02(2001) Analisis Kualitas Pelayanan Ditinjau dari Kesenjangan antara Jasa yang Diterima dengan Jasa yang Diharapkan

(Studi Kasus di Lembaga Bahasa LIA Buahbatu, Bandung) Melina Hermawan, ST., MT Sissy Vidya Paramitasari Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa utama di dunia, dimana selain menjadi bahasa ibu, Bahasa Inggris juga dipakai sebagai salah satu bahasa resmi internasional. Di Indonesia sendiri, pelajaran Bahasa Inggris merupakan pelajaran wajib di sekolah-sekolah formal, namun kebanyakan siswa maupun pencari kerja pada umumnya merasa bahwa kurikulum sekolah belum dapat memberikan kontribusi pengetahuan yang cukup memadai, sehingga mereka banyak menambah pengetahuannya melalui kursus-kursus Bahasa Inggris. Lembaga Bahasa LIA (LB-LIA) yang bertempat di Jalan Buah Batu merupakan salah satu dari sekian banyak lembaga bahasa yang menyediakan fasilitas kursus. Dari tahun ke tahun sejak awal berdirinya (1986), LB-LIA selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi pelanggannya, dala hal ini para peserta didik. Namun akhir-akhir ini, pihak manajemen LB-LIA mengalami sedikit kekhawatiran terhadap semakin meningkatnya tingkat penurunan jumlah siswa/peserta didik pada setiap akhir term/caturwulan. Sebagai sebuah lembaga yang telah lama berdiri, LB-LIA menyadari bahwa kualitas pelayanan akan sangat berpengaruh pada loyalitas peserta didik, dalam konteks ini adalah kemauan untuk mengikuti program pendidikan hingga selesai. Melalui penelitian ini perusahaan berharap dapat memperoleh gambaran mengenai seberapa besar tingkat kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan LBLIA ditinjau dari kesenjangan antara jasa yang diterima dan jasa yang diharapkan. Selain itu, perusahaan juga berharap dapat memperoleh gambaran mengenai unsur-unsur pelayanan apa saja yang perlu mendapatkan prioritas peningkatan untuk menaikkan kepuasan pelanggan, sehingga akhirnya dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dan mengurangi tingkat pengunduran siswa/peserta didik. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioenr yang dibagikan kepada para peserta didik sebagai pelanggan. Variabel penelitian yang digunakan mengacu pada lima dimensi pokok Model Parasuraman dkk, yaitu Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Data yang diperoleh dari kuesioner tersebut selanjutnya diolah dengan menggunakan metode SERVQUAL. Dari hasil pengukuran kualitas, diperoleh kesimpulan bahwa kualitas pelayanan LB-LIA kurang memuaskan para peserta didik, terbukti dengan nilai TSQ (-1,006) < 0. Dari beberapa unsur pelayanan yang perlu mendapatkan prioritas peningkatan adalah intensitas penggunaan Lab. Bahasa, intensitas penyediaan tenaga native speaker, perhatian staff pengajar terhadap perkembangan siswa/peserta didik, kecepatan staff pengajar dalam menyelesaikan masalah dan keahlian kerja staff pengajar.

03(2001) Analisis Kelayakan Usaha Pengembangan Industri Pengolahan Sabut Kelapa (Cocofibre dan Cocodust) Ir. Hendra Kusuma, MT Pohon kelapa tumbuh di lebih dari 57 negara di dunia, tetapi pertumbuhan pohon kelapa sangat baik di negara-negara tropis, seperti Indonesia. Indonesia dengan 13.000 pulau dikenal sebagai penghasil kelapa terbesar kedua di dunia setelah India. Setiap tahun tidak kurang dari 10.000.000 butir sabut kelapa terbuang dan dibakar masyarakat di Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak. Padahal sabut kelapa (dikenal dengan istilah “Cocofibre”) dan limbah tambahannya (yang disebut sebagai “Cocodust”) dapat dimanfaatkan untuk produk industri. Serat sabut kelapa dapat digunakan untuk peredam suara, penahan panas, pengisi bantal jok di industri pesawat terbang dan industri otomotif, bahan sapu/sikat/keset, bahan pengisi tempat tidur springbed, serta keperluan geotekstil. Ampas sabut kelapa dapat digunakan untuk media pembibitan tanaman atau pupuk, karena mengandung kadar Kalium yang tinggi. Keunggulan serat sabut kelapa dibandingkan dengan serat sintetis ialah daya serap yang tinggi, tingkat pencemaran yang rendah, menyerap panas sinar matahari, serta dapat digunakan untuk sarana padat karya dan tidak dapat modal. Proses pengolahannya hanya membutuhkan mesin sederhana yang dapat dibuat dengan teknologi tepat guna. Studi ini dibuat untuk kepentingan pengajuan dana pinjaman lunak lingkungan IEPC-KfW bagi pihak Haji Muhammad Hassan, yang memperoleh tawaran untuk memasok serat sabut kelapa sebanyak 4 (empat) ton per hari dari “PD Makmur Pribumi”. Skema dana pinjaman lunak lingkungan IEPC-KfW akan digunakan untuk pemekaran usaha demi menampung limbah sabut kelapa dari pengolaha kelapa dan kopra di Kecamatan malingping. Pinjaman yang diajukan ialah senilai Rp. 728.000.000,00 (Tujuh ratus dua puluh delapan juta Rupiah) untuk kredit investasi serta Rp. 226.700.000,00 (Dua ratus dua puluh enam juta tujuh ratus ribu Rupiah) untuk kredit modal kerja. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa usaha ini layak diberi pinjaman dilihat dari sisi pemasaran, sisi teknologi, maupun sisi finansial, dihasilkan Net Present Value positif, periode pengembalian investasi selama 7 (tujuh) tahun 9 (sembilan) bulan, dan IRR 14,68%. Disarankan pada pihak bank Jabar untuk segera meneruskan permohonan kredit tersebut pada pihak IEPC-KfW.

04(2002) Analisis Serta Usulan Perbaikan Fasilitas Fisik dan Lingkungan Fisik dengan Pendekatan Ergonomi (Studi Kasus di Mini Market 5001 Mart Cabang Cimahi) Wawan Yudiantyo, ST., MT Novi, ST., MT Effie Yuswandi Dalam sebuah mini market, faktor keamanan dan kenyamanan dalam berbelanja sangatlah penting. Beberapa fasilitas fisik yang langsung berhubungan dengan pengunjung maupun karyawan mini market perlu lebih diperhatikan agar memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi penggunanya. Apabila rak-rak terlalu tinggi atau terlalu rendah maka pengunjung dan karyawan mini market akan sulit untuk menjangkau atau memajang barang di rak tersebut. Sedangkan bila kondisi lingkungan fisik kurang optimal maka pengunjung akan merasa tidak nyaman untuk berlama-lama di dalam mini market. Pada tahap awal penelitian dilakukan tanya jawab baik dengan pihak manajemen, karyawan mini market 5001 Mart cabang Cimahi, maupun dengan pengunjung mini market. Dari hasil tanya jawab tersebut diketahui bahwa terdapat beberapa masalah yang timbul, seperti diantaranya meja kasir yang terlalu tinggi serta monitor yang terlalu rendah, kursi kasir yang kurang nyaman, tempat penitipan barang yang tidak bersekat sehingga barang-barang yang dititipkan menjadi mudah tertukar, rak-rak yang terlalu tinggi sehingga pengunjung dan karyawan menjadi sulit untuk menjangkau barang yang ada, serta banyaknya pengunjung yang mengeluh akan panasnya suhu di dalam mini market. Dalam penelitian kali ini akan dibahas mengenai fasilitas fisik yang ada sekarang di mini market 5001 Mart cabang Cimahi seperti meja kasir, kursi kasir dan tempat penitipan barang serta rak-rak. Juga dibahas mengenai kondisi lingkungan fisik seperti pencahayaan, temperatur dan kelembaban di dalam mini market. Sebagai data pembanding digunakan data sekunder berupa data anthropometri yang didapat dari buku Eko Nurmianto yang berjudul Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya edisi pertama tahun 2003. Dari hasil penelitian dan pengamatan yang telah dilakukan di mini market 5001 Mart cabang Cimahi diketahui bahwa hampir sebagian besar selisih dimensi fasilitas fisik yang ada sekarang dengan dimensi yang diharapkan lebih besar dari 10%, sehingga dimensi yang ada sekarang masih kurang ergonomis. Begitu pula dengan kondisi lingkungan fisik seperti pencahayaan dan temperatur yang ada. Oleh karenanya dalam penelitian kali ini juga dibuat usulan perancangan fasilitas fisik seperti meja kasir, kursi kasir, tempat penitipan barang, dan rak-rak pajangan yang lebih ergonomis. Perancangan fasilitas fisik ini perlu mempertimbangkan dimensi tubuh manusianya. Juga diusulkan mengenai kondisi lingkungan fisik yang lebih optimal sehingga dapat meningkatkan kenyamanan di dalam mini market. Selain itu tata letak dari fasilitas fisik seperti lebar gang dan tata letak fasilitas penunjang seperti tata letak lampu, tata letak AC dan tata letak cermin juga dibuat lebih ergonomis. Diharapkan usulan tersebut dapat berguna bagi mini market 5001 Mart cabang Cimahi.

Alat ini dirasakan penting. Dari hasil pengumpulan data maka dilakukan pengolahan data. Lorong Lab. maka lorong yang letaknya berada di basement II tersebut menjadi lembab. khususnya untuk orang yang datang ke suatu tempat. ST. maka dilakukan persentase hasil kuesioner yang didapatkan. tetapi masih dirasakan kurang terang. temperatur dan kelembaban pada lorong tunggu belum memenuhi kondisi ideal. Dan pemasangan alat hydrant untuk pencegahan bahaya kebakaran. lorong yang dijadikan tempat tunggu saat ini dirasakan kurang ergonomis. mengingat sekat-sekat ruangan Lab. Setelah data hasil kuesioner tersebut telah valid dan reliabel. uji kecukupan data. APK&E yang terletak pada basement II Gedung Teknik. Hasil analisa menunjukkan bahwa dimensi produk kursi tunggu aktual belum sesuai dengan dimensi tubuh pengguna. maka harus diciptakan suatu lingkungan yang nyaman. Untuk data kuesioner dilakukan pengujian dengan cara manual: uji validitas data. Dari penelitian yang dilakukan penulis.. Agar aktivitas yang berlangsung dalam Laboratorium dapat mencapai tujuannya. dan uji reliabilitas data. Pemasangan AC untuk mengatasi temperatur dan kelembaban yang kurang baik. produk kursi tunggu juga disesuaikan dengan data Anthropometri mahasiswa. untuk data anthropometri dilakukan pengujian. Intensitas cahaya pada lorong tunggu masih kurang. maka orang tersebut harus menunggu di tempat yang telah disediakan (tempat tunggu). ST. sehingga dapat mendukung konsentrasi belajar mahasiswa. Untuk lingkungan fisik diusulkan penambahan lampu sehingga mencapai intensitas cahaya yang ideal untuk membaca dan menulis. aliran udara menjadi kurang baik. APK& E UKM terbuat dari bahan yang mudah terbakar. MT Lestari Yuli Hastuti. perhitungan dan penentuan persentil. Lorong yang berada di basement II gedung Teknik gelap. Diharapkan dengan demikian akan memberikan kenyamanan bagi pengguna lorong tunggu Lab. Untuk itu diusulkan produk rancangan kursi tunggu yang dapat dilipat untuk menghemat tempat. Selain itu karena kurangnya ventilator. khususnya untuk mahasiswa yang akan melakukan aktivitas seperti praktikum dan assistensi. walaupun sudah terdapat beberapa lampu untuk penerangan. APK & E UKM. dijadikan sebagai tempat tunggu. sehingga dapat diambil suatu kesimpulan. . bedasarkan kuesioner tersebut. dengan menggunakan ergo plus yaitu: uji kenormalan data. uji keseragaman data. MT Fernando Tempat tunggu merupakan tempat yang penting..06(2002) Perancangan Lorong Basement II yang Lebih Ergonomis pada Laboratorium Analisa Perancangan Kerja dan Ergonomi Universitas Kristen Maranatha Bandung Wawan Yudiantyo. dimana orang tersebut tidak bisa langsung dilayani.

lantai kamar tidur. peraturan dan tata tertib. didapatkan hasil bahwa tidak semua barang/perabotan dalam kamar tidur dan kamar mandi ergonomis. data lingkungan non fisiknya dan juga mengamati pelayanan apa saja yang diberikan. ST. Data-data fasilitas fisik tersebut kemudian dibandingkan dengan data antropometri. shower. gantungan pakaian. lingkungan fisik. Bandung) Wawan Yudiantyo. tempat sampah. tempat handuk.. peralatan yang disediakan dalam kamar serta fasilitas di luar kamar. tombol/saklar pada dinding. Untuk mengetahui apakah fasilitas fisik dan lingkungan non fisik dalam kamar hotel Le’Aries sudah ergonomis. temperatur dan kelembaban. pembuka botol. Yang termasuk dalam lingkungan non fisik adalah: pencahayaan. Barang/perabotan yang tidak ergonomis adalah: tempat tidur. Kenyamanannya mutlak diperlukan. lantai kamar mandi dan lantai lorong. Oleh karena itu. Untuk lingkungan non fisik. penyemprot air pada monoblock. peralatan dan perabotan dalam kamar mandi.. Sedangkan dari hasil analisa. karena sebagian besar waktu tamu hotel dihabiskan di dalam kamar.07(2002) Perancangan Sarana dan Prasarana Dalam Kamar Hotel yang lebih Ergonomis (Studi Kasus di Hotel Le’Aries. MT Yoanita Kamar adalah produk terpenting yang dapat dijual oleh sebuah hotel. meja rias. tempat sabun. tempat handuk. sekat plastik dan tempat sampah. Kenyamanan itu pulalah yang akan menarik loyalitas para tamu hotel untuk terus menjadi pelanggan tetap. tempat tas. sebaiknya disediakan check list yang harus diisi oleh bell-boy. pegangan pintu kamar. sofa. ventilasi. Yang termasuk dalam fasilitas fisik dalam kamar adalah: peralatan dan perabotan dalam kamar tidur. Untuk peningkatan kesehatan dan . pegangan kunci jendela. lampu penerangan pada lorong. Barang/perabotan di dalam kamar mandi yang perlu diperbaiki adalah: shower. sofa. maka penulis menyarankan beberapa perbaikan yang mudah direalisasikan. tata letak kamar tidur pun dinilai kurang ergonomis. sekat plastik. ST. monoblock. yang belum ergonomis adalah pencahayaan dan ventilasi. jendela. lemari pakaian. dan juga pelayanan yang diberikan. kursi. Dari hasil pengamatan. meja rias dan jendela. bunyi. pegangan kunci jendela. serta posisi lampu penerangan pada lorong. tata letak tombol/saklar pada dinding. pegangan tombol/saklar serta pembatas ruangan kamar dan lorong. MT Ie Vie Mie. lemari pakaian. Sedangkan yang termasuk servis adalah: pelayanan. nakas. penulis mengadakan pengamatan secara dan mewawancarai beberapa tamu hotel. Barang/perabotan di dalam kamar tidur yang perlu diperbaiki adalah: tempat tidur. Untuk membuat lingkungan hotel lebih nyaman. Untuk perbaikan pelayanan. beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain adalah: fasilitas dalam kamar. didapati beberapa pelayanan yang kurang memuaskan. gantungan pakaian. kursi. kunci pintu kamar. Dari hasil perbandingan tersebut. nakas . Penulis mengambil data fasilitas fisik peralatan dan perabotan dalam kamar mandi dan kamar tidur. Untuk pegangan tombol/saklar yang perlu diperbaiki adalah: tata letak kunci pintu kamar. pembuka botol. Perbaikan juga dilakukan pada dinding kamar mandi.

keamanan lingkungan hotel. . sebaiknya disediakan alarm tanda bahaya dan informasi alur jalan darurat.

Adapun perbaikan metode kerja yang dilakukan perusahaan meliputi pekerjaan yang dilakukan operator (dihubungkan dengan prinsip ekonomi gerakan). dan dinding masih belum diperhatikan. diketahui bahwa permasalahan yang dihadapi perusahaan saat ini dalam hal efisiensi kerja. sehingga perlu diadakan perbaikan metode kerja. Salah satunya adalah perusahaan boneka "X". ST. Masalah yang dihadapi perusahaan saat ini yakni tidak bisa memenuhi permintaan konsumen karena sistem kerja yang diterapkan perusahaan kurang efisien dan perancangan peralatannya tidak ergonomis sehingga perlu dilakukan perbaikan sistem kerja dan perancangan peralatan agar ergonomis. Dari segi fleksibilitas. atap. perusahaan dapat menghemat waktu untuk masing-masing stasiun kerjanya yakni berturut-turut untuk stasiun pola sebesar 4. Jika dilihat segi fleksibilitas. kelembaban.. lantai. kelembaban. Dengan perbaikan yang dilakukan maka sistem kesehatan dan keselamatan kerja operator lebih terjamin. . Perusahaan juga kurang memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja operator. jarak dan keleluasaan) menjadi lebih baik.18%. Dari Bagan Analisa Aktual diketahui bahwa metode kerja yang diterapkan perusahaan belum optimal. gerakan kerja operator dan tata letak ruang kerja keseluruhan (termasuk aliran prosesnya) sehingga setelah dilakukan perbaikan maka gerakan kerja operator sudah sesuai dengan prinsip ekonomi gerakan dan aliran prosesnya lebih lancar. pencahayaan.18%.18%.08(2003) Perbaikan Sistem Kerja di Perusahaan Boneka “X” Bandung Novi. MT Wawan Yudiantyo. Keadaan lingkungan kerja fisik seperti temperatur. Dengan melakukan perbaikan metode kerja. stasiun isi sebesar 4. tidak berubah karena keterbatasan tempat dan sensitivitas perusahaan setelah dilakukan perbaikan menjadi lebih baik karena proses produksi menjadi lebih lancar. stasiun hias sebesar 4.29% dan stasiun packing sebesar 18. stasiun jahit sebesar 1. lantai. Setelah diadakan penelitian pendahuluan. Operator bekerja tanpa ada standar kerja yang baku sehingga tidak memperhatikan pekerjaannya secara menyeluruh dan peralatan serta tempat kerja operator tidak dirancang secara ergonomis.. sistem kerja setempat (tata letak. stasiun gunting sebesar 4. pencahayaan. MT Fitri Lianingsih Dewasa ini industri manufaktur berada pada kondisi cukup stabil. kurang fleksibel.38%. dan dinding) lebih baik. hal ini terlihat dari semakin banyaknya perusahaan-perusahaan kecil yang mencoba membuka usaha dalam bidang manufaktur. masalah yang dihadapi perusahaan yakni bila ada perubahan sedikit dalam tata letak. kebisingan. mula-mula dilakukan pengukuran waktu baku cara langsung (jam henti) dan cara tidak langsung (MTM-1) melalui Bagan Analisa. ST. kebisingan. keadaan lingkungan fisik (temperatur. Untuk mengatasi permasalahan tersebut.17%. atap.

dan kesiapan dari para pramuniaganya. memiliki kesamaan harga. harga produk memiliki kesamaan harga atau bahkan lebih murah dibanding factory outlet lain. kamar pas yang mencukupi. dimana pengolahan datanya dilakukan dengan metode analisis deskriptif. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kriteria atau faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi konsumen untuk mengunjungi sebuah factory outlet. diskon untuk produk tertentu. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diusulkan strategi pemasaran yaitu penjualan produk-produk yang sesuai dengan target pasarnya.O. Djajalaksana. MBA Reza Wratsongko Rumah Mode adalah salah satu factory outlet di kota Bandung. dan peringkat factory outlet berdasarkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi konsumen untuk mengunjungi sebuah factory outlet. produk yang tidak dijual di factory outlet lain. Berdasarkan penelitian awal factory outlet Rumah Mode memiliki kendala dalam usaha meningkatkan jumlah pengunjung Rumah Mode. Rumah Mode) Yenni M. diskon untuk pembelian dalam jumlah tertentu. Namun factory outlet Rumah Mode juga memiliki kekurangan dalam jenis atau ragam produk yang dijual. keluasan area parkir. Analisa dapat memaparkan secara jelas tentang persepsi konsumen terhadap factory outlet dengan menggunakan program Alscal-SPSS. ketersediaan tempat menunggu. rata-rata konsumennya adalah pelajar dan mahasiswa dan banyak mengenal factory outlet berdasarkan informasi orang lain. produk yang tidak dijual di factory outlet lain. diskon baik untuk produk tertentu maupun untuk pembelian dalam jumlah tertentu. segmen pasar factory outlet di kota Bandung dan target pasar yang sesuai dengan factory outlet Rumah Mode. jenis produk yang dijual. mengetahui hubungan antara data demografi dengan segmen yang pengolahan datanya menggunakan program Crosstab-SPSS. keramahan dan kesiapan dari pramuniaga. untuk itu factory outlet Rumah Mode dituntut untuk merumuskan strategi pemasaran yang tepat sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. penataan cahaya dalam ruangan dan keramahan para pramuniaganya dalam melayani para konsumennya. ketersediaan tempat menunggu. Factory outlet Rumah Mode juga memiliki keunggulan pada kualitas produk. kamar pas dalam jumlah yang mencukupi. penerangan dalam ruangan.09(2003) Perancangan Strategi Pemasaran Berdasarkan Persepsi Konsumen (Studi Kasus di F. luas area parkir. posisi factory outlet Rumah Mode dan para pesaingnya di mata konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang paling mempengaruhi konsumen pada saat mengunjungi sebuah factory outlet adalah kualitas produk. Dengan adanya persaingan yang semakin ketat diantara factory outlet. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan keterangan bahwa factory outlet Rumah Mode berada pada segmen ke II dimana para konsumennya sebagian besar adalah kaum wanita. toilet dalam jumlah yang mencukupi. mempertahankan keunggulann dari . dengan usia antara 15 sampai dengan 25 tahun. toilet yang mencukupi. Strategi pemasaran yang tepat dapat meningkatkan daya saing factory outlet Rumah Mode dengan para kompetitornya.

.para pesaingnya dan memperbaiki kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh factory outlet Rumah Mode.

ST. proyek yang akan dilaksanakan akan menyerap tenaga kerja sehingga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitarnya dan lokasi ini akan menjadi ramai dengan dibukanya kios-kios tempat menjual makanan.22% > 8%). Setelah dilakukan analisis aspek pasar ini maka dilanjutkan pengamatan pada aspek teknik.829. metode yang digunakan dalam penilaian investasi adalah metode paback period. ST. tetapi sebelumnya penulis akan melakukan peramalan dengan menggunakan program Quantity System (QS) untuk meramalkan jumlah mahasiswa yang masuk Universitas Kristen Maranatha. kemudian penulis melakukan perhitungan pada aspc:k finansial. MT Yulianti.11(2003) Analisis Kelayakan Pendirian Maranatha Student Inn di Sekitar Lingkungan Kampus Universitas Kristen Maranatha Melina Hermawan. setelah itu akan dibuat rancangan fisik rumah kos yang akan dibangun serta fasilitas apa saja yang akan disediakan.636. MT Ariston Dewasa ini banyak sekali dibangun rumah-rumah kos di sekitar kampus Universitas Kristen Maranatha. Dari perhitungan aspek finansial ini. Dari aspek pasar akan ditentukan pangsa pasar yang akan direbut. Dari aspek teknik. Melihat prospek kecenderungan meningkatnya jumlah mahasiswa dan perkembangan kampus Universitas Kristen Maranatha maka penulis mempunyai ide untuk mengadakan suatu penelitian tentang kelayakan pendirian rumah kos di sekitar lingkungan kampus Universitas Kristen Maranatha. Dalam aspek teknik ini. pengamatan dilakukan dengan cara membagi kuesioner kepada penghuni-penghuni rumah kos di sekitar kampus Universitas Kristen Maranatha. Dari perhitungan IRR didapatkan sebesar 8. Net Present Value (NPV). sedangkan bila dilihat dari NPV-nya akan positif pada tahun ke-20 yaitu sebesar Rp 68. didapatkan payback period selama 11 tahun 1 bulan. Dari aspek sosial.. dan Internal Rate of Return (IRR).. hal ini sudah tidak dapat dipungkiri lagi seiring dengan perkembangan jumlah mahasiswa Universitas Kristen Maranatha terutama yang berasal dari luar kota Bandung rata-rata hampir melebihi 50% dari jumlah keseluruhan mahasiswa yang masih aktif. aspek finansial dan aspek sosial. Suku bunga yang ditetapkan standarisasi dari Bank Indonesia yaitu sebesar 8% (MARR = 8%). Kelebihan penelitian Inn dibandingkan penelitian yang ada sebelumnya adalah bahwa pengelola untuk rumah kos ini adalah dari pihak . Hasil dari studi kelayakan proyek Maranatha Student Inn ini layak untuk dilaksanakan. aspek teknik. Pada aspek finansial ini. tujuan dari penyebaran kuesioner ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi mereka dalam menyewa suatu kamar kos. Aspek-aspek yang akan dibahas penulis dalam penyusunan laporan Tugas Akhir ini adalah aspek pasar.22% sehingga dari segi perhitungan aspek finansial ini layak karena IRR lebih besar dari MARR yang ditetapkan (8.

. oleh karena akan diberikan diskon kepada mahasiswa yang dianggap berprestasi.Universitas Kristen Maranatha. selain itu juga disediakan suatu ruangan semacam perpustakaan mini untuk membantu mahasiswa datang mencari buku yang dibutuhkan sehingga ini juga dapat memacu mahasiswa untuk lebih berprestasi lagi.

ST.. disebut juga PT. namun dalam hal pelayanan masing sering terjadi keluhan-keluhan yang dilontarkan oleh pengguna KA melalui kotak saran dan juga melalui media cetak mengenai pra dan purna perjalanan KA yang tidak memuaskan. Usaha-usaha teknis yang perlu dilakukan oleh PT. Sedangkan process characteristic yang diperlukan untuk dapat memenuhi design characteristics dalam usaha perancangan pelayanan KA kelas eksekutif antara lain mengidentifikasi kebutuhan pelatihan. Sehingga perusahaan yang berorientasi pada pelanggan pada sekarang ini harus mampu memberikan nilai dan kepuasan melalui penyampaian produk dan jasa yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan penggunajasa. Salah satu metodologi yang dapat digunakan untuk mempertemukan keinginan dan kebutuhan konsumen dengan perusahaan adalah metode Quality Function Deployment. jumlah tempat duduk tersedia. MT Rudijanto Muis. daerah pembatasan kecepatan. fasilitas di stasiun yang kotor tidak terawat. . Hal ini akan menyebabkan menurunnya kualitas pelayanan dan mengakibatkan hilangnya pelanggan atau pengguna jasa kereta api..12(2003) Usulan Perancangan Proses Pelayanan pada PT. sering kehabisan tiket. kemudahan dalam pemesanan tiket (reservasi). beberapa diantaranya seperti keterlambatan keberangkatan dan kedatangan KA. Design characteristics untuk memenuhi usaha-usaha teknis tersebut antara lain jenis pendidikan dan pelatihan. mengantri terlalu lama. menyelenggarakan usaha-usaha pelatihan dan mengevaluasi pelaksanaan dan hasil pelatihan. keselamatan penumpang dari kecelakaan dalam perj alanan. kehilangan barang didalam stasiun dll. Kereta Api (Persero) dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (Studi Kasus pada Kereta Api Parahyangan Kelas Eksekutif) Christina. KA untuk memenuhi kebutuhan konsumen tersebut antara lain adalah tingkat pelaksanaan etika pelayanan. Sebagai satu-satunya penyedia jasa transportasi kereta api di Indonesia PT. KA. tingkat kemudahan mendapatkan informasi. ST. tingkat ketersediaan tiket. Salah satu moda transportasi yang banyak diminati adalah transportasi kereta api. banyak memberi kemudahan dalam perjalanan bagi para penggunanya. Kereta Api (Persero). MT Dian Krishna Masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi pada saat ini semakin menuntut terhadap pemenuhan kepuasan dan kebutuhan dari layanan produk dan jasa yang ditawarkan. Kebutuhan konsumen yang terlihat dari penelitian ini adalah antara lain kenyamanan dalam memperoleh tiket secara langsung.

75% responden membutuhkan suatu perpustakaan yang menyediakan buku-buku tentang ergonomi dan laporan praktikum. Selain itu penulis juga melakukan penilaian konsep terhadap alternatif layout yang diusulkan. kursi. meja petugas perpustakaan dan panggung. tempat majalah dan surat kabar. Dari hasil analisa menunjukkan bahwa fasilitas yang diusulkan untuk perpustakaan tersebut merupakan poduk yang lebih baik dibandingkan dengan produk pembanding. MT Meliana Atmodjo Laboratorium tidak terlepas dari adanya perpustakaan yang menyediakan buku sebagai dasar referensi. MT Ie Vie Mie. Setelah dilakukan perancangan. Maka dirancang fasilitas yang ada di perpustakaan yang diusulkan yang tentu saja sesuai dengan data antropomteri mahasiswa Jurusan Teknik Industri. meja baca bersekat jenis 2 (tidak membutuhkan kursi/lesehan). ST. Akan tetapi perpustakaan yang ada sekarang letaknya jauh dari laboratorium. untuk mengetahui apakah produk hasil rancangan secara keseluruhan sudah lebih baik dibandingkan dengan produk pembanding yang ada. sehingga didapatkan suatu layout yang sesuai untuk perpustakaan di laboratorium dan mengusulkan agar pencahayaan di perpustakaan tersebut ditambah. Untuk fasilitas yang dirancang di perpustakaan ini meliputi meja baca bersekat jenis 1 (membutuhkan kursi). maka penulis mencari produk pembanding. Penelitian yang dilakukan oeh penulis adalah dengan menyebarkan kuesioner untuk mengetahui apa yang dibutuhkan oleh mahasiswa di perpustakaan. dimana referensi yang ada digunakan sebagai masukan dalam membuat laporan. dapat diketahui bahwa 98. dengan cara menambah lampu pada tiap meja baca dan rak buku. Untuk temperatur di ruangan yang akan dijadikan perpustakaan .. sofa. rak buku. Berdasarkan hasil analisa dapat diketahui bahwa produk pembanding tersebut tidak sesuai dengan data antropometri mahasiswa. tempat komputer. Saran dan masukan yang didapat dari kuesioner juga menjadi pertimbangan dalam merancang fasilitas yang ada dalam perpustakaan. Oleh karena itu penulis tertarik untuk merancang perpustakaan di laboratorium yang bertujuan untuk lebih menunjang jalannya praktikum. Setelah diketahui fasilitas apa yang akan dirancang di dalam perpustakaan.13(2003) Perancangan Perpustakaan di Laboratorium Analisa Perancangan Kerja dan Ergonomi Universitas Kristen Maranatha Bandung Wawan Yudiantyo. dan 2003. ST. Dalam merancang fasilitas yang ada di perpustakaan ini penulis menggunakan data antropometri mahasiswa Jurusan Teknik Industri angkatan 1987-2002 yang diambil secara random sebanyak 100 data. Setelah itu dilakukan analisa terhadap produk pembanding tersebut. Berdasarkan kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa Jurusan Teknik Industri angkatan 2000. maka dilakukan analisa penilaian konsep.. sehingga sangat ideal apabila terdapat perpustakaan di laboratorium yang menyediakan buku-buku yang memiliki relevansi yang kuat untuk menunjang jalannya praktikum. 2001. 2002. locker. yang digunakan sebagai pertimbangan penulis dalam merancang produk yang sesuai dengan perpustakaan yang diusulkan.

sudah baik. supaya udara dapat mengalir dengan merata. . akan tetapi perlu dilakukan perubahan letak AC.

dipilih metode linier siklis (N = 8) dengan nilai SEE adalah 1269. Ternyata jumlah tenaga kerja optimal yang dibutuhkan untuk meminimasi biaya produksi adalah sebanyak 7 orang yang pada awalnya perusahaan mempekerjakan 15 orang tenaga kerja. M. Dahana (Persero) Melina Hermawan. 78 dan untuk diameter 30 mm. dipilih metod ekonstan dengan nilai SEE adalah 4118.Sc Hotma Rina Janita Sitorus Penulis melakukan penelitian di PT. dilakukan penjadwalan produksi berdasarkan kapasitas efektif stasiun kerja terkecil. dari Peta Pekerja dan Mesin serta hasil perhitungan berdasarkan kapasitas efektif terkecil stasiun kerja (yang terpilih adalah stasiun kerja yang menggunakan mesin) terhadap kapasitas efektif terkecil stasiun kerja manual.43. Untuk diameter 25 mm. Kemudian besar penghematan biaya tenaga kerja usulan (7 orang) sebesar 46. Langkah pertama yang dilakukan penulis adalah melakukan peramalan permintaan yang akan datang dan dipilih metode peramalan terbaik dengan nilai SEE terkecil. yaitu industri yang bergerak di bidang manufaktur bahan peledak (handak) industrial di Indonesia. Heru Susilo. Penghematan ini cukup signifikan dan sudah tentu sangat diharapkan perusahaan demi meningkatkan daya saing produknya di pasaran. yang bertujuan untuk mengoptimalkan sumebr daya yang dimiliki perusahaan. 09. Biaya produksi total dihitung berdasarkan jadwal induk produksi yang telah disusun meliputi biaya kerja lembur. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa biaya produksi untuk periode perencanaan (3 tahun) sebesar Rp 355. 107. Penelitian dilakukan pada penyusunan penjadwalan produksi den penentuan jumlah pekerja optimal. .. yang digunakan sebagai kapasitas reguler tersedia pada tabel transportasi.67% dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja perusahaan sekarang (15 orang tenaga kerja).14(2003) Usulan Penjadwalan Produksi dan Penentuan Jumlah Tenaga Keja Optimal di PT. Setelah itu. ST. MT Ir. Selanjutnya.564. Dahana Tasikmalaya. biaya simpan dan biaya menganggur.

Tiga tahap ini meliputi input stage dengan pembuatan IFE Matrix untuk mengetahui keadaan intrenal perusahaan. penampilan dan kerapihan front office. kebersihan dari makanan/minuman yang disajikan. Melalui tahap input stage diperoleh posisi Hotel Le Aries. keamanan tempat parkir. MT Melina Hermawan. yaitu strategi product development. diketahui bahwa kekuatan dari Hotel Le Aries adalah kenyamanan kamar hotel yang disediakan. kebersihan hotel dan semua prasarananya. maka perusahaan perlu menerapkan strategi pemasaran yang tepat. Penerapan strategi bagi suatu perusahaan dapat dilakukan pada faktor internal dan eksternal yang dimiliki oleh suatu perusahaan sehingga dapat diperoleh faktor-faktor sukses dalam mengelola sebuah hotel. MT Agus Chandra Pratama Hotel Le Aries merupakan salah satu hotel di kota Bandung yang mampu memberikan pelayanan yang baik kepada konsumennya. CPM untuk mengetahui pesaing utama perusahaan. keamanan kamar hotel yang disediakan. Gerden Hotel & Café” Lestari Yuli Hastuti. kecekatan dan ketrampilan house keeping/room service. keramahan dan kesopanan front office. decision stage dengan pembuatan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk memutuskan alternatif strategi yang terbaik bagi Hotel Le Aries. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui kondisi internal dan kondisi eksternal dari Hotel Le Aries. Dalam menyusun. kebersihan kamar hotel yang disediakan .. merumuskan. keramahan dan kesopanan room service. Untuk dapat meningkatkan rate menginap di hotel dan bersaing dengan para pesaingnya. Dan diketahui pula bahwa perusahaan berada di atas rata-rata dari keseluruhan posisi strategisnya dalam usaha untuk memanfaatkan peluang dan menghindari ancaman yang mungkin timbul. dan merencanakan usulan suatu strategi pemasaran yang tepat yang mampu dijalankan oleh Hotel Le Aries berdasarkan metode Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Dan melalui decision stage diperoleh usulan strategi terbaik bagi Hotel Le Aries. Dari tahap matching stage diperoleh alternatif-alternatif strategi dari profil “Competitive”.. harga kamar hotel yang terjangkau. ST. kesesuaian harga dengan kamar hotel yang disediakan. . dan memilih strategi digunakan tiga tahapan kerangka kerja pembuatan pengambilan keputusan. kemudian matcing stage dengan pembuatan SPACE Matrix yang dipresentasikan dalam bentuk diagram cartesius untuk mengembangkan alternatif strategi yang akan diterapkan. keamanan hotel. dan tahapan terakhir. EFE Matrix untuk mengetahui keadaan eksternal perusahaan. penampilan luar hotel. ST. merumuskan alternatif-alternatif strategi perusahaan yang dapat dikembangkan pada Hotel Le Aries dengan menggunakan input dari hasil SPACE matrix.15(2003) Analisis dan Usulan Perencanaan Strategi Pemasaran “Le Aries.

Pencarian komponen vital oleh model ini menghasilkan transformator utama sebagai komponen kritis. Model simulasi memberikan hasil availabilitas sistem sebesar 68% dan pengukuran output langsung sebesar 71. Hasil ini menunjukkan nilai yang tidak berbeda jauh. . Hal ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Setelah dilakukan eksperimen dengan melakukan redesign pada komponen vital maka model simulasi memperkirakan nilai availabilitas sistem sebesar 87%. dan dalam keadaan sistem yang sangat kompleks. Hasil perhitungan availabilitas sistem dengan berbagai konfigurasi sistem terbatas yang dibangun menggunakan diagram fault tree memperlihatkan tingkat perbedaan yang tidak signifikan bila dibandingkan dengan metode analitik. Dalam penelitian ini dikembangkan model simulasi yang didasarkan pada diagram fault tree sehingga dapat memperkirakan availabilitas sistem dimasa mendatang dan dapat menentukan komponen-komponen yang vital sehingga dapat dilakukan redesign sistem secara efisien. MT Banyak cara yang sudah dikembangkan untuk menentukan nilai availabilitas sistem dari kerusakan-kerusakan komponennya.16(2003) Perancangan Model Simulasi Berdasarkan Diagram Fault Tree untuk Mengestimasi Availabilitas Sistem Victor Suhandi. model simulasi akan lebih efisien dan prosesnya dapat digambarkan secara komprehensif. Sehingga terjadi perbedaan lamanya waktu operasi antara komponenkomponen dengan sistem (sistem tidak pernah mengalami status non-aktif) bila diukur pada suatu titik waktu yang sama. ST.79%. Konfigurasi sistem ini mewakili setiap logika yang sangat mungkin terjadi dalam sistem nyatanya. Kelemahan pokok yang dapat dirasakan pada metode analitik yaitu: kombinasi yang dimunculkan untuk sistem kompleks menjadi sangat besar dan sulit ditangani. Model simulasi ini memperhitungkan keadaan komponen yang non-aktif (ada komponen yang non-aktif walaupun tidak rusak yang diakibatkan oleh sistem atau subsistemnya mengalami downtime). tidak mampu mendeteksi variasi masa pakai yang ditimbulkan akibat sistem atau subsistem yang mengalami downtime. Model simulasi ini mampu menangani sistem yang cukup kompleks seperti pada unit pembangkit PLTA Saguling.. Para peneliti terdahulu banyak yang menggunakan metode analitik untuk mencari solusinya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan validitas model ketika diterapkan pada sistem kompleks seperti unit pembangkit di PLTA Saguling.

Tekanan untuk menyelesaikan studi. serta (2) Untuk menganalisis faktor-faktor yang menjadi pembeda karakteristik mahasiswa yang mengambil topik Tugas Akhir di Mata Kuliah tertentu. Hendra Kusuma. . Pada bagian akhir. disajikan beberapa saran bagi pimpinan Jurusan Teknik Industri agar kecenderungan pemilihan topik Tugas Akhir dapat lebih diarahkan pada definisi Teknik Industri sesuai ABET yaitu: (1) Meningkatkan standar penelitian untuk Mata Kuliah Manajemen Pemasaran. Industri Jasa. Sistem Informasi Manajemen. (2) Kemudahan proses pengerjaan. (5) Melakukan promosi ke perusahaan yang bergerak di bidang industri dan manufaktur. Manajemen Kualitas. (6) Mempererat hubungan dengan alumni Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha. Sistem Produksi. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa faktor yang menjadi pembeda karakteristik mahasiswa dalam memilih topik Tugas Akhir adalah Ijin topik dari perusahaan. Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi. (4) Kemudahan referensi. (4) Memberikan koneksi ke perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industri dan manufaktur. (3) Dosen untuk mata kuliah Sistem Produksi. (5) Kepercayaan diri. Industri Jasa dan Manajemen Sumber Daya Manusia. dan Niat dari awal. dan Manajemen Kualitas dapat memberikan bahasan contoh-contoh kasus. MT Budi Santoso Kecenderungan mahasiswa Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha dalam memilih topik Tugas Akhir terpusat pada beberapa Mata Kuliah tertentu dan kurang berorientasi pada aspek perancangan. Manajemen Sumber Daya Manusia. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan mahasiswa saat memilih topik Tugas Akhir ialah: (1) Peminatan Mata Kuliah. jumlah sampel yang diambil 111 responden mahasiswa yang sedang mengambil Mata Kuliah Tugas Akhir dengan metode simple random sampling. (6) Ketersediaan topik. data diolah dengan metode Analisis faktor dan Analisis Diskriminan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berbeda secara signifikan. (10) Alternatif sumber referensi. Jumlah populasi pada penelitian ini 186 orang.17(2003) Identifikasi Faktor . Setelah pengujian validitas dan reliabilitas. (14) Niat dari awal. Terdapat tujuh Mata Kuliah yang dominan dipilih oleh mahasiswa dalam mengerjakan Tugas Akhir yaitu: Manajemen Pemasaran. serta Sistem Produksi. Kecepatan pemberian ijin penelitian. (13) Kelancaran proses bimbingan. serta 15) Bekal dari perkuliahan. (2) Adanya fasilitas bimbingan dan penyuluhan topik Tugas Akhir untuk mata kuliah Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi. (3) Kemudahan pemahaman materi. (9) Kecepatan pemberian ijin penelitian. hingga dirasakan semakin menjauhi definisi Teknik Industri. dan Manajemen Kualitas. Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi. (11) Jumlah referensi. (12) Dosen yang empatik.faktor yang Membedakan Mahasiswa dalam Memilih Topik Tugas Akhir Ir. (8) Tekanan untuk menyelesaikan studi. (7) Izin topik dari perusahaan. Oleh karena itu tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mengidentfikasi faktor-faktor yang dipertimbangkan mahasiswa dalam menentukan topik Tugas Akhir.

dan analisis faktor dilakukan perhitungan Analisis Diskriminan Berganda. (7) Proyeksi kegagalan pada USM. (2) mengetahui faktor-faktor apa saja yang membedakan empat kelompok calon mahasiswa baru dalam memilih jurusan dan perguruan tinggi. I UKM) Ir. tidaklah mungkin proses segmenting. (10) Minat pribadi. yaitu: (a) menggunakan responden siswa kelas 3 SMU agar pemetaan minat dapat dilakukan secara lebih tajam. targeting. Dihasilkan 4 (empat) kelompok perilaku yaitu kelompok yang harus kuliah di jurusan tertentu di UKM. Pertimbangan atas kemampuan pribadi. (c) menyertakan persaingan antar universitas sebagai variabel independen. diharapkan perencanaan strategi pemasaran yang dilakukan oleh suatu organisasi sesuai dengan tujuan pemasaran yang ingin dicapai. serta minat pribadi. sikap. Dengan diketahuinya perilaku pembelian konsumen. Hendra Kusuma. MT Roland Tearalangi Analisis perilaku membeli merupakan hal yang sangat penting dalam melakukan pemasaran. Setelah uji validitas. (8) Persiapan untuk memasuki dunia kerja. segmentasi perilaku dapat dibagi dalam beberapa kelompok yaitu berdasarkan pengetahuan. disajikan beberapa saran untuk meningkatkan informasi mengenai riset ini terhadap Universitas Kristen Maranatha. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa faktor yang menjadi pembeda karakteristik calon mahasiswa pendaftar Gelombang I UKM dalam memilih program studi adalah Citra Universitas di masyarakat. (5) Dorongan keluarga. dan positioning dilakukan secara tepat sasaran. Pada bagian akhir. Faktor-faktor petimbangan calon mahasiswa yang didapatkan dari penelitian ini ialah: (1) Citra Universitas di masyarakat. minat. kelompok peminat UKM yang pesimistik. Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut. (9) Mutu program studi. Tanpa analisis Buying Behaviour.18(2003) Identifikasi Faktor-faktor Dominan yang Membedakan Pertimbangan Kelompokkelompok Calon Mahasiswa Baru dalam Memilih Perguruan Tinggi (Studi Kasus Eksploratori Pendaftaran Gel. (b) menyertakan minat untuk mendaftar di UKM sebagai variabel dependen. kelompok peminat bidang khusus yang pesimistik. serta (11) Lokasi. Secara teoritis. . (2) Potensi masa depan. (4) Pertimbangan atas kemampuan pribadi. serta kelompok asal bisa kuliah. Jumlah responden pada penelitian ini ialah sebanyak 603 responden calon mahasiswa baru yang mendaftar di gelombang I di UKM dengan menggunakan metode simple random sampling. dan tanggapan konsumen terhadap produk. Proyeksi kegagalan pada USM. (3) Pengaruh orang terdekat. (6) Kelengkapan fasilitas kampus. reliabilitas. untuk mengetahui perbedaan faktor-faktor dominan yang dipertimbangkan oleh empat kelompok calon mahasiswa baru dalam memilih program studi dan perguruan tinggi di UKM. (1) mengetahui faktor-faktor penting apa saja yang menjadi pertimbangan calon mahasiswa baru dalam memilih jurusan dan perguruan tinggi untuk melanjutkan studi.

MT Ethania Musalam Masalah keterbatasan lahan tempat tinggal merupakan salah satu masalah yang perlu diperhatikan bagi masyarakat Indonesia. Selain itu juga diperoleh banyak masukan dan saran yang menjadi keinginan dan kebutuhan konsumen.. perawatan produk. terutama dengan semakin meningkatnya tingkat kepadatan penduduk di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut maka dirancanglah produk wall bed usulan yang multifungsi. sekaligus untuk mengetahui produk apa saja yang diprioritaskan berada dalam kamar tidur dan faktor-faktor yang dianggap prioritas saat membeli tempat tidur. MT Wawan Yudiantyo. analisis nilai.. Analisis yang dilakukan terhadap hasil rancangan tersebut adalah analisis ukuran produk. Salah satu perabot rumah tangga yang pasti diperlukan tetapi penggunaannya memakan lahan adalah tempat tidur. Selain itu. Setelah itu penulis melakukan analisis anthropometri dan analisis nilai terhadap produk ranjang lipat. Data anthropometri ini digunakan untuk menentukan ukuran produk yang sesuai bagi masyarakat Indonesia. dan analisis penilaian konsep. ST. hanya saja sekarang ini belum ada wall bed yang khusus dirancang bagi pengguna rumah tangga di Indonesia. Penelitian yang dilakukan penulis adalah dengan menggunakan angket untuk mengetahui persepsi konsumen tentang ranjang lipat. Tempat tidur yang dapat mengefisienkan lahan yang sekarang ini sudah ada adalah ranjang lipat. memiliki harga jual yang tidak terlalu mahal dibandingkan produk sejenis. dan wall bed yang sudah ada. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengangkat permasalahan ini dengan merancang produk wall bed yang multifungsi dan bertujuan untuk mengefisienkan lahan tempat tingga bagi pasar Indonesia. sofa bed. dan merupakan konsep produk terbaik dibandingkan dengan ranjang lipat. karangan Eko Nurmianto. nilai keindahan. sesuai dengan anthropometri masyarakat Indonesia. dan wall bed yang sudah ada. sofa bed dan wall bed. Jenis wall bed sebenarnya merupakan solusi yang baik bagi masalah keterbatasan lahan. Kita dituntut untuk pandai memanfaatkan lahan dan memilih produk yang efisien lahan dan multifungsi. Saran dan masukan yang didapat dari angket ini juga dipakai sebagai dasar pertimbangan dalam merancang produk wall bed usulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa masih banyak keluhan yang disampaikan dan banyak kekurangan yang dimiliki oleh produk yang sudah ada tersebut. ST. harga jual produk. sofa bed dan wall bed yang sudah ada sekarang.20(2003) Perancangan Produk Tempat Tidur Multifungsi Jenis Wall Bed Ie Vie Mie. memiliki nilai kegunaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa produk wall bed usulan tersebut merupakan produk yang mudah dalam perawatannya. sofa bed. dan nilai biaya yang baik dibandingkan produk pembandingnya. . penulis juga menggunakan data anthropometri Indonesia yang didapat dari buku Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya.

kemudahan mencari produk bagi konsumen. pengertian kepada konsumen. ketrampilan pelayanan. Pada peta posisi diketahui bahwa supermarket “X” memiliki keunggulan pada faktor pengertian kepada konsumen. yaitu metode Analisis Faktor untuk mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi konsumen belanja ke supermarket dan metode Correspondence Analysis untuk mengetahui peta posisi persaingan supermarket “X” dan supermarket “Y”. nama supermarket yang menjanjikan. MT Andreas Yuwono Supermarket merupakan salah satu usaha bisnis yang bergerak dalam bidang jasa. tampak dalam supermarket yang enak dilihat. suasana yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab bertanya menghadapi persaingan bisnis supermarket “X” dari supermarket “Y”. Sedangkan kekurangan supermarket “X” adalah pada faktor pelayanan kepada konsumen. Karakteristik segmen konsumen supermarket “X” adalah konsumen dengan usia antara 18 sampai dengan 23 tahun. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan kuesioner. kemudahan mencari produk bagi konsumen. kelengkapan produk-produk bermerek.21(2003) Analisis Persaingan Supermarket “X” dan Supermarket “Y” di Jalan Surya Sumantri Bandung dalam Rangka Menyusun Strategi Bersaing Ir. kelengkapan produk-produk bermerek. kemudahan pembayaran dan harga yang murah dan stabil. Christina Wirawan. adanya potongan harga. mengacaukan harga beberapa produk tertentu yang menjadi kebutuhan dasar konsumen. adanya potongan harga. walaupun supermarket menjual produk nyata. Strategi yang diusulkan untuk memenangkan persaingan adalah strategi tahap awal yaitu strategi penetrasi pasar dan tahap lanjutan yaitu strategi pengembangan pasar. Perancangan strategi bersaing menggunakan pendekatan teori Sun Tzu. suasana yang menyenangkan.000 per bulan. memiliki penghasilan antara Rp 750. Strategi penetrasi pasar yang diusulkan adalah merebut pasar mahasiswa UKM dilakukan strategi dengan memberikan diskon khusus bagi mahasiswa UKM dan kepada staf-staf yang bekerja di UKM. membangun persepsi konsumen supermarket “X” sebagai supermarket yang up to date dan melakukan survei secara berkala ke supermarket-supermarket lain. tampak dalam supermarket yang enak dilihat. wawancara dan catatan-catatan perusahaan yang bersangkutan. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen datang dan berbelanja ke supermarket adalah pelayanan kepada konsumen.000 sampai dengan Rp 1. adanya potongan harga. dengan frekuensi belanja antara 6 sampai dengan 15 kali per bulan dan memperoleh informasi dari teman maupun melihat sendiri. ketrampilan pelayanan. . Sedangkan pengolahan data menggunakan dua metode.500. kemudahan pembayaran dan harga yang murah dan stabil. menyebarkan brosur-brosur harga pada lingkungan kampus UKM. nama supermarket yang menjanjikan dan kenyamanan supermarket. Sedangkan strategi pengembangan pasar yang diusulkan adalah melakukan inovasi promosi. kenyamanan supermarket.

unclean of room and yard. Zeithmal. ST. (2) The dimensions of service quality that need to be given priorities to improve are tangible with five attributes and the other dimensions become the next priorities with one attribute in “ Quadrant” (Concentrate) in Importance-Performance Quadrant for each dimensions. the present writer use SERVQUAL method and Importance-Performance Analysis to process the data. The outcomes of this research are: (1) The service quality of Bank LIPPO Gatot Subroto Branch Office is “Dissatisfied” or “Not Appropriate With Customer’s Expectation” this is showed by the value of Average Total SERVQUAL (TSQ) of –0. The sampling method that is used in this research is systematic random sampling. unresponsive employee.49. the way of information’s delivery. MM This research is proposed to know: (1) Whether service quality at Bank LIPPO Gatot Subroto Branch Office appropriates with customer’s expectation. there are 198 questionaires are valid to be processed. unclean and untidiness of the employee’s dress. inadequate number of teller. . After that. MT. these are: uncomfortable service room. The data is acquired through the questionaire which its attributes is developed form five dimensions of service quality according to Parasuraman. There are nine attributes that should be improved because they are main causes of customer dissatifaction...22(2003) Kualitas Jasa Layanan Perbankan dengan Pendekatan Metode Servqual dan Importance – Performance Analysis Fransky Ryadi. and Berry. Then the data is tested by validity and reliability test to make sure that the instrument which is used is valid and the data which is gathered is reliable. and old-fashioned equipment. Form 300 questionaires that distributed. unmaintained facilities. (2) What dimensions of service quality that need to be given priorities for improvement. slowness of employee’s work.

Pengambilan keputusan yang salah akan membuat perusahaan kehilangan kesempatan untuk meraih keberhasilan.23(2004) Analisis Penerapan Sistem ABC dan EVA sebagai Dasar untuk Menentukan Harga Pokok Produksi Ie Vie Mie. tentu perusahaan harus memiliki informasi yang akurat tentang elemen-elemen yang membentuk harga tersebut.. Sistem ABC dan EVA sebagai suatu metoda pembiayaan yang dirancang untuk menyediakan informasi biaya bagi manajer perusahaan yang diharapkan dapat membantu manajmene perusahaan dalam pengambilan keputusan yang strategik..A Soetisna. Agar penggunaan strategi harga itu efektif. Perusahaan dapat mengetahui secara jelas biaya-biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam memproduksi suatu produk. SH. . Sistem ABC menjadi lebih akurat karena membebankan biaya-biaya produksi ke produk melalui aktivitas-aktivitas yang menyerap sumber daya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan strategi harga.. Selain itu. D.. CQM Djames Ginting Dalam rangka menghadapi persaingan usaha yang semakin tajam dipelukan pengambilan strategi-strategi yang benar. Sehingga hasil perhitungan dengan menggunakan metoda ABC dan EVA perusahaan dapat mengambil keputusan-keputusan strategik dan sebagai pedoman dalam menentukan harga jual terhadap produk-produk yang dihasilkan. Hasil analisis yang membandingkan antara metoda ABC dan EVA dengan metoda Tradisional menunjukkan bahwa sistem pembebanan biaya dengan menggunakan metoda ABC dan EVA menghasilkan informasi biaya yang lebih baik. ST. MT Dr. dan biaya-biayanya dapat teridentifikasi. M.Pd. akurat. dengan menggunakan metoda ABC dan EVA perusahaan dapat mengetahui produk-produk mana saja yang menguntungkan dan mana yang dapat mengikis modal. CQA.

maka dari itu untuk menghadapi para kompetitor baik dari dalam maupun luar negeri.. yaitu meningkatkan produktivitas agar tidak lagi terjadi keterlambatan serta ketidakmampuan untuk memenuhi order dari konsumen.24(2004) Usulan Perbaikan Sistem Kerja pada Pembuatan Sepatu Kulit Pria (Studi Kasus di PT. Hal ini ditandai dengan masuknya beberapa merk sepatu dari beberapa negara tetangga seperti Vietnam dan China. Untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi perusahaan. MT Wawan Yudiantyo.77 detik. peneliti mengusulkan agar melakukan perbaikan terhadap sistem kerja sekarang pada stasiun pengesolan dan stasiun finishing dengan cara melakukan perbaikan atas : gerakan-gerakan kerja. Negara-negara tersebut memasuki pasar domestik dengan menawarkan produk yang sangat kompetitif. serta kondisi kesehatan dan keselamatan yang semuanya menjadi lebih baik lagi. baik dari segi harga maupun kualitasnya. ST.. Sebelum dilakukan perbaikan sistem kerja. tentu saja hal tersebut sangat merugikan PT ‘SIK' sendiri. PT `SIK' juga harus melakukan hal yang sama. waktu baku yang diperlukan untuk pengerjaan pengesolan adalah sebesar 4463. serta kondisi kesehatan dan keselamatan kerja para operator. ST. apabila dibandingkan dengan waktu baku sebelum dilakukannya perbaikan. maka total penghematan waktu baku yang dapat dihemat pada ke dua stasiun tersebut adalah sebesar . Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan saat ini. lingkungan kerja. tata letak tempat kerja. penyimpanan peralatan dan bahan. ‘SIK’. tata letak. Setelah melakukan perbaikan sistem kerja waktu baku yang terpakai menjadi lebih kecil dari sebelumnya yaitu : 3515. Hal tersebut dapat mereka lakukan karena negara-negara tersebut dikenal dengan produktivitas kerjanya yang tinggi. Jika hal ini tidak segera diperbaiki maka konsumen akan menjadi kecewa dan pada akhirnya dapat berpindah ke produsen yang lain. khususnya pada industri sepatu di dalam negeri. dan 350. serta kondisi kesehatan dan keselamatan kerja para operator yang dinilai masih belum optimal. Tidak terkecuali PT `SIK' sebagai salah satu produsen sepatu di Bandung juga terkena dampak dari persaingan global ini. Bandung) Ie Vie Mie.29 detik untuk stasiun finishing. lingkungan kerja. Hal ini disebabkan karena : tata letak tempat kerja. MT Rudi Aswan Persaingan dunia industri semakin meningkat dari waktu ke waktu. Dengan adanya perbaikan sistem kerja yang dilakukan terhadap perusahaan ini khususnya pada stasiun pengesolan dan stasiun finishing.33 detik untuk stasiun pengesolan.497 detik untuk stasiun finishing. gerakan-gerakan kerja. dan 373. lingkungan kerja. pada akhirnya akan dapat meningkatkan produktivitas kerja di PT ‘SIK' ( hal tersebut dapat dilihat pada perbandingan waktu baku kondisi sekarang dengan kondisi usulan ). khususnya pada stasiun pengesolan dan finishing adalah dalam hal produktivitas kerja yang rendah. maka dihasilkan sistem kerja yang lebih terarah lagi.

971.1% untuk stasiun finishing.233 detik/unit sepatu. apabila penghematan dihitung dalam prosentase adalah sebesar 21.2% untuk stasiun pengesolan dan 6. .

prosedur. maka Penulis membatasi penyelesaian permasalahan hanya pada menganalisis sistem. Prosedur. MBA Grace Elisabeth Dalam waktu yang relatif dekat. Penulis mengolahnya dengan menggunakan Document Flowchart serta menganalisisnya berdasarkan pada teori-teori mengenai prosedur dan formulir yang baik. prosedur. Karena luasnya ruang lingkup penelitian. dan 2 (dua) Perpustakaan Pasca Sarjana masing . diketahui bahwa masalah yang sedang terjadi di setiap Perpustakaan Fakultas UKM adalah belum adanya prosedur tertulis jelas yang dapat menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan di setiap Perpustakaan Fakultas. UKM memiliki 8 (delapan) buah Perpustakaan Fakultas yaitu Perpustakaan Fakultas Kedokteran. melalui hasil wawancara dengan Kepala Perpustakaan di setiap Perpustakaan Fakultas di UKM. dan formulir perpustakaan untuk Perpustakaan Terintegrasi UKM.25(2004) Analisis dan Perancangan Sistem. Djajalaksana. prosedur. dan formulir dalam kegiatan keperpustakaan untuk rencana pembangunan Perpustakaan Terintegrasi UKM. ST. UKM akan mengalami kesulitan dalam menentukan dan menerapkan sebuah standar baku mengenai sistem. Koleksi Perpustakaan Terintegrasi UKM terdiri dari kategori material buku dan material non buku. prosedur. Perpustakaan Fakultas Psikologi. CD. dan perbincangan dengan rekan . video. MT Yenni M.masing untuk S2 Magister Manajemen dan S2 Magister Psikologi. dan referensi. Penulis memberikan usulan berupa perancangan sistem. Dengan kondisi ini. serta formulir penunjang untuk Perpustakaan Terintegrasi . Perpustakaan Fakultas Teknik. Berdasarkan pada hasil analisis yang telah dilakukan. Data yang dikumpulkan berupa prosedur-prosedur dan formulir yang tersedia di setiap Perpustakaan Fakultas di UKM. Perpustakaan Fakultas Ekonomi. Tiap Perpustakaan Fakultas di UKM menetapkan kebijakan dan prosedur yang berbeda . majalah. Penyelesaian permasalahan tidak mencakup pembuatan peraturan untuk Perpustakaan Terintegrasi UKM. Dari hasil penelitian pendahuluan.beda dalam melaksanakan kegiatan keperpustakaan. Koleksi material non buku terdiri dari koleksi kaset. Perpustakaan Fakultas Seni Rupa dan Desain.. secara garis besar prosedur yang sedang berjalan sudah baik hanya saja belum terdokumentasi dengan baik. Universitas Kristen Maranatha (selanjutnya disebut UKM) merencanakan untuk menyatukan semua Perpustakaan Fakultas dalam sebuah Perpustakaan Terintegrasi. pendokumentasiannya. jurnal.rekan mahasiswa yang pernah dan sedang melakukan magang di Perpustakaan Fakultas UKM. dan lainnya yang tidak termasuk dalam kategori material buku. dan formulir yang telah ada di setiap Perpustakaan Fakultas UKM dan untuk menganalisis hasil rancangan sistem. pembagian kuisioner terbuka kepada staf perpustakaan di setiap Perpustakaan Fakultas di UKM. Perpustakaan Fakultas Sastra. Material buku terdiri dari koleksi buku teks. dan Formulir untuk Perpustakaan Terintegrasi Universitas Kristen Maranatha Christina.

UKM dimana pendokumentasian prosedur tertulis dibuat dengan menggunakan format ISO 9000: 2000. Adapun prosedur yang diusulkan untuk Perpustakaan Terintegrasi UKM ada 26 (dua puluh enam) dan terdapat 6 (enam) formulir usulan. .

. Bandung Vivi Arisandhy. Dengan menerapkan metode MRP maka perusahaan dapat menekan biaya peng endalian persediaan untuk penode Januari s/d Maret 2004 sebesar Rp 1.958.813. dibuat PPM usulan yang dapat mengurangi jumlah tenaga kerja dari 15 orang menjadi 9 orang.27(2004) Usulan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Biskuit Marie di PT. Bill of M a t e r i a l (BOM). Setelah itu dilakukan perhitungan besar kapasitas produksi di perusahaan. maka akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan karena tingginya biaya simpan yang timbul dan menurunnya kualitas biskuit yang dihasilkan tingginya biaya simpan. dan status persediaan di gudang.47 menjadi Rp145. Apabila masalah di atas tidak ditangani dengan cepat dan tepat. karena metode tersebut mempunyai nilai MSD terkecil. Hal ini menyebabkan biaya produksi berkurang dari Rp199. Oleh karena itu.975. Teknik lotting yang digunakan adalah Wagner Whitin. MT Ir. Oleh karena itu. akan dilakukan penelitian tentang peng endalian persediaan bahan baku yang sebaiknya diterapkan di perusahaan.609.47.481. Pertama-tama dilakukan peramalan permintaan biskuit di masa yang akan datang. terlihat bahwa tingkat utilisasi pekerja masih rendah. Dalam menyusun MRP diperlukan input yaitu Jadwal Induk Produksi (JIP). Dari Peta Pekerja dan Mesin (PPM) yang dibuat untuk kondisi saat ini. . Metode peramalan yang terbaik adalah metode L e a s t S q u a r e untuk pola data linear siklis dengan N = 12. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah perusahaan sering mengalami penumpukan bahan baku di gudang yang diakibatkan kurang tepatnya metode pengendalian persediaan yang diterapkan perusahaan selama ini. ST. Metode pengendalian persediaan yang sebaiknva diterapkan perusahaan adalah . “X”. mengingat kebergantungan antara kebutuhan bahan baku yang satu dengan kebutuhan bahan baku yang lainnya.Material Requirement Planning (MRP). Besar kapasitas produksi efektif biskuit diambil dari kapasitas produksi efektif terkecil ( stasiun pemanggangan ) yaitu sebesar 3200 kemasan/hari.975. Hal ini terutama diakibatkan sebagian besar jenis bahan baku di gudang tidak dapat bertahan lama. Kartika Suhada. Saat ini perusahaan melakukan pemesanan dalam ukuran yang cukup besar karena adanya potongan harga (quantity discount) yang diberikan oleh pihak suplier.32%.84 atau 50. MT Arief Wibisono Adjiwidjaya Perusahaan Biskuit "X" merupakan perusahaan swasta yang memproduksi biskuit marie.

Kemudian data anthopometri yang ada diolah dengan program ergo untuk mendapatkan nilai persentil minimum (PS). Masalah-masalah yang teridentifikasi saat itu adalah sebagai berikut : Kursi gambar saat ini tidak nyaman. Perancangan juga dilakukan pada tinggi tempat peletakan objek tujuan perubahan ukuran tempat peletakan objek adalah agar mahasiswa dapat secara jelas melihat langsung ke depan tanpa harus terhalang oleh ketinggian penyangga papan alas gambar. tinggi tempat duduk yang adjustable . ST. tata letak ruang yang sesak dan faktor lingkungan kerja yang belum optimal. Maka penelitian ini dirasakan perlu untuk mencapai hasil yang optimal dalam berkreasi.5 cm. Bahan dari papan alas gambar juga diubah menggunakan acrylic karena tidak memiliki alur dan tekstur sehingga tidak mengganggu saat menggambar sedangkan untuk ukurannya diubah menjadi 60 cm x 44 cm didasarkan pada ukuran kertas gambar A2 yaitu 42 x 59. sedangkan data anthropometri didapatkan laboratorium teknik industri. tersedia pijakan kaki dan roda pada dasar meja dan kursi yang dapat dikunci. Untuk usulan tata letak. Dalam mengekspresikan gambar dari otak ke medium dibutuhkan kenyamanan dan konsentrasi tinggi karena dalam proses menggambar. Pada awal penelitian dilakukan pembagian kuesioner awal dan peneliti juga mencoba fasilitas fisik maupun lingkungan. terdapat rak untuk meletakkan alat gambar. tinggi papan alas gambar terlalu tinggi. peneliti memberikan usulan berdasarkan pada jarak antar kursi dan meja gambar namun hal tersebut mengurangi kapasitas mahasiswa menjadi 14 buah. sudut penyangga papan alas kertas gambar dapat diatur sudutnya. namun karena adanya kebijakan pihak fakultas yang menginginkan kapasitas satu .28(2004) Analisis Ergonomi Serta Usulan Perbaikan terhadap Fasilitas Fisik dan Lingkungan Ruang Gambar FSRD UK Maranatha Lestari Yuli Hastuti. Tahap selanjutnya peneliti mengumpulkan data fasilitas fisik berupa spesifikasi bahan. bentuk dan ukuran dan juga data lingkungan pada ruang gambar. ketebalan papan juga diubah ukuran menjadi 5 mm. nilai persentil tengah (P50) dan nilai persentil maksimum (P95) untuk digunakan menganalisa fasilitas fisik dan perancangan dari segi ukuran. Setelah dilakukan tahapan analisa maka peneliti mengusulkan rancangan terhadap fasilitas fisik yang lebih ergonomis dan usulan perbaikan lingkungan serta tata letak yang ergonomis. Adapun rancangan yang dilakukan pada ruang gambar adalah kursi gambar dengan mengubah rancangan pada beberapa bagian yaitu bahan tempat duduk yang diganti.MT Siong Cen Menggambar biasanya didefinisikan sebagai suatu usaha untuk menghasilkan kemiripan atau menyajikan suatu objek baik yang dilihat oleh mata maupun objek yang merupakan proses pemikiran kreatif dari otak dengan menarik garis demi garis di atas suatu permukaan medium..meja tempat papan alas kertas gambar dan tempat duduk menjadi terpisah. bahan kursi terlalu keras. Bersamaan dengan pengambilan data peneliti juga membagikan kuesioner untuk mendapatkan masukan dari mahasiswa dan dosen yang menggunakan ruang gambar Fakultas Seni Rupa dan Desain UKM. emosi dan perasaan sangatlah berpengaruh. bahan papan terlalu kasar dan mengganggu saat menggambar.

Dari pencahayaan ada perubahan dari jumlah armatur menjadi 10 buah armatur. Dari temperatur dan kelembaban dilakukan perancangan pada sistem pengaturan suhu Air conditioning yang ergonomis. .kelas sebesar 25 buah maka peneliti melakukan perancangan ukuran ruang gambar yang ideal. kemudian dari kuesioner yang dibagikan didapatkan usulan diperlukannya loker maka dirancanglah loker sejumlah 14 buah.

238. permintaan akan kebutuhan minyak tanah ikut meningkat. Hasil perhitungan menghasilkan suatu kesimpulan bahwa dengan menggunakan metode pengendalian persediaan yang diusulkan peneliti akan menguntungkan jika dibandingkan dengan sistem persediaan perusahaan sekarang. Hal ini akan menyebabkan berkurangnya keuntungan karena harga jual distributor sejenis lebih mahal daripada Pertamina. Wenny Chandra. metode persediaan yang akan digunakan. yaitu perusahaan yang bergerak dibidang distribusi bahan bakar minyak tanah. dan nilai kontrak 180. nilai kontrak perusahaan dan perbandingan antara metode terdahulu dengan sekarang. 6. Seiring dengan pentingnya minyak tanah ini. Dalam menyalurkan permintaan minyak tanah pasti akan melalui suatu jalur distribusi. tetapi jika terjadi kekurangan persediaan. ..077. Oleh karena itu perlu diusulkan perancangan sistem pengendalian persediaan yang mampu mengoptimalkan jumlah persediaan perusahaan yaitu dengan menggunakan metode pengendalian persediaan.000 liter untuk periode Januari . MT Ir. Meskipun selama ini tidak terdapat masalah dalam sistem kontrak tersebut. Dari metode ini peneliti mengusulkan untuk perusahaan untuk mengajukan proposal penambahan volume minyak tanah kepada Pertamina dengan nilai kontrak 165. CV "A" terpaksa membeli dari distributor sejenis. Dalam kontrak ini ditentukan nilai pasokan minyak tanah yang akan dikirimkan ke CV "A" selama setengah tahun. Dari usulan metode peneliti.Sc Yohanes Christian Kebutuhan minyak tanah untuk masa sekarang ini dirasakan sangat penting terutama oleh rakyat Indonesia. Adapun penggunaan metode pengendalian persediaan ini memerlukan banyak perhatian terutama untuk peramalan jumlah yang akan disediakan untuk masa yang akan datang. biaya persediaan perusahaan dapat dihemat sebesar Rp.per tahun atau 70 % per tahun.Desember 2003. Penelitian ini dilakukan pada CV "A" Palangkaraya. Selama ini minyak tanah yang disediakan CV "A" selalu dipasok oleh Pertamina melalui sistem kontrak setengah tahun.Juni 2003.29(2004) Usulan Perbaikan Sistem Persediaan Minyak Tanah (Studi Kasus di CV “A” Palangkaraya) Santoso. biaya-biaya persediaan. Sedangkan tingkat permintaan terus meningkat dari waktu ke waktu. M. Pengendalian persediaan merupakan salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan.000 liter untuk periode Juli . ST..

peneliti melakukan penelitian mengenai masalah perparkiran yang meliputi kebutuhan lahan parkir dan pengaturan tata letak lahan parkir yang akan dibangun di Gedung Graha Widya Maranatha. peneliti mengusulkan agar menggunakan lahan lain. karyawan dan dosennya datang ke kampus menggunakan kendaraan pribadi baik mobil maupun motor. Dari rancangan tata letak usulan tersebut. Oleh karena itu. Dari rancangan tersebut. yaitu di belakang dan depan Gedung Teknik. Salah satu upaya untuk mencukupi kebutuhan lahan parkir di UKM maka dalam membangun Gedung Graha Widya Maranatha. Hal ini dilakukan untuk mengetahui daya tampung lahan parkir yang ada di Gedung Graha Widya Maranatha. Sedangkan untuk latran parkir mobil lainnya berlokasi di basement 2 dan 3. Untuk menbatasi kekurangannya. ternyata kebutuhan lahan parkir saat ini di UKM sebesar 781 motor dan 724 mobil. di GAP dan di sebelah SGS/ Koperasi. Dengan membangun lahan parkir bertingkat diharapkan lahan parkir yang akan disediakan dapat menampung kendaraan lebih banyak sehingga dapat memenuhi kebutuhan. maka peneliti membuat rancangan tata letak lahan parkir usulan. Sedangkan kebutuhan lahan parkir pada saat gedung Graha Widya Maranatha selesai dibangun (tahun 2006) sebesar 1042 mobil dan 1124 motor. Sedangkan pada rancangan usulan 2 yang dibuat peneliti. Pada rancangan usulan 1. diketahui kebutuhan lahan parkir mobil pada tahun 2006 yang dapat dipenuhi hanya sebesar 19. mengingat tingkat kecurian motor lebih tinggi maka peneliti mengusulkan agar kebutuhan lahan parkir motor dipenuhi seluruhnya dan lokasinya berada pada basement 1 sebesar 856 motor.38% atau sebesar 202 mobil. MT Santoso. Karena lahan parkir yang akan dibuat belum ada rancangan tata letaknya. lahan parkir motor semuanya dilokasikan pada lahan yang sekarang sudah ada yaitu dibelakang gedung ekonomi. Bandung Ir.. Pengolahan data tersebut dilakukan dengan menggunakan model antrian (M/M/~) : (GD/~/~). Berhubung daya tampung basement 1 untuk motor melebihi kebutuhan maka kelebihannya dialokasikan untuk parkir mobil.30(2004) Penghitungan Kebutuhan Lahan Parkir dan Kapasitas Serta Pengaturan Perpakiran di Gedung Graha Widya Maranatha. lahan parkir swasta dan lahan parkir sepanjang jalan UKM (dari pintu GAP/ depan ATM BNI sampai dengan pintu Poliklinik). ternyata kebutuhan lahan parkir mobil yang dapat dipenuhi hanya sebesar 27.64% atau sebesar 288 mobil. Dalam menghitung kebutuhan lahan parkir. dimana sebagian besar mahasiswa. MT Paulin Sandra Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu Universitas swasta. Untuk . Dari perhitungan. Kartika Suhada. peneliti melakukan pengamatan laju kedatangan dan laju keberangkatan di lahan parkir UKM (lahan parkir mahasiswa dan lahan parkir di GAP). Hal tersebut membuat UKM perlu untuk menyediakan lahan parkir yang dibutuhkan. Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha (YPTKM) menyediakan lahan parkir bertingkat 3. dan untuk lahan parkir mobil semuanya berlokasi di Gedung Graha Widya Maranatha. ST.

Hal ini dilakukan untuk menghindari protes dari mahasiswa. maka peneliti mengusulkan penggunaan alat pengamanan parkir. Untuk mendukung penggunaan alat tersebut. .meningkatkan keamanan Gedung Graha Widya Maranatha. peneliti mengusulkan agar mahasiswa dikenakan biaya parkir yang pembayarannya digabungkan dengan biaya pengembangan.

Akan tetapi. ongkos total pengendalian persediaan yang dapat dihemat adalah sebesar Rp 478.33% (dari Rp 1.990.092. Sumedang.513 atau 97.996.942. Untuk mengatasi masalah di atas. sehingga berpengaruh pada tingginya ongkos total pengendalian persediaan yang timbul. MT Heru Budikentjana Perencanaan dan pengendalian persediaan dalam suatu perusahaan memegang peranan yang sangat penting agar kebutuhan pelanggan atau konsumen dapat terpenuhi dalam jumlah dan waktu yang tepat. peneliti hanya memilih mie instan rasa ayam bawang.844). Sukabumi dan Garut.22% (dari Rp 502. PT X merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang distributor produk mie instant. Cianjur. Dari dua belas jenis rasa mie instan yang dijual perusahaan. Dengan demikian perusahaan tidak mengalami kerugian akibat adanya persediaan yang menumpuk ataupun kehilangan keuntungan karena tidak dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan segera atau dengan kata lain kekurangan persediaan.04% (dari Rp 503.149. Dengan demikian. . Subang. Kartika Suhada.864). Purwakarta.345 menjadi Rp 24. Dari penelitian yang dilakukan.159. sedangkan ongkos pesan meningkat sebesar Rp 9.377 menjadi Rp 13. Masing-masing distrik memiliki persediaan dan mengendalikan sendiri persediaannya. Hasil perhitungan menunjukkan penerapan metode DRP dapat menghemat ongkos simpan sebesar Rp 488. rasa ayam bawang memiliki persentase penjualan yang cukup mencolok. MT Santoso. Hal tersebut menuntut kondisi jumlah cadangan pengaman (safety stock) yang harus disediakan perusahaan cukup besar (untuk mengantisipasi fluktuasi permintaan selama dua minggu).894. Tasikmalaya. dapat disimpulkan bahwa metode DRP cocok untuk diterapkan di PT X. peneliti mengusulkan penggunaan metode Distribution Requirements Planning (DRP) dalam mengendalikan persediaan dan distribusi produk mie instant tersebut. Metode ini lebih tepat diterapkan oleh perusahaan karena metode ini ditujukan untuk pengendalian persediaan yang berjenjang seperti kondisi di perusahaan ini. Cirebon.012 atau 483.31(2004) Usulan Pengendalian Persediaan Mie Instant dengan Menggunakan Metode DRP di PT X – Bandung Ir. karena dibandingkan dengan jenis rasa lainnya. diketahui perusahaan mengalami masalah dalam melakukan pengendalian persediaan mie instant. PT X sebagai Head Office (Distributor Pusat) memiliki sembilan distrik atau distributor cabang yang terletak di seluruh daerah Jawa Barat. Saat ini perusahaan melakukan pengendalian persediaan berdasarkan perkiraan dan pengalaman masa lalu saja.968 menjadi Rp 11. yakni : Bandung.980).053..987.501 atau 95. ST. pusat hanya berperan dalam mengkoordinir jumlah pemesanan masing-masing distrik ke supplier. Hal ini mengakibatkan tingginya ongkos simpan yang harus dikeluarkan. Periode pemesanan yang ditetapkan perusahaan adalah dua minggu sekali. yaitu sekitar 60 %.

852. mesin poles manual 2 unit. Dengan penerapan penyeimbangan lintasan dan penambahan mesin maka perusahaan dapat memenuhi seluruh permintaan konsumen dan menghemat biaya produksi dari Rp 1. Sebagian besar produk ini diproduksi untuk diekspor ke Jepang.412 unit agregat/tahun menjadi 350. . Dengan demikian terjadi penghematan sebesar Rp 462. Dengan melakukan penyeimbangan lintasan produksi kapasitas produksi reguler meningkat dari 308. Penambahan jumlah mesin pada alternatif 1 sebanyak 5 unit.051 unit agregat/tahun atau terjadi peningkatan sebesar 41. Jerman.453 unit agregat/tahun). Kartika Suhada.170.022.345. yaitu ukuran 18.126. Pada saat ini perusahaan menghadapi masalah belum optimalnya rencana produksi yang dibuat.476. dimana waktu proses masing-masing operasi yang dibutuhkan untuk pembuatan masingmasing ukuran berbeda-beda. 20.8.645. sedangkan alternatif kedua sebesar Rp 308. Ada beberapa ukuran panci yang diproduksi. yaitu mesin poles otomatis 3 unit. 22.32(2004) Usulan Penyeimbangan Lintasan Produksi dan Penyusunan Jadwal Induk Produksi Panci dalam Upaya Meminimasi Biaya Produksi di PT “X” Ir.5%).016. Setelah dilakukan penyeimbangan selanjutnya peneliti menyusun JIP dalam upaya memenuhi seluruh permintaan konsumen dengan biaya produksi yang optimal (dengan pertimbangan ongkos tenaga kerja dan ongkos simpan). Karena kapasitas reguler yang dimiliki kurang.299. MT Victor Suhandi. MT Selvi Ekawati PT "X" adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan panci. Oleh karena itu perlu dilakukan penyeimbangan lintasan dalam upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi reguler. Hal ini dikarenakan kapasitas produksi reguler belum dapat memenuhi permintaan konsumen. Berhubung hasil ramalan permintaan seluruh panci belum dapat terpenuhi (393.00 (metode perusahaan) menjadi Rp 651. Sebagian kecil diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. 24. ST. maka dalam penyusunan JIP dilakukan proses agregasi dan disagregasi.00. yaitu dengan penambahan jumlah mesin dan penerapan jam kerja lembur. Hasil perhitungan keuntungan/tahun untuk alternatif pertama sebesar Rp 324. 26. Amerika dan Australia. maka peneliti mengemukakan 2 alternatif tindakan yang dapat dilakukan untuk memenuhi kekurangan kapasitas reguler tersebut.9. Disamping itu metode penyusunan jadwal produksi yang diterapkan perusahaan belum baik karena hanya berdasarkan perkiraan dan persediaan akhir yang ditetapkan sebesar 200 unit untuk masing-masing ukuran panci. Dengan demikian alternatif 1 yang diusulkan untuk dilakukan.1113. Belum optimalnya kapasitas reguler disebabkan kurang seimbangnya lintasan produksi saat ini.639 unit agregat/tahun (13. maka perusahaan sering menerapkan kerja lembur.. 28 dan 30 cm.00 (metode usulan). Berhubung produk yang dihasilkan lebih dari satu tipe ukuran panci.978.

Dalam penelitian ini penulis mengunakan flowchart.. Unit Kerumahtanggaan 1. Efficiency. Universitas Kristen Maranatha (UKM) dengan semakin bertambahnya gedung yang dimiliki menyebabkan ruang lingkup pemeliharaan semakin besar. dan instruksi kerja.33(2004) Analisis dan Usulan Sistem Pemeliharaan Gedung Serta Fasilitasnya. Services) dalam menjabarkan keadaan sistem yang ada ditempat Unit Kerumahtanggaan 1 dan Unit Pemeliharaan Gedung secara khususnya. fasilitas atau infrastruktur untuk mempertahankan fungsi bangunan tersebut sesuai dengan rencana. MT Yenni M. Untuk kondisi mendatang UPG ditarik menjadi Biro Pemeliharaan Gedung (BPG) sehingga dapat meningkatkan kinerja penyelesaian masalah yang semakin banyak. terpelihara dan berjalan sesuai dengan fungsinya maka akan menimbulkan kesan yang baik bagi penggunanya dan bagi orang yang melihatnya. analisis PIECES (Performance. Agar sistem pemeliharaan gedung lebih baik lagi dalam menangani kebutuhan pemeliharaan bangunan secara keseluruhan gedung di UKM termasuk Gedung GWM. Djajalaksana. formulir. Prosedur dan Formulir di Universitas Kristen Maranatha Christina. kegiatan pemeliharaan fisik gedung dikerjakan oleh Unit Pemeliharaan Gedung (UPG) dan kegiatan Mechanical & Electrical (ME) dikerjakan oleh Unit Kerumahtanggaan 1 dapat mengakibatkan suatu masalah yaitu keterlambatan dalam penyelesaian pemeliharaan gedung. prosedur dan formulir pemeliharaan gedung di UKM. Dengan bangunan yang apik. tapi dengan bertambahnya pekerjaan yang harus ditanggani maka masalah tersebut makin lama makin mengganggu dalam pemeliharaan gedung itu sendiri. Pengumpulan data dan informasi mengenai sistem. ST. bagan alir informasi. Dari hasil analisis menunjukkan semakin banyaknya pertambahan gedung mengakibatkan semakin bertambahnya tugas pemeliharaan gedung. Control. prosedur. dan semakin banyak masalah yang ada. Data-data yang dikumpulkan adalah struktur organisasi. deskripsi pekerjaan. Oleh sebab itu untuk mempertahankan kondisi bangunan tersebut supaya dapat terjaga maka diperlukan suatu kegiatan pemeliharaan. agar usia rencana bangunan dapat tercapai. Unit Kerumahtanggaan 2 (Kepala Bagian Kebersihan) dan Pembantu Rektor II (PR II). Information. dilakukan dengan mewawancarai bagian-bagian yang berhubungan dengan pemeliharaan gedung yaitu UPG. Masalah sebenarnya sudah ada dari sejak dulu. Bagian lain seperti ME dan koster juga perlu disertakan dalam biro tersebut untuk menunjang kerja . Dengan kondisi seperti saat ini. MBA Otman Awih Bangunan atau gedung merupakan salah satu sarana untuk mendukung tercapainya tujuan dan terlaksananya fungsi-fungsi pokok organisasi pemakai atau pengguna bangunan secara optimal. Economy. maka dilakukan penelitian mengenai sistem pemeliharaan bangunan yang saat ini berjalan. Pemeliharaan bangunan itu sendiri secara garis besar dapat didefinisikan sebagai suatu proses pengelolaan bangunan.

BPG dalam bertindak dilapangan. . Selain itu juga terdapat beberapa prosedur yang diperbaiki dan beberapa formulir yang diusulkan untuk menunjang kinerja dari BPG itu sendiri.

harga fotocopy dan jilid relatif lebih murah dibandingkan dengan pesaing-pesaing lainnya. Dan analisis finansial. Seiring dengan bertambahnya jumlah mahasiswa. Kartika Suhada. maka dapat dilanjutkan ke analisis aspek teknis. Dan hasil kajian tersebut diketahui penambahan mesin yang akan dilakukan pada tahun 2004 sebanyak 1 unit beg itu pula pada tahun berikutnya kecuali pada tahun 2007 dilakukan penambahan sebanyak 2 unit. Penambahan mesin ini disesuaikan dengan estimasi permintaan. maka diperlukan penambahan bahan baku dan tenaga kerja. MT Nita May K PT. Untuk itu perusahaan merencanakan akan menambah mesin fotocopy agar dapat meningkatkan kapasitas produksi.. Dari faktor bauran pemasaran perusahaan unggul dari pesaing dalam faktor lokasi yang berada di dalam lingkungan kampus. Danamartha Sejahtera Utama Bandung Ir. MT Vivi Arisandhy. Danamartha Sejahtera Utama merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan fotocopy dan penjilidan. ST. dapat diketahui jenis dan jumlah penambahan mesin fotocopy yang diperlukan dalam meningkatkan kapasitas produksi. Untuk meng etahui kelayakan dari aspek finansial perlu dilakukan penilaian investasi Payback Period dicapai pada tahun 2004 bulan ke-3. maka perusahaan ingin menambah kapasitas produksinya. aspek teknik. Dari analisis aspek teknis. bahan baku dan tenaga kerja mampu dilakukan perusahaan. aspek finansial dan aspek lingkungan.779). Dan analisis aspek pemasaran.212. diketahui estimasi permintaan untuk tahuntahun mendatang menunjukkan kecenderungan meningkat. Trend permintaan fotocopy dan penjilidan di masa yang akan datang meningkat.34(2004) Analisis Kelayakan Peningkatan Kapasitas Usaha Fotocopy PT. Hasil perhitungan NPV memperlihatkan nilai yang positif ( 14. dapat diketahui jumlah investasi vang diperlukan untuk peningkatan kapasitas produksi. Setelah diketahui keterbatasan kapasitas produksi ini disebabkan oleh terbatasnya mesin fotocopy yang dimiliki perusahaan. Saat ini permintaan akan kebutuhan fotocopy dan penjilidan dari PT. Oleh karena itu penggantian mesin layak dilakukan. Karena analisis dari aspek pemasaran dinilai layak. Danamartha Sejahtera Utama cukup tinggi. Maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan kapasitas produksi adalah layak ditinjau dari aspek teknik. Danamartha Sejahtera Utama perlu dilakukan analisis kelayakan yang menganalisis beberapa aspek yaitu aspek pemasaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa upaya peningkatan kapasitas dengan cara menambah mesin fotocopy adalah layak ditinjau dari aspek pemasaran. karena keterbatasan kapasitas tidak semua permintaan terpenuhi. Untuk peningkatan produksi yang akan dilakukan oleh PT. Dengan adanya penambahan mesin fotocopy ini. Hal tersebut dapat dilihat juga dan trend peningkatan jumlah mahasiswa yang masuk. maka usaha .

Hasil dari analisis aspek pemasaran. Nilai yang diperoleh IRR>MARR. . aspek teknik. aspek finansial dan aspek lingkungan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi layak untuk dilakukan. maka usaha peningkatan kapasitas ini layak untuk dijalankan.peningkatan kapasitas ini layak untuk dijalankan. Untuk itu perusahaan perlu segera untuk melakukan peningkatan kapasitas produksi agar perusahaan dapat memenuhi permintaan yang lebih banyak.

meliputi produk bihun. Untuk itu peneliti mengusulkan metode TPPS untuk menghitung jumlah pesanan dan waktu pemesanan agar ongkos total yang diperoleh dapat ditekan seminimal mungkin tanpa adanya kekurangan. Kartika Suhada. . vetsin. diharapkan dapat memperbaiki kekurangan metode perencanaan dan pengendalian persediaan produk di PD.35(2004) Usulan Pengendalian Persediaan yang Optimal di PD “Bintang Terang” Santoso. 18 hari sekali untuk item produk bihun Bhg 250 dan Vetsin.31% tergantung dari jenis tiap ietm produk dengan rata-rata penghematan untuk semua item produk yaitu sebesar 14. 3 hari sekali untuk produk-produk kecap. dengan periode pemesanan setiap 6 hari sekali untuk item produk bihun Jmpl dan Soun. Bintang Terang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pendistribusian bahan makanan.. yang berperan lebih besar dalam meminimalkan ongkos total adalah ongkos kekurangan persediaan. Dengan metode yang saat ini digunakan oleh perusahaan. MT Ir. soun. karena apabila terjadi kekurangan. Penentuan jumlah produk di PD Bintang Terang berdasarkan intuisi dari pemilik. ST. konsumen akan cenderung beralih ke merek lain. Penghematan ini didapatkan dari penghematan ongkos pemesanan dan ongkos kekurangan persediaan. MT Lisa Mariana PD. Namun. Dari perhitungan dengan metode usulan. didapatkan penghematan sekitar2. Perusahaan perlu mengatur jumlah persediaannya. Bintang Terang. Dengan menggunakan metode yang diusulkan.70% samapi 45.96%. sering kali terjadi kekuragan dan penumpukan produk di gudang. dan kecap.

peningkatan utilisasi ruang yang meningkat dari 27.33% . Proritas yang digunakan staff laboratorium komputer dalam menyusun jadwal adalah berdasarkan fakultas/jurusan yang tercepat menyerahkan jadwal yang akan dialokasikan. prosedur penjadwalan penggunaan laboratorium komputer tersebut memiliki beberapa kelemahan. Dalam hal pengaturan penggunaan laboratorium tersebut. Prosedur yang diusulkan memperhatikan tingkat utilisasi ruang laboratorium. MT Okrati Restu Laboratorium komputer merupakan salah satu fasilitas laboratorium milik Universitas Kristen Maranatha yang digunakan oleh seluruh fakultas/jurusan.97.36(2004) Usulan Prosedur Penyusunan Jadwal Penggunaan Laboratorium Komputer di Universitas Kristen Maranatha Santoso. ST. Oleh karena itu. Manfaat yang diperoleh dengan menerapkan prosedur penjadwalan yang diusulkan yaitu staff laboratorium tidak mengalami kesulitan dalam menyusun jadwal penggunaan laboratorium.38% .62% .100% menjadi 97. tingkat utilisasi laboratorium komputer kurang diperhatikan.100% (dilihat dari jam kerja regular di Universitas Kristen Maranatha) serta pengurangan jam lembur dari 31 jam menjadi 11 jam per minggu. dapat menyebabkan terjadinya bentrok jadwal antar fakultas/jurusan. peneliti mengusulkan prosedur penyusunan jadwal penggunaan laboratorium komputer yang sebaiknya diterapkan. Di samping itu. karena tidak ada koordinasi di antara fakultas/jurusan. .79% 94. Peneliti mengusulkan prosedur penjadwalan penggunaan laboratorium komputer yang bersifat tetap.92% (dilihat dari jam terpanjang) dan peningkatan utilisasi ruang dari 27. staff laboratorium komputer meminta masukan jadwal yang dikehendaki dari seluruh fakultas/jurusan. Namun. Berdasarkan hasil pengamatan. fakultas jurusan memiliki jadwal yang tetap untuk setiap semesternya sehingga fakultas jurusan tidak perlu repot mengatur jadwal kebutuhan pemakaiaan laboratorium komputer setiap semester. MT Ir. kecuali Jurusan Teknologi Informasi dan Teknik Elektro. jam lembur yang dibutuhkan dan pengalokasian jadwal praktikum dari masing-masing fakultas/jurusan pada hari yang sama.44% menjadi 88. antara lain munculnya istilah “siapa cepat dia dapat” dalam memperoleh jadwal penggunaan laboratorium komputer tanpa adanya batasan waktu dalam proses penginformasian data yang diminta oleh laboratorium komputer dan jadwal permintaan yang disampaikan oleh fakultas/jurusan yang berubah-ubah dapat menimbulkan kesulitan bagi staff laboratorium komputer dalam mengatur jadwal penggunaan laboratorium komputer. Selain itu.. Kartika Suhada.

yaitu dari Rp. MT Ir.37(2004) Upaya Peningkatan Kapasitas Produksi Untuk Memenuhi Permintaan Suku Cadang Lemari Es di PT.589 unit/tahun dan kebutuhan tenaga kerja dapat dihemat dari 40 orang menjadi 36 orang. Kayo Surya Utama menghadapi masalah dalam memenuhi jumlah permintaan yang diterima. sedangkan produk lokal diketahui sebanyak 384.766. nilai ROI yang diperoleh sebesar 103. MT I Made Sumaryana PT.21% dan perusahaan dapat memproduksi pipa kapiler AH14A693G08 sebanyak 210. AUOOC606G01. Ada beberapa tipe pipa kapiler yang diproduksi.40/tahun atau sebesar Rp. Kapasitas produksi tersebut masih belum dapat memenuhi permintaan secara keseluruhan. Kayo Surya Utama Victor Suhandi. Untuk dapat memenuhi permintaan produk lokal sebanyak 384. yaitu tipe AH14A693G08. Dari hasil pengamatan peneliti.32 % dan permintaan pipa kapiler AH 14A693G08 sebesar 271. Setelah dilakukan penyeimbangan lintasan produksi tanpa dilakukan penambahan mesin. Hal tersebut terlihat dari adanya penumpukan barang setengah jadi pada beberapa stasiun kerja tertentu.036.907. Besar kapasitas produksi tersebut belum dapat memenuhi permintaan secara keseluruhan. Tipe AH 14A693G08 merupakan tipe yang paling banyak di produksi untuk diekspor ke Jepang. Kayo Surya Utama adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan pipa kapiler untuk suku cadang lemari es.000 unit/tahun. AUOOA211 G03. Efisiensi lintasan saat ini adalah sebesar 60.000 unit/tahun dilakukan penambahan 5 buah mesin dan 2 orang tenaga kerja.668 unit/tahun.1. Pada saat ini PT. Oleh karena itu perusahaan bermaksud untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Setelah dilakukan penyeimbangan lintasan serta dilakukan penambahan 1 mesin welding. efisiensi lintasan menjadi 68.871.. Penambahan sumber daya tersebut adalah dengan melakukan penambahan mesin dan jumlah tenaga kerja. dan AUOOA 129G23.301.80/tahun (2. AQOOB003G01. yaitu dari . Berdasarkan hasil perhitungan peramalan. Kartika Suhada. Berdasarkan perhitungan. Upaya yang dilakukan untuk dapat meningkatkan kapasitas produksi adalah dengan melakukan penyeimbangan lintasan produksi dan penambahan sumber daya.668/tahun dapat terpenuhi.57% dan kapasitas produksi yang dapat dihasilkan untuk pipa kapiler AH14A693G08 meningkat menjadi 210.09%). efisiensi lintasan meningkat menjadi 86. jumlah permintaan untuk pipa kapiler AH14A693G08 selama satu tahun ke depan adalah sebanyak 271.75%. Sedangkan setelah dilakukan penyeimbangan lintasan serta dilakukan penambahan mesin dan tenaga kerja terjadi peningkatan nilai estimasi keuntungan. Periode pengembalian investasi (pembelian mesin) terjadi dalam jangka waktu 0. ST. Perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan yang diterima karena keterbatasan kapasitas produksi yang dimiliki.425. Empat produk lainnya diproduksi untuk pasar lokal (dalam negeri). terlihat bahwa kondisi lintasan produksi yang diterapkan saat ini belum seimbang.36.126 unit/tahun.1.60/tahun menjadi Rp.730.96 tahun. Pada kondisi lintasan setelah dilakukan penyeimbangan tanpa dilakukan penambahan mesin terjadi peningkatan nilai estimasi keuntungan.123. yaitu ke Mitsubishi Electric Coorporation.

766.664.657.2.239. 432.40/tahun (24.49%).80/tahun atau sebesar Rp.564.Rp. .40/tahun menjadi Rp.1.425.199.907.

dan biaya simpan Langkah selanjutnya adalah penyusunan rencana produksi agregat. Lang kah berikutnya adalah perhitungan kapasitas tiap departemen. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan. Apabila ketersediaan bahan baku tidak mencukupi. dimana biaya . Peneliti terlebih dahulu melakukan peramalan permintaan untuk masa yang akan datang dengan bantuan software QS. maka kegiatan produksi akan terhenti. Saat ini perusahaan sedang menghadapi masalah dalam pengendalian persediaan bahan baku thiner. Oleh karena itu kapasitas departemen pemrosesan yang digunakan sebagai patokan besar kapasitas produksi perusahaan dalam perhitungan perencanaan produksi. PT Warna Mikha Mitra Sejati adalah sebuah perusahaan yang memproduksi cat dan thiner. yang kemudian dilakukan penyusunan Jadwal Induk Produksi dimana metode yang digunakan untuk melakukan disagregasi adalah meaode Hax and Britain. sedangkan untuk departemen pengisian dilakukan perhitungan waktu baku. Metode pengendalian persediaan yang diterapkan perusahaan adalah berdasarkan perkiraan dan belum terintegrasinya antara pengendalian persediaan bahan yang satu dengan bahan baku lainnya. yaitu departemen pemrosesan / pengadukan dan departemen pengisian.. Metode ini cocok diterapkan untuk kondisi adanya kebergantungan antara besar kebutuhan bahan baku yang satu deng an bahan baku lainnya. diusulkan penerapan metode MRP (Material Requirement Planning). Kartika Suhada. sehingga kegiatan produksi terhenti. thiner ND dijadikan sebagai produk yang mewakili (surrogate product) dalam perhitungan perencanaan produksi. Hasil perhitungan menunjukkan kapasitas departemen pemrosesan lebih kecil daripada departemen pengisian.38(2004) Usulan Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Thiner di PT Warna Mikha Mitra Sejati Bandung Vivi Arisandhy.biaya yang dihitung adalah harga pokok produksi. MT Nico Filemon Hermawan Bahan baku merupakan salah satu sumber daya milik perusahaan. sedangkan apabila ketersediaannya berlebihan. MT Ir. dimana dalam memproduksi thiner ada 2 departemen yang terlibat. Oleh karena itu ketersediaan bahan baku harus dikendalikan. Setelah didapat Jadwal Induk Produksi maka dilakukan perhitungan MRP (Material Requirement . Langkah berikutnya adalah perhitung an elemen biaya yang terkait. Oleh karena itu. biaya tenaga kerja. ST. Untuk menghitung kapasitas departemen pemrosesan / pengadukan dipergunakan peta pekerja mesin. diketahui bahwa penyebab terjadinya hal di atas adalah kurang tepatnya metode pengendalian persediaan yang diterapkan perusahaan. Kadang-kadang ketersediaan salah satu atau beberapa bahan baku tidak mencukupi. yang memegang peranan penting dalam menjaga kelancaran kegiatan produksi yang berlangsung. maka menimbulkan total ongkos simpan yang tinggi. Dari tiga tipe produk thiner yang diproduksi.

135.Planning) untuk merencanakan jadwal produksi dan pemesanan bahan baku ketiga macam thiner yang akan dibuat.74 atau 41. penerapan metode MRP dapat menghemat biaya total pengendalian persediaan yang timbul untuk bulan Januari 2004. sebesar Rp 2.3%.444. Dari hasil perhitungan ongkos total. .

disertai usulan strategi pemasaran untuk peningkatan kinerja layanan yang masih belum sesuai dengan harapan konsumen pada umumnya. memasang spanduk iklan mengenai program tertentu di luar gedung supermarket Hero cabang Setrasari. Bandung) Yenni M. Bandung yaitu untuk memperhatikan segmen pengunjung mayoritas hasil penelitian yaitu kaum wanita. . personel penjualan. Bandung mengalami kesulitan untuk menetapkan strategi ke depan. Bandung serta melakukan training yang baik pada tiap karyawannya. Bandung yaitu faktor harga. usia 21-28 tahun yang merupakan market potensial. iklan dan promosi. penyediaan selebaran tawaran produk. Sementara itu.-.999. penulis mengadakan penelitian yang bennaksud untuk mengetahui kinerja Hero saat ini yang telah memenuhi harapan konsumen dan belum memenuhi harapan konsumen. melalui wawancara langsung. jarak gang antar rak bisa dilewati oleh dua kereta dorong. pekerja wiraswasta. kecekatan petugas dalam memberikan pelayanan. Hasil Analisis GAP menunjukkan bahwa faktor-faktor yang telah melebihi harapan konsumen di supennarket Hero cabang Setrasari.39 (2004) Usulan Strategi Pemasaran untuk Peningkatan Kinerja Layanan Supermarket Hero (Studi Kasus di Supermarket Hero Cabang Setrasari. Djajalaksana. Bandung saat ini yaitu pada lokasi yang dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan umum.500. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Analisis GAP. Sementara itu. Oleh karena itu. Rp 2. pencantuman harga barang dengan jelas. sifat dan kualitas ragam barang. diketahui kelebihan supermarket Hero cabang Setrasari. penulis mengetahui bahwa sebagai supermarket yang baru di daerah Setrasari yang dihadapkan dengan pesaing yang telah memiliki pelanggan tetap. potongan harga. mempertahankan harga produk impor sebagai suatu nilai lebih.d. untuk mengetahui kesenjangan antara persepsi dan harapan konsumen pada beberapa variabel berdasarkan faktor-faktor yang mendorong konsumen untuk berbelanja.s. pihak manajemen Supermarket Hero cabang Setrasari. kekurangan yang masih memerlukan perbaikan yaitu pada penawaran harga. Saran yang diusulkan untuk supermarket Hero cabang Setrasari.. penyediaan toilet. memeriksa kembali kebijakan penetapan harga dan memperhatikan fluktusi harga yang terjadi sehingga dapat menawarkan harga yang bersaing dan tepat. dengan tidak mengabaikan segmen yang lainnya. iringan musik maupun iklan yang tidak mengganggu. yang salah satunya disebabkan bclum ada pengukuran kinerja saat ini yang akan dijadikan acuan. Bandung yaitu faktor lokasi. lebih sering melakukan iklan dan promosi dengan menjadi sponsor.999. pelayanan yang diberikan. atribut fisik maupun fasilitas. faktor-faktor yang belum memenuhi harapan konsumen di supermarket Hero cabang Setrasari. atmosfer toko maupun suasana. Dari Importance Performance Analisis. MBA Kumala Kencanawati Haryanto Dari hasil penelitian pendahuluan. penghasilan per bulan sebesar Rp 1. menawarkan potongan harga maupun hadiah kepada konsumen.000.

maka harus diciptakan suatu lingkungan yang nyaman. maka orang tersebut harus menunggu di tempat yang telah disediakan (tempat tunggu). Agar aktivitas yang berlangsung dalam Laboratorium dapat mencapai tujuannya. Lorong yang berada di basement II gedung Teknik gelap. Untuk lingkungan fisik diusulkan penambahan lampu sehingga mencapai intensitas cahaya yang ideal untuk membaca dan menulis. Selain itu karena kurangnya ventilator. khususnya untuk orang yang datang ke suatu tempat. produk kursi tunggu juga disesuaikan dengan data Antropometri mahasiswa. ST. Lorong Lab.APK&E yang terletak pada basement II Gedung Teknik. Untuk itu diusulkan produk rancangan kursi tunggu yang dapat dilipat untuk menghemat tempat. mengingat sekat-sekat ruangan Lab. tetapi masih dirasakan kurang terang. yang dijadikan tempat tunggu saat ini. MT Shirley Permatasari Tempat tunggu merupakan tempat yang penting. ST. Alat keamanan pada lorong masih kurang. temperatur dan kelembaban pada lorong tunggu belum memenuhi kondisi ideal. lorong. seperti alat pencegah bahaya kebakaran. Dari penelitian yang dilakukan penulis. walaupun sudah terdapat beberapa lampu untuk penerangan.. khususnya untuk mahasiswa yang akan melakukan aktivitas. aliran udara menjadi kurang baik. Alat ini dirasakan penting. MT Wawan Yudiantyo. seperti praktikum dan asistensi. Diharapkan dengan demikian akan memberikan keyamanan bagi pengguna lorong tunggu Lab.APK&E UKM terbuat dari bahan yang mudah terbakar. dimana orang tersebut tidak bisa langsung dilayani. APK&E UKM. Intensitas cahaya pada lorong tunggu masih kurang. sehingga dapat mendukung konsentrasi belajar mahasiswa..40(2004) Usulan Perbaikan Produk Meja dan Kursi Penerima Tamu Secara Ergonomis (Studi Kasus di Ruang Administrasi Laboratorium Analisa Perancangan Kerja dan Ergonomi Universitas Kristen Maranatha) Ie Vie Mie. maka lorong yang letaknya berada di basement II tersebut menjadi lembab. Pemasangan AC untuk mengatasi temperatur dan kelembaban yang kurang baik. dirasakan kurang ergonomis. . dijadikan sebagai tempat tunggu. Hasil Analisa menunjukan bahwa dimensi produk kursi tunggu aktual belum sesuai dengan dimensi tubuh pengguna. Dan pemasangan alat hydrant untuk pencegahan bahaya kebakaran.

16% menjadi 79. divisi Screw Conveyor (objek penelitian). ST. Sedangkan untuk tipe D. dan tipe F perusahaan sudah dapat memenuhi permintaan. Jumlah pekerja usulan berkurang dari 24 orang menjadi 21 orang. jumlah permintaan per bulan untuk tipe A = 16 unit. Berdasarkan peramalan yang dilakukan. penurunan smoothnes index (menunjukkan kelancaran dari suatu lintas produksi. Dengan menggunakan metode penyeimbangan lintasan usulan.79%(dari 36. screw conveyor 10m (tipe C).Sc Andi Indrawan PT. tipe D = 12 unit. screw 5m (tipe D). peningkatan efisiensi lintasan sebesar 42. dan tipe E = 8 unit. metode yang terpilih adalah metode Region Approach Revision (usulan). semakin kecil semakin baik karena berarti perbedaan waktu antar stasiunstasiun kerja yang ada tidak terlalu besar) sebesar 19350. screw conveyor 7. Dari kedua metode penyeimbangan lintasan produksi yang digunakan (Metode Region Approach dan Metode Rank Positional Weight). Sekarang ini kapasitas produksi per bulan yang dimiliki divisi Screw Conveyor belum dapat mencukupi permintaan konsumen walaupun perusahaan sudah menggunakan jam lembur.95%). Untuk membantu memperlancar aliran material. . divisi umum.31).98 menjadi 11149. penulis mencoba menyusun tata letak mesin dengan menggunakan pendekatan from to chart frekuensi.. mesin las = 3 unit (berkurang 2 unit). Saat ini kapasitas per bulan yang dihasilkan perusahaan dengan menggunakan jam kerja reguler dan jam lembur masih mengalami kekurangan untuk tipe A = 7 unit. tipe C = 18 unit.67 (dari 30499. M. Saat ini PT Kerta Laksana memiliki 3 divisi yang aktif yaitu divisi mesin giling. Heru Susilo. screw extruder (tipe E). Ketidakseimbangan beban kerja dapat dilihat dari banyaknya stasiun kerja yang menganggur dan penumpukan barang setengah jadi pada stasiun kerja tertentu. Salah satu penyebabnya adalah tidak seimbangnya pembebanan kerja setiap stasiun kerja pada divisi Screw Conveyor. tipe C = 8 unit.58°%). Kerta Laksana merupakan perusahaan yang bergerak dalam sektor pembuatan peralatan pertanian dan konstruksi mesin.5m (tipe B). dan meningkatkan kapasitas produksi.21% menjadi 77. MT Ir. mesin rol dan mesin tekuk masingmasing = 1 unit (masing-masing berkurang 1 unit). Kerta Laksana Bandung Santoso. Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah mengusulkan pembebanan kerja yang seimbang.27% (dari 35. perusahaan dapat memenuhi permintaan per bulan untuk semua tipe produk hanya dengan menggunakan jam kerja reguler. tipe B = 26 unit.41(2004) Usulan Peningkatan Kapasitas Produksi dalam Upaya Memenuhi Permintaan pada PT. Jumlah mesin usulan yang digunakan adalah mesin potong plat. tipe B = 1 1 unit. Produk yang dijadikan objek penelitian adalah produk yang tingkat permintaan-kumulatifnya mencapai 90% dalam 1 tahun terakhir yaitu produk screw conveyor 5m (tipe A). Kelebihan dari metode penyeimbangan lintasan usulan adalah terjadinya peningkatan utilisasi stasiun kerja sebesar 43.

gerinda tangan = 3 unit (masing-masing bertambah 1 unit). Untuk penambahan mesin bubut dan gerinda tangan perusahaan menggunakan mesin cadangan yang dimiliki Saran untuk perusahaan adalah sebaiknya perusahaan memindahkan kelebihan jumlah tenaga kerja dan kelebihan mesin ke bagian lain yang membutuhkan atau dapat dijadikan sebagai cadangan. . mesin gergaji potong 1 unit (tetap). mesin las plasma 2 unit (tetap).mesin bubut = 4 unit.

KAI.KAI hingga saat ini merupakan perusahaan monopoli.0. Selain itu adanya perbedaan persepsi manajemen dengan karyawan tentang standar kinerja. kesenjangan antara persepsi manajemen tentang harapan konsumen dengan spesifikasi kualitas jasa (Gap 2). Kualitas pelayanan memegang peranan penting untuk memenuhi kebutuhan konsumennya. Meskipun PT. KAI sebagai salah satu public service yang ada di Indonesia. PT. kesenjangan antara spesifikasi kualitas jasa dengan penyampaian jasa (Gap 3) dan kesenjangan antara penyampaian jasa dengan komunikasi eksternal (Gap 4). MT Carrie Prima A Pada saat ini masyarakat lebih kritis terhadap pelayanan jasa yang ditawarkan oleh sektor public service khususnya PT. menyebabkan ketidaksesuaian dengan harapan konsumen. ST. Parahyangan PT. Christina Wirawan. mempengaruhi karyawan yang telah konsisten menerapkan standar dan memenuhi janji.42(2004) Analisis Kualitas Pelayanan jasa PT. Oleh karena itu disarankan agar pihak manajemen lebih sering melakukan riset dan melakukan komunikasi dengan konsumen untuk mengetahui apa yang diharapkan konsumennya dan juga membuat program kerja bagi karyawannya dan . Penulis menggunakan metode Servqual untuk mengetahui kesenjangan yang terjadi antara persepsi dengan harapan konsumen (Gap 5). Terdapat modifikasi cara pengukuran gap yaitu pada Gap 3 terdapat pengukuran spesifikasi kualitas jasa oleh konsumen dan pada Gap 4 terdapat pengukuran komunikasi eksternal oleh konsumen. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa konsumen tidak merasa puas dengan pelayanan dari PT. KAI DAOP II) Ir. bukan berarti PT. Sekarang ini telah terjadi penurunan penumpang KA Parahyangan kelas Bisnis sebesar 3 %. berusaha untuk tetap mempertahankan pelanggannya dan meningkatkan kualitas pelayanan agar konsumen merasa puas.KAI tidak memperhatikan kualitas pelayanannya Kepuasan pelanggan tetap harus diperhatikan.KAI. Oleh sebab itulah PT.KAI). Kereta Api Indonesia dengan Menggunakan Pendekatan Dimensi Kualitas Pelayanan (Studi Kasus pada KA. sehingga konsumen tidak merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh PT. kesenjangan antara harapan konsumen dengan persepsi manajemen (Gap 1). Penyebab ketidakpuasan konsumen ini adalah karena adanya penjabaran spesifikasi standar kinerja perusahaan yang tidak sesuai dengan keadaan dilapangan saat ini. Untuk itulah dilakukan suatu penelitian untuk mengidentifikasikan faktor-faktor intern yang menentukan kualitas layanan di PT. dengan rata-rata kepuasan konsumen secara keseluruhan sebesar .411. Kualitas pelayanan yang buruk akan menimbulkan keluhan-keluhan dari pelanggannya yang akhirnya bisa berdampak buruk bagi perusahaan (PT.KAI.KAI dituntut untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas layanannya.KAI.. MT Rudijanto Muis.

Job description dari tiap pekerjaaan dibuat secara tertulis dan jelas sehingga karyawan mengetahui hak dan kewajibannya dalam bekerja guna dapat memenuhi kebutuhan konsumen.dikomunikasikan dengan karyawannya dengan baik guna memenuhi kebutuhan konsumen. .

43(2004) Usulan Penerapan Penjadwalan Job Shop dengan Metode Heuristic untuk Produk Screw Conveyor di PT. Dari hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan. maka nilai yang dihasilkan pada jadwal non delay kecil dibandingkan metode perusahaan. 6 departemen memiliki waktu selesai lebih cepat dengan penjadwalan non delay. Dilihat dari jumlah pesanan terlambat. MT Dominica Audrie PT. Hasil yang diperoleh dari perhitungan penjadwalan aktif dan non delay adalah tidak terdapat pesanan yang terlambat. dan Maximum Lateness. SPT (Short Processing Time). Random.. Kerta Laksana Ir. Kriteria pemilihan metode penjadwalan terbaik yang akan diusulkan berdasarkan minimasi jumlah pesanan yang terlambat (min. Total waktu menganggur penjadwalan non delay . Mean Tardiness. Mean Lateness. batas waktu yang ditentukan (due date) dari masing-masing pesanan yang diterima. of tardy jobs) dan kriteria lain yang dipertimbangkan adalah mean tardiness. ST. dan pengelompokan jenis komponen berdasarkan komponen utama dan bukan utama. keterlambatan yang terjadi dikarenakan perusahaan belum menerapkan metode penjadwalan yang baik. mean lateness. Total waktu menganggur untuk penjadwalan non delay lebih kecil dua menit dibandingkan penjadwalan aktif. Kerta Laksana adalah perusahaan yang termasuk dalam kelompok manufaktur mesin. MT Lestari Yuli Hastuti. MWKR (Most Work Remaining). maka termasuk ke dalam penjadwalan job shop. Nilai maximum completion time kedua penjadwalan tersebut = 23 hari. lebih kecil dibandingkan dengan penjadwalan aktif. Dilihat dari pola aliran produksi yang terjadi dalam divisi screw conveyor. Dari 24 departemen. menetapkan urutan pengerjaan komponen tiap pesanan berdasarkan prioritas total waktu proses standar terbesar. pengerjaan komponen yang mempunyai kesamaan dalam proses operasi akan dikerjakan berurutan. Metode tersebut tidak mempertimbangkan faktor urutan operasi dari masing-masing pesanan yang diterima. Nilai mean tardiness dan maximum lateness yang dihasilkan kedua jadwal tersebut = 0. Sifat produksi dari perusahaan adalah berdasarkan pesanan (job order). maximum lateness. Aturan prioritas yang digunakan adalah EDD (Earliest Due Date). dan maximum completion time. Metode penjadwalan yang saat ini diterapkan oleh perusahaan adalah memprioritaskan pengerjaan pesanan yang diterima lebih awal. Masalah yang sering dihadapi oleh perusahaan adalah sering terjadi keterlambatan pemenuhan pesanan pada divisi screw conveyor sehingga dikhawatirkan dapat mengakibatkan hilangnya kepercayaan pelanggan dan denda yang harus ditanggung perusahaan. dan jumlah mesin yang dapat digunakan. Metode yang digunakan adalah Priority Dispatching (Heuristic) yang terdiri dari algoritma penjadwalan aktif dan non delay. Kartika Suhada. MONPR (Most Operation Remaning). Nilai mean lateness penjadwalan non delay besarnya -2 hari. sedangkan dengan penjadwalan aktif hanya I departemen saja.

maka penjadwalan yang diusulkan adalah penjadwalan non delay. Dari 24 departemen. 13 departemen memiliki waktu selesai lebih cepat dengan penjadwalan non delay.lebih kecil 1661 menit dibandingkan dengan metode perusahaan. . Dengan demikian. sedangkan dengan metode perusahaan hanya 9 departemen.

PT Telkorn menghadirkan layanan fixed wireless berbasis CDMA yang diberi brand Telkorn Flexi dimana biaya pemakaiannya mengacu pada tarif telepon rumah. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Faktor yang berfungsi untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam memilih kartu selular CDMA. Dengan demikian Telkom Flexi harus dapat mengimbangi strategi pemasaran yang diterapkan pesaing agar para pelanggan Telkom Flexi tidak beralih pada operator lain bahkan dapat meraih pangsa pasar yang lebih tinggi. Usulan strategi pemasaran bagi kartu selular CDMA Telkorn Flexi dilakukan dengan menggunakan bauran pemasaran yang terdiri dari 7 P yakni product. Adanya tingkat peluang pasar yang tinggi pada teknologi CDMA ini dalam waktu yang relatif singkat Telkom Flexi telah memiliki 2 produk pesaing yang juga menggunakan biaya pulsa yang mengacu pada tarif telepon rumah. Untuk itu diperlukan strategi pemasaran yang tepat dan efektif bagi Telkom Flexi. kemudian peta posisi Telkom Flexi terhadap pesaing-pesaingnya. Untuk demografi sendiri diolah dengan menggunakan tabulasi silang (Crosstab) dan persepsi konsumen terhadap Telkorn Flexi diolah dengan menggunakan persentase dan pie chart. people. process dan physical evidence dengan melihat keunggulan dan kelemahan yang dimiliki oleh Telkom Flexi dibandingkan dengan para pesaingnya dan berdasarkan pertimbangan segmen pasar yang dipilih. price. Christina Wirawan. target perusahaan serta Positioning statement yang ditanamkan yaitu "Bukan Telepon Biasa" yakni Telkom Flexi sebagai telepon selular dengan pulsa rumah. MT Indriani Kusumawati Perkembangan teknologi yang pesat pada saat ini. Fren dan Esia. Penelitian dimulai dengan mengidentifikasikan faktor-faktor yang mcmpengaruhi konsumen dalam memilih kartu selular. Data yang diolah diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner kepada konsumen di kota bandung dengan menggunakan Purposive Sampling yaitu konsumen yang pernah menggunakan kartu selular Telkorn Flexi. ST.. Selain itu juga dengan metode Correspondence Analysis yang bertujuan untuk mengetahui peta posisi persaingan sesama operator kartu selular CDMA. .44(2004) Usulan Perumusan Strategi Pemasaran Kartu Selular Telkom Flexi Ir. penentuan segmen pasar berdasarkan data demografi dan persepsi konsumen terhadap Telkorn Flexi dan pada akhirnya penyusunan strategi pemasaran Telkom Flexi berdasarkan pada 7 P. sebagai senjata mereka untuk meraih pangsa pasar. serta peningkatan kebutuhan masyarakat akan telekomunikasi memunculkan teknologi dengan sistem baru di bidang telekomunikasi yang dikenal dengan CDMA (Code Division Multiple Access). promotion. Setelah itu. place.

pramusaji mengerti produk. Dari peta posisi didapat bahwa keunggulan BMC dibandingkan pesaingnya sudah mencakup empat aspek bauran pemasaran yaitu product. . Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen berdasarkan 4P dilakukan perhitungan statistik menggunakan Confirmatory Factor Analysis. menyediakan fasilitas credit card. membuka cabang di tempat lain yang lebih strategis adanya iklan baik melalui media cetak maupun elektronik. Metoda pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang dilakukan terhadap 150 orang responden yang pernah mencicipi makanan & minuman di ketiga tempat makan. akses tidak macet. Sedangkan dilihat dari aspek Place adalah tempat parkir luas. kebersihan wastafel. kemasan produk menarik.Agronesia (BMC). suhu produk disajikan sesuai dengan produknya. place. digunakan Analisis Master dan Tabulasi Silang (Crosstab) untuk mengelompokkan responden dan mengidentifkasikannya. Terakhir. Rancangan alat ukur disusun peneliti mengacu pada taktik menyusun strategi pemasaran berdasarkan Bauran Pemasaran yang terdiri dari product. memperluas tempat parkir dan menurunkan harga. harga termasuk pajak. interior nyaman. Untuk meraih ketiga segmen tersebut BMC perlu memperhatikan kinerja pramusaji. letak mudah ditemukan. harga tertulis di buku menu. waktu menunggu pesanan cepat. Strategi pemasaran yang disusun ditujukan kepada segmen l. Berdasarkan aspek Price adalah harga terjangkau. price. Agronesia (BMC) Bandung) Ir. variasi menu. Faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam memilih tempat makan berdasarkan aspek Product adalah keramahan pramusaji. informasi di iklan mudah dipahami. place. Saran untuk BMC yang didapat dari kuesioner 1 adalah menambah jenis produk yang ditawarkan. price.45(2004) Analisis Peta Posisi untuk Menyusun Strategi Pemasaran (Studi Kasus: PT. Terakhir dari aspek Promotion adalah sponsor acara. iklan. Sedangkan untuk mengetahui posisi BMC terhadap pesaingnya yaitu Susu Murni Lembang dan Yoghurt Cisangkuy digunakan Correspondence Analysis. pemandangan indah (goodview). nilai kesehatan produk. hiburan. Christina Wirawan. wawancara dan catatan-catatan perusahaan. MT Nessi Redinka Penelitian ini berjudul Analisis Peta Posisi untuk Menyusun Strategi Pemasaran (Studi kasus : PT. pramusaji murah senyum. kebersihan produk. kerapihan pramusaji. promotion (Hermawan Kertajaya : 2001). Bandung). segmen 2 dan segmen 4. diskon fasilitas credit card dan adanya harga promosi. penampilan produk. Peta posisi yang dimaksud disini adalah posisi BMC terhadap pesaingnya yaitu Susu Murni Lembang dan Yoghurt Cisangkuy. bentuk bangunan rnenarik. promotion.

Tersendatnya aliran informasi ini dikarenakan kurang lengkapnya informasi yang disampaikan atau yang akan digunakan pada saat pengolahan informasi.. Dokumen-dokumen tersebut dianalisis kekurangannya. Berdasarkan analisis. MT Hengky Sebastian Apotek "M" sering mengalami kekosongan stok obat. ST. sehingga apabila konsumen hendak menebus sisa obat. Pada Buku Persediaan Obat (BPO). Tujuannya adalah untuk mempercepat proses pemesanan obat. infomasi yang ada masih kurang lengkap. ST. dikarenakan dalam BPO tidak ada tanggal kadaluarsa obat. dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan sistem informasi secara komputerisasi maka proses pemesanan obat.46(2004) Analisis dan Usulan Sistem Informasi di Apotek “M” Bandung Vivi Arisandhy. Namun kekosongan stok obat tersebut bukan dikarenakan kesalahan dari pengendalian persediaan. maka langkah pertama yang perlu dilakukan oleh Apotek "M" adalah mengetahui kelemahan-kelemahan dari sistem informasi saat ini. . Untuk dapat meminimasi kesalahan-kesalahan yang mengakibatkan aliran informasi menjadi tersendat. Kelemahan-kelemahan tersebut dapat diketahui dengan membuat suatu diagram alir. pihak apotek membutuhkan waktu yang lama untuk mencari resep pada tumpukan resep. retur obat dan pengendalian persediaan obat dapat dilakukan dengan lebih cepat. MT Christina... Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap diagram alir tersebut. Perancangan sistem informasi menggunakan perancangan secara komputerisasi. Akibatnya proses pengambilan keputusan dan pengolahan informasi di Apotek "M" dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Selain itu. penjualan obat. Masalah lain yang ditemukan adalah data konsumen juga tidak tertata secara baik dan rapi. tetapi dari aliran informasi yang kurang baik di apotek tersebut. baik pada saat proses pemesanan obat. dilakukan juga pengumpulan dokumen-dokumen yang ada di Apotek "M" pada saat ini. penjualan obat. penjualan obat maupun retur obat. sehingga dapat dibuat suatu rancangan dokumen yang lebih baik dan lengkap. retur obat dan pengendalian persediaan obat. data Pedagang Besar Farmasi (PBF) kurang Iengkap.

memiliki kualitas suara yang baik. konsumen terbesar dari Samsung termasuk pada kategori liking the brand 77.. layanan perbaikan. memiliki kualitas sinyal yang baik. harga relatif murah. Untuk elemen perceived quality dengan menggunakan uji Mann-U Whitney serta diagram Performance Important Analysis diketahui bahwa atribut mudah digunakan. kualitas baterai terletak pada kuadran II. kelengkapan menu. memiliki banyak tipe/jenis. Suatu merek yang terkenal akan memiliki brand equity (ekuitas merek) yang kuat. kelengkapan konektivitas terletak pada kuadran I. kualitas desain. bonus pembelian. ST.elemen Ekuitas Merek Ponsel Samsung sebagai Usulan untuk Mempertahankan dan Meningkatkan Pangsa Pasar Melina Hermawan. brand recall. Pengukuran brand equity tcrsebut. Untuk brand loyalty menggunakan statistika deskriptif dan rantai Markov. tertinggi untuk brand recall serta terdapat 16 merek ponsel yang dikenal oleh responden. Dari hasil penelitian ekuitas merek ponsel Samsung. layanan perbaikan.47(2004) Analisis Pengukuran Elemen . elemen brand association. mudah diperoleh. kualitas sinyal.63% untuk brand recognition dan 0% untuk brand unaware. liking the brand. terdapat 0. . MT Bani Februarso Persaingan di pasar ponsel yang semakin ketat membuat setiap produsen ponsel untuk memiliki strategi dalam mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasarnya. Salah satu strategi tersebut adalah dengan "Merek". Demikian pula dengan Samsung yang harus bersaing dengan Nokia. kepentingan dan kepercayaan) dan elcmcn brand loyally (connnitled buyer. elemen perceived quality (performansi. kualitas sinyal. Dari hasil brand association menggunakan uji Cochran diketahui bahwa Samsung memiliki asosiasi-asosiasi sebagai berikut: memiliki kualitas gambar (display) yang baik. dilakukan dengan teknik pengumpulan data melalui survei dengan kuesioner sebagai alatnya sehingga diperoleh data-data yang dapat digunakan untuk mengusulkan strategi bagi pihak Samsung dalam dalam mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasarnya. dapat diketahui kelebihannya dalam atribut kualitas suara. Hasil penelitian di kota Bandung dengan respondennya adalah para pengguna ponsel atau yang pernah menggunakan ponsel serta memiliki pengetahuan dalam dunia ponsel. memiliki kesan tertentu. ST. kualitas suara. satisfied hrwcr dan switcher). kualitas gambar. ponsel Samsung menempati posisi terendah untuk lop of mind. Brand Equity tersebut terdiri dari elemen brand awareness (lop ofmirul.50%. Sedangkan tingkat peralihan mereknya adalah sebanyak 13 responden loyal dan 27 responden tidak loyal dari keseluruhan 40 responden. memiliki baterai yang relatif tahan lama. memiliki kesan tertentu terletak pada kuadran III. MT Indah Victoria Sandroto. memiliki layanan perbaikan yang memuaskan. memiliki banyak tipe/jenis terletak pada kuadran IV. brand recognition dan brand unavvare). Siemens dan Sony Ericsson dalam pasar ponsel. menunjukan bahwa untuk elemen brand awareness yang diolah dengan statistika deskriptif..

kelengkapan konektivitas. Hal ini dapat dijadikan bahan masukan bagi Samsung.kualitas baterai sedangkan kekurangannya dalam atribut mudah digunakan. agar Samsung dapat terus mengelola pangsa pasar yang sudah ada bahkan dapat meningkatkan pangsa pasarnya dengan membidik segmen baru. . mudah diperoleh.

langkah .48(2004) Analisis Kelayakan Perkuliahan Kelas Malam Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha Bandung Ir. kemudian menghitung estimasi jumlah peminat perkuliahan kelas malam ini. menyebarkan kuesioner kepada dosen untuk mengetahui kesediaan mereka mengajar perkuliahan kelas malam.langkah yang dilakukan dalam studi kelayakan aspek teknik adalah menghitung jumlah dosen yang diperlukan untuk mengajar di perkuliahan kelas malam. kedua aliran kas yang diperoleh mengalami kerugian pada semester 2 tahun pertama sebesar Rp 13. dengan jumlah masing .masing kelas 51 orang mahasiswa. Bila dibuka 2 kelas.548. Dari hasil studi kelayakan. Langkah . MT Maria Susanti Yenny Ratna Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha berencana membuka perkuliahan kelas malam Jurusan Teknik Industri. MT Christina. dan kerugian sebesar Rp 24.sekolah.000 jika tenaga kerja yang digunakan tenaga kerja lama dan baru. Hasil dari penyebaran kuesioner kepada dosen diperoleh data sebanyak 26 orang dosen bersedia mengajar pada perkuliahan pada malam hari. aspek teknik dan aspek keuangan. ST. namun jumlah mahasiswa peserta perkuliahan kelas malam minimal 102 orang yang dibagi dalam dua kelas.. untuk itu perlu dilakukan studi kelayakannya yang meliputi aspek pemasaran. universitas .000 jika tenaga kerja yang digunakan semua tenaga kerja baru. pengolahan data dan analisis dilihat dari segi aspek pasar menunjukkan bahwa rencana ini dapat dilaksanakan karena banyak yang berminat untuk mengikuti perkuliahan kelas malam ini.langkah yang dilakukan adalah melakukan survei dengan menyebarkan kuesioner ke sekolah . Titik impas tercepat dari hasil perhitungan adalah bila jumlah mahasiswa minimal sebanyak 51 orang mahasiswa dalam satu kelas. Titik impas tercepat yang diperoleh dari hasil perhitungan adalah bila jumlah mahasiswa minimal sebesar 102 orang mahasiswa yang dibagi dalam dua kelas. MT Melina Hermawan.langkah yang dilakukan adalah menghitung besar biaya total yang harus dikeluarkan dan menghitung titik impas dari perkuliahan kelas malam ini. ST. Hasil dari pengumpulan data. kantor kantor. jumlah total yang berminat terhadap pembukaan kelas malam ini sebanyak 387 orang. aliran kas yang diperoleh tidak terdapat kerugian bahkan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dalam studi kelayakan aspek pemasaran. .tahun berikutnya mengalami peningkatan.174. tetapi pada tahun . perkuliahan kelas malam ini layak untuk diadakan karena tersedianya dosen dan ruang kuliah yang cukup untuk pelaksanaan perkuliahan kelas malam. karyawan sebanyak 49 orang dan mahasiswa Universitas Kristen Maranatha jurusan Teknik Industri sebanyak 216 orang. langkah .. Christina Wirawan. yaitu siswa SMA sebanyak 122 orang. Dari segi aspek keuangan. Hasil yang diperoleh dari perhitungan adalah jika dibuka 1 kelas.universitas lain dan Universitas Kristen Maranatha sendiri.

sedangkan dengan metode usulan adalah sebesar Rp 25. Terakhir dilakukan perhitungan rencana kebutuhan bahan dengan menggunakan metode perusahaan saat ini dan metode usulan.726. PLCC. Masalah yang dihadapi perusahaan saat ini adalah mengenai pengendalian persediaan bahan baku. kembali dilakukan perhitungan kapasitas berdasarkan jumlah mesin yang dibutuhkan. Omedata Electronics Bandung Ir. Omedata Electronics merupakan suatu perusahaan swasta subkontraktor yang bergerak di bidang perakitan IC. besar penghematan biaya pengendalian persediaan vang bisa diperoleh dengan menerapkan metode usulan adalah sebesar Rp 59. Metode peramalan terpilih untuk semua jenis IC adalah metode Linier Siklis.3 menggunakan metode Siklis. Hasil perhitungan menunjukkan terdapat kelebihan jumlah mesin sebanyak 6 unit dari yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan. Holt Winter.633 atau 69. MT Vivi Arisandhy Ii Surya Yanti PT. Linear Regression. Kartika Suhada. dan diperoleh bahwa data berada dalam batas kontrol. Langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan perhitungan Coefficient of Variance. Dari hasil peramalan kemudian dilakukan perhitung an peramalan permintaan agregat.84%. Dengan demikian. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan kedua metode tersebut di atas. Produk yang dihasilkan antara lain PDIP. Metode pengendalian persediaan yang disarankan adalah dengan menggunakan Material Requirement Planning (MRP) dengan penentuan besarnya ukuran lot berdasarkan metode Wagner Whitin.433. Siklis dan Linier Siklis. diperoleh bahwa total biaya pengendalian persediaan dengan menggunakan metode perusahaan saat ini adalah sebesar Rp 85. SOIC.49(2004) Usulan pengendalian Persediaan Bahan Baku Produk IC di PT. .574. Uji verifikasi dilakukan dengan menggunakan peta Moving Range.066. dimana ketersediaan bahan baku seringkali berlebihan atau bahkan kekurangan. Oleh karena itu. Sedangkan kriteria vang dipakai untuk mengukur kesalahan peramalan adalah MAD. karena metode ini menghasilkan biaya pengendalian persediaan yang optimal. Moving Average with Linear Trend. dimana diperoleh nilai CV untuk data permintaan setiap jenis IC berada di atas 0. kecuali untuk PDIP 20. SOT dan TO. Pengendalian persediaan yang dijalankan perusahaan saat ini adalah melakukan pemesanan berdasarkan ukuran lot tertentu (perusahaan yang menetapkan).2 sehingga termasuk ke dalam pola data non stasioner. Double Exponential Smoothing with Trend. dan waktu pemesanan dilakukan pada saat persediaan mencapai safely stock.301. Peramalan dilakukan dengan menggunakan metode Single Exponential Smoothing with Trend. Selanjutnya dilakukan proses agregasi dengan menggunakan metode Transportasi Land dan proses disagregasi dengan menggunakan metode Hax and Meal. Selanjutnya dilakukan perhitungan kapasitas berdasarkan jumlah mesin saat ini.

Uji distribusi terhadap data selang waktu kedatangan nasabah pada jam-jam yang sama. selain itu tuntutan nasabah terhadap pelayanan bank semakin tinggi.789.27 menit. Biaya menunggu nasabah adalah Rp 16.94 %.. Di BCA Surya Sumantri antrian panjang sering terjadi. Pengurangan ini dikarenakan ditutupnya beberapa bank atau merger antara beberapa bank. M. dan total opportunity cost Rp 2.599.497.97. display dan nomor urut.Sc Amelia Margatan Sebagai akibat dilakukannya likuidasi terhadap bank yang tidak sehat oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional beberapa tahun lalu. Jumlah teller usulan adalah lima orang dengan fasilitas kursi. tarikan tunai dan kiriman uang tetapi yang beroperasi hanya empat. total biaya menunggu nasabah Rp 167.35. nasabah cenderung menunda transaksi karena melelahkan jika harus berdiri lama ketika mengantri. ST.111. jumlah nasabah yang balking 13 orang. panjang antrian maksimal yang terjadi adalah 10 orang. tidak ada nasabah yang balking sehingga total opportunity cost adalah Rp 0.83 %.62 serta service level 97. MT Wenny Chandra. panjang antrian maksimal yang terjadi 33 orang. Semakin panjang antrian maka minat nasabah untuk melakukan transaksi menurun.051. total biaya menunggu nasabah Rp 1. Solusi untuk mengurangi panjang antrian adalah dengan menambah jumlah teller sehingga tidak ada lagi nasabah yang melakukan balking. Jika antrian panjang.dan service level mencapai 100 %. Biaya dan waktu menunggu nasabah makin besar jika antrian semakin panjang. waktu menunggu nasabah adalah 1. . enam dan tujuh orang menggunakan program Promodel... Persaingan menjadi semakin ketat karena bank-bank yang merger akan memiliki sumber daya yang lebih berkualitas. Dengan empat orang teller tingkat utilisasi teller adalah 82.294. jumlah bank di Indonesia mengalami pengurangan. Untuk mencari jumlah teller usulan dilakukan simulasi terhadap alternatif jumlah teller lima. terutama pada jam jam sibuk. ini dilakukan untuk menyeimbangkan beban kerja teller. bahkan mungkin beralih ke bank lain sehingga opportunity cost meningkat. Tingkat utilisasi teller adalah 68.50(2004) Estimasi Jumlah Teller di BCA Surya Sumantri Menggunakan Model Simulasi Victor Suhandi.67 %. selang waktu kepergian teller dan lamanya petugas teller meninggalkan counter dengan menggunakan program Stat::Fit agar diperoleh nilai parameter yang diinginkan.13 menit. Saat ini BCA Surya Sumantri memiliki lima counter untuk melayani transaksi setoran tunai. waktu menunggu nasabah 13.7. ST.047. Salah satu faktor pertimbangan nasabah dalam memilih bank adalah kecepatan melakukan transaksi yang erat kaitannya dengan masalah antrian.8 per jam dan opportunity cost tiap nasabah Rp 2.879. Nasabah berdiri mengantri dalam satu jalur.

biaya kuliah di UKM sesuai dengan kualitas. Faktor pertama yang dipertimbangkan oleh 4 kelompok siswa SMU kelas 3 tersebut (kelompok yang memilih berdasarkan jurusan. terkumpul 181 kuesioner. MT Linawati Arjono Dalam penelitiannya. unit kegiatan. infoi -masi yang diberikan.51(2004) Pengaruh Informasi Kualitas Universitas dan Persepsi Persaingan Universitas terhadap Minat Melanjutkan Studi di UKM (Studi Kasus Eksploratori Siswa Kelas 3 SMU Kristen 1. Santa Maria 1. lokasi. . atau STIEB. dan Santa Maria 2 Cirebon. Kusuma dan Tearalangi (2003) menggunakan responden orang-orang yang mendaftar di UKM pada gelombang 1 tahun akademik 2003/2004 hingga pemetaan Minat tersebut masih belum jelas. promosi. dan biaya kuliah di UKM sesuai dengan kemampuan orangtua. Kristen 2. kelompok yang memilih berdasarkan jurusan dan perguruan tinggi. clan banyak yang merekomendasikan. Hingga peneliti tertarik untuk meneliti faktor "Citra UKM di Masyarakat" secara lebih detil dan diuji pengaruhnya terhadap Minat. Keunggulan UKM merupakan asosiasi merek dari UKM sehingga dipersepsikan bahwa asosiasi merek UKM cenderung pada hal-hal frsik. Posisi UKM atas Perguruan Tinggi lain di Bandung juga tidak dipertimbangkan pengaruhnya terhadap Minat Memilih Perguruan Tinggi. Selain itu. SMU Santa Maria 2 Cirebon) Ir. Kusuma dan Tearalangi (2003) menyatakan bahwa terdapat 7 kelompok siswa SMU kelas 3. pilihan jurusan/fakultas. kelompok yang memilih berdasarkan perguruan tinggi. Atas permintaan bagian Humas UKM. Peneliti menggunakan model Brand Eguity yang telah dimodifikasi untuk mengetahui pengaruh Citra UKM terhadap Minat Mernilih UKM: Digunakan pula analisis regresi dan peta posisi (Gorespon6fenceAnalysis) untuk pengujian hipotesis. SMU Kristen 2. dengan mencari siswa-siswa SMU kelas 3 yang berminat melanjutkan studi ke UKM atau UNPAR. Santa Maria 1. Populasi yang digunakan adalah siswa siswa kelas 3 di SMU Kristen 1. Teknik sampling yang digunakan ialah purposive sampling. Kristen 2. dan Santa Maria 2 Cirebon. Hasil pengolahan peta posisi menunjukkan bahwa keunggulan UKM adalah dalam hal teknologi. Dari hasil pengolahan data diperoleh bahwa Informasi yang mempengaruhi Minat Memilih UKM Sebagai Perguruan Tinggi adalah informasi tentang kebanggaan bila diterima. serta kelompok yang memiliki banyak pilihan) dalam memilih jurusan di UKM adalah "Citra UKM di Masyarakat". dalam penelitian ini peneliti menggunakan responden siswa-siswa SMU kelas 3 dan memperkembangkan persepsi posisi UKM terhadap Perguruan Tinggi Swasta lain di Bandung. UKM banyak direkomendasikan. Hendra Kusuma. penelitian dilakukan di SMU Kristen 1. Faktor Citra tersebut masih belum detail dan pengaruhnya atas Minat tidak diuji. Ukuran sampelnya ialah sejumlah responden yang memenuhi persyaratan. fasilitas. Jika hasil regresi clan peta posisi digabungkan maka didapatkan bahwa keunggulan/asosiasi UKM yang berpengaruh terhadap Minat adalah dalam hal banyak yang merekomendasikan. Oleh karena itu.

Atribut Banyak yang Merekomendasikan perlu dipertahankan karena atribut ini penting dan UKM unggul dalam atribut ini. Peneliti menyarankan untuk melakukan investasi pada atribut Kebanggaan Diterima. Sedangkan atribut Biaya yang Terjangkau dilakukan dengan memberikan bea siswa. baru dikomunikasikan kepada masyarakat. Untuk atribut Biaya Kuliah sesuai dengan Kualitas dilakukan dengan mempertahankan kualitas UKM. dan memperketat kriteria mutu penerimaan mahasiswa baru. yaitu dengan melibatkan mahasiswa dalam promosi aktif dan memajang profil alumni yang berhasil di masyarakat dengan pesan sponsor "saya bisa berhasil karena pendidikan yang diberikan di UKM". . yaitu dengan mendorong unit kegiatan dan HIMA untuk mengadakan kegiatan yang melibatkan siswa SMU. yaitu dengan mengadakan USM lebih awal dari UNPAR. dan kantin. meminimasi mahasiswa cadangan. asrama. dan mengikuti kegiatan yang diadakan sekolah-sekolah (menjadi sponsor. fasilitas "home stay". Untuk atribut Biaya yang Terjangkau dilakukan investasi dengan memberikan PMDK. menampilkan unit-unit kegiatan. dll). Setelah atribut-atribut tersebut diinvestasikan.Saran-saran yang diberikan peneliti untuk UKM adalah dengan melakukan investasi pada atribut Kebanggaan Diterima.

. Hal ini dapat mengakibatkan persediaan beberapa item suku cadang yang lain kehabisan stok (stock out). Harapan Motor sebagai dealer resmi yang bergerak di bidang kendaraan roda dua di kota Banjar yang masih belum memiliki sistem pengendalian persediaan yang baik. Harapan Motor.48%).38%). Banjar. 429.07 (51.52(2004) Usulan Pengendalian Persediaan Suku Cadang di PD.37 (10. Namun demikian sering kali banyak perusahaan di Indonesia termasuk PD. sedangkan untuk item-item suku cadang yang bersifat non stasioner. diharapkan dapat memperbaiki kekurangan metode pengendalian persediaan suku cadang di PD. Saat ini dalam memenuhi permintaan suku cadang hanya berdasarkan pengalaman saja. “Harapan Motor” Banjar Santoso. ST.. MT Handy Hidayat Masalah persediaan merupakan salah satu masalah yang sering terjadi dalam dunia usaha.009. Untuk item-item suku cadang yang bersifat stasioner. 96. maka diusulkan metode pengendalian persediaan metode P dan metode Q. Jawa Barat. ST. Sedangkan untuk item-item suku cadang yang bersifat non stasioner metode Time Phased P Systems memberikan penghematan ongkos total persediaan Rp. MT Vivi Arisandhy.. Dengan menggunakan metode yang diusulkan. maka diusulkan metode pengendalian persediaan Time Phased P Systems. dimana semua suku cadang dipesan dari supplier yang sama dengan jangka waktu pemesanan yang selalu tetap yaitu 6 hari sekali.112. Dari perhitungan dengan metode usulan maka untuk item-item suku cadang yang bersifat stasioner terpilih metode P multi item yang memberikan penghematan ongkos total persediaan Rp.

Christina Wirawan. Untuk saat ini. analisis finansial dengan menggunakan metode analisis pcnggantian. sehingga sebaiknya dilakukan penggantian perangkat. karena pada dasamya masyarakat akan menerima manfaat lebih dari proyek penambahan kapasitas pelayanan Telkom Global 017 di Call Center Surabaya. Oleh karena itu. Hasil analisis pasar menunjukkan bahwa pasar untuk produk Telkom Global 0 17 menunjukkan peningkatan pelanggan dengan didukung olch pola data permintaan yang linier. Oleh karena itu. Analisis kelavakan yang dilakukan memperhatikan empat aspek yaitu analisis pasar. nilai NPV > 0 dan nilai IRR > MARR. tepat dan akurat. dan analisis sosial. Hasil analisis sosial menunjukkan perubahan perangkat beserta teknologi yang diusulkan memberi keuntungan lebih bagi masyarakat. Hasil analisis finansial menunjukkan umur ekonomis perangkat lama telah terlampau. pelanggan dapat menggunakan layanan Call Center dengan mengakses jasa operator. Market share terbesar diperoleh dari segmen bisnis dan segmen ritel. perangkat baru juga memantu memberikan informasi interface yang lebih baik. Alternatif yang diberikan memiliki payback period yang lebih pendek dari satu tahun. Terjadinya Loss Call menyebabkan service level menjadi turun. Peningkatan pangsa pasar untuk satu tahun mendatang dapat diantisipasi dengan menerapkan strategi bersaing community marketing. dengan melakukan suatu studi kelayakan yang mengkaji penambahan kapasitas pelayanan. MT Ir. . perkembangan bisnis telekomunikasi sebagai salah satu alat penyedia informasi sudah semakin tinggi. Untuk dapat melakukan percakapan ke luar negeri. Dari hasil analisis teknik menunjukkan bahwa tingkat pelayanan (service level) terhadap pelanggan >_ 92% dapat diperoleh dengan menambah dua perangkat dan dua operator untuk kondisi pelayanan saat ini dan kondisi pelayanan satu tahun mendatang. Strategi pelayanan yang meningkatkan service level hingga > 92% adalah differensiasi tersendiri bagi Telkom. Peluang untuk menambah infrastruktur (perangkat + operator) secara finansial harus dilakukan. analisis teknik dengan menggunakan simulasi sistem. Keempat aspek kelayakan yang dilakukan memberikan hasil yang positif atau dalam artian layak untuk dilakukan. Saat ini.53(2004) Analisis Kelayakan Penambahan Kapasitas Pelayanan Telkom Global 017 di Call Center Telkom Surabaya Ir. yaitu selain meningkatkan keakuratan informasi bagi masyarakat. secara finansial alternatif yang diusulkan layak untuk dipertimbangkan. Salah satu teknologi terbaru yang dikembangkan oleh PT Telkom adalah VOIP (Voice Over Internet Protocol) yang dipergunakan dalam menunjang komunikasi internasional. perlu adanya suatu analisis yang terstruktur mengenai penambahan operator dan perangkat secara optimal. peningkatan jumlah pelanggan di Call Center Surabaya tidak seimbang dengan kapasitas pelayanan yang tersedia. Kartika Suhada. MT Riset Wijoyo Informasi yang dibutuhkan seorang pengambil keputusan harus tersedia secara cepat.

ternyata belum dibutuhkan penambahan fasilitas loket tol. Untuk long weekend pada penelitian ini adalah hari libur yang jatuh pada hari Jumat atau Senin. shiff l mulai pukul 07. setelah itu dilakukan pengujian distribusi. Analisis yang dilakukan meliputi rata-rata waiting time kumulatif. diuji hipotesis rata-rata dan tahap terakhir yaitu dilakukan pengujian distribusi. Hari biasa meliputi weekdays (hari Senin sampai Jumat) dan weekend (hari Sabtu dan Minggu). Untuk memperoleh jumlah loket tol yang optimal hanya perlu dilakukan penambahan dan atau pengurangan operator loket tol pada waktu-waktu yang dibutuhkan. shift 2 pukul 14. maka data kecepatan pelayanan harus diuji kecukupan data terlebih dahulu. MT Francisca T.00 dan shift 3 pukul 21. Untuk mendapatkan distribusi kecepatan pelayanan. oleh karena itu data yang diambil hanya dibatasi pada shift 1 dan 2. Pada akhirnya ditarik kesimpulan mengenai jumlah loket tol yang dibutuhkan agar dapat bekerja dengan optimal dengan memperhatikan service level dan utilitas loket tol. Dari hasil tersebut. MT Victor Suhandi. Dari hasil analisa tersebut. yang menyebabkan ketidakpuasan konsumen (service level rendah). menyebabkan tingkat utilitas loket tol menjadi kecil.00 . persen service level dan persen utilisasi kegunaan loket tol per waktu bagian dan utilisasi keseluruhan selama simulasi berjalan.14.00.54(2004) Analisis Optimalitas Jumlah Loket Tol Pasteur dengan Menggunakan Simulasi Antrian Lestari Yuli Hastuti. Pembahasan dalam penelitian ini dibagi menjadi 2.00 . Simulasi untuk hari biasa berjalan selama 24 jam. jumlah kendaraan yang keluar masuk tol Bandung. yaitu hari biasa dan long weekend. Tetapi untuk mendapatkan pola jumlah kedatangan. Seringkali pada hari libur terjadi antrian kendaraan yang cukup panjang. maka tahap selanjutnya yaitu pembuatan simulasi dengan menggunakan program Promodel. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data kecepatan pelayanan serta data jumlah kedatangan kendaraan untuk loket tol masuk dan keluar.00 . sedangkan untuk data jumlah kedatangan long weekend diperoleh dengan pengambilan langsung di lapangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui optimalitas jumlah loket tol khususnya pada masing-masing shift. sedangkan untuk long weekend berjalan selama 14 jam. lalu dibuat perkiraan penambahan dan atau pengurangan operator loket tol sebagai input pada analisis sensitivitas untuk menemukan optimalitas sistem. Pada hari biasa. menyebabkan pesatnya jumlah pertambahan kendaraan yang berlalu lalang di jalan tol Bandung. Data jumlah kedatangan hari biasa diperoleh dari pihak perusahaan. data tersebut terlebih dahulu ditetapkan pembagian parameter.. Namun bila jumlah kedatangan kendaraan sedikit.. ST. lalu diuji goodness of fit. Setelah diperoleh distribusidistribusi tersebut. Data kecepatan pelayanan diperoleh dengan pengambilan langsung di lapangan dengan menggunakan teknik jam henti.07.21. Pembagian shift tersebut. khususnya tol Pasteur tidak terlalu ramai dibandingkan pada hari libur. sedangkan jumlah loket tol yang aktif bekerja banyak. ST.P Dengan semakin berkembangnya teknologi dan taraf hidup masyarakat.00. .

00.55(2004) Usulan Penyeimbangan Lintas Produksi dan Penyusunan Jadwal Induk Produksi di PT. dan Polo Shirt. terjadi peningkatan efisiensi lintasan dan kapasitas produksi. Perusahaan memiliki dua jalur produksi. yaitu knit dan woven. ternyata terdapat kekurangan mesin jahit sebanyak 37 buah.55 bulan. MT Arif Hadijaya Anwar PT Primasejati Dutawisesa Indonesia adalah sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang garment yang memproduksi pakaian jadi anak-anak.66%..60% menjadi 89. Produk yang diamati pada jalur produksi knit antara lain IT-Shirt. produk yang diamati antara lain Shirt. Pada jalur knit terjadi peningkatan efisiensi sebesar 51. Peningkatan permintaan menuntut perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi.84% yang semula 37. ST. investasi tersebut dinilai layak untuk dijalankan. Long Pants. MT Santoso.905. Hasil yang diperoleh dari perencanaan disagregat adalah Jadwal Induk Produksi (JIP) yang . dan untuk produk Polo Shirt meningkat sebesar 457 unit / minggu yang semula 517 unit / minggu menjadi 974 unit / minggu. Sedapat mungkin perusahaan dapat memenuhi pemintaan tanpa harus melakukan lembur dan subkontrak. Sedangkan metode yang digunakan untuk perencanaan disagregat adalah pendekatan Reguler Knapsack.72. dan Internal Rate of Return = 987. Rendahnya kapasitas disebabkan karena ketidakseimbangan lintas produksi yang diindikasikan dengan adanya stasiun kerja sibuk dan idle yang menyolok dan adanya work in process pada beberapa stasiun kerja. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kelayakan investasi dengan metode Payback Period = 3. metode penyelesaian masalah yang digunakan adalah penyeimbangan lintas produksi. untuk produk Long T-Shirt meningkat sebesar 590 unit / minggu yang semula 786 unit / minggu menjadi 1376 unit / minggu. Hasil yang diperoleh adalah perusahaan tidak perlu melakukan lembur maupun subkontrak karena kapasitas produksi yang diusulkan telah dapat memenuhi ramalan permintaan.000.22%.14%. Sedangkan pada jalur produksi woven.703. Kapasitas yang diusulkan menjadi input bagi perencanaan produksi yang terdiri dari perencanaan agregat dan perencanaan disagregat. ST. Untuk meningkatkan kapasitas.54% yang semula 35. dan ¾ Pants.. Sedangkan pada jalur woven terjadi peningkatan efisiensi sebesar 53. untuk produk Long Pants meningkat sebesar 1031 unit l minggu yang semula 136 unit / minggu menjadi 1167 unit / minggu.38% menjadi 89. Long T-Shirt. Untuk itu perlu dilakukan perencanaan produksi yang baik. Net Present Value = 23. Kapasitas produksi untuk produk Shirt meningkat sebesar 1644 unit / minggu yang semula 278 unit / minggu menjadi 1922 unit / minggu. Primasejati Duta Wisesa Indonesia Vivi Arisandhy. Metode yang digunakan untuk perencanaan agregat adalah metode Mixed Strategy.739. Setelah dilakukan penyeimbangan lintas produksi. dan untuk produk ¾ Pants meningkat sebesar 500 unit / minggu yang semula 49 unit / minggu menjadi 549 unit / minggu. Setelah dilakukan penyeimbangan lintas produksi.765. Kapasitas produksi untuk produk T-Shirt meningkat sebesar 564 unit / minggu yang semula 300 unit / minggu menjadi 864 unit / minggu. Setelah dianalisis. Dana yang dibutuhkan untuk investasi ini adalah sebesar Rp 567.

.berguna bagi perusahaan untuk merencanakan berapa banyak yang akan diproduksi setiap bulannya.

. Pendekatan yang populer dipakai selama ini untuk mengetahui distribusi pemakaian waktu kerja karyawan tidak langsung adalah sampling pekerjaan (work sampling). dan yang melakukan pengisian adalah karyawan sendiri. Berdasarkan kelemahan-kelemahan yang terdapat pada metode work sampling. Metode-metode pengukuran beban kerja karyawan tidak langsung yang dikembangkan adalah metode self sampling.61(2004) Usulan Pengembangan Metode Work Sampling Berdasarkan Teori Y (Douglas McGregor) Novi. salah satu tempat fotocopy di UKM dan PT. maka dalam penelitian ini dilakukan pengembangan metode pengukuran beban kerja karyawan tidak langsung berdasarkan teori Y (Douglas McGregor). Bandung. Adapun tujuan dari dilakukannya pengembangan metode work sampling ini adalah agar dihasilkan suatu metode baru yang lebih baik dan dapat diterapkan secara luas sebagai sebuah metode pengukuran beban kerja karyawan tidak langsung. “A”. metode diary sampling dan metode diary sampling with modified. sedangkan diary sampling with modified memiliki karakteristik interval waktu konstan dan pengisian lembar kerja dengan huruf. dapat dipercaya. yaitu perpustakaan fakultas psikologi UKM. MT Denny Wijaya lnformasi tentang beban kerja dari setiap karyawan dibutuhkan untuk menentukan jumlah karyawan di setiap unit kerja. . sehingga diperlukan suatu pendekatan tertentu. metode self sampling with modified. yaitu sebuah metode untuk mengukur persentase kemunculan suatu aktivitas melalui pengamatan secara acak. Cara pengisian dari keempat metode yang dikembangkan ini adalah dengan cara pemberian tally atau pemberian huruf saja pada kolom-kolom waktu yang telah ditentukan. di jalan raya gadobangkong no 97. MT Santoso. ST. dan memiliki sifatsifat positif yang lainnya.. Pengumpulan data untuk penelitian ini dilakukan di 3 tempat berbeda. Teori Y berpendapat bahwa pada dasarnya orang itu baik. keempat metode yang dikembangkan tersebut ternyata memberikan hasil yang valid (hasilnya tidak berbeda secara signifikan dengan metode work sampling). Keempat metode ini dapat mengeliminasi kelemahan utama yang terdapat pada metode work sampling. Namun metode work sampling ini memiliki kelemahan utama dalam hal sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan pengukuran dan juga terkadang sulit diterapkan di semua tempat. ST. yaitu dalam hal sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan pengukuran dan juga dapat diterapkan di semua tempat. Karakteristik dari metode self sampling dan self sampling with modified adalah interval random dan pengisian lembar kerja dengan tally. Berdasarkan uji Wilcoxon yang telah dilakukan. Diary sampling memiliki karakteristik interval konstan dan pengisian lembar kerja dengan tally. Jenis pekerjaan yang tidak mengikuti suatu pola tertentu (karyawan tidak langsung) sulit diukur waktu kerja/pemakaian waktu kerjanya.

uji validitas. yang berarti menurut para responden metode diary sampling with modified merupakan metode yang terbaik dari keempat metode yang dikembangkan. . kesulitan-kesulitan dalam penerapannya dan penilaian performansi yang sudah dilakukan didapatkan basil bahwa metode diary sampling with modified memiliki nilai yang paling tinggi.Berdasarkan basil pengolahan data dengan scoring concept.

kesempatan berprestasi. Dengan demikian. Setelah dilakukan analisa dengan beberapa metoda maka disimpulkan bahwa terdapat 6 faktor utama dengan skala kenegatifan terbesar yang menyebabkan rendahnya kepuasan kerja para operator jahit dan 9 faktor tambahan lainnya dengan skala kenegatifan yang relatif lebih rendah.62(2004) Pengukuran Kepuasan Kerja dengan Metoda Discrepancy Novi. maka manusia tersebut akan memberikan hasil yang maksimal dalam bekerja. keamanan pekerja. Di perusahaan ini. Pemilik perusahaan menduga bahwa hal ini disebabkan karena kepuasan kerja operator rendah. Variabel yang dibentuk berdasarkan hirarkhi kebutuhan Maslow yang dipecah menjadi 15 faktor dan dibuat dalam bentuk pertanyaan kuesioner. Pengumpulan data dimulai dengan membuat kuesioner berdasarkan metoda rating scale menggunakan teori kepuasan kerja discrepancy. upah. operator bagian jahit sering tidak masuk kerja karena mereka pindah sementara untuk bekerja di perusahaan lain. dan berdasarkan selisih rata-rata kenyataan dan harapan. keselamatan pekerja. Ditempat kerjanyalah. Adapun variabel yang digunakan adalah berdasarkan hirarkhi kebutuhan Maslow. dan fasilitas fisik selama bekerja.. dan keselamatan pekerja. hubungan antar karyawan. two factor theory. Yang termasuk ke dalam faktor dissatisfier adalah: tunjangan keluarga. Hasilnya dianalisis berdasarkan metoda discrepancy. Hal ini menyebabkan hasil kerja operator menjadi tidak maksimal. Jumlah responden 10 orang. manusia banyak menghabiskan waktunya dalam satu hari untuk melakukan pekerjaan dalam usaha mencari uang. tanggung jawab. Salah satu perusahaan yang menjadi tempat kerja adalah perusahaan SL yang bergerak di bidang industri garment pakaian bayi dan blanket. upah tunjangan keluarga. kontribusi pekerjaan. fasilitas fisik selama bekerja. Banyak pesanan yang menjadi terlambat pengirimannya karena kekurangan pekerja yang mengerjakannya. dengan asumsi data yang diperoleh valid dan reliabel. ST. rasa kebersamaan rekan sekerja. Sedangkan yang termasuk faktor satisfier adalah pujian. kesempatan promosi. pujian. jaminan sosial. pemilik perusahaan ingin mengetahui apakah dugaannya benar bahwa kepuasan kerja operator rendah. Adapun kelima belas faktor tersebut adalah tantangan pekerjaan. Berdasarkan teori dua faktor kita dapat membagi 6 faktor utama tersebut ke dalam faktor satisfier dan dissatisfier. . hubungan dengan atasan. Hasil kuesioner diolah dengan menggunakan uji peringkat-bertanda Wilcoxon. keamanan pekerja. MT Dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Apabila manusia merasa puas dengan pekerjaannya. Oleh karena itu. manusia dituntut untuk bekerja mencari uang. manusia berusaha memenuhi kebutuhannya akan kepuasan kerja. khususnya di bagian jahit tidak mudah pindah kerja ke perusahaan lain. dan jika benar variabel apa saja yang dapat meningkatkan kepuasan kerja agar para karyawannya.

Dari hasil penelitian yang dilakukan. sehingga menyebabkan kepuasan kerja yang dimiliki operator jahit rendah. Discrepancy yang terjadi hanya discrepancy negatif. dapat ditarik kesimpulan bahwa rata-rata kenyataan yang didapat operator jahit lebih rendah dari rata-rata harapan yang diinginkan. dan memenuhi terlebih dahulu faktor dissatisfier sebelum memenuhi faktor satisfier. . Untuk meningkatkan kepuasan kerja dapat dilakukan dengan memperkecil perbedaan antara kenyataan yang didapat dan harapan yang diinginkan.

Desain rak pun turut menjadi faktor yang mempengaruhi waktu pelayanan dan keindahan sehingga desain ak juga pelu diperhatikan. ST.. kemudian melakukan uji kenormalan. dicari jumlah pelayan optimal berdasarkan lamanya antrian dan jumlah antrian. keseragaman. dan kecukupan data. dengan rata-rata jumlah pelanggan dalam antrian (Lq) = 0. maka didapat jumlah pelayan optimal 9c) = 3 pelayan. Perbaikan tata letak dilakukan dengan menagtur tempat kerja dari pelayan sehingga selain waktu pelayanan menjadi cepat.92571 konsumen dan waktu rata-rata pelanggan dalam antrian (Wq) = 0. MT Perbaikan tata letak dan perhitungan jumlah pelayan optimal diperlukan untuk kelancaran proses pelayanan sehingga pelayanan dapat berjalan dengan baik. Tata letak merupakan hal yang cukup penting bagi kelangsungan toko dalam pelayanannya karena tata letak toko sangat mempengaruhi waktu pelayanan (1/µ).533 konsumen/jam dan laju pelayanan (µ) = 8. juga aliran daritempat kerja menjadi baik. desain rak. Berarti toko ini harus melakukan penambahan satu orang pelayan karena syarat Lq<1 konsumen dan Wq<6 menit baru tercapai apabila jumlah pelayan 3 orang. Dari data ini. Perbaikan yang dilakukan meliputi pebaikan ukuran baik ketinggian maupun lebar rak. Hasil yang diperoleh dari pengolahan data adalah dengan tingkat kedatangan (λ) = 18.63(2004) Perhitungan Jumlah Pelayan Optimal Serta Analisa dan Usulan Tata Letak di “PD.711 konsumen/jam. Selanjutnya dilakukan perbaikan tata letak dan desain rak di ruang toko. dilakukan uji coba untuk mendapatkan data laju kedatangan dan waktu pelayanan berdasarkan layout usulan. penekanan jumlah antrian dan waktu antrian yang terkait di dalamnya demi berlangsungnya usaha dan tujuan toko secara baik dan optimal. Setelah didapatkan tata letak baru. Menara” Bandung Novi. Langkah awal yang dilakukan adalah mengambil data laju kedatangan dan waktu pelayanan.05064 jam. . baik dari segi tata letak.

.

The company has to choose suppliers with good performance to support its production cycle. MT. Company X experiences the same problem. As a company that operates in the manufacturing industry. The purpose of this research is to provide recommendations to Company X in evaluating its existing suppliers’ performance that supplies material to Company X during this time. The rigth decision in selecting the rigth suppliers will result in Company X’s better competitive position against other companies in the future. has to perform its best. X dengan Menggunakan Matriks Biaya Kualitas Fransky Ryadi. bridging suppliers and end users in the supply chain. The final result of this research is a method that can help Company X makes decision in selecting its suppliers. Identification of quality cost activities on the suppliers is performed in this research.. this method can be weighed as a general language computation for supplier performance index involving quality cost. ST. The identification of quality cost activity is a complex part as it requires a lot of considerations. The company’s performance will be better if the company is well supported by its suppliers.64 (2004) Perancangan Algoritma Pemilihan Supplier di PT. The quality cost activity is then categorized into the cost of quality matrix. The total quality cost generated from the matrix is used to determine the supplier performance index. MM Competition between companies in the same industry forces a company to meet the consumer demand with its best product quality A company. The selection process begins with the identification of quality coat activity and ends with the supplier performance index... Hopefully. .

Setelah merancang usulan. saat ini ada 7 prosedur yang memiliki kelemahan sehingga dirancang usulan. Saat ini departemen logistik cabang di PT X memiliki masalah dalam pelaksanaan prosedur yaitu adanya perbedaan antara prosedur yang tertulis dengan prosedur yang dilaksanakan. Dari analisa data disimpulkan bahwa ada sembilan prosedur yang saat ini ada di departemen logistik cabang PT X. menambahkan operasi yang belum terdokumentasi dan memperbaiki dokumen yang kurang lengkap. 2 prosedur yang didokumentasikan dan 2 prosedur yang dirancang karena belum ada.66(2004) Usulan Prosedur Operasional Baku (Studi Kasus di Departemen Logistik Cabang PT. urutan pelaksanaan prosedur tidak sesuai kronologis sehingga pelaksana prosedur merasa bingung dalam melaksanakan tugasnya. Kesimpulan yang diperoleh adalah. MT Risa Margareta Departemen logistik merupakan ujung tombak perusahaan dalam melakukan distribusi produk. Beberapa formulir perlu ditambahkan data item seperti tanggal dan penomoran untuk mempermudah dokumentasi. Dua prosedur perlu dirancang karena belum ada. data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisa dan dibuat usulan. penelitian ditujukan untuk memperbaiki kelemahan standard operation procedure yang berjalan saat ini. Berdasarkan perrnasalahan pada departemen logistik cabang diatas.prosedur ini juga memiliki kelemahan seperti adanya kebijakan yang bertentangan dengan prosedur operasional. ST. tetapi prosedur . standard operation procedure didokumentasikan sesuai ketentuan yang berlaku di PT X. Sebagian besar prosedur memiliki kelebihan. . Dengan demikian departemen logistik harus memiliki kondisi yang baik agar dapat melaksanakan tugasnya. prosedur masih menggunakan jabatan bagian pada struktur organisasi lama. Prosedur operasional bercampur dengan kebijakan. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai para pelaksana prosedur di departemen logistik. Formulir formulir yang sekarang sedang digunakan di departemen logistik & PT X sebagian besar telah memiliki kelebihan sehingga tidak perlu dirancang ulang.. mengganti jabatan lama menjadi jabatan yang ada pada struktur organisasi yang baru.kelemahan itu diatasi dengan merancang prosedur yang baru. menghilangkan bagian-bagian kebijakan yang rancu. Tujuh prosedur sudah didokumentasikan dan dua prosedur belum didokumentasikan. sehingga kelebihan tersebut perlu dipertahankan. seperti prosedur sudah sederhana dan mudah dilaksanakan. “X” Bandung) Wawan Yudiantyo. Kelemahan . Prosedur usulan dirancang dengan melengkapi flowchart prosedur.

Selama ini yang ada adalah perpustakaan fakultas yang masih terpisah-pisah dan masih sedikit mahasiswa yang datang ke perpustakaan. Dibawah ini adalah beberapa proses yang perlu diperhatikan oleh Perpustakaan Terintegrasi UKM dalam pelaksanaannya. dipelajari oleh penggunanya. termasuk sebuah universitas. selain itu perpustakaan juga dapat berguna sebagai tempat membaca. antara lain: 1. Melakukan wawancara calon petugas perpustakaan 3.67(2004) Perancangan Proses Pelayanan Perpustakaan Terintegrasi Universitas Kristen Maranatha Bandung Christina. . Diharapkan pembangunan perpustakaan terintegrasi Universitas Kristen Maranatha tidak sia-sia dan dapat berguna bagi seluruh civitas akademika Universitas kristen Maranatha. Membuat hak dan kewajiban petugas saat bekerja 7. Melakukan psikotes dan kepribadian calon petugas perpustakaan 4. sampai dengan pada Quality Function Deployment yaitu Production Planning Matrix. Djajalaksana. Penyeleksian latar belakang pendidikan calon petugas perpustakaan 2. Membuat peraturan perpustakaan 6. Melakukan perhitungan buku yang ada dengan kapasitas rak buku 10. nyaman dan aman. Pertambahan buku yang ada di perpustakaan Hasil dari penelitian ini dapat dilakukan penelitian lebih lanjut. ST. Mengadakan rapat 5. Perpustakaan merupakan tempat dikumpulkannya semua literatur yang dapat dibaca. Dengan tujuan itu maka perlu dibuat proses-proses pelayanan yang baik agar semua keinginan dan kebutuhan mahasiswa dapat ditampung dan dipenuhi. MBA Lily Widyastuti Perpustakaan adalah salah satu sarana belajar yang disediakan oleh suatu badan pendidikan. belajar ataupun mengerjakan tugas karena suasananya diciptakan untuk dapat melakukan kegiatan belajar dengan baik. Universitas Kristen Maranatha akan membangun perpustakaan terintegrasi yang berlokasi di lantai 6 dan 7 gedung Graha Widya Maranatha. MT Yenni M. Mensosialisasikan peraturan kepada petugas perpustakaan 9. Dengan menggunakan metode QFD (Quality Function Deployment) semua suara konsumen dapat diterjemahkan dengan melalui pengumpulan data yaitu menyebarkan kuesioner yang mewakili semua suara mahasiswa Universitas Kristen Maranatha di setiap jurusan.. Membuat sanksi untuk petugas perpustakaan 8. Metode QFD yang digunakan sampai pada Process Planning matriks sehingga akan didapat prioritas proses-proses yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Untuk menghindari hal serupa terjadi pada perpustakaan yang terintegrasi maka perlu dibangun sebuah perpustakaan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mahasiswa sebagai pengguna utama perpustakaan.

maka kebutuhan lahan parkir yang merupakan salah satu fasilitas penting yang harus disediakan oleh pimpinan Universitas Kristen Maranatha menjadi semakin besar.68(2004) Perhitungan dan Usulan Pemenuhan Kebutuhan Lahan Parkir di Universitas Kristen Maranatha Ir. dan 3) masih belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan parkir mobil yang ada. Hasil penelitian parkir yang dilakukan oleh Sdri. ST. M.5. Dalam penelitian ini. Penelitian yang kami lakukan adalah membuat simulasi dengan menggunakan software ProModel versi 6. Laju pertumbuhan yang semakin meningkat akan meningkatkan laju kedatangan kendaraan. Dalam melakukan pengujian keseragaman data waktu antar kedatangan kendaraan kami menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney dalam software SPSS versi 10. perlu diketahui besar kebutuhan lahan parkir untuk saat ini dan saat mendatang. Dalam pengujian data. sebaiknya dipindahkan ke lokasi parkir di depan Graha. Apabila telah selesai. Tingkat kepercayaan yang digunakan sebesar 95% sedangkan tingkat ketelitian sebesar 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk kondisi saat ini (Tahun Akademik 2004/2005). MT Wenny Chandra. kami menggunakan Stat::Fit yang merupakan modul dalam software ProModel. . Akan tetapi penelitian tersebut memiliki beberapa kelemahan yang berusaha diatasi dengan penelitian yang kami lakukan. Hal ini diusulkan mengingat pembangunan Graha Widya Maranatha secara keseluruhan belum selesai. kami menggunakan tingkat kepercayaan sebesar 95% dan tingkat ketelitian sebesar 10%. yang berarti pula memperkecil waktu antar kedatangan kendaraan (laju kedatangan berbanding terbalik dengan waktu antar kedatangan). Hal ini dapat diabaikan.. Untuk itu. kekurangan lahan parkir mobil untuk mobil dosen dan karyawan sebanyak 64 mobil dapat dipenuhi dari kelebihan lahan parkir mobil untuk mahasiswa dan tamu sebanyak 52 mobil serta penggunaan sementara lahan parkir di samping Gedung Fakultas Kedokteran dan belakang Gedung Fakultas Teknik untuk menampung kekurangan 12 mobil.0. Kartika Suhada.Sc Sezy Khalimar Seiring bertambahnya jumlah populasi mahasiswa. agar dapat dibuat perencanaan penyediaan lahan parkir yang memadai. dimana salah satunya disebabkan oleh berkembangnya program studi yang ada. dalam arti masih dapat diatasi di lokasi yang ada. 2. kami memperhitungkan laju pertumbuhan jumlah mahasiswa aktif di masa lalu (Tahun Akademik 1998/1999 hingga 2003/2004) untuk mengestimasi waktu antar kedatangan kendaraan di masa mendatang. dosen dan karyawan Universitas Kristen Maranatha. Sedangkan untuk pengujian distribusi waktu antar kedatangan dan distribusi waktu pelayanan (lama parkir). Paulin Sandra menunjukkan bahwa dengan penambahan lahan parkir yang ada di Graha Widya Maranatha (basement 1. Sedangkan kekurangan lahan parkir untuk motor dosen dan karyawan hanya sebanyak 2 motor saja.

seluruh lahan parkir mobil tidak dapat mencukupi kebutuhan. Hasil simulasi menunjukkan total kekurangan sebesar 195 mobil. kami mengusulkan agar dibangun lahan parkir bertingkat (2 lantai) di atas lahan parkir mobil mahasiswa dan tamu yang berkapasitas 218 mobil. .Untuk kondisi mendatang (tahun akademik 2004/2005). Untuk itu.

Place. MT Astadi Pangarso Pemenuhan kebutuhan terhadap kesehatan salah satunya diperoleh dengan cara olahraga latihan beban (fitness/weight training) dipusat-pusat kebugaran atau fitness center. targeting dan positioning berupa analisis. yang berpusat di Cimahi. People. ST.000. penentuan segmen target dan penempatan produk. mengusulkan strategi pemasaran yang tepat bagi Fire Gym dalam rangka meningkatkan jumlah konsumennya. Dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data dengan kuesioner. mengetahui dan menganalisis usaha-usaha perbaikan yang harus dilakukan Fire Gym terhadap variabel-variabel yang telah diidentifikasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis variabel-variabel apa saja yang menjadi keinginan konsumen terhadap suatu pusat kebugaran. Process). Dengan adanya penurunan jumlah anggota (member) baru maka Fire Gym harus mencegah penurunan tersebut untuk tahun-tahun mendatang dan selanjutnya menaikkan jumlah anggotanya. Berdasar segmentasi ditentukan pasar target yaitu konsumen dengan berpendapatan diatas Rp 1. Sedangkan dari hasil pengolahan data kuesioner bagian A didapat profil responden.69(2005) Usulan Strategi Pemasaran Berdasarkan Kinerja Bauran Pemasaran Jasa Indah Victoria Sandroto. Price. Setelah itu diusulkan strategi pemasaran Fire Gym yang didasarkan atas usaha perbaikan variabel-variabel pada kuadran I dan kuadran 2 pada Importance Performance Analysis serta segmentasi. Selanjutnya dilakukan penyebaran kuesioner sebanyak 139 buah dengan responden konsumen yang berlatih minimal 3 kali dan menjadi responden 1 kali (purposive sampling) secara aksidental selama 2 bulan (bulan Desember 2001 sampai Januari 2005). Melalui studi pendahuluan dengan wawancara kepada 30 orang konsumen pengguna jasa kebugaran Fire Gym didapat hal-hal yang merupakan keinginan konsumen akan suatu pusat kebugaran yang diidentifikasi berdasar bauran pemasaran jasa 7P (Product.000/bulan serta memiliki gaya hidup sehat melalui berlatih beban untuk membentuk tubuh dan mengutamakan komunikasi dari mulut ke mulut untuk promosinya... Fire Gym merupakan salah satu pusat kebugaran. Promotion. Hal ini digunakan sebagai dasar dalam penyusunan strategi pemasaran melalui segmentasi. Physical Evidence. . Setelah ditentukan pasar target maka diposisikan Fire Gym dengan motto "Fire Gym Serious Fitness". MT Melina Hermawan. Dari hasil pengolahan data kuesioner bagian B melalui peta posisi Importance Performance Analysis didapatkan posisi variabel hasil penjabaran faktor bauran pemasaran jasa 7P yang tersebar dalam 4 kuadran untuk diambil usaha-usaha perbaikan. ST.

Place. . Process). Price. Physical Evidence. People. Promotion.variabel bauran pemasaran jasa 7P (Product.

rak buku. tidak adanya komputer untuk mencari referensi buku. rak buku. dan meja petugas perpustakaan. Data antropometri yang diambil adalah data Tinggi Badan Tegak (TBT). Sedangkan lingkungan non fisik tersebut meliputi pencahayaan. locker. dibutuhkan fasilitas fisik dan lingkungan non fisik yang ergonomis. temperatur. Sedangkan lingkungan non fisik dibandingkan dengan teori yang dianjurkan dalam suatu ruangan perpustakaan.. meja komputer untuk informasi. Kemudian data-data tersebut diuji kenormalan data. Keluhan-keluhan tersebut adalah meja bersekat yang sempit. Dilakukan analisa terhadap fasilitas fisik dan lingkungan non fisik. Perhitungan persentil ini terdiri dari tiga bagian yaitu persentil minimum (PS). MT Yoely Wijaya Setiap perguruan tinggi biasanya dilengkapi dengan adanya perpustakaan. dan meja petugas perpustakaan. dan persentil maksimum (P95). kursi baca. Ternyata setelah dilakukan analisis. Setelah itu juga dilakukan perhitungan persentil. Fasilitas fisik tersebut meliputi meja bersekat. locker. Dari hasil analisa tersebut diusulkan perancangan perpustakaan Terintegrasi Adapun rancangan fasilitas fisiknya untuk memperbaiki dan juga merancang produk yang saat ini belum ada fasilitas fisik yang diperbaiki adalah meja bersekat. kursi baca. Dalam melakukan aktivitas tersebut. meja panjang. Untuk mendapatkan kondisi lingkungan non fisik yang nyaman. Perpustakaan Terintegrasi ini dapat menjadi pusat informasi dan sumber ilmu pengetahuan serta dapat membantu mahasiswa dalam meningkatkan kualitas belajar. layout yang tidak teratur. Selain hal tersebut diatas dilakukan pengukuran dimensi-dimensi terhadap fasilitas fisik dan lingkungan non fisik. sirkulasi udara yang panas.70(2005) Perancangan Perpustakaan Terintegrasi d i Graha Widya Maranatha dari Sudut Pandang Ergonomi (Studi Kasus di Universitas Kristen Maranatha) Lestari Yuli Hastuti. diketahui bahwa ada beberapa fasilitas fisik yang belum ergonomis. Tinggi Bahu Duduk (TBD). Tinggi Mata Duduk (TMD). dan lain-lain. Tinggi Duduk Tegak (TDT). dilakukan pengambilan data antropometri mahasiswa. Berdasarkan perbandingan dengan data antropometri diketahui kelebihan dan kekurangan dari dimensi fasilitas fisik. kesulitas dalam mencari buku. dan kecukupan data. buku-buku yang tidak tertata dengan rapi. locker yang kurang banyak dan sebagian tidak ada kunci. Untuk mendapatkan kondisi yang nyaman. pada temperatur dipasang AC agar ruangan perpustakaan sejuk. meja pengawas. meja komputer. Tinggi Mata Berdiri (TMB). dan kursi yang berdebu. kursi orang yang dilayani. keseragaman data. dan meja pengawas. persentil rata-rata (P50). meja kelompok. dan sirkulasi udara. pencahayaan yang kurang baik. ST. diperlukan kondisi yang nyaman. meja bersekat. Tinggi Bahu Berdiri (TBB). Selain itu juga diusulkan layout usulan. Sedangkan produk yang dirancang baru adalah kursi orang yang dilayani. Untuk pencahayaan diberi lampu pada meja . Setelah dilakukan penelitian awal. rak buku. Berdasarkan penelitian awal terhadap lima perpustakaan di setiap fakultas diperoleh keluhan dan dari mahasiswa. dan buku.

.bersekat sebesar 5 watt. Dan pada sirkulasi udara dibuat jendela yang cukup agar dapat terjadi pergantian udara.

71(2005) Usulan Penjadwalan Pemenuhan Pcsanan dengan Metode Algoritma Priority Dispatcing di PT. Sarana Wira Reksa Jakarta Victor Suhandi, ST., MT Ir. Kartika Suhada, MT Samuel Margono Untuk tetap dapat bersaing, maka setiap perusahaan perlu melakukan perbaikan secara terus menerus dalam berbagai faktor. PT. Sarana Wira Reksa merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri manufaktur yang membuat dies. Saat ini perusahaan menghadapi masalah dalam pemenuhan pesanan dengan tepat waktu. Dari hasil pengamatan dan wawancara, ketersediaan bahan baku selalu mencukupi, keandalan mesin cukup baik, dan kehadiran pekerja tidak menjadi masalah. Dengan demikian faktor utama penyebab keterlambatan adalah metode penjadwalan yang digunakan oleh perusahaan kurang tepat. Metode penjadwalan pengerjaan pesanan yang diterapkan perusahaan hanya berdasarkan pada tanggal terima yang paling cepat saja dan tidak memperhatikan faktor-faktor lain, seperti batas tanggal selesai, matriks routing setiap pesanan serta tidak mempunyai standar yang jelas untuk penentuan penjadwalan setelah prioritas pertama selesai ditentukan. Metode penjadwalan yang diusulkan peneliti adalah metode Priority Dispatching yang dikemukakan oleh Ciffler dan Thompson. Algoritma yang digunakan adalah algoritma untuk penjadwalan aktif dan non delay. Aturan prioritas yang digunakan adalah Earlist Due Date (EDD) sebagai aturan prioritas pertama, aturan prioritas yang kedua adalah Short Processing Time (SPT), sedangkan aturan prioritas yang terakhir adalah Random. Kriteria pemilihan metode penjadwalan terbaik adalah minimum number of tardy job, sedangkan ukuran performansi lain yang turut dipertimbangkan apabila kedua alternatif metode penjadwalan menghasilkan number of tardy job yang sama adalah maximum completion time, maximum tardiness, mean tardiness, mean lateness, waktu menganggur setiap departemen dan waktu selesai setiap departemen. Hasil dari perhitungan penjadwalan aktif dan non delay adalah tidak terdapat pesanan yang terlambat. Sedangkan hasil perbandingan dari maximum completion time dan mean lateness menunjukkan bahwa metode penjadwalan yang terbaik adalah penjadwalan non delay. Hasil dari waktu menganggur dan waktu selesai setiap departemen diperoleh bahwa penjadwalan non delay lebih banyak terpilih daripada penjadwalan aktif. Berdasarkan hasil dari semua perbandingan yang telah dilakukan, maka metode penjadwalan usulan yang terpilih adalah penjadwalan non delay. Hasil perbandingan penjadwalan usulan terpilih atau non delay dengan metode perusahaan menunjukkan bahwa penjadwalan non delay lebih baik karena tidak terdapat pesanan yang terlambat, sedangkan metode perusahaan terdapat satu pesanan yang terlambat. Kelebihan dari metode penjadwalan usulan terpilih atau non delay adalah tidak terdapat jumlah pesanan yang terlambat, memiliki maximum completion time yang paling kecil dan juga memiliki mean lateness yang paling besar dibandingkan metode penjadwalan yang lainnya.

73(2005) Identifikasi Faktor - faktor Harapan Mahasiswa terhadap Dosen (Studi Kasus Eksploratori Jurusan TI – UKM) Ir. Hendra Kusuma, MT Patrisius P. Piamat Selama ini Jurusan TI UKM telah memberikan berbagai macam pelayanan yang bervariasi bagi para mahasiswanya, antara lain dengan penyediaan dosen-dosen pengajar yang minimal berpendidikan strata dua, tetapi ternyata kinerja tenaga-tenaga pengajar yang disediakan masih dirasakan kurang memuaskan bagi pihak mahasiswa. Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut; (1) mengetahui faktor-faktor penting apa saja yang menjadi pertimbangan mahasiswa dalam menilai kinerja seorang dosen di Jurusan TI UKM, dan (2) mengetahui bagaimana seharusnya dosen dievaluasi berdasarkan harapan mahasiswa Jurusan TI UKM. Jumlah responden pada penelitian ini ialah sebanyak 250 responden mahasiswa angkatan 2000-2004 dengan menggunakan metode accidental sampling, masing-masing berjumlah 50 mahasiswa per angkatan. Setelah uji validitas dan reliabilitas, dilakukan analisis faktor untuk mengetahui faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh mahasiswa dalam menilai kinerja dosen mereka. Faktor-faktor pertimbangan mahasiswa yang didapatkan dari penelitian ini ialah: (1) Sikap empatik, (2) Kemampuan mengajar, (3) Komunikasi dua arah di dalam kelas, (4) Bersikap adil terhadap mahasiswa, (5) Komunikasi dua arah di luar kelas, 6) Ketepatan materi dan jadwal, (7) Penampilan saat mengajar, (8) Kemampuan memotivasi mahasiswa, (9) Simpatik, (10) Kecanggihan alat belajar mengajar, (11) Kemampuan menerangkan konsep yang sukar dimengerti, serta (12) Kemutakhiran ilmu yang diajarkan. Hasil analisis yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa Formulir Evaluasi Proses Belajar Mengajar yang digunakan oleh UKM masih belum mencakup seluruh harapan mahasiswa TI UKM atas dosen mereka. Diusulkan agar formulir Evaluasi Proses Belajar Mengajar yang digunakan oleh UKM direvisi agar dapat lebih mencerminkan harapan mahasiswa atas dosen mereka.

74(2005) Usulan Penentuan Jumlah dan Jenis Kendaraan Angkut yang Lebih Efektif dan Efisien untuk Pengiriman Produk AMDK pada CV Olympic Makmur Jaya Ir. Heru Susilo, M.Sc Santoso, ST., MT Dewi Kencanawati CV Olympic Makmur Jaya yang bergerak dibidang air minum dalam kemasan (AMDK), berlokasi di Magelang, dengan gudang penyimpanan yang terletak di Magelang juga. CV Olympic Makmur Jaya memproduksi air minum secara terus menerus tanpa menunggu pesanan dari pelanggan. Perusahaan ini memiliki lima distributor terbesar di Jawa Tengah yaitu Purwokerto, Tegal, Pekalongan, Semarang dan Yogyakarta. Pengiriman produk dilakukan dengan kendaraan angkut perusahaan sendiri, yang terdiri dari enam buah truk besar dan tiga buah truk kecil. Selama ini perusahaan melakukan transportasi produk hanya berdasarkan perkiraan dan pengalaman saja, oleh karena itu belum tentu cara yang digunakan adalah yang terbaik bagi perusahaan. Perusahaan menyadari kekurangan tersebut dan ingin memperbaiki kekurangan tersebut, namun perusahaan tidak tahu bagaimana cara untuk memperbaikinya. Oleh karena itu peneiiti membantu perusahaan dalam mencari cara terbaik dalam menentukan jenis dan jumlah kendaraan angkut yang efektif dan efisien dengan biaya pengiriman yang ekonomik. Untuk mencari rute angkut dan jarak daerah distribusi terpendek dilakukan dengan menggunakan Metode Shortest Route. Dengan jarak dan rute terpendek, dapat menghemat konsumsi bahan bakar. Untuk mengetahui jumlah dan jenis kendaraan angkut yang efektif dan efisien, maka dilakukan estimasi jumlah pengiriman produk yang akan terjadi berdasarkan data pengiriman produk yang berfluktuasi selama dua tahun sebelumnya. Fluktuasi permintaan disebabkan adanya perbedaan musim hujan dan panas. Dimana pada musim hujan, permintaan menurun, tetapi pada musim panas, permintaan meningkat yang disebabkan cuaca panas sehingga orang banyak membutuhkan air minum, serta banyaknya kegiatan sosial dan hajatan. Oleh karena itu fluktuasi permintaan produk juga harus diperhitungkan agar jumlah dan jenis kendaraan angkut yang digunakan efektif dan efisien. Dengan menggunakan metode Shortest Route dari gudang ke setiap distributor, hasil evaluasi biaya pengiriman antara perhitungan perusahaan dengan usulan peneliti adalah terdapat penghematan biaya pengiriman untuk satu truk besar yaitu sebesar Rp 331.520 sedangkan satu truk kecil sebesar Rp 285.322 untuk pengangkutan ke lima distributor. Dengan menggunakan biaya pengiriman dari hasil perhitungan usulan, jurnlah dan jenis kendaraan angkut yang efektif dan efisien untuk setiap pengangkutan penghematan yang terjadi adalah bila terjadi pengiriman low season Rp 1.910.229 per minggu sebesar 8.05% dan bila terjadi pengiriman rata-rata Rp 703.629 per minggu sebesar 2.77'%

. reliabilitas dan multi regresi linier. Dari hasil pengolahan data diketahui bahwa pengaruh bauran pemasaran jasa yang dilakukan Savoy Homann Bidakara Hotel terhadap loyalitas konsumennya adalah signifikan. Salah satu dampak dari persaingan tersebut adalah penurunan tingkat hunian hotel seperti yang dialami oleh Savoy Homann Bidakara Hotel. Tahun 2002 tingkat hunian sebesar 74% kemudian tahun 2003 turun menjadi 70% dan tahun 2004 turun lagi menjadi 67%.. ST. People. MT Christina. Hal ini menyebabkan perkembangan bidang perhotelan di kota Bandung tumbuh dengan cepat dan menimbulkan persaingan yang sangat ketat diantara hotel-hotel yang ada. Penulis menggunakan teori yang dikemukakan oleh Zeithaml dan Bitner (2000) yang terdiri dari tujuh unsur. ST. . Penulis juga menggunakan teori yang dikemukakan oleh Griffin (2002) mengenai karakteristik konsumen yang loyal yaitu melakukan pembelian secara teratur. Data yang telah terkumpul selanjutnya diolah dengan menggunakan software Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 10. MT Yanuar Afiyanto Kota Bandung sebagai ibukota Jawa Barat yang letaknya berdekatan dengan ibukota negara. tidak mudah terpengaruh oleh pemasaran produk lain yang sejenis dan menciptakan prospek. dengan tujuan mengetahui variabelvariabel bauran pemasaran yang berpengaruh dan upaya-upaya yang perlu dilakukan Savoy Homann Bidakara Hotel untuk meningkatkan loyalitas konsumennya. yaitu Product. Dalam memberikan pelayanan kepada konsumen diperlukan bauran pemasaran jasa yang tepat diarahkan kepada kebutuhan dan keinginan konsumen agar konsumen merasa puas sehingga pada akhirnya dapat terwujud loyalitas konsumen. Untuk itulah dilakukan suatu penelitian untuk mengidentifikasikan variabel-variabel bauran pemasaran yang berpengaruh terhadap loyalitas konsumen. Selain menjadi kota tujuan wisata. Promotion. membuat banyak orang yang mengunjungi kota ini. menolak produk lain. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada tamu yang telah menginap sebagai responden dengan menggunakan simple random sampling. Physical evidence dan Process. Sedangkan variabel yang berpengaruh negatif yaitu penataan eksterior hotel dan kecepatan pelayanan. Place. kota Bandung juga merupakan kota tujuan bisnis utama di Jawa Barat. Penurunan ini disebabkan juga oleh ketidakpuasan konsumen.75(2005) Identifikasi Variabel . Price. dimana variabel yang berpengaruh positif yaitu lokasi yang strategis dan kelengkapan fasilitas sarana hotel.variabel Bauran Pemasaran Jasa yang Berpengaruh terhadap Loyalitas Konsumen Melina Hermawan. Oleh sebab itu Savoy Homann Bidakara Hotel dituntut untuk dapat lebih memuaskan konsumennya.0 yang terdiri dari uji validitas.

Dan data-data tersebut dapat diperoleh ukuran kursi kuliah yang baru yang lebih ergonomis dan dapat meminimasi konsumsi energi.76(2005) Perancangan Kursi Kuliah Ergonomis yang Memberikan Kenyamanan dari Segi Konsumsi Energi (Studi Kasus di Universitas Kristen Maranatha) Wawan Yudiantyo. ukuran meja. Hal ini dikarenakan pada sudut kemiringan sebesar 105° memberikan konsumsi energi yang lebih kecil dari sudut kemiringan yang lain. pinggang dan punggung. ST. Berdasarkan pengujian sudut kemiringan sandaran kursi. I05°. hasil pengujian data anthropometri dan data kontur serta hasil perhitungan konsumsi energi. Pengujian sudut kemiringan sandaran kursi ini dilakukan oleh 30 responden yang dipilih secara acak. 100°. Dengan demikian. sehingga prestasi belajar yang diperoleh mahasiswa juga akan lebih maksimal. Enam macam sudut kemiringan ini diperoleh dari hasil pengukuran kemiringan kontur 30 mahasiswa jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha.. Untuk lebih mengetahui pendapat mahasiswa mengenai kursi kuliah yang digunakan saat ini di Universitas Kristen Maranatha. Oleh sebab itu. yaitu 90°. dimana sudut kemiringan sandaran kursi sebesar 105° menghasilkan konsumsi energi yang paling sedikit. Pada rancangan kursi kuliah usulan ini juga ditambahkan bantalan busa pada alas duduk dan sandaran punggung serta rak penyimpanan tas pada bagian samping kiri dari kursi kuliah. sandaran punggung. Perancangan kursi kuliah usulan dilakukan berdasarkan hasil kuesioner penelitian. 74% responden tidak merasa nyaman menggunakan kursi kuliah saat ini. dapat dihitung konsumsi energi yang dikeluarkan selama menggunakan kursi kuliah tersebut. Empat puluh responden menginginkan perbaikan pada sudut kemiringan sandaran kursi. dilakukan pengujian terhadap sudut kemiringan sandaran kursi dengan melakukan pengukuran denyut jantung. MT Indra Syarief Susy Susylawati Keluhan terbanyak dari mahasiswa Universitas Kristen Maranatha mengenai kursi kuliah yang digunakan saat ini adalah kurang memberikan kenyamanan. maka dibuat kuesioner penelitian Berdasarkan hasil kuesioner penelitian. diharapkan mahasiswa dapat duduk dengan nyaman akan berkonsentrasi selama menggunakan kursi kuliah usulan ini. pinggang dan punggung selama menggunakan kursi kuliah tersebut. 1100 dan 115°. Bagian-bagian dari kursi kuliah yang ingin diperbaiki adalah sandaran tangan. Hal ini dikarenakan mahasiswa sering mengeluhkan sakit atau pegal pada pantat. tanpa terganggu dengan kelelahan dan rasa sakit yang dialami pada saat duduk. Untuk mengurangi keluhankeluhan itu. responden menginginkan perbaikan pada kursi kuliah yang digunakan saat ini.% responden menyatakan bahwa sudut kemiringan sandaran kursi sebesar 105° lebih nyaman daripada sudut kemiringan lainnya. ukuran alas duduk dan tinggi alas duduk dari lantai. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengukuran konsumsi energi. dapat diketahui bahwa sudut kemiringan sandaran kursi yang paling baik adalah sebesar 105°. ketinggian kursi. Sebagian besar responden juga mengeluhkan sakit atau pegal pada pantat. .33°. Dari hasil pengukuran denyut jantung. 53. Pengujian sudut kemiringan sandaran kursi ini menggunakan 6 (enam) macam sudut kemiringan. 95°.

penempatan kursi dan meja yang kurang luas sehingga mengurangi kenyamanan dalam laboratorium. Hasil pengolahan dan analisis menunjukkan bahwa seluruh fasilitas yang digunakan kecuali lemari tape dan meja guru memiliki bagian yang tidak ergonomis. Sejak di bangku sekolah. . Selain itu tata letak papan tulis kurang tepat menyebabkan siswa yang duduk di belakang tidak dapat melihat ke papan tulis. diajarkan dan dibekali dengan keahlian bahasa selain bahasa nasional kita. meja memiliki luas alas dan sekat yang terlalu kecil. pengujian kenormalan data. efisien. pengujian keseragaman data. generasi muda sudah diperkenalkan. tidak ada sandaran kaki pada kursi maupun meja. Pengolahan data yang dilakukan adalah pengujian anova. salah satu fasilitas yang mendukung program tersebut adalah Laboratorium Bahasa dimana di tempat ini siswa dapat memperdalam penguasaan bahasa asing melalui tahap listening dan speaking. pengujian kecukupan data serta perhitungan persentil data anthropometri siswa.. Laboratorium Bahasa dirancang dan ditata sedemikian rupa bertujuan untuk memberikan kondisi belajar mengajar yang efektif. Melalui penelitian pendahuluan yang dilakukan. fasilitas fisik. Pengaturan tata letak Laboratorium yang kurang tepat serta lebar gang yang sempit menyulitkan siswa keluar masuk dari tempat duduk. antara lain area meja tulis yang kurang luas. Di SMU ‘X’ Bandung. terdapat masalah kurangnya pencahayaan di dalam ruangan laboratorium Bahasa. ST. aman dan nyaman. da perbandingan hasil pengolahan data dengan dimensi fasilitas aktual. diperoleh masukan bahwa terdapat masalah di Laboratorium Bahasa. MT Shelly Lydiana Dewasa ini penguasaan bahasa asing sudah merupakan suatu keharusan di dunia kerja dan dunia bisnis. Namun hingga saat ini masih terdapat beberapa kendala sehingga penggunaan fasilitas Laboratorium Bahasa masih dirasakan kurang optimal. dan lemari berkas yang sudah usang dan tidak ergonomis.77(2005) Analisis dan Usulan Perbaikan Tata Letak Fasilitas dan Lingkungan Fisik yang Lebih Ergonomis (Studi Kasus di SMU ‘X’ Bandung) Ie Vie Mie. Dari segi lingkungan. Kursi yang dipergunakan memiliki ketinggian alas yang terlalu tinggi. siswa yang duduk di kursi belakang sulit melihat ke papan tulis. Kemudian dilakukan analisis terhadap lingkungan fisik. selain itu masalah bau-bauan yang ditimbulkan alas kaki siswa. Bahasa Indonesia. ketidaknyamanan siswa saat duduk karena rasa pegal.

tetapi shift kerja memberikan banyak dampak negatif pada diri pekerja. Barton dan Folkard (1993) mempelajari 261 orang pekerja dari beberapa industri yang berbeda menemukan bahwa Phase Delay Schedule lebih memuaskan pekerja dan menimbulkan masalah kesehatan. Kartika Suhada. Selain itu penjadwalan ini memberikan penghematan biaya operasional yang harus dikeluarkan sebesar Rp. Semua ini akan memberikan pemerataan pendapatan bagi semua pekerja yang peningkatan pendapatannya kira-kira adalah 18 shift kerja/tahun yang bila dihitung dalam jumlah penambahan gaji adalah kurang lebih Rp. beban kerja (jumlah shift pagi dan malam) yang lebih merata untuk setiap orang satpam. 540. MT Moonty Chandra Shift kerja biasanya ada dalam operasi manufaktur dan jasa.78(2005) Usulan Penjadwalan Shift Kerja dengan Algorithms With Phase Delay Feature bagi Satpam di Universitas Kristen Maranatha Santoso. maka perubahan shift adalah dari shift pagi ke shift siang. efek negatif shift kerja seperti masalah kesehatan juga terjadi pada satuan pengamanan (satpam) di Universitas Kristen Maranatha (UKM). motivasi. dari shift siang ke shift malam. dengan skenario 5 hari kerja dan 3-4 hari kerja. Usulan penjadwalan ini menghasilkan suatu jadwal yang memberikan hari libur yang berurutan yang memberikan kepuasan kerja. seperti gangguan tidur. Oleh karena itu peneliti mengusulkan penerapan penjadwalan shift kerja dengan Algorithms With Phase Delay Feature bagi satpam di Universitas Kristen Maranatha. Bandung. . MT Ir. sosial.00/tahun. 2.000. Sebagai contoh untuk sistem 3 shift per hari. Hung mengusulkan perubahan shift sebaiknya dilakukan searah jarum jam (forward direction) yang kemudian disebut Phase Delay Schedule.000. yang lebih sedikit dibanding Phase Advance Schedule (penjadwalan yang pergantian shiftnya dilakukan dalam arah berlawanan arah jarum jam/backward direction). atau dari shift malam ke shift pagi. ST. tidur.. Dari hasil penelitian dan wawancara yang dilakukan.400. kesehatan. dan hubungan sosial yang berakibat pada menurunnya performansi kerja pekerja tersebut.00/tahun dibandingkan dengan jadwal yang ada dahulu karena tejadi pengoptimalan jumlah tenaga kerja yang dipakai sehingga jumlah tenaga kerja yang dipakai lebih sedikit.

perancangan zipper yang mudah dibuka. tas yang memiliki penutup. persentase pemberian harga sedangkan process characteristics yang didapatkan adalah antara lain pengendalian kualitas zipper.82(2005) Usulan Pengembangan Tas Wanita Remaja Merk Flashy Ditinjau dari Faktor Product. adanya bandrol harga pada tas. Melalui metode tersebut. penyusunan tas yang rapi dan menarik dan showroom yang dirancang menarik. pramuniaga yang cekatan dalam melayani. Technical response yang didapatkan adalah antara lain tingkat penggunaan benang. Price. pada tahap design planning matrix. Promotion. tingkat ketelitian penjahit. Price. tingkat ketepatan pemberian harga. Process Characteristics diterjemahkan menjadi Production Characteristics. MT Pitra Jaya Perkembangan industri sudah semakin berkembang termasuk industri produk tas. design characteristics diterjemahkan menjadi process characteristics dan pada tahap Production Planning Matrix. Promotion dan Place dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment Christina. Design Planning Matrix. adanya discount pada waktu-waktu tertentu. pramuniaga yang sopan. . jahitan tas yang kuat. Ketiga tahap tersebut memiliki hubungan antara satu sama lain. produk yang selalu tersedia pada saat akan dibeli. Metode QFD terdiri dari 4 tahap. technical response diterjemahkan menjadi design characteristics. harga yang sesuai dengan kualitas tas. jahitan tas yang rapi. jenis bahan tas. pada tahap process planning matrix. dan Place. jenis zipper. Pengolahan data yang digunakan adalah metode Quality Function Deployment (QFD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk tas dilihat dari faktor 4P yaitu Product. pramuniaga yang sopan. tingkat ketepatan tebal bahan tas. nomor gigi zipper. selain itu juga untuk mengetahui kepuasan konsumen terhadap produk tas Flashy dibandingkan dengan pesaingnya yaitu Exsport. bahan tas tidak mudah rusak. sehingga menyebabkan persaingan yang ketat diantara perusahaan produk tas. pengukuran nomor zipper. ST. pramuniaga yang ramah. memiliki kemasan yang menarik. model tas yang selalu mengikuti trend. customer needs diterjemahkan menjadi technical response. dilakukan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner sehingga diperoleh data-data untuk matriks-matriks yang digunakan untuk pengembangan produk tas.. tingkat kekuatan jarum jahit. adanya program hadiah langsung pada waktu tertentu. Melalui penelitian yang dilakukan. lokasi di tempat yang strategis. jenis jarum jahit. adanya program hadiah langsung pada waktu tertentu. yaitu Product Planning Matrix. tingkat kekuatan benang. Process Planning Matrix dan Production Planning Matrix. memiliki kantong belanja yang menarik. Pada tahap product planning matrix. diperoleh hasil bahwa kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk tas adalah antara lain tas yang memiliki ritsleting. Kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk tas Flashy yang lebih unggul apabila dibandingkan dengan produk tas Exsport adalah jahitan tas yang rapi. tersedianya counter di berbagai kota. tersedia lapangan parkir yang luas. tas yang memiliki tali selempang. Design characteristics yang didapatkan adalah antara lain jenis benang.

perhitungan harga bahan baku ditambah laba. pengendalian kualitas jarum jahit.pengendalian kualitas benang. .

keran dioperasikan dengan pedal kaki.83(2007) Perancangan Keran Cuci Tangan yang Ergonomis Ir.. Keran air yang sekarang ini beredar di pasaran pada dasarnya menggunakan 3 konsep. Pada beberapa daerah. yaitu membuka dan mematikan keran dengan pedal kaki. Untuk perancangan keran yang lebih nyaman dan praktis ini. sehingga dapat mengatur keluarnya air. keran akan tertutup dan air akan berhenti mengalir. sehingga alat ini dapat dipakai dengan mudah. Konsep kemudian disaring dengan menggunakan matriks penyaringan berdasarkan kriteria yang diinginkan konsumen dan pada tahap ini konsep keran dengan . keran dioperasikan dengan sensor dan keran dioperasikan dengan tuas kaki. yaitu diputar. Untuk keran-keran tersebut. sehingga pada saat setelah mencuci tangan.. Melalui tahap ini. semuanya diperlukan tangan untuk membuka keran. Konsep kemudian dinilai dengan konsep scoring untuk memilih 1 konsep yang akan dikembangkan lebih lanjut. Pedal akan dihubungkan dengan tuas yang akan mengatur aliran air. seringkali. praktis dan nyaman. Jadi bila pedal diinjak. di Indonesia. saat menutup keran. terutama di tempat umum pengguna malas untuk menutup keran dengan benar. technical response. tentulah hal ini tidak praktis dan nyaman.. tangan akan terkena kotor lagi dari keran. ergonomis . didapat konsep keran dioperasikan dengan pedal kaki yang terpilih untuk dikembangkan. Salah satu kebutuhan utama manusia adalah makan. Konsep yang akan dicoba dirancang di sini adalah konsep yang cukup sederhana. sehingga seringkali keran tidak ditutup dengan benar sehingga menyebabkan borosnya air. mulai dari pedal sampai keran dengan menggunakan prinsip-prinsip ergonomi. garpu ataupun pisau merupakan kebiasaan Dengan kondisi seperti ini.. Dalam penelitian ini akan dirancang alat ini. Hal ini menyebabkan pengguna keran harus menyentuh keran dengan tangan kotor saat membuka keran dan kemudian menutup lagi keran kotor setelah cuci tangan. gugur. Christina Wirawan. Konsep alternatif keran yang dikembangkan adalah keran dioperasikan dengan siku. Kata kunci : voice of customer. kualitas. Karena masalah ini. ditekan dan didorong. biasanya pada saat akan mencuci tangan setelah makan.. makan menggunakan tangan tanpa sendok. keran akan terbuka dan air akan keluar dengan otomatis. kondisi tangan sangatlah kotor. MT. sebaliknya bila pedal dilepas. digunakan alat bantu metode Quality Function Deployment untuk membantu menterjemahkan suara konsumen menjadi target spesifikasi keran yang menjadi dasar perancangan alternatif konsep keran. juga tidak terlalu mahal dan perawatan mudah.

. Mesin mengalami kerusakan selama 5 hari. Hal tersebut dapat menyebabkan beralihnya konsumen ke perusahaan pesaing. . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa algoritma penjadwalan dinamis yang dibuat cukup baik. terjadi pengurangan jumlah pesanan yang terlambat sebanyak 45 buah pesanan atau 70. Dalam penelitian ini.. Xystus Yustyadi Waiz Penjadwalan merupakan aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam upaya memenuhi pesanan yang diterima dari konsumen dengan tepat waktu. Keterlambatan tersebut dapat menimbulkan denda yang harus ditanggung oleh perusahaan serta berkurang atau bahkan hilangnya kredibilitas perusahaan di mata konsumen. dimana 7 buah pesanan tersebut merupakan pesanan sisipan. yaitu periode mingguan. Dalam realisasi jadwal yang telah dibuat seringkali terjadi gangguan-gangguan yang dapat menyebabkan keterlambatan penyelesaian beberapa pesanan tersebut. MT.84(2007) Pengembangan Algoritma Pendjadwalan Dinamis untuk Meminimasi Jumlah Pesanan yang Terlambat pada Perusahaan Manufaktur Ir. yaitu algoritma penjadwalan dan algoritma penjadwalan ulang usulan. sedangkan penjadwalan dengan menggunakan algoritma penjadwalan dinamis usulan menghasilkan keterlambatan 19 buah pesanan. Jadi. MT. Vivi Arishandy. Oleh karena itu diperlukan suatu algoritma penjadwalan dinamis dalam upaya meminimasi jumlah pesanan yang terlambat. Periode penjadwalan yang dilakukan sesuai dengan yang berjalan saat ini. algoritma penjadwalan dinamis yang dikembangkan terdiri dari dua buah algoritma. PT X ini bergerak dalam bidang pembuatan kulit imitasi.31%. rusaknya satu atau beberapa mesin yang menyebabkan terhentinya kegiatan produksi yang sedang berlangsung. Gangguan-gangguan itu dapat berupa masuknya satu atau beberapa pesanan baru yang harus segera dikerjakan. Data pesanan yang digunakan sebanyak 204 buah pesanan yang merupakan data pesanan dalam satu bulan. Untuk mempercepat proses perhitungan. Penjadwalan yang diterapkan perusahaan menghasilkan keterlambatan penyelesaian pesanan sebanyak 64 buah. peneliti memberikan saran agar algoritma yang dirancang dapat dibuat program softwarenya. Untuk mengukur keefektivan algoritma yang dikembangkan. algoritma tersebut diujicobakan pada kasus penjadwalan di PT X. ST.Kartika S.

Data awal didapat dengan menyebarkan kuesioner kepada konsumen dengan kriteria usia lanjut atau cacat kaki di beberapa hypermarket yang ada di Bandung. Hal ini menyebabkan setiap unit usaha berusaha untuk menciptakan sesuatu inovasi yang unik untuk menarik dan memuaskan konsumen. Budi Antono. sehingga dapat membawa barang lebih banyak. ergonomis. Ie Vie Mie. perancangan . rancangan kedua yaitu kursi pengendara dan mesin terpisah dengan keranjang. adanya kerancang kecil. Umumnya mereka bersaing dalam hal harga. Dalam menghadapi persaingan ini. Ulrich dan Steven Eppinger. Trolley akan dirancang sebanyak 3 alternatif. MT.. terutama di hypermarket walaupun memiliki keterbatasan. yaitu menggunakan kursi dan mesin terpisah dari keranjang tetapi keranjang yang digunakan adalah dengan ukuran yang dirancang pada alternatif 1. Hal-hal yang menurut konsumen menjadi prioritas utama dalam rancangan trolley bermesin adalah kemudahan menjangkau pedal gas. juga untuk mencari dan memilih konsep serta alternatif rancangan trolley.. ST. yaitu trolley bermesin dengan keranjang berada di depan pengguna dan ukuran keranjang dirancang ulang. Trolley memiliki sistem rem kaki. Kata kunci : strategi bersaing. serta memberikan kondisi toko yang nyaman. ST. yaitu perancangan trolley bermesin. untuk mengetahui keinginan dan penilaian konsumen terhadap trolley di hypermarket. Dari hasil penyebaran kuesioner di dapat bahwa konsumen sangat setuju dengan adanya trolley bermesin dan memberikan beberapa masukan. Pengendalian trolley menggunakan stir. Hasil perancangan yang terbaik adalah trolley bermesin ini memiliki volume keranjang lebih besar. Dari hasil concept scoring. Christina Wirawan. Trolley dijalankan dengan menggunakan pedal gas. didapat bahwa alternatif yang ke-3 adalah yang terbaik. pemberian discount atau hadiah dan kelengkapan produk yang dijual. Metoda yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode QFD dan juga mengikuti langkah-langkah yang dicetuskan oleh Karl T. Trolley juga memiliki kursi sehingga konsumen tidak mudah lelah. dimana keranjang yang dipakai adalah trolley yang sekarang ada dengan posisi keranjang bisa di depan atau di belakang pengendara.85(2007) Perancangan Troley Bermesin untuk Penggunaan di Hypermarket Ir.. MT. yaitu rancangan pertama. Saat ini persaingan dalam dunia usaha begitu ketat. Trolley ini ditujukan untuk orang-orang lanjut usia atau orang dengan cacat kaki (sementara ataupun permanen) yang memiliki keterbatasan untuk berjalan dalam jangka waktu lama atau jauh. kedalaman rem. keluasan trolley. Salah satu unit usaha yang bersaing ketat di kota Bandung pada saat ini adalah supermarket dan hypermarket. maka akan dirancang suatu keunikan yang diharapkan dapat membuat daya tarik tersendiri sehingga meningkatkan daya saing. rancangan ketiga yaitu gabungan dari rancangan kesatu dan kedua. agar mereka dapat berbelanja dan menikmati wisata belanja.

MT... Banyak faktor yang mendukung jalannya suatu perguruan tinggi dengan baik. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan sumber daya manusia adalah dengan melakukan penilaian kinerja. Bandung) Vivi Arisandhy. tanggung jawab dan wewenang (Job Description) untuk TA dan usulan Formulir . ST. data-data yang digunakan akan diambil dari Universitas Kristen Maranatha. Dalam penelitian ini akan dilakukan identifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap standar penilaian kinerja Tenaga Administrasi (TA) di perguruan tinggi. Data-data yang diperlukan adalah struktur organisasi perguruan tinggi serta tugas. ST. diantaranya adalah pengelolaan sumber daya manusia yang unggul. Hasil yang didapatkan dari penelitian yang telah dilakukan adalah susunan tugas. tanggung jawab dan wewenang (Job Description) TA. Manfaat bagi perusahaan adalah untuk mengetahui seberapa besar usaha pegawai melakukan pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi serta dapat digunakan untuk perbaikan kinerja pegawai secara terus menerus. Penilaian kinerja yang efektif akan memberikan manfaat bagi pegawai dan perusahaan. Manfaat bagi pegawai adalah dapat mengetahui kinerja yang telah dicapai serta mengetahui kelemahan dan kelebihan diri yang berguna untuk pengembangan diri selanjutnya. menentukan tingkat kepentingan faktor dan subfaktor kompetensi (menggunakan metode Cut-Off Point) dengan cara menyebarkan kuesioner kepada atasan langsung dari pemegang jabatan. tanggung jawab dan wewenang dari TA. Melina Hermawan. Tahapan dalam melakukan perancangan formulir penilaian kinerja yaitu analisis jabatan dengan cara menyebarkan kuesioner dan melakukan wawancara kepada pemegang jabatan dan atasan langsung dari pemegang jabatan. Dalam penelitian ini. Hal ini dikarenakan perguruan tinggi berperan penting untuk menghasilkan orang–orang yang berkualitas yang dapat berguna bagi dunia kerja pada umumnya. MT.87(2007) Identifikasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penilaian Kinerja untuk Jabatan Tenaga Administrsi di Perguruan Tinggi (Studi Kasus di Universitas Kristen Maranatha. Yullyanti Ivonne Widjaya Perguruan tinggi merupakan salah satu tingkatan penting dalam pendidikan. penentuan struktur hierarki. pembobotan faktor dan subfaktor kompetensi (menggunakan metode Analytical Hierarchy Process) dengan cara menyebarkan kuesioner kepada atasan langsung dari pemegang jabatan. perancangan perangkat penilaian kinerja akan berbasiskan kompetensi. menyusun ulang tugas. Faktor-faktor tersebut kemudian akan digunakan untuk merancang perangkat penilaian kinerja bagi TA. menghitung batas–batas Total Nilai Penilaian Kinerja (TNPK) dan menyusun perangkat penilaian kinerja. Dalam penelitian ini.

sedangkan. apabila organisasi mengalami penambahan personel dalam satu unit kerja maka perlu dilakukan perhitungan jumlah sampel pengisi dari Formulir Penilaian Kinerja dan metode BARS (Behaviorally Anchored Rating Scale) digunakan dalam penentuan skala rating. tanggung jawab dan wewenang (Job Description) dapat dilihat pada Sub Bab 3.2. mengikutsertakan faktor-faktor kompetensi yang dapat dinilai oleh mahasiswa (konsumen).usulan Formulir Penilaian Kinerja untuk TA dapat dilihat pada Sub Bab 4. .8.2. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah sebaiknya dilakukan pengumpulan data tingkat kepentingan dan bobot kepentingan faktor dan subfaktor kompetensi di untuk tenaga administrasi perguruan tinggi lainnya. dibuat suatu standar penanganan berdasarkan hasil penilaian kinerja (contoh pemberian reward dan punishment).Penilaian Kinerja untuk TA. Susunan tugas.

sedangkan dalam kondisi darurat sebesar 115.7%. Tikat kecukupan lahan parkir mobil dosen.. Akhirnya kami membuat model simulasi komputer untuk mengetahui kebutuhan lahan parkir saat ini dan masa mendatang. Pengujian distribusi rata-rata laju kedatangan dan lama parkir menghasilkan beragam distribusi statistik yang menunjukan perilaku kendaraan dalam sistem perparkiran. Jumat dan Sabtu. . Hali ini mendorong makin besarnya kebutuhan akan sarana lahan parkir untuk saat ini (tahun akademik 2006/2007) dan saat mendatang (2014/2015). Penelitian yang kami lakukan adalah menguji kesamaan rat-rata laju kedatangan antar hari. karyawan dan tamu saat ini sebesar 82. Lahan parkir motor mahasiswa kurang sebesar 351 motor . Dengan memperhitungkan dengan ketersediaan lahan parkir yang ada saat ini.17%. Selanjutnya kami menguji kesamaan rata-rata laju kedatangan antar jam.41%.88(2007) Analisis Kebutuhan dan Penataan Lahan Parkir di UK Maranatha Ir. dimana hasilnya menunjukan bahwa laju kedatangan kendaraan pada pagi hari lebih besar dibandingkan dengan siang hari. Sedangkan untuk mobil dosen.37%. karyawan dan tamu sebesar 149 mobil dalam kondisi normal dan 119 mobil dalam kondisi darurat. MT. karyawan dan tamu saat ini untuk kondisi normal sebesar 68. MT. Hasilnya terdapa trend yang meningkat. ternyat terdapat kelompok hari yang berbeda yaitu Senin – Selasa – Kamis.. ST. maka dapat dibuat perencanaan penyediaan dan penataan lahan parkir sehingga orang dapat memarkirkan kendaraannya dengan nyaman dan aman. sedangkan dalam kondisi darurat sebesar 83. Estimasi jumlah pengguna lahan parkir dimasa mendatang menggunakan data jumlah mahasisa aktif. Tingkat kecukupan lahan parkir mobil mahasiswa saat ini untuk kondisi normal sebesar 94. tingkat kecukupan lahan parkir motor dosen. Kartika Suhada. Victor Suhandi. tingkat kecukupan lahan parkir motor mahasiswa saat ini sebesar 92. Usulan yang dikemukakan untuk mengatasi kekurangan lahan parkir saat ini ada 4 alternatif.54%. Kekurangan lahan parkir saat ini untuk memenuhi kebutuhan di masa mendatang sebanyak 202 mobil mahasiswa dalam kondisi normal dan 108 mobil dalam kondisi darurat.78%. sedangkan untuk motor dosen karyawan dan tamu sebesara 121 motor. dosen dan karyawan yang melakukan kegiatan didalamnya. Perkembangan program studi yang ada di Universitas Kristen Maranatha mendorongmakin banyaknya populasi mahasiswa. Selain itu kami mengusulkan penataan peruntukan lahan parkir yang ada saat ini dan upaya-upaya untuk menngkatkan keamanan parkir kendaraan.

Dengan pertimbangan bahwa satu program studi membutuhkan 4 – 5 ruangan. kemahasiswaaan. Saat ini.00. maka tidak dapat diupayakan pengurangan jumlah ruangan. ST. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan ruangan tersebut untuk kegiatan seminar.68% untuk semester ganjil 2006/2007 dan untuk semester Genap 2006/2007 sebesar 35. Untuk itu. Victor Suhandi.. kelas malam dan kelas karyawan. ternyata tingkat utilisasi rata-rata ruangan perkuliahan untuk program studi non magister sebesar 36. MT.00 – 21.. 16. menimbang bahwa seluruh ruangan telah digunakan untuk kegiatan perkuliahan pada rentang waktu tersebut.88% untuk semester Ganjil 2006/2007 dan untuk semester Genap 2006/2007 menjadi sebesar 42. untuk itu.. utilisasi ruanga dapat ditingkatkan menjadi 44. maka penghematan ruangan yang diperoleh dapat digunakan untuk kegiatan perkuliahan 4 program studi yang baru.52%. . MT.00 dibawah 30 %. ST. Berdasarkan perhitungan. Yang dilakukan adalah memadatkan jadwal penggunaan ruangan sehingga menghasilkan penghematan jumlah ruangan yang dibutuhkan dan akhirnya juga meningkatkan utilisasi rat-rat ruangan secara keseluruhan.17%.89(2007) Analisis Pemanfaatan Ruang Perkuliahan di UK Maranatha Ir. 07. perlu dilakukan pengukuran utilisasi ruangan yang ada saat ini dan upaya peningkatan utilisasi ruangan. Penambahan program studi baru merupakan upaya yang dapat dilakukan Universitas Kristen Maranatha untuk meningkatkan daya saing dengan perguruan tinggi lainnya. pihak universitas harus menyediakan bagi program studi baru tersebut. Vivi Arishandy. Pemanfaatan ruangan setelah pk. Pengehematan ruangan yang diperoleh adalah sebanyak 19 ruangan. dimana tidak dilakukan perubahan jadwal perkuliahan yang sudah berlangsung saat ini. diusulkan penjadwalan penggunaan ruangan.. dimana utilisasi rata-rata/jam untuk rentang waktu pk. Akan tetapi.00 – 22. Kartika Suhada.00 dan pada hari sabtu perlu digalakan karena utilisasinya masih rendah. untuk kegiatan perkuliahan Program Magister disediakan 4 ruangan. Dari hasil penelitian yang dilakukan. sebelum membuat ruangan baru. MT. Tingkat utilisasi tersebut sangat rendah dikarenakan kegiatan perkuliahan umum diselenggarakan pada rentang waktu pk. 17.

melakukan promosi di berbagai media. menyediakan beasiswa prestasi. tingkat kepuasan siswa SMA terhadap promosi yang telah dilakukan UKM dan pengaruhnya terhadap minat untuk memilih UKM. kejelasan mengenai fasilitas penunjang melalui televisi dan tim promosi. hampir seluruhnya menyatakan puas dan merasa tertarik untuk melanjutkan studi di UKM. diketahui bahwa faktor yang dipentingkan oleh siswa SMA dari Bandung adalah status akreditasi dari jurusan. namun kuesioner yang diproses lebih lanjut adalah kuesioner yang diisi oleh responden yang berasal dari kota Bandung. membuka beberapa program studi baru. Variabel penelitian yang digunakan adalah dari konsep bauran pemasaran 7P (Product. namun hasil yang diperoleh belum sesuai dengan apa yang diharapkan. observasi dan kuesioner. diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi. Jimmy Gozaly. Dari hasil pengolahan data dan analisis. Hal tersebut mengakibatkan tidak terpenuhinya target jumlah penerimaan mahasiswa baru di beberapa program studi yang terdapat di UKM. Place. MT. meningkatkan kesempatan pertukaran pelajar . serta daya tarik promosi yang telah dilakukan melalui radio dan tim promosi. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan dengan menggunakan analisis cluster dan analisis regresi linear berganda. Yang mempengaruhi minat siswa SMA untuk memilih UKM adalah kejelasan informasi mengenai fakultas dan jurusan melalui koran dan radio. namun bagi mereka yang mengetahui promosi yang dilakukan. kerjasama dengan perusahaan dan industri. Kuesioner penelitian disebarkan kepada seluruh siswa SMA yang mengikuti USM Penerimaan Mahasiswa Baru UKM 2008/2009 hingga tanggal 27 Januari 2008. namun banyaknya alternatif perguruan tinggi yang tersedia saat ini menyebabkan para siswa SMA semakin selektif dalam memilih perguruan tinggi. Sejak berdiri tahun 1965. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. UKM telah memperluas jalur PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan). Process. People. ST. Untuk mengantisipasi penurunan tersebut. Pada beberapa tahun terakhir. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan metode sampling jenuh. ketersediaan faktor tersebut di UKM.. UKM mengalami banyak sekali perkembangan yang positif. Physical Evidence). Price. tersedia beasiswa bagi siswa-siswa berprestasi. efektivitas promosi yang telah dilakukan UKM. Promotion. ST. dll. Usulan yang diberikan adalah memperbanyak beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu. terjadi penurunan jumlah siswa SMA yang mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) pada semua program studi di UKM.90(2007) Usulan Bauran Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru UK Maranatha (Studi Kasus : SMA di Kota Bandung) Yulianti. Hampir 50% siswa SMA kota Bandung tidak mengetahui aktivitas promosi yang telah dilakukan. MT Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Bandung yang menjadi pilihan para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk melanjutkan studi.. serta melakukan promosi dan USM yang diselenggarakan di luar kota Bandung.

keluar negeri. serta lebih mempublikasikan faktor paling dipentingkan dan berpengaruh terhadap minat siswa SMA. memperbesar lapangan parkir. memperlengkap fasilitas olahraga. analisis cluster. analisis regresi linear berganda . penyediaan fasilitas alat tulis kantor. Kata kunci : bauran pemasaran.

Dari hasil pengolahan data dan analisis. penyediaan fasilitas alat tulis kantor. untuk menarik minat siswa SMA melanjutkan studi di UKM sebesar 96. melakukan promosi di berbagai media.Si Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di kota Bandung. memperbanyak beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu. kecuali Kota Bandung) Yulianti. Beberapa tahun terakhir. efektivitas promosi yang telah dilakukan UKM. M. Place.59%. serta melakukan promosi dan USM yang diselenggarakan di luar kota Bandung. meningkatkan kesempatan pertukaran pelajar keluar negeri. People. membuka beberapa program studi baru. MT. Ir. Promotion. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan metode sampling jenuh. kejelasan informasi mengenai fakultas/ jurusan dan biaya yang dikeluarkan oleh tim promosi. diketahui bahwa faktor yang paling dipentingkan oleh siswa SMA adalah kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah. Physical Evidence). Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan dengan menggunakan analisis cluster dan analisis regresi linear berganda. serta lebih mempublikasikan faktor paling dipentingkan dan berpengaruh terhadap minat siswa SMA (MSCC.90%. namun kuesioner yang diproses lebih lanjut adalah kuesioner yang diisi oleh responden yang berasal dari wilayah Jawa kecuali Bandung. Tingkat efektivitas tim promosi dalam dengan tujuan mengenalkan UKM sebesar 46. hal tersebut mengakibatkan tidak terpenuhinya target jumlah penerimaan mahasiswa baru di beberapa program studi yang terdapat di UKM. Process.. observasi dan kuesioner. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Yang mempengaruhi minat siswa SMA untuk memilih UKM adalah tingkat kepuasan terhadap daya tarik promosi yang telah dilakukan melalui televisi. perkembangan UKM menunjukkan hasil yang menggembirakan. UKM telah memperluas jalur PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan).91(2007) Usulan Bauran Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru UK Maranatha (Studi Kasus : SMA di Wilayah Jawa. Seiring berjalannya waktu.. memperlengkap fasilitas olahraga. N. terjadi penurunan jumlah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) pada semua program studi. Price. . Rosemarie S. ST. kualitas staf pengajar. Variabel penelitian yang digunakan adalah dari konsep bauran pemasaran 7P (Product. namun hasil yang diperoleh belum sesuai dengan apa yang diharapkan. tingkat kepuasan siswa SMA terhadap promosi yang telah dilakukan UKM dan pengaruhnya terhadap minat untuk memilih UKM. memperbesar lapangan parkir. Usulan yang diberikan adalah menyediakan beasiswa prestasi. ketersediaan faktor tersebut di UKM. Kuesioner penelitian disebarkan kepada seluruh siswa SMA yang mengikuti USM Penerimaan Mahasiswa Baru UKM 2008/2009 hingga tanggal 27 Januari 2008. dengan semakin baiknya penyediaan sarana fisik dan jumlah mahasiswa dari berbagai daerah yang terus bertambah.. Karena itu diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi.

kejelasan informasi mengenai program studi dan biaya yang ada di UKM). Kata kunci : bauran pemasaran. kenyamanan ruang kuliah. analisis regresi linear berganda .citra perguruan tinggi yang baik. analisis cluster. kelengkapan fasilitas kuliah.

Usulan yang diberikan adalah memperbanyak beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu. Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di kota Bandung. Tingkat efektivitas tim promosi dalam dengan tujuan mengenalkan UKM sebesar 43. perkembangan UKM menunjukkan hasil yang menggembirakan. serta melakukan promosi dan USM yang diselenggarakan di luar kota Bandung. People. Seiring berjalannya waktu. . Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan metode sampling jenuh. meningkatkan kesempatan pertukaran pelajar keluar negeri. Beberapa tahun terakhir. ST. diketahui bahwa faktor yang paling dipentingkan oleh siswa SMA adalah kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah. hal tersebut mengaikibatkan tidak terpenuhinya target penerimaan mahasiswa baru yang telah ditetapkan oleh Universitas. Physical Evidence). memperbesar lapangan parkir. tingkat kepuasan siswa SMA terhadap promosi yang telah dilakukan UKM dan pengaruhnya terhadap minat untuk memilih UKM. Process. UKM telah memperluas jalur PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan). kualitas staf pengajar. dengan semakin baiknya penyediaan sarana fisik dan jumlah mahasiswa yang terus bertambah. Price.82%. Yang mempengaruhi minat siswa SMA untuk memilih UKM adalah kejelasan informasi mengenai fasilitas penunjang melalui televisi. observasi dan kuesioner. namun hasil yang diperoleh belum sesuai dengan apa yang diharapkan. (Studi Kasus : SMA di Pulau Sumatera) Jimmy Gozaly. Variabel penelitian yang digunakan adalah dari konsep bauran pemasaran 7P (Product. kejelasan informasi mengenai fasilitas penunjang yang ada di UKM).92(2007) Usulan Bauran Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru UK Maranatha. penyediaan fasilitas alat tulis kantor. namun kuesioner yang diproses lebih lanjut adalah kuesioner yang diisi oleh responden yang berasal dari Sumatera. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. kelengkapan fasilitas komputer. terjadi penurunan jumlah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) pada semua program studi. Kuesioner penelitian disebarkan kepada seluruh siswa SMA yang mengikuti USM Penerimaan Mahasiswa Baru UKM 2008/2009 hingga tanggal 27 Januari 2008. MT Lembaga pendidikan merupakan salah satu sarana yang berperanserta dalam pembentukan sumber daya manusia yang potensial. serta lebih mempublikasikan faktor paling dipentingkan dan berpengaruh terhadap minat siswa SMA (MSCC. efektivitas promosi yang telah dilakukan UKM. Place. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan dengan menggunakan analisis cluster dan analisis regresi linear berganda. memperlengkap fasilitas olahraga. ketersediaan faktor tersebut di UKM. membuka beberapa program studi baru. Karena itu diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi. kenyamanan ruang kuliah. menyediakan beasiswa prestasi. kelengkapan fasilitas kuliah. Promotion. Dari hasil pengolahan data dan analisis. melakukan promosi di berbagai media..

analisis cluster.Kata kunci : bauran pemasaran. analisis regresi linear berganda .

Oleh karena itu. Place. MT Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di kota Bandung dengan tujuh fakultas yang dikelola. Permasalahan yang dihadapi Universitas Kristen Maranatha saat ini adalah terjadi penurunan jumlah siswa SMA yang mengikuti Ujian Saringan Masuk pada semua program studi. Dari hasil pengolahan data dan analisis. Process. responden sudah merasa puas terhadap promosi yang telah dilakukan.8%. People. Promotion. ST. diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa-siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi dan mengetahui efektivitas penyampaian informasi mengenai UKM yang telah dilakukan pada saat ini. Variabel penelitian yang digunakan adalah dari konsep bauran pemasaran 7P (Product. observasi dan kuesioner. Sedangkan untuk tingkat kepuasan terhadap promosi yang telah dilakukan oleh tim promosi baik memalui media elektronik maupun melalui pameran. menampilkan video klip mengenai UKM diawal presentasi. analisis regresi linear berganda . Place. Price.93(2007) Usulan Bauran Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru UK Maranatha (Studi Kasus : SMA Swasta di Wilayah Kalimantan. perkembangan UKM menunjukkan hasil yang menggembirakan. Promotion. Physical Evidence). Sulawesi. Ambon dan Papua yang akan mengikuti ujian saringan masuk yang diadakan UKM baik di Balikpapan maupun di UKM sendiri.. Adapun usulan langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan oleh pihak oleh UKM untuk meningkatkan dorongan minat masuk UKM adalah didasarkan pada bauran pemasaran yaitu Product. Physical Evidence. Sulawesi. Price. Process. Bali Ambon dan Papua) Rudijanto Muis. dan menyampaikan informasi mengenai beasiswa beserta prosedurnya. analisis cluster. Beberapa bentuk usulan yang disampaikan diantaranya adalah meningkatkan promosi melalui situs www. kunjungan ke sekolah-sekolah. Penyebaran kuesioner penelitian ditujukan kepada para siswa SMA yang berasal dari Kalimantan. Seiring berjalannya waktu. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan metode sampling jenuh.maranatha. sedangkan untuk faktor keberhasilan tim promosi UKM dalam mempengaruhi keputusan siswa SMA untuk memilih UKM adalah karena kejelasan informasi mengenai biaya-biaya yang akan dikeluarkan oleh para siswa jika melanjutkan studi di UKM dengan % pengaruh sebesar 15. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. People. Kata kunci : bauran pemasaran. sehingga hal tersebut mengakibatkan tidak terpenuhinya target jumlah penerimaan mahasiswa baru di beberapa program studi yang terdapat di UKM. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan dengan menggunakan analisis cluster dan analisis regresi linear berganda. Bali. diketahui bahwa faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa SMA mengenai perguruan tinggi terbagi atas 2 kelompok prioritas. seperti dengan semakin baiknya penyediaan sarana fisik dan fasilitas perkuliahan.edu dan menampilkan situs tersebut pada saat presentasi.

8475. Campus Climate. Dari hasil pengukuran diperoleh nilai rata-rata Total Servqual Quality (TSQ) untuk Gap 5 adalah -0. maka UKM perlu untuk mempertimbangkan suatu penelitian mengenai pengukuran kualitas pelayanan yang diberikan UKM kepada mahasiswa secara periodik. Recruiment and Financial Aid Effectiveness. materi perkuliahan yang kurang up to date. dalam penelitian ini juga dilakukan pengujian hipotesis untuk mengetahui adanya perbedaan yang nyata atau tidak dari kesenjangan tersebut.94(2007) Usulan Perbaikan Kualitas Jasa Perguruan Tinggi dengan Menggunakan Metode Servqual Berdasarkan 4 Dimensi Student Santisfaction Inventory (Concern for the Individual. persepsi manajemen terhadap harapan mahasiswa dengan spesifikasi kualitas jasa (Gap 2) dan spesifikasi kualitas jasa dengan penyampaian jasa (Gap 3) beserta penyebab-penyebab gapnya. Teknik sampling yang digunakan pada pembagian kuesioner mahasiswa adalah gabungan antara teknik Proportionate Stratified Sampling dan Snowball Sampling. ini terlihat dari kesenjangan pada Gap 5. Untuk itu dilakukan analisis penyebab ketidakpuasan tersebut untuk masingmasing kesenjangan yang ada. Gap 2. sedangkan untuk sampel manajemen digunakan teknik sampling Purposive. Hal ini terjadi karena masih adanya kesenjangan yang terjadi pada Gap 1.. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis yang dilakukan. Agar ruang lingkup penelitian dapat lebih terarah sesuai dengan bidang pendidikan. Untuk itu diperlukan suatu metode yang dapat mengukur kepuasan mahasiswa UKM terhadap kualitas pelayanan UKM. 23 manajemen UKM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode SERVQUAL. Registration effectiveness. Selain itu. Campus climate. dan kurangnya sarana pendukung perkuliahan serta sarana olahraga. 46 dosen tetap UKM dan 96 karyawan UKM. Hal ini menunjukkan secara keseluruhan kualitas pelayanan yang diberikan oleh pihak Universitas Kristen Maranatha kepada mahasiswa masih belum memuaskan. Recruitment and financial aid effectiveness. maka dalam penelitian ini. keamanan di dalam lingkungan kampus yang masih kurang baik. Untuk dapat mengurangi kesenjangan yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu UKM dalam mengukur kualitas pelayanan saat ini dengan melihat kesenjangan yang terjadi didalamnya. Kuesioner penelitian dibagikan kepada 621 mahasiswa UKM. yang dapat mengukur kesenjangan antara lain antara harapan dengan persepsi mahasiswa (Gap 5). Hal ini dapat dilihat dari adanya indikasi ketidakpuasan mahasiswa terhadap pelayanan pendidikan yang diberikan UKM diantaranya adanya tanggapan mengenai kurangnya kepedulian dan kerja sama dari karyawan pada jurusan tertentu terhadap layanan kepada mahasiswa. kurangnya layanan karir pasca sarjana dari universitas. dan Gap 3. pengukuran dilakukan berdasarkan 4 dimensi Student Satisfaction Inventory yaitu Concern for the individual. diberikan beberapa usulan yang terbagi atas 2 kelompok yaitu usulan ke fakultas/jurusan/program studi dan usulan ke pihak manajemen UKM. dimana beberapa usulan tersebut adalah penetapan sasaran kualitas pelayanan mahasiswa . Registration Effectiveness) di Universitas Kristen Maranatha Rudijanto Muis. Sehubungan dengan konsep care yang menjadi semboyan dari UKM dalam layanan pendidikannya ternyata saat ini masih belum tercapai sepenuhnya. Oleh karena itu untuk mencapai tujuan dari semboyan UKM tersebut. ST. MT Julastri Universitas Kristen Maranatha (UKM) adalah salah satu salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka yang berlokasi di kota Bandung dengan 7 fakultas yang dikelola. harapan mahasiswa dengan persepsi manajemen (Gap 1). menunjukkan bahwa mahasiswa UKM belum merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan UKM.

perbaikan dalam kualitas pengajaran melalui evaluasi kurikulum. .secara rinci. dan fasilitas pendukung perkuliahan di UKM. membuat deskripsi pekerjaan yang terstruktur dengan jelas.

Pengukuran kepuasan mahasiswa dilakukan dengan metode servqual yang diperkenalkan oleh Zeithaml dan Parasuraman. servqual. meskipun sudah dibuka beberapa program studi baru. di sini juga diteliti tentang kesamaan tingkat kepuasan antar fakultas dan antar jurusan dalam tiap fakultas. akan meningkatkan citra UKM. kemudian mencari penyebab ketidakpuasan yang terjadi dan berusaha melakukan tindakan atau usaha untuk menghilangkan penyebab ketidakpuasan ini. Dalam kondisi yang terjadi di Indonesia pada saat ini. Pengukuran performansi UKM juga perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat prestasi UKM karena salah satu rencana strategis UKM adalah keprimaan administrasi dan akademik. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa hampir pada tiap butir pernyataan yang ditanyakan menunjukkan bahwa mahasiswa tidak puas akan layanan UKM. dengan menurunnya jumlah peminat. yaitu dengan menghitung kesenjangan antara harapan mahasiswa dengan persepsi mahasiswa tentang layanan (Gap 5). Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kepuasan mahasiswa. MT. penurunan standar/spesifikasi layanan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan atau apa yang disampaikan oleh petugas berbeda dengan standar/spesifikasi. dan untuk pengujian antar jurusan dalam fakultas menunjukkan bahwa Fakultas Teknik yang memiliki paling banyak perbedaan antar jurusan. yang lainnya menunjukkan bahwa kondisinya berbeda. Selanjutnya. ada kemungkinan kepuasan terjadi karena manajemen tidak mengetahui apa yang diharapkan mahasiswa. Menurut model konseptual kualitas jasa. UKM perlu mengadakan usaha-usaha agar jumlah peminatnya tidak terus turun. Selanjutnya dicari penyebab dari terjadinya kepuasan tersebut. Service Excellent. karena dengan kepuasan mahasiswa yang tinggi. dan pada akhirnya akan menarik minat calon mahasiswa. dengan menggunakan model konseptual kualitas jasa. Jadi dalam penelitian ini diteliti apakah ada hal-hal di atas yang terjadi.95(2007) Pengukuran Kepuasan Mahasiswa UK Maranatha dan Usaha untuk Meningkatkannya (untuk Variabel : Safety and Security. Penyebab yang paling banyak terjadi adah Gap 2. dibutuhkan pengukuran untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa saat ini. sehingga kemudian dilakukan penelitian untuk mencarinya. Student Centeredness) Ir. Sehingga perlu bagi UKM untuk merancang sistem operation pelaksanaan berbagai layanan di UKM. Christina Wirawan. Hasilnya menunjukkan bahwa hanya ada 2 butir pernyataan di mana tingkat kepuasan antar fakultas. Kata kunci : kualitas. yaitu penurunan secara global jumlah lulusan SLTA yang masuk ke perguruan tinggi. kepuasan . bahkan dapat meningkat kembali.Untuk itu. Dengan demikian. sebagai salah satu perguruan tinggi swasta turut merasakan dampaknya. apa penyebabnya dan dirumuskan usaha untuk menanggulanginya. maka Universitas Kristen Maranatha.

Gap 1. Instrumen ini digunakan untuk mengukur ketidakpuasan mahasiswa. Hasil aplikasi dimensi SSI dalam model extended service quality ternyata dapat digunakan di UKM sebagai alat bantu manajerial untuk meningkatkan kepuasan mahasiswa. Gap 3. Faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpuasan mahasiswa adalah terdapatnya persepsi pimpinan UKM terhadap harapan mahasiswa yang tidak sesuai dengan harapan mahasiswa yang sesungguhnya. Instrumen yang digunakan merupakan hasil modifikasi dari instrument SSI standar setelah dikurangi dengan pernyataan yang tidak sesuai dengan keadaan UKM. dan Campus Support Service) Ir. 9 kondisi internal manajerial UKM dalam hal kualitas pelayanan. Pernyataan SSI yang digunakan berjumlah 28 pernyataan. Jumlah sampel mahasiswa adalah 621 mahasiswa. Model ini dipilih dengan alasan kelengkapan variabel penyebab Gap hingga identifikasi penyebab ketidakpuasan dilakukan dengan mudah. Dimensi Student Satisfaction Inventory dan Metode Servqual dapat digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan di Universitas Kristen Maranatha karena SSI merupakan dimensi yang ditujukan untuk jasa pendidikan. Gap 2. Instruction Effectiveness. MT. serta modifikasi-modifikasi yang harus dilakukan untuk mencapai tingkat validitas dan reliabilitas instrumen yang layak. Hendra Kusuma.al (1990) sebagai model konseptual. Modelmodel di atas tidak bisa mengindikasikan seberapa besar prakek manajerial UKM menyimpang dari kondisi ideal yang seharusnya terjadi tanpa melengkapinya dengan analisis kualitatif mengenai harapan dan kinerja UKM. Penelitian ini dimaksudkan untuk uji coba pengukuran kualitas pelayanan UKM dengan metode SERVQUAL dan mengganti dimensi reliability.Penerapan Dimensi Student Satisfaction Inventory dan Metode Servqual dapat digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan UKM namun hanya dapat mengindikasikan terjadinya kesenjangan antara harapan mahasiswa dengan kinerja UKM. penyampaian jasa oleh karyawan UKM yang dinilai masih kurang maksimal. Sampel pimpinan UKM sebanyak 21 orang. Hasil pengukuran kualitas pelayanan UKM pada mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa masih belum merasa puas dengan kinerja pelayanan yang diberikan UKM.96 (2007) Analisis dan Usulan Peningkatan Kualitas Pelayanan Pendidikan Tinggi Universitas Kristen Maranatha (Studi Kasus Student Satisfaction Inventory Dimensi Academic Advising Effectiveness. Campus Life. penetapan standar yang lebih rendah dari harapan mahasiswa serta berbagai hal yang belum ditetapkan standar kerjanya. Model Extended Service Quality dari Zeithaml et. Dimensi SSI yang dibahas ialah: Academic Advising Effectiveness. Metode sampling yang digunakan dalam pengambilan sampel mahasiswa dan dosen adalah proportionate stratified dan snowball sampling. Instruction Effectiveness. Gap 4 tidak diuku karena UKM tidak memberikan janji kepada calon mahasiswanya. emphaty. responsiveness. assurance. Skala kuesioner adalah skala interval. Teknik sampling untuk populasi pimpinan UKM dan karyawan adalah sampling jenuh Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. penyebab Gap 2. Campus Support Service. Agar kepuasan mahasiswa dapat ditingkatkan model ini perlu dipindahkan dalam kueisoner yang lebih . Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa UKM strata 1 yang telah menempuh 2 semester. penyebab Gap 1. Kinerja UKM masih berada di bawah harapan mahasiswa untuk seluruh pernyataan SSI yang diujikan. dan penyebab Gap 3. ditambah dengan pernyataan untuk memperjelas terjemahan dalam bahasa Inggris. Sampel karyawan TAT adalah sebanyak 39 Sampel dosen adalah sebanyak 139 orang. Campus Life. pimpinan UKM yang berhubungan dengan ruang lingkup penelitian serta karyawan UKM. dan tangibles dengan dimensi Student Satisfaction Inventory (SSI).

139 lecturers.al (1990). . menekan konflik peran dalam pekerjaan. (5) supervisory control systems should be improved. SSI dimensions application on extended service quality model found suitable to be used as a managerial tool to improve student satisfaction at Maranatha Christian University. Gap 3. Sampling method used were proportionate cluster snowball sampling on student and lecturer populations. (3) Those dissatisfaction were caused by difference between heads of department perceptions of student expectation and student expectation. peningkatan sistem pengendalian atasan. 39 employee. To improve student satisfaction this model has to be implemented. Gap 2. (3) the commitment of heads of department and unit at the University should be increased. and (4) Those Gaps were caused by 9 internal factors. The results of this study were: (1) Servqual Methods and SSI dimensions could be used to measure students dissatisfaction. lectures. Campus Life. meningkatkan komitmen pimpinan bagian-bagian UKM atas kepuasan mahasiswa penetapan program resmi dan sasaran kualitas pelayanan mahasiswa bagi karyawan. and being followed up if there are dissatisfaction found. There were 28 SSI variables used. Kata kunci: Penggunaan Dimensi Student Satisfaction Inventory pada Extended Service Quality Model. designed more professionally. The instruments being used were modification of Student Satisfaction Inventory standard instrument using importance and performance rating scale to measure student dissatisfaction (Gap 5) and Servqual standard instruments to measure Gap 1. Campus Support Service. This model was chosen because of the completeness of Gap antecedents variables. The respondents were 621 students. Aplikasi untuk meningkatkan kepuasan mahasiswa This research was intended to test Servqual methods using Student Satisfaction Inventory dimensions on Maranatha Christian University Service Quality Measurement. employee. which made the identification of internal conditions that influence student dissatisfaction was easy to be done. (2) There are dissatisfaction identified on all variables. After this survey held continually. formally given to the students on regular basis. and 21 heads of department and unit. Gap 4 wasn’t being measured. and service delivery by employees were below student expectation. Instruction Effectiveness. Keywords: Integration SSI Dimensions on Extended Service Quality Model. (2) the gap between student contacted employee and the rector should be reduced. (4) formal service quality goals and programs should be set officially. Application to Improve Student Satisfaction. employee performance standards were set below student expectation. and (6) the role conflicts between operational and service quality on employees job should be reduced. antecedent of Gap 2. The questionnaire use has to be divided. but this model couldn’t identify how far the difference between student expectation and their perception on Maranatha Christian University performance occurs. because Maranatha Christian University hadn’t declare any promises to students. and quota purposive sampling on employee and heads of department populations. and antecedent of Gap 3. Kepuasan mahasiswa di UKM dapat ditingkatkan melalui peningkatan kekerapan penggunaan informasi mengenai mahasiswa. mengurangi jarak antara karyawan yang kontak dengan mahasiswa dengan pimpinan puncak UKM. the antecedent of Gap 1.resmi dan diedarkan oleh bagian survey center. to increase student satisfaction there are several recommendation: (1) the Rector of University should use the information more frequent. Conceptual model used was extended quality model from Zeithmal et. The population of this study were students that have been studied for minimum 2 semesters. and heads of department or unit in Maranatha Christian University. The Student Satisfaction Inventory dimensions being tested were Academic Advising Effectiveness.

perancangan perangkat penilaian kinerja akan berbasiskan kompetensi. Banyak faktor yang mendukung jalannya suatu perguruan tinggi dengan baik. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan sumber daya manusia adalah dengan melakukan penilaian kinerja. Melina Hermawan. perhitungan bobot faktor dan subfaktor penilaian kinerja (menggunakan metode Analytical Hierarchy Process). Dalam penelitian ini. Melihat pentingnya penilaian kinerja bagi pegawai di suatu organisasi maka peneliti bermaksud melakukan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penilaian kinerja Tenaga Kerumahtanggaan di perguruan tinggi. S. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi penilaian kinerja Tenaga Kerumahtanggaan dan usulan Formulir Penilaian Kinerja untuk Tenaga Kerumahtanggaan.1. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah sebaiknya faktor absensi diperhitungkan dalam melakukan penilaian kinerja.. perhitungan batas–batas penilaian kinerja (Total Nilai Penilaian Kinerja Tenaga Kerumahtanggaan dan Total Nilai Faktor Tenaga Kerumahtanggaan) dan perancangan perangkat penilaian kinerja. Fenny Perguruan tinggi berperan penting untuk menghasilkan orang–orang yang berkualitas yang dapat berguna bagi dunia kerja pada umumnya. penyusunan dan penyebaran kuesioner penentuan tingkat kepentingan subfaktor. MT. ST. (contoh : pemberian reward dan punishment). sebaiknya dibuat suatu standar penanganan berdasarkan hasil penilaian kinerja. Department of Labor dan hasil kuesioner pendahuluan.2. diantaranya adalah pengelolaan sumber daya manusia yang unggul. pengolahan kuesioner pendahuluan. sebaiknya hambatan- .97 (2008) Identifikasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penelian Kinerja untuk Jabatan Kerumah Tanggaan di Perguruan Tinggi (Studi Kasus di UK Maranatha) Vivi Arisandhy. S.. Penilaian kinerja yang efektif akan memberikan manfaat bagi pegawai dan perusahaan. penentuan tingkat kepentingan subfaktor penilaian kinerja (menggunakan metode Cut-Off Point). Tahapan dalam melakukan perancangan perangkat penilaian kinerja adalah penyusunan dan penyebaran kuesioner pendahuluan. Manfaat bagi pegawai adalah dapat mengetahui kinerja yang telah dicapai serta mengetahui kelemahan dan kelebihan diri yang berguna untuk pengembangan diri selanjutnya.. penyusunan subfaktor berdasarkan model kompetensi (gabungan Spencer & Spencer dan Personnel Decisions International). penyusunan struktur hierarki.usulan Formulir Penilaian Kinerja dapat dilihat pada Gambar 4. penyusunan dan penyebaran kuesioner penentuan skala kepentingan faktor dan subfaktor penilaian kinerja. ST. U. data-data yang digunakan akan diambil dari Universitas Kristen Maranatha. Faktor-faktor tersebut kemudian akan digunakan untuk merancang perangkat penilaian kinerja bagi Tenaga Kerumahtanggaan Data-data yang diperlukan adalah job Description Tenaga Kerumahtanggaan di perguruan tinggi serta faktor dan subfaktor dari model kompetensi dan U. Department of Labor. MT. sedangkan. Dalam penelitian ini. Faktor dan subfaktor penilaian kinerja dapat dilihat pada Tabel 5. identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penilaian kinerja.

personnel bias effect. dan lain-lain. .hambatan juga dipertimbangkan dalam pelaksanaan proses penilaian. misalnya hallo effect.

99 (2008) Identifikasi Tingkat Loyalitas Merek dan Faktor Penentu Kepuasan dalam Menggunakan Produk-produk Eiger Ir. Hendra Kusuma, MT.
Program ini merupakan aktivitas penelitian yang dilakukan oleh Kelompok Bidang Keahlian Rekayasa Kualitas Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha bekerja sama dengan PT Eigerindo Multi Produk Industri dalam rangka identifikasi faktor-faktor yang dipertimbangkan penting oleh pelanggan. Identifikasi faktor-faktor ini diperlukan agar PT Eigerindo Multi Produk Industri memiliki tolok ukur yang jelas bagi tingkat pemenuhan kepuasan pelanggan sebagaimana dipersyaratkan sertifikasi ISO. Biaya program penelitian ini sepenuhnya ditanggung oleh PT Eigerindo Multi Produk Industri. Program penelitian ini terdiri atas tiga tahap; yaitu penyusunan kuesioner kepuasan pelanggan, penyebaran kuesioner kepuasan pelanggan, serta pengolahan data dan analisis. Tahap pertama dilakukan dengan menyusun instrumen menggunakan kuesioner loyalitas merek baku di riset ekuitas merek. Tahap kedua dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner penelitian di berbagai outlet Eiger di Jakarta, Bogor, Bandung, dan Jatinangor menggunakan metode sampling kuota untuk mencapai jumlah sampel 272 hingga diperoleh tingkat kesalahan pengukuran sebesar 10%. Tahap ketiga dilakukan dengan metode pengolahan data loyalitas merek dan penyusunan angket kepuasan pelanggan yang diusulkan bagi PT Eigerindo Multi Produk Industri untuk melengkapi persyaratan ISO. Sebagai kesimpulan analisis, diperoleh bahwa tingkat kinerja Eiger dalam memenuhi harapan pelanggan telah dapat dinilai baik. Sebagai hasil, diperoleh loyalitas merek yang tinggi di tingkat Satisfied Buyer dan Liking the Brand. Di bagian akhir, penulis mengusulkan format kuesioner kepuasan pelanggan yang disebarkan di seluruh outlet Eiger sebagai indicator pengukur kepuasan pelanggan untuk melengkapi program ISO PT Eigerindo Multi Produk Industri. Kata Kunci: Kepuasan Pelanggan, Indikator Harapan Pelanggan. This program was Research Program done by PT Eigerindo Multi Produk Industri in cooperation with Quality Engineering Expertise Group, Industrial Engineering Department, Engineering Faculty, Maranatha Christian University, Bandung. This program was aimed to help PT Eigerindo Multi Produk Industri to identify important consideration factors by it customers. The importance of these factors identification was to achieve PT Eigerindo Multi Produk Industri better clarity on the factors that contribute to customers satisfaction as part of PT Eigerindo Multi Produk Industri ISO audits. All of this Research cost was paid by PT Eigerindo Multi Produk Industri. This program was done by three stages: customer satisfaction questionnaire design, data collection, and data calculation and analysis. The first stage was done by using standard brand loyalty questionnaire as a part of brand equity research instrument. The second stage was done by questionnaire pread on various Eiger’s outlets at Jakarta and West Java using quota sampling method using 72 sample in order to achieve 10% research error. The third stage was done by brand loyalty data calculation and customer satisfaction questionnaire design. The author suggest PT Eigerindo Multi Produk Industri use this Customer Satisfaction Questionnaire to complete PT Eigerindo Multi Produk Industry ISO audits. As a summary, analysis showed that Eiger’s performance on satisfying customer expectation could be classified as Good. As a result, Eiger has high brand loyalty on Satisfied Buyer and Liking the Brand level. At the end, the author suggested customer satisfaction

questionnaire format that could be given on all Eiger’s outlets as a customer satisfaction indicators to complete PT Eigerindo Multi Produk Industri ISO program. Keywords: Customer Satisfaction, Customer Expectation Indicators

100 (2008) Pengaruh Faktor-faktor Pribadi, Lingkungan, dan Perguruan Tinggi terhadap Keputusan untuk Mendirikan Usaha Sendiri, Studi Kasus Alumni Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha Ir. Hendra Kusuma, MT. Marianawati
Penelitian ini merupakan penelitian murni di bidang kewirausahaan dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor–faktor yang berpengaruh terhadap keputusan alumni untuk memilih profesi engusaha setelah lulus dari Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha. Variabel yang dipertimbangkan ialah faktor pribadi, bekal, lingkungan, kelayakan, dan Perguruan Tinggi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian survei, dengan populasi alumnus Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha yang berprofesi sebagai pengusaha dengan jumlah responden yang dituju berjumlah 120 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Instrumen yang dikembangkan mencakup empat factor yang terdiri dari faktor pribadi, faktor bekal, faktor kelayakan dan faktor lingkungan dengan menggunakan skala Likert. Hipotesis yang diuji ialah keputusan alumni Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha untuk memilih profesi engusaha dipengaruhi oleh ke empat faktor itu. Teknik pengolahan data yang digunakan ialah analisis faktor dan analisis diskriminan. Responden terdiri atas 2 kelompok yaitu kelompok yang langsung mendirikan usaha milik sendiri dan kelompok yang bekerja dulu sebelum membuka usaha sendiri. Kuesioner disebarkan dengan metode tatap muka untuk responden yang berada di kota Bandung, serta melalui email untuk responden yang berdomisili di luar kota Bandung. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa empat variabel yang dikembangkan di tahap awal ternyata tidak mencerminkan kondisi empiris. Diperoleh 16 faktor yang berpengaruh pada keputusan alumni untuk mendirikan usaha sendiri. Dari ke 16 faktor tersebut, hanya tiga faktor yang menjadi pembeda kedua kelompok responden tersebut yaitu faktor Pembelajaran di Perguruan Tinggi, Dorongan Kebebasan, dan Peluang dari Pergaulan. Kelompok responden yang langsung memilih mendirikan usaha sendiri setelah lulus bercirikan factor Pembelajaran di Perguruan Tinggi dan Peluang Pergaulan yang dominan. Sementara kelompok yang memilih bekerja terlebih dahulu sebelum mendirikan usaha setelah lulus bercirikan memiliki Dorongan Kebebasan yang dominan. Untuk meningkatkan jumlah alumni yang berwirausaha setelah lulus maka pimpinan Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha disarankan agar menambah materi kuliah dan studi-studi kasus pada mata kuliah Pengantar Ekonomi, Ekonomi Teknik, Manajemen Pemasaran, Perancangan Tata Letak Fasilitas, Perancangan Organisasi, Analisis Kelayakan Proyek, dan Studium Generale. Kata Kunci: Faktor yang Berpengaruh, Keputusan untuk Mendirikan Usaha. This research intended to be a scientific research in Entrepreneurship field. The aimed of this research was identify factors that influencing the graduates of Industrial Engineering Dept., Engineering Faculty, Maranatha Christian University decision to choose businessman as a profession. Variables considered were personal factor, supply factor, environment factor, perception of feasibility, and college factor. Research methodology used were survey research, using graduates of Industrial Engineering Department, Engineering Faculty, Maranatha Christian University which had chosen business owner as profession. Sample size were 120 and sampling technique used were cencus. Research instrument used was derived from those factors indicators

Analysis showed that variables on the early stage did not passed empirical testing. Freedom Motives. only 3 factors that could be considered as differential factors on those 2 respondent group. Maranatha Christian University to increase entrepreneurship material and case study on Introduction Economic.. On those factors. To increase graduate intention to build their own business. authors suggest that the head of Industrial Engineering Dept. Marketing Management. Engineering Faculty. Keywords: Influenced Factors. Decision to Start a Business. and Opportunity from Social Interaction. Questionnaire spread by face to face interviews for respondent in Bandung and email for respondents outside Bandung. Hypothesis being tested on this research was the decision of Industrial Engineering Dept. The differential factors were Business Course on College. Engineering Faculty. Engineering Economic. Data calculation method were factor analysis and discriminant analysis.using 5 scale likert score.. On the other side. Plan Layout and Material Handling. and Studium Generale. graduates that decide to choose business owner profession direct after they finished study and graduates that decide to work before they start their business. Maranatha Christian University graduate to choose businessman as a profession was influenced by those 5 factors. . Respondent group by direct decision to be a business owner was identified have high Business Course on College and Opportunity from Social Interaction score. respondent group who worked before they initiate their own business was identified have high Freedom Motives. Factor analysis showed that there were 16 factors that influencing decision to choose business owner as profession. There were 2 respondent groups. Project Feasibility Study.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful