Bakteri koliform

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa

E.coli, salah satu bakteri koliform Bakteri koliform merupakan golongan mikroorganisme yang lazim digunakan sebagai indikator, di mana bakteri ini dapat menjadi sinyal untuk menentukan suatu sumber air telah terkontaminasi oleh patogen atau tidak.[1] Berdasarkan penelitian, bakteri koliform ini menghasilkan zat etionin yang dapat menyebabkan kanker.[1] Selain itu, bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun seperti indol dan skatol yang dapat menimbulkan penyakit bila jumlahnya berlebih di dalam tubuh.[1] Bakteri koliform dapat digunakan sebagai indikator karena densitasnya berbanding lurus dengan tingkat pencemaran air.[2] Bakteri ini dapat mendeteksi patogen pada air seperti virus, protozoa, dan parasit.[2] Selain itu, bakteri ini juga memiliki daya tahan yang lebih tinggi daripada patogen serta lebih mudah diisolasi dan ditumbuhkan.[2]

[sunting] Karakteristik
Ciri-ciri bakteri koliform antara lain bersifat ppaerob [[atau ppanaerob fakultatif[[, termasuk ke dalam ppbakteri gram negatif[[, tidak membentuk spora, dan dapat memfermentasi laktosa untuk menghasilkan asam dan gas pada suhu 35 °C-37 °C.[3] Contoh bakteri koliform antara lain Escherichia coli, Salmonella spp., Citrobacter, Enterobacter, Klebsiella, dll.[3]

Mikroorganisme indikator
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa

Sungai di California yang tercemar, tampak adanya buih. Mikroorganisme indikator adalah sekelompok mikroorganisme yang digunakan sebagai petunjuk kualitas air. [1] Mikroorganisme indikator telah digunakan untuk mendeteksi dan menghitung kontaminasi tinja di air, makanan, dan sampel lainnya. [1]

Daftar isi
[sembunyikan]
• •

• • •

1 Syarat 2 Jenis o 2.1 Indikator Bakteri  2.1.1 Koliform  2.1.2 Koliform tinja  2.1.3 Streptococcus Tinja - Enterococcus  2.1.4 Clostridium  2.1.5 Pseudomonas  2.1.6 Bacteroides spp. dan Bifidobacteria spp. o 2.2 Indikator Virus o 2.3 Indikator Protozoa 3 Kelemahan 4 Indikator Makanan 5 Referensi

[sunting] Syarat

Untuk digunakan sebagai mikroorganisme indikator, terdapat persyaratan yang harus dipenuhi oleh mikroorganisme tersebut, kendati demikian, persyaratan ini tidak mutlak untuk dipenuhi seluruhnya, tergantung kondisi yang ada. Syaratnya antara lain[1]:
• • • • • • • • • •

Dapat digunakan untuk berbagai jenis air Mikroorganisme harus muncul bila patogen enterik dan sumber polusi muncul Tidak ada di air yang terpolusi Mudah diisolasi, murah, mudah diidentifikasi, dan mudah dihitung Lebih banyak jumlahnya dan lebih tahan dibanding patogen Bukan merupakan patogen Tidak berkembang biak di air Merespon perlakuan dan kondisi lingkungan Kepadatan indikator harus berkaitan langsung dengan derajat polusi Menjadi bagian dari mikroflora dalam saluran pencernaan hewan berdarah panas

[sunting] Jenis
Mikroorganisme indikator dapat dibedakan menjadi indikator bakteri, indikator virus, dan indikator protozoa[1].

[sunting] Indikator Bakteri
Terdapat lima bakteri yang umum digunakan sebagai indikator[1]: [sunting] Koliform Koliform tidak termasuk dalam taksonomi bakteri namun hanya istilah untuk menyebutkan kelompok mikroorganisme yang berada di air. Ciri-ciri bakteri koliform adalah gram negatif, berbentuk batang, merupakan anaerob fakultatif yang dapat memfermentasikan laktosa dengan pembentukkan asam dan gas pada suhu 35 °C selama 24-48 jam. Memiliki enzim tambahan yaitu sitokrom oksidase dan beta-galaktosidase. Koliform dapat ditemukan di saluran pencemaran hewan, tanah, atau secara alami pada sampel lingkungan. Pada keadaan normal, koliform terdapat di air dalam jumlah standar dan dapat diukur, namun bila terjadi pencemaran air, jumlah koliform akan menjadi banyak dan dapat melebihi jumlah bakteri patogen lain.[2] Oleh karena itu, koliform dapat digunakan sebagai indikator pencemaran air.[2]. Jika terdapat bakteri koliform dalam air, belum tentu bakteri patogen juga ada di air tersebut, namun jika bakteri koliform terdapat dalam jumlah besar maka perlu diperiksa kembali keberadaan bakteri patogen lain.[2] [sunting] Koliform tinja Digunakan untuk mendeteksi pencemaran tinja. Merupakan bakteri termotoleran yang dapat beradaptasi dengan cara stabilisasi protein pada suhu di saluran pencernaan. Koliform tinja dapat melakukan fermentasi dengan menghasilkan asam dan gas pada suhu 44.5 °C. Koliform tinja memiliki korelasi yang kuat dengan pencemaran tinja hewan berdarah panas. Untuk mendeteksi E.coli pada koliform tinja secara lebih spesifik dapat digunakan enzim MUG yang aka[n berpendar dengan sinar UV[1].

coli jantan (yang memilliki strain F+) sehingga dapat menghasilkan fili dan penempelan terjadi melalui reseptor fili. terdapat pada feses manusia dan hewan. faecium [sunting] Clostridium Merupakan mikrobiota pada hewan berdarah panas dan limbah. bersifat spesifik feses manusia. Beberapa jenis Bacteroides spesifik pada manusia[1]. Indikator bergantung pada sumber air yang dugunakan pada suatu daerah tertentu. namun konsentrasinya juga terlalu rendah[1]. Contohnya adalah myoviridae. [sunting] Kelemahan . Contoh yang telah diidentifikasi adalah indikasi menggunakan spora Clostridium dan bakteri aerob termostabil[1]. yaitu baktriofage yang menginfeksi E. yaitu colifage yang menginfeksi E.coli dan bakteri koliform lainnya. Namun konsentrasinya sangat rendah sehingga belum dapat ditunjukkan spesifitasnya Fage Salmonella. Berpigmen pyocyanin dan dapat berpendar[1]. [sunting] Pseudomonas Digunakan sebagai indikator kolam renang selain Staphylococcus aureus. Digunakan untuk mengindikasi banyaknya bakteri Salmonella. Memiliki sifat tahan terhadap desinfeksi kimiawi. • • • • Kolifage.Enterococcus Merupakan mikrobiota pada manusia dan hewan. [sunting] Indikator Protozoa Sesungguhnya tidak ada indikator yang berlaku secara universal bagi parasit protozoa[1]. [sunting] Bacteroides spp. Bakteri yang diinfeksi tidak memiliki fili sehingga virus menempel langsung pada dinding selnya. faecalis dan S. Contohnya adalah leviviridae Fage Bacteroides fragilis. Sifatnya lebih stabil dibanding patogen dan memiliki spora sehingga dapat digunakan untuk mendeteksi polusi yang terjadi di waktu lampau[1]. Sifatnya tidak spesifik pada feses dan deteksi bergantung pada inangnya. sehingga untuk mendeteksi perlu kondisi yang sangat anaerob pula. [sunting] Indikator Virus Terdapat empat kandidat mikroorganisme yang digunakan sebagai indikator virus[1]. podoviridae. Kolifage jantan. dan Bifidobacteria spp. Contoh Streptococcus pada manusia adalah S. Bersifat spesifik pada feses. Kedua bakteri ini sulit dideteksi karena bersifat sangat anaerob dan dapat musnah bila terkena oksigen. Banyak ditemukan di feses 100 kali dibanding yang lain. dan siphoviridae.[sunting] Streptococcus Tinja .

BAKTERI KOLIFORM YANG BERSIFAT ANAEROB Posted on December 16. kelas III. A. ^ a b c (Inggris)Johnson BT. 1025-1033. Setiap negara. Bakteri Pada klasifikasi. yang dapat menjadi indikator suatu kondisi yang terekspos yang dapat mengintroduksi organisme berbahaya dan menyebabkan proliferasi spesies patogen ataupun toksigen. tidak ada suatu indikator yang dapat mencangkup semua jenis indikator[1]. [sunting] Indikator Makanan Mikroorganisme yang menjadi indikator makanan merupakan kelompok bakteri yang keberadaannya di makanan di atas batasan jumlah tertentu. sub divisi Schyzomycetes atau jamur belah. Sel prakariotik adalah sel yang bahan intinya belum terlidungi oleh selaput inti atau karioteka. Virus dan protozoa memiliki perbedaan ukuran. Air digolongkan berdasarkan kriteria mutu mejadi kelas I. respon terhadapat tekanan lingkungan. bakteri termasuk ke dalam kerajaan monera.Inc. 1997.Diakses pada 13 Mei 2010 . Microorganisms. Mikroorganisme indikator ini sering digunakan sebagai indaktor kualitas mikrobiologi pada pangan dan air. [sunting] Referensi 1. Brock Biology of Microorganism 12th ed. dan perlakuan[1].al. San Francisco: Pearson Education. termasuk keberadaan patogen tertentu. dan kelas IV. 2. setiap daerah memiliki kriteria yang berbedabeda[1]. Media dan kondisi yang berbeda-beda juga membuat tidak ada indikator yang benar-benar cocok untuk kundisi tertentu[1]. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s (Inggris) Madigan et. kelas II. 2010 Monera meliputi organisme yang mempunyai struktur tubuh amat sederhana yakni terdiri atas sel-sel primitif. Untuk air minum kadar koliform tinja maksimal 2000 dan kadar total koliform maksimal 10000[1]. Karena itu dibuat suatu kriteria untuk mentoleransi ketidaksempurnaan tersebut. coli tipe I.Tidak ada indikator yang ideal untuk semua lingkungan dan memenuhi semua persyaratan[1]. yang bersifat prakariotik. Ciri-ciri dan Sifat Bakteri Untuk dapat mempelajari bakteri dengan benar kita perlu mengenali ciri-ciri dan sifatnya. Hal ini disebabkan karena tidak semua bakteri dapat dijadikan indikator bagi patogen. Disini hanya dijelaskan tentang bakteri. Termasuk ke dalam kelompok monera adalah bakteri dan ganggang biru atau Chyanophyta. . 2009. karena berkembang biak dengan membelah diri.Page. Misalnya E. Bacteria and Viruses. koliform dan fekal streptococci digunakan sebagai indikator penanganan pangan secara tidak higienis. mahkluk ini dikelompokkan ke dalam dunia tumbuhan. Dalam klasifikasi terbaru.Contohnya di Indonesia dilakukan pengelolaa kualitas air dan pengendalian pencemaran air.

Namun demikian. bakteri dibedakan menjadi tiga. 2.1. batang atau silindris (basilus). parasit. 4. kokus dapat dibedakan menjadi 6 macam: • · Monokokus. · Diplokokus. · Sarkina. mulai daerah tropis hingga daerah kutub. lebih besar daripada virus. tiap pasang terdiri atas dua bakteri. Karena tidak memiliki kloroplas. Oleh karena itu. Bentuk Bakteri Berdasarkan bentuknya. Kokus Kokus adalah bakteri berbentuk bulat seperti bola. Berdasarkan koloninya. yakni bakteri berbentuk bola yang hidup selalu berpasang-pasangan. disebut bakteri kemoautotrop. 3. 2. dan seperti spiral (sprillium). Hidup secara sendiri-sendiri (soliter) dan ada pula yang hidup berkelompok (koloni). bakteri tidak dapat menyusun zat makanannya sendiri dengan bantuan energi cahaya matahari. ada beberapa jenis bakteri yang memiliki pigmen/zat warna seperti kloroplas. Bakteri hidup di mana-mana. yakni bakteri berbentuk bola yang hidup mandiri atau soliter. yaitu dengan membelah diri. Untuk mengamati-nya diperlukan alat bantu berupa mikroskop. dan ada pula yang saprofit. sehingga tampak transparan atau tembus cahaya. Bakteri berkembang biak secara tak kawin/ aseksual. 1. mulai dari dataran rendah hingga puncak gunung. Ada yang hidup bebas. Tubuh bakteri tersusun atas satu sel (unisel). • • • . Ukuran tubuhnya dengan satuan mikron. Ada pula bakteri yang tidak memiliki pigmen. yakni bakteri berbentuk bulat yang hidup berkelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat bakteri. yaitu bakteri berbentuk bulat seperti bola (kokus). bakteri tersebut bersifat fotoautotrop. yakni bakteri berbentuk bola yang hidup berkelompok dan setiap kelompok terdiri atas delapan bakteri yang membentuk susunan seperti kubus. Contoh = Diplococcus pneumonia · Tetrakokus. Sel tubuh bakteri tidak mempunyai kloroplas. Ciri-ciri bakteri Bakteri merupakan makhluk renik yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. tetapi dapat menyintesis zat makanan sendiri dengan menggunakan energi kimia pada medianya. sehingga dapat melakukan fotosintesis.

yakni bakteri berbentuk batang yang membentuk rantai. Fungsi dinding sel adalah sebagai pelindung bagian tubuh bakteri. bakteri dapat dibedakan menjadi lima. yaitu: • · Monobasilus. 1. Ex = Salmonella typhosa · Diplobasilus. Pada bagian tengah sitoplasma terdapat bahan inti yang tidak terlindungi oleh selaput inti. • 2. Struktur tubuh bakteri Tubuh bakteri terdiri atas satu sel. Bakteri berbentuk ini dapat dibedakan menjadi tiga. Bagian-bagian sel suatu bakteri terdiri atas dinding sel. 1. 4. yaitu: . berkelok. 2. yakni bakteri yang berbentuk seperti tanda baca koma. Alat Gerak bakteri Ada beberapa jenis bakteri yang dapat bergerak dengan alat berupa bulu cambuk atau flagelum. sekaligus pemberi bentuk tubuh. Selaput plasma berada di sebelah dalam dinding sel. Spiril (spirillum) Spiril adalah bakteri yang mempunyai bentuk seperti spiral. yakni bakteri berbentuk batang yang hidup mandiri atau soliter. Basil (bacillus) / batang Basil adalah bakteri berbentuk seperti silinder atau batang kecil. dan sitoplasma. Pada bahan inti ini terdapat kromosom. · Stafilokokus. 1. 3. 1. sintesis sel. merupakan selaput lipoprotein yang berfungsi sebagai pintu gerbang zat yang masuk atau keluar ke dan dari dalam sel bakteri. yakni bakteri berbentuk batang yang hidup berpasangan dua-dua. selaput plasma. yakni bakteri berbentuk bola yang bergandenggandengan seperti rantai. Dinding sel merupakan bagian yang cukup kuat dan tersusun atas zat hemiselulosa. Berdasarkan jumlah dan letak flagelumnya.• · Streptokokus. pada bagian inilah terdapat berbagai organel yang berfungsi sebagai pelaksana kegiatan hidup. atau melengkung. 3. · Streptobasilus. Ex = Bacillus antracts • • 1. dan lain-lain. Yang termasuk bentuk bakteri ini adalah vibrio. Sel tubuh bakteri menyerupai sel tumbuhan. 1. 3. yakni bakteri berbentuk seperti bola dan bergerombol seperti anggur. Sitoplasma terdapat di sebelah dalam selaput plasma. seperti respirasi sel.

2. Colli · monotrik. . Contoh bakteri kemoautotrof antara lain bakteri besi. yakni bakteri yang memiliki dua kelompok falgelum yang masing-masing terdapat di ujung tubuhnya. tumbuhan. • Bakteri autotrof Bakteri autotrof adalah bakteri yang dapat menyusun zat makanannya sendiri. bakteri dapat dibedakan menjadi dua. Ada juga bakteri yang makanannya diperoleh langsung dari organisme lain. 1. bakteri Escherichia coli yang hidup pada usus tebal. yakni bakteri yang memiliki sekelompok flagelum pada salah satu ujung tubuhnya. · amfitrik. Ex = E. Bakteri jenis ini disebut bakteri parasit. bakteri autotrof dapat dibedakan menjadi dua. Bakteri jenis ini disebut bakteri saprofit. Bakteri fotoautotrof adalah bakteri yang dapat menyintesis zat makanannya sendiri dengan meng-gunakan energi cahaya matahari. • • • 1. Bakteri ini membantu membusukkan sisa makanan dan juga membantu pembentukan vitamin K yang penting untuk pembekuan darah. Jadi. Ada bakteri yang parasit pada hewan. 5. · lopotrik. Misalnya. yakni bakteri yang tidak memiliki flagelum. Sebaliknya banyak bakteri yang menumpang hidup pada manusia dan menimbulkan penyakit disebut bakteri patogen. makanannya bergantung kepada organisme lain. yaitu bakteri yang mempunyai satu flagelum pada ujung tubuhnya. maupun manusia. yaitu fotoautotrof dan kemoautotrof. · peritrik. Bakteri yang tidak menimbulkan penyakit pada manusia disebut bakteri apatogen. • Bakteri heterotrop Bakteri heterotrop adalah bakteri yang tidak dapat menyintesis zat makanannya sendiri. Contoh kelompok bakteri ungu (bakteriopurpurin) dan bakteri hijau (bakterioklorofil). Ada bakteri yang makanannya diperoleh dari sisa organisme lain yang telah mati. Berdasarkan sumber energi yang digunakannya. Untuk menyusun zat makanan tersebut. Bakteri yang menumpang pada manusia tidak selalu membahayakan kesehatan manusia. bakteri belerang. yakni bakteri yang memiliki flagelum di seluruh permukaan tubuhnya. Nitobacter). Bakteri kemoautotrof adalah bakteri yang dapat menyintesis zat makanannya sendiri dengan meng-gunakan energi kimia. yaitu bakteri heterotrop dan bakteri autrotrop. Makanan bakteri Berdasarkan caranya memperoleh makanan.• • · atrik. Nitrosococcus. dan bakteri zat lemas (Nitrosomonas. bakteri memerlukan energi.

3. Pernapasan bakteri Bakteri dapat dibedakan menjadi dua kelompok. yaitu transformasi. ada beberapa jenis bakteri yang mampu bertahan hidup. beberapa jenis bakteri akan mati. Bakteri yang bersifat aerob senang hidup pada lingkungan lembab dan cukup udara. • Transformasi adalah perpindahan sedikit materi genetik yang berupa AND atau gen dari sel bakteri yang satu ke bakteri yang sejenis lainnya dengan proses fisiologis yang kompleks. Bakteri ini sering disebut bakteri obligat anaerob. Aerob = 100% mesti ada oksigen. Nitrosococcus. Sementara itu. dan transduksi. bakteri berkembang biak secara aseksual. 2. Transduksi adalah pemindahan materi genetika dengan perantaraan virus. Anaerob obligat = tidak boLeh ada oksigen sedikitpun 3. • • Dalam kondisi yang ideal. konjugasi. Pembelahan sel bakteri termasuk pembelahan amitosis. yaitu dengan membelah diri atau membelah biner (pembelahan satu sel menjadi dua sel anakan). Konjugasi adalah bergandengnya dua bakteri (+ dan -) dengan membentuk jembatan untuk pemindahan materi genetik. yaitu bakteri aerob dan bakteri anaerob. Bakteri yang dalam bentuk kista. 1. Tetapi. Clostridium tetani adalah bakteri penyebab penyakit tetanus. 7. • 1. · Bakteri anaerob adalah bakteri yang dalam hidupnya atau dalam memecah zat yang tidak memerlukan oksigen bebas. yang secara sederhana.dan Nitrobacter. bakteri mengeluarkan zat jenis fermen tertentu. Aerob fakultatif = masih bisa hidup waLaupun kadar oksigenya lemah 2. intinya menjadi spora. Dalam kondisi yang kurang menguntungkan. yaitu dengan jalan membuat dinding kuat yang disebut kista. Dalam kondisi tersebut Micrococcus denitrificans menguraikan zat HNO3 menjadi NH3 dan O2. dapat dihitung berapa kali dalam sehari sebuah sel bakteri dapat membelah. Reproduksi bakteri Umumnya.6. Cara reproduksi generatif bakteri sering disebut paraseksual. • · Bakteri aerob adalah bakteri yang dalam hidupnya memerlukan oksigen bebas untuk memecah zat pada mediumnya. Paraseksual berlangsung dengan tiga cara. Untuk memecah zat makanan pada mediumnya. Karena spora ini tersimpan di dalam dinding . Contoh bakteri anaerob antara lain Micrococcus denitrificans biasa hidup pada lahan yang kaya zat nitrat tetapi miskin oksigen. Dengan demikian. Contoh bakteri aerob antara lain bakteri penyebab penyakit TBC (Mycobacterium tuberculosis) Nitrosomonas. bakteri akan membelah setiap 20 menit. Bakteri jenis ini sering disebut bakteriobligat aerob.

sinar ultraviolet juga mampu merusak struktur kromosom bakteri. B. • · Zat kimia Beberapa jenis zat kimia. Pertumbuhan bakteri Pertumbuhan bakteri dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut: • · Temperatur Suhu optimal untuk pertumbuhan bakteri adalah antara 270 – 3000C. Namun bersyukurlah. • · Sinar matahari Sinar matahari. sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri. PERANAN BAKTERI BAGI KEHIDUPAN MANUSIA 1. Dengan demikian. Namun demikian. 2. Berbeda dengan spora jamur. 1. 1. dan paku-pakuan. sampah-sampah dan bangkai tersebut diuraikan oleh bakteri menjadi unsur-unsur hara. ada pula bakteri yang tumbuh baik pada suhu lebih rendah atau lebih tinggi daripada suhu optimum rata-rata tersebut. khususnya sinar ultraviolet dapat mematikan bakteri. • · Kelembaban Bakteri dapat tumbuh baik pada lingkungan yang lembab atau kadar airnya cukup tinggi. Di dalam usus besar kita juga terdapat bakteri pembusuk. Kemungkinan besar permukaan bumi ini akan penuh sampah dan bangkai sisa organisme. yaitu Escherichia coli. ada yang dapat mematikan atau merusak dinding sel bakteri. Escherichia coli membantu pembentukan vitamin K yang penting untuk proses pembekuan darah. sedangkan spora jamur. Bakteri pembusuk Kita tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi jika tidak ada bakteri dan organisme pengurai lainnya. 8. Bakteri ini membantu membusukkan sisa pencernaan makanan. Bakteri yang menguntungkan 1. dan paku-pakuan adalah untuk perkembangbiakan. Dalam keadaan sebagai endospora. misalnya antibiotik dan zat-zat kimia yang lain. spora bakteri berguna untuk mempertahankan diri dari kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Bakteri penghasil antibiotika . bakteri tidak aktif dan dapat bertahan selama 50 tahun. bakteri pembusuk tersebut sangat membantu dalam mengembalikan kesuburan tanah. lumut. bahwa Tuhan telah menciptakan bakteri yang menjadi sahabat kita dalam mengatasi masalah sampah dan bangkai tersebut. lumut. Di samping itu.kista yang kuat maka spora ini sering disebut endospora. Di samping itu. Tidak hanya itu.

misalnya mentega dan keju. Bakteri yang mengikat zat nitrogen Beberapa jenis bakteri ada yang mampu mengikat zat lemas/nitrogen (N2) dari udara bebas. Dalam bidang ini. bakteri dapat digunakan sebagai sarana untuk pencangkokan gen dari berbagai mahkluk hidup. 5. Untuk mengatasi masalah limbah tersebut. penghasil asam cuka atau asam asetat 1. 1. beberapa jenis bakteri juga banyak digunakan untuk memproduksi makanan. Bakteri aerob yang banyak di udara bebas dibiarkan mengoksidasi limbah-limbah di bak penampungan yang terbuka. Bakteri dan rekayasa genetika Pada dasawarsa terakhir ini. 1. 1. Bakteri penghasil asam Beberapa bakteri yang memproduksi asam antara lain: • • • · Clostridium butiricum. 4. penghasil asam propionat · Acetobacter. Salah satu di antaranya adalah dihasilkannya limbah industri yang makin meningkat. Zat nitrogen merupakan unsur yang sangat diperlukan oleh tumbuhan untuk sintetis protein. Di dalam susu. penghasil asam butirat · Propioni bacterium. 3. Dengan cara ini dapat . bakteri memberikan andil besar dalam bidang rekayasa genetika. Bakteri dalam pemrosesan susu Dalam industri pemrosesan susu banyak digunakan jasa bakteri. yaitu sejenis minuman dari bahan susu. mampu menghasilkan aureomisin · Streptomyces venezuele. 1. mampu menghasilkan kloromisin dan kloramphenicol. bakteri Loctobacillus memperbanyak diri dan tumbuh dengan cepat.Beberapa jenis bakteri yang mampu menghasilkan antara lain: • • • · Streptomyces griceus. Bakteri ini menyekresikan zat yang memberikan aroma sedap pada susu. salah satu di antaranya ialah dengan menggunakan jasa bakteri aerob. 7. Peranan bakteri dalam pengolahan limbah Di zaman teknologi yang serba canggih ini ternyata banyak masalah yang timbul. mampu menghasilkan streptomisin. 6. Di samping untuk kepentingan produksi asam dan minuman. Perubahan krim asam pada bahan keju hingga menjadi padat serta aroma yang harum dari keju adalah berkat zat kimia yang dihasilkan oleh bakteri. · Streptomyces aureofacien. Dengan cara tersebut bakteri aerob akan bebas mengoksidasi zat limbah tersebut. Bakteri Lactobacillus bulgaricus dapat digunakan untuk membuat yoghurt.

Hewan yang diserang adalah sapi. disebabkan oleh Bacillus antraxis. sekarang telah dikembangkan produksi asam amino berkualitas tinggi menggunakan jasa bakteri. alat kelamin. 2. 1. 8. Bakteri parasit pada hewan dan tumbuhan Penyakit yang disebabkan oleh bakteri antara lain sebagai berikut: • · Antraks. Di samping itu. Biogas ini dapat dipergunakan untuk bahan bakar pengganti BBM ataupun bahan bakar lain yang keberadaannya semakin terbatas 2. kerbau. . Bakteri patogen Bakteri patogen adalah bakteri parasit yang dapat menimbulkan penyakit bagi manusia. Bakteri yang merugikan 1. Dengan menggunakan bakteri tersebut. 1. Macam-macam Bakteri dan Penyakit yang ditimbulkannya : • • · Bakteri Clostridium tetani menyebabkan penyakit Tetanus/kejang otot · Bakteri Diplococcus pneumonia menyebabkan penyakit Pneumonia/radang paru-paru · Bakteri Mycobacterium tuberculosis menyebabkan penyakit TBC · Bakteri Mycobacterium leprae menyebabkan penyakitLepra/kusta · Bakteri Neisseria gonorrhoeae menyebabkan penyakit Raja singa/ kencing nanah · Bakteri Pasteurella pestis menyebabkan penyakit Pes/sampar · Bakteri Salmonella typosa menyebabkan penyakit Tifus · Bakteri Shigella dysenteriae menyebabkan penyakit Disentri · Bakteri Treponema pallidum menyebabkan penyakit Sifilis · Bakteri Vibrio cholerae menyebabkan penyakit Kolera • • • • • • • • 1. dan darah. saluran pernapasan. Beberapa jenis bakteri patogen yang banyak menyerang masyarakat di daerah tropis termasuk Indonesia.dihasilkan suatu varietas makhluk hidup yang memiliki sifat gabungan sesuai dengan yang diinginkan manusia. dan domba. Penyakit yang ditimbulkannya dapat mengganggu berbagai alat tubuh seperti saluran pencernaan. Pembuatan biogas Kemampuan bakteri untuk menguraikan zat-zat organik dapat dipergunakan untuk menguraikan sampah-sampah dan kotoran ternak yang banyak kita miliki. sampah dan kotoran ternak diolah untuk menghasilkan biogas. sistem syaraf.

disebabkan Brucella abortus. batuk rejan. Pertusis. Penyakit ini biasa menyerang sapi. Vaksin TDC (Typhus. · Clostridium botulinum. Cholera. Tetanus. 2. dan tetanus. Bakteri ini sering ditemukan pada makanan kaleng yang sudah rusak. menghasilkan racun botulinin. yaitu dengan vaksinasi serta penjagaan kesehatan dan kebersihan lingkungan. Vaksin kotipa untuk mencegah penyakit kolera. · Penyakit tumbuhan yang disebabkan oleh bakteri antara lain: kanker batang jeruk disebabkan oleh Xanthomonas citri. bahan pangan tersebut perlu diawetkan. Dysentria) untuk mencegah penyakit tifus. untuk mencegah timbulnya wabah penyakit perlu tindakan pencegahan. Tindakan Preventif Terhadap Ancaman Bakteri Untuk mengatasi berbagai aktivitas bakteri yang sangat merugikan tersebut. Profilaksi) berfungsi untuk mencegah penyakit difteri. • • C. Penyakit ini biasa menyerang sapi. sehingga jika terinfeksi oleh kuman yang vaksinnya telah ada dalam tubuh. · Leuconostoc mesentroides menghasilkan lendir pada makanan yang telah lama atau akan basi. Misalnya. dan penyakit busuk daun labu disebabkan oleh Erwina tracheiphilla. kolera dan disentri. Vaksin DPTP (Diphteri. . Bengkak rahang. tifus. 1. 3. Vaksin untuk Mencegah Penyakit Karena Bakteri Beberapa penyakit yang disebabkan oleh bakteri telah ditemukan vaksinnya. 3. Vaksin BCG (Bacillus Calmete Guerin) berfungsi untuk mencegah penyakit TBC. Beberapa vaksin yang telah ditemukan antara lain: 1. menghasilkan racun asam bongkrek. perlu dilakukan tindakan yang tepat.• · Bruselosis. kanker batang kopi disebabkan oleh Agrobacterium tumefaciens. penyababnya adalah Actynomyces bovis. • 1. Sedangkan. Racun asam bongkrek maupun botulinin dapat mematikan manusia yang mengkonsumsinya. dan paratifus. Bakteri perusak bahan makanan Berikut ini adalah beberapa contoh bakteri perusak bahan makanan: • · Pseudodomonas cocovenenans. Bakteri ini biasa hidup pada tempe bongkrek yang berasal dari ampas tahu dan ampas kelapa yang pembuatannya kurang higienis. untuk mencegah kerusakan bahan pangan. 4. Vaksin-vaksin tersebut diberikan kepada orang yang sehat. orang itu akan kebal terhadap penyakit tersebut.

Susu yang diawetkan dengan cara ini dipanaskan sampai dengan suhu 600C. dan pengasapan pada prinsipnya memberikan lingkungan yang tidak ideal untuk kehidupan bakteri. alat-alat disterilkan dengan dipanaskan sampai suhu 1000C atau lebih selama beberapa menit. pasteurisasi. Hal ini menyebabkan air di dalam sitoplasma bakteri akan berosmosis ke luar. Sedangkan. sehingga bakteri akan mati karena kekurangan air. pengasapan. dan pemanisan. Dengan perlakuan semacam ini. diperkirakan semua bakteri patogen telah mati. Setelah dingin suhu dipanaskan lagi hingga mencapai suhu 600C. Untuk membebaskan kuman alat-alat laboratorium dan alat-alat kedokteran. Pengawetan secara pasteurisasi biasa dilakukan pada susu. Bahan makanan yang biasa disterilkan misalnya susu dan ikan dalam kaleng. Nama Bakteri dan Peranannya : • Escherichia Membantu membusukkan sisa makanan pada usus besar manusia dan pembentukan Vitamin K Streptomyces qriseus Menghasilkan antibiotik streptomisin Bacillus polymyxa Menghasilkan antibiotik polimiksin Streptomyces rimosus Menghasilkan antibiotik tetrasiklin Clostridium acetobutylicum Menghasilkan cairan kimia aseton dan botanol • • • • . biasa digunakan pemanas dengan oven. pembekuan. Lingkungan yang dingin akan menyebabkan bakteri tidak aktif. pemanisan. pendinginan. Untuk membebaskumankan alat-alat tersebut juga dapat dilakukan dengan meredamnya di dalam alkohol pekat. pengawetan secara konvesional antara lain dengan sterilisasi. kegiatan ini dilakukan sampai 3 atau 4 kali. Bahan yang akan diawetkan dipanaskan sampai 1000 C atau lebih selama beberapa menit. baik yang patogen maupun yang apatogen. jika makanan yang diawetkan dengan pendinginan dikeluarkan dari tempat pengawetannya. sedangkan bakteri apatogen tetap hidup. Pengawetan makanan secara tradisional antara lain dengan pengeringan. Oleh karena itu. serta dengan radiasi. pengasaman. Sedangkan. Pengawetan dengan pasteurisasi bertujuan untuk membunuh bakteri yang patogen saja. kondisi larutan lingkungan luar bakteri menjadi lebih pekat. akan segera menunjukkan adanya aktivitas bakteri. pengasaman. penggunaan bahan kimia. Dengan perlakuan itu. Pengawetan bahan makanan secara sterilisasi dimaksudkan untuk membebaskan bahan makanan dari semua bakteri. kemudian didinginkan. Pada suhu ini seluruh bakteri telah mati. Pengawetan makanan dengan pengeringan. Dengan alat ini. bakteri yang apatogen dan tidak merugikan dibiarkan tetap hidup. Pengawetan dapat dilakukan secara tradisional maupun secara konvensional. Pengawetan Makanan Untuk mengatasi aktivitas bakteri saprofit yang merusak bahan makanan serta menimbulkan racun maka makanan perlu diawetkan. Sterilisasi biasa dilakukan pada bahan makanan yang akan disimpan lama atau akan diawetkan secara pengalengan. pengasinan.2.

cryptosporidium (cryptosporidiosis). fecal coliform dan E. Bakteri coliform dalam air minum dikategorikan menjadi tiga golongan. Mereka biasa ditemukan di saluran sistem pengolahan air. Patogen dalam air kebanyakan berasal dari kotoran manusia atau hewan. Beberapa patogen yang telah dikenal sejak beberapa dekade lalu adalah giardia lamblia (giardiasis). Masing-masing memiliki tingkat risiko yang berbeda. bakteri ini juga memiliki daya tahan yang lebih tinggi daripada patogen serta lebih mudah diisolasi dan ditumbuhkan. Selain itu. Bakteri ini dapat mendeteksi patogen pada air seperti virus. coli yang mencemari air memiliki risiko yang langsung dapat dirasakan oleh manusia yang . coli.• • • • • • • • • • • Metano bacterium Menghasilkan biogas berupa Metana Acetobacterium Pembuatan asam cuka Lactobacillus bulgaricus Pembuatan yoghurt Acetobater xylinum Pembuatan sari kelapa Clostridium botulinum Pembusukan makanan Mycobacterium tuberculosis Penyebab penyakit TBC Vibrio Cholerae Penyebab penyakit kolera atau muntaber Clostridium tetani Penyebab penyakit tetanus Mycobacterium leprae Penyebab penyakit lepra Baccilus antracis Penyebab penyakit antraks Koliform sebagai indikator kebersihan air. Sementara itu. Bakteri fecal coliform atau E. bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun seperti indol dan skatol yang dapat menimbulkan penyakit bila jumlahnya berlebih di dalam tubuh. Coliform total kemungkinan bersumber dari lingkungan dan tidak mungkin berasal dari pencemaran tinja. coli terindikasi kuat diakibatkan oleh pencemaran tinja. Selain itu. dan parasit. Bakteri Koliform Bakteri koliform merupakan golongan mikroorganisme yang lazim digunakan sebagai indikator. Penyakit yang ditularkan melalui air biasanya diakibatkan oleh bakteri coliform.Bakteri koliform dapat digunakan sebagai indikator karena densitasnya berbanding lurus dengan tingkat pencemaran air. di mana bakteri ini dapat menjadi sinyal untuk menentukan suatu sumber air telah terkontaminasi oleh patogen atau tidak. keduanya memiliki risiko lebih besar menjadi patogen di dalam air. bakteri koliform ini menghasilkan zat etionin yang dapat menyebabkan kanker. protozoa. dan helminths (cacing parasit). dan E. Berdasarkan penelitian. yaitu coliform total. Bakteri ini merupakan organisme yang biasanya tidak berbahaya. coliform hidup di lingkungan sekitar kita dan dalam kotoran hewan berdarah panas dan manusia. hepatitis A (penyakit terkait hati). fecal coliform.

kadang-kadang ditemukan di luar usus manusia (tanah. . Jadi adanya bakteri tersebut pada air atau makanan menunjukkan bahwa dalam satu atau lebih tahap pengolahan air atau makanan tersebut pernah mengalami kontak dengan kotoran yang berasal dari usus manusia dan oleh karenanya mungkin mengandung bakteri patogen lainnya yang berbahaya. Enterobacter. kelompok Streptococcus ( Enterococcus ) fekal dan Clostridium perfringens . Meskipun demikian. debu. Ciri-ciri bakteri koliform antara lain bersifat anaerob. ditemukannya bakteri Escherichia coli . 7 tahun 1996 yang mencakup makanan dan minuman (termasuk air minum). Salmonella spp. Mengapa demikian? Karena bakteri-bakteri indikator sanitasi tersebut pada umumnya adalah bakteri yang lazim terdapat dan hidup pada usus manusia.. Coliform dan bahkan Salmonella dalam air minum isi ulang yang diambil dari beberapa depo. Escherichia coli dan Coliform Dalam bidang mikrobiologi pangan. dll. Klebsiella. Nama-nama bakteri tersebut tentunya cukup membingungkan masyarakat awam. khususnya tentang signifikansi dan konsekuensi keberadaan bakteri-bakteri tersebut dalam air. dan dapat memfermentasi laktosa untuk menghasilkan asam dan gas pada suhu 35°C-37°C. muntah. lingkungan dan sebagainya) dan karena bakteri ini termasuk patogen asal pangan ( foodborne pathogens ) penyebab keracunan maka pengujiannya membahayakan. investigasi. diare. demam tinggi bahkan pada beberapa kasus bisakejang dan kekurangan cairan atau dehidrasi.mengonsumsinya. Bakteri indikator sanitasi adalah bakteri yang keberadaannya dalam pangan menunjukkan bahwa air atau makanan tersebut pernah tercemar oleh kotoran manusia. Contoh bakteri koliform antara lain Escherichia coli. dan memberikan solusi untuk mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air. termasuk ke dalam bakteri gram negatif. Tulisan ini akan membahas tentang mengapa bakteri-bakteri tersebut diuji sebagai indikator air minum dan apa arti keberadaan bakteri-bakteri tersebut di dalam air minum maupun makanan Bakteri Indikator Sanitasi. Bakteri Indikator Sanitasi dan Keamanan Air Minum Ratih Dewanti-Hariyadi Beberapa waktu terakhir berita mengenai keamanan air minum isi ulang mewarnai media masa. Apa sajakah bakteri indikator sanitasi? Sampai saat ini ada 3 jenis bakteri yang dapat digunakan untuk menunjukkan adanya masalah sanitasi yaitu Escherichia coli . dikenal istilah bakteri indikator sanitasi. tidak membentuk spora. Citrobacter. bakteri ini jarang digunakan sebagai indikator sanitasi karena metode pengujiannya kurang spesifik. Gangguan yang ditimbulkan pada manusia sehat adalah mual. Kondisi seperti ini mengharuskan pemerintah bertindak melalui penyuluhan kesehatan. berak darah. Dalam hal ini pengertian pangan adalah pangan seperti yang tercantum pada Undang-Undang Pangan No. nyeri perut . Clostridium perfringens adalah bakteri Gram positif pembentuk spora yang sering ditemukan dalam usus manusia. Terakhir diberitakan pada Kompas 23 Mei 2003.

mensyaratkan tidak adanya coliform dalam 100 ml air minum. coli . coli Enterotoksigenik dan E. beberapa serotipe patogen tertentu seperti O157:H7 yang ganas tidak dapat diuji langsung dengan pengujian 4 tahap ini dan memerlukan pendekatan analisis khusus sejak awal.coli tersebut patogen atau bukan maka dapat dilakukan uji serologi. yaitu serotipe-serotipe yang masuk dalam golongan E. Meskipun demikian. Salah satu anggota kelompok coliform adalah E.coli Enterohemoragik . serta Uji Identifikasi dengan melakukan reaksi IMViC (indol. maka beberapa standar. maka tidak perlu dilakukan uji 4 tahap di atas. tetapi analisis konvensional yang masih banyak dipraktekkan adalah dengan 4 tahap analisis yang memerlukan waktu 5-7 hari. Akan tetapi jika uji penduga tidak menunjukkan adanya coliform. coli harus absen dalam 100 ml. coli yang kompleks. equinus pada usus kuda. tetapi mungkin juga tidak mengandung E.Kelompok Streptococci fekal merupakan bakteri Gram positif bukan pembentuk spora yang ditemukan dalam usus manusia. coli . methyl red. misalnya Standar Nasional Indonesia (SNI). coli telah dikembangkan. coli yang diperoleh untuk memastikan apakah E. E. Keberadaan E. Uji penguat pada medium selektif. coli adalah bakteri coliform yang ada pada kotoran manusia maka E. S.coli Enteroinvasif. E. coli dalam air minum menunjukkan bahwa air minum tersebut pernah terkontaminasi kotoran manusia dan mungkin dapat mengandung patogen usus. Pengujian koliform jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan uji E. coli adalah bakteri Gram negatif berbentuk batang yang tidak membentuk spora yang merupakan flora normal di usus. Apakah yang dimaksud dengan Coliform ? Coliform adalah kelompok bakteri Gram negatif berbentuk batang yang pada umumnya menghasilkan gas jika ditumbuhkan dalam medium laktosa. Apabila dikehendaki untuk mengetahui serotipe dari E. coli berada pada air atau makanan diperlukan seluruh tahapan pengujian di atas. coli dalam air atau makanan juga dianggap memiliki korelasi tinggi dengan ditemukannya patogen pada pangan. Vogues-Praskauer. coli dapat bersifat patogen. dan citrate). bovis pada sapi) dank korelasinya dengan terdapatnya patogen tidak dianggap bagus. beberapa jenis E. Berbagai cara pengujian E. Uji lengkap dengan medium lactose broth. Jika ingin diketahui apakah coliform tersebut merupakan coliform fekal atau E. Apa artinya jika terdapat coliform dalam air minum atau makanan? Artinya ada kemungkinan air atau makanan itu mengandung E. Oleh karenanya standar air minum mensyaratkan E. E. Jadi adanya E. Jadi untuk dapat menyimpulkan E. Meskipun demikian. Pada air bukan untuk minum umumnya terdapat . karena bakteri ini adalah bakteri komensal pada usus manusia. coli Enteropatogenik. Karena uji E. coli karena bakteri-bakteri bukan patogen dan bukan asal usus dari genus Enterobacter dan beberapa Klebsiella juga menghasilkan uji koliform positif. karena hanya memerlukan Uji penduga yang merupakan tahap pertama uji E coli 4 tahap di atas. coli . Bakteri yang paling banyak digunakan sebagai indikator sanitasi adalah E. Akan tetapi Streptococci fekal relatif tidak banyak diujikan sebagai indikator sanitasi karena beberapa spesiesnya ditemukan di luar usus manusia (S. coli sering disebut sebagai coliform fekal. coli maka uji tersebut dapat dilanjutkan dengan uji 4 tahap di atas. Empat tahap analisis tersebut adalah Uji Pendugaan dengan metode MPN ( most probable number ). Meskipun demikian bakteri ini baik digunakan sebagai indikator sanitasi apabila jarak pengambilan sampel dan laboratorium pengujian cukup jauh karena relatif lebih tahan berada di dalam air ketimbang Escherichia coli . coli dan karena E. umumnya bukan patogen penyebab penyakit sehingga pengujiannya tidak membahayakan dan relatif tahan hidup di air sehingga dapat dianalisis keberadaannya di dalam air yang notabene bukan merupakan medium yang ideal untuk pertumbuhan bakteri.

4 x 10 3 . Institut Pertanian Bogor Standar Kualitas Air di Perairan Umum ( Peraturan Pemerintah No. Salah satu indikator mutu dan keamanan yang lazim digunakan adalah bahaya mikrobiologi yang jenis dan jumlahnya dalam makanan atau minuman dapat menentukan mutu dan keamanannya. Salmonella dalam air minum atau makanan Salmonella adalah bakteri Gram negatif berbentuk batang bukan pembentuk spora yang terdiri dari sekitar 2500 serotipe yang kesemuanya diketahui bersifat patogen baik pada manusia atau hewan. Penutup Dengan meningkatnya tingkat pendidikan dan kesejahteraan masyarakat serta sitem informasi maka meningkat pula awareness masyarakat tentang mutu dan keamanan pangan termasuk air minum. Pengujian Salmonella juga memerlukan tahapan yang cukup panjang dan hanya dengan pengujian lengkap maka seseorang bisa menyimpulkan keberadaan Salmonella . melainkan bakteri indikator keamanan pangan .perbedaan persyaratan coliform dani E. coli . tahap isolasi pada beberapa media selektif dan tahap identifikasi berdasarkan reaksi-reaksi biokimia pada media identifikasi dan konfirmasi serologi atau biokimiawi yang menetapkan apakah bakteri tersebut benar-benar Salmonella atau bukan. coli tentunya lebih ketat yaitu < 1 x 10 3 dalam 100 ml. selective-enrichment (pengkayaan selektif) pada media selektif untuk menghalau bakteri-bakteri non Salmonella . Fakultas Teknologi Pertanian. Air untuk kolam renang misalnya mensyaratkan kandungan coliform <2. Oleh karena itu berbagai standar air minum maupun makanan siap santap mensyaratkan tidak ada Salmonella dalam 100 ml air minum atau 25 gram sampel makanan. karena semua serotipe Salmonella yang diketahui di dunia ini bersifat patogen maka adanya bakteri ini dalam air atau makanan dianggap membahayakan kesehatan.20 Tahun 1990 ) Kadar Maksimum No Parameter Satuan Golonga Golonga Golonga Golong nA nB nC an D FISIKA 1 2 Bau Jumlah zat padat Mg/L 1000 1000 1000 1000 . PhD adalah staf pengajar dan kepala laboratorium Mikrobiologi Pangan. Jurusan Teknologi pangan dan Gizi. Uji Salmonella umumnya didahului dengan tahap pre-enrichment pada medium kaya untuk meyembuhkan sel Salmonella yang luka ( injured ) . Oleh karena itu perlu diperhatikan pengujian jenis bakteri yang relevan dan metode pengujian yang terjamin mutunya sehingga hasil pengujian dapat dipertanggungjawabkan kepada khalayak. tetapi syarat E. Artinya. Bakteri ini bukan indikator sanitasi . Ratih Dewanti-Hariyadi.

05 1 5 1.005 1 0.05 6.5 0.01 1 1 0.5 0.06 600 0.terlarut 3 4 5 6 7 Kekeruhan Rasa Warna Suhu Daya Hantar Listrik Skala NTU 5 Skala TCU 15 o C Suhu udara 2250 Umhos/cm KIMIA anorganik 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Air raksa Aluminium Arsen Barium Besi Florida Kadmium Kesadahan CaCO3 Klorida Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.5 0.5 .05 0.2 0.01 0.05 0.02 0.0 0.05 2 10 1 0.001 0.02 5–9 0.01 5 0.1 200 10 1.003 0.1 0.5 0.8.3 0.005 10 Kromium valensi 6 11 Mangan 12 Natriun 13 Nitrat sebagai N 14 Nitrit sebagai N 15 Perak 16 .1 6–9 0.005 0.001 0.pH 17 Selenium 18 Seng 19 Sianida .05 1 2 60 0.9 Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.01 5 0.01 1.002 0.005 500 250 0.5 5 .

018 0.035 0.03 >3 0.2 Dichloroethane Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.00001 0.01 >=6 0.5 1.1 1 Kimia Organik 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Aldrin dan dieldrin Benzona Benzo (a) Pyrene Chlordane (total isomer) Chlordane 2.0003 0.00001 0.10 0.0 0.0007 0.5 – 2.0003 0.042 0.20 Sulfat 21 Sulfida sebagao H2S 22 Tembaga 23 Timbal 24 Oksigen terlarut (DO) 25 Nikel 26 SAR (Sodium Absortion Ratio) Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 400 0.05 - 400 0.1 0.017 10 1.03 0.01 0.1 1 0.056 0.002 0.01 0.5 0.003 0.05 1.03 0.01 0.02 0.004 0.03 0.4 D DDT Detergent 1.002 0.003 0.1 Dichloroethane 11 Heptachlor heptachlor epoxide 12 Hexachlorobenzene 13 Lindane 14 Metoxychlor 15 Pentachlorophenol 16 Pestisida total .5 0.

5 0.2 1 0.1 1.1 Nihil 0.001 0.005 0. industri dan PLTA. .6 Trichlorophenol 18 Zat Organik (KMnO4) 19 Endrin 20 Fenol Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.1 0.0 Golongan A : air untuk air minum tanpa pengolahan terlebih dahulu Golongan B : air yang dipakai sebagai bahan baku air minum melalui suatu pengolahan Golongan C : air untuk perikanan dan peternakan Golongan D : air untuk pertanian dan usaha perkotaan.1 1.05 Nihil 0.1 1.4.001 21 Karbon kloroform ekstrak Mg/lt 22 Minyak dan lemak 23 Organofosfat dan carbanat 24 PCD 25 Senyawa aktif biru metilen 26 Toxaphene 27 BHC Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mikrobiologik 1 2 Koliform tinja Total koliform Jml/100 0 ml Jml/100 3 ml 2000 10000 Radioaktivitas 1 2 Gross Alpha activity Gross Beta activity Bq/L Bq/L 0.21 0.01 10 0.17 2.1 1.0 0.0 0.0 0.002 0.004 0.

sehingga ikan pada akhirnya akan terganggu dan bisa tewas.MEDIA INFORMASI IKAN HIAS DAN TANAMAN AIR Pastikan Aquarium Anda Indah dan Sehat forum diskusi direktori koleksi hobiis profil hobiis online store UTAMA Tentang O-Fish Kualitas Air Hama/Penyakit Filter Akuarium/Tank Direktori Ikan dan Tanaman Umum dan Spesies Pakan Ikan Aquascaping Berrbagai Masalah dan Pemecahannya O-Fish Home SPECIAL VIEW Akuarium Laut Arwana Cupang Hias DIscus Dunia Cichlid Lobster Air Tawar Louhan Maskoki Info Karantina Info Perundangan ARTIKEL TERBARU Jamur pada Telur (updated) Perbanyakan Tanaman Bak Overflow (updated) Lepidocepalus thermalis Aplocheilus Panchax Protein Skimmer Busuk Sirip Kutu Jarum KUALITAS AIR Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu Dengan demikian. sebagai contoh: kualitas air untuk keperluan irigasi berbeda dengan kualitas air untuk keperluan air minum. Ikan telah berevolusi selama jutaan tahun pada kondisi lingkungan yang stabil. Oleh karena itu. Air yang jernih bukan berarti air yang baik bagi ikan. pH. Bahkan kondisi lingkungan mereka memiliki mekanisme tertentu untuk menjaga terjadinya perubahan mendadak. seperti oksigen (O2). perubahan mandadak dan drastis terhadap parameter air kerap terjadi (seperti suhu. kualitas air secara umum mengacu pada kandungan polutan atau cemaran yang terkandung dalam air dalam kaitannya untuk menunjang kehidupan ikan dan kondisi ekosistem yang memadai. sehingga akan menyebabkan ikan stres dan tidak jarang menyebabkan kematian. kualitas air akan berbeda dari suatu kegiatan ke kegiatan lain. Kehadiran bahan-bahan tertentu dalam jumlah tertentu akan mengganggu mekanisme kerja dari membran tersebut. Ikan hidup dalam lingkungan air dan melakukan interaksi aktif antara keduanya. dalam lingkungan alamiahnya mereka tidak perlu beradaptasi dengan berbagai perubahan drastis yang terjadi. Pertukaran materi ini terjadi pada antarmuka (Interface) ikan-air pada bahan berupa membran semipermeabel yang terdapat pada ikan. Lima syarat utama kualitas air bagi kehidupan ikan adalah: PARAMETER AIR Kesadahan (GH/KH) Kemasaman (pH) Karbon Dioksida (CO2) Temperatur Salinitas Kualitas Air . Sedangkan pada lingkungan akuarium. garam-garaman. Sering dijumpai ikan hidup dan berkembang dengan "subur" justru pada air yang bagi manusia menimbulkan kesan jorok. kandungan amonia dll). sebagai sebuah sistem tertutup. dan bahan buangan. karbon dioksida (CO2). Dalam lingkup akuarium. karena jernih bukan satu-satunya sarat air berkualitas bagi ikan. Ikan-air boleh dikatakan sebagai suatu sistem terbuka dimana terjadi pertukaran materi (dan energi).

10 ppm 3 ppm 6. Beberapa bahan cemaran yang biasa dijumpai pada sumber air adalah: • • Tembaga (copper): bahan ini biasa berasal dari pelapukan pipa air minum atau bisa juga berasal dari kontaminan alamiah. • • • Selain cemaran diatas. berasal dari sumber air yang digunakan. yaitu.5 . Kisaran Normal Kualitas Air Amonia untuk Akuarium Air Tawar Nitrit Karbon dioksida Oksigen pH< KH (CaCO3) GH (CaCO3) <0. dan dapat berkembang biak dengan baik.9. dan temperatur yang sesuai Rendah kadar cemaran organik. Klorin: pada air minum bahan ini biasa ditambahkan sebagai pembunuh bakteri Kloramin : biasa ditambahkan pada proses pemurnian air minum Pestisida : biasanya merupakan residu kegiatan pertanian intensif yang sering menggunakan pestisida untuk membasmi hama dan penyakit tanaman. Nitrat atau fosfat: kedua bahan ini pada umumnya berasal dari "bocoran" kegiatan pemupukan pada pertanian intensif yang kemudian mencemari sumber-sumber air setempat. dari lapukan dekorasi asesori akuarium. kesadahan. lem dll.0 ppm >20 ppm >20 ppm Beberapa Bahan Cemaran Cemaran pada air akuarium bisa berasal dari berbagai sumber. dan juga berasal dari binatang dan tanaman akuarium itu sendiri. Bahan yang . dan Stabil Apabila persyaratan tersebut diatas dapat dijaga dan dipelihara dengan baik.2 ppm 0 .• • • • • Rendah kadar amonia dan nitrit Bersih secara kimiawi Memiliki pH. terbebas dari berbagai penyakit. cat. sering dijumpai bahan-bahan terlarut yang berasal dari hasil pelapukan batuan yang dilewati oleh air dalam perjalanannya.012 ppm <0. maka ikan yang dipelihara akan mampu mememilhara dirinya sendiri.

Ca dan Mg dalam lingkup akuarium tercermin pada kondisi kesadahan. Meskipun demikian kebanyakan kasus akibat logam berat justru terjadi pada ingkat kontaminasi logam berat rendah. dan 0. memperbanyak jumlah.com/Air/kualitas_air. Lactose broth dibuat dengan komposisi 0. Kadar logam berat dapat mempengaruhi berbagai perilaku ikan. dan produk susu. Urutan tingkat racun bebagai logam berat terhdap ikan adalah: Hg>Cu>Pb>Cd>Al>Zn>Ni>Cr>Co>Mn. Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform. makan dan kawin. gambar. All Rights Reserved http://www. dimana dalam proses pembuatannya harus disterilisasi dan menerapkan metode aseptis untuk menghindari kontaminasi pada media.3% ekstrak beef. 0. .o-fish.02 : 0. seperti perilaku berenang. Kadar logam berat tinggi diketahui dapat merusak jaringan ikan sehingga menyebabkan kematian. seluruh tulisan. sedangkan kadar standar baku mutu logam berat bagi ikan adalah (dalam ppm): Cadmium (Cd) Chromium (Cr) Tembaga (Cu) Timah hitam (Pb) Air raksa (Hg) Seng (Zn) : 0. seperti besi (Fe). seng (Zn). menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba.1 Kecuali disebutkan dengan jelas.5% laktosa.terkandung akan sangat tergantung pada kondisi geologi daerah yang bersangkutan. Lactose Broth Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air.5% pepton. isolasi. Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform. sedangkan Na tercermin pada salinitas.05 : 0.1 : 0. mangan (Mn) . makanan. magnesium (Mg). Berikut ini beberapa media yang sering digunakan secara umum dalam mikrobiologi. Berapa unsur yang mungkin dijumpai adalah kalsium (Ca).php Media berfungsi untuk menumbuhkan mikroba.01 : 0. dan timah hitam (Pb). EMBA (Eosin Methylene Blue Agar) Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. ilustrasi dan foto pada situs web ini dibuat oleh Wahyu Purwakusuma. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi situs ini dalam bentuk maupun media apapun tanpa ijin tertulis dari O-Fish. sebagai kaldu pemerkaya (preenrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya. dan logam-logam berat. natrium (Na).01 : 0. aluminium(Al). tembaga (Cu).com Copyright 2002-2011© O-FISH.

1 ml contoh air.Beri air distilasi sebanyak 1.Larutkan 5 g pepton dalam 850 ml air distilasi/akuades. MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar) MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh De Mann. Nutrient Agar Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy.Atur pH sampai 7. air desitilat 1. jika media ini digunakan pada tahap awal karena kuman lain juga tumbuh terutama P. 3. Untuk mengetahui jumlah bakteri coli umumnya digunakan tabel Hopkins yang lebih dikenal dengan nama MPN (most probable number) atau tabel JPT (jumlah perkiraan terdekat). Nutrient broth dibuat dengan cara sebagai berikut. sewage. 4. dalam artian mikroorganisme heterotrof. Agar EMB (levine) merupakan media padat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis bakteri coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung. Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna. NaCl 5 g. Adanya eosin dan metilen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air. pepton. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan.000 ml. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif. untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri.000 ml dan 15 g agar/L. Intinya sama dengan nutrient agar. Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam. Namun demikian.aureus. 1. Rogosa. Nutrient Broth Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair. dan mengisolasi jenis Lactobacillus . dan Shape (1960) untuk memperkaya. Aerugenosa dan Salmonella sp dapat menimbulkan keraguan.Sterilisasi dengan autoklaf. produk pangan. Medium tersebut mengandung sukrosa karena kemempuan bakteri koli yang lebih cepat meragikan sukrosa daripada laktosa. untuk membawa stok kultur. pepton 10 g. dan Salmonella. 5. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit. P. Bagaiamanapun media ini sangat baik untuk mengkonfirmasi bahwa kontaminan tersebut adalah E. menumbuhkan. dan agar.0.Larutkan 3 g ekstrak daging dalam larutan yang dibuat pada langkah pertama. dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni.coli. EMB yang menggunakan eosin dan metilin bklue sebagai indikator memberikan perbedaan yang nyata antara koloni yang meragikan laktosa dan yang tidak. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef. Untuk komposisi nutrien adar adalah eksrak beef 10 g. aerugenosa. 2. tabel tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri coli dalam 100 ml dan 0.

MRS agar mengandung polysorbat.dari seluruh jenis bahan. Media PCA ini baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks. yeast extract.Ekstrak ragi 4. agar) hingga membentuk suspensi 22. sebaik nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat selektif.D (+) glukosa 20 g/L 5.Diamonium hidrogen sitrat 2 g/L 10.0 g/L 3. Adanya asam tartarat dan pH rendah maka pertumbuhan bakteri terhambat.0 g/L 9. Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik. Khamir dan yeast akan tumbuh dengan optimal pada media yang sesuai. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme.2 g/L 6. APDA dibuat dengan merebus kentang selama 1 jam/45 menit. dan penumbuhan bermacam mikroorganisme.04 g/L MRSB merupakan media yang serupa dengan MRSA yang berbentuk cair/broth. Plate Count Agar (PCA) PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan. Campurkan ekstrak . Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen.com Trypticase Soy Broth (TSB) TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum. dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus. Dikalium fosfat ditambahkan sebagai buffer untuk mempertahankan pH.5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C).Tween 80 1. magnesium. agar dilelehkan dalam 500 ml air.Natrium asetat 5 g/L 11. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate.Ekstrak daging 8. asetat. sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh.0 g/L 4.Protein dari kasein 10 g/L 2. MRS agar mengandung: 1.Agar-agar 14 g/L 7.dipotassium hidrogen phosphate 2 g/L 8. APDA Media APDA berfungsi untuk menumbuhkan dan menghitung jumlah khamir dan yeast yang terdapat dalam suatu sampel. Dari enidchemicals.Magnesium sulfat 0. untuk isolasi.Mangan sulfat 0. dextrose.

sebagai kaldu pemerkaya (pre- . Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna. Neutral red sebagai indikator pH. Lactose Broth Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air. agar). makanan. campur dan panaskan serta aduk. sedangkan sel mikroba bersifat asam. enumerasi. glukosa. isolasi. Kemudian dimasukkan dalam erlenmeyer dan disumbat dengan kapas lalu disterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. Yeast ekstrak menyediakan vitamin B-kompleks yang mendukung pertumbuhan bakteri. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri.2. PGYA Media ini berfungsi untuk isolasi. dimana dalam proses pembuatannya harus disterilisasi dan menerapkan metode aseptis untuk menghindari kontaminasi pada media. PGYA dapat digunakan untuk mengidentifikasi mikroba terutama sel khamir. Pada APDA jadi ini juga ditambah asam tartarat. semua bahan dicampur dengan ditambah CaCO3 terlebih dahulu sebanyak 0. pH akhir adalah 7. Pindahkan dalam tabung sesuai kebutuhan. Agar merupakan agen pemadat. Laktosa merupakan sumber karbohidrat. menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba. memperbanyak jumlah.5 g lalu dilarutkan dengan akuades. NaCl. Agar VRBA mengandung violet kristal yang bersifat basa. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak. Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan petri dengan pH akhir 5. Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E. dan produk susu. pepton. Panaskan hingga mendidih sampai larut sempurna. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media dalam 1 liter air yang telah didestilasi. Media berfungsi untuk menumbuhkan mikroba.4.6+0. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. Berikut ini beberapa media yang sering digunakan secara umum dalam mikrobiologi. kristal violet.kentang dalam agar lalu ditambahkan glukosa dan diaduk rata. neutral red. Untuk membuatnya. VRBA (Violet Red Bile Agar) VRBA dapat digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri Enterobactericeae. Sterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. dan menumbuhkan sel khamir. Campuran garam bile dan kristal violet menghambat bakteri gram positif. Dinginkan hingga 50-60°C. Bila kondisi terlalu basa maka sel akan mati. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan 1 liter air yang telah didestilasi. Potato Dextrose Agar (PDA) PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. Dengan adanya dekstrosa yang terkandung dalam media ini.coli. empedu.

dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni. Lactose broth dibuat dengan komposisi 0. sewage. EMB yang menggunakan eosin dan metilin bklue sebagai indikator memberikan perbedaan yang nyata antara koloni yang meragikan laktosa dan yang tidak. dalam artian mikroorganisme heterotrof.000 ml dan 15 g agar/L. Untuk komposisi nutrien adar adalah eksrak beef 10 g. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef. untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri. aureus. Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. Nutrient broth dibuat dengan cara sebagai . Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air. EMBA (Eosin Methylene Blue Agar) Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. Nutrient Broth Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair. Intinya sama dengan nutrient agar. 0. Adanya eosin dan metilen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut. Nutrient Agar Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. P. Medium tersebut mengandung sukrosa karena kemempuan bakteri koli yang lebih cepat meragikan sukrosa daripada laktosa. danSalmonella. NaCl 5 g.1 ml contoh air. Untuk mengetahui jumlah bakteri coli umumnya digunakan tabel Hopkins yang lebih dikenal dengan nama MPN (most probable number) atau tabel JPT (jumlah perkiraan terdekat). pepton. air desitilat 1. Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform.5% laktosa. Bagaiamanapun media ini sangat baik untuk mengkonfirmasi bahwa kontaminan tersebut adalah E. aerugenosa. tabel tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri coli dalam 100 ml dan 0. Agar EMB (levine) merupakan media padat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis bakteri coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung. Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit. untuk membawa stok kultur. Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform. produk pangan. Namun demikian.3% ekstrak beef. Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam. Aerugenosa dan Salmonella sp dapat menimbulkan keraguan. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan.enrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya. dan 0. jika media ini digunakan pada tahap awal karena kuman lain juga tumbuh terutama P. dan agar. pepton 10 g.5% pepton.coli.

magnesium. MRS agar mengandung polysorbat. sebaik nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat selektif. Dikalium fosfat ditambahkan sebagai buffer untuk mempertahankan pH. Dari enidchemicals.Atur pH sampai 7. MRS agar mengandung: 1. MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar) MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh De Mann. Media PCA ini . 2. agar) hingga membentuk suspensi 22.Tween 80 1. untuk isolasi.2 g/L 6.Ekstrak daging 8. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme. asetat. 4. yeast extract. dan mengisolasi jenis Lactobacillus dari seluruh jenis bahan.04 g/L MRSB merupakan media yang serupa dengan MRSA yang berbentuk cair/broth. 3.Mangan sulfat 0. sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh.D (+) glukosa 20 g/L 5.Protein dari kasein 10 g/L 2.Natrium asetat 5 g/L 11.Larutkan 5 g pepton dalam 850 ml air distilasi/akuades.Sterilisasi dengan autoklaf.Magnesium sulfat 0. dextrose.5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C). 5.Beri air distilasi sebanyak 1.0. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen. menumbuhkan.Diamonium hidrogen sitrat 2 g/L 10.dipotassium hidrogen phosphate 2 g/L 8.0 g/L 9. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate.0 g/L 4.0 g/L 3. 1.Agar-agar 14 g/L 7. Plate Count Agar (PCA) PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan.Larutkan 3 g ekstrak daging dalam larutan yang dibuat pada langkah pertama.Ekstrak ragi 4.000 ml. Rogosa. dan penumbuhan bermacam mikroorganisme. dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus. dan Shape (1960) untuk memperkaya. Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik.berikut.com Trypticase Soy Broth (TSB) TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum.

Yeast ekstrak menyediakan vitamin B-kompleks yang mendukung pertumbuhan bakteri. neutral red. Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak. Agar merupakan agen pemadat. APDA Media APDA berfungsi untuk menumbuhkan dan menghitung jumlah khamir dan yeast yang terdapat dalam suatu sampel. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. Campuran garam bile dan kristal violet menghambat bakteri gram positif. Dinginkan hingga 50-60°C. Bila kondisi terlalu basa maka sel akan mati. pH akhir adalah 7. Kemudian dimasukkan dalam . Campurkan ekstrak kentang dalam agar lalu ditambahkan glukosa dan diaduk rata. enumerasi. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan 1 liter air yang telah didestilasi. agar). kristal violet. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media dalam 1 liter air yang telah didestilasi.baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks. Neutral red sebagai indikator pH.6+0.4. Dengan adanya dekstrosa yang terkandung dalam media ini. pepton. Potato Dextrose Agar (PDA) PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. Untuk membuatnya. APDA dibuat dengan merebus kentang selama 1 jam/45 menit. sedangkan sel mikroba bersifat asam. empedu.coli.5 g lalu dilarutkan dengan akuades. campur dan panaskan serta aduk. Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna. dan menumbuhkan sel khamir. semua bahan dicampur dengan ditambah CaCO3 terlebih dahulu sebanyak 0. Pindahkan dalam tabung sesuai kebutuhan.2. Laktosa merupakan sumber karbohidrat. PGYA Media ini berfungsi untuk isolasi. agar dilelehkan dalam 500 ml air. PGYA dapat digunakan untuk mengidentifikasi mikroba terutama sel khamir. NaCl. Pada APDA jadi ini juga ditambah asam tartarat. Adanya asam tartarat dan pH rendah maka pertumbuhan bakteri terhambat. Agar VRBA mengandung violet kristal yang bersifat basa. Panaskan hingga mendidih sampai larut sempurna. VRBA (Violet Red Bile Agar) VRBA dapat digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri Enterobactericeae. Sterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan petri dengan pH akhir 5. Khamir dan yeast akan tumbuh dengan optimal pada media yang sesuai. glukosa. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri.

Oleh karena itu. misalnya susu yang diperoleh dari sapi yang terkena mastitis yaitu suatu penyakit infeksi yang . Sebagai contoh.erlenmeyer dan disumbat dengan kapas lalu disterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. pengukuran volume dan berat sel dilakukan dengan terlebih dahulu menyaring sel-sel jasad renik. Perhitungan massa sel secara langsung maupun tidak langsung jarang digunakan dalam uji mikrobiologi bahan pangan. jumlah sel jasad renik dapat dihitung jika medium pertumbuhannya tidak mengganggu pengukuran. maupun turbidimetri. dimana komposisi substrat atau bahan yang difermentasi dapat diamati dan diukur dengan teliti. Sebelumnya: Yogurt Selanjutnya : Susu Kambing BAB VIII ANALISIS KUANTITATIF MIKROBIOLOGI PADA BAHAN PANGAN Analisis kuantitatif mikrobiologi pada bahan pangan penting dilakukan untuk mengetahui mutu bahan pangan dan menghitung proses pengawetan yang akan diterapkan pada bahan pangan tersebut. Perhitungan massa sel secara tidak langsung sering digunakan dalam mengamati pertumbuhan sel selama proses fermentasi. Metode Breed Hitungan mikroskopik dengan metode Breed sering digunakan untuk menganalisis susu yang mengandung bakteri dalam jumlah tinggi. jika substrat tempat tumbuhnya banyak mengandung padatan. sel jasad renik tidak dapat diukur menggunakan metode volumetrik. Hitungan Mikroskopik a. tetapi sering digunakan untuk mengukur pertumbuhan sel selama proses fermentasi. Dalam perhitungan massa sel secara langsung. A. misalnya bahan pangan. dalam metode volumetrik dan gravimetrik. gravimetrik.

18 mm.01 ml. Cara ini merupakan suatu cara cepat.14-0. tetapi jika tidak mungkin dapat dihitung sebagai satu kelompok. yaitu menghitung bakteri secara langsung menggunakan mikroskop. Sel-sel yang mengumpul dalam kelompok. Beberapa mikroskop mungkin mempunyai ukuran diameter areal pandang lebih dari 0. Areal pandang mikroskop biasanya mempunyai ukuran 14-16 skala atau 0. berwarna biru dengan ukuran lebih besar daripada bakteri. Untuk menghitung jumlah bakteri di dalam susu. difiksasi. Cara ini mempunyai kelemahan yaitu tidak dapat diakukan terhadap susu yang telah dipasteurisasi karena secara mikroskopik tidak dapat dibedakan antara sel-sel bakteri yang masih hidup atau yang telah mati karena perlakuan pasteurisasi. Dalam metode ini. Hasil perhitungan berdasarkan jumlah kelompok bakteri biasanya lebih mendekati hasil perhitungan jumlah bakteri menggunakan agar cawan. dihitung jumlah sel yang terdapat di dalam kelompok tersebut. Luas areal pandang mikroskop = Di mana r = jari-jari (mm) areal pandang mikroskop. sebanyak 0.01 ml .16 mm. Rata-rata jumlah bakteri per areal pandang mikroskop ditentukan setelah mengamati 10 sampai 60 kali areal pandang. susunya biasanya mengandung sel-sel darah putih dalam jumlah tinggi. maka: Jumlah susu per arealpandang mikroskop = x 0.01 mm.01 ml susu dipipet dengan pipet Breed dan disebarkan di atas gelas objek sehingga mencapai luas 1 cm2. tergantung dari jumlah bakteri per areal pandang. sel-sel darah putih akan terlihat sebagai sel yang bulat atau berbentuk tidak teratur. Karena contoh susu yang disebarkan pada gelas objek seluas 1 cm2 adalah 0. Mikrometer yang digunakan adalah mikrometer gelas objek yang mempunyai skala terkecil 0. Pada sapi yang terserang mastitis. Setelah pewarnaan dengan biru metilen. dan diwarnai dengan biru metilen. kemudian didiamkan sampai kering. luas areal pandang (field) mikroskop yang akan digunakan harus dihitung terlebih dahulu.menyerang kelenjar susu sapi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengukur diameter areal pandang menggunakan mikrometer yang dilihat melalui lensa minyak imersi.

10 10 – 30 >30 Jumlah areal pandang yang harus diamati 50 25 10 5 TBUD b.5 0. keduanya akan terhitung.5 – 1 1 . dan setiap kotak besar terdiri dari 16 kotak kecil. Metode Petroff-Hausser Dalam metode Petroff-Hausser. Angka 10.02 mm. .04 mm2. 2. di mana dalam setiap ukuran skala seluas 1 mm2 terdapat 25 buah kotak besar dengan luas 0. Jumlah sel dalam beberapa kotak besar dihitung. Jumlah bakteri per ml = x jumlah bakteri per areal pandang Jumlah bakteri per areal pandang dihitung dari rata-rata pengamatan areal pandang. kemudian dihitung jumlah sel rata-rata dalam satu kotak besar. Hitungan mikroskopik merupakan metode yang cepat dan murah. dan ditentukan sebagai berikut: Jumlah rata-rata bakteri per areal pandang < 0. untuk mendapatkan 1 ml contoh susu dapat diperoleh dari 10.000/πr2 juga faktor mikroskopik (FM). Tinggi contoh yang terletak di antara gelas objek dengan gelas penutup adalah 0.Dengan kata lain. Jumlah areal pandang yang harus diamati tergantung dari jumlah rata-rata bakteri per areal pandang. Sel-sel yang berukuran sangat kecil sukar dilihat di bawah mikroskop. tetapi mempunyai beberapa kelemahan sebagai berikut: 1. Oleh karena itu. Sel-sel yang telah mati tidak dapat dibedakan dari sel-sel hidup. sehingga kadang-kadang tidak terhitung. hitungan mikroskopik dilakukan dengan pertolongan kotak-kotak skala. dan digunakan untuk mengubah jumlah bakteri per areal pandang mikroskop menjadi jumlah bakteri per ml.000/πr2 kali areal pandang mikroskop.

c. Tidak dapat digunakan untuk menghitung sel jasad renik di dalam bahan pangan yang banyak mengandung debris atau ekstrak makanan. karena hal ini akan mengganggu dalam perhitungan sel. misalnya untuk bakteri minimal 106 sel/ml. Medium dan kondisi inkubasi yang berbeda mungkin menghasilkan nilai yang berbeda. Hal ini disebabkan dalam setiap bidang pandang yang diamati harus terdapat sejumlah sel yang dapat dihitung. c. d. Jasad renik yang ditumbuhkan harus dapat tumbuh pada medium padat dan membentuk koloni yang kompak dan jelas. maka sel jasad renik tersebut akan berkembang biak dan membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dan dihitung dengan mata tanpa menggunakan mikroskop. b. Dapat digunakan untuk isolasi dan identifikasi jasad renik karena koloni yang terbentuk mungkin berasal dari suatu jasad renik yang mempunyai penampakan pertumbuhan spesifik. bahan pangan yang diperkirakan mengandung lebih dari 300 sel jasad renik per ml atau per gram atau per cm jika . 4. Untuk mempertinggi ketelitian. jumlah sel di dalam suspensi harus cukup tinggi. b. tidak menyebar. Hasil perhitungan tidak menunjukkan jumlah sel yang sebenarnya. Selain keuntungan-keuntungan tersebut. 2. Beberapa jenis jasad renik dapat dihitung sekaligus. Dalam metode hitungan cawan. metode hitungan cawan juga mempunyai kelemahan-kelemahan sebagai berikut: a. Memerlukan persiapan dan waktu inkubasi relatif lama sehingga pertumbuhan koloni dapat dihitung. Hitungan Cawan Prinsip dari metode hitungan cawan adalah jika sel jasad renik yang masih hidup ditumbuhkan pada medium agar. karena beberapa sel yang berdekatan mungkin membentuk satu koloni. Metode hitungan cawan merupakan cara yang paling sensitif untuk menentukan jumlah jasad renik karena beberapa hal yaitu: a.3. Hanya sel yang masih hidup yang dihitung.

larutan Ringer. 1:1000 dan seterusnya. c. atau . terlebih dahulu dibuat agar cawan kemudian sebanyak 0. 1:100. memerlukan perlakuan pengenceran sebelum ditumbuhkan pada medium agar di dalam cawan petri. Dalam metode tuang. 1:1000 000 dan seterusnya. dan diratakan dengan batang gelas melengkung yang steril. Cawan yang dipilih dan dihitung adalah yang mengandung jumlah koloni antara 30 dan 300. Cara pemupukan dalam metode hitungan cawan dapat dibedakan atas dua cara yaitu metode tuang dan metode permukaan (surface/spreadplate). kemudian ditambah agar cair steril yang telah didinginkan (47-50°C) sebanyak 15-20 ml dan digoyangkan supaya contoh menyebar rata. dimana jumlah yang terbaik adalah diantara 30 sampai 300 koloni. b. Pengenceran biasanya dilakukan secara desimal yaitu 1:10. 1:10 000. Dalam SPC ditentukan cara pelaporan dan perhitungan koloni sebagai berikut: Larutan yang digunakan untuk pengenceran dapat berupa larutan bufer fosfat.1 ml) dari pengenceran yang dikehendaki dimasukkan ke dalam cawan petri.pengambilan contoh dilakukan pada permukaan. Jumlah koloni dalam contoh dapat dihitung sebagai berikut: Koloni per ml atau per gram = jumlah koloni per cawan x 1/FP Dimana FP = faktor pengenceran Faktor Pengenceran Untuk melaporkan hasil analisis mikrobiologi dengan cara hitungan cawan digunakan suatu standar yang disebut Standard Plate Counts (SPC) sebagai berikut: a.1 ml contoh yang telah diencerkan dipipet pada permukaan agar tersebut.85% NaCl. Beberapa koloni yang bergabung menjadi satu merupakan satu kumpulan koloni yang besar di mana jumlah koloninya diragukan dapat dihitung sebagai satu koloni. Setelah inkubasi akan terbentuk koloni pada cawan tersebut dalam jumlah yang dapat dihitung. atau 1:100. Satu deretan rantai koloni yang terlihat sebagai suatu garis tebal dihitung sebagai satu koloni. 0. Pada pemupukan dengan metode permukaan. sejumlah contoh (1 ml atau 0.

Pengamatan tabung yang positif dapat dilihat dengan mengamati timbulnya kekeruhan. 1. yang dilaporkan hanya hasil yang terkecil. yaitu yang ditumbuhi oleh jasad renik setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu. Oleh karena itu. data yang diambil harus dari kedua cawan tersebut. yang sebenarnya harus dicantumkan di dalam tanda kurung. Metode MPN (Most Probable Number) Berbeda dengan metode hitungan cawan dimana digunakan medium padat. Hasil yang diaporkan hanya terdiri dari dua angka yaitu angka pertama (satuan) dan angka kedua (desimal).7 x 103 unit koloni/ml atau 2. jumlah koloni pada pengenceran yang terendah yang dihitung. dilaporkan ratarata dari kedua nilai tersebut dengan memperhitungkan faktor pengencerannya. Jika pada semua pengenceran dihasilkan kurang dari 30 koloni pada cawan petri. sebenarnya harus dicantumkan di dalam tanda kurung. berarti pengenceran yang dilakukan terlalu tinggi. b. Jika angka yang ketiga sama dengan atau lebih besar dari 5. Jika perbandingan antara hasil tertinggi dan terendah lebih besar dari 2. tidak boleh diambil salah satu. d.0 x 106 unit koloni/gr. tetapi jumlah yang Hasilnya dilaporkan sebagai kurang dari 30 dikalikan dengan besamya pengenceran. dimana perhitungan dilakukan berdasarkan jumlah tabung yang positif.a. harus dibulatkan satu angka lebih tinggi pada angka kedua. Hasilnya dilaporkan sebagai lebih dari 300 dikalikan dengan faktor pengenceran. tetapi jumlah 3. Jika pada cawan dari dua tingkat pengenceran dihasilkan koloni dengan jumlah antara 30 dan 300. Jika pada semua pengenceran dihasilkan lebih dari 300 koloni pada cawan petri. atau terbentuknya gas di dalam tabung kecil (tabung Durham) yang diletakkan pada . Jika digunakan dua cawan petri (duplo) per pengenceran. dalam metode MPN digunakan medium cair di dalam tabung reaksi. Sebagai contoh. harus dipilih tingkat pengenceran yang menghasilkan kedua cawan duplo dengan koloni di antara 30 dan 300. c. Oleh karena itu. berarti pengenceran yang dilakukan terlalu rendah. e. jumlah koloni pada pengenceran yang tertinggi yang dihitung. Oleh karena itu. dan perbandingan antara hasil tertinggi dan terendah dari kedua pengenceran tersebut lebih kecil atau sarna dengan dua.

Dalam metode MPN. Angka kombinasi ini kemudian dicocokkan dengan Tabel MPN dan nilai MPN contoh dapat dihitung sebagai berikut : MPN contoh = Nilai MPN dari tabel x 1/pengenceran tabung tengah Pengenceran Tabung Tengah Tabel yang digunakan untuk menentukan niIai MPN dari tiga seri tabung berbeda dengan tabel untuk lima seri tabung. beberapa tabung mungkin mengandung lebih dari satu sel. dari setiap pengenceran dimasukkan 1 ml masing-masing ke dalam tabung yang berisi medium. pengenceran harus dilakukan lebih tinggi daripada pengenceran dalam hitungan cawan. dan jika diambil tiga pengenceran yang pertama kombinasinya akan menjadi 3. pada pengenceran ketiga satu tabung positif. 2. Kombinasi yang dipilih dimulai dari . yaitu untuk jasad renik pembentuk gas. meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat dengan terlebih dahulu membuat suspensi 1:10 dari contoh tersebut. Grup jasad renik yang dapat dihitung dengan metode MPN juga bervariasi tergantung dari medium yang digunakan untuk pertumbuhan. 1.posisi terbalik. dimana untuk setiap pengenceran digunakan tiga seri tabung atau lima seri tabung. Lebih banyak tabung yang digunakan menunjukkan ketelitian yang lebih tinggi. Misalnya pada pengenceran pertama ketiga tabung menghasilkan pertumbuhan positif. 2. 1. dan pada pengenceran terakhir tidak ada tabung yang positif. dihitung jumlah tabung yang positif yaitu tabung yang ditumbuhi jasad renik yang dapat ditandai dengan timbulnya kekeruhan. sehingga beberapa tabung yang berisi medium cair yang diinokulasikan dengan larutan hasil pengenceran tersebut mengandung satu sel jasad renik. 0. Dalam metode MPN. sedangkan tabung lainnya tidak mengandung sel. Metode MPN biasanya digunakan untuk menghitung jumlah jasad renik di dalam contoh yang berbentuk cair. sedangkan tabung lainnya negatif. pada pengenceran kedua dua tabung positif. Setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu. tetapi alat gelas yang digunakan juga lebih banyak. Kombinasinya menjadi 3. Dengan demikian. setelah inkubasi diharapkan terjadi pertumbuhan pada beberapa tabung. yang dinyatakan sebagai tabung positif. Untuk setiap pengenceran pada umumnya digunakan tiga atau lima seri tabung.

yaitu perubahan warna biru menjadi putih. Waktu reduksi. Jika pada pengenceran yang keempat atau seterusnya masih ditemukan tabung yang hasilnya positif. dalam metode BM hal ini tidak berpengaruh terhadap perhitungan jumlah bakteri. Kelemahan metode BM adalah karena cara ini tidak praktis dilakukan terhadap susu yang mengandung bakteri hidup dalam jumlah sedikit. Metode MPN dapat digunakan untuk menghitung jumlah jasad renik tertentu yang terdapat diantara campuran jasad renik lainnya. maka jumlah tabung yang positif tersebut harus ditambahkan pada angka kombinasi yang ketiga sampai mencapai jumlah maksimum. dan dapat memberikan perkiraan jumlah bakteri di dalam susu.pengenceran tertinggi yang masih menghasilkan semua tabung positif. Akibatnya. semakin cepat terjadinya perubahan warna dan biru menjadi putih. B. misalnya susu . Dalam uji ini ditambahkan sejumlah biru metilen ke dalam susu. Semakin tinggi jumlah bakteri di dalam susu. Sebagai contoh. jika digunakan Lactose Broth maka adanya bakteri yang dapat menfermentasi laktosa ditunjukkan dengan terbentuknya gas di dalam tabung Durham. sehingga menyebabkan penurunan kekuatan oksidasi-reduksi dari campuran tersebut. sedangkan pada pengenceran yang berikutnya ada tabung yang negatif. Cara ini biasa digunakan untuk menentukan MPN koliform terhadap air atau minuman karena bakteri koliform termasuk bakteri yang dapat menfermentasi laktosa. biru metilen yang ditambahkan akan tereduksi menjadi putih metilen. Kombinasi yang diambil terdin dari tiga pengenceran. Metode biru metilen merupakan cara yang lebih cepat dibandingkan dengan metode hitungan cawan. dianggap selesai jika kira-kira empat per lima dari contoh susu yang terdapat di dalam tabung (sebanyak 10 ml) telah berwarna putih. Metode Hitungan Tidak Langsung Salah satu cara untuk menghitung jumlah sel di dalam suatu bahan secara tidak langsung adalah dengan uji biru metilen yang biasanya dilakukan terhadap susu. dan lebih teliti karena bakteri yang terdapat dalam keadaan berkelompok di mana dalam metode hitungan cawan dihitung sebagai satu koloni. kemudian diamati kemampuan bakteri di dalam susu untuk tumbuh dan menggunakan oksigen yang terlarut.

pembentuk spora. dan sebagainya. Kelemahan lainnya adalah karena dalam uji biru metilen diperlukan waktu pengamatan yang terus-menerus. 1. Cara Perhitungan pada lempeng pembiakan a. misalnya bakteri gram positif atau negatif. Hasil perhitungan yang dapat diandalkan adalah antara 30-300 koloni pada tiap lempeng pembiakan. khamir. Penentuan Jumlah Bakteri Beberapa cara dapat dilakukan untuk menentukan jumlah bakteri yang terdapat pada bahan pemeriksaan. yaitu paling sedikit selama enam jam. 0. Suatu volum tertentu dimasukkan ke dalam pinggan petri steril. kemudian dibekukan. kemudian dituang dengan medium pembiakan padat campuran dibiarkan membeku c. b. Penghitungan koloni dilakukan setelah pengeraman pada suhu yang sesuai. Cara yang paling sering digunakan adalah cara perhitungan koloni pada lempeng pembiakan (place count). Dalam hal ini bahan pemeriksaan harus diencerkan untuk menghindarkan jumlah koloni terlalu banyak sehingga tidak dapat dihitung. Disamping itu dapat . selanjutnya dieramkan.yang telah mengalami pasteurisasi. diadakan perhitungan langsung secara mikroskopis. Cara ini disebut juga “metode perhitungan bakteri hidup” atau “metode perhitungan koloni”. ini juga tidak dapat dibedakan jenis bakteri yang terdapat di dalam susu. 2. campuran itu dituang ke dalam pinggan petri steril. Dengan metode. dimana dibutuhkan waktu yang lama sekali untuk mereduksi biru metilen. Oleh karena satu bakteri dapat tumbuh menjadi satu koloni yang terhitung mewakili jumlah bakteri hidup yang terdapat dalam tiap volum pengenceran yang digunakan. Bahan pemeriksaan diencerkan seperlunya b.1 sampai 1 ml bahan pemeriksaan dicampur dengan medium pembiakan agar yang telah dicairkan dan didinginkan sampai suhu tidak lebih dari 45°C. C. Cara menghitung langsung (metode kaca objek) yang telah dicairkan dan Setelah dicampur rata didinginkan sampai suhu tidak lebih dari 45°C. Cara lain yang hampir sama adalah sebagai berikut: a. Setelah dikocok.

02 m di bawah permukaan kaca objek. Suspensi ini diencerkan sedemikian rupa. sehingga bila di masukkan ke dalam bilik hitung itu hanya akan terdapat lima atau sepuluh organisme dalam tiap kotak. Daerah ini dilingkari oleh parit. sehingga dengan cara ini tidak diketahui berapa jumlah bakteri hidup.Cara ini pada mulanya dilakukan dengan pemeriksaan bakteri yang terdapat dalam air susu.0025 mm2.00000005 ml. Metode Ukur Kekeruhan Metode ini mengguanakan tabung-tabung dengan supensi dari berbagai derajat kekeruhan (menurut Brown). Untuk perhitungan dipilih 50-100 kotak secara acak. Suspensi bakteri yang ingin diperiksa . Kemudian dikalikan dengan faktor pengenceran. yaitu suatu kaca objek setebal 2-3 mm dengan ditengahnya terdapat suatu daerah yang disebut lantai bilik yang berada 0. Volume ruang di atas tiap kotak adalah 0. sehingga bila kaca penutup diletakkan di atas lantai bilik. tetapi dapat digunakan untk penelitian lain. yaitu 0. Larutan yang digunakan harus disaring sebelum dipakai. Dengan cara ini yang terhitung adalah baik bakteri hidup maupun yang mati. Setelah dibagi oleh jumlah kotak. sehingga jumlah hitungan mencapai kira-kira 500.1 persen yang mengandung 0. Tiap derajat tersebut dengan tingkat kekeruhan eqivalen dengan jumlah tertentu per mililiter. terdapat ruangan antara lantai dan kaca penutup yang sama tingginya. Cairan pengencer yang terbaik adalah pepton 0. jangan sampai ada cairan yang mengalir ke dalam parit. Pada lantai bilik terdapat suatu daerah berkotak seluas 1 mm2 yang dibagi dalam 400 kotak persegi. a. Suspensi yang akan dihitung ditambah dengan beberapa tetes formalin. Metode bilik hitung Untuk keperluan ini dapat digunakan bilik hitung Helber. b) Pemeriksaan dilakukan dengan lensa 4 mm. b.1 persen dan 0. Volum suspensi seharusnya hanya untuk mengisi ruang antara lantai bilik dengan kaca penutup.1 persen metilen biru (zat warna ini tidak diperlukan bila diperiksa dengan fase kontras atau lapangan gelap).02 x0. diperoleh jumlah rata-rata oraganisme untuk tiap kotak.0025 mm3. Cara kerjanya adalah sebagai berikut: a) Satu ose suspensi diletakkan pada daerah berkotak dan diataranya diletakkan kaca penutup yang bersih. tetapi pengerjaannya lebih cepat. Permukaan kaca objek diasah sedemikian rupa. masing-masing seluas 0.

tetapi tidak mungkin ada sampel yang tidak mengandung bakteri sama sekali. Demikian pula sampel-sampel 1 ml akan mengandung rata-rata masingmasing satu organisme. Beberapa di antaranya mungkin mengandung dua atau tiga. biarpun antara sampel yang satu sedikit lebih atau kurang daripada yang lain. Beberapa diantara sampel-sampel itu dapat mengandung lebih atau kurang. perbadaan jumlah antara sampel akan menjadi kecil. Pada turbidimetri yang diukur adalah persentase absorpsi cahaya. yang berarti bila diambil berulang-ulang sampel dengan takaran yang sama dari suatu sumber dapat diharapkan mengandung jumlah rata-rata yang sama. sampel akan mendekati rata-rata. Oleh karena itu bila Jika jumlah organisme besar. relatif lebih besar. Bila sampelsampel ini ditanam dalam medium pembiakan. Jumlah Perkiraan Terdekat (JPT) Jumlah perkiraan terdekat pada perhitungan bakteri didasarkan atas asumsi bahwa bakteri tersebar normal dalam medium cair. Bila suatu cairan mengandung 100 organisme per 100 ml. Jumlah rata-rata ini adalah jumlah perkiraan terdekat (most probable number). d. sedang ada sampel yang tidak mengandung bakteri. tiap sampel dapat diharapkan akan memperlihatkan pertumbuhan. Suspensi yang diperiksa bila perlu harus diencerkan. c. Metode Turbidimetri Pada metode ini penghitungan didasarkan pada kenyataan bahwa suatu populasi atau kelompok sel-sel dalam medium cair menyerap atau menyebarkan cahaya yang sebanding dengan derajat kekeruhan medium itu.jumlahnya dibandingkan kekeruhannya dalam tabung yaitu dengan ukuran yang sama dengan kekeruhan tabung Brown yang telah dibakukan dan jumlah organismenya dapat dilihat pada tabel derajat kekeruhan baku. maka sampelsampel 10 ml akan mengandung rata-rata masing-masing 10 organisme. dan pada nefelometri diukur adalah refleksi sinar cahaya. hasil hitungan masing-masing Bila jumlah organisme kecil perbedaan akan .

10 ml.sampel-sampel ini ditanam dalam medium pembiakan. Untuk pemeriksaan air ditambah dengan percobaan 50 ml air dalam 50 ml bulyon dua kali kuat.1. 0. dan bila ditanam kebanyakan tidak memperlihatkan pertumbuhan. Tabel 10.48 jam. sebagian tidak memperlihatkan ada pertumbuhan. Untuk keperluan ini dapat digunakan tiga atau lima tabung.1 Jumlah perkiraan terdekat dalam 100 ml menurut McCrady dengan sistem tiga tabung untuk masing-masing volum 50 ml. 1 ml. Untuk keperluan ini disediakan tabel-tabel untuk sampel-sampel 10 ml. c. Cara kerja penentuan jumlah perkiraan terdekat (JPT) adalah sebagai berikut: a. dan 1 ml . Untuk pemeriksaan air digunakan satu tabung 50 ml. Pengamatan ditunjukkan terhadap pertumbuhan. Sampel-sampel 0. Sampel dikocok yang kuat agar organisme dalam cairan itu tersebar merata.1 ml dapat diharapkan mengandung hanya satu organisme di antara sepuluh sampel. Teknik ini terutama digunakan untuk menaksir jumlah bakteri coliform. seperti kekeruhan.1 sampel cairan. kemudian diambil 10 ml untuk masing-masing tabung yang telah diisi medium pembiakan dua kali lipat. pembentukan asam dan gas dan lain-lain. Pengeraman dilakukan selama 24 .2. Perlakuan yang sama dilakukan dengan 1 ml dan 0. lima dari 10 ml dan lima dari 1 ml. dan 10. Untuk mengetahui jumlah bakteri hidup dalam sampel dapat dihitung jumlah perkiraan terdekat organisme per 100 ml untuk tiap kombinasi seri sampel semacam itu. tetapi dapat digunakan juga untuk hampir setiap jenis organisme dalam sampel cairan bila pertumbuhan mudah dapat diamati. b.1 ml dengan menggunakan tiga atau lima tabung dari masing-masing sampel. pembentukan asam. Untuk penafsiran JPT dari jumlah hasil positif dari deret tiga atau lima tabung dilahat pada Tabel 10.

Volume air Banyaknya sampel Jumlah sampel dengan hasil positif (asam+gas) 50 ml 1 0 0 0 0 0 10 ml 5 0 0 0 1 1 1 ml 5 0 1 2 1 2 JPT 0 1 2 1 2 0 0 0 0 1 2 2 2 2 0 1 2 0 3 2 3 4 5 0 2 0 3 0 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 9 2 7 1 5 0 3 3 6 2 4 1 3 0 1 0 5 1 5 .

1 1 2 2 0 1 5 7 1 1 1 1 1 2 2 3 3 3 2 3 0 1 2 10 12 8 11 14 1 1 1 1 1 3 3 4 4 4 3 4 0 1 2 18 20 13 17 20 1 1 1 4 4 5 3 4 5 0 1 39 35 40 25 35 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 5 180+ 4 100 3 90 2 50 .

2 Jumlah perkiraan terdekat dalam 100 ml menurut McCrady dengan sistem lima tabung untuk masing-masing volum 10 ml.1 ml Volum air Banyaknya sampel Jumlah sampel dengan hasil (asam+ gas) 10 ml 5 4 4 4 4 4 1 ml 5 0 0 0 0 1 0. 1 ml. 0.1 ml 5 0 1 2 3 0 JPT 13 17 20 25 17 4 4 4 4 4 1 1 2 2 2 1 2 0 1 2 20 25 20 25 30 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 0 1 2 0 1 25 35 40 35 40 4 4 5 4 5 4 5 1 50 0 40 2 45 .Tabel 10.

4 0 5 5 5 5 5 1 5 5 5 5 5 2 5 5 2 5 5 5 5 3 5 5 5 3 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 0 0 0 0 2 55 0 1 2 3 4 25 30 45 0 75 0 1 2 3 4 35 45 65 85 116 0 1 60 70 2 3 4 5 80 120 140 175 0 1 2 80 110 140 .

Sebutkan beberapa metode analisis kuantitatif mikroba 2.5 5 3 3 4 175 200 3 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 5 5 5 5 1900+ 4 1000 3 900 550 1 350 4 5 5 4 5 0 350 425 260 4 4 4 4 5 0 1 2 3 250 130 170 225 275 Soal-soal latihan : 1. Jelaskan perbedaan prinsip masing-masing metode .

Latar Belakang Berbagai mikroba patogen seringkali ditularkan melalui air yang tercemar sehingga menimbulkan penyakit bawaan manusia maupun hewan. Dalam praktikum ini suatu bahan makanan/ minuman dengan sampelnya yaitu sirup dilakukan pengenceran secara desimal (10-1). b. salah satunya adalah pemeriksaan adanya bakteri Coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN (Most Probable Number). Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menghitung atau mengukur jumlah jasad renik dalam suatu suspensi. Lalu diamati tabung yang terdapat gas/ gelembung dan berwarna keruh sehingga kombinasi tabung yang positif dari uji duga dan uji penegasan dapat dicocokkan . Landasan Teori Metode MPN biasanya biasanya dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba di dalam contoh yang bebentuk cair. kemudian masing-masing tabung dengan seri 3-3-3 dimasukkan 10 ml.html Metode MPN BAB I PENDAHULUAN a. Setelah diinkubasi selama 2 x 24 jam dengan suhu 37°C.id/~fajriyati/E-LEARNING%20MIKROBIOLOGI %20PANGAN/WORD%20html/BAB%20VIII.%20%20ANALISIS%20KUANTITATIF %20MIKROBIOLOGI%20PADA%20BAHAN%20PANGAN.1 ml ke dalam tabung yang berisi Lactosa Broth dan tabung Durham. Suatu percobaan analisis kuantitatif mikroba diperoleh hasil sebagai berikut : Jumlah koloni Per pengenceran 10-2 10-3 104 Standard Plate Count Keterangan 238 28 1 700 125 10 TBUD TBUD 197 Hitunglah SPC berdasarkan metode MPN dan beri keterangan yang jelas. Analisis kuantitatif mikrobiologi pada bahan pangan penting dilakukan untuk mengetahui mutu bahan pangan dan menghitung proses pengawetan yang akan diterapkan pada bahan pangan tersebut.3. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai adanya mikroba dalam suatu makanan dan minuman agar dapat dikonsumsi manusia dengan layak sehingga tidak menimbulkan penyakit akibat kontaminasi mikroba dalam makanan dan minuman dan dapat memenuhi kebutuhan tubuh secara optimal. maka akan dapat dilihat tabung yang positif yaitu tabung yang ditumbuhi mikroba yang dapat ditandai dengan terbentuknya gas di dalam tabung Durham. Untuk setiap pengenceran digunakan 3 seri tabung.ac. 1 ml dan 0. http://lecturer. meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat. Pada analisis kuantitatif mikroba dengan metode MPN digunakan kisaran jumlah mikroba yang layak dihitung.poliupg. jelaskan mengapa demikian ? 4. yaitu 30 – 300.

Kapas. Alkohol 7. Mikroskop 7. Diaseptiskan tangan. Media EMB (Eosin Methylene Blue Agar) dan EA (sudah steril) 5.1 ml BGLBDS BGLBSS BGLBSS 2. iii. 10 ml 1 ml 0.dengan tabel MPN-seri 9 tabung. Alat Alat-alat yang digunakan dalam praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN adalah sebagai berikut : 1. Pembakar Bunsen 5. Prosedur Kerja Prosedur kerja dari praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN adalah sebagai berikut : 1. Tabung Durham 9. Uji Penduga i. karet. Tabung reaksi 8. Lalu jarum ose . Sampel makanan dan minuman 2. Bungkus masingmasing tabung reaksi dengan pembungkus kayu. Timbangan Mortal dan pengerus b. Masukkan jarum ose ke dalam tabung reaksi sampai menyentuh larutan dan angkat. maka diduga terdapat Coliform pada tabung. Diinkubasi selama 2 x 24 jam dengan suhu 37°C dan diamati tertangkap tidaknya gas dalam tabung Durham setiap 1 jam sekali. Ambil jarum ose lalu bakar jarum di atas pembakar bunsen sampai membara.1 ml Pengencer/ LBDS LBSS LBSS Na Fisiologis 90% Uji Penduga 10 ml 1 ml 0. Masukkan pengencer/ Na fisiologis dan Lactosa Broth ke dalam ke-9 tabung reaksi sesuai banyaknya yaitu 10 ml. Pewarna gas 6. BAB II PELAKSANAAN a. 1 ml dan 0. Media laktosa cair (sudah steril) 3. Dasarnya yaitu hasil dari uji penduga yaitu banyaknya larutan dalam tabung reaksi yang terdapat gas/ gelembung yang berjumlah 4 buah. v. Uji Penegasan i. Pipet ukur 10 ml dan 1 ml steril dan filternya 4. Cawan Petri steril 3. ii. alat dan tempat kerja.1 ml lalu masukkan tabung Durham. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPNadalah sebagai berikut: 1. Botol contoh steril 2. ii. Inkubator 6. kertas payung. Sampel ditimbang sebanyak 10 gram memasukkan ke dalam air pengencer (yang mengandung NaCl fisiologis) 90%. Media BGLB/BGBL (Briliant Green Bile Lactose Broth) 4. Jika terdapat gas atau keruh. iv. korek api c.

sedangkan tabung lainnya negatif. Esterichia coli sebagai indikator kontaminasi fecal yang menggunakan laktosa untuk memproduksi asam dan gas atau banyak enzim β. 1997). 2. dimana perhitungannya dilakukan berdasarkan jumlah tabung yang positif yaitu yang ditumbuhi oleh jasad renik setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu.1 ml sirup dengan tabung Durham didalamnya dengan kombinasi 3-3-3.2 x 103 BAB IV PEMBAHASAN Menurut WHO menyatakan bahwa untuk melakukan monitor terhadap air minum. Dengan demikian setelah inkubasi. meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat dengan terlebih dahulu membuat suspensi 1:10 dari contoh tersebut (Fardiaz. Nilai MPN dari tabel MPN 9 tabung adalah 7. Pengamatan tabung yang positif dapat dilihat dengan mengamati timbulnya kekeruhan atau terbentuknya gas di dalam tabung kecil (tabung Durham) yang diletakkan pada posisi terbalik. 1993). Ada 3 indikator air minum yang layak untuk diminum. Metode MPN digunakan medium cair di dalam tabung reaksi. Tujuan Praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN bertujuan untuk melacak adanya bakteri coliform dalam contoh makanan dan atau minuman. pengenceran harus dilakukan lebih tinggi daripada pengenceran dalam hitungan cawan.masukkan ke tabung berisi 10 ml. diperoleh hasil bahwa terdapat tabung dalam setiap tabung sehingga terbentuk kombinasi 3-3-3. Fecal Coliform 3. 1 ml dan 0. Dalam metode MPN. Esterichia coli (Kay and Fricker. sehingga beberapa tabung yang berisi medium cair yang diinokulasikan dengan larutan hasil pengenceran tersebut mengandung satu sel. 1 buah tabung reaksi dengan gas/ gelembung di dalam tabung Durham berisi 10 ml. maka dapat digunakan kemungkinan masuknya mikroba patogen ke dalam feses manusia dan hewan berdarah panas. Metode MPN biasanya biasanya dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba di dalam contoh yang berbentuk cair. Usahakan tabung dan jarum selalu dekat dengan api agar tetap steril.D galaktosidase.1 ml BGLBDS BGLBSS BGLBSS d. 10 ml 1 ml 0. Lalu amati adanya gas/ gelembung yang terdapat dalam tabung Durham. yaitu untuk jasad renik pembentuk gas.1 ml. Maka dari tabel MPN dengan hasil akhir 1-0-1 yaitu 7. beberapa tabung yang lainnya mengandung lebih dari satu sel atau tabung lainnya tidak mengandung sel. tidak ada gas/ gelembung di dalam tabung Durham berisi 1 ml dan terdapat 1 buah tabung reaksi dengan gas/ gelembung di dalam tabung Durham berisi 0. 1 ml dan 0. Kelompok Coliform APHA merekomendasikan Bacillus coli.1 ml menghasilkan 2-1-2 tabung . Masukkan tabung ke dalam inkubator/ diinkubasi selama 2 x 24 jam dan diamati setiap 1 jam.2 MPN/100 ml. BAB III HASIL PEMERIKSAAN Dari hasil praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan meode MPN. Pada pengenceran pertama kesembilan tabung menghasilkan pertumbuhan positif yaitu dengan seri tabung 3-3-3 pada ukuran 10 ml. iii. MPN mikroba = = = 7. diharapkan terjadi pertumbuhan pada beberapa tabung yang dinyatakan sebagai tabung positif. yaitu: 1.2 sehingga diperoleh perhitungan MPN mikroba sebagai berikut : Hasil akhir dari uji penegasan yaitu terdapat.

PT Gramedia Pustaka Utama. UK Bakteri Coliform Posted by: JavAurora on: 3 Juli 2011 • • In: Ilmiah Comment! Terbersit juga untuk memposting makna dari bakteri coliform. PT Raja Grafindo Persada. Analisis Mikrobiologi Pangan. 1994). dapat dikatakan sampel minuman (sirup) masih memenuhi syarat kesehatan untuk dikonsumsi karena kurang dari standar MPN (<20 MPN/100 ml). jika digunakan Lactosa Broth. Uji ini diawali dengan memasukkan 10 ml cairan dari sampel ke dalam lauryl tryptose broth. alasan mendasarnya sich karena beberapa kali muncul pertanyaan akan terminology dari dua kata yang menjadi judul di atas dan ternyata belum banyak yang memahami dengan benar akan hal ini. Dalam uji duga. D and Fricker. 1992. Problem or Solution? The Royal Society of Chemistry. Uji peneguhan menggunakan BGLB (Briliant Green Bile Lactose Broth) yang diinokulasikan dengan satu mata ose media yang memperlihatkan hasil positif pada uji duga (Lay. 1993. 1997. 1992). Jakarta Lay. Metode MPN merupakan uji deretan tabung yang menyuburkan pertumbuhan koliform sehingga diperoleh nilai untuk menduga jumlah koliform dalam sampel yang diuji. maka adanya bakteri yang dapat memfermentasi laktosa ditunjukkan dengan terbentuknya gas di dalam tabung Durham. Srikandi.2 MPN/100 ml. Analisis Mikroba di Laboratorium. . kesembilan tabung menghasilkan 1-0-1 tabung yang positif ditumbuhi jasad renik. Dalam metode MPN (Most Probable Number) untuk uji kualitas mikrobiologi air dalam praktikum digunakan kelompok koliform sebagai indikator. Coli. DAFTAR PUSTAKA Fardiaz. MPN standar Coliform menurut Lampiran Surat Keputusan Dirjen POM no: 03726/B/SK/VII/1989 tentang batas maksimal cemaran mikroba dalam makanan adalah 20 MPN/100 ml. Metode MPN dapat digunakan untuk menghitung jumlah jasad renik tertentu yang terdapat diantara campuran jasad renik lainnya. PT Raja Grafindo Persada. Mikrobiologi Pangan 1. Tabung yang memperlihatkan gas diuji lebih lanjut dengan uji peneguhan. Coliforms and E. Bibiana. 1994. Jakarta ______________. uji awal ini disebut uji duga (presumtive test). setiap tabung yang menghasilkan gas dalam masa inkubasi diduga mengandung bakteri koliform. Uji dinyatakan positif bila terlihat gas dalam tabung Durham.yang positif ditumbuhi jasad renik dan pada pengenceran kedua. (Fardiaz. Sebagai contoh. BAB V PENUTUP 1. Dibandingkan dengan hasil praktikum yaitu sebesar 7. Cara ini biasa digunakan untuk menentukan MPN koliform terhadap air atau minuman karena bakteri Coliform termasuk bakteri yang dapat menfermentasi laktosa. 2. C. semoga dengan adanya tulisan ini akan memberikan rujukan tambahan akan makna maupun hal-hal yang terkait dengan istilah ini. W. Untuk uji peneguhan dilakukan untuk meneguhkan bahwa gas yang terbentuk disebabkan oleh kuman koliform dan bukan disebabkan oleh kerja sama beberapa spesies sehingga menghasilkan gas. Jakarta Kay.

Bakteri coliform adalah golongan bakteri intestinal, yaitu hidup dalam saluran pencernaan manusia. Bakteri coliform adalah bakteri indikator keberadaan bakteri patogenik lain. Lebih tepatnya, sebenarnya, bakteri coliform fekal adalah bakteri indikator adanya pencemaran bakteri patogen. Penentuan coliform fekal menjadi indikator pencemaran dikarenakan jumlah koloninya pasti berkorelasi positif dengan keberadaan bakteri patogen. Bakteri coliform merupakan parameter mikrobiologis terpenting bagi kualitas air minum. Kelompok bakteri coliform, antara lain Eschericia coli, Enterrobacter aerogenes, dan Citrobacter fruendii. Keberadaan bakteri di dalam air minum itu menunjukkan tingkat sanitasi rendah. Keberadaan bakteri ini juga menunjukkan adanya bakteri patogen lain, misalnya, Shigella, yang menyebabkan diare hingga muntaber. Bakteri coliform timbul karena buangan kotoran manusia dan laundry dari rumah tangga yang merembes dari sungai-sungai dan juga disebabkan oleh pencemaran mata air atau air baku, lemahnya sistem filterisasi. Oleh karena itu, air minum harus bebas dari semua jenis coliform. Semakin tinggi tingkat kontaminasi bakteri coliform, semakin tinggi pula risiko kehadiran bakteri-bakteri patogen lain yang biasa hidup dalam kotoran manusia dan hewan. E. coli jika masuk ke dalam saluran pencernaan dalam jumlah banyak dapat membahayakan kesehatan. Menurut Pelczar & Chan (2008) walaupun E. coli merupakan bagian dari mikroba normal saluran pencernaan, tapi saat ini telah terbukti bahwa galur-galur tertentu mampu menyebabkan gastroeritris taraf sedang hingga parah pada manusia dan hewan. Salah satu contoh bakteri patogen-yang kemungkinan terdapat dalam air terkontaminasi kotoran manusia atau hewan berdarah panas adalah Shigella, yaitu mikroba penyebab gejala diare, deman, kram perut, dan muntah-muntah. Jenis bakteri coliform tertentu, misalnya E coli O:157:H7, bersifat patogen dan juga dapat menyebabkan diare atau diare berdarah, kram perut, mual, dan rasa tidak enak badan. Bakteri coliform ini menghasilkan zat ethionine yang pada penelitian menyebabkan kanker. Bakteri-bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun seperti Indole, skatole yang dapat menimbulkan penyakit bila berlebih didalam tubuh. E. coli dapat menyebabkan diare dengan metode 1) produksi enterotoksin yang secara tidak langsung dapat menyebabkan kehilangan cairan dan 2) invasi yang sebenarnya lapisan epitelium dinding usus yang menyebabkan peradangan dan kehilangan cairan. JAKARTA, KOMPAS.com — Banyaknya jumlah penderita penyakit menular yang ada di Jakarta ternyata 50 persen disebabkan oleh air bersih. Hasil penelitian dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular Kementerian Kesehatan menunjukkan, 100 persen sampel air bersih di DKI Jakarta sudah terkontaminasi bakteri coliform. Selain itu, 5-57 persen sampel air minum di DKI Jakarta ditemukan mengandung senyawa kimia.

"Dengan tingginya angka kontaminasi ini, pola hidup bersih dan sehat harus benar-benar dipraktikkan dalam aktivitas sehai-hari," kata Budi Haryanto dari Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia di Jakarta, Rabu (26/10/2011).
Jika artikel ini bermanfaat bagi anda, silahkan di , Terima Kasih

Perubahan yang terjadi di dalam lingkungan dapat mengakibatkan perubahan sifat morfologi dan sifat fisiologi mikroba. Beberapa golongan sangat tahan terhadap perubahan lingkungan, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan kondisi baru. Adapula golongan mikroba yang sama sekali peka terhadap perubahan lingkungan sehingga tidak dapat menyesuaikan diri. Advertisement Faktor lingkungan sangat penting artinya di dalam usaha mengendalikan kegiatan mikroba baik untuk kepentingan proses ataupun pengendalian. Mikroba memerlukan kondisi lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhannya. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba dapat berupa faktor abiotik (fisikawi maupun kimiawi) dan faktor biotik (meliputi kehidupan aksenik dan adanya asosiasi kehidupan). Faktor abiotik diantaranya temperatur, pH, kebutuhan air, tekanan osmosis dan oksigen molekuler (Suharni, 2009).

Pola Pertumbuhan Mikroba
Pertumbuhan mikroba pada umumnya sangat tergantung dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan, perubahan faktor lingkungan dapat mengakibatkan perubahan sifat morfologi dan fisiologi.

Hal ini dikarenakan, mikroba selain menyediakan nutrient yang sesuai untuk kultivasinya, juga diperlukan faktor lingkungan yang memungkinkan pertumbuhan optimumnya. Mikroba tidak hanya bervariasi dalam persyaratan nutrisinya, tetapi juga menunjukkan respon yang berbeda – beda. Untuk berhasilnya kultivasi berbagai tipe mikroba, diperlukan suatu kombinasi nutrient serta faktor lingkungan yang sesuai pernyataan (Pelczar dan Chan, 2006). Kemampuan mikroorganisme untuk tumbuh dan tetap hidup merupakan hal yang penting dalam ekosistem pangan. Suatu pengetahuan dan pengertian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan tersebut sangat penting untuk mengendalikan hubungan antara mikroorganisme ==>>makanan ==>>manusia. Beberapa faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme meliputi suplai zat gizi, waktu, suhu, air, pH, dan tersedianya oksigen (Buckle, 1985). Enzim, sistem transport elektron dan sisem transport nutrien pada membran sel bakteri sangat peka terhadap konsentrasi ion hidrogen (pH). Selama pertumbuhan, mikrobia dapat menyebabkan perubahan pH medium sehingga tidak sesuai lagi untuk pertumbuhan. Oleh karena itu perlu diberi bufer di dalam medium untuk mencegah perubahan pH. Berdasarkan pH minimum, optimum dan maksimum untuk pertumbuhan, mikrobia digolongkan ke dalam mikrobia asidofilik, neutrofilik dan mikrobia alkalinofilik. Tiap mikroba mempunyai kisaran pH tertentu untuk pertumbuhannya. Biasanya pH untuk bakteri 6,5-7,5, khamir 4,0-4,5, jamur benang dan aktinomisetes pada pH yang lebih luas 2,0-8,0 (Suharni, 2009).

Penentuan pH optimum Suatu Organisme
Sebagian organisme memiliki rentan pH optimum yang cukup sempit. Penentuan pH optimum untuk setiap species harus ditentukan secara empirik. Sebagian besar organisme (neutrofil) tumbuh baik pada pH 6,0 – 8,0, meskipun ada pula (asidopil) yang memiliki pH 10,5. Mikroorganisme mengatur pH internalnya terhadap rentang nilai pH eksternalnya yang cukup luas. Organisme asidofil mempertahankan pH internal kira-kira 6,5, dengan pH eksternalnya berkisar antara 1,0 – 5,0. Organisme neutrofil mempertahankan pH internal kirakira 7,5, dengan pH eksternal sekitar 5,5 – 8,5 dan organisme alkalofil mempertahankan pH internal kira-kira 9,5 dengan pH eksternal 9,0 – 11,0. pH internal diatur oleh rangkaian sistem pengangkutan proton berpangkat ATP primer dan penukaran Na+ / H+. Sistem pertukaran K+ / H+ diduga juga ikut mengatur pH internal pada organisme neutrofil (Brooks dkk, 1994). Di antara semua ion, ion H+ dan OH- adalah ion-ion yang paling penting, oleh sebab itu perubahan kadar yang kecil saja sudah menimbulkan pengaruh yang besar. Karena alasan ini adalah amat penting untuk menggunakan nilai pH awal yang optimum dan mempertahankannya sepanjang pertumbuhan. Kebanyakan organisme hidup paling baik, kalu kadar ion H+ dan ion OH- sama (pH=7). Banyak bakteri mengutamakan nilai pH yang lenih tinggi, jadi lingkungan yang basa lemah, seperti misalnya penitrifikasi, Rhizobium, Actinomyceten, bakteri pengurai ureum. Hanya sedikit yang tahan asam atau bahkan asidofil. Cendawan-cendawan mengutamakan nilai pH

tekanan osmotik. dan keadaan bahan yang didesinfeksi. golongan mikroba. Di mana. Faktor utama yang menentukan bagaimana desinfektan bekerja adalah kadar dan suhu desinfektan. waktu yang diberikan kepada desinfektan untuk bekerja. contoh antibiotika. Kehidupan bakteri tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan. sinar gelombang dan pengeringan) serta faktor kimia (misal: adanya senyawa toksik atau senyawa kimia lainnya (Hadioetomo. Bahan-bahan kimia yang bersifat bakteriostatik atau fungistatik adalah bahan-bahan kimia yang dipergunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri atau kapang. pH. Sebagai contoh antibiotika jenis penisilin dan tetrasiklin hanya dapat membunuh bakteri tetapi tidak membunuh khamir atau kapang. dapat dalam bentuk simbiose. akan tetapi juga mempengaruhi keadaan lingkungan. fenol. deterjen dan antibiotika mempunyai efek antimikroba yang dipergunakan dalam industri pengolahan bahan pangan atau desinfeksi dan sanitasi alat-alat pengolahan dan ruangan-ruangan pabrik atau kadang-kadang sebagai bahan yang ditambahkan dalam bahan pangan sebagai zat pengawet. industri pengolahan.rendah. perubahan ini disebut perubahan secara kimia. Bakteri dapat mengubah pH dari medium tempat ia hidup. maka pada pH 5. fisiologi mikroba. Berbagai istilah digunakan sehubungan dengan agen–agen kimia sesuai dengan kerjanya atau organisme khas yang terkena. bakteriostatik. atmosfer gas. Beberapa bahan yang bersifat spektrum luas seperti hipoklorit dapat mematikan lebih banyak mikroorganisme. sedangkan pada pH 8. Desinfektan adalah bahan kimia yang dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Tags: agen–agen kimia. Desinfeksi adalah proses penting dalam pengendalian penyakit. Evektivitas dari setiap bahan antimikroba ini tergantung pada jumlah yang digunakan. Kerja dari bahan-bahan kimia antimikroba ini dapat bersifat khas yaitu hanya efektif pada jenis-jenis mikroorganisme tertentu. Sedangkan faktor-faktor abiotik terdiri atas faktor fisika (misal: suhu. Kimia Organik. Adapun faktor-faktor lingkungan dapat di bagi atas faktor-faktor biotik dan faktor-faktor abiotik. yaitu.0 yang berkembang terutama cendawan. asam. 1993). jumlah dan tipe mikroorganisme yang ada. Kimia Anorganik. Akibatnya mungkin disebabkan oleh kerusakan pada membran sel atau oleh tindakan pada protein sel atau pada gen yang khas yang berakibat kematian atau mutasi (Volk dan Wheeler. 1985). Kimia Analitik.0 terutama bakteri (Schlegel. faktor abiotik. sinergisme. alkohol. faktor-faktor biotik terdiri atas makhluk-makhluk hidup. karena tujuannya adalah perusakan agen–agen patogen. kelembaban. mencakup adanya asosiasi atau kehidupan bersama antara mikroorganisme. 1994). Jadi terlihat sejumlah faktor harus diperhatikan untuk melaksanakan tugas sebaik mungkin dalam perangkat suasana yang ada. Berbagai logam. 1985). antibiose dan sintropisme. sedangkan bakterisidal dan fungisidal adalah bahan-bahan kimia yang dapat membunuh bakteri atau kapang. waktu penggunaan dan faktor-faktor lingkungan lainnya seperti pH (Buckle. halogen. jika media biak dengan berbagai pH ditanam dengan tanah. Mekanisme kerja desinfektan mungkin beraneka dari satu desinfektan ke yang lain. pertumbuhan mikroorganisme .

et al. Untuk mensterilkan medium dapat dilakukan dengan autoclave. .Untuk mengetahui cara pembuatan media agar pada penangkapan mikroba. Bahan pangan selain merupakan sumber gizi bagi manusia. Medium yang paling banyak digunakan dalam pekerjaan rutin laboratorium adalah kaldu cair dan kaldu agar. Media merupakan bahan nutrisi yang disiapkan unutk pertumbuhan mikroba. juga merupakan sumber makanan bagi perkembangan mikroorganisme. Pemeriksaan bakteri hidup harus dikerjakan dengan hati-hati. dihasilkan oleh alga laut dan digunakan untuk pemadat pada makanan. Medium yang akan disterilkan ditempatkan didalam autoclave selama 15 sampai 20 menit. lebih-lebih jika yang akan diperiksa itu merupakan bakteri patogen.Untuk mengetahui cara perhitungan mikroba. jumlah koloni yang terbentuk dihitung (Buckle.artikelkimia. Untuk itu diperlukan langkah-langkah untuk membuat makanan tetap awet dan bebas dari kontaminasi mikroba patogen. Untuk mengetahui sifat-sifat morfologi bakteri. Adanya bakteri dalam bahan pangan dapat mengakibatkan pembusukan yang tidak diinginkan atau dapat menimbulkan penyakit yang ditularkan melalui makanan atau dapat melangsungkan fermentasi. Disamping itu juga perlu pengenalan sifat-sifat fisiologisnya bahkan sifat-sifat fisiologis ini kebanyakan merupakan faktor terentu dalam mengenal nama spesies suatu bakteri.. Pada kenyataanya sedikit sekali lingkungan yang bersih dari bakteri. maka bakteri dapat diperiksa dalam keadaan hidup atau mati.Untuk membuktikan ada tidaknya mikroba pada bahan (Daging Sapi). . Tujuan percobaan .Untuk mengetahui cara penangkapan mikroba dengan menggunakan media agar. yaitu alat serupa tangki minyak yang dapat diisi dengan uap. . 1987). Tanggal Percobaan Dimulai 07 November 2008 Tanggal Percobaan Selesai 10 November 2008 TINJAUAN PUSTAKA Mungkin yang yang paling sering dan banyak digunakan adalah prosedur perhitungan dengan penumbuhan dalam agar. sayur-sayuran dan sisa-sisa makanan yang dibuat oleh manusia aaupun ramu-ramuan. untuk mengenal nama bakteri. Keunggulan agar yaitu mencair pada suhuy yang .http://www. Tidak hanya bakteri yang menggunakan bahan makanan untuk hidup dan berkembang tetapi juga jamur dan kapang.info/faktor-faktor-yg-mempengaruhi-pertumbuhan-mikroba57451931082011 Media Agar dan Penanaman Mikroba PENDAHULUAN Dasar makanan yang baik bagi pemiaraan bakteri adalah medium yang mengandung zat-zat organic seperti buah. Secara sederhana suatu contoh suspensi sel atau bahan pangan homogenat diinokulasi ke dalam atau ke atas media nutrient agar dan setelah diinkubasi. Agar-agar merupakan kompleks merupakan kompleks polisakarida. Pemeriksaan morfologi bakteri ini perlu. daging.

Agar .sama dengan air. namun tetap dalam keadaan cair sampain suhu 40 0C ( Suryanto dan Munir. 2008).Corong .Aquadest . sebuah media harus menyediakan sumber energi seperti karbon. yang meliputi air.Botol whaeton . Medium harus mengandung nutrien yang merupakan substansi dengan berat molekul rendah dan mudah larut dalam air. idealnya jumlah koloni pada plate adalah kuadrat dari jumlah sel yang diinokulasi pada media (Black.Daging Reagensia .BTB (Brom Timol Blue) .NaCl .Petridish . nitrogen. Nutrien ini adalah degradasi dari nutrien dengan molekul yang kompleks. Kontaminasi permukaan daging atau karkas dapat terjadi sejak penyembelihan ternak hingga daging dapat dikonsumsi (Soeparno. Mikroorganisme dapat ditumbuhkan dan dikembangkan pada suatu substrat yang disebut medium. Medium yang digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan mikroorganisme tersebut harus sesuai susunanya dengan kebutuhan jenis-jenis mikroorganisme yang bersangkutan. mineral dan faktor tumbuh (Anonimous. Secara teori. energi.Termometer .Pepton . Sedangkan mikroorganime lainnya memerlukan suatu medium yang sangat kompleks yaitu berupa medium ditambahkan darah atau bahan-bahan kompleks lainnya (Volk and Wheeler. 1999) Mikroorganisme yang merusak daging dapat berasal dari infeksi dan ternak hidup dan kontaminasi daging postmortem. Jadi dengan inkubasi.Blender . masing-masing sel sukses untuk dikembangkan papad media padat yang membantu pertumbuhannya.1993). BAHAN DAN METODA Bahan . 2002) Pengukuran yang paling akurat untuk menghitung jumlah mikroba yang hidup biasanya menggunakan plate count. fosfor. dan bahan organik lainnya.Inkubator . karbon. Untuk mendukung pertumbuhan mikroba.Buffer fosfat Alat .Autoclave . 1998). Nutrien dalam medium harus memenuhi kebutuhan dasar makhluk hidup. sulfur. Media kimia diartikan salah satu media yang menggunakan bahan kimia yang telah diketahui (Tortora.Pipet tetes . Beberapa mikroorganisme dapat hidup baik pada medium yang sangat sederhana yang hanya mengandung garam anargonik di tambah sumber karbon organik seperti gula. 2006).Oven .

Beaker glass .Timbangan .Disterilisasi dalam autoclave pada suhu 121oC selama 15 menit . 5. dan penetesan.Diambil suspensi bakteri yang telah diencerkan 2 kali .Kain saring .Dituang dalam cawan petridish yang telah dimasukkan suspensi sebanyak 5 ml Penanaman media . dihasilkan oleh alga laut dan digunakan untuk pemadat pada makanan. diambil suspensi 2 hari yang lau . Media diferensial yaitu media yang dibuat untuk memudahkan mengenali koloni organisme yang diinginkan.Diamati dan dihitung dengan koloni counter Rumus FP = faktor Pengencer PEMBAHASAN Perhitungan secara penumbuhan dalam cawan petri dapat dilakukan dengan menggunakan tiga metoda yaitu metoda penuangan. Cara lain adalah dengan tenik MPN (most proable number) yaiu metode perhitungan dengan pengenceran larutan yang mengandung mikroba sampai steril.Dipanaskan dalam autoclave pada suhu 121oC selama 15 menit Pembuatan media agar . atau kultur protein.Dari 3 pengenceran. Media selektif yaitu media yang dibuat untuk menekan pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan dan meningkatkan pertumbuhan bakteri yang diinginkan. Media Anaerobik yaitu media yang mengandung bahan seperti natrium tioglikolat yang dapat berikatan dengan oksigen terlarut dan menghilangkan oksigen pada medium.Diinkubasi selam 24 sampai 38 jam dengan cawan terletak terbalik . Media kompleks yaitu media biasanya terdiri dari ekstrak yeast.Hot plate . . 4. 6.Diambil PCA (agar) . sulfur dan fosfor. penyebaran. Metode ini larutan yang mengandung mikroba disaring dengan menggunakan membrane steril atau filter yang mempunyai ukuran pori-pori yang kecil. dengan cara diblender .Dihilangkan lemak pada daging. Keuntungannya yaitu dibuat sangant peka dengan penggunaan volume inokulum contoih yang besar . Media merupakan bahan nutrisi yang disiaokan untuk pertumbuhan mikroba.. Hal ini biasanya dilakukan untuk menhitung jumlah bakteri dalam suatu bahan pangan. Jenis-jenis media yaitu : 1. 3. Hal diatas adalah dengan menggunakan metode agar. Sehingga mikroba akan tertinggal pada membran. daging sapi.Koloni counter . Agar adalah komlekss polisakarida. dapat menggunakan media selektif. Media kimia yaitu media yang harus mempertimbangkan penyediaan energi yaitu sumber karbon. tumbuhan.Ditambahkan aquadest 10 ml .Sendok] Prosedur Percobaan Pembuatan ekstrak daging .Dimasukkan dalam botol wheatone . nitrogen. Cara lain adalah dengan penyaringan dengan membran. 2.

cli yang biasanya . Hidup bebas dan terdapat di mana-mana. bahkan oksigen merupakan racun baginya. Kapang : bagian dari fungi yang tersusun atas banyak sel (multiseluler).Fase lambat : fase adaptasi mikroba dengan media. .Fase tetap : dimana mikroba tidak lagi tumbuh. Jenis mikroba yang berbeda membutuhkan air yang berbeda. . Ketersediaan Oksigen Mikroba terbagi atas beberapa kelompok : . Aktifitas air Semua organisme membutuhkan air pada proses metabolisme. 7. jika tidak tersedia maka akan terus anaerobik. . Khamir : bagian dari fungi (Jamur) yang tersusun dari satu sel atau uni seluler. 3.0-8. Mikroba terdiri dari : 1. 2. Jadi dengan adanya zat gizi yang cukup maka pertumbuhan mikroba akan sangat cepat. 5. Nilai pH Nilai pH untuk pertumbuhan bakteri adalah sekitar atau berkisar antara pH 6. . apabila suhu naik maka metabolisme naik dan pertumbuhan dipercepat atau apabila suhu naik atau turun sel berhenti melakukan kegiatan metabolisme. 6. Bakteri : mikroorganisme bersel satu.Aerobik : membutuhkan udar unutk kegiatan metabolismenya. Suhu Suhu sangat penting bagi pertumbuhan mikroba.Fase log : setelah beradaptasi.Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba yaitu : 1. . Faktor-faktor kimia 8. sel-sel akan tumbuh dan membelah diri secara eksponensial. . prokariotik yang paling sederhana.Anaerobik : tidak dapat tumbuh dengan adanya oksigen. Bakteri patogen yang terdapat dalam makanann misalnya E. Pertumbuhan bakteri membentuk suatu kurva atau fase logritmik. Suplai zat gizi Mikroorganisme membutuhkan makanan sama seperti mahkluk lainnya. Jamur : organisme eukariotik yang merupakan organisme pengurai. khamir dan kapang. 4. Jamur ada yang uniseluler dan ada yang multiseluler. 2. miseliumnya berwarna-warni sehingga mudah dikenali. Aktifitas air adalah jumlah air yang terdapat dalam bahan pangan. 3. Makanan yang banyak mengandung karbohidrat akan mudah terkontaminasi jamur sedangkan makanan yang banyak mengandung protein akan lebih mudah terkontaminasi oleh bakteri.0. Hal ini terjadi karena zat gizi yang ada telah habis atau penimbunan zat racun sebagai hasil akhir. Waktu Tentu saja seriap makhluk hidup termasuk mikroba membutuhkan waktu untuk berkembang biak.Fase menurun : sel-sel yang berada pada fase tetap akhirnya mati bila tiodak dipindahkan ke media lainnya. Radiasi Fase pertumbuhan bakteri adalah : . Ia tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat dikatakan sebagi tumbuhan.Mikroerofilik : mikroba yang lebih dapat tumbuh dengan kadar oksigen lebih rendah daripada yang di atmosfer.Anaerobik fakultatif : dimana oksigen digunakan akan dipergunakan apabila tersedia. Mikroorganisme yang terdapat pada makanan antara lain bakteri. 4.

Media agar merupakan salah satu media untuk menanam dan mengitung jumlah bakteri. 1998. sistem pembuangan limbah rumah tangga yang ada serta dapat mengetahui korelasi atau hubungannya dengan kadar jumlah bakteri E. 20008. 5. Wheeler. Jakarta Total Coliform dalam Air Tanah Posted on February 2. Karakteristik akifer mempunyai peranan dalam proses dalam pembentukan air tanah sehingga perlu diperhatikan tipe akifer . 1987. fase lag. Pembiakan dengan Media Agar. and C. J. bahkan oleh semua mahluk hidup sehingga harus dikelola dan dilestarikan dengan baik. Ilmu Pangan. Purnomo dan Adiono. sosis.New Jersey. Permasalahan utama yang dihadapi sumber daya air meliputi permasalahan kuantitas dan kualitas air. 2011 by formula1girl_9588 Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk hajat hidup orang banyak. anaerob fakultatif dan mikroerofilik. kimia. R. Suryanto. Penerjemah H. kepadatan penduduk. D. Jumlah mikroba pada larutan rendaman daging dengan penceran 10-1 adalah 410 CPU/ml sedangkan pada pengenceran 10-2 adalah 7700 CPU/ml. Clostridium botulinum sering terdapat pada makanan yang telah diolah misalnya dikalengkan atau difermentasi. anaerobik. KESIMPULAN 1. dan M.com. 1989. kualitas air alamiah dan juga karakteristik akifer. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dan mengetahui data tentang aktifitas penduduk. [22 September 2008]. 2. media kompleks dan media diferensial 6. mikrobiologi dan radioaktif. Bahan Ajar : Mikrobiologi. Buckle. USU-Press. Munir. air harus memenuhi persyaratan baik fisika. Medan. media selektif. Volk. dan E. Edwards. Ilmu dan Teknologi Daging. Jakarta. and Wooton. aktifitas penduduk dan sistem sanitasi/sistem pembuangan limbah rumah tangga.. B. Gajah Mada University Press. New York. waktu. Black. R. K. coli yang ada pada sumur sampel. 2002. Prentice Hall. G. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri adalah zat gizi. 1999. Fase pertumbuhan bakteri adalah fase lambat. A. Microbiology : An Introduction. F. http://yahoo. 3. 2006. Case. Dari segi kualitas. UI-Press. Jenis-jenis media adalah media agar.H. Permasalahan yang dihadapi kualitas air tanah dapat disebabkan faktor-faktor seperti kepadatan penduduk. Yogyakarta. Tortora. DAFTAR PUSTAKA Anonimous. W. media kimia. Agar adalah kompleks polisakarida. Fleet. media anaerob.. G. Dalam pemenuhan syarat kualitas air harus diperhatikan karakteristik fisik perairan. G.. Microbiology : Principles and Exploration. Berdasarkan ketersediaan oksigen mikroba terbagi atas bakeri aerobik. J. oksigen 4. 7.disebaqkan oleh konsumsi air yang terkontaminasi. aktifitas air.. Penerbit Erlangga. Addison Wesley Longman. suhu. da sebagainya. A. Mikrobiologi Dasar. fase tetap dan fase menurun. Staphylococcus aureus ditemukan pada makanan yang mengandung perotein tinggi misalnya telur. dihasilkan oleh alga laut dan digunakan untuk pemadat pada makanan. A. Soeparno. Funke. L.

Dari penelitian dapat dihasilkan data tentang titik lokasi sampel. coli yang ada pada sumur sampel di daerah penelitian. Perkarangan rumah yang sempit menyebabkan penduduk banyak yang membuat septictank di rumahnya dengan letak dekat sumur air bersih.dan zona akifernya.com/2010/09/08/kajian-kualitas-air-tanah-ditinjau-dariparameter-bakteri-escherichia-coli-e-coli/ LAMPIRAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 82 TAHUN 2001 TANGGAL 14 DESEMBER 2001 . Semakin tinggi tingkat aktifitas penduduk yang banyak melibatkan penduduk berarti semakin banyak limbah domestik yang dihasilkan penduduk dan menyebabkan semakin besar dampak yang akan ditimbulkan terhadap kualitas air tanah/sumur yang ada di sekitarnya. penghitungan elevasi air tanah.wordpress. Sedangkan pada aktifitas penduduk yang tidak melibatkan banyak penduduk seperti aktifitas pertanian limbah yang dihasilkan tidak banyak sehingga kurang mempengaruhi kualitas air tanah disekitarnya. coli di daerah penelitian. sistem sanitasi serta persepsi atau pengetahuan masyarakat tentang sanitasi. Kepadatan penduduk juga menyebabkan semakin tingginya aktifitas penduduk yang berakibat pada meningkatnya jumlah limbah rumah tangga penduduk yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan penduduk tersebut. dan konstruksi ring sumur. Kondisi sistem pembuangan limbah yang buruk ini dapat menyebabkan tingginya kontaminasi dan pengaruh terhadap kualitas air sumur serta dapat menyebabkan tingginya jumlah bakteri E. aktifitas penduduk sekitar yang tidak banyak melibatkan penduduk seperti pertanian. status rumah dan fasilitas umum. Arah aliran air tanah dapat ditentukan dengan metode ”three Point Problem” atau dengan cara membuat garis lurus terhadap garis kontur air tanah. Kepadatan penduduk menyebabkan lahan banyak digunakan untuk pemukiman dan pembangunan sehingga jarak antar rumah semakin dekat serta perkarangan rumah juga menjadi semakin sempit. coli yaitu jarak septictank jauh. jawaban kuisioner yang telah dibagikan kepada penduduk. Arah aliran tanah tersebut disebabkan gerakan air tanah karena potensi kelembaban total dan kemiringan dua titik atau lokasi dalam lapisan tanah. Kondisi ini perlu menjadi perhatian dan penanganan yang khusus baik oleh masyarakat maupun pemerintah agar dapat terciptanya kualitas air tanah yang memenuhi standar kualitas sanitasi. baku mutu lingkungan serta mencegah terjadinya pencemaran kualitas air tanah tersebut. Prinsip dasar dalam membuat arah aliran air tanah yaitu pergerakan air dari tempat tinggi ke tempat yang rendah. coli dilaksanakan secara deskriptif dengan pertimbangan baku mutu air bersih sesuai Golongan I Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001. http://uripsantoso. serta nilai jumlah bakteri E. Dalam penganalisaan data primer dapat diketahui data kependudukan. Sistem sanitasi/sistem pembuangan limbah rumah tangga penduduk merupakan hal yang penting dalam menjaga kualitas air tanah karena sistem pembungan limbah yang tidak baik akan menyebabkan kontaminasi terhadap kualitas air tanah. Faktor-faktor yang mempengaruhi titik sampel dengan jumlah bakteriE. pembuangan limbah rumah tangga melalui saluran pembuangan yang sesuai dengan kriteria. tingkat sosila ekonomi dan pendidikan masyarakat. Aktifitas penduduk dapat mempengaruhi kualitas air tanah karena semua aktifitas penduduk dapat menghasilkan limbah domestik yang berbeda-beda. Analisa terhadap kadar jumlah bakteri E.

01 0.2 10 (-) 1 0.02 mg/L sebagai NH3 Besi mg/L 0.2 1 1 0. Fe ≤ 5 mg/L Apabila secara alamiah di luar rentang tersebut. Cu ≤ 1 mg/L Bagi pengolahan air minum secara konvensional.TENTANG PENGELOLAAN KUALITAS AIR DAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR Kriteria Mutu Air Berdasarkan Kelas PARAMETER FISIKA Tempelatur Residu Terlarut Residu Tersuspensi KIMIA ANORGANIK pH BOD COD DO Total Fosfat sbg P NO 3 sebagai N NH3-N Arsen Kobalt Barium Boron Selenium Kadmium Khrom (VI) Tembaga mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 6-9 2 10 6 0.02 5-9 12 100 0 5 20 (-) 1 0.02 6-9 3 25 4 0.05 0.2 (-) 1 0.01 0.05 0.02 6-9 6 50 3 1 20 (-) 1 0. maka ditentukan berdasarkan kondisi alamiah o SATUAN I KELAS II III KETERANGAN IV Deviasi temperatur dari keadaan almiahnya Bagi pengolahan air minum secara konvesional. kandungan amonia bebas untuk ikan yang peka ≤ 0.01 0.2 10 0.3 (-) (-) (-) .5 0.01 0.01 0.2 (-) 1 0.05 0.05 0.05 0.05 0.01 0.2 (-) 1 0. residu tersuspensi ≤ 5000 mg/ L C deviasi 3 deviasi 3 deviasi 3 deviasi 5 1000 50 1000 50 1000 400 2000 400 mg/ L mg/L Angka batas minimum Bagi perikanan.2 Bagi pengolahan air minum secara konvensional.05 0.

1 0.03 0.002 0.001 0. Pb ≤ 0.002 0.Gross-B KIMIA ORGANIK Minyak dan Lemak Detergen sebagai MBAS Senyawa Fenol sebagai Fenol BHC Aldrin / Dieldrin Chlordane DDT Heptachlor dan heptachlor epoxide mg/L mg/L mg/L mg/L mg/l mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 0.5 0.03 (-) 0. Zn ≤ 5 mg/L Bagi pengolahan air minum secara konvensional.1 1 1000 200 1 210 17 3 2 18 0.1 mg/L Bagi pengolahan air minum secara konvensional.03 0. fecal coliform ≤ 2000 jml / 100 ml 10000 dan total coliform ≤ 10000 jml/100 ml 0.1 1 1000 200 1 210 (-) (-) 2 (-) 0.1 1 1000 200 1 210 (-) (-) 2 (-) .002 1 (-) 0.05 600 0.02 1.06 (-) 0.06 (-) 0.02 1.005 2 (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) Bagi pengolahan air minum secara konvensional.5 0.02 0.Timbal Mangan Air Raksa Seng Khlorida Sianida Fluorida Nitrit sebagai N Sulfat Khlorin bebas Belereng sebagai H2S MIKROBIOLOGI Fecal coliform -Total coliform -RADIOAKTIVITAS .03 (-) 0. S sebagai H2S <0.05 (-) 0. NO2_N ≤ 1 mg/L Bagi ABAM tidak dipersyaratkan Bagi pengolahan air minum secara konvensional.03 0.1 mg/L jml/100 ml jml/100 ml 100 1000 1000 5000 2000 10000 2000 Bagi pengolahan air minum secara konvensional.1 1 (-) (-) (-) (-) (-) (-) 2 (-) Bq /L Bq /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L 0.Gross-A .03 0.5 0.05 (-) 0.06 400 0.002 0.002 0.

Lindane Methoxyclor Endrin Toxaphan ug /L ug /L ug /L ug /L 56 35 1 5 (-) (-) 4 (-) (-) (-) 4 (-) (-) (-) (-) (-) Keterangan : mg ug ml L Bq MBAS ABAM = miligram = mikrogram = militer = liter = Bequerel = Methylene Blue Active Substance = Air Baku untuk Air Minum Logam berat merupakan logam terlarut Nilai di atas merupakan batas maksimum. Bagi pH merupakan nilai rentang yang tidak boleh kurang atau lebih dari nilai yang tercantum. Arti (-) di atas menyatakan bahwa untuk kelas termasuk. kecuali untuk pH dan DO. MEGAWATI SOEKARNO PUTRI KUALITAS DAN KUANTITAS AIR BERSIH UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN MANUSIA 18 01 2010 . Nilai DO merupakan batas minimum. parameter tersebut tidak dipersyaratkan Tanda ≤ adalah lebih kecil atau sama dengan Tanda < adalah lebih kecil PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd.

membersihkan peralatan. untuk anak-anak sekitar 65% dan untuk bayi sekitar 80% . Semakin maju tingkat kebudayaan masyarakat maka penggunaan air makin meningkat. Air bersih dibutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan manusia untuk melakukan segala kegiatan mereka. 1996). Semakin tinggi taraf kehidupan seseorang semakin meningkat pula kebutuhan manusia akan air. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan industri terdapat pengertian mengenai Air Bersih yaitu air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapatdiminum apabila dimasak. mandi. setiap tingkatan kehidupan atau setiap bangsa dan negara. Sehingga untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya manusia berupaya mendapatkan air yang cukup bagi dirinya (Suharyono. Tubuh manusia rata-rata mengandung air sebanyak 90 % dari berat badannya.12 Votes RICA DENIS (E2A009016) ABSTRAK Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu. Bagi manusia kebutuhan akan air sangat mutlak karena sebenarnya zat pembentuk tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air yang jumlahnya sekitar 73% dari bagian tubuh. dan sebagainya serta kualitas biologi diman air terbebas dari mikroorganisme penyebab penyakit. di antaranya kualitas fisik yang terdiri atas bau. Air adalah materi esensial didalam kehidupan. Tubuh orang dewasa. dan lain sebagainya. Ditinjau dari segi kualitas. alat transportasi. berat badan terdiri dari air. ada bebarapa persyaratan yang harus dipenuhi. . Air di dalam tubuh manusia berfungsi sebagai pengangkut dan pelarut bahan-bahan makanan yang penting bagi tubuh. Jumlahpenduduk dunia setiap hari bertambah.1996: 3). tidak ada satupun makhluk hidup di dunia ini yang tidak membutuhkan air. Air. Manfaat lain dari air berupa pembangkit tenaga. kulitas kimia yang terdiri atas pH. Dalam menjalankan fungsi kehidupan sehari-hari manusia amat tergantung pada air. Manusia Air sebagai materi esensial dalam kehidupan tampak dari kebutuhan terhadap air untuk keperluan sehari-hari di lingkungan rumah tangga ternyata berbeda-beda di setiap tempat. karena air dipergunakan pula untuk mencuci. air bersih juga harus tersedia dalam jumlah yang memadai sesuai dengan aktifitas manusia pada tempat tertentu dan kurun waktu tertentu. Sedangkan kuantitas menyangkut jumlah air yang dibutuhkan manusia dalam kegiatan tertentu. Agar kelangsungan hidup manusia dapat berjalan lancar. warna dan rasa. kesadahan. Sehingga perlu diketahui bagaimana air dikatakan bersih dari segi kualitas dan bisa digunakan dalam jumlah yang memadai dalam kegiatan sehari-hari manusia. sekitar 55-60%. Sebagian besar tubuh manusia itu sendiri terdiri dari air. Kata Kunci : Kualitas. dan lain sebagainya yang sejenis dengan ini. irigasi. sehingga mengakibatkan jumlah kebutuhan air (Suriawiria.

Kebutuhan air yang paling utama bagi manusia adalah air minum. Menurut ilmu kesehatan setiap orang memerlukan air minum hidup 2-3 minggu tanpa makan tetapi hanya dapat bertahan 2-3 hari tanpa air minum (Suripin, 2002). Air merupakan faktor penting dalam pemenuhan kebutuhan vital bagi mahluk hidup diantaranya sebagai air minum atau keperluan rumah tangga lainnya. Air yang digunakan harus bebas dari kuman penyakit dan tidak mengandung bahan beracun. Sumber air minum yang memenuhi syarat sebagai air baku air minum jumlahnya makin lama makin berkurang sebagai akibat ulah manusia sendiri baik sengaja maupun tidak disengaja. Upaya pemenuhan kebutuhan air oleh manusia dapat mengambil air dari dalam tanah, air permukaan, atau langsung dari air hujan. Dari ke tiga sumber air tersebut, air tanah yang paling banyak digunakan karena air tanah memiliki beberapa kelebihan di banding sumbersumber lainnya antara lain karena kualitas airnya yang lebih baik serta pengaruh akibat pencemaran yang relatif kecil. Akan tetapi air yang dipergunakan tidak selalu sesuai dengan syarat kesehatan, karena sering ditemui air tersebut mengandung bibit ataupun zat-zat tertentu yang dapat menimbulkan penyakit yang justru membahayakan kelangsungan hidup manusia. Berdasarkan masalah di atas, maka perlu diketahui kualitas air yang bisa digunakan untuk kebutuhan manusia tanpa menyebabkan akibat buruk dari penggunaan air tersebut. Kebutuhan air bagi manusia harus terpenuhi baik secara kualitas maupun kuantitasnya agar manusia mampu hidup dan menjalankan segala kegiatan dalam kehidupannya. Ditinjau Dari Segi Kualitas (Mutu) Air Secara langsung atau tidak langsung pencemaran akan berpengaruh terhadap kualitas air. Sesuai dengan dasar pertimbangan penetapan kualitas air minum, usaha pengelolaan terhadap air yang digunakan oleh manusia sebagai air minum berpedoman pada standar kualitas air terutama dalam penilaian terhadap produk air minum yang dihasilkannya, maupun dalam merencanakan sistem dan proses yang akan dilakukan terhadap sumber daya air (Razif, 2001:4).

Persyaratan Kualitas Air
Parameter Kualitas Air yang digunakan untuk kebutuhan manusia haruslah air yang tidak tercemar atau memenuhi persyaratan fisika, kimia, dan biologis. 1. Persyaratan Fisika Air Air yang berkualitas harus memenuhi persyaratan fisika sebagai berikut: 1. Jernih atau tidak keruh Air yang keruh disebabkan oleh adanya butiran-butiran koloid dari tanah liat. Semakin banyak kandungan koloid maka air semakin keruh. 1. Tidak berwarna

Air untuk keperluan rumah tangga harus jernih. Air yang berwarna berarti mengandung bahan-bahan lain yang berbahaya bagi kesehatan. 1. Rasanya tawar Secara fisika, air bisa dirasakan oleh lidah. Air yang terasa asam, manis, pahit atau asin menunjukan air tersebut tidak baik. Rasa asin disebabkan adanya garam-garam tertentu yang larut dalam air, sedangkan rasa asam diakibatkan adanya asam organik maupun asam anorganik. 1. Tidak berbau Air yang baik memiliki ciri tidak berbau bila dicium dari jauh maupun dari dekat. Air yang berbau busuk mengandung bahan organik yang sedang mengalami dekomposisi (penguraian) oleh mikroorganisme air. 1. Temperaturnya normal Suhu air sebaiknya sejuk atau tidak panas terutama agar tidak terjadi pelarutan zat kimia yang ada pada saluran/pipa, yang dapat membahayakan kesehatan dan menghambat pertumbuhan mikro organisme. 1. Tidak mengandung zat padatan Air minum mengandung zat padatan yang terapung di dalam air. 1. Persyaratan Kimia Kandungan zat atau mineral yang bermanfaat dan tidak mengandung zat beracun. 1) pH (derajat keasaman) Penting dalam proses penjernihan air karena keasaman air pada umumnya disebabkan gas Oksida yang larut dalam air terutama karbondioksida. Pengaruh yang menyangkut aspek kesehatan dari pada penyimpangan standar kualitas air minum dalam hal pH yang lebih kecil 6,5 dan lebih besar dari 9,2 akan tetapi dapat menyebabkan beberapa senyawa kimia berubah menjadi racun yang sangat mengganggu kesehatan. 2) Kesadahan Kesadahan ada dua macam yaitu kesadahan sementara dan kesadahanvnonkarbonat (permanen). Kesadahan sementara akibat keberadaan Kalsium dan Magnesium bikarbonat yang dihilangkan dengan memanaskan air hingga mendidih atau menambahkan kapur dalam air. Kesadahan nonkarbonat (permanen) disebabkan oleh sulfat dan karbonat, Chlorida dan Nitrat dari Magnesium dan Kalsium disamping Besi dan Alumunium. Konsentrasi kalsium dalam air minum yang lebih rendah dari 75 mg/l dapat menyebabkan penyakit tulang rapuh, sedangkan konsentrasi yang lebih tinggi dari 200 mg/l dapat menyebabkan korosifitas pada pipa-pipa air. Dalam jumlah yang lebih kecil magnesium dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan tulang, akan tetapi dalam jumlah yang lebih besar 150 mg/l dapat menyebabkan rasa mual.

3) Besi Air yang mengandung banyak besi akan berwarna kuning dan menyebabkan rasa logam besi dalam air, serta menimbulkan korosi pada bahan yang terbuat dari metal. Besi merupakan salah satu unsur yang merupakan hasil pelapukan batuan induk yang banyak ditemukan diperairan umum. Batas maksimal yang terkandung didalam air adalah 1,0 mg/l 4) Aluminium Batas maksimal yang terkandung didalam air menurut Peraturan Menteri Kesehatan No 82 / 2001 yaitu 0,2 mg/l. Air yang mengandung banyak aluminium menyebabkan rasa yang tidak enak apabila dikonsumsi. 5) Zat organik Larutan zat organik yang bersifat kompleks ini dapat berupa unsur hara makanan maupun sumber energi lainnya bagi flora dan fauna yang hidup di perairan 6) Sulfat Kandungan sulfat yang berlebihan dalam air dapat mengakibatkan kerak air yang keras pada alat merebus air (panci / ketel)selain mengakibatkan bau dan korosi pada pipa. Sering dihubungkan dengan penanganan dan pengolahan air bekas. 7) Nitrat dan nitrit Pencemaran air dari nitrat dan nitrit bersumber dari tanah dan tanaman. Nitrat dapat terjadi baik dari NO2 atmosfer maupun dari pupuk-pupuk yang digunakan dan dari oksidasi NO2 oleh bakteri dari kelompok Nitrobacter. Jumlah Nitrat yang lebih besar dalam usus cenderung untuk berubah menjadi Nitrit yang dapat bereaksi langsung dengan hemoglobine dalam daerah membentuk methaemoglobine yang dapat menghalang perjalanan oksigen didalam tubuh. Chlorida Dalam konsentrasi yang layak, tidak berbahaya bagi manusia. Chlorida dalam jumlah kecil dibutuhkan untuk desinfektan namun apabila berlebihan dan berinteraksi dengan ion Na+ dapat menyebabkan rasa asin dan korosi pada pipa air. 9) Zink atau Zn Batas maksimal Zink yang terkandung dalam air adalah 15 mg/l. penyimpangan terhadap standar kualitas ini menimbulkan rasa pahit, sepet, dan rasa mual. Dalam jumlah kecil, Zink merupakan unsur yang penting untuk metabolisme, karena kekurangan Zink dapat menyebabkan hambatan pada pertumbuhan anak. 1. 3. Persyratan mikrobiologis

1. Cladocera dan lain-lain. Vibrio cholera dan lain-lain. Standar Kualitas Air di Perairan Umum ( Peraturan Pemerintah No. Kandungan COD dalam air bersih berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 82 / 2001 mengenai baku mutu air minum golongan B maksimum yang dianjurkan adalah 12 mg/l. 2000 : 15).Persyaratan mikrobiologis yangn harus dipenuhi oleh air adalah sebagai berikut: 1. apabila nilai COD melebihi batas dianjurkan. BOD (Biochemical Oxygen Demand) Adalah jumlah zat terlarut yang dibutuhkan oleh organisme hidup untuk memecah bahan – bahan buangan didalam air (Nurdijanto. 2000 : 15). (Sujudi.20 Tahun 1990 ) Kadar Maksimum Golongan Golongan Golongan Golongan A B C D 1000 1000 1000 No Parameter FISIKA 1 Bau 2 Jumlah zat padat terlarut 3 Kekeruhan 4 Rasa Satuan Mg/L 1000 Skala NTU 5 - . Penyakit-penyakit ini hanya dapat menyebar apabila mikro penyebabnya dapat masuk ke dalam air yang dipakai masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. maka kualitas air tersebut buruk. Kandungan BOD dalam air bersih menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No 82 / 2001 mengenai baku mutu air dan air minum golongan B maksimum yang dianjurkan adalah 6 mg/l Adanya penyebab penyakit didalam air dapat menyebabkan efek langsung dalam kesehatan. missalnya: bakteri golongan coli. Kuman-kuman ini mudah tersebar melalui air. 2. Tidak mengandung bakteri non patogen seperti: Actinomycetes. COD (Chemical Oxygen Demand) COD yaitu suatu uji yang menentukan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bahan oksidan misalnya kalium dikromat untuk mengoksidasi bahan-bahan organik yang terdapat dalam air (Nurdijanto. Nilai BOD tidak menunjukkan jumlah bahan organik yang sebenarnya tetepi hanya mengukur secara relatif jumlah oksigen yang dibutuhkan.1995) 1. mikroorganisme tidak tertarik menggunakan bahan organik makin rendah BOD maka kualitas air minum tersebut semakin baik. Salmonella typhi. Phytoplankton colifprm. Tidak mengandung bakteri patogen. Penggunaan oksigen yang rendah menunjukkan kemungkinan air jernih.

003 0.5 0.1 1 0.0007 0.pH 17 Selenium 18 Seng 19 Sianida 20 Sulfat 21 Sulfida sebagao H2S 22 Tembaga 23 Timbal 24 Oksigen terlarut (DO) 25 Nikel 26 SAR (Sodium Absortion Ratio) Kimia Organik 1 Aldrin dan dieldrin 2 Benzona 3 Benzo (a) Pyrene 4 Chlordane (total isomer) 5 Chlordane 6 2.001 0.5 Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.3 0.1 1 0.002 1 0.03 0.05 - 0.05 1 5 1.005 0.017 0.01 1 2 60 0.05 0.5 0.002 0.03 >3 5–9 0.02 0.01 0.002 .00001 0.05 2 0.2 0.02 0.0 0.01 0.1 400 0.05 0.03 0.05 0.0 0.01 600 0.5 1.01 >=6 0.003 0.06 6–9 0.01 5 0.10 0.1 400 0.005 1 0.01 5 0.5 – 8.005 1 1.005 500 250 0.5 0.5 10 1 5–9 0.042 0.0003 0.5 0.4 D 7 DDT Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.5 – 2.001 0.5 6 7 Warna Suhu Daya Hantar Listrik Skala TCU 15 o C Suhu udara Umhos/cm 2250 KIMIA anorganik 1 Air raksa 2 Aluminium 3 Arsen 4 Barium 5 Besi 6 Florida 7 Kadmium 8 Kesadahan CaCO3 9 Klorida 10 Kromium valensi 6 11 Mangan 12 Natriun 13 Nitrat sebagai N 14 Nitrit sebagai N 15 Perak 16 .1 200 10 1.02 0.05 6.05 1.

1 1.004 0.1 0. perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium yang mencakup antara lain pemeriksaan bakteriologi air.1 Nihil 0.01 10 - 0.035 0.2 0.002 0.0 0.1 Dichloroethane Heptachlor heptachlor epoxide Hexachlorobenzene Lindane Metoxychlor Pentachlorophenol Pestisida total 2.1 1.001 0.1 0. air .05 Nihil 0.003 0.005 0. Kualitas air yang digunakan masyarakat harus memenuhi syarat kesehatan agar dapat terhindar dari berbagai penyakit maupun gangguang kesehatan yang dapat disebabkan oleh air.8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Detergent 1. Pemeriksaan MPN dilakukan untuk pemeriksaan kualitas air minum.018 0. Untuk mengetahui kualitas air tersebut.0 0.21 Mikrobiologik 1 Koliform tinja 2 Total koliform Radioaktivitas 1 Gross Alpha activity 2 Gross Beta activity Jml/100ml 0 Jml/100ml 3 2000 10000 Bq/L Bq/L 0.0003 0. industri dan PLTA.6 Trichlorophenol Zat Organik (KMnO4) Endrin Fenol Karbon kloroform ekstrak Minyak dan lemak Organofosfat dan carbanat PCD Senyawa aktif biru metilen Toxaphene BHC Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.01 0.01 0.001 1 0. meliputi Most Probable Number (MPN) dan angka kuman.4.03 0.00001 0.2 Dichloroethane 1.5 0.0 Golongan A : air untuk air minum tanpa pengolahan terlebih dahulu Golongan B : air yang dipakai sebagai bahan baku air minum melalui suatu pengolahan Golongan C : air untuk perikanan dan peternakan Golongan D : air untuk pertanian dan usaha perkotaan.0 0.056 0.1 1.5 0.004 0.1 1.

2002). Air pada sistem distribusi E. air badan. Air yang masuk sistem distribusi E. coli atau Fecal col Total Bakteri Coliform 1. Khusus untuk air minum. air pemandian umum. disyaratkan bahwa tidak mengandung bakteri patogen. air kolam renang dan pemeriksaan angka kuman pada air PDAM. coli atau Fecal coli 1. Penyediaan air bersih selain kuantitas kualitasnya pun harus memenuhi standar yang berlaku. Sehingga pengawasan terhadap kualitas air minum agar tetap memenuhi syarat-syarat kesehatan berdasarkan Kepmenkes RI No 907/Menkes/SK/VII/2002 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum (Depkes. coli atau Fecal col Total Bakteri Coliform Satuan 2 Kadar maksimum yang Keterangan diperbolehkan 3 4 Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Bagi manusia air minum adalah salah satu kebutuhan utama. maka tujuan utama penyediaan air bersih/air minum bagi masyarakat adalah untuk mencegah penyakit yang dibawah oleh air. 2002) Ditinjau dari jumlah atau kuantitas air yang dibuthkan manusia. coli. Salmonella typhi.bersih. Kuman-kuman ini mudah tersebar melalui air (Transmitted by water) dan tidak mengandung bakteri non-patogen. seperti Actinomycetes dan Cladocera (Soewarno. Vibrio cholera. Persyaratan Kualitas air minum secara Bakteriologis Parameter 1 1. misalnya bakteri golongan E. Air minum yang memenuhi baik kuantitas maupun kualitas sangat membantu menurunkan angka kesakitan penyakit perut terutama penyakit diare. Mengingat bahwa berbagai penyakit dapat dibawah oleh air kepada manusia memanfaatkannya. Air Minum E. kebutuhan dasar air bersih adalah jumlah air bersih minimal yang perlu disediakan agar manusia dapat hidup secara layak yaitu dapat memperoleh air yang diperlukan untuk melakukan aktivitas dasar sehari- .

karena tanpa sumber air maka suatu system penyediaan air bersih tidak akan berfungsi (Sutrisno. sehingga total pemakaian perorang adalah 60 – 70 liter / hari di kota. Air Atmosfer Untuk menjadikan air hujan sebagai air minum hendaknya pada waktu menampung air hujan mulai turun. sehingga hal ini akan mempercepat terjadinya korosi atau karatan. batang-batang kayu. mengingat bahwa air sungai ini pada umumnya mempunyai derajat pengotoran yang tinggi. Ditinjau dari segi kuantitasnya. 2000 : 13). keadaan sosial rumah tangga semakin mampu atau semakin tinggi tingkat sosial kehidupannya semakin banyak menggunakan air serta pemakaian air dimusim panas akan lebih banyak dari pada dimusim hujan. Kebutuhan air untuk higien yaitu untuk mandi dan membersihkan dirinya 25 – 30 liter / orang perhari. kotoran industri dan lainnya. Air Permukaan Adalah air hujan yang mengalir di permukaan bumi. Juga air ini mempunyai sifat lunak. 3. b. misalnya oleh lumpur. Air sungai digunakan sebagai air minum. Banyaknya pemakaian air tiap harinya untuk setiap rumah tangga berlainan. Macam-macam sumber air yang dapat di manfaatkan sebagai sumber air minum sebagai berikut : 1. Kebutuhan air untuk minum dan mengolah makanan 5 liter / orang perhari.Kadar garam NaCl dalam air laut 3 % dengan keadaan ini maka air laut tidak memenuhi syarat untuk diminum. Selain itu air hujan mempunyai sifat agresif terutama terhadap pipa-pipa penyalur maupun bak-bak reservoir. selain pemakaian air tiap harinya tidak tetap banyak keperluan air bagi tiap orang atau setiap rumah tangga itu masih tergantung dari beberapa faktor diantaranya adalah pemakaian air di daerah panas akan lebih banyak dari pada di daerah dingin. daun-daun. Sumber air merupakan salah satu komponen utama yang ada pada suatu sistem penyediaan air bersih. Kebutuhan air untuk menunjang pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas sanitasi atau pembuangan kotoran 4 – 6 liter / orang perhari. karena mengandung garam NaCl. seharusnya melalui pengolahan yang sempurna. Pada umumnya air permukaan ini akan mendapat pengotoran selama pengalirannya. karena masih mengandung banyak kotoran. . kebiasaan hidup dalam rumah tangga misalnya ingin rumah dalam keadaan bersih selalu dengan mengepel lantai dan menyiram halaman. kebutuhan air rumah tangga menurut Sunjaya adalah: 1. c. Air rawa kebanyakan berwarna disebabkan oleh adanya zat-zat organik yang telah membusuk. Air laut Mempunyai sifat asin. d. 2. Debit yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan akan air minum pada umumnya dapat mencukupi. 1999 : 18).hari (Sunjaya dalam Karsidi. yang menyebabkan warna kuning coklat. Kebutuhan air untuk mencuci pakaian dan peralatan 25 – 30 liter / orang perhari. Air permukaan ada dua macam yaitu air sungai dan air rawa. sehingga untuk pengambilan air sebaiknya dilakukan pada kedalaman tertentu di tengah-tengah. sehingga akan boros terhadap pemakaian sabun.

mandi. pH. mencuci dan sebagainya. Sedangkan ada aatu tidaknya mikroorganisme penyebab penyakit pada air merupakan syarat biologi air bersih. kimia dan biologis. Penggunaan air yang bersih untuk kegiatan sehari-hari tentunya membuat manusia terhindar dari penyakit. sungai Pengolahan lengkap bila kekeruhannya tinggi > 50. yang berfungsi sebagai pelarut dan peyusun segala system tubuh manusia. yaitu sumur Dangkal/Dalam Pengolahan tidak lengkap hanya pengolahan Fe. dan bakteriologi. Agar air yang digunakan untuk kegiatan manusia tidak berdampak negative bagi manusia.4. unit transmisi berfungsi sebagai pengantar air yang diproduksi menuju ke beberapa tandon atau reservoir melalui jaringan pipa. rasa. (4). yaitu (1)Unit sumber air baku merupakan awal dari sistem penyediaan air bersih yang mana pada unit ini sebagai penyediaan air baku yang bisa diambil dari air tanah.1993 :1). 5. memasak. Mn. kandungan ion dan sebagainya. unit pengolahan. (3). (Linsay. (2) Unit pengolahan air memegang peranan penting dalam upaya memenuhi kualitas air bersih atau minum. Unit produksi adalah salah satu dari sistem penyediaan air bersih yang menentukan jumlah produksi air bersih atau minum yang layak didistribusikan ke beberapa tandon atau reservoir dengan sistem pengaliran gravitasi atau pompanisasi. Kualitas air bersih dapat ditinjau dari segi fisik. unit transmisi. dan warna. Unit produksi merupakan unit bangunan yang mengolah jenis-jenis sumber air menjadi air bersih. Sebagia besar tubuh manusia terdiri atas air. Mata air Yaitu air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan tanah dalam hampir tidak terpengaruh oleh musim dan kualitas atau kuantitasnya sama dengan air dalam. unit distribusi dan unit konsumsi. danau NTU (Nephelometric Turbidity Unit) Pengolahan tidak lengkap. bila kekeruhan < 50 NTU. kimia. air permukaan. air hujan yang jumlahnya sesuai dengan yang diperlukan. kualitas air baku yang semula belum memenuhi syarat kesehatan akan berubah menjadi air bersih atau minum yang aman bagi manusia. Selain dari segi kualitas. unit produksi. Kualitas kimia dapat diteliti melalui pengamatan tentang kesadahan. maka perlu diketahui persyaratan air bersih. Adapun beberapa sumber air yang dapat diolah untuk mendapatkan air bersih. jumlah air juga harus memadai dalam rangka pemenuhan kebutuhan manusia. Dimana setiap hari kita membutuhkan air bersih untuk minum. dan pembubuhan desinfektan. Air tanah Air tanah adalah air yang berada di bawah permukaan tanah didalam zone jenuh dimana tekanan hidrostatiknya sama atau lebih besar dari tekanan atmosfer (Suyono. dengan pengolahan fisika. Air digunakan manusia untuk . Kualitas fisik ditinjau bau. Sistem penyediaan air bersih meliputi besarnya komponen pokok antara lain: unit sumber baku. 1995) SIMPULAN Masalah air bersih merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusiaa.

Karsidi.Ikom. Masingmasing kegiatan tersebut memerlukan jumlah air yang beragam. Depkes. Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum/Air Bersih. Hubungan antara Tingkat Pendidikan dan Pendapatan dengan Penggunaan Air Sungai oleh Penduduk di Sekitar Sungai Kali Jajar Demak. Semarang : Skripsi. Erlangga. Program Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan.mandi. minum.. sehingga kebutukhan air minum yang memenuhi persyaratan Menteri Kesehatan Republik Indonesia dapat terpenuhi bagiu seluruh lapisan masyarakat. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 Lindsay.D sebagai dosen mata kuliah Penyajian Ilmiah dan juga sebagai Ketua pusat penelitian lingkungan hidup Universitas Bengkulu yang telah memberikan bimbingan dan pengetahuan tentang materi perkuliahan. 3. Sumber air yang ada di permukaan bumi dapat diolah menjadi air minum dengan berbagai teknik yang telah berkembang. Urip Santoso. perikanan dan lain sebagainya. UCAPAN TERIMA KASIH • Dalam penulisan telaah pustaka ini penulis mendapat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Jakarta. EGC. 1995 . Jakarta. Rekan-rekan mahasiswa PSL yang telah ikut membantu dalam dorongan dalam pembuatan makalah ini. RK dan kawan-kawan. S. Ir. Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan. Jakarta. Orang tua dan saudara-saudara yang telah memberikan dorongan moril dan materil.2007. Yogyakarta. Jawet. M. mencuci..Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 2007 Chatip. Pengolahan Air Minum. 1997. Ph. Evaluasi Pengelolaan Kualitas Air Bersih Oleh Petuga Sanitasi Puskesmas Di Kabupaten Bungo.Sc. Teknik Sumber Daya Air jilid 2. DAFTAR PUSTAKA Asmustawa. 1992. pertanan. Secara khusus ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada: 1. 2002. 1999. 2. Mikrobiologi Untuk Profesi Kesehatan Edisi 16. Bapak Prof.

Pengolahan Air Minum. Nurdijanto. Suyono. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. JB. Jakarta. Diari Akut Klinik dan Laboratorik. Jakarta : Erlangga. Teknologi Penyediaan Air Bersih. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Bandung. Mikrobiologi Kedokteran. Malang. 2002. 2001. Metode Penelitian Air. Yayasan peduli Lingkungan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2005 Tentang Pengembangan sistem penyediaan Air minum Razif. 2000. Santika. Usaha Nasional. U. Surabaya Indonesia Sujudi. Bakteriologi Medik. Sutrisno. Jakarta. Kimia Lingkungan. Jakarta :Rineka Cipta. Ray. 1984. C Totok. 1993. M. 1996. Teknik Sumber Daya Air. Surawira. Pengelolaan Sumber Daya Air. 1996. Air Dalam Kehidupan Lingkungan Yang Sehat. Pati. & Franzini. Suripin.. Suharyono. . Bayumedia. . 2003. 1989. 2000. Surabaya. Edisi Revisi Bina Rupa Aksara. K. Fakultas Geografi Universitas Tim Mikrobiologi.Linsley. 1995. Yogyakarta : Andi Offset. Rineka Cipta. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air.

. Trypticase Soy Agar TSA merupakan media kultur universal. . Media Kultur untuk Pertumbuhan Bakteri Jumat. hampir semua jenis bakteri bisa tumbuh pada media ini. Dalam postingan ini akan dijelaskan mengenai media Trypticase Soy Agar (TSA). menyuburkan atau meremajakan bakteri. Louwenstein – Jensen 1. Agustus 12.Matur Nuwun…. Nutrien Agar. 2011 Rachma 1 comment Media kultur berguna untuk memperbanyak.

Foto : TSA dalam botol .5-10.7 gram Trypticase Soy Agar dilarutkan dalam 250 ml aquadest. Tahap akhir botol/tabung dimiringkan tungggu sampai mengeras. kemudian dimasukan ke botol/tabung dan disterilkan di autoclave suhu 120 0C selama 15 menit.Foto : TSA Cara Pembuatan : 10.

agar-agar. Nutrien Agar lebih sering digunakan dibandingkan TSA untuk menghindari terjadi Kandungan : Pepton dari dari daging. ekstrak dagingn. Cara pembuatan : Larutkan 20 g/L nutrien agar (bubuk) autoclave 15 menit pada suhu121 0C.2 Tutup : kapas putih 3.2. Louwenstein – Jensen . PH 7. Nutrien Agar Foto : Nutrien Agar Nutrien agar merupakan media kultur universal untuk pertumbuhan mikroorganisme/bakteri. Jenis bakteri yang dapat tumbuh pada nutrient agar lebih sedikit dibandingkan dengan TSA.0±0.

malachite green Glycerol. trimagnesium dicitrat 14-dehidrat.5 g pada 0. Media harus di panaskan lebih dari satu kali setelah 24 jam untuk menjamin sterilitasnya. kalau di inginkan tambah 12 ml glycerol .potato meal. lasparigin. telur yang dihomogenkan. tambah 1 L telur yang dihomogenkan (dari telur ayam betina segar dalam kondisi steril.8 ± 0. Ph 4. bagikan ketabung reaksi steril diarkan membeku dengan kondisi miring dengan pemanasan selama 45 menit pada suhu 85 0C pada inspissator yang penuh dengan uap air atau uap air panas yang mengalir bebas.Foto: media Louwenstein – Jensen Kegunaan media Louwenstein – Jensen : Kultur dan test resistensi dari Mycobacterium tuberculosis.6 L akuades.putar untuk dihomogenkan campuran untuk menghindari beantuk gelembung ). Alat Fungsi . (autoclave) dinginkan sampai suhu sekitar 50 ± C.2. magnesium sulfat heptahydrat. Kandungan :Potasssium hydrogen phospat. Cara Pembuatan: Larutkan 37.

Gelas Beaker . Erlenmeyer Untuk destilasi larutan.Tempat membuat larutan. Beaker glass memiliki takaran namun jarang bahkan tidak diperbolehkan untuk mengukur volume suatu zat ciar. Labu destilasi Tempat untuk menyimpan dan membuat larutan. Dalam membuat larutan erlenmeyer yang selalu digunakan. Pada bagian atas terdapat karet penutup dengan sebuah lubang sebagai tempat termometer.

Corong digunakan untuk memasukan atau memindah larutan ai satu tempat ke tempat lain dan digunakan pula untuk proses penyaringan setelah diberi kertas saing pada bagian atas. Corong bucher Digunakan untuk titrasi. buret . Corong gelas Menyaring larutan dengan dengan bantuan pompa vakum. tapi pada keadaan tertentu dapat pula digunakan untuk mengukut volume suatu larutan.Cprpng dibagi menjadi dua jenis yakni corong yang menggunakan karet atau plastik dan corong yang menggunakan gelas.

Labu ukur leher panjang Untuk mengukur volume larutan. Pada saat praktikum dengan ketelitian tinggi gelas ukur tidak diperbolehkan untuk mengukur volume larutan. Corong pisah Untuk membuat dan atau mengencerkan larutan dengan ketelitian yang tinggi. Pengukuran dengan ketelitian tinggi dilakukan menggunakan pipet volume. Gelas ukur .Untuk memisahkan dua larutan yang tidak bercampur karena adanya perbedaan massa jenis. Corong pisah biasa digunakan pada proses ekstraksi.

. Filler (karet pengisap) Untuk mengukur volume larutan Pipet ukur Digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu sesuai dengan label yang tertera pada bagian pada bagian yang menggembung. Lubang lubang bawah tempat air masuk.Untukl destilasi larutan. kondensor Untuk menghisap larutan yang akan dari botol larutan. Untuk larutan selain air sebaiknya digunakan karet pengisat yang telah disambungkan pada pipet ukur. lubang ata tempat air keluar.

Tabung reaksi Untuk mengambil bahan-bahan kimia dalam bentuk padatan. misalnya dalam bentuk kristal. Untuk zat-zat yang bereaksi dengan logam digunakan spatula plastik sedangkan zat-zat yang tidak bereaksi dengan dengan logam dapat digunakan spatula logam. . Pipet tetes Untuk mengocok atau mengaduk suatu baik akan direaksikan mapun ketika reaksi sementara berlangsung.Pipet volume atau pipet gondok atau volumetrik Untuk meneteskan atau mengambil larutan dengan jumlah kecil. Pengaduk Untuk mereaksikan dua atau lebih zat.

Pipa kapiler atau kaca kapiler Untuk menyimpan bahan-bahan yang harus bebas air dan mengeringkan zat-zat dalam laboratorium.Spatula plastik dan logam untuk uji nyala dari beberapa zat. Kawat nikrom Untuk mengalirkam gas ke tempat tertentu dan digunakan pula dalam penentuan titik lebur suatu zat. Dikenal dua jenis desikator yaitu desikator biasa dan desikator vakum. desikator .

Gelas arloji Untuk memegang peralatan gelas yang masih dalam kondisi panas. Indikator universal 1. Untuk menimbang bahan-bahan kimia 3. Hot hands .Untuk identifikasi keasamaan larutan/zat. Sebagai penutup saat melakukan pemanasan terhadap suatu bahan kimia 2. Caranya: setelah kertas indikator universal dicelupkan di cocokan warna yang ada pada kotak kertas universal. Untuk mengeringkan suatu bahan dalam desikator.

Numun dalam mereaksikan zat yang menggunakan tabung reaksi sebaiknya menggunakan rak tabung reaksi demi keamanan diri sendiri maupun orang lain.Untuk menyaring larutan. Kertas saring Kaki tiga sebagai penyangga pembakar spirtus. penjepit . Kaki tiga Sebagai alas atau untuk menahan labu atau beaker pada waktu pemanasan menggunakan pemanas spiritus atau pemanas bunsen Kawat kasa Tempat tabung reaksi. Biasanya digunakan pada saat melakukan percobaan yang membutuhkan banyak tabung reaksi. Rak tabung reaksi Untuk menjepit tabung reaksi.

digunakan untuk memanaskan logamlogam.Pengaduk magnetik. Untuk mengaduk larutan. Batang-batang magnet diletakan di dalam larutan kemudian disambungkan arus listrik maka secara otomatis batang magnetik dari stirer akan berputar. Stirer dan batang stirer Menghaluskan zat yang masing bersifat padat/kristal. Krusibel . mortal dan pastle Terbuat dari persolen dan bersifat inert.

uap logam. misalnya H2SO4. Dan melindungi dari percikan api.Digunakan sebagai wadah. misalnya krus pada saat pemanasan ataau corong pada waktu penyaringan. Evaporating dish Sebagai penjepit. Misalnya penguapan larutan dari suatu bahan yang tidak mudah menguap. Ring Untuk menahan wadah. serbuk debu. misalnya: · Untuk menjepit soklet pada proses ekstraksi · Menjepit buret dalam proses titrasi · Untuk menjepit kondensor pada proses destilasi Klem dan statif Untuk menjepit corong pemisah dalam proses pemisahan dan untuk meletakan corong pada proses penyeringan. Kacamata pengaman . Clay triangle Untuk melindungi mata dari bahan yang menyebabkan iritasi. kabut dan zat-zat kimia yang meletup ketika dilakukan pemanasan.

Untuk membakar zat atau memmanaskan larutan. Hot plate Untuk mengeringkan alat-alat sebelum digunakan dan digunakan untuk mengeringkan bahan yang dalam keadaan basah. Biasanya untuk larutan yang mudah terbakar. Oven . Pemanas atau pembakar bunsen Untuk memanaskan larutan. Pemanas spiritus Untuk memanaskan larutan dan dapat pula digunakan untuk sterilisasi dalam proses suatu proses.

Digunakan sebagai pemanas pada suhu tinggi.com sumber-sumber lain .blogspot. Tanur Digunakan untuk fermentasi dan menumbuhkan media pada pengujian secara mikrobiologi. sekitar 1000 °C. inkubator Untuk menghancurkan (tidak ada di LAB) Granat Daftar Pustaka http://qualitycontrol-07.

Mikrobiologi dasar Blog ini berisi tulisan populer tentang teori dan metode di bidang mikrobiologi praktek. Mukhlis yang telah memberikan puluhan buku referensi untuk diolah. Copy paste diijinkan sepanjang tidak digunakan untuk keperluan komersial. mohon maaf jika pertanyaan tidak langsung dijawab dan proses perevisian sangat lambat. hal ini karena kesibukan yang lain dari penulis. Lebih jauh mengenai deskripsi blog ini . Bagian 1 Perhitungan Kematian Mikroorganisme pada Proses Sterilisasi Pengambilan dan Preparasi Sampel Bakteri dalam Mikrobiologi Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 1) Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 2) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 1) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 2) Bekerja Tanpa Kontaminasi (Dasar Teknik Aspetis) Penentuan Sifat Gram Dengan KOH 3% dan Perbandingannya Dengan Pewarnaan Gram Pentingnya Penggambaran Morfologi Koloni di Cawan Bakteri Kontrol Harga Murah untuk Pewarnaan Gram Kunci Awal Identifikasi Bakteri Bagaimana Membedakan Flagellar Movement dengan Brownian Movement ? PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI DASAR Teori dan Metodenya (Revisi 2011) . dan dimohon mencantumkan sumbernya (web ini). Terdapat juga link download (.pdf) di beberapa postingan. di sini ARTIKEL MIKROBIOLOGI • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Saran Teknis Metode Plate Count untuk Pemula Bagaimana Menentukan Aman atau Tidaknya Suatu Bahan Pangan dari Mikroorganisme ? Indikator Mikrobiologis Metode MPN ( Most Probable Number) atau APM (Angka Paling Mungkin) Bagian 1 Metode MPN ( Most Probable Number) atau APM (Angka Paling Mungkin) Bagian 2 Tabel MPN 3 seri dan 5 seri tabung Tabel MPN 10 seri tabung Pengambilan Sampel Mikroorganisme Udara (Air Sampling) Bagian 2 Pengambilan Sampel Mikroorganisme Udara (Air Sampling). Mohon pengunjung memberikan saran atau komentar yang membangun dan tidak lupa untuk mengisi polling demi menentukan arah perkembangan blog. Kami mengucapkan terima kasih kepada sahabat kami.

2.3.1. Bakteri a.2.1 mengamati morfologi koloni bakteri a. Alat-alat dalam Laboratorium Mikrobiologi (bagian 2) PETUNJUK PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI (2008).1. Kapang c.3 pada agar tegak a.1 mengamati morfologi koloni kapang (pada agar cawan) c. Alat-alat dalam Laboratorium Mikrobiologi (bagian 1) Bab 1.2 mengamati morfologi sel kapang (dengan metode slide culture) Bakteri A.4 dengan pewarnaan endospora a.3.1.1 pengamatan langsung a.• • • Pendahuluan dan Daftar Isi Bab 1.2 dengan pewarnaan negatif a. sedang dalam proses revisi • • • • • • • • • • BAB 1 pengenalan alat BAB 2 media pertumbuhan BAB 3 sterilisasi BAB 4 isolasi mikroorganisme BAB 5 morfologi mikroba BAB 6 menentukan jumlah dan ukuran mikroba BAB 7 faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroorganisme BAB 8 daya kerja antimikorba dan oligodinamik BAB 9 aktivitas enzimatis mikroorganisme Referensi BAB 5 MORFOLOGI MIKROBA Kompetensi : mahasiswa dapat mengenali bentuk dan morfologi sel dan koloni mikroorganisme a. Yeast b.2 pengamatan tidak langsung b. Mengamati Morfologi Koloni Bakteri .1 mengamati morfologi koloni yeast (pada agar cawan) b.3 dengan pewarnaan gram a.2.2.1 dengan pewarnaan sederhana a.2 mengamati morfologi sel yeast (dengan pewarnaan sederhana) c.2 mengamati morfologi sel bakteri a.1 pada media cawan a.4 pada media cair a.1.3 mengamati motilitas bakteri a.2 pada agar miring a.

Translucent (dapat ditembus cahaya sebagian). beberapa jenis lain memproduksi pigmen ekstraseluler yang dapat terlarut dalam media · Karakteristik optik : diamati berdasarkan jumlah cahaya yang melewati koloni. Pertumbuhan pada Cawan Petri Ciri-ciri yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut : · Ukuran. pinpoint/punctiform (titik) Small (kecil) Moderate (sedang) Large (besar) · Pigmentasi : mikroorganisme kromogenik sering memproduksi pigmen intraseluler. khususnya untuk tujuan identifikasi. Setelah mendapatkan kultur murni maka biakan yang diinginkan ditumbuhkan ke berbagai bentuk media untuk dikenali ciri koloninya. Opaque (tidak dapat ditembus cahaya).Kegiatan ini merupakan tindakan pertama kali jika ingin mempelajari suatu jenis bakteri lebih lanjut.2. Transparant (bening) · Bentuk : Circular Irregular Spindle Filamentous Rhizoid . Pertumbuhan pada Agar Miring Ciri-ciri koloni diperoleh dengan menggoreskan jarum inokulum tegak dan lurus Ciri koloni berdasarkan bentuk: . Cara Kerja : · Tumbuhkan biakan pada media NA cawan dengan streak kuadran · Tumbuhkan biakan pada media NA miring dengan pola inokulasi yang tegak lurus · Tumbuhkan biakan pada media NA tegak dengan stab inoculation · Tumbuhkan biakan pada media NB A.1.Elevasi : Flat Raised Convex Umbonate · Permukaan : Halus mengkilap Kasar Berkerut Kering seperti bubuk · Margins : Entire Lobate Undulate Serrate Felamentous Curled A.

4 Pertumbuhan pada Media Cair Pola pertumbuhan berdasarkan kebutuhan O2 . Ciri-ciri koloni berdasar bentuk : Ciri koloni berdasar kebutuhan O2 : A.A.3 Pertumbuhan pada Agar Tegak Cara penanaman adalah dengan menusukkan jarum inokulum needle ke dalam media agar tegak.

Zat warna basa lebih banyak digunakan karena muatan negatif banyak banyak ditemukan pada permukaan sel.1. Sebaliknya pada zat warna asam bagian yang berperan memberikan zat warna memiliki muatan negatif.pewarnaan gram . sel bakteri sulit terlihat. bagian yang berperan dalam memberikan warna disebut kromofor dan mempunyai muatan positif.A. Base Fuchsin. Safranin. Sedangkan zat warna basa antara lain Eosin.pewarnaan negatif · Pewarnaan diferensial . B.pewarnaan positif . Zat warna yang digunakan bersifat asam atau basa. Pada zat warna basa. maka akan diperoleh kesulitan saat mencari bakteri dengan mikroskop.pewarnaan acid fast dll. Methylene Blue. Jangan menggunakan suspensi bakteri yang terlalu padat. tapi jika suspensi bakteri terlalu encer. Fiksasi bertujuan untuk mematikan bakteri dan melekatkan sel bakteri pada object glass tanpa merusak struktur selnya.pewarnaan endospora . Jika dibuat preparat ulas tanpa pewarnaan. · Pewarnaan khusus . Pewarnaan Sederhana (Pewarnaan Positif) Sebelum dilakukan pewarnaan dibuat ulasan bakteri di atas object glass yang kemudian difiksasi. Zat warna dapat mengabsorbsi dan membiaskan cahaya. Pewarnaan bertujuan untuk memperjelas sel bakteri dengan menempelkan zat warna ke permukaan sel bakteri. Pewarnaan · Pewarnaan sederhana . Mengamati Morfologi Bakteri Sel bakteri dapat teramati dengan jelas jika digunakan mikroskop dengan perbesaran 100x10 yang ditambah minyak imersi. Malachite Green dll. sehingga kontras sel bakteri dengan sekelilingnya ditingkatkan.pewarnaan flagella dll. Congo Red dll. Contoh zat warna asam antara lain Crystal Violet. Cara Kerja : · Bersihkan object glass dengan kapas · Jika perlu tulislah kode atau nama bakteri pada sudut object glass .

1 2 3 4 Setelah dilihat di mikroskop. satu ulasan saja kemudian diberi akuades dan disebarkan supaya sel merata. Tapi mudah dilihat dengan pewarnaan negatif. sehingga sel tampak transparan dengan latar belakang hitam. Safranin. lalu dicampurkan · Tempelkan sisi object glass yang lain kemudian gesekkan ke samping kiri · Biarkan preparat mengering di udara. jangan difiksasi atau dipanaskan di atas api. · Keringkan ulasan tersebut sambil memfiksasinya dengan api bunsen (lewatkan di atas api 23 kali) · Setelah benar-benar kering dan tersebar selanjutnya ditetesi dengan pewarna (dapat digunakan Methylen blue. maka biakan dipindahkan dengan jarum inokulum. Jangan lupa biakan dikocok terlebih dahulu. Prosedur: · Ambil dua object glass. maka akan tampak bentuk sel bakteri. · Cuci dengan akuades kemudian keringkan dengan kertas tissue · Periksa dengan mikroskop (perbesaran 100 x 10). Zat warna tidak akan mewarnai sel melainkan mewarnai lingkungan sekitarnya. B. Crystal Violet) dan tunggu kurang lebih 30 detik. Berikut merupakan berbagai bentuk sel bakteri . Jika digunakan biakan padat. teteskan nigrosin atau tinta cina di ujung kanan salah satu object glass · Biakan diambil lalu diulaskan atau diteteskan dalam tetesan nigrosin tadi.2 Pewarnaan Negatif Beberapa bakteri sulit diwarnai dengan zat warna basa.· Bila menggunakan biakan cair maka pindahkan setetes biakan dengan pipet tetes atau dapat juga dipindahkan dengan jarum inokulum.

Pewarnaan ini didasarkan pada tebal atau tipisnya lapisan peptidoglikan di dinding sel dan banyak sedikitnya lapisan lemak pada membran sel bakteri. Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tebal dan membran sel selapis.3. Jenis bakteri berdasarkan pewarnaan gram dibagi menjadi dua yaitu gram positif dan gram negatif.Berikut merupakan tabel prosedur pewarnaan Gram: .A. Sedangkan baktri gram negatif mempunyai dinding sel tipis yang berada di antara dua lapis membran sel. karena merupakan tahapan penting dalam langkah awal identifikasi. Pewarnaan Gram Adalah pewarnaan diferensial yang sangat berguna dan paling banyak digunakan dalam laboratorium mikrobiologi.

.

khususnya pada gram positif. · Preparasi pewarnaan gram terbaik adalah menggunakan kultur muda yang tidak lebih lama dari 24 jam. Namun juga jangan sampai terlalu sedikit dalam penetesan etanol (underdecolorization) yang tidak akan melarutkan CV-iodine secara sempurna sehingga sel gram negatif seperti gram positif. Endospora merupakan bentuk dorman dari sel vegetatif. sebagian berwarna ungu dan sebagian merah karena pengaruh umur. Pemberian ethanol jangan sampai berlebih yang akan menyebabkan overdecolorization sehingga sel gram positif tampak seperti gram negatif. sehingga metabolismenya bersifat inaktif dan mampu bertahan dalam tekanan fisik dan kimia seperti panas. Tujuan dilakukannya . Desulfomaculatum dan Bacillus adalah bakteri yang memproduksi endospora dalam siklus hidupnya.4. dingin. Walaupun ada beberapa species yang memang bersifat gram variabel seperti pada genus Acinetobacter dan Arthrobacter. B. Pewarnaan Endospora Anggota dari genus Clostridium. Umur kultur akan berpengaruh pada kemampuan sel menyerap warna utama (CV). kering. radiasi dan bahan kimia. Mungkin akan menampakkan gram variabel yaitu satu jenis sel.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pewarnaan gram adalah sbb: · Fase yang paling kritis dari prosedur di atas adalah tahap dekolorisasi yang mengakibatkan CV-iodine lepas dari sel.

Endospora tetap dapat dilihat di bawah mikroskop meskipun tanpa pewarnaan dan tampak sebagai bulatan transparan dan sangat refraktil. sehingga diperlukan teknik pewarnaan endospora. Berikut merupakan prosedur pewarnaan endospora dengan metode Schaeffer-Fulton. . endospora sulit dibedakan dengan badan inklusi (kedua-duanya transparan. sel vegetatif berwarna). Namun jika dengan pewarnaan sederhana.pewarnaan endospora adalah membedakan endospora dengan sel vegetatif. sehingga pembedaannya tampak jelas.

.

Berikut merupakan beberapa tipe endospora dan contohnya C. Mengamati motilitas .

· Tutup preparat dengan cover glass. Mengamati morfologi koloni yeast · Tanam biakan yeast (dapat berupa Sacharomyces cereviceae atau Candida albicans) pada PDA dengan cara streak quadrant. Jika digunakan biakan padat maka ulas dengan jarum inokulum lalu ditambah akuades satu tetes.2 Melihat bentuk spora sel Yeast Cara kerja : · Buat preparat ulas dari biakan yeast pada Goodkowa Agar yang berumur 10 hari. · Amati dengan perbesaran 40x10 atau 100x10. Cuci preparat dengan air mengalir. Bentuk selnya bervariasi dapat berbentuk bulat. Perhatikan spora yang berwarna Kapang / Jamur . ratakan. Pseudohifa adalah hifa yeast yang terbentuk dari rangkaian sel hasil pembelahan aseksual secara budding. Bakteri akan tampak transparan dan pola pergerakannya tidak beraturan. · Fiksasi dengan api bunsen. pengamatan ciri-ciri morfologi koloni hampir sama dengan ciri morfologi bakteri. Amati di bawah mikroskop. tidak membentuk hifa (beberapa spesies dapat membentuk pseudohifa). · Setelah didapatkan koloni tunggal. tetapi tidak melepaskan diri dari induk. grannula lemak dan glikogen. bulat memanjang dengan ukuran 1-9x20 μm. B. B. · Inkubasi pada suhu 370 C selama 1x 24 jam · Hasil positif (motil) jika bakteri tumbuh pada seluruh permukaan media. Hati-hati jangan salah membedakan antara sel yang bergerak sendiri karena flagel atau bergerak terkena aliran air. Panasi preparat dengan api bunsen selama + 30 detik (sampai timbul uap).C.1 Pengamatan Langsung Cara Kerja : · Teteskan biakan bakteri motil seperti Bacillus atau E. · Inkubasi selama 2x24 jam. Morfologi internal sel mudah dilihat dan terdiri dari inti dan organel seperti mitkondria. B.coli ke object glass (sebaiknya dari biakan cair). · Tutup dengan cover glass · Amati menggunakan mikroskop dengan perbesaran maksimak. C. hasil negatif menunjukan bakteri hanya tumbuh pada daerah tusukan saja Bakteri motil akan bermigrasi ke seluruh permukaan agar dan bekas tusukan Yeast / Khamir A. bulat telur. · Ulaskan suspensi biakan pada object glass lalu teteskan Methilene Blue hingga rata (jangan difiksasi). Keringkan dengan tissue kemudian biarkan pada udara terbuka.1 Melihat bentuk sel Yeast Cara Kerja : · Tumbuhkan Sacharomyces cereviceae pada glukosa cair selama 24 jam.2 Pengamatan tidak langsung Cara Kerja : · Tanam biakan pada media NA tegak atau Media Motilitas dengan cara tusuk (Stab inoculation) sedalam + 5 mm. Mengamati Morfologi Sel Yeast Yeast merupakan fungi mikroskopik uniseluler. Beberapa spesies yeast memiliki sifat dimorfisme yaitu bentuk sel tunggal dan bentuk hifa atau pseudohifa. · Warnai dengan cara Shager dan Fulgen yaitu: Tetesi preparat dengan Malachite Green dan biarkan 30-60 detik.

Mengamati sel morfologi kapang dengan metode Slide Culture (Microculture) Teknik ini bertujuan untuk mengamati sel kapang dengan menumbuhkan spora pada object glass yang ditetesi media pertumbuhan. · Tutup dengan cover glass. B. · Amati pertumbuhan koloni (miselium) yang menyebar. Koloni kapang memiliki keragaman warna yang muncul dari sporanya.1 Metode Heinrich’s. cover glass. Mengamati morfologi koloni kapang Cara kerja : · Tanam/pindahkan biakan kapang dengan jarum inokulum needle yang diletakan di tenganhtengah cawan petri. 2 Metode Riddel. spora dan miselium tumbuh langsung pada slide sehingga dapat mengatasi masalah tersebut. Dengan teknik ini. Penampakan morfologi koloni pada umumnya seperti benang (filamentous) yang pertumbuhannya membentuk lingkaran. Morfologi koloninya dapat dengan mudah dibedakan dengan bakteri walaupun ada beberapa jenis bakteri yang koloninya mirip jamur. · Ambil preparat dan amati di bawah mikroskop. · Teteskan suspensi spora jamur dalam media cair pada media cover glass yang tidak diberi lilin. cara kerja : · Persiapan sama seperti di atas . Hifa dapat berekat (septat) dengan inti tunggal/ lebih dan hifa tidak bersekat (aseptat). · Inkubasi selam beberapa hari. tissue basah yang dimasukkan dalam cawan dan sterilkan dengan autoclave. B. Tekan cover galss secara media merata. A. B. seperti dari kelompok Actinomycetes atau Bacillus mycoides.Jamur merupakan mikroba dengan struktur talus berupa benangbenang (hifa) yang terjalin seperti jala (myselium). · Setelah selesai sterilisasi berikan lilin (parafin-petrolatum) steril pada sebelah kiri dan kanan tempat yang akan ditutup cover glass (aseptis). Pengamatan struktur spora dan miselium dapat juga dilakukan dengan preparat ulas seperti yang telah diuraikan di depan. cara kerja : · Siapkan object glass. Namun seringkali miselium atau susunan spora menjadi pecah atau terputus sehingga penampakan di mikroskop dapat membingungkan. · Inkubasi pada suhu kamar selama 3x24 jam. Berikan sampai setengah luasan cover glass.

cara kerja : · Sterilkan cawan petri yang berisi kapas yang di atasnya terdapat object glass dan cover glass. · Siapkan media PDA dan dijaga supaya tetap cair. · Tutup dengan cover glass tepat di atas media dan tekan hingga merata. · Teteskan media PDA pada object glass secara aseptis lalu tunggu memadat (teteskan jangan terlalu banyak). · Tutup potongan agar dengan cover glass. · Inkubasi pada suhu kamar selama 3x24 jam. · Ulaskan spora jamur yang akan diamati pada belahan tersebut. potong media Saboraud Dextrose Agar steril berbentuk kubus dan letakkan di atas object glass.· Setelah semua steril.3 Prosedur yang lebih sederhana. · Belah media yang memadat dengan jarum inokulum yang berujung L. B. · Inokulasikan spora jamur pada bagian atau potongan agar. · Inkubasi selama 2x24 jam. · Ambil preparat dan diamati di bawah mikroskop. · Amati pertumbuhan miselium dan spora pada object glass dengan perbesaran sedang Referensi : disini .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful