BAB I PENDAHULUAN

1. BATASAN TOPIK A. Diagnosa dan rencana Perawatan B. Gingivitis a) Definisi b) Klasifikasi c) Etiologi d) Patogenesis e) Faktor Predisposisi f) Gambaran Klinis

C. Terapi 2. PETA KONSEP PEMERIKSAAN SUBJEKTIF (Anamnesa)
 Px jarang ke drg + 3th  Tidak ada kelainan sistemik  Tidak konsumsi obatobatan tertentu      

PEMERIKSAAN OBJEKTIF (Pem. Klinis)
Hiperplasi gingiva Warna merah tua Halus-stipling hilang BoP Pocket gingiva = 3-4 mm Banyak kalkulus supragingiva

PEMERIKSAAN PENUNJANG (Rö Foto)
 Kontinuitas lamina dura

Faktor predisposisi Etiologi & patogenesis pa

DIAGNOSA : Marginalis Gingivitis Kronis

Klasifikasi

TERAPI

edited ; choybuccuq@yahoo.co.id

1

overcontoures crowns. edited .1. . Pada keadaan ini. .Penetapan untuk melakukan terapi / tindakan pada pasien selanjutnya. overexterded bands.warna serta konsistensi gingiva.2 GINGIVITIS 2. Keadaan ini reversible 2.2. . Definisi Keadaan gingiva yang mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk.Gingivitis karena ada hiperplasi gingival.id 2 .Marginal karena keradangannya mengenai interdental papil sampai margin gingival. dan dari foto radiology diketahui kontinuitas lamina dura.tidak ditemukan migrasi junctional epithelium ke arah apikal maupun tulang alveolar. . Kronis : Gingivitis durasi lama.co.Edukasi pasien dan memberikan petunjuk untuk mengontrol akumulasi plak gigi dalam rongga mulut .2. setelah perawatan dari pasien sendiri dapat mengembalikan status sehat b. Akut : Peradangan gingiva dengan durasi singkat. halusstiplling hilang. choybuccuq@yahoo.Melakukan pembersihan pada permukaan gigi. 2. Rencana Perawatan : . Klasifikasi 1.Kronik karena berlangsung lama diketahui dari pasien yang tidak control ke dokter gigi selama 3 tahun sehingga terdapat akumulasi plak yang banyak. perubahan warna merah tua.BAB II PEMBAHASAN 2.Melakukan perbaikan terhadap faktor retentive plak. .1 DIAGNOSA DAN RENCANA PERAWATAN Diagnosa dari kasus adalah kronik marginal gingivitis . seperti overhanging restorations. terjadi sampai bertahun-tahun periodontitis. Berdasarkan lamanya peradangan gingival a.2.Melakukan pembedahan pada kelainan bentuk dari gingiva / pemotongan gingiva yang menghalangi pasien untuk melakukan control plak. dan karies gigi.

. Terlokalisasi : membatasi peradangan jaringan gingiva pada gigi atau sebagian b. a. b.co. 1. Gingival disease modified by systemic factor a. perlekatan gingiva 2. papila. Gingivitis associated with dental plaque only Disebabkan karena interaksi antara mikroorganisme pada dental plak biofilm. biasanya terjadi selama trimester 2 dan 3. Berdasarkan perluasan peradangan a. Marginal : inflamasi pada margin dan papila c.2. Associated with Endocrine system 1) Puberty associated gingivitis Respon gingivitis terhadap dental plak dan hormon yang relative sedikit selama masa puber. Bukan edited . Berdasarkan Distribusi inflamasi a.3 Dental Plak Induced Terjadi pada periodontium dengan tidak ada attachment loss atau ada attachment loss yang menyeluruh dan tidak berkembang.id 3 .Gingivitis Respon terhadap dental plak dan perubahan hormon. choybuccuq@yahoo.2. With local contributing factor Faktor local yaitu plaque-retentive calculus formation pada mahkota dan permukaan akar yang memiliki kemampun untuk melekatkan mikroorganisme dan menghalangi pembersihannya dengan teknik control plak. 3) Pregnancy associated . Papila : inflamasi jaringan pada seluruh mulut b. General : peradangan jaringan gingiva pada seluruh mulut 3. Without local contributing factor 2.Pyogenic granuloma Terdapat mushroom-shaped gingiva pada margin gingival. 2) Menstrual-cycle associated gingivitis Respon gingivitis terhadap dental plak dan hormon sebelum ovulasi. Diffuse : inflamasi pada margin gingiva. dan sel inflamatory host. jaringan. tetapi lebih umum terjadi pada interdental papil selama kehamilan.

Manifestasi : bengkak. 2) Drug influenced gingivitis Oral contraceptive associated gingivitis Yaitu yang dikonsumsi oleh wanita premenopause d.Deficiency nutrisi spesifik :  Vitamin A  untuk menjaga kesehatan epitel sulkus  Vitamin B komplek  untuk menjaga kesehatan jaringan mukosa .Adanya plak akan memperburuk kondisi. ulcer. verapamil.co. sodium valporat.Ca channel blocker : nivedipine. diltializem. 2) Lainnya . . Gingival disease modified by malnutrition 1) Ascorbic acid deficiency gingivitis Yaitu kekurangan asam askorbat (vitamin C) yang kronis. sehingga terjadi peningkatan pendarahan dan pembesaran gingival.Imunosupresant : cyclosporine . Associated with blood dyscrasias 1) Leukemia associated gingivitis Disebabkan karena terganggunya keseimbangan sel darah putih yang menyuplai periodonsium.id 4 .Anticonvulsant : phenytoin .Kelaparan  mengeliminasi semua nutrient yang dibutuhkan untuk kesehatan periodonsium. mudah berdarah. tetapi merupakan respon terhadap iritasi yng diakibatkan hemangioma yang dapat mudah berdarah.tumor. c. edited . 2) Lainnya Gingivitis yang berhubungan dengan keabnormlan fungsi atau jumlah sel darah. Gingival disease modified by medication (drug influenced gingival disease) 1) Drug influenced gingival enlargement Systemic medication : . 4) Diabetes mellitus associated gingivitis b. choybuccuq@yahoo.

Erytheum multiforme . Lainnya 4. Kelainan mukokutaneus .Lichen planus . nikel. choybuccuq@yahoo. Streptooccus species 2. Hereditary gingival b. Neisseria gonorrhoeae b.id 5 .Pemphigus vulgaris .Lupus erythematosus .pasta gigi. Treponema pallidum c. Disebabkan oleh jamur a. obat kumur .Gingival candidiasis b.permen karet aditif .4 Non-plak Induced 1. Karena kondisi sistemik a.2.co. Disebabkan oleh virus Infeksi virus herpes primary herpetic gingivostomatitis reccurent oral herpes varicella zoster. other 2) reaksi yang diakibatkan oleh . Disebabkan oleh bakteri a.Drug induced .makanan edited . Linear gingival erythema c.Lainnya b. Histoplasmosis e.Pemphygoid .merkuri. Karena genetik a.2. aklirik. Infeksi candida . Reaksi alergi 1) Dental restorative materials . Lainnya 5. dll 3.

chemical. ketika perdarahan sudah terlihat. Mikrobiologi poket gingiva berubah selama proses transisi dari initial lesion hingga established lesion.6. Reaksi tubuh oleh benda asing 8. pada suatu studi pada initial stage proporsi Actinomyces israelii dan Actinomyces naeslundi hampir 2x lipat. Lesi traumatik . Fusobacterium nucleatum Veilonella spp. 55% adalah gram + dengan terkadang berbentuk spirochaetes & motile rods. 2006 ) edited . gram + dan fakultatif organisme mendominasi termasuk Streptococci. Gingivitis berhubungan dengan paparan plak yang berkepanjangan pada host. ( Samaranayake LP. thermal 7. - Pada tahap awal (initial stage). flora akan berubah lebih jauh dan level dari black pigmented anaerob seperti Phorpohyromonas gingivalis dan Prevotella intermedia meningkat.3 Etiologi Beberapa mikroorganisme yang terdapat pada gingivitis marginalis kronis:         Streptococcus sanguis Streptococcus milleri Actinomyces israelii Actinomyces neaslundii Prevotela intermedia Capnocytophaga sp. meningkat bersama dengan proporsi species canophilic.co.id 6 . - Ketika penyakit berlanjut pada tahap established lesion. Sebagai contoh. fisik. Actinomyces spp. Tidak bisa di spesifikasi 2. seperti Capnsytophaga spp. - Pada early lesion. dan bakteri gram (–) anaerob obligat. choybuccuq@yahoo.

Ini berkaitan dengan kelainan imun dan genetic.id 7 . Streptococcus sanguis Streptococcus milleri Actinomyces israelii Chronic Marginal Gingivitis Actinomyces naeslundii Prevotella intermedia Capnocytophaga spp. Porphyromonas gingivalis Prevotella intermedia Sekitar 65-75% bakteri bacill gram negative.co. choybuccuq@yahoo. Banyak spirochaeta dan motil. Fusobacterium nucleatum Veilonella spp.Mikroorganisme yang berhubungan dengan berbagai tipe dari penyakit periodontal : Kondisi Mikroorganisme Predominant Streptococcus sanguis Keadaan sehat / Health Streptococcus oralis Actinomyces viscosus Veilonella spp. edited . Porphyromonas gingivalis Prevotella intermedia Fusobacterium nucleatum Tannerella forsythia Chronic Periodontitis Actinobacillus actinomycetemcomitans Selenomonas spp. Sekitar 55% dari sel adalah bakteri garam positif dengan beberapa spirochaeta dan motil. Spirochaetes Sekitar 75% dari sel adalah bakteri gram negative ( 90% bersifat anaerob ). Capnocytophaga spp. Keterangan Sebagian besar bakteri coccus gram positif dengan sedikit spirochaetasan motil. Sedikit spirochaeta dan motil. Actinobacillus Aggressive Periodontitis actinomycetemcomitans Capnocytophaga spp.

dan jalur asam arachinoc .Perlu dilihat lesi akibat gingivitis dapat dipulihkan atau dicegah dengan penghilangan bakteri dental plaque dari permukaan gigi edited . kemungkinan besar produk bakteri berinteraksi dengan fagosit.Diduga perubahan kemungkinan bisa akibat atraksi atau penarikan kemotatik netrofil oleh bakti dan efeknya vasodilatasi langsung dari produk bakteri.Perkembangan dari gingivitis kronis sangat tergantung pada akumulasi plak.Tanda dari lesi awal (early lesion) adalah adanya infliltrasi sel limfoid oleh limfosit T dengan peningkatan kehilangan kolagen dan perubahan pada epitelium ke arah permukaan akar . sel plasma dan fagosit. mengakibatkan terbentuknya lesi yang didominasi limfosit B.co. dan perkembangan limfositdan monosit sebagian besar untuk mediasi progress lesi dari T-cell menjadi lesi dimana B-cell menonjol. pembengkakan. yang dapat meningkatkan proses patologik yang dimediasi oleh sistem imun .Gingivitis kronis mempunyai karakter atau ciri-ciri yaitu kemerahan. perdarahan. degradasi kolagen. meningkatkan faktor kemotaktik dari bakteri atau dari host seperti komplemen dan jalur asam arachinoc mengikat neutrofil untuk mempertahankan dalam melawan perusakan bakteri . dan meningkatkan aliran GCF .Jumlah limfosit B meningkat pada fase ini.Walaupun bukti langsung dari mekanisme spesifik kurang.id 8 . dan fibroblas untuk meningkatkan sistem imun lokal dan jalur sitokin yang mempunyai semua elemen penting untuk mengakibatkan perubahan pada jaringan . kehilangan jaringan.4 Patogenesis . choybuccuq@yahoo.Sitokin bertanggung jawab untuk peningkatan.Lesi awal secara histologi respon inflamasi akut ditandai dengan perubahan pembuluh darah. jumlah netrofil menginflitrasi epitelium . perubahan sel epitel dan infiltrasi jaringan oleh netrofil .2. perubahan kontur gingiva.Inflamatori kronis menginflitrasi dan perubahan vaskular nampak dan bentuk lesi. seperti pada aktivasi host sistem imun seperti komplemen dan kinin. dan perubahan jaringan yang dapat dilihat adalah destruksi kolagen dan proliferatif epitel . diferensiasi.

dan peningkatan PMN pada jaringan ikat JE dan sulkus gingiva .Gungiva merah gelap jaringan .TAHAPAN PATOGENESIS 1. tanda dari gingivitis kronis . tekstur.aliran darah lambat .Sudah meluas ke tulang edited .secara klinis perubahan warna. choybuccuq@yahoo. ukuran. netrofil. sel-sel plasma dan mostosit  PMN keluar dari pembuluh darah  Respon keradangan lebih besar dari initial lesion  70% kolagen rusak oleh karena infiltrasi seluler  Pembentukan kolagen oleh fibroblas menurun  Serabut sirkular dan dentogingiva rusak 3.Akumilasi PMN mengakibatakan peningkatan aliran cairan gingiva .id anoxemia gingiva yang terlokalisir kebiru-biruan pecahnya hemoglobin dan ekstravasasi SDM ke 9 .Secara histologis :  tampak reaksi keradangan yang lebih hebat antara lain meningkatnya sel-sel plasma  ditemukan inflitrasi seluler yang merusak komponen jaringan  aktivitas kolagenolitik meningkat  keradangan moderate sampai dengan severe 4. Established Lesion . Advanced Lesion .co.Secara klinis belum tanpa tanda-tanda kelainan . makrofag.Secara histologi :  Inflitrasi lekosit pada jaringan ikat di bawah JE.Perubahan vaskular ditandai dengan dilatasi kapiler dan peningkatan flow darah respon pertama disebut dengan gingivitis subklinis . Early Lesion .1 minggu akumulasi plak terjadi peningkatan netrofil pada pembuluh darah 2.Bleeding on probing . Initial Lesion .Secara histologi : gambaran klasik keradangan akut pada jaringan ikat dibawah JE.Setelah 2 hari .Secara klinis : kemerahan dan proloferasi kapiler .

c.5 Faktor Predisposisi 1. menghambat mekanisme pembersihan/ pada lidah. Faktor iatrogenik a. 4.Ketidakseimbangan ekologi plak pada sulkus gingival. matrix band.Penderita susah untuk membersihkan akumulasi plak. Jika tidak diektraksi maka dapat menyebabkan akumulasi plak. Bahan-bahan . b. 2. e. .2. d. choybuccuq@yahoo. Komplikasi pada jaringan periodontal akibat terapi ortodontik → komplikasi disebabkan oleh over extended bands. Terapi radiasi edited . dengan menciptakan kekuatan berlebih terhadap gigi dan jaringan penyokong. 3. Kontur dan kontak terbuka. Bentuk partial dentured yang removable . Maloklusi → gigi yang berdesakan. 5. gigi yang tanggal akibat trauma dapat menyebabkan maloklusi sehingga menyulitkan kontrol terhadap akumulasi plak. .Plak yang tumbuh di sekitar batas restorasi yang ditemukan pada gigi yang tidak direstorasi. Trauma yang berhubungan dengan oral jewelry b. dan bur yang menyebabkan trauma mekanik dan inflamasi pada gingiva. Trauma sikat gigi c. Iritasi kimia 6.Akumulasi plak pada partial dentured yang dipakai pagi hari. Pemakaian tembakau 7. b.id 10 . timbul lesi pada distal M2. resorbsi akar pada kontakl area antara M2 dan M3. BoP.Penggunaan rubber dam clampt. Prosedur restorasi . inklinasi gigi M2 yang kurang baik. . Kebiasaan diri sendiri yang menyebabkan radang pada jaringan periodontal: a. .co.Undercontoured crown → kurangnya tinggi sehingga tidak protektif selama oklusi.Overcontoured crown → akumulasi plak. terutama restorasi yang overhanging. Ekstraksi gigi M3 yang impaksi menyebabkan defek dimensi vertikal pada distal M2. Lokasi gingival margin terhadap restorasi. a. Ekstraksi gigi m3 yang impaksi.

kanker.Gingivitis akut  Merah terang pada marginal.Gingivitis akutpembengkakan difuse dan lunak. Faktor predisposisi sistemik: a.Gejala awal:  peningkatan aliran cairan krevikular gingiva  perdarahan sulkus gingiva dengan probing (BoP) . Parah: merahabu-abu.id 11 . padat atau keras dan bernodulnodulkronistergantung eksudat atau fibrotik . anemia. Faktor psikosomatik 2. mengkilap.  Dimulai dari papil interdental dan margin gingivaattached gingiva. flap perikoronal c. Penyakit debilitating : gangguan sistemik. AIDS) 10. sifilis. Daerah trauma gingiva ( palatal insisif RA dan labial insisif RB) 9.Hilangnya stippling . Perubahan warna .6 Gambaran Klinis dan Radiografi 1. mengkilat c. kadang disertai pseudomembranwarna abu-abu edited .Perdarahan tampak lebih dulu daripada tanda keradangan yang lain .Permukaan gingiva licin. Perdarahan gingiva (BoP) .pocket periodontal. Perubahan pada tekstur permukaan . choybuccuq@yahoo.co. Gambaran Klinis a. Defisiensi nutrisi b.8. gangguan blood ( leukimia. diffuse atau seperti bercak. . Penyakit gingiva kronis yang sudah ada. Venous statiswarna kebiruan.Gingivitis kronis  Merah gelap atau merah kebiruan  Karena proliferasi vaskuler kapiler dan berkurangnya keratinisasi karena tertekannya epitel oleh jaringan yang terinflamasi. Merokok b. Faktor predisposisi lokal : a. gangguan gastrointestinal ( ulseratif kolitis).Warna juga dapat digunakan untuk diagnosa awal keradangan gingiva b.

Kroniskonsistensi lunak . b. Disana tidak ada bentuk atau susunan tulang yang baru.id 12 .co. 2. Perubahan konsistensi . Root planning : menghilangkan sementum / permukaan dentin yang kasar terisi oleh kalkulus dan terkontaminasi oleh toksin atau mikroorganisme.Berkaitan dengan pembesaran gingiva dan kondisi. d.Etiologi:  Fisiologis  8% pada anak-anak. kalkulus. frenulum yang tinggi. membersihkan plak. dan noda. choybuccuq@yahoo. c. Perubahan kontur gingiva . Setelah dilakukan periodontal debridement beberapa penyembuhan dari jaringan periodontal proses penyembuhan. *Penyembuhan setelah perawatan atau instrumentasi : a.Tergantung sifat edematous atau fibrotik f. trauma oklusi. permukaan akar dan samapai ruang saku gusi dan dinding jaringan hingga perluasannya. e. Scalling : pemakaian instrument pada mahkota dan permukaan akar gigi. NON-SURGICAL a. Deplaqueing : merusak atau menghilangkan mikroba plak subgingival beserta produknya dari permukaan sementum dan ruang saku gusi. b. keradangan. Gambaran Radiologi Terlihat gambaran kontinuitas lamina dura 2.7 Terapi 1. sementum / ligament periodontal selama proses penyembuhan yang terjadi setelah periodontal debridement.Terjadi resesi . Perubahan posisi . edited . Periodontal debridement : menghilangkan atau merusak bakteri plak beserta produknya dan perlekatan plak serta penumpukan karang gigi dari permukaan mahkota. Susunan utama dari penyembuhan setelah periodontal debridement oleh kembalinya bentuk atau susunan dari Junctional Epithelium yang panjang.d. 100% pada usia>50 tahun  Cara menggosok gigiabrasi gingiva  Malposisi gigi.

SURGICAL a.Dokter gigi harus meminimalkan pengaruh dari faktor resiko sistemik. Terapi periodontal non bedah dapat memberikan hasil pada berkurangnya kedalaman probing.mengidentifikasi faktor resiko local selama penetapan terapi periodontal. paling sering curet gracey. Modulasi host Modulasi host mengacu pada perubahan mekanisme pertahanan normal tubuh untuk membantu menjaga penyakit periodontal tetap dibawah kontrol.kesalahan pemakaian alat 2) Sistemik . Gingivectomy . Topical chemical plaque control  bahan kimia atau obat yang digunakan untuk mengontrol mikroorganisme di tempat tertentu. Kontrol resiko sistemik 1) Lokal .id 13 . c.Anggota klinis harus tahu tentang beberapa faktor resiko sistemik yang tidak dapat dihindari. Cth : faktor genetik. Menggunakan antibiotic secara sistemik. Gingival Curretage . b.tambalan amalgam yang berlebih . choybuccuq@yahoo. d. . edited .Adalah prosedur di mana gingiva dipotong dan dihilangkan .design mahkota yang salah .Tindakan ini tidak direkomendasikan .co.Indikasi :  Sebelum ada teknik periodontal modern (teknik ini yang paling sering digunakan)  Untuk reshaping jaringan gingiva yang mengisolasi daerah dan penghilangan gingival enlargement b. Cth : .c. *Langkah-langkah lain pada terapi Non Surgical periodontal : a. Cth : Penicilin 2.Merupakan tindakan bedah periodontal yang meliputi percobaan untuk menggores garins pocket periodontal menggunakan curet periodontal. harusnya menjadi bagian terapi non-bedah periodontal.

c.Indikasi :  Tindakan bedah periodontal yang paling modern.co. choybuccuq@yahoo.Prosedur bedah dengan irisan yang dibuat pada gingiva yang mengelilingi gigi dan jaringan lunak pada dasarnya harus diangkat dari akar gigi dan tulang alveolar . membutuhkan penutupan periodontal edited .id 14 . Periodontal Flap Surgery .

BAB III PENUTUP KESIMPULAN 1. d. c. e. Memperkirakan pemenuhan terapi. Pembuangan dengan hati – hati seluruh deposit yang keras dan lunak di sekitar gigi ( debridement ) c. 2.co. Marginalis karena letak keradangan berada pada bagian tepi / margin gingiva. dan kontinuitas lamina dura pada gambaran radiografi. halus. Diagnosa : gingivitis marginalis kronis a. b. Setelah tindakan scalling dapat diberikan metronidazole sebagai obat pilihan. bleeding on probing. Kronis karena sudah tidak kontrol selam 3 tahun sehingga banyak ditemukan plak yang berkembang menjadi kalkulus supragingiva. Koreksi dari faktor retensi plak seperti overhanging restorasi. b. 3. Gingivitis marginalis kronis pada kasus disebabkan oleh dental plaque yang dapat terjadi karena pengaruh bakteri dan faktor host. Jika diperlukan. 4. Jika perlu menggunakan obat kumur seperti chlorhexidine. tindakan bedah dari kelainan gingiva pada pasien yang kurang mampu menjaga kebersihan oral hygiene. Rencana perawatan a.id 15 . dan dental caries. choybuccuq@yahoo. Gingivitis karena mengalami peradangan pada gingival dengan tanda – tanda hiperplasia gingiva. kedalaman poket gingiva 3 -4 mm mm.stippling hilang. perubahan warna merah tua. edited . Terapi yang digunakan untuk mengatasi gingivitis marginalis kronis sesuai kasus adalah terpai non surgical yaitu scalling karena jenis kalkulus adalah kalkulus supragingiva. overcontoures crown. Pemberian instruksi kepada pasien untuk metode sikat gigi yang benar agar oral hygiene terjaga dan tidak terjadi akumulasi plak ( edukasi ).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful