Bakteri koliform

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa

E.coli, salah satu bakteri koliform Bakteri koliform merupakan golongan mikroorganisme yang lazim digunakan sebagai indikator, di mana bakteri ini dapat menjadi sinyal untuk menentukan suatu sumber air telah terkontaminasi oleh patogen atau tidak.[1] Berdasarkan penelitian, bakteri koliform ini menghasilkan zat etionin yang dapat menyebabkan kanker.[1] Selain itu, bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun seperti indol dan skatol yang dapat menimbulkan penyakit bila jumlahnya berlebih di dalam tubuh.[1] Bakteri koliform dapat digunakan sebagai indikator karena densitasnya berbanding lurus dengan tingkat pencemaran air.[2] Bakteri ini dapat mendeteksi patogen pada air seperti virus, protozoa, dan parasit.[2] Selain itu, bakteri ini juga memiliki daya tahan yang lebih tinggi daripada patogen serta lebih mudah diisolasi dan ditumbuhkan.[2]

[sunting] Karakteristik
Ciri-ciri bakteri koliform antara lain bersifat ppaerob [[atau ppanaerob fakultatif[[, termasuk ke dalam ppbakteri gram negatif[[, tidak membentuk spora, dan dapat memfermentasi laktosa untuk menghasilkan asam dan gas pada suhu 35 °C-37 °C.[3] Contoh bakteri koliform antara lain Escherichia coli, Salmonella spp., Citrobacter, Enterobacter, Klebsiella, dll.[3]

Mikroorganisme indikator
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa

Sungai di California yang tercemar, tampak adanya buih. Mikroorganisme indikator adalah sekelompok mikroorganisme yang digunakan sebagai petunjuk kualitas air. [1] Mikroorganisme indikator telah digunakan untuk mendeteksi dan menghitung kontaminasi tinja di air, makanan, dan sampel lainnya. [1]

Daftar isi
[sembunyikan]
• •

• • •

1 Syarat 2 Jenis o 2.1 Indikator Bakteri  2.1.1 Koliform  2.1.2 Koliform tinja  2.1.3 Streptococcus Tinja - Enterococcus  2.1.4 Clostridium  2.1.5 Pseudomonas  2.1.6 Bacteroides spp. dan Bifidobacteria spp. o 2.2 Indikator Virus o 2.3 Indikator Protozoa 3 Kelemahan 4 Indikator Makanan 5 Referensi

[sunting] Syarat

Untuk digunakan sebagai mikroorganisme indikator, terdapat persyaratan yang harus dipenuhi oleh mikroorganisme tersebut, kendati demikian, persyaratan ini tidak mutlak untuk dipenuhi seluruhnya, tergantung kondisi yang ada. Syaratnya antara lain[1]:
• • • • • • • • • •

Dapat digunakan untuk berbagai jenis air Mikroorganisme harus muncul bila patogen enterik dan sumber polusi muncul Tidak ada di air yang terpolusi Mudah diisolasi, murah, mudah diidentifikasi, dan mudah dihitung Lebih banyak jumlahnya dan lebih tahan dibanding patogen Bukan merupakan patogen Tidak berkembang biak di air Merespon perlakuan dan kondisi lingkungan Kepadatan indikator harus berkaitan langsung dengan derajat polusi Menjadi bagian dari mikroflora dalam saluran pencernaan hewan berdarah panas

[sunting] Jenis
Mikroorganisme indikator dapat dibedakan menjadi indikator bakteri, indikator virus, dan indikator protozoa[1].

[sunting] Indikator Bakteri
Terdapat lima bakteri yang umum digunakan sebagai indikator[1]: [sunting] Koliform Koliform tidak termasuk dalam taksonomi bakteri namun hanya istilah untuk menyebutkan kelompok mikroorganisme yang berada di air. Ciri-ciri bakteri koliform adalah gram negatif, berbentuk batang, merupakan anaerob fakultatif yang dapat memfermentasikan laktosa dengan pembentukkan asam dan gas pada suhu 35 °C selama 24-48 jam. Memiliki enzim tambahan yaitu sitokrom oksidase dan beta-galaktosidase. Koliform dapat ditemukan di saluran pencemaran hewan, tanah, atau secara alami pada sampel lingkungan. Pada keadaan normal, koliform terdapat di air dalam jumlah standar dan dapat diukur, namun bila terjadi pencemaran air, jumlah koliform akan menjadi banyak dan dapat melebihi jumlah bakteri patogen lain.[2] Oleh karena itu, koliform dapat digunakan sebagai indikator pencemaran air.[2]. Jika terdapat bakteri koliform dalam air, belum tentu bakteri patogen juga ada di air tersebut, namun jika bakteri koliform terdapat dalam jumlah besar maka perlu diperiksa kembali keberadaan bakteri patogen lain.[2] [sunting] Koliform tinja Digunakan untuk mendeteksi pencemaran tinja. Merupakan bakteri termotoleran yang dapat beradaptasi dengan cara stabilisasi protein pada suhu di saluran pencernaan. Koliform tinja dapat melakukan fermentasi dengan menghasilkan asam dan gas pada suhu 44.5 °C. Koliform tinja memiliki korelasi yang kuat dengan pencemaran tinja hewan berdarah panas. Untuk mendeteksi E.coli pada koliform tinja secara lebih spesifik dapat digunakan enzim MUG yang aka[n berpendar dengan sinar UV[1].

Memiliki sifat tahan terhadap desinfeksi kimiawi. Berpigmen pyocyanin dan dapat berpendar[1]. Indikator bergantung pada sumber air yang dugunakan pada suatu daerah tertentu. Digunakan untuk mengindikasi banyaknya bakteri Salmonella. Banyak ditemukan di feses 100 kali dibanding yang lain. [sunting] Bacteroides spp. Contohnya adalah leviviridae Fage Bacteroides fragilis. sehingga untuk mendeteksi perlu kondisi yang sangat anaerob pula. Contohnya adalah myoviridae. faecalis dan S. Contoh yang telah diidentifikasi adalah indikasi menggunakan spora Clostridium dan bakteri aerob termostabil[1]. Kedua bakteri ini sulit dideteksi karena bersifat sangat anaerob dan dapat musnah bila terkena oksigen. yaitu colifage yang menginfeksi E. Contoh Streptococcus pada manusia adalah S. Kolifage jantan. Namun konsentrasinya sangat rendah sehingga belum dapat ditunjukkan spesifitasnya Fage Salmonella.coli dan bakteri koliform lainnya.Enterococcus Merupakan mikrobiota pada manusia dan hewan. Bakteri yang diinfeksi tidak memiliki fili sehingga virus menempel langsung pada dinding selnya. [sunting] Indikator Protozoa Sesungguhnya tidak ada indikator yang berlaku secara universal bagi parasit protozoa[1].coli jantan (yang memilliki strain F+) sehingga dapat menghasilkan fili dan penempelan terjadi melalui reseptor fili. yaitu baktriofage yang menginfeksi E. podoviridae. faecium [sunting] Clostridium Merupakan mikrobiota pada hewan berdarah panas dan limbah. dan Bifidobacteria spp. dan siphoviridae. Bersifat spesifik pada feses. [sunting] Pseudomonas Digunakan sebagai indikator kolam renang selain Staphylococcus aureus. Sifatnya tidak spesifik pada feses dan deteksi bergantung pada inangnya. Sifatnya lebih stabil dibanding patogen dan memiliki spora sehingga dapat digunakan untuk mendeteksi polusi yang terjadi di waktu lampau[1].[sunting] Streptococcus Tinja . [sunting] Indikator Virus Terdapat empat kandidat mikroorganisme yang digunakan sebagai indikator virus[1]. Beberapa jenis Bacteroides spesifik pada manusia[1]. • • • • Kolifage. terdapat pada feses manusia dan hewan. namun konsentrasinya juga terlalu rendah[1]. [sunting] Kelemahan . bersifat spesifik feses manusia.

Mikroorganisme indikator ini sering digunakan sebagai indaktor kualitas mikrobiologi pada pangan dan air. dan kelas IV.Page. Disini hanya dijelaskan tentang bakteri. Media dan kondisi yang berbeda-beda juga membuat tidak ada indikator yang benar-benar cocok untuk kundisi tertentu[1]. kelas III. Dalam klasifikasi terbaru.al. 2. 1997. 2009. Karena itu dibuat suatu kriteria untuk mentoleransi ketidaksempurnaan tersebut. yang bersifat prakariotik. dan perlakuan[1]. kelas II. Brock Biology of Microorganism 12th ed. Termasuk ke dalam kelompok monera adalah bakteri dan ganggang biru atau Chyanophyta. bakteri termasuk ke dalam kerajaan monera. [sunting] Indikator Makanan Mikroorganisme yang menjadi indikator makanan merupakan kelompok bakteri yang keberadaannya di makanan di atas batasan jumlah tertentu.Diakses pada 13 Mei 2010 .Contohnya di Indonesia dilakukan pengelolaa kualitas air dan pengendalian pencemaran air. coli tipe I. Virus dan protozoa memiliki perbedaan ukuran. Bacteria and Viruses. Setiap negara. tidak ada suatu indikator yang dapat mencangkup semua jenis indikator[1]. 2010 Monera meliputi organisme yang mempunyai struktur tubuh amat sederhana yakni terdiri atas sel-sel primitif. [sunting] Referensi 1. sub divisi Schyzomycetes atau jamur belah. . Microorganisms.Tidak ada indikator yang ideal untuk semua lingkungan dan memenuhi semua persyaratan[1]. BAKTERI KOLIFORM YANG BERSIFAT ANAEROB Posted on December 16. koliform dan fekal streptococci digunakan sebagai indikator penanganan pangan secara tidak higienis. ^ a b c (Inggris)Johnson BT. termasuk keberadaan patogen tertentu. respon terhadapat tekanan lingkungan.Inc. Ciri-ciri dan Sifat Bakteri Untuk dapat mempelajari bakteri dengan benar kita perlu mengenali ciri-ciri dan sifatnya. mahkluk ini dikelompokkan ke dalam dunia tumbuhan. Bakteri Pada klasifikasi. Untuk air minum kadar koliform tinja maksimal 2000 dan kadar total koliform maksimal 10000[1]. 1025-1033. Air digolongkan berdasarkan kriteria mutu mejadi kelas I. Misalnya E. San Francisco: Pearson Education. A. Hal ini disebabkan karena tidak semua bakteri dapat dijadikan indikator bagi patogen. Sel prakariotik adalah sel yang bahan intinya belum terlidungi oleh selaput inti atau karioteka. karena berkembang biak dengan membelah diri. setiap daerah memiliki kriteria yang berbedabeda[1]. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s (Inggris) Madigan et. yang dapat menjadi indikator suatu kondisi yang terekspos yang dapat mengintroduksi organisme berbahaya dan menyebabkan proliferasi spesies patogen ataupun toksigen.

2. bakteri tidak dapat menyusun zat makanannya sendiri dengan bantuan energi cahaya matahari. 1. Bakteri hidup di mana-mana. kokus dapat dibedakan menjadi 6 macam: • · Monokokus. yakni bakteri berbentuk bola yang hidup selalu berpasang-pasangan. disebut bakteri kemoautotrop. 3. tiap pasang terdiri atas dua bakteri. mulai daerah tropis hingga daerah kutub. tetapi dapat menyintesis zat makanan sendiri dengan menggunakan energi kimia pada medianya. Tubuh bakteri tersusun atas satu sel (unisel). Oleh karena itu. Hidup secara sendiri-sendiri (soliter) dan ada pula yang hidup berkelompok (koloni). · Sarkina. Karena tidak memiliki kloroplas. 2. bakteri dibedakan menjadi tiga. Bentuk Bakteri Berdasarkan bentuknya. Bakteri berkembang biak secara tak kawin/ aseksual. ada beberapa jenis bakteri yang memiliki pigmen/zat warna seperti kloroplas. yakni bakteri berbentuk bulat yang hidup berkelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat bakteri. yaitu dengan membelah diri. yakni bakteri berbentuk bola yang hidup berkelompok dan setiap kelompok terdiri atas delapan bakteri yang membentuk susunan seperti kubus. sehingga tampak transparan atau tembus cahaya. dan seperti spiral (sprillium). Ada yang hidup bebas. bakteri tersebut bersifat fotoautotrop. Sel tubuh bakteri tidak mempunyai kloroplas. Contoh = Diplococcus pneumonia · Tetrakokus. · Diplokokus. 4. • • • . yaitu bakteri berbentuk bulat seperti bola (kokus). Ada pula bakteri yang tidak memiliki pigmen. Ciri-ciri bakteri Bakteri merupakan makhluk renik yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. parasit. Berdasarkan koloninya. batang atau silindris (basilus). mulai dari dataran rendah hingga puncak gunung. Ukuran tubuhnya dengan satuan mikron. lebih besar daripada virus. Untuk mengamati-nya diperlukan alat bantu berupa mikroskop. yakni bakteri berbentuk bola yang hidup mandiri atau soliter. dan ada pula yang saprofit. Kokus Kokus adalah bakteri berbentuk bulat seperti bola.1. Namun demikian. sehingga dapat melakukan fotosintesis.

dan lain-lain. yakni bakteri yang berbentuk seperti tanda baca koma. yakni bakteri berbentuk batang yang hidup berpasangan dua-dua. Alat Gerak bakteri Ada beberapa jenis bakteri yang dapat bergerak dengan alat berupa bulu cambuk atau flagelum. yakni bakteri berbentuk batang yang hidup mandiri atau soliter. yakni bakteri berbentuk seperti bola dan bergerombol seperti anggur. Bakteri berbentuk ini dapat dibedakan menjadi tiga. · Stafilokokus. Basil (bacillus) / batang Basil adalah bakteri berbentuk seperti silinder atau batang kecil. sintesis sel. dan sitoplasma. merupakan selaput lipoprotein yang berfungsi sebagai pintu gerbang zat yang masuk atau keluar ke dan dari dalam sel bakteri. • 2. Struktur tubuh bakteri Tubuh bakteri terdiri atas satu sel. pada bagian inilah terdapat berbagai organel yang berfungsi sebagai pelaksana kegiatan hidup. 3. atau melengkung. yakni bakteri berbentuk batang yang membentuk rantai. Fungsi dinding sel adalah sebagai pelindung bagian tubuh bakteri. yakni bakteri berbentuk bola yang bergandenggandengan seperti rantai. selaput plasma. Sel tubuh bakteri menyerupai sel tumbuhan. bakteri dapat dibedakan menjadi lima. 1. Dinding sel merupakan bagian yang cukup kuat dan tersusun atas zat hemiselulosa. 1. seperti respirasi sel. yaitu: • · Monobasilus.• · Streptokokus. sekaligus pemberi bentuk tubuh. 2. berkelok. 3. Sitoplasma terdapat di sebelah dalam selaput plasma. Pada bahan inti ini terdapat kromosom. · Streptobasilus. 1. Spiril (spirillum) Spiril adalah bakteri yang mempunyai bentuk seperti spiral. 1. Berdasarkan jumlah dan letak flagelumnya. Bagian-bagian sel suatu bakteri terdiri atas dinding sel. Selaput plasma berada di sebelah dalam dinding sel. Ex = Bacillus antracts • • 1. 3. 4. Pada bagian tengah sitoplasma terdapat bahan inti yang tidak terlindungi oleh selaput inti. 1. Ex = Salmonella typhosa · Diplobasilus. yaitu: . Yang termasuk bentuk bakteri ini adalah vibrio.

Ex = E. Bakteri yang tidak menimbulkan penyakit pada manusia disebut bakteri apatogen. 2. tumbuhan. bakteri memerlukan energi. bakteri dapat dibedakan menjadi dua. Bakteri ini membantu membusukkan sisa makanan dan juga membantu pembentukan vitamin K yang penting untuk pembekuan darah. Ada bakteri yang makanannya diperoleh dari sisa organisme lain yang telah mati. 5. yaitu bakteri heterotrop dan bakteri autrotrop. dan bakteri zat lemas (Nitrosomonas. Ada juga bakteri yang makanannya diperoleh langsung dari organisme lain. Misalnya. yakni bakteri yang memiliki sekelompok flagelum pada salah satu ujung tubuhnya. Colli · monotrik. Bakteri jenis ini disebut bakteri saprofit. · amfitrik.• • · atrik. yaitu fotoautotrof dan kemoautotrof. bakteri belerang. maupun manusia. · peritrik. Makanan bakteri Berdasarkan caranya memperoleh makanan. • • • 1. . yakni bakteri yang memiliki dua kelompok falgelum yang masing-masing terdapat di ujung tubuhnya. yakni bakteri yang memiliki flagelum di seluruh permukaan tubuhnya. bakteri autotrof dapat dibedakan menjadi dua. Jadi. • Bakteri autotrof Bakteri autotrof adalah bakteri yang dapat menyusun zat makanannya sendiri. Contoh bakteri kemoautotrof antara lain bakteri besi. Ada bakteri yang parasit pada hewan. yakni bakteri yang tidak memiliki flagelum. Contoh kelompok bakteri ungu (bakteriopurpurin) dan bakteri hijau (bakterioklorofil). Sebaliknya banyak bakteri yang menumpang hidup pada manusia dan menimbulkan penyakit disebut bakteri patogen. • Bakteri heterotrop Bakteri heterotrop adalah bakteri yang tidak dapat menyintesis zat makanannya sendiri. yaitu bakteri yang mempunyai satu flagelum pada ujung tubuhnya. Nitobacter). Bakteri jenis ini disebut bakteri parasit. 1. Berdasarkan sumber energi yang digunakannya. Nitrosococcus. Bakteri yang menumpang pada manusia tidak selalu membahayakan kesehatan manusia. Bakteri fotoautotrof adalah bakteri yang dapat menyintesis zat makanannya sendiri dengan meng-gunakan energi cahaya matahari. bakteri Escherichia coli yang hidup pada usus tebal. · lopotrik. Bakteri kemoautotrof adalah bakteri yang dapat menyintesis zat makanannya sendiri dengan meng-gunakan energi kimia. makanannya bergantung kepada organisme lain. Untuk menyusun zat makanan tersebut.

beberapa jenis bakteri akan mati. Bakteri jenis ini sering disebut bakteriobligat aerob.6. dapat dihitung berapa kali dalam sehari sebuah sel bakteri dapat membelah. Tetapi. 2. • · Bakteri aerob adalah bakteri yang dalam hidupnya memerlukan oksigen bebas untuk memecah zat pada mediumnya. Dalam kondisi yang kurang menguntungkan. intinya menjadi spora. Sementara itu. • Transformasi adalah perpindahan sedikit materi genetik yang berupa AND atau gen dari sel bakteri yang satu ke bakteri yang sejenis lainnya dengan proses fisiologis yang kompleks. yang secara sederhana.dan Nitrobacter. yaitu dengan jalan membuat dinding kuat yang disebut kista. yaitu dengan membelah diri atau membelah biner (pembelahan satu sel menjadi dua sel anakan). Reproduksi bakteri Umumnya. Dalam kondisi tersebut Micrococcus denitrificans menguraikan zat HNO3 menjadi NH3 dan O2. Pembelahan sel bakteri termasuk pembelahan amitosis. Clostridium tetani adalah bakteri penyebab penyakit tetanus. 3. konjugasi. bakteri berkembang biak secara aseksual. · Bakteri anaerob adalah bakteri yang dalam hidupnya atau dalam memecah zat yang tidak memerlukan oksigen bebas. yaitu transformasi. Nitrosococcus. Dengan demikian. bakteri mengeluarkan zat jenis fermen tertentu. dan transduksi. bakteri akan membelah setiap 20 menit. 7. Transduksi adalah pemindahan materi genetika dengan perantaraan virus. Karena spora ini tersimpan di dalam dinding . • • Dalam kondisi yang ideal. Aerob fakultatif = masih bisa hidup waLaupun kadar oksigenya lemah 2. Bakteri ini sering disebut bakteri obligat anaerob. Konjugasi adalah bergandengnya dua bakteri (+ dan -) dengan membentuk jembatan untuk pemindahan materi genetik. Bakteri yang dalam bentuk kista. Paraseksual berlangsung dengan tiga cara. • 1. yaitu bakteri aerob dan bakteri anaerob. Contoh bakteri aerob antara lain bakteri penyebab penyakit TBC (Mycobacterium tuberculosis) Nitrosomonas. ada beberapa jenis bakteri yang mampu bertahan hidup. Anaerob obligat = tidak boLeh ada oksigen sedikitpun 3. 1. Aerob = 100% mesti ada oksigen. Contoh bakteri anaerob antara lain Micrococcus denitrificans biasa hidup pada lahan yang kaya zat nitrat tetapi miskin oksigen. Pernapasan bakteri Bakteri dapat dibedakan menjadi dua kelompok. Cara reproduksi generatif bakteri sering disebut paraseksual. Untuk memecah zat makanan pada mediumnya. Bakteri yang bersifat aerob senang hidup pada lingkungan lembab dan cukup udara.

B. • · Zat kimia Beberapa jenis zat kimia. sampah-sampah dan bangkai tersebut diuraikan oleh bakteri menjadi unsur-unsur hara. 8. Namun bersyukurlah. 2. dan paku-pakuan. ada yang dapat mematikan atau merusak dinding sel bakteri. Berbeda dengan spora jamur. PERANAN BAKTERI BAGI KEHIDUPAN MANUSIA 1. lumut. khususnya sinar ultraviolet dapat mematikan bakteri. sinar ultraviolet juga mampu merusak struktur kromosom bakteri. sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Kemungkinan besar permukaan bumi ini akan penuh sampah dan bangkai sisa organisme. Dalam keadaan sebagai endospora.kista yang kuat maka spora ini sering disebut endospora. Namun demikian. • · Kelembaban Bakteri dapat tumbuh baik pada lingkungan yang lembab atau kadar airnya cukup tinggi. spora bakteri berguna untuk mempertahankan diri dari kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Di dalam usus besar kita juga terdapat bakteri pembusuk. dan paku-pakuan adalah untuk perkembangbiakan. 1. ada pula bakteri yang tumbuh baik pada suhu lebih rendah atau lebih tinggi daripada suhu optimum rata-rata tersebut. Bakteri yang menguntungkan 1. Escherichia coli membantu pembentukan vitamin K yang penting untuk proses pembekuan darah. Pertumbuhan bakteri Pertumbuhan bakteri dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut: • · Temperatur Suhu optimal untuk pertumbuhan bakteri adalah antara 270 – 3000C. Tidak hanya itu. bakteri pembusuk tersebut sangat membantu dalam mengembalikan kesuburan tanah. lumut. sedangkan spora jamur. Di samping itu. bahwa Tuhan telah menciptakan bakteri yang menjadi sahabat kita dalam mengatasi masalah sampah dan bangkai tersebut. misalnya antibiotik dan zat-zat kimia yang lain. bakteri tidak aktif dan dapat bertahan selama 50 tahun. Bakteri pembusuk Kita tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi jika tidak ada bakteri dan organisme pengurai lainnya. yaitu Escherichia coli. Dengan demikian. Bakteri ini membantu membusukkan sisa pencernaan makanan. Di samping itu. • · Sinar matahari Sinar matahari. 1. Bakteri penghasil antibiotika .

1. Bakteri ini menyekresikan zat yang memberikan aroma sedap pada susu. bakteri Loctobacillus memperbanyak diri dan tumbuh dengan cepat. Di samping untuk kepentingan produksi asam dan minuman. · Streptomyces aureofacien. penghasil asam butirat · Propioni bacterium. bakteri memberikan andil besar dalam bidang rekayasa genetika. misalnya mentega dan keju. Bakteri yang mengikat zat nitrogen Beberapa jenis bakteri ada yang mampu mengikat zat lemas/nitrogen (N2) dari udara bebas. 1. Dengan cara tersebut bakteri aerob akan bebas mengoksidasi zat limbah tersebut. 4. mampu menghasilkan kloromisin dan kloramphenicol. yaitu sejenis minuman dari bahan susu. Peranan bakteri dalam pengolahan limbah Di zaman teknologi yang serba canggih ini ternyata banyak masalah yang timbul. beberapa jenis bakteri juga banyak digunakan untuk memproduksi makanan. penghasil asam propionat · Acetobacter. Salah satu di antaranya adalah dihasilkannya limbah industri yang makin meningkat. Perubahan krim asam pada bahan keju hingga menjadi padat serta aroma yang harum dari keju adalah berkat zat kimia yang dihasilkan oleh bakteri. penghasil asam cuka atau asam asetat 1. Bakteri dalam pemrosesan susu Dalam industri pemrosesan susu banyak digunakan jasa bakteri. 5. 1. Zat nitrogen merupakan unsur yang sangat diperlukan oleh tumbuhan untuk sintetis protein. Bakteri Lactobacillus bulgaricus dapat digunakan untuk membuat yoghurt. Dalam bidang ini. Bakteri aerob yang banyak di udara bebas dibiarkan mengoksidasi limbah-limbah di bak penampungan yang terbuka. mampu menghasilkan streptomisin. Untuk mengatasi masalah limbah tersebut. Dengan cara ini dapat . 3. 7. Di dalam susu. bakteri dapat digunakan sebagai sarana untuk pencangkokan gen dari berbagai mahkluk hidup. salah satu di antaranya ialah dengan menggunakan jasa bakteri aerob. Bakteri dan rekayasa genetika Pada dasawarsa terakhir ini. Bakteri penghasil asam Beberapa bakteri yang memproduksi asam antara lain: • • • · Clostridium butiricum. 6.Beberapa jenis bakteri yang mampu menghasilkan antara lain: • • • · Streptomyces griceus. mampu menghasilkan aureomisin · Streptomyces venezuele. 1.

Pembuatan biogas Kemampuan bakteri untuk menguraikan zat-zat organik dapat dipergunakan untuk menguraikan sampah-sampah dan kotoran ternak yang banyak kita miliki. 1. Biogas ini dapat dipergunakan untuk bahan bakar pengganti BBM ataupun bahan bakar lain yang keberadaannya semakin terbatas 2. Dengan menggunakan bakteri tersebut. Beberapa jenis bakteri patogen yang banyak menyerang masyarakat di daerah tropis termasuk Indonesia. alat kelamin. saluran pernapasan. kerbau. Di samping itu. Bakteri parasit pada hewan dan tumbuhan Penyakit yang disebabkan oleh bakteri antara lain sebagai berikut: • · Antraks.dihasilkan suatu varietas makhluk hidup yang memiliki sifat gabungan sesuai dengan yang diinginkan manusia. Hewan yang diserang adalah sapi. . 2. Penyakit yang ditimbulkannya dapat mengganggu berbagai alat tubuh seperti saluran pencernaan. dan domba. Bakteri yang merugikan 1. dan darah. 8. 1. Bakteri patogen Bakteri patogen adalah bakteri parasit yang dapat menimbulkan penyakit bagi manusia. sekarang telah dikembangkan produksi asam amino berkualitas tinggi menggunakan jasa bakteri. disebabkan oleh Bacillus antraxis. sistem syaraf. sampah dan kotoran ternak diolah untuk menghasilkan biogas. Macam-macam Bakteri dan Penyakit yang ditimbulkannya : • • · Bakteri Clostridium tetani menyebabkan penyakit Tetanus/kejang otot · Bakteri Diplococcus pneumonia menyebabkan penyakit Pneumonia/radang paru-paru · Bakteri Mycobacterium tuberculosis menyebabkan penyakit TBC · Bakteri Mycobacterium leprae menyebabkan penyakitLepra/kusta · Bakteri Neisseria gonorrhoeae menyebabkan penyakit Raja singa/ kencing nanah · Bakteri Pasteurella pestis menyebabkan penyakit Pes/sampar · Bakteri Salmonella typosa menyebabkan penyakit Tifus · Bakteri Shigella dysenteriae menyebabkan penyakit Disentri · Bakteri Treponema pallidum menyebabkan penyakit Sifilis · Bakteri Vibrio cholerae menyebabkan penyakit Kolera • • • • • • • • 1.

Bakteri perusak bahan makanan Berikut ini adalah beberapa contoh bakteri perusak bahan makanan: • · Pseudodomonas cocovenenans. kanker batang kopi disebabkan oleh Agrobacterium tumefaciens. Dysentria) untuk mencegah penyakit tifus. Profilaksi) berfungsi untuk mencegah penyakit difteri. • 1. dan tetanus. menghasilkan racun asam bongkrek. untuk mencegah timbulnya wabah penyakit perlu tindakan pencegahan. bahan pangan tersebut perlu diawetkan. Bakteri ini biasa hidup pada tempe bongkrek yang berasal dari ampas tahu dan ampas kelapa yang pembuatannya kurang higienis. Vaksin TDC (Typhus. penyababnya adalah Actynomyces bovis. perlu dilakukan tindakan yang tepat. · Penyakit tumbuhan yang disebabkan oleh bakteri antara lain: kanker batang jeruk disebabkan oleh Xanthomonas citri. dan paratifus. Beberapa vaksin yang telah ditemukan antara lain: 1. · Leuconostoc mesentroides menghasilkan lendir pada makanan yang telah lama atau akan basi. Penyakit ini biasa menyerang sapi. dan penyakit busuk daun labu disebabkan oleh Erwina tracheiphilla. Vaksin DPTP (Diphteri. batuk rejan. Racun asam bongkrek maupun botulinin dapat mematikan manusia yang mengkonsumsinya. 2. sehingga jika terinfeksi oleh kuman yang vaksinnya telah ada dalam tubuh. Vaksin BCG (Bacillus Calmete Guerin) berfungsi untuk mencegah penyakit TBC. . 4. 3. Vaksin untuk Mencegah Penyakit Karena Bakteri Beberapa penyakit yang disebabkan oleh bakteri telah ditemukan vaksinnya. Pertusis. Bakteri ini sering ditemukan pada makanan kaleng yang sudah rusak. tifus. · Clostridium botulinum.• · Bruselosis. 3. Vaksin kotipa untuk mencegah penyakit kolera. Vaksin-vaksin tersebut diberikan kepada orang yang sehat. Cholera. untuk mencegah kerusakan bahan pangan. menghasilkan racun botulinin. Bengkak rahang. Tindakan Preventif Terhadap Ancaman Bakteri Untuk mengatasi berbagai aktivitas bakteri yang sangat merugikan tersebut. Penyakit ini biasa menyerang sapi. disebabkan Brucella abortus. • • C. 1. yaitu dengan vaksinasi serta penjagaan kesehatan dan kebersihan lingkungan. orang itu akan kebal terhadap penyakit tersebut. Misalnya. Sedangkan. kolera dan disentri. Tetanus.

Sedangkan. dan pengasapan pada prinsipnya memberikan lingkungan yang tidak ideal untuk kehidupan bakteri. Pada suhu ini seluruh bakteri telah mati. Pengawetan Makanan Untuk mengatasi aktivitas bakteri saprofit yang merusak bahan makanan serta menimbulkan racun maka makanan perlu diawetkan. pengawetan secara konvesional antara lain dengan sterilisasi. diperkirakan semua bakteri patogen telah mati. Pengawetan makanan dengan pengeringan. penggunaan bahan kimia. Dengan perlakuan semacam ini. Untuk membebaskan kuman alat-alat laboratorium dan alat-alat kedokteran. dan pemanisan. pembekuan. Susu yang diawetkan dengan cara ini dipanaskan sampai dengan suhu 600C. Dengan perlakuan itu. Pengawetan bahan makanan secara sterilisasi dimaksudkan untuk membebaskan bahan makanan dari semua bakteri. Oleh karena itu. alat-alat disterilkan dengan dipanaskan sampai suhu 1000C atau lebih selama beberapa menit. Bahan makanan yang biasa disterilkan misalnya susu dan ikan dalam kaleng. Untuk membebaskumankan alat-alat tersebut juga dapat dilakukan dengan meredamnya di dalam alkohol pekat. Pengawetan makanan secara tradisional antara lain dengan pengeringan. kemudian didinginkan. pengasaman. pemanisan. Pengawetan dapat dilakukan secara tradisional maupun secara konvensional. Bahan yang akan diawetkan dipanaskan sampai 1000 C atau lebih selama beberapa menit. serta dengan radiasi. jika makanan yang diawetkan dengan pendinginan dikeluarkan dari tempat pengawetannya. Setelah dingin suhu dipanaskan lagi hingga mencapai suhu 600C. Lingkungan yang dingin akan menyebabkan bakteri tidak aktif. pengasinan. sedangkan bakteri apatogen tetap hidup. Dengan alat ini. pengasaman. akan segera menunjukkan adanya aktivitas bakteri. pasteurisasi. Hal ini menyebabkan air di dalam sitoplasma bakteri akan berosmosis ke luar. Pengawetan secara pasteurisasi biasa dilakukan pada susu. pendinginan. biasa digunakan pemanas dengan oven. Sterilisasi biasa dilakukan pada bahan makanan yang akan disimpan lama atau akan diawetkan secara pengalengan. baik yang patogen maupun yang apatogen. sehingga bakteri akan mati karena kekurangan air. Nama Bakteri dan Peranannya : • Escherichia Membantu membusukkan sisa makanan pada usus besar manusia dan pembentukan Vitamin K Streptomyces qriseus Menghasilkan antibiotik streptomisin Bacillus polymyxa Menghasilkan antibiotik polimiksin Streptomyces rimosus Menghasilkan antibiotik tetrasiklin Clostridium acetobutylicum Menghasilkan cairan kimia aseton dan botanol • • • • . kondisi larutan lingkungan luar bakteri menjadi lebih pekat. kegiatan ini dilakukan sampai 3 atau 4 kali. pengasapan. Pengawetan dengan pasteurisasi bertujuan untuk membunuh bakteri yang patogen saja. bakteri yang apatogen dan tidak merugikan dibiarkan tetap hidup. Sedangkan.2.

protozoa. Berdasarkan penelitian. fecal coliform. coli terindikasi kuat diakibatkan oleh pencemaran tinja. coli. yaitu coliform total. bakteri ini juga memiliki daya tahan yang lebih tinggi daripada patogen serta lebih mudah diisolasi dan ditumbuhkan.Bakteri koliform dapat digunakan sebagai indikator karena densitasnya berbanding lurus dengan tingkat pencemaran air. Mereka biasa ditemukan di saluran sistem pengolahan air. dan helminths (cacing parasit). Bakteri fecal coliform atau E. Bakteri ini dapat mendeteksi patogen pada air seperti virus. Selain itu. Bakteri Koliform Bakteri koliform merupakan golongan mikroorganisme yang lazim digunakan sebagai indikator. coli yang mencemari air memiliki risiko yang langsung dapat dirasakan oleh manusia yang . hepatitis A (penyakit terkait hati). Penyakit yang ditularkan melalui air biasanya diakibatkan oleh bakteri coliform. bakteri koliform ini menghasilkan zat etionin yang dapat menyebabkan kanker. Masing-masing memiliki tingkat risiko yang berbeda. bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun seperti indol dan skatol yang dapat menimbulkan penyakit bila jumlahnya berlebih di dalam tubuh. Coliform total kemungkinan bersumber dari lingkungan dan tidak mungkin berasal dari pencemaran tinja. Patogen dalam air kebanyakan berasal dari kotoran manusia atau hewan. coliform hidup di lingkungan sekitar kita dan dalam kotoran hewan berdarah panas dan manusia. cryptosporidium (cryptosporidiosis). keduanya memiliki risiko lebih besar menjadi patogen di dalam air. dan E.• • • • • • • • • • • Metano bacterium Menghasilkan biogas berupa Metana Acetobacterium Pembuatan asam cuka Lactobacillus bulgaricus Pembuatan yoghurt Acetobater xylinum Pembuatan sari kelapa Clostridium botulinum Pembusukan makanan Mycobacterium tuberculosis Penyebab penyakit TBC Vibrio Cholerae Penyebab penyakit kolera atau muntaber Clostridium tetani Penyebab penyakit tetanus Mycobacterium leprae Penyebab penyakit lepra Baccilus antracis Penyebab penyakit antraks Koliform sebagai indikator kebersihan air. Beberapa patogen yang telah dikenal sejak beberapa dekade lalu adalah giardia lamblia (giardiasis). Bakteri coliform dalam air minum dikategorikan menjadi tiga golongan. Sementara itu. Bakteri ini merupakan organisme yang biasanya tidak berbahaya. di mana bakteri ini dapat menjadi sinyal untuk menentukan suatu sumber air telah terkontaminasi oleh patogen atau tidak. Selain itu. dan parasit. fecal coliform dan E.

Bakteri indikator sanitasi adalah bakteri yang keberadaannya dalam pangan menunjukkan bahwa air atau makanan tersebut pernah tercemar oleh kotoran manusia. dan dapat memfermentasi laktosa untuk menghasilkan asam dan gas pada suhu 35°C-37°C. nyeri perut . demam tinggi bahkan pada beberapa kasus bisakejang dan kekurangan cairan atau dehidrasi. debu. lingkungan dan sebagainya) dan karena bakteri ini termasuk patogen asal pangan ( foodborne pathogens ) penyebab keracunan maka pengujiannya membahayakan. dll. Tulisan ini akan membahas tentang mengapa bakteri-bakteri tersebut diuji sebagai indikator air minum dan apa arti keberadaan bakteri-bakteri tersebut di dalam air minum maupun makanan Bakteri Indikator Sanitasi. Salmonella spp. tidak membentuk spora. Terakhir diberitakan pada Kompas 23 Mei 2003. Apa sajakah bakteri indikator sanitasi? Sampai saat ini ada 3 jenis bakteri yang dapat digunakan untuk menunjukkan adanya masalah sanitasi yaitu Escherichia coli . kelompok Streptococcus ( Enterococcus ) fekal dan Clostridium perfringens .mengonsumsinya. muntah. Enterobacter.. bakteri ini jarang digunakan sebagai indikator sanitasi karena metode pengujiannya kurang spesifik. Jadi adanya bakteri tersebut pada air atau makanan menunjukkan bahwa dalam satu atau lebih tahap pengolahan air atau makanan tersebut pernah mengalami kontak dengan kotoran yang berasal dari usus manusia dan oleh karenanya mungkin mengandung bakteri patogen lainnya yang berbahaya. berak darah. Coliform dan bahkan Salmonella dalam air minum isi ulang yang diambil dari beberapa depo. Kondisi seperti ini mengharuskan pemerintah bertindak melalui penyuluhan kesehatan. Meskipun demikian. Gangguan yang ditimbulkan pada manusia sehat adalah mual. termasuk ke dalam bakteri gram negatif. investigasi. dan memberikan solusi untuk mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air. 7 tahun 1996 yang mencakup makanan dan minuman (termasuk air minum). diare. kadang-kadang ditemukan di luar usus manusia (tanah. Nama-nama bakteri tersebut tentunya cukup membingungkan masyarakat awam. . Ciri-ciri bakteri koliform antara lain bersifat anaerob. Escherichia coli dan Coliform Dalam bidang mikrobiologi pangan. ditemukannya bakteri Escherichia coli . Klebsiella. Clostridium perfringens adalah bakteri Gram positif pembentuk spora yang sering ditemukan dalam usus manusia. Citrobacter. Bakteri Indikator Sanitasi dan Keamanan Air Minum Ratih Dewanti-Hariyadi Beberapa waktu terakhir berita mengenai keamanan air minum isi ulang mewarnai media masa. Dalam hal ini pengertian pangan adalah pangan seperti yang tercantum pada Undang-Undang Pangan No. Mengapa demikian? Karena bakteri-bakteri indikator sanitasi tersebut pada umumnya adalah bakteri yang lazim terdapat dan hidup pada usus manusia. khususnya tentang signifikansi dan konsekuensi keberadaan bakteri-bakteri tersebut dalam air. Contoh bakteri koliform antara lain Escherichia coli. dikenal istilah bakteri indikator sanitasi.

umumnya bukan patogen penyebab penyakit sehingga pengujiannya tidak membahayakan dan relatif tahan hidup di air sehingga dapat dianalisis keberadaannya di dalam air yang notabene bukan merupakan medium yang ideal untuk pertumbuhan bakteri. Meskipun demikian. tetapi mungkin juga tidak mengandung E. coli telah dikembangkan. equinus pada usus kuda. beberapa serotipe patogen tertentu seperti O157:H7 yang ganas tidak dapat diuji langsung dengan pengujian 4 tahap ini dan memerlukan pendekatan analisis khusus sejak awal. coli yang kompleks. Pada air bukan untuk minum umumnya terdapat .coli tersebut patogen atau bukan maka dapat dilakukan uji serologi. E. Apabila dikehendaki untuk mengetahui serotipe dari E. Karena uji E. Akan tetapi Streptococci fekal relatif tidak banyak diujikan sebagai indikator sanitasi karena beberapa spesiesnya ditemukan di luar usus manusia (S. Bakteri yang paling banyak digunakan sebagai indikator sanitasi adalah E. S. Empat tahap analisis tersebut adalah Uji Pendugaan dengan metode MPN ( most probable number ). karena bakteri ini adalah bakteri komensal pada usus manusia. Meskipun demikian. Uji penguat pada medium selektif. Pengujian koliform jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan uji E. coli dapat bersifat patogen. Keberadaan E. coli dan karena E. coli berada pada air atau makanan diperlukan seluruh tahapan pengujian di atas. Vogues-Praskauer. Apakah yang dimaksud dengan Coliform ? Coliform adalah kelompok bakteri Gram negatif berbentuk batang yang pada umumnya menghasilkan gas jika ditumbuhkan dalam medium laktosa. coli Enteropatogenik. E. coli karena bakteri-bakteri bukan patogen dan bukan asal usus dari genus Enterobacter dan beberapa Klebsiella juga menghasilkan uji koliform positif. coli maka uji tersebut dapat dilanjutkan dengan uji 4 tahap di atas. Berbagai cara pengujian E. bovis pada sapi) dank korelasinya dengan terdapatnya patogen tidak dianggap bagus. coli . coli .coli Enterohemoragik . Uji lengkap dengan medium lactose broth. coli adalah bakteri coliform yang ada pada kotoran manusia maka E. Meskipun demikian bakteri ini baik digunakan sebagai indikator sanitasi apabila jarak pengambilan sampel dan laboratorium pengujian cukup jauh karena relatif lebih tahan berada di dalam air ketimbang Escherichia coli . coli dalam air atau makanan juga dianggap memiliki korelasi tinggi dengan ditemukannya patogen pada pangan. coli yang diperoleh untuk memastikan apakah E. coli . coli adalah bakteri Gram negatif berbentuk batang yang tidak membentuk spora yang merupakan flora normal di usus. maka beberapa standar. maka tidak perlu dilakukan uji 4 tahap di atas.coli Enteroinvasif. dan citrate). coli dalam air minum menunjukkan bahwa air minum tersebut pernah terkontaminasi kotoran manusia dan mungkin dapat mengandung patogen usus. yaitu serotipe-serotipe yang masuk dalam golongan E. karena hanya memerlukan Uji penduga yang merupakan tahap pertama uji E coli 4 tahap di atas. mensyaratkan tidak adanya coliform dalam 100 ml air minum. Jika ingin diketahui apakah coliform tersebut merupakan coliform fekal atau E. Jadi untuk dapat menyimpulkan E. serta Uji Identifikasi dengan melakukan reaksi IMViC (indol. coli Enterotoksigenik dan E. tetapi analisis konvensional yang masih banyak dipraktekkan adalah dengan 4 tahap analisis yang memerlukan waktu 5-7 hari. Jadi adanya E. Salah satu anggota kelompok coliform adalah E. coli harus absen dalam 100 ml. Apa artinya jika terdapat coliform dalam air minum atau makanan? Artinya ada kemungkinan air atau makanan itu mengandung E.Kelompok Streptococci fekal merupakan bakteri Gram positif bukan pembentuk spora yang ditemukan dalam usus manusia. beberapa jenis E. Oleh karenanya standar air minum mensyaratkan E. coli sering disebut sebagai coliform fekal. E. misalnya Standar Nasional Indonesia (SNI). methyl red. Akan tetapi jika uji penduga tidak menunjukkan adanya coliform.

coli tentunya lebih ketat yaitu < 1 x 10 3 dalam 100 ml. melainkan bakteri indikator keamanan pangan . Oleh karena itu berbagai standar air minum maupun makanan siap santap mensyaratkan tidak ada Salmonella dalam 100 ml air minum atau 25 gram sampel makanan. karena semua serotipe Salmonella yang diketahui di dunia ini bersifat patogen maka adanya bakteri ini dalam air atau makanan dianggap membahayakan kesehatan.20 Tahun 1990 ) Kadar Maksimum No Parameter Satuan Golonga Golonga Golonga Golong nA nB nC an D FISIKA 1 2 Bau Jumlah zat padat Mg/L 1000 1000 1000 1000 . tahap isolasi pada beberapa media selektif dan tahap identifikasi berdasarkan reaksi-reaksi biokimia pada media identifikasi dan konfirmasi serologi atau biokimiawi yang menetapkan apakah bakteri tersebut benar-benar Salmonella atau bukan. Fakultas Teknologi Pertanian. coli . Ratih Dewanti-Hariyadi. Jurusan Teknologi pangan dan Gizi. Salmonella dalam air minum atau makanan Salmonella adalah bakteri Gram negatif berbentuk batang bukan pembentuk spora yang terdiri dari sekitar 2500 serotipe yang kesemuanya diketahui bersifat patogen baik pada manusia atau hewan. Salah satu indikator mutu dan keamanan yang lazim digunakan adalah bahaya mikrobiologi yang jenis dan jumlahnya dalam makanan atau minuman dapat menentukan mutu dan keamanannya. Artinya. Air untuk kolam renang misalnya mensyaratkan kandungan coliform <2.perbedaan persyaratan coliform dani E. selective-enrichment (pengkayaan selektif) pada media selektif untuk menghalau bakteri-bakteri non Salmonella . Penutup Dengan meningkatnya tingkat pendidikan dan kesejahteraan masyarakat serta sitem informasi maka meningkat pula awareness masyarakat tentang mutu dan keamanan pangan termasuk air minum. Bakteri ini bukan indikator sanitasi . Institut Pertanian Bogor Standar Kualitas Air di Perairan Umum ( Peraturan Pemerintah No. tetapi syarat E. PhD adalah staf pengajar dan kepala laboratorium Mikrobiologi Pangan. Uji Salmonella umumnya didahului dengan tahap pre-enrichment pada medium kaya untuk meyembuhkan sel Salmonella yang luka ( injured ) . Oleh karena itu perlu diperhatikan pengujian jenis bakteri yang relevan dan metode pengujian yang terjamin mutunya sehingga hasil pengujian dapat dipertanggungjawabkan kepada khalayak.4 x 10 3 . Pengujian Salmonella juga memerlukan tahapan yang cukup panjang dan hanya dengan pengujian lengkap maka seseorang bisa menyimpulkan keberadaan Salmonella .

01 1 1 0.01 1.05 0.5 0.5 0.01 0.1 200 10 1.05 6.002 0.02 0.005 500 250 0.02 5–9 0.0 0.05 0.pH 17 Selenium 18 Seng 19 Sianida .5 0.8.2 0.001 0.3 0.005 10 Kromium valensi 6 11 Mangan 12 Natriun 13 Nitrat sebagai N 14 Nitrit sebagai N 15 Perak 16 .05 1 2 60 0.9 Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.001 0.005 1 0.003 0.005 0.1 6–9 0.5 .05 1 5 1.05 2 10 1 0.5 5 .5 0.1 0.01 5 0.06 600 0.terlarut 3 4 5 6 7 Kekeruhan Rasa Warna Suhu Daya Hantar Listrik Skala NTU 5 Skala TCU 15 o C Suhu udara 2250 Umhos/cm KIMIA anorganik 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Air raksa Aluminium Arsen Barium Besi Florida Kadmium Kesadahan CaCO3 Klorida Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.01 5 0.

01 0.002 0.0 0.02 0.01 0.018 0.042 0.017 10 1.035 0.4 D DDT Detergent 1.05 1.0003 0.002 0.5 1.5 0.004 0.00001 0.1 0.01 0.5 0.5 – 2.003 0.056 0.0003 0.2 Dichloroethane Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.03 >3 0.01 >=6 0.1 1 0.1 Dichloroethane 11 Heptachlor heptachlor epoxide 12 Hexachlorobenzene 13 Lindane 14 Metoxychlor 15 Pentachlorophenol 16 Pestisida total .10 0.1 1 Kimia Organik 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Aldrin dan dieldrin Benzona Benzo (a) Pyrene Chlordane (total isomer) Chlordane 2.05 - 400 0.03 0.00001 0.20 Sulfat 21 Sulfida sebagao H2S 22 Tembaga 23 Timbal 24 Oksigen terlarut (DO) 25 Nikel 26 SAR (Sodium Absortion Ratio) Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 400 0.003 0.0007 0.03 0.03 0.

.0 Golongan A : air untuk air minum tanpa pengolahan terlebih dahulu Golongan B : air yang dipakai sebagai bahan baku air minum melalui suatu pengolahan Golongan C : air untuk perikanan dan peternakan Golongan D : air untuk pertanian dan usaha perkotaan.17 2.01 10 0.002 0.1 1.05 Nihil 0.21 0.001 0.1 0.0 0.1 1.1 1.005 0.001 21 Karbon kloroform ekstrak Mg/lt 22 Minyak dan lemak 23 Organofosfat dan carbanat 24 PCD 25 Senyawa aktif biru metilen 26 Toxaphene 27 BHC Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mikrobiologik 1 2 Koliform tinja Total koliform Jml/100 0 ml Jml/100 3 ml 2000 10000 Radioaktivitas 1 2 Gross Alpha activity Gross Beta activity Bq/L Bq/L 0.6 Trichlorophenol 18 Zat Organik (KMnO4) 19 Endrin 20 Fenol Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.0 0.1 1.5 0.2 1 0.004 0.0 0.1 Nihil 0. industri dan PLTA.4.

karena jernih bukan satu-satunya sarat air berkualitas bagi ikan. sehingga ikan pada akhirnya akan terganggu dan bisa tewas. dan bahan buangan. kualitas air akan berbeda dari suatu kegiatan ke kegiatan lain. Bahkan kondisi lingkungan mereka memiliki mekanisme tertentu untuk menjaga terjadinya perubahan mendadak. seperti oksigen (O2). perubahan mandadak dan drastis terhadap parameter air kerap terjadi (seperti suhu. Air yang jernih bukan berarti air yang baik bagi ikan. Ikan hidup dalam lingkungan air dan melakukan interaksi aktif antara keduanya. Lima syarat utama kualitas air bagi kehidupan ikan adalah: PARAMETER AIR Kesadahan (GH/KH) Kemasaman (pH) Karbon Dioksida (CO2) Temperatur Salinitas Kualitas Air . sebagai contoh: kualitas air untuk keperluan irigasi berbeda dengan kualitas air untuk keperluan air minum. sehingga akan menyebabkan ikan stres dan tidak jarang menyebabkan kematian. Pertukaran materi ini terjadi pada antarmuka (Interface) ikan-air pada bahan berupa membran semipermeabel yang terdapat pada ikan. karbon dioksida (CO2).MEDIA INFORMASI IKAN HIAS DAN TANAMAN AIR Pastikan Aquarium Anda Indah dan Sehat forum diskusi direktori koleksi hobiis profil hobiis online store UTAMA Tentang O-Fish Kualitas Air Hama/Penyakit Filter Akuarium/Tank Direktori Ikan dan Tanaman Umum dan Spesies Pakan Ikan Aquascaping Berrbagai Masalah dan Pemecahannya O-Fish Home SPECIAL VIEW Akuarium Laut Arwana Cupang Hias DIscus Dunia Cichlid Lobster Air Tawar Louhan Maskoki Info Karantina Info Perundangan ARTIKEL TERBARU Jamur pada Telur (updated) Perbanyakan Tanaman Bak Overflow (updated) Lepidocepalus thermalis Aplocheilus Panchax Protein Skimmer Busuk Sirip Kutu Jarum KUALITAS AIR Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu Dengan demikian. Ikan-air boleh dikatakan sebagai suatu sistem terbuka dimana terjadi pertukaran materi (dan energi). Dalam lingkup akuarium. sebagai sebuah sistem tertutup. Sedangkan pada lingkungan akuarium. Kehadiran bahan-bahan tertentu dalam jumlah tertentu akan mengganggu mekanisme kerja dari membran tersebut. Ikan telah berevolusi selama jutaan tahun pada kondisi lingkungan yang stabil. dalam lingkungan alamiahnya mereka tidak perlu beradaptasi dengan berbagai perubahan drastis yang terjadi. pH. Sering dijumpai ikan hidup dan berkembang dengan "subur" justru pada air yang bagi manusia menimbulkan kesan jorok. Oleh karena itu. kandungan amonia dll). kualitas air secara umum mengacu pada kandungan polutan atau cemaran yang terkandung dalam air dalam kaitannya untuk menunjang kehidupan ikan dan kondisi ekosistem yang memadai. garam-garaman.

berasal dari sumber air yang digunakan.5 .10 ppm 3 ppm 6. maka ikan yang dipelihara akan mampu mememilhara dirinya sendiri. terbebas dari berbagai penyakit. yaitu. kesadahan. dan dapat berkembang biak dengan baik.012 ppm <0.• • • • • Rendah kadar amonia dan nitrit Bersih secara kimiawi Memiliki pH. dan Stabil Apabila persyaratan tersebut diatas dapat dijaga dan dipelihara dengan baik.9. sering dijumpai bahan-bahan terlarut yang berasal dari hasil pelapukan batuan yang dilewati oleh air dalam perjalanannya. Kisaran Normal Kualitas Air Amonia untuk Akuarium Air Tawar Nitrit Karbon dioksida Oksigen pH< KH (CaCO3) GH (CaCO3) <0. lem dll. dari lapukan dekorasi asesori akuarium.2 ppm 0 . Klorin: pada air minum bahan ini biasa ditambahkan sebagai pembunuh bakteri Kloramin : biasa ditambahkan pada proses pemurnian air minum Pestisida : biasanya merupakan residu kegiatan pertanian intensif yang sering menggunakan pestisida untuk membasmi hama dan penyakit tanaman.0 ppm >20 ppm >20 ppm Beberapa Bahan Cemaran Cemaran pada air akuarium bisa berasal dari berbagai sumber. Beberapa bahan cemaran yang biasa dijumpai pada sumber air adalah: • • Tembaga (copper): bahan ini biasa berasal dari pelapukan pipa air minum atau bisa juga berasal dari kontaminan alamiah. dan temperatur yang sesuai Rendah kadar cemaran organik. • • • Selain cemaran diatas. Bahan yang . cat. dan juga berasal dari binatang dan tanaman akuarium itu sendiri. Nitrat atau fosfat: kedua bahan ini pada umumnya berasal dari "bocoran" kegiatan pemupukan pada pertanian intensif yang kemudian mencemari sumber-sumber air setempat.

Lactose Broth Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air. Lactose broth dibuat dengan komposisi 0.05 : 0. Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform.1 Kecuali disebutkan dengan jelas. EMBA (Eosin Methylene Blue Agar) Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform. gambar.com Copyright 2002-2011© O-FISH. tembaga (Cu). sedangkan Na tercermin pada salinitas. ilustrasi dan foto pada situs web ini dibuat oleh Wahyu Purwakusuma. sedangkan kadar standar baku mutu logam berat bagi ikan adalah (dalam ppm): Cadmium (Cd) Chromium (Cr) Tembaga (Cu) Timah hitam (Pb) Air raksa (Hg) Seng (Zn) : 0. isolasi. dan timah hitam (Pb). magnesium (Mg).01 : 0. sebagai kaldu pemerkaya (preenrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya. Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. makan dan kawin. Berapa unsur yang mungkin dijumpai adalah kalsium (Ca).5% laktosa. menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba. dan logam-logam berat. aluminium(Al).01 : 0. natrium (Na). Berikut ini beberapa media yang sering digunakan secara umum dalam mikrobiologi.5% pepton. mangan (Mn) .php Media berfungsi untuk menumbuhkan mikroba.terkandung akan sangat tergantung pada kondisi geologi daerah yang bersangkutan. Ca dan Mg dalam lingkup akuarium tercermin pada kondisi kesadahan. Kadar logam berat tinggi diketahui dapat merusak jaringan ikan sehingga menyebabkan kematian.3% ekstrak beef. dan 0. Kadar logam berat dapat mempengaruhi berbagai perilaku ikan.1 : 0. All Rights Reserved http://www. seperti perilaku berenang. 0. memperbanyak jumlah. .02 : 0.o-fish.com/Air/kualitas_air. seperti besi (Fe). dan produk susu. seluruh tulisan. seng (Zn). makanan. Urutan tingkat racun bebagai logam berat terhdap ikan adalah: Hg>Cu>Pb>Cd>Al>Zn>Ni>Cr>Co>Mn. Meskipun demikian kebanyakan kasus akibat logam berat justru terjadi pada ingkat kontaminasi logam berat rendah. dimana dalam proses pembuatannya harus disterilisasi dan menerapkan metode aseptis untuk menghindari kontaminasi pada media. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi situs ini dalam bentuk maupun media apapun tanpa ijin tertulis dari O-Fish.

1 ml contoh air.Atur pH sampai 7. P. Adanya eosin dan metilen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut. air desitilat 1.Larutkan 3 g ekstrak daging dalam larutan yang dibuat pada langkah pertama. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan.aureus.000 ml. produk pangan.Larutkan 5 g pepton dalam 850 ml air distilasi/akuades. dan mengisolasi jenis Lactobacillus . Namun demikian. NaCl 5 g. Nutrient Broth Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair. tabel tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri coli dalam 100 ml dan 0. dan Shape (1960) untuk memperkaya. dan Salmonella. pepton.Sterilisasi dengan autoklaf.000 ml dan 15 g agar/L. dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni.0. 1. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef. MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar) MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh De Mann. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air. Rogosa. dalam artian mikroorganisme heterotrof. 4. dan agar.Beri air distilasi sebanyak 1. untuk membawa stok kultur. 3. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif. Aerugenosa dan Salmonella sp dapat menimbulkan keraguan. Intinya sama dengan nutrient agar. Nutrient broth dibuat dengan cara sebagai berikut. aerugenosa.coli. 2. Agar EMB (levine) merupakan media padat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis bakteri coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung. sewage. 5. EMB yang menggunakan eosin dan metilin bklue sebagai indikator memberikan perbedaan yang nyata antara koloni yang meragikan laktosa dan yang tidak. jika media ini digunakan pada tahap awal karena kuman lain juga tumbuh terutama P. Medium tersebut mengandung sukrosa karena kemempuan bakteri koli yang lebih cepat meragikan sukrosa daripada laktosa. menumbuhkan. pepton 10 g. Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam. Untuk mengetahui jumlah bakteri coli umumnya digunakan tabel Hopkins yang lebih dikenal dengan nama MPN (most probable number) atau tabel JPT (jumlah perkiraan terdekat). Bagaiamanapun media ini sangat baik untuk mengkonfirmasi bahwa kontaminan tersebut adalah E. Untuk komposisi nutrien adar adalah eksrak beef 10 g. Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna. untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri. Nutrient Agar Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy.

Protein dari kasein 10 g/L 2. asetat. APDA dibuat dengan merebus kentang selama 1 jam/45 menit. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate.Mangan sulfat 0. Campurkan ekstrak .Magnesium sulfat 0. dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus. dextrose. Media PCA ini baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks. dan penumbuhan bermacam mikroorganisme.dari seluruh jenis bahan.com Trypticase Soy Broth (TSB) TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum.D (+) glukosa 20 g/L 5.0 g/L 4. agar dilelehkan dalam 500 ml air.Ekstrak ragi 4. APDA Media APDA berfungsi untuk menumbuhkan dan menghitung jumlah khamir dan yeast yang terdapat dalam suatu sampel.Tween 80 1. agar) hingga membentuk suspensi 22. Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme.Agar-agar 14 g/L 7. sebaik nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat selektif. sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh. MRS agar mengandung polysorbat.0 g/L 9. Khamir dan yeast akan tumbuh dengan optimal pada media yang sesuai. magnesium.Natrium asetat 5 g/L 11. untuk isolasi.04 g/L MRSB merupakan media yang serupa dengan MRSA yang berbentuk cair/broth. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen.Diamonium hidrogen sitrat 2 g/L 10. Dari enidchemicals. Plate Count Agar (PCA) PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan.dipotassium hidrogen phosphate 2 g/L 8.5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C). yeast extract. Dikalium fosfat ditambahkan sebagai buffer untuk mempertahankan pH.0 g/L 3.Ekstrak daging 8. MRS agar mengandung: 1.2 g/L 6. Adanya asam tartarat dan pH rendah maka pertumbuhan bakteri terhambat.

Bila kondisi terlalu basa maka sel akan mati. campur dan panaskan serta aduk. enumerasi. Agar VRBA mengandung violet kristal yang bersifat basa. Untuk membuatnya. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan 1 liter air yang telah didestilasi. Laktosa merupakan sumber karbohidrat. Panaskan hingga mendidih sampai larut sempurna. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak. Potato Dextrose Agar (PDA) PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. dimana dalam proses pembuatannya harus disterilisasi dan menerapkan metode aseptis untuk menghindari kontaminasi pada media.kentang dalam agar lalu ditambahkan glukosa dan diaduk rata. sebagai kaldu pemerkaya (pre- . makanan. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media dalam 1 liter air yang telah didestilasi. neutral red. pepton. Dinginkan hingga 50-60°C. Agar merupakan agen pemadat. dan menumbuhkan sel khamir.2. Media berfungsi untuk menumbuhkan mikroba. sedangkan sel mikroba bersifat asam. menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba. VRBA (Violet Red Bile Agar) VRBA dapat digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri Enterobactericeae. Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E. Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna. Campuran garam bile dan kristal violet menghambat bakteri gram positif. Neutral red sebagai indikator pH. NaCl. agar). Kemudian dimasukkan dalam erlenmeyer dan disumbat dengan kapas lalu disterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. pH akhir adalah 7. Yeast ekstrak menyediakan vitamin B-kompleks yang mendukung pertumbuhan bakteri. isolasi. Sterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit.5 g lalu dilarutkan dengan akuades. Dengan adanya dekstrosa yang terkandung dalam media ini. kristal violet. Pindahkan dalam tabung sesuai kebutuhan. dan produk susu.6+0.4. Pada APDA jadi ini juga ditambah asam tartarat.coli. Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan petri dengan pH akhir 5. glukosa. empedu. Berikut ini beberapa media yang sering digunakan secara umum dalam mikrobiologi. PGYA dapat digunakan untuk mengidentifikasi mikroba terutama sel khamir. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri. Lactose Broth Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air. memperbanyak jumlah. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. PGYA Media ini berfungsi untuk isolasi. semua bahan dicampur dengan ditambah CaCO3 terlebih dahulu sebanyak 0.

jika media ini digunakan pada tahap awal karena kuman lain juga tumbuh terutama P. untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri.5% laktosa. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif. untuk membawa stok kultur. produk pangan. 0. Bagaiamanapun media ini sangat baik untuk mengkonfirmasi bahwa kontaminan tersebut adalah E. Namun demikian. EMB yang menggunakan eosin dan metilin bklue sebagai indikator memberikan perbedaan yang nyata antara koloni yang meragikan laktosa dan yang tidak. Nutrient Agar Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. Nutrient broth dibuat dengan cara sebagai . Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna. Agar EMB (levine) merupakan media padat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis bakteri coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung. aerugenosa. tabel tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri coli dalam 100 ml dan 0. EMBA (Eosin Methylene Blue Agar) Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. dan 0. aureus. Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform. dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni. Untuk komposisi nutrien adar adalah eksrak beef 10 g. Lactose broth dibuat dengan komposisi 0. Aerugenosa dan Salmonella sp dapat menimbulkan keraguan.enrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya. dalam artian mikroorganisme heterotrof. Adanya eosin dan metilen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut. danSalmonella. sewage. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit.5% pepton.000 ml dan 15 g agar/L. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air. P. pepton. Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform. pepton 10 g. dan agar. Nutrient Broth Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair. NaCl 5 g. Intinya sama dengan nutrient agar.coli.1 ml contoh air. Untuk mengetahui jumlah bakteri coli umumnya digunakan tabel Hopkins yang lebih dikenal dengan nama MPN (most probable number) atau tabel JPT (jumlah perkiraan terdekat). Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan. air desitilat 1. Medium tersebut mengandung sukrosa karena kemempuan bakteri koli yang lebih cepat meragikan sukrosa daripada laktosa.3% ekstrak beef. Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam.

0 g/L 3.Diamonium hidrogen sitrat 2 g/L 10. 4. dan mengisolasi jenis Lactobacillus dari seluruh jenis bahan. dextrose.04 g/L MRSB merupakan media yang serupa dengan MRSA yang berbentuk cair/broth.Atur pH sampai 7. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme.0. Plate Count Agar (PCA) PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan.Agar-agar 14 g/L 7. dan penumbuhan bermacam mikroorganisme.dipotassium hidrogen phosphate 2 g/L 8.5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C).0 g/L 9.Natrium asetat 5 g/L 11. Dikalium fosfat ditambahkan sebagai buffer untuk mempertahankan pH. yeast extract.Mangan sulfat 0. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate. 3. sebaik nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat selektif.0 g/L 4.000 ml.2 g/L 6. dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus.berikut. dan Shape (1960) untuk memperkaya. menumbuhkan.Larutkan 3 g ekstrak daging dalam larutan yang dibuat pada langkah pertama.Sterilisasi dengan autoklaf. asetat. MRS agar mengandung polysorbat. MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar) MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh De Mann.Larutkan 5 g pepton dalam 850 ml air distilasi/akuades. Media PCA ini . sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh.Ekstrak daging 8. 2. untuk isolasi. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen. Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik.Protein dari kasein 10 g/L 2. magnesium.com Trypticase Soy Broth (TSB) TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum. Dari enidchemicals.Magnesium sulfat 0.Ekstrak ragi 4. agar) hingga membentuk suspensi 22. MRS agar mengandung: 1. Rogosa.Tween 80 1. 1.D (+) glukosa 20 g/L 5. 5.Beri air distilasi sebanyak 1.

Dengan adanya dekstrosa yang terkandung dalam media ini. campur dan panaskan serta aduk. Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna. Kemudian dimasukkan dalam . Untuk membuatnya.2.4. Panaskan hingga mendidih sampai larut sempurna. Bila kondisi terlalu basa maka sel akan mati. Yeast ekstrak menyediakan vitamin B-kompleks yang mendukung pertumbuhan bakteri. Dinginkan hingga 50-60°C. pepton. agar dilelehkan dalam 500 ml air. dan menumbuhkan sel khamir. Sterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan 1 liter air yang telah didestilasi. Pada APDA jadi ini juga ditambah asam tartarat. Laktosa merupakan sumber karbohidrat. Campuran garam bile dan kristal violet menghambat bakteri gram positif. PGYA Media ini berfungsi untuk isolasi. NaCl. Potato Dextrose Agar (PDA) PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. neutral red. Pindahkan dalam tabung sesuai kebutuhan. empedu.5 g lalu dilarutkan dengan akuades. Agar merupakan agen pemadat. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri. sedangkan sel mikroba bersifat asam. semua bahan dicampur dengan ditambah CaCO3 terlebih dahulu sebanyak 0. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. APDA Media APDA berfungsi untuk menumbuhkan dan menghitung jumlah khamir dan yeast yang terdapat dalam suatu sampel.baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks.6+0. kristal violet. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak. glukosa. VRBA (Violet Red Bile Agar) VRBA dapat digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri Enterobactericeae. Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E. Agar VRBA mengandung violet kristal yang bersifat basa. Khamir dan yeast akan tumbuh dengan optimal pada media yang sesuai. Neutral red sebagai indikator pH. Campurkan ekstrak kentang dalam agar lalu ditambahkan glukosa dan diaduk rata. agar). Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media dalam 1 liter air yang telah didestilasi. pH akhir adalah 7. enumerasi.coli. PGYA dapat digunakan untuk mengidentifikasi mikroba terutama sel khamir. Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan petri dengan pH akhir 5. APDA dibuat dengan merebus kentang selama 1 jam/45 menit. Adanya asam tartarat dan pH rendah maka pertumbuhan bakteri terhambat.

A. Perhitungan massa sel secara langsung maupun tidak langsung jarang digunakan dalam uji mikrobiologi bahan pangan.erlenmeyer dan disumbat dengan kapas lalu disterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. maupun turbidimetri. dalam metode volumetrik dan gravimetrik. pengukuran volume dan berat sel dilakukan dengan terlebih dahulu menyaring sel-sel jasad renik. Metode Breed Hitungan mikroskopik dengan metode Breed sering digunakan untuk menganalisis susu yang mengandung bakteri dalam jumlah tinggi. dimana komposisi substrat atau bahan yang difermentasi dapat diamati dan diukur dengan teliti. Oleh karena itu. tetapi sering digunakan untuk mengukur pertumbuhan sel selama proses fermentasi. Sebagai contoh. misalnya bahan pangan. Perhitungan massa sel secara tidak langsung sering digunakan dalam mengamati pertumbuhan sel selama proses fermentasi. jumlah sel jasad renik dapat dihitung jika medium pertumbuhannya tidak mengganggu pengukuran. Sebelumnya: Yogurt Selanjutnya : Susu Kambing BAB VIII ANALISIS KUANTITATIF MIKROBIOLOGI PADA BAHAN PANGAN Analisis kuantitatif mikrobiologi pada bahan pangan penting dilakukan untuk mengetahui mutu bahan pangan dan menghitung proses pengawetan yang akan diterapkan pada bahan pangan tersebut. misalnya susu yang diperoleh dari sapi yang terkena mastitis yaitu suatu penyakit infeksi yang . Hitungan Mikroskopik a. gravimetrik. sel jasad renik tidak dapat diukur menggunakan metode volumetrik. jika substrat tempat tumbuhnya banyak mengandung padatan. Dalam perhitungan massa sel secara langsung.

Hasil perhitungan berdasarkan jumlah kelompok bakteri biasanya lebih mendekati hasil perhitungan jumlah bakteri menggunakan agar cawan.menyerang kelenjar susu sapi. Pada sapi yang terserang mastitis. Untuk menghitung jumlah bakteri di dalam susu. Cara ini merupakan suatu cara cepat. Luas areal pandang mikroskop = Di mana r = jari-jari (mm) areal pandang mikroskop. berwarna biru dengan ukuran lebih besar daripada bakteri. Dalam metode ini. yaitu menghitung bakteri secara langsung menggunakan mikroskop. dan diwarnai dengan biru metilen. susunya biasanya mengandung sel-sel darah putih dalam jumlah tinggi.01 ml . difiksasi.18 mm. Rata-rata jumlah bakteri per areal pandang mikroskop ditentukan setelah mengamati 10 sampai 60 kali areal pandang. tetapi jika tidak mungkin dapat dihitung sebagai satu kelompok. kemudian didiamkan sampai kering. sel-sel darah putih akan terlihat sebagai sel yang bulat atau berbentuk tidak teratur. Sel-sel yang mengumpul dalam kelompok. maka: Jumlah susu per arealpandang mikroskop = x 0. Setelah pewarnaan dengan biru metilen. Areal pandang mikroskop biasanya mempunyai ukuran 14-16 skala atau 0. sebanyak 0. dihitung jumlah sel yang terdapat di dalam kelompok tersebut. Cara ini mempunyai kelemahan yaitu tidak dapat diakukan terhadap susu yang telah dipasteurisasi karena secara mikroskopik tidak dapat dibedakan antara sel-sel bakteri yang masih hidup atau yang telah mati karena perlakuan pasteurisasi. tergantung dari jumlah bakteri per areal pandang. Karena contoh susu yang disebarkan pada gelas objek seluas 1 cm2 adalah 0.01 ml. Mikrometer yang digunakan adalah mikrometer gelas objek yang mempunyai skala terkecil 0. luas areal pandang (field) mikroskop yang akan digunakan harus dihitung terlebih dahulu.16 mm.01 ml susu dipipet dengan pipet Breed dan disebarkan di atas gelas objek sehingga mencapai luas 1 cm2.14-0. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengukur diameter areal pandang menggunakan mikrometer yang dilihat melalui lensa minyak imersi.01 mm. Beberapa mikroskop mungkin mempunyai ukuran diameter areal pandang lebih dari 0.

Tinggi contoh yang terletak di antara gelas objek dengan gelas penutup adalah 0.10 10 – 30 >30 Jumlah areal pandang yang harus diamati 50 25 10 5 TBUD b. dan ditentukan sebagai berikut: Jumlah rata-rata bakteri per areal pandang < 0. Jumlah sel dalam beberapa kotak besar dihitung.000/πr2 juga faktor mikroskopik (FM). Hitungan mikroskopik merupakan metode yang cepat dan murah. sehingga kadang-kadang tidak terhitung. Jumlah areal pandang yang harus diamati tergantung dari jumlah rata-rata bakteri per areal pandang. Oleh karena itu. hitungan mikroskopik dilakukan dengan pertolongan kotak-kotak skala. Sel-sel yang berukuran sangat kecil sukar dilihat di bawah mikroskop. .Dengan kata lain. Metode Petroff-Hausser Dalam metode Petroff-Hausser. di mana dalam setiap ukuran skala seluas 1 mm2 terdapat 25 buah kotak besar dengan luas 0. keduanya akan terhitung.5 – 1 1 .000/πr2 kali areal pandang mikroskop.02 mm. untuk mendapatkan 1 ml contoh susu dapat diperoleh dari 10.04 mm2.5 0. Angka 10. Jumlah bakteri per ml = x jumlah bakteri per areal pandang Jumlah bakteri per areal pandang dihitung dari rata-rata pengamatan areal pandang. 2. dan setiap kotak besar terdiri dari 16 kotak kecil. dan digunakan untuk mengubah jumlah bakteri per areal pandang mikroskop menjadi jumlah bakteri per ml. tetapi mempunyai beberapa kelemahan sebagai berikut: 1. Sel-sel yang telah mati tidak dapat dibedakan dari sel-sel hidup. kemudian dihitung jumlah sel rata-rata dalam satu kotak besar.

Tidak dapat digunakan untuk menghitung sel jasad renik di dalam bahan pangan yang banyak mengandung debris atau ekstrak makanan. karena beberapa sel yang berdekatan mungkin membentuk satu koloni. Hitungan Cawan Prinsip dari metode hitungan cawan adalah jika sel jasad renik yang masih hidup ditumbuhkan pada medium agar. maka sel jasad renik tersebut akan berkembang biak dan membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dan dihitung dengan mata tanpa menggunakan mikroskop. Memerlukan persiapan dan waktu inkubasi relatif lama sehingga pertumbuhan koloni dapat dihitung. c. Selain keuntungan-keuntungan tersebut. d.3. bahan pangan yang diperkirakan mengandung lebih dari 300 sel jasad renik per ml atau per gram atau per cm jika . Untuk mempertinggi ketelitian. Hanya sel yang masih hidup yang dihitung. b. tidak menyebar. Hal ini disebabkan dalam setiap bidang pandang yang diamati harus terdapat sejumlah sel yang dapat dihitung. jumlah sel di dalam suspensi harus cukup tinggi. b. 4. Jasad renik yang ditumbuhkan harus dapat tumbuh pada medium padat dan membentuk koloni yang kompak dan jelas. Beberapa jenis jasad renik dapat dihitung sekaligus. misalnya untuk bakteri minimal 106 sel/ml. 2. Dalam metode hitungan cawan. metode hitungan cawan juga mempunyai kelemahan-kelemahan sebagai berikut: a. Medium dan kondisi inkubasi yang berbeda mungkin menghasilkan nilai yang berbeda. c. Dapat digunakan untuk isolasi dan identifikasi jasad renik karena koloni yang terbentuk mungkin berasal dari suatu jasad renik yang mempunyai penampakan pertumbuhan spesifik. Metode hitungan cawan merupakan cara yang paling sensitif untuk menentukan jumlah jasad renik karena beberapa hal yaitu: a. Hasil perhitungan tidak menunjukkan jumlah sel yang sebenarnya. karena hal ini akan mengganggu dalam perhitungan sel.

1:1000 dan seterusnya. Pada pemupukan dengan metode permukaan. 1:10 000. Satu deretan rantai koloni yang terlihat sebagai suatu garis tebal dihitung sebagai satu koloni. Pengenceran biasanya dilakukan secara desimal yaitu 1:10. 1:100.1 ml) dari pengenceran yang dikehendaki dimasukkan ke dalam cawan petri. sejumlah contoh (1 ml atau 0. atau 1:100. b.1 ml contoh yang telah diencerkan dipipet pada permukaan agar tersebut. larutan Ringer. terlebih dahulu dibuat agar cawan kemudian sebanyak 0. Dalam metode tuang. dan diratakan dengan batang gelas melengkung yang steril. Beberapa koloni yang bergabung menjadi satu merupakan satu kumpulan koloni yang besar di mana jumlah koloninya diragukan dapat dihitung sebagai satu koloni.85% NaCl. 0.pengambilan contoh dilakukan pada permukaan. Cawan yang dipilih dan dihitung adalah yang mengandung jumlah koloni antara 30 dan 300. Cara pemupukan dalam metode hitungan cawan dapat dibedakan atas dua cara yaitu metode tuang dan metode permukaan (surface/spreadplate). kemudian ditambah agar cair steril yang telah didinginkan (47-50°C) sebanyak 15-20 ml dan digoyangkan supaya contoh menyebar rata. c. dimana jumlah yang terbaik adalah diantara 30 sampai 300 koloni. Setelah inkubasi akan terbentuk koloni pada cawan tersebut dalam jumlah yang dapat dihitung. Dalam SPC ditentukan cara pelaporan dan perhitungan koloni sebagai berikut: Larutan yang digunakan untuk pengenceran dapat berupa larutan bufer fosfat. Jumlah koloni dalam contoh dapat dihitung sebagai berikut: Koloni per ml atau per gram = jumlah koloni per cawan x 1/FP Dimana FP = faktor pengenceran Faktor Pengenceran Untuk melaporkan hasil analisis mikrobiologi dengan cara hitungan cawan digunakan suatu standar yang disebut Standard Plate Counts (SPC) sebagai berikut: a. memerlukan perlakuan pengenceran sebelum ditumbuhkan pada medium agar di dalam cawan petri. 1:1000 000 dan seterusnya. atau .

tetapi jumlah 3. Metode MPN (Most Probable Number) Berbeda dengan metode hitungan cawan dimana digunakan medium padat. 1. sebenarnya harus dicantumkan di dalam tanda kurung. harus dibulatkan satu angka lebih tinggi pada angka kedua. data yang diambil harus dari kedua cawan tersebut. Jika angka yang ketiga sama dengan atau lebih besar dari 5. Jika pada semua pengenceran dihasilkan lebih dari 300 koloni pada cawan petri. Pengamatan tabung yang positif dapat dilihat dengan mengamati timbulnya kekeruhan.7 x 103 unit koloni/ml atau 2. yang sebenarnya harus dicantumkan di dalam tanda kurung. harus dipilih tingkat pengenceran yang menghasilkan kedua cawan duplo dengan koloni di antara 30 dan 300. dan perbandingan antara hasil tertinggi dan terendah dari kedua pengenceran tersebut lebih kecil atau sarna dengan dua. e. Jika pada semua pengenceran dihasilkan kurang dari 30 koloni pada cawan petri. dimana perhitungan dilakukan berdasarkan jumlah tabung yang positif. Oleh karena itu. tetapi jumlah yang Hasilnya dilaporkan sebagai kurang dari 30 dikalikan dengan besamya pengenceran. berarti pengenceran yang dilakukan terlalu tinggi. Hasil yang diaporkan hanya terdiri dari dua angka yaitu angka pertama (satuan) dan angka kedua (desimal). dalam metode MPN digunakan medium cair di dalam tabung reaksi. jumlah koloni pada pengenceran yang tertinggi yang dihitung. Sebagai contoh. dilaporkan ratarata dari kedua nilai tersebut dengan memperhitungkan faktor pengencerannya.a. berarti pengenceran yang dilakukan terlalu rendah. Jika pada cawan dari dua tingkat pengenceran dihasilkan koloni dengan jumlah antara 30 dan 300. Oleh karena itu. d. yaitu yang ditumbuhi oleh jasad renik setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu. yang dilaporkan hanya hasil yang terkecil. Jika perbandingan antara hasil tertinggi dan terendah lebih besar dari 2. tidak boleh diambil salah satu. c. Jika digunakan dua cawan petri (duplo) per pengenceran. b. Oleh karena itu.0 x 106 unit koloni/gr. atau terbentuknya gas di dalam tabung kecil (tabung Durham) yang diletakkan pada . jumlah koloni pada pengenceran yang terendah yang dihitung. Hasilnya dilaporkan sebagai lebih dari 300 dikalikan dengan faktor pengenceran.

pada pengenceran kedua dua tabung positif. sedangkan tabung lainnya tidak mengandung sel.posisi terbalik. yang dinyatakan sebagai tabung positif. pengenceran harus dilakukan lebih tinggi daripada pengenceran dalam hitungan cawan. 2. dan pada pengenceran terakhir tidak ada tabung yang positif. Kombinasi yang dipilih dimulai dari . Dalam metode MPN. Kombinasinya menjadi 3. Angka kombinasi ini kemudian dicocokkan dengan Tabel MPN dan nilai MPN contoh dapat dihitung sebagai berikut : MPN contoh = Nilai MPN dari tabel x 1/pengenceran tabung tengah Pengenceran Tabung Tengah Tabel yang digunakan untuk menentukan niIai MPN dari tiga seri tabung berbeda dengan tabel untuk lima seri tabung. sedangkan tabung lainnya negatif. Lebih banyak tabung yang digunakan menunjukkan ketelitian yang lebih tinggi. Setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu. Dengan demikian. 0. dan jika diambil tiga pengenceran yang pertama kombinasinya akan menjadi 3. 1. pada pengenceran ketiga satu tabung positif. beberapa tabung mungkin mengandung lebih dari satu sel. Misalnya pada pengenceran pertama ketiga tabung menghasilkan pertumbuhan positif. 1. Dalam metode MPN. setelah inkubasi diharapkan terjadi pertumbuhan pada beberapa tabung. Untuk setiap pengenceran pada umumnya digunakan tiga atau lima seri tabung. Metode MPN biasanya digunakan untuk menghitung jumlah jasad renik di dalam contoh yang berbentuk cair. dimana untuk setiap pengenceran digunakan tiga seri tabung atau lima seri tabung. dihitung jumlah tabung yang positif yaitu tabung yang ditumbuhi jasad renik yang dapat ditandai dengan timbulnya kekeruhan. meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat dengan terlebih dahulu membuat suspensi 1:10 dari contoh tersebut. Grup jasad renik yang dapat dihitung dengan metode MPN juga bervariasi tergantung dari medium yang digunakan untuk pertumbuhan. yaitu untuk jasad renik pembentuk gas. tetapi alat gelas yang digunakan juga lebih banyak. dari setiap pengenceran dimasukkan 1 ml masing-masing ke dalam tabung yang berisi medium. sehingga beberapa tabung yang berisi medium cair yang diinokulasikan dengan larutan hasil pengenceran tersebut mengandung satu sel jasad renik. 2.

semakin cepat terjadinya perubahan warna dan biru menjadi putih. Metode MPN dapat digunakan untuk menghitung jumlah jasad renik tertentu yang terdapat diantara campuran jasad renik lainnya. Metode biru metilen merupakan cara yang lebih cepat dibandingkan dengan metode hitungan cawan. Semakin tinggi jumlah bakteri di dalam susu. Jika pada pengenceran yang keempat atau seterusnya masih ditemukan tabung yang hasilnya positif. Kelemahan metode BM adalah karena cara ini tidak praktis dilakukan terhadap susu yang mengandung bakteri hidup dalam jumlah sedikit. dalam metode BM hal ini tidak berpengaruh terhadap perhitungan jumlah bakteri. Kombinasi yang diambil terdin dari tiga pengenceran. dan dapat memberikan perkiraan jumlah bakteri di dalam susu. Sebagai contoh. dan lebih teliti karena bakteri yang terdapat dalam keadaan berkelompok di mana dalam metode hitungan cawan dihitung sebagai satu koloni. Waktu reduksi. Dalam uji ini ditambahkan sejumlah biru metilen ke dalam susu. Metode Hitungan Tidak Langsung Salah satu cara untuk menghitung jumlah sel di dalam suatu bahan secara tidak langsung adalah dengan uji biru metilen yang biasanya dilakukan terhadap susu. kemudian diamati kemampuan bakteri di dalam susu untuk tumbuh dan menggunakan oksigen yang terlarut. misalnya susu . maka jumlah tabung yang positif tersebut harus ditambahkan pada angka kombinasi yang ketiga sampai mencapai jumlah maksimum.pengenceran tertinggi yang masih menghasilkan semua tabung positif. biru metilen yang ditambahkan akan tereduksi menjadi putih metilen. B. Cara ini biasa digunakan untuk menentukan MPN koliform terhadap air atau minuman karena bakteri koliform termasuk bakteri yang dapat menfermentasi laktosa. yaitu perubahan warna biru menjadi putih. Akibatnya. sedangkan pada pengenceran yang berikutnya ada tabung yang negatif. dianggap selesai jika kira-kira empat per lima dari contoh susu yang terdapat di dalam tabung (sebanyak 10 ml) telah berwarna putih. sehingga menyebabkan penurunan kekuatan oksidasi-reduksi dari campuran tersebut. jika digunakan Lactose Broth maka adanya bakteri yang dapat menfermentasi laktosa ditunjukkan dengan terbentuknya gas di dalam tabung Durham.

campuran itu dituang ke dalam pinggan petri steril. Disamping itu dapat . khamir. kemudian dituang dengan medium pembiakan padat campuran dibiarkan membeku c. Cara menghitung langsung (metode kaca objek) yang telah dicairkan dan Setelah dicampur rata didinginkan sampai suhu tidak lebih dari 45°C. Penghitungan koloni dilakukan setelah pengeraman pada suhu yang sesuai. yaitu paling sedikit selama enam jam. Suatu volum tertentu dimasukkan ke dalam pinggan petri steril. pembentuk spora. Dengan metode. kemudian dibekukan. Dalam hal ini bahan pemeriksaan harus diencerkan untuk menghindarkan jumlah koloni terlalu banyak sehingga tidak dapat dihitung.1 sampai 1 ml bahan pemeriksaan dicampur dengan medium pembiakan agar yang telah dicairkan dan didinginkan sampai suhu tidak lebih dari 45°C. ini juga tidak dapat dibedakan jenis bakteri yang terdapat di dalam susu. Kelemahan lainnya adalah karena dalam uji biru metilen diperlukan waktu pengamatan yang terus-menerus. 0. selanjutnya dieramkan. 2. Oleh karena satu bakteri dapat tumbuh menjadi satu koloni yang terhitung mewakili jumlah bakteri hidup yang terdapat dalam tiap volum pengenceran yang digunakan. Cara yang paling sering digunakan adalah cara perhitungan koloni pada lempeng pembiakan (place count). Cara lain yang hampir sama adalah sebagai berikut: a.yang telah mengalami pasteurisasi. Penentuan Jumlah Bakteri Beberapa cara dapat dilakukan untuk menentukan jumlah bakteri yang terdapat pada bahan pemeriksaan. C. Hasil perhitungan yang dapat diandalkan adalah antara 30-300 koloni pada tiap lempeng pembiakan. dan sebagainya. Bahan pemeriksaan diencerkan seperlunya b. dimana dibutuhkan waktu yang lama sekali untuk mereduksi biru metilen. diadakan perhitungan langsung secara mikroskopis. 1. b. Cara Perhitungan pada lempeng pembiakan a. Setelah dikocok. misalnya bakteri gram positif atau negatif. Cara ini disebut juga “metode perhitungan bakteri hidup” atau “metode perhitungan koloni”.

b. Pada lantai bilik terdapat suatu daerah berkotak seluas 1 mm2 yang dibagi dalam 400 kotak persegi. Metode bilik hitung Untuk keperluan ini dapat digunakan bilik hitung Helber. Suspensi yang akan dihitung ditambah dengan beberapa tetes formalin. masing-masing seluas 0. Suspensi ini diencerkan sedemikian rupa. Metode Ukur Kekeruhan Metode ini mengguanakan tabung-tabung dengan supensi dari berbagai derajat kekeruhan (menurut Brown). terdapat ruangan antara lantai dan kaca penutup yang sama tingginya. Larutan yang digunakan harus disaring sebelum dipakai. Suspensi bakteri yang ingin diperiksa . yaitu 0.1 persen dan 0. sehingga bila di masukkan ke dalam bilik hitung itu hanya akan terdapat lima atau sepuluh organisme dalam tiap kotak. Volum suspensi seharusnya hanya untuk mengisi ruang antara lantai bilik dengan kaca penutup. Cairan pengencer yang terbaik adalah pepton 0. sehingga dengan cara ini tidak diketahui berapa jumlah bakteri hidup.1 persen yang mengandung 0. tetapi dapat digunakan untk penelitian lain.02 x0. Volume ruang di atas tiap kotak adalah 0. Cara kerjanya adalah sebagai berikut: a) Satu ose suspensi diletakkan pada daerah berkotak dan diataranya diletakkan kaca penutup yang bersih. tetapi pengerjaannya lebih cepat. Dengan cara ini yang terhitung adalah baik bakteri hidup maupun yang mati. yaitu suatu kaca objek setebal 2-3 mm dengan ditengahnya terdapat suatu daerah yang disebut lantai bilik yang berada 0. Setelah dibagi oleh jumlah kotak. Daerah ini dilingkari oleh parit. Tiap derajat tersebut dengan tingkat kekeruhan eqivalen dengan jumlah tertentu per mililiter.00000005 ml. sehingga bila kaca penutup diletakkan di atas lantai bilik. Kemudian dikalikan dengan faktor pengenceran.0025 mm2. jangan sampai ada cairan yang mengalir ke dalam parit. Permukaan kaca objek diasah sedemikian rupa.02 m di bawah permukaan kaca objek.0025 mm3.Cara ini pada mulanya dilakukan dengan pemeriksaan bakteri yang terdapat dalam air susu. b) Pemeriksaan dilakukan dengan lensa 4 mm.1 persen metilen biru (zat warna ini tidak diperlukan bila diperiksa dengan fase kontras atau lapangan gelap). sehingga jumlah hitungan mencapai kira-kira 500. diperoleh jumlah rata-rata oraganisme untuk tiap kotak. Untuk perhitungan dipilih 50-100 kotak secara acak. a.

Bila suatu cairan mengandung 100 organisme per 100 ml. tetapi tidak mungkin ada sampel yang tidak mengandung bakteri sama sekali. Demikian pula sampel-sampel 1 ml akan mengandung rata-rata masingmasing satu organisme. Pada turbidimetri yang diukur adalah persentase absorpsi cahaya. dan pada nefelometri diukur adalah refleksi sinar cahaya. Jumlah Perkiraan Terdekat (JPT) Jumlah perkiraan terdekat pada perhitungan bakteri didasarkan atas asumsi bahwa bakteri tersebar normal dalam medium cair. perbadaan jumlah antara sampel akan menjadi kecil. yang berarti bila diambil berulang-ulang sampel dengan takaran yang sama dari suatu sumber dapat diharapkan mengandung jumlah rata-rata yang sama. c. Beberapa diantara sampel-sampel itu dapat mengandung lebih atau kurang. biarpun antara sampel yang satu sedikit lebih atau kurang daripada yang lain. Bila sampelsampel ini ditanam dalam medium pembiakan. Suspensi yang diperiksa bila perlu harus diencerkan. tiap sampel dapat diharapkan akan memperlihatkan pertumbuhan. sampel akan mendekati rata-rata. Metode Turbidimetri Pada metode ini penghitungan didasarkan pada kenyataan bahwa suatu populasi atau kelompok sel-sel dalam medium cair menyerap atau menyebarkan cahaya yang sebanding dengan derajat kekeruhan medium itu. Jumlah rata-rata ini adalah jumlah perkiraan terdekat (most probable number). d. relatif lebih besar. maka sampelsampel 10 ml akan mengandung rata-rata masing-masing 10 organisme.jumlahnya dibandingkan kekeruhannya dalam tabung yaitu dengan ukuran yang sama dengan kekeruhan tabung Brown yang telah dibakukan dan jumlah organismenya dapat dilihat pada tabel derajat kekeruhan baku. Beberapa di antaranya mungkin mengandung dua atau tiga. sedang ada sampel yang tidak mengandung bakteri. Oleh karena itu bila Jika jumlah organisme besar. hasil hitungan masing-masing Bila jumlah organisme kecil perbedaan akan .

1. pembentukan asam. Sampel-sampel 0. Tabel 10. Cara kerja penentuan jumlah perkiraan terdekat (JPT) adalah sebagai berikut: a. 1 ml. pembentukan asam dan gas dan lain-lain. Untuk penafsiran JPT dari jumlah hasil positif dari deret tiga atau lima tabung dilahat pada Tabel 10. c. dan bila ditanam kebanyakan tidak memperlihatkan pertumbuhan.1 sampel cairan. b. Untuk pemeriksaan air digunakan satu tabung 50 ml. kemudian diambil 10 ml untuk masing-masing tabung yang telah diisi medium pembiakan dua kali lipat.2. Pengeraman dilakukan selama 24 .10 ml. Untuk pemeriksaan air ditambah dengan percobaan 50 ml air dalam 50 ml bulyon dua kali kuat.sampel-sampel ini ditanam dalam medium pembiakan. Untuk keperluan ini dapat digunakan tiga atau lima tabung. Untuk keperluan ini disediakan tabel-tabel untuk sampel-sampel 10 ml. Sampel dikocok yang kuat agar organisme dalam cairan itu tersebar merata. tetapi dapat digunakan juga untuk hampir setiap jenis organisme dalam sampel cairan bila pertumbuhan mudah dapat diamati.1 ml dengan menggunakan tiga atau lima tabung dari masing-masing sampel. 0.48 jam. seperti kekeruhan. sebagian tidak memperlihatkan ada pertumbuhan. Teknik ini terutama digunakan untuk menaksir jumlah bakteri coliform. Untuk mengetahui jumlah bakteri hidup dalam sampel dapat dihitung jumlah perkiraan terdekat organisme per 100 ml untuk tiap kombinasi seri sampel semacam itu. dan 10.1 ml dapat diharapkan mengandung hanya satu organisme di antara sepuluh sampel.1 Jumlah perkiraan terdekat dalam 100 ml menurut McCrady dengan sistem tiga tabung untuk masing-masing volum 50 ml. lima dari 10 ml dan lima dari 1 ml. Pengamatan ditunjukkan terhadap pertumbuhan. Perlakuan yang sama dilakukan dengan 1 ml dan 0. dan 1 ml .

Volume air Banyaknya sampel Jumlah sampel dengan hasil positif (asam+gas) 50 ml 1 0 0 0 0 0 10 ml 5 0 0 0 1 1 1 ml 5 0 1 2 1 2 JPT 0 1 2 1 2 0 0 0 0 1 2 2 2 2 0 1 2 0 3 2 3 4 5 0 2 0 3 0 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 9 2 7 1 5 0 3 3 6 2 4 1 3 0 1 0 5 1 5 .

1 1 2 2 0 1 5 7 1 1 1 1 1 2 2 3 3 3 2 3 0 1 2 10 12 8 11 14 1 1 1 1 1 3 3 4 4 4 3 4 0 1 2 18 20 13 17 20 1 1 1 4 4 5 3 4 5 0 1 39 35 40 25 35 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 5 180+ 4 100 3 90 2 50 .

1 ml.Tabel 10. 0.1 ml 5 0 1 2 3 0 JPT 13 17 20 25 17 4 4 4 4 4 1 1 2 2 2 1 2 0 1 2 20 25 20 25 30 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 0 1 2 0 1 25 35 40 35 40 4 4 5 4 5 4 5 1 50 0 40 2 45 .1 ml Volum air Banyaknya sampel Jumlah sampel dengan hasil (asam+ gas) 10 ml 5 4 4 4 4 4 1 ml 5 0 0 0 0 1 0.2 Jumlah perkiraan terdekat dalam 100 ml menurut McCrady dengan sistem lima tabung untuk masing-masing volum 10 ml.

4 0 5 5 5 5 5 1 5 5 5 5 5 2 5 5 2 5 5 5 5 3 5 5 5 3 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 0 0 0 0 2 55 0 1 2 3 4 25 30 45 0 75 0 1 2 3 4 35 45 65 85 116 0 1 60 70 2 3 4 5 80 120 140 175 0 1 2 80 110 140 .

Sebutkan beberapa metode analisis kuantitatif mikroba 2. Jelaskan perbedaan prinsip masing-masing metode .5 5 3 3 4 175 200 3 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 5 5 5 5 1900+ 4 1000 3 900 550 1 350 4 5 5 4 5 0 350 425 260 4 4 4 4 5 0 1 2 3 250 130 170 225 275 Soal-soal latihan : 1.

Lalu diamati tabung yang terdapat gas/ gelembung dan berwarna keruh sehingga kombinasi tabung yang positif dari uji duga dan uji penegasan dapat dicocokkan . 1 ml dan 0.%20%20ANALISIS%20KUANTITATIF %20MIKROBIOLOGI%20PADA%20BAHAN%20PANGAN.ac. Dalam praktikum ini suatu bahan makanan/ minuman dengan sampelnya yaitu sirup dilakukan pengenceran secara desimal (10-1).html Metode MPN BAB I PENDAHULUAN a.id/~fajriyati/E-LEARNING%20MIKROBIOLOGI %20PANGAN/WORD%20html/BAB%20VIII. meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat. Pada analisis kuantitatif mikroba dengan metode MPN digunakan kisaran jumlah mikroba yang layak dihitung. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai adanya mikroba dalam suatu makanan dan minuman agar dapat dikonsumsi manusia dengan layak sehingga tidak menimbulkan penyakit akibat kontaminasi mikroba dalam makanan dan minuman dan dapat memenuhi kebutuhan tubuh secara optimal. http://lecturer. Analisis kuantitatif mikrobiologi pada bahan pangan penting dilakukan untuk mengetahui mutu bahan pangan dan menghitung proses pengawetan yang akan diterapkan pada bahan pangan tersebut.1 ml ke dalam tabung yang berisi Lactosa Broth dan tabung Durham. Latar Belakang Berbagai mikroba patogen seringkali ditularkan melalui air yang tercemar sehingga menimbulkan penyakit bawaan manusia maupun hewan. b. Untuk setiap pengenceran digunakan 3 seri tabung. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menghitung atau mengukur jumlah jasad renik dalam suatu suspensi. salah satunya adalah pemeriksaan adanya bakteri Coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN (Most Probable Number). kemudian masing-masing tabung dengan seri 3-3-3 dimasukkan 10 ml. Landasan Teori Metode MPN biasanya biasanya dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba di dalam contoh yang bebentuk cair.poliupg.3. Setelah diinkubasi selama 2 x 24 jam dengan suhu 37°C. jelaskan mengapa demikian ? 4. yaitu 30 – 300. Suatu percobaan analisis kuantitatif mikroba diperoleh hasil sebagai berikut : Jumlah koloni Per pengenceran 10-2 10-3 104 Standard Plate Count Keterangan 238 28 1 700 125 10 TBUD TBUD 197 Hitunglah SPC berdasarkan metode MPN dan beri keterangan yang jelas. maka akan dapat dilihat tabung yang positif yaitu tabung yang ditumbuhi mikroba yang dapat ditandai dengan terbentuknya gas di dalam tabung Durham.

Masukkan pengencer/ Na fisiologis dan Lactosa Broth ke dalam ke-9 tabung reaksi sesuai banyaknya yaitu 10 ml. Sampel ditimbang sebanyak 10 gram memasukkan ke dalam air pengencer (yang mengandung NaCl fisiologis) 90%. BAB II PELAKSANAAN a. Alkohol 7.dengan tabel MPN-seri 9 tabung. Cawan Petri steril 3.1 ml Pengencer/ LBDS LBSS LBSS Na Fisiologis 90% Uji Penduga 10 ml 1 ml 0. Diinkubasi selama 2 x 24 jam dengan suhu 37°C dan diamati tertangkap tidaknya gas dalam tabung Durham setiap 1 jam sekali. Tabung reaksi 8. Media EMB (Eosin Methylene Blue Agar) dan EA (sudah steril) 5. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPNadalah sebagai berikut: 1. iv. Mikroskop 7. Timbangan Mortal dan pengerus b. Ambil jarum ose lalu bakar jarum di atas pembakar bunsen sampai membara. Sampel makanan dan minuman 2. karet. Inkubator 6. Pembakar Bunsen 5. ii. Jika terdapat gas atau keruh. Lalu jarum ose . iii. ii. Botol contoh steril 2. alat dan tempat kerja. Media BGLB/BGBL (Briliant Green Bile Lactose Broth) 4. Masukkan jarum ose ke dalam tabung reaksi sampai menyentuh larutan dan angkat. Kapas. Tabung Durham 9. 1 ml dan 0. Pewarna gas 6. Prosedur Kerja Prosedur kerja dari praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN adalah sebagai berikut : 1. Diaseptiskan tangan. maka diduga terdapat Coliform pada tabung. Uji Penegasan i. Pipet ukur 10 ml dan 1 ml steril dan filternya 4. Bungkus masingmasing tabung reaksi dengan pembungkus kayu. Uji Penduga i.1 ml BGLBDS BGLBSS BGLBSS 2. 10 ml 1 ml 0. kertas payung. Media laktosa cair (sudah steril) 3.1 ml lalu masukkan tabung Durham. Alat Alat-alat yang digunakan dalam praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN adalah sebagai berikut : 1. v. Dasarnya yaitu hasil dari uji penduga yaitu banyaknya larutan dalam tabung reaksi yang terdapat gas/ gelembung yang berjumlah 4 buah. korek api c.

1 ml sirup dengan tabung Durham didalamnya dengan kombinasi 3-3-3. Nilai MPN dari tabel MPN 9 tabung adalah 7. Dalam metode MPN. Esterichia coli (Kay and Fricker.2 x 103 BAB IV PEMBAHASAN Menurut WHO menyatakan bahwa untuk melakukan monitor terhadap air minum. Dengan demikian setelah inkubasi. Metode MPN biasanya biasanya dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba di dalam contoh yang berbentuk cair.masukkan ke tabung berisi 10 ml.1 ml menghasilkan 2-1-2 tabung . diharapkan terjadi pertumbuhan pada beberapa tabung yang dinyatakan sebagai tabung positif. Fecal Coliform 3.D galaktosidase. dimana perhitungannya dilakukan berdasarkan jumlah tabung yang positif yaitu yang ditumbuhi oleh jasad renik setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu. maka dapat digunakan kemungkinan masuknya mikroba patogen ke dalam feses manusia dan hewan berdarah panas. Ada 3 indikator air minum yang layak untuk diminum. 1993). BAB III HASIL PEMERIKSAAN Dari hasil praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan meode MPN.2 sehingga diperoleh perhitungan MPN mikroba sebagai berikut : Hasil akhir dari uji penegasan yaitu terdapat. 1 ml dan 0. 2. iii. beberapa tabung yang lainnya mengandung lebih dari satu sel atau tabung lainnya tidak mengandung sel. diperoleh hasil bahwa terdapat tabung dalam setiap tabung sehingga terbentuk kombinasi 3-3-3. MPN mikroba = = = 7. 1 ml dan 0.1 ml. Pada pengenceran pertama kesembilan tabung menghasilkan pertumbuhan positif yaitu dengan seri tabung 3-3-3 pada ukuran 10 ml. meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat dengan terlebih dahulu membuat suspensi 1:10 dari contoh tersebut (Fardiaz. 1997). Masukkan tabung ke dalam inkubator/ diinkubasi selama 2 x 24 jam dan diamati setiap 1 jam. Tujuan Praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN bertujuan untuk melacak adanya bakteri coliform dalam contoh makanan dan atau minuman. yaitu untuk jasad renik pembentuk gas. sedangkan tabung lainnya negatif. tidak ada gas/ gelembung di dalam tabung Durham berisi 1 ml dan terdapat 1 buah tabung reaksi dengan gas/ gelembung di dalam tabung Durham berisi 0. yaitu: 1.2 MPN/100 ml. Pengamatan tabung yang positif dapat dilihat dengan mengamati timbulnya kekeruhan atau terbentuknya gas di dalam tabung kecil (tabung Durham) yang diletakkan pada posisi terbalik. Usahakan tabung dan jarum selalu dekat dengan api agar tetap steril. Metode MPN digunakan medium cair di dalam tabung reaksi.1 ml BGLBDS BGLBSS BGLBSS d. 10 ml 1 ml 0. sehingga beberapa tabung yang berisi medium cair yang diinokulasikan dengan larutan hasil pengenceran tersebut mengandung satu sel. Kelompok Coliform APHA merekomendasikan Bacillus coli. Esterichia coli sebagai indikator kontaminasi fecal yang menggunakan laktosa untuk memproduksi asam dan gas atau banyak enzim β. Maka dari tabel MPN dengan hasil akhir 1-0-1 yaitu 7. Lalu amati adanya gas/ gelembung yang terdapat dalam tabung Durham. pengenceran harus dilakukan lebih tinggi daripada pengenceran dalam hitungan cawan. 1 buah tabung reaksi dengan gas/ gelembung di dalam tabung Durham berisi 10 ml.

Coli. Tabung yang memperlihatkan gas diuji lebih lanjut dengan uji peneguhan. dapat dikatakan sampel minuman (sirup) masih memenuhi syarat kesehatan untuk dikonsumsi karena kurang dari standar MPN (<20 MPN/100 ml). Metode MPN dapat digunakan untuk menghitung jumlah jasad renik tertentu yang terdapat diantara campuran jasad renik lainnya. PT Gramedia Pustaka Utama.yang positif ditumbuhi jasad renik dan pada pengenceran kedua. Uji ini diawali dengan memasukkan 10 ml cairan dari sampel ke dalam lauryl tryptose broth. Analisis Mikrobiologi Pangan. MPN standar Coliform menurut Lampiran Surat Keputusan Dirjen POM no: 03726/B/SK/VII/1989 tentang batas maksimal cemaran mikroba dalam makanan adalah 20 MPN/100 ml.2 MPN/100 ml. Dalam uji duga. Problem or Solution? The Royal Society of Chemistry. 1992. 1994. 1994). Coliforms and E. Sebagai contoh. 1992). kesembilan tabung menghasilkan 1-0-1 tabung yang positif ditumbuhi jasad renik. D and Fricker. W. Mikrobiologi Pangan 1. Jakarta Kay. Metode MPN merupakan uji deretan tabung yang menyuburkan pertumbuhan koliform sehingga diperoleh nilai untuk menduga jumlah koliform dalam sampel yang diuji. alasan mendasarnya sich karena beberapa kali muncul pertanyaan akan terminology dari dua kata yang menjadi judul di atas dan ternyata belum banyak yang memahami dengan benar akan hal ini. Jakarta ______________. (Fardiaz. Dalam metode MPN (Most Probable Number) untuk uji kualitas mikrobiologi air dalam praktikum digunakan kelompok koliform sebagai indikator. Cara ini biasa digunakan untuk menentukan MPN koliform terhadap air atau minuman karena bakteri Coliform termasuk bakteri yang dapat menfermentasi laktosa. Dibandingkan dengan hasil praktikum yaitu sebesar 7. 1997. Uji dinyatakan positif bila terlihat gas dalam tabung Durham. Bibiana. setiap tabung yang menghasilkan gas dalam masa inkubasi diduga mengandung bakteri koliform. 2. uji awal ini disebut uji duga (presumtive test). Jakarta Lay. PT Raja Grafindo Persada. Uji peneguhan menggunakan BGLB (Briliant Green Bile Lactose Broth) yang diinokulasikan dengan satu mata ose media yang memperlihatkan hasil positif pada uji duga (Lay. jika digunakan Lactosa Broth. DAFTAR PUSTAKA Fardiaz. maka adanya bakteri yang dapat memfermentasi laktosa ditunjukkan dengan terbentuknya gas di dalam tabung Durham. Analisis Mikroba di Laboratorium. PT Raja Grafindo Persada. semoga dengan adanya tulisan ini akan memberikan rujukan tambahan akan makna maupun hal-hal yang terkait dengan istilah ini. UK Bakteri Coliform Posted by: JavAurora on: 3 Juli 2011 • • In: Ilmiah Comment! Terbersit juga untuk memposting makna dari bakteri coliform. 1993. BAB V PENUTUP 1. Untuk uji peneguhan dilakukan untuk meneguhkan bahwa gas yang terbentuk disebabkan oleh kuman koliform dan bukan disebabkan oleh kerja sama beberapa spesies sehingga menghasilkan gas. C. . Srikandi.

Bakteri coliform adalah golongan bakteri intestinal, yaitu hidup dalam saluran pencernaan manusia. Bakteri coliform adalah bakteri indikator keberadaan bakteri patogenik lain. Lebih tepatnya, sebenarnya, bakteri coliform fekal adalah bakteri indikator adanya pencemaran bakteri patogen. Penentuan coliform fekal menjadi indikator pencemaran dikarenakan jumlah koloninya pasti berkorelasi positif dengan keberadaan bakteri patogen. Bakteri coliform merupakan parameter mikrobiologis terpenting bagi kualitas air minum. Kelompok bakteri coliform, antara lain Eschericia coli, Enterrobacter aerogenes, dan Citrobacter fruendii. Keberadaan bakteri di dalam air minum itu menunjukkan tingkat sanitasi rendah. Keberadaan bakteri ini juga menunjukkan adanya bakteri patogen lain, misalnya, Shigella, yang menyebabkan diare hingga muntaber. Bakteri coliform timbul karena buangan kotoran manusia dan laundry dari rumah tangga yang merembes dari sungai-sungai dan juga disebabkan oleh pencemaran mata air atau air baku, lemahnya sistem filterisasi. Oleh karena itu, air minum harus bebas dari semua jenis coliform. Semakin tinggi tingkat kontaminasi bakteri coliform, semakin tinggi pula risiko kehadiran bakteri-bakteri patogen lain yang biasa hidup dalam kotoran manusia dan hewan. E. coli jika masuk ke dalam saluran pencernaan dalam jumlah banyak dapat membahayakan kesehatan. Menurut Pelczar & Chan (2008) walaupun E. coli merupakan bagian dari mikroba normal saluran pencernaan, tapi saat ini telah terbukti bahwa galur-galur tertentu mampu menyebabkan gastroeritris taraf sedang hingga parah pada manusia dan hewan. Salah satu contoh bakteri patogen-yang kemungkinan terdapat dalam air terkontaminasi kotoran manusia atau hewan berdarah panas adalah Shigella, yaitu mikroba penyebab gejala diare, deman, kram perut, dan muntah-muntah. Jenis bakteri coliform tertentu, misalnya E coli O:157:H7, bersifat patogen dan juga dapat menyebabkan diare atau diare berdarah, kram perut, mual, dan rasa tidak enak badan. Bakteri coliform ini menghasilkan zat ethionine yang pada penelitian menyebabkan kanker. Bakteri-bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun seperti Indole, skatole yang dapat menimbulkan penyakit bila berlebih didalam tubuh. E. coli dapat menyebabkan diare dengan metode 1) produksi enterotoksin yang secara tidak langsung dapat menyebabkan kehilangan cairan dan 2) invasi yang sebenarnya lapisan epitelium dinding usus yang menyebabkan peradangan dan kehilangan cairan. JAKARTA, KOMPAS.com — Banyaknya jumlah penderita penyakit menular yang ada di Jakarta ternyata 50 persen disebabkan oleh air bersih. Hasil penelitian dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular Kementerian Kesehatan menunjukkan, 100 persen sampel air bersih di DKI Jakarta sudah terkontaminasi bakteri coliform. Selain itu, 5-57 persen sampel air minum di DKI Jakarta ditemukan mengandung senyawa kimia.

"Dengan tingginya angka kontaminasi ini, pola hidup bersih dan sehat harus benar-benar dipraktikkan dalam aktivitas sehai-hari," kata Budi Haryanto dari Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia di Jakarta, Rabu (26/10/2011).
Jika artikel ini bermanfaat bagi anda, silahkan di , Terima Kasih

Perubahan yang terjadi di dalam lingkungan dapat mengakibatkan perubahan sifat morfologi dan sifat fisiologi mikroba. Beberapa golongan sangat tahan terhadap perubahan lingkungan, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan kondisi baru. Adapula golongan mikroba yang sama sekali peka terhadap perubahan lingkungan sehingga tidak dapat menyesuaikan diri. Advertisement Faktor lingkungan sangat penting artinya di dalam usaha mengendalikan kegiatan mikroba baik untuk kepentingan proses ataupun pengendalian. Mikroba memerlukan kondisi lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhannya. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba dapat berupa faktor abiotik (fisikawi maupun kimiawi) dan faktor biotik (meliputi kehidupan aksenik dan adanya asosiasi kehidupan). Faktor abiotik diantaranya temperatur, pH, kebutuhan air, tekanan osmosis dan oksigen molekuler (Suharni, 2009).

Pola Pertumbuhan Mikroba
Pertumbuhan mikroba pada umumnya sangat tergantung dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan, perubahan faktor lingkungan dapat mengakibatkan perubahan sifat morfologi dan fisiologi.

Hal ini dikarenakan, mikroba selain menyediakan nutrient yang sesuai untuk kultivasinya, juga diperlukan faktor lingkungan yang memungkinkan pertumbuhan optimumnya. Mikroba tidak hanya bervariasi dalam persyaratan nutrisinya, tetapi juga menunjukkan respon yang berbeda – beda. Untuk berhasilnya kultivasi berbagai tipe mikroba, diperlukan suatu kombinasi nutrient serta faktor lingkungan yang sesuai pernyataan (Pelczar dan Chan, 2006). Kemampuan mikroorganisme untuk tumbuh dan tetap hidup merupakan hal yang penting dalam ekosistem pangan. Suatu pengetahuan dan pengertian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan tersebut sangat penting untuk mengendalikan hubungan antara mikroorganisme ==>>makanan ==>>manusia. Beberapa faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme meliputi suplai zat gizi, waktu, suhu, air, pH, dan tersedianya oksigen (Buckle, 1985). Enzim, sistem transport elektron dan sisem transport nutrien pada membran sel bakteri sangat peka terhadap konsentrasi ion hidrogen (pH). Selama pertumbuhan, mikrobia dapat menyebabkan perubahan pH medium sehingga tidak sesuai lagi untuk pertumbuhan. Oleh karena itu perlu diberi bufer di dalam medium untuk mencegah perubahan pH. Berdasarkan pH minimum, optimum dan maksimum untuk pertumbuhan, mikrobia digolongkan ke dalam mikrobia asidofilik, neutrofilik dan mikrobia alkalinofilik. Tiap mikroba mempunyai kisaran pH tertentu untuk pertumbuhannya. Biasanya pH untuk bakteri 6,5-7,5, khamir 4,0-4,5, jamur benang dan aktinomisetes pada pH yang lebih luas 2,0-8,0 (Suharni, 2009).

Penentuan pH optimum Suatu Organisme
Sebagian organisme memiliki rentan pH optimum yang cukup sempit. Penentuan pH optimum untuk setiap species harus ditentukan secara empirik. Sebagian besar organisme (neutrofil) tumbuh baik pada pH 6,0 – 8,0, meskipun ada pula (asidopil) yang memiliki pH 10,5. Mikroorganisme mengatur pH internalnya terhadap rentang nilai pH eksternalnya yang cukup luas. Organisme asidofil mempertahankan pH internal kira-kira 6,5, dengan pH eksternalnya berkisar antara 1,0 – 5,0. Organisme neutrofil mempertahankan pH internal kirakira 7,5, dengan pH eksternal sekitar 5,5 – 8,5 dan organisme alkalofil mempertahankan pH internal kira-kira 9,5 dengan pH eksternal 9,0 – 11,0. pH internal diatur oleh rangkaian sistem pengangkutan proton berpangkat ATP primer dan penukaran Na+ / H+. Sistem pertukaran K+ / H+ diduga juga ikut mengatur pH internal pada organisme neutrofil (Brooks dkk, 1994). Di antara semua ion, ion H+ dan OH- adalah ion-ion yang paling penting, oleh sebab itu perubahan kadar yang kecil saja sudah menimbulkan pengaruh yang besar. Karena alasan ini adalah amat penting untuk menggunakan nilai pH awal yang optimum dan mempertahankannya sepanjang pertumbuhan. Kebanyakan organisme hidup paling baik, kalu kadar ion H+ dan ion OH- sama (pH=7). Banyak bakteri mengutamakan nilai pH yang lenih tinggi, jadi lingkungan yang basa lemah, seperti misalnya penitrifikasi, Rhizobium, Actinomyceten, bakteri pengurai ureum. Hanya sedikit yang tahan asam atau bahkan asidofil. Cendawan-cendawan mengutamakan nilai pH

1994). pH. yaitu. Akibatnya mungkin disebabkan oleh kerusakan pada membran sel atau oleh tindakan pada protein sel atau pada gen yang khas yang berakibat kematian atau mutasi (Volk dan Wheeler. halogen. alkohol. sedangkan bakterisidal dan fungisidal adalah bahan-bahan kimia yang dapat membunuh bakteri atau kapang. perubahan ini disebut perubahan secara kimia. sinergisme. Mekanisme kerja desinfektan mungkin beraneka dari satu desinfektan ke yang lain. dapat dalam bentuk simbiose. Jadi terlihat sejumlah faktor harus diperhatikan untuk melaksanakan tugas sebaik mungkin dalam perangkat suasana yang ada. contoh antibiotika. industri pengolahan. Bahan-bahan kimia yang bersifat bakteriostatik atau fungistatik adalah bahan-bahan kimia yang dipergunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri atau kapang. Desinfeksi adalah proses penting dalam pengendalian penyakit. fenol. dan keadaan bahan yang didesinfeksi. atmosfer gas. Di mana.0 terutama bakteri (Schlegel. karena tujuannya adalah perusakan agen–agen patogen. 1985).0 yang berkembang terutama cendawan. Tags: agen–agen kimia. antibiose dan sintropisme.rendah. pertumbuhan mikroorganisme . 1985). tekanan osmotik. golongan mikroba. deterjen dan antibiotika mempunyai efek antimikroba yang dipergunakan dalam industri pengolahan bahan pangan atau desinfeksi dan sanitasi alat-alat pengolahan dan ruangan-ruangan pabrik atau kadang-kadang sebagai bahan yang ditambahkan dalam bahan pangan sebagai zat pengawet. Berbagai logam. Faktor utama yang menentukan bagaimana desinfektan bekerja adalah kadar dan suhu desinfektan. Bakteri dapat mengubah pH dari medium tempat ia hidup. bakteriostatik. Sebagai contoh antibiotika jenis penisilin dan tetrasiklin hanya dapat membunuh bakteri tetapi tidak membunuh khamir atau kapang. maka pada pH 5. mencakup adanya asosiasi atau kehidupan bersama antara mikroorganisme. fisiologi mikroba. faktor-faktor biotik terdiri atas makhluk-makhluk hidup. sinar gelombang dan pengeringan) serta faktor kimia (misal: adanya senyawa toksik atau senyawa kimia lainnya (Hadioetomo. waktu yang diberikan kepada desinfektan untuk bekerja. Beberapa bahan yang bersifat spektrum luas seperti hipoklorit dapat mematikan lebih banyak mikroorganisme. Sedangkan faktor-faktor abiotik terdiri atas faktor fisika (misal: suhu. Kimia Anorganik. asam. waktu penggunaan dan faktor-faktor lingkungan lainnya seperti pH (Buckle. jumlah dan tipe mikroorganisme yang ada. jika media biak dengan berbagai pH ditanam dengan tanah. Adapun faktor-faktor lingkungan dapat di bagi atas faktor-faktor biotik dan faktor-faktor abiotik. akan tetapi juga mempengaruhi keadaan lingkungan. Kimia Organik. 1993). kelembaban. Kerja dari bahan-bahan kimia antimikroba ini dapat bersifat khas yaitu hanya efektif pada jenis-jenis mikroorganisme tertentu. Kimia Analitik. sedangkan pada pH 8. Kehidupan bakteri tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan. faktor abiotik. Evektivitas dari setiap bahan antimikroba ini tergantung pada jumlah yang digunakan. Desinfektan adalah bahan kimia yang dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Berbagai istilah digunakan sehubungan dengan agen–agen kimia sesuai dengan kerjanya atau organisme khas yang terkena.

Secara sederhana suatu contoh suspensi sel atau bahan pangan homogenat diinokulasi ke dalam atau ke atas media nutrient agar dan setelah diinkubasi.. Keunggulan agar yaitu mencair pada suhuy yang .Untuk mengetahui cara perhitungan mikroba. . Untuk mensterilkan medium dapat dilakukan dengan autoclave.Untuk mengetahui cara pembuatan media agar pada penangkapan mikroba. Tujuan percobaan . maka bakteri dapat diperiksa dalam keadaan hidup atau mati. Adanya bakteri dalam bahan pangan dapat mengakibatkan pembusukan yang tidak diinginkan atau dapat menimbulkan penyakit yang ditularkan melalui makanan atau dapat melangsungkan fermentasi. 1987). . Untuk itu diperlukan langkah-langkah untuk membuat makanan tetap awet dan bebas dari kontaminasi mikroba patogen. untuk mengenal nama bakteri. Media merupakan bahan nutrisi yang disiapkan unutk pertumbuhan mikroba. Bahan pangan selain merupakan sumber gizi bagi manusia. juga merupakan sumber makanan bagi perkembangan mikroorganisme. Medium yang paling banyak digunakan dalam pekerjaan rutin laboratorium adalah kaldu cair dan kaldu agar. yaitu alat serupa tangki minyak yang dapat diisi dengan uap. Disamping itu juga perlu pengenalan sifat-sifat fisiologisnya bahkan sifat-sifat fisiologis ini kebanyakan merupakan faktor terentu dalam mengenal nama spesies suatu bakteri.info/faktor-faktor-yg-mempengaruhi-pertumbuhan-mikroba57451931082011 Media Agar dan Penanaman Mikroba PENDAHULUAN Dasar makanan yang baik bagi pemiaraan bakteri adalah medium yang mengandung zat-zat organic seperti buah. Tidak hanya bakteri yang menggunakan bahan makanan untuk hidup dan berkembang tetapi juga jamur dan kapang. Agar-agar merupakan kompleks merupakan kompleks polisakarida. Tanggal Percobaan Dimulai 07 November 2008 Tanggal Percobaan Selesai 10 November 2008 TINJAUAN PUSTAKA Mungkin yang yang paling sering dan banyak digunakan adalah prosedur perhitungan dengan penumbuhan dalam agar. lebih-lebih jika yang akan diperiksa itu merupakan bakteri patogen. .artikelkimia. et al. Pada kenyataanya sedikit sekali lingkungan yang bersih dari bakteri. sayur-sayuran dan sisa-sisa makanan yang dibuat oleh manusia aaupun ramu-ramuan. dihasilkan oleh alga laut dan digunakan untuk pemadat pada makanan.Untuk mengetahui cara penangkapan mikroba dengan menggunakan media agar. Untuk mengetahui sifat-sifat morfologi bakteri. daging.Untuk membuktikan ada tidaknya mikroba pada bahan (Daging Sapi). jumlah koloni yang terbentuk dihitung (Buckle.http://www. Pemeriksaan morfologi bakteri ini perlu. Pemeriksaan bakteri hidup harus dikerjakan dengan hati-hati. Medium yang akan disterilkan ditempatkan didalam autoclave selama 15 sampai 20 menit.

Pipet tetes . sulfur. Beberapa mikroorganisme dapat hidup baik pada medium yang sangat sederhana yang hanya mengandung garam anargonik di tambah sumber karbon organik seperti gula. idealnya jumlah koloni pada plate adalah kuadrat dari jumlah sel yang diinokulasi pada media (Black. 2006). Kontaminasi permukaan daging atau karkas dapat terjadi sejak penyembelihan ternak hingga daging dapat dikonsumsi (Soeparno. sebuah media harus menyediakan sumber energi seperti karbon.Pepton . fosfor.sama dengan air. mineral dan faktor tumbuh (Anonimous. yang meliputi air. dan bahan organik lainnya. Media kimia diartikan salah satu media yang menggunakan bahan kimia yang telah diketahui (Tortora.Botol whaeton .Buffer fosfat Alat .Oven . masing-masing sel sukses untuk dikembangkan papad media padat yang membantu pertumbuhannya. Mikroorganisme dapat ditumbuhkan dan dikembangkan pada suatu substrat yang disebut medium. Medium yang digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan mikroorganisme tersebut harus sesuai susunanya dengan kebutuhan jenis-jenis mikroorganisme yang bersangkutan. Jadi dengan inkubasi. Untuk mendukung pertumbuhan mikroba. energi.Termometer .Aquadest . Nutrien dalam medium harus memenuhi kebutuhan dasar makhluk hidup. Medium harus mengandung nutrien yang merupakan substansi dengan berat molekul rendah dan mudah larut dalam air.Corong . BAHAN DAN METODA Bahan . Secara teori.NaCl . karbon.BTB (Brom Timol Blue) . namun tetap dalam keadaan cair sampain suhu 40 0C ( Suryanto dan Munir.1993). Nutrien ini adalah degradasi dari nutrien dengan molekul yang kompleks.Inkubator . 2002) Pengukuran yang paling akurat untuk menghitung jumlah mikroba yang hidup biasanya menggunakan plate count. nitrogen.Agar .Petridish .Daging Reagensia . Sedangkan mikroorganime lainnya memerlukan suatu medium yang sangat kompleks yaitu berupa medium ditambahkan darah atau bahan-bahan kompleks lainnya (Volk and Wheeler. 2008). 1999) Mikroorganisme yang merusak daging dapat berasal dari infeksi dan ternak hidup dan kontaminasi daging postmortem.Autoclave .Blender . 1998).

dapat menggunakan media selektif.Beaker glass . 3.Dihilangkan lemak pada daging.Diambil suspensi bakteri yang telah diencerkan 2 kali . Cara lain adalah dengan tenik MPN (most proable number) yaiu metode perhitungan dengan pengenceran larutan yang mengandung mikroba sampai steril. dengan cara diblender . penyebaran.Hot plate . Keuntungannya yaitu dibuat sangant peka dengan penggunaan volume inokulum contoih yang besar .Koloni counter . Sehingga mikroba akan tertinggal pada membran.Sendok] Prosedur Percobaan Pembuatan ekstrak daging . Media kimia yaitu media yang harus mempertimbangkan penyediaan energi yaitu sumber karbon.Timbangan . sulfur dan fosfor.Diinkubasi selam 24 sampai 38 jam dengan cawan terletak terbalik .. Media diferensial yaitu media yang dibuat untuk memudahkan mengenali koloni organisme yang diinginkan.Dituang dalam cawan petridish yang telah dimasukkan suspensi sebanyak 5 ml Penanaman media . 2. 6. Cara lain adalah dengan penyaringan dengan membran. Media kompleks yaitu media biasanya terdiri dari ekstrak yeast. Hal ini biasanya dilakukan untuk menhitung jumlah bakteri dalam suatu bahan pangan. diambil suspensi 2 hari yang lau .Ditambahkan aquadest 10 ml . 5. atau kultur protein. nitrogen. Agar adalah komlekss polisakarida.Kain saring . Media Anaerobik yaitu media yang mengandung bahan seperti natrium tioglikolat yang dapat berikatan dengan oksigen terlarut dan menghilangkan oksigen pada medium. dihasilkan oleh alga laut dan digunakan untuk pemadat pada makanan. Jenis-jenis media yaitu : 1. dan penetesan.Dipanaskan dalam autoclave pada suhu 121oC selama 15 menit Pembuatan media agar . 4.Diamati dan dihitung dengan koloni counter Rumus FP = faktor Pengencer PEMBAHASAN Perhitungan secara penumbuhan dalam cawan petri dapat dilakukan dengan menggunakan tiga metoda yaitu metoda penuangan. Media merupakan bahan nutrisi yang disiaokan untuk pertumbuhan mikroba.Disterilisasi dalam autoclave pada suhu 121oC selama 15 menit . tumbuhan.Dari 3 pengenceran.Dimasukkan dalam botol wheatone . Hal diatas adalah dengan menggunakan metode agar. Metode ini larutan yang mengandung mikroba disaring dengan menggunakan membrane steril atau filter yang mempunyai ukuran pori-pori yang kecil. Media selektif yaitu media yang dibuat untuk menekan pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan dan meningkatkan pertumbuhan bakteri yang diinginkan.Diambil PCA (agar) . . daging sapi.

7. cli yang biasanya . Aktifitas air Semua organisme membutuhkan air pada proses metabolisme.Fase log : setelah beradaptasi. . miseliumnya berwarna-warni sehingga mudah dikenali. 2. bahkan oksigen merupakan racun baginya. . Nilai pH Nilai pH untuk pertumbuhan bakteri adalah sekitar atau berkisar antara pH 6. Ia tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat dikatakan sebagi tumbuhan. Hidup bebas dan terdapat di mana-mana.Mikroerofilik : mikroba yang lebih dapat tumbuh dengan kadar oksigen lebih rendah daripada yang di atmosfer. Jamur ada yang uniseluler dan ada yang multiseluler. 3.Fase tetap : dimana mikroba tidak lagi tumbuh.Anaerobik : tidak dapat tumbuh dengan adanya oksigen.Anaerobik fakultatif : dimana oksigen digunakan akan dipergunakan apabila tersedia. Ketersediaan Oksigen Mikroba terbagi atas beberapa kelompok : . Jadi dengan adanya zat gizi yang cukup maka pertumbuhan mikroba akan sangat cepat. 5. prokariotik yang paling sederhana. Bakteri patogen yang terdapat dalam makanann misalnya E. Bakteri : mikroorganisme bersel satu. Mikroorganisme yang terdapat pada makanan antara lain bakteri. 4. Jamur : organisme eukariotik yang merupakan organisme pengurai.0-8. . Khamir : bagian dari fungi (Jamur) yang tersusun dari satu sel atau uni seluler. 6. 2.Fase menurun : sel-sel yang berada pada fase tetap akhirnya mati bila tiodak dipindahkan ke media lainnya. 4. Suplai zat gizi Mikroorganisme membutuhkan makanan sama seperti mahkluk lainnya. 3. .Fase lambat : fase adaptasi mikroba dengan media. Hal ini terjadi karena zat gizi yang ada telah habis atau penimbunan zat racun sebagai hasil akhir.Aerobik : membutuhkan udar unutk kegiatan metabolismenya. Mikroba terdiri dari : 1. . Pertumbuhan bakteri membentuk suatu kurva atau fase logritmik. Faktor-faktor kimia 8.0. Kapang : bagian dari fungi yang tersusun atas banyak sel (multiseluler). Jenis mikroba yang berbeda membutuhkan air yang berbeda. Suhu Suhu sangat penting bagi pertumbuhan mikroba. . khamir dan kapang. Waktu Tentu saja seriap makhluk hidup termasuk mikroba membutuhkan waktu untuk berkembang biak.Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba yaitu : 1. Makanan yang banyak mengandung karbohidrat akan mudah terkontaminasi jamur sedangkan makanan yang banyak mengandung protein akan lebih mudah terkontaminasi oleh bakteri. jika tidak tersedia maka akan terus anaerobik. apabila suhu naik maka metabolisme naik dan pertumbuhan dipercepat atau apabila suhu naik atau turun sel berhenti melakukan kegiatan metabolisme. Aktifitas air adalah jumlah air yang terdapat dalam bahan pangan. Radiasi Fase pertumbuhan bakteri adalah : . sel-sel akan tumbuh dan membelah diri secara eksponensial.

G. Jenis-jenis media adalah media agar. K. Media agar merupakan salah satu media untuk menanam dan mengitung jumlah bakteri.. Volk. A. Penerbit Erlangga. R.. Medan. http://yahoo. Yogyakarta. dan M. UI-Press. Fleet. Buckle. Suryanto. Dari segi kualitas. Jakarta Total Coliform dalam Air Tanah Posted on February 2. Tortora. 7.New Jersey. Fase pertumbuhan bakteri adalah fase lambat. coli yang ada pada sumur sampel. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri adalah zat gizi. dan E. 20008. 2. Edwards. G. kualitas air alamiah dan juga karakteristik akifer. Ilmu dan Teknologi Daging. and C. W.disebaqkan oleh konsumsi air yang terkontaminasi. 1998. A. Microbiology : Principles and Exploration. air harus memenuhi persyaratan baik fisika. media selektif. J. suhu. anaerob fakultatif dan mikroerofilik. R. G. Prentice Hall. Karakteristik akifer mempunyai peranan dalam proses dalam pembentukan air tanah sehingga perlu diperhatikan tipe akifer . [22 September 2008]. 2006. Jumlah mikroba pada larutan rendaman daging dengan penceran 10-1 adalah 410 CPU/ml sedangkan pada pengenceran 10-2 adalah 7700 CPU/ml.. sistem pembuangan limbah rumah tangga yang ada serta dapat mengetahui korelasi atau hubungannya dengan kadar jumlah bakteri E. 3. mikrobiologi dan radioaktif. Bahan Ajar : Mikrobiologi. Microbiology : An Introduction. L. Mikrobiologi Dasar. fase lag. New York. Pembiakan dengan Media Agar. aktifitas penduduk dan sistem sanitasi/sistem pembuangan limbah rumah tangga. and Wooton. Permasalahan yang dihadapi kualitas air tanah dapat disebabkan faktor-faktor seperti kepadatan penduduk. Berdasarkan ketersediaan oksigen mikroba terbagi atas bakeri aerobik. USU-Press. 1999. 1987. Funke. J. fase tetap dan fase menurun. aktifitas air. Addison Wesley Longman.com. Black. waktu. A. D. kimia. 2002. B. Gajah Mada University Press. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dan mengetahui data tentang aktifitas penduduk. media kompleks dan media diferensial 6. Wheeler. kepadatan penduduk. Purnomo dan Adiono. dihasilkan oleh alga laut dan digunakan untuk pemadat pada makanan. da sebagainya. anaerobik. Munir.. 1989. Dalam pemenuhan syarat kualitas air harus diperhatikan karakteristik fisik perairan. Agar adalah kompleks polisakarida. F. bahkan oleh semua mahluk hidup sehingga harus dikelola dan dilestarikan dengan baik. Staphylococcus aureus ditemukan pada makanan yang mengandung perotein tinggi misalnya telur. Jakarta. media anaerob. Clostridium botulinum sering terdapat pada makanan yang telah diolah misalnya dikalengkan atau difermentasi. DAFTAR PUSTAKA Anonimous. 2011 by formula1girl_9588 Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk hajat hidup orang banyak. Permasalahan utama yang dihadapi sumber daya air meliputi permasalahan kuantitas dan kualitas air. media kimia. Penerjemah H. Case. 5. Soeparno. Ilmu Pangan. oksigen 4. sosis. KESIMPULAN 1.H.

Dari penelitian dapat dihasilkan data tentang titik lokasi sampel. Aktifitas penduduk dapat mempengaruhi kualitas air tanah karena semua aktifitas penduduk dapat menghasilkan limbah domestik yang berbeda-beda. Arah aliran air tanah dapat ditentukan dengan metode ”three Point Problem” atau dengan cara membuat garis lurus terhadap garis kontur air tanah. Kondisi sistem pembuangan limbah yang buruk ini dapat menyebabkan tingginya kontaminasi dan pengaruh terhadap kualitas air sumur serta dapat menyebabkan tingginya jumlah bakteri E. jawaban kuisioner yang telah dibagikan kepada penduduk. Sedangkan pada aktifitas penduduk yang tidak melibatkan banyak penduduk seperti aktifitas pertanian limbah yang dihasilkan tidak banyak sehingga kurang mempengaruhi kualitas air tanah disekitarnya. Kondisi ini perlu menjadi perhatian dan penanganan yang khusus baik oleh masyarakat maupun pemerintah agar dapat terciptanya kualitas air tanah yang memenuhi standar kualitas sanitasi. Dalam penganalisaan data primer dapat diketahui data kependudukan. serta nilai jumlah bakteri E. coli yang ada pada sumur sampel di daerah penelitian. coli yaitu jarak septictank jauh. tingkat sosila ekonomi dan pendidikan masyarakat. Semakin tinggi tingkat aktifitas penduduk yang banyak melibatkan penduduk berarti semakin banyak limbah domestik yang dihasilkan penduduk dan menyebabkan semakin besar dampak yang akan ditimbulkan terhadap kualitas air tanah/sumur yang ada di sekitarnya. Kepadatan penduduk menyebabkan lahan banyak digunakan untuk pemukiman dan pembangunan sehingga jarak antar rumah semakin dekat serta perkarangan rumah juga menjadi semakin sempit. Arah aliran tanah tersebut disebabkan gerakan air tanah karena potensi kelembaban total dan kemiringan dua titik atau lokasi dalam lapisan tanah. coli di daerah penelitian. sistem sanitasi serta persepsi atau pengetahuan masyarakat tentang sanitasi. Kepadatan penduduk juga menyebabkan semakin tingginya aktifitas penduduk yang berakibat pada meningkatnya jumlah limbah rumah tangga penduduk yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan penduduk tersebut. penghitungan elevasi air tanah. aktifitas penduduk sekitar yang tidak banyak melibatkan penduduk seperti pertanian. dan konstruksi ring sumur. coli dilaksanakan secara deskriptif dengan pertimbangan baku mutu air bersih sesuai Golongan I Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001.com/2010/09/08/kajian-kualitas-air-tanah-ditinjau-dariparameter-bakteri-escherichia-coli-e-coli/ LAMPIRAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 82 TAHUN 2001 TANGGAL 14 DESEMBER 2001 .wordpress. Prinsip dasar dalam membuat arah aliran air tanah yaitu pergerakan air dari tempat tinggi ke tempat yang rendah. Sistem sanitasi/sistem pembuangan limbah rumah tangga penduduk merupakan hal yang penting dalam menjaga kualitas air tanah karena sistem pembungan limbah yang tidak baik akan menyebabkan kontaminasi terhadap kualitas air tanah. Perkarangan rumah yang sempit menyebabkan penduduk banyak yang membuat septictank di rumahnya dengan letak dekat sumur air bersih.dan zona akifernya. Faktor-faktor yang mempengaruhi titik sampel dengan jumlah bakteriE. pembuangan limbah rumah tangga melalui saluran pembuangan yang sesuai dengan kriteria. http://uripsantoso. status rumah dan fasilitas umum. Analisa terhadap kadar jumlah bakteri E. baku mutu lingkungan serta mencegah terjadinya pencemaran kualitas air tanah tersebut.

TENTANG PENGELOLAAN KUALITAS AIR DAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR Kriteria Mutu Air Berdasarkan Kelas PARAMETER FISIKA Tempelatur Residu Terlarut Residu Tersuspensi KIMIA ANORGANIK pH BOD COD DO Total Fosfat sbg P NO 3 sebagai N NH3-N Arsen Kobalt Barium Boron Selenium Kadmium Khrom (VI) Tembaga mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 6-9 2 10 6 0. Cu ≤ 1 mg/L Bagi pengolahan air minum secara konvensional.2 (-) 1 0.01 0. kandungan amonia bebas untuk ikan yang peka ≤ 0.01 0. maka ditentukan berdasarkan kondisi alamiah o SATUAN I KELAS II III KETERANGAN IV Deviasi temperatur dari keadaan almiahnya Bagi pengolahan air minum secara konvesional.05 0. residu tersuspensi ≤ 5000 mg/ L C deviasi 3 deviasi 3 deviasi 3 deviasi 5 1000 50 1000 50 1000 400 2000 400 mg/ L mg/L Angka batas minimum Bagi perikanan.01 0.2 1 1 0.05 0.02 5-9 12 100 0 5 20 (-) 1 0.2 (-) 1 0.2 10 0.02 mg/L sebagai NH3 Besi mg/L 0.02 6-9 3 25 4 0. Fe ≤ 5 mg/L Apabila secara alamiah di luar rentang tersebut.05 0.05 0.02 6-9 6 50 3 1 20 (-) 1 0.2 10 (-) 1 0.05 0.3 (-) (-) (-) .01 0.05 0.2 Bagi pengolahan air minum secara konvensional.01 0.05 0.5 0.2 (-) 1 0.01 0.

1 1 (-) (-) (-) (-) (-) (-) 2 (-) Bq /L Bq /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L 0.Timbal Mangan Air Raksa Seng Khlorida Sianida Fluorida Nitrit sebagai N Sulfat Khlorin bebas Belereng sebagai H2S MIKROBIOLOGI Fecal coliform -Total coliform -RADIOAKTIVITAS .06 400 0.002 0.002 1 (-) 0.002 0.03 (-) 0.06 (-) 0.05 600 0.001 0.005 2 (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) Bagi pengolahan air minum secara konvensional.02 0.5 0.1 1 1000 200 1 210 (-) (-) 2 (-) 0.05 (-) 0.002 0. S sebagai H2S <0.03 0. NO2_N ≤ 1 mg/L Bagi ABAM tidak dipersyaratkan Bagi pengolahan air minum secara konvensional.5 0.Gross-B KIMIA ORGANIK Minyak dan Lemak Detergen sebagai MBAS Senyawa Fenol sebagai Fenol BHC Aldrin / Dieldrin Chlordane DDT Heptachlor dan heptachlor epoxide mg/L mg/L mg/L mg/L mg/l mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 0.02 1. Zn ≤ 5 mg/L Bagi pengolahan air minum secara konvensional.1 0.1 mg/L jml/100 ml jml/100 ml 100 1000 1000 5000 2000 10000 2000 Bagi pengolahan air minum secara konvensional.03 0.03 (-) 0.1 mg/L Bagi pengolahan air minum secara konvensional.Gross-A .03 0. Pb ≤ 0.1 1 1000 200 1 210 17 3 2 18 0.1 1 1000 200 1 210 (-) (-) 2 (-) .5 0.05 (-) 0.02 1. fecal coliform ≤ 2000 jml / 100 ml 10000 dan total coliform ≤ 10000 jml/100 ml 0.06 (-) 0.002 0.03 0.

Lindane Methoxyclor Endrin Toxaphan ug /L ug /L ug /L ug /L 56 35 1 5 (-) (-) 4 (-) (-) (-) 4 (-) (-) (-) (-) (-) Keterangan : mg ug ml L Bq MBAS ABAM = miligram = mikrogram = militer = liter = Bequerel = Methylene Blue Active Substance = Air Baku untuk Air Minum Logam berat merupakan logam terlarut Nilai di atas merupakan batas maksimum. Nilai DO merupakan batas minimum. MEGAWATI SOEKARNO PUTRI KUALITAS DAN KUANTITAS AIR BERSIH UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN MANUSIA 18 01 2010 . kecuali untuk pH dan DO. Bagi pH merupakan nilai rentang yang tidak boleh kurang atau lebih dari nilai yang tercantum. parameter tersebut tidak dipersyaratkan Tanda ≤ adalah lebih kecil atau sama dengan Tanda < adalah lebih kecil PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd. Arti (-) di atas menyatakan bahwa untuk kelas termasuk.

berat badan terdiri dari air. Air di dalam tubuh manusia berfungsi sebagai pengangkut dan pelarut bahan-bahan makanan yang penting bagi tubuh. 1996). Semakin maju tingkat kebudayaan masyarakat maka penggunaan air makin meningkat. air bersih juga harus tersedia dalam jumlah yang memadai sesuai dengan aktifitas manusia pada tempat tertentu dan kurun waktu tertentu. warna dan rasa. mandi. membersihkan peralatan. Air. Tubuh orang dewasa. Dalam menjalankan fungsi kehidupan sehari-hari manusia amat tergantung pada air. irigasi. di antaranya kualitas fisik yang terdiri atas bau. Sehingga untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya manusia berupaya mendapatkan air yang cukup bagi dirinya (Suharyono. Semakin tinggi taraf kehidupan seseorang semakin meningkat pula kebutuhan manusia akan air. . sehingga mengakibatkan jumlah kebutuhan air (Suriawiria. kesadahan. sekitar 55-60%. ada bebarapa persyaratan yang harus dipenuhi. Sedangkan kuantitas menyangkut jumlah air yang dibutuhkan manusia dalam kegiatan tertentu. Kata Kunci : Kualitas. dan sebagainya serta kualitas biologi diman air terbebas dari mikroorganisme penyebab penyakit. tidak ada satupun makhluk hidup di dunia ini yang tidak membutuhkan air. Ditinjau dari segi kualitas. kulitas kimia yang terdiri atas pH. alat transportasi. Sehingga perlu diketahui bagaimana air dikatakan bersih dari segi kualitas dan bisa digunakan dalam jumlah yang memadai dalam kegiatan sehari-hari manusia. Manusia Air sebagai materi esensial dalam kehidupan tampak dari kebutuhan terhadap air untuk keperluan sehari-hari di lingkungan rumah tangga ternyata berbeda-beda di setiap tempat. Manfaat lain dari air berupa pembangkit tenaga. Agar kelangsungan hidup manusia dapat berjalan lancar. Air adalah materi esensial didalam kehidupan. setiap tingkatan kehidupan atau setiap bangsa dan negara.12 Votes RICA DENIS (E2A009016) ABSTRAK Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu. karena air dipergunakan pula untuk mencuci. Jumlahpenduduk dunia setiap hari bertambah. Sebagian besar tubuh manusia itu sendiri terdiri dari air. dan lain sebagainya. Air bersih dibutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan manusia untuk melakukan segala kegiatan mereka. Tubuh manusia rata-rata mengandung air sebanyak 90 % dari berat badannya. dan lain sebagainya yang sejenis dengan ini. Bagi manusia kebutuhan akan air sangat mutlak karena sebenarnya zat pembentuk tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air yang jumlahnya sekitar 73% dari bagian tubuh.1996: 3). untuk anak-anak sekitar 65% dan untuk bayi sekitar 80% . Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan industri terdapat pengertian mengenai Air Bersih yaitu air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapatdiminum apabila dimasak.

Kebutuhan air yang paling utama bagi manusia adalah air minum. Menurut ilmu kesehatan setiap orang memerlukan air minum hidup 2-3 minggu tanpa makan tetapi hanya dapat bertahan 2-3 hari tanpa air minum (Suripin, 2002). Air merupakan faktor penting dalam pemenuhan kebutuhan vital bagi mahluk hidup diantaranya sebagai air minum atau keperluan rumah tangga lainnya. Air yang digunakan harus bebas dari kuman penyakit dan tidak mengandung bahan beracun. Sumber air minum yang memenuhi syarat sebagai air baku air minum jumlahnya makin lama makin berkurang sebagai akibat ulah manusia sendiri baik sengaja maupun tidak disengaja. Upaya pemenuhan kebutuhan air oleh manusia dapat mengambil air dari dalam tanah, air permukaan, atau langsung dari air hujan. Dari ke tiga sumber air tersebut, air tanah yang paling banyak digunakan karena air tanah memiliki beberapa kelebihan di banding sumbersumber lainnya antara lain karena kualitas airnya yang lebih baik serta pengaruh akibat pencemaran yang relatif kecil. Akan tetapi air yang dipergunakan tidak selalu sesuai dengan syarat kesehatan, karena sering ditemui air tersebut mengandung bibit ataupun zat-zat tertentu yang dapat menimbulkan penyakit yang justru membahayakan kelangsungan hidup manusia. Berdasarkan masalah di atas, maka perlu diketahui kualitas air yang bisa digunakan untuk kebutuhan manusia tanpa menyebabkan akibat buruk dari penggunaan air tersebut. Kebutuhan air bagi manusia harus terpenuhi baik secara kualitas maupun kuantitasnya agar manusia mampu hidup dan menjalankan segala kegiatan dalam kehidupannya. Ditinjau Dari Segi Kualitas (Mutu) Air Secara langsung atau tidak langsung pencemaran akan berpengaruh terhadap kualitas air. Sesuai dengan dasar pertimbangan penetapan kualitas air minum, usaha pengelolaan terhadap air yang digunakan oleh manusia sebagai air minum berpedoman pada standar kualitas air terutama dalam penilaian terhadap produk air minum yang dihasilkannya, maupun dalam merencanakan sistem dan proses yang akan dilakukan terhadap sumber daya air (Razif, 2001:4).

Persyaratan Kualitas Air
Parameter Kualitas Air yang digunakan untuk kebutuhan manusia haruslah air yang tidak tercemar atau memenuhi persyaratan fisika, kimia, dan biologis. 1. Persyaratan Fisika Air Air yang berkualitas harus memenuhi persyaratan fisika sebagai berikut: 1. Jernih atau tidak keruh Air yang keruh disebabkan oleh adanya butiran-butiran koloid dari tanah liat. Semakin banyak kandungan koloid maka air semakin keruh. 1. Tidak berwarna

Air untuk keperluan rumah tangga harus jernih. Air yang berwarna berarti mengandung bahan-bahan lain yang berbahaya bagi kesehatan. 1. Rasanya tawar Secara fisika, air bisa dirasakan oleh lidah. Air yang terasa asam, manis, pahit atau asin menunjukan air tersebut tidak baik. Rasa asin disebabkan adanya garam-garam tertentu yang larut dalam air, sedangkan rasa asam diakibatkan adanya asam organik maupun asam anorganik. 1. Tidak berbau Air yang baik memiliki ciri tidak berbau bila dicium dari jauh maupun dari dekat. Air yang berbau busuk mengandung bahan organik yang sedang mengalami dekomposisi (penguraian) oleh mikroorganisme air. 1. Temperaturnya normal Suhu air sebaiknya sejuk atau tidak panas terutama agar tidak terjadi pelarutan zat kimia yang ada pada saluran/pipa, yang dapat membahayakan kesehatan dan menghambat pertumbuhan mikro organisme. 1. Tidak mengandung zat padatan Air minum mengandung zat padatan yang terapung di dalam air. 1. Persyaratan Kimia Kandungan zat atau mineral yang bermanfaat dan tidak mengandung zat beracun. 1) pH (derajat keasaman) Penting dalam proses penjernihan air karena keasaman air pada umumnya disebabkan gas Oksida yang larut dalam air terutama karbondioksida. Pengaruh yang menyangkut aspek kesehatan dari pada penyimpangan standar kualitas air minum dalam hal pH yang lebih kecil 6,5 dan lebih besar dari 9,2 akan tetapi dapat menyebabkan beberapa senyawa kimia berubah menjadi racun yang sangat mengganggu kesehatan. 2) Kesadahan Kesadahan ada dua macam yaitu kesadahan sementara dan kesadahanvnonkarbonat (permanen). Kesadahan sementara akibat keberadaan Kalsium dan Magnesium bikarbonat yang dihilangkan dengan memanaskan air hingga mendidih atau menambahkan kapur dalam air. Kesadahan nonkarbonat (permanen) disebabkan oleh sulfat dan karbonat, Chlorida dan Nitrat dari Magnesium dan Kalsium disamping Besi dan Alumunium. Konsentrasi kalsium dalam air minum yang lebih rendah dari 75 mg/l dapat menyebabkan penyakit tulang rapuh, sedangkan konsentrasi yang lebih tinggi dari 200 mg/l dapat menyebabkan korosifitas pada pipa-pipa air. Dalam jumlah yang lebih kecil magnesium dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan tulang, akan tetapi dalam jumlah yang lebih besar 150 mg/l dapat menyebabkan rasa mual.

3) Besi Air yang mengandung banyak besi akan berwarna kuning dan menyebabkan rasa logam besi dalam air, serta menimbulkan korosi pada bahan yang terbuat dari metal. Besi merupakan salah satu unsur yang merupakan hasil pelapukan batuan induk yang banyak ditemukan diperairan umum. Batas maksimal yang terkandung didalam air adalah 1,0 mg/l 4) Aluminium Batas maksimal yang terkandung didalam air menurut Peraturan Menteri Kesehatan No 82 / 2001 yaitu 0,2 mg/l. Air yang mengandung banyak aluminium menyebabkan rasa yang tidak enak apabila dikonsumsi. 5) Zat organik Larutan zat organik yang bersifat kompleks ini dapat berupa unsur hara makanan maupun sumber energi lainnya bagi flora dan fauna yang hidup di perairan 6) Sulfat Kandungan sulfat yang berlebihan dalam air dapat mengakibatkan kerak air yang keras pada alat merebus air (panci / ketel)selain mengakibatkan bau dan korosi pada pipa. Sering dihubungkan dengan penanganan dan pengolahan air bekas. 7) Nitrat dan nitrit Pencemaran air dari nitrat dan nitrit bersumber dari tanah dan tanaman. Nitrat dapat terjadi baik dari NO2 atmosfer maupun dari pupuk-pupuk yang digunakan dan dari oksidasi NO2 oleh bakteri dari kelompok Nitrobacter. Jumlah Nitrat yang lebih besar dalam usus cenderung untuk berubah menjadi Nitrit yang dapat bereaksi langsung dengan hemoglobine dalam daerah membentuk methaemoglobine yang dapat menghalang perjalanan oksigen didalam tubuh. Chlorida Dalam konsentrasi yang layak, tidak berbahaya bagi manusia. Chlorida dalam jumlah kecil dibutuhkan untuk desinfektan namun apabila berlebihan dan berinteraksi dengan ion Na+ dapat menyebabkan rasa asin dan korosi pada pipa air. 9) Zink atau Zn Batas maksimal Zink yang terkandung dalam air adalah 15 mg/l. penyimpangan terhadap standar kualitas ini menimbulkan rasa pahit, sepet, dan rasa mual. Dalam jumlah kecil, Zink merupakan unsur yang penting untuk metabolisme, karena kekurangan Zink dapat menyebabkan hambatan pada pertumbuhan anak. 1. 3. Persyratan mikrobiologis

Salmonella typhi. Phytoplankton colifprm. Nilai BOD tidak menunjukkan jumlah bahan organik yang sebenarnya tetepi hanya mengukur secara relatif jumlah oksigen yang dibutuhkan. Kandungan BOD dalam air bersih menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No 82 / 2001 mengenai baku mutu air dan air minum golongan B maksimum yang dianjurkan adalah 6 mg/l Adanya penyebab penyakit didalam air dapat menyebabkan efek langsung dalam kesehatan. COD (Chemical Oxygen Demand) COD yaitu suatu uji yang menentukan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bahan oksidan misalnya kalium dikromat untuk mengoksidasi bahan-bahan organik yang terdapat dalam air (Nurdijanto. 2000 : 15).1995) 1. missalnya: bakteri golongan coli. apabila nilai COD melebihi batas dianjurkan. Standar Kualitas Air di Perairan Umum ( Peraturan Pemerintah No. maka kualitas air tersebut buruk. 2. mikroorganisme tidak tertarik menggunakan bahan organik makin rendah BOD maka kualitas air minum tersebut semakin baik. (Sujudi. Kuman-kuman ini mudah tersebar melalui air.20 Tahun 1990 ) Kadar Maksimum Golongan Golongan Golongan Golongan A B C D 1000 1000 1000 No Parameter FISIKA 1 Bau 2 Jumlah zat padat terlarut 3 Kekeruhan 4 Rasa Satuan Mg/L 1000 Skala NTU 5 - . Vibrio cholera dan lain-lain. Kandungan COD dalam air bersih berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 82 / 2001 mengenai baku mutu air minum golongan B maksimum yang dianjurkan adalah 12 mg/l. Penyakit-penyakit ini hanya dapat menyebar apabila mikro penyebabnya dapat masuk ke dalam air yang dipakai masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 2000 : 15).Persyaratan mikrobiologis yangn harus dipenuhi oleh air adalah sebagai berikut: 1. 1. Tidak mengandung bakteri non patogen seperti: Actinomycetes. Penggunaan oksigen yang rendah menunjukkan kemungkinan air jernih. Tidak mengandung bakteri patogen. Cladocera dan lain-lain. BOD (Biochemical Oxygen Demand) Adalah jumlah zat terlarut yang dibutuhkan oleh organisme hidup untuk memecah bahan – bahan buangan didalam air (Nurdijanto.

0007 0.002 0.03 0.03 >3 5–9 0.1 400 0.005 1 1.5 0.05 1.5 Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.05 0.05 0.01 1 2 60 0.0 0.5 6 7 Warna Suhu Daya Hantar Listrik Skala TCU 15 o C Suhu udara Umhos/cm 2250 KIMIA anorganik 1 Air raksa 2 Aluminium 3 Arsen 4 Barium 5 Besi 6 Florida 7 Kadmium 8 Kesadahan CaCO3 9 Klorida 10 Kromium valensi 6 11 Mangan 12 Natriun 13 Nitrat sebagai N 14 Nitrit sebagai N 15 Perak 16 .042 0.5 1.002 .4 D 7 DDT Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.05 0.pH 17 Selenium 18 Seng 19 Sianida 20 Sulfat 21 Sulfida sebagao H2S 22 Tembaga 23 Timbal 24 Oksigen terlarut (DO) 25 Nikel 26 SAR (Sodium Absortion Ratio) Kimia Organik 1 Aldrin dan dieldrin 2 Benzona 3 Benzo (a) Pyrene 4 Chlordane (total isomer) 5 Chlordane 6 2.02 0.3 0.01 0.017 0.00001 0.5 – 8.06 6–9 0.003 0.5 10 1 5–9 0.1 200 10 1.005 500 250 0.005 0.003 0.05 6.01 5 0.5 – 2.5 0.03 0.05 1 5 1.005 1 0.1 1 0.001 0.002 1 0.01 >=6 0.02 0.02 0.10 0.05 2 0.2 0.1 1 0.5 0.5 0.01 600 0.0003 0.0 0.01 0.001 0.01 5 0.1 400 0.05 - 0.

21 Mikrobiologik 1 Koliform tinja 2 Total koliform Radioaktivitas 1 Gross Alpha activity 2 Gross Beta activity Jml/100ml 0 Jml/100ml 3 2000 10000 Bq/L Bq/L 0.005 0.0 0.5 0.2 Dichloroethane 1.1 1.1 1.2 0.5 0.03 0. industri dan PLTA.6 Trichlorophenol Zat Organik (KMnO4) Endrin Fenol Karbon kloroform ekstrak Minyak dan lemak Organofosfat dan carbanat PCD Senyawa aktif biru metilen Toxaphene BHC Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0. Pemeriksaan MPN dilakukan untuk pemeriksaan kualitas air minum. Untuk mengetahui kualitas air tersebut.0003 0.1 1.01 0.004 0.0 0.8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Detergent 1.056 0.002 0. meliputi Most Probable Number (MPN) dan angka kuman. Kualitas air yang digunakan masyarakat harus memenuhi syarat kesehatan agar dapat terhindar dari berbagai penyakit maupun gangguang kesehatan yang dapat disebabkan oleh air.0 Golongan A : air untuk air minum tanpa pengolahan terlebih dahulu Golongan B : air yang dipakai sebagai bahan baku air minum melalui suatu pengolahan Golongan C : air untuk perikanan dan peternakan Golongan D : air untuk pertanian dan usaha perkotaan.003 0.01 10 - 0.00001 0.1 Dichloroethane Heptachlor heptachlor epoxide Hexachlorobenzene Lindane Metoxychlor Pentachlorophenol Pestisida total 2.001 0.4.1 0.035 0.1 Nihil 0.01 0.001 1 0.018 0.1 0.1 1.004 0. air .0 0. perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium yang mencakup antara lain pemeriksaan bakteriologi air.05 Nihil 0.

coli. Salmonella typhi. air badan. Air Minum E. Air pada sistem distribusi E. seperti Actinomycetes dan Cladocera (Soewarno. coli atau Fecal coli 1. Penyediaan air bersih selain kuantitas kualitasnya pun harus memenuhi standar yang berlaku. 2002). coli atau Fecal col Total Bakteri Coliform Satuan 2 Kadar maksimum yang Keterangan diperbolehkan 3 4 Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Bagi manusia air minum adalah salah satu kebutuhan utama. maka tujuan utama penyediaan air bersih/air minum bagi masyarakat adalah untuk mencegah penyakit yang dibawah oleh air. disyaratkan bahwa tidak mengandung bakteri patogen. Sehingga pengawasan terhadap kualitas air minum agar tetap memenuhi syarat-syarat kesehatan berdasarkan Kepmenkes RI No 907/Menkes/SK/VII/2002 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum (Depkes.bersih. Kuman-kuman ini mudah tersebar melalui air (Transmitted by water) dan tidak mengandung bakteri non-patogen. air kolam renang dan pemeriksaan angka kuman pada air PDAM. Air yang masuk sistem distribusi E. kebutuhan dasar air bersih adalah jumlah air bersih minimal yang perlu disediakan agar manusia dapat hidup secara layak yaitu dapat memperoleh air yang diperlukan untuk melakukan aktivitas dasar sehari- . Persyaratan Kualitas air minum secara Bakteriologis Parameter 1 1. air pemandian umum. misalnya bakteri golongan E. Air minum yang memenuhi baik kuantitas maupun kualitas sangat membantu menurunkan angka kesakitan penyakit perut terutama penyakit diare. 2002) Ditinjau dari jumlah atau kuantitas air yang dibuthkan manusia. Mengingat bahwa berbagai penyakit dapat dibawah oleh air kepada manusia memanfaatkannya. coli atau Fecal col Total Bakteri Coliform 1. Vibrio cholera. Khusus untuk air minum.

misalnya oleh lumpur. batang-batang kayu. Pada umumnya air permukaan ini akan mendapat pengotoran selama pengalirannya. kebiasaan hidup dalam rumah tangga misalnya ingin rumah dalam keadaan bersih selalu dengan mengepel lantai dan menyiram halaman. Sumber air merupakan salah satu komponen utama yang ada pada suatu sistem penyediaan air bersih. sehingga hal ini akan mempercepat terjadinya korosi atau karatan. Air permukaan ada dua macam yaitu air sungai dan air rawa. karena masih mengandung banyak kotoran. sehingga total pemakaian perorang adalah 60 – 70 liter / hari di kota. Air Permukaan Adalah air hujan yang mengalir di permukaan bumi. yang menyebabkan warna kuning coklat. Macam-macam sumber air yang dapat di manfaatkan sebagai sumber air minum sebagai berikut : 1. sehingga untuk pengambilan air sebaiknya dilakukan pada kedalaman tertentu di tengah-tengah. Kebutuhan air untuk mencuci pakaian dan peralatan 25 – 30 liter / orang perhari. Kebutuhan air untuk minum dan mengolah makanan 5 liter / orang perhari. sehingga akan boros terhadap pemakaian sabun. karena tanpa sumber air maka suatu system penyediaan air bersih tidak akan berfungsi (Sutrisno. 3. Air laut Mempunyai sifat asin. Selain itu air hujan mempunyai sifat agresif terutama terhadap pipa-pipa penyalur maupun bak-bak reservoir. Juga air ini mempunyai sifat lunak. 2. kebutuhan air rumah tangga menurut Sunjaya adalah: 1. Air sungai digunakan sebagai air minum. Air Atmosfer Untuk menjadikan air hujan sebagai air minum hendaknya pada waktu menampung air hujan mulai turun. Banyaknya pemakaian air tiap harinya untuk setiap rumah tangga berlainan. kotoran industri dan lainnya. c. mengingat bahwa air sungai ini pada umumnya mempunyai derajat pengotoran yang tinggi. seharusnya melalui pengolahan yang sempurna. keadaan sosial rumah tangga semakin mampu atau semakin tinggi tingkat sosial kehidupannya semakin banyak menggunakan air serta pemakaian air dimusim panas akan lebih banyak dari pada dimusim hujan. b.hari (Sunjaya dalam Karsidi. daun-daun. Ditinjau dari segi kuantitasnya. Air rawa kebanyakan berwarna disebabkan oleh adanya zat-zat organik yang telah membusuk. karena mengandung garam NaCl. 1999 : 18). 2000 : 13). Debit yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan akan air minum pada umumnya dapat mencukupi. . Kebutuhan air untuk menunjang pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas sanitasi atau pembuangan kotoran 4 – 6 liter / orang perhari. d. selain pemakaian air tiap harinya tidak tetap banyak keperluan air bagi tiap orang atau setiap rumah tangga itu masih tergantung dari beberapa faktor diantaranya adalah pemakaian air di daerah panas akan lebih banyak dari pada di daerah dingin. Kebutuhan air untuk higien yaitu untuk mandi dan membersihkan dirinya 25 – 30 liter / orang perhari.Kadar garam NaCl dalam air laut 3 % dengan keadaan ini maka air laut tidak memenuhi syarat untuk diminum.

Kualitas kimia dapat diteliti melalui pengamatan tentang kesadahan.1993 :1). Dimana setiap hari kita membutuhkan air bersih untuk minum. unit produksi. kandungan ion dan sebagainya. unit pengolahan.4. (4). kimia dan biologis. (Linsay. Unit produksi merupakan unit bangunan yang mengolah jenis-jenis sumber air menjadi air bersih. danau NTU (Nephelometric Turbidity Unit) Pengolahan tidak lengkap. Adapun beberapa sumber air yang dapat diolah untuk mendapatkan air bersih. memasak. kualitas air baku yang semula belum memenuhi syarat kesehatan akan berubah menjadi air bersih atau minum yang aman bagi manusia. Unit produksi adalah salah satu dari sistem penyediaan air bersih yang menentukan jumlah produksi air bersih atau minum yang layak didistribusikan ke beberapa tandon atau reservoir dengan sistem pengaliran gravitasi atau pompanisasi. Selain dari segi kualitas. (3). unit distribusi dan unit konsumsi. Sebagia besar tubuh manusia terdiri atas air. unit transmisi. Penggunaan air yang bersih untuk kegiatan sehari-hari tentunya membuat manusia terhindar dari penyakit. (2) Unit pengolahan air memegang peranan penting dalam upaya memenuhi kualitas air bersih atau minum. mencuci dan sebagainya. pH. kimia. sungai Pengolahan lengkap bila kekeruhannya tinggi > 50. 1995) SIMPULAN Masalah air bersih merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusiaa. jumlah air juga harus memadai dalam rangka pemenuhan kebutuhan manusia. Sedangkan ada aatu tidaknya mikroorganisme penyebab penyakit pada air merupakan syarat biologi air bersih. Air tanah Air tanah adalah air yang berada di bawah permukaan tanah didalam zone jenuh dimana tekanan hidrostatiknya sama atau lebih besar dari tekanan atmosfer (Suyono. yaitu (1)Unit sumber air baku merupakan awal dari sistem penyediaan air bersih yang mana pada unit ini sebagai penyediaan air baku yang bisa diambil dari air tanah. Air digunakan manusia untuk . dan bakteriologi. Sistem penyediaan air bersih meliputi besarnya komponen pokok antara lain: unit sumber baku. dan warna. Agar air yang digunakan untuk kegiatan manusia tidak berdampak negative bagi manusia. Kualitas air bersih dapat ditinjau dari segi fisik. Kualitas fisik ditinjau bau. maka perlu diketahui persyaratan air bersih. rasa. 5. yaitu sumur Dangkal/Dalam Pengolahan tidak lengkap hanya pengolahan Fe. yang berfungsi sebagai pelarut dan peyusun segala system tubuh manusia. dengan pengolahan fisika. bila kekeruhan < 50 NTU. dan pembubuhan desinfektan. mandi. Mata air Yaitu air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan tanah dalam hampir tidak terpengaruh oleh musim dan kualitas atau kuantitasnya sama dengan air dalam. air hujan yang jumlahnya sesuai dengan yang diperlukan. unit transmisi berfungsi sebagai pengantar air yang diproduksi menuju ke beberapa tandon atau reservoir melalui jaringan pipa. Mn. air permukaan.

mandi. perikanan dan lain sebagainya. Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum/Air Bersih. 2. EGC. Jakarta. minum.Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 2007 Chatip. Jakarta. Jakarta. 1995 . Pengolahan Air Minum. Bapak Prof. Sumber air yang ada di permukaan bumi dapat diolah menjadi air minum dengan berbagai teknik yang telah berkembang. 2002. 1999.D sebagai dosen mata kuliah Penyajian Ilmiah dan juga sebagai Ketua pusat penelitian lingkungan hidup Universitas Bengkulu yang telah memberikan bimbingan dan pengetahuan tentang materi perkuliahan. sehingga kebutukhan air minum yang memenuhi persyaratan Menteri Kesehatan Republik Indonesia dapat terpenuhi bagiu seluruh lapisan masyarakat. UCAPAN TERIMA KASIH • Dalam penulisan telaah pustaka ini penulis mendapat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. mencuci.. Ir. Hubungan antara Tingkat Pendidikan dan Pendapatan dengan Penggunaan Air Sungai oleh Penduduk di Sekitar Sungai Kali Jajar Demak. Yogyakarta.2007.. 1992. S. Semarang : Skripsi. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 Lindsay. M. Urip Santoso.Sc. 3. Jawet. Karsidi. Rekan-rekan mahasiswa PSL yang telah ikut membantu dalam dorongan dalam pembuatan makalah ini. Mikrobiologi Untuk Profesi Kesehatan Edisi 16. Evaluasi Pengelolaan Kualitas Air Bersih Oleh Petuga Sanitasi Puskesmas Di Kabupaten Bungo. Program Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan. Depkes. DAFTAR PUSTAKA Asmustawa. Ph. RK dan kawan-kawan.Ikom. Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan. pertanan. Erlangga. Masingmasing kegiatan tersebut memerlukan jumlah air yang beragam. Secara khusus ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada: 1. 1997. Orang tua dan saudara-saudara yang telah memberikan dorongan moril dan materil. Teknik Sumber Daya Air jilid 2.

Yayasan peduli Lingkungan. 2002. Teknologi Penyediaan Air Bersih. M. & Franzini. Suripin. Rineka Cipta. Ray. U. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2005 Tentang Pengembangan sistem penyediaan Air minum Razif. Metode Penelitian Air. C Totok. 2001. Surawira. 1995. Bandung. Yogyakarta : Andi Offset. Pati. 1996. JB. Jakarta. Mikrobiologi Kedokteran. Air Dalam Kehidupan Lingkungan Yang Sehat. Santika. Fakultas Geografi Universitas Tim Mikrobiologi. 2003. Surabaya. Jakarta. Sutrisno. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Suyono. 2000. Usaha Nasional. K. Suharyono.. 1984. 2000. 1993. Kimia Lingkungan. Edisi Revisi Bina Rupa Aksara. Jakarta : Erlangga. Nurdijanto. Bayumedia. Diari Akut Klinik dan Laboratorik. 1989.Linsley. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Surabaya Indonesia Sujudi. 1996. Pengolahan Air Minum. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Bakteriologi Medik. . Pengelolaan Sumber Daya Air. Jakarta :Rineka Cipta. Malang. . Teknik Sumber Daya Air.

Louwenstein – Jensen 1. Trypticase Soy Agar TSA merupakan media kultur universal. menyuburkan atau meremajakan bakteri. Agustus 12. 2011 Rachma 1 comment Media kultur berguna untuk memperbanyak.Matur Nuwun…. . Nutrien Agar. Dalam postingan ini akan dijelaskan mengenai media Trypticase Soy Agar (TSA). hampir semua jenis bakteri bisa tumbuh pada media ini.. Media Kultur untuk Pertumbuhan Bakteri Jumat.

5-10. kemudian dimasukan ke botol/tabung dan disterilkan di autoclave suhu 120 0C selama 15 menit. Foto : TSA dalam botol .7 gram Trypticase Soy Agar dilarutkan dalam 250 ml aquadest.Foto : TSA Cara Pembuatan : 10. Tahap akhir botol/tabung dimiringkan tungggu sampai mengeras.

2.2 Tutup : kapas putih 3.0±0. PH 7. Louwenstein – Jensen . ekstrak dagingn. agar-agar. Jenis bakteri yang dapat tumbuh pada nutrient agar lebih sedikit dibandingkan dengan TSA. Cara pembuatan : Larutkan 20 g/L nutrien agar (bubuk) autoclave 15 menit pada suhu121 0C. Nutrien Agar lebih sering digunakan dibandingkan TSA untuk menghindari terjadi Kandungan : Pepton dari dari daging. Nutrien Agar Foto : Nutrien Agar Nutrien agar merupakan media kultur universal untuk pertumbuhan mikroorganisme/bakteri.

malachite green Glycerol. Alat Fungsi . telur yang dihomogenkan.putar untuk dihomogenkan campuran untuk menghindari beantuk gelembung ). magnesium sulfat heptahydrat.2.5 g pada 0. Ph 4. Kandungan :Potasssium hydrogen phospat. lasparigin.6 L akuades. Cara Pembuatan: Larutkan 37. tambah 1 L telur yang dihomogenkan (dari telur ayam betina segar dalam kondisi steril.Foto: media Louwenstein – Jensen Kegunaan media Louwenstein – Jensen : Kultur dan test resistensi dari Mycobacterium tuberculosis.potato meal.8 ± 0. trimagnesium dicitrat 14-dehidrat. (autoclave) dinginkan sampai suhu sekitar 50 ± C. Media harus di panaskan lebih dari satu kali setelah 24 jam untuk menjamin sterilitasnya. bagikan ketabung reaksi steril diarkan membeku dengan kondisi miring dengan pemanasan selama 45 menit pada suhu 85 0C pada inspissator yang penuh dengan uap air atau uap air panas yang mengalir bebas. kalau di inginkan tambah 12 ml glycerol .

Dalam membuat larutan erlenmeyer yang selalu digunakan. Erlenmeyer Untuk destilasi larutan. Pada bagian atas terdapat karet penutup dengan sebuah lubang sebagai tempat termometer. Beaker glass memiliki takaran namun jarang bahkan tidak diperbolehkan untuk mengukur volume suatu zat ciar.Tempat membuat larutan. Labu destilasi Tempat untuk menyimpan dan membuat larutan. Gelas Beaker .

Cprpng dibagi menjadi dua jenis yakni corong yang menggunakan karet atau plastik dan corong yang menggunakan gelas. buret . Corong bucher Digunakan untuk titrasi. Corong gelas Menyaring larutan dengan dengan bantuan pompa vakum. Corong digunakan untuk memasukan atau memindah larutan ai satu tempat ke tempat lain dan digunakan pula untuk proses penyaringan setelah diberi kertas saing pada bagian atas. tapi pada keadaan tertentu dapat pula digunakan untuk mengukut volume suatu larutan.

Untuk memisahkan dua larutan yang tidak bercampur karena adanya perbedaan massa jenis. Labu ukur leher panjang Untuk mengukur volume larutan. Gelas ukur . Pada saat praktikum dengan ketelitian tinggi gelas ukur tidak diperbolehkan untuk mengukur volume larutan. Corong pisah Untuk membuat dan atau mengencerkan larutan dengan ketelitian yang tinggi. Corong pisah biasa digunakan pada proses ekstraksi. Pengukuran dengan ketelitian tinggi dilakukan menggunakan pipet volume.

. kondensor Untuk menghisap larutan yang akan dari botol larutan. Filler (karet pengisap) Untuk mengukur volume larutan Pipet ukur Digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu sesuai dengan label yang tertera pada bagian pada bagian yang menggembung. Untuk larutan selain air sebaiknya digunakan karet pengisat yang telah disambungkan pada pipet ukur. Lubang lubang bawah tempat air masuk. lubang ata tempat air keluar.Untukl destilasi larutan.

Pengaduk Untuk mereaksikan dua atau lebih zat. Untuk zat-zat yang bereaksi dengan logam digunakan spatula plastik sedangkan zat-zat yang tidak bereaksi dengan dengan logam dapat digunakan spatula logam. Tabung reaksi Untuk mengambil bahan-bahan kimia dalam bentuk padatan. misalnya dalam bentuk kristal. .Pipet volume atau pipet gondok atau volumetrik Untuk meneteskan atau mengambil larutan dengan jumlah kecil. Pipet tetes Untuk mengocok atau mengaduk suatu baik akan direaksikan mapun ketika reaksi sementara berlangsung.

desikator . Kawat nikrom Untuk mengalirkam gas ke tempat tertentu dan digunakan pula dalam penentuan titik lebur suatu zat. Dikenal dua jenis desikator yaitu desikator biasa dan desikator vakum. Pipa kapiler atau kaca kapiler Untuk menyimpan bahan-bahan yang harus bebas air dan mengeringkan zat-zat dalam laboratorium.Spatula plastik dan logam untuk uji nyala dari beberapa zat.

Caranya: setelah kertas indikator universal dicelupkan di cocokan warna yang ada pada kotak kertas universal. Gelas arloji Untuk memegang peralatan gelas yang masih dalam kondisi panas. Untuk mengeringkan suatu bahan dalam desikator. Untuk menimbang bahan-bahan kimia 3.Untuk identifikasi keasamaan larutan/zat. Indikator universal 1. Sebagai penutup saat melakukan pemanasan terhadap suatu bahan kimia 2. Hot hands .

Numun dalam mereaksikan zat yang menggunakan tabung reaksi sebaiknya menggunakan rak tabung reaksi demi keamanan diri sendiri maupun orang lain.Untuk menyaring larutan. penjepit . Biasanya digunakan pada saat melakukan percobaan yang membutuhkan banyak tabung reaksi. Kertas saring Kaki tiga sebagai penyangga pembakar spirtus. Rak tabung reaksi Untuk menjepit tabung reaksi. Kaki tiga Sebagai alas atau untuk menahan labu atau beaker pada waktu pemanasan menggunakan pemanas spiritus atau pemanas bunsen Kawat kasa Tempat tabung reaksi.

Untuk mengaduk larutan. Stirer dan batang stirer Menghaluskan zat yang masing bersifat padat/kristal. Batang-batang magnet diletakan di dalam larutan kemudian disambungkan arus listrik maka secara otomatis batang magnetik dari stirer akan berputar. digunakan untuk memanaskan logamlogam. Krusibel .Pengaduk magnetik. mortal dan pastle Terbuat dari persolen dan bersifat inert.

Digunakan sebagai wadah. Evaporating dish Sebagai penjepit. misalnya krus pada saat pemanasan ataau corong pada waktu penyaringan. misalnya: · Untuk menjepit soklet pada proses ekstraksi · Menjepit buret dalam proses titrasi · Untuk menjepit kondensor pada proses destilasi Klem dan statif Untuk menjepit corong pemisah dalam proses pemisahan dan untuk meletakan corong pada proses penyeringan. Ring Untuk menahan wadah. serbuk debu. Kacamata pengaman . misalnya H2SO4. kabut dan zat-zat kimia yang meletup ketika dilakukan pemanasan. Dan melindungi dari percikan api. Clay triangle Untuk melindungi mata dari bahan yang menyebabkan iritasi. uap logam. Misalnya penguapan larutan dari suatu bahan yang tidak mudah menguap.

Untuk membakar zat atau memmanaskan larutan. Pemanas spiritus Untuk memanaskan larutan dan dapat pula digunakan untuk sterilisasi dalam proses suatu proses. Oven . Pemanas atau pembakar bunsen Untuk memanaskan larutan. Biasanya untuk larutan yang mudah terbakar. Hot plate Untuk mengeringkan alat-alat sebelum digunakan dan digunakan untuk mengeringkan bahan yang dalam keadaan basah.

blogspot.com sumber-sumber lain . sekitar 1000 °C.Digunakan sebagai pemanas pada suhu tinggi. Tanur Digunakan untuk fermentasi dan menumbuhkan media pada pengujian secara mikrobiologi. inkubator Untuk menghancurkan (tidak ada di LAB) Granat Daftar Pustaka http://qualitycontrol-07.

Bagian 1 Perhitungan Kematian Mikroorganisme pada Proses Sterilisasi Pengambilan dan Preparasi Sampel Bakteri dalam Mikrobiologi Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 1) Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 2) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 1) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 2) Bekerja Tanpa Kontaminasi (Dasar Teknik Aspetis) Penentuan Sifat Gram Dengan KOH 3% dan Perbandingannya Dengan Pewarnaan Gram Pentingnya Penggambaran Morfologi Koloni di Cawan Bakteri Kontrol Harga Murah untuk Pewarnaan Gram Kunci Awal Identifikasi Bakteri Bagaimana Membedakan Flagellar Movement dengan Brownian Movement ? PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI DASAR Teori dan Metodenya (Revisi 2011) . Mohon pengunjung memberikan saran atau komentar yang membangun dan tidak lupa untuk mengisi polling demi menentukan arah perkembangan blog. dan dimohon mencantumkan sumbernya (web ini). hal ini karena kesibukan yang lain dari penulis. Kami mengucapkan terima kasih kepada sahabat kami. Lebih jauh mengenai deskripsi blog ini . Terdapat juga link download (.pdf) di beberapa postingan.Mikrobiologi dasar Blog ini berisi tulisan populer tentang teori dan metode di bidang mikrobiologi praktek. di sini ARTIKEL MIKROBIOLOGI • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Saran Teknis Metode Plate Count untuk Pemula Bagaimana Menentukan Aman atau Tidaknya Suatu Bahan Pangan dari Mikroorganisme ? Indikator Mikrobiologis Metode MPN ( Most Probable Number) atau APM (Angka Paling Mungkin) Bagian 1 Metode MPN ( Most Probable Number) atau APM (Angka Paling Mungkin) Bagian 2 Tabel MPN 3 seri dan 5 seri tabung Tabel MPN 10 seri tabung Pengambilan Sampel Mikroorganisme Udara (Air Sampling) Bagian 2 Pengambilan Sampel Mikroorganisme Udara (Air Sampling). Copy paste diijinkan sepanjang tidak digunakan untuk keperluan komersial. Mukhlis yang telah memberikan puluhan buku referensi untuk diolah. mohon maaf jika pertanyaan tidak langsung dijawab dan proses perevisian sangat lambat.

2.2 dengan pewarnaan negatif a. Alat-alat dalam Laboratorium Mikrobiologi (bagian 1) Bab 1.1 pengamatan langsung a. Mengamati Morfologi Koloni Bakteri .1 dengan pewarnaan sederhana a.4 dengan pewarnaan endospora a.4 pada media cair a.1. sedang dalam proses revisi • • • • • • • • • • BAB 1 pengenalan alat BAB 2 media pertumbuhan BAB 3 sterilisasi BAB 4 isolasi mikroorganisme BAB 5 morfologi mikroba BAB 6 menentukan jumlah dan ukuran mikroba BAB 7 faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroorganisme BAB 8 daya kerja antimikorba dan oligodinamik BAB 9 aktivitas enzimatis mikroorganisme Referensi BAB 5 MORFOLOGI MIKROBA Kompetensi : mahasiswa dapat mengenali bentuk dan morfologi sel dan koloni mikroorganisme a.3.1.1 mengamati morfologi koloni kapang (pada agar cawan) c. Bakteri a.2. Alat-alat dalam Laboratorium Mikrobiologi (bagian 2) PETUNJUK PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI (2008).• • • Pendahuluan dan Daftar Isi Bab 1.2 mengamati morfologi sel kapang (dengan metode slide culture) Bakteri A.1.1 pada media cawan a. Yeast b.1.2 mengamati morfologi sel yeast (dengan pewarnaan sederhana) c.1 mengamati morfologi koloni yeast (pada agar cawan) b.3.2 mengamati morfologi sel bakteri a.2.2 pada agar miring a.3 mengamati motilitas bakteri a. Kapang c.3 dengan pewarnaan gram a.3 pada agar tegak a.1 mengamati morfologi koloni bakteri a.2.2 pengamatan tidak langsung b.

Opaque (tidak dapat ditembus cahaya).Elevasi : Flat Raised Convex Umbonate · Permukaan : Halus mengkilap Kasar Berkerut Kering seperti bubuk · Margins : Entire Lobate Undulate Serrate Felamentous Curled A.Kegiatan ini merupakan tindakan pertama kali jika ingin mempelajari suatu jenis bakteri lebih lanjut. khususnya untuk tujuan identifikasi.1.2. Transparant (bening) · Bentuk : Circular Irregular Spindle Filamentous Rhizoid . Setelah mendapatkan kultur murni maka biakan yang diinginkan ditumbuhkan ke berbagai bentuk media untuk dikenali ciri koloninya. Pertumbuhan pada Cawan Petri Ciri-ciri yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut : · Ukuran. Cara Kerja : · Tumbuhkan biakan pada media NA cawan dengan streak kuadran · Tumbuhkan biakan pada media NA miring dengan pola inokulasi yang tegak lurus · Tumbuhkan biakan pada media NA tegak dengan stab inoculation · Tumbuhkan biakan pada media NB A. Pertumbuhan pada Agar Miring Ciri-ciri koloni diperoleh dengan menggoreskan jarum inokulum tegak dan lurus Ciri koloni berdasarkan bentuk: . Translucent (dapat ditembus cahaya sebagian). pinpoint/punctiform (titik) Small (kecil) Moderate (sedang) Large (besar) · Pigmentasi : mikroorganisme kromogenik sering memproduksi pigmen intraseluler. beberapa jenis lain memproduksi pigmen ekstraseluler yang dapat terlarut dalam media · Karakteristik optik : diamati berdasarkan jumlah cahaya yang melewati koloni.

4 Pertumbuhan pada Media Cair Pola pertumbuhan berdasarkan kebutuhan O2 .A.3 Pertumbuhan pada Agar Tegak Cara penanaman adalah dengan menusukkan jarum inokulum needle ke dalam media agar tegak. Ciri-ciri koloni berdasar bentuk : Ciri koloni berdasar kebutuhan O2 : A.

pewarnaan endospora .A.pewarnaan gram . Methylene Blue. tapi jika suspensi bakteri terlalu encer.pewarnaan positif . Cara Kerja : · Bersihkan object glass dengan kapas · Jika perlu tulislah kode atau nama bakteri pada sudut object glass . Zat warna dapat mengabsorbsi dan membiaskan cahaya. Safranin. Jangan menggunakan suspensi bakteri yang terlalu padat. Pada zat warna basa. Sedangkan zat warna basa antara lain Eosin. sel bakteri sulit terlihat. Congo Red dll. sehingga kontras sel bakteri dengan sekelilingnya ditingkatkan. · Pewarnaan khusus . Base Fuchsin. bagian yang berperan dalam memberikan warna disebut kromofor dan mempunyai muatan positif. Malachite Green dll. Zat warna yang digunakan bersifat asam atau basa. maka akan diperoleh kesulitan saat mencari bakteri dengan mikroskop. Jika dibuat preparat ulas tanpa pewarnaan. Contoh zat warna asam antara lain Crystal Violet. Zat warna basa lebih banyak digunakan karena muatan negatif banyak banyak ditemukan pada permukaan sel. Sebaliknya pada zat warna asam bagian yang berperan memberikan zat warna memiliki muatan negatif.pewarnaan flagella dll. Pewarnaan · Pewarnaan sederhana .pewarnaan negatif · Pewarnaan diferensial . Mengamati Morfologi Bakteri Sel bakteri dapat teramati dengan jelas jika digunakan mikroskop dengan perbesaran 100x10 yang ditambah minyak imersi.1. Fiksasi bertujuan untuk mematikan bakteri dan melekatkan sel bakteri pada object glass tanpa merusak struktur selnya.pewarnaan acid fast dll. Pewarnaan bertujuan untuk memperjelas sel bakteri dengan menempelkan zat warna ke permukaan sel bakteri. Pewarnaan Sederhana (Pewarnaan Positif) Sebelum dilakukan pewarnaan dibuat ulasan bakteri di atas object glass yang kemudian difiksasi. B.

· Cuci dengan akuades kemudian keringkan dengan kertas tissue · Periksa dengan mikroskop (perbesaran 100 x 10).· Bila menggunakan biakan cair maka pindahkan setetes biakan dengan pipet tetes atau dapat juga dipindahkan dengan jarum inokulum. teteskan nigrosin atau tinta cina di ujung kanan salah satu object glass · Biakan diambil lalu diulaskan atau diteteskan dalam tetesan nigrosin tadi. Jika digunakan biakan padat. jangan difiksasi atau dipanaskan di atas api. 1 2 3 4 Setelah dilihat di mikroskop. maka biakan dipindahkan dengan jarum inokulum. Jangan lupa biakan dikocok terlebih dahulu. maka akan tampak bentuk sel bakteri.2 Pewarnaan Negatif Beberapa bakteri sulit diwarnai dengan zat warna basa. Crystal Violet) dan tunggu kurang lebih 30 detik. Safranin. · Keringkan ulasan tersebut sambil memfiksasinya dengan api bunsen (lewatkan di atas api 23 kali) · Setelah benar-benar kering dan tersebar selanjutnya ditetesi dengan pewarna (dapat digunakan Methylen blue. Tapi mudah dilihat dengan pewarnaan negatif. B. satu ulasan saja kemudian diberi akuades dan disebarkan supaya sel merata. sehingga sel tampak transparan dengan latar belakang hitam. Berikut merupakan berbagai bentuk sel bakteri . Prosedur: · Ambil dua object glass. lalu dicampurkan · Tempelkan sisi object glass yang lain kemudian gesekkan ke samping kiri · Biarkan preparat mengering di udara. Zat warna tidak akan mewarnai sel melainkan mewarnai lingkungan sekitarnya.

Berikut merupakan tabel prosedur pewarnaan Gram: . Pewarnaan ini didasarkan pada tebal atau tipisnya lapisan peptidoglikan di dinding sel dan banyak sedikitnya lapisan lemak pada membran sel bakteri. Sedangkan baktri gram negatif mempunyai dinding sel tipis yang berada di antara dua lapis membran sel. Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tebal dan membran sel selapis.A. Pewarnaan Gram Adalah pewarnaan diferensial yang sangat berguna dan paling banyak digunakan dalam laboratorium mikrobiologi. Jenis bakteri berdasarkan pewarnaan gram dibagi menjadi dua yaitu gram positif dan gram negatif. karena merupakan tahapan penting dalam langkah awal identifikasi.3.

.

kering. Desulfomaculatum dan Bacillus adalah bakteri yang memproduksi endospora dalam siklus hidupnya. · Preparasi pewarnaan gram terbaik adalah menggunakan kultur muda yang tidak lebih lama dari 24 jam. Pewarnaan Endospora Anggota dari genus Clostridium. dingin. sebagian berwarna ungu dan sebagian merah karena pengaruh umur.4. Mungkin akan menampakkan gram variabel yaitu satu jenis sel. Umur kultur akan berpengaruh pada kemampuan sel menyerap warna utama (CV). Namun juga jangan sampai terlalu sedikit dalam penetesan etanol (underdecolorization) yang tidak akan melarutkan CV-iodine secara sempurna sehingga sel gram negatif seperti gram positif. sehingga metabolismenya bersifat inaktif dan mampu bertahan dalam tekanan fisik dan kimia seperti panas. Walaupun ada beberapa species yang memang bersifat gram variabel seperti pada genus Acinetobacter dan Arthrobacter. Tujuan dilakukannya . Pemberian ethanol jangan sampai berlebih yang akan menyebabkan overdecolorization sehingga sel gram positif tampak seperti gram negatif. B.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pewarnaan gram adalah sbb: · Fase yang paling kritis dari prosedur di atas adalah tahap dekolorisasi yang mengakibatkan CV-iodine lepas dari sel. radiasi dan bahan kimia. Endospora merupakan bentuk dorman dari sel vegetatif. khususnya pada gram positif.

. endospora sulit dibedakan dengan badan inklusi (kedua-duanya transparan. Endospora tetap dapat dilihat di bawah mikroskop meskipun tanpa pewarnaan dan tampak sebagai bulatan transparan dan sangat refraktil. sehingga diperlukan teknik pewarnaan endospora. sel vegetatif berwarna).pewarnaan endospora adalah membedakan endospora dengan sel vegetatif. sehingga pembedaannya tampak jelas. Namun jika dengan pewarnaan sederhana. Berikut merupakan prosedur pewarnaan endospora dengan metode Schaeffer-Fulton.

.

Berikut merupakan beberapa tipe endospora dan contohnya C. Mengamati motilitas .

· Tutup dengan cover glass · Amati menggunakan mikroskop dengan perbesaran maksimak. Bentuk selnya bervariasi dapat berbentuk bulat. pengamatan ciri-ciri morfologi koloni hampir sama dengan ciri morfologi bakteri. grannula lemak dan glikogen. Hati-hati jangan salah membedakan antara sel yang bergerak sendiri karena flagel atau bergerak terkena aliran air. Keringkan dengan tissue kemudian biarkan pada udara terbuka. Panasi preparat dengan api bunsen selama + 30 detik (sampai timbul uap).2 Melihat bentuk spora sel Yeast Cara kerja : · Buat preparat ulas dari biakan yeast pada Goodkowa Agar yang berumur 10 hari. Amati di bawah mikroskop.1 Melihat bentuk sel Yeast Cara Kerja : · Tumbuhkan Sacharomyces cereviceae pada glukosa cair selama 24 jam. tidak membentuk hifa (beberapa spesies dapat membentuk pseudohifa). ratakan. Cuci preparat dengan air mengalir. Perhatikan spora yang berwarna Kapang / Jamur .coli ke object glass (sebaiknya dari biakan cair). · Setelah didapatkan koloni tunggal. · Fiksasi dengan api bunsen. · Tutup preparat dengan cover glass. bulat memanjang dengan ukuran 1-9x20 μm. B. Mengamati Morfologi Sel Yeast Yeast merupakan fungi mikroskopik uniseluler.C. B. bulat telur. C. tetapi tidak melepaskan diri dari induk. hasil negatif menunjukan bakteri hanya tumbuh pada daerah tusukan saja Bakteri motil akan bermigrasi ke seluruh permukaan agar dan bekas tusukan Yeast / Khamir A. Bakteri akan tampak transparan dan pola pergerakannya tidak beraturan. Beberapa spesies yeast memiliki sifat dimorfisme yaitu bentuk sel tunggal dan bentuk hifa atau pseudohifa. · Inkubasi selama 2x24 jam. Jika digunakan biakan padat maka ulas dengan jarum inokulum lalu ditambah akuades satu tetes. Pseudohifa adalah hifa yeast yang terbentuk dari rangkaian sel hasil pembelahan aseksual secara budding. Morfologi internal sel mudah dilihat dan terdiri dari inti dan organel seperti mitkondria. · Warnai dengan cara Shager dan Fulgen yaitu: Tetesi preparat dengan Malachite Green dan biarkan 30-60 detik.2 Pengamatan tidak langsung Cara Kerja : · Tanam biakan pada media NA tegak atau Media Motilitas dengan cara tusuk (Stab inoculation) sedalam + 5 mm. · Ulaskan suspensi biakan pada object glass lalu teteskan Methilene Blue hingga rata (jangan difiksasi). B. · Inkubasi pada suhu 370 C selama 1x 24 jam · Hasil positif (motil) jika bakteri tumbuh pada seluruh permukaan media. Mengamati morfologi koloni yeast · Tanam biakan yeast (dapat berupa Sacharomyces cereviceae atau Candida albicans) pada PDA dengan cara streak quadrant. · Amati dengan perbesaran 40x10 atau 100x10.1 Pengamatan Langsung Cara Kerja : · Teteskan biakan bakteri motil seperti Bacillus atau E.

B. · Teteskan suspensi spora jamur dalam media cair pada media cover glass yang tidak diberi lilin. 2 Metode Riddel. Namun seringkali miselium atau susunan spora menjadi pecah atau terputus sehingga penampakan di mikroskop dapat membingungkan. B. seperti dari kelompok Actinomycetes atau Bacillus mycoides. cara kerja : · Persiapan sama seperti di atas . Hifa dapat berekat (septat) dengan inti tunggal/ lebih dan hifa tidak bersekat (aseptat). Berikan sampai setengah luasan cover glass. Pengamatan struktur spora dan miselium dapat juga dilakukan dengan preparat ulas seperti yang telah diuraikan di depan.1 Metode Heinrich’s. Mengamati morfologi koloni kapang Cara kerja : · Tanam/pindahkan biakan kapang dengan jarum inokulum needle yang diletakan di tenganhtengah cawan petri. A. Penampakan morfologi koloni pada umumnya seperti benang (filamentous) yang pertumbuhannya membentuk lingkaran. Morfologi koloninya dapat dengan mudah dibedakan dengan bakteri walaupun ada beberapa jenis bakteri yang koloninya mirip jamur. · Tutup dengan cover glass. · Inkubasi selam beberapa hari. cara kerja : · Siapkan object glass. Koloni kapang memiliki keragaman warna yang muncul dari sporanya. Tekan cover galss secara media merata. Dengan teknik ini. · Amati pertumbuhan koloni (miselium) yang menyebar. tissue basah yang dimasukkan dalam cawan dan sterilkan dengan autoclave. Mengamati sel morfologi kapang dengan metode Slide Culture (Microculture) Teknik ini bertujuan untuk mengamati sel kapang dengan menumbuhkan spora pada object glass yang ditetesi media pertumbuhan. · Setelah selesai sterilisasi berikan lilin (parafin-petrolatum) steril pada sebelah kiri dan kanan tempat yang akan ditutup cover glass (aseptis).Jamur merupakan mikroba dengan struktur talus berupa benangbenang (hifa) yang terjalin seperti jala (myselium). spora dan miselium tumbuh langsung pada slide sehingga dapat mengatasi masalah tersebut. B. cover glass. · Ambil preparat dan amati di bawah mikroskop. · Inkubasi pada suhu kamar selama 3x24 jam.

· Ambil preparat dan diamati di bawah mikroskop.· Setelah semua steril. · Inkubasi selama 2x24 jam. potong media Saboraud Dextrose Agar steril berbentuk kubus dan letakkan di atas object glass. · Inokulasikan spora jamur pada bagian atau potongan agar. · Belah media yang memadat dengan jarum inokulum yang berujung L. · Tutup dengan cover glass tepat di atas media dan tekan hingga merata. · Ulaskan spora jamur yang akan diamati pada belahan tersebut. · Teteskan media PDA pada object glass secara aseptis lalu tunggu memadat (teteskan jangan terlalu banyak). · Inkubasi pada suhu kamar selama 3x24 jam. cara kerja : · Sterilkan cawan petri yang berisi kapas yang di atasnya terdapat object glass dan cover glass. · Amati pertumbuhan miselium dan spora pada object glass dengan perbesaran sedang Referensi : disini . · Tutup potongan agar dengan cover glass. · Siapkan media PDA dan dijaga supaya tetap cair.3 Prosedur yang lebih sederhana. B.