting untuk proses pembekuan darah. spora bakteri berguna untuk mempertahankan diri dari kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan.

Bakteri aerob yang banyak di udara bebas dibiarkan mengoksidasi limbah-limbah di bak penampungan yang terbuka. Zat nitrogen merupakan unsur yang sangat diperlukan oleh tumbuhan untuk sintetis protein. penghasil asam propionat · Acetobacter. Dengan cara ini dapat . bakteri Loctobacillus memperbanyak diri dan tumbuh dengan cepat. 1. Dengan cara tersebut bakteri aerob akan bebas mengoksidasi zat limbah tersebut. penghasil asam butirat · Propioni bacterium. 1. Bakteri dalam pemrosesan susu Dalam industri pemrosesan susu banyak digunakan jasa bakteri. Di dalam susu. mampu menghasilkan streptomisin. Peranan bakteri dalam pengolahan limbah Di zaman teknologi yang serba canggih ini ternyata banyak masalah yang timbul. 4. Bakteri dan rekayasa genetika Pada dasawarsa terakhir ini. Bakteri penghasil asam Beberapa bakteri yang memproduksi asam antara lain: • • • · Clostridium butiricum. 5. Salah satu di antaranya adalah dihasilkannya limbah industri yang makin meningkat. Bakteri ini menyekresikan zat yang memberikan aroma sedap pada susu. bakteri dapat digunakan sebagai sarana untuk pencangkokan gen dari berbagai mahkluk hidup. yaitu sejenis minuman dari bahan susu. Bakteri yang mengikat zat nitrogen Beberapa jenis bakteri ada yang mampu mengikat zat lemas/nitrogen (N2) dari udara bebas. 1. Untuk mengatasi masalah limbah tersebut. Perubahan krim asam pada bahan keju hingga menjadi padat serta aroma yang harum dari keju adalah berkat zat kimia yang dihasilkan oleh bakteri. salah satu di antaranya ialah dengan menggunakan jasa bakteri aerob. Dalam bidang ini. beberapa jenis bakteri juga banyak digunakan untuk memproduksi makanan. bakteri memberikan andil besar dalam bidang rekayasa genetika. 7. mampu menghasilkan kloromisin dan kloramphenicol. 1. Bakteri Lactobacillus bulgaricus dapat digunakan untuk membuat yoghurt. · Streptomyces aureofacien. mampu menghasilkan aureomisin · Streptomyces venezuele. penghasil asam cuka atau asam asetat 1. 3. Di samping untuk kepentingan produksi asam dan minuman.Beberapa jenis bakteri yang mampu menghasilkan antara lain: • • • · Streptomyces griceus. misalnya mentega dan keju. 6.

dihasilkan suatu varietas makhluk hidup yang memiliki sifat gabungan sesuai dengan yang diinginkan manusia. sekarang telah dikembangkan produksi asam amino berkualitas tinggi menggunakan jasa bakteri. Dengan menggunakan bakteri tersebut. dan darah. Biogas ini dapat dipergunakan untuk bahan bakar pengganti BBM ataupun bahan bakar lain yang keberadaannya semakin terbatas 2. 8. 1. Bakteri parasit pada hewan dan tumbuhan Penyakit yang disebabkan oleh bakteri antara lain sebagai berikut: • · Antraks. Pembuatan biogas Kemampuan bakteri untuk menguraikan zat-zat organik dapat dipergunakan untuk menguraikan sampah-sampah dan kotoran ternak yang banyak kita miliki. Hewan yang diserang adalah sapi. saluran pernapasan. Bakteri yang merugikan 1. Beberapa jenis bakteri patogen yang banyak menyerang masyarakat di daerah tropis termasuk Indonesia. Macam-macam Bakteri dan Penyakit yang ditimbulkannya : • • · Bakteri Clostridium tetani menyebabkan penyakit Tetanus/kejang otot · Bakteri Diplococcus pneumonia menyebabkan penyakit Pneumonia/radang paru-paru · Bakteri Mycobacterium tuberculosis menyebabkan penyakit TBC · Bakteri Mycobacterium leprae menyebabkan penyakitLepra/kusta · Bakteri Neisseria gonorrhoeae menyebabkan penyakit Raja singa/ kencing nanah · Bakteri Pasteurella pestis menyebabkan penyakit Pes/sampar · Bakteri Salmonella typosa menyebabkan penyakit Tifus · Bakteri Shigella dysenteriae menyebabkan penyakit Disentri · Bakteri Treponema pallidum menyebabkan penyakit Sifilis · Bakteri Vibrio cholerae menyebabkan penyakit Kolera • • • • • • • • 1. sistem syaraf. 2. . sampah dan kotoran ternak diolah untuk menghasilkan biogas. Bakteri patogen Bakteri patogen adalah bakteri parasit yang dapat menimbulkan penyakit bagi manusia. dan domba. alat kelamin. kerbau. 1. Penyakit yang ditimbulkannya dapat mengganggu berbagai alat tubuh seperti saluran pencernaan. disebabkan oleh Bacillus antraxis. Di samping itu.

3. 1. Pertusis. menghasilkan racun asam bongkrek. Bengkak rahang. batuk rejan.• · Bruselosis. kanker batang kopi disebabkan oleh Agrobacterium tumefaciens. 2. untuk mencegah kerusakan bahan pangan. Racun asam bongkrek maupun botulinin dapat mematikan manusia yang mengkonsumsinya. menghasilkan racun botulinin. disebabkan Brucella abortus. Vaksin kotipa untuk mencegah penyakit kolera. tifus. Dysentria) untuk mencegah penyakit tifus. untuk mencegah timbulnya wabah penyakit perlu tindakan pencegahan. Profilaksi) berfungsi untuk mencegah penyakit difteri. Penyakit ini biasa menyerang sapi. dan paratifus. Vaksin BCG (Bacillus Calmete Guerin) berfungsi untuk mencegah penyakit TBC. Vaksin TDC (Typhus. Bakteri perusak bahan makanan Berikut ini adalah beberapa contoh bakteri perusak bahan makanan: • · Pseudodomonas cocovenenans. Cholera. Vaksin-vaksin tersebut diberikan kepada orang yang sehat. kolera dan disentri. perlu dilakukan tindakan yang tepat. Misalnya. dan tetanus. Sedangkan. Bakteri ini sering ditemukan pada makanan kaleng yang sudah rusak. Vaksin DPTP (Diphteri. 4. . · Leuconostoc mesentroides menghasilkan lendir pada makanan yang telah lama atau akan basi. Tetanus. Penyakit ini biasa menyerang sapi. Vaksin untuk Mencegah Penyakit Karena Bakteri Beberapa penyakit yang disebabkan oleh bakteri telah ditemukan vaksinnya. sehingga jika terinfeksi oleh kuman yang vaksinnya telah ada dalam tubuh. Bakteri ini biasa hidup pada tempe bongkrek yang berasal dari ampas tahu dan ampas kelapa yang pembuatannya kurang higienis. · Clostridium botulinum. · Penyakit tumbuhan yang disebabkan oleh bakteri antara lain: kanker batang jeruk disebabkan oleh Xanthomonas citri. bahan pangan tersebut perlu diawetkan. 3. dan penyakit busuk daun labu disebabkan oleh Erwina tracheiphilla. • 1. Tindakan Preventif Terhadap Ancaman Bakteri Untuk mengatasi berbagai aktivitas bakteri yang sangat merugikan tersebut. yaitu dengan vaksinasi serta penjagaan kesehatan dan kebersihan lingkungan. orang itu akan kebal terhadap penyakit tersebut. • • C. penyababnya adalah Actynomyces bovis. Beberapa vaksin yang telah ditemukan antara lain: 1.

pengasinan. pemanisan. Pengawetan dapat dilakukan secara tradisional maupun secara konvensional. diperkirakan semua bakteri patogen telah mati. Bahan makanan yang biasa disterilkan misalnya susu dan ikan dalam kaleng. Pengawetan Makanan Untuk mengatasi aktivitas bakteri saprofit yang merusak bahan makanan serta menimbulkan racun maka makanan perlu diawetkan. Nama Bakteri dan Peranannya : • Escherichia Membantu membusukkan sisa makanan pada usus besar manusia dan pembentukan Vitamin K Streptomyces qriseus Menghasilkan antibiotik streptomisin Bacillus polymyxa Menghasilkan antibiotik polimiksin Streptomyces rimosus Menghasilkan antibiotik tetrasiklin Clostridium acetobutylicum Menghasilkan cairan kimia aseton dan botanol • • • • . Pengawetan dengan pasteurisasi bertujuan untuk membunuh bakteri yang patogen saja. pengasapan. pendinginan. bakteri yang apatogen dan tidak merugikan dibiarkan tetap hidup. kondisi larutan lingkungan luar bakteri menjadi lebih pekat. Sedangkan. Pada suhu ini seluruh bakteri telah mati. Susu yang diawetkan dengan cara ini dipanaskan sampai dengan suhu 600C. pengawetan secara konvesional antara lain dengan sterilisasi. kegiatan ini dilakukan sampai 3 atau 4 kali. kemudian didinginkan. dan pengasapan pada prinsipnya memberikan lingkungan yang tidak ideal untuk kehidupan bakteri. penggunaan bahan kimia.2. Bahan yang akan diawetkan dipanaskan sampai 1000 C atau lebih selama beberapa menit. Dengan perlakuan semacam ini. akan segera menunjukkan adanya aktivitas bakteri. Hal ini menyebabkan air di dalam sitoplasma bakteri akan berosmosis ke luar. Lingkungan yang dingin akan menyebabkan bakteri tidak aktif. Dengan perlakuan itu. Pengawetan makanan secara tradisional antara lain dengan pengeringan. sedangkan bakteri apatogen tetap hidup. Pengawetan makanan dengan pengeringan. biasa digunakan pemanas dengan oven. Sedangkan. Pengawetan secara pasteurisasi biasa dilakukan pada susu. alat-alat disterilkan dengan dipanaskan sampai suhu 1000C atau lebih selama beberapa menit. Oleh karena itu. pengasaman. pengasaman. jika makanan yang diawetkan dengan pendinginan dikeluarkan dari tempat pengawetannya. Sterilisasi biasa dilakukan pada bahan makanan yang akan disimpan lama atau akan diawetkan secara pengalengan. Dengan alat ini. Setelah dingin suhu dipanaskan lagi hingga mencapai suhu 600C. baik yang patogen maupun yang apatogen. Untuk membebaskan kuman alat-alat laboratorium dan alat-alat kedokteran. pasteurisasi. pembekuan. Untuk membebaskumankan alat-alat tersebut juga dapat dilakukan dengan meredamnya di dalam alkohol pekat. Pengawetan bahan makanan secara sterilisasi dimaksudkan untuk membebaskan bahan makanan dari semua bakteri. serta dengan radiasi. dan pemanisan. sehingga bakteri akan mati karena kekurangan air.

yaitu coliform total. Selain itu. dan parasit. Bakteri fecal coliform atau E. bakteri ini juga memiliki daya tahan yang lebih tinggi daripada patogen serta lebih mudah diisolasi dan ditumbuhkan.• • • • • • • • • • • Metano bacterium Menghasilkan biogas berupa Metana Acetobacterium Pembuatan asam cuka Lactobacillus bulgaricus Pembuatan yoghurt Acetobater xylinum Pembuatan sari kelapa Clostridium botulinum Pembusukan makanan Mycobacterium tuberculosis Penyebab penyakit TBC Vibrio Cholerae Penyebab penyakit kolera atau muntaber Clostridium tetani Penyebab penyakit tetanus Mycobacterium leprae Penyebab penyakit lepra Baccilus antracis Penyebab penyakit antraks Koliform sebagai indikator kebersihan air. protozoa. coli terindikasi kuat diakibatkan oleh pencemaran tinja. bakteri koliform ini menghasilkan zat etionin yang dapat menyebabkan kanker. Patogen dalam air kebanyakan berasal dari kotoran manusia atau hewan. fecal coliform dan E. keduanya memiliki risiko lebih besar menjadi patogen di dalam air. dan E. Beberapa patogen yang telah dikenal sejak beberapa dekade lalu adalah giardia lamblia (giardiasis). Bakteri coliform dalam air minum dikategorikan menjadi tiga golongan. hepatitis A (penyakit terkait hati). Penyakit yang ditularkan melalui air biasanya diakibatkan oleh bakteri coliform. Mereka biasa ditemukan di saluran sistem pengolahan air. coliform hidup di lingkungan sekitar kita dan dalam kotoran hewan berdarah panas dan manusia. Selain itu. Bakteri ini dapat mendeteksi patogen pada air seperti virus. cryptosporidium (cryptosporidiosis). Bakteri Koliform Bakteri koliform merupakan golongan mikroorganisme yang lazim digunakan sebagai indikator. bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun seperti indol dan skatol yang dapat menimbulkan penyakit bila jumlahnya berlebih di dalam tubuh. Bakteri ini merupakan organisme yang biasanya tidak berbahaya. Berdasarkan penelitian. fecal coliform. coli. coli yang mencemari air memiliki risiko yang langsung dapat dirasakan oleh manusia yang . Masing-masing memiliki tingkat risiko yang berbeda. Sementara itu. di mana bakteri ini dapat menjadi sinyal untuk menentukan suatu sumber air telah terkontaminasi oleh patogen atau tidak. Coliform total kemungkinan bersumber dari lingkungan dan tidak mungkin berasal dari pencemaran tinja.Bakteri koliform dapat digunakan sebagai indikator karena densitasnya berbanding lurus dengan tingkat pencemaran air. dan helminths (cacing parasit).

mengonsumsinya. dll. ditemukannya bakteri Escherichia coli . nyeri perut . dikenal istilah bakteri indikator sanitasi. Salmonella spp. bakteri ini jarang digunakan sebagai indikator sanitasi karena metode pengujiannya kurang spesifik. Gangguan yang ditimbulkan pada manusia sehat adalah mual. Klebsiella. Meskipun demikian. investigasi. Clostridium perfringens adalah bakteri Gram positif pembentuk spora yang sering ditemukan dalam usus manusia. lingkungan dan sebagainya) dan karena bakteri ini termasuk patogen asal pangan ( foodborne pathogens ) penyebab keracunan maka pengujiannya membahayakan. khususnya tentang signifikansi dan konsekuensi keberadaan bakteri-bakteri tersebut dalam air. debu. Jadi adanya bakteri tersebut pada air atau makanan menunjukkan bahwa dalam satu atau lebih tahap pengolahan air atau makanan tersebut pernah mengalami kontak dengan kotoran yang berasal dari usus manusia dan oleh karenanya mungkin mengandung bakteri patogen lainnya yang berbahaya. Kondisi seperti ini mengharuskan pemerintah bertindak melalui penyuluhan kesehatan. Coliform dan bahkan Salmonella dalam air minum isi ulang yang diambil dari beberapa depo. Tulisan ini akan membahas tentang mengapa bakteri-bakteri tersebut diuji sebagai indikator air minum dan apa arti keberadaan bakteri-bakteri tersebut di dalam air minum maupun makanan Bakteri Indikator Sanitasi. termasuk ke dalam bakteri gram negatif. muntah. Enterobacter. dan dapat memfermentasi laktosa untuk menghasilkan asam dan gas pada suhu 35°C-37°C. Escherichia coli dan Coliform Dalam bidang mikrobiologi pangan. Bakteri indikator sanitasi adalah bakteri yang keberadaannya dalam pangan menunjukkan bahwa air atau makanan tersebut pernah tercemar oleh kotoran manusia. dan memberikan solusi untuk mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air. Contoh bakteri koliform antara lain Escherichia coli. .. Terakhir diberitakan pada Kompas 23 Mei 2003. berak darah. kelompok Streptococcus ( Enterococcus ) fekal dan Clostridium perfringens . Dalam hal ini pengertian pangan adalah pangan seperti yang tercantum pada Undang-Undang Pangan No. 7 tahun 1996 yang mencakup makanan dan minuman (termasuk air minum). Apa sajakah bakteri indikator sanitasi? Sampai saat ini ada 3 jenis bakteri yang dapat digunakan untuk menunjukkan adanya masalah sanitasi yaitu Escherichia coli . Mengapa demikian? Karena bakteri-bakteri indikator sanitasi tersebut pada umumnya adalah bakteri yang lazim terdapat dan hidup pada usus manusia. Ciri-ciri bakteri koliform antara lain bersifat anaerob. demam tinggi bahkan pada beberapa kasus bisakejang dan kekurangan cairan atau dehidrasi. kadang-kadang ditemukan di luar usus manusia (tanah. Bakteri Indikator Sanitasi dan Keamanan Air Minum Ratih Dewanti-Hariyadi Beberapa waktu terakhir berita mengenai keamanan air minum isi ulang mewarnai media masa. tidak membentuk spora. Citrobacter. diare. Nama-nama bakteri tersebut tentunya cukup membingungkan masyarakat awam.

coli harus absen dalam 100 ml. mensyaratkan tidak adanya coliform dalam 100 ml air minum. coli sering disebut sebagai coliform fekal. Uji penguat pada medium selektif. tetapi analisis konvensional yang masih banyak dipraktekkan adalah dengan 4 tahap analisis yang memerlukan waktu 5-7 hari. coli adalah bakteri Gram negatif berbentuk batang yang tidak membentuk spora yang merupakan flora normal di usus. coli telah dikembangkan. Salah satu anggota kelompok coliform adalah E. Vogues-Praskauer. Berbagai cara pengujian E. Jadi untuk dapat menyimpulkan E. Apakah yang dimaksud dengan Coliform ? Coliform adalah kelompok bakteri Gram negatif berbentuk batang yang pada umumnya menghasilkan gas jika ditumbuhkan dalam medium laktosa. Akan tetapi Streptococci fekal relatif tidak banyak diujikan sebagai indikator sanitasi karena beberapa spesiesnya ditemukan di luar usus manusia (S. Meskipun demikian. coli maka uji tersebut dapat dilanjutkan dengan uji 4 tahap di atas. Empat tahap analisis tersebut adalah Uji Pendugaan dengan metode MPN ( most probable number ). umumnya bukan patogen penyebab penyakit sehingga pengujiannya tidak membahayakan dan relatif tahan hidup di air sehingga dapat dianalisis keberadaannya di dalam air yang notabene bukan merupakan medium yang ideal untuk pertumbuhan bakteri. Apa artinya jika terdapat coliform dalam air minum atau makanan? Artinya ada kemungkinan air atau makanan itu mengandung E. coli berada pada air atau makanan diperlukan seluruh tahapan pengujian di atas. Akan tetapi jika uji penduga tidak menunjukkan adanya coliform. coli . methyl red. yaitu serotipe-serotipe yang masuk dalam golongan E. equinus pada usus kuda. dan citrate). E. coli dapat bersifat patogen. karena bakteri ini adalah bakteri komensal pada usus manusia. Oleh karenanya standar air minum mensyaratkan E. Bakteri yang paling banyak digunakan sebagai indikator sanitasi adalah E. coli yang kompleks. tetapi mungkin juga tidak mengandung E. Karena uji E. beberapa jenis E. coli . E. bovis pada sapi) dank korelasinya dengan terdapatnya patogen tidak dianggap bagus. misalnya Standar Nasional Indonesia (SNI). E. Uji lengkap dengan medium lactose broth. coli . coli adalah bakteri coliform yang ada pada kotoran manusia maka E. Keberadaan E. Meskipun demikian bakteri ini baik digunakan sebagai indikator sanitasi apabila jarak pengambilan sampel dan laboratorium pengujian cukup jauh karena relatif lebih tahan berada di dalam air ketimbang Escherichia coli . beberapa serotipe patogen tertentu seperti O157:H7 yang ganas tidak dapat diuji langsung dengan pengujian 4 tahap ini dan memerlukan pendekatan analisis khusus sejak awal. Pada air bukan untuk minum umumnya terdapat . coli dan karena E. coli dalam air atau makanan juga dianggap memiliki korelasi tinggi dengan ditemukannya patogen pada pangan. coli karena bakteri-bakteri bukan patogen dan bukan asal usus dari genus Enterobacter dan beberapa Klebsiella juga menghasilkan uji koliform positif. Jadi adanya E. karena hanya memerlukan Uji penduga yang merupakan tahap pertama uji E coli 4 tahap di atas. Pengujian koliform jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan uji E.Kelompok Streptococci fekal merupakan bakteri Gram positif bukan pembentuk spora yang ditemukan dalam usus manusia.coli tersebut patogen atau bukan maka dapat dilakukan uji serologi. S. coli dalam air minum menunjukkan bahwa air minum tersebut pernah terkontaminasi kotoran manusia dan mungkin dapat mengandung patogen usus. serta Uji Identifikasi dengan melakukan reaksi IMViC (indol. Apabila dikehendaki untuk mengetahui serotipe dari E. coli Enterotoksigenik dan E. maka tidak perlu dilakukan uji 4 tahap di atas. coli Enteropatogenik.coli Enterohemoragik . maka beberapa standar. Jika ingin diketahui apakah coliform tersebut merupakan coliform fekal atau E. coli yang diperoleh untuk memastikan apakah E.coli Enteroinvasif. Meskipun demikian.

Salah satu indikator mutu dan keamanan yang lazim digunakan adalah bahaya mikrobiologi yang jenis dan jumlahnya dalam makanan atau minuman dapat menentukan mutu dan keamanannya. Bakteri ini bukan indikator sanitasi . karena semua serotipe Salmonella yang diketahui di dunia ini bersifat patogen maka adanya bakteri ini dalam air atau makanan dianggap membahayakan kesehatan.4 x 10 3 . PhD adalah staf pengajar dan kepala laboratorium Mikrobiologi Pangan. Pengujian Salmonella juga memerlukan tahapan yang cukup panjang dan hanya dengan pengujian lengkap maka seseorang bisa menyimpulkan keberadaan Salmonella . Institut Pertanian Bogor Standar Kualitas Air di Perairan Umum ( Peraturan Pemerintah No. tahap isolasi pada beberapa media selektif dan tahap identifikasi berdasarkan reaksi-reaksi biokimia pada media identifikasi dan konfirmasi serologi atau biokimiawi yang menetapkan apakah bakteri tersebut benar-benar Salmonella atau bukan. Salmonella dalam air minum atau makanan Salmonella adalah bakteri Gram negatif berbentuk batang bukan pembentuk spora yang terdiri dari sekitar 2500 serotipe yang kesemuanya diketahui bersifat patogen baik pada manusia atau hewan. tetapi syarat E. Jurusan Teknologi pangan dan Gizi. Air untuk kolam renang misalnya mensyaratkan kandungan coliform <2. coli . Uji Salmonella umumnya didahului dengan tahap pre-enrichment pada medium kaya untuk meyembuhkan sel Salmonella yang luka ( injured ) . Ratih Dewanti-Hariyadi.20 Tahun 1990 ) Kadar Maksimum No Parameter Satuan Golonga Golonga Golonga Golong nA nB nC an D FISIKA 1 2 Bau Jumlah zat padat Mg/L 1000 1000 1000 1000 . Penutup Dengan meningkatnya tingkat pendidikan dan kesejahteraan masyarakat serta sitem informasi maka meningkat pula awareness masyarakat tentang mutu dan keamanan pangan termasuk air minum.perbedaan persyaratan coliform dani E. Oleh karena itu berbagai standar air minum maupun makanan siap santap mensyaratkan tidak ada Salmonella dalam 100 ml air minum atau 25 gram sampel makanan. coli tentunya lebih ketat yaitu < 1 x 10 3 dalam 100 ml. Fakultas Teknologi Pertanian. Oleh karena itu perlu diperhatikan pengujian jenis bakteri yang relevan dan metode pengujian yang terjamin mutunya sehingga hasil pengujian dapat dipertanggungjawabkan kepada khalayak. selective-enrichment (pengkayaan selektif) pada media selektif untuk menghalau bakteri-bakteri non Salmonella . melainkan bakteri indikator keamanan pangan . Artinya.

1 0.3 0.005 500 250 0.01 1.005 1 0.01 5 0.005 10 Kromium valensi 6 11 Mangan 12 Natriun 13 Nitrat sebagai N 14 Nitrit sebagai N 15 Perak 16 .05 1 2 60 0.9 Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.002 0.terlarut 3 4 5 6 7 Kekeruhan Rasa Warna Suhu Daya Hantar Listrik Skala NTU 5 Skala TCU 15 o C Suhu udara 2250 Umhos/cm KIMIA anorganik 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Air raksa Aluminium Arsen Barium Besi Florida Kadmium Kesadahan CaCO3 Klorida Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.02 0.2 0.05 1 5 1.05 0.005 0.8.1 6–9 0.1 200 10 1.06 600 0.001 0.5 0.5 0.05 2 10 1 0.05 6.01 0.001 0.01 5 0.01 1 1 0.0 0.5 5 .05 0.5 0.5 .003 0.5 0.02 5–9 0.pH 17 Selenium 18 Seng 19 Sianida .

004 0.03 0.003 0.2 Dichloroethane Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.002 0.017 10 1.002 0.5 – 2.5 0.03 >3 0.0 0.035 0.042 0.1 1 Kimia Organik 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Aldrin dan dieldrin Benzona Benzo (a) Pyrene Chlordane (total isomer) Chlordane 2.5 0.018 0.01 0.01 >=6 0.4 D DDT Detergent 1.20 Sulfat 21 Sulfida sebagao H2S 22 Tembaga 23 Timbal 24 Oksigen terlarut (DO) 25 Nikel 26 SAR (Sodium Absortion Ratio) Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 400 0.10 0.03 0.01 0.003 0.01 0.02 0.0007 0.5 1.1 0.056 0.0003 0.1 1 0.03 0.05 - 400 0.00001 0.00001 0.1 Dichloroethane 11 Heptachlor heptachlor epoxide 12 Hexachlorobenzene 13 Lindane 14 Metoxychlor 15 Pentachlorophenol 16 Pestisida total .05 1.0003 0.

01 10 0.2 1 0.1 1.0 0.001 21 Karbon kloroform ekstrak Mg/lt 22 Minyak dan lemak 23 Organofosfat dan carbanat 24 PCD 25 Senyawa aktif biru metilen 26 Toxaphene 27 BHC Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mikrobiologik 1 2 Koliform tinja Total koliform Jml/100 0 ml Jml/100 3 ml 2000 10000 Radioaktivitas 1 2 Gross Alpha activity Gross Beta activity Bq/L Bq/L 0.21 0.1 1.005 0.1 0.002 0.001 0.0 0.0 0.1 1.1 Nihil 0.4.1 1.5 0. .17 2.6 Trichlorophenol 18 Zat Organik (KMnO4) 19 Endrin 20 Fenol Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.05 Nihil 0.004 0.0 Golongan A : air untuk air minum tanpa pengolahan terlebih dahulu Golongan B : air yang dipakai sebagai bahan baku air minum melalui suatu pengolahan Golongan C : air untuk perikanan dan peternakan Golongan D : air untuk pertanian dan usaha perkotaan. industri dan PLTA.

Ikan telah berevolusi selama jutaan tahun pada kondisi lingkungan yang stabil. karena jernih bukan satu-satunya sarat air berkualitas bagi ikan. Lima syarat utama kualitas air bagi kehidupan ikan adalah: PARAMETER AIR Kesadahan (GH/KH) Kemasaman (pH) Karbon Dioksida (CO2) Temperatur Salinitas Kualitas Air . perubahan mandadak dan drastis terhadap parameter air kerap terjadi (seperti suhu. Ikan hidup dalam lingkungan air dan melakukan interaksi aktif antara keduanya. seperti oksigen (O2). Air yang jernih bukan berarti air yang baik bagi ikan. Ikan-air boleh dikatakan sebagai suatu sistem terbuka dimana terjadi pertukaran materi (dan energi). Oleh karena itu. Sedangkan pada lingkungan akuarium. dan bahan buangan. Dalam lingkup akuarium. dalam lingkungan alamiahnya mereka tidak perlu beradaptasi dengan berbagai perubahan drastis yang terjadi. pH. kualitas air akan berbeda dari suatu kegiatan ke kegiatan lain. sehingga ikan pada akhirnya akan terganggu dan bisa tewas. Sering dijumpai ikan hidup dan berkembang dengan "subur" justru pada air yang bagi manusia menimbulkan kesan jorok. Pertukaran materi ini terjadi pada antarmuka (Interface) ikan-air pada bahan berupa membran semipermeabel yang terdapat pada ikan. kandungan amonia dll). Kehadiran bahan-bahan tertentu dalam jumlah tertentu akan mengganggu mekanisme kerja dari membran tersebut. sebagai contoh: kualitas air untuk keperluan irigasi berbeda dengan kualitas air untuk keperluan air minum.MEDIA INFORMASI IKAN HIAS DAN TANAMAN AIR Pastikan Aquarium Anda Indah dan Sehat forum diskusi direktori koleksi hobiis profil hobiis online store UTAMA Tentang O-Fish Kualitas Air Hama/Penyakit Filter Akuarium/Tank Direktori Ikan dan Tanaman Umum dan Spesies Pakan Ikan Aquascaping Berrbagai Masalah dan Pemecahannya O-Fish Home SPECIAL VIEW Akuarium Laut Arwana Cupang Hias DIscus Dunia Cichlid Lobster Air Tawar Louhan Maskoki Info Karantina Info Perundangan ARTIKEL TERBARU Jamur pada Telur (updated) Perbanyakan Tanaman Bak Overflow (updated) Lepidocepalus thermalis Aplocheilus Panchax Protein Skimmer Busuk Sirip Kutu Jarum KUALITAS AIR Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu Dengan demikian. Bahkan kondisi lingkungan mereka memiliki mekanisme tertentu untuk menjaga terjadinya perubahan mendadak. garam-garaman. sehingga akan menyebabkan ikan stres dan tidak jarang menyebabkan kematian. karbon dioksida (CO2). sebagai sebuah sistem tertutup. kualitas air secara umum mengacu pada kandungan polutan atau cemaran yang terkandung dalam air dalam kaitannya untuk menunjang kehidupan ikan dan kondisi ekosistem yang memadai.

dari lapukan dekorasi asesori akuarium.• • • • • Rendah kadar amonia dan nitrit Bersih secara kimiawi Memiliki pH. cat. Nitrat atau fosfat: kedua bahan ini pada umumnya berasal dari "bocoran" kegiatan pemupukan pada pertanian intensif yang kemudian mencemari sumber-sumber air setempat. maka ikan yang dipelihara akan mampu mememilhara dirinya sendiri. Klorin: pada air minum bahan ini biasa ditambahkan sebagai pembunuh bakteri Kloramin : biasa ditambahkan pada proses pemurnian air minum Pestisida : biasanya merupakan residu kegiatan pertanian intensif yang sering menggunakan pestisida untuk membasmi hama dan penyakit tanaman. lem dll.012 ppm <0. Beberapa bahan cemaran yang biasa dijumpai pada sumber air adalah: • • Tembaga (copper): bahan ini biasa berasal dari pelapukan pipa air minum atau bisa juga berasal dari kontaminan alamiah. dan Stabil Apabila persyaratan tersebut diatas dapat dijaga dan dipelihara dengan baik. Bahan yang . dan dapat berkembang biak dengan baik. terbebas dari berbagai penyakit.10 ppm 3 ppm 6. berasal dari sumber air yang digunakan. Kisaran Normal Kualitas Air Amonia untuk Akuarium Air Tawar Nitrit Karbon dioksida Oksigen pH< KH (CaCO3) GH (CaCO3) <0. yaitu.5 .2 ppm 0 .0 ppm >20 ppm >20 ppm Beberapa Bahan Cemaran Cemaran pada air akuarium bisa berasal dari berbagai sumber. sering dijumpai bahan-bahan terlarut yang berasal dari hasil pelapukan batuan yang dilewati oleh air dalam perjalanannya. kesadahan. dan juga berasal dari binatang dan tanaman akuarium itu sendiri.9. dan temperatur yang sesuai Rendah kadar cemaran organik. • • • Selain cemaran diatas.

Berapa unsur yang mungkin dijumpai adalah kalsium (Ca). EMBA (Eosin Methylene Blue Agar) Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. sedangkan Na tercermin pada salinitas.php Media berfungsi untuk menumbuhkan mikroba. Ca dan Mg dalam lingkup akuarium tercermin pada kondisi kesadahan. sedangkan kadar standar baku mutu logam berat bagi ikan adalah (dalam ppm): Cadmium (Cd) Chromium (Cr) Tembaga (Cu) Timah hitam (Pb) Air raksa (Hg) Seng (Zn) : 0. mangan (Mn) . aluminium(Al). seperti besi (Fe).05 : 0. dan timah hitam (Pb).com Copyright 2002-2011© O-FISH.5% pepton. tembaga (Cu). Lactose broth dibuat dengan komposisi 0. memperbanyak jumlah. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi situs ini dalam bentuk maupun media apapun tanpa ijin tertulis dari O-Fish. dan logam-logam berat. dan produk susu.1 Kecuali disebutkan dengan jelas. Lactose Broth Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air.com/Air/kualitas_air. .o-fish. ilustrasi dan foto pada situs web ini dibuat oleh Wahyu Purwakusuma. dan 0.1 : 0. Meskipun demikian kebanyakan kasus akibat logam berat justru terjadi pada ingkat kontaminasi logam berat rendah.3% ekstrak beef.5% laktosa. Kadar logam berat tinggi diketahui dapat merusak jaringan ikan sehingga menyebabkan kematian. Urutan tingkat racun bebagai logam berat terhdap ikan adalah: Hg>Cu>Pb>Cd>Al>Zn>Ni>Cr>Co>Mn. All Rights Reserved http://www.01 : 0. 0. makanan. isolasi. Kadar logam berat dapat mempengaruhi berbagai perilaku ikan.01 : 0. seperti perilaku berenang. sebagai kaldu pemerkaya (preenrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya. Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform. gambar.terkandung akan sangat tergantung pada kondisi geologi daerah yang bersangkutan. natrium (Na). menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba. makan dan kawin. magnesium (Mg). dimana dalam proses pembuatannya harus disterilisasi dan menerapkan metode aseptis untuk menghindari kontaminasi pada media. seng (Zn).02 : 0. Berikut ini beberapa media yang sering digunakan secara umum dalam mikrobiologi. seluruh tulisan. Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform.

coli. 4. Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna. aerugenosa. dan Salmonella.000 ml. untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri.Larutkan 5 g pepton dalam 850 ml air distilasi/akuades. menumbuhkan. Untuk mengetahui jumlah bakteri coli umumnya digunakan tabel Hopkins yang lebih dikenal dengan nama MPN (most probable number) atau tabel JPT (jumlah perkiraan terdekat). 1. Untuk komposisi nutrien adar adalah eksrak beef 10 g.Sterilisasi dengan autoklaf. Aerugenosa dan Salmonella sp dapat menimbulkan keraguan. Medium tersebut mengandung sukrosa karena kemempuan bakteri koli yang lebih cepat meragikan sukrosa daripada laktosa. 2. untuk membawa stok kultur. air desitilat 1. pepton. Bagaiamanapun media ini sangat baik untuk mengkonfirmasi bahwa kontaminan tersebut adalah E.000 ml dan 15 g agar/L.aureus. Nutrient broth dibuat dengan cara sebagai berikut. Rogosa. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit. Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam.Larutkan 3 g ekstrak daging dalam larutan yang dibuat pada langkah pertama. sewage. Nutrient Broth Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair. dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni. Nutrient Agar Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef. NaCl 5 g. EMB yang menggunakan eosin dan metilin bklue sebagai indikator memberikan perbedaan yang nyata antara koloni yang meragikan laktosa dan yang tidak. Intinya sama dengan nutrient agar. tabel tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri coli dalam 100 ml dan 0.Beri air distilasi sebanyak 1. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif.0. 5. dan agar. MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar) MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh De Mann. pepton 10 g.Atur pH sampai 7. produk pangan. Agar EMB (levine) merupakan media padat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis bakteri coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung. P. dalam artian mikroorganisme heterotrof.1 ml contoh air. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air. Adanya eosin dan metilen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut. 3. jika media ini digunakan pada tahap awal karena kuman lain juga tumbuh terutama P. dan Shape (1960) untuk memperkaya. Namun demikian. dan mengisolasi jenis Lactobacillus .

dan penumbuhan bermacam mikroorganisme.dipotassium hidrogen phosphate 2 g/L 8.Mangan sulfat 0. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme. MRS agar mengandung polysorbat.com Trypticase Soy Broth (TSB) TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum.dari seluruh jenis bahan. untuk isolasi.Natrium asetat 5 g/L 11.Magnesium sulfat 0.0 g/L 4. Adanya asam tartarat dan pH rendah maka pertumbuhan bakteri terhambat. APDA Media APDA berfungsi untuk menumbuhkan dan menghitung jumlah khamir dan yeast yang terdapat dalam suatu sampel.Ekstrak daging 8.Diamonium hidrogen sitrat 2 g/L 10.Agar-agar 14 g/L 7.D (+) glukosa 20 g/L 5.04 g/L MRSB merupakan media yang serupa dengan MRSA yang berbentuk cair/broth. Plate Count Agar (PCA) PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan. Dikalium fosfat ditambahkan sebagai buffer untuk mempertahankan pH.Ekstrak ragi 4.2 g/L 6. agar) hingga membentuk suspensi 22. Media PCA ini baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate. APDA dibuat dengan merebus kentang selama 1 jam/45 menit. Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik.5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C). dextrose. Khamir dan yeast akan tumbuh dengan optimal pada media yang sesuai. agar dilelehkan dalam 500 ml air. yeast extract.Protein dari kasein 10 g/L 2. Campurkan ekstrak . dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus. asetat.Tween 80 1. sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh.0 g/L 3. MRS agar mengandung: 1.0 g/L 9. Dari enidchemicals. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen. magnesium. sebaik nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat selektif.

Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E. agar). Pada APDA jadi ini juga ditambah asam tartarat. memperbanyak jumlah. enumerasi. makanan. Panaskan hingga mendidih sampai larut sempurna. dimana dalam proses pembuatannya harus disterilisasi dan menerapkan metode aseptis untuk menghindari kontaminasi pada media. Agar VRBA mengandung violet kristal yang bersifat basa. Laktosa merupakan sumber karbohidrat. dan menumbuhkan sel khamir. PGYA Media ini berfungsi untuk isolasi. Untuk membuatnya. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan 1 liter air yang telah didestilasi. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. pepton. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri. semua bahan dicampur dengan ditambah CaCO3 terlebih dahulu sebanyak 0. NaCl. Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna. glukosa.coli. Pindahkan dalam tabung sesuai kebutuhan. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak. dan produk susu. Kemudian dimasukkan dalam erlenmeyer dan disumbat dengan kapas lalu disterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit.5 g lalu dilarutkan dengan akuades. Campuran garam bile dan kristal violet menghambat bakteri gram positif. pH akhir adalah 7. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media dalam 1 liter air yang telah didestilasi. Yeast ekstrak menyediakan vitamin B-kompleks yang mendukung pertumbuhan bakteri. Berikut ini beberapa media yang sering digunakan secara umum dalam mikrobiologi. Bila kondisi terlalu basa maka sel akan mati. Sterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan petri dengan pH akhir 5. PGYA dapat digunakan untuk mengidentifikasi mikroba terutama sel khamir. empedu. Dengan adanya dekstrosa yang terkandung dalam media ini.kentang dalam agar lalu ditambahkan glukosa dan diaduk rata. sebagai kaldu pemerkaya (pre- . campur dan panaskan serta aduk. Potato Dextrose Agar (PDA) PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. Neutral red sebagai indikator pH.2. Dinginkan hingga 50-60°C. sedangkan sel mikroba bersifat asam. Agar merupakan agen pemadat. Lactose Broth Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air.6+0. kristal violet. neutral red. menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba. isolasi. VRBA (Violet Red Bile Agar) VRBA dapat digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri Enterobactericeae. Media berfungsi untuk menumbuhkan mikroba.4.

dan 0. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air. Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna.enrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya. Untuk komposisi nutrien adar adalah eksrak beef 10 g. Intinya sama dengan nutrient agar. Agar EMB (levine) merupakan media padat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis bakteri coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung. air desitilat 1. Aerugenosa dan Salmonella sp dapat menimbulkan keraguan.1 ml contoh air. Untuk mengetahui jumlah bakteri coli umumnya digunakan tabel Hopkins yang lebih dikenal dengan nama MPN (most probable number) atau tabel JPT (jumlah perkiraan terdekat). Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif. NaCl 5 g. untuk membawa stok kultur. P.3% ekstrak beef. Nutrient Agar Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit. produk pangan. Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan. EMB yang menggunakan eosin dan metilin bklue sebagai indikator memberikan perbedaan yang nyata antara koloni yang meragikan laktosa dan yang tidak. dalam artian mikroorganisme heterotrof. 0.5% pepton. sewage. Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. Adanya eosin dan metilen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut. Lactose broth dibuat dengan komposisi 0. Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam. Nutrient Broth Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair.000 ml dan 15 g agar/L. pepton 10 g. dan agar. EMBA (Eosin Methylene Blue Agar) Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. jika media ini digunakan pada tahap awal karena kuman lain juga tumbuh terutama P. dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni. pepton. tabel tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri coli dalam 100 ml dan 0. Bagaiamanapun media ini sangat baik untuk mengkonfirmasi bahwa kontaminan tersebut adalah E. aureus. Namun demikian. Nutrient broth dibuat dengan cara sebagai .5% laktosa. Medium tersebut mengandung sukrosa karena kemempuan bakteri koli yang lebih cepat meragikan sukrosa daripada laktosa. aerugenosa.coli. danSalmonella. Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform. untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri.

Sterilisasi dengan autoklaf.Tween 80 1. Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik. dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus. asetat. 4. Dikalium fosfat ditambahkan sebagai buffer untuk mempertahankan pH. MRS agar mengandung: 1.com Trypticase Soy Broth (TSB) TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum. yeast extract.2 g/L 6.Agar-agar 14 g/L 7. Dari enidchemicals. dan penumbuhan bermacam mikroorganisme.0 g/L 3.Natrium asetat 5 g/L 11. MRS agar mengandung polysorbat. 3.Protein dari kasein 10 g/L 2. dan mengisolasi jenis Lactobacillus dari seluruh jenis bahan.000 ml. untuk isolasi.0.Larutkan 5 g pepton dalam 850 ml air distilasi/akuades. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme.Ekstrak daging 8.dipotassium hidrogen phosphate 2 g/L 8.Beri air distilasi sebanyak 1.5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C). magnesium. 2. Media PCA ini . PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate.Ekstrak ragi 4. menumbuhkan. Rogosa. Plate Count Agar (PCA) PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan.Atur pH sampai 7. 5. dextrose.Magnesium sulfat 0. sebaik nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat selektif.0 g/L 4.berikut.Diamonium hidrogen sitrat 2 g/L 10.0 g/L 9. dan Shape (1960) untuk memperkaya.Mangan sulfat 0. 1. sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh.Larutkan 3 g ekstrak daging dalam larutan yang dibuat pada langkah pertama. agar) hingga membentuk suspensi 22. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen. MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar) MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh De Mann.D (+) glukosa 20 g/L 5.04 g/L MRSB merupakan media yang serupa dengan MRSA yang berbentuk cair/broth.

Agar VRBA mengandung violet kristal yang bersifat basa. Khamir dan yeast akan tumbuh dengan optimal pada media yang sesuai. Pada APDA jadi ini juga ditambah asam tartarat. VRBA (Violet Red Bile Agar) VRBA dapat digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri Enterobactericeae. Laktosa merupakan sumber karbohidrat. pH akhir adalah 7. glukosa. Panaskan hingga mendidih sampai larut sempurna. agar).2. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak. PGYA Media ini berfungsi untuk isolasi. agar dilelehkan dalam 500 ml air. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. semua bahan dicampur dengan ditambah CaCO3 terlebih dahulu sebanyak 0. Kemudian dimasukkan dalam . enumerasi. sedangkan sel mikroba bersifat asam. Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna. Campuran garam bile dan kristal violet menghambat bakteri gram positif.coli. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan 1 liter air yang telah didestilasi. Potato Dextrose Agar (PDA) PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. Untuk membuatnya. Yeast ekstrak menyediakan vitamin B-kompleks yang mendukung pertumbuhan bakteri. Adanya asam tartarat dan pH rendah maka pertumbuhan bakteri terhambat.4. Neutral red sebagai indikator pH.6+0. kristal violet. Dinginkan hingga 50-60°C. Campurkan ekstrak kentang dalam agar lalu ditambahkan glukosa dan diaduk rata. Bila kondisi terlalu basa maka sel akan mati. PGYA dapat digunakan untuk mengidentifikasi mikroba terutama sel khamir. Pindahkan dalam tabung sesuai kebutuhan. campur dan panaskan serta aduk. Dengan adanya dekstrosa yang terkandung dalam media ini.5 g lalu dilarutkan dengan akuades. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media dalam 1 liter air yang telah didestilasi. Agar merupakan agen pemadat. Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan petri dengan pH akhir 5. empedu. dan menumbuhkan sel khamir. pepton. NaCl.baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks. Sterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. APDA dibuat dengan merebus kentang selama 1 jam/45 menit. APDA Media APDA berfungsi untuk menumbuhkan dan menghitung jumlah khamir dan yeast yang terdapat dalam suatu sampel. Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E. neutral red.

Perhitungan massa sel secara langsung maupun tidak langsung jarang digunakan dalam uji mikrobiologi bahan pangan. Sebagai contoh. Sebelumnya: Yogurt Selanjutnya : Susu Kambing BAB VIII ANALISIS KUANTITATIF MIKROBIOLOGI PADA BAHAN PANGAN Analisis kuantitatif mikrobiologi pada bahan pangan penting dilakukan untuk mengetahui mutu bahan pangan dan menghitung proses pengawetan yang akan diterapkan pada bahan pangan tersebut. misalnya bahan pangan. dimana komposisi substrat atau bahan yang difermentasi dapat diamati dan diukur dengan teliti. maupun turbidimetri. jumlah sel jasad renik dapat dihitung jika medium pertumbuhannya tidak mengganggu pengukuran. A.erlenmeyer dan disumbat dengan kapas lalu disterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. sel jasad renik tidak dapat diukur menggunakan metode volumetrik. tetapi sering digunakan untuk mengukur pertumbuhan sel selama proses fermentasi. Metode Breed Hitungan mikroskopik dengan metode Breed sering digunakan untuk menganalisis susu yang mengandung bakteri dalam jumlah tinggi. Oleh karena itu. gravimetrik. misalnya susu yang diperoleh dari sapi yang terkena mastitis yaitu suatu penyakit infeksi yang . jika substrat tempat tumbuhnya banyak mengandung padatan. dalam metode volumetrik dan gravimetrik. pengukuran volume dan berat sel dilakukan dengan terlebih dahulu menyaring sel-sel jasad renik. Hitungan Mikroskopik a. Dalam perhitungan massa sel secara langsung. Perhitungan massa sel secara tidak langsung sering digunakan dalam mengamati pertumbuhan sel selama proses fermentasi.

menyerang kelenjar susu sapi. sel-sel darah putih akan terlihat sebagai sel yang bulat atau berbentuk tidak teratur. Cara ini mempunyai kelemahan yaitu tidak dapat diakukan terhadap susu yang telah dipasteurisasi karena secara mikroskopik tidak dapat dibedakan antara sel-sel bakteri yang masih hidup atau yang telah mati karena perlakuan pasteurisasi. Pada sapi yang terserang mastitis. berwarna biru dengan ukuran lebih besar daripada bakteri. Cara ini merupakan suatu cara cepat.01 ml .14-0. Beberapa mikroskop mungkin mempunyai ukuran diameter areal pandang lebih dari 0. Sel-sel yang mengumpul dalam kelompok. Untuk menghitung jumlah bakteri di dalam susu. Dalam metode ini.01 ml.01 ml susu dipipet dengan pipet Breed dan disebarkan di atas gelas objek sehingga mencapai luas 1 cm2. tetapi jika tidak mungkin dapat dihitung sebagai satu kelompok. yaitu menghitung bakteri secara langsung menggunakan mikroskop. Areal pandang mikroskop biasanya mempunyai ukuran 14-16 skala atau 0. Luas areal pandang mikroskop = Di mana r = jari-jari (mm) areal pandang mikroskop. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengukur diameter areal pandang menggunakan mikrometer yang dilihat melalui lensa minyak imersi. kemudian didiamkan sampai kering. maka: Jumlah susu per arealpandang mikroskop = x 0. luas areal pandang (field) mikroskop yang akan digunakan harus dihitung terlebih dahulu. Rata-rata jumlah bakteri per areal pandang mikroskop ditentukan setelah mengamati 10 sampai 60 kali areal pandang.01 mm. Hasil perhitungan berdasarkan jumlah kelompok bakteri biasanya lebih mendekati hasil perhitungan jumlah bakteri menggunakan agar cawan. dan diwarnai dengan biru metilen. difiksasi.18 mm.16 mm. susunya biasanya mengandung sel-sel darah putih dalam jumlah tinggi. Setelah pewarnaan dengan biru metilen. Karena contoh susu yang disebarkan pada gelas objek seluas 1 cm2 adalah 0. Mikrometer yang digunakan adalah mikrometer gelas objek yang mempunyai skala terkecil 0. tergantung dari jumlah bakteri per areal pandang. dihitung jumlah sel yang terdapat di dalam kelompok tersebut. sebanyak 0.

Jumlah areal pandang yang harus diamati tergantung dari jumlah rata-rata bakteri per areal pandang. . Jumlah sel dalam beberapa kotak besar dihitung. hitungan mikroskopik dilakukan dengan pertolongan kotak-kotak skala.02 mm. Hitungan mikroskopik merupakan metode yang cepat dan murah. kemudian dihitung jumlah sel rata-rata dalam satu kotak besar. 2. di mana dalam setiap ukuran skala seluas 1 mm2 terdapat 25 buah kotak besar dengan luas 0.000/πr2 kali areal pandang mikroskop. Metode Petroff-Hausser Dalam metode Petroff-Hausser. untuk mendapatkan 1 ml contoh susu dapat diperoleh dari 10.Dengan kata lain. Tinggi contoh yang terletak di antara gelas objek dengan gelas penutup adalah 0. dan digunakan untuk mengubah jumlah bakteri per areal pandang mikroskop menjadi jumlah bakteri per ml.000/πr2 juga faktor mikroskopik (FM). Angka 10. sehingga kadang-kadang tidak terhitung.10 10 – 30 >30 Jumlah areal pandang yang harus diamati 50 25 10 5 TBUD b.5 0.5 – 1 1 . Jumlah bakteri per ml = x jumlah bakteri per areal pandang Jumlah bakteri per areal pandang dihitung dari rata-rata pengamatan areal pandang. dan ditentukan sebagai berikut: Jumlah rata-rata bakteri per areal pandang < 0. Oleh karena itu. tetapi mempunyai beberapa kelemahan sebagai berikut: 1. Sel-sel yang berukuran sangat kecil sukar dilihat di bawah mikroskop. dan setiap kotak besar terdiri dari 16 kotak kecil.04 mm2. Sel-sel yang telah mati tidak dapat dibedakan dari sel-sel hidup. keduanya akan terhitung.

Dalam metode hitungan cawan. Tidak dapat digunakan untuk menghitung sel jasad renik di dalam bahan pangan yang banyak mengandung debris atau ekstrak makanan. Beberapa jenis jasad renik dapat dihitung sekaligus. jumlah sel di dalam suspensi harus cukup tinggi. Hal ini disebabkan dalam setiap bidang pandang yang diamati harus terdapat sejumlah sel yang dapat dihitung. bahan pangan yang diperkirakan mengandung lebih dari 300 sel jasad renik per ml atau per gram atau per cm jika . karena beberapa sel yang berdekatan mungkin membentuk satu koloni. Dapat digunakan untuk isolasi dan identifikasi jasad renik karena koloni yang terbentuk mungkin berasal dari suatu jasad renik yang mempunyai penampakan pertumbuhan spesifik. metode hitungan cawan juga mempunyai kelemahan-kelemahan sebagai berikut: a. Metode hitungan cawan merupakan cara yang paling sensitif untuk menentukan jumlah jasad renik karena beberapa hal yaitu: a. Hasil perhitungan tidak menunjukkan jumlah sel yang sebenarnya. karena hal ini akan mengganggu dalam perhitungan sel. maka sel jasad renik tersebut akan berkembang biak dan membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dan dihitung dengan mata tanpa menggunakan mikroskop. b. misalnya untuk bakteri minimal 106 sel/ml. Hanya sel yang masih hidup yang dihitung. Hitungan Cawan Prinsip dari metode hitungan cawan adalah jika sel jasad renik yang masih hidup ditumbuhkan pada medium agar. 4. tidak menyebar. d. c. 2.3. Selain keuntungan-keuntungan tersebut. Medium dan kondisi inkubasi yang berbeda mungkin menghasilkan nilai yang berbeda. b. Memerlukan persiapan dan waktu inkubasi relatif lama sehingga pertumbuhan koloni dapat dihitung. c. Untuk mempertinggi ketelitian. Jasad renik yang ditumbuhkan harus dapat tumbuh pada medium padat dan membentuk koloni yang kompak dan jelas.

Cara pemupukan dalam metode hitungan cawan dapat dibedakan atas dua cara yaitu metode tuang dan metode permukaan (surface/spreadplate). sejumlah contoh (1 ml atau 0. terlebih dahulu dibuat agar cawan kemudian sebanyak 0. 1:1000 dan seterusnya. memerlukan perlakuan pengenceran sebelum ditumbuhkan pada medium agar di dalam cawan petri. Dalam SPC ditentukan cara pelaporan dan perhitungan koloni sebagai berikut: Larutan yang digunakan untuk pengenceran dapat berupa larutan bufer fosfat. Satu deretan rantai koloni yang terlihat sebagai suatu garis tebal dihitung sebagai satu koloni.pengambilan contoh dilakukan pada permukaan. 1:100. Jumlah koloni dalam contoh dapat dihitung sebagai berikut: Koloni per ml atau per gram = jumlah koloni per cawan x 1/FP Dimana FP = faktor pengenceran Faktor Pengenceran Untuk melaporkan hasil analisis mikrobiologi dengan cara hitungan cawan digunakan suatu standar yang disebut Standard Plate Counts (SPC) sebagai berikut: a. kemudian ditambah agar cair steril yang telah didinginkan (47-50°C) sebanyak 15-20 ml dan digoyangkan supaya contoh menyebar rata. Dalam metode tuang. atau 1:100. 1:10 000. 1:1000 000 dan seterusnya. c. Setelah inkubasi akan terbentuk koloni pada cawan tersebut dalam jumlah yang dapat dihitung.85% NaCl.1 ml contoh yang telah diencerkan dipipet pada permukaan agar tersebut. b. Beberapa koloni yang bergabung menjadi satu merupakan satu kumpulan koloni yang besar di mana jumlah koloninya diragukan dapat dihitung sebagai satu koloni. Cawan yang dipilih dan dihitung adalah yang mengandung jumlah koloni antara 30 dan 300. Pengenceran biasanya dilakukan secara desimal yaitu 1:10. 0. dan diratakan dengan batang gelas melengkung yang steril. dimana jumlah yang terbaik adalah diantara 30 sampai 300 koloni. larutan Ringer.1 ml) dari pengenceran yang dikehendaki dimasukkan ke dalam cawan petri. atau . Pada pemupukan dengan metode permukaan.

Oleh karena itu. berarti pengenceran yang dilakukan terlalu rendah. dan perbandingan antara hasil tertinggi dan terendah dari kedua pengenceran tersebut lebih kecil atau sarna dengan dua. tetapi jumlah yang Hasilnya dilaporkan sebagai kurang dari 30 dikalikan dengan besamya pengenceran. e. tetapi jumlah 3. tidak boleh diambil salah satu. b. Jika pada semua pengenceran dihasilkan kurang dari 30 koloni pada cawan petri. Hasilnya dilaporkan sebagai lebih dari 300 dikalikan dengan faktor pengenceran. yang sebenarnya harus dicantumkan di dalam tanda kurung.0 x 106 unit koloni/gr. Pengamatan tabung yang positif dapat dilihat dengan mengamati timbulnya kekeruhan. Metode MPN (Most Probable Number) Berbeda dengan metode hitungan cawan dimana digunakan medium padat.7 x 103 unit koloni/ml atau 2. jumlah koloni pada pengenceran yang tertinggi yang dihitung. Jika pada semua pengenceran dihasilkan lebih dari 300 koloni pada cawan petri. Oleh karena itu.a. 1. data yang diambil harus dari kedua cawan tersebut. c. Jika digunakan dua cawan petri (duplo) per pengenceran. Jika angka yang ketiga sama dengan atau lebih besar dari 5. yang dilaporkan hanya hasil yang terkecil. Oleh karena itu. atau terbentuknya gas di dalam tabung kecil (tabung Durham) yang diletakkan pada . Hasil yang diaporkan hanya terdiri dari dua angka yaitu angka pertama (satuan) dan angka kedua (desimal). dalam metode MPN digunakan medium cair di dalam tabung reaksi. Jika pada cawan dari dua tingkat pengenceran dihasilkan koloni dengan jumlah antara 30 dan 300. Jika perbandingan antara hasil tertinggi dan terendah lebih besar dari 2. dilaporkan ratarata dari kedua nilai tersebut dengan memperhitungkan faktor pengencerannya. dimana perhitungan dilakukan berdasarkan jumlah tabung yang positif. jumlah koloni pada pengenceran yang terendah yang dihitung. harus dibulatkan satu angka lebih tinggi pada angka kedua. yaitu yang ditumbuhi oleh jasad renik setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu. berarti pengenceran yang dilakukan terlalu tinggi. harus dipilih tingkat pengenceran yang menghasilkan kedua cawan duplo dengan koloni di antara 30 dan 300. d. sebenarnya harus dicantumkan di dalam tanda kurung. Sebagai contoh.

2. meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat dengan terlebih dahulu membuat suspensi 1:10 dari contoh tersebut. sedangkan tabung lainnya negatif. Dalam metode MPN.posisi terbalik. dan pada pengenceran terakhir tidak ada tabung yang positif. tetapi alat gelas yang digunakan juga lebih banyak. 1. Metode MPN biasanya digunakan untuk menghitung jumlah jasad renik di dalam contoh yang berbentuk cair. 1. sedangkan tabung lainnya tidak mengandung sel. 2. dihitung jumlah tabung yang positif yaitu tabung yang ditumbuhi jasad renik yang dapat ditandai dengan timbulnya kekeruhan. pengenceran harus dilakukan lebih tinggi daripada pengenceran dalam hitungan cawan. yang dinyatakan sebagai tabung positif. sehingga beberapa tabung yang berisi medium cair yang diinokulasikan dengan larutan hasil pengenceran tersebut mengandung satu sel jasad renik. dimana untuk setiap pengenceran digunakan tiga seri tabung atau lima seri tabung. pada pengenceran ketiga satu tabung positif. Setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu. beberapa tabung mungkin mengandung lebih dari satu sel. Dalam metode MPN. Dengan demikian. dan jika diambil tiga pengenceran yang pertama kombinasinya akan menjadi 3. 0. dari setiap pengenceran dimasukkan 1 ml masing-masing ke dalam tabung yang berisi medium. Untuk setiap pengenceran pada umumnya digunakan tiga atau lima seri tabung. pada pengenceran kedua dua tabung positif. yaitu untuk jasad renik pembentuk gas. Misalnya pada pengenceran pertama ketiga tabung menghasilkan pertumbuhan positif. Kombinasi yang dipilih dimulai dari . Lebih banyak tabung yang digunakan menunjukkan ketelitian yang lebih tinggi. Angka kombinasi ini kemudian dicocokkan dengan Tabel MPN dan nilai MPN contoh dapat dihitung sebagai berikut : MPN contoh = Nilai MPN dari tabel x 1/pengenceran tabung tengah Pengenceran Tabung Tengah Tabel yang digunakan untuk menentukan niIai MPN dari tiga seri tabung berbeda dengan tabel untuk lima seri tabung. setelah inkubasi diharapkan terjadi pertumbuhan pada beberapa tabung. Kombinasinya menjadi 3. Grup jasad renik yang dapat dihitung dengan metode MPN juga bervariasi tergantung dari medium yang digunakan untuk pertumbuhan.

kemudian diamati kemampuan bakteri di dalam susu untuk tumbuh dan menggunakan oksigen yang terlarut. semakin cepat terjadinya perubahan warna dan biru menjadi putih. Metode MPN dapat digunakan untuk menghitung jumlah jasad renik tertentu yang terdapat diantara campuran jasad renik lainnya. Kombinasi yang diambil terdin dari tiga pengenceran. dalam metode BM hal ini tidak berpengaruh terhadap perhitungan jumlah bakteri. Semakin tinggi jumlah bakteri di dalam susu. sedangkan pada pengenceran yang berikutnya ada tabung yang negatif. Metode biru metilen merupakan cara yang lebih cepat dibandingkan dengan metode hitungan cawan. Dalam uji ini ditambahkan sejumlah biru metilen ke dalam susu. Kelemahan metode BM adalah karena cara ini tidak praktis dilakukan terhadap susu yang mengandung bakteri hidup dalam jumlah sedikit. jika digunakan Lactose Broth maka adanya bakteri yang dapat menfermentasi laktosa ditunjukkan dengan terbentuknya gas di dalam tabung Durham. Waktu reduksi. Cara ini biasa digunakan untuk menentukan MPN koliform terhadap air atau minuman karena bakteri koliform termasuk bakteri yang dapat menfermentasi laktosa. Sebagai contoh. dan lebih teliti karena bakteri yang terdapat dalam keadaan berkelompok di mana dalam metode hitungan cawan dihitung sebagai satu koloni. yaitu perubahan warna biru menjadi putih. maka jumlah tabung yang positif tersebut harus ditambahkan pada angka kombinasi yang ketiga sampai mencapai jumlah maksimum. misalnya susu . Akibatnya. dan dapat memberikan perkiraan jumlah bakteri di dalam susu. sehingga menyebabkan penurunan kekuatan oksidasi-reduksi dari campuran tersebut. Metode Hitungan Tidak Langsung Salah satu cara untuk menghitung jumlah sel di dalam suatu bahan secara tidak langsung adalah dengan uji biru metilen yang biasanya dilakukan terhadap susu. dianggap selesai jika kira-kira empat per lima dari contoh susu yang terdapat di dalam tabung (sebanyak 10 ml) telah berwarna putih. B.pengenceran tertinggi yang masih menghasilkan semua tabung positif. Jika pada pengenceran yang keempat atau seterusnya masih ditemukan tabung yang hasilnya positif. biru metilen yang ditambahkan akan tereduksi menjadi putih metilen.

dan sebagainya. Kelemahan lainnya adalah karena dalam uji biru metilen diperlukan waktu pengamatan yang terus-menerus. Hasil perhitungan yang dapat diandalkan adalah antara 30-300 koloni pada tiap lempeng pembiakan. Cara Perhitungan pada lempeng pembiakan a. b.yang telah mengalami pasteurisasi. Setelah dikocok. selanjutnya dieramkan. Cara yang paling sering digunakan adalah cara perhitungan koloni pada lempeng pembiakan (place count). pembentuk spora. Cara lain yang hampir sama adalah sebagai berikut: a. Bahan pemeriksaan diencerkan seperlunya b. Cara ini disebut juga “metode perhitungan bakteri hidup” atau “metode perhitungan koloni”.1 sampai 1 ml bahan pemeriksaan dicampur dengan medium pembiakan agar yang telah dicairkan dan didinginkan sampai suhu tidak lebih dari 45°C. 1. Penentuan Jumlah Bakteri Beberapa cara dapat dilakukan untuk menentukan jumlah bakteri yang terdapat pada bahan pemeriksaan. Penghitungan koloni dilakukan setelah pengeraman pada suhu yang sesuai. kemudian dibekukan. diadakan perhitungan langsung secara mikroskopis. kemudian dituang dengan medium pembiakan padat campuran dibiarkan membeku c. C. Oleh karena satu bakteri dapat tumbuh menjadi satu koloni yang terhitung mewakili jumlah bakteri hidup yang terdapat dalam tiap volum pengenceran yang digunakan. Dengan metode. 2. Dalam hal ini bahan pemeriksaan harus diencerkan untuk menghindarkan jumlah koloni terlalu banyak sehingga tidak dapat dihitung. yaitu paling sedikit selama enam jam. Disamping itu dapat . ini juga tidak dapat dibedakan jenis bakteri yang terdapat di dalam susu. Suatu volum tertentu dimasukkan ke dalam pinggan petri steril. khamir. dimana dibutuhkan waktu yang lama sekali untuk mereduksi biru metilen. campuran itu dituang ke dalam pinggan petri steril. Cara menghitung langsung (metode kaca objek) yang telah dicairkan dan Setelah dicampur rata didinginkan sampai suhu tidak lebih dari 45°C. misalnya bakteri gram positif atau negatif. 0.

02 x0. sehingga jumlah hitungan mencapai kira-kira 500. Suspensi yang akan dihitung ditambah dengan beberapa tetes formalin. tetapi dapat digunakan untk penelitian lain. diperoleh jumlah rata-rata oraganisme untuk tiap kotak. Suspensi bakteri yang ingin diperiksa . jangan sampai ada cairan yang mengalir ke dalam parit. tetapi pengerjaannya lebih cepat. Dengan cara ini yang terhitung adalah baik bakteri hidup maupun yang mati. sehingga bila di masukkan ke dalam bilik hitung itu hanya akan terdapat lima atau sepuluh organisme dalam tiap kotak.1 persen metilen biru (zat warna ini tidak diperlukan bila diperiksa dengan fase kontras atau lapangan gelap). yaitu 0. Tiap derajat tersebut dengan tingkat kekeruhan eqivalen dengan jumlah tertentu per mililiter. Suspensi ini diencerkan sedemikian rupa. b) Pemeriksaan dilakukan dengan lensa 4 mm. Larutan yang digunakan harus disaring sebelum dipakai. Kemudian dikalikan dengan faktor pengenceran. terdapat ruangan antara lantai dan kaca penutup yang sama tingginya. Volume ruang di atas tiap kotak adalah 0. Volum suspensi seharusnya hanya untuk mengisi ruang antara lantai bilik dengan kaca penutup. yaitu suatu kaca objek setebal 2-3 mm dengan ditengahnya terdapat suatu daerah yang disebut lantai bilik yang berada 0. Daerah ini dilingkari oleh parit. Cairan pengencer yang terbaik adalah pepton 0. sehingga bila kaca penutup diletakkan di atas lantai bilik. Metode bilik hitung Untuk keperluan ini dapat digunakan bilik hitung Helber.00000005 ml.1 persen dan 0. Permukaan kaca objek diasah sedemikian rupa. sehingga dengan cara ini tidak diketahui berapa jumlah bakteri hidup. Pada lantai bilik terdapat suatu daerah berkotak seluas 1 mm2 yang dibagi dalam 400 kotak persegi. a. Metode Ukur Kekeruhan Metode ini mengguanakan tabung-tabung dengan supensi dari berbagai derajat kekeruhan (menurut Brown).0025 mm2.Cara ini pada mulanya dilakukan dengan pemeriksaan bakteri yang terdapat dalam air susu. Setelah dibagi oleh jumlah kotak. Untuk perhitungan dipilih 50-100 kotak secara acak. masing-masing seluas 0. Cara kerjanya adalah sebagai berikut: a) Satu ose suspensi diletakkan pada daerah berkotak dan diataranya diletakkan kaca penutup yang bersih. b.0025 mm3.1 persen yang mengandung 0.02 m di bawah permukaan kaca objek.

Jumlah Perkiraan Terdekat (JPT) Jumlah perkiraan terdekat pada perhitungan bakteri didasarkan atas asumsi bahwa bakteri tersebar normal dalam medium cair. Suspensi yang diperiksa bila perlu harus diencerkan. Pada turbidimetri yang diukur adalah persentase absorpsi cahaya. tiap sampel dapat diharapkan akan memperlihatkan pertumbuhan. d.jumlahnya dibandingkan kekeruhannya dalam tabung yaitu dengan ukuran yang sama dengan kekeruhan tabung Brown yang telah dibakukan dan jumlah organismenya dapat dilihat pada tabel derajat kekeruhan baku. c. Demikian pula sampel-sampel 1 ml akan mengandung rata-rata masingmasing satu organisme. maka sampelsampel 10 ml akan mengandung rata-rata masing-masing 10 organisme. hasil hitungan masing-masing Bila jumlah organisme kecil perbedaan akan . sedang ada sampel yang tidak mengandung bakteri. Oleh karena itu bila Jika jumlah organisme besar. Bila suatu cairan mengandung 100 organisme per 100 ml. dan pada nefelometri diukur adalah refleksi sinar cahaya. Jumlah rata-rata ini adalah jumlah perkiraan terdekat (most probable number). perbadaan jumlah antara sampel akan menjadi kecil. Beberapa di antaranya mungkin mengandung dua atau tiga. yang berarti bila diambil berulang-ulang sampel dengan takaran yang sama dari suatu sumber dapat diharapkan mengandung jumlah rata-rata yang sama. Bila sampelsampel ini ditanam dalam medium pembiakan. sampel akan mendekati rata-rata. biarpun antara sampel yang satu sedikit lebih atau kurang daripada yang lain. tetapi tidak mungkin ada sampel yang tidak mengandung bakteri sama sekali. relatif lebih besar. Metode Turbidimetri Pada metode ini penghitungan didasarkan pada kenyataan bahwa suatu populasi atau kelompok sel-sel dalam medium cair menyerap atau menyebarkan cahaya yang sebanding dengan derajat kekeruhan medium itu. Beberapa diantara sampel-sampel itu dapat mengandung lebih atau kurang.

seperti kekeruhan. Untuk pemeriksaan air ditambah dengan percobaan 50 ml air dalam 50 ml bulyon dua kali kuat. 1 ml. dan bila ditanam kebanyakan tidak memperlihatkan pertumbuhan. Untuk keperluan ini disediakan tabel-tabel untuk sampel-sampel 10 ml.10 ml. Untuk mengetahui jumlah bakteri hidup dalam sampel dapat dihitung jumlah perkiraan terdekat organisme per 100 ml untuk tiap kombinasi seri sampel semacam itu. pembentukan asam.1 ml dapat diharapkan mengandung hanya satu organisme di antara sepuluh sampel.1 sampel cairan. pembentukan asam dan gas dan lain-lain.1.48 jam. 0. Teknik ini terutama digunakan untuk menaksir jumlah bakteri coliform. Perlakuan yang sama dilakukan dengan 1 ml dan 0. Pengeraman dilakukan selama 24 . Sampel-sampel 0. lima dari 10 ml dan lima dari 1 ml. kemudian diambil 10 ml untuk masing-masing tabung yang telah diisi medium pembiakan dua kali lipat. Untuk keperluan ini dapat digunakan tiga atau lima tabung. dan 1 ml . b. sebagian tidak memperlihatkan ada pertumbuhan. Cara kerja penentuan jumlah perkiraan terdekat (JPT) adalah sebagai berikut: a. Untuk pemeriksaan air digunakan satu tabung 50 ml. dan 10.sampel-sampel ini ditanam dalam medium pembiakan. tetapi dapat digunakan juga untuk hampir setiap jenis organisme dalam sampel cairan bila pertumbuhan mudah dapat diamati. Pengamatan ditunjukkan terhadap pertumbuhan.1 ml dengan menggunakan tiga atau lima tabung dari masing-masing sampel.1 Jumlah perkiraan terdekat dalam 100 ml menurut McCrady dengan sistem tiga tabung untuk masing-masing volum 50 ml. c. Untuk penafsiran JPT dari jumlah hasil positif dari deret tiga atau lima tabung dilahat pada Tabel 10.2. Sampel dikocok yang kuat agar organisme dalam cairan itu tersebar merata. Tabel 10.

Volume air Banyaknya sampel Jumlah sampel dengan hasil positif (asam+gas) 50 ml 1 0 0 0 0 0 10 ml 5 0 0 0 1 1 1 ml 5 0 1 2 1 2 JPT 0 1 2 1 2 0 0 0 0 1 2 2 2 2 0 1 2 0 3 2 3 4 5 0 2 0 3 0 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 9 2 7 1 5 0 3 3 6 2 4 1 3 0 1 0 5 1 5 .

1 1 2 2 0 1 5 7 1 1 1 1 1 2 2 3 3 3 2 3 0 1 2 10 12 8 11 14 1 1 1 1 1 3 3 4 4 4 3 4 0 1 2 18 20 13 17 20 1 1 1 4 4 5 3 4 5 0 1 39 35 40 25 35 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 5 180+ 4 100 3 90 2 50 .

2 Jumlah perkiraan terdekat dalam 100 ml menurut McCrady dengan sistem lima tabung untuk masing-masing volum 10 ml.Tabel 10.1 ml 5 0 1 2 3 0 JPT 13 17 20 25 17 4 4 4 4 4 1 1 2 2 2 1 2 0 1 2 20 25 20 25 30 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 0 1 2 0 1 25 35 40 35 40 4 4 5 4 5 4 5 1 50 0 40 2 45 . 0. 1 ml.1 ml Volum air Banyaknya sampel Jumlah sampel dengan hasil (asam+ gas) 10 ml 5 4 4 4 4 4 1 ml 5 0 0 0 0 1 0.

4 0 5 5 5 5 5 1 5 5 5 5 5 2 5 5 2 5 5 5 5 3 5 5 5 3 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 0 0 0 0 2 55 0 1 2 3 4 25 30 45 0 75 0 1 2 3 4 35 45 65 85 116 0 1 60 70 2 3 4 5 80 120 140 175 0 1 2 80 110 140 .

Sebutkan beberapa metode analisis kuantitatif mikroba 2.5 5 3 3 4 175 200 3 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 5 5 5 5 1900+ 4 1000 3 900 550 1 350 4 5 5 4 5 0 350 425 260 4 4 4 4 5 0 1 2 3 250 130 170 225 275 Soal-soal latihan : 1. Jelaskan perbedaan prinsip masing-masing metode .

yaitu 30 – 300.html Metode MPN BAB I PENDAHULUAN a. jelaskan mengapa demikian ? 4. Analisis kuantitatif mikrobiologi pada bahan pangan penting dilakukan untuk mengetahui mutu bahan pangan dan menghitung proses pengawetan yang akan diterapkan pada bahan pangan tersebut. http://lecturer. Lalu diamati tabung yang terdapat gas/ gelembung dan berwarna keruh sehingga kombinasi tabung yang positif dari uji duga dan uji penegasan dapat dicocokkan . Landasan Teori Metode MPN biasanya biasanya dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba di dalam contoh yang bebentuk cair. salah satunya adalah pemeriksaan adanya bakteri Coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN (Most Probable Number).id/~fajriyati/E-LEARNING%20MIKROBIOLOGI %20PANGAN/WORD%20html/BAB%20VIII. meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat.poliupg. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai adanya mikroba dalam suatu makanan dan minuman agar dapat dikonsumsi manusia dengan layak sehingga tidak menimbulkan penyakit akibat kontaminasi mikroba dalam makanan dan minuman dan dapat memenuhi kebutuhan tubuh secara optimal. Dalam praktikum ini suatu bahan makanan/ minuman dengan sampelnya yaitu sirup dilakukan pengenceran secara desimal (10-1). 1 ml dan 0. Setelah diinkubasi selama 2 x 24 jam dengan suhu 37°C. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menghitung atau mengukur jumlah jasad renik dalam suatu suspensi. kemudian masing-masing tabung dengan seri 3-3-3 dimasukkan 10 ml.1 ml ke dalam tabung yang berisi Lactosa Broth dan tabung Durham. Untuk setiap pengenceran digunakan 3 seri tabung. maka akan dapat dilihat tabung yang positif yaitu tabung yang ditumbuhi mikroba yang dapat ditandai dengan terbentuknya gas di dalam tabung Durham. Pada analisis kuantitatif mikroba dengan metode MPN digunakan kisaran jumlah mikroba yang layak dihitung. Latar Belakang Berbagai mikroba patogen seringkali ditularkan melalui air yang tercemar sehingga menimbulkan penyakit bawaan manusia maupun hewan.ac.3.%20%20ANALISIS%20KUANTITATIF %20MIKROBIOLOGI%20PADA%20BAHAN%20PANGAN. b. Suatu percobaan analisis kuantitatif mikroba diperoleh hasil sebagai berikut : Jumlah koloni Per pengenceran 10-2 10-3 104 Standard Plate Count Keterangan 238 28 1 700 125 10 TBUD TBUD 197 Hitunglah SPC berdasarkan metode MPN dan beri keterangan yang jelas.

Bungkus masingmasing tabung reaksi dengan pembungkus kayu. Media BGLB/BGBL (Briliant Green Bile Lactose Broth) 4. Media EMB (Eosin Methylene Blue Agar) dan EA (sudah steril) 5. Alat Alat-alat yang digunakan dalam praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN adalah sebagai berikut : 1. alat dan tempat kerja. Uji Penegasan i. Jika terdapat gas atau keruh. Sampel makanan dan minuman 2. maka diduga terdapat Coliform pada tabung. Pembakar Bunsen 5. iv.1 ml Pengencer/ LBDS LBSS LBSS Na Fisiologis 90% Uji Penduga 10 ml 1 ml 0. Masukkan jarum ose ke dalam tabung reaksi sampai menyentuh larutan dan angkat. Inkubator 6. v. Pewarna gas 6. karet. Mikroskop 7.1 ml lalu masukkan tabung Durham. Dasarnya yaitu hasil dari uji penduga yaitu banyaknya larutan dalam tabung reaksi yang terdapat gas/ gelembung yang berjumlah 4 buah. Timbangan Mortal dan pengerus b. Sampel ditimbang sebanyak 10 gram memasukkan ke dalam air pengencer (yang mengandung NaCl fisiologis) 90%. korek api c. Pipet ukur 10 ml dan 1 ml steril dan filternya 4. Alkohol 7. ii. 10 ml 1 ml 0. Cawan Petri steril 3. 1 ml dan 0. BAB II PELAKSANAAN a.1 ml BGLBDS BGLBSS BGLBSS 2. Uji Penduga i. Botol contoh steril 2. kertas payung. Ambil jarum ose lalu bakar jarum di atas pembakar bunsen sampai membara. iii. Media laktosa cair (sudah steril) 3. Kapas. Prosedur Kerja Prosedur kerja dari praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN adalah sebagai berikut : 1. Masukkan pengencer/ Na fisiologis dan Lactosa Broth ke dalam ke-9 tabung reaksi sesuai banyaknya yaitu 10 ml.dengan tabel MPN-seri 9 tabung. Diinkubasi selama 2 x 24 jam dengan suhu 37°C dan diamati tertangkap tidaknya gas dalam tabung Durham setiap 1 jam sekali. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPNadalah sebagai berikut: 1. Lalu jarum ose . ii. Diaseptiskan tangan. Tabung reaksi 8. Tabung Durham 9.

Nilai MPN dari tabel MPN 9 tabung adalah 7. Dengan demikian setelah inkubasi. 2.1 ml BGLBDS BGLBSS BGLBSS d. Masukkan tabung ke dalam inkubator/ diinkubasi selama 2 x 24 jam dan diamati setiap 1 jam. MPN mikroba = = = 7. Metode MPN biasanya biasanya dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba di dalam contoh yang berbentuk cair. yaitu untuk jasad renik pembentuk gas.2 MPN/100 ml. sehingga beberapa tabung yang berisi medium cair yang diinokulasikan dengan larutan hasil pengenceran tersebut mengandung satu sel. diharapkan terjadi pertumbuhan pada beberapa tabung yang dinyatakan sebagai tabung positif. tidak ada gas/ gelembung di dalam tabung Durham berisi 1 ml dan terdapat 1 buah tabung reaksi dengan gas/ gelembung di dalam tabung Durham berisi 0.2 sehingga diperoleh perhitungan MPN mikroba sebagai berikut : Hasil akhir dari uji penegasan yaitu terdapat. 1 buah tabung reaksi dengan gas/ gelembung di dalam tabung Durham berisi 10 ml. Fecal Coliform 3. Maka dari tabel MPN dengan hasil akhir 1-0-1 yaitu 7.D galaktosidase. maka dapat digunakan kemungkinan masuknya mikroba patogen ke dalam feses manusia dan hewan berdarah panas. 1993). sedangkan tabung lainnya negatif.1 ml sirup dengan tabung Durham didalamnya dengan kombinasi 3-3-3. Esterichia coli sebagai indikator kontaminasi fecal yang menggunakan laktosa untuk memproduksi asam dan gas atau banyak enzim β. 10 ml 1 ml 0. Esterichia coli (Kay and Fricker. diperoleh hasil bahwa terdapat tabung dalam setiap tabung sehingga terbentuk kombinasi 3-3-3. Pada pengenceran pertama kesembilan tabung menghasilkan pertumbuhan positif yaitu dengan seri tabung 3-3-3 pada ukuran 10 ml. Usahakan tabung dan jarum selalu dekat dengan api agar tetap steril. pengenceran harus dilakukan lebih tinggi daripada pengenceran dalam hitungan cawan.masukkan ke tabung berisi 10 ml. Tujuan Praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN bertujuan untuk melacak adanya bakteri coliform dalam contoh makanan dan atau minuman. Metode MPN digunakan medium cair di dalam tabung reaksi. Dalam metode MPN. 1 ml dan 0.1 ml.1 ml menghasilkan 2-1-2 tabung . Lalu amati adanya gas/ gelembung yang terdapat dalam tabung Durham. yaitu: 1. beberapa tabung yang lainnya mengandung lebih dari satu sel atau tabung lainnya tidak mengandung sel. Pengamatan tabung yang positif dapat dilihat dengan mengamati timbulnya kekeruhan atau terbentuknya gas di dalam tabung kecil (tabung Durham) yang diletakkan pada posisi terbalik. dimana perhitungannya dilakukan berdasarkan jumlah tabung yang positif yaitu yang ditumbuhi oleh jasad renik setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu. BAB III HASIL PEMERIKSAAN Dari hasil praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan meode MPN. meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat dengan terlebih dahulu membuat suspensi 1:10 dari contoh tersebut (Fardiaz.2 x 103 BAB IV PEMBAHASAN Menurut WHO menyatakan bahwa untuk melakukan monitor terhadap air minum. Kelompok Coliform APHA merekomendasikan Bacillus coli. 1997). iii. Ada 3 indikator air minum yang layak untuk diminum. 1 ml dan 0.

MPN standar Coliform menurut Lampiran Surat Keputusan Dirjen POM no: 03726/B/SK/VII/1989 tentang batas maksimal cemaran mikroba dalam makanan adalah 20 MPN/100 ml. Uji ini diawali dengan memasukkan 10 ml cairan dari sampel ke dalam lauryl tryptose broth. maka adanya bakteri yang dapat memfermentasi laktosa ditunjukkan dengan terbentuknya gas di dalam tabung Durham. semoga dengan adanya tulisan ini akan memberikan rujukan tambahan akan makna maupun hal-hal yang terkait dengan istilah ini. Srikandi. Analisis Mikroba di Laboratorium. PT Raja Grafindo Persada. 1992). Analisis Mikrobiologi Pangan. PT Gramedia Pustaka Utama. 2. 1992. Metode MPN dapat digunakan untuk menghitung jumlah jasad renik tertentu yang terdapat diantara campuran jasad renik lainnya. C. Jakarta Lay.2 MPN/100 ml. D and Fricker. uji awal ini disebut uji duga (presumtive test). dapat dikatakan sampel minuman (sirup) masih memenuhi syarat kesehatan untuk dikonsumsi karena kurang dari standar MPN (<20 MPN/100 ml). Dalam metode MPN (Most Probable Number) untuk uji kualitas mikrobiologi air dalam praktikum digunakan kelompok koliform sebagai indikator. PT Raja Grafindo Persada. Bibiana. jika digunakan Lactosa Broth. kesembilan tabung menghasilkan 1-0-1 tabung yang positif ditumbuhi jasad renik. (Fardiaz. Mikrobiologi Pangan 1. Untuk uji peneguhan dilakukan untuk meneguhkan bahwa gas yang terbentuk disebabkan oleh kuman koliform dan bukan disebabkan oleh kerja sama beberapa spesies sehingga menghasilkan gas. Uji peneguhan menggunakan BGLB (Briliant Green Bile Lactose Broth) yang diinokulasikan dengan satu mata ose media yang memperlihatkan hasil positif pada uji duga (Lay. Dibandingkan dengan hasil praktikum yaitu sebesar 7. Metode MPN merupakan uji deretan tabung yang menyuburkan pertumbuhan koliform sehingga diperoleh nilai untuk menduga jumlah koliform dalam sampel yang diuji. Cara ini biasa digunakan untuk menentukan MPN koliform terhadap air atau minuman karena bakteri Coliform termasuk bakteri yang dapat menfermentasi laktosa.yang positif ditumbuhi jasad renik dan pada pengenceran kedua. Uji dinyatakan positif bila terlihat gas dalam tabung Durham. UK Bakteri Coliform Posted by: JavAurora on: 3 Juli 2011 • • In: Ilmiah Comment! Terbersit juga untuk memposting makna dari bakteri coliform. 1994. Coli. Sebagai contoh. 1993. Problem or Solution? The Royal Society of Chemistry. Tabung yang memperlihatkan gas diuji lebih lanjut dengan uji peneguhan. W. setiap tabung yang menghasilkan gas dalam masa inkubasi diduga mengandung bakteri koliform. . Coliforms and E. BAB V PENUTUP 1. DAFTAR PUSTAKA Fardiaz. Jakarta Kay. 1994). Dalam uji duga. alasan mendasarnya sich karena beberapa kali muncul pertanyaan akan terminology dari dua kata yang menjadi judul di atas dan ternyata belum banyak yang memahami dengan benar akan hal ini. 1997. Jakarta ______________.

Bakteri coliform adalah golongan bakteri intestinal, yaitu hidup dalam saluran pencernaan manusia. Bakteri coliform adalah bakteri indikator keberadaan bakteri patogenik lain. Lebih tepatnya, sebenarnya, bakteri coliform fekal adalah bakteri indikator adanya pencemaran bakteri patogen. Penentuan coliform fekal menjadi indikator pencemaran dikarenakan jumlah koloninya pasti berkorelasi positif dengan keberadaan bakteri patogen. Bakteri coliform merupakan parameter mikrobiologis terpenting bagi kualitas air minum. Kelompok bakteri coliform, antara lain Eschericia coli, Enterrobacter aerogenes, dan Citrobacter fruendii. Keberadaan bakteri di dalam air minum itu menunjukkan tingkat sanitasi rendah. Keberadaan bakteri ini juga menunjukkan adanya bakteri patogen lain, misalnya, Shigella, yang menyebabkan diare hingga muntaber. Bakteri coliform timbul karena buangan kotoran manusia dan laundry dari rumah tangga yang merembes dari sungai-sungai dan juga disebabkan oleh pencemaran mata air atau air baku, lemahnya sistem filterisasi. Oleh karena itu, air minum harus bebas dari semua jenis coliform. Semakin tinggi tingkat kontaminasi bakteri coliform, semakin tinggi pula risiko kehadiran bakteri-bakteri patogen lain yang biasa hidup dalam kotoran manusia dan hewan. E. coli jika masuk ke dalam saluran pencernaan dalam jumlah banyak dapat membahayakan kesehatan. Menurut Pelczar & Chan (2008) walaupun E. coli merupakan bagian dari mikroba normal saluran pencernaan, tapi saat ini telah terbukti bahwa galur-galur tertentu mampu menyebabkan gastroeritris taraf sedang hingga parah pada manusia dan hewan. Salah satu contoh bakteri patogen-yang kemungkinan terdapat dalam air terkontaminasi kotoran manusia atau hewan berdarah panas adalah Shigella, yaitu mikroba penyebab gejala diare, deman, kram perut, dan muntah-muntah. Jenis bakteri coliform tertentu, misalnya E coli O:157:H7, bersifat patogen dan juga dapat menyebabkan diare atau diare berdarah, kram perut, mual, dan rasa tidak enak badan. Bakteri coliform ini menghasilkan zat ethionine yang pada penelitian menyebabkan kanker. Bakteri-bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun seperti Indole, skatole yang dapat menimbulkan penyakit bila berlebih didalam tubuh. E. coli dapat menyebabkan diare dengan metode 1) produksi enterotoksin yang secara tidak langsung dapat menyebabkan kehilangan cairan dan 2) invasi yang sebenarnya lapisan epitelium dinding usus yang menyebabkan peradangan dan kehilangan cairan. JAKARTA, KOMPAS.com — Banyaknya jumlah penderita penyakit menular yang ada di Jakarta ternyata 50 persen disebabkan oleh air bersih. Hasil penelitian dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular Kementerian Kesehatan menunjukkan, 100 persen sampel air bersih di DKI Jakarta sudah terkontaminasi bakteri coliform. Selain itu, 5-57 persen sampel air minum di DKI Jakarta ditemukan mengandung senyawa kimia.

"Dengan tingginya angka kontaminasi ini, pola hidup bersih dan sehat harus benar-benar dipraktikkan dalam aktivitas sehai-hari," kata Budi Haryanto dari Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia di Jakarta, Rabu (26/10/2011).
Jika artikel ini bermanfaat bagi anda, silahkan di , Terima Kasih

Perubahan yang terjadi di dalam lingkungan dapat mengakibatkan perubahan sifat morfologi dan sifat fisiologi mikroba. Beberapa golongan sangat tahan terhadap perubahan lingkungan, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan kondisi baru. Adapula golongan mikroba yang sama sekali peka terhadap perubahan lingkungan sehingga tidak dapat menyesuaikan diri. Advertisement Faktor lingkungan sangat penting artinya di dalam usaha mengendalikan kegiatan mikroba baik untuk kepentingan proses ataupun pengendalian. Mikroba memerlukan kondisi lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhannya. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba dapat berupa faktor abiotik (fisikawi maupun kimiawi) dan faktor biotik (meliputi kehidupan aksenik dan adanya asosiasi kehidupan). Faktor abiotik diantaranya temperatur, pH, kebutuhan air, tekanan osmosis dan oksigen molekuler (Suharni, 2009).

Pola Pertumbuhan Mikroba
Pertumbuhan mikroba pada umumnya sangat tergantung dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan, perubahan faktor lingkungan dapat mengakibatkan perubahan sifat morfologi dan fisiologi.

Hal ini dikarenakan, mikroba selain menyediakan nutrient yang sesuai untuk kultivasinya, juga diperlukan faktor lingkungan yang memungkinkan pertumbuhan optimumnya. Mikroba tidak hanya bervariasi dalam persyaratan nutrisinya, tetapi juga menunjukkan respon yang berbeda – beda. Untuk berhasilnya kultivasi berbagai tipe mikroba, diperlukan suatu kombinasi nutrient serta faktor lingkungan yang sesuai pernyataan (Pelczar dan Chan, 2006). Kemampuan mikroorganisme untuk tumbuh dan tetap hidup merupakan hal yang penting dalam ekosistem pangan. Suatu pengetahuan dan pengertian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan tersebut sangat penting untuk mengendalikan hubungan antara mikroorganisme ==>>makanan ==>>manusia. Beberapa faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme meliputi suplai zat gizi, waktu, suhu, air, pH, dan tersedianya oksigen (Buckle, 1985). Enzim, sistem transport elektron dan sisem transport nutrien pada membran sel bakteri sangat peka terhadap konsentrasi ion hidrogen (pH). Selama pertumbuhan, mikrobia dapat menyebabkan perubahan pH medium sehingga tidak sesuai lagi untuk pertumbuhan. Oleh karena itu perlu diberi bufer di dalam medium untuk mencegah perubahan pH. Berdasarkan pH minimum, optimum dan maksimum untuk pertumbuhan, mikrobia digolongkan ke dalam mikrobia asidofilik, neutrofilik dan mikrobia alkalinofilik. Tiap mikroba mempunyai kisaran pH tertentu untuk pertumbuhannya. Biasanya pH untuk bakteri 6,5-7,5, khamir 4,0-4,5, jamur benang dan aktinomisetes pada pH yang lebih luas 2,0-8,0 (Suharni, 2009).

Penentuan pH optimum Suatu Organisme
Sebagian organisme memiliki rentan pH optimum yang cukup sempit. Penentuan pH optimum untuk setiap species harus ditentukan secara empirik. Sebagian besar organisme (neutrofil) tumbuh baik pada pH 6,0 – 8,0, meskipun ada pula (asidopil) yang memiliki pH 10,5. Mikroorganisme mengatur pH internalnya terhadap rentang nilai pH eksternalnya yang cukup luas. Organisme asidofil mempertahankan pH internal kira-kira 6,5, dengan pH eksternalnya berkisar antara 1,0 – 5,0. Organisme neutrofil mempertahankan pH internal kirakira 7,5, dengan pH eksternal sekitar 5,5 – 8,5 dan organisme alkalofil mempertahankan pH internal kira-kira 9,5 dengan pH eksternal 9,0 – 11,0. pH internal diatur oleh rangkaian sistem pengangkutan proton berpangkat ATP primer dan penukaran Na+ / H+. Sistem pertukaran K+ / H+ diduga juga ikut mengatur pH internal pada organisme neutrofil (Brooks dkk, 1994). Di antara semua ion, ion H+ dan OH- adalah ion-ion yang paling penting, oleh sebab itu perubahan kadar yang kecil saja sudah menimbulkan pengaruh yang besar. Karena alasan ini adalah amat penting untuk menggunakan nilai pH awal yang optimum dan mempertahankannya sepanjang pertumbuhan. Kebanyakan organisme hidup paling baik, kalu kadar ion H+ dan ion OH- sama (pH=7). Banyak bakteri mengutamakan nilai pH yang lenih tinggi, jadi lingkungan yang basa lemah, seperti misalnya penitrifikasi, Rhizobium, Actinomyceten, bakteri pengurai ureum. Hanya sedikit yang tahan asam atau bahkan asidofil. Cendawan-cendawan mengutamakan nilai pH

dan keadaan bahan yang didesinfeksi. waktu penggunaan dan faktor-faktor lingkungan lainnya seperti pH (Buckle. Berbagai istilah digunakan sehubungan dengan agen–agen kimia sesuai dengan kerjanya atau organisme khas yang terkena. dapat dalam bentuk simbiose. golongan mikroba. Sebagai contoh antibiotika jenis penisilin dan tetrasiklin hanya dapat membunuh bakteri tetapi tidak membunuh khamir atau kapang. Bahan-bahan kimia yang bersifat bakteriostatik atau fungistatik adalah bahan-bahan kimia yang dipergunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri atau kapang. industri pengolahan. Berbagai logam. asam. Kimia Anorganik. jumlah dan tipe mikroorganisme yang ada. sedangkan bakterisidal dan fungisidal adalah bahan-bahan kimia yang dapat membunuh bakteri atau kapang. halogen. Bakteri dapat mengubah pH dari medium tempat ia hidup. waktu yang diberikan kepada desinfektan untuk bekerja. Kimia Analitik. alkohol. kelembaban. jika media biak dengan berbagai pH ditanam dengan tanah. 1985). sinar gelombang dan pengeringan) serta faktor kimia (misal: adanya senyawa toksik atau senyawa kimia lainnya (Hadioetomo. atmosfer gas. Kimia Organik. Adapun faktor-faktor lingkungan dapat di bagi atas faktor-faktor biotik dan faktor-faktor abiotik. perubahan ini disebut perubahan secara kimia. Faktor utama yang menentukan bagaimana desinfektan bekerja adalah kadar dan suhu desinfektan. yaitu. maka pada pH 5. fisiologi mikroba. Kerja dari bahan-bahan kimia antimikroba ini dapat bersifat khas yaitu hanya efektif pada jenis-jenis mikroorganisme tertentu. faktor abiotik. pertumbuhan mikroorganisme . karena tujuannya adalah perusakan agen–agen patogen. Beberapa bahan yang bersifat spektrum luas seperti hipoklorit dapat mematikan lebih banyak mikroorganisme. Desinfeksi adalah proses penting dalam pengendalian penyakit.0 yang berkembang terutama cendawan.0 terutama bakteri (Schlegel.rendah. deterjen dan antibiotika mempunyai efek antimikroba yang dipergunakan dalam industri pengolahan bahan pangan atau desinfeksi dan sanitasi alat-alat pengolahan dan ruangan-ruangan pabrik atau kadang-kadang sebagai bahan yang ditambahkan dalam bahan pangan sebagai zat pengawet. Akibatnya mungkin disebabkan oleh kerusakan pada membran sel atau oleh tindakan pada protein sel atau pada gen yang khas yang berakibat kematian atau mutasi (Volk dan Wheeler. Mekanisme kerja desinfektan mungkin beraneka dari satu desinfektan ke yang lain. faktor-faktor biotik terdiri atas makhluk-makhluk hidup. 1993). 1985). Kehidupan bakteri tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan. pH. fenol. contoh antibiotika. Evektivitas dari setiap bahan antimikroba ini tergantung pada jumlah yang digunakan. tekanan osmotik. Desinfektan adalah bahan kimia yang dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme. mencakup adanya asosiasi atau kehidupan bersama antara mikroorganisme. Sedangkan faktor-faktor abiotik terdiri atas faktor fisika (misal: suhu. bakteriostatik. antibiose dan sintropisme. sinergisme. Di mana. Jadi terlihat sejumlah faktor harus diperhatikan untuk melaksanakan tugas sebaik mungkin dalam perangkat suasana yang ada. Tags: agen–agen kimia. 1994). sedangkan pada pH 8. akan tetapi juga mempengaruhi keadaan lingkungan.

Tujuan percobaan . Medium yang paling banyak digunakan dalam pekerjaan rutin laboratorium adalah kaldu cair dan kaldu agar.Untuk mengetahui cara perhitungan mikroba. dihasilkan oleh alga laut dan digunakan untuk pemadat pada makanan. jumlah koloni yang terbentuk dihitung (Buckle. . Tidak hanya bakteri yang menggunakan bahan makanan untuk hidup dan berkembang tetapi juga jamur dan kapang. et al. daging. sayur-sayuran dan sisa-sisa makanan yang dibuat oleh manusia aaupun ramu-ramuan. Keunggulan agar yaitu mencair pada suhuy yang . . maka bakteri dapat diperiksa dalam keadaan hidup atau mati. juga merupakan sumber makanan bagi perkembangan mikroorganisme. Medium yang akan disterilkan ditempatkan didalam autoclave selama 15 sampai 20 menit. Agar-agar merupakan kompleks merupakan kompleks polisakarida. Pada kenyataanya sedikit sekali lingkungan yang bersih dari bakteri. . lebih-lebih jika yang akan diperiksa itu merupakan bakteri patogen. Adanya bakteri dalam bahan pangan dapat mengakibatkan pembusukan yang tidak diinginkan atau dapat menimbulkan penyakit yang ditularkan melalui makanan atau dapat melangsungkan fermentasi. Bahan pangan selain merupakan sumber gizi bagi manusia.. Untuk mensterilkan medium dapat dilakukan dengan autoclave.info/faktor-faktor-yg-mempengaruhi-pertumbuhan-mikroba57451931082011 Media Agar dan Penanaman Mikroba PENDAHULUAN Dasar makanan yang baik bagi pemiaraan bakteri adalah medium yang mengandung zat-zat organic seperti buah. Pemeriksaan bakteri hidup harus dikerjakan dengan hati-hati.artikelkimia. Disamping itu juga perlu pengenalan sifat-sifat fisiologisnya bahkan sifat-sifat fisiologis ini kebanyakan merupakan faktor terentu dalam mengenal nama spesies suatu bakteri. Tanggal Percobaan Dimulai 07 November 2008 Tanggal Percobaan Selesai 10 November 2008 TINJAUAN PUSTAKA Mungkin yang yang paling sering dan banyak digunakan adalah prosedur perhitungan dengan penumbuhan dalam agar. Media merupakan bahan nutrisi yang disiapkan unutk pertumbuhan mikroba. untuk mengenal nama bakteri.Untuk mengetahui cara penangkapan mikroba dengan menggunakan media agar. Untuk mengetahui sifat-sifat morfologi bakteri.http://www. yaitu alat serupa tangki minyak yang dapat diisi dengan uap.Untuk membuktikan ada tidaknya mikroba pada bahan (Daging Sapi). Pemeriksaan morfologi bakteri ini perlu. Untuk itu diperlukan langkah-langkah untuk membuat makanan tetap awet dan bebas dari kontaminasi mikroba patogen. Secara sederhana suatu contoh suspensi sel atau bahan pangan homogenat diinokulasi ke dalam atau ke atas media nutrient agar dan setelah diinkubasi.Untuk mengetahui cara pembuatan media agar pada penangkapan mikroba. 1987).

energi. Sedangkan mikroorganime lainnya memerlukan suatu medium yang sangat kompleks yaitu berupa medium ditambahkan darah atau bahan-bahan kompleks lainnya (Volk and Wheeler. 2006).Buffer fosfat Alat .Inkubator .Pipet tetes .Blender .Corong .Agar . BAHAN DAN METODA Bahan . 1999) Mikroorganisme yang merusak daging dapat berasal dari infeksi dan ternak hidup dan kontaminasi daging postmortem. Jadi dengan inkubasi.BTB (Brom Timol Blue) .Autoclave . masing-masing sel sukses untuk dikembangkan papad media padat yang membantu pertumbuhannya. karbon. namun tetap dalam keadaan cair sampain suhu 40 0C ( Suryanto dan Munir. sulfur.Termometer . Mikroorganisme dapat ditumbuhkan dan dikembangkan pada suatu substrat yang disebut medium. dan bahan organik lainnya. Beberapa mikroorganisme dapat hidup baik pada medium yang sangat sederhana yang hanya mengandung garam anargonik di tambah sumber karbon organik seperti gula. nitrogen. mineral dan faktor tumbuh (Anonimous. Secara teori. 1998).Pepton . Nutrien ini adalah degradasi dari nutrien dengan molekul yang kompleks. 2002) Pengukuran yang paling akurat untuk menghitung jumlah mikroba yang hidup biasanya menggunakan plate count.1993). fosfor. sebuah media harus menyediakan sumber energi seperti karbon.Aquadest . idealnya jumlah koloni pada plate adalah kuadrat dari jumlah sel yang diinokulasi pada media (Black. yang meliputi air.NaCl . Untuk mendukung pertumbuhan mikroba. Medium yang digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan mikroorganisme tersebut harus sesuai susunanya dengan kebutuhan jenis-jenis mikroorganisme yang bersangkutan.Petridish .Botol whaeton .Daging Reagensia .Oven . Kontaminasi permukaan daging atau karkas dapat terjadi sejak penyembelihan ternak hingga daging dapat dikonsumsi (Soeparno. 2008). Medium harus mengandung nutrien yang merupakan substansi dengan berat molekul rendah dan mudah larut dalam air. Media kimia diartikan salah satu media yang menggunakan bahan kimia yang telah diketahui (Tortora. Nutrien dalam medium harus memenuhi kebutuhan dasar makhluk hidup.sama dengan air.

Media merupakan bahan nutrisi yang disiaokan untuk pertumbuhan mikroba. Keuntungannya yaitu dibuat sangant peka dengan penggunaan volume inokulum contoih yang besar .Diambil suspensi bakteri yang telah diencerkan 2 kali .Diinkubasi selam 24 sampai 38 jam dengan cawan terletak terbalik .Disterilisasi dalam autoclave pada suhu 121oC selama 15 menit .. Media diferensial yaitu media yang dibuat untuk memudahkan mengenali koloni organisme yang diinginkan.Sendok] Prosedur Percobaan Pembuatan ekstrak daging . .Diambil PCA (agar) . Media kimia yaitu media yang harus mempertimbangkan penyediaan energi yaitu sumber karbon.Ditambahkan aquadest 10 ml . Cara lain adalah dengan tenik MPN (most proable number) yaiu metode perhitungan dengan pengenceran larutan yang mengandung mikroba sampai steril.Dihilangkan lemak pada daging.Kain saring . nitrogen. 4. diambil suspensi 2 hari yang lau .Beaker glass . penyebaran. atau kultur protein.Dituang dalam cawan petridish yang telah dimasukkan suspensi sebanyak 5 ml Penanaman media .Dimasukkan dalam botol wheatone . Agar adalah komlekss polisakarida.Hot plate .Dari 3 pengenceran. 3.Koloni counter . Metode ini larutan yang mengandung mikroba disaring dengan menggunakan membrane steril atau filter yang mempunyai ukuran pori-pori yang kecil.Timbangan . dihasilkan oleh alga laut dan digunakan untuk pemadat pada makanan. Media selektif yaitu media yang dibuat untuk menekan pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan dan meningkatkan pertumbuhan bakteri yang diinginkan.Diamati dan dihitung dengan koloni counter Rumus FP = faktor Pengencer PEMBAHASAN Perhitungan secara penumbuhan dalam cawan petri dapat dilakukan dengan menggunakan tiga metoda yaitu metoda penuangan. Cara lain adalah dengan penyaringan dengan membran. dapat menggunakan media selektif. dan penetesan. 6. sulfur dan fosfor. Media kompleks yaitu media biasanya terdiri dari ekstrak yeast. Jenis-jenis media yaitu : 1. tumbuhan. dengan cara diblender . Media Anaerobik yaitu media yang mengandung bahan seperti natrium tioglikolat yang dapat berikatan dengan oksigen terlarut dan menghilangkan oksigen pada medium. Hal ini biasanya dilakukan untuk menhitung jumlah bakteri dalam suatu bahan pangan. 2. Sehingga mikroba akan tertinggal pada membran. 5. daging sapi. Hal diatas adalah dengan menggunakan metode agar.Dipanaskan dalam autoclave pada suhu 121oC selama 15 menit Pembuatan media agar .

2. . Bakteri : mikroorganisme bersel satu. 4. Hidup bebas dan terdapat di mana-mana. khamir dan kapang. Ketersediaan Oksigen Mikroba terbagi atas beberapa kelompok : . 6. . . cli yang biasanya . Jamur : organisme eukariotik yang merupakan organisme pengurai. Kapang : bagian dari fungi yang tersusun atas banyak sel (multiseluler). 3. Ia tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat dikatakan sebagi tumbuhan. Nilai pH Nilai pH untuk pertumbuhan bakteri adalah sekitar atau berkisar antara pH 6. .Anaerobik fakultatif : dimana oksigen digunakan akan dipergunakan apabila tersedia. apabila suhu naik maka metabolisme naik dan pertumbuhan dipercepat atau apabila suhu naik atau turun sel berhenti melakukan kegiatan metabolisme. miseliumnya berwarna-warni sehingga mudah dikenali.Fase log : setelah beradaptasi. Radiasi Fase pertumbuhan bakteri adalah : . . Jenis mikroba yang berbeda membutuhkan air yang berbeda. Suhu Suhu sangat penting bagi pertumbuhan mikroba. bahkan oksigen merupakan racun baginya.Fase lambat : fase adaptasi mikroba dengan media.Anaerobik : tidak dapat tumbuh dengan adanya oksigen.0. 5. 2. . Aktifitas air Semua organisme membutuhkan air pada proses metabolisme. Khamir : bagian dari fungi (Jamur) yang tersusun dari satu sel atau uni seluler. 4. 7.0-8.Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba yaitu : 1. Jamur ada yang uniseluler dan ada yang multiseluler. Waktu Tentu saja seriap makhluk hidup termasuk mikroba membutuhkan waktu untuk berkembang biak. Pertumbuhan bakteri membentuk suatu kurva atau fase logritmik. Suplai zat gizi Mikroorganisme membutuhkan makanan sama seperti mahkluk lainnya.Fase tetap : dimana mikroba tidak lagi tumbuh. prokariotik yang paling sederhana.Mikroerofilik : mikroba yang lebih dapat tumbuh dengan kadar oksigen lebih rendah daripada yang di atmosfer.Fase menurun : sel-sel yang berada pada fase tetap akhirnya mati bila tiodak dipindahkan ke media lainnya. jika tidak tersedia maka akan terus anaerobik. Hal ini terjadi karena zat gizi yang ada telah habis atau penimbunan zat racun sebagai hasil akhir.Aerobik : membutuhkan udar unutk kegiatan metabolismenya. Aktifitas air adalah jumlah air yang terdapat dalam bahan pangan. Faktor-faktor kimia 8. sel-sel akan tumbuh dan membelah diri secara eksponensial. 3. Jadi dengan adanya zat gizi yang cukup maka pertumbuhan mikroba akan sangat cepat. Bakteri patogen yang terdapat dalam makanann misalnya E. Makanan yang banyak mengandung karbohidrat akan mudah terkontaminasi jamur sedangkan makanan yang banyak mengandung protein akan lebih mudah terkontaminasi oleh bakteri. Mikroba terdiri dari : 1. Mikroorganisme yang terdapat pada makanan antara lain bakteri.

air harus memenuhi persyaratan baik fisika. Microbiology : Principles and Exploration. kualitas air alamiah dan juga karakteristik akifer. bahkan oleh semua mahluk hidup sehingga harus dikelola dan dilestarikan dengan baik. Ilmu Pangan. aktifitas air. media selektif. Suryanto. Jakarta Total Coliform dalam Air Tanah Posted on February 2. Karakteristik akifer mempunyai peranan dalam proses dalam pembentukan air tanah sehingga perlu diperhatikan tipe akifer . 3. Permasalahan yang dihadapi kualitas air tanah dapat disebabkan faktor-faktor seperti kepadatan penduduk. 2.. Munir. oksigen 4. USU-Press. 2002. K. Penerjemah H. KESIMPULAN 1. Dari segi kualitas. http://yahoo. 1987. Addison Wesley Longman.New Jersey. 1989.. Jumlah mikroba pada larutan rendaman daging dengan penceran 10-1 adalah 410 CPU/ml sedangkan pada pengenceran 10-2 adalah 7700 CPU/ml. R. A. and C. Jenis-jenis media adalah media agar. Tortora. coli yang ada pada sumur sampel. Permasalahan utama yang dihadapi sumber daya air meliputi permasalahan kuantitas dan kualitas air.com. Microbiology : An Introduction. and Wooton. Black. 2006. Berdasarkan ketersediaan oksigen mikroba terbagi atas bakeri aerobik. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri adalah zat gizi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dan mengetahui data tentang aktifitas penduduk. mikrobiologi dan radioaktif. Purnomo dan Adiono. aktifitas penduduk dan sistem sanitasi/sistem pembuangan limbah rumah tangga. Yogyakarta. J. Bahan Ajar : Mikrobiologi. media kompleks dan media diferensial 6.. Agar adalah kompleks polisakarida. 7. Clostridium botulinum sering terdapat pada makanan yang telah diolah misalnya dikalengkan atau difermentasi. fase tetap dan fase menurun. A. UI-Press. Buckle. Penerbit Erlangga. [22 September 2008]. dan E. 2011 by formula1girl_9588 Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk hajat hidup orang banyak. G. 1998. Jakarta. suhu. DAFTAR PUSTAKA Anonimous. kepadatan penduduk. media kimia. New York. Wheeler. J. Dalam pemenuhan syarat kualitas air harus diperhatikan karakteristik fisik perairan. 1999. sosis. Medan. Edwards. anaerobik. Gajah Mada University Press.disebaqkan oleh konsumsi air yang terkontaminasi. W. R. dihasilkan oleh alga laut dan digunakan untuk pemadat pada makanan. fase lag. G. da sebagainya. sistem pembuangan limbah rumah tangga yang ada serta dapat mengetahui korelasi atau hubungannya dengan kadar jumlah bakteri E. L. 5. Fleet. G. media anaerob. Staphylococcus aureus ditemukan pada makanan yang mengandung perotein tinggi misalnya telur.. Prentice Hall. Case. Media agar merupakan salah satu media untuk menanam dan mengitung jumlah bakteri. Volk. kimia. Funke. Fase pertumbuhan bakteri adalah fase lambat. Soeparno. B. waktu. dan M. Pembiakan dengan Media Agar. anaerob fakultatif dan mikroerofilik.H. A. Ilmu dan Teknologi Daging. Mikrobiologi Dasar. F. D. 20008.

tingkat sosila ekonomi dan pendidikan masyarakat. Analisa terhadap kadar jumlah bakteri E. Perkarangan rumah yang sempit menyebabkan penduduk banyak yang membuat septictank di rumahnya dengan letak dekat sumur air bersih. serta nilai jumlah bakteri E. Arah aliran air tanah dapat ditentukan dengan metode ”three Point Problem” atau dengan cara membuat garis lurus terhadap garis kontur air tanah. Kondisi sistem pembuangan limbah yang buruk ini dapat menyebabkan tingginya kontaminasi dan pengaruh terhadap kualitas air sumur serta dapat menyebabkan tingginya jumlah bakteri E. Kondisi ini perlu menjadi perhatian dan penanganan yang khusus baik oleh masyarakat maupun pemerintah agar dapat terciptanya kualitas air tanah yang memenuhi standar kualitas sanitasi. Sistem sanitasi/sistem pembuangan limbah rumah tangga penduduk merupakan hal yang penting dalam menjaga kualitas air tanah karena sistem pembungan limbah yang tidak baik akan menyebabkan kontaminasi terhadap kualitas air tanah.wordpress. coli yaitu jarak septictank jauh. Dalam penganalisaan data primer dapat diketahui data kependudukan. baku mutu lingkungan serta mencegah terjadinya pencemaran kualitas air tanah tersebut. coli dilaksanakan secara deskriptif dengan pertimbangan baku mutu air bersih sesuai Golongan I Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001. aktifitas penduduk sekitar yang tidak banyak melibatkan penduduk seperti pertanian. coli di daerah penelitian. status rumah dan fasilitas umum. Faktor-faktor yang mempengaruhi titik sampel dengan jumlah bakteriE. jawaban kuisioner yang telah dibagikan kepada penduduk. Sedangkan pada aktifitas penduduk yang tidak melibatkan banyak penduduk seperti aktifitas pertanian limbah yang dihasilkan tidak banyak sehingga kurang mempengaruhi kualitas air tanah disekitarnya. Aktifitas penduduk dapat mempengaruhi kualitas air tanah karena semua aktifitas penduduk dapat menghasilkan limbah domestik yang berbeda-beda. Kepadatan penduduk menyebabkan lahan banyak digunakan untuk pemukiman dan pembangunan sehingga jarak antar rumah semakin dekat serta perkarangan rumah juga menjadi semakin sempit. sistem sanitasi serta persepsi atau pengetahuan masyarakat tentang sanitasi. dan konstruksi ring sumur.dan zona akifernya. http://uripsantoso.com/2010/09/08/kajian-kualitas-air-tanah-ditinjau-dariparameter-bakteri-escherichia-coli-e-coli/ LAMPIRAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 82 TAHUN 2001 TANGGAL 14 DESEMBER 2001 . Kepadatan penduduk juga menyebabkan semakin tingginya aktifitas penduduk yang berakibat pada meningkatnya jumlah limbah rumah tangga penduduk yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan penduduk tersebut. Dari penelitian dapat dihasilkan data tentang titik lokasi sampel. penghitungan elevasi air tanah. Semakin tinggi tingkat aktifitas penduduk yang banyak melibatkan penduduk berarti semakin banyak limbah domestik yang dihasilkan penduduk dan menyebabkan semakin besar dampak yang akan ditimbulkan terhadap kualitas air tanah/sumur yang ada di sekitarnya. pembuangan limbah rumah tangga melalui saluran pembuangan yang sesuai dengan kriteria. coli yang ada pada sumur sampel di daerah penelitian. Prinsip dasar dalam membuat arah aliran air tanah yaitu pergerakan air dari tempat tinggi ke tempat yang rendah. Arah aliran tanah tersebut disebabkan gerakan air tanah karena potensi kelembaban total dan kemiringan dua titik atau lokasi dalam lapisan tanah.

residu tersuspensi ≤ 5000 mg/ L C deviasi 3 deviasi 3 deviasi 3 deviasi 5 1000 50 1000 50 1000 400 2000 400 mg/ L mg/L Angka batas minimum Bagi perikanan.TENTANG PENGELOLAAN KUALITAS AIR DAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR Kriteria Mutu Air Berdasarkan Kelas PARAMETER FISIKA Tempelatur Residu Terlarut Residu Tersuspensi KIMIA ANORGANIK pH BOD COD DO Total Fosfat sbg P NO 3 sebagai N NH3-N Arsen Kobalt Barium Boron Selenium Kadmium Khrom (VI) Tembaga mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 6-9 2 10 6 0.01 0.01 0.2 (-) 1 0.01 0.05 0.05 0. maka ditentukan berdasarkan kondisi alamiah o SATUAN I KELAS II III KETERANGAN IV Deviasi temperatur dari keadaan almiahnya Bagi pengolahan air minum secara konvesional.2 (-) 1 0.05 0.01 0.01 0.02 5-9 12 100 0 5 20 (-) 1 0.02 mg/L sebagai NH3 Besi mg/L 0. kandungan amonia bebas untuk ikan yang peka ≤ 0. Cu ≤ 1 mg/L Bagi pengolahan air minum secara konvensional.3 (-) (-) (-) .02 6-9 3 25 4 0.2 Bagi pengolahan air minum secara konvensional.05 0.2 1 1 0.05 0.5 0.05 0.2 10 0.2 10 (-) 1 0. Fe ≤ 5 mg/L Apabila secara alamiah di luar rentang tersebut.05 0.01 0.2 (-) 1 0.02 6-9 6 50 3 1 20 (-) 1 0.

1 1 1000 200 1 210 (-) (-) 2 (-) 0.03 0.Gross-A .002 0.005 2 (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) Bagi pengolahan air minum secara konvensional.03 (-) 0.002 0.002 0.002 0. NO2_N ≤ 1 mg/L Bagi ABAM tidak dipersyaratkan Bagi pengolahan air minum secara konvensional.06 (-) 0.05 (-) 0.Timbal Mangan Air Raksa Seng Khlorida Sianida Fluorida Nitrit sebagai N Sulfat Khlorin bebas Belereng sebagai H2S MIKROBIOLOGI Fecal coliform -Total coliform -RADIOAKTIVITAS .05 600 0.02 0.Gross-B KIMIA ORGANIK Minyak dan Lemak Detergen sebagai MBAS Senyawa Fenol sebagai Fenol BHC Aldrin / Dieldrin Chlordane DDT Heptachlor dan heptachlor epoxide mg/L mg/L mg/L mg/L mg/l mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 0. Zn ≤ 5 mg/L Bagi pengolahan air minum secara konvensional.06 400 0. S sebagai H2S <0.1 0. Pb ≤ 0.1 mg/L Bagi pengolahan air minum secara konvensional.02 1.1 1 (-) (-) (-) (-) (-) (-) 2 (-) Bq /L Bq /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L 0.03 0.001 0.1 mg/L jml/100 ml jml/100 ml 100 1000 1000 5000 2000 10000 2000 Bagi pengolahan air minum secara konvensional.05 (-) 0.5 0.06 (-) 0.1 1 1000 200 1 210 17 3 2 18 0.03 (-) 0.02 1.03 0.1 1 1000 200 1 210 (-) (-) 2 (-) .5 0.03 0.002 1 (-) 0.5 0. fecal coliform ≤ 2000 jml / 100 ml 10000 dan total coliform ≤ 10000 jml/100 ml 0.

MEGAWATI SOEKARNO PUTRI KUALITAS DAN KUANTITAS AIR BERSIH UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN MANUSIA 18 01 2010 . Arti (-) di atas menyatakan bahwa untuk kelas termasuk. Nilai DO merupakan batas minimum. Bagi pH merupakan nilai rentang yang tidak boleh kurang atau lebih dari nilai yang tercantum. kecuali untuk pH dan DO. parameter tersebut tidak dipersyaratkan Tanda ≤ adalah lebih kecil atau sama dengan Tanda < adalah lebih kecil PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd.Lindane Methoxyclor Endrin Toxaphan ug /L ug /L ug /L ug /L 56 35 1 5 (-) (-) 4 (-) (-) (-) 4 (-) (-) (-) (-) (-) Keterangan : mg ug ml L Bq MBAS ABAM = miligram = mikrogram = militer = liter = Bequerel = Methylene Blue Active Substance = Air Baku untuk Air Minum Logam berat merupakan logam terlarut Nilai di atas merupakan batas maksimum.

alat transportasi. di antaranya kualitas fisik yang terdiri atas bau. untuk anak-anak sekitar 65% dan untuk bayi sekitar 80% . Air. Air adalah materi esensial didalam kehidupan. dan lain sebagainya. dan lain sebagainya yang sejenis dengan ini.1996: 3). Semakin maju tingkat kebudayaan masyarakat maka penggunaan air makin meningkat. Air di dalam tubuh manusia berfungsi sebagai pengangkut dan pelarut bahan-bahan makanan yang penting bagi tubuh. dan sebagainya serta kualitas biologi diman air terbebas dari mikroorganisme penyebab penyakit. 1996). sehingga mengakibatkan jumlah kebutuhan air (Suriawiria. karena air dipergunakan pula untuk mencuci. Manusia Air sebagai materi esensial dalam kehidupan tampak dari kebutuhan terhadap air untuk keperluan sehari-hari di lingkungan rumah tangga ternyata berbeda-beda di setiap tempat.12 Votes RICA DENIS (E2A009016) ABSTRAK Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu. Bagi manusia kebutuhan akan air sangat mutlak karena sebenarnya zat pembentuk tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air yang jumlahnya sekitar 73% dari bagian tubuh. berat badan terdiri dari air. tidak ada satupun makhluk hidup di dunia ini yang tidak membutuhkan air. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan industri terdapat pengertian mengenai Air Bersih yaitu air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapatdiminum apabila dimasak. Dalam menjalankan fungsi kehidupan sehari-hari manusia amat tergantung pada air. Sehingga perlu diketahui bagaimana air dikatakan bersih dari segi kualitas dan bisa digunakan dalam jumlah yang memadai dalam kegiatan sehari-hari manusia. irigasi. kulitas kimia yang terdiri atas pH. Air bersih dibutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan manusia untuk melakukan segala kegiatan mereka. ada bebarapa persyaratan yang harus dipenuhi. Ditinjau dari segi kualitas. Manfaat lain dari air berupa pembangkit tenaga. . membersihkan peralatan. kesadahan. Kata Kunci : Kualitas. Agar kelangsungan hidup manusia dapat berjalan lancar. Sehingga untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya manusia berupaya mendapatkan air yang cukup bagi dirinya (Suharyono. Tubuh manusia rata-rata mengandung air sebanyak 90 % dari berat badannya. warna dan rasa. setiap tingkatan kehidupan atau setiap bangsa dan negara. Semakin tinggi taraf kehidupan seseorang semakin meningkat pula kebutuhan manusia akan air. Sedangkan kuantitas menyangkut jumlah air yang dibutuhkan manusia dalam kegiatan tertentu. Tubuh orang dewasa. air bersih juga harus tersedia dalam jumlah yang memadai sesuai dengan aktifitas manusia pada tempat tertentu dan kurun waktu tertentu. Jumlahpenduduk dunia setiap hari bertambah. Sebagian besar tubuh manusia itu sendiri terdiri dari air. mandi. sekitar 55-60%.

Kebutuhan air yang paling utama bagi manusia adalah air minum. Menurut ilmu kesehatan setiap orang memerlukan air minum hidup 2-3 minggu tanpa makan tetapi hanya dapat bertahan 2-3 hari tanpa air minum (Suripin, 2002). Air merupakan faktor penting dalam pemenuhan kebutuhan vital bagi mahluk hidup diantaranya sebagai air minum atau keperluan rumah tangga lainnya. Air yang digunakan harus bebas dari kuman penyakit dan tidak mengandung bahan beracun. Sumber air minum yang memenuhi syarat sebagai air baku air minum jumlahnya makin lama makin berkurang sebagai akibat ulah manusia sendiri baik sengaja maupun tidak disengaja. Upaya pemenuhan kebutuhan air oleh manusia dapat mengambil air dari dalam tanah, air permukaan, atau langsung dari air hujan. Dari ke tiga sumber air tersebut, air tanah yang paling banyak digunakan karena air tanah memiliki beberapa kelebihan di banding sumbersumber lainnya antara lain karena kualitas airnya yang lebih baik serta pengaruh akibat pencemaran yang relatif kecil. Akan tetapi air yang dipergunakan tidak selalu sesuai dengan syarat kesehatan, karena sering ditemui air tersebut mengandung bibit ataupun zat-zat tertentu yang dapat menimbulkan penyakit yang justru membahayakan kelangsungan hidup manusia. Berdasarkan masalah di atas, maka perlu diketahui kualitas air yang bisa digunakan untuk kebutuhan manusia tanpa menyebabkan akibat buruk dari penggunaan air tersebut. Kebutuhan air bagi manusia harus terpenuhi baik secara kualitas maupun kuantitasnya agar manusia mampu hidup dan menjalankan segala kegiatan dalam kehidupannya. Ditinjau Dari Segi Kualitas (Mutu) Air Secara langsung atau tidak langsung pencemaran akan berpengaruh terhadap kualitas air. Sesuai dengan dasar pertimbangan penetapan kualitas air minum, usaha pengelolaan terhadap air yang digunakan oleh manusia sebagai air minum berpedoman pada standar kualitas air terutama dalam penilaian terhadap produk air minum yang dihasilkannya, maupun dalam merencanakan sistem dan proses yang akan dilakukan terhadap sumber daya air (Razif, 2001:4).

Persyaratan Kualitas Air
Parameter Kualitas Air yang digunakan untuk kebutuhan manusia haruslah air yang tidak tercemar atau memenuhi persyaratan fisika, kimia, dan biologis. 1. Persyaratan Fisika Air Air yang berkualitas harus memenuhi persyaratan fisika sebagai berikut: 1. Jernih atau tidak keruh Air yang keruh disebabkan oleh adanya butiran-butiran koloid dari tanah liat. Semakin banyak kandungan koloid maka air semakin keruh. 1. Tidak berwarna

Air untuk keperluan rumah tangga harus jernih. Air yang berwarna berarti mengandung bahan-bahan lain yang berbahaya bagi kesehatan. 1. Rasanya tawar Secara fisika, air bisa dirasakan oleh lidah. Air yang terasa asam, manis, pahit atau asin menunjukan air tersebut tidak baik. Rasa asin disebabkan adanya garam-garam tertentu yang larut dalam air, sedangkan rasa asam diakibatkan adanya asam organik maupun asam anorganik. 1. Tidak berbau Air yang baik memiliki ciri tidak berbau bila dicium dari jauh maupun dari dekat. Air yang berbau busuk mengandung bahan organik yang sedang mengalami dekomposisi (penguraian) oleh mikroorganisme air. 1. Temperaturnya normal Suhu air sebaiknya sejuk atau tidak panas terutama agar tidak terjadi pelarutan zat kimia yang ada pada saluran/pipa, yang dapat membahayakan kesehatan dan menghambat pertumbuhan mikro organisme. 1. Tidak mengandung zat padatan Air minum mengandung zat padatan yang terapung di dalam air. 1. Persyaratan Kimia Kandungan zat atau mineral yang bermanfaat dan tidak mengandung zat beracun. 1) pH (derajat keasaman) Penting dalam proses penjernihan air karena keasaman air pada umumnya disebabkan gas Oksida yang larut dalam air terutama karbondioksida. Pengaruh yang menyangkut aspek kesehatan dari pada penyimpangan standar kualitas air minum dalam hal pH yang lebih kecil 6,5 dan lebih besar dari 9,2 akan tetapi dapat menyebabkan beberapa senyawa kimia berubah menjadi racun yang sangat mengganggu kesehatan. 2) Kesadahan Kesadahan ada dua macam yaitu kesadahan sementara dan kesadahanvnonkarbonat (permanen). Kesadahan sementara akibat keberadaan Kalsium dan Magnesium bikarbonat yang dihilangkan dengan memanaskan air hingga mendidih atau menambahkan kapur dalam air. Kesadahan nonkarbonat (permanen) disebabkan oleh sulfat dan karbonat, Chlorida dan Nitrat dari Magnesium dan Kalsium disamping Besi dan Alumunium. Konsentrasi kalsium dalam air minum yang lebih rendah dari 75 mg/l dapat menyebabkan penyakit tulang rapuh, sedangkan konsentrasi yang lebih tinggi dari 200 mg/l dapat menyebabkan korosifitas pada pipa-pipa air. Dalam jumlah yang lebih kecil magnesium dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan tulang, akan tetapi dalam jumlah yang lebih besar 150 mg/l dapat menyebabkan rasa mual.

3) Besi Air yang mengandung banyak besi akan berwarna kuning dan menyebabkan rasa logam besi dalam air, serta menimbulkan korosi pada bahan yang terbuat dari metal. Besi merupakan salah satu unsur yang merupakan hasil pelapukan batuan induk yang banyak ditemukan diperairan umum. Batas maksimal yang terkandung didalam air adalah 1,0 mg/l 4) Aluminium Batas maksimal yang terkandung didalam air menurut Peraturan Menteri Kesehatan No 82 / 2001 yaitu 0,2 mg/l. Air yang mengandung banyak aluminium menyebabkan rasa yang tidak enak apabila dikonsumsi. 5) Zat organik Larutan zat organik yang bersifat kompleks ini dapat berupa unsur hara makanan maupun sumber energi lainnya bagi flora dan fauna yang hidup di perairan 6) Sulfat Kandungan sulfat yang berlebihan dalam air dapat mengakibatkan kerak air yang keras pada alat merebus air (panci / ketel)selain mengakibatkan bau dan korosi pada pipa. Sering dihubungkan dengan penanganan dan pengolahan air bekas. 7) Nitrat dan nitrit Pencemaran air dari nitrat dan nitrit bersumber dari tanah dan tanaman. Nitrat dapat terjadi baik dari NO2 atmosfer maupun dari pupuk-pupuk yang digunakan dan dari oksidasi NO2 oleh bakteri dari kelompok Nitrobacter. Jumlah Nitrat yang lebih besar dalam usus cenderung untuk berubah menjadi Nitrit yang dapat bereaksi langsung dengan hemoglobine dalam daerah membentuk methaemoglobine yang dapat menghalang perjalanan oksigen didalam tubuh. Chlorida Dalam konsentrasi yang layak, tidak berbahaya bagi manusia. Chlorida dalam jumlah kecil dibutuhkan untuk desinfektan namun apabila berlebihan dan berinteraksi dengan ion Na+ dapat menyebabkan rasa asin dan korosi pada pipa air. 9) Zink atau Zn Batas maksimal Zink yang terkandung dalam air adalah 15 mg/l. penyimpangan terhadap standar kualitas ini menimbulkan rasa pahit, sepet, dan rasa mual. Dalam jumlah kecil, Zink merupakan unsur yang penting untuk metabolisme, karena kekurangan Zink dapat menyebabkan hambatan pada pertumbuhan anak. 1. 3. Persyratan mikrobiologis

Kuman-kuman ini mudah tersebar melalui air. Tidak mengandung bakteri non patogen seperti: Actinomycetes. Salmonella typhi. Penggunaan oksigen yang rendah menunjukkan kemungkinan air jernih. Kandungan COD dalam air bersih berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 82 / 2001 mengenai baku mutu air minum golongan B maksimum yang dianjurkan adalah 12 mg/l. COD (Chemical Oxygen Demand) COD yaitu suatu uji yang menentukan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bahan oksidan misalnya kalium dikromat untuk mengoksidasi bahan-bahan organik yang terdapat dalam air (Nurdijanto. BOD (Biochemical Oxygen Demand) Adalah jumlah zat terlarut yang dibutuhkan oleh organisme hidup untuk memecah bahan – bahan buangan didalam air (Nurdijanto. apabila nilai COD melebihi batas dianjurkan.1995) 1. 2. maka kualitas air tersebut buruk.Persyaratan mikrobiologis yangn harus dipenuhi oleh air adalah sebagai berikut: 1.20 Tahun 1990 ) Kadar Maksimum Golongan Golongan Golongan Golongan A B C D 1000 1000 1000 No Parameter FISIKA 1 Bau 2 Jumlah zat padat terlarut 3 Kekeruhan 4 Rasa Satuan Mg/L 1000 Skala NTU 5 - . Tidak mengandung bakteri patogen. Cladocera dan lain-lain. Kandungan BOD dalam air bersih menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No 82 / 2001 mengenai baku mutu air dan air minum golongan B maksimum yang dianjurkan adalah 6 mg/l Adanya penyebab penyakit didalam air dapat menyebabkan efek langsung dalam kesehatan. missalnya: bakteri golongan coli. Vibrio cholera dan lain-lain. 1. Standar Kualitas Air di Perairan Umum ( Peraturan Pemerintah No. Phytoplankton colifprm. 2000 : 15). (Sujudi. mikroorganisme tidak tertarik menggunakan bahan organik makin rendah BOD maka kualitas air minum tersebut semakin baik. 2000 : 15). Nilai BOD tidak menunjukkan jumlah bahan organik yang sebenarnya tetepi hanya mengukur secara relatif jumlah oksigen yang dibutuhkan. Penyakit-penyakit ini hanya dapat menyebar apabila mikro penyebabnya dapat masuk ke dalam air yang dipakai masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

0007 0.5 6 7 Warna Suhu Daya Hantar Listrik Skala TCU 15 o C Suhu udara Umhos/cm 2250 KIMIA anorganik 1 Air raksa 2 Aluminium 3 Arsen 4 Barium 5 Besi 6 Florida 7 Kadmium 8 Kesadahan CaCO3 9 Klorida 10 Kromium valensi 6 11 Mangan 12 Natriun 13 Nitrat sebagai N 14 Nitrit sebagai N 15 Perak 16 .5 0.06 6–9 0.05 1 5 1.05 0.02 0.01 5 0.01 600 0.05 0.0003 0.3 0.1 200 10 1.01 0.002 0.02 0.01 >=6 0.05 0.05 - 0.05 6.05 1.05 2 0.1 1 0.5 1.1 400 0.0 0.02 0.005 1 1.5 Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.5 0.001 0.pH 17 Selenium 18 Seng 19 Sianida 20 Sulfat 21 Sulfida sebagao H2S 22 Tembaga 23 Timbal 24 Oksigen terlarut (DO) 25 Nikel 26 SAR (Sodium Absortion Ratio) Kimia Organik 1 Aldrin dan dieldrin 2 Benzona 3 Benzo (a) Pyrene 4 Chlordane (total isomer) 5 Chlordane 6 2.2 0.5 0.5 – 8.4 D 7 DDT Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.03 0.5 10 1 5–9 0.1 400 0.1 1 0.005 1 0.01 1 2 60 0.005 500 250 0.01 0.10 0.002 1 0.017 0.01 5 0.002 .00001 0.001 0.042 0.005 0.003 0.0 0.5 – 2.5 0.003 0.03 0.03 >3 5–9 0.

2 Dichloroethane 1.0 0.056 0. air .0 0.1 1. Kualitas air yang digunakan masyarakat harus memenuhi syarat kesehatan agar dapat terhindar dari berbagai penyakit maupun gangguang kesehatan yang dapat disebabkan oleh air.01 0.5 0.005 0. Pemeriksaan MPN dilakukan untuk pemeriksaan kualitas air minum.004 0.21 Mikrobiologik 1 Koliform tinja 2 Total koliform Radioaktivitas 1 Gross Alpha activity 2 Gross Beta activity Jml/100ml 0 Jml/100ml 3 2000 10000 Bq/L Bq/L 0.035 0.001 1 0.1 0.2 0. perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium yang mencakup antara lain pemeriksaan bakteriologi air.05 Nihil 0.6 Trichlorophenol Zat Organik (KMnO4) Endrin Fenol Karbon kloroform ekstrak Minyak dan lemak Organofosfat dan carbanat PCD Senyawa aktif biru metilen Toxaphene BHC Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.00001 0.003 0.0 Golongan A : air untuk air minum tanpa pengolahan terlebih dahulu Golongan B : air yang dipakai sebagai bahan baku air minum melalui suatu pengolahan Golongan C : air untuk perikanan dan peternakan Golongan D : air untuk pertanian dan usaha perkotaan.1 0.018 0.4.0003 0.001 0.1 Nihil 0.5 0.1 Dichloroethane Heptachlor heptachlor epoxide Hexachlorobenzene Lindane Metoxychlor Pentachlorophenol Pestisida total 2.8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Detergent 1.1 1. Untuk mengetahui kualitas air tersebut.01 0.002 0.0 0. industri dan PLTA.004 0.1 1.01 10 - 0. meliputi Most Probable Number (MPN) dan angka kuman.03 0.1 1.

bersih. seperti Actinomycetes dan Cladocera (Soewarno. Salmonella typhi. Air pada sistem distribusi E. coli atau Fecal coli 1. misalnya bakteri golongan E. Air Minum E. air badan. 2002) Ditinjau dari jumlah atau kuantitas air yang dibuthkan manusia. Vibrio cholera. coli atau Fecal col Total Bakteri Coliform 1. Persyaratan Kualitas air minum secara Bakteriologis Parameter 1 1. Mengingat bahwa berbagai penyakit dapat dibawah oleh air kepada manusia memanfaatkannya. 2002). Kuman-kuman ini mudah tersebar melalui air (Transmitted by water) dan tidak mengandung bakteri non-patogen. Khusus untuk air minum. coli. air pemandian umum. Air minum yang memenuhi baik kuantitas maupun kualitas sangat membantu menurunkan angka kesakitan penyakit perut terutama penyakit diare. kebutuhan dasar air bersih adalah jumlah air bersih minimal yang perlu disediakan agar manusia dapat hidup secara layak yaitu dapat memperoleh air yang diperlukan untuk melakukan aktivitas dasar sehari- . maka tujuan utama penyediaan air bersih/air minum bagi masyarakat adalah untuk mencegah penyakit yang dibawah oleh air. Air yang masuk sistem distribusi E. Penyediaan air bersih selain kuantitas kualitasnya pun harus memenuhi standar yang berlaku. coli atau Fecal col Total Bakteri Coliform Satuan 2 Kadar maksimum yang Keterangan diperbolehkan 3 4 Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Bagi manusia air minum adalah salah satu kebutuhan utama. Sehingga pengawasan terhadap kualitas air minum agar tetap memenuhi syarat-syarat kesehatan berdasarkan Kepmenkes RI No 907/Menkes/SK/VII/2002 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum (Depkes. disyaratkan bahwa tidak mengandung bakteri patogen. air kolam renang dan pemeriksaan angka kuman pada air PDAM.

Kebutuhan air untuk menunjang pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas sanitasi atau pembuangan kotoran 4 – 6 liter / orang perhari. Air Permukaan Adalah air hujan yang mengalir di permukaan bumi. kebutuhan air rumah tangga menurut Sunjaya adalah: 1. keadaan sosial rumah tangga semakin mampu atau semakin tinggi tingkat sosial kehidupannya semakin banyak menggunakan air serta pemakaian air dimusim panas akan lebih banyak dari pada dimusim hujan. batang-batang kayu. 1999 : 18). Ditinjau dari segi kuantitasnya. 2000 : 13). karena mengandung garam NaCl. sehingga total pemakaian perorang adalah 60 – 70 liter / hari di kota. sehingga akan boros terhadap pemakaian sabun. c.hari (Sunjaya dalam Karsidi. kebiasaan hidup dalam rumah tangga misalnya ingin rumah dalam keadaan bersih selalu dengan mengepel lantai dan menyiram halaman. Pada umumnya air permukaan ini akan mendapat pengotoran selama pengalirannya. Juga air ini mempunyai sifat lunak. karena tanpa sumber air maka suatu system penyediaan air bersih tidak akan berfungsi (Sutrisno. Kebutuhan air untuk minum dan mengolah makanan 5 liter / orang perhari. Kebutuhan air untuk mencuci pakaian dan peralatan 25 – 30 liter / orang perhari. selain pemakaian air tiap harinya tidak tetap banyak keperluan air bagi tiap orang atau setiap rumah tangga itu masih tergantung dari beberapa faktor diantaranya adalah pemakaian air di daerah panas akan lebih banyak dari pada di daerah dingin. Air sungai digunakan sebagai air minum. daun-daun. d. Macam-macam sumber air yang dapat di manfaatkan sebagai sumber air minum sebagai berikut : 1. Banyaknya pemakaian air tiap harinya untuk setiap rumah tangga berlainan. 3. Kebutuhan air untuk higien yaitu untuk mandi dan membersihkan dirinya 25 – 30 liter / orang perhari. Sumber air merupakan salah satu komponen utama yang ada pada suatu sistem penyediaan air bersih. Selain itu air hujan mempunyai sifat agresif terutama terhadap pipa-pipa penyalur maupun bak-bak reservoir. Air Atmosfer Untuk menjadikan air hujan sebagai air minum hendaknya pada waktu menampung air hujan mulai turun. sehingga hal ini akan mempercepat terjadinya korosi atau karatan. karena masih mengandung banyak kotoran. mengingat bahwa air sungai ini pada umumnya mempunyai derajat pengotoran yang tinggi. misalnya oleh lumpur. Debit yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan akan air minum pada umumnya dapat mencukupi. kotoran industri dan lainnya.Kadar garam NaCl dalam air laut 3 % dengan keadaan ini maka air laut tidak memenuhi syarat untuk diminum. sehingga untuk pengambilan air sebaiknya dilakukan pada kedalaman tertentu di tengah-tengah. Air permukaan ada dua macam yaitu air sungai dan air rawa. seharusnya melalui pengolahan yang sempurna. Air laut Mempunyai sifat asin. 2. b. . Air rawa kebanyakan berwarna disebabkan oleh adanya zat-zat organik yang telah membusuk. yang menyebabkan warna kuning coklat.

rasa. Sistem penyediaan air bersih meliputi besarnya komponen pokok antara lain: unit sumber baku. mencuci dan sebagainya. unit transmisi. unit produksi. dan pembubuhan desinfektan. bila kekeruhan < 50 NTU. air hujan yang jumlahnya sesuai dengan yang diperlukan.4. unit transmisi berfungsi sebagai pengantar air yang diproduksi menuju ke beberapa tandon atau reservoir melalui jaringan pipa. 5. Penggunaan air yang bersih untuk kegiatan sehari-hari tentunya membuat manusia terhindar dari penyakit. jumlah air juga harus memadai dalam rangka pemenuhan kebutuhan manusia. kualitas air baku yang semula belum memenuhi syarat kesehatan akan berubah menjadi air bersih atau minum yang aman bagi manusia. maka perlu diketahui persyaratan air bersih. unit pengolahan. (3). Kualitas fisik ditinjau bau. Mn. sungai Pengolahan lengkap bila kekeruhannya tinggi > 50. pH. kimia. danau NTU (Nephelometric Turbidity Unit) Pengolahan tidak lengkap. yaitu sumur Dangkal/Dalam Pengolahan tidak lengkap hanya pengolahan Fe. Sebagia besar tubuh manusia terdiri atas air. Air digunakan manusia untuk . dengan pengolahan fisika. Unit produksi adalah salah satu dari sistem penyediaan air bersih yang menentukan jumlah produksi air bersih atau minum yang layak didistribusikan ke beberapa tandon atau reservoir dengan sistem pengaliran gravitasi atau pompanisasi. (2) Unit pengolahan air memegang peranan penting dalam upaya memenuhi kualitas air bersih atau minum. 1995) SIMPULAN Masalah air bersih merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusiaa. yaitu (1)Unit sumber air baku merupakan awal dari sistem penyediaan air bersih yang mana pada unit ini sebagai penyediaan air baku yang bisa diambil dari air tanah. Selain dari segi kualitas. Kualitas kimia dapat diteliti melalui pengamatan tentang kesadahan. (Linsay. Kualitas air bersih dapat ditinjau dari segi fisik. Mata air Yaitu air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan tanah dalam hampir tidak terpengaruh oleh musim dan kualitas atau kuantitasnya sama dengan air dalam. Adapun beberapa sumber air yang dapat diolah untuk mendapatkan air bersih. dan warna. kimia dan biologis.1993 :1). Agar air yang digunakan untuk kegiatan manusia tidak berdampak negative bagi manusia. dan bakteriologi. air permukaan. memasak. unit distribusi dan unit konsumsi. Air tanah Air tanah adalah air yang berada di bawah permukaan tanah didalam zone jenuh dimana tekanan hidrostatiknya sama atau lebih besar dari tekanan atmosfer (Suyono. yang berfungsi sebagai pelarut dan peyusun segala system tubuh manusia. (4). mandi. Sedangkan ada aatu tidaknya mikroorganisme penyebab penyakit pada air merupakan syarat biologi air bersih. Dimana setiap hari kita membutuhkan air bersih untuk minum. Unit produksi merupakan unit bangunan yang mengolah jenis-jenis sumber air menjadi air bersih. kandungan ion dan sebagainya.

Ikom. Jakarta. Urip Santoso. Program Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan. Ph. Orang tua dan saudara-saudara yang telah memberikan dorongan moril dan materil. Semarang : Skripsi. Jakarta. RK dan kawan-kawan. Rekan-rekan mahasiswa PSL yang telah ikut membantu dalam dorongan dalam pembuatan makalah ini. Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan. Teknik Sumber Daya Air jilid 2.Sc.Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 2007 Chatip. Depkes. mencuci. 1995 . DAFTAR PUSTAKA Asmustawa.mandi. Secara khusus ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada: 1. 3. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 Lindsay. Jawet. Ir. Jakarta. 1997. S. Mikrobiologi Untuk Profesi Kesehatan Edisi 16. 2.D sebagai dosen mata kuliah Penyajian Ilmiah dan juga sebagai Ketua pusat penelitian lingkungan hidup Universitas Bengkulu yang telah memberikan bimbingan dan pengetahuan tentang materi perkuliahan. Hubungan antara Tingkat Pendidikan dan Pendapatan dengan Penggunaan Air Sungai oleh Penduduk di Sekitar Sungai Kali Jajar Demak. Karsidi. perikanan dan lain sebagainya. Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum/Air Bersih. 1992. UCAPAN TERIMA KASIH • Dalam penulisan telaah pustaka ini penulis mendapat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Bapak Prof. Yogyakarta. Masingmasing kegiatan tersebut memerlukan jumlah air yang beragam. M.. Pengolahan Air Minum. pertanan. Erlangga. 1999. 2002. sehingga kebutukhan air minum yang memenuhi persyaratan Menteri Kesehatan Republik Indonesia dapat terpenuhi bagiu seluruh lapisan masyarakat. minum.2007. Evaluasi Pengelolaan Kualitas Air Bersih Oleh Petuga Sanitasi Puskesmas Di Kabupaten Bungo. EGC. Sumber air yang ada di permukaan bumi dapat diolah menjadi air minum dengan berbagai teknik yang telah berkembang..

Rineka Cipta. Jakarta. Fakultas Geografi Universitas Tim Mikrobiologi. 2000. Edisi Revisi Bina Rupa Aksara. Bayumedia. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Yogyakarta : Andi Offset. Pengolahan Air Minum. Surabaya. Jakarta. Bakteriologi Medik. Suyono. Santika. 1996. Pengelolaan Sumber Daya Air. . Sutrisno. K. . 1993. Suripin. 2002. Teknik Sumber Daya Air. Nurdijanto.. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Usaha Nasional. Mikrobiologi Kedokteran. Metode Penelitian Air. Teknologi Penyediaan Air Bersih. Diari Akut Klinik dan Laboratorik. 2003. JB. C Totok. 1995. Surabaya Indonesia Sujudi. 1984. & Franzini. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2005 Tentang Pengembangan sistem penyediaan Air minum Razif. Malang. Suharyono. M. U. 2000. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Jakarta : Erlangga.Linsley. Pati. 1989. Ray. Air Dalam Kehidupan Lingkungan Yang Sehat. Jakarta :Rineka Cipta. Bandung. Surawira. Yayasan peduli Lingkungan. 2001. Kimia Lingkungan. 1996.

. Dalam postingan ini akan dijelaskan mengenai media Trypticase Soy Agar (TSA). Louwenstein – Jensen 1. hampir semua jenis bakteri bisa tumbuh pada media ini. Trypticase Soy Agar TSA merupakan media kultur universal.Matur Nuwun…. 2011 Rachma 1 comment Media kultur berguna untuk memperbanyak. Media Kultur untuk Pertumbuhan Bakteri Jumat. Agustus 12. menyuburkan atau meremajakan bakteri.. Nutrien Agar.

Foto : TSA dalam botol .Foto : TSA Cara Pembuatan : 10.7 gram Trypticase Soy Agar dilarutkan dalam 250 ml aquadest.5-10. kemudian dimasukan ke botol/tabung dan disterilkan di autoclave suhu 120 0C selama 15 menit. Tahap akhir botol/tabung dimiringkan tungggu sampai mengeras.

Cara pembuatan : Larutkan 20 g/L nutrien agar (bubuk) autoclave 15 menit pada suhu121 0C. Nutrien Agar Foto : Nutrien Agar Nutrien agar merupakan media kultur universal untuk pertumbuhan mikroorganisme/bakteri. ekstrak dagingn.2.0±0. PH 7. Louwenstein – Jensen . agar-agar.2 Tutup : kapas putih 3. Nutrien Agar lebih sering digunakan dibandingkan TSA untuk menghindari terjadi Kandungan : Pepton dari dari daging. Jenis bakteri yang dapat tumbuh pada nutrient agar lebih sedikit dibandingkan dengan TSA.

telur yang dihomogenkan. trimagnesium dicitrat 14-dehidrat.8 ± 0. Cara Pembuatan: Larutkan 37.Foto: media Louwenstein – Jensen Kegunaan media Louwenstein – Jensen : Kultur dan test resistensi dari Mycobacterium tuberculosis. kalau di inginkan tambah 12 ml glycerol . Alat Fungsi . bagikan ketabung reaksi steril diarkan membeku dengan kondisi miring dengan pemanasan selama 45 menit pada suhu 85 0C pada inspissator yang penuh dengan uap air atau uap air panas yang mengalir bebas.5 g pada 0. lasparigin.6 L akuades.putar untuk dihomogenkan campuran untuk menghindari beantuk gelembung ). malachite green Glycerol.2. (autoclave) dinginkan sampai suhu sekitar 50 ± C. Kandungan :Potasssium hydrogen phospat.potato meal. magnesium sulfat heptahydrat. tambah 1 L telur yang dihomogenkan (dari telur ayam betina segar dalam kondisi steril. Ph 4. Media harus di panaskan lebih dari satu kali setelah 24 jam untuk menjamin sterilitasnya.

Labu destilasi Tempat untuk menyimpan dan membuat larutan.Tempat membuat larutan. Gelas Beaker . Pada bagian atas terdapat karet penutup dengan sebuah lubang sebagai tempat termometer. Dalam membuat larutan erlenmeyer yang selalu digunakan. Beaker glass memiliki takaran namun jarang bahkan tidak diperbolehkan untuk mengukur volume suatu zat ciar. Erlenmeyer Untuk destilasi larutan.

Corong digunakan untuk memasukan atau memindah larutan ai satu tempat ke tempat lain dan digunakan pula untuk proses penyaringan setelah diberi kertas saing pada bagian atas.Cprpng dibagi menjadi dua jenis yakni corong yang menggunakan karet atau plastik dan corong yang menggunakan gelas. tapi pada keadaan tertentu dapat pula digunakan untuk mengukut volume suatu larutan. buret . Corong bucher Digunakan untuk titrasi. Corong gelas Menyaring larutan dengan dengan bantuan pompa vakum.

Pengukuran dengan ketelitian tinggi dilakukan menggunakan pipet volume. Corong pisah biasa digunakan pada proses ekstraksi. Corong pisah Untuk membuat dan atau mengencerkan larutan dengan ketelitian yang tinggi. Gelas ukur .Untuk memisahkan dua larutan yang tidak bercampur karena adanya perbedaan massa jenis. Pada saat praktikum dengan ketelitian tinggi gelas ukur tidak diperbolehkan untuk mengukur volume larutan. Labu ukur leher panjang Untuk mengukur volume larutan.

Filler (karet pengisap) Untuk mengukur volume larutan Pipet ukur Digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu sesuai dengan label yang tertera pada bagian pada bagian yang menggembung. kondensor Untuk menghisap larutan yang akan dari botol larutan. Untuk larutan selain air sebaiknya digunakan karet pengisat yang telah disambungkan pada pipet ukur. Lubang lubang bawah tempat air masuk. lubang ata tempat air keluar.Untukl destilasi larutan. .

Pengaduk Untuk mereaksikan dua atau lebih zat. Tabung reaksi Untuk mengambil bahan-bahan kimia dalam bentuk padatan. misalnya dalam bentuk kristal. .Pipet volume atau pipet gondok atau volumetrik Untuk meneteskan atau mengambil larutan dengan jumlah kecil. Untuk zat-zat yang bereaksi dengan logam digunakan spatula plastik sedangkan zat-zat yang tidak bereaksi dengan dengan logam dapat digunakan spatula logam. Pipet tetes Untuk mengocok atau mengaduk suatu baik akan direaksikan mapun ketika reaksi sementara berlangsung.

Pipa kapiler atau kaca kapiler Untuk menyimpan bahan-bahan yang harus bebas air dan mengeringkan zat-zat dalam laboratorium. Dikenal dua jenis desikator yaitu desikator biasa dan desikator vakum. Kawat nikrom Untuk mengalirkam gas ke tempat tertentu dan digunakan pula dalam penentuan titik lebur suatu zat. desikator .Spatula plastik dan logam untuk uji nyala dari beberapa zat.

Sebagai penutup saat melakukan pemanasan terhadap suatu bahan kimia 2. Indikator universal 1. Untuk menimbang bahan-bahan kimia 3. Hot hands . Untuk mengeringkan suatu bahan dalam desikator. Caranya: setelah kertas indikator universal dicelupkan di cocokan warna yang ada pada kotak kertas universal. Gelas arloji Untuk memegang peralatan gelas yang masih dalam kondisi panas.Untuk identifikasi keasamaan larutan/zat.

Kaki tiga Sebagai alas atau untuk menahan labu atau beaker pada waktu pemanasan menggunakan pemanas spiritus atau pemanas bunsen Kawat kasa Tempat tabung reaksi. Biasanya digunakan pada saat melakukan percobaan yang membutuhkan banyak tabung reaksi.Untuk menyaring larutan. Kertas saring Kaki tiga sebagai penyangga pembakar spirtus. Rak tabung reaksi Untuk menjepit tabung reaksi. Numun dalam mereaksikan zat yang menggunakan tabung reaksi sebaiknya menggunakan rak tabung reaksi demi keamanan diri sendiri maupun orang lain. penjepit .

mortal dan pastle Terbuat dari persolen dan bersifat inert. Batang-batang magnet diletakan di dalam larutan kemudian disambungkan arus listrik maka secara otomatis batang magnetik dari stirer akan berputar. digunakan untuk memanaskan logamlogam. Untuk mengaduk larutan.Pengaduk magnetik. Krusibel . Stirer dan batang stirer Menghaluskan zat yang masing bersifat padat/kristal.

misalnya krus pada saat pemanasan ataau corong pada waktu penyaringan. misalnya H2SO4. misalnya: · Untuk menjepit soklet pada proses ekstraksi · Menjepit buret dalam proses titrasi · Untuk menjepit kondensor pada proses destilasi Klem dan statif Untuk menjepit corong pemisah dalam proses pemisahan dan untuk meletakan corong pada proses penyeringan. Ring Untuk menahan wadah. serbuk debu. kabut dan zat-zat kimia yang meletup ketika dilakukan pemanasan. Evaporating dish Sebagai penjepit.Digunakan sebagai wadah. Misalnya penguapan larutan dari suatu bahan yang tidak mudah menguap. uap logam. Dan melindungi dari percikan api. Clay triangle Untuk melindungi mata dari bahan yang menyebabkan iritasi. Kacamata pengaman .

Pemanas atau pembakar bunsen Untuk memanaskan larutan. Pemanas spiritus Untuk memanaskan larutan dan dapat pula digunakan untuk sterilisasi dalam proses suatu proses. Biasanya untuk larutan yang mudah terbakar. Oven .Untuk membakar zat atau memmanaskan larutan. Hot plate Untuk mengeringkan alat-alat sebelum digunakan dan digunakan untuk mengeringkan bahan yang dalam keadaan basah.

Tanur Digunakan untuk fermentasi dan menumbuhkan media pada pengujian secara mikrobiologi.Digunakan sebagai pemanas pada suhu tinggi. sekitar 1000 °C. inkubator Untuk menghancurkan (tidak ada di LAB) Granat Daftar Pustaka http://qualitycontrol-07.blogspot.com sumber-sumber lain .

di sini ARTIKEL MIKROBIOLOGI • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Saran Teknis Metode Plate Count untuk Pemula Bagaimana Menentukan Aman atau Tidaknya Suatu Bahan Pangan dari Mikroorganisme ? Indikator Mikrobiologis Metode MPN ( Most Probable Number) atau APM (Angka Paling Mungkin) Bagian 1 Metode MPN ( Most Probable Number) atau APM (Angka Paling Mungkin) Bagian 2 Tabel MPN 3 seri dan 5 seri tabung Tabel MPN 10 seri tabung Pengambilan Sampel Mikroorganisme Udara (Air Sampling) Bagian 2 Pengambilan Sampel Mikroorganisme Udara (Air Sampling). mohon maaf jika pertanyaan tidak langsung dijawab dan proses perevisian sangat lambat. hal ini karena kesibukan yang lain dari penulis. dan dimohon mencantumkan sumbernya (web ini). Kami mengucapkan terima kasih kepada sahabat kami. Copy paste diijinkan sepanjang tidak digunakan untuk keperluan komersial.Mikrobiologi dasar Blog ini berisi tulisan populer tentang teori dan metode di bidang mikrobiologi praktek. Mukhlis yang telah memberikan puluhan buku referensi untuk diolah. Lebih jauh mengenai deskripsi blog ini . Bagian 1 Perhitungan Kematian Mikroorganisme pada Proses Sterilisasi Pengambilan dan Preparasi Sampel Bakteri dalam Mikrobiologi Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 1) Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 2) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 1) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 2) Bekerja Tanpa Kontaminasi (Dasar Teknik Aspetis) Penentuan Sifat Gram Dengan KOH 3% dan Perbandingannya Dengan Pewarnaan Gram Pentingnya Penggambaran Morfologi Koloni di Cawan Bakteri Kontrol Harga Murah untuk Pewarnaan Gram Kunci Awal Identifikasi Bakteri Bagaimana Membedakan Flagellar Movement dengan Brownian Movement ? PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI DASAR Teori dan Metodenya (Revisi 2011) .pdf) di beberapa postingan. Mohon pengunjung memberikan saran atau komentar yang membangun dan tidak lupa untuk mengisi polling demi menentukan arah perkembangan blog. Terdapat juga link download (.

1. Bakteri a. Yeast b.• • • Pendahuluan dan Daftar Isi Bab 1.1 mengamati morfologi koloni kapang (pada agar cawan) c.2.4 pada media cair a.2.2 mengamati morfologi sel bakteri a.1 pada media cawan a.2 mengamati morfologi sel yeast (dengan pewarnaan sederhana) c.1.1 dengan pewarnaan sederhana a.1 mengamati morfologi koloni yeast (pada agar cawan) b.3 mengamati motilitas bakteri a.1 pengamatan langsung a. sedang dalam proses revisi • • • • • • • • • • BAB 1 pengenalan alat BAB 2 media pertumbuhan BAB 3 sterilisasi BAB 4 isolasi mikroorganisme BAB 5 morfologi mikroba BAB 6 menentukan jumlah dan ukuran mikroba BAB 7 faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroorganisme BAB 8 daya kerja antimikorba dan oligodinamik BAB 9 aktivitas enzimatis mikroorganisme Referensi BAB 5 MORFOLOGI MIKROBA Kompetensi : mahasiswa dapat mengenali bentuk dan morfologi sel dan koloni mikroorganisme a.3.1 mengamati morfologi koloni bakteri a. Alat-alat dalam Laboratorium Mikrobiologi (bagian 2) PETUNJUK PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI (2008).2 pada agar miring a.4 dengan pewarnaan endospora a.3.2 mengamati morfologi sel kapang (dengan metode slide culture) Bakteri A.3 pada agar tegak a. Alat-alat dalam Laboratorium Mikrobiologi (bagian 1) Bab 1. Kapang c.1.3 dengan pewarnaan gram a.2. Mengamati Morfologi Koloni Bakteri .2 dengan pewarnaan negatif a.2.2 pengamatan tidak langsung b.1.

beberapa jenis lain memproduksi pigmen ekstraseluler yang dapat terlarut dalam media · Karakteristik optik : diamati berdasarkan jumlah cahaya yang melewati koloni. Pertumbuhan pada Agar Miring Ciri-ciri koloni diperoleh dengan menggoreskan jarum inokulum tegak dan lurus Ciri koloni berdasarkan bentuk: . Pertumbuhan pada Cawan Petri Ciri-ciri yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut : · Ukuran.2. Opaque (tidak dapat ditembus cahaya).Elevasi : Flat Raised Convex Umbonate · Permukaan : Halus mengkilap Kasar Berkerut Kering seperti bubuk · Margins : Entire Lobate Undulate Serrate Felamentous Curled A. Translucent (dapat ditembus cahaya sebagian). Cara Kerja : · Tumbuhkan biakan pada media NA cawan dengan streak kuadran · Tumbuhkan biakan pada media NA miring dengan pola inokulasi yang tegak lurus · Tumbuhkan biakan pada media NA tegak dengan stab inoculation · Tumbuhkan biakan pada media NB A.Kegiatan ini merupakan tindakan pertama kali jika ingin mempelajari suatu jenis bakteri lebih lanjut. Setelah mendapatkan kultur murni maka biakan yang diinginkan ditumbuhkan ke berbagai bentuk media untuk dikenali ciri koloninya. pinpoint/punctiform (titik) Small (kecil) Moderate (sedang) Large (besar) · Pigmentasi : mikroorganisme kromogenik sering memproduksi pigmen intraseluler. Transparant (bening) · Bentuk : Circular Irregular Spindle Filamentous Rhizoid .1. khususnya untuk tujuan identifikasi.

Ciri-ciri koloni berdasar bentuk : Ciri koloni berdasar kebutuhan O2 : A.4 Pertumbuhan pada Media Cair Pola pertumbuhan berdasarkan kebutuhan O2 .3 Pertumbuhan pada Agar Tegak Cara penanaman adalah dengan menusukkan jarum inokulum needle ke dalam media agar tegak.A.

maka akan diperoleh kesulitan saat mencari bakteri dengan mikroskop. Mengamati Morfologi Bakteri Sel bakteri dapat teramati dengan jelas jika digunakan mikroskop dengan perbesaran 100x10 yang ditambah minyak imersi. Zat warna yang digunakan bersifat asam atau basa.A.pewarnaan negatif · Pewarnaan diferensial . Cara Kerja : · Bersihkan object glass dengan kapas · Jika perlu tulislah kode atau nama bakteri pada sudut object glass . Sedangkan zat warna basa antara lain Eosin. B.pewarnaan endospora . Jika dibuat preparat ulas tanpa pewarnaan. Fiksasi bertujuan untuk mematikan bakteri dan melekatkan sel bakteri pada object glass tanpa merusak struktur selnya. · Pewarnaan khusus . bagian yang berperan dalam memberikan warna disebut kromofor dan mempunyai muatan positif.pewarnaan flagella dll. tapi jika suspensi bakteri terlalu encer. Safranin.pewarnaan positif . Sebaliknya pada zat warna asam bagian yang berperan memberikan zat warna memiliki muatan negatif. Pewarnaan · Pewarnaan sederhana . Contoh zat warna asam antara lain Crystal Violet. Congo Red dll.pewarnaan gram . Pada zat warna basa. Zat warna dapat mengabsorbsi dan membiaskan cahaya. Jangan menggunakan suspensi bakteri yang terlalu padat. Base Fuchsin. Methylene Blue. sehingga kontras sel bakteri dengan sekelilingnya ditingkatkan. sel bakteri sulit terlihat. Pewarnaan bertujuan untuk memperjelas sel bakteri dengan menempelkan zat warna ke permukaan sel bakteri.1.pewarnaan acid fast dll. Malachite Green dll. Zat warna basa lebih banyak digunakan karena muatan negatif banyak banyak ditemukan pada permukaan sel. Pewarnaan Sederhana (Pewarnaan Positif) Sebelum dilakukan pewarnaan dibuat ulasan bakteri di atas object glass yang kemudian difiksasi.

maka akan tampak bentuk sel bakteri. Safranin. jangan difiksasi atau dipanaskan di atas api. maka biakan dipindahkan dengan jarum inokulum. Zat warna tidak akan mewarnai sel melainkan mewarnai lingkungan sekitarnya.2 Pewarnaan Negatif Beberapa bakteri sulit diwarnai dengan zat warna basa. satu ulasan saja kemudian diberi akuades dan disebarkan supaya sel merata. Crystal Violet) dan tunggu kurang lebih 30 detik. Jika digunakan biakan padat. lalu dicampurkan · Tempelkan sisi object glass yang lain kemudian gesekkan ke samping kiri · Biarkan preparat mengering di udara. · Keringkan ulasan tersebut sambil memfiksasinya dengan api bunsen (lewatkan di atas api 23 kali) · Setelah benar-benar kering dan tersebar selanjutnya ditetesi dengan pewarna (dapat digunakan Methylen blue. sehingga sel tampak transparan dengan latar belakang hitam. 1 2 3 4 Setelah dilihat di mikroskop. Berikut merupakan berbagai bentuk sel bakteri . B. Jangan lupa biakan dikocok terlebih dahulu. teteskan nigrosin atau tinta cina di ujung kanan salah satu object glass · Biakan diambil lalu diulaskan atau diteteskan dalam tetesan nigrosin tadi. Tapi mudah dilihat dengan pewarnaan negatif. Prosedur: · Ambil dua object glass.· Bila menggunakan biakan cair maka pindahkan setetes biakan dengan pipet tetes atau dapat juga dipindahkan dengan jarum inokulum. · Cuci dengan akuades kemudian keringkan dengan kertas tissue · Periksa dengan mikroskop (perbesaran 100 x 10).

Jenis bakteri berdasarkan pewarnaan gram dibagi menjadi dua yaitu gram positif dan gram negatif.Berikut merupakan tabel prosedur pewarnaan Gram: . karena merupakan tahapan penting dalam langkah awal identifikasi. Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tebal dan membran sel selapis. Pewarnaan Gram Adalah pewarnaan diferensial yang sangat berguna dan paling banyak digunakan dalam laboratorium mikrobiologi. Sedangkan baktri gram negatif mempunyai dinding sel tipis yang berada di antara dua lapis membran sel. Pewarnaan ini didasarkan pada tebal atau tipisnya lapisan peptidoglikan di dinding sel dan banyak sedikitnya lapisan lemak pada membran sel bakteri.3.A.

.

Walaupun ada beberapa species yang memang bersifat gram variabel seperti pada genus Acinetobacter dan Arthrobacter. dingin. sebagian berwarna ungu dan sebagian merah karena pengaruh umur. Namun juga jangan sampai terlalu sedikit dalam penetesan etanol (underdecolorization) yang tidak akan melarutkan CV-iodine secara sempurna sehingga sel gram negatif seperti gram positif. Desulfomaculatum dan Bacillus adalah bakteri yang memproduksi endospora dalam siklus hidupnya. kering. Umur kultur akan berpengaruh pada kemampuan sel menyerap warna utama (CV). Pewarnaan Endospora Anggota dari genus Clostridium. Tujuan dilakukannya . Mungkin akan menampakkan gram variabel yaitu satu jenis sel. · Preparasi pewarnaan gram terbaik adalah menggunakan kultur muda yang tidak lebih lama dari 24 jam. radiasi dan bahan kimia.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pewarnaan gram adalah sbb: · Fase yang paling kritis dari prosedur di atas adalah tahap dekolorisasi yang mengakibatkan CV-iodine lepas dari sel. B. sehingga metabolismenya bersifat inaktif dan mampu bertahan dalam tekanan fisik dan kimia seperti panas. Endospora merupakan bentuk dorman dari sel vegetatif. Pemberian ethanol jangan sampai berlebih yang akan menyebabkan overdecolorization sehingga sel gram positif tampak seperti gram negatif. khususnya pada gram positif.4.

Berikut merupakan prosedur pewarnaan endospora dengan metode Schaeffer-Fulton. Namun jika dengan pewarnaan sederhana. Endospora tetap dapat dilihat di bawah mikroskop meskipun tanpa pewarnaan dan tampak sebagai bulatan transparan dan sangat refraktil. sehingga pembedaannya tampak jelas.pewarnaan endospora adalah membedakan endospora dengan sel vegetatif. sehingga diperlukan teknik pewarnaan endospora. . endospora sulit dibedakan dengan badan inklusi (kedua-duanya transparan. sel vegetatif berwarna).

.

Mengamati motilitas .Berikut merupakan beberapa tipe endospora dan contohnya C.

Bentuk selnya bervariasi dapat berbentuk bulat.1 Pengamatan Langsung Cara Kerja : · Teteskan biakan bakteri motil seperti Bacillus atau E. · Tutup preparat dengan cover glass. tetapi tidak melepaskan diri dari induk. Bakteri akan tampak transparan dan pola pergerakannya tidak beraturan. Amati di bawah mikroskop. Keringkan dengan tissue kemudian biarkan pada udara terbuka. · Warnai dengan cara Shager dan Fulgen yaitu: Tetesi preparat dengan Malachite Green dan biarkan 30-60 detik. Mengamati Morfologi Sel Yeast Yeast merupakan fungi mikroskopik uniseluler.2 Pengamatan tidak langsung Cara Kerja : · Tanam biakan pada media NA tegak atau Media Motilitas dengan cara tusuk (Stab inoculation) sedalam + 5 mm. Beberapa spesies yeast memiliki sifat dimorfisme yaitu bentuk sel tunggal dan bentuk hifa atau pseudohifa. bulat memanjang dengan ukuran 1-9x20 μm. Jika digunakan biakan padat maka ulas dengan jarum inokulum lalu ditambah akuades satu tetes. hasil negatif menunjukan bakteri hanya tumbuh pada daerah tusukan saja Bakteri motil akan bermigrasi ke seluruh permukaan agar dan bekas tusukan Yeast / Khamir A. · Inkubasi pada suhu 370 C selama 1x 24 jam · Hasil positif (motil) jika bakteri tumbuh pada seluruh permukaan media. · Fiksasi dengan api bunsen. tidak membentuk hifa (beberapa spesies dapat membentuk pseudohifa).C.2 Melihat bentuk spora sel Yeast Cara kerja : · Buat preparat ulas dari biakan yeast pada Goodkowa Agar yang berumur 10 hari.1 Melihat bentuk sel Yeast Cara Kerja : · Tumbuhkan Sacharomyces cereviceae pada glukosa cair selama 24 jam.coli ke object glass (sebaiknya dari biakan cair). Perhatikan spora yang berwarna Kapang / Jamur . · Inkubasi selama 2x24 jam. Mengamati morfologi koloni yeast · Tanam biakan yeast (dapat berupa Sacharomyces cereviceae atau Candida albicans) pada PDA dengan cara streak quadrant. Hati-hati jangan salah membedakan antara sel yang bergerak sendiri karena flagel atau bergerak terkena aliran air. B. B. · Amati dengan perbesaran 40x10 atau 100x10. Morfologi internal sel mudah dilihat dan terdiri dari inti dan organel seperti mitkondria. Cuci preparat dengan air mengalir. grannula lemak dan glikogen. bulat telur. Pseudohifa adalah hifa yeast yang terbentuk dari rangkaian sel hasil pembelahan aseksual secara budding. pengamatan ciri-ciri morfologi koloni hampir sama dengan ciri morfologi bakteri. · Setelah didapatkan koloni tunggal. C. · Tutup dengan cover glass · Amati menggunakan mikroskop dengan perbesaran maksimak. Panasi preparat dengan api bunsen selama + 30 detik (sampai timbul uap). B. ratakan. · Ulaskan suspensi biakan pada object glass lalu teteskan Methilene Blue hingga rata (jangan difiksasi).

Morfologi koloninya dapat dengan mudah dibedakan dengan bakteri walaupun ada beberapa jenis bakteri yang koloninya mirip jamur.1 Metode Heinrich’s. Pengamatan struktur spora dan miselium dapat juga dilakukan dengan preparat ulas seperti yang telah diuraikan di depan. · Ambil preparat dan amati di bawah mikroskop. Namun seringkali miselium atau susunan spora menjadi pecah atau terputus sehingga penampakan di mikroskop dapat membingungkan. Dengan teknik ini. Tekan cover galss secara media merata. cover glass. · Inkubasi selam beberapa hari. cara kerja : · Persiapan sama seperti di atas . B. 2 Metode Riddel. tissue basah yang dimasukkan dalam cawan dan sterilkan dengan autoclave. cara kerja : · Siapkan object glass. · Tutup dengan cover glass. · Amati pertumbuhan koloni (miselium) yang menyebar. Koloni kapang memiliki keragaman warna yang muncul dari sporanya. Penampakan morfologi koloni pada umumnya seperti benang (filamentous) yang pertumbuhannya membentuk lingkaran. Mengamati sel morfologi kapang dengan metode Slide Culture (Microculture) Teknik ini bertujuan untuk mengamati sel kapang dengan menumbuhkan spora pada object glass yang ditetesi media pertumbuhan. B. A. Mengamati morfologi koloni kapang Cara kerja : · Tanam/pindahkan biakan kapang dengan jarum inokulum needle yang diletakan di tenganhtengah cawan petri. · Setelah selesai sterilisasi berikan lilin (parafin-petrolatum) steril pada sebelah kiri dan kanan tempat yang akan ditutup cover glass (aseptis). · Teteskan suspensi spora jamur dalam media cair pada media cover glass yang tidak diberi lilin. spora dan miselium tumbuh langsung pada slide sehingga dapat mengatasi masalah tersebut. seperti dari kelompok Actinomycetes atau Bacillus mycoides. Hifa dapat berekat (septat) dengan inti tunggal/ lebih dan hifa tidak bersekat (aseptat).Jamur merupakan mikroba dengan struktur talus berupa benangbenang (hifa) yang terjalin seperti jala (myselium). · Inkubasi pada suhu kamar selama 3x24 jam. Berikan sampai setengah luasan cover glass. B.

· Tutup potongan agar dengan cover glass. · Siapkan media PDA dan dijaga supaya tetap cair. · Inkubasi pada suhu kamar selama 3x24 jam. · Ambil preparat dan diamati di bawah mikroskop.· Setelah semua steril. · Inkubasi selama 2x24 jam. · Teteskan media PDA pada object glass secara aseptis lalu tunggu memadat (teteskan jangan terlalu banyak). · Tutup dengan cover glass tepat di atas media dan tekan hingga merata. · Ulaskan spora jamur yang akan diamati pada belahan tersebut. B.3 Prosedur yang lebih sederhana. · Belah media yang memadat dengan jarum inokulum yang berujung L. · Amati pertumbuhan miselium dan spora pada object glass dengan perbesaran sedang Referensi : disini . potong media Saboraud Dextrose Agar steril berbentuk kubus dan letakkan di atas object glass. · Inokulasikan spora jamur pada bagian atau potongan agar. cara kerja : · Sterilkan cawan petri yang berisi kapas yang di atasnya terdapat object glass dan cover glass.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful