02(2001) Analisis Kualitas Pelayanan Ditinjau dari Kesenjangan antara Jasa yang Diterima dengan Jasa yang Diharapkan

(Studi Kasus di Lembaga Bahasa LIA Buahbatu, Bandung) Melina Hermawan, ST., MT Sissy Vidya Paramitasari Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa utama di dunia, dimana selain menjadi bahasa ibu, Bahasa Inggris juga dipakai sebagai salah satu bahasa resmi internasional. Di Indonesia sendiri, pelajaran Bahasa Inggris merupakan pelajaran wajib di sekolah-sekolah formal, namun kebanyakan siswa maupun pencari kerja pada umumnya merasa bahwa kurikulum sekolah belum dapat memberikan kontribusi pengetahuan yang cukup memadai, sehingga mereka banyak menambah pengetahuannya melalui kursus-kursus Bahasa Inggris. Lembaga Bahasa LIA (LB-LIA) yang bertempat di Jalan Buah Batu merupakan salah satu dari sekian banyak lembaga bahasa yang menyediakan fasilitas kursus. Dari tahun ke tahun sejak awal berdirinya (1986), LB-LIA selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi pelanggannya, dala hal ini para peserta didik. Namun akhir-akhir ini, pihak manajemen LB-LIA mengalami sedikit kekhawatiran terhadap semakin meningkatnya tingkat penurunan jumlah siswa/peserta didik pada setiap akhir term/caturwulan. Sebagai sebuah lembaga yang telah lama berdiri, LB-LIA menyadari bahwa kualitas pelayanan akan sangat berpengaruh pada loyalitas peserta didik, dalam konteks ini adalah kemauan untuk mengikuti program pendidikan hingga selesai. Melalui penelitian ini perusahaan berharap dapat memperoleh gambaran mengenai seberapa besar tingkat kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan LBLIA ditinjau dari kesenjangan antara jasa yang diterima dan jasa yang diharapkan. Selain itu, perusahaan juga berharap dapat memperoleh gambaran mengenai unsur-unsur pelayanan apa saja yang perlu mendapatkan prioritas peningkatan untuk menaikkan kepuasan pelanggan, sehingga akhirnya dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dan mengurangi tingkat pengunduran siswa/peserta didik. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioenr yang dibagikan kepada para peserta didik sebagai pelanggan. Variabel penelitian yang digunakan mengacu pada lima dimensi pokok Model Parasuraman dkk, yaitu Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Data yang diperoleh dari kuesioner tersebut selanjutnya diolah dengan menggunakan metode SERVQUAL. Dari hasil pengukuran kualitas, diperoleh kesimpulan bahwa kualitas pelayanan LB-LIA kurang memuaskan para peserta didik, terbukti dengan nilai TSQ (-1,006) < 0. Dari beberapa unsur pelayanan yang perlu mendapatkan prioritas peningkatan adalah intensitas penggunaan Lab. Bahasa, intensitas penyediaan tenaga native speaker, perhatian staff pengajar terhadap perkembangan siswa/peserta didik, kecepatan staff pengajar dalam menyelesaikan masalah dan keahlian kerja staff pengajar.

03(2001) Analisis Kelayakan Usaha Pengembangan Industri Pengolahan Sabut Kelapa (Cocofibre dan Cocodust) Ir. Hendra Kusuma, MT Pohon kelapa tumbuh di lebih dari 57 negara di dunia, tetapi pertumbuhan pohon kelapa sangat baik di negara-negara tropis, seperti Indonesia. Indonesia dengan 13.000 pulau dikenal sebagai penghasil kelapa terbesar kedua di dunia setelah India. Setiap tahun tidak kurang dari 10.000.000 butir sabut kelapa terbuang dan dibakar masyarakat di Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak. Padahal sabut kelapa (dikenal dengan istilah “Cocofibre”) dan limbah tambahannya (yang disebut sebagai “Cocodust”) dapat dimanfaatkan untuk produk industri. Serat sabut kelapa dapat digunakan untuk peredam suara, penahan panas, pengisi bantal jok di industri pesawat terbang dan industri otomotif, bahan sapu/sikat/keset, bahan pengisi tempat tidur springbed, serta keperluan geotekstil. Ampas sabut kelapa dapat digunakan untuk media pembibitan tanaman atau pupuk, karena mengandung kadar Kalium yang tinggi. Keunggulan serat sabut kelapa dibandingkan dengan serat sintetis ialah daya serap yang tinggi, tingkat pencemaran yang rendah, menyerap panas sinar matahari, serta dapat digunakan untuk sarana padat karya dan tidak dapat modal. Proses pengolahannya hanya membutuhkan mesin sederhana yang dapat dibuat dengan teknologi tepat guna. Studi ini dibuat untuk kepentingan pengajuan dana pinjaman lunak lingkungan IEPC-KfW bagi pihak Haji Muhammad Hassan, yang memperoleh tawaran untuk memasok serat sabut kelapa sebanyak 4 (empat) ton per hari dari “PD Makmur Pribumi”. Skema dana pinjaman lunak lingkungan IEPC-KfW akan digunakan untuk pemekaran usaha demi menampung limbah sabut kelapa dari pengolaha kelapa dan kopra di Kecamatan malingping. Pinjaman yang diajukan ialah senilai Rp. 728.000.000,00 (Tujuh ratus dua puluh delapan juta Rupiah) untuk kredit investasi serta Rp. 226.700.000,00 (Dua ratus dua puluh enam juta tujuh ratus ribu Rupiah) untuk kredit modal kerja. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa usaha ini layak diberi pinjaman dilihat dari sisi pemasaran, sisi teknologi, maupun sisi finansial, dihasilkan Net Present Value positif, periode pengembalian investasi selama 7 (tujuh) tahun 9 (sembilan) bulan, dan IRR 14,68%. Disarankan pada pihak bank Jabar untuk segera meneruskan permohonan kredit tersebut pada pihak IEPC-KfW.

04(2002) Analisis Serta Usulan Perbaikan Fasilitas Fisik dan Lingkungan Fisik dengan Pendekatan Ergonomi (Studi Kasus di Mini Market 5001 Mart Cabang Cimahi) Wawan Yudiantyo, ST., MT Novi, ST., MT Effie Yuswandi Dalam sebuah mini market, faktor keamanan dan kenyamanan dalam berbelanja sangatlah penting. Beberapa fasilitas fisik yang langsung berhubungan dengan pengunjung maupun karyawan mini market perlu lebih diperhatikan agar memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi penggunanya. Apabila rak-rak terlalu tinggi atau terlalu rendah maka pengunjung dan karyawan mini market akan sulit untuk menjangkau atau memajang barang di rak tersebut. Sedangkan bila kondisi lingkungan fisik kurang optimal maka pengunjung akan merasa tidak nyaman untuk berlama-lama di dalam mini market. Pada tahap awal penelitian dilakukan tanya jawab baik dengan pihak manajemen, karyawan mini market 5001 Mart cabang Cimahi, maupun dengan pengunjung mini market. Dari hasil tanya jawab tersebut diketahui bahwa terdapat beberapa masalah yang timbul, seperti diantaranya meja kasir yang terlalu tinggi serta monitor yang terlalu rendah, kursi kasir yang kurang nyaman, tempat penitipan barang yang tidak bersekat sehingga barang-barang yang dititipkan menjadi mudah tertukar, rak-rak yang terlalu tinggi sehingga pengunjung dan karyawan menjadi sulit untuk menjangkau barang yang ada, serta banyaknya pengunjung yang mengeluh akan panasnya suhu di dalam mini market. Dalam penelitian kali ini akan dibahas mengenai fasilitas fisik yang ada sekarang di mini market 5001 Mart cabang Cimahi seperti meja kasir, kursi kasir dan tempat penitipan barang serta rak-rak. Juga dibahas mengenai kondisi lingkungan fisik seperti pencahayaan, temperatur dan kelembaban di dalam mini market. Sebagai data pembanding digunakan data sekunder berupa data anthropometri yang didapat dari buku Eko Nurmianto yang berjudul Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya edisi pertama tahun 2003. Dari hasil penelitian dan pengamatan yang telah dilakukan di mini market 5001 Mart cabang Cimahi diketahui bahwa hampir sebagian besar selisih dimensi fasilitas fisik yang ada sekarang dengan dimensi yang diharapkan lebih besar dari 10%, sehingga dimensi yang ada sekarang masih kurang ergonomis. Begitu pula dengan kondisi lingkungan fisik seperti pencahayaan dan temperatur yang ada. Oleh karenanya dalam penelitian kali ini juga dibuat usulan perancangan fasilitas fisik seperti meja kasir, kursi kasir, tempat penitipan barang, dan rak-rak pajangan yang lebih ergonomis. Perancangan fasilitas fisik ini perlu mempertimbangkan dimensi tubuh manusianya. Juga diusulkan mengenai kondisi lingkungan fisik yang lebih optimal sehingga dapat meningkatkan kenyamanan di dalam mini market. Selain itu tata letak dari fasilitas fisik seperti lebar gang dan tata letak fasilitas penunjang seperti tata letak lampu, tata letak AC dan tata letak cermin juga dibuat lebih ergonomis. Diharapkan usulan tersebut dapat berguna bagi mini market 5001 Mart cabang Cimahi.

06(2002) Perancangan Lorong Basement II yang Lebih Ergonomis pada Laboratorium Analisa Perancangan Kerja dan Ergonomi Universitas Kristen Maranatha Bandung Wawan Yudiantyo. uji kecukupan data. maka lorong yang letaknya berada di basement II tersebut menjadi lembab. APK&E yang terletak pada basement II Gedung Teknik. dimana orang tersebut tidak bisa langsung dilayani. maka orang tersebut harus menunggu di tempat yang telah disediakan (tempat tunggu). Setelah data hasil kuesioner tersebut telah valid dan reliabel. produk kursi tunggu juga disesuaikan dengan data Anthropometri mahasiswa. bedasarkan kuesioner tersebut. temperatur dan kelembaban pada lorong tunggu belum memenuhi kondisi ideal. mengingat sekat-sekat ruangan Lab. ST. Selain itu karena kurangnya ventilator. ST. khususnya untuk mahasiswa yang akan melakukan aktivitas seperti praktikum dan assistensi. dengan menggunakan ergo plus yaitu: uji kenormalan data. aliran udara menjadi kurang baik. Agar aktivitas yang berlangsung dalam Laboratorium dapat mencapai tujuannya. dan uji reliabilitas data. MT Fernando Tempat tunggu merupakan tempat yang penting. Lorong Lab. khususnya untuk orang yang datang ke suatu tempat. untuk data anthropometri dilakukan pengujian. perhitungan dan penentuan persentil. sehingga dapat mendukung konsentrasi belajar mahasiswa.. maka harus diciptakan suatu lingkungan yang nyaman. MT Lestari Yuli Hastuti. Dari penelitian yang dilakukan penulis. . maka dilakukan persentase hasil kuesioner yang didapatkan. Untuk itu diusulkan produk rancangan kursi tunggu yang dapat dilipat untuk menghemat tempat. Diharapkan dengan demikian akan memberikan kenyamanan bagi pengguna lorong tunggu Lab. Dan pemasangan alat hydrant untuk pencegahan bahaya kebakaran.. Untuk data kuesioner dilakukan pengujian dengan cara manual: uji validitas data. sehingga dapat diambil suatu kesimpulan. Pemasangan AC untuk mengatasi temperatur dan kelembaban yang kurang baik. lorong yang dijadikan tempat tunggu saat ini dirasakan kurang ergonomis. Intensitas cahaya pada lorong tunggu masih kurang. APK& E UKM terbuat dari bahan yang mudah terbakar. walaupun sudah terdapat beberapa lampu untuk penerangan. uji keseragaman data. Untuk lingkungan fisik diusulkan penambahan lampu sehingga mencapai intensitas cahaya yang ideal untuk membaca dan menulis. Alat ini dirasakan penting. tetapi masih dirasakan kurang terang. dijadikan sebagai tempat tunggu. Dari hasil pengumpulan data maka dilakukan pengolahan data. APK & E UKM. Lorong yang berada di basement II gedung Teknik gelap. Hasil analisa menunjukkan bahwa dimensi produk kursi tunggu aktual belum sesuai dengan dimensi tubuh pengguna.

Barang/perabotan yang tidak ergonomis adalah: tempat tidur. ST. tata letak tombol/saklar pada dinding. temperatur dan kelembaban. Untuk pegangan tombol/saklar yang perlu diperbaiki adalah: tata letak kunci pintu kamar. pegangan pintu kamar. monoblock. meja rias. Sedangkan dari hasil analisa. sebaiknya disediakan check list yang harus diisi oleh bell-boy. tombol/saklar pada dinding. Untuk peningkatan kesehatan dan . MT Yoanita Kamar adalah produk terpenting yang dapat dijual oleh sebuah hotel. ST. lantai kamar tidur. Barang/perabotan di dalam kamar tidur yang perlu diperbaiki adalah: tempat tidur. Barang/perabotan di dalam kamar mandi yang perlu diperbaiki adalah: shower. Yang termasuk dalam fasilitas fisik dalam kamar adalah: peralatan dan perabotan dalam kamar tidur. tempat tas. Bandung) Wawan Yudiantyo. pegangan kunci jendela. Penulis mengambil data fasilitas fisik peralatan dan perabotan dalam kamar mandi dan kamar tidur. lampu penerangan pada lorong. sekat plastik dan tempat sampah. pembuka botol. gantungan pakaian. kursi. tempat sabun. sofa. Perbaikan juga dilakukan pada dinding kamar mandi. Dari hasil perbandingan tersebut. penulis mengadakan pengamatan secara dan mewawancarai beberapa tamu hotel. beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain adalah: fasilitas dalam kamar. dan juga pelayanan yang diberikan. kunci pintu kamar. Untuk membuat lingkungan hotel lebih nyaman. peralatan yang disediakan dalam kamar serta fasilitas di luar kamar. pegangan tombol/saklar serta pembatas ruangan kamar dan lorong. lantai kamar mandi dan lantai lorong. tata letak kamar tidur pun dinilai kurang ergonomis. lemari pakaian. nakas .07(2002) Perancangan Sarana dan Prasarana Dalam Kamar Hotel yang lebih Ergonomis (Studi Kasus di Hotel Le’Aries. karena sebagian besar waktu tamu hotel dihabiskan di dalam kamar. jendela. pembuka botol. Yang termasuk dalam lingkungan non fisik adalah: pencahayaan. Oleh karena itu. pegangan kunci jendela. Data-data fasilitas fisik tersebut kemudian dibandingkan dengan data antropometri.. peralatan dan perabotan dalam kamar mandi. bunyi. Untuk perbaikan pelayanan. Sedangkan yang termasuk servis adalah: pelayanan. Kenyamanan itu pulalah yang akan menarik loyalitas para tamu hotel untuk terus menjadi pelanggan tetap. sofa. tempat handuk. Untuk mengetahui apakah fasilitas fisik dan lingkungan non fisik dalam kamar hotel Le’Aries sudah ergonomis. tempat sampah. ventilasi. meja rias dan jendela. lingkungan fisik. data lingkungan non fisiknya dan juga mengamati pelayanan apa saja yang diberikan. maka penulis menyarankan beberapa perbaikan yang mudah direalisasikan. lemari pakaian. Kenyamanannya mutlak diperlukan. serta posisi lampu penerangan pada lorong. gantungan pakaian. shower. Untuk lingkungan non fisik. didapati beberapa pelayanan yang kurang memuaskan. kursi. tempat handuk. nakas. peraturan dan tata tertib.. didapatkan hasil bahwa tidak semua barang/perabotan dalam kamar tidur dan kamar mandi ergonomis. sekat plastik. penyemprot air pada monoblock. yang belum ergonomis adalah pencahayaan dan ventilasi. MT Ie Vie Mie. Dari hasil pengamatan.

keamanan lingkungan hotel. . sebaiknya disediakan alarm tanda bahaya dan informasi alur jalan darurat.

29% dan stasiun packing sebesar 18. Operator bekerja tanpa ada standar kerja yang baku sehingga tidak memperhatikan pekerjaannya secara menyeluruh dan peralatan serta tempat kerja operator tidak dirancang secara ergonomis. sistem kerja setempat (tata letak. Setelah diadakan penelitian pendahuluan. atap. MT Fitri Lianingsih Dewasa ini industri manufaktur berada pada kondisi cukup stabil. masalah yang dihadapi perusahaan yakni bila ada perubahan sedikit dalam tata letak. sehingga perlu diadakan perbaikan metode kerja. Keadaan lingkungan kerja fisik seperti temperatur. ST. pencahayaan. Adapun perbaikan metode kerja yang dilakukan perusahaan meliputi pekerjaan yang dilakukan operator (dihubungkan dengan prinsip ekonomi gerakan).08(2003) Perbaikan Sistem Kerja di Perusahaan Boneka “X” Bandung Novi. diketahui bahwa permasalahan yang dihadapi perusahaan saat ini dalam hal efisiensi kerja. ST. Masalah yang dihadapi perusahaan saat ini yakni tidak bisa memenuhi permintaan konsumen karena sistem kerja yang diterapkan perusahaan kurang efisien dan perancangan peralatannya tidak ergonomis sehingga perlu dilakukan perbaikan sistem kerja dan perancangan peralatan agar ergonomis.38%. Perusahaan juga kurang memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja operator. kebisingan. Dengan perbaikan yang dilakukan maka sistem kesehatan dan keselamatan kerja operator lebih terjamin. Dari Bagan Analisa Aktual diketahui bahwa metode kerja yang diterapkan perusahaan belum optimal. tidak berubah karena keterbatasan tempat dan sensitivitas perusahaan setelah dilakukan perbaikan menjadi lebih baik karena proses produksi menjadi lebih lancar. pencahayaan. stasiun isi sebesar 4. Untuk mengatasi permasalahan tersebut.18%. dan dinding) lebih baik.. jarak dan keleluasaan) menjadi lebih baik. mula-mula dilakukan pengukuran waktu baku cara langsung (jam henti) dan cara tidak langsung (MTM-1) melalui Bagan Analisa.18%. stasiun hias sebesar 4. kelembaban.17%. MT Wawan Yudiantyo. lantai. keadaan lingkungan fisik (temperatur. . hal ini terlihat dari semakin banyaknya perusahaan-perusahaan kecil yang mencoba membuka usaha dalam bidang manufaktur. dan dinding masih belum diperhatikan.18%. kurang fleksibel. Dengan melakukan perbaikan metode kerja. kebisingan. Dari segi fleksibilitas. stasiun gunting sebesar 4. atap. lantai. Salah satunya adalah perusahaan boneka "X". Jika dilihat segi fleksibilitas. stasiun jahit sebesar 1. kelembaban. perusahaan dapat menghemat waktu untuk masing-masing stasiun kerjanya yakni berturut-turut untuk stasiun pola sebesar 4.. gerakan kerja operator dan tata letak ruang kerja keseluruhan (termasuk aliran prosesnya) sehingga setelah dilakukan perbaikan maka gerakan kerja operator sudah sesuai dengan prinsip ekonomi gerakan dan aliran prosesnya lebih lancar.

kamar pas yang mencukupi. Analisa dapat memaparkan secara jelas tentang persepsi konsumen terhadap factory outlet dengan menggunakan program Alscal-SPSS. toilet dalam jumlah yang mencukupi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diusulkan strategi pemasaran yaitu penjualan produk-produk yang sesuai dengan target pasarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang paling mempengaruhi konsumen pada saat mengunjungi sebuah factory outlet adalah kualitas produk. Rumah Mode) Yenni M. Djajalaksana. Factory outlet Rumah Mode juga memiliki keunggulan pada kualitas produk. untuk itu factory outlet Rumah Mode dituntut untuk merumuskan strategi pemasaran yang tepat sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. keramahan dan kesiapan dari pramuniaga. kamar pas dalam jumlah yang mencukupi.O. memiliki kesamaan harga. harga produk memiliki kesamaan harga atau bahkan lebih murah dibanding factory outlet lain. mengetahui hubungan antara data demografi dengan segmen yang pengolahan datanya menggunakan program Crosstab-SPSS. segmen pasar factory outlet di kota Bandung dan target pasar yang sesuai dengan factory outlet Rumah Mode. ketersediaan tempat menunggu. keluasan area parkir. dan kesiapan dari para pramuniaganya. Strategi pemasaran yang tepat dapat meningkatkan daya saing factory outlet Rumah Mode dengan para kompetitornya. diskon baik untuk produk tertentu maupun untuk pembelian dalam jumlah tertentu. Berdasarkan penelitian awal factory outlet Rumah Mode memiliki kendala dalam usaha meningkatkan jumlah pengunjung Rumah Mode. diskon untuk pembelian dalam jumlah tertentu. dimana pengolahan datanya dilakukan dengan metode analisis deskriptif. rata-rata konsumennya adalah pelajar dan mahasiswa dan banyak mengenal factory outlet berdasarkan informasi orang lain. Namun factory outlet Rumah Mode juga memiliki kekurangan dalam jenis atau ragam produk yang dijual. ketersediaan tempat menunggu. posisi factory outlet Rumah Mode dan para pesaingnya di mata konsumen. produk yang tidak dijual di factory outlet lain. jenis produk yang dijual.09(2003) Perancangan Strategi Pemasaran Berdasarkan Persepsi Konsumen (Studi Kasus di F. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan keterangan bahwa factory outlet Rumah Mode berada pada segmen ke II dimana para konsumennya sebagian besar adalah kaum wanita. luas area parkir. dengan usia antara 15 sampai dengan 25 tahun. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kriteria atau faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi konsumen untuk mengunjungi sebuah factory outlet. diskon untuk produk tertentu. Dengan adanya persaingan yang semakin ketat diantara factory outlet. dan peringkat factory outlet berdasarkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi konsumen untuk mengunjungi sebuah factory outlet. penataan cahaya dalam ruangan dan keramahan para pramuniaganya dalam melayani para konsumennya. toilet yang mencukupi. mempertahankan keunggulann dari . MBA Reza Wratsongko Rumah Mode adalah salah satu factory outlet di kota Bandung. penerangan dalam ruangan. produk yang tidak dijual di factory outlet lain.

.para pesaingnya dan memperbaiki kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh factory outlet Rumah Mode.

Dalam aspek teknik ini. Dari perhitungan IRR didapatkan sebesar 8. tujuan dari penyebaran kuesioner ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi mereka dalam menyewa suatu kamar kos. Kelebihan penelitian Inn dibandingkan penelitian yang ada sebelumnya adalah bahwa pengelola untuk rumah kos ini adalah dari pihak . sedangkan bila dilihat dari NPV-nya akan positif pada tahun ke-20 yaitu sebesar Rp 68. Melihat prospek kecenderungan meningkatnya jumlah mahasiswa dan perkembangan kampus Universitas Kristen Maranatha maka penulis mempunyai ide untuk mengadakan suatu penelitian tentang kelayakan pendirian rumah kos di sekitar lingkungan kampus Universitas Kristen Maranatha. Dari perhitungan aspek finansial ini. didapatkan payback period selama 11 tahun 1 bulan.11(2003) Analisis Kelayakan Pendirian Maranatha Student Inn di Sekitar Lingkungan Kampus Universitas Kristen Maranatha Melina Hermawan. Pada aspek finansial ini.. dan Internal Rate of Return (IRR).22% sehingga dari segi perhitungan aspek finansial ini layak karena IRR lebih besar dari MARR yang ditetapkan (8. tetapi sebelumnya penulis akan melakukan peramalan dengan menggunakan program Quantity System (QS) untuk meramalkan jumlah mahasiswa yang masuk Universitas Kristen Maranatha. Suku bunga yang ditetapkan standarisasi dari Bank Indonesia yaitu sebesar 8% (MARR = 8%).22% > 8%). proyek yang akan dilaksanakan akan menyerap tenaga kerja sehingga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitarnya dan lokasi ini akan menjadi ramai dengan dibukanya kios-kios tempat menjual makanan. MT Ariston Dewasa ini banyak sekali dibangun rumah-rumah kos di sekitar kampus Universitas Kristen Maranatha.829. Aspek-aspek yang akan dibahas penulis dalam penyusunan laporan Tugas Akhir ini adalah aspek pasar. Dari aspek pasar akan ditentukan pangsa pasar yang akan direbut.636. pengamatan dilakukan dengan cara membagi kuesioner kepada penghuni-penghuni rumah kos di sekitar kampus Universitas Kristen Maranatha. aspek teknik. ST. Hasil dari studi kelayakan proyek Maranatha Student Inn ini layak untuk dilaksanakan. ST. hal ini sudah tidak dapat dipungkiri lagi seiring dengan perkembangan jumlah mahasiswa Universitas Kristen Maranatha terutama yang berasal dari luar kota Bandung rata-rata hampir melebihi 50% dari jumlah keseluruhan mahasiswa yang masih aktif. Net Present Value (NPV). setelah itu akan dibuat rancangan fisik rumah kos yang akan dibangun serta fasilitas apa saja yang akan disediakan. metode yang digunakan dalam penilaian investasi adalah metode paback period. MT Yulianti. kemudian penulis melakukan perhitungan pada aspc:k finansial. Dari aspek teknik.. Dari aspek sosial. aspek finansial dan aspek sosial. Setelah dilakukan analisis aspek pasar ini maka dilanjutkan pengamatan pada aspek teknik.

selain itu juga disediakan suatu ruangan semacam perpustakaan mini untuk membantu mahasiswa datang mencari buku yang dibutuhkan sehingga ini juga dapat memacu mahasiswa untuk lebih berprestasi lagi. . oleh karena akan diberikan diskon kepada mahasiswa yang dianggap berprestasi.Universitas Kristen Maranatha.

Sebagai satu-satunya penyedia jasa transportasi kereta api di Indonesia PT. MT Dian Krishna Masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi pada saat ini semakin menuntut terhadap pemenuhan kepuasan dan kebutuhan dari layanan produk dan jasa yang ditawarkan. KA. Sedangkan process characteristic yang diperlukan untuk dapat memenuhi design characteristics dalam usaha perancangan pelayanan KA kelas eksekutif antara lain mengidentifikasi kebutuhan pelatihan. MT Rudijanto Muis. tingkat kemudahan mendapatkan informasi.. KA untuk memenuhi kebutuhan konsumen tersebut antara lain adalah tingkat pelaksanaan etika pelayanan.12(2003) Usulan Perancangan Proses Pelayanan pada PT. Design characteristics untuk memenuhi usaha-usaha teknis tersebut antara lain jenis pendidikan dan pelatihan. ST. beberapa diantaranya seperti keterlambatan keberangkatan dan kedatangan KA. tingkat ketersediaan tiket. Kereta Api (Persero). Kereta Api (Persero) dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (Studi Kasus pada Kereta Api Parahyangan Kelas Eksekutif) Christina.. namun dalam hal pelayanan masing sering terjadi keluhan-keluhan yang dilontarkan oleh pengguna KA melalui kotak saran dan juga melalui media cetak mengenai pra dan purna perjalanan KA yang tidak memuaskan. kemudahan dalam pemesanan tiket (reservasi). fasilitas di stasiun yang kotor tidak terawat. ST. . kehilangan barang didalam stasiun dll. daerah pembatasan kecepatan. disebut juga PT. Hal ini akan menyebabkan menurunnya kualitas pelayanan dan mengakibatkan hilangnya pelanggan atau pengguna jasa kereta api. banyak memberi kemudahan dalam perjalanan bagi para penggunanya. Sehingga perusahaan yang berorientasi pada pelanggan pada sekarang ini harus mampu memberikan nilai dan kepuasan melalui penyampaian produk dan jasa yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan penggunajasa. keselamatan penumpang dari kecelakaan dalam perj alanan. jumlah tempat duduk tersedia. menyelenggarakan usaha-usaha pelatihan dan mengevaluasi pelaksanaan dan hasil pelatihan. sering kehabisan tiket. Kebutuhan konsumen yang terlihat dari penelitian ini adalah antara lain kenyamanan dalam memperoleh tiket secara langsung. mengantri terlalu lama. Usaha-usaha teknis yang perlu dilakukan oleh PT. Salah satu metodologi yang dapat digunakan untuk mempertemukan keinginan dan kebutuhan konsumen dengan perusahaan adalah metode Quality Function Deployment. Salah satu moda transportasi yang banyak diminati adalah transportasi kereta api.

75% responden membutuhkan suatu perpustakaan yang menyediakan buku-buku tentang ergonomi dan laporan praktikum. untuk mengetahui apakah produk hasil rancangan secara keseluruhan sudah lebih baik dibandingkan dengan produk pembanding yang ada. sehingga didapatkan suatu layout yang sesuai untuk perpustakaan di laboratorium dan mengusulkan agar pencahayaan di perpustakaan tersebut ditambah. sofa. Berdasarkan hasil analisa dapat diketahui bahwa produk pembanding tersebut tidak sesuai dengan data antropometri mahasiswa. Untuk fasilitas yang dirancang di perpustakaan ini meliputi meja baca bersekat jenis 1 (membutuhkan kursi). ST. MT Meliana Atmodjo Laboratorium tidak terlepas dari adanya perpustakaan yang menyediakan buku sebagai dasar referensi. tempat komputer. Penelitian yang dilakukan oeh penulis adalah dengan menyebarkan kuesioner untuk mengetahui apa yang dibutuhkan oleh mahasiswa di perpustakaan. kursi. Setelah diketahui fasilitas apa yang akan dirancang di dalam perpustakaan. yang digunakan sebagai pertimbangan penulis dalam merancang produk yang sesuai dengan perpustakaan yang diusulkan.13(2003) Perancangan Perpustakaan di Laboratorium Analisa Perancangan Kerja dan Ergonomi Universitas Kristen Maranatha Bandung Wawan Yudiantyo. 2002. Maka dirancang fasilitas yang ada di perpustakaan yang diusulkan yang tentu saja sesuai dengan data antropomteri mahasiswa Jurusan Teknik Industri. dapat diketahui bahwa 98. Oleh karena itu penulis tertarik untuk merancang perpustakaan di laboratorium yang bertujuan untuk lebih menunjang jalannya praktikum. Akan tetapi perpustakaan yang ada sekarang letaknya jauh dari laboratorium. maka penulis mencari produk pembanding. meja baca bersekat jenis 2 (tidak membutuhkan kursi/lesehan). locker. 2001. meja petugas perpustakaan dan panggung. dimana referensi yang ada digunakan sebagai masukan dalam membuat laporan. Untuk temperatur di ruangan yang akan dijadikan perpustakaan . Setelah itu dilakukan analisa terhadap produk pembanding tersebut. Setelah dilakukan perancangan. Selain itu penulis juga melakukan penilaian konsep terhadap alternatif layout yang diusulkan. Dalam merancang fasilitas yang ada di perpustakaan ini penulis menggunakan data antropometri mahasiswa Jurusan Teknik Industri angkatan 1987-2002 yang diambil secara random sebanyak 100 data.. dengan cara menambah lampu pada tiap meja baca dan rak buku.. rak buku. Berdasarkan kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa Jurusan Teknik Industri angkatan 2000. dan 2003. sehingga sangat ideal apabila terdapat perpustakaan di laboratorium yang menyediakan buku-buku yang memiliki relevansi yang kuat untuk menunjang jalannya praktikum. Dari hasil analisa menunjukkan bahwa fasilitas yang diusulkan untuk perpustakaan tersebut merupakan poduk yang lebih baik dibandingkan dengan produk pembanding. ST. Saran dan masukan yang didapat dari kuesioner juga menjadi pertimbangan dalam merancang fasilitas yang ada dalam perpustakaan. maka dilakukan analisa penilaian konsep. tempat majalah dan surat kabar. MT Ie Vie Mie.

supaya udara dapat mengalir dengan merata. akan tetapi perlu dilakukan perubahan letak AC.sudah baik. .

Biaya produksi total dihitung berdasarkan jadwal induk produksi yang telah disusun meliputi biaya kerja lembur. M. dipilih metod ekonstan dengan nilai SEE adalah 4118. yaitu industri yang bergerak di bidang manufaktur bahan peledak (handak) industrial di Indonesia. Setelah itu.Sc Hotma Rina Janita Sitorus Penulis melakukan penelitian di PT. MT Ir.564. Dahana (Persero) Melina Hermawan. . 107. Ternyata jumlah tenaga kerja optimal yang dibutuhkan untuk meminimasi biaya produksi adalah sebanyak 7 orang yang pada awalnya perusahaan mempekerjakan 15 orang tenaga kerja. Langkah pertama yang dilakukan penulis adalah melakukan peramalan permintaan yang akan datang dan dipilih metode peramalan terbaik dengan nilai SEE terkecil. biaya simpan dan biaya menganggur.43. dari Peta Pekerja dan Mesin serta hasil perhitungan berdasarkan kapasitas efektif terkecil stasiun kerja (yang terpilih adalah stasiun kerja yang menggunakan mesin) terhadap kapasitas efektif terkecil stasiun kerja manual. Dahana Tasikmalaya. ST. yang bertujuan untuk mengoptimalkan sumebr daya yang dimiliki perusahaan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa biaya produksi untuk periode perencanaan (3 tahun) sebesar Rp 355..67% dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja perusahaan sekarang (15 orang tenaga kerja). 09. dipilih metode linier siklis (N = 8) dengan nilai SEE adalah 1269. Kemudian besar penghematan biaya tenaga kerja usulan (7 orang) sebesar 46. Heru Susilo. Penghematan ini cukup signifikan dan sudah tentu sangat diharapkan perusahaan demi meningkatkan daya saing produknya di pasaran. dilakukan penjadwalan produksi berdasarkan kapasitas efektif stasiun kerja terkecil. 78 dan untuk diameter 30 mm. Selanjutnya. Penelitian dilakukan pada penyusunan penjadwalan produksi den penentuan jumlah pekerja optimal. yang digunakan sebagai kapasitas reguler tersedia pada tabel transportasi. Untuk diameter 25 mm.14(2003) Usulan Penjadwalan Produksi dan Penentuan Jumlah Tenaga Keja Optimal di PT.

dan merencanakan usulan suatu strategi pemasaran yang tepat yang mampu dijalankan oleh Hotel Le Aries berdasarkan metode Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). penampilan luar hotel. keamanan hotel. Gerden Hotel & Café” Lestari Yuli Hastuti. kesesuaian harga dengan kamar hotel yang disediakan.. EFE Matrix untuk mengetahui keadaan eksternal perusahaan. kemudian matcing stage dengan pembuatan SPACE Matrix yang dipresentasikan dalam bentuk diagram cartesius untuk mengembangkan alternatif strategi yang akan diterapkan. keramahan dan kesopanan room service. maka perusahaan perlu menerapkan strategi pemasaran yang tepat. diketahui bahwa kekuatan dari Hotel Le Aries adalah kenyamanan kamar hotel yang disediakan. . Dan melalui decision stage diperoleh usulan strategi terbaik bagi Hotel Le Aries. yaitu strategi product development. penampilan dan kerapihan front office. keamanan tempat parkir. ST. dan memilih strategi digunakan tiga tahapan kerangka kerja pembuatan pengambilan keputusan. Melalui tahap input stage diperoleh posisi Hotel Le Aries.. Penerapan strategi bagi suatu perusahaan dapat dilakukan pada faktor internal dan eksternal yang dimiliki oleh suatu perusahaan sehingga dapat diperoleh faktor-faktor sukses dalam mengelola sebuah hotel. merumuskan alternatif-alternatif strategi perusahaan yang dapat dikembangkan pada Hotel Le Aries dengan menggunakan input dari hasil SPACE matrix. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui kondisi internal dan kondisi eksternal dari Hotel Le Aries. kebersihan dari makanan/minuman yang disajikan.15(2003) Analisis dan Usulan Perencanaan Strategi Pemasaran “Le Aries. kebersihan kamar hotel yang disediakan . dan tahapan terakhir. Dalam menyusun. Tiga tahap ini meliputi input stage dengan pembuatan IFE Matrix untuk mengetahui keadaan intrenal perusahaan. keramahan dan kesopanan front office. MT Melina Hermawan. ST. kecekatan dan ketrampilan house keeping/room service. Dan diketahui pula bahwa perusahaan berada di atas rata-rata dari keseluruhan posisi strategisnya dalam usaha untuk memanfaatkan peluang dan menghindari ancaman yang mungkin timbul. harga kamar hotel yang terjangkau. merumuskan. decision stage dengan pembuatan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk memutuskan alternatif strategi yang terbaik bagi Hotel Le Aries. Dari tahap matching stage diperoleh alternatif-alternatif strategi dari profil “Competitive”. kebersihan hotel dan semua prasarananya. MT Agus Chandra Pratama Hotel Le Aries merupakan salah satu hotel di kota Bandung yang mampu memberikan pelayanan yang baik kepada konsumennya. CPM untuk mengetahui pesaing utama perusahaan. Untuk dapat meningkatkan rate menginap di hotel dan bersaing dengan para pesaingnya. keamanan kamar hotel yang disediakan.

MT Banyak cara yang sudah dikembangkan untuk menentukan nilai availabilitas sistem dari kerusakan-kerusakan komponennya. Hal ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan.16(2003) Perancangan Model Simulasi Berdasarkan Diagram Fault Tree untuk Mengestimasi Availabilitas Sistem Victor Suhandi. tidak mampu mendeteksi variasi masa pakai yang ditimbulkan akibat sistem atau subsistem yang mengalami downtime. Model simulasi memberikan hasil availabilitas sistem sebesar 68% dan pengukuran output langsung sebesar 71. ST. Kelemahan pokok yang dapat dirasakan pada metode analitik yaitu: kombinasi yang dimunculkan untuk sistem kompleks menjadi sangat besar dan sulit ditangani. Sehingga terjadi perbedaan lamanya waktu operasi antara komponenkomponen dengan sistem (sistem tidak pernah mengalami status non-aktif) bila diukur pada suatu titik waktu yang sama. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan validitas model ketika diterapkan pada sistem kompleks seperti unit pembangkit di PLTA Saguling. Hasil ini menunjukkan nilai yang tidak berbeda jauh. . dan dalam keadaan sistem yang sangat kompleks. Pencarian komponen vital oleh model ini menghasilkan transformator utama sebagai komponen kritis. Dalam penelitian ini dikembangkan model simulasi yang didasarkan pada diagram fault tree sehingga dapat memperkirakan availabilitas sistem dimasa mendatang dan dapat menentukan komponen-komponen yang vital sehingga dapat dilakukan redesign sistem secara efisien. model simulasi akan lebih efisien dan prosesnya dapat digambarkan secara komprehensif. Para peneliti terdahulu banyak yang menggunakan metode analitik untuk mencari solusinya. Model simulasi ini mampu menangani sistem yang cukup kompleks seperti pada unit pembangkit PLTA Saguling.79%. Model simulasi ini memperhitungkan keadaan komponen yang non-aktif (ada komponen yang non-aktif walaupun tidak rusak yang diakibatkan oleh sistem atau subsistemnya mengalami downtime). Setelah dilakukan eksperimen dengan melakukan redesign pada komponen vital maka model simulasi memperkirakan nilai availabilitas sistem sebesar 87%. Konfigurasi sistem ini mewakili setiap logika yang sangat mungkin terjadi dalam sistem nyatanya. Hasil perhitungan availabilitas sistem dengan berbagai konfigurasi sistem terbatas yang dibangun menggunakan diagram fault tree memperlihatkan tingkat perbedaan yang tidak signifikan bila dibandingkan dengan metode analitik..

Tekanan untuk menyelesaikan studi. data diolah dengan metode Analisis faktor dan Analisis Diskriminan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berbeda secara signifikan. MT Budi Santoso Kecenderungan mahasiswa Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha dalam memilih topik Tugas Akhir terpusat pada beberapa Mata Kuliah tertentu dan kurang berorientasi pada aspek perancangan. Industri Jasa dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi. serta Sistem Produksi. jumlah sampel yang diambil 111 responden mahasiswa yang sedang mengambil Mata Kuliah Tugas Akhir dengan metode simple random sampling. (5) Kepercayaan diri. serta (2) Untuk menganalisis faktor-faktor yang menjadi pembeda karakteristik mahasiswa yang mengambil topik Tugas Akhir di Mata Kuliah tertentu.faktor yang Membedakan Mahasiswa dalam Memilih Topik Tugas Akhir Ir. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan mahasiswa saat memilih topik Tugas Akhir ialah: (1) Peminatan Mata Kuliah. (6) Mempererat hubungan dengan alumni Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha. dan Niat dari awal.17(2003) Identifikasi Faktor . Sistem Produksi. (3) Kemudahan pemahaman materi. (3) Dosen untuk mata kuliah Sistem Produksi. (9) Kecepatan pemberian ijin penelitian. (4) Memberikan koneksi ke perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industri dan manufaktur. Manajemen Kualitas. Jumlah populasi pada penelitian ini 186 orang. Kecepatan pemberian ijin penelitian. (4) Kemudahan referensi. Oleh karena itu tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mengidentfikasi faktor-faktor yang dipertimbangkan mahasiswa dalam menentukan topik Tugas Akhir. (5) Melakukan promosi ke perusahaan yang bergerak di bidang industri dan manufaktur. Hendra Kusuma. Pada bagian akhir. Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi. . dan Manajemen Kualitas. disajikan beberapa saran bagi pimpinan Jurusan Teknik Industri agar kecenderungan pemilihan topik Tugas Akhir dapat lebih diarahkan pada definisi Teknik Industri sesuai ABET yaitu: (1) Meningkatkan standar penelitian untuk Mata Kuliah Manajemen Pemasaran. (10) Alternatif sumber referensi. (8) Tekanan untuk menyelesaikan studi. hingga dirasakan semakin menjauhi definisi Teknik Industri. (11) Jumlah referensi. serta 15) Bekal dari perkuliahan. Terdapat tujuh Mata Kuliah yang dominan dipilih oleh mahasiswa dalam mengerjakan Tugas Akhir yaitu: Manajemen Pemasaran. Industri Jasa. (2) Kemudahan proses pengerjaan. (14) Niat dari awal. (12) Dosen yang empatik. (13) Kelancaran proses bimbingan. (6) Ketersediaan topik. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa faktor yang menjadi pembeda karakteristik mahasiswa dalam memilih topik Tugas Akhir adalah Ijin topik dari perusahaan. (7) Izin topik dari perusahaan. dan Manajemen Kualitas dapat memberikan bahasan contoh-contoh kasus. Manajemen Sumber Daya Manusia. Setelah pengujian validitas dan reliabilitas. (2) Adanya fasilitas bimbingan dan penyuluhan topik Tugas Akhir untuk mata kuliah Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi. Sistem Informasi Manajemen.

Proyeksi kegagalan pada USM. (1) mengetahui faktor-faktor penting apa saja yang menjadi pertimbangan calon mahasiswa baru dalam memilih jurusan dan perguruan tinggi untuk melanjutkan studi. (3) Pengaruh orang terdekat. (5) Dorongan keluarga. untuk mengetahui perbedaan faktor-faktor dominan yang dipertimbangkan oleh empat kelompok calon mahasiswa baru dalam memilih program studi dan perguruan tinggi di UKM. Secara teoritis. I UKM) Ir. (7) Proyeksi kegagalan pada USM. dan positioning dilakukan secara tepat sasaran. (2) Potensi masa depan. dan analisis faktor dilakukan perhitungan Analisis Diskriminan Berganda. reliabilitas. (9) Mutu program studi. kelompok peminat UKM yang pesimistik. targeting. (4) Pertimbangan atas kemampuan pribadi. Hendra Kusuma. Dihasilkan 4 (empat) kelompok perilaku yaitu kelompok yang harus kuliah di jurusan tertentu di UKM. MT Roland Tearalangi Analisis perilaku membeli merupakan hal yang sangat penting dalam melakukan pemasaran. (8) Persiapan untuk memasuki dunia kerja. (c) menyertakan persaingan antar universitas sebagai variabel independen. Jumlah responden pada penelitian ini ialah sebanyak 603 responden calon mahasiswa baru yang mendaftar di gelombang I di UKM dengan menggunakan metode simple random sampling. disajikan beberapa saran untuk meningkatkan informasi mengenai riset ini terhadap Universitas Kristen Maranatha. (2) mengetahui faktor-faktor apa saja yang membedakan empat kelompok calon mahasiswa baru dalam memilih jurusan dan perguruan tinggi. Setelah uji validitas.18(2003) Identifikasi Faktor-faktor Dominan yang Membedakan Pertimbangan Kelompokkelompok Calon Mahasiswa Baru dalam Memilih Perguruan Tinggi (Studi Kasus Eksploratori Pendaftaran Gel. yaitu: (a) menggunakan responden siswa kelas 3 SMU agar pemetaan minat dapat dilakukan secara lebih tajam. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa faktor yang menjadi pembeda karakteristik calon mahasiswa pendaftar Gelombang I UKM dalam memilih program studi adalah Citra Universitas di masyarakat. Faktor-faktor petimbangan calon mahasiswa yang didapatkan dari penelitian ini ialah: (1) Citra Universitas di masyarakat. tidaklah mungkin proses segmenting. serta (11) Lokasi. dan tanggapan konsumen terhadap produk. sikap. Pertimbangan atas kemampuan pribadi. kelompok peminat bidang khusus yang pesimistik. minat. Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut. Dengan diketahuinya perilaku pembelian konsumen. (6) Kelengkapan fasilitas kampus. Tanpa analisis Buying Behaviour. Pada bagian akhir. (b) menyertakan minat untuk mendaftar di UKM sebagai variabel dependen. (10) Minat pribadi. serta kelompok asal bisa kuliah. serta minat pribadi. . segmentasi perilaku dapat dibagi dalam beberapa kelompok yaitu berdasarkan pengetahuan. diharapkan perencanaan strategi pemasaran yang dilakukan oleh suatu organisasi sesuai dengan tujuan pemasaran yang ingin dicapai.

dan nilai biaya yang baik dibandingkan produk pembandingnya. MT Wawan Yudiantyo. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengangkat permasalahan ini dengan merancang produk wall bed yang multifungsi dan bertujuan untuk mengefisienkan lahan tempat tingga bagi pasar Indonesia. hanya saja sekarang ini belum ada wall bed yang khusus dirancang bagi pengguna rumah tangga di Indonesia. dan wall bed yang sudah ada. Setelah itu penulis melakukan analisis anthropometri dan analisis nilai terhadap produk ranjang lipat. nilai keindahan. dan wall bed yang sudah ada. ST.. terutama dengan semakin meningkatnya tingkat kepadatan penduduk di Indonesia. Jenis wall bed sebenarnya merupakan solusi yang baik bagi masalah keterbatasan lahan. Selain itu juga diperoleh banyak masukan dan saran yang menjadi keinginan dan kebutuhan konsumen. . Selain itu. sofa bed. memiliki harga jual yang tidak terlalu mahal dibandingkan produk sejenis. Kita dituntut untuk pandai memanfaatkan lahan dan memilih produk yang efisien lahan dan multifungsi. analisis nilai. Penelitian yang dilakukan penulis adalah dengan menggunakan angket untuk mengetahui persepsi konsumen tentang ranjang lipat. sofa bed dan wall bed yang sudah ada sekarang. sofa bed. perawatan produk. sofa bed dan wall bed.. sekaligus untuk mengetahui produk apa saja yang diprioritaskan berada dalam kamar tidur dan faktor-faktor yang dianggap prioritas saat membeli tempat tidur. sesuai dengan anthropometri masyarakat Indonesia. Tempat tidur yang dapat mengefisienkan lahan yang sekarang ini sudah ada adalah ranjang lipat. dan analisis penilaian konsep. Hasil analisis menunjukkan bahwa produk wall bed usulan tersebut merupakan produk yang mudah dalam perawatannya. dan merupakan konsep produk terbaik dibandingkan dengan ranjang lipat. Hasil analisis menunjukkan bahwa masih banyak keluhan yang disampaikan dan banyak kekurangan yang dimiliki oleh produk yang sudah ada tersebut. penulis juga menggunakan data anthropometri Indonesia yang didapat dari buku Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya. harga jual produk. karangan Eko Nurmianto. memiliki nilai kegunaan. Salah satu perabot rumah tangga yang pasti diperlukan tetapi penggunaannya memakan lahan adalah tempat tidur.20(2003) Perancangan Produk Tempat Tidur Multifungsi Jenis Wall Bed Ie Vie Mie. ST. Saran dan masukan yang didapat dari angket ini juga dipakai sebagai dasar pertimbangan dalam merancang produk wall bed usulan. MT Ethania Musalam Masalah keterbatasan lahan tempat tinggal merupakan salah satu masalah yang perlu diperhatikan bagi masyarakat Indonesia. Data anthropometri ini digunakan untuk menentukan ukuran produk yang sesuai bagi masyarakat Indonesia. Berdasarkan hal tersebut maka dirancanglah produk wall bed usulan yang multifungsi. Analisis yang dilakukan terhadap hasil rancangan tersebut adalah analisis ukuran produk.

adanya potongan harga. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan kuesioner. Pada peta posisi diketahui bahwa supermarket “X” memiliki keunggulan pada faktor pengertian kepada konsumen. kemudahan pembayaran dan harga yang murah dan stabil. kenyamanan supermarket. ketrampilan pelayanan. dengan frekuensi belanja antara 6 sampai dengan 15 kali per bulan dan memperoleh informasi dari teman maupun melihat sendiri. suasana yang menyenangkan. nama supermarket yang menjanjikan dan kenyamanan supermarket. Karakteristik segmen konsumen supermarket “X” adalah konsumen dengan usia antara 18 sampai dengan 23 tahun. walaupun supermarket menjual produk nyata.500. kelengkapan produk-produk bermerek. nama supermarket yang menjanjikan. tampak dalam supermarket yang enak dilihat.000 per bulan. kemudahan mencari produk bagi konsumen. Strategi penetrasi pasar yang diusulkan adalah merebut pasar mahasiswa UKM dilakukan strategi dengan memberikan diskon khusus bagi mahasiswa UKM dan kepada staf-staf yang bekerja di UKM. Perancangan strategi bersaing menggunakan pendekatan teori Sun Tzu. Christina Wirawan. ketrampilan pelayanan. mengacaukan harga beberapa produk tertentu yang menjadi kebutuhan dasar konsumen. adanya potongan harga. tampak dalam supermarket yang enak dilihat. membangun persepsi konsumen supermarket “X” sebagai supermarket yang up to date dan melakukan survei secara berkala ke supermarket-supermarket lain. yaitu metode Analisis Faktor untuk mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi konsumen belanja ke supermarket dan metode Correspondence Analysis untuk mengetahui peta posisi persaingan supermarket “X” dan supermarket “Y”. memiliki penghasilan antara Rp 750. Sedangkan strategi pengembangan pasar yang diusulkan adalah melakukan inovasi promosi.000 sampai dengan Rp 1. adanya potongan harga. pengertian kepada konsumen. kemudahan mencari produk bagi konsumen. menyebarkan brosur-brosur harga pada lingkungan kampus UKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab bertanya menghadapi persaingan bisnis supermarket “X” dari supermarket “Y”. kemudahan pembayaran dan harga yang murah dan stabil.21(2003) Analisis Persaingan Supermarket “X” dan Supermarket “Y” di Jalan Surya Sumantri Bandung dalam Rangka Menyusun Strategi Bersaing Ir. Strategi yang diusulkan untuk memenangkan persaingan adalah strategi tahap awal yaitu strategi penetrasi pasar dan tahap lanjutan yaitu strategi pengembangan pasar. . MT Andreas Yuwono Supermarket merupakan salah satu usaha bisnis yang bergerak dalam bidang jasa. Sedangkan kekurangan supermarket “X” adalah pada faktor pelayanan kepada konsumen. wawancara dan catatan-catatan perusahaan yang bersangkutan. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen datang dan berbelanja ke supermarket adalah pelayanan kepada konsumen. kelengkapan produk-produk bermerek. suasana yang menyenangkan. Sedangkan pengolahan data menggunakan dua metode.

Then the data is tested by validity and reliability test to make sure that the instrument which is used is valid and the data which is gathered is reliable. inadequate number of teller. After that. . slowness of employee’s work. The outcomes of this research are: (1) The service quality of Bank LIPPO Gatot Subroto Branch Office is “Dissatisfied” or “Not Appropriate With Customer’s Expectation” this is showed by the value of Average Total SERVQUAL (TSQ) of –0. MM This research is proposed to know: (1) Whether service quality at Bank LIPPO Gatot Subroto Branch Office appropriates with customer’s expectation. (2) What dimensions of service quality that need to be given priorities for improvement.22(2003) Kualitas Jasa Layanan Perbankan dengan Pendekatan Metode Servqual dan Importance – Performance Analysis Fransky Ryadi. There are nine attributes that should be improved because they are main causes of customer dissatifaction. the present writer use SERVQUAL method and Importance-Performance Analysis to process the data. ST.. (2) The dimensions of service quality that need to be given priorities to improve are tangible with five attributes and the other dimensions become the next priorities with one attribute in “ Quadrant” (Concentrate) in Importance-Performance Quadrant for each dimensions.. the way of information’s delivery. The data is acquired through the questionaire which its attributes is developed form five dimensions of service quality according to Parasuraman.49. Zeithmal. and Berry. unmaintained facilities. these are: uncomfortable service room. there are 198 questionaires are valid to be processed. The sampling method that is used in this research is systematic random sampling. unclean and untidiness of the employee’s dress. MT. and old-fashioned equipment. unclean of room and yard. unresponsive employee. Form 300 questionaires that distributed.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan strategi harga. Agar penggunaan strategi harga itu efektif. SH. Sistem ABC menjadi lebih akurat karena membebankan biaya-biaya produksi ke produk melalui aktivitas-aktivitas yang menyerap sumber daya. Hasil analisis yang membandingkan antara metoda ABC dan EVA dengan metoda Tradisional menunjukkan bahwa sistem pembebanan biaya dengan menggunakan metoda ABC dan EVA menghasilkan informasi biaya yang lebih baik...A Soetisna. Perusahaan dapat mengetahui secara jelas biaya-biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam memproduksi suatu produk. Sehingga hasil perhitungan dengan menggunakan metoda ABC dan EVA perusahaan dapat mengambil keputusan-keputusan strategik dan sebagai pedoman dalam menentukan harga jual terhadap produk-produk yang dihasilkan. MT Dr. M. D. dan biaya-biayanya dapat teridentifikasi. akurat. CQM Djames Ginting Dalam rangka menghadapi persaingan usaha yang semakin tajam dipelukan pengambilan strategi-strategi yang benar. CQA.. Pengambilan keputusan yang salah akan membuat perusahaan kehilangan kesempatan untuk meraih keberhasilan.Pd. Sistem ABC dan EVA sebagai suatu metoda pembiayaan yang dirancang untuk menyediakan informasi biaya bagi manajer perusahaan yang diharapkan dapat membantu manajmene perusahaan dalam pengambilan keputusan yang strategik. tentu perusahaan harus memiliki informasi yang akurat tentang elemen-elemen yang membentuk harga tersebut. dengan menggunakan metoda ABC dan EVA perusahaan dapat mengetahui produk-produk mana saja yang menguntungkan dan mana yang dapat mengikis modal.23(2004) Analisis Penerapan Sistem ABC dan EVA sebagai Dasar untuk Menentukan Harga Pokok Produksi Ie Vie Mie. ST.. Selain itu. .

33 detik untuk stasiun pengesolan. dan 350. khususnya pada stasiun pengesolan dan finishing adalah dalam hal produktivitas kerja yang rendah. Negara-negara tersebut memasuki pasar domestik dengan menawarkan produk yang sangat kompetitif. maka total penghematan waktu baku yang dapat dihemat pada ke dua stasiun tersebut adalah sebesar . waktu baku yang diperlukan untuk pengerjaan pengesolan adalah sebesar 4463. PT `SIK' juga harus melakukan hal yang sama. Dengan adanya perbaikan sistem kerja yang dilakukan terhadap perusahaan ini khususnya pada stasiun pengesolan dan stasiun finishing. Hal ini ditandai dengan masuknya beberapa merk sepatu dari beberapa negara tetangga seperti Vietnam dan China. Jika hal ini tidak segera diperbaiki maka konsumen akan menjadi kecewa dan pada akhirnya dapat berpindah ke produsen yang lain. Tidak terkecuali PT `SIK' sebagai salah satu produsen sepatu di Bandung juga terkena dampak dari persaingan global ini. Hal ini disebabkan karena : tata letak tempat kerja. Bandung) Ie Vie Mie. peneliti mengusulkan agar melakukan perbaikan terhadap sistem kerja sekarang pada stasiun pengesolan dan stasiun finishing dengan cara melakukan perbaikan atas : gerakan-gerakan kerja. MT Wawan Yudiantyo.24(2004) Usulan Perbaikan Sistem Kerja pada Pembuatan Sepatu Kulit Pria (Studi Kasus di PT. serta kondisi kesehatan dan keselamatan yang semuanya menjadi lebih baik lagi. ‘SIK’. Setelah melakukan perbaikan sistem kerja waktu baku yang terpakai menjadi lebih kecil dari sebelumnya yaitu : 3515. Hal tersebut dapat mereka lakukan karena negara-negara tersebut dikenal dengan produktivitas kerjanya yang tinggi. maka dari itu untuk menghadapi para kompetitor baik dari dalam maupun luar negeri. khususnya pada industri sepatu di dalam negeri. dan 373. tata letak tempat kerja. lingkungan kerja. gerakan-gerakan kerja. lingkungan kerja. Untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi perusahaan. tata letak. MT Rudi Aswan Persaingan dunia industri semakin meningkat dari waktu ke waktu. yaitu meningkatkan produktivitas agar tidak lagi terjadi keterlambatan serta ketidakmampuan untuk memenuhi order dari konsumen. serta kondisi kesehatan dan keselamatan kerja para operator. ST. maka dihasilkan sistem kerja yang lebih terarah lagi. penyimpanan peralatan dan bahan. tentu saja hal tersebut sangat merugikan PT ‘SIK' sendiri.497 detik untuk stasiun finishing.. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan saat ini.29 detik untuk stasiun finishing. pada akhirnya akan dapat meningkatkan produktivitas kerja di PT ‘SIK' ( hal tersebut dapat dilihat pada perbandingan waktu baku kondisi sekarang dengan kondisi usulan ). Sebelum dilakukan perbaikan sistem kerja.. apabila dibandingkan dengan waktu baku sebelum dilakukannya perbaikan. ST. lingkungan kerja. baik dari segi harga maupun kualitasnya. serta kondisi kesehatan dan keselamatan kerja para operator yang dinilai masih belum optimal.77 detik.

2% untuk stasiun pengesolan dan 6.233 detik/unit sepatu.1% untuk stasiun finishing. apabila penghematan dihitung dalam prosentase adalah sebesar 21.971. .

diketahui bahwa masalah yang sedang terjadi di setiap Perpustakaan Fakultas UKM adalah belum adanya prosedur tertulis jelas yang dapat menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan di setiap Perpustakaan Fakultas. prosedur. dan referensi. melalui hasil wawancara dengan Kepala Perpustakaan di setiap Perpustakaan Fakultas di UKM. Penulis mengolahnya dengan menggunakan Document Flowchart serta menganalisisnya berdasarkan pada teori-teori mengenai prosedur dan formulir yang baik. Dengan kondisi ini. Perpustakaan Fakultas Ekonomi. jurnal. dan perbincangan dengan rekan . Universitas Kristen Maranatha (selanjutnya disebut UKM) merencanakan untuk menyatukan semua Perpustakaan Fakultas dalam sebuah Perpustakaan Terintegrasi. ST. prosedur. Perpustakaan Fakultas Seni Rupa dan Desain. dan lainnya yang tidak termasuk dalam kategori material buku. Tiap Perpustakaan Fakultas di UKM menetapkan kebijakan dan prosedur yang berbeda . serta formulir penunjang untuk Perpustakaan Terintegrasi . CD. MT Yenni M. Koleksi Perpustakaan Terintegrasi UKM terdiri dari kategori material buku dan material non buku. pembagian kuisioner terbuka kepada staf perpustakaan di setiap Perpustakaan Fakultas di UKM.rekan mahasiswa yang pernah dan sedang melakukan magang di Perpustakaan Fakultas UKM. Koleksi material non buku terdiri dari koleksi kaset. Berdasarkan pada hasil analisis yang telah dilakukan. UKM memiliki 8 (delapan) buah Perpustakaan Fakultas yaitu Perpustakaan Fakultas Kedokteran. maka Penulis membatasi penyelesaian permasalahan hanya pada menganalisis sistem. dan Formulir untuk Perpustakaan Terintegrasi Universitas Kristen Maranatha Christina.masing untuk S2 Magister Manajemen dan S2 Magister Psikologi. MBA Grace Elisabeth Dalam waktu yang relatif dekat. majalah. Perpustakaan Fakultas Teknik. secara garis besar prosedur yang sedang berjalan sudah baik hanya saja belum terdokumentasi dengan baik. video. Dari hasil penelitian pendahuluan. Perpustakaan Fakultas Sastra. dan formulir dalam kegiatan keperpustakaan untuk rencana pembangunan Perpustakaan Terintegrasi UKM. Data yang dikumpulkan berupa prosedur-prosedur dan formulir yang tersedia di setiap Perpustakaan Fakultas di UKM. prosedur. Prosedur. Penyelesaian permasalahan tidak mencakup pembuatan peraturan untuk Perpustakaan Terintegrasi UKM. Material buku terdiri dari koleksi buku teks. dan 2 (dua) Perpustakaan Pasca Sarjana masing . Perpustakaan Fakultas Psikologi. dan formulir perpustakaan untuk Perpustakaan Terintegrasi UKM. Djajalaksana.. pendokumentasiannya.beda dalam melaksanakan kegiatan keperpustakaan. prosedur. Penulis memberikan usulan berupa perancangan sistem. UKM akan mengalami kesulitan dalam menentukan dan menerapkan sebuah standar baku mengenai sistem. dan formulir yang telah ada di setiap Perpustakaan Fakultas UKM dan untuk menganalisis hasil rancangan sistem. Karena luasnya ruang lingkup penelitian.25(2004) Analisis dan Perancangan Sistem.

Adapun prosedur yang diusulkan untuk Perpustakaan Terintegrasi UKM ada 26 (dua puluh enam) dan terdapat 6 (enam) formulir usulan. .UKM dimana pendokumentasian prosedur tertulis dibuat dengan menggunakan format ISO 9000: 2000.

ST. Teknik lotting yang digunakan adalah Wagner Whitin.609. Hal ini menyebabkan biaya produksi berkurang dari Rp199.27(2004) Usulan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Biskuit Marie di PT.47.84 atau 50. Bill of M a t e r i a l (BOM). Saat ini perusahaan melakukan pemesanan dalam ukuran yang cukup besar karena adanya potongan harga (quantity discount) yang diberikan oleh pihak suplier. Kartika Suhada.32%. mengingat kebergantungan antara kebutuhan bahan baku yang satu dengan kebutuhan bahan baku yang lainnya.481. MT Arief Wibisono Adjiwidjaya Perusahaan Biskuit "X" merupakan perusahaan swasta yang memproduksi biskuit marie.958. Dengan menerapkan metode MRP maka perusahaan dapat menekan biaya peng endalian persediaan untuk penode Januari s/d Maret 2004 sebesar Rp 1. Dari Peta Pekerja dan Mesin (PPM) yang dibuat untuk kondisi saat ini. Bandung Vivi Arisandhy. “X”. Oleh karena itu.813. . terlihat bahwa tingkat utilisasi pekerja masih rendah. Metode peramalan yang terbaik adalah metode L e a s t S q u a r e untuk pola data linear siklis dengan N = 12. Pertama-tama dilakukan peramalan permintaan biskuit di masa yang akan datang. maka akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan karena tingginya biaya simpan yang timbul dan menurunnya kualitas biskuit yang dihasilkan tingginya biaya simpan. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah perusahaan sering mengalami penumpukan bahan baku di gudang yang diakibatkan kurang tepatnya metode pengendalian persediaan yang diterapkan perusahaan selama ini.975. Dalam menyusun MRP diperlukan input yaitu Jadwal Induk Produksi (JIP). dibuat PPM usulan yang dapat mengurangi jumlah tenaga kerja dari 15 orang menjadi 9 orang. akan dilakukan penelitian tentang peng endalian persediaan bahan baku yang sebaiknya diterapkan di perusahaan. MT Ir.975.47 menjadi Rp145. dan status persediaan di gudang.Material Requirement Planning (MRP). Besar kapasitas produksi efektif biskuit diambil dari kapasitas produksi efektif terkecil ( stasiun pemanggangan ) yaitu sebesar 3200 kemasan/hari. Oleh karena itu. Apabila masalah di atas tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Hal ini terutama diakibatkan sebagian besar jenis bahan baku di gudang tidak dapat bertahan lama.. karena metode tersebut mempunyai nilai MSD terkecil. Metode pengendalian persediaan yang sebaiknva diterapkan perusahaan adalah . Setelah itu dilakukan perhitungan besar kapasitas produksi di perusahaan.

bahan papan terlalu kasar dan mengganggu saat menggambar. Setelah dilakukan tahapan analisa maka peneliti mengusulkan rancangan terhadap fasilitas fisik yang lebih ergonomis dan usulan perbaikan lingkungan serta tata letak yang ergonomis. tinggi tempat duduk yang adjustable . bahan kursi terlalu keras. Perancangan juga dilakukan pada tinggi tempat peletakan objek tujuan perubahan ukuran tempat peletakan objek adalah agar mahasiswa dapat secara jelas melihat langsung ke depan tanpa harus terhalang oleh ketinggian penyangga papan alas gambar.MT Siong Cen Menggambar biasanya didefinisikan sebagai suatu usaha untuk menghasilkan kemiripan atau menyajikan suatu objek baik yang dilihat oleh mata maupun objek yang merupakan proses pemikiran kreatif dari otak dengan menarik garis demi garis di atas suatu permukaan medium. Bahan dari papan alas gambar juga diubah menggunakan acrylic karena tidak memiliki alur dan tekstur sehingga tidak mengganggu saat menggambar sedangkan untuk ukurannya diubah menjadi 60 cm x 44 cm didasarkan pada ukuran kertas gambar A2 yaitu 42 x 59. emosi dan perasaan sangatlah berpengaruh. bentuk dan ukuran dan juga data lingkungan pada ruang gambar.. Tahap selanjutnya peneliti mengumpulkan data fasilitas fisik berupa spesifikasi bahan. nilai persentil tengah (P50) dan nilai persentil maksimum (P95) untuk digunakan menganalisa fasilitas fisik dan perancangan dari segi ukuran. ketebalan papan juga diubah ukuran menjadi 5 mm. Adapun rancangan yang dilakukan pada ruang gambar adalah kursi gambar dengan mengubah rancangan pada beberapa bagian yaitu bahan tempat duduk yang diganti.5 cm. tata letak ruang yang sesak dan faktor lingkungan kerja yang belum optimal. ST. sudut penyangga papan alas kertas gambar dapat diatur sudutnya. sedangkan data anthropometri didapatkan laboratorium teknik industri.meja tempat papan alas kertas gambar dan tempat duduk menjadi terpisah. Masalah-masalah yang teridentifikasi saat itu adalah sebagai berikut : Kursi gambar saat ini tidak nyaman. Untuk usulan tata letak. Pada awal penelitian dilakukan pembagian kuesioner awal dan peneliti juga mencoba fasilitas fisik maupun lingkungan.28(2004) Analisis Ergonomi Serta Usulan Perbaikan terhadap Fasilitas Fisik dan Lingkungan Ruang Gambar FSRD UK Maranatha Lestari Yuli Hastuti. Kemudian data anthopometri yang ada diolah dengan program ergo untuk mendapatkan nilai persentil minimum (PS). Dalam mengekspresikan gambar dari otak ke medium dibutuhkan kenyamanan dan konsentrasi tinggi karena dalam proses menggambar. namun karena adanya kebijakan pihak fakultas yang menginginkan kapasitas satu . peneliti memberikan usulan berdasarkan pada jarak antar kursi dan meja gambar namun hal tersebut mengurangi kapasitas mahasiswa menjadi 14 buah. tersedia pijakan kaki dan roda pada dasar meja dan kursi yang dapat dikunci. tinggi papan alas gambar terlalu tinggi. terdapat rak untuk meletakkan alat gambar. Bersamaan dengan pengambilan data peneliti juga membagikan kuesioner untuk mendapatkan masukan dari mahasiswa dan dosen yang menggunakan ruang gambar Fakultas Seni Rupa dan Desain UKM. Maka penelitian ini dirasakan perlu untuk mencapai hasil yang optimal dalam berkreasi.

kelas sebesar 25 buah maka peneliti melakukan perancangan ukuran ruang gambar yang ideal. kemudian dari kuesioner yang dibagikan didapatkan usulan diperlukannya loker maka dirancanglah loker sejumlah 14 buah. Dari temperatur dan kelembaban dilakukan perancangan pada sistem pengaturan suhu Air conditioning yang ergonomis. Dari pencahayaan ada perubahan dari jumlah armatur menjadi 10 buah armatur. .

nilai kontrak perusahaan dan perbandingan antara metode terdahulu dengan sekarang. Adapun penggunaan metode pengendalian persediaan ini memerlukan banyak perhatian terutama untuk peramalan jumlah yang akan disediakan untuk masa yang akan datang..Juni 2003.29(2004) Usulan Perbaikan Sistem Persediaan Minyak Tanah (Studi Kasus di CV “A” Palangkaraya) Santoso.Desember 2003. dan nilai kontrak 180. biaya persediaan perusahaan dapat dihemat sebesar Rp. ST.000 liter untuk periode Juli .000 liter untuk periode Januari . Dari metode ini peneliti mengusulkan untuk perusahaan untuk mengajukan proposal penambahan volume minyak tanah kepada Pertamina dengan nilai kontrak 165.Sc Yohanes Christian Kebutuhan minyak tanah untuk masa sekarang ini dirasakan sangat penting terutama oleh rakyat Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada CV "A" Palangkaraya. Seiring dengan pentingnya minyak tanah ini. Dalam kontrak ini ditentukan nilai pasokan minyak tanah yang akan dikirimkan ke CV "A" selama setengah tahun. CV "A" terpaksa membeli dari distributor sejenis.238.. . tetapi jika terjadi kekurangan persediaan. MT Ir. Meskipun selama ini tidak terdapat masalah dalam sistem kontrak tersebut. permintaan akan kebutuhan minyak tanah ikut meningkat. Wenny Chandra. 6. yaitu perusahaan yang bergerak dibidang distribusi bahan bakar minyak tanah.077. Oleh karena itu perlu diusulkan perancangan sistem pengendalian persediaan yang mampu mengoptimalkan jumlah persediaan perusahaan yaitu dengan menggunakan metode pengendalian persediaan. Pengendalian persediaan merupakan salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan.per tahun atau 70 % per tahun. Sedangkan tingkat permintaan terus meningkat dari waktu ke waktu. Hasil perhitungan menghasilkan suatu kesimpulan bahwa dengan menggunakan metode pengendalian persediaan yang diusulkan peneliti akan menguntungkan jika dibandingkan dengan sistem persediaan perusahaan sekarang. biaya-biaya persediaan. M. Hal ini akan menyebabkan berkurangnya keuntungan karena harga jual distributor sejenis lebih mahal daripada Pertamina. Dalam menyalurkan permintaan minyak tanah pasti akan melalui suatu jalur distribusi. Dari usulan metode peneliti. metode persediaan yang akan digunakan. Selama ini minyak tanah yang disediakan CV "A" selalu dipasok oleh Pertamina melalui sistem kontrak setengah tahun.

lahan parkir swasta dan lahan parkir sepanjang jalan UKM (dari pintu GAP/ depan ATM BNI sampai dengan pintu Poliklinik). Oleh karena itu. Pada rancangan usulan 1. Berhubung daya tampung basement 1 untuk motor melebihi kebutuhan maka kelebihannya dialokasikan untuk parkir mobil. diketahui kebutuhan lahan parkir mobil pada tahun 2006 yang dapat dipenuhi hanya sebesar 19. maka peneliti membuat rancangan tata letak lahan parkir usulan. Dalam menghitung kebutuhan lahan parkir. Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha (YPTKM) menyediakan lahan parkir bertingkat 3. di GAP dan di sebelah SGS/ Koperasi.30(2004) Penghitungan Kebutuhan Lahan Parkir dan Kapasitas Serta Pengaturan Perpakiran di Gedung Graha Widya Maranatha. Dari rancangan tersebut. dimana sebagian besar mahasiswa. karyawan dan dosennya datang ke kampus menggunakan kendaraan pribadi baik mobil maupun motor. ST. Sedangkan kebutuhan lahan parkir pada saat gedung Graha Widya Maranatha selesai dibangun (tahun 2006) sebesar 1042 mobil dan 1124 motor. Kartika Suhada. peneliti melakukan penelitian mengenai masalah perparkiran yang meliputi kebutuhan lahan parkir dan pengaturan tata letak lahan parkir yang akan dibangun di Gedung Graha Widya Maranatha.. Karena lahan parkir yang akan dibuat belum ada rancangan tata letaknya. Salah satu upaya untuk mencukupi kebutuhan lahan parkir di UKM maka dalam membangun Gedung Graha Widya Maranatha. Sedangkan pada rancangan usulan 2 yang dibuat peneliti. yaitu di belakang dan depan Gedung Teknik.38% atau sebesar 202 mobil. Sedangkan untuk latran parkir mobil lainnya berlokasi di basement 2 dan 3. peneliti mengusulkan agar menggunakan lahan lain. peneliti melakukan pengamatan laju kedatangan dan laju keberangkatan di lahan parkir UKM (lahan parkir mahasiswa dan lahan parkir di GAP). Pengolahan data tersebut dilakukan dengan menggunakan model antrian (M/M/~) : (GD/~/~).64% atau sebesar 288 mobil. mengingat tingkat kecurian motor lebih tinggi maka peneliti mengusulkan agar kebutuhan lahan parkir motor dipenuhi seluruhnya dan lokasinya berada pada basement 1 sebesar 856 motor. ternyata kebutuhan lahan parkir saat ini di UKM sebesar 781 motor dan 724 mobil. Hal tersebut membuat UKM perlu untuk menyediakan lahan parkir yang dibutuhkan. Bandung Ir. Dari perhitungan. MT Santoso. Dari rancangan tata letak usulan tersebut. lahan parkir motor semuanya dilokasikan pada lahan yang sekarang sudah ada yaitu dibelakang gedung ekonomi. Dengan membangun lahan parkir bertingkat diharapkan lahan parkir yang akan disediakan dapat menampung kendaraan lebih banyak sehingga dapat memenuhi kebutuhan. Untuk . MT Paulin Sandra Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu Universitas swasta. dan untuk lahan parkir mobil semuanya berlokasi di Gedung Graha Widya Maranatha. Hal ini dilakukan untuk mengetahui daya tampung lahan parkir yang ada di Gedung Graha Widya Maranatha. ternyata kebutuhan lahan parkir mobil yang dapat dipenuhi hanya sebesar 27. Untuk menbatasi kekurangannya.

Untuk mendukung penggunaan alat tersebut. . peneliti mengusulkan agar mahasiswa dikenakan biaya parkir yang pembayarannya digabungkan dengan biaya pengembangan.meningkatkan keamanan Gedung Graha Widya Maranatha. Hal ini dilakukan untuk menghindari protes dari mahasiswa. maka peneliti mengusulkan penggunaan alat pengamanan parkir.

MT Heru Budikentjana Perencanaan dan pengendalian persediaan dalam suatu perusahaan memegang peranan yang sangat penting agar kebutuhan pelanggan atau konsumen dapat terpenuhi dalam jumlah dan waktu yang tepat.22% (dari Rp 502.345 menjadi Rp 24. pusat hanya berperan dalam mengkoordinir jumlah pemesanan masing-masing distrik ke supplier.149. Periode pemesanan yang ditetapkan perusahaan adalah dua minggu sekali. PT X sebagai Head Office (Distributor Pusat) memiliki sembilan distrik atau distributor cabang yang terletak di seluruh daerah Jawa Barat.968 menjadi Rp 11. peneliti mengusulkan penggunaan metode Distribution Requirements Planning (DRP) dalam mengendalikan persediaan dan distribusi produk mie instant tersebut. Saat ini perusahaan melakukan pengendalian persediaan berdasarkan perkiraan dan pengalaman masa lalu saja. sedangkan ongkos pesan meningkat sebesar Rp 9. Dari dua belas jenis rasa mie instan yang dijual perusahaan. ongkos total pengendalian persediaan yang dapat dihemat adalah sebesar Rp 478. Tasikmalaya. yaitu sekitar 60 %. Masing-masing distrik memiliki persediaan dan mengendalikan sendiri persediaannya. dapat disimpulkan bahwa metode DRP cocok untuk diterapkan di PT X. Metode ini lebih tepat diterapkan oleh perusahaan karena metode ini ditujukan untuk pengendalian persediaan yang berjenjang seperti kondisi di perusahaan ini. Hasil perhitungan menunjukkan penerapan metode DRP dapat menghemat ongkos simpan sebesar Rp 488.33% (dari Rp 1. Sumedang.987. Cianjur.990. sehingga berpengaruh pada tingginya ongkos total pengendalian persediaan yang timbul. karena dibandingkan dengan jenis rasa lainnya. Dari penelitian yang dilakukan.092.864). Sukabumi dan Garut. peneliti hanya memilih mie instan rasa ayam bawang.996.377 menjadi Rp 13.513 atau 97. Hal tersebut menuntut kondisi jumlah cadangan pengaman (safety stock) yang harus disediakan perusahaan cukup besar (untuk mengantisipasi fluktuasi permintaan selama dua minggu). diketahui perusahaan mengalami masalah dalam melakukan pengendalian persediaan mie instant. Akan tetapi.04% (dari Rp 503.844). Cirebon. ST.501 atau 95. MT Santoso. Dengan demikian perusahaan tidak mengalami kerugian akibat adanya persediaan yang menumpuk ataupun kehilangan keuntungan karena tidak dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan segera atau dengan kata lain kekurangan persediaan.31(2004) Usulan Pengendalian Persediaan Mie Instant dengan Menggunakan Metode DRP di PT X – Bandung Ir.894. Subang.942. Purwakarta. rasa ayam bawang memiliki persentase penjualan yang cukup mencolok. Dengan demikian. .053.159. Untuk mengatasi masalah di atas.980). PT X merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang distributor produk mie instant.012 atau 483. Kartika Suhada. yakni : Bandung. Hal ini mengakibatkan tingginya ongkos simpan yang harus dikeluarkan..

Setelah dilakukan penyeimbangan selanjutnya peneliti menyusun JIP dalam upaya memenuhi seluruh permintaan konsumen dengan biaya produksi yang optimal (dengan pertimbangan ongkos tenaga kerja dan ongkos simpan). Kartika Suhada. Oleh karena itu perlu dilakukan penyeimbangan lintasan dalam upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi reguler. 26. Dengan demikian alternatif 1 yang diusulkan untuk dilakukan. Sebagian kecil diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. 22. Ada beberapa ukuran panci yang diproduksi. mesin poles manual 2 unit. MT Victor Suhandi. maka perusahaan sering menerapkan kerja lembur. Karena kapasitas reguler yang dimiliki kurang. MT Selvi Ekawati PT "X" adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan panci.1113.412 unit agregat/tahun menjadi 350. 28 dan 30 cm.345.126. yaitu ukuran 18.5%). Pada saat ini perusahaan menghadapi masalah belum optimalnya rencana produksi yang dibuat.170.299. Hal ini dikarenakan kapasitas produksi reguler belum dapat memenuhi permintaan konsumen. yaitu mesin poles otomatis 3 unit. Dengan penerapan penyeimbangan lintasan dan penambahan mesin maka perusahaan dapat memenuhi seluruh permintaan konsumen dan menghemat biaya produksi dari Rp 1. Belum optimalnya kapasitas reguler disebabkan kurang seimbangnya lintasan produksi saat ini. . Berhubung produk yang dihasilkan lebih dari satu tipe ukuran panci.016.978. 20.476. Amerika dan Australia.00.32(2004) Usulan Penyeimbangan Lintasan Produksi dan Penyusunan Jadwal Induk Produksi Panci dalam Upaya Meminimasi Biaya Produksi di PT “X” Ir.022.8..639 unit agregat/tahun (13. Dengan demikian terjadi penghematan sebesar Rp 462. Disamping itu metode penyusunan jadwal produksi yang diterapkan perusahaan belum baik karena hanya berdasarkan perkiraan dan persediaan akhir yang ditetapkan sebesar 200 unit untuk masing-masing ukuran panci.00 (metode perusahaan) menjadi Rp 651. ST.9. Penambahan jumlah mesin pada alternatif 1 sebanyak 5 unit.00 (metode usulan).051 unit agregat/tahun atau terjadi peningkatan sebesar 41.453 unit agregat/tahun). maka dalam penyusunan JIP dilakukan proses agregasi dan disagregasi. Sebagian besar produk ini diproduksi untuk diekspor ke Jepang. maka peneliti mengemukakan 2 alternatif tindakan yang dapat dilakukan untuk memenuhi kekurangan kapasitas reguler tersebut. sedangkan alternatif kedua sebesar Rp 308.645. Dengan melakukan penyeimbangan lintasan produksi kapasitas produksi reguler meningkat dari 308.852. Jerman. yaitu dengan penambahan jumlah mesin dan penerapan jam kerja lembur. Berhubung hasil ramalan permintaan seluruh panci belum dapat terpenuhi (393. Hasil perhitungan keuntungan/tahun untuk alternatif pertama sebesar Rp 324. 24. dimana waktu proses masing-masing operasi yang dibutuhkan untuk pembuatan masingmasing ukuran berbeda-beda.

kegiatan pemeliharaan fisik gedung dikerjakan oleh Unit Pemeliharaan Gedung (UPG) dan kegiatan Mechanical & Electrical (ME) dikerjakan oleh Unit Kerumahtanggaan 1 dapat mengakibatkan suatu masalah yaitu keterlambatan dalam penyelesaian pemeliharaan gedung. Pemeliharaan bangunan itu sendiri secara garis besar dapat didefinisikan sebagai suatu proses pengelolaan bangunan. maka dilakukan penelitian mengenai sistem pemeliharaan bangunan yang saat ini berjalan. Control. Bagian lain seperti ME dan koster juga perlu disertakan dalam biro tersebut untuk menunjang kerja . fasilitas atau infrastruktur untuk mempertahankan fungsi bangunan tersebut sesuai dengan rencana. Economy. MBA Otman Awih Bangunan atau gedung merupakan salah satu sarana untuk mendukung tercapainya tujuan dan terlaksananya fungsi-fungsi pokok organisasi pemakai atau pengguna bangunan secara optimal. prosedur. Pengumpulan data dan informasi mengenai sistem. Oleh sebab itu untuk mempertahankan kondisi bangunan tersebut supaya dapat terjaga maka diperlukan suatu kegiatan pemeliharaan. deskripsi pekerjaan.. Data-data yang dikumpulkan adalah struktur organisasi. prosedur dan formulir pemeliharaan gedung di UKM. dilakukan dengan mewawancarai bagian-bagian yang berhubungan dengan pemeliharaan gedung yaitu UPG. Untuk kondisi mendatang UPG ditarik menjadi Biro Pemeliharaan Gedung (BPG) sehingga dapat meningkatkan kinerja penyelesaian masalah yang semakin banyak. Dengan bangunan yang apik. dan semakin banyak masalah yang ada. bagan alir informasi. formulir.33(2004) Analisis dan Usulan Sistem Pemeliharaan Gedung Serta Fasilitasnya. Dalam penelitian ini penulis mengunakan flowchart. Agar sistem pemeliharaan gedung lebih baik lagi dalam menangani kebutuhan pemeliharaan bangunan secara keseluruhan gedung di UKM termasuk Gedung GWM. Masalah sebenarnya sudah ada dari sejak dulu. Prosedur dan Formulir di Universitas Kristen Maranatha Christina. Services) dalam menjabarkan keadaan sistem yang ada ditempat Unit Kerumahtanggaan 1 dan Unit Pemeliharaan Gedung secara khususnya. Dari hasil analisis menunjukkan semakin banyaknya pertambahan gedung mengakibatkan semakin bertambahnya tugas pemeliharaan gedung. ST. Djajalaksana. analisis PIECES (Performance. dan instruksi kerja. Unit Kerumahtanggaan 2 (Kepala Bagian Kebersihan) dan Pembantu Rektor II (PR II). Information. tapi dengan bertambahnya pekerjaan yang harus ditanggani maka masalah tersebut makin lama makin mengganggu dalam pemeliharaan gedung itu sendiri. MT Yenni M. Universitas Kristen Maranatha (UKM) dengan semakin bertambahnya gedung yang dimiliki menyebabkan ruang lingkup pemeliharaan semakin besar. terpelihara dan berjalan sesuai dengan fungsinya maka akan menimbulkan kesan yang baik bagi penggunanya dan bagi orang yang melihatnya. Dengan kondisi seperti saat ini. Unit Kerumahtanggaan 1. Efficiency. agar usia rencana bangunan dapat tercapai.

. Selain itu juga terdapat beberapa prosedur yang diperbaiki dan beberapa formulir yang diusulkan untuk menunjang kinerja dari BPG itu sendiri.BPG dalam bertindak dilapangan.

Maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan kapasitas produksi adalah layak ditinjau dari aspek teknik. dapat diketahui jenis dan jumlah penambahan mesin fotocopy yang diperlukan dalam meningkatkan kapasitas produksi. Danamartha Sejahtera Utama perlu dilakukan analisis kelayakan yang menganalisis beberapa aspek yaitu aspek pemasaran. Dari faktor bauran pemasaran perusahaan unggul dari pesaing dalam faktor lokasi yang berada di dalam lingkungan kampus. harga fotocopy dan jilid relatif lebih murah dibandingkan dengan pesaing-pesaing lainnya. diketahui estimasi permintaan untuk tahuntahun mendatang menunjukkan kecenderungan meningkat. Saat ini permintaan akan kebutuhan fotocopy dan penjilidan dari PT.34(2004) Analisis Kelayakan Peningkatan Kapasitas Usaha Fotocopy PT. MT Nita May K PT. maka usaha . Danamartha Sejahtera Utama cukup tinggi. MT Vivi Arisandhy. Dan hasil kajian tersebut diketahui penambahan mesin yang akan dilakukan pada tahun 2004 sebanyak 1 unit beg itu pula pada tahun berikutnya kecuali pada tahun 2007 dilakukan penambahan sebanyak 2 unit. maka dapat dilanjutkan ke analisis aspek teknis. Dengan adanya penambahan mesin fotocopy ini. bahan baku dan tenaga kerja mampu dilakukan perusahaan. aspek finansial dan aspek lingkungan.212. Untuk peningkatan produksi yang akan dilakukan oleh PT. Dan analisis finansial. Untuk itu perusahaan merencanakan akan menambah mesin fotocopy agar dapat meningkatkan kapasitas produksi. dapat diketahui jumlah investasi vang diperlukan untuk peningkatan kapasitas produksi. Danamartha Sejahtera Utama merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan fotocopy dan penjilidan.779). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa upaya peningkatan kapasitas dengan cara menambah mesin fotocopy adalah layak ditinjau dari aspek pemasaran. maka diperlukan penambahan bahan baku dan tenaga kerja. Hal tersebut dapat dilihat juga dan trend peningkatan jumlah mahasiswa yang masuk. Hasil perhitungan NPV memperlihatkan nilai yang positif ( 14. Dan analisis aspek pemasaran. Untuk meng etahui kelayakan dari aspek finansial perlu dilakukan penilaian investasi Payback Period dicapai pada tahun 2004 bulan ke-3. Kartika Suhada. Seiring dengan bertambahnya jumlah mahasiswa. Setelah diketahui keterbatasan kapasitas produksi ini disebabkan oleh terbatasnya mesin fotocopy yang dimiliki perusahaan. Danamartha Sejahtera Utama Bandung Ir. Karena analisis dari aspek pemasaran dinilai layak. Oleh karena itu penggantian mesin layak dilakukan. maka perusahaan ingin menambah kapasitas produksinya. Penambahan mesin ini disesuaikan dengan estimasi permintaan. ST. aspek teknik.. Dari analisis aspek teknis. Trend permintaan fotocopy dan penjilidan di masa yang akan datang meningkat. karena keterbatasan kapasitas tidak semua permintaan terpenuhi.

. Untuk itu perusahaan perlu segera untuk melakukan peningkatan kapasitas produksi agar perusahaan dapat memenuhi permintaan yang lebih banyak. aspek teknik. Hasil dari analisis aspek pemasaran. maka usaha peningkatan kapasitas ini layak untuk dijalankan. aspek finansial dan aspek lingkungan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi layak untuk dilakukan.peningkatan kapasitas ini layak untuk dijalankan. Nilai yang diperoleh IRR>MARR.

31% tergantung dari jenis tiap ietm produk dengan rata-rata penghematan untuk semua item produk yaitu sebesar 14.. Penghematan ini didapatkan dari penghematan ongkos pemesanan dan ongkos kekurangan persediaan. soun. meliputi produk bihun. MT Ir. Namun. Kartika Suhada. yang berperan lebih besar dalam meminimalkan ongkos total adalah ongkos kekurangan persediaan. 18 hari sekali untuk item produk bihun Bhg 250 dan Vetsin. Penentuan jumlah produk di PD Bintang Terang berdasarkan intuisi dari pemilik.70% samapi 45. . sering kali terjadi kekuragan dan penumpukan produk di gudang. Untuk itu peneliti mengusulkan metode TPPS untuk menghitung jumlah pesanan dan waktu pemesanan agar ongkos total yang diperoleh dapat ditekan seminimal mungkin tanpa adanya kekurangan. 3 hari sekali untuk produk-produk kecap. didapatkan penghematan sekitar2. karena apabila terjadi kekurangan. vetsin.96%. dengan periode pemesanan setiap 6 hari sekali untuk item produk bihun Jmpl dan Soun. MT Lisa Mariana PD. Bintang Terang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pendistribusian bahan makanan.35(2004) Usulan Pengendalian Persediaan yang Optimal di PD “Bintang Terang” Santoso. dan kecap. Dengan metode yang saat ini digunakan oleh perusahaan. Bintang Terang. diharapkan dapat memperbaiki kekurangan metode perencanaan dan pengendalian persediaan produk di PD. konsumen akan cenderung beralih ke merek lain. Dengan menggunakan metode yang diusulkan. ST. Dari perhitungan dengan metode usulan. Perusahaan perlu mengatur jumlah persediaannya.

Peneliti mengusulkan prosedur penjadwalan penggunaan laboratorium komputer yang bersifat tetap. tingkat utilisasi laboratorium komputer kurang diperhatikan.36(2004) Usulan Prosedur Penyusunan Jadwal Penggunaan Laboratorium Komputer di Universitas Kristen Maranatha Santoso. Di samping itu. Prosedur yang diusulkan memperhatikan tingkat utilisasi ruang laboratorium.44% menjadi 88.79% 94. fakultas jurusan memiliki jadwal yang tetap untuk setiap semesternya sehingga fakultas jurusan tidak perlu repot mengatur jadwal kebutuhan pemakaiaan laboratorium komputer setiap semester. Dalam hal pengaturan penggunaan laboratorium tersebut. kecuali Jurusan Teknologi Informasi dan Teknik Elektro.100% (dilihat dari jam kerja regular di Universitas Kristen Maranatha) serta pengurangan jam lembur dari 31 jam menjadi 11 jam per minggu. jam lembur yang dibutuhkan dan pengalokasian jadwal praktikum dari masing-masing fakultas/jurusan pada hari yang sama. Berdasarkan hasil pengamatan. MT Ir. dapat menyebabkan terjadinya bentrok jadwal antar fakultas/jurusan. karena tidak ada koordinasi di antara fakultas/jurusan.38% . peningkatan utilisasi ruang yang meningkat dari 27.92% (dilihat dari jam terpanjang) dan peningkatan utilisasi ruang dari 27. Proritas yang digunakan staff laboratorium komputer dalam menyusun jadwal adalah berdasarkan fakultas/jurusan yang tercepat menyerahkan jadwal yang akan dialokasikan. Kartika Suhada. staff laboratorium komputer meminta masukan jadwal yang dikehendaki dari seluruh fakultas/jurusan.97. peneliti mengusulkan prosedur penyusunan jadwal penggunaan laboratorium komputer yang sebaiknya diterapkan. Selain itu.100% menjadi 97.33% .62% .. antara lain munculnya istilah “siapa cepat dia dapat” dalam memperoleh jadwal penggunaan laboratorium komputer tanpa adanya batasan waktu dalam proses penginformasian data yang diminta oleh laboratorium komputer dan jadwal permintaan yang disampaikan oleh fakultas/jurusan yang berubah-ubah dapat menimbulkan kesulitan bagi staff laboratorium komputer dalam mengatur jadwal penggunaan laboratorium komputer. MT Okrati Restu Laboratorium komputer merupakan salah satu fasilitas laboratorium milik Universitas Kristen Maranatha yang digunakan oleh seluruh fakultas/jurusan. Manfaat yang diperoleh dengan menerapkan prosedur penjadwalan yang diusulkan yaitu staff laboratorium tidak mengalami kesulitan dalam menyusun jadwal penggunaan laboratorium. Namun. Oleh karena itu. . ST. prosedur penjadwalan penggunaan laboratorium komputer tersebut memiliki beberapa kelemahan.

37(2004) Upaya Peningkatan Kapasitas Produksi Untuk Memenuhi Permintaan Suku Cadang Lemari Es di PT.40/tahun atau sebesar Rp. Empat produk lainnya diproduksi untuk pasar lokal (dalam negeri).32 % dan permintaan pipa kapiler AH 14A693G08 sebesar 271. AQOOB003G01. yaitu tipe AH14A693G08.668/tahun dapat terpenuhi. sedangkan produk lokal diketahui sebanyak 384. Pada saat ini PT. Hal tersebut terlihat dari adanya penumpukan barang setengah jadi pada beberapa stasiun kerja tertentu. Setelah dilakukan penyeimbangan lintasan produksi tanpa dilakukan penambahan mesin.000 unit/tahun.000 unit/tahun dilakukan penambahan 5 buah mesin dan 2 orang tenaga kerja. Kayo Surya Utama menghadapi masalah dalam memenuhi jumlah permintaan yang diterima. Sedangkan setelah dilakukan penyeimbangan lintasan serta dilakukan penambahan mesin dan tenaga kerja terjadi peningkatan nilai estimasi keuntungan.589 unit/tahun dan kebutuhan tenaga kerja dapat dihemat dari 40 orang menjadi 36 orang. yaitu dari .1.80/tahun (2.668 unit/tahun. Perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan yang diterima karena keterbatasan kapasitas produksi yang dimiliki..21% dan perusahaan dapat memproduksi pipa kapiler AH14A693G08 sebanyak 210. Setelah dilakukan penyeimbangan lintasan serta dilakukan penambahan 1 mesin welding. nilai ROI yang diperoleh sebesar 103. jumlah permintaan untuk pipa kapiler AH14A693G08 selama satu tahun ke depan adalah sebanyak 271.301. Penambahan sumber daya tersebut adalah dengan melakukan penambahan mesin dan jumlah tenaga kerja.123. Berdasarkan perhitungan.126 unit/tahun. yaitu ke Mitsubishi Electric Coorporation. Dari hasil pengamatan peneliti. Efisiensi lintasan saat ini adalah sebesar 60.57% dan kapasitas produksi yang dapat dihasilkan untuk pipa kapiler AH14A693G08 meningkat menjadi 210. Tipe AH 14A693G08 merupakan tipe yang paling banyak di produksi untuk diekspor ke Jepang. ST.60/tahun menjadi Rp. Kayo Surya Utama Victor Suhandi. dan AUOOA 129G23. Kapasitas produksi tersebut masih belum dapat memenuhi permintaan secara keseluruhan.1. Ada beberapa tipe pipa kapiler yang diproduksi.730. MT I Made Sumaryana PT.036. efisiensi lintasan menjadi 68. Upaya yang dilakukan untuk dapat meningkatkan kapasitas produksi adalah dengan melakukan penyeimbangan lintasan produksi dan penambahan sumber daya. Oleh karena itu perusahaan bermaksud untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Berdasarkan hasil perhitungan peramalan. Kartika Suhada.75%.09%). Periode pengembalian investasi (pembelian mesin) terjadi dalam jangka waktu 0. Untuk dapat memenuhi permintaan produk lokal sebanyak 384. AUOOC606G01.96 tahun.425.871. Kayo Surya Utama adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan pipa kapiler untuk suku cadang lemari es. terlihat bahwa kondisi lintasan produksi yang diterapkan saat ini belum seimbang. AUOOA211 G03.36. Besar kapasitas produksi tersebut belum dapat memenuhi permintaan secara keseluruhan.907. efisiensi lintasan meningkat menjadi 86. MT Ir. Pada kondisi lintasan setelah dilakukan penyeimbangan tanpa dilakukan penambahan mesin terjadi peningkatan nilai estimasi keuntungan.766. yaitu dari Rp.

199. .664.657.564.2. 432.425.40/tahun menjadi Rp.80/tahun atau sebesar Rp.1.Rp.766.907.49%).40/tahun (24.239.

Peneliti terlebih dahulu melakukan peramalan permintaan untuk masa yang akan datang dengan bantuan software QS. Kadang-kadang ketersediaan salah satu atau beberapa bahan baku tidak mencukupi. Saat ini perusahaan sedang menghadapi masalah dalam pengendalian persediaan bahan baku thiner. Lang kah berikutnya adalah perhitungan kapasitas tiap departemen. Dari tiga tipe produk thiner yang diproduksi. diusulkan penerapan metode MRP (Material Requirement Planning). sehingga kegiatan produksi terhenti. Oleh karena itu kapasitas departemen pemrosesan yang digunakan sebagai patokan besar kapasitas produksi perusahaan dalam perhitungan perencanaan produksi. Langkah berikutnya adalah perhitung an elemen biaya yang terkait. maka menimbulkan total ongkos simpan yang tinggi.. ST. dimana dalam memproduksi thiner ada 2 departemen yang terlibat. biaya tenaga kerja. dimana biaya . sedangkan apabila ketersediaannya berlebihan. Metode pengendalian persediaan yang diterapkan perusahaan adalah berdasarkan perkiraan dan belum terintegrasinya antara pengendalian persediaan bahan yang satu dengan bahan baku lainnya. diketahui bahwa penyebab terjadinya hal di atas adalah kurang tepatnya metode pengendalian persediaan yang diterapkan perusahaan. Oleh karena itu ketersediaan bahan baku harus dikendalikan. PT Warna Mikha Mitra Sejati adalah sebuah perusahaan yang memproduksi cat dan thiner. dan biaya simpan Langkah selanjutnya adalah penyusunan rencana produksi agregat. Kartika Suhada. sedangkan untuk departemen pengisian dilakukan perhitungan waktu baku. MT Nico Filemon Hermawan Bahan baku merupakan salah satu sumber daya milik perusahaan. Setelah didapat Jadwal Induk Produksi maka dilakukan perhitungan MRP (Material Requirement . Hasil perhitungan menunjukkan kapasitas departemen pemrosesan lebih kecil daripada departemen pengisian. MT Ir. yang memegang peranan penting dalam menjaga kelancaran kegiatan produksi yang berlangsung. Apabila ketersediaan bahan baku tidak mencukupi. Oleh karena itu. thiner ND dijadikan sebagai produk yang mewakili (surrogate product) dalam perhitungan perencanaan produksi.38(2004) Usulan Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Thiner di PT Warna Mikha Mitra Sejati Bandung Vivi Arisandhy.biaya yang dihitung adalah harga pokok produksi. yaitu departemen pemrosesan / pengadukan dan departemen pengisian. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan. maka kegiatan produksi akan terhenti. Untuk menghitung kapasitas departemen pemrosesan / pengadukan dipergunakan peta pekerja mesin. Metode ini cocok diterapkan untuk kondisi adanya kebergantungan antara besar kebutuhan bahan baku yang satu deng an bahan baku lainnya. yang kemudian dilakukan penyusunan Jadwal Induk Produksi dimana metode yang digunakan untuk melakukan disagregasi adalah meaode Hax and Britain.

444.Planning) untuk merencanakan jadwal produksi dan pemesanan bahan baku ketiga macam thiner yang akan dibuat. penerapan metode MRP dapat menghemat biaya total pengendalian persediaan yang timbul untuk bulan Januari 2004.74 atau 41. Dari hasil perhitungan ongkos total. sebesar Rp 2. .3%. 135.

Bandung yaitu untuk memperhatikan segmen pengunjung mayoritas hasil penelitian yaitu kaum wanita. Bandung yaitu faktor lokasi. iklan dan promosi. yang salah satunya disebabkan bclum ada pengukuran kinerja saat ini yang akan dijadikan acuan. atmosfer toko maupun suasana. penghasilan per bulan sebesar Rp 1. pihak manajemen Supermarket Hero cabang Setrasari. dengan tidak mengabaikan segmen yang lainnya.d. atribut fisik maupun fasilitas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Analisis GAP. pelayanan yang diberikan. usia 21-28 tahun yang merupakan market potensial.999. Djajalaksana.-. diketahui kelebihan supermarket Hero cabang Setrasari. penyediaan toilet. kekurangan yang masih memerlukan perbaikan yaitu pada penawaran harga. lebih sering melakukan iklan dan promosi dengan menjadi sponsor. Oleh karena itu. iringan musik maupun iklan yang tidak mengganggu.500. kecekatan petugas dalam memberikan pelayanan. Sementara itu. mempertahankan harga produk impor sebagai suatu nilai lebih. memasang spanduk iklan mengenai program tertentu di luar gedung supermarket Hero cabang Setrasari. disertai usulan strategi pemasaran untuk peningkatan kinerja layanan yang masih belum sesuai dengan harapan konsumen pada umumnya. sifat dan kualitas ragam barang. faktor-faktor yang belum memenuhi harapan konsumen di supermarket Hero cabang Setrasari. untuk mengetahui kesenjangan antara persepsi dan harapan konsumen pada beberapa variabel berdasarkan faktor-faktor yang mendorong konsumen untuk berbelanja. Bandung yaitu faktor harga.39 (2004) Usulan Strategi Pemasaran untuk Peningkatan Kinerja Layanan Supermarket Hero (Studi Kasus di Supermarket Hero Cabang Setrasari. Dari Importance Performance Analisis.. penulis mengetahui bahwa sebagai supermarket yang baru di daerah Setrasari yang dihadapkan dengan pesaing yang telah memiliki pelanggan tetap. personel penjualan. melalui wawancara langsung. Rp 2. memeriksa kembali kebijakan penetapan harga dan memperhatikan fluktusi harga yang terjadi sehingga dapat menawarkan harga yang bersaing dan tepat. MBA Kumala Kencanawati Haryanto Dari hasil penelitian pendahuluan. potongan harga. Bandung mengalami kesulitan untuk menetapkan strategi ke depan. menawarkan potongan harga maupun hadiah kepada konsumen.999. Bandung serta melakukan training yang baik pada tiap karyawannya. Sementara itu.000. . jarak gang antar rak bisa dilewati oleh dua kereta dorong. penulis mengadakan penelitian yang bennaksud untuk mengetahui kinerja Hero saat ini yang telah memenuhi harapan konsumen dan belum memenuhi harapan konsumen. Hasil Analisis GAP menunjukkan bahwa faktor-faktor yang telah melebihi harapan konsumen di supennarket Hero cabang Setrasari. pekerja wiraswasta. Saran yang diusulkan untuk supermarket Hero cabang Setrasari. penyediaan selebaran tawaran produk.s. Bandung) Yenni M. Bandung saat ini yaitu pada lokasi yang dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan umum. pencantuman harga barang dengan jelas.

Intensitas cahaya pada lorong tunggu masih kurang. Diharapkan dengan demikian akan memberikan keyamanan bagi pengguna lorong tunggu Lab. walaupun sudah terdapat beberapa lampu untuk penerangan. Lorong yang berada di basement II gedung Teknik gelap. seperti alat pencegah bahaya kebakaran. yang dijadikan tempat tunggu saat ini. dimana orang tersebut tidak bisa langsung dilayani.. Untuk itu diusulkan produk rancangan kursi tunggu yang dapat dilipat untuk menghemat tempat. MT Wawan Yudiantyo. khususnya untuk mahasiswa yang akan melakukan aktivitas. Alat keamanan pada lorong masih kurang.APK&E UKM terbuat dari bahan yang mudah terbakar. APK&E UKM. maka lorong yang letaknya berada di basement II tersebut menjadi lembab. MT Shirley Permatasari Tempat tunggu merupakan tempat yang penting. Agar aktivitas yang berlangsung dalam Laboratorium dapat mencapai tujuannya. Alat ini dirasakan penting. dijadikan sebagai tempat tunggu. Untuk lingkungan fisik diusulkan penambahan lampu sehingga mencapai intensitas cahaya yang ideal untuk membaca dan menulis. Lorong Lab.40(2004) Usulan Perbaikan Produk Meja dan Kursi Penerima Tamu Secara Ergonomis (Studi Kasus di Ruang Administrasi Laboratorium Analisa Perancangan Kerja dan Ergonomi Universitas Kristen Maranatha) Ie Vie Mie. maka orang tersebut harus menunggu di tempat yang telah disediakan (tempat tunggu). produk kursi tunggu juga disesuaikan dengan data Antropometri mahasiswa. Pemasangan AC untuk mengatasi temperatur dan kelembaban yang kurang baik. maka harus diciptakan suatu lingkungan yang nyaman. Hasil Analisa menunjukan bahwa dimensi produk kursi tunggu aktual belum sesuai dengan dimensi tubuh pengguna. aliran udara menjadi kurang baik. khususnya untuk orang yang datang ke suatu tempat. . ST.APK&E yang terletak pada basement II Gedung Teknik.. Selain itu karena kurangnya ventilator. seperti praktikum dan asistensi. lorong. mengingat sekat-sekat ruangan Lab. tetapi masih dirasakan kurang terang. Dan pemasangan alat hydrant untuk pencegahan bahaya kebakaran. Dari penelitian yang dilakukan penulis. ST. dirasakan kurang ergonomis. temperatur dan kelembaban pada lorong tunggu belum memenuhi kondisi ideal. sehingga dapat mendukung konsentrasi belajar mahasiswa.

jumlah permintaan per bulan untuk tipe A = 16 unit.Sc Andi Indrawan PT. Produk yang dijadikan objek penelitian adalah produk yang tingkat permintaan-kumulatifnya mencapai 90% dalam 1 tahun terakhir yaitu produk screw conveyor 5m (tipe A). screw conveyor 7. semakin kecil semakin baik karena berarti perbedaan waktu antar stasiunstasiun kerja yang ada tidak terlalu besar) sebesar 19350. Dengan menggunakan metode penyeimbangan lintasan usulan. dan tipe E = 8 unit. tipe C = 8 unit.98 menjadi 11149. tipe B = 1 1 unit.41(2004) Usulan Peningkatan Kapasitas Produksi dalam Upaya Memenuhi Permintaan pada PT. penulis mencoba menyusun tata letak mesin dengan menggunakan pendekatan from to chart frekuensi. Sedangkan untuk tipe D. metode yang terpilih adalah metode Region Approach Revision (usulan). penurunan smoothnes index (menunjukkan kelancaran dari suatu lintas produksi. dan meningkatkan kapasitas produksi.. mesin rol dan mesin tekuk masingmasing = 1 unit (masing-masing berkurang 1 unit).27% (dari 35. screw 5m (tipe D). Berdasarkan peramalan yang dilakukan.67 (dari 30499.79%(dari 36. tipe D = 12 unit. divisi Screw Conveyor (objek penelitian). Dari kedua metode penyeimbangan lintasan produksi yang digunakan (Metode Region Approach dan Metode Rank Positional Weight).31). Kelebihan dari metode penyeimbangan lintasan usulan adalah terjadinya peningkatan utilisasi stasiun kerja sebesar 43. divisi umum. screw extruder (tipe E). Salah satu penyebabnya adalah tidak seimbangnya pembebanan kerja setiap stasiun kerja pada divisi Screw Conveyor. tipe C = 18 unit. tipe B = 26 unit. Heru Susilo. Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah mengusulkan pembebanan kerja yang seimbang. . Ketidakseimbangan beban kerja dapat dilihat dari banyaknya stasiun kerja yang menganggur dan penumpukan barang setengah jadi pada stasiun kerja tertentu. Saat ini PT Kerta Laksana memiliki 3 divisi yang aktif yaitu divisi mesin giling. perusahaan dapat memenuhi permintaan per bulan untuk semua tipe produk hanya dengan menggunakan jam kerja reguler. Kerta Laksana merupakan perusahaan yang bergerak dalam sektor pembuatan peralatan pertanian dan konstruksi mesin.5m (tipe B). dan tipe F perusahaan sudah dapat memenuhi permintaan. Jumlah mesin usulan yang digunakan adalah mesin potong plat. MT Ir. Untuk membantu memperlancar aliran material.16% menjadi 79. Jumlah pekerja usulan berkurang dari 24 orang menjadi 21 orang. Sekarang ini kapasitas produksi per bulan yang dimiliki divisi Screw Conveyor belum dapat mencukupi permintaan konsumen walaupun perusahaan sudah menggunakan jam lembur. ST. peningkatan efisiensi lintasan sebesar 42. Saat ini kapasitas per bulan yang dihasilkan perusahaan dengan menggunakan jam kerja reguler dan jam lembur masih mengalami kekurangan untuk tipe A = 7 unit. M. screw conveyor 10m (tipe C).95%).58°%).21% menjadi 77. Kerta Laksana Bandung Santoso. mesin las = 3 unit (berkurang 2 unit).

mesin gergaji potong 1 unit (tetap). Untuk penambahan mesin bubut dan gerinda tangan perusahaan menggunakan mesin cadangan yang dimiliki Saran untuk perusahaan adalah sebaiknya perusahaan memindahkan kelebihan jumlah tenaga kerja dan kelebihan mesin ke bagian lain yang membutuhkan atau dapat dijadikan sebagai cadangan. .mesin bubut = 4 unit. gerinda tangan = 3 unit (masing-masing bertambah 1 unit). mesin las plasma 2 unit (tetap).

kesenjangan antara spesifikasi kualitas jasa dengan penyampaian jasa (Gap 3) dan kesenjangan antara penyampaian jasa dengan komunikasi eksternal (Gap 4). mempengaruhi karyawan yang telah konsisten menerapkan standar dan memenuhi janji.411.KAI dituntut untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas layanannya.KAI. KAI DAOP II) Ir.42(2004) Analisis Kualitas Pelayanan jasa PT. Selain itu adanya perbedaan persepsi manajemen dengan karyawan tentang standar kinerja.KAI tidak memperhatikan kualitas pelayanannya Kepuasan pelanggan tetap harus diperhatikan. MT Rudijanto Muis. bukan berarti PT. ST. Kualitas pelayanan memegang peranan penting untuk memenuhi kebutuhan konsumennya.KAI hingga saat ini merupakan perusahaan monopoli. Untuk itulah dilakukan suatu penelitian untuk mengidentifikasikan faktor-faktor intern yang menentukan kualitas layanan di PT. Sekarang ini telah terjadi penurunan penumpang KA Parahyangan kelas Bisnis sebesar 3 %. Meskipun PT. dengan rata-rata kepuasan konsumen secara keseluruhan sebesar . berusaha untuk tetap mempertahankan pelanggannya dan meningkatkan kualitas pelayanan agar konsumen merasa puas. Penulis menggunakan metode Servqual untuk mengetahui kesenjangan yang terjadi antara persepsi dengan harapan konsumen (Gap 5). Oleh sebab itulah PT. kesenjangan antara harapan konsumen dengan persepsi manajemen (Gap 1). Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa konsumen tidak merasa puas dengan pelayanan dari PT. sehingga konsumen tidak merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh PT.. Parahyangan PT. Kereta Api Indonesia dengan Menggunakan Pendekatan Dimensi Kualitas Pelayanan (Studi Kasus pada KA. menyebabkan ketidaksesuaian dengan harapan konsumen. kesenjangan antara persepsi manajemen tentang harapan konsumen dengan spesifikasi kualitas jasa (Gap 2).0. KAI sebagai salah satu public service yang ada di Indonesia.KAI. Kualitas pelayanan yang buruk akan menimbulkan keluhan-keluhan dari pelanggannya yang akhirnya bisa berdampak buruk bagi perusahaan (PT.KAI). Oleh karena itu disarankan agar pihak manajemen lebih sering melakukan riset dan melakukan komunikasi dengan konsumen untuk mengetahui apa yang diharapkan konsumennya dan juga membuat program kerja bagi karyawannya dan .KAI. Penyebab ketidakpuasan konsumen ini adalah karena adanya penjabaran spesifikasi standar kinerja perusahaan yang tidak sesuai dengan keadaan dilapangan saat ini. Terdapat modifikasi cara pengukuran gap yaitu pada Gap 3 terdapat pengukuran spesifikasi kualitas jasa oleh konsumen dan pada Gap 4 terdapat pengukuran komunikasi eksternal oleh konsumen. Christina Wirawan.KAI. PT. MT Carrie Prima A Pada saat ini masyarakat lebih kritis terhadap pelayanan jasa yang ditawarkan oleh sektor public service khususnya PT.

. Job description dari tiap pekerjaaan dibuat secara tertulis dan jelas sehingga karyawan mengetahui hak dan kewajibannya dalam bekerja guna dapat memenuhi kebutuhan konsumen.dikomunikasikan dengan karyawannya dengan baik guna memenuhi kebutuhan konsumen.

Hasil yang diperoleh dari perhitungan penjadwalan aktif dan non delay adalah tidak terdapat pesanan yang terlambat. maximum lateness. dan Maximum Lateness. Total waktu menganggur untuk penjadwalan non delay lebih kecil dua menit dibandingkan penjadwalan aktif. Nilai maximum completion time kedua penjadwalan tersebut = 23 hari. Masalah yang sering dihadapi oleh perusahaan adalah sering terjadi keterlambatan pemenuhan pesanan pada divisi screw conveyor sehingga dikhawatirkan dapat mengakibatkan hilangnya kepercayaan pelanggan dan denda yang harus ditanggung perusahaan. dan pengelompokan jenis komponen berdasarkan komponen utama dan bukan utama. maka nilai yang dihasilkan pada jadwal non delay kecil dibandingkan metode perusahaan. Nilai mean lateness penjadwalan non delay besarnya -2 hari. Kerta Laksana adalah perusahaan yang termasuk dalam kelompok manufaktur mesin. Metode penjadwalan yang saat ini diterapkan oleh perusahaan adalah memprioritaskan pengerjaan pesanan yang diterima lebih awal. Kriteria pemilihan metode penjadwalan terbaik yang akan diusulkan berdasarkan minimasi jumlah pesanan yang terlambat (min. dan maximum completion time. lebih kecil dibandingkan dengan penjadwalan aktif. Sifat produksi dari perusahaan adalah berdasarkan pesanan (job order). Random. keterlambatan yang terjadi dikarenakan perusahaan belum menerapkan metode penjadwalan yang baik. pengerjaan komponen yang mempunyai kesamaan dalam proses operasi akan dikerjakan berurutan. Dilihat dari jumlah pesanan terlambat. Mean Lateness. Nilai mean tardiness dan maximum lateness yang dihasilkan kedua jadwal tersebut = 0. of tardy jobs) dan kriteria lain yang dipertimbangkan adalah mean tardiness. MWKR (Most Work Remaining). Mean Tardiness. Kerta Laksana Ir. MT Dominica Audrie PT. sedangkan dengan penjadwalan aktif hanya I departemen saja. Dari hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan. mean lateness. maka termasuk ke dalam penjadwalan job shop. menetapkan urutan pengerjaan komponen tiap pesanan berdasarkan prioritas total waktu proses standar terbesar. MT Lestari Yuli Hastuti. Aturan prioritas yang digunakan adalah EDD (Earliest Due Date). SPT (Short Processing Time). Dilihat dari pola aliran produksi yang terjadi dalam divisi screw conveyor. batas waktu yang ditentukan (due date) dari masing-masing pesanan yang diterima. Total waktu menganggur penjadwalan non delay . Dari 24 departemen. dan jumlah mesin yang dapat digunakan. 6 departemen memiliki waktu selesai lebih cepat dengan penjadwalan non delay. Kartika Suhada.43(2004) Usulan Penerapan Penjadwalan Job Shop dengan Metode Heuristic untuk Produk Screw Conveyor di PT. Metode yang digunakan adalah Priority Dispatching (Heuristic) yang terdiri dari algoritma penjadwalan aktif dan non delay. MONPR (Most Operation Remaning).. Metode tersebut tidak mempertimbangkan faktor urutan operasi dari masing-masing pesanan yang diterima. ST.

sedangkan dengan metode perusahaan hanya 9 departemen. . maka penjadwalan yang diusulkan adalah penjadwalan non delay. Dengan demikian.lebih kecil 1661 menit dibandingkan dengan metode perusahaan. 13 departemen memiliki waktu selesai lebih cepat dengan penjadwalan non delay. Dari 24 departemen.

sebagai senjata mereka untuk meraih pangsa pasar. price.44(2004) Usulan Perumusan Strategi Pemasaran Kartu Selular Telkom Flexi Ir. ST. Dengan demikian Telkom Flexi harus dapat mengimbangi strategi pemasaran yang diterapkan pesaing agar para pelanggan Telkom Flexi tidak beralih pada operator lain bahkan dapat meraih pangsa pasar yang lebih tinggi. . Setelah itu. serta peningkatan kebutuhan masyarakat akan telekomunikasi memunculkan teknologi dengan sistem baru di bidang telekomunikasi yang dikenal dengan CDMA (Code Division Multiple Access). Usulan strategi pemasaran bagi kartu selular CDMA Telkorn Flexi dilakukan dengan menggunakan bauran pemasaran yang terdiri dari 7 P yakni product. target perusahaan serta Positioning statement yang ditanamkan yaitu "Bukan Telepon Biasa" yakni Telkom Flexi sebagai telepon selular dengan pulsa rumah. process dan physical evidence dengan melihat keunggulan dan kelemahan yang dimiliki oleh Telkom Flexi dibandingkan dengan para pesaingnya dan berdasarkan pertimbangan segmen pasar yang dipilih. Untuk itu diperlukan strategi pemasaran yang tepat dan efektif bagi Telkom Flexi. Adanya tingkat peluang pasar yang tinggi pada teknologi CDMA ini dalam waktu yang relatif singkat Telkom Flexi telah memiliki 2 produk pesaing yang juga menggunakan biaya pulsa yang mengacu pada tarif telepon rumah. Selain itu juga dengan metode Correspondence Analysis yang bertujuan untuk mengetahui peta posisi persaingan sesama operator kartu selular CDMA. PT Telkorn menghadirkan layanan fixed wireless berbasis CDMA yang diberi brand Telkorn Flexi dimana biaya pemakaiannya mengacu pada tarif telepon rumah. Penelitian dimulai dengan mengidentifikasikan faktor-faktor yang mcmpengaruhi konsumen dalam memilih kartu selular.. people. penentuan segmen pasar berdasarkan data demografi dan persepsi konsumen terhadap Telkorn Flexi dan pada akhirnya penyusunan strategi pemasaran Telkom Flexi berdasarkan pada 7 P. Fren dan Esia. kemudian peta posisi Telkom Flexi terhadap pesaing-pesaingnya. Data yang diolah diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner kepada konsumen di kota bandung dengan menggunakan Purposive Sampling yaitu konsumen yang pernah menggunakan kartu selular Telkorn Flexi. MT Indriani Kusumawati Perkembangan teknologi yang pesat pada saat ini. place. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Faktor yang berfungsi untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam memilih kartu selular CDMA. Untuk demografi sendiri diolah dengan menggunakan tabulasi silang (Crosstab) dan persepsi konsumen terhadap Telkorn Flexi diolah dengan menggunakan persentase dan pie chart. promotion. Christina Wirawan.

place. promotion. kebersihan produk. MT Nessi Redinka Penelitian ini berjudul Analisis Peta Posisi untuk Menyusun Strategi Pemasaran (Studi kasus : PT. kemasan produk menarik. iklan. Dari peta posisi didapat bahwa keunggulan BMC dibandingkan pesaingnya sudah mencakup empat aspek bauran pemasaran yaitu product.45(2004) Analisis Peta Posisi untuk Menyusun Strategi Pemasaran (Studi Kasus: PT. digunakan Analisis Master dan Tabulasi Silang (Crosstab) untuk mengelompokkan responden dan mengidentifkasikannya. interior nyaman. Sedangkan untuk mengetahui posisi BMC terhadap pesaingnya yaitu Susu Murni Lembang dan Yoghurt Cisangkuy digunakan Correspondence Analysis. Sedangkan dilihat dari aspek Place adalah tempat parkir luas. pramusaji mengerti produk. Terakhir dari aspek Promotion adalah sponsor acara. Christina Wirawan. promotion (Hermawan Kertajaya : 2001). wawancara dan catatan-catatan perusahaan. Peta posisi yang dimaksud disini adalah posisi BMC terhadap pesaingnya yaitu Susu Murni Lembang dan Yoghurt Cisangkuy. letak mudah ditemukan.Agronesia (BMC). diskon fasilitas credit card dan adanya harga promosi. menyediakan fasilitas credit card. Faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam memilih tempat makan berdasarkan aspek Product adalah keramahan pramusaji. akses tidak macet. pemandangan indah (goodview). Saran untuk BMC yang didapat dari kuesioner 1 adalah menambah jenis produk yang ditawarkan. Rancangan alat ukur disusun peneliti mengacu pada taktik menyusun strategi pemasaran berdasarkan Bauran Pemasaran yang terdiri dari product. membuka cabang di tempat lain yang lebih strategis adanya iklan baik melalui media cetak maupun elektronik. kebersihan wastafel. memperluas tempat parkir dan menurunkan harga. place. Strategi pemasaran yang disusun ditujukan kepada segmen l. bentuk bangunan rnenarik. Terakhir. penampilan produk. harga termasuk pajak. pramusaji murah senyum. segmen 2 dan segmen 4. nilai kesehatan produk. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen berdasarkan 4P dilakukan perhitungan statistik menggunakan Confirmatory Factor Analysis. informasi di iklan mudah dipahami. hiburan. price. . Agronesia (BMC) Bandung) Ir. Metoda pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang dilakukan terhadap 150 orang responden yang pernah mencicipi makanan & minuman di ketiga tempat makan. waktu menunggu pesanan cepat. harga tertulis di buku menu. Bandung). suhu produk disajikan sesuai dengan produknya. price. Untuk meraih ketiga segmen tersebut BMC perlu memperhatikan kinerja pramusaji. variasi menu. Berdasarkan aspek Price adalah harga terjangkau. kerapihan pramusaji.

infomasi yang ada masih kurang lengkap. retur obat dan pengendalian persediaan obat dapat dilakukan dengan lebih cepat. Akibatnya proses pengambilan keputusan dan pengolahan informasi di Apotek "M" dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. data Pedagang Besar Farmasi (PBF) kurang Iengkap. Dokumen-dokumen tersebut dianalisis kekurangannya. Selain itu.46(2004) Analisis dan Usulan Sistem Informasi di Apotek “M” Bandung Vivi Arisandhy.. penjualan obat. Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap diagram alir tersebut. MT Hengky Sebastian Apotek "M" sering mengalami kekosongan stok obat. Namun kekosongan stok obat tersebut bukan dikarenakan kesalahan dari pengendalian persediaan. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses pemesanan obat.. sehingga dapat dibuat suatu rancangan dokumen yang lebih baik dan lengkap. penjualan obat maupun retur obat. Kelemahan-kelemahan tersebut dapat diketahui dengan membuat suatu diagram alir. dikarenakan dalam BPO tidak ada tanggal kadaluarsa obat. pihak apotek membutuhkan waktu yang lama untuk mencari resep pada tumpukan resep. Masalah lain yang ditemukan adalah data konsumen juga tidak tertata secara baik dan rapi. ST. sehingga apabila konsumen hendak menebus sisa obat. dilakukan juga pengumpulan dokumen-dokumen yang ada di Apotek "M" pada saat ini. Berdasarkan analisis. Pada Buku Persediaan Obat (BPO). tetapi dari aliran informasi yang kurang baik di apotek tersebut. penjualan obat. maka langkah pertama yang perlu dilakukan oleh Apotek "M" adalah mengetahui kelemahan-kelemahan dari sistem informasi saat ini. Untuk dapat meminimasi kesalahan-kesalahan yang mengakibatkan aliran informasi menjadi tersendat. . baik pada saat proses pemesanan obat. MT Christina.. Perancangan sistem informasi menggunakan perancangan secara komputerisasi. dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan sistem informasi secara komputerisasi maka proses pemesanan obat. ST. retur obat dan pengendalian persediaan obat. Tersendatnya aliran informasi ini dikarenakan kurang lengkapnya informasi yang disampaikan atau yang akan digunakan pada saat pengolahan informasi.

memiliki kualitas sinyal yang baik. bonus pembelian. kualitas suara. kualitas baterai terletak pada kuadran II. kualitas sinyal. brand recall.50%. ponsel Samsung menempati posisi terendah untuk lop of mind. Salah satu strategi tersebut adalah dengan "Merek"... Untuk brand loyalty menggunakan statistika deskriptif dan rantai Markov. Suatu merek yang terkenal akan memiliki brand equity (ekuitas merek) yang kuat. memiliki kesan tertentu. satisfied hrwcr dan switcher). tertinggi untuk brand recall serta terdapat 16 merek ponsel yang dikenal oleh responden. brand recognition dan brand unavvare).elemen Ekuitas Merek Ponsel Samsung sebagai Usulan untuk Mempertahankan dan Meningkatkan Pangsa Pasar Melina Hermawan. Dari hasil brand association menggunakan uji Cochran diketahui bahwa Samsung memiliki asosiasi-asosiasi sebagai berikut: memiliki kualitas gambar (display) yang baik. Brand Equity tersebut terdiri dari elemen brand awareness (lop ofmirul. liking the brand. layanan perbaikan. kualitas gambar. Demikian pula dengan Samsung yang harus bersaing dengan Nokia. Dari hasil penelitian ekuitas merek ponsel Samsung. mudah diperoleh. Sedangkan tingkat peralihan mereknya adalah sebanyak 13 responden loyal dan 27 responden tidak loyal dari keseluruhan 40 responden. memiliki banyak tipe/jenis terletak pada kuadran IV. Untuk elemen perceived quality dengan menggunakan uji Mann-U Whitney serta diagram Performance Important Analysis diketahui bahwa atribut mudah digunakan.47(2004) Analisis Pengukuran Elemen . konsumen terbesar dari Samsung termasuk pada kategori liking the brand 77. dapat diketahui kelebihannya dalam atribut kualitas suara. memiliki kesan tertentu terletak pada kuadran III. memiliki banyak tipe/jenis. Pengukuran brand equity tcrsebut. ST. Hasil penelitian di kota Bandung dengan respondennya adalah para pengguna ponsel atau yang pernah menggunakan ponsel serta memiliki pengetahuan dalam dunia ponsel. kelengkapan konektivitas terletak pada kuadran I. elemen brand association. dilakukan dengan teknik pengumpulan data melalui survei dengan kuesioner sebagai alatnya sehingga diperoleh data-data yang dapat digunakan untuk mengusulkan strategi bagi pihak Samsung dalam dalam mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasarnya. MT Indah Victoria Sandroto. layanan perbaikan. kelengkapan menu. Siemens dan Sony Ericsson dalam pasar ponsel. ST.63% untuk brand recognition dan 0% untuk brand unaware. MT Bani Februarso Persaingan di pasar ponsel yang semakin ketat membuat setiap produsen ponsel untuk memiliki strategi dalam mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasarnya. kualitas desain. memiliki kualitas suara yang baik. memiliki layanan perbaikan yang memuaskan. terdapat 0. elemen perceived quality (performansi. kepentingan dan kepercayaan) dan elcmcn brand loyally (connnitled buyer. harga relatif murah. kualitas sinyal. memiliki baterai yang relatif tahan lama. . menunjukan bahwa untuk elemen brand awareness yang diolah dengan statistika deskriptif.

kualitas baterai sedangkan kekurangannya dalam atribut mudah digunakan. . Hal ini dapat dijadikan bahan masukan bagi Samsung. kelengkapan konektivitas. mudah diperoleh. agar Samsung dapat terus mengelola pangsa pasar yang sudah ada bahkan dapat meningkatkan pangsa pasarnya dengan membidik segmen baru.

000 jika tenaga kerja yang digunakan tenaga kerja lama dan baru. Bila dibuka 2 kelas. perkuliahan kelas malam ini layak untuk diadakan karena tersedianya dosen dan ruang kuliah yang cukup untuk pelaksanaan perkuliahan kelas malam. tetapi pada tahun . menyebarkan kuesioner kepada dosen untuk mengetahui kesediaan mereka mengajar perkuliahan kelas malam.masing kelas 51 orang mahasiswa. untuk itu perlu dilakukan studi kelayakannya yang meliputi aspek pemasaran. langkah . Dalam studi kelayakan aspek pemasaran. langkah . Langkah . dan kerugian sebesar Rp 24. jumlah total yang berminat terhadap pembukaan kelas malam ini sebanyak 387 orang. MT Maria Susanti Yenny Ratna Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha berencana membuka perkuliahan kelas malam Jurusan Teknik Industri.000 jika tenaga kerja yang digunakan semua tenaga kerja baru. Hasil dari penyebaran kuesioner kepada dosen diperoleh data sebanyak 26 orang dosen bersedia mengajar pada perkuliahan pada malam hari. pengolahan data dan analisis dilihat dari segi aspek pasar menunjukkan bahwa rencana ini dapat dilaksanakan karena banyak yang berminat untuk mengikuti perkuliahan kelas malam ini. universitas . dengan jumlah masing . ST. Hasil yang diperoleh dari perhitungan adalah jika dibuka 1 kelas. Hasil dari pengumpulan data. kedua aliran kas yang diperoleh mengalami kerugian pada semester 2 tahun pertama sebesar Rp 13. yaitu siswa SMA sebanyak 122 orang. MT Melina Hermawan. Dari hasil studi kelayakan. karyawan sebanyak 49 orang dan mahasiswa Universitas Kristen Maranatha jurusan Teknik Industri sebanyak 216 orang.48(2004) Analisis Kelayakan Perkuliahan Kelas Malam Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha Bandung Ir. Titik impas tercepat yang diperoleh dari hasil perhitungan adalah bila jumlah mahasiswa minimal sebesar 102 orang mahasiswa yang dibagi dalam dua kelas. Titik impas tercepat dari hasil perhitungan adalah bila jumlah mahasiswa minimal sebanyak 51 orang mahasiswa dalam satu kelas.548. aspek teknik dan aspek keuangan.langkah yang dilakukan dalam studi kelayakan aspek teknik adalah menghitung jumlah dosen yang diperlukan untuk mengajar di perkuliahan kelas malam. Christina Wirawan.tahun berikutnya mengalami peningkatan. . MT Christina.. kantor kantor.sekolah.174. ST. namun jumlah mahasiswa peserta perkuliahan kelas malam minimal 102 orang yang dibagi dalam dua kelas. kemudian menghitung estimasi jumlah peminat perkuliahan kelas malam ini.langkah yang dilakukan adalah menghitung besar biaya total yang harus dikeluarkan dan menghitung titik impas dari perkuliahan kelas malam ini.. aliran kas yang diperoleh tidak terdapat kerugian bahkan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dari segi aspek keuangan.langkah yang dilakukan adalah melakukan survei dengan menyebarkan kuesioner ke sekolah .universitas lain dan Universitas Kristen Maranatha sendiri.

diperoleh bahwa total biaya pengendalian persediaan dengan menggunakan metode perusahaan saat ini adalah sebesar Rp 85. Masalah yang dihadapi perusahaan saat ini adalah mengenai pengendalian persediaan bahan baku. Hasil perhitungan menunjukkan terdapat kelebihan jumlah mesin sebanyak 6 unit dari yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan. Uji verifikasi dilakukan dengan menggunakan peta Moving Range. SOT dan TO. Sedangkan kriteria vang dipakai untuk mengukur kesalahan peramalan adalah MAD. Dengan demikian.574. Selanjutnya dilakukan proses agregasi dengan menggunakan metode Transportasi Land dan proses disagregasi dengan menggunakan metode Hax and Meal.433. MT Vivi Arisandhy Ii Surya Yanti PT. Metode pengendalian persediaan yang disarankan adalah dengan menggunakan Material Requirement Planning (MRP) dengan penentuan besarnya ukuran lot berdasarkan metode Wagner Whitin. sedangkan dengan metode usulan adalah sebesar Rp 25. Peramalan dilakukan dengan menggunakan metode Single Exponential Smoothing with Trend. Terakhir dilakukan perhitungan rencana kebutuhan bahan dengan menggunakan metode perusahaan saat ini dan metode usulan.726. Siklis dan Linier Siklis. besar penghematan biaya pengendalian persediaan vang bisa diperoleh dengan menerapkan metode usulan adalah sebesar Rp 59. Holt Winter. Double Exponential Smoothing with Trend.301.066.84%. dan waktu pemesanan dilakukan pada saat persediaan mencapai safely stock.633 atau 69. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan kedua metode tersebut di atas. Pengendalian persediaan yang dijalankan perusahaan saat ini adalah melakukan pemesanan berdasarkan ukuran lot tertentu (perusahaan yang menetapkan).3 menggunakan metode Siklis. Omedata Electronics merupakan suatu perusahaan swasta subkontraktor yang bergerak di bidang perakitan IC. Oleh karena itu. Produk yang dihasilkan antara lain PDIP. dimana diperoleh nilai CV untuk data permintaan setiap jenis IC berada di atas 0. Metode peramalan terpilih untuk semua jenis IC adalah metode Linier Siklis. Omedata Electronics Bandung Ir. Dari hasil peramalan kemudian dilakukan perhitung an peramalan permintaan agregat. Selanjutnya dilakukan perhitungan kapasitas berdasarkan jumlah mesin saat ini. kembali dilakukan perhitungan kapasitas berdasarkan jumlah mesin yang dibutuhkan. Kartika Suhada. dimana ketersediaan bahan baku seringkali berlebihan atau bahkan kekurangan. Langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan perhitungan Coefficient of Variance. PLCC. SOIC. Linear Regression. karena metode ini menghasilkan biaya pengendalian persediaan yang optimal.49(2004) Usulan pengendalian Persediaan Bahan Baku Produk IC di PT. dan diperoleh bahwa data berada dalam batas kontrol. . Moving Average with Linear Trend.2 sehingga termasuk ke dalam pola data non stasioner. kecuali untuk PDIP 20.

panjang antrian maksimal yang terjadi 33 orang.789. Biaya menunggu nasabah adalah Rp 16.13 menit.294. bahkan mungkin beralih ke bank lain sehingga opportunity cost meningkat. jumlah nasabah yang balking 13 orang. ST.35.83 %. Biaya dan waktu menunggu nasabah makin besar jika antrian semakin panjang. waktu menunggu nasabah adalah 1. jumlah bank di Indonesia mengalami pengurangan.97.. total biaya menunggu nasabah Rp 167. selain itu tuntutan nasabah terhadap pelayanan bank semakin tinggi. selang waktu kepergian teller dan lamanya petugas teller meninggalkan counter dengan menggunakan program Stat::Fit agar diperoleh nilai parameter yang diinginkan. ST.. panjang antrian maksimal yang terjadi adalah 10 orang. terutama pada jam jam sibuk.Sc Amelia Margatan Sebagai akibat dilakukannya likuidasi terhadap bank yang tidak sehat oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional beberapa tahun lalu. total biaya menunggu nasabah Rp 1. display dan nomor urut. Untuk mencari jumlah teller usulan dilakukan simulasi terhadap alternatif jumlah teller lima. tarikan tunai dan kiriman uang tetapi yang beroperasi hanya empat.7.. .94 %.111. Persaingan menjadi semakin ketat karena bank-bank yang merger akan memiliki sumber daya yang lebih berkualitas.051. Di BCA Surya Sumantri antrian panjang sering terjadi. Jika antrian panjang. Pengurangan ini dikarenakan ditutupnya beberapa bank atau merger antara beberapa bank.50(2004) Estimasi Jumlah Teller di BCA Surya Sumantri Menggunakan Model Simulasi Victor Suhandi. Semakin panjang antrian maka minat nasabah untuk melakukan transaksi menurun. ini dilakukan untuk menyeimbangkan beban kerja teller. Jumlah teller usulan adalah lima orang dengan fasilitas kursi. dan total opportunity cost Rp 2.599. Saat ini BCA Surya Sumantri memiliki lima counter untuk melayani transaksi setoran tunai. waktu menunggu nasabah 13. Tingkat utilisasi teller adalah 68. Nasabah berdiri mengantri dalam satu jalur. M.27 menit.497. enam dan tujuh orang menggunakan program Promodel. nasabah cenderung menunda transaksi karena melelahkan jika harus berdiri lama ketika mengantri.047. Dengan empat orang teller tingkat utilisasi teller adalah 82.62 serta service level 97. Uji distribusi terhadap data selang waktu kedatangan nasabah pada jam-jam yang sama.67 %. Salah satu faktor pertimbangan nasabah dalam memilih bank adalah kecepatan melakukan transaksi yang erat kaitannya dengan masalah antrian. tidak ada nasabah yang balking sehingga total opportunity cost adalah Rp 0. Solusi untuk mengurangi panjang antrian adalah dengan menambah jumlah teller sehingga tidak ada lagi nasabah yang melakukan balking.dan service level mencapai 100 %. MT Wenny Chandra.8 per jam dan opportunity cost tiap nasabah Rp 2.879.

UKM banyak direkomendasikan. terkumpul 181 kuesioner. promosi. lokasi. Kristen 2. Kristen 2. Faktor Citra tersebut masih belum detail dan pengaruhnya atas Minat tidak diuji. atau STIEB. Oleh karena itu. biaya kuliah di UKM sesuai dengan kualitas. Teknik sampling yang digunakan ialah purposive sampling. fasilitas. dan biaya kuliah di UKM sesuai dengan kemampuan orangtua. pilihan jurusan/fakultas. Faktor pertama yang dipertimbangkan oleh 4 kelompok siswa SMU kelas 3 tersebut (kelompok yang memilih berdasarkan jurusan.51(2004) Pengaruh Informasi Kualitas Universitas dan Persepsi Persaingan Universitas terhadap Minat Melanjutkan Studi di UKM (Studi Kasus Eksploratori Siswa Kelas 3 SMU Kristen 1. Hingga peneliti tertarik untuk meneliti faktor "Citra UKM di Masyarakat" secara lebih detil dan diuji pengaruhnya terhadap Minat. Hasil pengolahan peta posisi menunjukkan bahwa keunggulan UKM adalah dalam hal teknologi. Santa Maria 1. Atas permintaan bagian Humas UKM. Selain itu. Hendra Kusuma. SMU Kristen 2. unit kegiatan. dengan mencari siswa-siswa SMU kelas 3 yang berminat melanjutkan studi ke UKM atau UNPAR. Santa Maria 1. dan Santa Maria 2 Cirebon. Jika hasil regresi clan peta posisi digabungkan maka didapatkan bahwa keunggulan/asosiasi UKM yang berpengaruh terhadap Minat adalah dalam hal banyak yang merekomendasikan. MT Linawati Arjono Dalam penelitiannya. Dari hasil pengolahan data diperoleh bahwa Informasi yang mempengaruhi Minat Memilih UKM Sebagai Perguruan Tinggi adalah informasi tentang kebanggaan bila diterima. clan banyak yang merekomendasikan. infoi -masi yang diberikan. dan Santa Maria 2 Cirebon. Populasi yang digunakan adalah siswa siswa kelas 3 di SMU Kristen 1. Keunggulan UKM merupakan asosiasi merek dari UKM sehingga dipersepsikan bahwa asosiasi merek UKM cenderung pada hal-hal frsik. SMU Santa Maria 2 Cirebon) Ir. Kusuma dan Tearalangi (2003) menggunakan responden orang-orang yang mendaftar di UKM pada gelombang 1 tahun akademik 2003/2004 hingga pemetaan Minat tersebut masih belum jelas. penelitian dilakukan di SMU Kristen 1. . kelompok yang memilih berdasarkan jurusan dan perguruan tinggi. Posisi UKM atas Perguruan Tinggi lain di Bandung juga tidak dipertimbangkan pengaruhnya terhadap Minat Memilih Perguruan Tinggi. Kusuma dan Tearalangi (2003) menyatakan bahwa terdapat 7 kelompok siswa SMU kelas 3. Ukuran sampelnya ialah sejumlah responden yang memenuhi persyaratan. serta kelompok yang memiliki banyak pilihan) dalam memilih jurusan di UKM adalah "Citra UKM di Masyarakat". dalam penelitian ini peneliti menggunakan responden siswa-siswa SMU kelas 3 dan memperkembangkan persepsi posisi UKM terhadap Perguruan Tinggi Swasta lain di Bandung. kelompok yang memilih berdasarkan perguruan tinggi. Peneliti menggunakan model Brand Eguity yang telah dimodifikasi untuk mengetahui pengaruh Citra UKM terhadap Minat Mernilih UKM: Digunakan pula analisis regresi dan peta posisi (Gorespon6fenceAnalysis) untuk pengujian hipotesis.

dan kantin.Saran-saran yang diberikan peneliti untuk UKM adalah dengan melakukan investasi pada atribut Kebanggaan Diterima. Sedangkan atribut Biaya yang Terjangkau dilakukan dengan memberikan bea siswa. asrama. yaitu dengan mendorong unit kegiatan dan HIMA untuk mengadakan kegiatan yang melibatkan siswa SMU. Untuk atribut Biaya Kuliah sesuai dengan Kualitas dilakukan dengan mempertahankan kualitas UKM. dan memperketat kriteria mutu penerimaan mahasiswa baru. Setelah atribut-atribut tersebut diinvestasikan. meminimasi mahasiswa cadangan. fasilitas "home stay". dan mengikuti kegiatan yang diadakan sekolah-sekolah (menjadi sponsor. menampilkan unit-unit kegiatan. Untuk atribut Biaya yang Terjangkau dilakukan investasi dengan memberikan PMDK. yaitu dengan mengadakan USM lebih awal dari UNPAR. . Peneliti menyarankan untuk melakukan investasi pada atribut Kebanggaan Diterima. baru dikomunikasikan kepada masyarakat. Atribut Banyak yang Merekomendasikan perlu dipertahankan karena atribut ini penting dan UKM unggul dalam atribut ini. yaitu dengan melibatkan mahasiswa dalam promosi aktif dan memajang profil alumni yang berhasil di masyarakat dengan pesan sponsor "saya bisa berhasil karena pendidikan yang diberikan di UKM". dll).

.07 (51. diharapkan dapat memperbaiki kekurangan metode pengendalian persediaan suku cadang di PD. Banjar.48%). Jawa Barat. Saat ini dalam memenuhi permintaan suku cadang hanya berdasarkan pengalaman saja. dimana semua suku cadang dipesan dari supplier yang sama dengan jangka waktu pemesanan yang selalu tetap yaitu 6 hari sekali. Harapan Motor. maka diusulkan metode pengendalian persediaan Time Phased P Systems. MT Vivi Arisandhy. Hal ini dapat mengakibatkan persediaan beberapa item suku cadang yang lain kehabisan stok (stock out).. maka diusulkan metode pengendalian persediaan metode P dan metode Q. Dengan menggunakan metode yang diusulkan.37 (10. “Harapan Motor” Banjar Santoso. Untuk item-item suku cadang yang bersifat stasioner. Sedangkan untuk item-item suku cadang yang bersifat non stasioner metode Time Phased P Systems memberikan penghematan ongkos total persediaan Rp.. ST.112. MT Handy Hidayat Masalah persediaan merupakan salah satu masalah yang sering terjadi dalam dunia usaha. Dari perhitungan dengan metode usulan maka untuk item-item suku cadang yang bersifat stasioner terpilih metode P multi item yang memberikan penghematan ongkos total persediaan Rp. Harapan Motor sebagai dealer resmi yang bergerak di bidang kendaraan roda dua di kota Banjar yang masih belum memiliki sistem pengendalian persediaan yang baik. sedangkan untuk item-item suku cadang yang bersifat non stasioner. 96.52(2004) Usulan Pengendalian Persediaan Suku Cadang di PD. 429. ST.009. Namun demikian sering kali banyak perusahaan di Indonesia termasuk PD.38%).

secara finansial alternatif yang diusulkan layak untuk dipertimbangkan. analisis teknik dengan menggunakan simulasi sistem. nilai NPV > 0 dan nilai IRR > MARR. Terjadinya Loss Call menyebabkan service level menjadi turun. Saat ini. dengan melakukan suatu studi kelayakan yang mengkaji penambahan kapasitas pelayanan. pelanggan dapat menggunakan layanan Call Center dengan mengakses jasa operator. Alternatif yang diberikan memiliki payback period yang lebih pendek dari satu tahun. peningkatan jumlah pelanggan di Call Center Surabaya tidak seimbang dengan kapasitas pelayanan yang tersedia. Peningkatan pangsa pasar untuk satu tahun mendatang dapat diantisipasi dengan menerapkan strategi bersaing community marketing. Dari hasil analisis teknik menunjukkan bahwa tingkat pelayanan (service level) terhadap pelanggan >_ 92% dapat diperoleh dengan menambah dua perangkat dan dua operator untuk kondisi pelayanan saat ini dan kondisi pelayanan satu tahun mendatang. Hasil analisis finansial menunjukkan umur ekonomis perangkat lama telah terlampau. Kartika Suhada. sehingga sebaiknya dilakukan penggantian perangkat. Hasil analisis pasar menunjukkan bahwa pasar untuk produk Telkom Global 0 17 menunjukkan peningkatan pelanggan dengan didukung olch pola data permintaan yang linier. Strategi pelayanan yang meningkatkan service level hingga > 92% adalah differensiasi tersendiri bagi Telkom. MT Riset Wijoyo Informasi yang dibutuhkan seorang pengambil keputusan harus tersedia secara cepat. Market share terbesar diperoleh dari segmen bisnis dan segmen ritel. perangkat baru juga memantu memberikan informasi interface yang lebih baik. tepat dan akurat. analisis finansial dengan menggunakan metode analisis pcnggantian. Oleh karena itu. yaitu selain meningkatkan keakuratan informasi bagi masyarakat. Hasil analisis sosial menunjukkan perubahan perangkat beserta teknologi yang diusulkan memberi keuntungan lebih bagi masyarakat. dan analisis sosial. Untuk dapat melakukan percakapan ke luar negeri. Christina Wirawan. Salah satu teknologi terbaru yang dikembangkan oleh PT Telkom adalah VOIP (Voice Over Internet Protocol) yang dipergunakan dalam menunjang komunikasi internasional. Oleh karena itu. MT Ir. Keempat aspek kelayakan yang dilakukan memberikan hasil yang positif atau dalam artian layak untuk dilakukan. Untuk saat ini. .53(2004) Analisis Kelayakan Penambahan Kapasitas Pelayanan Telkom Global 017 di Call Center Telkom Surabaya Ir. Peluang untuk menambah infrastruktur (perangkat + operator) secara finansial harus dilakukan. Analisis kelavakan yang dilakukan memperhatikan empat aspek yaitu analisis pasar. karena pada dasamya masyarakat akan menerima manfaat lebih dari proyek penambahan kapasitas pelayanan Telkom Global 017 di Call Center Surabaya. perkembangan bisnis telekomunikasi sebagai salah satu alat penyedia informasi sudah semakin tinggi. perlu adanya suatu analisis yang terstruktur mengenai penambahan operator dan perangkat secara optimal.

21. . Simulasi untuk hari biasa berjalan selama 24 jam.00 .. Data jumlah kedatangan hari biasa diperoleh dari pihak perusahaan. Untuk mendapatkan distribusi kecepatan pelayanan. Dari hasil tersebut. Tetapi untuk mendapatkan pola jumlah kedatangan. Setelah diperoleh distribusidistribusi tersebut. khususnya tol Pasteur tidak terlalu ramai dibandingkan pada hari libur. lalu dibuat perkiraan penambahan dan atau pengurangan operator loket tol sebagai input pada analisis sensitivitas untuk menemukan optimalitas sistem. menyebabkan tingkat utilitas loket tol menjadi kecil. persen service level dan persen utilisasi kegunaan loket tol per waktu bagian dan utilisasi keseluruhan selama simulasi berjalan. Pembahasan dalam penelitian ini dibagi menjadi 2. sedangkan untuk data jumlah kedatangan long weekend diperoleh dengan pengambilan langsung di lapangan. Untuk long weekend pada penelitian ini adalah hari libur yang jatuh pada hari Jumat atau Senin. MT Victor Suhandi. sedangkan jumlah loket tol yang aktif bekerja banyak. Namun bila jumlah kedatangan kendaraan sedikit.P Dengan semakin berkembangnya teknologi dan taraf hidup masyarakat. yang menyebabkan ketidakpuasan konsumen (service level rendah). ternyata belum dibutuhkan penambahan fasilitas loket tol. sedangkan untuk long weekend berjalan selama 14 jam. maka data kecepatan pelayanan harus diuji kecukupan data terlebih dahulu. shiff l mulai pukul 07. menyebabkan pesatnya jumlah pertambahan kendaraan yang berlalu lalang di jalan tol Bandung.54(2004) Analisis Optimalitas Jumlah Loket Tol Pasteur dengan Menggunakan Simulasi Antrian Lestari Yuli Hastuti. Pembagian shift tersebut. jumlah kendaraan yang keluar masuk tol Bandung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui optimalitas jumlah loket tol khususnya pada masing-masing shift. Dari hasil analisa tersebut.00. MT Francisca T. oleh karena itu data yang diambil hanya dibatasi pada shift 1 dan 2. ST. shift 2 pukul 14.00 . Hari biasa meliputi weekdays (hari Senin sampai Jumat) dan weekend (hari Sabtu dan Minggu). Pada akhirnya ditarik kesimpulan mengenai jumlah loket tol yang dibutuhkan agar dapat bekerja dengan optimal dengan memperhatikan service level dan utilitas loket tol. Data kecepatan pelayanan diperoleh dengan pengambilan langsung di lapangan dengan menggunakan teknik jam henti. data tersebut terlebih dahulu ditetapkan pembagian parameter. setelah itu dilakukan pengujian distribusi. Untuk memperoleh jumlah loket tol yang optimal hanya perlu dilakukan penambahan dan atau pengurangan operator loket tol pada waktu-waktu yang dibutuhkan. Pada hari biasa. diuji hipotesis rata-rata dan tahap terakhir yaitu dilakukan pengujian distribusi.00. Seringkali pada hari libur terjadi antrian kendaraan yang cukup panjang.14. ST. maka tahap selanjutnya yaitu pembuatan simulasi dengan menggunakan program Promodel.00 . Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data kecepatan pelayanan serta data jumlah kedatangan kendaraan untuk loket tol masuk dan keluar. yaitu hari biasa dan long weekend.. lalu diuji goodness of fit. Analisis yang dilakukan meliputi rata-rata waiting time kumulatif.07.00 dan shift 3 pukul 21.

905.38% menjadi 89. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kelayakan investasi dengan metode Payback Period = 3. MT Santoso.703. Untuk itu perlu dilakukan perencanaan produksi yang baik.55 bulan. metode penyelesaian masalah yang digunakan adalah penyeimbangan lintas produksi.765.14%.72. yaitu knit dan woven. Setelah dilakukan penyeimbangan lintas produksi.66%. Perusahaan memiliki dua jalur produksi. Sedangkan pada jalur woven terjadi peningkatan efisiensi sebesar 53. ternyata terdapat kekurangan mesin jahit sebanyak 37 buah.000. untuk produk Long Pants meningkat sebesar 1031 unit l minggu yang semula 136 unit / minggu menjadi 1167 unit / minggu. Long Pants. dan Internal Rate of Return = 987. dan Polo Shirt.. Hasil yang diperoleh adalah perusahaan tidak perlu melakukan lembur maupun subkontrak karena kapasitas produksi yang diusulkan telah dapat memenuhi ramalan permintaan.739.60% menjadi 89.55(2004) Usulan Penyeimbangan Lintas Produksi dan Penyusunan Jadwal Induk Produksi di PT. dan untuk produk Polo Shirt meningkat sebesar 457 unit / minggu yang semula 517 unit / minggu menjadi 974 unit / minggu. Kapasitas yang diusulkan menjadi input bagi perencanaan produksi yang terdiri dari perencanaan agregat dan perencanaan disagregat. ST. investasi tersebut dinilai layak untuk dijalankan. Untuk meningkatkan kapasitas. produk yang diamati antara lain Shirt.00. Long T-Shirt. Kapasitas produksi untuk produk Shirt meningkat sebesar 1644 unit / minggu yang semula 278 unit / minggu menjadi 1922 unit / minggu. Dana yang dibutuhkan untuk investasi ini adalah sebesar Rp 567. Hasil yang diperoleh dari perencanaan disagregat adalah Jadwal Induk Produksi (JIP) yang . Setelah dianalisis. Produk yang diamati pada jalur produksi knit antara lain IT-Shirt. Sedapat mungkin perusahaan dapat memenuhi pemintaan tanpa harus melakukan lembur dan subkontrak. Rendahnya kapasitas disebabkan karena ketidakseimbangan lintas produksi yang diindikasikan dengan adanya stasiun kerja sibuk dan idle yang menyolok dan adanya work in process pada beberapa stasiun kerja.. Net Present Value = 23.84% yang semula 37. Metode yang digunakan untuk perencanaan agregat adalah metode Mixed Strategy. Sedangkan metode yang digunakan untuk perencanaan disagregat adalah pendekatan Reguler Knapsack.54% yang semula 35. dan untuk produk ¾ Pants meningkat sebesar 500 unit / minggu yang semula 49 unit / minggu menjadi 549 unit / minggu. terjadi peningkatan efisiensi lintasan dan kapasitas produksi. dan ¾ Pants. ST.22%. Primasejati Duta Wisesa Indonesia Vivi Arisandhy. Kapasitas produksi untuk produk T-Shirt meningkat sebesar 564 unit / minggu yang semula 300 unit / minggu menjadi 864 unit / minggu. MT Arif Hadijaya Anwar PT Primasejati Dutawisesa Indonesia adalah sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang garment yang memproduksi pakaian jadi anak-anak. Pada jalur knit terjadi peningkatan efisiensi sebesar 51. Setelah dilakukan penyeimbangan lintas produksi. untuk produk Long T-Shirt meningkat sebesar 590 unit / minggu yang semula 786 unit / minggu menjadi 1376 unit / minggu. Sedangkan pada jalur produksi woven. Peningkatan permintaan menuntut perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi.

berguna bagi perusahaan untuk merencanakan berapa banyak yang akan diproduksi setiap bulannya. .

Teori Y berpendapat bahwa pada dasarnya orang itu baik. yaitu dalam hal sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan pengukuran dan juga dapat diterapkan di semua tempat. MT Santoso. yaitu perpustakaan fakultas psikologi UKM. dapat dipercaya. . Keempat metode ini dapat mengeliminasi kelemahan utama yang terdapat pada metode work sampling. Diary sampling memiliki karakteristik interval konstan dan pengisian lembar kerja dengan tally. yaitu sebuah metode untuk mengukur persentase kemunculan suatu aktivitas melalui pengamatan secara acak. sehingga diperlukan suatu pendekatan tertentu. sedangkan diary sampling with modified memiliki karakteristik interval waktu konstan dan pengisian lembar kerja dengan huruf. dan memiliki sifatsifat positif yang lainnya. Adapun tujuan dari dilakukannya pengembangan metode work sampling ini adalah agar dihasilkan suatu metode baru yang lebih baik dan dapat diterapkan secara luas sebagai sebuah metode pengukuran beban kerja karyawan tidak langsung. Bandung. dan yang melakukan pengisian adalah karyawan sendiri.. maka dalam penelitian ini dilakukan pengembangan metode pengukuran beban kerja karyawan tidak langsung berdasarkan teori Y (Douglas McGregor). Cara pengisian dari keempat metode yang dikembangkan ini adalah dengan cara pemberian tally atau pemberian huruf saja pada kolom-kolom waktu yang telah ditentukan. metode self sampling with modified. keempat metode yang dikembangkan tersebut ternyata memberikan hasil yang valid (hasilnya tidak berbeda secara signifikan dengan metode work sampling). Karakteristik dari metode self sampling dan self sampling with modified adalah interval random dan pengisian lembar kerja dengan tally. salah satu tempat fotocopy di UKM dan PT. Jenis pekerjaan yang tidak mengikuti suatu pola tertentu (karyawan tidak langsung) sulit diukur waktu kerja/pemakaian waktu kerjanya. Berdasarkan kelemahan-kelemahan yang terdapat pada metode work sampling. ST. di jalan raya gadobangkong no 97.61(2004) Usulan Pengembangan Metode Work Sampling Berdasarkan Teori Y (Douglas McGregor) Novi. Pengumpulan data untuk penelitian ini dilakukan di 3 tempat berbeda. Berdasarkan uji Wilcoxon yang telah dilakukan.. “A”. Pendekatan yang populer dipakai selama ini untuk mengetahui distribusi pemakaian waktu kerja karyawan tidak langsung adalah sampling pekerjaan (work sampling). metode diary sampling dan metode diary sampling with modified. Metode-metode pengukuran beban kerja karyawan tidak langsung yang dikembangkan adalah metode self sampling. ST. MT Denny Wijaya lnformasi tentang beban kerja dari setiap karyawan dibutuhkan untuk menentukan jumlah karyawan di setiap unit kerja. Namun metode work sampling ini memiliki kelemahan utama dalam hal sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan pengukuran dan juga terkadang sulit diterapkan di semua tempat.

Berdasarkan basil pengolahan data dengan scoring concept. kesulitan-kesulitan dalam penerapannya dan penilaian performansi yang sudah dilakukan didapatkan basil bahwa metode diary sampling with modified memiliki nilai yang paling tinggi. . uji validitas. yang berarti menurut para responden metode diary sampling with modified merupakan metode yang terbaik dari keempat metode yang dikembangkan.

dan jika benar variabel apa saja yang dapat meningkatkan kepuasan kerja agar para karyawannya. pemilik perusahaan ingin mengetahui apakah dugaannya benar bahwa kepuasan kerja operator rendah. Setelah dilakukan analisa dengan beberapa metoda maka disimpulkan bahwa terdapat 6 faktor utama dengan skala kenegatifan terbesar yang menyebabkan rendahnya kepuasan kerja para operator jahit dan 9 faktor tambahan lainnya dengan skala kenegatifan yang relatif lebih rendah. dan berdasarkan selisih rata-rata kenyataan dan harapan. Hasilnya dianalisis berdasarkan metoda discrepancy. Berdasarkan teori dua faktor kita dapat membagi 6 faktor utama tersebut ke dalam faktor satisfier dan dissatisfier. Salah satu perusahaan yang menjadi tempat kerja adalah perusahaan SL yang bergerak di bidang industri garment pakaian bayi dan blanket. tanggung jawab. Hal ini menyebabkan hasil kerja operator menjadi tidak maksimal.62(2004) Pengukuran Kepuasan Kerja dengan Metoda Discrepancy Novi. Sedangkan yang termasuk faktor satisfier adalah pujian. Pengumpulan data dimulai dengan membuat kuesioner berdasarkan metoda rating scale menggunakan teori kepuasan kerja discrepancy. . MT Dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Jumlah responden 10 orang. khususnya di bagian jahit tidak mudah pindah kerja ke perusahaan lain. Pemilik perusahaan menduga bahwa hal ini disebabkan karena kepuasan kerja operator rendah. ST. rasa kebersamaan rekan sekerja. Adapun variabel yang digunakan adalah berdasarkan hirarkhi kebutuhan Maslow. Di perusahaan ini. manusia berusaha memenuhi kebutuhannya akan kepuasan kerja. Ditempat kerjanyalah. keselamatan pekerja. two factor theory. Oleh karena itu. dan keselamatan pekerja. hubungan dengan atasan. jaminan sosial. Dengan demikian. Yang termasuk ke dalam faktor dissatisfier adalah: tunjangan keluarga. fasilitas fisik selama bekerja. keamanan pekerja. manusia dituntut untuk bekerja mencari uang.. hubungan antar karyawan. pujian. upah tunjangan keluarga. maka manusia tersebut akan memberikan hasil yang maksimal dalam bekerja. Apabila manusia merasa puas dengan pekerjaannya. Adapun kelima belas faktor tersebut adalah tantangan pekerjaan. kontribusi pekerjaan. dengan asumsi data yang diperoleh valid dan reliabel. Variabel yang dibentuk berdasarkan hirarkhi kebutuhan Maslow yang dipecah menjadi 15 faktor dan dibuat dalam bentuk pertanyaan kuesioner. dan fasilitas fisik selama bekerja. kesempatan promosi. manusia banyak menghabiskan waktunya dalam satu hari untuk melakukan pekerjaan dalam usaha mencari uang. kesempatan berprestasi. operator bagian jahit sering tidak masuk kerja karena mereka pindah sementara untuk bekerja di perusahaan lain. Banyak pesanan yang menjadi terlambat pengirimannya karena kekurangan pekerja yang mengerjakannya. Hasil kuesioner diolah dengan menggunakan uji peringkat-bertanda Wilcoxon. keamanan pekerja. upah.

sehingga menyebabkan kepuasan kerja yang dimiliki operator jahit rendah. Untuk meningkatkan kepuasan kerja dapat dilakukan dengan memperkecil perbedaan antara kenyataan yang didapat dan harapan yang diinginkan.Dari hasil penelitian yang dilakukan. Discrepancy yang terjadi hanya discrepancy negatif. dapat ditarik kesimpulan bahwa rata-rata kenyataan yang didapat operator jahit lebih rendah dari rata-rata harapan yang diinginkan. dan memenuhi terlebih dahulu faktor dissatisfier sebelum memenuhi faktor satisfier. .

ST. Langkah awal yang dilakukan adalah mengambil data laju kedatangan dan waktu pelayanan. desain rak. maka didapat jumlah pelayan optimal 9c) = 3 pelayan.63(2004) Perhitungan Jumlah Pelayan Optimal Serta Analisa dan Usulan Tata Letak di “PD. Perbaikan tata letak dilakukan dengan menagtur tempat kerja dari pelayan sehingga selain waktu pelayanan menjadi cepat. baik dari segi tata letak. keseragaman. dan kecukupan data. Berarti toko ini harus melakukan penambahan satu orang pelayan karena syarat Lq<1 konsumen dan Wq<6 menit baru tercapai apabila jumlah pelayan 3 orang. penekanan jumlah antrian dan waktu antrian yang terkait di dalamnya demi berlangsungnya usaha dan tujuan toko secara baik dan optimal. Hasil yang diperoleh dari pengolahan data adalah dengan tingkat kedatangan (λ) = 18. MT Perbaikan tata letak dan perhitungan jumlah pelayan optimal diperlukan untuk kelancaran proses pelayanan sehingga pelayanan dapat berjalan dengan baik. Desain rak pun turut menjadi faktor yang mempengaruhi waktu pelayanan dan keindahan sehingga desain ak juga pelu diperhatikan. dilakukan uji coba untuk mendapatkan data laju kedatangan dan waktu pelayanan berdasarkan layout usulan. dicari jumlah pelayan optimal berdasarkan lamanya antrian dan jumlah antrian. Dari data ini. . Tata letak merupakan hal yang cukup penting bagi kelangsungan toko dalam pelayanannya karena tata letak toko sangat mempengaruhi waktu pelayanan (1/µ). kemudian melakukan uji kenormalan. Perbaikan yang dilakukan meliputi pebaikan ukuran baik ketinggian maupun lebar rak. juga aliran daritempat kerja menjadi baik.533 konsumen/jam dan laju pelayanan (µ) = 8. Selanjutnya dilakukan perbaikan tata letak dan desain rak di ruang toko.05064 jam. dengan rata-rata jumlah pelanggan dalam antrian (Lq) = 0.711 konsumen/jam. Menara” Bandung Novi. Setelah didapatkan tata letak baru..92571 konsumen dan waktu rata-rata pelanggan dalam antrian (Wq) = 0.

.

. The identification of quality cost activity is a complex part as it requires a lot of considerations. ..64 (2004) Perancangan Algoritma Pemilihan Supplier di PT. As a company that operates in the manufacturing industry. The quality cost activity is then categorized into the cost of quality matrix. Company X experiences the same problem. Hopefully. The final result of this research is a method that can help Company X makes decision in selecting its suppliers. The company has to choose suppliers with good performance to support its production cycle. ST. X dengan Menggunakan Matriks Biaya Kualitas Fransky Ryadi. The total quality cost generated from the matrix is used to determine the supplier performance index. MM Competition between companies in the same industry forces a company to meet the consumer demand with its best product quality A company. Identification of quality cost activities on the suppliers is performed in this research. bridging suppliers and end users in the supply chain. MT. The company’s performance will be better if the company is well supported by its suppliers. The purpose of this research is to provide recommendations to Company X in evaluating its existing suppliers’ performance that supplies material to Company X during this time. The rigth decision in selecting the rigth suppliers will result in Company X’s better competitive position against other companies in the future. this method can be weighed as a general language computation for supplier performance index involving quality cost.. has to perform its best. The selection process begins with the identification of quality coat activity and ends with the supplier performance index.

Dua prosedur perlu dirancang karena belum ada. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai para pelaksana prosedur di departemen logistik. Prosedur usulan dirancang dengan melengkapi flowchart prosedur. Berdasarkan perrnasalahan pada departemen logistik cabang diatas. menghilangkan bagian-bagian kebijakan yang rancu. standard operation procedure didokumentasikan sesuai ketentuan yang berlaku di PT X. 2 prosedur yang didokumentasikan dan 2 prosedur yang dirancang karena belum ada. Kelemahan . penelitian ditujukan untuk memperbaiki kelemahan standard operation procedure yang berjalan saat ini. prosedur masih menggunakan jabatan bagian pada struktur organisasi lama.prosedur ini juga memiliki kelemahan seperti adanya kebijakan yang bertentangan dengan prosedur operasional. “X” Bandung) Wawan Yudiantyo. Saat ini departemen logistik cabang di PT X memiliki masalah dalam pelaksanaan prosedur yaitu adanya perbedaan antara prosedur yang tertulis dengan prosedur yang dilaksanakan. seperti prosedur sudah sederhana dan mudah dilaksanakan. urutan pelaksanaan prosedur tidak sesuai kronologis sehingga pelaksana prosedur merasa bingung dalam melaksanakan tugasnya. sehingga kelebihan tersebut perlu dipertahankan. Tujuh prosedur sudah didokumentasikan dan dua prosedur belum didokumentasikan. Beberapa formulir perlu ditambahkan data item seperti tanggal dan penomoran untuk mempermudah dokumentasi. tetapi prosedur . data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisa dan dibuat usulan. Dari analisa data disimpulkan bahwa ada sembilan prosedur yang saat ini ada di departemen logistik cabang PT X.66(2004) Usulan Prosedur Operasional Baku (Studi Kasus di Departemen Logistik Cabang PT. Sebagian besar prosedur memiliki kelebihan.. ST. . MT Risa Margareta Departemen logistik merupakan ujung tombak perusahaan dalam melakukan distribusi produk. Prosedur operasional bercampur dengan kebijakan.kelemahan itu diatasi dengan merancang prosedur yang baru. mengganti jabatan lama menjadi jabatan yang ada pada struktur organisasi yang baru. Dengan demikian departemen logistik harus memiliki kondisi yang baik agar dapat melaksanakan tugasnya. Kesimpulan yang diperoleh adalah. Formulir formulir yang sekarang sedang digunakan di departemen logistik & PT X sebagian besar telah memiliki kelebihan sehingga tidak perlu dirancang ulang. Setelah merancang usulan. menambahkan operasi yang belum terdokumentasi dan memperbaiki dokumen yang kurang lengkap. saat ini ada 7 prosedur yang memiliki kelemahan sehingga dirancang usulan.

Metode QFD yang digunakan sampai pada Process Planning matriks sehingga akan didapat prioritas proses-proses yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Djajalaksana. nyaman dan aman. Universitas Kristen Maranatha akan membangun perpustakaan terintegrasi yang berlokasi di lantai 6 dan 7 gedung Graha Widya Maranatha. Melakukan wawancara calon petugas perpustakaan 3. MT Yenni M. . Membuat peraturan perpustakaan 6. belajar ataupun mengerjakan tugas karena suasananya diciptakan untuk dapat melakukan kegiatan belajar dengan baik. ST. Diharapkan pembangunan perpustakaan terintegrasi Universitas Kristen Maranatha tidak sia-sia dan dapat berguna bagi seluruh civitas akademika Universitas kristen Maranatha. Mensosialisasikan peraturan kepada petugas perpustakaan 9. antara lain: 1. Perpustakaan merupakan tempat dikumpulkannya semua literatur yang dapat dibaca. Melakukan psikotes dan kepribadian calon petugas perpustakaan 4. sampai dengan pada Quality Function Deployment yaitu Production Planning Matrix.67(2004) Perancangan Proses Pelayanan Perpustakaan Terintegrasi Universitas Kristen Maranatha Bandung Christina.. Selama ini yang ada adalah perpustakaan fakultas yang masih terpisah-pisah dan masih sedikit mahasiswa yang datang ke perpustakaan. Dibawah ini adalah beberapa proses yang perlu diperhatikan oleh Perpustakaan Terintegrasi UKM dalam pelaksanaannya. Mengadakan rapat 5. Dengan menggunakan metode QFD (Quality Function Deployment) semua suara konsumen dapat diterjemahkan dengan melalui pengumpulan data yaitu menyebarkan kuesioner yang mewakili semua suara mahasiswa Universitas Kristen Maranatha di setiap jurusan. termasuk sebuah universitas. selain itu perpustakaan juga dapat berguna sebagai tempat membaca. Dengan tujuan itu maka perlu dibuat proses-proses pelayanan yang baik agar semua keinginan dan kebutuhan mahasiswa dapat ditampung dan dipenuhi. Membuat hak dan kewajiban petugas saat bekerja 7. Melakukan perhitungan buku yang ada dengan kapasitas rak buku 10. Pertambahan buku yang ada di perpustakaan Hasil dari penelitian ini dapat dilakukan penelitian lebih lanjut. dipelajari oleh penggunanya. Membuat sanksi untuk petugas perpustakaan 8. Penyeleksian latar belakang pendidikan calon petugas perpustakaan 2. MBA Lily Widyastuti Perpustakaan adalah salah satu sarana belajar yang disediakan oleh suatu badan pendidikan. Untuk menghindari hal serupa terjadi pada perpustakaan yang terintegrasi maka perlu dibangun sebuah perpustakaan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mahasiswa sebagai pengguna utama perpustakaan.

0. maka kebutuhan lahan parkir yang merupakan salah satu fasilitas penting yang harus disediakan oleh pimpinan Universitas Kristen Maranatha menjadi semakin besar. Kartika Suhada. Untuk itu. Akan tetapi penelitian tersebut memiliki beberapa kelemahan yang berusaha diatasi dengan penelitian yang kami lakukan. kami menggunakan Stat::Fit yang merupakan modul dalam software ProModel. kami memperhitungkan laju pertumbuhan jumlah mahasiswa aktif di masa lalu (Tahun Akademik 1998/1999 hingga 2003/2004) untuk mengestimasi waktu antar kedatangan kendaraan di masa mendatang. Penelitian yang kami lakukan adalah membuat simulasi dengan menggunakan software ProModel versi 6. dalam arti masih dapat diatasi di lokasi yang ada. yang berarti pula memperkecil waktu antar kedatangan kendaraan (laju kedatangan berbanding terbalik dengan waktu antar kedatangan). Hal ini dapat diabaikan. Paulin Sandra menunjukkan bahwa dengan penambahan lahan parkir yang ada di Graha Widya Maranatha (basement 1. perlu diketahui besar kebutuhan lahan parkir untuk saat ini dan saat mendatang. MT Wenny Chandra. 2.. Tingkat kepercayaan yang digunakan sebesar 95% sedangkan tingkat ketelitian sebesar 10%. Apabila telah selesai. agar dapat dibuat perencanaan penyediaan lahan parkir yang memadai.Sc Sezy Khalimar Seiring bertambahnya jumlah populasi mahasiswa. kekurangan lahan parkir mobil untuk mobil dosen dan karyawan sebanyak 64 mobil dapat dipenuhi dari kelebihan lahan parkir mobil untuk mahasiswa dan tamu sebanyak 52 mobil serta penggunaan sementara lahan parkir di samping Gedung Fakultas Kedokteran dan belakang Gedung Fakultas Teknik untuk menampung kekurangan 12 mobil.68(2004) Perhitungan dan Usulan Pemenuhan Kebutuhan Lahan Parkir di Universitas Kristen Maranatha Ir. Sedangkan untuk pengujian distribusi waktu antar kedatangan dan distribusi waktu pelayanan (lama parkir). Hasil penelitian parkir yang dilakukan oleh Sdri. Dalam melakukan pengujian keseragaman data waktu antar kedatangan kendaraan kami menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney dalam software SPSS versi 10. dosen dan karyawan Universitas Kristen Maranatha. dan 3) masih belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan parkir mobil yang ada. ST.5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk kondisi saat ini (Tahun Akademik 2004/2005). Sedangkan kekurangan lahan parkir untuk motor dosen dan karyawan hanya sebanyak 2 motor saja. . kami menggunakan tingkat kepercayaan sebesar 95% dan tingkat ketelitian sebesar 10%. Hal ini diusulkan mengingat pembangunan Graha Widya Maranatha secara keseluruhan belum selesai. Laju pertumbuhan yang semakin meningkat akan meningkatkan laju kedatangan kendaraan. M. Dalam penelitian ini. sebaiknya dipindahkan ke lokasi parkir di depan Graha. Dalam pengujian data. dimana salah satunya disebabkan oleh berkembangnya program studi yang ada.

Untuk kondisi mendatang (tahun akademik 2004/2005). . kami mengusulkan agar dibangun lahan parkir bertingkat (2 lantai) di atas lahan parkir mobil mahasiswa dan tamu yang berkapasitas 218 mobil. Untuk itu. seluruh lahan parkir mobil tidak dapat mencukupi kebutuhan. Hasil simulasi menunjukkan total kekurangan sebesar 195 mobil.

Physical Evidence. Promotion. Price. Hal ini digunakan sebagai dasar dalam penyusunan strategi pemasaran melalui segmentasi. ST. mengusulkan strategi pemasaran yang tepat bagi Fire Gym dalam rangka meningkatkan jumlah konsumennya.. ST. Melalui studi pendahuluan dengan wawancara kepada 30 orang konsumen pengguna jasa kebugaran Fire Gym didapat hal-hal yang merupakan keinginan konsumen akan suatu pusat kebugaran yang diidentifikasi berdasar bauran pemasaran jasa 7P (Product. mengetahui dan menganalisis usaha-usaha perbaikan yang harus dilakukan Fire Gym terhadap variabel-variabel yang telah diidentifikasi.69(2005) Usulan Strategi Pemasaran Berdasarkan Kinerja Bauran Pemasaran Jasa Indah Victoria Sandroto.. MT Melina Hermawan.000. Dengan adanya penurunan jumlah anggota (member) baru maka Fire Gym harus mencegah penurunan tersebut untuk tahun-tahun mendatang dan selanjutnya menaikkan jumlah anggotanya. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis variabel-variabel apa saja yang menjadi keinginan konsumen terhadap suatu pusat kebugaran. Process). . Fire Gym merupakan salah satu pusat kebugaran. People.000/bulan serta memiliki gaya hidup sehat melalui berlatih beban untuk membentuk tubuh dan mengutamakan komunikasi dari mulut ke mulut untuk promosinya. penentuan segmen target dan penempatan produk. yang berpusat di Cimahi. Setelah ditentukan pasar target maka diposisikan Fire Gym dengan motto "Fire Gym Serious Fitness". Place. MT Astadi Pangarso Pemenuhan kebutuhan terhadap kesehatan salah satunya diperoleh dengan cara olahraga latihan beban (fitness/weight training) dipusat-pusat kebugaran atau fitness center. Dari hasil pengolahan data kuesioner bagian B melalui peta posisi Importance Performance Analysis didapatkan posisi variabel hasil penjabaran faktor bauran pemasaran jasa 7P yang tersebar dalam 4 kuadran untuk diambil usaha-usaha perbaikan. Sedangkan dari hasil pengolahan data kuesioner bagian A didapat profil responden. Setelah itu diusulkan strategi pemasaran Fire Gym yang didasarkan atas usaha perbaikan variabel-variabel pada kuadran I dan kuadran 2 pada Importance Performance Analysis serta segmentasi. Berdasar segmentasi ditentukan pasar target yaitu konsumen dengan berpendapatan diatas Rp 1. Dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data dengan kuesioner. targeting dan positioning berupa analisis. Selanjutnya dilakukan penyebaran kuesioner sebanyak 139 buah dengan responden konsumen yang berlatih minimal 3 kali dan menjadi responden 1 kali (purposive sampling) secara aksidental selama 2 bulan (bulan Desember 2001 sampai Januari 2005).

Physical Evidence. Promotion. . Place. People.variabel bauran pemasaran jasa 7P (Product. Price. Process).

Dalam melakukan aktivitas tersebut. Perhitungan persentil ini terdiri dari tiga bagian yaitu persentil minimum (PS). Selain hal tersebut diatas dilakukan pengukuran dimensi-dimensi terhadap fasilitas fisik dan lingkungan non fisik. dan buku. Dilakukan analisa terhadap fasilitas fisik dan lingkungan non fisik. temperatur. kursi baca. Tinggi Bahu Berdiri (TBB). meja kelompok. Untuk pencahayaan diberi lampu pada meja . pencahayaan yang kurang baik. sirkulasi udara yang panas. kesulitas dalam mencari buku. dibutuhkan fasilitas fisik dan lingkungan non fisik yang ergonomis. Fasilitas fisik tersebut meliputi meja bersekat. Tinggi Mata Duduk (TMD). rak buku. Tinggi Bahu Duduk (TBD). Selain itu juga diusulkan layout usulan. meja bersekat. meja panjang. Sedangkan lingkungan non fisik tersebut meliputi pencahayaan. kursi baca. Berdasarkan perbandingan dengan data antropometri diketahui kelebihan dan kekurangan dari dimensi fasilitas fisik. Tinggi Duduk Tegak (TDT). dan kursi yang berdebu. buku-buku yang tidak tertata dengan rapi. Keluhan-keluhan tersebut adalah meja bersekat yang sempit. kursi orang yang dilayani. dan persentil maksimum (P95). meja komputer untuk informasi. rak buku. Data antropometri yang diambil adalah data Tinggi Badan Tegak (TBT). dan meja pengawas. Perpustakaan Terintegrasi ini dapat menjadi pusat informasi dan sumber ilmu pengetahuan serta dapat membantu mahasiswa dalam meningkatkan kualitas belajar. dan kecukupan data. locker. dan meja petugas perpustakaan.70(2005) Perancangan Perpustakaan Terintegrasi d i Graha Widya Maranatha dari Sudut Pandang Ergonomi (Studi Kasus di Universitas Kristen Maranatha) Lestari Yuli Hastuti. dan sirkulasi udara. locker yang kurang banyak dan sebagian tidak ada kunci. persentil rata-rata (P50). Tinggi Mata Berdiri (TMB). Sedangkan produk yang dirancang baru adalah kursi orang yang dilayani. meja komputer. tidak adanya komputer untuk mencari referensi buku. dan meja petugas perpustakaan. rak buku. diketahui bahwa ada beberapa fasilitas fisik yang belum ergonomis. Kemudian data-data tersebut diuji kenormalan data. Berdasarkan penelitian awal terhadap lima perpustakaan di setiap fakultas diperoleh keluhan dan dari mahasiswa.. Setelah dilakukan penelitian awal. MT Yoely Wijaya Setiap perguruan tinggi biasanya dilengkapi dengan adanya perpustakaan. pada temperatur dipasang AC agar ruangan perpustakaan sejuk. layout yang tidak teratur. meja pengawas. keseragaman data. dan lain-lain. dilakukan pengambilan data antropometri mahasiswa. Dari hasil analisa tersebut diusulkan perancangan perpustakaan Terintegrasi Adapun rancangan fasilitas fisiknya untuk memperbaiki dan juga merancang produk yang saat ini belum ada fasilitas fisik yang diperbaiki adalah meja bersekat. locker. diperlukan kondisi yang nyaman. Sedangkan lingkungan non fisik dibandingkan dengan teori yang dianjurkan dalam suatu ruangan perpustakaan. ST. Ternyata setelah dilakukan analisis. Untuk mendapatkan kondisi yang nyaman. Untuk mendapatkan kondisi lingkungan non fisik yang nyaman. Setelah itu juga dilakukan perhitungan persentil.

bersekat sebesar 5 watt. . Dan pada sirkulasi udara dibuat jendela yang cukup agar dapat terjadi pergantian udara.

71(2005) Usulan Penjadwalan Pemenuhan Pcsanan dengan Metode Algoritma Priority Dispatcing di PT. Sarana Wira Reksa Jakarta Victor Suhandi, ST., MT Ir. Kartika Suhada, MT Samuel Margono Untuk tetap dapat bersaing, maka setiap perusahaan perlu melakukan perbaikan secara terus menerus dalam berbagai faktor. PT. Sarana Wira Reksa merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri manufaktur yang membuat dies. Saat ini perusahaan menghadapi masalah dalam pemenuhan pesanan dengan tepat waktu. Dari hasil pengamatan dan wawancara, ketersediaan bahan baku selalu mencukupi, keandalan mesin cukup baik, dan kehadiran pekerja tidak menjadi masalah. Dengan demikian faktor utama penyebab keterlambatan adalah metode penjadwalan yang digunakan oleh perusahaan kurang tepat. Metode penjadwalan pengerjaan pesanan yang diterapkan perusahaan hanya berdasarkan pada tanggal terima yang paling cepat saja dan tidak memperhatikan faktor-faktor lain, seperti batas tanggal selesai, matriks routing setiap pesanan serta tidak mempunyai standar yang jelas untuk penentuan penjadwalan setelah prioritas pertama selesai ditentukan. Metode penjadwalan yang diusulkan peneliti adalah metode Priority Dispatching yang dikemukakan oleh Ciffler dan Thompson. Algoritma yang digunakan adalah algoritma untuk penjadwalan aktif dan non delay. Aturan prioritas yang digunakan adalah Earlist Due Date (EDD) sebagai aturan prioritas pertama, aturan prioritas yang kedua adalah Short Processing Time (SPT), sedangkan aturan prioritas yang terakhir adalah Random. Kriteria pemilihan metode penjadwalan terbaik adalah minimum number of tardy job, sedangkan ukuran performansi lain yang turut dipertimbangkan apabila kedua alternatif metode penjadwalan menghasilkan number of tardy job yang sama adalah maximum completion time, maximum tardiness, mean tardiness, mean lateness, waktu menganggur setiap departemen dan waktu selesai setiap departemen. Hasil dari perhitungan penjadwalan aktif dan non delay adalah tidak terdapat pesanan yang terlambat. Sedangkan hasil perbandingan dari maximum completion time dan mean lateness menunjukkan bahwa metode penjadwalan yang terbaik adalah penjadwalan non delay. Hasil dari waktu menganggur dan waktu selesai setiap departemen diperoleh bahwa penjadwalan non delay lebih banyak terpilih daripada penjadwalan aktif. Berdasarkan hasil dari semua perbandingan yang telah dilakukan, maka metode penjadwalan usulan yang terpilih adalah penjadwalan non delay. Hasil perbandingan penjadwalan usulan terpilih atau non delay dengan metode perusahaan menunjukkan bahwa penjadwalan non delay lebih baik karena tidak terdapat pesanan yang terlambat, sedangkan metode perusahaan terdapat satu pesanan yang terlambat. Kelebihan dari metode penjadwalan usulan terpilih atau non delay adalah tidak terdapat jumlah pesanan yang terlambat, memiliki maximum completion time yang paling kecil dan juga memiliki mean lateness yang paling besar dibandingkan metode penjadwalan yang lainnya.

73(2005) Identifikasi Faktor - faktor Harapan Mahasiswa terhadap Dosen (Studi Kasus Eksploratori Jurusan TI – UKM) Ir. Hendra Kusuma, MT Patrisius P. Piamat Selama ini Jurusan TI UKM telah memberikan berbagai macam pelayanan yang bervariasi bagi para mahasiswanya, antara lain dengan penyediaan dosen-dosen pengajar yang minimal berpendidikan strata dua, tetapi ternyata kinerja tenaga-tenaga pengajar yang disediakan masih dirasakan kurang memuaskan bagi pihak mahasiswa. Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut; (1) mengetahui faktor-faktor penting apa saja yang menjadi pertimbangan mahasiswa dalam menilai kinerja seorang dosen di Jurusan TI UKM, dan (2) mengetahui bagaimana seharusnya dosen dievaluasi berdasarkan harapan mahasiswa Jurusan TI UKM. Jumlah responden pada penelitian ini ialah sebanyak 250 responden mahasiswa angkatan 2000-2004 dengan menggunakan metode accidental sampling, masing-masing berjumlah 50 mahasiswa per angkatan. Setelah uji validitas dan reliabilitas, dilakukan analisis faktor untuk mengetahui faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh mahasiswa dalam menilai kinerja dosen mereka. Faktor-faktor pertimbangan mahasiswa yang didapatkan dari penelitian ini ialah: (1) Sikap empatik, (2) Kemampuan mengajar, (3) Komunikasi dua arah di dalam kelas, (4) Bersikap adil terhadap mahasiswa, (5) Komunikasi dua arah di luar kelas, 6) Ketepatan materi dan jadwal, (7) Penampilan saat mengajar, (8) Kemampuan memotivasi mahasiswa, (9) Simpatik, (10) Kecanggihan alat belajar mengajar, (11) Kemampuan menerangkan konsep yang sukar dimengerti, serta (12) Kemutakhiran ilmu yang diajarkan. Hasil analisis yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa Formulir Evaluasi Proses Belajar Mengajar yang digunakan oleh UKM masih belum mencakup seluruh harapan mahasiswa TI UKM atas dosen mereka. Diusulkan agar formulir Evaluasi Proses Belajar Mengajar yang digunakan oleh UKM direvisi agar dapat lebih mencerminkan harapan mahasiswa atas dosen mereka.

74(2005) Usulan Penentuan Jumlah dan Jenis Kendaraan Angkut yang Lebih Efektif dan Efisien untuk Pengiriman Produk AMDK pada CV Olympic Makmur Jaya Ir. Heru Susilo, M.Sc Santoso, ST., MT Dewi Kencanawati CV Olympic Makmur Jaya yang bergerak dibidang air minum dalam kemasan (AMDK), berlokasi di Magelang, dengan gudang penyimpanan yang terletak di Magelang juga. CV Olympic Makmur Jaya memproduksi air minum secara terus menerus tanpa menunggu pesanan dari pelanggan. Perusahaan ini memiliki lima distributor terbesar di Jawa Tengah yaitu Purwokerto, Tegal, Pekalongan, Semarang dan Yogyakarta. Pengiriman produk dilakukan dengan kendaraan angkut perusahaan sendiri, yang terdiri dari enam buah truk besar dan tiga buah truk kecil. Selama ini perusahaan melakukan transportasi produk hanya berdasarkan perkiraan dan pengalaman saja, oleh karena itu belum tentu cara yang digunakan adalah yang terbaik bagi perusahaan. Perusahaan menyadari kekurangan tersebut dan ingin memperbaiki kekurangan tersebut, namun perusahaan tidak tahu bagaimana cara untuk memperbaikinya. Oleh karena itu peneiiti membantu perusahaan dalam mencari cara terbaik dalam menentukan jenis dan jumlah kendaraan angkut yang efektif dan efisien dengan biaya pengiriman yang ekonomik. Untuk mencari rute angkut dan jarak daerah distribusi terpendek dilakukan dengan menggunakan Metode Shortest Route. Dengan jarak dan rute terpendek, dapat menghemat konsumsi bahan bakar. Untuk mengetahui jumlah dan jenis kendaraan angkut yang efektif dan efisien, maka dilakukan estimasi jumlah pengiriman produk yang akan terjadi berdasarkan data pengiriman produk yang berfluktuasi selama dua tahun sebelumnya. Fluktuasi permintaan disebabkan adanya perbedaan musim hujan dan panas. Dimana pada musim hujan, permintaan menurun, tetapi pada musim panas, permintaan meningkat yang disebabkan cuaca panas sehingga orang banyak membutuhkan air minum, serta banyaknya kegiatan sosial dan hajatan. Oleh karena itu fluktuasi permintaan produk juga harus diperhitungkan agar jumlah dan jenis kendaraan angkut yang digunakan efektif dan efisien. Dengan menggunakan metode Shortest Route dari gudang ke setiap distributor, hasil evaluasi biaya pengiriman antara perhitungan perusahaan dengan usulan peneliti adalah terdapat penghematan biaya pengiriman untuk satu truk besar yaitu sebesar Rp 331.520 sedangkan satu truk kecil sebesar Rp 285.322 untuk pengangkutan ke lima distributor. Dengan menggunakan biaya pengiriman dari hasil perhitungan usulan, jurnlah dan jenis kendaraan angkut yang efektif dan efisien untuk setiap pengangkutan penghematan yang terjadi adalah bila terjadi pengiriman low season Rp 1.910.229 per minggu sebesar 8.05% dan bila terjadi pengiriman rata-rata Rp 703.629 per minggu sebesar 2.77'%

Selain menjadi kota tujuan wisata. Physical evidence dan Process. Sedangkan variabel yang berpengaruh negatif yaitu penataan eksterior hotel dan kecepatan pelayanan.. tidak mudah terpengaruh oleh pemasaran produk lain yang sejenis dan menciptakan prospek. Dari hasil pengolahan data diketahui bahwa pengaruh bauran pemasaran jasa yang dilakukan Savoy Homann Bidakara Hotel terhadap loyalitas konsumennya adalah signifikan. Dalam memberikan pelayanan kepada konsumen diperlukan bauran pemasaran jasa yang tepat diarahkan kepada kebutuhan dan keinginan konsumen agar konsumen merasa puas sehingga pada akhirnya dapat terwujud loyalitas konsumen. MT Christina. Penurunan ini disebabkan juga oleh ketidakpuasan konsumen. Tahun 2002 tingkat hunian sebesar 74% kemudian tahun 2003 turun menjadi 70% dan tahun 2004 turun lagi menjadi 67%. dimana variabel yang berpengaruh positif yaitu lokasi yang strategis dan kelengkapan fasilitas sarana hotel. menolak produk lain. Penulis juga menggunakan teori yang dikemukakan oleh Griffin (2002) mengenai karakteristik konsumen yang loyal yaitu melakukan pembelian secara teratur. Hal ini menyebabkan perkembangan bidang perhotelan di kota Bandung tumbuh dengan cepat dan menimbulkan persaingan yang sangat ketat diantara hotel-hotel yang ada. ST. yaitu Product. Salah satu dampak dari persaingan tersebut adalah penurunan tingkat hunian hotel seperti yang dialami oleh Savoy Homann Bidakara Hotel. reliabilitas dan multi regresi linier. Price. Data yang telah terkumpul selanjutnya diolah dengan menggunakan software Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 10. membuat banyak orang yang mengunjungi kota ini.. Promotion.variabel Bauran Pemasaran Jasa yang Berpengaruh terhadap Loyalitas Konsumen Melina Hermawan. MT Yanuar Afiyanto Kota Bandung sebagai ibukota Jawa Barat yang letaknya berdekatan dengan ibukota negara. People. ST. Penulis menggunakan teori yang dikemukakan oleh Zeithaml dan Bitner (2000) yang terdiri dari tujuh unsur. dengan tujuan mengetahui variabelvariabel bauran pemasaran yang berpengaruh dan upaya-upaya yang perlu dilakukan Savoy Homann Bidakara Hotel untuk meningkatkan loyalitas konsumennya. kota Bandung juga merupakan kota tujuan bisnis utama di Jawa Barat.75(2005) Identifikasi Variabel . Place. Oleh sebab itu Savoy Homann Bidakara Hotel dituntut untuk dapat lebih memuaskan konsumennya.0 yang terdiri dari uji validitas. . Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada tamu yang telah menginap sebagai responden dengan menggunakan simple random sampling. Untuk itulah dilakukan suatu penelitian untuk mengidentifikasikan variabel-variabel bauran pemasaran yang berpengaruh terhadap loyalitas konsumen.

100°. Untuk lebih mengetahui pendapat mahasiswa mengenai kursi kuliah yang digunakan saat ini di Universitas Kristen Maranatha. ukuran alas duduk dan tinggi alas duduk dari lantai. Dengan demikian. 74% responden tidak merasa nyaman menggunakan kursi kuliah saat ini. MT Indra Syarief Susy Susylawati Keluhan terbanyak dari mahasiswa Universitas Kristen Maranatha mengenai kursi kuliah yang digunakan saat ini adalah kurang memberikan kenyamanan. Empat puluh responden menginginkan perbaikan pada sudut kemiringan sandaran kursi. Hal ini dikarenakan pada sudut kemiringan sebesar 105° memberikan konsumsi energi yang lebih kecil dari sudut kemiringan yang lain. 53.76(2005) Perancangan Kursi Kuliah Ergonomis yang Memberikan Kenyamanan dari Segi Konsumsi Energi (Studi Kasus di Universitas Kristen Maranatha) Wawan Yudiantyo. yaitu 90°. dimana sudut kemiringan sandaran kursi sebesar 105° menghasilkan konsumsi energi yang paling sedikit. dilakukan pengujian terhadap sudut kemiringan sandaran kursi dengan melakukan pengukuran denyut jantung. dapat dihitung konsumsi energi yang dikeluarkan selama menggunakan kursi kuliah tersebut.% responden menyatakan bahwa sudut kemiringan sandaran kursi sebesar 105° lebih nyaman daripada sudut kemiringan lainnya. I05°. Perancangan kursi kuliah usulan dilakukan berdasarkan hasil kuesioner penelitian. sandaran punggung. tanpa terganggu dengan kelelahan dan rasa sakit yang dialami pada saat duduk. Dari hasil pengukuran denyut jantung. responden menginginkan perbaikan pada kursi kuliah yang digunakan saat ini. hasil pengujian data anthropometri dan data kontur serta hasil perhitungan konsumsi energi. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengukuran konsumsi energi. 1100 dan 115°. pinggang dan punggung selama menggunakan kursi kuliah tersebut.. Hal ini dikarenakan mahasiswa sering mengeluhkan sakit atau pegal pada pantat. sehingga prestasi belajar yang diperoleh mahasiswa juga akan lebih maksimal. Dan data-data tersebut dapat diperoleh ukuran kursi kuliah yang baru yang lebih ergonomis dan dapat meminimasi konsumsi energi. Pengujian sudut kemiringan sandaran kursi ini dilakukan oleh 30 responden yang dipilih secara acak. diharapkan mahasiswa dapat duduk dengan nyaman akan berkonsentrasi selama menggunakan kursi kuliah usulan ini. 95°. Oleh sebab itu. Untuk mengurangi keluhankeluhan itu. dapat diketahui bahwa sudut kemiringan sandaran kursi yang paling baik adalah sebesar 105°. ketinggian kursi. Pada rancangan kursi kuliah usulan ini juga ditambahkan bantalan busa pada alas duduk dan sandaran punggung serta rak penyimpanan tas pada bagian samping kiri dari kursi kuliah. Bagian-bagian dari kursi kuliah yang ingin diperbaiki adalah sandaran tangan.33°. ST. ukuran meja. Berdasarkan pengujian sudut kemiringan sandaran kursi. Sebagian besar responden juga mengeluhkan sakit atau pegal pada pantat. maka dibuat kuesioner penelitian Berdasarkan hasil kuesioner penelitian. . Pengujian sudut kemiringan sandaran kursi ini menggunakan 6 (enam) macam sudut kemiringan. Enam macam sudut kemiringan ini diperoleh dari hasil pengukuran kemiringan kontur 30 mahasiswa jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha. pinggang dan punggung.

Hasil pengolahan dan analisis menunjukkan bahwa seluruh fasilitas yang digunakan kecuali lemari tape dan meja guru memiliki bagian yang tidak ergonomis. Sejak di bangku sekolah. Bahasa Indonesia. ST. meja memiliki luas alas dan sekat yang terlalu kecil. Laboratorium Bahasa dirancang dan ditata sedemikian rupa bertujuan untuk memberikan kondisi belajar mengajar yang efektif. ketidaknyamanan siswa saat duduk karena rasa pegal. Namun hingga saat ini masih terdapat beberapa kendala sehingga penggunaan fasilitas Laboratorium Bahasa masih dirasakan kurang optimal. generasi muda sudah diperkenalkan. terdapat masalah kurangnya pencahayaan di dalam ruangan laboratorium Bahasa. Di SMU ‘X’ Bandung. pengujian kenormalan data. Pengaturan tata letak Laboratorium yang kurang tepat serta lebar gang yang sempit menyulitkan siswa keluar masuk dari tempat duduk. selain itu masalah bau-bauan yang ditimbulkan alas kaki siswa. salah satu fasilitas yang mendukung program tersebut adalah Laboratorium Bahasa dimana di tempat ini siswa dapat memperdalam penguasaan bahasa asing melalui tahap listening dan speaking. MT Shelly Lydiana Dewasa ini penguasaan bahasa asing sudah merupakan suatu keharusan di dunia kerja dan dunia bisnis. efisien. aman dan nyaman. pengujian keseragaman data. Dari segi lingkungan. siswa yang duduk di kursi belakang sulit melihat ke papan tulis. antara lain area meja tulis yang kurang luas. penempatan kursi dan meja yang kurang luas sehingga mengurangi kenyamanan dalam laboratorium. Kemudian dilakukan analisis terhadap lingkungan fisik.77(2005) Analisis dan Usulan Perbaikan Tata Letak Fasilitas dan Lingkungan Fisik yang Lebih Ergonomis (Studi Kasus di SMU ‘X’ Bandung) Ie Vie Mie. diperoleh masukan bahwa terdapat masalah di Laboratorium Bahasa. tidak ada sandaran kaki pada kursi maupun meja. dan lemari berkas yang sudah usang dan tidak ergonomis. diajarkan dan dibekali dengan keahlian bahasa selain bahasa nasional kita. Kursi yang dipergunakan memiliki ketinggian alas yang terlalu tinggi. Pengolahan data yang dilakukan adalah pengujian anova. . pengujian kecukupan data serta perhitungan persentil data anthropometri siswa. Selain itu tata letak papan tulis kurang tepat menyebabkan siswa yang duduk di belakang tidak dapat melihat ke papan tulis.. Melalui penelitian pendahuluan yang dilakukan. da perbandingan hasil pengolahan data dengan dimensi fasilitas aktual. fasilitas fisik.

dari shift siang ke shift malam. Dari hasil penelitian dan wawancara yang dilakukan.000.78(2005) Usulan Penjadwalan Shift Kerja dengan Algorithms With Phase Delay Feature bagi Satpam di Universitas Kristen Maranatha Santoso. . 540.. MT Moonty Chandra Shift kerja biasanya ada dalam operasi manufaktur dan jasa. atau dari shift malam ke shift pagi.000. Usulan penjadwalan ini menghasilkan suatu jadwal yang memberikan hari libur yang berurutan yang memberikan kepuasan kerja. MT Ir.00/tahun dibandingkan dengan jadwal yang ada dahulu karena tejadi pengoptimalan jumlah tenaga kerja yang dipakai sehingga jumlah tenaga kerja yang dipakai lebih sedikit. tetapi shift kerja memberikan banyak dampak negatif pada diri pekerja. dan hubungan sosial yang berakibat pada menurunnya performansi kerja pekerja tersebut. Barton dan Folkard (1993) mempelajari 261 orang pekerja dari beberapa industri yang berbeda menemukan bahwa Phase Delay Schedule lebih memuaskan pekerja dan menimbulkan masalah kesehatan. Sebagai contoh untuk sistem 3 shift per hari. Oleh karena itu peneliti mengusulkan penerapan penjadwalan shift kerja dengan Algorithms With Phase Delay Feature bagi satpam di Universitas Kristen Maranatha. yang lebih sedikit dibanding Phase Advance Schedule (penjadwalan yang pergantian shiftnya dilakukan dalam arah berlawanan arah jarum jam/backward direction). sosial. Bandung.400. dengan skenario 5 hari kerja dan 3-4 hari kerja. seperti gangguan tidur. 2. Hung mengusulkan perubahan shift sebaiknya dilakukan searah jarum jam (forward direction) yang kemudian disebut Phase Delay Schedule. beban kerja (jumlah shift pagi dan malam) yang lebih merata untuk setiap orang satpam. kesehatan. efek negatif shift kerja seperti masalah kesehatan juga terjadi pada satuan pengamanan (satpam) di Universitas Kristen Maranatha (UKM).00/tahun. tidur. motivasi. Semua ini akan memberikan pemerataan pendapatan bagi semua pekerja yang peningkatan pendapatannya kira-kira adalah 18 shift kerja/tahun yang bila dihitung dalam jumlah penambahan gaji adalah kurang lebih Rp. maka perubahan shift adalah dari shift pagi ke shift siang. ST. Kartika Suhada. Selain itu penjadwalan ini memberikan penghematan biaya operasional yang harus dikeluarkan sebesar Rp.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk tas dilihat dari faktor 4P yaitu Product. tas yang memiliki penutup. nomor gigi zipper. memiliki kemasan yang menarik. tingkat kekuatan jarum jahit. pada tahap design planning matrix. Process Planning Matrix dan Production Planning Matrix. produk yang selalu tersedia pada saat akan dibeli. . customer needs diterjemahkan menjadi technical response. tingkat ketepatan tebal bahan tas. jenis zipper. pramuniaga yang sopan. Pada tahap product planning matrix. adanya bandrol harga pada tas. sehingga menyebabkan persaingan yang ketat diantara perusahaan produk tas. tingkat ketelitian penjahit. adanya program hadiah langsung pada waktu tertentu. memiliki kantong belanja yang menarik. tas yang memiliki tali selempang. model tas yang selalu mengikuti trend. pramuniaga yang cekatan dalam melayani.82(2005) Usulan Pengembangan Tas Wanita Remaja Merk Flashy Ditinjau dari Faktor Product. Ketiga tahap tersebut memiliki hubungan antara satu sama lain. Promotion dan Place dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment Christina. Process Characteristics diterjemahkan menjadi Production Characteristics. Technical response yang didapatkan adalah antara lain tingkat penggunaan benang. Kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk tas Flashy yang lebih unggul apabila dibandingkan dengan produk tas Exsport adalah jahitan tas yang rapi. jenis bahan tas. Price. Design characteristics yang didapatkan adalah antara lain jenis benang. pengukuran nomor zipper. bahan tas tidak mudah rusak.. jenis jarum jahit. tersedia lapangan parkir yang luas. persentase pemberian harga sedangkan process characteristics yang didapatkan adalah antara lain pengendalian kualitas zipper. adanya discount pada waktu-waktu tertentu. Promotion. design characteristics diterjemahkan menjadi process characteristics dan pada tahap Production Planning Matrix. perancangan zipper yang mudah dibuka. penyusunan tas yang rapi dan menarik dan showroom yang dirancang menarik. ST. diperoleh hasil bahwa kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk tas adalah antara lain tas yang memiliki ritsleting. jahitan tas yang rapi. tingkat ketepatan pemberian harga. dilakukan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner sehingga diperoleh data-data untuk matriks-matriks yang digunakan untuk pengembangan produk tas. MT Pitra Jaya Perkembangan industri sudah semakin berkembang termasuk industri produk tas. Design Planning Matrix. adanya program hadiah langsung pada waktu tertentu. Price. pramuniaga yang ramah. pramuniaga yang sopan. harga yang sesuai dengan kualitas tas. selain itu juga untuk mengetahui kepuasan konsumen terhadap produk tas Flashy dibandingkan dengan pesaingnya yaitu Exsport. Melalui penelitian yang dilakukan. lokasi di tempat yang strategis. tingkat kekuatan benang. pada tahap process planning matrix. tersedianya counter di berbagai kota. Melalui metode tersebut. Pengolahan data yang digunakan adalah metode Quality Function Deployment (QFD). yaitu Product Planning Matrix. jahitan tas yang kuat. Metode QFD terdiri dari 4 tahap. technical response diterjemahkan menjadi design characteristics. dan Place.

perhitungan harga bahan baku ditambah laba. .pengendalian kualitas benang. pengendalian kualitas jarum jahit.

juga tidak terlalu mahal dan perawatan mudah.. ditekan dan didorong. tentulah hal ini tidak praktis dan nyaman. garpu ataupun pisau merupakan kebiasaan Dengan kondisi seperti ini. keran akan tertutup dan air akan berhenti mengalir. digunakan alat bantu metode Quality Function Deployment untuk membantu menterjemahkan suara konsumen menjadi target spesifikasi keran yang menjadi dasar perancangan alternatif konsep keran. mulai dari pedal sampai keran dengan menggunakan prinsip-prinsip ergonomi. Konsep kemudian dinilai dengan konsep scoring untuk memilih 1 konsep yang akan dikembangkan lebih lanjut. Salah satu kebutuhan utama manusia adalah makan. technical response. keran akan terbuka dan air akan keluar dengan otomatis. Pada beberapa daerah. MT. didapat konsep keran dioperasikan dengan pedal kaki yang terpilih untuk dikembangkan. Hal ini menyebabkan pengguna keran harus menyentuh keran dengan tangan kotor saat membuka keran dan kemudian menutup lagi keran kotor setelah cuci tangan. sebaliknya bila pedal dilepas. sehingga dapat mengatur keluarnya air. Konsep alternatif keran yang dikembangkan adalah keran dioperasikan dengan siku. di Indonesia.. yaitu membuka dan mematikan keran dengan pedal kaki. kondisi tangan sangatlah kotor. biasanya pada saat akan mencuci tangan setelah makan.. praktis dan nyaman. yaitu diputar. keran dioperasikan dengan sensor dan keran dioperasikan dengan tuas kaki. saat menutup keran.. Keran air yang sekarang ini beredar di pasaran pada dasarnya menggunakan 3 konsep. Kata kunci : voice of customer. ergonomis . Jadi bila pedal diinjak. tangan akan terkena kotor lagi dari keran. sehingga pada saat setelah mencuci tangan. Untuk keran-keran tersebut. Dalam penelitian ini akan dirancang alat ini. semuanya diperlukan tangan untuk membuka keran. sehingga seringkali keran tidak ditutup dengan benar sehingga menyebabkan borosnya air. keran dioperasikan dengan pedal kaki. Pedal akan dihubungkan dengan tuas yang akan mengatur aliran air. seringkali. Melalui tahap ini. Konsep yang akan dicoba dirancang di sini adalah konsep yang cukup sederhana. sehingga alat ini dapat dipakai dengan mudah.83(2007) Perancangan Keran Cuci Tangan yang Ergonomis Ir. Konsep kemudian disaring dengan menggunakan matriks penyaringan berdasarkan kriteria yang diinginkan konsumen dan pada tahap ini konsep keran dengan . terutama di tempat umum pengguna malas untuk menutup keran dengan benar. kualitas.. Karena masalah ini. gugur. Untuk perancangan keran yang lebih nyaman dan praktis ini. Christina Wirawan. makan menggunakan tangan tanpa sendok.

. Hal tersebut dapat menyebabkan beralihnya konsumen ke perusahaan pesaing. MT. Gangguan-gangguan itu dapat berupa masuknya satu atau beberapa pesanan baru yang harus segera dikerjakan. MT. Dalam penelitian ini. Periode penjadwalan yang dilakukan sesuai dengan yang berjalan saat ini. terjadi pengurangan jumlah pesanan yang terlambat sebanyak 45 buah pesanan atau 70. Data pesanan yang digunakan sebanyak 204 buah pesanan yang merupakan data pesanan dalam satu bulan. Mesin mengalami kerusakan selama 5 hari. rusaknya satu atau beberapa mesin yang menyebabkan terhentinya kegiatan produksi yang sedang berlangsung. Dalam realisasi jadwal yang telah dibuat seringkali terjadi gangguan-gangguan yang dapat menyebabkan keterlambatan penyelesaian beberapa pesanan tersebut. ST. Oleh karena itu diperlukan suatu algoritma penjadwalan dinamis dalam upaya meminimasi jumlah pesanan yang terlambat. Jadi. algoritma penjadwalan dinamis yang dikembangkan terdiri dari dua buah algoritma. dimana 7 buah pesanan tersebut merupakan pesanan sisipan. PT X ini bergerak dalam bidang pembuatan kulit imitasi. Untuk mengukur keefektivan algoritma yang dikembangkan. Untuk mempercepat proses perhitungan. peneliti memberikan saran agar algoritma yang dirancang dapat dibuat program softwarenya. . Keterlambatan tersebut dapat menimbulkan denda yang harus ditanggung oleh perusahaan serta berkurang atau bahkan hilangnya kredibilitas perusahaan di mata konsumen. Vivi Arishandy. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa algoritma penjadwalan dinamis yang dibuat cukup baik. Xystus Yustyadi Waiz Penjadwalan merupakan aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam upaya memenuhi pesanan yang diterima dari konsumen dengan tepat waktu.Kartika S. yaitu periode mingguan.84(2007) Pengembangan Algoritma Pendjadwalan Dinamis untuk Meminimasi Jumlah Pesanan yang Terlambat pada Perusahaan Manufaktur Ir. sedangkan penjadwalan dengan menggunakan algoritma penjadwalan dinamis usulan menghasilkan keterlambatan 19 buah pesanan. Penjadwalan yang diterapkan perusahaan menghasilkan keterlambatan penyelesaian pesanan sebanyak 64 buah.31%. algoritma tersebut diujicobakan pada kasus penjadwalan di PT X.. yaitu algoritma penjadwalan dan algoritma penjadwalan ulang usulan.

sehingga dapat membawa barang lebih banyak. keluasan trolley. Ulrich dan Steven Eppinger. Hasil perancangan yang terbaik adalah trolley bermesin ini memiliki volume keranjang lebih besar. MT. yaitu perancangan trolley bermesin. yaitu rancangan pertama. Ie Vie Mie. terutama di hypermarket walaupun memiliki keterbatasan. adanya kerancang kecil. ST. Pengendalian trolley menggunakan stir. Kata kunci : strategi bersaing. Salah satu unit usaha yang bersaing ketat di kota Bandung pada saat ini adalah supermarket dan hypermarket. MT. yaitu menggunakan kursi dan mesin terpisah dari keranjang tetapi keranjang yang digunakan adalah dengan ukuran yang dirancang pada alternatif 1. kedalaman rem. untuk mengetahui keinginan dan penilaian konsumen terhadap trolley di hypermarket. Christina Wirawan.. juga untuk mencari dan memilih konsep serta alternatif rancangan trolley. dimana keranjang yang dipakai adalah trolley yang sekarang ada dengan posisi keranjang bisa di depan atau di belakang pengendara. maka akan dirancang suatu keunikan yang diharapkan dapat membuat daya tarik tersendiri sehingga meningkatkan daya saing. rancangan ketiga yaitu gabungan dari rancangan kesatu dan kedua. didapat bahwa alternatif yang ke-3 adalah yang terbaik. Trolley juga memiliki kursi sehingga konsumen tidak mudah lelah. ergonomis.. Dari hasil penyebaran kuesioner di dapat bahwa konsumen sangat setuju dengan adanya trolley bermesin dan memberikan beberapa masukan. yaitu trolley bermesin dengan keranjang berada di depan pengguna dan ukuran keranjang dirancang ulang. Dalam menghadapi persaingan ini. pemberian discount atau hadiah dan kelengkapan produk yang dijual. serta memberikan kondisi toko yang nyaman. Trolley dijalankan dengan menggunakan pedal gas. Saat ini persaingan dalam dunia usaha begitu ketat. Hal ini menyebabkan setiap unit usaha berusaha untuk menciptakan sesuatu inovasi yang unik untuk menarik dan memuaskan konsumen. rancangan kedua yaitu kursi pengendara dan mesin terpisah dengan keranjang. Metoda yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode QFD dan juga mengikuti langkah-langkah yang dicetuskan oleh Karl T.. Dari hasil concept scoring. Umumnya mereka bersaing dalam hal harga. Data awal didapat dengan menyebarkan kuesioner kepada konsumen dengan kriteria usia lanjut atau cacat kaki di beberapa hypermarket yang ada di Bandung. ST. Trolley ini ditujukan untuk orang-orang lanjut usia atau orang dengan cacat kaki (sementara ataupun permanen) yang memiliki keterbatasan untuk berjalan dalam jangka waktu lama atau jauh. Trolley memiliki sistem rem kaki. Hal-hal yang menurut konsumen menjadi prioritas utama dalam rancangan trolley bermesin adalah kemudahan menjangkau pedal gas.85(2007) Perancangan Troley Bermesin untuk Penggunaan di Hypermarket Ir. perancangan . Trolley akan dirancang sebanyak 3 alternatif. Budi Antono. agar mereka dapat berbelanja dan menikmati wisata belanja.

MT. perancangan perangkat penilaian kinerja akan berbasiskan kompetensi. Bandung) Vivi Arisandhy. Melina Hermawan. Tahapan dalam melakukan perancangan formulir penilaian kinerja yaitu analisis jabatan dengan cara menyebarkan kuesioner dan melakukan wawancara kepada pemegang jabatan dan atasan langsung dari pemegang jabatan. Faktor-faktor tersebut kemudian akan digunakan untuk merancang perangkat penilaian kinerja bagi TA. Yullyanti Ivonne Widjaya Perguruan tinggi merupakan salah satu tingkatan penting dalam pendidikan. penentuan struktur hierarki. Hasil yang didapatkan dari penelitian yang telah dilakukan adalah susunan tugas. ST. Penilaian kinerja yang efektif akan memberikan manfaat bagi pegawai dan perusahaan. tanggung jawab dan wewenang (Job Description) TA.87(2007) Identifikasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penilaian Kinerja untuk Jabatan Tenaga Administrsi di Perguruan Tinggi (Studi Kasus di Universitas Kristen Maranatha. Manfaat bagi pegawai adalah dapat mengetahui kinerja yang telah dicapai serta mengetahui kelemahan dan kelebihan diri yang berguna untuk pengembangan diri selanjutnya. Data-data yang diperlukan adalah struktur organisasi perguruan tinggi serta tugas. tanggung jawab dan wewenang (Job Description) untuk TA dan usulan Formulir . Dalam penelitian ini. menyusun ulang tugas. Dalam penelitian ini akan dilakukan identifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap standar penilaian kinerja Tenaga Administrasi (TA) di perguruan tinggi. MT. pembobotan faktor dan subfaktor kompetensi (menggunakan metode Analytical Hierarchy Process) dengan cara menyebarkan kuesioner kepada atasan langsung dari pemegang jabatan. diantaranya adalah pengelolaan sumber daya manusia yang unggul. tanggung jawab dan wewenang dari TA. menghitung batas–batas Total Nilai Penilaian Kinerja (TNPK) dan menyusun perangkat penilaian kinerja... Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan sumber daya manusia adalah dengan melakukan penilaian kinerja. Banyak faktor yang mendukung jalannya suatu perguruan tinggi dengan baik. data-data yang digunakan akan diambil dari Universitas Kristen Maranatha. Hal ini dikarenakan perguruan tinggi berperan penting untuk menghasilkan orang–orang yang berkualitas yang dapat berguna bagi dunia kerja pada umumnya. Dalam penelitian ini. menentukan tingkat kepentingan faktor dan subfaktor kompetensi (menggunakan metode Cut-Off Point) dengan cara menyebarkan kuesioner kepada atasan langsung dari pemegang jabatan. Manfaat bagi perusahaan adalah untuk mengetahui seberapa besar usaha pegawai melakukan pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi serta dapat digunakan untuk perbaikan kinerja pegawai secara terus menerus. ST.

.Penilaian Kinerja untuk TA.usulan Formulir Penilaian Kinerja untuk TA dapat dilihat pada Sub Bab 4. dibuat suatu standar penanganan berdasarkan hasil penilaian kinerja (contoh pemberian reward dan punishment). sedangkan. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah sebaiknya dilakukan pengumpulan data tingkat kepentingan dan bobot kepentingan faktor dan subfaktor kompetensi di untuk tenaga administrasi perguruan tinggi lainnya. mengikutsertakan faktor-faktor kompetensi yang dapat dinilai oleh mahasiswa (konsumen). apabila organisasi mengalami penambahan personel dalam satu unit kerja maka perlu dilakukan perhitungan jumlah sampel pengisi dari Formulir Penilaian Kinerja dan metode BARS (Behaviorally Anchored Rating Scale) digunakan dalam penentuan skala rating.2. tanggung jawab dan wewenang (Job Description) dapat dilihat pada Sub Bab 3.8.2. Susunan tugas.

Jumat dan Sabtu. Tikat kecukupan lahan parkir mobil dosen. Estimasi jumlah pengguna lahan parkir dimasa mendatang menggunakan data jumlah mahasisa aktif. MT.17%. Kartika Suhada.54%. Selanjutnya kami menguji kesamaan rata-rata laju kedatangan antar jam. Hasilnya terdapa trend yang meningkat. Lahan parkir motor mahasiswa kurang sebesar 351 motor . sedangkan dalam kondisi darurat sebesar 83. sedangkan dalam kondisi darurat sebesar 115. Penelitian yang kami lakukan adalah menguji kesamaan rat-rata laju kedatangan antar hari. MT. ST. Sedangkan untuk mobil dosen.88(2007) Analisis Kebutuhan dan Penataan Lahan Parkir di UK Maranatha Ir. Akhirnya kami membuat model simulasi komputer untuk mengetahui kebutuhan lahan parkir saat ini dan masa mendatang. Perkembangan program studi yang ada di Universitas Kristen Maranatha mendorongmakin banyaknya populasi mahasiswa. Hali ini mendorong makin besarnya kebutuhan akan sarana lahan parkir untuk saat ini (tahun akademik 2006/2007) dan saat mendatang (2014/2015). Usulan yang dikemukakan untuk mengatasi kekurangan lahan parkir saat ini ada 4 alternatif. dosen dan karyawan yang melakukan kegiatan didalamnya. .37%. Victor Suhandi.7%.41%. ternyat terdapat kelompok hari yang berbeda yaitu Senin – Selasa – Kamis. Kekurangan lahan parkir saat ini untuk memenuhi kebutuhan di masa mendatang sebanyak 202 mobil mahasiswa dalam kondisi normal dan 108 mobil dalam kondisi darurat. karyawan dan tamu sebesar 149 mobil dalam kondisi normal dan 119 mobil dalam kondisi darurat. tingkat kecukupan lahan parkir motor dosen. karyawan dan tamu saat ini sebesar 82. Selain itu kami mengusulkan penataan peruntukan lahan parkir yang ada saat ini dan upaya-upaya untuk menngkatkan keamanan parkir kendaraan. maka dapat dibuat perencanaan penyediaan dan penataan lahan parkir sehingga orang dapat memarkirkan kendaraannya dengan nyaman dan aman. karyawan dan tamu saat ini untuk kondisi normal sebesar 68. tingkat kecukupan lahan parkir motor mahasiswa saat ini sebesar 92. sedangkan untuk motor dosen karyawan dan tamu sebesara 121 motor.78%. Tingkat kecukupan lahan parkir mobil mahasiswa saat ini untuk kondisi normal sebesar 94. Dengan memperhitungkan dengan ketersediaan lahan parkir yang ada saat ini.. Pengujian distribusi rata-rata laju kedatangan dan lama parkir menghasilkan beragam distribusi statistik yang menunjukan perilaku kendaraan dalam sistem perparkiran.. dimana hasilnya menunjukan bahwa laju kedatangan kendaraan pada pagi hari lebih besar dibandingkan dengan siang hari.

menimbang bahwa seluruh ruangan telah digunakan untuk kegiatan perkuliahan pada rentang waktu tersebut. Kartika Suhada. ternyata tingkat utilisasi rata-rata ruangan perkuliahan untuk program studi non magister sebesar 36. utilisasi ruanga dapat ditingkatkan menjadi 44. Victor Suhandi. Dari hasil penelitian yang dilakukan. Tingkat utilisasi tersebut sangat rendah dikarenakan kegiatan perkuliahan umum diselenggarakan pada rentang waktu pk. Pemanfaatan ruangan setelah pk. dimana utilisasi rata-rata/jam untuk rentang waktu pk. Untuk itu. kelas malam dan kelas karyawan. kemahasiswaaan. Berdasarkan perhitungan. diusulkan penjadwalan penggunaan ruangan.00 – 22. maka tidak dapat diupayakan pengurangan jumlah ruangan.. .88% untuk semester Ganjil 2006/2007 dan untuk semester Genap 2006/2007 menjadi sebesar 42. 16.00 dan pada hari sabtu perlu digalakan karena utilisasinya masih rendah. Pengehematan ruangan yang diperoleh adalah sebanyak 19 ruangan. Vivi Arishandy. 17. Penambahan program studi baru merupakan upaya yang dapat dilakukan Universitas Kristen Maranatha untuk meningkatkan daya saing dengan perguruan tinggi lainnya. maka penghematan ruangan yang diperoleh dapat digunakan untuk kegiatan perkuliahan 4 program studi yang baru.52%.89(2007) Analisis Pemanfaatan Ruang Perkuliahan di UK Maranatha Ir. ST. 07. Yang dilakukan adalah memadatkan jadwal penggunaan ruangan sehingga menghasilkan penghematan jumlah ruangan yang dibutuhkan dan akhirnya juga meningkatkan utilisasi rat-rat ruangan secara keseluruhan.. Akan tetapi.00. MT. pihak universitas harus menyediakan bagi program studi baru tersebut. Saat ini. Dengan pertimbangan bahwa satu program studi membutuhkan 4 – 5 ruangan.68% untuk semester ganjil 2006/2007 dan untuk semester Genap 2006/2007 sebesar 35. untuk kegiatan perkuliahan Program Magister disediakan 4 ruangan. dimana tidak dilakukan perubahan jadwal perkuliahan yang sudah berlangsung saat ini. MT.17%.00 – 21. ST.00 dibawah 30 %.. untuk itu. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan ruangan tersebut untuk kegiatan seminar. perlu dilakukan pengukuran utilisasi ruangan yang ada saat ini dan upaya peningkatan utilisasi ruangan. sebelum membuat ruangan baru. MT..

serta melakukan promosi dan USM yang diselenggarakan di luar kota Bandung. meningkatkan kesempatan pertukaran pelajar . dll. namun banyaknya alternatif perguruan tinggi yang tersedia saat ini menyebabkan para siswa SMA semakin selektif dalam memilih perguruan tinggi. UKM mengalami banyak sekali perkembangan yang positif. tingkat kepuasan siswa SMA terhadap promosi yang telah dilakukan UKM dan pengaruhnya terhadap minat untuk memilih UKM. hampir seluruhnya menyatakan puas dan merasa tertarik untuk melanjutkan studi di UKM. diketahui bahwa faktor yang dipentingkan oleh siswa SMA dari Bandung adalah status akreditasi dari jurusan. Physical Evidence). Variabel penelitian yang digunakan adalah dari konsep bauran pemasaran 7P (Product. melakukan promosi di berbagai media. People. namun hasil yang diperoleh belum sesuai dengan apa yang diharapkan. namun kuesioner yang diproses lebih lanjut adalah kuesioner yang diisi oleh responden yang berasal dari kota Bandung. Sejak berdiri tahun 1965. Yang mempengaruhi minat siswa SMA untuk memilih UKM adalah kejelasan informasi mengenai fakultas dan jurusan melalui koran dan radio. Price. kerjasama dengan perusahaan dan industri. Process. ST. Dari hasil pengolahan data dan analisis. Hal tersebut mengakibatkan tidak terpenuhinya target jumlah penerimaan mahasiswa baru di beberapa program studi yang terdapat di UKM. Promotion.. Hampir 50% siswa SMA kota Bandung tidak mengetahui aktivitas promosi yang telah dilakukan.90(2007) Usulan Bauran Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru UK Maranatha (Studi Kasus : SMA di Kota Bandung) Yulianti. terjadi penurunan jumlah siswa SMA yang mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) pada semua program studi di UKM. UKM telah memperluas jalur PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan). Place. MT Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Bandung yang menjadi pilihan para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk melanjutkan studi. ketersediaan faktor tersebut di UKM. ST. kejelasan mengenai fasilitas penunjang melalui televisi dan tim promosi. Kuesioner penelitian disebarkan kepada seluruh siswa SMA yang mengikuti USM Penerimaan Mahasiswa Baru UKM 2008/2009 hingga tanggal 27 Januari 2008. membuka beberapa program studi baru. MT. Usulan yang diberikan adalah memperbanyak beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan dengan menggunakan analisis cluster dan analisis regresi linear berganda. tersedia beasiswa bagi siswa-siswa berprestasi. namun bagi mereka yang mengetahui promosi yang dilakukan. serta daya tarik promosi yang telah dilakukan melalui radio dan tim promosi.. observasi dan kuesioner. Untuk mengantisipasi penurunan tersebut. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan metode sampling jenuh. Pada beberapa tahun terakhir. diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. efektivitas promosi yang telah dilakukan UKM. Jimmy Gozaly. menyediakan beasiswa prestasi.

analisis cluster. analisis regresi linear berganda . memperbesar lapangan parkir.keluar negeri. serta lebih mempublikasikan faktor paling dipentingkan dan berpengaruh terhadap minat siswa SMA. penyediaan fasilitas alat tulis kantor. Kata kunci : bauran pemasaran. memperlengkap fasilitas olahraga.

90%. MT. efektivitas promosi yang telah dilakukan UKM. People. namun kuesioner yang diproses lebih lanjut adalah kuesioner yang diisi oleh responden yang berasal dari wilayah Jawa kecuali Bandung. dengan semakin baiknya penyediaan sarana fisik dan jumlah mahasiswa dari berbagai daerah yang terus bertambah.91(2007) Usulan Bauran Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru UK Maranatha (Studi Kasus : SMA di Wilayah Jawa. diketahui bahwa faktor yang paling dipentingkan oleh siswa SMA adalah kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah. memperlengkap fasilitas olahraga.. untuk menarik minat siswa SMA melanjutkan studi di UKM sebesar 96. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan dengan menggunakan analisis cluster dan analisis regresi linear berganda. meningkatkan kesempatan pertukaran pelajar keluar negeri. Dari hasil pengolahan data dan analisis. terjadi penurunan jumlah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) pada semua program studi. M. kejelasan informasi mengenai fakultas/ jurusan dan biaya yang dikeluarkan oleh tim promosi.. tingkat kepuasan siswa SMA terhadap promosi yang telah dilakukan UKM dan pengaruhnya terhadap minat untuk memilih UKM. ketersediaan faktor tersebut di UKM. Rosemarie S. Kuesioner penelitian disebarkan kepada seluruh siswa SMA yang mengikuti USM Penerimaan Mahasiswa Baru UKM 2008/2009 hingga tanggal 27 Januari 2008. kualitas staf pengajar.59%. Price. Tingkat efektivitas tim promosi dalam dengan tujuan mengenalkan UKM sebesar 46. Usulan yang diberikan adalah menyediakan beasiswa prestasi. Process. hal tersebut mengakibatkan tidak terpenuhinya target jumlah penerimaan mahasiswa baru di beberapa program studi yang terdapat di UKM. N. . Physical Evidence). Seiring berjalannya waktu.. kecuali Kota Bandung) Yulianti. Karena itu diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi. perkembangan UKM menunjukkan hasil yang menggembirakan. observasi dan kuesioner. serta melakukan promosi dan USM yang diselenggarakan di luar kota Bandung. UKM telah memperluas jalur PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan). Beberapa tahun terakhir. namun hasil yang diperoleh belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Variabel penelitian yang digunakan adalah dari konsep bauran pemasaran 7P (Product. serta lebih mempublikasikan faktor paling dipentingkan dan berpengaruh terhadap minat siswa SMA (MSCC. melakukan promosi di berbagai media. Yang mempengaruhi minat siswa SMA untuk memilih UKM adalah tingkat kepuasan terhadap daya tarik promosi yang telah dilakukan melalui televisi. Ir. Place. ST. penyediaan fasilitas alat tulis kantor. memperbesar lapangan parkir. Promotion.Si Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di kota Bandung. memperbanyak beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. membuka beberapa program studi baru. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan metode sampling jenuh.

kelengkapan fasilitas kuliah.citra perguruan tinggi yang baik. kejelasan informasi mengenai program studi dan biaya yang ada di UKM). kenyamanan ruang kuliah. analisis regresi linear berganda . Kata kunci : bauran pemasaran. analisis cluster.

tingkat kepuasan siswa SMA terhadap promosi yang telah dilakukan UKM dan pengaruhnya terhadap minat untuk memilih UKM. Yang mempengaruhi minat siswa SMA untuk memilih UKM adalah kejelasan informasi mengenai fasilitas penunjang melalui televisi. Karena itu diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi. efektivitas promosi yang telah dilakukan UKM. Seiring berjalannya waktu. membuka beberapa program studi baru. Dari hasil pengolahan data dan analisis. UKM telah memperluas jalur PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan). serta melakukan promosi dan USM yang diselenggarakan di luar kota Bandung. kelengkapan fasilitas kuliah. Beberapa tahun terakhir.. perkembangan UKM menunjukkan hasil yang menggembirakan. kualitas staf pengajar. kelengkapan fasilitas komputer. Process. ST. penyediaan fasilitas alat tulis kantor. diketahui bahwa faktor yang paling dipentingkan oleh siswa SMA adalah kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah. People. observasi dan kuesioner. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. ketersediaan faktor tersebut di UKM. Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di kota Bandung. Variabel penelitian yang digunakan adalah dari konsep bauran pemasaran 7P (Product. namun hasil yang diperoleh belum sesuai dengan apa yang diharapkan. kejelasan informasi mengenai fasilitas penunjang yang ada di UKM).92(2007) Usulan Bauran Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru UK Maranatha. kenyamanan ruang kuliah.82%. Kuesioner penelitian disebarkan kepada seluruh siswa SMA yang mengikuti USM Penerimaan Mahasiswa Baru UKM 2008/2009 hingga tanggal 27 Januari 2008. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan metode sampling jenuh. memperlengkap fasilitas olahraga. meningkatkan kesempatan pertukaran pelajar keluar negeri. Place. hal tersebut mengaikibatkan tidak terpenuhinya target penerimaan mahasiswa baru yang telah ditetapkan oleh Universitas. dengan semakin baiknya penyediaan sarana fisik dan jumlah mahasiswa yang terus bertambah. melakukan promosi di berbagai media. namun kuesioner yang diproses lebih lanjut adalah kuesioner yang diisi oleh responden yang berasal dari Sumatera. (Studi Kasus : SMA di Pulau Sumatera) Jimmy Gozaly. Physical Evidence). Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan dengan menggunakan analisis cluster dan analisis regresi linear berganda. Tingkat efektivitas tim promosi dalam dengan tujuan mengenalkan UKM sebesar 43. terjadi penurunan jumlah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) pada semua program studi. Usulan yang diberikan adalah memperbanyak beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu. Price. memperbesar lapangan parkir. menyediakan beasiswa prestasi. serta lebih mempublikasikan faktor paling dipentingkan dan berpengaruh terhadap minat siswa SMA (MSCC. . Promotion. MT Lembaga pendidikan merupakan salah satu sarana yang berperanserta dalam pembentukan sumber daya manusia yang potensial.

analisis cluster.Kata kunci : bauran pemasaran. analisis regresi linear berganda .

kunjungan ke sekolah-sekolah. Bali. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan metode sampling jenuh. Process. Ambon dan Papua yang akan mengikuti ujian saringan masuk yang diadakan UKM baik di Balikpapan maupun di UKM sendiri. Beberapa bentuk usulan yang disampaikan diantaranya adalah meningkatkan promosi melalui situs www. People.. menampilkan video klip mengenai UKM diawal presentasi. sedangkan untuk faktor keberhasilan tim promosi UKM dalam mempengaruhi keputusan siswa SMA untuk memilih UKM adalah karena kejelasan informasi mengenai biaya-biaya yang akan dikeluarkan oleh para siswa jika melanjutkan studi di UKM dengan % pengaruh sebesar 15. Permasalahan yang dihadapi Universitas Kristen Maranatha saat ini adalah terjadi penurunan jumlah siswa SMA yang mengikuti Ujian Saringan Masuk pada semua program studi. Variabel penelitian yang digunakan adalah dari konsep bauran pemasaran 7P (Product. dan menyampaikan informasi mengenai beasiswa beserta prosedurnya. People. Place. Physical Evidence. sehingga hal tersebut mengakibatkan tidak terpenuhinya target jumlah penerimaan mahasiswa baru di beberapa program studi yang terdapat di UKM.93(2007) Usulan Bauran Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru UK Maranatha (Studi Kasus : SMA Swasta di Wilayah Kalimantan.maranatha. Sulawesi. MT Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di kota Bandung dengan tujuh fakultas yang dikelola. Seiring berjalannya waktu. analisis cluster. Price. Place. Kata kunci : bauran pemasaran. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan dengan menggunakan analisis cluster dan analisis regresi linear berganda. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Adapun usulan langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan oleh pihak oleh UKM untuk meningkatkan dorongan minat masuk UKM adalah didasarkan pada bauran pemasaran yaitu Product. Price. Promotion. perkembangan UKM menunjukkan hasil yang menggembirakan. Bali Ambon dan Papua) Rudijanto Muis. responden sudah merasa puas terhadap promosi yang telah dilakukan. Dari hasil pengolahan data dan analisis. Physical Evidence).edu dan menampilkan situs tersebut pada saat presentasi. ST. analisis regresi linear berganda . Penyebaran kuesioner penelitian ditujukan kepada para siswa SMA yang berasal dari Kalimantan. Sulawesi. diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa-siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi dan mengetahui efektivitas penyampaian informasi mengenai UKM yang telah dilakukan pada saat ini. Process. Sedangkan untuk tingkat kepuasan terhadap promosi yang telah dilakukan oleh tim promosi baik memalui media elektronik maupun melalui pameran. Oleh karena itu.8%. seperti dengan semakin baiknya penyediaan sarana fisik dan fasilitas perkuliahan. Promotion. diketahui bahwa faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa SMA mengenai perguruan tinggi terbagi atas 2 kelompok prioritas. observasi dan kuesioner.

Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu UKM dalam mengukur kualitas pelayanan saat ini dengan melihat kesenjangan yang terjadi didalamnya. 23 manajemen UKM. Hal ini dapat dilihat dari adanya indikasi ketidakpuasan mahasiswa terhadap pelayanan pendidikan yang diberikan UKM diantaranya adanya tanggapan mengenai kurangnya kepedulian dan kerja sama dari karyawan pada jurusan tertentu terhadap layanan kepada mahasiswa. Untuk dapat mengurangi kesenjangan yang ada. Oleh karena itu untuk mencapai tujuan dari semboyan UKM tersebut. materi perkuliahan yang kurang up to date. maka UKM perlu untuk mempertimbangkan suatu penelitian mengenai pengukuran kualitas pelayanan yang diberikan UKM kepada mahasiswa secara periodik. Dari hasil pengukuran diperoleh nilai rata-rata Total Servqual Quality (TSQ) untuk Gap 5 adalah -0. Teknik sampling yang digunakan pada pembagian kuesioner mahasiswa adalah gabungan antara teknik Proportionate Stratified Sampling dan Snowball Sampling. menunjukkan bahwa mahasiswa UKM belum merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan UKM. MT Julastri Universitas Kristen Maranatha (UKM) adalah salah satu salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka yang berlokasi di kota Bandung dengan 7 fakultas yang dikelola. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis yang dilakukan.. Campus Climate. Untuk itu diperlukan suatu metode yang dapat mengukur kepuasan mahasiswa UKM terhadap kualitas pelayanan UKM. dalam penelitian ini juga dilakukan pengujian hipotesis untuk mengetahui adanya perbedaan yang nyata atau tidak dari kesenjangan tersebut. Kuesioner penelitian dibagikan kepada 621 mahasiswa UKM. Recruiment and Financial Aid Effectiveness.94(2007) Usulan Perbaikan Kualitas Jasa Perguruan Tinggi dengan Menggunakan Metode Servqual Berdasarkan 4 Dimensi Student Santisfaction Inventory (Concern for the Individual. diberikan beberapa usulan yang terbagi atas 2 kelompok yaitu usulan ke fakultas/jurusan/program studi dan usulan ke pihak manajemen UKM. harapan mahasiswa dengan persepsi manajemen (Gap 1).8475. dan Gap 3. Untuk itu dilakukan analisis penyebab ketidakpuasan tersebut untuk masingmasing kesenjangan yang ada. pengukuran dilakukan berdasarkan 4 dimensi Student Satisfaction Inventory yaitu Concern for the individual. Registration effectiveness. yang dapat mengukur kesenjangan antara lain antara harapan dengan persepsi mahasiswa (Gap 5). Hal ini menunjukkan secara keseluruhan kualitas pelayanan yang diberikan oleh pihak Universitas Kristen Maranatha kepada mahasiswa masih belum memuaskan. ST. Selain itu. 46 dosen tetap UKM dan 96 karyawan UKM. Hal ini terjadi karena masih adanya kesenjangan yang terjadi pada Gap 1. Sehubungan dengan konsep care yang menjadi semboyan dari UKM dalam layanan pendidikannya ternyata saat ini masih belum tercapai sepenuhnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode SERVQUAL. dimana beberapa usulan tersebut adalah penetapan sasaran kualitas pelayanan mahasiswa . keamanan di dalam lingkungan kampus yang masih kurang baik. maka dalam penelitian ini. ini terlihat dari kesenjangan pada Gap 5. dan kurangnya sarana pendukung perkuliahan serta sarana olahraga. persepsi manajemen terhadap harapan mahasiswa dengan spesifikasi kualitas jasa (Gap 2) dan spesifikasi kualitas jasa dengan penyampaian jasa (Gap 3) beserta penyebab-penyebab gapnya. Agar ruang lingkup penelitian dapat lebih terarah sesuai dengan bidang pendidikan. Campus climate. Recruitment and financial aid effectiveness. kurangnya layanan karir pasca sarjana dari universitas. Registration Effectiveness) di Universitas Kristen Maranatha Rudijanto Muis. Gap 2. sedangkan untuk sampel manajemen digunakan teknik sampling Purposive.

secara rinci. perbaikan dalam kualitas pengajaran melalui evaluasi kurikulum. . dan fasilitas pendukung perkuliahan di UKM. membuat deskripsi pekerjaan yang terstruktur dengan jelas.

95(2007) Pengukuran Kepuasan Mahasiswa UK Maranatha dan Usaha untuk Meningkatkannya (untuk Variabel : Safety and Security. Dengan demikian. Service Excellent. ada kemungkinan kepuasan terjadi karena manajemen tidak mengetahui apa yang diharapkan mahasiswa. penurunan standar/spesifikasi layanan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan atau apa yang disampaikan oleh petugas berbeda dengan standar/spesifikasi. Selanjutnya. di sini juga diteliti tentang kesamaan tingkat kepuasan antar fakultas dan antar jurusan dalam tiap fakultas. dan untuk pengujian antar jurusan dalam fakultas menunjukkan bahwa Fakultas Teknik yang memiliki paling banyak perbedaan antar jurusan. Sehingga perlu bagi UKM untuk merancang sistem operation pelaksanaan berbagai layanan di UKM. yaitu dengan menghitung kesenjangan antara harapan mahasiswa dengan persepsi mahasiswa tentang layanan (Gap 5). karena dengan kepuasan mahasiswa yang tinggi. kepuasan . dibutuhkan pengukuran untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa saat ini. dengan menggunakan model konseptual kualitas jasa. Pengukuran kepuasan mahasiswa dilakukan dengan metode servqual yang diperkenalkan oleh Zeithaml dan Parasuraman. dan pada akhirnya akan menarik minat calon mahasiswa. Penyebab yang paling banyak terjadi adah Gap 2. Christina Wirawan. MT. Student Centeredness) Ir. kemudian mencari penyebab ketidakpuasan yang terjadi dan berusaha melakukan tindakan atau usaha untuk menghilangkan penyebab ketidakpuasan ini. dengan menurunnya jumlah peminat. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kepuasan mahasiswa. sebagai salah satu perguruan tinggi swasta turut merasakan dampaknya. sehingga kemudian dilakukan penelitian untuk mencarinya. meskipun sudah dibuka beberapa program studi baru. apa penyebabnya dan dirumuskan usaha untuk menanggulanginya. bahkan dapat meningkat kembali. Dalam kondisi yang terjadi di Indonesia pada saat ini. Selanjutnya dicari penyebab dari terjadinya kepuasan tersebut. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa hampir pada tiap butir pernyataan yang ditanyakan menunjukkan bahwa mahasiswa tidak puas akan layanan UKM. Hasilnya menunjukkan bahwa hanya ada 2 butir pernyataan di mana tingkat kepuasan antar fakultas. Jadi dalam penelitian ini diteliti apakah ada hal-hal di atas yang terjadi.Untuk itu. yaitu penurunan secara global jumlah lulusan SLTA yang masuk ke perguruan tinggi. UKM perlu mengadakan usaha-usaha agar jumlah peminatnya tidak terus turun. servqual. Kata kunci : kualitas. yang lainnya menunjukkan bahwa kondisinya berbeda. Menurut model konseptual kualitas jasa. maka Universitas Kristen Maranatha. Pengukuran performansi UKM juga perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat prestasi UKM karena salah satu rencana strategis UKM adalah keprimaan administrasi dan akademik. akan meningkatkan citra UKM.

dan penyebab Gap 3. ditambah dengan pernyataan untuk memperjelas terjemahan dalam bahasa Inggris. pimpinan UKM yang berhubungan dengan ruang lingkup penelitian serta karyawan UKM. serta modifikasi-modifikasi yang harus dilakukan untuk mencapai tingkat validitas dan reliabilitas instrumen yang layak. Gap 3. Instrumen yang digunakan merupakan hasil modifikasi dari instrument SSI standar setelah dikurangi dengan pernyataan yang tidak sesuai dengan keadaan UKM. Modelmodel di atas tidak bisa mengindikasikan seberapa besar prakek manajerial UKM menyimpang dari kondisi ideal yang seharusnya terjadi tanpa melengkapinya dengan analisis kualitatif mengenai harapan dan kinerja UKM. Faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpuasan mahasiswa adalah terdapatnya persepsi pimpinan UKM terhadap harapan mahasiswa yang tidak sesuai dengan harapan mahasiswa yang sesungguhnya. Campus Support Service. assurance. Hasil pengukuran kualitas pelayanan UKM pada mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa masih belum merasa puas dengan kinerja pelayanan yang diberikan UKM. Instruction Effectiveness. Agar kepuasan mahasiswa dapat ditingkatkan model ini perlu dipindahkan dalam kueisoner yang lebih . Metode sampling yang digunakan dalam pengambilan sampel mahasiswa dan dosen adalah proportionate stratified dan snowball sampling. dan Campus Support Service) Ir. Penelitian ini dimaksudkan untuk uji coba pengukuran kualitas pelayanan UKM dengan metode SERVQUAL dan mengganti dimensi reliability. penetapan standar yang lebih rendah dari harapan mahasiswa serta berbagai hal yang belum ditetapkan standar kerjanya. emphaty. Instrumen ini digunakan untuk mengukur ketidakpuasan mahasiswa. Campus Life. responsiveness. Gap 2. Skala kuesioner adalah skala interval. dan tangibles dengan dimensi Student Satisfaction Inventory (SSI). Model Extended Service Quality dari Zeithaml et.96 (2007) Analisis dan Usulan Peningkatan Kualitas Pelayanan Pendidikan Tinggi Universitas Kristen Maranatha (Studi Kasus Student Satisfaction Inventory Dimensi Academic Advising Effectiveness. Sampel karyawan TAT adalah sebanyak 39 Sampel dosen adalah sebanyak 139 orang. penyebab Gap 1. Gap 4 tidak diuku karena UKM tidak memberikan janji kepada calon mahasiswanya.al (1990) sebagai model konseptual. Dimensi SSI yang dibahas ialah: Academic Advising Effectiveness. 9 kondisi internal manajerial UKM dalam hal kualitas pelayanan. Hasil aplikasi dimensi SSI dalam model extended service quality ternyata dapat digunakan di UKM sebagai alat bantu manajerial untuk meningkatkan kepuasan mahasiswa. Campus Life. penyampaian jasa oleh karyawan UKM yang dinilai masih kurang maksimal. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa UKM strata 1 yang telah menempuh 2 semester. Kinerja UKM masih berada di bawah harapan mahasiswa untuk seluruh pernyataan SSI yang diujikan. Sampel pimpinan UKM sebanyak 21 orang. MT. Model ini dipilih dengan alasan kelengkapan variabel penyebab Gap hingga identifikasi penyebab ketidakpuasan dilakukan dengan mudah. Jumlah sampel mahasiswa adalah 621 mahasiswa. Instruction Effectiveness. penyebab Gap 2. Gap 1. Teknik sampling untuk populasi pimpinan UKM dan karyawan adalah sampling jenuh Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner.Penerapan Dimensi Student Satisfaction Inventory dan Metode Servqual dapat digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan UKM namun hanya dapat mengindikasikan terjadinya kesenjangan antara harapan mahasiswa dengan kinerja UKM. Pernyataan SSI yang digunakan berjumlah 28 pernyataan. Hendra Kusuma. Dimensi Student Satisfaction Inventory dan Metode Servqual dapat digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan di Universitas Kristen Maranatha karena SSI merupakan dimensi yang ditujukan untuk jasa pendidikan.

There were 28 SSI variables used.al (1990). Keywords: Integration SSI Dimensions on Extended Service Quality Model. Kepuasan mahasiswa di UKM dapat ditingkatkan melalui peningkatan kekerapan penggunaan informasi mengenai mahasiswa. SSI dimensions application on extended service quality model found suitable to be used as a managerial tool to improve student satisfaction at Maranatha Christian University. The instruments being used were modification of Student Satisfaction Inventory standard instrument using importance and performance rating scale to measure student dissatisfaction (Gap 5) and Servqual standard instruments to measure Gap 1. and (4) Those Gaps were caused by 9 internal factors. but this model couldn’t identify how far the difference between student expectation and their perception on Maranatha Christian University performance occurs. Conceptual model used was extended quality model from Zeithmal et. 139 lecturers. Campus Support Service. and quota purposive sampling on employee and heads of department populations. The results of this study were: (1) Servqual Methods and SSI dimensions could be used to measure students dissatisfaction. (3) Those dissatisfaction were caused by difference between heads of department perceptions of student expectation and student expectation. menekan konflik peran dalam pekerjaan. The population of this study were students that have been studied for minimum 2 semesters. employee. (5) supervisory control systems should be improved. formally given to the students on regular basis. designed more professionally. mengurangi jarak antara karyawan yang kontak dengan mahasiswa dengan pimpinan puncak UKM. Aplikasi untuk meningkatkan kepuasan mahasiswa This research was intended to test Servqual methods using Student Satisfaction Inventory dimensions on Maranatha Christian University Service Quality Measurement. the antecedent of Gap 1. Gap 2. Campus Life. After this survey held continually. and being followed up if there are dissatisfaction found. 39 employee. employee performance standards were set below student expectation. (3) the commitment of heads of department and unit at the University should be increased. because Maranatha Christian University hadn’t declare any promises to students. . meningkatkan komitmen pimpinan bagian-bagian UKM atas kepuasan mahasiswa penetapan program resmi dan sasaran kualitas pelayanan mahasiswa bagi karyawan. and (6) the role conflicts between operational and service quality on employees job should be reduced. peningkatan sistem pengendalian atasan. and antecedent of Gap 3. The Student Satisfaction Inventory dimensions being tested were Academic Advising Effectiveness. lectures. Kata kunci: Penggunaan Dimensi Student Satisfaction Inventory pada Extended Service Quality Model. (2) the gap between student contacted employee and the rector should be reduced. to increase student satisfaction there are several recommendation: (1) the Rector of University should use the information more frequent. Sampling method used were proportionate cluster snowball sampling on student and lecturer populations. This model was chosen because of the completeness of Gap antecedents variables. Application to Improve Student Satisfaction. (4) formal service quality goals and programs should be set officially. and heads of department or unit in Maranatha Christian University. (2) There are dissatisfaction identified on all variables. Gap 3. The questionnaire use has to be divided. and service delivery by employees were below student expectation. Gap 4 wasn’t being measured. To improve student satisfaction this model has to be implemented. which made the identification of internal conditions that influence student dissatisfaction was easy to be done.resmi dan diedarkan oleh bagian survey center. and 21 heads of department and unit. The respondents were 621 students. antecedent of Gap 2. Instruction Effectiveness.

perhitungan batas–batas penilaian kinerja (Total Nilai Penilaian Kinerja Tenaga Kerumahtanggaan dan Total Nilai Faktor Tenaga Kerumahtanggaan) dan perancangan perangkat penilaian kinerja. sebaiknya dibuat suatu standar penanganan berdasarkan hasil penilaian kinerja. MT. Banyak faktor yang mendukung jalannya suatu perguruan tinggi dengan baik. penyusunan struktur hierarki. Faktor dan subfaktor penilaian kinerja dapat dilihat pada Tabel 5. penyusunan dan penyebaran kuesioner penentuan tingkat kepentingan subfaktor. Dalam penelitian ini. sebaiknya hambatan- . data-data yang digunakan akan diambil dari Universitas Kristen Maranatha.usulan Formulir Penilaian Kinerja dapat dilihat pada Gambar 4... pengolahan kuesioner pendahuluan. Dalam penelitian ini. penyusunan subfaktor berdasarkan model kompetensi (gabungan Spencer & Spencer dan Personnel Decisions International). penyusunan dan penyebaran kuesioner penentuan skala kepentingan faktor dan subfaktor penilaian kinerja. S. ST.97 (2008) Identifikasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penelian Kinerja untuk Jabatan Kerumah Tanggaan di Perguruan Tinggi (Studi Kasus di UK Maranatha) Vivi Arisandhy. U. ST.2. identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penilaian kinerja. perhitungan bobot faktor dan subfaktor penilaian kinerja (menggunakan metode Analytical Hierarchy Process). S. Manfaat bagi pegawai adalah dapat mengetahui kinerja yang telah dicapai serta mengetahui kelemahan dan kelebihan diri yang berguna untuk pengembangan diri selanjutnya. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah sebaiknya faktor absensi diperhitungkan dalam melakukan penilaian kinerja.1. perancangan perangkat penilaian kinerja akan berbasiskan kompetensi. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan sumber daya manusia adalah dengan melakukan penilaian kinerja.. Faktor-faktor tersebut kemudian akan digunakan untuk merancang perangkat penilaian kinerja bagi Tenaga Kerumahtanggaan Data-data yang diperlukan adalah job Description Tenaga Kerumahtanggaan di perguruan tinggi serta faktor dan subfaktor dari model kompetensi dan U. Melihat pentingnya penilaian kinerja bagi pegawai di suatu organisasi maka peneliti bermaksud melakukan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penilaian kinerja Tenaga Kerumahtanggaan di perguruan tinggi. Melina Hermawan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi penilaian kinerja Tenaga Kerumahtanggaan dan usulan Formulir Penilaian Kinerja untuk Tenaga Kerumahtanggaan. Penilaian kinerja yang efektif akan memberikan manfaat bagi pegawai dan perusahaan. Tahapan dalam melakukan perancangan perangkat penilaian kinerja adalah penyusunan dan penyebaran kuesioner pendahuluan. Fenny Perguruan tinggi berperan penting untuk menghasilkan orang–orang yang berkualitas yang dapat berguna bagi dunia kerja pada umumnya. diantaranya adalah pengelolaan sumber daya manusia yang unggul. Department of Labor dan hasil kuesioner pendahuluan. MT. (contoh : pemberian reward dan punishment). Department of Labor. penentuan tingkat kepentingan subfaktor penilaian kinerja (menggunakan metode Cut-Off Point). sedangkan.

. dan lain-lain.hambatan juga dipertimbangkan dalam pelaksanaan proses penilaian. misalnya hallo effect. personnel bias effect.

99 (2008) Identifikasi Tingkat Loyalitas Merek dan Faktor Penentu Kepuasan dalam Menggunakan Produk-produk Eiger Ir. Hendra Kusuma, MT.
Program ini merupakan aktivitas penelitian yang dilakukan oleh Kelompok Bidang Keahlian Rekayasa Kualitas Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha bekerja sama dengan PT Eigerindo Multi Produk Industri dalam rangka identifikasi faktor-faktor yang dipertimbangkan penting oleh pelanggan. Identifikasi faktor-faktor ini diperlukan agar PT Eigerindo Multi Produk Industri memiliki tolok ukur yang jelas bagi tingkat pemenuhan kepuasan pelanggan sebagaimana dipersyaratkan sertifikasi ISO. Biaya program penelitian ini sepenuhnya ditanggung oleh PT Eigerindo Multi Produk Industri. Program penelitian ini terdiri atas tiga tahap; yaitu penyusunan kuesioner kepuasan pelanggan, penyebaran kuesioner kepuasan pelanggan, serta pengolahan data dan analisis. Tahap pertama dilakukan dengan menyusun instrumen menggunakan kuesioner loyalitas merek baku di riset ekuitas merek. Tahap kedua dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner penelitian di berbagai outlet Eiger di Jakarta, Bogor, Bandung, dan Jatinangor menggunakan metode sampling kuota untuk mencapai jumlah sampel 272 hingga diperoleh tingkat kesalahan pengukuran sebesar 10%. Tahap ketiga dilakukan dengan metode pengolahan data loyalitas merek dan penyusunan angket kepuasan pelanggan yang diusulkan bagi PT Eigerindo Multi Produk Industri untuk melengkapi persyaratan ISO. Sebagai kesimpulan analisis, diperoleh bahwa tingkat kinerja Eiger dalam memenuhi harapan pelanggan telah dapat dinilai baik. Sebagai hasil, diperoleh loyalitas merek yang tinggi di tingkat Satisfied Buyer dan Liking the Brand. Di bagian akhir, penulis mengusulkan format kuesioner kepuasan pelanggan yang disebarkan di seluruh outlet Eiger sebagai indicator pengukur kepuasan pelanggan untuk melengkapi program ISO PT Eigerindo Multi Produk Industri. Kata Kunci: Kepuasan Pelanggan, Indikator Harapan Pelanggan. This program was Research Program done by PT Eigerindo Multi Produk Industri in cooperation with Quality Engineering Expertise Group, Industrial Engineering Department, Engineering Faculty, Maranatha Christian University, Bandung. This program was aimed to help PT Eigerindo Multi Produk Industri to identify important consideration factors by it customers. The importance of these factors identification was to achieve PT Eigerindo Multi Produk Industri better clarity on the factors that contribute to customers satisfaction as part of PT Eigerindo Multi Produk Industri ISO audits. All of this Research cost was paid by PT Eigerindo Multi Produk Industri. This program was done by three stages: customer satisfaction questionnaire design, data collection, and data calculation and analysis. The first stage was done by using standard brand loyalty questionnaire as a part of brand equity research instrument. The second stage was done by questionnaire pread on various Eiger’s outlets at Jakarta and West Java using quota sampling method using 72 sample in order to achieve 10% research error. The third stage was done by brand loyalty data calculation and customer satisfaction questionnaire design. The author suggest PT Eigerindo Multi Produk Industri use this Customer Satisfaction Questionnaire to complete PT Eigerindo Multi Produk Industry ISO audits. As a summary, analysis showed that Eiger’s performance on satisfying customer expectation could be classified as Good. As a result, Eiger has high brand loyalty on Satisfied Buyer and Liking the Brand level. At the end, the author suggested customer satisfaction

questionnaire format that could be given on all Eiger’s outlets as a customer satisfaction indicators to complete PT Eigerindo Multi Produk Industri ISO program. Keywords: Customer Satisfaction, Customer Expectation Indicators

100 (2008) Pengaruh Faktor-faktor Pribadi, Lingkungan, dan Perguruan Tinggi terhadap Keputusan untuk Mendirikan Usaha Sendiri, Studi Kasus Alumni Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha Ir. Hendra Kusuma, MT. Marianawati
Penelitian ini merupakan penelitian murni di bidang kewirausahaan dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor–faktor yang berpengaruh terhadap keputusan alumni untuk memilih profesi engusaha setelah lulus dari Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha. Variabel yang dipertimbangkan ialah faktor pribadi, bekal, lingkungan, kelayakan, dan Perguruan Tinggi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian survei, dengan populasi alumnus Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha yang berprofesi sebagai pengusaha dengan jumlah responden yang dituju berjumlah 120 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Instrumen yang dikembangkan mencakup empat factor yang terdiri dari faktor pribadi, faktor bekal, faktor kelayakan dan faktor lingkungan dengan menggunakan skala Likert. Hipotesis yang diuji ialah keputusan alumni Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha untuk memilih profesi engusaha dipengaruhi oleh ke empat faktor itu. Teknik pengolahan data yang digunakan ialah analisis faktor dan analisis diskriminan. Responden terdiri atas 2 kelompok yaitu kelompok yang langsung mendirikan usaha milik sendiri dan kelompok yang bekerja dulu sebelum membuka usaha sendiri. Kuesioner disebarkan dengan metode tatap muka untuk responden yang berada di kota Bandung, serta melalui email untuk responden yang berdomisili di luar kota Bandung. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa empat variabel yang dikembangkan di tahap awal ternyata tidak mencerminkan kondisi empiris. Diperoleh 16 faktor yang berpengaruh pada keputusan alumni untuk mendirikan usaha sendiri. Dari ke 16 faktor tersebut, hanya tiga faktor yang menjadi pembeda kedua kelompok responden tersebut yaitu faktor Pembelajaran di Perguruan Tinggi, Dorongan Kebebasan, dan Peluang dari Pergaulan. Kelompok responden yang langsung memilih mendirikan usaha sendiri setelah lulus bercirikan factor Pembelajaran di Perguruan Tinggi dan Peluang Pergaulan yang dominan. Sementara kelompok yang memilih bekerja terlebih dahulu sebelum mendirikan usaha setelah lulus bercirikan memiliki Dorongan Kebebasan yang dominan. Untuk meningkatkan jumlah alumni yang berwirausaha setelah lulus maka pimpinan Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha disarankan agar menambah materi kuliah dan studi-studi kasus pada mata kuliah Pengantar Ekonomi, Ekonomi Teknik, Manajemen Pemasaran, Perancangan Tata Letak Fasilitas, Perancangan Organisasi, Analisis Kelayakan Proyek, dan Studium Generale. Kata Kunci: Faktor yang Berpengaruh, Keputusan untuk Mendirikan Usaha. This research intended to be a scientific research in Entrepreneurship field. The aimed of this research was identify factors that influencing the graduates of Industrial Engineering Dept., Engineering Faculty, Maranatha Christian University decision to choose businessman as a profession. Variables considered were personal factor, supply factor, environment factor, perception of feasibility, and college factor. Research methodology used were survey research, using graduates of Industrial Engineering Department, Engineering Faculty, Maranatha Christian University which had chosen business owner as profession. Sample size were 120 and sampling technique used were cencus. Research instrument used was derived from those factors indicators

and Opportunity from Social Interaction. Project Feasibility Study. . Hypothesis being tested on this research was the decision of Industrial Engineering Dept.. On those factors. Maranatha Christian University to increase entrepreneurship material and case study on Introduction Economic. Data calculation method were factor analysis and discriminant analysis. Factor analysis showed that there were 16 factors that influencing decision to choose business owner as profession. only 3 factors that could be considered as differential factors on those 2 respondent group. respondent group who worked before they initiate their own business was identified have high Freedom Motives. Keywords: Influenced Factors. graduates that decide to choose business owner profession direct after they finished study and graduates that decide to work before they start their business. Engineering Economic. Respondent group by direct decision to be a business owner was identified have high Business Course on College and Opportunity from Social Interaction score. Engineering Faculty. There were 2 respondent groups. Questionnaire spread by face to face interviews for respondent in Bandung and email for respondents outside Bandung. Analysis showed that variables on the early stage did not passed empirical testing. authors suggest that the head of Industrial Engineering Dept. Maranatha Christian University graduate to choose businessman as a profession was influenced by those 5 factors. The differential factors were Business Course on College.. Engineering Faculty. Plan Layout and Material Handling. Decision to Start a Business. On the other side. Marketing Management. To increase graduate intention to build their own business.using 5 scale likert score. and Studium Generale. Freedom Motives.