02(2001) Analisis Kualitas Pelayanan Ditinjau dari Kesenjangan antara Jasa yang Diterima dengan Jasa yang Diharapkan

(Studi Kasus di Lembaga Bahasa LIA Buahbatu, Bandung) Melina Hermawan, ST., MT Sissy Vidya Paramitasari Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa utama di dunia, dimana selain menjadi bahasa ibu, Bahasa Inggris juga dipakai sebagai salah satu bahasa resmi internasional. Di Indonesia sendiri, pelajaran Bahasa Inggris merupakan pelajaran wajib di sekolah-sekolah formal, namun kebanyakan siswa maupun pencari kerja pada umumnya merasa bahwa kurikulum sekolah belum dapat memberikan kontribusi pengetahuan yang cukup memadai, sehingga mereka banyak menambah pengetahuannya melalui kursus-kursus Bahasa Inggris. Lembaga Bahasa LIA (LB-LIA) yang bertempat di Jalan Buah Batu merupakan salah satu dari sekian banyak lembaga bahasa yang menyediakan fasilitas kursus. Dari tahun ke tahun sejak awal berdirinya (1986), LB-LIA selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi pelanggannya, dala hal ini para peserta didik. Namun akhir-akhir ini, pihak manajemen LB-LIA mengalami sedikit kekhawatiran terhadap semakin meningkatnya tingkat penurunan jumlah siswa/peserta didik pada setiap akhir term/caturwulan. Sebagai sebuah lembaga yang telah lama berdiri, LB-LIA menyadari bahwa kualitas pelayanan akan sangat berpengaruh pada loyalitas peserta didik, dalam konteks ini adalah kemauan untuk mengikuti program pendidikan hingga selesai. Melalui penelitian ini perusahaan berharap dapat memperoleh gambaran mengenai seberapa besar tingkat kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan LBLIA ditinjau dari kesenjangan antara jasa yang diterima dan jasa yang diharapkan. Selain itu, perusahaan juga berharap dapat memperoleh gambaran mengenai unsur-unsur pelayanan apa saja yang perlu mendapatkan prioritas peningkatan untuk menaikkan kepuasan pelanggan, sehingga akhirnya dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dan mengurangi tingkat pengunduran siswa/peserta didik. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioenr yang dibagikan kepada para peserta didik sebagai pelanggan. Variabel penelitian yang digunakan mengacu pada lima dimensi pokok Model Parasuraman dkk, yaitu Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Data yang diperoleh dari kuesioner tersebut selanjutnya diolah dengan menggunakan metode SERVQUAL. Dari hasil pengukuran kualitas, diperoleh kesimpulan bahwa kualitas pelayanan LB-LIA kurang memuaskan para peserta didik, terbukti dengan nilai TSQ (-1,006) < 0. Dari beberapa unsur pelayanan yang perlu mendapatkan prioritas peningkatan adalah intensitas penggunaan Lab. Bahasa, intensitas penyediaan tenaga native speaker, perhatian staff pengajar terhadap perkembangan siswa/peserta didik, kecepatan staff pengajar dalam menyelesaikan masalah dan keahlian kerja staff pengajar.

03(2001) Analisis Kelayakan Usaha Pengembangan Industri Pengolahan Sabut Kelapa (Cocofibre dan Cocodust) Ir. Hendra Kusuma, MT Pohon kelapa tumbuh di lebih dari 57 negara di dunia, tetapi pertumbuhan pohon kelapa sangat baik di negara-negara tropis, seperti Indonesia. Indonesia dengan 13.000 pulau dikenal sebagai penghasil kelapa terbesar kedua di dunia setelah India. Setiap tahun tidak kurang dari 10.000.000 butir sabut kelapa terbuang dan dibakar masyarakat di Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak. Padahal sabut kelapa (dikenal dengan istilah “Cocofibre”) dan limbah tambahannya (yang disebut sebagai “Cocodust”) dapat dimanfaatkan untuk produk industri. Serat sabut kelapa dapat digunakan untuk peredam suara, penahan panas, pengisi bantal jok di industri pesawat terbang dan industri otomotif, bahan sapu/sikat/keset, bahan pengisi tempat tidur springbed, serta keperluan geotekstil. Ampas sabut kelapa dapat digunakan untuk media pembibitan tanaman atau pupuk, karena mengandung kadar Kalium yang tinggi. Keunggulan serat sabut kelapa dibandingkan dengan serat sintetis ialah daya serap yang tinggi, tingkat pencemaran yang rendah, menyerap panas sinar matahari, serta dapat digunakan untuk sarana padat karya dan tidak dapat modal. Proses pengolahannya hanya membutuhkan mesin sederhana yang dapat dibuat dengan teknologi tepat guna. Studi ini dibuat untuk kepentingan pengajuan dana pinjaman lunak lingkungan IEPC-KfW bagi pihak Haji Muhammad Hassan, yang memperoleh tawaran untuk memasok serat sabut kelapa sebanyak 4 (empat) ton per hari dari “PD Makmur Pribumi”. Skema dana pinjaman lunak lingkungan IEPC-KfW akan digunakan untuk pemekaran usaha demi menampung limbah sabut kelapa dari pengolaha kelapa dan kopra di Kecamatan malingping. Pinjaman yang diajukan ialah senilai Rp. 728.000.000,00 (Tujuh ratus dua puluh delapan juta Rupiah) untuk kredit investasi serta Rp. 226.700.000,00 (Dua ratus dua puluh enam juta tujuh ratus ribu Rupiah) untuk kredit modal kerja. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa usaha ini layak diberi pinjaman dilihat dari sisi pemasaran, sisi teknologi, maupun sisi finansial, dihasilkan Net Present Value positif, periode pengembalian investasi selama 7 (tujuh) tahun 9 (sembilan) bulan, dan IRR 14,68%. Disarankan pada pihak bank Jabar untuk segera meneruskan permohonan kredit tersebut pada pihak IEPC-KfW.

04(2002) Analisis Serta Usulan Perbaikan Fasilitas Fisik dan Lingkungan Fisik dengan Pendekatan Ergonomi (Studi Kasus di Mini Market 5001 Mart Cabang Cimahi) Wawan Yudiantyo, ST., MT Novi, ST., MT Effie Yuswandi Dalam sebuah mini market, faktor keamanan dan kenyamanan dalam berbelanja sangatlah penting. Beberapa fasilitas fisik yang langsung berhubungan dengan pengunjung maupun karyawan mini market perlu lebih diperhatikan agar memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi penggunanya. Apabila rak-rak terlalu tinggi atau terlalu rendah maka pengunjung dan karyawan mini market akan sulit untuk menjangkau atau memajang barang di rak tersebut. Sedangkan bila kondisi lingkungan fisik kurang optimal maka pengunjung akan merasa tidak nyaman untuk berlama-lama di dalam mini market. Pada tahap awal penelitian dilakukan tanya jawab baik dengan pihak manajemen, karyawan mini market 5001 Mart cabang Cimahi, maupun dengan pengunjung mini market. Dari hasil tanya jawab tersebut diketahui bahwa terdapat beberapa masalah yang timbul, seperti diantaranya meja kasir yang terlalu tinggi serta monitor yang terlalu rendah, kursi kasir yang kurang nyaman, tempat penitipan barang yang tidak bersekat sehingga barang-barang yang dititipkan menjadi mudah tertukar, rak-rak yang terlalu tinggi sehingga pengunjung dan karyawan menjadi sulit untuk menjangkau barang yang ada, serta banyaknya pengunjung yang mengeluh akan panasnya suhu di dalam mini market. Dalam penelitian kali ini akan dibahas mengenai fasilitas fisik yang ada sekarang di mini market 5001 Mart cabang Cimahi seperti meja kasir, kursi kasir dan tempat penitipan barang serta rak-rak. Juga dibahas mengenai kondisi lingkungan fisik seperti pencahayaan, temperatur dan kelembaban di dalam mini market. Sebagai data pembanding digunakan data sekunder berupa data anthropometri yang didapat dari buku Eko Nurmianto yang berjudul Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya edisi pertama tahun 2003. Dari hasil penelitian dan pengamatan yang telah dilakukan di mini market 5001 Mart cabang Cimahi diketahui bahwa hampir sebagian besar selisih dimensi fasilitas fisik yang ada sekarang dengan dimensi yang diharapkan lebih besar dari 10%, sehingga dimensi yang ada sekarang masih kurang ergonomis. Begitu pula dengan kondisi lingkungan fisik seperti pencahayaan dan temperatur yang ada. Oleh karenanya dalam penelitian kali ini juga dibuat usulan perancangan fasilitas fisik seperti meja kasir, kursi kasir, tempat penitipan barang, dan rak-rak pajangan yang lebih ergonomis. Perancangan fasilitas fisik ini perlu mempertimbangkan dimensi tubuh manusianya. Juga diusulkan mengenai kondisi lingkungan fisik yang lebih optimal sehingga dapat meningkatkan kenyamanan di dalam mini market. Selain itu tata letak dari fasilitas fisik seperti lebar gang dan tata letak fasilitas penunjang seperti tata letak lampu, tata letak AC dan tata letak cermin juga dibuat lebih ergonomis. Diharapkan usulan tersebut dapat berguna bagi mini market 5001 Mart cabang Cimahi.

sehingga dapat mendukung konsentrasi belajar mahasiswa. uji kecukupan data. maka orang tersebut harus menunggu di tempat yang telah disediakan (tempat tunggu). dengan menggunakan ergo plus yaitu: uji kenormalan data. sehingga dapat diambil suatu kesimpulan. temperatur dan kelembaban pada lorong tunggu belum memenuhi kondisi ideal. ST. Alat ini dirasakan penting. dijadikan sebagai tempat tunggu. Lorong yang berada di basement II gedung Teknik gelap. APK & E UKM. tetapi masih dirasakan kurang terang. APK& E UKM terbuat dari bahan yang mudah terbakar. MT Lestari Yuli Hastuti. uji keseragaman data. Dan pemasangan alat hydrant untuk pencegahan bahaya kebakaran. Diharapkan dengan demikian akan memberikan kenyamanan bagi pengguna lorong tunggu Lab. Untuk itu diusulkan produk rancangan kursi tunggu yang dapat dilipat untuk menghemat tempat. aliran udara menjadi kurang baik. untuk data anthropometri dilakukan pengujian.. maka lorong yang letaknya berada di basement II tersebut menjadi lembab. maka dilakukan persentase hasil kuesioner yang didapatkan. APK&E yang terletak pada basement II Gedung Teknik. Intensitas cahaya pada lorong tunggu masih kurang. Dari hasil pengumpulan data maka dilakukan pengolahan data. Lorong Lab. Untuk lingkungan fisik diusulkan penambahan lampu sehingga mencapai intensitas cahaya yang ideal untuk membaca dan menulis. Hasil analisa menunjukkan bahwa dimensi produk kursi tunggu aktual belum sesuai dengan dimensi tubuh pengguna. perhitungan dan penentuan persentil. khususnya untuk mahasiswa yang akan melakukan aktivitas seperti praktikum dan assistensi. bedasarkan kuesioner tersebut. produk kursi tunggu juga disesuaikan dengan data Anthropometri mahasiswa. Dari penelitian yang dilakukan penulis. ST. Agar aktivitas yang berlangsung dalam Laboratorium dapat mencapai tujuannya. dimana orang tersebut tidak bisa langsung dilayani. Pemasangan AC untuk mengatasi temperatur dan kelembaban yang kurang baik. Selain itu karena kurangnya ventilator. lorong yang dijadikan tempat tunggu saat ini dirasakan kurang ergonomis. .. walaupun sudah terdapat beberapa lampu untuk penerangan. maka harus diciptakan suatu lingkungan yang nyaman.06(2002) Perancangan Lorong Basement II yang Lebih Ergonomis pada Laboratorium Analisa Perancangan Kerja dan Ergonomi Universitas Kristen Maranatha Bandung Wawan Yudiantyo. dan uji reliabilitas data. mengingat sekat-sekat ruangan Lab. Setelah data hasil kuesioner tersebut telah valid dan reliabel. khususnya untuk orang yang datang ke suatu tempat. Untuk data kuesioner dilakukan pengujian dengan cara manual: uji validitas data. MT Fernando Tempat tunggu merupakan tempat yang penting.

sekat plastik dan tempat sampah. tempat sampah. peralatan yang disediakan dalam kamar serta fasilitas di luar kamar. tempat handuk. sofa. MT Ie Vie Mie. pegangan tombol/saklar serta pembatas ruangan kamar dan lorong. shower. tata letak tombol/saklar pada dinding.. pembuka botol. nakas . peralatan dan perabotan dalam kamar mandi. ST. data lingkungan non fisiknya dan juga mengamati pelayanan apa saja yang diberikan. lemari pakaian. jendela. beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain adalah: fasilitas dalam kamar. Penulis mengambil data fasilitas fisik peralatan dan perabotan dalam kamar mandi dan kamar tidur.. Kenyamanannya mutlak diperlukan. lemari pakaian. bunyi. Untuk membuat lingkungan hotel lebih nyaman. tempat tas. lampu penerangan pada lorong. peraturan dan tata tertib. dan juga pelayanan yang diberikan. penulis mengadakan pengamatan secara dan mewawancarai beberapa tamu hotel. tombol/saklar pada dinding. ST. serta posisi lampu penerangan pada lorong. tempat handuk. Untuk mengetahui apakah fasilitas fisik dan lingkungan non fisik dalam kamar hotel Le’Aries sudah ergonomis. sofa. sekat plastik. Perbaikan juga dilakukan pada dinding kamar mandi. Untuk pegangan tombol/saklar yang perlu diperbaiki adalah: tata letak kunci pintu kamar. ventilasi. temperatur dan kelembaban. tata letak kamar tidur pun dinilai kurang ergonomis. Sedangkan dari hasil analisa. MT Yoanita Kamar adalah produk terpenting yang dapat dijual oleh sebuah hotel. Sedangkan yang termasuk servis adalah: pelayanan. nakas. maka penulis menyarankan beberapa perbaikan yang mudah direalisasikan. karena sebagian besar waktu tamu hotel dihabiskan di dalam kamar. didapatkan hasil bahwa tidak semua barang/perabotan dalam kamar tidur dan kamar mandi ergonomis. Untuk peningkatan kesehatan dan . kursi. lingkungan fisik. pegangan pintu kamar. Untuk perbaikan pelayanan. Dari hasil perbandingan tersebut. kunci pintu kamar. meja rias. penyemprot air pada monoblock. gantungan pakaian. Bandung) Wawan Yudiantyo. Kenyamanan itu pulalah yang akan menarik loyalitas para tamu hotel untuk terus menjadi pelanggan tetap. yang belum ergonomis adalah pencahayaan dan ventilasi. meja rias dan jendela. Yang termasuk dalam fasilitas fisik dalam kamar adalah: peralatan dan perabotan dalam kamar tidur. Dari hasil pengamatan. pegangan kunci jendela. Barang/perabotan yang tidak ergonomis adalah: tempat tidur. lantai kamar mandi dan lantai lorong. Oleh karena itu. lantai kamar tidur. Yang termasuk dalam lingkungan non fisik adalah: pencahayaan. pembuka botol. Barang/perabotan di dalam kamar tidur yang perlu diperbaiki adalah: tempat tidur. tempat sabun. Barang/perabotan di dalam kamar mandi yang perlu diperbaiki adalah: shower. monoblock. Untuk lingkungan non fisik. pegangan kunci jendela. kursi. didapati beberapa pelayanan yang kurang memuaskan. gantungan pakaian.07(2002) Perancangan Sarana dan Prasarana Dalam Kamar Hotel yang lebih Ergonomis (Studi Kasus di Hotel Le’Aries. sebaiknya disediakan check list yang harus diisi oleh bell-boy. Data-data fasilitas fisik tersebut kemudian dibandingkan dengan data antropometri.

keamanan lingkungan hotel. . sebaiknya disediakan alarm tanda bahaya dan informasi alur jalan darurat.

ST. MT Fitri Lianingsih Dewasa ini industri manufaktur berada pada kondisi cukup stabil. Dengan melakukan perbaikan metode kerja. stasiun gunting sebesar 4. Perusahaan juga kurang memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja operator. kelembaban. sehingga perlu diadakan perbaikan metode kerja. Dari segi fleksibilitas. kelembaban..29% dan stasiun packing sebesar 18. sistem kerja setempat (tata letak.17%. Keadaan lingkungan kerja fisik seperti temperatur. MT Wawan Yudiantyo. Setelah diadakan penelitian pendahuluan. kebisingan. atap. stasiun hias sebesar 4. kurang fleksibel. pencahayaan. lantai.08(2003) Perbaikan Sistem Kerja di Perusahaan Boneka “X” Bandung Novi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut. kebisingan. mula-mula dilakukan pengukuran waktu baku cara langsung (jam henti) dan cara tidak langsung (MTM-1) melalui Bagan Analisa. Masalah yang dihadapi perusahaan saat ini yakni tidak bisa memenuhi permintaan konsumen karena sistem kerja yang diterapkan perusahaan kurang efisien dan perancangan peralatannya tidak ergonomis sehingga perlu dilakukan perbaikan sistem kerja dan perancangan peralatan agar ergonomis. hal ini terlihat dari semakin banyaknya perusahaan-perusahaan kecil yang mencoba membuka usaha dalam bidang manufaktur. Adapun perbaikan metode kerja yang dilakukan perusahaan meliputi pekerjaan yang dilakukan operator (dihubungkan dengan prinsip ekonomi gerakan).18%. dan dinding) lebih baik. lantai. stasiun jahit sebesar 1. perusahaan dapat menghemat waktu untuk masing-masing stasiun kerjanya yakni berturut-turut untuk stasiun pola sebesar 4.. Operator bekerja tanpa ada standar kerja yang baku sehingga tidak memperhatikan pekerjaannya secara menyeluruh dan peralatan serta tempat kerja operator tidak dirancang secara ergonomis. keadaan lingkungan fisik (temperatur. Dari Bagan Analisa Aktual diketahui bahwa metode kerja yang diterapkan perusahaan belum optimal. masalah yang dihadapi perusahaan yakni bila ada perubahan sedikit dalam tata letak. gerakan kerja operator dan tata letak ruang kerja keseluruhan (termasuk aliran prosesnya) sehingga setelah dilakukan perbaikan maka gerakan kerja operator sudah sesuai dengan prinsip ekonomi gerakan dan aliran prosesnya lebih lancar.18%. jarak dan keleluasaan) menjadi lebih baik. Salah satunya adalah perusahaan boneka "X". Jika dilihat segi fleksibilitas. ST. atap. stasiun isi sebesar 4. pencahayaan. tidak berubah karena keterbatasan tempat dan sensitivitas perusahaan setelah dilakukan perbaikan menjadi lebih baik karena proses produksi menjadi lebih lancar.38%. dan dinding masih belum diperhatikan. Dengan perbaikan yang dilakukan maka sistem kesehatan dan keselamatan kerja operator lebih terjamin. diketahui bahwa permasalahan yang dihadapi perusahaan saat ini dalam hal efisiensi kerja.18%. .

Berdasarkan penelitian awal factory outlet Rumah Mode memiliki kendala dalam usaha meningkatkan jumlah pengunjung Rumah Mode. ketersediaan tempat menunggu. Strategi pemasaran yang tepat dapat meningkatkan daya saing factory outlet Rumah Mode dengan para kompetitornya. mempertahankan keunggulann dari . Djajalaksana. diskon untuk pembelian dalam jumlah tertentu. produk yang tidak dijual di factory outlet lain. keramahan dan kesiapan dari pramuniaga. memiliki kesamaan harga. Rumah Mode) Yenni M. rata-rata konsumennya adalah pelajar dan mahasiswa dan banyak mengenal factory outlet berdasarkan informasi orang lain. toilet yang mencukupi. toilet dalam jumlah yang mencukupi. diskon untuk produk tertentu. untuk itu factory outlet Rumah Mode dituntut untuk merumuskan strategi pemasaran yang tepat sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. ketersediaan tempat menunggu. kamar pas dalam jumlah yang mencukupi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan keterangan bahwa factory outlet Rumah Mode berada pada segmen ke II dimana para konsumennya sebagian besar adalah kaum wanita. luas area parkir. mengetahui hubungan antara data demografi dengan segmen yang pengolahan datanya menggunakan program Crosstab-SPSS. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kriteria atau faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi konsumen untuk mengunjungi sebuah factory outlet. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diusulkan strategi pemasaran yaitu penjualan produk-produk yang sesuai dengan target pasarnya. posisi factory outlet Rumah Mode dan para pesaingnya di mata konsumen. penerangan dalam ruangan. dengan usia antara 15 sampai dengan 25 tahun. segmen pasar factory outlet di kota Bandung dan target pasar yang sesuai dengan factory outlet Rumah Mode. Factory outlet Rumah Mode juga memiliki keunggulan pada kualitas produk. produk yang tidak dijual di factory outlet lain. dan peringkat factory outlet berdasarkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi konsumen untuk mengunjungi sebuah factory outlet. Analisa dapat memaparkan secara jelas tentang persepsi konsumen terhadap factory outlet dengan menggunakan program Alscal-SPSS. dimana pengolahan datanya dilakukan dengan metode analisis deskriptif. dan kesiapan dari para pramuniaganya. Dengan adanya persaingan yang semakin ketat diantara factory outlet. Namun factory outlet Rumah Mode juga memiliki kekurangan dalam jenis atau ragam produk yang dijual. MBA Reza Wratsongko Rumah Mode adalah salah satu factory outlet di kota Bandung. diskon baik untuk produk tertentu maupun untuk pembelian dalam jumlah tertentu. keluasan area parkir. kamar pas yang mencukupi. penataan cahaya dalam ruangan dan keramahan para pramuniaganya dalam melayani para konsumennya. harga produk memiliki kesamaan harga atau bahkan lebih murah dibanding factory outlet lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang paling mempengaruhi konsumen pada saat mengunjungi sebuah factory outlet adalah kualitas produk.09(2003) Perancangan Strategi Pemasaran Berdasarkan Persepsi Konsumen (Studi Kasus di F. jenis produk yang dijual.O.

para pesaingnya dan memperbaiki kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh factory outlet Rumah Mode. .

. Dalam aspek teknik ini. Dari aspek teknik. pengamatan dilakukan dengan cara membagi kuesioner kepada penghuni-penghuni rumah kos di sekitar kampus Universitas Kristen Maranatha. proyek yang akan dilaksanakan akan menyerap tenaga kerja sehingga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitarnya dan lokasi ini akan menjadi ramai dengan dibukanya kios-kios tempat menjual makanan. ST. sedangkan bila dilihat dari NPV-nya akan positif pada tahun ke-20 yaitu sebesar Rp 68. Kelebihan penelitian Inn dibandingkan penelitian yang ada sebelumnya adalah bahwa pengelola untuk rumah kos ini adalah dari pihak . Dari aspek sosial. setelah itu akan dibuat rancangan fisik rumah kos yang akan dibangun serta fasilitas apa saja yang akan disediakan. Net Present Value (NPV). ST. Dari perhitungan aspek finansial ini. aspek finansial dan aspek sosial. hal ini sudah tidak dapat dipungkiri lagi seiring dengan perkembangan jumlah mahasiswa Universitas Kristen Maranatha terutama yang berasal dari luar kota Bandung rata-rata hampir melebihi 50% dari jumlah keseluruhan mahasiswa yang masih aktif. Melihat prospek kecenderungan meningkatnya jumlah mahasiswa dan perkembangan kampus Universitas Kristen Maranatha maka penulis mempunyai ide untuk mengadakan suatu penelitian tentang kelayakan pendirian rumah kos di sekitar lingkungan kampus Universitas Kristen Maranatha. Dari aspek pasar akan ditentukan pangsa pasar yang akan direbut. dan Internal Rate of Return (IRR).636. metode yang digunakan dalam penilaian investasi adalah metode paback period. Suku bunga yang ditetapkan standarisasi dari Bank Indonesia yaitu sebesar 8% (MARR = 8%).22% > 8%). Hasil dari studi kelayakan proyek Maranatha Student Inn ini layak untuk dilaksanakan.11(2003) Analisis Kelayakan Pendirian Maranatha Student Inn di Sekitar Lingkungan Kampus Universitas Kristen Maranatha Melina Hermawan. Dari perhitungan IRR didapatkan sebesar 8. aspek teknik. MT Ariston Dewasa ini banyak sekali dibangun rumah-rumah kos di sekitar kampus Universitas Kristen Maranatha. MT Yulianti. tujuan dari penyebaran kuesioner ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi mereka dalam menyewa suatu kamar kos. tetapi sebelumnya penulis akan melakukan peramalan dengan menggunakan program Quantity System (QS) untuk meramalkan jumlah mahasiswa yang masuk Universitas Kristen Maranatha.829. Setelah dilakukan analisis aspek pasar ini maka dilanjutkan pengamatan pada aspek teknik.22% sehingga dari segi perhitungan aspek finansial ini layak karena IRR lebih besar dari MARR yang ditetapkan (8. kemudian penulis melakukan perhitungan pada aspc:k finansial.. didapatkan payback period selama 11 tahun 1 bulan. Pada aspek finansial ini. Aspek-aspek yang akan dibahas penulis dalam penyusunan laporan Tugas Akhir ini adalah aspek pasar.

selain itu juga disediakan suatu ruangan semacam perpustakaan mini untuk membantu mahasiswa datang mencari buku yang dibutuhkan sehingga ini juga dapat memacu mahasiswa untuk lebih berprestasi lagi. oleh karena akan diberikan diskon kepada mahasiswa yang dianggap berprestasi. .Universitas Kristen Maranatha.

Sebagai satu-satunya penyedia jasa transportasi kereta api di Indonesia PT. daerah pembatasan kecepatan. kehilangan barang didalam stasiun dll. . Kebutuhan konsumen yang terlihat dari penelitian ini adalah antara lain kenyamanan dalam memperoleh tiket secara langsung. tingkat ketersediaan tiket. KA. Usaha-usaha teknis yang perlu dilakukan oleh PT. MT Dian Krishna Masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi pada saat ini semakin menuntut terhadap pemenuhan kepuasan dan kebutuhan dari layanan produk dan jasa yang ditawarkan. ST. keselamatan penumpang dari kecelakaan dalam perj alanan. tingkat kemudahan mendapatkan informasi. Salah satu metodologi yang dapat digunakan untuk mempertemukan keinginan dan kebutuhan konsumen dengan perusahaan adalah metode Quality Function Deployment. Hal ini akan menyebabkan menurunnya kualitas pelayanan dan mengakibatkan hilangnya pelanggan atau pengguna jasa kereta api. Sedangkan process characteristic yang diperlukan untuk dapat memenuhi design characteristics dalam usaha perancangan pelayanan KA kelas eksekutif antara lain mengidentifikasi kebutuhan pelatihan. beberapa diantaranya seperti keterlambatan keberangkatan dan kedatangan KA. KA untuk memenuhi kebutuhan konsumen tersebut antara lain adalah tingkat pelaksanaan etika pelayanan. Design characteristics untuk memenuhi usaha-usaha teknis tersebut antara lain jenis pendidikan dan pelatihan. Sehingga perusahaan yang berorientasi pada pelanggan pada sekarang ini harus mampu memberikan nilai dan kepuasan melalui penyampaian produk dan jasa yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan penggunajasa. MT Rudijanto Muis.. Kereta Api (Persero) dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (Studi Kasus pada Kereta Api Parahyangan Kelas Eksekutif) Christina. Kereta Api (Persero). namun dalam hal pelayanan masing sering terjadi keluhan-keluhan yang dilontarkan oleh pengguna KA melalui kotak saran dan juga melalui media cetak mengenai pra dan purna perjalanan KA yang tidak memuaskan. ST. kemudahan dalam pemesanan tiket (reservasi). banyak memberi kemudahan dalam perjalanan bagi para penggunanya. fasilitas di stasiun yang kotor tidak terawat. mengantri terlalu lama..12(2003) Usulan Perancangan Proses Pelayanan pada PT. menyelenggarakan usaha-usaha pelatihan dan mengevaluasi pelaksanaan dan hasil pelatihan. jumlah tempat duduk tersedia. Salah satu moda transportasi yang banyak diminati adalah transportasi kereta api. disebut juga PT. sering kehabisan tiket.

ST.. Setelah itu dilakukan analisa terhadap produk pembanding tersebut. tempat majalah dan surat kabar. untuk mengetahui apakah produk hasil rancangan secara keseluruhan sudah lebih baik dibandingkan dengan produk pembanding yang ada. Dari hasil analisa menunjukkan bahwa fasilitas yang diusulkan untuk perpustakaan tersebut merupakan poduk yang lebih baik dibandingkan dengan produk pembanding. 2002. 2001. Berdasarkan kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa Jurusan Teknik Industri angkatan 2000. Akan tetapi perpustakaan yang ada sekarang letaknya jauh dari laboratorium. Maka dirancang fasilitas yang ada di perpustakaan yang diusulkan yang tentu saja sesuai dengan data antropomteri mahasiswa Jurusan Teknik Industri. Saran dan masukan yang didapat dari kuesioner juga menjadi pertimbangan dalam merancang fasilitas yang ada dalam perpustakaan. ST. MT Meliana Atmodjo Laboratorium tidak terlepas dari adanya perpustakaan yang menyediakan buku sebagai dasar referensi. Untuk fasilitas yang dirancang di perpustakaan ini meliputi meja baca bersekat jenis 1 (membutuhkan kursi). meja petugas perpustakaan dan panggung. Berdasarkan hasil analisa dapat diketahui bahwa produk pembanding tersebut tidak sesuai dengan data antropometri mahasiswa. dimana referensi yang ada digunakan sebagai masukan dalam membuat laporan. tempat komputer. rak buku. sofa. dengan cara menambah lampu pada tiap meja baca dan rak buku.75% responden membutuhkan suatu perpustakaan yang menyediakan buku-buku tentang ergonomi dan laporan praktikum. Penelitian yang dilakukan oeh penulis adalah dengan menyebarkan kuesioner untuk mengetahui apa yang dibutuhkan oleh mahasiswa di perpustakaan. Setelah dilakukan perancangan. MT Ie Vie Mie. Untuk temperatur di ruangan yang akan dijadikan perpustakaan . Oleh karena itu penulis tertarik untuk merancang perpustakaan di laboratorium yang bertujuan untuk lebih menunjang jalannya praktikum. Selain itu penulis juga melakukan penilaian konsep terhadap alternatif layout yang diusulkan. kursi. sehingga sangat ideal apabila terdapat perpustakaan di laboratorium yang menyediakan buku-buku yang memiliki relevansi yang kuat untuk menunjang jalannya praktikum. dan 2003. dapat diketahui bahwa 98.. locker. yang digunakan sebagai pertimbangan penulis dalam merancang produk yang sesuai dengan perpustakaan yang diusulkan. Setelah diketahui fasilitas apa yang akan dirancang di dalam perpustakaan. Dalam merancang fasilitas yang ada di perpustakaan ini penulis menggunakan data antropometri mahasiswa Jurusan Teknik Industri angkatan 1987-2002 yang diambil secara random sebanyak 100 data.13(2003) Perancangan Perpustakaan di Laboratorium Analisa Perancangan Kerja dan Ergonomi Universitas Kristen Maranatha Bandung Wawan Yudiantyo. sehingga didapatkan suatu layout yang sesuai untuk perpustakaan di laboratorium dan mengusulkan agar pencahayaan di perpustakaan tersebut ditambah. maka penulis mencari produk pembanding. maka dilakukan analisa penilaian konsep. meja baca bersekat jenis 2 (tidak membutuhkan kursi/lesehan).

akan tetapi perlu dilakukan perubahan letak AC. .sudah baik. supaya udara dapat mengalir dengan merata.

yaitu industri yang bergerak di bidang manufaktur bahan peledak (handak) industrial di Indonesia. Dahana (Persero) Melina Hermawan. dilakukan penjadwalan produksi berdasarkan kapasitas efektif stasiun kerja terkecil. dipilih metode linier siklis (N = 8) dengan nilai SEE adalah 1269. Penelitian dilakukan pada penyusunan penjadwalan produksi den penentuan jumlah pekerja optimal. Biaya produksi total dihitung berdasarkan jadwal induk produksi yang telah disusun meliputi biaya kerja lembur.14(2003) Usulan Penjadwalan Produksi dan Penentuan Jumlah Tenaga Keja Optimal di PT. yang digunakan sebagai kapasitas reguler tersedia pada tabel transportasi. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa biaya produksi untuk periode perencanaan (3 tahun) sebesar Rp 355. Untuk diameter 25 mm. M. 107. Kemudian besar penghematan biaya tenaga kerja usulan (7 orang) sebesar 46. Penghematan ini cukup signifikan dan sudah tentu sangat diharapkan perusahaan demi meningkatkan daya saing produknya di pasaran. . 09.564. Ternyata jumlah tenaga kerja optimal yang dibutuhkan untuk meminimasi biaya produksi adalah sebanyak 7 orang yang pada awalnya perusahaan mempekerjakan 15 orang tenaga kerja. yang bertujuan untuk mengoptimalkan sumebr daya yang dimiliki perusahaan.Sc Hotma Rina Janita Sitorus Penulis melakukan penelitian di PT. Dahana Tasikmalaya.. 78 dan untuk diameter 30 mm. Langkah pertama yang dilakukan penulis adalah melakukan peramalan permintaan yang akan datang dan dipilih metode peramalan terbaik dengan nilai SEE terkecil. dari Peta Pekerja dan Mesin serta hasil perhitungan berdasarkan kapasitas efektif terkecil stasiun kerja (yang terpilih adalah stasiun kerja yang menggunakan mesin) terhadap kapasitas efektif terkecil stasiun kerja manual. Setelah itu. ST. biaya simpan dan biaya menganggur.67% dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja perusahaan sekarang (15 orang tenaga kerja). Heru Susilo.43. Selanjutnya. dipilih metod ekonstan dengan nilai SEE adalah 4118. MT Ir.

merumuskan alternatif-alternatif strategi perusahaan yang dapat dikembangkan pada Hotel Le Aries dengan menggunakan input dari hasil SPACE matrix. MT Melina Hermawan. keamanan hotel. . kemudian matcing stage dengan pembuatan SPACE Matrix yang dipresentasikan dalam bentuk diagram cartesius untuk mengembangkan alternatif strategi yang akan diterapkan. keamanan kamar hotel yang disediakan.. kesesuaian harga dengan kamar hotel yang disediakan. Tiga tahap ini meliputi input stage dengan pembuatan IFE Matrix untuk mengetahui keadaan intrenal perusahaan. keramahan dan kesopanan room service. kebersihan hotel dan semua prasarananya. yaitu strategi product development.15(2003) Analisis dan Usulan Perencanaan Strategi Pemasaran “Le Aries. merumuskan. ST. kebersihan dari makanan/minuman yang disajikan. keramahan dan kesopanan front office. Gerden Hotel & Café” Lestari Yuli Hastuti. dan tahapan terakhir. penampilan luar hotel. Penerapan strategi bagi suatu perusahaan dapat dilakukan pada faktor internal dan eksternal yang dimiliki oleh suatu perusahaan sehingga dapat diperoleh faktor-faktor sukses dalam mengelola sebuah hotel. kecekatan dan ketrampilan house keeping/room service. ST. Untuk dapat meningkatkan rate menginap di hotel dan bersaing dengan para pesaingnya. diketahui bahwa kekuatan dari Hotel Le Aries adalah kenyamanan kamar hotel yang disediakan. dan memilih strategi digunakan tiga tahapan kerangka kerja pembuatan pengambilan keputusan. kebersihan kamar hotel yang disediakan .. Dari tahap matching stage diperoleh alternatif-alternatif strategi dari profil “Competitive”. Dan melalui decision stage diperoleh usulan strategi terbaik bagi Hotel Le Aries. CPM untuk mengetahui pesaing utama perusahaan. Melalui tahap input stage diperoleh posisi Hotel Le Aries. EFE Matrix untuk mengetahui keadaan eksternal perusahaan. Dan diketahui pula bahwa perusahaan berada di atas rata-rata dari keseluruhan posisi strategisnya dalam usaha untuk memanfaatkan peluang dan menghindari ancaman yang mungkin timbul. maka perusahaan perlu menerapkan strategi pemasaran yang tepat. MT Agus Chandra Pratama Hotel Le Aries merupakan salah satu hotel di kota Bandung yang mampu memberikan pelayanan yang baik kepada konsumennya. penampilan dan kerapihan front office. Dalam menyusun. keamanan tempat parkir. dan merencanakan usulan suatu strategi pemasaran yang tepat yang mampu dijalankan oleh Hotel Le Aries berdasarkan metode Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). harga kamar hotel yang terjangkau. decision stage dengan pembuatan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk memutuskan alternatif strategi yang terbaik bagi Hotel Le Aries. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui kondisi internal dan kondisi eksternal dari Hotel Le Aries.

Model simulasi ini memperhitungkan keadaan komponen yang non-aktif (ada komponen yang non-aktif walaupun tidak rusak yang diakibatkan oleh sistem atau subsistemnya mengalami downtime). Hasil perhitungan availabilitas sistem dengan berbagai konfigurasi sistem terbatas yang dibangun menggunakan diagram fault tree memperlihatkan tingkat perbedaan yang tidak signifikan bila dibandingkan dengan metode analitik. tidak mampu mendeteksi variasi masa pakai yang ditimbulkan akibat sistem atau subsistem yang mengalami downtime. Model simulasi memberikan hasil availabilitas sistem sebesar 68% dan pengukuran output langsung sebesar 71. Hal ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Setelah dilakukan eksperimen dengan melakukan redesign pada komponen vital maka model simulasi memperkirakan nilai availabilitas sistem sebesar 87%. Dalam penelitian ini dikembangkan model simulasi yang didasarkan pada diagram fault tree sehingga dapat memperkirakan availabilitas sistem dimasa mendatang dan dapat menentukan komponen-komponen yang vital sehingga dapat dilakukan redesign sistem secara efisien. MT Banyak cara yang sudah dikembangkan untuk menentukan nilai availabilitas sistem dari kerusakan-kerusakan komponennya. Pencarian komponen vital oleh model ini menghasilkan transformator utama sebagai komponen kritis. Kelemahan pokok yang dapat dirasakan pada metode analitik yaitu: kombinasi yang dimunculkan untuk sistem kompleks menjadi sangat besar dan sulit ditangani. dan dalam keadaan sistem yang sangat kompleks. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan validitas model ketika diterapkan pada sistem kompleks seperti unit pembangkit di PLTA Saguling. ST.. Model simulasi ini mampu menangani sistem yang cukup kompleks seperti pada unit pembangkit PLTA Saguling. Para peneliti terdahulu banyak yang menggunakan metode analitik untuk mencari solusinya.79%. Konfigurasi sistem ini mewakili setiap logika yang sangat mungkin terjadi dalam sistem nyatanya. .16(2003) Perancangan Model Simulasi Berdasarkan Diagram Fault Tree untuk Mengestimasi Availabilitas Sistem Victor Suhandi. Sehingga terjadi perbedaan lamanya waktu operasi antara komponenkomponen dengan sistem (sistem tidak pernah mengalami status non-aktif) bila diukur pada suatu titik waktu yang sama. model simulasi akan lebih efisien dan prosesnya dapat digambarkan secara komprehensif. Hasil ini menunjukkan nilai yang tidak berbeda jauh.

Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi. (11) Jumlah referensi. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa faktor yang menjadi pembeda karakteristik mahasiswa dalam memilih topik Tugas Akhir adalah Ijin topik dari perusahaan. (6) Ketersediaan topik. (4) Memberikan koneksi ke perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industri dan manufaktur. Jumlah populasi pada penelitian ini 186 orang. hingga dirasakan semakin menjauhi definisi Teknik Industri. Industri Jasa dan Manajemen Sumber Daya Manusia. serta 15) Bekal dari perkuliahan. Pada bagian akhir. Sistem Produksi. data diolah dengan metode Analisis faktor dan Analisis Diskriminan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berbeda secara signifikan. (4) Kemudahan referensi. Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi. (6) Mempererat hubungan dengan alumni Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha. Oleh karena itu tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mengidentfikasi faktor-faktor yang dipertimbangkan mahasiswa dalam menentukan topik Tugas Akhir. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan mahasiswa saat memilih topik Tugas Akhir ialah: (1) Peminatan Mata Kuliah. (8) Tekanan untuk menyelesaikan studi. dan Manajemen Kualitas dapat memberikan bahasan contoh-contoh kasus. (10) Alternatif sumber referensi. Industri Jasa. Manajemen Sumber Daya Manusia. (2) Adanya fasilitas bimbingan dan penyuluhan topik Tugas Akhir untuk mata kuliah Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi. (5) Melakukan promosi ke perusahaan yang bergerak di bidang industri dan manufaktur. (9) Kecepatan pemberian ijin penelitian. (3) Kemudahan pemahaman materi. Sistem Informasi Manajemen. (5) Kepercayaan diri. dan Manajemen Kualitas. (7) Izin topik dari perusahaan. disajikan beberapa saran bagi pimpinan Jurusan Teknik Industri agar kecenderungan pemilihan topik Tugas Akhir dapat lebih diarahkan pada definisi Teknik Industri sesuai ABET yaitu: (1) Meningkatkan standar penelitian untuk Mata Kuliah Manajemen Pemasaran. Hendra Kusuma. Manajemen Kualitas. (12) Dosen yang empatik. (14) Niat dari awal. MT Budi Santoso Kecenderungan mahasiswa Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha dalam memilih topik Tugas Akhir terpusat pada beberapa Mata Kuliah tertentu dan kurang berorientasi pada aspek perancangan.17(2003) Identifikasi Faktor . (13) Kelancaran proses bimbingan. Tekanan untuk menyelesaikan studi. (2) Kemudahan proses pengerjaan. . Setelah pengujian validitas dan reliabilitas. serta (2) Untuk menganalisis faktor-faktor yang menjadi pembeda karakteristik mahasiswa yang mengambil topik Tugas Akhir di Mata Kuliah tertentu. Kecepatan pemberian ijin penelitian. dan Niat dari awal.faktor yang Membedakan Mahasiswa dalam Memilih Topik Tugas Akhir Ir. Terdapat tujuh Mata Kuliah yang dominan dipilih oleh mahasiswa dalam mengerjakan Tugas Akhir yaitu: Manajemen Pemasaran. (3) Dosen untuk mata kuliah Sistem Produksi. jumlah sampel yang diambil 111 responden mahasiswa yang sedang mengambil Mata Kuliah Tugas Akhir dengan metode simple random sampling. serta Sistem Produksi.

dan tanggapan konsumen terhadap produk. (6) Kelengkapan fasilitas kampus. Setelah uji validitas. . Proyeksi kegagalan pada USM. disajikan beberapa saran untuk meningkatkan informasi mengenai riset ini terhadap Universitas Kristen Maranatha. (7) Proyeksi kegagalan pada USM. I UKM) Ir. (4) Pertimbangan atas kemampuan pribadi. (8) Persiapan untuk memasuki dunia kerja. (2) mengetahui faktor-faktor apa saja yang membedakan empat kelompok calon mahasiswa baru dalam memilih jurusan dan perguruan tinggi. Tanpa analisis Buying Behaviour. kelompok peminat UKM yang pesimistik. (9) Mutu program studi. (1) mengetahui faktor-faktor penting apa saja yang menjadi pertimbangan calon mahasiswa baru dalam memilih jurusan dan perguruan tinggi untuk melanjutkan studi. segmentasi perilaku dapat dibagi dalam beberapa kelompok yaitu berdasarkan pengetahuan. Hendra Kusuma. dan analisis faktor dilakukan perhitungan Analisis Diskriminan Berganda. sikap. targeting. serta minat pribadi. (2) Potensi masa depan. minat. serta kelompok asal bisa kuliah. Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut. (b) menyertakan minat untuk mendaftar di UKM sebagai variabel dependen. Dihasilkan 4 (empat) kelompok perilaku yaitu kelompok yang harus kuliah di jurusan tertentu di UKM. (5) Dorongan keluarga. (c) menyertakan persaingan antar universitas sebagai variabel independen. yaitu: (a) menggunakan responden siswa kelas 3 SMU agar pemetaan minat dapat dilakukan secara lebih tajam. untuk mengetahui perbedaan faktor-faktor dominan yang dipertimbangkan oleh empat kelompok calon mahasiswa baru dalam memilih program studi dan perguruan tinggi di UKM. dan positioning dilakukan secara tepat sasaran. Dengan diketahuinya perilaku pembelian konsumen. kelompok peminat bidang khusus yang pesimistik. Pertimbangan atas kemampuan pribadi. Jumlah responden pada penelitian ini ialah sebanyak 603 responden calon mahasiswa baru yang mendaftar di gelombang I di UKM dengan menggunakan metode simple random sampling. diharapkan perencanaan strategi pemasaran yang dilakukan oleh suatu organisasi sesuai dengan tujuan pemasaran yang ingin dicapai. MT Roland Tearalangi Analisis perilaku membeli merupakan hal yang sangat penting dalam melakukan pemasaran. Faktor-faktor petimbangan calon mahasiswa yang didapatkan dari penelitian ini ialah: (1) Citra Universitas di masyarakat. tidaklah mungkin proses segmenting. (3) Pengaruh orang terdekat. reliabilitas. Secara teoritis. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa faktor yang menjadi pembeda karakteristik calon mahasiswa pendaftar Gelombang I UKM dalam memilih program studi adalah Citra Universitas di masyarakat. (10) Minat pribadi. serta (11) Lokasi.18(2003) Identifikasi Faktor-faktor Dominan yang Membedakan Pertimbangan Kelompokkelompok Calon Mahasiswa Baru dalam Memilih Perguruan Tinggi (Studi Kasus Eksploratori Pendaftaran Gel. Pada bagian akhir.

dan nilai biaya yang baik dibandingkan produk pembandingnya.. MT Wawan Yudiantyo. hanya saja sekarang ini belum ada wall bed yang khusus dirancang bagi pengguna rumah tangga di Indonesia. sekaligus untuk mengetahui produk apa saja yang diprioritaskan berada dalam kamar tidur dan faktor-faktor yang dianggap prioritas saat membeli tempat tidur. analisis nilai. terutama dengan semakin meningkatnya tingkat kepadatan penduduk di Indonesia. dan wall bed yang sudah ada. Analisis yang dilakukan terhadap hasil rancangan tersebut adalah analisis ukuran produk. Kita dituntut untuk pandai memanfaatkan lahan dan memilih produk yang efisien lahan dan multifungsi. ST. Hasil analisis menunjukkan bahwa masih banyak keluhan yang disampaikan dan banyak kekurangan yang dimiliki oleh produk yang sudah ada tersebut. Penelitian yang dilakukan penulis adalah dengan menggunakan angket untuk mengetahui persepsi konsumen tentang ranjang lipat. Tempat tidur yang dapat mengefisienkan lahan yang sekarang ini sudah ada adalah ranjang lipat. Salah satu perabot rumah tangga yang pasti diperlukan tetapi penggunaannya memakan lahan adalah tempat tidur. Berdasarkan hal tersebut maka dirancanglah produk wall bed usulan yang multifungsi. memiliki harga jual yang tidak terlalu mahal dibandingkan produk sejenis. Hasil analisis menunjukkan bahwa produk wall bed usulan tersebut merupakan produk yang mudah dalam perawatannya. Setelah itu penulis melakukan analisis anthropometri dan analisis nilai terhadap produk ranjang lipat. karangan Eko Nurmianto. memiliki nilai kegunaan. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengangkat permasalahan ini dengan merancang produk wall bed yang multifungsi dan bertujuan untuk mengefisienkan lahan tempat tingga bagi pasar Indonesia. sofa bed dan wall bed.. sofa bed. perawatan produk. Saran dan masukan yang didapat dari angket ini juga dipakai sebagai dasar pertimbangan dalam merancang produk wall bed usulan. dan merupakan konsep produk terbaik dibandingkan dengan ranjang lipat. . Data anthropometri ini digunakan untuk menentukan ukuran produk yang sesuai bagi masyarakat Indonesia. dan analisis penilaian konsep. sesuai dengan anthropometri masyarakat Indonesia. dan wall bed yang sudah ada. ST. Jenis wall bed sebenarnya merupakan solusi yang baik bagi masalah keterbatasan lahan. sofa bed dan wall bed yang sudah ada sekarang. nilai keindahan. Selain itu juga diperoleh banyak masukan dan saran yang menjadi keinginan dan kebutuhan konsumen. harga jual produk. penulis juga menggunakan data anthropometri Indonesia yang didapat dari buku Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya.20(2003) Perancangan Produk Tempat Tidur Multifungsi Jenis Wall Bed Ie Vie Mie. sofa bed. MT Ethania Musalam Masalah keterbatasan lahan tempat tinggal merupakan salah satu masalah yang perlu diperhatikan bagi masyarakat Indonesia. Selain itu.

ketrampilan pelayanan. dengan frekuensi belanja antara 6 sampai dengan 15 kali per bulan dan memperoleh informasi dari teman maupun melihat sendiri. Strategi yang diusulkan untuk memenangkan persaingan adalah strategi tahap awal yaitu strategi penetrasi pasar dan tahap lanjutan yaitu strategi pengembangan pasar. tampak dalam supermarket yang enak dilihat. nama supermarket yang menjanjikan dan kenyamanan supermarket. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen datang dan berbelanja ke supermarket adalah pelayanan kepada konsumen. adanya potongan harga. kelengkapan produk-produk bermerek. ketrampilan pelayanan. kelengkapan produk-produk bermerek.500. Sedangkan kekurangan supermarket “X” adalah pada faktor pelayanan kepada konsumen. MT Andreas Yuwono Supermarket merupakan salah satu usaha bisnis yang bergerak dalam bidang jasa. menyebarkan brosur-brosur harga pada lingkungan kampus UKM. Karakteristik segmen konsumen supermarket “X” adalah konsumen dengan usia antara 18 sampai dengan 23 tahun. kenyamanan supermarket. Sedangkan strategi pengembangan pasar yang diusulkan adalah melakukan inovasi promosi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan kuesioner. suasana yang menyenangkan. yaitu metode Analisis Faktor untuk mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi konsumen belanja ke supermarket dan metode Correspondence Analysis untuk mengetahui peta posisi persaingan supermarket “X” dan supermarket “Y”. mengacaukan harga beberapa produk tertentu yang menjadi kebutuhan dasar konsumen. kemudahan pembayaran dan harga yang murah dan stabil. .000 per bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab bertanya menghadapi persaingan bisnis supermarket “X” dari supermarket “Y”. membangun persepsi konsumen supermarket “X” sebagai supermarket yang up to date dan melakukan survei secara berkala ke supermarket-supermarket lain. adanya potongan harga. Perancangan strategi bersaing menggunakan pendekatan teori Sun Tzu.000 sampai dengan Rp 1. tampak dalam supermarket yang enak dilihat. Strategi penetrasi pasar yang diusulkan adalah merebut pasar mahasiswa UKM dilakukan strategi dengan memberikan diskon khusus bagi mahasiswa UKM dan kepada staf-staf yang bekerja di UKM. Sedangkan pengolahan data menggunakan dua metode. adanya potongan harga. kemudahan mencari produk bagi konsumen. wawancara dan catatan-catatan perusahaan yang bersangkutan. walaupun supermarket menjual produk nyata. Christina Wirawan. kemudahan mencari produk bagi konsumen. nama supermarket yang menjanjikan. suasana yang menyenangkan. kemudahan pembayaran dan harga yang murah dan stabil. Pada peta posisi diketahui bahwa supermarket “X” memiliki keunggulan pada faktor pengertian kepada konsumen. pengertian kepada konsumen.21(2003) Analisis Persaingan Supermarket “X” dan Supermarket “Y” di Jalan Surya Sumantri Bandung dalam Rangka Menyusun Strategi Bersaing Ir. memiliki penghasilan antara Rp 750.

Zeithmal. the way of information’s delivery.49. Form 300 questionaires that distributed. MT. unclean of room and yard. ST. unresponsive employee. The sampling method that is used in this research is systematic random sampling. The outcomes of this research are: (1) The service quality of Bank LIPPO Gatot Subroto Branch Office is “Dissatisfied” or “Not Appropriate With Customer’s Expectation” this is showed by the value of Average Total SERVQUAL (TSQ) of –0. (2) The dimensions of service quality that need to be given priorities to improve are tangible with five attributes and the other dimensions become the next priorities with one attribute in “ Quadrant” (Concentrate) in Importance-Performance Quadrant for each dimensions. unmaintained facilities. inadequate number of teller.22(2003) Kualitas Jasa Layanan Perbankan dengan Pendekatan Metode Servqual dan Importance – Performance Analysis Fransky Ryadi. .. there are 198 questionaires are valid to be processed. these are: uncomfortable service room. slowness of employee’s work. After that. (2) What dimensions of service quality that need to be given priorities for improvement. unclean and untidiness of the employee’s dress. the present writer use SERVQUAL method and Importance-Performance Analysis to process the data. and Berry. Then the data is tested by validity and reliability test to make sure that the instrument which is used is valid and the data which is gathered is reliable.. MM This research is proposed to know: (1) Whether service quality at Bank LIPPO Gatot Subroto Branch Office appropriates with customer’s expectation. and old-fashioned equipment. The data is acquired through the questionaire which its attributes is developed form five dimensions of service quality according to Parasuraman. There are nine attributes that should be improved because they are main causes of customer dissatifaction.

M.. akurat. dengan menggunakan metoda ABC dan EVA perusahaan dapat mengetahui produk-produk mana saja yang menguntungkan dan mana yang dapat mengikis modal. Selain itu. Pengambilan keputusan yang salah akan membuat perusahaan kehilangan kesempatan untuk meraih keberhasilan. Sistem ABC menjadi lebih akurat karena membebankan biaya-biaya produksi ke produk melalui aktivitas-aktivitas yang menyerap sumber daya.. CQM Djames Ginting Dalam rangka menghadapi persaingan usaha yang semakin tajam dipelukan pengambilan strategi-strategi yang benar. dan biaya-biayanya dapat teridentifikasi.Pd. Perusahaan dapat mengetahui secara jelas biaya-biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam memproduksi suatu produk. Sehingga hasil perhitungan dengan menggunakan metoda ABC dan EVA perusahaan dapat mengambil keputusan-keputusan strategik dan sebagai pedoman dalam menentukan harga jual terhadap produk-produk yang dihasilkan.23(2004) Analisis Penerapan Sistem ABC dan EVA sebagai Dasar untuk Menentukan Harga Pokok Produksi Ie Vie Mie. ST. tentu perusahaan harus memiliki informasi yang akurat tentang elemen-elemen yang membentuk harga tersebut. CQA... Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan strategi harga. .A Soetisna. Agar penggunaan strategi harga itu efektif. MT Dr. D. SH. Sistem ABC dan EVA sebagai suatu metoda pembiayaan yang dirancang untuk menyediakan informasi biaya bagi manajer perusahaan yang diharapkan dapat membantu manajmene perusahaan dalam pengambilan keputusan yang strategik. Hasil analisis yang membandingkan antara metoda ABC dan EVA dengan metoda Tradisional menunjukkan bahwa sistem pembebanan biaya dengan menggunakan metoda ABC dan EVA menghasilkan informasi biaya yang lebih baik.

Jika hal ini tidak segera diperbaiki maka konsumen akan menjadi kecewa dan pada akhirnya dapat berpindah ke produsen yang lain. dan 350.77 detik. Negara-negara tersebut memasuki pasar domestik dengan menawarkan produk yang sangat kompetitif. pada akhirnya akan dapat meningkatkan produktivitas kerja di PT ‘SIK' ( hal tersebut dapat dilihat pada perbandingan waktu baku kondisi sekarang dengan kondisi usulan ). lingkungan kerja. lingkungan kerja. gerakan-gerakan kerja. tata letak tempat kerja. ST. Hal ini ditandai dengan masuknya beberapa merk sepatu dari beberapa negara tetangga seperti Vietnam dan China. Bandung) Ie Vie Mie. PT `SIK' juga harus melakukan hal yang sama. Hal ini disebabkan karena : tata letak tempat kerja. penyimpanan peralatan dan bahan. maka dihasilkan sistem kerja yang lebih terarah lagi. Dengan adanya perbaikan sistem kerja yang dilakukan terhadap perusahaan ini khususnya pada stasiun pengesolan dan stasiun finishing.29 detik untuk stasiun finishing. tentu saja hal tersebut sangat merugikan PT ‘SIK' sendiri. serta kondisi kesehatan dan keselamatan yang semuanya menjadi lebih baik lagi. yaitu meningkatkan produktivitas agar tidak lagi terjadi keterlambatan serta ketidakmampuan untuk memenuhi order dari konsumen. Untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi perusahaan. baik dari segi harga maupun kualitasnya. waktu baku yang diperlukan untuk pengerjaan pengesolan adalah sebesar 4463. ‘SIK’. MT Rudi Aswan Persaingan dunia industri semakin meningkat dari waktu ke waktu. serta kondisi kesehatan dan keselamatan kerja para operator yang dinilai masih belum optimal. khususnya pada industri sepatu di dalam negeri. maka dari itu untuk menghadapi para kompetitor baik dari dalam maupun luar negeri.497 detik untuk stasiun finishing.33 detik untuk stasiun pengesolan. Sebelum dilakukan perbaikan sistem kerja. Hal tersebut dapat mereka lakukan karena negara-negara tersebut dikenal dengan produktivitas kerjanya yang tinggi. peneliti mengusulkan agar melakukan perbaikan terhadap sistem kerja sekarang pada stasiun pengesolan dan stasiun finishing dengan cara melakukan perbaikan atas : gerakan-gerakan kerja. khususnya pada stasiun pengesolan dan finishing adalah dalam hal produktivitas kerja yang rendah. lingkungan kerja. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan saat ini. maka total penghematan waktu baku yang dapat dihemat pada ke dua stasiun tersebut adalah sebesar . dan 373.. ST. Setelah melakukan perbaikan sistem kerja waktu baku yang terpakai menjadi lebih kecil dari sebelumnya yaitu : 3515. serta kondisi kesehatan dan keselamatan kerja para operator. MT Wawan Yudiantyo. Tidak terkecuali PT `SIK' sebagai salah satu produsen sepatu di Bandung juga terkena dampak dari persaingan global ini. apabila dibandingkan dengan waktu baku sebelum dilakukannya perbaikan. tata letak..24(2004) Usulan Perbaikan Sistem Kerja pada Pembuatan Sepatu Kulit Pria (Studi Kasus di PT.

971. .1% untuk stasiun finishing. apabila penghematan dihitung dalam prosentase adalah sebesar 21.233 detik/unit sepatu.2% untuk stasiun pengesolan dan 6.

Perpustakaan Fakultas Psikologi. Dengan kondisi ini. Dari hasil penelitian pendahuluan. dan perbincangan dengan rekan . Perpustakaan Fakultas Ekonomi. melalui hasil wawancara dengan Kepala Perpustakaan di setiap Perpustakaan Fakultas di UKM. Tiap Perpustakaan Fakultas di UKM menetapkan kebijakan dan prosedur yang berbeda . ST. Penulis memberikan usulan berupa perancangan sistem. serta formulir penunjang untuk Perpustakaan Terintegrasi . diketahui bahwa masalah yang sedang terjadi di setiap Perpustakaan Fakultas UKM adalah belum adanya prosedur tertulis jelas yang dapat menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan di setiap Perpustakaan Fakultas. jurnal. Djajalaksana. Koleksi material non buku terdiri dari koleksi kaset. Berdasarkan pada hasil analisis yang telah dilakukan.25(2004) Analisis dan Perancangan Sistem. maka Penulis membatasi penyelesaian permasalahan hanya pada menganalisis sistem. pendokumentasiannya. pembagian kuisioner terbuka kepada staf perpustakaan di setiap Perpustakaan Fakultas di UKM. Universitas Kristen Maranatha (selanjutnya disebut UKM) merencanakan untuk menyatukan semua Perpustakaan Fakultas dalam sebuah Perpustakaan Terintegrasi. MT Yenni M. dan referensi. dan formulir dalam kegiatan keperpustakaan untuk rencana pembangunan Perpustakaan Terintegrasi UKM. Data yang dikumpulkan berupa prosedur-prosedur dan formulir yang tersedia di setiap Perpustakaan Fakultas di UKM. secara garis besar prosedur yang sedang berjalan sudah baik hanya saja belum terdokumentasi dengan baik. Material buku terdiri dari koleksi buku teks.masing untuk S2 Magister Manajemen dan S2 Magister Psikologi. Prosedur. prosedur. dan Formulir untuk Perpustakaan Terintegrasi Universitas Kristen Maranatha Christina. dan formulir yang telah ada di setiap Perpustakaan Fakultas UKM dan untuk menganalisis hasil rancangan sistem. video. Penyelesaian permasalahan tidak mencakup pembuatan peraturan untuk Perpustakaan Terintegrasi UKM. Koleksi Perpustakaan Terintegrasi UKM terdiri dari kategori material buku dan material non buku. CD. UKM akan mengalami kesulitan dalam menentukan dan menerapkan sebuah standar baku mengenai sistem.rekan mahasiswa yang pernah dan sedang melakukan magang di Perpustakaan Fakultas UKM.. prosedur. MBA Grace Elisabeth Dalam waktu yang relatif dekat. Perpustakaan Fakultas Sastra. prosedur. dan 2 (dua) Perpustakaan Pasca Sarjana masing . Perpustakaan Fakultas Seni Rupa dan Desain.beda dalam melaksanakan kegiatan keperpustakaan. dan lainnya yang tidak termasuk dalam kategori material buku. Perpustakaan Fakultas Teknik. dan formulir perpustakaan untuk Perpustakaan Terintegrasi UKM. prosedur. UKM memiliki 8 (delapan) buah Perpustakaan Fakultas yaitu Perpustakaan Fakultas Kedokteran. majalah. Penulis mengolahnya dengan menggunakan Document Flowchart serta menganalisisnya berdasarkan pada teori-teori mengenai prosedur dan formulir yang baik. Karena luasnya ruang lingkup penelitian.

. Adapun prosedur yang diusulkan untuk Perpustakaan Terintegrasi UKM ada 26 (dua puluh enam) dan terdapat 6 (enam) formulir usulan.UKM dimana pendokumentasian prosedur tertulis dibuat dengan menggunakan format ISO 9000: 2000.

Besar kapasitas produksi efektif biskuit diambil dari kapasitas produksi efektif terkecil ( stasiun pemanggangan ) yaitu sebesar 3200 kemasan/hari.Material Requirement Planning (MRP). . Metode peramalan yang terbaik adalah metode L e a s t S q u a r e untuk pola data linear siklis dengan N = 12. Apabila masalah di atas tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Bill of M a t e r i a l (BOM). MT Ir. Pertama-tama dilakukan peramalan permintaan biskuit di masa yang akan datang. ST. Oleh karena itu. Oleh karena itu.84 atau 50. terlihat bahwa tingkat utilisasi pekerja masih rendah.609.47.32%. maka akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan karena tingginya biaya simpan yang timbul dan menurunnya kualitas biskuit yang dihasilkan tingginya biaya simpan. Dengan menerapkan metode MRP maka perusahaan dapat menekan biaya peng endalian persediaan untuk penode Januari s/d Maret 2004 sebesar Rp 1. Kartika Suhada. akan dilakukan penelitian tentang peng endalian persediaan bahan baku yang sebaiknya diterapkan di perusahaan. Teknik lotting yang digunakan adalah Wagner Whitin. Hal ini terutama diakibatkan sebagian besar jenis bahan baku di gudang tidak dapat bertahan lama. “X”.975.958.975. Dalam menyusun MRP diperlukan input yaitu Jadwal Induk Produksi (JIP). Saat ini perusahaan melakukan pemesanan dalam ukuran yang cukup besar karena adanya potongan harga (quantity discount) yang diberikan oleh pihak suplier. dan status persediaan di gudang. Bandung Vivi Arisandhy.481. dibuat PPM usulan yang dapat mengurangi jumlah tenaga kerja dari 15 orang menjadi 9 orang. Metode pengendalian persediaan yang sebaiknva diterapkan perusahaan adalah . MT Arief Wibisono Adjiwidjaya Perusahaan Biskuit "X" merupakan perusahaan swasta yang memproduksi biskuit marie. Hal ini menyebabkan biaya produksi berkurang dari Rp199.813. Setelah itu dilakukan perhitungan besar kapasitas produksi di perusahaan.47 menjadi Rp145.. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah perusahaan sering mengalami penumpukan bahan baku di gudang yang diakibatkan kurang tepatnya metode pengendalian persediaan yang diterapkan perusahaan selama ini.27(2004) Usulan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Biskuit Marie di PT. mengingat kebergantungan antara kebutuhan bahan baku yang satu dengan kebutuhan bahan baku yang lainnya. Dari Peta Pekerja dan Mesin (PPM) yang dibuat untuk kondisi saat ini. karena metode tersebut mempunyai nilai MSD terkecil.

Bahan dari papan alas gambar juga diubah menggunakan acrylic karena tidak memiliki alur dan tekstur sehingga tidak mengganggu saat menggambar sedangkan untuk ukurannya diubah menjadi 60 cm x 44 cm didasarkan pada ukuran kertas gambar A2 yaitu 42 x 59. Bersamaan dengan pengambilan data peneliti juga membagikan kuesioner untuk mendapatkan masukan dari mahasiswa dan dosen yang menggunakan ruang gambar Fakultas Seni Rupa dan Desain UKM. sedangkan data anthropometri didapatkan laboratorium teknik industri.meja tempat papan alas kertas gambar dan tempat duduk menjadi terpisah. Adapun rancangan yang dilakukan pada ruang gambar adalah kursi gambar dengan mengubah rancangan pada beberapa bagian yaitu bahan tempat duduk yang diganti. ketebalan papan juga diubah ukuran menjadi 5 mm. tinggi papan alas gambar terlalu tinggi. bahan papan terlalu kasar dan mengganggu saat menggambar. Untuk usulan tata letak. Masalah-masalah yang teridentifikasi saat itu adalah sebagai berikut : Kursi gambar saat ini tidak nyaman. Tahap selanjutnya peneliti mengumpulkan data fasilitas fisik berupa spesifikasi bahan.. Pada awal penelitian dilakukan pembagian kuesioner awal dan peneliti juga mencoba fasilitas fisik maupun lingkungan. terdapat rak untuk meletakkan alat gambar. namun karena adanya kebijakan pihak fakultas yang menginginkan kapasitas satu . Setelah dilakukan tahapan analisa maka peneliti mengusulkan rancangan terhadap fasilitas fisik yang lebih ergonomis dan usulan perbaikan lingkungan serta tata letak yang ergonomis. emosi dan perasaan sangatlah berpengaruh. ST.MT Siong Cen Menggambar biasanya didefinisikan sebagai suatu usaha untuk menghasilkan kemiripan atau menyajikan suatu objek baik yang dilihat oleh mata maupun objek yang merupakan proses pemikiran kreatif dari otak dengan menarik garis demi garis di atas suatu permukaan medium. Kemudian data anthopometri yang ada diolah dengan program ergo untuk mendapatkan nilai persentil minimum (PS). Dalam mengekspresikan gambar dari otak ke medium dibutuhkan kenyamanan dan konsentrasi tinggi karena dalam proses menggambar. bentuk dan ukuran dan juga data lingkungan pada ruang gambar. tinggi tempat duduk yang adjustable .5 cm. Maka penelitian ini dirasakan perlu untuk mencapai hasil yang optimal dalam berkreasi. tersedia pijakan kaki dan roda pada dasar meja dan kursi yang dapat dikunci. bahan kursi terlalu keras. tata letak ruang yang sesak dan faktor lingkungan kerja yang belum optimal. sudut penyangga papan alas kertas gambar dapat diatur sudutnya. nilai persentil tengah (P50) dan nilai persentil maksimum (P95) untuk digunakan menganalisa fasilitas fisik dan perancangan dari segi ukuran.28(2004) Analisis Ergonomi Serta Usulan Perbaikan terhadap Fasilitas Fisik dan Lingkungan Ruang Gambar FSRD UK Maranatha Lestari Yuli Hastuti. Perancangan juga dilakukan pada tinggi tempat peletakan objek tujuan perubahan ukuran tempat peletakan objek adalah agar mahasiswa dapat secara jelas melihat langsung ke depan tanpa harus terhalang oleh ketinggian penyangga papan alas gambar. peneliti memberikan usulan berdasarkan pada jarak antar kursi dan meja gambar namun hal tersebut mengurangi kapasitas mahasiswa menjadi 14 buah.

Dari pencahayaan ada perubahan dari jumlah armatur menjadi 10 buah armatur.kelas sebesar 25 buah maka peneliti melakukan perancangan ukuran ruang gambar yang ideal. kemudian dari kuesioner yang dibagikan didapatkan usulan diperlukannya loker maka dirancanglah loker sejumlah 14 buah. Dari temperatur dan kelembaban dilakukan perancangan pada sistem pengaturan suhu Air conditioning yang ergonomis. .

Sc Yohanes Christian Kebutuhan minyak tanah untuk masa sekarang ini dirasakan sangat penting terutama oleh rakyat Indonesia. biaya-biaya persediaan. Wenny Chandra. ST. yaitu perusahaan yang bergerak dibidang distribusi bahan bakar minyak tanah. Selama ini minyak tanah yang disediakan CV "A" selalu dipasok oleh Pertamina melalui sistem kontrak setengah tahun. Adapun penggunaan metode pengendalian persediaan ini memerlukan banyak perhatian terutama untuk peramalan jumlah yang akan disediakan untuk masa yang akan datang. permintaan akan kebutuhan minyak tanah ikut meningkat. Hasil perhitungan menghasilkan suatu kesimpulan bahwa dengan menggunakan metode pengendalian persediaan yang diusulkan peneliti akan menguntungkan jika dibandingkan dengan sistem persediaan perusahaan sekarang. Hal ini akan menyebabkan berkurangnya keuntungan karena harga jual distributor sejenis lebih mahal daripada Pertamina.. nilai kontrak perusahaan dan perbandingan antara metode terdahulu dengan sekarang.077.238. CV "A" terpaksa membeli dari distributor sejenis. 6. Oleh karena itu perlu diusulkan perancangan sistem pengendalian persediaan yang mampu mengoptimalkan jumlah persediaan perusahaan yaitu dengan menggunakan metode pengendalian persediaan. M. Dalam kontrak ini ditentukan nilai pasokan minyak tanah yang akan dikirimkan ke CV "A" selama setengah tahun. Penelitian ini dilakukan pada CV "A" Palangkaraya.per tahun atau 70 % per tahun. Seiring dengan pentingnya minyak tanah ini. Dari metode ini peneliti mengusulkan untuk perusahaan untuk mengajukan proposal penambahan volume minyak tanah kepada Pertamina dengan nilai kontrak 165.000 liter untuk periode Januari . metode persediaan yang akan digunakan. Sedangkan tingkat permintaan terus meningkat dari waktu ke waktu.Desember 2003. biaya persediaan perusahaan dapat dihemat sebesar Rp. tetapi jika terjadi kekurangan persediaan.29(2004) Usulan Perbaikan Sistem Persediaan Minyak Tanah (Studi Kasus di CV “A” Palangkaraya) Santoso. Dari usulan metode peneliti. Meskipun selama ini tidak terdapat masalah dalam sistem kontrak tersebut.. dan nilai kontrak 180. Pengendalian persediaan merupakan salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan. MT Ir. Dalam menyalurkan permintaan minyak tanah pasti akan melalui suatu jalur distribusi. .000 liter untuk periode Juli .Juni 2003.

Bandung Ir. lahan parkir swasta dan lahan parkir sepanjang jalan UKM (dari pintu GAP/ depan ATM BNI sampai dengan pintu Poliklinik). Hal ini dilakukan untuk mengetahui daya tampung lahan parkir yang ada di Gedung Graha Widya Maranatha. ST. Kartika Suhada. Dengan membangun lahan parkir bertingkat diharapkan lahan parkir yang akan disediakan dapat menampung kendaraan lebih banyak sehingga dapat memenuhi kebutuhan. peneliti melakukan pengamatan laju kedatangan dan laju keberangkatan di lahan parkir UKM (lahan parkir mahasiswa dan lahan parkir di GAP). diketahui kebutuhan lahan parkir mobil pada tahun 2006 yang dapat dipenuhi hanya sebesar 19. Dari perhitungan. MT Santoso. dan untuk lahan parkir mobil semuanya berlokasi di Gedung Graha Widya Maranatha. Sedangkan pada rancangan usulan 2 yang dibuat peneliti. peneliti mengusulkan agar menggunakan lahan lain. maka peneliti membuat rancangan tata letak lahan parkir usulan. ternyata kebutuhan lahan parkir mobil yang dapat dipenuhi hanya sebesar 27. Sedangkan untuk latran parkir mobil lainnya berlokasi di basement 2 dan 3. Berhubung daya tampung basement 1 untuk motor melebihi kebutuhan maka kelebihannya dialokasikan untuk parkir mobil. karyawan dan dosennya datang ke kampus menggunakan kendaraan pribadi baik mobil maupun motor. Pada rancangan usulan 1. lahan parkir motor semuanya dilokasikan pada lahan yang sekarang sudah ada yaitu dibelakang gedung ekonomi. MT Paulin Sandra Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu Universitas swasta. yaitu di belakang dan depan Gedung Teknik. dimana sebagian besar mahasiswa. Untuk . mengingat tingkat kecurian motor lebih tinggi maka peneliti mengusulkan agar kebutuhan lahan parkir motor dipenuhi seluruhnya dan lokasinya berada pada basement 1 sebesar 856 motor.30(2004) Penghitungan Kebutuhan Lahan Parkir dan Kapasitas Serta Pengaturan Perpakiran di Gedung Graha Widya Maranatha. Hal tersebut membuat UKM perlu untuk menyediakan lahan parkir yang dibutuhkan. Salah satu upaya untuk mencukupi kebutuhan lahan parkir di UKM maka dalam membangun Gedung Graha Widya Maranatha. ternyata kebutuhan lahan parkir saat ini di UKM sebesar 781 motor dan 724 mobil. Dalam menghitung kebutuhan lahan parkir.64% atau sebesar 288 mobil. di GAP dan di sebelah SGS/ Koperasi. Dari rancangan tata letak usulan tersebut.38% atau sebesar 202 mobil. Sedangkan kebutuhan lahan parkir pada saat gedung Graha Widya Maranatha selesai dibangun (tahun 2006) sebesar 1042 mobil dan 1124 motor.. Untuk menbatasi kekurangannya. Pengolahan data tersebut dilakukan dengan menggunakan model antrian (M/M/~) : (GD/~/~). Karena lahan parkir yang akan dibuat belum ada rancangan tata letaknya. peneliti melakukan penelitian mengenai masalah perparkiran yang meliputi kebutuhan lahan parkir dan pengaturan tata letak lahan parkir yang akan dibangun di Gedung Graha Widya Maranatha. Dari rancangan tersebut. Oleh karena itu. Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha (YPTKM) menyediakan lahan parkir bertingkat 3.

maka peneliti mengusulkan penggunaan alat pengamanan parkir.meningkatkan keamanan Gedung Graha Widya Maranatha. peneliti mengusulkan agar mahasiswa dikenakan biaya parkir yang pembayarannya digabungkan dengan biaya pengembangan. . Hal ini dilakukan untuk menghindari protes dari mahasiswa. Untuk mendukung penggunaan alat tersebut.

Hal tersebut menuntut kondisi jumlah cadangan pengaman (safety stock) yang harus disediakan perusahaan cukup besar (untuk mengantisipasi fluktuasi permintaan selama dua minggu). Periode pemesanan yang ditetapkan perusahaan adalah dua minggu sekali. Akan tetapi.513 atau 97.33% (dari Rp 1. Metode ini lebih tepat diterapkan oleh perusahaan karena metode ini ditujukan untuk pengendalian persediaan yang berjenjang seperti kondisi di perusahaan ini. peneliti hanya memilih mie instan rasa ayam bawang. Kartika Suhada. karena dibandingkan dengan jenis rasa lainnya. Sukabumi dan Garut. Sumedang.987. Dengan demikian perusahaan tidak mengalami kerugian akibat adanya persediaan yang menumpuk ataupun kehilangan keuntungan karena tidak dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan segera atau dengan kata lain kekurangan persediaan. Tasikmalaya.149. diketahui perusahaan mengalami masalah dalam melakukan pengendalian persediaan mie instant. . MT Santoso. Purwakarta. pusat hanya berperan dalam mengkoordinir jumlah pemesanan masing-masing distrik ke supplier.053. Hal ini mengakibatkan tingginya ongkos simpan yang harus dikeluarkan.864).159.996.942.894. yakni : Bandung. ongkos total pengendalian persediaan yang dapat dihemat adalah sebesar Rp 478. MT Heru Budikentjana Perencanaan dan pengendalian persediaan dalam suatu perusahaan memegang peranan yang sangat penting agar kebutuhan pelanggan atau konsumen dapat terpenuhi dalam jumlah dan waktu yang tepat. dapat disimpulkan bahwa metode DRP cocok untuk diterapkan di PT X. ST. rasa ayam bawang memiliki persentase penjualan yang cukup mencolok. yaitu sekitar 60 %.092.. PT X merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang distributor produk mie instant. Subang. peneliti mengusulkan penggunaan metode Distribution Requirements Planning (DRP) dalam mengendalikan persediaan dan distribusi produk mie instant tersebut. Hasil perhitungan menunjukkan penerapan metode DRP dapat menghemat ongkos simpan sebesar Rp 488.22% (dari Rp 502. sedangkan ongkos pesan meningkat sebesar Rp 9. Masing-masing distrik memiliki persediaan dan mengendalikan sendiri persediaannya. Cirebon.012 atau 483.31(2004) Usulan Pengendalian Persediaan Mie Instant dengan Menggunakan Metode DRP di PT X – Bandung Ir.04% (dari Rp 503. Untuk mengatasi masalah di atas.345 menjadi Rp 24. Dari penelitian yang dilakukan.377 menjadi Rp 13. sehingga berpengaruh pada tingginya ongkos total pengendalian persediaan yang timbul.990.844). Saat ini perusahaan melakukan pengendalian persediaan berdasarkan perkiraan dan pengalaman masa lalu saja.501 atau 95. Dengan demikian.980). Dari dua belas jenis rasa mie instan yang dijual perusahaan.968 menjadi Rp 11. PT X sebagai Head Office (Distributor Pusat) memiliki sembilan distrik atau distributor cabang yang terletak di seluruh daerah Jawa Barat. Cianjur.

00 (metode perusahaan) menjadi Rp 651. 20.645. yaitu mesin poles otomatis 3 unit. maka perusahaan sering menerapkan kerja lembur.022.00.126.412 unit agregat/tahun menjadi 350. 28 dan 30 cm. dimana waktu proses masing-masing operasi yang dibutuhkan untuk pembuatan masingmasing ukuran berbeda-beda. Disamping itu metode penyusunan jadwal produksi yang diterapkan perusahaan belum baik karena hanya berdasarkan perkiraan dan persediaan akhir yang ditetapkan sebesar 200 unit untuk masing-masing ukuran panci. Sebagian kecil diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.32(2004) Usulan Penyeimbangan Lintasan Produksi dan Penyusunan Jadwal Induk Produksi Panci dalam Upaya Meminimasi Biaya Produksi di PT “X” Ir. Amerika dan Australia. 26.453 unit agregat/tahun). Dengan penerapan penyeimbangan lintasan dan penambahan mesin maka perusahaan dapat memenuhi seluruh permintaan konsumen dan menghemat biaya produksi dari Rp 1.051 unit agregat/tahun atau terjadi peningkatan sebesar 41.170. MT Selvi Ekawati PT "X" adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan panci. Pada saat ini perusahaan menghadapi masalah belum optimalnya rencana produksi yang dibuat.345..476. sedangkan alternatif kedua sebesar Rp 308.852. Penambahan jumlah mesin pada alternatif 1 sebanyak 5 unit. Oleh karena itu perlu dilakukan penyeimbangan lintasan dalam upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi reguler.978. Belum optimalnya kapasitas reguler disebabkan kurang seimbangnya lintasan produksi saat ini. yaitu ukuran 18. maka peneliti mengemukakan 2 alternatif tindakan yang dapat dilakukan untuk memenuhi kekurangan kapasitas reguler tersebut.9. 24.5%). maka dalam penyusunan JIP dilakukan proses agregasi dan disagregasi. . Jerman. Ada beberapa ukuran panci yang diproduksi.8. Karena kapasitas reguler yang dimiliki kurang. Hal ini dikarenakan kapasitas produksi reguler belum dapat memenuhi permintaan konsumen.1113. ST. Sebagian besar produk ini diproduksi untuk diekspor ke Jepang. mesin poles manual 2 unit.639 unit agregat/tahun (13. Kartika Suhada. Berhubung hasil ramalan permintaan seluruh panci belum dapat terpenuhi (393. Dengan demikian alternatif 1 yang diusulkan untuk dilakukan.016. Hasil perhitungan keuntungan/tahun untuk alternatif pertama sebesar Rp 324. Setelah dilakukan penyeimbangan selanjutnya peneliti menyusun JIP dalam upaya memenuhi seluruh permintaan konsumen dengan biaya produksi yang optimal (dengan pertimbangan ongkos tenaga kerja dan ongkos simpan).299. 22. Dengan demikian terjadi penghematan sebesar Rp 462.00 (metode usulan). Berhubung produk yang dihasilkan lebih dari satu tipe ukuran panci. MT Victor Suhandi. yaitu dengan penambahan jumlah mesin dan penerapan jam kerja lembur. Dengan melakukan penyeimbangan lintasan produksi kapasitas produksi reguler meningkat dari 308.

MT Yenni M. deskripsi pekerjaan. analisis PIECES (Performance. Dalam penelitian ini penulis mengunakan flowchart. dan semakin banyak masalah yang ada. bagan alir informasi. Oleh sebab itu untuk mempertahankan kondisi bangunan tersebut supaya dapat terjaga maka diperlukan suatu kegiatan pemeliharaan.. Data-data yang dikumpulkan adalah struktur organisasi. agar usia rencana bangunan dapat tercapai. Information. tapi dengan bertambahnya pekerjaan yang harus ditanggani maka masalah tersebut makin lama makin mengganggu dalam pemeliharaan gedung itu sendiri. maka dilakukan penelitian mengenai sistem pemeliharaan bangunan yang saat ini berjalan. Unit Kerumahtanggaan 1. Pengumpulan data dan informasi mengenai sistem. Untuk kondisi mendatang UPG ditarik menjadi Biro Pemeliharaan Gedung (BPG) sehingga dapat meningkatkan kinerja penyelesaian masalah yang semakin banyak. Efficiency. Control. Dengan kondisi seperti saat ini. Unit Kerumahtanggaan 2 (Kepala Bagian Kebersihan) dan Pembantu Rektor II (PR II). dan instruksi kerja. prosedur. prosedur dan formulir pemeliharaan gedung di UKM. Bagian lain seperti ME dan koster juga perlu disertakan dalam biro tersebut untuk menunjang kerja . Djajalaksana. Agar sistem pemeliharaan gedung lebih baik lagi dalam menangani kebutuhan pemeliharaan bangunan secara keseluruhan gedung di UKM termasuk Gedung GWM. Dengan bangunan yang apik. dilakukan dengan mewawancarai bagian-bagian yang berhubungan dengan pemeliharaan gedung yaitu UPG. Dari hasil analisis menunjukkan semakin banyaknya pertambahan gedung mengakibatkan semakin bertambahnya tugas pemeliharaan gedung. Universitas Kristen Maranatha (UKM) dengan semakin bertambahnya gedung yang dimiliki menyebabkan ruang lingkup pemeliharaan semakin besar. ST.33(2004) Analisis dan Usulan Sistem Pemeliharaan Gedung Serta Fasilitasnya. Masalah sebenarnya sudah ada dari sejak dulu. terpelihara dan berjalan sesuai dengan fungsinya maka akan menimbulkan kesan yang baik bagi penggunanya dan bagi orang yang melihatnya. formulir. Economy. Prosedur dan Formulir di Universitas Kristen Maranatha Christina. Services) dalam menjabarkan keadaan sistem yang ada ditempat Unit Kerumahtanggaan 1 dan Unit Pemeliharaan Gedung secara khususnya. fasilitas atau infrastruktur untuk mempertahankan fungsi bangunan tersebut sesuai dengan rencana. MBA Otman Awih Bangunan atau gedung merupakan salah satu sarana untuk mendukung tercapainya tujuan dan terlaksananya fungsi-fungsi pokok organisasi pemakai atau pengguna bangunan secara optimal. Pemeliharaan bangunan itu sendiri secara garis besar dapat didefinisikan sebagai suatu proses pengelolaan bangunan. kegiatan pemeliharaan fisik gedung dikerjakan oleh Unit Pemeliharaan Gedung (UPG) dan kegiatan Mechanical & Electrical (ME) dikerjakan oleh Unit Kerumahtanggaan 1 dapat mengakibatkan suatu masalah yaitu keterlambatan dalam penyelesaian pemeliharaan gedung.

. Selain itu juga terdapat beberapa prosedur yang diperbaiki dan beberapa formulir yang diusulkan untuk menunjang kinerja dari BPG itu sendiri.BPG dalam bertindak dilapangan.

Seiring dengan bertambahnya jumlah mahasiswa. Dari faktor bauran pemasaran perusahaan unggul dari pesaing dalam faktor lokasi yang berada di dalam lingkungan kampus. Oleh karena itu penggantian mesin layak dilakukan. Untuk itu perusahaan merencanakan akan menambah mesin fotocopy agar dapat meningkatkan kapasitas produksi. Dan analisis finansial. harga fotocopy dan jilid relatif lebih murah dibandingkan dengan pesaing-pesaing lainnya.. Hasil perhitungan NPV memperlihatkan nilai yang positif ( 14. Dan hasil kajian tersebut diketahui penambahan mesin yang akan dilakukan pada tahun 2004 sebanyak 1 unit beg itu pula pada tahun berikutnya kecuali pada tahun 2007 dilakukan penambahan sebanyak 2 unit. Danamartha Sejahtera Utama cukup tinggi. dapat diketahui jenis dan jumlah penambahan mesin fotocopy yang diperlukan dalam meningkatkan kapasitas produksi. Untuk peningkatan produksi yang akan dilakukan oleh PT. Untuk meng etahui kelayakan dari aspek finansial perlu dilakukan penilaian investasi Payback Period dicapai pada tahun 2004 bulan ke-3. Karena analisis dari aspek pemasaran dinilai layak. Dan analisis aspek pemasaran. Trend permintaan fotocopy dan penjilidan di masa yang akan datang meningkat. diketahui estimasi permintaan untuk tahuntahun mendatang menunjukkan kecenderungan meningkat. MT Nita May K PT.212.34(2004) Analisis Kelayakan Peningkatan Kapasitas Usaha Fotocopy PT. Kartika Suhada. maka usaha . karena keterbatasan kapasitas tidak semua permintaan terpenuhi. maka perusahaan ingin menambah kapasitas produksinya. aspek teknik. bahan baku dan tenaga kerja mampu dilakukan perusahaan.779). Dari analisis aspek teknis. maka diperlukan penambahan bahan baku dan tenaga kerja. Danamartha Sejahtera Utama perlu dilakukan analisis kelayakan yang menganalisis beberapa aspek yaitu aspek pemasaran. Setelah diketahui keterbatasan kapasitas produksi ini disebabkan oleh terbatasnya mesin fotocopy yang dimiliki perusahaan. Hal tersebut dapat dilihat juga dan trend peningkatan jumlah mahasiswa yang masuk. dapat diketahui jumlah investasi vang diperlukan untuk peningkatan kapasitas produksi. Maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan kapasitas produksi adalah layak ditinjau dari aspek teknik. Danamartha Sejahtera Utama Bandung Ir. Danamartha Sejahtera Utama merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan fotocopy dan penjilidan. Saat ini permintaan akan kebutuhan fotocopy dan penjilidan dari PT. MT Vivi Arisandhy. Penambahan mesin ini disesuaikan dengan estimasi permintaan. maka dapat dilanjutkan ke analisis aspek teknis. ST. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa upaya peningkatan kapasitas dengan cara menambah mesin fotocopy adalah layak ditinjau dari aspek pemasaran. aspek finansial dan aspek lingkungan. Dengan adanya penambahan mesin fotocopy ini.

Nilai yang diperoleh IRR>MARR.peningkatan kapasitas ini layak untuk dijalankan. maka usaha peningkatan kapasitas ini layak untuk dijalankan. Hasil dari analisis aspek pemasaran. aspek finansial dan aspek lingkungan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi layak untuk dilakukan. Untuk itu perusahaan perlu segera untuk melakukan peningkatan kapasitas produksi agar perusahaan dapat memenuhi permintaan yang lebih banyak. aspek teknik. .

MT Lisa Mariana PD.31% tergantung dari jenis tiap ietm produk dengan rata-rata penghematan untuk semua item produk yaitu sebesar 14. ST. yang berperan lebih besar dalam meminimalkan ongkos total adalah ongkos kekurangan persediaan. sering kali terjadi kekuragan dan penumpukan produk di gudang. vetsin. Dari perhitungan dengan metode usulan. Penghematan ini didapatkan dari penghematan ongkos pemesanan dan ongkos kekurangan persediaan. Namun. konsumen akan cenderung beralih ke merek lain. Dengan menggunakan metode yang diusulkan.35(2004) Usulan Pengendalian Persediaan yang Optimal di PD “Bintang Terang” Santoso. dan kecap. 18 hari sekali untuk item produk bihun Bhg 250 dan Vetsin. diharapkan dapat memperbaiki kekurangan metode perencanaan dan pengendalian persediaan produk di PD. Perusahaan perlu mengatur jumlah persediaannya. meliputi produk bihun. karena apabila terjadi kekurangan. . Penentuan jumlah produk di PD Bintang Terang berdasarkan intuisi dari pemilik. MT Ir.96%. 3 hari sekali untuk produk-produk kecap. Kartika Suhada. Dengan metode yang saat ini digunakan oleh perusahaan.. Bintang Terang. soun. Bintang Terang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pendistribusian bahan makanan.70% samapi 45. Untuk itu peneliti mengusulkan metode TPPS untuk menghitung jumlah pesanan dan waktu pemesanan agar ongkos total yang diperoleh dapat ditekan seminimal mungkin tanpa adanya kekurangan. didapatkan penghematan sekitar2. dengan periode pemesanan setiap 6 hari sekali untuk item produk bihun Jmpl dan Soun.

dapat menyebabkan terjadinya bentrok jadwal antar fakultas/jurusan. Oleh karena itu. kecuali Jurusan Teknologi Informasi dan Teknik Elektro. prosedur penjadwalan penggunaan laboratorium komputer tersebut memiliki beberapa kelemahan. peneliti mengusulkan prosedur penyusunan jadwal penggunaan laboratorium komputer yang sebaiknya diterapkan. staff laboratorium komputer meminta masukan jadwal yang dikehendaki dari seluruh fakultas/jurusan. fakultas jurusan memiliki jadwal yang tetap untuk setiap semesternya sehingga fakultas jurusan tidak perlu repot mengatur jadwal kebutuhan pemakaiaan laboratorium komputer setiap semester.79% 94. Dalam hal pengaturan penggunaan laboratorium tersebut.97.33% . karena tidak ada koordinasi di antara fakultas/jurusan. Namun. Di samping itu. . MT Okrati Restu Laboratorium komputer merupakan salah satu fasilitas laboratorium milik Universitas Kristen Maranatha yang digunakan oleh seluruh fakultas/jurusan.100% (dilihat dari jam kerja regular di Universitas Kristen Maranatha) serta pengurangan jam lembur dari 31 jam menjadi 11 jam per minggu.44% menjadi 88. Proritas yang digunakan staff laboratorium komputer dalam menyusun jadwal adalah berdasarkan fakultas/jurusan yang tercepat menyerahkan jadwal yang akan dialokasikan. Berdasarkan hasil pengamatan..38% . jam lembur yang dibutuhkan dan pengalokasian jadwal praktikum dari masing-masing fakultas/jurusan pada hari yang sama. ST. Selain itu.92% (dilihat dari jam terpanjang) dan peningkatan utilisasi ruang dari 27. Kartika Suhada. MT Ir. tingkat utilisasi laboratorium komputer kurang diperhatikan.62% . Manfaat yang diperoleh dengan menerapkan prosedur penjadwalan yang diusulkan yaitu staff laboratorium tidak mengalami kesulitan dalam menyusun jadwal penggunaan laboratorium.100% menjadi 97. peningkatan utilisasi ruang yang meningkat dari 27. Peneliti mengusulkan prosedur penjadwalan penggunaan laboratorium komputer yang bersifat tetap.36(2004) Usulan Prosedur Penyusunan Jadwal Penggunaan Laboratorium Komputer di Universitas Kristen Maranatha Santoso. Prosedur yang diusulkan memperhatikan tingkat utilisasi ruang laboratorium. antara lain munculnya istilah “siapa cepat dia dapat” dalam memperoleh jadwal penggunaan laboratorium komputer tanpa adanya batasan waktu dalam proses penginformasian data yang diminta oleh laboratorium komputer dan jadwal permintaan yang disampaikan oleh fakultas/jurusan yang berubah-ubah dapat menimbulkan kesulitan bagi staff laboratorium komputer dalam mengatur jadwal penggunaan laboratorium komputer.

80/tahun (2.871. yaitu ke Mitsubishi Electric Coorporation.668 unit/tahun.75%. yaitu dari . MT Ir.126 unit/tahun. sedangkan produk lokal diketahui sebanyak 384. Empat produk lainnya diproduksi untuk pasar lokal (dalam negeri). Efisiensi lintasan saat ini adalah sebesar 60. Setelah dilakukan penyeimbangan lintasan serta dilakukan penambahan 1 mesin welding. Setelah dilakukan penyeimbangan lintasan produksi tanpa dilakukan penambahan mesin. Dari hasil pengamatan peneliti.60/tahun menjadi Rp. AUOOA211 G03.668/tahun dapat terpenuhi.000 unit/tahun dilakukan penambahan 5 buah mesin dan 2 orang tenaga kerja.36. Kayo Surya Utama adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan pipa kapiler untuk suku cadang lemari es.907. Ada beberapa tipe pipa kapiler yang diproduksi.766. Besar kapasitas produksi tersebut belum dapat memenuhi permintaan secara keseluruhan. ST. Kapasitas produksi tersebut masih belum dapat memenuhi permintaan secara keseluruhan. Sedangkan setelah dilakukan penyeimbangan lintasan serta dilakukan penambahan mesin dan tenaga kerja terjadi peningkatan nilai estimasi keuntungan. MT I Made Sumaryana PT. terlihat bahwa kondisi lintasan produksi yang diterapkan saat ini belum seimbang. Penambahan sumber daya tersebut adalah dengan melakukan penambahan mesin dan jumlah tenaga kerja.000 unit/tahun.730. Upaya yang dilakukan untuk dapat meningkatkan kapasitas produksi adalah dengan melakukan penyeimbangan lintasan produksi dan penambahan sumber daya. yaitu tipe AH14A693G08. Pada saat ini PT. nilai ROI yang diperoleh sebesar 103.40/tahun atau sebesar Rp. Berdasarkan hasil perhitungan peramalan. Tipe AH 14A693G08 merupakan tipe yang paling banyak di produksi untuk diekspor ke Jepang.123.32 % dan permintaan pipa kapiler AH 14A693G08 sebesar 271. Kayo Surya Utama Victor Suhandi. Oleh karena itu perusahaan bermaksud untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Untuk dapat memenuhi permintaan produk lokal sebanyak 384.37(2004) Upaya Peningkatan Kapasitas Produksi Untuk Memenuhi Permintaan Suku Cadang Lemari Es di PT.1. Kayo Surya Utama menghadapi masalah dalam memenuhi jumlah permintaan yang diterima.425. AUOOC606G01.96 tahun. Pada kondisi lintasan setelah dilakukan penyeimbangan tanpa dilakukan penambahan mesin terjadi peningkatan nilai estimasi keuntungan. jumlah permintaan untuk pipa kapiler AH14A693G08 selama satu tahun ke depan adalah sebanyak 271. yaitu dari Rp. AQOOB003G01.1. dan AUOOA 129G23. Hal tersebut terlihat dari adanya penumpukan barang setengah jadi pada beberapa stasiun kerja tertentu.21% dan perusahaan dapat memproduksi pipa kapiler AH14A693G08 sebanyak 210.. efisiensi lintasan menjadi 68. Periode pengembalian investasi (pembelian mesin) terjadi dalam jangka waktu 0.57% dan kapasitas produksi yang dapat dihasilkan untuk pipa kapiler AH14A693G08 meningkat menjadi 210. Kartika Suhada.301.589 unit/tahun dan kebutuhan tenaga kerja dapat dihemat dari 40 orang menjadi 36 orang. Berdasarkan perhitungan.09%).036. efisiensi lintasan meningkat menjadi 86. Perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan yang diterima karena keterbatasan kapasitas produksi yang dimiliki.

.657.2.907.40/tahun menjadi Rp.Rp.40/tahun (24. 432.80/tahun atau sebesar Rp.239.766.564.425.664.1.49%).199.

Apabila ketersediaan bahan baku tidak mencukupi. Oleh karena itu ketersediaan bahan baku harus dikendalikan. Oleh karena itu. MT Ir. yaitu departemen pemrosesan / pengadukan dan departemen pengisian. biaya tenaga kerja. Dari tiga tipe produk thiner yang diproduksi. dimana biaya . Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan. sedangkan untuk departemen pengisian dilakukan perhitungan waktu baku. Hasil perhitungan menunjukkan kapasitas departemen pemrosesan lebih kecil daripada departemen pengisian. Lang kah berikutnya adalah perhitungan kapasitas tiap departemen. Untuk menghitung kapasitas departemen pemrosesan / pengadukan dipergunakan peta pekerja mesin. maka kegiatan produksi akan terhenti. ST. MT Nico Filemon Hermawan Bahan baku merupakan salah satu sumber daya milik perusahaan. sedangkan apabila ketersediaannya berlebihan. diketahui bahwa penyebab terjadinya hal di atas adalah kurang tepatnya metode pengendalian persediaan yang diterapkan perusahaan. Peneliti terlebih dahulu melakukan peramalan permintaan untuk masa yang akan datang dengan bantuan software QS. yang memegang peranan penting dalam menjaga kelancaran kegiatan produksi yang berlangsung. diusulkan penerapan metode MRP (Material Requirement Planning)..38(2004) Usulan Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Thiner di PT Warna Mikha Mitra Sejati Bandung Vivi Arisandhy. sehingga kegiatan produksi terhenti. yang kemudian dilakukan penyusunan Jadwal Induk Produksi dimana metode yang digunakan untuk melakukan disagregasi adalah meaode Hax and Britain. Saat ini perusahaan sedang menghadapi masalah dalam pengendalian persediaan bahan baku thiner. Langkah berikutnya adalah perhitung an elemen biaya yang terkait. Setelah didapat Jadwal Induk Produksi maka dilakukan perhitungan MRP (Material Requirement . Kadang-kadang ketersediaan salah satu atau beberapa bahan baku tidak mencukupi. maka menimbulkan total ongkos simpan yang tinggi. PT Warna Mikha Mitra Sejati adalah sebuah perusahaan yang memproduksi cat dan thiner. Kartika Suhada.biaya yang dihitung adalah harga pokok produksi. dan biaya simpan Langkah selanjutnya adalah penyusunan rencana produksi agregat. Metode ini cocok diterapkan untuk kondisi adanya kebergantungan antara besar kebutuhan bahan baku yang satu deng an bahan baku lainnya. dimana dalam memproduksi thiner ada 2 departemen yang terlibat. Oleh karena itu kapasitas departemen pemrosesan yang digunakan sebagai patokan besar kapasitas produksi perusahaan dalam perhitungan perencanaan produksi. thiner ND dijadikan sebagai produk yang mewakili (surrogate product) dalam perhitungan perencanaan produksi. Metode pengendalian persediaan yang diterapkan perusahaan adalah berdasarkan perkiraan dan belum terintegrasinya antara pengendalian persediaan bahan yang satu dengan bahan baku lainnya.

3%.Planning) untuk merencanakan jadwal produksi dan pemesanan bahan baku ketiga macam thiner yang akan dibuat. 135.74 atau 41. Dari hasil perhitungan ongkos total.444. sebesar Rp 2. penerapan metode MRP dapat menghemat biaya total pengendalian persediaan yang timbul untuk bulan Januari 2004. .

500. penulis mengadakan penelitian yang bennaksud untuk mengetahui kinerja Hero saat ini yang telah memenuhi harapan konsumen dan belum memenuhi harapan konsumen. iklan dan promosi. faktor-faktor yang belum memenuhi harapan konsumen di supermarket Hero cabang Setrasari. dengan tidak mengabaikan segmen yang lainnya. memasang spanduk iklan mengenai program tertentu di luar gedung supermarket Hero cabang Setrasari. menawarkan potongan harga maupun hadiah kepada konsumen. pelayanan yang diberikan.-. atmosfer toko maupun suasana. penghasilan per bulan sebesar Rp 1.. Sementara itu. Bandung mengalami kesulitan untuk menetapkan strategi ke depan. Saran yang diusulkan untuk supermarket Hero cabang Setrasari. diketahui kelebihan supermarket Hero cabang Setrasari. sifat dan kualitas ragam barang. Bandung serta melakukan training yang baik pada tiap karyawannya. Djajalaksana. penyediaan selebaran tawaran produk. Rp 2.d. pencantuman harga barang dengan jelas. Dari Importance Performance Analisis. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Analisis GAP. MBA Kumala Kencanawati Haryanto Dari hasil penelitian pendahuluan. Sementara itu. lebih sering melakukan iklan dan promosi dengan menjadi sponsor. mempertahankan harga produk impor sebagai suatu nilai lebih. jarak gang antar rak bisa dilewati oleh dua kereta dorong.s. untuk mengetahui kesenjangan antara persepsi dan harapan konsumen pada beberapa variabel berdasarkan faktor-faktor yang mendorong konsumen untuk berbelanja. Bandung yaitu faktor lokasi. Bandung yaitu faktor harga. kecekatan petugas dalam memberikan pelayanan. penyediaan toilet. pekerja wiraswasta. yang salah satunya disebabkan bclum ada pengukuran kinerja saat ini yang akan dijadikan acuan.000. kekurangan yang masih memerlukan perbaikan yaitu pada penawaran harga. pihak manajemen Supermarket Hero cabang Setrasari. Hasil Analisis GAP menunjukkan bahwa faktor-faktor yang telah melebihi harapan konsumen di supennarket Hero cabang Setrasari.39 (2004) Usulan Strategi Pemasaran untuk Peningkatan Kinerja Layanan Supermarket Hero (Studi Kasus di Supermarket Hero Cabang Setrasari. iringan musik maupun iklan yang tidak mengganggu. memeriksa kembali kebijakan penetapan harga dan memperhatikan fluktusi harga yang terjadi sehingga dapat menawarkan harga yang bersaing dan tepat. melalui wawancara langsung. Bandung) Yenni M. Oleh karena itu.999. penulis mengetahui bahwa sebagai supermarket yang baru di daerah Setrasari yang dihadapkan dengan pesaing yang telah memiliki pelanggan tetap. usia 21-28 tahun yang merupakan market potensial. disertai usulan strategi pemasaran untuk peningkatan kinerja layanan yang masih belum sesuai dengan harapan konsumen pada umumnya. Bandung saat ini yaitu pada lokasi yang dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan umum. personel penjualan. atribut fisik maupun fasilitas. potongan harga. Bandung yaitu untuk memperhatikan segmen pengunjung mayoritas hasil penelitian yaitu kaum wanita. .999.

lorong. ST. khususnya untuk mahasiswa yang akan melakukan aktivitas. mengingat sekat-sekat ruangan Lab. Diharapkan dengan demikian akan memberikan keyamanan bagi pengguna lorong tunggu Lab. dijadikan sebagai tempat tunggu. seperti praktikum dan asistensi. MT Shirley Permatasari Tempat tunggu merupakan tempat yang penting. Pemasangan AC untuk mengatasi temperatur dan kelembaban yang kurang baik. .APK&E UKM terbuat dari bahan yang mudah terbakar. seperti alat pencegah bahaya kebakaran. maka orang tersebut harus menunggu di tempat yang telah disediakan (tempat tunggu).. Selain itu karena kurangnya ventilator. aliran udara menjadi kurang baik. yang dijadikan tempat tunggu saat ini. Alat ini dirasakan penting. walaupun sudah terdapat beberapa lampu untuk penerangan. khususnya untuk orang yang datang ke suatu tempat.APK&E yang terletak pada basement II Gedung Teknik. sehingga dapat mendukung konsentrasi belajar mahasiswa. tetapi masih dirasakan kurang terang. dimana orang tersebut tidak bisa langsung dilayani. ST. Intensitas cahaya pada lorong tunggu masih kurang. dirasakan kurang ergonomis. Lorong yang berada di basement II gedung Teknik gelap. Untuk lingkungan fisik diusulkan penambahan lampu sehingga mencapai intensitas cahaya yang ideal untuk membaca dan menulis.. maka lorong yang letaknya berada di basement II tersebut menjadi lembab. Dari penelitian yang dilakukan penulis. Hasil Analisa menunjukan bahwa dimensi produk kursi tunggu aktual belum sesuai dengan dimensi tubuh pengguna. produk kursi tunggu juga disesuaikan dengan data Antropometri mahasiswa. Alat keamanan pada lorong masih kurang.40(2004) Usulan Perbaikan Produk Meja dan Kursi Penerima Tamu Secara Ergonomis (Studi Kasus di Ruang Administrasi Laboratorium Analisa Perancangan Kerja dan Ergonomi Universitas Kristen Maranatha) Ie Vie Mie. Lorong Lab. temperatur dan kelembaban pada lorong tunggu belum memenuhi kondisi ideal. Dan pemasangan alat hydrant untuk pencegahan bahaya kebakaran. Agar aktivitas yang berlangsung dalam Laboratorium dapat mencapai tujuannya. Untuk itu diusulkan produk rancangan kursi tunggu yang dapat dilipat untuk menghemat tempat. MT Wawan Yudiantyo. maka harus diciptakan suatu lingkungan yang nyaman. APK&E UKM.

semakin kecil semakin baik karena berarti perbedaan waktu antar stasiunstasiun kerja yang ada tidak terlalu besar) sebesar 19350. Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah mengusulkan pembebanan kerja yang seimbang. metode yang terpilih adalah metode Region Approach Revision (usulan). perusahaan dapat memenuhi permintaan per bulan untuk semua tipe produk hanya dengan menggunakan jam kerja reguler.27% (dari 35.58°%). dan tipe F perusahaan sudah dapat memenuhi permintaan. screw conveyor 10m (tipe C).98 menjadi 11149. mesin rol dan mesin tekuk masingmasing = 1 unit (masing-masing berkurang 1 unit). MT Ir.21% menjadi 77. Ketidakseimbangan beban kerja dapat dilihat dari banyaknya stasiun kerja yang menganggur dan penumpukan barang setengah jadi pada stasiun kerja tertentu. penulis mencoba menyusun tata letak mesin dengan menggunakan pendekatan from to chart frekuensi.95%).16% menjadi 79. Salah satu penyebabnya adalah tidak seimbangnya pembebanan kerja setiap stasiun kerja pada divisi Screw Conveyor.Sc Andi Indrawan PT. screw conveyor 7. Heru Susilo. dan meningkatkan kapasitas produksi. Jumlah mesin usulan yang digunakan adalah mesin potong plat. Sekarang ini kapasitas produksi per bulan yang dimiliki divisi Screw Conveyor belum dapat mencukupi permintaan konsumen walaupun perusahaan sudah menggunakan jam lembur. dan tipe E = 8 unit.31). Berdasarkan peramalan yang dilakukan. Kelebihan dari metode penyeimbangan lintasan usulan adalah terjadinya peningkatan utilisasi stasiun kerja sebesar 43. Dari kedua metode penyeimbangan lintasan produksi yang digunakan (Metode Region Approach dan Metode Rank Positional Weight). mesin las = 3 unit (berkurang 2 unit). divisi Screw Conveyor (objek penelitian). Dengan menggunakan metode penyeimbangan lintasan usulan.67 (dari 30499. tipe B = 1 1 unit. tipe D = 12 unit. penurunan smoothnes index (menunjukkan kelancaran dari suatu lintas produksi. Saat ini kapasitas per bulan yang dihasilkan perusahaan dengan menggunakan jam kerja reguler dan jam lembur masih mengalami kekurangan untuk tipe A = 7 unit. Sedangkan untuk tipe D. . divisi umum. Jumlah pekerja usulan berkurang dari 24 orang menjadi 21 orang.41(2004) Usulan Peningkatan Kapasitas Produksi dalam Upaya Memenuhi Permintaan pada PT. Saat ini PT Kerta Laksana memiliki 3 divisi yang aktif yaitu divisi mesin giling. peningkatan efisiensi lintasan sebesar 42. screw extruder (tipe E). tipe C = 18 unit. Untuk membantu memperlancar aliran material. Kerta Laksana merupakan perusahaan yang bergerak dalam sektor pembuatan peralatan pertanian dan konstruksi mesin.79%(dari 36. tipe C = 8 unit. ST.5m (tipe B).. tipe B = 26 unit. Produk yang dijadikan objek penelitian adalah produk yang tingkat permintaan-kumulatifnya mencapai 90% dalam 1 tahun terakhir yaitu produk screw conveyor 5m (tipe A). jumlah permintaan per bulan untuk tipe A = 16 unit. M. Kerta Laksana Bandung Santoso. screw 5m (tipe D).

mesin las plasma 2 unit (tetap). gerinda tangan = 3 unit (masing-masing bertambah 1 unit). Untuk penambahan mesin bubut dan gerinda tangan perusahaan menggunakan mesin cadangan yang dimiliki Saran untuk perusahaan adalah sebaiknya perusahaan memindahkan kelebihan jumlah tenaga kerja dan kelebihan mesin ke bagian lain yang membutuhkan atau dapat dijadikan sebagai cadangan.mesin bubut = 4 unit. mesin gergaji potong 1 unit (tetap). .

menyebabkan ketidaksesuaian dengan harapan konsumen.411. Penulis menggunakan metode Servqual untuk mengetahui kesenjangan yang terjadi antara persepsi dengan harapan konsumen (Gap 5). KAI sebagai salah satu public service yang ada di Indonesia. Sekarang ini telah terjadi penurunan penumpang KA Parahyangan kelas Bisnis sebesar 3 %. Terdapat modifikasi cara pengukuran gap yaitu pada Gap 3 terdapat pengukuran spesifikasi kualitas jasa oleh konsumen dan pada Gap 4 terdapat pengukuran komunikasi eksternal oleh konsumen.0.KAI hingga saat ini merupakan perusahaan monopoli.KAI..KAI. KAI DAOP II) Ir. Penyebab ketidakpuasan konsumen ini adalah karena adanya penjabaran spesifikasi standar kinerja perusahaan yang tidak sesuai dengan keadaan dilapangan saat ini. dengan rata-rata kepuasan konsumen secara keseluruhan sebesar . MT Carrie Prima A Pada saat ini masyarakat lebih kritis terhadap pelayanan jasa yang ditawarkan oleh sektor public service khususnya PT. sehingga konsumen tidak merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh PT.KAI dituntut untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas layanannya. Selain itu adanya perbedaan persepsi manajemen dengan karyawan tentang standar kinerja.KAI. Oleh karena itu disarankan agar pihak manajemen lebih sering melakukan riset dan melakukan komunikasi dengan konsumen untuk mengetahui apa yang diharapkan konsumennya dan juga membuat program kerja bagi karyawannya dan . berusaha untuk tetap mempertahankan pelanggannya dan meningkatkan kualitas pelayanan agar konsumen merasa puas. Christina Wirawan.KAI). MT Rudijanto Muis. mempengaruhi karyawan yang telah konsisten menerapkan standar dan memenuhi janji. Kualitas pelayanan memegang peranan penting untuk memenuhi kebutuhan konsumennya. kesenjangan antara harapan konsumen dengan persepsi manajemen (Gap 1). kesenjangan antara spesifikasi kualitas jasa dengan penyampaian jasa (Gap 3) dan kesenjangan antara penyampaian jasa dengan komunikasi eksternal (Gap 4). Meskipun PT. Kualitas pelayanan yang buruk akan menimbulkan keluhan-keluhan dari pelanggannya yang akhirnya bisa berdampak buruk bagi perusahaan (PT. PT. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa konsumen tidak merasa puas dengan pelayanan dari PT.KAI. Untuk itulah dilakukan suatu penelitian untuk mengidentifikasikan faktor-faktor intern yang menentukan kualitas layanan di PT. kesenjangan antara persepsi manajemen tentang harapan konsumen dengan spesifikasi kualitas jasa (Gap 2).42(2004) Analisis Kualitas Pelayanan jasa PT.KAI tidak memperhatikan kualitas pelayanannya Kepuasan pelanggan tetap harus diperhatikan. Kereta Api Indonesia dengan Menggunakan Pendekatan Dimensi Kualitas Pelayanan (Studi Kasus pada KA. ST. Oleh sebab itulah PT. Parahyangan PT. bukan berarti PT.

dikomunikasikan dengan karyawannya dengan baik guna memenuhi kebutuhan konsumen. Job description dari tiap pekerjaaan dibuat secara tertulis dan jelas sehingga karyawan mengetahui hak dan kewajibannya dalam bekerja guna dapat memenuhi kebutuhan konsumen. .

Aturan prioritas yang digunakan adalah EDD (Earliest Due Date). dan pengelompokan jenis komponen berdasarkan komponen utama dan bukan utama. Dari 24 departemen. Random. MT Lestari Yuli Hastuti. menetapkan urutan pengerjaan komponen tiap pesanan berdasarkan prioritas total waktu proses standar terbesar. dan maximum completion time.43(2004) Usulan Penerapan Penjadwalan Job Shop dengan Metode Heuristic untuk Produk Screw Conveyor di PT. 6 departemen memiliki waktu selesai lebih cepat dengan penjadwalan non delay. MT Dominica Audrie PT. Mean Lateness. MONPR (Most Operation Remaning). Mean Tardiness. Total waktu menganggur untuk penjadwalan non delay lebih kecil dua menit dibandingkan penjadwalan aktif. Dilihat dari pola aliran produksi yang terjadi dalam divisi screw conveyor. Metode penjadwalan yang saat ini diterapkan oleh perusahaan adalah memprioritaskan pengerjaan pesanan yang diterima lebih awal. Dari hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan. dan jumlah mesin yang dapat digunakan. SPT (Short Processing Time). Nilai mean tardiness dan maximum lateness yang dihasilkan kedua jadwal tersebut = 0. Kriteria pemilihan metode penjadwalan terbaik yang akan diusulkan berdasarkan minimasi jumlah pesanan yang terlambat (min. Kerta Laksana adalah perusahaan yang termasuk dalam kelompok manufaktur mesin.. keterlambatan yang terjadi dikarenakan perusahaan belum menerapkan metode penjadwalan yang baik. maka nilai yang dihasilkan pada jadwal non delay kecil dibandingkan metode perusahaan. Metode tersebut tidak mempertimbangkan faktor urutan operasi dari masing-masing pesanan yang diterima. maka termasuk ke dalam penjadwalan job shop. Kerta Laksana Ir. Hasil yang diperoleh dari perhitungan penjadwalan aktif dan non delay adalah tidak terdapat pesanan yang terlambat. Total waktu menganggur penjadwalan non delay . Metode yang digunakan adalah Priority Dispatching (Heuristic) yang terdiri dari algoritma penjadwalan aktif dan non delay. Kartika Suhada. lebih kecil dibandingkan dengan penjadwalan aktif. batas waktu yang ditentukan (due date) dari masing-masing pesanan yang diterima. sedangkan dengan penjadwalan aktif hanya I departemen saja. of tardy jobs) dan kriteria lain yang dipertimbangkan adalah mean tardiness. Masalah yang sering dihadapi oleh perusahaan adalah sering terjadi keterlambatan pemenuhan pesanan pada divisi screw conveyor sehingga dikhawatirkan dapat mengakibatkan hilangnya kepercayaan pelanggan dan denda yang harus ditanggung perusahaan. ST. mean lateness. maximum lateness. dan Maximum Lateness. MWKR (Most Work Remaining). Nilai maximum completion time kedua penjadwalan tersebut = 23 hari. Sifat produksi dari perusahaan adalah berdasarkan pesanan (job order). pengerjaan komponen yang mempunyai kesamaan dalam proses operasi akan dikerjakan berurutan. Dilihat dari jumlah pesanan terlambat. Nilai mean lateness penjadwalan non delay besarnya -2 hari.

Dengan demikian. maka penjadwalan yang diusulkan adalah penjadwalan non delay.lebih kecil 1661 menit dibandingkan dengan metode perusahaan. 13 departemen memiliki waktu selesai lebih cepat dengan penjadwalan non delay. sedangkan dengan metode perusahaan hanya 9 departemen. Dari 24 departemen. .

target perusahaan serta Positioning statement yang ditanamkan yaitu "Bukan Telepon Biasa" yakni Telkom Flexi sebagai telepon selular dengan pulsa rumah. process dan physical evidence dengan melihat keunggulan dan kelemahan yang dimiliki oleh Telkom Flexi dibandingkan dengan para pesaingnya dan berdasarkan pertimbangan segmen pasar yang dipilih. Usulan strategi pemasaran bagi kartu selular CDMA Telkorn Flexi dilakukan dengan menggunakan bauran pemasaran yang terdiri dari 7 P yakni product. Data yang diolah diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner kepada konsumen di kota bandung dengan menggunakan Purposive Sampling yaitu konsumen yang pernah menggunakan kartu selular Telkorn Flexi. Penelitian dimulai dengan mengidentifikasikan faktor-faktor yang mcmpengaruhi konsumen dalam memilih kartu selular. MT Indriani Kusumawati Perkembangan teknologi yang pesat pada saat ini. sebagai senjata mereka untuk meraih pangsa pasar.44(2004) Usulan Perumusan Strategi Pemasaran Kartu Selular Telkom Flexi Ir. kemudian peta posisi Telkom Flexi terhadap pesaing-pesaingnya. promotion.. Untuk itu diperlukan strategi pemasaran yang tepat dan efektif bagi Telkom Flexi. penentuan segmen pasar berdasarkan data demografi dan persepsi konsumen terhadap Telkorn Flexi dan pada akhirnya penyusunan strategi pemasaran Telkom Flexi berdasarkan pada 7 P. Dengan demikian Telkom Flexi harus dapat mengimbangi strategi pemasaran yang diterapkan pesaing agar para pelanggan Telkom Flexi tidak beralih pada operator lain bahkan dapat meraih pangsa pasar yang lebih tinggi. ST. place. Christina Wirawan. Untuk demografi sendiri diolah dengan menggunakan tabulasi silang (Crosstab) dan persepsi konsumen terhadap Telkorn Flexi diolah dengan menggunakan persentase dan pie chart. people. . Penelitian ini menggunakan metode Analisis Faktor yang berfungsi untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam memilih kartu selular CDMA. price. serta peningkatan kebutuhan masyarakat akan telekomunikasi memunculkan teknologi dengan sistem baru di bidang telekomunikasi yang dikenal dengan CDMA (Code Division Multiple Access). Setelah itu. Selain itu juga dengan metode Correspondence Analysis yang bertujuan untuk mengetahui peta posisi persaingan sesama operator kartu selular CDMA. Adanya tingkat peluang pasar yang tinggi pada teknologi CDMA ini dalam waktu yang relatif singkat Telkom Flexi telah memiliki 2 produk pesaing yang juga menggunakan biaya pulsa yang mengacu pada tarif telepon rumah. Fren dan Esia. PT Telkorn menghadirkan layanan fixed wireless berbasis CDMA yang diberi brand Telkorn Flexi dimana biaya pemakaiannya mengacu pada tarif telepon rumah.

suhu produk disajikan sesuai dengan produknya. pemandangan indah (goodview). nilai kesehatan produk. kerapihan pramusaji. place. Agronesia (BMC) Bandung) Ir. kebersihan produk. Terakhir. promotion (Hermawan Kertajaya : 2001). Terakhir dari aspek Promotion adalah sponsor acara. promotion. akses tidak macet. price. Saran untuk BMC yang didapat dari kuesioner 1 adalah menambah jenis produk yang ditawarkan. Berdasarkan aspek Price adalah harga terjangkau. bentuk bangunan rnenarik. menyediakan fasilitas credit card. Christina Wirawan. kebersihan wastafel.45(2004) Analisis Peta Posisi untuk Menyusun Strategi Pemasaran (Studi Kasus: PT. Metoda pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang dilakukan terhadap 150 orang responden yang pernah mencicipi makanan & minuman di ketiga tempat makan. interior nyaman. wawancara dan catatan-catatan perusahaan. informasi di iklan mudah dipahami. Sedangkan untuk mengetahui posisi BMC terhadap pesaingnya yaitu Susu Murni Lembang dan Yoghurt Cisangkuy digunakan Correspondence Analysis. place. Rancangan alat ukur disusun peneliti mengacu pada taktik menyusun strategi pemasaran berdasarkan Bauran Pemasaran yang terdiri dari product. Peta posisi yang dimaksud disini adalah posisi BMC terhadap pesaingnya yaitu Susu Murni Lembang dan Yoghurt Cisangkuy. waktu menunggu pesanan cepat. kemasan produk menarik. hiburan. segmen 2 dan segmen 4. penampilan produk. Dari peta posisi didapat bahwa keunggulan BMC dibandingkan pesaingnya sudah mencakup empat aspek bauran pemasaran yaitu product. variasi menu. Sedangkan dilihat dari aspek Place adalah tempat parkir luas. Untuk meraih ketiga segmen tersebut BMC perlu memperhatikan kinerja pramusaji. digunakan Analisis Master dan Tabulasi Silang (Crosstab) untuk mengelompokkan responden dan mengidentifkasikannya.Agronesia (BMC). Faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam memilih tempat makan berdasarkan aspek Product adalah keramahan pramusaji. pramusaji mengerti produk. Strategi pemasaran yang disusun ditujukan kepada segmen l. Bandung). letak mudah ditemukan. harga termasuk pajak. diskon fasilitas credit card dan adanya harga promosi. . harga tertulis di buku menu. pramusaji murah senyum. MT Nessi Redinka Penelitian ini berjudul Analisis Peta Posisi untuk Menyusun Strategi Pemasaran (Studi kasus : PT. memperluas tempat parkir dan menurunkan harga. membuka cabang di tempat lain yang lebih strategis adanya iklan baik melalui media cetak maupun elektronik. iklan. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen berdasarkan 4P dilakukan perhitungan statistik menggunakan Confirmatory Factor Analysis. price.

. Berdasarkan analisis.. . Namun kekosongan stok obat tersebut bukan dikarenakan kesalahan dari pengendalian persediaan. sehingga dapat dibuat suatu rancangan dokumen yang lebih baik dan lengkap. Akibatnya proses pengambilan keputusan dan pengolahan informasi di Apotek "M" dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. penjualan obat. maka langkah pertama yang perlu dilakukan oleh Apotek "M" adalah mengetahui kelemahan-kelemahan dari sistem informasi saat ini. Selain itu. dilakukan juga pengumpulan dokumen-dokumen yang ada di Apotek "M" pada saat ini. tetapi dari aliran informasi yang kurang baik di apotek tersebut. dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan sistem informasi secara komputerisasi maka proses pemesanan obat. Dokumen-dokumen tersebut dianalisis kekurangannya. Masalah lain yang ditemukan adalah data konsumen juga tidak tertata secara baik dan rapi. MT Hengky Sebastian Apotek "M" sering mengalami kekosongan stok obat. Untuk dapat meminimasi kesalahan-kesalahan yang mengakibatkan aliran informasi menjadi tersendat.46(2004) Analisis dan Usulan Sistem Informasi di Apotek “M” Bandung Vivi Arisandhy. Kelemahan-kelemahan tersebut dapat diketahui dengan membuat suatu diagram alir. retur obat dan pengendalian persediaan obat. MT Christina. pihak apotek membutuhkan waktu yang lama untuk mencari resep pada tumpukan resep. ST. Tersendatnya aliran informasi ini dikarenakan kurang lengkapnya informasi yang disampaikan atau yang akan digunakan pada saat pengolahan informasi. Pada Buku Persediaan Obat (BPO). dikarenakan dalam BPO tidak ada tanggal kadaluarsa obat. Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap diagram alir tersebut. retur obat dan pengendalian persediaan obat dapat dilakukan dengan lebih cepat. Perancangan sistem informasi menggunakan perancangan secara komputerisasi. data Pedagang Besar Farmasi (PBF) kurang Iengkap. baik pada saat proses pemesanan obat. ST. sehingga apabila konsumen hendak menebus sisa obat. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses pemesanan obat.. infomasi yang ada masih kurang lengkap. penjualan obat maupun retur obat. penjualan obat.

MT Bani Februarso Persaingan di pasar ponsel yang semakin ketat membuat setiap produsen ponsel untuk memiliki strategi dalam mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasarnya. memiliki kesan tertentu terletak pada kuadran III. memiliki banyak tipe/jenis. dapat diketahui kelebihannya dalam atribut kualitas suara. bonus pembelian. konsumen terbesar dari Samsung termasuk pada kategori liking the brand 77. . layanan perbaikan.50%. Dari hasil penelitian ekuitas merek ponsel Samsung. kualitas sinyal. kelengkapan menu... Brand Equity tersebut terdiri dari elemen brand awareness (lop ofmirul.63% untuk brand recognition dan 0% untuk brand unaware. brand recognition dan brand unavvare). tertinggi untuk brand recall serta terdapat 16 merek ponsel yang dikenal oleh responden. Pengukuran brand equity tcrsebut. memiliki layanan perbaikan yang memuaskan. Sedangkan tingkat peralihan mereknya adalah sebanyak 13 responden loyal dan 27 responden tidak loyal dari keseluruhan 40 responden. elemen perceived quality (performansi. Suatu merek yang terkenal akan memiliki brand equity (ekuitas merek) yang kuat. layanan perbaikan. elemen brand association. Salah satu strategi tersebut adalah dengan "Merek". Untuk brand loyalty menggunakan statistika deskriptif dan rantai Markov. liking the brand. ST. satisfied hrwcr dan switcher).elemen Ekuitas Merek Ponsel Samsung sebagai Usulan untuk Mempertahankan dan Meningkatkan Pangsa Pasar Melina Hermawan. kualitas gambar. kualitas baterai terletak pada kuadran II. memiliki banyak tipe/jenis terletak pada kuadran IV. Demikian pula dengan Samsung yang harus bersaing dengan Nokia. memiliki kesan tertentu. kelengkapan konektivitas terletak pada kuadran I. brand recall. kualitas suara. terdapat 0. kepentingan dan kepercayaan) dan elcmcn brand loyally (connnitled buyer. harga relatif murah. Hasil penelitian di kota Bandung dengan respondennya adalah para pengguna ponsel atau yang pernah menggunakan ponsel serta memiliki pengetahuan dalam dunia ponsel. Siemens dan Sony Ericsson dalam pasar ponsel. mudah diperoleh. ST. memiliki kualitas sinyal yang baik. dilakukan dengan teknik pengumpulan data melalui survei dengan kuesioner sebagai alatnya sehingga diperoleh data-data yang dapat digunakan untuk mengusulkan strategi bagi pihak Samsung dalam dalam mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasarnya. MT Indah Victoria Sandroto. ponsel Samsung menempati posisi terendah untuk lop of mind. memiliki baterai yang relatif tahan lama.47(2004) Analisis Pengukuran Elemen . Dari hasil brand association menggunakan uji Cochran diketahui bahwa Samsung memiliki asosiasi-asosiasi sebagai berikut: memiliki kualitas gambar (display) yang baik. menunjukan bahwa untuk elemen brand awareness yang diolah dengan statistika deskriptif. kualitas sinyal. Untuk elemen perceived quality dengan menggunakan uji Mann-U Whitney serta diagram Performance Important Analysis diketahui bahwa atribut mudah digunakan. kualitas desain. memiliki kualitas suara yang baik.

. Hal ini dapat dijadikan bahan masukan bagi Samsung. mudah diperoleh.kualitas baterai sedangkan kekurangannya dalam atribut mudah digunakan. agar Samsung dapat terus mengelola pangsa pasar yang sudah ada bahkan dapat meningkatkan pangsa pasarnya dengan membidik segmen baru. kelengkapan konektivitas.

MT Christina. dengan jumlah masing .48(2004) Analisis Kelayakan Perkuliahan Kelas Malam Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha Bandung Ir. Christina Wirawan.000 jika tenaga kerja yang digunakan tenaga kerja lama dan baru.langkah yang dilakukan adalah menghitung besar biaya total yang harus dikeluarkan dan menghitung titik impas dari perkuliahan kelas malam ini. ST. aliran kas yang diperoleh tidak terdapat kerugian bahkan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. jumlah total yang berminat terhadap pembukaan kelas malam ini sebanyak 387 orang. . Dari hasil studi kelayakan. menyebarkan kuesioner kepada dosen untuk mengetahui kesediaan mereka mengajar perkuliahan kelas malam.. namun jumlah mahasiswa peserta perkuliahan kelas malam minimal 102 orang yang dibagi dalam dua kelas.tahun berikutnya mengalami peningkatan. aspek teknik dan aspek keuangan.000 jika tenaga kerja yang digunakan semua tenaga kerja baru.174. perkuliahan kelas malam ini layak untuk diadakan karena tersedianya dosen dan ruang kuliah yang cukup untuk pelaksanaan perkuliahan kelas malam. Titik impas tercepat dari hasil perhitungan adalah bila jumlah mahasiswa minimal sebanyak 51 orang mahasiswa dalam satu kelas.universitas lain dan Universitas Kristen Maranatha sendiri. Langkah . Dari segi aspek keuangan. kedua aliran kas yang diperoleh mengalami kerugian pada semester 2 tahun pertama sebesar Rp 13. langkah .langkah yang dilakukan adalah melakukan survei dengan menyebarkan kuesioner ke sekolah . Hasil dari pengumpulan data. ST. pengolahan data dan analisis dilihat dari segi aspek pasar menunjukkan bahwa rencana ini dapat dilaksanakan karena banyak yang berminat untuk mengikuti perkuliahan kelas malam ini. universitas . MT Maria Susanti Yenny Ratna Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha berencana membuka perkuliahan kelas malam Jurusan Teknik Industri. Titik impas tercepat yang diperoleh dari hasil perhitungan adalah bila jumlah mahasiswa minimal sebesar 102 orang mahasiswa yang dibagi dalam dua kelas.sekolah. yaitu siswa SMA sebanyak 122 orang. Dalam studi kelayakan aspek pemasaran. kemudian menghitung estimasi jumlah peminat perkuliahan kelas malam ini. karyawan sebanyak 49 orang dan mahasiswa Universitas Kristen Maranatha jurusan Teknik Industri sebanyak 216 orang. Bila dibuka 2 kelas..masing kelas 51 orang mahasiswa. untuk itu perlu dilakukan studi kelayakannya yang meliputi aspek pemasaran. dan kerugian sebesar Rp 24. langkah . MT Melina Hermawan.langkah yang dilakukan dalam studi kelayakan aspek teknik adalah menghitung jumlah dosen yang diperlukan untuk mengajar di perkuliahan kelas malam. kantor kantor. Hasil dari penyebaran kuesioner kepada dosen diperoleh data sebanyak 26 orang dosen bersedia mengajar pada perkuliahan pada malam hari. Hasil yang diperoleh dari perhitungan adalah jika dibuka 1 kelas. tetapi pada tahun .548.

MT Vivi Arisandhy Ii Surya Yanti PT. besar penghematan biaya pengendalian persediaan vang bisa diperoleh dengan menerapkan metode usulan adalah sebesar Rp 59. Moving Average with Linear Trend. . Holt Winter. dimana diperoleh nilai CV untuk data permintaan setiap jenis IC berada di atas 0.2 sehingga termasuk ke dalam pola data non stasioner.433. Uji verifikasi dilakukan dengan menggunakan peta Moving Range. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan kedua metode tersebut di atas. diperoleh bahwa total biaya pengendalian persediaan dengan menggunakan metode perusahaan saat ini adalah sebesar Rp 85. Masalah yang dihadapi perusahaan saat ini adalah mengenai pengendalian persediaan bahan baku. Double Exponential Smoothing with Trend. Metode peramalan terpilih untuk semua jenis IC adalah metode Linier Siklis.49(2004) Usulan pengendalian Persediaan Bahan Baku Produk IC di PT. karena metode ini menghasilkan biaya pengendalian persediaan yang optimal. Hasil perhitungan menunjukkan terdapat kelebihan jumlah mesin sebanyak 6 unit dari yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan.633 atau 69.3 menggunakan metode Siklis. Langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan perhitungan Coefficient of Variance. SOT dan TO. dan diperoleh bahwa data berada dalam batas kontrol. Omedata Electronics Bandung Ir. sedangkan dengan metode usulan adalah sebesar Rp 25. Peramalan dilakukan dengan menggunakan metode Single Exponential Smoothing with Trend. Produk yang dihasilkan antara lain PDIP. Selanjutnya dilakukan perhitungan kapasitas berdasarkan jumlah mesin saat ini. SOIC.84%. Terakhir dilakukan perhitungan rencana kebutuhan bahan dengan menggunakan metode perusahaan saat ini dan metode usulan. Dari hasil peramalan kemudian dilakukan perhitung an peramalan permintaan agregat. kecuali untuk PDIP 20. Pengendalian persediaan yang dijalankan perusahaan saat ini adalah melakukan pemesanan berdasarkan ukuran lot tertentu (perusahaan yang menetapkan). Siklis dan Linier Siklis. dan waktu pemesanan dilakukan pada saat persediaan mencapai safely stock. Selanjutnya dilakukan proses agregasi dengan menggunakan metode Transportasi Land dan proses disagregasi dengan menggunakan metode Hax and Meal.066.301. Dengan demikian.726.574. kembali dilakukan perhitungan kapasitas berdasarkan jumlah mesin yang dibutuhkan. Omedata Electronics merupakan suatu perusahaan swasta subkontraktor yang bergerak di bidang perakitan IC. Linear Regression. dimana ketersediaan bahan baku seringkali berlebihan atau bahkan kekurangan. Sedangkan kriteria vang dipakai untuk mengukur kesalahan peramalan adalah MAD. Kartika Suhada. Oleh karena itu. Metode pengendalian persediaan yang disarankan adalah dengan menggunakan Material Requirement Planning (MRP) dengan penentuan besarnya ukuran lot berdasarkan metode Wagner Whitin. PLCC.

Jika antrian panjang.599.. Untuk mencari jumlah teller usulan dilakukan simulasi terhadap alternatif jumlah teller lima. panjang antrian maksimal yang terjadi 33 orang. Nasabah berdiri mengantri dalam satu jalur. display dan nomor urut.789. nasabah cenderung menunda transaksi karena melelahkan jika harus berdiri lama ketika mengantri. waktu menunggu nasabah 13.97.497. dan total opportunity cost Rp 2. panjang antrian maksimal yang terjadi adalah 10 orang.67 %.62 serta service level 97.7. jumlah nasabah yang balking 13 orang. Semakin panjang antrian maka minat nasabah untuk melakukan transaksi menurun. MT Wenny Chandra.051. Jumlah teller usulan adalah lima orang dengan fasilitas kursi.35. Uji distribusi terhadap data selang waktu kedatangan nasabah pada jam-jam yang sama.27 menit. Persaingan menjadi semakin ketat karena bank-bank yang merger akan memiliki sumber daya yang lebih berkualitas. Di BCA Surya Sumantri antrian panjang sering terjadi. Salah satu faktor pertimbangan nasabah dalam memilih bank adalah kecepatan melakukan transaksi yang erat kaitannya dengan masalah antrian.. Pengurangan ini dikarenakan ditutupnya beberapa bank atau merger antara beberapa bank. waktu menunggu nasabah adalah 1.83 %.294. . Solusi untuk mengurangi panjang antrian adalah dengan menambah jumlah teller sehingga tidak ada lagi nasabah yang melakukan balking. Dengan empat orang teller tingkat utilisasi teller adalah 82. Biaya menunggu nasabah adalah Rp 16.50(2004) Estimasi Jumlah Teller di BCA Surya Sumantri Menggunakan Model Simulasi Victor Suhandi.dan service level mencapai 100 %.94 %. tidak ada nasabah yang balking sehingga total opportunity cost adalah Rp 0. Biaya dan waktu menunggu nasabah makin besar jika antrian semakin panjang.Sc Amelia Margatan Sebagai akibat dilakukannya likuidasi terhadap bank yang tidak sehat oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional beberapa tahun lalu. total biaya menunggu nasabah Rp 167. ini dilakukan untuk menyeimbangkan beban kerja teller.047. M. selang waktu kepergian teller dan lamanya petugas teller meninggalkan counter dengan menggunakan program Stat::Fit agar diperoleh nilai parameter yang diinginkan. ST. tarikan tunai dan kiriman uang tetapi yang beroperasi hanya empat. jumlah bank di Indonesia mengalami pengurangan. enam dan tujuh orang menggunakan program Promodel.8 per jam dan opportunity cost tiap nasabah Rp 2. ST. terutama pada jam jam sibuk. Saat ini BCA Surya Sumantri memiliki lima counter untuk melayani transaksi setoran tunai.13 menit. total biaya menunggu nasabah Rp 1..879. Tingkat utilisasi teller adalah 68.111. bahkan mungkin beralih ke bank lain sehingga opportunity cost meningkat. selain itu tuntutan nasabah terhadap pelayanan bank semakin tinggi.

Kusuma dan Tearalangi (2003) menggunakan responden orang-orang yang mendaftar di UKM pada gelombang 1 tahun akademik 2003/2004 hingga pemetaan Minat tersebut masih belum jelas. lokasi. dan Santa Maria 2 Cirebon. dan biaya kuliah di UKM sesuai dengan kemampuan orangtua. Posisi UKM atas Perguruan Tinggi lain di Bandung juga tidak dipertimbangkan pengaruhnya terhadap Minat Memilih Perguruan Tinggi. Faktor Citra tersebut masih belum detail dan pengaruhnya atas Minat tidak diuji.51(2004) Pengaruh Informasi Kualitas Universitas dan Persepsi Persaingan Universitas terhadap Minat Melanjutkan Studi di UKM (Studi Kasus Eksploratori Siswa Kelas 3 SMU Kristen 1. terkumpul 181 kuesioner. Kusuma dan Tearalangi (2003) menyatakan bahwa terdapat 7 kelompok siswa SMU kelas 3. serta kelompok yang memiliki banyak pilihan) dalam memilih jurusan di UKM adalah "Citra UKM di Masyarakat". unit kegiatan. Hingga peneliti tertarik untuk meneliti faktor "Citra UKM di Masyarakat" secara lebih detil dan diuji pengaruhnya terhadap Minat. SMU Santa Maria 2 Cirebon) Ir. infoi -masi yang diberikan. Keunggulan UKM merupakan asosiasi merek dari UKM sehingga dipersepsikan bahwa asosiasi merek UKM cenderung pada hal-hal frsik. Hasil pengolahan peta posisi menunjukkan bahwa keunggulan UKM adalah dalam hal teknologi. Atas permintaan bagian Humas UKM. Dari hasil pengolahan data diperoleh bahwa Informasi yang mempengaruhi Minat Memilih UKM Sebagai Perguruan Tinggi adalah informasi tentang kebanggaan bila diterima. Kristen 2. promosi. kelompok yang memilih berdasarkan jurusan dan perguruan tinggi. dengan mencari siswa-siswa SMU kelas 3 yang berminat melanjutkan studi ke UKM atau UNPAR. Jika hasil regresi clan peta posisi digabungkan maka didapatkan bahwa keunggulan/asosiasi UKM yang berpengaruh terhadap Minat adalah dalam hal banyak yang merekomendasikan. Populasi yang digunakan adalah siswa siswa kelas 3 di SMU Kristen 1. Selain itu. MT Linawati Arjono Dalam penelitiannya. dan Santa Maria 2 Cirebon. dalam penelitian ini peneliti menggunakan responden siswa-siswa SMU kelas 3 dan memperkembangkan persepsi posisi UKM terhadap Perguruan Tinggi Swasta lain di Bandung. Kristen 2. atau STIEB. Peneliti menggunakan model Brand Eguity yang telah dimodifikasi untuk mengetahui pengaruh Citra UKM terhadap Minat Mernilih UKM: Digunakan pula analisis regresi dan peta posisi (Gorespon6fenceAnalysis) untuk pengujian hipotesis. UKM banyak direkomendasikan. pilihan jurusan/fakultas. kelompok yang memilih berdasarkan perguruan tinggi. penelitian dilakukan di SMU Kristen 1. Teknik sampling yang digunakan ialah purposive sampling. Hendra Kusuma. Santa Maria 1. Faktor pertama yang dipertimbangkan oleh 4 kelompok siswa SMU kelas 3 tersebut (kelompok yang memilih berdasarkan jurusan. Santa Maria 1. SMU Kristen 2. . clan banyak yang merekomendasikan. biaya kuliah di UKM sesuai dengan kualitas. fasilitas. Oleh karena itu. Ukuran sampelnya ialah sejumlah responden yang memenuhi persyaratan.

Untuk atribut Biaya Kuliah sesuai dengan Kualitas dilakukan dengan mempertahankan kualitas UKM. yaitu dengan mengadakan USM lebih awal dari UNPAR. yaitu dengan mendorong unit kegiatan dan HIMA untuk mengadakan kegiatan yang melibatkan siswa SMU. menampilkan unit-unit kegiatan. baru dikomunikasikan kepada masyarakat. Atribut Banyak yang Merekomendasikan perlu dipertahankan karena atribut ini penting dan UKM unggul dalam atribut ini. Setelah atribut-atribut tersebut diinvestasikan. dan kantin. dll). meminimasi mahasiswa cadangan.Saran-saran yang diberikan peneliti untuk UKM adalah dengan melakukan investasi pada atribut Kebanggaan Diterima. Untuk atribut Biaya yang Terjangkau dilakukan investasi dengan memberikan PMDK. yaitu dengan melibatkan mahasiswa dalam promosi aktif dan memajang profil alumni yang berhasil di masyarakat dengan pesan sponsor "saya bisa berhasil karena pendidikan yang diberikan di UKM". asrama. dan memperketat kriteria mutu penerimaan mahasiswa baru. fasilitas "home stay". Peneliti menyarankan untuk melakukan investasi pada atribut Kebanggaan Diterima. Sedangkan atribut Biaya yang Terjangkau dilakukan dengan memberikan bea siswa. . dan mengikuti kegiatan yang diadakan sekolah-sekolah (menjadi sponsor.

maka diusulkan metode pengendalian persediaan metode P dan metode Q. Hal ini dapat mengakibatkan persediaan beberapa item suku cadang yang lain kehabisan stok (stock out).009. sedangkan untuk item-item suku cadang yang bersifat non stasioner.112.. Banjar.52(2004) Usulan Pengendalian Persediaan Suku Cadang di PD. Harapan Motor.. ST.37 (10. diharapkan dapat memperbaiki kekurangan metode pengendalian persediaan suku cadang di PD. Jawa Barat. 429. maka diusulkan metode pengendalian persediaan Time Phased P Systems. Sedangkan untuk item-item suku cadang yang bersifat non stasioner metode Time Phased P Systems memberikan penghematan ongkos total persediaan Rp. Untuk item-item suku cadang yang bersifat stasioner. MT Handy Hidayat Masalah persediaan merupakan salah satu masalah yang sering terjadi dalam dunia usaha. . “Harapan Motor” Banjar Santoso.38%). Dari perhitungan dengan metode usulan maka untuk item-item suku cadang yang bersifat stasioner terpilih metode P multi item yang memberikan penghematan ongkos total persediaan Rp. Saat ini dalam memenuhi permintaan suku cadang hanya berdasarkan pengalaman saja. Dengan menggunakan metode yang diusulkan.48%). ST. Harapan Motor sebagai dealer resmi yang bergerak di bidang kendaraan roda dua di kota Banjar yang masih belum memiliki sistem pengendalian persediaan yang baik. Namun demikian sering kali banyak perusahaan di Indonesia termasuk PD. 96.07 (51. dimana semua suku cadang dipesan dari supplier yang sama dengan jangka waktu pemesanan yang selalu tetap yaitu 6 hari sekali. MT Vivi Arisandhy.

Hasil analisis finansial menunjukkan umur ekonomis perangkat lama telah terlampau. Peluang untuk menambah infrastruktur (perangkat + operator) secara finansial harus dilakukan. karena pada dasamya masyarakat akan menerima manfaat lebih dari proyek penambahan kapasitas pelayanan Telkom Global 017 di Call Center Surabaya. secara finansial alternatif yang diusulkan layak untuk dipertimbangkan. Keempat aspek kelayakan yang dilakukan memberikan hasil yang positif atau dalam artian layak untuk dilakukan. Hasil analisis sosial menunjukkan perubahan perangkat beserta teknologi yang diusulkan memberi keuntungan lebih bagi masyarakat. . Terjadinya Loss Call menyebabkan service level menjadi turun. tepat dan akurat. Strategi pelayanan yang meningkatkan service level hingga > 92% adalah differensiasi tersendiri bagi Telkom. MT Riset Wijoyo Informasi yang dibutuhkan seorang pengambil keputusan harus tersedia secara cepat. perlu adanya suatu analisis yang terstruktur mengenai penambahan operator dan perangkat secara optimal. Peningkatan pangsa pasar untuk satu tahun mendatang dapat diantisipasi dengan menerapkan strategi bersaing community marketing. Hasil analisis pasar menunjukkan bahwa pasar untuk produk Telkom Global 0 17 menunjukkan peningkatan pelanggan dengan didukung olch pola data permintaan yang linier. Kartika Suhada. Oleh karena itu. analisis finansial dengan menggunakan metode analisis pcnggantian. Market share terbesar diperoleh dari segmen bisnis dan segmen ritel.53(2004) Analisis Kelayakan Penambahan Kapasitas Pelayanan Telkom Global 017 di Call Center Telkom Surabaya Ir. nilai NPV > 0 dan nilai IRR > MARR. sehingga sebaiknya dilakukan penggantian perangkat. analisis teknik dengan menggunakan simulasi sistem. Saat ini. peningkatan jumlah pelanggan di Call Center Surabaya tidak seimbang dengan kapasitas pelayanan yang tersedia. MT Ir. Untuk dapat melakukan percakapan ke luar negeri. Dari hasil analisis teknik menunjukkan bahwa tingkat pelayanan (service level) terhadap pelanggan >_ 92% dapat diperoleh dengan menambah dua perangkat dan dua operator untuk kondisi pelayanan saat ini dan kondisi pelayanan satu tahun mendatang. Analisis kelavakan yang dilakukan memperhatikan empat aspek yaitu analisis pasar. perkembangan bisnis telekomunikasi sebagai salah satu alat penyedia informasi sudah semakin tinggi. Alternatif yang diberikan memiliki payback period yang lebih pendek dari satu tahun. Untuk saat ini. dengan melakukan suatu studi kelayakan yang mengkaji penambahan kapasitas pelayanan. pelanggan dapat menggunakan layanan Call Center dengan mengakses jasa operator. yaitu selain meningkatkan keakuratan informasi bagi masyarakat. perangkat baru juga memantu memberikan informasi interface yang lebih baik. Oleh karena itu. Salah satu teknologi terbaru yang dikembangkan oleh PT Telkom adalah VOIP (Voice Over Internet Protocol) yang dipergunakan dalam menunjang komunikasi internasional. Christina Wirawan. dan analisis sosial.

00. diuji hipotesis rata-rata dan tahap terakhir yaitu dilakukan pengujian distribusi.07. Data kecepatan pelayanan diperoleh dengan pengambilan langsung di lapangan dengan menggunakan teknik jam henti. khususnya tol Pasteur tidak terlalu ramai dibandingkan pada hari libur. ternyata belum dibutuhkan penambahan fasilitas loket tol. lalu dibuat perkiraan penambahan dan atau pengurangan operator loket tol sebagai input pada analisis sensitivitas untuk menemukan optimalitas sistem. Pada hari biasa. Untuk mendapatkan distribusi kecepatan pelayanan. MT Francisca T. maka data kecepatan pelayanan harus diuji kecukupan data terlebih dahulu. Data jumlah kedatangan hari biasa diperoleh dari pihak perusahaan. ST. Dari hasil tersebut.00 . oleh karena itu data yang diambil hanya dibatasi pada shift 1 dan 2. Analisis yang dilakukan meliputi rata-rata waiting time kumulatif. Namun bila jumlah kedatangan kendaraan sedikit. shift 2 pukul 14. menyebabkan tingkat utilitas loket tol menjadi kecil. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data kecepatan pelayanan serta data jumlah kedatangan kendaraan untuk loket tol masuk dan keluar. data tersebut terlebih dahulu ditetapkan pembagian parameter. Untuk memperoleh jumlah loket tol yang optimal hanya perlu dilakukan penambahan dan atau pengurangan operator loket tol pada waktu-waktu yang dibutuhkan. yang menyebabkan ketidakpuasan konsumen (service level rendah).21.00 dan shift 3 pukul 21. Untuk long weekend pada penelitian ini adalah hari libur yang jatuh pada hari Jumat atau Senin. Setelah diperoleh distribusidistribusi tersebut. sedangkan jumlah loket tol yang aktif bekerja banyak. Pembagian shift tersebut. Dari hasil analisa tersebut. sedangkan untuk data jumlah kedatangan long weekend diperoleh dengan pengambilan langsung di lapangan. shiff l mulai pukul 07. lalu diuji goodness of fit. MT Victor Suhandi. sedangkan untuk long weekend berjalan selama 14 jam. .14. persen service level dan persen utilisasi kegunaan loket tol per waktu bagian dan utilisasi keseluruhan selama simulasi berjalan. Simulasi untuk hari biasa berjalan selama 24 jam. ST. Tetapi untuk mendapatkan pola jumlah kedatangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui optimalitas jumlah loket tol khususnya pada masing-masing shift. Hari biasa meliputi weekdays (hari Senin sampai Jumat) dan weekend (hari Sabtu dan Minggu). maka tahap selanjutnya yaitu pembuatan simulasi dengan menggunakan program Promodel. Pada akhirnya ditarik kesimpulan mengenai jumlah loket tol yang dibutuhkan agar dapat bekerja dengan optimal dengan memperhatikan service level dan utilitas loket tol. Pembahasan dalam penelitian ini dibagi menjadi 2. setelah itu dilakukan pengujian distribusi.54(2004) Analisis Optimalitas Jumlah Loket Tol Pasteur dengan Menggunakan Simulasi Antrian Lestari Yuli Hastuti.P Dengan semakin berkembangnya teknologi dan taraf hidup masyarakat.. yaitu hari biasa dan long weekend.00. Seringkali pada hari libur terjadi antrian kendaraan yang cukup panjang.. menyebabkan pesatnya jumlah pertambahan kendaraan yang berlalu lalang di jalan tol Bandung. jumlah kendaraan yang keluar masuk tol Bandung.00 .00 .

905.739.765. dan Internal Rate of Return = 987. Sedangkan pada jalur woven terjadi peningkatan efisiensi sebesar 53.. Sedapat mungkin perusahaan dapat memenuhi pemintaan tanpa harus melakukan lembur dan subkontrak. untuk produk Long T-Shirt meningkat sebesar 590 unit / minggu yang semula 786 unit / minggu menjadi 1376 unit / minggu. Long Pants. Hasil yang diperoleh adalah perusahaan tidak perlu melakukan lembur maupun subkontrak karena kapasitas produksi yang diusulkan telah dapat memenuhi ramalan permintaan. dan untuk produk ¾ Pants meningkat sebesar 500 unit / minggu yang semula 49 unit / minggu menjadi 549 unit / minggu.55 bulan. ST. Rendahnya kapasitas disebabkan karena ketidakseimbangan lintas produksi yang diindikasikan dengan adanya stasiun kerja sibuk dan idle yang menyolok dan adanya work in process pada beberapa stasiun kerja. Kapasitas produksi untuk produk Shirt meningkat sebesar 1644 unit / minggu yang semula 278 unit / minggu menjadi 1922 unit / minggu.72.. dan Polo Shirt. Primasejati Duta Wisesa Indonesia Vivi Arisandhy. Peningkatan permintaan menuntut perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi. MT Arif Hadijaya Anwar PT Primasejati Dutawisesa Indonesia adalah sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang garment yang memproduksi pakaian jadi anak-anak. MT Santoso. Setelah dianalisis. Untuk meningkatkan kapasitas.22%. Long T-Shirt. Kapasitas produksi untuk produk T-Shirt meningkat sebesar 564 unit / minggu yang semula 300 unit / minggu menjadi 864 unit / minggu.60% menjadi 89.66%. metode penyelesaian masalah yang digunakan adalah penyeimbangan lintas produksi. dan ¾ Pants. untuk produk Long Pants meningkat sebesar 1031 unit l minggu yang semula 136 unit / minggu menjadi 1167 unit / minggu. Pada jalur knit terjadi peningkatan efisiensi sebesar 51. Setelah dilakukan penyeimbangan lintas produksi.38% menjadi 89. Untuk itu perlu dilakukan perencanaan produksi yang baik. dan untuk produk Polo Shirt meningkat sebesar 457 unit / minggu yang semula 517 unit / minggu menjadi 974 unit / minggu. Sedangkan metode yang digunakan untuk perencanaan disagregat adalah pendekatan Reguler Knapsack. terjadi peningkatan efisiensi lintasan dan kapasitas produksi. Net Present Value = 23. investasi tersebut dinilai layak untuk dijalankan. yaitu knit dan woven. Produk yang diamati pada jalur produksi knit antara lain IT-Shirt. Sedangkan pada jalur produksi woven. produk yang diamati antara lain Shirt. Metode yang digunakan untuk perencanaan agregat adalah metode Mixed Strategy. ternyata terdapat kekurangan mesin jahit sebanyak 37 buah. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kelayakan investasi dengan metode Payback Period = 3. Hasil yang diperoleh dari perencanaan disagregat adalah Jadwal Induk Produksi (JIP) yang . Perusahaan memiliki dua jalur produksi. Kapasitas yang diusulkan menjadi input bagi perencanaan produksi yang terdiri dari perencanaan agregat dan perencanaan disagregat.54% yang semula 35.55(2004) Usulan Penyeimbangan Lintas Produksi dan Penyusunan Jadwal Induk Produksi di PT.703. Dana yang dibutuhkan untuk investasi ini adalah sebesar Rp 567. Setelah dilakukan penyeimbangan lintas produksi. ST.14%.84% yang semula 37.00.000.

berguna bagi perusahaan untuk merencanakan berapa banyak yang akan diproduksi setiap bulannya. .

. Pengumpulan data untuk penelitian ini dilakukan di 3 tempat berbeda. maka dalam penelitian ini dilakukan pengembangan metode pengukuran beban kerja karyawan tidak langsung berdasarkan teori Y (Douglas McGregor). Namun metode work sampling ini memiliki kelemahan utama dalam hal sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan pengukuran dan juga terkadang sulit diterapkan di semua tempat. Jenis pekerjaan yang tidak mengikuti suatu pola tertentu (karyawan tidak langsung) sulit diukur waktu kerja/pemakaian waktu kerjanya. yaitu perpustakaan fakultas psikologi UKM. MT Santoso. Metode-metode pengukuran beban kerja karyawan tidak langsung yang dikembangkan adalah metode self sampling. ST. sedangkan diary sampling with modified memiliki karakteristik interval waktu konstan dan pengisian lembar kerja dengan huruf. salah satu tempat fotocopy di UKM dan PT. dapat dipercaya. Teori Y berpendapat bahwa pada dasarnya orang itu baik. yaitu sebuah metode untuk mengukur persentase kemunculan suatu aktivitas melalui pengamatan secara acak. dan memiliki sifatsifat positif yang lainnya. ST. di jalan raya gadobangkong no 97. Cara pengisian dari keempat metode yang dikembangkan ini adalah dengan cara pemberian tally atau pemberian huruf saja pada kolom-kolom waktu yang telah ditentukan. metode diary sampling dan metode diary sampling with modified. “A”. metode self sampling with modified. Adapun tujuan dari dilakukannya pengembangan metode work sampling ini adalah agar dihasilkan suatu metode baru yang lebih baik dan dapat diterapkan secara luas sebagai sebuah metode pengukuran beban kerja karyawan tidak langsung.61(2004) Usulan Pengembangan Metode Work Sampling Berdasarkan Teori Y (Douglas McGregor) Novi.. dan yang melakukan pengisian adalah karyawan sendiri. Bandung. Karakteristik dari metode self sampling dan self sampling with modified adalah interval random dan pengisian lembar kerja dengan tally. Berdasarkan uji Wilcoxon yang telah dilakukan. Pendekatan yang populer dipakai selama ini untuk mengetahui distribusi pemakaian waktu kerja karyawan tidak langsung adalah sampling pekerjaan (work sampling). keempat metode yang dikembangkan tersebut ternyata memberikan hasil yang valid (hasilnya tidak berbeda secara signifikan dengan metode work sampling). Berdasarkan kelemahan-kelemahan yang terdapat pada metode work sampling. Keempat metode ini dapat mengeliminasi kelemahan utama yang terdapat pada metode work sampling. MT Denny Wijaya lnformasi tentang beban kerja dari setiap karyawan dibutuhkan untuk menentukan jumlah karyawan di setiap unit kerja. yaitu dalam hal sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan pengukuran dan juga dapat diterapkan di semua tempat. sehingga diperlukan suatu pendekatan tertentu.. Diary sampling memiliki karakteristik interval konstan dan pengisian lembar kerja dengan tally.

.Berdasarkan basil pengolahan data dengan scoring concept. yang berarti menurut para responden metode diary sampling with modified merupakan metode yang terbaik dari keempat metode yang dikembangkan. kesulitan-kesulitan dalam penerapannya dan penilaian performansi yang sudah dilakukan didapatkan basil bahwa metode diary sampling with modified memiliki nilai yang paling tinggi. uji validitas.

keamanan pekerja. MT Dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. maka manusia tersebut akan memberikan hasil yang maksimal dalam bekerja. Berdasarkan teori dua faktor kita dapat membagi 6 faktor utama tersebut ke dalam faktor satisfier dan dissatisfier. Pengumpulan data dimulai dengan membuat kuesioner berdasarkan metoda rating scale menggunakan teori kepuasan kerja discrepancy. kesempatan promosi. manusia dituntut untuk bekerja mencari uang. jaminan sosial. hubungan antar karyawan. dengan asumsi data yang diperoleh valid dan reliabel. Adapun variabel yang digunakan adalah berdasarkan hirarkhi kebutuhan Maslow. Sedangkan yang termasuk faktor satisfier adalah pujian. Salah satu perusahaan yang menjadi tempat kerja adalah perusahaan SL yang bergerak di bidang industri garment pakaian bayi dan blanket. upah tunjangan keluarga. tanggung jawab. manusia berusaha memenuhi kebutuhannya akan kepuasan kerja. rasa kebersamaan rekan sekerja. Adapun kelima belas faktor tersebut adalah tantangan pekerjaan. upah. hubungan dengan atasan. Di perusahaan ini. ST. Banyak pesanan yang menjadi terlambat pengirimannya karena kekurangan pekerja yang mengerjakannya. Setelah dilakukan analisa dengan beberapa metoda maka disimpulkan bahwa terdapat 6 faktor utama dengan skala kenegatifan terbesar yang menyebabkan rendahnya kepuasan kerja para operator jahit dan 9 faktor tambahan lainnya dengan skala kenegatifan yang relatif lebih rendah. khususnya di bagian jahit tidak mudah pindah kerja ke perusahaan lain. Jumlah responden 10 orang. Yang termasuk ke dalam faktor dissatisfier adalah: tunjangan keluarga. operator bagian jahit sering tidak masuk kerja karena mereka pindah sementara untuk bekerja di perusahaan lain. Pemilik perusahaan menduga bahwa hal ini disebabkan karena kepuasan kerja operator rendah. dan jika benar variabel apa saja yang dapat meningkatkan kepuasan kerja agar para karyawannya. two factor theory. keselamatan pekerja.. Oleh karena itu. pemilik perusahaan ingin mengetahui apakah dugaannya benar bahwa kepuasan kerja operator rendah. Apabila manusia merasa puas dengan pekerjaannya. Dengan demikian. . dan fasilitas fisik selama bekerja. Hasil kuesioner diolah dengan menggunakan uji peringkat-bertanda Wilcoxon.62(2004) Pengukuran Kepuasan Kerja dengan Metoda Discrepancy Novi. dan berdasarkan selisih rata-rata kenyataan dan harapan. manusia banyak menghabiskan waktunya dalam satu hari untuk melakukan pekerjaan dalam usaha mencari uang. kesempatan berprestasi. Hal ini menyebabkan hasil kerja operator menjadi tidak maksimal. pujian. Hasilnya dianalisis berdasarkan metoda discrepancy. fasilitas fisik selama bekerja. Ditempat kerjanyalah. dan keselamatan pekerja. kontribusi pekerjaan. Variabel yang dibentuk berdasarkan hirarkhi kebutuhan Maslow yang dipecah menjadi 15 faktor dan dibuat dalam bentuk pertanyaan kuesioner. keamanan pekerja.

Discrepancy yang terjadi hanya discrepancy negatif. Untuk meningkatkan kepuasan kerja dapat dilakukan dengan memperkecil perbedaan antara kenyataan yang didapat dan harapan yang diinginkan. sehingga menyebabkan kepuasan kerja yang dimiliki operator jahit rendah. . dan memenuhi terlebih dahulu faktor dissatisfier sebelum memenuhi faktor satisfier. dapat ditarik kesimpulan bahwa rata-rata kenyataan yang didapat operator jahit lebih rendah dari rata-rata harapan yang diinginkan.Dari hasil penelitian yang dilakukan.

dengan rata-rata jumlah pelanggan dalam antrian (Lq) = 0. Desain rak pun turut menjadi faktor yang mempengaruhi waktu pelayanan dan keindahan sehingga desain ak juga pelu diperhatikan. Langkah awal yang dilakukan adalah mengambil data laju kedatangan dan waktu pelayanan. Menara” Bandung Novi.533 konsumen/jam dan laju pelayanan (µ) = 8. Hasil yang diperoleh dari pengolahan data adalah dengan tingkat kedatangan (λ) = 18.63(2004) Perhitungan Jumlah Pelayan Optimal Serta Analisa dan Usulan Tata Letak di “PD. Berarti toko ini harus melakukan penambahan satu orang pelayan karena syarat Lq<1 konsumen dan Wq<6 menit baru tercapai apabila jumlah pelayan 3 orang. dicari jumlah pelayan optimal berdasarkan lamanya antrian dan jumlah antrian. dan kecukupan data. Tata letak merupakan hal yang cukup penting bagi kelangsungan toko dalam pelayanannya karena tata letak toko sangat mempengaruhi waktu pelayanan (1/µ). keseragaman. juga aliran daritempat kerja menjadi baik. penekanan jumlah antrian dan waktu antrian yang terkait di dalamnya demi berlangsungnya usaha dan tujuan toko secara baik dan optimal. Perbaikan tata letak dilakukan dengan menagtur tempat kerja dari pelayan sehingga selain waktu pelayanan menjadi cepat. kemudian melakukan uji kenormalan. Setelah didapatkan tata letak baru. dilakukan uji coba untuk mendapatkan data laju kedatangan dan waktu pelayanan berdasarkan layout usulan. baik dari segi tata letak. Dari data ini. .. desain rak. MT Perbaikan tata letak dan perhitungan jumlah pelayan optimal diperlukan untuk kelancaran proses pelayanan sehingga pelayanan dapat berjalan dengan baik. ST. Perbaikan yang dilakukan meliputi pebaikan ukuran baik ketinggian maupun lebar rak. Selanjutnya dilakukan perbaikan tata letak dan desain rak di ruang toko. maka didapat jumlah pelayan optimal 9c) = 3 pelayan.05064 jam.711 konsumen/jam.92571 konsumen dan waktu rata-rata pelanggan dalam antrian (Wq) = 0.

.

. The selection process begins with the identification of quality coat activity and ends with the supplier performance index.64 (2004) Perancangan Algoritma Pemilihan Supplier di PT. . MT. Hopefully. The quality cost activity is then categorized into the cost of quality matrix. The total quality cost generated from the matrix is used to determine the supplier performance index. bridging suppliers and end users in the supply chain. MM Competition between companies in the same industry forces a company to meet the consumer demand with its best product quality A company. The rigth decision in selecting the rigth suppliers will result in Company X’s better competitive position against other companies in the future. As a company that operates in the manufacturing industry... has to perform its best. The company’s performance will be better if the company is well supported by its suppliers. Identification of quality cost activities on the suppliers is performed in this research. The company has to choose suppliers with good performance to support its production cycle. The identification of quality cost activity is a complex part as it requires a lot of considerations. ST. Company X experiences the same problem. X dengan Menggunakan Matriks Biaya Kualitas Fransky Ryadi. The purpose of this research is to provide recommendations to Company X in evaluating its existing suppliers’ performance that supplies material to Company X during this time. The final result of this research is a method that can help Company X makes decision in selecting its suppliers. this method can be weighed as a general language computation for supplier performance index involving quality cost.

66(2004) Usulan Prosedur Operasional Baku (Studi Kasus di Departemen Logistik Cabang PT. prosedur masih menggunakan jabatan bagian pada struktur organisasi lama. saat ini ada 7 prosedur yang memiliki kelemahan sehingga dirancang usulan. Kelemahan . Dengan demikian departemen logistik harus memiliki kondisi yang baik agar dapat melaksanakan tugasnya. Dari analisa data disimpulkan bahwa ada sembilan prosedur yang saat ini ada di departemen logistik cabang PT X. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai para pelaksana prosedur di departemen logistik..kelemahan itu diatasi dengan merancang prosedur yang baru. Berdasarkan perrnasalahan pada departemen logistik cabang diatas. Sebagian besar prosedur memiliki kelebihan. Dua prosedur perlu dirancang karena belum ada. “X” Bandung) Wawan Yudiantyo. menambahkan operasi yang belum terdokumentasi dan memperbaiki dokumen yang kurang lengkap. sehingga kelebihan tersebut perlu dipertahankan. penelitian ditujukan untuk memperbaiki kelemahan standard operation procedure yang berjalan saat ini. Kesimpulan yang diperoleh adalah. ST. Prosedur operasional bercampur dengan kebijakan. menghilangkan bagian-bagian kebijakan yang rancu. . Saat ini departemen logistik cabang di PT X memiliki masalah dalam pelaksanaan prosedur yaitu adanya perbedaan antara prosedur yang tertulis dengan prosedur yang dilaksanakan. mengganti jabatan lama menjadi jabatan yang ada pada struktur organisasi yang baru. seperti prosedur sudah sederhana dan mudah dilaksanakan. Prosedur usulan dirancang dengan melengkapi flowchart prosedur.prosedur ini juga memiliki kelemahan seperti adanya kebijakan yang bertentangan dengan prosedur operasional. Formulir formulir yang sekarang sedang digunakan di departemen logistik & PT X sebagian besar telah memiliki kelebihan sehingga tidak perlu dirancang ulang. 2 prosedur yang didokumentasikan dan 2 prosedur yang dirancang karena belum ada. tetapi prosedur . MT Risa Margareta Departemen logistik merupakan ujung tombak perusahaan dalam melakukan distribusi produk. Setelah merancang usulan. Tujuh prosedur sudah didokumentasikan dan dua prosedur belum didokumentasikan. data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisa dan dibuat usulan. Beberapa formulir perlu ditambahkan data item seperti tanggal dan penomoran untuk mempermudah dokumentasi. urutan pelaksanaan prosedur tidak sesuai kronologis sehingga pelaksana prosedur merasa bingung dalam melaksanakan tugasnya. standard operation procedure didokumentasikan sesuai ketentuan yang berlaku di PT X.

MBA Lily Widyastuti Perpustakaan adalah salah satu sarana belajar yang disediakan oleh suatu badan pendidikan. Mengadakan rapat 5. Selama ini yang ada adalah perpustakaan fakultas yang masih terpisah-pisah dan masih sedikit mahasiswa yang datang ke perpustakaan. Membuat hak dan kewajiban petugas saat bekerja 7. termasuk sebuah universitas. Untuk menghindari hal serupa terjadi pada perpustakaan yang terintegrasi maka perlu dibangun sebuah perpustakaan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mahasiswa sebagai pengguna utama perpustakaan. Djajalaksana.. Melakukan perhitungan buku yang ada dengan kapasitas rak buku 10. Melakukan wawancara calon petugas perpustakaan 3. Diharapkan pembangunan perpustakaan terintegrasi Universitas Kristen Maranatha tidak sia-sia dan dapat berguna bagi seluruh civitas akademika Universitas kristen Maranatha. Perpustakaan merupakan tempat dikumpulkannya semua literatur yang dapat dibaca. Universitas Kristen Maranatha akan membangun perpustakaan terintegrasi yang berlokasi di lantai 6 dan 7 gedung Graha Widya Maranatha. Membuat peraturan perpustakaan 6. Membuat sanksi untuk petugas perpustakaan 8. dipelajari oleh penggunanya. Metode QFD yang digunakan sampai pada Process Planning matriks sehingga akan didapat prioritas proses-proses yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh konsumen. selain itu perpustakaan juga dapat berguna sebagai tempat membaca. Mensosialisasikan peraturan kepada petugas perpustakaan 9. Penyeleksian latar belakang pendidikan calon petugas perpustakaan 2. Melakukan psikotes dan kepribadian calon petugas perpustakaan 4. ST. Dibawah ini adalah beberapa proses yang perlu diperhatikan oleh Perpustakaan Terintegrasi UKM dalam pelaksanaannya. Dengan menggunakan metode QFD (Quality Function Deployment) semua suara konsumen dapat diterjemahkan dengan melalui pengumpulan data yaitu menyebarkan kuesioner yang mewakili semua suara mahasiswa Universitas Kristen Maranatha di setiap jurusan.67(2004) Perancangan Proses Pelayanan Perpustakaan Terintegrasi Universitas Kristen Maranatha Bandung Christina. Pertambahan buku yang ada di perpustakaan Hasil dari penelitian ini dapat dilakukan penelitian lebih lanjut. . nyaman dan aman. Dengan tujuan itu maka perlu dibuat proses-proses pelayanan yang baik agar semua keinginan dan kebutuhan mahasiswa dapat ditampung dan dipenuhi. belajar ataupun mengerjakan tugas karena suasananya diciptakan untuk dapat melakukan kegiatan belajar dengan baik. MT Yenni M. sampai dengan pada Quality Function Deployment yaitu Production Planning Matrix. antara lain: 1.

0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk kondisi saat ini (Tahun Akademik 2004/2005).68(2004) Perhitungan dan Usulan Pemenuhan Kebutuhan Lahan Parkir di Universitas Kristen Maranatha Ir. Sedangkan untuk pengujian distribusi waktu antar kedatangan dan distribusi waktu pelayanan (lama parkir). agar dapat dibuat perencanaan penyediaan lahan parkir yang memadai. Hal ini dapat diabaikan. kami memperhitungkan laju pertumbuhan jumlah mahasiswa aktif di masa lalu (Tahun Akademik 1998/1999 hingga 2003/2004) untuk mengestimasi waktu antar kedatangan kendaraan di masa mendatang. yang berarti pula memperkecil waktu antar kedatangan kendaraan (laju kedatangan berbanding terbalik dengan waktu antar kedatangan). Sedangkan kekurangan lahan parkir untuk motor dosen dan karyawan hanya sebanyak 2 motor saja. Dalam melakukan pengujian keseragaman data waktu antar kedatangan kendaraan kami menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney dalam software SPSS versi 10.Sc Sezy Khalimar Seiring bertambahnya jumlah populasi mahasiswa. kami menggunakan Stat::Fit yang merupakan modul dalam software ProModel. dosen dan karyawan Universitas Kristen Maranatha. 2. Apabila telah selesai.5. Hasil penelitian parkir yang dilakukan oleh Sdri. Paulin Sandra menunjukkan bahwa dengan penambahan lahan parkir yang ada di Graha Widya Maranatha (basement 1. maka kebutuhan lahan parkir yang merupakan salah satu fasilitas penting yang harus disediakan oleh pimpinan Universitas Kristen Maranatha menjadi semakin besar. Dalam pengujian data. Tingkat kepercayaan yang digunakan sebesar 95% sedangkan tingkat ketelitian sebesar 10%. Penelitian yang kami lakukan adalah membuat simulasi dengan menggunakan software ProModel versi 6. Kartika Suhada. M. . Dalam penelitian ini.. Laju pertumbuhan yang semakin meningkat akan meningkatkan laju kedatangan kendaraan. perlu diketahui besar kebutuhan lahan parkir untuk saat ini dan saat mendatang. kekurangan lahan parkir mobil untuk mobil dosen dan karyawan sebanyak 64 mobil dapat dipenuhi dari kelebihan lahan parkir mobil untuk mahasiswa dan tamu sebanyak 52 mobil serta penggunaan sementara lahan parkir di samping Gedung Fakultas Kedokteran dan belakang Gedung Fakultas Teknik untuk menampung kekurangan 12 mobil. MT Wenny Chandra. ST. Untuk itu. dimana salah satunya disebabkan oleh berkembangnya program studi yang ada. dalam arti masih dapat diatasi di lokasi yang ada. sebaiknya dipindahkan ke lokasi parkir di depan Graha. kami menggunakan tingkat kepercayaan sebesar 95% dan tingkat ketelitian sebesar 10%. Akan tetapi penelitian tersebut memiliki beberapa kelemahan yang berusaha diatasi dengan penelitian yang kami lakukan. dan 3) masih belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan parkir mobil yang ada. Hal ini diusulkan mengingat pembangunan Graha Widya Maranatha secara keseluruhan belum selesai.

Untuk kondisi mendatang (tahun akademik 2004/2005). . Untuk itu. Hasil simulasi menunjukkan total kekurangan sebesar 195 mobil. seluruh lahan parkir mobil tidak dapat mencukupi kebutuhan. kami mengusulkan agar dibangun lahan parkir bertingkat (2 lantai) di atas lahan parkir mobil mahasiswa dan tamu yang berkapasitas 218 mobil.

Melalui studi pendahuluan dengan wawancara kepada 30 orang konsumen pengguna jasa kebugaran Fire Gym didapat hal-hal yang merupakan keinginan konsumen akan suatu pusat kebugaran yang diidentifikasi berdasar bauran pemasaran jasa 7P (Product. People. Berdasar segmentasi ditentukan pasar target yaitu konsumen dengan berpendapatan diatas Rp 1. Setelah itu diusulkan strategi pemasaran Fire Gym yang didasarkan atas usaha perbaikan variabel-variabel pada kuadran I dan kuadran 2 pada Importance Performance Analysis serta segmentasi. Price. mengetahui dan menganalisis usaha-usaha perbaikan yang harus dilakukan Fire Gym terhadap variabel-variabel yang telah diidentifikasi. Hal ini digunakan sebagai dasar dalam penyusunan strategi pemasaran melalui segmentasi. ST. Physical Evidence. MT Astadi Pangarso Pemenuhan kebutuhan terhadap kesehatan salah satunya diperoleh dengan cara olahraga latihan beban (fitness/weight training) dipusat-pusat kebugaran atau fitness center. .. Setelah ditentukan pasar target maka diposisikan Fire Gym dengan motto "Fire Gym Serious Fitness". Dari hasil pengolahan data kuesioner bagian B melalui peta posisi Importance Performance Analysis didapatkan posisi variabel hasil penjabaran faktor bauran pemasaran jasa 7P yang tersebar dalam 4 kuadran untuk diambil usaha-usaha perbaikan. Fire Gym merupakan salah satu pusat kebugaran.69(2005) Usulan Strategi Pemasaran Berdasarkan Kinerja Bauran Pemasaran Jasa Indah Victoria Sandroto. penentuan segmen target dan penempatan produk. Dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data dengan kuesioner. targeting dan positioning berupa analisis. Dengan adanya penurunan jumlah anggota (member) baru maka Fire Gym harus mencegah penurunan tersebut untuk tahun-tahun mendatang dan selanjutnya menaikkan jumlah anggotanya. Promotion. ST. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis variabel-variabel apa saja yang menjadi keinginan konsumen terhadap suatu pusat kebugaran.. mengusulkan strategi pemasaran yang tepat bagi Fire Gym dalam rangka meningkatkan jumlah konsumennya. MT Melina Hermawan. Place. yang berpusat di Cimahi.000. Selanjutnya dilakukan penyebaran kuesioner sebanyak 139 buah dengan responden konsumen yang berlatih minimal 3 kali dan menjadi responden 1 kali (purposive sampling) secara aksidental selama 2 bulan (bulan Desember 2001 sampai Januari 2005).000/bulan serta memiliki gaya hidup sehat melalui berlatih beban untuk membentuk tubuh dan mengutamakan komunikasi dari mulut ke mulut untuk promosinya. Sedangkan dari hasil pengolahan data kuesioner bagian A didapat profil responden. Process).

Physical Evidence.variabel bauran pemasaran jasa 7P (Product. People. Promotion. . Place. Price. Process).

70(2005) Perancangan Perpustakaan Terintegrasi d i Graha Widya Maranatha dari Sudut Pandang Ergonomi (Studi Kasus di Universitas Kristen Maranatha) Lestari Yuli Hastuti. Sedangkan produk yang dirancang baru adalah kursi orang yang dilayani. Tinggi Mata Berdiri (TMB). dan persentil maksimum (P95). kursi baca. Dalam melakukan aktivitas tersebut. layout yang tidak teratur. dan meja petugas perpustakaan. kursi baca. meja panjang. rak buku. Tinggi Mata Duduk (TMD). pada temperatur dipasang AC agar ruangan perpustakaan sejuk.. meja komputer untuk informasi. Berdasarkan penelitian awal terhadap lima perpustakaan di setiap fakultas diperoleh keluhan dan dari mahasiswa. Tinggi Bahu Duduk (TBD). Perpustakaan Terintegrasi ini dapat menjadi pusat informasi dan sumber ilmu pengetahuan serta dapat membantu mahasiswa dalam meningkatkan kualitas belajar. diketahui bahwa ada beberapa fasilitas fisik yang belum ergonomis. Keluhan-keluhan tersebut adalah meja bersekat yang sempit. Ternyata setelah dilakukan analisis. meja bersekat. diperlukan kondisi yang nyaman. ST. Berdasarkan perbandingan dengan data antropometri diketahui kelebihan dan kekurangan dari dimensi fasilitas fisik. keseragaman data. dan meja petugas perpustakaan. meja kelompok. meja pengawas. Dilakukan analisa terhadap fasilitas fisik dan lingkungan non fisik. rak buku. Setelah dilakukan penelitian awal. sirkulasi udara yang panas. locker. pencahayaan yang kurang baik. kesulitas dalam mencari buku. Setelah itu juga dilakukan perhitungan persentil. tidak adanya komputer untuk mencari referensi buku. temperatur. dan kecukupan data. Untuk pencahayaan diberi lampu pada meja . persentil rata-rata (P50). dan meja pengawas. dibutuhkan fasilitas fisik dan lingkungan non fisik yang ergonomis. dan buku. dilakukan pengambilan data antropometri mahasiswa. rak buku. Sedangkan lingkungan non fisik dibandingkan dengan teori yang dianjurkan dalam suatu ruangan perpustakaan. Selain hal tersebut diatas dilakukan pengukuran dimensi-dimensi terhadap fasilitas fisik dan lingkungan non fisik. locker yang kurang banyak dan sebagian tidak ada kunci. buku-buku yang tidak tertata dengan rapi. meja komputer. Data antropometri yang diambil adalah data Tinggi Badan Tegak (TBT). Tinggi Duduk Tegak (TDT). Kemudian data-data tersebut diuji kenormalan data. dan lain-lain. Dari hasil analisa tersebut diusulkan perancangan perpustakaan Terintegrasi Adapun rancangan fasilitas fisiknya untuk memperbaiki dan juga merancang produk yang saat ini belum ada fasilitas fisik yang diperbaiki adalah meja bersekat. locker. Fasilitas fisik tersebut meliputi meja bersekat. Tinggi Bahu Berdiri (TBB). Untuk mendapatkan kondisi lingkungan non fisik yang nyaman. Selain itu juga diusulkan layout usulan. MT Yoely Wijaya Setiap perguruan tinggi biasanya dilengkapi dengan adanya perpustakaan. Sedangkan lingkungan non fisik tersebut meliputi pencahayaan. dan kursi yang berdebu. Perhitungan persentil ini terdiri dari tiga bagian yaitu persentil minimum (PS). dan sirkulasi udara. Untuk mendapatkan kondisi yang nyaman. kursi orang yang dilayani.

bersekat sebesar 5 watt. Dan pada sirkulasi udara dibuat jendela yang cukup agar dapat terjadi pergantian udara. .

71(2005) Usulan Penjadwalan Pemenuhan Pcsanan dengan Metode Algoritma Priority Dispatcing di PT. Sarana Wira Reksa Jakarta Victor Suhandi, ST., MT Ir. Kartika Suhada, MT Samuel Margono Untuk tetap dapat bersaing, maka setiap perusahaan perlu melakukan perbaikan secara terus menerus dalam berbagai faktor. PT. Sarana Wira Reksa merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri manufaktur yang membuat dies. Saat ini perusahaan menghadapi masalah dalam pemenuhan pesanan dengan tepat waktu. Dari hasil pengamatan dan wawancara, ketersediaan bahan baku selalu mencukupi, keandalan mesin cukup baik, dan kehadiran pekerja tidak menjadi masalah. Dengan demikian faktor utama penyebab keterlambatan adalah metode penjadwalan yang digunakan oleh perusahaan kurang tepat. Metode penjadwalan pengerjaan pesanan yang diterapkan perusahaan hanya berdasarkan pada tanggal terima yang paling cepat saja dan tidak memperhatikan faktor-faktor lain, seperti batas tanggal selesai, matriks routing setiap pesanan serta tidak mempunyai standar yang jelas untuk penentuan penjadwalan setelah prioritas pertama selesai ditentukan. Metode penjadwalan yang diusulkan peneliti adalah metode Priority Dispatching yang dikemukakan oleh Ciffler dan Thompson. Algoritma yang digunakan adalah algoritma untuk penjadwalan aktif dan non delay. Aturan prioritas yang digunakan adalah Earlist Due Date (EDD) sebagai aturan prioritas pertama, aturan prioritas yang kedua adalah Short Processing Time (SPT), sedangkan aturan prioritas yang terakhir adalah Random. Kriteria pemilihan metode penjadwalan terbaik adalah minimum number of tardy job, sedangkan ukuran performansi lain yang turut dipertimbangkan apabila kedua alternatif metode penjadwalan menghasilkan number of tardy job yang sama adalah maximum completion time, maximum tardiness, mean tardiness, mean lateness, waktu menganggur setiap departemen dan waktu selesai setiap departemen. Hasil dari perhitungan penjadwalan aktif dan non delay adalah tidak terdapat pesanan yang terlambat. Sedangkan hasil perbandingan dari maximum completion time dan mean lateness menunjukkan bahwa metode penjadwalan yang terbaik adalah penjadwalan non delay. Hasil dari waktu menganggur dan waktu selesai setiap departemen diperoleh bahwa penjadwalan non delay lebih banyak terpilih daripada penjadwalan aktif. Berdasarkan hasil dari semua perbandingan yang telah dilakukan, maka metode penjadwalan usulan yang terpilih adalah penjadwalan non delay. Hasil perbandingan penjadwalan usulan terpilih atau non delay dengan metode perusahaan menunjukkan bahwa penjadwalan non delay lebih baik karena tidak terdapat pesanan yang terlambat, sedangkan metode perusahaan terdapat satu pesanan yang terlambat. Kelebihan dari metode penjadwalan usulan terpilih atau non delay adalah tidak terdapat jumlah pesanan yang terlambat, memiliki maximum completion time yang paling kecil dan juga memiliki mean lateness yang paling besar dibandingkan metode penjadwalan yang lainnya.

73(2005) Identifikasi Faktor - faktor Harapan Mahasiswa terhadap Dosen (Studi Kasus Eksploratori Jurusan TI – UKM) Ir. Hendra Kusuma, MT Patrisius P. Piamat Selama ini Jurusan TI UKM telah memberikan berbagai macam pelayanan yang bervariasi bagi para mahasiswanya, antara lain dengan penyediaan dosen-dosen pengajar yang minimal berpendidikan strata dua, tetapi ternyata kinerja tenaga-tenaga pengajar yang disediakan masih dirasakan kurang memuaskan bagi pihak mahasiswa. Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut; (1) mengetahui faktor-faktor penting apa saja yang menjadi pertimbangan mahasiswa dalam menilai kinerja seorang dosen di Jurusan TI UKM, dan (2) mengetahui bagaimana seharusnya dosen dievaluasi berdasarkan harapan mahasiswa Jurusan TI UKM. Jumlah responden pada penelitian ini ialah sebanyak 250 responden mahasiswa angkatan 2000-2004 dengan menggunakan metode accidental sampling, masing-masing berjumlah 50 mahasiswa per angkatan. Setelah uji validitas dan reliabilitas, dilakukan analisis faktor untuk mengetahui faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh mahasiswa dalam menilai kinerja dosen mereka. Faktor-faktor pertimbangan mahasiswa yang didapatkan dari penelitian ini ialah: (1) Sikap empatik, (2) Kemampuan mengajar, (3) Komunikasi dua arah di dalam kelas, (4) Bersikap adil terhadap mahasiswa, (5) Komunikasi dua arah di luar kelas, 6) Ketepatan materi dan jadwal, (7) Penampilan saat mengajar, (8) Kemampuan memotivasi mahasiswa, (9) Simpatik, (10) Kecanggihan alat belajar mengajar, (11) Kemampuan menerangkan konsep yang sukar dimengerti, serta (12) Kemutakhiran ilmu yang diajarkan. Hasil analisis yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa Formulir Evaluasi Proses Belajar Mengajar yang digunakan oleh UKM masih belum mencakup seluruh harapan mahasiswa TI UKM atas dosen mereka. Diusulkan agar formulir Evaluasi Proses Belajar Mengajar yang digunakan oleh UKM direvisi agar dapat lebih mencerminkan harapan mahasiswa atas dosen mereka.

74(2005) Usulan Penentuan Jumlah dan Jenis Kendaraan Angkut yang Lebih Efektif dan Efisien untuk Pengiriman Produk AMDK pada CV Olympic Makmur Jaya Ir. Heru Susilo, M.Sc Santoso, ST., MT Dewi Kencanawati CV Olympic Makmur Jaya yang bergerak dibidang air minum dalam kemasan (AMDK), berlokasi di Magelang, dengan gudang penyimpanan yang terletak di Magelang juga. CV Olympic Makmur Jaya memproduksi air minum secara terus menerus tanpa menunggu pesanan dari pelanggan. Perusahaan ini memiliki lima distributor terbesar di Jawa Tengah yaitu Purwokerto, Tegal, Pekalongan, Semarang dan Yogyakarta. Pengiriman produk dilakukan dengan kendaraan angkut perusahaan sendiri, yang terdiri dari enam buah truk besar dan tiga buah truk kecil. Selama ini perusahaan melakukan transportasi produk hanya berdasarkan perkiraan dan pengalaman saja, oleh karena itu belum tentu cara yang digunakan adalah yang terbaik bagi perusahaan. Perusahaan menyadari kekurangan tersebut dan ingin memperbaiki kekurangan tersebut, namun perusahaan tidak tahu bagaimana cara untuk memperbaikinya. Oleh karena itu peneiiti membantu perusahaan dalam mencari cara terbaik dalam menentukan jenis dan jumlah kendaraan angkut yang efektif dan efisien dengan biaya pengiriman yang ekonomik. Untuk mencari rute angkut dan jarak daerah distribusi terpendek dilakukan dengan menggunakan Metode Shortest Route. Dengan jarak dan rute terpendek, dapat menghemat konsumsi bahan bakar. Untuk mengetahui jumlah dan jenis kendaraan angkut yang efektif dan efisien, maka dilakukan estimasi jumlah pengiriman produk yang akan terjadi berdasarkan data pengiriman produk yang berfluktuasi selama dua tahun sebelumnya. Fluktuasi permintaan disebabkan adanya perbedaan musim hujan dan panas. Dimana pada musim hujan, permintaan menurun, tetapi pada musim panas, permintaan meningkat yang disebabkan cuaca panas sehingga orang banyak membutuhkan air minum, serta banyaknya kegiatan sosial dan hajatan. Oleh karena itu fluktuasi permintaan produk juga harus diperhitungkan agar jumlah dan jenis kendaraan angkut yang digunakan efektif dan efisien. Dengan menggunakan metode Shortest Route dari gudang ke setiap distributor, hasil evaluasi biaya pengiriman antara perhitungan perusahaan dengan usulan peneliti adalah terdapat penghematan biaya pengiriman untuk satu truk besar yaitu sebesar Rp 331.520 sedangkan satu truk kecil sebesar Rp 285.322 untuk pengangkutan ke lima distributor. Dengan menggunakan biaya pengiriman dari hasil perhitungan usulan, jurnlah dan jenis kendaraan angkut yang efektif dan efisien untuk setiap pengangkutan penghematan yang terjadi adalah bila terjadi pengiriman low season Rp 1.910.229 per minggu sebesar 8.05% dan bila terjadi pengiriman rata-rata Rp 703.629 per minggu sebesar 2.77'%

. MT Yanuar Afiyanto Kota Bandung sebagai ibukota Jawa Barat yang letaknya berdekatan dengan ibukota negara. MT Christina.variabel Bauran Pemasaran Jasa yang Berpengaruh terhadap Loyalitas Konsumen Melina Hermawan. Place. reliabilitas dan multi regresi linier. Dalam memberikan pelayanan kepada konsumen diperlukan bauran pemasaran jasa yang tepat diarahkan kepada kebutuhan dan keinginan konsumen agar konsumen merasa puas sehingga pada akhirnya dapat terwujud loyalitas konsumen. Dari hasil pengolahan data diketahui bahwa pengaruh bauran pemasaran jasa yang dilakukan Savoy Homann Bidakara Hotel terhadap loyalitas konsumennya adalah signifikan. Untuk itulah dilakukan suatu penelitian untuk mengidentifikasikan variabel-variabel bauran pemasaran yang berpengaruh terhadap loyalitas konsumen. Oleh sebab itu Savoy Homann Bidakara Hotel dituntut untuk dapat lebih memuaskan konsumennya. dengan tujuan mengetahui variabelvariabel bauran pemasaran yang berpengaruh dan upaya-upaya yang perlu dilakukan Savoy Homann Bidakara Hotel untuk meningkatkan loyalitas konsumennya. Tahun 2002 tingkat hunian sebesar 74% kemudian tahun 2003 turun menjadi 70% dan tahun 2004 turun lagi menjadi 67%. Penulis menggunakan teori yang dikemukakan oleh Zeithaml dan Bitner (2000) yang terdiri dari tujuh unsur. Penurunan ini disebabkan juga oleh ketidakpuasan konsumen. membuat banyak orang yang mengunjungi kota ini. Sedangkan variabel yang berpengaruh negatif yaitu penataan eksterior hotel dan kecepatan pelayanan. dimana variabel yang berpengaruh positif yaitu lokasi yang strategis dan kelengkapan fasilitas sarana hotel. Hal ini menyebabkan perkembangan bidang perhotelan di kota Bandung tumbuh dengan cepat dan menimbulkan persaingan yang sangat ketat diantara hotel-hotel yang ada.0 yang terdiri dari uji validitas. kota Bandung juga merupakan kota tujuan bisnis utama di Jawa Barat.. . Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada tamu yang telah menginap sebagai responden dengan menggunakan simple random sampling. tidak mudah terpengaruh oleh pemasaran produk lain yang sejenis dan menciptakan prospek. ST. Physical evidence dan Process. People.75(2005) Identifikasi Variabel . Price. Promotion. Selain menjadi kota tujuan wisata. ST. Data yang telah terkumpul selanjutnya diolah dengan menggunakan software Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 10. Penulis juga menggunakan teori yang dikemukakan oleh Griffin (2002) mengenai karakteristik konsumen yang loyal yaitu melakukan pembelian secara teratur. Salah satu dampak dari persaingan tersebut adalah penurunan tingkat hunian hotel seperti yang dialami oleh Savoy Homann Bidakara Hotel. menolak produk lain. yaitu Product.

ketinggian kursi. Perancangan kursi kuliah usulan dilakukan berdasarkan hasil kuesioner penelitian. MT Indra Syarief Susy Susylawati Keluhan terbanyak dari mahasiswa Universitas Kristen Maranatha mengenai kursi kuliah yang digunakan saat ini adalah kurang memberikan kenyamanan. ST. Enam macam sudut kemiringan ini diperoleh dari hasil pengukuran kemiringan kontur 30 mahasiswa jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha. dimana sudut kemiringan sandaran kursi sebesar 105° menghasilkan konsumsi energi yang paling sedikit. pinggang dan punggung. Pada rancangan kursi kuliah usulan ini juga ditambahkan bantalan busa pada alas duduk dan sandaran punggung serta rak penyimpanan tas pada bagian samping kiri dari kursi kuliah. Untuk mengurangi keluhankeluhan itu. diharapkan mahasiswa dapat duduk dengan nyaman akan berkonsentrasi selama menggunakan kursi kuliah usulan ini. yaitu 90°. . Pengujian sudut kemiringan sandaran kursi ini menggunakan 6 (enam) macam sudut kemiringan. pinggang dan punggung selama menggunakan kursi kuliah tersebut.% responden menyatakan bahwa sudut kemiringan sandaran kursi sebesar 105° lebih nyaman daripada sudut kemiringan lainnya. 100°. Pengujian sudut kemiringan sandaran kursi ini dilakukan oleh 30 responden yang dipilih secara acak. Dengan demikian. Sebagian besar responden juga mengeluhkan sakit atau pegal pada pantat. I05°.. Empat puluh responden menginginkan perbaikan pada sudut kemiringan sandaran kursi. dilakukan pengujian terhadap sudut kemiringan sandaran kursi dengan melakukan pengukuran denyut jantung. responden menginginkan perbaikan pada kursi kuliah yang digunakan saat ini. ukuran meja. 1100 dan 115°. Hal ini dikarenakan mahasiswa sering mengeluhkan sakit atau pegal pada pantat. Oleh sebab itu.76(2005) Perancangan Kursi Kuliah Ergonomis yang Memberikan Kenyamanan dari Segi Konsumsi Energi (Studi Kasus di Universitas Kristen Maranatha) Wawan Yudiantyo. 95°. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengukuran konsumsi energi. Hal ini dikarenakan pada sudut kemiringan sebesar 105° memberikan konsumsi energi yang lebih kecil dari sudut kemiringan yang lain.33°. Dari hasil pengukuran denyut jantung. dapat dihitung konsumsi energi yang dikeluarkan selama menggunakan kursi kuliah tersebut. tanpa terganggu dengan kelelahan dan rasa sakit yang dialami pada saat duduk. ukuran alas duduk dan tinggi alas duduk dari lantai. sehingga prestasi belajar yang diperoleh mahasiswa juga akan lebih maksimal. Untuk lebih mengetahui pendapat mahasiswa mengenai kursi kuliah yang digunakan saat ini di Universitas Kristen Maranatha. 74% responden tidak merasa nyaman menggunakan kursi kuliah saat ini. dapat diketahui bahwa sudut kemiringan sandaran kursi yang paling baik adalah sebesar 105°. Dan data-data tersebut dapat diperoleh ukuran kursi kuliah yang baru yang lebih ergonomis dan dapat meminimasi konsumsi energi. Bagian-bagian dari kursi kuliah yang ingin diperbaiki adalah sandaran tangan. sandaran punggung. 53. maka dibuat kuesioner penelitian Berdasarkan hasil kuesioner penelitian. hasil pengujian data anthropometri dan data kontur serta hasil perhitungan konsumsi energi. Berdasarkan pengujian sudut kemiringan sandaran kursi.

ST. MT Shelly Lydiana Dewasa ini penguasaan bahasa asing sudah merupakan suatu keharusan di dunia kerja dan dunia bisnis. Hasil pengolahan dan analisis menunjukkan bahwa seluruh fasilitas yang digunakan kecuali lemari tape dan meja guru memiliki bagian yang tidak ergonomis. siswa yang duduk di kursi belakang sulit melihat ke papan tulis. efisien. Kursi yang dipergunakan memiliki ketinggian alas yang terlalu tinggi.77(2005) Analisis dan Usulan Perbaikan Tata Letak Fasilitas dan Lingkungan Fisik yang Lebih Ergonomis (Studi Kasus di SMU ‘X’ Bandung) Ie Vie Mie. Bahasa Indonesia. tidak ada sandaran kaki pada kursi maupun meja. ketidaknyamanan siswa saat duduk karena rasa pegal. diajarkan dan dibekali dengan keahlian bahasa selain bahasa nasional kita. da perbandingan hasil pengolahan data dengan dimensi fasilitas aktual. terdapat masalah kurangnya pencahayaan di dalam ruangan laboratorium Bahasa. aman dan nyaman. diperoleh masukan bahwa terdapat masalah di Laboratorium Bahasa. penempatan kursi dan meja yang kurang luas sehingga mengurangi kenyamanan dalam laboratorium. pengujian kecukupan data serta perhitungan persentil data anthropometri siswa. Di SMU ‘X’ Bandung. dan lemari berkas yang sudah usang dan tidak ergonomis. . Pengaturan tata letak Laboratorium yang kurang tepat serta lebar gang yang sempit menyulitkan siswa keluar masuk dari tempat duduk. Dari segi lingkungan. generasi muda sudah diperkenalkan. pengujian kenormalan data. salah satu fasilitas yang mendukung program tersebut adalah Laboratorium Bahasa dimana di tempat ini siswa dapat memperdalam penguasaan bahasa asing melalui tahap listening dan speaking. Laboratorium Bahasa dirancang dan ditata sedemikian rupa bertujuan untuk memberikan kondisi belajar mengajar yang efektif.. antara lain area meja tulis yang kurang luas. Sejak di bangku sekolah. Selain itu tata letak papan tulis kurang tepat menyebabkan siswa yang duduk di belakang tidak dapat melihat ke papan tulis. Pengolahan data yang dilakukan adalah pengujian anova. Namun hingga saat ini masih terdapat beberapa kendala sehingga penggunaan fasilitas Laboratorium Bahasa masih dirasakan kurang optimal. pengujian keseragaman data. selain itu masalah bau-bauan yang ditimbulkan alas kaki siswa. meja memiliki luas alas dan sekat yang terlalu kecil. fasilitas fisik. Melalui penelitian pendahuluan yang dilakukan. Kemudian dilakukan analisis terhadap lingkungan fisik.

seperti gangguan tidur.. atau dari shift malam ke shift pagi.400. dengan skenario 5 hari kerja dan 3-4 hari kerja. sosial. 540. 2. motivasi. MT Ir. Semua ini akan memberikan pemerataan pendapatan bagi semua pekerja yang peningkatan pendapatannya kira-kira adalah 18 shift kerja/tahun yang bila dihitung dalam jumlah penambahan gaji adalah kurang lebih Rp. kesehatan.78(2005) Usulan Penjadwalan Shift Kerja dengan Algorithms With Phase Delay Feature bagi Satpam di Universitas Kristen Maranatha Santoso.00/tahun. dan hubungan sosial yang berakibat pada menurunnya performansi kerja pekerja tersebut. Barton dan Folkard (1993) mempelajari 261 orang pekerja dari beberapa industri yang berbeda menemukan bahwa Phase Delay Schedule lebih memuaskan pekerja dan menimbulkan masalah kesehatan. Usulan penjadwalan ini menghasilkan suatu jadwal yang memberikan hari libur yang berurutan yang memberikan kepuasan kerja. beban kerja (jumlah shift pagi dan malam) yang lebih merata untuk setiap orang satpam. Sebagai contoh untuk sistem 3 shift per hari. Kartika Suhada. ST. Hung mengusulkan perubahan shift sebaiknya dilakukan searah jarum jam (forward direction) yang kemudian disebut Phase Delay Schedule. dari shift siang ke shift malam. yang lebih sedikit dibanding Phase Advance Schedule (penjadwalan yang pergantian shiftnya dilakukan dalam arah berlawanan arah jarum jam/backward direction).000. Oleh karena itu peneliti mengusulkan penerapan penjadwalan shift kerja dengan Algorithms With Phase Delay Feature bagi satpam di Universitas Kristen Maranatha. tidur. efek negatif shift kerja seperti masalah kesehatan juga terjadi pada satuan pengamanan (satpam) di Universitas Kristen Maranatha (UKM). tetapi shift kerja memberikan banyak dampak negatif pada diri pekerja. Selain itu penjadwalan ini memberikan penghematan biaya operasional yang harus dikeluarkan sebesar Rp. maka perubahan shift adalah dari shift pagi ke shift siang.000. Bandung. . Dari hasil penelitian dan wawancara yang dilakukan.00/tahun dibandingkan dengan jadwal yang ada dahulu karena tejadi pengoptimalan jumlah tenaga kerja yang dipakai sehingga jumlah tenaga kerja yang dipakai lebih sedikit. MT Moonty Chandra Shift kerja biasanya ada dalam operasi manufaktur dan jasa.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk tas dilihat dari faktor 4P yaitu Product. jenis jarum jahit. perancangan zipper yang mudah dibuka. jenis bahan tas. Technical response yang didapatkan adalah antara lain tingkat penggunaan benang. Process Planning Matrix dan Production Planning Matrix. pramuniaga yang sopan. Price. tas yang memiliki tali selempang. Kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk tas Flashy yang lebih unggul apabila dibandingkan dengan produk tas Exsport adalah jahitan tas yang rapi. pada tahap process planning matrix. tingkat ketepatan pemberian harga. tersedianya counter di berbagai kota. Design characteristics yang didapatkan adalah antara lain jenis benang. jahitan tas yang kuat. model tas yang selalu mengikuti trend. Melalui penelitian yang dilakukan.82(2005) Usulan Pengembangan Tas Wanita Remaja Merk Flashy Ditinjau dari Faktor Product. technical response diterjemahkan menjadi design characteristics. tingkat ketepatan tebal bahan tas. adanya bandrol harga pada tas. pengukuran nomor zipper. Pada tahap product planning matrix. Melalui metode tersebut. customer needs diterjemahkan menjadi technical response.. memiliki kantong belanja yang menarik. produk yang selalu tersedia pada saat akan dibeli. Promotion dan Place dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment Christina. persentase pemberian harga sedangkan process characteristics yang didapatkan adalah antara lain pengendalian kualitas zipper. memiliki kemasan yang menarik. tingkat kekuatan benang. Process Characteristics diterjemahkan menjadi Production Characteristics. dan Place. . Metode QFD terdiri dari 4 tahap. Promotion. MT Pitra Jaya Perkembangan industri sudah semakin berkembang termasuk industri produk tas. jenis zipper. selain itu juga untuk mengetahui kepuasan konsumen terhadap produk tas Flashy dibandingkan dengan pesaingnya yaitu Exsport. nomor gigi zipper. tingkat kekuatan jarum jahit. design characteristics diterjemahkan menjadi process characteristics dan pada tahap Production Planning Matrix. tingkat ketelitian penjahit. diperoleh hasil bahwa kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk tas adalah antara lain tas yang memiliki ritsleting. penyusunan tas yang rapi dan menarik dan showroom yang dirancang menarik. bahan tas tidak mudah rusak. Design Planning Matrix. Ketiga tahap tersebut memiliki hubungan antara satu sama lain. yaitu Product Planning Matrix. tersedia lapangan parkir yang luas. tas yang memiliki penutup. Price. harga yang sesuai dengan kualitas tas. pramuniaga yang sopan. pramuniaga yang cekatan dalam melayani. adanya program hadiah langsung pada waktu tertentu. dilakukan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner sehingga diperoleh data-data untuk matriks-matriks yang digunakan untuk pengembangan produk tas. jahitan tas yang rapi. adanya discount pada waktu-waktu tertentu. pramuniaga yang ramah. ST. adanya program hadiah langsung pada waktu tertentu. pada tahap design planning matrix. lokasi di tempat yang strategis. sehingga menyebabkan persaingan yang ketat diantara perusahaan produk tas. Pengolahan data yang digunakan adalah metode Quality Function Deployment (QFD).

perhitungan harga bahan baku ditambah laba.pengendalian kualitas benang. pengendalian kualitas jarum jahit. .

sehingga dapat mengatur keluarnya air. mulai dari pedal sampai keran dengan menggunakan prinsip-prinsip ergonomi. sebaliknya bila pedal dilepas. MT. keran akan terbuka dan air akan keluar dengan otomatis. Salah satu kebutuhan utama manusia adalah makan. di Indonesia. makan menggunakan tangan tanpa sendok. keran dioperasikan dengan sensor dan keran dioperasikan dengan tuas kaki. seringkali.. technical response. terutama di tempat umum pengguna malas untuk menutup keran dengan benar. Pedal akan dihubungkan dengan tuas yang akan mengatur aliran air.. Dalam penelitian ini akan dirancang alat ini. Hal ini menyebabkan pengguna keran harus menyentuh keran dengan tangan kotor saat membuka keran dan kemudian menutup lagi keran kotor setelah cuci tangan. gugur.83(2007) Perancangan Keran Cuci Tangan yang Ergonomis Ir. Kata kunci : voice of customer. digunakan alat bantu metode Quality Function Deployment untuk membantu menterjemahkan suara konsumen menjadi target spesifikasi keran yang menjadi dasar perancangan alternatif konsep keran. yaitu diputar. keran akan tertutup dan air akan berhenti mengalir. ergonomis . didapat konsep keran dioperasikan dengan pedal kaki yang terpilih untuk dikembangkan. sehingga seringkali keran tidak ditutup dengan benar sehingga menyebabkan borosnya air. garpu ataupun pisau merupakan kebiasaan Dengan kondisi seperti ini.. Konsep kemudian dinilai dengan konsep scoring untuk memilih 1 konsep yang akan dikembangkan lebih lanjut. Konsep alternatif keran yang dikembangkan adalah keran dioperasikan dengan siku. saat menutup keran.. kondisi tangan sangatlah kotor. biasanya pada saat akan mencuci tangan setelah makan. sehingga alat ini dapat dipakai dengan mudah. tangan akan terkena kotor lagi dari keran. Christina Wirawan. Untuk perancangan keran yang lebih nyaman dan praktis ini.. Konsep yang akan dicoba dirancang di sini adalah konsep yang cukup sederhana. Untuk keran-keran tersebut. yaitu membuka dan mematikan keran dengan pedal kaki. praktis dan nyaman. keran dioperasikan dengan pedal kaki. juga tidak terlalu mahal dan perawatan mudah. Konsep kemudian disaring dengan menggunakan matriks penyaringan berdasarkan kriteria yang diinginkan konsumen dan pada tahap ini konsep keran dengan . ditekan dan didorong. Jadi bila pedal diinjak. kualitas. sehingga pada saat setelah mencuci tangan. Keran air yang sekarang ini beredar di pasaran pada dasarnya menggunakan 3 konsep. tentulah hal ini tidak praktis dan nyaman. Pada beberapa daerah. semuanya diperlukan tangan untuk membuka keran. Karena masalah ini. Melalui tahap ini.

Dalam realisasi jadwal yang telah dibuat seringkali terjadi gangguan-gangguan yang dapat menyebabkan keterlambatan penyelesaian beberapa pesanan tersebut. ST. peneliti memberikan saran agar algoritma yang dirancang dapat dibuat program softwarenya. dimana 7 buah pesanan tersebut merupakan pesanan sisipan. Oleh karena itu diperlukan suatu algoritma penjadwalan dinamis dalam upaya meminimasi jumlah pesanan yang terlambat. rusaknya satu atau beberapa mesin yang menyebabkan terhentinya kegiatan produksi yang sedang berlangsung..31%. Xystus Yustyadi Waiz Penjadwalan merupakan aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam upaya memenuhi pesanan yang diterima dari konsumen dengan tepat waktu. yaitu algoritma penjadwalan dan algoritma penjadwalan ulang usulan.. .84(2007) Pengembangan Algoritma Pendjadwalan Dinamis untuk Meminimasi Jumlah Pesanan yang Terlambat pada Perusahaan Manufaktur Ir. MT. yaitu periode mingguan. Vivi Arishandy. Periode penjadwalan yang dilakukan sesuai dengan yang berjalan saat ini. algoritma tersebut diujicobakan pada kasus penjadwalan di PT X. Mesin mengalami kerusakan selama 5 hari. Penjadwalan yang diterapkan perusahaan menghasilkan keterlambatan penyelesaian pesanan sebanyak 64 buah. terjadi pengurangan jumlah pesanan yang terlambat sebanyak 45 buah pesanan atau 70. Hal tersebut dapat menyebabkan beralihnya konsumen ke perusahaan pesaing. Gangguan-gangguan itu dapat berupa masuknya satu atau beberapa pesanan baru yang harus segera dikerjakan.Kartika S. MT. Data pesanan yang digunakan sebanyak 204 buah pesanan yang merupakan data pesanan dalam satu bulan. PT X ini bergerak dalam bidang pembuatan kulit imitasi. sedangkan penjadwalan dengan menggunakan algoritma penjadwalan dinamis usulan menghasilkan keterlambatan 19 buah pesanan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa algoritma penjadwalan dinamis yang dibuat cukup baik. Dalam penelitian ini. Untuk mengukur keefektivan algoritma yang dikembangkan. Keterlambatan tersebut dapat menimbulkan denda yang harus ditanggung oleh perusahaan serta berkurang atau bahkan hilangnya kredibilitas perusahaan di mata konsumen. Jadi. algoritma penjadwalan dinamis yang dikembangkan terdiri dari dua buah algoritma. Untuk mempercepat proses perhitungan.

Hal ini menyebabkan setiap unit usaha berusaha untuk menciptakan sesuatu inovasi yang unik untuk menarik dan memuaskan konsumen. ST. Christina Wirawan. ST. Saat ini persaingan dalam dunia usaha begitu ketat. Budi Antono. terutama di hypermarket walaupun memiliki keterbatasan. rancangan kedua yaitu kursi pengendara dan mesin terpisah dengan keranjang. rancangan ketiga yaitu gabungan dari rancangan kesatu dan kedua. keluasan trolley. kedalaman rem. yaitu perancangan trolley bermesin. Ie Vie Mie. MT. yaitu menggunakan kursi dan mesin terpisah dari keranjang tetapi keranjang yang digunakan adalah dengan ukuran yang dirancang pada alternatif 1. ergonomis. Trolley ini ditujukan untuk orang-orang lanjut usia atau orang dengan cacat kaki (sementara ataupun permanen) yang memiliki keterbatasan untuk berjalan dalam jangka waktu lama atau jauh. MT. perancangan .85(2007) Perancangan Troley Bermesin untuk Penggunaan di Hypermarket Ir. Dari hasil concept scoring. Trolley juga memiliki kursi sehingga konsumen tidak mudah lelah. Trolley memiliki sistem rem kaki. pemberian discount atau hadiah dan kelengkapan produk yang dijual. adanya kerancang kecil. agar mereka dapat berbelanja dan menikmati wisata belanja. yaitu rancangan pertama. Salah satu unit usaha yang bersaing ketat di kota Bandung pada saat ini adalah supermarket dan hypermarket. Hasil perancangan yang terbaik adalah trolley bermesin ini memiliki volume keranjang lebih besar. Dalam menghadapi persaingan ini. didapat bahwa alternatif yang ke-3 adalah yang terbaik. Ulrich dan Steven Eppinger. yaitu trolley bermesin dengan keranjang berada di depan pengguna dan ukuran keranjang dirancang ulang. maka akan dirancang suatu keunikan yang diharapkan dapat membuat daya tarik tersendiri sehingga meningkatkan daya saing. Metoda yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode QFD dan juga mengikuti langkah-langkah yang dicetuskan oleh Karl T.. Pengendalian trolley menggunakan stir. Dari hasil penyebaran kuesioner di dapat bahwa konsumen sangat setuju dengan adanya trolley bermesin dan memberikan beberapa masukan. Trolley dijalankan dengan menggunakan pedal gas. untuk mengetahui keinginan dan penilaian konsumen terhadap trolley di hypermarket. Umumnya mereka bersaing dalam hal harga.. Hal-hal yang menurut konsumen menjadi prioritas utama dalam rancangan trolley bermesin adalah kemudahan menjangkau pedal gas. dimana keranjang yang dipakai adalah trolley yang sekarang ada dengan posisi keranjang bisa di depan atau di belakang pengendara. Trolley akan dirancang sebanyak 3 alternatif. Kata kunci : strategi bersaing. Data awal didapat dengan menyebarkan kuesioner kepada konsumen dengan kriteria usia lanjut atau cacat kaki di beberapa hypermarket yang ada di Bandung. juga untuk mencari dan memilih konsep serta alternatif rancangan trolley. sehingga dapat membawa barang lebih banyak. serta memberikan kondisi toko yang nyaman..

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan sumber daya manusia adalah dengan melakukan penilaian kinerja.. menentukan tingkat kepentingan faktor dan subfaktor kompetensi (menggunakan metode Cut-Off Point) dengan cara menyebarkan kuesioner kepada atasan langsung dari pemegang jabatan. Bandung) Vivi Arisandhy. perancangan perangkat penilaian kinerja akan berbasiskan kompetensi. MT. Penilaian kinerja yang efektif akan memberikan manfaat bagi pegawai dan perusahaan. menyusun ulang tugas. Banyak faktor yang mendukung jalannya suatu perguruan tinggi dengan baik. Melina Hermawan.. menghitung batas–batas Total Nilai Penilaian Kinerja (TNPK) dan menyusun perangkat penilaian kinerja. tanggung jawab dan wewenang (Job Description) TA. tanggung jawab dan wewenang dari TA. data-data yang digunakan akan diambil dari Universitas Kristen Maranatha. tanggung jawab dan wewenang (Job Description) untuk TA dan usulan Formulir . Hasil yang didapatkan dari penelitian yang telah dilakukan adalah susunan tugas. penentuan struktur hierarki. pembobotan faktor dan subfaktor kompetensi (menggunakan metode Analytical Hierarchy Process) dengan cara menyebarkan kuesioner kepada atasan langsung dari pemegang jabatan. Data-data yang diperlukan adalah struktur organisasi perguruan tinggi serta tugas. Tahapan dalam melakukan perancangan formulir penilaian kinerja yaitu analisis jabatan dengan cara menyebarkan kuesioner dan melakukan wawancara kepada pemegang jabatan dan atasan langsung dari pemegang jabatan. Yullyanti Ivonne Widjaya Perguruan tinggi merupakan salah satu tingkatan penting dalam pendidikan. Dalam penelitian ini akan dilakukan identifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap standar penilaian kinerja Tenaga Administrasi (TA) di perguruan tinggi. Faktor-faktor tersebut kemudian akan digunakan untuk merancang perangkat penilaian kinerja bagi TA. ST. Hal ini dikarenakan perguruan tinggi berperan penting untuk menghasilkan orang–orang yang berkualitas yang dapat berguna bagi dunia kerja pada umumnya. Manfaat bagi perusahaan adalah untuk mengetahui seberapa besar usaha pegawai melakukan pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi serta dapat digunakan untuk perbaikan kinerja pegawai secara terus menerus. Dalam penelitian ini. diantaranya adalah pengelolaan sumber daya manusia yang unggul.87(2007) Identifikasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penilaian Kinerja untuk Jabatan Tenaga Administrsi di Perguruan Tinggi (Studi Kasus di Universitas Kristen Maranatha. ST. Dalam penelitian ini. MT. Manfaat bagi pegawai adalah dapat mengetahui kinerja yang telah dicapai serta mengetahui kelemahan dan kelebihan diri yang berguna untuk pengembangan diri selanjutnya.

usulan Formulir Penilaian Kinerja untuk TA dapat dilihat pada Sub Bab 4. dibuat suatu standar penanganan berdasarkan hasil penilaian kinerja (contoh pemberian reward dan punishment).2. . sedangkan. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah sebaiknya dilakukan pengumpulan data tingkat kepentingan dan bobot kepentingan faktor dan subfaktor kompetensi di untuk tenaga administrasi perguruan tinggi lainnya.Penilaian Kinerja untuk TA.8. Susunan tugas. mengikutsertakan faktor-faktor kompetensi yang dapat dinilai oleh mahasiswa (konsumen).2. tanggung jawab dan wewenang (Job Description) dapat dilihat pada Sub Bab 3. apabila organisasi mengalami penambahan personel dalam satu unit kerja maka perlu dilakukan perhitungan jumlah sampel pengisi dari Formulir Penilaian Kinerja dan metode BARS (Behaviorally Anchored Rating Scale) digunakan dalam penentuan skala rating.

17%. dosen dan karyawan yang melakukan kegiatan didalamnya. Tingkat kecukupan lahan parkir mobil mahasiswa saat ini untuk kondisi normal sebesar 94. dimana hasilnya menunjukan bahwa laju kedatangan kendaraan pada pagi hari lebih besar dibandingkan dengan siang hari. Akhirnya kami membuat model simulasi komputer untuk mengetahui kebutuhan lahan parkir saat ini dan masa mendatang. Lahan parkir motor mahasiswa kurang sebesar 351 motor . Dengan memperhitungkan dengan ketersediaan lahan parkir yang ada saat ini. Usulan yang dikemukakan untuk mengatasi kekurangan lahan parkir saat ini ada 4 alternatif.7%. tingkat kecukupan lahan parkir motor dosen. ternyat terdapat kelompok hari yang berbeda yaitu Senin – Selasa – Kamis.78%. MT. Kartika Suhada. Pengujian distribusi rata-rata laju kedatangan dan lama parkir menghasilkan beragam distribusi statistik yang menunjukan perilaku kendaraan dalam sistem perparkiran. karyawan dan tamu saat ini sebesar 82. ST. sedangkan dalam kondisi darurat sebesar 115. . sedangkan untuk motor dosen karyawan dan tamu sebesara 121 motor. Tikat kecukupan lahan parkir mobil dosen. Jumat dan Sabtu.88(2007) Analisis Kebutuhan dan Penataan Lahan Parkir di UK Maranatha Ir.. karyawan dan tamu sebesar 149 mobil dalam kondisi normal dan 119 mobil dalam kondisi darurat. Hali ini mendorong makin besarnya kebutuhan akan sarana lahan parkir untuk saat ini (tahun akademik 2006/2007) dan saat mendatang (2014/2015). Perkembangan program studi yang ada di Universitas Kristen Maranatha mendorongmakin banyaknya populasi mahasiswa. sedangkan dalam kondisi darurat sebesar 83. Sedangkan untuk mobil dosen. Estimasi jumlah pengguna lahan parkir dimasa mendatang menggunakan data jumlah mahasisa aktif.37%. tingkat kecukupan lahan parkir motor mahasiswa saat ini sebesar 92. Victor Suhandi. Selanjutnya kami menguji kesamaan rata-rata laju kedatangan antar jam. Kekurangan lahan parkir saat ini untuk memenuhi kebutuhan di masa mendatang sebanyak 202 mobil mahasiswa dalam kondisi normal dan 108 mobil dalam kondisi darurat. Penelitian yang kami lakukan adalah menguji kesamaan rat-rata laju kedatangan antar hari. MT. karyawan dan tamu saat ini untuk kondisi normal sebesar 68.54%. maka dapat dibuat perencanaan penyediaan dan penataan lahan parkir sehingga orang dapat memarkirkan kendaraannya dengan nyaman dan aman.41%. Hasilnya terdapa trend yang meningkat. Selain itu kami mengusulkan penataan peruntukan lahan parkir yang ada saat ini dan upaya-upaya untuk menngkatkan keamanan parkir kendaraan..

68% untuk semester ganjil 2006/2007 dan untuk semester Genap 2006/2007 sebesar 35. perlu dilakukan pengukuran utilisasi ruangan yang ada saat ini dan upaya peningkatan utilisasi ruangan. . Saat ini. dimana tidak dilakukan perubahan jadwal perkuliahan yang sudah berlangsung saat ini. Yang dilakukan adalah memadatkan jadwal penggunaan ruangan sehingga menghasilkan penghematan jumlah ruangan yang dibutuhkan dan akhirnya juga meningkatkan utilisasi rat-rat ruangan secara keseluruhan. untuk itu.88% untuk semester Ganjil 2006/2007 dan untuk semester Genap 2006/2007 menjadi sebesar 42. Dengan pertimbangan bahwa satu program studi membutuhkan 4 – 5 ruangan. Berdasarkan perhitungan. Penambahan program studi baru merupakan upaya yang dapat dilakukan Universitas Kristen Maranatha untuk meningkatkan daya saing dengan perguruan tinggi lainnya.89(2007) Analisis Pemanfaatan Ruang Perkuliahan di UK Maranatha Ir. diusulkan penjadwalan penggunaan ruangan. Kartika Suhada. 07. sebelum membuat ruangan baru.00 dibawah 30 %. pihak universitas harus menyediakan bagi program studi baru tersebut. kelas malam dan kelas karyawan. Pengehematan ruangan yang diperoleh adalah sebanyak 19 ruangan. Untuk itu. MT.. Tingkat utilisasi tersebut sangat rendah dikarenakan kegiatan perkuliahan umum diselenggarakan pada rentang waktu pk. Akan tetapi.17%. dimana utilisasi rata-rata/jam untuk rentang waktu pk. 16. menimbang bahwa seluruh ruangan telah digunakan untuk kegiatan perkuliahan pada rentang waktu tersebut.. ST. Pemanfaatan ruangan setelah pk. MT. untuk kegiatan perkuliahan Program Magister disediakan 4 ruangan..00 – 21. utilisasi ruanga dapat ditingkatkan menjadi 44. maka penghematan ruangan yang diperoleh dapat digunakan untuk kegiatan perkuliahan 4 program studi yang baru. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan ruangan tersebut untuk kegiatan seminar.00 – 22.52%. maka tidak dapat diupayakan pengurangan jumlah ruangan. MT.00 dan pada hari sabtu perlu digalakan karena utilisasinya masih rendah..00. kemahasiswaaan. 17. Vivi Arishandy. Dari hasil penelitian yang dilakukan. ST. Victor Suhandi. ternyata tingkat utilisasi rata-rata ruangan perkuliahan untuk program studi non magister sebesar 36.

terjadi penurunan jumlah siswa SMA yang mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) pada semua program studi di UKM. tersedia beasiswa bagi siswa-siswa berprestasi. melakukan promosi di berbagai media. tingkat kepuasan siswa SMA terhadap promosi yang telah dilakukan UKM dan pengaruhnya terhadap minat untuk memilih UKM. observasi dan kuesioner. menyediakan beasiswa prestasi. Untuk mengantisipasi penurunan tersebut. Pada beberapa tahun terakhir. dll. efektivitas promosi yang telah dilakukan UKM. Place. MT. ST. Price. ST. diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi. Jimmy Gozaly. diketahui bahwa faktor yang dipentingkan oleh siswa SMA dari Bandung adalah status akreditasi dari jurusan. MT Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Bandung yang menjadi pilihan para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk melanjutkan studi.. hampir seluruhnya menyatakan puas dan merasa tertarik untuk melanjutkan studi di UKM. UKM mengalami banyak sekali perkembangan yang positif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. membuka beberapa program studi baru. Yang mempengaruhi minat siswa SMA untuk memilih UKM adalah kejelasan informasi mengenai fakultas dan jurusan melalui koran dan radio. Physical Evidence). Hal tersebut mengakibatkan tidak terpenuhinya target jumlah penerimaan mahasiswa baru di beberapa program studi yang terdapat di UKM. kerjasama dengan perusahaan dan industri. Dari hasil pengolahan data dan analisis. Kuesioner penelitian disebarkan kepada seluruh siswa SMA yang mengikuti USM Penerimaan Mahasiswa Baru UKM 2008/2009 hingga tanggal 27 Januari 2008. serta melakukan promosi dan USM yang diselenggarakan di luar kota Bandung. People. kejelasan mengenai fasilitas penunjang melalui televisi dan tim promosi. meningkatkan kesempatan pertukaran pelajar . ketersediaan faktor tersebut di UKM.90(2007) Usulan Bauran Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru UK Maranatha (Studi Kasus : SMA di Kota Bandung) Yulianti. serta daya tarik promosi yang telah dilakukan melalui radio dan tim promosi. namun banyaknya alternatif perguruan tinggi yang tersedia saat ini menyebabkan para siswa SMA semakin selektif dalam memilih perguruan tinggi. namun kuesioner yang diproses lebih lanjut adalah kuesioner yang diisi oleh responden yang berasal dari kota Bandung. Promotion.. Variabel penelitian yang digunakan adalah dari konsep bauran pemasaran 7P (Product. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan metode sampling jenuh. namun hasil yang diperoleh belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan dengan menggunakan analisis cluster dan analisis regresi linear berganda. Hampir 50% siswa SMA kota Bandung tidak mengetahui aktivitas promosi yang telah dilakukan. Process. UKM telah memperluas jalur PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan). Sejak berdiri tahun 1965. Usulan yang diberikan adalah memperbanyak beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu. namun bagi mereka yang mengetahui promosi yang dilakukan.

analisis cluster. memperbesar lapangan parkir.keluar negeri. Kata kunci : bauran pemasaran. analisis regresi linear berganda . memperlengkap fasilitas olahraga. serta lebih mempublikasikan faktor paling dipentingkan dan berpengaruh terhadap minat siswa SMA. penyediaan fasilitas alat tulis kantor.

Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Promotion. namun kuesioner yang diproses lebih lanjut adalah kuesioner yang diisi oleh responden yang berasal dari wilayah Jawa kecuali Bandung. Price. Process.59%.. perkembangan UKM menunjukkan hasil yang menggembirakan. memperbanyak beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu. Beberapa tahun terakhir. Yang mempengaruhi minat siswa SMA untuk memilih UKM adalah tingkat kepuasan terhadap daya tarik promosi yang telah dilakukan melalui televisi. serta melakukan promosi dan USM yang diselenggarakan di luar kota Bandung. dengan semakin baiknya penyediaan sarana fisik dan jumlah mahasiswa dari berbagai daerah yang terus bertambah. Usulan yang diberikan adalah menyediakan beasiswa prestasi. terjadi penurunan jumlah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) pada semua program studi.. kejelasan informasi mengenai fakultas/ jurusan dan biaya yang dikeluarkan oleh tim promosi. UKM telah memperluas jalur PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan).Si Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di kota Bandung.91(2007) Usulan Bauran Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru UK Maranatha (Studi Kasus : SMA di Wilayah Jawa. People. kualitas staf pengajar. observasi dan kuesioner. hal tersebut mengakibatkan tidak terpenuhinya target jumlah penerimaan mahasiswa baru di beberapa program studi yang terdapat di UKM. Seiring berjalannya waktu. efektivitas promosi yang telah dilakukan UKM. memperlengkap fasilitas olahraga. N. serta lebih mempublikasikan faktor paling dipentingkan dan berpengaruh terhadap minat siswa SMA (MSCC. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan metode sampling jenuh. melakukan promosi di berbagai media.90%. Kuesioner penelitian disebarkan kepada seluruh siswa SMA yang mengikuti USM Penerimaan Mahasiswa Baru UKM 2008/2009 hingga tanggal 27 Januari 2008. namun hasil yang diperoleh belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Karena itu diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi. penyediaan fasilitas alat tulis kantor. Place. Dari hasil pengolahan data dan analisis. Rosemarie S. diketahui bahwa faktor yang paling dipentingkan oleh siswa SMA adalah kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah.. memperbesar lapangan parkir. tingkat kepuasan siswa SMA terhadap promosi yang telah dilakukan UKM dan pengaruhnya terhadap minat untuk memilih UKM. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan dengan menggunakan analisis cluster dan analisis regresi linear berganda. ketersediaan faktor tersebut di UKM. meningkatkan kesempatan pertukaran pelajar keluar negeri. . membuka beberapa program studi baru. MT. untuk menarik minat siswa SMA melanjutkan studi di UKM sebesar 96. ST. Physical Evidence). kecuali Kota Bandung) Yulianti. Tingkat efektivitas tim promosi dalam dengan tujuan mengenalkan UKM sebesar 46. M. Ir. Variabel penelitian yang digunakan adalah dari konsep bauran pemasaran 7P (Product.

analisis cluster. analisis regresi linear berganda .citra perguruan tinggi yang baik. Kata kunci : bauran pemasaran. kelengkapan fasilitas kuliah. kejelasan informasi mengenai program studi dan biaya yang ada di UKM). kenyamanan ruang kuliah.

ST. MT Lembaga pendidikan merupakan salah satu sarana yang berperanserta dalam pembentukan sumber daya manusia yang potensial. kenyamanan ruang kuliah. kelengkapan fasilitas kuliah. ketersediaan faktor tersebut di UKM. Dari hasil pengolahan data dan analisis. . namun kuesioner yang diproses lebih lanjut adalah kuesioner yang diisi oleh responden yang berasal dari Sumatera. namun hasil yang diperoleh belum sesuai dengan apa yang diharapkan. serta melakukan promosi dan USM yang diselenggarakan di luar kota Bandung.92(2007) Usulan Bauran Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru UK Maranatha. Yang mempengaruhi minat siswa SMA untuk memilih UKM adalah kejelasan informasi mengenai fasilitas penunjang melalui televisi.. kelengkapan fasilitas komputer. UKM telah memperluas jalur PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan). kualitas staf pengajar. meningkatkan kesempatan pertukaran pelajar keluar negeri. hal tersebut mengaikibatkan tidak terpenuhinya target penerimaan mahasiswa baru yang telah ditetapkan oleh Universitas. melakukan promosi di berbagai media. terjadi penurunan jumlah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) pada semua program studi.82%. Place. Seiring berjalannya waktu. menyediakan beasiswa prestasi. Beberapa tahun terakhir. efektivitas promosi yang telah dilakukan UKM. Kuesioner penelitian disebarkan kepada seluruh siswa SMA yang mengikuti USM Penerimaan Mahasiswa Baru UKM 2008/2009 hingga tanggal 27 Januari 2008. People. kejelasan informasi mengenai fasilitas penunjang yang ada di UKM). Process. Tingkat efektivitas tim promosi dalam dengan tujuan mengenalkan UKM sebesar 43. Promotion. tingkat kepuasan siswa SMA terhadap promosi yang telah dilakukan UKM dan pengaruhnya terhadap minat untuk memilih UKM. dengan semakin baiknya penyediaan sarana fisik dan jumlah mahasiswa yang terus bertambah. memperbesar lapangan parkir. (Studi Kasus : SMA di Pulau Sumatera) Jimmy Gozaly. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan metode sampling jenuh. memperlengkap fasilitas olahraga. perkembangan UKM menunjukkan hasil yang menggembirakan. membuka beberapa program studi baru. Physical Evidence). Karena itu diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi. Usulan yang diberikan adalah memperbanyak beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu. Price. diketahui bahwa faktor yang paling dipentingkan oleh siswa SMA adalah kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah. observasi dan kuesioner. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan dengan menggunakan analisis cluster dan analisis regresi linear berganda. Variabel penelitian yang digunakan adalah dari konsep bauran pemasaran 7P (Product. penyediaan fasilitas alat tulis kantor. Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di kota Bandung. serta lebih mempublikasikan faktor paling dipentingkan dan berpengaruh terhadap minat siswa SMA (MSCC. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara.

analisis regresi linear berganda . analisis cluster.Kata kunci : bauran pemasaran.

observasi dan kuesioner. Physical Evidence. Dari hasil pengolahan data dan analisis. Price. Promotion. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Price. Promotion. dan menyampaikan informasi mengenai beasiswa beserta prosedurnya. analisis cluster. MT Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di kota Bandung dengan tujuh fakultas yang dikelola. Sulawesi. Process. Kata kunci : bauran pemasaran.maranatha. Penyebaran kuesioner penelitian ditujukan kepada para siswa SMA yang berasal dari Kalimantan. Variabel penelitian yang digunakan adalah dari konsep bauran pemasaran 7P (Product. Adapun usulan langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan oleh pihak oleh UKM untuk meningkatkan dorongan minat masuk UKM adalah didasarkan pada bauran pemasaran yaitu Product. sehingga hal tersebut mengakibatkan tidak terpenuhinya target jumlah penerimaan mahasiswa baru di beberapa program studi yang terdapat di UKM.8%. Oleh karena itu. Place.93(2007) Usulan Bauran Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru UK Maranatha (Studi Kasus : SMA Swasta di Wilayah Kalimantan. Bali. diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa-siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi dan mengetahui efektivitas penyampaian informasi mengenai UKM yang telah dilakukan pada saat ini. Permasalahan yang dihadapi Universitas Kristen Maranatha saat ini adalah terjadi penurunan jumlah siswa SMA yang mengikuti Ujian Saringan Masuk pada semua program studi. People. Place. diketahui bahwa faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa SMA mengenai perguruan tinggi terbagi atas 2 kelompok prioritas. Process. Beberapa bentuk usulan yang disampaikan diantaranya adalah meningkatkan promosi melalui situs www. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan dengan menggunakan analisis cluster dan analisis regresi linear berganda. Ambon dan Papua yang akan mengikuti ujian saringan masuk yang diadakan UKM baik di Balikpapan maupun di UKM sendiri.edu dan menampilkan situs tersebut pada saat presentasi. Seiring berjalannya waktu. Sedangkan untuk tingkat kepuasan terhadap promosi yang telah dilakukan oleh tim promosi baik memalui media elektronik maupun melalui pameran. perkembangan UKM menunjukkan hasil yang menggembirakan. menampilkan video klip mengenai UKM diawal presentasi. kunjungan ke sekolah-sekolah. People. responden sudah merasa puas terhadap promosi yang telah dilakukan. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan metode sampling jenuh. Physical Evidence). seperti dengan semakin baiknya penyediaan sarana fisik dan fasilitas perkuliahan. Bali Ambon dan Papua) Rudijanto Muis. analisis regresi linear berganda . Sulawesi.. sedangkan untuk faktor keberhasilan tim promosi UKM dalam mempengaruhi keputusan siswa SMA untuk memilih UKM adalah karena kejelasan informasi mengenai biaya-biaya yang akan dikeluarkan oleh para siswa jika melanjutkan studi di UKM dengan % pengaruh sebesar 15. ST.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode SERVQUAL.. Sehubungan dengan konsep care yang menjadi semboyan dari UKM dalam layanan pendidikannya ternyata saat ini masih belum tercapai sepenuhnya. MT Julastri Universitas Kristen Maranatha (UKM) adalah salah satu salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka yang berlokasi di kota Bandung dengan 7 fakultas yang dikelola. Recruitment and financial aid effectiveness. dan kurangnya sarana pendukung perkuliahan serta sarana olahraga. kurangnya layanan karir pasca sarjana dari universitas. Selain itu.94(2007) Usulan Perbaikan Kualitas Jasa Perguruan Tinggi dengan Menggunakan Metode Servqual Berdasarkan 4 Dimensi Student Santisfaction Inventory (Concern for the Individual. persepsi manajemen terhadap harapan mahasiswa dengan spesifikasi kualitas jasa (Gap 2) dan spesifikasi kualitas jasa dengan penyampaian jasa (Gap 3) beserta penyebab-penyebab gapnya. Untuk dapat mengurangi kesenjangan yang ada. Dari hasil pengukuran diperoleh nilai rata-rata Total Servqual Quality (TSQ) untuk Gap 5 adalah -0. Gap 2. Registration effectiveness. Registration Effectiveness) di Universitas Kristen Maranatha Rudijanto Muis. dalam penelitian ini juga dilakukan pengujian hipotesis untuk mengetahui adanya perbedaan yang nyata atau tidak dari kesenjangan tersebut. Hal ini terjadi karena masih adanya kesenjangan yang terjadi pada Gap 1. ST. Hal ini dapat dilihat dari adanya indikasi ketidakpuasan mahasiswa terhadap pelayanan pendidikan yang diberikan UKM diantaranya adanya tanggapan mengenai kurangnya kepedulian dan kerja sama dari karyawan pada jurusan tertentu terhadap layanan kepada mahasiswa. Campus Climate. Untuk itu diperlukan suatu metode yang dapat mengukur kepuasan mahasiswa UKM terhadap kualitas pelayanan UKM. harapan mahasiswa dengan persepsi manajemen (Gap 1). Recruiment and Financial Aid Effectiveness.8475. materi perkuliahan yang kurang up to date. Oleh karena itu untuk mencapai tujuan dari semboyan UKM tersebut. keamanan di dalam lingkungan kampus yang masih kurang baik. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis yang dilakukan. Hal ini menunjukkan secara keseluruhan kualitas pelayanan yang diberikan oleh pihak Universitas Kristen Maranatha kepada mahasiswa masih belum memuaskan. 46 dosen tetap UKM dan 96 karyawan UKM. Campus climate. ini terlihat dari kesenjangan pada Gap 5. menunjukkan bahwa mahasiswa UKM belum merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan UKM. pengukuran dilakukan berdasarkan 4 dimensi Student Satisfaction Inventory yaitu Concern for the individual. Teknik sampling yang digunakan pada pembagian kuesioner mahasiswa adalah gabungan antara teknik Proportionate Stratified Sampling dan Snowball Sampling. Agar ruang lingkup penelitian dapat lebih terarah sesuai dengan bidang pendidikan. dan Gap 3. Kuesioner penelitian dibagikan kepada 621 mahasiswa UKM. diberikan beberapa usulan yang terbagi atas 2 kelompok yaitu usulan ke fakultas/jurusan/program studi dan usulan ke pihak manajemen UKM. maka UKM perlu untuk mempertimbangkan suatu penelitian mengenai pengukuran kualitas pelayanan yang diberikan UKM kepada mahasiswa secara periodik. sedangkan untuk sampel manajemen digunakan teknik sampling Purposive. yang dapat mengukur kesenjangan antara lain antara harapan dengan persepsi mahasiswa (Gap 5). Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu UKM dalam mengukur kualitas pelayanan saat ini dengan melihat kesenjangan yang terjadi didalamnya. Untuk itu dilakukan analisis penyebab ketidakpuasan tersebut untuk masingmasing kesenjangan yang ada. dimana beberapa usulan tersebut adalah penetapan sasaran kualitas pelayanan mahasiswa . maka dalam penelitian ini. 23 manajemen UKM.

perbaikan dalam kualitas pengajaran melalui evaluasi kurikulum. membuat deskripsi pekerjaan yang terstruktur dengan jelas. dan fasilitas pendukung perkuliahan di UKM. .secara rinci.

UKM perlu mengadakan usaha-usaha agar jumlah peminatnya tidak terus turun. penurunan standar/spesifikasi layanan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan atau apa yang disampaikan oleh petugas berbeda dengan standar/spesifikasi. yaitu penurunan secara global jumlah lulusan SLTA yang masuk ke perguruan tinggi. dan untuk pengujian antar jurusan dalam fakultas menunjukkan bahwa Fakultas Teknik yang memiliki paling banyak perbedaan antar jurusan. Hasilnya menunjukkan bahwa hanya ada 2 butir pernyataan di mana tingkat kepuasan antar fakultas. Service Excellent. dan pada akhirnya akan menarik minat calon mahasiswa. sebagai salah satu perguruan tinggi swasta turut merasakan dampaknya. MT. maka Universitas Kristen Maranatha. Pengukuran performansi UKM juga perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat prestasi UKM karena salah satu rencana strategis UKM adalah keprimaan administrasi dan akademik. dengan menggunakan model konseptual kualitas jasa. Dengan demikian. sehingga kemudian dilakukan penelitian untuk mencarinya. kemudian mencari penyebab ketidakpuasan yang terjadi dan berusaha melakukan tindakan atau usaha untuk menghilangkan penyebab ketidakpuasan ini. ada kemungkinan kepuasan terjadi karena manajemen tidak mengetahui apa yang diharapkan mahasiswa. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kepuasan mahasiswa. Selanjutnya dicari penyebab dari terjadinya kepuasan tersebut. Jadi dalam penelitian ini diteliti apakah ada hal-hal di atas yang terjadi.Untuk itu. dibutuhkan pengukuran untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa saat ini. Penyebab yang paling banyak terjadi adah Gap 2. dengan menurunnya jumlah peminat. Pengukuran kepuasan mahasiswa dilakukan dengan metode servqual yang diperkenalkan oleh Zeithaml dan Parasuraman. Menurut model konseptual kualitas jasa. Sehingga perlu bagi UKM untuk merancang sistem operation pelaksanaan berbagai layanan di UKM. yaitu dengan menghitung kesenjangan antara harapan mahasiswa dengan persepsi mahasiswa tentang layanan (Gap 5). Student Centeredness) Ir. Dalam kondisi yang terjadi di Indonesia pada saat ini. Christina Wirawan. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa hampir pada tiap butir pernyataan yang ditanyakan menunjukkan bahwa mahasiswa tidak puas akan layanan UKM. Selanjutnya. bahkan dapat meningkat kembali.95(2007) Pengukuran Kepuasan Mahasiswa UK Maranatha dan Usaha untuk Meningkatkannya (untuk Variabel : Safety and Security. di sini juga diteliti tentang kesamaan tingkat kepuasan antar fakultas dan antar jurusan dalam tiap fakultas. Kata kunci : kualitas. servqual. kepuasan . karena dengan kepuasan mahasiswa yang tinggi. yang lainnya menunjukkan bahwa kondisinya berbeda. akan meningkatkan citra UKM. apa penyebabnya dan dirumuskan usaha untuk menanggulanginya. meskipun sudah dibuka beberapa program studi baru.

Kinerja UKM masih berada di bawah harapan mahasiswa untuk seluruh pernyataan SSI yang diujikan. ditambah dengan pernyataan untuk memperjelas terjemahan dalam bahasa Inggris. Instrumen yang digunakan merupakan hasil modifikasi dari instrument SSI standar setelah dikurangi dengan pernyataan yang tidak sesuai dengan keadaan UKM. Metode sampling yang digunakan dalam pengambilan sampel mahasiswa dan dosen adalah proportionate stratified dan snowball sampling. Dimensi SSI yang dibahas ialah: Academic Advising Effectiveness. Hasil pengukuran kualitas pelayanan UKM pada mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa masih belum merasa puas dengan kinerja pelayanan yang diberikan UKM. Teknik sampling untuk populasi pimpinan UKM dan karyawan adalah sampling jenuh Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. Pernyataan SSI yang digunakan berjumlah 28 pernyataan. penetapan standar yang lebih rendah dari harapan mahasiswa serta berbagai hal yang belum ditetapkan standar kerjanya. responsiveness. Hasil aplikasi dimensi SSI dalam model extended service quality ternyata dapat digunakan di UKM sebagai alat bantu manajerial untuk meningkatkan kepuasan mahasiswa. Campus Life. Penelitian ini dimaksudkan untuk uji coba pengukuran kualitas pelayanan UKM dengan metode SERVQUAL dan mengganti dimensi reliability. Hendra Kusuma.96 (2007) Analisis dan Usulan Peningkatan Kualitas Pelayanan Pendidikan Tinggi Universitas Kristen Maranatha (Studi Kasus Student Satisfaction Inventory Dimensi Academic Advising Effectiveness. Agar kepuasan mahasiswa dapat ditingkatkan model ini perlu dipindahkan dalam kueisoner yang lebih . dan penyebab Gap 3. Model Extended Service Quality dari Zeithaml et. penyebab Gap 1. Campus Life. penyebab Gap 2.al (1990) sebagai model konseptual. Campus Support Service. Dimensi Student Satisfaction Inventory dan Metode Servqual dapat digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan di Universitas Kristen Maranatha karena SSI merupakan dimensi yang ditujukan untuk jasa pendidikan. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa UKM strata 1 yang telah menempuh 2 semester. Gap 4 tidak diuku karena UKM tidak memberikan janji kepada calon mahasiswanya. dan Campus Support Service) Ir. Faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpuasan mahasiswa adalah terdapatnya persepsi pimpinan UKM terhadap harapan mahasiswa yang tidak sesuai dengan harapan mahasiswa yang sesungguhnya. Gap 1. Jumlah sampel mahasiswa adalah 621 mahasiswa. emphaty. Sampel pimpinan UKM sebanyak 21 orang. pimpinan UKM yang berhubungan dengan ruang lingkup penelitian serta karyawan UKM. 9 kondisi internal manajerial UKM dalam hal kualitas pelayanan. Model ini dipilih dengan alasan kelengkapan variabel penyebab Gap hingga identifikasi penyebab ketidakpuasan dilakukan dengan mudah. Skala kuesioner adalah skala interval.Penerapan Dimensi Student Satisfaction Inventory dan Metode Servqual dapat digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan UKM namun hanya dapat mengindikasikan terjadinya kesenjangan antara harapan mahasiswa dengan kinerja UKM. Gap 3. penyampaian jasa oleh karyawan UKM yang dinilai masih kurang maksimal. Modelmodel di atas tidak bisa mengindikasikan seberapa besar prakek manajerial UKM menyimpang dari kondisi ideal yang seharusnya terjadi tanpa melengkapinya dengan analisis kualitatif mengenai harapan dan kinerja UKM. Instruction Effectiveness. Sampel karyawan TAT adalah sebanyak 39 Sampel dosen adalah sebanyak 139 orang. Instruction Effectiveness. dan tangibles dengan dimensi Student Satisfaction Inventory (SSI). Instrumen ini digunakan untuk mengukur ketidakpuasan mahasiswa. MT. serta modifikasi-modifikasi yang harus dilakukan untuk mencapai tingkat validitas dan reliabilitas instrumen yang layak. Gap 2. assurance.

Sampling method used were proportionate cluster snowball sampling on student and lecturer populations. After this survey held continually.resmi dan diedarkan oleh bagian survey center. and service delivery by employees were below student expectation. employee. The respondents were 621 students. (2) There are dissatisfaction identified on all variables. (2) the gap between student contacted employee and the rector should be reduced. Kata kunci: Penggunaan Dimensi Student Satisfaction Inventory pada Extended Service Quality Model. Kepuasan mahasiswa di UKM dapat ditingkatkan melalui peningkatan kekerapan penggunaan informasi mengenai mahasiswa. The instruments being used were modification of Student Satisfaction Inventory standard instrument using importance and performance rating scale to measure student dissatisfaction (Gap 5) and Servqual standard instruments to measure Gap 1.al (1990). and antecedent of Gap 3. To improve student satisfaction this model has to be implemented. and 21 heads of department and unit. (5) supervisory control systems should be improved. SSI dimensions application on extended service quality model found suitable to be used as a managerial tool to improve student satisfaction at Maranatha Christian University. There were 28 SSI variables used. (3) Those dissatisfaction were caused by difference between heads of department perceptions of student expectation and student expectation. menekan konflik peran dalam pekerjaan. to increase student satisfaction there are several recommendation: (1) the Rector of University should use the information more frequent. antecedent of Gap 2. The results of this study were: (1) Servqual Methods and SSI dimensions could be used to measure students dissatisfaction. Keywords: Integration SSI Dimensions on Extended Service Quality Model. . 39 employee. and quota purposive sampling on employee and heads of department populations. The questionnaire use has to be divided. and (6) the role conflicts between operational and service quality on employees job should be reduced. designed more professionally. employee performance standards were set below student expectation. but this model couldn’t identify how far the difference between student expectation and their perception on Maranatha Christian University performance occurs. Campus Life. Instruction Effectiveness. Application to Improve Student Satisfaction. Conceptual model used was extended quality model from Zeithmal et. Gap 2. The Student Satisfaction Inventory dimensions being tested were Academic Advising Effectiveness. Aplikasi untuk meningkatkan kepuasan mahasiswa This research was intended to test Servqual methods using Student Satisfaction Inventory dimensions on Maranatha Christian University Service Quality Measurement. Campus Support Service. and (4) Those Gaps were caused by 9 internal factors. peningkatan sistem pengendalian atasan. formally given to the students on regular basis. and heads of department or unit in Maranatha Christian University. meningkatkan komitmen pimpinan bagian-bagian UKM atas kepuasan mahasiswa penetapan program resmi dan sasaran kualitas pelayanan mahasiswa bagi karyawan. mengurangi jarak antara karyawan yang kontak dengan mahasiswa dengan pimpinan puncak UKM. the antecedent of Gap 1. 139 lecturers. Gap 3. The population of this study were students that have been studied for minimum 2 semesters. because Maranatha Christian University hadn’t declare any promises to students. Gap 4 wasn’t being measured. This model was chosen because of the completeness of Gap antecedents variables. (3) the commitment of heads of department and unit at the University should be increased. lectures. which made the identification of internal conditions that influence student dissatisfaction was easy to be done. and being followed up if there are dissatisfaction found. (4) formal service quality goals and programs should be set officially.

S.. penyusunan subfaktor berdasarkan model kompetensi (gabungan Spencer & Spencer dan Personnel Decisions International). Banyak faktor yang mendukung jalannya suatu perguruan tinggi dengan baik. Faktor-faktor tersebut kemudian akan digunakan untuk merancang perangkat penilaian kinerja bagi Tenaga Kerumahtanggaan Data-data yang diperlukan adalah job Description Tenaga Kerumahtanggaan di perguruan tinggi serta faktor dan subfaktor dari model kompetensi dan U. sebaiknya dibuat suatu standar penanganan berdasarkan hasil penilaian kinerja. Dalam penelitian ini.2. perhitungan batas–batas penilaian kinerja (Total Nilai Penilaian Kinerja Tenaga Kerumahtanggaan dan Total Nilai Faktor Tenaga Kerumahtanggaan) dan perancangan perangkat penilaian kinerja. MT. Department of Labor. penyusunan dan penyebaran kuesioner penentuan tingkat kepentingan subfaktor. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah sebaiknya faktor absensi diperhitungkan dalam melakukan penilaian kinerja. diantaranya adalah pengelolaan sumber daya manusia yang unggul. Department of Labor dan hasil kuesioner pendahuluan.1. penyusunan struktur hierarki.. MT. ST. ST. pengolahan kuesioner pendahuluan. perhitungan bobot faktor dan subfaktor penilaian kinerja (menggunakan metode Analytical Hierarchy Process). Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan sumber daya manusia adalah dengan melakukan penilaian kinerja. penyusunan dan penyebaran kuesioner penentuan skala kepentingan faktor dan subfaktor penilaian kinerja. Tahapan dalam melakukan perancangan perangkat penilaian kinerja adalah penyusunan dan penyebaran kuesioner pendahuluan. identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penilaian kinerja. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi penilaian kinerja Tenaga Kerumahtanggaan dan usulan Formulir Penilaian Kinerja untuk Tenaga Kerumahtanggaan.97 (2008) Identifikasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penelian Kinerja untuk Jabatan Kerumah Tanggaan di Perguruan Tinggi (Studi Kasus di UK Maranatha) Vivi Arisandhy.. perancangan perangkat penilaian kinerja akan berbasiskan kompetensi. Penilaian kinerja yang efektif akan memberikan manfaat bagi pegawai dan perusahaan. U. penentuan tingkat kepentingan subfaktor penilaian kinerja (menggunakan metode Cut-Off Point). data-data yang digunakan akan diambil dari Universitas Kristen Maranatha. S. sedangkan. Dalam penelitian ini. Faktor dan subfaktor penilaian kinerja dapat dilihat pada Tabel 5. Manfaat bagi pegawai adalah dapat mengetahui kinerja yang telah dicapai serta mengetahui kelemahan dan kelebihan diri yang berguna untuk pengembangan diri selanjutnya. sebaiknya hambatan- . Melina Hermawan. Melihat pentingnya penilaian kinerja bagi pegawai di suatu organisasi maka peneliti bermaksud melakukan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penilaian kinerja Tenaga Kerumahtanggaan di perguruan tinggi. (contoh : pemberian reward dan punishment).usulan Formulir Penilaian Kinerja dapat dilihat pada Gambar 4. Fenny Perguruan tinggi berperan penting untuk menghasilkan orang–orang yang berkualitas yang dapat berguna bagi dunia kerja pada umumnya.

personnel bias effect. . misalnya hallo effect. dan lain-lain.hambatan juga dipertimbangkan dalam pelaksanaan proses penilaian.

99 (2008) Identifikasi Tingkat Loyalitas Merek dan Faktor Penentu Kepuasan dalam Menggunakan Produk-produk Eiger Ir. Hendra Kusuma, MT.
Program ini merupakan aktivitas penelitian yang dilakukan oleh Kelompok Bidang Keahlian Rekayasa Kualitas Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha bekerja sama dengan PT Eigerindo Multi Produk Industri dalam rangka identifikasi faktor-faktor yang dipertimbangkan penting oleh pelanggan. Identifikasi faktor-faktor ini diperlukan agar PT Eigerindo Multi Produk Industri memiliki tolok ukur yang jelas bagi tingkat pemenuhan kepuasan pelanggan sebagaimana dipersyaratkan sertifikasi ISO. Biaya program penelitian ini sepenuhnya ditanggung oleh PT Eigerindo Multi Produk Industri. Program penelitian ini terdiri atas tiga tahap; yaitu penyusunan kuesioner kepuasan pelanggan, penyebaran kuesioner kepuasan pelanggan, serta pengolahan data dan analisis. Tahap pertama dilakukan dengan menyusun instrumen menggunakan kuesioner loyalitas merek baku di riset ekuitas merek. Tahap kedua dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner penelitian di berbagai outlet Eiger di Jakarta, Bogor, Bandung, dan Jatinangor menggunakan metode sampling kuota untuk mencapai jumlah sampel 272 hingga diperoleh tingkat kesalahan pengukuran sebesar 10%. Tahap ketiga dilakukan dengan metode pengolahan data loyalitas merek dan penyusunan angket kepuasan pelanggan yang diusulkan bagi PT Eigerindo Multi Produk Industri untuk melengkapi persyaratan ISO. Sebagai kesimpulan analisis, diperoleh bahwa tingkat kinerja Eiger dalam memenuhi harapan pelanggan telah dapat dinilai baik. Sebagai hasil, diperoleh loyalitas merek yang tinggi di tingkat Satisfied Buyer dan Liking the Brand. Di bagian akhir, penulis mengusulkan format kuesioner kepuasan pelanggan yang disebarkan di seluruh outlet Eiger sebagai indicator pengukur kepuasan pelanggan untuk melengkapi program ISO PT Eigerindo Multi Produk Industri. Kata Kunci: Kepuasan Pelanggan, Indikator Harapan Pelanggan. This program was Research Program done by PT Eigerindo Multi Produk Industri in cooperation with Quality Engineering Expertise Group, Industrial Engineering Department, Engineering Faculty, Maranatha Christian University, Bandung. This program was aimed to help PT Eigerindo Multi Produk Industri to identify important consideration factors by it customers. The importance of these factors identification was to achieve PT Eigerindo Multi Produk Industri better clarity on the factors that contribute to customers satisfaction as part of PT Eigerindo Multi Produk Industri ISO audits. All of this Research cost was paid by PT Eigerindo Multi Produk Industri. This program was done by three stages: customer satisfaction questionnaire design, data collection, and data calculation and analysis. The first stage was done by using standard brand loyalty questionnaire as a part of brand equity research instrument. The second stage was done by questionnaire pread on various Eiger’s outlets at Jakarta and West Java using quota sampling method using 72 sample in order to achieve 10% research error. The third stage was done by brand loyalty data calculation and customer satisfaction questionnaire design. The author suggest PT Eigerindo Multi Produk Industri use this Customer Satisfaction Questionnaire to complete PT Eigerindo Multi Produk Industry ISO audits. As a summary, analysis showed that Eiger’s performance on satisfying customer expectation could be classified as Good. As a result, Eiger has high brand loyalty on Satisfied Buyer and Liking the Brand level. At the end, the author suggested customer satisfaction

questionnaire format that could be given on all Eiger’s outlets as a customer satisfaction indicators to complete PT Eigerindo Multi Produk Industri ISO program. Keywords: Customer Satisfaction, Customer Expectation Indicators

100 (2008) Pengaruh Faktor-faktor Pribadi, Lingkungan, dan Perguruan Tinggi terhadap Keputusan untuk Mendirikan Usaha Sendiri, Studi Kasus Alumni Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha Ir. Hendra Kusuma, MT. Marianawati
Penelitian ini merupakan penelitian murni di bidang kewirausahaan dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor–faktor yang berpengaruh terhadap keputusan alumni untuk memilih profesi engusaha setelah lulus dari Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha. Variabel yang dipertimbangkan ialah faktor pribadi, bekal, lingkungan, kelayakan, dan Perguruan Tinggi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian survei, dengan populasi alumnus Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha yang berprofesi sebagai pengusaha dengan jumlah responden yang dituju berjumlah 120 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Instrumen yang dikembangkan mencakup empat factor yang terdiri dari faktor pribadi, faktor bekal, faktor kelayakan dan faktor lingkungan dengan menggunakan skala Likert. Hipotesis yang diuji ialah keputusan alumni Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha untuk memilih profesi engusaha dipengaruhi oleh ke empat faktor itu. Teknik pengolahan data yang digunakan ialah analisis faktor dan analisis diskriminan. Responden terdiri atas 2 kelompok yaitu kelompok yang langsung mendirikan usaha milik sendiri dan kelompok yang bekerja dulu sebelum membuka usaha sendiri. Kuesioner disebarkan dengan metode tatap muka untuk responden yang berada di kota Bandung, serta melalui email untuk responden yang berdomisili di luar kota Bandung. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa empat variabel yang dikembangkan di tahap awal ternyata tidak mencerminkan kondisi empiris. Diperoleh 16 faktor yang berpengaruh pada keputusan alumni untuk mendirikan usaha sendiri. Dari ke 16 faktor tersebut, hanya tiga faktor yang menjadi pembeda kedua kelompok responden tersebut yaitu faktor Pembelajaran di Perguruan Tinggi, Dorongan Kebebasan, dan Peluang dari Pergaulan. Kelompok responden yang langsung memilih mendirikan usaha sendiri setelah lulus bercirikan factor Pembelajaran di Perguruan Tinggi dan Peluang Pergaulan yang dominan. Sementara kelompok yang memilih bekerja terlebih dahulu sebelum mendirikan usaha setelah lulus bercirikan memiliki Dorongan Kebebasan yang dominan. Untuk meningkatkan jumlah alumni yang berwirausaha setelah lulus maka pimpinan Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha disarankan agar menambah materi kuliah dan studi-studi kasus pada mata kuliah Pengantar Ekonomi, Ekonomi Teknik, Manajemen Pemasaran, Perancangan Tata Letak Fasilitas, Perancangan Organisasi, Analisis Kelayakan Proyek, dan Studium Generale. Kata Kunci: Faktor yang Berpengaruh, Keputusan untuk Mendirikan Usaha. This research intended to be a scientific research in Entrepreneurship field. The aimed of this research was identify factors that influencing the graduates of Industrial Engineering Dept., Engineering Faculty, Maranatha Christian University decision to choose businessman as a profession. Variables considered were personal factor, supply factor, environment factor, perception of feasibility, and college factor. Research methodology used were survey research, using graduates of Industrial Engineering Department, Engineering Faculty, Maranatha Christian University which had chosen business owner as profession. Sample size were 120 and sampling technique used were cencus. Research instrument used was derived from those factors indicators

Analysis showed that variables on the early stage did not passed empirical testing. and Opportunity from Social Interaction. Hypothesis being tested on this research was the decision of Industrial Engineering Dept. Freedom Motives. graduates that decide to choose business owner profession direct after they finished study and graduates that decide to work before they start their business. Data calculation method were factor analysis and discriminant analysis. On those factors. Engineering Faculty. . Respondent group by direct decision to be a business owner was identified have high Business Course on College and Opportunity from Social Interaction score... only 3 factors that could be considered as differential factors on those 2 respondent group. On the other side. respondent group who worked before they initiate their own business was identified have high Freedom Motives. There were 2 respondent groups. Questionnaire spread by face to face interviews for respondent in Bandung and email for respondents outside Bandung. and Studium Generale. The differential factors were Business Course on College.using 5 scale likert score. Engineering Economic. Marketing Management. Keywords: Influenced Factors. Maranatha Christian University to increase entrepreneurship material and case study on Introduction Economic. Engineering Faculty. Factor analysis showed that there were 16 factors that influencing decision to choose business owner as profession. Maranatha Christian University graduate to choose businessman as a profession was influenced by those 5 factors. Decision to Start a Business. Project Feasibility Study. Plan Layout and Material Handling. To increase graduate intention to build their own business. authors suggest that the head of Industrial Engineering Dept.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful