02(2001) Analisis Kualitas Pelayanan Ditinjau dari Kesenjangan antara Jasa yang Diterima dengan Jasa yang Diharapkan

(Studi Kasus di Lembaga Bahasa LIA Buahbatu, Bandung) Melina Hermawan, ST., MT Sissy Vidya Paramitasari Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa utama di dunia, dimana selain menjadi bahasa ibu, Bahasa Inggris juga dipakai sebagai salah satu bahasa resmi internasional. Di Indonesia sendiri, pelajaran Bahasa Inggris merupakan pelajaran wajib di sekolah-sekolah formal, namun kebanyakan siswa maupun pencari kerja pada umumnya merasa bahwa kurikulum sekolah belum dapat memberikan kontribusi pengetahuan yang cukup memadai, sehingga mereka banyak menambah pengetahuannya melalui kursus-kursus Bahasa Inggris. Lembaga Bahasa LIA (LB-LIA) yang bertempat di Jalan Buah Batu merupakan salah satu dari sekian banyak lembaga bahasa yang menyediakan fasilitas kursus. Dari tahun ke tahun sejak awal berdirinya (1986), LB-LIA selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi pelanggannya, dala hal ini para peserta didik. Namun akhir-akhir ini, pihak manajemen LB-LIA mengalami sedikit kekhawatiran terhadap semakin meningkatnya tingkat penurunan jumlah siswa/peserta didik pada setiap akhir term/caturwulan. Sebagai sebuah lembaga yang telah lama berdiri, LB-LIA menyadari bahwa kualitas pelayanan akan sangat berpengaruh pada loyalitas peserta didik, dalam konteks ini adalah kemauan untuk mengikuti program pendidikan hingga selesai. Melalui penelitian ini perusahaan berharap dapat memperoleh gambaran mengenai seberapa besar tingkat kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan LBLIA ditinjau dari kesenjangan antara jasa yang diterima dan jasa yang diharapkan. Selain itu, perusahaan juga berharap dapat memperoleh gambaran mengenai unsur-unsur pelayanan apa saja yang perlu mendapatkan prioritas peningkatan untuk menaikkan kepuasan pelanggan, sehingga akhirnya dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dan mengurangi tingkat pengunduran siswa/peserta didik. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioenr yang dibagikan kepada para peserta didik sebagai pelanggan. Variabel penelitian yang digunakan mengacu pada lima dimensi pokok Model Parasuraman dkk, yaitu Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Data yang diperoleh dari kuesioner tersebut selanjutnya diolah dengan menggunakan metode SERVQUAL. Dari hasil pengukuran kualitas, diperoleh kesimpulan bahwa kualitas pelayanan LB-LIA kurang memuaskan para peserta didik, terbukti dengan nilai TSQ (-1,006) < 0. Dari beberapa unsur pelayanan yang perlu mendapatkan prioritas peningkatan adalah intensitas penggunaan Lab. Bahasa, intensitas penyediaan tenaga native speaker, perhatian staff pengajar terhadap perkembangan siswa/peserta didik, kecepatan staff pengajar dalam menyelesaikan masalah dan keahlian kerja staff pengajar.

03(2001) Analisis Kelayakan Usaha Pengembangan Industri Pengolahan Sabut Kelapa (Cocofibre dan Cocodust) Ir. Hendra Kusuma, MT Pohon kelapa tumbuh di lebih dari 57 negara di dunia, tetapi pertumbuhan pohon kelapa sangat baik di negara-negara tropis, seperti Indonesia. Indonesia dengan 13.000 pulau dikenal sebagai penghasil kelapa terbesar kedua di dunia setelah India. Setiap tahun tidak kurang dari 10.000.000 butir sabut kelapa terbuang dan dibakar masyarakat di Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak. Padahal sabut kelapa (dikenal dengan istilah “Cocofibre”) dan limbah tambahannya (yang disebut sebagai “Cocodust”) dapat dimanfaatkan untuk produk industri. Serat sabut kelapa dapat digunakan untuk peredam suara, penahan panas, pengisi bantal jok di industri pesawat terbang dan industri otomotif, bahan sapu/sikat/keset, bahan pengisi tempat tidur springbed, serta keperluan geotekstil. Ampas sabut kelapa dapat digunakan untuk media pembibitan tanaman atau pupuk, karena mengandung kadar Kalium yang tinggi. Keunggulan serat sabut kelapa dibandingkan dengan serat sintetis ialah daya serap yang tinggi, tingkat pencemaran yang rendah, menyerap panas sinar matahari, serta dapat digunakan untuk sarana padat karya dan tidak dapat modal. Proses pengolahannya hanya membutuhkan mesin sederhana yang dapat dibuat dengan teknologi tepat guna. Studi ini dibuat untuk kepentingan pengajuan dana pinjaman lunak lingkungan IEPC-KfW bagi pihak Haji Muhammad Hassan, yang memperoleh tawaran untuk memasok serat sabut kelapa sebanyak 4 (empat) ton per hari dari “PD Makmur Pribumi”. Skema dana pinjaman lunak lingkungan IEPC-KfW akan digunakan untuk pemekaran usaha demi menampung limbah sabut kelapa dari pengolaha kelapa dan kopra di Kecamatan malingping. Pinjaman yang diajukan ialah senilai Rp. 728.000.000,00 (Tujuh ratus dua puluh delapan juta Rupiah) untuk kredit investasi serta Rp. 226.700.000,00 (Dua ratus dua puluh enam juta tujuh ratus ribu Rupiah) untuk kredit modal kerja. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa usaha ini layak diberi pinjaman dilihat dari sisi pemasaran, sisi teknologi, maupun sisi finansial, dihasilkan Net Present Value positif, periode pengembalian investasi selama 7 (tujuh) tahun 9 (sembilan) bulan, dan IRR 14,68%. Disarankan pada pihak bank Jabar untuk segera meneruskan permohonan kredit tersebut pada pihak IEPC-KfW.

04(2002) Analisis Serta Usulan Perbaikan Fasilitas Fisik dan Lingkungan Fisik dengan Pendekatan Ergonomi (Studi Kasus di Mini Market 5001 Mart Cabang Cimahi) Wawan Yudiantyo, ST., MT Novi, ST., MT Effie Yuswandi Dalam sebuah mini market, faktor keamanan dan kenyamanan dalam berbelanja sangatlah penting. Beberapa fasilitas fisik yang langsung berhubungan dengan pengunjung maupun karyawan mini market perlu lebih diperhatikan agar memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi penggunanya. Apabila rak-rak terlalu tinggi atau terlalu rendah maka pengunjung dan karyawan mini market akan sulit untuk menjangkau atau memajang barang di rak tersebut. Sedangkan bila kondisi lingkungan fisik kurang optimal maka pengunjung akan merasa tidak nyaman untuk berlama-lama di dalam mini market. Pada tahap awal penelitian dilakukan tanya jawab baik dengan pihak manajemen, karyawan mini market 5001 Mart cabang Cimahi, maupun dengan pengunjung mini market. Dari hasil tanya jawab tersebut diketahui bahwa terdapat beberapa masalah yang timbul, seperti diantaranya meja kasir yang terlalu tinggi serta monitor yang terlalu rendah, kursi kasir yang kurang nyaman, tempat penitipan barang yang tidak bersekat sehingga barang-barang yang dititipkan menjadi mudah tertukar, rak-rak yang terlalu tinggi sehingga pengunjung dan karyawan menjadi sulit untuk menjangkau barang yang ada, serta banyaknya pengunjung yang mengeluh akan panasnya suhu di dalam mini market. Dalam penelitian kali ini akan dibahas mengenai fasilitas fisik yang ada sekarang di mini market 5001 Mart cabang Cimahi seperti meja kasir, kursi kasir dan tempat penitipan barang serta rak-rak. Juga dibahas mengenai kondisi lingkungan fisik seperti pencahayaan, temperatur dan kelembaban di dalam mini market. Sebagai data pembanding digunakan data sekunder berupa data anthropometri yang didapat dari buku Eko Nurmianto yang berjudul Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya edisi pertama tahun 2003. Dari hasil penelitian dan pengamatan yang telah dilakukan di mini market 5001 Mart cabang Cimahi diketahui bahwa hampir sebagian besar selisih dimensi fasilitas fisik yang ada sekarang dengan dimensi yang diharapkan lebih besar dari 10%, sehingga dimensi yang ada sekarang masih kurang ergonomis. Begitu pula dengan kondisi lingkungan fisik seperti pencahayaan dan temperatur yang ada. Oleh karenanya dalam penelitian kali ini juga dibuat usulan perancangan fasilitas fisik seperti meja kasir, kursi kasir, tempat penitipan barang, dan rak-rak pajangan yang lebih ergonomis. Perancangan fasilitas fisik ini perlu mempertimbangkan dimensi tubuh manusianya. Juga diusulkan mengenai kondisi lingkungan fisik yang lebih optimal sehingga dapat meningkatkan kenyamanan di dalam mini market. Selain itu tata letak dari fasilitas fisik seperti lebar gang dan tata letak fasilitas penunjang seperti tata letak lampu, tata letak AC dan tata letak cermin juga dibuat lebih ergonomis. Diharapkan usulan tersebut dapat berguna bagi mini market 5001 Mart cabang Cimahi.

Hasil analisa menunjukkan bahwa dimensi produk kursi tunggu aktual belum sesuai dengan dimensi tubuh pengguna. Dari penelitian yang dilakukan penulis. untuk data anthropometri dilakukan pengujian. MT Fernando Tempat tunggu merupakan tempat yang penting. uji kecukupan data. Selain itu karena kurangnya ventilator. lorong yang dijadikan tempat tunggu saat ini dirasakan kurang ergonomis. khususnya untuk mahasiswa yang akan melakukan aktivitas seperti praktikum dan assistensi. walaupun sudah terdapat beberapa lampu untuk penerangan. Lorong Lab. dimana orang tersebut tidak bisa langsung dilayani. perhitungan dan penentuan persentil. maka orang tersebut harus menunggu di tempat yang telah disediakan (tempat tunggu). aliran udara menjadi kurang baik. Diharapkan dengan demikian akan memberikan kenyamanan bagi pengguna lorong tunggu Lab. Dari hasil pengumpulan data maka dilakukan pengolahan data. ST. dijadikan sebagai tempat tunggu. MT Lestari Yuli Hastuti. Alat ini dirasakan penting. . khususnya untuk orang yang datang ke suatu tempat. dan uji reliabilitas data. produk kursi tunggu juga disesuaikan dengan data Anthropometri mahasiswa. Untuk itu diusulkan produk rancangan kursi tunggu yang dapat dilipat untuk menghemat tempat. APK & E UKM. Lorong yang berada di basement II gedung Teknik gelap. Untuk data kuesioner dilakukan pengujian dengan cara manual: uji validitas data. ST. Setelah data hasil kuesioner tersebut telah valid dan reliabel. dengan menggunakan ergo plus yaitu: uji kenormalan data. bedasarkan kuesioner tersebut. APK&E yang terletak pada basement II Gedung Teknik. sehingga dapat diambil suatu kesimpulan. tetapi masih dirasakan kurang terang. Intensitas cahaya pada lorong tunggu masih kurang. uji keseragaman data. sehingga dapat mendukung konsentrasi belajar mahasiswa. APK& E UKM terbuat dari bahan yang mudah terbakar. mengingat sekat-sekat ruangan Lab. maka dilakukan persentase hasil kuesioner yang didapatkan. Agar aktivitas yang berlangsung dalam Laboratorium dapat mencapai tujuannya. maka lorong yang letaknya berada di basement II tersebut menjadi lembab. temperatur dan kelembaban pada lorong tunggu belum memenuhi kondisi ideal.06(2002) Perancangan Lorong Basement II yang Lebih Ergonomis pada Laboratorium Analisa Perancangan Kerja dan Ergonomi Universitas Kristen Maranatha Bandung Wawan Yudiantyo. Pemasangan AC untuk mengatasi temperatur dan kelembaban yang kurang baik. Dan pemasangan alat hydrant untuk pencegahan bahaya kebakaran... Untuk lingkungan fisik diusulkan penambahan lampu sehingga mencapai intensitas cahaya yang ideal untuk membaca dan menulis. maka harus diciptakan suatu lingkungan yang nyaman.

Sedangkan dari hasil analisa. sebaiknya disediakan check list yang harus diisi oleh bell-boy. Untuk perbaikan pelayanan. Untuk peningkatan kesehatan dan . Untuk mengetahui apakah fasilitas fisik dan lingkungan non fisik dalam kamar hotel Le’Aries sudah ergonomis. tempat handuk. Oleh karena itu. Untuk lingkungan non fisik. Yang termasuk dalam fasilitas fisik dalam kamar adalah: peralatan dan perabotan dalam kamar tidur. meja rias. MT Ie Vie Mie. didapatkan hasil bahwa tidak semua barang/perabotan dalam kamar tidur dan kamar mandi ergonomis. yang belum ergonomis adalah pencahayaan dan ventilasi.. pembuka botol. Yang termasuk dalam lingkungan non fisik adalah: pencahayaan. peralatan yang disediakan dalam kamar serta fasilitas di luar kamar. tata letak kamar tidur pun dinilai kurang ergonomis. penyemprot air pada monoblock. Untuk membuat lingkungan hotel lebih nyaman. nakas. data lingkungan non fisiknya dan juga mengamati pelayanan apa saja yang diberikan. tata letak tombol/saklar pada dinding. tempat tas. Kenyamanannya mutlak diperlukan. lantai kamar mandi dan lantai lorong. shower. peraturan dan tata tertib. bunyi. ST.07(2002) Perancangan Sarana dan Prasarana Dalam Kamar Hotel yang lebih Ergonomis (Studi Kasus di Hotel Le’Aries. ventilasi. jendela. sekat plastik. Kenyamanan itu pulalah yang akan menarik loyalitas para tamu hotel untuk terus menjadi pelanggan tetap. Barang/perabotan di dalam kamar tidur yang perlu diperbaiki adalah: tempat tidur. pegangan kunci jendela. lemari pakaian. kunci pintu kamar. sofa. lampu penerangan pada lorong. sekat plastik dan tempat sampah. maka penulis menyarankan beberapa perbaikan yang mudah direalisasikan. tempat sabun. pegangan tombol/saklar serta pembatas ruangan kamar dan lorong. Dari hasil perbandingan tersebut. kursi.. pembuka botol. pegangan pintu kamar. ST. Barang/perabotan di dalam kamar mandi yang perlu diperbaiki adalah: shower. lantai kamar tidur. gantungan pakaian. MT Yoanita Kamar adalah produk terpenting yang dapat dijual oleh sebuah hotel. tempat handuk. nakas . meja rias dan jendela. serta posisi lampu penerangan pada lorong. peralatan dan perabotan dalam kamar mandi. Bandung) Wawan Yudiantyo. tempat sampah. Dari hasil pengamatan. penulis mengadakan pengamatan secara dan mewawancarai beberapa tamu hotel. kursi. didapati beberapa pelayanan yang kurang memuaskan. tombol/saklar pada dinding. beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain adalah: fasilitas dalam kamar. Penulis mengambil data fasilitas fisik peralatan dan perabotan dalam kamar mandi dan kamar tidur. temperatur dan kelembaban. Untuk pegangan tombol/saklar yang perlu diperbaiki adalah: tata letak kunci pintu kamar. gantungan pakaian. Barang/perabotan yang tidak ergonomis adalah: tempat tidur. lemari pakaian. dan juga pelayanan yang diberikan. Sedangkan yang termasuk servis adalah: pelayanan. monoblock. pegangan kunci jendela. sofa. lingkungan fisik. Data-data fasilitas fisik tersebut kemudian dibandingkan dengan data antropometri. karena sebagian besar waktu tamu hotel dihabiskan di dalam kamar. Perbaikan juga dilakukan pada dinding kamar mandi.

keamanan lingkungan hotel. sebaiknya disediakan alarm tanda bahaya dan informasi alur jalan darurat. .

38%. Adapun perbaikan metode kerja yang dilakukan perusahaan meliputi pekerjaan yang dilakukan operator (dihubungkan dengan prinsip ekonomi gerakan). jarak dan keleluasaan) menjadi lebih baik. stasiun isi sebesar 4. sehingga perlu diadakan perbaikan metode kerja. atap.29% dan stasiun packing sebesar 18. atap. Keadaan lingkungan kerja fisik seperti temperatur. dan dinding masih belum diperhatikan.18%. pencahayaan. MT Fitri Lianingsih Dewasa ini industri manufaktur berada pada kondisi cukup stabil. Dengan melakukan perbaikan metode kerja. kelembaban.18%.17%. sistem kerja setempat (tata letak. stasiun gunting sebesar 4. masalah yang dihadapi perusahaan yakni bila ada perubahan sedikit dalam tata letak. kurang fleksibel. lantai. kebisingan. keadaan lingkungan fisik (temperatur.08(2003) Perbaikan Sistem Kerja di Perusahaan Boneka “X” Bandung Novi. Dari segi fleksibilitas. stasiun hias sebesar 4. diketahui bahwa permasalahan yang dihadapi perusahaan saat ini dalam hal efisiensi kerja. Dengan perbaikan yang dilakukan maka sistem kesehatan dan keselamatan kerja operator lebih terjamin. tidak berubah karena keterbatasan tempat dan sensitivitas perusahaan setelah dilakukan perbaikan menjadi lebih baik karena proses produksi menjadi lebih lancar. Untuk mengatasi permasalahan tersebut. Operator bekerja tanpa ada standar kerja yang baku sehingga tidak memperhatikan pekerjaannya secara menyeluruh dan peralatan serta tempat kerja operator tidak dirancang secara ergonomis. gerakan kerja operator dan tata letak ruang kerja keseluruhan (termasuk aliran prosesnya) sehingga setelah dilakukan perbaikan maka gerakan kerja operator sudah sesuai dengan prinsip ekonomi gerakan dan aliran prosesnya lebih lancar. . stasiun jahit sebesar 1. Perusahaan juga kurang memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja operator. Dari Bagan Analisa Aktual diketahui bahwa metode kerja yang diterapkan perusahaan belum optimal. kelembaban. kebisingan. pencahayaan. dan dinding) lebih baik. ST. mula-mula dilakukan pengukuran waktu baku cara langsung (jam henti) dan cara tidak langsung (MTM-1) melalui Bagan Analisa. Salah satunya adalah perusahaan boneka "X". Masalah yang dihadapi perusahaan saat ini yakni tidak bisa memenuhi permintaan konsumen karena sistem kerja yang diterapkan perusahaan kurang efisien dan perancangan peralatannya tidak ergonomis sehingga perlu dilakukan perbaikan sistem kerja dan perancangan peralatan agar ergonomis. hal ini terlihat dari semakin banyaknya perusahaan-perusahaan kecil yang mencoba membuka usaha dalam bidang manufaktur.. ST. Setelah diadakan penelitian pendahuluan. perusahaan dapat menghemat waktu untuk masing-masing stasiun kerjanya yakni berturut-turut untuk stasiun pola sebesar 4. Jika dilihat segi fleksibilitas. MT Wawan Yudiantyo.18%.. lantai.

ketersediaan tempat menunggu. mengetahui hubungan antara data demografi dengan segmen yang pengolahan datanya menggunakan program Crosstab-SPSS. keluasan area parkir. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diusulkan strategi pemasaran yaitu penjualan produk-produk yang sesuai dengan target pasarnya. kamar pas yang mencukupi. untuk itu factory outlet Rumah Mode dituntut untuk merumuskan strategi pemasaran yang tepat sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Berdasarkan penelitian awal factory outlet Rumah Mode memiliki kendala dalam usaha meningkatkan jumlah pengunjung Rumah Mode. produk yang tidak dijual di factory outlet lain. dengan usia antara 15 sampai dengan 25 tahun. ketersediaan tempat menunggu. penataan cahaya dalam ruangan dan keramahan para pramuniaganya dalam melayani para konsumennya. posisi factory outlet Rumah Mode dan para pesaingnya di mata konsumen. jenis produk yang dijual. produk yang tidak dijual di factory outlet lain. Djajalaksana. toilet yang mencukupi. diskon untuk pembelian dalam jumlah tertentu. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan keterangan bahwa factory outlet Rumah Mode berada pada segmen ke II dimana para konsumennya sebagian besar adalah kaum wanita. Namun factory outlet Rumah Mode juga memiliki kekurangan dalam jenis atau ragam produk yang dijual. dan peringkat factory outlet berdasarkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi konsumen untuk mengunjungi sebuah factory outlet. keramahan dan kesiapan dari pramuniaga. Factory outlet Rumah Mode juga memiliki keunggulan pada kualitas produk. Analisa dapat memaparkan secara jelas tentang persepsi konsumen terhadap factory outlet dengan menggunakan program Alscal-SPSS. rata-rata konsumennya adalah pelajar dan mahasiswa dan banyak mengenal factory outlet berdasarkan informasi orang lain. penerangan dalam ruangan.09(2003) Perancangan Strategi Pemasaran Berdasarkan Persepsi Konsumen (Studi Kasus di F. segmen pasar factory outlet di kota Bandung dan target pasar yang sesuai dengan factory outlet Rumah Mode. diskon baik untuk produk tertentu maupun untuk pembelian dalam jumlah tertentu. mempertahankan keunggulann dari . dimana pengolahan datanya dilakukan dengan metode analisis deskriptif. dan kesiapan dari para pramuniaganya. diskon untuk produk tertentu. Rumah Mode) Yenni M. memiliki kesamaan harga. luas area parkir. toilet dalam jumlah yang mencukupi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kriteria atau faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi konsumen untuk mengunjungi sebuah factory outlet. MBA Reza Wratsongko Rumah Mode adalah salah satu factory outlet di kota Bandung. Strategi pemasaran yang tepat dapat meningkatkan daya saing factory outlet Rumah Mode dengan para kompetitornya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang paling mempengaruhi konsumen pada saat mengunjungi sebuah factory outlet adalah kualitas produk. harga produk memiliki kesamaan harga atau bahkan lebih murah dibanding factory outlet lain. kamar pas dalam jumlah yang mencukupi.O. Dengan adanya persaingan yang semakin ketat diantara factory outlet.

para pesaingnya dan memperbaiki kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh factory outlet Rumah Mode. .

ST. aspek teknik. Dalam aspek teknik ini. Net Present Value (NPV). hal ini sudah tidak dapat dipungkiri lagi seiring dengan perkembangan jumlah mahasiswa Universitas Kristen Maranatha terutama yang berasal dari luar kota Bandung rata-rata hampir melebihi 50% dari jumlah keseluruhan mahasiswa yang masih aktif.636. sedangkan bila dilihat dari NPV-nya akan positif pada tahun ke-20 yaitu sebesar Rp 68.829. MT Yulianti. Pada aspek finansial ini. Dari aspek pasar akan ditentukan pangsa pasar yang akan direbut. tujuan dari penyebaran kuesioner ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi mereka dalam menyewa suatu kamar kos. Dari perhitungan IRR didapatkan sebesar 8. Melihat prospek kecenderungan meningkatnya jumlah mahasiswa dan perkembangan kampus Universitas Kristen Maranatha maka penulis mempunyai ide untuk mengadakan suatu penelitian tentang kelayakan pendirian rumah kos di sekitar lingkungan kampus Universitas Kristen Maranatha.11(2003) Analisis Kelayakan Pendirian Maranatha Student Inn di Sekitar Lingkungan Kampus Universitas Kristen Maranatha Melina Hermawan. tetapi sebelumnya penulis akan melakukan peramalan dengan menggunakan program Quantity System (QS) untuk meramalkan jumlah mahasiswa yang masuk Universitas Kristen Maranatha. Dari perhitungan aspek finansial ini. proyek yang akan dilaksanakan akan menyerap tenaga kerja sehingga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitarnya dan lokasi ini akan menjadi ramai dengan dibukanya kios-kios tempat menjual makanan. didapatkan payback period selama 11 tahun 1 bulan. kemudian penulis melakukan perhitungan pada aspc:k finansial. Dari aspek sosial. Kelebihan penelitian Inn dibandingkan penelitian yang ada sebelumnya adalah bahwa pengelola untuk rumah kos ini adalah dari pihak . dan Internal Rate of Return (IRR). pengamatan dilakukan dengan cara membagi kuesioner kepada penghuni-penghuni rumah kos di sekitar kampus Universitas Kristen Maranatha. MT Ariston Dewasa ini banyak sekali dibangun rumah-rumah kos di sekitar kampus Universitas Kristen Maranatha. ST. aspek finansial dan aspek sosial. setelah itu akan dibuat rancangan fisik rumah kos yang akan dibangun serta fasilitas apa saja yang akan disediakan. Hasil dari studi kelayakan proyek Maranatha Student Inn ini layak untuk dilaksanakan.. metode yang digunakan dalam penilaian investasi adalah metode paback period.22% sehingga dari segi perhitungan aspek finansial ini layak karena IRR lebih besar dari MARR yang ditetapkan (8. Aspek-aspek yang akan dibahas penulis dalam penyusunan laporan Tugas Akhir ini adalah aspek pasar. Suku bunga yang ditetapkan standarisasi dari Bank Indonesia yaitu sebesar 8% (MARR = 8%).22% > 8%). Dari aspek teknik. Setelah dilakukan analisis aspek pasar ini maka dilanjutkan pengamatan pada aspek teknik..

oleh karena akan diberikan diskon kepada mahasiswa yang dianggap berprestasi. .Universitas Kristen Maranatha. selain itu juga disediakan suatu ruangan semacam perpustakaan mini untuk membantu mahasiswa datang mencari buku yang dibutuhkan sehingga ini juga dapat memacu mahasiswa untuk lebih berprestasi lagi.

12(2003) Usulan Perancangan Proses Pelayanan pada PT. Kebutuhan konsumen yang terlihat dari penelitian ini adalah antara lain kenyamanan dalam memperoleh tiket secara langsung. jumlah tempat duduk tersedia. Sebagai satu-satunya penyedia jasa transportasi kereta api di Indonesia PT. Sedangkan process characteristic yang diperlukan untuk dapat memenuhi design characteristics dalam usaha perancangan pelayanan KA kelas eksekutif antara lain mengidentifikasi kebutuhan pelatihan. disebut juga PT. kemudahan dalam pemesanan tiket (reservasi). fasilitas di stasiun yang kotor tidak terawat. Design characteristics untuk memenuhi usaha-usaha teknis tersebut antara lain jenis pendidikan dan pelatihan. tingkat kemudahan mendapatkan informasi. KA untuk memenuhi kebutuhan konsumen tersebut antara lain adalah tingkat pelaksanaan etika pelayanan. sering kehabisan tiket.. ST. Kereta Api (Persero). ST. kehilangan barang didalam stasiun dll. Hal ini akan menyebabkan menurunnya kualitas pelayanan dan mengakibatkan hilangnya pelanggan atau pengguna jasa kereta api. menyelenggarakan usaha-usaha pelatihan dan mengevaluasi pelaksanaan dan hasil pelatihan. namun dalam hal pelayanan masing sering terjadi keluhan-keluhan yang dilontarkan oleh pengguna KA melalui kotak saran dan juga melalui media cetak mengenai pra dan purna perjalanan KA yang tidak memuaskan.. mengantri terlalu lama. . Kereta Api (Persero) dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (Studi Kasus pada Kereta Api Parahyangan Kelas Eksekutif) Christina. Usaha-usaha teknis yang perlu dilakukan oleh PT. banyak memberi kemudahan dalam perjalanan bagi para penggunanya. tingkat ketersediaan tiket. daerah pembatasan kecepatan. Salah satu moda transportasi yang banyak diminati adalah transportasi kereta api. keselamatan penumpang dari kecelakaan dalam perj alanan. MT Dian Krishna Masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi pada saat ini semakin menuntut terhadap pemenuhan kepuasan dan kebutuhan dari layanan produk dan jasa yang ditawarkan. MT Rudijanto Muis. Sehingga perusahaan yang berorientasi pada pelanggan pada sekarang ini harus mampu memberikan nilai dan kepuasan melalui penyampaian produk dan jasa yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan penggunajasa. KA. beberapa diantaranya seperti keterlambatan keberangkatan dan kedatangan KA. Salah satu metodologi yang dapat digunakan untuk mempertemukan keinginan dan kebutuhan konsumen dengan perusahaan adalah metode Quality Function Deployment.

Untuk fasilitas yang dirancang di perpustakaan ini meliputi meja baca bersekat jenis 1 (membutuhkan kursi). Berdasarkan kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa Jurusan Teknik Industri angkatan 2000. ST. maka penulis mencari produk pembanding. meja petugas perpustakaan dan panggung. 2002. Untuk temperatur di ruangan yang akan dijadikan perpustakaan . dapat diketahui bahwa 98.75% responden membutuhkan suatu perpustakaan yang menyediakan buku-buku tentang ergonomi dan laporan praktikum. Setelah diketahui fasilitas apa yang akan dirancang di dalam perpustakaan. kursi. sofa. sehingga sangat ideal apabila terdapat perpustakaan di laboratorium yang menyediakan buku-buku yang memiliki relevansi yang kuat untuk menunjang jalannya praktikum. yang digunakan sebagai pertimbangan penulis dalam merancang produk yang sesuai dengan perpustakaan yang diusulkan. Selain itu penulis juga melakukan penilaian konsep terhadap alternatif layout yang diusulkan. MT Meliana Atmodjo Laboratorium tidak terlepas dari adanya perpustakaan yang menyediakan buku sebagai dasar referensi. dan 2003. dengan cara menambah lampu pada tiap meja baca dan rak buku. untuk mengetahui apakah produk hasil rancangan secara keseluruhan sudah lebih baik dibandingkan dengan produk pembanding yang ada. Dari hasil analisa menunjukkan bahwa fasilitas yang diusulkan untuk perpustakaan tersebut merupakan poduk yang lebih baik dibandingkan dengan produk pembanding. Oleh karena itu penulis tertarik untuk merancang perpustakaan di laboratorium yang bertujuan untuk lebih menunjang jalannya praktikum. Saran dan masukan yang didapat dari kuesioner juga menjadi pertimbangan dalam merancang fasilitas yang ada dalam perpustakaan. Maka dirancang fasilitas yang ada di perpustakaan yang diusulkan yang tentu saja sesuai dengan data antropomteri mahasiswa Jurusan Teknik Industri. tempat komputer. ST. Berdasarkan hasil analisa dapat diketahui bahwa produk pembanding tersebut tidak sesuai dengan data antropometri mahasiswa.13(2003) Perancangan Perpustakaan di Laboratorium Analisa Perancangan Kerja dan Ergonomi Universitas Kristen Maranatha Bandung Wawan Yudiantyo. locker. sehingga didapatkan suatu layout yang sesuai untuk perpustakaan di laboratorium dan mengusulkan agar pencahayaan di perpustakaan tersebut ditambah. Penelitian yang dilakukan oeh penulis adalah dengan menyebarkan kuesioner untuk mengetahui apa yang dibutuhkan oleh mahasiswa di perpustakaan. Dalam merancang fasilitas yang ada di perpustakaan ini penulis menggunakan data antropometri mahasiswa Jurusan Teknik Industri angkatan 1987-2002 yang diambil secara random sebanyak 100 data. dimana referensi yang ada digunakan sebagai masukan dalam membuat laporan. 2001.. MT Ie Vie Mie. rak buku. maka dilakukan analisa penilaian konsep. tempat majalah dan surat kabar. meja baca bersekat jenis 2 (tidak membutuhkan kursi/lesehan). Akan tetapi perpustakaan yang ada sekarang letaknya jauh dari laboratorium.. Setelah itu dilakukan analisa terhadap produk pembanding tersebut. Setelah dilakukan perancangan.

akan tetapi perlu dilakukan perubahan letak AC. .sudah baik. supaya udara dapat mengalir dengan merata.

dipilih metode linier siklis (N = 8) dengan nilai SEE adalah 1269. . dipilih metod ekonstan dengan nilai SEE adalah 4118.14(2003) Usulan Penjadwalan Produksi dan Penentuan Jumlah Tenaga Keja Optimal di PT. 107. Setelah itu. dari Peta Pekerja dan Mesin serta hasil perhitungan berdasarkan kapasitas efektif terkecil stasiun kerja (yang terpilih adalah stasiun kerja yang menggunakan mesin) terhadap kapasitas efektif terkecil stasiun kerja manual. Langkah pertama yang dilakukan penulis adalah melakukan peramalan permintaan yang akan datang dan dipilih metode peramalan terbaik dengan nilai SEE terkecil. yaitu industri yang bergerak di bidang manufaktur bahan peledak (handak) industrial di Indonesia. 09. Biaya produksi total dihitung berdasarkan jadwal induk produksi yang telah disusun meliputi biaya kerja lembur.67% dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja perusahaan sekarang (15 orang tenaga kerja). MT Ir. ST. Dahana (Persero) Melina Hermawan. biaya simpan dan biaya menganggur. Kemudian besar penghematan biaya tenaga kerja usulan (7 orang) sebesar 46. Untuk diameter 25 mm. dilakukan penjadwalan produksi berdasarkan kapasitas efektif stasiun kerja terkecil.Sc Hotma Rina Janita Sitorus Penulis melakukan penelitian di PT.43. 78 dan untuk diameter 30 mm. yang bertujuan untuk mengoptimalkan sumebr daya yang dimiliki perusahaan. Penghematan ini cukup signifikan dan sudah tentu sangat diharapkan perusahaan demi meningkatkan daya saing produknya di pasaran. Ternyata jumlah tenaga kerja optimal yang dibutuhkan untuk meminimasi biaya produksi adalah sebanyak 7 orang yang pada awalnya perusahaan mempekerjakan 15 orang tenaga kerja. yang digunakan sebagai kapasitas reguler tersedia pada tabel transportasi.. Dahana Tasikmalaya. Selanjutnya.564. Penelitian dilakukan pada penyusunan penjadwalan produksi den penentuan jumlah pekerja optimal. M. Heru Susilo. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa biaya produksi untuk periode perencanaan (3 tahun) sebesar Rp 355.

Dalam menyusun. Melalui tahap input stage diperoleh posisi Hotel Le Aries. Dan melalui decision stage diperoleh usulan strategi terbaik bagi Hotel Le Aries. diketahui bahwa kekuatan dari Hotel Le Aries adalah kenyamanan kamar hotel yang disediakan.. kebersihan kamar hotel yang disediakan .15(2003) Analisis dan Usulan Perencanaan Strategi Pemasaran “Le Aries. MT Agus Chandra Pratama Hotel Le Aries merupakan salah satu hotel di kota Bandung yang mampu memberikan pelayanan yang baik kepada konsumennya.. Tiga tahap ini meliputi input stage dengan pembuatan IFE Matrix untuk mengetahui keadaan intrenal perusahaan. keamanan hotel. ST. merumuskan. dan tahapan terakhir. keamanan tempat parkir. Dari tahap matching stage diperoleh alternatif-alternatif strategi dari profil “Competitive”. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui kondisi internal dan kondisi eksternal dari Hotel Le Aries. penampilan luar hotel. Penerapan strategi bagi suatu perusahaan dapat dilakukan pada faktor internal dan eksternal yang dimiliki oleh suatu perusahaan sehingga dapat diperoleh faktor-faktor sukses dalam mengelola sebuah hotel. MT Melina Hermawan. keamanan kamar hotel yang disediakan. Gerden Hotel & Café” Lestari Yuli Hastuti. kecekatan dan ketrampilan house keeping/room service. harga kamar hotel yang terjangkau. Dan diketahui pula bahwa perusahaan berada di atas rata-rata dari keseluruhan posisi strategisnya dalam usaha untuk memanfaatkan peluang dan menghindari ancaman yang mungkin timbul. EFE Matrix untuk mengetahui keadaan eksternal perusahaan. maka perusahaan perlu menerapkan strategi pemasaran yang tepat. merumuskan alternatif-alternatif strategi perusahaan yang dapat dikembangkan pada Hotel Le Aries dengan menggunakan input dari hasil SPACE matrix. Untuk dapat meningkatkan rate menginap di hotel dan bersaing dengan para pesaingnya. kebersihan dari makanan/minuman yang disajikan. kemudian matcing stage dengan pembuatan SPACE Matrix yang dipresentasikan dalam bentuk diagram cartesius untuk mengembangkan alternatif strategi yang akan diterapkan. keramahan dan kesopanan front office. keramahan dan kesopanan room service. ST. dan merencanakan usulan suatu strategi pemasaran yang tepat yang mampu dijalankan oleh Hotel Le Aries berdasarkan metode Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). decision stage dengan pembuatan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk memutuskan alternatif strategi yang terbaik bagi Hotel Le Aries. kebersihan hotel dan semua prasarananya. CPM untuk mengetahui pesaing utama perusahaan. dan memilih strategi digunakan tiga tahapan kerangka kerja pembuatan pengambilan keputusan. . kesesuaian harga dengan kamar hotel yang disediakan. penampilan dan kerapihan front office. yaitu strategi product development.

79%.. tidak mampu mendeteksi variasi masa pakai yang ditimbulkan akibat sistem atau subsistem yang mengalami downtime. Setelah dilakukan eksperimen dengan melakukan redesign pada komponen vital maka model simulasi memperkirakan nilai availabilitas sistem sebesar 87%. ST. . Para peneliti terdahulu banyak yang menggunakan metode analitik untuk mencari solusinya. MT Banyak cara yang sudah dikembangkan untuk menentukan nilai availabilitas sistem dari kerusakan-kerusakan komponennya. Hasil ini menunjukkan nilai yang tidak berbeda jauh. Kelemahan pokok yang dapat dirasakan pada metode analitik yaitu: kombinasi yang dimunculkan untuk sistem kompleks menjadi sangat besar dan sulit ditangani. Model simulasi ini memperhitungkan keadaan komponen yang non-aktif (ada komponen yang non-aktif walaupun tidak rusak yang diakibatkan oleh sistem atau subsistemnya mengalami downtime). Model simulasi memberikan hasil availabilitas sistem sebesar 68% dan pengukuran output langsung sebesar 71. dan dalam keadaan sistem yang sangat kompleks. Pencarian komponen vital oleh model ini menghasilkan transformator utama sebagai komponen kritis. model simulasi akan lebih efisien dan prosesnya dapat digambarkan secara komprehensif. Hal ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Dalam penelitian ini dikembangkan model simulasi yang didasarkan pada diagram fault tree sehingga dapat memperkirakan availabilitas sistem dimasa mendatang dan dapat menentukan komponen-komponen yang vital sehingga dapat dilakukan redesign sistem secara efisien. Konfigurasi sistem ini mewakili setiap logika yang sangat mungkin terjadi dalam sistem nyatanya. Hasil perhitungan availabilitas sistem dengan berbagai konfigurasi sistem terbatas yang dibangun menggunakan diagram fault tree memperlihatkan tingkat perbedaan yang tidak signifikan bila dibandingkan dengan metode analitik. Model simulasi ini mampu menangani sistem yang cukup kompleks seperti pada unit pembangkit PLTA Saguling. Sehingga terjadi perbedaan lamanya waktu operasi antara komponenkomponen dengan sistem (sistem tidak pernah mengalami status non-aktif) bila diukur pada suatu titik waktu yang sama.16(2003) Perancangan Model Simulasi Berdasarkan Diagram Fault Tree untuk Mengestimasi Availabilitas Sistem Victor Suhandi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan validitas model ketika diterapkan pada sistem kompleks seperti unit pembangkit di PLTA Saguling.

(10) Alternatif sumber referensi. serta Sistem Produksi. Manajemen Sumber Daya Manusia. MT Budi Santoso Kecenderungan mahasiswa Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha dalam memilih topik Tugas Akhir terpusat pada beberapa Mata Kuliah tertentu dan kurang berorientasi pada aspek perancangan. dan Manajemen Kualitas.faktor yang Membedakan Mahasiswa dalam Memilih Topik Tugas Akhir Ir. Kecepatan pemberian ijin penelitian. (13) Kelancaran proses bimbingan. (3) Dosen untuk mata kuliah Sistem Produksi. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan mahasiswa saat memilih topik Tugas Akhir ialah: (1) Peminatan Mata Kuliah. (6) Ketersediaan topik. Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi. Terdapat tujuh Mata Kuliah yang dominan dipilih oleh mahasiswa dalam mengerjakan Tugas Akhir yaitu: Manajemen Pemasaran. (5) Melakukan promosi ke perusahaan yang bergerak di bidang industri dan manufaktur. Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi. serta 15) Bekal dari perkuliahan. Oleh karena itu tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mengidentfikasi faktor-faktor yang dipertimbangkan mahasiswa dalam menentukan topik Tugas Akhir. . Jumlah populasi pada penelitian ini 186 orang. (2) Adanya fasilitas bimbingan dan penyuluhan topik Tugas Akhir untuk mata kuliah Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi. (3) Kemudahan pemahaman materi. (12) Dosen yang empatik. Sistem Produksi. dan Niat dari awal. (14) Niat dari awal. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa faktor yang menjadi pembeda karakteristik mahasiswa dalam memilih topik Tugas Akhir adalah Ijin topik dari perusahaan. Hendra Kusuma. (11) Jumlah referensi. data diolah dengan metode Analisis faktor dan Analisis Diskriminan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berbeda secara signifikan. dan Manajemen Kualitas dapat memberikan bahasan contoh-contoh kasus.17(2003) Identifikasi Faktor . Industri Jasa dan Manajemen Sumber Daya Manusia. (4) Memberikan koneksi ke perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industri dan manufaktur. (9) Kecepatan pemberian ijin penelitian. (5) Kepercayaan diri. serta (2) Untuk menganalisis faktor-faktor yang menjadi pembeda karakteristik mahasiswa yang mengambil topik Tugas Akhir di Mata Kuliah tertentu. disajikan beberapa saran bagi pimpinan Jurusan Teknik Industri agar kecenderungan pemilihan topik Tugas Akhir dapat lebih diarahkan pada definisi Teknik Industri sesuai ABET yaitu: (1) Meningkatkan standar penelitian untuk Mata Kuliah Manajemen Pemasaran. hingga dirasakan semakin menjauhi definisi Teknik Industri. Manajemen Kualitas. Industri Jasa. (8) Tekanan untuk menyelesaikan studi. (2) Kemudahan proses pengerjaan. jumlah sampel yang diambil 111 responden mahasiswa yang sedang mengambil Mata Kuliah Tugas Akhir dengan metode simple random sampling. Setelah pengujian validitas dan reliabilitas. (6) Mempererat hubungan dengan alumni Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha. Tekanan untuk menyelesaikan studi. Sistem Informasi Manajemen. (4) Kemudahan referensi. Pada bagian akhir. (7) Izin topik dari perusahaan.

(5) Dorongan keluarga.18(2003) Identifikasi Faktor-faktor Dominan yang Membedakan Pertimbangan Kelompokkelompok Calon Mahasiswa Baru dalam Memilih Perguruan Tinggi (Studi Kasus Eksploratori Pendaftaran Gel. (c) menyertakan persaingan antar universitas sebagai variabel independen. kelompok peminat bidang khusus yang pesimistik. Dihasilkan 4 (empat) kelompok perilaku yaitu kelompok yang harus kuliah di jurusan tertentu di UKM. serta minat pribadi. (10) Minat pribadi. I UKM) Ir. (1) mengetahui faktor-faktor penting apa saja yang menjadi pertimbangan calon mahasiswa baru dalam memilih jurusan dan perguruan tinggi untuk melanjutkan studi. (4) Pertimbangan atas kemampuan pribadi. (9) Mutu program studi. targeting. diharapkan perencanaan strategi pemasaran yang dilakukan oleh suatu organisasi sesuai dengan tujuan pemasaran yang ingin dicapai. segmentasi perilaku dapat dibagi dalam beberapa kelompok yaitu berdasarkan pengetahuan. Dengan diketahuinya perilaku pembelian konsumen. tidaklah mungkin proses segmenting. Pada bagian akhir. Proyeksi kegagalan pada USM. MT Roland Tearalangi Analisis perilaku membeli merupakan hal yang sangat penting dalam melakukan pemasaran. untuk mengetahui perbedaan faktor-faktor dominan yang dipertimbangkan oleh empat kelompok calon mahasiswa baru dalam memilih program studi dan perguruan tinggi di UKM. Pertimbangan atas kemampuan pribadi. Secara teoritis. Faktor-faktor petimbangan calon mahasiswa yang didapatkan dari penelitian ini ialah: (1) Citra Universitas di masyarakat. Tanpa analisis Buying Behaviour. Jumlah responden pada penelitian ini ialah sebanyak 603 responden calon mahasiswa baru yang mendaftar di gelombang I di UKM dengan menggunakan metode simple random sampling. reliabilitas. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa faktor yang menjadi pembeda karakteristik calon mahasiswa pendaftar Gelombang I UKM dalam memilih program studi adalah Citra Universitas di masyarakat. disajikan beberapa saran untuk meningkatkan informasi mengenai riset ini terhadap Universitas Kristen Maranatha. (8) Persiapan untuk memasuki dunia kerja. dan analisis faktor dilakukan perhitungan Analisis Diskriminan Berganda. yaitu: (a) menggunakan responden siswa kelas 3 SMU agar pemetaan minat dapat dilakukan secara lebih tajam. serta kelompok asal bisa kuliah. sikap. minat. Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut. serta (11) Lokasi. (b) menyertakan minat untuk mendaftar di UKM sebagai variabel dependen. (2) mengetahui faktor-faktor apa saja yang membedakan empat kelompok calon mahasiswa baru dalam memilih jurusan dan perguruan tinggi. Setelah uji validitas. (7) Proyeksi kegagalan pada USM. kelompok peminat UKM yang pesimistik. (6) Kelengkapan fasilitas kampus. Hendra Kusuma. dan tanggapan konsumen terhadap produk. . dan positioning dilakukan secara tepat sasaran. (3) Pengaruh orang terdekat. (2) Potensi masa depan.

Selain itu. perawatan produk. sofa bed dan wall bed yang sudah ada sekarang. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengangkat permasalahan ini dengan merancang produk wall bed yang multifungsi dan bertujuan untuk mengefisienkan lahan tempat tingga bagi pasar Indonesia. Kita dituntut untuk pandai memanfaatkan lahan dan memilih produk yang efisien lahan dan multifungsi. sofa bed. dan merupakan konsep produk terbaik dibandingkan dengan ranjang lipat. hanya saja sekarang ini belum ada wall bed yang khusus dirancang bagi pengguna rumah tangga di Indonesia. Penelitian yang dilakukan penulis adalah dengan menggunakan angket untuk mengetahui persepsi konsumen tentang ranjang lipat. ST. penulis juga menggunakan data anthropometri Indonesia yang didapat dari buku Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya. Setelah itu penulis melakukan analisis anthropometri dan analisis nilai terhadap produk ranjang lipat. sekaligus untuk mengetahui produk apa saja yang diprioritaskan berada dalam kamar tidur dan faktor-faktor yang dianggap prioritas saat membeli tempat tidur. Hasil analisis menunjukkan bahwa produk wall bed usulan tersebut merupakan produk yang mudah dalam perawatannya. sofa bed dan wall bed. harga jual produk.. analisis nilai. Analisis yang dilakukan terhadap hasil rancangan tersebut adalah analisis ukuran produk. Data anthropometri ini digunakan untuk menentukan ukuran produk yang sesuai bagi masyarakat Indonesia. Tempat tidur yang dapat mengefisienkan lahan yang sekarang ini sudah ada adalah ranjang lipat. terutama dengan semakin meningkatnya tingkat kepadatan penduduk di Indonesia. MT Ethania Musalam Masalah keterbatasan lahan tempat tinggal merupakan salah satu masalah yang perlu diperhatikan bagi masyarakat Indonesia. karangan Eko Nurmianto. MT Wawan Yudiantyo. Berdasarkan hal tersebut maka dirancanglah produk wall bed usulan yang multifungsi. ST. Hasil analisis menunjukkan bahwa masih banyak keluhan yang disampaikan dan banyak kekurangan yang dimiliki oleh produk yang sudah ada tersebut. memiliki harga jual yang tidak terlalu mahal dibandingkan produk sejenis. Saran dan masukan yang didapat dari angket ini juga dipakai sebagai dasar pertimbangan dalam merancang produk wall bed usulan. Salah satu perabot rumah tangga yang pasti diperlukan tetapi penggunaannya memakan lahan adalah tempat tidur. memiliki nilai kegunaan. . nilai keindahan. sofa bed. sesuai dengan anthropometri masyarakat Indonesia.20(2003) Perancangan Produk Tempat Tidur Multifungsi Jenis Wall Bed Ie Vie Mie. Jenis wall bed sebenarnya merupakan solusi yang baik bagi masalah keterbatasan lahan. dan analisis penilaian konsep. dan wall bed yang sudah ada. dan wall bed yang sudah ada. Selain itu juga diperoleh banyak masukan dan saran yang menjadi keinginan dan kebutuhan konsumen. dan nilai biaya yang baik dibandingkan produk pembandingnya..

ketrampilan pelayanan. Christina Wirawan.500.21(2003) Analisis Persaingan Supermarket “X” dan Supermarket “Y” di Jalan Surya Sumantri Bandung dalam Rangka Menyusun Strategi Bersaing Ir. Strategi penetrasi pasar yang diusulkan adalah merebut pasar mahasiswa UKM dilakukan strategi dengan memberikan diskon khusus bagi mahasiswa UKM dan kepada staf-staf yang bekerja di UKM. kelengkapan produk-produk bermerek. kelengkapan produk-produk bermerek. kemudahan pembayaran dan harga yang murah dan stabil. walaupun supermarket menjual produk nyata. memiliki penghasilan antara Rp 750. adanya potongan harga. nama supermarket yang menjanjikan dan kenyamanan supermarket.000 per bulan. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen datang dan berbelanja ke supermarket adalah pelayanan kepada konsumen. Sedangkan strategi pengembangan pasar yang diusulkan adalah melakukan inovasi promosi. pengertian kepada konsumen. kenyamanan supermarket. kemudahan mencari produk bagi konsumen. Perancangan strategi bersaing menggunakan pendekatan teori Sun Tzu. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan kuesioner. MT Andreas Yuwono Supermarket merupakan salah satu usaha bisnis yang bergerak dalam bidang jasa. tampak dalam supermarket yang enak dilihat. kemudahan mencari produk bagi konsumen. yaitu metode Analisis Faktor untuk mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi konsumen belanja ke supermarket dan metode Correspondence Analysis untuk mengetahui peta posisi persaingan supermarket “X” dan supermarket “Y”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab bertanya menghadapi persaingan bisnis supermarket “X” dari supermarket “Y”. membangun persepsi konsumen supermarket “X” sebagai supermarket yang up to date dan melakukan survei secara berkala ke supermarket-supermarket lain. wawancara dan catatan-catatan perusahaan yang bersangkutan. adanya potongan harga. Sedangkan kekurangan supermarket “X” adalah pada faktor pelayanan kepada konsumen. Strategi yang diusulkan untuk memenangkan persaingan adalah strategi tahap awal yaitu strategi penetrasi pasar dan tahap lanjutan yaitu strategi pengembangan pasar. Pada peta posisi diketahui bahwa supermarket “X” memiliki keunggulan pada faktor pengertian kepada konsumen. ketrampilan pelayanan. menyebarkan brosur-brosur harga pada lingkungan kampus UKM. mengacaukan harga beberapa produk tertentu yang menjadi kebutuhan dasar konsumen. dengan frekuensi belanja antara 6 sampai dengan 15 kali per bulan dan memperoleh informasi dari teman maupun melihat sendiri. suasana yang menyenangkan.000 sampai dengan Rp 1. . Karakteristik segmen konsumen supermarket “X” adalah konsumen dengan usia antara 18 sampai dengan 23 tahun. adanya potongan harga. kemudahan pembayaran dan harga yang murah dan stabil. Sedangkan pengolahan data menggunakan dua metode. nama supermarket yang menjanjikan. tampak dalam supermarket yang enak dilihat. suasana yang menyenangkan.

slowness of employee’s work. these are: uncomfortable service room. ST.. Then the data is tested by validity and reliability test to make sure that the instrument which is used is valid and the data which is gathered is reliable.. The sampling method that is used in this research is systematic random sampling. . unclean of room and yard. (2) What dimensions of service quality that need to be given priorities for improvement. and Berry. and old-fashioned equipment. unclean and untidiness of the employee’s dress. Form 300 questionaires that distributed.22(2003) Kualitas Jasa Layanan Perbankan dengan Pendekatan Metode Servqual dan Importance – Performance Analysis Fransky Ryadi. Zeithmal. there are 198 questionaires are valid to be processed. the way of information’s delivery. unresponsive employee. the present writer use SERVQUAL method and Importance-Performance Analysis to process the data.49. After that. The data is acquired through the questionaire which its attributes is developed form five dimensions of service quality according to Parasuraman. There are nine attributes that should be improved because they are main causes of customer dissatifaction. MT. The outcomes of this research are: (1) The service quality of Bank LIPPO Gatot Subroto Branch Office is “Dissatisfied” or “Not Appropriate With Customer’s Expectation” this is showed by the value of Average Total SERVQUAL (TSQ) of –0. inadequate number of teller. unmaintained facilities. MM This research is proposed to know: (1) Whether service quality at Bank LIPPO Gatot Subroto Branch Office appropriates with customer’s expectation. (2) The dimensions of service quality that need to be given priorities to improve are tangible with five attributes and the other dimensions become the next priorities with one attribute in “ Quadrant” (Concentrate) in Importance-Performance Quadrant for each dimensions.

Selain itu. Agar penggunaan strategi harga itu efektif. Perusahaan dapat mengetahui secara jelas biaya-biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam memproduksi suatu produk. MT Dr. CQA. Sistem ABC dan EVA sebagai suatu metoda pembiayaan yang dirancang untuk menyediakan informasi biaya bagi manajer perusahaan yang diharapkan dapat membantu manajmene perusahaan dalam pengambilan keputusan yang strategik. tentu perusahaan harus memiliki informasi yang akurat tentang elemen-elemen yang membentuk harga tersebut. akurat. dengan menggunakan metoda ABC dan EVA perusahaan dapat mengetahui produk-produk mana saja yang menguntungkan dan mana yang dapat mengikis modal..23(2004) Analisis Penerapan Sistem ABC dan EVA sebagai Dasar untuk Menentukan Harga Pokok Produksi Ie Vie Mie.A Soetisna.Pd. Pengambilan keputusan yang salah akan membuat perusahaan kehilangan kesempatan untuk meraih keberhasilan. SH. .. dan biaya-biayanya dapat teridentifikasi. ST. Hasil analisis yang membandingkan antara metoda ABC dan EVA dengan metoda Tradisional menunjukkan bahwa sistem pembebanan biaya dengan menggunakan metoda ABC dan EVA menghasilkan informasi biaya yang lebih baik. CQM Djames Ginting Dalam rangka menghadapi persaingan usaha yang semakin tajam dipelukan pengambilan strategi-strategi yang benar. Sistem ABC menjadi lebih akurat karena membebankan biaya-biaya produksi ke produk melalui aktivitas-aktivitas yang menyerap sumber daya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan strategi harga... M. Sehingga hasil perhitungan dengan menggunakan metoda ABC dan EVA perusahaan dapat mengambil keputusan-keputusan strategik dan sebagai pedoman dalam menentukan harga jual terhadap produk-produk yang dihasilkan. D.

Hal tersebut dapat mereka lakukan karena negara-negara tersebut dikenal dengan produktivitas kerjanya yang tinggi. Hal ini disebabkan karena : tata letak tempat kerja. ‘SIK’.77 detik. khususnya pada industri sepatu di dalam negeri. ST. Negara-negara tersebut memasuki pasar domestik dengan menawarkan produk yang sangat kompetitif. maka dari itu untuk menghadapi para kompetitor baik dari dalam maupun luar negeri. serta kondisi kesehatan dan keselamatan kerja para operator. ST. Hal ini ditandai dengan masuknya beberapa merk sepatu dari beberapa negara tetangga seperti Vietnam dan China. maka dihasilkan sistem kerja yang lebih terarah lagi.29 detik untuk stasiun finishing. yaitu meningkatkan produktivitas agar tidak lagi terjadi keterlambatan serta ketidakmampuan untuk memenuhi order dari konsumen. gerakan-gerakan kerja. serta kondisi kesehatan dan keselamatan yang semuanya menjadi lebih baik lagi.. lingkungan kerja. PT `SIK' juga harus melakukan hal yang sama. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan saat ini. lingkungan kerja. penyimpanan peralatan dan bahan.. tentu saja hal tersebut sangat merugikan PT ‘SIK' sendiri. Bandung) Ie Vie Mie. apabila dibandingkan dengan waktu baku sebelum dilakukannya perbaikan. pada akhirnya akan dapat meningkatkan produktivitas kerja di PT ‘SIK' ( hal tersebut dapat dilihat pada perbandingan waktu baku kondisi sekarang dengan kondisi usulan ). peneliti mengusulkan agar melakukan perbaikan terhadap sistem kerja sekarang pada stasiun pengesolan dan stasiun finishing dengan cara melakukan perbaikan atas : gerakan-gerakan kerja. tata letak.33 detik untuk stasiun pengesolan. Dengan adanya perbaikan sistem kerja yang dilakukan terhadap perusahaan ini khususnya pada stasiun pengesolan dan stasiun finishing. baik dari segi harga maupun kualitasnya. Untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi perusahaan. maka total penghematan waktu baku yang dapat dihemat pada ke dua stasiun tersebut adalah sebesar . khususnya pada stasiun pengesolan dan finishing adalah dalam hal produktivitas kerja yang rendah. dan 350. dan 373. lingkungan kerja.497 detik untuk stasiun finishing. serta kondisi kesehatan dan keselamatan kerja para operator yang dinilai masih belum optimal.24(2004) Usulan Perbaikan Sistem Kerja pada Pembuatan Sepatu Kulit Pria (Studi Kasus di PT. Sebelum dilakukan perbaikan sistem kerja. waktu baku yang diperlukan untuk pengerjaan pengesolan adalah sebesar 4463. MT Wawan Yudiantyo. Setelah melakukan perbaikan sistem kerja waktu baku yang terpakai menjadi lebih kecil dari sebelumnya yaitu : 3515. Jika hal ini tidak segera diperbaiki maka konsumen akan menjadi kecewa dan pada akhirnya dapat berpindah ke produsen yang lain. MT Rudi Aswan Persaingan dunia industri semakin meningkat dari waktu ke waktu. Tidak terkecuali PT `SIK' sebagai salah satu produsen sepatu di Bandung juga terkena dampak dari persaingan global ini. tata letak tempat kerja.

971.1% untuk stasiun finishing.233 detik/unit sepatu. apabila penghematan dihitung dalam prosentase adalah sebesar 21. .2% untuk stasiun pengesolan dan 6.

secara garis besar prosedur yang sedang berjalan sudah baik hanya saja belum terdokumentasi dengan baik. Perpustakaan Fakultas Ekonomi. prosedur. dan perbincangan dengan rekan . Prosedur. Universitas Kristen Maranatha (selanjutnya disebut UKM) merencanakan untuk menyatukan semua Perpustakaan Fakultas dalam sebuah Perpustakaan Terintegrasi. Djajalaksana. Perpustakaan Fakultas Psikologi. maka Penulis membatasi penyelesaian permasalahan hanya pada menganalisis sistem. Penyelesaian permasalahan tidak mencakup pembuatan peraturan untuk Perpustakaan Terintegrasi UKM. pendokumentasiannya. dan 2 (dua) Perpustakaan Pasca Sarjana masing .beda dalam melaksanakan kegiatan keperpustakaan.masing untuk S2 Magister Manajemen dan S2 Magister Psikologi.25(2004) Analisis dan Perancangan Sistem.rekan mahasiswa yang pernah dan sedang melakukan magang di Perpustakaan Fakultas UKM. jurnal. CD. MT Yenni M. Dari hasil penelitian pendahuluan. dan referensi. Perpustakaan Fakultas Seni Rupa dan Desain. UKM akan mengalami kesulitan dalam menentukan dan menerapkan sebuah standar baku mengenai sistem. serta formulir penunjang untuk Perpustakaan Terintegrasi . Penulis mengolahnya dengan menggunakan Document Flowchart serta menganalisisnya berdasarkan pada teori-teori mengenai prosedur dan formulir yang baik. UKM memiliki 8 (delapan) buah Perpustakaan Fakultas yaitu Perpustakaan Fakultas Kedokteran. Perpustakaan Fakultas Teknik. Karena luasnya ruang lingkup penelitian. Data yang dikumpulkan berupa prosedur-prosedur dan formulir yang tersedia di setiap Perpustakaan Fakultas di UKM. prosedur. dan Formulir untuk Perpustakaan Terintegrasi Universitas Kristen Maranatha Christina. dan formulir yang telah ada di setiap Perpustakaan Fakultas UKM dan untuk menganalisis hasil rancangan sistem. MBA Grace Elisabeth Dalam waktu yang relatif dekat. diketahui bahwa masalah yang sedang terjadi di setiap Perpustakaan Fakultas UKM adalah belum adanya prosedur tertulis jelas yang dapat menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan di setiap Perpustakaan Fakultas. Perpustakaan Fakultas Sastra. melalui hasil wawancara dengan Kepala Perpustakaan di setiap Perpustakaan Fakultas di UKM. dan formulir perpustakaan untuk Perpustakaan Terintegrasi UKM. Material buku terdiri dari koleksi buku teks. majalah. ST. Dengan kondisi ini. pembagian kuisioner terbuka kepada staf perpustakaan di setiap Perpustakaan Fakultas di UKM. prosedur. Tiap Perpustakaan Fakultas di UKM menetapkan kebijakan dan prosedur yang berbeda . Koleksi material non buku terdiri dari koleksi kaset. prosedur. Penulis memberikan usulan berupa perancangan sistem. video. Berdasarkan pada hasil analisis yang telah dilakukan.. dan lainnya yang tidak termasuk dalam kategori material buku. Koleksi Perpustakaan Terintegrasi UKM terdiri dari kategori material buku dan material non buku. dan formulir dalam kegiatan keperpustakaan untuk rencana pembangunan Perpustakaan Terintegrasi UKM.

UKM dimana pendokumentasian prosedur tertulis dibuat dengan menggunakan format ISO 9000: 2000. Adapun prosedur yang diusulkan untuk Perpustakaan Terintegrasi UKM ada 26 (dua puluh enam) dan terdapat 6 (enam) formulir usulan. .

Dengan menerapkan metode MRP maka perusahaan dapat menekan biaya peng endalian persediaan untuk penode Januari s/d Maret 2004 sebesar Rp 1. Dalam menyusun MRP diperlukan input yaitu Jadwal Induk Produksi (JIP). Setelah itu dilakukan perhitungan besar kapasitas produksi di perusahaan.Material Requirement Planning (MRP).975. dibuat PPM usulan yang dapat mengurangi jumlah tenaga kerja dari 15 orang menjadi 9 orang.32%.84 atau 50. Bandung Vivi Arisandhy. Oleh karena itu. MT Ir. Kartika Suhada. Teknik lotting yang digunakan adalah Wagner Whitin. ST.47 menjadi Rp145.47. MT Arief Wibisono Adjiwidjaya Perusahaan Biskuit "X" merupakan perusahaan swasta yang memproduksi biskuit marie.958. akan dilakukan penelitian tentang peng endalian persediaan bahan baku yang sebaiknya diterapkan di perusahaan.813.481. mengingat kebergantungan antara kebutuhan bahan baku yang satu dengan kebutuhan bahan baku yang lainnya. Besar kapasitas produksi efektif biskuit diambil dari kapasitas produksi efektif terkecil ( stasiun pemanggangan ) yaitu sebesar 3200 kemasan/hari.. Hal ini menyebabkan biaya produksi berkurang dari Rp199. Hal ini terutama diakibatkan sebagian besar jenis bahan baku di gudang tidak dapat bertahan lama. karena metode tersebut mempunyai nilai MSD terkecil.975. Bill of M a t e r i a l (BOM). Metode pengendalian persediaan yang sebaiknva diterapkan perusahaan adalah . Pertama-tama dilakukan peramalan permintaan biskuit di masa yang akan datang. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah perusahaan sering mengalami penumpukan bahan baku di gudang yang diakibatkan kurang tepatnya metode pengendalian persediaan yang diterapkan perusahaan selama ini. “X”. Apabila masalah di atas tidak ditangani dengan cepat dan tepat.609. Oleh karena itu.27(2004) Usulan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Biskuit Marie di PT. Metode peramalan yang terbaik adalah metode L e a s t S q u a r e untuk pola data linear siklis dengan N = 12. terlihat bahwa tingkat utilisasi pekerja masih rendah. dan status persediaan di gudang. Dari Peta Pekerja dan Mesin (PPM) yang dibuat untuk kondisi saat ini. Saat ini perusahaan melakukan pemesanan dalam ukuran yang cukup besar karena adanya potongan harga (quantity discount) yang diberikan oleh pihak suplier. . maka akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan karena tingginya biaya simpan yang timbul dan menurunnya kualitas biskuit yang dihasilkan tingginya biaya simpan.

tinggi papan alas gambar terlalu tinggi. Untuk usulan tata letak. Bersamaan dengan pengambilan data peneliti juga membagikan kuesioner untuk mendapatkan masukan dari mahasiswa dan dosen yang menggunakan ruang gambar Fakultas Seni Rupa dan Desain UKM. Bahan dari papan alas gambar juga diubah menggunakan acrylic karena tidak memiliki alur dan tekstur sehingga tidak mengganggu saat menggambar sedangkan untuk ukurannya diubah menjadi 60 cm x 44 cm didasarkan pada ukuran kertas gambar A2 yaitu 42 x 59. tata letak ruang yang sesak dan faktor lingkungan kerja yang belum optimal. bahan papan terlalu kasar dan mengganggu saat menggambar. ketebalan papan juga diubah ukuran menjadi 5 mm. terdapat rak untuk meletakkan alat gambar. Dalam mengekspresikan gambar dari otak ke medium dibutuhkan kenyamanan dan konsentrasi tinggi karena dalam proses menggambar.MT Siong Cen Menggambar biasanya didefinisikan sebagai suatu usaha untuk menghasilkan kemiripan atau menyajikan suatu objek baik yang dilihat oleh mata maupun objek yang merupakan proses pemikiran kreatif dari otak dengan menarik garis demi garis di atas suatu permukaan medium. Adapun rancangan yang dilakukan pada ruang gambar adalah kursi gambar dengan mengubah rancangan pada beberapa bagian yaitu bahan tempat duduk yang diganti.meja tempat papan alas kertas gambar dan tempat duduk menjadi terpisah.5 cm.. sudut penyangga papan alas kertas gambar dapat diatur sudutnya.28(2004) Analisis Ergonomi Serta Usulan Perbaikan terhadap Fasilitas Fisik dan Lingkungan Ruang Gambar FSRD UK Maranatha Lestari Yuli Hastuti. Maka penelitian ini dirasakan perlu untuk mencapai hasil yang optimal dalam berkreasi. Tahap selanjutnya peneliti mengumpulkan data fasilitas fisik berupa spesifikasi bahan. emosi dan perasaan sangatlah berpengaruh. ST. namun karena adanya kebijakan pihak fakultas yang menginginkan kapasitas satu . Setelah dilakukan tahapan analisa maka peneliti mengusulkan rancangan terhadap fasilitas fisik yang lebih ergonomis dan usulan perbaikan lingkungan serta tata letak yang ergonomis. Perancangan juga dilakukan pada tinggi tempat peletakan objek tujuan perubahan ukuran tempat peletakan objek adalah agar mahasiswa dapat secara jelas melihat langsung ke depan tanpa harus terhalang oleh ketinggian penyangga papan alas gambar. bahan kursi terlalu keras. Pada awal penelitian dilakukan pembagian kuesioner awal dan peneliti juga mencoba fasilitas fisik maupun lingkungan. bentuk dan ukuran dan juga data lingkungan pada ruang gambar. tinggi tempat duduk yang adjustable . peneliti memberikan usulan berdasarkan pada jarak antar kursi dan meja gambar namun hal tersebut mengurangi kapasitas mahasiswa menjadi 14 buah. nilai persentil tengah (P50) dan nilai persentil maksimum (P95) untuk digunakan menganalisa fasilitas fisik dan perancangan dari segi ukuran. sedangkan data anthropometri didapatkan laboratorium teknik industri. Kemudian data anthopometri yang ada diolah dengan program ergo untuk mendapatkan nilai persentil minimum (PS). tersedia pijakan kaki dan roda pada dasar meja dan kursi yang dapat dikunci. Masalah-masalah yang teridentifikasi saat itu adalah sebagai berikut : Kursi gambar saat ini tidak nyaman.

Dari temperatur dan kelembaban dilakukan perancangan pada sistem pengaturan suhu Air conditioning yang ergonomis. . kemudian dari kuesioner yang dibagikan didapatkan usulan diperlukannya loker maka dirancanglah loker sejumlah 14 buah. Dari pencahayaan ada perubahan dari jumlah armatur menjadi 10 buah armatur.kelas sebesar 25 buah maka peneliti melakukan perancangan ukuran ruang gambar yang ideal.

nilai kontrak perusahaan dan perbandingan antara metode terdahulu dengan sekarang. Meskipun selama ini tidak terdapat masalah dalam sistem kontrak tersebut.000 liter untuk periode Januari . dan nilai kontrak 180. M. Penelitian ini dilakukan pada CV "A" Palangkaraya. . permintaan akan kebutuhan minyak tanah ikut meningkat.Sc Yohanes Christian Kebutuhan minyak tanah untuk masa sekarang ini dirasakan sangat penting terutama oleh rakyat Indonesia. Hasil perhitungan menghasilkan suatu kesimpulan bahwa dengan menggunakan metode pengendalian persediaan yang diusulkan peneliti akan menguntungkan jika dibandingkan dengan sistem persediaan perusahaan sekarang.000 liter untuk periode Juli . Dari metode ini peneliti mengusulkan untuk perusahaan untuk mengajukan proposal penambahan volume minyak tanah kepada Pertamina dengan nilai kontrak 165. Selama ini minyak tanah yang disediakan CV "A" selalu dipasok oleh Pertamina melalui sistem kontrak setengah tahun. MT Ir. metode persediaan yang akan digunakan. biaya-biaya persediaan. Wenny Chandra.. CV "A" terpaksa membeli dari distributor sejenis. biaya persediaan perusahaan dapat dihemat sebesar Rp. tetapi jika terjadi kekurangan persediaan.29(2004) Usulan Perbaikan Sistem Persediaan Minyak Tanah (Studi Kasus di CV “A” Palangkaraya) Santoso.238.077. ST. Dalam kontrak ini ditentukan nilai pasokan minyak tanah yang akan dikirimkan ke CV "A" selama setengah tahun. Adapun penggunaan metode pengendalian persediaan ini memerlukan banyak perhatian terutama untuk peramalan jumlah yang akan disediakan untuk masa yang akan datang. Seiring dengan pentingnya minyak tanah ini.Juni 2003. Pengendalian persediaan merupakan salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan. 6. yaitu perusahaan yang bergerak dibidang distribusi bahan bakar minyak tanah. Hal ini akan menyebabkan berkurangnya keuntungan karena harga jual distributor sejenis lebih mahal daripada Pertamina.Desember 2003. Dari usulan metode peneliti.per tahun atau 70 % per tahun. Oleh karena itu perlu diusulkan perancangan sistem pengendalian persediaan yang mampu mengoptimalkan jumlah persediaan perusahaan yaitu dengan menggunakan metode pengendalian persediaan.. Dalam menyalurkan permintaan minyak tanah pasti akan melalui suatu jalur distribusi. Sedangkan tingkat permintaan terus meningkat dari waktu ke waktu.

Dalam menghitung kebutuhan lahan parkir. Dengan membangun lahan parkir bertingkat diharapkan lahan parkir yang akan disediakan dapat menampung kendaraan lebih banyak sehingga dapat memenuhi kebutuhan. peneliti melakukan pengamatan laju kedatangan dan laju keberangkatan di lahan parkir UKM (lahan parkir mahasiswa dan lahan parkir di GAP). dimana sebagian besar mahasiswa. Berhubung daya tampung basement 1 untuk motor melebihi kebutuhan maka kelebihannya dialokasikan untuk parkir mobil. Dari rancangan tata letak usulan tersebut. ST. Dari perhitungan. lahan parkir motor semuanya dilokasikan pada lahan yang sekarang sudah ada yaitu dibelakang gedung ekonomi. Oleh karena itu.38% atau sebesar 202 mobil. Hal ini dilakukan untuk mengetahui daya tampung lahan parkir yang ada di Gedung Graha Widya Maranatha. Pengolahan data tersebut dilakukan dengan menggunakan model antrian (M/M/~) : (GD/~/~). Pada rancangan usulan 1.30(2004) Penghitungan Kebutuhan Lahan Parkir dan Kapasitas Serta Pengaturan Perpakiran di Gedung Graha Widya Maranatha. Karena lahan parkir yang akan dibuat belum ada rancangan tata letaknya. Kartika Suhada. dan untuk lahan parkir mobil semuanya berlokasi di Gedung Graha Widya Maranatha. Sedangkan pada rancangan usulan 2 yang dibuat peneliti. Dari rancangan tersebut. mengingat tingkat kecurian motor lebih tinggi maka peneliti mengusulkan agar kebutuhan lahan parkir motor dipenuhi seluruhnya dan lokasinya berada pada basement 1 sebesar 856 motor. Untuk . di GAP dan di sebelah SGS/ Koperasi. peneliti mengusulkan agar menggunakan lahan lain. MT Paulin Sandra Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu Universitas swasta. ternyata kebutuhan lahan parkir mobil yang dapat dipenuhi hanya sebesar 27. yaitu di belakang dan depan Gedung Teknik. Bandung Ir. Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha (YPTKM) menyediakan lahan parkir bertingkat 3. Sedangkan kebutuhan lahan parkir pada saat gedung Graha Widya Maranatha selesai dibangun (tahun 2006) sebesar 1042 mobil dan 1124 motor. Sedangkan untuk latran parkir mobil lainnya berlokasi di basement 2 dan 3. peneliti melakukan penelitian mengenai masalah perparkiran yang meliputi kebutuhan lahan parkir dan pengaturan tata letak lahan parkir yang akan dibangun di Gedung Graha Widya Maranatha. maka peneliti membuat rancangan tata letak lahan parkir usulan. diketahui kebutuhan lahan parkir mobil pada tahun 2006 yang dapat dipenuhi hanya sebesar 19. Hal tersebut membuat UKM perlu untuk menyediakan lahan parkir yang dibutuhkan. lahan parkir swasta dan lahan parkir sepanjang jalan UKM (dari pintu GAP/ depan ATM BNI sampai dengan pintu Poliklinik). Salah satu upaya untuk mencukupi kebutuhan lahan parkir di UKM maka dalam membangun Gedung Graha Widya Maranatha. MT Santoso. karyawan dan dosennya datang ke kampus menggunakan kendaraan pribadi baik mobil maupun motor.64% atau sebesar 288 mobil. ternyata kebutuhan lahan parkir saat ini di UKM sebesar 781 motor dan 724 mobil. Untuk menbatasi kekurangannya..

Hal ini dilakukan untuk menghindari protes dari mahasiswa. .meningkatkan keamanan Gedung Graha Widya Maranatha. peneliti mengusulkan agar mahasiswa dikenakan biaya parkir yang pembayarannya digabungkan dengan biaya pengembangan. Untuk mendukung penggunaan alat tersebut. maka peneliti mengusulkan penggunaan alat pengamanan parkir.

Subang.159. Tasikmalaya. Dari penelitian yang dilakukan. ongkos total pengendalian persediaan yang dapat dihemat adalah sebesar Rp 478. Periode pemesanan yang ditetapkan perusahaan adalah dua minggu sekali.942.501 atau 95. Saat ini perusahaan melakukan pengendalian persediaan berdasarkan perkiraan dan pengalaman masa lalu saja. Hasil perhitungan menunjukkan penerapan metode DRP dapat menghemat ongkos simpan sebesar Rp 488.053.31(2004) Usulan Pengendalian Persediaan Mie Instant dengan Menggunakan Metode DRP di PT X – Bandung Ir. peneliti mengusulkan penggunaan metode Distribution Requirements Planning (DRP) dalam mengendalikan persediaan dan distribusi produk mie instant tersebut.22% (dari Rp 502.513 atau 97. Hal ini mengakibatkan tingginya ongkos simpan yang harus dikeluarkan. MT Santoso. Untuk mengatasi masalah di atas. yaitu sekitar 60 %.345 menjadi Rp 24.149. karena dibandingkan dengan jenis rasa lainnya.894. dapat disimpulkan bahwa metode DRP cocok untuk diterapkan di PT X. Purwakarta. rasa ayam bawang memiliki persentase penjualan yang cukup mencolok. Cirebon.377 menjadi Rp 13. pusat hanya berperan dalam mengkoordinir jumlah pemesanan masing-masing distrik ke supplier. Masing-masing distrik memiliki persediaan dan mengendalikan sendiri persediaannya. Hal tersebut menuntut kondisi jumlah cadangan pengaman (safety stock) yang harus disediakan perusahaan cukup besar (untuk mengantisipasi fluktuasi permintaan selama dua minggu).987. Metode ini lebih tepat diterapkan oleh perusahaan karena metode ini ditujukan untuk pengendalian persediaan yang berjenjang seperti kondisi di perusahaan ini.968 menjadi Rp 11. sehingga berpengaruh pada tingginya ongkos total pengendalian persediaan yang timbul.012 atau 483. MT Heru Budikentjana Perencanaan dan pengendalian persediaan dalam suatu perusahaan memegang peranan yang sangat penting agar kebutuhan pelanggan atau konsumen dapat terpenuhi dalam jumlah dan waktu yang tepat.04% (dari Rp 503.864). Dengan demikian..980). Cianjur.996. PT X merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang distributor produk mie instant.092. peneliti hanya memilih mie instan rasa ayam bawang.844). Sumedang. .33% (dari Rp 1. sedangkan ongkos pesan meningkat sebesar Rp 9. yakni : Bandung.990. Kartika Suhada. Sukabumi dan Garut. diketahui perusahaan mengalami masalah dalam melakukan pengendalian persediaan mie instant. PT X sebagai Head Office (Distributor Pusat) memiliki sembilan distrik atau distributor cabang yang terletak di seluruh daerah Jawa Barat. Dengan demikian perusahaan tidak mengalami kerugian akibat adanya persediaan yang menumpuk ataupun kehilangan keuntungan karena tidak dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan segera atau dengan kata lain kekurangan persediaan. ST. Akan tetapi. Dari dua belas jenis rasa mie instan yang dijual perusahaan.

ST.00 (metode usulan). Dengan melakukan penyeimbangan lintasan produksi kapasitas produksi reguler meningkat dari 308. Dengan demikian alternatif 1 yang diusulkan untuk dilakukan.412 unit agregat/tahun menjadi 350. maka perusahaan sering menerapkan kerja lembur. 28 dan 30 cm.645.476.022. Jerman.32(2004) Usulan Penyeimbangan Lintasan Produksi dan Penyusunan Jadwal Induk Produksi Panci dalam Upaya Meminimasi Biaya Produksi di PT “X” Ir.8. Hasil perhitungan keuntungan/tahun untuk alternatif pertama sebesar Rp 324. dimana waktu proses masing-masing operasi yang dibutuhkan untuk pembuatan masingmasing ukuran berbeda-beda. MT Selvi Ekawati PT "X" adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan panci.170.852.016. Ada beberapa ukuran panci yang diproduksi.00. Karena kapasitas reguler yang dimiliki kurang. Penambahan jumlah mesin pada alternatif 1 sebanyak 5 unit. Belum optimalnya kapasitas reguler disebabkan kurang seimbangnya lintasan produksi saat ini. yaitu dengan penambahan jumlah mesin dan penerapan jam kerja lembur. Berhubung hasil ramalan permintaan seluruh panci belum dapat terpenuhi (393.453 unit agregat/tahun). Setelah dilakukan penyeimbangan selanjutnya peneliti menyusun JIP dalam upaya memenuhi seluruh permintaan konsumen dengan biaya produksi yang optimal (dengan pertimbangan ongkos tenaga kerja dan ongkos simpan). Oleh karena itu perlu dilakukan penyeimbangan lintasan dalam upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi reguler.299. Dengan penerapan penyeimbangan lintasan dan penambahan mesin maka perusahaan dapat memenuhi seluruh permintaan konsumen dan menghemat biaya produksi dari Rp 1.. Hal ini dikarenakan kapasitas produksi reguler belum dapat memenuhi permintaan konsumen.345.00 (metode perusahaan) menjadi Rp 651. maka peneliti mengemukakan 2 alternatif tindakan yang dapat dilakukan untuk memenuhi kekurangan kapasitas reguler tersebut. . Disamping itu metode penyusunan jadwal produksi yang diterapkan perusahaan belum baik karena hanya berdasarkan perkiraan dan persediaan akhir yang ditetapkan sebesar 200 unit untuk masing-masing ukuran panci.639 unit agregat/tahun (13. 26. mesin poles manual 2 unit.978. Pada saat ini perusahaan menghadapi masalah belum optimalnya rencana produksi yang dibuat. sedangkan alternatif kedua sebesar Rp 308. Sebagian besar produk ini diproduksi untuk diekspor ke Jepang. yaitu mesin poles otomatis 3 unit. Sebagian kecil diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.051 unit agregat/tahun atau terjadi peningkatan sebesar 41. MT Victor Suhandi.126.5%). maka dalam penyusunan JIP dilakukan proses agregasi dan disagregasi. 22. Amerika dan Australia. Dengan demikian terjadi penghematan sebesar Rp 462. Kartika Suhada.1113. Berhubung produk yang dihasilkan lebih dari satu tipe ukuran panci.9. 20. yaitu ukuran 18. 24.

dan semakin banyak masalah yang ada. maka dilakukan penelitian mengenai sistem pemeliharaan bangunan yang saat ini berjalan. Information. Services) dalam menjabarkan keadaan sistem yang ada ditempat Unit Kerumahtanggaan 1 dan Unit Pemeliharaan Gedung secara khususnya. Djajalaksana. deskripsi pekerjaan. Untuk kondisi mendatang UPG ditarik menjadi Biro Pemeliharaan Gedung (BPG) sehingga dapat meningkatkan kinerja penyelesaian masalah yang semakin banyak. prosedur dan formulir pemeliharaan gedung di UKM. Universitas Kristen Maranatha (UKM) dengan semakin bertambahnya gedung yang dimiliki menyebabkan ruang lingkup pemeliharaan semakin besar. Masalah sebenarnya sudah ada dari sejak dulu. Dengan bangunan yang apik. Control. Dengan kondisi seperti saat ini. dan instruksi kerja. Prosedur dan Formulir di Universitas Kristen Maranatha Christina. Dalam penelitian ini penulis mengunakan flowchart.. dilakukan dengan mewawancarai bagian-bagian yang berhubungan dengan pemeliharaan gedung yaitu UPG.33(2004) Analisis dan Usulan Sistem Pemeliharaan Gedung Serta Fasilitasnya. Pengumpulan data dan informasi mengenai sistem. Unit Kerumahtanggaan 1. formulir. MT Yenni M. fasilitas atau infrastruktur untuk mempertahankan fungsi bangunan tersebut sesuai dengan rencana. prosedur. Efficiency. Unit Kerumahtanggaan 2 (Kepala Bagian Kebersihan) dan Pembantu Rektor II (PR II). Bagian lain seperti ME dan koster juga perlu disertakan dalam biro tersebut untuk menunjang kerja . tapi dengan bertambahnya pekerjaan yang harus ditanggani maka masalah tersebut makin lama makin mengganggu dalam pemeliharaan gedung itu sendiri. Economy. terpelihara dan berjalan sesuai dengan fungsinya maka akan menimbulkan kesan yang baik bagi penggunanya dan bagi orang yang melihatnya. MBA Otman Awih Bangunan atau gedung merupakan salah satu sarana untuk mendukung tercapainya tujuan dan terlaksananya fungsi-fungsi pokok organisasi pemakai atau pengguna bangunan secara optimal. agar usia rencana bangunan dapat tercapai. Oleh sebab itu untuk mempertahankan kondisi bangunan tersebut supaya dapat terjaga maka diperlukan suatu kegiatan pemeliharaan. Agar sistem pemeliharaan gedung lebih baik lagi dalam menangani kebutuhan pemeliharaan bangunan secara keseluruhan gedung di UKM termasuk Gedung GWM. Pemeliharaan bangunan itu sendiri secara garis besar dapat didefinisikan sebagai suatu proses pengelolaan bangunan. bagan alir informasi. analisis PIECES (Performance. Data-data yang dikumpulkan adalah struktur organisasi. Dari hasil analisis menunjukkan semakin banyaknya pertambahan gedung mengakibatkan semakin bertambahnya tugas pemeliharaan gedung. ST. kegiatan pemeliharaan fisik gedung dikerjakan oleh Unit Pemeliharaan Gedung (UPG) dan kegiatan Mechanical & Electrical (ME) dikerjakan oleh Unit Kerumahtanggaan 1 dapat mengakibatkan suatu masalah yaitu keterlambatan dalam penyelesaian pemeliharaan gedung.

BPG dalam bertindak dilapangan. . Selain itu juga terdapat beberapa prosedur yang diperbaiki dan beberapa formulir yang diusulkan untuk menunjang kinerja dari BPG itu sendiri.

aspek teknik. Saat ini permintaan akan kebutuhan fotocopy dan penjilidan dari PT. Dari analisis aspek teknis. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa upaya peningkatan kapasitas dengan cara menambah mesin fotocopy adalah layak ditinjau dari aspek pemasaran. Kartika Suhada. Dan analisis finansial. Untuk itu perusahaan merencanakan akan menambah mesin fotocopy agar dapat meningkatkan kapasitas produksi. Dan hasil kajian tersebut diketahui penambahan mesin yang akan dilakukan pada tahun 2004 sebanyak 1 unit beg itu pula pada tahun berikutnya kecuali pada tahun 2007 dilakukan penambahan sebanyak 2 unit. Seiring dengan bertambahnya jumlah mahasiswa. Penambahan mesin ini disesuaikan dengan estimasi permintaan. Dari faktor bauran pemasaran perusahaan unggul dari pesaing dalam faktor lokasi yang berada di dalam lingkungan kampus. MT Nita May K PT. karena keterbatasan kapasitas tidak semua permintaan terpenuhi. maka perusahaan ingin menambah kapasitas produksinya. maka usaha ..34(2004) Analisis Kelayakan Peningkatan Kapasitas Usaha Fotocopy PT. Trend permintaan fotocopy dan penjilidan di masa yang akan datang meningkat. maka dapat dilanjutkan ke analisis aspek teknis. aspek finansial dan aspek lingkungan. Dan analisis aspek pemasaran. Dengan adanya penambahan mesin fotocopy ini. Hasil perhitungan NPV memperlihatkan nilai yang positif ( 14. Danamartha Sejahtera Utama cukup tinggi. Hal tersebut dapat dilihat juga dan trend peningkatan jumlah mahasiswa yang masuk. dapat diketahui jumlah investasi vang diperlukan untuk peningkatan kapasitas produksi. Untuk peningkatan produksi yang akan dilakukan oleh PT. ST. Setelah diketahui keterbatasan kapasitas produksi ini disebabkan oleh terbatasnya mesin fotocopy yang dimiliki perusahaan. MT Vivi Arisandhy. diketahui estimasi permintaan untuk tahuntahun mendatang menunjukkan kecenderungan meningkat. harga fotocopy dan jilid relatif lebih murah dibandingkan dengan pesaing-pesaing lainnya. dapat diketahui jenis dan jumlah penambahan mesin fotocopy yang diperlukan dalam meningkatkan kapasitas produksi. Untuk meng etahui kelayakan dari aspek finansial perlu dilakukan penilaian investasi Payback Period dicapai pada tahun 2004 bulan ke-3. Maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan kapasitas produksi adalah layak ditinjau dari aspek teknik. Oleh karena itu penggantian mesin layak dilakukan. Karena analisis dari aspek pemasaran dinilai layak. bahan baku dan tenaga kerja mampu dilakukan perusahaan. Danamartha Sejahtera Utama merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan fotocopy dan penjilidan.779). Danamartha Sejahtera Utama Bandung Ir. Danamartha Sejahtera Utama perlu dilakukan analisis kelayakan yang menganalisis beberapa aspek yaitu aspek pemasaran.212. maka diperlukan penambahan bahan baku dan tenaga kerja.

aspek finansial dan aspek lingkungan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi layak untuk dilakukan. Hasil dari analisis aspek pemasaran. Nilai yang diperoleh IRR>MARR. . Untuk itu perusahaan perlu segera untuk melakukan peningkatan kapasitas produksi agar perusahaan dapat memenuhi permintaan yang lebih banyak. aspek teknik. maka usaha peningkatan kapasitas ini layak untuk dijalankan.peningkatan kapasitas ini layak untuk dijalankan.

soun. 18 hari sekali untuk item produk bihun Bhg 250 dan Vetsin.31% tergantung dari jenis tiap ietm produk dengan rata-rata penghematan untuk semua item produk yaitu sebesar 14. Penghematan ini didapatkan dari penghematan ongkos pemesanan dan ongkos kekurangan persediaan. Bintang Terang. Namun. Untuk itu peneliti mengusulkan metode TPPS untuk menghitung jumlah pesanan dan waktu pemesanan agar ongkos total yang diperoleh dapat ditekan seminimal mungkin tanpa adanya kekurangan. didapatkan penghematan sekitar2. Penentuan jumlah produk di PD Bintang Terang berdasarkan intuisi dari pemilik. meliputi produk bihun. Bintang Terang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pendistribusian bahan makanan.96%. 3 hari sekali untuk produk-produk kecap.70% samapi 45. Dengan metode yang saat ini digunakan oleh perusahaan. Dari perhitungan dengan metode usulan.35(2004) Usulan Pengendalian Persediaan yang Optimal di PD “Bintang Terang” Santoso. Kartika Suhada. karena apabila terjadi kekurangan. sering kali terjadi kekuragan dan penumpukan produk di gudang. Dengan menggunakan metode yang diusulkan. yang berperan lebih besar dalam meminimalkan ongkos total adalah ongkos kekurangan persediaan. konsumen akan cenderung beralih ke merek lain. dengan periode pemesanan setiap 6 hari sekali untuk item produk bihun Jmpl dan Soun. MT Ir. dan kecap. MT Lisa Mariana PD.. vetsin. diharapkan dapat memperbaiki kekurangan metode perencanaan dan pengendalian persediaan produk di PD. . Perusahaan perlu mengatur jumlah persediaannya. ST.

fakultas jurusan memiliki jadwal yang tetap untuk setiap semesternya sehingga fakultas jurusan tidak perlu repot mengatur jadwal kebutuhan pemakaiaan laboratorium komputer setiap semester. antara lain munculnya istilah “siapa cepat dia dapat” dalam memperoleh jadwal penggunaan laboratorium komputer tanpa adanya batasan waktu dalam proses penginformasian data yang diminta oleh laboratorium komputer dan jadwal permintaan yang disampaikan oleh fakultas/jurusan yang berubah-ubah dapat menimbulkan kesulitan bagi staff laboratorium komputer dalam mengatur jadwal penggunaan laboratorium komputer. MT Okrati Restu Laboratorium komputer merupakan salah satu fasilitas laboratorium milik Universitas Kristen Maranatha yang digunakan oleh seluruh fakultas/jurusan. Namun.33% . prosedur penjadwalan penggunaan laboratorium komputer tersebut memiliki beberapa kelemahan. Di samping itu.44% menjadi 88. Prosedur yang diusulkan memperhatikan tingkat utilisasi ruang laboratorium.97. jam lembur yang dibutuhkan dan pengalokasian jadwal praktikum dari masing-masing fakultas/jurusan pada hari yang sama. Manfaat yang diperoleh dengan menerapkan prosedur penjadwalan yang diusulkan yaitu staff laboratorium tidak mengalami kesulitan dalam menyusun jadwal penggunaan laboratorium. kecuali Jurusan Teknologi Informasi dan Teknik Elektro.38% . karena tidak ada koordinasi di antara fakultas/jurusan. . Kartika Suhada. Selain itu. peningkatan utilisasi ruang yang meningkat dari 27.36(2004) Usulan Prosedur Penyusunan Jadwal Penggunaan Laboratorium Komputer di Universitas Kristen Maranatha Santoso.79% 94. Peneliti mengusulkan prosedur penjadwalan penggunaan laboratorium komputer yang bersifat tetap.100% (dilihat dari jam kerja regular di Universitas Kristen Maranatha) serta pengurangan jam lembur dari 31 jam menjadi 11 jam per minggu. Berdasarkan hasil pengamatan.100% menjadi 97. Proritas yang digunakan staff laboratorium komputer dalam menyusun jadwal adalah berdasarkan fakultas/jurusan yang tercepat menyerahkan jadwal yang akan dialokasikan. ST. Oleh karena itu.62% .92% (dilihat dari jam terpanjang) dan peningkatan utilisasi ruang dari 27. MT Ir.. Dalam hal pengaturan penggunaan laboratorium tersebut. staff laboratorium komputer meminta masukan jadwal yang dikehendaki dari seluruh fakultas/jurusan. peneliti mengusulkan prosedur penyusunan jadwal penggunaan laboratorium komputer yang sebaiknya diterapkan. tingkat utilisasi laboratorium komputer kurang diperhatikan. dapat menyebabkan terjadinya bentrok jadwal antar fakultas/jurusan.

Berdasarkan hasil perhitungan peramalan.57% dan kapasitas produksi yang dapat dihasilkan untuk pipa kapiler AH14A693G08 meningkat menjadi 210. sedangkan produk lokal diketahui sebanyak 384. Kayo Surya Utama adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan pipa kapiler untuk suku cadang lemari es. yaitu dari .32 % dan permintaan pipa kapiler AH 14A693G08 sebesar 271. Efisiensi lintasan saat ini adalah sebesar 60. dan AUOOA 129G23. Upaya yang dilakukan untuk dapat meningkatkan kapasitas produksi adalah dengan melakukan penyeimbangan lintasan produksi dan penambahan sumber daya.36. Setelah dilakukan penyeimbangan lintasan serta dilakukan penambahan 1 mesin welding.766. Berdasarkan perhitungan.871. Untuk dapat memenuhi permintaan produk lokal sebanyak 384. Kartika Suhada. Empat produk lainnya diproduksi untuk pasar lokal (dalam negeri). Sedangkan setelah dilakukan penyeimbangan lintasan serta dilakukan penambahan mesin dan tenaga kerja terjadi peningkatan nilai estimasi keuntungan.40/tahun atau sebesar Rp.730. Pada saat ini PT.668 unit/tahun. Hal tersebut terlihat dari adanya penumpukan barang setengah jadi pada beberapa stasiun kerja tertentu.80/tahun (2. Oleh karena itu perusahaan bermaksud untuk meningkatkan kapasitas produksinya.000 unit/tahun dilakukan penambahan 5 buah mesin dan 2 orang tenaga kerja.09%). yaitu dari Rp.000 unit/tahun.21% dan perusahaan dapat memproduksi pipa kapiler AH14A693G08 sebanyak 210. Tipe AH 14A693G08 merupakan tipe yang paling banyak di produksi untuk diekspor ke Jepang. jumlah permintaan untuk pipa kapiler AH14A693G08 selama satu tahun ke depan adalah sebanyak 271.1. Pada kondisi lintasan setelah dilakukan penyeimbangan tanpa dilakukan penambahan mesin terjadi peningkatan nilai estimasi keuntungan. nilai ROI yang diperoleh sebesar 103. Ada beberapa tipe pipa kapiler yang diproduksi. MT Ir. AQOOB003G01. Setelah dilakukan penyeimbangan lintasan produksi tanpa dilakukan penambahan mesin. Perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan yang diterima karena keterbatasan kapasitas produksi yang dimiliki. Dari hasil pengamatan peneliti. Besar kapasitas produksi tersebut belum dapat memenuhi permintaan secara keseluruhan.1.60/tahun menjadi Rp.036.668/tahun dapat terpenuhi.. efisiensi lintasan menjadi 68. terlihat bahwa kondisi lintasan produksi yang diterapkan saat ini belum seimbang.589 unit/tahun dan kebutuhan tenaga kerja dapat dihemat dari 40 orang menjadi 36 orang. efisiensi lintasan meningkat menjadi 86. AUOOA211 G03. Periode pengembalian investasi (pembelian mesin) terjadi dalam jangka waktu 0. Penambahan sumber daya tersebut adalah dengan melakukan penambahan mesin dan jumlah tenaga kerja. MT I Made Sumaryana PT.425.301.96 tahun.123. Kayo Surya Utama Victor Suhandi. ST. Kayo Surya Utama menghadapi masalah dalam memenuhi jumlah permintaan yang diterima.907. yaitu tipe AH14A693G08.126 unit/tahun. yaitu ke Mitsubishi Electric Coorporation. Kapasitas produksi tersebut masih belum dapat memenuhi permintaan secara keseluruhan.75%. AUOOC606G01.37(2004) Upaya Peningkatan Kapasitas Produksi Untuk Memenuhi Permintaan Suku Cadang Lemari Es di PT.

907.239.Rp. .564.80/tahun atau sebesar Rp.199.40/tahun menjadi Rp.40/tahun (24.657.664.2.1.425.49%).766. 432.

yang memegang peranan penting dalam menjaga kelancaran kegiatan produksi yang berlangsung. dimana dalam memproduksi thiner ada 2 departemen yang terlibat. thiner ND dijadikan sebagai produk yang mewakili (surrogate product) dalam perhitungan perencanaan produksi. Dari tiga tipe produk thiner yang diproduksi. Metode ini cocok diterapkan untuk kondisi adanya kebergantungan antara besar kebutuhan bahan baku yang satu deng an bahan baku lainnya. PT Warna Mikha Mitra Sejati adalah sebuah perusahaan yang memproduksi cat dan thiner. Hasil perhitungan menunjukkan kapasitas departemen pemrosesan lebih kecil daripada departemen pengisian. Saat ini perusahaan sedang menghadapi masalah dalam pengendalian persediaan bahan baku thiner. Setelah didapat Jadwal Induk Produksi maka dilakukan perhitungan MRP (Material Requirement .38(2004) Usulan Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Thiner di PT Warna Mikha Mitra Sejati Bandung Vivi Arisandhy. maka kegiatan produksi akan terhenti.biaya yang dihitung adalah harga pokok produksi. sedangkan untuk departemen pengisian dilakukan perhitungan waktu baku. biaya tenaga kerja. Peneliti terlebih dahulu melakukan peramalan permintaan untuk masa yang akan datang dengan bantuan software QS. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan. Kartika Suhada. MT Ir. maka menimbulkan total ongkos simpan yang tinggi. Langkah berikutnya adalah perhitung an elemen biaya yang terkait. sedangkan apabila ketersediaannya berlebihan.. dan biaya simpan Langkah selanjutnya adalah penyusunan rencana produksi agregat. yang kemudian dilakukan penyusunan Jadwal Induk Produksi dimana metode yang digunakan untuk melakukan disagregasi adalah meaode Hax and Britain. sehingga kegiatan produksi terhenti. dimana biaya . ST. diketahui bahwa penyebab terjadinya hal di atas adalah kurang tepatnya metode pengendalian persediaan yang diterapkan perusahaan. diusulkan penerapan metode MRP (Material Requirement Planning). MT Nico Filemon Hermawan Bahan baku merupakan salah satu sumber daya milik perusahaan. Oleh karena itu ketersediaan bahan baku harus dikendalikan. yaitu departemen pemrosesan / pengadukan dan departemen pengisian. Metode pengendalian persediaan yang diterapkan perusahaan adalah berdasarkan perkiraan dan belum terintegrasinya antara pengendalian persediaan bahan yang satu dengan bahan baku lainnya. Lang kah berikutnya adalah perhitungan kapasitas tiap departemen. Oleh karena itu kapasitas departemen pemrosesan yang digunakan sebagai patokan besar kapasitas produksi perusahaan dalam perhitungan perencanaan produksi. Apabila ketersediaan bahan baku tidak mencukupi. Untuk menghitung kapasitas departemen pemrosesan / pengadukan dipergunakan peta pekerja mesin. Oleh karena itu. Kadang-kadang ketersediaan salah satu atau beberapa bahan baku tidak mencukupi.

sebesar Rp 2.Planning) untuk merencanakan jadwal produksi dan pemesanan bahan baku ketiga macam thiner yang akan dibuat. Dari hasil perhitungan ongkos total.444. penerapan metode MRP dapat menghemat biaya total pengendalian persediaan yang timbul untuk bulan Januari 2004. .74 atau 41.3%. 135.

-.000. potongan harga. pihak manajemen Supermarket Hero cabang Setrasari. Bandung saat ini yaitu pada lokasi yang dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan umum. usia 21-28 tahun yang merupakan market potensial. mempertahankan harga produk impor sebagai suatu nilai lebih. Bandung yaitu faktor lokasi. untuk mengetahui kesenjangan antara persepsi dan harapan konsumen pada beberapa variabel berdasarkan faktor-faktor yang mendorong konsumen untuk berbelanja. Sementara itu. melalui wawancara langsung. disertai usulan strategi pemasaran untuk peningkatan kinerja layanan yang masih belum sesuai dengan harapan konsumen pada umumnya. kekurangan yang masih memerlukan perbaikan yaitu pada penawaran harga. kecekatan petugas dalam memberikan pelayanan. menawarkan potongan harga maupun hadiah kepada konsumen. penyediaan selebaran tawaran produk. sifat dan kualitas ragam barang. MBA Kumala Kencanawati Haryanto Dari hasil penelitian pendahuluan. memeriksa kembali kebijakan penetapan harga dan memperhatikan fluktusi harga yang terjadi sehingga dapat menawarkan harga yang bersaing dan tepat. atribut fisik maupun fasilitas.500. Rp 2. Sementara itu. penulis mengetahui bahwa sebagai supermarket yang baru di daerah Setrasari yang dihadapkan dengan pesaing yang telah memiliki pelanggan tetap. penghasilan per bulan sebesar Rp 1. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Analisis GAP.. personel penjualan. jarak gang antar rak bisa dilewati oleh dua kereta dorong.39 (2004) Usulan Strategi Pemasaran untuk Peningkatan Kinerja Layanan Supermarket Hero (Studi Kasus di Supermarket Hero Cabang Setrasari. memasang spanduk iklan mengenai program tertentu di luar gedung supermarket Hero cabang Setrasari.d. pekerja wiraswasta. Bandung) Yenni M. Djajalaksana. . Bandung yaitu faktor harga. Saran yang diusulkan untuk supermarket Hero cabang Setrasari. Bandung yaitu untuk memperhatikan segmen pengunjung mayoritas hasil penelitian yaitu kaum wanita. iringan musik maupun iklan yang tidak mengganggu. faktor-faktor yang belum memenuhi harapan konsumen di supermarket Hero cabang Setrasari. pencantuman harga barang dengan jelas. dengan tidak mengabaikan segmen yang lainnya. diketahui kelebihan supermarket Hero cabang Setrasari. Bandung serta melakukan training yang baik pada tiap karyawannya. penulis mengadakan penelitian yang bennaksud untuk mengetahui kinerja Hero saat ini yang telah memenuhi harapan konsumen dan belum memenuhi harapan konsumen.s.999. lebih sering melakukan iklan dan promosi dengan menjadi sponsor. Oleh karena itu. Dari Importance Performance Analisis. atmosfer toko maupun suasana. penyediaan toilet. yang salah satunya disebabkan bclum ada pengukuran kinerja saat ini yang akan dijadikan acuan. pelayanan yang diberikan.999. iklan dan promosi. Bandung mengalami kesulitan untuk menetapkan strategi ke depan. Hasil Analisis GAP menunjukkan bahwa faktor-faktor yang telah melebihi harapan konsumen di supennarket Hero cabang Setrasari.

produk kursi tunggu juga disesuaikan dengan data Antropometri mahasiswa. . khususnya untuk orang yang datang ke suatu tempat. Dari penelitian yang dilakukan penulis. Intensitas cahaya pada lorong tunggu masih kurang. aliran udara menjadi kurang baik.40(2004) Usulan Perbaikan Produk Meja dan Kursi Penerima Tamu Secara Ergonomis (Studi Kasus di Ruang Administrasi Laboratorium Analisa Perancangan Kerja dan Ergonomi Universitas Kristen Maranatha) Ie Vie Mie. yang dijadikan tempat tunggu saat ini. tetapi masih dirasakan kurang terang. MT Shirley Permatasari Tempat tunggu merupakan tempat yang penting. Dan pemasangan alat hydrant untuk pencegahan bahaya kebakaran. mengingat sekat-sekat ruangan Lab. MT Wawan Yudiantyo. walaupun sudah terdapat beberapa lampu untuk penerangan. maka orang tersebut harus menunggu di tempat yang telah disediakan (tempat tunggu).. Untuk lingkungan fisik diusulkan penambahan lampu sehingga mencapai intensitas cahaya yang ideal untuk membaca dan menulis. dijadikan sebagai tempat tunggu. temperatur dan kelembaban pada lorong tunggu belum memenuhi kondisi ideal. Lorong yang berada di basement II gedung Teknik gelap. dimana orang tersebut tidak bisa langsung dilayani. ST. sehingga dapat mendukung konsentrasi belajar mahasiswa. APK&E UKM.APK&E yang terletak pada basement II Gedung Teknik. Pemasangan AC untuk mengatasi temperatur dan kelembaban yang kurang baik.APK&E UKM terbuat dari bahan yang mudah terbakar. maka harus diciptakan suatu lingkungan yang nyaman. Agar aktivitas yang berlangsung dalam Laboratorium dapat mencapai tujuannya. lorong. dirasakan kurang ergonomis. ST. maka lorong yang letaknya berada di basement II tersebut menjadi lembab. Alat keamanan pada lorong masih kurang. Untuk itu diusulkan produk rancangan kursi tunggu yang dapat dilipat untuk menghemat tempat. Diharapkan dengan demikian akan memberikan keyamanan bagi pengguna lorong tunggu Lab. khususnya untuk mahasiswa yang akan melakukan aktivitas. Lorong Lab. Hasil Analisa menunjukan bahwa dimensi produk kursi tunggu aktual belum sesuai dengan dimensi tubuh pengguna. seperti praktikum dan asistensi. seperti alat pencegah bahaya kebakaran. Alat ini dirasakan penting.. Selain itu karena kurangnya ventilator.

metode yang terpilih adalah metode Region Approach Revision (usulan). Kerta Laksana Bandung Santoso. tipe B = 1 1 unit. penurunan smoothnes index (menunjukkan kelancaran dari suatu lintas produksi. dan tipe F perusahaan sudah dapat memenuhi permintaan. Ketidakseimbangan beban kerja dapat dilihat dari banyaknya stasiun kerja yang menganggur dan penumpukan barang setengah jadi pada stasiun kerja tertentu.. screw conveyor 7. tipe B = 26 unit. semakin kecil semakin baik karena berarti perbedaan waktu antar stasiunstasiun kerja yang ada tidak terlalu besar) sebesar 19350.Sc Andi Indrawan PT.16% menjadi 79. screw conveyor 10m (tipe C). ST. Salah satu penyebabnya adalah tidak seimbangnya pembebanan kerja setiap stasiun kerja pada divisi Screw Conveyor. Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah mengusulkan pembebanan kerja yang seimbang.95%). Sekarang ini kapasitas produksi per bulan yang dimiliki divisi Screw Conveyor belum dapat mencukupi permintaan konsumen walaupun perusahaan sudah menggunakan jam lembur. tipe C = 8 unit. Untuk membantu memperlancar aliran material. mesin las = 3 unit (berkurang 2 unit). screw extruder (tipe E). tipe D = 12 unit. Dengan menggunakan metode penyeimbangan lintasan usulan.5m (tipe B).27% (dari 35. jumlah permintaan per bulan untuk tipe A = 16 unit. perusahaan dapat memenuhi permintaan per bulan untuk semua tipe produk hanya dengan menggunakan jam kerja reguler.41(2004) Usulan Peningkatan Kapasitas Produksi dalam Upaya Memenuhi Permintaan pada PT. penulis mencoba menyusun tata letak mesin dengan menggunakan pendekatan from to chart frekuensi. Saat ini PT Kerta Laksana memiliki 3 divisi yang aktif yaitu divisi mesin giling. Kerta Laksana merupakan perusahaan yang bergerak dalam sektor pembuatan peralatan pertanian dan konstruksi mesin. dan meningkatkan kapasitas produksi. screw 5m (tipe D). MT Ir. Jumlah mesin usulan yang digunakan adalah mesin potong plat. Kelebihan dari metode penyeimbangan lintasan usulan adalah terjadinya peningkatan utilisasi stasiun kerja sebesar 43. Berdasarkan peramalan yang dilakukan. divisi Screw Conveyor (objek penelitian).98 menjadi 11149.79%(dari 36. Sedangkan untuk tipe D.58°%). Produk yang dijadikan objek penelitian adalah produk yang tingkat permintaan-kumulatifnya mencapai 90% dalam 1 tahun terakhir yaitu produk screw conveyor 5m (tipe A).21% menjadi 77. Jumlah pekerja usulan berkurang dari 24 orang menjadi 21 orang. divisi umum.67 (dari 30499. Saat ini kapasitas per bulan yang dihasilkan perusahaan dengan menggunakan jam kerja reguler dan jam lembur masih mengalami kekurangan untuk tipe A = 7 unit. dan tipe E = 8 unit. peningkatan efisiensi lintasan sebesar 42. mesin rol dan mesin tekuk masingmasing = 1 unit (masing-masing berkurang 1 unit). Heru Susilo. Dari kedua metode penyeimbangan lintasan produksi yang digunakan (Metode Region Approach dan Metode Rank Positional Weight). . tipe C = 18 unit.31). M.

mesin las plasma 2 unit (tetap). mesin gergaji potong 1 unit (tetap).mesin bubut = 4 unit. . Untuk penambahan mesin bubut dan gerinda tangan perusahaan menggunakan mesin cadangan yang dimiliki Saran untuk perusahaan adalah sebaiknya perusahaan memindahkan kelebihan jumlah tenaga kerja dan kelebihan mesin ke bagian lain yang membutuhkan atau dapat dijadikan sebagai cadangan. gerinda tangan = 3 unit (masing-masing bertambah 1 unit).

kesenjangan antara harapan konsumen dengan persepsi manajemen (Gap 1). PT. Oleh karena itu disarankan agar pihak manajemen lebih sering melakukan riset dan melakukan komunikasi dengan konsumen untuk mengetahui apa yang diharapkan konsumennya dan juga membuat program kerja bagi karyawannya dan . Terdapat modifikasi cara pengukuran gap yaitu pada Gap 3 terdapat pengukuran spesifikasi kualitas jasa oleh konsumen dan pada Gap 4 terdapat pengukuran komunikasi eksternal oleh konsumen. ST. KAI DAOP II) Ir. Sekarang ini telah terjadi penurunan penumpang KA Parahyangan kelas Bisnis sebesar 3 %. Selain itu adanya perbedaan persepsi manajemen dengan karyawan tentang standar kinerja. KAI sebagai salah satu public service yang ada di Indonesia. Kereta Api Indonesia dengan Menggunakan Pendekatan Dimensi Kualitas Pelayanan (Studi Kasus pada KA. Kualitas pelayanan memegang peranan penting untuk memenuhi kebutuhan konsumennya. kesenjangan antara persepsi manajemen tentang harapan konsumen dengan spesifikasi kualitas jasa (Gap 2). berusaha untuk tetap mempertahankan pelanggannya dan meningkatkan kualitas pelayanan agar konsumen merasa puas. Christina Wirawan. Kualitas pelayanan yang buruk akan menimbulkan keluhan-keluhan dari pelanggannya yang akhirnya bisa berdampak buruk bagi perusahaan (PT. Parahyangan PT.KAI tidak memperhatikan kualitas pelayanannya Kepuasan pelanggan tetap harus diperhatikan. menyebabkan ketidaksesuaian dengan harapan konsumen. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa konsumen tidak merasa puas dengan pelayanan dari PT. MT Carrie Prima A Pada saat ini masyarakat lebih kritis terhadap pelayanan jasa yang ditawarkan oleh sektor public service khususnya PT. mempengaruhi karyawan yang telah konsisten menerapkan standar dan memenuhi janji. Untuk itulah dilakukan suatu penelitian untuk mengidentifikasikan faktor-faktor intern yang menentukan kualitas layanan di PT.KAI hingga saat ini merupakan perusahaan monopoli.42(2004) Analisis Kualitas Pelayanan jasa PT.KAI). Meskipun PT. Penulis menggunakan metode Servqual untuk mengetahui kesenjangan yang terjadi antara persepsi dengan harapan konsumen (Gap 5). kesenjangan antara spesifikasi kualitas jasa dengan penyampaian jasa (Gap 3) dan kesenjangan antara penyampaian jasa dengan komunikasi eksternal (Gap 4).KAI.KAI. Oleh sebab itulah PT.0.411.KAI.KAI dituntut untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas layanannya.KAI. dengan rata-rata kepuasan konsumen secara keseluruhan sebesar . MT Rudijanto Muis. bukan berarti PT.. Penyebab ketidakpuasan konsumen ini adalah karena adanya penjabaran spesifikasi standar kinerja perusahaan yang tidak sesuai dengan keadaan dilapangan saat ini. sehingga konsumen tidak merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh PT.

Job description dari tiap pekerjaaan dibuat secara tertulis dan jelas sehingga karyawan mengetahui hak dan kewajibannya dalam bekerja guna dapat memenuhi kebutuhan konsumen.dikomunikasikan dengan karyawannya dengan baik guna memenuhi kebutuhan konsumen. .

keterlambatan yang terjadi dikarenakan perusahaan belum menerapkan metode penjadwalan yang baik. Dari 24 departemen. Total waktu menganggur untuk penjadwalan non delay lebih kecil dua menit dibandingkan penjadwalan aktif. pengerjaan komponen yang mempunyai kesamaan dalam proses operasi akan dikerjakan berurutan. Mean Tardiness. Kerta Laksana adalah perusahaan yang termasuk dalam kelompok manufaktur mesin. dan jumlah mesin yang dapat digunakan. maka nilai yang dihasilkan pada jadwal non delay kecil dibandingkan metode perusahaan. Mean Lateness. MT Dominica Audrie PT. dan maximum completion time. MWKR (Most Work Remaining). maximum lateness. Nilai mean lateness penjadwalan non delay besarnya -2 hari. SPT (Short Processing Time). Sifat produksi dari perusahaan adalah berdasarkan pesanan (job order). menetapkan urutan pengerjaan komponen tiap pesanan berdasarkan prioritas total waktu proses standar terbesar. Nilai mean tardiness dan maximum lateness yang dihasilkan kedua jadwal tersebut = 0. mean lateness. Aturan prioritas yang digunakan adalah EDD (Earliest Due Date). lebih kecil dibandingkan dengan penjadwalan aktif. ST. Kerta Laksana Ir. Kriteria pemilihan metode penjadwalan terbaik yang akan diusulkan berdasarkan minimasi jumlah pesanan yang terlambat (min. Nilai maximum completion time kedua penjadwalan tersebut = 23 hari. dan pengelompokan jenis komponen berdasarkan komponen utama dan bukan utama. Masalah yang sering dihadapi oleh perusahaan adalah sering terjadi keterlambatan pemenuhan pesanan pada divisi screw conveyor sehingga dikhawatirkan dapat mengakibatkan hilangnya kepercayaan pelanggan dan denda yang harus ditanggung perusahaan. of tardy jobs) dan kriteria lain yang dipertimbangkan adalah mean tardiness. dan Maximum Lateness. batas waktu yang ditentukan (due date) dari masing-masing pesanan yang diterima. sedangkan dengan penjadwalan aktif hanya I departemen saja. Random.43(2004) Usulan Penerapan Penjadwalan Job Shop dengan Metode Heuristic untuk Produk Screw Conveyor di PT. maka termasuk ke dalam penjadwalan job shop. Metode yang digunakan adalah Priority Dispatching (Heuristic) yang terdiri dari algoritma penjadwalan aktif dan non delay. Hasil yang diperoleh dari perhitungan penjadwalan aktif dan non delay adalah tidak terdapat pesanan yang terlambat. Dilihat dari jumlah pesanan terlambat. MONPR (Most Operation Remaning). Kartika Suhada. MT Lestari Yuli Hastuti. Metode penjadwalan yang saat ini diterapkan oleh perusahaan adalah memprioritaskan pengerjaan pesanan yang diterima lebih awal. Metode tersebut tidak mempertimbangkan faktor urutan operasi dari masing-masing pesanan yang diterima. Dari hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan. Total waktu menganggur penjadwalan non delay .. 6 departemen memiliki waktu selesai lebih cepat dengan penjadwalan non delay. Dilihat dari pola aliran produksi yang terjadi dalam divisi screw conveyor.

.lebih kecil 1661 menit dibandingkan dengan metode perusahaan. maka penjadwalan yang diusulkan adalah penjadwalan non delay. Dengan demikian. sedangkan dengan metode perusahaan hanya 9 departemen. 13 departemen memiliki waktu selesai lebih cepat dengan penjadwalan non delay. Dari 24 departemen.

MT Indriani Kusumawati Perkembangan teknologi yang pesat pada saat ini. PT Telkorn menghadirkan layanan fixed wireless berbasis CDMA yang diberi brand Telkorn Flexi dimana biaya pemakaiannya mengacu pada tarif telepon rumah. place. promotion. process dan physical evidence dengan melihat keunggulan dan kelemahan yang dimiliki oleh Telkom Flexi dibandingkan dengan para pesaingnya dan berdasarkan pertimbangan segmen pasar yang dipilih. . ST. Usulan strategi pemasaran bagi kartu selular CDMA Telkorn Flexi dilakukan dengan menggunakan bauran pemasaran yang terdiri dari 7 P yakni product. Dengan demikian Telkom Flexi harus dapat mengimbangi strategi pemasaran yang diterapkan pesaing agar para pelanggan Telkom Flexi tidak beralih pada operator lain bahkan dapat meraih pangsa pasar yang lebih tinggi. price. kemudian peta posisi Telkom Flexi terhadap pesaing-pesaingnya. serta peningkatan kebutuhan masyarakat akan telekomunikasi memunculkan teknologi dengan sistem baru di bidang telekomunikasi yang dikenal dengan CDMA (Code Division Multiple Access).. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Faktor yang berfungsi untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam memilih kartu selular CDMA. Christina Wirawan. Untuk demografi sendiri diolah dengan menggunakan tabulasi silang (Crosstab) dan persepsi konsumen terhadap Telkorn Flexi diolah dengan menggunakan persentase dan pie chart. Setelah itu.44(2004) Usulan Perumusan Strategi Pemasaran Kartu Selular Telkom Flexi Ir. target perusahaan serta Positioning statement yang ditanamkan yaitu "Bukan Telepon Biasa" yakni Telkom Flexi sebagai telepon selular dengan pulsa rumah. people. sebagai senjata mereka untuk meraih pangsa pasar. Adanya tingkat peluang pasar yang tinggi pada teknologi CDMA ini dalam waktu yang relatif singkat Telkom Flexi telah memiliki 2 produk pesaing yang juga menggunakan biaya pulsa yang mengacu pada tarif telepon rumah. Selain itu juga dengan metode Correspondence Analysis yang bertujuan untuk mengetahui peta posisi persaingan sesama operator kartu selular CDMA. Data yang diolah diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner kepada konsumen di kota bandung dengan menggunakan Purposive Sampling yaitu konsumen yang pernah menggunakan kartu selular Telkorn Flexi. Untuk itu diperlukan strategi pemasaran yang tepat dan efektif bagi Telkom Flexi. Penelitian dimulai dengan mengidentifikasikan faktor-faktor yang mcmpengaruhi konsumen dalam memilih kartu selular. Fren dan Esia. penentuan segmen pasar berdasarkan data demografi dan persepsi konsumen terhadap Telkorn Flexi dan pada akhirnya penyusunan strategi pemasaran Telkom Flexi berdasarkan pada 7 P.

Terakhir dari aspek Promotion adalah sponsor acara. hiburan. wawancara dan catatan-catatan perusahaan. Dari peta posisi didapat bahwa keunggulan BMC dibandingkan pesaingnya sudah mencakup empat aspek bauran pemasaran yaitu product. price. waktu menunggu pesanan cepat. suhu produk disajikan sesuai dengan produknya. bentuk bangunan rnenarik. variasi menu. letak mudah ditemukan. memperluas tempat parkir dan menurunkan harga. MT Nessi Redinka Penelitian ini berjudul Analisis Peta Posisi untuk Menyusun Strategi Pemasaran (Studi kasus : PT. Sedangkan dilihat dari aspek Place adalah tempat parkir luas. penampilan produk. membuka cabang di tempat lain yang lebih strategis adanya iklan baik melalui media cetak maupun elektronik. kebersihan produk. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen berdasarkan 4P dilakukan perhitungan statistik menggunakan Confirmatory Factor Analysis. informasi di iklan mudah dipahami. promotion (Hermawan Kertajaya : 2001). Untuk meraih ketiga segmen tersebut BMC perlu memperhatikan kinerja pramusaji. pemandangan indah (goodview). harga termasuk pajak. digunakan Analisis Master dan Tabulasi Silang (Crosstab) untuk mengelompokkan responden dan mengidentifkasikannya. place. Faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam memilih tempat makan berdasarkan aspek Product adalah keramahan pramusaji. akses tidak macet. Peta posisi yang dimaksud disini adalah posisi BMC terhadap pesaingnya yaitu Susu Murni Lembang dan Yoghurt Cisangkuy. Rancangan alat ukur disusun peneliti mengacu pada taktik menyusun strategi pemasaran berdasarkan Bauran Pemasaran yang terdiri dari product. price. Terakhir. Bandung). Metoda pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang dilakukan terhadap 150 orang responden yang pernah mencicipi makanan & minuman di ketiga tempat makan. .Agronesia (BMC). menyediakan fasilitas credit card. kemasan produk menarik. diskon fasilitas credit card dan adanya harga promosi. Christina Wirawan. kebersihan wastafel. pramusaji mengerti produk. kerapihan pramusaji. Saran untuk BMC yang didapat dari kuesioner 1 adalah menambah jenis produk yang ditawarkan. Strategi pemasaran yang disusun ditujukan kepada segmen l. pramusaji murah senyum. promotion. harga tertulis di buku menu.45(2004) Analisis Peta Posisi untuk Menyusun Strategi Pemasaran (Studi Kasus: PT. interior nyaman. Sedangkan untuk mengetahui posisi BMC terhadap pesaingnya yaitu Susu Murni Lembang dan Yoghurt Cisangkuy digunakan Correspondence Analysis. Agronesia (BMC) Bandung) Ir. iklan. nilai kesehatan produk. place. segmen 2 dan segmen 4. Berdasarkan aspek Price adalah harga terjangkau.

Pada Buku Persediaan Obat (BPO). Dokumen-dokumen tersebut dianalisis kekurangannya. baik pada saat proses pemesanan obat. sehingga apabila konsumen hendak menebus sisa obat. . Perancangan sistem informasi menggunakan perancangan secara komputerisasi. Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap diagram alir tersebut. MT Hengky Sebastian Apotek "M" sering mengalami kekosongan stok obat. dilakukan juga pengumpulan dokumen-dokumen yang ada di Apotek "M" pada saat ini. Kelemahan-kelemahan tersebut dapat diketahui dengan membuat suatu diagram alir. Untuk dapat meminimasi kesalahan-kesalahan yang mengakibatkan aliran informasi menjadi tersendat.. Masalah lain yang ditemukan adalah data konsumen juga tidak tertata secara baik dan rapi. dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan sistem informasi secara komputerisasi maka proses pemesanan obat. dikarenakan dalam BPO tidak ada tanggal kadaluarsa obat. infomasi yang ada masih kurang lengkap.. MT Christina. penjualan obat. maka langkah pertama yang perlu dilakukan oleh Apotek "M" adalah mengetahui kelemahan-kelemahan dari sistem informasi saat ini.46(2004) Analisis dan Usulan Sistem Informasi di Apotek “M” Bandung Vivi Arisandhy. tetapi dari aliran informasi yang kurang baik di apotek tersebut. Tersendatnya aliran informasi ini dikarenakan kurang lengkapnya informasi yang disampaikan atau yang akan digunakan pada saat pengolahan informasi. Akibatnya proses pengambilan keputusan dan pengolahan informasi di Apotek "M" dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. retur obat dan pengendalian persediaan obat. ST. ST. Berdasarkan analisis. penjualan obat maupun retur obat. retur obat dan pengendalian persediaan obat dapat dilakukan dengan lebih cepat. data Pedagang Besar Farmasi (PBF) kurang Iengkap. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses pemesanan obat. pihak apotek membutuhkan waktu yang lama untuk mencari resep pada tumpukan resep. penjualan obat. Namun kekosongan stok obat tersebut bukan dikarenakan kesalahan dari pengendalian persediaan.. Selain itu. sehingga dapat dibuat suatu rancangan dokumen yang lebih baik dan lengkap.

Demikian pula dengan Samsung yang harus bersaing dengan Nokia. konsumen terbesar dari Samsung termasuk pada kategori liking the brand 77. ST.. kualitas gambar. ponsel Samsung menempati posisi terendah untuk lop of mind. menunjukan bahwa untuk elemen brand awareness yang diolah dengan statistika deskriptif. Dari hasil penelitian ekuitas merek ponsel Samsung. memiliki banyak tipe/jenis terletak pada kuadran IV. Salah satu strategi tersebut adalah dengan "Merek". kelengkapan konektivitas terletak pada kuadran I. layanan perbaikan.. harga relatif murah. bonus pembelian.47(2004) Analisis Pengukuran Elemen . kualitas desain. satisfied hrwcr dan switcher). memiliki kualitas sinyal yang baik. . Siemens dan Sony Ericsson dalam pasar ponsel. kualitas suara. terdapat 0. layanan perbaikan. Dari hasil brand association menggunakan uji Cochran diketahui bahwa Samsung memiliki asosiasi-asosiasi sebagai berikut: memiliki kualitas gambar (display) yang baik. MT Indah Victoria Sandroto. Sedangkan tingkat peralihan mereknya adalah sebanyak 13 responden loyal dan 27 responden tidak loyal dari keseluruhan 40 responden. liking the brand.63% untuk brand recognition dan 0% untuk brand unaware. tertinggi untuk brand recall serta terdapat 16 merek ponsel yang dikenal oleh responden. elemen brand association. Suatu merek yang terkenal akan memiliki brand equity (ekuitas merek) yang kuat. memiliki kesan tertentu terletak pada kuadran III. Pengukuran brand equity tcrsebut. kelengkapan menu. kualitas baterai terletak pada kuadran II. brand recognition dan brand unavvare). MT Bani Februarso Persaingan di pasar ponsel yang semakin ketat membuat setiap produsen ponsel untuk memiliki strategi dalam mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasarnya. Untuk elemen perceived quality dengan menggunakan uji Mann-U Whitney serta diagram Performance Important Analysis diketahui bahwa atribut mudah digunakan. memiliki kesan tertentu. Hasil penelitian di kota Bandung dengan respondennya adalah para pengguna ponsel atau yang pernah menggunakan ponsel serta memiliki pengetahuan dalam dunia ponsel. kepentingan dan kepercayaan) dan elcmcn brand loyally (connnitled buyer. elemen perceived quality (performansi. ST. memiliki layanan perbaikan yang memuaskan. dilakukan dengan teknik pengumpulan data melalui survei dengan kuesioner sebagai alatnya sehingga diperoleh data-data yang dapat digunakan untuk mengusulkan strategi bagi pihak Samsung dalam dalam mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasarnya. mudah diperoleh. kualitas sinyal. memiliki kualitas suara yang baik. memiliki banyak tipe/jenis.elemen Ekuitas Merek Ponsel Samsung sebagai Usulan untuk Mempertahankan dan Meningkatkan Pangsa Pasar Melina Hermawan. memiliki baterai yang relatif tahan lama. brand recall. Brand Equity tersebut terdiri dari elemen brand awareness (lop ofmirul. dapat diketahui kelebihannya dalam atribut kualitas suara. kualitas sinyal. Untuk brand loyalty menggunakan statistika deskriptif dan rantai Markov.50%.

kelengkapan konektivitas. mudah diperoleh. agar Samsung dapat terus mengelola pangsa pasar yang sudah ada bahkan dapat meningkatkan pangsa pasarnya dengan membidik segmen baru. Hal ini dapat dijadikan bahan masukan bagi Samsung. .kualitas baterai sedangkan kekurangannya dalam atribut mudah digunakan.

dengan jumlah masing .000 jika tenaga kerja yang digunakan tenaga kerja lama dan baru.548. kedua aliran kas yang diperoleh mengalami kerugian pada semester 2 tahun pertama sebesar Rp 13.. MT Christina.langkah yang dilakukan adalah melakukan survei dengan menyebarkan kuesioner ke sekolah . namun jumlah mahasiswa peserta perkuliahan kelas malam minimal 102 orang yang dibagi dalam dua kelas.langkah yang dilakukan adalah menghitung besar biaya total yang harus dikeluarkan dan menghitung titik impas dari perkuliahan kelas malam ini. Hasil dari pengumpulan data. Hasil dari penyebaran kuesioner kepada dosen diperoleh data sebanyak 26 orang dosen bersedia mengajar pada perkuliahan pada malam hari. aliran kas yang diperoleh tidak terdapat kerugian bahkan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. ST. Dari hasil studi kelayakan. Hasil yang diperoleh dari perhitungan adalah jika dibuka 1 kelas. Christina Wirawan. Langkah . menyebarkan kuesioner kepada dosen untuk mengetahui kesediaan mereka mengajar perkuliahan kelas malam. jumlah total yang berminat terhadap pembukaan kelas malam ini sebanyak 387 orang. Bila dibuka 2 kelas.sekolah. Titik impas tercepat dari hasil perhitungan adalah bila jumlah mahasiswa minimal sebanyak 51 orang mahasiswa dalam satu kelas. . langkah . Dalam studi kelayakan aspek pemasaran. aspek teknik dan aspek keuangan.. Dari segi aspek keuangan. untuk itu perlu dilakukan studi kelayakannya yang meliputi aspek pemasaran. tetapi pada tahun . langkah . kemudian menghitung estimasi jumlah peminat perkuliahan kelas malam ini.langkah yang dilakukan dalam studi kelayakan aspek teknik adalah menghitung jumlah dosen yang diperlukan untuk mengajar di perkuliahan kelas malam. MT Maria Susanti Yenny Ratna Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha berencana membuka perkuliahan kelas malam Jurusan Teknik Industri. kantor kantor.48(2004) Analisis Kelayakan Perkuliahan Kelas Malam Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha Bandung Ir.masing kelas 51 orang mahasiswa. karyawan sebanyak 49 orang dan mahasiswa Universitas Kristen Maranatha jurusan Teknik Industri sebanyak 216 orang. yaitu siswa SMA sebanyak 122 orang.000 jika tenaga kerja yang digunakan semua tenaga kerja baru.tahun berikutnya mengalami peningkatan. universitas .174. ST. perkuliahan kelas malam ini layak untuk diadakan karena tersedianya dosen dan ruang kuliah yang cukup untuk pelaksanaan perkuliahan kelas malam. dan kerugian sebesar Rp 24.universitas lain dan Universitas Kristen Maranatha sendiri. Titik impas tercepat yang diperoleh dari hasil perhitungan adalah bila jumlah mahasiswa minimal sebesar 102 orang mahasiswa yang dibagi dalam dua kelas. pengolahan data dan analisis dilihat dari segi aspek pasar menunjukkan bahwa rencana ini dapat dilaksanakan karena banyak yang berminat untuk mengikuti perkuliahan kelas malam ini. MT Melina Hermawan.

sedangkan dengan metode usulan adalah sebesar Rp 25.726. Peramalan dilakukan dengan menggunakan metode Single Exponential Smoothing with Trend. PLCC. MT Vivi Arisandhy Ii Surya Yanti PT. kecuali untuk PDIP 20. dan waktu pemesanan dilakukan pada saat persediaan mencapai safely stock. besar penghematan biaya pengendalian persediaan vang bisa diperoleh dengan menerapkan metode usulan adalah sebesar Rp 59. Metode pengendalian persediaan yang disarankan adalah dengan menggunakan Material Requirement Planning (MRP) dengan penentuan besarnya ukuran lot berdasarkan metode Wagner Whitin.3 menggunakan metode Siklis. diperoleh bahwa total biaya pengendalian persediaan dengan menggunakan metode perusahaan saat ini adalah sebesar Rp 85. Selanjutnya dilakukan perhitungan kapasitas berdasarkan jumlah mesin saat ini. Dari hasil peramalan kemudian dilakukan perhitung an peramalan permintaan agregat.633 atau 69. dimana ketersediaan bahan baku seringkali berlebihan atau bahkan kekurangan.301. Holt Winter. SOT dan TO. Hasil perhitungan menunjukkan terdapat kelebihan jumlah mesin sebanyak 6 unit dari yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan. . Omedata Electronics merupakan suatu perusahaan swasta subkontraktor yang bergerak di bidang perakitan IC.574.84%. dan diperoleh bahwa data berada dalam batas kontrol. Kartika Suhada. Siklis dan Linier Siklis. Moving Average with Linear Trend. kembali dilakukan perhitungan kapasitas berdasarkan jumlah mesin yang dibutuhkan. Terakhir dilakukan perhitungan rencana kebutuhan bahan dengan menggunakan metode perusahaan saat ini dan metode usulan. Omedata Electronics Bandung Ir. Linear Regression. Dengan demikian. Uji verifikasi dilakukan dengan menggunakan peta Moving Range. SOIC. Sedangkan kriteria vang dipakai untuk mengukur kesalahan peramalan adalah MAD.433. dimana diperoleh nilai CV untuk data permintaan setiap jenis IC berada di atas 0. Langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan perhitungan Coefficient of Variance.49(2004) Usulan pengendalian Persediaan Bahan Baku Produk IC di PT. Metode peramalan terpilih untuk semua jenis IC adalah metode Linier Siklis. Selanjutnya dilakukan proses agregasi dengan menggunakan metode Transportasi Land dan proses disagregasi dengan menggunakan metode Hax and Meal. Pengendalian persediaan yang dijalankan perusahaan saat ini adalah melakukan pemesanan berdasarkan ukuran lot tertentu (perusahaan yang menetapkan). Oleh karena itu.066. Masalah yang dihadapi perusahaan saat ini adalah mengenai pengendalian persediaan bahan baku.2 sehingga termasuk ke dalam pola data non stasioner. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan kedua metode tersebut di atas. Produk yang dihasilkan antara lain PDIP. Double Exponential Smoothing with Trend. karena metode ini menghasilkan biaya pengendalian persediaan yang optimal.

total biaya menunggu nasabah Rp 167.. Nasabah berdiri mengantri dalam satu jalur. Jika antrian panjang. Biaya menunggu nasabah adalah Rp 16.27 menit. Saat ini BCA Surya Sumantri memiliki lima counter untuk melayani transaksi setoran tunai. panjang antrian maksimal yang terjadi adalah 10 orang. nasabah cenderung menunda transaksi karena melelahkan jika harus berdiri lama ketika mengantri.62 serta service level 97.051. bahkan mungkin beralih ke bank lain sehingga opportunity cost meningkat. Salah satu faktor pertimbangan nasabah dalam memilih bank adalah kecepatan melakukan transaksi yang erat kaitannya dengan masalah antrian.497. ST. jumlah nasabah yang balking 13 orang. M.047. waktu menunggu nasabah adalah 1. Pengurangan ini dikarenakan ditutupnya beberapa bank atau merger antara beberapa bank. total biaya menunggu nasabah Rp 1. ini dilakukan untuk menyeimbangkan beban kerja teller.13 menit. dan total opportunity cost Rp 2.8 per jam dan opportunity cost tiap nasabah Rp 2. selang waktu kepergian teller dan lamanya petugas teller meninggalkan counter dengan menggunakan program Stat::Fit agar diperoleh nilai parameter yang diinginkan. MT Wenny Chandra. Persaingan menjadi semakin ketat karena bank-bank yang merger akan memiliki sumber daya yang lebih berkualitas.97. Solusi untuk mengurangi panjang antrian adalah dengan menambah jumlah teller sehingga tidak ada lagi nasabah yang melakukan balking. . Semakin panjang antrian maka minat nasabah untuk melakukan transaksi menurun. panjang antrian maksimal yang terjadi 33 orang.. tarikan tunai dan kiriman uang tetapi yang beroperasi hanya empat.Sc Amelia Margatan Sebagai akibat dilakukannya likuidasi terhadap bank yang tidak sehat oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional beberapa tahun lalu. Tingkat utilisasi teller adalah 68.879.599.50(2004) Estimasi Jumlah Teller di BCA Surya Sumantri Menggunakan Model Simulasi Victor Suhandi.dan service level mencapai 100 %. Biaya dan waktu menunggu nasabah makin besar jika antrian semakin panjang.94 %. terutama pada jam jam sibuk.7. ST. enam dan tujuh orang menggunakan program Promodel.. Jumlah teller usulan adalah lima orang dengan fasilitas kursi. display dan nomor urut.67 %. jumlah bank di Indonesia mengalami pengurangan.294. tidak ada nasabah yang balking sehingga total opportunity cost adalah Rp 0. Untuk mencari jumlah teller usulan dilakukan simulasi terhadap alternatif jumlah teller lima. Dengan empat orang teller tingkat utilisasi teller adalah 82.35.111.789. selain itu tuntutan nasabah terhadap pelayanan bank semakin tinggi. waktu menunggu nasabah 13. Di BCA Surya Sumantri antrian panjang sering terjadi. Uji distribusi terhadap data selang waktu kedatangan nasabah pada jam-jam yang sama.83 %.

51(2004) Pengaruh Informasi Kualitas Universitas dan Persepsi Persaingan Universitas terhadap Minat Melanjutkan Studi di UKM (Studi Kasus Eksploratori Siswa Kelas 3 SMU Kristen 1. Hendra Kusuma. Ukuran sampelnya ialah sejumlah responden yang memenuhi persyaratan. Hingga peneliti tertarik untuk meneliti faktor "Citra UKM di Masyarakat" secara lebih detil dan diuji pengaruhnya terhadap Minat. UKM banyak direkomendasikan. biaya kuliah di UKM sesuai dengan kualitas. terkumpul 181 kuesioner. Faktor Citra tersebut masih belum detail dan pengaruhnya atas Minat tidak diuji. Jika hasil regresi clan peta posisi digabungkan maka didapatkan bahwa keunggulan/asosiasi UKM yang berpengaruh terhadap Minat adalah dalam hal banyak yang merekomendasikan. lokasi. MT Linawati Arjono Dalam penelitiannya. Kristen 2. Kristen 2. Kusuma dan Tearalangi (2003) menggunakan responden orang-orang yang mendaftar di UKM pada gelombang 1 tahun akademik 2003/2004 hingga pemetaan Minat tersebut masih belum jelas. kelompok yang memilih berdasarkan jurusan dan perguruan tinggi. Peneliti menggunakan model Brand Eguity yang telah dimodifikasi untuk mengetahui pengaruh Citra UKM terhadap Minat Mernilih UKM: Digunakan pula analisis regresi dan peta posisi (Gorespon6fenceAnalysis) untuk pengujian hipotesis. dan biaya kuliah di UKM sesuai dengan kemampuan orangtua. Populasi yang digunakan adalah siswa siswa kelas 3 di SMU Kristen 1. serta kelompok yang memiliki banyak pilihan) dalam memilih jurusan di UKM adalah "Citra UKM di Masyarakat". Santa Maria 1. dalam penelitian ini peneliti menggunakan responden siswa-siswa SMU kelas 3 dan memperkembangkan persepsi posisi UKM terhadap Perguruan Tinggi Swasta lain di Bandung. Faktor pertama yang dipertimbangkan oleh 4 kelompok siswa SMU kelas 3 tersebut (kelompok yang memilih berdasarkan jurusan. Posisi UKM atas Perguruan Tinggi lain di Bandung juga tidak dipertimbangkan pengaruhnya terhadap Minat Memilih Perguruan Tinggi. Oleh karena itu. promosi. dan Santa Maria 2 Cirebon. Kusuma dan Tearalangi (2003) menyatakan bahwa terdapat 7 kelompok siswa SMU kelas 3. clan banyak yang merekomendasikan. Atas permintaan bagian Humas UKM. SMU Kristen 2. fasilitas. dan Santa Maria 2 Cirebon. . atau STIEB. pilihan jurusan/fakultas. Santa Maria 1. Dari hasil pengolahan data diperoleh bahwa Informasi yang mempengaruhi Minat Memilih UKM Sebagai Perguruan Tinggi adalah informasi tentang kebanggaan bila diterima. Keunggulan UKM merupakan asosiasi merek dari UKM sehingga dipersepsikan bahwa asosiasi merek UKM cenderung pada hal-hal frsik. infoi -masi yang diberikan. Selain itu. Teknik sampling yang digunakan ialah purposive sampling. unit kegiatan. SMU Santa Maria 2 Cirebon) Ir. dengan mencari siswa-siswa SMU kelas 3 yang berminat melanjutkan studi ke UKM atau UNPAR. penelitian dilakukan di SMU Kristen 1. kelompok yang memilih berdasarkan perguruan tinggi. Hasil pengolahan peta posisi menunjukkan bahwa keunggulan UKM adalah dalam hal teknologi.

Peneliti menyarankan untuk melakukan investasi pada atribut Kebanggaan Diterima. dan kantin. dan memperketat kriteria mutu penerimaan mahasiswa baru.Saran-saran yang diberikan peneliti untuk UKM adalah dengan melakukan investasi pada atribut Kebanggaan Diterima. fasilitas "home stay". dan mengikuti kegiatan yang diadakan sekolah-sekolah (menjadi sponsor. yaitu dengan melibatkan mahasiswa dalam promosi aktif dan memajang profil alumni yang berhasil di masyarakat dengan pesan sponsor "saya bisa berhasil karena pendidikan yang diberikan di UKM". Setelah atribut-atribut tersebut diinvestasikan. yaitu dengan mendorong unit kegiatan dan HIMA untuk mengadakan kegiatan yang melibatkan siswa SMU. menampilkan unit-unit kegiatan. . baru dikomunikasikan kepada masyarakat. yaitu dengan mengadakan USM lebih awal dari UNPAR. Untuk atribut Biaya Kuliah sesuai dengan Kualitas dilakukan dengan mempertahankan kualitas UKM. Atribut Banyak yang Merekomendasikan perlu dipertahankan karena atribut ini penting dan UKM unggul dalam atribut ini. Untuk atribut Biaya yang Terjangkau dilakukan investasi dengan memberikan PMDK. asrama. dll). Sedangkan atribut Biaya yang Terjangkau dilakukan dengan memberikan bea siswa. meminimasi mahasiswa cadangan.

. maka diusulkan metode pengendalian persediaan metode P dan metode Q.37 (10. Dengan menggunakan metode yang diusulkan. Dari perhitungan dengan metode usulan maka untuk item-item suku cadang yang bersifat stasioner terpilih metode P multi item yang memberikan penghematan ongkos total persediaan Rp. Hal ini dapat mengakibatkan persediaan beberapa item suku cadang yang lain kehabisan stok (stock out). maka diusulkan metode pengendalian persediaan Time Phased P Systems.52(2004) Usulan Pengendalian Persediaan Suku Cadang di PD. “Harapan Motor” Banjar Santoso. Namun demikian sering kali banyak perusahaan di Indonesia termasuk PD. dimana semua suku cadang dipesan dari supplier yang sama dengan jangka waktu pemesanan yang selalu tetap yaitu 6 hari sekali.38%).112. Sedangkan untuk item-item suku cadang yang bersifat non stasioner metode Time Phased P Systems memberikan penghematan ongkos total persediaan Rp.009.48%). MT Handy Hidayat Masalah persediaan merupakan salah satu masalah yang sering terjadi dalam dunia usaha. ST. 429. diharapkan dapat memperbaiki kekurangan metode pengendalian persediaan suku cadang di PD. 96. Saat ini dalam memenuhi permintaan suku cadang hanya berdasarkan pengalaman saja. MT Vivi Arisandhy. Banjar. Jawa Barat. sedangkan untuk item-item suku cadang yang bersifat non stasioner. Untuk item-item suku cadang yang bersifat stasioner.. ST. Harapan Motor sebagai dealer resmi yang bergerak di bidang kendaraan roda dua di kota Banjar yang masih belum memiliki sistem pengendalian persediaan yang baik..07 (51. Harapan Motor.

Hasil analisis sosial menunjukkan perubahan perangkat beserta teknologi yang diusulkan memberi keuntungan lebih bagi masyarakat. analisis teknik dengan menggunakan simulasi sistem. secara finansial alternatif yang diusulkan layak untuk dipertimbangkan. yaitu selain meningkatkan keakuratan informasi bagi masyarakat. Christina Wirawan. sehingga sebaiknya dilakukan penggantian perangkat. Dari hasil analisis teknik menunjukkan bahwa tingkat pelayanan (service level) terhadap pelanggan >_ 92% dapat diperoleh dengan menambah dua perangkat dan dua operator untuk kondisi pelayanan saat ini dan kondisi pelayanan satu tahun mendatang. Market share terbesar diperoleh dari segmen bisnis dan segmen ritel. perkembangan bisnis telekomunikasi sebagai salah satu alat penyedia informasi sudah semakin tinggi. MT Ir. nilai NPV > 0 dan nilai IRR > MARR. Keempat aspek kelayakan yang dilakukan memberikan hasil yang positif atau dalam artian layak untuk dilakukan. Kartika Suhada.53(2004) Analisis Kelayakan Penambahan Kapasitas Pelayanan Telkom Global 017 di Call Center Telkom Surabaya Ir. Oleh karena itu. Untuk saat ini. Saat ini. Terjadinya Loss Call menyebabkan service level menjadi turun. Peningkatan pangsa pasar untuk satu tahun mendatang dapat diantisipasi dengan menerapkan strategi bersaing community marketing. karena pada dasamya masyarakat akan menerima manfaat lebih dari proyek penambahan kapasitas pelayanan Telkom Global 017 di Call Center Surabaya. Peluang untuk menambah infrastruktur (perangkat + operator) secara finansial harus dilakukan. Oleh karena itu. MT Riset Wijoyo Informasi yang dibutuhkan seorang pengambil keputusan harus tersedia secara cepat. Hasil analisis pasar menunjukkan bahwa pasar untuk produk Telkom Global 0 17 menunjukkan peningkatan pelanggan dengan didukung olch pola data permintaan yang linier. Alternatif yang diberikan memiliki payback period yang lebih pendek dari satu tahun. perlu adanya suatu analisis yang terstruktur mengenai penambahan operator dan perangkat secara optimal. Strategi pelayanan yang meningkatkan service level hingga > 92% adalah differensiasi tersendiri bagi Telkom. dengan melakukan suatu studi kelayakan yang mengkaji penambahan kapasitas pelayanan. perangkat baru juga memantu memberikan informasi interface yang lebih baik. Untuk dapat melakukan percakapan ke luar negeri. peningkatan jumlah pelanggan di Call Center Surabaya tidak seimbang dengan kapasitas pelayanan yang tersedia. tepat dan akurat. dan analisis sosial. Hasil analisis finansial menunjukkan umur ekonomis perangkat lama telah terlampau. pelanggan dapat menggunakan layanan Call Center dengan mengakses jasa operator. . Analisis kelavakan yang dilakukan memperhatikan empat aspek yaitu analisis pasar. Salah satu teknologi terbaru yang dikembangkan oleh PT Telkom adalah VOIP (Voice Over Internet Protocol) yang dipergunakan dalam menunjang komunikasi internasional. analisis finansial dengan menggunakan metode analisis pcnggantian.

Dari hasil analisa tersebut.54(2004) Analisis Optimalitas Jumlah Loket Tol Pasteur dengan Menggunakan Simulasi Antrian Lestari Yuli Hastuti.00 . ST. maka tahap selanjutnya yaitu pembuatan simulasi dengan menggunakan program Promodel.00. Data jumlah kedatangan hari biasa diperoleh dari pihak perusahaan. oleh karena itu data yang diambil hanya dibatasi pada shift 1 dan 2.P Dengan semakin berkembangnya teknologi dan taraf hidup masyarakat. sedangkan untuk data jumlah kedatangan long weekend diperoleh dengan pengambilan langsung di lapangan. Hari biasa meliputi weekdays (hari Senin sampai Jumat) dan weekend (hari Sabtu dan Minggu). Untuk memperoleh jumlah loket tol yang optimal hanya perlu dilakukan penambahan dan atau pengurangan operator loket tol pada waktu-waktu yang dibutuhkan. Namun bila jumlah kedatangan kendaraan sedikit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui optimalitas jumlah loket tol khususnya pada masing-masing shift. . Pada akhirnya ditarik kesimpulan mengenai jumlah loket tol yang dibutuhkan agar dapat bekerja dengan optimal dengan memperhatikan service level dan utilitas loket tol. shiff l mulai pukul 07. jumlah kendaraan yang keluar masuk tol Bandung. Dari hasil tersebut. ternyata belum dibutuhkan penambahan fasilitas loket tol. Data kecepatan pelayanan diperoleh dengan pengambilan langsung di lapangan dengan menggunakan teknik jam henti. lalu dibuat perkiraan penambahan dan atau pengurangan operator loket tol sebagai input pada analisis sensitivitas untuk menemukan optimalitas sistem. MT Victor Suhandi. khususnya tol Pasteur tidak terlalu ramai dibandingkan pada hari libur. yaitu hari biasa dan long weekend. Tetapi untuk mendapatkan pola jumlah kedatangan. Pembahasan dalam penelitian ini dibagi menjadi 2. menyebabkan pesatnya jumlah pertambahan kendaraan yang berlalu lalang di jalan tol Bandung. Analisis yang dilakukan meliputi rata-rata waiting time kumulatif. setelah itu dilakukan pengujian distribusi. shift 2 pukul 14. Untuk mendapatkan distribusi kecepatan pelayanan. Pembagian shift tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data kecepatan pelayanan serta data jumlah kedatangan kendaraan untuk loket tol masuk dan keluar. diuji hipotesis rata-rata dan tahap terakhir yaitu dilakukan pengujian distribusi.00 .00 dan shift 3 pukul 21. maka data kecepatan pelayanan harus diuji kecukupan data terlebih dahulu.. yang menyebabkan ketidakpuasan konsumen (service level rendah). Pada hari biasa. sedangkan untuk long weekend berjalan selama 14 jam.00 .14.. menyebabkan tingkat utilitas loket tol menjadi kecil. lalu diuji goodness of fit.07. ST. MT Francisca T. Setelah diperoleh distribusidistribusi tersebut. Untuk long weekend pada penelitian ini adalah hari libur yang jatuh pada hari Jumat atau Senin.21. Simulasi untuk hari biasa berjalan selama 24 jam. Seringkali pada hari libur terjadi antrian kendaraan yang cukup panjang. data tersebut terlebih dahulu ditetapkan pembagian parameter. persen service level dan persen utilisasi kegunaan loket tol per waktu bagian dan utilisasi keseluruhan selama simulasi berjalan. sedangkan jumlah loket tol yang aktif bekerja banyak.00.

60% menjadi 89. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kelayakan investasi dengan metode Payback Period = 3.84% yang semula 37.38% menjadi 89. produk yang diamati antara lain Shirt. Untuk itu perlu dilakukan perencanaan produksi yang baik. Dana yang dibutuhkan untuk investasi ini adalah sebesar Rp 567..72.55(2004) Usulan Penyeimbangan Lintas Produksi dan Penyusunan Jadwal Induk Produksi di PT.739. investasi tersebut dinilai layak untuk dijalankan. dan ¾ Pants. ST. Kapasitas yang diusulkan menjadi input bagi perencanaan produksi yang terdiri dari perencanaan agregat dan perencanaan disagregat. Setelah dilakukan penyeimbangan lintas produksi. Primasejati Duta Wisesa Indonesia Vivi Arisandhy.14%. untuk produk Long T-Shirt meningkat sebesar 590 unit / minggu yang semula 786 unit / minggu menjadi 1376 unit / minggu. yaitu knit dan woven. Net Present Value = 23. Peningkatan permintaan menuntut perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi. dan untuk produk Polo Shirt meningkat sebesar 457 unit / minggu yang semula 517 unit / minggu menjadi 974 unit / minggu. Sedangkan pada jalur woven terjadi peningkatan efisiensi sebesar 53. Metode yang digunakan untuk perencanaan agregat adalah metode Mixed Strategy. ternyata terdapat kekurangan mesin jahit sebanyak 37 buah. dan Polo Shirt. Setelah dilakukan penyeimbangan lintas produksi. Kapasitas produksi untuk produk T-Shirt meningkat sebesar 564 unit / minggu yang semula 300 unit / minggu menjadi 864 unit / minggu. Sedapat mungkin perusahaan dapat memenuhi pemintaan tanpa harus melakukan lembur dan subkontrak. Long T-Shirt.905. Long Pants. dan Internal Rate of Return = 987. untuk produk Long Pants meningkat sebesar 1031 unit l minggu yang semula 136 unit / minggu menjadi 1167 unit / minggu. Rendahnya kapasitas disebabkan karena ketidakseimbangan lintas produksi yang diindikasikan dengan adanya stasiun kerja sibuk dan idle yang menyolok dan adanya work in process pada beberapa stasiun kerja. Sedangkan metode yang digunakan untuk perencanaan disagregat adalah pendekatan Reguler Knapsack. Hasil yang diperoleh adalah perusahaan tidak perlu melakukan lembur maupun subkontrak karena kapasitas produksi yang diusulkan telah dapat memenuhi ramalan permintaan.. Sedangkan pada jalur produksi woven. Setelah dianalisis. ST. dan untuk produk ¾ Pants meningkat sebesar 500 unit / minggu yang semula 49 unit / minggu menjadi 549 unit / minggu. Produk yang diamati pada jalur produksi knit antara lain IT-Shirt. Perusahaan memiliki dua jalur produksi. Kapasitas produksi untuk produk Shirt meningkat sebesar 1644 unit / minggu yang semula 278 unit / minggu menjadi 1922 unit / minggu.55 bulan.66%. terjadi peningkatan efisiensi lintasan dan kapasitas produksi. MT Santoso. Hasil yang diperoleh dari perencanaan disagregat adalah Jadwal Induk Produksi (JIP) yang .22%.765. Pada jalur knit terjadi peningkatan efisiensi sebesar 51. Untuk meningkatkan kapasitas. MT Arif Hadijaya Anwar PT Primasejati Dutawisesa Indonesia adalah sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang garment yang memproduksi pakaian jadi anak-anak.00.703. metode penyelesaian masalah yang digunakan adalah penyeimbangan lintas produksi.000.54% yang semula 35.

.berguna bagi perusahaan untuk merencanakan berapa banyak yang akan diproduksi setiap bulannya.

di jalan raya gadobangkong no 97. Metode-metode pengukuran beban kerja karyawan tidak langsung yang dikembangkan adalah metode self sampling. ST. MT Denny Wijaya lnformasi tentang beban kerja dari setiap karyawan dibutuhkan untuk menentukan jumlah karyawan di setiap unit kerja. Keempat metode ini dapat mengeliminasi kelemahan utama yang terdapat pada metode work sampling. MT Santoso. sedangkan diary sampling with modified memiliki karakteristik interval waktu konstan dan pengisian lembar kerja dengan huruf. dan yang melakukan pengisian adalah karyawan sendiri.. “A”. Namun metode work sampling ini memiliki kelemahan utama dalam hal sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan pengukuran dan juga terkadang sulit diterapkan di semua tempat. metode self sampling with modified. Adapun tujuan dari dilakukannya pengembangan metode work sampling ini adalah agar dihasilkan suatu metode baru yang lebih baik dan dapat diterapkan secara luas sebagai sebuah metode pengukuran beban kerja karyawan tidak langsung. Jenis pekerjaan yang tidak mengikuti suatu pola tertentu (karyawan tidak langsung) sulit diukur waktu kerja/pemakaian waktu kerjanya.61(2004) Usulan Pengembangan Metode Work Sampling Berdasarkan Teori Y (Douglas McGregor) Novi. Pengumpulan data untuk penelitian ini dilakukan di 3 tempat berbeda. Cara pengisian dari keempat metode yang dikembangkan ini adalah dengan cara pemberian tally atau pemberian huruf saja pada kolom-kolom waktu yang telah ditentukan. dan memiliki sifatsifat positif yang lainnya. Berdasarkan uji Wilcoxon yang telah dilakukan. yaitu dalam hal sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan pengukuran dan juga dapat diterapkan di semua tempat. Teori Y berpendapat bahwa pada dasarnya orang itu baik. . Bandung. dapat dipercaya. Diary sampling memiliki karakteristik interval konstan dan pengisian lembar kerja dengan tally. yaitu perpustakaan fakultas psikologi UKM. keempat metode yang dikembangkan tersebut ternyata memberikan hasil yang valid (hasilnya tidak berbeda secara signifikan dengan metode work sampling). yaitu sebuah metode untuk mengukur persentase kemunculan suatu aktivitas melalui pengamatan secara acak. Karakteristik dari metode self sampling dan self sampling with modified adalah interval random dan pengisian lembar kerja dengan tally. Berdasarkan kelemahan-kelemahan yang terdapat pada metode work sampling.. maka dalam penelitian ini dilakukan pengembangan metode pengukuran beban kerja karyawan tidak langsung berdasarkan teori Y (Douglas McGregor). sehingga diperlukan suatu pendekatan tertentu. salah satu tempat fotocopy di UKM dan PT. Pendekatan yang populer dipakai selama ini untuk mengetahui distribusi pemakaian waktu kerja karyawan tidak langsung adalah sampling pekerjaan (work sampling). ST. metode diary sampling dan metode diary sampling with modified.

kesulitan-kesulitan dalam penerapannya dan penilaian performansi yang sudah dilakukan didapatkan basil bahwa metode diary sampling with modified memiliki nilai yang paling tinggi. .Berdasarkan basil pengolahan data dengan scoring concept. yang berarti menurut para responden metode diary sampling with modified merupakan metode yang terbaik dari keempat metode yang dikembangkan. uji validitas.

tanggung jawab. keamanan pekerja. Adapun kelima belas faktor tersebut adalah tantangan pekerjaan. pujian. rasa kebersamaan rekan sekerja. maka manusia tersebut akan memberikan hasil yang maksimal dalam bekerja. dan berdasarkan selisih rata-rata kenyataan dan harapan. keselamatan pekerja. Di perusahaan ini. Yang termasuk ke dalam faktor dissatisfier adalah: tunjangan keluarga. upah. kesempatan promosi. jaminan sosial. Ditempat kerjanyalah. dengan asumsi data yang diperoleh valid dan reliabel. Hasil kuesioner diolah dengan menggunakan uji peringkat-bertanda Wilcoxon. pemilik perusahaan ingin mengetahui apakah dugaannya benar bahwa kepuasan kerja operator rendah. Pemilik perusahaan menduga bahwa hal ini disebabkan karena kepuasan kerja operator rendah.. dan keselamatan pekerja. fasilitas fisik selama bekerja. operator bagian jahit sering tidak masuk kerja karena mereka pindah sementara untuk bekerja di perusahaan lain. manusia dituntut untuk bekerja mencari uang. dan fasilitas fisik selama bekerja. Dengan demikian. manusia banyak menghabiskan waktunya dalam satu hari untuk melakukan pekerjaan dalam usaha mencari uang. Salah satu perusahaan yang menjadi tempat kerja adalah perusahaan SL yang bergerak di bidang industri garment pakaian bayi dan blanket. Setelah dilakukan analisa dengan beberapa metoda maka disimpulkan bahwa terdapat 6 faktor utama dengan skala kenegatifan terbesar yang menyebabkan rendahnya kepuasan kerja para operator jahit dan 9 faktor tambahan lainnya dengan skala kenegatifan yang relatif lebih rendah. kontribusi pekerjaan. Jumlah responden 10 orang. Pengumpulan data dimulai dengan membuat kuesioner berdasarkan metoda rating scale menggunakan teori kepuasan kerja discrepancy. two factor theory. Adapun variabel yang digunakan adalah berdasarkan hirarkhi kebutuhan Maslow. kesempatan berprestasi. MT Dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. ST. Apabila manusia merasa puas dengan pekerjaannya. keamanan pekerja. Berdasarkan teori dua faktor kita dapat membagi 6 faktor utama tersebut ke dalam faktor satisfier dan dissatisfier. upah tunjangan keluarga. . hubungan antar karyawan. Sedangkan yang termasuk faktor satisfier adalah pujian. Hal ini menyebabkan hasil kerja operator menjadi tidak maksimal. hubungan dengan atasan. Oleh karena itu.62(2004) Pengukuran Kepuasan Kerja dengan Metoda Discrepancy Novi. manusia berusaha memenuhi kebutuhannya akan kepuasan kerja. Variabel yang dibentuk berdasarkan hirarkhi kebutuhan Maslow yang dipecah menjadi 15 faktor dan dibuat dalam bentuk pertanyaan kuesioner. khususnya di bagian jahit tidak mudah pindah kerja ke perusahaan lain. Hasilnya dianalisis berdasarkan metoda discrepancy. Banyak pesanan yang menjadi terlambat pengirimannya karena kekurangan pekerja yang mengerjakannya. dan jika benar variabel apa saja yang dapat meningkatkan kepuasan kerja agar para karyawannya.

Untuk meningkatkan kepuasan kerja dapat dilakukan dengan memperkecil perbedaan antara kenyataan yang didapat dan harapan yang diinginkan. sehingga menyebabkan kepuasan kerja yang dimiliki operator jahit rendah. dapat ditarik kesimpulan bahwa rata-rata kenyataan yang didapat operator jahit lebih rendah dari rata-rata harapan yang diinginkan.Dari hasil penelitian yang dilakukan. dan memenuhi terlebih dahulu faktor dissatisfier sebelum memenuhi faktor satisfier. Discrepancy yang terjadi hanya discrepancy negatif. .

dan kecukupan data. Selanjutnya dilakukan perbaikan tata letak dan desain rak di ruang toko. maka didapat jumlah pelayan optimal 9c) = 3 pelayan. MT Perbaikan tata letak dan perhitungan jumlah pelayan optimal diperlukan untuk kelancaran proses pelayanan sehingga pelayanan dapat berjalan dengan baik. dilakukan uji coba untuk mendapatkan data laju kedatangan dan waktu pelayanan berdasarkan layout usulan. Perbaikan yang dilakukan meliputi pebaikan ukuran baik ketinggian maupun lebar rak. penekanan jumlah antrian dan waktu antrian yang terkait di dalamnya demi berlangsungnya usaha dan tujuan toko secara baik dan optimal. keseragaman. dicari jumlah pelayan optimal berdasarkan lamanya antrian dan jumlah antrian. Tata letak merupakan hal yang cukup penting bagi kelangsungan toko dalam pelayanannya karena tata letak toko sangat mempengaruhi waktu pelayanan (1/µ).. Langkah awal yang dilakukan adalah mengambil data laju kedatangan dan waktu pelayanan. desain rak.533 konsumen/jam dan laju pelayanan (µ) = 8. Dari data ini. juga aliran daritempat kerja menjadi baik. kemudian melakukan uji kenormalan. Perbaikan tata letak dilakukan dengan menagtur tempat kerja dari pelayan sehingga selain waktu pelayanan menjadi cepat. Hasil yang diperoleh dari pengolahan data adalah dengan tingkat kedatangan (λ) = 18. ST. baik dari segi tata letak. Desain rak pun turut menjadi faktor yang mempengaruhi waktu pelayanan dan keindahan sehingga desain ak juga pelu diperhatikan.63(2004) Perhitungan Jumlah Pelayan Optimal Serta Analisa dan Usulan Tata Letak di “PD. Setelah didapatkan tata letak baru. dengan rata-rata jumlah pelanggan dalam antrian (Lq) = 0.92571 konsumen dan waktu rata-rata pelanggan dalam antrian (Wq) = 0. Menara” Bandung Novi.05064 jam.711 konsumen/jam. . Berarti toko ini harus melakukan penambahan satu orang pelayan karena syarat Lq<1 konsumen dan Wq<6 menit baru tercapai apabila jumlah pelayan 3 orang.

.

Company X experiences the same problem.. The rigth decision in selecting the rigth suppliers will result in Company X’s better competitive position against other companies in the future.. The company’s performance will be better if the company is well supported by its suppliers. this method can be weighed as a general language computation for supplier performance index involving quality cost. As a company that operates in the manufacturing industry. Hopefully. The purpose of this research is to provide recommendations to Company X in evaluating its existing suppliers’ performance that supplies material to Company X during this time.64 (2004) Perancangan Algoritma Pemilihan Supplier di PT. MM Competition between companies in the same industry forces a company to meet the consumer demand with its best product quality A company. The final result of this research is a method that can help Company X makes decision in selecting its suppliers. The quality cost activity is then categorized into the cost of quality matrix. . The selection process begins with the identification of quality coat activity and ends with the supplier performance index. The total quality cost generated from the matrix is used to determine the supplier performance index. has to perform its best. bridging suppliers and end users in the supply chain. The company has to choose suppliers with good performance to support its production cycle.. MT. ST. Identification of quality cost activities on the suppliers is performed in this research. X dengan Menggunakan Matriks Biaya Kualitas Fransky Ryadi. The identification of quality cost activity is a complex part as it requires a lot of considerations.

Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai para pelaksana prosedur di departemen logistik. “X” Bandung) Wawan Yudiantyo. Dengan demikian departemen logistik harus memiliki kondisi yang baik agar dapat melaksanakan tugasnya. Prosedur operasional bercampur dengan kebijakan. tetapi prosedur . data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisa dan dibuat usulan. MT Risa Margareta Departemen logistik merupakan ujung tombak perusahaan dalam melakukan distribusi produk. menghilangkan bagian-bagian kebijakan yang rancu. saat ini ada 7 prosedur yang memiliki kelemahan sehingga dirancang usulan. Kelemahan . mengganti jabatan lama menjadi jabatan yang ada pada struktur organisasi yang baru. menambahkan operasi yang belum terdokumentasi dan memperbaiki dokumen yang kurang lengkap. sehingga kelebihan tersebut perlu dipertahankan.66(2004) Usulan Prosedur Operasional Baku (Studi Kasus di Departemen Logistik Cabang PT. prosedur masih menggunakan jabatan bagian pada struktur organisasi lama. Tujuh prosedur sudah didokumentasikan dan dua prosedur belum didokumentasikan. Prosedur usulan dirancang dengan melengkapi flowchart prosedur. Beberapa formulir perlu ditambahkan data item seperti tanggal dan penomoran untuk mempermudah dokumentasi. urutan pelaksanaan prosedur tidak sesuai kronologis sehingga pelaksana prosedur merasa bingung dalam melaksanakan tugasnya.prosedur ini juga memiliki kelemahan seperti adanya kebijakan yang bertentangan dengan prosedur operasional. . Setelah merancang usulan. standard operation procedure didokumentasikan sesuai ketentuan yang berlaku di PT X. seperti prosedur sudah sederhana dan mudah dilaksanakan. Dua prosedur perlu dirancang karena belum ada. Sebagian besar prosedur memiliki kelebihan. Kesimpulan yang diperoleh adalah. Berdasarkan perrnasalahan pada departemen logistik cabang diatas. 2 prosedur yang didokumentasikan dan 2 prosedur yang dirancang karena belum ada. Dari analisa data disimpulkan bahwa ada sembilan prosedur yang saat ini ada di departemen logistik cabang PT X. Saat ini departemen logistik cabang di PT X memiliki masalah dalam pelaksanaan prosedur yaitu adanya perbedaan antara prosedur yang tertulis dengan prosedur yang dilaksanakan. ST.kelemahan itu diatasi dengan merancang prosedur yang baru. Formulir formulir yang sekarang sedang digunakan di departemen logistik & PT X sebagian besar telah memiliki kelebihan sehingga tidak perlu dirancang ulang. penelitian ditujukan untuk memperbaiki kelemahan standard operation procedure yang berjalan saat ini..

nyaman dan aman. Mensosialisasikan peraturan kepada petugas perpustakaan 9. Untuk menghindari hal serupa terjadi pada perpustakaan yang terintegrasi maka perlu dibangun sebuah perpustakaan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mahasiswa sebagai pengguna utama perpustakaan. Dengan menggunakan metode QFD (Quality Function Deployment) semua suara konsumen dapat diterjemahkan dengan melalui pengumpulan data yaitu menyebarkan kuesioner yang mewakili semua suara mahasiswa Universitas Kristen Maranatha di setiap jurusan. Diharapkan pembangunan perpustakaan terintegrasi Universitas Kristen Maranatha tidak sia-sia dan dapat berguna bagi seluruh civitas akademika Universitas kristen Maranatha. Metode QFD yang digunakan sampai pada Process Planning matriks sehingga akan didapat prioritas proses-proses yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Djajalaksana. Selama ini yang ada adalah perpustakaan fakultas yang masih terpisah-pisah dan masih sedikit mahasiswa yang datang ke perpustakaan. Melakukan perhitungan buku yang ada dengan kapasitas rak buku 10. dipelajari oleh penggunanya. Membuat sanksi untuk petugas perpustakaan 8. Perpustakaan merupakan tempat dikumpulkannya semua literatur yang dapat dibaca. . antara lain: 1. Melakukan wawancara calon petugas perpustakaan 3. Universitas Kristen Maranatha akan membangun perpustakaan terintegrasi yang berlokasi di lantai 6 dan 7 gedung Graha Widya Maranatha. Penyeleksian latar belakang pendidikan calon petugas perpustakaan 2. Pertambahan buku yang ada di perpustakaan Hasil dari penelitian ini dapat dilakukan penelitian lebih lanjut. Dibawah ini adalah beberapa proses yang perlu diperhatikan oleh Perpustakaan Terintegrasi UKM dalam pelaksanaannya. MBA Lily Widyastuti Perpustakaan adalah salah satu sarana belajar yang disediakan oleh suatu badan pendidikan. Dengan tujuan itu maka perlu dibuat proses-proses pelayanan yang baik agar semua keinginan dan kebutuhan mahasiswa dapat ditampung dan dipenuhi.67(2004) Perancangan Proses Pelayanan Perpustakaan Terintegrasi Universitas Kristen Maranatha Bandung Christina. Melakukan psikotes dan kepribadian calon petugas perpustakaan 4.. sampai dengan pada Quality Function Deployment yaitu Production Planning Matrix. Membuat peraturan perpustakaan 6. MT Yenni M. Membuat hak dan kewajiban petugas saat bekerja 7. selain itu perpustakaan juga dapat berguna sebagai tempat membaca. Mengadakan rapat 5. termasuk sebuah universitas. belajar ataupun mengerjakan tugas karena suasananya diciptakan untuk dapat melakukan kegiatan belajar dengan baik. ST.

Hal ini dapat diabaikan. Dalam melakukan pengujian keseragaman data waktu antar kedatangan kendaraan kami menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney dalam software SPSS versi 10. Penelitian yang kami lakukan adalah membuat simulasi dengan menggunakan software ProModel versi 6. dan 3) masih belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan parkir mobil yang ada.5. sebaiknya dipindahkan ke lokasi parkir di depan Graha. dimana salah satunya disebabkan oleh berkembangnya program studi yang ada.. Kartika Suhada. kami memperhitungkan laju pertumbuhan jumlah mahasiswa aktif di masa lalu (Tahun Akademik 1998/1999 hingga 2003/2004) untuk mengestimasi waktu antar kedatangan kendaraan di masa mendatang. Hal ini diusulkan mengingat pembangunan Graha Widya Maranatha secara keseluruhan belum selesai. M. kami menggunakan Stat::Fit yang merupakan modul dalam software ProModel. Untuk itu. MT Wenny Chandra. Dalam penelitian ini. Paulin Sandra menunjukkan bahwa dengan penambahan lahan parkir yang ada di Graha Widya Maranatha (basement 1. Laju pertumbuhan yang semakin meningkat akan meningkatkan laju kedatangan kendaraan. yang berarti pula memperkecil waktu antar kedatangan kendaraan (laju kedatangan berbanding terbalik dengan waktu antar kedatangan).Sc Sezy Khalimar Seiring bertambahnya jumlah populasi mahasiswa. agar dapat dibuat perencanaan penyediaan lahan parkir yang memadai. maka kebutuhan lahan parkir yang merupakan salah satu fasilitas penting yang harus disediakan oleh pimpinan Universitas Kristen Maranatha menjadi semakin besar. Tingkat kepercayaan yang digunakan sebesar 95% sedangkan tingkat ketelitian sebesar 10%. ST. Sedangkan kekurangan lahan parkir untuk motor dosen dan karyawan hanya sebanyak 2 motor saja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk kondisi saat ini (Tahun Akademik 2004/2005). Dalam pengujian data. perlu diketahui besar kebutuhan lahan parkir untuk saat ini dan saat mendatang. Hasil penelitian parkir yang dilakukan oleh Sdri. kekurangan lahan parkir mobil untuk mobil dosen dan karyawan sebanyak 64 mobil dapat dipenuhi dari kelebihan lahan parkir mobil untuk mahasiswa dan tamu sebanyak 52 mobil serta penggunaan sementara lahan parkir di samping Gedung Fakultas Kedokteran dan belakang Gedung Fakultas Teknik untuk menampung kekurangan 12 mobil. . Sedangkan untuk pengujian distribusi waktu antar kedatangan dan distribusi waktu pelayanan (lama parkir).0. 2.68(2004) Perhitungan dan Usulan Pemenuhan Kebutuhan Lahan Parkir di Universitas Kristen Maranatha Ir. kami menggunakan tingkat kepercayaan sebesar 95% dan tingkat ketelitian sebesar 10%. Apabila telah selesai. Akan tetapi penelitian tersebut memiliki beberapa kelemahan yang berusaha diatasi dengan penelitian yang kami lakukan. dalam arti masih dapat diatasi di lokasi yang ada. dosen dan karyawan Universitas Kristen Maranatha.

kami mengusulkan agar dibangun lahan parkir bertingkat (2 lantai) di atas lahan parkir mobil mahasiswa dan tamu yang berkapasitas 218 mobil. Hasil simulasi menunjukkan total kekurangan sebesar 195 mobil. Untuk itu.Untuk kondisi mendatang (tahun akademik 2004/2005). . seluruh lahan parkir mobil tidak dapat mencukupi kebutuhan.

mengusulkan strategi pemasaran yang tepat bagi Fire Gym dalam rangka meningkatkan jumlah konsumennya.000. mengetahui dan menganalisis usaha-usaha perbaikan yang harus dilakukan Fire Gym terhadap variabel-variabel yang telah diidentifikasi. yang berpusat di Cimahi. Physical Evidence. Place. Dengan adanya penurunan jumlah anggota (member) baru maka Fire Gym harus mencegah penurunan tersebut untuk tahun-tahun mendatang dan selanjutnya menaikkan jumlah anggotanya. Melalui studi pendahuluan dengan wawancara kepada 30 orang konsumen pengguna jasa kebugaran Fire Gym didapat hal-hal yang merupakan keinginan konsumen akan suatu pusat kebugaran yang diidentifikasi berdasar bauran pemasaran jasa 7P (Product.. . MT Melina Hermawan. Berdasar segmentasi ditentukan pasar target yaitu konsumen dengan berpendapatan diatas Rp 1. Hal ini digunakan sebagai dasar dalam penyusunan strategi pemasaran melalui segmentasi. Selanjutnya dilakukan penyebaran kuesioner sebanyak 139 buah dengan responden konsumen yang berlatih minimal 3 kali dan menjadi responden 1 kali (purposive sampling) secara aksidental selama 2 bulan (bulan Desember 2001 sampai Januari 2005). Process). ST. ST. Setelah itu diusulkan strategi pemasaran Fire Gym yang didasarkan atas usaha perbaikan variabel-variabel pada kuadran I dan kuadran 2 pada Importance Performance Analysis serta segmentasi.. targeting dan positioning berupa analisis. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis variabel-variabel apa saja yang menjadi keinginan konsumen terhadap suatu pusat kebugaran. penentuan segmen target dan penempatan produk. MT Astadi Pangarso Pemenuhan kebutuhan terhadap kesehatan salah satunya diperoleh dengan cara olahraga latihan beban (fitness/weight training) dipusat-pusat kebugaran atau fitness center.000/bulan serta memiliki gaya hidup sehat melalui berlatih beban untuk membentuk tubuh dan mengutamakan komunikasi dari mulut ke mulut untuk promosinya. Dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data dengan kuesioner.69(2005) Usulan Strategi Pemasaran Berdasarkan Kinerja Bauran Pemasaran Jasa Indah Victoria Sandroto. Price. People. Sedangkan dari hasil pengolahan data kuesioner bagian A didapat profil responden. Promotion. Fire Gym merupakan salah satu pusat kebugaran. Setelah ditentukan pasar target maka diposisikan Fire Gym dengan motto "Fire Gym Serious Fitness". Dari hasil pengolahan data kuesioner bagian B melalui peta posisi Importance Performance Analysis didapatkan posisi variabel hasil penjabaran faktor bauran pemasaran jasa 7P yang tersebar dalam 4 kuadran untuk diambil usaha-usaha perbaikan.

variabel bauran pemasaran jasa 7P (Product. Place. Price. People. . Process). Physical Evidence. Promotion.

Ternyata setelah dilakukan analisis. kesulitas dalam mencari buku. Berdasarkan penelitian awal terhadap lima perpustakaan di setiap fakultas diperoleh keluhan dan dari mahasiswa. ST. keseragaman data. Fasilitas fisik tersebut meliputi meja bersekat. Dari hasil analisa tersebut diusulkan perancangan perpustakaan Terintegrasi Adapun rancangan fasilitas fisiknya untuk memperbaiki dan juga merancang produk yang saat ini belum ada fasilitas fisik yang diperbaiki adalah meja bersekat. Sedangkan lingkungan non fisik tersebut meliputi pencahayaan. buku-buku yang tidak tertata dengan rapi. dan meja pengawas. Keluhan-keluhan tersebut adalah meja bersekat yang sempit. Setelah dilakukan penelitian awal. Data antropometri yang diambil adalah data Tinggi Badan Tegak (TBT). Tinggi Bahu Berdiri (TBB). Tinggi Bahu Duduk (TBD).70(2005) Perancangan Perpustakaan Terintegrasi d i Graha Widya Maranatha dari Sudut Pandang Ergonomi (Studi Kasus di Universitas Kristen Maranatha) Lestari Yuli Hastuti. Untuk mendapatkan kondisi lingkungan non fisik yang nyaman. dibutuhkan fasilitas fisik dan lingkungan non fisik yang ergonomis. pada temperatur dipasang AC agar ruangan perpustakaan sejuk. rak buku. kursi baca. meja bersekat. Selain itu juga diusulkan layout usulan. kursi baca. dan buku. Setelah itu juga dilakukan perhitungan persentil. meja panjang. rak buku. meja komputer untuk informasi. diketahui bahwa ada beberapa fasilitas fisik yang belum ergonomis. dan lain-lain. rak buku. Tinggi Duduk Tegak (TDT). Untuk pencahayaan diberi lampu pada meja . dan meja petugas perpustakaan. tidak adanya komputer untuk mencari referensi buku. locker. dan kecukupan data. sirkulasi udara yang panas. dilakukan pengambilan data antropometri mahasiswa. kursi orang yang dilayani. persentil rata-rata (P50). pencahayaan yang kurang baik. temperatur. dan kursi yang berdebu. Tinggi Mata Duduk (TMD). Untuk mendapatkan kondisi yang nyaman. Sedangkan lingkungan non fisik dibandingkan dengan teori yang dianjurkan dalam suatu ruangan perpustakaan. Dalam melakukan aktivitas tersebut. dan sirkulasi udara. dan meja petugas perpustakaan. Perpustakaan Terintegrasi ini dapat menjadi pusat informasi dan sumber ilmu pengetahuan serta dapat membantu mahasiswa dalam meningkatkan kualitas belajar. Berdasarkan perbandingan dengan data antropometri diketahui kelebihan dan kekurangan dari dimensi fasilitas fisik. layout yang tidak teratur. locker. Sedangkan produk yang dirancang baru adalah kursi orang yang dilayani. Selain hal tersebut diatas dilakukan pengukuran dimensi-dimensi terhadap fasilitas fisik dan lingkungan non fisik. meja komputer. dan persentil maksimum (P95). meja pengawas. MT Yoely Wijaya Setiap perguruan tinggi biasanya dilengkapi dengan adanya perpustakaan. locker yang kurang banyak dan sebagian tidak ada kunci. Dilakukan analisa terhadap fasilitas fisik dan lingkungan non fisik. diperlukan kondisi yang nyaman. Kemudian data-data tersebut diuji kenormalan data. Tinggi Mata Berdiri (TMB).. Perhitungan persentil ini terdiri dari tiga bagian yaitu persentil minimum (PS). meja kelompok.

Dan pada sirkulasi udara dibuat jendela yang cukup agar dapat terjadi pergantian udara. .bersekat sebesar 5 watt.

71(2005) Usulan Penjadwalan Pemenuhan Pcsanan dengan Metode Algoritma Priority Dispatcing di PT. Sarana Wira Reksa Jakarta Victor Suhandi, ST., MT Ir. Kartika Suhada, MT Samuel Margono Untuk tetap dapat bersaing, maka setiap perusahaan perlu melakukan perbaikan secara terus menerus dalam berbagai faktor. PT. Sarana Wira Reksa merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri manufaktur yang membuat dies. Saat ini perusahaan menghadapi masalah dalam pemenuhan pesanan dengan tepat waktu. Dari hasil pengamatan dan wawancara, ketersediaan bahan baku selalu mencukupi, keandalan mesin cukup baik, dan kehadiran pekerja tidak menjadi masalah. Dengan demikian faktor utama penyebab keterlambatan adalah metode penjadwalan yang digunakan oleh perusahaan kurang tepat. Metode penjadwalan pengerjaan pesanan yang diterapkan perusahaan hanya berdasarkan pada tanggal terima yang paling cepat saja dan tidak memperhatikan faktor-faktor lain, seperti batas tanggal selesai, matriks routing setiap pesanan serta tidak mempunyai standar yang jelas untuk penentuan penjadwalan setelah prioritas pertama selesai ditentukan. Metode penjadwalan yang diusulkan peneliti adalah metode Priority Dispatching yang dikemukakan oleh Ciffler dan Thompson. Algoritma yang digunakan adalah algoritma untuk penjadwalan aktif dan non delay. Aturan prioritas yang digunakan adalah Earlist Due Date (EDD) sebagai aturan prioritas pertama, aturan prioritas yang kedua adalah Short Processing Time (SPT), sedangkan aturan prioritas yang terakhir adalah Random. Kriteria pemilihan metode penjadwalan terbaik adalah minimum number of tardy job, sedangkan ukuran performansi lain yang turut dipertimbangkan apabila kedua alternatif metode penjadwalan menghasilkan number of tardy job yang sama adalah maximum completion time, maximum tardiness, mean tardiness, mean lateness, waktu menganggur setiap departemen dan waktu selesai setiap departemen. Hasil dari perhitungan penjadwalan aktif dan non delay adalah tidak terdapat pesanan yang terlambat. Sedangkan hasil perbandingan dari maximum completion time dan mean lateness menunjukkan bahwa metode penjadwalan yang terbaik adalah penjadwalan non delay. Hasil dari waktu menganggur dan waktu selesai setiap departemen diperoleh bahwa penjadwalan non delay lebih banyak terpilih daripada penjadwalan aktif. Berdasarkan hasil dari semua perbandingan yang telah dilakukan, maka metode penjadwalan usulan yang terpilih adalah penjadwalan non delay. Hasil perbandingan penjadwalan usulan terpilih atau non delay dengan metode perusahaan menunjukkan bahwa penjadwalan non delay lebih baik karena tidak terdapat pesanan yang terlambat, sedangkan metode perusahaan terdapat satu pesanan yang terlambat. Kelebihan dari metode penjadwalan usulan terpilih atau non delay adalah tidak terdapat jumlah pesanan yang terlambat, memiliki maximum completion time yang paling kecil dan juga memiliki mean lateness yang paling besar dibandingkan metode penjadwalan yang lainnya.

73(2005) Identifikasi Faktor - faktor Harapan Mahasiswa terhadap Dosen (Studi Kasus Eksploratori Jurusan TI – UKM) Ir. Hendra Kusuma, MT Patrisius P. Piamat Selama ini Jurusan TI UKM telah memberikan berbagai macam pelayanan yang bervariasi bagi para mahasiswanya, antara lain dengan penyediaan dosen-dosen pengajar yang minimal berpendidikan strata dua, tetapi ternyata kinerja tenaga-tenaga pengajar yang disediakan masih dirasakan kurang memuaskan bagi pihak mahasiswa. Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut; (1) mengetahui faktor-faktor penting apa saja yang menjadi pertimbangan mahasiswa dalam menilai kinerja seorang dosen di Jurusan TI UKM, dan (2) mengetahui bagaimana seharusnya dosen dievaluasi berdasarkan harapan mahasiswa Jurusan TI UKM. Jumlah responden pada penelitian ini ialah sebanyak 250 responden mahasiswa angkatan 2000-2004 dengan menggunakan metode accidental sampling, masing-masing berjumlah 50 mahasiswa per angkatan. Setelah uji validitas dan reliabilitas, dilakukan analisis faktor untuk mengetahui faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh mahasiswa dalam menilai kinerja dosen mereka. Faktor-faktor pertimbangan mahasiswa yang didapatkan dari penelitian ini ialah: (1) Sikap empatik, (2) Kemampuan mengajar, (3) Komunikasi dua arah di dalam kelas, (4) Bersikap adil terhadap mahasiswa, (5) Komunikasi dua arah di luar kelas, 6) Ketepatan materi dan jadwal, (7) Penampilan saat mengajar, (8) Kemampuan memotivasi mahasiswa, (9) Simpatik, (10) Kecanggihan alat belajar mengajar, (11) Kemampuan menerangkan konsep yang sukar dimengerti, serta (12) Kemutakhiran ilmu yang diajarkan. Hasil analisis yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa Formulir Evaluasi Proses Belajar Mengajar yang digunakan oleh UKM masih belum mencakup seluruh harapan mahasiswa TI UKM atas dosen mereka. Diusulkan agar formulir Evaluasi Proses Belajar Mengajar yang digunakan oleh UKM direvisi agar dapat lebih mencerminkan harapan mahasiswa atas dosen mereka.

74(2005) Usulan Penentuan Jumlah dan Jenis Kendaraan Angkut yang Lebih Efektif dan Efisien untuk Pengiriman Produk AMDK pada CV Olympic Makmur Jaya Ir. Heru Susilo, M.Sc Santoso, ST., MT Dewi Kencanawati CV Olympic Makmur Jaya yang bergerak dibidang air minum dalam kemasan (AMDK), berlokasi di Magelang, dengan gudang penyimpanan yang terletak di Magelang juga. CV Olympic Makmur Jaya memproduksi air minum secara terus menerus tanpa menunggu pesanan dari pelanggan. Perusahaan ini memiliki lima distributor terbesar di Jawa Tengah yaitu Purwokerto, Tegal, Pekalongan, Semarang dan Yogyakarta. Pengiriman produk dilakukan dengan kendaraan angkut perusahaan sendiri, yang terdiri dari enam buah truk besar dan tiga buah truk kecil. Selama ini perusahaan melakukan transportasi produk hanya berdasarkan perkiraan dan pengalaman saja, oleh karena itu belum tentu cara yang digunakan adalah yang terbaik bagi perusahaan. Perusahaan menyadari kekurangan tersebut dan ingin memperbaiki kekurangan tersebut, namun perusahaan tidak tahu bagaimana cara untuk memperbaikinya. Oleh karena itu peneiiti membantu perusahaan dalam mencari cara terbaik dalam menentukan jenis dan jumlah kendaraan angkut yang efektif dan efisien dengan biaya pengiriman yang ekonomik. Untuk mencari rute angkut dan jarak daerah distribusi terpendek dilakukan dengan menggunakan Metode Shortest Route. Dengan jarak dan rute terpendek, dapat menghemat konsumsi bahan bakar. Untuk mengetahui jumlah dan jenis kendaraan angkut yang efektif dan efisien, maka dilakukan estimasi jumlah pengiriman produk yang akan terjadi berdasarkan data pengiriman produk yang berfluktuasi selama dua tahun sebelumnya. Fluktuasi permintaan disebabkan adanya perbedaan musim hujan dan panas. Dimana pada musim hujan, permintaan menurun, tetapi pada musim panas, permintaan meningkat yang disebabkan cuaca panas sehingga orang banyak membutuhkan air minum, serta banyaknya kegiatan sosial dan hajatan. Oleh karena itu fluktuasi permintaan produk juga harus diperhitungkan agar jumlah dan jenis kendaraan angkut yang digunakan efektif dan efisien. Dengan menggunakan metode Shortest Route dari gudang ke setiap distributor, hasil evaluasi biaya pengiriman antara perhitungan perusahaan dengan usulan peneliti adalah terdapat penghematan biaya pengiriman untuk satu truk besar yaitu sebesar Rp 331.520 sedangkan satu truk kecil sebesar Rp 285.322 untuk pengangkutan ke lima distributor. Dengan menggunakan biaya pengiriman dari hasil perhitungan usulan, jurnlah dan jenis kendaraan angkut yang efektif dan efisien untuk setiap pengangkutan penghematan yang terjadi adalah bila terjadi pengiriman low season Rp 1.910.229 per minggu sebesar 8.05% dan bila terjadi pengiriman rata-rata Rp 703.629 per minggu sebesar 2.77'%

Sedangkan variabel yang berpengaruh negatif yaitu penataan eksterior hotel dan kecepatan pelayanan. People.. Salah satu dampak dari persaingan tersebut adalah penurunan tingkat hunian hotel seperti yang dialami oleh Savoy Homann Bidakara Hotel. Dari hasil pengolahan data diketahui bahwa pengaruh bauran pemasaran jasa yang dilakukan Savoy Homann Bidakara Hotel terhadap loyalitas konsumennya adalah signifikan. Data yang telah terkumpul selanjutnya diolah dengan menggunakan software Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 10. kota Bandung juga merupakan kota tujuan bisnis utama di Jawa Barat.0 yang terdiri dari uji validitas. Promotion. yaitu Product. menolak produk lain. membuat banyak orang yang mengunjungi kota ini. Place. Penurunan ini disebabkan juga oleh ketidakpuasan konsumen.variabel Bauran Pemasaran Jasa yang Berpengaruh terhadap Loyalitas Konsumen Melina Hermawan. MT Christina. dengan tujuan mengetahui variabelvariabel bauran pemasaran yang berpengaruh dan upaya-upaya yang perlu dilakukan Savoy Homann Bidakara Hotel untuk meningkatkan loyalitas konsumennya. ST. Selain menjadi kota tujuan wisata. Physical evidence dan Process. dimana variabel yang berpengaruh positif yaitu lokasi yang strategis dan kelengkapan fasilitas sarana hotel. Untuk itulah dilakukan suatu penelitian untuk mengidentifikasikan variabel-variabel bauran pemasaran yang berpengaruh terhadap loyalitas konsumen. MT Yanuar Afiyanto Kota Bandung sebagai ibukota Jawa Barat yang letaknya berdekatan dengan ibukota negara. tidak mudah terpengaruh oleh pemasaran produk lain yang sejenis dan menciptakan prospek. Hal ini menyebabkan perkembangan bidang perhotelan di kota Bandung tumbuh dengan cepat dan menimbulkan persaingan yang sangat ketat diantara hotel-hotel yang ada. . Penulis menggunakan teori yang dikemukakan oleh Zeithaml dan Bitner (2000) yang terdiri dari tujuh unsur.75(2005) Identifikasi Variabel . Penulis juga menggunakan teori yang dikemukakan oleh Griffin (2002) mengenai karakteristik konsumen yang loyal yaitu melakukan pembelian secara teratur. Oleh sebab itu Savoy Homann Bidakara Hotel dituntut untuk dapat lebih memuaskan konsumennya. ST.. Price. Tahun 2002 tingkat hunian sebesar 74% kemudian tahun 2003 turun menjadi 70% dan tahun 2004 turun lagi menjadi 67%. Dalam memberikan pelayanan kepada konsumen diperlukan bauran pemasaran jasa yang tepat diarahkan kepada kebutuhan dan keinginan konsumen agar konsumen merasa puas sehingga pada akhirnya dapat terwujud loyalitas konsumen. reliabilitas dan multi regresi linier. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada tamu yang telah menginap sebagai responden dengan menggunakan simple random sampling.

sehingga prestasi belajar yang diperoleh mahasiswa juga akan lebih maksimal. 100°. sandaran punggung. Hal ini dikarenakan pada sudut kemiringan sebesar 105° memberikan konsumsi energi yang lebih kecil dari sudut kemiringan yang lain. Oleh sebab itu. Sebagian besar responden juga mengeluhkan sakit atau pegal pada pantat.% responden menyatakan bahwa sudut kemiringan sandaran kursi sebesar 105° lebih nyaman daripada sudut kemiringan lainnya. pinggang dan punggung selama menggunakan kursi kuliah tersebut. Pengujian sudut kemiringan sandaran kursi ini menggunakan 6 (enam) macam sudut kemiringan. Untuk lebih mengetahui pendapat mahasiswa mengenai kursi kuliah yang digunakan saat ini di Universitas Kristen Maranatha. Untuk mengurangi keluhankeluhan itu. Empat puluh responden menginginkan perbaikan pada sudut kemiringan sandaran kursi. Pada rancangan kursi kuliah usulan ini juga ditambahkan bantalan busa pada alas duduk dan sandaran punggung serta rak penyimpanan tas pada bagian samping kiri dari kursi kuliah. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengukuran konsumsi energi. Bagian-bagian dari kursi kuliah yang ingin diperbaiki adalah sandaran tangan.76(2005) Perancangan Kursi Kuliah Ergonomis yang Memberikan Kenyamanan dari Segi Konsumsi Energi (Studi Kasus di Universitas Kristen Maranatha) Wawan Yudiantyo. Berdasarkan pengujian sudut kemiringan sandaran kursi. tanpa terganggu dengan kelelahan dan rasa sakit yang dialami pada saat duduk. 95°. dapat diketahui bahwa sudut kemiringan sandaran kursi yang paling baik adalah sebesar 105°. diharapkan mahasiswa dapat duduk dengan nyaman akan berkonsentrasi selama menggunakan kursi kuliah usulan ini.33°. yaitu 90°. I05°. Dengan demikian. ukuran meja. 1100 dan 115°. ketinggian kursi. 74% responden tidak merasa nyaman menggunakan kursi kuliah saat ini. dimana sudut kemiringan sandaran kursi sebesar 105° menghasilkan konsumsi energi yang paling sedikit. dilakukan pengujian terhadap sudut kemiringan sandaran kursi dengan melakukan pengukuran denyut jantung. MT Indra Syarief Susy Susylawati Keluhan terbanyak dari mahasiswa Universitas Kristen Maranatha mengenai kursi kuliah yang digunakan saat ini adalah kurang memberikan kenyamanan. ST. Hal ini dikarenakan mahasiswa sering mengeluhkan sakit atau pegal pada pantat. Enam macam sudut kemiringan ini diperoleh dari hasil pengukuran kemiringan kontur 30 mahasiswa jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha.. maka dibuat kuesioner penelitian Berdasarkan hasil kuesioner penelitian. responden menginginkan perbaikan pada kursi kuliah yang digunakan saat ini. dapat dihitung konsumsi energi yang dikeluarkan selama menggunakan kursi kuliah tersebut. Pengujian sudut kemiringan sandaran kursi ini dilakukan oleh 30 responden yang dipilih secara acak. Dan data-data tersebut dapat diperoleh ukuran kursi kuliah yang baru yang lebih ergonomis dan dapat meminimasi konsumsi energi. . Perancangan kursi kuliah usulan dilakukan berdasarkan hasil kuesioner penelitian. 53. hasil pengujian data anthropometri dan data kontur serta hasil perhitungan konsumsi energi. Dari hasil pengukuran denyut jantung. pinggang dan punggung. ukuran alas duduk dan tinggi alas duduk dari lantai.

tidak ada sandaran kaki pada kursi maupun meja. pengujian kenormalan data. MT Shelly Lydiana Dewasa ini penguasaan bahasa asing sudah merupakan suatu keharusan di dunia kerja dan dunia bisnis. Pengolahan data yang dilakukan adalah pengujian anova. meja memiliki luas alas dan sekat yang terlalu kecil. ST. Pengaturan tata letak Laboratorium yang kurang tepat serta lebar gang yang sempit menyulitkan siswa keluar masuk dari tempat duduk. Hasil pengolahan dan analisis menunjukkan bahwa seluruh fasilitas yang digunakan kecuali lemari tape dan meja guru memiliki bagian yang tidak ergonomis. diajarkan dan dibekali dengan keahlian bahasa selain bahasa nasional kita. Selain itu tata letak papan tulis kurang tepat menyebabkan siswa yang duduk di belakang tidak dapat melihat ke papan tulis. terdapat masalah kurangnya pencahayaan di dalam ruangan laboratorium Bahasa. generasi muda sudah diperkenalkan. Dari segi lingkungan. selain itu masalah bau-bauan yang ditimbulkan alas kaki siswa. Kemudian dilakukan analisis terhadap lingkungan fisik. . diperoleh masukan bahwa terdapat masalah di Laboratorium Bahasa. Sejak di bangku sekolah. Laboratorium Bahasa dirancang dan ditata sedemikian rupa bertujuan untuk memberikan kondisi belajar mengajar yang efektif. Namun hingga saat ini masih terdapat beberapa kendala sehingga penggunaan fasilitas Laboratorium Bahasa masih dirasakan kurang optimal. pengujian kecukupan data serta perhitungan persentil data anthropometri siswa. dan lemari berkas yang sudah usang dan tidak ergonomis. fasilitas fisik. antara lain area meja tulis yang kurang luas. da perbandingan hasil pengolahan data dengan dimensi fasilitas aktual. penempatan kursi dan meja yang kurang luas sehingga mengurangi kenyamanan dalam laboratorium. pengujian keseragaman data. aman dan nyaman. ketidaknyamanan siswa saat duduk karena rasa pegal.77(2005) Analisis dan Usulan Perbaikan Tata Letak Fasilitas dan Lingkungan Fisik yang Lebih Ergonomis (Studi Kasus di SMU ‘X’ Bandung) Ie Vie Mie.. Di SMU ‘X’ Bandung. Kursi yang dipergunakan memiliki ketinggian alas yang terlalu tinggi. efisien. Melalui penelitian pendahuluan yang dilakukan. siswa yang duduk di kursi belakang sulit melihat ke papan tulis. Bahasa Indonesia. salah satu fasilitas yang mendukung program tersebut adalah Laboratorium Bahasa dimana di tempat ini siswa dapat memperdalam penguasaan bahasa asing melalui tahap listening dan speaking.

dengan skenario 5 hari kerja dan 3-4 hari kerja. Sebagai contoh untuk sistem 3 shift per hari. Barton dan Folkard (1993) mempelajari 261 orang pekerja dari beberapa industri yang berbeda menemukan bahwa Phase Delay Schedule lebih memuaskan pekerja dan menimbulkan masalah kesehatan. 540. Hung mengusulkan perubahan shift sebaiknya dilakukan searah jarum jam (forward direction) yang kemudian disebut Phase Delay Schedule. . yang lebih sedikit dibanding Phase Advance Schedule (penjadwalan yang pergantian shiftnya dilakukan dalam arah berlawanan arah jarum jam/backward direction). efek negatif shift kerja seperti masalah kesehatan juga terjadi pada satuan pengamanan (satpam) di Universitas Kristen Maranatha (UKM). atau dari shift malam ke shift pagi. kesehatan. maka perubahan shift adalah dari shift pagi ke shift siang. Bandung. Semua ini akan memberikan pemerataan pendapatan bagi semua pekerja yang peningkatan pendapatannya kira-kira adalah 18 shift kerja/tahun yang bila dihitung dalam jumlah penambahan gaji adalah kurang lebih Rp. beban kerja (jumlah shift pagi dan malam) yang lebih merata untuk setiap orang satpam. Usulan penjadwalan ini menghasilkan suatu jadwal yang memberikan hari libur yang berurutan yang memberikan kepuasan kerja. Selain itu penjadwalan ini memberikan penghematan biaya operasional yang harus dikeluarkan sebesar Rp. seperti gangguan tidur. dari shift siang ke shift malam. Dari hasil penelitian dan wawancara yang dilakukan.000. MT Ir.00/tahun dibandingkan dengan jadwal yang ada dahulu karena tejadi pengoptimalan jumlah tenaga kerja yang dipakai sehingga jumlah tenaga kerja yang dipakai lebih sedikit. 2.00/tahun. ST. tetapi shift kerja memberikan banyak dampak negatif pada diri pekerja.000.400. motivasi.78(2005) Usulan Penjadwalan Shift Kerja dengan Algorithms With Phase Delay Feature bagi Satpam di Universitas Kristen Maranatha Santoso. tidur. dan hubungan sosial yang berakibat pada menurunnya performansi kerja pekerja tersebut. sosial. MT Moonty Chandra Shift kerja biasanya ada dalam operasi manufaktur dan jasa.. Oleh karena itu peneliti mengusulkan penerapan penjadwalan shift kerja dengan Algorithms With Phase Delay Feature bagi satpam di Universitas Kristen Maranatha. Kartika Suhada.

jahitan tas yang kuat. pramuniaga yang ramah. Design Planning Matrix. tas yang memiliki tali selempang. jenis zipper. tingkat kekuatan jarum jahit. bahan tas tidak mudah rusak. adanya bandrol harga pada tas. pramuniaga yang cekatan dalam melayani. Price. diperoleh hasil bahwa kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk tas adalah antara lain tas yang memiliki ritsleting. Metode QFD terdiri dari 4 tahap.. Price. yaitu Product Planning Matrix. Design characteristics yang didapatkan adalah antara lain jenis benang. Pada tahap product planning matrix. Kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk tas Flashy yang lebih unggul apabila dibandingkan dengan produk tas Exsport adalah jahitan tas yang rapi. pramuniaga yang sopan. adanya discount pada waktu-waktu tertentu. jenis bahan tas. tingkat ketepatan tebal bahan tas. harga yang sesuai dengan kualitas tas. . pengukuran nomor zipper. dan Place.82(2005) Usulan Pengembangan Tas Wanita Remaja Merk Flashy Ditinjau dari Faktor Product. Technical response yang didapatkan adalah antara lain tingkat penggunaan benang. Melalui metode tersebut. jahitan tas yang rapi. Process Characteristics diterjemahkan menjadi Production Characteristics. perancangan zipper yang mudah dibuka. adanya program hadiah langsung pada waktu tertentu. adanya program hadiah langsung pada waktu tertentu. tersedianya counter di berbagai kota. model tas yang selalu mengikuti trend. Ketiga tahap tersebut memiliki hubungan antara satu sama lain. tas yang memiliki penutup. nomor gigi zipper. pada tahap design planning matrix. design characteristics diterjemahkan menjadi process characteristics dan pada tahap Production Planning Matrix. selain itu juga untuk mengetahui kepuasan konsumen terhadap produk tas Flashy dibandingkan dengan pesaingnya yaitu Exsport. pramuniaga yang sopan. Process Planning Matrix dan Production Planning Matrix. Promotion. tingkat ketelitian penjahit. penyusunan tas yang rapi dan menarik dan showroom yang dirancang menarik. ST. sehingga menyebabkan persaingan yang ketat diantara perusahaan produk tas. jenis jarum jahit. pada tahap process planning matrix. dilakukan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner sehingga diperoleh data-data untuk matriks-matriks yang digunakan untuk pengembangan produk tas. MT Pitra Jaya Perkembangan industri sudah semakin berkembang termasuk industri produk tas. Pengolahan data yang digunakan adalah metode Quality Function Deployment (QFD). tersedia lapangan parkir yang luas. technical response diterjemahkan menjadi design characteristics. customer needs diterjemahkan menjadi technical response. Promotion dan Place dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment Christina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk tas dilihat dari faktor 4P yaitu Product. memiliki kantong belanja yang menarik. memiliki kemasan yang menarik. persentase pemberian harga sedangkan process characteristics yang didapatkan adalah antara lain pengendalian kualitas zipper. Melalui penelitian yang dilakukan. lokasi di tempat yang strategis. produk yang selalu tersedia pada saat akan dibeli. tingkat ketepatan pemberian harga. tingkat kekuatan benang.

pengendalian kualitas benang. perhitungan harga bahan baku ditambah laba. pengendalian kualitas jarum jahit. .

makan menggunakan tangan tanpa sendok. juga tidak terlalu mahal dan perawatan mudah. ditekan dan didorong. Hal ini menyebabkan pengguna keran harus menyentuh keran dengan tangan kotor saat membuka keran dan kemudian menutup lagi keran kotor setelah cuci tangan. ergonomis . sehingga pada saat setelah mencuci tangan. kondisi tangan sangatlah kotor. terutama di tempat umum pengguna malas untuk menutup keran dengan benar. keran dioperasikan dengan pedal kaki. semuanya diperlukan tangan untuk membuka keran. garpu ataupun pisau merupakan kebiasaan Dengan kondisi seperti ini. Keran air yang sekarang ini beredar di pasaran pada dasarnya menggunakan 3 konsep. Kata kunci : voice of customer. yaitu membuka dan mematikan keran dengan pedal kaki.. Salah satu kebutuhan utama manusia adalah makan. digunakan alat bantu metode Quality Function Deployment untuk membantu menterjemahkan suara konsumen menjadi target spesifikasi keran yang menjadi dasar perancangan alternatif konsep keran.83(2007) Perancangan Keran Cuci Tangan yang Ergonomis Ir. Dalam penelitian ini akan dirancang alat ini. praktis dan nyaman. Konsep kemudian disaring dengan menggunakan matriks penyaringan berdasarkan kriteria yang diinginkan konsumen dan pada tahap ini konsep keran dengan . keran akan tertutup dan air akan berhenti mengalir. saat menutup keran. technical response. Pedal akan dihubungkan dengan tuas yang akan mengatur aliran air. Untuk perancangan keran yang lebih nyaman dan praktis ini. sehingga alat ini dapat dipakai dengan mudah. Konsep alternatif keran yang dikembangkan adalah keran dioperasikan dengan siku. Konsep yang akan dicoba dirancang di sini adalah konsep yang cukup sederhana. didapat konsep keran dioperasikan dengan pedal kaki yang terpilih untuk dikembangkan. sehingga dapat mengatur keluarnya air. yaitu diputar. gugur. tentulah hal ini tidak praktis dan nyaman.. Karena masalah ini. mulai dari pedal sampai keran dengan menggunakan prinsip-prinsip ergonomi. kualitas. seringkali. sehingga seringkali keran tidak ditutup dengan benar sehingga menyebabkan borosnya air. di Indonesia. Untuk keran-keran tersebut... sebaliknya bila pedal dilepas.. biasanya pada saat akan mencuci tangan setelah makan. keran dioperasikan dengan sensor dan keran dioperasikan dengan tuas kaki. tangan akan terkena kotor lagi dari keran. Melalui tahap ini. keran akan terbuka dan air akan keluar dengan otomatis. MT. Christina Wirawan. Pada beberapa daerah. Jadi bila pedal diinjak. Konsep kemudian dinilai dengan konsep scoring untuk memilih 1 konsep yang akan dikembangkan lebih lanjut.

rusaknya satu atau beberapa mesin yang menyebabkan terhentinya kegiatan produksi yang sedang berlangsung. MT. peneliti memberikan saran agar algoritma yang dirancang dapat dibuat program softwarenya.31%. . Dalam penelitian ini. Mesin mengalami kerusakan selama 5 hari. yaitu periode mingguan. Hal tersebut dapat menyebabkan beralihnya konsumen ke perusahaan pesaing. terjadi pengurangan jumlah pesanan yang terlambat sebanyak 45 buah pesanan atau 70. ST. dimana 7 buah pesanan tersebut merupakan pesanan sisipan. Data pesanan yang digunakan sebanyak 204 buah pesanan yang merupakan data pesanan dalam satu bulan. Untuk mempercepat proses perhitungan. sedangkan penjadwalan dengan menggunakan algoritma penjadwalan dinamis usulan menghasilkan keterlambatan 19 buah pesanan. Jadi..84(2007) Pengembangan Algoritma Pendjadwalan Dinamis untuk Meminimasi Jumlah Pesanan yang Terlambat pada Perusahaan Manufaktur Ir. Keterlambatan tersebut dapat menimbulkan denda yang harus ditanggung oleh perusahaan serta berkurang atau bahkan hilangnya kredibilitas perusahaan di mata konsumen. Xystus Yustyadi Waiz Penjadwalan merupakan aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam upaya memenuhi pesanan yang diterima dari konsumen dengan tepat waktu. algoritma tersebut diujicobakan pada kasus penjadwalan di PT X. Gangguan-gangguan itu dapat berupa masuknya satu atau beberapa pesanan baru yang harus segera dikerjakan. Periode penjadwalan yang dilakukan sesuai dengan yang berjalan saat ini.Kartika S. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa algoritma penjadwalan dinamis yang dibuat cukup baik. PT X ini bergerak dalam bidang pembuatan kulit imitasi. Dalam realisasi jadwal yang telah dibuat seringkali terjadi gangguan-gangguan yang dapat menyebabkan keterlambatan penyelesaian beberapa pesanan tersebut. Untuk mengukur keefektivan algoritma yang dikembangkan.. MT. algoritma penjadwalan dinamis yang dikembangkan terdiri dari dua buah algoritma. Penjadwalan yang diterapkan perusahaan menghasilkan keterlambatan penyelesaian pesanan sebanyak 64 buah. yaitu algoritma penjadwalan dan algoritma penjadwalan ulang usulan. Oleh karena itu diperlukan suatu algoritma penjadwalan dinamis dalam upaya meminimasi jumlah pesanan yang terlambat. Vivi Arishandy.

serta memberikan kondisi toko yang nyaman. juga untuk mencari dan memilih konsep serta alternatif rancangan trolley. MT. ST.85(2007) Perancangan Troley Bermesin untuk Penggunaan di Hypermarket Ir.. Kata kunci : strategi bersaing. dimana keranjang yang dipakai adalah trolley yang sekarang ada dengan posisi keranjang bisa di depan atau di belakang pengendara.. Dari hasil concept scoring. ST. agar mereka dapat berbelanja dan menikmati wisata belanja. Hasil perancangan yang terbaik adalah trolley bermesin ini memiliki volume keranjang lebih besar. sehingga dapat membawa barang lebih banyak. Budi Antono. ergonomis. Ie Vie Mie. Trolley akan dirancang sebanyak 3 alternatif. Christina Wirawan. terutama di hypermarket walaupun memiliki keterbatasan. yaitu menggunakan kursi dan mesin terpisah dari keranjang tetapi keranjang yang digunakan adalah dengan ukuran yang dirancang pada alternatif 1. Trolley juga memiliki kursi sehingga konsumen tidak mudah lelah. yaitu rancangan pertama. kedalaman rem. yaitu perancangan trolley bermesin. Trolley memiliki sistem rem kaki. Ulrich dan Steven Eppinger. Umumnya mereka bersaing dalam hal harga. MT. Saat ini persaingan dalam dunia usaha begitu ketat. perancangan . rancangan ketiga yaitu gabungan dari rancangan kesatu dan kedua. Data awal didapat dengan menyebarkan kuesioner kepada konsumen dengan kriteria usia lanjut atau cacat kaki di beberapa hypermarket yang ada di Bandung. keluasan trolley. untuk mengetahui keinginan dan penilaian konsumen terhadap trolley di hypermarket. yaitu trolley bermesin dengan keranjang berada di depan pengguna dan ukuran keranjang dirancang ulang. Trolley ini ditujukan untuk orang-orang lanjut usia atau orang dengan cacat kaki (sementara ataupun permanen) yang memiliki keterbatasan untuk berjalan dalam jangka waktu lama atau jauh. pemberian discount atau hadiah dan kelengkapan produk yang dijual. rancangan kedua yaitu kursi pengendara dan mesin terpisah dengan keranjang. Salah satu unit usaha yang bersaing ketat di kota Bandung pada saat ini adalah supermarket dan hypermarket. Pengendalian trolley menggunakan stir. didapat bahwa alternatif yang ke-3 adalah yang terbaik. adanya kerancang kecil. Hal ini menyebabkan setiap unit usaha berusaha untuk menciptakan sesuatu inovasi yang unik untuk menarik dan memuaskan konsumen. maka akan dirancang suatu keunikan yang diharapkan dapat membuat daya tarik tersendiri sehingga meningkatkan daya saing. Dari hasil penyebaran kuesioner di dapat bahwa konsumen sangat setuju dengan adanya trolley bermesin dan memberikan beberapa masukan. Trolley dijalankan dengan menggunakan pedal gas. Metoda yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode QFD dan juga mengikuti langkah-langkah yang dicetuskan oleh Karl T.. Hal-hal yang menurut konsumen menjadi prioritas utama dalam rancangan trolley bermesin adalah kemudahan menjangkau pedal gas. Dalam menghadapi persaingan ini.

tanggung jawab dan wewenang (Job Description) TA.87(2007) Identifikasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penilaian Kinerja untuk Jabatan Tenaga Administrsi di Perguruan Tinggi (Studi Kasus di Universitas Kristen Maranatha. Dalam penelitian ini. menghitung batas–batas Total Nilai Penilaian Kinerja (TNPK) dan menyusun perangkat penilaian kinerja. Faktor-faktor tersebut kemudian akan digunakan untuk merancang perangkat penilaian kinerja bagi TA. menentukan tingkat kepentingan faktor dan subfaktor kompetensi (menggunakan metode Cut-Off Point) dengan cara menyebarkan kuesioner kepada atasan langsung dari pemegang jabatan. MT. Data-data yang diperlukan adalah struktur organisasi perguruan tinggi serta tugas. Melina Hermawan. ST. Manfaat bagi perusahaan adalah untuk mengetahui seberapa besar usaha pegawai melakukan pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi serta dapat digunakan untuk perbaikan kinerja pegawai secara terus menerus. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan sumber daya manusia adalah dengan melakukan penilaian kinerja. Manfaat bagi pegawai adalah dapat mengetahui kinerja yang telah dicapai serta mengetahui kelemahan dan kelebihan diri yang berguna untuk pengembangan diri selanjutnya. pembobotan faktor dan subfaktor kompetensi (menggunakan metode Analytical Hierarchy Process) dengan cara menyebarkan kuesioner kepada atasan langsung dari pemegang jabatan. Hasil yang didapatkan dari penelitian yang telah dilakukan adalah susunan tugas. Banyak faktor yang mendukung jalannya suatu perguruan tinggi dengan baik. Dalam penelitian ini. ST. menyusun ulang tugas.. Dalam penelitian ini akan dilakukan identifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap standar penilaian kinerja Tenaga Administrasi (TA) di perguruan tinggi. tanggung jawab dan wewenang (Job Description) untuk TA dan usulan Formulir . data-data yang digunakan akan diambil dari Universitas Kristen Maranatha. Penilaian kinerja yang efektif akan memberikan manfaat bagi pegawai dan perusahaan. diantaranya adalah pengelolaan sumber daya manusia yang unggul. Bandung) Vivi Arisandhy. tanggung jawab dan wewenang dari TA. perancangan perangkat penilaian kinerja akan berbasiskan kompetensi.. MT. Yullyanti Ivonne Widjaya Perguruan tinggi merupakan salah satu tingkatan penting dalam pendidikan. Tahapan dalam melakukan perancangan formulir penilaian kinerja yaitu analisis jabatan dengan cara menyebarkan kuesioner dan melakukan wawancara kepada pemegang jabatan dan atasan langsung dari pemegang jabatan. penentuan struktur hierarki. Hal ini dikarenakan perguruan tinggi berperan penting untuk menghasilkan orang–orang yang berkualitas yang dapat berguna bagi dunia kerja pada umumnya.

2.usulan Formulir Penilaian Kinerja untuk TA dapat dilihat pada Sub Bab 4. apabila organisasi mengalami penambahan personel dalam satu unit kerja maka perlu dilakukan perhitungan jumlah sampel pengisi dari Formulir Penilaian Kinerja dan metode BARS (Behaviorally Anchored Rating Scale) digunakan dalam penentuan skala rating. dibuat suatu standar penanganan berdasarkan hasil penilaian kinerja (contoh pemberian reward dan punishment). Susunan tugas. sedangkan. .8. tanggung jawab dan wewenang (Job Description) dapat dilihat pada Sub Bab 3.2.Penilaian Kinerja untuk TA. mengikutsertakan faktor-faktor kompetensi yang dapat dinilai oleh mahasiswa (konsumen). Saran untuk penelitian selanjutnya adalah sebaiknya dilakukan pengumpulan data tingkat kepentingan dan bobot kepentingan faktor dan subfaktor kompetensi di untuk tenaga administrasi perguruan tinggi lainnya.

MT. Kekurangan lahan parkir saat ini untuk memenuhi kebutuhan di masa mendatang sebanyak 202 mobil mahasiswa dalam kondisi normal dan 108 mobil dalam kondisi darurat. Kartika Suhada. tingkat kecukupan lahan parkir motor dosen. Usulan yang dikemukakan untuk mengatasi kekurangan lahan parkir saat ini ada 4 alternatif.17%. . Hali ini mendorong makin besarnya kebutuhan akan sarana lahan parkir untuk saat ini (tahun akademik 2006/2007) dan saat mendatang (2014/2015).88(2007) Analisis Kebutuhan dan Penataan Lahan Parkir di UK Maranatha Ir. Pengujian distribusi rata-rata laju kedatangan dan lama parkir menghasilkan beragam distribusi statistik yang menunjukan perilaku kendaraan dalam sistem perparkiran. Selanjutnya kami menguji kesamaan rata-rata laju kedatangan antar jam. karyawan dan tamu saat ini sebesar 82. ST. dimana hasilnya menunjukan bahwa laju kedatangan kendaraan pada pagi hari lebih besar dibandingkan dengan siang hari. MT. Victor Suhandi. Lahan parkir motor mahasiswa kurang sebesar 351 motor . Sedangkan untuk mobil dosen. Selain itu kami mengusulkan penataan peruntukan lahan parkir yang ada saat ini dan upaya-upaya untuk menngkatkan keamanan parkir kendaraan. sedangkan untuk motor dosen karyawan dan tamu sebesara 121 motor.54%. karyawan dan tamu sebesar 149 mobil dalam kondisi normal dan 119 mobil dalam kondisi darurat. Tingkat kecukupan lahan parkir mobil mahasiswa saat ini untuk kondisi normal sebesar 94. ternyat terdapat kelompok hari yang berbeda yaitu Senin – Selasa – Kamis. sedangkan dalam kondisi darurat sebesar 83. Akhirnya kami membuat model simulasi komputer untuk mengetahui kebutuhan lahan parkir saat ini dan masa mendatang.. Hasilnya terdapa trend yang meningkat. Perkembangan program studi yang ada di Universitas Kristen Maranatha mendorongmakin banyaknya populasi mahasiswa.78%. Tikat kecukupan lahan parkir mobil dosen. sedangkan dalam kondisi darurat sebesar 115.37%. dosen dan karyawan yang melakukan kegiatan didalamnya.41%.. Estimasi jumlah pengguna lahan parkir dimasa mendatang menggunakan data jumlah mahasisa aktif.7%. Penelitian yang kami lakukan adalah menguji kesamaan rat-rata laju kedatangan antar hari. tingkat kecukupan lahan parkir motor mahasiswa saat ini sebesar 92. karyawan dan tamu saat ini untuk kondisi normal sebesar 68. maka dapat dibuat perencanaan penyediaan dan penataan lahan parkir sehingga orang dapat memarkirkan kendaraannya dengan nyaman dan aman. Dengan memperhitungkan dengan ketersediaan lahan parkir yang ada saat ini. Jumat dan Sabtu.

Victor Suhandi. Yang dilakukan adalah memadatkan jadwal penggunaan ruangan sehingga menghasilkan penghematan jumlah ruangan yang dibutuhkan dan akhirnya juga meningkatkan utilisasi rat-rat ruangan secara keseluruhan.00. 17.. ternyata tingkat utilisasi rata-rata ruangan perkuliahan untuk program studi non magister sebesar 36. Berdasarkan perhitungan.. Saat ini.. Penambahan program studi baru merupakan upaya yang dapat dilakukan Universitas Kristen Maranatha untuk meningkatkan daya saing dengan perguruan tinggi lainnya. Akan tetapi. . untuk itu. maka tidak dapat diupayakan pengurangan jumlah ruangan. kemahasiswaaan.00 – 22. ST. ST.. Dengan pertimbangan bahwa satu program studi membutuhkan 4 – 5 ruangan. 16. dimana tidak dilakukan perubahan jadwal perkuliahan yang sudah berlangsung saat ini. untuk kegiatan perkuliahan Program Magister disediakan 4 ruangan. Dari hasil penelitian yang dilakukan. diusulkan penjadwalan penggunaan ruangan. MT. pihak universitas harus menyediakan bagi program studi baru tersebut. dimana utilisasi rata-rata/jam untuk rentang waktu pk. Pemanfaatan ruangan setelah pk. 07.89(2007) Analisis Pemanfaatan Ruang Perkuliahan di UK Maranatha Ir. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan ruangan tersebut untuk kegiatan seminar. menimbang bahwa seluruh ruangan telah digunakan untuk kegiatan perkuliahan pada rentang waktu tersebut. Kartika Suhada. maka penghematan ruangan yang diperoleh dapat digunakan untuk kegiatan perkuliahan 4 program studi yang baru.17%. utilisasi ruanga dapat ditingkatkan menjadi 44.00 – 21. perlu dilakukan pengukuran utilisasi ruangan yang ada saat ini dan upaya peningkatan utilisasi ruangan.68% untuk semester ganjil 2006/2007 dan untuk semester Genap 2006/2007 sebesar 35.00 dan pada hari sabtu perlu digalakan karena utilisasinya masih rendah.00 dibawah 30 %. Vivi Arishandy. Tingkat utilisasi tersebut sangat rendah dikarenakan kegiatan perkuliahan umum diselenggarakan pada rentang waktu pk. MT.88% untuk semester Ganjil 2006/2007 dan untuk semester Genap 2006/2007 menjadi sebesar 42. Untuk itu.52%. sebelum membuat ruangan baru. kelas malam dan kelas karyawan. Pengehematan ruangan yang diperoleh adalah sebanyak 19 ruangan. MT.

. Process. tersedia beasiswa bagi siswa-siswa berprestasi. Untuk mengantisipasi penurunan tersebut. Yang mempengaruhi minat siswa SMA untuk memilih UKM adalah kejelasan informasi mengenai fakultas dan jurusan melalui koran dan radio. hampir seluruhnya menyatakan puas dan merasa tertarik untuk melanjutkan studi di UKM. Pada beberapa tahun terakhir. kejelasan mengenai fasilitas penunjang melalui televisi dan tim promosi. membuka beberapa program studi baru. ketersediaan faktor tersebut di UKM. namun banyaknya alternatif perguruan tinggi yang tersedia saat ini menyebabkan para siswa SMA semakin selektif dalam memilih perguruan tinggi. Dari hasil pengolahan data dan analisis. meningkatkan kesempatan pertukaran pelajar . melakukan promosi di berbagai media. namun bagi mereka yang mengetahui promosi yang dilakukan. diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi. ST. namun kuesioner yang diproses lebih lanjut adalah kuesioner yang diisi oleh responden yang berasal dari kota Bandung. Place. Promotion. MT Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Bandung yang menjadi pilihan para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk melanjutkan studi. dll. Price. efektivitas promosi yang telah dilakukan UKM. tingkat kepuasan siswa SMA terhadap promosi yang telah dilakukan UKM dan pengaruhnya terhadap minat untuk memilih UKM. namun hasil yang diperoleh belum sesuai dengan apa yang diharapkan. diketahui bahwa faktor yang dipentingkan oleh siswa SMA dari Bandung adalah status akreditasi dari jurusan. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan dengan menggunakan analisis cluster dan analisis regresi linear berganda. Usulan yang diberikan adalah memperbanyak beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu. Variabel penelitian yang digunakan adalah dari konsep bauran pemasaran 7P (Product. menyediakan beasiswa prestasi. Physical Evidence). terjadi penurunan jumlah siswa SMA yang mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) pada semua program studi di UKM. Sejak berdiri tahun 1965. serta daya tarik promosi yang telah dilakukan melalui radio dan tim promosi. kerjasama dengan perusahaan dan industri. serta melakukan promosi dan USM yang diselenggarakan di luar kota Bandung. Kuesioner penelitian disebarkan kepada seluruh siswa SMA yang mengikuti USM Penerimaan Mahasiswa Baru UKM 2008/2009 hingga tanggal 27 Januari 2008. UKM mengalami banyak sekali perkembangan yang positif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. UKM telah memperluas jalur PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan). People.. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan metode sampling jenuh. Hal tersebut mengakibatkan tidak terpenuhinya target jumlah penerimaan mahasiswa baru di beberapa program studi yang terdapat di UKM. Hampir 50% siswa SMA kota Bandung tidak mengetahui aktivitas promosi yang telah dilakukan. MT. ST.90(2007) Usulan Bauran Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru UK Maranatha (Studi Kasus : SMA di Kota Bandung) Yulianti. Jimmy Gozaly. observasi dan kuesioner.

Kata kunci : bauran pemasaran.keluar negeri. penyediaan fasilitas alat tulis kantor. analisis regresi linear berganda . memperlengkap fasilitas olahraga. serta lebih mempublikasikan faktor paling dipentingkan dan berpengaruh terhadap minat siswa SMA. memperbesar lapangan parkir. analisis cluster.

ketersediaan faktor tersebut di UKM. tingkat kepuasan siswa SMA terhadap promosi yang telah dilakukan UKM dan pengaruhnya terhadap minat untuk memilih UKM. terjadi penurunan jumlah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) pada semua program studi. Place. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan metode sampling jenuh. Beberapa tahun terakhir.. Variabel penelitian yang digunakan adalah dari konsep bauran pemasaran 7P (Product. namun hasil yang diperoleh belum sesuai dengan apa yang diharapkan. efektivitas promosi yang telah dilakukan UKM. N. ST. meningkatkan kesempatan pertukaran pelajar keluar negeri. Tingkat efektivitas tim promosi dalam dengan tujuan mengenalkan UKM sebesar 46. Usulan yang diberikan adalah menyediakan beasiswa prestasi. UKM telah memperluas jalur PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan). perkembangan UKM menunjukkan hasil yang menggembirakan. melakukan promosi di berbagai media. membuka beberapa program studi baru. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan dengan menggunakan analisis cluster dan analisis regresi linear berganda.. Process. serta lebih mempublikasikan faktor paling dipentingkan dan berpengaruh terhadap minat siswa SMA (MSCC. M. serta melakukan promosi dan USM yang diselenggarakan di luar kota Bandung.91(2007) Usulan Bauran Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru UK Maranatha (Studi Kasus : SMA di Wilayah Jawa. Price. People. Rosemarie S. Dari hasil pengolahan data dan analisis. hal tersebut mengakibatkan tidak terpenuhinya target jumlah penerimaan mahasiswa baru di beberapa program studi yang terdapat di UKM. MT. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. memperbesar lapangan parkir. penyediaan fasilitas alat tulis kantor. diketahui bahwa faktor yang paling dipentingkan oleh siswa SMA adalah kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah.59%. observasi dan kuesioner. Ir. Yang mempengaruhi minat siswa SMA untuk memilih UKM adalah tingkat kepuasan terhadap daya tarik promosi yang telah dilakukan melalui televisi. Promotion. memperbanyak beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu..90%. . Kuesioner penelitian disebarkan kepada seluruh siswa SMA yang mengikuti USM Penerimaan Mahasiswa Baru UKM 2008/2009 hingga tanggal 27 Januari 2008. dengan semakin baiknya penyediaan sarana fisik dan jumlah mahasiswa dari berbagai daerah yang terus bertambah. namun kuesioner yang diproses lebih lanjut adalah kuesioner yang diisi oleh responden yang berasal dari wilayah Jawa kecuali Bandung. memperlengkap fasilitas olahraga. kualitas staf pengajar. Karena itu diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi. untuk menarik minat siswa SMA melanjutkan studi di UKM sebesar 96. kejelasan informasi mengenai fakultas/ jurusan dan biaya yang dikeluarkan oleh tim promosi. Physical Evidence). Seiring berjalannya waktu.Si Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di kota Bandung. kecuali Kota Bandung) Yulianti.

analisis cluster. analisis regresi linear berganda . kejelasan informasi mengenai program studi dan biaya yang ada di UKM).citra perguruan tinggi yang baik. kenyamanan ruang kuliah. Kata kunci : bauran pemasaran. kelengkapan fasilitas kuliah.

tingkat kepuasan siswa SMA terhadap promosi yang telah dilakukan UKM dan pengaruhnya terhadap minat untuk memilih UKM. People. Place. observasi dan kuesioner. Yang mempengaruhi minat siswa SMA untuk memilih UKM adalah kejelasan informasi mengenai fasilitas penunjang melalui televisi. kejelasan informasi mengenai fasilitas penunjang yang ada di UKM). Beberapa tahun terakhir. memperbesar lapangan parkir. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Usulan yang diberikan adalah memperbanyak beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu. UKM telah memperluas jalur PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan). kenyamanan ruang kuliah. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan dengan menggunakan analisis cluster dan analisis regresi linear berganda. efektivitas promosi yang telah dilakukan UKM. . Tingkat efektivitas tim promosi dalam dengan tujuan mengenalkan UKM sebesar 43. menyediakan beasiswa prestasi. serta lebih mempublikasikan faktor paling dipentingkan dan berpengaruh terhadap minat siswa SMA (MSCC. (Studi Kasus : SMA di Pulau Sumatera) Jimmy Gozaly.82%. kelengkapan fasilitas komputer. hal tersebut mengaikibatkan tidak terpenuhinya target penerimaan mahasiswa baru yang telah ditetapkan oleh Universitas. penyediaan fasilitas alat tulis kantor. Kuesioner penelitian disebarkan kepada seluruh siswa SMA yang mengikuti USM Penerimaan Mahasiswa Baru UKM 2008/2009 hingga tanggal 27 Januari 2008. Process. Price. kelengkapan fasilitas kuliah. kualitas staf pengajar. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan metode sampling jenuh. Seiring berjalannya waktu. meningkatkan kesempatan pertukaran pelajar keluar negeri. namun hasil yang diperoleh belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Karena itu diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi. membuka beberapa program studi baru. terjadi penurunan jumlah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) pada semua program studi.. perkembangan UKM menunjukkan hasil yang menggembirakan. serta melakukan promosi dan USM yang diselenggarakan di luar kota Bandung. Physical Evidence). melakukan promosi di berbagai media. Variabel penelitian yang digunakan adalah dari konsep bauran pemasaran 7P (Product. Promotion. MT Lembaga pendidikan merupakan salah satu sarana yang berperanserta dalam pembentukan sumber daya manusia yang potensial. memperlengkap fasilitas olahraga. diketahui bahwa faktor yang paling dipentingkan oleh siswa SMA adalah kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah. dengan semakin baiknya penyediaan sarana fisik dan jumlah mahasiswa yang terus bertambah. namun kuesioner yang diproses lebih lanjut adalah kuesioner yang diisi oleh responden yang berasal dari Sumatera. ketersediaan faktor tersebut di UKM. ST.92(2007) Usulan Bauran Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru UK Maranatha. Dari hasil pengolahan data dan analisis. Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di kota Bandung.

analisis regresi linear berganda .Kata kunci : bauran pemasaran. analisis cluster.

perkembangan UKM menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dari hasil pengolahan data dan analisis. dan menyampaikan informasi mengenai beasiswa beserta prosedurnya. sehingga hal tersebut mengakibatkan tidak terpenuhinya target jumlah penerimaan mahasiswa baru di beberapa program studi yang terdapat di UKM. sedangkan untuk faktor keberhasilan tim promosi UKM dalam mempengaruhi keputusan siswa SMA untuk memilih UKM adalah karena kejelasan informasi mengenai biaya-biaya yang akan dikeluarkan oleh para siswa jika melanjutkan studi di UKM dengan % pengaruh sebesar 15.93(2007) Usulan Bauran Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru UK Maranatha (Studi Kasus : SMA Swasta di Wilayah Kalimantan.8%. Oleh karena itu. Physical Evidence). Bali. Sulawesi.. Seiring berjalannya waktu. Process. Price. responden sudah merasa puas terhadap promosi yang telah dilakukan. menampilkan video klip mengenai UKM diawal presentasi. ST. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan metode sampling jenuh. Place. Penyebaran kuesioner penelitian ditujukan kepada para siswa SMA yang berasal dari Kalimantan. Process. Bali Ambon dan Papua) Rudijanto Muis. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Sedangkan untuk tingkat kepuasan terhadap promosi yang telah dilakukan oleh tim promosi baik memalui media elektronik maupun melalui pameran. People. Ambon dan Papua yang akan mengikuti ujian saringan masuk yang diadakan UKM baik di Balikpapan maupun di UKM sendiri. kunjungan ke sekolah-sekolah. analisis cluster. diketahui bahwa faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa SMA mengenai perguruan tinggi terbagi atas 2 kelompok prioritas. Physical Evidence. Adapun usulan langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan oleh pihak oleh UKM untuk meningkatkan dorongan minat masuk UKM adalah didasarkan pada bauran pemasaran yaitu Product. analisis regresi linear berganda . Permasalahan yang dihadapi Universitas Kristen Maranatha saat ini adalah terjadi penurunan jumlah siswa SMA yang mengikuti Ujian Saringan Masuk pada semua program studi. observasi dan kuesioner. Price. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan dengan menggunakan analisis cluster dan analisis regresi linear berganda. MT Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di kota Bandung dengan tujuh fakultas yang dikelola. Kata kunci : bauran pemasaran. Sulawesi. Promotion. seperti dengan semakin baiknya penyediaan sarana fisik dan fasilitas perkuliahan.edu dan menampilkan situs tersebut pada saat presentasi.maranatha. Variabel penelitian yang digunakan adalah dari konsep bauran pemasaran 7P (Product. diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa-siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi dan mengetahui efektivitas penyampaian informasi mengenai UKM yang telah dilakukan pada saat ini. Place. Promotion. Beberapa bentuk usulan yang disampaikan diantaranya adalah meningkatkan promosi melalui situs www. People.

Registration Effectiveness) di Universitas Kristen Maranatha Rudijanto Muis. Selain itu. Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu UKM dalam mengukur kualitas pelayanan saat ini dengan melihat kesenjangan yang terjadi didalamnya. 46 dosen tetap UKM dan 96 karyawan UKM. Sehubungan dengan konsep care yang menjadi semboyan dari UKM dalam layanan pendidikannya ternyata saat ini masih belum tercapai sepenuhnya.94(2007) Usulan Perbaikan Kualitas Jasa Perguruan Tinggi dengan Menggunakan Metode Servqual Berdasarkan 4 Dimensi Student Santisfaction Inventory (Concern for the Individual. Campus climate. MT Julastri Universitas Kristen Maranatha (UKM) adalah salah satu salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka yang berlokasi di kota Bandung dengan 7 fakultas yang dikelola. materi perkuliahan yang kurang up to date. 23 manajemen UKM. ST. kurangnya layanan karir pasca sarjana dari universitas. Hal ini dapat dilihat dari adanya indikasi ketidakpuasan mahasiswa terhadap pelayanan pendidikan yang diberikan UKM diantaranya adanya tanggapan mengenai kurangnya kepedulian dan kerja sama dari karyawan pada jurusan tertentu terhadap layanan kepada mahasiswa. pengukuran dilakukan berdasarkan 4 dimensi Student Satisfaction Inventory yaitu Concern for the individual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode SERVQUAL. Hal ini terjadi karena masih adanya kesenjangan yang terjadi pada Gap 1. Agar ruang lingkup penelitian dapat lebih terarah sesuai dengan bidang pendidikan.. yang dapat mengukur kesenjangan antara lain antara harapan dengan persepsi mahasiswa (Gap 5). maka dalam penelitian ini. dimana beberapa usulan tersebut adalah penetapan sasaran kualitas pelayanan mahasiswa .8475. diberikan beberapa usulan yang terbagi atas 2 kelompok yaitu usulan ke fakultas/jurusan/program studi dan usulan ke pihak manajemen UKM. ini terlihat dari kesenjangan pada Gap 5. sedangkan untuk sampel manajemen digunakan teknik sampling Purposive. Teknik sampling yang digunakan pada pembagian kuesioner mahasiswa adalah gabungan antara teknik Proportionate Stratified Sampling dan Snowball Sampling. Untuk itu diperlukan suatu metode yang dapat mengukur kepuasan mahasiswa UKM terhadap kualitas pelayanan UKM. Oleh karena itu untuk mencapai tujuan dari semboyan UKM tersebut. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis yang dilakukan. Recruiment and Financial Aid Effectiveness. dan kurangnya sarana pendukung perkuliahan serta sarana olahraga. menunjukkan bahwa mahasiswa UKM belum merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan UKM. dalam penelitian ini juga dilakukan pengujian hipotesis untuk mengetahui adanya perbedaan yang nyata atau tidak dari kesenjangan tersebut. keamanan di dalam lingkungan kampus yang masih kurang baik. harapan mahasiswa dengan persepsi manajemen (Gap 1). Campus Climate. persepsi manajemen terhadap harapan mahasiswa dengan spesifikasi kualitas jasa (Gap 2) dan spesifikasi kualitas jasa dengan penyampaian jasa (Gap 3) beserta penyebab-penyebab gapnya. Registration effectiveness. dan Gap 3. Hal ini menunjukkan secara keseluruhan kualitas pelayanan yang diberikan oleh pihak Universitas Kristen Maranatha kepada mahasiswa masih belum memuaskan. Kuesioner penelitian dibagikan kepada 621 mahasiswa UKM. Untuk dapat mengurangi kesenjangan yang ada. Untuk itu dilakukan analisis penyebab ketidakpuasan tersebut untuk masingmasing kesenjangan yang ada. Gap 2. maka UKM perlu untuk mempertimbangkan suatu penelitian mengenai pengukuran kualitas pelayanan yang diberikan UKM kepada mahasiswa secara periodik. Dari hasil pengukuran diperoleh nilai rata-rata Total Servqual Quality (TSQ) untuk Gap 5 adalah -0. Recruitment and financial aid effectiveness.

. membuat deskripsi pekerjaan yang terstruktur dengan jelas.secara rinci. dan fasilitas pendukung perkuliahan di UKM. perbaikan dalam kualitas pengajaran melalui evaluasi kurikulum.

Penyebab yang paling banyak terjadi adah Gap 2. penurunan standar/spesifikasi layanan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan atau apa yang disampaikan oleh petugas berbeda dengan standar/spesifikasi. dan untuk pengujian antar jurusan dalam fakultas menunjukkan bahwa Fakultas Teknik yang memiliki paling banyak perbedaan antar jurusan. dibutuhkan pengukuran untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa saat ini. Service Excellent.95(2007) Pengukuran Kepuasan Mahasiswa UK Maranatha dan Usaha untuk Meningkatkannya (untuk Variabel : Safety and Security.Untuk itu. maka Universitas Kristen Maranatha. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa hampir pada tiap butir pernyataan yang ditanyakan menunjukkan bahwa mahasiswa tidak puas akan layanan UKM. kemudian mencari penyebab ketidakpuasan yang terjadi dan berusaha melakukan tindakan atau usaha untuk menghilangkan penyebab ketidakpuasan ini. meskipun sudah dibuka beberapa program studi baru. UKM perlu mengadakan usaha-usaha agar jumlah peminatnya tidak terus turun. yaitu dengan menghitung kesenjangan antara harapan mahasiswa dengan persepsi mahasiswa tentang layanan (Gap 5). kepuasan . Jadi dalam penelitian ini diteliti apakah ada hal-hal di atas yang terjadi. dengan menurunnya jumlah peminat. yang lainnya menunjukkan bahwa kondisinya berbeda. Student Centeredness) Ir. di sini juga diteliti tentang kesamaan tingkat kepuasan antar fakultas dan antar jurusan dalam tiap fakultas. akan meningkatkan citra UKM. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kepuasan mahasiswa. Sehingga perlu bagi UKM untuk merancang sistem operation pelaksanaan berbagai layanan di UKM. yaitu penurunan secara global jumlah lulusan SLTA yang masuk ke perguruan tinggi. Dalam kondisi yang terjadi di Indonesia pada saat ini. MT. servqual. Hasilnya menunjukkan bahwa hanya ada 2 butir pernyataan di mana tingkat kepuasan antar fakultas. apa penyebabnya dan dirumuskan usaha untuk menanggulanginya. Menurut model konseptual kualitas jasa. bahkan dapat meningkat kembali. sehingga kemudian dilakukan penelitian untuk mencarinya. Selanjutnya dicari penyebab dari terjadinya kepuasan tersebut. dan pada akhirnya akan menarik minat calon mahasiswa. Pengukuran performansi UKM juga perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat prestasi UKM karena salah satu rencana strategis UKM adalah keprimaan administrasi dan akademik. Selanjutnya. sebagai salah satu perguruan tinggi swasta turut merasakan dampaknya. Christina Wirawan. Pengukuran kepuasan mahasiswa dilakukan dengan metode servqual yang diperkenalkan oleh Zeithaml dan Parasuraman. karena dengan kepuasan mahasiswa yang tinggi. dengan menggunakan model konseptual kualitas jasa. ada kemungkinan kepuasan terjadi karena manajemen tidak mengetahui apa yang diharapkan mahasiswa. Dengan demikian. Kata kunci : kualitas.

Jumlah sampel mahasiswa adalah 621 mahasiswa. dan Campus Support Service) Ir. Hendra Kusuma. Gap 2. MT.96 (2007) Analisis dan Usulan Peningkatan Kualitas Pelayanan Pendidikan Tinggi Universitas Kristen Maranatha (Studi Kasus Student Satisfaction Inventory Dimensi Academic Advising Effectiveness. Sampel karyawan TAT adalah sebanyak 39 Sampel dosen adalah sebanyak 139 orang. Dimensi Student Satisfaction Inventory dan Metode Servqual dapat digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan di Universitas Kristen Maranatha karena SSI merupakan dimensi yang ditujukan untuk jasa pendidikan.Penerapan Dimensi Student Satisfaction Inventory dan Metode Servqual dapat digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan UKM namun hanya dapat mengindikasikan terjadinya kesenjangan antara harapan mahasiswa dengan kinerja UKM. Agar kepuasan mahasiswa dapat ditingkatkan model ini perlu dipindahkan dalam kueisoner yang lebih . Instrumen yang digunakan merupakan hasil modifikasi dari instrument SSI standar setelah dikurangi dengan pernyataan yang tidak sesuai dengan keadaan UKM. Instrumen ini digunakan untuk mengukur ketidakpuasan mahasiswa. Gap 1. penyebab Gap 2. serta modifikasi-modifikasi yang harus dilakukan untuk mencapai tingkat validitas dan reliabilitas instrumen yang layak.al (1990) sebagai model konseptual. Teknik sampling untuk populasi pimpinan UKM dan karyawan adalah sampling jenuh Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa UKM strata 1 yang telah menempuh 2 semester. Gap 4 tidak diuku karena UKM tidak memberikan janji kepada calon mahasiswanya. Pernyataan SSI yang digunakan berjumlah 28 pernyataan. Faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpuasan mahasiswa adalah terdapatnya persepsi pimpinan UKM terhadap harapan mahasiswa yang tidak sesuai dengan harapan mahasiswa yang sesungguhnya. penyebab Gap 1. Instruction Effectiveness. dan penyebab Gap 3. Sampel pimpinan UKM sebanyak 21 orang. Penelitian ini dimaksudkan untuk uji coba pengukuran kualitas pelayanan UKM dengan metode SERVQUAL dan mengganti dimensi reliability. Modelmodel di atas tidak bisa mengindikasikan seberapa besar prakek manajerial UKM menyimpang dari kondisi ideal yang seharusnya terjadi tanpa melengkapinya dengan analisis kualitatif mengenai harapan dan kinerja UKM. Campus Support Service. Model ini dipilih dengan alasan kelengkapan variabel penyebab Gap hingga identifikasi penyebab ketidakpuasan dilakukan dengan mudah. Kinerja UKM masih berada di bawah harapan mahasiswa untuk seluruh pernyataan SSI yang diujikan. Campus Life. pimpinan UKM yang berhubungan dengan ruang lingkup penelitian serta karyawan UKM. Model Extended Service Quality dari Zeithaml et. Dimensi SSI yang dibahas ialah: Academic Advising Effectiveness. Campus Life. assurance. Hasil pengukuran kualitas pelayanan UKM pada mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa masih belum merasa puas dengan kinerja pelayanan yang diberikan UKM. Skala kuesioner adalah skala interval. ditambah dengan pernyataan untuk memperjelas terjemahan dalam bahasa Inggris. Hasil aplikasi dimensi SSI dalam model extended service quality ternyata dapat digunakan di UKM sebagai alat bantu manajerial untuk meningkatkan kepuasan mahasiswa. emphaty. 9 kondisi internal manajerial UKM dalam hal kualitas pelayanan. responsiveness. penyampaian jasa oleh karyawan UKM yang dinilai masih kurang maksimal. dan tangibles dengan dimensi Student Satisfaction Inventory (SSI). Metode sampling yang digunakan dalam pengambilan sampel mahasiswa dan dosen adalah proportionate stratified dan snowball sampling. Gap 3. penetapan standar yang lebih rendah dari harapan mahasiswa serta berbagai hal yang belum ditetapkan standar kerjanya. Instruction Effectiveness.

meningkatkan komitmen pimpinan bagian-bagian UKM atas kepuasan mahasiswa penetapan program resmi dan sasaran kualitas pelayanan mahasiswa bagi karyawan. (5) supervisory control systems should be improved. menekan konflik peran dalam pekerjaan. The population of this study were students that have been studied for minimum 2 semesters. and 21 heads of department and unit. The respondents were 621 students. (2) There are dissatisfaction identified on all variables. After this survey held continually. to increase student satisfaction there are several recommendation: (1) the Rector of University should use the information more frequent. Aplikasi untuk meningkatkan kepuasan mahasiswa This research was intended to test Servqual methods using Student Satisfaction Inventory dimensions on Maranatha Christian University Service Quality Measurement. Gap 3. and (6) the role conflicts between operational and service quality on employees job should be reduced. and (4) Those Gaps were caused by 9 internal factors. and antecedent of Gap 3. (3) Those dissatisfaction were caused by difference between heads of department perceptions of student expectation and student expectation. The instruments being used were modification of Student Satisfaction Inventory standard instrument using importance and performance rating scale to measure student dissatisfaction (Gap 5) and Servqual standard instruments to measure Gap 1. Kepuasan mahasiswa di UKM dapat ditingkatkan melalui peningkatan kekerapan penggunaan informasi mengenai mahasiswa. (4) formal service quality goals and programs should be set officially. the antecedent of Gap 1. mengurangi jarak antara karyawan yang kontak dengan mahasiswa dengan pimpinan puncak UKM. Campus Life. Campus Support Service. (2) the gap between student contacted employee and the rector should be reduced. 139 lecturers. The questionnaire use has to be divided. SSI dimensions application on extended service quality model found suitable to be used as a managerial tool to improve student satisfaction at Maranatha Christian University. Gap 2. designed more professionally. To improve student satisfaction this model has to be implemented. Kata kunci: Penggunaan Dimensi Student Satisfaction Inventory pada Extended Service Quality Model. which made the identification of internal conditions that influence student dissatisfaction was easy to be done. formally given to the students on regular basis. Gap 4 wasn’t being measured. antecedent of Gap 2. and service delivery by employees were below student expectation. Conceptual model used was extended quality model from Zeithmal et. and heads of department or unit in Maranatha Christian University. 39 employee. Instruction Effectiveness. and being followed up if there are dissatisfaction found. employee performance standards were set below student expectation. because Maranatha Christian University hadn’t declare any promises to students. . lectures. There were 28 SSI variables used. employee. and quota purposive sampling on employee and heads of department populations. The Student Satisfaction Inventory dimensions being tested were Academic Advising Effectiveness. Application to Improve Student Satisfaction. (3) the commitment of heads of department and unit at the University should be increased.resmi dan diedarkan oleh bagian survey center. but this model couldn’t identify how far the difference between student expectation and their perception on Maranatha Christian University performance occurs.al (1990). Sampling method used were proportionate cluster snowball sampling on student and lecturer populations. The results of this study were: (1) Servqual Methods and SSI dimensions could be used to measure students dissatisfaction. Keywords: Integration SSI Dimensions on Extended Service Quality Model. peningkatan sistem pengendalian atasan. This model was chosen because of the completeness of Gap antecedents variables.

Department of Labor dan hasil kuesioner pendahuluan. Melihat pentingnya penilaian kinerja bagi pegawai di suatu organisasi maka peneliti bermaksud melakukan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penilaian kinerja Tenaga Kerumahtanggaan di perguruan tinggi. sebaiknya hambatan- . U.. Penilaian kinerja yang efektif akan memberikan manfaat bagi pegawai dan perusahaan.2. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah sebaiknya faktor absensi diperhitungkan dalam melakukan penilaian kinerja. Tahapan dalam melakukan perancangan perangkat penilaian kinerja adalah penyusunan dan penyebaran kuesioner pendahuluan.usulan Formulir Penilaian Kinerja dapat dilihat pada Gambar 4. penyusunan subfaktor berdasarkan model kompetensi (gabungan Spencer & Spencer dan Personnel Decisions International). ST. S. identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penilaian kinerja.97 (2008) Identifikasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penelian Kinerja untuk Jabatan Kerumah Tanggaan di Perguruan Tinggi (Studi Kasus di UK Maranatha) Vivi Arisandhy. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi penilaian kinerja Tenaga Kerumahtanggaan dan usulan Formulir Penilaian Kinerja untuk Tenaga Kerumahtanggaan. Faktor dan subfaktor penilaian kinerja dapat dilihat pada Tabel 5. data-data yang digunakan akan diambil dari Universitas Kristen Maranatha. Melina Hermawan. Manfaat bagi pegawai adalah dapat mengetahui kinerja yang telah dicapai serta mengetahui kelemahan dan kelebihan diri yang berguna untuk pengembangan diri selanjutnya. diantaranya adalah pengelolaan sumber daya manusia yang unggul. pengolahan kuesioner pendahuluan. perancangan perangkat penilaian kinerja akan berbasiskan kompetensi. perhitungan batas–batas penilaian kinerja (Total Nilai Penilaian Kinerja Tenaga Kerumahtanggaan dan Total Nilai Faktor Tenaga Kerumahtanggaan) dan perancangan perangkat penilaian kinerja.. penyusunan dan penyebaran kuesioner penentuan tingkat kepentingan subfaktor. Banyak faktor yang mendukung jalannya suatu perguruan tinggi dengan baik. Dalam penelitian ini. Faktor-faktor tersebut kemudian akan digunakan untuk merancang perangkat penilaian kinerja bagi Tenaga Kerumahtanggaan Data-data yang diperlukan adalah job Description Tenaga Kerumahtanggaan di perguruan tinggi serta faktor dan subfaktor dari model kompetensi dan U. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan sumber daya manusia adalah dengan melakukan penilaian kinerja. Fenny Perguruan tinggi berperan penting untuk menghasilkan orang–orang yang berkualitas yang dapat berguna bagi dunia kerja pada umumnya. Department of Labor. MT. penentuan tingkat kepentingan subfaktor penilaian kinerja (menggunakan metode Cut-Off Point). (contoh : pemberian reward dan punishment). Dalam penelitian ini. perhitungan bobot faktor dan subfaktor penilaian kinerja (menggunakan metode Analytical Hierarchy Process). ST. penyusunan dan penyebaran kuesioner penentuan skala kepentingan faktor dan subfaktor penilaian kinerja. S. MT. sebaiknya dibuat suatu standar penanganan berdasarkan hasil penilaian kinerja..1. penyusunan struktur hierarki. sedangkan.

personnel bias effect. .hambatan juga dipertimbangkan dalam pelaksanaan proses penilaian. dan lain-lain. misalnya hallo effect.

99 (2008) Identifikasi Tingkat Loyalitas Merek dan Faktor Penentu Kepuasan dalam Menggunakan Produk-produk Eiger Ir. Hendra Kusuma, MT.
Program ini merupakan aktivitas penelitian yang dilakukan oleh Kelompok Bidang Keahlian Rekayasa Kualitas Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha bekerja sama dengan PT Eigerindo Multi Produk Industri dalam rangka identifikasi faktor-faktor yang dipertimbangkan penting oleh pelanggan. Identifikasi faktor-faktor ini diperlukan agar PT Eigerindo Multi Produk Industri memiliki tolok ukur yang jelas bagi tingkat pemenuhan kepuasan pelanggan sebagaimana dipersyaratkan sertifikasi ISO. Biaya program penelitian ini sepenuhnya ditanggung oleh PT Eigerindo Multi Produk Industri. Program penelitian ini terdiri atas tiga tahap; yaitu penyusunan kuesioner kepuasan pelanggan, penyebaran kuesioner kepuasan pelanggan, serta pengolahan data dan analisis. Tahap pertama dilakukan dengan menyusun instrumen menggunakan kuesioner loyalitas merek baku di riset ekuitas merek. Tahap kedua dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner penelitian di berbagai outlet Eiger di Jakarta, Bogor, Bandung, dan Jatinangor menggunakan metode sampling kuota untuk mencapai jumlah sampel 272 hingga diperoleh tingkat kesalahan pengukuran sebesar 10%. Tahap ketiga dilakukan dengan metode pengolahan data loyalitas merek dan penyusunan angket kepuasan pelanggan yang diusulkan bagi PT Eigerindo Multi Produk Industri untuk melengkapi persyaratan ISO. Sebagai kesimpulan analisis, diperoleh bahwa tingkat kinerja Eiger dalam memenuhi harapan pelanggan telah dapat dinilai baik. Sebagai hasil, diperoleh loyalitas merek yang tinggi di tingkat Satisfied Buyer dan Liking the Brand. Di bagian akhir, penulis mengusulkan format kuesioner kepuasan pelanggan yang disebarkan di seluruh outlet Eiger sebagai indicator pengukur kepuasan pelanggan untuk melengkapi program ISO PT Eigerindo Multi Produk Industri. Kata Kunci: Kepuasan Pelanggan, Indikator Harapan Pelanggan. This program was Research Program done by PT Eigerindo Multi Produk Industri in cooperation with Quality Engineering Expertise Group, Industrial Engineering Department, Engineering Faculty, Maranatha Christian University, Bandung. This program was aimed to help PT Eigerindo Multi Produk Industri to identify important consideration factors by it customers. The importance of these factors identification was to achieve PT Eigerindo Multi Produk Industri better clarity on the factors that contribute to customers satisfaction as part of PT Eigerindo Multi Produk Industri ISO audits. All of this Research cost was paid by PT Eigerindo Multi Produk Industri. This program was done by three stages: customer satisfaction questionnaire design, data collection, and data calculation and analysis. The first stage was done by using standard brand loyalty questionnaire as a part of brand equity research instrument. The second stage was done by questionnaire pread on various Eiger’s outlets at Jakarta and West Java using quota sampling method using 72 sample in order to achieve 10% research error. The third stage was done by brand loyalty data calculation and customer satisfaction questionnaire design. The author suggest PT Eigerindo Multi Produk Industri use this Customer Satisfaction Questionnaire to complete PT Eigerindo Multi Produk Industry ISO audits. As a summary, analysis showed that Eiger’s performance on satisfying customer expectation could be classified as Good. As a result, Eiger has high brand loyalty on Satisfied Buyer and Liking the Brand level. At the end, the author suggested customer satisfaction

questionnaire format that could be given on all Eiger’s outlets as a customer satisfaction indicators to complete PT Eigerindo Multi Produk Industri ISO program. Keywords: Customer Satisfaction, Customer Expectation Indicators

100 (2008) Pengaruh Faktor-faktor Pribadi, Lingkungan, dan Perguruan Tinggi terhadap Keputusan untuk Mendirikan Usaha Sendiri, Studi Kasus Alumni Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha Ir. Hendra Kusuma, MT. Marianawati
Penelitian ini merupakan penelitian murni di bidang kewirausahaan dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor–faktor yang berpengaruh terhadap keputusan alumni untuk memilih profesi engusaha setelah lulus dari Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha. Variabel yang dipertimbangkan ialah faktor pribadi, bekal, lingkungan, kelayakan, dan Perguruan Tinggi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian survei, dengan populasi alumnus Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha yang berprofesi sebagai pengusaha dengan jumlah responden yang dituju berjumlah 120 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Instrumen yang dikembangkan mencakup empat factor yang terdiri dari faktor pribadi, faktor bekal, faktor kelayakan dan faktor lingkungan dengan menggunakan skala Likert. Hipotesis yang diuji ialah keputusan alumni Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha untuk memilih profesi engusaha dipengaruhi oleh ke empat faktor itu. Teknik pengolahan data yang digunakan ialah analisis faktor dan analisis diskriminan. Responden terdiri atas 2 kelompok yaitu kelompok yang langsung mendirikan usaha milik sendiri dan kelompok yang bekerja dulu sebelum membuka usaha sendiri. Kuesioner disebarkan dengan metode tatap muka untuk responden yang berada di kota Bandung, serta melalui email untuk responden yang berdomisili di luar kota Bandung. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa empat variabel yang dikembangkan di tahap awal ternyata tidak mencerminkan kondisi empiris. Diperoleh 16 faktor yang berpengaruh pada keputusan alumni untuk mendirikan usaha sendiri. Dari ke 16 faktor tersebut, hanya tiga faktor yang menjadi pembeda kedua kelompok responden tersebut yaitu faktor Pembelajaran di Perguruan Tinggi, Dorongan Kebebasan, dan Peluang dari Pergaulan. Kelompok responden yang langsung memilih mendirikan usaha sendiri setelah lulus bercirikan factor Pembelajaran di Perguruan Tinggi dan Peluang Pergaulan yang dominan. Sementara kelompok yang memilih bekerja terlebih dahulu sebelum mendirikan usaha setelah lulus bercirikan memiliki Dorongan Kebebasan yang dominan. Untuk meningkatkan jumlah alumni yang berwirausaha setelah lulus maka pimpinan Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha disarankan agar menambah materi kuliah dan studi-studi kasus pada mata kuliah Pengantar Ekonomi, Ekonomi Teknik, Manajemen Pemasaran, Perancangan Tata Letak Fasilitas, Perancangan Organisasi, Analisis Kelayakan Proyek, dan Studium Generale. Kata Kunci: Faktor yang Berpengaruh, Keputusan untuk Mendirikan Usaha. This research intended to be a scientific research in Entrepreneurship field. The aimed of this research was identify factors that influencing the graduates of Industrial Engineering Dept., Engineering Faculty, Maranatha Christian University decision to choose businessman as a profession. Variables considered were personal factor, supply factor, environment factor, perception of feasibility, and college factor. Research methodology used were survey research, using graduates of Industrial Engineering Department, Engineering Faculty, Maranatha Christian University which had chosen business owner as profession. Sample size were 120 and sampling technique used were cencus. Research instrument used was derived from those factors indicators

Hypothesis being tested on this research was the decision of Industrial Engineering Dept.using 5 scale likert score. Plan Layout and Material Handling. Engineering Faculty. Decision to Start a Business. only 3 factors that could be considered as differential factors on those 2 respondent group.. On those factors. Engineering Faculty. Project Feasibility Study. graduates that decide to choose business owner profession direct after they finished study and graduates that decide to work before they start their business. The differential factors were Business Course on College. and Studium Generale. authors suggest that the head of Industrial Engineering Dept. Freedom Motives. Keywords: Influenced Factors. and Opportunity from Social Interaction. There were 2 respondent groups. Factor analysis showed that there were 16 factors that influencing decision to choose business owner as profession. Maranatha Christian University graduate to choose businessman as a profession was influenced by those 5 factors. On the other side.. Engineering Economic. Respondent group by direct decision to be a business owner was identified have high Business Course on College and Opportunity from Social Interaction score. Data calculation method were factor analysis and discriminant analysis. respondent group who worked before they initiate their own business was identified have high Freedom Motives. To increase graduate intention to build their own business. Maranatha Christian University to increase entrepreneurship material and case study on Introduction Economic. . Questionnaire spread by face to face interviews for respondent in Bandung and email for respondents outside Bandung. Analysis showed that variables on the early stage did not passed empirical testing. Marketing Management.