P. 1
Abstrak Teknik - Industri

Abstrak Teknik - Industri

|Views: 569|Likes:
Published by Arief Sulistyawan

More info:

Published by: Arief Sulistyawan on Dec 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

02(2001) Analisis Kualitas Pelayanan Ditinjau dari Kesenjangan antara Jasa yang Diterima dengan Jasa yang Diharapkan

(Studi Kasus di Lembaga Bahasa LIA Buahbatu, Bandung) Melina Hermawan, ST., MT Sissy Vidya Paramitasari Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa utama di dunia, dimana selain menjadi bahasa ibu, Bahasa Inggris juga dipakai sebagai salah satu bahasa resmi internasional. Di Indonesia sendiri, pelajaran Bahasa Inggris merupakan pelajaran wajib di sekolah-sekolah formal, namun kebanyakan siswa maupun pencari kerja pada umumnya merasa bahwa kurikulum sekolah belum dapat memberikan kontribusi pengetahuan yang cukup memadai, sehingga mereka banyak menambah pengetahuannya melalui kursus-kursus Bahasa Inggris. Lembaga Bahasa LIA (LB-LIA) yang bertempat di Jalan Buah Batu merupakan salah satu dari sekian banyak lembaga bahasa yang menyediakan fasilitas kursus. Dari tahun ke tahun sejak awal berdirinya (1986), LB-LIA selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi pelanggannya, dala hal ini para peserta didik. Namun akhir-akhir ini, pihak manajemen LB-LIA mengalami sedikit kekhawatiran terhadap semakin meningkatnya tingkat penurunan jumlah siswa/peserta didik pada setiap akhir term/caturwulan. Sebagai sebuah lembaga yang telah lama berdiri, LB-LIA menyadari bahwa kualitas pelayanan akan sangat berpengaruh pada loyalitas peserta didik, dalam konteks ini adalah kemauan untuk mengikuti program pendidikan hingga selesai. Melalui penelitian ini perusahaan berharap dapat memperoleh gambaran mengenai seberapa besar tingkat kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan LBLIA ditinjau dari kesenjangan antara jasa yang diterima dan jasa yang diharapkan. Selain itu, perusahaan juga berharap dapat memperoleh gambaran mengenai unsur-unsur pelayanan apa saja yang perlu mendapatkan prioritas peningkatan untuk menaikkan kepuasan pelanggan, sehingga akhirnya dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dan mengurangi tingkat pengunduran siswa/peserta didik. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioenr yang dibagikan kepada para peserta didik sebagai pelanggan. Variabel penelitian yang digunakan mengacu pada lima dimensi pokok Model Parasuraman dkk, yaitu Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Data yang diperoleh dari kuesioner tersebut selanjutnya diolah dengan menggunakan metode SERVQUAL. Dari hasil pengukuran kualitas, diperoleh kesimpulan bahwa kualitas pelayanan LB-LIA kurang memuaskan para peserta didik, terbukti dengan nilai TSQ (-1,006) < 0. Dari beberapa unsur pelayanan yang perlu mendapatkan prioritas peningkatan adalah intensitas penggunaan Lab. Bahasa, intensitas penyediaan tenaga native speaker, perhatian staff pengajar terhadap perkembangan siswa/peserta didik, kecepatan staff pengajar dalam menyelesaikan masalah dan keahlian kerja staff pengajar.

03(2001) Analisis Kelayakan Usaha Pengembangan Industri Pengolahan Sabut Kelapa (Cocofibre dan Cocodust) Ir. Hendra Kusuma, MT Pohon kelapa tumbuh di lebih dari 57 negara di dunia, tetapi pertumbuhan pohon kelapa sangat baik di negara-negara tropis, seperti Indonesia. Indonesia dengan 13.000 pulau dikenal sebagai penghasil kelapa terbesar kedua di dunia setelah India. Setiap tahun tidak kurang dari 10.000.000 butir sabut kelapa terbuang dan dibakar masyarakat di Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak. Padahal sabut kelapa (dikenal dengan istilah “Cocofibre”) dan limbah tambahannya (yang disebut sebagai “Cocodust”) dapat dimanfaatkan untuk produk industri. Serat sabut kelapa dapat digunakan untuk peredam suara, penahan panas, pengisi bantal jok di industri pesawat terbang dan industri otomotif, bahan sapu/sikat/keset, bahan pengisi tempat tidur springbed, serta keperluan geotekstil. Ampas sabut kelapa dapat digunakan untuk media pembibitan tanaman atau pupuk, karena mengandung kadar Kalium yang tinggi. Keunggulan serat sabut kelapa dibandingkan dengan serat sintetis ialah daya serap yang tinggi, tingkat pencemaran yang rendah, menyerap panas sinar matahari, serta dapat digunakan untuk sarana padat karya dan tidak dapat modal. Proses pengolahannya hanya membutuhkan mesin sederhana yang dapat dibuat dengan teknologi tepat guna. Studi ini dibuat untuk kepentingan pengajuan dana pinjaman lunak lingkungan IEPC-KfW bagi pihak Haji Muhammad Hassan, yang memperoleh tawaran untuk memasok serat sabut kelapa sebanyak 4 (empat) ton per hari dari “PD Makmur Pribumi”. Skema dana pinjaman lunak lingkungan IEPC-KfW akan digunakan untuk pemekaran usaha demi menampung limbah sabut kelapa dari pengolaha kelapa dan kopra di Kecamatan malingping. Pinjaman yang diajukan ialah senilai Rp. 728.000.000,00 (Tujuh ratus dua puluh delapan juta Rupiah) untuk kredit investasi serta Rp. 226.700.000,00 (Dua ratus dua puluh enam juta tujuh ratus ribu Rupiah) untuk kredit modal kerja. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa usaha ini layak diberi pinjaman dilihat dari sisi pemasaran, sisi teknologi, maupun sisi finansial, dihasilkan Net Present Value positif, periode pengembalian investasi selama 7 (tujuh) tahun 9 (sembilan) bulan, dan IRR 14,68%. Disarankan pada pihak bank Jabar untuk segera meneruskan permohonan kredit tersebut pada pihak IEPC-KfW.

04(2002) Analisis Serta Usulan Perbaikan Fasilitas Fisik dan Lingkungan Fisik dengan Pendekatan Ergonomi (Studi Kasus di Mini Market 5001 Mart Cabang Cimahi) Wawan Yudiantyo, ST., MT Novi, ST., MT Effie Yuswandi Dalam sebuah mini market, faktor keamanan dan kenyamanan dalam berbelanja sangatlah penting. Beberapa fasilitas fisik yang langsung berhubungan dengan pengunjung maupun karyawan mini market perlu lebih diperhatikan agar memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi penggunanya. Apabila rak-rak terlalu tinggi atau terlalu rendah maka pengunjung dan karyawan mini market akan sulit untuk menjangkau atau memajang barang di rak tersebut. Sedangkan bila kondisi lingkungan fisik kurang optimal maka pengunjung akan merasa tidak nyaman untuk berlama-lama di dalam mini market. Pada tahap awal penelitian dilakukan tanya jawab baik dengan pihak manajemen, karyawan mini market 5001 Mart cabang Cimahi, maupun dengan pengunjung mini market. Dari hasil tanya jawab tersebut diketahui bahwa terdapat beberapa masalah yang timbul, seperti diantaranya meja kasir yang terlalu tinggi serta monitor yang terlalu rendah, kursi kasir yang kurang nyaman, tempat penitipan barang yang tidak bersekat sehingga barang-barang yang dititipkan menjadi mudah tertukar, rak-rak yang terlalu tinggi sehingga pengunjung dan karyawan menjadi sulit untuk menjangkau barang yang ada, serta banyaknya pengunjung yang mengeluh akan panasnya suhu di dalam mini market. Dalam penelitian kali ini akan dibahas mengenai fasilitas fisik yang ada sekarang di mini market 5001 Mart cabang Cimahi seperti meja kasir, kursi kasir dan tempat penitipan barang serta rak-rak. Juga dibahas mengenai kondisi lingkungan fisik seperti pencahayaan, temperatur dan kelembaban di dalam mini market. Sebagai data pembanding digunakan data sekunder berupa data anthropometri yang didapat dari buku Eko Nurmianto yang berjudul Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya edisi pertama tahun 2003. Dari hasil penelitian dan pengamatan yang telah dilakukan di mini market 5001 Mart cabang Cimahi diketahui bahwa hampir sebagian besar selisih dimensi fasilitas fisik yang ada sekarang dengan dimensi yang diharapkan lebih besar dari 10%, sehingga dimensi yang ada sekarang masih kurang ergonomis. Begitu pula dengan kondisi lingkungan fisik seperti pencahayaan dan temperatur yang ada. Oleh karenanya dalam penelitian kali ini juga dibuat usulan perancangan fasilitas fisik seperti meja kasir, kursi kasir, tempat penitipan barang, dan rak-rak pajangan yang lebih ergonomis. Perancangan fasilitas fisik ini perlu mempertimbangkan dimensi tubuh manusianya. Juga diusulkan mengenai kondisi lingkungan fisik yang lebih optimal sehingga dapat meningkatkan kenyamanan di dalam mini market. Selain itu tata letak dari fasilitas fisik seperti lebar gang dan tata letak fasilitas penunjang seperti tata letak lampu, tata letak AC dan tata letak cermin juga dibuat lebih ergonomis. Diharapkan usulan tersebut dapat berguna bagi mini market 5001 Mart cabang Cimahi.

Pemasangan AC untuk mengatasi temperatur dan kelembaban yang kurang baik. Dan pemasangan alat hydrant untuk pencegahan bahaya kebakaran. khususnya untuk mahasiswa yang akan melakukan aktivitas seperti praktikum dan assistensi. produk kursi tunggu juga disesuaikan dengan data Anthropometri mahasiswa. Untuk lingkungan fisik diusulkan penambahan lampu sehingga mencapai intensitas cahaya yang ideal untuk membaca dan menulis. sehingga dapat diambil suatu kesimpulan. Setelah data hasil kuesioner tersebut telah valid dan reliabel. Alat ini dirasakan penting. maka dilakukan persentase hasil kuesioner yang didapatkan. sehingga dapat mendukung konsentrasi belajar mahasiswa. perhitungan dan penentuan persentil.06(2002) Perancangan Lorong Basement II yang Lebih Ergonomis pada Laboratorium Analisa Perancangan Kerja dan Ergonomi Universitas Kristen Maranatha Bandung Wawan Yudiantyo. aliran udara menjadi kurang baik. temperatur dan kelembaban pada lorong tunggu belum memenuhi kondisi ideal. dan uji reliabilitas data. dijadikan sebagai tempat tunggu. MT Lestari Yuli Hastuti. uji kecukupan data. APK & E UKM. ST. Diharapkan dengan demikian akan memberikan kenyamanan bagi pengguna lorong tunggu Lab. mengingat sekat-sekat ruangan Lab. maka lorong yang letaknya berada di basement II tersebut menjadi lembab. Lorong Lab. . Dari hasil pengumpulan data maka dilakukan pengolahan data. APK& E UKM terbuat dari bahan yang mudah terbakar. Untuk itu diusulkan produk rancangan kursi tunggu yang dapat dilipat untuk menghemat tempat. Intensitas cahaya pada lorong tunggu masih kurang. Selain itu karena kurangnya ventilator.. khususnya untuk orang yang datang ke suatu tempat. lorong yang dijadikan tempat tunggu saat ini dirasakan kurang ergonomis. uji keseragaman data. dimana orang tersebut tidak bisa langsung dilayani. tetapi masih dirasakan kurang terang. Dari penelitian yang dilakukan penulis. Agar aktivitas yang berlangsung dalam Laboratorium dapat mencapai tujuannya. dengan menggunakan ergo plus yaitu: uji kenormalan data. Lorong yang berada di basement II gedung Teknik gelap. MT Fernando Tempat tunggu merupakan tempat yang penting. Hasil analisa menunjukkan bahwa dimensi produk kursi tunggu aktual belum sesuai dengan dimensi tubuh pengguna. ST.. Untuk data kuesioner dilakukan pengujian dengan cara manual: uji validitas data. untuk data anthropometri dilakukan pengujian. APK&E yang terletak pada basement II Gedung Teknik. walaupun sudah terdapat beberapa lampu untuk penerangan. bedasarkan kuesioner tersebut. maka harus diciptakan suatu lingkungan yang nyaman. maka orang tersebut harus menunggu di tempat yang telah disediakan (tempat tunggu).

pegangan tombol/saklar serta pembatas ruangan kamar dan lorong.. Untuk lingkungan non fisik. peralatan dan perabotan dalam kamar mandi. gantungan pakaian. sekat plastik.. ST. MT Yoanita Kamar adalah produk terpenting yang dapat dijual oleh sebuah hotel. Kenyamanan itu pulalah yang akan menarik loyalitas para tamu hotel untuk terus menjadi pelanggan tetap. didapatkan hasil bahwa tidak semua barang/perabotan dalam kamar tidur dan kamar mandi ergonomis. bunyi. dan juga pelayanan yang diberikan. meja rias dan jendela. lampu penerangan pada lorong. penulis mengadakan pengamatan secara dan mewawancarai beberapa tamu hotel. peraturan dan tata tertib. karena sebagian besar waktu tamu hotel dihabiskan di dalam kamar. sofa. kursi. MT Ie Vie Mie. Kenyamanannya mutlak diperlukan. monoblock. ST.07(2002) Perancangan Sarana dan Prasarana Dalam Kamar Hotel yang lebih Ergonomis (Studi Kasus di Hotel Le’Aries. sekat plastik dan tempat sampah. pegangan pintu kamar. tempat handuk. Untuk mengetahui apakah fasilitas fisik dan lingkungan non fisik dalam kamar hotel Le’Aries sudah ergonomis. Penulis mengambil data fasilitas fisik peralatan dan perabotan dalam kamar mandi dan kamar tidur. pegangan kunci jendela. kunci pintu kamar. Yang termasuk dalam lingkungan non fisik adalah: pencahayaan. shower. tempat sampah. temperatur dan kelembaban. sofa. Sedangkan dari hasil analisa. tata letak kamar tidur pun dinilai kurang ergonomis. Untuk perbaikan pelayanan. lantai kamar mandi dan lantai lorong. tata letak tombol/saklar pada dinding. Perbaikan juga dilakukan pada dinding kamar mandi. tombol/saklar pada dinding. jendela. didapati beberapa pelayanan yang kurang memuaskan. Bandung) Wawan Yudiantyo. gantungan pakaian. Untuk membuat lingkungan hotel lebih nyaman. lingkungan fisik. tempat sabun. nakas. pembuka botol. Untuk peningkatan kesehatan dan . maka penulis menyarankan beberapa perbaikan yang mudah direalisasikan. lemari pakaian. data lingkungan non fisiknya dan juga mengamati pelayanan apa saja yang diberikan. meja rias. tempat handuk. pegangan kunci jendela. ventilasi. Barang/perabotan di dalam kamar mandi yang perlu diperbaiki adalah: shower. Yang termasuk dalam fasilitas fisik dalam kamar adalah: peralatan dan perabotan dalam kamar tidur. tempat tas. Dari hasil pengamatan. Oleh karena itu. Barang/perabotan di dalam kamar tidur yang perlu diperbaiki adalah: tempat tidur. nakas . yang belum ergonomis adalah pencahayaan dan ventilasi. peralatan yang disediakan dalam kamar serta fasilitas di luar kamar. Dari hasil perbandingan tersebut. serta posisi lampu penerangan pada lorong. pembuka botol. Untuk pegangan tombol/saklar yang perlu diperbaiki adalah: tata letak kunci pintu kamar. kursi. Barang/perabotan yang tidak ergonomis adalah: tempat tidur. lantai kamar tidur. penyemprot air pada monoblock. beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain adalah: fasilitas dalam kamar. sebaiknya disediakan check list yang harus diisi oleh bell-boy. Data-data fasilitas fisik tersebut kemudian dibandingkan dengan data antropometri. Sedangkan yang termasuk servis adalah: pelayanan. lemari pakaian.

. sebaiknya disediakan alarm tanda bahaya dan informasi alur jalan darurat.keamanan lingkungan hotel.

mula-mula dilakukan pengukuran waktu baku cara langsung (jam henti) dan cara tidak langsung (MTM-1) melalui Bagan Analisa. lantai.38%. sistem kerja setempat (tata letak.18%. ST. Dari segi fleksibilitas. keadaan lingkungan fisik (temperatur. Masalah yang dihadapi perusahaan saat ini yakni tidak bisa memenuhi permintaan konsumen karena sistem kerja yang diterapkan perusahaan kurang efisien dan perancangan peralatannya tidak ergonomis sehingga perlu dilakukan perbaikan sistem kerja dan perancangan peralatan agar ergonomis.17%. Perusahaan juga kurang memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja operator.18%. kebisingan. lantai. atap. atap. Untuk mengatasi permasalahan tersebut. jarak dan keleluasaan) menjadi lebih baik. masalah yang dihadapi perusahaan yakni bila ada perubahan sedikit dalam tata letak. kelembaban. tidak berubah karena keterbatasan tempat dan sensitivitas perusahaan setelah dilakukan perbaikan menjadi lebih baik karena proses produksi menjadi lebih lancar. .18%. kurang fleksibel. Jika dilihat segi fleksibilitas. MT Fitri Lianingsih Dewasa ini industri manufaktur berada pada kondisi cukup stabil.08(2003) Perbaikan Sistem Kerja di Perusahaan Boneka “X” Bandung Novi. kebisingan. stasiun gunting sebesar 4. Setelah diadakan penelitian pendahuluan. stasiun isi sebesar 4. perusahaan dapat menghemat waktu untuk masing-masing stasiun kerjanya yakni berturut-turut untuk stasiun pola sebesar 4. pencahayaan. Operator bekerja tanpa ada standar kerja yang baku sehingga tidak memperhatikan pekerjaannya secara menyeluruh dan peralatan serta tempat kerja operator tidak dirancang secara ergonomis. stasiun jahit sebesar 1. dan dinding) lebih baik. gerakan kerja operator dan tata letak ruang kerja keseluruhan (termasuk aliran prosesnya) sehingga setelah dilakukan perbaikan maka gerakan kerja operator sudah sesuai dengan prinsip ekonomi gerakan dan aliran prosesnya lebih lancar. Keadaan lingkungan kerja fisik seperti temperatur. hal ini terlihat dari semakin banyaknya perusahaan-perusahaan kecil yang mencoba membuka usaha dalam bidang manufaktur. ST. stasiun hias sebesar 4. Dari Bagan Analisa Aktual diketahui bahwa metode kerja yang diterapkan perusahaan belum optimal.. Adapun perbaikan metode kerja yang dilakukan perusahaan meliputi pekerjaan yang dilakukan operator (dihubungkan dengan prinsip ekonomi gerakan). dan dinding masih belum diperhatikan. sehingga perlu diadakan perbaikan metode kerja.29% dan stasiun packing sebesar 18.. Salah satunya adalah perusahaan boneka "X". kelembaban. MT Wawan Yudiantyo. diketahui bahwa permasalahan yang dihadapi perusahaan saat ini dalam hal efisiensi kerja. Dengan melakukan perbaikan metode kerja. pencahayaan. Dengan perbaikan yang dilakukan maka sistem kesehatan dan keselamatan kerja operator lebih terjamin.

dengan usia antara 15 sampai dengan 25 tahun. Strategi pemasaran yang tepat dapat meningkatkan daya saing factory outlet Rumah Mode dengan para kompetitornya. harga produk memiliki kesamaan harga atau bahkan lebih murah dibanding factory outlet lain. toilet dalam jumlah yang mencukupi. jenis produk yang dijual. Factory outlet Rumah Mode juga memiliki keunggulan pada kualitas produk. penataan cahaya dalam ruangan dan keramahan para pramuniaganya dalam melayani para konsumennya. kamar pas yang mencukupi. memiliki kesamaan harga. untuk itu factory outlet Rumah Mode dituntut untuk merumuskan strategi pemasaran yang tepat sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Analisa dapat memaparkan secara jelas tentang persepsi konsumen terhadap factory outlet dengan menggunakan program Alscal-SPSS. mengetahui hubungan antara data demografi dengan segmen yang pengolahan datanya menggunakan program Crosstab-SPSS. produk yang tidak dijual di factory outlet lain. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kriteria atau faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi konsumen untuk mengunjungi sebuah factory outlet. dimana pengolahan datanya dilakukan dengan metode analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diusulkan strategi pemasaran yaitu penjualan produk-produk yang sesuai dengan target pasarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang paling mempengaruhi konsumen pada saat mengunjungi sebuah factory outlet adalah kualitas produk. toilet yang mencukupi. diskon baik untuk produk tertentu maupun untuk pembelian dalam jumlah tertentu. dan kesiapan dari para pramuniaganya.O. penerangan dalam ruangan. posisi factory outlet Rumah Mode dan para pesaingnya di mata konsumen.09(2003) Perancangan Strategi Pemasaran Berdasarkan Persepsi Konsumen (Studi Kasus di F. ketersediaan tempat menunggu. diskon untuk pembelian dalam jumlah tertentu. luas area parkir. keramahan dan kesiapan dari pramuniaga. MBA Reza Wratsongko Rumah Mode adalah salah satu factory outlet di kota Bandung. mempertahankan keunggulann dari . diskon untuk produk tertentu. Namun factory outlet Rumah Mode juga memiliki kekurangan dalam jenis atau ragam produk yang dijual. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan keterangan bahwa factory outlet Rumah Mode berada pada segmen ke II dimana para konsumennya sebagian besar adalah kaum wanita. Berdasarkan penelitian awal factory outlet Rumah Mode memiliki kendala dalam usaha meningkatkan jumlah pengunjung Rumah Mode. ketersediaan tempat menunggu. Djajalaksana. segmen pasar factory outlet di kota Bandung dan target pasar yang sesuai dengan factory outlet Rumah Mode. keluasan area parkir. Rumah Mode) Yenni M. Dengan adanya persaingan yang semakin ketat diantara factory outlet. rata-rata konsumennya adalah pelajar dan mahasiswa dan banyak mengenal factory outlet berdasarkan informasi orang lain. kamar pas dalam jumlah yang mencukupi. dan peringkat factory outlet berdasarkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi konsumen untuk mengunjungi sebuah factory outlet. produk yang tidak dijual di factory outlet lain.

para pesaingnya dan memperbaiki kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh factory outlet Rumah Mode. .

hal ini sudah tidak dapat dipungkiri lagi seiring dengan perkembangan jumlah mahasiswa Universitas Kristen Maranatha terutama yang berasal dari luar kota Bandung rata-rata hampir melebihi 50% dari jumlah keseluruhan mahasiswa yang masih aktif.. proyek yang akan dilaksanakan akan menyerap tenaga kerja sehingga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitarnya dan lokasi ini akan menjadi ramai dengan dibukanya kios-kios tempat menjual makanan. tetapi sebelumnya penulis akan melakukan peramalan dengan menggunakan program Quantity System (QS) untuk meramalkan jumlah mahasiswa yang masuk Universitas Kristen Maranatha.636. Setelah dilakukan analisis aspek pasar ini maka dilanjutkan pengamatan pada aspek teknik. kemudian penulis melakukan perhitungan pada aspc:k finansial. pengamatan dilakukan dengan cara membagi kuesioner kepada penghuni-penghuni rumah kos di sekitar kampus Universitas Kristen Maranatha. aspek teknik. Hasil dari studi kelayakan proyek Maranatha Student Inn ini layak untuk dilaksanakan. Dari perhitungan aspek finansial ini. Pada aspek finansial ini.829.11(2003) Analisis Kelayakan Pendirian Maranatha Student Inn di Sekitar Lingkungan Kampus Universitas Kristen Maranatha Melina Hermawan. Dari aspek teknik. didapatkan payback period selama 11 tahun 1 bulan. aspek finansial dan aspek sosial. sedangkan bila dilihat dari NPV-nya akan positif pada tahun ke-20 yaitu sebesar Rp 68. setelah itu akan dibuat rancangan fisik rumah kos yang akan dibangun serta fasilitas apa saja yang akan disediakan. Aspek-aspek yang akan dibahas penulis dalam penyusunan laporan Tugas Akhir ini adalah aspek pasar. Dari aspek pasar akan ditentukan pangsa pasar yang akan direbut. tujuan dari penyebaran kuesioner ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi mereka dalam menyewa suatu kamar kos.. MT Ariston Dewasa ini banyak sekali dibangun rumah-rumah kos di sekitar kampus Universitas Kristen Maranatha. Suku bunga yang ditetapkan standarisasi dari Bank Indonesia yaitu sebesar 8% (MARR = 8%). Kelebihan penelitian Inn dibandingkan penelitian yang ada sebelumnya adalah bahwa pengelola untuk rumah kos ini adalah dari pihak . metode yang digunakan dalam penilaian investasi adalah metode paback period. Dalam aspek teknik ini. Net Present Value (NPV).22% sehingga dari segi perhitungan aspek finansial ini layak karena IRR lebih besar dari MARR yang ditetapkan (8. ST. Dari aspek sosial. Dari perhitungan IRR didapatkan sebesar 8. Melihat prospek kecenderungan meningkatnya jumlah mahasiswa dan perkembangan kampus Universitas Kristen Maranatha maka penulis mempunyai ide untuk mengadakan suatu penelitian tentang kelayakan pendirian rumah kos di sekitar lingkungan kampus Universitas Kristen Maranatha.22% > 8%). ST. dan Internal Rate of Return (IRR). MT Yulianti.

selain itu juga disediakan suatu ruangan semacam perpustakaan mini untuk membantu mahasiswa datang mencari buku yang dibutuhkan sehingga ini juga dapat memacu mahasiswa untuk lebih berprestasi lagi.Universitas Kristen Maranatha. oleh karena akan diberikan diskon kepada mahasiswa yang dianggap berprestasi. .

Design characteristics untuk memenuhi usaha-usaha teknis tersebut antara lain jenis pendidikan dan pelatihan. kemudahan dalam pemesanan tiket (reservasi). banyak memberi kemudahan dalam perjalanan bagi para penggunanya. ST. daerah pembatasan kecepatan. Sehingga perusahaan yang berorientasi pada pelanggan pada sekarang ini harus mampu memberikan nilai dan kepuasan melalui penyampaian produk dan jasa yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan penggunajasa. menyelenggarakan usaha-usaha pelatihan dan mengevaluasi pelaksanaan dan hasil pelatihan. KA untuk memenuhi kebutuhan konsumen tersebut antara lain adalah tingkat pelaksanaan etika pelayanan.. Usaha-usaha teknis yang perlu dilakukan oleh PT. Sedangkan process characteristic yang diperlukan untuk dapat memenuhi design characteristics dalam usaha perancangan pelayanan KA kelas eksekutif antara lain mengidentifikasi kebutuhan pelatihan. . disebut juga PT. Kereta Api (Persero). Hal ini akan menyebabkan menurunnya kualitas pelayanan dan mengakibatkan hilangnya pelanggan atau pengguna jasa kereta api. jumlah tempat duduk tersedia. ST. tingkat kemudahan mendapatkan informasi. sering kehabisan tiket. tingkat ketersediaan tiket. keselamatan penumpang dari kecelakaan dalam perj alanan. Sebagai satu-satunya penyedia jasa transportasi kereta api di Indonesia PT. Salah satu metodologi yang dapat digunakan untuk mempertemukan keinginan dan kebutuhan konsumen dengan perusahaan adalah metode Quality Function Deployment.. mengantri terlalu lama. Kebutuhan konsumen yang terlihat dari penelitian ini adalah antara lain kenyamanan dalam memperoleh tiket secara langsung. Salah satu moda transportasi yang banyak diminati adalah transportasi kereta api. namun dalam hal pelayanan masing sering terjadi keluhan-keluhan yang dilontarkan oleh pengguna KA melalui kotak saran dan juga melalui media cetak mengenai pra dan purna perjalanan KA yang tidak memuaskan. KA. MT Dian Krishna Masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi pada saat ini semakin menuntut terhadap pemenuhan kepuasan dan kebutuhan dari layanan produk dan jasa yang ditawarkan. beberapa diantaranya seperti keterlambatan keberangkatan dan kedatangan KA.12(2003) Usulan Perancangan Proses Pelayanan pada PT. kehilangan barang didalam stasiun dll. Kereta Api (Persero) dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (Studi Kasus pada Kereta Api Parahyangan Kelas Eksekutif) Christina. fasilitas di stasiun yang kotor tidak terawat. MT Rudijanto Muis.

yang digunakan sebagai pertimbangan penulis dalam merancang produk yang sesuai dengan perpustakaan yang diusulkan. Berdasarkan hasil analisa dapat diketahui bahwa produk pembanding tersebut tidak sesuai dengan data antropometri mahasiswa. Untuk fasilitas yang dirancang di perpustakaan ini meliputi meja baca bersekat jenis 1 (membutuhkan kursi). Untuk temperatur di ruangan yang akan dijadikan perpustakaan . rak buku. Dalam merancang fasilitas yang ada di perpustakaan ini penulis menggunakan data antropometri mahasiswa Jurusan Teknik Industri angkatan 1987-2002 yang diambil secara random sebanyak 100 data. Oleh karena itu penulis tertarik untuk merancang perpustakaan di laboratorium yang bertujuan untuk lebih menunjang jalannya praktikum.75% responden membutuhkan suatu perpustakaan yang menyediakan buku-buku tentang ergonomi dan laporan praktikum. kursi. Penelitian yang dilakukan oeh penulis adalah dengan menyebarkan kuesioner untuk mengetahui apa yang dibutuhkan oleh mahasiswa di perpustakaan. tempat komputer. ST. sehingga sangat ideal apabila terdapat perpustakaan di laboratorium yang menyediakan buku-buku yang memiliki relevansi yang kuat untuk menunjang jalannya praktikum. Akan tetapi perpustakaan yang ada sekarang letaknya jauh dari laboratorium. meja baca bersekat jenis 2 (tidak membutuhkan kursi/lesehan). Maka dirancang fasilitas yang ada di perpustakaan yang diusulkan yang tentu saja sesuai dengan data antropomteri mahasiswa Jurusan Teknik Industri. sehingga didapatkan suatu layout yang sesuai untuk perpustakaan di laboratorium dan mengusulkan agar pencahayaan di perpustakaan tersebut ditambah. Selain itu penulis juga melakukan penilaian konsep terhadap alternatif layout yang diusulkan. maka penulis mencari produk pembanding. dimana referensi yang ada digunakan sebagai masukan dalam membuat laporan. dan 2003. ST. tempat majalah dan surat kabar.. Setelah diketahui fasilitas apa yang akan dirancang di dalam perpustakaan. 2002. Berdasarkan kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa Jurusan Teknik Industri angkatan 2000. Setelah dilakukan perancangan. sofa. 2001. Setelah itu dilakukan analisa terhadap produk pembanding tersebut.. locker. Dari hasil analisa menunjukkan bahwa fasilitas yang diusulkan untuk perpustakaan tersebut merupakan poduk yang lebih baik dibandingkan dengan produk pembanding.13(2003) Perancangan Perpustakaan di Laboratorium Analisa Perancangan Kerja dan Ergonomi Universitas Kristen Maranatha Bandung Wawan Yudiantyo. MT Meliana Atmodjo Laboratorium tidak terlepas dari adanya perpustakaan yang menyediakan buku sebagai dasar referensi. meja petugas perpustakaan dan panggung. Saran dan masukan yang didapat dari kuesioner juga menjadi pertimbangan dalam merancang fasilitas yang ada dalam perpustakaan. dengan cara menambah lampu pada tiap meja baca dan rak buku. MT Ie Vie Mie. untuk mengetahui apakah produk hasil rancangan secara keseluruhan sudah lebih baik dibandingkan dengan produk pembanding yang ada. maka dilakukan analisa penilaian konsep. dapat diketahui bahwa 98.

akan tetapi perlu dilakukan perubahan letak AC.sudah baik. . supaya udara dapat mengalir dengan merata.

43. . biaya simpan dan biaya menganggur.564. Biaya produksi total dihitung berdasarkan jadwal induk produksi yang telah disusun meliputi biaya kerja lembur. Selanjutnya. MT Ir. Setelah itu. Kemudian besar penghematan biaya tenaga kerja usulan (7 orang) sebesar 46.Sc Hotma Rina Janita Sitorus Penulis melakukan penelitian di PT. yaitu industri yang bergerak di bidang manufaktur bahan peledak (handak) industrial di Indonesia. Dahana Tasikmalaya. Ternyata jumlah tenaga kerja optimal yang dibutuhkan untuk meminimasi biaya produksi adalah sebanyak 7 orang yang pada awalnya perusahaan mempekerjakan 15 orang tenaga kerja. Penghematan ini cukup signifikan dan sudah tentu sangat diharapkan perusahaan demi meningkatkan daya saing produknya di pasaran. dipilih metod ekonstan dengan nilai SEE adalah 4118. ST. dari Peta Pekerja dan Mesin serta hasil perhitungan berdasarkan kapasitas efektif terkecil stasiun kerja (yang terpilih adalah stasiun kerja yang menggunakan mesin) terhadap kapasitas efektif terkecil stasiun kerja manual. Untuk diameter 25 mm. 09. 107. dilakukan penjadwalan produksi berdasarkan kapasitas efektif stasiun kerja terkecil. Dahana (Persero) Melina Hermawan. dipilih metode linier siklis (N = 8) dengan nilai SEE adalah 1269.67% dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja perusahaan sekarang (15 orang tenaga kerja). Penelitian dilakukan pada penyusunan penjadwalan produksi den penentuan jumlah pekerja optimal. 78 dan untuk diameter 30 mm.. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa biaya produksi untuk periode perencanaan (3 tahun) sebesar Rp 355. M.14(2003) Usulan Penjadwalan Produksi dan Penentuan Jumlah Tenaga Keja Optimal di PT. Heru Susilo. yang bertujuan untuk mengoptimalkan sumebr daya yang dimiliki perusahaan. yang digunakan sebagai kapasitas reguler tersedia pada tabel transportasi. Langkah pertama yang dilakukan penulis adalah melakukan peramalan permintaan yang akan datang dan dipilih metode peramalan terbaik dengan nilai SEE terkecil.

keramahan dan kesopanan front office. keramahan dan kesopanan room service. kecekatan dan ketrampilan house keeping/room service. Dan melalui decision stage diperoleh usulan strategi terbaik bagi Hotel Le Aries. Melalui tahap input stage diperoleh posisi Hotel Le Aries.. kesesuaian harga dengan kamar hotel yang disediakan. Dari tahap matching stage diperoleh alternatif-alternatif strategi dari profil “Competitive”.. Untuk dapat meningkatkan rate menginap di hotel dan bersaing dengan para pesaingnya. MT Melina Hermawan. Dalam menyusun. diketahui bahwa kekuatan dari Hotel Le Aries adalah kenyamanan kamar hotel yang disediakan. Dan diketahui pula bahwa perusahaan berada di atas rata-rata dari keseluruhan posisi strategisnya dalam usaha untuk memanfaatkan peluang dan menghindari ancaman yang mungkin timbul. harga kamar hotel yang terjangkau. keamanan hotel. maka perusahaan perlu menerapkan strategi pemasaran yang tepat. merumuskan. dan merencanakan usulan suatu strategi pemasaran yang tepat yang mampu dijalankan oleh Hotel Le Aries berdasarkan metode Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM).15(2003) Analisis dan Usulan Perencanaan Strategi Pemasaran “Le Aries. kebersihan kamar hotel yang disediakan . MT Agus Chandra Pratama Hotel Le Aries merupakan salah satu hotel di kota Bandung yang mampu memberikan pelayanan yang baik kepada konsumennya. yaitu strategi product development. keamanan tempat parkir. dan tahapan terakhir. dan memilih strategi digunakan tiga tahapan kerangka kerja pembuatan pengambilan keputusan. kebersihan hotel dan semua prasarananya. . kemudian matcing stage dengan pembuatan SPACE Matrix yang dipresentasikan dalam bentuk diagram cartesius untuk mengembangkan alternatif strategi yang akan diterapkan. penampilan dan kerapihan front office. Gerden Hotel & Café” Lestari Yuli Hastuti. CPM untuk mengetahui pesaing utama perusahaan. decision stage dengan pembuatan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk memutuskan alternatif strategi yang terbaik bagi Hotel Le Aries. penampilan luar hotel. ST. Penerapan strategi bagi suatu perusahaan dapat dilakukan pada faktor internal dan eksternal yang dimiliki oleh suatu perusahaan sehingga dapat diperoleh faktor-faktor sukses dalam mengelola sebuah hotel. kebersihan dari makanan/minuman yang disajikan. keamanan kamar hotel yang disediakan. merumuskan alternatif-alternatif strategi perusahaan yang dapat dikembangkan pada Hotel Le Aries dengan menggunakan input dari hasil SPACE matrix. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui kondisi internal dan kondisi eksternal dari Hotel Le Aries. ST. Tiga tahap ini meliputi input stage dengan pembuatan IFE Matrix untuk mengetahui keadaan intrenal perusahaan. EFE Matrix untuk mengetahui keadaan eksternal perusahaan.

Para peneliti terdahulu banyak yang menggunakan metode analitik untuk mencari solusinya. Setelah dilakukan eksperimen dengan melakukan redesign pada komponen vital maka model simulasi memperkirakan nilai availabilitas sistem sebesar 87%. Hasil ini menunjukkan nilai yang tidak berbeda jauh. Dalam penelitian ini dikembangkan model simulasi yang didasarkan pada diagram fault tree sehingga dapat memperkirakan availabilitas sistem dimasa mendatang dan dapat menentukan komponen-komponen yang vital sehingga dapat dilakukan redesign sistem secara efisien. Model simulasi ini mampu menangani sistem yang cukup kompleks seperti pada unit pembangkit PLTA Saguling. Hal ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. ST. Pencarian komponen vital oleh model ini menghasilkan transformator utama sebagai komponen kritis. Model simulasi ini memperhitungkan keadaan komponen yang non-aktif (ada komponen yang non-aktif walaupun tidak rusak yang diakibatkan oleh sistem atau subsistemnya mengalami downtime).16(2003) Perancangan Model Simulasi Berdasarkan Diagram Fault Tree untuk Mengestimasi Availabilitas Sistem Victor Suhandi.79%. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan validitas model ketika diterapkan pada sistem kompleks seperti unit pembangkit di PLTA Saguling. dan dalam keadaan sistem yang sangat kompleks. Model simulasi memberikan hasil availabilitas sistem sebesar 68% dan pengukuran output langsung sebesar 71.. . Hasil perhitungan availabilitas sistem dengan berbagai konfigurasi sistem terbatas yang dibangun menggunakan diagram fault tree memperlihatkan tingkat perbedaan yang tidak signifikan bila dibandingkan dengan metode analitik. MT Banyak cara yang sudah dikembangkan untuk menentukan nilai availabilitas sistem dari kerusakan-kerusakan komponennya. model simulasi akan lebih efisien dan prosesnya dapat digambarkan secara komprehensif. Konfigurasi sistem ini mewakili setiap logika yang sangat mungkin terjadi dalam sistem nyatanya. Sehingga terjadi perbedaan lamanya waktu operasi antara komponenkomponen dengan sistem (sistem tidak pernah mengalami status non-aktif) bila diukur pada suatu titik waktu yang sama. tidak mampu mendeteksi variasi masa pakai yang ditimbulkan akibat sistem atau subsistem yang mengalami downtime. Kelemahan pokok yang dapat dirasakan pada metode analitik yaitu: kombinasi yang dimunculkan untuk sistem kompleks menjadi sangat besar dan sulit ditangani.

(14) Niat dari awal. Industri Jasa. Oleh karena itu tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mengidentfikasi faktor-faktor yang dipertimbangkan mahasiswa dalam menentukan topik Tugas Akhir. Jumlah populasi pada penelitian ini 186 orang. (3) Dosen untuk mata kuliah Sistem Produksi. Sistem Informasi Manajemen. serta Sistem Produksi. Kecepatan pemberian ijin penelitian. Manajemen Kualitas. dan Manajemen Kualitas. (5) Melakukan promosi ke perusahaan yang bergerak di bidang industri dan manufaktur. (3) Kemudahan pemahaman materi. (8) Tekanan untuk menyelesaikan studi. serta 15) Bekal dari perkuliahan. Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi. (6) Mempererat hubungan dengan alumni Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha. (4) Memberikan koneksi ke perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industri dan manufaktur. (6) Ketersediaan topik. MT Budi Santoso Kecenderungan mahasiswa Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha dalam memilih topik Tugas Akhir terpusat pada beberapa Mata Kuliah tertentu dan kurang berorientasi pada aspek perancangan. disajikan beberapa saran bagi pimpinan Jurusan Teknik Industri agar kecenderungan pemilihan topik Tugas Akhir dapat lebih diarahkan pada definisi Teknik Industri sesuai ABET yaitu: (1) Meningkatkan standar penelitian untuk Mata Kuliah Manajemen Pemasaran. (4) Kemudahan referensi. . (5) Kepercayaan diri. Hendra Kusuma. (2) Adanya fasilitas bimbingan dan penyuluhan topik Tugas Akhir untuk mata kuliah Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi. (9) Kecepatan pemberian ijin penelitian.17(2003) Identifikasi Faktor . dan Manajemen Kualitas dapat memberikan bahasan contoh-contoh kasus. Setelah pengujian validitas dan reliabilitas. (13) Kelancaran proses bimbingan. (11) Jumlah referensi. (7) Izin topik dari perusahaan. Manajemen Sumber Daya Manusia. Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi. serta (2) Untuk menganalisis faktor-faktor yang menjadi pembeda karakteristik mahasiswa yang mengambil topik Tugas Akhir di Mata Kuliah tertentu. Sistem Produksi. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan mahasiswa saat memilih topik Tugas Akhir ialah: (1) Peminatan Mata Kuliah. hingga dirasakan semakin menjauhi definisi Teknik Industri. (10) Alternatif sumber referensi. (2) Kemudahan proses pengerjaan. Tekanan untuk menyelesaikan studi. data diolah dengan metode Analisis faktor dan Analisis Diskriminan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berbeda secara signifikan. Terdapat tujuh Mata Kuliah yang dominan dipilih oleh mahasiswa dalam mengerjakan Tugas Akhir yaitu: Manajemen Pemasaran. jumlah sampel yang diambil 111 responden mahasiswa yang sedang mengambil Mata Kuliah Tugas Akhir dengan metode simple random sampling. dan Niat dari awal. (12) Dosen yang empatik. Pada bagian akhir. Industri Jasa dan Manajemen Sumber Daya Manusia.faktor yang Membedakan Mahasiswa dalam Memilih Topik Tugas Akhir Ir. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa faktor yang menjadi pembeda karakteristik mahasiswa dalam memilih topik Tugas Akhir adalah Ijin topik dari perusahaan.

(9) Mutu program studi. Setelah uji validitas. (3) Pengaruh orang terdekat. (1) mengetahui faktor-faktor penting apa saja yang menjadi pertimbangan calon mahasiswa baru dalam memilih jurusan dan perguruan tinggi untuk melanjutkan studi. Jumlah responden pada penelitian ini ialah sebanyak 603 responden calon mahasiswa baru yang mendaftar di gelombang I di UKM dengan menggunakan metode simple random sampling. (4) Pertimbangan atas kemampuan pribadi. Faktor-faktor petimbangan calon mahasiswa yang didapatkan dari penelitian ini ialah: (1) Citra Universitas di masyarakat. Hendra Kusuma. tidaklah mungkin proses segmenting. (8) Persiapan untuk memasuki dunia kerja.18(2003) Identifikasi Faktor-faktor Dominan yang Membedakan Pertimbangan Kelompokkelompok Calon Mahasiswa Baru dalam Memilih Perguruan Tinggi (Studi Kasus Eksploratori Pendaftaran Gel. Secara teoritis. (5) Dorongan keluarga. diharapkan perencanaan strategi pemasaran yang dilakukan oleh suatu organisasi sesuai dengan tujuan pemasaran yang ingin dicapai. Pertimbangan atas kemampuan pribadi. I UKM) Ir. (b) menyertakan minat untuk mendaftar di UKM sebagai variabel dependen. dan tanggapan konsumen terhadap produk. untuk mengetahui perbedaan faktor-faktor dominan yang dipertimbangkan oleh empat kelompok calon mahasiswa baru dalam memilih program studi dan perguruan tinggi di UKM. (6) Kelengkapan fasilitas kampus. kelompok peminat UKM yang pesimistik. Dengan diketahuinya perilaku pembelian konsumen. dan positioning dilakukan secara tepat sasaran. (2) mengetahui faktor-faktor apa saja yang membedakan empat kelompok calon mahasiswa baru dalam memilih jurusan dan perguruan tinggi. (10) Minat pribadi. targeting. serta kelompok asal bisa kuliah. Pada bagian akhir. reliabilitas. (7) Proyeksi kegagalan pada USM. serta minat pribadi. . (2) Potensi masa depan. sikap. dan analisis faktor dilakukan perhitungan Analisis Diskriminan Berganda. serta (11) Lokasi. segmentasi perilaku dapat dibagi dalam beberapa kelompok yaitu berdasarkan pengetahuan. Dihasilkan 4 (empat) kelompok perilaku yaitu kelompok yang harus kuliah di jurusan tertentu di UKM. (c) menyertakan persaingan antar universitas sebagai variabel independen. kelompok peminat bidang khusus yang pesimistik. minat. Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut. MT Roland Tearalangi Analisis perilaku membeli merupakan hal yang sangat penting dalam melakukan pemasaran. yaitu: (a) menggunakan responden siswa kelas 3 SMU agar pemetaan minat dapat dilakukan secara lebih tajam. Proyeksi kegagalan pada USM. disajikan beberapa saran untuk meningkatkan informasi mengenai riset ini terhadap Universitas Kristen Maranatha. Tanpa analisis Buying Behaviour. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa faktor yang menjadi pembeda karakteristik calon mahasiswa pendaftar Gelombang I UKM dalam memilih program studi adalah Citra Universitas di masyarakat.

Data anthropometri ini digunakan untuk menentukan ukuran produk yang sesuai bagi masyarakat Indonesia. Salah satu perabot rumah tangga yang pasti diperlukan tetapi penggunaannya memakan lahan adalah tempat tidur. sofa bed. dan nilai biaya yang baik dibandingkan produk pembandingnya. Berdasarkan hal tersebut maka dirancanglah produk wall bed usulan yang multifungsi. karangan Eko Nurmianto. Penelitian yang dilakukan penulis adalah dengan menggunakan angket untuk mengetahui persepsi konsumen tentang ranjang lipat. sekaligus untuk mengetahui produk apa saja yang diprioritaskan berada dalam kamar tidur dan faktor-faktor yang dianggap prioritas saat membeli tempat tidur. nilai keindahan. dan merupakan konsep produk terbaik dibandingkan dengan ranjang lipat. memiliki harga jual yang tidak terlalu mahal dibandingkan produk sejenis. perawatan produk. sofa bed dan wall bed. . dan wall bed yang sudah ada. harga jual produk. Selain itu juga diperoleh banyak masukan dan saran yang menjadi keinginan dan kebutuhan konsumen. Saran dan masukan yang didapat dari angket ini juga dipakai sebagai dasar pertimbangan dalam merancang produk wall bed usulan.. ST. Analisis yang dilakukan terhadap hasil rancangan tersebut adalah analisis ukuran produk.. Tempat tidur yang dapat mengefisienkan lahan yang sekarang ini sudah ada adalah ranjang lipat. MT Ethania Musalam Masalah keterbatasan lahan tempat tinggal merupakan salah satu masalah yang perlu diperhatikan bagi masyarakat Indonesia. analisis nilai. Setelah itu penulis melakukan analisis anthropometri dan analisis nilai terhadap produk ranjang lipat. ST.20(2003) Perancangan Produk Tempat Tidur Multifungsi Jenis Wall Bed Ie Vie Mie. Selain itu. dan wall bed yang sudah ada. Jenis wall bed sebenarnya merupakan solusi yang baik bagi masalah keterbatasan lahan. sofa bed dan wall bed yang sudah ada sekarang. memiliki nilai kegunaan. hanya saja sekarang ini belum ada wall bed yang khusus dirancang bagi pengguna rumah tangga di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa produk wall bed usulan tersebut merupakan produk yang mudah dalam perawatannya. sesuai dengan anthropometri masyarakat Indonesia. penulis juga menggunakan data anthropometri Indonesia yang didapat dari buku Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengangkat permasalahan ini dengan merancang produk wall bed yang multifungsi dan bertujuan untuk mengefisienkan lahan tempat tingga bagi pasar Indonesia. MT Wawan Yudiantyo. terutama dengan semakin meningkatnya tingkat kepadatan penduduk di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa masih banyak keluhan yang disampaikan dan banyak kekurangan yang dimiliki oleh produk yang sudah ada tersebut. Kita dituntut untuk pandai memanfaatkan lahan dan memilih produk yang efisien lahan dan multifungsi. dan analisis penilaian konsep. sofa bed.

nama supermarket yang menjanjikan dan kenyamanan supermarket.000 sampai dengan Rp 1. Christina Wirawan. adanya potongan harga. mengacaukan harga beberapa produk tertentu yang menjadi kebutuhan dasar konsumen. Sedangkan strategi pengembangan pasar yang diusulkan adalah melakukan inovasi promosi. menyebarkan brosur-brosur harga pada lingkungan kampus UKM. ketrampilan pelayanan. kemudahan pembayaran dan harga yang murah dan stabil.000 per bulan. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen datang dan berbelanja ke supermarket adalah pelayanan kepada konsumen. Perancangan strategi bersaing menggunakan pendekatan teori Sun Tzu. Sedangkan kekurangan supermarket “X” adalah pada faktor pelayanan kepada konsumen. wawancara dan catatan-catatan perusahaan yang bersangkutan. kemudahan pembayaran dan harga yang murah dan stabil. dengan frekuensi belanja antara 6 sampai dengan 15 kali per bulan dan memperoleh informasi dari teman maupun melihat sendiri. MT Andreas Yuwono Supermarket merupakan salah satu usaha bisnis yang bergerak dalam bidang jasa.21(2003) Analisis Persaingan Supermarket “X” dan Supermarket “Y” di Jalan Surya Sumantri Bandung dalam Rangka Menyusun Strategi Bersaing Ir. tampak dalam supermarket yang enak dilihat. nama supermarket yang menjanjikan. kemudahan mencari produk bagi konsumen. Strategi penetrasi pasar yang diusulkan adalah merebut pasar mahasiswa UKM dilakukan strategi dengan memberikan diskon khusus bagi mahasiswa UKM dan kepada staf-staf yang bekerja di UKM. pengertian kepada konsumen. kemudahan mencari produk bagi konsumen. yaitu metode Analisis Faktor untuk mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi konsumen belanja ke supermarket dan metode Correspondence Analysis untuk mengetahui peta posisi persaingan supermarket “X” dan supermarket “Y”. . kelengkapan produk-produk bermerek. tampak dalam supermarket yang enak dilihat. adanya potongan harga. suasana yang menyenangkan. Pada peta posisi diketahui bahwa supermarket “X” memiliki keunggulan pada faktor pengertian kepada konsumen. memiliki penghasilan antara Rp 750. membangun persepsi konsumen supermarket “X” sebagai supermarket yang up to date dan melakukan survei secara berkala ke supermarket-supermarket lain. kenyamanan supermarket. adanya potongan harga. suasana yang menyenangkan. Sedangkan pengolahan data menggunakan dua metode.500. kelengkapan produk-produk bermerek. walaupun supermarket menjual produk nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab bertanya menghadapi persaingan bisnis supermarket “X” dari supermarket “Y”. ketrampilan pelayanan. Karakteristik segmen konsumen supermarket “X” adalah konsumen dengan usia antara 18 sampai dengan 23 tahun. Strategi yang diusulkan untuk memenangkan persaingan adalah strategi tahap awal yaitu strategi penetrasi pasar dan tahap lanjutan yaitu strategi pengembangan pasar. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan kuesioner.

The outcomes of this research are: (1) The service quality of Bank LIPPO Gatot Subroto Branch Office is “Dissatisfied” or “Not Appropriate With Customer’s Expectation” this is showed by the value of Average Total SERVQUAL (TSQ) of –0. these are: uncomfortable service room. Then the data is tested by validity and reliability test to make sure that the instrument which is used is valid and the data which is gathered is reliable. unclean and untidiness of the employee’s dress. Form 300 questionaires that distributed. . ST. the present writer use SERVQUAL method and Importance-Performance Analysis to process the data. MM This research is proposed to know: (1) Whether service quality at Bank LIPPO Gatot Subroto Branch Office appropriates with customer’s expectation. The sampling method that is used in this research is systematic random sampling.22(2003) Kualitas Jasa Layanan Perbankan dengan Pendekatan Metode Servqual dan Importance – Performance Analysis Fransky Ryadi. unresponsive employee.49.. There are nine attributes that should be improved because they are main causes of customer dissatifaction. slowness of employee’s work.. (2) The dimensions of service quality that need to be given priorities to improve are tangible with five attributes and the other dimensions become the next priorities with one attribute in “ Quadrant” (Concentrate) in Importance-Performance Quadrant for each dimensions. there are 198 questionaires are valid to be processed. the way of information’s delivery. After that. unmaintained facilities. and Berry. inadequate number of teller. The data is acquired through the questionaire which its attributes is developed form five dimensions of service quality according to Parasuraman. MT. and old-fashioned equipment. (2) What dimensions of service quality that need to be given priorities for improvement. Zeithmal. unclean of room and yard.

Agar penggunaan strategi harga itu efektif..Pd.23(2004) Analisis Penerapan Sistem ABC dan EVA sebagai Dasar untuk Menentukan Harga Pokok Produksi Ie Vie Mie.. D. Hasil analisis yang membandingkan antara metoda ABC dan EVA dengan metoda Tradisional menunjukkan bahwa sistem pembebanan biaya dengan menggunakan metoda ABC dan EVA menghasilkan informasi biaya yang lebih baik. Perusahaan dapat mengetahui secara jelas biaya-biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam memproduksi suatu produk. . Sistem ABC dan EVA sebagai suatu metoda pembiayaan yang dirancang untuk menyediakan informasi biaya bagi manajer perusahaan yang diharapkan dapat membantu manajmene perusahaan dalam pengambilan keputusan yang strategik. SH. akurat. M. dan biaya-biayanya dapat teridentifikasi. CQA. CQM Djames Ginting Dalam rangka menghadapi persaingan usaha yang semakin tajam dipelukan pengambilan strategi-strategi yang benar..A Soetisna. Pengambilan keputusan yang salah akan membuat perusahaan kehilangan kesempatan untuk meraih keberhasilan. Sistem ABC menjadi lebih akurat karena membebankan biaya-biaya produksi ke produk melalui aktivitas-aktivitas yang menyerap sumber daya. MT Dr. ST. dengan menggunakan metoda ABC dan EVA perusahaan dapat mengetahui produk-produk mana saja yang menguntungkan dan mana yang dapat mengikis modal. Sehingga hasil perhitungan dengan menggunakan metoda ABC dan EVA perusahaan dapat mengambil keputusan-keputusan strategik dan sebagai pedoman dalam menentukan harga jual terhadap produk-produk yang dihasilkan.. Selain itu. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan strategi harga. tentu perusahaan harus memiliki informasi yang akurat tentang elemen-elemen yang membentuk harga tersebut.

peneliti mengusulkan agar melakukan perbaikan terhadap sistem kerja sekarang pada stasiun pengesolan dan stasiun finishing dengan cara melakukan perbaikan atas : gerakan-gerakan kerja.77 detik. ST. pada akhirnya akan dapat meningkatkan produktivitas kerja di PT ‘SIK' ( hal tersebut dapat dilihat pada perbandingan waktu baku kondisi sekarang dengan kondisi usulan ). serta kondisi kesehatan dan keselamatan yang semuanya menjadi lebih baik lagi. tata letak. serta kondisi kesehatan dan keselamatan kerja para operator. maka total penghematan waktu baku yang dapat dihemat pada ke dua stasiun tersebut adalah sebesar . Hal tersebut dapat mereka lakukan karena negara-negara tersebut dikenal dengan produktivitas kerjanya yang tinggi. PT `SIK' juga harus melakukan hal yang sama. waktu baku yang diperlukan untuk pengerjaan pengesolan adalah sebesar 4463.33 detik untuk stasiun pengesolan. serta kondisi kesehatan dan keselamatan kerja para operator yang dinilai masih belum optimal. dan 373. apabila dibandingkan dengan waktu baku sebelum dilakukannya perbaikan. Untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi perusahaan. penyimpanan peralatan dan bahan.. maka dihasilkan sistem kerja yang lebih terarah lagi. Hal ini disebabkan karena : tata letak tempat kerja. lingkungan kerja. khususnya pada industri sepatu di dalam negeri. MT Wawan Yudiantyo. Bandung) Ie Vie Mie. MT Rudi Aswan Persaingan dunia industri semakin meningkat dari waktu ke waktu. dan 350. ‘SIK’. baik dari segi harga maupun kualitasnya. gerakan-gerakan kerja. lingkungan kerja.24(2004) Usulan Perbaikan Sistem Kerja pada Pembuatan Sepatu Kulit Pria (Studi Kasus di PT. tentu saja hal tersebut sangat merugikan PT ‘SIK' sendiri. yaitu meningkatkan produktivitas agar tidak lagi terjadi keterlambatan serta ketidakmampuan untuk memenuhi order dari konsumen. Tidak terkecuali PT `SIK' sebagai salah satu produsen sepatu di Bandung juga terkena dampak dari persaingan global ini. Dengan adanya perbaikan sistem kerja yang dilakukan terhadap perusahaan ini khususnya pada stasiun pengesolan dan stasiun finishing. maka dari itu untuk menghadapi para kompetitor baik dari dalam maupun luar negeri.29 detik untuk stasiun finishing.497 detik untuk stasiun finishing. Sebelum dilakukan perbaikan sistem kerja.. lingkungan kerja. Negara-negara tersebut memasuki pasar domestik dengan menawarkan produk yang sangat kompetitif. tata letak tempat kerja. Hal ini ditandai dengan masuknya beberapa merk sepatu dari beberapa negara tetangga seperti Vietnam dan China. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan saat ini. Jika hal ini tidak segera diperbaiki maka konsumen akan menjadi kecewa dan pada akhirnya dapat berpindah ke produsen yang lain. Setelah melakukan perbaikan sistem kerja waktu baku yang terpakai menjadi lebih kecil dari sebelumnya yaitu : 3515. ST. khususnya pada stasiun pengesolan dan finishing adalah dalam hal produktivitas kerja yang rendah.

. apabila penghematan dihitung dalam prosentase adalah sebesar 21.2% untuk stasiun pengesolan dan 6.1% untuk stasiun finishing.233 detik/unit sepatu.971.

UKM akan mengalami kesulitan dalam menentukan dan menerapkan sebuah standar baku mengenai sistem.. Perpustakaan Fakultas Seni Rupa dan Desain. Universitas Kristen Maranatha (selanjutnya disebut UKM) merencanakan untuk menyatukan semua Perpustakaan Fakultas dalam sebuah Perpustakaan Terintegrasi. Penulis memberikan usulan berupa perancangan sistem. Perpustakaan Fakultas Sastra. dan formulir yang telah ada di setiap Perpustakaan Fakultas UKM dan untuk menganalisis hasil rancangan sistem.beda dalam melaksanakan kegiatan keperpustakaan. pembagian kuisioner terbuka kepada staf perpustakaan di setiap Perpustakaan Fakultas di UKM. Prosedur. melalui hasil wawancara dengan Kepala Perpustakaan di setiap Perpustakaan Fakultas di UKM. UKM memiliki 8 (delapan) buah Perpustakaan Fakultas yaitu Perpustakaan Fakultas Kedokteran. dan Formulir untuk Perpustakaan Terintegrasi Universitas Kristen Maranatha Christina. jurnal. serta formulir penunjang untuk Perpustakaan Terintegrasi . diketahui bahwa masalah yang sedang terjadi di setiap Perpustakaan Fakultas UKM adalah belum adanya prosedur tertulis jelas yang dapat menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan di setiap Perpustakaan Fakultas. Berdasarkan pada hasil analisis yang telah dilakukan. Penyelesaian permasalahan tidak mencakup pembuatan peraturan untuk Perpustakaan Terintegrasi UKM. MBA Grace Elisabeth Dalam waktu yang relatif dekat. dan formulir dalam kegiatan keperpustakaan untuk rencana pembangunan Perpustakaan Terintegrasi UKM.masing untuk S2 Magister Manajemen dan S2 Magister Psikologi. secara garis besar prosedur yang sedang berjalan sudah baik hanya saja belum terdokumentasi dengan baik. dan formulir perpustakaan untuk Perpustakaan Terintegrasi UKM. Tiap Perpustakaan Fakultas di UKM menetapkan kebijakan dan prosedur yang berbeda . dan 2 (dua) Perpustakaan Pasca Sarjana masing . prosedur. Data yang dikumpulkan berupa prosedur-prosedur dan formulir yang tersedia di setiap Perpustakaan Fakultas di UKM. Dari hasil penelitian pendahuluan. Djajalaksana. dan lainnya yang tidak termasuk dalam kategori material buku. Dengan kondisi ini. prosedur. Karena luasnya ruang lingkup penelitian. maka Penulis membatasi penyelesaian permasalahan hanya pada menganalisis sistem. prosedur. prosedur. video. Perpustakaan Fakultas Psikologi. Perpustakaan Fakultas Ekonomi. pendokumentasiannya. dan referensi.rekan mahasiswa yang pernah dan sedang melakukan magang di Perpustakaan Fakultas UKM. ST. dan perbincangan dengan rekan . Koleksi material non buku terdiri dari koleksi kaset. Perpustakaan Fakultas Teknik. Koleksi Perpustakaan Terintegrasi UKM terdiri dari kategori material buku dan material non buku.25(2004) Analisis dan Perancangan Sistem. CD. Penulis mengolahnya dengan menggunakan Document Flowchart serta menganalisisnya berdasarkan pada teori-teori mengenai prosedur dan formulir yang baik. Material buku terdiri dari koleksi buku teks. majalah. MT Yenni M.

UKM dimana pendokumentasian prosedur tertulis dibuat dengan menggunakan format ISO 9000: 2000. . Adapun prosedur yang diusulkan untuk Perpustakaan Terintegrasi UKM ada 26 (dua puluh enam) dan terdapat 6 (enam) formulir usulan.

MT Ir. Bill of M a t e r i a l (BOM).27(2004) Usulan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Biskuit Marie di PT.975. Besar kapasitas produksi efektif biskuit diambil dari kapasitas produksi efektif terkecil ( stasiun pemanggangan ) yaitu sebesar 3200 kemasan/hari.47 menjadi Rp145. dan status persediaan di gudang. Metode pengendalian persediaan yang sebaiknva diterapkan perusahaan adalah . Kartika Suhada.958. Bandung Vivi Arisandhy. Oleh karena itu.. MT Arief Wibisono Adjiwidjaya Perusahaan Biskuit "X" merupakan perusahaan swasta yang memproduksi biskuit marie. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah perusahaan sering mengalami penumpukan bahan baku di gudang yang diakibatkan kurang tepatnya metode pengendalian persediaan yang diterapkan perusahaan selama ini. “X”.84 atau 50.813. Hal ini terutama diakibatkan sebagian besar jenis bahan baku di gudang tidak dapat bertahan lama. Pertama-tama dilakukan peramalan permintaan biskuit di masa yang akan datang. akan dilakukan penelitian tentang peng endalian persediaan bahan baku yang sebaiknya diterapkan di perusahaan. Dengan menerapkan metode MRP maka perusahaan dapat menekan biaya peng endalian persediaan untuk penode Januari s/d Maret 2004 sebesar Rp 1. . Metode peramalan yang terbaik adalah metode L e a s t S q u a r e untuk pola data linear siklis dengan N = 12.47.481. Hal ini menyebabkan biaya produksi berkurang dari Rp199. Oleh karena itu.975.609.32%. ST. Teknik lotting yang digunakan adalah Wagner Whitin. dibuat PPM usulan yang dapat mengurangi jumlah tenaga kerja dari 15 orang menjadi 9 orang. maka akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan karena tingginya biaya simpan yang timbul dan menurunnya kualitas biskuit yang dihasilkan tingginya biaya simpan. Saat ini perusahaan melakukan pemesanan dalam ukuran yang cukup besar karena adanya potongan harga (quantity discount) yang diberikan oleh pihak suplier. karena metode tersebut mempunyai nilai MSD terkecil. Dalam menyusun MRP diperlukan input yaitu Jadwal Induk Produksi (JIP). Apabila masalah di atas tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Setelah itu dilakukan perhitungan besar kapasitas produksi di perusahaan.Material Requirement Planning (MRP). mengingat kebergantungan antara kebutuhan bahan baku yang satu dengan kebutuhan bahan baku yang lainnya. terlihat bahwa tingkat utilisasi pekerja masih rendah. Dari Peta Pekerja dan Mesin (PPM) yang dibuat untuk kondisi saat ini.

ketebalan papan juga diubah ukuran menjadi 5 mm. Bahan dari papan alas gambar juga diubah menggunakan acrylic karena tidak memiliki alur dan tekstur sehingga tidak mengganggu saat menggambar sedangkan untuk ukurannya diubah menjadi 60 cm x 44 cm didasarkan pada ukuran kertas gambar A2 yaitu 42 x 59. bahan kursi terlalu keras. Bersamaan dengan pengambilan data peneliti juga membagikan kuesioner untuk mendapatkan masukan dari mahasiswa dan dosen yang menggunakan ruang gambar Fakultas Seni Rupa dan Desain UKM. Setelah dilakukan tahapan analisa maka peneliti mengusulkan rancangan terhadap fasilitas fisik yang lebih ergonomis dan usulan perbaikan lingkungan serta tata letak yang ergonomis. bahan papan terlalu kasar dan mengganggu saat menggambar. tersedia pijakan kaki dan roda pada dasar meja dan kursi yang dapat dikunci. Masalah-masalah yang teridentifikasi saat itu adalah sebagai berikut : Kursi gambar saat ini tidak nyaman. nilai persentil tengah (P50) dan nilai persentil maksimum (P95) untuk digunakan menganalisa fasilitas fisik dan perancangan dari segi ukuran. Maka penelitian ini dirasakan perlu untuk mencapai hasil yang optimal dalam berkreasi.. Pada awal penelitian dilakukan pembagian kuesioner awal dan peneliti juga mencoba fasilitas fisik maupun lingkungan.MT Siong Cen Menggambar biasanya didefinisikan sebagai suatu usaha untuk menghasilkan kemiripan atau menyajikan suatu objek baik yang dilihat oleh mata maupun objek yang merupakan proses pemikiran kreatif dari otak dengan menarik garis demi garis di atas suatu permukaan medium. Dalam mengekspresikan gambar dari otak ke medium dibutuhkan kenyamanan dan konsentrasi tinggi karena dalam proses menggambar. Perancangan juga dilakukan pada tinggi tempat peletakan objek tujuan perubahan ukuran tempat peletakan objek adalah agar mahasiswa dapat secara jelas melihat langsung ke depan tanpa harus terhalang oleh ketinggian penyangga papan alas gambar.28(2004) Analisis Ergonomi Serta Usulan Perbaikan terhadap Fasilitas Fisik dan Lingkungan Ruang Gambar FSRD UK Maranatha Lestari Yuli Hastuti. Untuk usulan tata letak. namun karena adanya kebijakan pihak fakultas yang menginginkan kapasitas satu . terdapat rak untuk meletakkan alat gambar. sedangkan data anthropometri didapatkan laboratorium teknik industri. Adapun rancangan yang dilakukan pada ruang gambar adalah kursi gambar dengan mengubah rancangan pada beberapa bagian yaitu bahan tempat duduk yang diganti. Kemudian data anthopometri yang ada diolah dengan program ergo untuk mendapatkan nilai persentil minimum (PS).meja tempat papan alas kertas gambar dan tempat duduk menjadi terpisah. tinggi tempat duduk yang adjustable . tinggi papan alas gambar terlalu tinggi. bentuk dan ukuran dan juga data lingkungan pada ruang gambar. sudut penyangga papan alas kertas gambar dapat diatur sudutnya. tata letak ruang yang sesak dan faktor lingkungan kerja yang belum optimal. emosi dan perasaan sangatlah berpengaruh. peneliti memberikan usulan berdasarkan pada jarak antar kursi dan meja gambar namun hal tersebut mengurangi kapasitas mahasiswa menjadi 14 buah.5 cm. ST. Tahap selanjutnya peneliti mengumpulkan data fasilitas fisik berupa spesifikasi bahan.

. kemudian dari kuesioner yang dibagikan didapatkan usulan diperlukannya loker maka dirancanglah loker sejumlah 14 buah.kelas sebesar 25 buah maka peneliti melakukan perancangan ukuran ruang gambar yang ideal. Dari temperatur dan kelembaban dilakukan perancangan pada sistem pengaturan suhu Air conditioning yang ergonomis. Dari pencahayaan ada perubahan dari jumlah armatur menjadi 10 buah armatur.

Oleh karena itu perlu diusulkan perancangan sistem pengendalian persediaan yang mampu mengoptimalkan jumlah persediaan perusahaan yaitu dengan menggunakan metode pengendalian persediaan. Sedangkan tingkat permintaan terus meningkat dari waktu ke waktu.000 liter untuk periode Januari . yaitu perusahaan yang bergerak dibidang distribusi bahan bakar minyak tanah. Pengendalian persediaan merupakan salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan. metode persediaan yang akan digunakan. Selama ini minyak tanah yang disediakan CV "A" selalu dipasok oleh Pertamina melalui sistem kontrak setengah tahun. Penelitian ini dilakukan pada CV "A" Palangkaraya. Wenny Chandra. Seiring dengan pentingnya minyak tanah ini. Dalam menyalurkan permintaan minyak tanah pasti akan melalui suatu jalur distribusi. tetapi jika terjadi kekurangan persediaan.per tahun atau 70 % per tahun.29(2004) Usulan Perbaikan Sistem Persediaan Minyak Tanah (Studi Kasus di CV “A” Palangkaraya) Santoso.Sc Yohanes Christian Kebutuhan minyak tanah untuk masa sekarang ini dirasakan sangat penting terutama oleh rakyat Indonesia. ST.. biaya persediaan perusahaan dapat dihemat sebesar Rp. permintaan akan kebutuhan minyak tanah ikut meningkat. nilai kontrak perusahaan dan perbandingan antara metode terdahulu dengan sekarang. Dalam kontrak ini ditentukan nilai pasokan minyak tanah yang akan dikirimkan ke CV "A" selama setengah tahun. M. Hasil perhitungan menghasilkan suatu kesimpulan bahwa dengan menggunakan metode pengendalian persediaan yang diusulkan peneliti akan menguntungkan jika dibandingkan dengan sistem persediaan perusahaan sekarang. Meskipun selama ini tidak terdapat masalah dalam sistem kontrak tersebut. Dari usulan metode peneliti.000 liter untuk periode Juli .Desember 2003. Hal ini akan menyebabkan berkurangnya keuntungan karena harga jual distributor sejenis lebih mahal daripada Pertamina.Juni 2003.077. . 6. Dari metode ini peneliti mengusulkan untuk perusahaan untuk mengajukan proposal penambahan volume minyak tanah kepada Pertamina dengan nilai kontrak 165. Adapun penggunaan metode pengendalian persediaan ini memerlukan banyak perhatian terutama untuk peramalan jumlah yang akan disediakan untuk masa yang akan datang. biaya-biaya persediaan.238. MT Ir.. CV "A" terpaksa membeli dari distributor sejenis. dan nilai kontrak 180.

di GAP dan di sebelah SGS/ Koperasi. dimana sebagian besar mahasiswa.64% atau sebesar 288 mobil. MT Paulin Sandra Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu Universitas swasta. MT Santoso. dan untuk lahan parkir mobil semuanya berlokasi di Gedung Graha Widya Maranatha. ST. Sedangkan kebutuhan lahan parkir pada saat gedung Graha Widya Maranatha selesai dibangun (tahun 2006) sebesar 1042 mobil dan 1124 motor.38% atau sebesar 202 mobil. Hal ini dilakukan untuk mengetahui daya tampung lahan parkir yang ada di Gedung Graha Widya Maranatha. Bandung Ir. peneliti melakukan pengamatan laju kedatangan dan laju keberangkatan di lahan parkir UKM (lahan parkir mahasiswa dan lahan parkir di GAP). ternyata kebutuhan lahan parkir mobil yang dapat dipenuhi hanya sebesar 27. maka peneliti membuat rancangan tata letak lahan parkir usulan. mengingat tingkat kecurian motor lebih tinggi maka peneliti mengusulkan agar kebutuhan lahan parkir motor dipenuhi seluruhnya dan lokasinya berada pada basement 1 sebesar 856 motor. Karena lahan parkir yang akan dibuat belum ada rancangan tata letaknya. Kartika Suhada. Untuk menbatasi kekurangannya. peneliti melakukan penelitian mengenai masalah perparkiran yang meliputi kebutuhan lahan parkir dan pengaturan tata letak lahan parkir yang akan dibangun di Gedung Graha Widya Maranatha. Sedangkan pada rancangan usulan 2 yang dibuat peneliti. Pengolahan data tersebut dilakukan dengan menggunakan model antrian (M/M/~) : (GD/~/~). Dari perhitungan. Dengan membangun lahan parkir bertingkat diharapkan lahan parkir yang akan disediakan dapat menampung kendaraan lebih banyak sehingga dapat memenuhi kebutuhan. Sedangkan untuk latran parkir mobil lainnya berlokasi di basement 2 dan 3. ternyata kebutuhan lahan parkir saat ini di UKM sebesar 781 motor dan 724 mobil.. Dari rancangan tata letak usulan tersebut. Pada rancangan usulan 1. Dari rancangan tersebut.30(2004) Penghitungan Kebutuhan Lahan Parkir dan Kapasitas Serta Pengaturan Perpakiran di Gedung Graha Widya Maranatha. lahan parkir swasta dan lahan parkir sepanjang jalan UKM (dari pintu GAP/ depan ATM BNI sampai dengan pintu Poliklinik). Untuk . yaitu di belakang dan depan Gedung Teknik. Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha (YPTKM) menyediakan lahan parkir bertingkat 3. Berhubung daya tampung basement 1 untuk motor melebihi kebutuhan maka kelebihannya dialokasikan untuk parkir mobil. lahan parkir motor semuanya dilokasikan pada lahan yang sekarang sudah ada yaitu dibelakang gedung ekonomi. Dalam menghitung kebutuhan lahan parkir. Hal tersebut membuat UKM perlu untuk menyediakan lahan parkir yang dibutuhkan. Oleh karena itu. Salah satu upaya untuk mencukupi kebutuhan lahan parkir di UKM maka dalam membangun Gedung Graha Widya Maranatha. karyawan dan dosennya datang ke kampus menggunakan kendaraan pribadi baik mobil maupun motor. diketahui kebutuhan lahan parkir mobil pada tahun 2006 yang dapat dipenuhi hanya sebesar 19. peneliti mengusulkan agar menggunakan lahan lain.

. maka peneliti mengusulkan penggunaan alat pengamanan parkir. Untuk mendukung penggunaan alat tersebut. peneliti mengusulkan agar mahasiswa dikenakan biaya parkir yang pembayarannya digabungkan dengan biaya pengembangan. Hal ini dilakukan untuk menghindari protes dari mahasiswa.meningkatkan keamanan Gedung Graha Widya Maranatha.

Subang. Dari dua belas jenis rasa mie instan yang dijual perusahaan.987. yaitu sekitar 60 %. rasa ayam bawang memiliki persentase penjualan yang cukup mencolok.149. Metode ini lebih tepat diterapkan oleh perusahaan karena metode ini ditujukan untuk pengendalian persediaan yang berjenjang seperti kondisi di perusahaan ini.513 atau 97.996.31(2004) Usulan Pengendalian Persediaan Mie Instant dengan Menggunakan Metode DRP di PT X – Bandung Ir.990.942. Sumedang. Cirebon.864). ongkos total pengendalian persediaan yang dapat dihemat adalah sebesar Rp 478.092. Hasil perhitungan menunjukkan penerapan metode DRP dapat menghemat ongkos simpan sebesar Rp 488. diketahui perusahaan mengalami masalah dalam melakukan pengendalian persediaan mie instant.33% (dari Rp 1. Untuk mengatasi masalah di atas.04% (dari Rp 503. peneliti hanya memilih mie instan rasa ayam bawang.012 atau 483.980). Saat ini perusahaan melakukan pengendalian persediaan berdasarkan perkiraan dan pengalaman masa lalu saja. Tasikmalaya. peneliti mengusulkan penggunaan metode Distribution Requirements Planning (DRP) dalam mengendalikan persediaan dan distribusi produk mie instant tersebut. dapat disimpulkan bahwa metode DRP cocok untuk diterapkan di PT X. Cianjur. ST. Periode pemesanan yang ditetapkan perusahaan adalah dua minggu sekali.053. sedangkan ongkos pesan meningkat sebesar Rp 9.22% (dari Rp 502.159. Dengan demikian perusahaan tidak mengalami kerugian akibat adanya persediaan yang menumpuk ataupun kehilangan keuntungan karena tidak dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan segera atau dengan kata lain kekurangan persediaan.345 menjadi Rp 24.894. MT Heru Budikentjana Perencanaan dan pengendalian persediaan dalam suatu perusahaan memegang peranan yang sangat penting agar kebutuhan pelanggan atau konsumen dapat terpenuhi dalam jumlah dan waktu yang tepat. Sukabumi dan Garut.501 atau 95. Purwakarta.844).. Masing-masing distrik memiliki persediaan dan mengendalikan sendiri persediaannya. Dari penelitian yang dilakukan. Dengan demikian.968 menjadi Rp 11. . MT Santoso. Hal ini mengakibatkan tingginya ongkos simpan yang harus dikeluarkan. PT X sebagai Head Office (Distributor Pusat) memiliki sembilan distrik atau distributor cabang yang terletak di seluruh daerah Jawa Barat. Akan tetapi. pusat hanya berperan dalam mengkoordinir jumlah pemesanan masing-masing distrik ke supplier. sehingga berpengaruh pada tingginya ongkos total pengendalian persediaan yang timbul. PT X merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang distributor produk mie instant.377 menjadi Rp 13. Hal tersebut menuntut kondisi jumlah cadangan pengaman (safety stock) yang harus disediakan perusahaan cukup besar (untuk mengantisipasi fluktuasi permintaan selama dua minggu). Kartika Suhada. karena dibandingkan dengan jenis rasa lainnya. yakni : Bandung.

Penambahan jumlah mesin pada alternatif 1 sebanyak 5 unit. maka dalam penyusunan JIP dilakukan proses agregasi dan disagregasi. dimana waktu proses masing-masing operasi yang dibutuhkan untuk pembuatan masingmasing ukuran berbeda-beda.32(2004) Usulan Penyeimbangan Lintasan Produksi dan Penyusunan Jadwal Induk Produksi Panci dalam Upaya Meminimasi Biaya Produksi di PT “X” Ir.453 unit agregat/tahun).5%).852.978.126.639 unit agregat/tahun (13.022.. ST.412 unit agregat/tahun menjadi 350. MT Selvi Ekawati PT "X" adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan panci. Oleh karena itu perlu dilakukan penyeimbangan lintasan dalam upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi reguler. MT Victor Suhandi. Jerman. Hasil perhitungan keuntungan/tahun untuk alternatif pertama sebesar Rp 324. Disamping itu metode penyusunan jadwal produksi yang diterapkan perusahaan belum baik karena hanya berdasarkan perkiraan dan persediaan akhir yang ditetapkan sebesar 200 unit untuk masing-masing ukuran panci. Sebagian besar produk ini diproduksi untuk diekspor ke Jepang. Dengan melakukan penyeimbangan lintasan produksi kapasitas produksi reguler meningkat dari 308.476.00.170. yaitu dengan penambahan jumlah mesin dan penerapan jam kerja lembur.016. Berhubung produk yang dihasilkan lebih dari satu tipe ukuran panci. yaitu mesin poles otomatis 3 unit. Dengan demikian terjadi penghematan sebesar Rp 462. Kartika Suhada. Pada saat ini perusahaan menghadapi masalah belum optimalnya rencana produksi yang dibuat. Setelah dilakukan penyeimbangan selanjutnya peneliti menyusun JIP dalam upaya memenuhi seluruh permintaan konsumen dengan biaya produksi yang optimal (dengan pertimbangan ongkos tenaga kerja dan ongkos simpan). Berhubung hasil ramalan permintaan seluruh panci belum dapat terpenuhi (393.299. Dengan penerapan penyeimbangan lintasan dan penambahan mesin maka perusahaan dapat memenuhi seluruh permintaan konsumen dan menghemat biaya produksi dari Rp 1. 26.8. Hal ini dikarenakan kapasitas produksi reguler belum dapat memenuhi permintaan konsumen. Sebagian kecil diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. 24. sedangkan alternatif kedua sebesar Rp 308.345. 22. Belum optimalnya kapasitas reguler disebabkan kurang seimbangnya lintasan produksi saat ini.00 (metode perusahaan) menjadi Rp 651.00 (metode usulan).645.051 unit agregat/tahun atau terjadi peningkatan sebesar 41.9. . maka peneliti mengemukakan 2 alternatif tindakan yang dapat dilakukan untuk memenuhi kekurangan kapasitas reguler tersebut. Dengan demikian alternatif 1 yang diusulkan untuk dilakukan. Karena kapasitas reguler yang dimiliki kurang. yaitu ukuran 18. Amerika dan Australia. maka perusahaan sering menerapkan kerja lembur. 28 dan 30 cm. 20.1113. Ada beberapa ukuran panci yang diproduksi. mesin poles manual 2 unit.

terpelihara dan berjalan sesuai dengan fungsinya maka akan menimbulkan kesan yang baik bagi penggunanya dan bagi orang yang melihatnya. Untuk kondisi mendatang UPG ditarik menjadi Biro Pemeliharaan Gedung (BPG) sehingga dapat meningkatkan kinerja penyelesaian masalah yang semakin banyak.. Bagian lain seperti ME dan koster juga perlu disertakan dalam biro tersebut untuk menunjang kerja . prosedur dan formulir pemeliharaan gedung di UKM. Efficiency. bagan alir informasi. Masalah sebenarnya sudah ada dari sejak dulu. analisis PIECES (Performance. Control. tapi dengan bertambahnya pekerjaan yang harus ditanggani maka masalah tersebut makin lama makin mengganggu dalam pemeliharaan gedung itu sendiri. Dalam penelitian ini penulis mengunakan flowchart. Services) dalam menjabarkan keadaan sistem yang ada ditempat Unit Kerumahtanggaan 1 dan Unit Pemeliharaan Gedung secara khususnya. formulir. Economy. Dengan bangunan yang apik. maka dilakukan penelitian mengenai sistem pemeliharaan bangunan yang saat ini berjalan. dan instruksi kerja. fasilitas atau infrastruktur untuk mempertahankan fungsi bangunan tersebut sesuai dengan rencana. MBA Otman Awih Bangunan atau gedung merupakan salah satu sarana untuk mendukung tercapainya tujuan dan terlaksananya fungsi-fungsi pokok organisasi pemakai atau pengguna bangunan secara optimal. dan semakin banyak masalah yang ada. Unit Kerumahtanggaan 1. Dengan kondisi seperti saat ini. Data-data yang dikumpulkan adalah struktur organisasi. Prosedur dan Formulir di Universitas Kristen Maranatha Christina. prosedur. Pengumpulan data dan informasi mengenai sistem.33(2004) Analisis dan Usulan Sistem Pemeliharaan Gedung Serta Fasilitasnya. Unit Kerumahtanggaan 2 (Kepala Bagian Kebersihan) dan Pembantu Rektor II (PR II). ST. deskripsi pekerjaan. dilakukan dengan mewawancarai bagian-bagian yang berhubungan dengan pemeliharaan gedung yaitu UPG. kegiatan pemeliharaan fisik gedung dikerjakan oleh Unit Pemeliharaan Gedung (UPG) dan kegiatan Mechanical & Electrical (ME) dikerjakan oleh Unit Kerumahtanggaan 1 dapat mengakibatkan suatu masalah yaitu keterlambatan dalam penyelesaian pemeliharaan gedung. MT Yenni M. Information. Dari hasil analisis menunjukkan semakin banyaknya pertambahan gedung mengakibatkan semakin bertambahnya tugas pemeliharaan gedung. Pemeliharaan bangunan itu sendiri secara garis besar dapat didefinisikan sebagai suatu proses pengelolaan bangunan. agar usia rencana bangunan dapat tercapai. Agar sistem pemeliharaan gedung lebih baik lagi dalam menangani kebutuhan pemeliharaan bangunan secara keseluruhan gedung di UKM termasuk Gedung GWM. Oleh sebab itu untuk mempertahankan kondisi bangunan tersebut supaya dapat terjaga maka diperlukan suatu kegiatan pemeliharaan. Universitas Kristen Maranatha (UKM) dengan semakin bertambahnya gedung yang dimiliki menyebabkan ruang lingkup pemeliharaan semakin besar. Djajalaksana.

Selain itu juga terdapat beberapa prosedur yang diperbaiki dan beberapa formulir yang diusulkan untuk menunjang kinerja dari BPG itu sendiri. .BPG dalam bertindak dilapangan.

Karena analisis dari aspek pemasaran dinilai layak. Untuk meng etahui kelayakan dari aspek finansial perlu dilakukan penilaian investasi Payback Period dicapai pada tahun 2004 bulan ke-3. Untuk itu perusahaan merencanakan akan menambah mesin fotocopy agar dapat meningkatkan kapasitas produksi. Dari faktor bauran pemasaran perusahaan unggul dari pesaing dalam faktor lokasi yang berada di dalam lingkungan kampus. harga fotocopy dan jilid relatif lebih murah dibandingkan dengan pesaing-pesaing lainnya. Setelah diketahui keterbatasan kapasitas produksi ini disebabkan oleh terbatasnya mesin fotocopy yang dimiliki perusahaan. Danamartha Sejahtera Utama perlu dilakukan analisis kelayakan yang menganalisis beberapa aspek yaitu aspek pemasaran. MT Nita May K PT. Trend permintaan fotocopy dan penjilidan di masa yang akan datang meningkat. Saat ini permintaan akan kebutuhan fotocopy dan penjilidan dari PT. Dan analisis aspek pemasaran. Dengan adanya penambahan mesin fotocopy ini. Danamartha Sejahtera Utama Bandung Ir. Penambahan mesin ini disesuaikan dengan estimasi permintaan. maka dapat dilanjutkan ke analisis aspek teknis. maka perusahaan ingin menambah kapasitas produksinya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa upaya peningkatan kapasitas dengan cara menambah mesin fotocopy adalah layak ditinjau dari aspek pemasaran. Untuk peningkatan produksi yang akan dilakukan oleh PT. Danamartha Sejahtera Utama merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan fotocopy dan penjilidan. dapat diketahui jenis dan jumlah penambahan mesin fotocopy yang diperlukan dalam meningkatkan kapasitas produksi.779). aspek finansial dan aspek lingkungan. Dan hasil kajian tersebut diketahui penambahan mesin yang akan dilakukan pada tahun 2004 sebanyak 1 unit beg itu pula pada tahun berikutnya kecuali pada tahun 2007 dilakukan penambahan sebanyak 2 unit. Hal tersebut dapat dilihat juga dan trend peningkatan jumlah mahasiswa yang masuk. Seiring dengan bertambahnya jumlah mahasiswa.. Oleh karena itu penggantian mesin layak dilakukan. ST. Maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan kapasitas produksi adalah layak ditinjau dari aspek teknik. bahan baku dan tenaga kerja mampu dilakukan perusahaan. diketahui estimasi permintaan untuk tahuntahun mendatang menunjukkan kecenderungan meningkat. maka usaha . Danamartha Sejahtera Utama cukup tinggi.212. MT Vivi Arisandhy.34(2004) Analisis Kelayakan Peningkatan Kapasitas Usaha Fotocopy PT. dapat diketahui jumlah investasi vang diperlukan untuk peningkatan kapasitas produksi. Hasil perhitungan NPV memperlihatkan nilai yang positif ( 14. Kartika Suhada. Dan analisis finansial. aspek teknik. karena keterbatasan kapasitas tidak semua permintaan terpenuhi. Dari analisis aspek teknis. maka diperlukan penambahan bahan baku dan tenaga kerja.

.peningkatan kapasitas ini layak untuk dijalankan. maka usaha peningkatan kapasitas ini layak untuk dijalankan. Untuk itu perusahaan perlu segera untuk melakukan peningkatan kapasitas produksi agar perusahaan dapat memenuhi permintaan yang lebih banyak. aspek finansial dan aspek lingkungan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi layak untuk dilakukan. aspek teknik. Nilai yang diperoleh IRR>MARR. Hasil dari analisis aspek pemasaran.

MT Ir. didapatkan penghematan sekitar2. Penentuan jumlah produk di PD Bintang Terang berdasarkan intuisi dari pemilik. dengan periode pemesanan setiap 6 hari sekali untuk item produk bihun Jmpl dan Soun. Kartika Suhada. Untuk itu peneliti mengusulkan metode TPPS untuk menghitung jumlah pesanan dan waktu pemesanan agar ongkos total yang diperoleh dapat ditekan seminimal mungkin tanpa adanya kekurangan.96%. Bintang Terang. 3 hari sekali untuk produk-produk kecap. . Perusahaan perlu mengatur jumlah persediaannya. MT Lisa Mariana PD. karena apabila terjadi kekurangan.70% samapi 45. Bintang Terang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pendistribusian bahan makanan. Dari perhitungan dengan metode usulan. dan kecap. ST. yang berperan lebih besar dalam meminimalkan ongkos total adalah ongkos kekurangan persediaan..31% tergantung dari jenis tiap ietm produk dengan rata-rata penghematan untuk semua item produk yaitu sebesar 14. konsumen akan cenderung beralih ke merek lain. soun. sering kali terjadi kekuragan dan penumpukan produk di gudang. Dengan metode yang saat ini digunakan oleh perusahaan. meliputi produk bihun. Penghematan ini didapatkan dari penghematan ongkos pemesanan dan ongkos kekurangan persediaan.35(2004) Usulan Pengendalian Persediaan yang Optimal di PD “Bintang Terang” Santoso. Namun. vetsin. Dengan menggunakan metode yang diusulkan. 18 hari sekali untuk item produk bihun Bhg 250 dan Vetsin. diharapkan dapat memperbaiki kekurangan metode perencanaan dan pengendalian persediaan produk di PD.

33% . tingkat utilisasi laboratorium komputer kurang diperhatikan. Dalam hal pengaturan penggunaan laboratorium tersebut.100% (dilihat dari jam kerja regular di Universitas Kristen Maranatha) serta pengurangan jam lembur dari 31 jam menjadi 11 jam per minggu.100% menjadi 97.38% .92% (dilihat dari jam terpanjang) dan peningkatan utilisasi ruang dari 27. kecuali Jurusan Teknologi Informasi dan Teknik Elektro. Prosedur yang diusulkan memperhatikan tingkat utilisasi ruang laboratorium. MT Okrati Restu Laboratorium komputer merupakan salah satu fasilitas laboratorium milik Universitas Kristen Maranatha yang digunakan oleh seluruh fakultas/jurusan. Proritas yang digunakan staff laboratorium komputer dalam menyusun jadwal adalah berdasarkan fakultas/jurusan yang tercepat menyerahkan jadwal yang akan dialokasikan. Peneliti mengusulkan prosedur penjadwalan penggunaan laboratorium komputer yang bersifat tetap.44% menjadi 88. dapat menyebabkan terjadinya bentrok jadwal antar fakultas/jurusan.. MT Ir. peningkatan utilisasi ruang yang meningkat dari 27. Manfaat yang diperoleh dengan menerapkan prosedur penjadwalan yang diusulkan yaitu staff laboratorium tidak mengalami kesulitan dalam menyusun jadwal penggunaan laboratorium. karena tidak ada koordinasi di antara fakultas/jurusan.36(2004) Usulan Prosedur Penyusunan Jadwal Penggunaan Laboratorium Komputer di Universitas Kristen Maranatha Santoso. jam lembur yang dibutuhkan dan pengalokasian jadwal praktikum dari masing-masing fakultas/jurusan pada hari yang sama. Kartika Suhada. fakultas jurusan memiliki jadwal yang tetap untuk setiap semesternya sehingga fakultas jurusan tidak perlu repot mengatur jadwal kebutuhan pemakaiaan laboratorium komputer setiap semester. Namun. antara lain munculnya istilah “siapa cepat dia dapat” dalam memperoleh jadwal penggunaan laboratorium komputer tanpa adanya batasan waktu dalam proses penginformasian data yang diminta oleh laboratorium komputer dan jadwal permintaan yang disampaikan oleh fakultas/jurusan yang berubah-ubah dapat menimbulkan kesulitan bagi staff laboratorium komputer dalam mengatur jadwal penggunaan laboratorium komputer. Di samping itu.62% . ST. Selain itu. Oleh karena itu. staff laboratorium komputer meminta masukan jadwal yang dikehendaki dari seluruh fakultas/jurusan. peneliti mengusulkan prosedur penyusunan jadwal penggunaan laboratorium komputer yang sebaiknya diterapkan.97. Berdasarkan hasil pengamatan. .79% 94. prosedur penjadwalan penggunaan laboratorium komputer tersebut memiliki beberapa kelemahan.

Pada kondisi lintasan setelah dilakukan penyeimbangan tanpa dilakukan penambahan mesin terjadi peningkatan nilai estimasi keuntungan. yaitu dari Rp. terlihat bahwa kondisi lintasan produksi yang diterapkan saat ini belum seimbang.126 unit/tahun.40/tahun atau sebesar Rp.036.75%.668/tahun dapat terpenuhi.80/tahun (2.907. Efisiensi lintasan saat ini adalah sebesar 60.1. Sedangkan setelah dilakukan penyeimbangan lintasan serta dilakukan penambahan mesin dan tenaga kerja terjadi peningkatan nilai estimasi keuntungan.60/tahun menjadi Rp.123. MT I Made Sumaryana PT. Besar kapasitas produksi tersebut belum dapat memenuhi permintaan secara keseluruhan.730. yaitu tipe AH14A693G08. Setelah dilakukan penyeimbangan lintasan serta dilakukan penambahan 1 mesin welding.589 unit/tahun dan kebutuhan tenaga kerja dapat dihemat dari 40 orang menjadi 36 orang. jumlah permintaan untuk pipa kapiler AH14A693G08 selama satu tahun ke depan adalah sebanyak 271. AUOOC606G01. Kartika Suhada.32 % dan permintaan pipa kapiler AH 14A693G08 sebesar 271. yaitu dari . Berdasarkan perhitungan. nilai ROI yang diperoleh sebesar 103.871. Tipe AH 14A693G08 merupakan tipe yang paling banyak di produksi untuk diekspor ke Jepang. Kayo Surya Utama Victor Suhandi. Oleh karena itu perusahaan bermaksud untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Dari hasil pengamatan peneliti.000 unit/tahun. efisiensi lintasan menjadi 68. Perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan yang diterima karena keterbatasan kapasitas produksi yang dimiliki. Penambahan sumber daya tersebut adalah dengan melakukan penambahan mesin dan jumlah tenaga kerja.425. dan AUOOA 129G23. Ada beberapa tipe pipa kapiler yang diproduksi.37(2004) Upaya Peningkatan Kapasitas Produksi Untuk Memenuhi Permintaan Suku Cadang Lemari Es di PT. Upaya yang dilakukan untuk dapat meningkatkan kapasitas produksi adalah dengan melakukan penyeimbangan lintasan produksi dan penambahan sumber daya.000 unit/tahun dilakukan penambahan 5 buah mesin dan 2 orang tenaga kerja.301.1. MT Ir.96 tahun. Untuk dapat memenuhi permintaan produk lokal sebanyak 384. AQOOB003G01. Empat produk lainnya diproduksi untuk pasar lokal (dalam negeri). Hal tersebut terlihat dari adanya penumpukan barang setengah jadi pada beberapa stasiun kerja tertentu. Setelah dilakukan penyeimbangan lintasan produksi tanpa dilakukan penambahan mesin.21% dan perusahaan dapat memproduksi pipa kapiler AH14A693G08 sebanyak 210.766.36. Berdasarkan hasil perhitungan peramalan. yaitu ke Mitsubishi Electric Coorporation. efisiensi lintasan meningkat menjadi 86. AUOOA211 G03. sedangkan produk lokal diketahui sebanyak 384. Periode pengembalian investasi (pembelian mesin) terjadi dalam jangka waktu 0.668 unit/tahun. Kapasitas produksi tersebut masih belum dapat memenuhi permintaan secara keseluruhan.57% dan kapasitas produksi yang dapat dihasilkan untuk pipa kapiler AH14A693G08 meningkat menjadi 210. Pada saat ini PT.. ST. Kayo Surya Utama adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan pipa kapiler untuk suku cadang lemari es.09%). Kayo Surya Utama menghadapi masalah dalam memenuhi jumlah permintaan yang diterima.

Rp.664.239.199.40/tahun (24.425.40/tahun menjadi Rp.564.1.2. .49%).766.907.80/tahun atau sebesar Rp. 432.657.

Kartika Suhada. sedangkan untuk departemen pengisian dilakukan perhitungan waktu baku. Saat ini perusahaan sedang menghadapi masalah dalam pengendalian persediaan bahan baku thiner. Setelah didapat Jadwal Induk Produksi maka dilakukan perhitungan MRP (Material Requirement . Metode ini cocok diterapkan untuk kondisi adanya kebergantungan antara besar kebutuhan bahan baku yang satu deng an bahan baku lainnya. yang kemudian dilakukan penyusunan Jadwal Induk Produksi dimana metode yang digunakan untuk melakukan disagregasi adalah meaode Hax and Britain. yang memegang peranan penting dalam menjaga kelancaran kegiatan produksi yang berlangsung. Metode pengendalian persediaan yang diterapkan perusahaan adalah berdasarkan perkiraan dan belum terintegrasinya antara pengendalian persediaan bahan yang satu dengan bahan baku lainnya. biaya tenaga kerja. maka kegiatan produksi akan terhenti. diusulkan penerapan metode MRP (Material Requirement Planning). Dari tiga tipe produk thiner yang diproduksi. sehingga kegiatan produksi terhenti. diketahui bahwa penyebab terjadinya hal di atas adalah kurang tepatnya metode pengendalian persediaan yang diterapkan perusahaan. dimana dalam memproduksi thiner ada 2 departemen yang terlibat. Oleh karena itu. Oleh karena itu kapasitas departemen pemrosesan yang digunakan sebagai patokan besar kapasitas produksi perusahaan dalam perhitungan perencanaan produksi. Apabila ketersediaan bahan baku tidak mencukupi. Hasil perhitungan menunjukkan kapasitas departemen pemrosesan lebih kecil daripada departemen pengisian. Lang kah berikutnya adalah perhitungan kapasitas tiap departemen. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan. dan biaya simpan Langkah selanjutnya adalah penyusunan rencana produksi agregat.biaya yang dihitung adalah harga pokok produksi. sedangkan apabila ketersediaannya berlebihan. Langkah berikutnya adalah perhitung an elemen biaya yang terkait.38(2004) Usulan Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Thiner di PT Warna Mikha Mitra Sejati Bandung Vivi Arisandhy. MT Nico Filemon Hermawan Bahan baku merupakan salah satu sumber daya milik perusahaan. Kadang-kadang ketersediaan salah satu atau beberapa bahan baku tidak mencukupi.. dimana biaya . PT Warna Mikha Mitra Sejati adalah sebuah perusahaan yang memproduksi cat dan thiner. thiner ND dijadikan sebagai produk yang mewakili (surrogate product) dalam perhitungan perencanaan produksi. maka menimbulkan total ongkos simpan yang tinggi. yaitu departemen pemrosesan / pengadukan dan departemen pengisian. Oleh karena itu ketersediaan bahan baku harus dikendalikan. ST. Untuk menghitung kapasitas departemen pemrosesan / pengadukan dipergunakan peta pekerja mesin. MT Ir. Peneliti terlebih dahulu melakukan peramalan permintaan untuk masa yang akan datang dengan bantuan software QS.

Dari hasil perhitungan ongkos total. sebesar Rp 2.3%.74 atau 41. .444. 135. penerapan metode MRP dapat menghemat biaya total pengendalian persediaan yang timbul untuk bulan Januari 2004.Planning) untuk merencanakan jadwal produksi dan pemesanan bahan baku ketiga macam thiner yang akan dibuat.

Hasil Analisis GAP menunjukkan bahwa faktor-faktor yang telah melebihi harapan konsumen di supennarket Hero cabang Setrasari.39 (2004) Usulan Strategi Pemasaran untuk Peningkatan Kinerja Layanan Supermarket Hero (Studi Kasus di Supermarket Hero Cabang Setrasari. untuk mengetahui kesenjangan antara persepsi dan harapan konsumen pada beberapa variabel berdasarkan faktor-faktor yang mendorong konsumen untuk berbelanja. faktor-faktor yang belum memenuhi harapan konsumen di supermarket Hero cabang Setrasari. jarak gang antar rak bisa dilewati oleh dua kereta dorong. iklan dan promosi. pihak manajemen Supermarket Hero cabang Setrasari. . penyediaan toilet. disertai usulan strategi pemasaran untuk peningkatan kinerja layanan yang masih belum sesuai dengan harapan konsumen pada umumnya. penulis mengetahui bahwa sebagai supermarket yang baru di daerah Setrasari yang dihadapkan dengan pesaing yang telah memiliki pelanggan tetap. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Analisis GAP. menawarkan potongan harga maupun hadiah kepada konsumen. lebih sering melakukan iklan dan promosi dengan menjadi sponsor. sifat dan kualitas ragam barang. atmosfer toko maupun suasana. yang salah satunya disebabkan bclum ada pengukuran kinerja saat ini yang akan dijadikan acuan. Bandung yaitu untuk memperhatikan segmen pengunjung mayoritas hasil penelitian yaitu kaum wanita. memasang spanduk iklan mengenai program tertentu di luar gedung supermarket Hero cabang Setrasari. penyediaan selebaran tawaran produk. memeriksa kembali kebijakan penetapan harga dan memperhatikan fluktusi harga yang terjadi sehingga dapat menawarkan harga yang bersaing dan tepat. melalui wawancara langsung. Bandung saat ini yaitu pada lokasi yang dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan umum. Dari Importance Performance Analisis. mempertahankan harga produk impor sebagai suatu nilai lebih.d.500. atribut fisik maupun fasilitas.s. diketahui kelebihan supermarket Hero cabang Setrasari. potongan harga. penghasilan per bulan sebesar Rp 1.. pencantuman harga barang dengan jelas. kecekatan petugas dalam memberikan pelayanan. Djajalaksana. Bandung yaitu faktor lokasi.999.000. Rp 2. Bandung serta melakukan training yang baik pada tiap karyawannya. kekurangan yang masih memerlukan perbaikan yaitu pada penawaran harga. personel penjualan. Sementara itu. Oleh karena itu.999. dengan tidak mengabaikan segmen yang lainnya.-. Bandung) Yenni M. MBA Kumala Kencanawati Haryanto Dari hasil penelitian pendahuluan. Bandung mengalami kesulitan untuk menetapkan strategi ke depan. usia 21-28 tahun yang merupakan market potensial. penulis mengadakan penelitian yang bennaksud untuk mengetahui kinerja Hero saat ini yang telah memenuhi harapan konsumen dan belum memenuhi harapan konsumen. pelayanan yang diberikan. Bandung yaitu faktor harga. Sementara itu. Saran yang diusulkan untuk supermarket Hero cabang Setrasari. iringan musik maupun iklan yang tidak mengganggu. pekerja wiraswasta.

seperti alat pencegah bahaya kebakaran. MT Shirley Permatasari Tempat tunggu merupakan tempat yang penting. Pemasangan AC untuk mengatasi temperatur dan kelembaban yang kurang baik. dimana orang tersebut tidak bisa langsung dilayani. .. Lorong Lab. Untuk lingkungan fisik diusulkan penambahan lampu sehingga mencapai intensitas cahaya yang ideal untuk membaca dan menulis. Dan pemasangan alat hydrant untuk pencegahan bahaya kebakaran. dijadikan sebagai tempat tunggu. maka lorong yang letaknya berada di basement II tersebut menjadi lembab. maka orang tersebut harus menunggu di tempat yang telah disediakan (tempat tunggu). Lorong yang berada di basement II gedung Teknik gelap.40(2004) Usulan Perbaikan Produk Meja dan Kursi Penerima Tamu Secara Ergonomis (Studi Kasus di Ruang Administrasi Laboratorium Analisa Perancangan Kerja dan Ergonomi Universitas Kristen Maranatha) Ie Vie Mie. walaupun sudah terdapat beberapa lampu untuk penerangan. Untuk itu diusulkan produk rancangan kursi tunggu yang dapat dilipat untuk menghemat tempat. tetapi masih dirasakan kurang terang. khususnya untuk mahasiswa yang akan melakukan aktivitas. sehingga dapat mendukung konsentrasi belajar mahasiswa. lorong..APK&E UKM terbuat dari bahan yang mudah terbakar. Agar aktivitas yang berlangsung dalam Laboratorium dapat mencapai tujuannya. Hasil Analisa menunjukan bahwa dimensi produk kursi tunggu aktual belum sesuai dengan dimensi tubuh pengguna. Selain itu karena kurangnya ventilator. Alat keamanan pada lorong masih kurang.APK&E yang terletak pada basement II Gedung Teknik. APK&E UKM. seperti praktikum dan asistensi. produk kursi tunggu juga disesuaikan dengan data Antropometri mahasiswa. khususnya untuk orang yang datang ke suatu tempat. temperatur dan kelembaban pada lorong tunggu belum memenuhi kondisi ideal. Intensitas cahaya pada lorong tunggu masih kurang. Dari penelitian yang dilakukan penulis. dirasakan kurang ergonomis. ST. Alat ini dirasakan penting. yang dijadikan tempat tunggu saat ini. mengingat sekat-sekat ruangan Lab. aliran udara menjadi kurang baik. MT Wawan Yudiantyo. Diharapkan dengan demikian akan memberikan keyamanan bagi pengguna lorong tunggu Lab. maka harus diciptakan suatu lingkungan yang nyaman. ST.

tipe D = 12 unit. tipe C = 18 unit. jumlah permintaan per bulan untuk tipe A = 16 unit. Dengan menggunakan metode penyeimbangan lintasan usulan. screw extruder (tipe E).41(2004) Usulan Peningkatan Kapasitas Produksi dalam Upaya Memenuhi Permintaan pada PT.79%(dari 36. metode yang terpilih adalah metode Region Approach Revision (usulan). peningkatan efisiensi lintasan sebesar 42.5m (tipe B). mesin las = 3 unit (berkurang 2 unit). dan meningkatkan kapasitas produksi. mesin rol dan mesin tekuk masingmasing = 1 unit (masing-masing berkurang 1 unit). screw conveyor 7. tipe C = 8 unit. perusahaan dapat memenuhi permintaan per bulan untuk semua tipe produk hanya dengan menggunakan jam kerja reguler. Produk yang dijadikan objek penelitian adalah produk yang tingkat permintaan-kumulatifnya mencapai 90% dalam 1 tahun terakhir yaitu produk screw conveyor 5m (tipe A). dan tipe E = 8 unit. Kerta Laksana Bandung Santoso. Kelebihan dari metode penyeimbangan lintasan usulan adalah terjadinya peningkatan utilisasi stasiun kerja sebesar 43. Salah satu penyebabnya adalah tidak seimbangnya pembebanan kerja setiap stasiun kerja pada divisi Screw Conveyor.16% menjadi 79. semakin kecil semakin baik karena berarti perbedaan waktu antar stasiunstasiun kerja yang ada tidak terlalu besar) sebesar 19350. Sekarang ini kapasitas produksi per bulan yang dimiliki divisi Screw Conveyor belum dapat mencukupi permintaan konsumen walaupun perusahaan sudah menggunakan jam lembur. screw conveyor 10m (tipe C).95%). Kerta Laksana merupakan perusahaan yang bergerak dalam sektor pembuatan peralatan pertanian dan konstruksi mesin. Untuk membantu memperlancar aliran material.31). Saat ini PT Kerta Laksana memiliki 3 divisi yang aktif yaitu divisi mesin giling.. tipe B = 1 1 unit. Ketidakseimbangan beban kerja dapat dilihat dari banyaknya stasiun kerja yang menganggur dan penumpukan barang setengah jadi pada stasiun kerja tertentu. divisi umum. Sedangkan untuk tipe D. Berdasarkan peramalan yang dilakukan. divisi Screw Conveyor (objek penelitian). tipe B = 26 unit.98 menjadi 11149.21% menjadi 77.58°%). Jumlah pekerja usulan berkurang dari 24 orang menjadi 21 orang. MT Ir. screw 5m (tipe D). dan tipe F perusahaan sudah dapat memenuhi permintaan. Saat ini kapasitas per bulan yang dihasilkan perusahaan dengan menggunakan jam kerja reguler dan jam lembur masih mengalami kekurangan untuk tipe A = 7 unit. M. penurunan smoothnes index (menunjukkan kelancaran dari suatu lintas produksi. ST.67 (dari 30499.27% (dari 35. Jumlah mesin usulan yang digunakan adalah mesin potong plat. Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah mengusulkan pembebanan kerja yang seimbang. Heru Susilo. . penulis mencoba menyusun tata letak mesin dengan menggunakan pendekatan from to chart frekuensi. Dari kedua metode penyeimbangan lintasan produksi yang digunakan (Metode Region Approach dan Metode Rank Positional Weight).Sc Andi Indrawan PT.

mesin las plasma 2 unit (tetap). gerinda tangan = 3 unit (masing-masing bertambah 1 unit). Untuk penambahan mesin bubut dan gerinda tangan perusahaan menggunakan mesin cadangan yang dimiliki Saran untuk perusahaan adalah sebaiknya perusahaan memindahkan kelebihan jumlah tenaga kerja dan kelebihan mesin ke bagian lain yang membutuhkan atau dapat dijadikan sebagai cadangan.mesin bubut = 4 unit. mesin gergaji potong 1 unit (tetap). .

Christina Wirawan. berusaha untuk tetap mempertahankan pelanggannya dan meningkatkan kualitas pelayanan agar konsumen merasa puas. dengan rata-rata kepuasan konsumen secara keseluruhan sebesar . Terdapat modifikasi cara pengukuran gap yaitu pada Gap 3 terdapat pengukuran spesifikasi kualitas jasa oleh konsumen dan pada Gap 4 terdapat pengukuran komunikasi eksternal oleh konsumen. Kereta Api Indonesia dengan Menggunakan Pendekatan Dimensi Kualitas Pelayanan (Studi Kasus pada KA.KAI.KAI. KAI sebagai salah satu public service yang ada di Indonesia. Penulis menggunakan metode Servqual untuk mengetahui kesenjangan yang terjadi antara persepsi dengan harapan konsumen (Gap 5). sehingga konsumen tidak merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh PT. Oleh sebab itulah PT. Selain itu adanya perbedaan persepsi manajemen dengan karyawan tentang standar kinerja. Kualitas pelayanan memegang peranan penting untuk memenuhi kebutuhan konsumennya. MT Rudijanto Muis. PT. Oleh karena itu disarankan agar pihak manajemen lebih sering melakukan riset dan melakukan komunikasi dengan konsumen untuk mengetahui apa yang diharapkan konsumennya dan juga membuat program kerja bagi karyawannya dan .. Penyebab ketidakpuasan konsumen ini adalah karena adanya penjabaran spesifikasi standar kinerja perusahaan yang tidak sesuai dengan keadaan dilapangan saat ini. Sekarang ini telah terjadi penurunan penumpang KA Parahyangan kelas Bisnis sebesar 3 %.42(2004) Analisis Kualitas Pelayanan jasa PT.0. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa konsumen tidak merasa puas dengan pelayanan dari PT. menyebabkan ketidaksesuaian dengan harapan konsumen. MT Carrie Prima A Pada saat ini masyarakat lebih kritis terhadap pelayanan jasa yang ditawarkan oleh sektor public service khususnya PT.KAI hingga saat ini merupakan perusahaan monopoli. kesenjangan antara persepsi manajemen tentang harapan konsumen dengan spesifikasi kualitas jasa (Gap 2).KAI.KAI).KAI dituntut untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas layanannya. KAI DAOP II) Ir.KAI tidak memperhatikan kualitas pelayanannya Kepuasan pelanggan tetap harus diperhatikan. mempengaruhi karyawan yang telah konsisten menerapkan standar dan memenuhi janji.KAI. bukan berarti PT. Parahyangan PT. kesenjangan antara harapan konsumen dengan persepsi manajemen (Gap 1). kesenjangan antara spesifikasi kualitas jasa dengan penyampaian jasa (Gap 3) dan kesenjangan antara penyampaian jasa dengan komunikasi eksternal (Gap 4). Untuk itulah dilakukan suatu penelitian untuk mengidentifikasikan faktor-faktor intern yang menentukan kualitas layanan di PT.411. ST. Meskipun PT. Kualitas pelayanan yang buruk akan menimbulkan keluhan-keluhan dari pelanggannya yang akhirnya bisa berdampak buruk bagi perusahaan (PT.

. Job description dari tiap pekerjaaan dibuat secara tertulis dan jelas sehingga karyawan mengetahui hak dan kewajibannya dalam bekerja guna dapat memenuhi kebutuhan konsumen.dikomunikasikan dengan karyawannya dengan baik guna memenuhi kebutuhan konsumen.

Aturan prioritas yang digunakan adalah EDD (Earliest Due Date). pengerjaan komponen yang mempunyai kesamaan dalam proses operasi akan dikerjakan berurutan. Kerta Laksana Ir. Nilai mean tardiness dan maximum lateness yang dihasilkan kedua jadwal tersebut = 0. Kerta Laksana adalah perusahaan yang termasuk dalam kelompok manufaktur mesin. ST. MWKR (Most Work Remaining). Total waktu menganggur untuk penjadwalan non delay lebih kecil dua menit dibandingkan penjadwalan aktif. Dari hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan. Sifat produksi dari perusahaan adalah berdasarkan pesanan (job order). keterlambatan yang terjadi dikarenakan perusahaan belum menerapkan metode penjadwalan yang baik. SPT (Short Processing Time). maximum lateness. Dilihat dari jumlah pesanan terlambat. MT Dominica Audrie PT. Dilihat dari pola aliran produksi yang terjadi dalam divisi screw conveyor. Random. Nilai maximum completion time kedua penjadwalan tersebut = 23 hari. mean lateness. dan Maximum Lateness. Masalah yang sering dihadapi oleh perusahaan adalah sering terjadi keterlambatan pemenuhan pesanan pada divisi screw conveyor sehingga dikhawatirkan dapat mengakibatkan hilangnya kepercayaan pelanggan dan denda yang harus ditanggung perusahaan. Kartika Suhada. Hasil yang diperoleh dari perhitungan penjadwalan aktif dan non delay adalah tidak terdapat pesanan yang terlambat.. dan pengelompokan jenis komponen berdasarkan komponen utama dan bukan utama. Total waktu menganggur penjadwalan non delay . lebih kecil dibandingkan dengan penjadwalan aktif. Kriteria pemilihan metode penjadwalan terbaik yang akan diusulkan berdasarkan minimasi jumlah pesanan yang terlambat (min. batas waktu yang ditentukan (due date) dari masing-masing pesanan yang diterima. sedangkan dengan penjadwalan aktif hanya I departemen saja. menetapkan urutan pengerjaan komponen tiap pesanan berdasarkan prioritas total waktu proses standar terbesar. MT Lestari Yuli Hastuti. dan jumlah mesin yang dapat digunakan. maka termasuk ke dalam penjadwalan job shop. MONPR (Most Operation Remaning). of tardy jobs) dan kriteria lain yang dipertimbangkan adalah mean tardiness. Mean Tardiness. Dari 24 departemen. Metode tersebut tidak mempertimbangkan faktor urutan operasi dari masing-masing pesanan yang diterima. Nilai mean lateness penjadwalan non delay besarnya -2 hari. dan maximum completion time. Metode penjadwalan yang saat ini diterapkan oleh perusahaan adalah memprioritaskan pengerjaan pesanan yang diterima lebih awal.43(2004) Usulan Penerapan Penjadwalan Job Shop dengan Metode Heuristic untuk Produk Screw Conveyor di PT. maka nilai yang dihasilkan pada jadwal non delay kecil dibandingkan metode perusahaan. Metode yang digunakan adalah Priority Dispatching (Heuristic) yang terdiri dari algoritma penjadwalan aktif dan non delay. 6 departemen memiliki waktu selesai lebih cepat dengan penjadwalan non delay. Mean Lateness.

.lebih kecil 1661 menit dibandingkan dengan metode perusahaan. maka penjadwalan yang diusulkan adalah penjadwalan non delay. sedangkan dengan metode perusahaan hanya 9 departemen. Dengan demikian. 13 departemen memiliki waktu selesai lebih cepat dengan penjadwalan non delay. Dari 24 departemen.

Usulan strategi pemasaran bagi kartu selular CDMA Telkorn Flexi dilakukan dengan menggunakan bauran pemasaran yang terdiri dari 7 P yakni product. promotion. PT Telkorn menghadirkan layanan fixed wireless berbasis CDMA yang diberi brand Telkorn Flexi dimana biaya pemakaiannya mengacu pada tarif telepon rumah. price.. target perusahaan serta Positioning statement yang ditanamkan yaitu "Bukan Telepon Biasa" yakni Telkom Flexi sebagai telepon selular dengan pulsa rumah. Dengan demikian Telkom Flexi harus dapat mengimbangi strategi pemasaran yang diterapkan pesaing agar para pelanggan Telkom Flexi tidak beralih pada operator lain bahkan dapat meraih pangsa pasar yang lebih tinggi. Setelah itu. Fren dan Esia. kemudian peta posisi Telkom Flexi terhadap pesaing-pesaingnya. sebagai senjata mereka untuk meraih pangsa pasar. people. Untuk demografi sendiri diolah dengan menggunakan tabulasi silang (Crosstab) dan persepsi konsumen terhadap Telkorn Flexi diolah dengan menggunakan persentase dan pie chart. Selain itu juga dengan metode Correspondence Analysis yang bertujuan untuk mengetahui peta posisi persaingan sesama operator kartu selular CDMA. Untuk itu diperlukan strategi pemasaran yang tepat dan efektif bagi Telkom Flexi. ST. place. Adanya tingkat peluang pasar yang tinggi pada teknologi CDMA ini dalam waktu yang relatif singkat Telkom Flexi telah memiliki 2 produk pesaing yang juga menggunakan biaya pulsa yang mengacu pada tarif telepon rumah. . Penelitian ini menggunakan metode Analisis Faktor yang berfungsi untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam memilih kartu selular CDMA.44(2004) Usulan Perumusan Strategi Pemasaran Kartu Selular Telkom Flexi Ir. Data yang diolah diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner kepada konsumen di kota bandung dengan menggunakan Purposive Sampling yaitu konsumen yang pernah menggunakan kartu selular Telkorn Flexi. Christina Wirawan. process dan physical evidence dengan melihat keunggulan dan kelemahan yang dimiliki oleh Telkom Flexi dibandingkan dengan para pesaingnya dan berdasarkan pertimbangan segmen pasar yang dipilih. serta peningkatan kebutuhan masyarakat akan telekomunikasi memunculkan teknologi dengan sistem baru di bidang telekomunikasi yang dikenal dengan CDMA (Code Division Multiple Access). Penelitian dimulai dengan mengidentifikasikan faktor-faktor yang mcmpengaruhi konsumen dalam memilih kartu selular. MT Indriani Kusumawati Perkembangan teknologi yang pesat pada saat ini. penentuan segmen pasar berdasarkan data demografi dan persepsi konsumen terhadap Telkorn Flexi dan pada akhirnya penyusunan strategi pemasaran Telkom Flexi berdasarkan pada 7 P.

place. pemandangan indah (goodview). Peta posisi yang dimaksud disini adalah posisi BMC terhadap pesaingnya yaitu Susu Murni Lembang dan Yoghurt Cisangkuy. Faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam memilih tempat makan berdasarkan aspek Product adalah keramahan pramusaji. harga tertulis di buku menu. hiburan. Berdasarkan aspek Price adalah harga terjangkau. kebersihan produk. Sedangkan dilihat dari aspek Place adalah tempat parkir luas. Christina Wirawan. interior nyaman. kerapihan pramusaji. membuka cabang di tempat lain yang lebih strategis adanya iklan baik melalui media cetak maupun elektronik. diskon fasilitas credit card dan adanya harga promosi. pramusaji mengerti produk. price. Metoda pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang dilakukan terhadap 150 orang responden yang pernah mencicipi makanan & minuman di ketiga tempat makan. suhu produk disajikan sesuai dengan produknya. variasi menu. informasi di iklan mudah dipahami. Terakhir dari aspek Promotion adalah sponsor acara. Saran untuk BMC yang didapat dari kuesioner 1 adalah menambah jenis produk yang ditawarkan.Agronesia (BMC). Strategi pemasaran yang disusun ditujukan kepada segmen l. price. letak mudah ditemukan. promotion (Hermawan Kertajaya : 2001). iklan. segmen 2 dan segmen 4. wawancara dan catatan-catatan perusahaan. waktu menunggu pesanan cepat. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen berdasarkan 4P dilakukan perhitungan statistik menggunakan Confirmatory Factor Analysis. Terakhir. digunakan Analisis Master dan Tabulasi Silang (Crosstab) untuk mengelompokkan responden dan mengidentifkasikannya. Bandung). . Agronesia (BMC) Bandung) Ir. akses tidak macet. memperluas tempat parkir dan menurunkan harga. promotion. Sedangkan untuk mengetahui posisi BMC terhadap pesaingnya yaitu Susu Murni Lembang dan Yoghurt Cisangkuy digunakan Correspondence Analysis. pramusaji murah senyum. Dari peta posisi didapat bahwa keunggulan BMC dibandingkan pesaingnya sudah mencakup empat aspek bauran pemasaran yaitu product. nilai kesehatan produk. harga termasuk pajak. place. Untuk meraih ketiga segmen tersebut BMC perlu memperhatikan kinerja pramusaji. kemasan produk menarik. Rancangan alat ukur disusun peneliti mengacu pada taktik menyusun strategi pemasaran berdasarkan Bauran Pemasaran yang terdiri dari product. kebersihan wastafel. penampilan produk. menyediakan fasilitas credit card. MT Nessi Redinka Penelitian ini berjudul Analisis Peta Posisi untuk Menyusun Strategi Pemasaran (Studi kasus : PT.45(2004) Analisis Peta Posisi untuk Menyusun Strategi Pemasaran (Studi Kasus: PT. bentuk bangunan rnenarik.

retur obat dan pengendalian persediaan obat dapat dilakukan dengan lebih cepat. Untuk dapat meminimasi kesalahan-kesalahan yang mengakibatkan aliran informasi menjadi tersendat. pihak apotek membutuhkan waktu yang lama untuk mencari resep pada tumpukan resep. Namun kekosongan stok obat tersebut bukan dikarenakan kesalahan dari pengendalian persediaan. maka langkah pertama yang perlu dilakukan oleh Apotek "M" adalah mengetahui kelemahan-kelemahan dari sistem informasi saat ini. Dokumen-dokumen tersebut dianalisis kekurangannya. Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap diagram alir tersebut. Akibatnya proses pengambilan keputusan dan pengolahan informasi di Apotek "M" dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Pada Buku Persediaan Obat (BPO). Selain itu. penjualan obat maupun retur obat. MT Christina.. dilakukan juga pengumpulan dokumen-dokumen yang ada di Apotek "M" pada saat ini. Perancangan sistem informasi menggunakan perancangan secara komputerisasi. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses pemesanan obat. baik pada saat proses pemesanan obat. infomasi yang ada masih kurang lengkap. Berdasarkan analisis. dikarenakan dalam BPO tidak ada tanggal kadaluarsa obat. penjualan obat. Tersendatnya aliran informasi ini dikarenakan kurang lengkapnya informasi yang disampaikan atau yang akan digunakan pada saat pengolahan informasi. retur obat dan pengendalian persediaan obat. data Pedagang Besar Farmasi (PBF) kurang Iengkap. MT Hengky Sebastian Apotek "M" sering mengalami kekosongan stok obat. sehingga apabila konsumen hendak menebus sisa obat. dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan sistem informasi secara komputerisasi maka proses pemesanan obat. Kelemahan-kelemahan tersebut dapat diketahui dengan membuat suatu diagram alir. ST. Masalah lain yang ditemukan adalah data konsumen juga tidak tertata secara baik dan rapi. sehingga dapat dibuat suatu rancangan dokumen yang lebih baik dan lengkap. ST. tetapi dari aliran informasi yang kurang baik di apotek tersebut.. . penjualan obat.46(2004) Analisis dan Usulan Sistem Informasi di Apotek “M” Bandung Vivi Arisandhy..

. elemen brand association. memiliki layanan perbaikan yang memuaskan. satisfied hrwcr dan switcher). . Dari hasil brand association menggunakan uji Cochran diketahui bahwa Samsung memiliki asosiasi-asosiasi sebagai berikut: memiliki kualitas gambar (display) yang baik. brand recognition dan brand unavvare). kelengkapan konektivitas terletak pada kuadran I.47(2004) Analisis Pengukuran Elemen . memiliki banyak tipe/jenis. memiliki kesan tertentu. brand recall. Siemens dan Sony Ericsson dalam pasar ponsel. menunjukan bahwa untuk elemen brand awareness yang diolah dengan statistika deskriptif. kualitas desain. Suatu merek yang terkenal akan memiliki brand equity (ekuitas merek) yang kuat. kualitas baterai terletak pada kuadran II.63% untuk brand recognition dan 0% untuk brand unaware. memiliki baterai yang relatif tahan lama. layanan perbaikan. Demikian pula dengan Samsung yang harus bersaing dengan Nokia. bonus pembelian. memiliki kualitas suara yang baik. Salah satu strategi tersebut adalah dengan "Merek". liking the brand. MT Indah Victoria Sandroto. Hasil penelitian di kota Bandung dengan respondennya adalah para pengguna ponsel atau yang pernah menggunakan ponsel serta memiliki pengetahuan dalam dunia ponsel. layanan perbaikan.. Brand Equity tersebut terdiri dari elemen brand awareness (lop ofmirul. Sedangkan tingkat peralihan mereknya adalah sebanyak 13 responden loyal dan 27 responden tidak loyal dari keseluruhan 40 responden. kepentingan dan kepercayaan) dan elcmcn brand loyally (connnitled buyer.elemen Ekuitas Merek Ponsel Samsung sebagai Usulan untuk Mempertahankan dan Meningkatkan Pangsa Pasar Melina Hermawan. dilakukan dengan teknik pengumpulan data melalui survei dengan kuesioner sebagai alatnya sehingga diperoleh data-data yang dapat digunakan untuk mengusulkan strategi bagi pihak Samsung dalam dalam mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasarnya. Pengukuran brand equity tcrsebut. Untuk elemen perceived quality dengan menggunakan uji Mann-U Whitney serta diagram Performance Important Analysis diketahui bahwa atribut mudah digunakan. kualitas suara. kualitas sinyal. memiliki kesan tertentu terletak pada kuadran III. ST. konsumen terbesar dari Samsung termasuk pada kategori liking the brand 77. terdapat 0. MT Bani Februarso Persaingan di pasar ponsel yang semakin ketat membuat setiap produsen ponsel untuk memiliki strategi dalam mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasarnya. memiliki kualitas sinyal yang baik. memiliki banyak tipe/jenis terletak pada kuadran IV. mudah diperoleh. Untuk brand loyalty menggunakan statistika deskriptif dan rantai Markov. kualitas gambar. ST. kelengkapan menu. harga relatif murah.50%. elemen perceived quality (performansi. dapat diketahui kelebihannya dalam atribut kualitas suara. Dari hasil penelitian ekuitas merek ponsel Samsung. kualitas sinyal. ponsel Samsung menempati posisi terendah untuk lop of mind. tertinggi untuk brand recall serta terdapat 16 merek ponsel yang dikenal oleh responden.

.kualitas baterai sedangkan kekurangannya dalam atribut mudah digunakan. agar Samsung dapat terus mengelola pangsa pasar yang sudah ada bahkan dapat meningkatkan pangsa pasarnya dengan membidik segmen baru. Hal ini dapat dijadikan bahan masukan bagi Samsung. kelengkapan konektivitas. mudah diperoleh.

MT Maria Susanti Yenny Ratna Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha berencana membuka perkuliahan kelas malam Jurusan Teknik Industri. langkah .universitas lain dan Universitas Kristen Maranatha sendiri.masing kelas 51 orang mahasiswa. Hasil dari pengumpulan data..tahun berikutnya mengalami peningkatan. aspek teknik dan aspek keuangan. ST. tetapi pada tahun . kantor kantor.48(2004) Analisis Kelayakan Perkuliahan Kelas Malam Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha Bandung Ir. Bila dibuka 2 kelas. jumlah total yang berminat terhadap pembukaan kelas malam ini sebanyak 387 orang.sekolah. Dari hasil studi kelayakan.548. aliran kas yang diperoleh tidak terdapat kerugian bahkan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hasil dari penyebaran kuesioner kepada dosen diperoleh data sebanyak 26 orang dosen bersedia mengajar pada perkuliahan pada malam hari. Langkah . . Titik impas tercepat dari hasil perhitungan adalah bila jumlah mahasiswa minimal sebanyak 51 orang mahasiswa dalam satu kelas. untuk itu perlu dilakukan studi kelayakannya yang meliputi aspek pemasaran. kedua aliran kas yang diperoleh mengalami kerugian pada semester 2 tahun pertama sebesar Rp 13.174. kemudian menghitung estimasi jumlah peminat perkuliahan kelas malam ini.000 jika tenaga kerja yang digunakan semua tenaga kerja baru. namun jumlah mahasiswa peserta perkuliahan kelas malam minimal 102 orang yang dibagi dalam dua kelas. Hasil yang diperoleh dari perhitungan adalah jika dibuka 1 kelas. Christina Wirawan. karyawan sebanyak 49 orang dan mahasiswa Universitas Kristen Maranatha jurusan Teknik Industri sebanyak 216 orang. pengolahan data dan analisis dilihat dari segi aspek pasar menunjukkan bahwa rencana ini dapat dilaksanakan karena banyak yang berminat untuk mengikuti perkuliahan kelas malam ini.langkah yang dilakukan adalah menghitung besar biaya total yang harus dikeluarkan dan menghitung titik impas dari perkuliahan kelas malam ini. menyebarkan kuesioner kepada dosen untuk mengetahui kesediaan mereka mengajar perkuliahan kelas malam. MT Melina Hermawan. MT Christina. dengan jumlah masing . Dari segi aspek keuangan.langkah yang dilakukan adalah melakukan survei dengan menyebarkan kuesioner ke sekolah . universitas . perkuliahan kelas malam ini layak untuk diadakan karena tersedianya dosen dan ruang kuliah yang cukup untuk pelaksanaan perkuliahan kelas malam.000 jika tenaga kerja yang digunakan tenaga kerja lama dan baru. ST. yaitu siswa SMA sebanyak 122 orang.. Titik impas tercepat yang diperoleh dari hasil perhitungan adalah bila jumlah mahasiswa minimal sebesar 102 orang mahasiswa yang dibagi dalam dua kelas. dan kerugian sebesar Rp 24. Dalam studi kelayakan aspek pemasaran. langkah .langkah yang dilakukan dalam studi kelayakan aspek teknik adalah menghitung jumlah dosen yang diperlukan untuk mengajar di perkuliahan kelas malam.

Metode pengendalian persediaan yang disarankan adalah dengan menggunakan Material Requirement Planning (MRP) dengan penentuan besarnya ukuran lot berdasarkan metode Wagner Whitin. Masalah yang dihadapi perusahaan saat ini adalah mengenai pengendalian persediaan bahan baku. SOIC. dimana ketersediaan bahan baku seringkali berlebihan atau bahkan kekurangan.3 menggunakan metode Siklis. kembali dilakukan perhitungan kapasitas berdasarkan jumlah mesin yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan kedua metode tersebut di atas. Dari hasil peramalan kemudian dilakukan perhitung an peramalan permintaan agregat.633 atau 69. Sedangkan kriteria vang dipakai untuk mengukur kesalahan peramalan adalah MAD. Peramalan dilakukan dengan menggunakan metode Single Exponential Smoothing with Trend. Double Exponential Smoothing with Trend. karena metode ini menghasilkan biaya pengendalian persediaan yang optimal. Linear Regression. Langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan perhitungan Coefficient of Variance.49(2004) Usulan pengendalian Persediaan Bahan Baku Produk IC di PT. Selanjutnya dilakukan perhitungan kapasitas berdasarkan jumlah mesin saat ini. Holt Winter. Moving Average with Linear Trend. dan diperoleh bahwa data berada dalam batas kontrol. Dengan demikian. MT Vivi Arisandhy Ii Surya Yanti PT.301. SOT dan TO.84%. Omedata Electronics Bandung Ir. Metode peramalan terpilih untuk semua jenis IC adalah metode Linier Siklis. diperoleh bahwa total biaya pengendalian persediaan dengan menggunakan metode perusahaan saat ini adalah sebesar Rp 85. Oleh karena itu. PLCC. sedangkan dengan metode usulan adalah sebesar Rp 25. . dimana diperoleh nilai CV untuk data permintaan setiap jenis IC berada di atas 0.574.066. Hasil perhitungan menunjukkan terdapat kelebihan jumlah mesin sebanyak 6 unit dari yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan. besar penghematan biaya pengendalian persediaan vang bisa diperoleh dengan menerapkan metode usulan adalah sebesar Rp 59. Kartika Suhada. Terakhir dilakukan perhitungan rencana kebutuhan bahan dengan menggunakan metode perusahaan saat ini dan metode usulan. Pengendalian persediaan yang dijalankan perusahaan saat ini adalah melakukan pemesanan berdasarkan ukuran lot tertentu (perusahaan yang menetapkan).2 sehingga termasuk ke dalam pola data non stasioner. Produk yang dihasilkan antara lain PDIP. Uji verifikasi dilakukan dengan menggunakan peta Moving Range.726. Omedata Electronics merupakan suatu perusahaan swasta subkontraktor yang bergerak di bidang perakitan IC. dan waktu pemesanan dilakukan pada saat persediaan mencapai safely stock. Siklis dan Linier Siklis. Selanjutnya dilakukan proses agregasi dengan menggunakan metode Transportasi Land dan proses disagregasi dengan menggunakan metode Hax and Meal.433. kecuali untuk PDIP 20.

Pengurangan ini dikarenakan ditutupnya beberapa bank atau merger antara beberapa bank. total biaya menunggu nasabah Rp 1. tidak ada nasabah yang balking sehingga total opportunity cost adalah Rp 0. total biaya menunggu nasabah Rp 167. Uji distribusi terhadap data selang waktu kedatangan nasabah pada jam-jam yang sama. ST. dan total opportunity cost Rp 2. Jumlah teller usulan adalah lima orang dengan fasilitas kursi. Solusi untuk mengurangi panjang antrian adalah dengan menambah jumlah teller sehingga tidak ada lagi nasabah yang melakukan balking.294. tarikan tunai dan kiriman uang tetapi yang beroperasi hanya empat. panjang antrian maksimal yang terjadi 33 orang. panjang antrian maksimal yang terjadi adalah 10 orang. waktu menunggu nasabah 13.111. Jika antrian panjang.7.dan service level mencapai 100 %. ini dilakukan untuk menyeimbangkan beban kerja teller.8 per jam dan opportunity cost tiap nasabah Rp 2..Sc Amelia Margatan Sebagai akibat dilakukannya likuidasi terhadap bank yang tidak sehat oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional beberapa tahun lalu. MT Wenny Chandra.879. waktu menunggu nasabah adalah 1. jumlah nasabah yang balking 13 orang. M.67 %. bahkan mungkin beralih ke bank lain sehingga opportunity cost meningkat.94 %.97. Biaya dan waktu menunggu nasabah makin besar jika antrian semakin panjang. ST. enam dan tujuh orang menggunakan program Promodel.62 serta service level 97. Dengan empat orang teller tingkat utilisasi teller adalah 82.599. Untuk mencari jumlah teller usulan dilakukan simulasi terhadap alternatif jumlah teller lima. selang waktu kepergian teller dan lamanya petugas teller meninggalkan counter dengan menggunakan program Stat::Fit agar diperoleh nilai parameter yang diinginkan. Tingkat utilisasi teller adalah 68. terutama pada jam jam sibuk. display dan nomor urut. Saat ini BCA Surya Sumantri memiliki lima counter untuk melayani transaksi setoran tunai. selain itu tuntutan nasabah terhadap pelayanan bank semakin tinggi.789.047. Semakin panjang antrian maka minat nasabah untuk melakukan transaksi menurun.13 menit.50(2004) Estimasi Jumlah Teller di BCA Surya Sumantri Menggunakan Model Simulasi Victor Suhandi. nasabah cenderung menunda transaksi karena melelahkan jika harus berdiri lama ketika mengantri. Biaya menunggu nasabah adalah Rp 16...83 %. Di BCA Surya Sumantri antrian panjang sering terjadi.35. Persaingan menjadi semakin ketat karena bank-bank yang merger akan memiliki sumber daya yang lebih berkualitas. jumlah bank di Indonesia mengalami pengurangan. . Salah satu faktor pertimbangan nasabah dalam memilih bank adalah kecepatan melakukan transaksi yang erat kaitannya dengan masalah antrian.497. Nasabah berdiri mengantri dalam satu jalur.27 menit.051.

terkumpul 181 kuesioner. clan banyak yang merekomendasikan. UKM banyak direkomendasikan. atau STIEB. Santa Maria 1. Populasi yang digunakan adalah siswa siswa kelas 3 di SMU Kristen 1. Hingga peneliti tertarik untuk meneliti faktor "Citra UKM di Masyarakat" secara lebih detil dan diuji pengaruhnya terhadap Minat. SMU Kristen 2. Kristen 2. SMU Santa Maria 2 Cirebon) Ir. Selain itu.51(2004) Pengaruh Informasi Kualitas Universitas dan Persepsi Persaingan Universitas terhadap Minat Melanjutkan Studi di UKM (Studi Kasus Eksploratori Siswa Kelas 3 SMU Kristen 1. fasilitas. penelitian dilakukan di SMU Kristen 1. serta kelompok yang memiliki banyak pilihan) dalam memilih jurusan di UKM adalah "Citra UKM di Masyarakat". Kristen 2. kelompok yang memilih berdasarkan perguruan tinggi. Hendra Kusuma. dan Santa Maria 2 Cirebon. biaya kuliah di UKM sesuai dengan kualitas. lokasi. MT Linawati Arjono Dalam penelitiannya. Jika hasil regresi clan peta posisi digabungkan maka didapatkan bahwa keunggulan/asosiasi UKM yang berpengaruh terhadap Minat adalah dalam hal banyak yang merekomendasikan. . kelompok yang memilih berdasarkan jurusan dan perguruan tinggi. dengan mencari siswa-siswa SMU kelas 3 yang berminat melanjutkan studi ke UKM atau UNPAR. Faktor pertama yang dipertimbangkan oleh 4 kelompok siswa SMU kelas 3 tersebut (kelompok yang memilih berdasarkan jurusan. promosi. infoi -masi yang diberikan. Atas permintaan bagian Humas UKM. Hasil pengolahan peta posisi menunjukkan bahwa keunggulan UKM adalah dalam hal teknologi. Kusuma dan Tearalangi (2003) menyatakan bahwa terdapat 7 kelompok siswa SMU kelas 3. Ukuran sampelnya ialah sejumlah responden yang memenuhi persyaratan. Oleh karena itu. Peneliti menggunakan model Brand Eguity yang telah dimodifikasi untuk mengetahui pengaruh Citra UKM terhadap Minat Mernilih UKM: Digunakan pula analisis regresi dan peta posisi (Gorespon6fenceAnalysis) untuk pengujian hipotesis. dan Santa Maria 2 Cirebon. Dari hasil pengolahan data diperoleh bahwa Informasi yang mempengaruhi Minat Memilih UKM Sebagai Perguruan Tinggi adalah informasi tentang kebanggaan bila diterima. Posisi UKM atas Perguruan Tinggi lain di Bandung juga tidak dipertimbangkan pengaruhnya terhadap Minat Memilih Perguruan Tinggi. Keunggulan UKM merupakan asosiasi merek dari UKM sehingga dipersepsikan bahwa asosiasi merek UKM cenderung pada hal-hal frsik. Santa Maria 1. dan biaya kuliah di UKM sesuai dengan kemampuan orangtua. Faktor Citra tersebut masih belum detail dan pengaruhnya atas Minat tidak diuji. Kusuma dan Tearalangi (2003) menggunakan responden orang-orang yang mendaftar di UKM pada gelombang 1 tahun akademik 2003/2004 hingga pemetaan Minat tersebut masih belum jelas. dalam penelitian ini peneliti menggunakan responden siswa-siswa SMU kelas 3 dan memperkembangkan persepsi posisi UKM terhadap Perguruan Tinggi Swasta lain di Bandung. pilihan jurusan/fakultas. Teknik sampling yang digunakan ialah purposive sampling. unit kegiatan.

asrama. fasilitas "home stay". meminimasi mahasiswa cadangan. yaitu dengan mengadakan USM lebih awal dari UNPAR. dan mengikuti kegiatan yang diadakan sekolah-sekolah (menjadi sponsor. yaitu dengan melibatkan mahasiswa dalam promosi aktif dan memajang profil alumni yang berhasil di masyarakat dengan pesan sponsor "saya bisa berhasil karena pendidikan yang diberikan di UKM". yaitu dengan mendorong unit kegiatan dan HIMA untuk mengadakan kegiatan yang melibatkan siswa SMU. Peneliti menyarankan untuk melakukan investasi pada atribut Kebanggaan Diterima. . dan kantin. Untuk atribut Biaya yang Terjangkau dilakukan investasi dengan memberikan PMDK. dll). Untuk atribut Biaya Kuliah sesuai dengan Kualitas dilakukan dengan mempertahankan kualitas UKM. baru dikomunikasikan kepada masyarakat. menampilkan unit-unit kegiatan. Sedangkan atribut Biaya yang Terjangkau dilakukan dengan memberikan bea siswa. dan memperketat kriteria mutu penerimaan mahasiswa baru.Saran-saran yang diberikan peneliti untuk UKM adalah dengan melakukan investasi pada atribut Kebanggaan Diterima. Setelah atribut-atribut tersebut diinvestasikan. Atribut Banyak yang Merekomendasikan perlu dipertahankan karena atribut ini penting dan UKM unggul dalam atribut ini.

“Harapan Motor” Banjar Santoso.52(2004) Usulan Pengendalian Persediaan Suku Cadang di PD.. Hal ini dapat mengakibatkan persediaan beberapa item suku cadang yang lain kehabisan stok (stock out). Dari perhitungan dengan metode usulan maka untuk item-item suku cadang yang bersifat stasioner terpilih metode P multi item yang memberikan penghematan ongkos total persediaan Rp. Dengan menggunakan metode yang diusulkan. maka diusulkan metode pengendalian persediaan metode P dan metode Q. 429. Namun demikian sering kali banyak perusahaan di Indonesia termasuk PD. .37 (10.112. Sedangkan untuk item-item suku cadang yang bersifat non stasioner metode Time Phased P Systems memberikan penghematan ongkos total persediaan Rp.. Saat ini dalam memenuhi permintaan suku cadang hanya berdasarkan pengalaman saja.48%).009. ST. dimana semua suku cadang dipesan dari supplier yang sama dengan jangka waktu pemesanan yang selalu tetap yaitu 6 hari sekali. maka diusulkan metode pengendalian persediaan Time Phased P Systems. MT Handy Hidayat Masalah persediaan merupakan salah satu masalah yang sering terjadi dalam dunia usaha. MT Vivi Arisandhy. sedangkan untuk item-item suku cadang yang bersifat non stasioner.38%). Harapan Motor sebagai dealer resmi yang bergerak di bidang kendaraan roda dua di kota Banjar yang masih belum memiliki sistem pengendalian persediaan yang baik. Untuk item-item suku cadang yang bersifat stasioner. Harapan Motor. diharapkan dapat memperbaiki kekurangan metode pengendalian persediaan suku cadang di PD. 96. ST.07 (51. Jawa Barat. Banjar.

Christina Wirawan. Salah satu teknologi terbaru yang dikembangkan oleh PT Telkom adalah VOIP (Voice Over Internet Protocol) yang dipergunakan dalam menunjang komunikasi internasional. sehingga sebaiknya dilakukan penggantian perangkat. Untuk dapat melakukan percakapan ke luar negeri. tepat dan akurat. nilai NPV > 0 dan nilai IRR > MARR. perlu adanya suatu analisis yang terstruktur mengenai penambahan operator dan perangkat secara optimal. dan analisis sosial. Peluang untuk menambah infrastruktur (perangkat + operator) secara finansial harus dilakukan. Oleh karena itu. Keempat aspek kelayakan yang dilakukan memberikan hasil yang positif atau dalam artian layak untuk dilakukan. Hasil analisis sosial menunjukkan perubahan perangkat beserta teknologi yang diusulkan memberi keuntungan lebih bagi masyarakat. Hasil analisis pasar menunjukkan bahwa pasar untuk produk Telkom Global 0 17 menunjukkan peningkatan pelanggan dengan didukung olch pola data permintaan yang linier. MT Ir. perangkat baru juga memantu memberikan informasi interface yang lebih baik. analisis teknik dengan menggunakan simulasi sistem. Market share terbesar diperoleh dari segmen bisnis dan segmen ritel. MT Riset Wijoyo Informasi yang dibutuhkan seorang pengambil keputusan harus tersedia secara cepat. Saat ini. yaitu selain meningkatkan keakuratan informasi bagi masyarakat. Terjadinya Loss Call menyebabkan service level menjadi turun. . analisis finansial dengan menggunakan metode analisis pcnggantian. Alternatif yang diberikan memiliki payback period yang lebih pendek dari satu tahun. Kartika Suhada. Oleh karena itu. dengan melakukan suatu studi kelayakan yang mengkaji penambahan kapasitas pelayanan. Analisis kelavakan yang dilakukan memperhatikan empat aspek yaitu analisis pasar. Hasil analisis finansial menunjukkan umur ekonomis perangkat lama telah terlampau. Peningkatan pangsa pasar untuk satu tahun mendatang dapat diantisipasi dengan menerapkan strategi bersaing community marketing. Dari hasil analisis teknik menunjukkan bahwa tingkat pelayanan (service level) terhadap pelanggan >_ 92% dapat diperoleh dengan menambah dua perangkat dan dua operator untuk kondisi pelayanan saat ini dan kondisi pelayanan satu tahun mendatang. pelanggan dapat menggunakan layanan Call Center dengan mengakses jasa operator. Strategi pelayanan yang meningkatkan service level hingga > 92% adalah differensiasi tersendiri bagi Telkom. secara finansial alternatif yang diusulkan layak untuk dipertimbangkan. Untuk saat ini. perkembangan bisnis telekomunikasi sebagai salah satu alat penyedia informasi sudah semakin tinggi.53(2004) Analisis Kelayakan Penambahan Kapasitas Pelayanan Telkom Global 017 di Call Center Telkom Surabaya Ir. peningkatan jumlah pelanggan di Call Center Surabaya tidak seimbang dengan kapasitas pelayanan yang tersedia. karena pada dasamya masyarakat akan menerima manfaat lebih dari proyek penambahan kapasitas pelayanan Telkom Global 017 di Call Center Surabaya.

00.00 . yang menyebabkan ketidakpuasan konsumen (service level rendah). Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data kecepatan pelayanan serta data jumlah kedatangan kendaraan untuk loket tol masuk dan keluar. shiff l mulai pukul 07. Dari hasil analisa tersebut. Untuk memperoleh jumlah loket tol yang optimal hanya perlu dilakukan penambahan dan atau pengurangan operator loket tol pada waktu-waktu yang dibutuhkan. MT Francisca T. Data jumlah kedatangan hari biasa diperoleh dari pihak perusahaan.07.. Dari hasil tersebut. ternyata belum dibutuhkan penambahan fasilitas loket tol.00. diuji hipotesis rata-rata dan tahap terakhir yaitu dilakukan pengujian distribusi. Seringkali pada hari libur terjadi antrian kendaraan yang cukup panjang.. sedangkan untuk data jumlah kedatangan long weekend diperoleh dengan pengambilan langsung di lapangan.14. Tetapi untuk mendapatkan pola jumlah kedatangan. Hari biasa meliputi weekdays (hari Senin sampai Jumat) dan weekend (hari Sabtu dan Minggu). Pada hari biasa. shift 2 pukul 14. Namun bila jumlah kedatangan kendaraan sedikit.P Dengan semakin berkembangnya teknologi dan taraf hidup masyarakat. Data kecepatan pelayanan diperoleh dengan pengambilan langsung di lapangan dengan menggunakan teknik jam henti. ST. lalu dibuat perkiraan penambahan dan atau pengurangan operator loket tol sebagai input pada analisis sensitivitas untuk menemukan optimalitas sistem. sedangkan untuk long weekend berjalan selama 14 jam. maka data kecepatan pelayanan harus diuji kecukupan data terlebih dahulu. Setelah diperoleh distribusidistribusi tersebut. jumlah kendaraan yang keluar masuk tol Bandung. yaitu hari biasa dan long weekend.54(2004) Analisis Optimalitas Jumlah Loket Tol Pasteur dengan Menggunakan Simulasi Antrian Lestari Yuli Hastuti. menyebabkan tingkat utilitas loket tol menjadi kecil. setelah itu dilakukan pengujian distribusi. Pada akhirnya ditarik kesimpulan mengenai jumlah loket tol yang dibutuhkan agar dapat bekerja dengan optimal dengan memperhatikan service level dan utilitas loket tol. ST. MT Victor Suhandi.21. maka tahap selanjutnya yaitu pembuatan simulasi dengan menggunakan program Promodel. Pembahasan dalam penelitian ini dibagi menjadi 2. Simulasi untuk hari biasa berjalan selama 24 jam. data tersebut terlebih dahulu ditetapkan pembagian parameter. menyebabkan pesatnya jumlah pertambahan kendaraan yang berlalu lalang di jalan tol Bandung.00 . sedangkan jumlah loket tol yang aktif bekerja banyak.00 dan shift 3 pukul 21. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui optimalitas jumlah loket tol khususnya pada masing-masing shift. persen service level dan persen utilisasi kegunaan loket tol per waktu bagian dan utilisasi keseluruhan selama simulasi berjalan. Untuk mendapatkan distribusi kecepatan pelayanan.00 . lalu diuji goodness of fit. khususnya tol Pasteur tidak terlalu ramai dibandingkan pada hari libur. Analisis yang dilakukan meliputi rata-rata waiting time kumulatif. Untuk long weekend pada penelitian ini adalah hari libur yang jatuh pada hari Jumat atau Senin. Pembagian shift tersebut. oleh karena itu data yang diambil hanya dibatasi pada shift 1 dan 2. .

Dana yang dibutuhkan untuk investasi ini adalah sebesar Rp 567.72. Hasil yang diperoleh dari perencanaan disagregat adalah Jadwal Induk Produksi (JIP) yang . ternyata terdapat kekurangan mesin jahit sebanyak 37 buah..55(2004) Usulan Penyeimbangan Lintas Produksi dan Penyusunan Jadwal Induk Produksi di PT. Metode yang digunakan untuk perencanaan agregat adalah metode Mixed Strategy. Perusahaan memiliki dua jalur produksi. dan Internal Rate of Return = 987. dan untuk produk Polo Shirt meningkat sebesar 457 unit / minggu yang semula 517 unit / minggu menjadi 974 unit / minggu. yaitu knit dan woven.54% yang semula 35. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kelayakan investasi dengan metode Payback Period = 3. investasi tersebut dinilai layak untuk dijalankan. Long T-Shirt. Untuk itu perlu dilakukan perencanaan produksi yang baik. Untuk meningkatkan kapasitas. Kapasitas produksi untuk produk Shirt meningkat sebesar 1644 unit / minggu yang semula 278 unit / minggu menjadi 1922 unit / minggu. terjadi peningkatan efisiensi lintasan dan kapasitas produksi. Peningkatan permintaan menuntut perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi..66%. produk yang diamati antara lain Shirt. ST. Kapasitas produksi untuk produk T-Shirt meningkat sebesar 564 unit / minggu yang semula 300 unit / minggu menjadi 864 unit / minggu. Net Present Value = 23.38% menjadi 89. untuk produk Long T-Shirt meningkat sebesar 590 unit / minggu yang semula 786 unit / minggu menjadi 1376 unit / minggu. Hasil yang diperoleh adalah perusahaan tidak perlu melakukan lembur maupun subkontrak karena kapasitas produksi yang diusulkan telah dapat memenuhi ramalan permintaan. Setelah dianalisis. Produk yang diamati pada jalur produksi knit antara lain IT-Shirt. ST. MT Santoso. dan untuk produk ¾ Pants meningkat sebesar 500 unit / minggu yang semula 49 unit / minggu menjadi 549 unit / minggu. Primasejati Duta Wisesa Indonesia Vivi Arisandhy. Pada jalur knit terjadi peningkatan efisiensi sebesar 51. Rendahnya kapasitas disebabkan karena ketidakseimbangan lintas produksi yang diindikasikan dengan adanya stasiun kerja sibuk dan idle yang menyolok dan adanya work in process pada beberapa stasiun kerja.14%. Kapasitas yang diusulkan menjadi input bagi perencanaan produksi yang terdiri dari perencanaan agregat dan perencanaan disagregat.703.905. Sedangkan pada jalur woven terjadi peningkatan efisiensi sebesar 53. MT Arif Hadijaya Anwar PT Primasejati Dutawisesa Indonesia adalah sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang garment yang memproduksi pakaian jadi anak-anak.55 bulan.00.739.22%. dan ¾ Pants. Sedangkan metode yang digunakan untuk perencanaan disagregat adalah pendekatan Reguler Knapsack.765.000.60% menjadi 89. dan Polo Shirt. Setelah dilakukan penyeimbangan lintas produksi. Setelah dilakukan penyeimbangan lintas produksi.84% yang semula 37. Long Pants. Sedapat mungkin perusahaan dapat memenuhi pemintaan tanpa harus melakukan lembur dan subkontrak. untuk produk Long Pants meningkat sebesar 1031 unit l minggu yang semula 136 unit / minggu menjadi 1167 unit / minggu. Sedangkan pada jalur produksi woven. metode penyelesaian masalah yang digunakan adalah penyeimbangan lintas produksi.

berguna bagi perusahaan untuk merencanakan berapa banyak yang akan diproduksi setiap bulannya. .

salah satu tempat fotocopy di UKM dan PT. Karakteristik dari metode self sampling dan self sampling with modified adalah interval random dan pengisian lembar kerja dengan tally.. Bandung. .. maka dalam penelitian ini dilakukan pengembangan metode pengukuran beban kerja karyawan tidak langsung berdasarkan teori Y (Douglas McGregor). Metode-metode pengukuran beban kerja karyawan tidak langsung yang dikembangkan adalah metode self sampling. “A”. Teori Y berpendapat bahwa pada dasarnya orang itu baik. MT Denny Wijaya lnformasi tentang beban kerja dari setiap karyawan dibutuhkan untuk menentukan jumlah karyawan di setiap unit kerja. ST. di jalan raya gadobangkong no 97. Keempat metode ini dapat mengeliminasi kelemahan utama yang terdapat pada metode work sampling. Pengumpulan data untuk penelitian ini dilakukan di 3 tempat berbeda. dapat dipercaya. Pendekatan yang populer dipakai selama ini untuk mengetahui distribusi pemakaian waktu kerja karyawan tidak langsung adalah sampling pekerjaan (work sampling). Jenis pekerjaan yang tidak mengikuti suatu pola tertentu (karyawan tidak langsung) sulit diukur waktu kerja/pemakaian waktu kerjanya. dan memiliki sifatsifat positif yang lainnya. sehingga diperlukan suatu pendekatan tertentu. keempat metode yang dikembangkan tersebut ternyata memberikan hasil yang valid (hasilnya tidak berbeda secara signifikan dengan metode work sampling).61(2004) Usulan Pengembangan Metode Work Sampling Berdasarkan Teori Y (Douglas McGregor) Novi. dan yang melakukan pengisian adalah karyawan sendiri. metode self sampling with modified. MT Santoso. Berdasarkan kelemahan-kelemahan yang terdapat pada metode work sampling. sedangkan diary sampling with modified memiliki karakteristik interval waktu konstan dan pengisian lembar kerja dengan huruf. yaitu perpustakaan fakultas psikologi UKM. Diary sampling memiliki karakteristik interval konstan dan pengisian lembar kerja dengan tally. yaitu sebuah metode untuk mengukur persentase kemunculan suatu aktivitas melalui pengamatan secara acak. Adapun tujuan dari dilakukannya pengembangan metode work sampling ini adalah agar dihasilkan suatu metode baru yang lebih baik dan dapat diterapkan secara luas sebagai sebuah metode pengukuran beban kerja karyawan tidak langsung. Namun metode work sampling ini memiliki kelemahan utama dalam hal sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan pengukuran dan juga terkadang sulit diterapkan di semua tempat. Cara pengisian dari keempat metode yang dikembangkan ini adalah dengan cara pemberian tally atau pemberian huruf saja pada kolom-kolom waktu yang telah ditentukan. ST. metode diary sampling dan metode diary sampling with modified. Berdasarkan uji Wilcoxon yang telah dilakukan. yaitu dalam hal sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan pengukuran dan juga dapat diterapkan di semua tempat.

. kesulitan-kesulitan dalam penerapannya dan penilaian performansi yang sudah dilakukan didapatkan basil bahwa metode diary sampling with modified memiliki nilai yang paling tinggi. uji validitas.Berdasarkan basil pengolahan data dengan scoring concept. yang berarti menurut para responden metode diary sampling with modified merupakan metode yang terbaik dari keempat metode yang dikembangkan.

Salah satu perusahaan yang menjadi tempat kerja adalah perusahaan SL yang bergerak di bidang industri garment pakaian bayi dan blanket. rasa kebersamaan rekan sekerja. maka manusia tersebut akan memberikan hasil yang maksimal dalam bekerja. keamanan pekerja. Berdasarkan teori dua faktor kita dapat membagi 6 faktor utama tersebut ke dalam faktor satisfier dan dissatisfier. upah. Adapun variabel yang digunakan adalah berdasarkan hirarkhi kebutuhan Maslow. two factor theory. Apabila manusia merasa puas dengan pekerjaannya. Setelah dilakukan analisa dengan beberapa metoda maka disimpulkan bahwa terdapat 6 faktor utama dengan skala kenegatifan terbesar yang menyebabkan rendahnya kepuasan kerja para operator jahit dan 9 faktor tambahan lainnya dengan skala kenegatifan yang relatif lebih rendah. dan jika benar variabel apa saja yang dapat meningkatkan kepuasan kerja agar para karyawannya. hubungan antar karyawan. keselamatan pekerja. pemilik perusahaan ingin mengetahui apakah dugaannya benar bahwa kepuasan kerja operator rendah. keamanan pekerja. pujian. Jumlah responden 10 orang. kontribusi pekerjaan. manusia berusaha memenuhi kebutuhannya akan kepuasan kerja. Hal ini menyebabkan hasil kerja operator menjadi tidak maksimal. operator bagian jahit sering tidak masuk kerja karena mereka pindah sementara untuk bekerja di perusahaan lain. kesempatan berprestasi. Pengumpulan data dimulai dengan membuat kuesioner berdasarkan metoda rating scale menggunakan teori kepuasan kerja discrepancy. manusia dituntut untuk bekerja mencari uang. kesempatan promosi. MT Dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. fasilitas fisik selama bekerja. tanggung jawab. jaminan sosial. Ditempat kerjanyalah. Pemilik perusahaan menduga bahwa hal ini disebabkan karena kepuasan kerja operator rendah. Banyak pesanan yang menjadi terlambat pengirimannya karena kekurangan pekerja yang mengerjakannya. Yang termasuk ke dalam faktor dissatisfier adalah: tunjangan keluarga. khususnya di bagian jahit tidak mudah pindah kerja ke perusahaan lain. manusia banyak menghabiskan waktunya dalam satu hari untuk melakukan pekerjaan dalam usaha mencari uang. Di perusahaan ini. upah tunjangan keluarga. Dengan demikian. dan keselamatan pekerja. dan berdasarkan selisih rata-rata kenyataan dan harapan. hubungan dengan atasan. Oleh karena itu. Hasilnya dianalisis berdasarkan metoda discrepancy. Sedangkan yang termasuk faktor satisfier adalah pujian. ST. dengan asumsi data yang diperoleh valid dan reliabel.62(2004) Pengukuran Kepuasan Kerja dengan Metoda Discrepancy Novi. Variabel yang dibentuk berdasarkan hirarkhi kebutuhan Maslow yang dipecah menjadi 15 faktor dan dibuat dalam bentuk pertanyaan kuesioner. . Hasil kuesioner diolah dengan menggunakan uji peringkat-bertanda Wilcoxon. dan fasilitas fisik selama bekerja. Adapun kelima belas faktor tersebut adalah tantangan pekerjaan..

.Dari hasil penelitian yang dilakukan. dapat ditarik kesimpulan bahwa rata-rata kenyataan yang didapat operator jahit lebih rendah dari rata-rata harapan yang diinginkan. Untuk meningkatkan kepuasan kerja dapat dilakukan dengan memperkecil perbedaan antara kenyataan yang didapat dan harapan yang diinginkan. Discrepancy yang terjadi hanya discrepancy negatif. dan memenuhi terlebih dahulu faktor dissatisfier sebelum memenuhi faktor satisfier. sehingga menyebabkan kepuasan kerja yang dimiliki operator jahit rendah.

dan kecukupan data. Setelah didapatkan tata letak baru.. penekanan jumlah antrian dan waktu antrian yang terkait di dalamnya demi berlangsungnya usaha dan tujuan toko secara baik dan optimal. dicari jumlah pelayan optimal berdasarkan lamanya antrian dan jumlah antrian. baik dari segi tata letak. Hasil yang diperoleh dari pengolahan data adalah dengan tingkat kedatangan (λ) = 18. kemudian melakukan uji kenormalan.711 konsumen/jam. Menara” Bandung Novi. . Dari data ini. Perbaikan yang dilakukan meliputi pebaikan ukuran baik ketinggian maupun lebar rak. MT Perbaikan tata letak dan perhitungan jumlah pelayan optimal diperlukan untuk kelancaran proses pelayanan sehingga pelayanan dapat berjalan dengan baik. ST. dilakukan uji coba untuk mendapatkan data laju kedatangan dan waktu pelayanan berdasarkan layout usulan. Tata letak merupakan hal yang cukup penting bagi kelangsungan toko dalam pelayanannya karena tata letak toko sangat mempengaruhi waktu pelayanan (1/µ).05064 jam. juga aliran daritempat kerja menjadi baik. maka didapat jumlah pelayan optimal 9c) = 3 pelayan. Perbaikan tata letak dilakukan dengan menagtur tempat kerja dari pelayan sehingga selain waktu pelayanan menjadi cepat. Selanjutnya dilakukan perbaikan tata letak dan desain rak di ruang toko.63(2004) Perhitungan Jumlah Pelayan Optimal Serta Analisa dan Usulan Tata Letak di “PD. keseragaman. desain rak. Desain rak pun turut menjadi faktor yang mempengaruhi waktu pelayanan dan keindahan sehingga desain ak juga pelu diperhatikan. Berarti toko ini harus melakukan penambahan satu orang pelayan karena syarat Lq<1 konsumen dan Wq<6 menit baru tercapai apabila jumlah pelayan 3 orang.92571 konsumen dan waktu rata-rata pelanggan dalam antrian (Wq) = 0.533 konsumen/jam dan laju pelayanan (µ) = 8. dengan rata-rata jumlah pelanggan dalam antrian (Lq) = 0. Langkah awal yang dilakukan adalah mengambil data laju kedatangan dan waktu pelayanan.

.

has to perform its best. . ST. As a company that operates in the manufacturing industry. Hopefully. The total quality cost generated from the matrix is used to determine the supplier performance index. MM Competition between companies in the same industry forces a company to meet the consumer demand with its best product quality A company. The company’s performance will be better if the company is well supported by its suppliers. The identification of quality cost activity is a complex part as it requires a lot of considerations. bridging suppliers and end users in the supply chain.. The final result of this research is a method that can help Company X makes decision in selecting its suppliers. Company X experiences the same problem. The purpose of this research is to provide recommendations to Company X in evaluating its existing suppliers’ performance that supplies material to Company X during this time. The company has to choose suppliers with good performance to support its production cycle.. The selection process begins with the identification of quality coat activity and ends with the supplier performance index. The rigth decision in selecting the rigth suppliers will result in Company X’s better competitive position against other companies in the future. X dengan Menggunakan Matriks Biaya Kualitas Fransky Ryadi. this method can be weighed as a general language computation for supplier performance index involving quality cost. The quality cost activity is then categorized into the cost of quality matrix.64 (2004) Perancangan Algoritma Pemilihan Supplier di PT. MT.. Identification of quality cost activities on the suppliers is performed in this research.

2 prosedur yang didokumentasikan dan 2 prosedur yang dirancang karena belum ada. urutan pelaksanaan prosedur tidak sesuai kronologis sehingga pelaksana prosedur merasa bingung dalam melaksanakan tugasnya. menghilangkan bagian-bagian kebijakan yang rancu. Berdasarkan perrnasalahan pada departemen logistik cabang diatas. Dua prosedur perlu dirancang karena belum ada. Saat ini departemen logistik cabang di PT X memiliki masalah dalam pelaksanaan prosedur yaitu adanya perbedaan antara prosedur yang tertulis dengan prosedur yang dilaksanakan. “X” Bandung) Wawan Yudiantyo.. . seperti prosedur sudah sederhana dan mudah dilaksanakan. Dengan demikian departemen logistik harus memiliki kondisi yang baik agar dapat melaksanakan tugasnya. saat ini ada 7 prosedur yang memiliki kelemahan sehingga dirancang usulan. MT Risa Margareta Departemen logistik merupakan ujung tombak perusahaan dalam melakukan distribusi produk. Prosedur operasional bercampur dengan kebijakan. Sebagian besar prosedur memiliki kelebihan. mengganti jabatan lama menjadi jabatan yang ada pada struktur organisasi yang baru. sehingga kelebihan tersebut perlu dipertahankan.66(2004) Usulan Prosedur Operasional Baku (Studi Kasus di Departemen Logistik Cabang PT. Formulir formulir yang sekarang sedang digunakan di departemen logistik & PT X sebagian besar telah memiliki kelebihan sehingga tidak perlu dirancang ulang. Beberapa formulir perlu ditambahkan data item seperti tanggal dan penomoran untuk mempermudah dokumentasi. Dari analisa data disimpulkan bahwa ada sembilan prosedur yang saat ini ada di departemen logistik cabang PT X. Kesimpulan yang diperoleh adalah. prosedur masih menggunakan jabatan bagian pada struktur organisasi lama. standard operation procedure didokumentasikan sesuai ketentuan yang berlaku di PT X. data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisa dan dibuat usulan. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai para pelaksana prosedur di departemen logistik. Setelah merancang usulan. Kelemahan .kelemahan itu diatasi dengan merancang prosedur yang baru. menambahkan operasi yang belum terdokumentasi dan memperbaiki dokumen yang kurang lengkap. Prosedur usulan dirancang dengan melengkapi flowchart prosedur. penelitian ditujukan untuk memperbaiki kelemahan standard operation procedure yang berjalan saat ini. tetapi prosedur . Tujuh prosedur sudah didokumentasikan dan dua prosedur belum didokumentasikan. ST.prosedur ini juga memiliki kelemahan seperti adanya kebijakan yang bertentangan dengan prosedur operasional.

. Universitas Kristen Maranatha akan membangun perpustakaan terintegrasi yang berlokasi di lantai 6 dan 7 gedung Graha Widya Maranatha.. Djajalaksana. Mensosialisasikan peraturan kepada petugas perpustakaan 9. Penyeleksian latar belakang pendidikan calon petugas perpustakaan 2. Membuat sanksi untuk petugas perpustakaan 8. Melakukan perhitungan buku yang ada dengan kapasitas rak buku 10. dipelajari oleh penggunanya. Metode QFD yang digunakan sampai pada Process Planning matriks sehingga akan didapat prioritas proses-proses yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Melakukan psikotes dan kepribadian calon petugas perpustakaan 4. MT Yenni M. Diharapkan pembangunan perpustakaan terintegrasi Universitas Kristen Maranatha tidak sia-sia dan dapat berguna bagi seluruh civitas akademika Universitas kristen Maranatha. Dibawah ini adalah beberapa proses yang perlu diperhatikan oleh Perpustakaan Terintegrasi UKM dalam pelaksanaannya. selain itu perpustakaan juga dapat berguna sebagai tempat membaca. Melakukan wawancara calon petugas perpustakaan 3. ST. Selama ini yang ada adalah perpustakaan fakultas yang masih terpisah-pisah dan masih sedikit mahasiswa yang datang ke perpustakaan. Perpustakaan merupakan tempat dikumpulkannya semua literatur yang dapat dibaca. Membuat hak dan kewajiban petugas saat bekerja 7. sampai dengan pada Quality Function Deployment yaitu Production Planning Matrix.67(2004) Perancangan Proses Pelayanan Perpustakaan Terintegrasi Universitas Kristen Maranatha Bandung Christina. Pertambahan buku yang ada di perpustakaan Hasil dari penelitian ini dapat dilakukan penelitian lebih lanjut. Mengadakan rapat 5. belajar ataupun mengerjakan tugas karena suasananya diciptakan untuk dapat melakukan kegiatan belajar dengan baik. antara lain: 1. Membuat peraturan perpustakaan 6. Dengan tujuan itu maka perlu dibuat proses-proses pelayanan yang baik agar semua keinginan dan kebutuhan mahasiswa dapat ditampung dan dipenuhi. Untuk menghindari hal serupa terjadi pada perpustakaan yang terintegrasi maka perlu dibangun sebuah perpustakaan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mahasiswa sebagai pengguna utama perpustakaan. MBA Lily Widyastuti Perpustakaan adalah salah satu sarana belajar yang disediakan oleh suatu badan pendidikan. termasuk sebuah universitas. nyaman dan aman. Dengan menggunakan metode QFD (Quality Function Deployment) semua suara konsumen dapat diterjemahkan dengan melalui pengumpulan data yaitu menyebarkan kuesioner yang mewakili semua suara mahasiswa Universitas Kristen Maranatha di setiap jurusan.

Sedangkan kekurangan lahan parkir untuk motor dosen dan karyawan hanya sebanyak 2 motor saja.5. Laju pertumbuhan yang semakin meningkat akan meningkatkan laju kedatangan kendaraan. Untuk itu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk kondisi saat ini (Tahun Akademik 2004/2005). kekurangan lahan parkir mobil untuk mobil dosen dan karyawan sebanyak 64 mobil dapat dipenuhi dari kelebihan lahan parkir mobil untuk mahasiswa dan tamu sebanyak 52 mobil serta penggunaan sementara lahan parkir di samping Gedung Fakultas Kedokteran dan belakang Gedung Fakultas Teknik untuk menampung kekurangan 12 mobil. kami memperhitungkan laju pertumbuhan jumlah mahasiswa aktif di masa lalu (Tahun Akademik 1998/1999 hingga 2003/2004) untuk mengestimasi waktu antar kedatangan kendaraan di masa mendatang. Tingkat kepercayaan yang digunakan sebesar 95% sedangkan tingkat ketelitian sebesar 10%. Sedangkan untuk pengujian distribusi waktu antar kedatangan dan distribusi waktu pelayanan (lama parkir). ST. dalam arti masih dapat diatasi di lokasi yang ada. . agar dapat dibuat perencanaan penyediaan lahan parkir yang memadai.68(2004) Perhitungan dan Usulan Pemenuhan Kebutuhan Lahan Parkir di Universitas Kristen Maranatha Ir. 2. dimana salah satunya disebabkan oleh berkembangnya program studi yang ada. kami menggunakan Stat::Fit yang merupakan modul dalam software ProModel. yang berarti pula memperkecil waktu antar kedatangan kendaraan (laju kedatangan berbanding terbalik dengan waktu antar kedatangan). Dalam melakukan pengujian keseragaman data waktu antar kedatangan kendaraan kami menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney dalam software SPSS versi 10. perlu diketahui besar kebutuhan lahan parkir untuk saat ini dan saat mendatang. MT Wenny Chandra. Dalam pengujian data. dan 3) masih belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan parkir mobil yang ada.0.Sc Sezy Khalimar Seiring bertambahnya jumlah populasi mahasiswa. Hal ini diusulkan mengingat pembangunan Graha Widya Maranatha secara keseluruhan belum selesai. Akan tetapi penelitian tersebut memiliki beberapa kelemahan yang berusaha diatasi dengan penelitian yang kami lakukan. Dalam penelitian ini. dosen dan karyawan Universitas Kristen Maranatha. Paulin Sandra menunjukkan bahwa dengan penambahan lahan parkir yang ada di Graha Widya Maranatha (basement 1. Penelitian yang kami lakukan adalah membuat simulasi dengan menggunakan software ProModel versi 6. sebaiknya dipindahkan ke lokasi parkir di depan Graha. M. Kartika Suhada. Apabila telah selesai.. kami menggunakan tingkat kepercayaan sebesar 95% dan tingkat ketelitian sebesar 10%. Hal ini dapat diabaikan. Hasil penelitian parkir yang dilakukan oleh Sdri. maka kebutuhan lahan parkir yang merupakan salah satu fasilitas penting yang harus disediakan oleh pimpinan Universitas Kristen Maranatha menjadi semakin besar.

kami mengusulkan agar dibangun lahan parkir bertingkat (2 lantai) di atas lahan parkir mobil mahasiswa dan tamu yang berkapasitas 218 mobil. .Untuk kondisi mendatang (tahun akademik 2004/2005). Hasil simulasi menunjukkan total kekurangan sebesar 195 mobil. Untuk itu. seluruh lahan parkir mobil tidak dapat mencukupi kebutuhan.

Price. Sedangkan dari hasil pengolahan data kuesioner bagian A didapat profil responden. People. Melalui studi pendahuluan dengan wawancara kepada 30 orang konsumen pengguna jasa kebugaran Fire Gym didapat hal-hal yang merupakan keinginan konsumen akan suatu pusat kebugaran yang diidentifikasi berdasar bauran pemasaran jasa 7P (Product. Dengan adanya penurunan jumlah anggota (member) baru maka Fire Gym harus mencegah penurunan tersebut untuk tahun-tahun mendatang dan selanjutnya menaikkan jumlah anggotanya.69(2005) Usulan Strategi Pemasaran Berdasarkan Kinerja Bauran Pemasaran Jasa Indah Victoria Sandroto. Dari hasil pengolahan data kuesioner bagian B melalui peta posisi Importance Performance Analysis didapatkan posisi variabel hasil penjabaran faktor bauran pemasaran jasa 7P yang tersebar dalam 4 kuadran untuk diambil usaha-usaha perbaikan. yang berpusat di Cimahi. Berdasar segmentasi ditentukan pasar target yaitu konsumen dengan berpendapatan diatas Rp 1. Physical Evidence. MT Astadi Pangarso Pemenuhan kebutuhan terhadap kesehatan salah satunya diperoleh dengan cara olahraga latihan beban (fitness/weight training) dipusat-pusat kebugaran atau fitness center. penentuan segmen target dan penempatan produk. ST. Selanjutnya dilakukan penyebaran kuesioner sebanyak 139 buah dengan responden konsumen yang berlatih minimal 3 kali dan menjadi responden 1 kali (purposive sampling) secara aksidental selama 2 bulan (bulan Desember 2001 sampai Januari 2005). MT Melina Hermawan. . Setelah itu diusulkan strategi pemasaran Fire Gym yang didasarkan atas usaha perbaikan variabel-variabel pada kuadran I dan kuadran 2 pada Importance Performance Analysis serta segmentasi. Fire Gym merupakan salah satu pusat kebugaran.. mengusulkan strategi pemasaran yang tepat bagi Fire Gym dalam rangka meningkatkan jumlah konsumennya. Process). ST. Dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data dengan kuesioner. Setelah ditentukan pasar target maka diposisikan Fire Gym dengan motto "Fire Gym Serious Fitness". targeting dan positioning berupa analisis. Place..000.000/bulan serta memiliki gaya hidup sehat melalui berlatih beban untuk membentuk tubuh dan mengutamakan komunikasi dari mulut ke mulut untuk promosinya. mengetahui dan menganalisis usaha-usaha perbaikan yang harus dilakukan Fire Gym terhadap variabel-variabel yang telah diidentifikasi. Promotion. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis variabel-variabel apa saja yang menjadi keinginan konsumen terhadap suatu pusat kebugaran. Hal ini digunakan sebagai dasar dalam penyusunan strategi pemasaran melalui segmentasi.

.variabel bauran pemasaran jasa 7P (Product. Place. People. Process). Promotion. Price. Physical Evidence.

Sedangkan lingkungan non fisik dibandingkan dengan teori yang dianjurkan dalam suatu ruangan perpustakaan. pada temperatur dipasang AC agar ruangan perpustakaan sejuk. rak buku. dilakukan pengambilan data antropometri mahasiswa. locker yang kurang banyak dan sebagian tidak ada kunci. meja panjang. kursi orang yang dilayani. Perhitungan persentil ini terdiri dari tiga bagian yaitu persentil minimum (PS). Untuk mendapatkan kondisi lingkungan non fisik yang nyaman. Setelah dilakukan penelitian awal. dibutuhkan fasilitas fisik dan lingkungan non fisik yang ergonomis. Untuk pencahayaan diberi lampu pada meja . meja pengawas. buku-buku yang tidak tertata dengan rapi. Dalam melakukan aktivitas tersebut. rak buku. Tinggi Mata Berdiri (TMB). MT Yoely Wijaya Setiap perguruan tinggi biasanya dilengkapi dengan adanya perpustakaan. dan meja pengawas. Keluhan-keluhan tersebut adalah meja bersekat yang sempit. meja komputer. dan buku. dan lain-lain. Tinggi Mata Duduk (TMD). Berdasarkan perbandingan dengan data antropometri diketahui kelebihan dan kekurangan dari dimensi fasilitas fisik. Fasilitas fisik tersebut meliputi meja bersekat. kursi baca. dan meja petugas perpustakaan. kursi baca. kesulitas dalam mencari buku. pencahayaan yang kurang baik. Tinggi Bahu Berdiri (TBB). tidak adanya komputer untuk mencari referensi buku. Perpustakaan Terintegrasi ini dapat menjadi pusat informasi dan sumber ilmu pengetahuan serta dapat membantu mahasiswa dalam meningkatkan kualitas belajar. dan kecukupan data. locker. Sedangkan produk yang dirancang baru adalah kursi orang yang dilayani. locker. diperlukan kondisi yang nyaman. temperatur. Tinggi Duduk Tegak (TDT). Kemudian data-data tersebut diuji kenormalan data. Data antropometri yang diambil adalah data Tinggi Badan Tegak (TBT). layout yang tidak teratur. rak buku. meja kelompok. Untuk mendapatkan kondisi yang nyaman. dan persentil maksimum (P95). ST.70(2005) Perancangan Perpustakaan Terintegrasi d i Graha Widya Maranatha dari Sudut Pandang Ergonomi (Studi Kasus di Universitas Kristen Maranatha) Lestari Yuli Hastuti. dan sirkulasi udara. Setelah itu juga dilakukan perhitungan persentil. meja komputer untuk informasi. Dari hasil analisa tersebut diusulkan perancangan perpustakaan Terintegrasi Adapun rancangan fasilitas fisiknya untuk memperbaiki dan juga merancang produk yang saat ini belum ada fasilitas fisik yang diperbaiki adalah meja bersekat. Sedangkan lingkungan non fisik tersebut meliputi pencahayaan. sirkulasi udara yang panas. keseragaman data. Tinggi Bahu Duduk (TBD). diketahui bahwa ada beberapa fasilitas fisik yang belum ergonomis. Selain itu juga diusulkan layout usulan. dan meja petugas perpustakaan. dan kursi yang berdebu. Berdasarkan penelitian awal terhadap lima perpustakaan di setiap fakultas diperoleh keluhan dan dari mahasiswa. Dilakukan analisa terhadap fasilitas fisik dan lingkungan non fisik. meja bersekat. persentil rata-rata (P50).. Selain hal tersebut diatas dilakukan pengukuran dimensi-dimensi terhadap fasilitas fisik dan lingkungan non fisik. Ternyata setelah dilakukan analisis.

bersekat sebesar 5 watt. Dan pada sirkulasi udara dibuat jendela yang cukup agar dapat terjadi pergantian udara. .

71(2005) Usulan Penjadwalan Pemenuhan Pcsanan dengan Metode Algoritma Priority Dispatcing di PT. Sarana Wira Reksa Jakarta Victor Suhandi, ST., MT Ir. Kartika Suhada, MT Samuel Margono Untuk tetap dapat bersaing, maka setiap perusahaan perlu melakukan perbaikan secara terus menerus dalam berbagai faktor. PT. Sarana Wira Reksa merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri manufaktur yang membuat dies. Saat ini perusahaan menghadapi masalah dalam pemenuhan pesanan dengan tepat waktu. Dari hasil pengamatan dan wawancara, ketersediaan bahan baku selalu mencukupi, keandalan mesin cukup baik, dan kehadiran pekerja tidak menjadi masalah. Dengan demikian faktor utama penyebab keterlambatan adalah metode penjadwalan yang digunakan oleh perusahaan kurang tepat. Metode penjadwalan pengerjaan pesanan yang diterapkan perusahaan hanya berdasarkan pada tanggal terima yang paling cepat saja dan tidak memperhatikan faktor-faktor lain, seperti batas tanggal selesai, matriks routing setiap pesanan serta tidak mempunyai standar yang jelas untuk penentuan penjadwalan setelah prioritas pertama selesai ditentukan. Metode penjadwalan yang diusulkan peneliti adalah metode Priority Dispatching yang dikemukakan oleh Ciffler dan Thompson. Algoritma yang digunakan adalah algoritma untuk penjadwalan aktif dan non delay. Aturan prioritas yang digunakan adalah Earlist Due Date (EDD) sebagai aturan prioritas pertama, aturan prioritas yang kedua adalah Short Processing Time (SPT), sedangkan aturan prioritas yang terakhir adalah Random. Kriteria pemilihan metode penjadwalan terbaik adalah minimum number of tardy job, sedangkan ukuran performansi lain yang turut dipertimbangkan apabila kedua alternatif metode penjadwalan menghasilkan number of tardy job yang sama adalah maximum completion time, maximum tardiness, mean tardiness, mean lateness, waktu menganggur setiap departemen dan waktu selesai setiap departemen. Hasil dari perhitungan penjadwalan aktif dan non delay adalah tidak terdapat pesanan yang terlambat. Sedangkan hasil perbandingan dari maximum completion time dan mean lateness menunjukkan bahwa metode penjadwalan yang terbaik adalah penjadwalan non delay. Hasil dari waktu menganggur dan waktu selesai setiap departemen diperoleh bahwa penjadwalan non delay lebih banyak terpilih daripada penjadwalan aktif. Berdasarkan hasil dari semua perbandingan yang telah dilakukan, maka metode penjadwalan usulan yang terpilih adalah penjadwalan non delay. Hasil perbandingan penjadwalan usulan terpilih atau non delay dengan metode perusahaan menunjukkan bahwa penjadwalan non delay lebih baik karena tidak terdapat pesanan yang terlambat, sedangkan metode perusahaan terdapat satu pesanan yang terlambat. Kelebihan dari metode penjadwalan usulan terpilih atau non delay adalah tidak terdapat jumlah pesanan yang terlambat, memiliki maximum completion time yang paling kecil dan juga memiliki mean lateness yang paling besar dibandingkan metode penjadwalan yang lainnya.

73(2005) Identifikasi Faktor - faktor Harapan Mahasiswa terhadap Dosen (Studi Kasus Eksploratori Jurusan TI – UKM) Ir. Hendra Kusuma, MT Patrisius P. Piamat Selama ini Jurusan TI UKM telah memberikan berbagai macam pelayanan yang bervariasi bagi para mahasiswanya, antara lain dengan penyediaan dosen-dosen pengajar yang minimal berpendidikan strata dua, tetapi ternyata kinerja tenaga-tenaga pengajar yang disediakan masih dirasakan kurang memuaskan bagi pihak mahasiswa. Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut; (1) mengetahui faktor-faktor penting apa saja yang menjadi pertimbangan mahasiswa dalam menilai kinerja seorang dosen di Jurusan TI UKM, dan (2) mengetahui bagaimana seharusnya dosen dievaluasi berdasarkan harapan mahasiswa Jurusan TI UKM. Jumlah responden pada penelitian ini ialah sebanyak 250 responden mahasiswa angkatan 2000-2004 dengan menggunakan metode accidental sampling, masing-masing berjumlah 50 mahasiswa per angkatan. Setelah uji validitas dan reliabilitas, dilakukan analisis faktor untuk mengetahui faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh mahasiswa dalam menilai kinerja dosen mereka. Faktor-faktor pertimbangan mahasiswa yang didapatkan dari penelitian ini ialah: (1) Sikap empatik, (2) Kemampuan mengajar, (3) Komunikasi dua arah di dalam kelas, (4) Bersikap adil terhadap mahasiswa, (5) Komunikasi dua arah di luar kelas, 6) Ketepatan materi dan jadwal, (7) Penampilan saat mengajar, (8) Kemampuan memotivasi mahasiswa, (9) Simpatik, (10) Kecanggihan alat belajar mengajar, (11) Kemampuan menerangkan konsep yang sukar dimengerti, serta (12) Kemutakhiran ilmu yang diajarkan. Hasil analisis yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa Formulir Evaluasi Proses Belajar Mengajar yang digunakan oleh UKM masih belum mencakup seluruh harapan mahasiswa TI UKM atas dosen mereka. Diusulkan agar formulir Evaluasi Proses Belajar Mengajar yang digunakan oleh UKM direvisi agar dapat lebih mencerminkan harapan mahasiswa atas dosen mereka.

74(2005) Usulan Penentuan Jumlah dan Jenis Kendaraan Angkut yang Lebih Efektif dan Efisien untuk Pengiriman Produk AMDK pada CV Olympic Makmur Jaya Ir. Heru Susilo, M.Sc Santoso, ST., MT Dewi Kencanawati CV Olympic Makmur Jaya yang bergerak dibidang air minum dalam kemasan (AMDK), berlokasi di Magelang, dengan gudang penyimpanan yang terletak di Magelang juga. CV Olympic Makmur Jaya memproduksi air minum secara terus menerus tanpa menunggu pesanan dari pelanggan. Perusahaan ini memiliki lima distributor terbesar di Jawa Tengah yaitu Purwokerto, Tegal, Pekalongan, Semarang dan Yogyakarta. Pengiriman produk dilakukan dengan kendaraan angkut perusahaan sendiri, yang terdiri dari enam buah truk besar dan tiga buah truk kecil. Selama ini perusahaan melakukan transportasi produk hanya berdasarkan perkiraan dan pengalaman saja, oleh karena itu belum tentu cara yang digunakan adalah yang terbaik bagi perusahaan. Perusahaan menyadari kekurangan tersebut dan ingin memperbaiki kekurangan tersebut, namun perusahaan tidak tahu bagaimana cara untuk memperbaikinya. Oleh karena itu peneiiti membantu perusahaan dalam mencari cara terbaik dalam menentukan jenis dan jumlah kendaraan angkut yang efektif dan efisien dengan biaya pengiriman yang ekonomik. Untuk mencari rute angkut dan jarak daerah distribusi terpendek dilakukan dengan menggunakan Metode Shortest Route. Dengan jarak dan rute terpendek, dapat menghemat konsumsi bahan bakar. Untuk mengetahui jumlah dan jenis kendaraan angkut yang efektif dan efisien, maka dilakukan estimasi jumlah pengiriman produk yang akan terjadi berdasarkan data pengiriman produk yang berfluktuasi selama dua tahun sebelumnya. Fluktuasi permintaan disebabkan adanya perbedaan musim hujan dan panas. Dimana pada musim hujan, permintaan menurun, tetapi pada musim panas, permintaan meningkat yang disebabkan cuaca panas sehingga orang banyak membutuhkan air minum, serta banyaknya kegiatan sosial dan hajatan. Oleh karena itu fluktuasi permintaan produk juga harus diperhitungkan agar jumlah dan jenis kendaraan angkut yang digunakan efektif dan efisien. Dengan menggunakan metode Shortest Route dari gudang ke setiap distributor, hasil evaluasi biaya pengiriman antara perhitungan perusahaan dengan usulan peneliti adalah terdapat penghematan biaya pengiriman untuk satu truk besar yaitu sebesar Rp 331.520 sedangkan satu truk kecil sebesar Rp 285.322 untuk pengangkutan ke lima distributor. Dengan menggunakan biaya pengiriman dari hasil perhitungan usulan, jurnlah dan jenis kendaraan angkut yang efektif dan efisien untuk setiap pengangkutan penghematan yang terjadi adalah bila terjadi pengiriman low season Rp 1.910.229 per minggu sebesar 8.05% dan bila terjadi pengiriman rata-rata Rp 703.629 per minggu sebesar 2.77'%

Penulis juga menggunakan teori yang dikemukakan oleh Griffin (2002) mengenai karakteristik konsumen yang loyal yaitu melakukan pembelian secara teratur. MT Christina. reliabilitas dan multi regresi linier... menolak produk lain. yaitu Product. Physical evidence dan Process.variabel Bauran Pemasaran Jasa yang Berpengaruh terhadap Loyalitas Konsumen Melina Hermawan. Price. kota Bandung juga merupakan kota tujuan bisnis utama di Jawa Barat. dengan tujuan mengetahui variabelvariabel bauran pemasaran yang berpengaruh dan upaya-upaya yang perlu dilakukan Savoy Homann Bidakara Hotel untuk meningkatkan loyalitas konsumennya. Selain menjadi kota tujuan wisata. Oleh sebab itu Savoy Homann Bidakara Hotel dituntut untuk dapat lebih memuaskan konsumennya. Salah satu dampak dari persaingan tersebut adalah penurunan tingkat hunian hotel seperti yang dialami oleh Savoy Homann Bidakara Hotel. Sedangkan variabel yang berpengaruh negatif yaitu penataan eksterior hotel dan kecepatan pelayanan. Data yang telah terkumpul selanjutnya diolah dengan menggunakan software Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 10. dimana variabel yang berpengaruh positif yaitu lokasi yang strategis dan kelengkapan fasilitas sarana hotel. ST. tidak mudah terpengaruh oleh pemasaran produk lain yang sejenis dan menciptakan prospek. Penurunan ini disebabkan juga oleh ketidakpuasan konsumen. Tahun 2002 tingkat hunian sebesar 74% kemudian tahun 2003 turun menjadi 70% dan tahun 2004 turun lagi menjadi 67%. People. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada tamu yang telah menginap sebagai responden dengan menggunakan simple random sampling. ST. membuat banyak orang yang mengunjungi kota ini. . Promotion. Hal ini menyebabkan perkembangan bidang perhotelan di kota Bandung tumbuh dengan cepat dan menimbulkan persaingan yang sangat ketat diantara hotel-hotel yang ada. Untuk itulah dilakukan suatu penelitian untuk mengidentifikasikan variabel-variabel bauran pemasaran yang berpengaruh terhadap loyalitas konsumen. Penulis menggunakan teori yang dikemukakan oleh Zeithaml dan Bitner (2000) yang terdiri dari tujuh unsur. Dari hasil pengolahan data diketahui bahwa pengaruh bauran pemasaran jasa yang dilakukan Savoy Homann Bidakara Hotel terhadap loyalitas konsumennya adalah signifikan. MT Yanuar Afiyanto Kota Bandung sebagai ibukota Jawa Barat yang letaknya berdekatan dengan ibukota negara.75(2005) Identifikasi Variabel . Place. Dalam memberikan pelayanan kepada konsumen diperlukan bauran pemasaran jasa yang tepat diarahkan kepada kebutuhan dan keinginan konsumen agar konsumen merasa puas sehingga pada akhirnya dapat terwujud loyalitas konsumen.0 yang terdiri dari uji validitas.

dapat dihitung konsumsi energi yang dikeluarkan selama menggunakan kursi kuliah tersebut. 74% responden tidak merasa nyaman menggunakan kursi kuliah saat ini.33°.76(2005) Perancangan Kursi Kuliah Ergonomis yang Memberikan Kenyamanan dari Segi Konsumsi Energi (Studi Kasus di Universitas Kristen Maranatha) Wawan Yudiantyo. Pengujian sudut kemiringan sandaran kursi ini menggunakan 6 (enam) macam sudut kemiringan. Hal ini dikarenakan mahasiswa sering mengeluhkan sakit atau pegal pada pantat.. Bagian-bagian dari kursi kuliah yang ingin diperbaiki adalah sandaran tangan. Dan data-data tersebut dapat diperoleh ukuran kursi kuliah yang baru yang lebih ergonomis dan dapat meminimasi konsumsi energi. Untuk lebih mengetahui pendapat mahasiswa mengenai kursi kuliah yang digunakan saat ini di Universitas Kristen Maranatha. Dari hasil pengukuran denyut jantung. Berdasarkan pengujian sudut kemiringan sandaran kursi. tanpa terganggu dengan kelelahan dan rasa sakit yang dialami pada saat duduk. responden menginginkan perbaikan pada kursi kuliah yang digunakan saat ini. MT Indra Syarief Susy Susylawati Keluhan terbanyak dari mahasiswa Universitas Kristen Maranatha mengenai kursi kuliah yang digunakan saat ini adalah kurang memberikan kenyamanan. hasil pengujian data anthropometri dan data kontur serta hasil perhitungan konsumsi energi. Untuk mengurangi keluhankeluhan itu. I05°. 1100 dan 115°. dimana sudut kemiringan sandaran kursi sebesar 105° menghasilkan konsumsi energi yang paling sedikit. 53. ukuran meja. Pengujian sudut kemiringan sandaran kursi ini dilakukan oleh 30 responden yang dipilih secara acak. Perancangan kursi kuliah usulan dilakukan berdasarkan hasil kuesioner penelitian. 100°. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengukuran konsumsi energi. ST. sehingga prestasi belajar yang diperoleh mahasiswa juga akan lebih maksimal.% responden menyatakan bahwa sudut kemiringan sandaran kursi sebesar 105° lebih nyaman daripada sudut kemiringan lainnya. yaitu 90°. pinggang dan punggung selama menggunakan kursi kuliah tersebut. diharapkan mahasiswa dapat duduk dengan nyaman akan berkonsentrasi selama menggunakan kursi kuliah usulan ini. Hal ini dikarenakan pada sudut kemiringan sebesar 105° memberikan konsumsi energi yang lebih kecil dari sudut kemiringan yang lain. Oleh sebab itu. Dengan demikian. . dapat diketahui bahwa sudut kemiringan sandaran kursi yang paling baik adalah sebesar 105°. ketinggian kursi. sandaran punggung. Pada rancangan kursi kuliah usulan ini juga ditambahkan bantalan busa pada alas duduk dan sandaran punggung serta rak penyimpanan tas pada bagian samping kiri dari kursi kuliah. Enam macam sudut kemiringan ini diperoleh dari hasil pengukuran kemiringan kontur 30 mahasiswa jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha. dilakukan pengujian terhadap sudut kemiringan sandaran kursi dengan melakukan pengukuran denyut jantung. Sebagian besar responden juga mengeluhkan sakit atau pegal pada pantat. ukuran alas duduk dan tinggi alas duduk dari lantai. pinggang dan punggung. Empat puluh responden menginginkan perbaikan pada sudut kemiringan sandaran kursi. maka dibuat kuesioner penelitian Berdasarkan hasil kuesioner penelitian. 95°.

diajarkan dan dibekali dengan keahlian bahasa selain bahasa nasional kita. Dari segi lingkungan. da perbandingan hasil pengolahan data dengan dimensi fasilitas aktual. Namun hingga saat ini masih terdapat beberapa kendala sehingga penggunaan fasilitas Laboratorium Bahasa masih dirasakan kurang optimal. terdapat masalah kurangnya pencahayaan di dalam ruangan laboratorium Bahasa. MT Shelly Lydiana Dewasa ini penguasaan bahasa asing sudah merupakan suatu keharusan di dunia kerja dan dunia bisnis. ST. tidak ada sandaran kaki pada kursi maupun meja.. selain itu masalah bau-bauan yang ditimbulkan alas kaki siswa. fasilitas fisik. generasi muda sudah diperkenalkan.77(2005) Analisis dan Usulan Perbaikan Tata Letak Fasilitas dan Lingkungan Fisik yang Lebih Ergonomis (Studi Kasus di SMU ‘X’ Bandung) Ie Vie Mie. Di SMU ‘X’ Bandung. Sejak di bangku sekolah. antara lain area meja tulis yang kurang luas. pengujian keseragaman data. Pengolahan data yang dilakukan adalah pengujian anova. diperoleh masukan bahwa terdapat masalah di Laboratorium Bahasa. siswa yang duduk di kursi belakang sulit melihat ke papan tulis. salah satu fasilitas yang mendukung program tersebut adalah Laboratorium Bahasa dimana di tempat ini siswa dapat memperdalam penguasaan bahasa asing melalui tahap listening dan speaking. pengujian kenormalan data. Kursi yang dipergunakan memiliki ketinggian alas yang terlalu tinggi. meja memiliki luas alas dan sekat yang terlalu kecil. Bahasa Indonesia. Kemudian dilakukan analisis terhadap lingkungan fisik. pengujian kecukupan data serta perhitungan persentil data anthropometri siswa. Melalui penelitian pendahuluan yang dilakukan. penempatan kursi dan meja yang kurang luas sehingga mengurangi kenyamanan dalam laboratorium. efisien. dan lemari berkas yang sudah usang dan tidak ergonomis. Selain itu tata letak papan tulis kurang tepat menyebabkan siswa yang duduk di belakang tidak dapat melihat ke papan tulis. Hasil pengolahan dan analisis menunjukkan bahwa seluruh fasilitas yang digunakan kecuali lemari tape dan meja guru memiliki bagian yang tidak ergonomis. Pengaturan tata letak Laboratorium yang kurang tepat serta lebar gang yang sempit menyulitkan siswa keluar masuk dari tempat duduk. ketidaknyamanan siswa saat duduk karena rasa pegal. aman dan nyaman. Laboratorium Bahasa dirancang dan ditata sedemikian rupa bertujuan untuk memberikan kondisi belajar mengajar yang efektif. .

Semua ini akan memberikan pemerataan pendapatan bagi semua pekerja yang peningkatan pendapatannya kira-kira adalah 18 shift kerja/tahun yang bila dihitung dalam jumlah penambahan gaji adalah kurang lebih Rp. dengan skenario 5 hari kerja dan 3-4 hari kerja. beban kerja (jumlah shift pagi dan malam) yang lebih merata untuk setiap orang satpam. dan hubungan sosial yang berakibat pada menurunnya performansi kerja pekerja tersebut. dari shift siang ke shift malam.400. ST. tetapi shift kerja memberikan banyak dampak negatif pada diri pekerja. efek negatif shift kerja seperti masalah kesehatan juga terjadi pada satuan pengamanan (satpam) di Universitas Kristen Maranatha (UKM).000.000. atau dari shift malam ke shift pagi.. motivasi. MT Ir. Sebagai contoh untuk sistem 3 shift per hari. 2. kesehatan. Bandung. Dari hasil penelitian dan wawancara yang dilakukan. Kartika Suhada. Barton dan Folkard (1993) mempelajari 261 orang pekerja dari beberapa industri yang berbeda menemukan bahwa Phase Delay Schedule lebih memuaskan pekerja dan menimbulkan masalah kesehatan.78(2005) Usulan Penjadwalan Shift Kerja dengan Algorithms With Phase Delay Feature bagi Satpam di Universitas Kristen Maranatha Santoso. Hung mengusulkan perubahan shift sebaiknya dilakukan searah jarum jam (forward direction) yang kemudian disebut Phase Delay Schedule. Usulan penjadwalan ini menghasilkan suatu jadwal yang memberikan hari libur yang berurutan yang memberikan kepuasan kerja. Selain itu penjadwalan ini memberikan penghematan biaya operasional yang harus dikeluarkan sebesar Rp. Oleh karena itu peneliti mengusulkan penerapan penjadwalan shift kerja dengan Algorithms With Phase Delay Feature bagi satpam di Universitas Kristen Maranatha.00/tahun dibandingkan dengan jadwal yang ada dahulu karena tejadi pengoptimalan jumlah tenaga kerja yang dipakai sehingga jumlah tenaga kerja yang dipakai lebih sedikit. maka perubahan shift adalah dari shift pagi ke shift siang. . 540. yang lebih sedikit dibanding Phase Advance Schedule (penjadwalan yang pergantian shiftnya dilakukan dalam arah berlawanan arah jarum jam/backward direction). MT Moonty Chandra Shift kerja biasanya ada dalam operasi manufaktur dan jasa. tidur.00/tahun. sosial. seperti gangguan tidur.

Pada tahap product planning matrix. pramuniaga yang ramah. customer needs diterjemahkan menjadi technical response. technical response diterjemahkan menjadi design characteristics. Process Planning Matrix dan Production Planning Matrix. jahitan tas yang rapi. model tas yang selalu mengikuti trend. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk tas dilihat dari faktor 4P yaitu Product. memiliki kantong belanja yang menarik. pada tahap process planning matrix. Melalui penelitian yang dilakukan. dan Place. Price. ST. tersedia lapangan parkir yang luas. . MT Pitra Jaya Perkembangan industri sudah semakin berkembang termasuk industri produk tas. produk yang selalu tersedia pada saat akan dibeli. Metode QFD terdiri dari 4 tahap. jenis bahan tas. memiliki kemasan yang menarik. adanya program hadiah langsung pada waktu tertentu. lokasi di tempat yang strategis. tas yang memiliki tali selempang. diperoleh hasil bahwa kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk tas adalah antara lain tas yang memiliki ritsleting. Technical response yang didapatkan adalah antara lain tingkat penggunaan benang. pramuniaga yang sopan. pramuniaga yang cekatan dalam melayani. tingkat ketepatan tebal bahan tas. nomor gigi zipper. jenis zipper. Promotion. Pengolahan data yang digunakan adalah metode Quality Function Deployment (QFD). Process Characteristics diterjemahkan menjadi Production Characteristics. pengukuran nomor zipper. persentase pemberian harga sedangkan process characteristics yang didapatkan adalah antara lain pengendalian kualitas zipper. jenis jarum jahit. adanya discount pada waktu-waktu tertentu. tingkat kekuatan benang.82(2005) Usulan Pengembangan Tas Wanita Remaja Merk Flashy Ditinjau dari Faktor Product.. bahan tas tidak mudah rusak. Kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk tas Flashy yang lebih unggul apabila dibandingkan dengan produk tas Exsport adalah jahitan tas yang rapi. dilakukan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner sehingga diperoleh data-data untuk matriks-matriks yang digunakan untuk pengembangan produk tas. adanya bandrol harga pada tas. harga yang sesuai dengan kualitas tas. tingkat kekuatan jarum jahit. selain itu juga untuk mengetahui kepuasan konsumen terhadap produk tas Flashy dibandingkan dengan pesaingnya yaitu Exsport. Design Planning Matrix. tas yang memiliki penutup. Design characteristics yang didapatkan adalah antara lain jenis benang. perancangan zipper yang mudah dibuka. Melalui metode tersebut. tersedianya counter di berbagai kota. Ketiga tahap tersebut memiliki hubungan antara satu sama lain. adanya program hadiah langsung pada waktu tertentu. yaitu Product Planning Matrix. tingkat ketepatan pemberian harga. Promotion dan Place dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment Christina. penyusunan tas yang rapi dan menarik dan showroom yang dirancang menarik. jahitan tas yang kuat. pramuniaga yang sopan. pada tahap design planning matrix. tingkat ketelitian penjahit. Price. design characteristics diterjemahkan menjadi process characteristics dan pada tahap Production Planning Matrix. sehingga menyebabkan persaingan yang ketat diantara perusahaan produk tas.

.pengendalian kualitas benang. pengendalian kualitas jarum jahit. perhitungan harga bahan baku ditambah laba.

Konsep kemudian disaring dengan menggunakan matriks penyaringan berdasarkan kriteria yang diinginkan konsumen dan pada tahap ini konsep keran dengan . Karena masalah ini. Pada beberapa daerah. keran dioperasikan dengan sensor dan keran dioperasikan dengan tuas kaki. sehingga seringkali keran tidak ditutup dengan benar sehingga menyebabkan borosnya air. saat menutup keran. tentulah hal ini tidak praktis dan nyaman. makan menggunakan tangan tanpa sendok.. praktis dan nyaman. gugur. Dalam penelitian ini akan dirancang alat ini. Konsep yang akan dicoba dirancang di sini adalah konsep yang cukup sederhana.. Untuk keran-keran tersebut. kualitas. keran akan terbuka dan air akan keluar dengan otomatis. Melalui tahap ini. juga tidak terlalu mahal dan perawatan mudah. sehingga dapat mengatur keluarnya air. di Indonesia.83(2007) Perancangan Keran Cuci Tangan yang Ergonomis Ir. ditekan dan didorong. Hal ini menyebabkan pengguna keran harus menyentuh keran dengan tangan kotor saat membuka keran dan kemudian menutup lagi keran kotor setelah cuci tangan.. Pedal akan dihubungkan dengan tuas yang akan mengatur aliran air. keran akan tertutup dan air akan berhenti mengalir. sehingga alat ini dapat dipakai dengan mudah. technical response. MT. Keran air yang sekarang ini beredar di pasaran pada dasarnya menggunakan 3 konsep. Jadi bila pedal diinjak. digunakan alat bantu metode Quality Function Deployment untuk membantu menterjemahkan suara konsumen menjadi target spesifikasi keran yang menjadi dasar perancangan alternatif konsep keran. sebaliknya bila pedal dilepas. keran dioperasikan dengan pedal kaki. didapat konsep keran dioperasikan dengan pedal kaki yang terpilih untuk dikembangkan. ergonomis . kondisi tangan sangatlah kotor. seringkali. mulai dari pedal sampai keran dengan menggunakan prinsip-prinsip ergonomi. yaitu membuka dan mematikan keran dengan pedal kaki. Kata kunci : voice of customer. Christina Wirawan. terutama di tempat umum pengguna malas untuk menutup keran dengan benar. tangan akan terkena kotor lagi dari keran. Salah satu kebutuhan utama manusia adalah makan. Konsep alternatif keran yang dikembangkan adalah keran dioperasikan dengan siku. Konsep kemudian dinilai dengan konsep scoring untuk memilih 1 konsep yang akan dikembangkan lebih lanjut. garpu ataupun pisau merupakan kebiasaan Dengan kondisi seperti ini.. semuanya diperlukan tangan untuk membuka keran. biasanya pada saat akan mencuci tangan setelah makan. Untuk perancangan keran yang lebih nyaman dan praktis ini. sehingga pada saat setelah mencuci tangan.. yaitu diputar.

peneliti memberikan saran agar algoritma yang dirancang dapat dibuat program softwarenya. Untuk mempercepat proses perhitungan. terjadi pengurangan jumlah pesanan yang terlambat sebanyak 45 buah pesanan atau 70. Gangguan-gangguan itu dapat berupa masuknya satu atau beberapa pesanan baru yang harus segera dikerjakan. Dalam realisasi jadwal yang telah dibuat seringkali terjadi gangguan-gangguan yang dapat menyebabkan keterlambatan penyelesaian beberapa pesanan tersebut. MT. Penjadwalan yang diterapkan perusahaan menghasilkan keterlambatan penyelesaian pesanan sebanyak 64 buah. Keterlambatan tersebut dapat menimbulkan denda yang harus ditanggung oleh perusahaan serta berkurang atau bahkan hilangnya kredibilitas perusahaan di mata konsumen. algoritma tersebut diujicobakan pada kasus penjadwalan di PT X. algoritma penjadwalan dinamis yang dikembangkan terdiri dari dua buah algoritma. yaitu periode mingguan. Vivi Arishandy.Kartika S. ST. . Mesin mengalami kerusakan selama 5 hari.. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa algoritma penjadwalan dinamis yang dibuat cukup baik. Untuk mengukur keefektivan algoritma yang dikembangkan.31%. PT X ini bergerak dalam bidang pembuatan kulit imitasi. Jadi.84(2007) Pengembangan Algoritma Pendjadwalan Dinamis untuk Meminimasi Jumlah Pesanan yang Terlambat pada Perusahaan Manufaktur Ir. Dalam penelitian ini. dimana 7 buah pesanan tersebut merupakan pesanan sisipan. sedangkan penjadwalan dengan menggunakan algoritma penjadwalan dinamis usulan menghasilkan keterlambatan 19 buah pesanan. MT. Oleh karena itu diperlukan suatu algoritma penjadwalan dinamis dalam upaya meminimasi jumlah pesanan yang terlambat.. Hal tersebut dapat menyebabkan beralihnya konsumen ke perusahaan pesaing. Periode penjadwalan yang dilakukan sesuai dengan yang berjalan saat ini. Data pesanan yang digunakan sebanyak 204 buah pesanan yang merupakan data pesanan dalam satu bulan. yaitu algoritma penjadwalan dan algoritma penjadwalan ulang usulan. Xystus Yustyadi Waiz Penjadwalan merupakan aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam upaya memenuhi pesanan yang diterima dari konsumen dengan tepat waktu. rusaknya satu atau beberapa mesin yang menyebabkan terhentinya kegiatan produksi yang sedang berlangsung.

maka akan dirancang suatu keunikan yang diharapkan dapat membuat daya tarik tersendiri sehingga meningkatkan daya saing. agar mereka dapat berbelanja dan menikmati wisata belanja. Data awal didapat dengan menyebarkan kuesioner kepada konsumen dengan kriteria usia lanjut atau cacat kaki di beberapa hypermarket yang ada di Bandung. Pengendalian trolley menggunakan stir. dimana keranjang yang dipakai adalah trolley yang sekarang ada dengan posisi keranjang bisa di depan atau di belakang pengendara. Christina Wirawan. pemberian discount atau hadiah dan kelengkapan produk yang dijual. ST. Hal ini menyebabkan setiap unit usaha berusaha untuk menciptakan sesuatu inovasi yang unik untuk menarik dan memuaskan konsumen. adanya kerancang kecil. Dari hasil concept scoring. MT. Dalam menghadapi persaingan ini. Trolley dijalankan dengan menggunakan pedal gas. kedalaman rem. Metoda yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode QFD dan juga mengikuti langkah-langkah yang dicetuskan oleh Karl T. Ulrich dan Steven Eppinger. Dari hasil penyebaran kuesioner di dapat bahwa konsumen sangat setuju dengan adanya trolley bermesin dan memberikan beberapa masukan. ST. Trolley memiliki sistem rem kaki.. yaitu menggunakan kursi dan mesin terpisah dari keranjang tetapi keranjang yang digunakan adalah dengan ukuran yang dirancang pada alternatif 1. Hal-hal yang menurut konsumen menjadi prioritas utama dalam rancangan trolley bermesin adalah kemudahan menjangkau pedal gas. didapat bahwa alternatif yang ke-3 adalah yang terbaik. terutama di hypermarket walaupun memiliki keterbatasan. yaitu perancangan trolley bermesin. sehingga dapat membawa barang lebih banyak. keluasan trolley. Trolley juga memiliki kursi sehingga konsumen tidak mudah lelah. Trolley ini ditujukan untuk orang-orang lanjut usia atau orang dengan cacat kaki (sementara ataupun permanen) yang memiliki keterbatasan untuk berjalan dalam jangka waktu lama atau jauh. Saat ini persaingan dalam dunia usaha begitu ketat. Ie Vie Mie. rancangan ketiga yaitu gabungan dari rancangan kesatu dan kedua. ergonomis. Budi Antono. serta memberikan kondisi toko yang nyaman. MT. untuk mengetahui keinginan dan penilaian konsumen terhadap trolley di hypermarket.. Trolley akan dirancang sebanyak 3 alternatif.. rancangan kedua yaitu kursi pengendara dan mesin terpisah dengan keranjang. yaitu rancangan pertama. juga untuk mencari dan memilih konsep serta alternatif rancangan trolley. perancangan .85(2007) Perancangan Troley Bermesin untuk Penggunaan di Hypermarket Ir. Umumnya mereka bersaing dalam hal harga. yaitu trolley bermesin dengan keranjang berada di depan pengguna dan ukuran keranjang dirancang ulang. Hasil perancangan yang terbaik adalah trolley bermesin ini memiliki volume keranjang lebih besar. Salah satu unit usaha yang bersaing ketat di kota Bandung pada saat ini adalah supermarket dan hypermarket. Kata kunci : strategi bersaing.

Faktor-faktor tersebut kemudian akan digunakan untuk merancang perangkat penilaian kinerja bagi TA. Dalam penelitian ini. MT. menyusun ulang tugas. tanggung jawab dan wewenang dari TA. ST. Manfaat bagi perusahaan adalah untuk mengetahui seberapa besar usaha pegawai melakukan pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi serta dapat digunakan untuk perbaikan kinerja pegawai secara terus menerus. tanggung jawab dan wewenang (Job Description) TA. Data-data yang diperlukan adalah struktur organisasi perguruan tinggi serta tugas. menghitung batas–batas Total Nilai Penilaian Kinerja (TNPK) dan menyusun perangkat penilaian kinerja. Hasil yang didapatkan dari penelitian yang telah dilakukan adalah susunan tugas. tanggung jawab dan wewenang (Job Description) untuk TA dan usulan Formulir . pembobotan faktor dan subfaktor kompetensi (menggunakan metode Analytical Hierarchy Process) dengan cara menyebarkan kuesioner kepada atasan langsung dari pemegang jabatan. MT. Bandung) Vivi Arisandhy. Banyak faktor yang mendukung jalannya suatu perguruan tinggi dengan baik. Melina Hermawan. perancangan perangkat penilaian kinerja akan berbasiskan kompetensi. Tahapan dalam melakukan perancangan formulir penilaian kinerja yaitu analisis jabatan dengan cara menyebarkan kuesioner dan melakukan wawancara kepada pemegang jabatan dan atasan langsung dari pemegang jabatan. Dalam penelitian ini. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan sumber daya manusia adalah dengan melakukan penilaian kinerja. data-data yang digunakan akan diambil dari Universitas Kristen Maranatha. Penilaian kinerja yang efektif akan memberikan manfaat bagi pegawai dan perusahaan. ST. Hal ini dikarenakan perguruan tinggi berperan penting untuk menghasilkan orang–orang yang berkualitas yang dapat berguna bagi dunia kerja pada umumnya.. penentuan struktur hierarki. diantaranya adalah pengelolaan sumber daya manusia yang unggul.. menentukan tingkat kepentingan faktor dan subfaktor kompetensi (menggunakan metode Cut-Off Point) dengan cara menyebarkan kuesioner kepada atasan langsung dari pemegang jabatan. Yullyanti Ivonne Widjaya Perguruan tinggi merupakan salah satu tingkatan penting dalam pendidikan. Dalam penelitian ini akan dilakukan identifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap standar penilaian kinerja Tenaga Administrasi (TA) di perguruan tinggi. Manfaat bagi pegawai adalah dapat mengetahui kinerja yang telah dicapai serta mengetahui kelemahan dan kelebihan diri yang berguna untuk pengembangan diri selanjutnya.87(2007) Identifikasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penilaian Kinerja untuk Jabatan Tenaga Administrsi di Perguruan Tinggi (Studi Kasus di Universitas Kristen Maranatha.

apabila organisasi mengalami penambahan personel dalam satu unit kerja maka perlu dilakukan perhitungan jumlah sampel pengisi dari Formulir Penilaian Kinerja dan metode BARS (Behaviorally Anchored Rating Scale) digunakan dalam penentuan skala rating.usulan Formulir Penilaian Kinerja untuk TA dapat dilihat pada Sub Bab 4.2. Susunan tugas. dibuat suatu standar penanganan berdasarkan hasil penilaian kinerja (contoh pemberian reward dan punishment). .8. sedangkan.Penilaian Kinerja untuk TA.2. mengikutsertakan faktor-faktor kompetensi yang dapat dinilai oleh mahasiswa (konsumen). Saran untuk penelitian selanjutnya adalah sebaiknya dilakukan pengumpulan data tingkat kepentingan dan bobot kepentingan faktor dan subfaktor kompetensi di untuk tenaga administrasi perguruan tinggi lainnya. tanggung jawab dan wewenang (Job Description) dapat dilihat pada Sub Bab 3.

Dengan memperhitungkan dengan ketersediaan lahan parkir yang ada saat ini.78%. Selanjutnya kami menguji kesamaan rata-rata laju kedatangan antar jam. Sedangkan untuk mobil dosen. ternyat terdapat kelompok hari yang berbeda yaitu Senin – Selasa – Kamis. tingkat kecukupan lahan parkir motor dosen. Hali ini mendorong makin besarnya kebutuhan akan sarana lahan parkir untuk saat ini (tahun akademik 2006/2007) dan saat mendatang (2014/2015). karyawan dan tamu saat ini sebesar 82.. Usulan yang dikemukakan untuk mengatasi kekurangan lahan parkir saat ini ada 4 alternatif. Victor Suhandi. Lahan parkir motor mahasiswa kurang sebesar 351 motor . Estimasi jumlah pengguna lahan parkir dimasa mendatang menggunakan data jumlah mahasisa aktif. . Kekurangan lahan parkir saat ini untuk memenuhi kebutuhan di masa mendatang sebanyak 202 mobil mahasiswa dalam kondisi normal dan 108 mobil dalam kondisi darurat. MT. Penelitian yang kami lakukan adalah menguji kesamaan rat-rata laju kedatangan antar hari. ST.54%. Jumat dan Sabtu. Perkembangan program studi yang ada di Universitas Kristen Maranatha mendorongmakin banyaknya populasi mahasiswa. dimana hasilnya menunjukan bahwa laju kedatangan kendaraan pada pagi hari lebih besar dibandingkan dengan siang hari. Hasilnya terdapa trend yang meningkat. Kartika Suhada. dosen dan karyawan yang melakukan kegiatan didalamnya.37%.17%. tingkat kecukupan lahan parkir motor mahasiswa saat ini sebesar 92. Tingkat kecukupan lahan parkir mobil mahasiswa saat ini untuk kondisi normal sebesar 94. MT. Akhirnya kami membuat model simulasi komputer untuk mengetahui kebutuhan lahan parkir saat ini dan masa mendatang. sedangkan dalam kondisi darurat sebesar 83. Pengujian distribusi rata-rata laju kedatangan dan lama parkir menghasilkan beragam distribusi statistik yang menunjukan perilaku kendaraan dalam sistem perparkiran. Selain itu kami mengusulkan penataan peruntukan lahan parkir yang ada saat ini dan upaya-upaya untuk menngkatkan keamanan parkir kendaraan.7%. karyawan dan tamu sebesar 149 mobil dalam kondisi normal dan 119 mobil dalam kondisi darurat. sedangkan untuk motor dosen karyawan dan tamu sebesara 121 motor. sedangkan dalam kondisi darurat sebesar 115.. Tikat kecukupan lahan parkir mobil dosen.41%. maka dapat dibuat perencanaan penyediaan dan penataan lahan parkir sehingga orang dapat memarkirkan kendaraannya dengan nyaman dan aman.88(2007) Analisis Kebutuhan dan Penataan Lahan Parkir di UK Maranatha Ir. karyawan dan tamu saat ini untuk kondisi normal sebesar 68.

Saat ini.. Tingkat utilisasi tersebut sangat rendah dikarenakan kegiatan perkuliahan umum diselenggarakan pada rentang waktu pk. maka penghematan ruangan yang diperoleh dapat digunakan untuk kegiatan perkuliahan 4 program studi yang baru.89(2007) Analisis Pemanfaatan Ruang Perkuliahan di UK Maranatha Ir.00 – 21. Victor Suhandi. Untuk itu.00. MT. dimana tidak dilakukan perubahan jadwal perkuliahan yang sudah berlangsung saat ini.52%..88% untuk semester Ganjil 2006/2007 dan untuk semester Genap 2006/2007 menjadi sebesar 42. perlu dilakukan pengukuran utilisasi ruangan yang ada saat ini dan upaya peningkatan utilisasi ruangan. Penambahan program studi baru merupakan upaya yang dapat dilakukan Universitas Kristen Maranatha untuk meningkatkan daya saing dengan perguruan tinggi lainnya. ST. sebelum membuat ruangan baru. untuk itu. ternyata tingkat utilisasi rata-rata ruangan perkuliahan untuk program studi non magister sebesar 36. Dari hasil penelitian yang dilakukan. Akan tetapi. untuk kegiatan perkuliahan Program Magister disediakan 4 ruangan.00 dan pada hari sabtu perlu digalakan karena utilisasinya masih rendah. . Pemanfaatan ruangan setelah pk. maka tidak dapat diupayakan pengurangan jumlah ruangan. Vivi Arishandy. Berdasarkan perhitungan.. 16. 17. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan ruangan tersebut untuk kegiatan seminar.17%. ST.00 – 22. Yang dilakukan adalah memadatkan jadwal penggunaan ruangan sehingga menghasilkan penghematan jumlah ruangan yang dibutuhkan dan akhirnya juga meningkatkan utilisasi rat-rat ruangan secara keseluruhan. menimbang bahwa seluruh ruangan telah digunakan untuk kegiatan perkuliahan pada rentang waktu tersebut. pihak universitas harus menyediakan bagi program studi baru tersebut. kelas malam dan kelas karyawan. MT. utilisasi ruanga dapat ditingkatkan menjadi 44. Kartika Suhada. kemahasiswaaan. Pengehematan ruangan yang diperoleh adalah sebanyak 19 ruangan.68% untuk semester ganjil 2006/2007 dan untuk semester Genap 2006/2007 sebesar 35. MT.00 dibawah 30 %. Dengan pertimbangan bahwa satu program studi membutuhkan 4 – 5 ruangan. 07. dimana utilisasi rata-rata/jam untuk rentang waktu pk. diusulkan penjadwalan penggunaan ruangan..

Process. namun banyaknya alternatif perguruan tinggi yang tersedia saat ini menyebabkan para siswa SMA semakin selektif dalam memilih perguruan tinggi. observasi dan kuesioner. ketersediaan faktor tersebut di UKM. Place. ST. hampir seluruhnya menyatakan puas dan merasa tertarik untuk melanjutkan studi di UKM. Dari hasil pengolahan data dan analisis. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan metode sampling jenuh. tersedia beasiswa bagi siswa-siswa berprestasi. serta daya tarik promosi yang telah dilakukan melalui radio dan tim promosi. tingkat kepuasan siswa SMA terhadap promosi yang telah dilakukan UKM dan pengaruhnya terhadap minat untuk memilih UKM. efektivitas promosi yang telah dilakukan UKM. kejelasan mengenai fasilitas penunjang melalui televisi dan tim promosi. Variabel penelitian yang digunakan adalah dari konsep bauran pemasaran 7P (Product. Price. UKM mengalami banyak sekali perkembangan yang positif. MT. diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi..90(2007) Usulan Bauran Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru UK Maranatha (Studi Kasus : SMA di Kota Bandung) Yulianti. Jimmy Gozaly. ST. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan dengan menggunakan analisis cluster dan analisis regresi linear berganda. Pada beberapa tahun terakhir.. diketahui bahwa faktor yang dipentingkan oleh siswa SMA dari Bandung adalah status akreditasi dari jurusan. MT Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Bandung yang menjadi pilihan para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk melanjutkan studi. Hal tersebut mengakibatkan tidak terpenuhinya target jumlah penerimaan mahasiswa baru di beberapa program studi yang terdapat di UKM. menyediakan beasiswa prestasi. Usulan yang diberikan adalah memperbanyak beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu. namun bagi mereka yang mengetahui promosi yang dilakukan. UKM telah memperluas jalur PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan). Hampir 50% siswa SMA kota Bandung tidak mengetahui aktivitas promosi yang telah dilakukan. Physical Evidence). Kuesioner penelitian disebarkan kepada seluruh siswa SMA yang mengikuti USM Penerimaan Mahasiswa Baru UKM 2008/2009 hingga tanggal 27 Januari 2008. namun kuesioner yang diproses lebih lanjut adalah kuesioner yang diisi oleh responden yang berasal dari kota Bandung. dll. Sejak berdiri tahun 1965. People. Untuk mengantisipasi penurunan tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. meningkatkan kesempatan pertukaran pelajar . Yang mempengaruhi minat siswa SMA untuk memilih UKM adalah kejelasan informasi mengenai fakultas dan jurusan melalui koran dan radio. Promotion. melakukan promosi di berbagai media. namun hasil yang diperoleh belum sesuai dengan apa yang diharapkan. terjadi penurunan jumlah siswa SMA yang mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) pada semua program studi di UKM. membuka beberapa program studi baru. serta melakukan promosi dan USM yang diselenggarakan di luar kota Bandung. kerjasama dengan perusahaan dan industri.

analisis regresi linear berganda . penyediaan fasilitas alat tulis kantor. Kata kunci : bauran pemasaran. serta lebih mempublikasikan faktor paling dipentingkan dan berpengaruh terhadap minat siswa SMA.keluar negeri. memperlengkap fasilitas olahraga. memperbesar lapangan parkir. analisis cluster.

Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. diketahui bahwa faktor yang paling dipentingkan oleh siswa SMA adalah kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah. M. N.. penyediaan fasilitas alat tulis kantor. Seiring berjalannya waktu. Tingkat efektivitas tim promosi dalam dengan tujuan mengenalkan UKM sebesar 46. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan metode sampling jenuh. Beberapa tahun terakhir. Price. terjadi penurunan jumlah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) pada semua program studi. memperbanyak beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu. . perkembangan UKM menunjukkan hasil yang menggembirakan. membuka beberapa program studi baru. People. serta melakukan promosi dan USM yang diselenggarakan di luar kota Bandung. efektivitas promosi yang telah dilakukan UKM. melakukan promosi di berbagai media. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan dengan menggunakan analisis cluster dan analisis regresi linear berganda. memperbesar lapangan parkir. Place. ketersediaan faktor tersebut di UKM. Usulan yang diberikan adalah menyediakan beasiswa prestasi. Rosemarie S. Ir. Karena itu diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi. Process.59%. Physical Evidence). ST.Si Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di kota Bandung.91(2007) Usulan Bauran Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru UK Maranatha (Studi Kasus : SMA di Wilayah Jawa.. dengan semakin baiknya penyediaan sarana fisik dan jumlah mahasiswa dari berbagai daerah yang terus bertambah. tingkat kepuasan siswa SMA terhadap promosi yang telah dilakukan UKM dan pengaruhnya terhadap minat untuk memilih UKM. kecuali Kota Bandung) Yulianti. hal tersebut mengakibatkan tidak terpenuhinya target jumlah penerimaan mahasiswa baru di beberapa program studi yang terdapat di UKM. UKM telah memperluas jalur PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan). observasi dan kuesioner. MT. Dari hasil pengolahan data dan analisis. Kuesioner penelitian disebarkan kepada seluruh siswa SMA yang mengikuti USM Penerimaan Mahasiswa Baru UKM 2008/2009 hingga tanggal 27 Januari 2008. meningkatkan kesempatan pertukaran pelajar keluar negeri. namun kuesioner yang diproses lebih lanjut adalah kuesioner yang diisi oleh responden yang berasal dari wilayah Jawa kecuali Bandung. serta lebih mempublikasikan faktor paling dipentingkan dan berpengaruh terhadap minat siswa SMA (MSCC.90%. kejelasan informasi mengenai fakultas/ jurusan dan biaya yang dikeluarkan oleh tim promosi. Variabel penelitian yang digunakan adalah dari konsep bauran pemasaran 7P (Product. memperlengkap fasilitas olahraga. Promotion. Yang mempengaruhi minat siswa SMA untuk memilih UKM adalah tingkat kepuasan terhadap daya tarik promosi yang telah dilakukan melalui televisi. kualitas staf pengajar.. untuk menarik minat siswa SMA melanjutkan studi di UKM sebesar 96. namun hasil yang diperoleh belum sesuai dengan apa yang diharapkan.

kejelasan informasi mengenai program studi dan biaya yang ada di UKM). analisis cluster.citra perguruan tinggi yang baik. kelengkapan fasilitas kuliah. kenyamanan ruang kuliah. analisis regresi linear berganda . Kata kunci : bauran pemasaran.

Karena itu diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi. kelengkapan fasilitas kuliah. penyediaan fasilitas alat tulis kantor. melakukan promosi di berbagai media. tingkat kepuasan siswa SMA terhadap promosi yang telah dilakukan UKM dan pengaruhnya terhadap minat untuk memilih UKM. Price. Beberapa tahun terakhir. Tingkat efektivitas tim promosi dalam dengan tujuan mengenalkan UKM sebesar 43. Variabel penelitian yang digunakan adalah dari konsep bauran pemasaran 7P (Product. perkembangan UKM menunjukkan hasil yang menggembirakan. ketersediaan faktor tersebut di UKM. .82%. kualitas staf pengajar. serta lebih mempublikasikan faktor paling dipentingkan dan berpengaruh terhadap minat siswa SMA (MSCC. Usulan yang diberikan adalah memperbanyak beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu. memperlengkap fasilitas olahraga. kejelasan informasi mengenai fasilitas penunjang yang ada di UKM). Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di kota Bandung. Promotion. Yang mempengaruhi minat siswa SMA untuk memilih UKM adalah kejelasan informasi mengenai fasilitas penunjang melalui televisi. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan dengan menggunakan analisis cluster dan analisis regresi linear berganda. (Studi Kasus : SMA di Pulau Sumatera) Jimmy Gozaly. Seiring berjalannya waktu. terjadi penurunan jumlah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) pada semua program studi. efektivitas promosi yang telah dilakukan UKM. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan metode sampling jenuh. dengan semakin baiknya penyediaan sarana fisik dan jumlah mahasiswa yang terus bertambah.92(2007) Usulan Bauran Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru UK Maranatha. membuka beberapa program studi baru. Physical Evidence). meningkatkan kesempatan pertukaran pelajar keluar negeri. Kuesioner penelitian disebarkan kepada seluruh siswa SMA yang mengikuti USM Penerimaan Mahasiswa Baru UKM 2008/2009 hingga tanggal 27 Januari 2008. kelengkapan fasilitas komputer. serta melakukan promosi dan USM yang diselenggarakan di luar kota Bandung. Process. memperbesar lapangan parkir. namun kuesioner yang diproses lebih lanjut adalah kuesioner yang diisi oleh responden yang berasal dari Sumatera.. diketahui bahwa faktor yang paling dipentingkan oleh siswa SMA adalah kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah. Dari hasil pengolahan data dan analisis. hal tersebut mengaikibatkan tidak terpenuhinya target penerimaan mahasiswa baru yang telah ditetapkan oleh Universitas. UKM telah memperluas jalur PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. namun hasil yang diperoleh belum sesuai dengan apa yang diharapkan. kenyamanan ruang kuliah. ST. observasi dan kuesioner. MT Lembaga pendidikan merupakan salah satu sarana yang berperanserta dalam pembentukan sumber daya manusia yang potensial. menyediakan beasiswa prestasi. People. Place.

analisis regresi linear berganda . analisis cluster.Kata kunci : bauran pemasaran.

sedangkan untuk faktor keberhasilan tim promosi UKM dalam mempengaruhi keputusan siswa SMA untuk memilih UKM adalah karena kejelasan informasi mengenai biaya-biaya yang akan dikeluarkan oleh para siswa jika melanjutkan studi di UKM dengan % pengaruh sebesar 15. Price. People. Sulawesi. Beberapa bentuk usulan yang disampaikan diantaranya adalah meningkatkan promosi melalui situs www. Oleh karena itu. Adapun usulan langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan oleh pihak oleh UKM untuk meningkatkan dorongan minat masuk UKM adalah didasarkan pada bauran pemasaran yaitu Product. diketahui bahwa faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa SMA mengenai perguruan tinggi terbagi atas 2 kelompok prioritas. Permasalahan yang dihadapi Universitas Kristen Maranatha saat ini adalah terjadi penurunan jumlah siswa SMA yang mengikuti Ujian Saringan Masuk pada semua program studi. Sulawesi. responden sudah merasa puas terhadap promosi yang telah dilakukan. Kata kunci : bauran pemasaran. Process. perkembangan UKM menunjukkan hasil yang menggembirakan. Place. Bali Ambon dan Papua) Rudijanto Muis. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Process. ST.maranatha. Promotion. seperti dengan semakin baiknya penyediaan sarana fisik dan fasilitas perkuliahan. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan metode sampling jenuh. Variabel penelitian yang digunakan adalah dari konsep bauran pemasaran 7P (Product. observasi dan kuesioner. Dari hasil pengolahan data dan analisis. MT Universitas Kristen Maranatha (UKM) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di kota Bandung dengan tujuh fakultas yang dikelola.8%. Price. dan menyampaikan informasi mengenai beasiswa beserta prosedurnya. Physical Evidence. Place. menampilkan video klip mengenai UKM diawal presentasi. Physical Evidence).93(2007) Usulan Bauran Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru UK Maranatha (Studi Kasus : SMA Swasta di Wilayah Kalimantan. analisis regresi linear berganda . kunjungan ke sekolah-sekolah. analisis cluster.edu dan menampilkan situs tersebut pada saat presentasi.. Penyebaran kuesioner penelitian ditujukan kepada para siswa SMA yang berasal dari Kalimantan. Bali. People. Promotion. Ambon dan Papua yang akan mengikuti ujian saringan masuk yang diadakan UKM baik di Balikpapan maupun di UKM sendiri. sehingga hal tersebut mengakibatkan tidak terpenuhinya target jumlah penerimaan mahasiswa baru di beberapa program studi yang terdapat di UKM. diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan oleh para siswa-siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi dan mengetahui efektivitas penyampaian informasi mengenai UKM yang telah dilakukan pada saat ini. Sedangkan untuk tingkat kepuasan terhadap promosi yang telah dilakukan oleh tim promosi baik memalui media elektronik maupun melalui pameran. Seiring berjalannya waktu. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan dengan menggunakan analisis cluster dan analisis regresi linear berganda.

persepsi manajemen terhadap harapan mahasiswa dengan spesifikasi kualitas jasa (Gap 2) dan spesifikasi kualitas jasa dengan penyampaian jasa (Gap 3) beserta penyebab-penyebab gapnya.. Registration Effectiveness) di Universitas Kristen Maranatha Rudijanto Muis.94(2007) Usulan Perbaikan Kualitas Jasa Perguruan Tinggi dengan Menggunakan Metode Servqual Berdasarkan 4 Dimensi Student Santisfaction Inventory (Concern for the Individual. menunjukkan bahwa mahasiswa UKM belum merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan UKM. kurangnya layanan karir pasca sarjana dari universitas. Hal ini dapat dilihat dari adanya indikasi ketidakpuasan mahasiswa terhadap pelayanan pendidikan yang diberikan UKM diantaranya adanya tanggapan mengenai kurangnya kepedulian dan kerja sama dari karyawan pada jurusan tertentu terhadap layanan kepada mahasiswa. diberikan beberapa usulan yang terbagi atas 2 kelompok yaitu usulan ke fakultas/jurusan/program studi dan usulan ke pihak manajemen UKM. ST. Recruitment and financial aid effectiveness. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode SERVQUAL. Campus Climate. 23 manajemen UKM.8475. dalam penelitian ini juga dilakukan pengujian hipotesis untuk mengetahui adanya perbedaan yang nyata atau tidak dari kesenjangan tersebut. Sehubungan dengan konsep care yang menjadi semboyan dari UKM dalam layanan pendidikannya ternyata saat ini masih belum tercapai sepenuhnya. ini terlihat dari kesenjangan pada Gap 5. Untuk itu dilakukan analisis penyebab ketidakpuasan tersebut untuk masingmasing kesenjangan yang ada. pengukuran dilakukan berdasarkan 4 dimensi Student Satisfaction Inventory yaitu Concern for the individual. Agar ruang lingkup penelitian dapat lebih terarah sesuai dengan bidang pendidikan. Recruiment and Financial Aid Effectiveness. materi perkuliahan yang kurang up to date. Teknik sampling yang digunakan pada pembagian kuesioner mahasiswa adalah gabungan antara teknik Proportionate Stratified Sampling dan Snowball Sampling. maka UKM perlu untuk mempertimbangkan suatu penelitian mengenai pengukuran kualitas pelayanan yang diberikan UKM kepada mahasiswa secara periodik. sedangkan untuk sampel manajemen digunakan teknik sampling Purposive. Hal ini menunjukkan secara keseluruhan kualitas pelayanan yang diberikan oleh pihak Universitas Kristen Maranatha kepada mahasiswa masih belum memuaskan. dan kurangnya sarana pendukung perkuliahan serta sarana olahraga. Hal ini terjadi karena masih adanya kesenjangan yang terjadi pada Gap 1. yang dapat mengukur kesenjangan antara lain antara harapan dengan persepsi mahasiswa (Gap 5). Kuesioner penelitian dibagikan kepada 621 mahasiswa UKM. keamanan di dalam lingkungan kampus yang masih kurang baik. maka dalam penelitian ini. MT Julastri Universitas Kristen Maranatha (UKM) adalah salah satu salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka yang berlokasi di kota Bandung dengan 7 fakultas yang dikelola. Selain itu. Dari hasil pengukuran diperoleh nilai rata-rata Total Servqual Quality (TSQ) untuk Gap 5 adalah -0. Gap 2. dimana beberapa usulan tersebut adalah penetapan sasaran kualitas pelayanan mahasiswa . Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis yang dilakukan. Untuk itu diperlukan suatu metode yang dapat mengukur kepuasan mahasiswa UKM terhadap kualitas pelayanan UKM. dan Gap 3. Campus climate. Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu UKM dalam mengukur kualitas pelayanan saat ini dengan melihat kesenjangan yang terjadi didalamnya. 46 dosen tetap UKM dan 96 karyawan UKM. Registration effectiveness. Untuk dapat mengurangi kesenjangan yang ada. Oleh karena itu untuk mencapai tujuan dari semboyan UKM tersebut. harapan mahasiswa dengan persepsi manajemen (Gap 1).

perbaikan dalam kualitas pengajaran melalui evaluasi kurikulum. dan fasilitas pendukung perkuliahan di UKM.secara rinci. membuat deskripsi pekerjaan yang terstruktur dengan jelas. .

95(2007) Pengukuran Kepuasan Mahasiswa UK Maranatha dan Usaha untuk Meningkatkannya (untuk Variabel : Safety and Security. penurunan standar/spesifikasi layanan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan atau apa yang disampaikan oleh petugas berbeda dengan standar/spesifikasi. Dalam kondisi yang terjadi di Indonesia pada saat ini. kepuasan . ada kemungkinan kepuasan terjadi karena manajemen tidak mengetahui apa yang diharapkan mahasiswa. sehingga kemudian dilakukan penelitian untuk mencarinya. bahkan dapat meningkat kembali. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa hampir pada tiap butir pernyataan yang ditanyakan menunjukkan bahwa mahasiswa tidak puas akan layanan UKM. sebagai salah satu perguruan tinggi swasta turut merasakan dampaknya. yaitu penurunan secara global jumlah lulusan SLTA yang masuk ke perguruan tinggi. dengan menggunakan model konseptual kualitas jasa. Sehingga perlu bagi UKM untuk merancang sistem operation pelaksanaan berbagai layanan di UKM. Christina Wirawan. UKM perlu mengadakan usaha-usaha agar jumlah peminatnya tidak terus turun. apa penyebabnya dan dirumuskan usaha untuk menanggulanginya. Dengan demikian. Selanjutnya. Menurut model konseptual kualitas jasa. Selanjutnya dicari penyebab dari terjadinya kepuasan tersebut. servqual. dan pada akhirnya akan menarik minat calon mahasiswa. maka Universitas Kristen Maranatha. Kata kunci : kualitas. Hasilnya menunjukkan bahwa hanya ada 2 butir pernyataan di mana tingkat kepuasan antar fakultas. Student Centeredness) Ir. yang lainnya menunjukkan bahwa kondisinya berbeda. Penyebab yang paling banyak terjadi adah Gap 2. dan untuk pengujian antar jurusan dalam fakultas menunjukkan bahwa Fakultas Teknik yang memiliki paling banyak perbedaan antar jurusan. MT. Pengukuran kepuasan mahasiswa dilakukan dengan metode servqual yang diperkenalkan oleh Zeithaml dan Parasuraman. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kepuasan mahasiswa. dibutuhkan pengukuran untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa saat ini. kemudian mencari penyebab ketidakpuasan yang terjadi dan berusaha melakukan tindakan atau usaha untuk menghilangkan penyebab ketidakpuasan ini. Jadi dalam penelitian ini diteliti apakah ada hal-hal di atas yang terjadi. karena dengan kepuasan mahasiswa yang tinggi. Pengukuran performansi UKM juga perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat prestasi UKM karena salah satu rencana strategis UKM adalah keprimaan administrasi dan akademik. akan meningkatkan citra UKM. dengan menurunnya jumlah peminat.Untuk itu. Service Excellent. yaitu dengan menghitung kesenjangan antara harapan mahasiswa dengan persepsi mahasiswa tentang layanan (Gap 5). di sini juga diteliti tentang kesamaan tingkat kepuasan antar fakultas dan antar jurusan dalam tiap fakultas. meskipun sudah dibuka beberapa program studi baru.

Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa UKM strata 1 yang telah menempuh 2 semester. Jumlah sampel mahasiswa adalah 621 mahasiswa. dan Campus Support Service) Ir. Sampel karyawan TAT adalah sebanyak 39 Sampel dosen adalah sebanyak 139 orang. Metode sampling yang digunakan dalam pengambilan sampel mahasiswa dan dosen adalah proportionate stratified dan snowball sampling. assurance. Hendra Kusuma. Hasil aplikasi dimensi SSI dalam model extended service quality ternyata dapat digunakan di UKM sebagai alat bantu manajerial untuk meningkatkan kepuasan mahasiswa. ditambah dengan pernyataan untuk memperjelas terjemahan dalam bahasa Inggris. Instruction Effectiveness. Campus Life. Kinerja UKM masih berada di bawah harapan mahasiswa untuk seluruh pernyataan SSI yang diujikan. Hasil pengukuran kualitas pelayanan UKM pada mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa masih belum merasa puas dengan kinerja pelayanan yang diberikan UKM. Instrumen ini digunakan untuk mengukur ketidakpuasan mahasiswa. pimpinan UKM yang berhubungan dengan ruang lingkup penelitian serta karyawan UKM. Gap 3. dan tangibles dengan dimensi Student Satisfaction Inventory (SSI). Instrumen yang digunakan merupakan hasil modifikasi dari instrument SSI standar setelah dikurangi dengan pernyataan yang tidak sesuai dengan keadaan UKM. Pernyataan SSI yang digunakan berjumlah 28 pernyataan. dan penyebab Gap 3. Gap 4 tidak diuku karena UKM tidak memberikan janji kepada calon mahasiswanya. Teknik sampling untuk populasi pimpinan UKM dan karyawan adalah sampling jenuh Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. Sampel pimpinan UKM sebanyak 21 orang. Gap 1.Penerapan Dimensi Student Satisfaction Inventory dan Metode Servqual dapat digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan UKM namun hanya dapat mengindikasikan terjadinya kesenjangan antara harapan mahasiswa dengan kinerja UKM. Dimensi Student Satisfaction Inventory dan Metode Servqual dapat digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan di Universitas Kristen Maranatha karena SSI merupakan dimensi yang ditujukan untuk jasa pendidikan. Dimensi SSI yang dibahas ialah: Academic Advising Effectiveness. Modelmodel di atas tidak bisa mengindikasikan seberapa besar prakek manajerial UKM menyimpang dari kondisi ideal yang seharusnya terjadi tanpa melengkapinya dengan analisis kualitatif mengenai harapan dan kinerja UKM.al (1990) sebagai model konseptual. Gap 2. penetapan standar yang lebih rendah dari harapan mahasiswa serta berbagai hal yang belum ditetapkan standar kerjanya. Model Extended Service Quality dari Zeithaml et. penyebab Gap 1. Agar kepuasan mahasiswa dapat ditingkatkan model ini perlu dipindahkan dalam kueisoner yang lebih . Skala kuesioner adalah skala interval. Campus Life. MT.96 (2007) Analisis dan Usulan Peningkatan Kualitas Pelayanan Pendidikan Tinggi Universitas Kristen Maranatha (Studi Kasus Student Satisfaction Inventory Dimensi Academic Advising Effectiveness. emphaty. Faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpuasan mahasiswa adalah terdapatnya persepsi pimpinan UKM terhadap harapan mahasiswa yang tidak sesuai dengan harapan mahasiswa yang sesungguhnya. penyampaian jasa oleh karyawan UKM yang dinilai masih kurang maksimal. penyebab Gap 2. Campus Support Service. 9 kondisi internal manajerial UKM dalam hal kualitas pelayanan. Model ini dipilih dengan alasan kelengkapan variabel penyebab Gap hingga identifikasi penyebab ketidakpuasan dilakukan dengan mudah. Instruction Effectiveness. responsiveness. serta modifikasi-modifikasi yang harus dilakukan untuk mencapai tingkat validitas dan reliabilitas instrumen yang layak. Penelitian ini dimaksudkan untuk uji coba pengukuran kualitas pelayanan UKM dengan metode SERVQUAL dan mengganti dimensi reliability.

and quota purposive sampling on employee and heads of department populations. meningkatkan komitmen pimpinan bagian-bagian UKM atas kepuasan mahasiswa penetapan program resmi dan sasaran kualitas pelayanan mahasiswa bagi karyawan. SSI dimensions application on extended service quality model found suitable to be used as a managerial tool to improve student satisfaction at Maranatha Christian University. and (6) the role conflicts between operational and service quality on employees job should be reduced. Gap 3. Kata kunci: Penggunaan Dimensi Student Satisfaction Inventory pada Extended Service Quality Model. (2) There are dissatisfaction identified on all variables. Application to Improve Student Satisfaction. (3) the commitment of heads of department and unit at the University should be increased. because Maranatha Christian University hadn’t declare any promises to students. and being followed up if there are dissatisfaction found. The results of this study were: (1) Servqual Methods and SSI dimensions could be used to measure students dissatisfaction.resmi dan diedarkan oleh bagian survey center. and (4) Those Gaps were caused by 9 internal factors. (3) Those dissatisfaction were caused by difference between heads of department perceptions of student expectation and student expectation. Kepuasan mahasiswa di UKM dapat ditingkatkan melalui peningkatan kekerapan penggunaan informasi mengenai mahasiswa. This model was chosen because of the completeness of Gap antecedents variables. 39 employee. and heads of department or unit in Maranatha Christian University. the antecedent of Gap 1. employee performance standards were set below student expectation. and service delivery by employees were below student expectation. There were 28 SSI variables used. Gap 4 wasn’t being measured. Campus Life. Instruction Effectiveness. to increase student satisfaction there are several recommendation: (1) the Rector of University should use the information more frequent. Conceptual model used was extended quality model from Zeithmal et. . lectures. (2) the gap between student contacted employee and the rector should be reduced. which made the identification of internal conditions that influence student dissatisfaction was easy to be done. employee. peningkatan sistem pengendalian atasan. (5) supervisory control systems should be improved. formally given to the students on regular basis. Campus Support Service. and 21 heads of department and unit. and antecedent of Gap 3. designed more professionally. The respondents were 621 students. The Student Satisfaction Inventory dimensions being tested were Academic Advising Effectiveness. menekan konflik peran dalam pekerjaan. After this survey held continually. The questionnaire use has to be divided. (4) formal service quality goals and programs should be set officially.al (1990). but this model couldn’t identify how far the difference between student expectation and their perception on Maranatha Christian University performance occurs. 139 lecturers. mengurangi jarak antara karyawan yang kontak dengan mahasiswa dengan pimpinan puncak UKM. The population of this study were students that have been studied for minimum 2 semesters. Sampling method used were proportionate cluster snowball sampling on student and lecturer populations. antecedent of Gap 2. Aplikasi untuk meningkatkan kepuasan mahasiswa This research was intended to test Servqual methods using Student Satisfaction Inventory dimensions on Maranatha Christian University Service Quality Measurement. To improve student satisfaction this model has to be implemented. Keywords: Integration SSI Dimensions on Extended Service Quality Model. Gap 2. The instruments being used were modification of Student Satisfaction Inventory standard instrument using importance and performance rating scale to measure student dissatisfaction (Gap 5) and Servqual standard instruments to measure Gap 1.

penyusunan dan penyebaran kuesioner penentuan tingkat kepentingan subfaktor.2. Melihat pentingnya penilaian kinerja bagi pegawai di suatu organisasi maka peneliti bermaksud melakukan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penilaian kinerja Tenaga Kerumahtanggaan di perguruan tinggi. S. U. penyusunan dan penyebaran kuesioner penentuan skala kepentingan faktor dan subfaktor penilaian kinerja. penyusunan struktur hierarki. MT. Faktor dan subfaktor penilaian kinerja dapat dilihat pada Tabel 5.. identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penilaian kinerja. ST. Penilaian kinerja yang efektif akan memberikan manfaat bagi pegawai dan perusahaan. Banyak faktor yang mendukung jalannya suatu perguruan tinggi dengan baik.. S. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi penilaian kinerja Tenaga Kerumahtanggaan dan usulan Formulir Penilaian Kinerja untuk Tenaga Kerumahtanggaan.97 (2008) Identifikasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penelian Kinerja untuk Jabatan Kerumah Tanggaan di Perguruan Tinggi (Studi Kasus di UK Maranatha) Vivi Arisandhy. perhitungan batas–batas penilaian kinerja (Total Nilai Penilaian Kinerja Tenaga Kerumahtanggaan dan Total Nilai Faktor Tenaga Kerumahtanggaan) dan perancangan perangkat penilaian kinerja. Dalam penelitian ini. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan sumber daya manusia adalah dengan melakukan penilaian kinerja. Dalam penelitian ini. MT. Fenny Perguruan tinggi berperan penting untuk menghasilkan orang–orang yang berkualitas yang dapat berguna bagi dunia kerja pada umumnya. Manfaat bagi pegawai adalah dapat mengetahui kinerja yang telah dicapai serta mengetahui kelemahan dan kelebihan diri yang berguna untuk pengembangan diri selanjutnya. perancangan perangkat penilaian kinerja akan berbasiskan kompetensi.. Department of Labor dan hasil kuesioner pendahuluan. data-data yang digunakan akan diambil dari Universitas Kristen Maranatha. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah sebaiknya faktor absensi diperhitungkan dalam melakukan penilaian kinerja. diantaranya adalah pengelolaan sumber daya manusia yang unggul. Faktor-faktor tersebut kemudian akan digunakan untuk merancang perangkat penilaian kinerja bagi Tenaga Kerumahtanggaan Data-data yang diperlukan adalah job Description Tenaga Kerumahtanggaan di perguruan tinggi serta faktor dan subfaktor dari model kompetensi dan U. sebaiknya dibuat suatu standar penanganan berdasarkan hasil penilaian kinerja. perhitungan bobot faktor dan subfaktor penilaian kinerja (menggunakan metode Analytical Hierarchy Process). sebaiknya hambatan- . Tahapan dalam melakukan perancangan perangkat penilaian kinerja adalah penyusunan dan penyebaran kuesioner pendahuluan. pengolahan kuesioner pendahuluan. sedangkan. (contoh : pemberian reward dan punishment). penyusunan subfaktor berdasarkan model kompetensi (gabungan Spencer & Spencer dan Personnel Decisions International).1. Department of Labor. Melina Hermawan.usulan Formulir Penilaian Kinerja dapat dilihat pada Gambar 4. penentuan tingkat kepentingan subfaktor penilaian kinerja (menggunakan metode Cut-Off Point). ST.

hambatan juga dipertimbangkan dalam pelaksanaan proses penilaian. misalnya hallo effect. personnel bias effect. . dan lain-lain.

99 (2008) Identifikasi Tingkat Loyalitas Merek dan Faktor Penentu Kepuasan dalam Menggunakan Produk-produk Eiger Ir. Hendra Kusuma, MT.
Program ini merupakan aktivitas penelitian yang dilakukan oleh Kelompok Bidang Keahlian Rekayasa Kualitas Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha bekerja sama dengan PT Eigerindo Multi Produk Industri dalam rangka identifikasi faktor-faktor yang dipertimbangkan penting oleh pelanggan. Identifikasi faktor-faktor ini diperlukan agar PT Eigerindo Multi Produk Industri memiliki tolok ukur yang jelas bagi tingkat pemenuhan kepuasan pelanggan sebagaimana dipersyaratkan sertifikasi ISO. Biaya program penelitian ini sepenuhnya ditanggung oleh PT Eigerindo Multi Produk Industri. Program penelitian ini terdiri atas tiga tahap; yaitu penyusunan kuesioner kepuasan pelanggan, penyebaran kuesioner kepuasan pelanggan, serta pengolahan data dan analisis. Tahap pertama dilakukan dengan menyusun instrumen menggunakan kuesioner loyalitas merek baku di riset ekuitas merek. Tahap kedua dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner penelitian di berbagai outlet Eiger di Jakarta, Bogor, Bandung, dan Jatinangor menggunakan metode sampling kuota untuk mencapai jumlah sampel 272 hingga diperoleh tingkat kesalahan pengukuran sebesar 10%. Tahap ketiga dilakukan dengan metode pengolahan data loyalitas merek dan penyusunan angket kepuasan pelanggan yang diusulkan bagi PT Eigerindo Multi Produk Industri untuk melengkapi persyaratan ISO. Sebagai kesimpulan analisis, diperoleh bahwa tingkat kinerja Eiger dalam memenuhi harapan pelanggan telah dapat dinilai baik. Sebagai hasil, diperoleh loyalitas merek yang tinggi di tingkat Satisfied Buyer dan Liking the Brand. Di bagian akhir, penulis mengusulkan format kuesioner kepuasan pelanggan yang disebarkan di seluruh outlet Eiger sebagai indicator pengukur kepuasan pelanggan untuk melengkapi program ISO PT Eigerindo Multi Produk Industri. Kata Kunci: Kepuasan Pelanggan, Indikator Harapan Pelanggan. This program was Research Program done by PT Eigerindo Multi Produk Industri in cooperation with Quality Engineering Expertise Group, Industrial Engineering Department, Engineering Faculty, Maranatha Christian University, Bandung. This program was aimed to help PT Eigerindo Multi Produk Industri to identify important consideration factors by it customers. The importance of these factors identification was to achieve PT Eigerindo Multi Produk Industri better clarity on the factors that contribute to customers satisfaction as part of PT Eigerindo Multi Produk Industri ISO audits. All of this Research cost was paid by PT Eigerindo Multi Produk Industri. This program was done by three stages: customer satisfaction questionnaire design, data collection, and data calculation and analysis. The first stage was done by using standard brand loyalty questionnaire as a part of brand equity research instrument. The second stage was done by questionnaire pread on various Eiger’s outlets at Jakarta and West Java using quota sampling method using 72 sample in order to achieve 10% research error. The third stage was done by brand loyalty data calculation and customer satisfaction questionnaire design. The author suggest PT Eigerindo Multi Produk Industri use this Customer Satisfaction Questionnaire to complete PT Eigerindo Multi Produk Industry ISO audits. As a summary, analysis showed that Eiger’s performance on satisfying customer expectation could be classified as Good. As a result, Eiger has high brand loyalty on Satisfied Buyer and Liking the Brand level. At the end, the author suggested customer satisfaction

questionnaire format that could be given on all Eiger’s outlets as a customer satisfaction indicators to complete PT Eigerindo Multi Produk Industri ISO program. Keywords: Customer Satisfaction, Customer Expectation Indicators

100 (2008) Pengaruh Faktor-faktor Pribadi, Lingkungan, dan Perguruan Tinggi terhadap Keputusan untuk Mendirikan Usaha Sendiri, Studi Kasus Alumni Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha Ir. Hendra Kusuma, MT. Marianawati
Penelitian ini merupakan penelitian murni di bidang kewirausahaan dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor–faktor yang berpengaruh terhadap keputusan alumni untuk memilih profesi engusaha setelah lulus dari Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha. Variabel yang dipertimbangkan ialah faktor pribadi, bekal, lingkungan, kelayakan, dan Perguruan Tinggi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian survei, dengan populasi alumnus Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha yang berprofesi sebagai pengusaha dengan jumlah responden yang dituju berjumlah 120 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Instrumen yang dikembangkan mencakup empat factor yang terdiri dari faktor pribadi, faktor bekal, faktor kelayakan dan faktor lingkungan dengan menggunakan skala Likert. Hipotesis yang diuji ialah keputusan alumni Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha untuk memilih profesi engusaha dipengaruhi oleh ke empat faktor itu. Teknik pengolahan data yang digunakan ialah analisis faktor dan analisis diskriminan. Responden terdiri atas 2 kelompok yaitu kelompok yang langsung mendirikan usaha milik sendiri dan kelompok yang bekerja dulu sebelum membuka usaha sendiri. Kuesioner disebarkan dengan metode tatap muka untuk responden yang berada di kota Bandung, serta melalui email untuk responden yang berdomisili di luar kota Bandung. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa empat variabel yang dikembangkan di tahap awal ternyata tidak mencerminkan kondisi empiris. Diperoleh 16 faktor yang berpengaruh pada keputusan alumni untuk mendirikan usaha sendiri. Dari ke 16 faktor tersebut, hanya tiga faktor yang menjadi pembeda kedua kelompok responden tersebut yaitu faktor Pembelajaran di Perguruan Tinggi, Dorongan Kebebasan, dan Peluang dari Pergaulan. Kelompok responden yang langsung memilih mendirikan usaha sendiri setelah lulus bercirikan factor Pembelajaran di Perguruan Tinggi dan Peluang Pergaulan yang dominan. Sementara kelompok yang memilih bekerja terlebih dahulu sebelum mendirikan usaha setelah lulus bercirikan memiliki Dorongan Kebebasan yang dominan. Untuk meningkatkan jumlah alumni yang berwirausaha setelah lulus maka pimpinan Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha disarankan agar menambah materi kuliah dan studi-studi kasus pada mata kuliah Pengantar Ekonomi, Ekonomi Teknik, Manajemen Pemasaran, Perancangan Tata Letak Fasilitas, Perancangan Organisasi, Analisis Kelayakan Proyek, dan Studium Generale. Kata Kunci: Faktor yang Berpengaruh, Keputusan untuk Mendirikan Usaha. This research intended to be a scientific research in Entrepreneurship field. The aimed of this research was identify factors that influencing the graduates of Industrial Engineering Dept., Engineering Faculty, Maranatha Christian University decision to choose businessman as a profession. Variables considered were personal factor, supply factor, environment factor, perception of feasibility, and college factor. Research methodology used were survey research, using graduates of Industrial Engineering Department, Engineering Faculty, Maranatha Christian University which had chosen business owner as profession. Sample size were 120 and sampling technique used were cencus. Research instrument used was derived from those factors indicators

Maranatha Christian University to increase entrepreneurship material and case study on Introduction Economic. There were 2 respondent groups. and Opportunity from Social Interaction. Respondent group by direct decision to be a business owner was identified have high Business Course on College and Opportunity from Social Interaction score. Questionnaire spread by face to face interviews for respondent in Bandung and email for respondents outside Bandung. Engineering Economic. Freedom Motives. Analysis showed that variables on the early stage did not passed empirical testing. authors suggest that the head of Industrial Engineering Dept.using 5 scale likert score.. Marketing Management. To increase graduate intention to build their own business. Engineering Faculty. The differential factors were Business Course on College. Hypothesis being tested on this research was the decision of Industrial Engineering Dept. On the other side. Maranatha Christian University graduate to choose businessman as a profession was influenced by those 5 factors. . Plan Layout and Material Handling. Keywords: Influenced Factors. and Studium Generale. Data calculation method were factor analysis and discriminant analysis. Engineering Faculty. respondent group who worked before they initiate their own business was identified have high Freedom Motives. Factor analysis showed that there were 16 factors that influencing decision to choose business owner as profession.. On those factors. Project Feasibility Study. graduates that decide to choose business owner profession direct after they finished study and graduates that decide to work before they start their business. Decision to Start a Business. only 3 factors that could be considered as differential factors on those 2 respondent group.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->