02(2001) Analisis Kualitas Pelayanan Ditinjau dari Kesenjangan antara Jasa yang Diterima dengan Jasa yang Diharapkan

(Studi Kasus di Lembaga Bahasa LIA Buahbatu, Bandung) Melina Hermawan, ST., MT Sissy Vidya Paramitasari Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa utama di dunia, dimana selain menjadi bahasa ibu, Bahasa Inggris juga dipakai sebagai salah satu bahasa resmi internasional. Di Indonesia sendiri, pelajaran Bahasa Inggris merupakan pelajaran wajib di sekolah-sekolah formal, namun kebanyakan siswa maupun pencari kerja pada umumnya merasa bahwa kurikulum sekolah belum dapat memberikan kontribusi pengetahuan yang cukup memadai, sehingga mereka banyak menambah pengetahuannya melalui kursus-kursus Bahasa Inggris. Lembaga Bahasa LIA (LB-LIA) yang bertempat di Jalan Buah Batu merupakan salah satu dari sekian banyak lembaga bahasa yang menyediakan fasilitas kursus. Dari tahun ke tahun sejak awal berdirinya (1986), LB-LIA selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi pelanggannya, dala hal ini para peserta didik. Namun akhir-akhir ini, pihak manajemen LB-LIA mengalami sedikit kekhawatiran terhadap semakin meningkatnya tingkat penurunan jumlah siswa/peserta didik pada setiap akhir term/caturwulan. Sebagai sebuah lembaga yang telah lama berdiri, LB-LIA menyadari bahwa kualitas pelayanan akan sangat berpengaruh pada loyalitas peserta didik, dalam konteks ini adalah kemauan untuk mengikuti program pendidikan hingga selesai. Melalui penelitian ini perusahaan berharap dapat memperoleh gambaran mengenai seberapa besar tingkat kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan LBLIA ditinjau dari kesenjangan antara jasa yang diterima dan jasa yang diharapkan. Selain itu, perusahaan juga berharap dapat memperoleh gambaran mengenai unsur-unsur pelayanan apa saja yang perlu mendapatkan prioritas peningkatan untuk menaikkan kepuasan pelanggan, sehingga akhirnya dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dan mengurangi tingkat pengunduran siswa/peserta didik. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioenr yang dibagikan kepada para peserta didik sebagai pelanggan. Variabel penelitian yang digunakan mengacu pada lima dimensi pokok Model Parasuraman dkk, yaitu Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Data yang diperoleh dari kuesioner tersebut selanjutnya diolah dengan menggunakan metode SERVQUAL. Dari hasil pengukuran kualitas, diperoleh kesimpulan bahwa kualitas pelayanan LB-LIA kurang memuaskan para peserta didik, terbukti dengan nilai TSQ (-1,006) < 0. Dari beberapa unsur pelayanan yang perlu mendapatkan prioritas peningkatan adalah intensitas penggunaan Lab. Bahasa, intensitas penyediaan tenaga native speaker, perhatian staff pengajar terhadap perkembangan siswa/peserta didik, kecepatan staff pengajar dalam menyelesaikan masalah dan keahlian kerja staff pengajar.

03(2001) Analisis Kelayakan Usaha Pengembangan Industri Pengolahan Sabut Kelapa (Cocofibre dan Cocodust) Ir. Hendra Kusuma, MT Pohon kelapa tumbuh di lebih dari 57 negara di dunia, tetapi pertumbuhan pohon kelapa sangat baik di negara-negara tropis, seperti Indonesia. Indonesia dengan 13.000 pulau dikenal sebagai penghasil kelapa terbesar kedua di dunia setelah India. Setiap tahun tidak kurang dari 10.000.000 butir sabut kelapa terbuang dan dibakar masyarakat di Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak. Padahal sabut kelapa (dikenal dengan istilah “Cocofibre”) dan limbah tambahannya (yang disebut sebagai “Cocodust”) dapat dimanfaatkan untuk produk industri. Serat sabut kelapa dapat digunakan untuk peredam suara, penahan panas, pengisi bantal jok di industri pesawat terbang dan industri otomotif, bahan sapu/sikat/keset, bahan pengisi tempat tidur springbed, serta keperluan geotekstil. Ampas sabut kelapa dapat digunakan untuk media pembibitan tanaman atau pupuk, karena mengandung kadar Kalium yang tinggi. Keunggulan serat sabut kelapa dibandingkan dengan serat sintetis ialah daya serap yang tinggi, tingkat pencemaran yang rendah, menyerap panas sinar matahari, serta dapat digunakan untuk sarana padat karya dan tidak dapat modal. Proses pengolahannya hanya membutuhkan mesin sederhana yang dapat dibuat dengan teknologi tepat guna. Studi ini dibuat untuk kepentingan pengajuan dana pinjaman lunak lingkungan IEPC-KfW bagi pihak Haji Muhammad Hassan, yang memperoleh tawaran untuk memasok serat sabut kelapa sebanyak 4 (empat) ton per hari dari “PD Makmur Pribumi”. Skema dana pinjaman lunak lingkungan IEPC-KfW akan digunakan untuk pemekaran usaha demi menampung limbah sabut kelapa dari pengolaha kelapa dan kopra di Kecamatan malingping. Pinjaman yang diajukan ialah senilai Rp. 728.000.000,00 (Tujuh ratus dua puluh delapan juta Rupiah) untuk kredit investasi serta Rp. 226.700.000,00 (Dua ratus dua puluh enam juta tujuh ratus ribu Rupiah) untuk kredit modal kerja. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa usaha ini layak diberi pinjaman dilihat dari sisi pemasaran, sisi teknologi, maupun sisi finansial, dihasilkan Net Present Value positif, periode pengembalian investasi selama 7 (tujuh) tahun 9 (sembilan) bulan, dan IRR 14,68%. Disarankan pada pihak bank Jabar untuk segera meneruskan permohonan kredit tersebut pada pihak IEPC-KfW.

04(2002) Analisis Serta Usulan Perbaikan Fasilitas Fisik dan Lingkungan Fisik dengan Pendekatan Ergonomi (Studi Kasus di Mini Market 5001 Mart Cabang Cimahi) Wawan Yudiantyo, ST., MT Novi, ST., MT Effie Yuswandi Dalam sebuah mini market, faktor keamanan dan kenyamanan dalam berbelanja sangatlah penting. Beberapa fasilitas fisik yang langsung berhubungan dengan pengunjung maupun karyawan mini market perlu lebih diperhatikan agar memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi penggunanya. Apabila rak-rak terlalu tinggi atau terlalu rendah maka pengunjung dan karyawan mini market akan sulit untuk menjangkau atau memajang barang di rak tersebut. Sedangkan bila kondisi lingkungan fisik kurang optimal maka pengunjung akan merasa tidak nyaman untuk berlama-lama di dalam mini market. Pada tahap awal penelitian dilakukan tanya jawab baik dengan pihak manajemen, karyawan mini market 5001 Mart cabang Cimahi, maupun dengan pengunjung mini market. Dari hasil tanya jawab tersebut diketahui bahwa terdapat beberapa masalah yang timbul, seperti diantaranya meja kasir yang terlalu tinggi serta monitor yang terlalu rendah, kursi kasir yang kurang nyaman, tempat penitipan barang yang tidak bersekat sehingga barang-barang yang dititipkan menjadi mudah tertukar, rak-rak yang terlalu tinggi sehingga pengunjung dan karyawan menjadi sulit untuk menjangkau barang yang ada, serta banyaknya pengunjung yang mengeluh akan panasnya suhu di dalam mini market. Dalam penelitian kali ini akan dibahas mengenai fasilitas fisik yang ada sekarang di mini market 5001 Mart cabang Cimahi seperti meja kasir, kursi kasir dan tempat penitipan barang serta rak-rak. Juga dibahas mengenai kondisi lingkungan fisik seperti pencahayaan, temperatur dan kelembaban di dalam mini market. Sebagai data pembanding digunakan data sekunder berupa data anthropometri yang didapat dari buku Eko Nurmianto yang berjudul Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya edisi pertama tahun 2003. Dari hasil penelitian dan pengamatan yang telah dilakukan di mini market 5001 Mart cabang Cimahi diketahui bahwa hampir sebagian besar selisih dimensi fasilitas fisik yang ada sekarang dengan dimensi yang diharapkan lebih besar dari 10%, sehingga dimensi yang ada sekarang masih kurang ergonomis. Begitu pula dengan kondisi lingkungan fisik seperti pencahayaan dan temperatur yang ada. Oleh karenanya dalam penelitian kali ini juga dibuat usulan perancangan fasilitas fisik seperti meja kasir, kursi kasir, tempat penitipan barang, dan rak-rak pajangan yang lebih ergonomis. Perancangan fasilitas fisik ini perlu mempertimbangkan dimensi tubuh manusianya. Juga diusulkan mengenai kondisi lingkungan fisik yang lebih optimal sehingga dapat meningkatkan kenyamanan di dalam mini market. Selain itu tata letak dari fasilitas fisik seperti lebar gang dan tata letak fasilitas penunjang seperti tata letak lampu, tata letak AC dan tata letak cermin juga dibuat lebih ergonomis. Diharapkan usulan tersebut dapat berguna bagi mini market 5001 Mart cabang Cimahi.

perhitungan dan penentuan persentil. bedasarkan kuesioner tersebut. ST. Selain itu karena kurangnya ventilator. maka harus diciptakan suatu lingkungan yang nyaman. MT Fernando Tempat tunggu merupakan tempat yang penting. maka dilakukan persentase hasil kuesioner yang didapatkan. ST. khususnya untuk orang yang datang ke suatu tempat. Untuk data kuesioner dilakukan pengujian dengan cara manual: uji validitas data. Dan pemasangan alat hydrant untuk pencegahan bahaya kebakaran. Dari penelitian yang dilakukan penulis. dengan menggunakan ergo plus yaitu: uji kenormalan data. walaupun sudah terdapat beberapa lampu untuk penerangan. produk kursi tunggu juga disesuaikan dengan data Anthropometri mahasiswa. Dari hasil pengumpulan data maka dilakukan pengolahan data. Untuk lingkungan fisik diusulkan penambahan lampu sehingga mencapai intensitas cahaya yang ideal untuk membaca dan menulis. MT Lestari Yuli Hastuti. Alat ini dirasakan penting. dijadikan sebagai tempat tunggu. APK & E UKM. Untuk itu diusulkan produk rancangan kursi tunggu yang dapat dilipat untuk menghemat tempat. Diharapkan dengan demikian akan memberikan kenyamanan bagi pengguna lorong tunggu Lab. tetapi masih dirasakan kurang terang. lorong yang dijadikan tempat tunggu saat ini dirasakan kurang ergonomis. untuk data anthropometri dilakukan pengujian. . dan uji reliabilitas data. Setelah data hasil kuesioner tersebut telah valid dan reliabel. uji keseragaman data. Agar aktivitas yang berlangsung dalam Laboratorium dapat mencapai tujuannya.06(2002) Perancangan Lorong Basement II yang Lebih Ergonomis pada Laboratorium Analisa Perancangan Kerja dan Ergonomi Universitas Kristen Maranatha Bandung Wawan Yudiantyo. dimana orang tersebut tidak bisa langsung dilayani. Hasil analisa menunjukkan bahwa dimensi produk kursi tunggu aktual belum sesuai dengan dimensi tubuh pengguna. Lorong Lab. sehingga dapat mendukung konsentrasi belajar mahasiswa. Lorong yang berada di basement II gedung Teknik gelap. APK& E UKM terbuat dari bahan yang mudah terbakar. sehingga dapat diambil suatu kesimpulan. maka orang tersebut harus menunggu di tempat yang telah disediakan (tempat tunggu). maka lorong yang letaknya berada di basement II tersebut menjadi lembab.. APK&E yang terletak pada basement II Gedung Teknik. aliran udara menjadi kurang baik. uji kecukupan data. Intensitas cahaya pada lorong tunggu masih kurang. khususnya untuk mahasiswa yang akan melakukan aktivitas seperti praktikum dan assistensi. Pemasangan AC untuk mengatasi temperatur dan kelembaban yang kurang baik.. temperatur dan kelembaban pada lorong tunggu belum memenuhi kondisi ideal. mengingat sekat-sekat ruangan Lab.

lingkungan fisik. MT Yoanita Kamar adalah produk terpenting yang dapat dijual oleh sebuah hotel. sofa. peralatan yang disediakan dalam kamar serta fasilitas di luar kamar. pembuka botol. kursi. pembuka botol. Barang/perabotan di dalam kamar tidur yang perlu diperbaiki adalah: tempat tidur. Barang/perabotan yang tidak ergonomis adalah: tempat tidur. Kenyamanannya mutlak diperlukan. Untuk lingkungan non fisik. lantai kamar mandi dan lantai lorong. shower. Untuk peningkatan kesehatan dan . Dari hasil perbandingan tersebut. gantungan pakaian. ST. ST. tombol/saklar pada dinding. Untuk mengetahui apakah fasilitas fisik dan lingkungan non fisik dalam kamar hotel Le’Aries sudah ergonomis. lemari pakaian. Yang termasuk dalam lingkungan non fisik adalah: pencahayaan. nakas . ventilasi. Sedangkan yang termasuk servis adalah: pelayanan. yang belum ergonomis adalah pencahayaan dan ventilasi.. tempat handuk. meja rias. tempat sampah. didapatkan hasil bahwa tidak semua barang/perabotan dalam kamar tidur dan kamar mandi ergonomis. penyemprot air pada monoblock. kunci pintu kamar. pegangan kunci jendela. sofa. serta posisi lampu penerangan pada lorong. Kenyamanan itu pulalah yang akan menarik loyalitas para tamu hotel untuk terus menjadi pelanggan tetap. tempat sabun. bunyi. lampu penerangan pada lorong. didapati beberapa pelayanan yang kurang memuaskan. dan juga pelayanan yang diberikan. tempat handuk. Dari hasil pengamatan. Untuk pegangan tombol/saklar yang perlu diperbaiki adalah: tata letak kunci pintu kamar. Data-data fasilitas fisik tersebut kemudian dibandingkan dengan data antropometri. beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain adalah: fasilitas dalam kamar. pegangan pintu kamar. Untuk perbaikan pelayanan. peralatan dan perabotan dalam kamar mandi. tempat tas. pegangan kunci jendela. pegangan tombol/saklar serta pembatas ruangan kamar dan lorong. jendela. karena sebagian besar waktu tamu hotel dihabiskan di dalam kamar. tata letak kamar tidur pun dinilai kurang ergonomis. nakas. maka penulis menyarankan beberapa perbaikan yang mudah direalisasikan. Untuk membuat lingkungan hotel lebih nyaman. tata letak tombol/saklar pada dinding. kursi. meja rias dan jendela. sebaiknya disediakan check list yang harus diisi oleh bell-boy. penulis mengadakan pengamatan secara dan mewawancarai beberapa tamu hotel. Sedangkan dari hasil analisa. Penulis mengambil data fasilitas fisik peralatan dan perabotan dalam kamar mandi dan kamar tidur.. Oleh karena itu. Bandung) Wawan Yudiantyo. lemari pakaian. gantungan pakaian. Perbaikan juga dilakukan pada dinding kamar mandi. peraturan dan tata tertib.07(2002) Perancangan Sarana dan Prasarana Dalam Kamar Hotel yang lebih Ergonomis (Studi Kasus di Hotel Le’Aries. sekat plastik. lantai kamar tidur. monoblock. temperatur dan kelembaban. data lingkungan non fisiknya dan juga mengamati pelayanan apa saja yang diberikan. Yang termasuk dalam fasilitas fisik dalam kamar adalah: peralatan dan perabotan dalam kamar tidur. MT Ie Vie Mie. Barang/perabotan di dalam kamar mandi yang perlu diperbaiki adalah: shower. sekat plastik dan tempat sampah.

sebaiknya disediakan alarm tanda bahaya dan informasi alur jalan darurat. .keamanan lingkungan hotel.

pencahayaan. ST. keadaan lingkungan fisik (temperatur. mula-mula dilakukan pengukuran waktu baku cara langsung (jam henti) dan cara tidak langsung (MTM-1) melalui Bagan Analisa.17%. atap. stasiun gunting sebesar 4. Keadaan lingkungan kerja fisik seperti temperatur. Adapun perbaikan metode kerja yang dilakukan perusahaan meliputi pekerjaan yang dilakukan operator (dihubungkan dengan prinsip ekonomi gerakan). Operator bekerja tanpa ada standar kerja yang baku sehingga tidak memperhatikan pekerjaannya secara menyeluruh dan peralatan serta tempat kerja operator tidak dirancang secara ergonomis. Jika dilihat segi fleksibilitas. stasiun isi sebesar 4.18%. MT Wawan Yudiantyo. Untuk mengatasi permasalahan tersebut.. masalah yang dihadapi perusahaan yakni bila ada perubahan sedikit dalam tata letak. lantai.18%. Dari segi fleksibilitas. diketahui bahwa permasalahan yang dihadapi perusahaan saat ini dalam hal efisiensi kerja.29% dan stasiun packing sebesar 18. lantai.38%. Dengan melakukan perbaikan metode kerja.. MT Fitri Lianingsih Dewasa ini industri manufaktur berada pada kondisi cukup stabil. dan dinding) lebih baik. tidak berubah karena keterbatasan tempat dan sensitivitas perusahaan setelah dilakukan perbaikan menjadi lebih baik karena proses produksi menjadi lebih lancar. . atap. sistem kerja setempat (tata letak. stasiun jahit sebesar 1.18%. Masalah yang dihadapi perusahaan saat ini yakni tidak bisa memenuhi permintaan konsumen karena sistem kerja yang diterapkan perusahaan kurang efisien dan perancangan peralatannya tidak ergonomis sehingga perlu dilakukan perbaikan sistem kerja dan perancangan peralatan agar ergonomis. Dengan perbaikan yang dilakukan maka sistem kesehatan dan keselamatan kerja operator lebih terjamin. kurang fleksibel. gerakan kerja operator dan tata letak ruang kerja keseluruhan (termasuk aliran prosesnya) sehingga setelah dilakukan perbaikan maka gerakan kerja operator sudah sesuai dengan prinsip ekonomi gerakan dan aliran prosesnya lebih lancar.08(2003) Perbaikan Sistem Kerja di Perusahaan Boneka “X” Bandung Novi. pencahayaan. kelembaban. kebisingan. kelembaban. perusahaan dapat menghemat waktu untuk masing-masing stasiun kerjanya yakni berturut-turut untuk stasiun pola sebesar 4. kebisingan. jarak dan keleluasaan) menjadi lebih baik. ST. Setelah diadakan penelitian pendahuluan. hal ini terlihat dari semakin banyaknya perusahaan-perusahaan kecil yang mencoba membuka usaha dalam bidang manufaktur. Dari Bagan Analisa Aktual diketahui bahwa metode kerja yang diterapkan perusahaan belum optimal. Salah satunya adalah perusahaan boneka "X". Perusahaan juga kurang memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja operator. sehingga perlu diadakan perbaikan metode kerja. stasiun hias sebesar 4. dan dinding masih belum diperhatikan.

mengetahui hubungan antara data demografi dengan segmen yang pengolahan datanya menggunakan program Crosstab-SPSS. Namun factory outlet Rumah Mode juga memiliki kekurangan dalam jenis atau ragam produk yang dijual. penerangan dalam ruangan. untuk itu factory outlet Rumah Mode dituntut untuk merumuskan strategi pemasaran yang tepat sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. diskon untuk pembelian dalam jumlah tertentu. dengan usia antara 15 sampai dengan 25 tahun. toilet yang mencukupi. produk yang tidak dijual di factory outlet lain. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan keterangan bahwa factory outlet Rumah Mode berada pada segmen ke II dimana para konsumennya sebagian besar adalah kaum wanita. Analisa dapat memaparkan secara jelas tentang persepsi konsumen terhadap factory outlet dengan menggunakan program Alscal-SPSS. Strategi pemasaran yang tepat dapat meningkatkan daya saing factory outlet Rumah Mode dengan para kompetitornya. kamar pas dalam jumlah yang mencukupi. jenis produk yang dijual. penataan cahaya dalam ruangan dan keramahan para pramuniaganya dalam melayani para konsumennya. ketersediaan tempat menunggu. harga produk memiliki kesamaan harga atau bahkan lebih murah dibanding factory outlet lain. dan peringkat factory outlet berdasarkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi konsumen untuk mengunjungi sebuah factory outlet. dan kesiapan dari para pramuniaganya. posisi factory outlet Rumah Mode dan para pesaingnya di mata konsumen. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kriteria atau faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi konsumen untuk mengunjungi sebuah factory outlet. Dengan adanya persaingan yang semakin ketat diantara factory outlet. keramahan dan kesiapan dari pramuniaga. Berdasarkan penelitian awal factory outlet Rumah Mode memiliki kendala dalam usaha meningkatkan jumlah pengunjung Rumah Mode. memiliki kesamaan harga. luas area parkir.09(2003) Perancangan Strategi Pemasaran Berdasarkan Persepsi Konsumen (Studi Kasus di F. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diusulkan strategi pemasaran yaitu penjualan produk-produk yang sesuai dengan target pasarnya. Factory outlet Rumah Mode juga memiliki keunggulan pada kualitas produk. MBA Reza Wratsongko Rumah Mode adalah salah satu factory outlet di kota Bandung. mempertahankan keunggulann dari . dimana pengolahan datanya dilakukan dengan metode analisis deskriptif. keluasan area parkir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang paling mempengaruhi konsumen pada saat mengunjungi sebuah factory outlet adalah kualitas produk. rata-rata konsumennya adalah pelajar dan mahasiswa dan banyak mengenal factory outlet berdasarkan informasi orang lain. kamar pas yang mencukupi. toilet dalam jumlah yang mencukupi. ketersediaan tempat menunggu. produk yang tidak dijual di factory outlet lain. Djajalaksana.O. segmen pasar factory outlet di kota Bandung dan target pasar yang sesuai dengan factory outlet Rumah Mode. Rumah Mode) Yenni M. diskon untuk produk tertentu. diskon baik untuk produk tertentu maupun untuk pembelian dalam jumlah tertentu.

.para pesaingnya dan memperbaiki kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh factory outlet Rumah Mode.

aspek teknik. aspek finansial dan aspek sosial. Net Present Value (NPV).829. Melihat prospek kecenderungan meningkatnya jumlah mahasiswa dan perkembangan kampus Universitas Kristen Maranatha maka penulis mempunyai ide untuk mengadakan suatu penelitian tentang kelayakan pendirian rumah kos di sekitar lingkungan kampus Universitas Kristen Maranatha. Dari perhitungan IRR didapatkan sebesar 8.636. Dari aspek teknik.. hal ini sudah tidak dapat dipungkiri lagi seiring dengan perkembangan jumlah mahasiswa Universitas Kristen Maranatha terutama yang berasal dari luar kota Bandung rata-rata hampir melebihi 50% dari jumlah keseluruhan mahasiswa yang masih aktif. tetapi sebelumnya penulis akan melakukan peramalan dengan menggunakan program Quantity System (QS) untuk meramalkan jumlah mahasiswa yang masuk Universitas Kristen Maranatha. metode yang digunakan dalam penilaian investasi adalah metode paback period. Dari aspek sosial. Suku bunga yang ditetapkan standarisasi dari Bank Indonesia yaitu sebesar 8% (MARR = 8%).22% > 8%). dan Internal Rate of Return (IRR). setelah itu akan dibuat rancangan fisik rumah kos yang akan dibangun serta fasilitas apa saja yang akan disediakan. didapatkan payback period selama 11 tahun 1 bulan. pengamatan dilakukan dengan cara membagi kuesioner kepada penghuni-penghuni rumah kos di sekitar kampus Universitas Kristen Maranatha. Kelebihan penelitian Inn dibandingkan penelitian yang ada sebelumnya adalah bahwa pengelola untuk rumah kos ini adalah dari pihak . MT Yulianti. Dalam aspek teknik ini.22% sehingga dari segi perhitungan aspek finansial ini layak karena IRR lebih besar dari MARR yang ditetapkan (8.11(2003) Analisis Kelayakan Pendirian Maranatha Student Inn di Sekitar Lingkungan Kampus Universitas Kristen Maranatha Melina Hermawan.. Pada aspek finansial ini. proyek yang akan dilaksanakan akan menyerap tenaga kerja sehingga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitarnya dan lokasi ini akan menjadi ramai dengan dibukanya kios-kios tempat menjual makanan. Aspek-aspek yang akan dibahas penulis dalam penyusunan laporan Tugas Akhir ini adalah aspek pasar. sedangkan bila dilihat dari NPV-nya akan positif pada tahun ke-20 yaitu sebesar Rp 68. Dari perhitungan aspek finansial ini. ST. MT Ariston Dewasa ini banyak sekali dibangun rumah-rumah kos di sekitar kampus Universitas Kristen Maranatha. Dari aspek pasar akan ditentukan pangsa pasar yang akan direbut. ST. kemudian penulis melakukan perhitungan pada aspc:k finansial. Hasil dari studi kelayakan proyek Maranatha Student Inn ini layak untuk dilaksanakan. tujuan dari penyebaran kuesioner ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi mereka dalam menyewa suatu kamar kos. Setelah dilakukan analisis aspek pasar ini maka dilanjutkan pengamatan pada aspek teknik.

oleh karena akan diberikan diskon kepada mahasiswa yang dianggap berprestasi.Universitas Kristen Maranatha. . selain itu juga disediakan suatu ruangan semacam perpustakaan mini untuk membantu mahasiswa datang mencari buku yang dibutuhkan sehingga ini juga dapat memacu mahasiswa untuk lebih berprestasi lagi.

banyak memberi kemudahan dalam perjalanan bagi para penggunanya. Hal ini akan menyebabkan menurunnya kualitas pelayanan dan mengakibatkan hilangnya pelanggan atau pengguna jasa kereta api.. beberapa diantaranya seperti keterlambatan keberangkatan dan kedatangan KA. KA. . Sehingga perusahaan yang berorientasi pada pelanggan pada sekarang ini harus mampu memberikan nilai dan kepuasan melalui penyampaian produk dan jasa yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan penggunajasa. KA untuk memenuhi kebutuhan konsumen tersebut antara lain adalah tingkat pelaksanaan etika pelayanan.12(2003) Usulan Perancangan Proses Pelayanan pada PT. Design characteristics untuk memenuhi usaha-usaha teknis tersebut antara lain jenis pendidikan dan pelatihan. Salah satu metodologi yang dapat digunakan untuk mempertemukan keinginan dan kebutuhan konsumen dengan perusahaan adalah metode Quality Function Deployment. MT Dian Krishna Masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi pada saat ini semakin menuntut terhadap pemenuhan kepuasan dan kebutuhan dari layanan produk dan jasa yang ditawarkan. disebut juga PT. Kebutuhan konsumen yang terlihat dari penelitian ini adalah antara lain kenyamanan dalam memperoleh tiket secara langsung. namun dalam hal pelayanan masing sering terjadi keluhan-keluhan yang dilontarkan oleh pengguna KA melalui kotak saran dan juga melalui media cetak mengenai pra dan purna perjalanan KA yang tidak memuaskan.. sering kehabisan tiket. jumlah tempat duduk tersedia. Salah satu moda transportasi yang banyak diminati adalah transportasi kereta api. mengantri terlalu lama. Kereta Api (Persero). kehilangan barang didalam stasiun dll. tingkat kemudahan mendapatkan informasi. Usaha-usaha teknis yang perlu dilakukan oleh PT. Sebagai satu-satunya penyedia jasa transportasi kereta api di Indonesia PT. ST. Sedangkan process characteristic yang diperlukan untuk dapat memenuhi design characteristics dalam usaha perancangan pelayanan KA kelas eksekutif antara lain mengidentifikasi kebutuhan pelatihan. menyelenggarakan usaha-usaha pelatihan dan mengevaluasi pelaksanaan dan hasil pelatihan. MT Rudijanto Muis. daerah pembatasan kecepatan. Kereta Api (Persero) dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (Studi Kasus pada Kereta Api Parahyangan Kelas Eksekutif) Christina. fasilitas di stasiun yang kotor tidak terawat. tingkat ketersediaan tiket. kemudahan dalam pemesanan tiket (reservasi). ST. keselamatan penumpang dari kecelakaan dalam perj alanan.

maka penulis mencari produk pembanding.75% responden membutuhkan suatu perpustakaan yang menyediakan buku-buku tentang ergonomi dan laporan praktikum. Dari hasil analisa menunjukkan bahwa fasilitas yang diusulkan untuk perpustakaan tersebut merupakan poduk yang lebih baik dibandingkan dengan produk pembanding. Oleh karena itu penulis tertarik untuk merancang perpustakaan di laboratorium yang bertujuan untuk lebih menunjang jalannya praktikum. Setelah itu dilakukan analisa terhadap produk pembanding tersebut. dapat diketahui bahwa 98. sehingga didapatkan suatu layout yang sesuai untuk perpustakaan di laboratorium dan mengusulkan agar pencahayaan di perpustakaan tersebut ditambah. MT Meliana Atmodjo Laboratorium tidak terlepas dari adanya perpustakaan yang menyediakan buku sebagai dasar referensi. 2001.. 2002. meja petugas perpustakaan dan panggung. Saran dan masukan yang didapat dari kuesioner juga menjadi pertimbangan dalam merancang fasilitas yang ada dalam perpustakaan. Maka dirancang fasilitas yang ada di perpustakaan yang diusulkan yang tentu saja sesuai dengan data antropomteri mahasiswa Jurusan Teknik Industri. Selain itu penulis juga melakukan penilaian konsep terhadap alternatif layout yang diusulkan. Akan tetapi perpustakaan yang ada sekarang letaknya jauh dari laboratorium. Setelah diketahui fasilitas apa yang akan dirancang di dalam perpustakaan.13(2003) Perancangan Perpustakaan di Laboratorium Analisa Perancangan Kerja dan Ergonomi Universitas Kristen Maranatha Bandung Wawan Yudiantyo. maka dilakukan analisa penilaian konsep. Untuk temperatur di ruangan yang akan dijadikan perpustakaan . kursi. Dalam merancang fasilitas yang ada di perpustakaan ini penulis menggunakan data antropometri mahasiswa Jurusan Teknik Industri angkatan 1987-2002 yang diambil secara random sebanyak 100 data. Untuk fasilitas yang dirancang di perpustakaan ini meliputi meja baca bersekat jenis 1 (membutuhkan kursi). untuk mengetahui apakah produk hasil rancangan secara keseluruhan sudah lebih baik dibandingkan dengan produk pembanding yang ada. Berdasarkan hasil analisa dapat diketahui bahwa produk pembanding tersebut tidak sesuai dengan data antropometri mahasiswa. yang digunakan sebagai pertimbangan penulis dalam merancang produk yang sesuai dengan perpustakaan yang diusulkan. meja baca bersekat jenis 2 (tidak membutuhkan kursi/lesehan). tempat komputer. sehingga sangat ideal apabila terdapat perpustakaan di laboratorium yang menyediakan buku-buku yang memiliki relevansi yang kuat untuk menunjang jalannya praktikum. MT Ie Vie Mie. sofa. Penelitian yang dilakukan oeh penulis adalah dengan menyebarkan kuesioner untuk mengetahui apa yang dibutuhkan oleh mahasiswa di perpustakaan. ST. dan 2003. tempat majalah dan surat kabar.. rak buku. dengan cara menambah lampu pada tiap meja baca dan rak buku. Setelah dilakukan perancangan. ST. Berdasarkan kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa Jurusan Teknik Industri angkatan 2000. dimana referensi yang ada digunakan sebagai masukan dalam membuat laporan. locker.

. akan tetapi perlu dilakukan perubahan letak AC. supaya udara dapat mengalir dengan merata.sudah baik.

67% dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja perusahaan sekarang (15 orang tenaga kerja). MT Ir. biaya simpan dan biaya menganggur. yaitu industri yang bergerak di bidang manufaktur bahan peledak (handak) industrial di Indonesia. Dahana (Persero) Melina Hermawan. yang digunakan sebagai kapasitas reguler tersedia pada tabel transportasi. Penelitian dilakukan pada penyusunan penjadwalan produksi den penentuan jumlah pekerja optimal. 107. Penghematan ini cukup signifikan dan sudah tentu sangat diharapkan perusahaan demi meningkatkan daya saing produknya di pasaran. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa biaya produksi untuk periode perencanaan (3 tahun) sebesar Rp 355.43.14(2003) Usulan Penjadwalan Produksi dan Penentuan Jumlah Tenaga Keja Optimal di PT. dari Peta Pekerja dan Mesin serta hasil perhitungan berdasarkan kapasitas efektif terkecil stasiun kerja (yang terpilih adalah stasiun kerja yang menggunakan mesin) terhadap kapasitas efektif terkecil stasiun kerja manual. Ternyata jumlah tenaga kerja optimal yang dibutuhkan untuk meminimasi biaya produksi adalah sebanyak 7 orang yang pada awalnya perusahaan mempekerjakan 15 orang tenaga kerja. 09.564. dilakukan penjadwalan produksi berdasarkan kapasitas efektif stasiun kerja terkecil. Dahana Tasikmalaya. .. Setelah itu. M. ST.Sc Hotma Rina Janita Sitorus Penulis melakukan penelitian di PT. Kemudian besar penghematan biaya tenaga kerja usulan (7 orang) sebesar 46. Langkah pertama yang dilakukan penulis adalah melakukan peramalan permintaan yang akan datang dan dipilih metode peramalan terbaik dengan nilai SEE terkecil. Selanjutnya. yang bertujuan untuk mengoptimalkan sumebr daya yang dimiliki perusahaan. Heru Susilo. 78 dan untuk diameter 30 mm. Untuk diameter 25 mm. Biaya produksi total dihitung berdasarkan jadwal induk produksi yang telah disusun meliputi biaya kerja lembur. dipilih metod ekonstan dengan nilai SEE adalah 4118. dipilih metode linier siklis (N = 8) dengan nilai SEE adalah 1269.

kemudian matcing stage dengan pembuatan SPACE Matrix yang dipresentasikan dalam bentuk diagram cartesius untuk mengembangkan alternatif strategi yang akan diterapkan. decision stage dengan pembuatan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk memutuskan alternatif strategi yang terbaik bagi Hotel Le Aries. kebersihan hotel dan semua prasarananya. keramahan dan kesopanan front office. penampilan luar hotel. kesesuaian harga dengan kamar hotel yang disediakan. keamanan kamar hotel yang disediakan. keamanan hotel. kebersihan dari makanan/minuman yang disajikan. kebersihan kamar hotel yang disediakan . Tiga tahap ini meliputi input stage dengan pembuatan IFE Matrix untuk mengetahui keadaan intrenal perusahaan. EFE Matrix untuk mengetahui keadaan eksternal perusahaan. penampilan dan kerapihan front office. Penerapan strategi bagi suatu perusahaan dapat dilakukan pada faktor internal dan eksternal yang dimiliki oleh suatu perusahaan sehingga dapat diperoleh faktor-faktor sukses dalam mengelola sebuah hotel. diketahui bahwa kekuatan dari Hotel Le Aries adalah kenyamanan kamar hotel yang disediakan. Gerden Hotel & Café” Lestari Yuli Hastuti. keamanan tempat parkir. Dalam menyusun. ST. Melalui tahap input stage diperoleh posisi Hotel Le Aries. Dari tahap matching stage diperoleh alternatif-alternatif strategi dari profil “Competitive”. MT Melina Hermawan. maka perusahaan perlu menerapkan strategi pemasaran yang tepat. keramahan dan kesopanan room service. MT Agus Chandra Pratama Hotel Le Aries merupakan salah satu hotel di kota Bandung yang mampu memberikan pelayanan yang baik kepada konsumennya. CPM untuk mengetahui pesaing utama perusahaan. Dan diketahui pula bahwa perusahaan berada di atas rata-rata dari keseluruhan posisi strategisnya dalam usaha untuk memanfaatkan peluang dan menghindari ancaman yang mungkin timbul. Dan melalui decision stage diperoleh usulan strategi terbaik bagi Hotel Le Aries. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui kondisi internal dan kondisi eksternal dari Hotel Le Aries. merumuskan alternatif-alternatif strategi perusahaan yang dapat dikembangkan pada Hotel Le Aries dengan menggunakan input dari hasil SPACE matrix.. dan tahapan terakhir. merumuskan. dan memilih strategi digunakan tiga tahapan kerangka kerja pembuatan pengambilan keputusan. .. ST. dan merencanakan usulan suatu strategi pemasaran yang tepat yang mampu dijalankan oleh Hotel Le Aries berdasarkan metode Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). yaitu strategi product development. harga kamar hotel yang terjangkau. Untuk dapat meningkatkan rate menginap di hotel dan bersaing dengan para pesaingnya.15(2003) Analisis dan Usulan Perencanaan Strategi Pemasaran “Le Aries. kecekatan dan ketrampilan house keeping/room service.

ST. MT Banyak cara yang sudah dikembangkan untuk menentukan nilai availabilitas sistem dari kerusakan-kerusakan komponennya. Sehingga terjadi perbedaan lamanya waktu operasi antara komponenkomponen dengan sistem (sistem tidak pernah mengalami status non-aktif) bila diukur pada suatu titik waktu yang sama. Model simulasi ini mampu menangani sistem yang cukup kompleks seperti pada unit pembangkit PLTA Saguling. . Setelah dilakukan eksperimen dengan melakukan redesign pada komponen vital maka model simulasi memperkirakan nilai availabilitas sistem sebesar 87%. Hasil ini menunjukkan nilai yang tidak berbeda jauh. dan dalam keadaan sistem yang sangat kompleks. model simulasi akan lebih efisien dan prosesnya dapat digambarkan secara komprehensif.79%. Model simulasi memberikan hasil availabilitas sistem sebesar 68% dan pengukuran output langsung sebesar 71. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan validitas model ketika diterapkan pada sistem kompleks seperti unit pembangkit di PLTA Saguling. Pencarian komponen vital oleh model ini menghasilkan transformator utama sebagai komponen kritis. Model simulasi ini memperhitungkan keadaan komponen yang non-aktif (ada komponen yang non-aktif walaupun tidak rusak yang diakibatkan oleh sistem atau subsistemnya mengalami downtime). tidak mampu mendeteksi variasi masa pakai yang ditimbulkan akibat sistem atau subsistem yang mengalami downtime. Kelemahan pokok yang dapat dirasakan pada metode analitik yaitu: kombinasi yang dimunculkan untuk sistem kompleks menjadi sangat besar dan sulit ditangani.. Hal ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Hasil perhitungan availabilitas sistem dengan berbagai konfigurasi sistem terbatas yang dibangun menggunakan diagram fault tree memperlihatkan tingkat perbedaan yang tidak signifikan bila dibandingkan dengan metode analitik. Konfigurasi sistem ini mewakili setiap logika yang sangat mungkin terjadi dalam sistem nyatanya.16(2003) Perancangan Model Simulasi Berdasarkan Diagram Fault Tree untuk Mengestimasi Availabilitas Sistem Victor Suhandi. Dalam penelitian ini dikembangkan model simulasi yang didasarkan pada diagram fault tree sehingga dapat memperkirakan availabilitas sistem dimasa mendatang dan dapat menentukan komponen-komponen yang vital sehingga dapat dilakukan redesign sistem secara efisien. Para peneliti terdahulu banyak yang menggunakan metode analitik untuk mencari solusinya.

(6) Ketersediaan topik. (3) Kemudahan pemahaman materi. serta Sistem Produksi. Jumlah populasi pada penelitian ini 186 orang. Oleh karena itu tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mengidentfikasi faktor-faktor yang dipertimbangkan mahasiswa dalam menentukan topik Tugas Akhir.17(2003) Identifikasi Faktor . Sistem Produksi. (2) Kemudahan proses pengerjaan. dan Manajemen Kualitas dapat memberikan bahasan contoh-contoh kasus. (12) Dosen yang empatik. (9) Kecepatan pemberian ijin penelitian. (7) Izin topik dari perusahaan. (5) Kepercayaan diri. serta (2) Untuk menganalisis faktor-faktor yang menjadi pembeda karakteristik mahasiswa yang mengambil topik Tugas Akhir di Mata Kuliah tertentu. disajikan beberapa saran bagi pimpinan Jurusan Teknik Industri agar kecenderungan pemilihan topik Tugas Akhir dapat lebih diarahkan pada definisi Teknik Industri sesuai ABET yaitu: (1) Meningkatkan standar penelitian untuk Mata Kuliah Manajemen Pemasaran.faktor yang Membedakan Mahasiswa dalam Memilih Topik Tugas Akhir Ir. (4) Kemudahan referensi. (6) Mempererat hubungan dengan alumni Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha. Kecepatan pemberian ijin penelitian. Hendra Kusuma. Tekanan untuk menyelesaikan studi. Setelah pengujian validitas dan reliabilitas. Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi. (10) Alternatif sumber referensi. Industri Jasa dan Manajemen Sumber Daya Manusia. (11) Jumlah referensi. Sistem Informasi Manajemen. data diolah dengan metode Analisis faktor dan Analisis Diskriminan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berbeda secara signifikan. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa faktor yang menjadi pembeda karakteristik mahasiswa dalam memilih topik Tugas Akhir adalah Ijin topik dari perusahaan. Industri Jasa. Manajemen Sumber Daya Manusia. (3) Dosen untuk mata kuliah Sistem Produksi. . serta 15) Bekal dari perkuliahan. hingga dirasakan semakin menjauhi definisi Teknik Industri. dan Manajemen Kualitas. Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi. Manajemen Kualitas. jumlah sampel yang diambil 111 responden mahasiswa yang sedang mengambil Mata Kuliah Tugas Akhir dengan metode simple random sampling. (2) Adanya fasilitas bimbingan dan penyuluhan topik Tugas Akhir untuk mata kuliah Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi. Pada bagian akhir. dan Niat dari awal. (5) Melakukan promosi ke perusahaan yang bergerak di bidang industri dan manufaktur. MT Budi Santoso Kecenderungan mahasiswa Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha dalam memilih topik Tugas Akhir terpusat pada beberapa Mata Kuliah tertentu dan kurang berorientasi pada aspek perancangan. (14) Niat dari awal. (4) Memberikan koneksi ke perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industri dan manufaktur. (8) Tekanan untuk menyelesaikan studi. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan mahasiswa saat memilih topik Tugas Akhir ialah: (1) Peminatan Mata Kuliah. Terdapat tujuh Mata Kuliah yang dominan dipilih oleh mahasiswa dalam mengerjakan Tugas Akhir yaitu: Manajemen Pemasaran. (13) Kelancaran proses bimbingan.

serta (11) Lokasi. minat. sikap. (1) mengetahui faktor-faktor penting apa saja yang menjadi pertimbangan calon mahasiswa baru dalam memilih jurusan dan perguruan tinggi untuk melanjutkan studi. reliabilitas. serta kelompok asal bisa kuliah.18(2003) Identifikasi Faktor-faktor Dominan yang Membedakan Pertimbangan Kelompokkelompok Calon Mahasiswa Baru dalam Memilih Perguruan Tinggi (Studi Kasus Eksploratori Pendaftaran Gel. (3) Pengaruh orang terdekat. (5) Dorongan keluarga. Setelah uji validitas. diharapkan perencanaan strategi pemasaran yang dilakukan oleh suatu organisasi sesuai dengan tujuan pemasaran yang ingin dicapai. untuk mengetahui perbedaan faktor-faktor dominan yang dipertimbangkan oleh empat kelompok calon mahasiswa baru dalam memilih program studi dan perguruan tinggi di UKM. Dihasilkan 4 (empat) kelompok perilaku yaitu kelompok yang harus kuliah di jurusan tertentu di UKM. I UKM) Ir. (9) Mutu program studi. (2) Potensi masa depan. (c) menyertakan persaingan antar universitas sebagai variabel independen. kelompok peminat UKM yang pesimistik. (6) Kelengkapan fasilitas kampus. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa faktor yang menjadi pembeda karakteristik calon mahasiswa pendaftar Gelombang I UKM dalam memilih program studi adalah Citra Universitas di masyarakat. Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut. Jumlah responden pada penelitian ini ialah sebanyak 603 responden calon mahasiswa baru yang mendaftar di gelombang I di UKM dengan menggunakan metode simple random sampling. segmentasi perilaku dapat dibagi dalam beberapa kelompok yaitu berdasarkan pengetahuan. Proyeksi kegagalan pada USM. kelompok peminat bidang khusus yang pesimistik. (10) Minat pribadi. . Pada bagian akhir. (2) mengetahui faktor-faktor apa saja yang membedakan empat kelompok calon mahasiswa baru dalam memilih jurusan dan perguruan tinggi. Pertimbangan atas kemampuan pribadi. dan analisis faktor dilakukan perhitungan Analisis Diskriminan Berganda. yaitu: (a) menggunakan responden siswa kelas 3 SMU agar pemetaan minat dapat dilakukan secara lebih tajam. (4) Pertimbangan atas kemampuan pribadi. disajikan beberapa saran untuk meningkatkan informasi mengenai riset ini terhadap Universitas Kristen Maranatha. dan positioning dilakukan secara tepat sasaran. Dengan diketahuinya perilaku pembelian konsumen. Hendra Kusuma. (8) Persiapan untuk memasuki dunia kerja. (7) Proyeksi kegagalan pada USM. dan tanggapan konsumen terhadap produk. MT Roland Tearalangi Analisis perilaku membeli merupakan hal yang sangat penting dalam melakukan pemasaran. Faktor-faktor petimbangan calon mahasiswa yang didapatkan dari penelitian ini ialah: (1) Citra Universitas di masyarakat. tidaklah mungkin proses segmenting. Secara teoritis. (b) menyertakan minat untuk mendaftar di UKM sebagai variabel dependen. serta minat pribadi. Tanpa analisis Buying Behaviour. targeting.

sofa bed. Selain itu. dan nilai biaya yang baik dibandingkan produk pembandingnya. Berdasarkan hal tersebut maka dirancanglah produk wall bed usulan yang multifungsi. Setelah itu penulis melakukan analisis anthropometri dan analisis nilai terhadap produk ranjang lipat. memiliki harga jual yang tidak terlalu mahal dibandingkan produk sejenis. Salah satu perabot rumah tangga yang pasti diperlukan tetapi penggunaannya memakan lahan adalah tempat tidur. Penelitian yang dilakukan penulis adalah dengan menggunakan angket untuk mengetahui persepsi konsumen tentang ranjang lipat. sekaligus untuk mengetahui produk apa saja yang diprioritaskan berada dalam kamar tidur dan faktor-faktor yang dianggap prioritas saat membeli tempat tidur. dan wall bed yang sudah ada. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengangkat permasalahan ini dengan merancang produk wall bed yang multifungsi dan bertujuan untuk mengefisienkan lahan tempat tingga bagi pasar Indonesia. sofa bed. sesuai dengan anthropometri masyarakat Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa produk wall bed usulan tersebut merupakan produk yang mudah dalam perawatannya. dan merupakan konsep produk terbaik dibandingkan dengan ranjang lipat. terutama dengan semakin meningkatnya tingkat kepadatan penduduk di Indonesia. dan wall bed yang sudah ada. Saran dan masukan yang didapat dari angket ini juga dipakai sebagai dasar pertimbangan dalam merancang produk wall bed usulan. karangan Eko Nurmianto. analisis nilai. Analisis yang dilakukan terhadap hasil rancangan tersebut adalah analisis ukuran produk. ST. Jenis wall bed sebenarnya merupakan solusi yang baik bagi masalah keterbatasan lahan. Kita dituntut untuk pandai memanfaatkan lahan dan memilih produk yang efisien lahan dan multifungsi. perawatan produk. sofa bed dan wall bed.20(2003) Perancangan Produk Tempat Tidur Multifungsi Jenis Wall Bed Ie Vie Mie. hanya saja sekarang ini belum ada wall bed yang khusus dirancang bagi pengguna rumah tangga di Indonesia.. Tempat tidur yang dapat mengefisienkan lahan yang sekarang ini sudah ada adalah ranjang lipat. MT Wawan Yudiantyo. Selain itu juga diperoleh banyak masukan dan saran yang menjadi keinginan dan kebutuhan konsumen. Data anthropometri ini digunakan untuk menentukan ukuran produk yang sesuai bagi masyarakat Indonesia. harga jual produk. dan analisis penilaian konsep. ST.. sofa bed dan wall bed yang sudah ada sekarang. MT Ethania Musalam Masalah keterbatasan lahan tempat tinggal merupakan salah satu masalah yang perlu diperhatikan bagi masyarakat Indonesia. nilai keindahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa masih banyak keluhan yang disampaikan dan banyak kekurangan yang dimiliki oleh produk yang sudah ada tersebut. memiliki nilai kegunaan. penulis juga menggunakan data anthropometri Indonesia yang didapat dari buku Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya. .

Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen datang dan berbelanja ke supermarket adalah pelayanan kepada konsumen. adanya potongan harga. adanya potongan harga. Strategi penetrasi pasar yang diusulkan adalah merebut pasar mahasiswa UKM dilakukan strategi dengan memberikan diskon khusus bagi mahasiswa UKM dan kepada staf-staf yang bekerja di UKM. suasana yang menyenangkan. kelengkapan produk-produk bermerek. kemudahan mencari produk bagi konsumen. Christina Wirawan. Karakteristik segmen konsumen supermarket “X” adalah konsumen dengan usia antara 18 sampai dengan 23 tahun. nama supermarket yang menjanjikan. pengertian kepada konsumen. kemudahan mencari produk bagi konsumen. Sedangkan kekurangan supermarket “X” adalah pada faktor pelayanan kepada konsumen.21(2003) Analisis Persaingan Supermarket “X” dan Supermarket “Y” di Jalan Surya Sumantri Bandung dalam Rangka Menyusun Strategi Bersaing Ir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab bertanya menghadapi persaingan bisnis supermarket “X” dari supermarket “Y”. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan kuesioner. Perancangan strategi bersaing menggunakan pendekatan teori Sun Tzu. . nama supermarket yang menjanjikan dan kenyamanan supermarket. walaupun supermarket menjual produk nyata. kemudahan pembayaran dan harga yang murah dan stabil. menyebarkan brosur-brosur harga pada lingkungan kampus UKM. Strategi yang diusulkan untuk memenangkan persaingan adalah strategi tahap awal yaitu strategi penetrasi pasar dan tahap lanjutan yaitu strategi pengembangan pasar. mengacaukan harga beberapa produk tertentu yang menjadi kebutuhan dasar konsumen. tampak dalam supermarket yang enak dilihat.000 per bulan. Pada peta posisi diketahui bahwa supermarket “X” memiliki keunggulan pada faktor pengertian kepada konsumen. suasana yang menyenangkan.000 sampai dengan Rp 1. memiliki penghasilan antara Rp 750. ketrampilan pelayanan. dengan frekuensi belanja antara 6 sampai dengan 15 kali per bulan dan memperoleh informasi dari teman maupun melihat sendiri.500. membangun persepsi konsumen supermarket “X” sebagai supermarket yang up to date dan melakukan survei secara berkala ke supermarket-supermarket lain. MT Andreas Yuwono Supermarket merupakan salah satu usaha bisnis yang bergerak dalam bidang jasa. kenyamanan supermarket. adanya potongan harga. Sedangkan strategi pengembangan pasar yang diusulkan adalah melakukan inovasi promosi. tampak dalam supermarket yang enak dilihat. Sedangkan pengolahan data menggunakan dua metode. wawancara dan catatan-catatan perusahaan yang bersangkutan. ketrampilan pelayanan. yaitu metode Analisis Faktor untuk mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi konsumen belanja ke supermarket dan metode Correspondence Analysis untuk mengetahui peta posisi persaingan supermarket “X” dan supermarket “Y”. kemudahan pembayaran dan harga yang murah dan stabil. kelengkapan produk-produk bermerek.

Zeithmal. the way of information’s delivery. unmaintained facilities. The outcomes of this research are: (1) The service quality of Bank LIPPO Gatot Subroto Branch Office is “Dissatisfied” or “Not Appropriate With Customer’s Expectation” this is showed by the value of Average Total SERVQUAL (TSQ) of –0. there are 198 questionaires are valid to be processed. (2) The dimensions of service quality that need to be given priorities to improve are tangible with five attributes and the other dimensions become the next priorities with one attribute in “ Quadrant” (Concentrate) in Importance-Performance Quadrant for each dimensions. . There are nine attributes that should be improved because they are main causes of customer dissatifaction. the present writer use SERVQUAL method and Importance-Performance Analysis to process the data. inadequate number of teller. Then the data is tested by validity and reliability test to make sure that the instrument which is used is valid and the data which is gathered is reliable. MM This research is proposed to know: (1) Whether service quality at Bank LIPPO Gatot Subroto Branch Office appropriates with customer’s expectation. slowness of employee’s work. Form 300 questionaires that distributed.. unresponsive employee. (2) What dimensions of service quality that need to be given priorities for improvement. The sampling method that is used in this research is systematic random sampling. and old-fashioned equipment. MT..22(2003) Kualitas Jasa Layanan Perbankan dengan Pendekatan Metode Servqual dan Importance – Performance Analysis Fransky Ryadi. and Berry.49. unclean and untidiness of the employee’s dress. these are: uncomfortable service room. ST. After that. The data is acquired through the questionaire which its attributes is developed form five dimensions of service quality according to Parasuraman. unclean of room and yard.

CQM Djames Ginting Dalam rangka menghadapi persaingan usaha yang semakin tajam dipelukan pengambilan strategi-strategi yang benar. Selain itu.. Pengambilan keputusan yang salah akan membuat perusahaan kehilangan kesempatan untuk meraih keberhasilan. Hasil analisis yang membandingkan antara metoda ABC dan EVA dengan metoda Tradisional menunjukkan bahwa sistem pembebanan biaya dengan menggunakan metoda ABC dan EVA menghasilkan informasi biaya yang lebih baik.Pd.. . Agar penggunaan strategi harga itu efektif.. akurat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan strategi harga. CQA. D..23(2004) Analisis Penerapan Sistem ABC dan EVA sebagai Dasar untuk Menentukan Harga Pokok Produksi Ie Vie Mie. ST. Sehingga hasil perhitungan dengan menggunakan metoda ABC dan EVA perusahaan dapat mengambil keputusan-keputusan strategik dan sebagai pedoman dalam menentukan harga jual terhadap produk-produk yang dihasilkan. SH. dan biaya-biayanya dapat teridentifikasi. tentu perusahaan harus memiliki informasi yang akurat tentang elemen-elemen yang membentuk harga tersebut. Perusahaan dapat mengetahui secara jelas biaya-biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam memproduksi suatu produk. MT Dr. dengan menggunakan metoda ABC dan EVA perusahaan dapat mengetahui produk-produk mana saja yang menguntungkan dan mana yang dapat mengikis modal.A Soetisna. Sistem ABC dan EVA sebagai suatu metoda pembiayaan yang dirancang untuk menyediakan informasi biaya bagi manajer perusahaan yang diharapkan dapat membantu manajmene perusahaan dalam pengambilan keputusan yang strategik. Sistem ABC menjadi lebih akurat karena membebankan biaya-biaya produksi ke produk melalui aktivitas-aktivitas yang menyerap sumber daya. M.

khususnya pada industri sepatu di dalam negeri. khususnya pada stasiun pengesolan dan finishing adalah dalam hal produktivitas kerja yang rendah. tentu saja hal tersebut sangat merugikan PT ‘SIK' sendiri. Setelah melakukan perbaikan sistem kerja waktu baku yang terpakai menjadi lebih kecil dari sebelumnya yaitu : 3515. maka total penghematan waktu baku yang dapat dihemat pada ke dua stasiun tersebut adalah sebesar . MT Wawan Yudiantyo. Negara-negara tersebut memasuki pasar domestik dengan menawarkan produk yang sangat kompetitif. dan 350.24(2004) Usulan Perbaikan Sistem Kerja pada Pembuatan Sepatu Kulit Pria (Studi Kasus di PT. PT `SIK' juga harus melakukan hal yang sama. lingkungan kerja. maka dihasilkan sistem kerja yang lebih terarah lagi. gerakan-gerakan kerja. Tidak terkecuali PT `SIK' sebagai salah satu produsen sepatu di Bandung juga terkena dampak dari persaingan global ini. dan 373. yaitu meningkatkan produktivitas agar tidak lagi terjadi keterlambatan serta ketidakmampuan untuk memenuhi order dari konsumen.. ‘SIK’. apabila dibandingkan dengan waktu baku sebelum dilakukannya perbaikan.497 detik untuk stasiun finishing. Sebelum dilakukan perbaikan sistem kerja. ST. Hal tersebut dapat mereka lakukan karena negara-negara tersebut dikenal dengan produktivitas kerjanya yang tinggi. lingkungan kerja. Jika hal ini tidak segera diperbaiki maka konsumen akan menjadi kecewa dan pada akhirnya dapat berpindah ke produsen yang lain. MT Rudi Aswan Persaingan dunia industri semakin meningkat dari waktu ke waktu. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan saat ini. baik dari segi harga maupun kualitasnya. tata letak. serta kondisi kesehatan dan keselamatan yang semuanya menjadi lebih baik lagi.77 detik. penyimpanan peralatan dan bahan. serta kondisi kesehatan dan keselamatan kerja para operator yang dinilai masih belum optimal.. ST. serta kondisi kesehatan dan keselamatan kerja para operator.29 detik untuk stasiun finishing. maka dari itu untuk menghadapi para kompetitor baik dari dalam maupun luar negeri. lingkungan kerja. tata letak tempat kerja. Hal ini disebabkan karena : tata letak tempat kerja. Hal ini ditandai dengan masuknya beberapa merk sepatu dari beberapa negara tetangga seperti Vietnam dan China.33 detik untuk stasiun pengesolan. Untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi perusahaan. peneliti mengusulkan agar melakukan perbaikan terhadap sistem kerja sekarang pada stasiun pengesolan dan stasiun finishing dengan cara melakukan perbaikan atas : gerakan-gerakan kerja. waktu baku yang diperlukan untuk pengerjaan pengesolan adalah sebesar 4463. Dengan adanya perbaikan sistem kerja yang dilakukan terhadap perusahaan ini khususnya pada stasiun pengesolan dan stasiun finishing. Bandung) Ie Vie Mie. pada akhirnya akan dapat meningkatkan produktivitas kerja di PT ‘SIK' ( hal tersebut dapat dilihat pada perbandingan waktu baku kondisi sekarang dengan kondisi usulan ).

apabila penghematan dihitung dalam prosentase adalah sebesar 21. .1% untuk stasiun finishing.233 detik/unit sepatu.971.2% untuk stasiun pengesolan dan 6.

prosedur. pembagian kuisioner terbuka kepada staf perpustakaan di setiap Perpustakaan Fakultas di UKM. prosedur. Material buku terdiri dari koleksi buku teks. CD. dan referensi.25(2004) Analisis dan Perancangan Sistem. serta formulir penunjang untuk Perpustakaan Terintegrasi . Data yang dikumpulkan berupa prosedur-prosedur dan formulir yang tersedia di setiap Perpustakaan Fakultas di UKM. Perpustakaan Fakultas Ekonomi. prosedur. video. Universitas Kristen Maranatha (selanjutnya disebut UKM) merencanakan untuk menyatukan semua Perpustakaan Fakultas dalam sebuah Perpustakaan Terintegrasi. Perpustakaan Fakultas Seni Rupa dan Desain. dan formulir dalam kegiatan keperpustakaan untuk rencana pembangunan Perpustakaan Terintegrasi UKM. Dari hasil penelitian pendahuluan. dan Formulir untuk Perpustakaan Terintegrasi Universitas Kristen Maranatha Christina. MBA Grace Elisabeth Dalam waktu yang relatif dekat. UKM memiliki 8 (delapan) buah Perpustakaan Fakultas yaitu Perpustakaan Fakultas Kedokteran. dan lainnya yang tidak termasuk dalam kategori material buku. pendokumentasiannya. dan 2 (dua) Perpustakaan Pasca Sarjana masing . UKM akan mengalami kesulitan dalam menentukan dan menerapkan sebuah standar baku mengenai sistem. Penulis memberikan usulan berupa perancangan sistem. Berdasarkan pada hasil analisis yang telah dilakukan.. Perpustakaan Fakultas Teknik. Prosedur. majalah. Tiap Perpustakaan Fakultas di UKM menetapkan kebijakan dan prosedur yang berbeda . Karena luasnya ruang lingkup penelitian. Perpustakaan Fakultas Sastra. dan formulir yang telah ada di setiap Perpustakaan Fakultas UKM dan untuk menganalisis hasil rancangan sistem. melalui hasil wawancara dengan Kepala Perpustakaan di setiap Perpustakaan Fakultas di UKM. MT Yenni M. ST. Penulis mengolahnya dengan menggunakan Document Flowchart serta menganalisisnya berdasarkan pada teori-teori mengenai prosedur dan formulir yang baik. maka Penulis membatasi penyelesaian permasalahan hanya pada menganalisis sistem. dan formulir perpustakaan untuk Perpustakaan Terintegrasi UKM.rekan mahasiswa yang pernah dan sedang melakukan magang di Perpustakaan Fakultas UKM. Penyelesaian permasalahan tidak mencakup pembuatan peraturan untuk Perpustakaan Terintegrasi UKM. prosedur. Koleksi Perpustakaan Terintegrasi UKM terdiri dari kategori material buku dan material non buku. dan perbincangan dengan rekan . jurnal. Dengan kondisi ini. Perpustakaan Fakultas Psikologi. secara garis besar prosedur yang sedang berjalan sudah baik hanya saja belum terdokumentasi dengan baik. Djajalaksana. Koleksi material non buku terdiri dari koleksi kaset.beda dalam melaksanakan kegiatan keperpustakaan. diketahui bahwa masalah yang sedang terjadi di setiap Perpustakaan Fakultas UKM adalah belum adanya prosedur tertulis jelas yang dapat menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan di setiap Perpustakaan Fakultas.masing untuk S2 Magister Manajemen dan S2 Magister Psikologi.

.UKM dimana pendokumentasian prosedur tertulis dibuat dengan menggunakan format ISO 9000: 2000. Adapun prosedur yang diusulkan untuk Perpustakaan Terintegrasi UKM ada 26 (dua puluh enam) dan terdapat 6 (enam) formulir usulan.

karena metode tersebut mempunyai nilai MSD terkecil.. Metode peramalan yang terbaik adalah metode L e a s t S q u a r e untuk pola data linear siklis dengan N = 12. Dari Peta Pekerja dan Mesin (PPM) yang dibuat untuk kondisi saat ini. MT Arief Wibisono Adjiwidjaya Perusahaan Biskuit "X" merupakan perusahaan swasta yang memproduksi biskuit marie. dan status persediaan di gudang. Saat ini perusahaan melakukan pemesanan dalam ukuran yang cukup besar karena adanya potongan harga (quantity discount) yang diberikan oleh pihak suplier.47. Besar kapasitas produksi efektif biskuit diambil dari kapasitas produksi efektif terkecil ( stasiun pemanggangan ) yaitu sebesar 3200 kemasan/hari. Oleh karena itu. Bandung Vivi Arisandhy. . Hal ini menyebabkan biaya produksi berkurang dari Rp199.975. Dalam menyusun MRP diperlukan input yaitu Jadwal Induk Produksi (JIP).609.481. Setelah itu dilakukan perhitungan besar kapasitas produksi di perusahaan. Pertama-tama dilakukan peramalan permintaan biskuit di masa yang akan datang. “X”.32%. mengingat kebergantungan antara kebutuhan bahan baku yang satu dengan kebutuhan bahan baku yang lainnya. Dengan menerapkan metode MRP maka perusahaan dapat menekan biaya peng endalian persediaan untuk penode Januari s/d Maret 2004 sebesar Rp 1. MT Ir.84 atau 50.813.Material Requirement Planning (MRP).975. Kartika Suhada.47 menjadi Rp145. ST. Apabila masalah di atas tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah perusahaan sering mengalami penumpukan bahan baku di gudang yang diakibatkan kurang tepatnya metode pengendalian persediaan yang diterapkan perusahaan selama ini. Hal ini terutama diakibatkan sebagian besar jenis bahan baku di gudang tidak dapat bertahan lama. Teknik lotting yang digunakan adalah Wagner Whitin. Oleh karena itu. maka akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan karena tingginya biaya simpan yang timbul dan menurunnya kualitas biskuit yang dihasilkan tingginya biaya simpan. dibuat PPM usulan yang dapat mengurangi jumlah tenaga kerja dari 15 orang menjadi 9 orang. akan dilakukan penelitian tentang peng endalian persediaan bahan baku yang sebaiknya diterapkan di perusahaan.958.27(2004) Usulan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Biskuit Marie di PT. terlihat bahwa tingkat utilisasi pekerja masih rendah. Metode pengendalian persediaan yang sebaiknva diterapkan perusahaan adalah . Bill of M a t e r i a l (BOM).

Maka penelitian ini dirasakan perlu untuk mencapai hasil yang optimal dalam berkreasi. tinggi papan alas gambar terlalu tinggi.meja tempat papan alas kertas gambar dan tempat duduk menjadi terpisah. tata letak ruang yang sesak dan faktor lingkungan kerja yang belum optimal. bahan papan terlalu kasar dan mengganggu saat menggambar. bahan kursi terlalu keras. bentuk dan ukuran dan juga data lingkungan pada ruang gambar. nilai persentil tengah (P50) dan nilai persentil maksimum (P95) untuk digunakan menganalisa fasilitas fisik dan perancangan dari segi ukuran. Pada awal penelitian dilakukan pembagian kuesioner awal dan peneliti juga mencoba fasilitas fisik maupun lingkungan. Kemudian data anthopometri yang ada diolah dengan program ergo untuk mendapatkan nilai persentil minimum (PS). ketebalan papan juga diubah ukuran menjadi 5 mm. terdapat rak untuk meletakkan alat gambar. tersedia pijakan kaki dan roda pada dasar meja dan kursi yang dapat dikunci. sedangkan data anthropometri didapatkan laboratorium teknik industri. Masalah-masalah yang teridentifikasi saat itu adalah sebagai berikut : Kursi gambar saat ini tidak nyaman. emosi dan perasaan sangatlah berpengaruh. tinggi tempat duduk yang adjustable . ST. Bahan dari papan alas gambar juga diubah menggunakan acrylic karena tidak memiliki alur dan tekstur sehingga tidak mengganggu saat menggambar sedangkan untuk ukurannya diubah menjadi 60 cm x 44 cm didasarkan pada ukuran kertas gambar A2 yaitu 42 x 59. namun karena adanya kebijakan pihak fakultas yang menginginkan kapasitas satu . Bersamaan dengan pengambilan data peneliti juga membagikan kuesioner untuk mendapatkan masukan dari mahasiswa dan dosen yang menggunakan ruang gambar Fakultas Seni Rupa dan Desain UKM.MT Siong Cen Menggambar biasanya didefinisikan sebagai suatu usaha untuk menghasilkan kemiripan atau menyajikan suatu objek baik yang dilihat oleh mata maupun objek yang merupakan proses pemikiran kreatif dari otak dengan menarik garis demi garis di atas suatu permukaan medium. Perancangan juga dilakukan pada tinggi tempat peletakan objek tujuan perubahan ukuran tempat peletakan objek adalah agar mahasiswa dapat secara jelas melihat langsung ke depan tanpa harus terhalang oleh ketinggian penyangga papan alas gambar. Setelah dilakukan tahapan analisa maka peneliti mengusulkan rancangan terhadap fasilitas fisik yang lebih ergonomis dan usulan perbaikan lingkungan serta tata letak yang ergonomis. Tahap selanjutnya peneliti mengumpulkan data fasilitas fisik berupa spesifikasi bahan.. Untuk usulan tata letak.28(2004) Analisis Ergonomi Serta Usulan Perbaikan terhadap Fasilitas Fisik dan Lingkungan Ruang Gambar FSRD UK Maranatha Lestari Yuli Hastuti. Dalam mengekspresikan gambar dari otak ke medium dibutuhkan kenyamanan dan konsentrasi tinggi karena dalam proses menggambar. Adapun rancangan yang dilakukan pada ruang gambar adalah kursi gambar dengan mengubah rancangan pada beberapa bagian yaitu bahan tempat duduk yang diganti. peneliti memberikan usulan berdasarkan pada jarak antar kursi dan meja gambar namun hal tersebut mengurangi kapasitas mahasiswa menjadi 14 buah.5 cm. sudut penyangga papan alas kertas gambar dapat diatur sudutnya.

kemudian dari kuesioner yang dibagikan didapatkan usulan diperlukannya loker maka dirancanglah loker sejumlah 14 buah.kelas sebesar 25 buah maka peneliti melakukan perancangan ukuran ruang gambar yang ideal. Dari pencahayaan ada perubahan dari jumlah armatur menjadi 10 buah armatur. . Dari temperatur dan kelembaban dilakukan perancangan pada sistem pengaturan suhu Air conditioning yang ergonomis.

Penelitian ini dilakukan pada CV "A" Palangkaraya. Dari metode ini peneliti mengusulkan untuk perusahaan untuk mengajukan proposal penambahan volume minyak tanah kepada Pertamina dengan nilai kontrak 165. metode persediaan yang akan digunakan. 6. dan nilai kontrak 180. nilai kontrak perusahaan dan perbandingan antara metode terdahulu dengan sekarang. Seiring dengan pentingnya minyak tanah ini. Pengendalian persediaan merupakan salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan. permintaan akan kebutuhan minyak tanah ikut meningkat.per tahun atau 70 % per tahun. biaya-biaya persediaan. Oleh karena itu perlu diusulkan perancangan sistem pengendalian persediaan yang mampu mengoptimalkan jumlah persediaan perusahaan yaitu dengan menggunakan metode pengendalian persediaan.238. . Wenny Chandra. Selama ini minyak tanah yang disediakan CV "A" selalu dipasok oleh Pertamina melalui sistem kontrak setengah tahun.29(2004) Usulan Perbaikan Sistem Persediaan Minyak Tanah (Studi Kasus di CV “A” Palangkaraya) Santoso. Dalam kontrak ini ditentukan nilai pasokan minyak tanah yang akan dikirimkan ke CV "A" selama setengah tahun. biaya persediaan perusahaan dapat dihemat sebesar Rp.Desember 2003. Dari usulan metode peneliti. M.Sc Yohanes Christian Kebutuhan minyak tanah untuk masa sekarang ini dirasakan sangat penting terutama oleh rakyat Indonesia. Meskipun selama ini tidak terdapat masalah dalam sistem kontrak tersebut.000 liter untuk periode Juli . yaitu perusahaan yang bergerak dibidang distribusi bahan bakar minyak tanah. Hal ini akan menyebabkan berkurangnya keuntungan karena harga jual distributor sejenis lebih mahal daripada Pertamina.000 liter untuk periode Januari . Sedangkan tingkat permintaan terus meningkat dari waktu ke waktu. Adapun penggunaan metode pengendalian persediaan ini memerlukan banyak perhatian terutama untuk peramalan jumlah yang akan disediakan untuk masa yang akan datang. Hasil perhitungan menghasilkan suatu kesimpulan bahwa dengan menggunakan metode pengendalian persediaan yang diusulkan peneliti akan menguntungkan jika dibandingkan dengan sistem persediaan perusahaan sekarang. Dalam menyalurkan permintaan minyak tanah pasti akan melalui suatu jalur distribusi. ST.077.Juni 2003. MT Ir. CV "A" terpaksa membeli dari distributor sejenis. tetapi jika terjadi kekurangan persediaan...

Dalam menghitung kebutuhan lahan parkir. lahan parkir motor semuanya dilokasikan pada lahan yang sekarang sudah ada yaitu dibelakang gedung ekonomi. Karena lahan parkir yang akan dibuat belum ada rancangan tata letaknya. Untuk . dan untuk lahan parkir mobil semuanya berlokasi di Gedung Graha Widya Maranatha. peneliti melakukan pengamatan laju kedatangan dan laju keberangkatan di lahan parkir UKM (lahan parkir mahasiswa dan lahan parkir di GAP).30(2004) Penghitungan Kebutuhan Lahan Parkir dan Kapasitas Serta Pengaturan Perpakiran di Gedung Graha Widya Maranatha. lahan parkir swasta dan lahan parkir sepanjang jalan UKM (dari pintu GAP/ depan ATM BNI sampai dengan pintu Poliklinik). Salah satu upaya untuk mencukupi kebutuhan lahan parkir di UKM maka dalam membangun Gedung Graha Widya Maranatha. Dengan membangun lahan parkir bertingkat diharapkan lahan parkir yang akan disediakan dapat menampung kendaraan lebih banyak sehingga dapat memenuhi kebutuhan. Bandung Ir. karyawan dan dosennya datang ke kampus menggunakan kendaraan pribadi baik mobil maupun motor. ST. Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha (YPTKM) menyediakan lahan parkir bertingkat 3. MT Santoso.38% atau sebesar 202 mobil. Pada rancangan usulan 1. diketahui kebutuhan lahan parkir mobil pada tahun 2006 yang dapat dipenuhi hanya sebesar 19. Sedangkan untuk latran parkir mobil lainnya berlokasi di basement 2 dan 3. MT Paulin Sandra Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu Universitas swasta. ternyata kebutuhan lahan parkir mobil yang dapat dipenuhi hanya sebesar 27. maka peneliti membuat rancangan tata letak lahan parkir usulan. yaitu di belakang dan depan Gedung Teknik. dimana sebagian besar mahasiswa. Sedangkan pada rancangan usulan 2 yang dibuat peneliti. Dari rancangan tata letak usulan tersebut. Untuk menbatasi kekurangannya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui daya tampung lahan parkir yang ada di Gedung Graha Widya Maranatha.. Kartika Suhada. mengingat tingkat kecurian motor lebih tinggi maka peneliti mengusulkan agar kebutuhan lahan parkir motor dipenuhi seluruhnya dan lokasinya berada pada basement 1 sebesar 856 motor. Dari rancangan tersebut. di GAP dan di sebelah SGS/ Koperasi. Hal tersebut membuat UKM perlu untuk menyediakan lahan parkir yang dibutuhkan. Berhubung daya tampung basement 1 untuk motor melebihi kebutuhan maka kelebihannya dialokasikan untuk parkir mobil. Dari perhitungan. peneliti melakukan penelitian mengenai masalah perparkiran yang meliputi kebutuhan lahan parkir dan pengaturan tata letak lahan parkir yang akan dibangun di Gedung Graha Widya Maranatha.64% atau sebesar 288 mobil. Oleh karena itu. Sedangkan kebutuhan lahan parkir pada saat gedung Graha Widya Maranatha selesai dibangun (tahun 2006) sebesar 1042 mobil dan 1124 motor. peneliti mengusulkan agar menggunakan lahan lain. ternyata kebutuhan lahan parkir saat ini di UKM sebesar 781 motor dan 724 mobil. Pengolahan data tersebut dilakukan dengan menggunakan model antrian (M/M/~) : (GD/~/~).

maka peneliti mengusulkan penggunaan alat pengamanan parkir. Untuk mendukung penggunaan alat tersebut. Hal ini dilakukan untuk menghindari protes dari mahasiswa. . peneliti mengusulkan agar mahasiswa dikenakan biaya parkir yang pembayarannya digabungkan dengan biaya pengembangan.meningkatkan keamanan Gedung Graha Widya Maranatha.

864). Hasil perhitungan menunjukkan penerapan metode DRP dapat menghemat ongkos simpan sebesar Rp 488.844). Akan tetapi. Subang.31(2004) Usulan Pengendalian Persediaan Mie Instant dengan Menggunakan Metode DRP di PT X – Bandung Ir.053. MT Heru Budikentjana Perencanaan dan pengendalian persediaan dalam suatu perusahaan memegang peranan yang sangat penting agar kebutuhan pelanggan atau konsumen dapat terpenuhi dalam jumlah dan waktu yang tepat. Saat ini perusahaan melakukan pengendalian persediaan berdasarkan perkiraan dan pengalaman masa lalu saja. Dari dua belas jenis rasa mie instan yang dijual perusahaan. PT X merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang distributor produk mie instant.345 menjadi Rp 24.942. . Metode ini lebih tepat diterapkan oleh perusahaan karena metode ini ditujukan untuk pengendalian persediaan yang berjenjang seperti kondisi di perusahaan ini. Dengan demikian. sehingga berpengaruh pada tingginya ongkos total pengendalian persediaan yang timbul.149. rasa ayam bawang memiliki persentase penjualan yang cukup mencolok. Cianjur. dapat disimpulkan bahwa metode DRP cocok untuk diterapkan di PT X. Dari penelitian yang dilakukan.980). ST.987. yaitu sekitar 60 %.22% (dari Rp 502. Hal tersebut menuntut kondisi jumlah cadangan pengaman (safety stock) yang harus disediakan perusahaan cukup besar (untuk mengantisipasi fluktuasi permintaan selama dua minggu). Kartika Suhada. Masing-masing distrik memiliki persediaan dan mengendalikan sendiri persediaannya.012 atau 483. Periode pemesanan yang ditetapkan perusahaan adalah dua minggu sekali. sedangkan ongkos pesan meningkat sebesar Rp 9. Hal ini mengakibatkan tingginya ongkos simpan yang harus dikeluarkan. PT X sebagai Head Office (Distributor Pusat) memiliki sembilan distrik atau distributor cabang yang terletak di seluruh daerah Jawa Barat. peneliti mengusulkan penggunaan metode Distribution Requirements Planning (DRP) dalam mengendalikan persediaan dan distribusi produk mie instant tersebut.04% (dari Rp 503. pusat hanya berperan dalam mengkoordinir jumlah pemesanan masing-masing distrik ke supplier. MT Santoso. diketahui perusahaan mengalami masalah dalam melakukan pengendalian persediaan mie instant.092.33% (dari Rp 1..968 menjadi Rp 11.894.377 menjadi Rp 13. Dengan demikian perusahaan tidak mengalami kerugian akibat adanya persediaan yang menumpuk ataupun kehilangan keuntungan karena tidak dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan segera atau dengan kata lain kekurangan persediaan. yakni : Bandung. karena dibandingkan dengan jenis rasa lainnya. Purwakarta. Tasikmalaya. Sumedang. Sukabumi dan Garut. ongkos total pengendalian persediaan yang dapat dihemat adalah sebesar Rp 478. peneliti hanya memilih mie instan rasa ayam bawang.996.159. Untuk mengatasi masalah di atas.990. Cirebon.501 atau 95.513 atau 97.

Amerika dan Australia.412 unit agregat/tahun menjadi 350. Dengan demikian alternatif 1 yang diusulkan untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan kapasitas produksi reguler belum dapat memenuhi permintaan konsumen.126. maka perusahaan sering menerapkan kerja lembur. Berhubung produk yang dihasilkan lebih dari satu tipe ukuran panci. yaitu ukuran 18.476.453 unit agregat/tahun).1113. Sebagian kecil diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. Disamping itu metode penyusunan jadwal produksi yang diterapkan perusahaan belum baik karena hanya berdasarkan perkiraan dan persediaan akhir yang ditetapkan sebesar 200 unit untuk masing-masing ukuran panci. Dengan demikian terjadi penghematan sebesar Rp 462.639 unit agregat/tahun (13. ST.345.022. Hasil perhitungan keuntungan/tahun untuk alternatif pertama sebesar Rp 324. yaitu mesin poles otomatis 3 unit. maka peneliti mengemukakan 2 alternatif tindakan yang dapat dilakukan untuk memenuhi kekurangan kapasitas reguler tersebut.00 (metode perusahaan) menjadi Rp 651. 22.016.170. mesin poles manual 2 unit.852. Kartika Suhada.32(2004) Usulan Penyeimbangan Lintasan Produksi dan Penyusunan Jadwal Induk Produksi Panci dalam Upaya Meminimasi Biaya Produksi di PT “X” Ir. . Setelah dilakukan penyeimbangan selanjutnya peneliti menyusun JIP dalam upaya memenuhi seluruh permintaan konsumen dengan biaya produksi yang optimal (dengan pertimbangan ongkos tenaga kerja dan ongkos simpan).00 (metode usulan). Jerman. 20.8. sedangkan alternatif kedua sebesar Rp 308. Berhubung hasil ramalan permintaan seluruh panci belum dapat terpenuhi (393. Sebagian besar produk ini diproduksi untuk diekspor ke Jepang.978. 26. Pada saat ini perusahaan menghadapi masalah belum optimalnya rencana produksi yang dibuat. yaitu dengan penambahan jumlah mesin dan penerapan jam kerja lembur. 24. MT Victor Suhandi. MT Selvi Ekawati PT "X" adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan panci. Dengan penerapan penyeimbangan lintasan dan penambahan mesin maka perusahaan dapat memenuhi seluruh permintaan konsumen dan menghemat biaya produksi dari Rp 1.645. 28 dan 30 cm. maka dalam penyusunan JIP dilakukan proses agregasi dan disagregasi..051 unit agregat/tahun atau terjadi peningkatan sebesar 41. dimana waktu proses masing-masing operasi yang dibutuhkan untuk pembuatan masingmasing ukuran berbeda-beda.5%). Dengan melakukan penyeimbangan lintasan produksi kapasitas produksi reguler meningkat dari 308. Ada beberapa ukuran panci yang diproduksi. Oleh karena itu perlu dilakukan penyeimbangan lintasan dalam upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi reguler.299.9.00. Penambahan jumlah mesin pada alternatif 1 sebanyak 5 unit. Belum optimalnya kapasitas reguler disebabkan kurang seimbangnya lintasan produksi saat ini. Karena kapasitas reguler yang dimiliki kurang.

MT Yenni M. Dalam penelitian ini penulis mengunakan flowchart. Information. Pemeliharaan bangunan itu sendiri secara garis besar dapat didefinisikan sebagai suatu proses pengelolaan bangunan. ST. Djajalaksana. Data-data yang dikumpulkan adalah struktur organisasi. Untuk kondisi mendatang UPG ditarik menjadi Biro Pemeliharaan Gedung (BPG) sehingga dapat meningkatkan kinerja penyelesaian masalah yang semakin banyak. kegiatan pemeliharaan fisik gedung dikerjakan oleh Unit Pemeliharaan Gedung (UPG) dan kegiatan Mechanical & Electrical (ME) dikerjakan oleh Unit Kerumahtanggaan 1 dapat mengakibatkan suatu masalah yaitu keterlambatan dalam penyelesaian pemeliharaan gedung. dan semakin banyak masalah yang ada. deskripsi pekerjaan. Control. bagan alir informasi. prosedur. Dari hasil analisis menunjukkan semakin banyaknya pertambahan gedung mengakibatkan semakin bertambahnya tugas pemeliharaan gedung. Oleh sebab itu untuk mempertahankan kondisi bangunan tersebut supaya dapat terjaga maka diperlukan suatu kegiatan pemeliharaan. fasilitas atau infrastruktur untuk mempertahankan fungsi bangunan tersebut sesuai dengan rencana. Universitas Kristen Maranatha (UKM) dengan semakin bertambahnya gedung yang dimiliki menyebabkan ruang lingkup pemeliharaan semakin besar. Dengan kondisi seperti saat ini. Efficiency. Pengumpulan data dan informasi mengenai sistem. dilakukan dengan mewawancarai bagian-bagian yang berhubungan dengan pemeliharaan gedung yaitu UPG. Unit Kerumahtanggaan 2 (Kepala Bagian Kebersihan) dan Pembantu Rektor II (PR II). Prosedur dan Formulir di Universitas Kristen Maranatha Christina..33(2004) Analisis dan Usulan Sistem Pemeliharaan Gedung Serta Fasilitasnya. formulir. Agar sistem pemeliharaan gedung lebih baik lagi dalam menangani kebutuhan pemeliharaan bangunan secara keseluruhan gedung di UKM termasuk Gedung GWM. agar usia rencana bangunan dapat tercapai. Masalah sebenarnya sudah ada dari sejak dulu. MBA Otman Awih Bangunan atau gedung merupakan salah satu sarana untuk mendukung tercapainya tujuan dan terlaksananya fungsi-fungsi pokok organisasi pemakai atau pengguna bangunan secara optimal. tapi dengan bertambahnya pekerjaan yang harus ditanggani maka masalah tersebut makin lama makin mengganggu dalam pemeliharaan gedung itu sendiri. prosedur dan formulir pemeliharaan gedung di UKM. Bagian lain seperti ME dan koster juga perlu disertakan dalam biro tersebut untuk menunjang kerja . dan instruksi kerja. analisis PIECES (Performance. Unit Kerumahtanggaan 1. maka dilakukan penelitian mengenai sistem pemeliharaan bangunan yang saat ini berjalan. Dengan bangunan yang apik. Services) dalam menjabarkan keadaan sistem yang ada ditempat Unit Kerumahtanggaan 1 dan Unit Pemeliharaan Gedung secara khususnya. terpelihara dan berjalan sesuai dengan fungsinya maka akan menimbulkan kesan yang baik bagi penggunanya dan bagi orang yang melihatnya. Economy.

BPG dalam bertindak dilapangan. . Selain itu juga terdapat beberapa prosedur yang diperbaiki dan beberapa formulir yang diusulkan untuk menunjang kinerja dari BPG itu sendiri.

Dan analisis finansial. Danamartha Sejahtera Utama perlu dilakukan analisis kelayakan yang menganalisis beberapa aspek yaitu aspek pemasaran. Hal tersebut dapat dilihat juga dan trend peningkatan jumlah mahasiswa yang masuk. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa upaya peningkatan kapasitas dengan cara menambah mesin fotocopy adalah layak ditinjau dari aspek pemasaran.34(2004) Analisis Kelayakan Peningkatan Kapasitas Usaha Fotocopy PT. maka perusahaan ingin menambah kapasitas produksinya. diketahui estimasi permintaan untuk tahuntahun mendatang menunjukkan kecenderungan meningkat. Dengan adanya penambahan mesin fotocopy ini. MT Nita May K PT.779).212. Seiring dengan bertambahnya jumlah mahasiswa. dapat diketahui jenis dan jumlah penambahan mesin fotocopy yang diperlukan dalam meningkatkan kapasitas produksi. Dari analisis aspek teknis. Danamartha Sejahtera Utama Bandung Ir. maka usaha . Karena analisis dari aspek pemasaran dinilai layak. harga fotocopy dan jilid relatif lebih murah dibandingkan dengan pesaing-pesaing lainnya. Danamartha Sejahtera Utama cukup tinggi. Oleh karena itu penggantian mesin layak dilakukan. Maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan kapasitas produksi adalah layak ditinjau dari aspek teknik. Untuk itu perusahaan merencanakan akan menambah mesin fotocopy agar dapat meningkatkan kapasitas produksi. Dan analisis aspek pemasaran. Dari faktor bauran pemasaran perusahaan unggul dari pesaing dalam faktor lokasi yang berada di dalam lingkungan kampus. Penambahan mesin ini disesuaikan dengan estimasi permintaan. ST. Danamartha Sejahtera Utama merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan fotocopy dan penjilidan. Hasil perhitungan NPV memperlihatkan nilai yang positif ( 14. Untuk peningkatan produksi yang akan dilakukan oleh PT. Setelah diketahui keterbatasan kapasitas produksi ini disebabkan oleh terbatasnya mesin fotocopy yang dimiliki perusahaan. aspek teknik.. Saat ini permintaan akan kebutuhan fotocopy dan penjilidan dari PT. Kartika Suhada. bahan baku dan tenaga kerja mampu dilakukan perusahaan. maka diperlukan penambahan bahan baku dan tenaga kerja. MT Vivi Arisandhy. Trend permintaan fotocopy dan penjilidan di masa yang akan datang meningkat. karena keterbatasan kapasitas tidak semua permintaan terpenuhi. Dan hasil kajian tersebut diketahui penambahan mesin yang akan dilakukan pada tahun 2004 sebanyak 1 unit beg itu pula pada tahun berikutnya kecuali pada tahun 2007 dilakukan penambahan sebanyak 2 unit. aspek finansial dan aspek lingkungan. maka dapat dilanjutkan ke analisis aspek teknis. dapat diketahui jumlah investasi vang diperlukan untuk peningkatan kapasitas produksi. Untuk meng etahui kelayakan dari aspek finansial perlu dilakukan penilaian investasi Payback Period dicapai pada tahun 2004 bulan ke-3.

maka usaha peningkatan kapasitas ini layak untuk dijalankan. aspek finansial dan aspek lingkungan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi layak untuk dilakukan. Hasil dari analisis aspek pemasaran. Nilai yang diperoleh IRR>MARR. aspek teknik. Untuk itu perusahaan perlu segera untuk melakukan peningkatan kapasitas produksi agar perusahaan dapat memenuhi permintaan yang lebih banyak. .peningkatan kapasitas ini layak untuk dijalankan.

sering kali terjadi kekuragan dan penumpukan produk di gudang. Penentuan jumlah produk di PD Bintang Terang berdasarkan intuisi dari pemilik. Dari perhitungan dengan metode usulan. vetsin. Dengan metode yang saat ini digunakan oleh perusahaan. dan kecap. Bintang Terang. yang berperan lebih besar dalam meminimalkan ongkos total adalah ongkos kekurangan persediaan. MT Ir.70% samapi 45. meliputi produk bihun. karena apabila terjadi kekurangan. Penghematan ini didapatkan dari penghematan ongkos pemesanan dan ongkos kekurangan persediaan. soun.31% tergantung dari jenis tiap ietm produk dengan rata-rata penghematan untuk semua item produk yaitu sebesar 14. 3 hari sekali untuk produk-produk kecap.35(2004) Usulan Pengendalian Persediaan yang Optimal di PD “Bintang Terang” Santoso. Bintang Terang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pendistribusian bahan makanan.. Kartika Suhada. konsumen akan cenderung beralih ke merek lain. MT Lisa Mariana PD. Untuk itu peneliti mengusulkan metode TPPS untuk menghitung jumlah pesanan dan waktu pemesanan agar ongkos total yang diperoleh dapat ditekan seminimal mungkin tanpa adanya kekurangan. Perusahaan perlu mengatur jumlah persediaannya. Namun.96%. diharapkan dapat memperbaiki kekurangan metode perencanaan dan pengendalian persediaan produk di PD. Dengan menggunakan metode yang diusulkan. . dengan periode pemesanan setiap 6 hari sekali untuk item produk bihun Jmpl dan Soun. didapatkan penghematan sekitar2. ST. 18 hari sekali untuk item produk bihun Bhg 250 dan Vetsin.

Proritas yang digunakan staff laboratorium komputer dalam menyusun jadwal adalah berdasarkan fakultas/jurusan yang tercepat menyerahkan jadwal yang akan dialokasikan. fakultas jurusan memiliki jadwal yang tetap untuk setiap semesternya sehingga fakultas jurusan tidak perlu repot mengatur jadwal kebutuhan pemakaiaan laboratorium komputer setiap semester. Prosedur yang diusulkan memperhatikan tingkat utilisasi ruang laboratorium. antara lain munculnya istilah “siapa cepat dia dapat” dalam memperoleh jadwal penggunaan laboratorium komputer tanpa adanya batasan waktu dalam proses penginformasian data yang diminta oleh laboratorium komputer dan jadwal permintaan yang disampaikan oleh fakultas/jurusan yang berubah-ubah dapat menimbulkan kesulitan bagi staff laboratorium komputer dalam mengatur jadwal penggunaan laboratorium komputer. prosedur penjadwalan penggunaan laboratorium komputer tersebut memiliki beberapa kelemahan. MT Ir.38% . Peneliti mengusulkan prosedur penjadwalan penggunaan laboratorium komputer yang bersifat tetap. peningkatan utilisasi ruang yang meningkat dari 27. Dalam hal pengaturan penggunaan laboratorium tersebut.97. Selain itu. . staff laboratorium komputer meminta masukan jadwal yang dikehendaki dari seluruh fakultas/jurusan. kecuali Jurusan Teknologi Informasi dan Teknik Elektro. Kartika Suhada. karena tidak ada koordinasi di antara fakultas/jurusan.44% menjadi 88. Di samping itu. ST. Namun.100% (dilihat dari jam kerja regular di Universitas Kristen Maranatha) serta pengurangan jam lembur dari 31 jam menjadi 11 jam per minggu. dapat menyebabkan terjadinya bentrok jadwal antar fakultas/jurusan. tingkat utilisasi laboratorium komputer kurang diperhatikan. Berdasarkan hasil pengamatan. Manfaat yang diperoleh dengan menerapkan prosedur penjadwalan yang diusulkan yaitu staff laboratorium tidak mengalami kesulitan dalam menyusun jadwal penggunaan laboratorium. peneliti mengusulkan prosedur penyusunan jadwal penggunaan laboratorium komputer yang sebaiknya diterapkan.92% (dilihat dari jam terpanjang) dan peningkatan utilisasi ruang dari 27.100% menjadi 97. MT Okrati Restu Laboratorium komputer merupakan salah satu fasilitas laboratorium milik Universitas Kristen Maranatha yang digunakan oleh seluruh fakultas/jurusan.62% .36(2004) Usulan Prosedur Penyusunan Jadwal Penggunaan Laboratorium Komputer di Universitas Kristen Maranatha Santoso.33% . Oleh karena itu.79% 94.. jam lembur yang dibutuhkan dan pengalokasian jadwal praktikum dari masing-masing fakultas/jurusan pada hari yang sama.

Empat produk lainnya diproduksi untuk pasar lokal (dalam negeri). Pada kondisi lintasan setelah dilakukan penyeimbangan tanpa dilakukan penambahan mesin terjadi peningkatan nilai estimasi keuntungan. Kayo Surya Utama Victor Suhandi. Tipe AH 14A693G08 merupakan tipe yang paling banyak di produksi untuk diekspor ke Jepang. AUOOA211 G03. yaitu tipe AH14A693G08. MT I Made Sumaryana PT.40/tahun atau sebesar Rp.1.80/tahun (2.668/tahun dapat terpenuhi. Setelah dilakukan penyeimbangan lintasan produksi tanpa dilakukan penambahan mesin. efisiensi lintasan meningkat menjadi 86. jumlah permintaan untuk pipa kapiler AH14A693G08 selama satu tahun ke depan adalah sebanyak 271. yaitu dari Rp.000 unit/tahun dilakukan penambahan 5 buah mesin dan 2 orang tenaga kerja. Kartika Suhada..60/tahun menjadi Rp.57% dan kapasitas produksi yang dapat dihasilkan untuk pipa kapiler AH14A693G08 meningkat menjadi 210. Setelah dilakukan penyeimbangan lintasan serta dilakukan penambahan 1 mesin welding.126 unit/tahun.871. dan AUOOA 129G23. Ada beberapa tipe pipa kapiler yang diproduksi.000 unit/tahun. Dari hasil pengamatan peneliti.75%. Penambahan sumber daya tersebut adalah dengan melakukan penambahan mesin dan jumlah tenaga kerja. Periode pengembalian investasi (pembelian mesin) terjadi dalam jangka waktu 0. nilai ROI yang diperoleh sebesar 103.036.766.301. yaitu dari . Kapasitas produksi tersebut masih belum dapat memenuhi permintaan secara keseluruhan. MT Ir.668 unit/tahun. Berdasarkan hasil perhitungan peramalan.09%). Oleh karena itu perusahaan bermaksud untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Sedangkan setelah dilakukan penyeimbangan lintasan serta dilakukan penambahan mesin dan tenaga kerja terjadi peningkatan nilai estimasi keuntungan.730. efisiensi lintasan menjadi 68.32 % dan permintaan pipa kapiler AH 14A693G08 sebesar 271. Efisiensi lintasan saat ini adalah sebesar 60.96 tahun. Besar kapasitas produksi tersebut belum dapat memenuhi permintaan secara keseluruhan. Hal tersebut terlihat dari adanya penumpukan barang setengah jadi pada beberapa stasiun kerja tertentu.123. Berdasarkan perhitungan. Pada saat ini PT.36. Kayo Surya Utama menghadapi masalah dalam memenuhi jumlah permintaan yang diterima.425. Untuk dapat memenuhi permintaan produk lokal sebanyak 384. Kayo Surya Utama adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan pipa kapiler untuk suku cadang lemari es.589 unit/tahun dan kebutuhan tenaga kerja dapat dihemat dari 40 orang menjadi 36 orang. terlihat bahwa kondisi lintasan produksi yang diterapkan saat ini belum seimbang.21% dan perusahaan dapat memproduksi pipa kapiler AH14A693G08 sebanyak 210. ST. sedangkan produk lokal diketahui sebanyak 384. yaitu ke Mitsubishi Electric Coorporation. Upaya yang dilakukan untuk dapat meningkatkan kapasitas produksi adalah dengan melakukan penyeimbangan lintasan produksi dan penambahan sumber daya. AUOOC606G01.37(2004) Upaya Peningkatan Kapasitas Produksi Untuk Memenuhi Permintaan Suku Cadang Lemari Es di PT.1.907. Perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan yang diterima karena keterbatasan kapasitas produksi yang dimiliki. AQOOB003G01.

Rp.80/tahun atau sebesar Rp.40/tahun menjadi Rp.2.564.239.657.199.664.1. 432.907. .49%).40/tahun (24.425.766.

Apabila ketersediaan bahan baku tidak mencukupi. PT Warna Mikha Mitra Sejati adalah sebuah perusahaan yang memproduksi cat dan thiner.38(2004) Usulan Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Thiner di PT Warna Mikha Mitra Sejati Bandung Vivi Arisandhy. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan. yang memegang peranan penting dalam menjaga kelancaran kegiatan produksi yang berlangsung. yaitu departemen pemrosesan / pengadukan dan departemen pengisian. sedangkan apabila ketersediaannya berlebihan. biaya tenaga kerja. MT Ir. sedangkan untuk departemen pengisian dilakukan perhitungan waktu baku. maka menimbulkan total ongkos simpan yang tinggi. Metode pengendalian persediaan yang diterapkan perusahaan adalah berdasarkan perkiraan dan belum terintegrasinya antara pengendalian persediaan bahan yang satu dengan bahan baku lainnya. Dari tiga tipe produk thiner yang diproduksi. maka kegiatan produksi akan terhenti. dimana biaya . Peneliti terlebih dahulu melakukan peramalan permintaan untuk masa yang akan datang dengan bantuan software QS. diusulkan penerapan metode MRP (Material Requirement Planning). Oleh karena itu kapasitas departemen pemrosesan yang digunakan sebagai patokan besar kapasitas produksi perusahaan dalam perhitungan perencanaan produksi. Oleh karena itu.. dan biaya simpan Langkah selanjutnya adalah penyusunan rencana produksi agregat. Lang kah berikutnya adalah perhitungan kapasitas tiap departemen. Setelah didapat Jadwal Induk Produksi maka dilakukan perhitungan MRP (Material Requirement . Saat ini perusahaan sedang menghadapi masalah dalam pengendalian persediaan bahan baku thiner. Kartika Suhada. Metode ini cocok diterapkan untuk kondisi adanya kebergantungan antara besar kebutuhan bahan baku yang satu deng an bahan baku lainnya. dimana dalam memproduksi thiner ada 2 departemen yang terlibat. diketahui bahwa penyebab terjadinya hal di atas adalah kurang tepatnya metode pengendalian persediaan yang diterapkan perusahaan. Kadang-kadang ketersediaan salah satu atau beberapa bahan baku tidak mencukupi. Oleh karena itu ketersediaan bahan baku harus dikendalikan. ST. Langkah berikutnya adalah perhitung an elemen biaya yang terkait. Untuk menghitung kapasitas departemen pemrosesan / pengadukan dipergunakan peta pekerja mesin. Hasil perhitungan menunjukkan kapasitas departemen pemrosesan lebih kecil daripada departemen pengisian. yang kemudian dilakukan penyusunan Jadwal Induk Produksi dimana metode yang digunakan untuk melakukan disagregasi adalah meaode Hax and Britain. sehingga kegiatan produksi terhenti.biaya yang dihitung adalah harga pokok produksi. MT Nico Filemon Hermawan Bahan baku merupakan salah satu sumber daya milik perusahaan. thiner ND dijadikan sebagai produk yang mewakili (surrogate product) dalam perhitungan perencanaan produksi.

.3%. Dari hasil perhitungan ongkos total. 135. penerapan metode MRP dapat menghemat biaya total pengendalian persediaan yang timbul untuk bulan Januari 2004.444.Planning) untuk merencanakan jadwal produksi dan pemesanan bahan baku ketiga macam thiner yang akan dibuat. sebesar Rp 2.74 atau 41.

MBA Kumala Kencanawati Haryanto Dari hasil penelitian pendahuluan. Bandung yaitu untuk memperhatikan segmen pengunjung mayoritas hasil penelitian yaitu kaum wanita. Bandung saat ini yaitu pada lokasi yang dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan umum. Oleh karena itu. potongan harga. iklan dan promosi. lebih sering melakukan iklan dan promosi dengan menjadi sponsor. menawarkan potongan harga maupun hadiah kepada konsumen.999.d.39 (2004) Usulan Strategi Pemasaran untuk Peningkatan Kinerja Layanan Supermarket Hero (Studi Kasus di Supermarket Hero Cabang Setrasari. faktor-faktor yang belum memenuhi harapan konsumen di supermarket Hero cabang Setrasari. melalui wawancara langsung.-.s. Bandung) Yenni M. pihak manajemen Supermarket Hero cabang Setrasari. Hasil Analisis GAP menunjukkan bahwa faktor-faktor yang telah melebihi harapan konsumen di supennarket Hero cabang Setrasari. Sementara itu. Saran yang diusulkan untuk supermarket Hero cabang Setrasari.999. diketahui kelebihan supermarket Hero cabang Setrasari. memeriksa kembali kebijakan penetapan harga dan memperhatikan fluktusi harga yang terjadi sehingga dapat menawarkan harga yang bersaing dan tepat. pekerja wiraswasta. penyediaan selebaran tawaran produk. Sementara itu. disertai usulan strategi pemasaran untuk peningkatan kinerja layanan yang masih belum sesuai dengan harapan konsumen pada umumnya. kecekatan petugas dalam memberikan pelayanan. penulis mengadakan penelitian yang bennaksud untuk mengetahui kinerja Hero saat ini yang telah memenuhi harapan konsumen dan belum memenuhi harapan konsumen. Bandung yaitu faktor lokasi. iringan musik maupun iklan yang tidak mengganggu. penyediaan toilet. memasang spanduk iklan mengenai program tertentu di luar gedung supermarket Hero cabang Setrasari. pencantuman harga barang dengan jelas. kekurangan yang masih memerlukan perbaikan yaitu pada penawaran harga. dengan tidak mengabaikan segmen yang lainnya. Dari Importance Performance Analisis. untuk mengetahui kesenjangan antara persepsi dan harapan konsumen pada beberapa variabel berdasarkan faktor-faktor yang mendorong konsumen untuk berbelanja. personel penjualan. .. Rp 2. jarak gang antar rak bisa dilewati oleh dua kereta dorong. usia 21-28 tahun yang merupakan market potensial. sifat dan kualitas ragam barang. pelayanan yang diberikan.000. yang salah satunya disebabkan bclum ada pengukuran kinerja saat ini yang akan dijadikan acuan. atmosfer toko maupun suasana. penghasilan per bulan sebesar Rp 1. penulis mengetahui bahwa sebagai supermarket yang baru di daerah Setrasari yang dihadapkan dengan pesaing yang telah memiliki pelanggan tetap. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Analisis GAP. mempertahankan harga produk impor sebagai suatu nilai lebih. Bandung mengalami kesulitan untuk menetapkan strategi ke depan. Bandung serta melakukan training yang baik pada tiap karyawannya. Bandung yaitu faktor harga. atribut fisik maupun fasilitas. Djajalaksana.500.

40(2004) Usulan Perbaikan Produk Meja dan Kursi Penerima Tamu Secara Ergonomis (Studi Kasus di Ruang Administrasi Laboratorium Analisa Perancangan Kerja dan Ergonomi Universitas Kristen Maranatha) Ie Vie Mie. ST. Diharapkan dengan demikian akan memberikan keyamanan bagi pengguna lorong tunggu Lab. mengingat sekat-sekat ruangan Lab. khususnya untuk mahasiswa yang akan melakukan aktivitas. Selain itu karena kurangnya ventilator. produk kursi tunggu juga disesuaikan dengan data Antropometri mahasiswa. maka lorong yang letaknya berada di basement II tersebut menjadi lembab.APK&E UKM terbuat dari bahan yang mudah terbakar. temperatur dan kelembaban pada lorong tunggu belum memenuhi kondisi ideal. tetapi masih dirasakan kurang terang. Dari penelitian yang dilakukan penulis. Alat ini dirasakan penting. APK&E UKM.APK&E yang terletak pada basement II Gedung Teknik. Lorong Lab. aliran udara menjadi kurang baik. maka harus diciptakan suatu lingkungan yang nyaman. yang dijadikan tempat tunggu saat ini. Untuk itu diusulkan produk rancangan kursi tunggu yang dapat dilipat untuk menghemat tempat. lorong.. ST. Lorong yang berada di basement II gedung Teknik gelap. Agar aktivitas yang berlangsung dalam Laboratorium dapat mencapai tujuannya. seperti alat pencegah bahaya kebakaran. dijadikan sebagai tempat tunggu. Untuk lingkungan fisik diusulkan penambahan lampu sehingga mencapai intensitas cahaya yang ideal untuk membaca dan menulis.. Pemasangan AC untuk mengatasi temperatur dan kelembaban yang kurang baik. dimana orang tersebut tidak bisa langsung dilayani. MT Wawan Yudiantyo. . Intensitas cahaya pada lorong tunggu masih kurang. Alat keamanan pada lorong masih kurang. dirasakan kurang ergonomis. khususnya untuk orang yang datang ke suatu tempat. walaupun sudah terdapat beberapa lampu untuk penerangan. seperti praktikum dan asistensi. MT Shirley Permatasari Tempat tunggu merupakan tempat yang penting. Dan pemasangan alat hydrant untuk pencegahan bahaya kebakaran. Hasil Analisa menunjukan bahwa dimensi produk kursi tunggu aktual belum sesuai dengan dimensi tubuh pengguna. maka orang tersebut harus menunggu di tempat yang telah disediakan (tempat tunggu). sehingga dapat mendukung konsentrasi belajar mahasiswa.

tipe D = 12 unit. divisi umum.21% menjadi 77. peningkatan efisiensi lintasan sebesar 42. Dengan menggunakan metode penyeimbangan lintasan usulan. Sekarang ini kapasitas produksi per bulan yang dimiliki divisi Screw Conveyor belum dapat mencukupi permintaan konsumen walaupun perusahaan sudah menggunakan jam lembur. dan tipe E = 8 unit. screw 5m (tipe D). divisi Screw Conveyor (objek penelitian). Salah satu penyebabnya adalah tidak seimbangnya pembebanan kerja setiap stasiun kerja pada divisi Screw Conveyor. screw conveyor 10m (tipe C). screw extruder (tipe E). Dari kedua metode penyeimbangan lintasan produksi yang digunakan (Metode Region Approach dan Metode Rank Positional Weight). dan tipe F perusahaan sudah dapat memenuhi permintaan. Ketidakseimbangan beban kerja dapat dilihat dari banyaknya stasiun kerja yang menganggur dan penumpukan barang setengah jadi pada stasiun kerja tertentu. dan meningkatkan kapasitas produksi.58°%).67 (dari 30499. mesin las = 3 unit (berkurang 2 unit). tipe C = 8 unit. Jumlah pekerja usulan berkurang dari 24 orang menjadi 21 orang. Saat ini kapasitas per bulan yang dihasilkan perusahaan dengan menggunakan jam kerja reguler dan jam lembur masih mengalami kekurangan untuk tipe A = 7 unit.Sc Andi Indrawan PT.41(2004) Usulan Peningkatan Kapasitas Produksi dalam Upaya Memenuhi Permintaan pada PT. penurunan smoothnes index (menunjukkan kelancaran dari suatu lintas produksi. mesin rol dan mesin tekuk masingmasing = 1 unit (masing-masing berkurang 1 unit). metode yang terpilih adalah metode Region Approach Revision (usulan). semakin kecil semakin baik karena berarti perbedaan waktu antar stasiunstasiun kerja yang ada tidak terlalu besar) sebesar 19350. tipe B = 1 1 unit. Heru Susilo.79%(dari 36. Untuk membantu memperlancar aliran material.95%). Berdasarkan peramalan yang dilakukan. tipe B = 26 unit. Produk yang dijadikan objek penelitian adalah produk yang tingkat permintaan-kumulatifnya mencapai 90% dalam 1 tahun terakhir yaitu produk screw conveyor 5m (tipe A).5m (tipe B). Jumlah mesin usulan yang digunakan adalah mesin potong plat. ST.31). MT Ir.98 menjadi 11149.27% (dari 35. M. perusahaan dapat memenuhi permintaan per bulan untuk semua tipe produk hanya dengan menggunakan jam kerja reguler. Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah mengusulkan pembebanan kerja yang seimbang. Kerta Laksana merupakan perusahaan yang bergerak dalam sektor pembuatan peralatan pertanian dan konstruksi mesin. Kelebihan dari metode penyeimbangan lintasan usulan adalah terjadinya peningkatan utilisasi stasiun kerja sebesar 43. screw conveyor 7. Saat ini PT Kerta Laksana memiliki 3 divisi yang aktif yaitu divisi mesin giling.. tipe C = 18 unit.16% menjadi 79. Kerta Laksana Bandung Santoso. penulis mencoba menyusun tata letak mesin dengan menggunakan pendekatan from to chart frekuensi. Sedangkan untuk tipe D. . jumlah permintaan per bulan untuk tipe A = 16 unit.

mesin bubut = 4 unit. mesin gergaji potong 1 unit (tetap). . gerinda tangan = 3 unit (masing-masing bertambah 1 unit). Untuk penambahan mesin bubut dan gerinda tangan perusahaan menggunakan mesin cadangan yang dimiliki Saran untuk perusahaan adalah sebaiknya perusahaan memindahkan kelebihan jumlah tenaga kerja dan kelebihan mesin ke bagian lain yang membutuhkan atau dapat dijadikan sebagai cadangan. mesin las plasma 2 unit (tetap).

PT. Kualitas pelayanan memegang peranan penting untuk memenuhi kebutuhan konsumennya. Penulis menggunakan metode Servqual untuk mengetahui kesenjangan yang terjadi antara persepsi dengan harapan konsumen (Gap 5). Oleh karena itu disarankan agar pihak manajemen lebih sering melakukan riset dan melakukan komunikasi dengan konsumen untuk mengetahui apa yang diharapkan konsumennya dan juga membuat program kerja bagi karyawannya dan . dengan rata-rata kepuasan konsumen secara keseluruhan sebesar . menyebabkan ketidaksesuaian dengan harapan konsumen. Selain itu adanya perbedaan persepsi manajemen dengan karyawan tentang standar kinerja.KAI. sehingga konsumen tidak merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh PT. Christina Wirawan. ST. Kereta Api Indonesia dengan Menggunakan Pendekatan Dimensi Kualitas Pelayanan (Studi Kasus pada KA.0.411. KAI DAOP II) Ir. Parahyangan PT. mempengaruhi karyawan yang telah konsisten menerapkan standar dan memenuhi janji.KAI. kesenjangan antara persepsi manajemen tentang harapan konsumen dengan spesifikasi kualitas jasa (Gap 2).KAI. MT Carrie Prima A Pada saat ini masyarakat lebih kritis terhadap pelayanan jasa yang ditawarkan oleh sektor public service khususnya PT.. bukan berarti PT. kesenjangan antara spesifikasi kualitas jasa dengan penyampaian jasa (Gap 3) dan kesenjangan antara penyampaian jasa dengan komunikasi eksternal (Gap 4). Terdapat modifikasi cara pengukuran gap yaitu pada Gap 3 terdapat pengukuran spesifikasi kualitas jasa oleh konsumen dan pada Gap 4 terdapat pengukuran komunikasi eksternal oleh konsumen. Oleh sebab itulah PT. Untuk itulah dilakukan suatu penelitian untuk mengidentifikasikan faktor-faktor intern yang menentukan kualitas layanan di PT. MT Rudijanto Muis. Penyebab ketidakpuasan konsumen ini adalah karena adanya penjabaran spesifikasi standar kinerja perusahaan yang tidak sesuai dengan keadaan dilapangan saat ini.KAI tidak memperhatikan kualitas pelayanannya Kepuasan pelanggan tetap harus diperhatikan. kesenjangan antara harapan konsumen dengan persepsi manajemen (Gap 1). Kualitas pelayanan yang buruk akan menimbulkan keluhan-keluhan dari pelanggannya yang akhirnya bisa berdampak buruk bagi perusahaan (PT. Sekarang ini telah terjadi penurunan penumpang KA Parahyangan kelas Bisnis sebesar 3 %.42(2004) Analisis Kualitas Pelayanan jasa PT.KAI hingga saat ini merupakan perusahaan monopoli. Meskipun PT. berusaha untuk tetap mempertahankan pelanggannya dan meningkatkan kualitas pelayanan agar konsumen merasa puas. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa konsumen tidak merasa puas dengan pelayanan dari PT. KAI sebagai salah satu public service yang ada di Indonesia.KAI dituntut untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas layanannya.KAI.KAI).

.dikomunikasikan dengan karyawannya dengan baik guna memenuhi kebutuhan konsumen. Job description dari tiap pekerjaaan dibuat secara tertulis dan jelas sehingga karyawan mengetahui hak dan kewajibannya dalam bekerja guna dapat memenuhi kebutuhan konsumen.

maka nilai yang dihasilkan pada jadwal non delay kecil dibandingkan metode perusahaan. Nilai mean lateness penjadwalan non delay besarnya -2 hari.. Masalah yang sering dihadapi oleh perusahaan adalah sering terjadi keterlambatan pemenuhan pesanan pada divisi screw conveyor sehingga dikhawatirkan dapat mengakibatkan hilangnya kepercayaan pelanggan dan denda yang harus ditanggung perusahaan. MONPR (Most Operation Remaning). keterlambatan yang terjadi dikarenakan perusahaan belum menerapkan metode penjadwalan yang baik. dan Maximum Lateness. pengerjaan komponen yang mempunyai kesamaan dalam proses operasi akan dikerjakan berurutan. 6 departemen memiliki waktu selesai lebih cepat dengan penjadwalan non delay.43(2004) Usulan Penerapan Penjadwalan Job Shop dengan Metode Heuristic untuk Produk Screw Conveyor di PT. MT Lestari Yuli Hastuti. batas waktu yang ditentukan (due date) dari masing-masing pesanan yang diterima. Mean Tardiness. Kerta Laksana adalah perusahaan yang termasuk dalam kelompok manufaktur mesin. Nilai maximum completion time kedua penjadwalan tersebut = 23 hari. Kriteria pemilihan metode penjadwalan terbaik yang akan diusulkan berdasarkan minimasi jumlah pesanan yang terlambat (min. Aturan prioritas yang digunakan adalah EDD (Earliest Due Date). menetapkan urutan pengerjaan komponen tiap pesanan berdasarkan prioritas total waktu proses standar terbesar. ST. of tardy jobs) dan kriteria lain yang dipertimbangkan adalah mean tardiness. maximum lateness. maka termasuk ke dalam penjadwalan job shop. Dilihat dari jumlah pesanan terlambat. Random. lebih kecil dibandingkan dengan penjadwalan aktif. Metode penjadwalan yang saat ini diterapkan oleh perusahaan adalah memprioritaskan pengerjaan pesanan yang diterima lebih awal. Kartika Suhada. Metode tersebut tidak mempertimbangkan faktor urutan operasi dari masing-masing pesanan yang diterima. MT Dominica Audrie PT. Nilai mean tardiness dan maximum lateness yang dihasilkan kedua jadwal tersebut = 0. sedangkan dengan penjadwalan aktif hanya I departemen saja. Kerta Laksana Ir. dan maximum completion time. Total waktu menganggur penjadwalan non delay . Dari 24 departemen. dan pengelompokan jenis komponen berdasarkan komponen utama dan bukan utama. Hasil yang diperoleh dari perhitungan penjadwalan aktif dan non delay adalah tidak terdapat pesanan yang terlambat. Dari hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan. Total waktu menganggur untuk penjadwalan non delay lebih kecil dua menit dibandingkan penjadwalan aktif. MWKR (Most Work Remaining). mean lateness. Metode yang digunakan adalah Priority Dispatching (Heuristic) yang terdiri dari algoritma penjadwalan aktif dan non delay. Mean Lateness. dan jumlah mesin yang dapat digunakan. Sifat produksi dari perusahaan adalah berdasarkan pesanan (job order). SPT (Short Processing Time). Dilihat dari pola aliran produksi yang terjadi dalam divisi screw conveyor.

Dari 24 departemen. sedangkan dengan metode perusahaan hanya 9 departemen. 13 departemen memiliki waktu selesai lebih cepat dengan penjadwalan non delay. . Dengan demikian. maka penjadwalan yang diusulkan adalah penjadwalan non delay.lebih kecil 1661 menit dibandingkan dengan metode perusahaan.

Dengan demikian Telkom Flexi harus dapat mengimbangi strategi pemasaran yang diterapkan pesaing agar para pelanggan Telkom Flexi tidak beralih pada operator lain bahkan dapat meraih pangsa pasar yang lebih tinggi. sebagai senjata mereka untuk meraih pangsa pasar. Untuk demografi sendiri diolah dengan menggunakan tabulasi silang (Crosstab) dan persepsi konsumen terhadap Telkorn Flexi diolah dengan menggunakan persentase dan pie chart. penentuan segmen pasar berdasarkan data demografi dan persepsi konsumen terhadap Telkorn Flexi dan pada akhirnya penyusunan strategi pemasaran Telkom Flexi berdasarkan pada 7 P. Selain itu juga dengan metode Correspondence Analysis yang bertujuan untuk mengetahui peta posisi persaingan sesama operator kartu selular CDMA. PT Telkorn menghadirkan layanan fixed wireless berbasis CDMA yang diberi brand Telkorn Flexi dimana biaya pemakaiannya mengacu pada tarif telepon rumah. process dan physical evidence dengan melihat keunggulan dan kelemahan yang dimiliki oleh Telkom Flexi dibandingkan dengan para pesaingnya dan berdasarkan pertimbangan segmen pasar yang dipilih. people. Fren dan Esia. Usulan strategi pemasaran bagi kartu selular CDMA Telkorn Flexi dilakukan dengan menggunakan bauran pemasaran yang terdiri dari 7 P yakni product.44(2004) Usulan Perumusan Strategi Pemasaran Kartu Selular Telkom Flexi Ir.. Untuk itu diperlukan strategi pemasaran yang tepat dan efektif bagi Telkom Flexi. Christina Wirawan. price. Setelah itu. serta peningkatan kebutuhan masyarakat akan telekomunikasi memunculkan teknologi dengan sistem baru di bidang telekomunikasi yang dikenal dengan CDMA (Code Division Multiple Access). Adanya tingkat peluang pasar yang tinggi pada teknologi CDMA ini dalam waktu yang relatif singkat Telkom Flexi telah memiliki 2 produk pesaing yang juga menggunakan biaya pulsa yang mengacu pada tarif telepon rumah. promotion. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Faktor yang berfungsi untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam memilih kartu selular CDMA. . Data yang diolah diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner kepada konsumen di kota bandung dengan menggunakan Purposive Sampling yaitu konsumen yang pernah menggunakan kartu selular Telkorn Flexi. kemudian peta posisi Telkom Flexi terhadap pesaing-pesaingnya. MT Indriani Kusumawati Perkembangan teknologi yang pesat pada saat ini. target perusahaan serta Positioning statement yang ditanamkan yaitu "Bukan Telepon Biasa" yakni Telkom Flexi sebagai telepon selular dengan pulsa rumah. ST. Penelitian dimulai dengan mengidentifikasikan faktor-faktor yang mcmpengaruhi konsumen dalam memilih kartu selular. place.

harga tertulis di buku menu. kerapihan pramusaji. Sedangkan dilihat dari aspek Place adalah tempat parkir luas. waktu menunggu pesanan cepat. variasi menu. MT Nessi Redinka Penelitian ini berjudul Analisis Peta Posisi untuk Menyusun Strategi Pemasaran (Studi kasus : PT. bentuk bangunan rnenarik. place. pemandangan indah (goodview). segmen 2 dan segmen 4. promotion. Metoda pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang dilakukan terhadap 150 orang responden yang pernah mencicipi makanan & minuman di ketiga tempat makan. Strategi pemasaran yang disusun ditujukan kepada segmen l. interior nyaman.45(2004) Analisis Peta Posisi untuk Menyusun Strategi Pemasaran (Studi Kasus: PT. Faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam memilih tempat makan berdasarkan aspek Product adalah keramahan pramusaji. kemasan produk menarik. Untuk meraih ketiga segmen tersebut BMC perlu memperhatikan kinerja pramusaji. Sedangkan untuk mengetahui posisi BMC terhadap pesaingnya yaitu Susu Murni Lembang dan Yoghurt Cisangkuy digunakan Correspondence Analysis. letak mudah ditemukan. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen berdasarkan 4P dilakukan perhitungan statistik menggunakan Confirmatory Factor Analysis. price. Bandung). membuka cabang di tempat lain yang lebih strategis adanya iklan baik melalui media cetak maupun elektronik. harga termasuk pajak. suhu produk disajikan sesuai dengan produknya. Rancangan alat ukur disusun peneliti mengacu pada taktik menyusun strategi pemasaran berdasarkan Bauran Pemasaran yang terdiri dari product. informasi di iklan mudah dipahami. place. Christina Wirawan. Terakhir.Agronesia (BMC). Agronesia (BMC) Bandung) Ir. penampilan produk. digunakan Analisis Master dan Tabulasi Silang (Crosstab) untuk mengelompokkan responden dan mengidentifkasikannya. Terakhir dari aspek Promotion adalah sponsor acara. pramusaji murah senyum. promotion (Hermawan Kertajaya : 2001). Dari peta posisi didapat bahwa keunggulan BMC dibandingkan pesaingnya sudah mencakup empat aspek bauran pemasaran yaitu product. wawancara dan catatan-catatan perusahaan. kebersihan wastafel. pramusaji mengerti produk. menyediakan fasilitas credit card. . kebersihan produk. akses tidak macet. Saran untuk BMC yang didapat dari kuesioner 1 adalah menambah jenis produk yang ditawarkan. diskon fasilitas credit card dan adanya harga promosi. price. hiburan. Peta posisi yang dimaksud disini adalah posisi BMC terhadap pesaingnya yaitu Susu Murni Lembang dan Yoghurt Cisangkuy. Berdasarkan aspek Price adalah harga terjangkau. nilai kesehatan produk. memperluas tempat parkir dan menurunkan harga. iklan.

Selain itu. pihak apotek membutuhkan waktu yang lama untuk mencari resep pada tumpukan resep. Masalah lain yang ditemukan adalah data konsumen juga tidak tertata secara baik dan rapi.. penjualan obat. Kelemahan-kelemahan tersebut dapat diketahui dengan membuat suatu diagram alir.46(2004) Analisis dan Usulan Sistem Informasi di Apotek “M” Bandung Vivi Arisandhy. MT Hengky Sebastian Apotek "M" sering mengalami kekosongan stok obat. Dokumen-dokumen tersebut dianalisis kekurangannya. Untuk dapat meminimasi kesalahan-kesalahan yang mengakibatkan aliran informasi menjadi tersendat. ST. MT Christina. sehingga apabila konsumen hendak menebus sisa obat. Pada Buku Persediaan Obat (BPO). ST. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses pemesanan obat. retur obat dan pengendalian persediaan obat dapat dilakukan dengan lebih cepat. penjualan obat maupun retur obat. Perancangan sistem informasi menggunakan perancangan secara komputerisasi. tetapi dari aliran informasi yang kurang baik di apotek tersebut. dikarenakan dalam BPO tidak ada tanggal kadaluarsa obat. Berdasarkan analisis... sehingga dapat dibuat suatu rancangan dokumen yang lebih baik dan lengkap. dilakukan juga pengumpulan dokumen-dokumen yang ada di Apotek "M" pada saat ini. maka langkah pertama yang perlu dilakukan oleh Apotek "M" adalah mengetahui kelemahan-kelemahan dari sistem informasi saat ini. Tersendatnya aliran informasi ini dikarenakan kurang lengkapnya informasi yang disampaikan atau yang akan digunakan pada saat pengolahan informasi. Akibatnya proses pengambilan keputusan dan pengolahan informasi di Apotek "M" dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. . infomasi yang ada masih kurang lengkap. data Pedagang Besar Farmasi (PBF) kurang Iengkap. penjualan obat. dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan sistem informasi secara komputerisasi maka proses pemesanan obat. retur obat dan pengendalian persediaan obat. baik pada saat proses pemesanan obat. Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap diagram alir tersebut. Namun kekosongan stok obat tersebut bukan dikarenakan kesalahan dari pengendalian persediaan.

memiliki kesan tertentu. brand recognition dan brand unavvare). memiliki kualitas sinyal yang baik. menunjukan bahwa untuk elemen brand awareness yang diolah dengan statistika deskriptif. Demikian pula dengan Samsung yang harus bersaing dengan Nokia. . mudah diperoleh. elemen perceived quality (performansi. bonus pembelian.63% untuk brand recognition dan 0% untuk brand unaware. MT Indah Victoria Sandroto. kualitas sinyal. satisfied hrwcr dan switcher). Dari hasil penelitian ekuitas merek ponsel Samsung. layanan perbaikan. Sedangkan tingkat peralihan mereknya adalah sebanyak 13 responden loyal dan 27 responden tidak loyal dari keseluruhan 40 responden. terdapat 0. brand recall. elemen brand association. memiliki kualitas suara yang baik. memiliki baterai yang relatif tahan lama. liking the brand. Untuk brand loyalty menggunakan statistika deskriptif dan rantai Markov. ST. Brand Equity tersebut terdiri dari elemen brand awareness (lop ofmirul. kualitas sinyal. kelengkapan konektivitas terletak pada kuadran I. memiliki layanan perbaikan yang memuaskan. Salah satu strategi tersebut adalah dengan "Merek". kualitas gambar. ponsel Samsung menempati posisi terendah untuk lop of mind. Pengukuran brand equity tcrsebut. konsumen terbesar dari Samsung termasuk pada kategori liking the brand 77. kepentingan dan kepercayaan) dan elcmcn brand loyally (connnitled buyer. memiliki banyak tipe/jenis.elemen Ekuitas Merek Ponsel Samsung sebagai Usulan untuk Mempertahankan dan Meningkatkan Pangsa Pasar Melina Hermawan. Suatu merek yang terkenal akan memiliki brand equity (ekuitas merek) yang kuat. kualitas baterai terletak pada kuadran II. dapat diketahui kelebihannya dalam atribut kualitas suara. tertinggi untuk brand recall serta terdapat 16 merek ponsel yang dikenal oleh responden. Siemens dan Sony Ericsson dalam pasar ponsel. Untuk elemen perceived quality dengan menggunakan uji Mann-U Whitney serta diagram Performance Important Analysis diketahui bahwa atribut mudah digunakan. memiliki kesan tertentu terletak pada kuadran III.. Dari hasil brand association menggunakan uji Cochran diketahui bahwa Samsung memiliki asosiasi-asosiasi sebagai berikut: memiliki kualitas gambar (display) yang baik. kualitas suara.47(2004) Analisis Pengukuran Elemen . harga relatif murah.. layanan perbaikan. kelengkapan menu. MT Bani Februarso Persaingan di pasar ponsel yang semakin ketat membuat setiap produsen ponsel untuk memiliki strategi dalam mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasarnya. ST. dilakukan dengan teknik pengumpulan data melalui survei dengan kuesioner sebagai alatnya sehingga diperoleh data-data yang dapat digunakan untuk mengusulkan strategi bagi pihak Samsung dalam dalam mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasarnya. memiliki banyak tipe/jenis terletak pada kuadran IV. Hasil penelitian di kota Bandung dengan respondennya adalah para pengguna ponsel atau yang pernah menggunakan ponsel serta memiliki pengetahuan dalam dunia ponsel.50%. kualitas desain.

mudah diperoleh. kelengkapan konektivitas. Hal ini dapat dijadikan bahan masukan bagi Samsung. agar Samsung dapat terus mengelola pangsa pasar yang sudah ada bahkan dapat meningkatkan pangsa pasarnya dengan membidik segmen baru. .kualitas baterai sedangkan kekurangannya dalam atribut mudah digunakan.

perkuliahan kelas malam ini layak untuk diadakan karena tersedianya dosen dan ruang kuliah yang cukup untuk pelaksanaan perkuliahan kelas malam. Hasil dari penyebaran kuesioner kepada dosen diperoleh data sebanyak 26 orang dosen bersedia mengajar pada perkuliahan pada malam hari.000 jika tenaga kerja yang digunakan semua tenaga kerja baru. yaitu siswa SMA sebanyak 122 orang. menyebarkan kuesioner kepada dosen untuk mengetahui kesediaan mereka mengajar perkuliahan kelas malam. Bila dibuka 2 kelas..langkah yang dilakukan dalam studi kelayakan aspek teknik adalah menghitung jumlah dosen yang diperlukan untuk mengajar di perkuliahan kelas malam. Dari segi aspek keuangan. namun jumlah mahasiswa peserta perkuliahan kelas malam minimal 102 orang yang dibagi dalam dua kelas.langkah yang dilakukan adalah menghitung besar biaya total yang harus dikeluarkan dan menghitung titik impas dari perkuliahan kelas malam ini. Hasil dari pengumpulan data.langkah yang dilakukan adalah melakukan survei dengan menyebarkan kuesioner ke sekolah . Christina Wirawan. dan kerugian sebesar Rp 24.tahun berikutnya mengalami peningkatan.48(2004) Analisis Kelayakan Perkuliahan Kelas Malam Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha Bandung Ir. aspek teknik dan aspek keuangan. Dalam studi kelayakan aspek pemasaran.548. universitas . kantor kantor. MT Melina Hermawan. karyawan sebanyak 49 orang dan mahasiswa Universitas Kristen Maranatha jurusan Teknik Industri sebanyak 216 orang.universitas lain dan Universitas Kristen Maranatha sendiri. aliran kas yang diperoleh tidak terdapat kerugian bahkan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.. kedua aliran kas yang diperoleh mengalami kerugian pada semester 2 tahun pertama sebesar Rp 13. jumlah total yang berminat terhadap pembukaan kelas malam ini sebanyak 387 orang. Dari hasil studi kelayakan.sekolah. untuk itu perlu dilakukan studi kelayakannya yang meliputi aspek pemasaran. pengolahan data dan analisis dilihat dari segi aspek pasar menunjukkan bahwa rencana ini dapat dilaksanakan karena banyak yang berminat untuk mengikuti perkuliahan kelas malam ini. ST. langkah . MT Maria Susanti Yenny Ratna Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha berencana membuka perkuliahan kelas malam Jurusan Teknik Industri. kemudian menghitung estimasi jumlah peminat perkuliahan kelas malam ini. langkah . Langkah . dengan jumlah masing . tetapi pada tahun .000 jika tenaga kerja yang digunakan tenaga kerja lama dan baru. MT Christina.masing kelas 51 orang mahasiswa. ST.174. Titik impas tercepat yang diperoleh dari hasil perhitungan adalah bila jumlah mahasiswa minimal sebesar 102 orang mahasiswa yang dibagi dalam dua kelas. . Titik impas tercepat dari hasil perhitungan adalah bila jumlah mahasiswa minimal sebanyak 51 orang mahasiswa dalam satu kelas. Hasil yang diperoleh dari perhitungan adalah jika dibuka 1 kelas.

Langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan perhitungan Coefficient of Variance. Produk yang dihasilkan antara lain PDIP. Moving Average with Linear Trend. Holt Winter. besar penghematan biaya pengendalian persediaan vang bisa diperoleh dengan menerapkan metode usulan adalah sebesar Rp 59. dimana diperoleh nilai CV untuk data permintaan setiap jenis IC berada di atas 0. Uji verifikasi dilakukan dengan menggunakan peta Moving Range. dan diperoleh bahwa data berada dalam batas kontrol. Pengendalian persediaan yang dijalankan perusahaan saat ini adalah melakukan pemesanan berdasarkan ukuran lot tertentu (perusahaan yang menetapkan).433. Linear Regression.301.3 menggunakan metode Siklis. SOIC. Peramalan dilakukan dengan menggunakan metode Single Exponential Smoothing with Trend. Kartika Suhada. Double Exponential Smoothing with Trend. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan kedua metode tersebut di atas. Selanjutnya dilakukan proses agregasi dengan menggunakan metode Transportasi Land dan proses disagregasi dengan menggunakan metode Hax and Meal. Selanjutnya dilakukan perhitungan kapasitas berdasarkan jumlah mesin saat ini.066.574. kembali dilakukan perhitungan kapasitas berdasarkan jumlah mesin yang dibutuhkan. Oleh karena itu. sedangkan dengan metode usulan adalah sebesar Rp 25.2 sehingga termasuk ke dalam pola data non stasioner. MT Vivi Arisandhy Ii Surya Yanti PT. Terakhir dilakukan perhitungan rencana kebutuhan bahan dengan menggunakan metode perusahaan saat ini dan metode usulan. SOT dan TO. Metode peramalan terpilih untuk semua jenis IC adalah metode Linier Siklis. dimana ketersediaan bahan baku seringkali berlebihan atau bahkan kekurangan. dan waktu pemesanan dilakukan pada saat persediaan mencapai safely stock. Siklis dan Linier Siklis. Masalah yang dihadapi perusahaan saat ini adalah mengenai pengendalian persediaan bahan baku. Dengan demikian.84%.633 atau 69. kecuali untuk PDIP 20. Hasil perhitungan menunjukkan terdapat kelebihan jumlah mesin sebanyak 6 unit dari yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan. diperoleh bahwa total biaya pengendalian persediaan dengan menggunakan metode perusahaan saat ini adalah sebesar Rp 85. Metode pengendalian persediaan yang disarankan adalah dengan menggunakan Material Requirement Planning (MRP) dengan penentuan besarnya ukuran lot berdasarkan metode Wagner Whitin. PLCC. Omedata Electronics merupakan suatu perusahaan swasta subkontraktor yang bergerak di bidang perakitan IC. karena metode ini menghasilkan biaya pengendalian persediaan yang optimal. Dari hasil peramalan kemudian dilakukan perhitung an peramalan permintaan agregat. Omedata Electronics Bandung Ir. Sedangkan kriteria vang dipakai untuk mengukur kesalahan peramalan adalah MAD. .49(2004) Usulan pengendalian Persediaan Bahan Baku Produk IC di PT.726.

Sc Amelia Margatan Sebagai akibat dilakukannya likuidasi terhadap bank yang tidak sehat oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional beberapa tahun lalu. Tingkat utilisasi teller adalah 68.047. Nasabah berdiri mengantri dalam satu jalur. waktu menunggu nasabah adalah 1. Jika antrian panjang. selang waktu kepergian teller dan lamanya petugas teller meninggalkan counter dengan menggunakan program Stat::Fit agar diperoleh nilai parameter yang diinginkan. jumlah nasabah yang balking 13 orang.62 serta service level 97. .13 menit. Salah satu faktor pertimbangan nasabah dalam memilih bank adalah kecepatan melakukan transaksi yang erat kaitannya dengan masalah antrian.50(2004) Estimasi Jumlah Teller di BCA Surya Sumantri Menggunakan Model Simulasi Victor Suhandi. bahkan mungkin beralih ke bank lain sehingga opportunity cost meningkat. waktu menunggu nasabah 13. Untuk mencari jumlah teller usulan dilakukan simulasi terhadap alternatif jumlah teller lima. ini dilakukan untuk menyeimbangkan beban kerja teller. ST. display dan nomor urut. Uji distribusi terhadap data selang waktu kedatangan nasabah pada jam-jam yang sama. tidak ada nasabah yang balking sehingga total opportunity cost adalah Rp 0. panjang antrian maksimal yang terjadi 33 orang. dan total opportunity cost Rp 2.599. ST. Pengurangan ini dikarenakan ditutupnya beberapa bank atau merger antara beberapa bank. Saat ini BCA Surya Sumantri memiliki lima counter untuk melayani transaksi setoran tunai.. tarikan tunai dan kiriman uang tetapi yang beroperasi hanya empat. Jumlah teller usulan adalah lima orang dengan fasilitas kursi. MT Wenny Chandra.. panjang antrian maksimal yang terjadi adalah 10 orang. nasabah cenderung menunda transaksi karena melelahkan jika harus berdiri lama ketika mengantri. jumlah bank di Indonesia mengalami pengurangan.83 %. Solusi untuk mengurangi panjang antrian adalah dengan menambah jumlah teller sehingga tidak ada lagi nasabah yang melakukan balking. total biaya menunggu nasabah Rp 167.7.94 %.051..789.27 menit.67 %.35.8 per jam dan opportunity cost tiap nasabah Rp 2. Di BCA Surya Sumantri antrian panjang sering terjadi. total biaya menunggu nasabah Rp 1.97. Biaya menunggu nasabah adalah Rp 16.111.497.294. Persaingan menjadi semakin ketat karena bank-bank yang merger akan memiliki sumber daya yang lebih berkualitas.dan service level mencapai 100 %. enam dan tujuh orang menggunakan program Promodel. Semakin panjang antrian maka minat nasabah untuk melakukan transaksi menurun. M. selain itu tuntutan nasabah terhadap pelayanan bank semakin tinggi. Dengan empat orang teller tingkat utilisasi teller adalah 82. Biaya dan waktu menunggu nasabah makin besar jika antrian semakin panjang. terutama pada jam jam sibuk.879.

UKM banyak direkomendasikan. Posisi UKM atas Perguruan Tinggi lain di Bandung juga tidak dipertimbangkan pengaruhnya terhadap Minat Memilih Perguruan Tinggi. Oleh karena itu. promosi. Teknik sampling yang digunakan ialah purposive sampling. Dari hasil pengolahan data diperoleh bahwa Informasi yang mempengaruhi Minat Memilih UKM Sebagai Perguruan Tinggi adalah informasi tentang kebanggaan bila diterima. Peneliti menggunakan model Brand Eguity yang telah dimodifikasi untuk mengetahui pengaruh Citra UKM terhadap Minat Mernilih UKM: Digunakan pula analisis regresi dan peta posisi (Gorespon6fenceAnalysis) untuk pengujian hipotesis. dan Santa Maria 2 Cirebon. Jika hasil regresi clan peta posisi digabungkan maka didapatkan bahwa keunggulan/asosiasi UKM yang berpengaruh terhadap Minat adalah dalam hal banyak yang merekomendasikan. clan banyak yang merekomendasikan. kelompok yang memilih berdasarkan jurusan dan perguruan tinggi. biaya kuliah di UKM sesuai dengan kualitas. lokasi. Kristen 2. Keunggulan UKM merupakan asosiasi merek dari UKM sehingga dipersepsikan bahwa asosiasi merek UKM cenderung pada hal-hal frsik. Populasi yang digunakan adalah siswa siswa kelas 3 di SMU Kristen 1. SMU Kristen 2. Faktor Citra tersebut masih belum detail dan pengaruhnya atas Minat tidak diuji. Faktor pertama yang dipertimbangkan oleh 4 kelompok siswa SMU kelas 3 tersebut (kelompok yang memilih berdasarkan jurusan. pilihan jurusan/fakultas. unit kegiatan. dalam penelitian ini peneliti menggunakan responden siswa-siswa SMU kelas 3 dan memperkembangkan persepsi posisi UKM terhadap Perguruan Tinggi Swasta lain di Bandung. penelitian dilakukan di SMU Kristen 1. atau STIEB. dan biaya kuliah di UKM sesuai dengan kemampuan orangtua. Atas permintaan bagian Humas UKM. infoi -masi yang diberikan. fasilitas. Ukuran sampelnya ialah sejumlah responden yang memenuhi persyaratan. Kusuma dan Tearalangi (2003) menggunakan responden orang-orang yang mendaftar di UKM pada gelombang 1 tahun akademik 2003/2004 hingga pemetaan Minat tersebut masih belum jelas. dan Santa Maria 2 Cirebon. Hendra Kusuma. . Selain itu.51(2004) Pengaruh Informasi Kualitas Universitas dan Persepsi Persaingan Universitas terhadap Minat Melanjutkan Studi di UKM (Studi Kasus Eksploratori Siswa Kelas 3 SMU Kristen 1. Santa Maria 1. MT Linawati Arjono Dalam penelitiannya. SMU Santa Maria 2 Cirebon) Ir. serta kelompok yang memiliki banyak pilihan) dalam memilih jurusan di UKM adalah "Citra UKM di Masyarakat". Hingga peneliti tertarik untuk meneliti faktor "Citra UKM di Masyarakat" secara lebih detil dan diuji pengaruhnya terhadap Minat. kelompok yang memilih berdasarkan perguruan tinggi. Kristen 2. terkumpul 181 kuesioner. Kusuma dan Tearalangi (2003) menyatakan bahwa terdapat 7 kelompok siswa SMU kelas 3. dengan mencari siswa-siswa SMU kelas 3 yang berminat melanjutkan studi ke UKM atau UNPAR. Santa Maria 1. Hasil pengolahan peta posisi menunjukkan bahwa keunggulan UKM adalah dalam hal teknologi.

dan memperketat kriteria mutu penerimaan mahasiswa baru. . dan kantin. yaitu dengan melibatkan mahasiswa dalam promosi aktif dan memajang profil alumni yang berhasil di masyarakat dengan pesan sponsor "saya bisa berhasil karena pendidikan yang diberikan di UKM".Saran-saran yang diberikan peneliti untuk UKM adalah dengan melakukan investasi pada atribut Kebanggaan Diterima. fasilitas "home stay". yaitu dengan mendorong unit kegiatan dan HIMA untuk mengadakan kegiatan yang melibatkan siswa SMU. Untuk atribut Biaya yang Terjangkau dilakukan investasi dengan memberikan PMDK. Untuk atribut Biaya Kuliah sesuai dengan Kualitas dilakukan dengan mempertahankan kualitas UKM. Atribut Banyak yang Merekomendasikan perlu dipertahankan karena atribut ini penting dan UKM unggul dalam atribut ini. meminimasi mahasiswa cadangan. Peneliti menyarankan untuk melakukan investasi pada atribut Kebanggaan Diterima. Sedangkan atribut Biaya yang Terjangkau dilakukan dengan memberikan bea siswa. dan mengikuti kegiatan yang diadakan sekolah-sekolah (menjadi sponsor. Setelah atribut-atribut tersebut diinvestasikan. menampilkan unit-unit kegiatan. yaitu dengan mengadakan USM lebih awal dari UNPAR. asrama. dll). baru dikomunikasikan kepada masyarakat.

Hal ini dapat mengakibatkan persediaan beberapa item suku cadang yang lain kehabisan stok (stock out). dimana semua suku cadang dipesan dari supplier yang sama dengan jangka waktu pemesanan yang selalu tetap yaitu 6 hari sekali. sedangkan untuk item-item suku cadang yang bersifat non stasioner. Dengan menggunakan metode yang diusulkan. MT Vivi Arisandhy. Banjar. maka diusulkan metode pengendalian persediaan Time Phased P Systems. diharapkan dapat memperbaiki kekurangan metode pengendalian persediaan suku cadang di PD.38%).37 (10. 429. Namun demikian sering kali banyak perusahaan di Indonesia termasuk PD.. Saat ini dalam memenuhi permintaan suku cadang hanya berdasarkan pengalaman saja.52(2004) Usulan Pengendalian Persediaan Suku Cadang di PD.112.48%). Jawa Barat. ST. Harapan Motor sebagai dealer resmi yang bergerak di bidang kendaraan roda dua di kota Banjar yang masih belum memiliki sistem pengendalian persediaan yang baik. Dari perhitungan dengan metode usulan maka untuk item-item suku cadang yang bersifat stasioner terpilih metode P multi item yang memberikan penghematan ongkos total persediaan Rp. . ST. maka diusulkan metode pengendalian persediaan metode P dan metode Q.009. “Harapan Motor” Banjar Santoso.07 (51. 96. Untuk item-item suku cadang yang bersifat stasioner.. Sedangkan untuk item-item suku cadang yang bersifat non stasioner metode Time Phased P Systems memberikan penghematan ongkos total persediaan Rp. Harapan Motor. MT Handy Hidayat Masalah persediaan merupakan salah satu masalah yang sering terjadi dalam dunia usaha.

MT Riset Wijoyo Informasi yang dibutuhkan seorang pengambil keputusan harus tersedia secara cepat. Peluang untuk menambah infrastruktur (perangkat + operator) secara finansial harus dilakukan. tepat dan akurat. Keempat aspek kelayakan yang dilakukan memberikan hasil yang positif atau dalam artian layak untuk dilakukan. . Oleh karena itu. Terjadinya Loss Call menyebabkan service level menjadi turun. Untuk saat ini. yaitu selain meningkatkan keakuratan informasi bagi masyarakat. Saat ini. karena pada dasamya masyarakat akan menerima manfaat lebih dari proyek penambahan kapasitas pelayanan Telkom Global 017 di Call Center Surabaya. analisis finansial dengan menggunakan metode analisis pcnggantian. Strategi pelayanan yang meningkatkan service level hingga > 92% adalah differensiasi tersendiri bagi Telkom. Kartika Suhada. Dari hasil analisis teknik menunjukkan bahwa tingkat pelayanan (service level) terhadap pelanggan >_ 92% dapat diperoleh dengan menambah dua perangkat dan dua operator untuk kondisi pelayanan saat ini dan kondisi pelayanan satu tahun mendatang. dan analisis sosial. sehingga sebaiknya dilakukan penggantian perangkat. Hasil analisis sosial menunjukkan perubahan perangkat beserta teknologi yang diusulkan memberi keuntungan lebih bagi masyarakat. analisis teknik dengan menggunakan simulasi sistem. Christina Wirawan. Hasil analisis pasar menunjukkan bahwa pasar untuk produk Telkom Global 0 17 menunjukkan peningkatan pelanggan dengan didukung olch pola data permintaan yang linier. Market share terbesar diperoleh dari segmen bisnis dan segmen ritel. Hasil analisis finansial menunjukkan umur ekonomis perangkat lama telah terlampau. Salah satu teknologi terbaru yang dikembangkan oleh PT Telkom adalah VOIP (Voice Over Internet Protocol) yang dipergunakan dalam menunjang komunikasi internasional. perkembangan bisnis telekomunikasi sebagai salah satu alat penyedia informasi sudah semakin tinggi. peningkatan jumlah pelanggan di Call Center Surabaya tidak seimbang dengan kapasitas pelayanan yang tersedia. perlu adanya suatu analisis yang terstruktur mengenai penambahan operator dan perangkat secara optimal. pelanggan dapat menggunakan layanan Call Center dengan mengakses jasa operator. secara finansial alternatif yang diusulkan layak untuk dipertimbangkan. dengan melakukan suatu studi kelayakan yang mengkaji penambahan kapasitas pelayanan. Peningkatan pangsa pasar untuk satu tahun mendatang dapat diantisipasi dengan menerapkan strategi bersaing community marketing. Analisis kelavakan yang dilakukan memperhatikan empat aspek yaitu analisis pasar. perangkat baru juga memantu memberikan informasi interface yang lebih baik. Untuk dapat melakukan percakapan ke luar negeri. Alternatif yang diberikan memiliki payback period yang lebih pendek dari satu tahun. nilai NPV > 0 dan nilai IRR > MARR. MT Ir.53(2004) Analisis Kelayakan Penambahan Kapasitas Pelayanan Telkom Global 017 di Call Center Telkom Surabaya Ir. Oleh karena itu.

14.00 . setelah itu dilakukan pengujian distribusi. Hari biasa meliputi weekdays (hari Senin sampai Jumat) dan weekend (hari Sabtu dan Minggu). shift 2 pukul 14. Simulasi untuk hari biasa berjalan selama 24 jam. Dari hasil tersebut. Namun bila jumlah kedatangan kendaraan sedikit. lalu diuji goodness of fit.54(2004) Analisis Optimalitas Jumlah Loket Tol Pasteur dengan Menggunakan Simulasi Antrian Lestari Yuli Hastuti. ST. khususnya tol Pasteur tidak terlalu ramai dibandingkan pada hari libur. sedangkan jumlah loket tol yang aktif bekerja banyak. Analisis yang dilakukan meliputi rata-rata waiting time kumulatif.. MT Victor Suhandi.00. yaitu hari biasa dan long weekend. Seringkali pada hari libur terjadi antrian kendaraan yang cukup panjang. MT Francisca T. lalu dibuat perkiraan penambahan dan atau pengurangan operator loket tol sebagai input pada analisis sensitivitas untuk menemukan optimalitas sistem. menyebabkan pesatnya jumlah pertambahan kendaraan yang berlalu lalang di jalan tol Bandung. Pada akhirnya ditarik kesimpulan mengenai jumlah loket tol yang dibutuhkan agar dapat bekerja dengan optimal dengan memperhatikan service level dan utilitas loket tol. ternyata belum dibutuhkan penambahan fasilitas loket tol. Setelah diperoleh distribusidistribusi tersebut. Tetapi untuk mendapatkan pola jumlah kedatangan. Pembahasan dalam penelitian ini dibagi menjadi 2. . diuji hipotesis rata-rata dan tahap terakhir yaitu dilakukan pengujian distribusi.07.21. yang menyebabkan ketidakpuasan konsumen (service level rendah). Dari hasil analisa tersebut. Data jumlah kedatangan hari biasa diperoleh dari pihak perusahaan. shiff l mulai pukul 07.00 . Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data kecepatan pelayanan serta data jumlah kedatangan kendaraan untuk loket tol masuk dan keluar. maka tahap selanjutnya yaitu pembuatan simulasi dengan menggunakan program Promodel. maka data kecepatan pelayanan harus diuji kecukupan data terlebih dahulu.00 dan shift 3 pukul 21. data tersebut terlebih dahulu ditetapkan pembagian parameter.P Dengan semakin berkembangnya teknologi dan taraf hidup masyarakat. ST..00. Pada hari biasa. sedangkan untuk long weekend berjalan selama 14 jam. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui optimalitas jumlah loket tol khususnya pada masing-masing shift.00 . Data kecepatan pelayanan diperoleh dengan pengambilan langsung di lapangan dengan menggunakan teknik jam henti. menyebabkan tingkat utilitas loket tol menjadi kecil. oleh karena itu data yang diambil hanya dibatasi pada shift 1 dan 2. jumlah kendaraan yang keluar masuk tol Bandung. persen service level dan persen utilisasi kegunaan loket tol per waktu bagian dan utilisasi keseluruhan selama simulasi berjalan. Pembagian shift tersebut. sedangkan untuk data jumlah kedatangan long weekend diperoleh dengan pengambilan langsung di lapangan. Untuk mendapatkan distribusi kecepatan pelayanan. Untuk long weekend pada penelitian ini adalah hari libur yang jatuh pada hari Jumat atau Senin. Untuk memperoleh jumlah loket tol yang optimal hanya perlu dilakukan penambahan dan atau pengurangan operator loket tol pada waktu-waktu yang dibutuhkan.

739. Sedangkan pada jalur woven terjadi peningkatan efisiensi sebesar 53.905. Hasil yang diperoleh dari perencanaan disagregat adalah Jadwal Induk Produksi (JIP) yang . Hasil yang diperoleh adalah perusahaan tidak perlu melakukan lembur maupun subkontrak karena kapasitas produksi yang diusulkan telah dapat memenuhi ramalan permintaan.. Dana yang dibutuhkan untuk investasi ini adalah sebesar Rp 567.. Long T-Shirt. Metode yang digunakan untuk perencanaan agregat adalah metode Mixed Strategy. dan ¾ Pants.14%.22%. Kapasitas produksi untuk produk Shirt meningkat sebesar 1644 unit / minggu yang semula 278 unit / minggu menjadi 1922 unit / minggu. yaitu knit dan woven. dan Internal Rate of Return = 987. terjadi peningkatan efisiensi lintasan dan kapasitas produksi. investasi tersebut dinilai layak untuk dijalankan.00. Untuk meningkatkan kapasitas.72. dan Polo Shirt.55 bulan. metode penyelesaian masalah yang digunakan adalah penyeimbangan lintas produksi.55(2004) Usulan Penyeimbangan Lintas Produksi dan Penyusunan Jadwal Induk Produksi di PT. ST. Net Present Value = 23. Pada jalur knit terjadi peningkatan efisiensi sebesar 51.60% menjadi 89. Long Pants. Rendahnya kapasitas disebabkan karena ketidakseimbangan lintas produksi yang diindikasikan dengan adanya stasiun kerja sibuk dan idle yang menyolok dan adanya work in process pada beberapa stasiun kerja. Kapasitas yang diusulkan menjadi input bagi perencanaan produksi yang terdiri dari perencanaan agregat dan perencanaan disagregat. dan untuk produk Polo Shirt meningkat sebesar 457 unit / minggu yang semula 517 unit / minggu menjadi 974 unit / minggu. ternyata terdapat kekurangan mesin jahit sebanyak 37 buah. untuk produk Long T-Shirt meningkat sebesar 590 unit / minggu yang semula 786 unit / minggu menjadi 1376 unit / minggu. dan untuk produk ¾ Pants meningkat sebesar 500 unit / minggu yang semula 49 unit / minggu menjadi 549 unit / minggu. MT Santoso. ST.703.38% menjadi 89. Setelah dianalisis. Kapasitas produksi untuk produk T-Shirt meningkat sebesar 564 unit / minggu yang semula 300 unit / minggu menjadi 864 unit / minggu. Sedangkan pada jalur produksi woven.84% yang semula 37. Sedangkan metode yang digunakan untuk perencanaan disagregat adalah pendekatan Reguler Knapsack. produk yang diamati antara lain Shirt. untuk produk Long Pants meningkat sebesar 1031 unit l minggu yang semula 136 unit / minggu menjadi 1167 unit / minggu.765. Perusahaan memiliki dua jalur produksi. Setelah dilakukan penyeimbangan lintas produksi. Produk yang diamati pada jalur produksi knit antara lain IT-Shirt.000. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kelayakan investasi dengan metode Payback Period = 3. Setelah dilakukan penyeimbangan lintas produksi.54% yang semula 35. Sedapat mungkin perusahaan dapat memenuhi pemintaan tanpa harus melakukan lembur dan subkontrak. MT Arif Hadijaya Anwar PT Primasejati Dutawisesa Indonesia adalah sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang garment yang memproduksi pakaian jadi anak-anak. Untuk itu perlu dilakukan perencanaan produksi yang baik.66%. Primasejati Duta Wisesa Indonesia Vivi Arisandhy. Peningkatan permintaan menuntut perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi.

.berguna bagi perusahaan untuk merencanakan berapa banyak yang akan diproduksi setiap bulannya.

Pengumpulan data untuk penelitian ini dilakukan di 3 tempat berbeda. sedangkan diary sampling with modified memiliki karakteristik interval waktu konstan dan pengisian lembar kerja dengan huruf. MT Santoso. yaitu dalam hal sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan pengukuran dan juga dapat diterapkan di semua tempat. Berdasarkan uji Wilcoxon yang telah dilakukan. MT Denny Wijaya lnformasi tentang beban kerja dari setiap karyawan dibutuhkan untuk menentukan jumlah karyawan di setiap unit kerja. Teori Y berpendapat bahwa pada dasarnya orang itu baik. Bandung. metode self sampling with modified. maka dalam penelitian ini dilakukan pengembangan metode pengukuran beban kerja karyawan tidak langsung berdasarkan teori Y (Douglas McGregor). yaitu sebuah metode untuk mengukur persentase kemunculan suatu aktivitas melalui pengamatan secara acak.61(2004) Usulan Pengembangan Metode Work Sampling Berdasarkan Teori Y (Douglas McGregor) Novi. metode diary sampling dan metode diary sampling with modified. ST. dan memiliki sifatsifat positif yang lainnya. Cara pengisian dari keempat metode yang dikembangkan ini adalah dengan cara pemberian tally atau pemberian huruf saja pada kolom-kolom waktu yang telah ditentukan. Berdasarkan kelemahan-kelemahan yang terdapat pada metode work sampling. Metode-metode pengukuran beban kerja karyawan tidak langsung yang dikembangkan adalah metode self sampling. Adapun tujuan dari dilakukannya pengembangan metode work sampling ini adalah agar dihasilkan suatu metode baru yang lebih baik dan dapat diterapkan secara luas sebagai sebuah metode pengukuran beban kerja karyawan tidak langsung. di jalan raya gadobangkong no 97. salah satu tempat fotocopy di UKM dan PT. “A”. Diary sampling memiliki karakteristik interval konstan dan pengisian lembar kerja dengan tally. Namun metode work sampling ini memiliki kelemahan utama dalam hal sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan pengukuran dan juga terkadang sulit diterapkan di semua tempat... Pendekatan yang populer dipakai selama ini untuk mengetahui distribusi pemakaian waktu kerja karyawan tidak langsung adalah sampling pekerjaan (work sampling). keempat metode yang dikembangkan tersebut ternyata memberikan hasil yang valid (hasilnya tidak berbeda secara signifikan dengan metode work sampling). . Jenis pekerjaan yang tidak mengikuti suatu pola tertentu (karyawan tidak langsung) sulit diukur waktu kerja/pemakaian waktu kerjanya. dapat dipercaya. ST. Keempat metode ini dapat mengeliminasi kelemahan utama yang terdapat pada metode work sampling. sehingga diperlukan suatu pendekatan tertentu. yaitu perpustakaan fakultas psikologi UKM. dan yang melakukan pengisian adalah karyawan sendiri. Karakteristik dari metode self sampling dan self sampling with modified adalah interval random dan pengisian lembar kerja dengan tally.

. kesulitan-kesulitan dalam penerapannya dan penilaian performansi yang sudah dilakukan didapatkan basil bahwa metode diary sampling with modified memiliki nilai yang paling tinggi. yang berarti menurut para responden metode diary sampling with modified merupakan metode yang terbaik dari keempat metode yang dikembangkan. uji validitas.Berdasarkan basil pengolahan data dengan scoring concept.

keselamatan pekerja. Adapun kelima belas faktor tersebut adalah tantangan pekerjaan. Pemilik perusahaan menduga bahwa hal ini disebabkan karena kepuasan kerja operator rendah. pemilik perusahaan ingin mengetahui apakah dugaannya benar bahwa kepuasan kerja operator rendah. Ditempat kerjanyalah. Setelah dilakukan analisa dengan beberapa metoda maka disimpulkan bahwa terdapat 6 faktor utama dengan skala kenegatifan terbesar yang menyebabkan rendahnya kepuasan kerja para operator jahit dan 9 faktor tambahan lainnya dengan skala kenegatifan yang relatif lebih rendah. Berdasarkan teori dua faktor kita dapat membagi 6 faktor utama tersebut ke dalam faktor satisfier dan dissatisfier. Adapun variabel yang digunakan adalah berdasarkan hirarkhi kebutuhan Maslow. rasa kebersamaan rekan sekerja. kontribusi pekerjaan. dan berdasarkan selisih rata-rata kenyataan dan harapan. kesempatan berprestasi. Apabila manusia merasa puas dengan pekerjaannya. Dengan demikian. manusia dituntut untuk bekerja mencari uang. Sedangkan yang termasuk faktor satisfier adalah pujian. khususnya di bagian jahit tidak mudah pindah kerja ke perusahaan lain. Hasil kuesioner diolah dengan menggunakan uji peringkat-bertanda Wilcoxon.62(2004) Pengukuran Kepuasan Kerja dengan Metoda Discrepancy Novi. Oleh karena itu. kesempatan promosi. Hasilnya dianalisis berdasarkan metoda discrepancy. Pengumpulan data dimulai dengan membuat kuesioner berdasarkan metoda rating scale menggunakan teori kepuasan kerja discrepancy. Hal ini menyebabkan hasil kerja operator menjadi tidak maksimal. Variabel yang dibentuk berdasarkan hirarkhi kebutuhan Maslow yang dipecah menjadi 15 faktor dan dibuat dalam bentuk pertanyaan kuesioner. hubungan dengan atasan. two factor theory. Di perusahaan ini. Jumlah responden 10 orang. jaminan sosial. . hubungan antar karyawan. maka manusia tersebut akan memberikan hasil yang maksimal dalam bekerja. upah tunjangan keluarga. tanggung jawab. manusia berusaha memenuhi kebutuhannya akan kepuasan kerja. Yang termasuk ke dalam faktor dissatisfier adalah: tunjangan keluarga. keamanan pekerja. dan keselamatan pekerja. keamanan pekerja. dan jika benar variabel apa saja yang dapat meningkatkan kepuasan kerja agar para karyawannya. pujian. MT Dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. manusia banyak menghabiskan waktunya dalam satu hari untuk melakukan pekerjaan dalam usaha mencari uang. dan fasilitas fisik selama bekerja. upah. Banyak pesanan yang menjadi terlambat pengirimannya karena kekurangan pekerja yang mengerjakannya.. dengan asumsi data yang diperoleh valid dan reliabel. ST. Salah satu perusahaan yang menjadi tempat kerja adalah perusahaan SL yang bergerak di bidang industri garment pakaian bayi dan blanket. fasilitas fisik selama bekerja. operator bagian jahit sering tidak masuk kerja karena mereka pindah sementara untuk bekerja di perusahaan lain.

sehingga menyebabkan kepuasan kerja yang dimiliki operator jahit rendah. dan memenuhi terlebih dahulu faktor dissatisfier sebelum memenuhi faktor satisfier. Discrepancy yang terjadi hanya discrepancy negatif. Untuk meningkatkan kepuasan kerja dapat dilakukan dengan memperkecil perbedaan antara kenyataan yang didapat dan harapan yang diinginkan.Dari hasil penelitian yang dilakukan. . dapat ditarik kesimpulan bahwa rata-rata kenyataan yang didapat operator jahit lebih rendah dari rata-rata harapan yang diinginkan.

MT Perbaikan tata letak dan perhitungan jumlah pelayan optimal diperlukan untuk kelancaran proses pelayanan sehingga pelayanan dapat berjalan dengan baik.05064 jam. maka didapat jumlah pelayan optimal 9c) = 3 pelayan. Tata letak merupakan hal yang cukup penting bagi kelangsungan toko dalam pelayanannya karena tata letak toko sangat mempengaruhi waktu pelayanan (1/µ). dicari jumlah pelayan optimal berdasarkan lamanya antrian dan jumlah antrian. dengan rata-rata jumlah pelanggan dalam antrian (Lq) = 0. Selanjutnya dilakukan perbaikan tata letak dan desain rak di ruang toko. juga aliran daritempat kerja menjadi baik. dan kecukupan data. . ST.. Hasil yang diperoleh dari pengolahan data adalah dengan tingkat kedatangan (λ) = 18. Perbaikan tata letak dilakukan dengan menagtur tempat kerja dari pelayan sehingga selain waktu pelayanan menjadi cepat. keseragaman. desain rak. Langkah awal yang dilakukan adalah mengambil data laju kedatangan dan waktu pelayanan.711 konsumen/jam.63(2004) Perhitungan Jumlah Pelayan Optimal Serta Analisa dan Usulan Tata Letak di “PD. dilakukan uji coba untuk mendapatkan data laju kedatangan dan waktu pelayanan berdasarkan layout usulan. Perbaikan yang dilakukan meliputi pebaikan ukuran baik ketinggian maupun lebar rak. Menara” Bandung Novi. Berarti toko ini harus melakukan penambahan satu orang pelayan karena syarat Lq<1 konsumen dan Wq<6 menit baru tercapai apabila jumlah pelayan 3 orang. Desain rak pun turut menjadi faktor yang mempengaruhi waktu pelayanan dan keindahan sehingga desain ak juga pelu diperhatikan.92571 konsumen dan waktu rata-rata pelanggan dalam antrian (Wq) = 0. kemudian melakukan uji kenormalan. penekanan jumlah antrian dan waktu antrian yang terkait di dalamnya demi berlangsungnya usaha dan tujuan toko secara baik dan optimal. baik dari segi tata letak. Setelah didapatkan tata letak baru.533 konsumen/jam dan laju pelayanan (µ) = 8. Dari data ini.

.

Identification of quality cost activities on the suppliers is performed in this research. . The company’s performance will be better if the company is well supported by its suppliers. The company has to choose suppliers with good performance to support its production cycle. The selection process begins with the identification of quality coat activity and ends with the supplier performance index. The rigth decision in selecting the rigth suppliers will result in Company X’s better competitive position against other companies in the future.. Hopefully. bridging suppliers and end users in the supply chain. The identification of quality cost activity is a complex part as it requires a lot of considerations. X dengan Menggunakan Matriks Biaya Kualitas Fransky Ryadi. has to perform its best. ST.. MT.. Company X experiences the same problem. The final result of this research is a method that can help Company X makes decision in selecting its suppliers. this method can be weighed as a general language computation for supplier performance index involving quality cost. The quality cost activity is then categorized into the cost of quality matrix.64 (2004) Perancangan Algoritma Pemilihan Supplier di PT. As a company that operates in the manufacturing industry. The total quality cost generated from the matrix is used to determine the supplier performance index. MM Competition between companies in the same industry forces a company to meet the consumer demand with its best product quality A company. The purpose of this research is to provide recommendations to Company X in evaluating its existing suppliers’ performance that supplies material to Company X during this time.

Tujuh prosedur sudah didokumentasikan dan dua prosedur belum didokumentasikan. Kesimpulan yang diperoleh adalah. data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisa dan dibuat usulan. mengganti jabatan lama menjadi jabatan yang ada pada struktur organisasi yang baru.prosedur ini juga memiliki kelemahan seperti adanya kebijakan yang bertentangan dengan prosedur operasional. Prosedur operasional bercampur dengan kebijakan. Sebagian besar prosedur memiliki kelebihan. seperti prosedur sudah sederhana dan mudah dilaksanakan. Dua prosedur perlu dirancang karena belum ada. ST. menghilangkan bagian-bagian kebijakan yang rancu.66(2004) Usulan Prosedur Operasional Baku (Studi Kasus di Departemen Logistik Cabang PT. “X” Bandung) Wawan Yudiantyo. prosedur masih menggunakan jabatan bagian pada struktur organisasi lama. penelitian ditujukan untuk memperbaiki kelemahan standard operation procedure yang berjalan saat ini. MT Risa Margareta Departemen logistik merupakan ujung tombak perusahaan dalam melakukan distribusi produk. Dari analisa data disimpulkan bahwa ada sembilan prosedur yang saat ini ada di departemen logistik cabang PT X. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai para pelaksana prosedur di departemen logistik. . Setelah merancang usulan. 2 prosedur yang didokumentasikan dan 2 prosedur yang dirancang karena belum ada. Berdasarkan perrnasalahan pada departemen logistik cabang diatas. sehingga kelebihan tersebut perlu dipertahankan. urutan pelaksanaan prosedur tidak sesuai kronologis sehingga pelaksana prosedur merasa bingung dalam melaksanakan tugasnya. menambahkan operasi yang belum terdokumentasi dan memperbaiki dokumen yang kurang lengkap. Beberapa formulir perlu ditambahkan data item seperti tanggal dan penomoran untuk mempermudah dokumentasi. saat ini ada 7 prosedur yang memiliki kelemahan sehingga dirancang usulan. Prosedur usulan dirancang dengan melengkapi flowchart prosedur.. Saat ini departemen logistik cabang di PT X memiliki masalah dalam pelaksanaan prosedur yaitu adanya perbedaan antara prosedur yang tertulis dengan prosedur yang dilaksanakan.kelemahan itu diatasi dengan merancang prosedur yang baru. Kelemahan . Dengan demikian departemen logistik harus memiliki kondisi yang baik agar dapat melaksanakan tugasnya. Formulir formulir yang sekarang sedang digunakan di departemen logistik & PT X sebagian besar telah memiliki kelebihan sehingga tidak perlu dirancang ulang. tetapi prosedur . standard operation procedure didokumentasikan sesuai ketentuan yang berlaku di PT X.

Membuat peraturan perpustakaan 6. belajar ataupun mengerjakan tugas karena suasananya diciptakan untuk dapat melakukan kegiatan belajar dengan baik. Melakukan psikotes dan kepribadian calon petugas perpustakaan 4. Pertambahan buku yang ada di perpustakaan Hasil dari penelitian ini dapat dilakukan penelitian lebih lanjut. Dengan menggunakan metode QFD (Quality Function Deployment) semua suara konsumen dapat diterjemahkan dengan melalui pengumpulan data yaitu menyebarkan kuesioner yang mewakili semua suara mahasiswa Universitas Kristen Maranatha di setiap jurusan. Djajalaksana. Perpustakaan merupakan tempat dikumpulkannya semua literatur yang dapat dibaca. Diharapkan pembangunan perpustakaan terintegrasi Universitas Kristen Maranatha tidak sia-sia dan dapat berguna bagi seluruh civitas akademika Universitas kristen Maranatha. Penyeleksian latar belakang pendidikan calon petugas perpustakaan 2. nyaman dan aman. . Selama ini yang ada adalah perpustakaan fakultas yang masih terpisah-pisah dan masih sedikit mahasiswa yang datang ke perpustakaan. Dibawah ini adalah beberapa proses yang perlu diperhatikan oleh Perpustakaan Terintegrasi UKM dalam pelaksanaannya. selain itu perpustakaan juga dapat berguna sebagai tempat membaca. Membuat sanksi untuk petugas perpustakaan 8. Dengan tujuan itu maka perlu dibuat proses-proses pelayanan yang baik agar semua keinginan dan kebutuhan mahasiswa dapat ditampung dan dipenuhi. MT Yenni M. Untuk menghindari hal serupa terjadi pada perpustakaan yang terintegrasi maka perlu dibangun sebuah perpustakaan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mahasiswa sebagai pengguna utama perpustakaan. termasuk sebuah universitas. dipelajari oleh penggunanya. MBA Lily Widyastuti Perpustakaan adalah salah satu sarana belajar yang disediakan oleh suatu badan pendidikan. Metode QFD yang digunakan sampai pada Process Planning matriks sehingga akan didapat prioritas proses-proses yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Mensosialisasikan peraturan kepada petugas perpustakaan 9.. Melakukan wawancara calon petugas perpustakaan 3. Universitas Kristen Maranatha akan membangun perpustakaan terintegrasi yang berlokasi di lantai 6 dan 7 gedung Graha Widya Maranatha. Mengadakan rapat 5.67(2004) Perancangan Proses Pelayanan Perpustakaan Terintegrasi Universitas Kristen Maranatha Bandung Christina. sampai dengan pada Quality Function Deployment yaitu Production Planning Matrix. ST. Membuat hak dan kewajiban petugas saat bekerja 7. antara lain: 1. Melakukan perhitungan buku yang ada dengan kapasitas rak buku 10.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk kondisi saat ini (Tahun Akademik 2004/2005). Hasil penelitian parkir yang dilakukan oleh Sdri. maka kebutuhan lahan parkir yang merupakan salah satu fasilitas penting yang harus disediakan oleh pimpinan Universitas Kristen Maranatha menjadi semakin besar. kekurangan lahan parkir mobil untuk mobil dosen dan karyawan sebanyak 64 mobil dapat dipenuhi dari kelebihan lahan parkir mobil untuk mahasiswa dan tamu sebanyak 52 mobil serta penggunaan sementara lahan parkir di samping Gedung Fakultas Kedokteran dan belakang Gedung Fakultas Teknik untuk menampung kekurangan 12 mobil. agar dapat dibuat perencanaan penyediaan lahan parkir yang memadai. perlu diketahui besar kebutuhan lahan parkir untuk saat ini dan saat mendatang. Kartika Suhada. Paulin Sandra menunjukkan bahwa dengan penambahan lahan parkir yang ada di Graha Widya Maranatha (basement 1. dalam arti masih dapat diatasi di lokasi yang ada. kami menggunakan tingkat kepercayaan sebesar 95% dan tingkat ketelitian sebesar 10%. kami memperhitungkan laju pertumbuhan jumlah mahasiswa aktif di masa lalu (Tahun Akademik 1998/1999 hingga 2003/2004) untuk mengestimasi waktu antar kedatangan kendaraan di masa mendatang. Apabila telah selesai. Akan tetapi penelitian tersebut memiliki beberapa kelemahan yang berusaha diatasi dengan penelitian yang kami lakukan. sebaiknya dipindahkan ke lokasi parkir di depan Graha. Penelitian yang kami lakukan adalah membuat simulasi dengan menggunakan software ProModel versi 6. M. yang berarti pula memperkecil waktu antar kedatangan kendaraan (laju kedatangan berbanding terbalik dengan waktu antar kedatangan).. dosen dan karyawan Universitas Kristen Maranatha. Sedangkan untuk pengujian distribusi waktu antar kedatangan dan distribusi waktu pelayanan (lama parkir). dan 3) masih belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan parkir mobil yang ada. Dalam pengujian data.0. MT Wenny Chandra. Hal ini diusulkan mengingat pembangunan Graha Widya Maranatha secara keseluruhan belum selesai. Tingkat kepercayaan yang digunakan sebesar 95% sedangkan tingkat ketelitian sebesar 10%. Laju pertumbuhan yang semakin meningkat akan meningkatkan laju kedatangan kendaraan. Dalam penelitian ini. kami menggunakan Stat::Fit yang merupakan modul dalam software ProModel. Hal ini dapat diabaikan. ST. Untuk itu. Dalam melakukan pengujian keseragaman data waktu antar kedatangan kendaraan kami menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney dalam software SPSS versi 10.Sc Sezy Khalimar Seiring bertambahnya jumlah populasi mahasiswa. Sedangkan kekurangan lahan parkir untuk motor dosen dan karyawan hanya sebanyak 2 motor saja. dimana salah satunya disebabkan oleh berkembangnya program studi yang ada. .68(2004) Perhitungan dan Usulan Pemenuhan Kebutuhan Lahan Parkir di Universitas Kristen Maranatha Ir. 2.5.

Hasil simulasi menunjukkan total kekurangan sebesar 195 mobil.Untuk kondisi mendatang (tahun akademik 2004/2005). kami mengusulkan agar dibangun lahan parkir bertingkat (2 lantai) di atas lahan parkir mobil mahasiswa dan tamu yang berkapasitas 218 mobil. Untuk itu. seluruh lahan parkir mobil tidak dapat mencukupi kebutuhan. .

Promotion. Setelah ditentukan pasar target maka diposisikan Fire Gym dengan motto "Fire Gym Serious Fitness". Selanjutnya dilakukan penyebaran kuesioner sebanyak 139 buah dengan responden konsumen yang berlatih minimal 3 kali dan menjadi responden 1 kali (purposive sampling) secara aksidental selama 2 bulan (bulan Desember 2001 sampai Januari 2005). targeting dan positioning berupa analisis. Fire Gym merupakan salah satu pusat kebugaran. ST. Dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data dengan kuesioner.. Dari hasil pengolahan data kuesioner bagian B melalui peta posisi Importance Performance Analysis didapatkan posisi variabel hasil penjabaran faktor bauran pemasaran jasa 7P yang tersebar dalam 4 kuadran untuk diambil usaha-usaha perbaikan. Melalui studi pendahuluan dengan wawancara kepada 30 orang konsumen pengguna jasa kebugaran Fire Gym didapat hal-hal yang merupakan keinginan konsumen akan suatu pusat kebugaran yang diidentifikasi berdasar bauran pemasaran jasa 7P (Product.000. Sedangkan dari hasil pengolahan data kuesioner bagian A didapat profil responden. yang berpusat di Cimahi. . Hal ini digunakan sebagai dasar dalam penyusunan strategi pemasaran melalui segmentasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis variabel-variabel apa saja yang menjadi keinginan konsumen terhadap suatu pusat kebugaran. Place. mengetahui dan menganalisis usaha-usaha perbaikan yang harus dilakukan Fire Gym terhadap variabel-variabel yang telah diidentifikasi. ST. mengusulkan strategi pemasaran yang tepat bagi Fire Gym dalam rangka meningkatkan jumlah konsumennya. People. MT Astadi Pangarso Pemenuhan kebutuhan terhadap kesehatan salah satunya diperoleh dengan cara olahraga latihan beban (fitness/weight training) dipusat-pusat kebugaran atau fitness center.69(2005) Usulan Strategi Pemasaran Berdasarkan Kinerja Bauran Pemasaran Jasa Indah Victoria Sandroto. Berdasar segmentasi ditentukan pasar target yaitu konsumen dengan berpendapatan diatas Rp 1.000/bulan serta memiliki gaya hidup sehat melalui berlatih beban untuk membentuk tubuh dan mengutamakan komunikasi dari mulut ke mulut untuk promosinya. Dengan adanya penurunan jumlah anggota (member) baru maka Fire Gym harus mencegah penurunan tersebut untuk tahun-tahun mendatang dan selanjutnya menaikkan jumlah anggotanya. Physical Evidence. Process). MT Melina Hermawan.. Price. penentuan segmen target dan penempatan produk. Setelah itu diusulkan strategi pemasaran Fire Gym yang didasarkan atas usaha perbaikan variabel-variabel pada kuadran I dan kuadran 2 pada Importance Performance Analysis serta segmentasi.

Physical Evidence. . Place. Promotion. Process). Price. People.variabel bauran pemasaran jasa 7P (Product.

Setelah itu juga dilakukan perhitungan persentil. ST. pada temperatur dipasang AC agar ruangan perpustakaan sejuk. tidak adanya komputer untuk mencari referensi buku. Untuk mendapatkan kondisi lingkungan non fisik yang nyaman. Untuk pencahayaan diberi lampu pada meja . locker yang kurang banyak dan sebagian tidak ada kunci. dilakukan pengambilan data antropometri mahasiswa. Tinggi Bahu Duduk (TBD). Tinggi Mata Duduk (TMD). dan sirkulasi udara. locker. dan kecukupan data. Sedangkan lingkungan non fisik dibandingkan dengan teori yang dianjurkan dalam suatu ruangan perpustakaan. Untuk mendapatkan kondisi yang nyaman. Selain itu juga diusulkan layout usulan. dan meja pengawas. Fasilitas fisik tersebut meliputi meja bersekat. dibutuhkan fasilitas fisik dan lingkungan non fisik yang ergonomis. Sedangkan produk yang dirancang baru adalah kursi orang yang dilayani. Keluhan-keluhan tersebut adalah meja bersekat yang sempit. kursi baca. Tinggi Duduk Tegak (TDT). pencahayaan yang kurang baik. layout yang tidak teratur. MT Yoely Wijaya Setiap perguruan tinggi biasanya dilengkapi dengan adanya perpustakaan. temperatur. Dilakukan analisa terhadap fasilitas fisik dan lingkungan non fisik. Sedangkan lingkungan non fisik tersebut meliputi pencahayaan. dan kursi yang berdebu. meja komputer. buku-buku yang tidak tertata dengan rapi. kursi orang yang dilayani. meja pengawas. kesulitas dalam mencari buku. dan lain-lain. Dari hasil analisa tersebut diusulkan perancangan perpustakaan Terintegrasi Adapun rancangan fasilitas fisiknya untuk memperbaiki dan juga merancang produk yang saat ini belum ada fasilitas fisik yang diperbaiki adalah meja bersekat. keseragaman data. diketahui bahwa ada beberapa fasilitas fisik yang belum ergonomis. Tinggi Mata Berdiri (TMB). Berdasarkan penelitian awal terhadap lima perpustakaan di setiap fakultas diperoleh keluhan dan dari mahasiswa. dan persentil maksimum (P95).70(2005) Perancangan Perpustakaan Terintegrasi d i Graha Widya Maranatha dari Sudut Pandang Ergonomi (Studi Kasus di Universitas Kristen Maranatha) Lestari Yuli Hastuti. Setelah dilakukan penelitian awal. Selain hal tersebut diatas dilakukan pengukuran dimensi-dimensi terhadap fasilitas fisik dan lingkungan non fisik. Perpustakaan Terintegrasi ini dapat menjadi pusat informasi dan sumber ilmu pengetahuan serta dapat membantu mahasiswa dalam meningkatkan kualitas belajar. dan meja petugas perpustakaan. meja komputer untuk informasi. meja panjang. rak buku. Kemudian data-data tersebut diuji kenormalan data. Dalam melakukan aktivitas tersebut. kursi baca. Ternyata setelah dilakukan analisis. dan buku. meja kelompok.. Perhitungan persentil ini terdiri dari tiga bagian yaitu persentil minimum (PS). rak buku. sirkulasi udara yang panas. Berdasarkan perbandingan dengan data antropometri diketahui kelebihan dan kekurangan dari dimensi fasilitas fisik. meja bersekat. rak buku. Data antropometri yang diambil adalah data Tinggi Badan Tegak (TBT). Tinggi Bahu Berdiri (TBB). locker. diperlukan kondisi yang nyaman. persentil rata-rata (P50). dan meja petugas perpustakaan.

Dan pada sirkulasi udara dibuat jendela yang cukup agar dapat terjadi pergantian udara.bersekat sebesar 5 watt. .

71(2005) Usulan Penjadwalan Pemenuhan Pcsanan dengan Metode Algoritma Priority Dispatcing di PT. Sarana Wira Reksa Jakarta Victor Suhandi, ST., MT Ir. Kartika Suhada, MT Samuel Margono Untuk tetap dapat bersaing, maka setiap perusahaan perlu melakukan perbaikan secara terus menerus dalam berbagai faktor. PT. Sarana Wira Reksa merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri manufaktur yang membuat dies. Saat ini perusahaan menghadapi masalah dalam pemenuhan pesanan dengan tepat waktu. Dari hasil pengamatan dan wawancara, ketersediaan bahan baku selalu mencukupi, keandalan mesin cukup baik, dan kehadiran pekerja tidak menjadi masalah. Dengan demikian faktor utama penyebab keterlambatan adalah metode penjadwalan yang digunakan oleh perusahaan kurang tepat. Metode penjadwalan pengerjaan pesanan yang diterapkan perusahaan hanya berdasarkan pada tanggal terima yang paling cepat saja dan tidak memperhatikan faktor-faktor lain, seperti batas tanggal selesai, matriks routing setiap pesanan serta tidak mempunyai standar yang jelas untuk penentuan penjadwalan setelah prioritas pertama selesai ditentukan. Metode penjadwalan yang diusulkan peneliti adalah metode Priority Dispatching yang dikemukakan oleh Ciffler dan Thompson. Algoritma yang digunakan adalah algoritma untuk penjadwalan aktif dan non delay. Aturan prioritas yang digunakan adalah Earlist Due Date (EDD) sebagai aturan prioritas pertama, aturan prioritas yang kedua adalah Short Processing Time (SPT), sedangkan aturan prioritas yang terakhir adalah Random. Kriteria pemilihan metode penjadwalan terbaik adalah minimum number of tardy job, sedangkan ukuran performansi lain yang turut dipertimbangkan apabila kedua alternatif metode penjadwalan menghasilkan number of tardy job yang sama adalah maximum completion time, maximum tardiness, mean tardiness, mean lateness, waktu menganggur setiap departemen dan waktu selesai setiap departemen. Hasil dari perhitungan penjadwalan aktif dan non delay adalah tidak terdapat pesanan yang terlambat. Sedangkan hasil perbandingan dari maximum completion time dan mean lateness menunjukkan bahwa metode penjadwalan yang terbaik adalah penjadwalan non delay. Hasil dari waktu menganggur dan waktu selesai setiap departemen diperoleh bahwa penjadwalan non delay lebih banyak terpilih daripada penjadwalan aktif. Berdasarkan hasil dari semua perbandingan yang telah dilakukan, maka metode penjadwalan usulan yang terpilih adalah penjadwalan non delay. Hasil perbandingan penjadwalan usulan terpilih atau non delay dengan metode perusahaan menunjukkan bahwa penjadwalan non delay lebih baik karena tidak terdapat pesanan yang terlambat, sedangkan metode perusahaan terdapat satu pesanan yang terlambat. Kelebihan dari metode penjadwalan usulan terpilih atau non delay adalah tidak terdapat jumlah pesanan yang terlambat, memiliki maximum completion time yang paling kecil dan juga memiliki mean lateness yang paling besar dibandingkan metode penjadwalan yang lainnya.

73(2005) Identifikasi Faktor - faktor Harapan Mahasiswa terhadap Dosen (Studi Kasus Eksploratori Jurusan TI – UKM) Ir. Hendra Kusuma, MT Patrisius P. Piamat Selama ini Jurusan TI UKM telah memberikan berbagai macam pelayanan yang bervariasi bagi para mahasiswanya, antara lain dengan penyediaan dosen-dosen pengajar yang minimal berpendidikan strata dua, tetapi ternyata kinerja tenaga-tenaga pengajar yang disediakan masih dirasakan kurang memuaskan bagi pihak mahasiswa. Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut; (1) mengetahui faktor-faktor penting apa saja yang menjadi pertimbangan mahasiswa dalam menilai kinerja seorang dosen di Jurusan TI UKM, dan (2) mengetahui bagaimana seharusnya dosen dievaluasi berdasarkan harapan mahasiswa Jurusan TI UKM. Jumlah responden pada penelitian ini ialah sebanyak 250 responden mahasiswa angkatan 2000-2004 dengan menggunakan metode accidental sampling, masing-masing berjumlah 50 mahasiswa per angkatan. Setelah uji validitas dan reliabilitas, dilakukan analisis faktor untuk mengetahui faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh mahasiswa dalam menilai kinerja dosen mereka. Faktor-faktor pertimbangan mahasiswa yang didapatkan dari penelitian ini ialah: (1) Sikap empatik, (2) Kemampuan mengajar, (3) Komunikasi dua arah di dalam kelas, (4) Bersikap adil terhadap mahasiswa, (5) Komunikasi dua arah di luar kelas, 6) Ketepatan materi dan jadwal, (7) Penampilan saat mengajar, (8) Kemampuan memotivasi mahasiswa, (9) Simpatik, (10) Kecanggihan alat belajar mengajar, (11) Kemampuan menerangkan konsep yang sukar dimengerti, serta (12) Kemutakhiran ilmu yang diajarkan. Hasil analisis yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa Formulir Evaluasi Proses Belajar Mengajar yang digunakan oleh UKM masih belum mencakup seluruh harapan mahasiswa TI UKM atas dosen mereka. Diusulkan agar formulir Evaluasi Proses Belajar Mengajar yang digunakan oleh UKM direvisi agar dapat lebih mencerminkan harapan mahasiswa atas dosen mereka.

74(2005) Usulan Penentuan Jumlah dan Jenis Kendaraan Angkut yang Lebih Efektif dan Efisien untuk Pengiriman Produk AMDK pada CV Olympic Makmur Jaya Ir. Heru Susilo, M.Sc Santoso, ST., MT Dewi Kencanawati CV Olympic Makmur Jaya yang bergerak dibidang air minum dalam kemasan (AMDK), berlokasi di Magelang, dengan gudang penyimpanan yang terletak di Magelang juga. CV Olympic Makmur Jaya memproduksi air minum secara terus menerus tanpa menunggu pesanan dari pelanggan. Perusahaan ini memiliki lima distributor terbesar di Jawa Tengah yaitu Purwokerto, Tegal, Pekalongan, Semarang dan Yogyakarta. Pengiriman produk dilakukan dengan kendaraan angkut perusahaan sendiri, yang terdiri dari enam buah truk besar dan tiga buah truk kecil. Selama ini perusahaan melakukan transportasi produk hanya berdasarkan perkiraan dan pengalaman saja, oleh karena itu belum tentu cara yang digunakan adalah yang terbaik bagi perusahaan. Perusahaan menyadari kekurangan tersebut dan ingin memperbaiki kekurangan tersebut, namun perusahaan tidak tahu bagaimana cara untuk memperbaikinya. Oleh karena itu peneiiti membantu perusahaan dalam mencari cara terbaik dalam menentukan jenis dan jumlah kendaraan angkut yang efektif dan efisien dengan biaya pengiriman yang ekonomik. Untuk mencari rute angkut dan jarak daerah distribusi terpendek dilakukan dengan menggunakan Metode Shortest Route. Dengan jarak dan rute terpendek, dapat menghemat konsumsi bahan bakar. Untuk mengetahui jumlah dan jenis kendaraan angkut yang efektif dan efisien, maka dilakukan estimasi jumlah pengiriman produk yang akan terjadi berdasarkan data pengiriman produk yang berfluktuasi selama dua tahun sebelumnya. Fluktuasi permintaan disebabkan adanya perbedaan musim hujan dan panas. Dimana pada musim hujan, permintaan menurun, tetapi pada musim panas, permintaan meningkat yang disebabkan cuaca panas sehingga orang banyak membutuhkan air minum, serta banyaknya kegiatan sosial dan hajatan. Oleh karena itu fluktuasi permintaan produk juga harus diperhitungkan agar jumlah dan jenis kendaraan angkut yang digunakan efektif dan efisien. Dengan menggunakan metode Shortest Route dari gudang ke setiap distributor, hasil evaluasi biaya pengiriman antara perhitungan perusahaan dengan usulan peneliti adalah terdapat penghematan biaya pengiriman untuk satu truk besar yaitu sebesar Rp 331.520 sedangkan satu truk kecil sebesar Rp 285.322 untuk pengangkutan ke lima distributor. Dengan menggunakan biaya pengiriman dari hasil perhitungan usulan, jurnlah dan jenis kendaraan angkut yang efektif dan efisien untuk setiap pengangkutan penghematan yang terjadi adalah bila terjadi pengiriman low season Rp 1.910.229 per minggu sebesar 8.05% dan bila terjadi pengiriman rata-rata Rp 703.629 per minggu sebesar 2.77'%

Tahun 2002 tingkat hunian sebesar 74% kemudian tahun 2003 turun menjadi 70% dan tahun 2004 turun lagi menjadi 67%. dimana variabel yang berpengaruh positif yaitu lokasi yang strategis dan kelengkapan fasilitas sarana hotel. MT Yanuar Afiyanto Kota Bandung sebagai ibukota Jawa Barat yang letaknya berdekatan dengan ibukota negara.0 yang terdiri dari uji validitas. dengan tujuan mengetahui variabelvariabel bauran pemasaran yang berpengaruh dan upaya-upaya yang perlu dilakukan Savoy Homann Bidakara Hotel untuk meningkatkan loyalitas konsumennya. People. yaitu Product. ST. Place. Salah satu dampak dari persaingan tersebut adalah penurunan tingkat hunian hotel seperti yang dialami oleh Savoy Homann Bidakara Hotel. tidak mudah terpengaruh oleh pemasaran produk lain yang sejenis dan menciptakan prospek. kota Bandung juga merupakan kota tujuan bisnis utama di Jawa Barat.. Promotion. . Penulis juga menggunakan teori yang dikemukakan oleh Griffin (2002) mengenai karakteristik konsumen yang loyal yaitu melakukan pembelian secara teratur. Dalam memberikan pelayanan kepada konsumen diperlukan bauran pemasaran jasa yang tepat diarahkan kepada kebutuhan dan keinginan konsumen agar konsumen merasa puas sehingga pada akhirnya dapat terwujud loyalitas konsumen. reliabilitas dan multi regresi linier. Penulis menggunakan teori yang dikemukakan oleh Zeithaml dan Bitner (2000) yang terdiri dari tujuh unsur. Sedangkan variabel yang berpengaruh negatif yaitu penataan eksterior hotel dan kecepatan pelayanan. MT Christina. Physical evidence dan Process. Oleh sebab itu Savoy Homann Bidakara Hotel dituntut untuk dapat lebih memuaskan konsumennya.variabel Bauran Pemasaran Jasa yang Berpengaruh terhadap Loyalitas Konsumen Melina Hermawan.. Hal ini menyebabkan perkembangan bidang perhotelan di kota Bandung tumbuh dengan cepat dan menimbulkan persaingan yang sangat ketat diantara hotel-hotel yang ada. Data yang telah terkumpul selanjutnya diolah dengan menggunakan software Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 10. Dari hasil pengolahan data diketahui bahwa pengaruh bauran pemasaran jasa yang dilakukan Savoy Homann Bidakara Hotel terhadap loyalitas konsumennya adalah signifikan. Selain menjadi kota tujuan wisata.75(2005) Identifikasi Variabel . Price. Untuk itulah dilakukan suatu penelitian untuk mengidentifikasikan variabel-variabel bauran pemasaran yang berpengaruh terhadap loyalitas konsumen. Penurunan ini disebabkan juga oleh ketidakpuasan konsumen. menolak produk lain. ST. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada tamu yang telah menginap sebagai responden dengan menggunakan simple random sampling. membuat banyak orang yang mengunjungi kota ini.

Dengan demikian. Pengujian sudut kemiringan sandaran kursi ini dilakukan oleh 30 responden yang dipilih secara acak. yaitu 90°. Hal ini dikarenakan pada sudut kemiringan sebesar 105° memberikan konsumsi energi yang lebih kecil dari sudut kemiringan yang lain. Untuk mengurangi keluhankeluhan itu. dilakukan pengujian terhadap sudut kemiringan sandaran kursi dengan melakukan pengukuran denyut jantung. I05°. Hal ini dikarenakan mahasiswa sering mengeluhkan sakit atau pegal pada pantat. Empat puluh responden menginginkan perbaikan pada sudut kemiringan sandaran kursi. dapat dihitung konsumsi energi yang dikeluarkan selama menggunakan kursi kuliah tersebut. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengukuran konsumsi energi. responden menginginkan perbaikan pada kursi kuliah yang digunakan saat ini. ketinggian kursi.% responden menyatakan bahwa sudut kemiringan sandaran kursi sebesar 105° lebih nyaman daripada sudut kemiringan lainnya.76(2005) Perancangan Kursi Kuliah Ergonomis yang Memberikan Kenyamanan dari Segi Konsumsi Energi (Studi Kasus di Universitas Kristen Maranatha) Wawan Yudiantyo. maka dibuat kuesioner penelitian Berdasarkan hasil kuesioner penelitian. Perancangan kursi kuliah usulan dilakukan berdasarkan hasil kuesioner penelitian. hasil pengujian data anthropometri dan data kontur serta hasil perhitungan konsumsi energi. MT Indra Syarief Susy Susylawati Keluhan terbanyak dari mahasiswa Universitas Kristen Maranatha mengenai kursi kuliah yang digunakan saat ini adalah kurang memberikan kenyamanan. Sebagian besar responden juga mengeluhkan sakit atau pegal pada pantat. Pengujian sudut kemiringan sandaran kursi ini menggunakan 6 (enam) macam sudut kemiringan. 100°. Oleh sebab itu. Enam macam sudut kemiringan ini diperoleh dari hasil pengukuran kemiringan kontur 30 mahasiswa jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha. Pada rancangan kursi kuliah usulan ini juga ditambahkan bantalan busa pada alas duduk dan sandaran punggung serta rak penyimpanan tas pada bagian samping kiri dari kursi kuliah. Bagian-bagian dari kursi kuliah yang ingin diperbaiki adalah sandaran tangan. ST. Berdasarkan pengujian sudut kemiringan sandaran kursi. diharapkan mahasiswa dapat duduk dengan nyaman akan berkonsentrasi selama menggunakan kursi kuliah usulan ini. sandaran punggung. Dan data-data tersebut dapat diperoleh ukuran kursi kuliah yang baru yang lebih ergonomis dan dapat meminimasi konsumsi energi. 53. pinggang dan punggung. ukuran alas duduk dan tinggi alas duduk dari lantai. 74% responden tidak merasa nyaman menggunakan kursi kuliah saat ini. pinggang dan punggung selama menggunakan kursi kuliah tersebut. 1100 dan 115°. ukuran meja. Untuk lebih mengetahui pendapat mahasiswa mengenai kursi kuliah yang digunakan saat ini di Universitas Kristen Maranatha. dimana sudut kemiringan sandaran kursi sebesar 105° menghasilkan konsumsi energi yang paling sedikit. dapat diketahui bahwa sudut kemiringan sandaran kursi yang paling baik adalah sebesar 105°. 95°.. Dari hasil pengukuran denyut jantung.33°. tanpa terganggu dengan kelelahan dan rasa sakit yang dialami pada saat duduk. sehingga prestasi belajar yang diperoleh mahasiswa juga akan lebih maksimal. .

generasi muda sudah diperkenalkan. Dari segi lingkungan. ST. Kursi yang dipergunakan memiliki ketinggian alas yang terlalu tinggi. Di SMU ‘X’ Bandung. Laboratorium Bahasa dirancang dan ditata sedemikian rupa bertujuan untuk memberikan kondisi belajar mengajar yang efektif. diajarkan dan dibekali dengan keahlian bahasa selain bahasa nasional kita. Namun hingga saat ini masih terdapat beberapa kendala sehingga penggunaan fasilitas Laboratorium Bahasa masih dirasakan kurang optimal. Pengolahan data yang dilakukan adalah pengujian anova. dan lemari berkas yang sudah usang dan tidak ergonomis. . MT Shelly Lydiana Dewasa ini penguasaan bahasa asing sudah merupakan suatu keharusan di dunia kerja dan dunia bisnis. selain itu masalah bau-bauan yang ditimbulkan alas kaki siswa. pengujian keseragaman data. terdapat masalah kurangnya pencahayaan di dalam ruangan laboratorium Bahasa. Selain itu tata letak papan tulis kurang tepat menyebabkan siswa yang duduk di belakang tidak dapat melihat ke papan tulis. Hasil pengolahan dan analisis menunjukkan bahwa seluruh fasilitas yang digunakan kecuali lemari tape dan meja guru memiliki bagian yang tidak ergonomis.. fasilitas fisik. pengujian kecukupan data serta perhitungan persentil data anthropometri siswa. diperoleh masukan bahwa terdapat masalah di Laboratorium Bahasa. siswa yang duduk di kursi belakang sulit melihat ke papan tulis. Bahasa Indonesia. meja memiliki luas alas dan sekat yang terlalu kecil. Sejak di bangku sekolah. tidak ada sandaran kaki pada kursi maupun meja. Melalui penelitian pendahuluan yang dilakukan. penempatan kursi dan meja yang kurang luas sehingga mengurangi kenyamanan dalam laboratorium. pengujian kenormalan data. salah satu fasilitas yang mendukung program tersebut adalah Laboratorium Bahasa dimana di tempat ini siswa dapat memperdalam penguasaan bahasa asing melalui tahap listening dan speaking. da perbandingan hasil pengolahan data dengan dimensi fasilitas aktual. aman dan nyaman. Pengaturan tata letak Laboratorium yang kurang tepat serta lebar gang yang sempit menyulitkan siswa keluar masuk dari tempat duduk. Kemudian dilakukan analisis terhadap lingkungan fisik. efisien.77(2005) Analisis dan Usulan Perbaikan Tata Letak Fasilitas dan Lingkungan Fisik yang Lebih Ergonomis (Studi Kasus di SMU ‘X’ Bandung) Ie Vie Mie. ketidaknyamanan siswa saat duduk karena rasa pegal. antara lain area meja tulis yang kurang luas.

Oleh karena itu peneliti mengusulkan penerapan penjadwalan shift kerja dengan Algorithms With Phase Delay Feature bagi satpam di Universitas Kristen Maranatha. 540. Hung mengusulkan perubahan shift sebaiknya dilakukan searah jarum jam (forward direction) yang kemudian disebut Phase Delay Schedule. MT Moonty Chandra Shift kerja biasanya ada dalam operasi manufaktur dan jasa. seperti gangguan tidur. 2. dari shift siang ke shift malam. Usulan penjadwalan ini menghasilkan suatu jadwal yang memberikan hari libur yang berurutan yang memberikan kepuasan kerja. Semua ini akan memberikan pemerataan pendapatan bagi semua pekerja yang peningkatan pendapatannya kira-kira adalah 18 shift kerja/tahun yang bila dihitung dalam jumlah penambahan gaji adalah kurang lebih Rp. Kartika Suhada. tidur. Dari hasil penelitian dan wawancara yang dilakukan. efek negatif shift kerja seperti masalah kesehatan juga terjadi pada satuan pengamanan (satpam) di Universitas Kristen Maranatha (UKM). maka perubahan shift adalah dari shift pagi ke shift siang. motivasi.78(2005) Usulan Penjadwalan Shift Kerja dengan Algorithms With Phase Delay Feature bagi Satpam di Universitas Kristen Maranatha Santoso. tetapi shift kerja memberikan banyak dampak negatif pada diri pekerja. atau dari shift malam ke shift pagi.. Sebagai contoh untuk sistem 3 shift per hari.400. ST. MT Ir. yang lebih sedikit dibanding Phase Advance Schedule (penjadwalan yang pergantian shiftnya dilakukan dalam arah berlawanan arah jarum jam/backward direction).00/tahun. beban kerja (jumlah shift pagi dan malam) yang lebih merata untuk setiap orang satpam. kesehatan. dan hubungan sosial yang berakibat pada menurunnya performansi kerja pekerja tersebut. Selain itu penjadwalan ini memberikan penghematan biaya operasional yang harus dikeluarkan sebesar Rp. Barton dan Folkard (1993) mempelajari 261 orang pekerja dari beberapa industri yang berbeda menemukan bahwa Phase Delay Schedule lebih memuaskan pekerja dan menimbulkan masalah kesehatan. dengan skenario 5 hari kerja dan 3-4 hari kerja.000. sosial. . Bandung.000.00/tahun dibandingkan dengan jadwal yang ada dahulu karena tejadi pengoptimalan jumlah tenaga kerja yang dipakai sehingga jumlah tenaga kerja yang dipakai lebih sedikit.

. pramuniaga yang ramah.. jahitan tas yang rapi.82(2005) Usulan Pengembangan Tas Wanita Remaja Merk Flashy Ditinjau dari Faktor Product. jahitan tas yang kuat. tingkat ketelitian penjahit. persentase pemberian harga sedangkan process characteristics yang didapatkan adalah antara lain pengendalian kualitas zipper. nomor gigi zipper. jenis zipper. pramuniaga yang sopan. Metode QFD terdiri dari 4 tahap. ST. adanya program hadiah langsung pada waktu tertentu. tingkat ketepatan tebal bahan tas. pramuniaga yang cekatan dalam melayani. Ketiga tahap tersebut memiliki hubungan antara satu sama lain. perancangan zipper yang mudah dibuka. Pengolahan data yang digunakan adalah metode Quality Function Deployment (QFD). adanya program hadiah langsung pada waktu tertentu. jenis jarum jahit. Design characteristics yang didapatkan adalah antara lain jenis benang. dan Place. Promotion. tas yang memiliki penutup. penyusunan tas yang rapi dan menarik dan showroom yang dirancang menarik. selain itu juga untuk mengetahui kepuasan konsumen terhadap produk tas Flashy dibandingkan dengan pesaingnya yaitu Exsport. technical response diterjemahkan menjadi design characteristics. tingkat kekuatan jarum jahit. tersedia lapangan parkir yang luas. jenis bahan tas. adanya discount pada waktu-waktu tertentu. Process Planning Matrix dan Production Planning Matrix. customer needs diterjemahkan menjadi technical response. bahan tas tidak mudah rusak. Promotion dan Place dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment Christina. tingkat ketepatan pemberian harga. tersedianya counter di berbagai kota. diperoleh hasil bahwa kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk tas adalah antara lain tas yang memiliki ritsleting. produk yang selalu tersedia pada saat akan dibeli. Melalui penelitian yang dilakukan. Technical response yang didapatkan adalah antara lain tingkat penggunaan benang. lokasi di tempat yang strategis. Price. Design Planning Matrix. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk tas dilihat dari faktor 4P yaitu Product. Kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk tas Flashy yang lebih unggul apabila dibandingkan dengan produk tas Exsport adalah jahitan tas yang rapi. memiliki kantong belanja yang menarik. tingkat kekuatan benang. Pada tahap product planning matrix. adanya bandrol harga pada tas. tas yang memiliki tali selempang. pengukuran nomor zipper. Process Characteristics diterjemahkan menjadi Production Characteristics. sehingga menyebabkan persaingan yang ketat diantara perusahaan produk tas. pramuniaga yang sopan. dilakukan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner sehingga diperoleh data-data untuk matriks-matriks yang digunakan untuk pengembangan produk tas. Melalui metode tersebut. harga yang sesuai dengan kualitas tas. yaitu Product Planning Matrix. pada tahap design planning matrix. model tas yang selalu mengikuti trend. memiliki kemasan yang menarik. Price. MT Pitra Jaya Perkembangan industri sudah semakin berkembang termasuk industri produk tas. design characteristics diterjemahkan menjadi process characteristics dan pada tahap Production Planning Matrix. pada tahap process planning matrix.

. pengendalian kualitas jarum jahit.pengendalian kualitas benang. perhitungan harga bahan baku ditambah laba.

Kata kunci : voice of customer. praktis dan nyaman. mulai dari pedal sampai keran dengan menggunakan prinsip-prinsip ergonomi. semuanya diperlukan tangan untuk membuka keran. kondisi tangan sangatlah kotor. Konsep kemudian disaring dengan menggunakan matriks penyaringan berdasarkan kriteria yang diinginkan konsumen dan pada tahap ini konsep keran dengan . keran akan tertutup dan air akan berhenti mengalir. Salah satu kebutuhan utama manusia adalah makan. Pada beberapa daerah. juga tidak terlalu mahal dan perawatan mudah. Karena masalah ini.83(2007) Perancangan Keran Cuci Tangan yang Ergonomis Ir. sehingga dapat mengatur keluarnya air. ergonomis . Hal ini menyebabkan pengguna keran harus menyentuh keran dengan tangan kotor saat membuka keran dan kemudian menutup lagi keran kotor setelah cuci tangan. biasanya pada saat akan mencuci tangan setelah makan. seringkali. sebaliknya bila pedal dilepas. Dalam penelitian ini akan dirancang alat ini. Melalui tahap ini. Christina Wirawan. technical response. MT.. digunakan alat bantu metode Quality Function Deployment untuk membantu menterjemahkan suara konsumen menjadi target spesifikasi keran yang menjadi dasar perancangan alternatif konsep keran. ditekan dan didorong. di Indonesia. yaitu diputar. tentulah hal ini tidak praktis dan nyaman. Untuk keran-keran tersebut.. Jadi bila pedal diinjak. keran akan terbuka dan air akan keluar dengan otomatis. Konsep yang akan dicoba dirancang di sini adalah konsep yang cukup sederhana. terutama di tempat umum pengguna malas untuk menutup keran dengan benar. sehingga seringkali keran tidak ditutup dengan benar sehingga menyebabkan borosnya air. Untuk perancangan keran yang lebih nyaman dan praktis ini. kualitas. tangan akan terkena kotor lagi dari keran. gugur.. garpu ataupun pisau merupakan kebiasaan Dengan kondisi seperti ini. keran dioperasikan dengan sensor dan keran dioperasikan dengan tuas kaki.. keran dioperasikan dengan pedal kaki. Konsep kemudian dinilai dengan konsep scoring untuk memilih 1 konsep yang akan dikembangkan lebih lanjut. Pedal akan dihubungkan dengan tuas yang akan mengatur aliran air. Keran air yang sekarang ini beredar di pasaran pada dasarnya menggunakan 3 konsep. sehingga pada saat setelah mencuci tangan. Konsep alternatif keran yang dikembangkan adalah keran dioperasikan dengan siku. makan menggunakan tangan tanpa sendok. saat menutup keran. didapat konsep keran dioperasikan dengan pedal kaki yang terpilih untuk dikembangkan. yaitu membuka dan mematikan keran dengan pedal kaki.. sehingga alat ini dapat dipakai dengan mudah.

Dalam penelitian ini. sedangkan penjadwalan dengan menggunakan algoritma penjadwalan dinamis usulan menghasilkan keterlambatan 19 buah pesanan. Dalam realisasi jadwal yang telah dibuat seringkali terjadi gangguan-gangguan yang dapat menyebabkan keterlambatan penyelesaian beberapa pesanan tersebut. Vivi Arishandy. . yaitu periode mingguan. Jadi. yaitu algoritma penjadwalan dan algoritma penjadwalan ulang usulan. MT. Mesin mengalami kerusakan selama 5 hari. peneliti memberikan saran agar algoritma yang dirancang dapat dibuat program softwarenya..84(2007) Pengembangan Algoritma Pendjadwalan Dinamis untuk Meminimasi Jumlah Pesanan yang Terlambat pada Perusahaan Manufaktur Ir. algoritma tersebut diujicobakan pada kasus penjadwalan di PT X. MT. Keterlambatan tersebut dapat menimbulkan denda yang harus ditanggung oleh perusahaan serta berkurang atau bahkan hilangnya kredibilitas perusahaan di mata konsumen. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa algoritma penjadwalan dinamis yang dibuat cukup baik. Gangguan-gangguan itu dapat berupa masuknya satu atau beberapa pesanan baru yang harus segera dikerjakan. Hal tersebut dapat menyebabkan beralihnya konsumen ke perusahaan pesaing. Xystus Yustyadi Waiz Penjadwalan merupakan aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam upaya memenuhi pesanan yang diterima dari konsumen dengan tepat waktu. Untuk mengukur keefektivan algoritma yang dikembangkan. algoritma penjadwalan dinamis yang dikembangkan terdiri dari dua buah algoritma. Untuk mempercepat proses perhitungan. Data pesanan yang digunakan sebanyak 204 buah pesanan yang merupakan data pesanan dalam satu bulan. ST. rusaknya satu atau beberapa mesin yang menyebabkan terhentinya kegiatan produksi yang sedang berlangsung. PT X ini bergerak dalam bidang pembuatan kulit imitasi..31%. Oleh karena itu diperlukan suatu algoritma penjadwalan dinamis dalam upaya meminimasi jumlah pesanan yang terlambat. dimana 7 buah pesanan tersebut merupakan pesanan sisipan.Kartika S. terjadi pengurangan jumlah pesanan yang terlambat sebanyak 45 buah pesanan atau 70. Periode penjadwalan yang dilakukan sesuai dengan yang berjalan saat ini. Penjadwalan yang diterapkan perusahaan menghasilkan keterlambatan penyelesaian pesanan sebanyak 64 buah.

Hal-hal yang menurut konsumen menjadi prioritas utama dalam rancangan trolley bermesin adalah kemudahan menjangkau pedal gas. rancangan kedua yaitu kursi pengendara dan mesin terpisah dengan keranjang. agar mereka dapat berbelanja dan menikmati wisata belanja. sehingga dapat membawa barang lebih banyak. yaitu menggunakan kursi dan mesin terpisah dari keranjang tetapi keranjang yang digunakan adalah dengan ukuran yang dirancang pada alternatif 1. MT. Trolley ini ditujukan untuk orang-orang lanjut usia atau orang dengan cacat kaki (sementara ataupun permanen) yang memiliki keterbatasan untuk berjalan dalam jangka waktu lama atau jauh. Christina Wirawan.. pemberian discount atau hadiah dan kelengkapan produk yang dijual. maka akan dirancang suatu keunikan yang diharapkan dapat membuat daya tarik tersendiri sehingga meningkatkan daya saing. yaitu perancangan trolley bermesin. dimana keranjang yang dipakai adalah trolley yang sekarang ada dengan posisi keranjang bisa di depan atau di belakang pengendara. Pengendalian trolley menggunakan stir. keluasan trolley. Budi Antono. perancangan . yaitu trolley bermesin dengan keranjang berada di depan pengguna dan ukuran keranjang dirancang ulang. Saat ini persaingan dalam dunia usaha begitu ketat. Dalam menghadapi persaingan ini. Hal ini menyebabkan setiap unit usaha berusaha untuk menciptakan sesuatu inovasi yang unik untuk menarik dan memuaskan konsumen. Trolley dijalankan dengan menggunakan pedal gas.85(2007) Perancangan Troley Bermesin untuk Penggunaan di Hypermarket Ir. kedalaman rem. didapat bahwa alternatif yang ke-3 adalah yang terbaik. Dari hasil concept scoring. ergonomis. Hasil perancangan yang terbaik adalah trolley bermesin ini memiliki volume keranjang lebih besar. Ie Vie Mie. terutama di hypermarket walaupun memiliki keterbatasan. MT. Salah satu unit usaha yang bersaing ketat di kota Bandung pada saat ini adalah supermarket dan hypermarket.. Metoda yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode QFD dan juga mengikuti langkah-langkah yang dicetuskan oleh Karl T. rancangan ketiga yaitu gabungan dari rancangan kesatu dan kedua. Trolley memiliki sistem rem kaki. Ulrich dan Steven Eppinger. adanya kerancang kecil. serta memberikan kondisi toko yang nyaman. yaitu rancangan pertama. Dari hasil penyebaran kuesioner di dapat bahwa konsumen sangat setuju dengan adanya trolley bermesin dan memberikan beberapa masukan. ST. Data awal didapat dengan menyebarkan kuesioner kepada konsumen dengan kriteria usia lanjut atau cacat kaki di beberapa hypermarket yang ada di Bandung. juga untuk mencari dan memilih konsep serta alternatif rancangan trolley. ST. Kata kunci : strategi bersaing. Trolley akan dirancang sebanyak 3 alternatif. untuk mengetahui keinginan dan penilaian konsumen terhadap trolley di hypermarket.. Trolley juga memiliki kursi sehingga konsumen tidak mudah lelah. Umumnya mereka bersaing dalam hal harga.

. data-data yang digunakan akan diambil dari Universitas Kristen Maranatha.. Manfaat bagi perusahaan adalah untuk mengetahui seberapa besar usaha pegawai melakukan pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi serta dapat digunakan untuk perbaikan kinerja pegawai secara terus menerus. perancangan perangkat penilaian kinerja akan berbasiskan kompetensi. Yullyanti Ivonne Widjaya Perguruan tinggi merupakan salah satu tingkatan penting dalam pendidikan. Dalam penelitian ini. Bandung) Vivi Arisandhy. tanggung jawab dan wewenang (Job Description) untuk TA dan usulan Formulir .87(2007) Identifikasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penilaian Kinerja untuk Jabatan Tenaga Administrsi di Perguruan Tinggi (Studi Kasus di Universitas Kristen Maranatha. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan sumber daya manusia adalah dengan melakukan penilaian kinerja. menyusun ulang tugas. Penilaian kinerja yang efektif akan memberikan manfaat bagi pegawai dan perusahaan. tanggung jawab dan wewenang (Job Description) TA. Dalam penelitian ini akan dilakukan identifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap standar penilaian kinerja Tenaga Administrasi (TA) di perguruan tinggi. MT. penentuan struktur hierarki. Data-data yang diperlukan adalah struktur organisasi perguruan tinggi serta tugas. diantaranya adalah pengelolaan sumber daya manusia yang unggul. MT. tanggung jawab dan wewenang dari TA. menentukan tingkat kepentingan faktor dan subfaktor kompetensi (menggunakan metode Cut-Off Point) dengan cara menyebarkan kuesioner kepada atasan langsung dari pemegang jabatan. ST. Banyak faktor yang mendukung jalannya suatu perguruan tinggi dengan baik. menghitung batas–batas Total Nilai Penilaian Kinerja (TNPK) dan menyusun perangkat penilaian kinerja. Dalam penelitian ini. Melina Hermawan. Faktor-faktor tersebut kemudian akan digunakan untuk merancang perangkat penilaian kinerja bagi TA. ST. Hal ini dikarenakan perguruan tinggi berperan penting untuk menghasilkan orang–orang yang berkualitas yang dapat berguna bagi dunia kerja pada umumnya. Hasil yang didapatkan dari penelitian yang telah dilakukan adalah susunan tugas. Manfaat bagi pegawai adalah dapat mengetahui kinerja yang telah dicapai serta mengetahui kelemahan dan kelebihan diri yang berguna untuk pengembangan diri selanjutnya. Tahapan dalam melakukan perancangan formulir penilaian kinerja yaitu analisis jabatan dengan cara menyebarkan kuesioner dan melakukan wawancara kepada pemegang jabatan dan atasan langsung dari pemegang jabatan. pembobotan faktor dan subfaktor kompetensi (menggunakan metode Analytical Hierarchy Process) dengan cara menyebarkan kuesioner kepada atasan langsung dari pemegang jabatan.

mengikutsertakan faktor-faktor kompetensi yang dapat dinilai oleh mahasiswa (konsumen). Saran untuk penelitian selanjutnya adalah sebaiknya dilakukan pengumpulan data tingkat kepentingan dan bobot kepentingan faktor dan subfaktor kompetensi di untuk tenaga administrasi perguruan tinggi lainnya.8. .Penilaian Kinerja untuk TA. Susunan tugas.2. sedangkan.2.usulan Formulir Penilaian Kinerja untuk TA dapat dilihat pada Sub Bab 4. tanggung jawab dan wewenang (Job Description) dapat dilihat pada Sub Bab 3. dibuat suatu standar penanganan berdasarkan hasil penilaian kinerja (contoh pemberian reward dan punishment). apabila organisasi mengalami penambahan personel dalam satu unit kerja maka perlu dilakukan perhitungan jumlah sampel pengisi dari Formulir Penilaian Kinerja dan metode BARS (Behaviorally Anchored Rating Scale) digunakan dalam penentuan skala rating.

Victor Suhandi.. Hasilnya terdapa trend yang meningkat. karyawan dan tamu sebesar 149 mobil dalam kondisi normal dan 119 mobil dalam kondisi darurat. Kekurangan lahan parkir saat ini untuk memenuhi kebutuhan di masa mendatang sebanyak 202 mobil mahasiswa dalam kondisi normal dan 108 mobil dalam kondisi darurat. ST. tingkat kecukupan lahan parkir motor dosen. sedangkan dalam kondisi darurat sebesar 115. Pengujian distribusi rata-rata laju kedatangan dan lama parkir menghasilkan beragam distribusi statistik yang menunjukan perilaku kendaraan dalam sistem perparkiran. Penelitian yang kami lakukan adalah menguji kesamaan rat-rata laju kedatangan antar hari. Tikat kecukupan lahan parkir mobil dosen.88(2007) Analisis Kebutuhan dan Penataan Lahan Parkir di UK Maranatha Ir. Usulan yang dikemukakan untuk mengatasi kekurangan lahan parkir saat ini ada 4 alternatif. karyawan dan tamu saat ini sebesar 82. .17%. maka dapat dibuat perencanaan penyediaan dan penataan lahan parkir sehingga orang dapat memarkirkan kendaraannya dengan nyaman dan aman. Selain itu kami mengusulkan penataan peruntukan lahan parkir yang ada saat ini dan upaya-upaya untuk menngkatkan keamanan parkir kendaraan. Hali ini mendorong makin besarnya kebutuhan akan sarana lahan parkir untuk saat ini (tahun akademik 2006/2007) dan saat mendatang (2014/2015).37%. sedangkan untuk motor dosen karyawan dan tamu sebesara 121 motor.41%. Kartika Suhada. sedangkan dalam kondisi darurat sebesar 83. dimana hasilnya menunjukan bahwa laju kedatangan kendaraan pada pagi hari lebih besar dibandingkan dengan siang hari. tingkat kecukupan lahan parkir motor mahasiswa saat ini sebesar 92. Selanjutnya kami menguji kesamaan rata-rata laju kedatangan antar jam. karyawan dan tamu saat ini untuk kondisi normal sebesar 68. MT. Tingkat kecukupan lahan parkir mobil mahasiswa saat ini untuk kondisi normal sebesar 94. Perkembangan program studi yang ada di Universitas Kristen Maranatha mendorongmakin banyaknya populasi mahasiswa. ternyat terdapat kelompok hari yang berbeda yaitu Senin – Selasa – Kamis.78%. MT.54%. Sedangkan untuk mobil dosen. Dengan memperhitungkan dengan ketersediaan lahan parkir yang ada saat ini. Akhirnya kami membuat model simulasi komputer untuk mengetahui kebutuhan lahan parkir saat ini dan masa mendatang. Jumat dan Sabtu.7%. Estimasi jumlah pengguna lahan parkir dimasa mendatang menggunakan data jumlah mahasisa aktif. dosen dan karyawan yang melakukan kegiatan didalamnya.. Lahan parkir motor mahasiswa kurang sebesar 351 motor .

07. Pengehematan ruangan yang diperoleh adalah sebanyak 19 ruangan. ternyata tingkat utilisasi rata-rata ruangan perkuliahan untuk program studi non magister sebesar 36. dimana utilisasi rata-rata/jam untuk rentang waktu pk.17%. MT. Victor Suhandi. Untuk itu. untuk itu. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan ruangan tersebut untuk kegiatan seminar.00. perlu dilakukan pengukuran utilisasi ruangan yang ada saat ini dan upaya peningkatan utilisasi ruangan. ST. Dari hasil penelitian yang dilakukan. ST. 16..00 – 21.00 – 22. . Pemanfaatan ruangan setelah pk.68% untuk semester ganjil 2006/2007 dan untuk semester Genap 2006/2007 sebesar 35. Kartika Suhada. pihak universitas harus menyediakan bagi program studi baru tersebut. dimana tidak dilakukan perubahan jadwal perkuliahan yang sudah berlangsung saat ini.. 17. Yang dilakukan adalah memadatkan jadwal penggunaan ruangan sehingga menghasilkan penghematan jumlah ruangan yang dibutuhkan dan akhirnya juga meningkatkan utilisasi rat-rat ruangan secara keseluruhan. Saat ini. Berdasarkan perhitungan. maka penghematan ruangan yang diperoleh dapat digunakan untuk kegiatan perkuliahan 4 program studi yang baru.. Akan tetapi. maka tidak dapat diupayakan pengurangan jumlah ruangan. kemahasiswaaan. menimbang bahwa seluruh ruangan telah digunakan untuk kegiatan perkuliahan pada rentang waktu tersebut. Dengan pertimbangan bahwa satu program studi membutuhkan 4 – 5 ruangan. untuk kegiatan perkuliahan Program Magister disediakan 4 ruangan. MT. diusulkan penjadwalan penggunaan ruangan. MT.00 dan pada hari sabtu perlu digalakan karena utilisasinya masih rendah. utilisasi ruanga dapat ditingkatkan menjadi 44.. Penambahan program studi baru merupakan upaya yang dapat dilakukan Universitas Kristen Maranatha untuk meningkatkan daya saing dengan perguruan tinggi lainnya. Vivi Arishandy.00 dibawah 30 %.52%.88% untuk semester Ganjil 2006/2007 dan untuk semester Genap 2006/2007 menjadi sebesar 42. kelas malam dan kelas karyawan. Tingkat utilisasi tersebut sangat rendah dikarenakan kegiatan perkuliahan umum diselenggarakan pada rentang waktu pk. sebelum membuat ruangan baru.89(2007) Analisis Pemanfaatan Ruang Perkuliahan di UK Maranatha Ir.

Dari hasil pengolahan data dan analisis. namun kuesioner yang diproses lebih lanjut adalah kuesioner yang diisi oleh responden yang berasal dari kota Bandung. Kuesioner penelitian disebarkan kepada seluruh siswa SMA yang mengikuti USM Penerimaan Mahasiswa Baru UKM 2008/2009 hingga tanggal 27 Januari 2008. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan metode sampling jenuh. menyediakan beasiswa prestasi. dll. namun bagi mereka yang mengetahui promosi yang dilakukan. Jimmy Gozaly. Yang mempengaruhi minat siswa SMA untuk memilih UKM adalah kejelasan informasi mengenai fakultas dan jurusan melalui koran dan radio. ST. Hal tersebut mengakibatkan tidak terpenuhinya target jumlah penerimaan mahasiswa baru di beberapa program studi yang terdapat di UKM. melakukan promosi di berbagai media. serta melakukan promosi dan USM yang diselenggarakan di luar kota Bandung. meningkatkan kesempatan pertukaran pelajar . MT. membuka beberapa program studi baru.. Process.. Place. ketersediaan faktor tersebut di UKM. kerjasama dengan perusahaan dan industri. Hampir 50% siswa SMA kota Bandung tidak mengetahui aktivitas promosi yang telah dilakukan. Variabel penelitian yang digunakan adalah dari konsep bauran pemasaran 7P (Product. ST. observasi dan kuesioner. hampir seluruhnya menyatakan puas dan merasa tertarik untuk melanjutkan studi di UKM. Untuk mengantisipasi penurunan tersebut. UKM telah memperluas jalur PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan). People. tingkat kepuasan siswa SMA terhadap promosi yang telah dilakukan UKM dan pengaruhnya terhadap minat untuk memilih UKM. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan dengan menggunakan analisis cluster dan analisis regresi linear berganda.90(2007) Usulan Bauran Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru UK Maranatha (Studi Kasus : SMA di Kota Bandung) Yulianti. namun banyaknya alternatif perguruan tinggi yang tersedia saat ini menyebabkan para siswa SMA semakin selektif dalam memilih perguruan tinggi. namun hasil yang diperoleh belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Usulan yang diberikan adalah memperbanyak beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu. serta daya tarik promosi yang telah dilakukan melalui radio dan tim promosi. tersedia beasiswa bagi siswa-siswa berprestasi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi. terjadi penurunan jumlah siswa SMA yang mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) pada semua program studi di UKM. UKM mengalami banyak sekali perkembangan yang positif. diketahui bahwa faktor yang dipentingkan oleh siswa SMA dari Bandung adalah status akreditasi dari jurusan. Price. kejelasan mengenai fasilitas penunjang melalui televisi dan tim promosi. Physical Evidence). Promotion. MT Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Bandung yang menjadi pilihan para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk melanjutkan studi. efektivitas promosi yang telah dilakukan UKM. Pada beberapa tahun terakhir. Sejak berdiri tahun 1965.

memperbesar lapangan parkir. Kata kunci : bauran pemasaran. serta lebih mempublikasikan faktor paling dipentingkan dan berpengaruh terhadap minat siswa SMA.keluar negeri. analisis cluster. penyediaan fasilitas alat tulis kantor. analisis regresi linear berganda . memperlengkap fasilitas olahraga.

UKM telah memperluas jalur PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan). Seiring berjalannya waktu. Place. hal tersebut mengakibatkan tidak terpenuhinya target jumlah penerimaan mahasiswa baru di beberapa program studi yang terdapat di UKM. diketahui bahwa faktor yang paling dipentingkan oleh siswa SMA adalah kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah. ketersediaan faktor tersebut di UKM. Price.90%. namun kuesioner yang diproses lebih lanjut adalah kuesioner yang diisi oleh responden yang berasal dari wilayah Jawa kecuali Bandung. serta lebih mempublikasikan faktor paling dipentingkan dan berpengaruh terhadap minat siswa SMA (MSCC. kejelasan informasi mengenai fakultas/ jurusan dan biaya yang dikeluarkan oleh tim promosi. melakukan promosi di berbagai media. Dari hasil pengolahan data dan analisis. penyediaan fasilitas alat tulis kantor. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan metode sampling jenuh. namun hasil yang diperoleh belum sesuai dengan apa yang diharapkan.. Process. Tingkat efektivitas tim promosi dalam dengan tujuan mengenalkan UKM sebesar 46. Kuesioner penelitian disebarkan kepada seluruh siswa SMA yang mengikuti USM Penerimaan Mahasiswa Baru UKM 2008/2009 hingga tanggal 27 Januari 2008. membuka beberapa program studi baru. Yang mempengaruhi minat siswa SMA untuk memilih UKM adalah tingkat kepuasan terhadap daya tarik promosi yang telah dilakukan melalui televisi. . ST. perkembangan UKM menunjukkan hasil yang menggembirakan. dengan semakin baiknya penyediaan sarana fisik dan jumlah mahasiswa dari berbagai daerah yang terus bertambah. tingkat kepuasan siswa SMA terhadap promosi yang telah dilakukan UKM dan pengaruhnya terhadap minat untuk memilih UKM. MT. serta melakukan promosi dan USM yang diselenggarakan di luar kota Bandung. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara.91(2007) Usulan Bauran Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru UK Maranatha (Studi Kasus : SMA di Wilayah Jawa. efektivitas promosi yang telah dilakukan UKM. Promotion. Ir.. People. Rosemarie S. memperbanyak beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu. Beberapa tahun terakhir.59%. untuk menarik minat siswa SMA melanjutkan studi di UKM sebesar 96. Physical Evidence). terjadi penurunan jumlah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) pada semua program studi. M. memperbesar lapangan parkir. observasi dan kuesioner.. N. kualitas staf pengajar. Karena itu diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi. meningkatkan kesempatan pertukaran pelajar keluar negeri. Usulan yang diberikan adalah menyediakan beasiswa prestasi. kecuali Kota Bandung) Yulianti. Variabel penelitian yang digunakan adalah dari konsep bauran pemasaran 7P (Product. memperlengkap fasilitas olahraga. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan dengan menggunakan analisis cluster dan analisis regresi linear berganda.Si Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di kota Bandung.

kelengkapan fasilitas kuliah. analisis regresi linear berganda . Kata kunci : bauran pemasaran. analisis cluster. kenyamanan ruang kuliah.citra perguruan tinggi yang baik. kejelasan informasi mengenai program studi dan biaya yang ada di UKM).

ST. melakukan promosi di berbagai media. membuka beberapa program studi baru. Usulan yang diberikan adalah memperbanyak beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu. People. efektivitas promosi yang telah dilakukan UKM. kelengkapan fasilitas kuliah. Promotion.. diketahui bahwa faktor yang paling dipentingkan oleh siswa SMA adalah kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah. kelengkapan fasilitas komputer. observasi dan kuesioner. namun hasil yang diperoleh belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Karena itu diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi. meningkatkan kesempatan pertukaran pelajar keluar negeri. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Place. dengan semakin baiknya penyediaan sarana fisik dan jumlah mahasiswa yang terus bertambah.82%. tingkat kepuasan siswa SMA terhadap promosi yang telah dilakukan UKM dan pengaruhnya terhadap minat untuk memilih UKM. serta lebih mempublikasikan faktor paling dipentingkan dan berpengaruh terhadap minat siswa SMA (MSCC. namun kuesioner yang diproses lebih lanjut adalah kuesioner yang diisi oleh responden yang berasal dari Sumatera. Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di kota Bandung. Dari hasil pengolahan data dan analisis. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan dengan menggunakan analisis cluster dan analisis regresi linear berganda. hal tersebut mengaikibatkan tidak terpenuhinya target penerimaan mahasiswa baru yang telah ditetapkan oleh Universitas. penyediaan fasilitas alat tulis kantor. Process. perkembangan UKM menunjukkan hasil yang menggembirakan. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan metode sampling jenuh. terjadi penurunan jumlah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) pada semua program studi. kualitas staf pengajar. Tingkat efektivitas tim promosi dalam dengan tujuan mengenalkan UKM sebesar 43. UKM telah memperluas jalur PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan). Kuesioner penelitian disebarkan kepada seluruh siswa SMA yang mengikuti USM Penerimaan Mahasiswa Baru UKM 2008/2009 hingga tanggal 27 Januari 2008. MT Lembaga pendidikan merupakan salah satu sarana yang berperanserta dalam pembentukan sumber daya manusia yang potensial. . Price. Beberapa tahun terakhir. menyediakan beasiswa prestasi. Variabel penelitian yang digunakan adalah dari konsep bauran pemasaran 7P (Product. (Studi Kasus : SMA di Pulau Sumatera) Jimmy Gozaly. kejelasan informasi mengenai fasilitas penunjang yang ada di UKM). Seiring berjalannya waktu. memperbesar lapangan parkir. memperlengkap fasilitas olahraga. Yang mempengaruhi minat siswa SMA untuk memilih UKM adalah kejelasan informasi mengenai fasilitas penunjang melalui televisi. ketersediaan faktor tersebut di UKM. kenyamanan ruang kuliah.92(2007) Usulan Bauran Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru UK Maranatha. Physical Evidence). serta melakukan promosi dan USM yang diselenggarakan di luar kota Bandung.

analisis cluster. analisis regresi linear berganda .Kata kunci : bauran pemasaran.

Dari hasil pengolahan data dan analisis. Adapun usulan langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan oleh pihak oleh UKM untuk meningkatkan dorongan minat masuk UKM adalah didasarkan pada bauran pemasaran yaitu Product.8%. Seiring berjalannya waktu. Physical Evidence. People. Process. analisis regresi linear berganda . diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa-siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi dan mengetahui efektivitas penyampaian informasi mengenai UKM yang telah dilakukan pada saat ini. MT Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di kota Bandung dengan tujuh fakultas yang dikelola. Variabel penelitian yang digunakan adalah dari konsep bauran pemasaran 7P (Product. Process. Sedangkan untuk tingkat kepuasan terhadap promosi yang telah dilakukan oleh tim promosi baik memalui media elektronik maupun melalui pameran. kunjungan ke sekolah-sekolah. Place.maranatha. Promotion. Sulawesi. Permasalahan yang dihadapi Universitas Kristen Maranatha saat ini adalah terjadi penurunan jumlah siswa SMA yang mengikuti Ujian Saringan Masuk pada semua program studi. Beberapa bentuk usulan yang disampaikan diantaranya adalah meningkatkan promosi melalui situs www. sehingga hal tersebut mengakibatkan tidak terpenuhinya target jumlah penerimaan mahasiswa baru di beberapa program studi yang terdapat di UKM. Place. perkembangan UKM menunjukkan hasil yang menggembirakan. Bali Ambon dan Papua) Rudijanto Muis. Promotion. Ambon dan Papua yang akan mengikuti ujian saringan masuk yang diadakan UKM baik di Balikpapan maupun di UKM sendiri. dan menyampaikan informasi mengenai beasiswa beserta prosedurnya. menampilkan video klip mengenai UKM diawal presentasi. Physical Evidence). Price.edu dan menampilkan situs tersebut pada saat presentasi. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan dengan menggunakan analisis cluster dan analisis regresi linear berganda. Bali. observasi dan kuesioner. ST. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan metode sampling jenuh..93(2007) Usulan Bauran Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru UK Maranatha (Studi Kasus : SMA Swasta di Wilayah Kalimantan. seperti dengan semakin baiknya penyediaan sarana fisik dan fasilitas perkuliahan. analisis cluster. responden sudah merasa puas terhadap promosi yang telah dilakukan. Penyebaran kuesioner penelitian ditujukan kepada para siswa SMA yang berasal dari Kalimantan. Sulawesi. Oleh karena itu. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. diketahui bahwa faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa SMA mengenai perguruan tinggi terbagi atas 2 kelompok prioritas. People. sedangkan untuk faktor keberhasilan tim promosi UKM dalam mempengaruhi keputusan siswa SMA untuk memilih UKM adalah karena kejelasan informasi mengenai biaya-biaya yang akan dikeluarkan oleh para siswa jika melanjutkan studi di UKM dengan % pengaruh sebesar 15. Kata kunci : bauran pemasaran. Price.

harapan mahasiswa dengan persepsi manajemen (Gap 1). Selain itu. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis yang dilakukan. kurangnya layanan karir pasca sarjana dari universitas. Gap 2. ini terlihat dari kesenjangan pada Gap 5. menunjukkan bahwa mahasiswa UKM belum merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan UKM. Teknik sampling yang digunakan pada pembagian kuesioner mahasiswa adalah gabungan antara teknik Proportionate Stratified Sampling dan Snowball Sampling. dan kurangnya sarana pendukung perkuliahan serta sarana olahraga. maka UKM perlu untuk mempertimbangkan suatu penelitian mengenai pengukuran kualitas pelayanan yang diberikan UKM kepada mahasiswa secara periodik. dan Gap 3. Sehubungan dengan konsep care yang menjadi semboyan dari UKM dalam layanan pendidikannya ternyata saat ini masih belum tercapai sepenuhnya. 23 manajemen UKM. materi perkuliahan yang kurang up to date. MT Julastri Universitas Kristen Maranatha (UKM) adalah salah satu salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka yang berlokasi di kota Bandung dengan 7 fakultas yang dikelola. Recruitment and financial aid effectiveness. Oleh karena itu untuk mencapai tujuan dari semboyan UKM tersebut. sedangkan untuk sampel manajemen digunakan teknik sampling Purposive. yang dapat mengukur kesenjangan antara lain antara harapan dengan persepsi mahasiswa (Gap 5). dimana beberapa usulan tersebut adalah penetapan sasaran kualitas pelayanan mahasiswa . Untuk itu dilakukan analisis penyebab ketidakpuasan tersebut untuk masingmasing kesenjangan yang ada. keamanan di dalam lingkungan kampus yang masih kurang baik.. 46 dosen tetap UKM dan 96 karyawan UKM. Dari hasil pengukuran diperoleh nilai rata-rata Total Servqual Quality (TSQ) untuk Gap 5 adalah -0. persepsi manajemen terhadap harapan mahasiswa dengan spesifikasi kualitas jasa (Gap 2) dan spesifikasi kualitas jasa dengan penyampaian jasa (Gap 3) beserta penyebab-penyebab gapnya. Registration Effectiveness) di Universitas Kristen Maranatha Rudijanto Muis. Registration effectiveness. ST. Hal ini dapat dilihat dari adanya indikasi ketidakpuasan mahasiswa terhadap pelayanan pendidikan yang diberikan UKM diantaranya adanya tanggapan mengenai kurangnya kepedulian dan kerja sama dari karyawan pada jurusan tertentu terhadap layanan kepada mahasiswa. Untuk dapat mengurangi kesenjangan yang ada. Hal ini menunjukkan secara keseluruhan kualitas pelayanan yang diberikan oleh pihak Universitas Kristen Maranatha kepada mahasiswa masih belum memuaskan. dalam penelitian ini juga dilakukan pengujian hipotesis untuk mengetahui adanya perbedaan yang nyata atau tidak dari kesenjangan tersebut. Hal ini terjadi karena masih adanya kesenjangan yang terjadi pada Gap 1. Kuesioner penelitian dibagikan kepada 621 mahasiswa UKM. maka dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu UKM dalam mengukur kualitas pelayanan saat ini dengan melihat kesenjangan yang terjadi didalamnya. Campus Climate. Agar ruang lingkup penelitian dapat lebih terarah sesuai dengan bidang pendidikan.94(2007) Usulan Perbaikan Kualitas Jasa Perguruan Tinggi dengan Menggunakan Metode Servqual Berdasarkan 4 Dimensi Student Santisfaction Inventory (Concern for the Individual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode SERVQUAL.8475. Campus climate. Untuk itu diperlukan suatu metode yang dapat mengukur kepuasan mahasiswa UKM terhadap kualitas pelayanan UKM. pengukuran dilakukan berdasarkan 4 dimensi Student Satisfaction Inventory yaitu Concern for the individual. Recruiment and Financial Aid Effectiveness. diberikan beberapa usulan yang terbagi atas 2 kelompok yaitu usulan ke fakultas/jurusan/program studi dan usulan ke pihak manajemen UKM.

dan fasilitas pendukung perkuliahan di UKM. . membuat deskripsi pekerjaan yang terstruktur dengan jelas. perbaikan dalam kualitas pengajaran melalui evaluasi kurikulum.secara rinci.

Jadi dalam penelitian ini diteliti apakah ada hal-hal di atas yang terjadi. MT. kemudian mencari penyebab ketidakpuasan yang terjadi dan berusaha melakukan tindakan atau usaha untuk menghilangkan penyebab ketidakpuasan ini. dengan menurunnya jumlah peminat. Pengukuran performansi UKM juga perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat prestasi UKM karena salah satu rencana strategis UKM adalah keprimaan administrasi dan akademik. dibutuhkan pengukuran untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa saat ini. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa hampir pada tiap butir pernyataan yang ditanyakan menunjukkan bahwa mahasiswa tidak puas akan layanan UKM. Pengukuran kepuasan mahasiswa dilakukan dengan metode servqual yang diperkenalkan oleh Zeithaml dan Parasuraman. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kepuasan mahasiswa. Selanjutnya dicari penyebab dari terjadinya kepuasan tersebut.95(2007) Pengukuran Kepuasan Mahasiswa UK Maranatha dan Usaha untuk Meningkatkannya (untuk Variabel : Safety and Security. Selanjutnya. Student Centeredness) Ir. akan meningkatkan citra UKM. di sini juga diteliti tentang kesamaan tingkat kepuasan antar fakultas dan antar jurusan dalam tiap fakultas. meskipun sudah dibuka beberapa program studi baru. dan untuk pengujian antar jurusan dalam fakultas menunjukkan bahwa Fakultas Teknik yang memiliki paling banyak perbedaan antar jurusan. yang lainnya menunjukkan bahwa kondisinya berbeda. dengan menggunakan model konseptual kualitas jasa.Untuk itu. Hasilnya menunjukkan bahwa hanya ada 2 butir pernyataan di mana tingkat kepuasan antar fakultas. Service Excellent. kepuasan . Kata kunci : kualitas. sebagai salah satu perguruan tinggi swasta turut merasakan dampaknya. Penyebab yang paling banyak terjadi adah Gap 2. yaitu dengan menghitung kesenjangan antara harapan mahasiswa dengan persepsi mahasiswa tentang layanan (Gap 5). servqual. bahkan dapat meningkat kembali. Dalam kondisi yang terjadi di Indonesia pada saat ini. dan pada akhirnya akan menarik minat calon mahasiswa. Christina Wirawan. Dengan demikian. penurunan standar/spesifikasi layanan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan atau apa yang disampaikan oleh petugas berbeda dengan standar/spesifikasi. maka Universitas Kristen Maranatha. ada kemungkinan kepuasan terjadi karena manajemen tidak mengetahui apa yang diharapkan mahasiswa. apa penyebabnya dan dirumuskan usaha untuk menanggulanginya. karena dengan kepuasan mahasiswa yang tinggi. UKM perlu mengadakan usaha-usaha agar jumlah peminatnya tidak terus turun. Sehingga perlu bagi UKM untuk merancang sistem operation pelaksanaan berbagai layanan di UKM. Menurut model konseptual kualitas jasa. yaitu penurunan secara global jumlah lulusan SLTA yang masuk ke perguruan tinggi. sehingga kemudian dilakukan penelitian untuk mencarinya.

Campus Support Service.al (1990) sebagai model konseptual. pimpinan UKM yang berhubungan dengan ruang lingkup penelitian serta karyawan UKM. Model ini dipilih dengan alasan kelengkapan variabel penyebab Gap hingga identifikasi penyebab ketidakpuasan dilakukan dengan mudah. Instrumen ini digunakan untuk mengukur ketidakpuasan mahasiswa. dan tangibles dengan dimensi Student Satisfaction Inventory (SSI). Sampel pimpinan UKM sebanyak 21 orang. dan penyebab Gap 3. Gap 1. Campus Life. Instruction Effectiveness. Penelitian ini dimaksudkan untuk uji coba pengukuran kualitas pelayanan UKM dengan metode SERVQUAL dan mengganti dimensi reliability. 9 kondisi internal manajerial UKM dalam hal kualitas pelayanan. dan Campus Support Service) Ir. Campus Life. Gap 2. Gap 4 tidak diuku karena UKM tidak memberikan janji kepada calon mahasiswanya. assurance. MT. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa UKM strata 1 yang telah menempuh 2 semester. Hendra Kusuma. Gap 3. Kinerja UKM masih berada di bawah harapan mahasiswa untuk seluruh pernyataan SSI yang diujikan. Faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpuasan mahasiswa adalah terdapatnya persepsi pimpinan UKM terhadap harapan mahasiswa yang tidak sesuai dengan harapan mahasiswa yang sesungguhnya. emphaty. Modelmodel di atas tidak bisa mengindikasikan seberapa besar prakek manajerial UKM menyimpang dari kondisi ideal yang seharusnya terjadi tanpa melengkapinya dengan analisis kualitatif mengenai harapan dan kinerja UKM. Model Extended Service Quality dari Zeithaml et. penyampaian jasa oleh karyawan UKM yang dinilai masih kurang maksimal. Metode sampling yang digunakan dalam pengambilan sampel mahasiswa dan dosen adalah proportionate stratified dan snowball sampling. Instruction Effectiveness. penetapan standar yang lebih rendah dari harapan mahasiswa serta berbagai hal yang belum ditetapkan standar kerjanya. Agar kepuasan mahasiswa dapat ditingkatkan model ini perlu dipindahkan dalam kueisoner yang lebih . Dimensi Student Satisfaction Inventory dan Metode Servqual dapat digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan di Universitas Kristen Maranatha karena SSI merupakan dimensi yang ditujukan untuk jasa pendidikan. Hasil pengukuran kualitas pelayanan UKM pada mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa masih belum merasa puas dengan kinerja pelayanan yang diberikan UKM. Skala kuesioner adalah skala interval. penyebab Gap 1. Pernyataan SSI yang digunakan berjumlah 28 pernyataan. ditambah dengan pernyataan untuk memperjelas terjemahan dalam bahasa Inggris. Sampel karyawan TAT adalah sebanyak 39 Sampel dosen adalah sebanyak 139 orang. serta modifikasi-modifikasi yang harus dilakukan untuk mencapai tingkat validitas dan reliabilitas instrumen yang layak.Penerapan Dimensi Student Satisfaction Inventory dan Metode Servqual dapat digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan UKM namun hanya dapat mengindikasikan terjadinya kesenjangan antara harapan mahasiswa dengan kinerja UKM. Dimensi SSI yang dibahas ialah: Academic Advising Effectiveness. Jumlah sampel mahasiswa adalah 621 mahasiswa. Instrumen yang digunakan merupakan hasil modifikasi dari instrument SSI standar setelah dikurangi dengan pernyataan yang tidak sesuai dengan keadaan UKM. penyebab Gap 2. Teknik sampling untuk populasi pimpinan UKM dan karyawan adalah sampling jenuh Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. Hasil aplikasi dimensi SSI dalam model extended service quality ternyata dapat digunakan di UKM sebagai alat bantu manajerial untuk meningkatkan kepuasan mahasiswa. responsiveness.96 (2007) Analisis dan Usulan Peningkatan Kualitas Pelayanan Pendidikan Tinggi Universitas Kristen Maranatha (Studi Kasus Student Satisfaction Inventory Dimensi Academic Advising Effectiveness.

The respondents were 621 students. 139 lecturers. After this survey held continually. The population of this study were students that have been studied for minimum 2 semesters. Campus Support Service. lectures. Gap 3. The Student Satisfaction Inventory dimensions being tested were Academic Advising Effectiveness. to increase student satisfaction there are several recommendation: (1) the Rector of University should use the information more frequent. Kata kunci: Penggunaan Dimensi Student Satisfaction Inventory pada Extended Service Quality Model. The results of this study were: (1) Servqual Methods and SSI dimensions could be used to measure students dissatisfaction. meningkatkan komitmen pimpinan bagian-bagian UKM atas kepuasan mahasiswa penetapan program resmi dan sasaran kualitas pelayanan mahasiswa bagi karyawan. and heads of department or unit in Maranatha Christian University. because Maranatha Christian University hadn’t declare any promises to students. There were 28 SSI variables used.resmi dan diedarkan oleh bagian survey center. Gap 4 wasn’t being measured. To improve student satisfaction this model has to be implemented. and (6) the role conflicts between operational and service quality on employees job should be reduced. Conceptual model used was extended quality model from Zeithmal et. Application to Improve Student Satisfaction. (4) formal service quality goals and programs should be set officially. . formally given to the students on regular basis. and service delivery by employees were below student expectation. designed more professionally. antecedent of Gap 2. Instruction Effectiveness. mengurangi jarak antara karyawan yang kontak dengan mahasiswa dengan pimpinan puncak UKM. Kepuasan mahasiswa di UKM dapat ditingkatkan melalui peningkatan kekerapan penggunaan informasi mengenai mahasiswa. the antecedent of Gap 1. Aplikasi untuk meningkatkan kepuasan mahasiswa This research was intended to test Servqual methods using Student Satisfaction Inventory dimensions on Maranatha Christian University Service Quality Measurement. and 21 heads of department and unit. 39 employee. The questionnaire use has to be divided. Sampling method used were proportionate cluster snowball sampling on student and lecturer populations. This model was chosen because of the completeness of Gap antecedents variables. employee performance standards were set below student expectation. SSI dimensions application on extended service quality model found suitable to be used as a managerial tool to improve student satisfaction at Maranatha Christian University. Campus Life. Keywords: Integration SSI Dimensions on Extended Service Quality Model. and (4) Those Gaps were caused by 9 internal factors.al (1990). employee. Gap 2. and antecedent of Gap 3. and being followed up if there are dissatisfaction found. (3) the commitment of heads of department and unit at the University should be increased. (2) the gap between student contacted employee and the rector should be reduced. but this model couldn’t identify how far the difference between student expectation and their perception on Maranatha Christian University performance occurs. menekan konflik peran dalam pekerjaan. (2) There are dissatisfaction identified on all variables. The instruments being used were modification of Student Satisfaction Inventory standard instrument using importance and performance rating scale to measure student dissatisfaction (Gap 5) and Servqual standard instruments to measure Gap 1. (3) Those dissatisfaction were caused by difference between heads of department perceptions of student expectation and student expectation. (5) supervisory control systems should be improved. which made the identification of internal conditions that influence student dissatisfaction was easy to be done. peningkatan sistem pengendalian atasan. and quota purposive sampling on employee and heads of department populations.

. penyusunan dan penyebaran kuesioner penentuan skala kepentingan faktor dan subfaktor penilaian kinerja.. penyusunan subfaktor berdasarkan model kompetensi (gabungan Spencer & Spencer dan Personnel Decisions International). sebaiknya dibuat suatu standar penanganan berdasarkan hasil penilaian kinerja. Melina Hermawan. Manfaat bagi pegawai adalah dapat mengetahui kinerja yang telah dicapai serta mengetahui kelemahan dan kelebihan diri yang berguna untuk pengembangan diri selanjutnya. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah sebaiknya faktor absensi diperhitungkan dalam melakukan penilaian kinerja. data-data yang digunakan akan diambil dari Universitas Kristen Maranatha. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan sumber daya manusia adalah dengan melakukan penilaian kinerja.1. (contoh : pemberian reward dan punishment). ST. Melihat pentingnya penilaian kinerja bagi pegawai di suatu organisasi maka peneliti bermaksud melakukan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penilaian kinerja Tenaga Kerumahtanggaan di perguruan tinggi.usulan Formulir Penilaian Kinerja dapat dilihat pada Gambar 4. Department of Labor. pengolahan kuesioner pendahuluan. identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penilaian kinerja. sebaiknya hambatan- . perancangan perangkat penilaian kinerja akan berbasiskan kompetensi. Tahapan dalam melakukan perancangan perangkat penilaian kinerja adalah penyusunan dan penyebaran kuesioner pendahuluan.97 (2008) Identifikasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penelian Kinerja untuk Jabatan Kerumah Tanggaan di Perguruan Tinggi (Studi Kasus di UK Maranatha) Vivi Arisandhy. Dalam penelitian ini. Faktor dan subfaktor penilaian kinerja dapat dilihat pada Tabel 5. diantaranya adalah pengelolaan sumber daya manusia yang unggul. Fenny Perguruan tinggi berperan penting untuk menghasilkan orang–orang yang berkualitas yang dapat berguna bagi dunia kerja pada umumnya. S. Department of Labor dan hasil kuesioner pendahuluan. penyusunan dan penyebaran kuesioner penentuan tingkat kepentingan subfaktor. Banyak faktor yang mendukung jalannya suatu perguruan tinggi dengan baik. U. ST. MT. penentuan tingkat kepentingan subfaktor penilaian kinerja (menggunakan metode Cut-Off Point). perhitungan batas–batas penilaian kinerja (Total Nilai Penilaian Kinerja Tenaga Kerumahtanggaan dan Total Nilai Faktor Tenaga Kerumahtanggaan) dan perancangan perangkat penilaian kinerja. Dalam penelitian ini. perhitungan bobot faktor dan subfaktor penilaian kinerja (menggunakan metode Analytical Hierarchy Process).. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi penilaian kinerja Tenaga Kerumahtanggaan dan usulan Formulir Penilaian Kinerja untuk Tenaga Kerumahtanggaan.2. Faktor-faktor tersebut kemudian akan digunakan untuk merancang perangkat penilaian kinerja bagi Tenaga Kerumahtanggaan Data-data yang diperlukan adalah job Description Tenaga Kerumahtanggaan di perguruan tinggi serta faktor dan subfaktor dari model kompetensi dan U. penyusunan struktur hierarki. MT. Penilaian kinerja yang efektif akan memberikan manfaat bagi pegawai dan perusahaan. S. sedangkan.

hambatan juga dipertimbangkan dalam pelaksanaan proses penilaian. . misalnya hallo effect. dan lain-lain. personnel bias effect.

99 (2008) Identifikasi Tingkat Loyalitas Merek dan Faktor Penentu Kepuasan dalam Menggunakan Produk-produk Eiger Ir. Hendra Kusuma, MT.
Program ini merupakan aktivitas penelitian yang dilakukan oleh Kelompok Bidang Keahlian Rekayasa Kualitas Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha bekerja sama dengan PT Eigerindo Multi Produk Industri dalam rangka identifikasi faktor-faktor yang dipertimbangkan penting oleh pelanggan. Identifikasi faktor-faktor ini diperlukan agar PT Eigerindo Multi Produk Industri memiliki tolok ukur yang jelas bagi tingkat pemenuhan kepuasan pelanggan sebagaimana dipersyaratkan sertifikasi ISO. Biaya program penelitian ini sepenuhnya ditanggung oleh PT Eigerindo Multi Produk Industri. Program penelitian ini terdiri atas tiga tahap; yaitu penyusunan kuesioner kepuasan pelanggan, penyebaran kuesioner kepuasan pelanggan, serta pengolahan data dan analisis. Tahap pertama dilakukan dengan menyusun instrumen menggunakan kuesioner loyalitas merek baku di riset ekuitas merek. Tahap kedua dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner penelitian di berbagai outlet Eiger di Jakarta, Bogor, Bandung, dan Jatinangor menggunakan metode sampling kuota untuk mencapai jumlah sampel 272 hingga diperoleh tingkat kesalahan pengukuran sebesar 10%. Tahap ketiga dilakukan dengan metode pengolahan data loyalitas merek dan penyusunan angket kepuasan pelanggan yang diusulkan bagi PT Eigerindo Multi Produk Industri untuk melengkapi persyaratan ISO. Sebagai kesimpulan analisis, diperoleh bahwa tingkat kinerja Eiger dalam memenuhi harapan pelanggan telah dapat dinilai baik. Sebagai hasil, diperoleh loyalitas merek yang tinggi di tingkat Satisfied Buyer dan Liking the Brand. Di bagian akhir, penulis mengusulkan format kuesioner kepuasan pelanggan yang disebarkan di seluruh outlet Eiger sebagai indicator pengukur kepuasan pelanggan untuk melengkapi program ISO PT Eigerindo Multi Produk Industri. Kata Kunci: Kepuasan Pelanggan, Indikator Harapan Pelanggan. This program was Research Program done by PT Eigerindo Multi Produk Industri in cooperation with Quality Engineering Expertise Group, Industrial Engineering Department, Engineering Faculty, Maranatha Christian University, Bandung. This program was aimed to help PT Eigerindo Multi Produk Industri to identify important consideration factors by it customers. The importance of these factors identification was to achieve PT Eigerindo Multi Produk Industri better clarity on the factors that contribute to customers satisfaction as part of PT Eigerindo Multi Produk Industri ISO audits. All of this Research cost was paid by PT Eigerindo Multi Produk Industri. This program was done by three stages: customer satisfaction questionnaire design, data collection, and data calculation and analysis. The first stage was done by using standard brand loyalty questionnaire as a part of brand equity research instrument. The second stage was done by questionnaire pread on various Eiger’s outlets at Jakarta and West Java using quota sampling method using 72 sample in order to achieve 10% research error. The third stage was done by brand loyalty data calculation and customer satisfaction questionnaire design. The author suggest PT Eigerindo Multi Produk Industri use this Customer Satisfaction Questionnaire to complete PT Eigerindo Multi Produk Industry ISO audits. As a summary, analysis showed that Eiger’s performance on satisfying customer expectation could be classified as Good. As a result, Eiger has high brand loyalty on Satisfied Buyer and Liking the Brand level. At the end, the author suggested customer satisfaction

questionnaire format that could be given on all Eiger’s outlets as a customer satisfaction indicators to complete PT Eigerindo Multi Produk Industri ISO program. Keywords: Customer Satisfaction, Customer Expectation Indicators

100 (2008) Pengaruh Faktor-faktor Pribadi, Lingkungan, dan Perguruan Tinggi terhadap Keputusan untuk Mendirikan Usaha Sendiri, Studi Kasus Alumni Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha Ir. Hendra Kusuma, MT. Marianawati
Penelitian ini merupakan penelitian murni di bidang kewirausahaan dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor–faktor yang berpengaruh terhadap keputusan alumni untuk memilih profesi engusaha setelah lulus dari Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha. Variabel yang dipertimbangkan ialah faktor pribadi, bekal, lingkungan, kelayakan, dan Perguruan Tinggi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian survei, dengan populasi alumnus Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha yang berprofesi sebagai pengusaha dengan jumlah responden yang dituju berjumlah 120 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Instrumen yang dikembangkan mencakup empat factor yang terdiri dari faktor pribadi, faktor bekal, faktor kelayakan dan faktor lingkungan dengan menggunakan skala Likert. Hipotesis yang diuji ialah keputusan alumni Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha untuk memilih profesi engusaha dipengaruhi oleh ke empat faktor itu. Teknik pengolahan data yang digunakan ialah analisis faktor dan analisis diskriminan. Responden terdiri atas 2 kelompok yaitu kelompok yang langsung mendirikan usaha milik sendiri dan kelompok yang bekerja dulu sebelum membuka usaha sendiri. Kuesioner disebarkan dengan metode tatap muka untuk responden yang berada di kota Bandung, serta melalui email untuk responden yang berdomisili di luar kota Bandung. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa empat variabel yang dikembangkan di tahap awal ternyata tidak mencerminkan kondisi empiris. Diperoleh 16 faktor yang berpengaruh pada keputusan alumni untuk mendirikan usaha sendiri. Dari ke 16 faktor tersebut, hanya tiga faktor yang menjadi pembeda kedua kelompok responden tersebut yaitu faktor Pembelajaran di Perguruan Tinggi, Dorongan Kebebasan, dan Peluang dari Pergaulan. Kelompok responden yang langsung memilih mendirikan usaha sendiri setelah lulus bercirikan factor Pembelajaran di Perguruan Tinggi dan Peluang Pergaulan yang dominan. Sementara kelompok yang memilih bekerja terlebih dahulu sebelum mendirikan usaha setelah lulus bercirikan memiliki Dorongan Kebebasan yang dominan. Untuk meningkatkan jumlah alumni yang berwirausaha setelah lulus maka pimpinan Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha disarankan agar menambah materi kuliah dan studi-studi kasus pada mata kuliah Pengantar Ekonomi, Ekonomi Teknik, Manajemen Pemasaran, Perancangan Tata Letak Fasilitas, Perancangan Organisasi, Analisis Kelayakan Proyek, dan Studium Generale. Kata Kunci: Faktor yang Berpengaruh, Keputusan untuk Mendirikan Usaha. This research intended to be a scientific research in Entrepreneurship field. The aimed of this research was identify factors that influencing the graduates of Industrial Engineering Dept., Engineering Faculty, Maranatha Christian University decision to choose businessman as a profession. Variables considered were personal factor, supply factor, environment factor, perception of feasibility, and college factor. Research methodology used were survey research, using graduates of Industrial Engineering Department, Engineering Faculty, Maranatha Christian University which had chosen business owner as profession. Sample size were 120 and sampling technique used were cencus. Research instrument used was derived from those factors indicators

There were 2 respondent groups. On the other side. and Studium Generale. To increase graduate intention to build their own business. Plan Layout and Material Handling. graduates that decide to choose business owner profession direct after they finished study and graduates that decide to work before they start their business. Maranatha Christian University to increase entrepreneurship material and case study on Introduction Economic. . and Opportunity from Social Interaction.. Factor analysis showed that there were 16 factors that influencing decision to choose business owner as profession. authors suggest that the head of Industrial Engineering Dept. On those factors. Engineering Economic. Hypothesis being tested on this research was the decision of Industrial Engineering Dept.. Keywords: Influenced Factors. Data calculation method were factor analysis and discriminant analysis. Marketing Management. Freedom Motives. Maranatha Christian University graduate to choose businessman as a profession was influenced by those 5 factors. Project Feasibility Study. Questionnaire spread by face to face interviews for respondent in Bandung and email for respondents outside Bandung. Engineering Faculty.using 5 scale likert score. The differential factors were Business Course on College. Analysis showed that variables on the early stage did not passed empirical testing. only 3 factors that could be considered as differential factors on those 2 respondent group. Decision to Start a Business. respondent group who worked before they initiate their own business was identified have high Freedom Motives. Engineering Faculty. Respondent group by direct decision to be a business owner was identified have high Business Course on College and Opportunity from Social Interaction score.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful