Bakteri koliform

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa

E.coli, salah satu bakteri koliform Bakteri koliform merupakan golongan mikroorganisme yang lazim digunakan sebagai indikator, di mana bakteri ini dapat menjadi sinyal untuk menentukan suatu sumber air telah terkontaminasi oleh patogen atau tidak.[1] Berdasarkan penelitian, bakteri koliform ini menghasilkan zat etionin yang dapat menyebabkan kanker.[1] Selain itu, bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun seperti indol dan skatol yang dapat menimbulkan penyakit bila jumlahnya berlebih di dalam tubuh.[1] Bakteri koliform dapat digunakan sebagai indikator karena densitasnya berbanding lurus dengan tingkat pencemaran air.[2] Bakteri ini dapat mendeteksi patogen pada air seperti virus, protozoa, dan parasit.[2] Selain itu, bakteri ini juga memiliki daya tahan yang lebih tinggi daripada patogen serta lebih mudah diisolasi dan ditumbuhkan.[2]

[sunting] Karakteristik
Ciri-ciri bakteri koliform antara lain bersifat ppaerob [[atau ppanaerob fakultatif[[, termasuk ke dalam ppbakteri gram negatif[[, tidak membentuk spora, dan dapat memfermentasi laktosa untuk menghasilkan asam dan gas pada suhu 35 °C-37 °C.[3] Contoh bakteri koliform antara lain Escherichia coli, Salmonella spp., Citrobacter, Enterobacter, Klebsiella, dll.[3]

Mikroorganisme indikator
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa

Sungai di California yang tercemar, tampak adanya buih. Mikroorganisme indikator adalah sekelompok mikroorganisme yang digunakan sebagai petunjuk kualitas air. [1] Mikroorganisme indikator telah digunakan untuk mendeteksi dan menghitung kontaminasi tinja di air, makanan, dan sampel lainnya. [1]

Daftar isi
[sembunyikan]
• •

• • •

1 Syarat 2 Jenis o 2.1 Indikator Bakteri  2.1.1 Koliform  2.1.2 Koliform tinja  2.1.3 Streptococcus Tinja - Enterococcus  2.1.4 Clostridium  2.1.5 Pseudomonas  2.1.6 Bacteroides spp. dan Bifidobacteria spp. o 2.2 Indikator Virus o 2.3 Indikator Protozoa 3 Kelemahan 4 Indikator Makanan 5 Referensi

[sunting] Syarat

Untuk digunakan sebagai mikroorganisme indikator, terdapat persyaratan yang harus dipenuhi oleh mikroorganisme tersebut, kendati demikian, persyaratan ini tidak mutlak untuk dipenuhi seluruhnya, tergantung kondisi yang ada. Syaratnya antara lain[1]:
• • • • • • • • • •

Dapat digunakan untuk berbagai jenis air Mikroorganisme harus muncul bila patogen enterik dan sumber polusi muncul Tidak ada di air yang terpolusi Mudah diisolasi, murah, mudah diidentifikasi, dan mudah dihitung Lebih banyak jumlahnya dan lebih tahan dibanding patogen Bukan merupakan patogen Tidak berkembang biak di air Merespon perlakuan dan kondisi lingkungan Kepadatan indikator harus berkaitan langsung dengan derajat polusi Menjadi bagian dari mikroflora dalam saluran pencernaan hewan berdarah panas

[sunting] Jenis
Mikroorganisme indikator dapat dibedakan menjadi indikator bakteri, indikator virus, dan indikator protozoa[1].

[sunting] Indikator Bakteri
Terdapat lima bakteri yang umum digunakan sebagai indikator[1]: [sunting] Koliform Koliform tidak termasuk dalam taksonomi bakteri namun hanya istilah untuk menyebutkan kelompok mikroorganisme yang berada di air. Ciri-ciri bakteri koliform adalah gram negatif, berbentuk batang, merupakan anaerob fakultatif yang dapat memfermentasikan laktosa dengan pembentukkan asam dan gas pada suhu 35 °C selama 24-48 jam. Memiliki enzim tambahan yaitu sitokrom oksidase dan beta-galaktosidase. Koliform dapat ditemukan di saluran pencemaran hewan, tanah, atau secara alami pada sampel lingkungan. Pada keadaan normal, koliform terdapat di air dalam jumlah standar dan dapat diukur, namun bila terjadi pencemaran air, jumlah koliform akan menjadi banyak dan dapat melebihi jumlah bakteri patogen lain.[2] Oleh karena itu, koliform dapat digunakan sebagai indikator pencemaran air.[2]. Jika terdapat bakteri koliform dalam air, belum tentu bakteri patogen juga ada di air tersebut, namun jika bakteri koliform terdapat dalam jumlah besar maka perlu diperiksa kembali keberadaan bakteri patogen lain.[2] [sunting] Koliform tinja Digunakan untuk mendeteksi pencemaran tinja. Merupakan bakteri termotoleran yang dapat beradaptasi dengan cara stabilisasi protein pada suhu di saluran pencernaan. Koliform tinja dapat melakukan fermentasi dengan menghasilkan asam dan gas pada suhu 44.5 °C. Koliform tinja memiliki korelasi yang kuat dengan pencemaran tinja hewan berdarah panas. Untuk mendeteksi E.coli pada koliform tinja secara lebih spesifik dapat digunakan enzim MUG yang aka[n berpendar dengan sinar UV[1].

Bersifat spesifik pada feses. • • • • Kolifage. Memiliki sifat tahan terhadap desinfeksi kimiawi. Sifatnya tidak spesifik pada feses dan deteksi bergantung pada inangnya. podoviridae. [sunting] Kelemahan . Bakteri yang diinfeksi tidak memiliki fili sehingga virus menempel langsung pada dinding selnya. dan siphoviridae. [sunting] Indikator Virus Terdapat empat kandidat mikroorganisme yang digunakan sebagai indikator virus[1]. Namun konsentrasinya sangat rendah sehingga belum dapat ditunjukkan spesifitasnya Fage Salmonella. [sunting] Indikator Protozoa Sesungguhnya tidak ada indikator yang berlaku secara universal bagi parasit protozoa[1]. Contohnya adalah leviviridae Fage Bacteroides fragilis. [sunting] Pseudomonas Digunakan sebagai indikator kolam renang selain Staphylococcus aureus.coli jantan (yang memilliki strain F+) sehingga dapat menghasilkan fili dan penempelan terjadi melalui reseptor fili.Enterococcus Merupakan mikrobiota pada manusia dan hewan. sehingga untuk mendeteksi perlu kondisi yang sangat anaerob pula. terdapat pada feses manusia dan hewan. bersifat spesifik feses manusia. yaitu colifage yang menginfeksi E. dan Bifidobacteria spp. Banyak ditemukan di feses 100 kali dibanding yang lain. faecium [sunting] Clostridium Merupakan mikrobiota pada hewan berdarah panas dan limbah. Digunakan untuk mengindikasi banyaknya bakteri Salmonella.[sunting] Streptococcus Tinja . Kedua bakteri ini sulit dideteksi karena bersifat sangat anaerob dan dapat musnah bila terkena oksigen. namun konsentrasinya juga terlalu rendah[1]. Contohnya adalah myoviridae. Kolifage jantan. Indikator bergantung pada sumber air yang dugunakan pada suatu daerah tertentu. yaitu baktriofage yang menginfeksi E. Contoh Streptococcus pada manusia adalah S. Beberapa jenis Bacteroides spesifik pada manusia[1]. [sunting] Bacteroides spp. Contoh yang telah diidentifikasi adalah indikasi menggunakan spora Clostridium dan bakteri aerob termostabil[1].coli dan bakteri koliform lainnya. Berpigmen pyocyanin dan dapat berpendar[1]. faecalis dan S. Sifatnya lebih stabil dibanding patogen dan memiliki spora sehingga dapat digunakan untuk mendeteksi polusi yang terjadi di waktu lampau[1].

dan perlakuan[1]. respon terhadapat tekanan lingkungan. 1025-1033. yang dapat menjadi indikator suatu kondisi yang terekspos yang dapat mengintroduksi organisme berbahaya dan menyebabkan proliferasi spesies patogen ataupun toksigen. karena berkembang biak dengan membelah diri.al. [sunting] Referensi 1. termasuk keberadaan patogen tertentu. A. . Virus dan protozoa memiliki perbedaan ukuran. tidak ada suatu indikator yang dapat mencangkup semua jenis indikator[1]. San Francisco: Pearson Education. Disini hanya dijelaskan tentang bakteri.Contohnya di Indonesia dilakukan pengelolaa kualitas air dan pengendalian pencemaran air. sub divisi Schyzomycetes atau jamur belah. Bacteria and Viruses. Sel prakariotik adalah sel yang bahan intinya belum terlidungi oleh selaput inti atau karioteka. bakteri termasuk ke dalam kerajaan monera. coli tipe I. Ciri-ciri dan Sifat Bakteri Untuk dapat mempelajari bakteri dengan benar kita perlu mengenali ciri-ciri dan sifatnya.Tidak ada indikator yang ideal untuk semua lingkungan dan memenuhi semua persyaratan[1]. Setiap negara. kelas II. Air digolongkan berdasarkan kriteria mutu mejadi kelas I.Diakses pada 13 Mei 2010 . dan kelas IV. Microorganisms. ^ a b c (Inggris)Johnson BT. [sunting] Indikator Makanan Mikroorganisme yang menjadi indikator makanan merupakan kelompok bakteri yang keberadaannya di makanan di atas batasan jumlah tertentu. BAKTERI KOLIFORM YANG BERSIFAT ANAEROB Posted on December 16. 1997. Dalam klasifikasi terbaru. 2010 Monera meliputi organisme yang mempunyai struktur tubuh amat sederhana yakni terdiri atas sel-sel primitif. Brock Biology of Microorganism 12th ed. Termasuk ke dalam kelompok monera adalah bakteri dan ganggang biru atau Chyanophyta. Karena itu dibuat suatu kriteria untuk mentoleransi ketidaksempurnaan tersebut. setiap daerah memiliki kriteria yang berbedabeda[1]. koliform dan fekal streptococci digunakan sebagai indikator penanganan pangan secara tidak higienis. 2009. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s (Inggris) Madigan et.Page. 2.Inc. Bakteri Pada klasifikasi. Media dan kondisi yang berbeda-beda juga membuat tidak ada indikator yang benar-benar cocok untuk kundisi tertentu[1]. yang bersifat prakariotik. Misalnya E. Hal ini disebabkan karena tidak semua bakteri dapat dijadikan indikator bagi patogen. Untuk air minum kadar koliform tinja maksimal 2000 dan kadar total koliform maksimal 10000[1]. mahkluk ini dikelompokkan ke dalam dunia tumbuhan. kelas III. Mikroorganisme indikator ini sering digunakan sebagai indaktor kualitas mikrobiologi pada pangan dan air.

Berdasarkan koloninya. bakteri tersebut bersifat fotoautotrop. Sel tubuh bakteri tidak mempunyai kloroplas. 3. Bakteri hidup di mana-mana. yaitu bakteri berbentuk bulat seperti bola (kokus). 2. sehingga tampak transparan atau tembus cahaya. mulai daerah tropis hingga daerah kutub. Namun demikian. Ukuran tubuhnya dengan satuan mikron. · Diplokokus. Contoh = Diplococcus pneumonia · Tetrakokus. dan ada pula yang saprofit. yakni bakteri berbentuk bulat yang hidup berkelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat bakteri. parasit. yaitu dengan membelah diri. 1. yakni bakteri berbentuk bola yang hidup selalu berpasang-pasangan. tiap pasang terdiri atas dua bakteri. · Sarkina. Tubuh bakteri tersusun atas satu sel (unisel). bakteri tidak dapat menyusun zat makanannya sendiri dengan bantuan energi cahaya matahari. mulai dari dataran rendah hingga puncak gunung. Hidup secara sendiri-sendiri (soliter) dan ada pula yang hidup berkelompok (koloni). disebut bakteri kemoautotrop. Ada pula bakteri yang tidak memiliki pigmen. dan seperti spiral (sprillium). Oleh karena itu. Ada yang hidup bebas. Untuk mengamati-nya diperlukan alat bantu berupa mikroskop. yakni bakteri berbentuk bola yang hidup berkelompok dan setiap kelompok terdiri atas delapan bakteri yang membentuk susunan seperti kubus. ada beberapa jenis bakteri yang memiliki pigmen/zat warna seperti kloroplas. Bentuk Bakteri Berdasarkan bentuknya.1. bakteri dibedakan menjadi tiga. Bakteri berkembang biak secara tak kawin/ aseksual. kokus dapat dibedakan menjadi 6 macam: • · Monokokus. yakni bakteri berbentuk bola yang hidup mandiri atau soliter. Karena tidak memiliki kloroplas. sehingga dapat melakukan fotosintesis. Kokus Kokus adalah bakteri berbentuk bulat seperti bola. lebih besar daripada virus. batang atau silindris (basilus). Ciri-ciri bakteri Bakteri merupakan makhluk renik yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. 4. 2. tetapi dapat menyintesis zat makanan sendiri dengan menggunakan energi kimia pada medianya. • • • .

yaitu: . · Streptobasilus. · Stafilokokus. 2. yaitu: • · Monobasilus. pada bagian inilah terdapat berbagai organel yang berfungsi sebagai pelaksana kegiatan hidup. Bagian-bagian sel suatu bakteri terdiri atas dinding sel. 3.• · Streptokokus. Dinding sel merupakan bagian yang cukup kuat dan tersusun atas zat hemiselulosa. Pada bagian tengah sitoplasma terdapat bahan inti yang tidak terlindungi oleh selaput inti. sintesis sel. 1. 3. • 2. 1. 4. yakni bakteri yang berbentuk seperti tanda baca koma. Pada bahan inti ini terdapat kromosom. Bakteri berbentuk ini dapat dibedakan menjadi tiga. yakni bakteri berbentuk batang yang membentuk rantai. bakteri dapat dibedakan menjadi lima. yakni bakteri berbentuk bola yang bergandenggandengan seperti rantai. Sel tubuh bakteri menyerupai sel tumbuhan. berkelok. 1. atau melengkung. 1. selaput plasma. Ex = Salmonella typhosa · Diplobasilus. Struktur tubuh bakteri Tubuh bakteri terdiri atas satu sel. sekaligus pemberi bentuk tubuh. seperti respirasi sel. yakni bakteri berbentuk batang yang hidup mandiri atau soliter. Spiril (spirillum) Spiril adalah bakteri yang mempunyai bentuk seperti spiral. merupakan selaput lipoprotein yang berfungsi sebagai pintu gerbang zat yang masuk atau keluar ke dan dari dalam sel bakteri. Ex = Bacillus antracts • • 1. Fungsi dinding sel adalah sebagai pelindung bagian tubuh bakteri. yakni bakteri berbentuk batang yang hidup berpasangan dua-dua. Alat Gerak bakteri Ada beberapa jenis bakteri yang dapat bergerak dengan alat berupa bulu cambuk atau flagelum. Sitoplasma terdapat di sebelah dalam selaput plasma. dan lain-lain. dan sitoplasma. 1. 3. yakni bakteri berbentuk seperti bola dan bergerombol seperti anggur. Berdasarkan jumlah dan letak flagelumnya. Selaput plasma berada di sebelah dalam dinding sel. Basil (bacillus) / batang Basil adalah bakteri berbentuk seperti silinder atau batang kecil. Yang termasuk bentuk bakteri ini adalah vibrio.

Berdasarkan sumber energi yang digunakannya. • • • 1. tumbuhan. Bakteri fotoautotrof adalah bakteri yang dapat menyintesis zat makanannya sendiri dengan meng-gunakan energi cahaya matahari. 5. yakni bakteri yang memiliki sekelompok flagelum pada salah satu ujung tubuhnya. yakni bakteri yang memiliki flagelum di seluruh permukaan tubuhnya. bakteri dapat dibedakan menjadi dua. dan bakteri zat lemas (Nitrosomonas. • Bakteri autotrof Bakteri autotrof adalah bakteri yang dapat menyusun zat makanannya sendiri. Ada bakteri yang makanannya diperoleh dari sisa organisme lain yang telah mati. Makanan bakteri Berdasarkan caranya memperoleh makanan. bakteri memerlukan energi. makanannya bergantung kepada organisme lain. · lopotrik. Colli · monotrik.• • · atrik. Jadi. bakteri Escherichia coli yang hidup pada usus tebal. Ada juga bakteri yang makanannya diperoleh langsung dari organisme lain. Bakteri yang menumpang pada manusia tidak selalu membahayakan kesehatan manusia. Contoh bakteri kemoautotrof antara lain bakteri besi. 1. · amfitrik. yaitu fotoautotrof dan kemoautotrof. Ex = E. · peritrik. . Bakteri jenis ini disebut bakteri saprofit. yaitu bakteri yang mempunyai satu flagelum pada ujung tubuhnya. • Bakteri heterotrop Bakteri heterotrop adalah bakteri yang tidak dapat menyintesis zat makanannya sendiri. Nitrosococcus. Contoh kelompok bakteri ungu (bakteriopurpurin) dan bakteri hijau (bakterioklorofil). bakteri belerang. Sebaliknya banyak bakteri yang menumpang hidup pada manusia dan menimbulkan penyakit disebut bakteri patogen. Bakteri kemoautotrof adalah bakteri yang dapat menyintesis zat makanannya sendiri dengan meng-gunakan energi kimia. maupun manusia. 2. Ada bakteri yang parasit pada hewan. bakteri autotrof dapat dibedakan menjadi dua. yakni bakteri yang memiliki dua kelompok falgelum yang masing-masing terdapat di ujung tubuhnya. Untuk menyusun zat makanan tersebut. Bakteri ini membantu membusukkan sisa makanan dan juga membantu pembentukan vitamin K yang penting untuk pembekuan darah. Misalnya. Bakteri yang tidak menimbulkan penyakit pada manusia disebut bakteri apatogen. Bakteri jenis ini disebut bakteri parasit. Nitobacter). yakni bakteri yang tidak memiliki flagelum. yaitu bakteri heterotrop dan bakteri autrotrop.

Contoh bakteri anaerob antara lain Micrococcus denitrificans biasa hidup pada lahan yang kaya zat nitrat tetapi miskin oksigen. intinya menjadi spora. Bakteri yang bersifat aerob senang hidup pada lingkungan lembab dan cukup udara. yaitu dengan membelah diri atau membelah biner (pembelahan satu sel menjadi dua sel anakan). Bakteri jenis ini sering disebut bakteriobligat aerob. Pembelahan sel bakteri termasuk pembelahan amitosis. dapat dihitung berapa kali dalam sehari sebuah sel bakteri dapat membelah. Dalam kondisi yang kurang menguntungkan.6. Aerob fakultatif = masih bisa hidup waLaupun kadar oksigenya lemah 2. 1. Anaerob obligat = tidak boLeh ada oksigen sedikitpun 3. 7. Karena spora ini tersimpan di dalam dinding . Clostridium tetani adalah bakteri penyebab penyakit tetanus. konjugasi. 2. bakteri mengeluarkan zat jenis fermen tertentu. yang secara sederhana. yaitu bakteri aerob dan bakteri anaerob. Paraseksual berlangsung dengan tiga cara. 3. yaitu dengan jalan membuat dinding kuat yang disebut kista. bakteri berkembang biak secara aseksual. • · Bakteri aerob adalah bakteri yang dalam hidupnya memerlukan oksigen bebas untuk memecah zat pada mediumnya. Pernapasan bakteri Bakteri dapat dibedakan menjadi dua kelompok. Bakteri yang dalam bentuk kista. · Bakteri anaerob adalah bakteri yang dalam hidupnya atau dalam memecah zat yang tidak memerlukan oksigen bebas. Aerob = 100% mesti ada oksigen. Nitrosococcus. Tetapi. yaitu transformasi. Transduksi adalah pemindahan materi genetika dengan perantaraan virus.dan Nitrobacter. Dalam kondisi tersebut Micrococcus denitrificans menguraikan zat HNO3 menjadi NH3 dan O2. • 1. Bakteri ini sering disebut bakteri obligat anaerob. bakteri akan membelah setiap 20 menit. Konjugasi adalah bergandengnya dua bakteri (+ dan -) dengan membentuk jembatan untuk pemindahan materi genetik. Reproduksi bakteri Umumnya. Cara reproduksi generatif bakteri sering disebut paraseksual. beberapa jenis bakteri akan mati. • • Dalam kondisi yang ideal. ada beberapa jenis bakteri yang mampu bertahan hidup. Contoh bakteri aerob antara lain bakteri penyebab penyakit TBC (Mycobacterium tuberculosis) Nitrosomonas. dan transduksi. Untuk memecah zat makanan pada mediumnya. • Transformasi adalah perpindahan sedikit materi genetik yang berupa AND atau gen dari sel bakteri yang satu ke bakteri yang sejenis lainnya dengan proses fisiologis yang kompleks. Sementara itu. Dengan demikian.

Pertumbuhan bakteri Pertumbuhan bakteri dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut: • · Temperatur Suhu optimal untuk pertumbuhan bakteri adalah antara 270 – 3000C. Bakteri yang menguntungkan 1. Escherichia coli membantu pembentukan vitamin K yang penting untuk proses pembekuan darah. khususnya sinar ultraviolet dapat mematikan bakteri. B. Kemungkinan besar permukaan bumi ini akan penuh sampah dan bangkai sisa organisme. 1. Bakteri penghasil antibiotika . yaitu Escherichia coli. lumut. Tidak hanya itu. • · Kelembaban Bakteri dapat tumbuh baik pada lingkungan yang lembab atau kadar airnya cukup tinggi. Di dalam usus besar kita juga terdapat bakteri pembusuk. sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri. sedangkan spora jamur. 1. spora bakteri berguna untuk mempertahankan diri dari kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. sinar ultraviolet juga mampu merusak struktur kromosom bakteri. Bakteri pembusuk Kita tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi jika tidak ada bakteri dan organisme pengurai lainnya. 8. bakteri tidak aktif dan dapat bertahan selama 50 tahun.kista yang kuat maka spora ini sering disebut endospora. ada yang dapat mematikan atau merusak dinding sel bakteri. dan paku-pakuan. Di samping itu. 2. Dengan demikian. Di samping itu. sampah-sampah dan bangkai tersebut diuraikan oleh bakteri menjadi unsur-unsur hara. Berbeda dengan spora jamur. • · Zat kimia Beberapa jenis zat kimia. ada pula bakteri yang tumbuh baik pada suhu lebih rendah atau lebih tinggi daripada suhu optimum rata-rata tersebut. Dalam keadaan sebagai endospora. Namun demikian. bahwa Tuhan telah menciptakan bakteri yang menjadi sahabat kita dalam mengatasi masalah sampah dan bangkai tersebut. bakteri pembusuk tersebut sangat membantu dalam mengembalikan kesuburan tanah. Bakteri ini membantu membusukkan sisa pencernaan makanan. PERANAN BAKTERI BAGI KEHIDUPAN MANUSIA 1. dan paku-pakuan adalah untuk perkembangbiakan. misalnya antibiotik dan zat-zat kimia yang lain. lumut. • · Sinar matahari Sinar matahari. Namun bersyukurlah.

mampu menghasilkan aureomisin · Streptomyces venezuele. mampu menghasilkan kloromisin dan kloramphenicol. Untuk mengatasi masalah limbah tersebut. Dengan cara tersebut bakteri aerob akan bebas mengoksidasi zat limbah tersebut. 5. misalnya mentega dan keju. Zat nitrogen merupakan unsur yang sangat diperlukan oleh tumbuhan untuk sintetis protein. beberapa jenis bakteri juga banyak digunakan untuk memproduksi makanan. Bakteri ini menyekresikan zat yang memberikan aroma sedap pada susu.Beberapa jenis bakteri yang mampu menghasilkan antara lain: • • • · Streptomyces griceus. Bakteri dan rekayasa genetika Pada dasawarsa terakhir ini. 7. Bakteri Lactobacillus bulgaricus dapat digunakan untuk membuat yoghurt. Perubahan krim asam pada bahan keju hingga menjadi padat serta aroma yang harum dari keju adalah berkat zat kimia yang dihasilkan oleh bakteri. mampu menghasilkan streptomisin. Dengan cara ini dapat . yaitu sejenis minuman dari bahan susu. bakteri Loctobacillus memperbanyak diri dan tumbuh dengan cepat. 6. salah satu di antaranya ialah dengan menggunakan jasa bakteri aerob. Bakteri aerob yang banyak di udara bebas dibiarkan mengoksidasi limbah-limbah di bak penampungan yang terbuka. penghasil asam butirat · Propioni bacterium. Di samping untuk kepentingan produksi asam dan minuman. Bakteri dalam pemrosesan susu Dalam industri pemrosesan susu banyak digunakan jasa bakteri. penghasil asam propionat · Acetobacter. Bakteri yang mengikat zat nitrogen Beberapa jenis bakteri ada yang mampu mengikat zat lemas/nitrogen (N2) dari udara bebas. 1. bakteri memberikan andil besar dalam bidang rekayasa genetika. bakteri dapat digunakan sebagai sarana untuk pencangkokan gen dari berbagai mahkluk hidup. Salah satu di antaranya adalah dihasilkannya limbah industri yang makin meningkat. Dalam bidang ini. · Streptomyces aureofacien. 3. 1. 1. 4. Peranan bakteri dalam pengolahan limbah Di zaman teknologi yang serba canggih ini ternyata banyak masalah yang timbul. penghasil asam cuka atau asam asetat 1. Di dalam susu. 1. Bakteri penghasil asam Beberapa bakteri yang memproduksi asam antara lain: • • • · Clostridium butiricum.

Bakteri yang merugikan 1. sistem syaraf. Di samping itu. kerbau. Bakteri parasit pada hewan dan tumbuhan Penyakit yang disebabkan oleh bakteri antara lain sebagai berikut: • · Antraks. Bakteri patogen Bakteri patogen adalah bakteri parasit yang dapat menimbulkan penyakit bagi manusia. 1. Macam-macam Bakteri dan Penyakit yang ditimbulkannya : • • · Bakteri Clostridium tetani menyebabkan penyakit Tetanus/kejang otot · Bakteri Diplococcus pneumonia menyebabkan penyakit Pneumonia/radang paru-paru · Bakteri Mycobacterium tuberculosis menyebabkan penyakit TBC · Bakteri Mycobacterium leprae menyebabkan penyakitLepra/kusta · Bakteri Neisseria gonorrhoeae menyebabkan penyakit Raja singa/ kencing nanah · Bakteri Pasteurella pestis menyebabkan penyakit Pes/sampar · Bakteri Salmonella typosa menyebabkan penyakit Tifus · Bakteri Shigella dysenteriae menyebabkan penyakit Disentri · Bakteri Treponema pallidum menyebabkan penyakit Sifilis · Bakteri Vibrio cholerae menyebabkan penyakit Kolera • • • • • • • • 1. 2. disebabkan oleh Bacillus antraxis. alat kelamin. Penyakit yang ditimbulkannya dapat mengganggu berbagai alat tubuh seperti saluran pencernaan. . Beberapa jenis bakteri patogen yang banyak menyerang masyarakat di daerah tropis termasuk Indonesia. dan darah. sampah dan kotoran ternak diolah untuk menghasilkan biogas. dan domba.dihasilkan suatu varietas makhluk hidup yang memiliki sifat gabungan sesuai dengan yang diinginkan manusia. 8. Hewan yang diserang adalah sapi. sekarang telah dikembangkan produksi asam amino berkualitas tinggi menggunakan jasa bakteri. saluran pernapasan. Biogas ini dapat dipergunakan untuk bahan bakar pengganti BBM ataupun bahan bakar lain yang keberadaannya semakin terbatas 2. Dengan menggunakan bakteri tersebut. Pembuatan biogas Kemampuan bakteri untuk menguraikan zat-zat organik dapat dipergunakan untuk menguraikan sampah-sampah dan kotoran ternak yang banyak kita miliki. 1.

batuk rejan. dan tetanus. yaitu dengan vaksinasi serta penjagaan kesehatan dan kebersihan lingkungan. dan paratifus. untuk mencegah timbulnya wabah penyakit perlu tindakan pencegahan. Penyakit ini biasa menyerang sapi. 1. penyababnya adalah Actynomyces bovis. 3. perlu dilakukan tindakan yang tepat. Bakteri ini sering ditemukan pada makanan kaleng yang sudah rusak. bahan pangan tersebut perlu diawetkan. Penyakit ini biasa menyerang sapi. disebabkan Brucella abortus. • • C. . Misalnya. · Clostridium botulinum. orang itu akan kebal terhadap penyakit tersebut. 2. 3. Vaksin TDC (Typhus. Dysentria) untuk mencegah penyakit tifus. Vaksin kotipa untuk mencegah penyakit kolera. kanker batang kopi disebabkan oleh Agrobacterium tumefaciens. Racun asam bongkrek maupun botulinin dapat mematikan manusia yang mengkonsumsinya. · Leuconostoc mesentroides menghasilkan lendir pada makanan yang telah lama atau akan basi. • 1. Vaksin BCG (Bacillus Calmete Guerin) berfungsi untuk mencegah penyakit TBC. 4. · Penyakit tumbuhan yang disebabkan oleh bakteri antara lain: kanker batang jeruk disebabkan oleh Xanthomonas citri. Vaksin DPTP (Diphteri. Vaksin-vaksin tersebut diberikan kepada orang yang sehat. Bakteri ini biasa hidup pada tempe bongkrek yang berasal dari ampas tahu dan ampas kelapa yang pembuatannya kurang higienis. Tindakan Preventif Terhadap Ancaman Bakteri Untuk mengatasi berbagai aktivitas bakteri yang sangat merugikan tersebut. Beberapa vaksin yang telah ditemukan antara lain: 1. menghasilkan racun asam bongkrek. Pertusis. kolera dan disentri. untuk mencegah kerusakan bahan pangan.• · Bruselosis. Tetanus. Cholera. tifus. menghasilkan racun botulinin. sehingga jika terinfeksi oleh kuman yang vaksinnya telah ada dalam tubuh. Bakteri perusak bahan makanan Berikut ini adalah beberapa contoh bakteri perusak bahan makanan: • · Pseudodomonas cocovenenans. Bengkak rahang. Profilaksi) berfungsi untuk mencegah penyakit difteri. Vaksin untuk Mencegah Penyakit Karena Bakteri Beberapa penyakit yang disebabkan oleh bakteri telah ditemukan vaksinnya. Sedangkan. dan penyakit busuk daun labu disebabkan oleh Erwina tracheiphilla.

Hal ini menyebabkan air di dalam sitoplasma bakteri akan berosmosis ke luar. kondisi larutan lingkungan luar bakteri menjadi lebih pekat. sedangkan bakteri apatogen tetap hidup. baik yang patogen maupun yang apatogen. biasa digunakan pemanas dengan oven. Oleh karena itu. Pengawetan secara pasteurisasi biasa dilakukan pada susu. dan pemanisan. kegiatan ini dilakukan sampai 3 atau 4 kali. Bahan makanan yang biasa disterilkan misalnya susu dan ikan dalam kaleng. Bahan yang akan diawetkan dipanaskan sampai 1000 C atau lebih selama beberapa menit. Untuk membebaskumankan alat-alat tersebut juga dapat dilakukan dengan meredamnya di dalam alkohol pekat. pembekuan. Lingkungan yang dingin akan menyebabkan bakteri tidak aktif. Sedangkan. pengasinan. Nama Bakteri dan Peranannya : • Escherichia Membantu membusukkan sisa makanan pada usus besar manusia dan pembentukan Vitamin K Streptomyces qriseus Menghasilkan antibiotik streptomisin Bacillus polymyxa Menghasilkan antibiotik polimiksin Streptomyces rimosus Menghasilkan antibiotik tetrasiklin Clostridium acetobutylicum Menghasilkan cairan kimia aseton dan botanol • • • • . diperkirakan semua bakteri patogen telah mati. pengasaman. Pada suhu ini seluruh bakteri telah mati. akan segera menunjukkan adanya aktivitas bakteri. jika makanan yang diawetkan dengan pendinginan dikeluarkan dari tempat pengawetannya.2. Sterilisasi biasa dilakukan pada bahan makanan yang akan disimpan lama atau akan diawetkan secara pengalengan. pasteurisasi. Dengan perlakuan itu. Untuk membebaskan kuman alat-alat laboratorium dan alat-alat kedokteran. Pengawetan makanan dengan pengeringan. Pengawetan Makanan Untuk mengatasi aktivitas bakteri saprofit yang merusak bahan makanan serta menimbulkan racun maka makanan perlu diawetkan. sehingga bakteri akan mati karena kekurangan air. Sedangkan. Pengawetan makanan secara tradisional antara lain dengan pengeringan. kemudian didinginkan. pengasaman. pemanisan. bakteri yang apatogen dan tidak merugikan dibiarkan tetap hidup. pengawetan secara konvesional antara lain dengan sterilisasi. serta dengan radiasi. Dengan perlakuan semacam ini. Setelah dingin suhu dipanaskan lagi hingga mencapai suhu 600C. penggunaan bahan kimia. alat-alat disterilkan dengan dipanaskan sampai suhu 1000C atau lebih selama beberapa menit. pengasapan. pendinginan. Pengawetan dapat dilakukan secara tradisional maupun secara konvensional. Susu yang diawetkan dengan cara ini dipanaskan sampai dengan suhu 600C. Pengawetan dengan pasteurisasi bertujuan untuk membunuh bakteri yang patogen saja. Dengan alat ini. dan pengasapan pada prinsipnya memberikan lingkungan yang tidak ideal untuk kehidupan bakteri. Pengawetan bahan makanan secara sterilisasi dimaksudkan untuk membebaskan bahan makanan dari semua bakteri.

bakteri ini juga memiliki daya tahan yang lebih tinggi daripada patogen serta lebih mudah diisolasi dan ditumbuhkan. dan E. dan parasit. Penyakit yang ditularkan melalui air biasanya diakibatkan oleh bakteri coliform. di mana bakteri ini dapat menjadi sinyal untuk menentukan suatu sumber air telah terkontaminasi oleh patogen atau tidak. Coliform total kemungkinan bersumber dari lingkungan dan tidak mungkin berasal dari pencemaran tinja.• • • • • • • • • • • Metano bacterium Menghasilkan biogas berupa Metana Acetobacterium Pembuatan asam cuka Lactobacillus bulgaricus Pembuatan yoghurt Acetobater xylinum Pembuatan sari kelapa Clostridium botulinum Pembusukan makanan Mycobacterium tuberculosis Penyebab penyakit TBC Vibrio Cholerae Penyebab penyakit kolera atau muntaber Clostridium tetani Penyebab penyakit tetanus Mycobacterium leprae Penyebab penyakit lepra Baccilus antracis Penyebab penyakit antraks Koliform sebagai indikator kebersihan air. Bakteri fecal coliform atau E. hepatitis A (penyakit terkait hati). Selain itu. fecal coliform dan E. yaitu coliform total. keduanya memiliki risiko lebih besar menjadi patogen di dalam air. bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun seperti indol dan skatol yang dapat menimbulkan penyakit bila jumlahnya berlebih di dalam tubuh. Bakteri ini merupakan organisme yang biasanya tidak berbahaya. cryptosporidium (cryptosporidiosis). Selain itu. Masing-masing memiliki tingkat risiko yang berbeda.Bakteri koliform dapat digunakan sebagai indikator karena densitasnya berbanding lurus dengan tingkat pencemaran air. dan helminths (cacing parasit). Bakteri coliform dalam air minum dikategorikan menjadi tiga golongan. coliform hidup di lingkungan sekitar kita dan dalam kotoran hewan berdarah panas dan manusia. coli. Bakteri Koliform Bakteri koliform merupakan golongan mikroorganisme yang lazim digunakan sebagai indikator. protozoa. Sementara itu. bakteri koliform ini menghasilkan zat etionin yang dapat menyebabkan kanker. Berdasarkan penelitian. Patogen dalam air kebanyakan berasal dari kotoran manusia atau hewan. coli terindikasi kuat diakibatkan oleh pencemaran tinja. fecal coliform. Mereka biasa ditemukan di saluran sistem pengolahan air. Beberapa patogen yang telah dikenal sejak beberapa dekade lalu adalah giardia lamblia (giardiasis). coli yang mencemari air memiliki risiko yang langsung dapat dirasakan oleh manusia yang . Bakteri ini dapat mendeteksi patogen pada air seperti virus.

demam tinggi bahkan pada beberapa kasus bisakejang dan kekurangan cairan atau dehidrasi. Coliform dan bahkan Salmonella dalam air minum isi ulang yang diambil dari beberapa depo. Klebsiella. Gangguan yang ditimbulkan pada manusia sehat adalah mual. Bakteri Indikator Sanitasi dan Keamanan Air Minum Ratih Dewanti-Hariyadi Beberapa waktu terakhir berita mengenai keamanan air minum isi ulang mewarnai media masa. Ciri-ciri bakteri koliform antara lain bersifat anaerob. dan dapat memfermentasi laktosa untuk menghasilkan asam dan gas pada suhu 35°C-37°C. Contoh bakteri koliform antara lain Escherichia coli. berak darah. termasuk ke dalam bakteri gram negatif. diare. Apa sajakah bakteri indikator sanitasi? Sampai saat ini ada 3 jenis bakteri yang dapat digunakan untuk menunjukkan adanya masalah sanitasi yaitu Escherichia coli . debu. 7 tahun 1996 yang mencakup makanan dan minuman (termasuk air minum). Salmonella spp. Nama-nama bakteri tersebut tentunya cukup membingungkan masyarakat awam. Jadi adanya bakteri tersebut pada air atau makanan menunjukkan bahwa dalam satu atau lebih tahap pengolahan air atau makanan tersebut pernah mengalami kontak dengan kotoran yang berasal dari usus manusia dan oleh karenanya mungkin mengandung bakteri patogen lainnya yang berbahaya. Escherichia coli dan Coliform Dalam bidang mikrobiologi pangan. dikenal istilah bakteri indikator sanitasi.. Clostridium perfringens adalah bakteri Gram positif pembentuk spora yang sering ditemukan dalam usus manusia. nyeri perut . khususnya tentang signifikansi dan konsekuensi keberadaan bakteri-bakteri tersebut dalam air. investigasi. Citrobacter. dll.mengonsumsinya. lingkungan dan sebagainya) dan karena bakteri ini termasuk patogen asal pangan ( foodborne pathogens ) penyebab keracunan maka pengujiannya membahayakan. muntah. Meskipun demikian. tidak membentuk spora. Terakhir diberitakan pada Kompas 23 Mei 2003. Bakteri indikator sanitasi adalah bakteri yang keberadaannya dalam pangan menunjukkan bahwa air atau makanan tersebut pernah tercemar oleh kotoran manusia. Kondisi seperti ini mengharuskan pemerintah bertindak melalui penyuluhan kesehatan. ditemukannya bakteri Escherichia coli . dan memberikan solusi untuk mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air. kelompok Streptococcus ( Enterococcus ) fekal dan Clostridium perfringens . Enterobacter. kadang-kadang ditemukan di luar usus manusia (tanah. bakteri ini jarang digunakan sebagai indikator sanitasi karena metode pengujiannya kurang spesifik. Dalam hal ini pengertian pangan adalah pangan seperti yang tercantum pada Undang-Undang Pangan No. Mengapa demikian? Karena bakteri-bakteri indikator sanitasi tersebut pada umumnya adalah bakteri yang lazim terdapat dan hidup pada usus manusia. . Tulisan ini akan membahas tentang mengapa bakteri-bakteri tersebut diuji sebagai indikator air minum dan apa arti keberadaan bakteri-bakteri tersebut di dalam air minum maupun makanan Bakteri Indikator Sanitasi.

Meskipun demikian. Jika ingin diketahui apakah coliform tersebut merupakan coliform fekal atau E. coli yang diperoleh untuk memastikan apakah E. karena hanya memerlukan Uji penduga yang merupakan tahap pertama uji E coli 4 tahap di atas. Apa artinya jika terdapat coliform dalam air minum atau makanan? Artinya ada kemungkinan air atau makanan itu mengandung E. coli yang kompleks. coli dapat bersifat patogen. coli . methyl red.coli Enteroinvasif.Kelompok Streptococci fekal merupakan bakteri Gram positif bukan pembentuk spora yang ditemukan dalam usus manusia. umumnya bukan patogen penyebab penyakit sehingga pengujiannya tidak membahayakan dan relatif tahan hidup di air sehingga dapat dianalisis keberadaannya di dalam air yang notabene bukan merupakan medium yang ideal untuk pertumbuhan bakteri. Meskipun demikian. coli harus absen dalam 100 ml. Pengujian koliform jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan uji E. coli . E. beberapa serotipe patogen tertentu seperti O157:H7 yang ganas tidak dapat diuji langsung dengan pengujian 4 tahap ini dan memerlukan pendekatan analisis khusus sejak awal. coli Enteropatogenik. Berbagai cara pengujian E. coli Enterotoksigenik dan E. Jadi adanya E. coli karena bakteri-bakteri bukan patogen dan bukan asal usus dari genus Enterobacter dan beberapa Klebsiella juga menghasilkan uji koliform positif. coli adalah bakteri coliform yang ada pada kotoran manusia maka E. bovis pada sapi) dank korelasinya dengan terdapatnya patogen tidak dianggap bagus.coli tersebut patogen atau bukan maka dapat dilakukan uji serologi. Meskipun demikian bakteri ini baik digunakan sebagai indikator sanitasi apabila jarak pengambilan sampel dan laboratorium pengujian cukup jauh karena relatif lebih tahan berada di dalam air ketimbang Escherichia coli .coli Enterohemoragik . coli dalam air minum menunjukkan bahwa air minum tersebut pernah terkontaminasi kotoran manusia dan mungkin dapat mengandung patogen usus. Vogues-Praskauer. coli . serta Uji Identifikasi dengan melakukan reaksi IMViC (indol. Akan tetapi jika uji penduga tidak menunjukkan adanya coliform. coli maka uji tersebut dapat dilanjutkan dengan uji 4 tahap di atas. Uji penguat pada medium selektif. E. Apakah yang dimaksud dengan Coliform ? Coliform adalah kelompok bakteri Gram negatif berbentuk batang yang pada umumnya menghasilkan gas jika ditumbuhkan dalam medium laktosa. coli sering disebut sebagai coliform fekal. Karena uji E. Akan tetapi Streptococci fekal relatif tidak banyak diujikan sebagai indikator sanitasi karena beberapa spesiesnya ditemukan di luar usus manusia (S. Pada air bukan untuk minum umumnya terdapat . coli berada pada air atau makanan diperlukan seluruh tahapan pengujian di atas. Salah satu anggota kelompok coliform adalah E. maka tidak perlu dilakukan uji 4 tahap di atas. Oleh karenanya standar air minum mensyaratkan E. Uji lengkap dengan medium lactose broth. yaitu serotipe-serotipe yang masuk dalam golongan E. Bakteri yang paling banyak digunakan sebagai indikator sanitasi adalah E. maka beberapa standar. beberapa jenis E. tetapi mungkin juga tidak mengandung E. Jadi untuk dapat menyimpulkan E. coli dan karena E. Keberadaan E. mensyaratkan tidak adanya coliform dalam 100 ml air minum. coli adalah bakteri Gram negatif berbentuk batang yang tidak membentuk spora yang merupakan flora normal di usus. coli telah dikembangkan. misalnya Standar Nasional Indonesia (SNI). E. dan citrate). coli dalam air atau makanan juga dianggap memiliki korelasi tinggi dengan ditemukannya patogen pada pangan. tetapi analisis konvensional yang masih banyak dipraktekkan adalah dengan 4 tahap analisis yang memerlukan waktu 5-7 hari. Empat tahap analisis tersebut adalah Uji Pendugaan dengan metode MPN ( most probable number ). equinus pada usus kuda. karena bakteri ini adalah bakteri komensal pada usus manusia. S. Apabila dikehendaki untuk mengetahui serotipe dari E.

Oleh karena itu perlu diperhatikan pengujian jenis bakteri yang relevan dan metode pengujian yang terjamin mutunya sehingga hasil pengujian dapat dipertanggungjawabkan kepada khalayak. tahap isolasi pada beberapa media selektif dan tahap identifikasi berdasarkan reaksi-reaksi biokimia pada media identifikasi dan konfirmasi serologi atau biokimiawi yang menetapkan apakah bakteri tersebut benar-benar Salmonella atau bukan. melainkan bakteri indikator keamanan pangan .20 Tahun 1990 ) Kadar Maksimum No Parameter Satuan Golonga Golonga Golonga Golong nA nB nC an D FISIKA 1 2 Bau Jumlah zat padat Mg/L 1000 1000 1000 1000 . Fakultas Teknologi Pertanian. Jurusan Teknologi pangan dan Gizi.perbedaan persyaratan coliform dani E. coli . Penutup Dengan meningkatnya tingkat pendidikan dan kesejahteraan masyarakat serta sitem informasi maka meningkat pula awareness masyarakat tentang mutu dan keamanan pangan termasuk air minum. Salmonella dalam air minum atau makanan Salmonella adalah bakteri Gram negatif berbentuk batang bukan pembentuk spora yang terdiri dari sekitar 2500 serotipe yang kesemuanya diketahui bersifat patogen baik pada manusia atau hewan. selective-enrichment (pengkayaan selektif) pada media selektif untuk menghalau bakteri-bakteri non Salmonella . Ratih Dewanti-Hariyadi. PhD adalah staf pengajar dan kepala laboratorium Mikrobiologi Pangan. Salah satu indikator mutu dan keamanan yang lazim digunakan adalah bahaya mikrobiologi yang jenis dan jumlahnya dalam makanan atau minuman dapat menentukan mutu dan keamanannya. tetapi syarat E. Artinya. Air untuk kolam renang misalnya mensyaratkan kandungan coliform <2. Oleh karena itu berbagai standar air minum maupun makanan siap santap mensyaratkan tidak ada Salmonella dalam 100 ml air minum atau 25 gram sampel makanan. coli tentunya lebih ketat yaitu < 1 x 10 3 dalam 100 ml. Bakteri ini bukan indikator sanitasi .4 x 10 3 . Uji Salmonella umumnya didahului dengan tahap pre-enrichment pada medium kaya untuk meyembuhkan sel Salmonella yang luka ( injured ) . Pengujian Salmonella juga memerlukan tahapan yang cukup panjang dan hanya dengan pengujian lengkap maka seseorang bisa menyimpulkan keberadaan Salmonella . Institut Pertanian Bogor Standar Kualitas Air di Perairan Umum ( Peraturan Pemerintah No. karena semua serotipe Salmonella yang diketahui di dunia ini bersifat patogen maka adanya bakteri ini dalam air atau makanan dianggap membahayakan kesehatan.

005 1 0.05 6.05 0.005 0.01 5 0.001 0.002 0.05 2 10 1 0.001 0.3 0.1 6–9 0.05 1 5 1.2 0.01 0.01 1.5 0.005 500 250 0.5 5 .1 200 10 1.05 0.01 1 1 0.01 5 0.003 0.06 600 0.pH 17 Selenium 18 Seng 19 Sianida .02 5–9 0.9 Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.005 10 Kromium valensi 6 11 Mangan 12 Natriun 13 Nitrat sebagai N 14 Nitrit sebagai N 15 Perak 16 .5 .5 0.02 0.5 0.1 0.8.5 0.0 0.05 1 2 60 0.terlarut 3 4 5 6 7 Kekeruhan Rasa Warna Suhu Daya Hantar Listrik Skala NTU 5 Skala TCU 15 o C Suhu udara 2250 Umhos/cm KIMIA anorganik 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Air raksa Aluminium Arsen Barium Besi Florida Kadmium Kesadahan CaCO3 Klorida Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.

0003 0.5 – 2.2 Dichloroethane Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.0003 0.1 1 Kimia Organik 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Aldrin dan dieldrin Benzona Benzo (a) Pyrene Chlordane (total isomer) Chlordane 2.4 D DDT Detergent 1.003 0.018 0.05 1.017 10 1.01 0.03 0.20 Sulfat 21 Sulfida sebagao H2S 22 Tembaga 23 Timbal 24 Oksigen terlarut (DO) 25 Nikel 26 SAR (Sodium Absortion Ratio) Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 400 0.01 0.002 0.01 >=6 0.056 0.05 - 400 0.00001 0.0007 0.003 0.035 0.0 0.10 0.00001 0.004 0.5 0.1 0.5 1.5 0.02 0.002 0.03 0.01 0.1 Dichloroethane 11 Heptachlor heptachlor epoxide 12 Hexachlorobenzene 13 Lindane 14 Metoxychlor 15 Pentachlorophenol 16 Pestisida total .03 >3 0.042 0.1 1 0.03 0.

1 Nihil 0.4.001 21 Karbon kloroform ekstrak Mg/lt 22 Minyak dan lemak 23 Organofosfat dan carbanat 24 PCD 25 Senyawa aktif biru metilen 26 Toxaphene 27 BHC Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mikrobiologik 1 2 Koliform tinja Total koliform Jml/100 0 ml Jml/100 3 ml 2000 10000 Radioaktivitas 1 2 Gross Alpha activity Gross Beta activity Bq/L Bq/L 0.5 0.05 Nihil 0.0 0.002 0.0 0.1 1.21 0.2 1 0.005 0.0 Golongan A : air untuk air minum tanpa pengolahan terlebih dahulu Golongan B : air yang dipakai sebagai bahan baku air minum melalui suatu pengolahan Golongan C : air untuk perikanan dan peternakan Golongan D : air untuk pertanian dan usaha perkotaan.1 0. . industri dan PLTA.1 1.6 Trichlorophenol 18 Zat Organik (KMnO4) 19 Endrin 20 Fenol Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.1 1.01 10 0.004 0.0 0.001 0.17 2.1 1.

sebagai sebuah sistem tertutup. pH. Kehadiran bahan-bahan tertentu dalam jumlah tertentu akan mengganggu mekanisme kerja dari membran tersebut. Air yang jernih bukan berarti air yang baik bagi ikan. perubahan mandadak dan drastis terhadap parameter air kerap terjadi (seperti suhu. sebagai contoh: kualitas air untuk keperluan irigasi berbeda dengan kualitas air untuk keperluan air minum. Oleh karena itu. Ikan-air boleh dikatakan sebagai suatu sistem terbuka dimana terjadi pertukaran materi (dan energi). karbon dioksida (CO2). Ikan hidup dalam lingkungan air dan melakukan interaksi aktif antara keduanya. dalam lingkungan alamiahnya mereka tidak perlu beradaptasi dengan berbagai perubahan drastis yang terjadi. kualitas air secara umum mengacu pada kandungan polutan atau cemaran yang terkandung dalam air dalam kaitannya untuk menunjang kehidupan ikan dan kondisi ekosistem yang memadai. Sedangkan pada lingkungan akuarium. karena jernih bukan satu-satunya sarat air berkualitas bagi ikan. kandungan amonia dll). dan bahan buangan. kualitas air akan berbeda dari suatu kegiatan ke kegiatan lain.MEDIA INFORMASI IKAN HIAS DAN TANAMAN AIR Pastikan Aquarium Anda Indah dan Sehat forum diskusi direktori koleksi hobiis profil hobiis online store UTAMA Tentang O-Fish Kualitas Air Hama/Penyakit Filter Akuarium/Tank Direktori Ikan dan Tanaman Umum dan Spesies Pakan Ikan Aquascaping Berrbagai Masalah dan Pemecahannya O-Fish Home SPECIAL VIEW Akuarium Laut Arwana Cupang Hias DIscus Dunia Cichlid Lobster Air Tawar Louhan Maskoki Info Karantina Info Perundangan ARTIKEL TERBARU Jamur pada Telur (updated) Perbanyakan Tanaman Bak Overflow (updated) Lepidocepalus thermalis Aplocheilus Panchax Protein Skimmer Busuk Sirip Kutu Jarum KUALITAS AIR Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu Dengan demikian. Pertukaran materi ini terjadi pada antarmuka (Interface) ikan-air pada bahan berupa membran semipermeabel yang terdapat pada ikan. seperti oksigen (O2). Lima syarat utama kualitas air bagi kehidupan ikan adalah: PARAMETER AIR Kesadahan (GH/KH) Kemasaman (pH) Karbon Dioksida (CO2) Temperatur Salinitas Kualitas Air . Ikan telah berevolusi selama jutaan tahun pada kondisi lingkungan yang stabil. Bahkan kondisi lingkungan mereka memiliki mekanisme tertentu untuk menjaga terjadinya perubahan mendadak. garam-garaman. Dalam lingkup akuarium. sehingga ikan pada akhirnya akan terganggu dan bisa tewas. Sering dijumpai ikan hidup dan berkembang dengan "subur" justru pada air yang bagi manusia menimbulkan kesan jorok. sehingga akan menyebabkan ikan stres dan tidak jarang menyebabkan kematian.

dan Stabil Apabila persyaratan tersebut diatas dapat dijaga dan dipelihara dengan baik. maka ikan yang dipelihara akan mampu mememilhara dirinya sendiri. sering dijumpai bahan-bahan terlarut yang berasal dari hasil pelapukan batuan yang dilewati oleh air dalam perjalanannya.• • • • • Rendah kadar amonia dan nitrit Bersih secara kimiawi Memiliki pH.2 ppm 0 .10 ppm 3 ppm 6. lem dll.0 ppm >20 ppm >20 ppm Beberapa Bahan Cemaran Cemaran pada air akuarium bisa berasal dari berbagai sumber. yaitu. Nitrat atau fosfat: kedua bahan ini pada umumnya berasal dari "bocoran" kegiatan pemupukan pada pertanian intensif yang kemudian mencemari sumber-sumber air setempat. Klorin: pada air minum bahan ini biasa ditambahkan sebagai pembunuh bakteri Kloramin : biasa ditambahkan pada proses pemurnian air minum Pestisida : biasanya merupakan residu kegiatan pertanian intensif yang sering menggunakan pestisida untuk membasmi hama dan penyakit tanaman. dan juga berasal dari binatang dan tanaman akuarium itu sendiri. berasal dari sumber air yang digunakan.5 .012 ppm <0. Bahan yang . dan dapat berkembang biak dengan baik. Beberapa bahan cemaran yang biasa dijumpai pada sumber air adalah: • • Tembaga (copper): bahan ini biasa berasal dari pelapukan pipa air minum atau bisa juga berasal dari kontaminan alamiah. kesadahan. • • • Selain cemaran diatas. Kisaran Normal Kualitas Air Amonia untuk Akuarium Air Tawar Nitrit Karbon dioksida Oksigen pH< KH (CaCO3) GH (CaCO3) <0. dari lapukan dekorasi asesori akuarium. cat. dan temperatur yang sesuai Rendah kadar cemaran organik. terbebas dari berbagai penyakit.9.

sebagai kaldu pemerkaya (preenrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya. EMBA (Eosin Methylene Blue Agar) Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. Lactose broth dibuat dengan komposisi 0. memperbanyak jumlah.com Copyright 2002-2011© O-FISH.5% laktosa. seperti besi (Fe). Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi situs ini dalam bentuk maupun media apapun tanpa ijin tertulis dari O-Fish. sedangkan kadar standar baku mutu logam berat bagi ikan adalah (dalam ppm): Cadmium (Cd) Chromium (Cr) Tembaga (Cu) Timah hitam (Pb) Air raksa (Hg) Seng (Zn) : 0. Meskipun demikian kebanyakan kasus akibat logam berat justru terjadi pada ingkat kontaminasi logam berat rendah. tembaga (Cu). sedangkan Na tercermin pada salinitas. mangan (Mn) . aluminium(Al). dan timah hitam (Pb). seperti perilaku berenang. gambar. Kadar logam berat tinggi diketahui dapat merusak jaringan ikan sehingga menyebabkan kematian. Kadar logam berat dapat mempengaruhi berbagai perilaku ikan. Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform.com/Air/kualitas_air.3% ekstrak beef.1 Kecuali disebutkan dengan jelas.01 : 0.05 : 0. Lactose Broth Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air. Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform.terkandung akan sangat tergantung pada kondisi geologi daerah yang bersangkutan. magnesium (Mg). . dimana dalam proses pembuatannya harus disterilisasi dan menerapkan metode aseptis untuk menghindari kontaminasi pada media. ilustrasi dan foto pada situs web ini dibuat oleh Wahyu Purwakusuma. makanan. dan logam-logam berat.5% pepton.1 : 0. seluruh tulisan. natrium (Na). menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba. seng (Zn). Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. dan 0. All Rights Reserved http://www. dan produk susu. Urutan tingkat racun bebagai logam berat terhdap ikan adalah: Hg>Cu>Pb>Cd>Al>Zn>Ni>Cr>Co>Mn. Berapa unsur yang mungkin dijumpai adalah kalsium (Ca).01 : 0.php Media berfungsi untuk menumbuhkan mikroba.02 : 0. isolasi. Berikut ini beberapa media yang sering digunakan secara umum dalam mikrobiologi. makan dan kawin. Ca dan Mg dalam lingkup akuarium tercermin pada kondisi kesadahan. 0.o-fish.

MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar) MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh De Mann.coli. Aerugenosa dan Salmonella sp dapat menimbulkan keraguan. aerugenosa. Nutrient broth dibuat dengan cara sebagai berikut. air desitilat 1. sewage. Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna. Agar EMB (levine) merupakan media padat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis bakteri coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung. Adanya eosin dan metilen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut. NaCl 5 g. tabel tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri coli dalam 100 ml dan 0. Intinya sama dengan nutrient agar. dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni. dalam artian mikroorganisme heterotrof.0. untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri.Larutkan 5 g pepton dalam 850 ml air distilasi/akuades.Larutkan 3 g ekstrak daging dalam larutan yang dibuat pada langkah pertama.1 ml contoh air. Namun demikian. Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam. 1. pepton 10 g.Sterilisasi dengan autoklaf.Atur pH sampai 7. jika media ini digunakan pada tahap awal karena kuman lain juga tumbuh terutama P. Nutrient Broth Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair. dan agar. Medium tersebut mengandung sukrosa karena kemempuan bakteri koli yang lebih cepat meragikan sukrosa daripada laktosa. Rogosa. pepton. EMB yang menggunakan eosin dan metilin bklue sebagai indikator memberikan perbedaan yang nyata antara koloni yang meragikan laktosa dan yang tidak. dan mengisolasi jenis Lactobacillus . Bagaiamanapun media ini sangat baik untuk mengkonfirmasi bahwa kontaminan tersebut adalah E. dan Shape (1960) untuk memperkaya. 5.Beri air distilasi sebanyak 1. Untuk mengetahui jumlah bakteri coli umumnya digunakan tabel Hopkins yang lebih dikenal dengan nama MPN (most probable number) atau tabel JPT (jumlah perkiraan terdekat). NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif. menumbuhkan. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef. P. Nutrient Agar Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit. 4. produk pangan. untuk membawa stok kultur. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air. 3. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan. 2.000 ml dan 15 g agar/L.aureus. dan Salmonella.000 ml. Untuk komposisi nutrien adar adalah eksrak beef 10 g.

04 g/L MRSB merupakan media yang serupa dengan MRSA yang berbentuk cair/broth. MRS agar mengandung: 1.0 g/L 9.Diamonium hidrogen sitrat 2 g/L 10. Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik. magnesium. Dari enidchemicals. Campurkan ekstrak . Media PCA ini baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks.dari seluruh jenis bahan.0 g/L 3. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen.0 g/L 4.Natrium asetat 5 g/L 11.com Trypticase Soy Broth (TSB) TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum.Tween 80 1. dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus.D (+) glukosa 20 g/L 5.Ekstrak daging 8.5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C). untuk isolasi. Khamir dan yeast akan tumbuh dengan optimal pada media yang sesuai. dan penumbuhan bermacam mikroorganisme. APDA dibuat dengan merebus kentang selama 1 jam/45 menit.Magnesium sulfat 0. asetat. agar) hingga membentuk suspensi 22.dipotassium hidrogen phosphate 2 g/L 8. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme. Dikalium fosfat ditambahkan sebagai buffer untuk mempertahankan pH. Plate Count Agar (PCA) PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan. yeast extract.Agar-agar 14 g/L 7. agar dilelehkan dalam 500 ml air. dextrose. MRS agar mengandung polysorbat. Adanya asam tartarat dan pH rendah maka pertumbuhan bakteri terhambat.2 g/L 6.Mangan sulfat 0. sebaik nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat selektif. APDA Media APDA berfungsi untuk menumbuhkan dan menghitung jumlah khamir dan yeast yang terdapat dalam suatu sampel.Protein dari kasein 10 g/L 2. sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh.Ekstrak ragi 4. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate.

Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E. Bila kondisi terlalu basa maka sel akan mati. campur dan panaskan serta aduk. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. glukosa. Media berfungsi untuk menumbuhkan mikroba.6+0. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media dalam 1 liter air yang telah didestilasi. Berikut ini beberapa media yang sering digunakan secara umum dalam mikrobiologi. Dengan adanya dekstrosa yang terkandung dalam media ini.kentang dalam agar lalu ditambahkan glukosa dan diaduk rata. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan 1 liter air yang telah didestilasi. dan produk susu. memperbanyak jumlah. PGYA Media ini berfungsi untuk isolasi. agar). PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri. menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba. NaCl. dan menumbuhkan sel khamir. Yeast ekstrak menyediakan vitamin B-kompleks yang mendukung pertumbuhan bakteri. Kemudian dimasukkan dalam erlenmeyer dan disumbat dengan kapas lalu disterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. empedu. kristal violet. makanan. Neutral red sebagai indikator pH.2. Lactose Broth Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air. isolasi. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak. pepton. Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan petri dengan pH akhir 5. Pindahkan dalam tabung sesuai kebutuhan. Pada APDA jadi ini juga ditambah asam tartarat.4. pH akhir adalah 7. Dinginkan hingga 50-60°C. semua bahan dicampur dengan ditambah CaCO3 terlebih dahulu sebanyak 0. Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna. Agar merupakan agen pemadat. Panaskan hingga mendidih sampai larut sempurna. Potato Dextrose Agar (PDA) PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. sebagai kaldu pemerkaya (pre- . Sterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. Campuran garam bile dan kristal violet menghambat bakteri gram positif. enumerasi. dimana dalam proses pembuatannya harus disterilisasi dan menerapkan metode aseptis untuk menghindari kontaminasi pada media. PGYA dapat digunakan untuk mengidentifikasi mikroba terutama sel khamir. VRBA (Violet Red Bile Agar) VRBA dapat digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri Enterobactericeae.5 g lalu dilarutkan dengan akuades. Laktosa merupakan sumber karbohidrat. sedangkan sel mikroba bersifat asam. Agar VRBA mengandung violet kristal yang bersifat basa.coli. Untuk membuatnya. neutral red.

5% laktosa. 0. Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform. EMBA (Eosin Methylene Blue Agar) Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. Untuk mengetahui jumlah bakteri coli umumnya digunakan tabel Hopkins yang lebih dikenal dengan nama MPN (most probable number) atau tabel JPT (jumlah perkiraan terdekat). Adanya eosin dan metilen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut. produk pangan. Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna.1 ml contoh air. Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform. aerugenosa. dan agar. dalam artian mikroorganisme heterotrof. danSalmonella. Intinya sama dengan nutrient agar. air desitilat 1. Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. Untuk komposisi nutrien adar adalah eksrak beef 10 g. Bagaiamanapun media ini sangat baik untuk mengkonfirmasi bahwa kontaminan tersebut adalah E. Medium tersebut mengandung sukrosa karena kemempuan bakteri koli yang lebih cepat meragikan sukrosa daripada laktosa. pepton 10 g. Agar EMB (levine) merupakan media padat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis bakteri coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung. dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air.coli. untuk membawa stok kultur. untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri. Nutrient Broth Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair. Aerugenosa dan Salmonella sp dapat menimbulkan keraguan. dan 0. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit. NaCl 5 g. Namun demikian. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef. Nutrient broth dibuat dengan cara sebagai . pepton.000 ml dan 15 g agar/L. jika media ini digunakan pada tahap awal karena kuman lain juga tumbuh terutama P. sewage.enrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya. Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam. Lactose broth dibuat dengan komposisi 0. tabel tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri coli dalam 100 ml dan 0.3% ekstrak beef.5% pepton. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif. aureus. EMB yang menggunakan eosin dan metilin bklue sebagai indikator memberikan perbedaan yang nyata antara koloni yang meragikan laktosa dan yang tidak. Nutrient Agar Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. P.

Sterilisasi dengan autoklaf.com Trypticase Soy Broth (TSB) TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum.0 g/L 3.Protein dari kasein 10 g/L 2. 3.Magnesium sulfat 0. Rogosa.Beri air distilasi sebanyak 1. yeast extract. 4. MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar) MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh De Mann. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen.0 g/L 4. MRS agar mengandung polysorbat. untuk isolasi. menumbuhkan. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme.Diamonium hidrogen sitrat 2 g/L 10.Larutkan 5 g pepton dalam 850 ml air distilasi/akuades. dan penumbuhan bermacam mikroorganisme. Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik. dan mengisolasi jenis Lactobacillus dari seluruh jenis bahan.berikut. Plate Count Agar (PCA) PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan. 5.Atur pH sampai 7. dan Shape (1960) untuk memperkaya.5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C).000 ml. 1. agar) hingga membentuk suspensi 22.0.dipotassium hidrogen phosphate 2 g/L 8.Ekstrak daging 8. Media PCA ini . dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus.Tween 80 1.Mangan sulfat 0. 2. sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh.Larutkan 3 g ekstrak daging dalam larutan yang dibuat pada langkah pertama.Agar-agar 14 g/L 7. sebaik nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat selektif.04 g/L MRSB merupakan media yang serupa dengan MRSA yang berbentuk cair/broth.Natrium asetat 5 g/L 11.2 g/L 6.D (+) glukosa 20 g/L 5. Dari enidchemicals. magnesium. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate. MRS agar mengandung: 1. Dikalium fosfat ditambahkan sebagai buffer untuk mempertahankan pH.Ekstrak ragi 4.0 g/L 9. asetat. dextrose.

Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna. Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan petri dengan pH akhir 5. glukosa. Potato Dextrose Agar (PDA) PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. Panaskan hingga mendidih sampai larut sempurna.2. Yeast ekstrak menyediakan vitamin B-kompleks yang mendukung pertumbuhan bakteri. Pindahkan dalam tabung sesuai kebutuhan. PGYA Media ini berfungsi untuk isolasi.6+0. Agar VRBA mengandung violet kristal yang bersifat basa. pepton. Neutral red sebagai indikator pH. Khamir dan yeast akan tumbuh dengan optimal pada media yang sesuai. Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E. Sterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. APDA Media APDA berfungsi untuk menumbuhkan dan menghitung jumlah khamir dan yeast yang terdapat dalam suatu sampel. Campurkan ekstrak kentang dalam agar lalu ditambahkan glukosa dan diaduk rata. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak. Dinginkan hingga 50-60°C. enumerasi. sedangkan sel mikroba bersifat asam. empedu. Dengan adanya dekstrosa yang terkandung dalam media ini. pH akhir adalah 7. neutral red. NaCl. APDA dibuat dengan merebus kentang selama 1 jam/45 menit. Adanya asam tartarat dan pH rendah maka pertumbuhan bakteri terhambat. agar). Untuk membuatnya. Kemudian dimasukkan dalam . PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri. PGYA dapat digunakan untuk mengidentifikasi mikroba terutama sel khamir. dan menumbuhkan sel khamir.5 g lalu dilarutkan dengan akuades. Agar merupakan agen pemadat. campur dan panaskan serta aduk. semua bahan dicampur dengan ditambah CaCO3 terlebih dahulu sebanyak 0.baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks. Bila kondisi terlalu basa maka sel akan mati. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan 1 liter air yang telah didestilasi. kristal violet. VRBA (Violet Red Bile Agar) VRBA dapat digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri Enterobactericeae. agar dilelehkan dalam 500 ml air. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media dalam 1 liter air yang telah didestilasi. Campuran garam bile dan kristal violet menghambat bakteri gram positif. Laktosa merupakan sumber karbohidrat.coli.4. Pada APDA jadi ini juga ditambah asam tartarat.

Metode Breed Hitungan mikroskopik dengan metode Breed sering digunakan untuk menganalisis susu yang mengandung bakteri dalam jumlah tinggi. pengukuran volume dan berat sel dilakukan dengan terlebih dahulu menyaring sel-sel jasad renik. dimana komposisi substrat atau bahan yang difermentasi dapat diamati dan diukur dengan teliti. Hitungan Mikroskopik a. jumlah sel jasad renik dapat dihitung jika medium pertumbuhannya tidak mengganggu pengukuran. tetapi sering digunakan untuk mengukur pertumbuhan sel selama proses fermentasi. dalam metode volumetrik dan gravimetrik. Dalam perhitungan massa sel secara langsung. Perhitungan massa sel secara tidak langsung sering digunakan dalam mengamati pertumbuhan sel selama proses fermentasi. jika substrat tempat tumbuhnya banyak mengandung padatan. sel jasad renik tidak dapat diukur menggunakan metode volumetrik.erlenmeyer dan disumbat dengan kapas lalu disterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. misalnya bahan pangan. gravimetrik. Sebagai contoh. A. Oleh karena itu. Perhitungan massa sel secara langsung maupun tidak langsung jarang digunakan dalam uji mikrobiologi bahan pangan. misalnya susu yang diperoleh dari sapi yang terkena mastitis yaitu suatu penyakit infeksi yang . Sebelumnya: Yogurt Selanjutnya : Susu Kambing BAB VIII ANALISIS KUANTITATIF MIKROBIOLOGI PADA BAHAN PANGAN Analisis kuantitatif mikrobiologi pada bahan pangan penting dilakukan untuk mengetahui mutu bahan pangan dan menghitung proses pengawetan yang akan diterapkan pada bahan pangan tersebut. maupun turbidimetri.

Luas areal pandang mikroskop = Di mana r = jari-jari (mm) areal pandang mikroskop.menyerang kelenjar susu sapi.18 mm. tergantung dari jumlah bakteri per areal pandang.01 ml . susunya biasanya mengandung sel-sel darah putih dalam jumlah tinggi. yaitu menghitung bakteri secara langsung menggunakan mikroskop. difiksasi. Rata-rata jumlah bakteri per areal pandang mikroskop ditentukan setelah mengamati 10 sampai 60 kali areal pandang.14-0. Pada sapi yang terserang mastitis. Karena contoh susu yang disebarkan pada gelas objek seluas 1 cm2 adalah 0. sel-sel darah putih akan terlihat sebagai sel yang bulat atau berbentuk tidak teratur. berwarna biru dengan ukuran lebih besar daripada bakteri.01 ml susu dipipet dengan pipet Breed dan disebarkan di atas gelas objek sehingga mencapai luas 1 cm2. Beberapa mikroskop mungkin mempunyai ukuran diameter areal pandang lebih dari 0. Mikrometer yang digunakan adalah mikrometer gelas objek yang mempunyai skala terkecil 0. dan diwarnai dengan biru metilen. dihitung jumlah sel yang terdapat di dalam kelompok tersebut. Untuk menghitung jumlah bakteri di dalam susu. sebanyak 0. Hasil perhitungan berdasarkan jumlah kelompok bakteri biasanya lebih mendekati hasil perhitungan jumlah bakteri menggunakan agar cawan. kemudian didiamkan sampai kering. Setelah pewarnaan dengan biru metilen.01 ml. tetapi jika tidak mungkin dapat dihitung sebagai satu kelompok. Cara ini mempunyai kelemahan yaitu tidak dapat diakukan terhadap susu yang telah dipasteurisasi karena secara mikroskopik tidak dapat dibedakan antara sel-sel bakteri yang masih hidup atau yang telah mati karena perlakuan pasteurisasi. Sel-sel yang mengumpul dalam kelompok. maka: Jumlah susu per arealpandang mikroskop = x 0. Dalam metode ini. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengukur diameter areal pandang menggunakan mikrometer yang dilihat melalui lensa minyak imersi. Cara ini merupakan suatu cara cepat. Areal pandang mikroskop biasanya mempunyai ukuran 14-16 skala atau 0.01 mm. luas areal pandang (field) mikroskop yang akan digunakan harus dihitung terlebih dahulu.16 mm.

Dengan kata lain. keduanya akan terhitung. kemudian dihitung jumlah sel rata-rata dalam satu kotak besar. dan digunakan untuk mengubah jumlah bakteri per areal pandang mikroskop menjadi jumlah bakteri per ml. Jumlah areal pandang yang harus diamati tergantung dari jumlah rata-rata bakteri per areal pandang.5 – 1 1 . tetapi mempunyai beberapa kelemahan sebagai berikut: 1. 2. Tinggi contoh yang terletak di antara gelas objek dengan gelas penutup adalah 0.000/πr2 juga faktor mikroskopik (FM). Jumlah sel dalam beberapa kotak besar dihitung.10 10 – 30 >30 Jumlah areal pandang yang harus diamati 50 25 10 5 TBUD b.5 0. Hitungan mikroskopik merupakan metode yang cepat dan murah.04 mm2. di mana dalam setiap ukuran skala seluas 1 mm2 terdapat 25 buah kotak besar dengan luas 0. sehingga kadang-kadang tidak terhitung. hitungan mikroskopik dilakukan dengan pertolongan kotak-kotak skala.02 mm. Oleh karena itu. dan setiap kotak besar terdiri dari 16 kotak kecil. Sel-sel yang berukuran sangat kecil sukar dilihat di bawah mikroskop. . dan ditentukan sebagai berikut: Jumlah rata-rata bakteri per areal pandang < 0. Sel-sel yang telah mati tidak dapat dibedakan dari sel-sel hidup. Metode Petroff-Hausser Dalam metode Petroff-Hausser. Jumlah bakteri per ml = x jumlah bakteri per areal pandang Jumlah bakteri per areal pandang dihitung dari rata-rata pengamatan areal pandang.000/πr2 kali areal pandang mikroskop. untuk mendapatkan 1 ml contoh susu dapat diperoleh dari 10. Angka 10.

c. Beberapa jenis jasad renik dapat dihitung sekaligus. 4. c. maka sel jasad renik tersebut akan berkembang biak dan membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dan dihitung dengan mata tanpa menggunakan mikroskop. Medium dan kondisi inkubasi yang berbeda mungkin menghasilkan nilai yang berbeda. Hanya sel yang masih hidup yang dihitung. b.3. metode hitungan cawan juga mempunyai kelemahan-kelemahan sebagai berikut: a. 2. karena hal ini akan mengganggu dalam perhitungan sel. Dalam metode hitungan cawan. misalnya untuk bakteri minimal 106 sel/ml. Selain keuntungan-keuntungan tersebut. d. Tidak dapat digunakan untuk menghitung sel jasad renik di dalam bahan pangan yang banyak mengandung debris atau ekstrak makanan. Jasad renik yang ditumbuhkan harus dapat tumbuh pada medium padat dan membentuk koloni yang kompak dan jelas. Hasil perhitungan tidak menunjukkan jumlah sel yang sebenarnya. Memerlukan persiapan dan waktu inkubasi relatif lama sehingga pertumbuhan koloni dapat dihitung. Metode hitungan cawan merupakan cara yang paling sensitif untuk menentukan jumlah jasad renik karena beberapa hal yaitu: a. Dapat digunakan untuk isolasi dan identifikasi jasad renik karena koloni yang terbentuk mungkin berasal dari suatu jasad renik yang mempunyai penampakan pertumbuhan spesifik. b. tidak menyebar. jumlah sel di dalam suspensi harus cukup tinggi. Hal ini disebabkan dalam setiap bidang pandang yang diamati harus terdapat sejumlah sel yang dapat dihitung. Untuk mempertinggi ketelitian. Hitungan Cawan Prinsip dari metode hitungan cawan adalah jika sel jasad renik yang masih hidup ditumbuhkan pada medium agar. bahan pangan yang diperkirakan mengandung lebih dari 300 sel jasad renik per ml atau per gram atau per cm jika . karena beberapa sel yang berdekatan mungkin membentuk satu koloni.

Satu deretan rantai koloni yang terlihat sebagai suatu garis tebal dihitung sebagai satu koloni. dan diratakan dengan batang gelas melengkung yang steril. c. Cara pemupukan dalam metode hitungan cawan dapat dibedakan atas dua cara yaitu metode tuang dan metode permukaan (surface/spreadplate).85% NaCl. atau 1:100. Setelah inkubasi akan terbentuk koloni pada cawan tersebut dalam jumlah yang dapat dihitung. atau . Pengenceran biasanya dilakukan secara desimal yaitu 1:10. Beberapa koloni yang bergabung menjadi satu merupakan satu kumpulan koloni yang besar di mana jumlah koloninya diragukan dapat dihitung sebagai satu koloni. terlebih dahulu dibuat agar cawan kemudian sebanyak 0. memerlukan perlakuan pengenceran sebelum ditumbuhkan pada medium agar di dalam cawan petri. 0. kemudian ditambah agar cair steril yang telah didinginkan (47-50°C) sebanyak 15-20 ml dan digoyangkan supaya contoh menyebar rata. 1:1000 000 dan seterusnya. sejumlah contoh (1 ml atau 0. Jumlah koloni dalam contoh dapat dihitung sebagai berikut: Koloni per ml atau per gram = jumlah koloni per cawan x 1/FP Dimana FP = faktor pengenceran Faktor Pengenceran Untuk melaporkan hasil analisis mikrobiologi dengan cara hitungan cawan digunakan suatu standar yang disebut Standard Plate Counts (SPC) sebagai berikut: a. dimana jumlah yang terbaik adalah diantara 30 sampai 300 koloni.pengambilan contoh dilakukan pada permukaan. Dalam metode tuang. Dalam SPC ditentukan cara pelaporan dan perhitungan koloni sebagai berikut: Larutan yang digunakan untuk pengenceran dapat berupa larutan bufer fosfat. 1:1000 dan seterusnya. 1:100. b. 1:10 000.1 ml contoh yang telah diencerkan dipipet pada permukaan agar tersebut. larutan Ringer.1 ml) dari pengenceran yang dikehendaki dimasukkan ke dalam cawan petri. Pada pemupukan dengan metode permukaan. Cawan yang dipilih dan dihitung adalah yang mengandung jumlah koloni antara 30 dan 300.

Jika perbandingan antara hasil tertinggi dan terendah lebih besar dari 2. jumlah koloni pada pengenceran yang tertinggi yang dihitung. atau terbentuknya gas di dalam tabung kecil (tabung Durham) yang diletakkan pada . yang sebenarnya harus dicantumkan di dalam tanda kurung. harus dibulatkan satu angka lebih tinggi pada angka kedua. harus dipilih tingkat pengenceran yang menghasilkan kedua cawan duplo dengan koloni di antara 30 dan 300. d. Oleh karena itu. c. 1. dimana perhitungan dilakukan berdasarkan jumlah tabung yang positif. Metode MPN (Most Probable Number) Berbeda dengan metode hitungan cawan dimana digunakan medium padat. Oleh karena itu. tidak boleh diambil salah satu. Pengamatan tabung yang positif dapat dilihat dengan mengamati timbulnya kekeruhan. Jika pada semua pengenceran dihasilkan kurang dari 30 koloni pada cawan petri. Jika pada semua pengenceran dihasilkan lebih dari 300 koloni pada cawan petri. dilaporkan ratarata dari kedua nilai tersebut dengan memperhitungkan faktor pengencerannya. jumlah koloni pada pengenceran yang terendah yang dihitung. Hasilnya dilaporkan sebagai lebih dari 300 dikalikan dengan faktor pengenceran. tetapi jumlah 3. sebenarnya harus dicantumkan di dalam tanda kurung.7 x 103 unit koloni/ml atau 2. yaitu yang ditumbuhi oleh jasad renik setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu. Hasil yang diaporkan hanya terdiri dari dua angka yaitu angka pertama (satuan) dan angka kedua (desimal). Sebagai contoh. dan perbandingan antara hasil tertinggi dan terendah dari kedua pengenceran tersebut lebih kecil atau sarna dengan dua. Jika digunakan dua cawan petri (duplo) per pengenceran. Jika pada cawan dari dua tingkat pengenceran dihasilkan koloni dengan jumlah antara 30 dan 300. tetapi jumlah yang Hasilnya dilaporkan sebagai kurang dari 30 dikalikan dengan besamya pengenceran. e.0 x 106 unit koloni/gr. data yang diambil harus dari kedua cawan tersebut. berarti pengenceran yang dilakukan terlalu rendah. Oleh karena itu. dalam metode MPN digunakan medium cair di dalam tabung reaksi. b. berarti pengenceran yang dilakukan terlalu tinggi. yang dilaporkan hanya hasil yang terkecil.a. Jika angka yang ketiga sama dengan atau lebih besar dari 5.

pada pengenceran ketiga satu tabung positif. Angka kombinasi ini kemudian dicocokkan dengan Tabel MPN dan nilai MPN contoh dapat dihitung sebagai berikut : MPN contoh = Nilai MPN dari tabel x 1/pengenceran tabung tengah Pengenceran Tabung Tengah Tabel yang digunakan untuk menentukan niIai MPN dari tiga seri tabung berbeda dengan tabel untuk lima seri tabung. Dalam metode MPN. sedangkan tabung lainnya negatif. 1. Setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu.posisi terbalik. tetapi alat gelas yang digunakan juga lebih banyak. 0. dimana untuk setiap pengenceran digunakan tiga seri tabung atau lima seri tabung. Dalam metode MPN. Dengan demikian. Untuk setiap pengenceran pada umumnya digunakan tiga atau lima seri tabung. Lebih banyak tabung yang digunakan menunjukkan ketelitian yang lebih tinggi. Grup jasad renik yang dapat dihitung dengan metode MPN juga bervariasi tergantung dari medium yang digunakan untuk pertumbuhan. Kombinasi yang dipilih dimulai dari . dihitung jumlah tabung yang positif yaitu tabung yang ditumbuhi jasad renik yang dapat ditandai dengan timbulnya kekeruhan. 2. sedangkan tabung lainnya tidak mengandung sel. meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat dengan terlebih dahulu membuat suspensi 1:10 dari contoh tersebut. 1. dan pada pengenceran terakhir tidak ada tabung yang positif. yang dinyatakan sebagai tabung positif. dan jika diambil tiga pengenceran yang pertama kombinasinya akan menjadi 3. pada pengenceran kedua dua tabung positif. 2. sehingga beberapa tabung yang berisi medium cair yang diinokulasikan dengan larutan hasil pengenceran tersebut mengandung satu sel jasad renik. beberapa tabung mungkin mengandung lebih dari satu sel. pengenceran harus dilakukan lebih tinggi daripada pengenceran dalam hitungan cawan. setelah inkubasi diharapkan terjadi pertumbuhan pada beberapa tabung. dari setiap pengenceran dimasukkan 1 ml masing-masing ke dalam tabung yang berisi medium. Metode MPN biasanya digunakan untuk menghitung jumlah jasad renik di dalam contoh yang berbentuk cair. yaitu untuk jasad renik pembentuk gas. Misalnya pada pengenceran pertama ketiga tabung menghasilkan pertumbuhan positif. Kombinasinya menjadi 3.

dianggap selesai jika kira-kira empat per lima dari contoh susu yang terdapat di dalam tabung (sebanyak 10 ml) telah berwarna putih. jika digunakan Lactose Broth maka adanya bakteri yang dapat menfermentasi laktosa ditunjukkan dengan terbentuknya gas di dalam tabung Durham. maka jumlah tabung yang positif tersebut harus ditambahkan pada angka kombinasi yang ketiga sampai mencapai jumlah maksimum. semakin cepat terjadinya perubahan warna dan biru menjadi putih. Kombinasi yang diambil terdin dari tiga pengenceran. B. biru metilen yang ditambahkan akan tereduksi menjadi putih metilen. Metode biru metilen merupakan cara yang lebih cepat dibandingkan dengan metode hitungan cawan. sedangkan pada pengenceran yang berikutnya ada tabung yang negatif. Sebagai contoh. Akibatnya. Kelemahan metode BM adalah karena cara ini tidak praktis dilakukan terhadap susu yang mengandung bakteri hidup dalam jumlah sedikit. Metode Hitungan Tidak Langsung Salah satu cara untuk menghitung jumlah sel di dalam suatu bahan secara tidak langsung adalah dengan uji biru metilen yang biasanya dilakukan terhadap susu. Waktu reduksi. Cara ini biasa digunakan untuk menentukan MPN koliform terhadap air atau minuman karena bakteri koliform termasuk bakteri yang dapat menfermentasi laktosa.pengenceran tertinggi yang masih menghasilkan semua tabung positif. dan lebih teliti karena bakteri yang terdapat dalam keadaan berkelompok di mana dalam metode hitungan cawan dihitung sebagai satu koloni. kemudian diamati kemampuan bakteri di dalam susu untuk tumbuh dan menggunakan oksigen yang terlarut. yaitu perubahan warna biru menjadi putih. Metode MPN dapat digunakan untuk menghitung jumlah jasad renik tertentu yang terdapat diantara campuran jasad renik lainnya. Dalam uji ini ditambahkan sejumlah biru metilen ke dalam susu. Semakin tinggi jumlah bakteri di dalam susu. misalnya susu . dalam metode BM hal ini tidak berpengaruh terhadap perhitungan jumlah bakteri. sehingga menyebabkan penurunan kekuatan oksidasi-reduksi dari campuran tersebut. Jika pada pengenceran yang keempat atau seterusnya masih ditemukan tabung yang hasilnya positif. dan dapat memberikan perkiraan jumlah bakteri di dalam susu.

pembentuk spora. selanjutnya dieramkan. Dalam hal ini bahan pemeriksaan harus diencerkan untuk menghindarkan jumlah koloni terlalu banyak sehingga tidak dapat dihitung. 1. Setelah dikocok. ini juga tidak dapat dibedakan jenis bakteri yang terdapat di dalam susu. Penghitungan koloni dilakukan setelah pengeraman pada suhu yang sesuai. Suatu volum tertentu dimasukkan ke dalam pinggan petri steril. b. diadakan perhitungan langsung secara mikroskopis. dimana dibutuhkan waktu yang lama sekali untuk mereduksi biru metilen. 0. Bahan pemeriksaan diencerkan seperlunya b. khamir.yang telah mengalami pasteurisasi. dan sebagainya.1 sampai 1 ml bahan pemeriksaan dicampur dengan medium pembiakan agar yang telah dicairkan dan didinginkan sampai suhu tidak lebih dari 45°C. Cara ini disebut juga “metode perhitungan bakteri hidup” atau “metode perhitungan koloni”. C. kemudian dibekukan. Cara yang paling sering digunakan adalah cara perhitungan koloni pada lempeng pembiakan (place count). 2. yaitu paling sedikit selama enam jam. misalnya bakteri gram positif atau negatif. Disamping itu dapat . Penentuan Jumlah Bakteri Beberapa cara dapat dilakukan untuk menentukan jumlah bakteri yang terdapat pada bahan pemeriksaan. Dengan metode. Cara lain yang hampir sama adalah sebagai berikut: a. campuran itu dituang ke dalam pinggan petri steril. Cara Perhitungan pada lempeng pembiakan a. Hasil perhitungan yang dapat diandalkan adalah antara 30-300 koloni pada tiap lempeng pembiakan. kemudian dituang dengan medium pembiakan padat campuran dibiarkan membeku c. Oleh karena satu bakteri dapat tumbuh menjadi satu koloni yang terhitung mewakili jumlah bakteri hidup yang terdapat dalam tiap volum pengenceran yang digunakan. Cara menghitung langsung (metode kaca objek) yang telah dicairkan dan Setelah dicampur rata didinginkan sampai suhu tidak lebih dari 45°C. Kelemahan lainnya adalah karena dalam uji biru metilen diperlukan waktu pengamatan yang terus-menerus.

tetapi pengerjaannya lebih cepat.1 persen yang mengandung 0. Dengan cara ini yang terhitung adalah baik bakteri hidup maupun yang mati. sehingga bila di masukkan ke dalam bilik hitung itu hanya akan terdapat lima atau sepuluh organisme dalam tiap kotak. sehingga bila kaca penutup diletakkan di atas lantai bilik. Metode Ukur Kekeruhan Metode ini mengguanakan tabung-tabung dengan supensi dari berbagai derajat kekeruhan (menurut Brown). Permukaan kaca objek diasah sedemikian rupa. sehingga jumlah hitungan mencapai kira-kira 500. Larutan yang digunakan harus disaring sebelum dipakai. Cara kerjanya adalah sebagai berikut: a) Satu ose suspensi diletakkan pada daerah berkotak dan diataranya diletakkan kaca penutup yang bersih.1 persen metilen biru (zat warna ini tidak diperlukan bila diperiksa dengan fase kontras atau lapangan gelap). Untuk perhitungan dipilih 50-100 kotak secara acak. Cairan pengencer yang terbaik adalah pepton 0. masing-masing seluas 0. Suspensi ini diencerkan sedemikian rupa. b.0025 mm2. Kemudian dikalikan dengan faktor pengenceran. Daerah ini dilingkari oleh parit.02 m di bawah permukaan kaca objek. terdapat ruangan antara lantai dan kaca penutup yang sama tingginya.Cara ini pada mulanya dilakukan dengan pemeriksaan bakteri yang terdapat dalam air susu. Volum suspensi seharusnya hanya untuk mengisi ruang antara lantai bilik dengan kaca penutup.1 persen dan 0. yaitu 0. jangan sampai ada cairan yang mengalir ke dalam parit. Tiap derajat tersebut dengan tingkat kekeruhan eqivalen dengan jumlah tertentu per mililiter. a. sehingga dengan cara ini tidak diketahui berapa jumlah bakteri hidup. Suspensi yang akan dihitung ditambah dengan beberapa tetes formalin.02 x0. b) Pemeriksaan dilakukan dengan lensa 4 mm.0025 mm3. yaitu suatu kaca objek setebal 2-3 mm dengan ditengahnya terdapat suatu daerah yang disebut lantai bilik yang berada 0. diperoleh jumlah rata-rata oraganisme untuk tiap kotak. Suspensi bakteri yang ingin diperiksa .00000005 ml. Pada lantai bilik terdapat suatu daerah berkotak seluas 1 mm2 yang dibagi dalam 400 kotak persegi. tetapi dapat digunakan untk penelitian lain. Volume ruang di atas tiap kotak adalah 0. Metode bilik hitung Untuk keperluan ini dapat digunakan bilik hitung Helber. Setelah dibagi oleh jumlah kotak.

Oleh karena itu bila Jika jumlah organisme besar. Metode Turbidimetri Pada metode ini penghitungan didasarkan pada kenyataan bahwa suatu populasi atau kelompok sel-sel dalam medium cair menyerap atau menyebarkan cahaya yang sebanding dengan derajat kekeruhan medium itu. hasil hitungan masing-masing Bila jumlah organisme kecil perbedaan akan . c. Beberapa di antaranya mungkin mengandung dua atau tiga. Jumlah rata-rata ini adalah jumlah perkiraan terdekat (most probable number). relatif lebih besar. Jumlah Perkiraan Terdekat (JPT) Jumlah perkiraan terdekat pada perhitungan bakteri didasarkan atas asumsi bahwa bakteri tersebar normal dalam medium cair. Bila suatu cairan mengandung 100 organisme per 100 ml. Bila sampelsampel ini ditanam dalam medium pembiakan. tiap sampel dapat diharapkan akan memperlihatkan pertumbuhan. sedang ada sampel yang tidak mengandung bakteri. tetapi tidak mungkin ada sampel yang tidak mengandung bakteri sama sekali. Demikian pula sampel-sampel 1 ml akan mengandung rata-rata masingmasing satu organisme. perbadaan jumlah antara sampel akan menjadi kecil. Pada turbidimetri yang diukur adalah persentase absorpsi cahaya. yang berarti bila diambil berulang-ulang sampel dengan takaran yang sama dari suatu sumber dapat diharapkan mengandung jumlah rata-rata yang sama. d.jumlahnya dibandingkan kekeruhannya dalam tabung yaitu dengan ukuran yang sama dengan kekeruhan tabung Brown yang telah dibakukan dan jumlah organismenya dapat dilihat pada tabel derajat kekeruhan baku. Beberapa diantara sampel-sampel itu dapat mengandung lebih atau kurang. sampel akan mendekati rata-rata. Suspensi yang diperiksa bila perlu harus diencerkan. biarpun antara sampel yang satu sedikit lebih atau kurang daripada yang lain. maka sampelsampel 10 ml akan mengandung rata-rata masing-masing 10 organisme. dan pada nefelometri diukur adalah refleksi sinar cahaya.

Untuk keperluan ini disediakan tabel-tabel untuk sampel-sampel 10 ml. dan bila ditanam kebanyakan tidak memperlihatkan pertumbuhan. Tabel 10. pembentukan asam dan gas dan lain-lain.1 sampel cairan. Pengamatan ditunjukkan terhadap pertumbuhan.10 ml.2. Teknik ini terutama digunakan untuk menaksir jumlah bakteri coliform. Sampel dikocok yang kuat agar organisme dalam cairan itu tersebar merata. Untuk keperluan ini dapat digunakan tiga atau lima tabung. seperti kekeruhan. tetapi dapat digunakan juga untuk hampir setiap jenis organisme dalam sampel cairan bila pertumbuhan mudah dapat diamati.1. lima dari 10 ml dan lima dari 1 ml. Sampel-sampel 0. Perlakuan yang sama dilakukan dengan 1 ml dan 0.1 ml dapat diharapkan mengandung hanya satu organisme di antara sepuluh sampel. dan 1 ml . 1 ml. Cara kerja penentuan jumlah perkiraan terdekat (JPT) adalah sebagai berikut: a. Untuk pemeriksaan air digunakan satu tabung 50 ml. c. 0.sampel-sampel ini ditanam dalam medium pembiakan. pembentukan asam.48 jam. Untuk pemeriksaan air ditambah dengan percobaan 50 ml air dalam 50 ml bulyon dua kali kuat. sebagian tidak memperlihatkan ada pertumbuhan.1 ml dengan menggunakan tiga atau lima tabung dari masing-masing sampel. dan 10. kemudian diambil 10 ml untuk masing-masing tabung yang telah diisi medium pembiakan dua kali lipat. b.1 Jumlah perkiraan terdekat dalam 100 ml menurut McCrady dengan sistem tiga tabung untuk masing-masing volum 50 ml. Pengeraman dilakukan selama 24 . Untuk penafsiran JPT dari jumlah hasil positif dari deret tiga atau lima tabung dilahat pada Tabel 10. Untuk mengetahui jumlah bakteri hidup dalam sampel dapat dihitung jumlah perkiraan terdekat organisme per 100 ml untuk tiap kombinasi seri sampel semacam itu.

Volume air Banyaknya sampel Jumlah sampel dengan hasil positif (asam+gas) 50 ml 1 0 0 0 0 0 10 ml 5 0 0 0 1 1 1 ml 5 0 1 2 1 2 JPT 0 1 2 1 2 0 0 0 0 1 2 2 2 2 0 1 2 0 3 2 3 4 5 0 2 0 3 0 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 9 2 7 1 5 0 3 3 6 2 4 1 3 0 1 0 5 1 5 .

1 1 2 2 0 1 5 7 1 1 1 1 1 2 2 3 3 3 2 3 0 1 2 10 12 8 11 14 1 1 1 1 1 3 3 4 4 4 3 4 0 1 2 18 20 13 17 20 1 1 1 4 4 5 3 4 5 0 1 39 35 40 25 35 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 5 180+ 4 100 3 90 2 50 .

1 ml 5 0 1 2 3 0 JPT 13 17 20 25 17 4 4 4 4 4 1 1 2 2 2 1 2 0 1 2 20 25 20 25 30 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 0 1 2 0 1 25 35 40 35 40 4 4 5 4 5 4 5 1 50 0 40 2 45 .2 Jumlah perkiraan terdekat dalam 100 ml menurut McCrady dengan sistem lima tabung untuk masing-masing volum 10 ml. 0.Tabel 10. 1 ml.1 ml Volum air Banyaknya sampel Jumlah sampel dengan hasil (asam+ gas) 10 ml 5 4 4 4 4 4 1 ml 5 0 0 0 0 1 0.

4 0 5 5 5 5 5 1 5 5 5 5 5 2 5 5 2 5 5 5 5 3 5 5 5 3 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 0 0 0 0 2 55 0 1 2 3 4 25 30 45 0 75 0 1 2 3 4 35 45 65 85 116 0 1 60 70 2 3 4 5 80 120 140 175 0 1 2 80 110 140 .

Sebutkan beberapa metode analisis kuantitatif mikroba 2. Jelaskan perbedaan prinsip masing-masing metode .5 5 3 3 4 175 200 3 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 5 5 5 5 1900+ 4 1000 3 900 550 1 350 4 5 5 4 5 0 350 425 260 4 4 4 4 5 0 1 2 3 250 130 170 225 275 Soal-soal latihan : 1.

poliupg. Latar Belakang Berbagai mikroba patogen seringkali ditularkan melalui air yang tercemar sehingga menimbulkan penyakit bawaan manusia maupun hewan. salah satunya adalah pemeriksaan adanya bakteri Coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN (Most Probable Number). maka akan dapat dilihat tabung yang positif yaitu tabung yang ditumbuhi mikroba yang dapat ditandai dengan terbentuknya gas di dalam tabung Durham.ac. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai adanya mikroba dalam suatu makanan dan minuman agar dapat dikonsumsi manusia dengan layak sehingga tidak menimbulkan penyakit akibat kontaminasi mikroba dalam makanan dan minuman dan dapat memenuhi kebutuhan tubuh secara optimal. Pada analisis kuantitatif mikroba dengan metode MPN digunakan kisaran jumlah mikroba yang layak dihitung.id/~fajriyati/E-LEARNING%20MIKROBIOLOGI %20PANGAN/WORD%20html/BAB%20VIII. yaitu 30 – 300. Setelah diinkubasi selama 2 x 24 jam dengan suhu 37°C. kemudian masing-masing tabung dengan seri 3-3-3 dimasukkan 10 ml. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menghitung atau mengukur jumlah jasad renik dalam suatu suspensi. jelaskan mengapa demikian ? 4. Dalam praktikum ini suatu bahan makanan/ minuman dengan sampelnya yaitu sirup dilakukan pengenceran secara desimal (10-1). http://lecturer. Lalu diamati tabung yang terdapat gas/ gelembung dan berwarna keruh sehingga kombinasi tabung yang positif dari uji duga dan uji penegasan dapat dicocokkan .%20%20ANALISIS%20KUANTITATIF %20MIKROBIOLOGI%20PADA%20BAHAN%20PANGAN. b. Untuk setiap pengenceran digunakan 3 seri tabung.3. meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat. Suatu percobaan analisis kuantitatif mikroba diperoleh hasil sebagai berikut : Jumlah koloni Per pengenceran 10-2 10-3 104 Standard Plate Count Keterangan 238 28 1 700 125 10 TBUD TBUD 197 Hitunglah SPC berdasarkan metode MPN dan beri keterangan yang jelas.1 ml ke dalam tabung yang berisi Lactosa Broth dan tabung Durham. 1 ml dan 0. Analisis kuantitatif mikrobiologi pada bahan pangan penting dilakukan untuk mengetahui mutu bahan pangan dan menghitung proses pengawetan yang akan diterapkan pada bahan pangan tersebut. Landasan Teori Metode MPN biasanya biasanya dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba di dalam contoh yang bebentuk cair.html Metode MPN BAB I PENDAHULUAN a.

ii. karet. Lalu jarum ose . Tabung Durham 9. Dasarnya yaitu hasil dari uji penduga yaitu banyaknya larutan dalam tabung reaksi yang terdapat gas/ gelembung yang berjumlah 4 buah. Mikroskop 7. Sampel makanan dan minuman 2. Diinkubasi selama 2 x 24 jam dengan suhu 37°C dan diamati tertangkap tidaknya gas dalam tabung Durham setiap 1 jam sekali.1 ml lalu masukkan tabung Durham. Pewarna gas 6. BAB II PELAKSANAAN a. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPNadalah sebagai berikut: 1. Prosedur Kerja Prosedur kerja dari praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN adalah sebagai berikut : 1. iv. Tabung reaksi 8. Alat Alat-alat yang digunakan dalam praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN adalah sebagai berikut : 1.dengan tabel MPN-seri 9 tabung. Diaseptiskan tangan. Inkubator 6. v. 1 ml dan 0. Timbangan Mortal dan pengerus b. Masukkan jarum ose ke dalam tabung reaksi sampai menyentuh larutan dan angkat. Botol contoh steril 2.1 ml Pengencer/ LBDS LBSS LBSS Na Fisiologis 90% Uji Penduga 10 ml 1 ml 0. Media BGLB/BGBL (Briliant Green Bile Lactose Broth) 4. Uji Penegasan i. Masukkan pengencer/ Na fisiologis dan Lactosa Broth ke dalam ke-9 tabung reaksi sesuai banyaknya yaitu 10 ml. iii. Alkohol 7. Sampel ditimbang sebanyak 10 gram memasukkan ke dalam air pengencer (yang mengandung NaCl fisiologis) 90%. kertas payung. 10 ml 1 ml 0. Bungkus masingmasing tabung reaksi dengan pembungkus kayu. Media laktosa cair (sudah steril) 3. Cawan Petri steril 3.1 ml BGLBDS BGLBSS BGLBSS 2. Pembakar Bunsen 5. Pipet ukur 10 ml dan 1 ml steril dan filternya 4. Ambil jarum ose lalu bakar jarum di atas pembakar bunsen sampai membara. ii. Kapas. maka diduga terdapat Coliform pada tabung. Media EMB (Eosin Methylene Blue Agar) dan EA (sudah steril) 5. Uji Penduga i. korek api c. alat dan tempat kerja. Jika terdapat gas atau keruh.

diperoleh hasil bahwa terdapat tabung dalam setiap tabung sehingga terbentuk kombinasi 3-3-3. tidak ada gas/ gelembung di dalam tabung Durham berisi 1 ml dan terdapat 1 buah tabung reaksi dengan gas/ gelembung di dalam tabung Durham berisi 0. Nilai MPN dari tabel MPN 9 tabung adalah 7. Metode MPN biasanya biasanya dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba di dalam contoh yang berbentuk cair. Lalu amati adanya gas/ gelembung yang terdapat dalam tabung Durham. pengenceran harus dilakukan lebih tinggi daripada pengenceran dalam hitungan cawan. 1993). Masukkan tabung ke dalam inkubator/ diinkubasi selama 2 x 24 jam dan diamati setiap 1 jam. dimana perhitungannya dilakukan berdasarkan jumlah tabung yang positif yaitu yang ditumbuhi oleh jasad renik setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu.2 x 103 BAB IV PEMBAHASAN Menurut WHO menyatakan bahwa untuk melakukan monitor terhadap air minum. Pengamatan tabung yang positif dapat dilihat dengan mengamati timbulnya kekeruhan atau terbentuknya gas di dalam tabung kecil (tabung Durham) yang diletakkan pada posisi terbalik. yaitu untuk jasad renik pembentuk gas. Esterichia coli (Kay and Fricker.1 ml BGLBDS BGLBSS BGLBSS d. yaitu: 1. Dengan demikian setelah inkubasi. sehingga beberapa tabung yang berisi medium cair yang diinokulasikan dengan larutan hasil pengenceran tersebut mengandung satu sel. Kelompok Coliform APHA merekomendasikan Bacillus coli.2 MPN/100 ml. iii. Usahakan tabung dan jarum selalu dekat dengan api agar tetap steril. Esterichia coli sebagai indikator kontaminasi fecal yang menggunakan laktosa untuk memproduksi asam dan gas atau banyak enzim β. beberapa tabung yang lainnya mengandung lebih dari satu sel atau tabung lainnya tidak mengandung sel. Fecal Coliform 3. sedangkan tabung lainnya negatif. BAB III HASIL PEMERIKSAAN Dari hasil praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan meode MPN. Ada 3 indikator air minum yang layak untuk diminum.1 ml sirup dengan tabung Durham didalamnya dengan kombinasi 3-3-3. maka dapat digunakan kemungkinan masuknya mikroba patogen ke dalam feses manusia dan hewan berdarah panas. 2. Tujuan Praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN bertujuan untuk melacak adanya bakteri coliform dalam contoh makanan dan atau minuman. Pada pengenceran pertama kesembilan tabung menghasilkan pertumbuhan positif yaitu dengan seri tabung 3-3-3 pada ukuran 10 ml. 1 ml dan 0.1 ml menghasilkan 2-1-2 tabung . meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat dengan terlebih dahulu membuat suspensi 1:10 dari contoh tersebut (Fardiaz. Maka dari tabel MPN dengan hasil akhir 1-0-1 yaitu 7. diharapkan terjadi pertumbuhan pada beberapa tabung yang dinyatakan sebagai tabung positif.2 sehingga diperoleh perhitungan MPN mikroba sebagai berikut : Hasil akhir dari uji penegasan yaitu terdapat.D galaktosidase. Dalam metode MPN.1 ml.masukkan ke tabung berisi 10 ml. 1 ml dan 0. MPN mikroba = = = 7. 1 buah tabung reaksi dengan gas/ gelembung di dalam tabung Durham berisi 10 ml. 1997). Metode MPN digunakan medium cair di dalam tabung reaksi. 10 ml 1 ml 0.

Metode MPN merupakan uji deretan tabung yang menyuburkan pertumbuhan koliform sehingga diperoleh nilai untuk menduga jumlah koliform dalam sampel yang diuji. Jakarta Kay. Problem or Solution? The Royal Society of Chemistry. 1994). PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta Lay. MPN standar Coliform menurut Lampiran Surat Keputusan Dirjen POM no: 03726/B/SK/VII/1989 tentang batas maksimal cemaran mikroba dalam makanan adalah 20 MPN/100 ml.yang positif ditumbuhi jasad renik dan pada pengenceran kedua. . dapat dikatakan sampel minuman (sirup) masih memenuhi syarat kesehatan untuk dikonsumsi karena kurang dari standar MPN (<20 MPN/100 ml). Dibandingkan dengan hasil praktikum yaitu sebesar 7. Dalam metode MPN (Most Probable Number) untuk uji kualitas mikrobiologi air dalam praktikum digunakan kelompok koliform sebagai indikator. setiap tabung yang menghasilkan gas dalam masa inkubasi diduga mengandung bakteri koliform. Analisis Mikrobiologi Pangan. jika digunakan Lactosa Broth. Cara ini biasa digunakan untuk menentukan MPN koliform terhadap air atau minuman karena bakteri Coliform termasuk bakteri yang dapat menfermentasi laktosa. Untuk uji peneguhan dilakukan untuk meneguhkan bahwa gas yang terbentuk disebabkan oleh kuman koliform dan bukan disebabkan oleh kerja sama beberapa spesies sehingga menghasilkan gas. Srikandi. Uji dinyatakan positif bila terlihat gas dalam tabung Durham. DAFTAR PUSTAKA Fardiaz. maka adanya bakteri yang dapat memfermentasi laktosa ditunjukkan dengan terbentuknya gas di dalam tabung Durham. uji awal ini disebut uji duga (presumtive test). (Fardiaz. Dalam uji duga. Uji ini diawali dengan memasukkan 10 ml cairan dari sampel ke dalam lauryl tryptose broth.2 MPN/100 ml. alasan mendasarnya sich karena beberapa kali muncul pertanyaan akan terminology dari dua kata yang menjadi judul di atas dan ternyata belum banyak yang memahami dengan benar akan hal ini. Coli. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta ______________. Tabung yang memperlihatkan gas diuji lebih lanjut dengan uji peneguhan. PT Raja Grafindo Persada. Mikrobiologi Pangan 1. 1993. D and Fricker. C. Bibiana. Uji peneguhan menggunakan BGLB (Briliant Green Bile Lactose Broth) yang diinokulasikan dengan satu mata ose media yang memperlihatkan hasil positif pada uji duga (Lay. BAB V PENUTUP 1. kesembilan tabung menghasilkan 1-0-1 tabung yang positif ditumbuhi jasad renik. 2. semoga dengan adanya tulisan ini akan memberikan rujukan tambahan akan makna maupun hal-hal yang terkait dengan istilah ini. Sebagai contoh. W. 1992. Analisis Mikroba di Laboratorium. 1997. Coliforms and E. 1992). 1994. UK Bakteri Coliform Posted by: JavAurora on: 3 Juli 2011 • • In: Ilmiah Comment! Terbersit juga untuk memposting makna dari bakteri coliform. Metode MPN dapat digunakan untuk menghitung jumlah jasad renik tertentu yang terdapat diantara campuran jasad renik lainnya.

Bakteri coliform adalah golongan bakteri intestinal, yaitu hidup dalam saluran pencernaan manusia. Bakteri coliform adalah bakteri indikator keberadaan bakteri patogenik lain. Lebih tepatnya, sebenarnya, bakteri coliform fekal adalah bakteri indikator adanya pencemaran bakteri patogen. Penentuan coliform fekal menjadi indikator pencemaran dikarenakan jumlah koloninya pasti berkorelasi positif dengan keberadaan bakteri patogen. Bakteri coliform merupakan parameter mikrobiologis terpenting bagi kualitas air minum. Kelompok bakteri coliform, antara lain Eschericia coli, Enterrobacter aerogenes, dan Citrobacter fruendii. Keberadaan bakteri di dalam air minum itu menunjukkan tingkat sanitasi rendah. Keberadaan bakteri ini juga menunjukkan adanya bakteri patogen lain, misalnya, Shigella, yang menyebabkan diare hingga muntaber. Bakteri coliform timbul karena buangan kotoran manusia dan laundry dari rumah tangga yang merembes dari sungai-sungai dan juga disebabkan oleh pencemaran mata air atau air baku, lemahnya sistem filterisasi. Oleh karena itu, air minum harus bebas dari semua jenis coliform. Semakin tinggi tingkat kontaminasi bakteri coliform, semakin tinggi pula risiko kehadiran bakteri-bakteri patogen lain yang biasa hidup dalam kotoran manusia dan hewan. E. coli jika masuk ke dalam saluran pencernaan dalam jumlah banyak dapat membahayakan kesehatan. Menurut Pelczar & Chan (2008) walaupun E. coli merupakan bagian dari mikroba normal saluran pencernaan, tapi saat ini telah terbukti bahwa galur-galur tertentu mampu menyebabkan gastroeritris taraf sedang hingga parah pada manusia dan hewan. Salah satu contoh bakteri patogen-yang kemungkinan terdapat dalam air terkontaminasi kotoran manusia atau hewan berdarah panas adalah Shigella, yaitu mikroba penyebab gejala diare, deman, kram perut, dan muntah-muntah. Jenis bakteri coliform tertentu, misalnya E coli O:157:H7, bersifat patogen dan juga dapat menyebabkan diare atau diare berdarah, kram perut, mual, dan rasa tidak enak badan. Bakteri coliform ini menghasilkan zat ethionine yang pada penelitian menyebabkan kanker. Bakteri-bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun seperti Indole, skatole yang dapat menimbulkan penyakit bila berlebih didalam tubuh. E. coli dapat menyebabkan diare dengan metode 1) produksi enterotoksin yang secara tidak langsung dapat menyebabkan kehilangan cairan dan 2) invasi yang sebenarnya lapisan epitelium dinding usus yang menyebabkan peradangan dan kehilangan cairan. JAKARTA, KOMPAS.com — Banyaknya jumlah penderita penyakit menular yang ada di Jakarta ternyata 50 persen disebabkan oleh air bersih. Hasil penelitian dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular Kementerian Kesehatan menunjukkan, 100 persen sampel air bersih di DKI Jakarta sudah terkontaminasi bakteri coliform. Selain itu, 5-57 persen sampel air minum di DKI Jakarta ditemukan mengandung senyawa kimia.

"Dengan tingginya angka kontaminasi ini, pola hidup bersih dan sehat harus benar-benar dipraktikkan dalam aktivitas sehai-hari," kata Budi Haryanto dari Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia di Jakarta, Rabu (26/10/2011).
Jika artikel ini bermanfaat bagi anda, silahkan di , Terima Kasih

Perubahan yang terjadi di dalam lingkungan dapat mengakibatkan perubahan sifat morfologi dan sifat fisiologi mikroba. Beberapa golongan sangat tahan terhadap perubahan lingkungan, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan kondisi baru. Adapula golongan mikroba yang sama sekali peka terhadap perubahan lingkungan sehingga tidak dapat menyesuaikan diri. Advertisement Faktor lingkungan sangat penting artinya di dalam usaha mengendalikan kegiatan mikroba baik untuk kepentingan proses ataupun pengendalian. Mikroba memerlukan kondisi lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhannya. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba dapat berupa faktor abiotik (fisikawi maupun kimiawi) dan faktor biotik (meliputi kehidupan aksenik dan adanya asosiasi kehidupan). Faktor abiotik diantaranya temperatur, pH, kebutuhan air, tekanan osmosis dan oksigen molekuler (Suharni, 2009).

Pola Pertumbuhan Mikroba
Pertumbuhan mikroba pada umumnya sangat tergantung dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan, perubahan faktor lingkungan dapat mengakibatkan perubahan sifat morfologi dan fisiologi.

Hal ini dikarenakan, mikroba selain menyediakan nutrient yang sesuai untuk kultivasinya, juga diperlukan faktor lingkungan yang memungkinkan pertumbuhan optimumnya. Mikroba tidak hanya bervariasi dalam persyaratan nutrisinya, tetapi juga menunjukkan respon yang berbeda – beda. Untuk berhasilnya kultivasi berbagai tipe mikroba, diperlukan suatu kombinasi nutrient serta faktor lingkungan yang sesuai pernyataan (Pelczar dan Chan, 2006). Kemampuan mikroorganisme untuk tumbuh dan tetap hidup merupakan hal yang penting dalam ekosistem pangan. Suatu pengetahuan dan pengertian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan tersebut sangat penting untuk mengendalikan hubungan antara mikroorganisme ==>>makanan ==>>manusia. Beberapa faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme meliputi suplai zat gizi, waktu, suhu, air, pH, dan tersedianya oksigen (Buckle, 1985). Enzim, sistem transport elektron dan sisem transport nutrien pada membran sel bakteri sangat peka terhadap konsentrasi ion hidrogen (pH). Selama pertumbuhan, mikrobia dapat menyebabkan perubahan pH medium sehingga tidak sesuai lagi untuk pertumbuhan. Oleh karena itu perlu diberi bufer di dalam medium untuk mencegah perubahan pH. Berdasarkan pH minimum, optimum dan maksimum untuk pertumbuhan, mikrobia digolongkan ke dalam mikrobia asidofilik, neutrofilik dan mikrobia alkalinofilik. Tiap mikroba mempunyai kisaran pH tertentu untuk pertumbuhannya. Biasanya pH untuk bakteri 6,5-7,5, khamir 4,0-4,5, jamur benang dan aktinomisetes pada pH yang lebih luas 2,0-8,0 (Suharni, 2009).

Penentuan pH optimum Suatu Organisme
Sebagian organisme memiliki rentan pH optimum yang cukup sempit. Penentuan pH optimum untuk setiap species harus ditentukan secara empirik. Sebagian besar organisme (neutrofil) tumbuh baik pada pH 6,0 – 8,0, meskipun ada pula (asidopil) yang memiliki pH 10,5. Mikroorganisme mengatur pH internalnya terhadap rentang nilai pH eksternalnya yang cukup luas. Organisme asidofil mempertahankan pH internal kira-kira 6,5, dengan pH eksternalnya berkisar antara 1,0 – 5,0. Organisme neutrofil mempertahankan pH internal kirakira 7,5, dengan pH eksternal sekitar 5,5 – 8,5 dan organisme alkalofil mempertahankan pH internal kira-kira 9,5 dengan pH eksternal 9,0 – 11,0. pH internal diatur oleh rangkaian sistem pengangkutan proton berpangkat ATP primer dan penukaran Na+ / H+. Sistem pertukaran K+ / H+ diduga juga ikut mengatur pH internal pada organisme neutrofil (Brooks dkk, 1994). Di antara semua ion, ion H+ dan OH- adalah ion-ion yang paling penting, oleh sebab itu perubahan kadar yang kecil saja sudah menimbulkan pengaruh yang besar. Karena alasan ini adalah amat penting untuk menggunakan nilai pH awal yang optimum dan mempertahankannya sepanjang pertumbuhan. Kebanyakan organisme hidup paling baik, kalu kadar ion H+ dan ion OH- sama (pH=7). Banyak bakteri mengutamakan nilai pH yang lenih tinggi, jadi lingkungan yang basa lemah, seperti misalnya penitrifikasi, Rhizobium, Actinomyceten, bakteri pengurai ureum. Hanya sedikit yang tahan asam atau bahkan asidofil. Cendawan-cendawan mengutamakan nilai pH

pertumbuhan mikroorganisme . deterjen dan antibiotika mempunyai efek antimikroba yang dipergunakan dalam industri pengolahan bahan pangan atau desinfeksi dan sanitasi alat-alat pengolahan dan ruangan-ruangan pabrik atau kadang-kadang sebagai bahan yang ditambahkan dalam bahan pangan sebagai zat pengawet.rendah. waktu yang diberikan kepada desinfektan untuk bekerja. perubahan ini disebut perubahan secara kimia.0 terutama bakteri (Schlegel. golongan mikroba. waktu penggunaan dan faktor-faktor lingkungan lainnya seperti pH (Buckle. Desinfeksi adalah proses penting dalam pengendalian penyakit. Berbagai istilah digunakan sehubungan dengan agen–agen kimia sesuai dengan kerjanya atau organisme khas yang terkena. kelembaban.0 yang berkembang terutama cendawan. sedangkan pada pH 8. Desinfektan adalah bahan kimia yang dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme. fenol. halogen. Jadi terlihat sejumlah faktor harus diperhatikan untuk melaksanakan tugas sebaik mungkin dalam perangkat suasana yang ada. akan tetapi juga mempengaruhi keadaan lingkungan. Bahan-bahan kimia yang bersifat bakteriostatik atau fungistatik adalah bahan-bahan kimia yang dipergunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri atau kapang. Sedangkan faktor-faktor abiotik terdiri atas faktor fisika (misal: suhu. Di mana. Kerja dari bahan-bahan kimia antimikroba ini dapat bersifat khas yaitu hanya efektif pada jenis-jenis mikroorganisme tertentu. fisiologi mikroba. maka pada pH 5. Tags: agen–agen kimia. Sebagai contoh antibiotika jenis penisilin dan tetrasiklin hanya dapat membunuh bakteri tetapi tidak membunuh khamir atau kapang. 1985). asam. jika media biak dengan berbagai pH ditanam dengan tanah. dapat dalam bentuk simbiose. 1994). Kimia Anorganik. Beberapa bahan yang bersifat spektrum luas seperti hipoklorit dapat mematikan lebih banyak mikroorganisme. mencakup adanya asosiasi atau kehidupan bersama antara mikroorganisme. karena tujuannya adalah perusakan agen–agen patogen. atmosfer gas. sinergisme. Evektivitas dari setiap bahan antimikroba ini tergantung pada jumlah yang digunakan. antibiose dan sintropisme. tekanan osmotik. sedangkan bakterisidal dan fungisidal adalah bahan-bahan kimia yang dapat membunuh bakteri atau kapang. industri pengolahan. Faktor utama yang menentukan bagaimana desinfektan bekerja adalah kadar dan suhu desinfektan. contoh antibiotika. jumlah dan tipe mikroorganisme yang ada. faktor abiotik. dan keadaan bahan yang didesinfeksi. Kimia Organik. yaitu. 1985). Akibatnya mungkin disebabkan oleh kerusakan pada membran sel atau oleh tindakan pada protein sel atau pada gen yang khas yang berakibat kematian atau mutasi (Volk dan Wheeler. alkohol. Kimia Analitik. Mekanisme kerja desinfektan mungkin beraneka dari satu desinfektan ke yang lain. 1993). Adapun faktor-faktor lingkungan dapat di bagi atas faktor-faktor biotik dan faktor-faktor abiotik. sinar gelombang dan pengeringan) serta faktor kimia (misal: adanya senyawa toksik atau senyawa kimia lainnya (Hadioetomo. bakteriostatik. Berbagai logam. Bakteri dapat mengubah pH dari medium tempat ia hidup. faktor-faktor biotik terdiri atas makhluk-makhluk hidup. pH. Kehidupan bakteri tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan.

daging. . yaitu alat serupa tangki minyak yang dapat diisi dengan uap. Medium yang akan disterilkan ditempatkan didalam autoclave selama 15 sampai 20 menit.Untuk membuktikan ada tidaknya mikroba pada bahan (Daging Sapi).Untuk mengetahui cara perhitungan mikroba. Untuk mensterilkan medium dapat dilakukan dengan autoclave. dihasilkan oleh alga laut dan digunakan untuk pemadat pada makanan. untuk mengenal nama bakteri. Pemeriksaan morfologi bakteri ini perlu. Medium yang paling banyak digunakan dalam pekerjaan rutin laboratorium adalah kaldu cair dan kaldu agar. Media merupakan bahan nutrisi yang disiapkan unutk pertumbuhan mikroba.info/faktor-faktor-yg-mempengaruhi-pertumbuhan-mikroba57451931082011 Media Agar dan Penanaman Mikroba PENDAHULUAN Dasar makanan yang baik bagi pemiaraan bakteri adalah medium yang mengandung zat-zat organic seperti buah. Pemeriksaan bakteri hidup harus dikerjakan dengan hati-hati. Tanggal Percobaan Dimulai 07 November 2008 Tanggal Percobaan Selesai 10 November 2008 TINJAUAN PUSTAKA Mungkin yang yang paling sering dan banyak digunakan adalah prosedur perhitungan dengan penumbuhan dalam agar. 1987). Secara sederhana suatu contoh suspensi sel atau bahan pangan homogenat diinokulasi ke dalam atau ke atas media nutrient agar dan setelah diinkubasi. Untuk itu diperlukan langkah-langkah untuk membuat makanan tetap awet dan bebas dari kontaminasi mikroba patogen. Untuk mengetahui sifat-sifat morfologi bakteri. Bahan pangan selain merupakan sumber gizi bagi manusia. juga merupakan sumber makanan bagi perkembangan mikroorganisme. et al. Agar-agar merupakan kompleks merupakan kompleks polisakarida. maka bakteri dapat diperiksa dalam keadaan hidup atau mati. jumlah koloni yang terbentuk dihitung (Buckle. sayur-sayuran dan sisa-sisa makanan yang dibuat oleh manusia aaupun ramu-ramuan. Tujuan percobaan .Untuk mengetahui cara pembuatan media agar pada penangkapan mikroba.artikelkimia. Keunggulan agar yaitu mencair pada suhuy yang . .. . Pada kenyataanya sedikit sekali lingkungan yang bersih dari bakteri.Untuk mengetahui cara penangkapan mikroba dengan menggunakan media agar. Adanya bakteri dalam bahan pangan dapat mengakibatkan pembusukan yang tidak diinginkan atau dapat menimbulkan penyakit yang ditularkan melalui makanan atau dapat melangsungkan fermentasi. Disamping itu juga perlu pengenalan sifat-sifat fisiologisnya bahkan sifat-sifat fisiologis ini kebanyakan merupakan faktor terentu dalam mengenal nama spesies suatu bakteri. Tidak hanya bakteri yang menggunakan bahan makanan untuk hidup dan berkembang tetapi juga jamur dan kapang.http://www. lebih-lebih jika yang akan diperiksa itu merupakan bakteri patogen.

2002) Pengukuran yang paling akurat untuk menghitung jumlah mikroba yang hidup biasanya menggunakan plate count. masing-masing sel sukses untuk dikembangkan papad media padat yang membantu pertumbuhannya. sebuah media harus menyediakan sumber energi seperti karbon.Inkubator . dan bahan organik lainnya.Blender . yang meliputi air.BTB (Brom Timol Blue) . mineral dan faktor tumbuh (Anonimous.Termometer . Nutrien dalam medium harus memenuhi kebutuhan dasar makhluk hidup.Daging Reagensia .1993). 2008). Medium harus mengandung nutrien yang merupakan substansi dengan berat molekul rendah dan mudah larut dalam air. Secara teori.Oven .Pepton . Sedangkan mikroorganime lainnya memerlukan suatu medium yang sangat kompleks yaitu berupa medium ditambahkan darah atau bahan-bahan kompleks lainnya (Volk and Wheeler. Media kimia diartikan salah satu media yang menggunakan bahan kimia yang telah diketahui (Tortora. namun tetap dalam keadaan cair sampain suhu 40 0C ( Suryanto dan Munir. Untuk mendukung pertumbuhan mikroba. Nutrien ini adalah degradasi dari nutrien dengan molekul yang kompleks. 1998).Petridish . 2006). 1999) Mikroorganisme yang merusak daging dapat berasal dari infeksi dan ternak hidup dan kontaminasi daging postmortem.Buffer fosfat Alat . energi. nitrogen.NaCl . idealnya jumlah koloni pada plate adalah kuadrat dari jumlah sel yang diinokulasi pada media (Black. fosfor. Mikroorganisme dapat ditumbuhkan dan dikembangkan pada suatu substrat yang disebut medium. Medium yang digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan mikroorganisme tersebut harus sesuai susunanya dengan kebutuhan jenis-jenis mikroorganisme yang bersangkutan.Pipet tetes .Agar . karbon.Botol whaeton . Jadi dengan inkubasi. Kontaminasi permukaan daging atau karkas dapat terjadi sejak penyembelihan ternak hingga daging dapat dikonsumsi (Soeparno. BAHAN DAN METODA Bahan .Aquadest . sulfur.Autoclave . Beberapa mikroorganisme dapat hidup baik pada medium yang sangat sederhana yang hanya mengandung garam anargonik di tambah sumber karbon organik seperti gula.Corong .sama dengan air.

Agar adalah komlekss polisakarida.Dihilangkan lemak pada daging. Media diferensial yaitu media yang dibuat untuk memudahkan mengenali koloni organisme yang diinginkan. Media merupakan bahan nutrisi yang disiaokan untuk pertumbuhan mikroba. nitrogen. 3.Ditambahkan aquadest 10 ml . daging sapi. 6.Beaker glass .Disterilisasi dalam autoclave pada suhu 121oC selama 15 menit . Hal diatas adalah dengan menggunakan metode agar.Diambil PCA (agar) . Media selektif yaitu media yang dibuat untuk menekan pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan dan meningkatkan pertumbuhan bakteri yang diinginkan. diambil suspensi 2 hari yang lau . dan penetesan. Hal ini biasanya dilakukan untuk menhitung jumlah bakteri dalam suatu bahan pangan. atau kultur protein.Dari 3 pengenceran. 2. dapat menggunakan media selektif. Sehingga mikroba akan tertinggal pada membran.Hot plate . Media kompleks yaitu media biasanya terdiri dari ekstrak yeast.Sendok] Prosedur Percobaan Pembuatan ekstrak daging . sulfur dan fosfor. dihasilkan oleh alga laut dan digunakan untuk pemadat pada makanan.Diambil suspensi bakteri yang telah diencerkan 2 kali . penyebaran.Dituang dalam cawan petridish yang telah dimasukkan suspensi sebanyak 5 ml Penanaman media .Diamati dan dihitung dengan koloni counter Rumus FP = faktor Pengencer PEMBAHASAN Perhitungan secara penumbuhan dalam cawan petri dapat dilakukan dengan menggunakan tiga metoda yaitu metoda penuangan. Metode ini larutan yang mengandung mikroba disaring dengan menggunakan membrane steril atau filter yang mempunyai ukuran pori-pori yang kecil. .Diinkubasi selam 24 sampai 38 jam dengan cawan terletak terbalik . 4.Kain saring . Keuntungannya yaitu dibuat sangant peka dengan penggunaan volume inokulum contoih yang besar . dengan cara diblender . Cara lain adalah dengan penyaringan dengan membran. Media kimia yaitu media yang harus mempertimbangkan penyediaan energi yaitu sumber karbon.Timbangan .Koloni counter .Dipanaskan dalam autoclave pada suhu 121oC selama 15 menit Pembuatan media agar . Cara lain adalah dengan tenik MPN (most proable number) yaiu metode perhitungan dengan pengenceran larutan yang mengandung mikroba sampai steril. Jenis-jenis media yaitu : 1. tumbuhan.Dimasukkan dalam botol wheatone . Media Anaerobik yaitu media yang mengandung bahan seperti natrium tioglikolat yang dapat berikatan dengan oksigen terlarut dan menghilangkan oksigen pada medium. 5..

prokariotik yang paling sederhana. 5. cli yang biasanya . Jamur : organisme eukariotik yang merupakan organisme pengurai. Makanan yang banyak mengandung karbohidrat akan mudah terkontaminasi jamur sedangkan makanan yang banyak mengandung protein akan lebih mudah terkontaminasi oleh bakteri. Hidup bebas dan terdapat di mana-mana. Hal ini terjadi karena zat gizi yang ada telah habis atau penimbunan zat racun sebagai hasil akhir. khamir dan kapang. . 2.Fase log : setelah beradaptasi. Ketersediaan Oksigen Mikroba terbagi atas beberapa kelompok : . .Anaerobik : tidak dapat tumbuh dengan adanya oksigen. Radiasi Fase pertumbuhan bakteri adalah : . bahkan oksigen merupakan racun baginya. apabila suhu naik maka metabolisme naik dan pertumbuhan dipercepat atau apabila suhu naik atau turun sel berhenti melakukan kegiatan metabolisme. Mikroba terdiri dari : 1. Faktor-faktor kimia 8. Ia tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat dikatakan sebagi tumbuhan. Pertumbuhan bakteri membentuk suatu kurva atau fase logritmik. Jenis mikroba yang berbeda membutuhkan air yang berbeda. 3.Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba yaitu : 1. miseliumnya berwarna-warni sehingga mudah dikenali. Nilai pH Nilai pH untuk pertumbuhan bakteri adalah sekitar atau berkisar antara pH 6. Suplai zat gizi Mikroorganisme membutuhkan makanan sama seperti mahkluk lainnya. Suhu Suhu sangat penting bagi pertumbuhan mikroba. 4. jika tidak tersedia maka akan terus anaerobik. .Aerobik : membutuhkan udar unutk kegiatan metabolismenya. Khamir : bagian dari fungi (Jamur) yang tersusun dari satu sel atau uni seluler.Anaerobik fakultatif : dimana oksigen digunakan akan dipergunakan apabila tersedia.Fase menurun : sel-sel yang berada pada fase tetap akhirnya mati bila tiodak dipindahkan ke media lainnya. Bakteri : mikroorganisme bersel satu. Kapang : bagian dari fungi yang tersusun atas banyak sel (multiseluler). Jamur ada yang uniseluler dan ada yang multiseluler.0. . 3. 7.0-8. Waktu Tentu saja seriap makhluk hidup termasuk mikroba membutuhkan waktu untuk berkembang biak. . Bakteri patogen yang terdapat dalam makanann misalnya E.Fase tetap : dimana mikroba tidak lagi tumbuh. 4. Aktifitas air adalah jumlah air yang terdapat dalam bahan pangan. Jadi dengan adanya zat gizi yang cukup maka pertumbuhan mikroba akan sangat cepat. .Mikroerofilik : mikroba yang lebih dapat tumbuh dengan kadar oksigen lebih rendah daripada yang di atmosfer. 6.Fase lambat : fase adaptasi mikroba dengan media. sel-sel akan tumbuh dan membelah diri secara eksponensial. Mikroorganisme yang terdapat pada makanan antara lain bakteri. 2. Aktifitas air Semua organisme membutuhkan air pada proses metabolisme.

da sebagainya. Fleet. aktifitas air. New York. Ilmu dan Teknologi Daging. dan M. 1998. Prentice Hall. 1989. Berdasarkan ketersediaan oksigen mikroba terbagi atas bakeri aerobik. dan E.. Black. Jenis-jenis media adalah media agar. and Wooton. air harus memenuhi persyaratan baik fisika. sistem pembuangan limbah rumah tangga yang ada serta dapat mengetahui korelasi atau hubungannya dengan kadar jumlah bakteri E. A.com. Edwards. F. Dari segi kualitas. coli yang ada pada sumur sampel. dihasilkan oleh alga laut dan digunakan untuk pemadat pada makanan. UI-Press. Dalam pemenuhan syarat kualitas air harus diperhatikan karakteristik fisik perairan. Suryanto. anaerob fakultatif dan mikroerofilik. Jakarta Total Coliform dalam Air Tanah Posted on February 2. Bahan Ajar : Mikrobiologi. J. Addison Wesley Longman. oksigen 4. Staphylococcus aureus ditemukan pada makanan yang mengandung perotein tinggi misalnya telur. media kimia. 1999. G.. G. Purnomo dan Adiono. Soeparno. 2.New Jersey.disebaqkan oleh konsumsi air yang terkontaminasi. Media agar merupakan salah satu media untuk menanam dan mengitung jumlah bakteri. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri adalah zat gizi. Agar adalah kompleks polisakarida. 1987. R. kepadatan penduduk. G. B.. L. Funke. USU-Press. J.H. DAFTAR PUSTAKA Anonimous. 5. Gajah Mada University Press. Medan. Penerbit Erlangga. 7. Permasalahan utama yang dihadapi sumber daya air meliputi permasalahan kuantitas dan kualitas air. waktu. http://yahoo. Fase pertumbuhan bakteri adalah fase lambat. KESIMPULAN 1. media anaerob. 20008. Clostridium botulinum sering terdapat pada makanan yang telah diolah misalnya dikalengkan atau difermentasi. Buckle. Tortora. Mikrobiologi Dasar. Permasalahan yang dihadapi kualitas air tanah dapat disebabkan faktor-faktor seperti kepadatan penduduk. A. fase tetap dan fase menurun. K. kualitas air alamiah dan juga karakteristik akifer. W. media selektif. Jakarta. R. anaerobik. kimia. 2011 by formula1girl_9588 Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk hajat hidup orang banyak. Wheeler. D. 3. sosis. Microbiology : Principles and Exploration. and C. 2002. media kompleks dan media diferensial 6. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dan mengetahui data tentang aktifitas penduduk. A. bahkan oleh semua mahluk hidup sehingga harus dikelola dan dilestarikan dengan baik. Case. Pembiakan dengan Media Agar.. Munir. Yogyakarta. [22 September 2008]. aktifitas penduduk dan sistem sanitasi/sistem pembuangan limbah rumah tangga. Volk. Microbiology : An Introduction. fase lag. 2006. suhu. Penerjemah H. mikrobiologi dan radioaktif. Karakteristik akifer mempunyai peranan dalam proses dalam pembentukan air tanah sehingga perlu diperhatikan tipe akifer . Ilmu Pangan. Jumlah mikroba pada larutan rendaman daging dengan penceran 10-1 adalah 410 CPU/ml sedangkan pada pengenceran 10-2 adalah 7700 CPU/ml.

dan zona akifernya. Faktor-faktor yang mempengaruhi titik sampel dengan jumlah bakteriE. Kepadatan penduduk juga menyebabkan semakin tingginya aktifitas penduduk yang berakibat pada meningkatnya jumlah limbah rumah tangga penduduk yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan penduduk tersebut. Arah aliran tanah tersebut disebabkan gerakan air tanah karena potensi kelembaban total dan kemiringan dua titik atau lokasi dalam lapisan tanah. Sistem sanitasi/sistem pembuangan limbah rumah tangga penduduk merupakan hal yang penting dalam menjaga kualitas air tanah karena sistem pembungan limbah yang tidak baik akan menyebabkan kontaminasi terhadap kualitas air tanah. status rumah dan fasilitas umum. coli yang ada pada sumur sampel di daerah penelitian. Kondisi sistem pembuangan limbah yang buruk ini dapat menyebabkan tingginya kontaminasi dan pengaruh terhadap kualitas air sumur serta dapat menyebabkan tingginya jumlah bakteri E. Kepadatan penduduk menyebabkan lahan banyak digunakan untuk pemukiman dan pembangunan sehingga jarak antar rumah semakin dekat serta perkarangan rumah juga menjadi semakin sempit. penghitungan elevasi air tanah. http://uripsantoso. coli di daerah penelitian. Sedangkan pada aktifitas penduduk yang tidak melibatkan banyak penduduk seperti aktifitas pertanian limbah yang dihasilkan tidak banyak sehingga kurang mempengaruhi kualitas air tanah disekitarnya. sistem sanitasi serta persepsi atau pengetahuan masyarakat tentang sanitasi. jawaban kuisioner yang telah dibagikan kepada penduduk. aktifitas penduduk sekitar yang tidak banyak melibatkan penduduk seperti pertanian. Aktifitas penduduk dapat mempengaruhi kualitas air tanah karena semua aktifitas penduduk dapat menghasilkan limbah domestik yang berbeda-beda.wordpress. coli dilaksanakan secara deskriptif dengan pertimbangan baku mutu air bersih sesuai Golongan I Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001. Analisa terhadap kadar jumlah bakteri E. Semakin tinggi tingkat aktifitas penduduk yang banyak melibatkan penduduk berarti semakin banyak limbah domestik yang dihasilkan penduduk dan menyebabkan semakin besar dampak yang akan ditimbulkan terhadap kualitas air tanah/sumur yang ada di sekitarnya. dan konstruksi ring sumur. serta nilai jumlah bakteri E. Kondisi ini perlu menjadi perhatian dan penanganan yang khusus baik oleh masyarakat maupun pemerintah agar dapat terciptanya kualitas air tanah yang memenuhi standar kualitas sanitasi. Dalam penganalisaan data primer dapat diketahui data kependudukan. Prinsip dasar dalam membuat arah aliran air tanah yaitu pergerakan air dari tempat tinggi ke tempat yang rendah. baku mutu lingkungan serta mencegah terjadinya pencemaran kualitas air tanah tersebut. Arah aliran air tanah dapat ditentukan dengan metode ”three Point Problem” atau dengan cara membuat garis lurus terhadap garis kontur air tanah. Perkarangan rumah yang sempit menyebabkan penduduk banyak yang membuat septictank di rumahnya dengan letak dekat sumur air bersih. Dari penelitian dapat dihasilkan data tentang titik lokasi sampel.com/2010/09/08/kajian-kualitas-air-tanah-ditinjau-dariparameter-bakteri-escherichia-coli-e-coli/ LAMPIRAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 82 TAHUN 2001 TANGGAL 14 DESEMBER 2001 . coli yaitu jarak septictank jauh. tingkat sosila ekonomi dan pendidikan masyarakat. pembuangan limbah rumah tangga melalui saluran pembuangan yang sesuai dengan kriteria.

02 5-9 12 100 0 5 20 (-) 1 0.05 0.01 0. residu tersuspensi ≤ 5000 mg/ L C deviasi 3 deviasi 3 deviasi 3 deviasi 5 1000 50 1000 50 1000 400 2000 400 mg/ L mg/L Angka batas minimum Bagi perikanan.2 (-) 1 0.02 6-9 3 25 4 0. maka ditentukan berdasarkan kondisi alamiah o SATUAN I KELAS II III KETERANGAN IV Deviasi temperatur dari keadaan almiahnya Bagi pengolahan air minum secara konvesional.2 (-) 1 0. Fe ≤ 5 mg/L Apabila secara alamiah di luar rentang tersebut.02 mg/L sebagai NH3 Besi mg/L 0.01 0.05 0.01 0.05 0.TENTANG PENGELOLAAN KUALITAS AIR DAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR Kriteria Mutu Air Berdasarkan Kelas PARAMETER FISIKA Tempelatur Residu Terlarut Residu Tersuspensi KIMIA ANORGANIK pH BOD COD DO Total Fosfat sbg P NO 3 sebagai N NH3-N Arsen Kobalt Barium Boron Selenium Kadmium Khrom (VI) Tembaga mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 6-9 2 10 6 0.2 (-) 1 0.05 0.2 10 (-) 1 0.2 Bagi pengolahan air minum secara konvensional.05 0. kandungan amonia bebas untuk ikan yang peka ≤ 0.01 0.5 0.2 10 0.05 0.02 6-9 6 50 3 1 20 (-) 1 0.2 1 1 0.01 0.05 0. Cu ≤ 1 mg/L Bagi pengolahan air minum secara konvensional.3 (-) (-) (-) .01 0.

005 2 (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) Bagi pengolahan air minum secara konvensional.002 0.06 400 0.05 (-) 0.03 (-) 0.5 0.02 1.1 mg/L jml/100 ml jml/100 ml 100 1000 1000 5000 2000 10000 2000 Bagi pengolahan air minum secara konvensional.03 0.03 0.5 0.02 0.02 1. fecal coliform ≤ 2000 jml / 100 ml 10000 dan total coliform ≤ 10000 jml/100 ml 0.002 0.03 (-) 0.03 0. Zn ≤ 5 mg/L Bagi pengolahan air minum secara konvensional.03 0.1 1 (-) (-) (-) (-) (-) (-) 2 (-) Bq /L Bq /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L 0.1 1 1000 200 1 210 (-) (-) 2 (-) .05 600 0.06 (-) 0.Gross-B KIMIA ORGANIK Minyak dan Lemak Detergen sebagai MBAS Senyawa Fenol sebagai Fenol BHC Aldrin / Dieldrin Chlordane DDT Heptachlor dan heptachlor epoxide mg/L mg/L mg/L mg/L mg/l mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 0.001 0.1 1 1000 200 1 210 (-) (-) 2 (-) 0. S sebagai H2S <0. NO2_N ≤ 1 mg/L Bagi ABAM tidak dipersyaratkan Bagi pengolahan air minum secara konvensional.002 1 (-) 0. Pb ≤ 0.5 0.1 0.06 (-) 0.Gross-A .1 mg/L Bagi pengolahan air minum secara konvensional.002 0.05 (-) 0.002 0.Timbal Mangan Air Raksa Seng Khlorida Sianida Fluorida Nitrit sebagai N Sulfat Khlorin bebas Belereng sebagai H2S MIKROBIOLOGI Fecal coliform -Total coliform -RADIOAKTIVITAS .1 1 1000 200 1 210 17 3 2 18 0.

Bagi pH merupakan nilai rentang yang tidak boleh kurang atau lebih dari nilai yang tercantum. MEGAWATI SOEKARNO PUTRI KUALITAS DAN KUANTITAS AIR BERSIH UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN MANUSIA 18 01 2010 .Lindane Methoxyclor Endrin Toxaphan ug /L ug /L ug /L ug /L 56 35 1 5 (-) (-) 4 (-) (-) (-) 4 (-) (-) (-) (-) (-) Keterangan : mg ug ml L Bq MBAS ABAM = miligram = mikrogram = militer = liter = Bequerel = Methylene Blue Active Substance = Air Baku untuk Air Minum Logam berat merupakan logam terlarut Nilai di atas merupakan batas maksimum. Arti (-) di atas menyatakan bahwa untuk kelas termasuk. kecuali untuk pH dan DO. Nilai DO merupakan batas minimum. parameter tersebut tidak dipersyaratkan Tanda ≤ adalah lebih kecil atau sama dengan Tanda < adalah lebih kecil PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd.

dan sebagainya serta kualitas biologi diman air terbebas dari mikroorganisme penyebab penyakit. dan lain sebagainya yang sejenis dengan ini. . alat transportasi. Tubuh manusia rata-rata mengandung air sebanyak 90 % dari berat badannya. Bagi manusia kebutuhan akan air sangat mutlak karena sebenarnya zat pembentuk tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air yang jumlahnya sekitar 73% dari bagian tubuh. kulitas kimia yang terdiri atas pH. Sebagian besar tubuh manusia itu sendiri terdiri dari air. Ditinjau dari segi kualitas. Sehingga perlu diketahui bagaimana air dikatakan bersih dari segi kualitas dan bisa digunakan dalam jumlah yang memadai dalam kegiatan sehari-hari manusia. kesadahan.12 Votes RICA DENIS (E2A009016) ABSTRAK Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu. Tubuh orang dewasa. Air bersih dibutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan manusia untuk melakukan segala kegiatan mereka. air bersih juga harus tersedia dalam jumlah yang memadai sesuai dengan aktifitas manusia pada tempat tertentu dan kurun waktu tertentu. Air di dalam tubuh manusia berfungsi sebagai pengangkut dan pelarut bahan-bahan makanan yang penting bagi tubuh. untuk anak-anak sekitar 65% dan untuk bayi sekitar 80% . Jumlahpenduduk dunia setiap hari bertambah. Sedangkan kuantitas menyangkut jumlah air yang dibutuhkan manusia dalam kegiatan tertentu. warna dan rasa. Kata Kunci : Kualitas.1996: 3). irigasi. Manusia Air sebagai materi esensial dalam kehidupan tampak dari kebutuhan terhadap air untuk keperluan sehari-hari di lingkungan rumah tangga ternyata berbeda-beda di setiap tempat. di antaranya kualitas fisik yang terdiri atas bau. sekitar 55-60%. berat badan terdiri dari air. Agar kelangsungan hidup manusia dapat berjalan lancar. Semakin tinggi taraf kehidupan seseorang semakin meningkat pula kebutuhan manusia akan air. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan industri terdapat pengertian mengenai Air Bersih yaitu air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapatdiminum apabila dimasak. ada bebarapa persyaratan yang harus dipenuhi. Manfaat lain dari air berupa pembangkit tenaga. 1996). membersihkan peralatan. Sehingga untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya manusia berupaya mendapatkan air yang cukup bagi dirinya (Suharyono. Air adalah materi esensial didalam kehidupan. karena air dipergunakan pula untuk mencuci. sehingga mengakibatkan jumlah kebutuhan air (Suriawiria. setiap tingkatan kehidupan atau setiap bangsa dan negara. Semakin maju tingkat kebudayaan masyarakat maka penggunaan air makin meningkat. mandi. Dalam menjalankan fungsi kehidupan sehari-hari manusia amat tergantung pada air. tidak ada satupun makhluk hidup di dunia ini yang tidak membutuhkan air. dan lain sebagainya. Air.

Kebutuhan air yang paling utama bagi manusia adalah air minum. Menurut ilmu kesehatan setiap orang memerlukan air minum hidup 2-3 minggu tanpa makan tetapi hanya dapat bertahan 2-3 hari tanpa air minum (Suripin, 2002). Air merupakan faktor penting dalam pemenuhan kebutuhan vital bagi mahluk hidup diantaranya sebagai air minum atau keperluan rumah tangga lainnya. Air yang digunakan harus bebas dari kuman penyakit dan tidak mengandung bahan beracun. Sumber air minum yang memenuhi syarat sebagai air baku air minum jumlahnya makin lama makin berkurang sebagai akibat ulah manusia sendiri baik sengaja maupun tidak disengaja. Upaya pemenuhan kebutuhan air oleh manusia dapat mengambil air dari dalam tanah, air permukaan, atau langsung dari air hujan. Dari ke tiga sumber air tersebut, air tanah yang paling banyak digunakan karena air tanah memiliki beberapa kelebihan di banding sumbersumber lainnya antara lain karena kualitas airnya yang lebih baik serta pengaruh akibat pencemaran yang relatif kecil. Akan tetapi air yang dipergunakan tidak selalu sesuai dengan syarat kesehatan, karena sering ditemui air tersebut mengandung bibit ataupun zat-zat tertentu yang dapat menimbulkan penyakit yang justru membahayakan kelangsungan hidup manusia. Berdasarkan masalah di atas, maka perlu diketahui kualitas air yang bisa digunakan untuk kebutuhan manusia tanpa menyebabkan akibat buruk dari penggunaan air tersebut. Kebutuhan air bagi manusia harus terpenuhi baik secara kualitas maupun kuantitasnya agar manusia mampu hidup dan menjalankan segala kegiatan dalam kehidupannya. Ditinjau Dari Segi Kualitas (Mutu) Air Secara langsung atau tidak langsung pencemaran akan berpengaruh terhadap kualitas air. Sesuai dengan dasar pertimbangan penetapan kualitas air minum, usaha pengelolaan terhadap air yang digunakan oleh manusia sebagai air minum berpedoman pada standar kualitas air terutama dalam penilaian terhadap produk air minum yang dihasilkannya, maupun dalam merencanakan sistem dan proses yang akan dilakukan terhadap sumber daya air (Razif, 2001:4).

Persyaratan Kualitas Air
Parameter Kualitas Air yang digunakan untuk kebutuhan manusia haruslah air yang tidak tercemar atau memenuhi persyaratan fisika, kimia, dan biologis. 1. Persyaratan Fisika Air Air yang berkualitas harus memenuhi persyaratan fisika sebagai berikut: 1. Jernih atau tidak keruh Air yang keruh disebabkan oleh adanya butiran-butiran koloid dari tanah liat. Semakin banyak kandungan koloid maka air semakin keruh. 1. Tidak berwarna

Air untuk keperluan rumah tangga harus jernih. Air yang berwarna berarti mengandung bahan-bahan lain yang berbahaya bagi kesehatan. 1. Rasanya tawar Secara fisika, air bisa dirasakan oleh lidah. Air yang terasa asam, manis, pahit atau asin menunjukan air tersebut tidak baik. Rasa asin disebabkan adanya garam-garam tertentu yang larut dalam air, sedangkan rasa asam diakibatkan adanya asam organik maupun asam anorganik. 1. Tidak berbau Air yang baik memiliki ciri tidak berbau bila dicium dari jauh maupun dari dekat. Air yang berbau busuk mengandung bahan organik yang sedang mengalami dekomposisi (penguraian) oleh mikroorganisme air. 1. Temperaturnya normal Suhu air sebaiknya sejuk atau tidak panas terutama agar tidak terjadi pelarutan zat kimia yang ada pada saluran/pipa, yang dapat membahayakan kesehatan dan menghambat pertumbuhan mikro organisme. 1. Tidak mengandung zat padatan Air minum mengandung zat padatan yang terapung di dalam air. 1. Persyaratan Kimia Kandungan zat atau mineral yang bermanfaat dan tidak mengandung zat beracun. 1) pH (derajat keasaman) Penting dalam proses penjernihan air karena keasaman air pada umumnya disebabkan gas Oksida yang larut dalam air terutama karbondioksida. Pengaruh yang menyangkut aspek kesehatan dari pada penyimpangan standar kualitas air minum dalam hal pH yang lebih kecil 6,5 dan lebih besar dari 9,2 akan tetapi dapat menyebabkan beberapa senyawa kimia berubah menjadi racun yang sangat mengganggu kesehatan. 2) Kesadahan Kesadahan ada dua macam yaitu kesadahan sementara dan kesadahanvnonkarbonat (permanen). Kesadahan sementara akibat keberadaan Kalsium dan Magnesium bikarbonat yang dihilangkan dengan memanaskan air hingga mendidih atau menambahkan kapur dalam air. Kesadahan nonkarbonat (permanen) disebabkan oleh sulfat dan karbonat, Chlorida dan Nitrat dari Magnesium dan Kalsium disamping Besi dan Alumunium. Konsentrasi kalsium dalam air minum yang lebih rendah dari 75 mg/l dapat menyebabkan penyakit tulang rapuh, sedangkan konsentrasi yang lebih tinggi dari 200 mg/l dapat menyebabkan korosifitas pada pipa-pipa air. Dalam jumlah yang lebih kecil magnesium dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan tulang, akan tetapi dalam jumlah yang lebih besar 150 mg/l dapat menyebabkan rasa mual.

3) Besi Air yang mengandung banyak besi akan berwarna kuning dan menyebabkan rasa logam besi dalam air, serta menimbulkan korosi pada bahan yang terbuat dari metal. Besi merupakan salah satu unsur yang merupakan hasil pelapukan batuan induk yang banyak ditemukan diperairan umum. Batas maksimal yang terkandung didalam air adalah 1,0 mg/l 4) Aluminium Batas maksimal yang terkandung didalam air menurut Peraturan Menteri Kesehatan No 82 / 2001 yaitu 0,2 mg/l. Air yang mengandung banyak aluminium menyebabkan rasa yang tidak enak apabila dikonsumsi. 5) Zat organik Larutan zat organik yang bersifat kompleks ini dapat berupa unsur hara makanan maupun sumber energi lainnya bagi flora dan fauna yang hidup di perairan 6) Sulfat Kandungan sulfat yang berlebihan dalam air dapat mengakibatkan kerak air yang keras pada alat merebus air (panci / ketel)selain mengakibatkan bau dan korosi pada pipa. Sering dihubungkan dengan penanganan dan pengolahan air bekas. 7) Nitrat dan nitrit Pencemaran air dari nitrat dan nitrit bersumber dari tanah dan tanaman. Nitrat dapat terjadi baik dari NO2 atmosfer maupun dari pupuk-pupuk yang digunakan dan dari oksidasi NO2 oleh bakteri dari kelompok Nitrobacter. Jumlah Nitrat yang lebih besar dalam usus cenderung untuk berubah menjadi Nitrit yang dapat bereaksi langsung dengan hemoglobine dalam daerah membentuk methaemoglobine yang dapat menghalang perjalanan oksigen didalam tubuh. Chlorida Dalam konsentrasi yang layak, tidak berbahaya bagi manusia. Chlorida dalam jumlah kecil dibutuhkan untuk desinfektan namun apabila berlebihan dan berinteraksi dengan ion Na+ dapat menyebabkan rasa asin dan korosi pada pipa air. 9) Zink atau Zn Batas maksimal Zink yang terkandung dalam air adalah 15 mg/l. penyimpangan terhadap standar kualitas ini menimbulkan rasa pahit, sepet, dan rasa mual. Dalam jumlah kecil, Zink merupakan unsur yang penting untuk metabolisme, karena kekurangan Zink dapat menyebabkan hambatan pada pertumbuhan anak. 1. 3. Persyratan mikrobiologis

Nilai BOD tidak menunjukkan jumlah bahan organik yang sebenarnya tetepi hanya mengukur secara relatif jumlah oksigen yang dibutuhkan. 2. COD (Chemical Oxygen Demand) COD yaitu suatu uji yang menentukan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bahan oksidan misalnya kalium dikromat untuk mengoksidasi bahan-bahan organik yang terdapat dalam air (Nurdijanto. Cladocera dan lain-lain. Phytoplankton colifprm. Standar Kualitas Air di Perairan Umum ( Peraturan Pemerintah No. apabila nilai COD melebihi batas dianjurkan. mikroorganisme tidak tertarik menggunakan bahan organik makin rendah BOD maka kualitas air minum tersebut semakin baik. 1. maka kualitas air tersebut buruk. Penggunaan oksigen yang rendah menunjukkan kemungkinan air jernih. Tidak mengandung bakteri patogen. Tidak mengandung bakteri non patogen seperti: Actinomycetes. BOD (Biochemical Oxygen Demand) Adalah jumlah zat terlarut yang dibutuhkan oleh organisme hidup untuk memecah bahan – bahan buangan didalam air (Nurdijanto. Kandungan BOD dalam air bersih menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No 82 / 2001 mengenai baku mutu air dan air minum golongan B maksimum yang dianjurkan adalah 6 mg/l Adanya penyebab penyakit didalam air dapat menyebabkan efek langsung dalam kesehatan.20 Tahun 1990 ) Kadar Maksimum Golongan Golongan Golongan Golongan A B C D 1000 1000 1000 No Parameter FISIKA 1 Bau 2 Jumlah zat padat terlarut 3 Kekeruhan 4 Rasa Satuan Mg/L 1000 Skala NTU 5 - . 2000 : 15). Kandungan COD dalam air bersih berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 82 / 2001 mengenai baku mutu air minum golongan B maksimum yang dianjurkan adalah 12 mg/l.1995) 1. (Sujudi. Salmonella typhi. Vibrio cholera dan lain-lain. 2000 : 15).Persyaratan mikrobiologis yangn harus dipenuhi oleh air adalah sebagai berikut: 1. missalnya: bakteri golongan coli. Penyakit-penyakit ini hanya dapat menyebar apabila mikro penyebabnya dapat masuk ke dalam air yang dipakai masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kuman-kuman ini mudah tersebar melalui air.

5 0.01 5 0.1 200 10 1.05 0.01 600 0.4 D 7 DDT Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.06 6–9 0.005 0.002 1 0.05 - 0.005 1 1.1 400 0.5 0.0 0.001 0.042 0.02 0.5 – 2.01 0.5 10 1 5–9 0.05 6.003 0.03 0.05 0.005 1 0.1 1 0.01 0.01 5 0.002 0.5 6 7 Warna Suhu Daya Hantar Listrik Skala TCU 15 o C Suhu udara Umhos/cm 2250 KIMIA anorganik 1 Air raksa 2 Aluminium 3 Arsen 4 Barium 5 Besi 6 Florida 7 Kadmium 8 Kesadahan CaCO3 9 Klorida 10 Kromium valensi 6 11 Mangan 12 Natriun 13 Nitrat sebagai N 14 Nitrit sebagai N 15 Perak 16 .pH 17 Selenium 18 Seng 19 Sianida 20 Sulfat 21 Sulfida sebagao H2S 22 Tembaga 23 Timbal 24 Oksigen terlarut (DO) 25 Nikel 26 SAR (Sodium Absortion Ratio) Kimia Organik 1 Aldrin dan dieldrin 2 Benzona 3 Benzo (a) Pyrene 4 Chlordane (total isomer) 5 Chlordane 6 2.03 >3 5–9 0.00001 0.5 Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.0003 0.01 >=6 0.3 0.01 1 2 60 0.005 500 250 0.5 1.0 0.5 – 8.003 0.002 .0007 0.1 400 0.017 0.5 0.5 0.02 0.05 1 5 1.001 0.10 0.03 0.05 2 0.1 1 0.2 0.02 0.05 0.05 1.

2 Dichloroethane 1.6 Trichlorophenol Zat Organik (KMnO4) Endrin Fenol Karbon kloroform ekstrak Minyak dan lemak Organofosfat dan carbanat PCD Senyawa aktif biru metilen Toxaphene BHC Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.0 0.1 1.2 0.003 0.00001 0.0 Golongan A : air untuk air minum tanpa pengolahan terlebih dahulu Golongan B : air yang dipakai sebagai bahan baku air minum melalui suatu pengolahan Golongan C : air untuk perikanan dan peternakan Golongan D : air untuk pertanian dan usaha perkotaan.056 0.002 0.1 0.004 0. Untuk mengetahui kualitas air tersebut.1 Nihil 0.01 10 - 0.5 0.0003 0.01 0.5 0.1 0.21 Mikrobiologik 1 Koliform tinja 2 Total koliform Radioaktivitas 1 Gross Alpha activity 2 Gross Beta activity Jml/100ml 0 Jml/100ml 3 2000 10000 Bq/L Bq/L 0.01 0.005 0.018 0.1 1. Kualitas air yang digunakan masyarakat harus memenuhi syarat kesehatan agar dapat terhindar dari berbagai penyakit maupun gangguang kesehatan yang dapat disebabkan oleh air.1 1.05 Nihil 0.8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Detergent 1. air . perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium yang mencakup antara lain pemeriksaan bakteriologi air.0 0. meliputi Most Probable Number (MPN) dan angka kuman.4. Pemeriksaan MPN dilakukan untuk pemeriksaan kualitas air minum.001 1 0.035 0.001 0. industri dan PLTA.1 1.004 0.1 Dichloroethane Heptachlor heptachlor epoxide Hexachlorobenzene Lindane Metoxychlor Pentachlorophenol Pestisida total 2.0 0.03 0.

coli atau Fecal coli 1. Air minum yang memenuhi baik kuantitas maupun kualitas sangat membantu menurunkan angka kesakitan penyakit perut terutama penyakit diare. Penyediaan air bersih selain kuantitas kualitasnya pun harus memenuhi standar yang berlaku. Khusus untuk air minum. coli atau Fecal col Total Bakteri Coliform 1. Sehingga pengawasan terhadap kualitas air minum agar tetap memenuhi syarat-syarat kesehatan berdasarkan Kepmenkes RI No 907/Menkes/SK/VII/2002 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum (Depkes. air kolam renang dan pemeriksaan angka kuman pada air PDAM. Air pada sistem distribusi E. kebutuhan dasar air bersih adalah jumlah air bersih minimal yang perlu disediakan agar manusia dapat hidup secara layak yaitu dapat memperoleh air yang diperlukan untuk melakukan aktivitas dasar sehari- . coli atau Fecal col Total Bakteri Coliform Satuan 2 Kadar maksimum yang Keterangan diperbolehkan 3 4 Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Bagi manusia air minum adalah salah satu kebutuhan utama. maka tujuan utama penyediaan air bersih/air minum bagi masyarakat adalah untuk mencegah penyakit yang dibawah oleh air. misalnya bakteri golongan E. air badan. 2002). 2002) Ditinjau dari jumlah atau kuantitas air yang dibuthkan manusia. Persyaratan Kualitas air minum secara Bakteriologis Parameter 1 1. disyaratkan bahwa tidak mengandung bakteri patogen. seperti Actinomycetes dan Cladocera (Soewarno. Salmonella typhi. coli. Vibrio cholera. Air Minum E. Kuman-kuman ini mudah tersebar melalui air (Transmitted by water) dan tidak mengandung bakteri non-patogen. air pemandian umum.bersih. Mengingat bahwa berbagai penyakit dapat dibawah oleh air kepada manusia memanfaatkannya. Air yang masuk sistem distribusi E.

Kebutuhan air untuk menunjang pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas sanitasi atau pembuangan kotoran 4 – 6 liter / orang perhari. misalnya oleh lumpur. Kebutuhan air untuk mencuci pakaian dan peralatan 25 – 30 liter / orang perhari. c. 2. Banyaknya pemakaian air tiap harinya untuk setiap rumah tangga berlainan. Debit yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan akan air minum pada umumnya dapat mencukupi. Air sungai digunakan sebagai air minum. Sumber air merupakan salah satu komponen utama yang ada pada suatu sistem penyediaan air bersih. mengingat bahwa air sungai ini pada umumnya mempunyai derajat pengotoran yang tinggi. karena tanpa sumber air maka suatu system penyediaan air bersih tidak akan berfungsi (Sutrisno. d. kebutuhan air rumah tangga menurut Sunjaya adalah: 1. sehingga akan boros terhadap pemakaian sabun. Air laut Mempunyai sifat asin. 1999 : 18). Macam-macam sumber air yang dapat di manfaatkan sebagai sumber air minum sebagai berikut : 1. . yang menyebabkan warna kuning coklat.Kadar garam NaCl dalam air laut 3 % dengan keadaan ini maka air laut tidak memenuhi syarat untuk diminum. karena masih mengandung banyak kotoran. sehingga untuk pengambilan air sebaiknya dilakukan pada kedalaman tertentu di tengah-tengah.hari (Sunjaya dalam Karsidi. Air Permukaan Adalah air hujan yang mengalir di permukaan bumi. Air Atmosfer Untuk menjadikan air hujan sebagai air minum hendaknya pada waktu menampung air hujan mulai turun. selain pemakaian air tiap harinya tidak tetap banyak keperluan air bagi tiap orang atau setiap rumah tangga itu masih tergantung dari beberapa faktor diantaranya adalah pemakaian air di daerah panas akan lebih banyak dari pada di daerah dingin. seharusnya melalui pengolahan yang sempurna. kebiasaan hidup dalam rumah tangga misalnya ingin rumah dalam keadaan bersih selalu dengan mengepel lantai dan menyiram halaman. Kebutuhan air untuk minum dan mengolah makanan 5 liter / orang perhari. Kebutuhan air untuk higien yaitu untuk mandi dan membersihkan dirinya 25 – 30 liter / orang perhari. Air rawa kebanyakan berwarna disebabkan oleh adanya zat-zat organik yang telah membusuk. Selain itu air hujan mempunyai sifat agresif terutama terhadap pipa-pipa penyalur maupun bak-bak reservoir. Ditinjau dari segi kuantitasnya. 2000 : 13). 3. daun-daun. sehingga total pemakaian perorang adalah 60 – 70 liter / hari di kota. keadaan sosial rumah tangga semakin mampu atau semakin tinggi tingkat sosial kehidupannya semakin banyak menggunakan air serta pemakaian air dimusim panas akan lebih banyak dari pada dimusim hujan. karena mengandung garam NaCl. batang-batang kayu. Pada umumnya air permukaan ini akan mendapat pengotoran selama pengalirannya. kotoran industri dan lainnya. b. Juga air ini mempunyai sifat lunak. Air permukaan ada dua macam yaitu air sungai dan air rawa. sehingga hal ini akan mempercepat terjadinya korosi atau karatan.

Dimana setiap hari kita membutuhkan air bersih untuk minum. jumlah air juga harus memadai dalam rangka pemenuhan kebutuhan manusia. sungai Pengolahan lengkap bila kekeruhannya tinggi > 50. 1995) SIMPULAN Masalah air bersih merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusiaa. dan pembubuhan desinfektan. 5. Kualitas air bersih dapat ditinjau dari segi fisik. (Linsay. mencuci dan sebagainya. danau NTU (Nephelometric Turbidity Unit) Pengolahan tidak lengkap. yaitu sumur Dangkal/Dalam Pengolahan tidak lengkap hanya pengolahan Fe. pH. Selain dari segi kualitas. unit produksi. (2) Unit pengolahan air memegang peranan penting dalam upaya memenuhi kualitas air bersih atau minum. maka perlu diketahui persyaratan air bersih. kimia dan biologis. (4). Unit produksi merupakan unit bangunan yang mengolah jenis-jenis sumber air menjadi air bersih.4.1993 :1). air permukaan. memasak. Air digunakan manusia untuk . air hujan yang jumlahnya sesuai dengan yang diperlukan. Sistem penyediaan air bersih meliputi besarnya komponen pokok antara lain: unit sumber baku. mandi. Air tanah Air tanah adalah air yang berada di bawah permukaan tanah didalam zone jenuh dimana tekanan hidrostatiknya sama atau lebih besar dari tekanan atmosfer (Suyono. dan warna. unit distribusi dan unit konsumsi. rasa. Sedangkan ada aatu tidaknya mikroorganisme penyebab penyakit pada air merupakan syarat biologi air bersih. (3). Mata air Yaitu air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan tanah dalam hampir tidak terpengaruh oleh musim dan kualitas atau kuantitasnya sama dengan air dalam. yang berfungsi sebagai pelarut dan peyusun segala system tubuh manusia. bila kekeruhan < 50 NTU. dan bakteriologi. unit pengolahan. dengan pengolahan fisika. Agar air yang digunakan untuk kegiatan manusia tidak berdampak negative bagi manusia. Kualitas kimia dapat diteliti melalui pengamatan tentang kesadahan. Mn. kualitas air baku yang semula belum memenuhi syarat kesehatan akan berubah menjadi air bersih atau minum yang aman bagi manusia. unit transmisi. kimia. Unit produksi adalah salah satu dari sistem penyediaan air bersih yang menentukan jumlah produksi air bersih atau minum yang layak didistribusikan ke beberapa tandon atau reservoir dengan sistem pengaliran gravitasi atau pompanisasi. Kualitas fisik ditinjau bau. Sebagia besar tubuh manusia terdiri atas air. Adapun beberapa sumber air yang dapat diolah untuk mendapatkan air bersih. Penggunaan air yang bersih untuk kegiatan sehari-hari tentunya membuat manusia terhindar dari penyakit. kandungan ion dan sebagainya. yaitu (1)Unit sumber air baku merupakan awal dari sistem penyediaan air bersih yang mana pada unit ini sebagai penyediaan air baku yang bisa diambil dari air tanah. unit transmisi berfungsi sebagai pengantar air yang diproduksi menuju ke beberapa tandon atau reservoir melalui jaringan pipa.

minum.2007. Pengolahan Air Minum. EGC. Bapak Prof. Sumber air yang ada di permukaan bumi dapat diolah menjadi air minum dengan berbagai teknik yang telah berkembang. Rekan-rekan mahasiswa PSL yang telah ikut membantu dalam dorongan dalam pembuatan makalah ini. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 Lindsay. Yogyakarta.Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 2007 Chatip. Karsidi. Evaluasi Pengelolaan Kualitas Air Bersih Oleh Petuga Sanitasi Puskesmas Di Kabupaten Bungo. Ph. Jakarta. Jawet. Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan. Teknik Sumber Daya Air jilid 2. UCAPAN TERIMA KASIH • Dalam penulisan telaah pustaka ini penulis mendapat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Urip Santoso. Mikrobiologi Untuk Profesi Kesehatan Edisi 16.Ikom. Jakarta. perikanan dan lain sebagainya. 1997. Orang tua dan saudara-saudara yang telah memberikan dorongan moril dan materil. 2002.. RK dan kawan-kawan. Secara khusus ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada: 1. Program Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan.mandi. M. Semarang : Skripsi. pertanan. 1999. 1995 . Depkes. Ir. 2. sehingga kebutukhan air minum yang memenuhi persyaratan Menteri Kesehatan Republik Indonesia dapat terpenuhi bagiu seluruh lapisan masyarakat. Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum/Air Bersih.D sebagai dosen mata kuliah Penyajian Ilmiah dan juga sebagai Ketua pusat penelitian lingkungan hidup Universitas Bengkulu yang telah memberikan bimbingan dan pengetahuan tentang materi perkuliahan. Hubungan antara Tingkat Pendidikan dan Pendapatan dengan Penggunaan Air Sungai oleh Penduduk di Sekitar Sungai Kali Jajar Demak. 3.Sc. Jakarta. Erlangga. 1992. mencuci. S. DAFTAR PUSTAKA Asmustawa. Masingmasing kegiatan tersebut memerlukan jumlah air yang beragam..

2002. 2000. Edisi Revisi Bina Rupa Aksara. Kimia Lingkungan. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Nurdijanto. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. M. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2005 Tentang Pengembangan sistem penyediaan Air minum Razif. Suripin. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Teknologi Penyediaan Air Bersih. Yayasan peduli Lingkungan. Jakarta. Suharyono. JB. Jakarta. Malang. Santika. Teknik Sumber Daya Air. 1996. Rineka Cipta. K. Ray. 1984. Jakarta : Erlangga.Linsley. Diari Akut Klinik dan Laboratorik. & Franzini.. Mikrobiologi Kedokteran. Pengelolaan Sumber Daya Air. . Air Dalam Kehidupan Lingkungan Yang Sehat. Yogyakarta : Andi Offset. 1995. Suyono. C Totok. Usaha Nasional. Bakteriologi Medik. Pati. Metode Penelitian Air. . 1989. Fakultas Geografi Universitas Tim Mikrobiologi. Surabaya Indonesia Sujudi. 2003. Bandung. 2001. Bayumedia. Sutrisno. 1996. 2000. Pengolahan Air Minum. 1993. Surabaya. U. Jakarta :Rineka Cipta. Surawira.

Matur Nuwun…. 2011 Rachma 1 comment Media kultur berguna untuk memperbanyak. Media Kultur untuk Pertumbuhan Bakteri Jumat. Trypticase Soy Agar TSA merupakan media kultur universal. Nutrien Agar. menyuburkan atau meremajakan bakteri.. Louwenstein – Jensen 1. Agustus 12. . hampir semua jenis bakteri bisa tumbuh pada media ini. Dalam postingan ini akan dijelaskan mengenai media Trypticase Soy Agar (TSA).

5-10. Tahap akhir botol/tabung dimiringkan tungggu sampai mengeras. Foto : TSA dalam botol .7 gram Trypticase Soy Agar dilarutkan dalam 250 ml aquadest. kemudian dimasukan ke botol/tabung dan disterilkan di autoclave suhu 120 0C selama 15 menit.Foto : TSA Cara Pembuatan : 10.

2 Tutup : kapas putih 3. Nutrien Agar lebih sering digunakan dibandingkan TSA untuk menghindari terjadi Kandungan : Pepton dari dari daging.2.0±0. Louwenstein – Jensen . Nutrien Agar Foto : Nutrien Agar Nutrien agar merupakan media kultur universal untuk pertumbuhan mikroorganisme/bakteri. Cara pembuatan : Larutkan 20 g/L nutrien agar (bubuk) autoclave 15 menit pada suhu121 0C. PH 7. Jenis bakteri yang dapat tumbuh pada nutrient agar lebih sedikit dibandingkan dengan TSA. agar-agar. ekstrak dagingn.

putar untuk dihomogenkan campuran untuk menghindari beantuk gelembung ). Kandungan :Potasssium hydrogen phospat.2. Media harus di panaskan lebih dari satu kali setelah 24 jam untuk menjamin sterilitasnya.6 L akuades. malachite green Glycerol.Foto: media Louwenstein – Jensen Kegunaan media Louwenstein – Jensen : Kultur dan test resistensi dari Mycobacterium tuberculosis. Cara Pembuatan: Larutkan 37. magnesium sulfat heptahydrat.potato meal.8 ± 0.5 g pada 0. (autoclave) dinginkan sampai suhu sekitar 50 ± C. bagikan ketabung reaksi steril diarkan membeku dengan kondisi miring dengan pemanasan selama 45 menit pada suhu 85 0C pada inspissator yang penuh dengan uap air atau uap air panas yang mengalir bebas. trimagnesium dicitrat 14-dehidrat. tambah 1 L telur yang dihomogenkan (dari telur ayam betina segar dalam kondisi steril. Alat Fungsi . lasparigin. telur yang dihomogenkan. kalau di inginkan tambah 12 ml glycerol . Ph 4.

Labu destilasi Tempat untuk menyimpan dan membuat larutan. Dalam membuat larutan erlenmeyer yang selalu digunakan. Beaker glass memiliki takaran namun jarang bahkan tidak diperbolehkan untuk mengukur volume suatu zat ciar.Tempat membuat larutan. Gelas Beaker . Erlenmeyer Untuk destilasi larutan. Pada bagian atas terdapat karet penutup dengan sebuah lubang sebagai tempat termometer.

Corong gelas Menyaring larutan dengan dengan bantuan pompa vakum. tapi pada keadaan tertentu dapat pula digunakan untuk mengukut volume suatu larutan. buret . Corong bucher Digunakan untuk titrasi. Corong digunakan untuk memasukan atau memindah larutan ai satu tempat ke tempat lain dan digunakan pula untuk proses penyaringan setelah diberi kertas saing pada bagian atas.Cprpng dibagi menjadi dua jenis yakni corong yang menggunakan karet atau plastik dan corong yang menggunakan gelas.

Corong pisah biasa digunakan pada proses ekstraksi. Pengukuran dengan ketelitian tinggi dilakukan menggunakan pipet volume.Untuk memisahkan dua larutan yang tidak bercampur karena adanya perbedaan massa jenis. Gelas ukur . Labu ukur leher panjang Untuk mengukur volume larutan. Corong pisah Untuk membuat dan atau mengencerkan larutan dengan ketelitian yang tinggi. Pada saat praktikum dengan ketelitian tinggi gelas ukur tidak diperbolehkan untuk mengukur volume larutan.

Untukl destilasi larutan. . kondensor Untuk menghisap larutan yang akan dari botol larutan. lubang ata tempat air keluar. Filler (karet pengisap) Untuk mengukur volume larutan Pipet ukur Digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu sesuai dengan label yang tertera pada bagian pada bagian yang menggembung. Lubang lubang bawah tempat air masuk. Untuk larutan selain air sebaiknya digunakan karet pengisat yang telah disambungkan pada pipet ukur.

misalnya dalam bentuk kristal. Pengaduk Untuk mereaksikan dua atau lebih zat. Tabung reaksi Untuk mengambil bahan-bahan kimia dalam bentuk padatan. . Untuk zat-zat yang bereaksi dengan logam digunakan spatula plastik sedangkan zat-zat yang tidak bereaksi dengan dengan logam dapat digunakan spatula logam.Pipet volume atau pipet gondok atau volumetrik Untuk meneteskan atau mengambil larutan dengan jumlah kecil. Pipet tetes Untuk mengocok atau mengaduk suatu baik akan direaksikan mapun ketika reaksi sementara berlangsung.

desikator . Kawat nikrom Untuk mengalirkam gas ke tempat tertentu dan digunakan pula dalam penentuan titik lebur suatu zat. Pipa kapiler atau kaca kapiler Untuk menyimpan bahan-bahan yang harus bebas air dan mengeringkan zat-zat dalam laboratorium.Spatula plastik dan logam untuk uji nyala dari beberapa zat. Dikenal dua jenis desikator yaitu desikator biasa dan desikator vakum.

Indikator universal 1. Caranya: setelah kertas indikator universal dicelupkan di cocokan warna yang ada pada kotak kertas universal.Untuk identifikasi keasamaan larutan/zat. Hot hands . Untuk menimbang bahan-bahan kimia 3. Sebagai penutup saat melakukan pemanasan terhadap suatu bahan kimia 2. Untuk mengeringkan suatu bahan dalam desikator. Gelas arloji Untuk memegang peralatan gelas yang masih dalam kondisi panas.

Untuk menyaring larutan. Biasanya digunakan pada saat melakukan percobaan yang membutuhkan banyak tabung reaksi. Numun dalam mereaksikan zat yang menggunakan tabung reaksi sebaiknya menggunakan rak tabung reaksi demi keamanan diri sendiri maupun orang lain. Rak tabung reaksi Untuk menjepit tabung reaksi. penjepit . Kaki tiga Sebagai alas atau untuk menahan labu atau beaker pada waktu pemanasan menggunakan pemanas spiritus atau pemanas bunsen Kawat kasa Tempat tabung reaksi. Kertas saring Kaki tiga sebagai penyangga pembakar spirtus.

digunakan untuk memanaskan logamlogam. Untuk mengaduk larutan. Krusibel . mortal dan pastle Terbuat dari persolen dan bersifat inert.Pengaduk magnetik. Batang-batang magnet diletakan di dalam larutan kemudian disambungkan arus listrik maka secara otomatis batang magnetik dari stirer akan berputar. Stirer dan batang stirer Menghaluskan zat yang masing bersifat padat/kristal.

misalnya: · Untuk menjepit soklet pada proses ekstraksi · Menjepit buret dalam proses titrasi · Untuk menjepit kondensor pada proses destilasi Klem dan statif Untuk menjepit corong pemisah dalam proses pemisahan dan untuk meletakan corong pada proses penyeringan. misalnya krus pada saat pemanasan ataau corong pada waktu penyaringan. Clay triangle Untuk melindungi mata dari bahan yang menyebabkan iritasi. Kacamata pengaman . Evaporating dish Sebagai penjepit. uap logam.Digunakan sebagai wadah. kabut dan zat-zat kimia yang meletup ketika dilakukan pemanasan. Dan melindungi dari percikan api. serbuk debu. misalnya H2SO4. Ring Untuk menahan wadah. Misalnya penguapan larutan dari suatu bahan yang tidak mudah menguap.

Hot plate Untuk mengeringkan alat-alat sebelum digunakan dan digunakan untuk mengeringkan bahan yang dalam keadaan basah. Oven . Pemanas atau pembakar bunsen Untuk memanaskan larutan.Untuk membakar zat atau memmanaskan larutan. Pemanas spiritus Untuk memanaskan larutan dan dapat pula digunakan untuk sterilisasi dalam proses suatu proses. Biasanya untuk larutan yang mudah terbakar.

inkubator Untuk menghancurkan (tidak ada di LAB) Granat Daftar Pustaka http://qualitycontrol-07.blogspot.com sumber-sumber lain .Digunakan sebagai pemanas pada suhu tinggi. sekitar 1000 °C. Tanur Digunakan untuk fermentasi dan menumbuhkan media pada pengujian secara mikrobiologi.

mohon maaf jika pertanyaan tidak langsung dijawab dan proses perevisian sangat lambat. Kami mengucapkan terima kasih kepada sahabat kami. hal ini karena kesibukan yang lain dari penulis. Terdapat juga link download (. Mohon pengunjung memberikan saran atau komentar yang membangun dan tidak lupa untuk mengisi polling demi menentukan arah perkembangan blog. Copy paste diijinkan sepanjang tidak digunakan untuk keperluan komersial. Bagian 1 Perhitungan Kematian Mikroorganisme pada Proses Sterilisasi Pengambilan dan Preparasi Sampel Bakteri dalam Mikrobiologi Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 1) Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 2) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 1) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 2) Bekerja Tanpa Kontaminasi (Dasar Teknik Aspetis) Penentuan Sifat Gram Dengan KOH 3% dan Perbandingannya Dengan Pewarnaan Gram Pentingnya Penggambaran Morfologi Koloni di Cawan Bakteri Kontrol Harga Murah untuk Pewarnaan Gram Kunci Awal Identifikasi Bakteri Bagaimana Membedakan Flagellar Movement dengan Brownian Movement ? PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI DASAR Teori dan Metodenya (Revisi 2011) . Mukhlis yang telah memberikan puluhan buku referensi untuk diolah. dan dimohon mencantumkan sumbernya (web ini).Mikrobiologi dasar Blog ini berisi tulisan populer tentang teori dan metode di bidang mikrobiologi praktek. di sini ARTIKEL MIKROBIOLOGI • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Saran Teknis Metode Plate Count untuk Pemula Bagaimana Menentukan Aman atau Tidaknya Suatu Bahan Pangan dari Mikroorganisme ? Indikator Mikrobiologis Metode MPN ( Most Probable Number) atau APM (Angka Paling Mungkin) Bagian 1 Metode MPN ( Most Probable Number) atau APM (Angka Paling Mungkin) Bagian 2 Tabel MPN 3 seri dan 5 seri tabung Tabel MPN 10 seri tabung Pengambilan Sampel Mikroorganisme Udara (Air Sampling) Bagian 2 Pengambilan Sampel Mikroorganisme Udara (Air Sampling). Lebih jauh mengenai deskripsi blog ini .pdf) di beberapa postingan.

Mengamati Morfologi Koloni Bakteri .2 mengamati morfologi sel bakteri a. Yeast b.1 dengan pewarnaan sederhana a.2 dengan pewarnaan negatif a.4 dengan pewarnaan endospora a.3 mengamati motilitas bakteri a.3 dengan pewarnaan gram a.2.3.2 pada agar miring a. Kapang c.3 pada agar tegak a.1.1 mengamati morfologi koloni bakteri a.1 mengamati morfologi koloni kapang (pada agar cawan) c.2.2 pengamatan tidak langsung b.2 mengamati morfologi sel kapang (dengan metode slide culture) Bakteri A.2 mengamati morfologi sel yeast (dengan pewarnaan sederhana) c. Alat-alat dalam Laboratorium Mikrobiologi (bagian 1) Bab 1.1.1.1 mengamati morfologi koloni yeast (pada agar cawan) b.2.1.1 pada media cawan a.• • • Pendahuluan dan Daftar Isi Bab 1.3. Bakteri a. sedang dalam proses revisi • • • • • • • • • • BAB 1 pengenalan alat BAB 2 media pertumbuhan BAB 3 sterilisasi BAB 4 isolasi mikroorganisme BAB 5 morfologi mikroba BAB 6 menentukan jumlah dan ukuran mikroba BAB 7 faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroorganisme BAB 8 daya kerja antimikorba dan oligodinamik BAB 9 aktivitas enzimatis mikroorganisme Referensi BAB 5 MORFOLOGI MIKROBA Kompetensi : mahasiswa dapat mengenali bentuk dan morfologi sel dan koloni mikroorganisme a.2.1 pengamatan langsung a. Alat-alat dalam Laboratorium Mikrobiologi (bagian 2) PETUNJUK PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI (2008).4 pada media cair a.

Kegiatan ini merupakan tindakan pertama kali jika ingin mempelajari suatu jenis bakteri lebih lanjut. khususnya untuk tujuan identifikasi.2. Transparant (bening) · Bentuk : Circular Irregular Spindle Filamentous Rhizoid . pinpoint/punctiform (titik) Small (kecil) Moderate (sedang) Large (besar) · Pigmentasi : mikroorganisme kromogenik sering memproduksi pigmen intraseluler. Pertumbuhan pada Cawan Petri Ciri-ciri yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut : · Ukuran. Pertumbuhan pada Agar Miring Ciri-ciri koloni diperoleh dengan menggoreskan jarum inokulum tegak dan lurus Ciri koloni berdasarkan bentuk: . Translucent (dapat ditembus cahaya sebagian). Opaque (tidak dapat ditembus cahaya).1.Elevasi : Flat Raised Convex Umbonate · Permukaan : Halus mengkilap Kasar Berkerut Kering seperti bubuk · Margins : Entire Lobate Undulate Serrate Felamentous Curled A. Cara Kerja : · Tumbuhkan biakan pada media NA cawan dengan streak kuadran · Tumbuhkan biakan pada media NA miring dengan pola inokulasi yang tegak lurus · Tumbuhkan biakan pada media NA tegak dengan stab inoculation · Tumbuhkan biakan pada media NB A. beberapa jenis lain memproduksi pigmen ekstraseluler yang dapat terlarut dalam media · Karakteristik optik : diamati berdasarkan jumlah cahaya yang melewati koloni. Setelah mendapatkan kultur murni maka biakan yang diinginkan ditumbuhkan ke berbagai bentuk media untuk dikenali ciri koloninya.

Ciri-ciri koloni berdasar bentuk : Ciri koloni berdasar kebutuhan O2 : A.4 Pertumbuhan pada Media Cair Pola pertumbuhan berdasarkan kebutuhan O2 .3 Pertumbuhan pada Agar Tegak Cara penanaman adalah dengan menusukkan jarum inokulum needle ke dalam media agar tegak.A.

Pewarnaan bertujuan untuk memperjelas sel bakteri dengan menempelkan zat warna ke permukaan sel bakteri. Jangan menggunakan suspensi bakteri yang terlalu padat. Pewarnaan · Pewarnaan sederhana . Cara Kerja : · Bersihkan object glass dengan kapas · Jika perlu tulislah kode atau nama bakteri pada sudut object glass .pewarnaan positif . Fiksasi bertujuan untuk mematikan bakteri dan melekatkan sel bakteri pada object glass tanpa merusak struktur selnya. · Pewarnaan khusus . Zat warna basa lebih banyak digunakan karena muatan negatif banyak banyak ditemukan pada permukaan sel.pewarnaan flagella dll. Contoh zat warna asam antara lain Crystal Violet. sel bakteri sulit terlihat. B.pewarnaan negatif · Pewarnaan diferensial .pewarnaan endospora .pewarnaan acid fast dll. Sebaliknya pada zat warna asam bagian yang berperan memberikan zat warna memiliki muatan negatif. Methylene Blue. Safranin. Pada zat warna basa. Malachite Green dll. Zat warna yang digunakan bersifat asam atau basa. Mengamati Morfologi Bakteri Sel bakteri dapat teramati dengan jelas jika digunakan mikroskop dengan perbesaran 100x10 yang ditambah minyak imersi. Base Fuchsin. sehingga kontras sel bakteri dengan sekelilingnya ditingkatkan. Sedangkan zat warna basa antara lain Eosin.A. Jika dibuat preparat ulas tanpa pewarnaan. bagian yang berperan dalam memberikan warna disebut kromofor dan mempunyai muatan positif. Congo Red dll.pewarnaan gram . Zat warna dapat mengabsorbsi dan membiaskan cahaya.1. maka akan diperoleh kesulitan saat mencari bakteri dengan mikroskop. Pewarnaan Sederhana (Pewarnaan Positif) Sebelum dilakukan pewarnaan dibuat ulasan bakteri di atas object glass yang kemudian difiksasi. tapi jika suspensi bakteri terlalu encer.

Jika digunakan biakan padat. jangan difiksasi atau dipanaskan di atas api. Tapi mudah dilihat dengan pewarnaan negatif.· Bila menggunakan biakan cair maka pindahkan setetes biakan dengan pipet tetes atau dapat juga dipindahkan dengan jarum inokulum. teteskan nigrosin atau tinta cina di ujung kanan salah satu object glass · Biakan diambil lalu diulaskan atau diteteskan dalam tetesan nigrosin tadi. maka akan tampak bentuk sel bakteri. Berikut merupakan berbagai bentuk sel bakteri . lalu dicampurkan · Tempelkan sisi object glass yang lain kemudian gesekkan ke samping kiri · Biarkan preparat mengering di udara. Jangan lupa biakan dikocok terlebih dahulu.2 Pewarnaan Negatif Beberapa bakteri sulit diwarnai dengan zat warna basa. Crystal Violet) dan tunggu kurang lebih 30 detik. · Keringkan ulasan tersebut sambil memfiksasinya dengan api bunsen (lewatkan di atas api 23 kali) · Setelah benar-benar kering dan tersebar selanjutnya ditetesi dengan pewarna (dapat digunakan Methylen blue. Safranin. · Cuci dengan akuades kemudian keringkan dengan kertas tissue · Periksa dengan mikroskop (perbesaran 100 x 10). B. 1 2 3 4 Setelah dilihat di mikroskop. Zat warna tidak akan mewarnai sel melainkan mewarnai lingkungan sekitarnya. satu ulasan saja kemudian diberi akuades dan disebarkan supaya sel merata. maka biakan dipindahkan dengan jarum inokulum. sehingga sel tampak transparan dengan latar belakang hitam. Prosedur: · Ambil dua object glass.

Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tebal dan membran sel selapis.Berikut merupakan tabel prosedur pewarnaan Gram: .A. Sedangkan baktri gram negatif mempunyai dinding sel tipis yang berada di antara dua lapis membran sel. karena merupakan tahapan penting dalam langkah awal identifikasi. Pewarnaan ini didasarkan pada tebal atau tipisnya lapisan peptidoglikan di dinding sel dan banyak sedikitnya lapisan lemak pada membran sel bakteri. Jenis bakteri berdasarkan pewarnaan gram dibagi menjadi dua yaitu gram positif dan gram negatif.3. Pewarnaan Gram Adalah pewarnaan diferensial yang sangat berguna dan paling banyak digunakan dalam laboratorium mikrobiologi.

.

radiasi dan bahan kimia.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pewarnaan gram adalah sbb: · Fase yang paling kritis dari prosedur di atas adalah tahap dekolorisasi yang mengakibatkan CV-iodine lepas dari sel. Namun juga jangan sampai terlalu sedikit dalam penetesan etanol (underdecolorization) yang tidak akan melarutkan CV-iodine secara sempurna sehingga sel gram negatif seperti gram positif. Tujuan dilakukannya . B. sebagian berwarna ungu dan sebagian merah karena pengaruh umur. khususnya pada gram positif. · Preparasi pewarnaan gram terbaik adalah menggunakan kultur muda yang tidak lebih lama dari 24 jam. Desulfomaculatum dan Bacillus adalah bakteri yang memproduksi endospora dalam siklus hidupnya. Pemberian ethanol jangan sampai berlebih yang akan menyebabkan overdecolorization sehingga sel gram positif tampak seperti gram negatif. dingin. Pewarnaan Endospora Anggota dari genus Clostridium. kering. Endospora merupakan bentuk dorman dari sel vegetatif. Umur kultur akan berpengaruh pada kemampuan sel menyerap warna utama (CV).4. Mungkin akan menampakkan gram variabel yaitu satu jenis sel. Walaupun ada beberapa species yang memang bersifat gram variabel seperti pada genus Acinetobacter dan Arthrobacter. sehingga metabolismenya bersifat inaktif dan mampu bertahan dalam tekanan fisik dan kimia seperti panas.

. Endospora tetap dapat dilihat di bawah mikroskop meskipun tanpa pewarnaan dan tampak sebagai bulatan transparan dan sangat refraktil. sel vegetatif berwarna). Berikut merupakan prosedur pewarnaan endospora dengan metode Schaeffer-Fulton. sehingga pembedaannya tampak jelas.pewarnaan endospora adalah membedakan endospora dengan sel vegetatif. endospora sulit dibedakan dengan badan inklusi (kedua-duanya transparan. Namun jika dengan pewarnaan sederhana. sehingga diperlukan teknik pewarnaan endospora.

.

Berikut merupakan beberapa tipe endospora dan contohnya C. Mengamati motilitas .

Pseudohifa adalah hifa yeast yang terbentuk dari rangkaian sel hasil pembelahan aseksual secara budding.2 Melihat bentuk spora sel Yeast Cara kerja : · Buat preparat ulas dari biakan yeast pada Goodkowa Agar yang berumur 10 hari. tetapi tidak melepaskan diri dari induk. Jika digunakan biakan padat maka ulas dengan jarum inokulum lalu ditambah akuades satu tetes. C. tidak membentuk hifa (beberapa spesies dapat membentuk pseudohifa). bulat memanjang dengan ukuran 1-9x20 μm.1 Pengamatan Langsung Cara Kerja : · Teteskan biakan bakteri motil seperti Bacillus atau E.2 Pengamatan tidak langsung Cara Kerja : · Tanam biakan pada media NA tegak atau Media Motilitas dengan cara tusuk (Stab inoculation) sedalam + 5 mm. · Ulaskan suspensi biakan pada object glass lalu teteskan Methilene Blue hingga rata (jangan difiksasi). · Tutup preparat dengan cover glass. Hati-hati jangan salah membedakan antara sel yang bergerak sendiri karena flagel atau bergerak terkena aliran air. Morfologi internal sel mudah dilihat dan terdiri dari inti dan organel seperti mitkondria. B. hasil negatif menunjukan bakteri hanya tumbuh pada daerah tusukan saja Bakteri motil akan bermigrasi ke seluruh permukaan agar dan bekas tusukan Yeast / Khamir A. Amati di bawah mikroskop. bulat telur.C. · Fiksasi dengan api bunsen. Keringkan dengan tissue kemudian biarkan pada udara terbuka.1 Melihat bentuk sel Yeast Cara Kerja : · Tumbuhkan Sacharomyces cereviceae pada glukosa cair selama 24 jam. · Setelah didapatkan koloni tunggal. Cuci preparat dengan air mengalir.coli ke object glass (sebaiknya dari biakan cair). Bentuk selnya bervariasi dapat berbentuk bulat. Mengamati morfologi koloni yeast · Tanam biakan yeast (dapat berupa Sacharomyces cereviceae atau Candida albicans) pada PDA dengan cara streak quadrant. Beberapa spesies yeast memiliki sifat dimorfisme yaitu bentuk sel tunggal dan bentuk hifa atau pseudohifa. B. pengamatan ciri-ciri morfologi koloni hampir sama dengan ciri morfologi bakteri. Bakteri akan tampak transparan dan pola pergerakannya tidak beraturan. B. grannula lemak dan glikogen. · Amati dengan perbesaran 40x10 atau 100x10. Perhatikan spora yang berwarna Kapang / Jamur . Mengamati Morfologi Sel Yeast Yeast merupakan fungi mikroskopik uniseluler. ratakan. Panasi preparat dengan api bunsen selama + 30 detik (sampai timbul uap). · Tutup dengan cover glass · Amati menggunakan mikroskop dengan perbesaran maksimak. · Inkubasi selama 2x24 jam. · Warnai dengan cara Shager dan Fulgen yaitu: Tetesi preparat dengan Malachite Green dan biarkan 30-60 detik. · Inkubasi pada suhu 370 C selama 1x 24 jam · Hasil positif (motil) jika bakteri tumbuh pada seluruh permukaan media.

Mengamati morfologi koloni kapang Cara kerja : · Tanam/pindahkan biakan kapang dengan jarum inokulum needle yang diletakan di tenganhtengah cawan petri. 2 Metode Riddel. · Teteskan suspensi spora jamur dalam media cair pada media cover glass yang tidak diberi lilin. Hifa dapat berekat (septat) dengan inti tunggal/ lebih dan hifa tidak bersekat (aseptat).1 Metode Heinrich’s. B. Mengamati sel morfologi kapang dengan metode Slide Culture (Microculture) Teknik ini bertujuan untuk mengamati sel kapang dengan menumbuhkan spora pada object glass yang ditetesi media pertumbuhan. · Inkubasi selam beberapa hari. · Amati pertumbuhan koloni (miselium) yang menyebar. · Setelah selesai sterilisasi berikan lilin (parafin-petrolatum) steril pada sebelah kiri dan kanan tempat yang akan ditutup cover glass (aseptis). spora dan miselium tumbuh langsung pada slide sehingga dapat mengatasi masalah tersebut.Jamur merupakan mikroba dengan struktur talus berupa benangbenang (hifa) yang terjalin seperti jala (myselium). Penampakan morfologi koloni pada umumnya seperti benang (filamentous) yang pertumbuhannya membentuk lingkaran. cara kerja : · Siapkan object glass. tissue basah yang dimasukkan dalam cawan dan sterilkan dengan autoclave. seperti dari kelompok Actinomycetes atau Bacillus mycoides. B. Pengamatan struktur spora dan miselium dapat juga dilakukan dengan preparat ulas seperti yang telah diuraikan di depan. Namun seringkali miselium atau susunan spora menjadi pecah atau terputus sehingga penampakan di mikroskop dapat membingungkan. Berikan sampai setengah luasan cover glass. Koloni kapang memiliki keragaman warna yang muncul dari sporanya. B. cara kerja : · Persiapan sama seperti di atas . Tekan cover galss secara media merata. · Ambil preparat dan amati di bawah mikroskop. A. cover glass. Dengan teknik ini. Morfologi koloninya dapat dengan mudah dibedakan dengan bakteri walaupun ada beberapa jenis bakteri yang koloninya mirip jamur. · Tutup dengan cover glass. · Inkubasi pada suhu kamar selama 3x24 jam.

· Inkubasi pada suhu kamar selama 3x24 jam. · Amati pertumbuhan miselium dan spora pada object glass dengan perbesaran sedang Referensi : disini . · Ulaskan spora jamur yang akan diamati pada belahan tersebut. cara kerja : · Sterilkan cawan petri yang berisi kapas yang di atasnya terdapat object glass dan cover glass. · Belah media yang memadat dengan jarum inokulum yang berujung L. · Siapkan media PDA dan dijaga supaya tetap cair.· Setelah semua steril. · Teteskan media PDA pada object glass secara aseptis lalu tunggu memadat (teteskan jangan terlalu banyak). · Ambil preparat dan diamati di bawah mikroskop. B. potong media Saboraud Dextrose Agar steril berbentuk kubus dan letakkan di atas object glass. · Inkubasi selama 2x24 jam. · Tutup dengan cover glass tepat di atas media dan tekan hingga merata.3 Prosedur yang lebih sederhana. · Tutup potongan agar dengan cover glass. · Inokulasikan spora jamur pada bagian atau potongan agar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful