Bakteri koliform

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa

E.coli, salah satu bakteri koliform Bakteri koliform merupakan golongan mikroorganisme yang lazim digunakan sebagai indikator, di mana bakteri ini dapat menjadi sinyal untuk menentukan suatu sumber air telah terkontaminasi oleh patogen atau tidak.[1] Berdasarkan penelitian, bakteri koliform ini menghasilkan zat etionin yang dapat menyebabkan kanker.[1] Selain itu, bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun seperti indol dan skatol yang dapat menimbulkan penyakit bila jumlahnya berlebih di dalam tubuh.[1] Bakteri koliform dapat digunakan sebagai indikator karena densitasnya berbanding lurus dengan tingkat pencemaran air.[2] Bakteri ini dapat mendeteksi patogen pada air seperti virus, protozoa, dan parasit.[2] Selain itu, bakteri ini juga memiliki daya tahan yang lebih tinggi daripada patogen serta lebih mudah diisolasi dan ditumbuhkan.[2]

[sunting] Karakteristik
Ciri-ciri bakteri koliform antara lain bersifat ppaerob [[atau ppanaerob fakultatif[[, termasuk ke dalam ppbakteri gram negatif[[, tidak membentuk spora, dan dapat memfermentasi laktosa untuk menghasilkan asam dan gas pada suhu 35 °C-37 °C.[3] Contoh bakteri koliform antara lain Escherichia coli, Salmonella spp., Citrobacter, Enterobacter, Klebsiella, dll.[3]

Mikroorganisme indikator
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa

Sungai di California yang tercemar, tampak adanya buih. Mikroorganisme indikator adalah sekelompok mikroorganisme yang digunakan sebagai petunjuk kualitas air. [1] Mikroorganisme indikator telah digunakan untuk mendeteksi dan menghitung kontaminasi tinja di air, makanan, dan sampel lainnya. [1]

Daftar isi
[sembunyikan]
• •

• • •

1 Syarat 2 Jenis o 2.1 Indikator Bakteri  2.1.1 Koliform  2.1.2 Koliform tinja  2.1.3 Streptococcus Tinja - Enterococcus  2.1.4 Clostridium  2.1.5 Pseudomonas  2.1.6 Bacteroides spp. dan Bifidobacteria spp. o 2.2 Indikator Virus o 2.3 Indikator Protozoa 3 Kelemahan 4 Indikator Makanan 5 Referensi

[sunting] Syarat

Untuk digunakan sebagai mikroorganisme indikator, terdapat persyaratan yang harus dipenuhi oleh mikroorganisme tersebut, kendati demikian, persyaratan ini tidak mutlak untuk dipenuhi seluruhnya, tergantung kondisi yang ada. Syaratnya antara lain[1]:
• • • • • • • • • •

Dapat digunakan untuk berbagai jenis air Mikroorganisme harus muncul bila patogen enterik dan sumber polusi muncul Tidak ada di air yang terpolusi Mudah diisolasi, murah, mudah diidentifikasi, dan mudah dihitung Lebih banyak jumlahnya dan lebih tahan dibanding patogen Bukan merupakan patogen Tidak berkembang biak di air Merespon perlakuan dan kondisi lingkungan Kepadatan indikator harus berkaitan langsung dengan derajat polusi Menjadi bagian dari mikroflora dalam saluran pencernaan hewan berdarah panas

[sunting] Jenis
Mikroorganisme indikator dapat dibedakan menjadi indikator bakteri, indikator virus, dan indikator protozoa[1].

[sunting] Indikator Bakteri
Terdapat lima bakteri yang umum digunakan sebagai indikator[1]: [sunting] Koliform Koliform tidak termasuk dalam taksonomi bakteri namun hanya istilah untuk menyebutkan kelompok mikroorganisme yang berada di air. Ciri-ciri bakteri koliform adalah gram negatif, berbentuk batang, merupakan anaerob fakultatif yang dapat memfermentasikan laktosa dengan pembentukkan asam dan gas pada suhu 35 °C selama 24-48 jam. Memiliki enzim tambahan yaitu sitokrom oksidase dan beta-galaktosidase. Koliform dapat ditemukan di saluran pencemaran hewan, tanah, atau secara alami pada sampel lingkungan. Pada keadaan normal, koliform terdapat di air dalam jumlah standar dan dapat diukur, namun bila terjadi pencemaran air, jumlah koliform akan menjadi banyak dan dapat melebihi jumlah bakteri patogen lain.[2] Oleh karena itu, koliform dapat digunakan sebagai indikator pencemaran air.[2]. Jika terdapat bakteri koliform dalam air, belum tentu bakteri patogen juga ada di air tersebut, namun jika bakteri koliform terdapat dalam jumlah besar maka perlu diperiksa kembali keberadaan bakteri patogen lain.[2] [sunting] Koliform tinja Digunakan untuk mendeteksi pencemaran tinja. Merupakan bakteri termotoleran yang dapat beradaptasi dengan cara stabilisasi protein pada suhu di saluran pencernaan. Koliform tinja dapat melakukan fermentasi dengan menghasilkan asam dan gas pada suhu 44.5 °C. Koliform tinja memiliki korelasi yang kuat dengan pencemaran tinja hewan berdarah panas. Untuk mendeteksi E.coli pada koliform tinja secara lebih spesifik dapat digunakan enzim MUG yang aka[n berpendar dengan sinar UV[1].

Contoh Streptococcus pada manusia adalah S. Digunakan untuk mengindikasi banyaknya bakteri Salmonella. Namun konsentrasinya sangat rendah sehingga belum dapat ditunjukkan spesifitasnya Fage Salmonella. [sunting] Indikator Protozoa Sesungguhnya tidak ada indikator yang berlaku secara universal bagi parasit protozoa[1]. Bakteri yang diinfeksi tidak memiliki fili sehingga virus menempel langsung pada dinding selnya. faecium [sunting] Clostridium Merupakan mikrobiota pada hewan berdarah panas dan limbah. [sunting] Pseudomonas Digunakan sebagai indikator kolam renang selain Staphylococcus aureus. yaitu baktriofage yang menginfeksi E. Contohnya adalah myoviridae.[sunting] Streptococcus Tinja . bersifat spesifik feses manusia. [sunting] Bacteroides spp. Sifatnya lebih stabil dibanding patogen dan memiliki spora sehingga dapat digunakan untuk mendeteksi polusi yang terjadi di waktu lampau[1]. Bersifat spesifik pada feses. namun konsentrasinya juga terlalu rendah[1]. Indikator bergantung pada sumber air yang dugunakan pada suatu daerah tertentu. dan Bifidobacteria spp. Sifatnya tidak spesifik pada feses dan deteksi bergantung pada inangnya.coli dan bakteri koliform lainnya. Kedua bakteri ini sulit dideteksi karena bersifat sangat anaerob dan dapat musnah bila terkena oksigen. [sunting] Indikator Virus Terdapat empat kandidat mikroorganisme yang digunakan sebagai indikator virus[1]. faecalis dan S. dan siphoviridae. Berpigmen pyocyanin dan dapat berpendar[1]. [sunting] Kelemahan . Contoh yang telah diidentifikasi adalah indikasi menggunakan spora Clostridium dan bakteri aerob termostabil[1]. terdapat pada feses manusia dan hewan. sehingga untuk mendeteksi perlu kondisi yang sangat anaerob pula.coli jantan (yang memilliki strain F+) sehingga dapat menghasilkan fili dan penempelan terjadi melalui reseptor fili. Kolifage jantan. yaitu colifage yang menginfeksi E. Contohnya adalah leviviridae Fage Bacteroides fragilis. Banyak ditemukan di feses 100 kali dibanding yang lain.Enterococcus Merupakan mikrobiota pada manusia dan hewan. Beberapa jenis Bacteroides spesifik pada manusia[1]. • • • • Kolifage. podoviridae. Memiliki sifat tahan terhadap desinfeksi kimiawi.

Contohnya di Indonesia dilakukan pengelolaa kualitas air dan pengendalian pencemaran air. Untuk air minum kadar koliform tinja maksimal 2000 dan kadar total koliform maksimal 10000[1]. Mikroorganisme indikator ini sering digunakan sebagai indaktor kualitas mikrobiologi pada pangan dan air. ^ a b c (Inggris)Johnson BT. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s (Inggris) Madigan et. Media dan kondisi yang berbeda-beda juga membuat tidak ada indikator yang benar-benar cocok untuk kundisi tertentu[1]. sub divisi Schyzomycetes atau jamur belah.Page. termasuk keberadaan patogen tertentu. 1997. Sel prakariotik adalah sel yang bahan intinya belum terlidungi oleh selaput inti atau karioteka. Termasuk ke dalam kelompok monera adalah bakteri dan ganggang biru atau Chyanophyta. Brock Biology of Microorganism 12th ed. dan kelas IV.al. [sunting] Indikator Makanan Mikroorganisme yang menjadi indikator makanan merupakan kelompok bakteri yang keberadaannya di makanan di atas batasan jumlah tertentu. Karena itu dibuat suatu kriteria untuk mentoleransi ketidaksempurnaan tersebut. yang dapat menjadi indikator suatu kondisi yang terekspos yang dapat mengintroduksi organisme berbahaya dan menyebabkan proliferasi spesies patogen ataupun toksigen. setiap daerah memiliki kriteria yang berbedabeda[1]. bakteri termasuk ke dalam kerajaan monera. tidak ada suatu indikator yang dapat mencangkup semua jenis indikator[1]. kelas II. 1025-1033. Dalam klasifikasi terbaru. Bakteri Pada klasifikasi. BAKTERI KOLIFORM YANG BERSIFAT ANAEROB Posted on December 16. karena berkembang biak dengan membelah diri. koliform dan fekal streptococci digunakan sebagai indikator penanganan pangan secara tidak higienis. Hal ini disebabkan karena tidak semua bakteri dapat dijadikan indikator bagi patogen. Microorganisms. Setiap negara.Inc. yang bersifat prakariotik. 2. mahkluk ini dikelompokkan ke dalam dunia tumbuhan. kelas III. 2010 Monera meliputi organisme yang mempunyai struktur tubuh amat sederhana yakni terdiri atas sel-sel primitif. San Francisco: Pearson Education. respon terhadapat tekanan lingkungan. Air digolongkan berdasarkan kriteria mutu mejadi kelas I.Diakses pada 13 Mei 2010 . Bacteria and Viruses. 2009. . [sunting] Referensi 1. Ciri-ciri dan Sifat Bakteri Untuk dapat mempelajari bakteri dengan benar kita perlu mengenali ciri-ciri dan sifatnya. dan perlakuan[1].Tidak ada indikator yang ideal untuk semua lingkungan dan memenuhi semua persyaratan[1]. Disini hanya dijelaskan tentang bakteri. A. Misalnya E. Virus dan protozoa memiliki perbedaan ukuran. coli tipe I.

tiap pasang terdiri atas dua bakteri. dan ada pula yang saprofit. Untuk mengamati-nya diperlukan alat bantu berupa mikroskop. 2. Hidup secara sendiri-sendiri (soliter) dan ada pula yang hidup berkelompok (koloni). • • • . 1. 3. Ada yang hidup bebas. yakni bakteri berbentuk bulat yang hidup berkelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat bakteri. Sel tubuh bakteri tidak mempunyai kloroplas. bakteri tersebut bersifat fotoautotrop. Ukuran tubuhnya dengan satuan mikron. Bentuk Bakteri Berdasarkan bentuknya. disebut bakteri kemoautotrop. Bakteri berkembang biak secara tak kawin/ aseksual. yaitu bakteri berbentuk bulat seperti bola (kokus). Kokus Kokus adalah bakteri berbentuk bulat seperti bola. kokus dapat dibedakan menjadi 6 macam: • · Monokokus. Berdasarkan koloninya. · Sarkina. sehingga dapat melakukan fotosintesis. yakni bakteri berbentuk bola yang hidup berkelompok dan setiap kelompok terdiri atas delapan bakteri yang membentuk susunan seperti kubus. bakteri tidak dapat menyusun zat makanannya sendiri dengan bantuan energi cahaya matahari. Ada pula bakteri yang tidak memiliki pigmen. 2. parasit. yakni bakteri berbentuk bola yang hidup selalu berpasang-pasangan. Contoh = Diplococcus pneumonia · Tetrakokus. bakteri dibedakan menjadi tiga. ada beberapa jenis bakteri yang memiliki pigmen/zat warna seperti kloroplas.1. mulai daerah tropis hingga daerah kutub. dan seperti spiral (sprillium). Ciri-ciri bakteri Bakteri merupakan makhluk renik yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. Namun demikian. 4. Bakteri hidup di mana-mana. lebih besar daripada virus. yakni bakteri berbentuk bola yang hidup mandiri atau soliter. batang atau silindris (basilus). sehingga tampak transparan atau tembus cahaya. mulai dari dataran rendah hingga puncak gunung. Oleh karena itu. Karena tidak memiliki kloroplas. tetapi dapat menyintesis zat makanan sendiri dengan menggunakan energi kimia pada medianya. yaitu dengan membelah diri. Tubuh bakteri tersusun atas satu sel (unisel). · Diplokokus.

1. 3. dan sitoplasma.• · Streptokokus. yakni bakteri berbentuk batang yang membentuk rantai. yakni bakteri berbentuk seperti bola dan bergerombol seperti anggur. 4. Fungsi dinding sel adalah sebagai pelindung bagian tubuh bakteri. Sel tubuh bakteri menyerupai sel tumbuhan. sintesis sel. merupakan selaput lipoprotein yang berfungsi sebagai pintu gerbang zat yang masuk atau keluar ke dan dari dalam sel bakteri. Selaput plasma berada di sebelah dalam dinding sel. 1. Bagian-bagian sel suatu bakteri terdiri atas dinding sel. dan lain-lain. yakni bakteri berbentuk batang yang hidup berpasangan dua-dua. yakni bakteri yang berbentuk seperti tanda baca koma. pada bagian inilah terdapat berbagai organel yang berfungsi sebagai pelaksana kegiatan hidup. • 2. 1. sekaligus pemberi bentuk tubuh. atau melengkung. Ex = Salmonella typhosa · Diplobasilus. yaitu: . yakni bakteri berbentuk bola yang bergandenggandengan seperti rantai. berkelok. 1. Sitoplasma terdapat di sebelah dalam selaput plasma. Alat Gerak bakteri Ada beberapa jenis bakteri yang dapat bergerak dengan alat berupa bulu cambuk atau flagelum. 3. Struktur tubuh bakteri Tubuh bakteri terdiri atas satu sel. bakteri dapat dibedakan menjadi lima. · Streptobasilus. Spiril (spirillum) Spiril adalah bakteri yang mempunyai bentuk seperti spiral. yaitu: • · Monobasilus. selaput plasma. Pada bagian tengah sitoplasma terdapat bahan inti yang tidak terlindungi oleh selaput inti. Yang termasuk bentuk bakteri ini adalah vibrio. Ex = Bacillus antracts • • 1. Basil (bacillus) / batang Basil adalah bakteri berbentuk seperti silinder atau batang kecil. seperti respirasi sel. Berdasarkan jumlah dan letak flagelumnya. Bakteri berbentuk ini dapat dibedakan menjadi tiga. Dinding sel merupakan bagian yang cukup kuat dan tersusun atas zat hemiselulosa. 1. · Stafilokokus. 2. 3. yakni bakteri berbentuk batang yang hidup mandiri atau soliter. Pada bahan inti ini terdapat kromosom.

Nitobacter). 1. . • Bakteri heterotrop Bakteri heterotrop adalah bakteri yang tidak dapat menyintesis zat makanannya sendiri. Colli · monotrik. 2. Bakteri yang menumpang pada manusia tidak selalu membahayakan kesehatan manusia. Untuk menyusun zat makanan tersebut. Ada juga bakteri yang makanannya diperoleh langsung dari organisme lain. Bakteri jenis ini disebut bakteri saprofit. Contoh bakteri kemoautotrof antara lain bakteri besi. maupun manusia. bakteri dapat dibedakan menjadi dua. makanannya bergantung kepada organisme lain. 5. • Bakteri autotrof Bakteri autotrof adalah bakteri yang dapat menyusun zat makanannya sendiri. yaitu fotoautotrof dan kemoautotrof. Jadi. Bakteri fotoautotrof adalah bakteri yang dapat menyintesis zat makanannya sendiri dengan meng-gunakan energi cahaya matahari. Makanan bakteri Berdasarkan caranya memperoleh makanan. dan bakteri zat lemas (Nitrosomonas. yakni bakteri yang memiliki dua kelompok falgelum yang masing-masing terdapat di ujung tubuhnya. Ada bakteri yang makanannya diperoleh dari sisa organisme lain yang telah mati. bakteri Escherichia coli yang hidup pada usus tebal. Nitrosococcus. Bakteri ini membantu membusukkan sisa makanan dan juga membantu pembentukan vitamin K yang penting untuk pembekuan darah. tumbuhan. bakteri autotrof dapat dibedakan menjadi dua. · amfitrik. yaitu bakteri yang mempunyai satu flagelum pada ujung tubuhnya. yakni bakteri yang memiliki flagelum di seluruh permukaan tubuhnya. Ex = E. Sebaliknya banyak bakteri yang menumpang hidup pada manusia dan menimbulkan penyakit disebut bakteri patogen. Misalnya.• • · atrik. Ada bakteri yang parasit pada hewan. yakni bakteri yang tidak memiliki flagelum. Bakteri yang tidak menimbulkan penyakit pada manusia disebut bakteri apatogen. yaitu bakteri heterotrop dan bakteri autrotrop. • • • 1. · lopotrik. · peritrik. Bakteri kemoautotrof adalah bakteri yang dapat menyintesis zat makanannya sendiri dengan meng-gunakan energi kimia. bakteri belerang. yakni bakteri yang memiliki sekelompok flagelum pada salah satu ujung tubuhnya. bakteri memerlukan energi. Bakteri jenis ini disebut bakteri parasit. Contoh kelompok bakteri ungu (bakteriopurpurin) dan bakteri hijau (bakterioklorofil). Berdasarkan sumber energi yang digunakannya.

bakteri mengeluarkan zat jenis fermen tertentu. Reproduksi bakteri Umumnya. yaitu bakteri aerob dan bakteri anaerob. konjugasi. yang secara sederhana. Pembelahan sel bakteri termasuk pembelahan amitosis. dan transduksi. Dalam kondisi yang kurang menguntungkan.6. bakteri berkembang biak secara aseksual. · Bakteri anaerob adalah bakteri yang dalam hidupnya atau dalam memecah zat yang tidak memerlukan oksigen bebas. Bakteri yang dalam bentuk kista. • • Dalam kondisi yang ideal. Bakteri jenis ini sering disebut bakteriobligat aerob. yaitu dengan jalan membuat dinding kuat yang disebut kista. Transduksi adalah pemindahan materi genetika dengan perantaraan virus. dapat dihitung berapa kali dalam sehari sebuah sel bakteri dapat membelah. intinya menjadi spora. ada beberapa jenis bakteri yang mampu bertahan hidup. Bakteri yang bersifat aerob senang hidup pada lingkungan lembab dan cukup udara. Sementara itu. Cara reproduksi generatif bakteri sering disebut paraseksual. Bakteri ini sering disebut bakteri obligat anaerob. yaitu transformasi. Karena spora ini tersimpan di dalam dinding . 2. Anaerob obligat = tidak boLeh ada oksigen sedikitpun 3. 3. Pernapasan bakteri Bakteri dapat dibedakan menjadi dua kelompok. beberapa jenis bakteri akan mati. Contoh bakteri aerob antara lain bakteri penyebab penyakit TBC (Mycobacterium tuberculosis) Nitrosomonas. • Transformasi adalah perpindahan sedikit materi genetik yang berupa AND atau gen dari sel bakteri yang satu ke bakteri yang sejenis lainnya dengan proses fisiologis yang kompleks. • · Bakteri aerob adalah bakteri yang dalam hidupnya memerlukan oksigen bebas untuk memecah zat pada mediumnya. Untuk memecah zat makanan pada mediumnya. • 1. Contoh bakteri anaerob antara lain Micrococcus denitrificans biasa hidup pada lahan yang kaya zat nitrat tetapi miskin oksigen. Dengan demikian. Dalam kondisi tersebut Micrococcus denitrificans menguraikan zat HNO3 menjadi NH3 dan O2. 1. 7. Tetapi. yaitu dengan membelah diri atau membelah biner (pembelahan satu sel menjadi dua sel anakan). Clostridium tetani adalah bakteri penyebab penyakit tetanus.dan Nitrobacter. bakteri akan membelah setiap 20 menit. Paraseksual berlangsung dengan tiga cara. Aerob fakultatif = masih bisa hidup waLaupun kadar oksigenya lemah 2. Konjugasi adalah bergandengnya dua bakteri (+ dan -) dengan membentuk jembatan untuk pemindahan materi genetik. Nitrosococcus. Aerob = 100% mesti ada oksigen.

8. ada yang dapat mematikan atau merusak dinding sel bakteri. Bakteri yang menguntungkan 1. Escherichia coli membantu pembentukan vitamin K yang penting untuk proses pembekuan darah. misalnya antibiotik dan zat-zat kimia yang lain. Pertumbuhan bakteri Pertumbuhan bakteri dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut: • · Temperatur Suhu optimal untuk pertumbuhan bakteri adalah antara 270 – 3000C. Bakteri pembusuk Kita tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi jika tidak ada bakteri dan organisme pengurai lainnya. Dengan demikian. Berbeda dengan spora jamur. Bakteri penghasil antibiotika . bakteri pembusuk tersebut sangat membantu dalam mengembalikan kesuburan tanah. yaitu Escherichia coli. sampah-sampah dan bangkai tersebut diuraikan oleh bakteri menjadi unsur-unsur hara. Kemungkinan besar permukaan bumi ini akan penuh sampah dan bangkai sisa organisme. lumut. sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Namun demikian. Tidak hanya itu. • · Zat kimia Beberapa jenis zat kimia. lumut. Bakteri ini membantu membusukkan sisa pencernaan makanan. bahwa Tuhan telah menciptakan bakteri yang menjadi sahabat kita dalam mengatasi masalah sampah dan bangkai tersebut. Dalam keadaan sebagai endospora.kista yang kuat maka spora ini sering disebut endospora. sinar ultraviolet juga mampu merusak struktur kromosom bakteri. sedangkan spora jamur. dan paku-pakuan. PERANAN BAKTERI BAGI KEHIDUPAN MANUSIA 1. • · Kelembaban Bakteri dapat tumbuh baik pada lingkungan yang lembab atau kadar airnya cukup tinggi. Namun bersyukurlah. spora bakteri berguna untuk mempertahankan diri dari kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. • · Sinar matahari Sinar matahari. khususnya sinar ultraviolet dapat mematikan bakteri. B. bakteri tidak aktif dan dapat bertahan selama 50 tahun. dan paku-pakuan adalah untuk perkembangbiakan. Di samping itu. ada pula bakteri yang tumbuh baik pada suhu lebih rendah atau lebih tinggi daripada suhu optimum rata-rata tersebut. Di samping itu. 1. 1. 2. Di dalam usus besar kita juga terdapat bakteri pembusuk.

bakteri Loctobacillus memperbanyak diri dan tumbuh dengan cepat. salah satu di antaranya ialah dengan menggunakan jasa bakteri aerob. 5. mampu menghasilkan streptomisin. penghasil asam butirat · Propioni bacterium. 1. 7. Di dalam susu. Zat nitrogen merupakan unsur yang sangat diperlukan oleh tumbuhan untuk sintetis protein. · Streptomyces aureofacien. bakteri memberikan andil besar dalam bidang rekayasa genetika. 1. mampu menghasilkan kloromisin dan kloramphenicol. Peranan bakteri dalam pengolahan limbah Di zaman teknologi yang serba canggih ini ternyata banyak masalah yang timbul. Perubahan krim asam pada bahan keju hingga menjadi padat serta aroma yang harum dari keju adalah berkat zat kimia yang dihasilkan oleh bakteri. Bakteri penghasil asam Beberapa bakteri yang memproduksi asam antara lain: • • • · Clostridium butiricum. Di samping untuk kepentingan produksi asam dan minuman. Dengan cara tersebut bakteri aerob akan bebas mengoksidasi zat limbah tersebut. bakteri dapat digunakan sebagai sarana untuk pencangkokan gen dari berbagai mahkluk hidup. 6. yaitu sejenis minuman dari bahan susu. Dalam bidang ini. Bakteri ini menyekresikan zat yang memberikan aroma sedap pada susu. 1. Untuk mengatasi masalah limbah tersebut. penghasil asam cuka atau asam asetat 1. Dengan cara ini dapat . Salah satu di antaranya adalah dihasilkannya limbah industri yang makin meningkat. Bakteri aerob yang banyak di udara bebas dibiarkan mengoksidasi limbah-limbah di bak penampungan yang terbuka. Bakteri Lactobacillus bulgaricus dapat digunakan untuk membuat yoghurt. 4. misalnya mentega dan keju.Beberapa jenis bakteri yang mampu menghasilkan antara lain: • • • · Streptomyces griceus. mampu menghasilkan aureomisin · Streptomyces venezuele. 3. 1. penghasil asam propionat · Acetobacter. Bakteri dalam pemrosesan susu Dalam industri pemrosesan susu banyak digunakan jasa bakteri. Bakteri dan rekayasa genetika Pada dasawarsa terakhir ini. beberapa jenis bakteri juga banyak digunakan untuk memproduksi makanan. Bakteri yang mengikat zat nitrogen Beberapa jenis bakteri ada yang mampu mengikat zat lemas/nitrogen (N2) dari udara bebas.

Bakteri parasit pada hewan dan tumbuhan Penyakit yang disebabkan oleh bakteri antara lain sebagai berikut: • · Antraks. 8. Dengan menggunakan bakteri tersebut. Hewan yang diserang adalah sapi. dan domba. Biogas ini dapat dipergunakan untuk bahan bakar pengganti BBM ataupun bahan bakar lain yang keberadaannya semakin terbatas 2. 1. sekarang telah dikembangkan produksi asam amino berkualitas tinggi menggunakan jasa bakteri. Bakteri patogen Bakteri patogen adalah bakteri parasit yang dapat menimbulkan penyakit bagi manusia. Bakteri yang merugikan 1. 1. Macam-macam Bakteri dan Penyakit yang ditimbulkannya : • • · Bakteri Clostridium tetani menyebabkan penyakit Tetanus/kejang otot · Bakteri Diplococcus pneumonia menyebabkan penyakit Pneumonia/radang paru-paru · Bakteri Mycobacterium tuberculosis menyebabkan penyakit TBC · Bakteri Mycobacterium leprae menyebabkan penyakitLepra/kusta · Bakteri Neisseria gonorrhoeae menyebabkan penyakit Raja singa/ kencing nanah · Bakteri Pasteurella pestis menyebabkan penyakit Pes/sampar · Bakteri Salmonella typosa menyebabkan penyakit Tifus · Bakteri Shigella dysenteriae menyebabkan penyakit Disentri · Bakteri Treponema pallidum menyebabkan penyakit Sifilis · Bakteri Vibrio cholerae menyebabkan penyakit Kolera • • • • • • • • 1. Di samping itu. disebabkan oleh Bacillus antraxis. Penyakit yang ditimbulkannya dapat mengganggu berbagai alat tubuh seperti saluran pencernaan. saluran pernapasan. . sistem syaraf. sampah dan kotoran ternak diolah untuk menghasilkan biogas.dihasilkan suatu varietas makhluk hidup yang memiliki sifat gabungan sesuai dengan yang diinginkan manusia. alat kelamin. dan darah. Beberapa jenis bakteri patogen yang banyak menyerang masyarakat di daerah tropis termasuk Indonesia. kerbau. Pembuatan biogas Kemampuan bakteri untuk menguraikan zat-zat organik dapat dipergunakan untuk menguraikan sampah-sampah dan kotoran ternak yang banyak kita miliki. 2.

Sedangkan. 1. Bengkak rahang. Beberapa vaksin yang telah ditemukan antara lain: 1. Bakteri perusak bahan makanan Berikut ini adalah beberapa contoh bakteri perusak bahan makanan: • · Pseudodomonas cocovenenans. tifus. menghasilkan racun asam bongkrek. 3. dan penyakit busuk daun labu disebabkan oleh Erwina tracheiphilla. · Clostridium botulinum. 4. Tetanus. Vaksin DPTP (Diphteri. orang itu akan kebal terhadap penyakit tersebut. perlu dilakukan tindakan yang tepat. bahan pangan tersebut perlu diawetkan. Cholera. sehingga jika terinfeksi oleh kuman yang vaksinnya telah ada dalam tubuh. Bakteri ini biasa hidup pada tempe bongkrek yang berasal dari ampas tahu dan ampas kelapa yang pembuatannya kurang higienis. Misalnya. Penyakit ini biasa menyerang sapi. Bakteri ini sering ditemukan pada makanan kaleng yang sudah rusak. batuk rejan. Vaksin-vaksin tersebut diberikan kepada orang yang sehat. 3. kolera dan disentri. Tindakan Preventif Terhadap Ancaman Bakteri Untuk mengatasi berbagai aktivitas bakteri yang sangat merugikan tersebut. penyababnya adalah Actynomyces bovis. disebabkan Brucella abortus. menghasilkan racun botulinin. Vaksin TDC (Typhus. yaitu dengan vaksinasi serta penjagaan kesehatan dan kebersihan lingkungan. • 1. Dysentria) untuk mencegah penyakit tifus. Pertusis. · Penyakit tumbuhan yang disebabkan oleh bakteri antara lain: kanker batang jeruk disebabkan oleh Xanthomonas citri. Profilaksi) berfungsi untuk mencegah penyakit difteri. . Penyakit ini biasa menyerang sapi. dan tetanus. · Leuconostoc mesentroides menghasilkan lendir pada makanan yang telah lama atau akan basi. kanker batang kopi disebabkan oleh Agrobacterium tumefaciens. • • C.• · Bruselosis. dan paratifus. Vaksin untuk Mencegah Penyakit Karena Bakteri Beberapa penyakit yang disebabkan oleh bakteri telah ditemukan vaksinnya. Vaksin BCG (Bacillus Calmete Guerin) berfungsi untuk mencegah penyakit TBC. untuk mencegah timbulnya wabah penyakit perlu tindakan pencegahan. untuk mencegah kerusakan bahan pangan. Racun asam bongkrek maupun botulinin dapat mematikan manusia yang mengkonsumsinya. Vaksin kotipa untuk mencegah penyakit kolera. 2.

Sterilisasi biasa dilakukan pada bahan makanan yang akan disimpan lama atau akan diawetkan secara pengalengan. Oleh karena itu. Dengan perlakuan itu. Nama Bakteri dan Peranannya : • Escherichia Membantu membusukkan sisa makanan pada usus besar manusia dan pembentukan Vitamin K Streptomyces qriseus Menghasilkan antibiotik streptomisin Bacillus polymyxa Menghasilkan antibiotik polimiksin Streptomyces rimosus Menghasilkan antibiotik tetrasiklin Clostridium acetobutylicum Menghasilkan cairan kimia aseton dan botanol • • • • . pasteurisasi. pembekuan. Pengawetan bahan makanan secara sterilisasi dimaksudkan untuk membebaskan bahan makanan dari semua bakteri. pendinginan. Pada suhu ini seluruh bakteri telah mati. Bahan makanan yang biasa disterilkan misalnya susu dan ikan dalam kaleng. pengasaman. dan pemanisan. pemanisan. pengasapan. Setelah dingin suhu dipanaskan lagi hingga mencapai suhu 600C. Pengawetan makanan secara tradisional antara lain dengan pengeringan. Pengawetan makanan dengan pengeringan. Dengan alat ini. kemudian didinginkan. akan segera menunjukkan adanya aktivitas bakteri. Dengan perlakuan semacam ini. alat-alat disterilkan dengan dipanaskan sampai suhu 1000C atau lebih selama beberapa menit. sehingga bakteri akan mati karena kekurangan air. pengasinan. pengasaman. diperkirakan semua bakteri patogen telah mati. penggunaan bahan kimia. Hal ini menyebabkan air di dalam sitoplasma bakteri akan berosmosis ke luar. Lingkungan yang dingin akan menyebabkan bakteri tidak aktif. Sedangkan. Untuk membebaskan kuman alat-alat laboratorium dan alat-alat kedokteran. bakteri yang apatogen dan tidak merugikan dibiarkan tetap hidup. Untuk membebaskumankan alat-alat tersebut juga dapat dilakukan dengan meredamnya di dalam alkohol pekat. sedangkan bakteri apatogen tetap hidup. Pengawetan Makanan Untuk mengatasi aktivitas bakteri saprofit yang merusak bahan makanan serta menimbulkan racun maka makanan perlu diawetkan. pengawetan secara konvesional antara lain dengan sterilisasi. serta dengan radiasi. kondisi larutan lingkungan luar bakteri menjadi lebih pekat. dan pengasapan pada prinsipnya memberikan lingkungan yang tidak ideal untuk kehidupan bakteri. baik yang patogen maupun yang apatogen. jika makanan yang diawetkan dengan pendinginan dikeluarkan dari tempat pengawetannya. Susu yang diawetkan dengan cara ini dipanaskan sampai dengan suhu 600C. biasa digunakan pemanas dengan oven.2. Bahan yang akan diawetkan dipanaskan sampai 1000 C atau lebih selama beberapa menit. Pengawetan secara pasteurisasi biasa dilakukan pada susu. Pengawetan dengan pasteurisasi bertujuan untuk membunuh bakteri yang patogen saja. Sedangkan. kegiatan ini dilakukan sampai 3 atau 4 kali. Pengawetan dapat dilakukan secara tradisional maupun secara konvensional.

bakteri ini juga memiliki daya tahan yang lebih tinggi daripada patogen serta lebih mudah diisolasi dan ditumbuhkan. Berdasarkan penelitian. cryptosporidium (cryptosporidiosis). Mereka biasa ditemukan di saluran sistem pengolahan air. bakteri koliform ini menghasilkan zat etionin yang dapat menyebabkan kanker. Bakteri coliform dalam air minum dikategorikan menjadi tiga golongan. Selain itu. hepatitis A (penyakit terkait hati). Masing-masing memiliki tingkat risiko yang berbeda. Bakteri ini dapat mendeteksi patogen pada air seperti virus. keduanya memiliki risiko lebih besar menjadi patogen di dalam air. dan parasit. dan E. coli. Bakteri fecal coliform atau E. di mana bakteri ini dapat menjadi sinyal untuk menentukan suatu sumber air telah terkontaminasi oleh patogen atau tidak. protozoa. bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun seperti indol dan skatol yang dapat menimbulkan penyakit bila jumlahnya berlebih di dalam tubuh.• • • • • • • • • • • Metano bacterium Menghasilkan biogas berupa Metana Acetobacterium Pembuatan asam cuka Lactobacillus bulgaricus Pembuatan yoghurt Acetobater xylinum Pembuatan sari kelapa Clostridium botulinum Pembusukan makanan Mycobacterium tuberculosis Penyebab penyakit TBC Vibrio Cholerae Penyebab penyakit kolera atau muntaber Clostridium tetani Penyebab penyakit tetanus Mycobacterium leprae Penyebab penyakit lepra Baccilus antracis Penyebab penyakit antraks Koliform sebagai indikator kebersihan air. fecal coliform dan E. Bakteri ini merupakan organisme yang biasanya tidak berbahaya. Selain itu. coli yang mencemari air memiliki risiko yang langsung dapat dirasakan oleh manusia yang . coliform hidup di lingkungan sekitar kita dan dalam kotoran hewan berdarah panas dan manusia. yaitu coliform total. dan helminths (cacing parasit). Bakteri Koliform Bakteri koliform merupakan golongan mikroorganisme yang lazim digunakan sebagai indikator. Sementara itu.Bakteri koliform dapat digunakan sebagai indikator karena densitasnya berbanding lurus dengan tingkat pencemaran air. Beberapa patogen yang telah dikenal sejak beberapa dekade lalu adalah giardia lamblia (giardiasis). Penyakit yang ditularkan melalui air biasanya diakibatkan oleh bakteri coliform. Coliform total kemungkinan bersumber dari lingkungan dan tidak mungkin berasal dari pencemaran tinja. Patogen dalam air kebanyakan berasal dari kotoran manusia atau hewan. fecal coliform. coli terindikasi kuat diakibatkan oleh pencemaran tinja.

mengonsumsinya. Jadi adanya bakteri tersebut pada air atau makanan menunjukkan bahwa dalam satu atau lebih tahap pengolahan air atau makanan tersebut pernah mengalami kontak dengan kotoran yang berasal dari usus manusia dan oleh karenanya mungkin mengandung bakteri patogen lainnya yang berbahaya. Tulisan ini akan membahas tentang mengapa bakteri-bakteri tersebut diuji sebagai indikator air minum dan apa arti keberadaan bakteri-bakteri tersebut di dalam air minum maupun makanan Bakteri Indikator Sanitasi. bakteri ini jarang digunakan sebagai indikator sanitasi karena metode pengujiannya kurang spesifik. dan dapat memfermentasi laktosa untuk menghasilkan asam dan gas pada suhu 35°C-37°C. kadang-kadang ditemukan di luar usus manusia (tanah. dan memberikan solusi untuk mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air. Apa sajakah bakteri indikator sanitasi? Sampai saat ini ada 3 jenis bakteri yang dapat digunakan untuk menunjukkan adanya masalah sanitasi yaitu Escherichia coli . investigasi. demam tinggi bahkan pada beberapa kasus bisakejang dan kekurangan cairan atau dehidrasi. Dalam hal ini pengertian pangan adalah pangan seperti yang tercantum pada Undang-Undang Pangan No. Terakhir diberitakan pada Kompas 23 Mei 2003. dikenal istilah bakteri indikator sanitasi. debu. Clostridium perfringens adalah bakteri Gram positif pembentuk spora yang sering ditemukan dalam usus manusia. Kondisi seperti ini mengharuskan pemerintah bertindak melalui penyuluhan kesehatan. Contoh bakteri koliform antara lain Escherichia coli. termasuk ke dalam bakteri gram negatif. berak darah. tidak membentuk spora. Bakteri indikator sanitasi adalah bakteri yang keberadaannya dalam pangan menunjukkan bahwa air atau makanan tersebut pernah tercemar oleh kotoran manusia. diare. kelompok Streptococcus ( Enterococcus ) fekal dan Clostridium perfringens . dll. Citrobacter. Gangguan yang ditimbulkan pada manusia sehat adalah mual. Salmonella spp. 7 tahun 1996 yang mencakup makanan dan minuman (termasuk air minum). Nama-nama bakteri tersebut tentunya cukup membingungkan masyarakat awam. Escherichia coli dan Coliform Dalam bidang mikrobiologi pangan. muntah. nyeri perut . Bakteri Indikator Sanitasi dan Keamanan Air Minum Ratih Dewanti-Hariyadi Beberapa waktu terakhir berita mengenai keamanan air minum isi ulang mewarnai media masa. . Mengapa demikian? Karena bakteri-bakteri indikator sanitasi tersebut pada umumnya adalah bakteri yang lazim terdapat dan hidup pada usus manusia. Ciri-ciri bakteri koliform antara lain bersifat anaerob. Coliform dan bahkan Salmonella dalam air minum isi ulang yang diambil dari beberapa depo. ditemukannya bakteri Escherichia coli . khususnya tentang signifikansi dan konsekuensi keberadaan bakteri-bakteri tersebut dalam air. Meskipun demikian. lingkungan dan sebagainya) dan karena bakteri ini termasuk patogen asal pangan ( foodborne pathogens ) penyebab keracunan maka pengujiannya membahayakan.. Klebsiella. Enterobacter.

Empat tahap analisis tersebut adalah Uji Pendugaan dengan metode MPN ( most probable number ). coli Enteropatogenik. S. beberapa serotipe patogen tertentu seperti O157:H7 yang ganas tidak dapat diuji langsung dengan pengujian 4 tahap ini dan memerlukan pendekatan analisis khusus sejak awal. bovis pada sapi) dank korelasinya dengan terdapatnya patogen tidak dianggap bagus. Jadi adanya E. coli . beberapa jenis E. coli karena bakteri-bakteri bukan patogen dan bukan asal usus dari genus Enterobacter dan beberapa Klebsiella juga menghasilkan uji koliform positif. Bakteri yang paling banyak digunakan sebagai indikator sanitasi adalah E. Keberadaan E.coli Enterohemoragik . yaitu serotipe-serotipe yang masuk dalam golongan E. Akan tetapi Streptococci fekal relatif tidak banyak diujikan sebagai indikator sanitasi karena beberapa spesiesnya ditemukan di luar usus manusia (S. Uji penguat pada medium selektif. Jadi untuk dapat menyimpulkan E. serta Uji Identifikasi dengan melakukan reaksi IMViC (indol. Pengujian koliform jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan uji E. maka beberapa standar.coli Enteroinvasif. Akan tetapi jika uji penduga tidak menunjukkan adanya coliform. Karena uji E. coli dalam air atau makanan juga dianggap memiliki korelasi tinggi dengan ditemukannya patogen pada pangan. E. Apakah yang dimaksud dengan Coliform ? Coliform adalah kelompok bakteri Gram negatif berbentuk batang yang pada umumnya menghasilkan gas jika ditumbuhkan dalam medium laktosa. Vogues-Praskauer.coli tersebut patogen atau bukan maka dapat dilakukan uji serologi. karena hanya memerlukan Uji penduga yang merupakan tahap pertama uji E coli 4 tahap di atas. coli adalah bakteri coliform yang ada pada kotoran manusia maka E. maka tidak perlu dilakukan uji 4 tahap di atas. coli berada pada air atau makanan diperlukan seluruh tahapan pengujian di atas. coli . tetapi mungkin juga tidak mengandung E. Meskipun demikian bakteri ini baik digunakan sebagai indikator sanitasi apabila jarak pengambilan sampel dan laboratorium pengujian cukup jauh karena relatif lebih tahan berada di dalam air ketimbang Escherichia coli . coli harus absen dalam 100 ml. coli dan karena E. Meskipun demikian. coli maka uji tersebut dapat dilanjutkan dengan uji 4 tahap di atas. misalnya Standar Nasional Indonesia (SNI). Berbagai cara pengujian E. methyl red. coli dapat bersifat patogen. Apa artinya jika terdapat coliform dalam air minum atau makanan? Artinya ada kemungkinan air atau makanan itu mengandung E. equinus pada usus kuda. coli yang diperoleh untuk memastikan apakah E.Kelompok Streptococci fekal merupakan bakteri Gram positif bukan pembentuk spora yang ditemukan dalam usus manusia. Jika ingin diketahui apakah coliform tersebut merupakan coliform fekal atau E. mensyaratkan tidak adanya coliform dalam 100 ml air minum. Pada air bukan untuk minum umumnya terdapat . karena bakteri ini adalah bakteri komensal pada usus manusia. E. Uji lengkap dengan medium lactose broth. Meskipun demikian. coli yang kompleks. E. Apabila dikehendaki untuk mengetahui serotipe dari E. dan citrate). coli sering disebut sebagai coliform fekal. coli Enterotoksigenik dan E. tetapi analisis konvensional yang masih banyak dipraktekkan adalah dengan 4 tahap analisis yang memerlukan waktu 5-7 hari. coli telah dikembangkan. coli . Oleh karenanya standar air minum mensyaratkan E. coli dalam air minum menunjukkan bahwa air minum tersebut pernah terkontaminasi kotoran manusia dan mungkin dapat mengandung patogen usus. coli adalah bakteri Gram negatif berbentuk batang yang tidak membentuk spora yang merupakan flora normal di usus. Salah satu anggota kelompok coliform adalah E. umumnya bukan patogen penyebab penyakit sehingga pengujiannya tidak membahayakan dan relatif tahan hidup di air sehingga dapat dianalisis keberadaannya di dalam air yang notabene bukan merupakan medium yang ideal untuk pertumbuhan bakteri.

Oleh karena itu perlu diperhatikan pengujian jenis bakteri yang relevan dan metode pengujian yang terjamin mutunya sehingga hasil pengujian dapat dipertanggungjawabkan kepada khalayak. tahap isolasi pada beberapa media selektif dan tahap identifikasi berdasarkan reaksi-reaksi biokimia pada media identifikasi dan konfirmasi serologi atau biokimiawi yang menetapkan apakah bakteri tersebut benar-benar Salmonella atau bukan. PhD adalah staf pengajar dan kepala laboratorium Mikrobiologi Pangan. Institut Pertanian Bogor Standar Kualitas Air di Perairan Umum ( Peraturan Pemerintah No. tetapi syarat E. Uji Salmonella umumnya didahului dengan tahap pre-enrichment pada medium kaya untuk meyembuhkan sel Salmonella yang luka ( injured ) .4 x 10 3 . coli .perbedaan persyaratan coliform dani E. Salah satu indikator mutu dan keamanan yang lazim digunakan adalah bahaya mikrobiologi yang jenis dan jumlahnya dalam makanan atau minuman dapat menentukan mutu dan keamanannya. coli tentunya lebih ketat yaitu < 1 x 10 3 dalam 100 ml. Ratih Dewanti-Hariyadi. Pengujian Salmonella juga memerlukan tahapan yang cukup panjang dan hanya dengan pengujian lengkap maka seseorang bisa menyimpulkan keberadaan Salmonella . selective-enrichment (pengkayaan selektif) pada media selektif untuk menghalau bakteri-bakteri non Salmonella . Penutup Dengan meningkatnya tingkat pendidikan dan kesejahteraan masyarakat serta sitem informasi maka meningkat pula awareness masyarakat tentang mutu dan keamanan pangan termasuk air minum. Air untuk kolam renang misalnya mensyaratkan kandungan coliform <2.20 Tahun 1990 ) Kadar Maksimum No Parameter Satuan Golonga Golonga Golonga Golong nA nB nC an D FISIKA 1 2 Bau Jumlah zat padat Mg/L 1000 1000 1000 1000 . Oleh karena itu berbagai standar air minum maupun makanan siap santap mensyaratkan tidak ada Salmonella dalam 100 ml air minum atau 25 gram sampel makanan. Fakultas Teknologi Pertanian. Bakteri ini bukan indikator sanitasi . Jurusan Teknologi pangan dan Gizi. Artinya. Salmonella dalam air minum atau makanan Salmonella adalah bakteri Gram negatif berbentuk batang bukan pembentuk spora yang terdiri dari sekitar 2500 serotipe yang kesemuanya diketahui bersifat patogen baik pada manusia atau hewan. karena semua serotipe Salmonella yang diketahui di dunia ini bersifat patogen maka adanya bakteri ini dalam air atau makanan dianggap membahayakan kesehatan. melainkan bakteri indikator keamanan pangan .

02 5–9 0.005 1 0.005 0.terlarut 3 4 5 6 7 Kekeruhan Rasa Warna Suhu Daya Hantar Listrik Skala NTU 5 Skala TCU 15 o C Suhu udara 2250 Umhos/cm KIMIA anorganik 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Air raksa Aluminium Arsen Barium Besi Florida Kadmium Kesadahan CaCO3 Klorida Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.5 0.003 0.5 0.5 0.3 0.5 5 .06 600 0.05 1 2 60 0.05 1 5 1.5 .05 0.pH 17 Selenium 18 Seng 19 Sianida .05 2 10 1 0.9 Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.02 0.002 0.005 10 Kromium valensi 6 11 Mangan 12 Natriun 13 Nitrat sebagai N 14 Nitrit sebagai N 15 Perak 16 .1 0.8.01 5 0.05 6.001 0.5 0.0 0.005 500 250 0.01 5 0.2 0.001 0.01 1 1 0.1 6–9 0.01 1.1 200 10 1.01 0.05 0.

4 D DDT Detergent 1.002 0.03 0.05 1.03 0.017 10 1.01 >=6 0.1 0.5 0.00001 0.042 0.03 0.01 0.004 0.0003 0.2 Dichloroethane Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.056 0.01 0.1 1 0.20 Sulfat 21 Sulfida sebagao H2S 22 Tembaga 23 Timbal 24 Oksigen terlarut (DO) 25 Nikel 26 SAR (Sodium Absortion Ratio) Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 400 0.5 0.018 0.0007 0.003 0.5 1.002 0.02 0.5 – 2.05 - 400 0.10 0.003 0.00001 0.0 0.1 1 Kimia Organik 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Aldrin dan dieldrin Benzona Benzo (a) Pyrene Chlordane (total isomer) Chlordane 2.0003 0.03 >3 0.1 Dichloroethane 11 Heptachlor heptachlor epoxide 12 Hexachlorobenzene 13 Lindane 14 Metoxychlor 15 Pentachlorophenol 16 Pestisida total .035 0.01 0.

1 1.21 0.4.001 0.0 Golongan A : air untuk air minum tanpa pengolahan terlebih dahulu Golongan B : air yang dipakai sebagai bahan baku air minum melalui suatu pengolahan Golongan C : air untuk perikanan dan peternakan Golongan D : air untuk pertanian dan usaha perkotaan.5 0.05 Nihil 0.004 0.1 0.002 0.2 1 0.1 1.1 1.0 0.001 21 Karbon kloroform ekstrak Mg/lt 22 Minyak dan lemak 23 Organofosfat dan carbanat 24 PCD 25 Senyawa aktif biru metilen 26 Toxaphene 27 BHC Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mikrobiologik 1 2 Koliform tinja Total koliform Jml/100 0 ml Jml/100 3 ml 2000 10000 Radioaktivitas 1 2 Gross Alpha activity Gross Beta activity Bq/L Bq/L 0.01 10 0.1 Nihil 0.0 0. .005 0. industri dan PLTA.0 0.6 Trichlorophenol 18 Zat Organik (KMnO4) 19 Endrin 20 Fenol Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.1 1.17 2.

sebagai sebuah sistem tertutup. sebagai contoh: kualitas air untuk keperluan irigasi berbeda dengan kualitas air untuk keperluan air minum. kualitas air akan berbeda dari suatu kegiatan ke kegiatan lain. kualitas air secara umum mengacu pada kandungan polutan atau cemaran yang terkandung dalam air dalam kaitannya untuk menunjang kehidupan ikan dan kondisi ekosistem yang memadai. Oleh karena itu. dalam lingkungan alamiahnya mereka tidak perlu beradaptasi dengan berbagai perubahan drastis yang terjadi. Ikan telah berevolusi selama jutaan tahun pada kondisi lingkungan yang stabil. Dalam lingkup akuarium. Kehadiran bahan-bahan tertentu dalam jumlah tertentu akan mengganggu mekanisme kerja dari membran tersebut. garam-garaman. karbon dioksida (CO2). Pertukaran materi ini terjadi pada antarmuka (Interface) ikan-air pada bahan berupa membran semipermeabel yang terdapat pada ikan. Lima syarat utama kualitas air bagi kehidupan ikan adalah: PARAMETER AIR Kesadahan (GH/KH) Kemasaman (pH) Karbon Dioksida (CO2) Temperatur Salinitas Kualitas Air . seperti oksigen (O2). sehingga akan menyebabkan ikan stres dan tidak jarang menyebabkan kematian. dan bahan buangan. Sedangkan pada lingkungan akuarium.MEDIA INFORMASI IKAN HIAS DAN TANAMAN AIR Pastikan Aquarium Anda Indah dan Sehat forum diskusi direktori koleksi hobiis profil hobiis online store UTAMA Tentang O-Fish Kualitas Air Hama/Penyakit Filter Akuarium/Tank Direktori Ikan dan Tanaman Umum dan Spesies Pakan Ikan Aquascaping Berrbagai Masalah dan Pemecahannya O-Fish Home SPECIAL VIEW Akuarium Laut Arwana Cupang Hias DIscus Dunia Cichlid Lobster Air Tawar Louhan Maskoki Info Karantina Info Perundangan ARTIKEL TERBARU Jamur pada Telur (updated) Perbanyakan Tanaman Bak Overflow (updated) Lepidocepalus thermalis Aplocheilus Panchax Protein Skimmer Busuk Sirip Kutu Jarum KUALITAS AIR Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu Dengan demikian. pH. karena jernih bukan satu-satunya sarat air berkualitas bagi ikan. sehingga ikan pada akhirnya akan terganggu dan bisa tewas. Bahkan kondisi lingkungan mereka memiliki mekanisme tertentu untuk menjaga terjadinya perubahan mendadak. Air yang jernih bukan berarti air yang baik bagi ikan. Ikan-air boleh dikatakan sebagai suatu sistem terbuka dimana terjadi pertukaran materi (dan energi). Sering dijumpai ikan hidup dan berkembang dengan "subur" justru pada air yang bagi manusia menimbulkan kesan jorok. perubahan mandadak dan drastis terhadap parameter air kerap terjadi (seperti suhu. Ikan hidup dalam lingkungan air dan melakukan interaksi aktif antara keduanya. kandungan amonia dll).

dan juga berasal dari binatang dan tanaman akuarium itu sendiri. lem dll. yaitu. dan temperatur yang sesuai Rendah kadar cemaran organik. maka ikan yang dipelihara akan mampu mememilhara dirinya sendiri.5 . Klorin: pada air minum bahan ini biasa ditambahkan sebagai pembunuh bakteri Kloramin : biasa ditambahkan pada proses pemurnian air minum Pestisida : biasanya merupakan residu kegiatan pertanian intensif yang sering menggunakan pestisida untuk membasmi hama dan penyakit tanaman. dan Stabil Apabila persyaratan tersebut diatas dapat dijaga dan dipelihara dengan baik.0 ppm >20 ppm >20 ppm Beberapa Bahan Cemaran Cemaran pada air akuarium bisa berasal dari berbagai sumber. terbebas dari berbagai penyakit.• • • • • Rendah kadar amonia dan nitrit Bersih secara kimiawi Memiliki pH.9. Bahan yang . dan dapat berkembang biak dengan baik.012 ppm <0. Nitrat atau fosfat: kedua bahan ini pada umumnya berasal dari "bocoran" kegiatan pemupukan pada pertanian intensif yang kemudian mencemari sumber-sumber air setempat. dari lapukan dekorasi asesori akuarium. • • • Selain cemaran diatas.10 ppm 3 ppm 6. Kisaran Normal Kualitas Air Amonia untuk Akuarium Air Tawar Nitrit Karbon dioksida Oksigen pH< KH (CaCO3) GH (CaCO3) <0. berasal dari sumber air yang digunakan. sering dijumpai bahan-bahan terlarut yang berasal dari hasil pelapukan batuan yang dilewati oleh air dalam perjalanannya. Beberapa bahan cemaran yang biasa dijumpai pada sumber air adalah: • • Tembaga (copper): bahan ini biasa berasal dari pelapukan pipa air minum atau bisa juga berasal dari kontaminan alamiah.2 ppm 0 . kesadahan. cat.

seperti besi (Fe). Berikut ini beberapa media yang sering digunakan secara umum dalam mikrobiologi. seluruh tulisan. Berapa unsur yang mungkin dijumpai adalah kalsium (Ca). Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. ilustrasi dan foto pada situs web ini dibuat oleh Wahyu Purwakusuma. dan 0. sedangkan Na tercermin pada salinitas. Meskipun demikian kebanyakan kasus akibat logam berat justru terjadi pada ingkat kontaminasi logam berat rendah. sebagai kaldu pemerkaya (preenrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya. Kadar logam berat tinggi diketahui dapat merusak jaringan ikan sehingga menyebabkan kematian.php Media berfungsi untuk menumbuhkan mikroba. menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba. isolasi. seperti perilaku berenang.01 : 0. EMBA (Eosin Methylene Blue Agar) Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. Kadar logam berat dapat mempengaruhi berbagai perilaku ikan. gambar.5% pepton. magnesium (Mg).1 Kecuali disebutkan dengan jelas. Lactose Broth Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air. . dan produk susu. dan timah hitam (Pb).1 : 0. Urutan tingkat racun bebagai logam berat terhdap ikan adalah: Hg>Cu>Pb>Cd>Al>Zn>Ni>Cr>Co>Mn.com Copyright 2002-2011© O-FISH.02 : 0. All Rights Reserved http://www. memperbanyak jumlah. Lactose broth dibuat dengan komposisi 0. sedangkan kadar standar baku mutu logam berat bagi ikan adalah (dalam ppm): Cadmium (Cd) Chromium (Cr) Tembaga (Cu) Timah hitam (Pb) Air raksa (Hg) Seng (Zn) : 0. tembaga (Cu). aluminium(Al).01 : 0. mangan (Mn) . dan logam-logam berat.05 : 0. dimana dalam proses pembuatannya harus disterilisasi dan menerapkan metode aseptis untuk menghindari kontaminasi pada media. Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform. makanan.o-fish. Ca dan Mg dalam lingkup akuarium tercermin pada kondisi kesadahan. seng (Zn).com/Air/kualitas_air. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi situs ini dalam bentuk maupun media apapun tanpa ijin tertulis dari O-Fish.5% laktosa.terkandung akan sangat tergantung pada kondisi geologi daerah yang bersangkutan. makan dan kawin. Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform.3% ekstrak beef. natrium (Na). 0.

MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar) MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh De Mann. Namun demikian. untuk membawa stok kultur.Sterilisasi dengan autoklaf. dan mengisolasi jenis Lactobacillus . dan agar. P. 2. jika media ini digunakan pada tahap awal karena kuman lain juga tumbuh terutama P. dan Salmonella. Agar EMB (levine) merupakan media padat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis bakteri coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung. 3. dan Shape (1960) untuk memperkaya.1 ml contoh air. Nutrient Agar Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. 5. Medium tersebut mengandung sukrosa karena kemempuan bakteri koli yang lebih cepat meragikan sukrosa daripada laktosa. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef. Nutrient Broth Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair. air desitilat 1. Nutrient broth dibuat dengan cara sebagai berikut.000 ml. aerugenosa. Untuk komposisi nutrien adar adalah eksrak beef 10 g. NaCl 5 g.aureus. Rogosa. 4. dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni. Intinya sama dengan nutrient agar.coli. Adanya eosin dan metilen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut. dalam artian mikroorganisme heterotrof.0. pepton. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan.000 ml dan 15 g agar/L. untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri. sewage. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air. Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam.Larutkan 3 g ekstrak daging dalam larutan yang dibuat pada langkah pertama. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif.Beri air distilasi sebanyak 1. Bagaiamanapun media ini sangat baik untuk mengkonfirmasi bahwa kontaminan tersebut adalah E. EMB yang menggunakan eosin dan metilin bklue sebagai indikator memberikan perbedaan yang nyata antara koloni yang meragikan laktosa dan yang tidak. produk pangan. tabel tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri coli dalam 100 ml dan 0. Aerugenosa dan Salmonella sp dapat menimbulkan keraguan. menumbuhkan. pepton 10 g. 1. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit.Larutkan 5 g pepton dalam 850 ml air distilasi/akuades. Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna. Untuk mengetahui jumlah bakteri coli umumnya digunakan tabel Hopkins yang lebih dikenal dengan nama MPN (most probable number) atau tabel JPT (jumlah perkiraan terdekat).Atur pH sampai 7.

asetat. Dikalium fosfat ditambahkan sebagai buffer untuk mempertahankan pH. Campurkan ekstrak . PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate. APDA dibuat dengan merebus kentang selama 1 jam/45 menit.Diamonium hidrogen sitrat 2 g/L 10. Adanya asam tartarat dan pH rendah maka pertumbuhan bakteri terhambat. MRS agar mengandung polysorbat. MRS agar mengandung: 1.2 g/L 6.Mangan sulfat 0. Khamir dan yeast akan tumbuh dengan optimal pada media yang sesuai. dan penumbuhan bermacam mikroorganisme.Ekstrak ragi 4.04 g/L MRSB merupakan media yang serupa dengan MRSA yang berbentuk cair/broth.0 g/L 3.0 g/L 4. magnesium.Magnesium sulfat 0. agar) hingga membentuk suspensi 22.dipotassium hidrogen phosphate 2 g/L 8. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme. dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus. Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik.Natrium asetat 5 g/L 11. Plate Count Agar (PCA) PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan. Media PCA ini baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks. sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh.D (+) glukosa 20 g/L 5.0 g/L 9. yeast extract.Ekstrak daging 8. agar dilelehkan dalam 500 ml air.dari seluruh jenis bahan.com Trypticase Soy Broth (TSB) TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum.5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C).Tween 80 1. APDA Media APDA berfungsi untuk menumbuhkan dan menghitung jumlah khamir dan yeast yang terdapat dalam suatu sampel.Protein dari kasein 10 g/L 2. dextrose. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen. sebaik nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat selektif. untuk isolasi.Agar-agar 14 g/L 7. Dari enidchemicals.

Campuran garam bile dan kristal violet menghambat bakteri gram positif. Kemudian dimasukkan dalam erlenmeyer dan disumbat dengan kapas lalu disterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. empedu. neutral red. Dengan adanya dekstrosa yang terkandung dalam media ini. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media dalam 1 liter air yang telah didestilasi. PGYA Media ini berfungsi untuk isolasi.kentang dalam agar lalu ditambahkan glukosa dan diaduk rata. dan produk susu. dimana dalam proses pembuatannya harus disterilisasi dan menerapkan metode aseptis untuk menghindari kontaminasi pada media. Pada APDA jadi ini juga ditambah asam tartarat. PGYA dapat digunakan untuk mengidentifikasi mikroba terutama sel khamir.4. Media berfungsi untuk menumbuhkan mikroba. kristal violet. Agar merupakan agen pemadat. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri. agar).6+0. Untuk membuatnya. sebagai kaldu pemerkaya (pre- . Dinginkan hingga 50-60°C.coli.2. Bila kondisi terlalu basa maka sel akan mati. makanan. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak. pepton. Yeast ekstrak menyediakan vitamin B-kompleks yang mendukung pertumbuhan bakteri. Pindahkan dalam tabung sesuai kebutuhan. isolasi. Panaskan hingga mendidih sampai larut sempurna. Neutral red sebagai indikator pH. Lactose Broth Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air. pH akhir adalah 7. campur dan panaskan serta aduk. dan menumbuhkan sel khamir. enumerasi. Agar VRBA mengandung violet kristal yang bersifat basa. semua bahan dicampur dengan ditambah CaCO3 terlebih dahulu sebanyak 0. VRBA (Violet Red Bile Agar) VRBA dapat digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri Enterobactericeae. Potato Dextrose Agar (PDA) PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. Berikut ini beberapa media yang sering digunakan secara umum dalam mikrobiologi.5 g lalu dilarutkan dengan akuades. sedangkan sel mikroba bersifat asam. Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna. Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E. NaCl. Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan petri dengan pH akhir 5. Laktosa merupakan sumber karbohidrat. memperbanyak jumlah. glukosa. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan 1 liter air yang telah didestilasi. menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba. Sterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit.

5% laktosa. Nutrient Agar Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. danSalmonella. pepton. Lactose broth dibuat dengan komposisi 0. aerugenosa. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan. Aerugenosa dan Salmonella sp dapat menimbulkan keraguan. NaCl 5 g. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef. dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni. jika media ini digunakan pada tahap awal karena kuman lain juga tumbuh terutama P. air desitilat 1.coli.3% ekstrak beef.5% pepton. Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. EMB yang menggunakan eosin dan metilin bklue sebagai indikator memberikan perbedaan yang nyata antara koloni yang meragikan laktosa dan yang tidak. EMBA (Eosin Methylene Blue Agar) Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. tabel tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri coli dalam 100 ml dan 0. Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform. untuk membawa stok kultur. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air. dalam artian mikroorganisme heterotrof. Agar EMB (levine) merupakan media padat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis bakteri coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung. Namun demikian. 0. Untuk mengetahui jumlah bakteri coli umumnya digunakan tabel Hopkins yang lebih dikenal dengan nama MPN (most probable number) atau tabel JPT (jumlah perkiraan terdekat). dan agar.enrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya. pepton 10 g. Untuk komposisi nutrien adar adalah eksrak beef 10 g. untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri. Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit. P. aureus. produk pangan. Nutrient Broth Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair.000 ml dan 15 g agar/L. Medium tersebut mengandung sukrosa karena kemempuan bakteri koli yang lebih cepat meragikan sukrosa daripada laktosa. Adanya eosin dan metilen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut. Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna. Bagaiamanapun media ini sangat baik untuk mengkonfirmasi bahwa kontaminan tersebut adalah E. Nutrient broth dibuat dengan cara sebagai . Intinya sama dengan nutrient agar. sewage.1 ml contoh air. dan 0. Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform.

5. Plate Count Agar (PCA) PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan.0. dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus.000 ml. asetat. dan penumbuhan bermacam mikroorganisme.Magnesium sulfat 0. 4. dan Shape (1960) untuk memperkaya.Agar-agar 14 g/L 7.2 g/L 6.0 g/L 3. menumbuhkan.dipotassium hidrogen phosphate 2 g/L 8.Ekstrak ragi 4. MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar) MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh De Mann.04 g/L MRSB merupakan media yang serupa dengan MRSA yang berbentuk cair/broth.com Trypticase Soy Broth (TSB) TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum. Dari enidchemicals. Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik.Larutkan 5 g pepton dalam 850 ml air distilasi/akuades.Protein dari kasein 10 g/L 2.Larutkan 3 g ekstrak daging dalam larutan yang dibuat pada langkah pertama.D (+) glukosa 20 g/L 5. magnesium. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate. yeast extract. sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme.Mangan sulfat 0.5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C). Rogosa. Media PCA ini . sebaik nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat selektif.0 g/L 4.Sterilisasi dengan autoklaf. 3. untuk isolasi. MRS agar mengandung polysorbat.Diamonium hidrogen sitrat 2 g/L 10. Dikalium fosfat ditambahkan sebagai buffer untuk mempertahankan pH.Ekstrak daging 8.Atur pH sampai 7. dextrose. agar) hingga membentuk suspensi 22. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen. dan mengisolasi jenis Lactobacillus dari seluruh jenis bahan.0 g/L 9.Natrium asetat 5 g/L 11.Beri air distilasi sebanyak 1. 2. 1.berikut.Tween 80 1. MRS agar mengandung: 1.

4. APDA dibuat dengan merebus kentang selama 1 jam/45 menit. semua bahan dicampur dengan ditambah CaCO3 terlebih dahulu sebanyak 0. Agar VRBA mengandung violet kristal yang bersifat basa. PGYA Media ini berfungsi untuk isolasi.6+0.2. Laktosa merupakan sumber karbohidrat. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri. Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan petri dengan pH akhir 5. Sterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. kristal violet. Bila kondisi terlalu basa maka sel akan mati. Potato Dextrose Agar (PDA) PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. agar). Untuk membuatnya. Dinginkan hingga 50-60°C. sedangkan sel mikroba bersifat asam. pepton. pH akhir adalah 7. enumerasi. Panaskan hingga mendidih sampai larut sempurna. Pindahkan dalam tabung sesuai kebutuhan. Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna. Yeast ekstrak menyediakan vitamin B-kompleks yang mendukung pertumbuhan bakteri. Campurkan ekstrak kentang dalam agar lalu ditambahkan glukosa dan diaduk rata. Pada APDA jadi ini juga ditambah asam tartarat. campur dan panaskan serta aduk.coli. PGYA dapat digunakan untuk mengidentifikasi mikroba terutama sel khamir. Agar merupakan agen pemadat. Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E. Adanya asam tartarat dan pH rendah maka pertumbuhan bakteri terhambat. neutral red. glukosa. Neutral red sebagai indikator pH.5 g lalu dilarutkan dengan akuades. APDA Media APDA berfungsi untuk menumbuhkan dan menghitung jumlah khamir dan yeast yang terdapat dalam suatu sampel. empedu. Dengan adanya dekstrosa yang terkandung dalam media ini. dan menumbuhkan sel khamir. NaCl. VRBA (Violet Red Bile Agar) VRBA dapat digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri Enterobactericeae. Campuran garam bile dan kristal violet menghambat bakteri gram positif. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media dalam 1 liter air yang telah didestilasi. Khamir dan yeast akan tumbuh dengan optimal pada media yang sesuai. agar dilelehkan dalam 500 ml air. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan 1 liter air yang telah didestilasi. Kemudian dimasukkan dalam .baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks.

jumlah sel jasad renik dapat dihitung jika medium pertumbuhannya tidak mengganggu pengukuran. dimana komposisi substrat atau bahan yang difermentasi dapat diamati dan diukur dengan teliti. Sebagai contoh. maupun turbidimetri. A. Metode Breed Hitungan mikroskopik dengan metode Breed sering digunakan untuk menganalisis susu yang mengandung bakteri dalam jumlah tinggi. misalnya bahan pangan. Dalam perhitungan massa sel secara langsung. Sebelumnya: Yogurt Selanjutnya : Susu Kambing BAB VIII ANALISIS KUANTITATIF MIKROBIOLOGI PADA BAHAN PANGAN Analisis kuantitatif mikrobiologi pada bahan pangan penting dilakukan untuk mengetahui mutu bahan pangan dan menghitung proses pengawetan yang akan diterapkan pada bahan pangan tersebut.erlenmeyer dan disumbat dengan kapas lalu disterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. pengukuran volume dan berat sel dilakukan dengan terlebih dahulu menyaring sel-sel jasad renik. sel jasad renik tidak dapat diukur menggunakan metode volumetrik. Oleh karena itu. tetapi sering digunakan untuk mengukur pertumbuhan sel selama proses fermentasi. Perhitungan massa sel secara langsung maupun tidak langsung jarang digunakan dalam uji mikrobiologi bahan pangan. gravimetrik. Hitungan Mikroskopik a. dalam metode volumetrik dan gravimetrik. jika substrat tempat tumbuhnya banyak mengandung padatan. misalnya susu yang diperoleh dari sapi yang terkena mastitis yaitu suatu penyakit infeksi yang . Perhitungan massa sel secara tidak langsung sering digunakan dalam mengamati pertumbuhan sel selama proses fermentasi.

Untuk menghitung jumlah bakteri di dalam susu. Areal pandang mikroskop biasanya mempunyai ukuran 14-16 skala atau 0. Hasil perhitungan berdasarkan jumlah kelompok bakteri biasanya lebih mendekati hasil perhitungan jumlah bakteri menggunakan agar cawan.14-0. berwarna biru dengan ukuran lebih besar daripada bakteri. tetapi jika tidak mungkin dapat dihitung sebagai satu kelompok. kemudian didiamkan sampai kering. Sel-sel yang mengumpul dalam kelompok. yaitu menghitung bakteri secara langsung menggunakan mikroskop. luas areal pandang (field) mikroskop yang akan digunakan harus dihitung terlebih dahulu. sel-sel darah putih akan terlihat sebagai sel yang bulat atau berbentuk tidak teratur. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengukur diameter areal pandang menggunakan mikrometer yang dilihat melalui lensa minyak imersi. Karena contoh susu yang disebarkan pada gelas objek seluas 1 cm2 adalah 0.01 mm. Rata-rata jumlah bakteri per areal pandang mikroskop ditentukan setelah mengamati 10 sampai 60 kali areal pandang. Cara ini mempunyai kelemahan yaitu tidak dapat diakukan terhadap susu yang telah dipasteurisasi karena secara mikroskopik tidak dapat dibedakan antara sel-sel bakteri yang masih hidup atau yang telah mati karena perlakuan pasteurisasi. Luas areal pandang mikroskop = Di mana r = jari-jari (mm) areal pandang mikroskop. difiksasi.01 ml susu dipipet dengan pipet Breed dan disebarkan di atas gelas objek sehingga mencapai luas 1 cm2. dihitung jumlah sel yang terdapat di dalam kelompok tersebut. maka: Jumlah susu per arealpandang mikroskop = x 0. Cara ini merupakan suatu cara cepat. Mikrometer yang digunakan adalah mikrometer gelas objek yang mempunyai skala terkecil 0.01 ml. sebanyak 0.18 mm. Pada sapi yang terserang mastitis.01 ml . susunya biasanya mengandung sel-sel darah putih dalam jumlah tinggi.16 mm. dan diwarnai dengan biru metilen. tergantung dari jumlah bakteri per areal pandang. Setelah pewarnaan dengan biru metilen.menyerang kelenjar susu sapi. Beberapa mikroskop mungkin mempunyai ukuran diameter areal pandang lebih dari 0. Dalam metode ini.

Sel-sel yang berukuran sangat kecil sukar dilihat di bawah mikroskop. Hitungan mikroskopik merupakan metode yang cepat dan murah. Jumlah bakteri per ml = x jumlah bakteri per areal pandang Jumlah bakteri per areal pandang dihitung dari rata-rata pengamatan areal pandang. Metode Petroff-Hausser Dalam metode Petroff-Hausser. dan setiap kotak besar terdiri dari 16 kotak kecil. di mana dalam setiap ukuran skala seluas 1 mm2 terdapat 25 buah kotak besar dengan luas 0. keduanya akan terhitung. tetapi mempunyai beberapa kelemahan sebagai berikut: 1. dan ditentukan sebagai berikut: Jumlah rata-rata bakteri per areal pandang < 0.Dengan kata lain. Oleh karena itu. Jumlah areal pandang yang harus diamati tergantung dari jumlah rata-rata bakteri per areal pandang. dan digunakan untuk mengubah jumlah bakteri per areal pandang mikroskop menjadi jumlah bakteri per ml.5 0. Sel-sel yang telah mati tidak dapat dibedakan dari sel-sel hidup.000/πr2 kali areal pandang mikroskop.000/πr2 juga faktor mikroskopik (FM).04 mm2.5 – 1 1 . Jumlah sel dalam beberapa kotak besar dihitung. untuk mendapatkan 1 ml contoh susu dapat diperoleh dari 10. sehingga kadang-kadang tidak terhitung.10 10 – 30 >30 Jumlah areal pandang yang harus diamati 50 25 10 5 TBUD b. . Angka 10. Tinggi contoh yang terletak di antara gelas objek dengan gelas penutup adalah 0. 2. kemudian dihitung jumlah sel rata-rata dalam satu kotak besar.02 mm. hitungan mikroskopik dilakukan dengan pertolongan kotak-kotak skala.

Untuk mempertinggi ketelitian. Dalam metode hitungan cawan. Hasil perhitungan tidak menunjukkan jumlah sel yang sebenarnya. Hanya sel yang masih hidup yang dihitung. karena hal ini akan mengganggu dalam perhitungan sel. Beberapa jenis jasad renik dapat dihitung sekaligus. Memerlukan persiapan dan waktu inkubasi relatif lama sehingga pertumbuhan koloni dapat dihitung. Metode hitungan cawan merupakan cara yang paling sensitif untuk menentukan jumlah jasad renik karena beberapa hal yaitu: a. 4. bahan pangan yang diperkirakan mengandung lebih dari 300 sel jasad renik per ml atau per gram atau per cm jika . c. jumlah sel di dalam suspensi harus cukup tinggi. misalnya untuk bakteri minimal 106 sel/ml. 2. b. Jasad renik yang ditumbuhkan harus dapat tumbuh pada medium padat dan membentuk koloni yang kompak dan jelas. Selain keuntungan-keuntungan tersebut. b. Tidak dapat digunakan untuk menghitung sel jasad renik di dalam bahan pangan yang banyak mengandung debris atau ekstrak makanan. metode hitungan cawan juga mempunyai kelemahan-kelemahan sebagai berikut: a. tidak menyebar. karena beberapa sel yang berdekatan mungkin membentuk satu koloni. Hitungan Cawan Prinsip dari metode hitungan cawan adalah jika sel jasad renik yang masih hidup ditumbuhkan pada medium agar. c.3. Medium dan kondisi inkubasi yang berbeda mungkin menghasilkan nilai yang berbeda. Hal ini disebabkan dalam setiap bidang pandang yang diamati harus terdapat sejumlah sel yang dapat dihitung. maka sel jasad renik tersebut akan berkembang biak dan membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dan dihitung dengan mata tanpa menggunakan mikroskop. Dapat digunakan untuk isolasi dan identifikasi jasad renik karena koloni yang terbentuk mungkin berasal dari suatu jasad renik yang mempunyai penampakan pertumbuhan spesifik. d.

c. Dalam SPC ditentukan cara pelaporan dan perhitungan koloni sebagai berikut: Larutan yang digunakan untuk pengenceran dapat berupa larutan bufer fosfat. 1:1000 dan seterusnya. Setelah inkubasi akan terbentuk koloni pada cawan tersebut dalam jumlah yang dapat dihitung. memerlukan perlakuan pengenceran sebelum ditumbuhkan pada medium agar di dalam cawan petri. Cara pemupukan dalam metode hitungan cawan dapat dibedakan atas dua cara yaitu metode tuang dan metode permukaan (surface/spreadplate). terlebih dahulu dibuat agar cawan kemudian sebanyak 0. dimana jumlah yang terbaik adalah diantara 30 sampai 300 koloni. atau . 1:10 000. Beberapa koloni yang bergabung menjadi satu merupakan satu kumpulan koloni yang besar di mana jumlah koloninya diragukan dapat dihitung sebagai satu koloni. atau 1:100.1 ml) dari pengenceran yang dikehendaki dimasukkan ke dalam cawan petri. Pengenceran biasanya dilakukan secara desimal yaitu 1:10. Dalam metode tuang. Pada pemupukan dengan metode permukaan. 1:100. b. larutan Ringer.1 ml contoh yang telah diencerkan dipipet pada permukaan agar tersebut.pengambilan contoh dilakukan pada permukaan. sejumlah contoh (1 ml atau 0. 0. 1:1000 000 dan seterusnya. Jumlah koloni dalam contoh dapat dihitung sebagai berikut: Koloni per ml atau per gram = jumlah koloni per cawan x 1/FP Dimana FP = faktor pengenceran Faktor Pengenceran Untuk melaporkan hasil analisis mikrobiologi dengan cara hitungan cawan digunakan suatu standar yang disebut Standard Plate Counts (SPC) sebagai berikut: a. Satu deretan rantai koloni yang terlihat sebagai suatu garis tebal dihitung sebagai satu koloni. kemudian ditambah agar cair steril yang telah didinginkan (47-50°C) sebanyak 15-20 ml dan digoyangkan supaya contoh menyebar rata. dan diratakan dengan batang gelas melengkung yang steril. Cawan yang dipilih dan dihitung adalah yang mengandung jumlah koloni antara 30 dan 300.85% NaCl.

Jika digunakan dua cawan petri (duplo) per pengenceran. Metode MPN (Most Probable Number) Berbeda dengan metode hitungan cawan dimana digunakan medium padat. Hasilnya dilaporkan sebagai lebih dari 300 dikalikan dengan faktor pengenceran. harus dipilih tingkat pengenceran yang menghasilkan kedua cawan duplo dengan koloni di antara 30 dan 300. Jika perbandingan antara hasil tertinggi dan terendah lebih besar dari 2. yang sebenarnya harus dicantumkan di dalam tanda kurung. tidak boleh diambil salah satu.a. Jika angka yang ketiga sama dengan atau lebih besar dari 5. Jika pada semua pengenceran dihasilkan kurang dari 30 koloni pada cawan petri. jumlah koloni pada pengenceran yang tertinggi yang dihitung. Jika pada semua pengenceran dihasilkan lebih dari 300 koloni pada cawan petri. dilaporkan ratarata dari kedua nilai tersebut dengan memperhitungkan faktor pengencerannya.0 x 106 unit koloni/gr. Jika pada cawan dari dua tingkat pengenceran dihasilkan koloni dengan jumlah antara 30 dan 300. tetapi jumlah 3. tetapi jumlah yang Hasilnya dilaporkan sebagai kurang dari 30 dikalikan dengan besamya pengenceran. d. Oleh karena itu. yaitu yang ditumbuhi oleh jasad renik setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu. jumlah koloni pada pengenceran yang terendah yang dihitung. 1. dan perbandingan antara hasil tertinggi dan terendah dari kedua pengenceran tersebut lebih kecil atau sarna dengan dua. harus dibulatkan satu angka lebih tinggi pada angka kedua. Pengamatan tabung yang positif dapat dilihat dengan mengamati timbulnya kekeruhan. dimana perhitungan dilakukan berdasarkan jumlah tabung yang positif. sebenarnya harus dicantumkan di dalam tanda kurung. dalam metode MPN digunakan medium cair di dalam tabung reaksi. Sebagai contoh. Oleh karena itu. berarti pengenceran yang dilakukan terlalu tinggi. b. atau terbentuknya gas di dalam tabung kecil (tabung Durham) yang diletakkan pada . yang dilaporkan hanya hasil yang terkecil.7 x 103 unit koloni/ml atau 2. berarti pengenceran yang dilakukan terlalu rendah. Oleh karena itu. Hasil yang diaporkan hanya terdiri dari dua angka yaitu angka pertama (satuan) dan angka kedua (desimal). data yang diambil harus dari kedua cawan tersebut. c. e.

dari setiap pengenceran dimasukkan 1 ml masing-masing ke dalam tabung yang berisi medium. Lebih banyak tabung yang digunakan menunjukkan ketelitian yang lebih tinggi. dan pada pengenceran terakhir tidak ada tabung yang positif. meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat dengan terlebih dahulu membuat suspensi 1:10 dari contoh tersebut. Dengan demikian. pengenceran harus dilakukan lebih tinggi daripada pengenceran dalam hitungan cawan.posisi terbalik. Metode MPN biasanya digunakan untuk menghitung jumlah jasad renik di dalam contoh yang berbentuk cair. sehingga beberapa tabung yang berisi medium cair yang diinokulasikan dengan larutan hasil pengenceran tersebut mengandung satu sel jasad renik. sedangkan tabung lainnya negatif. 1. Dalam metode MPN. Dalam metode MPN. Untuk setiap pengenceran pada umumnya digunakan tiga atau lima seri tabung. Angka kombinasi ini kemudian dicocokkan dengan Tabel MPN dan nilai MPN contoh dapat dihitung sebagai berikut : MPN contoh = Nilai MPN dari tabel x 1/pengenceran tabung tengah Pengenceran Tabung Tengah Tabel yang digunakan untuk menentukan niIai MPN dari tiga seri tabung berbeda dengan tabel untuk lima seri tabung. setelah inkubasi diharapkan terjadi pertumbuhan pada beberapa tabung. yaitu untuk jasad renik pembentuk gas. 1. pada pengenceran ketiga satu tabung positif. 2. 0. yang dinyatakan sebagai tabung positif. pada pengenceran kedua dua tabung positif. dihitung jumlah tabung yang positif yaitu tabung yang ditumbuhi jasad renik yang dapat ditandai dengan timbulnya kekeruhan. tetapi alat gelas yang digunakan juga lebih banyak. Misalnya pada pengenceran pertama ketiga tabung menghasilkan pertumbuhan positif. beberapa tabung mungkin mengandung lebih dari satu sel. Kombinasinya menjadi 3. dimana untuk setiap pengenceran digunakan tiga seri tabung atau lima seri tabung. 2. Setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu. dan jika diambil tiga pengenceran yang pertama kombinasinya akan menjadi 3. sedangkan tabung lainnya tidak mengandung sel. Kombinasi yang dipilih dimulai dari . Grup jasad renik yang dapat dihitung dengan metode MPN juga bervariasi tergantung dari medium yang digunakan untuk pertumbuhan.

pengenceran tertinggi yang masih menghasilkan semua tabung positif. dalam metode BM hal ini tidak berpengaruh terhadap perhitungan jumlah bakteri. Waktu reduksi. Sebagai contoh. kemudian diamati kemampuan bakteri di dalam susu untuk tumbuh dan menggunakan oksigen yang terlarut. Akibatnya. Kombinasi yang diambil terdin dari tiga pengenceran. Semakin tinggi jumlah bakteri di dalam susu. Jika pada pengenceran yang keempat atau seterusnya masih ditemukan tabung yang hasilnya positif. semakin cepat terjadinya perubahan warna dan biru menjadi putih. jika digunakan Lactose Broth maka adanya bakteri yang dapat menfermentasi laktosa ditunjukkan dengan terbentuknya gas di dalam tabung Durham. biru metilen yang ditambahkan akan tereduksi menjadi putih metilen. yaitu perubahan warna biru menjadi putih. Cara ini biasa digunakan untuk menentukan MPN koliform terhadap air atau minuman karena bakteri koliform termasuk bakteri yang dapat menfermentasi laktosa. Metode MPN dapat digunakan untuk menghitung jumlah jasad renik tertentu yang terdapat diantara campuran jasad renik lainnya. misalnya susu . Metode biru metilen merupakan cara yang lebih cepat dibandingkan dengan metode hitungan cawan. dianggap selesai jika kira-kira empat per lima dari contoh susu yang terdapat di dalam tabung (sebanyak 10 ml) telah berwarna putih. sehingga menyebabkan penurunan kekuatan oksidasi-reduksi dari campuran tersebut. Dalam uji ini ditambahkan sejumlah biru metilen ke dalam susu. maka jumlah tabung yang positif tersebut harus ditambahkan pada angka kombinasi yang ketiga sampai mencapai jumlah maksimum. dan dapat memberikan perkiraan jumlah bakteri di dalam susu. sedangkan pada pengenceran yang berikutnya ada tabung yang negatif. dan lebih teliti karena bakteri yang terdapat dalam keadaan berkelompok di mana dalam metode hitungan cawan dihitung sebagai satu koloni. Kelemahan metode BM adalah karena cara ini tidak praktis dilakukan terhadap susu yang mengandung bakteri hidup dalam jumlah sedikit. B. Metode Hitungan Tidak Langsung Salah satu cara untuk menghitung jumlah sel di dalam suatu bahan secara tidak langsung adalah dengan uji biru metilen yang biasanya dilakukan terhadap susu.

Cara Perhitungan pada lempeng pembiakan a. khamir. Bahan pemeriksaan diencerkan seperlunya b. Oleh karena satu bakteri dapat tumbuh menjadi satu koloni yang terhitung mewakili jumlah bakteri hidup yang terdapat dalam tiap volum pengenceran yang digunakan. 2. campuran itu dituang ke dalam pinggan petri steril. Suatu volum tertentu dimasukkan ke dalam pinggan petri steril. misalnya bakteri gram positif atau negatif. Dengan metode. Disamping itu dapat . diadakan perhitungan langsung secara mikroskopis.1 sampai 1 ml bahan pemeriksaan dicampur dengan medium pembiakan agar yang telah dicairkan dan didinginkan sampai suhu tidak lebih dari 45°C. pembentuk spora. Cara menghitung langsung (metode kaca objek) yang telah dicairkan dan Setelah dicampur rata didinginkan sampai suhu tidak lebih dari 45°C. Setelah dikocok. 1. Penentuan Jumlah Bakteri Beberapa cara dapat dilakukan untuk menentukan jumlah bakteri yang terdapat pada bahan pemeriksaan.yang telah mengalami pasteurisasi. Dalam hal ini bahan pemeriksaan harus diencerkan untuk menghindarkan jumlah koloni terlalu banyak sehingga tidak dapat dihitung. b. Cara yang paling sering digunakan adalah cara perhitungan koloni pada lempeng pembiakan (place count). Hasil perhitungan yang dapat diandalkan adalah antara 30-300 koloni pada tiap lempeng pembiakan. Cara ini disebut juga “metode perhitungan bakteri hidup” atau “metode perhitungan koloni”. Penghitungan koloni dilakukan setelah pengeraman pada suhu yang sesuai. dimana dibutuhkan waktu yang lama sekali untuk mereduksi biru metilen. 0. dan sebagainya. Kelemahan lainnya adalah karena dalam uji biru metilen diperlukan waktu pengamatan yang terus-menerus. kemudian dibekukan. yaitu paling sedikit selama enam jam. C. kemudian dituang dengan medium pembiakan padat campuran dibiarkan membeku c. selanjutnya dieramkan. ini juga tidak dapat dibedakan jenis bakteri yang terdapat di dalam susu. Cara lain yang hampir sama adalah sebagai berikut: a.

sehingga dengan cara ini tidak diketahui berapa jumlah bakteri hidup. Cairan pengencer yang terbaik adalah pepton 0. Tiap derajat tersebut dengan tingkat kekeruhan eqivalen dengan jumlah tertentu per mililiter.00000005 ml. yaitu 0.1 persen yang mengandung 0. jangan sampai ada cairan yang mengalir ke dalam parit. Setelah dibagi oleh jumlah kotak. a. Suspensi bakteri yang ingin diperiksa . terdapat ruangan antara lantai dan kaca penutup yang sama tingginya. sehingga bila kaca penutup diletakkan di atas lantai bilik. Volum suspensi seharusnya hanya untuk mengisi ruang antara lantai bilik dengan kaca penutup. Volume ruang di atas tiap kotak adalah 0.02 x0. sehingga bila di masukkan ke dalam bilik hitung itu hanya akan terdapat lima atau sepuluh organisme dalam tiap kotak. sehingga jumlah hitungan mencapai kira-kira 500. b.1 persen metilen biru (zat warna ini tidak diperlukan bila diperiksa dengan fase kontras atau lapangan gelap).0025 mm2. Permukaan kaca objek diasah sedemikian rupa. Kemudian dikalikan dengan faktor pengenceran. Metode bilik hitung Untuk keperluan ini dapat digunakan bilik hitung Helber. masing-masing seluas 0. Suspensi yang akan dihitung ditambah dengan beberapa tetes formalin. Pada lantai bilik terdapat suatu daerah berkotak seluas 1 mm2 yang dibagi dalam 400 kotak persegi. Larutan yang digunakan harus disaring sebelum dipakai.0025 mm3. tetapi dapat digunakan untk penelitian lain. Suspensi ini diencerkan sedemikian rupa. Cara kerjanya adalah sebagai berikut: a) Satu ose suspensi diletakkan pada daerah berkotak dan diataranya diletakkan kaca penutup yang bersih. Metode Ukur Kekeruhan Metode ini mengguanakan tabung-tabung dengan supensi dari berbagai derajat kekeruhan (menurut Brown). Daerah ini dilingkari oleh parit. diperoleh jumlah rata-rata oraganisme untuk tiap kotak.02 m di bawah permukaan kaca objek.1 persen dan 0. Dengan cara ini yang terhitung adalah baik bakteri hidup maupun yang mati. yaitu suatu kaca objek setebal 2-3 mm dengan ditengahnya terdapat suatu daerah yang disebut lantai bilik yang berada 0. tetapi pengerjaannya lebih cepat. Untuk perhitungan dipilih 50-100 kotak secara acak.Cara ini pada mulanya dilakukan dengan pemeriksaan bakteri yang terdapat dalam air susu. b) Pemeriksaan dilakukan dengan lensa 4 mm.

Jumlah Perkiraan Terdekat (JPT) Jumlah perkiraan terdekat pada perhitungan bakteri didasarkan atas asumsi bahwa bakteri tersebar normal dalam medium cair. sedang ada sampel yang tidak mengandung bakteri. tetapi tidak mungkin ada sampel yang tidak mengandung bakteri sama sekali. Suspensi yang diperiksa bila perlu harus diencerkan. Pada turbidimetri yang diukur adalah persentase absorpsi cahaya. tiap sampel dapat diharapkan akan memperlihatkan pertumbuhan. Bila sampelsampel ini ditanam dalam medium pembiakan. sampel akan mendekati rata-rata. biarpun antara sampel yang satu sedikit lebih atau kurang daripada yang lain. Metode Turbidimetri Pada metode ini penghitungan didasarkan pada kenyataan bahwa suatu populasi atau kelompok sel-sel dalam medium cair menyerap atau menyebarkan cahaya yang sebanding dengan derajat kekeruhan medium itu. Beberapa di antaranya mungkin mengandung dua atau tiga. dan pada nefelometri diukur adalah refleksi sinar cahaya. Bila suatu cairan mengandung 100 organisme per 100 ml. Demikian pula sampel-sampel 1 ml akan mengandung rata-rata masingmasing satu organisme. perbadaan jumlah antara sampel akan menjadi kecil. maka sampelsampel 10 ml akan mengandung rata-rata masing-masing 10 organisme. Beberapa diantara sampel-sampel itu dapat mengandung lebih atau kurang. yang berarti bila diambil berulang-ulang sampel dengan takaran yang sama dari suatu sumber dapat diharapkan mengandung jumlah rata-rata yang sama. relatif lebih besar. hasil hitungan masing-masing Bila jumlah organisme kecil perbedaan akan . c. Oleh karena itu bila Jika jumlah organisme besar. d.jumlahnya dibandingkan kekeruhannya dalam tabung yaitu dengan ukuran yang sama dengan kekeruhan tabung Brown yang telah dibakukan dan jumlah organismenya dapat dilihat pada tabel derajat kekeruhan baku. Jumlah rata-rata ini adalah jumlah perkiraan terdekat (most probable number).

Untuk keperluan ini disediakan tabel-tabel untuk sampel-sampel 10 ml. c. lima dari 10 ml dan lima dari 1 ml. Teknik ini terutama digunakan untuk menaksir jumlah bakteri coliform. pembentukan asam. Cara kerja penentuan jumlah perkiraan terdekat (JPT) adalah sebagai berikut: a. Untuk pemeriksaan air ditambah dengan percobaan 50 ml air dalam 50 ml bulyon dua kali kuat. Untuk mengetahui jumlah bakteri hidup dalam sampel dapat dihitung jumlah perkiraan terdekat organisme per 100 ml untuk tiap kombinasi seri sampel semacam itu. dan 10.1 ml dapat diharapkan mengandung hanya satu organisme di antara sepuluh sampel. Tabel 10. Untuk keperluan ini dapat digunakan tiga atau lima tabung. Sampel-sampel 0.1 ml dengan menggunakan tiga atau lima tabung dari masing-masing sampel. dan bila ditanam kebanyakan tidak memperlihatkan pertumbuhan. 0. Pengamatan ditunjukkan terhadap pertumbuhan.1 Jumlah perkiraan terdekat dalam 100 ml menurut McCrady dengan sistem tiga tabung untuk masing-masing volum 50 ml.1. dan 1 ml . 1 ml. sebagian tidak memperlihatkan ada pertumbuhan.sampel-sampel ini ditanam dalam medium pembiakan. Untuk pemeriksaan air digunakan satu tabung 50 ml. seperti kekeruhan. Untuk penafsiran JPT dari jumlah hasil positif dari deret tiga atau lima tabung dilahat pada Tabel 10.48 jam. Sampel dikocok yang kuat agar organisme dalam cairan itu tersebar merata. Perlakuan yang sama dilakukan dengan 1 ml dan 0.1 sampel cairan. Pengeraman dilakukan selama 24 . b. pembentukan asam dan gas dan lain-lain. kemudian diambil 10 ml untuk masing-masing tabung yang telah diisi medium pembiakan dua kali lipat.10 ml.2. tetapi dapat digunakan juga untuk hampir setiap jenis organisme dalam sampel cairan bila pertumbuhan mudah dapat diamati.

Volume air Banyaknya sampel Jumlah sampel dengan hasil positif (asam+gas) 50 ml 1 0 0 0 0 0 10 ml 5 0 0 0 1 1 1 ml 5 0 1 2 1 2 JPT 0 1 2 1 2 0 0 0 0 1 2 2 2 2 0 1 2 0 3 2 3 4 5 0 2 0 3 0 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 9 2 7 1 5 0 3 3 6 2 4 1 3 0 1 0 5 1 5 .

1 1 2 2 0 1 5 7 1 1 1 1 1 2 2 3 3 3 2 3 0 1 2 10 12 8 11 14 1 1 1 1 1 3 3 4 4 4 3 4 0 1 2 18 20 13 17 20 1 1 1 4 4 5 3 4 5 0 1 39 35 40 25 35 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 5 180+ 4 100 3 90 2 50 .

Tabel 10. 1 ml.1 ml Volum air Banyaknya sampel Jumlah sampel dengan hasil (asam+ gas) 10 ml 5 4 4 4 4 4 1 ml 5 0 0 0 0 1 0.2 Jumlah perkiraan terdekat dalam 100 ml menurut McCrady dengan sistem lima tabung untuk masing-masing volum 10 ml.1 ml 5 0 1 2 3 0 JPT 13 17 20 25 17 4 4 4 4 4 1 1 2 2 2 1 2 0 1 2 20 25 20 25 30 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 0 1 2 0 1 25 35 40 35 40 4 4 5 4 5 4 5 1 50 0 40 2 45 . 0.

4 0 5 5 5 5 5 1 5 5 5 5 5 2 5 5 2 5 5 5 5 3 5 5 5 3 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 0 0 0 0 2 55 0 1 2 3 4 25 30 45 0 75 0 1 2 3 4 35 45 65 85 116 0 1 60 70 2 3 4 5 80 120 140 175 0 1 2 80 110 140 .

Sebutkan beberapa metode analisis kuantitatif mikroba 2.5 5 3 3 4 175 200 3 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 5 5 5 5 1900+ 4 1000 3 900 550 1 350 4 5 5 4 5 0 350 425 260 4 4 4 4 5 0 1 2 3 250 130 170 225 275 Soal-soal latihan : 1. Jelaskan perbedaan prinsip masing-masing metode .

Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai adanya mikroba dalam suatu makanan dan minuman agar dapat dikonsumsi manusia dengan layak sehingga tidak menimbulkan penyakit akibat kontaminasi mikroba dalam makanan dan minuman dan dapat memenuhi kebutuhan tubuh secara optimal.3. Suatu percobaan analisis kuantitatif mikroba diperoleh hasil sebagai berikut : Jumlah koloni Per pengenceran 10-2 10-3 104 Standard Plate Count Keterangan 238 28 1 700 125 10 TBUD TBUD 197 Hitunglah SPC berdasarkan metode MPN dan beri keterangan yang jelas.html Metode MPN BAB I PENDAHULUAN a. Untuk setiap pengenceran digunakan 3 seri tabung.poliupg.id/~fajriyati/E-LEARNING%20MIKROBIOLOGI %20PANGAN/WORD%20html/BAB%20VIII. b. yaitu 30 – 300. jelaskan mengapa demikian ? 4.ac. Analisis kuantitatif mikrobiologi pada bahan pangan penting dilakukan untuk mengetahui mutu bahan pangan dan menghitung proses pengawetan yang akan diterapkan pada bahan pangan tersebut. 1 ml dan 0.1 ml ke dalam tabung yang berisi Lactosa Broth dan tabung Durham. maka akan dapat dilihat tabung yang positif yaitu tabung yang ditumbuhi mikroba yang dapat ditandai dengan terbentuknya gas di dalam tabung Durham. kemudian masing-masing tabung dengan seri 3-3-3 dimasukkan 10 ml. Dalam praktikum ini suatu bahan makanan/ minuman dengan sampelnya yaitu sirup dilakukan pengenceran secara desimal (10-1). Lalu diamati tabung yang terdapat gas/ gelembung dan berwarna keruh sehingga kombinasi tabung yang positif dari uji duga dan uji penegasan dapat dicocokkan . Landasan Teori Metode MPN biasanya biasanya dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba di dalam contoh yang bebentuk cair. Setelah diinkubasi selama 2 x 24 jam dengan suhu 37°C. Pada analisis kuantitatif mikroba dengan metode MPN digunakan kisaran jumlah mikroba yang layak dihitung. Latar Belakang Berbagai mikroba patogen seringkali ditularkan melalui air yang tercemar sehingga menimbulkan penyakit bawaan manusia maupun hewan.%20%20ANALISIS%20KUANTITATIF %20MIKROBIOLOGI%20PADA%20BAHAN%20PANGAN. salah satunya adalah pemeriksaan adanya bakteri Coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN (Most Probable Number). Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menghitung atau mengukur jumlah jasad renik dalam suatu suspensi. meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat. http://lecturer.

kertas payung. Pembakar Bunsen 5. Diinkubasi selama 2 x 24 jam dengan suhu 37°C dan diamati tertangkap tidaknya gas dalam tabung Durham setiap 1 jam sekali. maka diduga terdapat Coliform pada tabung. Alat Alat-alat yang digunakan dalam praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN adalah sebagai berikut : 1. alat dan tempat kerja.1 ml Pengencer/ LBDS LBSS LBSS Na Fisiologis 90% Uji Penduga 10 ml 1 ml 0.1 ml lalu masukkan tabung Durham. Lalu jarum ose . Pipet ukur 10 ml dan 1 ml steril dan filternya 4. Timbangan Mortal dan pengerus b. Botol contoh steril 2. Uji Penduga i. iii. BAB II PELAKSANAAN a. v. Media laktosa cair (sudah steril) 3. Masukkan jarum ose ke dalam tabung reaksi sampai menyentuh larutan dan angkat. Pewarna gas 6. Media EMB (Eosin Methylene Blue Agar) dan EA (sudah steril) 5.1 ml BGLBDS BGLBSS BGLBSS 2. Jika terdapat gas atau keruh.dengan tabel MPN-seri 9 tabung. Sampel makanan dan minuman 2. Alkohol 7. 10 ml 1 ml 0. Diaseptiskan tangan. Masukkan pengencer/ Na fisiologis dan Lactosa Broth ke dalam ke-9 tabung reaksi sesuai banyaknya yaitu 10 ml. ii. iv. Cawan Petri steril 3. korek api c. Media BGLB/BGBL (Briliant Green Bile Lactose Broth) 4. Kapas. Prosedur Kerja Prosedur kerja dari praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN adalah sebagai berikut : 1. ii. Ambil jarum ose lalu bakar jarum di atas pembakar bunsen sampai membara. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPNadalah sebagai berikut: 1. Uji Penegasan i. karet. Dasarnya yaitu hasil dari uji penduga yaitu banyaknya larutan dalam tabung reaksi yang terdapat gas/ gelembung yang berjumlah 4 buah. Inkubator 6. Mikroskop 7. Tabung Durham 9. Tabung reaksi 8. Bungkus masingmasing tabung reaksi dengan pembungkus kayu. 1 ml dan 0. Sampel ditimbang sebanyak 10 gram memasukkan ke dalam air pengencer (yang mengandung NaCl fisiologis) 90%.

Tujuan Praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN bertujuan untuk melacak adanya bakteri coliform dalam contoh makanan dan atau minuman.masukkan ke tabung berisi 10 ml. Metode MPN biasanya biasanya dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba di dalam contoh yang berbentuk cair.2 x 103 BAB IV PEMBAHASAN Menurut WHO menyatakan bahwa untuk melakukan monitor terhadap air minum.1 ml BGLBDS BGLBSS BGLBSS d. maka dapat digunakan kemungkinan masuknya mikroba patogen ke dalam feses manusia dan hewan berdarah panas. Usahakan tabung dan jarum selalu dekat dengan api agar tetap steril. MPN mikroba = = = 7. Ada 3 indikator air minum yang layak untuk diminum.2 MPN/100 ml. meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat dengan terlebih dahulu membuat suspensi 1:10 dari contoh tersebut (Fardiaz. pengenceran harus dilakukan lebih tinggi daripada pengenceran dalam hitungan cawan. 1993). 2. Metode MPN digunakan medium cair di dalam tabung reaksi. Dengan demikian setelah inkubasi. diharapkan terjadi pertumbuhan pada beberapa tabung yang dinyatakan sebagai tabung positif. 1 buah tabung reaksi dengan gas/ gelembung di dalam tabung Durham berisi 10 ml. tidak ada gas/ gelembung di dalam tabung Durham berisi 1 ml dan terdapat 1 buah tabung reaksi dengan gas/ gelembung di dalam tabung Durham berisi 0. Masukkan tabung ke dalam inkubator/ diinkubasi selama 2 x 24 jam dan diamati setiap 1 jam. BAB III HASIL PEMERIKSAAN Dari hasil praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan meode MPN. Kelompok Coliform APHA merekomendasikan Bacillus coli. Lalu amati adanya gas/ gelembung yang terdapat dalam tabung Durham. 10 ml 1 ml 0. Nilai MPN dari tabel MPN 9 tabung adalah 7. 1997). Fecal Coliform 3. Dalam metode MPN. 1 ml dan 0. sehingga beberapa tabung yang berisi medium cair yang diinokulasikan dengan larutan hasil pengenceran tersebut mengandung satu sel. sedangkan tabung lainnya negatif.1 ml. diperoleh hasil bahwa terdapat tabung dalam setiap tabung sehingga terbentuk kombinasi 3-3-3. Esterichia coli (Kay and Fricker.1 ml menghasilkan 2-1-2 tabung . Esterichia coli sebagai indikator kontaminasi fecal yang menggunakan laktosa untuk memproduksi asam dan gas atau banyak enzim β.2 sehingga diperoleh perhitungan MPN mikroba sebagai berikut : Hasil akhir dari uji penegasan yaitu terdapat. dimana perhitungannya dilakukan berdasarkan jumlah tabung yang positif yaitu yang ditumbuhi oleh jasad renik setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu. Pengamatan tabung yang positif dapat dilihat dengan mengamati timbulnya kekeruhan atau terbentuknya gas di dalam tabung kecil (tabung Durham) yang diletakkan pada posisi terbalik.D galaktosidase. iii. Pada pengenceran pertama kesembilan tabung menghasilkan pertumbuhan positif yaitu dengan seri tabung 3-3-3 pada ukuran 10 ml.1 ml sirup dengan tabung Durham didalamnya dengan kombinasi 3-3-3. beberapa tabung yang lainnya mengandung lebih dari satu sel atau tabung lainnya tidak mengandung sel. yaitu: 1. 1 ml dan 0. Maka dari tabel MPN dengan hasil akhir 1-0-1 yaitu 7. yaitu untuk jasad renik pembentuk gas.

alasan mendasarnya sich karena beberapa kali muncul pertanyaan akan terminology dari dua kata yang menjadi judul di atas dan ternyata belum banyak yang memahami dengan benar akan hal ini. MPN standar Coliform menurut Lampiran Surat Keputusan Dirjen POM no: 03726/B/SK/VII/1989 tentang batas maksimal cemaran mikroba dalam makanan adalah 20 MPN/100 ml. jika digunakan Lactosa Broth. Uji peneguhan menggunakan BGLB (Briliant Green Bile Lactose Broth) yang diinokulasikan dengan satu mata ose media yang memperlihatkan hasil positif pada uji duga (Lay. Dalam metode MPN (Most Probable Number) untuk uji kualitas mikrobiologi air dalam praktikum digunakan kelompok koliform sebagai indikator. Uji dinyatakan positif bila terlihat gas dalam tabung Durham. uji awal ini disebut uji duga (presumtive test). 2. 1994. Bibiana. Uji ini diawali dengan memasukkan 10 ml cairan dari sampel ke dalam lauryl tryptose broth. Jakarta Kay. semoga dengan adanya tulisan ini akan memberikan rujukan tambahan akan makna maupun hal-hal yang terkait dengan istilah ini. Tabung yang memperlihatkan gas diuji lebih lanjut dengan uji peneguhan. Cara ini biasa digunakan untuk menentukan MPN koliform terhadap air atau minuman karena bakteri Coliform termasuk bakteri yang dapat menfermentasi laktosa. C. PT Raja Grafindo Persada. 1994). (Fardiaz. 1993. Dibandingkan dengan hasil praktikum yaitu sebesar 7. Srikandi.yang positif ditumbuhi jasad renik dan pada pengenceran kedua. DAFTAR PUSTAKA Fardiaz. Analisis Mikroba di Laboratorium. Coliforms and E. Dalam uji duga. 1992). PT Raja Grafindo Persada. Coli. PT Gramedia Pustaka Utama. UK Bakteri Coliform Posted by: JavAurora on: 3 Juli 2011 • • In: Ilmiah Comment! Terbersit juga untuk memposting makna dari bakteri coliform. Metode MPN merupakan uji deretan tabung yang menyuburkan pertumbuhan koliform sehingga diperoleh nilai untuk menduga jumlah koliform dalam sampel yang diuji. Untuk uji peneguhan dilakukan untuk meneguhkan bahwa gas yang terbentuk disebabkan oleh kuman koliform dan bukan disebabkan oleh kerja sama beberapa spesies sehingga menghasilkan gas. maka adanya bakteri yang dapat memfermentasi laktosa ditunjukkan dengan terbentuknya gas di dalam tabung Durham. Mikrobiologi Pangan 1. D and Fricker. Sebagai contoh. Jakarta Lay. BAB V PENUTUP 1. 1992. setiap tabung yang menghasilkan gas dalam masa inkubasi diduga mengandung bakteri koliform. kesembilan tabung menghasilkan 1-0-1 tabung yang positif ditumbuhi jasad renik. dapat dikatakan sampel minuman (sirup) masih memenuhi syarat kesehatan untuk dikonsumsi karena kurang dari standar MPN (<20 MPN/100 ml). Metode MPN dapat digunakan untuk menghitung jumlah jasad renik tertentu yang terdapat diantara campuran jasad renik lainnya. Analisis Mikrobiologi Pangan. Problem or Solution? The Royal Society of Chemistry. 1997. W.2 MPN/100 ml. . Jakarta ______________.

Bakteri coliform adalah golongan bakteri intestinal, yaitu hidup dalam saluran pencernaan manusia. Bakteri coliform adalah bakteri indikator keberadaan bakteri patogenik lain. Lebih tepatnya, sebenarnya, bakteri coliform fekal adalah bakteri indikator adanya pencemaran bakteri patogen. Penentuan coliform fekal menjadi indikator pencemaran dikarenakan jumlah koloninya pasti berkorelasi positif dengan keberadaan bakteri patogen. Bakteri coliform merupakan parameter mikrobiologis terpenting bagi kualitas air minum. Kelompok bakteri coliform, antara lain Eschericia coli, Enterrobacter aerogenes, dan Citrobacter fruendii. Keberadaan bakteri di dalam air minum itu menunjukkan tingkat sanitasi rendah. Keberadaan bakteri ini juga menunjukkan adanya bakteri patogen lain, misalnya, Shigella, yang menyebabkan diare hingga muntaber. Bakteri coliform timbul karena buangan kotoran manusia dan laundry dari rumah tangga yang merembes dari sungai-sungai dan juga disebabkan oleh pencemaran mata air atau air baku, lemahnya sistem filterisasi. Oleh karena itu, air minum harus bebas dari semua jenis coliform. Semakin tinggi tingkat kontaminasi bakteri coliform, semakin tinggi pula risiko kehadiran bakteri-bakteri patogen lain yang biasa hidup dalam kotoran manusia dan hewan. E. coli jika masuk ke dalam saluran pencernaan dalam jumlah banyak dapat membahayakan kesehatan. Menurut Pelczar & Chan (2008) walaupun E. coli merupakan bagian dari mikroba normal saluran pencernaan, tapi saat ini telah terbukti bahwa galur-galur tertentu mampu menyebabkan gastroeritris taraf sedang hingga parah pada manusia dan hewan. Salah satu contoh bakteri patogen-yang kemungkinan terdapat dalam air terkontaminasi kotoran manusia atau hewan berdarah panas adalah Shigella, yaitu mikroba penyebab gejala diare, deman, kram perut, dan muntah-muntah. Jenis bakteri coliform tertentu, misalnya E coli O:157:H7, bersifat patogen dan juga dapat menyebabkan diare atau diare berdarah, kram perut, mual, dan rasa tidak enak badan. Bakteri coliform ini menghasilkan zat ethionine yang pada penelitian menyebabkan kanker. Bakteri-bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun seperti Indole, skatole yang dapat menimbulkan penyakit bila berlebih didalam tubuh. E. coli dapat menyebabkan diare dengan metode 1) produksi enterotoksin yang secara tidak langsung dapat menyebabkan kehilangan cairan dan 2) invasi yang sebenarnya lapisan epitelium dinding usus yang menyebabkan peradangan dan kehilangan cairan. JAKARTA, KOMPAS.com — Banyaknya jumlah penderita penyakit menular yang ada di Jakarta ternyata 50 persen disebabkan oleh air bersih. Hasil penelitian dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular Kementerian Kesehatan menunjukkan, 100 persen sampel air bersih di DKI Jakarta sudah terkontaminasi bakteri coliform. Selain itu, 5-57 persen sampel air minum di DKI Jakarta ditemukan mengandung senyawa kimia.

"Dengan tingginya angka kontaminasi ini, pola hidup bersih dan sehat harus benar-benar dipraktikkan dalam aktivitas sehai-hari," kata Budi Haryanto dari Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia di Jakarta, Rabu (26/10/2011).
Jika artikel ini bermanfaat bagi anda, silahkan di , Terima Kasih

Perubahan yang terjadi di dalam lingkungan dapat mengakibatkan perubahan sifat morfologi dan sifat fisiologi mikroba. Beberapa golongan sangat tahan terhadap perubahan lingkungan, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan kondisi baru. Adapula golongan mikroba yang sama sekali peka terhadap perubahan lingkungan sehingga tidak dapat menyesuaikan diri. Advertisement Faktor lingkungan sangat penting artinya di dalam usaha mengendalikan kegiatan mikroba baik untuk kepentingan proses ataupun pengendalian. Mikroba memerlukan kondisi lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhannya. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba dapat berupa faktor abiotik (fisikawi maupun kimiawi) dan faktor biotik (meliputi kehidupan aksenik dan adanya asosiasi kehidupan). Faktor abiotik diantaranya temperatur, pH, kebutuhan air, tekanan osmosis dan oksigen molekuler (Suharni, 2009).

Pola Pertumbuhan Mikroba
Pertumbuhan mikroba pada umumnya sangat tergantung dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan, perubahan faktor lingkungan dapat mengakibatkan perubahan sifat morfologi dan fisiologi.

Hal ini dikarenakan, mikroba selain menyediakan nutrient yang sesuai untuk kultivasinya, juga diperlukan faktor lingkungan yang memungkinkan pertumbuhan optimumnya. Mikroba tidak hanya bervariasi dalam persyaratan nutrisinya, tetapi juga menunjukkan respon yang berbeda – beda. Untuk berhasilnya kultivasi berbagai tipe mikroba, diperlukan suatu kombinasi nutrient serta faktor lingkungan yang sesuai pernyataan (Pelczar dan Chan, 2006). Kemampuan mikroorganisme untuk tumbuh dan tetap hidup merupakan hal yang penting dalam ekosistem pangan. Suatu pengetahuan dan pengertian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan tersebut sangat penting untuk mengendalikan hubungan antara mikroorganisme ==>>makanan ==>>manusia. Beberapa faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme meliputi suplai zat gizi, waktu, suhu, air, pH, dan tersedianya oksigen (Buckle, 1985). Enzim, sistem transport elektron dan sisem transport nutrien pada membran sel bakteri sangat peka terhadap konsentrasi ion hidrogen (pH). Selama pertumbuhan, mikrobia dapat menyebabkan perubahan pH medium sehingga tidak sesuai lagi untuk pertumbuhan. Oleh karena itu perlu diberi bufer di dalam medium untuk mencegah perubahan pH. Berdasarkan pH minimum, optimum dan maksimum untuk pertumbuhan, mikrobia digolongkan ke dalam mikrobia asidofilik, neutrofilik dan mikrobia alkalinofilik. Tiap mikroba mempunyai kisaran pH tertentu untuk pertumbuhannya. Biasanya pH untuk bakteri 6,5-7,5, khamir 4,0-4,5, jamur benang dan aktinomisetes pada pH yang lebih luas 2,0-8,0 (Suharni, 2009).

Penentuan pH optimum Suatu Organisme
Sebagian organisme memiliki rentan pH optimum yang cukup sempit. Penentuan pH optimum untuk setiap species harus ditentukan secara empirik. Sebagian besar organisme (neutrofil) tumbuh baik pada pH 6,0 – 8,0, meskipun ada pula (asidopil) yang memiliki pH 10,5. Mikroorganisme mengatur pH internalnya terhadap rentang nilai pH eksternalnya yang cukup luas. Organisme asidofil mempertahankan pH internal kira-kira 6,5, dengan pH eksternalnya berkisar antara 1,0 – 5,0. Organisme neutrofil mempertahankan pH internal kirakira 7,5, dengan pH eksternal sekitar 5,5 – 8,5 dan organisme alkalofil mempertahankan pH internal kira-kira 9,5 dengan pH eksternal 9,0 – 11,0. pH internal diatur oleh rangkaian sistem pengangkutan proton berpangkat ATP primer dan penukaran Na+ / H+. Sistem pertukaran K+ / H+ diduga juga ikut mengatur pH internal pada organisme neutrofil (Brooks dkk, 1994). Di antara semua ion, ion H+ dan OH- adalah ion-ion yang paling penting, oleh sebab itu perubahan kadar yang kecil saja sudah menimbulkan pengaruh yang besar. Karena alasan ini adalah amat penting untuk menggunakan nilai pH awal yang optimum dan mempertahankannya sepanjang pertumbuhan. Kebanyakan organisme hidup paling baik, kalu kadar ion H+ dan ion OH- sama (pH=7). Banyak bakteri mengutamakan nilai pH yang lenih tinggi, jadi lingkungan yang basa lemah, seperti misalnya penitrifikasi, Rhizobium, Actinomyceten, bakteri pengurai ureum. Hanya sedikit yang tahan asam atau bahkan asidofil. Cendawan-cendawan mengutamakan nilai pH

mencakup adanya asosiasi atau kehidupan bersama antara mikroorganisme. atmosfer gas. tekanan osmotik. akan tetapi juga mempengaruhi keadaan lingkungan. Kimia Analitik. alkohol. faktor-faktor biotik terdiri atas makhluk-makhluk hidup. Berbagai istilah digunakan sehubungan dengan agen–agen kimia sesuai dengan kerjanya atau organisme khas yang terkena. Adapun faktor-faktor lingkungan dapat di bagi atas faktor-faktor biotik dan faktor-faktor abiotik. 1994). dapat dalam bentuk simbiose. waktu penggunaan dan faktor-faktor lingkungan lainnya seperti pH (Buckle. antibiose dan sintropisme. dan keadaan bahan yang didesinfeksi. yaitu. Kehidupan bakteri tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan. sedangkan bakterisidal dan fungisidal adalah bahan-bahan kimia yang dapat membunuh bakteri atau kapang. Akibatnya mungkin disebabkan oleh kerusakan pada membran sel atau oleh tindakan pada protein sel atau pada gen yang khas yang berakibat kematian atau mutasi (Volk dan Wheeler. perubahan ini disebut perubahan secara kimia. industri pengolahan. pertumbuhan mikroorganisme . maka pada pH 5. 1993). Bakteri dapat mengubah pH dari medium tempat ia hidup. Kerja dari bahan-bahan kimia antimikroba ini dapat bersifat khas yaitu hanya efektif pada jenis-jenis mikroorganisme tertentu. jumlah dan tipe mikroorganisme yang ada. asam. bakteriostatik. Beberapa bahan yang bersifat spektrum luas seperti hipoklorit dapat mematikan lebih banyak mikroorganisme. Faktor utama yang menentukan bagaimana desinfektan bekerja adalah kadar dan suhu desinfektan. waktu yang diberikan kepada desinfektan untuk bekerja. Bahan-bahan kimia yang bersifat bakteriostatik atau fungistatik adalah bahan-bahan kimia yang dipergunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri atau kapang. kelembaban. pH. karena tujuannya adalah perusakan agen–agen patogen. faktor abiotik. Berbagai logam. Kimia Organik.rendah. sinar gelombang dan pengeringan) serta faktor kimia (misal: adanya senyawa toksik atau senyawa kimia lainnya (Hadioetomo. golongan mikroba. Evektivitas dari setiap bahan antimikroba ini tergantung pada jumlah yang digunakan. Kimia Anorganik. Desinfeksi adalah proses penting dalam pengendalian penyakit. jika media biak dengan berbagai pH ditanam dengan tanah. 1985). Sebagai contoh antibiotika jenis penisilin dan tetrasiklin hanya dapat membunuh bakteri tetapi tidak membunuh khamir atau kapang. sedangkan pada pH 8. sinergisme. Di mana. deterjen dan antibiotika mempunyai efek antimikroba yang dipergunakan dalam industri pengolahan bahan pangan atau desinfeksi dan sanitasi alat-alat pengolahan dan ruangan-ruangan pabrik atau kadang-kadang sebagai bahan yang ditambahkan dalam bahan pangan sebagai zat pengawet. fenol. 1985).0 terutama bakteri (Schlegel. Tags: agen–agen kimia. contoh antibiotika. Desinfektan adalah bahan kimia yang dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme.0 yang berkembang terutama cendawan. fisiologi mikroba. Sedangkan faktor-faktor abiotik terdiri atas faktor fisika (misal: suhu. Mekanisme kerja desinfektan mungkin beraneka dari satu desinfektan ke yang lain. halogen. Jadi terlihat sejumlah faktor harus diperhatikan untuk melaksanakan tugas sebaik mungkin dalam perangkat suasana yang ada.

Untuk membuktikan ada tidaknya mikroba pada bahan (Daging Sapi). Medium yang paling banyak digunakan dalam pekerjaan rutin laboratorium adalah kaldu cair dan kaldu agar. Pada kenyataanya sedikit sekali lingkungan yang bersih dari bakteri. Adanya bakteri dalam bahan pangan dapat mengakibatkan pembusukan yang tidak diinginkan atau dapat menimbulkan penyakit yang ditularkan melalui makanan atau dapat melangsungkan fermentasi. 1987)..Untuk mengetahui cara pembuatan media agar pada penangkapan mikroba. Tanggal Percobaan Dimulai 07 November 2008 Tanggal Percobaan Selesai 10 November 2008 TINJAUAN PUSTAKA Mungkin yang yang paling sering dan banyak digunakan adalah prosedur perhitungan dengan penumbuhan dalam agar. Agar-agar merupakan kompleks merupakan kompleks polisakarida. . Secara sederhana suatu contoh suspensi sel atau bahan pangan homogenat diinokulasi ke dalam atau ke atas media nutrient agar dan setelah diinkubasi. Untuk itu diperlukan langkah-langkah untuk membuat makanan tetap awet dan bebas dari kontaminasi mikroba patogen. yaitu alat serupa tangki minyak yang dapat diisi dengan uap. Keunggulan agar yaitu mencair pada suhuy yang . Medium yang akan disterilkan ditempatkan didalam autoclave selama 15 sampai 20 menit. et al. Untuk mengetahui sifat-sifat morfologi bakteri. Tidak hanya bakteri yang menggunakan bahan makanan untuk hidup dan berkembang tetapi juga jamur dan kapang.info/faktor-faktor-yg-mempengaruhi-pertumbuhan-mikroba57451931082011 Media Agar dan Penanaman Mikroba PENDAHULUAN Dasar makanan yang baik bagi pemiaraan bakteri adalah medium yang mengandung zat-zat organic seperti buah. jumlah koloni yang terbentuk dihitung (Buckle.http://www. juga merupakan sumber makanan bagi perkembangan mikroorganisme. lebih-lebih jika yang akan diperiksa itu merupakan bakteri patogen. Untuk mensterilkan medium dapat dilakukan dengan autoclave. Pemeriksaan bakteri hidup harus dikerjakan dengan hati-hati. . daging. maka bakteri dapat diperiksa dalam keadaan hidup atau mati.artikelkimia. sayur-sayuran dan sisa-sisa makanan yang dibuat oleh manusia aaupun ramu-ramuan. Bahan pangan selain merupakan sumber gizi bagi manusia. Pemeriksaan morfologi bakteri ini perlu. dihasilkan oleh alga laut dan digunakan untuk pemadat pada makanan. Media merupakan bahan nutrisi yang disiapkan unutk pertumbuhan mikroba. Tujuan percobaan .Untuk mengetahui cara perhitungan mikroba. untuk mengenal nama bakteri. Disamping itu juga perlu pengenalan sifat-sifat fisiologisnya bahkan sifat-sifat fisiologis ini kebanyakan merupakan faktor terentu dalam mengenal nama spesies suatu bakteri.Untuk mengetahui cara penangkapan mikroba dengan menggunakan media agar. .

Agar .Inkubator . Media kimia diartikan salah satu media yang menggunakan bahan kimia yang telah diketahui (Tortora. sebuah media harus menyediakan sumber energi seperti karbon. Sedangkan mikroorganime lainnya memerlukan suatu medium yang sangat kompleks yaitu berupa medium ditambahkan darah atau bahan-bahan kompleks lainnya (Volk and Wheeler.Corong . masing-masing sel sukses untuk dikembangkan papad media padat yang membantu pertumbuhannya. Untuk mendukung pertumbuhan mikroba.Buffer fosfat Alat .1993). mineral dan faktor tumbuh (Anonimous. nitrogen. namun tetap dalam keadaan cair sampain suhu 40 0C ( Suryanto dan Munir.Pepton .Daging Reagensia . 1999) Mikroorganisme yang merusak daging dapat berasal dari infeksi dan ternak hidup dan kontaminasi daging postmortem. 2008).Blender . Nutrien ini adalah degradasi dari nutrien dengan molekul yang kompleks.Termometer . Secara teori. 2006). yang meliputi air. Jadi dengan inkubasi. energi. fosfor. Medium harus mengandung nutrien yang merupakan substansi dengan berat molekul rendah dan mudah larut dalam air.BTB (Brom Timol Blue) . idealnya jumlah koloni pada plate adalah kuadrat dari jumlah sel yang diinokulasi pada media (Black. sulfur.NaCl .sama dengan air. Beberapa mikroorganisme dapat hidup baik pada medium yang sangat sederhana yang hanya mengandung garam anargonik di tambah sumber karbon organik seperti gula. karbon.Aquadest . Mikroorganisme dapat ditumbuhkan dan dikembangkan pada suatu substrat yang disebut medium.Pipet tetes . dan bahan organik lainnya.Autoclave . Medium yang digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan mikroorganisme tersebut harus sesuai susunanya dengan kebutuhan jenis-jenis mikroorganisme yang bersangkutan. 1998). Nutrien dalam medium harus memenuhi kebutuhan dasar makhluk hidup. 2002) Pengukuran yang paling akurat untuk menghitung jumlah mikroba yang hidup biasanya menggunakan plate count.Botol whaeton . BAHAN DAN METODA Bahan . Kontaminasi permukaan daging atau karkas dapat terjadi sejak penyembelihan ternak hingga daging dapat dikonsumsi (Soeparno.Petridish .Oven .

Media kimia yaitu media yang harus mempertimbangkan penyediaan energi yaitu sumber karbon. 3. penyebaran.Ditambahkan aquadest 10 ml .Timbangan . Media kompleks yaitu media biasanya terdiri dari ekstrak yeast. 4.Diinkubasi selam 24 sampai 38 jam dengan cawan terletak terbalik .Diamati dan dihitung dengan koloni counter Rumus FP = faktor Pengencer PEMBAHASAN Perhitungan secara penumbuhan dalam cawan petri dapat dilakukan dengan menggunakan tiga metoda yaitu metoda penuangan. diambil suspensi 2 hari yang lau . Metode ini larutan yang mengandung mikroba disaring dengan menggunakan membrane steril atau filter yang mempunyai ukuran pori-pori yang kecil. Media merupakan bahan nutrisi yang disiaokan untuk pertumbuhan mikroba.Diambil suspensi bakteri yang telah diencerkan 2 kali .Kain saring .Koloni counter .Dari 3 pengenceran.Dipanaskan dalam autoclave pada suhu 121oC selama 15 menit Pembuatan media agar . tumbuhan. nitrogen.Dihilangkan lemak pada daging.Dimasukkan dalam botol wheatone . 5. Agar adalah komlekss polisakarida. Cara lain adalah dengan tenik MPN (most proable number) yaiu metode perhitungan dengan pengenceran larutan yang mengandung mikroba sampai steril.Beaker glass . Sehingga mikroba akan tertinggal pada membran.Disterilisasi dalam autoclave pada suhu 121oC selama 15 menit . sulfur dan fosfor. Hal ini biasanya dilakukan untuk menhitung jumlah bakteri dalam suatu bahan pangan. atau kultur protein. dengan cara diblender . 6.Sendok] Prosedur Percobaan Pembuatan ekstrak daging . dihasilkan oleh alga laut dan digunakan untuk pemadat pada makanan. dan penetesan. Media diferensial yaitu media yang dibuat untuk memudahkan mengenali koloni organisme yang diinginkan. Cara lain adalah dengan penyaringan dengan membran.Hot plate .Dituang dalam cawan petridish yang telah dimasukkan suspensi sebanyak 5 ml Penanaman media . Keuntungannya yaitu dibuat sangant peka dengan penggunaan volume inokulum contoih yang besar . 2. Media selektif yaitu media yang dibuat untuk menekan pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan dan meningkatkan pertumbuhan bakteri yang diinginkan. .Diambil PCA (agar) . Hal diatas adalah dengan menggunakan metode agar.. daging sapi. Jenis-jenis media yaitu : 1. dapat menggunakan media selektif. Media Anaerobik yaitu media yang mengandung bahan seperti natrium tioglikolat yang dapat berikatan dengan oksigen terlarut dan menghilangkan oksigen pada medium.

bahkan oksigen merupakan racun baginya. Bakteri : mikroorganisme bersel satu. Hal ini terjadi karena zat gizi yang ada telah habis atau penimbunan zat racun sebagai hasil akhir. . Jamur ada yang uniseluler dan ada yang multiseluler. Suplai zat gizi Mikroorganisme membutuhkan makanan sama seperti mahkluk lainnya. 3.Anaerobik : tidak dapat tumbuh dengan adanya oksigen.0-8. 6. Waktu Tentu saja seriap makhluk hidup termasuk mikroba membutuhkan waktu untuk berkembang biak. . jika tidak tersedia maka akan terus anaerobik.0. 7. Bakteri patogen yang terdapat dalam makanann misalnya E.Mikroerofilik : mikroba yang lebih dapat tumbuh dengan kadar oksigen lebih rendah daripada yang di atmosfer. 2. Aktifitas air adalah jumlah air yang terdapat dalam bahan pangan. Khamir : bagian dari fungi (Jamur) yang tersusun dari satu sel atau uni seluler. Radiasi Fase pertumbuhan bakteri adalah : . apabila suhu naik maka metabolisme naik dan pertumbuhan dipercepat atau apabila suhu naik atau turun sel berhenti melakukan kegiatan metabolisme. Jamur : organisme eukariotik yang merupakan organisme pengurai. Faktor-faktor kimia 8. Kapang : bagian dari fungi yang tersusun atas banyak sel (multiseluler).Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba yaitu : 1.Aerobik : membutuhkan udar unutk kegiatan metabolismenya. Ketersediaan Oksigen Mikroba terbagi atas beberapa kelompok : . miseliumnya berwarna-warni sehingga mudah dikenali. Hidup bebas dan terdapat di mana-mana. Mikroba terdiri dari : 1. Suhu Suhu sangat penting bagi pertumbuhan mikroba. 4.Fase log : setelah beradaptasi. Makanan yang banyak mengandung karbohidrat akan mudah terkontaminasi jamur sedangkan makanan yang banyak mengandung protein akan lebih mudah terkontaminasi oleh bakteri. 4. prokariotik yang paling sederhana. cli yang biasanya . 5. sel-sel akan tumbuh dan membelah diri secara eksponensial. Pertumbuhan bakteri membentuk suatu kurva atau fase logritmik. 2. Jadi dengan adanya zat gizi yang cukup maka pertumbuhan mikroba akan sangat cepat. .Fase lambat : fase adaptasi mikroba dengan media. Jenis mikroba yang berbeda membutuhkan air yang berbeda. . Mikroorganisme yang terdapat pada makanan antara lain bakteri. 3. khamir dan kapang. .Fase menurun : sel-sel yang berada pada fase tetap akhirnya mati bila tiodak dipindahkan ke media lainnya.Fase tetap : dimana mikroba tidak lagi tumbuh. Nilai pH Nilai pH untuk pertumbuhan bakteri adalah sekitar atau berkisar antara pH 6. .Anaerobik fakultatif : dimana oksigen digunakan akan dipergunakan apabila tersedia. Aktifitas air Semua organisme membutuhkan air pada proses metabolisme. Ia tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat dikatakan sebagi tumbuhan.

Soeparno. A. 5. G. sosis. 3. Permasalahan utama yang dihadapi sumber daya air meliputi permasalahan kuantitas dan kualitas air. Prentice Hall. air harus memenuhi persyaratan baik fisika. kimia. Wheeler. Jumlah mikroba pada larutan rendaman daging dengan penceran 10-1 adalah 410 CPU/ml sedangkan pada pengenceran 10-2 adalah 7700 CPU/ml. Pembiakan dengan Media Agar. Penerbit Erlangga. UI-Press. Dalam pemenuhan syarat kualitas air harus diperhatikan karakteristik fisik perairan. Munir.. aktifitas air. 2002. USU-Press. Volk. Suryanto. 1987. fase lag. mikrobiologi dan radioaktif. 1989. Ilmu Pangan. 2006. Funke. R.disebaqkan oleh konsumsi air yang terkontaminasi. Case. aktifitas penduduk dan sistem sanitasi/sistem pembuangan limbah rumah tangga. New York. J. and C. Black. kualitas air alamiah dan juga karakteristik akifer. fase tetap dan fase menurun. J. 2011 by formula1girl_9588 Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk hajat hidup orang banyak. oksigen 4. Penerjemah H. 1999. 20008.. dan M. D. Ilmu dan Teknologi Daging. Medan. 2. Fleet. K. da sebagainya.com. G. 7. coli yang ada pada sumur sampel. media kimia. Dari segi kualitas.. dan E. A. Microbiology : An Introduction. R. kepadatan penduduk. bahkan oleh semua mahluk hidup sehingga harus dikelola dan dilestarikan dengan baik. Jakarta. sistem pembuangan limbah rumah tangga yang ada serta dapat mengetahui korelasi atau hubungannya dengan kadar jumlah bakteri E. Buckle. KESIMPULAN 1. dihasilkan oleh alga laut dan digunakan untuk pemadat pada makanan. Edwards. media selektif. Purnomo dan Adiono.New Jersey.H. Jakarta Total Coliform dalam Air Tanah Posted on February 2. Media agar merupakan salah satu media untuk menanam dan mengitung jumlah bakteri. Addison Wesley Longman. media anaerob. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri adalah zat gizi. [22 September 2008]. suhu. Microbiology : Principles and Exploration. Agar adalah kompleks polisakarida. Jenis-jenis media adalah media agar. 1998. Gajah Mada University Press. Clostridium botulinum sering terdapat pada makanan yang telah diolah misalnya dikalengkan atau difermentasi. Tortora. anaerob fakultatif dan mikroerofilik.. DAFTAR PUSTAKA Anonimous. Staphylococcus aureus ditemukan pada makanan yang mengandung perotein tinggi misalnya telur. B. Karakteristik akifer mempunyai peranan dalam proses dalam pembentukan air tanah sehingga perlu diperhatikan tipe akifer . Bahan Ajar : Mikrobiologi. F. Fase pertumbuhan bakteri adalah fase lambat. Berdasarkan ketersediaan oksigen mikroba terbagi atas bakeri aerobik. Yogyakarta. http://yahoo. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dan mengetahui data tentang aktifitas penduduk. waktu. G. A. media kompleks dan media diferensial 6. anaerobik. W. and Wooton. Mikrobiologi Dasar. Permasalahan yang dihadapi kualitas air tanah dapat disebabkan faktor-faktor seperti kepadatan penduduk. L.

coli yang ada pada sumur sampel di daerah penelitian. Kondisi ini perlu menjadi perhatian dan penanganan yang khusus baik oleh masyarakat maupun pemerintah agar dapat terciptanya kualitas air tanah yang memenuhi standar kualitas sanitasi. Sistem sanitasi/sistem pembuangan limbah rumah tangga penduduk merupakan hal yang penting dalam menjaga kualitas air tanah karena sistem pembungan limbah yang tidak baik akan menyebabkan kontaminasi terhadap kualitas air tanah. coli yaitu jarak septictank jauh. aktifitas penduduk sekitar yang tidak banyak melibatkan penduduk seperti pertanian.dan zona akifernya. Dalam penganalisaan data primer dapat diketahui data kependudukan. tingkat sosila ekonomi dan pendidikan masyarakat. Dari penelitian dapat dihasilkan data tentang titik lokasi sampel. Analisa terhadap kadar jumlah bakteri E. Kepadatan penduduk juga menyebabkan semakin tingginya aktifitas penduduk yang berakibat pada meningkatnya jumlah limbah rumah tangga penduduk yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan penduduk tersebut. Arah aliran tanah tersebut disebabkan gerakan air tanah karena potensi kelembaban total dan kemiringan dua titik atau lokasi dalam lapisan tanah. baku mutu lingkungan serta mencegah terjadinya pencemaran kualitas air tanah tersebut. sistem sanitasi serta persepsi atau pengetahuan masyarakat tentang sanitasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi titik sampel dengan jumlah bakteriE. dan konstruksi ring sumur. http://uripsantoso. pembuangan limbah rumah tangga melalui saluran pembuangan yang sesuai dengan kriteria. serta nilai jumlah bakteri E. Aktifitas penduduk dapat mempengaruhi kualitas air tanah karena semua aktifitas penduduk dapat menghasilkan limbah domestik yang berbeda-beda. coli di daerah penelitian. Semakin tinggi tingkat aktifitas penduduk yang banyak melibatkan penduduk berarti semakin banyak limbah domestik yang dihasilkan penduduk dan menyebabkan semakin besar dampak yang akan ditimbulkan terhadap kualitas air tanah/sumur yang ada di sekitarnya. Perkarangan rumah yang sempit menyebabkan penduduk banyak yang membuat septictank di rumahnya dengan letak dekat sumur air bersih.wordpress. Sedangkan pada aktifitas penduduk yang tidak melibatkan banyak penduduk seperti aktifitas pertanian limbah yang dihasilkan tidak banyak sehingga kurang mempengaruhi kualitas air tanah disekitarnya. jawaban kuisioner yang telah dibagikan kepada penduduk. Kondisi sistem pembuangan limbah yang buruk ini dapat menyebabkan tingginya kontaminasi dan pengaruh terhadap kualitas air sumur serta dapat menyebabkan tingginya jumlah bakteri E. Arah aliran air tanah dapat ditentukan dengan metode ”three Point Problem” atau dengan cara membuat garis lurus terhadap garis kontur air tanah.com/2010/09/08/kajian-kualitas-air-tanah-ditinjau-dariparameter-bakteri-escherichia-coli-e-coli/ LAMPIRAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 82 TAHUN 2001 TANGGAL 14 DESEMBER 2001 . coli dilaksanakan secara deskriptif dengan pertimbangan baku mutu air bersih sesuai Golongan I Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001. Prinsip dasar dalam membuat arah aliran air tanah yaitu pergerakan air dari tempat tinggi ke tempat yang rendah. status rumah dan fasilitas umum. penghitungan elevasi air tanah. Kepadatan penduduk menyebabkan lahan banyak digunakan untuk pemukiman dan pembangunan sehingga jarak antar rumah semakin dekat serta perkarangan rumah juga menjadi semakin sempit.

05 0.2 (-) 1 0.05 0.01 0. Fe ≤ 5 mg/L Apabila secara alamiah di luar rentang tersebut.02 mg/L sebagai NH3 Besi mg/L 0. kandungan amonia bebas untuk ikan yang peka ≤ 0. Cu ≤ 1 mg/L Bagi pengolahan air minum secara konvensional.01 0.05 0.3 (-) (-) (-) .02 6-9 3 25 4 0. maka ditentukan berdasarkan kondisi alamiah o SATUAN I KELAS II III KETERANGAN IV Deviasi temperatur dari keadaan almiahnya Bagi pengolahan air minum secara konvesional.05 0.02 6-9 6 50 3 1 20 (-) 1 0.2 10 (-) 1 0.5 0.02 5-9 12 100 0 5 20 (-) 1 0.2 (-) 1 0.01 0.01 0.2 (-) 1 0.TENTANG PENGELOLAAN KUALITAS AIR DAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR Kriteria Mutu Air Berdasarkan Kelas PARAMETER FISIKA Tempelatur Residu Terlarut Residu Tersuspensi KIMIA ANORGANIK pH BOD COD DO Total Fosfat sbg P NO 3 sebagai N NH3-N Arsen Kobalt Barium Boron Selenium Kadmium Khrom (VI) Tembaga mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 6-9 2 10 6 0.2 Bagi pengolahan air minum secara konvensional.05 0.01 0.2 10 0. residu tersuspensi ≤ 5000 mg/ L C deviasi 3 deviasi 3 deviasi 3 deviasi 5 1000 50 1000 50 1000 400 2000 400 mg/ L mg/L Angka batas minimum Bagi perikanan.05 0.01 0.05 0.2 1 1 0.

Gross-B KIMIA ORGANIK Minyak dan Lemak Detergen sebagai MBAS Senyawa Fenol sebagai Fenol BHC Aldrin / Dieldrin Chlordane DDT Heptachlor dan heptachlor epoxide mg/L mg/L mg/L mg/L mg/l mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 0.03 0.03 0.5 0.1 1 1000 200 1 210 (-) (-) 2 (-) 0.002 1 (-) 0.1 mg/L Bagi pengolahan air minum secara konvensional.001 0.06 400 0.1 1 1000 200 1 210 (-) (-) 2 (-) .03 0.02 0.06 (-) 0.1 0.Timbal Mangan Air Raksa Seng Khlorida Sianida Fluorida Nitrit sebagai N Sulfat Khlorin bebas Belereng sebagai H2S MIKROBIOLOGI Fecal coliform -Total coliform -RADIOAKTIVITAS .05 (-) 0.03 (-) 0.002 0. S sebagai H2S <0. Pb ≤ 0. NO2_N ≤ 1 mg/L Bagi ABAM tidak dipersyaratkan Bagi pengolahan air minum secara konvensional.02 1.02 1. Zn ≤ 5 mg/L Bagi pengolahan air minum secara konvensional.03 (-) 0.1 1 1000 200 1 210 17 3 2 18 0.1 mg/L jml/100 ml jml/100 ml 100 1000 1000 5000 2000 10000 2000 Bagi pengolahan air minum secara konvensional.5 0.002 0.06 (-) 0. fecal coliform ≤ 2000 jml / 100 ml 10000 dan total coliform ≤ 10000 jml/100 ml 0.05 600 0.5 0.Gross-A .1 1 (-) (-) (-) (-) (-) (-) 2 (-) Bq /L Bq /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L 0.05 (-) 0.005 2 (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) Bagi pengolahan air minum secara konvensional.002 0.03 0.002 0.

MEGAWATI SOEKARNO PUTRI KUALITAS DAN KUANTITAS AIR BERSIH UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN MANUSIA 18 01 2010 . Arti (-) di atas menyatakan bahwa untuk kelas termasuk.Lindane Methoxyclor Endrin Toxaphan ug /L ug /L ug /L ug /L 56 35 1 5 (-) (-) 4 (-) (-) (-) 4 (-) (-) (-) (-) (-) Keterangan : mg ug ml L Bq MBAS ABAM = miligram = mikrogram = militer = liter = Bequerel = Methylene Blue Active Substance = Air Baku untuk Air Minum Logam berat merupakan logam terlarut Nilai di atas merupakan batas maksimum. Nilai DO merupakan batas minimum. Bagi pH merupakan nilai rentang yang tidak boleh kurang atau lebih dari nilai yang tercantum. kecuali untuk pH dan DO. parameter tersebut tidak dipersyaratkan Tanda ≤ adalah lebih kecil atau sama dengan Tanda < adalah lebih kecil PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd.

Sehingga perlu diketahui bagaimana air dikatakan bersih dari segi kualitas dan bisa digunakan dalam jumlah yang memadai dalam kegiatan sehari-hari manusia. Semakin tinggi taraf kehidupan seseorang semakin meningkat pula kebutuhan manusia akan air. Ditinjau dari segi kualitas. Sehingga untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya manusia berupaya mendapatkan air yang cukup bagi dirinya (Suharyono. Air adalah materi esensial didalam kehidupan. Sebagian besar tubuh manusia itu sendiri terdiri dari air. Air di dalam tubuh manusia berfungsi sebagai pengangkut dan pelarut bahan-bahan makanan yang penting bagi tubuh. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan industri terdapat pengertian mengenai Air Bersih yaitu air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapatdiminum apabila dimasak. karena air dipergunakan pula untuk mencuci. Kata Kunci : Kualitas. Semakin maju tingkat kebudayaan masyarakat maka penggunaan air makin meningkat. membersihkan peralatan. 1996). Agar kelangsungan hidup manusia dapat berjalan lancar. kulitas kimia yang terdiri atas pH. alat transportasi. mandi. kesadahan. Air. berat badan terdiri dari air. air bersih juga harus tersedia dalam jumlah yang memadai sesuai dengan aktifitas manusia pada tempat tertentu dan kurun waktu tertentu. Air bersih dibutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan manusia untuk melakukan segala kegiatan mereka. dan sebagainya serta kualitas biologi diman air terbebas dari mikroorganisme penyebab penyakit. sehingga mengakibatkan jumlah kebutuhan air (Suriawiria. Bagi manusia kebutuhan akan air sangat mutlak karena sebenarnya zat pembentuk tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air yang jumlahnya sekitar 73% dari bagian tubuh. .12 Votes RICA DENIS (E2A009016) ABSTRAK Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu. Dalam menjalankan fungsi kehidupan sehari-hari manusia amat tergantung pada air. Tubuh manusia rata-rata mengandung air sebanyak 90 % dari berat badannya. dan lain sebagainya. Manusia Air sebagai materi esensial dalam kehidupan tampak dari kebutuhan terhadap air untuk keperluan sehari-hari di lingkungan rumah tangga ternyata berbeda-beda di setiap tempat. Jumlahpenduduk dunia setiap hari bertambah. setiap tingkatan kehidupan atau setiap bangsa dan negara. di antaranya kualitas fisik yang terdiri atas bau.1996: 3). untuk anak-anak sekitar 65% dan untuk bayi sekitar 80% . dan lain sebagainya yang sejenis dengan ini. Sedangkan kuantitas menyangkut jumlah air yang dibutuhkan manusia dalam kegiatan tertentu. sekitar 55-60%. Manfaat lain dari air berupa pembangkit tenaga. warna dan rasa. Tubuh orang dewasa. tidak ada satupun makhluk hidup di dunia ini yang tidak membutuhkan air. irigasi. ada bebarapa persyaratan yang harus dipenuhi.

Kebutuhan air yang paling utama bagi manusia adalah air minum. Menurut ilmu kesehatan setiap orang memerlukan air minum hidup 2-3 minggu tanpa makan tetapi hanya dapat bertahan 2-3 hari tanpa air minum (Suripin, 2002). Air merupakan faktor penting dalam pemenuhan kebutuhan vital bagi mahluk hidup diantaranya sebagai air minum atau keperluan rumah tangga lainnya. Air yang digunakan harus bebas dari kuman penyakit dan tidak mengandung bahan beracun. Sumber air minum yang memenuhi syarat sebagai air baku air minum jumlahnya makin lama makin berkurang sebagai akibat ulah manusia sendiri baik sengaja maupun tidak disengaja. Upaya pemenuhan kebutuhan air oleh manusia dapat mengambil air dari dalam tanah, air permukaan, atau langsung dari air hujan. Dari ke tiga sumber air tersebut, air tanah yang paling banyak digunakan karena air tanah memiliki beberapa kelebihan di banding sumbersumber lainnya antara lain karena kualitas airnya yang lebih baik serta pengaruh akibat pencemaran yang relatif kecil. Akan tetapi air yang dipergunakan tidak selalu sesuai dengan syarat kesehatan, karena sering ditemui air tersebut mengandung bibit ataupun zat-zat tertentu yang dapat menimbulkan penyakit yang justru membahayakan kelangsungan hidup manusia. Berdasarkan masalah di atas, maka perlu diketahui kualitas air yang bisa digunakan untuk kebutuhan manusia tanpa menyebabkan akibat buruk dari penggunaan air tersebut. Kebutuhan air bagi manusia harus terpenuhi baik secara kualitas maupun kuantitasnya agar manusia mampu hidup dan menjalankan segala kegiatan dalam kehidupannya. Ditinjau Dari Segi Kualitas (Mutu) Air Secara langsung atau tidak langsung pencemaran akan berpengaruh terhadap kualitas air. Sesuai dengan dasar pertimbangan penetapan kualitas air minum, usaha pengelolaan terhadap air yang digunakan oleh manusia sebagai air minum berpedoman pada standar kualitas air terutama dalam penilaian terhadap produk air minum yang dihasilkannya, maupun dalam merencanakan sistem dan proses yang akan dilakukan terhadap sumber daya air (Razif, 2001:4).

Persyaratan Kualitas Air
Parameter Kualitas Air yang digunakan untuk kebutuhan manusia haruslah air yang tidak tercemar atau memenuhi persyaratan fisika, kimia, dan biologis. 1. Persyaratan Fisika Air Air yang berkualitas harus memenuhi persyaratan fisika sebagai berikut: 1. Jernih atau tidak keruh Air yang keruh disebabkan oleh adanya butiran-butiran koloid dari tanah liat. Semakin banyak kandungan koloid maka air semakin keruh. 1. Tidak berwarna

Air untuk keperluan rumah tangga harus jernih. Air yang berwarna berarti mengandung bahan-bahan lain yang berbahaya bagi kesehatan. 1. Rasanya tawar Secara fisika, air bisa dirasakan oleh lidah. Air yang terasa asam, manis, pahit atau asin menunjukan air tersebut tidak baik. Rasa asin disebabkan adanya garam-garam tertentu yang larut dalam air, sedangkan rasa asam diakibatkan adanya asam organik maupun asam anorganik. 1. Tidak berbau Air yang baik memiliki ciri tidak berbau bila dicium dari jauh maupun dari dekat. Air yang berbau busuk mengandung bahan organik yang sedang mengalami dekomposisi (penguraian) oleh mikroorganisme air. 1. Temperaturnya normal Suhu air sebaiknya sejuk atau tidak panas terutama agar tidak terjadi pelarutan zat kimia yang ada pada saluran/pipa, yang dapat membahayakan kesehatan dan menghambat pertumbuhan mikro organisme. 1. Tidak mengandung zat padatan Air minum mengandung zat padatan yang terapung di dalam air. 1. Persyaratan Kimia Kandungan zat atau mineral yang bermanfaat dan tidak mengandung zat beracun. 1) pH (derajat keasaman) Penting dalam proses penjernihan air karena keasaman air pada umumnya disebabkan gas Oksida yang larut dalam air terutama karbondioksida. Pengaruh yang menyangkut aspek kesehatan dari pada penyimpangan standar kualitas air minum dalam hal pH yang lebih kecil 6,5 dan lebih besar dari 9,2 akan tetapi dapat menyebabkan beberapa senyawa kimia berubah menjadi racun yang sangat mengganggu kesehatan. 2) Kesadahan Kesadahan ada dua macam yaitu kesadahan sementara dan kesadahanvnonkarbonat (permanen). Kesadahan sementara akibat keberadaan Kalsium dan Magnesium bikarbonat yang dihilangkan dengan memanaskan air hingga mendidih atau menambahkan kapur dalam air. Kesadahan nonkarbonat (permanen) disebabkan oleh sulfat dan karbonat, Chlorida dan Nitrat dari Magnesium dan Kalsium disamping Besi dan Alumunium. Konsentrasi kalsium dalam air minum yang lebih rendah dari 75 mg/l dapat menyebabkan penyakit tulang rapuh, sedangkan konsentrasi yang lebih tinggi dari 200 mg/l dapat menyebabkan korosifitas pada pipa-pipa air. Dalam jumlah yang lebih kecil magnesium dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan tulang, akan tetapi dalam jumlah yang lebih besar 150 mg/l dapat menyebabkan rasa mual.

3) Besi Air yang mengandung banyak besi akan berwarna kuning dan menyebabkan rasa logam besi dalam air, serta menimbulkan korosi pada bahan yang terbuat dari metal. Besi merupakan salah satu unsur yang merupakan hasil pelapukan batuan induk yang banyak ditemukan diperairan umum. Batas maksimal yang terkandung didalam air adalah 1,0 mg/l 4) Aluminium Batas maksimal yang terkandung didalam air menurut Peraturan Menteri Kesehatan No 82 / 2001 yaitu 0,2 mg/l. Air yang mengandung banyak aluminium menyebabkan rasa yang tidak enak apabila dikonsumsi. 5) Zat organik Larutan zat organik yang bersifat kompleks ini dapat berupa unsur hara makanan maupun sumber energi lainnya bagi flora dan fauna yang hidup di perairan 6) Sulfat Kandungan sulfat yang berlebihan dalam air dapat mengakibatkan kerak air yang keras pada alat merebus air (panci / ketel)selain mengakibatkan bau dan korosi pada pipa. Sering dihubungkan dengan penanganan dan pengolahan air bekas. 7) Nitrat dan nitrit Pencemaran air dari nitrat dan nitrit bersumber dari tanah dan tanaman. Nitrat dapat terjadi baik dari NO2 atmosfer maupun dari pupuk-pupuk yang digunakan dan dari oksidasi NO2 oleh bakteri dari kelompok Nitrobacter. Jumlah Nitrat yang lebih besar dalam usus cenderung untuk berubah menjadi Nitrit yang dapat bereaksi langsung dengan hemoglobine dalam daerah membentuk methaemoglobine yang dapat menghalang perjalanan oksigen didalam tubuh. Chlorida Dalam konsentrasi yang layak, tidak berbahaya bagi manusia. Chlorida dalam jumlah kecil dibutuhkan untuk desinfektan namun apabila berlebihan dan berinteraksi dengan ion Na+ dapat menyebabkan rasa asin dan korosi pada pipa air. 9) Zink atau Zn Batas maksimal Zink yang terkandung dalam air adalah 15 mg/l. penyimpangan terhadap standar kualitas ini menimbulkan rasa pahit, sepet, dan rasa mual. Dalam jumlah kecil, Zink merupakan unsur yang penting untuk metabolisme, karena kekurangan Zink dapat menyebabkan hambatan pada pertumbuhan anak. 1. 3. Persyratan mikrobiologis

Tidak mengandung bakteri patogen. Cladocera dan lain-lain. Vibrio cholera dan lain-lain. Tidak mengandung bakteri non patogen seperti: Actinomycetes.1995) 1. Penyakit-penyakit ini hanya dapat menyebar apabila mikro penyebabnya dapat masuk ke dalam air yang dipakai masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kuman-kuman ini mudah tersebar melalui air. 2. Kandungan BOD dalam air bersih menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No 82 / 2001 mengenai baku mutu air dan air minum golongan B maksimum yang dianjurkan adalah 6 mg/l Adanya penyebab penyakit didalam air dapat menyebabkan efek langsung dalam kesehatan.Persyaratan mikrobiologis yangn harus dipenuhi oleh air adalah sebagai berikut: 1. apabila nilai COD melebihi batas dianjurkan.20 Tahun 1990 ) Kadar Maksimum Golongan Golongan Golongan Golongan A B C D 1000 1000 1000 No Parameter FISIKA 1 Bau 2 Jumlah zat padat terlarut 3 Kekeruhan 4 Rasa Satuan Mg/L 1000 Skala NTU 5 - . 2000 : 15). 2000 : 15). (Sujudi. missalnya: bakteri golongan coli. Standar Kualitas Air di Perairan Umum ( Peraturan Pemerintah No. COD (Chemical Oxygen Demand) COD yaitu suatu uji yang menentukan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bahan oksidan misalnya kalium dikromat untuk mengoksidasi bahan-bahan organik yang terdapat dalam air (Nurdijanto. mikroorganisme tidak tertarik menggunakan bahan organik makin rendah BOD maka kualitas air minum tersebut semakin baik. 1. Penggunaan oksigen yang rendah menunjukkan kemungkinan air jernih. Nilai BOD tidak menunjukkan jumlah bahan organik yang sebenarnya tetepi hanya mengukur secara relatif jumlah oksigen yang dibutuhkan. Kandungan COD dalam air bersih berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 82 / 2001 mengenai baku mutu air minum golongan B maksimum yang dianjurkan adalah 12 mg/l. Phytoplankton colifprm. maka kualitas air tersebut buruk. BOD (Biochemical Oxygen Demand) Adalah jumlah zat terlarut yang dibutuhkan oleh organisme hidup untuk memecah bahan – bahan buangan didalam air (Nurdijanto. Salmonella typhi.

5 1.0 0.05 0.5 0.005 0.5 0.002 .05 6.002 0.017 0.1 200 10 1.5 0.005 1 0.0007 0.0003 0.01 0.01 5 0.005 1 1.01 >=6 0.1 400 0.4 D 7 DDT Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.5 0.03 0.03 0.00001 0.2 0.05 - 0.003 0.001 0.02 0.05 1.pH 17 Selenium 18 Seng 19 Sianida 20 Sulfat 21 Sulfida sebagao H2S 22 Tembaga 23 Timbal 24 Oksigen terlarut (DO) 25 Nikel 26 SAR (Sodium Absortion Ratio) Kimia Organik 1 Aldrin dan dieldrin 2 Benzona 3 Benzo (a) Pyrene 4 Chlordane (total isomer) 5 Chlordane 6 2.06 6–9 0.05 0.02 0.01 0.3 0.0 0.05 2 0.03 >3 5–9 0.001 0.5 6 7 Warna Suhu Daya Hantar Listrik Skala TCU 15 o C Suhu udara Umhos/cm 2250 KIMIA anorganik 1 Air raksa 2 Aluminium 3 Arsen 4 Barium 5 Besi 6 Florida 7 Kadmium 8 Kesadahan CaCO3 9 Klorida 10 Kromium valensi 6 11 Mangan 12 Natriun 13 Nitrat sebagai N 14 Nitrit sebagai N 15 Perak 16 .5 – 8.003 0.005 500 250 0.02 0.01 5 0.01 600 0.5 – 2.1 400 0.002 1 0.01 1 2 60 0.05 0.1 1 0.042 0.10 0.5 10 1 5–9 0.1 1 0.05 1 5 1.5 Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.

01 0. industri dan PLTA. air .1 1.004 0.1 1.00001 0.056 0.4.5 0.8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Detergent 1.03 0.05 Nihil 0.018 0.001 0.1 Dichloroethane Heptachlor heptachlor epoxide Hexachlorobenzene Lindane Metoxychlor Pentachlorophenol Pestisida total 2.001 1 0. Pemeriksaan MPN dilakukan untuk pemeriksaan kualitas air minum.0 0.21 Mikrobiologik 1 Koliform tinja 2 Total koliform Radioaktivitas 1 Gross Alpha activity 2 Gross Beta activity Jml/100ml 0 Jml/100ml 3 2000 10000 Bq/L Bq/L 0.1 1.1 0.0 Golongan A : air untuk air minum tanpa pengolahan terlebih dahulu Golongan B : air yang dipakai sebagai bahan baku air minum melalui suatu pengolahan Golongan C : air untuk perikanan dan peternakan Golongan D : air untuk pertanian dan usaha perkotaan.0003 0.6 Trichlorophenol Zat Organik (KMnO4) Endrin Fenol Karbon kloroform ekstrak Minyak dan lemak Organofosfat dan carbanat PCD Senyawa aktif biru metilen Toxaphene BHC Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.01 0.2 Dichloroethane 1.1 1.0 0. Untuk mengetahui kualitas air tersebut. perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium yang mencakup antara lain pemeriksaan bakteriologi air.002 0.1 Nihil 0. Kualitas air yang digunakan masyarakat harus memenuhi syarat kesehatan agar dapat terhindar dari berbagai penyakit maupun gangguang kesehatan yang dapat disebabkan oleh air.003 0.005 0.5 0.1 0. meliputi Most Probable Number (MPN) dan angka kuman.01 10 - 0.2 0.035 0.0 0.004 0.

Air yang masuk sistem distribusi E. coli atau Fecal col Total Bakteri Coliform 1.bersih. Air Minum E. Mengingat bahwa berbagai penyakit dapat dibawah oleh air kepada manusia memanfaatkannya. seperti Actinomycetes dan Cladocera (Soewarno. Air pada sistem distribusi E. maka tujuan utama penyediaan air bersih/air minum bagi masyarakat adalah untuk mencegah penyakit yang dibawah oleh air. Salmonella typhi. 2002). Persyaratan Kualitas air minum secara Bakteriologis Parameter 1 1. air kolam renang dan pemeriksaan angka kuman pada air PDAM. Vibrio cholera. disyaratkan bahwa tidak mengandung bakteri patogen. air pemandian umum. Khusus untuk air minum. misalnya bakteri golongan E. Kuman-kuman ini mudah tersebar melalui air (Transmitted by water) dan tidak mengandung bakteri non-patogen. 2002) Ditinjau dari jumlah atau kuantitas air yang dibuthkan manusia. coli. Penyediaan air bersih selain kuantitas kualitasnya pun harus memenuhi standar yang berlaku. Air minum yang memenuhi baik kuantitas maupun kualitas sangat membantu menurunkan angka kesakitan penyakit perut terutama penyakit diare. kebutuhan dasar air bersih adalah jumlah air bersih minimal yang perlu disediakan agar manusia dapat hidup secara layak yaitu dapat memperoleh air yang diperlukan untuk melakukan aktivitas dasar sehari- . air badan. Sehingga pengawasan terhadap kualitas air minum agar tetap memenuhi syarat-syarat kesehatan berdasarkan Kepmenkes RI No 907/Menkes/SK/VII/2002 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum (Depkes. coli atau Fecal coli 1. coli atau Fecal col Total Bakteri Coliform Satuan 2 Kadar maksimum yang Keterangan diperbolehkan 3 4 Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Bagi manusia air minum adalah salah satu kebutuhan utama.

2000 : 13). 2. 3. Air Permukaan Adalah air hujan yang mengalir di permukaan bumi. selain pemakaian air tiap harinya tidak tetap banyak keperluan air bagi tiap orang atau setiap rumah tangga itu masih tergantung dari beberapa faktor diantaranya adalah pemakaian air di daerah panas akan lebih banyak dari pada di daerah dingin. batang-batang kayu. kebutuhan air rumah tangga menurut Sunjaya adalah: 1. kotoran industri dan lainnya. Ditinjau dari segi kuantitasnya. seharusnya melalui pengolahan yang sempurna. Kebutuhan air untuk mencuci pakaian dan peralatan 25 – 30 liter / orang perhari. . yang menyebabkan warna kuning coklat. Air laut Mempunyai sifat asin. b. kebiasaan hidup dalam rumah tangga misalnya ingin rumah dalam keadaan bersih selalu dengan mengepel lantai dan menyiram halaman. karena mengandung garam NaCl. Debit yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan akan air minum pada umumnya dapat mencukupi. daun-daun. Banyaknya pemakaian air tiap harinya untuk setiap rumah tangga berlainan. Air sungai digunakan sebagai air minum. keadaan sosial rumah tangga semakin mampu atau semakin tinggi tingkat sosial kehidupannya semakin banyak menggunakan air serta pemakaian air dimusim panas akan lebih banyak dari pada dimusim hujan. c. Sumber air merupakan salah satu komponen utama yang ada pada suatu sistem penyediaan air bersih. sehingga hal ini akan mempercepat terjadinya korosi atau karatan. karena masih mengandung banyak kotoran. 1999 : 18). Kebutuhan air untuk higien yaitu untuk mandi dan membersihkan dirinya 25 – 30 liter / orang perhari. karena tanpa sumber air maka suatu system penyediaan air bersih tidak akan berfungsi (Sutrisno. Kebutuhan air untuk menunjang pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas sanitasi atau pembuangan kotoran 4 – 6 liter / orang perhari. misalnya oleh lumpur. Air permukaan ada dua macam yaitu air sungai dan air rawa. Air rawa kebanyakan berwarna disebabkan oleh adanya zat-zat organik yang telah membusuk. Kebutuhan air untuk minum dan mengolah makanan 5 liter / orang perhari. Pada umumnya air permukaan ini akan mendapat pengotoran selama pengalirannya. d.Kadar garam NaCl dalam air laut 3 % dengan keadaan ini maka air laut tidak memenuhi syarat untuk diminum. Air Atmosfer Untuk menjadikan air hujan sebagai air minum hendaknya pada waktu menampung air hujan mulai turun.hari (Sunjaya dalam Karsidi. sehingga akan boros terhadap pemakaian sabun. Juga air ini mempunyai sifat lunak. mengingat bahwa air sungai ini pada umumnya mempunyai derajat pengotoran yang tinggi. sehingga total pemakaian perorang adalah 60 – 70 liter / hari di kota. sehingga untuk pengambilan air sebaiknya dilakukan pada kedalaman tertentu di tengah-tengah. Selain itu air hujan mempunyai sifat agresif terutama terhadap pipa-pipa penyalur maupun bak-bak reservoir. Macam-macam sumber air yang dapat di manfaatkan sebagai sumber air minum sebagai berikut : 1.

dan bakteriologi. bila kekeruhan < 50 NTU. memasak. unit distribusi dan unit konsumsi. jumlah air juga harus memadai dalam rangka pemenuhan kebutuhan manusia. Kualitas fisik ditinjau bau. yaitu (1)Unit sumber air baku merupakan awal dari sistem penyediaan air bersih yang mana pada unit ini sebagai penyediaan air baku yang bisa diambil dari air tanah. Unit produksi adalah salah satu dari sistem penyediaan air bersih yang menentukan jumlah produksi air bersih atau minum yang layak didistribusikan ke beberapa tandon atau reservoir dengan sistem pengaliran gravitasi atau pompanisasi. mencuci dan sebagainya. dan warna. kimia. unit transmisi.4. Adapun beberapa sumber air yang dapat diolah untuk mendapatkan air bersih. unit produksi. Agar air yang digunakan untuk kegiatan manusia tidak berdampak negative bagi manusia. yang berfungsi sebagai pelarut dan peyusun segala system tubuh manusia. Selain dari segi kualitas. kandungan ion dan sebagainya. Air tanah Air tanah adalah air yang berada di bawah permukaan tanah didalam zone jenuh dimana tekanan hidrostatiknya sama atau lebih besar dari tekanan atmosfer (Suyono. kimia dan biologis. (4). maka perlu diketahui persyaratan air bersih. Kualitas kimia dapat diteliti melalui pengamatan tentang kesadahan. Unit produksi merupakan unit bangunan yang mengolah jenis-jenis sumber air menjadi air bersih. Air digunakan manusia untuk . danau NTU (Nephelometric Turbidity Unit) Pengolahan tidak lengkap. rasa. unit pengolahan. Dimana setiap hari kita membutuhkan air bersih untuk minum. unit transmisi berfungsi sebagai pengantar air yang diproduksi menuju ke beberapa tandon atau reservoir melalui jaringan pipa. Penggunaan air yang bersih untuk kegiatan sehari-hari tentunya membuat manusia terhindar dari penyakit. 5. Sedangkan ada aatu tidaknya mikroorganisme penyebab penyakit pada air merupakan syarat biologi air bersih. (Linsay.1993 :1). (3). 1995) SIMPULAN Masalah air bersih merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusiaa. Sebagia besar tubuh manusia terdiri atas air. pH. Sistem penyediaan air bersih meliputi besarnya komponen pokok antara lain: unit sumber baku. kualitas air baku yang semula belum memenuhi syarat kesehatan akan berubah menjadi air bersih atau minum yang aman bagi manusia. Mn. air permukaan. dengan pengolahan fisika. mandi. yaitu sumur Dangkal/Dalam Pengolahan tidak lengkap hanya pengolahan Fe. Kualitas air bersih dapat ditinjau dari segi fisik. sungai Pengolahan lengkap bila kekeruhannya tinggi > 50. air hujan yang jumlahnya sesuai dengan yang diperlukan. Mata air Yaitu air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan tanah dalam hampir tidak terpengaruh oleh musim dan kualitas atau kuantitasnya sama dengan air dalam. (2) Unit pengolahan air memegang peranan penting dalam upaya memenuhi kualitas air bersih atau minum. dan pembubuhan desinfektan.

RK dan kawan-kawan. S. Secara khusus ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada: 1.Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 2007 Chatip. Evaluasi Pengelolaan Kualitas Air Bersih Oleh Petuga Sanitasi Puskesmas Di Kabupaten Bungo. Ir. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 Lindsay. M. UCAPAN TERIMA KASIH • Dalam penulisan telaah pustaka ini penulis mendapat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Masingmasing kegiatan tersebut memerlukan jumlah air yang beragam. Erlangga.. Semarang : Skripsi. pertanan. Depkes. 1999. Ph. 3. Orang tua dan saudara-saudara yang telah memberikan dorongan moril dan materil. Rekan-rekan mahasiswa PSL yang telah ikut membantu dalam dorongan dalam pembuatan makalah ini.D sebagai dosen mata kuliah Penyajian Ilmiah dan juga sebagai Ketua pusat penelitian lingkungan hidup Universitas Bengkulu yang telah memberikan bimbingan dan pengetahuan tentang materi perkuliahan. Urip Santoso. Hubungan antara Tingkat Pendidikan dan Pendapatan dengan Penggunaan Air Sungai oleh Penduduk di Sekitar Sungai Kali Jajar Demak..2007. mencuci. Sumber air yang ada di permukaan bumi dapat diolah menjadi air minum dengan berbagai teknik yang telah berkembang. 1997. Jawet.Ikom. DAFTAR PUSTAKA Asmustawa. Jakarta. 2. Pengolahan Air Minum. Karsidi. Teknik Sumber Daya Air jilid 2. Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum/Air Bersih. Program Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan. 1992. sehingga kebutukhan air minum yang memenuhi persyaratan Menteri Kesehatan Republik Indonesia dapat terpenuhi bagiu seluruh lapisan masyarakat.mandi. 2002. Bapak Prof. 1995 . Mikrobiologi Untuk Profesi Kesehatan Edisi 16. Yogyakarta. Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan. Jakarta.Sc. minum. Jakarta. perikanan dan lain sebagainya. EGC.

C Totok. Sutrisno.. Yayasan peduli Lingkungan. Usaha Nasional. Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta :Rineka Cipta. Air Dalam Kehidupan Lingkungan Yang Sehat. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. 1995. Teknologi Penyediaan Air Bersih. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. 2003. 1984. 2001. Jakarta. Surabaya. 1989. Suripin. Surabaya Indonesia Sujudi. Santika. Pengolahan Air Minum. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. M. 2000. Surawira. Jakarta. Edisi Revisi Bina Rupa Aksara. Kimia Lingkungan. Bakteriologi Medik. 1993. Teknik Sumber Daya Air. JB. 1996.Linsley. Pati. Fakultas Geografi Universitas Tim Mikrobiologi. . U. Diari Akut Klinik dan Laboratorik. . 2000. Suyono. & Franzini. Jakarta : Erlangga. Yogyakarta : Andi Offset. 2002. Pengelolaan Sumber Daya Air. Malang. Metode Penelitian Air. 1996. Ray. Nurdijanto. Suharyono. Bandung. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2005 Tentang Pengembangan sistem penyediaan Air minum Razif. Rineka Cipta. K. Bayumedia.

Nutrien Agar. menyuburkan atau meremajakan bakteri.. Trypticase Soy Agar TSA merupakan media kultur universal.Matur Nuwun…. hampir semua jenis bakteri bisa tumbuh pada media ini. . 2011 Rachma 1 comment Media kultur berguna untuk memperbanyak. Louwenstein – Jensen 1. Dalam postingan ini akan dijelaskan mengenai media Trypticase Soy Agar (TSA). Agustus 12. Media Kultur untuk Pertumbuhan Bakteri Jumat.

Foto : TSA dalam botol .7 gram Trypticase Soy Agar dilarutkan dalam 250 ml aquadest. kemudian dimasukan ke botol/tabung dan disterilkan di autoclave suhu 120 0C selama 15 menit.5-10.Foto : TSA Cara Pembuatan : 10. Tahap akhir botol/tabung dimiringkan tungggu sampai mengeras.

ekstrak dagingn. PH 7.0±0. agar-agar. Jenis bakteri yang dapat tumbuh pada nutrient agar lebih sedikit dibandingkan dengan TSA. Nutrien Agar Foto : Nutrien Agar Nutrien agar merupakan media kultur universal untuk pertumbuhan mikroorganisme/bakteri.2. Nutrien Agar lebih sering digunakan dibandingkan TSA untuk menghindari terjadi Kandungan : Pepton dari dari daging. Louwenstein – Jensen . Cara pembuatan : Larutkan 20 g/L nutrien agar (bubuk) autoclave 15 menit pada suhu121 0C.2 Tutup : kapas putih 3.

(autoclave) dinginkan sampai suhu sekitar 50 ± C. Kandungan :Potasssium hydrogen phospat.2. Media harus di panaskan lebih dari satu kali setelah 24 jam untuk menjamin sterilitasnya. kalau di inginkan tambah 12 ml glycerol .Foto: media Louwenstein – Jensen Kegunaan media Louwenstein – Jensen : Kultur dan test resistensi dari Mycobacterium tuberculosis. trimagnesium dicitrat 14-dehidrat.6 L akuades. Alat Fungsi . magnesium sulfat heptahydrat.8 ± 0. malachite green Glycerol. Ph 4. bagikan ketabung reaksi steril diarkan membeku dengan kondisi miring dengan pemanasan selama 45 menit pada suhu 85 0C pada inspissator yang penuh dengan uap air atau uap air panas yang mengalir bebas.putar untuk dihomogenkan campuran untuk menghindari beantuk gelembung ).potato meal. Cara Pembuatan: Larutkan 37.5 g pada 0. lasparigin. telur yang dihomogenkan. tambah 1 L telur yang dihomogenkan (dari telur ayam betina segar dalam kondisi steril.

Gelas Beaker . Labu destilasi Tempat untuk menyimpan dan membuat larutan.Tempat membuat larutan. Dalam membuat larutan erlenmeyer yang selalu digunakan. Pada bagian atas terdapat karet penutup dengan sebuah lubang sebagai tempat termometer. Erlenmeyer Untuk destilasi larutan. Beaker glass memiliki takaran namun jarang bahkan tidak diperbolehkan untuk mengukur volume suatu zat ciar.

Corong digunakan untuk memasukan atau memindah larutan ai satu tempat ke tempat lain dan digunakan pula untuk proses penyaringan setelah diberi kertas saing pada bagian atas. Corong bucher Digunakan untuk titrasi. tapi pada keadaan tertentu dapat pula digunakan untuk mengukut volume suatu larutan. buret .Cprpng dibagi menjadi dua jenis yakni corong yang menggunakan karet atau plastik dan corong yang menggunakan gelas. Corong gelas Menyaring larutan dengan dengan bantuan pompa vakum.

Pengukuran dengan ketelitian tinggi dilakukan menggunakan pipet volume. Corong pisah Untuk membuat dan atau mengencerkan larutan dengan ketelitian yang tinggi. Pada saat praktikum dengan ketelitian tinggi gelas ukur tidak diperbolehkan untuk mengukur volume larutan. Labu ukur leher panjang Untuk mengukur volume larutan. Gelas ukur .Untuk memisahkan dua larutan yang tidak bercampur karena adanya perbedaan massa jenis. Corong pisah biasa digunakan pada proses ekstraksi.

Untuk larutan selain air sebaiknya digunakan karet pengisat yang telah disambungkan pada pipet ukur. lubang ata tempat air keluar. kondensor Untuk menghisap larutan yang akan dari botol larutan. .Untukl destilasi larutan. Filler (karet pengisap) Untuk mengukur volume larutan Pipet ukur Digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu sesuai dengan label yang tertera pada bagian pada bagian yang menggembung. Lubang lubang bawah tempat air masuk.

Pengaduk Untuk mereaksikan dua atau lebih zat. Pipet tetes Untuk mengocok atau mengaduk suatu baik akan direaksikan mapun ketika reaksi sementara berlangsung. . misalnya dalam bentuk kristal.Pipet volume atau pipet gondok atau volumetrik Untuk meneteskan atau mengambil larutan dengan jumlah kecil. Untuk zat-zat yang bereaksi dengan logam digunakan spatula plastik sedangkan zat-zat yang tidak bereaksi dengan dengan logam dapat digunakan spatula logam. Tabung reaksi Untuk mengambil bahan-bahan kimia dalam bentuk padatan.

Kawat nikrom Untuk mengalirkam gas ke tempat tertentu dan digunakan pula dalam penentuan titik lebur suatu zat. Pipa kapiler atau kaca kapiler Untuk menyimpan bahan-bahan yang harus bebas air dan mengeringkan zat-zat dalam laboratorium.Spatula plastik dan logam untuk uji nyala dari beberapa zat. desikator . Dikenal dua jenis desikator yaitu desikator biasa dan desikator vakum.

Untuk menimbang bahan-bahan kimia 3.Untuk identifikasi keasamaan larutan/zat. Untuk mengeringkan suatu bahan dalam desikator. Sebagai penutup saat melakukan pemanasan terhadap suatu bahan kimia 2. Caranya: setelah kertas indikator universal dicelupkan di cocokan warna yang ada pada kotak kertas universal. Hot hands . Gelas arloji Untuk memegang peralatan gelas yang masih dalam kondisi panas. Indikator universal 1.

Biasanya digunakan pada saat melakukan percobaan yang membutuhkan banyak tabung reaksi.Untuk menyaring larutan. Kaki tiga Sebagai alas atau untuk menahan labu atau beaker pada waktu pemanasan menggunakan pemanas spiritus atau pemanas bunsen Kawat kasa Tempat tabung reaksi. penjepit . Kertas saring Kaki tiga sebagai penyangga pembakar spirtus. Rak tabung reaksi Untuk menjepit tabung reaksi. Numun dalam mereaksikan zat yang menggunakan tabung reaksi sebaiknya menggunakan rak tabung reaksi demi keamanan diri sendiri maupun orang lain.

digunakan untuk memanaskan logamlogam. Stirer dan batang stirer Menghaluskan zat yang masing bersifat padat/kristal. Krusibel . Untuk mengaduk larutan. mortal dan pastle Terbuat dari persolen dan bersifat inert. Batang-batang magnet diletakan di dalam larutan kemudian disambungkan arus listrik maka secara otomatis batang magnetik dari stirer akan berputar.Pengaduk magnetik.

uap logam. Dan melindungi dari percikan api. Clay triangle Untuk melindungi mata dari bahan yang menyebabkan iritasi. Ring Untuk menahan wadah.Digunakan sebagai wadah. Kacamata pengaman . Misalnya penguapan larutan dari suatu bahan yang tidak mudah menguap. misalnya H2SO4. Evaporating dish Sebagai penjepit. serbuk debu. kabut dan zat-zat kimia yang meletup ketika dilakukan pemanasan. misalnya: · Untuk menjepit soklet pada proses ekstraksi · Menjepit buret dalam proses titrasi · Untuk menjepit kondensor pada proses destilasi Klem dan statif Untuk menjepit corong pemisah dalam proses pemisahan dan untuk meletakan corong pada proses penyeringan. misalnya krus pada saat pemanasan ataau corong pada waktu penyaringan.

Pemanas spiritus Untuk memanaskan larutan dan dapat pula digunakan untuk sterilisasi dalam proses suatu proses. Oven .Untuk membakar zat atau memmanaskan larutan. Hot plate Untuk mengeringkan alat-alat sebelum digunakan dan digunakan untuk mengeringkan bahan yang dalam keadaan basah. Pemanas atau pembakar bunsen Untuk memanaskan larutan. Biasanya untuk larutan yang mudah terbakar.

sekitar 1000 °C. inkubator Untuk menghancurkan (tidak ada di LAB) Granat Daftar Pustaka http://qualitycontrol-07.com sumber-sumber lain .blogspot.Digunakan sebagai pemanas pada suhu tinggi. Tanur Digunakan untuk fermentasi dan menumbuhkan media pada pengujian secara mikrobiologi.

mohon maaf jika pertanyaan tidak langsung dijawab dan proses perevisian sangat lambat. Mukhlis yang telah memberikan puluhan buku referensi untuk diolah. hal ini karena kesibukan yang lain dari penulis. Kami mengucapkan terima kasih kepada sahabat kami. Lebih jauh mengenai deskripsi blog ini . di sini ARTIKEL MIKROBIOLOGI • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Saran Teknis Metode Plate Count untuk Pemula Bagaimana Menentukan Aman atau Tidaknya Suatu Bahan Pangan dari Mikroorganisme ? Indikator Mikrobiologis Metode MPN ( Most Probable Number) atau APM (Angka Paling Mungkin) Bagian 1 Metode MPN ( Most Probable Number) atau APM (Angka Paling Mungkin) Bagian 2 Tabel MPN 3 seri dan 5 seri tabung Tabel MPN 10 seri tabung Pengambilan Sampel Mikroorganisme Udara (Air Sampling) Bagian 2 Pengambilan Sampel Mikroorganisme Udara (Air Sampling). Copy paste diijinkan sepanjang tidak digunakan untuk keperluan komersial. Terdapat juga link download (. Mohon pengunjung memberikan saran atau komentar yang membangun dan tidak lupa untuk mengisi polling demi menentukan arah perkembangan blog.pdf) di beberapa postingan. Bagian 1 Perhitungan Kematian Mikroorganisme pada Proses Sterilisasi Pengambilan dan Preparasi Sampel Bakteri dalam Mikrobiologi Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 1) Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 2) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 1) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 2) Bekerja Tanpa Kontaminasi (Dasar Teknik Aspetis) Penentuan Sifat Gram Dengan KOH 3% dan Perbandingannya Dengan Pewarnaan Gram Pentingnya Penggambaran Morfologi Koloni di Cawan Bakteri Kontrol Harga Murah untuk Pewarnaan Gram Kunci Awal Identifikasi Bakteri Bagaimana Membedakan Flagellar Movement dengan Brownian Movement ? PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI DASAR Teori dan Metodenya (Revisi 2011) . dan dimohon mencantumkan sumbernya (web ini).Mikrobiologi dasar Blog ini berisi tulisan populer tentang teori dan metode di bidang mikrobiologi praktek.

Alat-alat dalam Laboratorium Mikrobiologi (bagian 2) PETUNJUK PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI (2008).1 mengamati morfologi koloni kapang (pada agar cawan) c.2 mengamati morfologi sel kapang (dengan metode slide culture) Bakteri A.1.2.3 mengamati motilitas bakteri a.3 dengan pewarnaan gram a.2 mengamati morfologi sel bakteri a.2. Bakteri a. Mengamati Morfologi Koloni Bakteri .3.3 pada agar tegak a.1.1 dengan pewarnaan sederhana a.2 mengamati morfologi sel yeast (dengan pewarnaan sederhana) c.2 pada agar miring a. Alat-alat dalam Laboratorium Mikrobiologi (bagian 1) Bab 1.1 mengamati morfologi koloni bakteri a.1 pengamatan langsung a.2.2 pengamatan tidak langsung b.1.1 mengamati morfologi koloni yeast (pada agar cawan) b.• • • Pendahuluan dan Daftar Isi Bab 1. sedang dalam proses revisi • • • • • • • • • • BAB 1 pengenalan alat BAB 2 media pertumbuhan BAB 3 sterilisasi BAB 4 isolasi mikroorganisme BAB 5 morfologi mikroba BAB 6 menentukan jumlah dan ukuran mikroba BAB 7 faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroorganisme BAB 8 daya kerja antimikorba dan oligodinamik BAB 9 aktivitas enzimatis mikroorganisme Referensi BAB 5 MORFOLOGI MIKROBA Kompetensi : mahasiswa dapat mengenali bentuk dan morfologi sel dan koloni mikroorganisme a.4 dengan pewarnaan endospora a. Yeast b.2 dengan pewarnaan negatif a.3.1.1 pada media cawan a. Kapang c.4 pada media cair a.2.

Transparant (bening) · Bentuk : Circular Irregular Spindle Filamentous Rhizoid .2. pinpoint/punctiform (titik) Small (kecil) Moderate (sedang) Large (besar) · Pigmentasi : mikroorganisme kromogenik sering memproduksi pigmen intraseluler.1. Translucent (dapat ditembus cahaya sebagian). Pertumbuhan pada Cawan Petri Ciri-ciri yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut : · Ukuran. Pertumbuhan pada Agar Miring Ciri-ciri koloni diperoleh dengan menggoreskan jarum inokulum tegak dan lurus Ciri koloni berdasarkan bentuk: . beberapa jenis lain memproduksi pigmen ekstraseluler yang dapat terlarut dalam media · Karakteristik optik : diamati berdasarkan jumlah cahaya yang melewati koloni. Cara Kerja : · Tumbuhkan biakan pada media NA cawan dengan streak kuadran · Tumbuhkan biakan pada media NA miring dengan pola inokulasi yang tegak lurus · Tumbuhkan biakan pada media NA tegak dengan stab inoculation · Tumbuhkan biakan pada media NB A. khususnya untuk tujuan identifikasi. Setelah mendapatkan kultur murni maka biakan yang diinginkan ditumbuhkan ke berbagai bentuk media untuk dikenali ciri koloninya.Kegiatan ini merupakan tindakan pertama kali jika ingin mempelajari suatu jenis bakteri lebih lanjut.Elevasi : Flat Raised Convex Umbonate · Permukaan : Halus mengkilap Kasar Berkerut Kering seperti bubuk · Margins : Entire Lobate Undulate Serrate Felamentous Curled A. Opaque (tidak dapat ditembus cahaya).

4 Pertumbuhan pada Media Cair Pola pertumbuhan berdasarkan kebutuhan O2 . Ciri-ciri koloni berdasar bentuk : Ciri koloni berdasar kebutuhan O2 : A.A.3 Pertumbuhan pada Agar Tegak Cara penanaman adalah dengan menusukkan jarum inokulum needle ke dalam media agar tegak.

pewarnaan positif . Zat warna basa lebih banyak digunakan karena muatan negatif banyak banyak ditemukan pada permukaan sel. Methylene Blue. tapi jika suspensi bakteri terlalu encer. Fiksasi bertujuan untuk mematikan bakteri dan melekatkan sel bakteri pada object glass tanpa merusak struktur selnya. Safranin. sel bakteri sulit terlihat. Jangan menggunakan suspensi bakteri yang terlalu padat. Base Fuchsin. Pada zat warna basa. sehingga kontras sel bakteri dengan sekelilingnya ditingkatkan. maka akan diperoleh kesulitan saat mencari bakteri dengan mikroskop. Pewarnaan · Pewarnaan sederhana . Cara Kerja : · Bersihkan object glass dengan kapas · Jika perlu tulislah kode atau nama bakteri pada sudut object glass . Zat warna dapat mengabsorbsi dan membiaskan cahaya.pewarnaan endospora . Sedangkan zat warna basa antara lain Eosin.1. Pewarnaan bertujuan untuk memperjelas sel bakteri dengan menempelkan zat warna ke permukaan sel bakteri. bagian yang berperan dalam memberikan warna disebut kromofor dan mempunyai muatan positif. Mengamati Morfologi Bakteri Sel bakteri dapat teramati dengan jelas jika digunakan mikroskop dengan perbesaran 100x10 yang ditambah minyak imersi.pewarnaan negatif · Pewarnaan diferensial . B. Pewarnaan Sederhana (Pewarnaan Positif) Sebelum dilakukan pewarnaan dibuat ulasan bakteri di atas object glass yang kemudian difiksasi.pewarnaan gram .pewarnaan acid fast dll. Sebaliknya pada zat warna asam bagian yang berperan memberikan zat warna memiliki muatan negatif. Zat warna yang digunakan bersifat asam atau basa.A. Congo Red dll. Malachite Green dll. Contoh zat warna asam antara lain Crystal Violet. · Pewarnaan khusus .pewarnaan flagella dll. Jika dibuat preparat ulas tanpa pewarnaan.

lalu dicampurkan · Tempelkan sisi object glass yang lain kemudian gesekkan ke samping kiri · Biarkan preparat mengering di udara. Tapi mudah dilihat dengan pewarnaan negatif. Jika digunakan biakan padat. 1 2 3 4 Setelah dilihat di mikroskop. Crystal Violet) dan tunggu kurang lebih 30 detik. · Keringkan ulasan tersebut sambil memfiksasinya dengan api bunsen (lewatkan di atas api 23 kali) · Setelah benar-benar kering dan tersebar selanjutnya ditetesi dengan pewarna (dapat digunakan Methylen blue. Prosedur: · Ambil dua object glass. Berikut merupakan berbagai bentuk sel bakteri . Safranin. B. sehingga sel tampak transparan dengan latar belakang hitam. jangan difiksasi atau dipanaskan di atas api. satu ulasan saja kemudian diberi akuades dan disebarkan supaya sel merata. teteskan nigrosin atau tinta cina di ujung kanan salah satu object glass · Biakan diambil lalu diulaskan atau diteteskan dalam tetesan nigrosin tadi. Zat warna tidak akan mewarnai sel melainkan mewarnai lingkungan sekitarnya.· Bila menggunakan biakan cair maka pindahkan setetes biakan dengan pipet tetes atau dapat juga dipindahkan dengan jarum inokulum.2 Pewarnaan Negatif Beberapa bakteri sulit diwarnai dengan zat warna basa. · Cuci dengan akuades kemudian keringkan dengan kertas tissue · Periksa dengan mikroskop (perbesaran 100 x 10). maka biakan dipindahkan dengan jarum inokulum. Jangan lupa biakan dikocok terlebih dahulu. maka akan tampak bentuk sel bakteri.

Pewarnaan Gram Adalah pewarnaan diferensial yang sangat berguna dan paling banyak digunakan dalam laboratorium mikrobiologi. Sedangkan baktri gram negatif mempunyai dinding sel tipis yang berada di antara dua lapis membran sel. karena merupakan tahapan penting dalam langkah awal identifikasi. Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tebal dan membran sel selapis.3. Jenis bakteri berdasarkan pewarnaan gram dibagi menjadi dua yaitu gram positif dan gram negatif. Pewarnaan ini didasarkan pada tebal atau tipisnya lapisan peptidoglikan di dinding sel dan banyak sedikitnya lapisan lemak pada membran sel bakteri.Berikut merupakan tabel prosedur pewarnaan Gram: .A.

.

Pemberian ethanol jangan sampai berlebih yang akan menyebabkan overdecolorization sehingga sel gram positif tampak seperti gram negatif. Walaupun ada beberapa species yang memang bersifat gram variabel seperti pada genus Acinetobacter dan Arthrobacter. radiasi dan bahan kimia. · Preparasi pewarnaan gram terbaik adalah menggunakan kultur muda yang tidak lebih lama dari 24 jam. Pewarnaan Endospora Anggota dari genus Clostridium. Tujuan dilakukannya . Endospora merupakan bentuk dorman dari sel vegetatif. B. Namun juga jangan sampai terlalu sedikit dalam penetesan etanol (underdecolorization) yang tidak akan melarutkan CV-iodine secara sempurna sehingga sel gram negatif seperti gram positif. sehingga metabolismenya bersifat inaktif dan mampu bertahan dalam tekanan fisik dan kimia seperti panas.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pewarnaan gram adalah sbb: · Fase yang paling kritis dari prosedur di atas adalah tahap dekolorisasi yang mengakibatkan CV-iodine lepas dari sel. Desulfomaculatum dan Bacillus adalah bakteri yang memproduksi endospora dalam siklus hidupnya.4. kering. dingin. Umur kultur akan berpengaruh pada kemampuan sel menyerap warna utama (CV). khususnya pada gram positif. sebagian berwarna ungu dan sebagian merah karena pengaruh umur. Mungkin akan menampakkan gram variabel yaitu satu jenis sel.

. sehingga diperlukan teknik pewarnaan endospora. sehingga pembedaannya tampak jelas. sel vegetatif berwarna). Berikut merupakan prosedur pewarnaan endospora dengan metode Schaeffer-Fulton. endospora sulit dibedakan dengan badan inklusi (kedua-duanya transparan.pewarnaan endospora adalah membedakan endospora dengan sel vegetatif. Namun jika dengan pewarnaan sederhana. Endospora tetap dapat dilihat di bawah mikroskop meskipun tanpa pewarnaan dan tampak sebagai bulatan transparan dan sangat refraktil.

.

Berikut merupakan beberapa tipe endospora dan contohnya C. Mengamati motilitas .

B. · Ulaskan suspensi biakan pada object glass lalu teteskan Methilene Blue hingga rata (jangan difiksasi). · Amati dengan perbesaran 40x10 atau 100x10. C. Bakteri akan tampak transparan dan pola pergerakannya tidak beraturan. Jika digunakan biakan padat maka ulas dengan jarum inokulum lalu ditambah akuades satu tetes. Hati-hati jangan salah membedakan antara sel yang bergerak sendiri karena flagel atau bergerak terkena aliran air. · Warnai dengan cara Shager dan Fulgen yaitu: Tetesi preparat dengan Malachite Green dan biarkan 30-60 detik. · Fiksasi dengan api bunsen. hasil negatif menunjukan bakteri hanya tumbuh pada daerah tusukan saja Bakteri motil akan bermigrasi ke seluruh permukaan agar dan bekas tusukan Yeast / Khamir A. bulat telur.2 Melihat bentuk spora sel Yeast Cara kerja : · Buat preparat ulas dari biakan yeast pada Goodkowa Agar yang berumur 10 hari.2 Pengamatan tidak langsung Cara Kerja : · Tanam biakan pada media NA tegak atau Media Motilitas dengan cara tusuk (Stab inoculation) sedalam + 5 mm. · Tutup dengan cover glass · Amati menggunakan mikroskop dengan perbesaran maksimak. tetapi tidak melepaskan diri dari induk. Bentuk selnya bervariasi dapat berbentuk bulat. ratakan. Morfologi internal sel mudah dilihat dan terdiri dari inti dan organel seperti mitkondria. Amati di bawah mikroskop.coli ke object glass (sebaiknya dari biakan cair). Keringkan dengan tissue kemudian biarkan pada udara terbuka. B.C. bulat memanjang dengan ukuran 1-9x20 μm. Beberapa spesies yeast memiliki sifat dimorfisme yaitu bentuk sel tunggal dan bentuk hifa atau pseudohifa. Perhatikan spora yang berwarna Kapang / Jamur . Panasi preparat dengan api bunsen selama + 30 detik (sampai timbul uap). B. Cuci preparat dengan air mengalir.1 Melihat bentuk sel Yeast Cara Kerja : · Tumbuhkan Sacharomyces cereviceae pada glukosa cair selama 24 jam. · Tutup preparat dengan cover glass. · Inkubasi selama 2x24 jam. · Inkubasi pada suhu 370 C selama 1x 24 jam · Hasil positif (motil) jika bakteri tumbuh pada seluruh permukaan media. Mengamati morfologi koloni yeast · Tanam biakan yeast (dapat berupa Sacharomyces cereviceae atau Candida albicans) pada PDA dengan cara streak quadrant.1 Pengamatan Langsung Cara Kerja : · Teteskan biakan bakteri motil seperti Bacillus atau E. grannula lemak dan glikogen. pengamatan ciri-ciri morfologi koloni hampir sama dengan ciri morfologi bakteri. Mengamati Morfologi Sel Yeast Yeast merupakan fungi mikroskopik uniseluler. Pseudohifa adalah hifa yeast yang terbentuk dari rangkaian sel hasil pembelahan aseksual secara budding. · Setelah didapatkan koloni tunggal. tidak membentuk hifa (beberapa spesies dapat membentuk pseudohifa).

· Tutup dengan cover glass. B. Dengan teknik ini. B. spora dan miselium tumbuh langsung pada slide sehingga dapat mengatasi masalah tersebut. tissue basah yang dimasukkan dalam cawan dan sterilkan dengan autoclave. A. · Teteskan suspensi spora jamur dalam media cair pada media cover glass yang tidak diberi lilin. B. · Inkubasi pada suhu kamar selama 3x24 jam. Tekan cover galss secara media merata. Mengamati sel morfologi kapang dengan metode Slide Culture (Microculture) Teknik ini bertujuan untuk mengamati sel kapang dengan menumbuhkan spora pada object glass yang ditetesi media pertumbuhan. · Setelah selesai sterilisasi berikan lilin (parafin-petrolatum) steril pada sebelah kiri dan kanan tempat yang akan ditutup cover glass (aseptis).Jamur merupakan mikroba dengan struktur talus berupa benangbenang (hifa) yang terjalin seperti jala (myselium). Mengamati morfologi koloni kapang Cara kerja : · Tanam/pindahkan biakan kapang dengan jarum inokulum needle yang diletakan di tenganhtengah cawan petri. · Ambil preparat dan amati di bawah mikroskop. Koloni kapang memiliki keragaman warna yang muncul dari sporanya. Penampakan morfologi koloni pada umumnya seperti benang (filamentous) yang pertumbuhannya membentuk lingkaran. 2 Metode Riddel. cara kerja : · Persiapan sama seperti di atas . Berikan sampai setengah luasan cover glass. Hifa dapat berekat (septat) dengan inti tunggal/ lebih dan hifa tidak bersekat (aseptat). · Inkubasi selam beberapa hari. · Amati pertumbuhan koloni (miselium) yang menyebar. Morfologi koloninya dapat dengan mudah dibedakan dengan bakteri walaupun ada beberapa jenis bakteri yang koloninya mirip jamur.1 Metode Heinrich’s. Pengamatan struktur spora dan miselium dapat juga dilakukan dengan preparat ulas seperti yang telah diuraikan di depan. cover glass. seperti dari kelompok Actinomycetes atau Bacillus mycoides. cara kerja : · Siapkan object glass. Namun seringkali miselium atau susunan spora menjadi pecah atau terputus sehingga penampakan di mikroskop dapat membingungkan.

· Teteskan media PDA pada object glass secara aseptis lalu tunggu memadat (teteskan jangan terlalu banyak). · Inokulasikan spora jamur pada bagian atau potongan agar. · Belah media yang memadat dengan jarum inokulum yang berujung L. · Inkubasi pada suhu kamar selama 3x24 jam. · Siapkan media PDA dan dijaga supaya tetap cair. · Tutup dengan cover glass tepat di atas media dan tekan hingga merata. · Ambil preparat dan diamati di bawah mikroskop. B. · Amati pertumbuhan miselium dan spora pada object glass dengan perbesaran sedang Referensi : disini . · Ulaskan spora jamur yang akan diamati pada belahan tersebut. · Tutup potongan agar dengan cover glass. cara kerja : · Sterilkan cawan petri yang berisi kapas yang di atasnya terdapat object glass dan cover glass. potong media Saboraud Dextrose Agar steril berbentuk kubus dan letakkan di atas object glass.3 Prosedur yang lebih sederhana. · Inkubasi selama 2x24 jam.· Setelah semua steril.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful