02(2001) Analisis Kualitas Pelayanan Ditinjau dari Kesenjangan antara Jasa yang Diterima dengan Jasa yang Diharapkan

(Studi Kasus di Lembaga Bahasa LIA Buahbatu, Bandung) Melina Hermawan, ST., MT Sissy Vidya Paramitasari Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa utama di dunia, dimana selain menjadi bahasa ibu, Bahasa Inggris juga dipakai sebagai salah satu bahasa resmi internasional. Di Indonesia sendiri, pelajaran Bahasa Inggris merupakan pelajaran wajib di sekolah-sekolah formal, namun kebanyakan siswa maupun pencari kerja pada umumnya merasa bahwa kurikulum sekolah belum dapat memberikan kontribusi pengetahuan yang cukup memadai, sehingga mereka banyak menambah pengetahuannya melalui kursus-kursus Bahasa Inggris. Lembaga Bahasa LIA (LB-LIA) yang bertempat di Jalan Buah Batu merupakan salah satu dari sekian banyak lembaga bahasa yang menyediakan fasilitas kursus. Dari tahun ke tahun sejak awal berdirinya (1986), LB-LIA selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi pelanggannya, dala hal ini para peserta didik. Namun akhir-akhir ini, pihak manajemen LB-LIA mengalami sedikit kekhawatiran terhadap semakin meningkatnya tingkat penurunan jumlah siswa/peserta didik pada setiap akhir term/caturwulan. Sebagai sebuah lembaga yang telah lama berdiri, LB-LIA menyadari bahwa kualitas pelayanan akan sangat berpengaruh pada loyalitas peserta didik, dalam konteks ini adalah kemauan untuk mengikuti program pendidikan hingga selesai. Melalui penelitian ini perusahaan berharap dapat memperoleh gambaran mengenai seberapa besar tingkat kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan LBLIA ditinjau dari kesenjangan antara jasa yang diterima dan jasa yang diharapkan. Selain itu, perusahaan juga berharap dapat memperoleh gambaran mengenai unsur-unsur pelayanan apa saja yang perlu mendapatkan prioritas peningkatan untuk menaikkan kepuasan pelanggan, sehingga akhirnya dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dan mengurangi tingkat pengunduran siswa/peserta didik. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioenr yang dibagikan kepada para peserta didik sebagai pelanggan. Variabel penelitian yang digunakan mengacu pada lima dimensi pokok Model Parasuraman dkk, yaitu Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Data yang diperoleh dari kuesioner tersebut selanjutnya diolah dengan menggunakan metode SERVQUAL. Dari hasil pengukuran kualitas, diperoleh kesimpulan bahwa kualitas pelayanan LB-LIA kurang memuaskan para peserta didik, terbukti dengan nilai TSQ (-1,006) < 0. Dari beberapa unsur pelayanan yang perlu mendapatkan prioritas peningkatan adalah intensitas penggunaan Lab. Bahasa, intensitas penyediaan tenaga native speaker, perhatian staff pengajar terhadap perkembangan siswa/peserta didik, kecepatan staff pengajar dalam menyelesaikan masalah dan keahlian kerja staff pengajar.

03(2001) Analisis Kelayakan Usaha Pengembangan Industri Pengolahan Sabut Kelapa (Cocofibre dan Cocodust) Ir. Hendra Kusuma, MT Pohon kelapa tumbuh di lebih dari 57 negara di dunia, tetapi pertumbuhan pohon kelapa sangat baik di negara-negara tropis, seperti Indonesia. Indonesia dengan 13.000 pulau dikenal sebagai penghasil kelapa terbesar kedua di dunia setelah India. Setiap tahun tidak kurang dari 10.000.000 butir sabut kelapa terbuang dan dibakar masyarakat di Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak. Padahal sabut kelapa (dikenal dengan istilah “Cocofibre”) dan limbah tambahannya (yang disebut sebagai “Cocodust”) dapat dimanfaatkan untuk produk industri. Serat sabut kelapa dapat digunakan untuk peredam suara, penahan panas, pengisi bantal jok di industri pesawat terbang dan industri otomotif, bahan sapu/sikat/keset, bahan pengisi tempat tidur springbed, serta keperluan geotekstil. Ampas sabut kelapa dapat digunakan untuk media pembibitan tanaman atau pupuk, karena mengandung kadar Kalium yang tinggi. Keunggulan serat sabut kelapa dibandingkan dengan serat sintetis ialah daya serap yang tinggi, tingkat pencemaran yang rendah, menyerap panas sinar matahari, serta dapat digunakan untuk sarana padat karya dan tidak dapat modal. Proses pengolahannya hanya membutuhkan mesin sederhana yang dapat dibuat dengan teknologi tepat guna. Studi ini dibuat untuk kepentingan pengajuan dana pinjaman lunak lingkungan IEPC-KfW bagi pihak Haji Muhammad Hassan, yang memperoleh tawaran untuk memasok serat sabut kelapa sebanyak 4 (empat) ton per hari dari “PD Makmur Pribumi”. Skema dana pinjaman lunak lingkungan IEPC-KfW akan digunakan untuk pemekaran usaha demi menampung limbah sabut kelapa dari pengolaha kelapa dan kopra di Kecamatan malingping. Pinjaman yang diajukan ialah senilai Rp. 728.000.000,00 (Tujuh ratus dua puluh delapan juta Rupiah) untuk kredit investasi serta Rp. 226.700.000,00 (Dua ratus dua puluh enam juta tujuh ratus ribu Rupiah) untuk kredit modal kerja. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa usaha ini layak diberi pinjaman dilihat dari sisi pemasaran, sisi teknologi, maupun sisi finansial, dihasilkan Net Present Value positif, periode pengembalian investasi selama 7 (tujuh) tahun 9 (sembilan) bulan, dan IRR 14,68%. Disarankan pada pihak bank Jabar untuk segera meneruskan permohonan kredit tersebut pada pihak IEPC-KfW.

04(2002) Analisis Serta Usulan Perbaikan Fasilitas Fisik dan Lingkungan Fisik dengan Pendekatan Ergonomi (Studi Kasus di Mini Market 5001 Mart Cabang Cimahi) Wawan Yudiantyo, ST., MT Novi, ST., MT Effie Yuswandi Dalam sebuah mini market, faktor keamanan dan kenyamanan dalam berbelanja sangatlah penting. Beberapa fasilitas fisik yang langsung berhubungan dengan pengunjung maupun karyawan mini market perlu lebih diperhatikan agar memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi penggunanya. Apabila rak-rak terlalu tinggi atau terlalu rendah maka pengunjung dan karyawan mini market akan sulit untuk menjangkau atau memajang barang di rak tersebut. Sedangkan bila kondisi lingkungan fisik kurang optimal maka pengunjung akan merasa tidak nyaman untuk berlama-lama di dalam mini market. Pada tahap awal penelitian dilakukan tanya jawab baik dengan pihak manajemen, karyawan mini market 5001 Mart cabang Cimahi, maupun dengan pengunjung mini market. Dari hasil tanya jawab tersebut diketahui bahwa terdapat beberapa masalah yang timbul, seperti diantaranya meja kasir yang terlalu tinggi serta monitor yang terlalu rendah, kursi kasir yang kurang nyaman, tempat penitipan barang yang tidak bersekat sehingga barang-barang yang dititipkan menjadi mudah tertukar, rak-rak yang terlalu tinggi sehingga pengunjung dan karyawan menjadi sulit untuk menjangkau barang yang ada, serta banyaknya pengunjung yang mengeluh akan panasnya suhu di dalam mini market. Dalam penelitian kali ini akan dibahas mengenai fasilitas fisik yang ada sekarang di mini market 5001 Mart cabang Cimahi seperti meja kasir, kursi kasir dan tempat penitipan barang serta rak-rak. Juga dibahas mengenai kondisi lingkungan fisik seperti pencahayaan, temperatur dan kelembaban di dalam mini market. Sebagai data pembanding digunakan data sekunder berupa data anthropometri yang didapat dari buku Eko Nurmianto yang berjudul Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya edisi pertama tahun 2003. Dari hasil penelitian dan pengamatan yang telah dilakukan di mini market 5001 Mart cabang Cimahi diketahui bahwa hampir sebagian besar selisih dimensi fasilitas fisik yang ada sekarang dengan dimensi yang diharapkan lebih besar dari 10%, sehingga dimensi yang ada sekarang masih kurang ergonomis. Begitu pula dengan kondisi lingkungan fisik seperti pencahayaan dan temperatur yang ada. Oleh karenanya dalam penelitian kali ini juga dibuat usulan perancangan fasilitas fisik seperti meja kasir, kursi kasir, tempat penitipan barang, dan rak-rak pajangan yang lebih ergonomis. Perancangan fasilitas fisik ini perlu mempertimbangkan dimensi tubuh manusianya. Juga diusulkan mengenai kondisi lingkungan fisik yang lebih optimal sehingga dapat meningkatkan kenyamanan di dalam mini market. Selain itu tata letak dari fasilitas fisik seperti lebar gang dan tata letak fasilitas penunjang seperti tata letak lampu, tata letak AC dan tata letak cermin juga dibuat lebih ergonomis. Diharapkan usulan tersebut dapat berguna bagi mini market 5001 Mart cabang Cimahi.

. Agar aktivitas yang berlangsung dalam Laboratorium dapat mencapai tujuannya. walaupun sudah terdapat beberapa lampu untuk penerangan. lorong yang dijadikan tempat tunggu saat ini dirasakan kurang ergonomis. Hasil analisa menunjukkan bahwa dimensi produk kursi tunggu aktual belum sesuai dengan dimensi tubuh pengguna. dijadikan sebagai tempat tunggu. Untuk lingkungan fisik diusulkan penambahan lampu sehingga mencapai intensitas cahaya yang ideal untuk membaca dan menulis. produk kursi tunggu juga disesuaikan dengan data Anthropometri mahasiswa. MT Lestari Yuli Hastuti.06(2002) Perancangan Lorong Basement II yang Lebih Ergonomis pada Laboratorium Analisa Perancangan Kerja dan Ergonomi Universitas Kristen Maranatha Bandung Wawan Yudiantyo. bedasarkan kuesioner tersebut. Lorong Lab. tetapi masih dirasakan kurang terang. APK & E UKM. maka orang tersebut harus menunggu di tempat yang telah disediakan (tempat tunggu). Dari penelitian yang dilakukan penulis. Pemasangan AC untuk mengatasi temperatur dan kelembaban yang kurang baik. sehingga dapat mendukung konsentrasi belajar mahasiswa. Alat ini dirasakan penting. sehingga dapat diambil suatu kesimpulan. aliran udara menjadi kurang baik. ST. temperatur dan kelembaban pada lorong tunggu belum memenuhi kondisi ideal. khususnya untuk mahasiswa yang akan melakukan aktivitas seperti praktikum dan assistensi. khususnya untuk orang yang datang ke suatu tempat. uji kecukupan data. Selain itu karena kurangnya ventilator. Setelah data hasil kuesioner tersebut telah valid dan reliabel. Dari hasil pengumpulan data maka dilakukan pengolahan data. . Lorong yang berada di basement II gedung Teknik gelap. dimana orang tersebut tidak bisa langsung dilayani. uji keseragaman data. MT Fernando Tempat tunggu merupakan tempat yang penting. mengingat sekat-sekat ruangan Lab. dan uji reliabilitas data. Diharapkan dengan demikian akan memberikan kenyamanan bagi pengguna lorong tunggu Lab. APK&E yang terletak pada basement II Gedung Teknik. ST. maka dilakukan persentase hasil kuesioner yang didapatkan. Untuk itu diusulkan produk rancangan kursi tunggu yang dapat dilipat untuk menghemat tempat. maka harus diciptakan suatu lingkungan yang nyaman. dengan menggunakan ergo plus yaitu: uji kenormalan data. Untuk data kuesioner dilakukan pengujian dengan cara manual: uji validitas data. APK& E UKM terbuat dari bahan yang mudah terbakar. maka lorong yang letaknya berada di basement II tersebut menjadi lembab. Intensitas cahaya pada lorong tunggu masih kurang. Dan pemasangan alat hydrant untuk pencegahan bahaya kebakaran. perhitungan dan penentuan persentil. untuk data anthropometri dilakukan pengujian..

shower. peraturan dan tata tertib. karena sebagian besar waktu tamu hotel dihabiskan di dalam kamar. pegangan tombol/saklar serta pembatas ruangan kamar dan lorong. Barang/perabotan yang tidak ergonomis adalah: tempat tidur. Untuk pegangan tombol/saklar yang perlu diperbaiki adalah: tata letak kunci pintu kamar. Perbaikan juga dilakukan pada dinding kamar mandi. Untuk mengetahui apakah fasilitas fisik dan lingkungan non fisik dalam kamar hotel Le’Aries sudah ergonomis. ventilasi. tempat handuk. Data-data fasilitas fisik tersebut kemudian dibandingkan dengan data antropometri. Untuk peningkatan kesehatan dan . lantai kamar tidur. meja rias. kunci pintu kamar. meja rias dan jendela.. monoblock. lemari pakaian. pegangan kunci jendela. Yang termasuk dalam lingkungan non fisik adalah: pencahayaan. penyemprot air pada monoblock. Untuk lingkungan non fisik. Kenyamanan itu pulalah yang akan menarik loyalitas para tamu hotel untuk terus menjadi pelanggan tetap. pembuka botol. lingkungan fisik. pegangan pintu kamar. Barang/perabotan di dalam kamar tidur yang perlu diperbaiki adalah: tempat tidur. tempat sabun. didapati beberapa pelayanan yang kurang memuaskan. gantungan pakaian. nakas . Bandung) Wawan Yudiantyo. Yang termasuk dalam fasilitas fisik dalam kamar adalah: peralatan dan perabotan dalam kamar tidur. serta posisi lampu penerangan pada lorong. gantungan pakaian. sofa. penulis mengadakan pengamatan secara dan mewawancarai beberapa tamu hotel. sebaiknya disediakan check list yang harus diisi oleh bell-boy. Untuk membuat lingkungan hotel lebih nyaman. MT Ie Vie Mie. data lingkungan non fisiknya dan juga mengamati pelayanan apa saja yang diberikan. didapatkan hasil bahwa tidak semua barang/perabotan dalam kamar tidur dan kamar mandi ergonomis. MT Yoanita Kamar adalah produk terpenting yang dapat dijual oleh sebuah hotel. lemari pakaian. Dari hasil pengamatan.. tata letak tombol/saklar pada dinding.07(2002) Perancangan Sarana dan Prasarana Dalam Kamar Hotel yang lebih Ergonomis (Studi Kasus di Hotel Le’Aries. sekat plastik. sofa. lampu penerangan pada lorong. bunyi. Sedangkan yang termasuk servis adalah: pelayanan. jendela. beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain adalah: fasilitas dalam kamar. peralatan yang disediakan dalam kamar serta fasilitas di luar kamar. ST. pembuka botol. peralatan dan perabotan dalam kamar mandi. dan juga pelayanan yang diberikan. Kenyamanannya mutlak diperlukan. kursi. tempat tas. Untuk perbaikan pelayanan. maka penulis menyarankan beberapa perbaikan yang mudah direalisasikan. Dari hasil perbandingan tersebut. Oleh karena itu. tempat sampah. kursi. temperatur dan kelembaban. nakas. Penulis mengambil data fasilitas fisik peralatan dan perabotan dalam kamar mandi dan kamar tidur. lantai kamar mandi dan lantai lorong. pegangan kunci jendela. tempat handuk. tombol/saklar pada dinding. Barang/perabotan di dalam kamar mandi yang perlu diperbaiki adalah: shower. tata letak kamar tidur pun dinilai kurang ergonomis. sekat plastik dan tempat sampah. Sedangkan dari hasil analisa. yang belum ergonomis adalah pencahayaan dan ventilasi. ST.

sebaiknya disediakan alarm tanda bahaya dan informasi alur jalan darurat.keamanan lingkungan hotel. .

MT Fitri Lianingsih Dewasa ini industri manufaktur berada pada kondisi cukup stabil.18%. kelembaban. keadaan lingkungan fisik (temperatur. atap. hal ini terlihat dari semakin banyaknya perusahaan-perusahaan kecil yang mencoba membuka usaha dalam bidang manufaktur. gerakan kerja operator dan tata letak ruang kerja keseluruhan (termasuk aliran prosesnya) sehingga setelah dilakukan perbaikan maka gerakan kerja operator sudah sesuai dengan prinsip ekonomi gerakan dan aliran prosesnya lebih lancar. Operator bekerja tanpa ada standar kerja yang baku sehingga tidak memperhatikan pekerjaannya secara menyeluruh dan peralatan serta tempat kerja operator tidak dirancang secara ergonomis. Jika dilihat segi fleksibilitas. Dengan melakukan perbaikan metode kerja. Dengan perbaikan yang dilakukan maka sistem kesehatan dan keselamatan kerja operator lebih terjamin.38%. pencahayaan. sistem kerja setempat (tata letak. Setelah diadakan penelitian pendahuluan. . sehingga perlu diadakan perbaikan metode kerja. stasiun hias sebesar 4. Dari Bagan Analisa Aktual diketahui bahwa metode kerja yang diterapkan perusahaan belum optimal. perusahaan dapat menghemat waktu untuk masing-masing stasiun kerjanya yakni berturut-turut untuk stasiun pola sebesar 4. Keadaan lingkungan kerja fisik seperti temperatur. ST. dan dinding) lebih baik.18%. stasiun gunting sebesar 4.29% dan stasiun packing sebesar 18. stasiun isi sebesar 4. diketahui bahwa permasalahan yang dihadapi perusahaan saat ini dalam hal efisiensi kerja.. ST. Perusahaan juga kurang memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja operator. lantai. lantai. Masalah yang dihadapi perusahaan saat ini yakni tidak bisa memenuhi permintaan konsumen karena sistem kerja yang diterapkan perusahaan kurang efisien dan perancangan peralatannya tidak ergonomis sehingga perlu dilakukan perbaikan sistem kerja dan perancangan peralatan agar ergonomis.08(2003) Perbaikan Sistem Kerja di Perusahaan Boneka “X” Bandung Novi.. MT Wawan Yudiantyo. jarak dan keleluasaan) menjadi lebih baik. Salah satunya adalah perusahaan boneka "X". masalah yang dihadapi perusahaan yakni bila ada perubahan sedikit dalam tata letak. tidak berubah karena keterbatasan tempat dan sensitivitas perusahaan setelah dilakukan perbaikan menjadi lebih baik karena proses produksi menjadi lebih lancar. kebisingan. atap. Adapun perbaikan metode kerja yang dilakukan perusahaan meliputi pekerjaan yang dilakukan operator (dihubungkan dengan prinsip ekonomi gerakan). kurang fleksibel. dan dinding masih belum diperhatikan.18%. stasiun jahit sebesar 1. kebisingan.17%. Dari segi fleksibilitas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut. mula-mula dilakukan pengukuran waktu baku cara langsung (jam henti) dan cara tidak langsung (MTM-1) melalui Bagan Analisa. pencahayaan. kelembaban.

produk yang tidak dijual di factory outlet lain. diskon untuk produk tertentu.O. produk yang tidak dijual di factory outlet lain. toilet yang mencukupi. Strategi pemasaran yang tepat dapat meningkatkan daya saing factory outlet Rumah Mode dengan para kompetitornya. MBA Reza Wratsongko Rumah Mode adalah salah satu factory outlet di kota Bandung. Berdasarkan penelitian awal factory outlet Rumah Mode memiliki kendala dalam usaha meningkatkan jumlah pengunjung Rumah Mode. dengan usia antara 15 sampai dengan 25 tahun. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan keterangan bahwa factory outlet Rumah Mode berada pada segmen ke II dimana para konsumennya sebagian besar adalah kaum wanita. dan kesiapan dari para pramuniaganya. Analisa dapat memaparkan secara jelas tentang persepsi konsumen terhadap factory outlet dengan menggunakan program Alscal-SPSS. Namun factory outlet Rumah Mode juga memiliki kekurangan dalam jenis atau ragam produk yang dijual. segmen pasar factory outlet di kota Bandung dan target pasar yang sesuai dengan factory outlet Rumah Mode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang paling mempengaruhi konsumen pada saat mengunjungi sebuah factory outlet adalah kualitas produk. luas area parkir. toilet dalam jumlah yang mencukupi. mengetahui hubungan antara data demografi dengan segmen yang pengolahan datanya menggunakan program Crosstab-SPSS. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diusulkan strategi pemasaran yaitu penjualan produk-produk yang sesuai dengan target pasarnya. Rumah Mode) Yenni M. harga produk memiliki kesamaan harga atau bahkan lebih murah dibanding factory outlet lain. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kriteria atau faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi konsumen untuk mengunjungi sebuah factory outlet. memiliki kesamaan harga. keramahan dan kesiapan dari pramuniaga. penerangan dalam ruangan. posisi factory outlet Rumah Mode dan para pesaingnya di mata konsumen. dimana pengolahan datanya dilakukan dengan metode analisis deskriptif. Djajalaksana. keluasan area parkir. untuk itu factory outlet Rumah Mode dituntut untuk merumuskan strategi pemasaran yang tepat sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. diskon untuk pembelian dalam jumlah tertentu. jenis produk yang dijual. diskon baik untuk produk tertentu maupun untuk pembelian dalam jumlah tertentu. kamar pas yang mencukupi. mempertahankan keunggulann dari . kamar pas dalam jumlah yang mencukupi.09(2003) Perancangan Strategi Pemasaran Berdasarkan Persepsi Konsumen (Studi Kasus di F. penataan cahaya dalam ruangan dan keramahan para pramuniaganya dalam melayani para konsumennya. ketersediaan tempat menunggu. dan peringkat factory outlet berdasarkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi konsumen untuk mengunjungi sebuah factory outlet. Factory outlet Rumah Mode juga memiliki keunggulan pada kualitas produk. ketersediaan tempat menunggu. rata-rata konsumennya adalah pelajar dan mahasiswa dan banyak mengenal factory outlet berdasarkan informasi orang lain. Dengan adanya persaingan yang semakin ketat diantara factory outlet.

para pesaingnya dan memperbaiki kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh factory outlet Rumah Mode. .

11(2003) Analisis Kelayakan Pendirian Maranatha Student Inn di Sekitar Lingkungan Kampus Universitas Kristen Maranatha Melina Hermawan. Suku bunga yang ditetapkan standarisasi dari Bank Indonesia yaitu sebesar 8% (MARR = 8%). Pada aspek finansial ini. hal ini sudah tidak dapat dipungkiri lagi seiring dengan perkembangan jumlah mahasiswa Universitas Kristen Maranatha terutama yang berasal dari luar kota Bandung rata-rata hampir melebihi 50% dari jumlah keseluruhan mahasiswa yang masih aktif.22% sehingga dari segi perhitungan aspek finansial ini layak karena IRR lebih besar dari MARR yang ditetapkan (8. Dari aspek teknik. Dalam aspek teknik ini. Dari perhitungan aspek finansial ini. kemudian penulis melakukan perhitungan pada aspc:k finansial. aspek finansial dan aspek sosial. pengamatan dilakukan dengan cara membagi kuesioner kepada penghuni-penghuni rumah kos di sekitar kampus Universitas Kristen Maranatha. MT Yulianti.. proyek yang akan dilaksanakan akan menyerap tenaga kerja sehingga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitarnya dan lokasi ini akan menjadi ramai dengan dibukanya kios-kios tempat menjual makanan. metode yang digunakan dalam penilaian investasi adalah metode paback period. sedangkan bila dilihat dari NPV-nya akan positif pada tahun ke-20 yaitu sebesar Rp 68. didapatkan payback period selama 11 tahun 1 bulan.636. tetapi sebelumnya penulis akan melakukan peramalan dengan menggunakan program Quantity System (QS) untuk meramalkan jumlah mahasiswa yang masuk Universitas Kristen Maranatha. ST. Kelebihan penelitian Inn dibandingkan penelitian yang ada sebelumnya adalah bahwa pengelola untuk rumah kos ini adalah dari pihak . Dari aspek sosial. Hasil dari studi kelayakan proyek Maranatha Student Inn ini layak untuk dilaksanakan. setelah itu akan dibuat rancangan fisik rumah kos yang akan dibangun serta fasilitas apa saja yang akan disediakan. dan Internal Rate of Return (IRR). ST. Net Present Value (NPV). Aspek-aspek yang akan dibahas penulis dalam penyusunan laporan Tugas Akhir ini adalah aspek pasar. tujuan dari penyebaran kuesioner ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi mereka dalam menyewa suatu kamar kos.829. MT Ariston Dewasa ini banyak sekali dibangun rumah-rumah kos di sekitar kampus Universitas Kristen Maranatha. Dari perhitungan IRR didapatkan sebesar 8. Setelah dilakukan analisis aspek pasar ini maka dilanjutkan pengamatan pada aspek teknik.. aspek teknik. Dari aspek pasar akan ditentukan pangsa pasar yang akan direbut. Melihat prospek kecenderungan meningkatnya jumlah mahasiswa dan perkembangan kampus Universitas Kristen Maranatha maka penulis mempunyai ide untuk mengadakan suatu penelitian tentang kelayakan pendirian rumah kos di sekitar lingkungan kampus Universitas Kristen Maranatha.22% > 8%).

oleh karena akan diberikan diskon kepada mahasiswa yang dianggap berprestasi. . selain itu juga disediakan suatu ruangan semacam perpustakaan mini untuk membantu mahasiswa datang mencari buku yang dibutuhkan sehingga ini juga dapat memacu mahasiswa untuk lebih berprestasi lagi.Universitas Kristen Maranatha.

kehilangan barang didalam stasiun dll. namun dalam hal pelayanan masing sering terjadi keluhan-keluhan yang dilontarkan oleh pengguna KA melalui kotak saran dan juga melalui media cetak mengenai pra dan purna perjalanan KA yang tidak memuaskan. .. MT Dian Krishna Masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi pada saat ini semakin menuntut terhadap pemenuhan kepuasan dan kebutuhan dari layanan produk dan jasa yang ditawarkan. Design characteristics untuk memenuhi usaha-usaha teknis tersebut antara lain jenis pendidikan dan pelatihan. tingkat kemudahan mendapatkan informasi. kemudahan dalam pemesanan tiket (reservasi).12(2003) Usulan Perancangan Proses Pelayanan pada PT. Sedangkan process characteristic yang diperlukan untuk dapat memenuhi design characteristics dalam usaha perancangan pelayanan KA kelas eksekutif antara lain mengidentifikasi kebutuhan pelatihan. jumlah tempat duduk tersedia. Sebagai satu-satunya penyedia jasa transportasi kereta api di Indonesia PT. beberapa diantaranya seperti keterlambatan keberangkatan dan kedatangan KA. Salah satu moda transportasi yang banyak diminati adalah transportasi kereta api. tingkat ketersediaan tiket. disebut juga PT.. keselamatan penumpang dari kecelakaan dalam perj alanan. mengantri terlalu lama. menyelenggarakan usaha-usaha pelatihan dan mengevaluasi pelaksanaan dan hasil pelatihan. ST. MT Rudijanto Muis. ST. Kebutuhan konsumen yang terlihat dari penelitian ini adalah antara lain kenyamanan dalam memperoleh tiket secara langsung. Kereta Api (Persero). banyak memberi kemudahan dalam perjalanan bagi para penggunanya. daerah pembatasan kecepatan. Usaha-usaha teknis yang perlu dilakukan oleh PT. KA. sering kehabisan tiket. Sehingga perusahaan yang berorientasi pada pelanggan pada sekarang ini harus mampu memberikan nilai dan kepuasan melalui penyampaian produk dan jasa yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan penggunajasa. Kereta Api (Persero) dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (Studi Kasus pada Kereta Api Parahyangan Kelas Eksekutif) Christina. KA untuk memenuhi kebutuhan konsumen tersebut antara lain adalah tingkat pelaksanaan etika pelayanan. Salah satu metodologi yang dapat digunakan untuk mempertemukan keinginan dan kebutuhan konsumen dengan perusahaan adalah metode Quality Function Deployment. fasilitas di stasiun yang kotor tidak terawat. Hal ini akan menyebabkan menurunnya kualitas pelayanan dan mengakibatkan hilangnya pelanggan atau pengguna jasa kereta api.

Penelitian yang dilakukan oeh penulis adalah dengan menyebarkan kuesioner untuk mengetahui apa yang dibutuhkan oleh mahasiswa di perpustakaan. ST. dapat diketahui bahwa 98. ST. Dari hasil analisa menunjukkan bahwa fasilitas yang diusulkan untuk perpustakaan tersebut merupakan poduk yang lebih baik dibandingkan dengan produk pembanding. Dalam merancang fasilitas yang ada di perpustakaan ini penulis menggunakan data antropometri mahasiswa Jurusan Teknik Industri angkatan 1987-2002 yang diambil secara random sebanyak 100 data. Untuk fasilitas yang dirancang di perpustakaan ini meliputi meja baca bersekat jenis 1 (membutuhkan kursi). MT Meliana Atmodjo Laboratorium tidak terlepas dari adanya perpustakaan yang menyediakan buku sebagai dasar referensi. Selain itu penulis juga melakukan penilaian konsep terhadap alternatif layout yang diusulkan. Berdasarkan kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa Jurusan Teknik Industri angkatan 2000. Setelah diketahui fasilitas apa yang akan dirancang di dalam perpustakaan. Berdasarkan hasil analisa dapat diketahui bahwa produk pembanding tersebut tidak sesuai dengan data antropometri mahasiswa. rak buku.75% responden membutuhkan suatu perpustakaan yang menyediakan buku-buku tentang ergonomi dan laporan praktikum. 2001. sofa. Setelah dilakukan perancangan. Saran dan masukan yang didapat dari kuesioner juga menjadi pertimbangan dalam merancang fasilitas yang ada dalam perpustakaan. Oleh karena itu penulis tertarik untuk merancang perpustakaan di laboratorium yang bertujuan untuk lebih menunjang jalannya praktikum. Akan tetapi perpustakaan yang ada sekarang letaknya jauh dari laboratorium. MT Ie Vie Mie. dan 2003. dimana referensi yang ada digunakan sebagai masukan dalam membuat laporan. meja petugas perpustakaan dan panggung. yang digunakan sebagai pertimbangan penulis dalam merancang produk yang sesuai dengan perpustakaan yang diusulkan.. meja baca bersekat jenis 2 (tidak membutuhkan kursi/lesehan). tempat majalah dan surat kabar.13(2003) Perancangan Perpustakaan di Laboratorium Analisa Perancangan Kerja dan Ergonomi Universitas Kristen Maranatha Bandung Wawan Yudiantyo. locker. sehingga didapatkan suatu layout yang sesuai untuk perpustakaan di laboratorium dan mengusulkan agar pencahayaan di perpustakaan tersebut ditambah. maka dilakukan analisa penilaian konsep. untuk mengetahui apakah produk hasil rancangan secara keseluruhan sudah lebih baik dibandingkan dengan produk pembanding yang ada. 2002. tempat komputer. Setelah itu dilakukan analisa terhadap produk pembanding tersebut. Untuk temperatur di ruangan yang akan dijadikan perpustakaan . Maka dirancang fasilitas yang ada di perpustakaan yang diusulkan yang tentu saja sesuai dengan data antropomteri mahasiswa Jurusan Teknik Industri. sehingga sangat ideal apabila terdapat perpustakaan di laboratorium yang menyediakan buku-buku yang memiliki relevansi yang kuat untuk menunjang jalannya praktikum. dengan cara menambah lampu pada tiap meja baca dan rak buku. maka penulis mencari produk pembanding. kursi..

.sudah baik. supaya udara dapat mengalir dengan merata. akan tetapi perlu dilakukan perubahan letak AC.

67% dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja perusahaan sekarang (15 orang tenaga kerja). dari Peta Pekerja dan Mesin serta hasil perhitungan berdasarkan kapasitas efektif terkecil stasiun kerja (yang terpilih adalah stasiun kerja yang menggunakan mesin) terhadap kapasitas efektif terkecil stasiun kerja manual. 107. Kemudian besar penghematan biaya tenaga kerja usulan (7 orang) sebesar 46.. yang bertujuan untuk mengoptimalkan sumebr daya yang dimiliki perusahaan. Dahana (Persero) Melina Hermawan. Heru Susilo. yang digunakan sebagai kapasitas reguler tersedia pada tabel transportasi. biaya simpan dan biaya menganggur. yaitu industri yang bergerak di bidang manufaktur bahan peledak (handak) industrial di Indonesia. ST. MT Ir. M. Dahana Tasikmalaya. dilakukan penjadwalan produksi berdasarkan kapasitas efektif stasiun kerja terkecil. Ternyata jumlah tenaga kerja optimal yang dibutuhkan untuk meminimasi biaya produksi adalah sebanyak 7 orang yang pada awalnya perusahaan mempekerjakan 15 orang tenaga kerja. . 78 dan untuk diameter 30 mm.Sc Hotma Rina Janita Sitorus Penulis melakukan penelitian di PT. Untuk diameter 25 mm. Langkah pertama yang dilakukan penulis adalah melakukan peramalan permintaan yang akan datang dan dipilih metode peramalan terbaik dengan nilai SEE terkecil. 09.43. Penghematan ini cukup signifikan dan sudah tentu sangat diharapkan perusahaan demi meningkatkan daya saing produknya di pasaran.14(2003) Usulan Penjadwalan Produksi dan Penentuan Jumlah Tenaga Keja Optimal di PT. Selanjutnya. dipilih metode linier siklis (N = 8) dengan nilai SEE adalah 1269. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa biaya produksi untuk periode perencanaan (3 tahun) sebesar Rp 355. dipilih metod ekonstan dengan nilai SEE adalah 4118.564. Biaya produksi total dihitung berdasarkan jadwal induk produksi yang telah disusun meliputi biaya kerja lembur. Setelah itu. Penelitian dilakukan pada penyusunan penjadwalan produksi den penentuan jumlah pekerja optimal.

dan memilih strategi digunakan tiga tahapan kerangka kerja pembuatan pengambilan keputusan. harga kamar hotel yang terjangkau. EFE Matrix untuk mengetahui keadaan eksternal perusahaan. decision stage dengan pembuatan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk memutuskan alternatif strategi yang terbaik bagi Hotel Le Aries. merumuskan alternatif-alternatif strategi perusahaan yang dapat dikembangkan pada Hotel Le Aries dengan menggunakan input dari hasil SPACE matrix. MT Agus Chandra Pratama Hotel Le Aries merupakan salah satu hotel di kota Bandung yang mampu memberikan pelayanan yang baik kepada konsumennya. Gerden Hotel & Café” Lestari Yuli Hastuti.. penampilan dan kerapihan front office. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui kondisi internal dan kondisi eksternal dari Hotel Le Aries. kemudian matcing stage dengan pembuatan SPACE Matrix yang dipresentasikan dalam bentuk diagram cartesius untuk mengembangkan alternatif strategi yang akan diterapkan. diketahui bahwa kekuatan dari Hotel Le Aries adalah kenyamanan kamar hotel yang disediakan. Tiga tahap ini meliputi input stage dengan pembuatan IFE Matrix untuk mengetahui keadaan intrenal perusahaan. yaitu strategi product development. keramahan dan kesopanan front office. kebersihan dari makanan/minuman yang disajikan. Penerapan strategi bagi suatu perusahaan dapat dilakukan pada faktor internal dan eksternal yang dimiliki oleh suatu perusahaan sehingga dapat diperoleh faktor-faktor sukses dalam mengelola sebuah hotel. kebersihan kamar hotel yang disediakan .. dan merencanakan usulan suatu strategi pemasaran yang tepat yang mampu dijalankan oleh Hotel Le Aries berdasarkan metode Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). CPM untuk mengetahui pesaing utama perusahaan. ST. merumuskan. kebersihan hotel dan semua prasarananya.15(2003) Analisis dan Usulan Perencanaan Strategi Pemasaran “Le Aries. keramahan dan kesopanan room service. penampilan luar hotel. ST. keamanan kamar hotel yang disediakan. Dari tahap matching stage diperoleh alternatif-alternatif strategi dari profil “Competitive”. kesesuaian harga dengan kamar hotel yang disediakan. . maka perusahaan perlu menerapkan strategi pemasaran yang tepat. Dan diketahui pula bahwa perusahaan berada di atas rata-rata dari keseluruhan posisi strategisnya dalam usaha untuk memanfaatkan peluang dan menghindari ancaman yang mungkin timbul. Untuk dapat meningkatkan rate menginap di hotel dan bersaing dengan para pesaingnya. kecekatan dan ketrampilan house keeping/room service. Dalam menyusun. dan tahapan terakhir. Melalui tahap input stage diperoleh posisi Hotel Le Aries. keamanan hotel. keamanan tempat parkir. MT Melina Hermawan. Dan melalui decision stage diperoleh usulan strategi terbaik bagi Hotel Le Aries.

Hasil perhitungan availabilitas sistem dengan berbagai konfigurasi sistem terbatas yang dibangun menggunakan diagram fault tree memperlihatkan tingkat perbedaan yang tidak signifikan bila dibandingkan dengan metode analitik. tidak mampu mendeteksi variasi masa pakai yang ditimbulkan akibat sistem atau subsistem yang mengalami downtime. ST.. Sehingga terjadi perbedaan lamanya waktu operasi antara komponenkomponen dengan sistem (sistem tidak pernah mengalami status non-aktif) bila diukur pada suatu titik waktu yang sama. Setelah dilakukan eksperimen dengan melakukan redesign pada komponen vital maka model simulasi memperkirakan nilai availabilitas sistem sebesar 87%. Kelemahan pokok yang dapat dirasakan pada metode analitik yaitu: kombinasi yang dimunculkan untuk sistem kompleks menjadi sangat besar dan sulit ditangani. Hasil ini menunjukkan nilai yang tidak berbeda jauh. Model simulasi ini mampu menangani sistem yang cukup kompleks seperti pada unit pembangkit PLTA Saguling. Hal ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Model simulasi memberikan hasil availabilitas sistem sebesar 68% dan pengukuran output langsung sebesar 71. Pencarian komponen vital oleh model ini menghasilkan transformator utama sebagai komponen kritis. Para peneliti terdahulu banyak yang menggunakan metode analitik untuk mencari solusinya.16(2003) Perancangan Model Simulasi Berdasarkan Diagram Fault Tree untuk Mengestimasi Availabilitas Sistem Victor Suhandi. Konfigurasi sistem ini mewakili setiap logika yang sangat mungkin terjadi dalam sistem nyatanya. MT Banyak cara yang sudah dikembangkan untuk menentukan nilai availabilitas sistem dari kerusakan-kerusakan komponennya. Dalam penelitian ini dikembangkan model simulasi yang didasarkan pada diagram fault tree sehingga dapat memperkirakan availabilitas sistem dimasa mendatang dan dapat menentukan komponen-komponen yang vital sehingga dapat dilakukan redesign sistem secara efisien. dan dalam keadaan sistem yang sangat kompleks.79%. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan validitas model ketika diterapkan pada sistem kompleks seperti unit pembangkit di PLTA Saguling. . Model simulasi ini memperhitungkan keadaan komponen yang non-aktif (ada komponen yang non-aktif walaupun tidak rusak yang diakibatkan oleh sistem atau subsistemnya mengalami downtime). model simulasi akan lebih efisien dan prosesnya dapat digambarkan secara komprehensif.

(9) Kecepatan pemberian ijin penelitian. Industri Jasa dan Manajemen Sumber Daya Manusia. data diolah dengan metode Analisis faktor dan Analisis Diskriminan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berbeda secara signifikan. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan mahasiswa saat memilih topik Tugas Akhir ialah: (1) Peminatan Mata Kuliah. dan Niat dari awal. (5) Melakukan promosi ke perusahaan yang bergerak di bidang industri dan manufaktur. Manajemen Kualitas. (13) Kelancaran proses bimbingan. . Pada bagian akhir.17(2003) Identifikasi Faktor . jumlah sampel yang diambil 111 responden mahasiswa yang sedang mengambil Mata Kuliah Tugas Akhir dengan metode simple random sampling. Industri Jasa. (7) Izin topik dari perusahaan. serta (2) Untuk menganalisis faktor-faktor yang menjadi pembeda karakteristik mahasiswa yang mengambil topik Tugas Akhir di Mata Kuliah tertentu. disajikan beberapa saran bagi pimpinan Jurusan Teknik Industri agar kecenderungan pemilihan topik Tugas Akhir dapat lebih diarahkan pada definisi Teknik Industri sesuai ABET yaitu: (1) Meningkatkan standar penelitian untuk Mata Kuliah Manajemen Pemasaran. Sistem Produksi. (2) Adanya fasilitas bimbingan dan penyuluhan topik Tugas Akhir untuk mata kuliah Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi. (6) Mempererat hubungan dengan alumni Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha. Sistem Informasi Manajemen. Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi. Manajemen Sumber Daya Manusia. (10) Alternatif sumber referensi. serta Sistem Produksi. Terdapat tujuh Mata Kuliah yang dominan dipilih oleh mahasiswa dalam mengerjakan Tugas Akhir yaitu: Manajemen Pemasaran. (11) Jumlah referensi.faktor yang Membedakan Mahasiswa dalam Memilih Topik Tugas Akhir Ir. Kecepatan pemberian ijin penelitian. MT Budi Santoso Kecenderungan mahasiswa Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha dalam memilih topik Tugas Akhir terpusat pada beberapa Mata Kuliah tertentu dan kurang berorientasi pada aspek perancangan. (8) Tekanan untuk menyelesaikan studi. (2) Kemudahan proses pengerjaan. (6) Ketersediaan topik. (14) Niat dari awal. (12) Dosen yang empatik. Setelah pengujian validitas dan reliabilitas. Oleh karena itu tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mengidentfikasi faktor-faktor yang dipertimbangkan mahasiswa dalam menentukan topik Tugas Akhir. (3) Dosen untuk mata kuliah Sistem Produksi. hingga dirasakan semakin menjauhi definisi Teknik Industri. Tekanan untuk menyelesaikan studi. dan Manajemen Kualitas. (4) Kemudahan referensi. Jumlah populasi pada penelitian ini 186 orang. (5) Kepercayaan diri. Hendra Kusuma. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa faktor yang menjadi pembeda karakteristik mahasiswa dalam memilih topik Tugas Akhir adalah Ijin topik dari perusahaan. serta 15) Bekal dari perkuliahan. dan Manajemen Kualitas dapat memberikan bahasan contoh-contoh kasus. Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi. (3) Kemudahan pemahaman materi. (4) Memberikan koneksi ke perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industri dan manufaktur.

Dihasilkan 4 (empat) kelompok perilaku yaitu kelompok yang harus kuliah di jurusan tertentu di UKM. dan tanggapan konsumen terhadap produk. Setelah uji validitas. (4) Pertimbangan atas kemampuan pribadi. (2) mengetahui faktor-faktor apa saja yang membedakan empat kelompok calon mahasiswa baru dalam memilih jurusan dan perguruan tinggi. kelompok peminat UKM yang pesimistik. (1) mengetahui faktor-faktor penting apa saja yang menjadi pertimbangan calon mahasiswa baru dalam memilih jurusan dan perguruan tinggi untuk melanjutkan studi. (3) Pengaruh orang terdekat. (c) menyertakan persaingan antar universitas sebagai variabel independen. Faktor-faktor petimbangan calon mahasiswa yang didapatkan dari penelitian ini ialah: (1) Citra Universitas di masyarakat. (8) Persiapan untuk memasuki dunia kerja. serta kelompok asal bisa kuliah. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa faktor yang menjadi pembeda karakteristik calon mahasiswa pendaftar Gelombang I UKM dalam memilih program studi adalah Citra Universitas di masyarakat. (2) Potensi masa depan. MT Roland Tearalangi Analisis perilaku membeli merupakan hal yang sangat penting dalam melakukan pemasaran. untuk mengetahui perbedaan faktor-faktor dominan yang dipertimbangkan oleh empat kelompok calon mahasiswa baru dalam memilih program studi dan perguruan tinggi di UKM. serta (11) Lokasi. Pada bagian akhir. Secara teoritis. sikap. (7) Proyeksi kegagalan pada USM. I UKM) Ir. disajikan beberapa saran untuk meningkatkan informasi mengenai riset ini terhadap Universitas Kristen Maranatha. (5) Dorongan keluarga. . tidaklah mungkin proses segmenting. serta minat pribadi. dan analisis faktor dilakukan perhitungan Analisis Diskriminan Berganda. Tanpa analisis Buying Behaviour. (10) Minat pribadi. (6) Kelengkapan fasilitas kampus. Dengan diketahuinya perilaku pembelian konsumen. Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut. Hendra Kusuma. (b) menyertakan minat untuk mendaftar di UKM sebagai variabel dependen. (9) Mutu program studi. diharapkan perencanaan strategi pemasaran yang dilakukan oleh suatu organisasi sesuai dengan tujuan pemasaran yang ingin dicapai. Jumlah responden pada penelitian ini ialah sebanyak 603 responden calon mahasiswa baru yang mendaftar di gelombang I di UKM dengan menggunakan metode simple random sampling. Pertimbangan atas kemampuan pribadi. yaitu: (a) menggunakan responden siswa kelas 3 SMU agar pemetaan minat dapat dilakukan secara lebih tajam. segmentasi perilaku dapat dibagi dalam beberapa kelompok yaitu berdasarkan pengetahuan. dan positioning dilakukan secara tepat sasaran. reliabilitas. targeting. Proyeksi kegagalan pada USM.18(2003) Identifikasi Faktor-faktor Dominan yang Membedakan Pertimbangan Kelompokkelompok Calon Mahasiswa Baru dalam Memilih Perguruan Tinggi (Studi Kasus Eksploratori Pendaftaran Gel. kelompok peminat bidang khusus yang pesimistik. minat.

Kita dituntut untuk pandai memanfaatkan lahan dan memilih produk yang efisien lahan dan multifungsi. dan wall bed yang sudah ada. Hasil analisis menunjukkan bahwa produk wall bed usulan tersebut merupakan produk yang mudah dalam perawatannya. Tempat tidur yang dapat mengefisienkan lahan yang sekarang ini sudah ada adalah ranjang lipat. MT Wawan Yudiantyo. sofa bed dan wall bed. Setelah itu penulis melakukan analisis anthropometri dan analisis nilai terhadap produk ranjang lipat. sekaligus untuk mengetahui produk apa saja yang diprioritaskan berada dalam kamar tidur dan faktor-faktor yang dianggap prioritas saat membeli tempat tidur. Penelitian yang dilakukan penulis adalah dengan menggunakan angket untuk mengetahui persepsi konsumen tentang ranjang lipat. . terutama dengan semakin meningkatnya tingkat kepadatan penduduk di Indonesia. sesuai dengan anthropometri masyarakat Indonesia. dan wall bed yang sudah ada. ST. analisis nilai.. Saran dan masukan yang didapat dari angket ini juga dipakai sebagai dasar pertimbangan dalam merancang produk wall bed usulan. dan analisis penilaian konsep. penulis juga menggunakan data anthropometri Indonesia yang didapat dari buku Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya. sofa bed. ST. Analisis yang dilakukan terhadap hasil rancangan tersebut adalah analisis ukuran produk. hanya saja sekarang ini belum ada wall bed yang khusus dirancang bagi pengguna rumah tangga di Indonesia. sofa bed dan wall bed yang sudah ada sekarang. Berdasarkan hal tersebut maka dirancanglah produk wall bed usulan yang multifungsi. Jenis wall bed sebenarnya merupakan solusi yang baik bagi masalah keterbatasan lahan.20(2003) Perancangan Produk Tempat Tidur Multifungsi Jenis Wall Bed Ie Vie Mie. memiliki harga jual yang tidak terlalu mahal dibandingkan produk sejenis. nilai keindahan. harga jual produk. Selain itu. sofa bed. MT Ethania Musalam Masalah keterbatasan lahan tempat tinggal merupakan salah satu masalah yang perlu diperhatikan bagi masyarakat Indonesia.. Hasil analisis menunjukkan bahwa masih banyak keluhan yang disampaikan dan banyak kekurangan yang dimiliki oleh produk yang sudah ada tersebut. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengangkat permasalahan ini dengan merancang produk wall bed yang multifungsi dan bertujuan untuk mengefisienkan lahan tempat tingga bagi pasar Indonesia. perawatan produk. karangan Eko Nurmianto. dan merupakan konsep produk terbaik dibandingkan dengan ranjang lipat. memiliki nilai kegunaan. Data anthropometri ini digunakan untuk menentukan ukuran produk yang sesuai bagi masyarakat Indonesia. dan nilai biaya yang baik dibandingkan produk pembandingnya. Selain itu juga diperoleh banyak masukan dan saran yang menjadi keinginan dan kebutuhan konsumen. Salah satu perabot rumah tangga yang pasti diperlukan tetapi penggunaannya memakan lahan adalah tempat tidur.

kemudahan mencari produk bagi konsumen. dengan frekuensi belanja antara 6 sampai dengan 15 kali per bulan dan memperoleh informasi dari teman maupun melihat sendiri. . Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen datang dan berbelanja ke supermarket adalah pelayanan kepada konsumen. adanya potongan harga. Sedangkan kekurangan supermarket “X” adalah pada faktor pelayanan kepada konsumen. nama supermarket yang menjanjikan. kemudahan pembayaran dan harga yang murah dan stabil. Perancangan strategi bersaing menggunakan pendekatan teori Sun Tzu. wawancara dan catatan-catatan perusahaan yang bersangkutan. yaitu metode Analisis Faktor untuk mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi konsumen belanja ke supermarket dan metode Correspondence Analysis untuk mengetahui peta posisi persaingan supermarket “X” dan supermarket “Y”. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan kuesioner.21(2003) Analisis Persaingan Supermarket “X” dan Supermarket “Y” di Jalan Surya Sumantri Bandung dalam Rangka Menyusun Strategi Bersaing Ir. adanya potongan harga. adanya potongan harga. menyebarkan brosur-brosur harga pada lingkungan kampus UKM. kenyamanan supermarket. ketrampilan pelayanan. kemudahan mencari produk bagi konsumen. ketrampilan pelayanan. kelengkapan produk-produk bermerek. Pada peta posisi diketahui bahwa supermarket “X” memiliki keunggulan pada faktor pengertian kepada konsumen.000 per bulan. Strategi yang diusulkan untuk memenangkan persaingan adalah strategi tahap awal yaitu strategi penetrasi pasar dan tahap lanjutan yaitu strategi pengembangan pasar. suasana yang menyenangkan. tampak dalam supermarket yang enak dilihat. Sedangkan strategi pengembangan pasar yang diusulkan adalah melakukan inovasi promosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab bertanya menghadapi persaingan bisnis supermarket “X” dari supermarket “Y”. mengacaukan harga beberapa produk tertentu yang menjadi kebutuhan dasar konsumen. kelengkapan produk-produk bermerek. Karakteristik segmen konsumen supermarket “X” adalah konsumen dengan usia antara 18 sampai dengan 23 tahun. membangun persepsi konsumen supermarket “X” sebagai supermarket yang up to date dan melakukan survei secara berkala ke supermarket-supermarket lain. Strategi penetrasi pasar yang diusulkan adalah merebut pasar mahasiswa UKM dilakukan strategi dengan memberikan diskon khusus bagi mahasiswa UKM dan kepada staf-staf yang bekerja di UKM. Christina Wirawan. MT Andreas Yuwono Supermarket merupakan salah satu usaha bisnis yang bergerak dalam bidang jasa.500. pengertian kepada konsumen. tampak dalam supermarket yang enak dilihat. Sedangkan pengolahan data menggunakan dua metode. suasana yang menyenangkan.000 sampai dengan Rp 1. kemudahan pembayaran dan harga yang murah dan stabil. memiliki penghasilan antara Rp 750. nama supermarket yang menjanjikan dan kenyamanan supermarket. walaupun supermarket menjual produk nyata.

unmaintained facilities. (2) The dimensions of service quality that need to be given priorities to improve are tangible with five attributes and the other dimensions become the next priorities with one attribute in “ Quadrant” (Concentrate) in Importance-Performance Quadrant for each dimensions.22(2003) Kualitas Jasa Layanan Perbankan dengan Pendekatan Metode Servqual dan Importance – Performance Analysis Fransky Ryadi. The outcomes of this research are: (1) The service quality of Bank LIPPO Gatot Subroto Branch Office is “Dissatisfied” or “Not Appropriate With Customer’s Expectation” this is showed by the value of Average Total SERVQUAL (TSQ) of –0. After that. unclean of room and yard.. Zeithmal. The sampling method that is used in this research is systematic random sampling. slowness of employee’s work. There are nine attributes that should be improved because they are main causes of customer dissatifaction.49. there are 198 questionaires are valid to be processed. ST. Form 300 questionaires that distributed. . inadequate number of teller. unclean and untidiness of the employee’s dress. MT. MM This research is proposed to know: (1) Whether service quality at Bank LIPPO Gatot Subroto Branch Office appropriates with customer’s expectation. the present writer use SERVQUAL method and Importance-Performance Analysis to process the data. (2) What dimensions of service quality that need to be given priorities for improvement. unresponsive employee. these are: uncomfortable service room. the way of information’s delivery.. The data is acquired through the questionaire which its attributes is developed form five dimensions of service quality according to Parasuraman. and Berry. Then the data is tested by validity and reliability test to make sure that the instrument which is used is valid and the data which is gathered is reliable. and old-fashioned equipment.

tentu perusahaan harus memiliki informasi yang akurat tentang elemen-elemen yang membentuk harga tersebut.A Soetisna. M. Sehingga hasil perhitungan dengan menggunakan metoda ABC dan EVA perusahaan dapat mengambil keputusan-keputusan strategik dan sebagai pedoman dalam menentukan harga jual terhadap produk-produk yang dihasilkan. . dan biaya-biayanya dapat teridentifikasi. Hasil analisis yang membandingkan antara metoda ABC dan EVA dengan metoda Tradisional menunjukkan bahwa sistem pembebanan biaya dengan menggunakan metoda ABC dan EVA menghasilkan informasi biaya yang lebih baik.. SH. Sistem ABC menjadi lebih akurat karena membebankan biaya-biaya produksi ke produk melalui aktivitas-aktivitas yang menyerap sumber daya. ST. CQM Djames Ginting Dalam rangka menghadapi persaingan usaha yang semakin tajam dipelukan pengambilan strategi-strategi yang benar. Sistem ABC dan EVA sebagai suatu metoda pembiayaan yang dirancang untuk menyediakan informasi biaya bagi manajer perusahaan yang diharapkan dapat membantu manajmene perusahaan dalam pengambilan keputusan yang strategik. D.23(2004) Analisis Penerapan Sistem ABC dan EVA sebagai Dasar untuk Menentukan Harga Pokok Produksi Ie Vie Mie.Pd. Selain itu. CQA.. Agar penggunaan strategi harga itu efektif. Perusahaan dapat mengetahui secara jelas biaya-biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam memproduksi suatu produk. dengan menggunakan metoda ABC dan EVA perusahaan dapat mengetahui produk-produk mana saja yang menguntungkan dan mana yang dapat mengikis modal. Pengambilan keputusan yang salah akan membuat perusahaan kehilangan kesempatan untuk meraih keberhasilan.. akurat.. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan strategi harga. MT Dr.

penyimpanan peralatan dan bahan. Sebelum dilakukan perbaikan sistem kerja. ST. MT Rudi Aswan Persaingan dunia industri semakin meningkat dari waktu ke waktu.24(2004) Usulan Perbaikan Sistem Kerja pada Pembuatan Sepatu Kulit Pria (Studi Kasus di PT. yaitu meningkatkan produktivitas agar tidak lagi terjadi keterlambatan serta ketidakmampuan untuk memenuhi order dari konsumen. khususnya pada stasiun pengesolan dan finishing adalah dalam hal produktivitas kerja yang rendah. dan 350. pada akhirnya akan dapat meningkatkan produktivitas kerja di PT ‘SIK' ( hal tersebut dapat dilihat pada perbandingan waktu baku kondisi sekarang dengan kondisi usulan ). gerakan-gerakan kerja.33 detik untuk stasiun pengesolan. Setelah melakukan perbaikan sistem kerja waktu baku yang terpakai menjadi lebih kecil dari sebelumnya yaitu : 3515. PT `SIK' juga harus melakukan hal yang sama. Tidak terkecuali PT `SIK' sebagai salah satu produsen sepatu di Bandung juga terkena dampak dari persaingan global ini. Untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi perusahaan. dan 373. baik dari segi harga maupun kualitasnya. waktu baku yang diperlukan untuk pengerjaan pengesolan adalah sebesar 4463. tata letak. lingkungan kerja. lingkungan kerja. tata letak tempat kerja. serta kondisi kesehatan dan keselamatan yang semuanya menjadi lebih baik lagi. ST. Hal ini ditandai dengan masuknya beberapa merk sepatu dari beberapa negara tetangga seperti Vietnam dan China. Hal tersebut dapat mereka lakukan karena negara-negara tersebut dikenal dengan produktivitas kerjanya yang tinggi. maka total penghematan waktu baku yang dapat dihemat pada ke dua stasiun tersebut adalah sebesar . MT Wawan Yudiantyo.. serta kondisi kesehatan dan keselamatan kerja para operator yang dinilai masih belum optimal. peneliti mengusulkan agar melakukan perbaikan terhadap sistem kerja sekarang pada stasiun pengesolan dan stasiun finishing dengan cara melakukan perbaikan atas : gerakan-gerakan kerja. tentu saja hal tersebut sangat merugikan PT ‘SIK' sendiri.. ‘SIK’. maka dihasilkan sistem kerja yang lebih terarah lagi. Hal ini disebabkan karena : tata letak tempat kerja. lingkungan kerja. khususnya pada industri sepatu di dalam negeri.497 detik untuk stasiun finishing. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan saat ini. Dengan adanya perbaikan sistem kerja yang dilakukan terhadap perusahaan ini khususnya pada stasiun pengesolan dan stasiun finishing.77 detik. Negara-negara tersebut memasuki pasar domestik dengan menawarkan produk yang sangat kompetitif. Bandung) Ie Vie Mie. Jika hal ini tidak segera diperbaiki maka konsumen akan menjadi kecewa dan pada akhirnya dapat berpindah ke produsen yang lain. maka dari itu untuk menghadapi para kompetitor baik dari dalam maupun luar negeri.29 detik untuk stasiun finishing. serta kondisi kesehatan dan keselamatan kerja para operator. apabila dibandingkan dengan waktu baku sebelum dilakukannya perbaikan.

apabila penghematan dihitung dalam prosentase adalah sebesar 21. .971.2% untuk stasiun pengesolan dan 6.233 detik/unit sepatu.1% untuk stasiun finishing.

MBA Grace Elisabeth Dalam waktu yang relatif dekat. Material buku terdiri dari koleksi buku teks.masing untuk S2 Magister Manajemen dan S2 Magister Psikologi. Karena luasnya ruang lingkup penelitian. Tiap Perpustakaan Fakultas di UKM menetapkan kebijakan dan prosedur yang berbeda . UKM akan mengalami kesulitan dalam menentukan dan menerapkan sebuah standar baku mengenai sistem. dan formulir perpustakaan untuk Perpustakaan Terintegrasi UKM. prosedur.. dan perbincangan dengan rekan . Perpustakaan Fakultas Ekonomi.25(2004) Analisis dan Perancangan Sistem. dan formulir dalam kegiatan keperpustakaan untuk rencana pembangunan Perpustakaan Terintegrasi UKM. Berdasarkan pada hasil analisis yang telah dilakukan. serta formulir penunjang untuk Perpustakaan Terintegrasi . prosedur. Koleksi material non buku terdiri dari koleksi kaset. majalah. Dengan kondisi ini. Perpustakaan Fakultas Psikologi. Penulis mengolahnya dengan menggunakan Document Flowchart serta menganalisisnya berdasarkan pada teori-teori mengenai prosedur dan formulir yang baik.beda dalam melaksanakan kegiatan keperpustakaan. Perpustakaan Fakultas Sastra. diketahui bahwa masalah yang sedang terjadi di setiap Perpustakaan Fakultas UKM adalah belum adanya prosedur tertulis jelas yang dapat menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan di setiap Perpustakaan Fakultas. CD. prosedur. dan 2 (dua) Perpustakaan Pasca Sarjana masing . melalui hasil wawancara dengan Kepala Perpustakaan di setiap Perpustakaan Fakultas di UKM. secara garis besar prosedur yang sedang berjalan sudah baik hanya saja belum terdokumentasi dengan baik. Djajalaksana. ST. Penyelesaian permasalahan tidak mencakup pembuatan peraturan untuk Perpustakaan Terintegrasi UKM. dan formulir yang telah ada di setiap Perpustakaan Fakultas UKM dan untuk menganalisis hasil rancangan sistem. Data yang dikumpulkan berupa prosedur-prosedur dan formulir yang tersedia di setiap Perpustakaan Fakultas di UKM. maka Penulis membatasi penyelesaian permasalahan hanya pada menganalisis sistem. UKM memiliki 8 (delapan) buah Perpustakaan Fakultas yaitu Perpustakaan Fakultas Kedokteran. pembagian kuisioner terbuka kepada staf perpustakaan di setiap Perpustakaan Fakultas di UKM.rekan mahasiswa yang pernah dan sedang melakukan magang di Perpustakaan Fakultas UKM. Koleksi Perpustakaan Terintegrasi UKM terdiri dari kategori material buku dan material non buku. Universitas Kristen Maranatha (selanjutnya disebut UKM) merencanakan untuk menyatukan semua Perpustakaan Fakultas dalam sebuah Perpustakaan Terintegrasi. jurnal. Dari hasil penelitian pendahuluan. Perpustakaan Fakultas Teknik. Perpustakaan Fakultas Seni Rupa dan Desain. video. Penulis memberikan usulan berupa perancangan sistem. pendokumentasiannya. dan lainnya yang tidak termasuk dalam kategori material buku. prosedur. dan Formulir untuk Perpustakaan Terintegrasi Universitas Kristen Maranatha Christina. MT Yenni M. dan referensi. Prosedur.

.UKM dimana pendokumentasian prosedur tertulis dibuat dengan menggunakan format ISO 9000: 2000. Adapun prosedur yang diusulkan untuk Perpustakaan Terintegrasi UKM ada 26 (dua puluh enam) dan terdapat 6 (enam) formulir usulan.

Permasalahan yang terjadi saat ini adalah perusahaan sering mengalami penumpukan bahan baku di gudang yang diakibatkan kurang tepatnya metode pengendalian persediaan yang diterapkan perusahaan selama ini.84 atau 50.27(2004) Usulan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Biskuit Marie di PT. Saat ini perusahaan melakukan pemesanan dalam ukuran yang cukup besar karena adanya potongan harga (quantity discount) yang diberikan oleh pihak suplier. Dalam menyusun MRP diperlukan input yaitu Jadwal Induk Produksi (JIP). Pertama-tama dilakukan peramalan permintaan biskuit di masa yang akan datang. maka akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan karena tingginya biaya simpan yang timbul dan menurunnya kualitas biskuit yang dihasilkan tingginya biaya simpan. “X”. mengingat kebergantungan antara kebutuhan bahan baku yang satu dengan kebutuhan bahan baku yang lainnya. dan status persediaan di gudang.958.609.481.32%. Metode peramalan yang terbaik adalah metode L e a s t S q u a r e untuk pola data linear siklis dengan N = 12. Dengan menerapkan metode MRP maka perusahaan dapat menekan biaya peng endalian persediaan untuk penode Januari s/d Maret 2004 sebesar Rp 1. Teknik lotting yang digunakan adalah Wagner Whitin. Oleh karena itu.975. Bandung Vivi Arisandhy. akan dilakukan penelitian tentang peng endalian persediaan bahan baku yang sebaiknya diterapkan di perusahaan.975. dibuat PPM usulan yang dapat mengurangi jumlah tenaga kerja dari 15 orang menjadi 9 orang. Setelah itu dilakukan perhitungan besar kapasitas produksi di perusahaan. karena metode tersebut mempunyai nilai MSD terkecil. Dari Peta Pekerja dan Mesin (PPM) yang dibuat untuk kondisi saat ini.. Apabila masalah di atas tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Bill of M a t e r i a l (BOM). Besar kapasitas produksi efektif biskuit diambil dari kapasitas produksi efektif terkecil ( stasiun pemanggangan ) yaitu sebesar 3200 kemasan/hari. terlihat bahwa tingkat utilisasi pekerja masih rendah. Hal ini terutama diakibatkan sebagian besar jenis bahan baku di gudang tidak dapat bertahan lama. ST. Metode pengendalian persediaan yang sebaiknva diterapkan perusahaan adalah .Material Requirement Planning (MRP). Kartika Suhada.47 menjadi Rp145. MT Ir. Oleh karena itu.813. MT Arief Wibisono Adjiwidjaya Perusahaan Biskuit "X" merupakan perusahaan swasta yang memproduksi biskuit marie. .47. Hal ini menyebabkan biaya produksi berkurang dari Rp199.

tinggi tempat duduk yang adjustable .28(2004) Analisis Ergonomi Serta Usulan Perbaikan terhadap Fasilitas Fisik dan Lingkungan Ruang Gambar FSRD UK Maranatha Lestari Yuli Hastuti. Setelah dilakukan tahapan analisa maka peneliti mengusulkan rancangan terhadap fasilitas fisik yang lebih ergonomis dan usulan perbaikan lingkungan serta tata letak yang ergonomis. Adapun rancangan yang dilakukan pada ruang gambar adalah kursi gambar dengan mengubah rancangan pada beberapa bagian yaitu bahan tempat duduk yang diganti. Bahan dari papan alas gambar juga diubah menggunakan acrylic karena tidak memiliki alur dan tekstur sehingga tidak mengganggu saat menggambar sedangkan untuk ukurannya diubah menjadi 60 cm x 44 cm didasarkan pada ukuran kertas gambar A2 yaitu 42 x 59.5 cm. emosi dan perasaan sangatlah berpengaruh. namun karena adanya kebijakan pihak fakultas yang menginginkan kapasitas satu . nilai persentil tengah (P50) dan nilai persentil maksimum (P95) untuk digunakan menganalisa fasilitas fisik dan perancangan dari segi ukuran. sudut penyangga papan alas kertas gambar dapat diatur sudutnya. tata letak ruang yang sesak dan faktor lingkungan kerja yang belum optimal. ST. Tahap selanjutnya peneliti mengumpulkan data fasilitas fisik berupa spesifikasi bahan. Dalam mengekspresikan gambar dari otak ke medium dibutuhkan kenyamanan dan konsentrasi tinggi karena dalam proses menggambar. terdapat rak untuk meletakkan alat gambar. peneliti memberikan usulan berdasarkan pada jarak antar kursi dan meja gambar namun hal tersebut mengurangi kapasitas mahasiswa menjadi 14 buah. Pada awal penelitian dilakukan pembagian kuesioner awal dan peneliti juga mencoba fasilitas fisik maupun lingkungan. Bersamaan dengan pengambilan data peneliti juga membagikan kuesioner untuk mendapatkan masukan dari mahasiswa dan dosen yang menggunakan ruang gambar Fakultas Seni Rupa dan Desain UKM. bahan papan terlalu kasar dan mengganggu saat menggambar. Masalah-masalah yang teridentifikasi saat itu adalah sebagai berikut : Kursi gambar saat ini tidak nyaman.MT Siong Cen Menggambar biasanya didefinisikan sebagai suatu usaha untuk menghasilkan kemiripan atau menyajikan suatu objek baik yang dilihat oleh mata maupun objek yang merupakan proses pemikiran kreatif dari otak dengan menarik garis demi garis di atas suatu permukaan medium. tersedia pijakan kaki dan roda pada dasar meja dan kursi yang dapat dikunci. bahan kursi terlalu keras. sedangkan data anthropometri didapatkan laboratorium teknik industri. ketebalan papan juga diubah ukuran menjadi 5 mm. Maka penelitian ini dirasakan perlu untuk mencapai hasil yang optimal dalam berkreasi. Kemudian data anthopometri yang ada diolah dengan program ergo untuk mendapatkan nilai persentil minimum (PS)..meja tempat papan alas kertas gambar dan tempat duduk menjadi terpisah. bentuk dan ukuran dan juga data lingkungan pada ruang gambar. tinggi papan alas gambar terlalu tinggi. Perancangan juga dilakukan pada tinggi tempat peletakan objek tujuan perubahan ukuran tempat peletakan objek adalah agar mahasiswa dapat secara jelas melihat langsung ke depan tanpa harus terhalang oleh ketinggian penyangga papan alas gambar. Untuk usulan tata letak.

kelas sebesar 25 buah maka peneliti melakukan perancangan ukuran ruang gambar yang ideal. Dari temperatur dan kelembaban dilakukan perancangan pada sistem pengaturan suhu Air conditioning yang ergonomis. Dari pencahayaan ada perubahan dari jumlah armatur menjadi 10 buah armatur. . kemudian dari kuesioner yang dibagikan didapatkan usulan diperlukannya loker maka dirancanglah loker sejumlah 14 buah.

077. Wenny Chandra. 6. metode persediaan yang akan digunakan.. Dalam menyalurkan permintaan minyak tanah pasti akan melalui suatu jalur distribusi. MT Ir.Juni 2003. Selama ini minyak tanah yang disediakan CV "A" selalu dipasok oleh Pertamina melalui sistem kontrak setengah tahun. M. nilai kontrak perusahaan dan perbandingan antara metode terdahulu dengan sekarang. Adapun penggunaan metode pengendalian persediaan ini memerlukan banyak perhatian terutama untuk peramalan jumlah yang akan disediakan untuk masa yang akan datang.000 liter untuk periode Juli .238. Dari usulan metode peneliti. Meskipun selama ini tidak terdapat masalah dalam sistem kontrak tersebut.. dan nilai kontrak 180. Pengendalian persediaan merupakan salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan.Sc Yohanes Christian Kebutuhan minyak tanah untuk masa sekarang ini dirasakan sangat penting terutama oleh rakyat Indonesia. CV "A" terpaksa membeli dari distributor sejenis.Desember 2003. Dari metode ini peneliti mengusulkan untuk perusahaan untuk mengajukan proposal penambahan volume minyak tanah kepada Pertamina dengan nilai kontrak 165. Seiring dengan pentingnya minyak tanah ini. Penelitian ini dilakukan pada CV "A" Palangkaraya. biaya-biaya persediaan. yaitu perusahaan yang bergerak dibidang distribusi bahan bakar minyak tanah. permintaan akan kebutuhan minyak tanah ikut meningkat. Dalam kontrak ini ditentukan nilai pasokan minyak tanah yang akan dikirimkan ke CV "A" selama setengah tahun.000 liter untuk periode Januari .29(2004) Usulan Perbaikan Sistem Persediaan Minyak Tanah (Studi Kasus di CV “A” Palangkaraya) Santoso. Sedangkan tingkat permintaan terus meningkat dari waktu ke waktu. Hasil perhitungan menghasilkan suatu kesimpulan bahwa dengan menggunakan metode pengendalian persediaan yang diusulkan peneliti akan menguntungkan jika dibandingkan dengan sistem persediaan perusahaan sekarang. Oleh karena itu perlu diusulkan perancangan sistem pengendalian persediaan yang mampu mengoptimalkan jumlah persediaan perusahaan yaitu dengan menggunakan metode pengendalian persediaan. . Hal ini akan menyebabkan berkurangnya keuntungan karena harga jual distributor sejenis lebih mahal daripada Pertamina. tetapi jika terjadi kekurangan persediaan. biaya persediaan perusahaan dapat dihemat sebesar Rp. ST.per tahun atau 70 % per tahun.

di GAP dan di sebelah SGS/ Koperasi. Salah satu upaya untuk mencukupi kebutuhan lahan parkir di UKM maka dalam membangun Gedung Graha Widya Maranatha. mengingat tingkat kecurian motor lebih tinggi maka peneliti mengusulkan agar kebutuhan lahan parkir motor dipenuhi seluruhnya dan lokasinya berada pada basement 1 sebesar 856 motor. Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha (YPTKM) menyediakan lahan parkir bertingkat 3. Kartika Suhada. karyawan dan dosennya datang ke kampus menggunakan kendaraan pribadi baik mobil maupun motor. dan untuk lahan parkir mobil semuanya berlokasi di Gedung Graha Widya Maranatha.64% atau sebesar 288 mobil. Pada rancangan usulan 1. ST.38% atau sebesar 202 mobil. peneliti melakukan pengamatan laju kedatangan dan laju keberangkatan di lahan parkir UKM (lahan parkir mahasiswa dan lahan parkir di GAP). peneliti melakukan penelitian mengenai masalah perparkiran yang meliputi kebutuhan lahan parkir dan pengaturan tata letak lahan parkir yang akan dibangun di Gedung Graha Widya Maranatha. Dari perhitungan. ternyata kebutuhan lahan parkir saat ini di UKM sebesar 781 motor dan 724 mobil. Hal tersebut membuat UKM perlu untuk menyediakan lahan parkir yang dibutuhkan. Pengolahan data tersebut dilakukan dengan menggunakan model antrian (M/M/~) : (GD/~/~). Karena lahan parkir yang akan dibuat belum ada rancangan tata letaknya. maka peneliti membuat rancangan tata letak lahan parkir usulan. MT Paulin Sandra Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu Universitas swasta. Untuk menbatasi kekurangannya. lahan parkir swasta dan lahan parkir sepanjang jalan UKM (dari pintu GAP/ depan ATM BNI sampai dengan pintu Poliklinik). Dalam menghitung kebutuhan lahan parkir. Dengan membangun lahan parkir bertingkat diharapkan lahan parkir yang akan disediakan dapat menampung kendaraan lebih banyak sehingga dapat memenuhi kebutuhan. lahan parkir motor semuanya dilokasikan pada lahan yang sekarang sudah ada yaitu dibelakang gedung ekonomi. ternyata kebutuhan lahan parkir mobil yang dapat dipenuhi hanya sebesar 27. Sedangkan kebutuhan lahan parkir pada saat gedung Graha Widya Maranatha selesai dibangun (tahun 2006) sebesar 1042 mobil dan 1124 motor. Hal ini dilakukan untuk mengetahui daya tampung lahan parkir yang ada di Gedung Graha Widya Maranatha.30(2004) Penghitungan Kebutuhan Lahan Parkir dan Kapasitas Serta Pengaturan Perpakiran di Gedung Graha Widya Maranatha. Untuk . Oleh karena itu. Sedangkan pada rancangan usulan 2 yang dibuat peneliti.. Dari rancangan tersebut. diketahui kebutuhan lahan parkir mobil pada tahun 2006 yang dapat dipenuhi hanya sebesar 19. Berhubung daya tampung basement 1 untuk motor melebihi kebutuhan maka kelebihannya dialokasikan untuk parkir mobil. MT Santoso. Sedangkan untuk latran parkir mobil lainnya berlokasi di basement 2 dan 3. yaitu di belakang dan depan Gedung Teknik. Dari rancangan tata letak usulan tersebut. Bandung Ir. peneliti mengusulkan agar menggunakan lahan lain. dimana sebagian besar mahasiswa.

meningkatkan keamanan Gedung Graha Widya Maranatha. . peneliti mengusulkan agar mahasiswa dikenakan biaya parkir yang pembayarannya digabungkan dengan biaya pengembangan. Hal ini dilakukan untuk menghindari protes dari mahasiswa. maka peneliti mengusulkan penggunaan alat pengamanan parkir. Untuk mendukung penggunaan alat tersebut.

844). Dengan demikian. Subang.04% (dari Rp 503.968 menjadi Rp 11.159. Hal tersebut menuntut kondisi jumlah cadangan pengaman (safety stock) yang harus disediakan perusahaan cukup besar (untuk mengantisipasi fluktuasi permintaan selama dua minggu).092. Cianjur. Tasikmalaya. sehingga berpengaruh pada tingginya ongkos total pengendalian persediaan yang timbul. Sumedang.987. Hasil perhitungan menunjukkan penerapan metode DRP dapat menghemat ongkos simpan sebesar Rp 488. Cirebon. Dengan demikian perusahaan tidak mengalami kerugian akibat adanya persediaan yang menumpuk ataupun kehilangan keuntungan karena tidak dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan segera atau dengan kata lain kekurangan persediaan. yaitu sekitar 60 %. diketahui perusahaan mengalami masalah dalam melakukan pengendalian persediaan mie instant. ST.33% (dari Rp 1. ongkos total pengendalian persediaan yang dapat dihemat adalah sebesar Rp 478.. Hal ini mengakibatkan tingginya ongkos simpan yang harus dikeluarkan. karena dibandingkan dengan jenis rasa lainnya.22% (dari Rp 502. Akan tetapi. Kartika Suhada. MT Heru Budikentjana Perencanaan dan pengendalian persediaan dalam suatu perusahaan memegang peranan yang sangat penting agar kebutuhan pelanggan atau konsumen dapat terpenuhi dalam jumlah dan waktu yang tepat. PT X sebagai Head Office (Distributor Pusat) memiliki sembilan distrik atau distributor cabang yang terletak di seluruh daerah Jawa Barat.377 menjadi Rp 13. yakni : Bandung. pusat hanya berperan dalam mengkoordinir jumlah pemesanan masing-masing distrik ke supplier. Periode pemesanan yang ditetapkan perusahaan adalah dua minggu sekali. Purwakarta.980). Masing-masing distrik memiliki persediaan dan mengendalikan sendiri persediaannya.149.894.996. Metode ini lebih tepat diterapkan oleh perusahaan karena metode ini ditujukan untuk pengendalian persediaan yang berjenjang seperti kondisi di perusahaan ini.345 menjadi Rp 24. Sukabumi dan Garut.864). rasa ayam bawang memiliki persentase penjualan yang cukup mencolok. Saat ini perusahaan melakukan pengendalian persediaan berdasarkan perkiraan dan pengalaman masa lalu saja.513 atau 97.053. MT Santoso. sedangkan ongkos pesan meningkat sebesar Rp 9. PT X merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang distributor produk mie instant.990. .31(2004) Usulan Pengendalian Persediaan Mie Instant dengan Menggunakan Metode DRP di PT X – Bandung Ir. peneliti hanya memilih mie instan rasa ayam bawang.942. dapat disimpulkan bahwa metode DRP cocok untuk diterapkan di PT X. Dari penelitian yang dilakukan.012 atau 483. Untuk mengatasi masalah di atas.501 atau 95. Dari dua belas jenis rasa mie instan yang dijual perusahaan. peneliti mengusulkan penggunaan metode Distribution Requirements Planning (DRP) dalam mengendalikan persediaan dan distribusi produk mie instant tersebut.

22.022. yaitu ukuran 18. dimana waktu proses masing-masing operasi yang dibutuhkan untuk pembuatan masingmasing ukuran berbeda-beda. Setelah dilakukan penyeimbangan selanjutnya peneliti menyusun JIP dalam upaya memenuhi seluruh permintaan konsumen dengan biaya produksi yang optimal (dengan pertimbangan ongkos tenaga kerja dan ongkos simpan).345.8. mesin poles manual 2 unit. Hal ini dikarenakan kapasitas produksi reguler belum dapat memenuhi permintaan konsumen. maka dalam penyusunan JIP dilakukan proses agregasi dan disagregasi. Sebagian kecil diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.453 unit agregat/tahun). Amerika dan Australia.299.5%). 20.476. Disamping itu metode penyusunan jadwal produksi yang diterapkan perusahaan belum baik karena hanya berdasarkan perkiraan dan persediaan akhir yang ditetapkan sebesar 200 unit untuk masing-masing ukuran panci. 26. 28 dan 30 cm. Oleh karena itu perlu dilakukan penyeimbangan lintasan dalam upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi reguler.126. Dengan penerapan penyeimbangan lintasan dan penambahan mesin maka perusahaan dapat memenuhi seluruh permintaan konsumen dan menghemat biaya produksi dari Rp 1. 24. Jerman. MT Victor Suhandi. Berhubung hasil ramalan permintaan seluruh panci belum dapat terpenuhi (393. Ada beberapa ukuran panci yang diproduksi. yaitu mesin poles otomatis 3 unit. Dengan melakukan penyeimbangan lintasan produksi kapasitas produksi reguler meningkat dari 308. Penambahan jumlah mesin pada alternatif 1 sebanyak 5 unit. maka peneliti mengemukakan 2 alternatif tindakan yang dapat dilakukan untuk memenuhi kekurangan kapasitas reguler tersebut. Belum optimalnya kapasitas reguler disebabkan kurang seimbangnya lintasan produksi saat ini.32(2004) Usulan Penyeimbangan Lintasan Produksi dan Penyusunan Jadwal Induk Produksi Panci dalam Upaya Meminimasi Biaya Produksi di PT “X” Ir. maka perusahaan sering menerapkan kerja lembur.1113. ST. MT Selvi Ekawati PT "X" adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan panci.170.978. sedangkan alternatif kedua sebesar Rp 308.. .016.00 (metode usulan). Hasil perhitungan keuntungan/tahun untuk alternatif pertama sebesar Rp 324.412 unit agregat/tahun menjadi 350. Pada saat ini perusahaan menghadapi masalah belum optimalnya rencana produksi yang dibuat. Dengan demikian terjadi penghematan sebesar Rp 462.00 (metode perusahaan) menjadi Rp 651. Kartika Suhada. Dengan demikian alternatif 1 yang diusulkan untuk dilakukan. Berhubung produk yang dihasilkan lebih dari satu tipe ukuran panci.9. Karena kapasitas reguler yang dimiliki kurang.051 unit agregat/tahun atau terjadi peningkatan sebesar 41.00. yaitu dengan penambahan jumlah mesin dan penerapan jam kerja lembur.852.639 unit agregat/tahun (13. Sebagian besar produk ini diproduksi untuk diekspor ke Jepang.645.

Efficiency. formulir. Untuk kondisi mendatang UPG ditarik menjadi Biro Pemeliharaan Gedung (BPG) sehingga dapat meningkatkan kinerja penyelesaian masalah yang semakin banyak. Pemeliharaan bangunan itu sendiri secara garis besar dapat didefinisikan sebagai suatu proses pengelolaan bangunan. Oleh sebab itu untuk mempertahankan kondisi bangunan tersebut supaya dapat terjaga maka diperlukan suatu kegiatan pemeliharaan. MBA Otman Awih Bangunan atau gedung merupakan salah satu sarana untuk mendukung tercapainya tujuan dan terlaksananya fungsi-fungsi pokok organisasi pemakai atau pengguna bangunan secara optimal. maka dilakukan penelitian mengenai sistem pemeliharaan bangunan yang saat ini berjalan. dan instruksi kerja. Bagian lain seperti ME dan koster juga perlu disertakan dalam biro tersebut untuk menunjang kerja . Data-data yang dikumpulkan adalah struktur organisasi. fasilitas atau infrastruktur untuk mempertahankan fungsi bangunan tersebut sesuai dengan rencana. dan semakin banyak masalah yang ada. Services) dalam menjabarkan keadaan sistem yang ada ditempat Unit Kerumahtanggaan 1 dan Unit Pemeliharaan Gedung secara khususnya. MT Yenni M. Dengan kondisi seperti saat ini. Unit Kerumahtanggaan 1. terpelihara dan berjalan sesuai dengan fungsinya maka akan menimbulkan kesan yang baik bagi penggunanya dan bagi orang yang melihatnya. Masalah sebenarnya sudah ada dari sejak dulu. Agar sistem pemeliharaan gedung lebih baik lagi dalam menangani kebutuhan pemeliharaan bangunan secara keseluruhan gedung di UKM termasuk Gedung GWM. Unit Kerumahtanggaan 2 (Kepala Bagian Kebersihan) dan Pembantu Rektor II (PR II). Control. Dalam penelitian ini penulis mengunakan flowchart.33(2004) Analisis dan Usulan Sistem Pemeliharaan Gedung Serta Fasilitasnya. Djajalaksana. ST. Information. Dengan bangunan yang apik. prosedur. kegiatan pemeliharaan fisik gedung dikerjakan oleh Unit Pemeliharaan Gedung (UPG) dan kegiatan Mechanical & Electrical (ME) dikerjakan oleh Unit Kerumahtanggaan 1 dapat mengakibatkan suatu masalah yaitu keterlambatan dalam penyelesaian pemeliharaan gedung. bagan alir informasi.. agar usia rencana bangunan dapat tercapai. Prosedur dan Formulir di Universitas Kristen Maranatha Christina. dilakukan dengan mewawancarai bagian-bagian yang berhubungan dengan pemeliharaan gedung yaitu UPG. prosedur dan formulir pemeliharaan gedung di UKM. Economy. Universitas Kristen Maranatha (UKM) dengan semakin bertambahnya gedung yang dimiliki menyebabkan ruang lingkup pemeliharaan semakin besar. Pengumpulan data dan informasi mengenai sistem. Dari hasil analisis menunjukkan semakin banyaknya pertambahan gedung mengakibatkan semakin bertambahnya tugas pemeliharaan gedung. tapi dengan bertambahnya pekerjaan yang harus ditanggani maka masalah tersebut makin lama makin mengganggu dalam pemeliharaan gedung itu sendiri. deskripsi pekerjaan. analisis PIECES (Performance.

Selain itu juga terdapat beberapa prosedur yang diperbaiki dan beberapa formulir yang diusulkan untuk menunjang kinerja dari BPG itu sendiri. .BPG dalam bertindak dilapangan.

Kartika Suhada.779). Maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan kapasitas produksi adalah layak ditinjau dari aspek teknik. Trend permintaan fotocopy dan penjilidan di masa yang akan datang meningkat. Karena analisis dari aspek pemasaran dinilai layak. bahan baku dan tenaga kerja mampu dilakukan perusahaan. Dan hasil kajian tersebut diketahui penambahan mesin yang akan dilakukan pada tahun 2004 sebanyak 1 unit beg itu pula pada tahun berikutnya kecuali pada tahun 2007 dilakukan penambahan sebanyak 2 unit. Dari analisis aspek teknis. MT Vivi Arisandhy. diketahui estimasi permintaan untuk tahuntahun mendatang menunjukkan kecenderungan meningkat. Untuk itu perusahaan merencanakan akan menambah mesin fotocopy agar dapat meningkatkan kapasitas produksi. dapat diketahui jenis dan jumlah penambahan mesin fotocopy yang diperlukan dalam meningkatkan kapasitas produksi. maka dapat dilanjutkan ke analisis aspek teknis. ST. Danamartha Sejahtera Utama merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan fotocopy dan penjilidan. karena keterbatasan kapasitas tidak semua permintaan terpenuhi. Dan analisis aspek pemasaran. Dan analisis finansial. Setelah diketahui keterbatasan kapasitas produksi ini disebabkan oleh terbatasnya mesin fotocopy yang dimiliki perusahaan. harga fotocopy dan jilid relatif lebih murah dibandingkan dengan pesaing-pesaing lainnya. maka perusahaan ingin menambah kapasitas produksinya. Penambahan mesin ini disesuaikan dengan estimasi permintaan. maka diperlukan penambahan bahan baku dan tenaga kerja. Danamartha Sejahtera Utama cukup tinggi. Untuk peningkatan produksi yang akan dilakukan oleh PT. Hal tersebut dapat dilihat juga dan trend peningkatan jumlah mahasiswa yang masuk. aspek finansial dan aspek lingkungan. Danamartha Sejahtera Utama perlu dilakukan analisis kelayakan yang menganalisis beberapa aspek yaitu aspek pemasaran. Seiring dengan bertambahnya jumlah mahasiswa. Dari faktor bauran pemasaran perusahaan unggul dari pesaing dalam faktor lokasi yang berada di dalam lingkungan kampus. MT Nita May K PT. Untuk meng etahui kelayakan dari aspek finansial perlu dilakukan penilaian investasi Payback Period dicapai pada tahun 2004 bulan ke-3. maka usaha . aspek teknik. Oleh karena itu penggantian mesin layak dilakukan.34(2004) Analisis Kelayakan Peningkatan Kapasitas Usaha Fotocopy PT. Danamartha Sejahtera Utama Bandung Ir.212. Saat ini permintaan akan kebutuhan fotocopy dan penjilidan dari PT. Hasil perhitungan NPV memperlihatkan nilai yang positif ( 14. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa upaya peningkatan kapasitas dengan cara menambah mesin fotocopy adalah layak ditinjau dari aspek pemasaran. dapat diketahui jumlah investasi vang diperlukan untuk peningkatan kapasitas produksi. Dengan adanya penambahan mesin fotocopy ini..

maka usaha peningkatan kapasitas ini layak untuk dijalankan. Hasil dari analisis aspek pemasaran. Nilai yang diperoleh IRR>MARR. Untuk itu perusahaan perlu segera untuk melakukan peningkatan kapasitas produksi agar perusahaan dapat memenuhi permintaan yang lebih banyak. aspek teknik.peningkatan kapasitas ini layak untuk dijalankan. aspek finansial dan aspek lingkungan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi layak untuk dilakukan. .

Untuk itu peneliti mengusulkan metode TPPS untuk menghitung jumlah pesanan dan waktu pemesanan agar ongkos total yang diperoleh dapat ditekan seminimal mungkin tanpa adanya kekurangan..70% samapi 45. Namun. yang berperan lebih besar dalam meminimalkan ongkos total adalah ongkos kekurangan persediaan. Bintang Terang. konsumen akan cenderung beralih ke merek lain. Penentuan jumlah produk di PD Bintang Terang berdasarkan intuisi dari pemilik.35(2004) Usulan Pengendalian Persediaan yang Optimal di PD “Bintang Terang” Santoso. Bintang Terang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pendistribusian bahan makanan. meliputi produk bihun. Dengan metode yang saat ini digunakan oleh perusahaan. didapatkan penghematan sekitar2. vetsin. dengan periode pemesanan setiap 6 hari sekali untuk item produk bihun Jmpl dan Soun. Dengan menggunakan metode yang diusulkan. MT Lisa Mariana PD. 18 hari sekali untuk item produk bihun Bhg 250 dan Vetsin. karena apabila terjadi kekurangan.96%. Penghematan ini didapatkan dari penghematan ongkos pemesanan dan ongkos kekurangan persediaan. . dan kecap. soun.31% tergantung dari jenis tiap ietm produk dengan rata-rata penghematan untuk semua item produk yaitu sebesar 14. Perusahaan perlu mengatur jumlah persediaannya. MT Ir. ST. diharapkan dapat memperbaiki kekurangan metode perencanaan dan pengendalian persediaan produk di PD. Dari perhitungan dengan metode usulan. Kartika Suhada. 3 hari sekali untuk produk-produk kecap. sering kali terjadi kekuragan dan penumpukan produk di gudang.

Peneliti mengusulkan prosedur penjadwalan penggunaan laboratorium komputer yang bersifat tetap. dapat menyebabkan terjadinya bentrok jadwal antar fakultas/jurusan.44% menjadi 88. MT Okrati Restu Laboratorium komputer merupakan salah satu fasilitas laboratorium milik Universitas Kristen Maranatha yang digunakan oleh seluruh fakultas/jurusan. Selain itu. tingkat utilisasi laboratorium komputer kurang diperhatikan.38% .33% . peneliti mengusulkan prosedur penyusunan jadwal penggunaan laboratorium komputer yang sebaiknya diterapkan. jam lembur yang dibutuhkan dan pengalokasian jadwal praktikum dari masing-masing fakultas/jurusan pada hari yang sama. ST. kecuali Jurusan Teknologi Informasi dan Teknik Elektro. antara lain munculnya istilah “siapa cepat dia dapat” dalam memperoleh jadwal penggunaan laboratorium komputer tanpa adanya batasan waktu dalam proses penginformasian data yang diminta oleh laboratorium komputer dan jadwal permintaan yang disampaikan oleh fakultas/jurusan yang berubah-ubah dapat menimbulkan kesulitan bagi staff laboratorium komputer dalam mengatur jadwal penggunaan laboratorium komputer.62% . staff laboratorium komputer meminta masukan jadwal yang dikehendaki dari seluruh fakultas/jurusan. Oleh karena itu.. fakultas jurusan memiliki jadwal yang tetap untuk setiap semesternya sehingga fakultas jurusan tidak perlu repot mengatur jadwal kebutuhan pemakaiaan laboratorium komputer setiap semester. prosedur penjadwalan penggunaan laboratorium komputer tersebut memiliki beberapa kelemahan. Prosedur yang diusulkan memperhatikan tingkat utilisasi ruang laboratorium. peningkatan utilisasi ruang yang meningkat dari 27. Berdasarkan hasil pengamatan.92% (dilihat dari jam terpanjang) dan peningkatan utilisasi ruang dari 27. MT Ir.100% menjadi 97.79% 94. karena tidak ada koordinasi di antara fakultas/jurusan. Namun.36(2004) Usulan Prosedur Penyusunan Jadwal Penggunaan Laboratorium Komputer di Universitas Kristen Maranatha Santoso.97. Di samping itu. . Proritas yang digunakan staff laboratorium komputer dalam menyusun jadwal adalah berdasarkan fakultas/jurusan yang tercepat menyerahkan jadwal yang akan dialokasikan. Kartika Suhada. Dalam hal pengaturan penggunaan laboratorium tersebut.100% (dilihat dari jam kerja regular di Universitas Kristen Maranatha) serta pengurangan jam lembur dari 31 jam menjadi 11 jam per minggu. Manfaat yang diperoleh dengan menerapkan prosedur penjadwalan yang diusulkan yaitu staff laboratorium tidak mengalami kesulitan dalam menyusun jadwal penggunaan laboratorium.

96 tahun. Hal tersebut terlihat dari adanya penumpukan barang setengah jadi pada beberapa stasiun kerja tertentu. nilai ROI yang diperoleh sebesar 103.40/tahun atau sebesar Rp. Kayo Surya Utama menghadapi masalah dalam memenuhi jumlah permintaan yang diterima.907.1. AUOOA211 G03. sedangkan produk lokal diketahui sebanyak 384.32 % dan permintaan pipa kapiler AH 14A693G08 sebesar 271. Dari hasil pengamatan peneliti.668 unit/tahun. efisiensi lintasan meningkat menjadi 86.000 unit/tahun. AUOOC606G01. Berdasarkan hasil perhitungan peramalan. MT I Made Sumaryana PT. Kartika Suhada. Upaya yang dilakukan untuk dapat meningkatkan kapasitas produksi adalah dengan melakukan penyeimbangan lintasan produksi dan penambahan sumber daya. Kayo Surya Utama adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan pipa kapiler untuk suku cadang lemari es.301..871.36. ST.75%. yaitu dari Rp. yaitu ke Mitsubishi Electric Coorporation. Sedangkan setelah dilakukan penyeimbangan lintasan serta dilakukan penambahan mesin dan tenaga kerja terjadi peningkatan nilai estimasi keuntungan. MT Ir. Setelah dilakukan penyeimbangan lintasan serta dilakukan penambahan 1 mesin welding. AQOOB003G01. Periode pengembalian investasi (pembelian mesin) terjadi dalam jangka waktu 0. Setelah dilakukan penyeimbangan lintasan produksi tanpa dilakukan penambahan mesin.09%).80/tahun (2. efisiensi lintasan menjadi 68. terlihat bahwa kondisi lintasan produksi yang diterapkan saat ini belum seimbang. yaitu tipe AH14A693G08.036. Efisiensi lintasan saat ini adalah sebesar 60. Kayo Surya Utama Victor Suhandi. Untuk dapat memenuhi permintaan produk lokal sebanyak 384. Kapasitas produksi tersebut masih belum dapat memenuhi permintaan secara keseluruhan.1. jumlah permintaan untuk pipa kapiler AH14A693G08 selama satu tahun ke depan adalah sebanyak 271. Ada beberapa tipe pipa kapiler yang diproduksi. Pada saat ini PT.766.730.57% dan kapasitas produksi yang dapat dihasilkan untuk pipa kapiler AH14A693G08 meningkat menjadi 210. Besar kapasitas produksi tersebut belum dapat memenuhi permintaan secara keseluruhan.126 unit/tahun. Tipe AH 14A693G08 merupakan tipe yang paling banyak di produksi untuk diekspor ke Jepang.60/tahun menjadi Rp.000 unit/tahun dilakukan penambahan 5 buah mesin dan 2 orang tenaga kerja.425.668/tahun dapat terpenuhi. Empat produk lainnya diproduksi untuk pasar lokal (dalam negeri). dan AUOOA 129G23. Perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan yang diterima karena keterbatasan kapasitas produksi yang dimiliki. Berdasarkan perhitungan. Penambahan sumber daya tersebut adalah dengan melakukan penambahan mesin dan jumlah tenaga kerja. yaitu dari .37(2004) Upaya Peningkatan Kapasitas Produksi Untuk Memenuhi Permintaan Suku Cadang Lemari Es di PT. Pada kondisi lintasan setelah dilakukan penyeimbangan tanpa dilakukan penambahan mesin terjadi peningkatan nilai estimasi keuntungan.21% dan perusahaan dapat memproduksi pipa kapiler AH14A693G08 sebanyak 210. Oleh karena itu perusahaan bermaksud untuk meningkatkan kapasitas produksinya.123.589 unit/tahun dan kebutuhan tenaga kerja dapat dihemat dari 40 orang menjadi 36 orang.

Rp.239.49%).425.199.80/tahun atau sebesar Rp.40/tahun menjadi Rp.1.664.657.2. .907.766.40/tahun (24. 432.564.

Oleh karena itu kapasitas departemen pemrosesan yang digunakan sebagai patokan besar kapasitas produksi perusahaan dalam perhitungan perencanaan produksi. Lang kah berikutnya adalah perhitungan kapasitas tiap departemen. MT Ir. Langkah berikutnya adalah perhitung an elemen biaya yang terkait. Kadang-kadang ketersediaan salah satu atau beberapa bahan baku tidak mencukupi. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan. Metode pengendalian persediaan yang diterapkan perusahaan adalah berdasarkan perkiraan dan belum terintegrasinya antara pengendalian persediaan bahan yang satu dengan bahan baku lainnya. maka menimbulkan total ongkos simpan yang tinggi. Peneliti terlebih dahulu melakukan peramalan permintaan untuk masa yang akan datang dengan bantuan software QS. yaitu departemen pemrosesan / pengadukan dan departemen pengisian.. thiner ND dijadikan sebagai produk yang mewakili (surrogate product) dalam perhitungan perencanaan produksi. yang kemudian dilakukan penyusunan Jadwal Induk Produksi dimana metode yang digunakan untuk melakukan disagregasi adalah meaode Hax and Britain. Apabila ketersediaan bahan baku tidak mencukupi. Kartika Suhada. sedangkan apabila ketersediaannya berlebihan. Saat ini perusahaan sedang menghadapi masalah dalam pengendalian persediaan bahan baku thiner. dimana dalam memproduksi thiner ada 2 departemen yang terlibat. sehingga kegiatan produksi terhenti. Untuk menghitung kapasitas departemen pemrosesan / pengadukan dipergunakan peta pekerja mesin.38(2004) Usulan Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Thiner di PT Warna Mikha Mitra Sejati Bandung Vivi Arisandhy. sedangkan untuk departemen pengisian dilakukan perhitungan waktu baku. ST. MT Nico Filemon Hermawan Bahan baku merupakan salah satu sumber daya milik perusahaan. Dari tiga tipe produk thiner yang diproduksi. PT Warna Mikha Mitra Sejati adalah sebuah perusahaan yang memproduksi cat dan thiner. dan biaya simpan Langkah selanjutnya adalah penyusunan rencana produksi agregat. Oleh karena itu. biaya tenaga kerja. Oleh karena itu ketersediaan bahan baku harus dikendalikan. Hasil perhitungan menunjukkan kapasitas departemen pemrosesan lebih kecil daripada departemen pengisian. maka kegiatan produksi akan terhenti. yang memegang peranan penting dalam menjaga kelancaran kegiatan produksi yang berlangsung. dimana biaya . diusulkan penerapan metode MRP (Material Requirement Planning). Setelah didapat Jadwal Induk Produksi maka dilakukan perhitungan MRP (Material Requirement . Metode ini cocok diterapkan untuk kondisi adanya kebergantungan antara besar kebutuhan bahan baku yang satu deng an bahan baku lainnya.biaya yang dihitung adalah harga pokok produksi. diketahui bahwa penyebab terjadinya hal di atas adalah kurang tepatnya metode pengendalian persediaan yang diterapkan perusahaan.

Dari hasil perhitungan ongkos total.3%. . penerapan metode MRP dapat menghemat biaya total pengendalian persediaan yang timbul untuk bulan Januari 2004.74 atau 41.Planning) untuk merencanakan jadwal produksi dan pemesanan bahan baku ketiga macam thiner yang akan dibuat. sebesar Rp 2.444. 135.

potongan harga.000.39 (2004) Usulan Strategi Pemasaran untuk Peningkatan Kinerja Layanan Supermarket Hero (Studi Kasus di Supermarket Hero Cabang Setrasari. penghasilan per bulan sebesar Rp 1.999.999. . iklan dan promosi. Bandung saat ini yaitu pada lokasi yang dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan umum. untuk mengetahui kesenjangan antara persepsi dan harapan konsumen pada beberapa variabel berdasarkan faktor-faktor yang mendorong konsumen untuk berbelanja. kekurangan yang masih memerlukan perbaikan yaitu pada penawaran harga. faktor-faktor yang belum memenuhi harapan konsumen di supermarket Hero cabang Setrasari.. yang salah satunya disebabkan bclum ada pengukuran kinerja saat ini yang akan dijadikan acuan. pihak manajemen Supermarket Hero cabang Setrasari. pelayanan yang diberikan. Bandung yaitu faktor lokasi. Dari Importance Performance Analisis.s. penulis mengetahui bahwa sebagai supermarket yang baru di daerah Setrasari yang dihadapkan dengan pesaing yang telah memiliki pelanggan tetap. penyediaan selebaran tawaran produk. usia 21-28 tahun yang merupakan market potensial. Sementara itu. atribut fisik maupun fasilitas. atmosfer toko maupun suasana. Rp 2. melalui wawancara langsung. Bandung mengalami kesulitan untuk menetapkan strategi ke depan. diketahui kelebihan supermarket Hero cabang Setrasari. Bandung yaitu untuk memperhatikan segmen pengunjung mayoritas hasil penelitian yaitu kaum wanita. lebih sering melakukan iklan dan promosi dengan menjadi sponsor. dengan tidak mengabaikan segmen yang lainnya. mempertahankan harga produk impor sebagai suatu nilai lebih. Bandung serta melakukan training yang baik pada tiap karyawannya. penulis mengadakan penelitian yang bennaksud untuk mengetahui kinerja Hero saat ini yang telah memenuhi harapan konsumen dan belum memenuhi harapan konsumen. memasang spanduk iklan mengenai program tertentu di luar gedung supermarket Hero cabang Setrasari. Bandung yaitu faktor harga. Djajalaksana. Hasil Analisis GAP menunjukkan bahwa faktor-faktor yang telah melebihi harapan konsumen di supennarket Hero cabang Setrasari. kecekatan petugas dalam memberikan pelayanan. menawarkan potongan harga maupun hadiah kepada konsumen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Analisis GAP.-. Sementara itu.d. MBA Kumala Kencanawati Haryanto Dari hasil penelitian pendahuluan. pencantuman harga barang dengan jelas. jarak gang antar rak bisa dilewati oleh dua kereta dorong. sifat dan kualitas ragam barang. iringan musik maupun iklan yang tidak mengganggu. memeriksa kembali kebijakan penetapan harga dan memperhatikan fluktusi harga yang terjadi sehingga dapat menawarkan harga yang bersaing dan tepat.500. Saran yang diusulkan untuk supermarket Hero cabang Setrasari. penyediaan toilet. personel penjualan. Bandung) Yenni M. disertai usulan strategi pemasaran untuk peningkatan kinerja layanan yang masih belum sesuai dengan harapan konsumen pada umumnya. Oleh karena itu. pekerja wiraswasta.

Dan pemasangan alat hydrant untuk pencegahan bahaya kebakaran. seperti praktikum dan asistensi. Intensitas cahaya pada lorong tunggu masih kurang. . temperatur dan kelembaban pada lorong tunggu belum memenuhi kondisi ideal. seperti alat pencegah bahaya kebakaran.APK&E UKM terbuat dari bahan yang mudah terbakar. APK&E UKM. Selain itu karena kurangnya ventilator. Alat ini dirasakan penting.. sehingga dapat mendukung konsentrasi belajar mahasiswa. khususnya untuk mahasiswa yang akan melakukan aktivitas. Agar aktivitas yang berlangsung dalam Laboratorium dapat mencapai tujuannya. maka harus diciptakan suatu lingkungan yang nyaman.APK&E yang terletak pada basement II Gedung Teknik. Lorong yang berada di basement II gedung Teknik gelap. Lorong Lab. walaupun sudah terdapat beberapa lampu untuk penerangan. khususnya untuk orang yang datang ke suatu tempat. MT Wawan Yudiantyo. Untuk itu diusulkan produk rancangan kursi tunggu yang dapat dilipat untuk menghemat tempat. dijadikan sebagai tempat tunggu. dirasakan kurang ergonomis.. Hasil Analisa menunjukan bahwa dimensi produk kursi tunggu aktual belum sesuai dengan dimensi tubuh pengguna. maka orang tersebut harus menunggu di tempat yang telah disediakan (tempat tunggu).40(2004) Usulan Perbaikan Produk Meja dan Kursi Penerima Tamu Secara Ergonomis (Studi Kasus di Ruang Administrasi Laboratorium Analisa Perancangan Kerja dan Ergonomi Universitas Kristen Maranatha) Ie Vie Mie. Dari penelitian yang dilakukan penulis. maka lorong yang letaknya berada di basement II tersebut menjadi lembab. mengingat sekat-sekat ruangan Lab. tetapi masih dirasakan kurang terang. Pemasangan AC untuk mengatasi temperatur dan kelembaban yang kurang baik. yang dijadikan tempat tunggu saat ini. aliran udara menjadi kurang baik. lorong. ST. dimana orang tersebut tidak bisa langsung dilayani. MT Shirley Permatasari Tempat tunggu merupakan tempat yang penting. produk kursi tunggu juga disesuaikan dengan data Antropometri mahasiswa. Untuk lingkungan fisik diusulkan penambahan lampu sehingga mencapai intensitas cahaya yang ideal untuk membaca dan menulis. ST. Diharapkan dengan demikian akan memberikan keyamanan bagi pengguna lorong tunggu Lab. Alat keamanan pada lorong masih kurang.

tipe C = 8 unit. Dari kedua metode penyeimbangan lintasan produksi yang digunakan (Metode Region Approach dan Metode Rank Positional Weight). Sekarang ini kapasitas produksi per bulan yang dimiliki divisi Screw Conveyor belum dapat mencukupi permintaan konsumen walaupun perusahaan sudah menggunakan jam lembur. screw extruder (tipe E). peningkatan efisiensi lintasan sebesar 42. screw 5m (tipe D). Kerta Laksana merupakan perusahaan yang bergerak dalam sektor pembuatan peralatan pertanian dan konstruksi mesin. mesin las = 3 unit (berkurang 2 unit). dan tipe F perusahaan sudah dapat memenuhi permintaan.5m (tipe B). .41(2004) Usulan Peningkatan Kapasitas Produksi dalam Upaya Memenuhi Permintaan pada PT.. dan tipe E = 8 unit. Dengan menggunakan metode penyeimbangan lintasan usulan. Berdasarkan peramalan yang dilakukan. MT Ir. Kerta Laksana Bandung Santoso. mesin rol dan mesin tekuk masingmasing = 1 unit (masing-masing berkurang 1 unit). Jumlah pekerja usulan berkurang dari 24 orang menjadi 21 orang.16% menjadi 79. Saat ini kapasitas per bulan yang dihasilkan perusahaan dengan menggunakan jam kerja reguler dan jam lembur masih mengalami kekurangan untuk tipe A = 7 unit. tipe D = 12 unit. Salah satu penyebabnya adalah tidak seimbangnya pembebanan kerja setiap stasiun kerja pada divisi Screw Conveyor. divisi Screw Conveyor (objek penelitian). penulis mencoba menyusun tata letak mesin dengan menggunakan pendekatan from to chart frekuensi. Saat ini PT Kerta Laksana memiliki 3 divisi yang aktif yaitu divisi mesin giling. semakin kecil semakin baik karena berarti perbedaan waktu antar stasiunstasiun kerja yang ada tidak terlalu besar) sebesar 19350. Kelebihan dari metode penyeimbangan lintasan usulan adalah terjadinya peningkatan utilisasi stasiun kerja sebesar 43. dan meningkatkan kapasitas produksi.31). Produk yang dijadikan objek penelitian adalah produk yang tingkat permintaan-kumulatifnya mencapai 90% dalam 1 tahun terakhir yaitu produk screw conveyor 5m (tipe A). Untuk membantu memperlancar aliran material. Jumlah mesin usulan yang digunakan adalah mesin potong plat. Heru Susilo. screw conveyor 10m (tipe C). M. ST.95%).27% (dari 35.58°%). tipe B = 1 1 unit. tipe C = 18 unit. screw conveyor 7.21% menjadi 77.67 (dari 30499. jumlah permintaan per bulan untuk tipe A = 16 unit. perusahaan dapat memenuhi permintaan per bulan untuk semua tipe produk hanya dengan menggunakan jam kerja reguler. Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah mengusulkan pembebanan kerja yang seimbang.Sc Andi Indrawan PT. tipe B = 26 unit. metode yang terpilih adalah metode Region Approach Revision (usulan). penurunan smoothnes index (menunjukkan kelancaran dari suatu lintas produksi. Sedangkan untuk tipe D. Ketidakseimbangan beban kerja dapat dilihat dari banyaknya stasiun kerja yang menganggur dan penumpukan barang setengah jadi pada stasiun kerja tertentu.79%(dari 36.98 menjadi 11149. divisi umum.

mesin bubut = 4 unit. gerinda tangan = 3 unit (masing-masing bertambah 1 unit). mesin las plasma 2 unit (tetap). Untuk penambahan mesin bubut dan gerinda tangan perusahaan menggunakan mesin cadangan yang dimiliki Saran untuk perusahaan adalah sebaiknya perusahaan memindahkan kelebihan jumlah tenaga kerja dan kelebihan mesin ke bagian lain yang membutuhkan atau dapat dijadikan sebagai cadangan. mesin gergaji potong 1 unit (tetap). .

kesenjangan antara persepsi manajemen tentang harapan konsumen dengan spesifikasi kualitas jasa (Gap 2). dengan rata-rata kepuasan konsumen secara keseluruhan sebesar . MT Rudijanto Muis. sehingga konsumen tidak merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh PT. Selain itu adanya perbedaan persepsi manajemen dengan karyawan tentang standar kinerja.KAI hingga saat ini merupakan perusahaan monopoli. Penulis menggunakan metode Servqual untuk mengetahui kesenjangan yang terjadi antara persepsi dengan harapan konsumen (Gap 5). bukan berarti PT. Oleh sebab itulah PT. KAI DAOP II) Ir.KAI dituntut untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas layanannya. Kualitas pelayanan memegang peranan penting untuk memenuhi kebutuhan konsumennya.KAI. mempengaruhi karyawan yang telah konsisten menerapkan standar dan memenuhi janji. kesenjangan antara harapan konsumen dengan persepsi manajemen (Gap 1). Sekarang ini telah terjadi penurunan penumpang KA Parahyangan kelas Bisnis sebesar 3 %. Meskipun PT. menyebabkan ketidaksesuaian dengan harapan konsumen. kesenjangan antara spesifikasi kualitas jasa dengan penyampaian jasa (Gap 3) dan kesenjangan antara penyampaian jasa dengan komunikasi eksternal (Gap 4).0.KAI). Parahyangan PT. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa konsumen tidak merasa puas dengan pelayanan dari PT.KAI. Kualitas pelayanan yang buruk akan menimbulkan keluhan-keluhan dari pelanggannya yang akhirnya bisa berdampak buruk bagi perusahaan (PT. KAI sebagai salah satu public service yang ada di Indonesia. Terdapat modifikasi cara pengukuran gap yaitu pada Gap 3 terdapat pengukuran spesifikasi kualitas jasa oleh konsumen dan pada Gap 4 terdapat pengukuran komunikasi eksternal oleh konsumen. MT Carrie Prima A Pada saat ini masyarakat lebih kritis terhadap pelayanan jasa yang ditawarkan oleh sektor public service khususnya PT. ST. Untuk itulah dilakukan suatu penelitian untuk mengidentifikasikan faktor-faktor intern yang menentukan kualitas layanan di PT.42(2004) Analisis Kualitas Pelayanan jasa PT. berusaha untuk tetap mempertahankan pelanggannya dan meningkatkan kualitas pelayanan agar konsumen merasa puas.KAI. PT. Penyebab ketidakpuasan konsumen ini adalah karena adanya penjabaran spesifikasi standar kinerja perusahaan yang tidak sesuai dengan keadaan dilapangan saat ini. Oleh karena itu disarankan agar pihak manajemen lebih sering melakukan riset dan melakukan komunikasi dengan konsumen untuk mengetahui apa yang diharapkan konsumennya dan juga membuat program kerja bagi karyawannya dan . Kereta Api Indonesia dengan Menggunakan Pendekatan Dimensi Kualitas Pelayanan (Studi Kasus pada KA.KAI.411..KAI tidak memperhatikan kualitas pelayanannya Kepuasan pelanggan tetap harus diperhatikan. Christina Wirawan.

Job description dari tiap pekerjaaan dibuat secara tertulis dan jelas sehingga karyawan mengetahui hak dan kewajibannya dalam bekerja guna dapat memenuhi kebutuhan konsumen. .dikomunikasikan dengan karyawannya dengan baik guna memenuhi kebutuhan konsumen.

dan pengelompokan jenis komponen berdasarkan komponen utama dan bukan utama. dan maximum completion time. Mean Tardiness. Kartika Suhada. Kerta Laksana adalah perusahaan yang termasuk dalam kelompok manufaktur mesin. Nilai mean tardiness dan maximum lateness yang dihasilkan kedua jadwal tersebut = 0. Metode penjadwalan yang saat ini diterapkan oleh perusahaan adalah memprioritaskan pengerjaan pesanan yang diterima lebih awal. menetapkan urutan pengerjaan komponen tiap pesanan berdasarkan prioritas total waktu proses standar terbesar. lebih kecil dibandingkan dengan penjadwalan aktif. 6 departemen memiliki waktu selesai lebih cepat dengan penjadwalan non delay. Mean Lateness. Hasil yang diperoleh dari perhitungan penjadwalan aktif dan non delay adalah tidak terdapat pesanan yang terlambat. Metode yang digunakan adalah Priority Dispatching (Heuristic) yang terdiri dari algoritma penjadwalan aktif dan non delay. mean lateness. of tardy jobs) dan kriteria lain yang dipertimbangkan adalah mean tardiness. Metode tersebut tidak mempertimbangkan faktor urutan operasi dari masing-masing pesanan yang diterima. maka nilai yang dihasilkan pada jadwal non delay kecil dibandingkan metode perusahaan. ST. MWKR (Most Work Remaining).43(2004) Usulan Penerapan Penjadwalan Job Shop dengan Metode Heuristic untuk Produk Screw Conveyor di PT. maka termasuk ke dalam penjadwalan job shop. Total waktu menganggur untuk penjadwalan non delay lebih kecil dua menit dibandingkan penjadwalan aktif.. Nilai mean lateness penjadwalan non delay besarnya -2 hari. dan Maximum Lateness. Dari 24 departemen. MT Lestari Yuli Hastuti. dan jumlah mesin yang dapat digunakan. Kerta Laksana Ir. sedangkan dengan penjadwalan aktif hanya I departemen saja. batas waktu yang ditentukan (due date) dari masing-masing pesanan yang diterima. Dilihat dari jumlah pesanan terlambat. Aturan prioritas yang digunakan adalah EDD (Earliest Due Date). Nilai maximum completion time kedua penjadwalan tersebut = 23 hari. Sifat produksi dari perusahaan adalah berdasarkan pesanan (job order). pengerjaan komponen yang mempunyai kesamaan dalam proses operasi akan dikerjakan berurutan. MONPR (Most Operation Remaning). keterlambatan yang terjadi dikarenakan perusahaan belum menerapkan metode penjadwalan yang baik. SPT (Short Processing Time). Total waktu menganggur penjadwalan non delay . Masalah yang sering dihadapi oleh perusahaan adalah sering terjadi keterlambatan pemenuhan pesanan pada divisi screw conveyor sehingga dikhawatirkan dapat mengakibatkan hilangnya kepercayaan pelanggan dan denda yang harus ditanggung perusahaan. maximum lateness. Kriteria pemilihan metode penjadwalan terbaik yang akan diusulkan berdasarkan minimasi jumlah pesanan yang terlambat (min. Random. Dari hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan. MT Dominica Audrie PT. Dilihat dari pola aliran produksi yang terjadi dalam divisi screw conveyor.

13 departemen memiliki waktu selesai lebih cepat dengan penjadwalan non delay. . Dengan demikian. Dari 24 departemen. maka penjadwalan yang diusulkan adalah penjadwalan non delay. sedangkan dengan metode perusahaan hanya 9 departemen.lebih kecil 1661 menit dibandingkan dengan metode perusahaan.

Data yang diolah diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner kepada konsumen di kota bandung dengan menggunakan Purposive Sampling yaitu konsumen yang pernah menggunakan kartu selular Telkorn Flexi. Dengan demikian Telkom Flexi harus dapat mengimbangi strategi pemasaran yang diterapkan pesaing agar para pelanggan Telkom Flexi tidak beralih pada operator lain bahkan dapat meraih pangsa pasar yang lebih tinggi. Christina Wirawan. people. MT Indriani Kusumawati Perkembangan teknologi yang pesat pada saat ini. . place. Setelah itu. Selain itu juga dengan metode Correspondence Analysis yang bertujuan untuk mengetahui peta posisi persaingan sesama operator kartu selular CDMA. promotion. target perusahaan serta Positioning statement yang ditanamkan yaitu "Bukan Telepon Biasa" yakni Telkom Flexi sebagai telepon selular dengan pulsa rumah. process dan physical evidence dengan melihat keunggulan dan kelemahan yang dimiliki oleh Telkom Flexi dibandingkan dengan para pesaingnya dan berdasarkan pertimbangan segmen pasar yang dipilih. Penelitian dimulai dengan mengidentifikasikan faktor-faktor yang mcmpengaruhi konsumen dalam memilih kartu selular. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Faktor yang berfungsi untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam memilih kartu selular CDMA. kemudian peta posisi Telkom Flexi terhadap pesaing-pesaingnya. ST. Fren dan Esia. Usulan strategi pemasaran bagi kartu selular CDMA Telkorn Flexi dilakukan dengan menggunakan bauran pemasaran yang terdiri dari 7 P yakni product. Untuk demografi sendiri diolah dengan menggunakan tabulasi silang (Crosstab) dan persepsi konsumen terhadap Telkorn Flexi diolah dengan menggunakan persentase dan pie chart. sebagai senjata mereka untuk meraih pangsa pasar.44(2004) Usulan Perumusan Strategi Pemasaran Kartu Selular Telkom Flexi Ir. price. Adanya tingkat peluang pasar yang tinggi pada teknologi CDMA ini dalam waktu yang relatif singkat Telkom Flexi telah memiliki 2 produk pesaing yang juga menggunakan biaya pulsa yang mengacu pada tarif telepon rumah. Untuk itu diperlukan strategi pemasaran yang tepat dan efektif bagi Telkom Flexi.. serta peningkatan kebutuhan masyarakat akan telekomunikasi memunculkan teknologi dengan sistem baru di bidang telekomunikasi yang dikenal dengan CDMA (Code Division Multiple Access). penentuan segmen pasar berdasarkan data demografi dan persepsi konsumen terhadap Telkorn Flexi dan pada akhirnya penyusunan strategi pemasaran Telkom Flexi berdasarkan pada 7 P. PT Telkorn menghadirkan layanan fixed wireless berbasis CDMA yang diberi brand Telkorn Flexi dimana biaya pemakaiannya mengacu pada tarif telepon rumah.

. promotion (Hermawan Kertajaya : 2001). Terakhir dari aspek Promotion adalah sponsor acara. bentuk bangunan rnenarik. Agronesia (BMC) Bandung) Ir. menyediakan fasilitas credit card.45(2004) Analisis Peta Posisi untuk Menyusun Strategi Pemasaran (Studi Kasus: PT. wawancara dan catatan-catatan perusahaan. MT Nessi Redinka Penelitian ini berjudul Analisis Peta Posisi untuk Menyusun Strategi Pemasaran (Studi kasus : PT. pemandangan indah (goodview). variasi menu. waktu menunggu pesanan cepat. pramusaji mengerti produk. Sedangkan dilihat dari aspek Place adalah tempat parkir luas. segmen 2 dan segmen 4. nilai kesehatan produk. diskon fasilitas credit card dan adanya harga promosi. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen berdasarkan 4P dilakukan perhitungan statistik menggunakan Confirmatory Factor Analysis. place. suhu produk disajikan sesuai dengan produknya.Agronesia (BMC). Strategi pemasaran yang disusun ditujukan kepada segmen l. Faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam memilih tempat makan berdasarkan aspek Product adalah keramahan pramusaji. digunakan Analisis Master dan Tabulasi Silang (Crosstab) untuk mengelompokkan responden dan mengidentifkasikannya. Dari peta posisi didapat bahwa keunggulan BMC dibandingkan pesaingnya sudah mencakup empat aspek bauran pemasaran yaitu product. informasi di iklan mudah dipahami. memperluas tempat parkir dan menurunkan harga. penampilan produk. kebersihan wastafel. place. harga termasuk pajak. membuka cabang di tempat lain yang lebih strategis adanya iklan baik melalui media cetak maupun elektronik. kerapihan pramusaji. Terakhir. Sedangkan untuk mengetahui posisi BMC terhadap pesaingnya yaitu Susu Murni Lembang dan Yoghurt Cisangkuy digunakan Correspondence Analysis. interior nyaman. Christina Wirawan. kebersihan produk. Untuk meraih ketiga segmen tersebut BMC perlu memperhatikan kinerja pramusaji. Rancangan alat ukur disusun peneliti mengacu pada taktik menyusun strategi pemasaran berdasarkan Bauran Pemasaran yang terdiri dari product. letak mudah ditemukan. pramusaji murah senyum. Peta posisi yang dimaksud disini adalah posisi BMC terhadap pesaingnya yaitu Susu Murni Lembang dan Yoghurt Cisangkuy. Metoda pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang dilakukan terhadap 150 orang responden yang pernah mencicipi makanan & minuman di ketiga tempat makan. price. Berdasarkan aspek Price adalah harga terjangkau. iklan. kemasan produk menarik. price. Saran untuk BMC yang didapat dari kuesioner 1 adalah menambah jenis produk yang ditawarkan. Bandung). harga tertulis di buku menu. promotion. hiburan. akses tidak macet.

data Pedagang Besar Farmasi (PBF) kurang Iengkap. Dokumen-dokumen tersebut dianalisis kekurangannya. Tersendatnya aliran informasi ini dikarenakan kurang lengkapnya informasi yang disampaikan atau yang akan digunakan pada saat pengolahan informasi. tetapi dari aliran informasi yang kurang baik di apotek tersebut. Perancangan sistem informasi menggunakan perancangan secara komputerisasi. ST. Pada Buku Persediaan Obat (BPO). Namun kekosongan stok obat tersebut bukan dikarenakan kesalahan dari pengendalian persediaan. dikarenakan dalam BPO tidak ada tanggal kadaluarsa obat. MT Hengky Sebastian Apotek "M" sering mengalami kekosongan stok obat. penjualan obat. MT Christina. Akibatnya proses pengambilan keputusan dan pengolahan informasi di Apotek "M" dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. infomasi yang ada masih kurang lengkap.. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses pemesanan obat. sehingga dapat dibuat suatu rancangan dokumen yang lebih baik dan lengkap. pihak apotek membutuhkan waktu yang lama untuk mencari resep pada tumpukan resep. Masalah lain yang ditemukan adalah data konsumen juga tidak tertata secara baik dan rapi.46(2004) Analisis dan Usulan Sistem Informasi di Apotek “M” Bandung Vivi Arisandhy. dilakukan juga pengumpulan dokumen-dokumen yang ada di Apotek "M" pada saat ini. retur obat dan pengendalian persediaan obat. ST. penjualan obat. Kelemahan-kelemahan tersebut dapat diketahui dengan membuat suatu diagram alir. Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap diagram alir tersebut. . retur obat dan pengendalian persediaan obat dapat dilakukan dengan lebih cepat. Selain itu. Untuk dapat meminimasi kesalahan-kesalahan yang mengakibatkan aliran informasi menjadi tersendat. penjualan obat maupun retur obat. baik pada saat proses pemesanan obat. dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan sistem informasi secara komputerisasi maka proses pemesanan obat.. maka langkah pertama yang perlu dilakukan oleh Apotek "M" adalah mengetahui kelemahan-kelemahan dari sistem informasi saat ini. sehingga apabila konsumen hendak menebus sisa obat.. Berdasarkan analisis.

. Dari hasil penelitian ekuitas merek ponsel Samsung. Pengukuran brand equity tcrsebut. Untuk elemen perceived quality dengan menggunakan uji Mann-U Whitney serta diagram Performance Important Analysis diketahui bahwa atribut mudah digunakan. Demikian pula dengan Samsung yang harus bersaing dengan Nokia. kualitas desain. Suatu merek yang terkenal akan memiliki brand equity (ekuitas merek) yang kuat.63% untuk brand recognition dan 0% untuk brand unaware. layanan perbaikan. MT Indah Victoria Sandroto. Sedangkan tingkat peralihan mereknya adalah sebanyak 13 responden loyal dan 27 responden tidak loyal dari keseluruhan 40 responden. memiliki kualitas sinyal yang baik. layanan perbaikan. kualitas sinyal. MT Bani Februarso Persaingan di pasar ponsel yang semakin ketat membuat setiap produsen ponsel untuk memiliki strategi dalam mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasarnya. brand recognition dan brand unavvare). elemen brand association. Brand Equity tersebut terdiri dari elemen brand awareness (lop ofmirul.. kualitas sinyal. memiliki layanan perbaikan yang memuaskan.. elemen perceived quality (performansi. Untuk brand loyalty menggunakan statistika deskriptif dan rantai Markov. ST. Dari hasil brand association menggunakan uji Cochran diketahui bahwa Samsung memiliki asosiasi-asosiasi sebagai berikut: memiliki kualitas gambar (display) yang baik. memiliki kesan tertentu. kepentingan dan kepercayaan) dan elcmcn brand loyally (connnitled buyer.elemen Ekuitas Merek Ponsel Samsung sebagai Usulan untuk Mempertahankan dan Meningkatkan Pangsa Pasar Melina Hermawan. tertinggi untuk brand recall serta terdapat 16 merek ponsel yang dikenal oleh responden. satisfied hrwcr dan switcher). kualitas gambar. ponsel Samsung menempati posisi terendah untuk lop of mind. kelengkapan konektivitas terletak pada kuadran I. terdapat 0. kelengkapan menu. memiliki kualitas suara yang baik. Salah satu strategi tersebut adalah dengan "Merek". brand recall. mudah diperoleh. harga relatif murah. ST. bonus pembelian. dilakukan dengan teknik pengumpulan data melalui survei dengan kuesioner sebagai alatnya sehingga diperoleh data-data yang dapat digunakan untuk mengusulkan strategi bagi pihak Samsung dalam dalam mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasarnya. Hasil penelitian di kota Bandung dengan respondennya adalah para pengguna ponsel atau yang pernah menggunakan ponsel serta memiliki pengetahuan dalam dunia ponsel. memiliki banyak tipe/jenis terletak pada kuadran IV. menunjukan bahwa untuk elemen brand awareness yang diolah dengan statistika deskriptif. kualitas suara.47(2004) Analisis Pengukuran Elemen . memiliki kesan tertentu terletak pada kuadran III.50%. dapat diketahui kelebihannya dalam atribut kualitas suara. memiliki baterai yang relatif tahan lama. liking the brand. konsumen terbesar dari Samsung termasuk pada kategori liking the brand 77. kualitas baterai terletak pada kuadran II. memiliki banyak tipe/jenis. Siemens dan Sony Ericsson dalam pasar ponsel.

kualitas baterai sedangkan kekurangannya dalam atribut mudah digunakan. mudah diperoleh. . agar Samsung dapat terus mengelola pangsa pasar yang sudah ada bahkan dapat meningkatkan pangsa pasarnya dengan membidik segmen baru. kelengkapan konektivitas. Hal ini dapat dijadikan bahan masukan bagi Samsung.

Titik impas tercepat yang diperoleh dari hasil perhitungan adalah bila jumlah mahasiswa minimal sebesar 102 orang mahasiswa yang dibagi dalam dua kelas. Hasil yang diperoleh dari perhitungan adalah jika dibuka 1 kelas. untuk itu perlu dilakukan studi kelayakannya yang meliputi aspek pemasaran. kemudian menghitung estimasi jumlah peminat perkuliahan kelas malam ini.548. jumlah total yang berminat terhadap pembukaan kelas malam ini sebanyak 387 orang.000 jika tenaga kerja yang digunakan tenaga kerja lama dan baru.masing kelas 51 orang mahasiswa.. Dari segi aspek keuangan.universitas lain dan Universitas Kristen Maranatha sendiri. karyawan sebanyak 49 orang dan mahasiswa Universitas Kristen Maranatha jurusan Teknik Industri sebanyak 216 orang. tetapi pada tahun . universitas . namun jumlah mahasiswa peserta perkuliahan kelas malam minimal 102 orang yang dibagi dalam dua kelas. langkah . dan kerugian sebesar Rp 24. Bila dibuka 2 kelas. langkah . yaitu siswa SMA sebanyak 122 orang. MT Melina Hermawan. ST. Dalam studi kelayakan aspek pemasaran. Christina Wirawan.sekolah. Hasil dari pengumpulan data.tahun berikutnya mengalami peningkatan. aliran kas yang diperoleh tidak terdapat kerugian bahkan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hasil dari penyebaran kuesioner kepada dosen diperoleh data sebanyak 26 orang dosen bersedia mengajar pada perkuliahan pada malam hari. pengolahan data dan analisis dilihat dari segi aspek pasar menunjukkan bahwa rencana ini dapat dilaksanakan karena banyak yang berminat untuk mengikuti perkuliahan kelas malam ini. kantor kantor.langkah yang dilakukan adalah menghitung besar biaya total yang harus dikeluarkan dan menghitung titik impas dari perkuliahan kelas malam ini. aspek teknik dan aspek keuangan. dengan jumlah masing .langkah yang dilakukan dalam studi kelayakan aspek teknik adalah menghitung jumlah dosen yang diperlukan untuk mengajar di perkuliahan kelas malam. MT Maria Susanti Yenny Ratna Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha berencana membuka perkuliahan kelas malam Jurusan Teknik Industri. ST. menyebarkan kuesioner kepada dosen untuk mengetahui kesediaan mereka mengajar perkuliahan kelas malam. MT Christina.langkah yang dilakukan adalah melakukan survei dengan menyebarkan kuesioner ke sekolah .. Dari hasil studi kelayakan.48(2004) Analisis Kelayakan Perkuliahan Kelas Malam Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha Bandung Ir. kedua aliran kas yang diperoleh mengalami kerugian pada semester 2 tahun pertama sebesar Rp 13. Titik impas tercepat dari hasil perhitungan adalah bila jumlah mahasiswa minimal sebanyak 51 orang mahasiswa dalam satu kelas.174.000 jika tenaga kerja yang digunakan semua tenaga kerja baru. . Langkah . perkuliahan kelas malam ini layak untuk diadakan karena tersedianya dosen dan ruang kuliah yang cukup untuk pelaksanaan perkuliahan kelas malam.

Selanjutnya dilakukan proses agregasi dengan menggunakan metode Transportasi Land dan proses disagregasi dengan menggunakan metode Hax and Meal. Dari hasil peramalan kemudian dilakukan perhitung an peramalan permintaan agregat. PLCC. Omedata Electronics Bandung Ir. Sedangkan kriteria vang dipakai untuk mengukur kesalahan peramalan adalah MAD. Masalah yang dihadapi perusahaan saat ini adalah mengenai pengendalian persediaan bahan baku. Peramalan dilakukan dengan menggunakan metode Single Exponential Smoothing with Trend.066. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan kedua metode tersebut di atas. Selanjutnya dilakukan perhitungan kapasitas berdasarkan jumlah mesin saat ini. dimana ketersediaan bahan baku seringkali berlebihan atau bahkan kekurangan. Oleh karena itu. Langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan perhitungan Coefficient of Variance. dimana diperoleh nilai CV untuk data permintaan setiap jenis IC berada di atas 0. dan diperoleh bahwa data berada dalam batas kontrol. .433. dan waktu pemesanan dilakukan pada saat persediaan mencapai safely stock. Double Exponential Smoothing with Trend. Dengan demikian. Siklis dan Linier Siklis.726. Omedata Electronics merupakan suatu perusahaan swasta subkontraktor yang bergerak di bidang perakitan IC. Holt Winter. SOT dan TO. kembali dilakukan perhitungan kapasitas berdasarkan jumlah mesin yang dibutuhkan. kecuali untuk PDIP 20.3 menggunakan metode Siklis.574.49(2004) Usulan pengendalian Persediaan Bahan Baku Produk IC di PT.301. Hasil perhitungan menunjukkan terdapat kelebihan jumlah mesin sebanyak 6 unit dari yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan. Uji verifikasi dilakukan dengan menggunakan peta Moving Range. karena metode ini menghasilkan biaya pengendalian persediaan yang optimal. MT Vivi Arisandhy Ii Surya Yanti PT. Produk yang dihasilkan antara lain PDIP. Linear Regression. Pengendalian persediaan yang dijalankan perusahaan saat ini adalah melakukan pemesanan berdasarkan ukuran lot tertentu (perusahaan yang menetapkan). sedangkan dengan metode usulan adalah sebesar Rp 25. besar penghematan biaya pengendalian persediaan vang bisa diperoleh dengan menerapkan metode usulan adalah sebesar Rp 59. Terakhir dilakukan perhitungan rencana kebutuhan bahan dengan menggunakan metode perusahaan saat ini dan metode usulan.2 sehingga termasuk ke dalam pola data non stasioner. diperoleh bahwa total biaya pengendalian persediaan dengan menggunakan metode perusahaan saat ini adalah sebesar Rp 85. Kartika Suhada. Moving Average with Linear Trend. Metode peramalan terpilih untuk semua jenis IC adalah metode Linier Siklis.84%.633 atau 69. SOIC. Metode pengendalian persediaan yang disarankan adalah dengan menggunakan Material Requirement Planning (MRP) dengan penentuan besarnya ukuran lot berdasarkan metode Wagner Whitin.

Jika antrian panjang. .62 serta service level 97. panjang antrian maksimal yang terjadi 33 orang. Biaya menunggu nasabah adalah Rp 16. Di BCA Surya Sumantri antrian panjang sering terjadi. enam dan tujuh orang menggunakan program Promodel.047. M. terutama pada jam jam sibuk.27 menit.294.13 menit. Saat ini BCA Surya Sumantri memiliki lima counter untuk melayani transaksi setoran tunai. waktu menunggu nasabah 13.. Solusi untuk mengurangi panjang antrian adalah dengan menambah jumlah teller sehingga tidak ada lagi nasabah yang melakukan balking. waktu menunggu nasabah adalah 1. Semakin panjang antrian maka minat nasabah untuk melakukan transaksi menurun. jumlah nasabah yang balking 13 orang.051. Jumlah teller usulan adalah lima orang dengan fasilitas kursi. nasabah cenderung menunda transaksi karena melelahkan jika harus berdiri lama ketika mengantri. Nasabah berdiri mengantri dalam satu jalur. Persaingan menjadi semakin ketat karena bank-bank yang merger akan memiliki sumber daya yang lebih berkualitas.97. ST. jumlah bank di Indonesia mengalami pengurangan. dan total opportunity cost Rp 2.8 per jam dan opportunity cost tiap nasabah Rp 2.35.789. ini dilakukan untuk menyeimbangkan beban kerja teller. Untuk mencari jumlah teller usulan dilakukan simulasi terhadap alternatif jumlah teller lima.67 %.94 %.497. Biaya dan waktu menunggu nasabah makin besar jika antrian semakin panjang. Pengurangan ini dikarenakan ditutupnya beberapa bank atau merger antara beberapa bank. MT Wenny Chandra.7.111. Dengan empat orang teller tingkat utilisasi teller adalah 82.879. selain itu tuntutan nasabah terhadap pelayanan bank semakin tinggi. total biaya menunggu nasabah Rp 167. panjang antrian maksimal yang terjadi adalah 10 orang.83 %.dan service level mencapai 100 %.Sc Amelia Margatan Sebagai akibat dilakukannya likuidasi terhadap bank yang tidak sehat oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional beberapa tahun lalu.50(2004) Estimasi Jumlah Teller di BCA Surya Sumantri Menggunakan Model Simulasi Victor Suhandi. tidak ada nasabah yang balking sehingga total opportunity cost adalah Rp 0. selang waktu kepergian teller dan lamanya petugas teller meninggalkan counter dengan menggunakan program Stat::Fit agar diperoleh nilai parameter yang diinginkan.. Tingkat utilisasi teller adalah 68. tarikan tunai dan kiriman uang tetapi yang beroperasi hanya empat. Uji distribusi terhadap data selang waktu kedatangan nasabah pada jam-jam yang sama.599. display dan nomor urut.. Salah satu faktor pertimbangan nasabah dalam memilih bank adalah kecepatan melakukan transaksi yang erat kaitannya dengan masalah antrian. total biaya menunggu nasabah Rp 1. ST. bahkan mungkin beralih ke bank lain sehingga opportunity cost meningkat.

atau STIEB. Kristen 2. Kristen 2. pilihan jurusan/fakultas. infoi -masi yang diberikan. SMU Santa Maria 2 Cirebon) Ir. Dari hasil pengolahan data diperoleh bahwa Informasi yang mempengaruhi Minat Memilih UKM Sebagai Perguruan Tinggi adalah informasi tentang kebanggaan bila diterima. dalam penelitian ini peneliti menggunakan responden siswa-siswa SMU kelas 3 dan memperkembangkan persepsi posisi UKM terhadap Perguruan Tinggi Swasta lain di Bandung. Hingga peneliti tertarik untuk meneliti faktor "Citra UKM di Masyarakat" secara lebih detil dan diuji pengaruhnya terhadap Minat. Hendra Kusuma. MT Linawati Arjono Dalam penelitiannya. Santa Maria 1. Populasi yang digunakan adalah siswa siswa kelas 3 di SMU Kristen 1. Selain itu. UKM banyak direkomendasikan. Faktor pertama yang dipertimbangkan oleh 4 kelompok siswa SMU kelas 3 tersebut (kelompok yang memilih berdasarkan jurusan. biaya kuliah di UKM sesuai dengan kualitas. clan banyak yang merekomendasikan. Jika hasil regresi clan peta posisi digabungkan maka didapatkan bahwa keunggulan/asosiasi UKM yang berpengaruh terhadap Minat adalah dalam hal banyak yang merekomendasikan. fasilitas. kelompok yang memilih berdasarkan perguruan tinggi. . Peneliti menggunakan model Brand Eguity yang telah dimodifikasi untuk mengetahui pengaruh Citra UKM terhadap Minat Mernilih UKM: Digunakan pula analisis regresi dan peta posisi (Gorespon6fenceAnalysis) untuk pengujian hipotesis. penelitian dilakukan di SMU Kristen 1. Kusuma dan Tearalangi (2003) menggunakan responden orang-orang yang mendaftar di UKM pada gelombang 1 tahun akademik 2003/2004 hingga pemetaan Minat tersebut masih belum jelas. promosi. lokasi. Oleh karena itu. dan Santa Maria 2 Cirebon. Ukuran sampelnya ialah sejumlah responden yang memenuhi persyaratan. Kusuma dan Tearalangi (2003) menyatakan bahwa terdapat 7 kelompok siswa SMU kelas 3. terkumpul 181 kuesioner. Teknik sampling yang digunakan ialah purposive sampling. Atas permintaan bagian Humas UKM. Keunggulan UKM merupakan asosiasi merek dari UKM sehingga dipersepsikan bahwa asosiasi merek UKM cenderung pada hal-hal frsik. dan Santa Maria 2 Cirebon. Santa Maria 1. Faktor Citra tersebut masih belum detail dan pengaruhnya atas Minat tidak diuji. kelompok yang memilih berdasarkan jurusan dan perguruan tinggi. dengan mencari siswa-siswa SMU kelas 3 yang berminat melanjutkan studi ke UKM atau UNPAR. SMU Kristen 2. unit kegiatan.51(2004) Pengaruh Informasi Kualitas Universitas dan Persepsi Persaingan Universitas terhadap Minat Melanjutkan Studi di UKM (Studi Kasus Eksploratori Siswa Kelas 3 SMU Kristen 1. Hasil pengolahan peta posisi menunjukkan bahwa keunggulan UKM adalah dalam hal teknologi. serta kelompok yang memiliki banyak pilihan) dalam memilih jurusan di UKM adalah "Citra UKM di Masyarakat". Posisi UKM atas Perguruan Tinggi lain di Bandung juga tidak dipertimbangkan pengaruhnya terhadap Minat Memilih Perguruan Tinggi. dan biaya kuliah di UKM sesuai dengan kemampuan orangtua.

Setelah atribut-atribut tersebut diinvestasikan. menampilkan unit-unit kegiatan. yaitu dengan mengadakan USM lebih awal dari UNPAR. Untuk atribut Biaya yang Terjangkau dilakukan investasi dengan memberikan PMDK. dan mengikuti kegiatan yang diadakan sekolah-sekolah (menjadi sponsor. meminimasi mahasiswa cadangan. . dan kantin. dan memperketat kriteria mutu penerimaan mahasiswa baru. fasilitas "home stay". Sedangkan atribut Biaya yang Terjangkau dilakukan dengan memberikan bea siswa. Untuk atribut Biaya Kuliah sesuai dengan Kualitas dilakukan dengan mempertahankan kualitas UKM. yaitu dengan mendorong unit kegiatan dan HIMA untuk mengadakan kegiatan yang melibatkan siswa SMU.Saran-saran yang diberikan peneliti untuk UKM adalah dengan melakukan investasi pada atribut Kebanggaan Diterima. dll). baru dikomunikasikan kepada masyarakat. yaitu dengan melibatkan mahasiswa dalam promosi aktif dan memajang profil alumni yang berhasil di masyarakat dengan pesan sponsor "saya bisa berhasil karena pendidikan yang diberikan di UKM". asrama. Atribut Banyak yang Merekomendasikan perlu dipertahankan karena atribut ini penting dan UKM unggul dalam atribut ini. Peneliti menyarankan untuk melakukan investasi pada atribut Kebanggaan Diterima.

Hal ini dapat mengakibatkan persediaan beberapa item suku cadang yang lain kehabisan stok (stock out).52(2004) Usulan Pengendalian Persediaan Suku Cadang di PD. 429. Sedangkan untuk item-item suku cadang yang bersifat non stasioner metode Time Phased P Systems memberikan penghematan ongkos total persediaan Rp. sedangkan untuk item-item suku cadang yang bersifat non stasioner. 96.38%). Untuk item-item suku cadang yang bersifat stasioner.112. Namun demikian sering kali banyak perusahaan di Indonesia termasuk PD. MT Handy Hidayat Masalah persediaan merupakan salah satu masalah yang sering terjadi dalam dunia usaha. maka diusulkan metode pengendalian persediaan metode P dan metode Q.. MT Vivi Arisandhy. Harapan Motor sebagai dealer resmi yang bergerak di bidang kendaraan roda dua di kota Banjar yang masih belum memiliki sistem pengendalian persediaan yang baik..37 (10. Banjar. Dari perhitungan dengan metode usulan maka untuk item-item suku cadang yang bersifat stasioner terpilih metode P multi item yang memberikan penghematan ongkos total persediaan Rp. Jawa Barat. Harapan Motor. diharapkan dapat memperbaiki kekurangan metode pengendalian persediaan suku cadang di PD.009. maka diusulkan metode pengendalian persediaan Time Phased P Systems.07 (51. dimana semua suku cadang dipesan dari supplier yang sama dengan jangka waktu pemesanan yang selalu tetap yaitu 6 hari sekali. ST. “Harapan Motor” Banjar Santoso. Saat ini dalam memenuhi permintaan suku cadang hanya berdasarkan pengalaman saja. . ST.48%). Dengan menggunakan metode yang diusulkan.

perlu adanya suatu analisis yang terstruktur mengenai penambahan operator dan perangkat secara optimal. Untuk saat ini. Keempat aspek kelayakan yang dilakukan memberikan hasil yang positif atau dalam artian layak untuk dilakukan. pelanggan dapat menggunakan layanan Call Center dengan mengakses jasa operator. MT Riset Wijoyo Informasi yang dibutuhkan seorang pengambil keputusan harus tersedia secara cepat. Dari hasil analisis teknik menunjukkan bahwa tingkat pelayanan (service level) terhadap pelanggan >_ 92% dapat diperoleh dengan menambah dua perangkat dan dua operator untuk kondisi pelayanan saat ini dan kondisi pelayanan satu tahun mendatang. Hasil analisis sosial menunjukkan perubahan perangkat beserta teknologi yang diusulkan memberi keuntungan lebih bagi masyarakat. Saat ini. Analisis kelavakan yang dilakukan memperhatikan empat aspek yaitu analisis pasar. analisis teknik dengan menggunakan simulasi sistem. MT Ir. Untuk dapat melakukan percakapan ke luar negeri. Hasil analisis finansial menunjukkan umur ekonomis perangkat lama telah terlampau. dan analisis sosial. sehingga sebaiknya dilakukan penggantian perangkat. Terjadinya Loss Call menyebabkan service level menjadi turun. perkembangan bisnis telekomunikasi sebagai salah satu alat penyedia informasi sudah semakin tinggi. dengan melakukan suatu studi kelayakan yang mengkaji penambahan kapasitas pelayanan. Strategi pelayanan yang meningkatkan service level hingga > 92% adalah differensiasi tersendiri bagi Telkom. Hasil analisis pasar menunjukkan bahwa pasar untuk produk Telkom Global 0 17 menunjukkan peningkatan pelanggan dengan didukung olch pola data permintaan yang linier. Alternatif yang diberikan memiliki payback period yang lebih pendek dari satu tahun. perangkat baru juga memantu memberikan informasi interface yang lebih baik. karena pada dasamya masyarakat akan menerima manfaat lebih dari proyek penambahan kapasitas pelayanan Telkom Global 017 di Call Center Surabaya. Peluang untuk menambah infrastruktur (perangkat + operator) secara finansial harus dilakukan. nilai NPV > 0 dan nilai IRR > MARR. yaitu selain meningkatkan keakuratan informasi bagi masyarakat. Peningkatan pangsa pasar untuk satu tahun mendatang dapat diantisipasi dengan menerapkan strategi bersaing community marketing. secara finansial alternatif yang diusulkan layak untuk dipertimbangkan. Salah satu teknologi terbaru yang dikembangkan oleh PT Telkom adalah VOIP (Voice Over Internet Protocol) yang dipergunakan dalam menunjang komunikasi internasional. Oleh karena itu. Christina Wirawan. tepat dan akurat. Market share terbesar diperoleh dari segmen bisnis dan segmen ritel. . analisis finansial dengan menggunakan metode analisis pcnggantian. peningkatan jumlah pelanggan di Call Center Surabaya tidak seimbang dengan kapasitas pelayanan yang tersedia. Kartika Suhada.53(2004) Analisis Kelayakan Penambahan Kapasitas Pelayanan Telkom Global 017 di Call Center Telkom Surabaya Ir. Oleh karena itu.

21. Data kecepatan pelayanan diperoleh dengan pengambilan langsung di lapangan dengan menggunakan teknik jam henti. MT Victor Suhandi. ternyata belum dibutuhkan penambahan fasilitas loket tol. ST. Pada hari biasa. sedangkan untuk data jumlah kedatangan long weekend diperoleh dengan pengambilan langsung di lapangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui optimalitas jumlah loket tol khususnya pada masing-masing shift.00 . Untuk memperoleh jumlah loket tol yang optimal hanya perlu dilakukan penambahan dan atau pengurangan operator loket tol pada waktu-waktu yang dibutuhkan. menyebabkan tingkat utilitas loket tol menjadi kecil. persen service level dan persen utilisasi kegunaan loket tol per waktu bagian dan utilisasi keseluruhan selama simulasi berjalan.00 dan shift 3 pukul 21. lalu diuji goodness of fit. khususnya tol Pasteur tidak terlalu ramai dibandingkan pada hari libur. Hari biasa meliputi weekdays (hari Senin sampai Jumat) dan weekend (hari Sabtu dan Minggu). yang menyebabkan ketidakpuasan konsumen (service level rendah). Pembahasan dalam penelitian ini dibagi menjadi 2.00. setelah itu dilakukan pengujian distribusi.14. sedangkan untuk long weekend berjalan selama 14 jam. shift 2 pukul 14. .. lalu dibuat perkiraan penambahan dan atau pengurangan operator loket tol sebagai input pada analisis sensitivitas untuk menemukan optimalitas sistem. maka data kecepatan pelayanan harus diuji kecukupan data terlebih dahulu. Pada akhirnya ditarik kesimpulan mengenai jumlah loket tol yang dibutuhkan agar dapat bekerja dengan optimal dengan memperhatikan service level dan utilitas loket tol. data tersebut terlebih dahulu ditetapkan pembagian parameter.07.00 . yaitu hari biasa dan long weekend. sedangkan jumlah loket tol yang aktif bekerja banyak. Untuk long weekend pada penelitian ini adalah hari libur yang jatuh pada hari Jumat atau Senin. Setelah diperoleh distribusidistribusi tersebut. Analisis yang dilakukan meliputi rata-rata waiting time kumulatif.. ST.54(2004) Analisis Optimalitas Jumlah Loket Tol Pasteur dengan Menggunakan Simulasi Antrian Lestari Yuli Hastuti. Dari hasil tersebut. Simulasi untuk hari biasa berjalan selama 24 jam. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data kecepatan pelayanan serta data jumlah kedatangan kendaraan untuk loket tol masuk dan keluar. maka tahap selanjutnya yaitu pembuatan simulasi dengan menggunakan program Promodel. Dari hasil analisa tersebut.P Dengan semakin berkembangnya teknologi dan taraf hidup masyarakat. Pembagian shift tersebut.00. Tetapi untuk mendapatkan pola jumlah kedatangan. jumlah kendaraan yang keluar masuk tol Bandung. diuji hipotesis rata-rata dan tahap terakhir yaitu dilakukan pengujian distribusi.00 . menyebabkan pesatnya jumlah pertambahan kendaraan yang berlalu lalang di jalan tol Bandung. shiff l mulai pukul 07. oleh karena itu data yang diambil hanya dibatasi pada shift 1 dan 2. Seringkali pada hari libur terjadi antrian kendaraan yang cukup panjang. Untuk mendapatkan distribusi kecepatan pelayanan. MT Francisca T. Data jumlah kedatangan hari biasa diperoleh dari pihak perusahaan. Namun bila jumlah kedatangan kendaraan sedikit.

Primasejati Duta Wisesa Indonesia Vivi Arisandhy. dan untuk produk ¾ Pants meningkat sebesar 500 unit / minggu yang semula 49 unit / minggu menjadi 549 unit / minggu.72. Sedangkan pada jalur produksi woven. Rendahnya kapasitas disebabkan karena ketidakseimbangan lintas produksi yang diindikasikan dengan adanya stasiun kerja sibuk dan idle yang menyolok dan adanya work in process pada beberapa stasiun kerja.. Metode yang digunakan untuk perencanaan agregat adalah metode Mixed Strategy. Setelah dilakukan penyeimbangan lintas produksi. Kapasitas produksi untuk produk Shirt meningkat sebesar 1644 unit / minggu yang semula 278 unit / minggu menjadi 1922 unit / minggu. dan Internal Rate of Return = 987. Kapasitas produksi untuk produk T-Shirt meningkat sebesar 564 unit / minggu yang semula 300 unit / minggu menjadi 864 unit / minggu. Produk yang diamati pada jalur produksi knit antara lain IT-Shirt.000. Sedapat mungkin perusahaan dapat memenuhi pemintaan tanpa harus melakukan lembur dan subkontrak. Sedangkan metode yang digunakan untuk perencanaan disagregat adalah pendekatan Reguler Knapsack. Long Pants.703. ternyata terdapat kekurangan mesin jahit sebanyak 37 buah. Untuk meningkatkan kapasitas. Net Present Value = 23.84% yang semula 37. dan ¾ Pants.14%.905. Setelah dilakukan penyeimbangan lintas produksi. Peningkatan permintaan menuntut perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi..22%. Pada jalur knit terjadi peningkatan efisiensi sebesar 51. MT Santoso. Sedangkan pada jalur woven terjadi peningkatan efisiensi sebesar 53.765. yaitu knit dan woven. MT Arif Hadijaya Anwar PT Primasejati Dutawisesa Indonesia adalah sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang garment yang memproduksi pakaian jadi anak-anak. investasi tersebut dinilai layak untuk dijalankan.00. Hasil yang diperoleh adalah perusahaan tidak perlu melakukan lembur maupun subkontrak karena kapasitas produksi yang diusulkan telah dapat memenuhi ramalan permintaan. Dana yang dibutuhkan untuk investasi ini adalah sebesar Rp 567. untuk produk Long Pants meningkat sebesar 1031 unit l minggu yang semula 136 unit / minggu menjadi 1167 unit / minggu. Untuk itu perlu dilakukan perencanaan produksi yang baik. ST. Perusahaan memiliki dua jalur produksi. metode penyelesaian masalah yang digunakan adalah penyeimbangan lintas produksi. produk yang diamati antara lain Shirt. dan untuk produk Polo Shirt meningkat sebesar 457 unit / minggu yang semula 517 unit / minggu menjadi 974 unit / minggu. Setelah dianalisis. dan Polo Shirt. Hasil yang diperoleh dari perencanaan disagregat adalah Jadwal Induk Produksi (JIP) yang . Kapasitas yang diusulkan menjadi input bagi perencanaan produksi yang terdiri dari perencanaan agregat dan perencanaan disagregat.66%.739.38% menjadi 89.55(2004) Usulan Penyeimbangan Lintas Produksi dan Penyusunan Jadwal Induk Produksi di PT. ST. untuk produk Long T-Shirt meningkat sebesar 590 unit / minggu yang semula 786 unit / minggu menjadi 1376 unit / minggu. terjadi peningkatan efisiensi lintasan dan kapasitas produksi. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kelayakan investasi dengan metode Payback Period = 3.54% yang semula 35.55 bulan.60% menjadi 89. Long T-Shirt.

.berguna bagi perusahaan untuk merencanakan berapa banyak yang akan diproduksi setiap bulannya.

maka dalam penelitian ini dilakukan pengembangan metode pengukuran beban kerja karyawan tidak langsung berdasarkan teori Y (Douglas McGregor). Keempat metode ini dapat mengeliminasi kelemahan utama yang terdapat pada metode work sampling. metode diary sampling dan metode diary sampling with modified. MT Denny Wijaya lnformasi tentang beban kerja dari setiap karyawan dibutuhkan untuk menentukan jumlah karyawan di setiap unit kerja. sedangkan diary sampling with modified memiliki karakteristik interval waktu konstan dan pengisian lembar kerja dengan huruf. dan yang melakukan pengisian adalah karyawan sendiri. metode self sampling with modified. yaitu dalam hal sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan pengukuran dan juga dapat diterapkan di semua tempat. “A”. Bandung. salah satu tempat fotocopy di UKM dan PT. Metode-metode pengukuran beban kerja karyawan tidak langsung yang dikembangkan adalah metode self sampling. Pengumpulan data untuk penelitian ini dilakukan di 3 tempat berbeda. ST. dapat dipercaya. Pendekatan yang populer dipakai selama ini untuk mengetahui distribusi pemakaian waktu kerja karyawan tidak langsung adalah sampling pekerjaan (work sampling). keempat metode yang dikembangkan tersebut ternyata memberikan hasil yang valid (hasilnya tidak berbeda secara signifikan dengan metode work sampling). . dan memiliki sifatsifat positif yang lainnya. Namun metode work sampling ini memiliki kelemahan utama dalam hal sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan pengukuran dan juga terkadang sulit diterapkan di semua tempat... Jenis pekerjaan yang tidak mengikuti suatu pola tertentu (karyawan tidak langsung) sulit diukur waktu kerja/pemakaian waktu kerjanya. yaitu sebuah metode untuk mengukur persentase kemunculan suatu aktivitas melalui pengamatan secara acak. Diary sampling memiliki karakteristik interval konstan dan pengisian lembar kerja dengan tally. Karakteristik dari metode self sampling dan self sampling with modified adalah interval random dan pengisian lembar kerja dengan tally. ST. di jalan raya gadobangkong no 97. sehingga diperlukan suatu pendekatan tertentu. Adapun tujuan dari dilakukannya pengembangan metode work sampling ini adalah agar dihasilkan suatu metode baru yang lebih baik dan dapat diterapkan secara luas sebagai sebuah metode pengukuran beban kerja karyawan tidak langsung. Cara pengisian dari keempat metode yang dikembangkan ini adalah dengan cara pemberian tally atau pemberian huruf saja pada kolom-kolom waktu yang telah ditentukan. Teori Y berpendapat bahwa pada dasarnya orang itu baik. Berdasarkan kelemahan-kelemahan yang terdapat pada metode work sampling. yaitu perpustakaan fakultas psikologi UKM. MT Santoso.61(2004) Usulan Pengembangan Metode Work Sampling Berdasarkan Teori Y (Douglas McGregor) Novi. Berdasarkan uji Wilcoxon yang telah dilakukan.

uji validitas.Berdasarkan basil pengolahan data dengan scoring concept. yang berarti menurut para responden metode diary sampling with modified merupakan metode yang terbaik dari keempat metode yang dikembangkan. . kesulitan-kesulitan dalam penerapannya dan penilaian performansi yang sudah dilakukan didapatkan basil bahwa metode diary sampling with modified memiliki nilai yang paling tinggi.

pujian. dan keselamatan pekerja. tanggung jawab. Yang termasuk ke dalam faktor dissatisfier adalah: tunjangan keluarga. operator bagian jahit sering tidak masuk kerja karena mereka pindah sementara untuk bekerja di perusahaan lain. keamanan pekerja. Pemilik perusahaan menduga bahwa hal ini disebabkan karena kepuasan kerja operator rendah. Adapun kelima belas faktor tersebut adalah tantangan pekerjaan. Jumlah responden 10 orang. keamanan pekerja. hubungan antar karyawan. . dan fasilitas fisik selama bekerja. Adapun variabel yang digunakan adalah berdasarkan hirarkhi kebutuhan Maslow. kesempatan promosi. Di perusahaan ini. fasilitas fisik selama bekerja.. Berdasarkan teori dua faktor kita dapat membagi 6 faktor utama tersebut ke dalam faktor satisfier dan dissatisfier. Banyak pesanan yang menjadi terlambat pengirimannya karena kekurangan pekerja yang mengerjakannya. Setelah dilakukan analisa dengan beberapa metoda maka disimpulkan bahwa terdapat 6 faktor utama dengan skala kenegatifan terbesar yang menyebabkan rendahnya kepuasan kerja para operator jahit dan 9 faktor tambahan lainnya dengan skala kenegatifan yang relatif lebih rendah. khususnya di bagian jahit tidak mudah pindah kerja ke perusahaan lain. Ditempat kerjanyalah. Sedangkan yang termasuk faktor satisfier adalah pujian. Hasilnya dianalisis berdasarkan metoda discrepancy. two factor theory. dengan asumsi data yang diperoleh valid dan reliabel.62(2004) Pengukuran Kepuasan Kerja dengan Metoda Discrepancy Novi. manusia berusaha memenuhi kebutuhannya akan kepuasan kerja. manusia dituntut untuk bekerja mencari uang. kontribusi pekerjaan. kesempatan berprestasi. rasa kebersamaan rekan sekerja. Hasil kuesioner diolah dengan menggunakan uji peringkat-bertanda Wilcoxon. MT Dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. keselamatan pekerja. upah tunjangan keluarga. hubungan dengan atasan. dan berdasarkan selisih rata-rata kenyataan dan harapan. Dengan demikian. maka manusia tersebut akan memberikan hasil yang maksimal dalam bekerja. Hal ini menyebabkan hasil kerja operator menjadi tidak maksimal. Variabel yang dibentuk berdasarkan hirarkhi kebutuhan Maslow yang dipecah menjadi 15 faktor dan dibuat dalam bentuk pertanyaan kuesioner. ST. Apabila manusia merasa puas dengan pekerjaannya. dan jika benar variabel apa saja yang dapat meningkatkan kepuasan kerja agar para karyawannya. Pengumpulan data dimulai dengan membuat kuesioner berdasarkan metoda rating scale menggunakan teori kepuasan kerja discrepancy. Salah satu perusahaan yang menjadi tempat kerja adalah perusahaan SL yang bergerak di bidang industri garment pakaian bayi dan blanket. upah. jaminan sosial. manusia banyak menghabiskan waktunya dalam satu hari untuk melakukan pekerjaan dalam usaha mencari uang. pemilik perusahaan ingin mengetahui apakah dugaannya benar bahwa kepuasan kerja operator rendah. Oleh karena itu.

dapat ditarik kesimpulan bahwa rata-rata kenyataan yang didapat operator jahit lebih rendah dari rata-rata harapan yang diinginkan.Dari hasil penelitian yang dilakukan. sehingga menyebabkan kepuasan kerja yang dimiliki operator jahit rendah. dan memenuhi terlebih dahulu faktor dissatisfier sebelum memenuhi faktor satisfier. Untuk meningkatkan kepuasan kerja dapat dilakukan dengan memperkecil perbedaan antara kenyataan yang didapat dan harapan yang diinginkan. . Discrepancy yang terjadi hanya discrepancy negatif.

Dari data ini. Langkah awal yang dilakukan adalah mengambil data laju kedatangan dan waktu pelayanan. Hasil yang diperoleh dari pengolahan data adalah dengan tingkat kedatangan (λ) = 18. Setelah didapatkan tata letak baru. kemudian melakukan uji kenormalan. ST.533 konsumen/jam dan laju pelayanan (µ) = 8.63(2004) Perhitungan Jumlah Pelayan Optimal Serta Analisa dan Usulan Tata Letak di “PD. baik dari segi tata letak. Menara” Bandung Novi. dicari jumlah pelayan optimal berdasarkan lamanya antrian dan jumlah antrian.92571 konsumen dan waktu rata-rata pelanggan dalam antrian (Wq) = 0. dengan rata-rata jumlah pelanggan dalam antrian (Lq) = 0. . Berarti toko ini harus melakukan penambahan satu orang pelayan karena syarat Lq<1 konsumen dan Wq<6 menit baru tercapai apabila jumlah pelayan 3 orang. penekanan jumlah antrian dan waktu antrian yang terkait di dalamnya demi berlangsungnya usaha dan tujuan toko secara baik dan optimal. MT Perbaikan tata letak dan perhitungan jumlah pelayan optimal diperlukan untuk kelancaran proses pelayanan sehingga pelayanan dapat berjalan dengan baik. Tata letak merupakan hal yang cukup penting bagi kelangsungan toko dalam pelayanannya karena tata letak toko sangat mempengaruhi waktu pelayanan (1/µ).05064 jam. Selanjutnya dilakukan perbaikan tata letak dan desain rak di ruang toko.711 konsumen/jam. keseragaman. desain rak. Perbaikan tata letak dilakukan dengan menagtur tempat kerja dari pelayan sehingga selain waktu pelayanan menjadi cepat. Perbaikan yang dilakukan meliputi pebaikan ukuran baik ketinggian maupun lebar rak. dilakukan uji coba untuk mendapatkan data laju kedatangan dan waktu pelayanan berdasarkan layout usulan.. maka didapat jumlah pelayan optimal 9c) = 3 pelayan. Desain rak pun turut menjadi faktor yang mempengaruhi waktu pelayanan dan keindahan sehingga desain ak juga pelu diperhatikan. dan kecukupan data. juga aliran daritempat kerja menjadi baik.

.

MT. this method can be weighed as a general language computation for supplier performance index involving quality cost.. The purpose of this research is to provide recommendations to Company X in evaluating its existing suppliers’ performance that supplies material to Company X during this time. The identification of quality cost activity is a complex part as it requires a lot of considerations. has to perform its best. X dengan Menggunakan Matriks Biaya Kualitas Fransky Ryadi.64 (2004) Perancangan Algoritma Pemilihan Supplier di PT. bridging suppliers and end users in the supply chain. Company X experiences the same problem. The selection process begins with the identification of quality coat activity and ends with the supplier performance index. As a company that operates in the manufacturing industry.. MM Competition between companies in the same industry forces a company to meet the consumer demand with its best product quality A company.. The company has to choose suppliers with good performance to support its production cycle. The quality cost activity is then categorized into the cost of quality matrix. Identification of quality cost activities on the suppliers is performed in this research. The rigth decision in selecting the rigth suppliers will result in Company X’s better competitive position against other companies in the future. The company’s performance will be better if the company is well supported by its suppliers. The final result of this research is a method that can help Company X makes decision in selecting its suppliers. ST. . Hopefully. The total quality cost generated from the matrix is used to determine the supplier performance index.

Dua prosedur perlu dirancang karena belum ada. 2 prosedur yang didokumentasikan dan 2 prosedur yang dirancang karena belum ada. Beberapa formulir perlu ditambahkan data item seperti tanggal dan penomoran untuk mempermudah dokumentasi. sehingga kelebihan tersebut perlu dipertahankan. Berdasarkan perrnasalahan pada departemen logistik cabang diatas. data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisa dan dibuat usulan.prosedur ini juga memiliki kelemahan seperti adanya kebijakan yang bertentangan dengan prosedur operasional. standard operation procedure didokumentasikan sesuai ketentuan yang berlaku di PT X. Dengan demikian departemen logistik harus memiliki kondisi yang baik agar dapat melaksanakan tugasnya. Formulir formulir yang sekarang sedang digunakan di departemen logistik & PT X sebagian besar telah memiliki kelebihan sehingga tidak perlu dirancang ulang. seperti prosedur sudah sederhana dan mudah dilaksanakan. prosedur masih menggunakan jabatan bagian pada struktur organisasi lama. Prosedur usulan dirancang dengan melengkapi flowchart prosedur. urutan pelaksanaan prosedur tidak sesuai kronologis sehingga pelaksana prosedur merasa bingung dalam melaksanakan tugasnya. . penelitian ditujukan untuk memperbaiki kelemahan standard operation procedure yang berjalan saat ini. ST.. Sebagian besar prosedur memiliki kelebihan.kelemahan itu diatasi dengan merancang prosedur yang baru. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai para pelaksana prosedur di departemen logistik. Saat ini departemen logistik cabang di PT X memiliki masalah dalam pelaksanaan prosedur yaitu adanya perbedaan antara prosedur yang tertulis dengan prosedur yang dilaksanakan. “X” Bandung) Wawan Yudiantyo. Kesimpulan yang diperoleh adalah. menghilangkan bagian-bagian kebijakan yang rancu. menambahkan operasi yang belum terdokumentasi dan memperbaiki dokumen yang kurang lengkap. mengganti jabatan lama menjadi jabatan yang ada pada struktur organisasi yang baru. saat ini ada 7 prosedur yang memiliki kelemahan sehingga dirancang usulan. Setelah merancang usulan. Kelemahan . Dari analisa data disimpulkan bahwa ada sembilan prosedur yang saat ini ada di departemen logistik cabang PT X. Prosedur operasional bercampur dengan kebijakan. MT Risa Margareta Departemen logistik merupakan ujung tombak perusahaan dalam melakukan distribusi produk. Tujuh prosedur sudah didokumentasikan dan dua prosedur belum didokumentasikan. tetapi prosedur .66(2004) Usulan Prosedur Operasional Baku (Studi Kasus di Departemen Logistik Cabang PT.

Selama ini yang ada adalah perpustakaan fakultas yang masih terpisah-pisah dan masih sedikit mahasiswa yang datang ke perpustakaan. Pertambahan buku yang ada di perpustakaan Hasil dari penelitian ini dapat dilakukan penelitian lebih lanjut. nyaman dan aman. . Mengadakan rapat 5.67(2004) Perancangan Proses Pelayanan Perpustakaan Terintegrasi Universitas Kristen Maranatha Bandung Christina. Dengan tujuan itu maka perlu dibuat proses-proses pelayanan yang baik agar semua keinginan dan kebutuhan mahasiswa dapat ditampung dan dipenuhi. Melakukan perhitungan buku yang ada dengan kapasitas rak buku 10. ST. selain itu perpustakaan juga dapat berguna sebagai tempat membaca. antara lain: 1. Dibawah ini adalah beberapa proses yang perlu diperhatikan oleh Perpustakaan Terintegrasi UKM dalam pelaksanaannya. sampai dengan pada Quality Function Deployment yaitu Production Planning Matrix. Perpustakaan merupakan tempat dikumpulkannya semua literatur yang dapat dibaca.. Membuat sanksi untuk petugas perpustakaan 8. Djajalaksana. Melakukan psikotes dan kepribadian calon petugas perpustakaan 4. dipelajari oleh penggunanya. Universitas Kristen Maranatha akan membangun perpustakaan terintegrasi yang berlokasi di lantai 6 dan 7 gedung Graha Widya Maranatha. Melakukan wawancara calon petugas perpustakaan 3. Dengan menggunakan metode QFD (Quality Function Deployment) semua suara konsumen dapat diterjemahkan dengan melalui pengumpulan data yaitu menyebarkan kuesioner yang mewakili semua suara mahasiswa Universitas Kristen Maranatha di setiap jurusan. Diharapkan pembangunan perpustakaan terintegrasi Universitas Kristen Maranatha tidak sia-sia dan dapat berguna bagi seluruh civitas akademika Universitas kristen Maranatha. MBA Lily Widyastuti Perpustakaan adalah salah satu sarana belajar yang disediakan oleh suatu badan pendidikan. Untuk menghindari hal serupa terjadi pada perpustakaan yang terintegrasi maka perlu dibangun sebuah perpustakaan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mahasiswa sebagai pengguna utama perpustakaan. Metode QFD yang digunakan sampai pada Process Planning matriks sehingga akan didapat prioritas proses-proses yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh konsumen. MT Yenni M. Membuat peraturan perpustakaan 6. termasuk sebuah universitas. Membuat hak dan kewajiban petugas saat bekerja 7. Mensosialisasikan peraturan kepada petugas perpustakaan 9. belajar ataupun mengerjakan tugas karena suasananya diciptakan untuk dapat melakukan kegiatan belajar dengan baik. Penyeleksian latar belakang pendidikan calon petugas perpustakaan 2.

Hasil penelitian parkir yang dilakukan oleh Sdri. MT Wenny Chandra. kami menggunakan tingkat kepercayaan sebesar 95% dan tingkat ketelitian sebesar 10%. Kartika Suhada. dimana salah satunya disebabkan oleh berkembangnya program studi yang ada. maka kebutuhan lahan parkir yang merupakan salah satu fasilitas penting yang harus disediakan oleh pimpinan Universitas Kristen Maranatha menjadi semakin besar. Hal ini dapat diabaikan. ST. Dalam penelitian ini. Tingkat kepercayaan yang digunakan sebesar 95% sedangkan tingkat ketelitian sebesar 10%. Laju pertumbuhan yang semakin meningkat akan meningkatkan laju kedatangan kendaraan. perlu diketahui besar kebutuhan lahan parkir untuk saat ini dan saat mendatang. Sedangkan untuk pengujian distribusi waktu antar kedatangan dan distribusi waktu pelayanan (lama parkir). Apabila telah selesai. M. Penelitian yang kami lakukan adalah membuat simulasi dengan menggunakan software ProModel versi 6. 2. Sedangkan kekurangan lahan parkir untuk motor dosen dan karyawan hanya sebanyak 2 motor saja.Sc Sezy Khalimar Seiring bertambahnya jumlah populasi mahasiswa. sebaiknya dipindahkan ke lokasi parkir di depan Graha.0. kami menggunakan Stat::Fit yang merupakan modul dalam software ProModel. Dalam pengujian data. Untuk itu. kekurangan lahan parkir mobil untuk mobil dosen dan karyawan sebanyak 64 mobil dapat dipenuhi dari kelebihan lahan parkir mobil untuk mahasiswa dan tamu sebanyak 52 mobil serta penggunaan sementara lahan parkir di samping Gedung Fakultas Kedokteran dan belakang Gedung Fakultas Teknik untuk menampung kekurangan 12 mobil. dosen dan karyawan Universitas Kristen Maranatha.68(2004) Perhitungan dan Usulan Pemenuhan Kebutuhan Lahan Parkir di Universitas Kristen Maranatha Ir..5. Dalam melakukan pengujian keseragaman data waktu antar kedatangan kendaraan kami menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney dalam software SPSS versi 10. yang berarti pula memperkecil waktu antar kedatangan kendaraan (laju kedatangan berbanding terbalik dengan waktu antar kedatangan). Paulin Sandra menunjukkan bahwa dengan penambahan lahan parkir yang ada di Graha Widya Maranatha (basement 1. Akan tetapi penelitian tersebut memiliki beberapa kelemahan yang berusaha diatasi dengan penelitian yang kami lakukan. agar dapat dibuat perencanaan penyediaan lahan parkir yang memadai. kami memperhitungkan laju pertumbuhan jumlah mahasiswa aktif di masa lalu (Tahun Akademik 1998/1999 hingga 2003/2004) untuk mengestimasi waktu antar kedatangan kendaraan di masa mendatang. Hal ini diusulkan mengingat pembangunan Graha Widya Maranatha secara keseluruhan belum selesai. dan 3) masih belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan parkir mobil yang ada. . dalam arti masih dapat diatasi di lokasi yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk kondisi saat ini (Tahun Akademik 2004/2005).

seluruh lahan parkir mobil tidak dapat mencukupi kebutuhan. kami mengusulkan agar dibangun lahan parkir bertingkat (2 lantai) di atas lahan parkir mobil mahasiswa dan tamu yang berkapasitas 218 mobil. . Untuk itu.Untuk kondisi mendatang (tahun akademik 2004/2005). Hasil simulasi menunjukkan total kekurangan sebesar 195 mobil.

mengetahui dan menganalisis usaha-usaha perbaikan yang harus dilakukan Fire Gym terhadap variabel-variabel yang telah diidentifikasi.000. Setelah itu diusulkan strategi pemasaran Fire Gym yang didasarkan atas usaha perbaikan variabel-variabel pada kuadran I dan kuadran 2 pada Importance Performance Analysis serta segmentasi. penentuan segmen target dan penempatan produk. Melalui studi pendahuluan dengan wawancara kepada 30 orang konsumen pengguna jasa kebugaran Fire Gym didapat hal-hal yang merupakan keinginan konsumen akan suatu pusat kebugaran yang diidentifikasi berdasar bauran pemasaran jasa 7P (Product. Setelah ditentukan pasar target maka diposisikan Fire Gym dengan motto "Fire Gym Serious Fitness". Dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data dengan kuesioner. MT Melina Hermawan. . Process). Physical Evidence. MT Astadi Pangarso Pemenuhan kebutuhan terhadap kesehatan salah satunya diperoleh dengan cara olahraga latihan beban (fitness/weight training) dipusat-pusat kebugaran atau fitness center. Dari hasil pengolahan data kuesioner bagian B melalui peta posisi Importance Performance Analysis didapatkan posisi variabel hasil penjabaran faktor bauran pemasaran jasa 7P yang tersebar dalam 4 kuadran untuk diambil usaha-usaha perbaikan. People. yang berpusat di Cimahi.. ST. ST. mengusulkan strategi pemasaran yang tepat bagi Fire Gym dalam rangka meningkatkan jumlah konsumennya. Place.69(2005) Usulan Strategi Pemasaran Berdasarkan Kinerja Bauran Pemasaran Jasa Indah Victoria Sandroto. Fire Gym merupakan salah satu pusat kebugaran. Selanjutnya dilakukan penyebaran kuesioner sebanyak 139 buah dengan responden konsumen yang berlatih minimal 3 kali dan menjadi responden 1 kali (purposive sampling) secara aksidental selama 2 bulan (bulan Desember 2001 sampai Januari 2005). Berdasar segmentasi ditentukan pasar target yaitu konsumen dengan berpendapatan diatas Rp 1. Dengan adanya penurunan jumlah anggota (member) baru maka Fire Gym harus mencegah penurunan tersebut untuk tahun-tahun mendatang dan selanjutnya menaikkan jumlah anggotanya. targeting dan positioning berupa analisis. Hal ini digunakan sebagai dasar dalam penyusunan strategi pemasaran melalui segmentasi. Sedangkan dari hasil pengolahan data kuesioner bagian A didapat profil responden. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis variabel-variabel apa saja yang menjadi keinginan konsumen terhadap suatu pusat kebugaran.000/bulan serta memiliki gaya hidup sehat melalui berlatih beban untuk membentuk tubuh dan mengutamakan komunikasi dari mulut ke mulut untuk promosinya.. Price. Promotion.

Price. Place. Promotion. . People. Physical Evidence. Process).variabel bauran pemasaran jasa 7P (Product.

Keluhan-keluhan tersebut adalah meja bersekat yang sempit. Sedangkan lingkungan non fisik tersebut meliputi pencahayaan. Berdasarkan penelitian awal terhadap lima perpustakaan di setiap fakultas diperoleh keluhan dan dari mahasiswa. rak buku. dilakukan pengambilan data antropometri mahasiswa. meja komputer untuk informasi. meja komputer. tidak adanya komputer untuk mencari referensi buku. dibutuhkan fasilitas fisik dan lingkungan non fisik yang ergonomis. sirkulasi udara yang panas.70(2005) Perancangan Perpustakaan Terintegrasi d i Graha Widya Maranatha dari Sudut Pandang Ergonomi (Studi Kasus di Universitas Kristen Maranatha) Lestari Yuli Hastuti. rak buku. dan meja pengawas. dan kursi yang berdebu.. meja pengawas. Perpustakaan Terintegrasi ini dapat menjadi pusat informasi dan sumber ilmu pengetahuan serta dapat membantu mahasiswa dalam meningkatkan kualitas belajar. meja kelompok. Dari hasil analisa tersebut diusulkan perancangan perpustakaan Terintegrasi Adapun rancangan fasilitas fisiknya untuk memperbaiki dan juga merancang produk yang saat ini belum ada fasilitas fisik yang diperbaiki adalah meja bersekat. layout yang tidak teratur. Sedangkan produk yang dirancang baru adalah kursi orang yang dilayani. dan lain-lain. Dalam melakukan aktivitas tersebut. Fasilitas fisik tersebut meliputi meja bersekat. kursi orang yang dilayani. dan sirkulasi udara. Kemudian data-data tersebut diuji kenormalan data. Tinggi Duduk Tegak (TDT). Selain itu juga diusulkan layout usulan. pencahayaan yang kurang baik. temperatur. locker. Tinggi Mata Berdiri (TMB). locker. locker yang kurang banyak dan sebagian tidak ada kunci. ST. Selain hal tersebut diatas dilakukan pengukuran dimensi-dimensi terhadap fasilitas fisik dan lingkungan non fisik. Tinggi Bahu Duduk (TBD). meja bersekat. kursi baca. Sedangkan lingkungan non fisik dibandingkan dengan teori yang dianjurkan dalam suatu ruangan perpustakaan. kesulitas dalam mencari buku. Tinggi Bahu Berdiri (TBB). diperlukan kondisi yang nyaman. buku-buku yang tidak tertata dengan rapi. keseragaman data. dan buku. diketahui bahwa ada beberapa fasilitas fisik yang belum ergonomis. kursi baca. Setelah dilakukan penelitian awal. Berdasarkan perbandingan dengan data antropometri diketahui kelebihan dan kekurangan dari dimensi fasilitas fisik. meja panjang. Untuk mendapatkan kondisi lingkungan non fisik yang nyaman. dan kecukupan data. Setelah itu juga dilakukan perhitungan persentil. dan persentil maksimum (P95). MT Yoely Wijaya Setiap perguruan tinggi biasanya dilengkapi dengan adanya perpustakaan. Tinggi Mata Duduk (TMD). Perhitungan persentil ini terdiri dari tiga bagian yaitu persentil minimum (PS). Untuk mendapatkan kondisi yang nyaman. rak buku. persentil rata-rata (P50). Untuk pencahayaan diberi lampu pada meja . Data antropometri yang diambil adalah data Tinggi Badan Tegak (TBT). dan meja petugas perpustakaan. Ternyata setelah dilakukan analisis. dan meja petugas perpustakaan. Dilakukan analisa terhadap fasilitas fisik dan lingkungan non fisik. pada temperatur dipasang AC agar ruangan perpustakaan sejuk.

Dan pada sirkulasi udara dibuat jendela yang cukup agar dapat terjadi pergantian udara.bersekat sebesar 5 watt. .

71(2005) Usulan Penjadwalan Pemenuhan Pcsanan dengan Metode Algoritma Priority Dispatcing di PT. Sarana Wira Reksa Jakarta Victor Suhandi, ST., MT Ir. Kartika Suhada, MT Samuel Margono Untuk tetap dapat bersaing, maka setiap perusahaan perlu melakukan perbaikan secara terus menerus dalam berbagai faktor. PT. Sarana Wira Reksa merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri manufaktur yang membuat dies. Saat ini perusahaan menghadapi masalah dalam pemenuhan pesanan dengan tepat waktu. Dari hasil pengamatan dan wawancara, ketersediaan bahan baku selalu mencukupi, keandalan mesin cukup baik, dan kehadiran pekerja tidak menjadi masalah. Dengan demikian faktor utama penyebab keterlambatan adalah metode penjadwalan yang digunakan oleh perusahaan kurang tepat. Metode penjadwalan pengerjaan pesanan yang diterapkan perusahaan hanya berdasarkan pada tanggal terima yang paling cepat saja dan tidak memperhatikan faktor-faktor lain, seperti batas tanggal selesai, matriks routing setiap pesanan serta tidak mempunyai standar yang jelas untuk penentuan penjadwalan setelah prioritas pertama selesai ditentukan. Metode penjadwalan yang diusulkan peneliti adalah metode Priority Dispatching yang dikemukakan oleh Ciffler dan Thompson. Algoritma yang digunakan adalah algoritma untuk penjadwalan aktif dan non delay. Aturan prioritas yang digunakan adalah Earlist Due Date (EDD) sebagai aturan prioritas pertama, aturan prioritas yang kedua adalah Short Processing Time (SPT), sedangkan aturan prioritas yang terakhir adalah Random. Kriteria pemilihan metode penjadwalan terbaik adalah minimum number of tardy job, sedangkan ukuran performansi lain yang turut dipertimbangkan apabila kedua alternatif metode penjadwalan menghasilkan number of tardy job yang sama adalah maximum completion time, maximum tardiness, mean tardiness, mean lateness, waktu menganggur setiap departemen dan waktu selesai setiap departemen. Hasil dari perhitungan penjadwalan aktif dan non delay adalah tidak terdapat pesanan yang terlambat. Sedangkan hasil perbandingan dari maximum completion time dan mean lateness menunjukkan bahwa metode penjadwalan yang terbaik adalah penjadwalan non delay. Hasil dari waktu menganggur dan waktu selesai setiap departemen diperoleh bahwa penjadwalan non delay lebih banyak terpilih daripada penjadwalan aktif. Berdasarkan hasil dari semua perbandingan yang telah dilakukan, maka metode penjadwalan usulan yang terpilih adalah penjadwalan non delay. Hasil perbandingan penjadwalan usulan terpilih atau non delay dengan metode perusahaan menunjukkan bahwa penjadwalan non delay lebih baik karena tidak terdapat pesanan yang terlambat, sedangkan metode perusahaan terdapat satu pesanan yang terlambat. Kelebihan dari metode penjadwalan usulan terpilih atau non delay adalah tidak terdapat jumlah pesanan yang terlambat, memiliki maximum completion time yang paling kecil dan juga memiliki mean lateness yang paling besar dibandingkan metode penjadwalan yang lainnya.

73(2005) Identifikasi Faktor - faktor Harapan Mahasiswa terhadap Dosen (Studi Kasus Eksploratori Jurusan TI – UKM) Ir. Hendra Kusuma, MT Patrisius P. Piamat Selama ini Jurusan TI UKM telah memberikan berbagai macam pelayanan yang bervariasi bagi para mahasiswanya, antara lain dengan penyediaan dosen-dosen pengajar yang minimal berpendidikan strata dua, tetapi ternyata kinerja tenaga-tenaga pengajar yang disediakan masih dirasakan kurang memuaskan bagi pihak mahasiswa. Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut; (1) mengetahui faktor-faktor penting apa saja yang menjadi pertimbangan mahasiswa dalam menilai kinerja seorang dosen di Jurusan TI UKM, dan (2) mengetahui bagaimana seharusnya dosen dievaluasi berdasarkan harapan mahasiswa Jurusan TI UKM. Jumlah responden pada penelitian ini ialah sebanyak 250 responden mahasiswa angkatan 2000-2004 dengan menggunakan metode accidental sampling, masing-masing berjumlah 50 mahasiswa per angkatan. Setelah uji validitas dan reliabilitas, dilakukan analisis faktor untuk mengetahui faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh mahasiswa dalam menilai kinerja dosen mereka. Faktor-faktor pertimbangan mahasiswa yang didapatkan dari penelitian ini ialah: (1) Sikap empatik, (2) Kemampuan mengajar, (3) Komunikasi dua arah di dalam kelas, (4) Bersikap adil terhadap mahasiswa, (5) Komunikasi dua arah di luar kelas, 6) Ketepatan materi dan jadwal, (7) Penampilan saat mengajar, (8) Kemampuan memotivasi mahasiswa, (9) Simpatik, (10) Kecanggihan alat belajar mengajar, (11) Kemampuan menerangkan konsep yang sukar dimengerti, serta (12) Kemutakhiran ilmu yang diajarkan. Hasil analisis yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa Formulir Evaluasi Proses Belajar Mengajar yang digunakan oleh UKM masih belum mencakup seluruh harapan mahasiswa TI UKM atas dosen mereka. Diusulkan agar formulir Evaluasi Proses Belajar Mengajar yang digunakan oleh UKM direvisi agar dapat lebih mencerminkan harapan mahasiswa atas dosen mereka.

74(2005) Usulan Penentuan Jumlah dan Jenis Kendaraan Angkut yang Lebih Efektif dan Efisien untuk Pengiriman Produk AMDK pada CV Olympic Makmur Jaya Ir. Heru Susilo, M.Sc Santoso, ST., MT Dewi Kencanawati CV Olympic Makmur Jaya yang bergerak dibidang air minum dalam kemasan (AMDK), berlokasi di Magelang, dengan gudang penyimpanan yang terletak di Magelang juga. CV Olympic Makmur Jaya memproduksi air minum secara terus menerus tanpa menunggu pesanan dari pelanggan. Perusahaan ini memiliki lima distributor terbesar di Jawa Tengah yaitu Purwokerto, Tegal, Pekalongan, Semarang dan Yogyakarta. Pengiriman produk dilakukan dengan kendaraan angkut perusahaan sendiri, yang terdiri dari enam buah truk besar dan tiga buah truk kecil. Selama ini perusahaan melakukan transportasi produk hanya berdasarkan perkiraan dan pengalaman saja, oleh karena itu belum tentu cara yang digunakan adalah yang terbaik bagi perusahaan. Perusahaan menyadari kekurangan tersebut dan ingin memperbaiki kekurangan tersebut, namun perusahaan tidak tahu bagaimana cara untuk memperbaikinya. Oleh karena itu peneiiti membantu perusahaan dalam mencari cara terbaik dalam menentukan jenis dan jumlah kendaraan angkut yang efektif dan efisien dengan biaya pengiriman yang ekonomik. Untuk mencari rute angkut dan jarak daerah distribusi terpendek dilakukan dengan menggunakan Metode Shortest Route. Dengan jarak dan rute terpendek, dapat menghemat konsumsi bahan bakar. Untuk mengetahui jumlah dan jenis kendaraan angkut yang efektif dan efisien, maka dilakukan estimasi jumlah pengiriman produk yang akan terjadi berdasarkan data pengiriman produk yang berfluktuasi selama dua tahun sebelumnya. Fluktuasi permintaan disebabkan adanya perbedaan musim hujan dan panas. Dimana pada musim hujan, permintaan menurun, tetapi pada musim panas, permintaan meningkat yang disebabkan cuaca panas sehingga orang banyak membutuhkan air minum, serta banyaknya kegiatan sosial dan hajatan. Oleh karena itu fluktuasi permintaan produk juga harus diperhitungkan agar jumlah dan jenis kendaraan angkut yang digunakan efektif dan efisien. Dengan menggunakan metode Shortest Route dari gudang ke setiap distributor, hasil evaluasi biaya pengiriman antara perhitungan perusahaan dengan usulan peneliti adalah terdapat penghematan biaya pengiriman untuk satu truk besar yaitu sebesar Rp 331.520 sedangkan satu truk kecil sebesar Rp 285.322 untuk pengangkutan ke lima distributor. Dengan menggunakan biaya pengiriman dari hasil perhitungan usulan, jurnlah dan jenis kendaraan angkut yang efektif dan efisien untuk setiap pengangkutan penghematan yang terjadi adalah bila terjadi pengiriman low season Rp 1.910.229 per minggu sebesar 8.05% dan bila terjadi pengiriman rata-rata Rp 703.629 per minggu sebesar 2.77'%

kota Bandung juga merupakan kota tujuan bisnis utama di Jawa Barat. People.75(2005) Identifikasi Variabel .. reliabilitas dan multi regresi linier. membuat banyak orang yang mengunjungi kota ini. Untuk itulah dilakukan suatu penelitian untuk mengidentifikasikan variabel-variabel bauran pemasaran yang berpengaruh terhadap loyalitas konsumen. Penulis menggunakan teori yang dikemukakan oleh Zeithaml dan Bitner (2000) yang terdiri dari tujuh unsur. Promotion. Penulis juga menggunakan teori yang dikemukakan oleh Griffin (2002) mengenai karakteristik konsumen yang loyal yaitu melakukan pembelian secara teratur. yaitu Product. Price. MT Christina. Tahun 2002 tingkat hunian sebesar 74% kemudian tahun 2003 turun menjadi 70% dan tahun 2004 turun lagi menjadi 67%. Penurunan ini disebabkan juga oleh ketidakpuasan konsumen. Salah satu dampak dari persaingan tersebut adalah penurunan tingkat hunian hotel seperti yang dialami oleh Savoy Homann Bidakara Hotel. ST. Data yang telah terkumpul selanjutnya diolah dengan menggunakan software Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 10. Physical evidence dan Process. dimana variabel yang berpengaruh positif yaitu lokasi yang strategis dan kelengkapan fasilitas sarana hotel. Selain menjadi kota tujuan wisata. . ST. Place. Dari hasil pengolahan data diketahui bahwa pengaruh bauran pemasaran jasa yang dilakukan Savoy Homann Bidakara Hotel terhadap loyalitas konsumennya adalah signifikan. Dalam memberikan pelayanan kepada konsumen diperlukan bauran pemasaran jasa yang tepat diarahkan kepada kebutuhan dan keinginan konsumen agar konsumen merasa puas sehingga pada akhirnya dapat terwujud loyalitas konsumen. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada tamu yang telah menginap sebagai responden dengan menggunakan simple random sampling.0 yang terdiri dari uji validitas.variabel Bauran Pemasaran Jasa yang Berpengaruh terhadap Loyalitas Konsumen Melina Hermawan. Hal ini menyebabkan perkembangan bidang perhotelan di kota Bandung tumbuh dengan cepat dan menimbulkan persaingan yang sangat ketat diantara hotel-hotel yang ada. Oleh sebab itu Savoy Homann Bidakara Hotel dituntut untuk dapat lebih memuaskan konsumennya. menolak produk lain. Sedangkan variabel yang berpengaruh negatif yaitu penataan eksterior hotel dan kecepatan pelayanan. dengan tujuan mengetahui variabelvariabel bauran pemasaran yang berpengaruh dan upaya-upaya yang perlu dilakukan Savoy Homann Bidakara Hotel untuk meningkatkan loyalitas konsumennya. MT Yanuar Afiyanto Kota Bandung sebagai ibukota Jawa Barat yang letaknya berdekatan dengan ibukota negara.. tidak mudah terpengaruh oleh pemasaran produk lain yang sejenis dan menciptakan prospek.

Pengujian sudut kemiringan sandaran kursi ini dilakukan oleh 30 responden yang dipilih secara acak. Oleh sebab itu.% responden menyatakan bahwa sudut kemiringan sandaran kursi sebesar 105° lebih nyaman daripada sudut kemiringan lainnya. maka dibuat kuesioner penelitian Berdasarkan hasil kuesioner penelitian. Hal ini dikarenakan mahasiswa sering mengeluhkan sakit atau pegal pada pantat. .33°. dapat dihitung konsumsi energi yang dikeluarkan selama menggunakan kursi kuliah tersebut. sandaran punggung. Sebagian besar responden juga mengeluhkan sakit atau pegal pada pantat. ukuran alas duduk dan tinggi alas duduk dari lantai. Bagian-bagian dari kursi kuliah yang ingin diperbaiki adalah sandaran tangan. Untuk lebih mengetahui pendapat mahasiswa mengenai kursi kuliah yang digunakan saat ini di Universitas Kristen Maranatha. dapat diketahui bahwa sudut kemiringan sandaran kursi yang paling baik adalah sebesar 105°. Perancangan kursi kuliah usulan dilakukan berdasarkan hasil kuesioner penelitian. responden menginginkan perbaikan pada kursi kuliah yang digunakan saat ini. Dan data-data tersebut dapat diperoleh ukuran kursi kuliah yang baru yang lebih ergonomis dan dapat meminimasi konsumsi energi. Dengan demikian. Pada rancangan kursi kuliah usulan ini juga ditambahkan bantalan busa pada alas duduk dan sandaran punggung serta rak penyimpanan tas pada bagian samping kiri dari kursi kuliah. Hal ini dikarenakan pada sudut kemiringan sebesar 105° memberikan konsumsi energi yang lebih kecil dari sudut kemiringan yang lain. Empat puluh responden menginginkan perbaikan pada sudut kemiringan sandaran kursi. 100°.. ST. ketinggian kursi. ukuran meja. pinggang dan punggung selama menggunakan kursi kuliah tersebut. 95°. pinggang dan punggung. tanpa terganggu dengan kelelahan dan rasa sakit yang dialami pada saat duduk. MT Indra Syarief Susy Susylawati Keluhan terbanyak dari mahasiswa Universitas Kristen Maranatha mengenai kursi kuliah yang digunakan saat ini adalah kurang memberikan kenyamanan. sehingga prestasi belajar yang diperoleh mahasiswa juga akan lebih maksimal. 53. 74% responden tidak merasa nyaman menggunakan kursi kuliah saat ini. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengukuran konsumsi energi. hasil pengujian data anthropometri dan data kontur serta hasil perhitungan konsumsi energi. I05°. yaitu 90°. 1100 dan 115°. Enam macam sudut kemiringan ini diperoleh dari hasil pengukuran kemiringan kontur 30 mahasiswa jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha. Pengujian sudut kemiringan sandaran kursi ini menggunakan 6 (enam) macam sudut kemiringan. Berdasarkan pengujian sudut kemiringan sandaran kursi. Untuk mengurangi keluhankeluhan itu. dimana sudut kemiringan sandaran kursi sebesar 105° menghasilkan konsumsi energi yang paling sedikit. dilakukan pengujian terhadap sudut kemiringan sandaran kursi dengan melakukan pengukuran denyut jantung.76(2005) Perancangan Kursi Kuliah Ergonomis yang Memberikan Kenyamanan dari Segi Konsumsi Energi (Studi Kasus di Universitas Kristen Maranatha) Wawan Yudiantyo. Dari hasil pengukuran denyut jantung. diharapkan mahasiswa dapat duduk dengan nyaman akan berkonsentrasi selama menggunakan kursi kuliah usulan ini.

diajarkan dan dibekali dengan keahlian bahasa selain bahasa nasional kita. Hasil pengolahan dan analisis menunjukkan bahwa seluruh fasilitas yang digunakan kecuali lemari tape dan meja guru memiliki bagian yang tidak ergonomis. Kursi yang dipergunakan memiliki ketinggian alas yang terlalu tinggi. Bahasa Indonesia. meja memiliki luas alas dan sekat yang terlalu kecil. terdapat masalah kurangnya pencahayaan di dalam ruangan laboratorium Bahasa. MT Shelly Lydiana Dewasa ini penguasaan bahasa asing sudah merupakan suatu keharusan di dunia kerja dan dunia bisnis. Namun hingga saat ini masih terdapat beberapa kendala sehingga penggunaan fasilitas Laboratorium Bahasa masih dirasakan kurang optimal. Selain itu tata letak papan tulis kurang tepat menyebabkan siswa yang duduk di belakang tidak dapat melihat ke papan tulis. Di SMU ‘X’ Bandung. Laboratorium Bahasa dirancang dan ditata sedemikian rupa bertujuan untuk memberikan kondisi belajar mengajar yang efektif. ketidaknyamanan siswa saat duduk karena rasa pegal. dan lemari berkas yang sudah usang dan tidak ergonomis. Pengaturan tata letak Laboratorium yang kurang tepat serta lebar gang yang sempit menyulitkan siswa keluar masuk dari tempat duduk. antara lain area meja tulis yang kurang luas. efisien. salah satu fasilitas yang mendukung program tersebut adalah Laboratorium Bahasa dimana di tempat ini siswa dapat memperdalam penguasaan bahasa asing melalui tahap listening dan speaking. ST. . pengujian keseragaman data. generasi muda sudah diperkenalkan. Dari segi lingkungan.. da perbandingan hasil pengolahan data dengan dimensi fasilitas aktual. selain itu masalah bau-bauan yang ditimbulkan alas kaki siswa. penempatan kursi dan meja yang kurang luas sehingga mengurangi kenyamanan dalam laboratorium. Kemudian dilakukan analisis terhadap lingkungan fisik. diperoleh masukan bahwa terdapat masalah di Laboratorium Bahasa. Pengolahan data yang dilakukan adalah pengujian anova. siswa yang duduk di kursi belakang sulit melihat ke papan tulis. Melalui penelitian pendahuluan yang dilakukan. aman dan nyaman. pengujian kecukupan data serta perhitungan persentil data anthropometri siswa. fasilitas fisik. Sejak di bangku sekolah. pengujian kenormalan data. tidak ada sandaran kaki pada kursi maupun meja.77(2005) Analisis dan Usulan Perbaikan Tata Letak Fasilitas dan Lingkungan Fisik yang Lebih Ergonomis (Studi Kasus di SMU ‘X’ Bandung) Ie Vie Mie.

kesehatan. Barton dan Folkard (1993) mempelajari 261 orang pekerja dari beberapa industri yang berbeda menemukan bahwa Phase Delay Schedule lebih memuaskan pekerja dan menimbulkan masalah kesehatan. dari shift siang ke shift malam. seperti gangguan tidur. ST. Bandung. maka perubahan shift adalah dari shift pagi ke shift siang. dan hubungan sosial yang berakibat pada menurunnya performansi kerja pekerja tersebut.000. yang lebih sedikit dibanding Phase Advance Schedule (penjadwalan yang pergantian shiftnya dilakukan dalam arah berlawanan arah jarum jam/backward direction). Dari hasil penelitian dan wawancara yang dilakukan. . tidur. dengan skenario 5 hari kerja dan 3-4 hari kerja. Hung mengusulkan perubahan shift sebaiknya dilakukan searah jarum jam (forward direction) yang kemudian disebut Phase Delay Schedule. sosial. beban kerja (jumlah shift pagi dan malam) yang lebih merata untuk setiap orang satpam. Usulan penjadwalan ini menghasilkan suatu jadwal yang memberikan hari libur yang berurutan yang memberikan kepuasan kerja. atau dari shift malam ke shift pagi. 2.00/tahun.400. efek negatif shift kerja seperti masalah kesehatan juga terjadi pada satuan pengamanan (satpam) di Universitas Kristen Maranatha (UKM).. Semua ini akan memberikan pemerataan pendapatan bagi semua pekerja yang peningkatan pendapatannya kira-kira adalah 18 shift kerja/tahun yang bila dihitung dalam jumlah penambahan gaji adalah kurang lebih Rp. motivasi. Kartika Suhada. tetapi shift kerja memberikan banyak dampak negatif pada diri pekerja.78(2005) Usulan Penjadwalan Shift Kerja dengan Algorithms With Phase Delay Feature bagi Satpam di Universitas Kristen Maranatha Santoso.00/tahun dibandingkan dengan jadwal yang ada dahulu karena tejadi pengoptimalan jumlah tenaga kerja yang dipakai sehingga jumlah tenaga kerja yang dipakai lebih sedikit.000. Oleh karena itu peneliti mengusulkan penerapan penjadwalan shift kerja dengan Algorithms With Phase Delay Feature bagi satpam di Universitas Kristen Maranatha. Sebagai contoh untuk sistem 3 shift per hari. Selain itu penjadwalan ini memberikan penghematan biaya operasional yang harus dikeluarkan sebesar Rp. 540. MT Moonty Chandra Shift kerja biasanya ada dalam operasi manufaktur dan jasa. MT Ir.

sehingga menyebabkan persaingan yang ketat diantara perusahaan produk tas. adanya discount pada waktu-waktu tertentu. tas yang memiliki tali selempang. Pada tahap product planning matrix. jenis bahan tas. Pengolahan data yang digunakan adalah metode Quality Function Deployment (QFD). Kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk tas Flashy yang lebih unggul apabila dibandingkan dengan produk tas Exsport adalah jahitan tas yang rapi. produk yang selalu tersedia pada saat akan dibeli. pada tahap process planning matrix. yaitu Product Planning Matrix. technical response diterjemahkan menjadi design characteristics. pramuniaga yang sopan. jahitan tas yang kuat. tersedianya counter di berbagai kota. tingkat ketelitian penjahit. tas yang memiliki penutup. tersedia lapangan parkir yang luas. pramuniaga yang sopan. diperoleh hasil bahwa kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk tas adalah antara lain tas yang memiliki ritsleting. dan Place. memiliki kemasan yang menarik. tingkat kekuatan benang. Price. bahan tas tidak mudah rusak. Design characteristics yang didapatkan adalah antara lain jenis benang. adanya program hadiah langsung pada waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk tas dilihat dari faktor 4P yaitu Product.82(2005) Usulan Pengembangan Tas Wanita Remaja Merk Flashy Ditinjau dari Faktor Product. design characteristics diterjemahkan menjadi process characteristics dan pada tahap Production Planning Matrix. persentase pemberian harga sedangkan process characteristics yang didapatkan adalah antara lain pengendalian kualitas zipper. penyusunan tas yang rapi dan menarik dan showroom yang dirancang menarik. pramuniaga yang cekatan dalam melayani. Promotion. pramuniaga yang ramah. . Process Characteristics diterjemahkan menjadi Production Characteristics. memiliki kantong belanja yang menarik. harga yang sesuai dengan kualitas tas. adanya bandrol harga pada tas. dilakukan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner sehingga diperoleh data-data untuk matriks-matriks yang digunakan untuk pengembangan produk tas. Metode QFD terdiri dari 4 tahap. tingkat ketepatan pemberian harga. Ketiga tahap tersebut memiliki hubungan antara satu sama lain. pada tahap design planning matrix. nomor gigi zipper. Melalui metode tersebut. Promotion dan Place dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment Christina. Process Planning Matrix dan Production Planning Matrix. lokasi di tempat yang strategis. customer needs diterjemahkan menjadi technical response. selain itu juga untuk mengetahui kepuasan konsumen terhadap produk tas Flashy dibandingkan dengan pesaingnya yaitu Exsport. jahitan tas yang rapi. jenis zipper. pengukuran nomor zipper. MT Pitra Jaya Perkembangan industri sudah semakin berkembang termasuk industri produk tas. perancangan zipper yang mudah dibuka. jenis jarum jahit. tingkat ketepatan tebal bahan tas. adanya program hadiah langsung pada waktu tertentu. model tas yang selalu mengikuti trend. Technical response yang didapatkan adalah antara lain tingkat penggunaan benang. Price.. Melalui penelitian yang dilakukan. tingkat kekuatan jarum jahit. ST. Design Planning Matrix.

pengendalian kualitas benang. perhitungan harga bahan baku ditambah laba. . pengendalian kualitas jarum jahit.

di Indonesia. ditekan dan didorong. sehingga pada saat setelah mencuci tangan. seringkali. tangan akan terkena kotor lagi dari keran.. tentulah hal ini tidak praktis dan nyaman. Konsep kemudian dinilai dengan konsep scoring untuk memilih 1 konsep yang akan dikembangkan lebih lanjut. sehingga seringkali keran tidak ditutup dengan benar sehingga menyebabkan borosnya air.. yaitu membuka dan mematikan keran dengan pedal kaki. keran akan terbuka dan air akan keluar dengan otomatis. Pada beberapa daerah. Keran air yang sekarang ini beredar di pasaran pada dasarnya menggunakan 3 konsep. keran akan tertutup dan air akan berhenti mengalir. Dalam penelitian ini akan dirancang alat ini. digunakan alat bantu metode Quality Function Deployment untuk membantu menterjemahkan suara konsumen menjadi target spesifikasi keran yang menjadi dasar perancangan alternatif konsep keran. Konsep kemudian disaring dengan menggunakan matriks penyaringan berdasarkan kriteria yang diinginkan konsumen dan pada tahap ini konsep keran dengan . technical response. Christina Wirawan. biasanya pada saat akan mencuci tangan setelah makan. Kata kunci : voice of customer. ergonomis . sebaliknya bila pedal dilepas. sehingga dapat mengatur keluarnya air. garpu ataupun pisau merupakan kebiasaan Dengan kondisi seperti ini. Hal ini menyebabkan pengguna keran harus menyentuh keran dengan tangan kotor saat membuka keran dan kemudian menutup lagi keran kotor setelah cuci tangan. gugur. Karena masalah ini.. yaitu diputar. terutama di tempat umum pengguna malas untuk menutup keran dengan benar.83(2007) Perancangan Keran Cuci Tangan yang Ergonomis Ir. didapat konsep keran dioperasikan dengan pedal kaki yang terpilih untuk dikembangkan. kondisi tangan sangatlah kotor. saat menutup keran.. Melalui tahap ini. juga tidak terlalu mahal dan perawatan mudah. Untuk perancangan keran yang lebih nyaman dan praktis ini. MT. Salah satu kebutuhan utama manusia adalah makan. semuanya diperlukan tangan untuk membuka keran. Konsep alternatif keran yang dikembangkan adalah keran dioperasikan dengan siku. keran dioperasikan dengan pedal kaki. sehingga alat ini dapat dipakai dengan mudah. Konsep yang akan dicoba dirancang di sini adalah konsep yang cukup sederhana. praktis dan nyaman. mulai dari pedal sampai keran dengan menggunakan prinsip-prinsip ergonomi. makan menggunakan tangan tanpa sendok. Pedal akan dihubungkan dengan tuas yang akan mengatur aliran air. kualitas.. Untuk keran-keran tersebut. Jadi bila pedal diinjak. keran dioperasikan dengan sensor dan keran dioperasikan dengan tuas kaki.

sedangkan penjadwalan dengan menggunakan algoritma penjadwalan dinamis usulan menghasilkan keterlambatan 19 buah pesanan. MT. algoritma penjadwalan dinamis yang dikembangkan terdiri dari dua buah algoritma. Dalam realisasi jadwal yang telah dibuat seringkali terjadi gangguan-gangguan yang dapat menyebabkan keterlambatan penyelesaian beberapa pesanan tersebut. Untuk mempercepat proses perhitungan. Vivi Arishandy. Hal tersebut dapat menyebabkan beralihnya konsumen ke perusahaan pesaing. Penjadwalan yang diterapkan perusahaan menghasilkan keterlambatan penyelesaian pesanan sebanyak 64 buah. yaitu algoritma penjadwalan dan algoritma penjadwalan ulang usulan. Xystus Yustyadi Waiz Penjadwalan merupakan aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam upaya memenuhi pesanan yang diterima dari konsumen dengan tepat waktu.Kartika S. Jadi.31%. . Oleh karena itu diperlukan suatu algoritma penjadwalan dinamis dalam upaya meminimasi jumlah pesanan yang terlambat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa algoritma penjadwalan dinamis yang dibuat cukup baik. Untuk mengukur keefektivan algoritma yang dikembangkan. ST. Data pesanan yang digunakan sebanyak 204 buah pesanan yang merupakan data pesanan dalam satu bulan. MT. Periode penjadwalan yang dilakukan sesuai dengan yang berjalan saat ini.. Mesin mengalami kerusakan selama 5 hari. yaitu periode mingguan. Keterlambatan tersebut dapat menimbulkan denda yang harus ditanggung oleh perusahaan serta berkurang atau bahkan hilangnya kredibilitas perusahaan di mata konsumen.84(2007) Pengembangan Algoritma Pendjadwalan Dinamis untuk Meminimasi Jumlah Pesanan yang Terlambat pada Perusahaan Manufaktur Ir. rusaknya satu atau beberapa mesin yang menyebabkan terhentinya kegiatan produksi yang sedang berlangsung. Dalam penelitian ini. algoritma tersebut diujicobakan pada kasus penjadwalan di PT X. terjadi pengurangan jumlah pesanan yang terlambat sebanyak 45 buah pesanan atau 70.. peneliti memberikan saran agar algoritma yang dirancang dapat dibuat program softwarenya. Gangguan-gangguan itu dapat berupa masuknya satu atau beberapa pesanan baru yang harus segera dikerjakan. PT X ini bergerak dalam bidang pembuatan kulit imitasi. dimana 7 buah pesanan tersebut merupakan pesanan sisipan.

Ulrich dan Steven Eppinger. Hal ini menyebabkan setiap unit usaha berusaha untuk menciptakan sesuatu inovasi yang unik untuk menarik dan memuaskan konsumen. Metoda yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode QFD dan juga mengikuti langkah-langkah yang dicetuskan oleh Karl T. yaitu menggunakan kursi dan mesin terpisah dari keranjang tetapi keranjang yang digunakan adalah dengan ukuran yang dirancang pada alternatif 1. maka akan dirancang suatu keunikan yang diharapkan dapat membuat daya tarik tersendiri sehingga meningkatkan daya saing. yaitu trolley bermesin dengan keranjang berada di depan pengguna dan ukuran keranjang dirancang ulang. Salah satu unit usaha yang bersaing ketat di kota Bandung pada saat ini adalah supermarket dan hypermarket. didapat bahwa alternatif yang ke-3 adalah yang terbaik. Umumnya mereka bersaing dalam hal harga. Trolley memiliki sistem rem kaki. perancangan . Ie Vie Mie.85(2007) Perancangan Troley Bermesin untuk Penggunaan di Hypermarket Ir. MT. yaitu rancangan pertama. Christina Wirawan. Pengendalian trolley menggunakan stir. yaitu perancangan trolley bermesin. Kata kunci : strategi bersaing. MT. Dari hasil penyebaran kuesioner di dapat bahwa konsumen sangat setuju dengan adanya trolley bermesin dan memberikan beberapa masukan. Trolley dijalankan dengan menggunakan pedal gas. untuk mengetahui keinginan dan penilaian konsumen terhadap trolley di hypermarket. keluasan trolley. Budi Antono. juga untuk mencari dan memilih konsep serta alternatif rancangan trolley. Trolley ini ditujukan untuk orang-orang lanjut usia atau orang dengan cacat kaki (sementara ataupun permanen) yang memiliki keterbatasan untuk berjalan dalam jangka waktu lama atau jauh.. Dalam menghadapi persaingan ini. Trolley akan dirancang sebanyak 3 alternatif. ergonomis. terutama di hypermarket walaupun memiliki keterbatasan. Trolley juga memiliki kursi sehingga konsumen tidak mudah lelah. pemberian discount atau hadiah dan kelengkapan produk yang dijual. adanya kerancang kecil. rancangan ketiga yaitu gabungan dari rancangan kesatu dan kedua. sehingga dapat membawa barang lebih banyak.. Dari hasil concept scoring. Saat ini persaingan dalam dunia usaha begitu ketat. kedalaman rem. dimana keranjang yang dipakai adalah trolley yang sekarang ada dengan posisi keranjang bisa di depan atau di belakang pengendara. ST.. ST. serta memberikan kondisi toko yang nyaman. rancangan kedua yaitu kursi pengendara dan mesin terpisah dengan keranjang. Hal-hal yang menurut konsumen menjadi prioritas utama dalam rancangan trolley bermesin adalah kemudahan menjangkau pedal gas. Data awal didapat dengan menyebarkan kuesioner kepada konsumen dengan kriteria usia lanjut atau cacat kaki di beberapa hypermarket yang ada di Bandung. Hasil perancangan yang terbaik adalah trolley bermesin ini memiliki volume keranjang lebih besar. agar mereka dapat berbelanja dan menikmati wisata belanja.

diantaranya adalah pengelolaan sumber daya manusia yang unggul. penentuan struktur hierarki. tanggung jawab dan wewenang (Job Description) TA.87(2007) Identifikasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penilaian Kinerja untuk Jabatan Tenaga Administrsi di Perguruan Tinggi (Studi Kasus di Universitas Kristen Maranatha. Banyak faktor yang mendukung jalannya suatu perguruan tinggi dengan baik. MT. perancangan perangkat penilaian kinerja akan berbasiskan kompetensi. Hal ini dikarenakan perguruan tinggi berperan penting untuk menghasilkan orang–orang yang berkualitas yang dapat berguna bagi dunia kerja pada umumnya. menentukan tingkat kepentingan faktor dan subfaktor kompetensi (menggunakan metode Cut-Off Point) dengan cara menyebarkan kuesioner kepada atasan langsung dari pemegang jabatan. Tahapan dalam melakukan perancangan formulir penilaian kinerja yaitu analisis jabatan dengan cara menyebarkan kuesioner dan melakukan wawancara kepada pemegang jabatan dan atasan langsung dari pemegang jabatan. Dalam penelitian ini. Melina Hermawan. Penilaian kinerja yang efektif akan memberikan manfaat bagi pegawai dan perusahaan. tanggung jawab dan wewenang dari TA. Manfaat bagi perusahaan adalah untuk mengetahui seberapa besar usaha pegawai melakukan pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi serta dapat digunakan untuk perbaikan kinerja pegawai secara terus menerus. Manfaat bagi pegawai adalah dapat mengetahui kinerja yang telah dicapai serta mengetahui kelemahan dan kelebihan diri yang berguna untuk pengembangan diri selanjutnya. Dalam penelitian ini. MT. Faktor-faktor tersebut kemudian akan digunakan untuk merancang perangkat penilaian kinerja bagi TA. data-data yang digunakan akan diambil dari Universitas Kristen Maranatha. Data-data yang diperlukan adalah struktur organisasi perguruan tinggi serta tugas. ST. Bandung) Vivi Arisandhy. ST. tanggung jawab dan wewenang (Job Description) untuk TA dan usulan Formulir ... Dalam penelitian ini akan dilakukan identifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap standar penilaian kinerja Tenaga Administrasi (TA) di perguruan tinggi. Yullyanti Ivonne Widjaya Perguruan tinggi merupakan salah satu tingkatan penting dalam pendidikan. Hasil yang didapatkan dari penelitian yang telah dilakukan adalah susunan tugas. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan sumber daya manusia adalah dengan melakukan penilaian kinerja. pembobotan faktor dan subfaktor kompetensi (menggunakan metode Analytical Hierarchy Process) dengan cara menyebarkan kuesioner kepada atasan langsung dari pemegang jabatan. menghitung batas–batas Total Nilai Penilaian Kinerja (TNPK) dan menyusun perangkat penilaian kinerja. menyusun ulang tugas.

Saran untuk penelitian selanjutnya adalah sebaiknya dilakukan pengumpulan data tingkat kepentingan dan bobot kepentingan faktor dan subfaktor kompetensi di untuk tenaga administrasi perguruan tinggi lainnya.2. sedangkan. dibuat suatu standar penanganan berdasarkan hasil penilaian kinerja (contoh pemberian reward dan punishment). Susunan tugas.usulan Formulir Penilaian Kinerja untuk TA dapat dilihat pada Sub Bab 4.Penilaian Kinerja untuk TA.8. tanggung jawab dan wewenang (Job Description) dapat dilihat pada Sub Bab 3. apabila organisasi mengalami penambahan personel dalam satu unit kerja maka perlu dilakukan perhitungan jumlah sampel pengisi dari Formulir Penilaian Kinerja dan metode BARS (Behaviorally Anchored Rating Scale) digunakan dalam penentuan skala rating. .2. mengikutsertakan faktor-faktor kompetensi yang dapat dinilai oleh mahasiswa (konsumen).

Dengan memperhitungkan dengan ketersediaan lahan parkir yang ada saat ini. MT. sedangkan dalam kondisi darurat sebesar 115. tingkat kecukupan lahan parkir motor dosen. karyawan dan tamu sebesar 149 mobil dalam kondisi normal dan 119 mobil dalam kondisi darurat. dosen dan karyawan yang melakukan kegiatan didalamnya. MT.37%. Tikat kecukupan lahan parkir mobil dosen.41%. Kartika Suhada. Tingkat kecukupan lahan parkir mobil mahasiswa saat ini untuk kondisi normal sebesar 94. karyawan dan tamu saat ini untuk kondisi normal sebesar 68.7%. Pengujian distribusi rata-rata laju kedatangan dan lama parkir menghasilkan beragam distribusi statistik yang menunjukan perilaku kendaraan dalam sistem perparkiran.17%. Selanjutnya kami menguji kesamaan rata-rata laju kedatangan antar jam. tingkat kecukupan lahan parkir motor mahasiswa saat ini sebesar 92. ternyat terdapat kelompok hari yang berbeda yaitu Senin – Selasa – Kamis.. Victor Suhandi. Kekurangan lahan parkir saat ini untuk memenuhi kebutuhan di masa mendatang sebanyak 202 mobil mahasiswa dalam kondisi normal dan 108 mobil dalam kondisi darurat. Perkembangan program studi yang ada di Universitas Kristen Maranatha mendorongmakin banyaknya populasi mahasiswa.78%. sedangkan untuk motor dosen karyawan dan tamu sebesara 121 motor. ST. Lahan parkir motor mahasiswa kurang sebesar 351 motor . maka dapat dibuat perencanaan penyediaan dan penataan lahan parkir sehingga orang dapat memarkirkan kendaraannya dengan nyaman dan aman.88(2007) Analisis Kebutuhan dan Penataan Lahan Parkir di UK Maranatha Ir. . Penelitian yang kami lakukan adalah menguji kesamaan rat-rata laju kedatangan antar hari. Hasilnya terdapa trend yang meningkat. sedangkan dalam kondisi darurat sebesar 83. karyawan dan tamu saat ini sebesar 82. Jumat dan Sabtu.54%.. Usulan yang dikemukakan untuk mengatasi kekurangan lahan parkir saat ini ada 4 alternatif. Akhirnya kami membuat model simulasi komputer untuk mengetahui kebutuhan lahan parkir saat ini dan masa mendatang. Estimasi jumlah pengguna lahan parkir dimasa mendatang menggunakan data jumlah mahasisa aktif. Sedangkan untuk mobil dosen. Hali ini mendorong makin besarnya kebutuhan akan sarana lahan parkir untuk saat ini (tahun akademik 2006/2007) dan saat mendatang (2014/2015). Selain itu kami mengusulkan penataan peruntukan lahan parkir yang ada saat ini dan upaya-upaya untuk menngkatkan keamanan parkir kendaraan. dimana hasilnya menunjukan bahwa laju kedatangan kendaraan pada pagi hari lebih besar dibandingkan dengan siang hari.

Vivi Arishandy.52%.00 dan pada hari sabtu perlu digalakan karena utilisasinya masih rendah..88% untuk semester Ganjil 2006/2007 dan untuk semester Genap 2006/2007 menjadi sebesar 42. kemahasiswaaan. 07. maka tidak dapat diupayakan pengurangan jumlah ruangan. Pemanfaatan ruangan setelah pk. utilisasi ruanga dapat ditingkatkan menjadi 44. 17. dimana tidak dilakukan perubahan jadwal perkuliahan yang sudah berlangsung saat ini. ternyata tingkat utilisasi rata-rata ruangan perkuliahan untuk program studi non magister sebesar 36. menimbang bahwa seluruh ruangan telah digunakan untuk kegiatan perkuliahan pada rentang waktu tersebut. Dari hasil penelitian yang dilakukan. MT. 16. MT.. perlu dilakukan pengukuran utilisasi ruangan yang ada saat ini dan upaya peningkatan utilisasi ruangan.89(2007) Analisis Pemanfaatan Ruang Perkuliahan di UK Maranatha Ir.00 dibawah 30 %.00 – 21. Pengehematan ruangan yang diperoleh adalah sebanyak 19 ruangan. sebelum membuat ruangan baru.68% untuk semester ganjil 2006/2007 dan untuk semester Genap 2006/2007 sebesar 35.. Berdasarkan perhitungan. untuk itu. Kartika Suhada. Akan tetapi. Saat ini. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan ruangan tersebut untuk kegiatan seminar.. ST. MT. Tingkat utilisasi tersebut sangat rendah dikarenakan kegiatan perkuliahan umum diselenggarakan pada rentang waktu pk.00. Penambahan program studi baru merupakan upaya yang dapat dilakukan Universitas Kristen Maranatha untuk meningkatkan daya saing dengan perguruan tinggi lainnya. Yang dilakukan adalah memadatkan jadwal penggunaan ruangan sehingga menghasilkan penghematan jumlah ruangan yang dibutuhkan dan akhirnya juga meningkatkan utilisasi rat-rat ruangan secara keseluruhan. Victor Suhandi.00 – 22.17%. . Untuk itu. untuk kegiatan perkuliahan Program Magister disediakan 4 ruangan. Dengan pertimbangan bahwa satu program studi membutuhkan 4 – 5 ruangan. pihak universitas harus menyediakan bagi program studi baru tersebut. kelas malam dan kelas karyawan. diusulkan penjadwalan penggunaan ruangan. dimana utilisasi rata-rata/jam untuk rentang waktu pk. maka penghematan ruangan yang diperoleh dapat digunakan untuk kegiatan perkuliahan 4 program studi yang baru. ST.

Promotion. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan metode sampling jenuh. dll. serta melakukan promosi dan USM yang diselenggarakan di luar kota Bandung. Untuk mengantisipasi penurunan tersebut. terjadi penurunan jumlah siswa SMA yang mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) pada semua program studi di UKM. Hal tersebut mengakibatkan tidak terpenuhinya target jumlah penerimaan mahasiswa baru di beberapa program studi yang terdapat di UKM. Kuesioner penelitian disebarkan kepada seluruh siswa SMA yang mengikuti USM Penerimaan Mahasiswa Baru UKM 2008/2009 hingga tanggal 27 Januari 2008. People. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan dengan menggunakan analisis cluster dan analisis regresi linear berganda.. Pada beberapa tahun terakhir. UKM mengalami banyak sekali perkembangan yang positif. MT Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Bandung yang menjadi pilihan para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk melanjutkan studi. ST. melakukan promosi di berbagai media.. ST. kejelasan mengenai fasilitas penunjang melalui televisi dan tim promosi. Variabel penelitian yang digunakan adalah dari konsep bauran pemasaran 7P (Product. Usulan yang diberikan adalah memperbanyak beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu. efektivitas promosi yang telah dilakukan UKM. namun bagi mereka yang mengetahui promosi yang dilakukan. namun banyaknya alternatif perguruan tinggi yang tersedia saat ini menyebabkan para siswa SMA semakin selektif dalam memilih perguruan tinggi. Place. kerjasama dengan perusahaan dan industri. namun hasil yang diperoleh belum sesuai dengan apa yang diharapkan. meningkatkan kesempatan pertukaran pelajar . ketersediaan faktor tersebut di UKM. Sejak berdiri tahun 1965. Yang mempengaruhi minat siswa SMA untuk memilih UKM adalah kejelasan informasi mengenai fakultas dan jurusan melalui koran dan radio. observasi dan kuesioner. diketahui bahwa faktor yang dipentingkan oleh siswa SMA dari Bandung adalah status akreditasi dari jurusan. membuka beberapa program studi baru. Jimmy Gozaly. tingkat kepuasan siswa SMA terhadap promosi yang telah dilakukan UKM dan pengaruhnya terhadap minat untuk memilih UKM. diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi. Hampir 50% siswa SMA kota Bandung tidak mengetahui aktivitas promosi yang telah dilakukan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Process. Price. UKM telah memperluas jalur PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan). Physical Evidence). tersedia beasiswa bagi siswa-siswa berprestasi. menyediakan beasiswa prestasi. namun kuesioner yang diproses lebih lanjut adalah kuesioner yang diisi oleh responden yang berasal dari kota Bandung. serta daya tarik promosi yang telah dilakukan melalui radio dan tim promosi.90(2007) Usulan Bauran Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru UK Maranatha (Studi Kasus : SMA di Kota Bandung) Yulianti. hampir seluruhnya menyatakan puas dan merasa tertarik untuk melanjutkan studi di UKM. MT. Dari hasil pengolahan data dan analisis.

Kata kunci : bauran pemasaran. penyediaan fasilitas alat tulis kantor. analisis cluster.keluar negeri. memperlengkap fasilitas olahraga. serta lebih mempublikasikan faktor paling dipentingkan dan berpengaruh terhadap minat siswa SMA. analisis regresi linear berganda . memperbesar lapangan parkir.

Karena itu diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi. meningkatkan kesempatan pertukaran pelajar keluar negeri. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Place. Usulan yang diberikan adalah menyediakan beasiswa prestasi. observasi dan kuesioner. Seiring berjalannya waktu. penyediaan fasilitas alat tulis kantor. M. namun hasil yang diperoleh belum sesuai dengan apa yang diharapkan. dengan semakin baiknya penyediaan sarana fisik dan jumlah mahasiswa dari berbagai daerah yang terus bertambah.91(2007) Usulan Bauran Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru UK Maranatha (Studi Kasus : SMA di Wilayah Jawa. .90%.Si Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di kota Bandung. diketahui bahwa faktor yang paling dipentingkan oleh siswa SMA adalah kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah. Yang mempengaruhi minat siswa SMA untuk memilih UKM adalah tingkat kepuasan terhadap daya tarik promosi yang telah dilakukan melalui televisi. Price. N. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan metode sampling jenuh. serta melakukan promosi dan USM yang diselenggarakan di luar kota Bandung. kejelasan informasi mengenai fakultas/ jurusan dan biaya yang dikeluarkan oleh tim promosi. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan dengan menggunakan analisis cluster dan analisis regresi linear berganda. efektivitas promosi yang telah dilakukan UKM. namun kuesioner yang diproses lebih lanjut adalah kuesioner yang diisi oleh responden yang berasal dari wilayah Jawa kecuali Bandung. Promotion. Process. Beberapa tahun terakhir. UKM telah memperluas jalur PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan). ketersediaan faktor tersebut di UKM. perkembangan UKM menunjukkan hasil yang menggembirakan. kualitas staf pengajar.. terjadi penurunan jumlah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) pada semua program studi. People. hal tersebut mengakibatkan tidak terpenuhinya target jumlah penerimaan mahasiswa baru di beberapa program studi yang terdapat di UKM. Tingkat efektivitas tim promosi dalam dengan tujuan mengenalkan UKM sebesar 46..59%. MT. membuka beberapa program studi baru. tingkat kepuasan siswa SMA terhadap promosi yang telah dilakukan UKM dan pengaruhnya terhadap minat untuk memilih UKM. untuk menarik minat siswa SMA melanjutkan studi di UKM sebesar 96. Rosemarie S. Kuesioner penelitian disebarkan kepada seluruh siswa SMA yang mengikuti USM Penerimaan Mahasiswa Baru UKM 2008/2009 hingga tanggal 27 Januari 2008. Ir. ST. Variabel penelitian yang digunakan adalah dari konsep bauran pemasaran 7P (Product. memperlengkap fasilitas olahraga. memperbanyak beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu. serta lebih mempublikasikan faktor paling dipentingkan dan berpengaruh terhadap minat siswa SMA (MSCC. Physical Evidence). memperbesar lapangan parkir. kecuali Kota Bandung) Yulianti.. Dari hasil pengolahan data dan analisis. melakukan promosi di berbagai media.

citra perguruan tinggi yang baik. analisis cluster. kelengkapan fasilitas kuliah. kenyamanan ruang kuliah. analisis regresi linear berganda . kejelasan informasi mengenai program studi dan biaya yang ada di UKM). Kata kunci : bauran pemasaran.

observasi dan kuesioner. ST. Process. Kuesioner penelitian disebarkan kepada seluruh siswa SMA yang mengikuti USM Penerimaan Mahasiswa Baru UKM 2008/2009 hingga tanggal 27 Januari 2008. serta lebih mempublikasikan faktor paling dipentingkan dan berpengaruh terhadap minat siswa SMA (MSCC. Karena itu diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi.92(2007) Usulan Bauran Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru UK Maranatha. memperlengkap fasilitas olahraga. membuka beberapa program studi baru. Yang mempengaruhi minat siswa SMA untuk memilih UKM adalah kejelasan informasi mengenai fasilitas penunjang melalui televisi. serta melakukan promosi dan USM yang diselenggarakan di luar kota Bandung. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Beberapa tahun terakhir.. Price. penyediaan fasilitas alat tulis kantor. namun hasil yang diperoleh belum sesuai dengan apa yang diharapkan. hal tersebut mengaikibatkan tidak terpenuhinya target penerimaan mahasiswa baru yang telah ditetapkan oleh Universitas. memperbesar lapangan parkir. Seiring berjalannya waktu. Tingkat efektivitas tim promosi dalam dengan tujuan mengenalkan UKM sebesar 43. (Studi Kasus : SMA di Pulau Sumatera) Jimmy Gozaly. Promotion. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan dengan menggunakan analisis cluster dan analisis regresi linear berganda. kenyamanan ruang kuliah. ketersediaan faktor tersebut di UKM. kelengkapan fasilitas komputer. People. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan metode sampling jenuh. Place. efektivitas promosi yang telah dilakukan UKM. meningkatkan kesempatan pertukaran pelajar keluar negeri. Dari hasil pengolahan data dan analisis. MT Lembaga pendidikan merupakan salah satu sarana yang berperanserta dalam pembentukan sumber daya manusia yang potensial. Physical Evidence). kejelasan informasi mengenai fasilitas penunjang yang ada di UKM). Usulan yang diberikan adalah memperbanyak beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu. kualitas staf pengajar. Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di kota Bandung. melakukan promosi di berbagai media. dengan semakin baiknya penyediaan sarana fisik dan jumlah mahasiswa yang terus bertambah. . terjadi penurunan jumlah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) pada semua program studi. Variabel penelitian yang digunakan adalah dari konsep bauran pemasaran 7P (Product. tingkat kepuasan siswa SMA terhadap promosi yang telah dilakukan UKM dan pengaruhnya terhadap minat untuk memilih UKM. perkembangan UKM menunjukkan hasil yang menggembirakan. diketahui bahwa faktor yang paling dipentingkan oleh siswa SMA adalah kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah. kelengkapan fasilitas kuliah. UKM telah memperluas jalur PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan). namun kuesioner yang diproses lebih lanjut adalah kuesioner yang diisi oleh responden yang berasal dari Sumatera. menyediakan beasiswa prestasi.82%.

analisis regresi linear berganda .Kata kunci : bauran pemasaran. analisis cluster.

ST. Place. diketahui bahwa faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa SMA mengenai perguruan tinggi terbagi atas 2 kelompok prioritas. Promotion. Physical Evidence).. Price. Beberapa bentuk usulan yang disampaikan diantaranya adalah meningkatkan promosi melalui situs www.edu dan menampilkan situs tersebut pada saat presentasi. Variabel penelitian yang digunakan adalah dari konsep bauran pemasaran 7P (Product. Sulawesi.maranatha. analisis cluster. Bali. Process. Process. Kata kunci : bauran pemasaran. Place. People. kunjungan ke sekolah-sekolah. menampilkan video klip mengenai UKM diawal presentasi. Price. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan dengan menggunakan analisis cluster dan analisis regresi linear berganda. analisis regresi linear berganda . People. MT Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di kota Bandung dengan tujuh fakultas yang dikelola. sedangkan untuk faktor keberhasilan tim promosi UKM dalam mempengaruhi keputusan siswa SMA untuk memilih UKM adalah karena kejelasan informasi mengenai biaya-biaya yang akan dikeluarkan oleh para siswa jika melanjutkan studi di UKM dengan % pengaruh sebesar 15. diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa-siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi dan mengetahui efektivitas penyampaian informasi mengenai UKM yang telah dilakukan pada saat ini. Sulawesi. Sedangkan untuk tingkat kepuasan terhadap promosi yang telah dilakukan oleh tim promosi baik memalui media elektronik maupun melalui pameran. dan menyampaikan informasi mengenai beasiswa beserta prosedurnya.93(2007) Usulan Bauran Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru UK Maranatha (Studi Kasus : SMA Swasta di Wilayah Kalimantan. Physical Evidence. Seiring berjalannya waktu. Ambon dan Papua yang akan mengikuti ujian saringan masuk yang diadakan UKM baik di Balikpapan maupun di UKM sendiri. Oleh karena itu. perkembangan UKM menunjukkan hasil yang menggembirakan. Penyebaran kuesioner penelitian ditujukan kepada para siswa SMA yang berasal dari Kalimantan. Dari hasil pengolahan data dan analisis. Adapun usulan langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan oleh pihak oleh UKM untuk meningkatkan dorongan minat masuk UKM adalah didasarkan pada bauran pemasaran yaitu Product. Permasalahan yang dihadapi Universitas Kristen Maranatha saat ini adalah terjadi penurunan jumlah siswa SMA yang mengikuti Ujian Saringan Masuk pada semua program studi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan metode sampling jenuh. Bali Ambon dan Papua) Rudijanto Muis. observasi dan kuesioner. responden sudah merasa puas terhadap promosi yang telah dilakukan. seperti dengan semakin baiknya penyediaan sarana fisik dan fasilitas perkuliahan.8%. Promotion. sehingga hal tersebut mengakibatkan tidak terpenuhinya target jumlah penerimaan mahasiswa baru di beberapa program studi yang terdapat di UKM.

Untuk dapat mengurangi kesenjangan yang ada. pengukuran dilakukan berdasarkan 4 dimensi Student Satisfaction Inventory yaitu Concern for the individual. dalam penelitian ini juga dilakukan pengujian hipotesis untuk mengetahui adanya perbedaan yang nyata atau tidak dari kesenjangan tersebut.. dan kurangnya sarana pendukung perkuliahan serta sarana olahraga. materi perkuliahan yang kurang up to date. ini terlihat dari kesenjangan pada Gap 5. Untuk itu diperlukan suatu metode yang dapat mengukur kepuasan mahasiswa UKM terhadap kualitas pelayanan UKM. MT Julastri Universitas Kristen Maranatha (UKM) adalah salah satu salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka yang berlokasi di kota Bandung dengan 7 fakultas yang dikelola. 46 dosen tetap UKM dan 96 karyawan UKM. Campus climate. ST. Campus Climate. maka UKM perlu untuk mempertimbangkan suatu penelitian mengenai pengukuran kualitas pelayanan yang diberikan UKM kepada mahasiswa secara periodik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode SERVQUAL. kurangnya layanan karir pasca sarjana dari universitas. Hal ini terjadi karena masih adanya kesenjangan yang terjadi pada Gap 1. dan Gap 3. Agar ruang lingkup penelitian dapat lebih terarah sesuai dengan bidang pendidikan. Registration effectiveness. Teknik sampling yang digunakan pada pembagian kuesioner mahasiswa adalah gabungan antara teknik Proportionate Stratified Sampling dan Snowball Sampling.94(2007) Usulan Perbaikan Kualitas Jasa Perguruan Tinggi dengan Menggunakan Metode Servqual Berdasarkan 4 Dimensi Student Santisfaction Inventory (Concern for the Individual. harapan mahasiswa dengan persepsi manajemen (Gap 1). Dari hasil pengukuran diperoleh nilai rata-rata Total Servqual Quality (TSQ) untuk Gap 5 adalah -0. Recruiment and Financial Aid Effectiveness. Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu UKM dalam mengukur kualitas pelayanan saat ini dengan melihat kesenjangan yang terjadi didalamnya. diberikan beberapa usulan yang terbagi atas 2 kelompok yaitu usulan ke fakultas/jurusan/program studi dan usulan ke pihak manajemen UKM. Hal ini menunjukkan secara keseluruhan kualitas pelayanan yang diberikan oleh pihak Universitas Kristen Maranatha kepada mahasiswa masih belum memuaskan. Hal ini dapat dilihat dari adanya indikasi ketidakpuasan mahasiswa terhadap pelayanan pendidikan yang diberikan UKM diantaranya adanya tanggapan mengenai kurangnya kepedulian dan kerja sama dari karyawan pada jurusan tertentu terhadap layanan kepada mahasiswa. 23 manajemen UKM. Gap 2. dimana beberapa usulan tersebut adalah penetapan sasaran kualitas pelayanan mahasiswa . Selain itu. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis yang dilakukan. yang dapat mengukur kesenjangan antara lain antara harapan dengan persepsi mahasiswa (Gap 5). Recruitment and financial aid effectiveness. Oleh karena itu untuk mencapai tujuan dari semboyan UKM tersebut. maka dalam penelitian ini. persepsi manajemen terhadap harapan mahasiswa dengan spesifikasi kualitas jasa (Gap 2) dan spesifikasi kualitas jasa dengan penyampaian jasa (Gap 3) beserta penyebab-penyebab gapnya. Sehubungan dengan konsep care yang menjadi semboyan dari UKM dalam layanan pendidikannya ternyata saat ini masih belum tercapai sepenuhnya. Kuesioner penelitian dibagikan kepada 621 mahasiswa UKM. sedangkan untuk sampel manajemen digunakan teknik sampling Purposive. menunjukkan bahwa mahasiswa UKM belum merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan UKM. Untuk itu dilakukan analisis penyebab ketidakpuasan tersebut untuk masingmasing kesenjangan yang ada. Registration Effectiveness) di Universitas Kristen Maranatha Rudijanto Muis. keamanan di dalam lingkungan kampus yang masih kurang baik.8475.

secara rinci. . dan fasilitas pendukung perkuliahan di UKM. membuat deskripsi pekerjaan yang terstruktur dengan jelas. perbaikan dalam kualitas pengajaran melalui evaluasi kurikulum.

yang lainnya menunjukkan bahwa kondisinya berbeda. MT. bahkan dapat meningkat kembali. ada kemungkinan kepuasan terjadi karena manajemen tidak mengetahui apa yang diharapkan mahasiswa. karena dengan kepuasan mahasiswa yang tinggi. meskipun sudah dibuka beberapa program studi baru. dengan menurunnya jumlah peminat. Hasilnya menunjukkan bahwa hanya ada 2 butir pernyataan di mana tingkat kepuasan antar fakultas. yaitu penurunan secara global jumlah lulusan SLTA yang masuk ke perguruan tinggi. Selanjutnya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kepuasan mahasiswa. Dengan demikian. Jadi dalam penelitian ini diteliti apakah ada hal-hal di atas yang terjadi. Pengukuran kepuasan mahasiswa dilakukan dengan metode servqual yang diperkenalkan oleh Zeithaml dan Parasuraman. Selanjutnya dicari penyebab dari terjadinya kepuasan tersebut. UKM perlu mengadakan usaha-usaha agar jumlah peminatnya tidak terus turun. dan pada akhirnya akan menarik minat calon mahasiswa. yaitu dengan menghitung kesenjangan antara harapan mahasiswa dengan persepsi mahasiswa tentang layanan (Gap 5). apa penyebabnya dan dirumuskan usaha untuk menanggulanginya. kemudian mencari penyebab ketidakpuasan yang terjadi dan berusaha melakukan tindakan atau usaha untuk menghilangkan penyebab ketidakpuasan ini. Pengukuran performansi UKM juga perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat prestasi UKM karena salah satu rencana strategis UKM adalah keprimaan administrasi dan akademik. dibutuhkan pengukuran untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa saat ini. Dalam kondisi yang terjadi di Indonesia pada saat ini. dan untuk pengujian antar jurusan dalam fakultas menunjukkan bahwa Fakultas Teknik yang memiliki paling banyak perbedaan antar jurusan. Kata kunci : kualitas. servqual. Student Centeredness) Ir. kepuasan . Sehingga perlu bagi UKM untuk merancang sistem operation pelaksanaan berbagai layanan di UKM. penurunan standar/spesifikasi layanan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan atau apa yang disampaikan oleh petugas berbeda dengan standar/spesifikasi. dengan menggunakan model konseptual kualitas jasa. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa hampir pada tiap butir pernyataan yang ditanyakan menunjukkan bahwa mahasiswa tidak puas akan layanan UKM.Untuk itu. maka Universitas Kristen Maranatha. Menurut model konseptual kualitas jasa. Christina Wirawan. Penyebab yang paling banyak terjadi adah Gap 2.95(2007) Pengukuran Kepuasan Mahasiswa UK Maranatha dan Usaha untuk Meningkatkannya (untuk Variabel : Safety and Security. di sini juga diteliti tentang kesamaan tingkat kepuasan antar fakultas dan antar jurusan dalam tiap fakultas. Service Excellent. sehingga kemudian dilakukan penelitian untuk mencarinya. akan meningkatkan citra UKM. sebagai salah satu perguruan tinggi swasta turut merasakan dampaknya.

assurance. Campus Life. Instruction Effectiveness. Modelmodel di atas tidak bisa mengindikasikan seberapa besar prakek manajerial UKM menyimpang dari kondisi ideal yang seharusnya terjadi tanpa melengkapinya dengan analisis kualitatif mengenai harapan dan kinerja UKM.96 (2007) Analisis dan Usulan Peningkatan Kualitas Pelayanan Pendidikan Tinggi Universitas Kristen Maranatha (Studi Kasus Student Satisfaction Inventory Dimensi Academic Advising Effectiveness. Sampel karyawan TAT adalah sebanyak 39 Sampel dosen adalah sebanyak 139 orang. Hendra Kusuma. Metode sampling yang digunakan dalam pengambilan sampel mahasiswa dan dosen adalah proportionate stratified dan snowball sampling. Model ini dipilih dengan alasan kelengkapan variabel penyebab Gap hingga identifikasi penyebab ketidakpuasan dilakukan dengan mudah. emphaty. Sampel pimpinan UKM sebanyak 21 orang. penyampaian jasa oleh karyawan UKM yang dinilai masih kurang maksimal. Instrumen yang digunakan merupakan hasil modifikasi dari instrument SSI standar setelah dikurangi dengan pernyataan yang tidak sesuai dengan keadaan UKM. Instrumen ini digunakan untuk mengukur ketidakpuasan mahasiswa. Gap 1. Campus Support Service. Kinerja UKM masih berada di bawah harapan mahasiswa untuk seluruh pernyataan SSI yang diujikan. penyebab Gap 1.al (1990) sebagai model konseptual. dan Campus Support Service) Ir. Hasil aplikasi dimensi SSI dalam model extended service quality ternyata dapat digunakan di UKM sebagai alat bantu manajerial untuk meningkatkan kepuasan mahasiswa. Pernyataan SSI yang digunakan berjumlah 28 pernyataan. Teknik sampling untuk populasi pimpinan UKM dan karyawan adalah sampling jenuh Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. Hasil pengukuran kualitas pelayanan UKM pada mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa masih belum merasa puas dengan kinerja pelayanan yang diberikan UKM. penetapan standar yang lebih rendah dari harapan mahasiswa serta berbagai hal yang belum ditetapkan standar kerjanya. Penelitian ini dimaksudkan untuk uji coba pengukuran kualitas pelayanan UKM dengan metode SERVQUAL dan mengganti dimensi reliability.Penerapan Dimensi Student Satisfaction Inventory dan Metode Servqual dapat digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan UKM namun hanya dapat mengindikasikan terjadinya kesenjangan antara harapan mahasiswa dengan kinerja UKM. pimpinan UKM yang berhubungan dengan ruang lingkup penelitian serta karyawan UKM. Gap 3. Gap 2. Dimensi Student Satisfaction Inventory dan Metode Servqual dapat digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan di Universitas Kristen Maranatha karena SSI merupakan dimensi yang ditujukan untuk jasa pendidikan. Campus Life. Gap 4 tidak diuku karena UKM tidak memberikan janji kepada calon mahasiswanya. Dimensi SSI yang dibahas ialah: Academic Advising Effectiveness. dan penyebab Gap 3. ditambah dengan pernyataan untuk memperjelas terjemahan dalam bahasa Inggris. responsiveness. Instruction Effectiveness. Model Extended Service Quality dari Zeithaml et. penyebab Gap 2. dan tangibles dengan dimensi Student Satisfaction Inventory (SSI). Jumlah sampel mahasiswa adalah 621 mahasiswa. Agar kepuasan mahasiswa dapat ditingkatkan model ini perlu dipindahkan dalam kueisoner yang lebih . serta modifikasi-modifikasi yang harus dilakukan untuk mencapai tingkat validitas dan reliabilitas instrumen yang layak. Faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpuasan mahasiswa adalah terdapatnya persepsi pimpinan UKM terhadap harapan mahasiswa yang tidak sesuai dengan harapan mahasiswa yang sesungguhnya. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa UKM strata 1 yang telah menempuh 2 semester. MT. 9 kondisi internal manajerial UKM dalam hal kualitas pelayanan. Skala kuesioner adalah skala interval.

resmi dan diedarkan oleh bagian survey center. to increase student satisfaction there are several recommendation: (1) the Rector of University should use the information more frequent. (3) Those dissatisfaction were caused by difference between heads of department perceptions of student expectation and student expectation. (4) formal service quality goals and programs should be set officially. menekan konflik peran dalam pekerjaan. Campus Life. and (6) the role conflicts between operational and service quality on employees job should be reduced. mengurangi jarak antara karyawan yang kontak dengan mahasiswa dengan pimpinan puncak UKM. There were 28 SSI variables used. and being followed up if there are dissatisfaction found. meningkatkan komitmen pimpinan bagian-bagian UKM atas kepuasan mahasiswa penetapan program resmi dan sasaran kualitas pelayanan mahasiswa bagi karyawan. employee. (5) supervisory control systems should be improved. The questionnaire use has to be divided. To improve student satisfaction this model has to be implemented.al (1990). After this survey held continually. Kata kunci: Penggunaan Dimensi Student Satisfaction Inventory pada Extended Service Quality Model. The Student Satisfaction Inventory dimensions being tested were Academic Advising Effectiveness. and (4) Those Gaps were caused by 9 internal factors. which made the identification of internal conditions that influence student dissatisfaction was easy to be done. Campus Support Service. and 21 heads of department and unit. 39 employee. Instruction Effectiveness. and service delivery by employees were below student expectation. peningkatan sistem pengendalian atasan. formally given to the students on regular basis. Kepuasan mahasiswa di UKM dapat ditingkatkan melalui peningkatan kekerapan penggunaan informasi mengenai mahasiswa. Gap 3. but this model couldn’t identify how far the difference between student expectation and their perception on Maranatha Christian University performance occurs. (2) the gap between student contacted employee and the rector should be reduced. Conceptual model used was extended quality model from Zeithmal et. because Maranatha Christian University hadn’t declare any promises to students. Aplikasi untuk meningkatkan kepuasan mahasiswa This research was intended to test Servqual methods using Student Satisfaction Inventory dimensions on Maranatha Christian University Service Quality Measurement. Keywords: Integration SSI Dimensions on Extended Service Quality Model. Application to Improve Student Satisfaction. (2) There are dissatisfaction identified on all variables. Gap 2. The results of this study were: (1) Servqual Methods and SSI dimensions could be used to measure students dissatisfaction. The instruments being used were modification of Student Satisfaction Inventory standard instrument using importance and performance rating scale to measure student dissatisfaction (Gap 5) and Servqual standard instruments to measure Gap 1. designed more professionally. the antecedent of Gap 1. and quota purposive sampling on employee and heads of department populations. and heads of department or unit in Maranatha Christian University. This model was chosen because of the completeness of Gap antecedents variables. antecedent of Gap 2. (3) the commitment of heads of department and unit at the University should be increased. SSI dimensions application on extended service quality model found suitable to be used as a managerial tool to improve student satisfaction at Maranatha Christian University. . Sampling method used were proportionate cluster snowball sampling on student and lecturer populations. lectures. 139 lecturers. The respondents were 621 students. and antecedent of Gap 3. Gap 4 wasn’t being measured. The population of this study were students that have been studied for minimum 2 semesters. employee performance standards were set below student expectation.

Banyak faktor yang mendukung jalannya suatu perguruan tinggi dengan baik. diantaranya adalah pengelolaan sumber daya manusia yang unggul..97 (2008) Identifikasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penelian Kinerja untuk Jabatan Kerumah Tanggaan di Perguruan Tinggi (Studi Kasus di UK Maranatha) Vivi Arisandhy. Manfaat bagi pegawai adalah dapat mengetahui kinerja yang telah dicapai serta mengetahui kelemahan dan kelebihan diri yang berguna untuk pengembangan diri selanjutnya. perhitungan bobot faktor dan subfaktor penilaian kinerja (menggunakan metode Analytical Hierarchy Process). Fenny Perguruan tinggi berperan penting untuk menghasilkan orang–orang yang berkualitas yang dapat berguna bagi dunia kerja pada umumnya. S. perancangan perangkat penilaian kinerja akan berbasiskan kompetensi. Penilaian kinerja yang efektif akan memberikan manfaat bagi pegawai dan perusahaan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan sumber daya manusia adalah dengan melakukan penilaian kinerja. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah sebaiknya faktor absensi diperhitungkan dalam melakukan penilaian kinerja. ST. Melihat pentingnya penilaian kinerja bagi pegawai di suatu organisasi maka peneliti bermaksud melakukan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penilaian kinerja Tenaga Kerumahtanggaan di perguruan tinggi. identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penilaian kinerja.. Department of Labor. penyusunan dan penyebaran kuesioner penentuan skala kepentingan faktor dan subfaktor penilaian kinerja. penyusunan dan penyebaran kuesioner penentuan tingkat kepentingan subfaktor. pengolahan kuesioner pendahuluan. data-data yang digunakan akan diambil dari Universitas Kristen Maranatha.1. (contoh : pemberian reward dan punishment). MT. Faktor dan subfaktor penilaian kinerja dapat dilihat pada Tabel 5. Dalam penelitian ini. penyusunan struktur hierarki.usulan Formulir Penilaian Kinerja dapat dilihat pada Gambar 4. perhitungan batas–batas penilaian kinerja (Total Nilai Penilaian Kinerja Tenaga Kerumahtanggaan dan Total Nilai Faktor Tenaga Kerumahtanggaan) dan perancangan perangkat penilaian kinerja. U. Tahapan dalam melakukan perancangan perangkat penilaian kinerja adalah penyusunan dan penyebaran kuesioner pendahuluan. penentuan tingkat kepentingan subfaktor penilaian kinerja (menggunakan metode Cut-Off Point). Faktor-faktor tersebut kemudian akan digunakan untuk merancang perangkat penilaian kinerja bagi Tenaga Kerumahtanggaan Data-data yang diperlukan adalah job Description Tenaga Kerumahtanggaan di perguruan tinggi serta faktor dan subfaktor dari model kompetensi dan U. ST. S. sedangkan. sebaiknya dibuat suatu standar penanganan berdasarkan hasil penilaian kinerja. MT. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi penilaian kinerja Tenaga Kerumahtanggaan dan usulan Formulir Penilaian Kinerja untuk Tenaga Kerumahtanggaan. Department of Labor dan hasil kuesioner pendahuluan. penyusunan subfaktor berdasarkan model kompetensi (gabungan Spencer & Spencer dan Personnel Decisions International). Melina Hermawan.2. Dalam penelitian ini. sebaiknya hambatan- ..

hambatan juga dipertimbangkan dalam pelaksanaan proses penilaian. dan lain-lain. misalnya hallo effect. . personnel bias effect.

99 (2008) Identifikasi Tingkat Loyalitas Merek dan Faktor Penentu Kepuasan dalam Menggunakan Produk-produk Eiger Ir. Hendra Kusuma, MT.
Program ini merupakan aktivitas penelitian yang dilakukan oleh Kelompok Bidang Keahlian Rekayasa Kualitas Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha bekerja sama dengan PT Eigerindo Multi Produk Industri dalam rangka identifikasi faktor-faktor yang dipertimbangkan penting oleh pelanggan. Identifikasi faktor-faktor ini diperlukan agar PT Eigerindo Multi Produk Industri memiliki tolok ukur yang jelas bagi tingkat pemenuhan kepuasan pelanggan sebagaimana dipersyaratkan sertifikasi ISO. Biaya program penelitian ini sepenuhnya ditanggung oleh PT Eigerindo Multi Produk Industri. Program penelitian ini terdiri atas tiga tahap; yaitu penyusunan kuesioner kepuasan pelanggan, penyebaran kuesioner kepuasan pelanggan, serta pengolahan data dan analisis. Tahap pertama dilakukan dengan menyusun instrumen menggunakan kuesioner loyalitas merek baku di riset ekuitas merek. Tahap kedua dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner penelitian di berbagai outlet Eiger di Jakarta, Bogor, Bandung, dan Jatinangor menggunakan metode sampling kuota untuk mencapai jumlah sampel 272 hingga diperoleh tingkat kesalahan pengukuran sebesar 10%. Tahap ketiga dilakukan dengan metode pengolahan data loyalitas merek dan penyusunan angket kepuasan pelanggan yang diusulkan bagi PT Eigerindo Multi Produk Industri untuk melengkapi persyaratan ISO. Sebagai kesimpulan analisis, diperoleh bahwa tingkat kinerja Eiger dalam memenuhi harapan pelanggan telah dapat dinilai baik. Sebagai hasil, diperoleh loyalitas merek yang tinggi di tingkat Satisfied Buyer dan Liking the Brand. Di bagian akhir, penulis mengusulkan format kuesioner kepuasan pelanggan yang disebarkan di seluruh outlet Eiger sebagai indicator pengukur kepuasan pelanggan untuk melengkapi program ISO PT Eigerindo Multi Produk Industri. Kata Kunci: Kepuasan Pelanggan, Indikator Harapan Pelanggan. This program was Research Program done by PT Eigerindo Multi Produk Industri in cooperation with Quality Engineering Expertise Group, Industrial Engineering Department, Engineering Faculty, Maranatha Christian University, Bandung. This program was aimed to help PT Eigerindo Multi Produk Industri to identify important consideration factors by it customers. The importance of these factors identification was to achieve PT Eigerindo Multi Produk Industri better clarity on the factors that contribute to customers satisfaction as part of PT Eigerindo Multi Produk Industri ISO audits. All of this Research cost was paid by PT Eigerindo Multi Produk Industri. This program was done by three stages: customer satisfaction questionnaire design, data collection, and data calculation and analysis. The first stage was done by using standard brand loyalty questionnaire as a part of brand equity research instrument. The second stage was done by questionnaire pread on various Eiger’s outlets at Jakarta and West Java using quota sampling method using 72 sample in order to achieve 10% research error. The third stage was done by brand loyalty data calculation and customer satisfaction questionnaire design. The author suggest PT Eigerindo Multi Produk Industri use this Customer Satisfaction Questionnaire to complete PT Eigerindo Multi Produk Industry ISO audits. As a summary, analysis showed that Eiger’s performance on satisfying customer expectation could be classified as Good. As a result, Eiger has high brand loyalty on Satisfied Buyer and Liking the Brand level. At the end, the author suggested customer satisfaction

questionnaire format that could be given on all Eiger’s outlets as a customer satisfaction indicators to complete PT Eigerindo Multi Produk Industri ISO program. Keywords: Customer Satisfaction, Customer Expectation Indicators

100 (2008) Pengaruh Faktor-faktor Pribadi, Lingkungan, dan Perguruan Tinggi terhadap Keputusan untuk Mendirikan Usaha Sendiri, Studi Kasus Alumni Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha Ir. Hendra Kusuma, MT. Marianawati
Penelitian ini merupakan penelitian murni di bidang kewirausahaan dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor–faktor yang berpengaruh terhadap keputusan alumni untuk memilih profesi engusaha setelah lulus dari Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha. Variabel yang dipertimbangkan ialah faktor pribadi, bekal, lingkungan, kelayakan, dan Perguruan Tinggi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian survei, dengan populasi alumnus Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha yang berprofesi sebagai pengusaha dengan jumlah responden yang dituju berjumlah 120 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Instrumen yang dikembangkan mencakup empat factor yang terdiri dari faktor pribadi, faktor bekal, faktor kelayakan dan faktor lingkungan dengan menggunakan skala Likert. Hipotesis yang diuji ialah keputusan alumni Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha untuk memilih profesi engusaha dipengaruhi oleh ke empat faktor itu. Teknik pengolahan data yang digunakan ialah analisis faktor dan analisis diskriminan. Responden terdiri atas 2 kelompok yaitu kelompok yang langsung mendirikan usaha milik sendiri dan kelompok yang bekerja dulu sebelum membuka usaha sendiri. Kuesioner disebarkan dengan metode tatap muka untuk responden yang berada di kota Bandung, serta melalui email untuk responden yang berdomisili di luar kota Bandung. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa empat variabel yang dikembangkan di tahap awal ternyata tidak mencerminkan kondisi empiris. Diperoleh 16 faktor yang berpengaruh pada keputusan alumni untuk mendirikan usaha sendiri. Dari ke 16 faktor tersebut, hanya tiga faktor yang menjadi pembeda kedua kelompok responden tersebut yaitu faktor Pembelajaran di Perguruan Tinggi, Dorongan Kebebasan, dan Peluang dari Pergaulan. Kelompok responden yang langsung memilih mendirikan usaha sendiri setelah lulus bercirikan factor Pembelajaran di Perguruan Tinggi dan Peluang Pergaulan yang dominan. Sementara kelompok yang memilih bekerja terlebih dahulu sebelum mendirikan usaha setelah lulus bercirikan memiliki Dorongan Kebebasan yang dominan. Untuk meningkatkan jumlah alumni yang berwirausaha setelah lulus maka pimpinan Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha disarankan agar menambah materi kuliah dan studi-studi kasus pada mata kuliah Pengantar Ekonomi, Ekonomi Teknik, Manajemen Pemasaran, Perancangan Tata Letak Fasilitas, Perancangan Organisasi, Analisis Kelayakan Proyek, dan Studium Generale. Kata Kunci: Faktor yang Berpengaruh, Keputusan untuk Mendirikan Usaha. This research intended to be a scientific research in Entrepreneurship field. The aimed of this research was identify factors that influencing the graduates of Industrial Engineering Dept., Engineering Faculty, Maranatha Christian University decision to choose businessman as a profession. Variables considered were personal factor, supply factor, environment factor, perception of feasibility, and college factor. Research methodology used were survey research, using graduates of Industrial Engineering Department, Engineering Faculty, Maranatha Christian University which had chosen business owner as profession. Sample size were 120 and sampling technique used were cencus. Research instrument used was derived from those factors indicators

Project Feasibility Study. Decision to Start a Business. only 3 factors that could be considered as differential factors on those 2 respondent group. Engineering Economic. .using 5 scale likert score. Hypothesis being tested on this research was the decision of Industrial Engineering Dept. On those factors. and Opportunity from Social Interaction. Plan Layout and Material Handling. On the other side. graduates that decide to choose business owner profession direct after they finished study and graduates that decide to work before they start their business.. Data calculation method were factor analysis and discriminant analysis. Engineering Faculty. The differential factors were Business Course on College. Freedom Motives. There were 2 respondent groups. and Studium Generale. Respondent group by direct decision to be a business owner was identified have high Business Course on College and Opportunity from Social Interaction score. Engineering Faculty. Maranatha Christian University to increase entrepreneurship material and case study on Introduction Economic. Marketing Management. Analysis showed that variables on the early stage did not passed empirical testing. Factor analysis showed that there were 16 factors that influencing decision to choose business owner as profession. Maranatha Christian University graduate to choose businessman as a profession was influenced by those 5 factors. To increase graduate intention to build their own business. authors suggest that the head of Industrial Engineering Dept. Questionnaire spread by face to face interviews for respondent in Bandung and email for respondents outside Bandung.. Keywords: Influenced Factors. respondent group who worked before they initiate their own business was identified have high Freedom Motives.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful