P. 1
Etika dan Profesionalisme Pendidik

Etika dan Profesionalisme Pendidik

|Views: 90|Likes:
Teacher operator and Teacher manager
Teacher operator and Teacher manager

More info:

Published by: Nurul Midya Heriansyah on Dec 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/05/2012

pdf

text

original

qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwerty uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasd fghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx cvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg TUGAS MATA KULIAH ETIKA DAN PROFESIONALISME PENDIDIK

hjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxc DOSEN : AHLUL IRVAN, S.Pd, M.Si, M.M vbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg hjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxc vbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg hjklzxcvbnmrtyuiopasdfghjklzxcvbn mqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwert yuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopas
11/24/2011 NURUL MIDYA PGSD 3 GENAP

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

1. Buatlah uraian hubungan Etika dan Profesionalisme  Apa perlu dan pentingnya pendidik memiliki Etika dan Profesionalisme 2. Jelaskan skema variabel – variabel profesionalisme  Berdasarkan skema diatas buatlah gambaran guru atau pendidik yang professional (contoh) 3. Selain profesionalisme (dalam arti keterampilan teknis/pemecahan masalah) pendidik juga meski memiliki etika pendidik yang tercermin dalam sikap kepribadian pendidik.  Buatlah penjelasan dari contoh bagaimana kecerdasan emosional

berpengaruh terhadap sikap dan kepribadian pendidik serta profesionalisme. 4. Buatlah penjelasan disertai contoh tipikal/ciri – ciri Teacher Operator dan Teacher Manager.

1. Uraian hubungan Etika dan Profesionalisme Etika merupakan cabang ilmu filsafat yang berhubungan dengan nilai moral dalam masyarakat yang menunjukan nilai baik atau nilai buruk. Etika berasal dari kata Etos yang artinya perilaku atau kebiasaan. Perilaku tersebut sudah menjadi kebiasaan yang sesuai dengan yang ditentukan pencipta. Perilaku muncul dari cara pandang yang berasal dari pedoman hidup/filsafat hidup. Etika dapat juga berupa pedoman dalam bersikap dan berperilaku yang didalamnya berisi garis besar nilai moral dan norma yang mencerminkan masyarakat kampus yang ilmiah, edukatif, kreatif, santun dan bermartabat.1 Profesionalisme merupakan mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau orang yang professional.2 Professional berarti seseorang yang mempunyai ilmu dan kemampuan yang diperoleh melalui pendidikan, mempunyai pengalaman dengan bekerja dibidang keahlian, mengabdi pada kepentingan masyarakat, aktif dilembaga/organisasi profesinya, misal dokter, dan adanya izin khusus untuk melaksanakan suatu profesi.3 Hubungan antara Etika dan Profesionalisme yaitu : Profesionalisme yang dimiliki profesi tertentu membentuk integritas/kesatuan, kepribadian yang berasal dari Etika. Etika dari seorang professional ditunjukan melalui perilakunya dalam

melaksanakan tugas profesinya. Sebagai seorang guru dinilai dari kinerjanya, baik cara atau metodenya dalam mengajar maupun kemampuannya untuk menyelesaikan masalah – masalah yang muncul dalam proses pendidikan. Melalui pendidikan yang ditempuhnya, mulailah terbentuk sikap kepribadian, moral dan karakter sosok seorang guru.

Dari uraian tersebut terlihat bahwa pentingnya pendidik memiliki etika dan profesionalisme. Agar dalam menjalankan tugas profesinya, pendidik memiliki sikap atau moral yang seharusnya dimiliki seorang pendidik yang patut ditiru atau dicontoh anak – anak didiknya. Profesionalisme sangat penting dimiliki seorang pendidik, agar dalam menjalankan tugasnya dapat berjalan dengan baik. Sehingga dapat fokus menjadi pendidik, bukan pekerjaan sambilan atau dilakukan setengah hati. Tetapi merupakan profesi yang membutuhkan pengabdian. Selain itu pendidik juga harus memiliki kemampuan untuk dapat menyelesaikan masalah – masalah yang terjadi dalam proses mendidik, buhakn hanya sekedar mengajar anak didiknya. 2. Skema Variabel – variabel Profesionalisme Perilaku Profesional dipengaruhi oleh variabel – variabel berikut ini yaitu : a. Variabel Individu 1. Kemampuan atau Keterampilan Mental dan Fisik 2. Latar Belakang : - Keluarga, latar belakang keluarga seseorang turut mempengaruhi individu - Sosial, latar belakang sosial mempengaruhi individu 3. Pendidikan 4. Demografi : - Usia yang dimiliki individu - Ekonomi, tingkat ekonomi yang dimiliki - Tempat tinggal, kondisi tempat tinggal dan lingkungannya b. Variabel Psikologi Merupakan variabel yang berhubungan dengan kepribadian 1. Motivasi : motivasi diperoleh dari diri sendiri atau orang lain

2. Belajar 3. Persepsi 4. Sikap

: proses perubahan tingkah laku : cara memandang sesuatu : bagaimana cara bersikap

5. Kepribadian: kepribadian yang dimiliki c. Variabel Organisasi 1. Struktur Organisasi : Struktur organisasi tempat seseorang bekerja

2. Proses Kerja Organisasi : bagaimana cara kerja disebuah organisasi 3. Kepemimpinan : teknik yang digunakan pemimpin di organisasi

4. Sumber – sumber Daya : sumber daya apa saja yang ada dan digunakan 5. Reward : penghargaan yang diberikan organisasi atas prestasi guru tersebut. Berdasarkan skema diatas berikut adalah gambaran guru/pendidik yang professional. Gambaran guru/pendidik yang professional terbentuk dari variabel individu, variabel psikologi dan organisasi, berikut adalah penjelasannya : a. Variabel Individu Mempunyai kemampuan atau keterampilan mental dan fisik yang diperoleh dari pendidikan yang sedang atau telah dia tempuh, yaitu pendidikan profesi guru. Pada saat menempuh pendidikan tentunya seorang pendidikan telah memiliki kemampuan/keterampilan untuk mengajar. Mentalnya telah terlatih untuk menghadapai tantangan dalam mengajar. Kemampuan fisik seorang pendidik juga mempengaruhi, Sehingga dapat memanfaatkan media dan sarana pembelajaran yang ada. Selain itu, fisik yang sehat juga mempengaruhi profesinalisme seorang pendidik. Sehingga dapat mengajar dengan maksimal. Bila seorang pendidik

memiliki kondisi fisik yang kurang sehat tentunya akan mempengaruhi performanya dalam mengajar. Anak – anak didiknya dapat tertinggal pelajaran. Latar belakang keluarga dan sosial seorang pendidik mempengaruhi

profesionalisme pendidik. Bila seorang pendidik berasal berasal dari keluarga yang harmonis dan sosial yang baik, akan mempengaruhi cara mengajarnya, sikap dan perilakunya. Sehingga dapat focus dalam mengajar dan tidak terganggu permasalahan pribadinya. Demografi, factor usia sangat mempengaruhi, yaitu adanya pengalaman dan kematangan dalam menghadapi permasalahan dan kondisi tertentu. Usia yang tua juga mempengaruhi kemampuan pendidik dalam mengajar. Semakin lanjut usia seorang pendidik mempengaruhi kemampuannya. Ekonomi dari seorang pendidik berpengaruh pada kinerjanya. Bila kesejahteraannya terjamin tentunya seorang pendidik dapat bekerja dengan baik. b. Variabel Psikologi Dari sisi variabel psikologi seorang guru yang professional harus mempunyai motivasi yang tinggi dalam mengajar, mempunyai keinginan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuannya, dengan mengikuti pelatihan, seminar lokakarya dan lain – lain. Selain itu juga mempunyai sikap positif terhadap sesuatu dan memiliki kepribadian yang baik. Beretika dan bernoral baik. c. Variabel Organisasi Organisasi atau tempat bekerja seorang pendidik turut berperan penting dalam profesionalisme pendidik. Struktur organisasi, yaitu adanya penbagian kerja yang jelas, proses kerja dalam organisasi tersebut, kepemimpinan yang dilakukan oleh kepala sekolah, sumber – sumber daya yang ada di sana, serta reward atau penghargaan yang diberikan kepada guru yang berprestasi, sehingga

meningkatkan motivasinya untuk terus maju dan berkembang.

3. Buatlah penjelasan dari contoh bagaimana kecerdasan emosional berpengaruh terhadap sikap dan kepribadian pendidik serta profesionalisme. Kecerdasan emosional menurut Goleman yaitu kemampuan seperti kemampuan memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustasi, mengandalkan dorongan hati dan tidak melebih – lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar bebas dari stress, tidak melumpuhkan kemampuan berpikir, berempati dan berdoa. Guru/pendidik yang professional bukan hanya dapat mengajar tapi juga dapat memecahkan masalah yang terjadi dalam proses belajar mengajar. Untuk dapat memecahkan masalah guru harus berpikir secara komprehensif dengan memiliki kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional meliputi kecerdasan : a. kecerdasan intrapersonal : Kecerdasan dalam mengenali dan mengendalikan diri sendiri. Kemampuan diri sendiri untuk mengetahui sejauh mana tingkat emosinya atau seberapa temperamentalnya dirinya sebagai seorang guru. b. Kecerdasan interpersonal : kecerdasan dalam berhubungan dengan orang lain dan lingkungannya. Untuk memotivasi, mempengaruhi, memimpin dan

menggerakan orang lain. contohnya : Seorang guru mata pelajaran menghadapi seorang siswa yang seringkali membuat ulah dikelas. Sehingga menyebabkan mengganggu suasana belajar mengajar, banyak keluhan dari guru – guru yang lain. Untuk mengatasinya guru tersebut mendekati siswa tersebut dengan cara personal, menanyakan tentang hobi dan minat belajar siswa tersebut. Pendekatan dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan siswa tersebut. Untuk mengetahui penyebab siswa tersebut membuat ulah dikelas. Akhirnya diketahui siswa tersebut sering mendapat kekerasan dalam keluarganya. Sehingga dia melampiaskan kegundahannya dengan mencari perhatian disekolah. Guru tersebut menggunakan kemampuannya untuk

mempengaruhi siswa tersebut agar mau terbuka dan berbagi cerita. Agar diketahui permasalahannya. Sehingga permasalahan dapat teratasi. 4. Ciri – ciri Teacher Operator dan Teacher Manager Ciri – Ciri Perilaku Umum Teacher Operator 90% digunakan mengajar Contoh

strukturnya Seorang guru di sekolah untuk dasar hanya 1 saja inggris bertugas mata yaitu untuk

mengajar pelajaran bahasa

seluruh siswa dari kelas 1-6 Sifat Aktivitas Melakukan rutin pekerjaan Seorang guru hanya

mengajar 1 bidang mata pelajaran tanpa variasi pekerjaan yang lain

Komponen Belajar

Diasumsikan

sebagai Hanya

memberikan

sesuatu yang “given” Pengelolaan Kerja Statis

materi pelajaran saja Seorang guru hanya

bekerja mengajar dikelas saja selama 6 hari dalam 1 minggu Hubungan Keorganisasian Parsial, individual Seorang guru tidak ikut aktif dalam kegiatan

keorganisasian disekolah tersebut, hanya bertugas mengajar. Tidak terkait dengan pembuatan

kurilukulum disekolah.

Ciri – ciri Perilaku Umum

Teacher Manager

Contoh membuat belajar, dan metode

Fokus utama pengelolaan Guru pembelajaran pengelolaan membuat menerapkan

belajar. Untuk diterapkan dikelas. Sifat Aktivitas Selain mengerjakan Selain mengajar guru

pekerjaan yang rutin juga juga, bertindak sebagai berfokus pada pekerjaan kepala bidang kesiswaan yang bersifat strategis yang mengatur

merancang dan mengatur pengembangan diri siswa. Komponen Pembelajaran Diasumsikan sesuatu yang “Variabel” sebagai Guru bersifat mengembangkan pembelajaran kurikulum dapat materi dan untuk

meningkatkan kreativitas siswa. Pengelolaan Kerja Dinamis Guru mengajar, mengelola tidak tetapi hanya juga kelas.

Sehingga terdapat variasi dalam pekerjaannya Hubungan Keorganisasian Kegiatan (terkoneksi efektif) sinergi Guru tergabung dalam secara struktur organisasi di bidang

sekolah, missal sebagai wakil kepala sekolah.

Sehingga kebijakan yang

berhubungan

dengan

peningkatan mutu belajar siswa melibatkan peran serta guru, selain sebagai pengajar juga sebagai

pembuat kebijakan yang mengetahui siswa. kebutuhan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->